MODUL 3

MODEL-MODEL KOMUNIKASI

PENDAHULUAN

D

alam modul-modul sebelumnya telah dibahas mengenai pengertian karakteristik prinsip dasar proses komunikasi serta tujuan dan akibat dari komunikasi. Dengan demikian, saat

ini anda diharapkan telah dapat memahami dengan konsep-konsep dasar dari komunikasi. Materi yang akan disajikan dalam modul 3 ini secara khusus difokuskan pada pembahasan tentang model-model komunikasi. Secara rinsi, materi modul ini akan dibagi dalamn tiga (3) pokok bahasan. Pokok bahasan pertama akan difokuskan pada pengertian dan fungsi, model pokok bahasan kedua akan menjelaskan tentang model-model dasar komunikasi. Pokok bahasan akan ketiga akan menguraikan mengenai beberapa model yang menjelaskan tentang pengaruh atau dampak komunikasi. Setiap pokok bahasan akan menjadi satu topik kegiatan belajar. Pelajari dengan cermat setiap topik kegiatan belajar, serta kerjakan semua pertanyaan lagihan dan tes formatif. Apabila ada kesulitan dalam memahami materi kegiatan belajar, atau merasa ragu-ragu, diskusikan dengan teman-teman dan/atau tutor anda. Secara umum tujuan dari modul ini adalah untuk memberikan pemahaman mengenai model-model komunikasi. Secara khusus setelah mempelajari modul ini, anda diharapkan dapat memahami mengenai: a. Pengertian dan fungsi dari model komunikasi b. Prinsip dasar dan proses kerja beberapa model dasar komunikasi, dan c. Prinsip dasar dan proses kerja beberapa model tentang pengaruh komunikasi.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

MARHAENI F. KURNIAWATI PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI

Kegiatan Belajar 1

PENGERTIAN DAN FUNGSI MODEL

A pa yang disebut dengan model? Apakah model sama atau berbeda dengan teori? Dalam bukubuku dan jurnal-jurnal komunikasi, masih banyak ditemui kerancuan tentang penggunaan konsep teori dan model. Akibatnya pembaca sulit untuk membedakan yang mana yang disebut teori dan yang mana yang disebut sebagai model. Bahkan tidak jarang ditemui teori X disebut sebagai model X atau sebaliknya. Meskipun penjelasan dan batasan tentang kedua konsep tersebut masih merupakan sesuatu tang dapat diperdebatkan, untuk keperluan buku ini uraian tentang teori dan model yang diberikan oleh Littlejohn (1983) dan Hawes (1975) akandijadikan sebagai patokan. Menurut Littlejohn (1983 : 12) In a broad a sense the term model can apply to any symbolic representation of a thing, process, or idea (dalam pengertian luas, pengertian model menunjuk pada setiap representasi simbolis dari suatu benda proses atau gagasan/ide). Pada level konseptual model merepresentasikan ide-ide dan proses. Dengan demikian model bias berbentuk gambar-gambar grafis, verbal atau matematikal. Biasanya model dipandang sebagai analogi dari beberapa fenomena. Perbedaan antara teori danmodel menurut Littlejohn dan Hawes (1983), adalah: Teori merupakan penjelasan (explanation), sedangkan model hanya merupakan representasi (representation). Dengan demikian model komunikasi dapat diartikan sebagai representasi dari suatu peristiwa komunikasi. Melalui model komunikasi bisa dilihat faktor-faktor yang terlibat dalam proses komunikasi. Akan tetapi, model tidak berisikan penjelasan mengani hubungan daninteraksi antara faktor-faktor atau unsur-unsur yang menjadi bagian dari model. Penjelasannya diberikan oleh teori. Ini berarti terdapat kaitan antara teori dan model. Menurut Deutsc (1966), model dalam konteks ilmu pengetahuan sosial mempunyai empat (4) fungsi. Pertama, fungsi mengkomunikasikan. Artinya model membantu kita mengorganisasikan sesuatu hal dengan cara mengurut-urutkan serta mengaitkan satu bagian sistem dengan bagian/sistem lainnya sehingga kita memperoleh gambaran yang menyeluruh,

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

MARHAENI F. KURNIAWATI PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI

seleksi dan alur dari media massa. KURNIAWATI PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI . Tanpa model. mencakup model-model komunikasi tentang sistem. Dengan demikian. Keempat. di antara dua orang atau lebih. Kelompok ketiga.tidak sepotong-potong. meliputi model-model tentang efek komunikasi massa terhadap kebudayaan dan masyarakat. melalui model kita akan dapat memahami secara mudah dan komprehensif mengenai struktur dan fungsi dari unsur-unsur/faktor-faktor yang terlibat dalam proses komunikasi. Kedua puluh delapan model komunikasi ini menurut McQuail dan Windhal dapat dibagi dalam lima kelompok. kelompok/organisasi ataupun dalamkonteks komunikasi dengan masyarakat secara luas. fungsi heuristic. Oleh karena itu. kita akan dapat mengetahui sesuatu hal secara keseluruhan. model membantu kita dalam menjelaskan tentang suatu hal melalui penyajian informasi yang sederhana. penyebaran dan dampak komunikasi massa terhadap perorangan. Artinya melalui model. Aspek lainnya dari fungsi pertama ini adalah model memberikan gambaran umum tentang sesuatu hal dalam kondisi-kondisi tertentu. dalam dunia ilmiah model ini sangat penting. Ketiga. produksi. menyangkut pengaruh personal. Pengertian fungsional menunjuk pada tugas dan peran dari setiap unsur/faktor dalam sebuah sistem. Oleh karena itu. Melalui model. Denis McQuail dan Sven Windahl (1981) dakan buku mereka telah menginventarisasikan dan menjelaskan 28 buah model komunikasi. disebut sebagai model-model dasar. yakni pertanyaan-pertanyaan yang berisikan penjelasan mengenai kemungkinan adanya hubungan sebab-akibat antara satu faktor dengan faktor/faktor-faktor lainnya. Karena.UMB MARHAENI F. baik dalam konteks individual. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Kelompok keempat berisikan model-model yang memusatkan perhatian pada khalayak. Kedua. informasi tentang suatu hal akan tampak rumit atau tidak jelas. Pengertian struktur menunjuk pada tatanan kedudukan dan garis hubungan antara satu unsur/faktor dengan unsur-unsur /faktor-faktor lainnya dalam sebuah sistem. model-model komunikasi juga memberikangambaran kepada kita tentang struktur dan hubungan fungsional dari unsur-unsur/faktor-faktor yang ada dalam sistem. kita dapat memperkirakan tentang hasil atau akibat yang akan dapat dicapai. Komunikasi adalah suatu proses yang dinamis dan melibatkan banyak unsur atau faktor. model membantu kita dengan memberikan gambaran tentang komponen-komponen pokok dari sebuah proses atau sistem. Kelompok kedua. fungsi prediksi. Kelompok kelima. karena dapat dipergunakan sebagai dasar bagi para peneliti dalam merumuskan hipotesis. Kelompok pertama. Kaitan antara satu unsur/faktor dengan unsur/faktor lainnya dapat bersifat struktural atau fungsional.

(3) model komunikasi sirkuler dari Osgood dan Schramm. model komunikasi yang akan dibahas dalam modul ini hanyalah terbatas pada beberapa model yang tergolong kelompok model-model dasar dan kelompok model pengaruh personal. Model-model dasar yang akan diuraikan adalah: (1) model komunikasi intra-pribadi dan komunikasi antar pribadi dari Barnlund. (2) model pengaruh pdikologis TV dari Comstock. serta (4) model spiral keheningnan dari Noelle-Neumann. penyebaran dan dampak komunikasi yang akan dibahas adalah: (1) model S-R dari DeFleur. (6) model ABS Newcomb.UMB MARHAENI F.Sebagai pengantar. KURNIAWATI PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI . (3) model komunikasi massa dua tahap dari Katz dan Lazasfeld. (7) model komunikasi dari Shannon dan Weaver. (4) model komunikasi dari Gerbner. Model-model pengaruh personal. contoh-contoh. (5) model komunikasi Riley dari Riley. dan (8) model komunikasi DeFleur. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . (2) model komunikasi klasik dari Lasswell. penyebaran dan dampak komunikasi massa.

KURNIAWATI PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI Cbeh-nvCbeh-nv0 Cbeh-nv+ Cbeh-nv+ Cbeh-nv0 Cbeh-nv- D E . seorang ahli komunikasi Amerika Serikat membuat dua model komunikasi yaitu: model komunikasi intrapersonal (intra-pribadi) dan model komunikasi antar pribadi. Pengertian komunikasi di sini menunjuk pada proses pengolahan dan pembentukan informasi melalui sistem syaraf dan otak manusia sehubungan dengan adanya stimulus yang ditangkap melalui pancainera. Barnlund. MODEL KOMUNIKASI BARNLUND Dean C. Jalannya proses komunikasi intra pribadi ini.1 Pusat Pengembangan Bahan Ajar .UMB MARHAENI F. Model Komunikasi Intra-Pribadi Komunikasi intra-pribadi sebagaimana telah dijelaskan di bagian depan adalah komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang. menurut Barnlund dapat digambarkan sebagai berikut: P1 CprCpr0 Cpr+ Cpr+ Cpr+ Cpr+ Cpr0 CprCpuCpu0 Cpu+ Cpu+ Cpu+ Cpu0 CpuGambar 3.Kegiatan Belajar 2 MODEL DASAR KOMUNIKASI A. Proses berpikir (mencerna dan memahami simbol). serta melalukan reaksi yang terjadi dalam diri manusia. Gambaran mengenai kedua model adalah sebagai berikut: 1.

mengangguk-anggukkan kepalanya tanda gembira.UMB MARHAENI F. Gambar model tersebut menjelaskan bahwa pada dasarnya tingkah aku nonverbal seseorang apakah bervalensi positif. positif. atau perasaan senang karena habis maka goring ayam yang enak. dipengaruhi oleh isyarat-isyarat pribadi dan publik yang dialami atau smpai kepada dirinya. Namun menurut model ini. 0. seseorang tentu saja akan mengalami berbagai isyarat (baik pribadi ataupun publik) yang bervalensi positif. Rasa gembira Karen abru mendapat kiriman uang. netral. netral. atau bersiul kecil pertanda senang (Cbehnv+). Apabila contoh-contoh di atas dialami oleh seorang mahasiswa yang akan kuliah. KURNIAWATI PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI . atau negative. adalah contoh isyarat pribadi yang bervalensi positif. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . netral atau negatif). - : Person (orang) : Decoding (pemecahan arti kode) : Encoding (pembentukan kode) : Public Cues (isyarat publik) : Private Cues (isyarat pribadi ) : Nonverbal Behavioral Cues (isyarat tingkah laku non verbal) : Valensi. atau tempat duduknya yang rapi. (Cpr+). Ruangan kuliah yang dingin karena ber-AC. negative. atau membentuk (encode) suatu isyarat tingkah laku nonverbal tertentu (positif. netral ataupun negatif. besih dan empuk.P D E Cpu Cpr Cbeh-nv +. semua isyarat ini setelah di. maka begitu masuk dan duduk di ruang kuliah kemungkinan ia akan tampak ceria. Dalam kenyatannya. adalah contoh-contoh isyarat publik yang bervalensi positif (Cpu+).decode.

MODEL LASSWELL Harold D. Karena kontribusinya yang besar terhadap perkembangan ilmu komunikasi. B.2.UMB MARHAENI F. ia (sebagaimana telah dijelaskan dalam Bab 2) oleh Wilbur Schramm dipandang sebagai salah seorang dari empat tokoh yang mendapat sebutan The Founding Fathers. dengan demikian pola dan bentuk komunikasi yang terjadi antara dua orang dipengaruhi oleh hasil proses komunikasi intrapribdi yang terjadi dalam dirinya masing-masing. Bidang studi yang ditekuninya terutama yang menyangkut propaganda dan komunikasi politik. adalah ilmuwan politik yang juga tertarik mendalami komunikasi.2 M Cbeh-v : Message (pesan) : Verbal Behavioral Cues (isyarat tingkah laku verbal) Proses komunikasi antar-pribadi seperti digambarkan dalam model di atas pada dasarnya merupakan kelanjutan dari proses komunikasi intra-pribadi sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya. Lasswell. Model Komunikasi Antar-pribadi Gambar 3. Menurut Lasswell persoalan komunikasi menyangkut 5 (lima) pertanyaan sederhana sebagai berikut: • • • • • Who? (siapa) Says What? (mengatakan apa) In which channel? (melalui saluran apa) To whom? (kepada siapa) With what effect? (dengan akibat apa) Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Ada dua elemen tambahan yakni pesan (M) dan isyarat tingkah laku verbal (Cbeh-v). KURNIAWATI PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI .

............ Formula Lasswell tersebut secara... Setiap upaya penyampaian pesan dianggap akan menghasilkan akibat baik positif ataupun negatif...3 1: Komunikator ................... di mana masing-masing pelaku secara bergantian bertindak sebagai komunikator/sumber dan komunikasi/penerima... Misalnya: telepon.. analisis dampak C....... Dan hal ini..Model komunikasi klasik dari Lasswell menunjukkan bahwa pihak pengirim pesan (komunikator) pasti mempunyai suatu keinginan untuk mempengaruhi pihak penerima (komunikan)... Sederhana dapat digambarkan dalam model sebagai berikut: 1 Siapa 2 Mengat akan apa 3 Dengan saluran apa 4 Kepada siapa 5 Dengan akibat apa Gambar 3... Proses komunikasinya dapat digambarkan demikian: pertama. pelaku komunikasi yang pertama kali mengambil inisiatif sebagai sumber/komunitor mementuk pesan (encoding) dan menyampaikan melalui suatu saluran komunikasi............ atau kalau bentuk komunikasinya adalah Pusat Pengembangan Bahan Ajar .. Salah satu kelemahan dari model Lasswell ini adalah tidak digambarkannya unsur feedback (umpan balik)..................... analisis sumber/control 2: Pesan .............. KURNIAWATI PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI .. analisis media 4: Khalayak ................. surat........ analisis isi pesan 3: Medium .......... Dijelaskan bahwa proses komunikasi berjalan secara sirkuler...... menurut Lasswell banyak ditentukan oleh bentuk dan cara penyampaiannya......... karenanya komunikasi harus dipandang sebagai upaya persuasi............ MODEL KOMUNIKASI SIRKULER DARI OSGOOD DAN SCHRAMM Model proses komunikasi yang digambarkan oleh Osgood dan Scram mini terutama berlaku untuk bentuk-bentuk komunikasi antarpribadi.. Saluran komunikasi yang dipergunakan dapat bermacam-macam.. Sehingga proses komunikasi yang dijelaskan bersifat linier/searah........UMB MARHAENI F. analisis khalayak 5: Akibat ....

............................. setting If some consequence........ Kali ini ia bertindak sebagai sumber.... maka selanjutnya akan membentuk pesan (encoding) dan menyampaikannya kembali....... hasil Pusat Pengembangan Bahan Ajar ............. persepsi And reacts .................... distribusi... KURNIAWATI PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI ..................... akibat... situasi fisik/psikologis/sosial Trough some means ... In some form...... komunikator dan komunikan Perceives an event. bentuk............................. pihak sumber/komunikator yang pertama sekarang bertindak sebagai penerima komunikan.................... Dengan demikian........... konteks............ Demikianlah proses ini berlangsung terus-menerus secara sirkurler...... 1....................... Kedua............ menurut model ini masing-masing pelaku komunikasi akan terlibat dalam proses pembentukan pesan (encoding)...... Ia akan mengartikan dan menginterpretasikan pesan yang diterimanya............ Model komunikasi yang dibuat Garbner ada dua: model verbal dan gambar....... administrasi.. Ketiga....... Gambar mengenai model komunikasi sirkuler dari Osgood dan Schramm ini dapat dihina dalam Kegiatan Belajar 1 D... dan tangapan atau reaksinya disebut sebagai uman balik.... Model verbal: Model komunikasi verbal yang dikembangkan Garbner mencakup sepuluh (10) unsur sebagai berikut: • • • • • • • • • Someone .... MODEL KOMUNIKASI GARBNER Model komunikasi yang dikemukakan Garbner hamper sama bentuknya dengan model Lasswell...........percakapan langsung secara tatap muka yang menjadi salurannya adalah gelombang udara......... pihak penerima/komunikan kemudian setelah menerima pesan akan mengartikan (decoding) dan menginterpretasikan (interpreting) pesan yang diterimanya.................. dan kalau ada tanggapan/reaksi.. kembali ia akan membentuk pesan dan menyampaikan-nya kembali ke pasangan komunikasinya.......... pola And context. Apabila ia (penerima/komunikan) mempunyai tanggapan atau reaksi.. reaksi In a situation ... struktur..... saluran/media To make available materials............... Tapi prosesnya lebih kompleks karena melibatkan elemen-elemen komunikasi yang lebih banyak................UMB MARHAENI F.....

Dimensi persepsi: Hubungan antar pelaku komunikasi dan dunia peristiwa M E1 Seleksi.4 M S E E1 E2 : Manusia atau mesin : Bentuk : Peristiwa : Persepsi : Isi Model gambar yang dibuat Gerbner menjelaskan bahwa proses komunikasidiawali dengan suatu tindakan pemahaman (persepsi).UMB MARHAENI F. media. konteks. KURNIAWATI PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI . keberadaan Saluran. pengendalian Dimensi control dan alat: Hubungan antara perilaku komunikasi dan produk komunikasi E Peristiwa S E2 Gambar 3. Dimensi pendekatan Gergner terhadap Pusat Pengembangan Bahan Ajar .

Pendekatan transaksional E1 semata-mata dianggap sebagai fungsi asumsi. 3.UMB MARHAENI F. Hal ini dikritik oleh John W. Model gambar yang dibuat Gerbner menjelaskan bahwa proses komunikasi diawali dengan suatu tindakan pemahaman (persepsi). serta ketersediaan E. dan bereaksi dalam suatu situasi. yang menimbulkan persepsi yang jelas dan akurat dalam kondisi yang menguntungkan. persepsi Gerbner terhadap adalah objek suatu peristiwa. mana situasi. pandangan pengalaman dan faktor lain yang berkaitan dengan pengalaman si M. proses di reaksi. 2. MODEL KOMUNIKASI RILEY & RILEY Proses komunikasi pada model-model yang terdahulu sepertinya mengasumsikan terjadinya suatu kevakuman social di mana pengaruh lingkungan tidak perlu dipersoalkan. Dimensi pendekatan Gerbner terhadap persepsi ini dilukiskan melalui dua pendekatan: pendekatan transaksional dan pendekatan psychophysical (psikologi-fisik). Pusat Pengembangan Bahan Ajar . dan dengan tujuan memperoleh suatu akibat atau hasil tertentu. objek peristiwa. Riley dan Mathilda W. Pendekatan Psychophysical E itu sendiri merupakan faktor terpenting. dalam bentuk dan konteks tertentu. Bagaimana pemahaman M ditentukan oleh caranya memilih. atau bentuk/ struktur/pola. seperti apa E1 bagi si M tergantung faktor yang ada di dalam diri M sendiri. dengan makna atau arti tertentu. konteks. KURNIAWATI PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI . Riley (1959) dalam tulisannya tentang Mass Communication and the Social System. dan akibat/hasil. komunikasi menurut komunikan) mempersepsikan suatu objek peristiwa. konteksnya. maka isi pesan. Dengan demikian. seseorang saluran/media.persepsi ini dilukiskan melalui dua pendekatan: pendekatan transaksional dan pendekatan psychophysical (psikologi-fisik) Model verbal dari Gerbner memberikan gambaran bahwa komunikasi mencakup sebelas (11) komponen: pelaku komunikasi (komunikator dan komunikan). E. dengan menggunakan alat atau saluran tertentu agar sesuatu yang disampaikan itu menjadi ada. (komunikator distribusi.

Manusia. sebagai Homo Comunicas sebenarnya merupakan bagian dari suatu lingkungan atau sistem dengan struktur yang berbeda-beda. Riley dan Riley mengatakan bahwa komunikan dalam menerima pesan yang disampaikan oleh komunikator tidak langsung bereaksi begitu saja. Model dari Riley dan Riley ini dapat digambarkan sebagai berikut: Primary group Primary Message C R group Large social structure C R : Communicator (komunikator) : Receiver (penerima/komunikator) MARHAENI F. Nilai-nilai yang berlaku pda kelompok primer dan kelompok rujukan ini lah yang lazimnya mempengaruhi komunikan dalam menentukan sikap dan tindakannya. Ada faktor-faktor di luar dirinya yang turut mempengaruhi dan bahkan mengendalikan aksi dan reaksinya terhadap suatu pesan yang diterimanya. Faktor-faktor yang dimaksud terutama berkaitan dengan pesan dari kelompok primer (misalnya keluarga) dan kelompok lainnya yang menjadi rujukan (referensi) dari si komunikasi. Oleh karena itu pengamatan terhadap tingkah laku komunikasi manusia perlu dipandang secara sosiologis. Hal ini terjadi karena umumnya orang akan selalu berusaha agar sikap dan tindakannya tidak terlalu menyimpang dari nilai-nilai kelompok di lingkungannya. menurut mereka.UMB . KURNIAWATI PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI Pusat Pengembangan Bahan Ajar .

Namun. yang kemudian dikenal dengan sebutan model keseimbangan.Message Primary : pesan : kelompok primer seperti keluarga Larger : struktur social yang lebih besar. Primary group Primary group Primary group C Message R Primary group Larger Social Structure Gambar 3. Menurut Newcomb.6 Larger Social Structure F. Situasi komunikasi seimbang akan terjadi apabila dua orang yang berkomunikasi tentang suatu hal/objek sama-sama mempunyai sikap menyukai atau selera yang sama terhadap hal/objek yang dibicarakan. KURNIAWATI PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI .UMB MARHAENI F. Keadaan tidak seimbang terjadi apabila teradapat perbedaan sikap di antara kedua orang tersebut. pola komunikasi yang terjadi antara dua individu mempunyai dua bentuk atau situasi yaitu: seimbang dan tidak seimbang. apabila keadaan tidak Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Melalui modelnya ini Newcomb menggambarkan tentang dinamika hubungan komunikasi antara dua individu tentang suatu objek yang dipersoalkan mereka. MODEL NEWCOMB Model komunikasi yang dikembangkan Newcomb merupakan model komunikasi antar pribadi.

transmitter (alat/saluran penyampaian). Gambara proses komunikasi menurut model ini adalah sebagai berikut: I–S T R D N–S Pusat Pengembangan Bahan Ajar .7 B G. MODEL KOMUNIKASI SHANNON DAN WEAVER Model komunikasi dari Shannon dan Weaver melibatkan tujuh (7) komponen komuniksi. Ketujuh komponen komunikasi tersebut adalah: informasi source (sumber informasi). KURNIAWATI PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI . message (pesan). masing-masing pihak berusaha untuik terus mempertahankannya. signal (tanda. receiver (penerima).seimbang ini terjadi. sinyal). Menjaga keseimbangan inilah yang menurut Newcomb merupakan hakikat utama dari komunikasi antarpribadi. X Keterangan : A : Individu 1 B : Individu 2 X : Objek PEmbicaraan A Gambar 3. noise source (sumber gangguan). Sementara kalau keadaan seimbang terjadi.UMB MARHAENI F. destination (sasaran atau tujuan). umumnya masing-masing pihak berupaya untuk mengurangi perbedaan sehingga keadaan relatif seimbang bias tercapai.

noise.8 Keterangan: I-S M T S R-S R D N-S : information source (sumber informasi) : Message (pesan) : Transmitter (alat/saluran penyampaian) : Signal (sinyal. Hasilnya disebut oleh Shannon dan Weaver sebagai destination. Sumber informasi tersebut kemudian membentuk pesan atau serankaian pesan untuk dikomunikasikan. receiver. Tahap berikutnya adalah pengolahan pesan ke dalam saluran kepada penerima sasaran. Model DeFleur ini cocok untuk menggambarkan proses komunikasi melalui media massa (komunikasi massa). transmitter. MODEL KOMUNIKASI DEFLEUR Model komunikasi yang dibuat oleh Melvin DeFleur pada dasarnya merupakan pengembangan dari model komunikasi yang dibuat oleh Shannon dan Weaver. channel. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Di dalamnya tercakup 8 (delapan) komponen proses komunikasi massa yaitu: source.Gambar 3. destination. tujuan) : Noise Source (sumber gangguan) Gambar model komunikasi dari Shannon dan Weaver di atas menejaskan bahwa proses komunikasi dimulai dengan adanya suatu sumber informasi.UMB MARHAENI F. H. Apabila gangguan tersebut tidak dapat diatasi maka makna atau arti pesan yang ditangkap oleh penerima kemungkinan berbeda dengan makna atau arti pesan yang dimaksud oleh sumber pengirim. KURNIAWATI PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI . dan feedback device (sarana penyampaian umpan balik). proses penyampaian pesan ini juga tidak terlepas dari adanya gangguan (noise). mass medium device (sarana medium massa). Pihak penerima selanjutnya akan menginterpretasikan tanda-tanda atau lambang-lambang tersebut sehingga menghasilkan sesuatu. tanda-tanda) : Received Signal (sinyal yang diterima) : Receiver (penerima) : Destination (sasaran. Dalam praktiknya.

KURNIAWATI PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI .UMB MARHAENI F.9 Keterangan Gambar : Source Transmitter Channel Receiver Destination Noise Mass medium Device Feedback Device : sumber pengirim : alat pengolah informasi : Saluran : penerima : Tujuan : Gangguan yang terjadi : perangkat media massa : perangkat umpan balik Pusat Pengembangan Bahan Ajar .Mass Medium device Source Transmitt er Channel Receiver Destinatio n Noise Destinatio n Receiver Channel Transmitt er Source Feedback device Gambar 3.

saluran yang dipergunakan. Demikianlah proses ini terus berlangsung secara dinamis dan berjalan secara timbale balik. KURNIAWATI PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI . Pusat Pengembangan Bahan Ajar .Gambar model komunikasi dari DeFleur dapat dijelaskan sebagai berikut: Sumber yang bermaksud mengkomunikasikan sesuatu hal kepada penerima pertama-tma akan terlibat dalam proses pengolahan atau pembentukan pesan melalui transmitter sehinga menghasilkan suatu symbol yang bermakna. Pihak penerima dalam menerima pesan tersebut juga terlibat dalam proses pengolahan dan pengertian makna pesan dan kembali menyampaikan tanggapannya melalui suatu saluran tertentu kepada pihak pengirim. Simbol ini kemudian disampaikan melalui suatu saluran (medium) kepada penerima dengan tujuan tertentu. Namun. Namun. menurut DeFleur. dalam praktiknya proses komunikasi yang terjadi tidak bias luput dari adanya gangguan-gangguan. pihak penerima atau pada pengartian makna tujuan. Gangguan bisa timbul pada unsur pengirim. adanya gangguan inilah yang menyebabkan proses komunikasi yang terjadi berjalan lebih dinamis.UMB MARHAENI F. transmitter.

Kegiatan Belajar 3 MODEL-MODEL PENGARUH KOMUNIKASI P ada bagian sebelumnya telah kemukakan beberapa model dasar yang menjelaskan tentang bagaiman lainnya proses komunikasi. model komunikasi dua tahap dari Katz dan Lazarsfeld. model ini memberikan gambaran tentang tiga (3) elemen penting: Stimulus (S). dan Response (R).UMB MARHAENI F. tergantung pada isi dan penyajian stimulus. Empat diantaranya yang akan dibahas dalam bagian ini adalah model stimulusresponse dari DeFleur. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . yakni akibat atau pengaruh yang terjadi. Dengan demikian.10 Sebagaimana terlihat dalam gambar di atas. menurut model ini dampak atau pengaruh yang terjadi pada pihak penerima. Materi dalam bagian ini secara khusus difokuskan pada pembahasan mengenai model-model tentang pengaruh komunikasi. MODEL STIMULUS-RESPONSE Model stimulus-response (rangsangan tanggapan). dalam hal ini pihak penerima (receiver).R Gambar 3. dan model spiral keheningan (the spiral of silence) dari Noelle-Neumann. yakni pesan. Model S-R dapa digambarkan sebagai berikut: S -----. A. Terdapat banyak model yang menjelaskan tentang proses dan pengaruh komunikasi massa. KURNIAWATI PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI . model pengaruh psikologis televisi dari Commstock. besar kecilnya pengaruh serta dalam bentuk apa pengaruh tersebut terjadi. atau lebih popular dengan sebutan model S-R menjelaskan tentang pengaruh yang terjadi pada pihak penerima (receiver) sebagai akibat dari komunikasi. Organisme (O). pada dasarnya merupakan suatu reaksi tertentu dari stimulus (rangsangan) tertentu. khususnya dalam konteks komunikasi massa.O -----.

MODEL PENGARUH PSIKOLOGIS TV DARI COMSTOCK Model yang dibuat oleh Comstock ini secara khusus mengungkapkan tentang pengaruh televisi (TV) terhadap tingkah laku seseorang. Model S-R ini kemudian banyak dikritik. Gambaran mengenai proses pengaruh TV menurut model ini (lihat gambar 3.11) adalah sebagai berikut: Apabila seseorang menonton suatu acara TV yang menggambarkan aksi tertentu (TV Act). bahwa pengaruh yang terjadi. dari model jarum suntik yang berpandangan bahwa media massa mempunyai pengaruh langsung kepada khalayaknya. namun akibat yang terjadi di kalangan khalayak akan berbeda antara satu orang dengan orang lainnya. Dengan kata lain. B. meskipun pesan (stimulus). tetapi juga ditentukan oleh faktor-faktor personalitas.Model S-R ini ada kaitannya dengan asumsi. tidak semata-mata diakibatkan oleh adanya stimulus. penerimaan khalayak atas berbagai stimulus yang disampaikan melalui media massa berbeda antara saru orang dengan orang lainnya. Dalam dunia kedokteran kita mengetahui bahwa apabia seorang pasien disuntik obat tidur. setiap orang mempunyai karakateristik personalitas sendiri-sendiri. ibarat bom atomatom social merupakan sekumpulan individu-individu yang terpisah-pisah dan bertingkah laku sesuai keinginannya masing-masing. sama-sama menonton TV yang menayangkan acara lawak. Isi media massa diibaratkan sebagai jarum yang disuntikkan ke tubuh khalayak. Si A merasa terhibur dan tertawa tergelak-gelak karena merasa lucu. Dengan demikian. Karena. tetapi juga mampu bertindak sebagai stimulus (ransangan) untuk membangkitkan tingkah laku yang telah dipelajari dari sumber-sumber lain. menurut DeFleur. Hal ini berarti. melainkan relatif aktif dan selektif. TV tidak hanya dipandang mampu mengajarkan tigkah laku. Asumsi mengenai kekuatan pengaruh dari media massa ini didasarkan atas pemikiran bahwa masyarakat. Atas dasar hal di tersebut DeFleur kemudian melakukan modifikasi terhadap S-R. tindakan atau observasi perorangan yang dapat menimbulkan konsekuensi terhadap pengalaman ataupun tingkah laku. KURNIAWATI PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI . Dalam masyarakat yang otomatis demikian. karena masyarakat dalam menerima pesan dari media massa dipandang tidak bersikap dan bertindak pasif. kendalakendala sosial jarang terjadi dan pengaruh dari ikatan-ikatan sosial sangat kecil. TV dapat disejajarkan dengan pengalaman. Sebagai contoh: si A dan si B. Masukan-masukan lainnya mencakup tingkah laku kesenangan. diam saja karena lawakan yagn disajikan baginya tidak menimbulkan rasa lucu. yang disampaikan media massa sama. ia akan tidur. sehingga menghasilkan pengaruh yang sesuai dengan isinya. getaran yang Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Menurut model ini.UMB MARHAENI F. Sementara si B.

serta aksiaksi alternative atau bentuk-bentuk tingkah laku lainnya yang ditayangkan TV dalam konteks yang sama. Di samping itu ada dua faktor lainnya yang menjadi masukan yakni: persepsi mengenai akibat sebagaimana digambarkan dalam TV. Proporsi utama dari model ini adalah: suatu gambaran mengenai tingkah laku yang disampaikan TV akan mendorong khalayak untuk cenderung mempelajarinya.UMB MARHAENI F. KURNIAWATI PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI . semakin kuat getaran-getaran yang muncul (arousal). Semakin menonjol atau dianggap penting (secara psikologis) gambaran tingkah laku tesebut oleh seseorang. dan persepsi mengenai realitas dari apa yang digambarkan dalam TV. minat atau kepentingan (interest) dan motivasi (motivation) untuk bertindak yang sesuai dengan apa yang disajikan dalam acara TV tersebut (semuanya ini secara kolektif disebut sebagai TV arousal).ditimbulkan dalam diri penonton (arousal). dan semakin kuat pengaruhnya terhadap pembentukan tingkah laku dari orang tersebut. Gambar model pengaruh TV dari Comstock ini adalah sebagai berikut: Pusat Pengembangan Bahan Ajar . dan persepsi mengenai realitas dari apa yang digambarkan dalam TV (TV perceived reality). Daya tarik (attractiveness).

Point of entry Inputs: TV arousal TV act TV alternatives TV perceived consecquen ces TV perceived reality P TV act P= O P O Opportuni ty N O Display behavor Gambar 3.UMB MARHAENI F.11 Keterangan Gambar : TV act : Inputs setiap bentuk tingkah laku yang digambarkan dalam TV : masukan-masukan menyertainya berupa pesan-pesan dan atibut-atribut yang Pusat Pengembangan Bahan Ajar . KURNIAWATI PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI .

Kedua. kesempatan atau peluang untuk melakukan tingkah laku yang digambarkan dalam TV dalam kehidupan sehari-hari. MODEL KOMUNIKASI DUA TAHAP Model dari Katz dan Lazarsfeld lazim disebut dengan two step flow model of communication (model komunikasi bertahap dua). Menurut model ini.TV arousal TV perceived consequences TV alternatives P TV act Opportunity Display behavior P=0 P0 NO Point of entry : : : : : : : : : : getaran yang merangsang munculnya motivasi penonton untuk meniru/melakukan tingkah laku yang digambarkan dalam TV persepsi mengenai realitas dari tingkah laku yang digambarkan dalam TV tingkah laku sosial lainnya yang digambarkan TV. Dengan demikian proses pengaruh penyebaran informasi melalui media massa terjadi dalam dua tahap: pertama. mejelaskan tentang pengaruh penyebaran informasi melalui media massa kepada khalayak. Melainkan melalui perantara yakni sekelompok orang yang termasuk pemuka pendapat (opinion leaders). Mode dapat digambarkan sebagai berikut: Pusat Pengembangan Bahan Ajar . kemungkinan tidak ada (nol) kemungkinan ada kesempatan atau peluang tidak ada titik masuk (jalur masuk) C.UMB MARHAENI F. KURNIAWATI PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI . informasi mengalir darii media massa ke para pemuka pendapat. kemungkinan ditirunya tingkah laku yang digambarkan dalam TV. penyebaran dan pengaruh informasi yang disampaikan melalui media massa kepada khalayaknya tidak terjadi secara langsung (satu tahap). penampilan tingkah laku sosial sebagaimana digambarkan melalui TV dalam kehidupan sehari-hari. pemuka pendapat ke sejumlah orang yang menjadi pengikutnya.

tetapi melalui perantara yakni hubungan-hubungan sosial. Para pemuka pendapat umumnya merupakan sekelompok orang yang aktif menggunakan media massa serta berperan sebagai sumber dan rujukan informasi yang berpengaruh. Asumsi-asumsi yang melatarbelakangi model komunikasi dua tahap ini adalah sebagai berikut: 1. Warga masyarakat pada dasarnya tidak hidup secara terisolasi. 2. 2. Tanggapan dan reaksi terhadap pesan-pesan media massa tidak terjadi secara langsung dan segera. melainkan aktif berinteraksi satu sama lainnya.Media Massa 1 4 2 3 Gambar 3.12 Keterangan Gambar: 1. 3. Pusat Pengembangan Bahan Ajar .UMB MARHAENI F. 4 0 : Pemuka pendapat : Para individu yang mempunyai hubungan dengan pemuka pendapat. 3. KURNIAWATI PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI . dan menjadi anggota dari satu atau beberapa kelompok sosial.

penyebaran informasi dari media massa kepada mereka umumnya berjalan secara langsung (satu tahap). Bagi kebanyakan orang di kota-kota besar dan berlatar belakang sosial dan ekonomi relatif tinggi. tergantung dari kondisi individu khalayaknya. Namun. baru ke dirinya. Menurut model ini. Sementara bari orang-orang yag berada di daerah pedesaan dengan latar belakang sosial dan ekonomi yang relatif rendah proses penyebaran informasi dari media massa tidak berjalan secara langsung tetapi mengalami beberapa tahap. juga menjelaskan tentang dampak penyebaran informasi melalui media massa. tetapi dapat juga hany satu tahap. Gambar mengenai model ini adalah sebagai beikut: Asumsi dari model ini. Model ini kemudian disebut sebagai multi step flow communication atau komunikasi banyak tahap (Schramm. negera berkembang (termasuk Indonesia). Pola penyebaran informasi tidak selamanya berjalan secara dua tahap. sebagaimana terlihat dalam gambar di atas. besar kecilnya pengaruh media massa tergantung pada interaksi antara media massa. atau lebih dari dua tahap. kepada teman dan tetangga yang punya akses terhadap media. juga banyak faktor yang menjadi perantara (intervening variables)/ D. dan persepsi seseorang mengenai pendapat dirinya dikaitkan dengan dengan pendapat orang lain yang ada di lingkungan masyarakat sekitarnya. MODEL SPIRAL KEHENINGAN Model spiral keheningan (the spiral of silence) yang dikemukakan oleh Elisabeth Noelle Neumann (1974). Dengan demikian hal pengaruh. kemudian dikonfirmasikan kepada pemuka pendapat. dalam perkembangan selanjutnya. Jumlah orang yang secara terbuka menentang pendapat dominan yang dikemukakan media massa akan semakin Pusat Pengembangan Bahan Ajar . komunikasi antar pribadi. 1973). Misalnya dari media massa. kepada teman atau tetangga.Studi yang pernah dilakukan menunjukkan bahwa di kebanyakan. Atau. para ahli menemukan bahwa terdapat variasi dalam proses penyebaran informasi. KURNIAWATI PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI . baru kepada dirinya.UMB MARHAENI F. media massa ke pemuka pendapat. proses penyebaran informasi melalui media massa ke khalayak luas memang cenderung mengikuti pola komunikasi dua tahap. semakin memdar atau melemah pendapat-pendapat di kalangan masyarkat yang menentang pendapat dominan sebagaimana dikemukakan media massa. adalah semakin sering media massa mengemukakan pendapat yang dominan di kalangan masyarakat.

ia akan berusaha untuk tidak menentang secara terbuka sikap dan pendapat orang-orang lain di lingkungan sekitarnya.mengecil. biarpun seseorang punya sikap atau pendapat yang berlainan. suara-suara yang menentang akan semakin hening. KURNIAWATI PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI . Asumsi ini didasarkan pada pertimbangan bahwa pada dasarnya. kebanyakan orang dalam masyarakat cenderung tidak mau mengisolasikan dirinya dari lingkungan masyarakat di sekitarnya. Oleh karena itu.UMB MARHAENI F. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Dengan kata lain.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful