P. 1
Ekstraksi Menggunakan Proses Infundasi

Ekstraksi Menggunakan Proses Infundasi

|Views: 75|Likes:
Published by satriomega

More info:

Published by: satriomega on Mar 19, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/11/2013

pdf

text

original

EKSTRAKSI MENGGUNAKAN PROSES INFUNDASI, MASERASI, DAN PERKOLASI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kesehatan merupakan kebutuhan pokok bagi seluruh rakyat Indonesia dimana kesehatan adalah kebutuhan yang harus dimiliki seluruh bangsa tujuan dan cita-cita sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 Pembangunan Kesehatan diarahkan guna tercapainya kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Dalam penyelenggaraan upaya kesehatan diatur sedemikian rupa oleh pemerintah namun pelaksaannya dilakukan bersama-sama oleh pemerintah dan masyarakat secara serasi dan seimbang, terutama melalui upaya peningkatan dan pencegahan yang dilakukan secara terpadu dengan upaya penyembuhan dan pemulihan yang diperlukan. Dengan demikian upaya kesehatan diselenggarakan dalam suatu tatanan terbuka dan bersifat dinamis, dengan tujuan tercapainya kemampuan setiap penduduk untuk hidup sehat. Masyarakat diarahkan untuk dapat hidup sehat yang optimal hal tersebut dimaksudkan dalam rangka mewujudkan derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat diselenggarakan upaya kesehatan dengan pendekatan pemeliharaan, peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan penyakit (kuratif), pemulihan kesehatan (rehabilitatif), yang diselenggarakan dengan menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan. Penyelenggaraan upaya kesehatan tersebut harus dilakukan bersama antara pemerintah, swasta dan masyarakat secara serasi dan seimbang. Kemampuan setiap penduduk untuk hidup sehat membawa pengertian masyarakat sebagai subyek dan bukan hanya sebagai obyek. Dengan demikian upaya kesehatan merupakan upaya yang berorientasi kepada kesehatan masyarakat yang bersifat menyeluruh dengan peran serta aktif masyarakat. Sudah ratusan tahun lalu, manusia mengetahui adanya”quinta essentia” yang terdapat dalam tumbuhan, hewan dan mineral. Disamping quinta essentia yang bermanfaat bagi manusia, terdapat banyak zat-zat yang hanya diperlukan bagi kehidupan tumbuhan dan hewan sendiri. Manusia hanya memerlukan quinta essentia, mereka berusaha untuk memisahkannya dari tumbuhan dan hewan tersebut. Pada tahun 1300 Raymundus Lullius menarik quinta essentia dengan anggur yang dimasukkan dalam botol, dan dibiarkan diluar rumah agar memperoleh panas atau cahaya matahari. Karena cahaya matahari mengandung ultra violet yang dapat merusak quinta essentia tersebut, maka pada perbaikan selanjutnya penarikan dijaga jangan sampai dipengaruhi oleh sinar matahari langsung. Di Indonesia penarikan sari tersebut dilakukan dengan cara ”memipis” yaitu melumatkan bahan dengan bantuan air, pada alat yang disebut pipisan kemudian diperas dan ampasnya di buang. 1.2 Rumusan Masalah 1.2.1 Apakah yang dimaksud dengan ekstraksi? 1.2.2 Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi ekstraksi? 1.2.3 Apa saja macam-macam ekstraksi? 1.2.4 Bagaimana tahap-tahap melakukan ekstraksi?

peka terhadap panas. biji kopi atau biji coklat dan yang dapat dilihat sehari-hari ialah pelarutan komponen-komponen kopi dengan menggunakan air panas dari biji kopi yang telah dibakar atau digiling.2 Untuk mengetahui factor yang mempengaruhi ekstraksi 1.886 g/ml Diklorometana (DCM) CH2Cl2 40 °C 9.5 0.1 1.3 Tujuan 1.Pelarut yang digunakan dalam proses ekstraksi antara lain sebagai berikut: a. atau tersedia dalam konsentrasi yang terlalu rendah.4 Untuk mengetahui tahapan dalam melakukan ekstraksi   BAB II DASAR TEORI Ekstraksi adalah pemisahan suatu zat dari campurannya dengan pembagian sebuah zat terlarut antara dua pelarut yang tidak dapat tercampur untuk mengambil zat terlarut tersebut dari satu pelarut ke pelarut yang lain. Sebagai contoh pembuatan ester (essence) untuk bau-bauan dalam pembuatan sirup atau minyak wangi.3 1.3. pengambilan kafein dari daun teh.3. Seringkali campuran bahan padat dan cair (misalnyabahan alami)tidak dapat atau sukar sekali dipisahkan dengan metode pemisahan mekanis atau termis yang telah dibicarakan.glikosida. Pelarut polar : Pelarut yang larut dalam air Untuk melarutkan garamnya alkaloid.092 g/ml .1.4-Dioksana /-CH2-CH2-O-CH2-CH2-O-\ 101 °C 2.944 g/ml Dimetil sulfoksida (DMSO) CH3-S(=O)-CH3 189 °C 47 1.033 g/ml Tetrahidrofuran (THF) /-CH2-CH2-O-CH2-CH2-\ 66 °C 7.786 g/ml Asetonitril (MeCN) CH3-C≡N 82 °C 37 0.dan bahan penyamak Tabel Pelarut Polar Pelarut Rumus Kimia Titik didih Konstanta Dielektrik Massa jenis 1.3. Misalnya saja.3. Dalam hal semacam.karena komponennya saling bercampur secara sangat erat.beda sifat-sifat fisiknya terlalu kecil.326 g/ml Asetona CH3-C(=O)-CH3 56 °C 21 0. Penyiapan bahan yang akan diekstrak dan pelarut Pelarut/Cairan penyari Pelarut merupakan senyawa yang bisa melarutkan zat sehingga bisa menjadi sebuah larutan yang bisa diambil sarinya. Factor yang mempengaruhi kecepatan penyarian adalah kecepatan difusi zat yang larut melalui lapisan-lapisan batas antara cairan penyari dengan bahan yang mengandung zat tersebut.1 Untuk mengetahui tentang ekstraksi 1. itu. seringkali ekstraksi adalah satu-satunya proses yang dapat digunakan atau yang mungkin paling ekonomis.786 g/ml Dimetilformamida (DMF) H-C(=O)N(CH3)2 153 °C 38 0.3 Untuk mengetahui macam-macam ekstraksi 1.

Bereaksi netral d.713 g/ml Kloroform CHCl3 61 °C 4.Pengekstraksian pada perusahaan obat tradisional masih terbatas .789 g/ml Metanol CH3-OH 65 °C 33 0.655 g/ml Benzena C6H6 80 °C 2.049 g/ml n-Butanol CH3-CH2-CH2-CH2-OH 118 °C 18 0.0 0.000 g/ml b.498 g/ml Etil asetat CH3-C(=O)-O-CH2-CH3 77 °C 6.0 0.21 g/ml Air H-O-H 100 °C 80 1.879 g/ml Toluena C6H5-CH3 111 °C 2.803 g/ml Etanol CH3-CH2-OH 79 °C 30 0. Cairan penyari yang baik harus memenuhi criteria berikut ini: a.Tidak mudah menguap dan tidak mudah terbakar e.Tidak mempengaruhi zat berkhasiat Untuk ekstraksi ini Farmakope Indonesia menetapkan bahwa sebagai cairan penyari adalah air.4 0.Stabil secara fisika dan kimia c.8 1.894 g/ml Pemilihan pelarut atau cairan penyari harus mempertimbangkan banyak faktor.Asam asetat CH3-C(=O)OH 118 °C 6. Pelarut non polar : Pelarut yang tidak larut dalam air Untuk melarutkan minyak atsiri Pelarut Non-Polar Pelarut Rumus kimia Titik didih Konstanta Dielektrik Massa jenis Heksana CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 69 °C 2.791 g/ml Asam format H-C(=O)OH 100 °C 58 1.2 1.etanol – air atau eter.3 0.3 0.867 g/ml Dietil eter CH3CH2-O-CH2-CH3 35 °C 4.etanol.810 g/ml Isopropanol (IPA) CH3-CH(-OH)-CH3 82 °C 18 0.Murah dan mudah diperoleh b.785 g/ml n-Propanol CH3-CH2-CH2-OH 97 °C 20 0.Selektif yaitu hanya menarik zat berkhasiat yang dikehendaki f.

karena itu pada pembuatan sari dengan air harus ditambah zat pengawet. dan saponin hanya sedikit larut hanya terbatas. Netral 5. Panas yang diperlukan untuk pemekatan lebih sedikit. juga melarutkan gom. Lebih selektif 2.terutama pada ekstraksi bahan-bahan alami. sering juga bahan lain (misalnya lemak.Untuk memekatkan sari air dibutuhkan waktu dan bahan bakar lebih banyak bila dibandingkan dengan etanol. Dengan diketahuinya kandungan tersebut dapat dilakukan beberapa percobaan untuk mencari perbandingan pelarut yang tepat. 1. lendir. tanin dan gula. yang mengakibatkan penurunan mutu. dammar dan klorofil. lemak. flavonoid. Alamiah Kerugian penggunaan air sebagai penyari: 1. antrakinon. Air dapat melarutkan enzim. lendir dan lain-lain. Air merupakan tempat tumbuh bagi kuman. kurkumin. Dengan demikian penggunaan air sebagai cairan penyari kurang menguntungkan. Disamping zat aktif ikut tersari juga zat lain yang tidak diperlukan atau malah mengganggu proses pembuatan sari seperti gom. enzim. Absorbsinya baik 6. 2. resin) ikut dibebaskan bersama-sama dengan ekstrak yang diinginkan. Kapang dan kuman sulit tumbuh dalam etanol 20% keatas 3. Selektivitas Pelarut hanya boleh melarutkan ekstrak yang diinginkan. Etanol dapat bercampur dengan air pada segala perbandingan 7. malam. minyak menguap. Perbandingan jumlah etanol dan air tergantung pada bahan yang akan disari. bukan komponen-komponen lain dari bahan ekstraksi. Tidak beracun 5. kumarin. lilin. Air Air dipertimbangkan sebagai penyari karena: 1. Dari pustaka akan dapat ditelusuri kandungannya baik zat aktif maupun zat lainnya. etanol atau etanol – air. Murah dan mudah diperoleh 2. Enzim yang terlarut dengannya air akan menyebabkan reaksi enzimatis. Tidak beracun 4. kapang dan khamir. protein. Sedang kerugiannya adalah bahwa etanol mahal harganya. minyak menguap. Dalam hal itu larutan ekstrak tercemar yang diperoleh harus dibersihkan. Untuk pengeringan diperlukan waktu lama Air disamping melarutkan garam alkaloid. zat warna dan asam organic. glikosida. tannin. Dalam praktek. pati. Lemak. pectin. glikosida. Etanol Etanol dipertimbangkan sebagai penyari karena: 1. Tidak mudah menguap dan tidak mudah terbakar 4. enzim. Sari dapat ditumbuhi kapang dan kuman serta cepat rusak 3.Etanol dapat melarutkan alkaloida basa. protein. yaitu misalnya . steroid. Untuk meningkatkan penyarian biasanya digunakan campuran antara etanol dan air. Disamping itu adanya air akan mempercepat proses hidrolisa.pada penggunaan cairan penyari air. lemak. Tidak selektif 2. pati. Stabil 3.

maka titik didit kedua bahan itu tidak boleh terlalu dekat. yaltu pencampuran secara intensif bahan ekstraksi dengan pelarut. bila pemisahan campuran dengan cara destilasi tidak mungkin dilakukan (misalnya karena pembentukan aseotrop atau karena kepekaannya terhadap panas) atau tidak ekonomis. Sebagai syarat ekstraksi ini. Tentu saja pendistribusian ini tidak boleh terlalu jauh. dan keduanya tidak membentuk ascotrop. Untuk itu salah satu cairan distribusikan menjadi tetes-tetes kecil (misalnya dengan bantuan perkakas pengaduk). Turbulensi pada saat mencampur tidak perlu terlalu besar. Ekstraksi cair-cair terutama digunakan. MACAM-MACAM EKSTRAKSI A. Ekstraksi Cair-Cair Pada ekstraksi cair-cair. pelarut tidak boleh (atau hanya secara terbatas) larut dalam bahan ekstraksi. dan pemisahan kedua fasa cair itu sesempurna mungkin. Proses inipun digunakan untuk membersihkan air limbah dan larutan ekstrak hasil ekstraksi padat cair. sedapat mungkin terdapat perbedaan kerapatan yang besar antara pelarut dan bahan ekstraksi. yaitu ekstrak meninggalkan pelarut yang pertarna (media pembawa) dan masuk ke dalam pelarut kedua (media ekstraksi). dalam hal-hal tertentu diperlukan adanya reaksi kimia (misalnya pembentukan garam) untuk mendapatkan selektivitas yang tinggi. Proses ini digunakan secara teknis dalam skala besar misalnya untuk memperoleh vitamin. antibiotika. akan menguntungkan jika pada proses ekstraksi titik didih pelarut tidak terlalu tinggi (seperti juga halnya dengan panas penguapan yang rendah). Pada saat pencampuran terjadi perpindahan massa. seringkali pemisahan harus dilakukan dengan menggunakan gaya sentrifugal (misalnya dalam ekstraktor sentrifugal). Seperti ekstraksi padat-cair. satu komponen bahan atau lebih dari suatu campuran dipisahkan dengan bantuan pelarut. produk-produk minyak bumi dan garam-garam. Bila beda kerapatannya kecil. Yang penting perbedaan konsentrasi sebagai gaya penggerak pada bidang . ekstraksi cair-cair selalu terdiri atas sedikitnya dua tahap. destilasi atau rektifikasi.Ditinjau dari segi ekonomi. Kerapatan Terutama pada ekstraksi cair-cair. Kemampuan tidak saling bercampur Pada ekstraksi cair-cair. Sebaliknya. logam. Titik didih Karena ekstrak dan pelarut biasanya harus dipisahkan dengan cara penguapan. Agar terjadi perpindahan masa yang baik yang berarti performansi ekstraksi yang besar haruslah diusahakan agar terjadi bidang kontak yang seluas mungkin di antara kedua cairan tersebut. Reaktivitas Pada umumnya pelarut tidak boleh menyebabkan perubahan secara kimia pada komponenkornponen bahan ekstarksi. bahan-bahan penyedap. saling melarut (atau hanya dalam daerah yang sempit). bahan ekstraksi dan pelarut tidak.diekstraksi lagi dengan menggunakan pelarut kedua. Dalam hal ini bahan yang akan dipisahkan mutlak harus berada dalam bentuk larutan. karena akan menyebabkan terbentuknya emulsi yang tidak dapat lagi atau sukar sekali dipisah. Hal ini dimaksudkan agar kedua fasa dapat dengan mudah dipisahkan kembali setelah pencampuran (pemisahan dengan gaya berat). Kelarutan Pelarut sedapat mungkin memiliki kemampuan melarutkan ekstrak yang besar (kebutuhan pelarut lebih sedikit). Seringkali Ekstraksi juga disertai dengan reaksi kimia.

Instalasi tersebut biasanya terdiri atas ekstraktor yang sebenarnya (dengan zone-zone pencampuran dan pemisahan) dan sebuah peralatan yang dihubungkan di belakangnya (misalnya alat penguap.Meskipun demikian. Pada ekstraksi bahan-bahan yang peka terhadap suhu terdapat sebuah bak penampung sebagai pengganti ketel destilasi. Pada saat pemisahan.Dari bak tersebut larutan ekstrak dialirkan ke dalam alat penguap vakum (misalnya alat penguap pipa atau film). pelarut dialirkan dari atas ke bawah. menggabungkannya dalam sebuah kondenser dan segera mengalirkannya kembali ke ekstraktor untuk dicampur dengan bahan ekstraksi.sehingga karena bahaya penyumbatan. menguapkan pelarut di situ.atau rafinat dapat dikeluarkan dari tangki setelah berakhirnya ekstraksi. selalu terdapat perbedaan konsentrasi ekstrak yang maksimal antara bahan ekstraksi dan pelarut. Cara lain ialah dengan mengalirkan larutan ekstrak yang keluar dari pelat ayak ke sebuah ketel destilasi. Pada alat ini bahan ekstraksi diletakkan diatas pelat ayak horisontal. . Dengan perkakas pengaduk (di atas pelat ayak) yang dapat dinaikturunkan. Uap pelarut yang terbentuk kemudian dikondensasikan. kolom rektifikasi) untuk mengisolasi ekstrak atau memekatkan larutan ekstrak dan mengambil kembali pelarut. cairan yang telah terdistribusi menjadi tetes-tetes hanis menyatu kembali menjadi sebuah fasa homogen dan berdasarkan perbedaan kerapatan yang cukup besar dapat dipisahkan dari cairan yang lain. Pada setiap ekstraktor yang dilewati. pencampuran seringkali dapat disempurnakan.pelarut didinginkan dan dialirkan kem bali ke dalam ekstraktor dalam keadaan dingin.digunakan misalnya di tempat yang tidak tersedia ekstraktor khusus atau bahan ekstraksi tersedia dalam bentuk serbuk sangat halus. B. Larutan ekstrak yang terbentuk setiap kali dipisahkan dengan cara penjernihan (pengaruh gaya berat) atau penyaringan (dalam sebuag alat yang dihubungkan dengan ekstraktor). Yang lebih ekonomis lagi adalah penggabungan beberapa ekstraktor yang dipasang seri dan aliran bahan ekstraksi berlawanan dengan aliran pelarut. Sama haInya seperti pada ekstraksi padat-cair. Proses ini tidak begitu ekonomis.Pelarut akan dikeluarkan dalam konsentrasi tinggi dari ekstraktor yang berisi campuran yang mengalami proses ekstraksi paling sedikit. alat ekstraksi tak kontinu dan kontinu yang akan dibahas berikut ini seringkali merupakan bagian dari suatu instalasi lengkap. Ekstraktor semacarn ini hanya sesuai untuk bahan padat dengan partikel yang tidak terlalu halus. Kecepa tan Pembentukan fasa homogen ikut menentukan output sebuah ekstraktor cair-cair.batas tetap ada.ekstraktor lain tidak mungkin digunakan.Dalam ketel destilasi konsentrasi larutan ekstrak terus menerus meningkat.Dengan metode ini jumlah total pelarut yang diperlukan relatif kecil. Kuantitas pemisahan persatuan waktu dalam hal ini semakin besar jika permukaan lapisan antar fasa di dalam alat semakin luas. Dengan operasi ini pemakaian pelarut lebih sedikit dan konsentrasi akhir dari larutan ekstrak lebih tinggi. pelarut semakin diperkaya oleh ekstrak. Ekstraktor yang sebenamya adalah tangki-tangki dengan pelat ayak yang dipasang di dalamnya. Hal ini berarti bahwa bahan yang telah terlarutkan sedapat mungkin segera disingkirkan dari bidang batas. Kerugiannya adalah pemakaian banyak energi karena pelarut harus diuapkan secara terus menerus.EKSTRAKSI PADAT-CAIR Ekstraksi padat-cair tak kontinu Dalam hal yang paling sederhana bahan ekstraksi padat dicampur beberapa kali dengan pelarut segar di dalam sebuah tangki pengaduk. Dengan bantuan suatu distributor.Dalam hal ini pelarut dimasukkan kedalam ekstraktor yang berisi campuran yang telah mengalami proses ekstraksi paling banyak.

Dengan beberapa modifikasi. misalnya daun kumis kucing. Umumnya untuk 100 bagian sari diperlukan 10 bagian bahan. tetapi pengisian. sari yang diperoleh dengan cara ini tidak boleh disimpan lebih dari 24 jam. Ekstraktor keranjang Pada ekstraktor keranjang (keranjang putar rotary extractor). biasanya dengan air 2 kali bobot bahan. INFUDASI Infuse adalah sediaan cair yang di buat dengan menyari simplisia dengan air pada suhu 900 selama 15 menit. a. Oleh Pengumpanan karena itu dapat diperoleh output yang lebih besar dengan jumlah kerepotan yang lebih sedikit. bahan padat dibasahi dari arah berlawanan oleh pelarut atau larutan ekstrak yang konsentrasinya meningkat. Simplisia yang digunakan untuk pembuatan infuse harus mempunyai derajat kehalusan tertentu. berikut akan di bahas ekstraktor keranjang (bucket-wheel extractor) dan ekstraktor sabuk (belt extractor).Ekstraksi padat-cair kontinyu Cara kedua ekstraktor ini serupa dengan ekstraktor-ekstraktor yang dipasang seri. Pelarut atau larutan 287 tersebut dipompa dari sel ke sel dan disiramkan ke atas bahan padat. pengumpanan pelarut dan juga pengosongan berlangsung secara otomatik penuh dan terjadi dalam sebuah alat yang sama. bahan dikeluarkan dan keseluruhan proses ini berlangsung secara otomatik. Infus dibuat dengan cara : 1. Penyaringan dilakukan pada saat cairan masih panas. Pada simplisia tertentu tidak diambilo 10 bagian bahan. Bahan baku ditambah dengan air dan dipanaskan selama 15 menit pada suhu 900 – 980C. misalnya karagen digunakan 11/2 bagian d. Untuk memindahkan penyarian kadang-kadang perlu ditambah bahan kimia misalnya: a. Hal ini di sebabkan karena: a.Bagian bawah sel-sel ditutup oleh sebuah pelat ayak. misalnya kulit kina digunakan 6 bagian. 2. Infudasi adalah proses penyarian yang umumnya digunakan untuk menyari zat kandungan aktif yang larut dalam air dan bahan-bahan nabati. misalnya : . cara ini sering digunakan untuk membuat ekstrak. Daya kerjanya keras. Akhirnya. Penyarian dengan cara ini menghasikan sari yang tidak stabil dan mudah tercemar oleh kuman dan kapang. misalnya digitalis digunakan 1/2 bagian. untuk bunga 4 kali bobot bahan dan untuk karagen 10 kali bobot bahan. Dari beraneka ragarn konstruksi alat ini. Oleh sebab itu. c. sekali minum infuse 100cc karena itu diambil 1/2 bagian.ekstraktor semacam itu kebanyakan hanya digunakan untuk bahan ekstraksi yang tersedia dalam kuantitas besar (misalnya biji-bijian minyak. Derajat kahalusan (2/3). Selama satu putaran. Kalium atau Natrium karbonat untuk infuse kelembak 4. 3. tumbuhan). Kandungan simplisia kelarutannya terbatas. b. Berlendir. Asam sitrat untuk infuse kina b. Tetapi karena biaya untuk peralatannya besar. kecuali bahan yang mengandung bahan yang mudah menguap. Cara ini sangat sederhana dan sering digunakan oleh perusahaan obat tradisional. Disesuaikan dengan cara penggunaannya dalam pengobatan. Membasahi bahan bakunya. bahan ekstraksi terus menerus dimasukkan ke dalam sel-sel yang berbentuk juring (sektor) dari sebuah rotor yang berputar lambat mengelilingi poros.

Cara maserasi ini hanya dapat dilakukan untuk simplisia yang zat aktifnya tahan terhadap pemanasan.dan penyariannya kurang sempurna. atau pelarut lain. Kekentalan pelarut berkurang. yaitu pada suhu 400 500C. Keuntungan cara penyarian dengan maserasi adalah cara pengerjaan dan peralatan sederhana dan mudah diusahakan. Derajat kehalusan (3/6). 3. 2. misalnya : Rimpang jeringau Akar kelembak c. Maserasi digunakan untuk penyarian simplisia yang mengandung zat aktif yang mudah larut dalam cairan penyari. Cairan penyari yang digunakan dapat berupa air. yang diberikan pada awal penyarian. d. Digesti Digesti adalah cara maserasi dengan menggunakan pemanasan lemah. Derajat kehalusan (6/8). Dengan pemnasan diperoleh keuntungan antara lain: a. zat aktif akan larut dank arena adanya perbedaan konsentrasi antara larutan zat aktif di dsalam sel dengan yang diluar sel. b. c. maka perlu dilengkapi dengan pendingin balik. etanol. misalnya : Kulit kina MASERASI Maserasi merupakan cara penyarian yang sederhana. misalnya : Rimpang lengkuas Rimpang temulawak Rimpang jahe d. Derajat kehalusan (8/24). dapat ditambahkan bahan pengawet. air-etanol. Koefisien difusi berbanding lurus dengan suhu absolute dan berbanding terbalik dengan kekentalan. Maserasi dengan Mesin Pengaduk Penggunaan mesin pengaduk yang berputar terus-menerus. Jika cairan penyari mudah menguap pada suhu yang digunakan. Umumnya kelarutan zat aktif akan meningkat bila suhu dinaikkan. sehingga cairan akan menguap kembali ke dalam bejana. stirak dan lain-lain. Peristiwa tersebut berulang sehingga terjadi keseimbangan konsentrasi antara larutan diluar sel dengan larutan di dalam sel. sehingga pemanasan tersebut mempunyai pengaruh yang sama dengan pengadukan.maka larutan yang terpekat didesak keluar. waktu proses maserasi dapat dipersingkat menjadi 6 sampai 24 jam. Daya melarutkan cairan penyari akan meningkat. yang dapat mengakibatkan berkurangnya lapisan-lapisan batas. Bila cairan penyari digunakan air maka untuk mencegah timbulnya kapang. Kerugian cara maserasi adalah pengerjaanya lama. tidak mengandung zat yang mudah mengembang dalam cairan penyari. sehingga kenaikan suhu akan berpengaruhpada kecepatan difusi. Maserasi dilakukan dengan cara merendam serbuk simplisia dalam cairan penyari. Maserasi dapat dilakukan modifikasi misalnya : 1.Daun kumis kucing Daun sirih Akar manis b. tidak mengandung benzoin. Cairan penyari akan menembus dinding seldan masuk ke dalam rongga sel yang mengandung zat aktif. Remaserasi .

Dengan cara ini penyari selalu mengalir kembali secara berkesinambungan melalui sebuk simplisia dan melarutkan zat aktifnya. sehingga meningkatkan derajat perbedaan konsentrasi. Pada contoh di atas dilakukan 3 kali. b.M. Cara perkolasi lebih baik dibandingkan dengan cara maserasi karena: a. kekentalan. Serbuk simplisia . b. Untuk memperbaiki cara perkolasi tersebut dialkukan cara perkolasi bertingkat.Penyarian yang dilakukan berulang-ulang akan mendapatkan hasil yang lebih baek daripada yang dilakukan sekalidengan jimlah pelarut yang sama. ampas dimaserasi lagi dengan cairan penyari yang kedua. osmosa. daya larut.Aliran cairan penyari menyebabkan adanya pergantian larutan yang terjadi dengan larutan yang konsentrasinya lebih rendah. Dengan ini diharapkan agar memberikan hasil penyarian yang maksimal c.B). yang akan didapatkan : a. 4.Serbuk simplisia sebelum dikeluarkan dari bejana penyari.maka cara perkolasi diganti dengan cara reperkolasi. d. adesi. Kekuatan yang berperan pada perkolasi antara lain: gaya berat. maka terjaji aliran melalui lapisan serbuk dari atas sampai ke bawah disertai pelarutan zat aktifnya. penyarian tidak dapat dilaksanakan secara sempurna.Cairan penyari dibagi menjadi 2. karena pemindahan massa akan berhenti bila keseimbangan telah terjadi masalah ini dapat diatasi dengan maserasi melingkar bertingkat (M.sehingga dapat meningkatkan perbedaan konsentrasi. Proses poenyaringan tersebut aakan menghasilkan perkolat yang pekat pada tetesanm pertama dan terakhir akan diperoleh perkolat yang encer. 5.karena kecilnya saluran kapiler tersebut.Hasil penyarian sebelum diuapkan digunakan dulu untuk menyari serbuk simplisia yang baru.Ruangan diantara serbuk-serbuk simplisia membentuk saluran tempat mengalir cairan penyari.Maserasi Melingkar Bertingkat Pada maserasi melingkar. Reperkolasi dilakukan dengan cara sinplisia dibagi dalam beberapa percolator. difusi. Perkolasi Bertingkat Dalam proses perkolasi biasa. PERKOLASI Perkolasi adalah cara penyarian yang dilakukan dengan mengalirkan cairan penyari melalui serbuk simplisia yang telah dibasahi.hingga memberikan sari dengan kepekatan yang maksimal. Pada perkolasi dilakukan pemekatan sari dengan pemanasan pada reperkolaso tidak dilakukan pemekatan. sesuai dengan bejana penampung.maka kecepatan pelarut cukup untuk mengurangi lapisan batas. Reperkolasi Untuk menghindari kehilangan minyak atsiri pada pembuatan sari. Maserasi Melingkar Maserasi dapat diperbaiki dengan mengusahakan agar cairan penyari selalu bergerak dan menyebar.perkolat yang dihasilkan tidak dalam kadar yang maksimal. sesudah dienap tuangkan dan diperas. jumlah tersebut dapat diperbanyak sesuai dengan keperluan. daya kapiler dan daya geseran (friksi). Selama cairan penyari melakukan penyarian serbuk simplisia . Seluruh serbuk simplisia di maserasi dengan cairan penyari pertama. dilakukan penyarian dengan cairan penyari baru. tegangan permukaan.Serbuk simplisia mengalami proses penyarian beberapa kali.

Kemudian dipanaskan dalam tangas air selama 15 menit.Jumlah cairan penyari untuk tiap kali perkolasi 5.Ampus dengan mudah dapat dikeluarkan. Agar dioperoleh cara yang tepat.Perkolat dari suatu percolator dapat dialirkan ke percolator lainnya 2. dengan denikian akan diperoleh perkolat akhir yang jernih. Perkolat dipisahkan dan dipekatkan. sambil sekali-sekali diaduk. .1.disari dengan cairan penyari ang baru. Cara ini cocok bila digunakan untuk perusahaan obat tradisional. Percolator diatur dalam suatu deretan dan tiap percolator berlaku sebagai percolator pertama.1 Alat Infudasi: •Gelas ukur •Tangas air •Panci Maserasi: •Bejana •Gelas ukur •Alumunium foil Perkolasi: •Bejana silinder •Sekat berpori 3. Dengan percobaan tersebut dapat ditetapkan : 1. Hal ini diharapkan gar serbuk simplisia tersebut dapat tersari sempurna.Jenis cairan penyari 4.2 CARA KERJA Infudasi: Simplisia yang telah dihaluskan sesuai dengan derajat kehalusan yang telah ditetapkan dicampur dengan air secukupnya dalam sebuah panci. Sebaliknya sewrbuk simplisia yang baru disari dengan perkolat yang hampir jenuh.   BAB III PEMBAHASAN 3.Bobot serbuk simplisia untuk tiap kali perkolasi 3.1 ALAT DAN BAHAN 3. sehingga: 1. dihitung mulai suhu dalam panci mencapai 900C.2 Bahan •Serbuk simplisia •Air •Cairan penyari 3. Infuse diserkai sewaktu masih panas melalui kain flannel.yang hampir tersari sempurna sebelum dibuang .Besarnya tetesan dan lain-lain. perlu dilakukan percobaan pendahuluan. Percolator yang digunakan untuk cara perkolasi ini agak berlainan dengan percolator biasa.1.Jumlah percolator yang diperlukan 2. Percolator ini harus dapat diatur. Untuk mencukupi kekurangan air.termasuk perusahaan yang memproduksi sediaan galenik.

Maserasi merupakan cara penyarian yang sederhana. Cairan penyari akan menembus dinding seldan masuk ke dalam rongga sel yang mengandung zat aktif. kemudian dituangi dengan 75 bagian cairan penyari.maka larutan yang terpekat didesak keluar. CARA KERJA Infudasi: . atau tersedia dalam konsentrasi yang terlalu rendah. Kemudian endapan dipisahkan.karena komponennya saling bercampur secara sangat erat. Perkolasi: Prinsip perkolasi adalah sebagai berikut: serbuk simplisia ditempatkan dalam suatu bejana silinder. sari yang diperoleh dengan cara ini tidak boleh disimpan lebih dari 24 jam. Perkolasi adalah cara penyarian yang dilakukan dengan mengalirkan cairan penyari melalui serbuk simplisia yang telah dibasahi. Misalnya saja. sambil berulang-ulang diaduk.beda sifat-sifat fisiknya terlalu kecil. daya kapiler dan daya geseran (friksi). Infuse asam jawa dan simplisia yang berlendir tidak boleh diperas. osmosa. Infuse simplisia yang mengandung minyak atsiri harus diserkai setelah dingin. Kekuatan yang berperan pada perkolasi antara lain: gaya berat. ampas diperas. sehingga diperoleh seluruh sari sebanyak 100 bagian. yang bagian bawahnya diberi sekat berpori.   BAB IV PENUTUP Kesimpulan: Ekstraksi adalah pemisahan suatu zat dari campurannya dengan pembagian sebuah zat terlarut antara dua pelarut yang tidak dapat tercampur untuk mengambil zat terlarut tersebut dari satu pelarut ke pelarut yang lain. zat aktif akan larut dank arena adanya perbedaan konsentrasi antara larutan zat aktif di dsalam sel dengan yang diluar sel. tegangan permukaan. Oleh sebab itu. Buah adas dan dan buah adas manis dipecah terlebih dahulu. Bejana ditutup. Cairan penyari dialirkan dari atas ke bawah melalui serbuk tersebut. selama 2 hari. Infudasi adalah proses penyarian yang umumnya digunakan untuk menyari zat kandungan aktif yang larut dalam air dan bahan-bahan nabati. cairan penyari akan melarutkan zat aktif sel-sel yang dilalui sampai mencapai keadaan jenuh. Infuse kulit kina biasanya ditambah dengan asam sitrat sepersepuluh dari bobot simplisia. daya larut. difusi. Seringkali campuran bahan padat dan cair (misalnyabahan alami)tidak dapat atau sukar sekali dipisahkan dengan metode pemisahan mekanis atau termis yang telah dibicarakan. kekentalan. Setelah 5 hari sari diserkai. terlindung dari cahaya. biarkan ditempat sejuk. dikurangi dengan daya kapiler yang cenderung untuk menahan. adesi. Maserasi: Maserasi pada umumnya dilakukan dengan cara: 10 bagian simplisia dengan derajat halus yang cocok dimasukkan ke dalam bejana. peka terhadap panas. Gerak kebawah disebabkan oleh kekuatan gaya beratnya sendiri dan cairan diatasnya. ditutup dan dibiarkan selama 5 hari terlindung dari cahaya. Maserasi dilakukan dengan cara merendam serbuk simplisia dalam cairan penyari. Ampas ditambah cairan penyari secukupnya diaduk dan diserkai.ditambahkan air mendidih melalui ampasnya. Penyarian dengan cara ini menghasikan sari yang tidak stabil dan mudah tercemar oleh kuman dan kapang. Asam jawa sebelum dipakai dibuang bijinya dan sebelum direbus dibuat massaseperti bubur.

kemudian dituangi dengan 75 bagian cairan penyari. Infuse diserkai sewaktu masih panas melalui kain flannel. selama 2 hari. ditambahkan air mendidih melalui ampasnya. terlindung dari cahaya. serta diharapkan juga bagi penulis maupun pembaca dapat mengembangkan metode ekstraksi yang lebih baik ditinjau dari segi ekonomi serta kepraktisan dalam pembuatan serta pemakaian alat tanpa menghilangkan factor kualitas hasil dari ekstraksi. Perkolasi: Prinsip perkolasi adalah sebagai berikut: serbuk simplisia ditempatkan dalam suatu bejana silinder. Ampas ditambah cairan penyari secukupnya diaduk dan diserkai. yang bagian bawahnya diberi sekat berpori. Maserasi: Maserasi pada umumnya dilakukan dengan cara: 10 bagian simplisia dengan derajat halus yang cocok dimasukkan ke dalam bejana. Asam jawa sebelum dipakai dibuang bijinya dan sebelum direbus dibuat massaseperti bubur. Saran Dari pembahasan diatas diharapkan dapat mengaplikasikan prosedur-prosedur dari ekstraksi. Kemudian endapan dipisahkan. Setelah 5 hari sari diserkai. ditutup dan dibiarkan selama 5 hari terlindung dari cahaya. Gerak kebawah disebabkan oleh kekuatan gaya beratnya sendiri dan cairan diatasnya. sambil sekali-sekali diaduk. Cairan penyari dialirkan dari atas ke bawah melalui serbuk tersebut. dikurangi dengan daya kapiler yang cenderung untuk menahan. Infuse asam jawa dan simplisia yang berlendir tidak boleh diperas. Kemudian dipanaskan dalam tangas air selama 15 menit. ampas diperas. Buah adas dan dan buah adas manis dipecah terlebih dahulu. sambil berulang-ulang diaduk. Infuse kulit kina biasanya ditambah dengan asam sitrat sepersepuluh dari bobot simplisia. Bejana ditutup. biarkan ditempat sejuk. Infuse simplisia yang mengandung minyak atsiri harus diserkai setelah dingin.Simplisia yang telah dihaluskan sesuai dengan derajat kehalusan yang telah ditetapkan dicampur dengan air secukupnya dalam sebuah panci. . Untuk mencukupi kekurangan air. sehingga diperoleh seluruh sari sebanyak 100 bagian. cairan penyari akan melarutkan zat aktif sel-sel yang dilalui sampai mencapai keadaan jenuh. dihitung mulai suhu dalam panci mencapai 900C.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->