P. 1
Teori Permintaan scribd.pptx

Teori Permintaan scribd.pptx

|Views: 2|Likes:

More info:

Published by: Fadhil Mochammed Rafiz on Mar 18, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/20/2014

pdf

text

original

TEORI PERMINTAAN

Permintaan
Istilah permintaan menunjukkan jumlah barang atau jasa yang akan dibeli konsumen pada periode waktu tertentu. Pada tingkat individual, permintaan ditentukan oleh 2 faktor : 1. Nilai dari cara mendapatkan dan menggunakan barang dan jasa 2. Kemampuan untuk mendapatkan barang atau jasa.

Model permintaan individual dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu :
1. Teori perilaku konsumen. Berkaitan dengan permintaan akan barang-barang konsumsi perorangan. 2. Teori perusahaanMemberikan kerangka landasan untuk menganalisis permintaan

individual seperti permintaan akan tenaga

FUNGSI PERMINTAAN PASAR
Dari berbagai permintaan, dapat digolongkan menjadi : 1. Variabel strategis, merupakan variabel yang dapat digunakan secara langsung untuk mempengaruhi permintaan barang yang dihasilkan oleh perusahaan. 2. Variabel konsumen, yaitu adalah tingkat pendapatan, selera konsumen, dan harapan konsumen terhadap harga di masa yang akan datang. 3. Variabel pesaing, mencangkup harga barang subtitusi dan barang komplementer, advertensi, dan promosi barang lain, saluran distribusi lain, serta kualitas dan desain barang lain. 4. Variabel lain, mencangkup kebijakan pemerintah,

KURVA PERMINTAAN
• Fungsi permintaan menunjukkan hubungan antara jumlah barang yang diminta dengan semua variabel yang menentukan permintaan tersebut. • Kurva permintaan merupakan suatu bagian dari fungsi permintaan yang menunjukkan hubungan antara harga produk dengan jumlah produk yang diminta (ceteris paribus)

HUBUNGAN ANTARA PERMINTAAN DENGAN KEPUTUSAN MANAJERIAL
• Perusahaan harus mempunyai informasi yang baik dan layak tentang fungsi permintaan akan produknya agar dapat membuat keputusan operasional yang efektif, baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek • Misal, sebuah perusahaan harus mengetahui pengaruh perubahan harga harga terhadap permintyaan akan produknya agar dapat

ELASTISITAS
Elastisitas didefinisikan sebagai persentase perubahan kuantitas yang diminta sebagai akibat dari perubahan nilai salah satu variabel yang menentukan permintaan sebesar 1 persen. Persamaan untuk menghitung elastisitas adalah sebagai berikut :

Elastisitas Titik dan Busur
• elastisitas titik (point elasticity) mengukur elastisitas pada suatu titik tertentu • elastisitas busur (arc elasticity) mengukur elastisitas rata-rata pada suatu kisaran (range) tertentu dari sebuah fungsi

ELASTISITAS HARGA
Elastisitas harga yaitu elastisitas yang menunjukan derajat kepekaan jumlah produk yang diminta terhadap perubahan harga, (ceteris paribus) Elastisitas harga ini bisa diperoleh dengan cara berikut : Elastisitas harga (titik) = ϵp =
ə𝑄 ə𝑃

* 𝑃

𝑄

PERMINTAAN YANG ELASTIS, UNITARY DAN INELASTIS
Untuk tujuan pembuatan keputusan, elastisitas harga dibedakan menjadi 3 kisaran harga. 1. | ∈p | > 1, didefinisikan sebagai permintaan yang elastis. Misalnya: | ∈p | = -3,2 dan | ∈p | = 3,2. 2. | ∈p | = 1, didefinisikan sebagai elastisitas uniter. Misalnya: | ∈p | = -1 dan | ∈p | = 1 3. | ∈p | < 1, didefinisikan sebagai permintaan yang inelastis. Misalnya: | ∈p | = -0,5 dan | ∈p | =

Hubungan-hubungan tersebut diringkas sebagai berikut:
1. Permintaan yang bersifat elastis | ∈p | > 1. TR turun jika harga naik; TR naik jika harga turun. 2. Elastis uniter | ∈p | = 1. TR tidak terpengaruh

oleh perubahan harga.
3. Permintaan yang inelastis | ∈p | < 1. TR naik jika

harga naik; TR turun jika harga turun.

KASUS-KASUS PERKECUALIAN
• Elastisitas harga didefinisikan sebagai turunan parsial dari fungsi permintaan pada harga (𝜕Q/𝜕P) dikalikan dengan perbandingan P/Q. Maka: 𝜕
Q ∈p = 𝜕P

x

P Q

(5.7)

• Kasus perkecualian lainnya adalah elastisitas tak terhingga dimana ∈p = -∞, ditunjukkan pada gambar 5.4. Slope dari kurva permintaan itu (𝜕Q/𝜕P) adalah -∞, maka nilai dari ∈p dalam persamaan 5.7 pasti -∞ tanpa

Gambar 5.3 Kurva permintaan yang Inelastis Sempurna: ∈p = 0

Gambar 5.4 Kurva permintaan yang Elastis Sempurna: ∈p = -∞

Mengapa elastisitas harga dari suatu produk lebih tinggi dari produk lainnya ?
3 alasan untuk membedakan elastisitas harga yaitu: • Seberapa jauh sesuatu barang dianggap sebagai kebutuhan pokok • Ketersedian barang-barang pengganti (substitusi) • Proporsi pendapatan yang dibelanjakan utnuk suatu produk tertentu.

Hubungan antara Elastisitas Harga dengan Permintaan dan Hubungan antara Elastisitas Harga dengan Penerimaan
• Apakah suatu perubahan harga akan menaikan atau menurunkan atau tidak mengubah penerimaan total (TR), tergantung pada derajat elastisitas harga tersebut.

Hubungan antara Elastisitas Harga dengan Permintaan dan Hubungan antara Elastisitas Harga dengan Penerimaan
• Jika kita memiliki suatu taksiran elastisitas harga yang baik, kita akan bisa menaksir secara tepat TR yang baru yang disebabkan oleh terjadinya perubahan harga.

ELASTISITAS SILANG
• Konsep elastisitas (harga) silang ini digunakan untuk melihat derajat kepekaan dari permintaan akan suatu produk terhadapap perubahan harga produk lainnya. • Elastisitas silang (titik) ditunjukan oleh persamaan berikut ini:
∈ 𝑃𝑥 = 𝜕
Qy 𝜕Px

x 𝑃𝑥

𝑃𝑦

Konsep elastisitas silang ini digunakan untuk dua tujuan utama.
• Pertama, konsep elastisitas ini sangat penting bagi suatu perushaan untuk mengetahui bagaimana kemungkinan permintaan akan produknya dalam merespon perubahan harga barangbarang lain. • Kedua, elastisitas sialng ini digunakan

Terima Kasih

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->