Akibat nikah muda Jaman sekarang banyak kejadian anak muda terjebak dalam pernikahan ¨kawin muda¨,yang

sekarang ini sering terjadi di masyarakat dan banyak sekali dari mereka yang tidak tau apa pernikahan yang sebenarnya ¨arti dari sebuah penikahan itu sendiri.¨. Kejadian yang menimpa keluarga ¨sebut saja jon¨ warga pakuran kec.Buayan Kab.Kebumen. Sore itu 19/03/08 jon menghubungi saya lewat telepon,dia menceritakan kondisi rumah tangganya. Saat ini kondisi rumah tangganya sedang hangat ¨ribut¨,mungkin itu adalah sebuah bumbu dalam berumah tangga,tapi kalau terus menerus ribut itu bukanlah bumbu rumah tangga tapi jadi masalah. Jon mengeluh karena istrinya tidak pengertian,kurang bersukur dengan penghasilan yang di dapatnya,dan tidak menghargai kerja kerasnya. Seakan jon putus asa,dari nada bicaranya sudah memprihatinkan,kasihan sekali terdengarnya. Itulah akibat dari pernikahan muda yang di alami,yang masa-masa mudanya harus terputus sampai di situ karena ada keterikatan dalam keluarga. Ketika ada masalah,tidak bisa menyelesaikan dan itu terjadi terus menerus,bagaimana bisa menyelesaikan,ada sedikit masalah lari ke orang tua,jadi sifat kekanak-kanakannya masih ada,iya kalau orang tuanya bisa memberi pengarahan dan mau berubah,mungkin bisa teratasi dan selesai masalah itu,kalau tidak?,yang ada masalah menumpuk dan akibatnya pisahan ranjang bahkan terjadi perceraian. Saat ini jon sedang bingung,apakah bisa memperbaiki sifat istrinya apa tidak,melihat sifat istrinya yang seperti itu,harapan jon istrinya bisa berubah,kalaupun tidak jon akan mengembalikan ke orang tuanya dan bisa jadi menceraikannya. Dulu mungkin jon terlalu cepat mengambil keputusan untuk nikah,tapi tidak memikirkan akibatakibatnya,di kira nikah itu enak dan memjamin bisa bahagia,tapi apa yang terjadi sekarang ini setelah mendapati masalah,sebuah penyesalan yang dirasakan. Mengambil keputusan nikah muda harus benar-benar di pikirkan lebih serius,soalnya itu menentukan kehidupan yang akan di jalani kedepannya,jangan memikirkan enaknya aja tapi pikirkan akibat-akibat yang akan di jalani,berani mengambil keputusan nikah muda berarti berani menanggung resiko seperti yang di alami jon,maka dari itu sebelum semua terjadi maka pikirkanlah dulu.Ataukah mungkin karena sewaktu pacaran dulu belum kelihatan sifat-sifat yang aslinya,sehingga memutuskan untuk menikahinya ?,jadi,sebelum menikah ketahuilah dulu bagaimana sifat dan karakternya,supaya tidak ada penyesalan setelah menikah nanti. Jika keributan dalam keluarga yang berkepanjangan,kasihan,anak yang tidak tau apa-apa harus ikut menjadi korban,beban pikiran bagi anak jika kedua orangtuanya bertengkar terus,bahkan bukan sekedar dari anggota keluarga yang ikut kena imbasnya,bisa juga tetangga kita juga kena karena keributan yang sering terjadi. Pikirkanlah sebelum menikah,apakah memang benar-benar sudah siap apa belum ¨jangan cuma siap di malam pertamanya aja,masa cuma enaknya yang siap¨,lihatlah umur,kiranya sudah ideal apa belum,jika jawaban belum semua maka janganlah mengambil keputusan untuk menikah lebih dini.

bahkan aneh bagi yang tidak melakukannya. Sedangkan DKI Jakarta menduduki peringkat kedua dengan angka 44 orang (dari 1. Saya termasuk yang tidak setuju dengan pergaulan ini. Tahun berganti. saya menikah saja. H. Itu namanya helah. Mereka bukan remaja desa. Melihat keadaan pergaulan sekarang yang semakin bebas saya setuju-setuju saja bila pasangan menikah dalam usia muda. Atas dalih ini. Dahulu. terus bisa saling curhat. Saud. melainkan remaja-remaja di kota besar. Ketua Pengadilan Agama Bandung Drs. Misalnya daripada saya membunuh lebih baik saya menempeleng. kawin muda dianggap lumrah. Daripada saya berbuat dosa. Kalau dulu orang tua ingin anaknya menikah muda dengan berbagai alasan.H. "Kita lihat dari sisi positifnya saja." begitu ujar Nabila dalam sebuah tayangan. menikah dalam usia muda rupanya masih saja menarik untuk dilakukan kaum muda. maka kini malah banyak remaja sendiri yang bercita-cita kawin muda. Sebagai pemuda. atau Nabila Syakieb. M. Nia Ramadhani. "Kayaknya asyik aja. beberapa remaja berpandangan menikah muda merupakan pilihan agar mereka terhindar dari melakukan perbuatan dosa. Di antara daerahdaerah tersebut. "Yang namanya hukum itu tidak ada alasan ' daripada-daripada'. Selain itu. Fenomena kawin muda ini tampaknya merupakan "mode" yang terulang. dari 1.P. Begitu juga pengakuan Esti (16) pelajar SMA 4 Bandung tentang keinginan banyak temannya yang ingin menikah dalam usia muda karena kelihatannya "asyik".Plus Minus Menikah Muda DALAM abad modern saat ini. Jawa Barat menduduki peringkat pertama dalam jumlah pasangan yang melakukan kawinmuda. seperti hubungan seks sebelum menikah misalnya. Ketua ISI Jabar sekaligus Ketua BKKBN (Badan Kesejahteraan Keluarga Berencana Nasional) Jawa Barat Drs. Bagi yang rajin menyimak tayangan infotainment yang marak di berbagai stasiun televisi. pastilah sering mendengar keinginan artis yang ingin menikah dalam usia muda. Apalagi yang namanya menikah itu kan niatnya ibadah. S." katanya. Masih muda sudah punya anak gede. saya melihat bahwa pergaulan bebas sudah dianggap lumrah. Sebut saja di antaranya Alyssa Soebandono. Hertog N.A. makin banyak yang menentang perkawinan di usia dini." kata atlet Taekwondo Kota Bandung Aditria.000 penduduk) menikah muda dan sudah melahirkan di usia antara 15 hingga 19 tahun.000 penduduk Jawa Barat usia 15 hingga 19 tahun terdapat 126 orang yang sudah melahirkan dan kawin muda. Fenomena tersebut kembali lagi. Penelitian yang dilakukan Ikatan Sosiologi Indonesia (ISI) Jawa Barat mengungkapkan fakta masih tingginya kawin muda di Pulau Jawa dan Bali. mengungkapkan. "Kayaknya asyik" ternyata juga alasan praktis yang bukan hanya dikemukakan kalangan artis. tegas-tegas menolak. . Muslih Munawar. yaitu supaya tidak terjerat haram maka hukum digeser-geser.

Untuk itu. Secara keseluruhan dari 28 daerah wilayah di Jawa Barat. reproduksi sehat sejahtera. menunjukkan tingginya perkara perceraian di daerah-daerah Jawa Barat.583 perkara cerai. Perkara perceraian di Garut 676 perkara. Dadang Sudrajat. "Kebanyakan yang gagal itu karena kawin muda. Namun dalam alasan perceraian tentu saja bukan karena alasan kawin muda. Sosiolog yang juga Wakil Ketua ISI Jabar Dr. Pada 2005. Menurut Dadang. Cianjur. banyak kasus perceraian merupakan dampak dari mudanya usia pasangan bercerai ketika memutuskan untuk menikah. ** UNDANG-UNDANG menetapkan usia 16 tahun sebagai usia dewasa seorang perempuan dan 19 tahun seorang lelaki untuk menikah. Drs. angka kedua terbesar setelah Jakarta. dan Sukabumi 169 perkara. latar belakang pendidikan. " nilai Dadang. sosial. dan lain sebagainya. yaitu Indramayu. dan Banten. Dengan bahasa sederhana. perlindungan. sosial budaya. Data dari Panitera Muda Hukum Pengadilan Tinggi Agama Negeri Bandung. "Harus bisa melihat dari segi kualitatif.39. Purwakarta. Jawa Timur. Garut. Tingkat kesuburan tinggi. Jawa Tengah. jika tidak dicegah menyebabkan pertambahan penduduk melaju kencang. ekonomi dan pelestarian lingkungan. Munandar Sulaeman mengakui hal tersebut." katanya sambil menguraikan fungsi keluarga versi BKKBN yang meliputi agama. Indramayu ada di peringkat ke-3 dalam perkara perceraian. . pada tahun 2005 terjadi perkara 29. yang meliputi 13. "Saya kira benar. karena banyak pasangan menikah muda otomatis tingkat kesuburan pun tinggi. Tetapi masalah tersebut tentu saja sebagai salah satu dampak dari perkawinan yang dilakukan tanpa kematangan usia dan psikologis. Pada kenyataannya. kasih sayang. tetap saja Jabar menduduki peringkat satu dalam total fertility rate (rata-rata tingkat kesuburan).666 cerai gugat. Jawa Barat menduduki peringkat satu di atas Jakarta.917 cerai talak dan 15.213 perkara . melainkan alasan ekonomi dan lain sebagainya. Dampak perkawinan muda secara umum muncul juga dalam kaitan laju perkembangan penduduk. Walaupun Jawa Barat telah berhasil menekan laju perkembangan penduduk dengan program keluarga berencananya. Majalengka. Bali. tujuan berkeluarga itu apa sih. Angka tersebut hampir sama dengan perkara tahun sebelumnya. Hertog mengingatkan pasangan yang akan menikah harus berpikir jauh ke depan.BANYAKNYA perkawinan usia muda ini berbanding lurus dengan tingginya angka perceraian di daerah-daerah yang menjadi penelitian ISI pada tahun 2004. banyaknya perkawinan muda berbanding lurus dengan tingginya kasus perceraian di enam daerah yang menjadi penelitian." aku Munandar. sosialisasi pendidikan. kematangan seseorang banyak juga tergantung pada perkembangan emosi. Yogyakarta. Kendati Jabar telah berhasil menurunkan TFR hingga 3. Cianjur 467 perkara. Majalengka 2. dan Sukabumi.

Rebutan dalam perkembangan. Lagi-lagi Jawa Barat menduduki "posisi istimewa" dalam kematian karena melahirkan yaitu di atas rata-rata nasional. Jabar menduduki peringkat kedua setelah Nusa Tenggara Barat (NTB). Kebetulan ku temukan sebuah artikel yg cukup lengkap. Bisa karena terlalu muda. Secara umum. obyektif.(Uci Anwar)*** Nikah Muda (Bawah Umur).J. Ibaratnya. Kematian ibu melahirkan.. karena start-nya atau pada saat mulai penghitungan TFR saat program KB dicanangkan tahun 1971 Jabar sudah berada di posisi tertinggi. Zainie melihat perempuan sebaiknya menikah paling minim usia 21-22 tahun. terkait dengan ketaksiapan ibu muda dalam segala hal.M. Kita tetap harus menjalankan program percepatan untuk menurunkan angka ini.R. yaitu melahirkan. "Ini bisa menimbulkan stres.tetap saja hasil sensus menunjukkan TFR masih yang tertinggi. walaupun mungkin selamat.K. "Bagaimana tidak tinggi." ujarnya. Karena minim pendidikan. kami mencari artikel yang layak untuk membahas kasus ini. Banyak perempuan muda terpaksa mati sia-sia dalam menjalankan salah satu kodrat kewanitaannya. Ada penolakan keluarga yang terjadi akibat malu." nilai Drs. "Angka kematian ibu melahirkan terkait dengan usia ibu melahirkan. Sp. Terlebih jika menikah muda karena ketelanjuran berhubungan seks. khususnya jika mereka hamil di luar nikah dan tanpa didukung keluarga." jelas Zainie. remaja sedang tumbuh lalu harus mengandung janin yang juga perlu ia beri makan. Namun hal ini bukan merupakan pembenaran atas tingginya TFR. Semoga bermanfaat. namun bagaimana (seorang yg lebih mengetahui ttg masalah ini menuliskan tentang) ajaran agama kita memandangnya. ** PETUALANGAN kaum muda dalam lembaga perkawinan memberi dampak lain yang lebih serius. atau terlalu sering melahirkan. Kepala Bidang KB-KR Jabar. terlalu banyak. menurut ahli jiwa dr. . Ibu hamil usia muda mempunyai risiko bunuh diri lebih tinggi. namun kualitas anak yang dilahirkan remaja tentu akan berbeda dengan yang dilahirkan perempuaan dewasa yang memang sudah siap untuk melahirkan. Bukan sekedar boleh tidaknya. H. atau dampak psikologis semata. Dari seribu ibu melahirkan terjadi kasus 44 kematian. Suryadi Danuwisastra. sunnah mubah makruh atau haram? Sehubungan dengan pernikahan kontroversi Pujiono Cahyo Widianto alias Syekh Puji dengan Lutfiana Ulfa (12). "Usia remaja menimbulkan persoalan dari berbagai sisi seperti pendidikan yang mungkin belum lulus SMA. Zainie Hassan A. pekerjaan semakin sulit didapat dan berpengaruh pada pendapatan ekonomi keluarga." ujar Hertog.

yaitu. transaksi dagang bagi pebisnis. Tepatkah asumsi tersebut? Tulisan singkat ini dimaksudkan tak lain sekedar memberikan kontribusi tentang isu kawin muda (nikah di bawah umur) dalam pandangan agama. rasional. Kafa’ah bukan pula suatu keharusan dan sama sekali bukan menjadi syarat dalam akad ikatan perkawinan. kepentingan. Dorongan adanya kesetaraan Dalam fikih. universalitas. didorong serta dicontohkan Nabi Muhamad. ada yang disebut kafa’ah (baca kesetaraan). Syariat Islam tidak membatasi usia tertentu untuk menikah. Kafa’ah di sini bukan berarti agama Islam mengakui adanya perbedaan (kasta) dalam masyarakat. pisik dan psikis. mudah. dewasa dan paham arti sebuah pernikahan yang merupakan bagian dari ibadah. Harapan semoga ajaran Islam yang sudah sangat indah. persis seperti harus pahamnya apa itu salat bagi orang yang melakukan ibadah salat. maupun berkaitan hukum (aturan) perkawinan. Isu nikah muda sering menjadi polemik dan kontroversi dalam masyarakat dikarenakan masih adanya asumsi bahwa hal itu dianjurkan agama. Tidak ditetapkannya usia tertentu dalam masalah usia sebenarnya memberikan kebebasan bagi umat untuk menyesuaikan masalah tersebut tergantung situasi. baik yang berkaitan masalah ibadah. muamalat. sesuai tempat dan zaman serta mudah diterima khalayak. Di antaranya. dalam kaitan ini fikih Islam. Namun. kondisi pribadi keluarga dan atau kebiasaan masyarakat setempat. memiliki norma-norma kemanusiaan dan terhormat ini tidak diselewengkan dan diterapkan hanya untuk kepentingan pribadi tanpa mengindahkan norma-norma kemanusiaan serta etika-etika umum masyarakat lainnya. akhlak. haji bagi yang berhaji.Nikah Muda dalam Kacamata Fikih Islam Oleh Amiruddin Thamrin Di antara keistimewaan Islam adalah fleksibelitas. Usia Nikah Istilah dan batasan nikah muda (nikah di bawah umur) dalam kalangan pakar hukum Islam sebenarnya masih simpang-siur yang pada akhirnya menghasilkan pendapat yang berbeda. namun pertimbangan kafa’ah hanya sebagai anjuran dan dorongan agar perkawinan berjalan dengan keserasian dan saling pengertian antara kedua belah pihak dus demi langgengnya bahtera rumah tangga. orang yang belum mencapai baligh bagi pria dan belum mencapai menstruasi (haid) bagi perempuan. Maksud nikah muda menurut pendapat mayoritas. kesetaraan dalam hal ketakwaan. syariat menghendaki orang yang hendak menikah adalah benar-benar orang yang sudah siap mental. secara implisit. yang jelas kematangan jasmani dan rohani kedua belah pihak menjadi prioritas dalam agama. sebaiknya orang yang sangat takwa dan .

istri tercintanya sangat membutuhkan pendamping dalam mengemban dakwah Islam. Walaupun terdapat nikah muda. Sedangkan kesetaraan dan persamaan dalam masalah keturunan. Ketidaksetaraan seperti ini serta perbedaan yang mencolok antara kedua belah pihak tidak didukung syariat karena dikhawatirkan akan kuatnya timbul benturan-benturan antara kedua belah pihak dikarenakan perbedaan yang sangat mencolok tersebut. Miskin bukan merupakan cela (keaiban) dalam pandangan agama. Juga masalah umur. tidaklah setara (imbang) antara laki-laki yang berumur 50 tahun dengan gadis berusia 13 tahun (apalagi lebih muda dari umur itu). ras. namun secara fisik maupun psikis telah siap sehingga tidak timbul adanya asumsi buruk dan negatif dalam masyarakat. Perkawinan Rasul dengan Sayidah Aisyah Ada yang berdalih bahwa kawin muda merupakan tuntunan Nabi yang patut ditiru. . Dikarenakan kecakapan dan kecerdasan Sayidah Aisyah sehingga ia menjadi gudang dan sumber ilmu pengetahuan sepanjang zaman. ”Saya diperlihatkan wajahmu (Sayidah Aisyah) dalam mimpi sebanyak dua kali. Malaikat membawamu dengan kain sutera nan indah dan mengatakan bahwa ini adalah istrimu”. Juga seorang perempuan intelektual tidak dianjurkan dan tidak cocok nikah dengan suami yang bodoh. Pendapat ini sama sekali tidak benar karena Nabi tidak permah mendorong dan menganjurkan untuk melakukan pernikahan di bawah umur. Kedua: Rasul sendiri sebenarnya tidak berniat berumah tangga kalaulah bukan karena desakan para sahabat lain yang diwakili Sayidah Khawlah binti Hakim yang masih merupakan kerabat Rasul. yang cela hanyalah kekayaan yang didapat dari usaha ilegal dan kemiskinan akibat kemalasan. karena Islam tidak memandang keturunan. Keempat: masyarakat Islam (Hejaz) saat itu sudah terbiasa dengan masalah nikah muda dan sudah biasa menerima hal tersebut. kaya-miskin tidaklah menjadi masalah dalam Islam. tidak dianjurkan bahkan tidak dibolehkan untuk dinikahkan dengan seorang yang rusak agamanya (sama sekali tidak memikirkan agama). di mana mereka melihat betapa Rasul setelah wafatnya Sayidah Khadijah. Ketiga: Perkawinan Rasul dengan Sayidah Aisyah mempunyai hikmah penting dalam dakwah dan pengembangan ajaran Islam dan hukum-hukunya dalam berbagai aspek kehidupan khususnya yang berkaitan dengan masalah keperempuanan yang banyak para kaum perempuan bertanya kepada Nabi melalui Sayidah Aisyah. (HR Bukhari dan Muslim).sangat rajin menjalankan ibadah agama. Akad pernikahan antara Rasul dengan Sayidah Aisyah yang kala itu baru berusia sekitar 10 tahun tidak bisa dijadikan sandaran dan dasar pegangan usia perkawinan dengan alasan sebagai berikut: Pertama: perkawinan itu merupakan perintah Allah sebagaimana sabda Rasul. suku bangsa serta miskin dan kaya.

dan juga kebiasaan dalam masyarakat. berbagi rasa. yang menjelaskan batas usia pernikahan untuk pria adalah jika telah mencapai 18 tahun dan untuk perempuannya jika sudah berusia 16 tahun (UU Perkawinan Suriah. Menurut hemat penulis apa yang telah dibuat UU hendaknya mendapat dukungan dari semua pihak. Yang diminta adalah kematangan kedua pihak dalam menempuh kehidupan berkeluarga sehingga tercipta hubungan saling memberi dan menerima. psikis dan pisik terutama pihak perempuannya. Usia Nikah menurut Undang-Undang Negara Bab II pasal 7 ayat satu menyebutkan bahwa perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun dan pihak perempuan sudah mencapai umur 16 (enam belas) tahun. Islam dalam prinsipnya tidak melarang secara terang-terangan tentang pernikahan muda usia. Agama sebaiknya tidak dipandang dengan kasatmata. namun Islam juga tak pernah mendorong atau mendukung perkawinan usia muda (di bawah umur) tersebut. saling curhat dan menasihati antara suami-istri dalam mangarungi bahtera rumah tangga dan meningkatkan ketakwaan. melainkian hanya menekankankan bahwa Islam tidak mendorong hal tersebut dengan berbagai alasan yang telah dikemukakan di atas.Kita tidak memperpanjang masalah perkawinan ideal dan indah antara Rasul dengan Sayidah Aisyah. pasal 16). apa lagi dilaksanakan dengan tidak sama sekali mengindahkan dimensi-dimensi mental.” Penulis sama sekali tidak mengklaim batal atau tidak sahnya perkawinan usia muda. Islam mendorong hal-hal agar lebih menjamin kepada suksesnya sebuah perkawinan. jadikanlah itu sebagai suatu pengecualian (kekhususan) yang mempunyai hikmah penting dalam sejarah agama. dengan dalih bahwa Islam sendiri tidak melarang. Juga tentang Usia Perkawinan Dalam Bab IV Kompilasi Hukum Islam (KHI) pasal 15 menyebutkan bahwa demi untuk kemaslahatan keluarga dan rumah tangga perkawinan hanya beleh dilakukan calon mempelai yang telah mencapai umur yang ditetapkan dalam pasal 7 Undang-Undang (UU) Nomor 1 tahun 1974 yakni calon suami sekurang-kurangnya berumur 19 tahun dan calon istri sekurang-kurangnya berumur 16 tahun. Pepatah (kata mutiara) Arab mengatakan “Semoga kerahmatan senantiasa tercurahkan bagi orang berusaha menghindarkan dirinya dari hal-hal yang menjadi cemoohan dalam masyarakat. Suriah . Penulis adalah Pengurus Cabang Istimewa NU Damaskus. Dalam UU perkawinan di sejumlah negara Arab hampir sama dengan UU Indonesia Seperti di Suriah. khususnya para dai serta hendaknya dapat menjadi contoh baik dengan mengedepankan hal-hal yang telah menjadi standar dalam syariat dan bukan mencari hal-hal kontroversi yang menjadikan orang-orang menjadi bertanya-tanya bahkan yang lebih parah lagi meragukan kebenaran syariat. namun lebih jauh lagi agama menekankan maksud dan inti dari setiap ajarannya dan tuntunannya. dalam masalah perkawinan ini. hak-hak anak.

Karenanya. Bagaimana hukum Islam memandang kasus seperti ini? Diantara keistimewaan ajaran agama Islam adalah fleksibel. haji bagi yang berhaji. universal. kepentingan. Harapan semoga ajaran agama Islam ini yang sudah sangat indah. Syariat Islam tidak mengatur atau memberikan batasan usia tertentu untuk melaksanakan suatu pernikahan. persis seperti harus pahamnya apa itu shalat bagi orang yang melakukan ibadah shalat.NIKAH MUDA DALAM PANDANGAN FIQIH * Oleh : Amiruddin Thamrin Isu nikah muda sering menjadi polemik dan kontroversi dalam masyarakat. dalam kaitan ini fiqih Islam. yang jelas kematangan jasmani dan rohani kedua belah pihak menjadi prioritas dalam agama. pisik dan psikis. Dan paham akan arti sebuah pernikahan yang merupakan bagian dari ibadah. Maksud nikah muda menurut pendapat mayoritas yaitu orang yang belum mencapai baligh bagi pria dan belum mencapai menstruasi (haidh) bagi wanita. transaksi dagang bagi pebisnis. tidak ditetapkannya usia tertentu dalam masalah usia sebenarnya memberikan kebebasan bagi umat untuk menyesuaikan masalah tersebut tergantung situasi. Usia Pernikahan Istilah dan batasan nikah muda (nikah dibawah umur) dalam kalangan pakar hukum Islam sebenarnya masih simpang siur yang pada akhirnya menghasilkan pendapat yang berbeda. mudah. Namun secara implisit syariat menghendaki pihak orang yang hendak melakukan pernikahan adalah benar-benar orang yang sudah siap mental. Isu nikah muda sering menjadi polemik dan kontroversi dalam masyarakat dikarenakan masih adanya asumsi bahwa hal tersebut dianjurkan oleh agama. muamalat. maupun yang berkaitan dengan hukum (aturan) pernikahan. Tepatkan asumsi tersebut? tulisan singkat ini dimaksudkan tak lain sekedar memberikan kontribusi tentang isu nikah muda (nikah dibawah umur) dalam pandangan agama. sesuai dengan tempat dan zaman serta mudah diterima oleh khalayak. kondisi pribadi keluarga dan atau kebiasaan masyarakat setempat. dewasa. rasional. Kafa’ah . baik yang berkaitan dengan masalah ibadat. akhlak. didorong serta dicontohkan oleh Baginda Nabi Muhamad SAW. memiliki norma-norma kemanusiaan dan terhormat ini tidak diselewengkan dan diterapkan hanya untuk kepentingan pribadi tanpa mengindahkan normanorma kemanusiaan serta etika-etika umum masyarakat lainnya.

Sedangkan kesetaraan dan persamaan dalam masalah keturunan. Bukhari dan Muslim). Malaikat membawamu dengan kain sutera nan indah dan mengatakan bahwa ini adalah istrimu”. suku bangsa serta miskin dan kaya. Akad pernikahan antara Rasul SAW dengan Sayidah Aisyah RA yang kala itu baru berusia sekitar 10 tahun tidak bisa dijadikan sandaran dan dasar pegangan usia pernikahan dengan alas an sbb: Pertama: pernikahan tersebut merupakan perintah dari Allah SAW sebagaimana sabda Rasul SAW. Rasul SAW sendiri sebenarnya tidak berniat untuk berumah tangga kalaulah bukan karena desakan para sahabat lain yang diwakili oleh Sayidah Khawlah binti Hakim yang masih merupakan kerabat Rasul SAW. Diantaranya adalah kesetaraan dalam hal ketakwaan. Juga seorang wanita intelektual (cendikiawati) tidak dianjurkan dan tidak cocok nikah dengan suami yang bodoh. Kafa’ah bukan pula suatu keharusan dan sama sekali bukan menjadi syarat dalam akad ikatan pernikahan. Ketidak setaraan seperti ini serta perbedaan yang mencolok antara kedua belah pihak tidak didukung oleh syariat karena dikhawatirkan akan timbul benturan-benturan antara kedua belah pihak dikarenakan perbedaan yang sangat mencolok tersebut . di mana mereka melihat betapa Rasul SAW setelah wafatnya Sayidah Khadijah RA istri tercintanya sangat membutuhkan pendamping dalam mengemban dakwah Islam. Pernikahan Rasul SAW dengan Sayidah Aisyah mempunyai hikmah penting dalam dakwah dan pengembangan ajaran Islam dan hukum-hukunya dalam berbagai aspek kehidupan khususnya yang berkaitan dengan masalah kewanitaan yang banyak para kaum perempuan . tidak dianjurkan bahkan tidak dibolehkan untuk dinikahkan dengan seorang yang rusak agamanya (sama sekali tidak memikirkan agama). Ketiga. (HR. kaya-miskin tidaklah menjadi masalah dalam agama Islam. yang cela hanyalah kekayaan yang didapat dari usaha ilegal dan kemiskinan akibat kemalasan. Kedua. namun pertimbangan kafa’ah hanya sekedar sebagai anjuran dan dorongan agar pernikahan berjalan dengan keserasian dan saling pengertian antara kedua belah pihak dus demi langgengnya bahtera rumah tangga. karena Islam tidak memandang keturunan. Kafa’ah di sini bukan berarti agama Islam mengakui adanya perbedaan (kasta) dalam masyarakat. Rasul SAW dengan Sayidah Aisyah RA Ada yang berdalih bahwa nikah muda merupakan tuntunan Nabi SAW yang patut ditiru. sebaiknya orang yang sangat takwa dan sangat rajin menjalankan ibadah agama. ras. Pendapat ini sama sekali tidak benar karena Nabi SAW tidak permah mendorong dan menganjurkna untuk melakukan pernikahan di bawah umur. Miskin bukan merupakan cela (keaiban) dalam pandangan agama. Juga masalah umur tidaklah setara (imbang) antara laki-laki yang berumur 50 tahun dengan gadis berusia 13 tahun (apalagi lebih muda dari umur itu).Dalam fiqih Islam ada yang disebut kafa’ah (baca kesetaraan). ”Saya diperlihatkan wajahmu (Sayidah Aisyah) dalam mimpi sebanyak dua kali.

Suriah. Dalam undang-undang pernikahan di sejumlah negara Arab hampir sama dengan undangundang Indonesia. Juga tentang Usia Pernikahan Dalam Bab IV Kompilasi Hukum Islam (KHI) pasal 15 menyebutkan bahwa demi untuk kemaslahatan keluarga dan rumah tangga pernikahan hanya beleh dilakukan calon mempelai yang telah mencapai umur yang ditetapkan dalam pasal 7 Undang-undang No. Kita tidak memperpanjang masalah pernikahan ideal dan indah antara Rasul SAW dengan Sayidah Aisyah. hak-hak anak. saling curhat dan menasehati antara kedua belah pihak suami istri dalam mangarungi bahtera rumah tangga dan meningkatkan ketakwaan. Menurut hemat penulis apa yang telah dibuat oleh undang-udang hendaknya mendapat dukungan dari semua pihak khususnya para da’i serta hendaknya dapat menjadi contoh baik dengan mengedepankan hal-hal yang telah menjadi standar dalam syariat dan bukan mencari hal-hal kontroversi yang menjadikan orang-orang menjadi bertanya-tanya bahkan yang lebih parah lagi meragukan kebenaran syariat. Walaupun terdapat nikah muda namun secara pisik maupun psikis telah siap sehingga tidak timbul adanya asumsi buruk dan negatif dalam masyarakat. apa lagi dilaksanakan dengan tidak sama sekali mengindahkan dimensi-dimensi mental. Usia Pernikahan Bab II pasal 7 ayat satu menyebutkan bahwa pernikahan hanya diizinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun dan pihak wanita sudah mencapai umur 16 (enam belas) tahun. papatah (kata mutiara) Arab mengatakan “Semoga kerahmatan . Islam mendorong hal-hal agar lebih menjamin kepada suksesnya sebuah pernikahan. umpamanya menjelaskan batas usia pernikahan untuk pria adalah jika telah mencapai 18 tahun dan untuk wanitanya jika sudah berusia 16 tahun (Undang-undang Pernikahan Suriah. Yang diminta adalah kematangan kedua belah dalam menempuh kehidupan berkeluarga sehingga adanya saling take and give. Dikarenakan kecakapan dan kecerdasan Sayidah Aisyah RA sehingga beliau menjadi gudang dan sumber ilmu pengetahuan sepanjang zaman. Masyarakat Islam (Hijaz) saat itu sudah terbiasa dengan masalah nikah muda dan sudah biasa menerima hal tersebut. psikis dan pisik terutama pihak wanitanya. namun lebih jauh lagi agama menekankan maksud dan inti dari setiap ajarannya dan tuntunannya. dan juga kebiasaan dalam masyarakat. pasal 16). Agama Islam dalam prinsipnya tidak melarang secara terang-terangan tentang pernikahan muda usia. berbagi rasa. jadikanlah itu sebagai suatu pengecualian (kekhususan) yang mempunyai hikmah penting dalam sejarah agama. Dalam masalah pernikahan ini. namun Islam juga tak pernah mendorong atau mendukung pernikahan usia muda (di bawah umur) tersebut. Keempat. 1 tahun 1974 yakni calon suami sekurang-kurangnya berumur 19 tahun dan calon isteri sekurang-kurangnya berumur 16 tahun. Agama sebaiknya tidak dipandang dengan kasatmata. dengan dalih bahwa toh agama Islam sendiri tidak melarang.bertanya kepada Nabi SAW melalui Sayidah Aisyah RA.

Maka. hingga kami tidak bisa tidur barang sekejap pun. Keduanya menikah pada usia di bawah 20 tahun. boleh di bilang baru berhenti pada usia 19 tahun. Belum lagi.senantiasa tercurahkan bagi orang berusaha menghidarkan dirinya dari hal-hal yang menjadi cemoohan (omongan negatif) dalam masyarakat. emosi remaja belum stabil. tulang panggulnya masih terlalu kecil sehingga bisa membahayakan proses persalinan. Pada tahun-tahun pertama meski sudah memiliki anak. ada anak. remaja itu belum kuat. pisah rumah. Mampukah remaja itu bertahan? Ambil contoh pernikahan pasangan artis Wulan Guritno dengan Attila Syah. si istri harus melayani suami dan suami tidak bisa ke mana-mana karena harus bekerja untuk belajar tanggung jawab terhadap masa depan keluarga. biasanya mulai timbul transisi dari gejolak remaja ke masa dewasa yang lebih stabil. Hanya satu persoalannya. siang malam anak saya menangis. “Apa yang terjadi setelah menikah?” tanya sang penyiar tadi.” Lalu.” Kestabilan emosi umumnya terjadi pada usia 24 tahun. bila dilakukan oleh remaja? Pernikahan dini atau menikah dalam usia muda. dikatakan sebagai usia dewasa muda atau lead edolesen. psikolog yang juga Direktur Remaja dan Kesehatan Reproduksi BKKBN. karena pada saat itulah orang mulai memasuki usia dewasa.” Dari cerita ini bisa tergambar bagaimana sibuknya seorang remaja menata dunia yang baginya sangat baru dan sebenarnya ia belum siap menerima perubahan ini. Masa remaja. kalau pernikahan dilakukan di bawah 20 tahun secara emosi si remaja masih ingin bertualang menemukan jati dirinya. pertengkaran pun masih berbuntut panjang meski hakim telah memberikan surat bukti cerai. Oleh karena itu pemerintah mendorong masa hamil sebaiknya dilakukan pada usia 20 – 30 tahun. Namun pertahanan itu jebol juga. menurut Edi Nur Hasmi. ungkap Edi. Dan pada usia 20 – 24 tahun dalam psikologi. Perceraian tak dapat ditolak. seorang remaja laki-laki usia 19 tahun bercerita kepada penyiarnya : “Saya terpaksa menikah karena terlanjur melakukan hubungan intim hingga pacar saya hamil. Dari segi mental pun. pernikahan usia dini sering berbuntut perceraian. keduanya mencoba terus bertahan dan menampilkan sosok pasangan cukup bahagia. . ia mencoba bertanggung jawab atas hasil perbuatan yang dilakukan bersama pacarnya. Ada apa dengan cinta? Mengapa pernikahan yang umumnya dilandasi rasa cinta bisa berdampak buruk. “Dari segi fisik. Positifnya. Ini yang menyebabkan gejolak dalam rumah tangga sehingga terjadi perceraian. “Dunia berubah 180 derajat Dari bangun sembarangan harus berangkat pagi untuk bekerja. “Bayangkan kalau orang seperti itu menikah. bahkan bisa mengalami depresi berat.” jelasnya.” Dampak Berat Pernikahan Dini Dalam sebuah dialog antar remaja psikolog yang disiarkan secara langsung oleh salah satu stasiun radio swasta di Jakarta beberapa waktu lalu. memiliki dua dampak cukup berat. Pada masa ini.

Begitu punya anak. mereka masih bisa enjoy. Sehingga di wanita akan merasa capek sendiri. Pada pribadi introvert (tertutup) akan membuat si remaja menarik diri dari pergaulan. Biasanya orang mulai menemukan masalah kalau dia punya anak. setidaknya menurut penawaran Prof. sebagai sebuah solusi alternative. pihak ketiga itu bisa saja saudara. itu hanya akan terjadi kalau dua-duanya sama-sama dewasa. mungkin wanitanya bisa berubah. keduanya masih bisa menikmati masa remaja dengan bersenang-senang meski terikat dalam tali pernikahan. si remaja terdorong melakukan hal-hal aneh untuk melampiaskan amarahnya. rumah tangga dibangun atas komitmen bersama dan merupakan pertemuan dua pribadi berbeda. perang piring. Bukan Sekedar Alternatif Ditulis pada Juli 9. sebelum ada masalah lebih baik diberi prevensi daripada mereka diberi arahan setelah menemukan masalah. Situasi emosi mereka jelas labil. Sarlito Wirawan Sarwono pada tahun . “Sebaiknya. anak dicekik dan sebagainya. paman ataupun kerabat lainnya. Dr. Kalau keduanya bisa saling merubah. tapi laki-lakinya tidak. hal ini sulit dilakukan pada pernikahan usia remaja. Bahkan orangtua terkadang hanya bisa geleng kepala.Depresi berat atau neoritis depresi akibat pernikahan dini ini. Kalau berdua tanpa anak.” Usia masih terlalu muda. bahkan menjadi seorang yang schizoprenia atau dalam bahasa awam yang dikenal orang adalah gila. Namun. Sedang depresi berat pada pribadi ekstrovert (terbuka) sejak kecil. Zubaydi Ilyas R. Pada tahap awal. berubah 100 persen. setelah dinikahkan remaja tersebut jangan dilepas begitu saja. 2007 oleh Iwan Rusliyanto Oleh: M. Pada dasarnya. Dengan kata lain. apalagi kalau keduanya berasal dari keluarga cukup mampu. tidak selalu orangtua. Meski tak terjadi Married By Accident (MBA) atau menikah karena “kecelakaan”. bisa terjadi pada kondisi kepribadian yang berbeda. Dia menjadi pendiam. Oleh karena itu. Pernikahan Dini. Artinya. tidak mau bergaul. Seperti. atau juga sebaliknya. Lalu. perlukah orang ketiga untuk mendamaikan permasalahan remaja? Terkadang. melihat tingkat remaja yang tidak mempan diberi nasihat dalam bentuk apapun. tetapi orang yang dituakan. Pernikahan Dini:Sebuah nama yang lahir dari komitmen moral dan keilmuan yang sangat kuat. kehidupan pernikahan pasti berpengaruh besar pada remaja. secara psikologis kedua bentuk depresi sama-sama berbahaya. teman. “Dalam pernikahan dini sulit membedakan apakah remaja laki-laki atau remaja perempuan yang biasanya mudah mengendalikan emosi. orang ketiga yang diharapkan mampu mendamaikan persoalan rumah tangga remaja.” jelas psikolog yang rajin meneliti kehidupan remaja melalui program Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) yang dibina BKKBN. Oleh karena itu. sulit kembali pada situasi normal. remaja memiliki ambisi pribadi untuk mempertanggungkan hasil perbuatannya dan akan mudah tersinggung bila orang lain ikut campur dalam kehidupannya. banyak keputusan yang diambil berdasar emosi atau mungkin mengatasnamakan cinta yang membuat mereka salah dalam bertindak.

menurut bukti-bukti (bukan hanya sekedar teori) psikologis. 2002). karena kekurangsiapan mental dari kedua pasangan yang masih belum dewasa betul. setelah diteliti. Pernikahan yang sebenarnya. apalagi SMA maupun perguruan tinggi. Hal ini bisa dimaklumi. Adapun urgensi pernikahan terhadap upaya menanggulangi kenakalan remaja barangkali tidak bias . memang wajar kalau banyak yang merasa khawatir: bahwa pernikahan di usia muda akan menghambat studi atau rentan konflik yang berujung perceraian. Di kedua buku itu (dan juga di sekitar kita) ada banyak bukti empiris dan tidak perlu dipaparkan disini bahwa menikah di usia dini tidak menghambat studi. pernikahan dini juga sangat baik untuk pertumbuhan emosi dan mental. Bahkan menurut Abraham M. pernikahan dini yang rentan perceraian itu adalah pernikahan yang diakibatkan “kecelakaan” (yang disengaja). sebab pernikahan karena kecelakaan lebih karena keterpaksaan. bahwa usia bukan ukuran utama untuk menentukan kesiapan mental dan kedewasaan seseorang bahwa menikah bisa menjadi solusi alternatif untukmengatasi kenakalan kaum remaja yang kian tak terkendali. pendiri psikologi humanistik yang menikah di usia 20 tahun. untuk menciptakan sebuah rumah tangga yang sakinah seperti yang diilustrasikan oleh sinetron tersebut. Pernikahan akan mematangkan seseorang sekaligus memenuhi separuh dari kebutuhan-kebutuhan psikologis manusia. Hal ini terbaca jelas dalam senetron “Pernikahan Dini” yang pernah ditayangkan di salah satu stasiun televisi. bukan kesadaran dan kesiapan serta orientasi nikah yang kuat. menurut M. Indahnya Pernikahan Dini. juga oleh Clarke-Stewart & Koch lewat bukunya “Children Development Through”: bahwa pernikahan di usia remaja dan masih di bangku sekolah bukan sebuah penghalang untuk meraih prestasi yang lebih baik. ketika seks pranikah semakin merajalela. Tapi sederet pertanyaan dan kekhawatiranpun muncul. yang pada gilirannya akan menjadikan manusia.1983. Bagaimana dengan hasil penelitian di salah satu kota di Yogya bahwa angka perceraian meningkat signifikan karena pernikahan dini? Ternyata. kekhawatiran dan kecemasan timbulnya persoalan-persoalan psikis dan sosial telah dijawab dengan logis dan ilmiah oleh Muhammad Fauzil Adhim dalam bukunya “Indahnya Pernikahan Dini”. orang yang menikah di usia dini lebih mungkin mencapai taraf aktualisasi diri lebih cepat dan lebih sempurna dibanding dengan mereka yang selalu menunda pernikahan. Nikah diusia remaja. Beralasan memang. tidak peduli apakah dia SMP bahkan SD. Maslow. Maslow. mampu mencapai puncak pertumbuhan kepribadian yang mengesankan ibid). terutama yang dilakukan oleh kaum muda yang masih duduk di bangku-bangku sekolah. bahkan justru bisa menjadi motivasi untuk meraih puncak prestasi yang lebih cemerlang (seperti tertera sederet nama orang sukses yang melakukan pernikahan dini). dimulai dari saat menikah. Selain itu. melalui tulisannya berjudul Bagaimana Kalau Kita Galakkan Perkawinan Remaja? Ketika fitnah syahwat kian tak terkendali. sehingga kita akan lebih mungkin mencapai kematangan yang puncak (Muhammad Fauzil Adhim. bahwa mental dan kedewasaan lebih berarti dari sekedar materi. mungkinkah? Siapkah mental dan materinya? Bagaimana respon masyarakat? Apa tidak mengganggu sekolah? Dan masih banyak sederet pertanyaan lainnya. Dari sisi psikologis. Pernikahan Dini dalam Perspektif Psikologi Sebetulnya.

tapi sangat mengerikan: para gadis (yang sudah tidak gadis lagi) hamil di luar nikah. Imam yang lima). Siapakah syabab itu? Mengapa kepada syabab? Menurut mayoritas ulama. sembilanbelas Abad yang silam. “Wahai para pemuda. Bukankah Allah telah menjamin rezeki hamba-Nya yang mau menikah. Ini memang wajar. maka kawinlah”. “perintahkanlah anak-anakmu mengerjakan shalat ketika mereka berumur tujuh tahun. . Karena sesungguhnya kawin lebih bisa menjaga pada pandangan mata dan lebih menjaga kemaluan. Sebuah isyarat dari Nabi saw. Akhirnya.dibantah. Karenanya. Kita tak perlu risih dengan yang urusan yang begitu krusial dalam sebuah rumah tangga ini. Kini. Ada apa dengan syabab? Sebelumnya. Pergaulan bebas atau free sex sama sekali bukan nama yang asing di telinga kaum remaja. Hadits di atas dengan jelas dialamatkan kepada syabab (pemuda). maka bagaimana dengan agama? Rasulullah saw. Ngeri rasanya ketika kita mendengar hasil sebuah penelitian bahwa 90% mahasiswi di salah satu kota besar di negara muslim ini sudah tidak perawan lagi. “dan jika mereka miskin maka Allah akan membuatnya kaya dengan karunia-Nya”. Bukankah Rasul-Nya juga menjamin kita dengan sabdanya. Salah satu faktor dominan yang sering membuat kita terkadang takut melangkah adalah kesiapan dari sisi ekonomi. media informasi (baik cetak atau elektronik) yang terus menyajikan tantangan seksual bagi kaum remaja. kata Fauzil Adhim. Aqil baligh bisa ditandai dengan mimpi basah (ihtilam) atau masturbasi (haid bagi wanita) atau telah mencapai usia limabelas tahun. dengan kemajuan teknologi yang kian canggih. barang siapa di antara kalian telah mencapai ba’ah. sebenarnya. menarik diperhatikan sabda Nabi savv. bersabda. Na ‘udzubillah! Untuk menanggulangi musibah kaum remaja ini hanya satu jawabnya: nikah. syabab adalah orang yang telah mencap aqil baligh dan usianya belum mencapai tiga puluh tahun. “Barang siapa yang ingin kaya. maka kawinlah. kita akan menyaksikan kehancuran yang berlangsung pelan-pelan. Tapi sebagai hamba yang beriman. dan pukullah mereka karena tidak mengerjakannya setelah berusia sepuluh tahun dan pisahkan tempat tidurnya” (Ahmad dan Abu Dawud). Pesan Nabi di atas. seorang anak telah memiliki potensi menuju kematangan seksual. selain bermakna sebagai pendidikan bagi anak juga menyimpan sebuah isyarat bahwa padausia sepuluh tahun. usia terbaik untuk menikah adalah usia antara 19 sampai 25. selalu membangun orientasi menikah kepada para pemuda yang masih single dengan mengajak mereka berdoa agar segera diberi isteri yang shalihah. maka tak heran apabila sering terjadi pelecehan seksual yang dilakukan oleh anak ingusan yang masih di bangku sekolah dasar. Pernikahan Dini dalam Perspektif Agama Jika menurut psikologis. seperti yang tersirat dalam suratal-Nur ayat 32 yang artinya. saat ini. Bila tidak mampu melaksanakannya maka berpuasalah karena puasa baginya adalah kendali (dari gairah seksual)” (HR. Sahabat Abdullah bin Mas’ud ra.

yang jelas “dar’ul mafasid muqoddam ala jalbil masholih wasalam. .Dus. apapun masalahnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful