P. 1
Akibat Nikah Muda

Akibat Nikah Muda

|Views: 188|Likes:
Published by Lucken Kantari
Renungan
Renungan

More info:

Published by: Lucken Kantari on Mar 19, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/05/2015

pdf

text

original

Akibat nikah muda Jaman sekarang banyak kejadian anak muda terjebak dalam pernikahan ¨kawin muda¨,yang

sekarang ini sering terjadi di masyarakat dan banyak sekali dari mereka yang tidak tau apa pernikahan yang sebenarnya ¨arti dari sebuah penikahan itu sendiri.¨. Kejadian yang menimpa keluarga ¨sebut saja jon¨ warga pakuran kec.Buayan Kab.Kebumen. Sore itu 19/03/08 jon menghubungi saya lewat telepon,dia menceritakan kondisi rumah tangganya. Saat ini kondisi rumah tangganya sedang hangat ¨ribut¨,mungkin itu adalah sebuah bumbu dalam berumah tangga,tapi kalau terus menerus ribut itu bukanlah bumbu rumah tangga tapi jadi masalah. Jon mengeluh karena istrinya tidak pengertian,kurang bersukur dengan penghasilan yang di dapatnya,dan tidak menghargai kerja kerasnya. Seakan jon putus asa,dari nada bicaranya sudah memprihatinkan,kasihan sekali terdengarnya. Itulah akibat dari pernikahan muda yang di alami,yang masa-masa mudanya harus terputus sampai di situ karena ada keterikatan dalam keluarga. Ketika ada masalah,tidak bisa menyelesaikan dan itu terjadi terus menerus,bagaimana bisa menyelesaikan,ada sedikit masalah lari ke orang tua,jadi sifat kekanak-kanakannya masih ada,iya kalau orang tuanya bisa memberi pengarahan dan mau berubah,mungkin bisa teratasi dan selesai masalah itu,kalau tidak?,yang ada masalah menumpuk dan akibatnya pisahan ranjang bahkan terjadi perceraian. Saat ini jon sedang bingung,apakah bisa memperbaiki sifat istrinya apa tidak,melihat sifat istrinya yang seperti itu,harapan jon istrinya bisa berubah,kalaupun tidak jon akan mengembalikan ke orang tuanya dan bisa jadi menceraikannya. Dulu mungkin jon terlalu cepat mengambil keputusan untuk nikah,tapi tidak memikirkan akibatakibatnya,di kira nikah itu enak dan memjamin bisa bahagia,tapi apa yang terjadi sekarang ini setelah mendapati masalah,sebuah penyesalan yang dirasakan. Mengambil keputusan nikah muda harus benar-benar di pikirkan lebih serius,soalnya itu menentukan kehidupan yang akan di jalani kedepannya,jangan memikirkan enaknya aja tapi pikirkan akibat-akibat yang akan di jalani,berani mengambil keputusan nikah muda berarti berani menanggung resiko seperti yang di alami jon,maka dari itu sebelum semua terjadi maka pikirkanlah dulu.Ataukah mungkin karena sewaktu pacaran dulu belum kelihatan sifat-sifat yang aslinya,sehingga memutuskan untuk menikahinya ?,jadi,sebelum menikah ketahuilah dulu bagaimana sifat dan karakternya,supaya tidak ada penyesalan setelah menikah nanti. Jika keributan dalam keluarga yang berkepanjangan,kasihan,anak yang tidak tau apa-apa harus ikut menjadi korban,beban pikiran bagi anak jika kedua orangtuanya bertengkar terus,bahkan bukan sekedar dari anggota keluarga yang ikut kena imbasnya,bisa juga tetangga kita juga kena karena keributan yang sering terjadi. Pikirkanlah sebelum menikah,apakah memang benar-benar sudah siap apa belum ¨jangan cuma siap di malam pertamanya aja,masa cuma enaknya yang siap¨,lihatlah umur,kiranya sudah ideal apa belum,jika jawaban belum semua maka janganlah mengambil keputusan untuk menikah lebih dini.

Masih muda sudah punya anak gede." begitu ujar Nabila dalam sebuah tayangan.P. Muslih Munawar. Apalagi yang namanya menikah itu kan niatnya ibadah. dari 1. "Yang namanya hukum itu tidak ada alasan ' daripada-daripada'. bahkan aneh bagi yang tidak melakukannya. menikah dalam usia muda rupanya masih saja menarik untuk dilakukan kaum muda. pastilah sering mendengar keinginan artis yang ingin menikah dalam usia muda. Sedangkan DKI Jakarta menduduki peringkat kedua dengan angka 44 orang (dari 1. kawin muda dianggap lumrah. saya melihat bahwa pergaulan bebas sudah dianggap lumrah. Ketua Pengadilan Agama Bandung Drs. Bagi yang rajin menyimak tayangan infotainment yang marak di berbagai stasiun televisi. Sebagai pemuda." kata atlet Taekwondo Kota Bandung Aditria. Selain itu. M. Ketua ISI Jabar sekaligus Ketua BKKBN (Badan Kesejahteraan Keluarga Berencana Nasional) Jawa Barat Drs. Kalau dulu orang tua ingin anaknya menikah muda dengan berbagai alasan. Fenomena kawin muda ini tampaknya merupakan "mode" yang terulang. melainkan remaja-remaja di kota besar. Mereka bukan remaja desa. maka kini malah banyak remaja sendiri yang bercita-cita kawin muda. Penelitian yang dilakukan Ikatan Sosiologi Indonesia (ISI) Jawa Barat mengungkapkan fakta masih tingginya kawin muda di Pulau Jawa dan Bali. Fenomena tersebut kembali lagi.Plus Minus Menikah Muda DALAM abad modern saat ini. Daripada saya berbuat dosa. . Nia Ramadhani." katanya. Melihat keadaan pergaulan sekarang yang semakin bebas saya setuju-setuju saja bila pasangan menikah dalam usia muda. makin banyak yang menentang perkawinan di usia dini. Atas dalih ini. Tahun berganti. Begitu juga pengakuan Esti (16) pelajar SMA 4 Bandung tentang keinginan banyak temannya yang ingin menikah dalam usia muda karena kelihatannya "asyik". Saya termasuk yang tidak setuju dengan pergaulan ini. atau Nabila Syakieb. terus bisa saling curhat. tegas-tegas menolak. yaitu supaya tidak terjerat haram maka hukum digeser-geser. seperti hubungan seks sebelum menikah misalnya. "Kayaknya asyik aja. saya menikah saja. Misalnya daripada saya membunuh lebih baik saya menempeleng. Itu namanya helah.A. Dahulu.000 penduduk Jawa Barat usia 15 hingga 19 tahun terdapat 126 orang yang sudah melahirkan dan kawin muda. Saud. Sebut saja di antaranya Alyssa Soebandono. Jawa Barat menduduki peringkat pertama dalam jumlah pasangan yang melakukan kawinmuda. S. mengungkapkan.H. H. Di antara daerahdaerah tersebut. Hertog N. beberapa remaja berpandangan menikah muda merupakan pilihan agar mereka terhindar dari melakukan perbuatan dosa. "Kita lihat dari sisi positifnya saja. "Kayaknya asyik" ternyata juga alasan praktis yang bukan hanya dikemukakan kalangan artis.000 penduduk) menikah muda dan sudah melahirkan di usia antara 15 hingga 19 tahun.

dan Sukabumi. . Kendati Jabar telah berhasil menurunkan TFR hingga 3. Cianjur. banyak kasus perceraian merupakan dampak dari mudanya usia pasangan bercerai ketika memutuskan untuk menikah. Untuk itu. Namun dalam alasan perceraian tentu saja bukan karena alasan kawin muda. Pada 2005.917 cerai talak dan 15.39. Data dari Panitera Muda Hukum Pengadilan Tinggi Agama Negeri Bandung. Walaupun Jawa Barat telah berhasil menekan laju perkembangan penduduk dengan program keluarga berencananya. Majalengka 2. dan Sukabumi 169 perkara. menunjukkan tingginya perkara perceraian di daerah-daerah Jawa Barat. ** UNDANG-UNDANG menetapkan usia 16 tahun sebagai usia dewasa seorang perempuan dan 19 tahun seorang lelaki untuk menikah. Hertog mengingatkan pasangan yang akan menikah harus berpikir jauh ke depan. Cianjur 467 perkara. Sosiolog yang juga Wakil Ketua ISI Jabar Dr. yang meliputi 13. Bali. Pada kenyataannya. Tingkat kesuburan tinggi. jika tidak dicegah menyebabkan pertambahan penduduk melaju kencang. perlindungan. tujuan berkeluarga itu apa sih. " nilai Dadang. Menurut Dadang. Indramayu ada di peringkat ke-3 dalam perkara perceraian. ekonomi dan pelestarian lingkungan. tetap saja Jabar menduduki peringkat satu dalam total fertility rate (rata-rata tingkat kesuburan). Dengan bahasa sederhana. Drs. kasih sayang. dan lain sebagainya. latar belakang pendidikan. Purwakarta." katanya sambil menguraikan fungsi keluarga versi BKKBN yang meliputi agama. sosial. Perkara perceraian di Garut 676 perkara. banyaknya perkawinan muda berbanding lurus dengan tingginya kasus perceraian di enam daerah yang menjadi penelitian. angka kedua terbesar setelah Jakarta. reproduksi sehat sejahtera. dan Banten. karena banyak pasangan menikah muda otomatis tingkat kesuburan pun tinggi.213 perkara . yaitu Indramayu. Secara keseluruhan dari 28 daerah wilayah di Jawa Barat. sosialisasi pendidikan. Majalengka. Yogyakarta. "Saya kira benar. Jawa Barat menduduki peringkat satu di atas Jakarta. Angka tersebut hampir sama dengan perkara tahun sebelumnya.666 cerai gugat. melainkan alasan ekonomi dan lain sebagainya. Dadang Sudrajat. Jawa Tengah. "Kebanyakan yang gagal itu karena kawin muda. Dampak perkawinan muda secara umum muncul juga dalam kaitan laju perkembangan penduduk. sosial budaya. Jawa Timur. pada tahun 2005 terjadi perkara 29." aku Munandar.BANYAKNYA perkawinan usia muda ini berbanding lurus dengan tingginya angka perceraian di daerah-daerah yang menjadi penelitian ISI pada tahun 2004. "Harus bisa melihat dari segi kualitatif. Tetapi masalah tersebut tentu saja sebagai salah satu dampak dari perkawinan yang dilakukan tanpa kematangan usia dan psikologis. Garut.583 perkara cerai. kematangan seseorang banyak juga tergantung pada perkembangan emosi. Munandar Sulaeman mengakui hal tersebut.

Bukan sekedar boleh tidaknya. Secara umum.J. atau terlalu sering melahirkan. Terlebih jika menikah muda karena ketelanjuran berhubungan seks. Lagi-lagi Jawa Barat menduduki "posisi istimewa" dalam kematian karena melahirkan yaitu di atas rata-rata nasional. H. Suryadi Danuwisastra." ujar Hertog. Jabar menduduki peringkat kedua setelah Nusa Tenggara Barat (NTB). namun kualitas anak yang dilahirkan remaja tentu akan berbeda dengan yang dilahirkan perempuaan dewasa yang memang sudah siap untuk melahirkan. terkait dengan ketaksiapan ibu muda dalam segala hal. Semoga bermanfaat.(Uci Anwar)*** Nikah Muda (Bawah Umur). Zainie melihat perempuan sebaiknya menikah paling minim usia 21-22 tahun. Rebutan dalam perkembangan. ** PETUALANGAN kaum muda dalam lembaga perkawinan memberi dampak lain yang lebih serius." nilai Drs. Kematian ibu melahirkan. "Usia remaja menimbulkan persoalan dari berbagai sisi seperti pendidikan yang mungkin belum lulus SMA. Sp. karena start-nya atau pada saat mulai penghitungan TFR saat program KB dicanangkan tahun 1971 Jabar sudah berada di posisi tertinggi. namun bagaimana (seorang yg lebih mengetahui ttg masalah ini menuliskan tentang) ajaran agama kita memandangnya. terlalu banyak. atau dampak psikologis semata. walaupun mungkin selamat. "Ini bisa menimbulkan stres.M. Bisa karena terlalu muda. Ibaratnya. Kebetulan ku temukan sebuah artikel yg cukup lengkap." jelas Zainie. . "Bagaimana tidak tinggi. pekerjaan semakin sulit didapat dan berpengaruh pada pendapatan ekonomi keluarga. obyektif. Ada penolakan keluarga yang terjadi akibat malu. khususnya jika mereka hamil di luar nikah dan tanpa didukung keluarga. Zainie Hassan A. Dari seribu ibu melahirkan terjadi kasus 44 kematian..R. sunnah mubah makruh atau haram? Sehubungan dengan pernikahan kontroversi Pujiono Cahyo Widianto alias Syekh Puji dengan Lutfiana Ulfa (12). Kepala Bidang KB-KR Jabar. yaitu melahirkan. Karena minim pendidikan. kami mencari artikel yang layak untuk membahas kasus ini.K. Ibu hamil usia muda mempunyai risiko bunuh diri lebih tinggi. Kita tetap harus menjalankan program percepatan untuk menurunkan angka ini. "Angka kematian ibu melahirkan terkait dengan usia ibu melahirkan. Namun hal ini bukan merupakan pembenaran atas tingginya TFR. remaja sedang tumbuh lalu harus mengandung janin yang juga perlu ia beri makan. menurut ahli jiwa dr." ujarnya. Banyak perempuan muda terpaksa mati sia-sia dalam menjalankan salah satu kodrat kewanitaannya.tetap saja hasil sensus menunjukkan TFR masih yang tertinggi.

kepentingan. rasional. Kafa’ah bukan pula suatu keharusan dan sama sekali bukan menjadi syarat dalam akad ikatan perkawinan. Usia Nikah Istilah dan batasan nikah muda (nikah di bawah umur) dalam kalangan pakar hukum Islam sebenarnya masih simpang-siur yang pada akhirnya menghasilkan pendapat yang berbeda. yang jelas kematangan jasmani dan rohani kedua belah pihak menjadi prioritas dalam agama. kondisi pribadi keluarga dan atau kebiasaan masyarakat setempat. akhlak. dalam kaitan ini fikih Islam. baik yang berkaitan masalah ibadah. memiliki norma-norma kemanusiaan dan terhormat ini tidak diselewengkan dan diterapkan hanya untuk kepentingan pribadi tanpa mengindahkan norma-norma kemanusiaan serta etika-etika umum masyarakat lainnya. secara implisit. muamalat. namun pertimbangan kafa’ah hanya sebagai anjuran dan dorongan agar perkawinan berjalan dengan keserasian dan saling pengertian antara kedua belah pihak dus demi langgengnya bahtera rumah tangga. didorong serta dicontohkan Nabi Muhamad. Tidak ditetapkannya usia tertentu dalam masalah usia sebenarnya memberikan kebebasan bagi umat untuk menyesuaikan masalah tersebut tergantung situasi. sebaiknya orang yang sangat takwa dan . transaksi dagang bagi pebisnis. maupun berkaitan hukum (aturan) perkawinan. sesuai tempat dan zaman serta mudah diterima khalayak. orang yang belum mencapai baligh bagi pria dan belum mencapai menstruasi (haid) bagi perempuan. Kafa’ah di sini bukan berarti agama Islam mengakui adanya perbedaan (kasta) dalam masyarakat. Namun.Nikah Muda dalam Kacamata Fikih Islam Oleh Amiruddin Thamrin Di antara keistimewaan Islam adalah fleksibelitas. Maksud nikah muda menurut pendapat mayoritas. mudah. Isu nikah muda sering menjadi polemik dan kontroversi dalam masyarakat dikarenakan masih adanya asumsi bahwa hal itu dianjurkan agama. Tepatkah asumsi tersebut? Tulisan singkat ini dimaksudkan tak lain sekedar memberikan kontribusi tentang isu kawin muda (nikah di bawah umur) dalam pandangan agama. ada yang disebut kafa’ah (baca kesetaraan). yaitu. Harapan semoga ajaran Islam yang sudah sangat indah. persis seperti harus pahamnya apa itu salat bagi orang yang melakukan ibadah salat. Di antaranya. dewasa dan paham arti sebuah pernikahan yang merupakan bagian dari ibadah. universalitas. pisik dan psikis. haji bagi yang berhaji. syariat menghendaki orang yang hendak menikah adalah benar-benar orang yang sudah siap mental. Dorongan adanya kesetaraan Dalam fikih. kesetaraan dalam hal ketakwaan. Syariat Islam tidak membatasi usia tertentu untuk menikah.

tidak dianjurkan bahkan tidak dibolehkan untuk dinikahkan dengan seorang yang rusak agamanya (sama sekali tidak memikirkan agama). ”Saya diperlihatkan wajahmu (Sayidah Aisyah) dalam mimpi sebanyak dua kali. . tidaklah setara (imbang) antara laki-laki yang berumur 50 tahun dengan gadis berusia 13 tahun (apalagi lebih muda dari umur itu). Juga seorang perempuan intelektual tidak dianjurkan dan tidak cocok nikah dengan suami yang bodoh. suku bangsa serta miskin dan kaya. yang cela hanyalah kekayaan yang didapat dari usaha ilegal dan kemiskinan akibat kemalasan. Ketidaksetaraan seperti ini serta perbedaan yang mencolok antara kedua belah pihak tidak didukung syariat karena dikhawatirkan akan kuatnya timbul benturan-benturan antara kedua belah pihak dikarenakan perbedaan yang sangat mencolok tersebut. Keempat: masyarakat Islam (Hejaz) saat itu sudah terbiasa dengan masalah nikah muda dan sudah biasa menerima hal tersebut. kaya-miskin tidaklah menjadi masalah dalam Islam. Perkawinan Rasul dengan Sayidah Aisyah Ada yang berdalih bahwa kawin muda merupakan tuntunan Nabi yang patut ditiru. Akad pernikahan antara Rasul dengan Sayidah Aisyah yang kala itu baru berusia sekitar 10 tahun tidak bisa dijadikan sandaran dan dasar pegangan usia perkawinan dengan alasan sebagai berikut: Pertama: perkawinan itu merupakan perintah Allah sebagaimana sabda Rasul. Juga masalah umur. Ketiga: Perkawinan Rasul dengan Sayidah Aisyah mempunyai hikmah penting dalam dakwah dan pengembangan ajaran Islam dan hukum-hukunya dalam berbagai aspek kehidupan khususnya yang berkaitan dengan masalah keperempuanan yang banyak para kaum perempuan bertanya kepada Nabi melalui Sayidah Aisyah. Walaupun terdapat nikah muda. di mana mereka melihat betapa Rasul setelah wafatnya Sayidah Khadijah. karena Islam tidak memandang keturunan. Kedua: Rasul sendiri sebenarnya tidak berniat berumah tangga kalaulah bukan karena desakan para sahabat lain yang diwakili Sayidah Khawlah binti Hakim yang masih merupakan kerabat Rasul. ras.sangat rajin menjalankan ibadah agama. (HR Bukhari dan Muslim). Pendapat ini sama sekali tidak benar karena Nabi tidak permah mendorong dan menganjurkan untuk melakukan pernikahan di bawah umur. namun secara fisik maupun psikis telah siap sehingga tidak timbul adanya asumsi buruk dan negatif dalam masyarakat. Malaikat membawamu dengan kain sutera nan indah dan mengatakan bahwa ini adalah istrimu”. Miskin bukan merupakan cela (keaiban) dalam pandangan agama. Dikarenakan kecakapan dan kecerdasan Sayidah Aisyah sehingga ia menjadi gudang dan sumber ilmu pengetahuan sepanjang zaman. Sedangkan kesetaraan dan persamaan dalam masalah keturunan. istri tercintanya sangat membutuhkan pendamping dalam mengemban dakwah Islam.

Kita tidak memperpanjang masalah perkawinan ideal dan indah antara Rasul dengan Sayidah Aisyah. berbagi rasa. khususnya para dai serta hendaknya dapat menjadi contoh baik dengan mengedepankan hal-hal yang telah menjadi standar dalam syariat dan bukan mencari hal-hal kontroversi yang menjadikan orang-orang menjadi bertanya-tanya bahkan yang lebih parah lagi meragukan kebenaran syariat. Usia Nikah menurut Undang-Undang Negara Bab II pasal 7 ayat satu menyebutkan bahwa perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun dan pihak perempuan sudah mencapai umur 16 (enam belas) tahun. Pepatah (kata mutiara) Arab mengatakan “Semoga kerahmatan senantiasa tercurahkan bagi orang berusaha menghindarkan dirinya dari hal-hal yang menjadi cemoohan dalam masyarakat. yang menjelaskan batas usia pernikahan untuk pria adalah jika telah mencapai 18 tahun dan untuk perempuannya jika sudah berusia 16 tahun (UU Perkawinan Suriah. namun lebih jauh lagi agama menekankan maksud dan inti dari setiap ajarannya dan tuntunannya. Juga tentang Usia Perkawinan Dalam Bab IV Kompilasi Hukum Islam (KHI) pasal 15 menyebutkan bahwa demi untuk kemaslahatan keluarga dan rumah tangga perkawinan hanya beleh dilakukan calon mempelai yang telah mencapai umur yang ditetapkan dalam pasal 7 Undang-Undang (UU) Nomor 1 tahun 1974 yakni calon suami sekurang-kurangnya berumur 19 tahun dan calon istri sekurang-kurangnya berumur 16 tahun. psikis dan pisik terutama pihak perempuannya. jadikanlah itu sebagai suatu pengecualian (kekhususan) yang mempunyai hikmah penting dalam sejarah agama. apa lagi dilaksanakan dengan tidak sama sekali mengindahkan dimensi-dimensi mental. Penulis adalah Pengurus Cabang Istimewa NU Damaskus. Yang diminta adalah kematangan kedua pihak dalam menempuh kehidupan berkeluarga sehingga tercipta hubungan saling memberi dan menerima. Islam dalam prinsipnya tidak melarang secara terang-terangan tentang pernikahan muda usia. Islam mendorong hal-hal agar lebih menjamin kepada suksesnya sebuah perkawinan. hak-hak anak. dalam masalah perkawinan ini. melainkian hanya menekankankan bahwa Islam tidak mendorong hal tersebut dengan berbagai alasan yang telah dikemukakan di atas. pasal 16). dengan dalih bahwa Islam sendiri tidak melarang. saling curhat dan menasihati antara suami-istri dalam mangarungi bahtera rumah tangga dan meningkatkan ketakwaan. Agama sebaiknya tidak dipandang dengan kasatmata. Dalam UU perkawinan di sejumlah negara Arab hampir sama dengan UU Indonesia Seperti di Suriah. namun Islam juga tak pernah mendorong atau mendukung perkawinan usia muda (di bawah umur) tersebut.” Penulis sama sekali tidak mengklaim batal atau tidak sahnya perkawinan usia muda. dan juga kebiasaan dalam masyarakat. Menurut hemat penulis apa yang telah dibuat UU hendaknya mendapat dukungan dari semua pihak. Suriah .

muamalat. Namun secara implisit syariat menghendaki pihak orang yang hendak melakukan pernikahan adalah benar-benar orang yang sudah siap mental. maupun yang berkaitan dengan hukum (aturan) pernikahan. rasional. dewasa. Dan paham akan arti sebuah pernikahan yang merupakan bagian dari ibadah. haji bagi yang berhaji. Harapan semoga ajaran agama Islam ini yang sudah sangat indah. kondisi pribadi keluarga dan atau kebiasaan masyarakat setempat. Syariat Islam tidak mengatur atau memberikan batasan usia tertentu untuk melaksanakan suatu pernikahan. tidak ditetapkannya usia tertentu dalam masalah usia sebenarnya memberikan kebebasan bagi umat untuk menyesuaikan masalah tersebut tergantung situasi. persis seperti harus pahamnya apa itu shalat bagi orang yang melakukan ibadah shalat. Karenanya. kepentingan. transaksi dagang bagi pebisnis. sesuai dengan tempat dan zaman serta mudah diterima oleh khalayak. yang jelas kematangan jasmani dan rohani kedua belah pihak menjadi prioritas dalam agama.NIKAH MUDA DALAM PANDANGAN FIQIH * Oleh : Amiruddin Thamrin Isu nikah muda sering menjadi polemik dan kontroversi dalam masyarakat. Isu nikah muda sering menjadi polemik dan kontroversi dalam masyarakat dikarenakan masih adanya asumsi bahwa hal tersebut dianjurkan oleh agama. universal. Maksud nikah muda menurut pendapat mayoritas yaitu orang yang belum mencapai baligh bagi pria dan belum mencapai menstruasi (haidh) bagi wanita. didorong serta dicontohkan oleh Baginda Nabi Muhamad SAW. memiliki norma-norma kemanusiaan dan terhormat ini tidak diselewengkan dan diterapkan hanya untuk kepentingan pribadi tanpa mengindahkan normanorma kemanusiaan serta etika-etika umum masyarakat lainnya. dalam kaitan ini fiqih Islam. Tepatkan asumsi tersebut? tulisan singkat ini dimaksudkan tak lain sekedar memberikan kontribusi tentang isu nikah muda (nikah dibawah umur) dalam pandangan agama. Bagaimana hukum Islam memandang kasus seperti ini? Diantara keistimewaan ajaran agama Islam adalah fleksibel. baik yang berkaitan dengan masalah ibadat. akhlak. Usia Pernikahan Istilah dan batasan nikah muda (nikah dibawah umur) dalam kalangan pakar hukum Islam sebenarnya masih simpang siur yang pada akhirnya menghasilkan pendapat yang berbeda. Kafa’ah . pisik dan psikis. mudah.

Ketidak setaraan seperti ini serta perbedaan yang mencolok antara kedua belah pihak tidak didukung oleh syariat karena dikhawatirkan akan timbul benturan-benturan antara kedua belah pihak dikarenakan perbedaan yang sangat mencolok tersebut . Kedua. Rasul SAW sendiri sebenarnya tidak berniat untuk berumah tangga kalaulah bukan karena desakan para sahabat lain yang diwakili oleh Sayidah Khawlah binti Hakim yang masih merupakan kerabat Rasul SAW. Bukhari dan Muslim). di mana mereka melihat betapa Rasul SAW setelah wafatnya Sayidah Khadijah RA istri tercintanya sangat membutuhkan pendamping dalam mengemban dakwah Islam. Kafa’ah di sini bukan berarti agama Islam mengakui adanya perbedaan (kasta) dalam masyarakat. Pendapat ini sama sekali tidak benar karena Nabi SAW tidak permah mendorong dan menganjurkna untuk melakukan pernikahan di bawah umur. suku bangsa serta miskin dan kaya. Akad pernikahan antara Rasul SAW dengan Sayidah Aisyah RA yang kala itu baru berusia sekitar 10 tahun tidak bisa dijadikan sandaran dan dasar pegangan usia pernikahan dengan alas an sbb: Pertama: pernikahan tersebut merupakan perintah dari Allah SAW sebagaimana sabda Rasul SAW. sebaiknya orang yang sangat takwa dan sangat rajin menjalankan ibadah agama. ”Saya diperlihatkan wajahmu (Sayidah Aisyah) dalam mimpi sebanyak dua kali. Kafa’ah bukan pula suatu keharusan dan sama sekali bukan menjadi syarat dalam akad ikatan pernikahan. Malaikat membawamu dengan kain sutera nan indah dan mengatakan bahwa ini adalah istrimu”. Sedangkan kesetaraan dan persamaan dalam masalah keturunan. (HR. Miskin bukan merupakan cela (keaiban) dalam pandangan agama. karena Islam tidak memandang keturunan. Ketiga.Dalam fiqih Islam ada yang disebut kafa’ah (baca kesetaraan). yang cela hanyalah kekayaan yang didapat dari usaha ilegal dan kemiskinan akibat kemalasan. Juga masalah umur tidaklah setara (imbang) antara laki-laki yang berumur 50 tahun dengan gadis berusia 13 tahun (apalagi lebih muda dari umur itu). tidak dianjurkan bahkan tidak dibolehkan untuk dinikahkan dengan seorang yang rusak agamanya (sama sekali tidak memikirkan agama). Pernikahan Rasul SAW dengan Sayidah Aisyah mempunyai hikmah penting dalam dakwah dan pengembangan ajaran Islam dan hukum-hukunya dalam berbagai aspek kehidupan khususnya yang berkaitan dengan masalah kewanitaan yang banyak para kaum perempuan . ras. kaya-miskin tidaklah menjadi masalah dalam agama Islam. namun pertimbangan kafa’ah hanya sekedar sebagai anjuran dan dorongan agar pernikahan berjalan dengan keserasian dan saling pengertian antara kedua belah pihak dus demi langgengnya bahtera rumah tangga. Diantaranya adalah kesetaraan dalam hal ketakwaan. Juga seorang wanita intelektual (cendikiawati) tidak dianjurkan dan tidak cocok nikah dengan suami yang bodoh. Rasul SAW dengan Sayidah Aisyah RA Ada yang berdalih bahwa nikah muda merupakan tuntunan Nabi SAW yang patut ditiru.

berbagi rasa. umpamanya menjelaskan batas usia pernikahan untuk pria adalah jika telah mencapai 18 tahun dan untuk wanitanya jika sudah berusia 16 tahun (Undang-undang Pernikahan Suriah. hak-hak anak. Kita tidak memperpanjang masalah pernikahan ideal dan indah antara Rasul SAW dengan Sayidah Aisyah. Dikarenakan kecakapan dan kecerdasan Sayidah Aisyah RA sehingga beliau menjadi gudang dan sumber ilmu pengetahuan sepanjang zaman. Dalam undang-undang pernikahan di sejumlah negara Arab hampir sama dengan undangundang Indonesia. papatah (kata mutiara) Arab mengatakan “Semoga kerahmatan .bertanya kepada Nabi SAW melalui Sayidah Aisyah RA. Keempat. Agama Islam dalam prinsipnya tidak melarang secara terang-terangan tentang pernikahan muda usia. dengan dalih bahwa toh agama Islam sendiri tidak melarang. namun Islam juga tak pernah mendorong atau mendukung pernikahan usia muda (di bawah umur) tersebut. pasal 16). dan juga kebiasaan dalam masyarakat. Menurut hemat penulis apa yang telah dibuat oleh undang-udang hendaknya mendapat dukungan dari semua pihak khususnya para da’i serta hendaknya dapat menjadi contoh baik dengan mengedepankan hal-hal yang telah menjadi standar dalam syariat dan bukan mencari hal-hal kontroversi yang menjadikan orang-orang menjadi bertanya-tanya bahkan yang lebih parah lagi meragukan kebenaran syariat. Juga tentang Usia Pernikahan Dalam Bab IV Kompilasi Hukum Islam (KHI) pasal 15 menyebutkan bahwa demi untuk kemaslahatan keluarga dan rumah tangga pernikahan hanya beleh dilakukan calon mempelai yang telah mencapai umur yang ditetapkan dalam pasal 7 Undang-undang No. Dalam masalah pernikahan ini. jadikanlah itu sebagai suatu pengecualian (kekhususan) yang mempunyai hikmah penting dalam sejarah agama. namun lebih jauh lagi agama menekankan maksud dan inti dari setiap ajarannya dan tuntunannya. Islam mendorong hal-hal agar lebih menjamin kepada suksesnya sebuah pernikahan. Masyarakat Islam (Hijaz) saat itu sudah terbiasa dengan masalah nikah muda dan sudah biasa menerima hal tersebut. Agama sebaiknya tidak dipandang dengan kasatmata. Yang diminta adalah kematangan kedua belah dalam menempuh kehidupan berkeluarga sehingga adanya saling take and give. saling curhat dan menasehati antara kedua belah pihak suami istri dalam mangarungi bahtera rumah tangga dan meningkatkan ketakwaan. apa lagi dilaksanakan dengan tidak sama sekali mengindahkan dimensi-dimensi mental. Usia Pernikahan Bab II pasal 7 ayat satu menyebutkan bahwa pernikahan hanya diizinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun dan pihak wanita sudah mencapai umur 16 (enam belas) tahun. Suriah. Walaupun terdapat nikah muda namun secara pisik maupun psikis telah siap sehingga tidak timbul adanya asumsi buruk dan negatif dalam masyarakat. psikis dan pisik terutama pihak wanitanya. 1 tahun 1974 yakni calon suami sekurang-kurangnya berumur 19 tahun dan calon isteri sekurang-kurangnya berumur 16 tahun.

Namun pertahanan itu jebol juga. pernikahan usia dini sering berbuntut perceraian. bahkan bisa mengalami depresi berat. keduanya mencoba terus bertahan dan menampilkan sosok pasangan cukup bahagia. “Apa yang terjadi setelah menikah?” tanya sang penyiar tadi. “Dari segi fisik. kalau pernikahan dilakukan di bawah 20 tahun secara emosi si remaja masih ingin bertualang menemukan jati dirinya. emosi remaja belum stabil. “Dunia berubah 180 derajat Dari bangun sembarangan harus berangkat pagi untuk bekerja. karena pada saat itulah orang mulai memasuki usia dewasa. Oleh karena itu pemerintah mendorong masa hamil sebaiknya dilakukan pada usia 20 – 30 tahun.” Dampak Berat Pernikahan Dini Dalam sebuah dialog antar remaja psikolog yang disiarkan secara langsung oleh salah satu stasiun radio swasta di Jakarta beberapa waktu lalu.” Dari cerita ini bisa tergambar bagaimana sibuknya seorang remaja menata dunia yang baginya sangat baru dan sebenarnya ia belum siap menerima perubahan ini. .senantiasa tercurahkan bagi orang berusaha menghidarkan dirinya dari hal-hal yang menjadi cemoohan (omongan negatif) dalam masyarakat. psikolog yang juga Direktur Remaja dan Kesehatan Reproduksi BKKBN. siang malam anak saya menangis. Mampukah remaja itu bertahan? Ambil contoh pernikahan pasangan artis Wulan Guritno dengan Attila Syah. si istri harus melayani suami dan suami tidak bisa ke mana-mana karena harus bekerja untuk belajar tanggung jawab terhadap masa depan keluarga. ia mencoba bertanggung jawab atas hasil perbuatan yang dilakukan bersama pacarnya. seorang remaja laki-laki usia 19 tahun bercerita kepada penyiarnya : “Saya terpaksa menikah karena terlanjur melakukan hubungan intim hingga pacar saya hamil.” Lalu. hingga kami tidak bisa tidur barang sekejap pun. Ada apa dengan cinta? Mengapa pernikahan yang umumnya dilandasi rasa cinta bisa berdampak buruk. remaja itu belum kuat.” jelasnya. memiliki dua dampak cukup berat. “Bayangkan kalau orang seperti itu menikah. Dan pada usia 20 – 24 tahun dalam psikologi. pisah rumah. Perceraian tak dapat ditolak. Dari segi mental pun. Pada tahun-tahun pertama meski sudah memiliki anak. Pada masa ini. Keduanya menikah pada usia di bawah 20 tahun. dikatakan sebagai usia dewasa muda atau lead edolesen. boleh di bilang baru berhenti pada usia 19 tahun. bila dilakukan oleh remaja? Pernikahan dini atau menikah dalam usia muda.” Kestabilan emosi umumnya terjadi pada usia 24 tahun. Belum lagi. Positifnya. menurut Edi Nur Hasmi. ungkap Edi. pertengkaran pun masih berbuntut panjang meski hakim telah memberikan surat bukti cerai. Masa remaja. Ini yang menyebabkan gejolak dalam rumah tangga sehingga terjadi perceraian. biasanya mulai timbul transisi dari gejolak remaja ke masa dewasa yang lebih stabil. tulang panggulnya masih terlalu kecil sehingga bisa membahayakan proses persalinan. Hanya satu persoalannya. ada anak. Maka.

bisa terjadi pada kondisi kepribadian yang berbeda. sebagai sebuah solusi alternative. Zubaydi Ilyas R. rumah tangga dibangun atas komitmen bersama dan merupakan pertemuan dua pribadi berbeda. “Sebaiknya. Lalu. secara psikologis kedua bentuk depresi sama-sama berbahaya. Dia menjadi pendiam.” jelas psikolog yang rajin meneliti kehidupan remaja melalui program Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) yang dibina BKKBN. setelah dinikahkan remaja tersebut jangan dilepas begitu saja. “Dalam pernikahan dini sulit membedakan apakah remaja laki-laki atau remaja perempuan yang biasanya mudah mengendalikan emosi. mereka masih bisa enjoy. Bukan Sekedar Alternatif Ditulis pada Juli 9. si remaja terdorong melakukan hal-hal aneh untuk melampiaskan amarahnya. orang ketiga yang diharapkan mampu mendamaikan persoalan rumah tangga remaja. melihat tingkat remaja yang tidak mempan diberi nasihat dalam bentuk apapun. Pada dasarnya. Sehingga di wanita akan merasa capek sendiri. setidaknya menurut penawaran Prof. Sarlito Wirawan Sarwono pada tahun .Depresi berat atau neoritis depresi akibat pernikahan dini ini. banyak keputusan yang diambil berdasar emosi atau mungkin mengatasnamakan cinta yang membuat mereka salah dalam bertindak. apalagi kalau keduanya berasal dari keluarga cukup mampu. Oleh karena itu. tapi laki-lakinya tidak. perlukah orang ketiga untuk mendamaikan permasalahan remaja? Terkadang.” Usia masih terlalu muda. berubah 100 persen. Biasanya orang mulai menemukan masalah kalau dia punya anak. keduanya masih bisa menikmati masa remaja dengan bersenang-senang meski terikat dalam tali pernikahan. Pernikahan Dini. perang piring. Situasi emosi mereka jelas labil. anak dicekik dan sebagainya. paman ataupun kerabat lainnya. hal ini sulit dilakukan pada pernikahan usia remaja. Kalau berdua tanpa anak. tidak mau bergaul. teman. Dengan kata lain. bahkan menjadi seorang yang schizoprenia atau dalam bahasa awam yang dikenal orang adalah gila. mungkin wanitanya bisa berubah. Pada tahap awal. pihak ketiga itu bisa saja saudara. sulit kembali pada situasi normal. Kalau keduanya bisa saling merubah. atau juga sebaliknya. Meski tak terjadi Married By Accident (MBA) atau menikah karena “kecelakaan”. Pada pribadi introvert (tertutup) akan membuat si remaja menarik diri dari pergaulan. Bahkan orangtua terkadang hanya bisa geleng kepala. Oleh karena itu. kehidupan pernikahan pasti berpengaruh besar pada remaja. Dr. Begitu punya anak. Sedang depresi berat pada pribadi ekstrovert (terbuka) sejak kecil. sebelum ada masalah lebih baik diberi prevensi daripada mereka diberi arahan setelah menemukan masalah. tidak selalu orangtua. itu hanya akan terjadi kalau dua-duanya sama-sama dewasa. remaja memiliki ambisi pribadi untuk mempertanggungkan hasil perbuatannya dan akan mudah tersinggung bila orang lain ikut campur dalam kehidupannya. Seperti. 2007 oleh Iwan Rusliyanto Oleh: M. Artinya. tetapi orang yang dituakan. Namun. Pernikahan Dini:Sebuah nama yang lahir dari komitmen moral dan keilmuan yang sangat kuat.

Adapun urgensi pernikahan terhadap upaya menanggulangi kenakalan remaja barangkali tidak bias . pendiri psikologi humanistik yang menikah di usia 20 tahun. Pernikahan yang sebenarnya. pernikahan dini juga sangat baik untuk pertumbuhan emosi dan mental. Hal ini bisa dimaklumi. Dari sisi psikologis. sehingga kita akan lebih mungkin mencapai kematangan yang puncak (Muhammad Fauzil Adhim. bahkan justru bisa menjadi motivasi untuk meraih puncak prestasi yang lebih cemerlang (seperti tertera sederet nama orang sukses yang melakukan pernikahan dini). yang pada gilirannya akan menjadikan manusia. Nikah diusia remaja. mampu mencapai puncak pertumbuhan kepribadian yang mengesankan ibid). melalui tulisannya berjudul Bagaimana Kalau Kita Galakkan Perkawinan Remaja? Ketika fitnah syahwat kian tak terkendali. Tapi sederet pertanyaan dan kekhawatiranpun muncul. Maslow. Maslow. Indahnya Pernikahan Dini. bahwa usia bukan ukuran utama untuk menentukan kesiapan mental dan kedewasaan seseorang bahwa menikah bisa menjadi solusi alternatif untukmengatasi kenakalan kaum remaja yang kian tak terkendali. orang yang menikah di usia dini lebih mungkin mencapai taraf aktualisasi diri lebih cepat dan lebih sempurna dibanding dengan mereka yang selalu menunda pernikahan. memang wajar kalau banyak yang merasa khawatir: bahwa pernikahan di usia muda akan menghambat studi atau rentan konflik yang berujung perceraian. terutama yang dilakukan oleh kaum muda yang masih duduk di bangku-bangku sekolah. Di kedua buku itu (dan juga di sekitar kita) ada banyak bukti empiris dan tidak perlu dipaparkan disini bahwa menikah di usia dini tidak menghambat studi. Beralasan memang. Selain itu. Hal ini terbaca jelas dalam senetron “Pernikahan Dini” yang pernah ditayangkan di salah satu stasiun televisi. kekhawatiran dan kecemasan timbulnya persoalan-persoalan psikis dan sosial telah dijawab dengan logis dan ilmiah oleh Muhammad Fauzil Adhim dalam bukunya “Indahnya Pernikahan Dini”. menurut M. apalagi SMA maupun perguruan tinggi. menurut bukti-bukti (bukan hanya sekedar teori) psikologis. tidak peduli apakah dia SMP bahkan SD. juga oleh Clarke-Stewart & Koch lewat bukunya “Children Development Through”: bahwa pernikahan di usia remaja dan masih di bangku sekolah bukan sebuah penghalang untuk meraih prestasi yang lebih baik. Pernikahan akan mematangkan seseorang sekaligus memenuhi separuh dari kebutuhan-kebutuhan psikologis manusia. setelah diteliti. pernikahan dini yang rentan perceraian itu adalah pernikahan yang diakibatkan “kecelakaan” (yang disengaja). bukan kesadaran dan kesiapan serta orientasi nikah yang kuat. untuk menciptakan sebuah rumah tangga yang sakinah seperti yang diilustrasikan oleh sinetron tersebut. Bagaimana dengan hasil penelitian di salah satu kota di Yogya bahwa angka perceraian meningkat signifikan karena pernikahan dini? Ternyata. dimulai dari saat menikah. Pernikahan Dini dalam Perspektif Psikologi Sebetulnya. Bahkan menurut Abraham M. 2002).1983. mungkinkah? Siapkah mental dan materinya? Bagaimana respon masyarakat? Apa tidak mengganggu sekolah? Dan masih banyak sederet pertanyaan lainnya. ketika seks pranikah semakin merajalela. karena kekurangsiapan mental dari kedua pasangan yang masih belum dewasa betul. bahwa mental dan kedewasaan lebih berarti dari sekedar materi. sebab pernikahan karena kecelakaan lebih karena keterpaksaan.

“perintahkanlah anak-anakmu mengerjakan shalat ketika mereka berumur tujuh tahun. Salah satu faktor dominan yang sering membuat kita terkadang takut melangkah adalah kesiapan dari sisi ekonomi. Akhirnya. “Barang siapa yang ingin kaya. selalu membangun orientasi menikah kepada para pemuda yang masih single dengan mengajak mereka berdoa agar segera diberi isteri yang shalihah. dengan kemajuan teknologi yang kian canggih. usia terbaik untuk menikah adalah usia antara 19 sampai 25. kita akan menyaksikan kehancuran yang berlangsung pelan-pelan. Bila tidak mampu melaksanakannya maka berpuasalah karena puasa baginya adalah kendali (dari gairah seksual)” (HR.dibantah. sembilanbelas Abad yang silam. barang siapa di antara kalian telah mencapai ba’ah. syabab adalah orang yang telah mencap aqil baligh dan usianya belum mencapai tiga puluh tahun. Kita tak perlu risih dengan yang urusan yang begitu krusial dalam sebuah rumah tangga ini. Ini memang wajar. Hadits di atas dengan jelas dialamatkan kepada syabab (pemuda). Ngeri rasanya ketika kita mendengar hasil sebuah penelitian bahwa 90% mahasiswi di salah satu kota besar di negara muslim ini sudah tidak perawan lagi. . Na ‘udzubillah! Untuk menanggulangi musibah kaum remaja ini hanya satu jawabnya: nikah. maka kawinlah”. kata Fauzil Adhim. maka bagaimana dengan agama? Rasulullah saw. Imam yang lima). “Wahai para pemuda. Ada apa dengan syabab? Sebelumnya. tapi sangat mengerikan: para gadis (yang sudah tidak gadis lagi) hamil di luar nikah. Pernikahan Dini dalam Perspektif Agama Jika menurut psikologis. bersabda. dan pukullah mereka karena tidak mengerjakannya setelah berusia sepuluh tahun dan pisahkan tempat tidurnya” (Ahmad dan Abu Dawud). media informasi (baik cetak atau elektronik) yang terus menyajikan tantangan seksual bagi kaum remaja. seperti yang tersirat dalam suratal-Nur ayat 32 yang artinya. Bukankah Rasul-Nya juga menjamin kita dengan sabdanya. Karena sesungguhnya kawin lebih bisa menjaga pada pandangan mata dan lebih menjaga kemaluan. Karenanya. “dan jika mereka miskin maka Allah akan membuatnya kaya dengan karunia-Nya”. Bukankah Allah telah menjamin rezeki hamba-Nya yang mau menikah. Aqil baligh bisa ditandai dengan mimpi basah (ihtilam) atau masturbasi (haid bagi wanita) atau telah mencapai usia limabelas tahun. Kini. sebenarnya. seorang anak telah memiliki potensi menuju kematangan seksual. maka kawinlah. saat ini. maka tak heran apabila sering terjadi pelecehan seksual yang dilakukan oleh anak ingusan yang masih di bangku sekolah dasar. Siapakah syabab itu? Mengapa kepada syabab? Menurut mayoritas ulama. selain bermakna sebagai pendidikan bagi anak juga menyimpan sebuah isyarat bahwa padausia sepuluh tahun. Pesan Nabi di atas. Sahabat Abdullah bin Mas’ud ra. Pergaulan bebas atau free sex sama sekali bukan nama yang asing di telinga kaum remaja. Tapi sebagai hamba yang beriman. Sebuah isyarat dari Nabi saw. menarik diperhatikan sabda Nabi savv.

apapun masalahnya. . yang jelas “dar’ul mafasid muqoddam ala jalbil masholih wasalam.Dus.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->