P. 1
kesulitan siswa mempelajari matematika

kesulitan siswa mempelajari matematika

|Views: 652|Likes:
Published by lronna
cek in my slide share http://www.slideshare.net/LamRoNna/newsfeed
cek in my slide share http://www.slideshare.net/LamRoNna/newsfeed

More info:

Categories:Types, Research
Published by: lronna on Mar 19, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $0.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

06/18/2014

$0.99

USD

pdf

text

original

Laporan Hasil Observasi di SMA Negeri 3 Karawang Disusun Untuk Mememnuhi Tugas Kapita Selekta II Dosen : Rafiq Zulkarnaen

, S.Pd., M.Pd.

DISUSUN OLEH:

Dayat Lamrona Limbong

11510439 11510370

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN SILIWANGI BANDUNG

Jalan Jenderal Sudirman Cimahi, 40526 telp. +62 (22)6658680

ABSTRAK

Matematika adalah salah satu mata pelajaran yang menjadi salah satu kebutuhan system dan melatih penalaran. Selain itu, matemaika adalah saran berpikir logis, sistematis dan konsisten. Dalam mempelajari matematika, banyak siswa yang hanya menerima begitu saja pelajaran tanpa mempertanyakan mengapa dan untuk apa matematika diajarkan. Tidak jarang muncul pendapat bahwa matematika adalah pelajaran yang hanya memusingkan siswa, sehinga pembelajaran dikelas tidak menghasilkan aspek- aspek pembelajaran matematika. Aspek- aspek pembelajaran matematika diantaranya; pemahaman konsep, pembuktian, keterampilan, algoritma, penyelesaian soal, pemahaman ruang apresiasi, dan keterampilan psikomotorik. Statistika dan peluang adalah salah satui bab yang dipelajari dibangku XI SMA, dan merupakan cabang ilmu matematika yang sangat luas penerapannnya, yang cukup banyak berperan pada cabang ilmu lain. Statistika dan peluang kadang terlihat sullit, karena statistika dan peluang adalah materi pelajaran matematika yang berkaitan dengan konsep abstrak, sehingga membutuhkan daya nalar yang tinggi. Maka penulis memilih materi statistika dan peluang sebagai tema dalam observasi ini.

Observasi dilakukan dalam 4 metode pengumpulan data yaitu, observasi langsung pada saat pemberian materi, pemberian test uji kompetensi (pre test dan post test), wawancara dan angket. Setelah melakukan observasi di SMA Negeri 3 Karawang pada kelas XI, penulis menarik beberapa kesimpulan, bahwa kesulitan siswa dalam memahami materi statistika dan peluang antara lain;  Kesulitan dalam memahami materi prasyarat. ► kesulitan siswa mentukan ruang sample dan ruang kejadian (menggunakan pemahaman materi himpunan). ► Beberapa siswa sulit memahami arti ! (faktorial).  Kesalahan konsep (misconception)/ kesulitan siswa memahami konsep. ► Banyak siswa yang masih sulit membedakan kejadian yang termasuk combinasi dan permutasi. ► Banyak siswa yang masih sulit menyelesaikan operasi permutasi dan combinasi. ► kesulitan siswa dalam mengerjakan soal komplemen suatu kejadian. ► kesulitan siswa dalam membedakan data tunggal dan data kelompok. ► kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal kejadian majemuk.  Kurangnya pengetahuan berstruktur ► Kesulitan siswa mengaplikasikan rumus data kelompok

.► Kesulitan siswa dalam mengerjakan soal pengayaan atau soal dalam bentuk soal cerita.aspek pembelajaran matematika yang telah disebutkan diatas. Dalam tahapan observasi yang kedua. penulis melakukan pemberian materi sebelum uji kompetensi kedua (post test) dengan metode pembelajaran ’problem solving’ agar hasil belajar siswa memenuhi aspek.

Matematika adalah salah satu mata pelajaran yang menjadi kebutuhan sistem dalam melatih penalaran. sistematis.KATA PENGANTAR Puji dan syukur kepada Tuhan YME. beberapa buku yang kami gunakan sebagai sumber pendukung penyusunan makalah ini antara lain: Matematika Untuk Kelas XI. Pengantar Kepada Membantu Guru Mengembangkan Kompetensinya dalam Pngajaran Matematika untuk Meningkatkan CBSA. atas berkat dan karunia-Nya kami memperoleh kemudahan dalam menyelesaikan penyusunan makalah ini . Namun sebagian besar siswa memandang bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit dan membingungkan. Selain itu matematika adalah sarana berpikir dalam menentukan dan mengembangkan teknologi bahkan matematika merupakan metode berpikir logis. Makalah ini berisi tentang observasi yang kami lakukan di SMA Negeri 3 Karawang khususnya kelas XI dengan membahas “kesulitan siswa memahami statistika dan peluang”. Kompetensi Matematika 2A. . Diagnosis Kesulitan Belajar SMP dan Alternatif Proses Remidi. dan konsisten. kami juga mencoba melakukan sebuah metode pembelajaran “problem solving” yang bisa digunakan sebagai pemecahan masalah dalam kesulitan siswa dalam memahami statistika dan peluang. Dalam makalah ini selain membahas tentang kesulitan siswa memahami materi statistika dan peluang. Matematika Inovativ 2 Konsep dan Aplikasi. Panduan Lengkap Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Research).

mudahan dapat memberi manfaat dan pengetahuan baru untuk setiap pembaca.Kami menyadari dalam penulisan makalah ini masih memiliki banyak kekurangan dan jauh dari nilai sempurna. untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Kapita Selekta II. maka kami dengan tangan terbuka dan ucapan terima kasih untuk setiap saran dan kritik yang membangun dari para pembaca. Cimahi. Tujuan utama penulisan makalah ini. Penulis . dan mudah.

..............................2 Identifikasi Masalah.....3 Hasil dan Pembahasan Observasi...................................................................................................................................1 Waktu dan Tempat Observasi............................ 1 1.......................................................................................4 Penyelesaian Masalah..................DAFTAR ISI ABSTRAK.................... 14 2........................................... 37 3.............3 Perumusan Masalah..................................1 Kesimpulan......... 1 1..................... 37 3..2 Pelaksanaan Observasi........ iv DAFTAR ISI....... 3 1...................................................4 Tujuaan Penelitian ........................ 4 BAB 2 ISI ............................................................................................................................ 3 1....................................................................................................................................................................1 Latar Belakang.... i KATA PENGANTAR........................................................ 5 2........................................................................................................ 5 2....................................2 Saran dan Kritik . vi BAB1 PENDAHULUAN......................5 Anggapan Dasar dan Hipotesis ........................... 24 BAB 3 PENUTUP ........................... 2 1.......................................................................................................................................................................... 37 ... 7 2........................................

.....................................foto pelaksanaan observasi ................. 38 LAMPIRAN       Surat ijin observasi Data hasil uji kompetensi 1 (pre test) Data hasil uji kompetensi 2 (post test) Contoh hasil pekerjaan siswa pre test dan post test Angket/ Pendapat siswa Tentang Observasi Foto..........................DAFTAR PUSTAKA .....

1991) yang menyatakan “mathematics is a difficult subject both to teach and to learn” dengan beberapa alasan : a).1 Latar Belakang “Matematika merupakan mata pelajaran yang sukar untuk diajarkan ataupun untuk di pelajari”. maka seorang pelajar akan sangat dan sulit untuk memahami materi berikutnya. beragamnya kecepatan pelajar atau siswa dalam memahami materi atau konsep yang diajarkan oleh guru. matematika merupakan sebuah mata pelajaran yang sangat hirarkis. Berhitung atau matematika adalah pelajaran sulit dan menakutkan. . b). dan itu berarti apabila suatu materi prasyarat tidak dipahami. sehingga hampir setiap materi yang diajarkan akan merupakan prasyarat untuk materi berikutnya. tak heran jika sejak dulu bimbingan belajar maupun les privat matematika banyak diminati. bahkan baru mendengar kata “matematika” pun banyak orang yang lebih dulu mengerutkkan dahi.BAB I PENDAHULUAN 1. semua bertujuan agar anak-anak bisa lebih mudah memahami matematika dan tidak lagi menganggapnya sebagai “monster” yang menakutkan. Pendapat itu dikemukan oleh Cockcroft dalam buku “Mathematics Count” (HMSO.

Jhon Graunt (1620-1674) ketia ia sedang mengumpulkan dan mempelajari cacatan kematian diberbagai kota di Inggris. Namun demikian statistika merupakan cabang ilmu yang paling luas penerapannya dibanding yang lain. satistika bisa dibilang merupakan cabang yang termudah. ia dapat memprediksi tingkat kriminalitas dan tingkat kematian dalam 1 tahun. bukannya ketidak teraturan dari kematian individual.2 Identifikai Masalah Kesulitan belajar matematika sudah menjadi hal biasa bagi beberapa orang. Kajian tentang statistika dimulai oleh seorang berkebangsaan Inggris. Peristiwa ini menunjukan bahwa adanya keterkaitan erat antara statistika dan teori peluang. Dia tertarik pada adanya pola yang dia temukan. 1. Prediksi ini ternyata serupa dengan pengguna peluang pada sample yang di ambil dari kantong. .Jika dibandingkan dengan cabang matematika yang lain. Statistika dan peluang banyak di pelajari atau diterapkan bukan saja dalam ilmu matematika. dalam makalah ini kami coba menyampaikan beberapa hal yang berhubungan dengan kesulitan siswa dalam belajar matematika khususnya satistika dan peluang. Adolph Quetelet (1796-1874) seorang ahli astronomi dari Belgia mengemukakan bahwa dengan menggunakan teknik-teknik dari teori peluang. maka dalam observasi yang kami lakukan mengambil subjek materi satistika dan peluang karena penting untuk setiap siswa memahami satistika dan peluang.

masalah utama yang akan dibahas adalah apa kesulitan siswa dalam memahami statistika dan peluang.5 Anggapan Dasar dan Hipotesis Dari hasil observasi. 1. Mengetahui contoh kesulitan belajar dalam materi satistika dan peluang. salah satunya kesulitan siswa dalam memahami konsep (miskonsepsi) dan kesulitan siswa dalam .3 Perumusan Masalah Dari beberapa masalah yang dibahas dalah makalah ini. Apa saja faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa?  Apa saja contoh kesulitan siswa dalam memahami statistika dan peluang?  Bagai mana penyelesaian kesulitan siswa dalam satistika dan peluang?  Apa langkah-langkan observasi?  Bagaimana hasil observasi? 1. Mengetahui langkah-langkah penyelesaian masalah dalam kesulitan belajar satistika dan peluang. 1. banyak hal-hal yang menjadi sesulitan siswa dalam mempelajari satistika dan peluang.4 Tujuan Penelitian Tujian dalam penulisan makalah ini adalah agar mengetahui faktorfaktor penyebab kesulitan belajar. Mengetahui langkah-langkah dan hasil observasi.

Sedangkan untuk kesulitan siswa dalam penyelesaian soal berstruktur. Untuk kesulitan siswa dalam memahami konsep. . dibutuhkan keakifan guru untuk mencari metode pembelajaran agar tidak terjadi miskonsepsi. dimana siswa diajarkan untuk mulai dengan memahami pertanyaan nengetahui poin-poin pendukung dan rumus yang digunakan atau cara penyelesaian. metode pembelajaran problem Solving dapat menjadi metode yang cocok.penyelesaian soal berstruktur.

Waktu observasi dimulai pada tanggal 16 Mei 2012 dan berakhir pada tanggal 24 Mei 2012 Berikut ini table waktu dan kegiatan observasi Tanggal/hari Rabu.1 Lokasi dan waktu observasi Observasi di laksanakan di SMA Negeri 3 Karawang dengan ruang sample kelas XI IPS 2 dan beberapa siswa XI IPA. 16-05-12 Kelas/lokasi Ruang kep.sek  Kegiatan Meninta ijin observasi ke kepala sekolah Sabtu 19-05-12 Kelas XI IPS 2   Perkenalan Pengulasan materi secara singkat  Uji kompetensi (Pre test)   Permainan matematika Pembahasan singkat .BAB II ISI 2.

IPA (1. IPA (4.2 dan 3) Rabu 23-05-12 Sekitar kelas XI  Wawncara singkat tentang statistika dan peluan.5 dan 6) Kelas Xi IPS 2 Kamis 24-05-12  Pembahasan materi atau hasil pre test  Uji kompetensi II (post test)  Permainan matematika  Angket observasi  Diskusi tentang soalsoal statistika dan peluang. .Selasa 22-05-12 Sekitar kelas XI  Wawncara singkat tentang statistika dan peluan.

2. .1 Subjek dan objek observasi Objek observasi adalah mengetahui kesulitan siswa dalam mempelajari materi statistika dan peluang. Pertama dengan objek observasi yang sama. Observasi dilakukan dalam beberapa hari. yaitu ruang sempel kelas XI IPS dan gabungan siswa dari beberapa kelas XI IPA. melakukan evaluasi diagnosis. Di mulai dengan kegiatan pengulasan materi dan prasyarat “Statistika dan Peluang”. berpusat pada subjek kelas XI IPS di SMA Negeri 3 Karawang. maka observasi ini mengambil subjek siswa kelas XI SMA Negeri 3 Karawang. dengan ruang sample XI IPS. Materi statistika dan peluang dipelajari di bangku kelas XI SMA. 2. observasi dilakukan dalam dua ruang sample.2 Rencana observasi Materi peluang dan statistika yang dipelajari dibangku XI SMA. penilaian hasil uji kompetensi sambil memberi beberapa permainan matematika. tapi bentuk pengayaan soal berbeda. Oleh sebab itu.2.2. Dibagi dalam 2 ruang sempel.2. Maka kedua jurusan pasti memiliki kesulitan yang berbeda. kedua jurusan memliki standar kompetensi dasar yang sama. Pelaksanaan Observasi 2. IX SMA di bagi dua jurusan IPA dan IPS.

agar dapat menilai tingkat pemahaman dan penguasaan konsep siswa tentang materi statistika dan peluang. melakukan uji kompetensi kedua. dan memberi beberapa permainan matematika agar tidak membosankan. membahas hasil uji kompetensi pada observasi pertama. Uji kompetensi yang diberikan pada siswa dalam bentuk soal pilihan ganda dengan cara penyelesaian. untuk diskusi dan mencoba beberapa jenis soal dan penyelesaian. melakukan penelitian dan analisis hasil uji kompetensi dasar. Pada observasi ke dua. mengambil subjek kelas XI IPA.2.Sebelum masuk pada observasi ke dua. Kedua dengan objek observasi yang sama. kegiatan pada tahap ini yaitu melakukan wawancara singkat dengan siswa kelas XI IPA. dengan . Pemberian test dilakukan dua kali. dengan ruang sample khusus gabungan dari beberapa siswa kelas XI IPA. dan meminta waktu mereka untuk berkumpul pada satu hari. 2. yaitu sebelum proses pembelajaran dengan pelaksana observasi (Pre test). yaitu :  Test evaluasi diagnosis (uji kompetensi).3 Metode pengumpulan data Pengumpulan data pada kedua ruang data sample yang berbeda dilakukan dalam beberapa tahap.

Meminta siswa memberi komentar tentang kesulitan yang mereka alami dalam mempelajari statistika dan peluang. Kegiatan wawancara. dilakukan dengan membahas secara singkat materi-materi statistika dan peluang. penguasaan pengetahuan prasyarat dasar. dan meminta siawa mendeskripsikan arti atau pemahaman beberapa rumus.contoh soal. Wawancara dilakukan di jam-jam istirahat dalam beberapa hari dengan siswa dari kelas yang berbeda-beda sebagai sample. Untuk menilai kesalahan konsep. Setelah melakukan beberapa kali wawancara dengan siswa kelasXI IPA. dilakukan dengan wawancara langsung dan diskusi. dilakukan dengan pendekatan pada siswa saat mengerjakan contoh. (Post test) atau test produk untuk mengetahui kemampuan keterampilan pada siswa setelah mendapat proses pembelajaran untuk materi-materi yang di anggap sulit oleh siswa. meminta beberapa orang untuk menyempatkan waktu pada .  Wawancara dan diskusi Metode pengumpulan data pada ruang sample kedua dengan subjek kelas XI IPA.mengandalkan pengetahuan siswa setelah mempelajari materi tersebut pada semester 1.  Observasi Mengamati aktifitas siswa pada saat pembahasan materi awal observasi dan saat proses pembelajaran (Pembahasan materi yang dianggap sulit) pada observasi kedua.

2.75% .  Angket Pada tahap akhir dengan ruang sample kelas XI IPS 2. Teknik nalisis data dari ruang sample kels XI IPS 2 Setelah uji kometensi pada observasi pertama (pre test) menilai tingkat kesulitan soal-soal dengan rumus : Maka dari 8 butir soal pada pre test. 2. dan mendeskripsikan pendapat mereka tentang observasi. 2.5%. 3.tanggal setelah jam pelajaran usai untuk diskusi singkat membahas beberapa contoh soal. diberikan angket dengan dua butir soal yaitu mendeskripsikan hal-hal yang menjadi kesulitan siswa dalam belajar statistika dan peluang. berikut inni susunan soal dan tingkat kesulitan soal dari 8 butir soal pada uji kompetensi awal (pre test). Materi Peluang (Komplemen suatu kejadian) 21 orang menjawab benar dari 40 siswa = 52. Materi Frekuensi Harapan 16 orang menjawab benar dari 40 siswa = 40%.4 Teknik analisis data a. Data Kelompok (Modus) 4 orang menjawab benar dari 40 siswa = 9. 1.

Table distribusi frekuensi (menentukan modus. Data Tunggal 21 orang menjawab benar dari 40 siswa = 52.5% 6.5% Tingkat Kesukaran Sedang Sukar Sangat sukar Sangat sukar Sangat sukar . Pengayaan materi data tunggal Tak ada yang benar.5% Berikut adalah kategori tingkat kesukaran butir soal menurut Thorndike and hagen. 7. Combinasi Tak ada yang benar.75% 0% 12. Permutasi 5 orang menjawab benar dari 40 siswa = 12. 5. Persentasi jawaban benar <30% 30%-40% 40%-84% 85-90% >90% Tingkat kesukaran Sangat sukar Sukar Sedang Mudah Sangat mudah Berdasarkan kategori tersebut.4.rata-ratadan median) 12 orang menjawab benar dari 40 siswa = 30% 8.5% 40% 9. berikut tingkat kesukaran butir soal pada Uji Kompetensi I No Soal 1 2 3 4 5 Persentase Jawaban Benar 52.

modus dan rataan) No. Teknik analisis data dari ruang sample XI IPA Dengan melalui wawancara singkat dan meminta siswa menjelaskan sejauh mana hal yang merreka ketahui tentang statistika dan peluang.materi yang dianggap sulit.6 7 8 0% 30% 52% Sangat sukar Sukar Sedang Dari hasil diatas maka pada observasi ke dua dalam uji kompetensi berpatok pada soal yang terlihat sulit untuk siswa. meminta siswa mendeskripsikan kesulitan – kesulitan yang mereka alami saat mempelajari statistika dan peluang. 4 Data kelompok (Modus) No. Meminta siswa menyebutkan materi apa saja yang menjadi materi prasyarat dalam mempelajari statistika dan peluang. 1 Pengayaan materi data tunggal No. 2 Tabel distribusi frekuensi (menentukan median. dan beberapa soal yang 50% sudah di kuasai tapi dalam penyelesaian maslih mengalami salah konsep. Maka uji kompetensi ke dua (post tets) menampilkan butir soal dengan materi sebagai berikut : No. 3 Frekuensi harapan No. 5 Combinasi/Permutasi Setelah memberi uji kompetensi kedua dilakukan perbandingan hasil dari kedua uji kompetensi dan menilai sudahkah siswa memahami konsep sebenarnya dari materi. b. Mengambil kesimpulan dari hasil wawancara dan melakukan diskusi singkat dengan siswa- .

Teknik ini dilakukan pada ke dua sample. Matematika merupakan metode berpikir logis. berikut hasil observasi dan pembahasan. Statistika dan peluang. materi ini kadang terlihat sulit. Teknik Analisis Data dari kedua sample Pada saat berjalannya observasi.3 Hasil observasi dan pembahasan Setelah selesai melakukan observasi dan mengolah data. sehingga membutuhkan daya nalar yang tinggi. Matematika merupakan sarana berpikir dalam menentukan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun masih banyak siswa yang mengangap bahwa matematika tidak lebih sekedar menghitung rumus dan angka yang mengakibatkan motivasi belajar siswa menjadi sulit tumbuh. karena statistika dan peluang adalah pelajaran matematika yang berkaitan dengan konsep abstrak. menyediakan buku kecil untuk mencatat kemampuan dan keterampilan siswa pada proses pembelajatan dan diskusi dengan siswa serta mencacat kesalahan konsep yang diketahui siswa. Dari hasil observasi dikedua ruang sample membuktikan bahwa tingkat kesulitan antara kedua ruang sample untuk materi statistika berbeda-beda. . Kesulitan siswa dalam mempelajari statistika dibagi menjadi dua yaitu dengan ruang sample kelas XI IPS2 dan ruang sample kelas XI IPA. sistematis dan konsisten. c. 2.siswa tersebut membahas beberapa bentuk soal yang berhubungan dengan hasil kesimpulan wawancara.

mampu mencerna sebuah .  Menghitung ukuran pemusatan. permutasi. lingkatan. garis. lingkaran dan ogive.  Menentukan ruang sample suatuu percobaan.  Mengggunakan aturan perkalian. Kurang fenomena abstrak . combinasi dalam pemecahan masalah. garis. atau tidak membuat siswa berfikir kreatif. ukuran letak dan ukuran penyebaran data dan penafsirannya. Pengelolaan kegiatan belajar yang tidak membangkitkan motivasi belajar siswa.Kesulitan yang dialami siswa dalam mempelajari materi statistika dan peluang dapat di sebabkan oleh beberapa hal. perlu diketahui terlebih dahulu kompetensi dasar dan standar kompetensi. Sebelum masuk dalam penilaian kesulitan siswa. mengintgrasikan    pengetahuan dan pengalaman terutama dalam memahami contoh soal cerita.  Menyajikan data dalam bentuk table dan diagram batang. contohnya :  Tidak mampu membaca atau imajinasi. sebagai berikut: BAB Statistika dan Peluang Kompetensi dasar :  Membaca data dalam bentuk table dan diagram batang.ogive serta penafsirannya. Metode pengajaran yang digunakan tidak cocok untuk siswa.  Menentukan peluang suatu kejadian dan penafsirannyha.

maka siswa tersebut akan mengalami kesulitan untuk memahami semua kompetensi dasar dan salah satu sub topic bab statistika dan peluang. Dari hasil pre test. himpunan. dan untuk peluang salah satu meteri prasyaratnya adalah pemetaan atau relasi. logika dan operasi dalam bentuk pecahan.Standar Kompetensi : ` Menggunakan aturan statistika. angket siswa dan wawancara singkat. kaidah pencacahan dan sifat-sifat peluang dalam pemecahan maslah. Siswa yang sudah memahami kompetensi dasar dan standar kompetensi. Sedangkan jika siswa masih merasa kurang disalah satu kompetensi dasar. tentu siswa akan merasa kesulitan untuk memahami materi statistika dan peluan pada kelas XI IPS 2. Jika siswa kurang memahami materi prasyarat tersebut.1 Pemahaman materi prasyarat Peluang merupakan salah satu materi prasyarat untuk dapat menguasai satistika. tentu tidak akan mengalami kesulitan. diperoleh hasil observasi kesulitan siswa dalam materi statistika dan peluang sebagai beriku : 2. observasi langsung. .3. Maka dari kompetensi dasar dan standar kompetensi inilah berawal pembuatan jenis soal untuk uji kompetensi (pre test).

2.  Beberapa siswa belum memahami arti ! (Faktorial) yang merupakan bagian syarat agar dapat menyelesaikan combinasi dan permutasi (Gambar sample II) dari gambar diatas. konsep dapat dipandang sebagai abstraksi pengalaman-pengalaman yang melibatkan contohcontoh tentang konsep itu.2 Kesalaha konsep (Misconception) kesulitan siswa memahami konsep Belajar konsep adalah belajar tentang apakah sesuatu itu.3. Beberapa siswa merasa kesulitan menentukan ruang sample dan kejadian. . contoh : menunjukan bahwa siswa masih sulit untuk menentukan ruang sample dan kejadian. terlihat bagai mana siswa tidak memahami arti ! (Faktorial) dan cara penyelesaiannya.

 Banyak siswa yang masih sulit membedakan kejadian yang termasuk combinsi atau permutasi. Hal ini yang menjadi salah satu tingkat kesulitan tertinggi dari siswa diruang sample XI IPS 2 dan XI IPA. Kesulitan ini termasuk kesalahan atau kesulitan memahami konsep. tapi siswa tidak paham konsep dasar pengertian atau perbedaan dari combinasi dan permutasi. a. hasil salah ssat siswa dikelas XI IPS 2 . karena kebanyakan siswa hanya menghapal rumus tanpa bisa menyelesaikan bentuk operasi.  Banyak siswa yang masih tidak dapat menyelesaikan operasi permutasi dan combinasi. Dari contoh ini. contoh Gambar sample 3. siswa paham bagaimana mengoprasikan combinasi.

penulisan operasi tapi tidak bisa menjabarkan arti dari algoritma tersebut. .untuk setiap E.b. Dimana nilai peluang terbesar adalah 1(pasti) dan terkecil adalah0 (tidak mungkin terjadi). 2. P (S)=1. siswa tidak tahu kisaran nilai peluang.  Kesulitan mengerjakan komplemen suatu kejadian dikarnakan tidak memahami arti peluang hal ini didapat dari hasil observasi saat pembahasan materi. 1. Peluang untuk ruang sample bernilai satu atau pasti terjadi. 0< P(E)<1. hasil salah satu siswa saat diskusi bersama siswa XI IPA Gambar diatas adalah hasil seorang siswa yang menunjukan dia cukup paham algoritma. Ini dikarenakan cara belajar yang hanya menghapal rumus tanpa tahu arti rumus tersebut.

Dan mengambil kesimpulan bahwa data dalam bentuk tabel adalah data kelopmok. ternyata pada kelas ini siswa suit membedakan data tunggal atau data kelompok karena terkecoh bentuk soal. Selain itu hal ini juga menunjukan siswa tidak paham dengan rumus tersebut. siswa tidak paham membedakan data tunggal dan data kelompok. soal tersebut adalah data tunggal dalam table frekuensi. Kesulitan siswa membedakan data kelompok atau data tunggal Kesulitan ini hanya dialami oleh siswa pada ruang sample XI IPS 2. . Contoh Cukup mengejutkan ketika sempat banyak siswa yang mengerjakan soal diatas dengan rumus data kelompok. tetapi banyak siswa yang mengira itu adalah data kelompok karena terbiasa menemukan bentuk soal data tunggal tidak dalam bentuk tabel.

ketika pengayaan atau aplikasi rumus dihubungkan dengan soal yang membutuhkan daya nalar yang tinggi. hasil salah seorang siswa di kelas IX IPS2 . Contoh a. Kesulitan siswa menyelesaikan soal kejadian majemuk Kesulitan ini terlihat ketika melakunan wawancara dengan kelas XI IPA.3 Kurangnya pengetahuan terstruktur Hal ini sudah menjadi salah satu masalah dari kebanyakan siswa. 2.3.  Siswa kesulitan mengoeprasikan rumus data kelompok dengan bentuk soal diagram. Berikut beberapa kesulitan siswa yang berhubungan dengan pengetahuan terstruktur dari hasil observasi. banyak siswa yang tidak dapat membedakan kejadian saling lepas atau saling bebas dan kejadian bersyarat tidak saling bebas.

tapi tidak dapat menyelesaikan.  Kesulitan siswa yang mengerjakan soal pengayan yang diperluas. contoh soal dan penyelesaian secara terstruktur. hal ini menunjukan kurangnya pemahaman siswa dari apa yang diketahui. Perhatikan gambar berikut hasil salah seorang siswa di kelas IX IPS2 . Dari ke 40 siswa pada pre test hampir 50% mengetahui rumus. yang ditanyakan dan hubungan antara yang diketahui dan ditanyakan. Hasil siswa saat diskusi bersama anak IX IPA Dari gambar a (hasil siswa IX IPS2 siswa hanya menarik kesimpulan dari pertanyaan “berapa modus data tersebut” dengan menulis rumus modus tanpa dilanjutkan. Hal ini juga terjadI karena system belajar siswa yang hanya menghapal rumus.b. tapi tidak memahami rumus.

Dari cara penyelesaian menunjukan siswa tidak paham struktur soal mulai dari hal-hal yang diketahui. tapi masih juga salah. Dari beberapa kesulitan-kesulitan siswa yang telah dibahas. Sedikit berbeda ketika soal tersebut dibahas bersama kelas XI IPA.Hasil siswa saat diskusi bersama anak IX IPA Soal tersebut adalah perluasan dari soal combinasi. apa yang ditanyakan dan rumus yang digunakan. jika kedua hal ini saja tidak dipahami siswa . sedikit berpendapat kesulitan siswa yang cukup mengejutkan kami adalah ketika siswa tidak tahu nilai peluang yang terletak antara 0 dan 1. . hal yang ditanyakan. tapi ketika penyelesaian mengacu pada bentuk persamaan kuadrat. tentu siswa akan sulit untuk memahami subbahasan lain. mereka paham apa yang diketahui. dua hal ini adalah hal pokok atau inti dari sebuah peluang. dari 40 siswa dikelas XI IPS 2 hanya satu orang yang mengerjakan. hubungan rumus dan cara penyelesaian. Ketika siswa kesulitan untuk menentukan ruang sample dan ruang kejadian dalam kejadian mejemuk. dimana 0 berarti suatu ketidak mungkinan mutlak dan 1 berarti kepastian mutlak. siswa sempat bingung.

agar siswa bukan hanya beusaha menghapal tapi memahami konsep dan pengetahuan-pengetahuan dasar.Oleh karena itu.Untuk kesulitan siswa yang berhubungan dengan penyelesaian masalah soal.4 Penyelesaian Masalah Untuk Penyelesaian masalah atas kesulitan. 2. kami menggunakan metode pembelajaran problem solving. menganalisa situasi. mengidentifikasi masalah dengan tujuan untuk menghasilkan alternatif tindakan. Sementara menurut Mu’Qodin mengatakan bahwa problem solving adalah merupakan suatu keterampilan yang meliputi kemampuan untuk mencari informasi. Pengertian metode pembelajaran problem solving Menurut Hunsaker Pemecahan masalah (problem solving ) didefinisikan sebagai suatu proses penghilangan perbedaan atau ketidak sesuaian yang terjadi antara hasil yang diperoleh dan hasil hasil yang diinginkan.kesulitan siswa dalam mempelajari materi statistika dan peluang ini. guru pengajar harus sangat cermat karena kedua hal ini adalah pengetahuan dasar yang tampak simple tapi jika salah penyampaian dapat menyebabkan miskonsepsi dalam beberapa sub pokok bahasan. kemudian . dapat menggunakan metode problem solving dan memberi latihan soal. Tapi untuk kesulitan siswa dalam dua hal ini. a. guru pengajar harus lebih cermat dalam memilih metode pengajaran.

Mencari hubungan-hubungan untuk merumuskan hipotesa- hipotesa kemudian hipotesa-hipotesa dinilai. diuji agar dapat ditentukan untuk diterima atau ditolak. Masalah itu diperjelas dan dibatasi. Berdasarkan dari beberapa definisi problem solving yang dikemukakan diatas. 3. . Adanya kesulitan yang dirasakan atau kesadaran akan adanya masalah. 2. Adapun langkah-langkah lain yaitu menurut konsep Dewey yang merupakan berpikir itu menjadi dasar untuk problem solving adalah sebagai berikut: 1. menganalisa situasi dan mengidentifikasi masalah dengan tujuan untuk menghasilkan alternatif sehingga dapat mengambil suatu tindakan keputusan untuk mencapai sasaran. 4. dengan berbagai cara dan teknik.mempertimbangkan alternatif tersebut sehubungan dengan hasil yang dicapai dan pada akhirnya melaksanakan rencana dengan melakukan suatu tindakan yang tepat. maka dapat disimpulkan bahwa problem solving merupakan suatu keterampilan yang meliputi kemampuan untuk mencari informasi. Mencari informasi atau data dan kemudian data itu diorganisasikan atau diklasifikasikan.

tampak bahwa banyak siswa yang bermasalah dalam hal-hal dasar (prasyarat). cara yang pernah diterapkan dibangku SD. Dari pengisian initerlihat bagaimana siswa memahami unsur.soal yaitu penyusunan jawaban secara sistematis. ditanya.. dan meminta mereka mengerjakan Dari langkah. b. . Pada tahap pemberi materi. dari hasil observasi di tahap pertama. dengan memberi beberapa contoh soal.5. Alasan penggunan metode problem solving yaitu. penyusunan jawaban secara sistematis dengan unsur penulisan ”diketahui. dan dijawab” dengan cara ini kita dituntut untuk berpikir kritis dan kreatif.data pendukung dari sebuah soal.langkah problem solving. penggunaa metode pembelajaran problem solving pada observasi kedua di kelas XI IPS2 Tahapan ke dua observasi pada kelas XI IPS 2 adalah membahas materi menggunakan metode problem solving. Penerapan pemecahan terhadap masalah yang dihadapi sekaligus berlaku sebagai pengujian kebenaran pemecahan tersebut untuk dapat sampai kepada kesimpulan. salah satu cara yang dapat digunakan untuk menyelesaikan soal.  Diketahui: berisi tentang informasi atau data.unsur pendukung yang terdapat pada soal. kami mencoba agar siswa dapat lebih aktif dan kreatif. tampak ketidak pahaman siswa dari sebuah soal dan cara mengaplikasikan rumus-rumus yang ada.

Maka kami coba kembalikan kebiasaan baik tersebut. yang kadang dilupakan siswa. fungsi dan pemetaan. Cara menjawab sistematis ini. tidak membaca ulang bagian yang sulit. dapat membuat siswa peka dengan masalah yang dan mencoba berpikir kreatif untuk menyelesaikan masalah dari hubungan antara data. kemampuan dasar berhitung. Ditanya: berisi pertanyaan yang terkandung dari soal.data yang diketahui dengan pertanyaan. Karena menurut kami pengetahuan prasyarat memiliki pengaruh penting agar siswa dapat memahami materi yang akan dibahas. himpunan. sehingga siswa hanya membaca soal tanpa paham makna dari pertanyaan. . logika dsn operasi dalam bentuk pecahan. yang mengandung hubungan antara unsur yang diketahui dan ditanya.  Jawab: berisi hipotesis atau rumusan yang sesuai. Dengan cara ini.. Selain itu. Siswa lebih sering mengabaikan satu atau lebih ide yang terkandung dalam soal. dan sebagai pemecahan masalah. dan membatasi masalah ysng menjadi pertanyaan pokok. memulai menyelesaikan soal sebelum membaca tuntas soal tersebut. dalam pemberian materi kami mencoba sedikit fokus pada pemahaman konsep dan materi prasyarat. jadi sebelum memulai materi pokok dimulai dengan mencari tahu seberapa jauh siswa memahami tentang relasi.

95 14.4 40.4 40.95 14.4 40.5 37. RIDZKY.19 -0.4 40.95 14.19 -0.4 40.5 37.4 40. J LARIL NURUL IMANI 62.19 RATANGAN BAKU ANGKA .5 37.c.19 -0.5 40. ARIF.95 14.4 RATA BAKU 14.95 14.19 -0.95 1.5 37.95 14.5 37.19 -0.19 -0.5 37. perbandingan hsil pre test dan post test setelah menggunakan metode problem solving berikut tabel hasil uji kompetensi siswa pada obsrvasi pertama: SIMPA NILAI NO SISWA NAMA SISWA 1 2 3 4 5 6 7 8 9 VICKI MUTIA KURNIA SOPYAN M.5 37.5 37.95 14.48 -0.4 40.95 14. A FILMA SEKAR UNI OKI RISMAYANA AHMAD KIKI ISLAIL FAHMI M.19 -0.4 40.

64 0.4 40.4 40.95 14.5 37.95 14.64 0.64 0.4 14.95 14.95 14.95 14.19 -0.64 0.4 40.5 16 37.5 37.4 40.64 0.64 .64 0.19 -0.4 40.95 14.4 40.19 -1.64 0.19 0.95 14.4 40.95 14.4 40.4 40.10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 MUH.64 0.95 14.19 -0.95 14.5 37. IRWAN YADI LUKMANADIANSYAH YUNIA ALAMLIA DEWI IVO MUSTOFA FAIZ KHOERUL NIJAM NAZMI NURLAILA RIZKA MAULINA NUR ISTIQOMAH DEVIA ANDRIANI RIMA LEDI DAHLIA RIRIN AGISTINA A AJENG MARYANI HENA SETIANI HENI AFRIYANTI DITA SINTA 37.95 14.4 40.95 14.4 40.64 0.5 50 50 50 50 50 50 50 50 50 50 40.95 -0.95 14.95 14.4 40.4 40.4 40.95 14.63 -0.4 40.

4 40.95 14.5 12.4 40.5 50 50 50 40. D FATWAH SOFYANA M.87 -1. N INDAH NURFATIMAH LINA KURNIASARI DESY PERTAMA SARI RADEN ARIAYOGA DIAZ.19 1.4 40.87 -1.4 40.48 62.87 -1.64 .95 14.95 14.87 -1.4 40.64 1.5 37.95 14. LITFI ISMAIL SRI RAIKA NUR MUTHIA FITRIANI KARYA DINATA NOVA 50 12.5 62.5 40.4 40.5 12.4 40.26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 HABIBAH FIAN ADHAMEILANO RATNA HADYANTI JUBAEDAH DINI.5 12.48 -0.4 40.48 0.87 -1.4 14.95 14.95 14.87 0.4 40.5 12.64 0.64 0.4 40.5 12.4 40.95 14.95 0.4 40.95 1.64 -1.4 40.95 14.95 14.5 50 62.95 14.4 14.95 14.95 14.95 14.

siswa tersebut.4 : 50 : 14.rata.rata.nilai siswa banyak yang berdistribusi didaerah nilai dibawah rata. Nilai. maka kurang dari ratarata.rata kelas. dengan melihat angka baku yang diperoleh siswa.5 Ket: background kuning= siswa yang mendapat nilai dibawah rata.42 ANWAR BAHARUDIN Rata.rata dapat dilihat dari nilai angka bakunya yang bernilai negative.95 : 50 : 62.rata kelas Modus Simpangan baku Jangkauan Nilai terbesar Nilai terrkecil : 40. Dari data diatas. menunjukkan prestasi siswa.5 : 12.5 tidak jauh dari nilai rata. Terdapat 21 siswa mendapat nilai dibawah rata. . Nilai terbesar 62.

Berikut tabel hasil uji kompetensi siswa pada observasi kedua:

NILAI NO NAMA SISWA SISWA

RATARATA

SIMPANGAN BAKU

ANGKA BAKU

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

VICKI MUTIA KURNIA SOPYAN M. RIDZKY. A FILMA SEKAR UNI OKI RISMAYANA AHMAD KIKI ISLAIL FAHMI M. ARIF. J LARIL NURUL IMANI MUH. IRWAN YADI LUKMAN ADIANSYAH

100 90 60 60 100 80 80 60 100 60

75.37 75.37 75.37 75.37 75.37 75.37 75.37 75.37 75.37 75.37

15.51 15.51 15.51 15.51 15.51 15.51 15.51 15.51 15.51 15.51

1.59 0.94 -0.99 -0.99 1.59 0.30 0.30 -0.99 1.59 -0.99

80

75.37

15.51

0.30

13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28

YUNIA ALAMLIA DEWI IVO MUSTOFA FAIZ KOERUL NIJA NAZMI NURLAILA RIZKA MAULINA NUR ISTIQOMAH DEVIA ANDRIANI RIMA LEDI DAHLIA RIRIN AGISTINA A AJENG MARYANI HENA SETIANI HENI AFRIYANTI DITA SINTA HABIBAH FIAN ADHAMEILANO RATNA HADYANTI

60 80 60 80 100 80 100 80 60 60 80 80 100 60 60 60

75.37 75.37 75.37 75.37 75.37 75.37 75.37 75.37 75.37 75.37 75.37 75.37 75.37 75.37 75.37 75.37

15.51 15.51 15.51 15.51 15.51 15.51 15.51 15.51 15.51 15.51 15.51 15.51 15.51 15.51 15.51 15.51

-0.99 0.30 -0.99 0.30 1.59 0.30 1.59 0.30 -0.99 -0.99 0.30 0.30 1.59 -0.99 -0.99 -0.99

29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42

JUBAEDAH DINI. N INDAH N. FATIMAH LINA KURNIASARI DESY PERTAMA SARI RADEN ARIAYOGA DIAZ. D FATWAH SOFYANA M. LITFI ISMAIL SRI RAIKA N. MUTHIA FITRIANI KARYA DINATA NOVA ANWAR BAHARUDIN

80 80 80 60 80 80 60 80 60 100 80 80 60 40

75.37 75.37 75.37 75.37 75.37 75.37 75.37 75.37 75.37 75.37 75.37 75.37 75.37 75.37

15.51 15.51 15.51 15.51 15.51 15.51 15.51 15.51 15.51 15.51 15.51 15.51 15.51 15.51

0.30 0.30 0.30 -0.99 0.30 0.30 -0.99 0.30 -0.99 1.59 0.30 0.30 -0.99 -2.28

Rata- rata: Modus:

: 75.37 : 80

Hasil ini membuktikan. 17 siswa mendapat peningkatan prestasi di observasi kedua. jumlahnya lebih sedikit dibanding pada observasi pertama. siswa yang mendapat nilai dibawah rata.nilai siswa banyak yang berdistribusi diatas nilai rata. Terdapat 16 siswa mendapat nilai dibawah rata.51 : 60 : 100 : 40 Ket: background kuning= siswa yang mendapat nilai dibawah rata. Nilai. maka kurang dari rata.rata dapat dilihat dari nilai angka bakunya yang bernilai negative. KESIMPULAN PENYELESAIAN MASALAH: Dari hasil kedua observasi tersebut. Nilai terbesar 100. dengan melihat angka baku yang diperoleh siswa. terlihat jelas nilai siswa di observasi kedua lebih baik dibanding pada observasi pertama.ratapun lebih sedikit di observasi yang kedua.rata.rata kelas yang meningkat membuktikan hasil siswa pada observasi kedua lebih baik. Nilai rata. penggunaan metode pembelajaran problem solving pada statistika dan peluang cukup sesuai .rata.rata. Dari data diatas. angka baku yang diperoleh siswa pada observasi pertama dan kedua memperoleh peningkatan.siswa tersebut. Jika melihat dari angka baku. menunjukkan prestasi siswa.Simpangan baku: Jangkauan Nilai terbesar Nilai terkecil : 15.

sebagai pemecahan masalah kesulitan siswa memahami materi statistika dan peluang. . Maka metode ini lebih kami tekan kan untuk mendidik siswa dapat menyelesaikan soal secara sistematis dan terstruktur. memanfaatkan alat peraga yang disesuaikan dengan pokok bahasa. Tidak semua anak bersikap aktif dikelas dan dapat dengan mudah menyelesaikan masalah secara sistematis. Agar siswa daapat lebih mudah memahami konsep.konsep lain. agar tidak terjadi misconcepsi lebih baik mengunakan metode yang beragam dan tidak monoton. begitu juga metode problem solving. Setiap metode pembelajaran pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing. sedangkan untuk pemahaman konsep.masing.

BAB III PENUTUP 3. . Subjek observasi adalah siswa kelas XI IPS 2 dan beberapa siswa kelas XI IPA. Uji kompotensi dan wawancara. Cara penyelesaian masalah kami menyarankan metode Problem solving sebagai metode pembelajaran untukkesulitan siswa dalam menelesaikan soal berstruktur. maka kami dengan tangan terbuka dan ucapan terima kasih untuk setiap saran dan kritik yang membangun dari para pembaca. Metode pengumpulan data di bagi dalam 4 metode yaitu : Observasi. Jenis-jenis kesulitannyapun banyak contohnya : kesulitan siswa memahani konsep-konsep dasar dan kesulitan siswa menyelesaikan soal berstruktur. 3. observasi kelas dan diskusi balikan.1 Kesimpulan Fase observasi dibagi menjadi 3 yaitu pertemuan perencanaan. Hasil pengolahan data.2 Saran dan Kritik Kami menyadari dalam penulisan makalah ini masih memiliki banyak kekurangan dan jauh dari nilai sempurna. terdapat banyak faktor penyebab siswa kesulitan dalam belajar matematika. Objek observasi adalah kesulitan siswa dalam mempelajari matematika “statistika dan peluang.

Jakrta:Yudistira (2007). Trianto M. Rachmadi MA. (2008) http://eduklinik.Pd. Dkk. Umi dkk. Drs Mpd. dkk kompetensi Matematika 2A.Jakarta : PT. Yogyakarta : Pusat Perkembangsn dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kpependidikan Matematika. S. S. Jakarta : Erlangga(2007). Matematika untuk Kelas 2A.DAFTAR PUSTAKA Noormandiri.(2009) Widddihartanto. BK. Matematika Inovatif 2 Konsep dan Aplikasi. Diagnosis Kesulitan Belajar SMP dan Alternatif Proses Remidi.Pd. Pengantar dalam Kepada Membantu Matematika Guru untuk Mengembangkan Kompetensinya Pengajaran Meningkatkan CBSA.(2011) Supraptinah. Panduan Lngkap Penelitian Tikndakan Kelas (Classroom Action Research) Teori dan Prakik. Johanes. Mcs.Pd.info/category/fun-math/ . M. Bandung: Tarsito (2006). Ruseffendi. PhD. 3 Serangkai Putra Mandiri.Pd. Jakarta:Prestasi Pustaka Karya.

1. SALAH SATU HASIL PRETEST STATISTIKA DAN PELUANG .

.

SALAH SATU HASIL POSTEST STATISTIKA DAN PELUANG .2.

.

.

3. ANGKET PENDAPAT SISWA TENTANG OBSERVASI .

.

4. CONTOH SOAL PADA PRE TEST .

.

.

Tentukan nilai seorang anak baru tersebut! a.5. 6.9 d. disertai cara pada kolom yang telah disediakan!. CONTOH SOAL PADA POST TEST SOAL POST TEST UJI KOMPETENSI STATISTIKA DAN PELUANG II Nama: Kelas: Jawablah pertanyaan dalam tabel ini. Soal 1. 6. modus dari data berikut? Nilai Frekuensi 40 50 60 70 80 90 2 7 10 6 11 4 .4. Rataan hitung nilai ulangan statistika 10 orang siswa adalah 6. jika ditambah dengan nilao seorang anak baru rataannya menjadi 6.4 Penyelesaian Jawaban 2. median.9 b. 7.rata. 8 c. Berapakah rata.25.

Pelemparan 1 buah dadu sebanyak 50 kali. 20 5. 65. 28 c. Dalam suatu ulangan Matematika. 70 66. 35 d. 56 b.514.9. berapakah frekuensi harapan muncul mata dadu genap? a. 40 4. setiap siswa diwajibkan menjawab 5 soal dari 8 soal yang tersedia.519. d. 70.5 . 65.529. 19 d.70. Berapa banyak pilihan untuk menjawab soal? a.5. 70 67. 21 c. dan tentukan nilai modusnya! 30 25 20 15 10 5 0 4.5 29.5 14. a.524. c. 25 c.5 24.5 9. 70 3.a. 40 .70 66. Perhatikan diagram batang berikut. 22 b. 20 b.5 19. b. 6720 d. 65.534.

FOTO.FOTO KEGIATAN OBSERVASI PERTAMA DI KELAS XI IPS 2 .6.

.

7.FOTO KEGIATAN OBSERVASI KEDUA DI KELAS XI IPS 2 . FOTO.

FOTO KEGIATAN DISKUSI BERSAMA SISWA GABUNGAN KELAS XI IPA .8.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->