BAB I PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG Good character is more to be praised than outstanding talent. Most talents are to some axtent a gift. Good character, by contranst, is not given to us. We have to build it peace by peace – by thought, choice, courage and determination.” (John Luther, dikutip dari Ratna Megawangi, Semua Berakar Pada Karakter (Jakarta: Lembaga Penerbit FE-UI, 2007). Saat ini, betapa memprihatinkan kondisi bangsa kita dengan berbagai pengungkapan terkait korupsi dan penyuapan yang menjadikan sebagian wajah bangsa kita berkurang kredibilitasnya di masyarakat. Sementara kita tidak menginginkan terjadinya suap, korupsi, kolusi, nepotisme menjadi kebiasaan bagi setiap anak bangsa di bumi pertiwi yang kita cintai ini. Lantas mengapa pengelolaan di negeri kita ini menjadi kian memprihatinkan? Mengapa masyarakat dihadapkan dengan segala macam uang pelicin, ekonomi pun menjadi berbiaya tinggi, harga barang kian melambung dan akhirnya hidup rakyat menjadi susah. Apakah selama ini mereka yang mengurus negara ini kurang berpendidikan? Tentu tidak.Mereka adalah kaum terpelajar yang merupakan putra-putri terbaik pilihan bangsa. Pakar di bidangnya masing-masing dan tentu saja menguasai permasalahan yang ditangani. Lalu mengapa negara kita seakan menjadi salah satu negara yang tinggi korupsinya dan masyarakatnya masih banyak yang miskin? Jawabannya adalah moral dan karakter para pelaku atau pengelola negara kita yang buruk. Sistem pendidikan di Indonesia secara umum masih dititikberatkan pada kecerdasan kognitif.Hal ini dapat dilihat dari orientasi sekolah-sekolah yang ada masih disibukkan dengan ujian, mulai dari ujian mid, ujian akhir hingga ujian nasional. Ditambah latihan1∞Kurikulum 2013

latihan soal harian dan pekerjaan rumah untuk memecahkan pertanyaan di buku pelajaran yang biasanya tak relevan dengan kehidupan sehari-hari para siswa. Saatnya para pengambil kebijakan, para pendidik, orang tua dan masyarakat senantiasa memperkaya persepsi bahwa ukuran keberhasilan tak melulu dilihat dari prestasi angka-angka. Hendaknya institusi sekolah menjadi tempat yang senantiasa menciptakan pengalaman pengalaman bagi siswa untuk membangun dan membentuk karakter unggul. Munculnya gagasan program pendidikan karakter di Indonesia, bisa dimaklumi. Sebab, selama ini dirasakan, proses pendidikan dirasakan belum berhasil membangun manusia Indonesia yang berkarakter. Bahkan, banyak yang menyebut, pendidikan telah gagal, karena banyak lulusan sekolah atau sarjana yang piawai dalam menjawab soal ujian, berotak cerdas, tetapi mental dan moralnya lemah. Banyak pakar bidang moral dan agama yang sehari-hari mengajar tentang kebaikan,tetapi perilakunya tidak sejalan dengan ilmu yang diajarkannya. Sejak kecil, anak-anak diajarkan menghafal tentang bagusnya sikap jujur, berani, kerja keras, kebersihan, dan jahatnya kecurangan. Tapi, nilai-nilai kebaikan itu diajarkan dan diujikan sebatas pengetahuan di atas kertas dan dihafal sebagai bahan yang wajib dipelajari, karena diduga akan keluar dalam kertas soal ujian. Pendidikan karakter bukanlah sebuah proses menghafal materi soal ujian, dan teknikteknik menjawabnya. Pendidikan karakter memerlukan pembiasaan.Pembiasaan untuk berbuat baik, pembiasaan untuk berlaku jujur, ksatria, malu berbuat curang, malu bersikap malas, malu membiarkan lingkungannya kotor. Karakter tidak terbentuk secara instan, tapi harus dilatih secara serius dan proporsional agar mencapai bentuk dan kekuatan yang ideal. Dan saat ini sedang ditawarkan kurikulum pendidikan terbaru berbasis karakter, kurikulum 2013.

2∞Kurikulum 2013

Permasalahan kurikulum KTSP 3. BATASAN MASALAH Makalah ini hanya melingkupi masalah yang berhubungan dengan : 1. TUJUAN Makalah ini bertujuan untuk memberi informasi kepada para pembaca mengenai : 1. Landasan pengembangan kurikulum 2. RUMUSAN MASALAH 1) Bagaimana landasan pengembangan kurikulum ? 2) Apa saja permasalahan kurikulum KTSP ? 3) Apa saja alasan pengembangan kuriulum ? 4) Bagaimana struktur kurikulum 2013 untuk SMA/MA ? 5) Bagaimana bentuk peminatan dan pemilihan dalam kurikulum 2013 untuk SMA/MA ? 6) Bagaimana bentuk kompetensi inti dan kompetensi dasar dalam kurikulum 2013 untuk SMA/ MA ? 3. Struktur kurikulum 2013 untuk SMA/ MA 5. Alasan pengembangan kuriulum 3∞Kurikulum 2013 . Alasan pengembangan kuriulum 4. Landasan pengembangan kurikulum 2. Permasalahan kurikulum KTSP 3. Bentuk peminatan dan pemilihan dalam kurikulum 2013 untuk SMA/ MA 6. Bentuk kompetensi inti dan kompetensi dasar dalam kurikulum 2013 untuk SMA/MA 4.2.

4. Bentuk kompetensi inti dan kompetensi dasar dalam kurikulum 2013 untuk SMA/MA 4∞Kurikulum 2013 . Bentuk peminatan dan pemilihan dalam kurikulum 2013 untuk SMA/ MA 6. Struktur kurikulum 2013 untuk SMA/ MA 5.

Aspek konseptual     Relevansi Model KurikulumBerbasisKompetensi Kurikulum lebihdari sekedar dokumen Proses pembelajaran Aktivitas belajar Output belajar 5∞Kurikulum 2013 . Aspek filosofis Filosofi pendidikan yang berbasis padanilai-nilai luhur. LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM Landasan pengembangan kurikulum terdiri dari berbagai aspek. nilai akademik.BAB II ISI 1. antara lain : a. Aspek yuridis RPJMN 2010-2014 SEKTOR PENDIDIKAN :    Perubahan metodologi pembelajaran Penataan kurikulum INPRES NOMOR 1 TAHUN 2010 Percepatan pelaksanaan prioritas pembangunan nasional: penyempurnaan kurikulum dan metode pembelajaran aktif berdasarkan nilai-nilai budaya bangsa untuk membentuk daya saing karakter bangsa c. Kurikulum berorientasi pada pengembangan kompetensi b. kebutuhan peserta didik dan masyarakat.

keterampilan.  Beberapa kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan (misalnya pendidikan karakter. kewirausahaan) belum terakomodasi di dalam kurikulum. nasional.  Kurikulum belum sepenuhnya berbasis kompetensi sesuai dengan tuntutan fungsi dan tujuan pendidikan nasional. metodologi pembelajaran aktif.  Kurikulum belum peka dan tanggap terhadap perubahan sosial yang terjadi pada tingkat lokal. keseimbangan soft skills dan hard skills. maupun global. Outcome belajar Penilaian Kesesuaian.  Kompetensi belum menggambarkan secara holistik domain sikap. PERMASALAHAN KURIKULUM KTSP Permasalahan kurikulum KTSP yang terdeteksi antara lain adalah sebagai berikut :  Konten kurikulum masih terlalu padat yang ditunjukkan dengan banyaknya matapelajaran dan banyak materi yang keluasan dan tingkat kesukarannya melampaui tingkat perkembangan usia anak. dan pengetahuan. 6∞Kurikulum 2013 .  Standar penilaian belum mengarahkan pada penilaian berbasis kompetensi (proses dan hasil) dan belum secara tegas menuntut adanya remediasi secara berkala.  Standar proses pembelajaran belum menggambarkan urutan pembelajaran yang rinci sehingga membuka peluang penafsiran yang beraneka ragam dan berujung pada pembelajaran yang berpusat pada guru. teknik penilaian dengan kompetensi penjenjangan penilaian 2.

ASEAN Community. investasidantransformasipadasektorpendidikan Hasil TIMSS dan PISA b. Dengan KTSP memerlukan dokumen kurikulum yang lebih rinci agar tidak menimbulkan multi tafsir. ALASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM Ada berbagai alasan yang menjadi acuan diadakannya pengembangan kurikulum. APEC. 3. Kompetensi masa depan        Kemampuan berkomunikasi Kemampuan berpikir jernih dan kritis Kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan Kemampuan menjadi warga negara yang efektif Kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadapandangan yang berbeda Kemampuan hidup dalam masyarakat yang mengglobal Memiliki minat luas mengenai hidup 7∞Kurikulum 2013 . yaitu sebagai berikut : a. CAFTA masalahlingkunganhidup kemajuanteknologiinformasi konvergensiilmudan teknologi ekonomiberbasispengetahuan kebangkitanindustrikreatifdanbudaya pergeserankekuatanekonomidunia pengaruhdanimbasteknosains mutu. Tantangan masa depan           Globalisasi: WTO.

Persepsi masyarakat    Terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif Beban siswa terlalu berat Kurang bermuatan karakter 4.) Gejolak masyarakat (social unrest) d. posisi konten/mata pelajaran dalam kurikulum. Struktur kurikulum juga gambaran mengenai penerapan prinsip kurikulum mengenai posisi seorang siswa dalam menyelesaikan pembelajaran di suatu satuan atau jenjang 8∞Kurikulum 2013 . dostribusi konten/mata pelajaran dalam semester atau tahun.  Memiliki kesiapan untuk bekerja Memiliki kecerdasan sesuai dengan bakat/minatnya c. beban belajar untuk mata pelajaran dan beban belajar per minggu untuk setiap siswa. STRUKTUR KURIKULUM 2013 UNTUK SMA/MA Struktur kurikulum menggambarkan konseptualisasi konten kurikulum dalam bentuk mata pelajaran.. Fenomena negatif yang mengemuka       Perkelahian pelajar Narkoba Korupsi Plagiarisme Kecurangan dalamUjian (Contek. Struktur kurikulum adalah juga merupakan aplikasi konsep pengorganisasian konten dalam sistem belajar dan pengorganisasian beban belajar dalam sistem pembelajaran. Kerpek. Pengorganisasian konten dalam sistem belajar yang digunakan adalah sistem semester sedangkan pengorganisasian beban belajar dalam sistem pembelajaran berdasarkan jam pelajaran per semester.

Sedangkan mata pelajaran pilihan untuk SMA/MA berbeda dengan untuk SMK/MAK. Untuk SMA/MA mata pelajaran pilihan bersifat akademik. Mata Pelajaran Pilihan Lintas Minat yaitu mata pelajaran yang dapat diambil oleh peserta didik di luar Kelompok Mata Pelajaran Peminatan yang dipilihnya tetapi masih dalam Kelompok Peminatan lainnya. Kelompok Mata Pelajaran Peminatan terdiri atas 3 (tiga) kelompok yaitu Peminatan Matematika dan Sains.pendidikan. Misalnya bagi peserta didik yang memilih Kelompok 9∞Kurikulum 2013 . Mata pelajaran wajib merupakan mata pelajaran yang harus diambil oleh setiap peserta didik di SMA/MA dan SMK/MAK. dan kalender pendidikan. dan Peminatan Bahasa. struktur kurikulum menggambarkan posisi belajar seorang siswa yaitu apakah mereka harus menyelesaikan seluruh mata pelajaran yang tercantum dalam struktur ataukah kurikulum memberi kesempatan kepada siswa untuk menentukan berbagai pilihan. sedangkan SMK/MAK mata pelajaran pilihan bersifat akademik dan vokasi. Kelompok A adalah mata pelajaran yang memberikan orientasi kompetensi lebih kepada aspek kognitif dan afektif sedangkan kelompok B adalah mata pelajaran yang lebih menekankan pada aspek afektif dan psikomotor. Mata pelajaran terdiri atas: Mata pelajaran wajib diikuti oleh seluruh peserta didik di satu satuan pendidikan pada setiap satuan atau jenjang pendidikan Mata pelajaran pilihan yang diikuti oleh peserta didik sesuai dengan pilihan mereka. STRUKTUR KURIKULUM SMA/MA Struktur Kurikulum SMA/MA terdiri atas: Kelompok mata pelajaran wajib yaitu kelompok A dan kelompok B. Struktur kurikulum pendidikan menengah terdiri atas sejumlah mata pelajaran. Lebih lanjut. beban belajar. Peminatan Sosial.

Struktur kelompok mata pelajaran wajib dalam kurikulum SMA/MA adalah sebagai berikut: ALOKASI WAKTU MATA PELAJARAN BELAJAR PER MINGGU X Kelompok A (Wajib) 1 2 3 4 5 6 Pendidikan Agama dan Budi pekerti Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Matematika Sejarah Indonesia Bahasa Inggris 3 2 4 4 2 2 3 2 4 4 2 2 3 2 4 4 2 2 XI XII 10 ∞ K u r i k u l u m 2 0 1 3 . dan kemampuan penting untuk mengembangkan logika dan kehidupan pribadi peserta didik. Mata Pelajaran Pilihan Lintas Minat dan Mata Pelajaran Pendalaman bersifat opsional. kebugaran jasmani. dapat dipilih keduanya atau salah satu. pengenalan lingkungan fisik dan alam. sikap sebagai bangsa. masyarakat dan bangsa. a) Kelompok Mata Pelajaran Wajib Kelompok Mata Pelajaran Wajib merupakan bagian dari kurikulum pendidikan menengah yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang bangsa.Peminatan Bahasa dapat memilih mata pelajaran dari Kelompok Peminatan Sosial dan/atau Kelompok Peminatan Matematika dan Sains. bahasa. serta seni budaya daerah dan nasional. Mata Pelajaran Pendalaman dimaksudkan untuk mempelajari salah satu mata pelajaran dalam kelompok Peminatan untuk persiapan ke perguruan tinggi.

Struktur mata pelajaran peminatan dalam kurikulum SMA/MA adalah sebagai berikut: KELAS MATA PELAJARAN X Kelompok A dan B (Wajib) C.Kelompok B (Wajib) 7 Seni Budaya (termasuk muatan lokal)* Pendidikan 8 (termasuk muatan lokal) 9 Prakarya dan Kewirausahaan (termasuk muatan lokal) 2 24 2 24 2 24 Jasmani. Kelompok Peminatan Peminatan Matematika dan Sains 1 I 2 Biologi 3 4 4 Matematika 3 4 4 24 XI 24 XII 24 11 ∞ K u r i k u l u m 2 0 1 3 . Olahraga dan Kesehatan 2 3 2 3 2 3 Jumlah pelajaran kelompok A dan B perminggu Kelompok C (Peminatan) Mata Pelajaran Peminatan Akademik SMA/MA Jumlah jam yang harus di tempuh perminggu 18 42 20 44 20 44 Keterangan: *Muatan lokal dapat memuat Bahasa Daerah b) Kelompok Mata Pelajaran Peminatan Kelompok mata pelajaran peminatan bertujuan (1) untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik mengembangkan minatnya dalam sekelompok mata pelajaran sesuai dengan minat keilmuannya di perguruan tinggi. dan (2) untuk mengembangkan minatnya terhadap suatu disiplin ilmu atau keterampilan tertentu.

dan untuk kelas XI dan XII bertambah dari 38 jam menjadi 44 jam belajar.3 4 Fisika Kimia 3 3 4 4 4 4 Peminatan Sosial 1 2 II 3 4 Sosiologi & Antropologi Ekonomi 3 3 4 4 4 4 Geografi Sejarah 3 3 4 4 4 4 Peminatan Bahasa 1 2 III 3 4 Bahasa dan Sastra Asing lainnya Antropologi 3 3 4 4 4 4 Bahasa dan Sastra Indonesia Bahasa dan Sastra Inggris 3 3 4 4 4 4 Mata Pelajaran Pilihan dan Pendalaman Pilihan Lintas Minat dan/atau 6 Pendalaman Minat Jumlah Jam yang tersedia perminggu Jumlah Jam yang harus ditempuh perminggu 66 42 76 44 76 44 4 4 BEBAN BELAJAR Dalam struktur kurikulum SMA/MA ada penambahan jam belajar per minggu sebesar 4-6 jam sehingga untuk kelas X bertambah dari 38 jam menjadi 42 jam belajar. guru memiliki keleluasaan waktu untuk mengembangkan proses pembelajaran yang 12 ∞ K u r i k u l u m 2 0 1 3 . Sedangkan lama belajar untuk setiap jam belajar adalah 45 menit. Dengan adanya tambahan jam belajar ini dan pengurangan jumlah Kompetensi Dasar.

Semua mata pelajaran yang terdapat dalam suatu Kelompok Peminatan yang dipilih peserta didik harus diikuti. Untuk sekolah yang mampu menyediakan layanan khusus maka setelah akhir semester pertama peserta didik masih mungkin mengubah pilihan peminatannya.berorientasi siswa aktif belajar. dan berkomunikasi. dan/atau pilihan Pendalaman Minat. pilihan Lintas Minat. Struktur kurikulum memperkenankan peserta didik melakukan pilihan dalam bentuk pilihan Kelompok Peminatan. mengasosiasi. Proses pembelajaran yang dikembangkan guru menghendaki kesabaran dalam menunggu respon peserta didik karena mereka belum terbiasa. Setiap Kelompok Peminatan terdiri atas 4 (empat) mata pelajaran 13 ∞ K u r i k u l u m 2 0 1 3 . Sejak kelas X peserta didik sudah harus memilih kelompok peminatan yang akan dimasuki. Pada akhir minggu ketiga semester pertama peserta didik masih mungkin mengubah pilihan peminatannya berdasarkan rekomendasi para guru dan ketersediaan tempat duduk. Peminatan Sosial. BENTUK PEMINATAN DAN PEMILIHAN DALAM KURIKULUM 2013 UNTUK SMA/ MA Kurikulum SMA/MA dirancang untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik belajar berdasarkan minat mereka. dan Peminatan Bahasa. menanya. Proses pembelajaran siswa aktif memerlukan waktu yang lebih panjang dari proses pembelajaran penyampaian informasi karena peserta didik perlu latihan untuk melakukan mengamati. Kelompok Peminatan terdiri atas Peminatan Matematika dan Sains. Pemilihan peminatan berdasarkan nilai rapor di SMP/MTs dan/atau nilai UN SMP/MTs dan/atau rekomendasi guru BK di SMP/MTs dan/atau hasil tes penempatan (placement test) ketika mendaftar di SMA/MA dan/atau tes bakat minat oleh psikolog dan/atau rekomendasi guru BK di SMA/MA. 5. Selain itu bertambahnya jam belajar memungkinkan guru melakukan penilaian proses dan hasil belajar.

jumlah jam pelajaran pilihan per minggu berdurasi 6 jam pelajaran yang dapat diambil dengan pilihan sebagai berikut: a. Dua mata pelajaran di luar Kelompok Peminatan yang dipilihnya tetapi masih dalam Kelompok Peminatan lainnya. Sedangkan pada kelas XI dan XII. BENTUK KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR DALAM KURIKULUM 2013 UNTUK SMA/ MA Kompetensi Inti merupakan terjemahan atau operasionalisasi SKL dalam bentuk kualitas yang harus dimiliki mereka yang telah menyelesaikan pendidikan pada satuan pendidikan tertentu atau jenjang pendidikan tertentu. Beban belajar ini terdiri atas Kelompok Mata Pelajaran Wajib A dan B dengan durasi 24 jam pelajaran dan Kelompok Mata Pelajaran Peminatan dengan durasi 12 jam pelajaran untuk kelas X dan 16 jam pelajaran untuk kelas XI dan XII. 6.dan masing-masing mata pelajaran berdurasi 3 jam pelajaran untuk kelas X. Untuk Mata Pelajaran Pilihan Lintas Minat dan/atau Pendalaman Minat kelas X. dan/atau b. Setiap peserta didik memiliki beban belajar per semester selama 42 jam pelajaran untuk kelas X dan 44 jam pelajaran untuk kelas XI dan XII. peserta didik mengambil Pilihan Lintas Minat dan/atau Pendalaman Minat dengan jumlah jam pelajaran pilihan per minggu berdurasi 4 jam pelajaran yang dapat diambil dengan pilihan sebagai berikut: a. Satu mata pelajaran di luar Kelompok Peminatan yang dipilihnya tetapi masih dalam Kelompok Peminatan lainnya. Mata pelajaran Pendalaman Kelompok Peminatan yang dipilihnya. dan 4 jam pelajaran untuk kelas XI dan XII. gambaran mengenai kompetensi utama 14 ∞ K u r i k u l u m 2 0 1 3 . Mata pelajaran Pendalaman Kelompok Peminatan yang dipilihnya. dan/atau b.

Keempat kelompok itu menjadi acuan dari Kompetensi Dasar dan harus dikembangkan dalam setiap peristiwa pembelajaran secara integratif. KELAS XI Menghayati dan 1. Kompetensi yang berkenaan dengan sikap keagamaan dan sosial dikembangkan secara tidak langsung (indirect teaching) yaitu pada waktu peserta didik belajar tentang pengetahuan (kompetensi kelompok 3) dan penerapan pengetahuan (kompetensi Inti kelompok 4). kognitif. Sebagai unsur pengorganisasi. dan keterampilan (afektif. sikap sosial (kompetensi 2). KELAS XII Menghayati dan 15 ∞ K u r i k u l u m 2 0 1 3 . Kompetensi Inti SMA/MA adalah sebagai berikut: KELAS X 1. Organisasi horizontal adalah keterkaitan antara konten Kompetensi Dasar satu mata pelajaran dengan konten Kompetensi Dasar dari mata pelajaran yang berbeda dalam satu pertemuan mingguan dan kelas yang sama sehingga terjadi proses saling memperkuat. Kompetensi Inti dirancang dalam empat kelompok yang saling terkait yaitu berkenaan dengan sikap keagamaan (kompetensi inti 1). dan penerapan pengetahuan (kompetensi 4). Organisasi vertikal Kompetensi Dasar adalah keterkaitan antara konten Kompetensi Dasar satu kelas atau jenjang pendidikan ke kelas/jenjang di atasnya sehingga memenuhi prinsip belajar yaitu terjadi suatu akumulasi yang berkesinambungan antara konten yang dipelajari siswa. pengetahuan. Menghayati dan 1. Kompetensi Inti berfungsi sebagai unsur pengorganisasi (organising element) kompetensi dasar.yang dikelompokkan ke dalam aspek sikap. Kompetensi Inti harus menggambarkan kualitas yang seimbang antara pencapaian hard skills dan soft skills. dan psikomotor) yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah. pengetahuan (kompetensi inti 3). kelas dan mata pelajaran. Kompetensi Inti merupakan pengikat untuk organisasi vertikal dan organisasi horizontal Kompetensi Dasar.

gotong royong. ramah lingkungan. metakognitif dan pengetahuan. disiplin. Memahami pergaulan dunia dan 3. Memahami. seni. perilaku peduli. pengetahuan dalam ilmu konseptual. budaya. dan dalam ilmu metakognitif dalam ilmu teknologi. budaya. jawab. teknologi. pengetahuan. santun. perilaku tanggung yang dianutnya yang dianutnya Mengembangkan (jujur. jawab. disiplin. dan seni. menerapkan faktual. (jujur. Memahami. 16 ∞ K u r i k u l u m 2 0 1 3 . teknologi. disiplin. prosedural. cinta damai. jawab. kerjasama. pengetahuan dan konseptual. perilaku peduli. (jujur. santun. menerapkan. gotong royong. kerjasama. Mengembangkan 2. responsif dan cinta damai. responsif dan cinta damai. pengetahuan menjelaskan faktual. tanggung santun. dan humaniora dengan wawasan seni. serta berinteraksi secara efektif berinteraksi secara efektif memosisikan diri sebagai dengan lingkungan sosial dengan lingkungan sosial agen dan alam serta dalam dan alam serta dalam masyarakat transformasi dalam peradaban menempatkan diri sebagai menempatkan diri sebagai membangun cerminan bangsa dalam cerminan bangsa dalam bangsa dan dunia pergaulan dunia 3. budaya. 3. prosedural. peduli. ramah lingkungan. tanggung Mengembangkan 2. responsif dan proaktif) dan menunjukkan proaktif) dan menunjukkan proaktif). prosedural pengetahuan.mengamalkan ajaran agama mengamalkan ajaran agama mengamalkan ajaran agama yang dianutnya 2. menerapkan. dan konseptual. ramah lingkungan. menjelaskan dan faktual. kerjasama. gotong royong. menunjukkan sikap sebagai bagian dari sikap sebagai bagian dari sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai solusi atas berbagai solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam permasalahan bangsa dalam permasalahan bangsa.

Kompetensi Dasar adalah konten atau kompetensi yang terdiri atas sikap. konkret dan ranah abstrak konkret dan ranah abstrak dalam ranah konkret dan terkait dengan terkait dengan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang pengembangan dari yang pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah dipelajarinya di sekolah dipelajarinya di sekolah Kompetensi Dasar merupakan kompetensi setiap mata pelajaran untuk setiap kelas yang diturunkan dari Kompetensi Inti. Mencoba. pengetahuan. serta menerapkan terkait penyebab fenomena terkait penyebab fenomena pengetahuan prosedural dan kejadian. kebangsaan. Mata pelajaran sebagai sumber dari konten untuk menguasai kompetensi bersifat terbuka dan tidak selalu diorganisasikan berdasarkan disiplin ilmu yang sangat berorientasi hanya pada filosofi esensialisme dan perenialisme. dan mengolah. kebangsaan. Kompetensi tersebut dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik peserta didik. kemampuan awal. mengolah. Mata pelajaran dapat dijadikan organisasi 17 ∞ K u r i k u l u m 2 0 1 3 . kenegaraan. dan peradaban kenegaraan. dan 4. mengolah. Mencoba. dan ketrampilan yang bersumber pada kompetensi inti yang harus dikuasai peserta didik. terkait fenomena dan kenegaraan. kemanusiaan. dan peradaban kemanusiaan. dan 4.kemanusiaan. mencipta memecahkan masalah 4. serta pada bidang kajian yang menerapkan spesifik sesuai dengan bakat prosedural dan minatnya pengetahuan menerapkan pada bidang prosedural pengetahuan pada bidang untuk kajian yang spesifik sesuai kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah untukmemecahkan masalah Mencoba. serta ciri dari suatu mata pelajaran. serta dan kejadian. humaniora dengan wawasan humaniora dengan wawasan kebangsaan. menyaji dalam ranah menyaji dalam ranah menyaji. dan peradaban kejadian.

konten yang dikembangkan dari berbagai disiplin ilmu atau non disiplin ilmu yang diperbolehkan menurut filosofi rekonstruksi sosial. dan Kelompok Peminatan Bahasa. progresif atau pun humanisme.d. Lampiran 5F yang mencakup: mata pelajaran Wajib Kelompok A. 18 ∞ K u r i k u l u m 2 0 1 3 . Kelompok Peminatan Matematika dan Sains. Wajib Kelompok B. Kelompok Peminatan Sosial. Kompetensi Dasar SMA/MA untuk setiap mata pelajaran tercantum pada Lampiran 1A s. Kompetensi Dasar merupakan kompetensi setiap mata pelajaran untuk setiap kelas yang diturunkan dari Kompetensi Inti. Karena filosofi yang dianut dalam kurikulum adalah eklektik seperti dikemukakan di bagian landasan filosofi maka nama mata pelajaran dan isi mata pelajaran untuk kurikulum yang akan dikembangkan tidak perlu terikat pada kaedah filosofi esensialisme dan perenialisme.

Tantangan masa depan           Globalisasi: WTO. CAFTA masalahlingkunganhidup kemajuanteknologiinformasi konvergensiilmudan teknologi ekonomiberbasispengetahuan kebangkitanindustrikreatifdanbudaya pergeserankekuatanekonomidunia pengaruhdanimbasteknosains mutu. investasidantransformasipadasektorpendidikan Hasil TIMSS dan PISA b.BAB III PENUTUP A. ASEAN Community. antara lain : a. KESIMPULAN Pengembangan kurikulum yang terjadi di negara ini disebabkan oleh berbagai aspek. Kompetensi masa depan         Kemampuan berkomunikasi Kemampuan berpikir jernih dan kritis Kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan Kemampuan menjadi warga negara yang efektif Kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadapandangan yang berbeda Kemampuan hidup dalam masyarakat yang mengglobal Memiliki minat luas mengenai hidup Memiliki kesiapan untuk bekerja 19 ∞ K u r i k u l u m 2 0 1 3 . APEC.

 Memiliki kecerdasan sesuai dengan bakat/minatnya c. Barangkali keseriusan pemerintah dan orang-orang yang hidupnya bersinggungan dengan dunia pendidikanlah yang sekarang diperlukan untuk mencapai tujuan utama pendidikan yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Kerpek. 20 ∞ K u r i k u l u m 2 0 1 3 .) Gejolak masyarakat (social unrest) d. Persepsi masyarakat    Terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif Beban siswa terlalu berat Kurang bermuatan karakter B. hanya saja transfaransi tujuan dan hakekat perubahan dan perkembangan nya saja yang belum terpenuhi. SARAN Perkembangan dan perubahan kurikulum mungkin sudah sering dilakukan pemerintah.. Fenomena negatif yang mengemuka       Perkelahian pelajar Narkoba Korupsi Plagiarisme Kecurangan dalamUjian (Contek.

2013. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Pengembangan Kurikulum 2013. 2012.DAFTAR PUSTAKA Kompetensi Dasar Sekolah Menengah Atas (SMA) / Madrasah Aliyah (MA). Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan 21 ∞ K u r i k u l u m 2 0 1 3 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful