P. 1
Hakikat Peserta Didik Dalam Pendidikan Islam

Hakikat Peserta Didik Dalam Pendidikan Islam

|Views: 97|Likes:
Published by Sri Gus T
pendidikan agama
pendidikan agama

More info:

Published by: Sri Gus T on Mar 19, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/01/2013

pdf

text

original

HAKIKAT PESERTA DIDIK DALAM PENDIDIKAN ISLAM

1. HAKIKAT ANAK DIDIK Dalam perspektif filsafat pendidikan Islam, hakikat anak didik terdiri dari beberapa macam: 1. Anak didik adalah darah daging sendiri, orang tua adalah pendidik bagi anak-anaknya maka semua keturunannya menjadi anak didiknya didalam keluarga. 2. Anak didik adalah semua anak yang berada dibawah bimbingan pendidik di lembaga pendidikan formal maupun non formal, seperti di sekolah, pondok pesantren, tempat pelatihan, sekolah keterampilan, tempat pengajian anak-anak seperti TPA, majelis taklim, dan sejenis, bahwa peserta pengajian di masyarakat yang dilaksanakan seminggu sekali atau sebulan sekali, semuanya orang-orang yang menimba ilmu yang dapat dipandang sebagai anak didik. 3. Anak didik secara khusus adalah orang-orang yang belajar di lembaga pendidikan tertentu yang menerima bimbingan, pengerahan, nasihat, pembelajaran, dan berbagai hal yang berkaitan dengan proses kependidikan. Anak didik dapat dilihat dari beberapa tingkatan, misalnya anak didik dapat dilihat dari usia, sejak anak didik di taman kanak-kanak, tingkat SLTP-SMA, dan mahasisiwa yang berkaitan dengan usia anak didik. Demikian pula, anak didik dilihat dari perkembangan psikologisnya, misalnya perkembangan psikologis anak didik usia 12-15 tahun di SLTP berbeda dengan perkembangan psikologis anak didik usia 16-19 tahun di SMA, demikian pula perkembangan psikologis anak didik di perguruan tinggi, bahkan perkembangan cara berpikirnya pun berubah menuju kedewasaan berpikir, terutama dalam menyusun cara berpikir logis dan sistematis. Anak didik merupakan subjek utama dalam pendidikan. Para pendidik selalu berhubungan dengan anak didik, tapi setelah tugas pendidik selesai, anak didik dituntut mengamalkan ilmu dalam kehidupan bermasyarakat. Anak didik dituntut hidup mandiri, mampu menyelesaikan tugas-tugas pendidikan sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Tugas utama anak didik adalah belajar, menurut ilmu dan mempraktikkan ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Apabila anak didik menerima mata pelajaran ilmu agama Islam yang didalamnya terdapat materi ibadah shalat, ilmu yang diterimanya dapat menjadi penuntun kehidupan ibadahnya. Ilmu tentang shalat bukan hanya untuk dihafal, tetapi harus diamalkan, sebagaimana ilmu akhlak, mengajarkan tata cara berprilaku menurut ajaran Islam maka ilmu akhlak pun bukan untuk dihafal, tetapi untuk diamalkan dalamkehidupan sehari-hari. Dalam psikologi belajar, sebagaimana dikemukakan oleh Syaiful Bahri Djamarah (2002: 46) anak didik yang mengerti tugasnya dalam belajar adalah anak didik yang konsentrasinya penuh dalam memperhatikan pelajaran. Anak didik yang mendengarkan guru yang mengajar, memperhatikan dan mengarahkan pandangannya khusus kepada guru yang sedang mengajar di depan kelas. Aktivitas belajar demikian sangat membantu peningkatan pemahaman anak didik, tetapi perlu diperhatikan bahwa konsentrasi dalam belajar harus diiringi oleh fokusnya alam pikiran kepada yang dilihat dan didengar. Meskipun pandangan mata kearah guru yang sedang mengajar, jika pikirannya melayang-layang entah ke mana, tidak akan ada belajar. Karena

anak didik yang baru taraf pengenalan adalah anak didik yang masih dalam keadaan fitrah. 2. Anak didik adalah unsur manusiawi yang penting dalam kegiatan interaksi edukatif. Ia dijadikan sebagai pokok persoalan dalam dalam semua gerak kegiatan pendidikan dan pengajaran. pikiran yang melayang-layang dan kurang konsentrasi dalam belajar tidak mampu meregup penjelasan yang disampaikan oleh pendidik. tetapi belum begitu memahami ilmu pengetahuan yang dimaksudkan. sikap dan kepribadian anak didik ditentukan oleh pendidikan. Keberhasilan anak didik ditentukan tiga hal yang mendasar. misalnya tentang bentuk huruf. bahkan huruf pun belum mengenal. Pada kenyataannya. Hal itu menjadi tanggung jawab pendidik dalam memberikan warna bagi anak didiknya. pengalaman. dan lebih cerdas dalam memecahkan masalah. anak didik itu terdiri atas anak didik dengan sifat-sifat yang berbeda. Pendidikan merupakankebutuhan . mengetahui. Dalam perspektif filsafat pendidikan Islam. sebagaimana seorang bayi yang diazani ketika ia baru dilahirkan. Oleh karena itu. Sikap anak didik yang selalu konsentrasi dalam belajar. bunyi huruf. Anak didik yang baru mengenal dan mengetahuinya. Tumbuhnya sikap mental yang dewasa dan mampu menerapkan ilmu pengetahuan dalam kehidupan. sebelum memasuki lembaga pendidikan. dan tata cara menulis huruf.1. belum ada setitik dosa dalam kehidupannya. yang dilalui sejak masa kecil. Anak yang baru dilahirkan pun memerlukan pendidikan. 3. didiklah anak didik yang masih fitrah dengan nilai-nilai agama yang benar. Anak didik yang telah memahami ilmu pengetahuan dan mengamalkannya dalam kehidupan. memahaminya. 3. Anak didik yang sudah mengenal. anak didik yang berhasil adalah anak didik yang sikap mentalnya berubah menjadi lebih dewasa atau menjadi suri tauladan yang bagi umat manusia. orang tuannya bertindak sebagai pendidik pertama yang memperkenalkan semua ilmu yang awal bagi anak-anaknya. tetapi belum mengerti dan memahami sesuatu. 4. yaitu: Anak didik yang belum mengerti apa pun tentang ilmu pengetahuan atau anak didik yang hanya mengenal sesuatu. Pada umumnya. tetapi belum mengamalkannya dalam kehidupan. tetapi ia adalah manusia yang mempunyai akal. yaitu: Sikapa anak didik yang mencintai ilmu dan pendidiknya. 1. anak didik adalah kunci yang menentukan untuk terjadinya interaksi edukatif. Anak didik adalah setiap orang yang menerima pengaruh dari seseorang atau sekelompok orang yang menjalankan kegiatan pendidikan. anak didik memiliki kedudukan yang menempati posisi yang menentukan dalam sebuah interaksi. bahkan sejak ia dalam kandungan ibunya. lebih dewasa. Jadi. dan latihan-latihan. keberhasilan pendidikan atau keberhasilan belajar adalah terjadinya perubahan mentalitas anak didik menjadi lebih baik. 2. Anak didik bukan binatang. Menurut aliran kognitivisme. Anak didik yang duduk di taman kanak-kanak atau sekolah dasar sesungguhnya sebagai anak didik yang belum mengerti dan memahami sesuatu. Dengan demikian. Oleh karena itu. Sebagai pokok persoalan. Guru tidak mempunyai arti apa-apa tanpa kehadiran anak didik sebagai subjek pembinaan. demikian pula dengan angka.

ia akan baik. dan emosional. anak dalam kandungan memenuhi tuntutan kejiwaannya untuk mencapai perkembangan tertentu. Hubungan batin antar ibu dan anak dala kandungan tejalin erat sekali. baik-tidaknya sikap seseorang ditentukan oleh dua faktor tersebut. 2005:53) Syaiful Bahri Djamarah mengatakan.hidup dan tuntutan kejiwaan. Bakat akan tumbuh dan berkembang pada situasi yang sesuai. Lingkungan dapat dijadikan tempat untuk kematangan jiwa seseorang. baik secara fisik maupun mental. setan tidak ikut campur (menurut ajaran islam). Anak yang baru lahir selalu menuntut penyempurnaan dirinya. bakat kurang berperan penting dalam membentuk pribadi anak karena bakat tak mampu tumbuh dan berkembang pada situasi yang tak sesuai. Bakat dan mental yang diwariskan orang tuanya merupakan benih yang perlu dikembangkan. Bakat atau sifat keturunan dengan interaksi lingkungan memengaruhi perkembangan anak. Dengan demikian. yang mengatakan bahwa gen mengatur sifat menurun tertentu yang mengandung satuan informasi genetika. Begitu besarnya pengaruh ibu terhadap anak sehingga pendidikan anak dapat dilahirkan selama dalam kandungan. 1. Gen ini meupakan satuan kimia yang diwariskan dalam kromosom yang dengan interaksi lingkungan memengaruhi atau menentukan perkembangan suatu individu. tetapi tergantung pada lingkungan. mental. Demikian juga. bahkan sejak ia dalam kandungan. harus sudah mengalkulasikan bagaimana anak-anak yang akan mereka lahirkan nanti. Makanan ibu yang mengandung akan menjadi vitamin anak kelak. Demikian juga. tetapi ia tak berdaya dan tak mampu. Perkembangan dan kematangan jiwa seseorang anak dipengaruhi oleh faktor pembawaan dan lingkungan. Tiga perbedaan tersebut adalahsebagai berikut. Muttaqin. Anak yang baru lahir memawa sifat-sifat keturunan.E. Semua anggota jasmani membutuhkan bimbingan untuk tumbuh. Perbedaan Biologis .H. Demikian juga. mengatakan bahwa anak harus diberikan pendidikan sedini mugkin. Pendekatan filosofis dalam memahami karakteristik anak didik adalah tiga perbedaan anak didik yang dihadapi.Z.” Anak yang baru lahir belum mampu menghadapi kehidupan. Anak dalam kandungan melalui ibunya mengalami proses pematangan diri. jiwanya membutuhkan bimbingan untuk berkembang sesuai iramanya masing-masing sehingga suatu waktu anak mampu membimbing diri sendiri. tetapi juga terkandung benih watak dan tabiat calon anak. merupakan cara yang paling tepat dalam proses pembentukan anak di masyarakat. Pendapat ini didukung pula oleh William Stern dengan teori konvergensinya. perpaduan antara bakat yang dibawa dari kelahiran serta pe. Anak yang tumbuh dan berkembang di lingkungan yang baik. Demikian juga sebaliknya. (Syaiful Bahri Djaramah. Dengan perantaraan ibu. Hal ini identik dengan pendapat Morgan. baik fisik. karena dalam tetes air suci (ovum/mani) yang tersimpan dalam rahim istri tidak terdiri dari bahan-bahan jasmaniah semata. Perkembangan dalam arti kuantitatif maupun kualitatif. K. bahkan sejak kedua orang tuanya memasuki jenjang perkawinan. Kegoncangan emosional dan keterbatasan makan yang dilakukan ibu memengaruhi perkembangan anak secara keseluruhan. kelakuan ibu dan bapak akan menjadi vitamin jiwa calon anak.ndidikan yang tepat. Pergaulan suami istri diawali dengan doa agar dengan doa itu.

Oleh karena itu dibutuhkan sinergitas antara anak didik dengan semua lingkungan disekitarnya. dan kemampuan untuk memahami hubungan dan mempelajarinya dengan cepat. Peserta didik bukan miniature orang dewasa. akan menyebabkan anak didiknya menjadi kurang menyukai pendidiknya secara pribadi. yakni William Stern. kemampuan untuk menggunakan konsep yang abstrak secara efektif. disingkat dengan IQ. Pembagian itu adalah: 1. intelegensi merupakan daya untuk menyesuaikan diri secara mudah dengan keadaan baru dengan menggunakan bahan-bahan pikiran yang ada menurut tujuannya. Oleh sebab itu. dikembangkanlah instrument yang dikenal dengan istilah test inteligensi dan gambaran mengenai hasil pengetesan kemudian dikenal dengan intelegence quotient. Bebal (debil) 50-70 6. Bahkan buku bacaan yang diwajibkan kepada anak didik agar dibaca dan dipelajari akan memberikan pengaruh psikologis anak didiknya. semua yang berkaitan dengan lingkungan anak didik memberikan pengaruh kepada anak didik secra langsung atau tidak langsung. pendidikan berjalan kurang sempurna. Normal (biasa) 90-110 4. hasil bagi yang diperoleh dari pembagian umur kecerdasan dengan umur sebenarnya menunjukkan kesanggupan rata-rata kecerdasan seseorang. 2. Perbedaan Psikologi Keadaan psikologi anak didik dipengaruhi oleh lingkungan keluarga. Jika pendidik kurang memperhatikan perihal tersebut. Berdasarkan hasil tes inteligensi (intelligence quotient). Pusung (idiot) dibawah 30 3. Dungu (imbicil) 30-50 7. Untuk mengetahui tinggi rendahnya intelegensinya seseorang. yang harus disesuaikan dalam proses pendidikan. Pintar (begaaf) 110-140 3. dan keadaan biologis lainnya. mungkin ada yang tubuhnya cacat. ia mempunyai dunia sendiri. Beberapa hal yang terkait dengan hakikat peserta didik yaitu: 1. Para pendidik secara langsung dapat mempengaruhi psikologis anak didik. . Perbedaan Intelektual Menurut Syaiful Bahri Djamarah (2005:57). Keaktualan itu karena intelegensi adalah unsure yang ikut mempengaruhi keberhasilan belajar anak didik. Luar biasa (genius) IQ diatas 140 2.Perbedaan biologis berkaitan dengan keadaan jasmani yang normal. mudah tersinggung dan kurang kreatif. Menurut ahli psikologi. lingkungan social. Kurang pintar 70-90 5. intelegensi merupakan salah satu aspek yang selalu aktual untuk dibicarakan dalam dunia pendidikan. dan tentu oleh lingkungan sekolahnya. misalnya pendidik yang terkesan galak. Peserta didik mengikuti periode-periode perkembangan tertentu dan mempunyai pola perkembangan serta tempo dan iramanya. 2. Intelegensi adalah kemampuan untuk memahami dan beradaptasi dengan situasi yang baru dengan cepat dan efektif.

2004:102). c. 6. rasa bebas. Ada beberapa aspek peserta didik yang harus diperhatikan dalam pendidikan Islam. bukanlah sesuatu yang tidak penting. Hidayah hissiyyah yaitu potensi berupa kemampuan indrawi sebagai penyempurnaan hidayah pertama. baik perbedaan yang disebabkan dari faktor endogen(fitrah) maupun eksogen(lingkungan) yang meliputi segi jasmani. yaitu: a. Potensi peserta didik yang harus diaktualisasikan. rasa harga diri dan realisasi diri. 1993: 177-181). 4. Hidayah aqliyah yaitu potensi akal sebagai penyempurnaan dari kedua hidayah diatas. sukses dan kebutuhan akan sesuatu kekuatan pembimbing atau pengendalian diri manusia. Dalam segi rohaniah sianak mempunyai bakat-bakat yang masih harus dikembangkan. Hidayah diniyah yaitu petunjuk agama berupa keterangan tentang hal-hal yang menyangkut keyakinan dan aturan perbuatan yang tertulis dalam Al-Quran dan Sunnah. Peserta didik dipandang sebagai kesatuan system manusia walaupun terdiri dari banyak segi tetapi merupakan satu kesatuan jiwa raga. minum dan sebagainya maupun kebutuhan rohaniah (sekunder) yang meliputi kebutuhsn kasih sayang. Peserta didik merupakan objek pendidikan yang aktif dan kreatif serta produktif. inteligensi. Kebutuhan peserta didik baik kebutuhan jasmani (primer) seperti makan. social. rasa kasih saying. d. Siterdidik memegang peranan yang penting pula. mendengarkan saja(Abdul Mujib dan Muhaimin. Kebutuhankebutuhan peserta didik inilah harus diperhatikan oleh setiap pendidik sehingga peserta didik tumbuh dan berkembang mencapai kematangan psikis dan fisik. Adapun kebutuhan yang paling esensi adalah kebutuhan terhadap agama. Ia memiliki jasmani yang belum mencapai taraf kematangan baik bentuk. Hidayah wujdaniyah yaitu potensi yang berwujud insting atau naluri yang melekat dan langsung berfungsi pada saat manusia dilahirkan dimuka bumi ini.3. Seseorang yang belum dewasa. perasaan dan pikiran yang belum matang. ukuran maupun perimbangan bagian-bagiannya. e. misalnya. 5. bakat. b. sehingga manusia disebut dengan makhluk yang beragama(homo religious). Anak didik bukanlah sebagai objek pasif yang biasanya hanya menerima. Namun demikian tidaklah seluruh persoalan pendidikan tergantung kepada sipendidik. Peranan ini makin lama makin besar dan pada masa dewasa seluruh pertanggung jawab terletak dibahu siterdidik sendiri. mengandung banyak sekali kemungkinankemungkinan untuk berkembang baik jasmani maupun rohani. Ia yang memiliki apa-apa yang akan dikembangkan. Dalam proses pendidikan kedudukan sebagai siterdidik. Peserta didik mempunyai kebutuhan diantaranya kebutuhan biologis. rasa aman. rasa harga diri. minat. dan lingkungan yang memepengaruhinya. Hidayah Taufiqiyah yaitu hidayah khusus yang diharapkan diberikan Allah petunjuk Allah yang lurus berupa hidayah dan taufik agar manusia selalu berada dalam keridhaan Allah (Ramayulis. mempunyai kehendak. Kalau perkembangan kepribadian sianak berjalan normal maka makin dekat ke . 2. ia yang akan mengolah apa-apa yang akan diajarkan kepadanya. Peserta didik memilki perbedaan antara individu dengan individu yang lain. akan rasa aman. diantaranya: 1. sehingga memiliki kemampuan berpikir dan berkreasi menemukan ilmu pengetahuan.

a. murid mendahului memberi salam kepada gurunya. jangan tertawa bila berbicara di depan guru. Wajib untuk menghormati guru dan bekerja untuk kerelaan guru. berbangga-bangga memuji diri dan menghiasi diri dengan akhlak mulia seperti benar. Thasy Kubra Zadeh memperingatkan pelajar supaya tidak menganggap rendah sedikitpun pengetahuan-pengetahuan apa saja dengan sebab ia tidak mengetahuinya tetapi ia harus mengambil bagian-bagian dari ilmu yang pantas baginya dan tingkatan yang wajib baginya. dengan kata lain akan dapat diharapkan bahwa pertanggungjawab (titik berat peranan) akan makin beralih kepadanya. Dinasehatkan agar pelajar tabah dalan memperoleh ilmu pengetahuan dan supaya merantau. Bersih hati maksudnya menjauhkan diri dari sifat-sifat tercela. mendekatkan diri dengan Tuhan. „‟kedewasaan‟‟ gejala berdiri sendiri jasmaniah rohaniah akan makin jelas Nampak. b. Kemudian disamping itu ia harus bertekad untuk belajar sampai akhir hayatnya dan supaya merantau ke negeri-negeri yang jauh untuk mencari guru. Para pelajra juga dinasehatkan dan dibekali dengan petunjuk-petunjuk diantaranya: Seorang murid harus membersihkan hatinya dari kotoran sebelum ia menuntut ilmu. seperti dengki. Hendaklah tujuan belajar itu ditujukan untuk menghiasi ruh dengan sifat keutamaan. jangan berlari dibelakangnya bila berlari dijalanan. karena belajar adalah semacam ibadah dan tidak sah ibadah kecuali dengan bersih hati. Az-Zarnuzi menjelaskan pelajar harus patuh kepada guru. Sesuai dengan itu pula Al-„Abdari menasehatkan para pelajar agar jangan mengganggu guru dengan memperbanyak pertanyaan bila ia memang tidak suka dengan demikian. Diposkan oleh Nur Hamidah di 23:46 Tidak ada komentar: Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Jumat. takabbur. sebagian dari kewajiban pelajar ialah jangan berjalan di depan guru. c. dan bukan untuk bermegah-megah dan mencari kedudukan. ikhlas. benci. dan jangan berbicara kecuali sudah mendapat ijin dari dia. dengan mempergunakan bermacam-macam cara. yang pantas disebut disini adalah mempermudah jalan tercapainya ilmu pengetahuan tanpa membedakan diantara orang-orang kaya dengan oranng-orang miskin. dan jangan bercakap banyak di depannya. d. 30 September 2011 TAUHID SEBAGAI LANDASAN ILMU BAB I . merendahkan diri dan ridha. menghasut. dan dalam hal ini ia berkata. taqwa. Dalam hal ini Ghazali mengemukakan beberapa nasehatnya yaitu. jangan duduk di tempat guru. Islam menjelaskan hak-hak para pelajar yang utama.

ditinjau dari segi amal perbuatannya. yaitu: 1. dan membedakan yang baik dan buruk. Al-Ma‟sum dalam sabdanya. Orang-orang yang mengabaikan sebagian amal perbuatan yang wajib serta melanggar sebagian yang meelanggar sebagian larangan (memcampuradukkan amal perbuatan baik dan buruk). dan sebagian yang sunat. keistimewaan umat Muhammad adalah akan memperoleh rahmat yang khusus dari Allah diakhirat kelak. Orang-orang yang menunaikan semua amal perbuatan wajib dan meninggalkan semua larangan. meninggalkan semua larangan. ‫ﻜﻨﺗﻢ ﺧﻴﺮ ﺃﻣﺔ ﺃﺧﺮﺠﺖ ﻠﻠﻨﺎﺱ ﺘﺄﻣﺮﻮﻦ ﺑﺎﻠﻣﻌﺮﻮﻑ ﻮﺘﻨﻬﻮﻦ ﻋﻦ ﺍﻠﻣﻧﻜﺮ ﻮﺘﺆﻣﻨﻮﻦ ﺑﷲ‬ Yang artinya: kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia. . benar-benar menyempurnakan keyakinan mereka dengan pernyataan Nabi saw. sebagaimana yang tercantum dalam Alqur‟an surah Al-fathir ayat 32-35. Itulah yang diisyaratkan dengan saabiqun bilkhairati (orang-orang yang mendahului dalam kebaikan). menyuruh kepada yang ma‟ruf dan mencegah dari yang munkar. Umat islam adalah umat terbaik[1]. Itulah orang yang diisyaratkan dengan menganiaya diri diri sendiri (zalimun li nafsih). Umat Muhammad kalau yang. Sumber ajaran Islam adalah wahyu Allah yang disampaikan oleh Malaikat Jibril kepada manusia melalui Nabi Muhammad saw sebagai Rasulullah. Nabi saw bersabda. Sedang orang yang menganiaya diri sendiri akan masuk surga dengan syafaat Nabi besar Muhammad saw. 2. Allah membawa petunjuk yang lebih unggul dari agama-agama lain. Pada hakikatnya umat islam membawa ajaranajaran bukan hanya mengenai satu segi saja. 3. Berkata. ada tiga macam. Ibnu Abbas ra. melebihi atau membandingi pancaran iman yang dianugerahkan kepada umat Muhammad. Sebagai ideologi (keyakinan) yang menawarkan Islam kaffah (menyeluruh).PEMBAHASAN 1. Manusia adalah umat terbaik sesuai dengan Al-qur‟an surat Al-imran ayat 110. dan beriman kepada Allah. Diantara keutamaan dan kemuliaan umat Muhammad adalah bahwa[2] Allah swt. yaitu islam yang dibawa Nabi besar Muhammad SAW. semua yang makruh. “belum pernah ada umat yang dikaruniai keyakinan yang lebih sempurna daripada keyakinan yang dikaruniakan kepada Nabi Muhammad” (Al-Hakim dari Sa‟id bin Mas‟ud). Bahkan keberadaan umat islam ditempatkan Allah sebagai umat terbaik diantara umat lain. Itulah yang diisyaratkan dengan muqtasid (sedang dalam amal perbuatannya). tetapi mengenai berbagai segi kehidupan manusia yang ajaran-ajarannya bersumber dari Al-qur‟an dan Hadits. Dengan akalnya manusia dapat memahami ayat-ayat Allah. Belum pernah ada umat yang hatinya memperoleh pancaran iman untuk ma‟rifat kepada Allah Ta‟ala dan untuk meningkatkan amal perbuatan mereka sehin gga menghadapi urusan akhirat bagi mereka sama menghadapi urusan kenyataan. Orang yang pertengahan amal perbuatannya akan masuk surge dengan rahmat karunia Allah.1 TAUHID SEBAGAI LANDASAN ILMU Islam memberikan kedudukan yang sangat tinggi kepada akal manusia. orang-orang yang mendahului dalam kebaikan akan masuk surga tanpa hisab. tetapi kadan-kadang suka meninggalkan perbuatan sunat dan melakukan yang makruh. Orang-orang yang mengerjakan semua amal perbuatan wajib. Manusia memiliki status ciptaan Allah yang paling baik.

Seseorang yang menjadi Islam berarti mengerjakan segala sesuatu seperti yang dikehendakiNya dan demi dia semata-mata. maupun akhlak budi pribadinya. Karena Dia adalah Pencipta dan Hakim. maupun perbuatan-Nya (tak seorang pun dapat melakukan perbuatan seperti yang dilakukan Allah). Allah menurunkan agama yang benar. Allah sebagai Rabbul Alamin yaitu sebagai pencipta alam beserta segala isinya. 2. Dan manusialah yang mengusahakan bagaimana mengembangkan bakat kognitif. Tetapi manusia tidak boleh sombong karena hakikatnya Allah yang memberikan ilmu oengetahuan yang dimiliki manusia tersebut. Berdasarkan pemahaman tersebut kita mengetahui bahwa Allah adalah Rabb bagi semesta alam dan sumber kebenaran. Tauhid merupakan penegasan dari kesatupaduan sumber-sumber kebenaran. Rabb artinya mendidik dimana Allah sebagai pendidik. untuk menetapkan status didunia dan diakhirat nantinya. Ilmul yaqin yaitu keyakinan yang diperoleh dari jalan pikiran yang sehat disertai bukti-bukti yang nyata. yaitu Islam. dan bahwa Dia itu Esa. ilmu pengetahuan bersumber dari Allah semata. 3. Allah itu Esa dalam Dzat (tak ada Tuhan lebih dari satu dan tak ada sekutu baginya). Jadi setiap orang yang meragukan kebenaran Allah. Menurut AlFaruqi sebagai prinsip pengetahuan. dan sebagai sumber kebenaran adalah Allah swt adalah perbuatan syirik. Haqqul yaqin adalah keyakinan pandangan yang telah menyatu.Para ulama berbeda pendapat bahwa keyakinan itu ada tiga macam. Al-Faruqi berpendapat menjadi seorang muslim berarti bahwa didalam kesadaran kita senantiasa mengingat Allah. Islamisasi ilmu pengetahuan pada hakikatnya ingin menghubungkan kembali ilmu pengetahuan dan agama dalam visi modern dan memandang ilmu pengetahuan sebagai upaya manusia untuk membuka rahasia-rahasia sunatullah yang semuanya disadari oleh kesadaran bahwa agama dan ilmu pengetahuan merupakan Karunia Allah kepada manusia. sebab Dia adalah penciptanya dan secara pasti pula Dia adalah sumbernya. yaitu ilmul yaqin. Ajaran keesaan Allah atau tauhid menjadi dasar bagi pengetahuan dalam Islam. sebagai pedoman hidup manusia. Setiap muslim mengawali pengetahuannya dengan menegaskan keesaan Allah SWT. sifat (tak ada dzat lain yang memiliki sifat-sifat ketuhanan yang sempurna). yaitu yang diperoleh berdasarkan tuntunan Allah melalui wahyu (Al Quran) dan tanda-tanda kebesaran Allah yang ada di alam semesta. tidak ada perbedaan diantara yang gaib dan yang lahir. dan pengetahuanNya adalah mutlak dan universal. ainul yaqin. Tauhid adalah inti ajaran Islam sehingga islamisasi ilmu tidak memiliki cara lain kecuali diawali dari akidah tauhid (mengesakan Allah) yang benar. Makna dari memahaminya adalah mengakui bahwa: 1. dan haqqul yakin. Tuhan itu ada dan Dia-lah Allah. Maka. Allah hanya memberi fasilitas hidup bagi manusia dengan kelengkapan diri manusia tersebut. Allah-lah yang paling tahu apa yang baik dan benar bagi manusia. Tuhan adalah pencipta alam dari mana manusia memperoleh pengetahuannya. tauhid adalah pengakuan bahwa Allah sebagai kebenaran Al-Haq itu ada. . psikomotorik. Ajaran tauhid mendorong agar manusia terus belajar untuk mendapatkan pengetahuan dan dalam prosesnya kita tetap memegang prinsip dan nilai-nilai Islam yang menjadi pedoman mengembangkan ilmu pengetahuan. Tuhan mengetahuinya secara pasti. Objek pengetahuan adalah pola-pola alam yang merupakan hasil karya Tuhan (kehendak dan kuasanya). Ainul yaqin adalah memandang hal yang gaib sama dengan memandang yang lahir.

Artinya seorang ilmuwan hanya meneliti. yakni tidak ada kontradiksi yang hakiki. karena dia menegaskan kesatupaduan antara dua sumber kebenaran. karena prinsip ini menjadikan segala sesuatu dalam agama terbuka untuk diselidiki dan dikritik. Tapi penemuan itu juga harus ditinjau kembali pemahamannya. Prinsip kedua. Penolakan kontradiksi-kontradiksi hakiki. 3. Dalam agama Islam boleh menyelidiki sesuatu yang ingin diketahui lebih jelas kebenarannya tentang ilmu pengetahuan tersebut. Dengan demikian. Jika benar dia harus rendah hati karena yang memberikan pengethuan kepada dirinya juga Allah SWT. Hal yang dikatakan Darwin tidak sesuai dengan wahyu Allah dalam Alqur‟an. seorang muslim adalah seorang rasionalis. yang mengetahui kebenarannnya hanya Allah semata. Maka dari usia kanak-kanak pendidikan itu diawali dari keluarga karena keluarga memberikan peran yang sangat penting untuk menyiapkan fungsi anak dalam masyarakat. Yang tidak boleh diselidiki adalah bagaimana zat Tuhan sebenarnya.Al-Faruqi menjelaskan prinsip metodologi. ia mengatakan bahwa manusia keterunan dari kera/monyet. Jelas saja itu tidak benar karena manusia adalah ciptaan Allah melalui Nabi Adam diciptakan Allah kemudian manusia adalah keturunannya. Jadi Allah lah yang lebih besar dalam kebenaran tersebut. Prinsip ketiga. Prinsip ini mendorong kaum muslimin kepada sikap rendah hati intelektual. 2. dan tidak meyakini bahwa Allah itu ada. Prinsip pertama meniadakan kebohongan dan penipuan dalam Islam. manusia juga senantiasa memiliki kesadaran diri dan kemampuan belajar. artinya akal menerima pengetahuan tersebut. Keterbukaan bagi bukti yang baru. kita mengetahui Allah cukup hanya dengan sifat-sifatnya saja. apakah benar pemahaman penelitiannnya tersebut atau tidak. Penolakan terhadap segala sesuatu yang tidak berkaitan realitas. tauhid terdiri dari tiga prinsip. Dan tentunya diterima masyarakat dengan senang hati. tauhid sebagai kesatuan kebenaran yaitu keterbukaan terhadap bukti yang baru atau yang bertentangan. Segala apapun yang terjadi dalam ilmu pengetahuan. Sebagai makhluk hidup. Tetapi ilmu pengetahuan yang masih bisa bersifat bisa diselidiki. Rangkaian perjalan waktu pada usia anak-anak. dan tidak juga sesuai dengan akal yang diberikan Allah SWT. yaitu: 1. atau dengan penemuan-penemuan dalam penelitian atau pengetahuan rasional. Kebenaran yang lebih besar hanya dapat dikuasai sepenuhnya dimanapun dan disaat kapanpun oleh Allah SWT. Jika wahyu bertentangan dengan mungkin bertentangan dengan akal. Dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan manusia dapat membina kepribadian yang seutuhnya dalam masyarakat. Karena jika kita menyelidikinya akan melanggar. tidak ada kebohongan dalam Islam. yaitu wahyu dan akal yang berasal dari Allah SWT. kemudian seseorang belajar menguasai pengetahuan dan keterampilan untuk mempertahankan kehidupan. Akan muncul ungkapan wallahu a‟lam ( Allah yang lebih tahu). atau bertentangan. maka Islam menyarankan kepada para peniliti/ilmuwan agar meninjau kembali pemahamannya atas wahyu atau penemuan rasionalnya atau kedua-duanya. . Contoh: misalnya asal-usul manusia menurut Darwin. Penemuanpenemuan yang disselidiki oleh para ilmuwan harus rasionalisme artinya teruji kebenarannya dan bisa dipahami dengan akal.

Mendidik anak agar beramal di dunia ini untuk memetik hasil di akhirat.2 DIMENSI KEILMUAN PENDIDIKAN ISLAM Allah adalah pendidik yang Maha Agung bagi Manusia. Peranan ini berkaitan erat dgn kelanjutan hidup masyarakat sendiri. Bahkan seluruh alam diperuntukkan bagi kebaikan dan kehidupan manusia. psikomotorik maupun akhlak budi pribadi untuk menetapkan status. merupakan usaha yg sistimatis pragmatis dan metodologis dalam membimbing anak didik atau tiap individu dalam memahami menghayati dan mengamalkan ajaran islam secara utuh demi terbentuk kepribadian yg utama menurut ukuran islam. Pendidikan Islam merupakan pendidikan yg bertujuan membentuk individu menjadi makhluk yg bercorak diri berderajat tinggi menurut ukuran Allah dan isi pendidikan adl mewujudkan tujuan ajaran Allah (Djamaluddin 1999: 9). dan renungan manusia tentang suatu proses penanaman benih baru atau proses transformasi dan usaha mengembangkan bakat serta kemampuan seseorang baik kawasan kognitif. kepribadian yg memiliki nilai-nilai agama Islam memilih dan memutuskan serta berbuat berdasarkan nilai-nilai Islam dan bertanggung jawab sesuai dgn nilai-nilai Islam. Sebagai pendidik dan pemberi yang Maha Agung. 2. atau kehendak Allah swt. Landasan filosofis pendidikan dalam islam adalah filsafat pendidikan islam.1. Pendidikan islam yaitu bimbingan jasmani dan rohani menuju terbentuk kepribadian utama menurut ukuran-ukuran Islam. Menurut Drajat (1987:123) filsafat pendidikan ialah pikiran. Setelah diciptakan dengan kelengkapan pancaindra. Pemikiran fundamental tentang pendiikan Islam adalah filsafat pendidikan Islam. Menurut Hasan Langgulung yg dikutip oleh Djamaluddin (1999) Pendidikan Islam ialah pendidikan yg memiliki empat macam fungsi yaitu :  Menyiapkan generasi muda untuk memegang peranan-peranan tertentu dalam masyarakat pada masa yg akan datang. pandangan. ia merupakan suatu upaya atau proses yg dilakukan secara sadar dan terencana membantu peserta didik melalui pembinaan asuhan bimbingan dan pengembangan potensi mereka secara optimal agar nanti dapat memahami menghayati dan mengamalkan ajaran islam sebagai keyakinan dan pandangan hidup demi keselamatan di dunia dan akhirat. afektif. Allah juga memberikan agama untuk membimbingnya.    Memindahkan ilmu pengetahuan yg bersangkutan dgn peranan-peranan tersebut dari generasi tua kepada generasi muda. manusia diberi ruh untuk hidup. bermakna sebagai suatu proses pendidikan yang panjang dalam mengaktualisasikan potensi setiap pribadi sesuai nilai-nilai. kedudukan dan fungsinya dalam alam semesta maupun akhirat nanti. Yang dimaksud dengan pendidikan Islam disini adalah : 1. Dia Maha pengasih lagi Maha penyayang kepada semua makhlukNya. Dengan pengertian lain Pendidikan Islam merupakan suatu bentuk kepribadian utama yakni kepribadian muslim. . sedangkan landasan pendidikan Islam adalam ilmu pendidikan Islam. Memindahkan nilai-nilai yg bertujuan untuk memilihara keutuhan dan kesatuan masyarakat yg menjadi syarat mutlak bagi kelanjutan hidup suatu masyarakat dan peradaban. Allah memberikan berbagai fasilitas hidup bagi manusia.

falsafah negaranya. Penyakit ini bisa disembuhkan ajaran islam. Pendidikan adalah proses sosialisasi untuk mencapai kompetensi pribadi dan sosial sebagai dasar untuk mengembangkan potensi dirinya sesuai dengan kapasitas yang dimilikinya dalam mengembangkan potensi dirinya sesuai dengan kapasitas yang dimilikinya dalam mengisi berbagai peran dan pekerjaan dimasyarakat. diperlukan para guru pendidikan agama islam dan guru-guru muslim yang profesional. merupakan segala upaya pembinaan dan pengembangan potensi anak didik utk diarahkan mengikuti jalan yg islami demi memperoleh keutamaan dan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. sehingga eksistensi suatu bangsa dan kemajuan peradabannya merupakan hasil dari keberhasilan penyelenggaraan pendidikan[3].untuk menjamin supaya pendidikan itu benar dan proses kegiatannya berlangsung secara efektif maka dbutuhkan adanya landasan filosofis dan landasan ilmiah sebagai asas normatife dan pedoman pelaksanaan pembinaan kepribadian anak-anak muslim. keluarga. terampil mengajarkan ilmu pengetahuan. Aktivitas untuk mewariskan dan mengembangkan kebudayaan islam yang utama dilakukan melalui pendidikan keluarga muslim. dan sebagai pemberi teladan. penyelenggara pendidikan yang utama adalah keluarga yang mempunyai tanggung jawab mendidik anak dengan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi kehidupannya kelak. Para guru muslim menguasai apa yang diajarkan. Kelurga merupakan tempat sebaik-baiknya untuk melakukan pendidikan baik pendidikan individual maupun pendidikan sosial. guru-guru dan orang yang bekerja dalam bidang pendidikan. Pendidikan sebagai proses atau upaya memanusiakan manusia pada dasarnya adalah upaya mengembangkan kemampuan potensi individu sehingga memiliki kemampuan hidup optimal baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat serta memiliki nilai-nilai moral religius dan social sebagai pedoman hidupnya. psikis. sosial dan moral. Karena hal tersebut akan mewarnai perbuatan mereka secara arif dan bijaksana dan bijak. Untuk mengoptimalkan proses dan hasil pendidikan islam. falsafah bangsa.3. 1. Peran orang tua sebagai penuntun. menghubungkan usaha-usaha pendidikannya dengan falsafah umum. dan memilki integritas kepribadian. Begitu pentingnya fungsi pendidikan bagi pribadi. Keluarga tempat pendidikan yang paling sempurna sifatnya dan keberadaannya untuk melangsungkan pendidikan kearah pembentukan pribadi yang utuh. Kelangsungan hidup suatu bangsa tidak hanya aspek pisik. Filsafat pendidikan harus mampu memberikan pedoman kepada perencana pendidikan. sosial dan kultural menjadi tanggung jawab pendidikan. Serta mengajarkan moral yaitu tanggung jawab yang meliputi nilai-nilai religious spiritual yang dijiwai Ketuhanan yang Maha Esa disamping didorong oleh kesadaran memelihara martabat dan kehormatan keluarga. masyarakat dan bangsa. Dimensi keilmuan . pengajar. Demikian pula sejarah kehancuran merupakan kegagalan pendidikan dalam menjalankan fungsinya. tetapi sekaligus. Pendidikan juga dipandang sebagai usaha sadar yang bertujuan untuk mendewasakan anak. bila dipahami ilmu dan perkembangannya. Kedewasaan intelektual.3 ILMU PENDIDIKAN ISLAM DAN GURU PROFESIONAL Umat islam saat ini telah terlanda penyakit jumud (kebekuan) dan penyakit kemunduran. tidak semata-mata kedewasaan dalam arti fisik.

Sebaliknya guru adalah teladan bagi anak didiknya. 1995: 14). jika guru sendiri tidak bertakea kepadanya. Banyak yang pandai berbicara tertentu. b. guru di sekolah atau pimpinan di masyarakat. guru juga dibekali pendidikan khusus untuk menjadi guru dan memiliki keahlian khusus yang diperlukan sesuai dengan profesinya. hakim. Ilmu pendidikan Islam harus mampu . namun orang itu belum dapat disebut sebagai seorang guru (Hamalik. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa Guru sesuai dengan tujuan ilmu pendidikan islam tidak mungkin mendidika anak didik bertakwa kepada Allah SWT. 2007: 42). Dengan kata lain pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang khusus dipersiapkan untuk itu dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak dapat memperoleh pekerjaan lain (Sudjana. mengenai persayaratan guru tersebut meliputi: a. maka Allah akan memudahkan jalan baginya untuk menuju surga (Al-Hadits). prinsip dan teori pendidikan islam benarbenar diaplikasikan oleh para pengelola dan guru. Dari persyaratan di atas menunjukan bahwa guru sebagai pendidik profesional mempunyai citra yang baik di masyarakat apabila dapat menunjukan kepada masyarakat bahwa guru layak menjadi panutan atau tauladan bagi masyarakat di sekelilingya (Soejipto. kata profesional berasal dari kata sifat yang berarti pencaharian dan sebagai kata benda yang berarti orang yang mempunyai keahlian seperti guru. baik pendidik maupun yang didik tergolong dalam kelompok orang yang disediakan jalan menuju surga. Seseorang guru selain memiliki pengetahuan atau wawasan mengenai pendidikan juga harus dibekali dengan persyaratan tentang profesionalisnya itu. Sehat jasmani Kesehatan jasmanikerapkali dijadikan salah satu syarat bagi mereka untuk menjadi guru. pekerjaan ini tidak dapat dikerjakan oleh sembarang orang tampa memiliki keahlian sebagai seorang guru. Dari hadits ini. c. dan sebagainya” (Usman. Ketiga persyaratan tersebut diharapkan telah demiliki oleh seorang guru sehingga ia mampu memenuhi fungsi sebagai pendidik profesional yakni pendidik bangsa. 2000: 32). Berkelakuan baik Budi pekerti guru penting dalam pendidikan watak anak didik. Didalam konsep. guru harus menjadi tauladan bagi siswa didiknya karena anak-anak cenderung bersifat meniru (Djamarah. Karena itu. 1988: 14) Setiap guru profesional menguasai pengetahuan yang mendalam dalam spesialisnya. ilmu menjadi sarana meninggikan keimanan. Karena itu dalam era kontemporer harus diusahakan semakin banyak lembaga pendidikan islam yang yang berkualitas dan unggul. Penguasaan pengetahuan ini merupakan syarat yang penting disamping keterampilanketerampilan lain. Pekerjaan guru adalah suatu profesi tersendiri.sangat diutamakan dan lebih tinggi beberapa derajat dalam islam. 2004: 118-119). dokter. Guru profesional selain menguasi seluk-beluk pendidkan dan pengajaran serta ilmu-ilmu lainya. Rasulullah saw bersabda dalam haditsnya yang diriwayatkan Muslim dari Abu Hurairah: dan barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu. jelas diisyaratkan bahwa para pelaksanaan pendidikan.

Karen kelangsungan dan perkembangan masyarakat islam sepenuhnya memang dipengaruhi oleh pranata-pranata sosial yang ada didalamnya. Komponen yang berada didalam system pendidikan sangat beragam. Fasilitas adalah fungsinya untuk tempat terjadinya proses pembelajaran 9. termasuk pendidikan. Pengawasan mutu adalah fungsi membina peraturan dan standar pendidikan 11. Peserta didik adalah fungsinya belajar diharapkan peserta didik mengalami proses perubahan tingkah laku sesuai dengan tujuan sistem pendidikan 3. peserta didik. Secara umum bahwa pendidikan sebagai suatu system yang terpadu dari semua satuan kegiatan pendidikan yang berkaitan satu dengan yang lainnya untuk mengusahakan terlaksananya proses pendidikan secara optimal dan tercapainya tujuan pendidikan. unsur proses usaha itu sendiri. mereka mempunyai keilmuan yang tinggi tapi akhlaknya tidak baik. Contohnya saja para pejabat. kurikulum dan fasilitas. 6. Guru dan pelaksanaan adalah menyediakan bahan pelajaran dan menyelengarakan proses belajar untuk peserta didik 7.Pendidikan merupakan suatu usaha untuk mencapai suatu tujuan pendidikan. Manajemen atau pengelolan adalah fungsinya mengkoordinasi. Teknologi adalah fungsi memperlancar dan meningkatkan hasil guna proses pendidikan 10. Struktur dan jadwal waktu adalah mengatur pembagian waktu dan kegiatan 5. struktur atau jenjang. Itu menunjukkan pentingnya pendidikan Islam. pengelola pendidikan. sehingga terbentuk suatu kebulatan yang utuh dalam mencapai tujuan yang diinginkan.mencerahkan para guru muslim dalam memberdayakan pribadi dan masyarakat ditengah semakin kerasnya persaingan. karena itu dia terus korupsi. Penelitian adalah fungsi memperbaiki dan mengembangkan ilmu pengetahuan 12. Suatu usaha pendidikan menyangkut tiga unsur pokok yaitu unsur masukan. 1. teknologi serta moral atau etika. Karena di era modern atau kontemporer saat ini banyak orang yang tinggi kognitifnya tetapi akhlaknya bobrok atau rusak. agar generasi bangsa seterusnya atau akhlak anak bangsa akan baik dengan usaha dari pendidikan tersebut. Biaya adalah fungsinya memperlancar proses pendidkan . Isi dan bahan pengajaran adalah mengambarkan luas dan dalamnya bahan pelajaran yang harus dikuasai peserta didik. Tujuan dan Prioritas adalah fungsi mengarahkan kegiatan. mengarahkan dan menilai sistem pendidikan 4. Salah satu ilmu yang penting dalam membina keahlian dan kepribadian guru muslim adalah Ilmu pendidikan islam. Tidak memikirkan manusia yang lain. ekonomi. Alat bantu belajar adalah fungsi membuat proses pendidikan yang lebih menarik dan bervariasi 8. Depertemen Pendidikan dan Kebudayaan (1979) menjelaskan bahwa pendidikan merupakan suatu sistem yang mempunyai unsur-unsur tujuan sasaran pendidikan. politik. 1.4 PENDIDIKAN SEBAGAI SUATU SISTEM Sistem adalah suatu kesatuan dari komponen-komponen yang masing-masing berdiri sendiri tetapi saling terkait satu sama lain. Setiap sistem pendidikan ini saling mempengaruhi. Hal ini merupakan informasi apa yang hendak dicapai oleh sisitem pendidikan dan urutan pelaksanaanya 2. dan unsur hasil usaha.

Secara umum bahwa pendidikan sebagai suatu sistem dapat diartikan sebagai untuk mengusahakan satu keseluruhan yang terpadu dari semua satuan kegiatan pendidikan yang berkaitan satu dengan yang lainnya untuk mngusahakan terlaksananya proses pendidikan secara optimal dan tercapainya tujuan pendidikan.Menurut UU republik Indonesia no. 2001 http://nur-hamidah. 2009 Muhammad Bin Alwi Al maliki Al Hasani. Keutamaan Umat Muhammad. atau latihan bagi peranannya dimasa yang akan datang. pengajaran. BAB II DAFTAR PUSTAKA Syafaruddin.2 tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui bimbingan . Jakarta: Bintang Terang. Bandung : Cita Pustaka Media Perintis. Jakarta : Hijri Pustaka Utama. 2009 Rosdiana.blogspot. Ilmu Pendidikan Islam.com/ . Pendidikan Suatu Pengantar.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->