I.

PENDAHULUAN Perpindahan air dan zat terlarut di antara bagian-bagian tubuh melibatkan mekanisme transpor pasif dan aktif. Transpor aktif terjadi melawan kemiringan konsentrasi, sehingga melibatkan energi. Transpor aktif melibatkan reseptor dan transporter. Transpor aktif memerlukan energi, transpor aktif terdiri dari : Uniport, jika macam zat dan arahnya satu. Symport, jika macam zat dua dan arah sama. Antiport, jika macam zat dua dan arah berbeda. Transport pasif merupakan transport ion, molekul, dan senyawa yang tidak memerlukan energi untuk melewati membran plasma. Transport pasif mencakup osmosis dan difusi. Difusi dibedakan menjadi difusi dipermudah dengan saluran protein dan difusi dipermudah dengan protein pembawa. Osmosis adalah kasus khusus dari transpor pasif, dimana molekul air berdifusi melewati membran yang bersifat selektif permeabel. Dalam sistem osmosis, dikenal larutan hipertonik (larutan yang mempunyai konsentrasi terlarut tinggi), larutan hipotonik (larutan dengan konsentrasi terlarut rendah), dan larutan isotonik (dua larutan yang mempunyai konsentrasi terlarut sama). Jika terdapat dua larutan yang tidak sama konsentrasinya, maka molekul air melewati membran sampai kedua larutan seimbang. Pada larutan hipertonik, sebagian besar molekul air terikat (tertarik) ke molekul gula (terlarut), sehingga hanya sedikit molekul air yang bebas dan bisa melewati membran. Sedangkan pada larutan hipotonik, memiliki lebih banyak molekul air yang bebas (tidak terikat oleh molekul terlarut), sehingga lebih banyak molekul air yang melewati membran. Perubahan bentuk sel terjadi jika terdapat pada larutan yang berbeda. Sel yang terletak pada larutan isotonik, maka volumenya akan konstan. Dalam hal ini, sel akan mendapat dan kehilangan air yang sama. Jika sel terdapat pada larutan yang hipotonik, maka sel tersebut akan mendapatkan banyak air, sehingga bisa menyebabkan lisis (pada sel hewan), atau turgiditas tinggi (pada sel tumbuhan). Sebaliknya, jika sel berada pada larutan hipertonik, maka sel banyak kehilangan molekul air, sehingga sel menjadi kecil dan dapat menyebabkan kematian. Difusi (transpor pasif) Zat berdifusi menurut perbedaan konsentrasi, jadi tidak memerlukan energi (ATP). Difusi bebas (langsung) Yaitu tidak memerlukan protein carrier dengan menggunakan prinsip kerja menyeimbangkan konsentrasi zat. Zat yang berdifusi langsung adalah zat yang larut dalam lemak, O2, CO2 dan N2, juga zat lain yang bermolekul kecil seperti CO2, air, etanol, gliserol, dan urea. Difusi menggunakan protein dalam pengangkutan molekul besar dan ion anorganik yang tidak dapat diangklut melalui difusi langsung. Protein tersebut terdiri atas reseptor dan trasporter Difusi berfasilitas juga bekerja berdasarkan kemiringan konsentrasi antara sitosol dan cairan interseluler. Perbedaan antara transpor aktif dengan transpor pasif yaitu transpor aktif memerlukan suatu energi, sedangkan transpor pasif terjadi tidak memerlukan energi atau tanpa energi. Transpor aktif bersifat melawan gradien konsentrasi sedangkan transpor pasif hanya diam. Transpor aktif terdiri melalui endositosis dan eksositosis, sedangkan transpor pasif terdiri dari difusi, osmosis.

1

Laporan Praktikum Fisiologi| Universitas Palangkaraya 2013

Hal ini terjadi. Proses pada saat membran sel menggerakkan molekul atau ion “menanjak naik” melawan suatu gradien konsentrasi (atau “menanjak naik” melawan gradien listrik atau gradien tekanan). ion besi. 3. disebut transpor aktif. Lambat laun cairan menjadi manis. transport pasif. Difusi a. 2. Investigasi Difusi Melalui Membran 1. difusi terfasilitasi. beberapa sumber energi harus menimbulkan pergerakan masif ion kalium ke dalam sel dan menyebabkan pergerakan masif ion natrium ke luar sel. osmosis) dan pompa cairan. Difusi ini terjadi jika terbentuk perpindahan dari sebuah lapisan (layer) molekul yang diam dari solid atau fluida. ion kalium. Simulasi dialisis Transport aktif Kadang – kadang. Pengertian Difusi adalah peristiwa mengalirnya/berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah. karena difusi sederhana pada akhirnya akan menyetarakan konsentrasi pada kedua sisi membran.TUJUAN PRAKTIKUM 1. ion kalsium. ion klorida. Sebagai gantinya. TINJAUAN PUSTAKA A. Contoh lain adalah uap air dari cerek yang berdifusi dalam udara. Hal ini khususnya terjadi untuk ion natrium. Difusi akan terus terjadi hingga seluruh partikel tersebar luas secara merata atau mencapai keadaan kesetimbangan di mana perpindahan molekul tetap terjadi walaupun tidak ada perbedaan konsentrasi. Difusi yang paling sering terjadi adalah difusi molekuler. Untuk mengetahui pengaruh larutan isotonik. ion yodida. hipotonik. ion urat. Berbagai macam zat yang ditranspor secara aktif setidaknya melalui beberapa membran sel meliputi ion natrium. sejumlah besar konsentrasi zat dibutuhkan didalam cairan intrasel walupun cairan ekstrasel hanya mengandung zat dengan zat dengan konsentrasi yang kecil. Untuk Mendefinisikan keadaan : permeabilitas diferensial. untuk ion kalium. Untuk mendeskripsikan proses perpindahan zat melalui membran plasma. Contoh yang sederhana adalah pemberian gula pada cairan teh tawar. B. beberapa jenis gula. difusi (difusi sederhana. dan hipertonik pada sel darah merah. misalnya. konsentrasi ion lainnya harus dipertahankan dalam jumlah yang sangat rendah di dalam sel walaupun konsentrasinya dalam cairan ekstrasel besar. Menyelidiki difusi melalui membran hidup. Perbedaan konsentrasi yang ada pada dua larutan disebut gradien konsentrasi. ion hidrogen. dan sebagian besar asam amino. 2 Laporan Praktikum Fisiologi| Universitas Palangkaraya 2013 . transport aktif. II. Tak satupun dari kedua keadaan tersebut dapat terwujud melalui proses difusi sederhana. 4. Sebaliknya.

dan H2O. Mekanisme Difusi Difusi melalui membran dapat berlangsung melalui tiga mekanisme. osmosis dapat diartikan sebagai proses difusi air sebagai pelarut. Masuknya air ini dapat menyebabkan tekanan air yang disebut tekanan osmotik. Dalam hal ini. E. melewati sebuah membran semipermeabel.d ifusi melalui saluran yang terbentuk oleh protein transmembran (simple difusion by chanel formed). Beberapa molekul kecil khusus yang terlarut dalam serta ion-ion tertentu.b. Terdapat tiga sifat larutan yang dapat menentukan pergerakan air pada osmosis. Pengertian Osmosis yaitu proses berpindahnya suatu zat pelarut atau ion dari zat yang berkonsentrasi tinggi ke zat yang memiliki konsentrasi rendah melalui suatu membran atau disebut juga difusi melalui membran yang bersifat semipermeabel (hanya zat tertentu yang bisa masuk ke dalam sel). Proses masuknya molekul besar yang melibatkan transforter dinamakan difusi difasilitasi. Membran sel permeabel terhadap molekul larut lemak seperti hormon steroid. 3 Laporan Praktikum Fisiologi| Universitas Palangkaraya 2013 . dapat menembus membran melalui saluran atau chanel. dan difusi difasilitasi (fasiliated difusion). dan beberapa garam – garam mineral . Difusi sederhana melalui membran berlangsung karena molekul -molekul yang berpindah atau bergerak melalui membran bersifat larut dalam lemak (lipid) sehingga dapat menembus lipid bilayer pada membran secara langsung. glukosa. Secara luas. tidak dapat menembus membran secara langsung. vitamin A. 2. Sementara itu. Suatu larutan dikatakan hipertonik jika memiliki konsentrasi zat terlarut lebih tinggi dibandingkan larutan pembandingnya. tetapi memerlukan protein pembawa atau transporter untuk dapat menembus membran. yaitu difusi sederhana (simple difusion). Pada sel tanaman disebut tekanan turgor. semacam pori dengan diameter tertentu yang memungkinkan molekul dengan diameter lebih kecil dari diameter pori tersebut dapat melaluinya. dan K serta bahan-bahan organik yang larut dalam lemak. dan isotonik. molekul – molekul berukuran besar seperti asam amino. memmbran sel juga sangat permeabel terhadap molekul anorganik seperti O. Selain itu. Secara sederhana. yaitu hipertonik. D. proses osmosis diartikan sebagai proses perpindahan pelarut melewati sebuah membran semipermeabel. Osmosis a. Larutan isotonik. larutan pembanding akan bersifat hipotonik karena memiliki konsentrasi zat terlarut lebih kecil. Saluran ini terbentuk dari protein transmembran. HO. hipotonik.CO2. memiliki konsentrasi zat terlarut yang sama dengan larutan pembanding.

sebagian besar molekul air terikat/tertarik ke molekul terlarut. hipertonik. Pada larutan hipotonik. maka sel tersebut akan mendapatkan banyak air. Jadi. atau turgiditas tinggi (pada sel tumbuhan). Jika sel berada pada larutan hipertonik. memiliki lebih banyak molekul air yang bebas (tidak terikat oleh molekul terlarut). Larutan isotonik adalah larutan yang mempunyai konsentrasi terlarut sama dengan zat pelarutnya. Pada larutan hipertonik. hipertonik dan hipotonik pada sel darah merah. Dalam hal ini. sehingga bisa menyebabkan lisis (pada sel hewan). Mekanisme Osmosis Jika dalam suatu bejana yang dipisahkan oleh selaput semipermiabel ditempatkan dua Iarutan glukosa yang terdiri atas air sebagai pelarut dan glukosa sebagai zat terlarut dengan konsentrasi yang berbeda dan dipisahkan oleh selaput selektif permeabel. Jika sel terdapat pada larutan yang hipotonik. dan hipotonik pada sel darah merah yang akan diteliti melalui mikroskop. sehingga lebih banyak molekul air yang melewati membran. pergerakan air berlangsung dari larutan yang konsentrasi airnya tinggi menuju kelarutan yang konsentrasi airnya rendah melalui selaput selektif permiabel. maka volumenya akan konstan. Pengaruh pemberian larutan isotonik. sehingga hanya sedikit molekul air yang bebas dan bisa melewati membran. 4 Laporan Praktikum Fisiologi| Universitas Palangkaraya 2013 . Jika larutan yang terdapat di luar sel. Larutan hipotonik adalah larutan dengan konsentrasi terlarut rendah. Dalam praktikum ini. maka sel banyak kehilangan molekul air. kami akan melihat pengaruh dari larutan isotonik. Larutan vang konsentrasi zat terlarutnya lebih tinggi dibandingkan dengan larutan di dalam sel dikatakan . Sel yang terletak pada larutan isotonik. sehingga sel menjadi kecil dan dapat menyebabkan kematian. sedangkan larutan yang konsentrasinya sama dengan larutan di dalam sel disebut larutan isotonis. sel akan mendapat dan kehilangan air yang sama. maka air dari larutan yang berkonsentrasi rendah akan bergerak atau berpindah menuju larutan glukosa yang konsentrainya tinggi melalui selaput permeabel. Larutan hipertonik adalah larutan yang mempunyai konsentrasi terlarut tinggi.b. C.sebagai larutan hipertonis. konsentrasi zat terlarutnya lebih rendah daripada di dalam sel dikatakan sebagai larutan hipotonis.

Normal saline 0. Simulasi dialysis Alat : a.III. Kertas penyaring e. 2 buah gelas beaker c. 1 buah sendok b.9 % 2.9% 3. Sukrosa 30 % C. NaCl 0. 2 buah slide preparat serta penutupnya b. Tissu 2. 1. 2 butir telur (dilebihkan sebagai cadangan) b. Investigasi Difusi Melalui Membran 1. Alat a. Blood lanset c. Pipet tetes d. Pengaruh pemberian larutan isotonic. Darah b. Akses internet (Menggunakan modem) B. Alkohol 70 % d. Air suling c. Air suling 40 ml c. Bahan a. hipertonik dan hipotonik pada sel darah merah. Kapas 5 Laporan Praktikum Fisiologi| Universitas Palangkaraya 2013 . Timbangan digital e. Laptop b. Mikroskop 2. Alat: a. Spidol d. Bahan: a. Larutan : 1. ALAT DAN BAHAN A.

IV.  Membuka browser. Mengklik data rekam setelah menjalankan setiap. kemudian mengklik tombol membuang. tindakan ini memberikan konsentrasi ATP dipilih untuk kedua sisi membran. 9. 3.00 mm. Mengklik tools .com dan pilih PhysioEx 9. kita akan mengasumsikan bahwa gelas kiri mewakili interior sel dan gelas kanan mewakili ruang ekstraseluler. Mengklik baik tombol flush untuk membersihkan kedua gelas.00 mm KCl). 8.0  Menyambungkan laptop dengan akses internet.00 mm pada langkah 5. menyesuaikan konsentrasi ATP untuk 3.  Meminta kata sandi kepada dosen. Mengklik membangun membran dan kemudian tarik membran ke posisi dalam dudukan membran antara gelas.00 mm NaCl ke dalam gelas kiri dan 10. Pilih Exercise 1 “Cell Transport Mecanisms and Permeability”. pembangun membran akan memasukkan Na + K-(kalium natrium) pompa ke membran sehingga Na akan dipompa ke kanan (dari sel) sementara K simultan dipindahkan ke kiri (ke dalam sel).0  Mengklik log in pada halaman internet tersebut. Mengatur konsentrasi NaCl akan dikirimkan kepada gelas kiri untuk 9.00 mm NaCl ke dalam gelas yang tepat (bukan 6. lalu masuk website www.00 mM. 2. Layar pembuka akan muncul dalam beberapa detik. 10. pengeluaran 9. 4. Simulating active transport 1. Dalam percobaan ini. 6 Laporan Praktikum Fisiologi| Universitas Palangkaraya 2013 . CARA KERJA A. 7. kemudian mengklik menyalurkan.00 mm. Menyesuaikan dispenser ATP: 1. Mengklik merekam data setelah menjalankan setiap.data cetak dan memilih pdf adobe sebagai printer untuk menyimpan data dalam format PDF (lampirkan data dalam laporan laboratorium Anda). kemudian pilih Activity 5 “Simulating Active Transport”. Mengatur timer untuk 60 menit. sesuaikan jumlah pembawa glukosa dan jumlah pompa natrium kalium 500. 5. Mengakses PhysioEx 9. Dalam pembangun membran. 6. Mengklik salah satu tombol flush untuk membersihkan kedua gelas.physioex. Mengatur konsentrasi KCl untuk dikirimkan ke gelas hak untuk 6. b. dan kemudian mengklik start. ulangi langkah 3 sampai 6. Sekarang ulangi langkah 1 sampai 6. Simulasi dialysis a. kemudian mengklik mengeluarkan ATP.

Mengambil darah dari jari tengah dengan lanset yang telah disediakan. Catat hasilnya di tabel yang disediakan. timbang. 2. Setelah 20 menit angkat telur tadi kemudian bersihkan dengan menggunakan tisu dan timbang kembali. 3. 3. Kemudian menutup kaca objek dengan kaca penutup. Menimbang berat awal ke dua telur tersebut pada timbangan digital dan mencatat hasilnya. 8. Menambahkan 1 tetes larutan NaCl 5 % pada kaca objek dan dimiringkan untuk mencampur larutan dengan darah. dan ditepi yang berlawanan diletakkan kertas saring. Mengamati di mikroskop apa yang terjadi. Celupkan telur I di dalam gelas beker yang berisi larutan air suling dan celupkan telur II di dalam gelas beker yang berisi larutan sukrosa 30% selama 20 menit. dan catat hasilnya. Mengamati di mikroskop apa yang terjadi. Setelah waktu 20 menit ke dua berakhir. 2.9 % pada kaca benda dan dimiringkan untuk mencampur larutan dengan darah. kemudian timbang. bersihkan. dan catat lagi hasilnya. 6. Kemudian celupkan lagi selama 20 menit hingga total waktu yang diperlukan adalah 60 menit. 4. angkat lagi. 3. Untuk preparat kedua (II) : 1. Kemudian menutup kaca objek dengan kaca penutup. Masih pada kaca objek yang sama. C. Tunggu sampai ada cairan yang terserap oleh kertas saring tersebut. Mengamati di mikroskop apa yang terjadi. Kupas sebagian ujung kulit telur yang agak lebar tanpa merusak membran telur yang tipis. Akhirnya setelah berakhir 20 menit terakhir. 4. 5. Mengambil darah dari jari manis dengan lanset. Kemudian meneteskannya pada kaca objek sebanyak 1 tetes. diteteskan 1 tetes air suling pada salah satu tepi dari kaca penutup. Mengisi gelas beker I dengan air suling/akuades dan gelas beker II dengan sukrosa 30%. bersihkan. 5. 9. Setelah itu celupkan lagi di dalam gelas kimia masing-masing selama 20 menit lagi. Untuk preparat pertama (I) : 1. Investigasi Difusi Melalui Membran 1. Menambahkan 1 tetes larutan NaCl Fisiologis 0.B. hipertonik dan hipotonik pada sel darah merah. 2. 7 Laporan Praktikum Fisiologi| Universitas Palangkaraya 2013 . Kemudian meneteskannya pada kaca objek sebanyak 1 tetes. 7. Pengaruh pemberian larutan isotonic.

00 mM. Apayang terjadi pada tingkat transport ion jika kita meningkatkan pompa protein sodium-potassium ? Jawaban : transpor ion akan meningkat. 2.jika ditambahkan larutan glukosa? Jawaban : Ya. Tingkat transport Na+ berhenti sebelum transport selesai. tetapi kita masih diberikan cukup ATP dan waktu untuk penyelesaian.V.) Jawaban : Dapat ditunjukkan bahwa ini adalah suatu proses aktif dengan membuat konsentrasi natrium di beaker kanan lebih besar daripada konsentrasi di beaker kiri. Lihatlah konsentrasi zat terlarut di setiap sisi gelas untuk setiap perubahan pada konsentrasi Na+ and K-. disebut transpor aktif. Akankah transport Na+ and K. Simulasi dialysis a.00 mM dan 3. Apa yang akan terjadi jika anda mengurangi pompa sodium potassium ? Jawaban : Tingkat dari transportasi akan menurun jika sodiumpotassium pumps tersedia lebih sedikit atau diturunkan. 8. Jelaskan bagaimana anda menunjukkan bahwa phenomena tersebut hanya difusi sederhana?(Petunjuk : Aturlah konsentrasi Na+ pada gelas sebelah kanan. Apa yang kamu fikir tentang hal ini? Jawaban : Transport larutan berhenti sebelum menyelesaikan transport karena kekurangan ATP. Tersedia pilihan yang digunakan untuk percobaan adalah Na+ dan K+. Hal ini telah dibuktikan pada simulasi ini. 6. transportasi berubah karena kelebihan ATP. sebagai pompa. 4. Apakah transport Na+ mempengaruhi perubahan tersebut? Jawaban : Tidak 7. 3. Transportasi akan terjadi terhadap konsentrasi gradien dalam transportasi aktif tetapi tidak dalam difusi. HASIL DAN DISKUSI A. 8 Laporan Praktikum Fisiologi| Universitas Palangkaraya 2013 . Apa jumlah transport Na+ berubah? Jawaban : Ya. Pada dasar teori yang didapat Proses pada saat membran sel menggerakkan molekul atau ion “menanjak naik” melawan suatu gradien konsentrasi ( atau “menanjak naik” melawan gradien listrik atau gradien tekanan). Apa yang terjadi jika anda tidak memberikan ATP? Jawaban : Transport natrium dan kalium tidak akan terjadi jika ATP tidak tersedia. 5. dimana berfungsi untuk mengatur volume sel Konsentrasi ATP pada percobaan adalah 1. Simulasi Transpor Aktif Percobaan ini mensimulasikan transpor aktif. Fakta yang mendukung ini sebelumnya adalah anggapan bahwa ATP diperlukan untuk tranportasi aktif. Pertanyaan 1.

Bagaimana perubahan fisik pada setiap telur ? A.26 1.23 0. Pada telur II terjadi perubahan : 1) Setelah direndam selama 20 menit. berat telur mengalami peningkatan sebanyak 0. B.12 1. berat telur mengalami peningkatan sebanyak 2. karena air suling mempunyai tekanan yang tinggi sehingga air sedikit demi sedikit akan menembus membran telur yang bersifat permeabel.55 58.12 gram dibandingkan dengan berat telur ketika belum direndam.47 gram dibandingkan dengan berat telur ketika belum direndam. Investigasi Difusi Melalui Membran Air Suling Berat Awal 20 Menit 40 Menit 60 Menit 69.44 1.26 gram dibandingkan dengan berat telur ketika belum direndam. berat telur mengalami peningkatan sebanyak 0.79 58. proses perubahan berat sangat nampak.39% 0. berat telur mengalami peningkatan sebanyak 1. 3) Setelah direndam selama 60 menit. Pada telur I : Pada gelas beker 1. Semakin lama berat telur akan semakin bertambah.32 70.11 71. 2) Setelah direndam selama 40 menit.79 2. dan menyebabkan telur semakin bertambah berat. Pada telur I terjadi perubahan : 1) Setelah direndam selama 20 menit.64 0.23 gram dibandingkan dengan berat telur ketika belum direndam.79 gram dibandingkan dengan berat telur ketika belum direndam.09% Pertanyaan : 1. Bagaimana perubahan berat telur? A.47 0. 9 Laporan Praktikum Fisiologi| Universitas Palangkaraya 2013 .81% 2. 2.06% Perubahan Berat % Perubahan Sukrosa 30% 58. 2) Setelah direndam selama 40 menit. Hal ini membuktikan bahwa pada gelas beker 1 terjadi proses difusi dan osmosis.81% 1.58 71. namun telur pada gelas beker 2 tetap juga mengalami proses peningkatan berat. Pada telur II : Hasil pada gelas beker 2 hampir sama dengan gelas beker 1. berat telur mengalami peningkatan sebanyak 0.B.96 Perubahan Berat % Perubahan 0. berat telur mengalami peningkatan sebanyak 1. Telur pada bagian gelas beker 1 mengalami peningkatan berat yang lumayan tinggi. B.64 gram dibandingkan dengan berat telur ketika belum direndam. 3) Setelah direndam selama 60 menit. Hal inilah yang membuktikan bahwa telur pada gelas beker 2 juga mengalami proses difusi dan osmosis juga. Namun pada gelas beker 2.58% 3. telur mengalami penurunan berat yang lebih lambat karena sukrosa 30% mempunyai tekanan yang lebih kecil daripada air suling.32 58.

Untuk telur I: Setelah direndam 20 menit. berat telur menjadi 70.5 1 0.5 0 belum direndam 20 menit Telur pertama (I) 40 menit Telur kedua (II) 60 menit A.11 gr dengan perubahan berat 1. Untuk telur II : Setelah direndam 20 menit.23 gr dibandingkan dengan sebelum direndam sehingga persennya : 10 Laporan Praktikum Fisiologi| Universitas Palangkaraya 2013 . berat telur menjadi 58.55 gr dengan perubahan berat 0.26 gr dibandingkan dengan sebelum direndam sehingga persennya : Setelah direndam 40 menit.44 gr dengan perubahan berat 2. Pembahasan Grafik Perubahan Berat Telur 2. berat telur menjadi 71. berat telur menjadi 71.3.58 gr dengan perubahan berat 1.12 gr dibandingkan dengan sebelum direndam sehingga persennya: B.79 gr dibandingkan dengan sebelum direndam sehingga persennya: Setelah direndam 60 menit.5 2 1.

64 gr dibandingkan dengan sebelum direndam sehingga persennya: C. isotonik dan hipotonik.Setelah direndam 40 menit.9 % Sel darah merah dalam keadaan normal II NaCl 5 % Sel darah merah mengkerut III Air suling Sel darah merah mengembang Preparat 2 Preparat 1 Preparat 2 Gambar : Keadaan sel darah merah ketika dilarutkan dalam larutan yang sifatnya hipertonik. Preparat Larutan Gambaran di mikroskop I NaCl Fisiologis 0. berat telur menjadi 58. Preparat I : NaCl Fisiologis adalah suatu larutan yang sifatnya isotonik. Itulah sebabnya ketika sel darah merah diberikan larutan 11 Laporan Praktikum Fisiologi| Universitas Palangkaraya 2013 . NaCl Fisiologis dapat langsung diberikan ke aliran darah karena memiliki osmolaritas yang sama sebagai plasma.79 gr dengan perubahan berat 0. artinya jumlah H2O yang keluar dan masuk sel seimbang. Karena memiliki osmolaritas yang sama sehingga proses difusi cairan melalui membran (osmosis) sel darah merah berlangsung seimbang.96 gr dengan perubahan berat 0. hipertonik dan hipotonik pada sel darah merah. berat telur menjadi 58. Pengaruh pemberian larutan isotonik.47 gr dibandingkan dengan sebelum direndam sehingga persennya: Setelah direndam 60 menit.

12 Laporan Praktikum Fisiologi| Universitas Palangkaraya 2013 . Peristiwa ini disebut dengan Krenasi. Air suling pada percobaan ini bersifat sebagai larutan hipotonik. Proses aktif dari transportasi menggunakan ATP sebagai energi untuk proses transport sedangkan proses pasif dari transportasi bergantung pada konsentrasi dan tekanan. yang disebut difusi sederhana dan difusi terfasilitasi. Simulasi dialisis Komposisi dari molekul membran plasma memungkinkan untuk menyaring zat atau subtansi yang melewatinya. Dalam lingkungan hipertonik. pada preparat tersebut ditetesi air suling pada salah satu tepinya dan diletakkan kertas saring pada tepi yang berlawanan. yang terlihat di mikroskop adalah sel darah merah dalam keadaan/ukuran normal. Difusi melalui membran sel terbagi atas dua subtipe. maka air yang terdapat dalam sel darah merah akan ditarik keluar dari sel sehingga ketika diamati di bawah mikroskop. sehingga menyebabkan sel mengembang. Preparat II : Tahap 1 : NaCl 5% merupakan larutan yang sifatnya hipertonik. sehingga berat telur lambat laun akan bertambah. Bila membran sel tidak kuat lagi menahan tekanan yang ada di dalam sel darah merah itu sendiri. Gambaran yang terlihat pada mikroskop adalah sel darah merah dalam keadaan mengembang. Investigasi Difusi Melalui Membran Telur mengalami difusi. Setelah diamati melalui pengamatan. Difusi yang terjadi pada telur diakibatkan karena perbedaan konsentrasi zat dari zat berkonsentrasi tinggi yang berpindah ke dalam telur yang berkonsentrasi rendah. Sehingga jika kita meneteskan NaCl 5% pada sel darah merah. hipertonik dan hipotonik pada sel darah merah. B. pada akhirnya sel akan pecah/lisis sehingga tidak berfungsi. hipertonik dan hipotonik pada sel darah merah. sel dalam keadaan mengkerut. proses aktif dan proses pasif.NaCl Fisiologis. Tahap 2 : Sel darah merah yang tadinya sudah ditetesi dengan larutan NaCl 5% (hipertonik). Proses transportasi dibagi dua. dapat diketahui pengaruh pemberian larutan isotonik. Hal ini membuat nutrisi dapat masuk kedalam sel tetapi zat asing dicegah untuk tidak masuk. KESIMPULAN A. Peristiwa ini dinamakan Hemolisis.gerakan sederhana menembus membran yang disebabkan gerakan acak molekul zat disebut difusi. Pengaruh pemberian larutan isotonik. C. tekanan osmotik menyebabkan air mengalir keluar sel.

13 Laporan Praktikum Fisiologi| Universitas Palangkaraya 2013 . sel darah merah mengkerut. .- Pada larutan NaCl Fisiologis 0. sel darah merah dalam keadaan normal. sehingga materi yang ada di luar sel tertarik masuk ke dalam sel dan sel mengembang. sel darah merah mengembang. Hal ini disebabkan tidak terjadi perbedaan gradien konsentrasi zat terlarut di dalam maupun diluar sel.Pada air suling (hipotonik).Pada larutan NaCl 5% (hipertonik). . Hal ini bisa mengakibatkan sel menjadi lisis apabila sel sudah tidak mampu menahan tekanan yang ada di dalam sel itu sendiri. sehingga materi dalam sel tertarik keluar dan sel mengkerut. Ketiga proses tersebut merupakan akibat yang ditimbulkan karena perbedaan potensial cairan yang terdapat di luar dan di dalam sel darah merah. Hal ini disebabkan tekanan osmotik diluar sel lebih tinggi dibandingkan di dalam sel.9% (isotonik). Hal ini disebabkan tekanan osmotik dalam sel lebih tinggi dibandingkan di luar sel.

Available from: URL: http://faculty. Michael.htm 4.2007.. Dorland. Hipertonik [Online]. Available from: URL: http://rwsl.%20Osmosis . lauralee. Proses Difusi. The Solutions & Transport Through Membranes Page! [Online].html 9. Available from: URL: http://kimia. Avaible from : http://klanapujangga.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2007/Yeni%20Hendrayani%20(043 824)/m_hipertonik. --.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2007/Yeni%20Hendrayani%20(043 824)/m_isotonik.nic.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2007/Yeni%20Hendrayani%20(043 824)/m_hipotonik. Peranan Osmosis [Online].com/A_Diffus/DiffusMain_1. 2009..html 12.doc 11.html 14 Laporan Praktikum Fisiologi| Universitas Palangkaraya 2013 . Kamus Kedokteran Dorland. 2. W. alih bahasa.A.html 7. hlm:56. 3. Avaible from : http://www. Newman Dorland . Retna Neary Elseria ..etsu. 2011.bc. Kelana. Ed 11. Available from: URL: http://kimia. Brahm U. [et al ]. 2010.4854 6. Osmosis. 2011 april 08.html 10. [Online]. Permeabilitas.Edisi 31 --. Difusi dan Osmosis. / penulis. Guyton A. Hendrayani Y. Adi. Anonymous.upi.%20and%20Cell%20Membrane%20Permeability. Hendrayani Y. Waldron.] . 2011 April 11 Available from: URL: serendip. Diakses tanggal 28 Februari 2013. 2011 April 09. 2011 April 09.p. Isotonik [Online]. 2001.Jakarta : EGC.upi.edu/sci_edu/waldron/pdf/MolecTransportProtocol.com/2011/03/31/proses-difusiosmosispermeabilitas-dan-semipermeabilitas/ 8. Molec TransportProtocol.ca/biolab/103/Bio%20103%20Lab%202%20Diffusion.edu/currie/solutions.pdf 5. Jakarta: EGC.upi. Available from: URL: http://kimia. Jakarta : EGC. Available from: URL: http://kimia.scienceisart.DAFTAR PUSTAKA 1.brynmawr. Diakses tanggal 28 Februari 2013. Sheerwood L. Konrad. 2011 April 09. [ et al. Fisiologi Manusia : dari sel ke sistem/ sheerwood. Albertus Agung Mahode . Anonymous. alih bahasa.upi. Textbook of Medical Physiology.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2007/Yeni%20Hendrayani%20(043 824)/k_kedokteran. editor edisi bahasa Indonesia. dan Semi Permeabilitas. Hendrayani Y. Hall J.. 2011 April 09. Diffusion. 2011 April 09. Hipotonik [Online].doc [Online]. Hendrayani Y.