AMDAL PEMBANGUNAN PERUMAHAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pesatnya laju pertumbuhan suatu kota, pada umumnya diikuti dengan kebijakan pengembangan wilayah dari kota tersebut. Salah satunya adalah pembangunan kawasan perumahan bagi penduduk perkotaan. Ketersediaan jaringan infrastruktur yang telah ada, dukungan kondisi topografi kawasan, serta berbagai aspek pendukung lainnya, sangat mempengaruhi kebijakan penetapan peruntukan suatu kawasan sebagai kawasan permukiman. Belakangan ini kita sering melihat banyak lahan terbuka hijau yang dibangun menjadi beberapa perumahan atau area usaha. Lahan yang tentunya telah dimiliki pengembang tersebut sudah siap dikonversi jadi perumahan, baik perumahan kelas menengah atau perumahan mewah. Keberadaan suatu kawasan perumahan sedikit banyak akan memberi pengaruh kepada lingkungan sekitarnya khususnya lingkungan alami dari suatu wilayah. Keadaan tersebut selain karena adanya aktifitas dari warga perumahan, juga karena adanya ekses dari kawasan seperti; limbah rumah tangga, pembangunan infrastruktur yang dapat merubah bentang alam, ataupun kebutuhan akan lahan untuk pengembangan kawasan perumahan. Sebagai suatu kawasan hunian, kawasan perumahan memiliki hubungan keterkaitan dengan lingkungan sekitarnya. Perumahan merupakan suatu wilayah hunian yang dapat berkembang seiring dengan dinamika para penghuninya. Perumahan dapat mempengaruhi lingkungan sekitarnya melalui berbagai aktifitas pembangunan/pengembangan kawasan itu sendiri ataupun melalui aktifitas warganya. Perkembangan wilayah perumahan akan sangat bergantung pada daya dukung lahan (carrying capacity) dari kawasan perumahan itu sendiri yang memiliki batas-batas tertentu. Dimana bila batas tersebut terlampaui, dapat berakibat menurunnya daya dukung kawasan tersebut, dan dalam periode tertentu dapat berakibat pada rusaknya lingkungan tersebut. Kerusakan suatu lingkungan tidak hanya berdampak pada kawasan dimana lingkungan tersebut berada, namun dapat menyebar ke daerah yang lebih luas 1.2. Tujuan

1

BAB II 2 .AMDAL PEMBANGUNAN PERUMAHAN Tujuan dari pembuatan makalah ini bertujuan untuk mengetahui dampak yang disebabkan oleh kawasan perumahan terkait dengan kelestarian wilayah sekitarnya serta merumuskan kebijakan dan strategi penanganan terkait dengan dampak yang ditimbulkan. Selain itu juga memmberikan suatu solusi atau kebijakan dalam pengembangan/pembangunan kawasan perumahan dan strategi penanganan terkait dengan dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh kawasan perumahan.

Bentuk dari ruang terbuka ini yaitu lapangan olahraga. Bentuk RTH yang memiliki fungsi paling penting bagi perkotaan saat ini adalah kawasan hijau 3 . sayuran. yang terdiri dari jalur hijau sepanjang jalan. jalur hijau kota. perkuburan. kawasan hutan kota. Menurut Dinas Pertamanan DKI Jakarta. perkantoran. perdagangan dan kawasan industri. tergolong ruang terbuka hijau area lapangan. h. yaitu ruang terbuka hijau dengan fungsi utama sebagai hutan raya. Dalam kondisi saat ini banyak lahan terbuka yang dialihfungsikan. yaitu lapangan. sebagai sarana rekreasi dalam kota yang memanfaatkan ruang terbuka hijau. ditanami pohon pelindung. Kawasan Hijau Pertanian. Kawasan Hijau Hutan Kota. yaitu halaman rumah di kawasan perumahan. taman di persimpangan jalan.AMDAL PEMBANGUNAN PERUMAHAN TINJAUAN PUSTAKA 2. Kawasan Hijau Pemakaman. tanaman penutup tanah serta memiliki fungsi relaksasi. dan RTH produktif. e. tanaman hias dan buah-buahan. yaitu lahan sawah dan tegalan yang masih ada di kota yang menghasilkan padi. lintasan lari atau lapangan golf. b. Lahan terbuka hijau diperlukan dalam sebuah struktur tata ruang sebuah kota. Kawasan Jalur Hijau. berupa sebidang tanah yang sekelilingnya ditata secara teratur dan artistik. Kawasan Hijau Pekarangan. f. taman pulau jalan dan sejenisnya. Pada sebuah kota idealnya memiliki 20% lahan terbuka hijau dari luas kota tersebut. tergolong ruang terbuka hijau areal produktif.14 tahun 1988. klasifikasi RTH (ruang terbuka hijau) menurut Instruksi mendagri No. semak/perdu. palawija. d. pekarangan. g. Kawasan Hijau Rekreasi Kota. lapangan O. lahan datar atau pelataran yang cukup luas. Dinas Pertamanan mengklasifikasikan ruang terbuka hijau berdasarkan pada kepentingan pengelolaannya adalah sebagai berikut : a. stadion. Kawasan Hijau Pertamanan Kota.R. c.1 Lahan Terbuka Lahan terbuka hijau adalah daerah terbuka dalam suatu kota yang lebih menekankan pada fungsi lansekapnya. yaitu: taman kota. Sementara itu. Kawasan Hijau kegiatan Olahraga.

karena dipenuhi oleh perumahan. Sebagian kawasan terbuka hijau (perkebunan dan sawah) berada di kawasan pergunungan dari waktu ke waktu dapat menyimpan air ketika hujan lebat dan melepaskannya sedikit demi sedikit ke sungai atau kawasan lain di sekitarnya. Penyedia gas oksigen. sedangkan lapangan olah raga hijau memiliki fungsi sebagai sarana untuk menciptakan kesehatan masyarakat selain itu bisa difungsikan sebagian dari fungsi RTH lainnya. areal sawah atau perkebunan.Kawasan terbuka hijau.5 mm/hari dan rerata masa banjir 3 hari maka jumlah air yang dapat ditahan adalah 3000 meterkubik per hektar. Kawasan terbuka hijau dapat berupa taman. hutan kota.AMDAL PEMBANGUNAN PERUMAHAN taman kota dan kawasan hijau lapangan olah raga. Fungsi pematang pada sawah sama dengan fungsi batas pada waduk (dam). misalnya rerata tinggi pematang sawah padi 30 cm. Kawasan terbuka hijau ialah sebuah kawasan yang difungsikan untuk ditanami tumbuhtumbuhan. daun. Sawah padi dikelilingi oleh pematang yang dapat menyimpan dan mengatur keluarnya air semasa hujan lebat. batang dan lainlain) juga mempunyai fungsi non komoditi (misalnya Pencegah banjir. disamping mempunyai fungsi penghasil komoditi (buah. kedalaman air untuk tumbuhnya padi 4. ketersediaan lahan untuk permukiman masyarakat semakin sempit. Seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan penduduk kota. trotoar jalan yang ditanami pohon. Fungsi-fungsi kawasan terbuka hijau non komoditi adalah :Pertama. Ini berarti dapat mencegah atau mengurangkan kerusakan yang dimungkinkan oleh adanya banjir. 2. Kawasan terbuka hijau berfungsi sebagai 4 . Kawasan terbuka hijau berfungsi sebagai pencegah banjir. mencegah run. sehingga penyediaan ruang terbuka dalam suatu lingkungan terkadang diabaikan.5 cm.Kedua. Saat ini hampir di setiap kawasan permukiman padat diperkotaan tidak terdapat lahan terbuka. Kawasan terbuka hijau bahagian atas akan menyimpan air hujan pada rongga-rongga tanah yang terbentuk masa menanam. Taman kota dibutuhkan karena memiliki hampir semua fungsi RTH. dan lain-lain). koefisien resapan air 1.off secara tiba-tiba dan mencegah banjir.Ketersediaan ruang terbuka kota sangat penting dalam perencanaan kota.2 Manfaat Lahan Terbuka Ruang terbuka hijau sangat penting pada tata ruang suatu kota.

tempat bergaul. Kawasan terbuka hijau berfungsi sebagai penurun suhu. tempat berlindung keluarga dan menyimpan barang berharga. pembuangan sampah. 4 Tahun 1992. Energi diserap selama evaporasi dan transpirasi. halaman dan area sekitarnya yang dipakai sebagai tempat tinggal dan sarana pembinaan keluarga 5 . Kawasan terbuka hijau.5 – 10C pada tengah hari. tetapi juga menciptakan alam yang natural. Kawasan terbuka hijau berfungsi sebagai pembersih udara. dan membina rasa kekeluargaan diantara anggota keluarga. biasanya mempunyai kecepatan evapotranspirasi yang lebih tinggi dan proses ini menyebabkan suhu udara lebih rendah dan lebih nyaman. Rumah adalah tempat untuk melepaskan lelah. Kelima. yang memungkinkan lingkungan pemukiman berfungsi sebagaimana mestinya. Akibat dari proses evaporasi dan transpirasi dari pohon-pohon di kawasan terbuka hijau mengakibatkan suhu disekeliling kawasan terbuka hijau akan dingin.Keempat. telepon.AMDAL PEMBANGUNAN PERUMAHAN pemelihara sumber air. tersedianya listrik.3 Perumahan Perumahan adalah kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau hunian yang dilengkapi dengan prasarana lingkungan yaitu kelengkapan dasar fisik lingkungan. Proses penanaman merupakan proses perbaikan dan penambahan zat-zat organik pada tanah. Kawasan yang mempunyai kecepatan evapotranspirasi berbeda akan mempunyai suhu yang berbeda. Air yang datang dari sungai untuk mengairi kawasan terbuka hijau masuk ke dalam pori-pori tanah dan pada akhirnya akan kembali ke sungai. misalnya penyediaan air minum. 2. Keenam. jalan. Pohon-pohon yang tumbuh di kawasan terbuka hijau dapat membersihkan udara dengan menyerap gas-gas penyebab polusi seperti SO2 dan NO2. Kawasan terbuka hijau terutamanya yang terdapat di kawasan bukit tidak hanya member pemandangan yang indah. dan rumah juga sebagai status lambing social Menurut UU RI No. Suhu udara di tengah kota lebih tinggi sekitar 0. Proses ini mengakibatkan peningkatan kepadatan tanah sehingga permukaan tanah secara perlahan menjadi lebih lembut dan datar. Kawasan terbuka hijau berfungsi sebagai tempat rekreasi. Ketiga. Rumah adalah struktur fisik terdiri dari ruangan. Kawasan terbuka hijau berfungsi sebagai pencegah erosi tanah.

daerah buangan limbah pabrik. bahkan dari ancaman kecelakaan lalu lintas Menurut SNI 03-1733-2004 tentang Tata Cara Perencanaan Lingkungan Perumahan di Perkotaan lokasi lingkungan perumahan harus memenuhi ketentuan sebagai berikut: 1) Lokasi perumahan harus sesuai dengan rencana peruntukan lahan yang diatur dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) setempat atau dokumen perencanaan lainnya yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah setempat. langsung atau tidak langsung). dimana lingkungan berguna untuk kesehatan jasmani dan rohani serta keadaan sosialnya baik untuk kesehatan kelu arga dan individu.AMDAL PEMBANGUNAN PERUMAHAN Menurut WHO. pencemaran air permukaan dan air tanah dalam. keracunan. kemudahan berkomunikasi (internal/eksternal.A. ventilasi yang nyaman.. (2) Memenuhi kebutuhan kejiwaan. seperti fondasi rumah yang kokoh. dicapai dengan mempertimbangkan bahwa lokasi tersebut bukan merupakan kawasan lindung (catchment area). olahan pertanian. bahaya kebakaran karena arus pendek listrik. (c)Kriteria kenyamanan. serta (4) Melindungi penghuninya dari kemungkinan terjadinya kecelakaan dan bahaya kebakaran. hutan produksi. sarana pembuangan sampah dan saluran pembuangan air limbah yang saniter dan memenuhi syarat kesehatan. dicapai dengan mempertimbangkan bahwa lokasi tersebut bukan daerah yang mempunyai pencemaran udara di atas ambang batas. tangga yang tidak curam. dengan kriteria sebagai berikut: (a)Kriteria keamanan. dan kebisingan 45-55 dB. (3) Melindungi penghuninya dari penularan penyakit menular yaitu memiliki penyediaan air bersih. daerah bebas bangunan pada area Bandara. daerah dibawah jaringan listrik tegangan tinggi. penerangan yang memadai. kemudahan berkegiatan (prasarana dan sarana lingkungan tersedia). (b)Kriteria kesehatan. rumah adalah struktur fisik atau bangunan untuk tempat berlindung. dicapai dengan kemudahan pencapaian (aksesibilitas). Menurut American Public Health Association (APHA) rumah dikatakan sehat apabila : (1) Memenuhi kebutuhan fisik dasar seperti temperatur lebih rendah dari udara di luar rumah. 6 .

dicapai dengan penghijauan. terutama aspek kontekstual terhadap lingkungan tradisional/ lokal setempat.AMDAL PEMBANGUNAN PERUMAHAN (d)Kriteria keindahan/ keserasian/ keteraturan (kompatibilitas). masa tumbuh dan usia yang dicapai. teknis dan ekologis. dicapai dengan mempertimbangkan kemungkinan pertumbuhan fisik/ pemekaran lingkungan perumahan dikaitkan dengan kondisi fisik lingkungan dan keterpaduan prasarana. (e)Kriteria fleksibilitas. bagi tumbuhan yang ada dan mungkin tumbuh di kawasan yang dimaksud. (f) Kriteria keterjangkauan jarak. dicapai dengan mempertimbangkan keterkaitan dengan karakter sosial budaya masyarakat setempat. (h)Lokasi perencanaan perumahan harus berada pada lahan yang jelas status kepemilikannya. dengan mempertimbangkan jenis. serta pengaruhnya terhadap lingkungan. dan (g)Kriteria lingkungan berjati diri. 2) Keterpaduan antara tatanan kegiatan dan alam di sekelilingnya. dicapai dengan mempertimbangkan jarak pencapaian ideal kemampuan orang berjalan kaki sebagai pengguna lingkungan terhadap penempatan sarana dan prasarana-utilitas lingkungan. misalnya tidak meratakan bukit. dan memenuhi persyaratan administratif. mempertahankan karakteristik topografi dan lingkungan yang ada. BAB III DAMPAK PEMBANGUNAN PERUMAHAN TERHADAP LINGKUNGAN 3. mengurug seluruh rawa atau danau/ setu/ sungai/ kali dan sebagainya.1 Penyebab Dampak Pembangunan Perumahan Terhadap Lingkungan 7 .

sehingga terbentuk suatu kawasan yang kumuh. tumbuh dan berkembangnya perumahan tidak diimbangi dengan keinginan developer untuk memperhatikan masalah lingkungan yang diakibatkannya. Dengan persoalan yang sama. misalnya banyak fungsi. konsentrasi developer pada umumnya hanya sebatas membuat perumahan yang laku. Saat ini hampir di setiap kawasan permukiman padat diperkotaan tidak terdapat lahan terbuka.2 Dampak Yang Ditimbulkan 8 . ruang terbuka hijau yang berfungsi ekologis. meski sudah berlangsung secara terus menerus. Selain itu. yang mengakibatkan kerusakan lingkungan. Dampak kepadatan penduduk ini lebih dirasakan oleh masyarakat yang bertempat tinggal di tepi pantai dan bantaran sungai. yaitu menurunnya luas dan kualitas ruang terbuka. karena dipenuhi oleh perumahan. ketersediaan lahan untuk permukiman masyarakat semakin sempit. ditambah lagi dengan tindakan masyarakat yang menimbulkan perubahan langsung terhadap sifat-sifat fisik atau hayati lingkungan. model rumah yang unik. Faktor penting dalam penyebab permasalahan lingkungan ini adalah besarnya populasi manusia. Dalam sebuah kota menjadi akar dari permasalahan tersebut adalah buruknya pengelolaan dan tata ruang. Pertambahan jumlah penduduk merupakan faktor utama yang mempengaruhi perkembangan pemukiman dan kebutuhan prasarana/sarana perkotaan. Dampak lingkungan yang mangakibatkan kurangnya ruang terbuka bagi masyarakat didalam lingkungan yang berfungsi sebagai wadah interaksi sosial. Hal tersebut terjadi hampir di semua kota-kota besar di Indonesia.AMDAL PEMBANGUNAN PERUMAHAN Seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan penduduk kota. jalur hijau yang sudah beralih 3. dan menyediakan fasilitas cukup lengkap dengan garansi harga relatif diterima di masyarakat. sehingga penyediaan ruang terbuka dalam suatu lingkungan terkadang diabaikan. Upaya nyata untuk menanggulangi permasalahan ini belum ada.

khususnya pengadaan sarana dan prasarana seperti jalan. terutama karena permasalahan sistem drainase tidak menjadi prioritas utama untuk diperhatikan. Manfaat bagi masyarakat selain tersedianya perumahan yang layak huni bagi semua strata sosial ekonomi masyarakat juga dapat memperluas lapangan kerja dan kesempatan berusaha. Di samping itu nilai tambah yang terjadi dari pengembangan kawasan dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk membiayai pembangunan misalnya melalui penjualan rumah. listrik. tumbuh dan berkembangnya perumahan tidak diimbangi dengan keinginan developer untuk memperhatikan masalah lingkungan yang diakibatkannya. Selain tu juga pembangunan yang merata dari sarana termasuk jalan sistem drainase biasanya juga ikut terbangun. Manfaat yang diperoleh oleh pengembang selain laba adalah adalah terjadinya efisiensi biaya pembangunan perumahan skala besar. telepon. ternyata telah brdiri perumahan mewah. Selain itu. Terjadinya masalah banjir. model rumah yang unik. pengelolaan sampah. Dari sisi positifnya. air minum. 9 . Tetapi di sisi negatifnya banyak daerah-daerah yang tidak saharusnya dibangun. artinya secara umum dampak positifnya bagi masyarakat adalah semakin baiknya insfrastruktur yang ada. karena tidak sedikit biaya yang harus disediakan untuk merehabilitasinya. di samping itu keberadaan kompleks tersebut ternyata menimbulkan dampak bagi lingkungan sekitar. penerangan jalan secara umum juga akan ditata. Pengembang perumahan dituding sebagai penyebab banjir. Salah satu permasalah besar pada perumahan yaitu bencana banjir besar. dan lain-lain dapat dilaksanakan secara terpadu. jembatan. Demikian pula dari segi keuangan Negara dalam bentuk pajak dan retribusi. dan masalah lingkungan lainnya ternyata memerlukan perhatian khusus. dan menyediakan fasilitas cukup lengkap dengan garansi harga relatif diterima di masyarakat. Selain itu juga terjadi keteraturan lokasi dan penempatan serta pengelompokan pemukiman penduduk. dan pengusaha.AMDAL PEMBANGUNAN PERUMAHAN Keberadaan kompleks perumahan tersebut menimbulkan dampak positif dan negatif. konsentrasi developer pada umumnya hanya sebatas membuat perumahan yang laku. pemerintah. pembangunan kawasan perumaan oleh pihak swasta membawa manfaat yang tidak kecil terhadap masyarakat. kontribusi dan lain-lain.

kerana adanya pembangunan tersebut akan ditutupi oleh bangunan. karena pada saat transaksi jual beli disebutkan bebeas banjir. Bahkan ada pengembang yang bersedia memberikan garansi bebas banjir.AMDAL PEMBANGUNAN PERUMAHAN sehingga proyek perumahan harus dievaluasi dan yang melanggar ketentuan dihentikan. permasalahan yang biasa terjadi pada saat menjalani proses proyek perumahan antara lain. Beberapa masalah pokok permasalah lingkungan dalam pembangunan perumahan antara lain: 1. Jalan yang berlumpur ketika hujan Jalan yang rusak akibat beban truk yang terlampau berat Debu yang mengganggu pernapasan akibat tumpahan tanah dari truk pengangkut tanah dari suatu kawasan Genangan air yang ditimbulkan ketika hujan dapat menjadi sumber penyakit Suara bising yang ditimbulkan alat-alat konstruksi. Namun. Di samping itu. Sebagai akibat pembangunan terjadi perubahan terhadap lingkungan awal. pada kenyataannya faktor alam sulit ditebak dan banjir besar pun datang tanpa bisa dihindari. Sehingga mengurangi daerah resapan air yang dapat mempengaruhi ketersediaan air tanah. • • • • • • Lubang bekas galian tanh yang ditinggalkan kontraktor dapat membahayakan warga sekitar. 10 . run off akan terjadi dan aliran air akan masuk ke badan sungai. Hal ini menyebabkan volune air sungai akan meningkat yang dapat menyebabkan banjir di wilayah yang lebih rendah. Daerah yang tadinya terbuka dan ditumbuhi pepohonan sehinga dapat menyerap air. Tanggung jawab moral kalangan pengembang juga dituntut oleh masyarakat konsumen. 2. jalan dan perkerasan lain. Limbah Cair. Selain itu. tanpa mengingat jam istirahat. Pembuangan limbah cair khususnya limbah domestic (Individual Septic Tank) pada setiap rumah akan menyebabkan terjadinya pencemaran air tanah. Berkurangnya Resapan Air dan Meningkatnya Run Off Air.

AMDAL PEMBANGUNAN PERUMAHAN Semakin padat satuan hunian dalam kawasan tersebut. dan sebagainya. Sampah dan limbah padat akan merugikan lingkungan baik berupa pencemaran tanah. Namun ruang terbuka hijau telah dialih fungsikan menjadi perumahan di beberapa merupakan kawasan yang ditumbuhi pepohonan adalah pengaruhnya terhadap iklim mikro yaitu meningkatnya suhu udara di kawasan 11 . Limbah Padat Seringkali perumahan elit memberikan limbah rumah tangga dalam jumlah yang tidak sedikit. dan sebagainya. 6. Bahkan akan mempengaruhi air bersih yang berasal dari air tanah. 3. 4. Berubahnya pola hidup sosial masyarakat setempat dari masyarakat petani menjadi masyarakat industri/jasa.Perubahan Iklim Mikro Dampak lain dari pembangunan perumahan terutama bila kondisi tapak sebelumnya tersebut.Peningkatan Volume Lalu lintas Jalan dan Kemacetan Jalan Pembangunan perumahan didaerah pinggiran/sekitar kota besar akan mengakibatkan meningkatnya arus komuter (ulang alik) dari perumahanperumahan tersebut ke kota induk sehingga mengakibatkan kemacetan lalu lintas baik di sekitar perumahan tersebut maupun pada jalan-jalan memasuki kota. Limbah padat atau sampah ini memerlukan penanganan khusus. 5. semakin tinggi pula pencemaran yang terjadi.Perubahan Hak Atas Tanah Sebagai akibat dari rencana pembangunan perumahan adalah masalah pelaksanaan pembebasan tanah. sensori. pencemaran udara (bau). Masalah yang muncul adalah belum siapnya masyarakat untuk melepaskan kepemilikan tanah sebagai tempat sumber penghidupannya untuk berganti/alih pekerjaan. Ruang terbuka hijau yang berfungsi sebagai nilai estetika dan mampu membantu masyarakat sehingga ketika berada di daerah ruang terbuka hijau dapat membantu secara psikologis untuk mendapat ketenangan dan keluasan pandangan. Tanah yang sebelumnya dimiliki oleh masyarakat setempat berganti kepemilikan melalui proses ganti rugi. dampak visual.

Hal ini menjadi ancaman kelangsungan hidup di kota tersebut karena suhu udara akan terus naik. sosial. 3.3 Kebijakan Dalam Menghadapi Masalah Pada saat pembangunan di sektor perumahan sangat berkembang. sekitar danau (luasnya tak dicantumkan). Hal ini. karena kebutuhan yang utama bagi masyarakat. sempadan jalan 3050 hektar. Pengembang perumahan dituding sebagai penyebab banjir. pengelolaan sampah domestik yang dapat menimbulkan penyakit infeksi dan ventilasi untuk pembuangan asap dapur. pengadaan air bersih. dimana tidak semua masyarakat memahami dan mengerti pentingnya ruang terbuka sehingga terkadang mereka menolak untuk menjual lahan mereka atau bahkan menjual dengan harga yang mahal. kadar oksigen berkurang sedangkan gas karbondioksida terus meningkat.AMDAL PEMBANGUNAN PERUMAHAN kota. iklim tak menentu. yaitu total luasnya 5560 hektar dengan rincian hutan mangrove Belawan 1029 hektar. drainase. taman kota dan taman lingkungan 612 hektar termasuk yang ada sekarang 22 hektar. berkaitan dengan masyarakat sendiri. ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah. jalur hijau/taman. sarana umum. perumahan juga harus memenuhi syarat bagi kesehatan baik ditinjau dari segi bangunan. Tapi pada kenyataannya tidak semudah itu memperoleh jumlah luas lahan tersebut. Dalam rangka mewujudkan pembangunan perumahan dan pemukiman yang berwawasan lingkungan pemerintah telah mengundangkan Undang-Undang 12 . Salah satu permasalah besar pada perumahan yaitu bencana banjir besar. terutama karena permasalahan sistem drainase tidak menjadi prioritas utama untuk diperhatikan. terutama terhadap rencana penggunaan lahan untuk perumahan yaitu : Komposisi penggunaan lahan adalah 60% dari luas keseluruhan lahan yang dikuasai dimanfaatkan untuk sarana perumahan dan komersial yang dikelola developer dan 40% untuk prasarana. Sedangkan ruang terbuka hijau sudah ditetapkan pemerintah di beberapa lokasi. kawasan lindung sempadan sungai 666 hektar. Hal ini terjadi karena ruang terbuka hijau (RTH) yang ditumbuhi pohon besar seharusnya dapat memproduksi oksigen (O2) dan menyerap karbondioksida (CO2) telah dialihfungsikan. sehingga proyek perumahan harus dievaluasi dan yang melanggar ketentuan dihentikan Secara umum.

kedalam proses pembangunan untuk menjamin kemampuan. adil dan merata. kepercayaan pada diri sendiri. menuliskan bahwa pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan adalahupaya sadar dan terencana. Undang-Undang nomor 1 tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Pemukiman. kebersamaan dan kekeluargaan. yang memadukan lingkungan hidup termasuk sumber daya. mengarahkan pemenuhan kebutuhan pemukiman diwujudkan melalui pembangunan kawasan pemukiman skala besar yang terencana secara menyeluruh dan terpadu dengan pelaksanaan secara bertahap. Khusus menyangkut perumahan dan pemukiman pemerintah mengundangkan UndangUndang nomor 1 tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Pemukiman. maka upaya mewujudkan pembangunan kawasan perumahan yang berwawasan lingkungan adalah melaksanakan pembangunan yang terpadu dan terencana yang dapat mengatasi masalah tersebut dan menghasilkan pembangunan yang memenuhi kebutuhan generasi sekarang tanpa mengurangi kemungkinan generasi mendatang dalam memenuhi kebutuhannya. terselenggaranya pemanfaatan ruang kawasan lindung dan kawasan budidaya. Demikian juga dalam Undang-Undang nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang menyatakan tujuan penataan ruang yaitu terselenggaranya pemanfaatan ruang berwawasan lingkungan. BAB IV PENUTUP 13 . serta tercapainya pemanfaatan ruang yang berkualitas. Sementara itu Undang-Undang nomor 23 tahun 2009 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Dengan mengacu pada perundang-undangan dan peraturan mengenai lingkungan hidup serta memperhatikan masalah utama dalam pembangunan perumahan dan pemukiman. kesejahteraan dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan.AMDAL PEMBANGUNAN PERUMAHAN nomor 23 tahun 2009 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup (UULH). Disamping itu juga mengarahkan bahwa penataan perumahan dan pemukiman berlandaskan pada azas manfaat. keterjangkauan dan kelestarian lingkungan hidup.

2011. Tetapi. 14 .1. Kesimpulan Meskipun demikian diperlukan kebijakan-kebijakan seperti pembatasan jumlah penduduk. dan penerapan peraturan khusus yang memuat persyaratan khusus untuk kegiatan pengembangan perumahan pada kawasan tersebut. Perumahan merupakan salah satu aspek yang menjanjikan dalam suatu usaha. pemerintah perlu membuat suatu aturan yang jelas dan tegas dalam pengaturan Tata Ruang Kota Medan sendiri. DAFTAR PUSTAKA Hakim. Sejauh ini banyak kejadian atau masalah dari kesimpangsiuran dalam pelaksanaan pembangunan di beberapa kota. Namun ruang terbuka hijau juga tidak kalah penting dalam kehidupan suatu kota. 4. pembangunan perumahan itu memang penting dalam pertumbuhan suatu kota. Dalam hal ini.AMDAL PEMBANGUNAN PERUMAHAN 4. Aspek Keberadaan Ruang Terbuka Hijau Sebagai Nilai Tambah Pada Kawasan Perumahan Perkotaan. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kedua komponen ini dapat saling mendukung satu dengan yang lain. Banyak pembangunan yang tidak mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan pada awalnya tapi tetap saja dapat didirikan dan beroperasi. kembali kepada pemerintah sebagai pemegang perkembangan suatu kota. Dimana kedua kebutuhan penting ini dapat saling terpenuhi.2. penetapan kawasan yang memiliki fungsi resapan sebagai kawasan lindung. Saran Dengan adanya makalah ini semoga para pembaca dapat menerapkannya dalam kehidupan nyata untuk kesejahteraan masyarakat. Sedangkan untuk menjaga kondisi lingkungan yang telah baik saat ini dapat dilakukan dengan melakukan strategi-strategi penanganan seperti Perumahan memang hal yang sangat penting bagi kebutuhan masyarakat yang tinggal dalam suatu kota. Rustam. Kiranya pemerintah semakin bijaksana dan tegas dalam mengerjakan setiap masterplan dan peraturan yang telah ditetapkan. Jadi.

15 . Pengembangan Industri Dan Manufaktur Berwawasan Lingkungan.php/searchkatalog/6118.its.html Diakses tanggal 3 Juni 2012.com/karya-tulisku/ Diakses tanggal 3 Juni 2012.blogspot.html Diakses tanggal 3 Juni 2012. Silitonga.pdf Diakses tanggal 3 Juni 2012.wordpress. Purba. 2010. Surjamanto.com/2010/06/definisi-perumahan-dan-rumah.blogspot. Definisi Perumahan Dan Rumah.net/alih-fungsi-lahan-terbuka-hijau-menjadi-perumahan Diakses tanggal 3 Juni 2012.pdf Diakses tanggal 3 Juni 2012. Hani.ac. Alih Fungsi Lahan Terbuka Hijau menjadi Perumahan. 2011.id/katalog/index. Wonorahardjo. Suryani. Kebijakan Pembangunan Dan Strategi Penanganan Masalah Lingkungan.ac. http://xisuca.lipi. 2009. 2011. Kebijakan Berwawasan Lingkungan. Rahmah. ppsub.go. http://ikasuryani.slideshare.id/ITS-Master-3100010039726/11419. 2010.php?id=277 Diakses tanggal 3 Juni 2012. Bab 1.ub.pdii. 2009. Ika. Silas Petra. http://digilib. elib. www.com/2011/04/kebijakan-berwawasanlingkungan.id/download_file.AMDAL PEMBANGUNAN PERUMAHAN http://rustam2000.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful