Akibat nikah muda Jaman sekarang banyak kejadian anak muda terjebak dalam pernikahan ¨kawin muda¨,yang

sekarang ini sering terjadi di masyarakat dan banyak sekali dari mereka yang tidak tau apa pernikahan yang sebenarnya ¨arti dari sebuah penikahan itu sendiri.¨. Kejadian yang menimpa keluarga ¨sebut saja jon¨ warga pakuran kec.Buayan Kab.Kebumen. Sore itu 19/03/08 jon menghubungi saya lewat telepon,dia menceritakan kondisi rumah tangganya. Saat ini kondisi rumah tangganya sedang hangat ¨ribut¨,mungkin itu adalah sebuah bumbu dalam berumah tangga,tapi kalau terus menerus ribut itu bukanlah bumbu rumah tangga tapi jadi masalah. Jon mengeluh karena istrinya tidak pengertian,kurang bersukur dengan penghasilan yang di dapatnya,dan tidak menghargai kerja kerasnya. Seakan jon putus asa,dari nada bicaranya sudah memprihatinkan,kasihan sekali terdengarnya. Itulah akibat dari pernikahan muda yang di alami,yang masa-masa mudanya harus terputus sampai di situ karena ada keterikatan dalam keluarga. Ketika ada masalah,tidak bisa menyelesaikan dan itu terjadi terus menerus,bagaimana bisa menyelesaikan,ada sedikit masalah lari ke orang tua,jadi sifat kekanak-kanakannya masih ada,iya kalau orang tuanya bisa memberi pengarahan dan mau berubah,mungkin bisa teratasi dan selesai masalah itu,kalau tidak?,yang ada masalah menumpuk dan akibatnya pisahan ranjang bahkan terjadi perceraian. Saat ini jon sedang bingung,apakah bisa memperbaiki sifat istrinya apa tidak,melihat sifat istrinya yang seperti itu,harapan jon istrinya bisa berubah,kalaupun tidak jon akan mengembalikan ke orang tuanya dan bisa jadi menceraikannya. Dulu mungkin jon terlalu cepat mengambil keputusan untuk nikah,tapi tidak memikirkan akibatakibatnya,di kira nikah itu enak dan memjamin bisa bahagia,tapi apa yang terjadi sekarang ini setelah mendapati masalah,sebuah penyesalan yang dirasakan. Mengambil keputusan nikah muda harus benar-benar di pikirkan lebih serius,soalnya itu menentukan kehidupan yang akan di jalani kedepannya,jangan memikirkan enaknya aja tapi pikirkan akibat-akibat yang akan di jalani,berani mengambil keputusan nikah muda berarti berani menanggung resiko seperti yang di alami jon,maka dari itu sebelum semua terjadi maka pikirkanlah dulu.Ataukah mungkin karena sewaktu pacaran dulu belum kelihatan sifat-sifat yang aslinya,sehingga memutuskan untuk menikahinya ?,jadi,sebelum menikah ketahuilah dulu bagaimana sifat dan karakternya,supaya tidak ada penyesalan setelah menikah nanti. Jika keributan dalam keluarga yang berkepanjangan,kasihan,anak yang tidak tau apa-apa harus ikut menjadi korban,beban pikiran bagi anak jika kedua orangtuanya bertengkar terus,bahkan bukan sekedar dari anggota keluarga yang ikut kena imbasnya,bisa juga tetangga kita juga kena karena keributan yang sering terjadi. Pikirkanlah sebelum menikah,apakah memang benar-benar sudah siap apa belum ¨jangan cuma siap di malam pertamanya aja,masa cuma enaknya yang siap¨,lihatlah umur,kiranya sudah ideal apa belum,jika jawaban belum semua maka janganlah mengambil keputusan untuk menikah lebih dini.

Dahulu. Jawa Barat menduduki peringkat pertama dalam jumlah pasangan yang melakukan kawinmuda.000 penduduk) menikah muda dan sudah melahirkan di usia antara 15 hingga 19 tahun. makin banyak yang menentang perkawinan di usia dini. kawin muda dianggap lumrah. "Kayaknya asyik" ternyata juga alasan praktis yang bukan hanya dikemukakan kalangan artis. Sedangkan DKI Jakarta menduduki peringkat kedua dengan angka 44 orang (dari 1. Saya termasuk yang tidak setuju dengan pergaulan ini. Penelitian yang dilakukan Ikatan Sosiologi Indonesia (ISI) Jawa Barat mengungkapkan fakta masih tingginya kawin muda di Pulau Jawa dan Bali. Mereka bukan remaja desa. atau Nabila Syakieb. bahkan aneh bagi yang tidak melakukannya.A. Apalagi yang namanya menikah itu kan niatnya ibadah. Sebagai pemuda. Melihat keadaan pergaulan sekarang yang semakin bebas saya setuju-setuju saja bila pasangan menikah dalam usia muda. M. Muslih Munawar. Itu namanya helah. Daripada saya berbuat dosa. Begitu juga pengakuan Esti (16) pelajar SMA 4 Bandung tentang keinginan banyak temannya yang ingin menikah dalam usia muda karena kelihatannya "asyik"." katanya. Selain itu. tegas-tegas menolak. saya menikah saja. Tahun berganti. Sebut saja di antaranya Alyssa Soebandono. Atas dalih ini. terus bisa saling curhat. "Yang namanya hukum itu tidak ada alasan ' daripada-daripada'. S.Plus Minus Menikah Muda DALAM abad modern saat ini. maka kini malah banyak remaja sendiri yang bercita-cita kawin muda. H. Fenomena kawin muda ini tampaknya merupakan "mode" yang terulang. "Kita lihat dari sisi positifnya saja. Masih muda sudah punya anak gede. Hertog N." begitu ujar Nabila dalam sebuah tayangan. Ketua Pengadilan Agama Bandung Drs. Ketua ISI Jabar sekaligus Ketua BKKBN (Badan Kesejahteraan Keluarga Berencana Nasional) Jawa Barat Drs. pastilah sering mendengar keinginan artis yang ingin menikah dalam usia muda. Kalau dulu orang tua ingin anaknya menikah muda dengan berbagai alasan. yaitu supaya tidak terjerat haram maka hukum digeser-geser.000 penduduk Jawa Barat usia 15 hingga 19 tahun terdapat 126 orang yang sudah melahirkan dan kawin muda.P. saya melihat bahwa pergaulan bebas sudah dianggap lumrah. "Kayaknya asyik aja." kata atlet Taekwondo Kota Bandung Aditria. Fenomena tersebut kembali lagi. Saud. menikah dalam usia muda rupanya masih saja menarik untuk dilakukan kaum muda. Nia Ramadhani. . melainkan remaja-remaja di kota besar. Bagi yang rajin menyimak tayangan infotainment yang marak di berbagai stasiun televisi. mengungkapkan.H. Misalnya daripada saya membunuh lebih baik saya menempeleng. dari 1. beberapa remaja berpandangan menikah muda merupakan pilihan agar mereka terhindar dari melakukan perbuatan dosa. seperti hubungan seks sebelum menikah misalnya. Di antara daerahdaerah tersebut.

kasih sayang. menunjukkan tingginya perkara perceraian di daerah-daerah Jawa Barat." aku Munandar. Secara keseluruhan dari 28 daerah wilayah di Jawa Barat. Munandar Sulaeman mengakui hal tersebut.39. Walaupun Jawa Barat telah berhasil menekan laju perkembangan penduduk dengan program keluarga berencananya. Sosiolog yang juga Wakil Ketua ISI Jabar Dr. Yogyakarta. Untuk itu. Namun dalam alasan perceraian tentu saja bukan karena alasan kawin muda. latar belakang pendidikan.583 perkara cerai. sosialisasi pendidikan. "Harus bisa melihat dari segi kualitatif. angka kedua terbesar setelah Jakarta. Cianjur. Pada 2005. "Kebanyakan yang gagal itu karena kawin muda. dan Sukabumi 169 perkara. Majalengka 2. Pada kenyataannya. kematangan seseorang banyak juga tergantung pada perkembangan emosi. Majalengka. pada tahun 2005 terjadi perkara 29. Menurut Dadang. " nilai Dadang. yaitu Indramayu. yang meliputi 13.BANYAKNYA perkawinan usia muda ini berbanding lurus dengan tingginya angka perceraian di daerah-daerah yang menjadi penelitian ISI pada tahun 2004. Jawa Tengah. . dan lain sebagainya. Cianjur 467 perkara. Data dari Panitera Muda Hukum Pengadilan Tinggi Agama Negeri Bandung. dan Banten. Kendati Jabar telah berhasil menurunkan TFR hingga 3. dan Sukabumi. Dampak perkawinan muda secara umum muncul juga dalam kaitan laju perkembangan penduduk. tujuan berkeluarga itu apa sih. melainkan alasan ekonomi dan lain sebagainya. ekonomi dan pelestarian lingkungan. Angka tersebut hampir sama dengan perkara tahun sebelumnya. Jawa Timur. sosial. karena banyak pasangan menikah muda otomatis tingkat kesuburan pun tinggi. banyak kasus perceraian merupakan dampak dari mudanya usia pasangan bercerai ketika memutuskan untuk menikah. Perkara perceraian di Garut 676 perkara. Garut." katanya sambil menguraikan fungsi keluarga versi BKKBN yang meliputi agama.666 cerai gugat. Indramayu ada di peringkat ke-3 dalam perkara perceraian. Purwakarta. ** UNDANG-UNDANG menetapkan usia 16 tahun sebagai usia dewasa seorang perempuan dan 19 tahun seorang lelaki untuk menikah. Tetapi masalah tersebut tentu saja sebagai salah satu dampak dari perkawinan yang dilakukan tanpa kematangan usia dan psikologis. Dengan bahasa sederhana.213 perkara . banyaknya perkawinan muda berbanding lurus dengan tingginya kasus perceraian di enam daerah yang menjadi penelitian.917 cerai talak dan 15. tetap saja Jabar menduduki peringkat satu dalam total fertility rate (rata-rata tingkat kesuburan). Drs. sosial budaya. Bali. perlindungan. reproduksi sehat sejahtera. jika tidak dicegah menyebabkan pertambahan penduduk melaju kencang. Tingkat kesuburan tinggi. Dadang Sudrajat. Hertog mengingatkan pasangan yang akan menikah harus berpikir jauh ke depan. Jawa Barat menduduki peringkat satu di atas Jakarta. "Saya kira benar.

Secara umum. Karena minim pendidikan. Kepala Bidang KB-KR Jabar. Semoga bermanfaat. karena start-nya atau pada saat mulai penghitungan TFR saat program KB dicanangkan tahun 1971 Jabar sudah berada di posisi tertinggi. Bukan sekedar boleh tidaknya. "Angka kematian ibu melahirkan terkait dengan usia ibu melahirkan. Terlebih jika menikah muda karena ketelanjuran berhubungan seks. terkait dengan ketaksiapan ibu muda dalam segala hal. obyektif.J. Jabar menduduki peringkat kedua setelah Nusa Tenggara Barat (NTB)." ujar Hertog. sunnah mubah makruh atau haram? Sehubungan dengan pernikahan kontroversi Pujiono Cahyo Widianto alias Syekh Puji dengan Lutfiana Ulfa (12). . remaja sedang tumbuh lalu harus mengandung janin yang juga perlu ia beri makan. namun bagaimana (seorang yg lebih mengetahui ttg masalah ini menuliskan tentang) ajaran agama kita memandangnya. Kita tetap harus menjalankan program percepatan untuk menurunkan angka ini.tetap saja hasil sensus menunjukkan TFR masih yang tertinggi. Ada penolakan keluarga yang terjadi akibat malu.(Uci Anwar)*** Nikah Muda (Bawah Umur). kami mencari artikel yang layak untuk membahas kasus ini. ** PETUALANGAN kaum muda dalam lembaga perkawinan memberi dampak lain yang lebih serius. "Ini bisa menimbulkan stres. Namun hal ini bukan merupakan pembenaran atas tingginya TFR. Sp. Kematian ibu melahirkan. Banyak perempuan muda terpaksa mati sia-sia dalam menjalankan salah satu kodrat kewanitaannya. Kebetulan ku temukan sebuah artikel yg cukup lengkap." nilai Drs. pekerjaan semakin sulit didapat dan berpengaruh pada pendapatan ekonomi keluarga. atau dampak psikologis semata. Ibaratnya. terlalu banyak. Rebutan dalam perkembangan. Ibu hamil usia muda mempunyai risiko bunuh diri lebih tinggi. Bisa karena terlalu muda. yaitu melahirkan. Suryadi Danuwisastra. Zainie Hassan A.M. khususnya jika mereka hamil di luar nikah dan tanpa didukung keluarga. "Usia remaja menimbulkan persoalan dari berbagai sisi seperti pendidikan yang mungkin belum lulus SMA. Zainie melihat perempuan sebaiknya menikah paling minim usia 21-22 tahun. H. Lagi-lagi Jawa Barat menduduki "posisi istimewa" dalam kematian karena melahirkan yaitu di atas rata-rata nasional. atau terlalu sering melahirkan.K. namun kualitas anak yang dilahirkan remaja tentu akan berbeda dengan yang dilahirkan perempuaan dewasa yang memang sudah siap untuk melahirkan." jelas Zainie. menurut ahli jiwa dr.R.. Dari seribu ibu melahirkan terjadi kasus 44 kematian." ujarnya. "Bagaimana tidak tinggi. walaupun mungkin selamat.

muamalat. rasional. secara implisit. maupun berkaitan hukum (aturan) perkawinan. Di antaranya. dewasa dan paham arti sebuah pernikahan yang merupakan bagian dari ibadah. sebaiknya orang yang sangat takwa dan . Tidak ditetapkannya usia tertentu dalam masalah usia sebenarnya memberikan kebebasan bagi umat untuk menyesuaikan masalah tersebut tergantung situasi. Kafa’ah bukan pula suatu keharusan dan sama sekali bukan menjadi syarat dalam akad ikatan perkawinan. didorong serta dicontohkan Nabi Muhamad. Maksud nikah muda menurut pendapat mayoritas. Usia Nikah Istilah dan batasan nikah muda (nikah di bawah umur) dalam kalangan pakar hukum Islam sebenarnya masih simpang-siur yang pada akhirnya menghasilkan pendapat yang berbeda. dalam kaitan ini fikih Islam. yang jelas kematangan jasmani dan rohani kedua belah pihak menjadi prioritas dalam agama. kondisi pribadi keluarga dan atau kebiasaan masyarakat setempat.Nikah Muda dalam Kacamata Fikih Islam Oleh Amiruddin Thamrin Di antara keistimewaan Islam adalah fleksibelitas. yaitu. Tepatkah asumsi tersebut? Tulisan singkat ini dimaksudkan tak lain sekedar memberikan kontribusi tentang isu kawin muda (nikah di bawah umur) dalam pandangan agama. sesuai tempat dan zaman serta mudah diterima khalayak. mudah. haji bagi yang berhaji. Kafa’ah di sini bukan berarti agama Islam mengakui adanya perbedaan (kasta) dalam masyarakat. kesetaraan dalam hal ketakwaan. orang yang belum mencapai baligh bagi pria dan belum mencapai menstruasi (haid) bagi perempuan. akhlak. pisik dan psikis. Isu nikah muda sering menjadi polemik dan kontroversi dalam masyarakat dikarenakan masih adanya asumsi bahwa hal itu dianjurkan agama. kepentingan. universalitas. Harapan semoga ajaran Islam yang sudah sangat indah. Syariat Islam tidak membatasi usia tertentu untuk menikah. ada yang disebut kafa’ah (baca kesetaraan). Namun. Dorongan adanya kesetaraan Dalam fikih. transaksi dagang bagi pebisnis. syariat menghendaki orang yang hendak menikah adalah benar-benar orang yang sudah siap mental. persis seperti harus pahamnya apa itu salat bagi orang yang melakukan ibadah salat. namun pertimbangan kafa’ah hanya sebagai anjuran dan dorongan agar perkawinan berjalan dengan keserasian dan saling pengertian antara kedua belah pihak dus demi langgengnya bahtera rumah tangga. baik yang berkaitan masalah ibadah. memiliki norma-norma kemanusiaan dan terhormat ini tidak diselewengkan dan diterapkan hanya untuk kepentingan pribadi tanpa mengindahkan norma-norma kemanusiaan serta etika-etika umum masyarakat lainnya.

Kedua: Rasul sendiri sebenarnya tidak berniat berumah tangga kalaulah bukan karena desakan para sahabat lain yang diwakili Sayidah Khawlah binti Hakim yang masih merupakan kerabat Rasul. Walaupun terdapat nikah muda. Pendapat ini sama sekali tidak benar karena Nabi tidak permah mendorong dan menganjurkan untuk melakukan pernikahan di bawah umur. Dikarenakan kecakapan dan kecerdasan Sayidah Aisyah sehingga ia menjadi gudang dan sumber ilmu pengetahuan sepanjang zaman. tidak dianjurkan bahkan tidak dibolehkan untuk dinikahkan dengan seorang yang rusak agamanya (sama sekali tidak memikirkan agama). namun secara fisik maupun psikis telah siap sehingga tidak timbul adanya asumsi buruk dan negatif dalam masyarakat. karena Islam tidak memandang keturunan. Juga masalah umur. Juga seorang perempuan intelektual tidak dianjurkan dan tidak cocok nikah dengan suami yang bodoh. Akad pernikahan antara Rasul dengan Sayidah Aisyah yang kala itu baru berusia sekitar 10 tahun tidak bisa dijadikan sandaran dan dasar pegangan usia perkawinan dengan alasan sebagai berikut: Pertama: perkawinan itu merupakan perintah Allah sebagaimana sabda Rasul. suku bangsa serta miskin dan kaya. Miskin bukan merupakan cela (keaiban) dalam pandangan agama. kaya-miskin tidaklah menjadi masalah dalam Islam. Malaikat membawamu dengan kain sutera nan indah dan mengatakan bahwa ini adalah istrimu”. tidaklah setara (imbang) antara laki-laki yang berumur 50 tahun dengan gadis berusia 13 tahun (apalagi lebih muda dari umur itu). . (HR Bukhari dan Muslim). yang cela hanyalah kekayaan yang didapat dari usaha ilegal dan kemiskinan akibat kemalasan. istri tercintanya sangat membutuhkan pendamping dalam mengemban dakwah Islam.sangat rajin menjalankan ibadah agama. Perkawinan Rasul dengan Sayidah Aisyah Ada yang berdalih bahwa kawin muda merupakan tuntunan Nabi yang patut ditiru. ”Saya diperlihatkan wajahmu (Sayidah Aisyah) dalam mimpi sebanyak dua kali. Sedangkan kesetaraan dan persamaan dalam masalah keturunan. Ketiga: Perkawinan Rasul dengan Sayidah Aisyah mempunyai hikmah penting dalam dakwah dan pengembangan ajaran Islam dan hukum-hukunya dalam berbagai aspek kehidupan khususnya yang berkaitan dengan masalah keperempuanan yang banyak para kaum perempuan bertanya kepada Nabi melalui Sayidah Aisyah. di mana mereka melihat betapa Rasul setelah wafatnya Sayidah Khadijah. Keempat: masyarakat Islam (Hejaz) saat itu sudah terbiasa dengan masalah nikah muda dan sudah biasa menerima hal tersebut. Ketidaksetaraan seperti ini serta perbedaan yang mencolok antara kedua belah pihak tidak didukung syariat karena dikhawatirkan akan kuatnya timbul benturan-benturan antara kedua belah pihak dikarenakan perbedaan yang sangat mencolok tersebut. ras.

Pepatah (kata mutiara) Arab mengatakan “Semoga kerahmatan senantiasa tercurahkan bagi orang berusaha menghindarkan dirinya dari hal-hal yang menjadi cemoohan dalam masyarakat. yang menjelaskan batas usia pernikahan untuk pria adalah jika telah mencapai 18 tahun dan untuk perempuannya jika sudah berusia 16 tahun (UU Perkawinan Suriah. Juga tentang Usia Perkawinan Dalam Bab IV Kompilasi Hukum Islam (KHI) pasal 15 menyebutkan bahwa demi untuk kemaslahatan keluarga dan rumah tangga perkawinan hanya beleh dilakukan calon mempelai yang telah mencapai umur yang ditetapkan dalam pasal 7 Undang-Undang (UU) Nomor 1 tahun 1974 yakni calon suami sekurang-kurangnya berumur 19 tahun dan calon istri sekurang-kurangnya berumur 16 tahun.Kita tidak memperpanjang masalah perkawinan ideal dan indah antara Rasul dengan Sayidah Aisyah. dengan dalih bahwa Islam sendiri tidak melarang. psikis dan pisik terutama pihak perempuannya. dalam masalah perkawinan ini. khususnya para dai serta hendaknya dapat menjadi contoh baik dengan mengedepankan hal-hal yang telah menjadi standar dalam syariat dan bukan mencari hal-hal kontroversi yang menjadikan orang-orang menjadi bertanya-tanya bahkan yang lebih parah lagi meragukan kebenaran syariat. Penulis adalah Pengurus Cabang Istimewa NU Damaskus. jadikanlah itu sebagai suatu pengecualian (kekhususan) yang mempunyai hikmah penting dalam sejarah agama. saling curhat dan menasihati antara suami-istri dalam mangarungi bahtera rumah tangga dan meningkatkan ketakwaan. dan juga kebiasaan dalam masyarakat.” Penulis sama sekali tidak mengklaim batal atau tidak sahnya perkawinan usia muda. Menurut hemat penulis apa yang telah dibuat UU hendaknya mendapat dukungan dari semua pihak. Agama sebaiknya tidak dipandang dengan kasatmata. namun lebih jauh lagi agama menekankan maksud dan inti dari setiap ajarannya dan tuntunannya. Islam dalam prinsipnya tidak melarang secara terang-terangan tentang pernikahan muda usia. Suriah . Islam mendorong hal-hal agar lebih menjamin kepada suksesnya sebuah perkawinan. namun Islam juga tak pernah mendorong atau mendukung perkawinan usia muda (di bawah umur) tersebut. Usia Nikah menurut Undang-Undang Negara Bab II pasal 7 ayat satu menyebutkan bahwa perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun dan pihak perempuan sudah mencapai umur 16 (enam belas) tahun. apa lagi dilaksanakan dengan tidak sama sekali mengindahkan dimensi-dimensi mental. pasal 16). hak-hak anak. melainkian hanya menekankankan bahwa Islam tidak mendorong hal tersebut dengan berbagai alasan yang telah dikemukakan di atas. berbagi rasa. Yang diminta adalah kematangan kedua pihak dalam menempuh kehidupan berkeluarga sehingga tercipta hubungan saling memberi dan menerima. Dalam UU perkawinan di sejumlah negara Arab hampir sama dengan UU Indonesia Seperti di Suriah.

haji bagi yang berhaji. Maksud nikah muda menurut pendapat mayoritas yaitu orang yang belum mencapai baligh bagi pria dan belum mencapai menstruasi (haidh) bagi wanita. universal. akhlak. Usia Pernikahan Istilah dan batasan nikah muda (nikah dibawah umur) dalam kalangan pakar hukum Islam sebenarnya masih simpang siur yang pada akhirnya menghasilkan pendapat yang berbeda. muamalat. memiliki norma-norma kemanusiaan dan terhormat ini tidak diselewengkan dan diterapkan hanya untuk kepentingan pribadi tanpa mengindahkan normanorma kemanusiaan serta etika-etika umum masyarakat lainnya. kondisi pribadi keluarga dan atau kebiasaan masyarakat setempat. Dan paham akan arti sebuah pernikahan yang merupakan bagian dari ibadah. Bagaimana hukum Islam memandang kasus seperti ini? Diantara keistimewaan ajaran agama Islam adalah fleksibel. tidak ditetapkannya usia tertentu dalam masalah usia sebenarnya memberikan kebebasan bagi umat untuk menyesuaikan masalah tersebut tergantung situasi. baik yang berkaitan dengan masalah ibadat. persis seperti harus pahamnya apa itu shalat bagi orang yang melakukan ibadah shalat. dalam kaitan ini fiqih Islam. dewasa. yang jelas kematangan jasmani dan rohani kedua belah pihak menjadi prioritas dalam agama. mudah. Isu nikah muda sering menjadi polemik dan kontroversi dalam masyarakat dikarenakan masih adanya asumsi bahwa hal tersebut dianjurkan oleh agama. Harapan semoga ajaran agama Islam ini yang sudah sangat indah. Namun secara implisit syariat menghendaki pihak orang yang hendak melakukan pernikahan adalah benar-benar orang yang sudah siap mental. rasional. Tepatkan asumsi tersebut? tulisan singkat ini dimaksudkan tak lain sekedar memberikan kontribusi tentang isu nikah muda (nikah dibawah umur) dalam pandangan agama. sesuai dengan tempat dan zaman serta mudah diterima oleh khalayak. maupun yang berkaitan dengan hukum (aturan) pernikahan. Kafa’ah .NIKAH MUDA DALAM PANDANGAN FIQIH * Oleh : Amiruddin Thamrin Isu nikah muda sering menjadi polemik dan kontroversi dalam masyarakat. Karenanya. pisik dan psikis. didorong serta dicontohkan oleh Baginda Nabi Muhamad SAW. transaksi dagang bagi pebisnis. kepentingan. Syariat Islam tidak mengatur atau memberikan batasan usia tertentu untuk melaksanakan suatu pernikahan.

”Saya diperlihatkan wajahmu (Sayidah Aisyah) dalam mimpi sebanyak dua kali. Akad pernikahan antara Rasul SAW dengan Sayidah Aisyah RA yang kala itu baru berusia sekitar 10 tahun tidak bisa dijadikan sandaran dan dasar pegangan usia pernikahan dengan alas an sbb: Pertama: pernikahan tersebut merupakan perintah dari Allah SAW sebagaimana sabda Rasul SAW. Ketidak setaraan seperti ini serta perbedaan yang mencolok antara kedua belah pihak tidak didukung oleh syariat karena dikhawatirkan akan timbul benturan-benturan antara kedua belah pihak dikarenakan perbedaan yang sangat mencolok tersebut . Malaikat membawamu dengan kain sutera nan indah dan mengatakan bahwa ini adalah istrimu”. Rasul SAW dengan Sayidah Aisyah RA Ada yang berdalih bahwa nikah muda merupakan tuntunan Nabi SAW yang patut ditiru. Diantaranya adalah kesetaraan dalam hal ketakwaan. sebaiknya orang yang sangat takwa dan sangat rajin menjalankan ibadah agama. Juga seorang wanita intelektual (cendikiawati) tidak dianjurkan dan tidak cocok nikah dengan suami yang bodoh. Kedua. Juga masalah umur tidaklah setara (imbang) antara laki-laki yang berumur 50 tahun dengan gadis berusia 13 tahun (apalagi lebih muda dari umur itu). Kafa’ah di sini bukan berarti agama Islam mengakui adanya perbedaan (kasta) dalam masyarakat. Miskin bukan merupakan cela (keaiban) dalam pandangan agama.Dalam fiqih Islam ada yang disebut kafa’ah (baca kesetaraan). suku bangsa serta miskin dan kaya. Kafa’ah bukan pula suatu keharusan dan sama sekali bukan menjadi syarat dalam akad ikatan pernikahan. Ketiga. ras. Bukhari dan Muslim). kaya-miskin tidaklah menjadi masalah dalam agama Islam. (HR. Rasul SAW sendiri sebenarnya tidak berniat untuk berumah tangga kalaulah bukan karena desakan para sahabat lain yang diwakili oleh Sayidah Khawlah binti Hakim yang masih merupakan kerabat Rasul SAW. karena Islam tidak memandang keturunan. Pernikahan Rasul SAW dengan Sayidah Aisyah mempunyai hikmah penting dalam dakwah dan pengembangan ajaran Islam dan hukum-hukunya dalam berbagai aspek kehidupan khususnya yang berkaitan dengan masalah kewanitaan yang banyak para kaum perempuan . Pendapat ini sama sekali tidak benar karena Nabi SAW tidak permah mendorong dan menganjurkna untuk melakukan pernikahan di bawah umur. Sedangkan kesetaraan dan persamaan dalam masalah keturunan. namun pertimbangan kafa’ah hanya sekedar sebagai anjuran dan dorongan agar pernikahan berjalan dengan keserasian dan saling pengertian antara kedua belah pihak dus demi langgengnya bahtera rumah tangga. tidak dianjurkan bahkan tidak dibolehkan untuk dinikahkan dengan seorang yang rusak agamanya (sama sekali tidak memikirkan agama). di mana mereka melihat betapa Rasul SAW setelah wafatnya Sayidah Khadijah RA istri tercintanya sangat membutuhkan pendamping dalam mengemban dakwah Islam. yang cela hanyalah kekayaan yang didapat dari usaha ilegal dan kemiskinan akibat kemalasan.

jadikanlah itu sebagai suatu pengecualian (kekhususan) yang mempunyai hikmah penting dalam sejarah agama. Agama sebaiknya tidak dipandang dengan kasatmata. namun lebih jauh lagi agama menekankan maksud dan inti dari setiap ajarannya dan tuntunannya. hak-hak anak. Agama Islam dalam prinsipnya tidak melarang secara terang-terangan tentang pernikahan muda usia. berbagi rasa.bertanya kepada Nabi SAW melalui Sayidah Aisyah RA. namun Islam juga tak pernah mendorong atau mendukung pernikahan usia muda (di bawah umur) tersebut. Usia Pernikahan Bab II pasal 7 ayat satu menyebutkan bahwa pernikahan hanya diizinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun dan pihak wanita sudah mencapai umur 16 (enam belas) tahun. saling curhat dan menasehati antara kedua belah pihak suami istri dalam mangarungi bahtera rumah tangga dan meningkatkan ketakwaan. apa lagi dilaksanakan dengan tidak sama sekali mengindahkan dimensi-dimensi mental. psikis dan pisik terutama pihak wanitanya. dengan dalih bahwa toh agama Islam sendiri tidak melarang. Menurut hemat penulis apa yang telah dibuat oleh undang-udang hendaknya mendapat dukungan dari semua pihak khususnya para da’i serta hendaknya dapat menjadi contoh baik dengan mengedepankan hal-hal yang telah menjadi standar dalam syariat dan bukan mencari hal-hal kontroversi yang menjadikan orang-orang menjadi bertanya-tanya bahkan yang lebih parah lagi meragukan kebenaran syariat. Dalam masalah pernikahan ini. umpamanya menjelaskan batas usia pernikahan untuk pria adalah jika telah mencapai 18 tahun dan untuk wanitanya jika sudah berusia 16 tahun (Undang-undang Pernikahan Suriah. Keempat. Masyarakat Islam (Hijaz) saat itu sudah terbiasa dengan masalah nikah muda dan sudah biasa menerima hal tersebut. pasal 16). Juga tentang Usia Pernikahan Dalam Bab IV Kompilasi Hukum Islam (KHI) pasal 15 menyebutkan bahwa demi untuk kemaslahatan keluarga dan rumah tangga pernikahan hanya beleh dilakukan calon mempelai yang telah mencapai umur yang ditetapkan dalam pasal 7 Undang-undang No. papatah (kata mutiara) Arab mengatakan “Semoga kerahmatan . Dikarenakan kecakapan dan kecerdasan Sayidah Aisyah RA sehingga beliau menjadi gudang dan sumber ilmu pengetahuan sepanjang zaman. Kita tidak memperpanjang masalah pernikahan ideal dan indah antara Rasul SAW dengan Sayidah Aisyah. Suriah. Dalam undang-undang pernikahan di sejumlah negara Arab hampir sama dengan undangundang Indonesia. Islam mendorong hal-hal agar lebih menjamin kepada suksesnya sebuah pernikahan. 1 tahun 1974 yakni calon suami sekurang-kurangnya berumur 19 tahun dan calon isteri sekurang-kurangnya berumur 16 tahun. Yang diminta adalah kematangan kedua belah dalam menempuh kehidupan berkeluarga sehingga adanya saling take and give. dan juga kebiasaan dalam masyarakat. Walaupun terdapat nikah muda namun secara pisik maupun psikis telah siap sehingga tidak timbul adanya asumsi buruk dan negatif dalam masyarakat.

seorang remaja laki-laki usia 19 tahun bercerita kepada penyiarnya : “Saya terpaksa menikah karena terlanjur melakukan hubungan intim hingga pacar saya hamil. Masa remaja. pisah rumah.” Lalu. biasanya mulai timbul transisi dari gejolak remaja ke masa dewasa yang lebih stabil. “Apa yang terjadi setelah menikah?” tanya sang penyiar tadi.” Dari cerita ini bisa tergambar bagaimana sibuknya seorang remaja menata dunia yang baginya sangat baru dan sebenarnya ia belum siap menerima perubahan ini. . ada anak. emosi remaja belum stabil. Maka. ungkap Edi. bahkan bisa mengalami depresi berat. Namun pertahanan itu jebol juga. Pada masa ini. pertengkaran pun masih berbuntut panjang meski hakim telah memberikan surat bukti cerai.” jelasnya. tulang panggulnya masih terlalu kecil sehingga bisa membahayakan proses persalinan. Ini yang menyebabkan gejolak dalam rumah tangga sehingga terjadi perceraian. Oleh karena itu pemerintah mendorong masa hamil sebaiknya dilakukan pada usia 20 – 30 tahun.” Kestabilan emosi umumnya terjadi pada usia 24 tahun. Dan pada usia 20 – 24 tahun dalam psikologi. “Dari segi fisik. bila dilakukan oleh remaja? Pernikahan dini atau menikah dalam usia muda. memiliki dua dampak cukup berat. Belum lagi. hingga kami tidak bisa tidur barang sekejap pun. Hanya satu persoalannya. Pada tahun-tahun pertama meski sudah memiliki anak. siang malam anak saya menangis. Dari segi mental pun. si istri harus melayani suami dan suami tidak bisa ke mana-mana karena harus bekerja untuk belajar tanggung jawab terhadap masa depan keluarga. ia mencoba bertanggung jawab atas hasil perbuatan yang dilakukan bersama pacarnya.” Dampak Berat Pernikahan Dini Dalam sebuah dialog antar remaja psikolog yang disiarkan secara langsung oleh salah satu stasiun radio swasta di Jakarta beberapa waktu lalu. pernikahan usia dini sering berbuntut perceraian. “Dunia berubah 180 derajat Dari bangun sembarangan harus berangkat pagi untuk bekerja. Mampukah remaja itu bertahan? Ambil contoh pernikahan pasangan artis Wulan Guritno dengan Attila Syah. dikatakan sebagai usia dewasa muda atau lead edolesen. Keduanya menikah pada usia di bawah 20 tahun.senantiasa tercurahkan bagi orang berusaha menghidarkan dirinya dari hal-hal yang menjadi cemoohan (omongan negatif) dalam masyarakat. boleh di bilang baru berhenti pada usia 19 tahun. menurut Edi Nur Hasmi. psikolog yang juga Direktur Remaja dan Kesehatan Reproduksi BKKBN. “Bayangkan kalau orang seperti itu menikah. Positifnya. remaja itu belum kuat. karena pada saat itulah orang mulai memasuki usia dewasa. Ada apa dengan cinta? Mengapa pernikahan yang umumnya dilandasi rasa cinta bisa berdampak buruk. Perceraian tak dapat ditolak. keduanya mencoba terus bertahan dan menampilkan sosok pasangan cukup bahagia. kalau pernikahan dilakukan di bawah 20 tahun secara emosi si remaja masih ingin bertualang menemukan jati dirinya.

perlukah orang ketiga untuk mendamaikan permasalahan remaja? Terkadang. Biasanya orang mulai menemukan masalah kalau dia punya anak. Begitu punya anak. perang piring. Sehingga di wanita akan merasa capek sendiri. secara psikologis kedua bentuk depresi sama-sama berbahaya. “Dalam pernikahan dini sulit membedakan apakah remaja laki-laki atau remaja perempuan yang biasanya mudah mengendalikan emosi.” jelas psikolog yang rajin meneliti kehidupan remaja melalui program Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) yang dibina BKKBN. tidak mau bergaul. Oleh karena itu. Sarlito Wirawan Sarwono pada tahun . si remaja terdorong melakukan hal-hal aneh untuk melampiaskan amarahnya. banyak keputusan yang diambil berdasar emosi atau mungkin mengatasnamakan cinta yang membuat mereka salah dalam bertindak. Namun. Dr. Pada dasarnya. hal ini sulit dilakukan pada pernikahan usia remaja. sulit kembali pada situasi normal. berubah 100 persen. 2007 oleh Iwan Rusliyanto Oleh: M.” Usia masih terlalu muda. Pada pribadi introvert (tertutup) akan membuat si remaja menarik diri dari pergaulan. Seperti. Pernikahan Dini:Sebuah nama yang lahir dari komitmen moral dan keilmuan yang sangat kuat. melihat tingkat remaja yang tidak mempan diberi nasihat dalam bentuk apapun. kehidupan pernikahan pasti berpengaruh besar pada remaja. remaja memiliki ambisi pribadi untuk mempertanggungkan hasil perbuatannya dan akan mudah tersinggung bila orang lain ikut campur dalam kehidupannya. setidaknya menurut penawaran Prof. Zubaydi Ilyas R. anak dicekik dan sebagainya. tapi laki-lakinya tidak. bisa terjadi pada kondisi kepribadian yang berbeda. Artinya. teman. mungkin wanitanya bisa berubah. mereka masih bisa enjoy. Lalu. Bukan Sekedar Alternatif Ditulis pada Juli 9. Sedang depresi berat pada pribadi ekstrovert (terbuka) sejak kecil. apalagi kalau keduanya berasal dari keluarga cukup mampu. paman ataupun kerabat lainnya. Situasi emosi mereka jelas labil. “Sebaiknya. tetapi orang yang dituakan. pihak ketiga itu bisa saja saudara. sebelum ada masalah lebih baik diberi prevensi daripada mereka diberi arahan setelah menemukan masalah. Bahkan orangtua terkadang hanya bisa geleng kepala. itu hanya akan terjadi kalau dua-duanya sama-sama dewasa. atau juga sebaliknya. sebagai sebuah solusi alternative. Pada tahap awal.Depresi berat atau neoritis depresi akibat pernikahan dini ini. Dengan kata lain. Oleh karena itu. tidak selalu orangtua. Kalau keduanya bisa saling merubah. bahkan menjadi seorang yang schizoprenia atau dalam bahasa awam yang dikenal orang adalah gila. Kalau berdua tanpa anak. orang ketiga yang diharapkan mampu mendamaikan persoalan rumah tangga remaja. rumah tangga dibangun atas komitmen bersama dan merupakan pertemuan dua pribadi berbeda. Meski tak terjadi Married By Accident (MBA) atau menikah karena “kecelakaan”. keduanya masih bisa menikmati masa remaja dengan bersenang-senang meski terikat dalam tali pernikahan. Pernikahan Dini. Dia menjadi pendiam. setelah dinikahkan remaja tersebut jangan dilepas begitu saja.

bahwa usia bukan ukuran utama untuk menentukan kesiapan mental dan kedewasaan seseorang bahwa menikah bisa menjadi solusi alternatif untukmengatasi kenakalan kaum remaja yang kian tak terkendali. pernikahan dini juga sangat baik untuk pertumbuhan emosi dan mental. sehingga kita akan lebih mungkin mencapai kematangan yang puncak (Muhammad Fauzil Adhim. Hal ini bisa dimaklumi. terutama yang dilakukan oleh kaum muda yang masih duduk di bangku-bangku sekolah. karena kekurangsiapan mental dari kedua pasangan yang masih belum dewasa betul. Nikah diusia remaja. 2002). ketika seks pranikah semakin merajalela. bukan kesadaran dan kesiapan serta orientasi nikah yang kuat. menurut bukti-bukti (bukan hanya sekedar teori) psikologis. Adapun urgensi pernikahan terhadap upaya menanggulangi kenakalan remaja barangkali tidak bias . tidak peduli apakah dia SMP bahkan SD. Hal ini terbaca jelas dalam senetron “Pernikahan Dini” yang pernah ditayangkan di salah satu stasiun televisi. pendiri psikologi humanistik yang menikah di usia 20 tahun. setelah diteliti. Pernikahan Dini dalam Perspektif Psikologi Sebetulnya.1983. Bahkan menurut Abraham M. juga oleh Clarke-Stewart & Koch lewat bukunya “Children Development Through”: bahwa pernikahan di usia remaja dan masih di bangku sekolah bukan sebuah penghalang untuk meraih prestasi yang lebih baik. sebab pernikahan karena kecelakaan lebih karena keterpaksaan. Bagaimana dengan hasil penelitian di salah satu kota di Yogya bahwa angka perceraian meningkat signifikan karena pernikahan dini? Ternyata. mampu mencapai puncak pertumbuhan kepribadian yang mengesankan ibid). apalagi SMA maupun perguruan tinggi. Tapi sederet pertanyaan dan kekhawatiranpun muncul. Di kedua buku itu (dan juga di sekitar kita) ada banyak bukti empiris dan tidak perlu dipaparkan disini bahwa menikah di usia dini tidak menghambat studi. Beralasan memang. yang pada gilirannya akan menjadikan manusia. bahwa mental dan kedewasaan lebih berarti dari sekedar materi. Selain itu. kekhawatiran dan kecemasan timbulnya persoalan-persoalan psikis dan sosial telah dijawab dengan logis dan ilmiah oleh Muhammad Fauzil Adhim dalam bukunya “Indahnya Pernikahan Dini”. bahkan justru bisa menjadi motivasi untuk meraih puncak prestasi yang lebih cemerlang (seperti tertera sederet nama orang sukses yang melakukan pernikahan dini). Pernikahan yang sebenarnya. melalui tulisannya berjudul Bagaimana Kalau Kita Galakkan Perkawinan Remaja? Ketika fitnah syahwat kian tak terkendali. memang wajar kalau banyak yang merasa khawatir: bahwa pernikahan di usia muda akan menghambat studi atau rentan konflik yang berujung perceraian. Maslow. Indahnya Pernikahan Dini. Dari sisi psikologis. dimulai dari saat menikah. pernikahan dini yang rentan perceraian itu adalah pernikahan yang diakibatkan “kecelakaan” (yang disengaja). mungkinkah? Siapkah mental dan materinya? Bagaimana respon masyarakat? Apa tidak mengganggu sekolah? Dan masih banyak sederet pertanyaan lainnya. untuk menciptakan sebuah rumah tangga yang sakinah seperti yang diilustrasikan oleh sinetron tersebut. menurut M. Maslow. orang yang menikah di usia dini lebih mungkin mencapai taraf aktualisasi diri lebih cepat dan lebih sempurna dibanding dengan mereka yang selalu menunda pernikahan. Pernikahan akan mematangkan seseorang sekaligus memenuhi separuh dari kebutuhan-kebutuhan psikologis manusia.

dan pukullah mereka karena tidak mengerjakannya setelah berusia sepuluh tahun dan pisahkan tempat tidurnya” (Ahmad dan Abu Dawud). tapi sangat mengerikan: para gadis (yang sudah tidak gadis lagi) hamil di luar nikah. saat ini. Bukankah Rasul-Nya juga menjamin kita dengan sabdanya. Na ‘udzubillah! Untuk menanggulangi musibah kaum remaja ini hanya satu jawabnya: nikah. maka tak heran apabila sering terjadi pelecehan seksual yang dilakukan oleh anak ingusan yang masih di bangku sekolah dasar. “dan jika mereka miskin maka Allah akan membuatnya kaya dengan karunia-Nya”. seorang anak telah memiliki potensi menuju kematangan seksual. “Barang siapa yang ingin kaya. Bukankah Allah telah menjamin rezeki hamba-Nya yang mau menikah. “Wahai para pemuda. Pernikahan Dini dalam Perspektif Agama Jika menurut psikologis. Tapi sebagai hamba yang beriman. maka kawinlah. maka bagaimana dengan agama? Rasulullah saw. sembilanbelas Abad yang silam. Kini.dibantah. syabab adalah orang yang telah mencap aqil baligh dan usianya belum mencapai tiga puluh tahun. Pergaulan bebas atau free sex sama sekali bukan nama yang asing di telinga kaum remaja. Aqil baligh bisa ditandai dengan mimpi basah (ihtilam) atau masturbasi (haid bagi wanita) atau telah mencapai usia limabelas tahun. selain bermakna sebagai pendidikan bagi anak juga menyimpan sebuah isyarat bahwa padausia sepuluh tahun. Akhirnya. Pesan Nabi di atas. Bila tidak mampu melaksanakannya maka berpuasalah karena puasa baginya adalah kendali (dari gairah seksual)” (HR. Ada apa dengan syabab? Sebelumnya. selalu membangun orientasi menikah kepada para pemuda yang masih single dengan mengajak mereka berdoa agar segera diberi isteri yang shalihah. menarik diperhatikan sabda Nabi savv. bersabda. Ini memang wajar. Ngeri rasanya ketika kita mendengar hasil sebuah penelitian bahwa 90% mahasiswi di salah satu kota besar di negara muslim ini sudah tidak perawan lagi. kita akan menyaksikan kehancuran yang berlangsung pelan-pelan. Karenanya. maka kawinlah”. Kita tak perlu risih dengan yang urusan yang begitu krusial dalam sebuah rumah tangga ini. kata Fauzil Adhim. media informasi (baik cetak atau elektronik) yang terus menyajikan tantangan seksual bagi kaum remaja. sebenarnya. Karena sesungguhnya kawin lebih bisa menjaga pada pandangan mata dan lebih menjaga kemaluan. Imam yang lima). Sebuah isyarat dari Nabi saw. seperti yang tersirat dalam suratal-Nur ayat 32 yang artinya. barang siapa di antara kalian telah mencapai ba’ah. Salah satu faktor dominan yang sering membuat kita terkadang takut melangkah adalah kesiapan dari sisi ekonomi. Siapakah syabab itu? Mengapa kepada syabab? Menurut mayoritas ulama. usia terbaik untuk menikah adalah usia antara 19 sampai 25. Sahabat Abdullah bin Mas’ud ra. . Hadits di atas dengan jelas dialamatkan kepada syabab (pemuda). “perintahkanlah anak-anakmu mengerjakan shalat ketika mereka berumur tujuh tahun. dengan kemajuan teknologi yang kian canggih.

apapun masalahnya.Dus. . yang jelas “dar’ul mafasid muqoddam ala jalbil masholih wasalam.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful