Ilmu Ukur Tambang

Written by Boss Tambang Monday, 28 June 2010 08:57 Cabang dr ilmu pertambangan dan rekayasa yang berhubungan Dengan masalah pengukuran. Tujuan ILMU UKUR tambang : 1. Menyajikan secara grafis (rencana/bagian dr rencana) pekerjaan bwh tnh, btk dan kejadian gambaran penyebaran bhn galian serta struktur yang ada dr kenampakan perm bumi. 2. Memecahkan berbagianianai permasalahan dlm ILMU UKUR TAMBANG (eksplorasi, konstruksi, eksploitasi). Hal-Hal penting dlm ILMU UKUR TAMBANG 1. Penerangan pada underground traversing untuk pembacaan sudut vertikal/horizontal, benang silang, pita ukur dll sangat dibutuhkan. 2. Daerah pengukuran tdk luas/terbatas sehingga sulit dlm pemasangan instrument maupun pengukurannya. 3. Menggunakan plumbobs Dengan tali penggantungnya pada titik station sehingga untuk penetapannya lebih sulit drpada pengukuran permukaan. 4. Rambu tdk digunakan krn tinggi mine haulage tunnel biasanya lebih pendek dr rambu sebagian gantinya Dengan menggunakan plumbobs. INSTRUMENT & PERALATAN ILMU UKUR TAMBANG 1. Instrumen Optik : theodolite 2.Dumpey level : alat untuk menentukan elevasi di bwh tnh Dengan perbedaan ketinggian Dengan cara menarik garis ketinggian. 3. Rambu 4. Kompas : kompas ayun, tali 5. Pita ukur/meteran: -untuk setting stasiun ukur dan melakukan pekerjaan Dengan teliti digunakan ukuran 200 ft x 3/8 in, skala ukur digulung. -untuk pengukuran dipermukaan digunakan 300-400 ft, skala dindai setiap 5-10 ft -untuk offset, tinggi instrumen, height of shot digunakan 6-8 ft 6. Plumb bob 7. Lampu penerangan Keuntungan : -lampu baterai lebih berat dr lampu karbit, sebaiknya memiliki ikat pinggang extra untuk tempat baterai. -lampu baterai hrs diisi setiap hari tetapi surveyor masih membutuhkan lampu karbit saat mereka bekerja di daerah terpencil yang jauh dr listrik. 8. Kaca pembesar 9. Stambangtion 10. tempat peralatan yang berisi : plumb bob, tali plumb bob extra, alat untuk menutup sambungan Dengan saluran kompressor, tongkat pancang, kotak yang berisi pengait dan material sekrup, paku, tali manila, kain katun tipis.

selatan dengan titik tertentu . METODE PENGUKURAN Pembacaan Sudut Horizontal 1. Sudut yang terbaca mrpkn sudut defleksi/deviasi dr titik tembak ke kiri/kanan dr salah satu titik akhir. 2.11. Bearing : Suatu sudut yang diukur ke kiri/kanan antara garis utara. dimana sudut antara subjek sudut terakhir hrs sesuai Dengan setting pertama. kemudian teleskop dibalik ke depan sasaran menggunakan penjepit atas sehingga sudut terbaca. tinta warna. Pembacaan Langsung teleskop disetel di belakang sasaran Dengan plat pada nol menggunakan penjepit bwh. penggaris baja. Instrumen terbagi dlm bbrp kuadran seperti sebuah kompas Dengan titik 0 pada U-S dan titik 90 pada T-B. Dengan Bearing Teleskop dibalik dan diset di belakang sasaran Dengan piringan yang telah disetel pada benang terakhir subjek yang terbaca pada stasiun sebelumnya menggunakan penjepit bawah. Instrumen terdiri dr 0-360 ke arah kanan. Instrumen terbagi dr 0-180 pada akhir. 4. 5. Sesudah mengambil FS piringan yang ada dikiri dijepit dan Dengan menggunakan posisi seperti ini tanpa seting ulang kecuali hrs melaksanakan pengambilan BS pada station berikutnya. kemudian tanpa loncatan dibalik kedepan sasaran tembakan menggunakan penjepit atas dan sudut terbaca dr piringan sertambang dicatat. teleskop dibalik ke sasaran tembakan menggunakan penjepit atas dan bearing subjek tembakan terbaca pada piringan. selanjutnya tanpa diset ulang pembacaan 2 dilakukan. Peralatan kantor : penthograph. Dengan Azimuth Teleskop dibalik dan diset di belakang sasaran Dengan setting piringan pada azimuth terakhir subjek seperti pembacaan dr station sebelumnya Dengan menggunakan penjepit bawah. Dengan Repetisi Teleskop yang berada pada posisi normal diset ke belakang sasaran Dengan piringan pada posisi nol memakai penjepit bawah. Instrumen terbagi dr 0-360 Dengan arah ke kanan diukur searah jarum jam. Vernier dibaca pada akhir pengukuran dan sudut ini berbeda nomor repetisinya. planimeter. Defleksi teleskop di set di belakang sasaran Dengan posisi jarum pada titik nol menggunakan penjepit bwh kemudian teleskop dibalik ke depan sasaran menggunakan penjepit atas dan vernier akan terbaca. Instrumen terbagi dr 0-360 ke arah kanan/searah jarum jam. copy flex. Pembacaan sudut dpt diulang pada saat pembacaan ke 2 kapan saja diinginkan. 3. kalkulator. teleskop dibalikan ke sasaran tembakan menggunakan penjepit atas dan bearing subjek tembakan terbaca dr piringan.

Surface Traversing : -Azimuth BS. Dengan kompas : 1. Dengan sudut dan jarak 2.Azimuth : Suatu sudut yang diukur dr titik utara ke suatu titik tertentu menurut arah jarum jam. Azimuth FS. Sudut vertikal diukur langsung dimana sudut yang ada diatas/bwh garis horizontal diukur hanya 1 kali. Macamnya: -Pengukuran sudut horizontal (double) -Pengukuran sudut vertikal (double) -pengukuran jarak -pengukuran tinggi alat/instrumen -pengukuran tinggi plumb bob yang digantung -pengukuran kiri dan kanan instrumen maupun plumb bob untuk mengetahui lebar bukaan -kolom catatan. slope distance (SD) FS 2. Underground traversing : -Azimuth BS. PENGUKURAN TAMBANG BAWAH TANAH Tujuan: -Mengetahui arah/kemajuan penggalian bwh tnh -Mengetahui volume broken ore/bat yang tergali -Mengetahui posisi/keddkn lub bukaan thd permukaan topografi. Azimuth FS. Slope Distance FS. Dengan perekaman : -pengukuran singkat antar pancang -pengukuran panjang Dengan rentang2 bebas Ploting 1. Dengan cara koordinat. Dengan rangkaian/ikatan 2. Dengan cara azimuth / bearing dan jarak 3. Pengukuran Jarak 1. Detil ke arah FS meliputi (jarak instrument ke dinding sebelah kiri bukaan/L dan jarak instrumen ke dinding sebelah kanan/R bukaan) . Vertcal Angle FS. mis : tinggi level Data yang harus diambil: a. Pembacaan Sudut Vertikal Sudut vertikal didpt Dengan menghubungkan jarak miring peta untuk menentukan jarak horizontal dan vertikal antara pojok2 pada akhir pencatatan. Vertical angle (VA) FS. Dengan pembacaan stadia 3.

lalu pekerja pembantu mulai membuat kurva I pada drift di atas patok. jarak optis FS (Ba. slope distance. Setelah pengukuran sudut selesai beri tanda pada dinding Dengan karbit/krayon. pada sudut data pembacaan VA untuk ke 2 kalinya tdk perlu. skala lingk hor FS. Surface traversing : Tinggi instrumen. operator meletakan papan2 pada titik 0 dan mengambil BS baru. Operasi ini berlanjut hingga patok sasaran tercapai. Mencatat jarak kanan kiri instrumen 4. vertical angle FS.Setelah semua pengukuran reguler lengkap. Skala lingk Horizon BS. Melepaskan penggerak bagian atas dan bidik FS 10. Jarak Horizontal dr patok alat kemudian ditarik ke titik pusat drift thd tanda tadi. detil ke arah FS meliputi (jarak instrumen ke dinding sebelah kiri bukaan/L. Kemudian gerakan ke tembakan ke 2. Bb. skala lingk Hor BS. Metode Offset . Membaca HA dan VA. tinggi unting FS. 2. Pasang alat 2. Metode angle right Setelah menempelkan FS. Mencatat tinggi Instrumen 3. Mengarahkan teleskop ke BS Dengan menggerakan penggerak bagian bawah 9. Bt) 2. Mulai pada 0 dan mengambil BS Dengan gerak perlahan 6. Mengatur instrumen termasuk penyeimbangan nivo 5. jarak instrumen ke dinding seb kanan bukaan/R. skala lingk Hor FS. Membaca dan mencatat HA. 12. Underground traversing Tinggi Instrumen. Melepaskan penggerak atas dan bidik FS 7. Vertical angle FS. Sebelum memulai pengukuran instrument hrs ditempatkan ke arah patok FS. Jangka HA dibaca double ulangi proses setelah posisi 0 dan tempatkan teleskop dlm posisi langsung 11. tinggi bukaan dr floor ke roof) Data yang hrs dihitung : -Azimuth awal dr base line . melepaskan penggerak bagianian bwhnya dan putar lingkaran Vertikal ke depan operator dan baca VA 8. pembantu membawa ujung 0 dr pita ke patok FS dan diukur SD.b. Gerakan ke patok FS dan catat HS Pengambilan titik detail 1.Bearing FS -Angle rght -Horizontal distance -Azimuth FS -Latitude -Departure -Vertical distance -Koordinat titik FS -Grade -Tinggi titik FS Prosedur: 1. Dengan Theodolite 1.

wire yang biasa digunakan adl kawat baja. Menggunakan level/waterpass 3. digunakan untuk mengangkat/ menurunkan kawat dan memeliharanya. Wire centering Aparatus Alat ini digunakan untuk menjepit kawat pada posisinya setelah pusat ayunan ditentukan. 6. Kontrol Offset: 1. Offset dan Lintasan yang dihasilkan. 3. SHAFT PLUMBING Memindahkan meridian/ koordinat Dengan menggunakan instrumen dan perlengkapannya melalui lubang bukaan vertikal (vertical shaft). Secaraew Shifters Alat ini digunakan untuk menggeser 1 kawat ke bidang instrumen dan kawat lainnya pada station permulaan.03 in. Dengan ukuran kawat piano no 12. Offset tangan 2. Dengan 3 org malah cenderung memakai metode sudut. 4. Metode 2 shaft . Kesulitan utama bila tdk ada kru pekerja yang tepat. Theodolite Ketelitian bacaan skala lingk horizontal sampai Dengan 30 detik.Ordinat menengah 4. Peralatan/perlengkapan: 1. 2. 7. chain link diletakan pada kawat yang segaris Dengan instrument supaya surveyor Dengan mudah melihat ke dua kawat tanpa hrs menggerakan kawat yang lebih dekat. Metode satu shaft -Coplaning/wiggling/jiggling -Triangulation/weisbach -Quadrilateral 2. 5. Terbuat dr bhn timah. Dengan menggunakan instrumen dan pita ukur 2. kuningan atau baja. lebih disukai theodolite Dengan ketelitian sampai 2 detik. Mengukur kedalaman suatu shaft Dengan pita ukur. Cara Pengukuran 1.Banyak digunakan dlm mensurvey tanah. Ordinat dan lintasan panjang 3. Plumb bob berfungsi sebagai pemberat yang digantungkan pada ujung kwt sehingga kedudukan kawat lurus dan tetambangp. Elevasi/Alititude 1.Reels : alat penggulung/gulungan.5 Diameter 0.

Untuk memudahkan kegiatan ini kawat ditarik sepanjang AB dan ED dan peralatan di pasang pada persilangannya. Dengan persyaratan sudut yang dibuat hrs diantara detik dan <1. a a/d y Dengan bearing x-a sebagian titik tolak pengukuran. prosedur menggantungkan kawat dan menetapkannya adalah sama demikian juga halnya Dengan metode 2 shaft. Bila sudut mjd sangat besar >60 metode ini tdk bias digunakan. Setelah dikoreksi dr pengukuran. Di bwh transit digoyang2kan pada posisi sehingga ke 2 timbangan sejajar. Quadrilateral/Weiss Method Metode 2 shaft 1. Pemilihan dr ke3 macam metode didasarkan pada: Keuntungan kerugian. beri tanda pada blok tsb.Metode 1 shaft: Dr ketiga macam metode pada metode 1 shaft. Hsl pengukuran dr bwh tnh tsb dpt dihitung: -jarak x-y dan bearing x-y. Jarak kawat diukur dr permukaan dan dicek lagi setelah dipasang di bagian bawah. di bwh unting2 yang dipasang pada theodolite. waktu yang diperlukan dan kemampuan surveyor. Pada bwh tnh dibuat poligon dr titik x. -Teropong diputar dan diarahkan kembali ke dua kawat.y yang digantungkan unting2 dg poligon. Dr perm tnh diikat titik x. -Metode 3 dan 4 kawat Pada permukaan/ titik awal ditempatkan A dan E dan B serta D diletakan dlm garis. . kemudian ukur beberapa kali sudut busur antara 2 kwt di bagianian depan Dengan titik di belakang theodolite. Kesalahan yang diijinkan (1 x 100%) : 10000 = 0. Coplaining Prinsip dasar: Membuat theodolite dan 2 kawat yang digantungkan pada shaft vertikal mjd 1 garis. titik 1 diikat dg BS cara pengukuran ttu. Banyak engineer menyatakan bhw met coplaining digunakan pada kondisi di mana metode triangulation tidak memungkinkan. -Buat sudut horizontal bbrp kali dan sudut horizontal yang benar adalah rata2nya Triangulation -Metode 2 kawat : Menempatkan azimuth pada bid yang dibuat oleh 2 plumbobs (weisbach method). Prosedur: -Pasang block timah hitam berukuran 4x4x3 in. Mulai dr titik x. usahakan agar ke2 kawat tsb 1 garis lurus Dengan posisi benang silang vertikal dr theodolite. kemudian diasumsikan besar bearing x-a.01% untuk theodolite yang mempunyai nonius 1 menit Jarak antara 2 kawat hrs sama di bagian atas dan bagian bawah. kemudian dihit : -jarak x-y dan bearing x-y 2. Pengukuran dilakukan Dengan cara tertutup lagi. 1 s/d y.

Tunnel b. Pelaksanaan Pengukuran Dengan bearing dandip yang telah ditentukan STOPE survey DAN TUNNEL SURVEY STOPE SURVEY Tujuan -Memperoleh suatu garis batas yang benar dr daerah kerja -Menghitung tonnage thd material yang akan digali Kegunaan: -Menghitung berat/volume secara kasar -Menghitung berat/volume dr orel yang sudah digali Dengan menhit berapa banyaknya shift dan berapa banyak powder yang digunakan Pelaksanaan Pengukuran Dimulai dr baseline yang diketahui kemudian msk lubang bukaan tambang yang seterusnya menuju ke stope. menghitung timber set. Dengan menimbang pada timbangan analitis. Perhitungan Volume Stope Bila density materialerial diketambanghui. hslnya sangat baik dan teliti. -Menimbang bagian.PROBLEM ARAH DAN JARAK DLM ILMU UKUR TAMBANG A. Menghubungkan 2 shaft D. biasa dilaksanakan Dengan kompas dan pita ukur. Menghubungkan 2 drift C. Cretical Opening : one shaft. mk dptlah dihitung tonnage batuan yang telah digali dr stope V = (a1+a2)h + (a2+a3)h + (an-1+an)h 2 2 2 PENGUKURAN MERIDIAN a. dr satuan luas yang dipotong sebagian stamndar sehingga bagianian tsb dpt dihitung. Inclined Opening c. -Membagianiani daerah tsb ke dlm daerah yang luasnya dpt ditentukan. Menghubungkan 2 level Dengan raise E. Pengukuran stope dilakukan Dengan : instumen dan pita ukur. Pada pelaksanaan pengukuran. Mengikat titik konsensi ke seksi lain B. Perhitungan luas penampang -Planimeter. Dengan demikian bila luas btk diketahui mk seluruh luas penampang dpt dihitung. hal ini mengingat kondisi yang ada. kompas gantung. two shaft TUJUAN ILMU UKUR TAMBANG : .

seperti underground mines dan subway (KA bwh tnh). Kontrak Karya).Ikut ambil bagian dlm tim penambangan baru. -Mengawasi ketepatan pelaksanaan konstruksi baik diperm maupun bwh tanah. Tahap Eksploitasi : -Memetakan kemajuan penggalian -Pemanfaatan secara berkala dr kemajuan penggalian -Mengetahui tonase broken material yang telah tergali. TUGAS ATAU TANGGUNG JAWAB SURVEYOR TAMBANG 1. SIPADA. Tahap Konstruksi : -Menentukan posisi di lapangan (setting out) semua elemen geometris dr perencanaan.Mengamati gerakan lapangan batuan perm dan bwh tnh untuk segera diambil langkah pengamanan 8.melakukan pengukuran ---menghitung jarak horizontal dan bearing antara 2 kwt --.Memberikan pengarahan dan pengawasan pekerjaan penambangan 6. 7. struktur dan sebaran ? estimasi/ perhitungan cadangan.Memberikan penjelasan agar tdk terjadi kehilangan material yang digali. areal penambangan (KP. 4. Surveyor TAMBANG dan geologist menyajikan mcm2 btk deposit (bhn galian). perbaikan.Membuat garis-garis batas untuk keselamatan penambangan.Tahap Eksplorasi : Menentukan lokasi secara tepat : lubang bor.Melakukan survey dan membuat peta rupa bumi (topografi) serta bwh tnh untuk kelengkapan penambangan.Membuat lapangan dr pekerjaan pemetaan (pembukaan. -Mengetahui posisi lubang bukaan thd permukaan topografi. METODE 2 SHAFT Umumnya cara menggantungkan salah satu kawat/kabel pada msg2 shaft dr 2 shaft atau raise yang dilakukan Dengan melalui pengukuran antara keduanya Dengan menggunakan poligon tertutup -. test pit.memberikan hsl yang memuaskan (akurat) dan digunakan pada setiap pekerjaan. kemajuan penambangan) cadangan serta kehilangan dlm penambangan 3.Mencatat dan mengecek keluaran bhn galian 9. 10.Menempatkan kembali posisi di lapangan (setting out) semua rencana. penutupan pada lokasi penambangan yang lama (sudah berlangsung). 2.Ikut ambil bagian dlm persiapan dan perencanaan baik jangka padak maupun jangka panjang.untuk memindahkan koordinat titik di permukaan ke dlm bukaan di bwh tanah. . 5. paritan dll yang telah direncanakan. Prosedur: Menggantungkan plumbobs Dengan kawat melalui vertical shaft --.

Jangka terjadi kesalahan --dikoreksi dan didistribusikan. 2. Undergroung Traversing -Instrument dipasang di a. . diambil dr data P dipermukaan -Jarak P-Q yang diperoleh dr permukaan hrs sama Dengan dibwh tanah.dipakai sebagian BS dan jarak diukur. -Data pengukuran dikoreksi/dikontrol -.hitung jarak dan beraing P-Q.Untuk underground traversing theodolite di psg dekat Dengan salah satu kawat (kira2 60 ft) --. Titik 1 diikatkan ke titik tetap yang ada (BS) untuk kontrol koordinat. Jangka terjadi penyimpangan dikoreksi -Bearing yang diperoleh dr pengukuran dipermukaan sebagian dsr untuk mengoreksi bearing yang diasumsikan pada pengukuran dibwh tanah. sebagian BS kwt P. Jarak horizontal antara kwt dan bearing yang diperoleh melalui pengukuran dipermukaan dan pengukuran dibwh tnh hrs dikontrol. sedang bearing dr kawat ke instrument diasumsikan. Prosedur pengukuran : 1. Route pengukuran melalui P-a-b-c-d-eQ. Surfacing Traversing -Surface traversing melalui P-1-2-3-4-5-6-Q. Kontrol hsl pengukuran -Bearing P-a diasumsikan -Koordinat P untuk bwh tnh.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful