PROPOSAL MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI PENDEKATAN PAKEM PADA PEMBELAJARAN PKN DI KELAS V SD INPRES BULILA KECAMATAN

DUHIADAA KABUPATEN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Guru merupakan faktor yang sangat menentukan dalam usaha menciptakan kondisi dinamis dalam pembelajaran. Tujuan pembelajaran akan tercapai apabila guru mempunyai rasa optimis selama pembelajaran berlangsung. Asumsi yang mendasari argumentasi ini ialah guru merupakan penggerak utama dalam pembelajaran. Keberhasilan dalam pembelajaran terletak pada guru dalam melaksanakan misinya. Karena guru merupakan salah satu faktor penunjang untuk memperoleh keberhasilan dalam pembelajaran. Sehubungan dengan itu guru harus mampu mendorong siswa supaya aktif dalam pembelajaran. Dengan demikian besar kemungkinan minat dan aktifitas belajar siswa semakin meningkat. Dalam pembelajaran guru bertindak sebagai motivator yang selalu berusaha mendorong siswa supaya aktif secara fisik maupun psikis dalam pembelajaran, demikian pula siswa dapat memperoleh materi pelajaran secara mendalam, dengan kata lain siswa akan memperoleh hasil belajar yang baik. Pengetahuan yang dikuasai secara mendalam yang diharapkan dari siswa akan terwujud apabila dalam pembelajaran siswa aktif atas usaha sendiri dalam mencerna pelajaran yang diterimanya dari guru. Dalam hal ini siswa dituntut melakukan kegiatan yang timbul atas kemauan sendiri. Kegiatan itu dapat berbentuk kegiatan jasmani dan rohani dalam menerima, menyimpan, menguji sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu akan tercapai. Motivasi harus semaksimal mungkin dapat mendorong siswa agar dapat membangkitkan aktifitas siswa secara optimal sesuai hasil observasi awal di SD Inpres Bulila Kecamatan Duhiadaa dari 33 orang siswa kelas V hanya 30% atau 10 orang yang memiliki motivasi belajar yang tinggi sementara 70% atau 23 orang siswa motivasi belajarnya kurang. Hal ini disebabkan kemampuan guru dalam membangkitkan motivasi dari siswa dalam belajar serta bagaimana memeotivasi bagaimana belajar dengan baik dan benar masih rendah. Untuk itu sebagai seorang guru harus dapat melakukan berbagai cara, antara lain memilih metode yang tepat, media yang menarik serta pendekatan yang memungkinkan terciptanya kreatifitas dari siswa. Pendekatan yang dapat meningkatkan motivasi siswa antara lain pendekatan pakem. Dengan pendekatan pakem anak akan menjadi aktif dan kreatif karna dengan pakem pembelajaran dirasakan anak menyenangkan dan akhirnya anak dengan sendirinya akan termotivasi. Sardiman (2004 : 25) bahwa motivasi merupakan suatu keseluruhan daya pengerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar. Oleh karena itu pelajaran PKn disesuai kurikulum kurikulum tingkat satuan pembelajaran (KTSP) saat ini mulai diajarkan dari kelas V yang menjadi dasar untuk kelas- kelas berikutnya. Oleh Karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan suatu penelitian tentang memotivasi siswa mengeluarkan pendapat pada kegiatan pembelajaran yang diformulasikan dalam bentuk judul: “Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Melalui Pendekatan Pakem Pada Pembelajaran PKn di Kelas V SD Inpres Bulila Kecamatan Duhiadaa Kabupaten Pohuwato”. 1.2. Identifikasi Masalah Mencermati dasar pemikiran di atas, maka permasalahan dalam penelitian ini dapat diidentifikasi sebagai berikut:

(2001: 28) mengemukakan bahwa motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan. 2) Dalam kegiatan pembelajaran PKn siswa kurang memahami pelajaran. 1. atau keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu. BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN 2. Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui pendekatan pakem pada pembelajaran PKn di kelas V SD inpres Bulila Kecamatan Duhiadaa Kabupaten Pohuwato. Uzer Usman. Kemudian diharapkan dapat bermanfaaat juga perkembangan pengetahuan.1. serta penganjur dan pemberi motivasi seperti yang dikemukakan oleh Moh.4. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Dan juga bermanfaat sebagai bahan pemikiran dalam usaha terus membina dan membekali anak didik kearah yang lebih baik. Pengertian Motivasi Pengertian Motivasi. tujuan. 4) Pendekatan yang digunakan guru tidak menyenangkan. dan tindakan. 5) Guru bisa menerapkan pendekatan pakem dalam pembelajaran PKn. serta memperoleh wawasan untuk masa yang akan datang. penggerak. Rumusan Masalah Apakah dengan pendekatan pakem dapat meningkatakan motivasi belajar siswa kelas V pada pembelajaran PKn di SD Inpre Bulila Kecamatan Duhiadaa Kabupaten Pohuwato. Hakekat Motivasi 2.1. Dengan demikian motivasi sebagai upaya untuk merespon setiap intuisi sehingga melahirkan perbuatan atau tingkah laku.4. 1.1) Kurangnya motivasi belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran PKn.2 Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan masukan untuk dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. dengan sasaran tujuan yang dapat tercapai. motivasi mempunyai tiga karakteristik yaitu (1) . Motivasi diartikan sebagai dorongan atau sokongan moril. Dalam hal ini perilaku belajar yang terjadi dalam situasi interaksi belajar mengajar dalam mencapai tujuan dan hasil belajar.4.3. Menurutnya.1. kreativitas maupun kemampuan dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan. pemberi semangat. Hal ini identik dengan motivator yang diartikan sebagai pendorong. Jika dikaitkan dengan kegiatan bimbingan maka siswa berkedudukan sebagai objek motivasi dan pemberi bimbingan adalah guru sebagai subjek motivasi. 1. alasan.1. 3) Kemampuan guru dalam memotivasi siswa untuk belajar masih kurang. motivasi sebagai dorongan atau kemauan untuk melakukan sesuatu.

Siswa yang tampaknya tidak bermotivasi. dan sebagainya. terarah kepada suatu tujuan. Bentuk. sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar dapat tercapai. misalnya seorang pelajar agar lebih sanggung mengatasi kesulitan-kesulitan hidup. http://www. penguasaan kecakapan. Eysenck. 2. Tugas guru adalah membangkitkan motivasi anak sehingga ia mau melaksanakan belajar.Bentuk Motivasi Bentuk-bentuk motivasi seorang guru menurut Rohani (2004 : 13) Motivasi terbagi 2 (dua) yaitu : a. Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa motivasi instrinsik tumbuh karena kesadaran akan tugas dan tanggungannya sebagai siswa yang harus memiliki ilmu pengetahuan. Motivasi Instrinsik yaitu tujuan yang ingin dicapai terkandung dalam perbuatan belajar. Motivasi dapat timbul dari dalam diri individu dan dapat pula timbul akibat pengaruh dari luar dirinya. (2). b. pengertian. konsistensi. . keterampilan. dkk. tetapi tidak dalam hal-hal yang diharapkan oleh para pengajar. pujian. Tujuan itu bukan sesuatu yang wajar dalam kegiatan.2. hadiah. Mungkin siswa cukup termotivasi untuk berprestasi di sekolah.1. Misalnya berupa angka. Motivasi Ekstrinsik yakni tujuan yang ingin dicapai terletak diluar pembuatan belajar itu dan tidak terkandung didalam perbuatan itu. Motivasi guru harus berlangsung secara kontinyu dan efektif agar aktifitas-aktifitas belajar siswa mencapai puncak yang maksimal sebab apabila aktifitas belajar siswa mencapai puncak yang maksimal besar kemungkinan siswa akan memperoleh hasil yang optimal. Sehubungan dengan uaraian maka dalam proses pembelajaran guru harus menimbulkan motifmotif tertentu dari siswa.sebagai hasil dari kebutuhan. sikap.com Motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif. Berdasarkan berbagai pendapat tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar adalah usaha guru dalam mendorong siswa untuk melakukan kegiatan belajar yang terarah dan berlangsung secara efektif agar tujuan pembelajaran tercapai. dan kecakapan sedangkan motivasi ekastrinsik adalah dorongan dari luar agar siswa bergairah dalam belajar.menopang perilaku. agar memperoleh pengetahuan. sikap baik. akan tetapi pada saat sama ada kekuatan-kekuatan yang lain seperti teman-teman yang mendorong untuk tidak berprestasi di sekolah.google. intensitas.motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan atau keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu. merumuskan motivsi sebagai suatu proses yang menentukan tingkatan kegiatan. (2003: 170). konsep diri. merupakan konsep yang rumit dan berkaitan dengan konsep-konsep lain seperti minat. serta arah umum dari tingkah laku manusia. Dalam belajar telah terkandung tujuan menambah pelajaran. dan sebagainya. dan (3) . dalam hal ini berkaitan dengan kegiatan belajar. Motivasi sebagai keseluruhan daya pengerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar. dan juga motivasi merupakan suatu unsur yang dapat memberikan dorongan atau keinginan seseorang untuk dapat melakukan suatu kegiatan. Sejalan dengan itu MC Donald dalam Sardiman ( 2004 : 73) Motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan memerlukan “Feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Sardiman (2004 : 75).

Belajar dapat terjadi tanpa guru atau tanpa kegiatan mengajar dan pembelajaran formal lain. konsep seperti ini sangat penting sebagai landasan filosofis dan dasar motivasi untuk melakukan aktivitas belajar mengajar. Motivasi berfungsi sebagai pengarah. Fungsi lain dari motivasi adalah sebagai berikut: a.sama. c. c. motivasi mencegah penyeiewengan dari jalan yang lurus untuk mencapai tujuan.1. Beberapa tujuan pemberian motivasi adalah sebagai berikut : a. Hakekat Belajar. b. 7) Tidak mudah melepaskan hal yang sudah diyakininya. 4) Lebih senang kerja mandiri.soal.3. 8) Senang mencari dan memecahkan soal. Membantu memenuhi kebutuhan akan hasil jangka pendek dan hasil jangka panjang. Fungsi Motivasi Adapun fungsi motivasi adalah : a. tidak pernah berhenti sebelum selesai).1. Motivasi dapat menentukan agar perbuatan yakni ke arah perwujudan suatu tujuan atau citacita. artinya besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat atau lambatnya suatu perbuatan. artinya menentukan perbuatan-perbuatan mana yang harus dilakukan. Motivasi menyeleksi perbuatan. b. Hal-hal tersebut anatar lain adalah sebagai berikut: a.) Agar siswa belajar dengan giat. Mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dasar yang berguna bagi dirinya dalam kehidupan sehari-hari. b). 5) Cepat bosan pada tugas-tugas yang rutin. seperti timbulnya dorongan untuk belajar. 2) Ulet menghadapi kesulitan (tidak cepat putus asa). 3) Tidak memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi sebaik mungkin (tidak cepat puas dengan prestasi yang telah dicapainya). motivasi berfungsi sebagai penggerak yang memberikan energi atau kekuatan kepada seseorang untuk melakukan sesuatu. c.4. b. Berbicara tentang belajar pada dasrnya berbicara tentang bagaimana tingkah laku seseorang berubah sebagai akibat pengalaman dari pengertian di atas dapat dibuat kesimpulan bahwa istilah belajar berhubungan erat dengan mengajar dan pembelajaran terjadi bersama. Menurut Sardiman (1996) siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dapat dicirikan sebagai berikut: 1)Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus menerus dalam waktu yang lama. artinya mengarahkan perbuatan ke pencapaian tujuan yang diinginkan. 2. Motivasi itu mendukung manusia untuk berbuat atau bertindak. Tujuan Pemberian Motivasi Tujuan pemberian motivasi dari guru tidak lepas dari tujuan pendekatan yaitu pada hakikatnya memaksimalkan manusia. Memberikan semangat dan mengaktifkan peserta didik supaya tetap berminat dalam belajar. atau menghantar anak didik untuk menemukan jati dirinya yaitu agar setiap individu manusia itu menyadari dan memahami “siapa dia” mengapa dia diadakan didunia ini dan “harus kemana nantinya”. 2. Motivasi berfungsi sebagai penggerak. Sedangkan mengajar meliputi beberapa hal yang guru lakukan di dalam kelas. Memusatkan perhatian yang berhubungan dengan pencapaian tujuan belajar.2. Duffy dan Roerlher (1989) . yang serasi guna mencapai suatu tujuan dengan mengenyampingkan perbuatan yang tidak atau kurang bermanfaat bagi tujuan semula. makin jelas pula jalan yang akan ditempuh. 6) Dapat memperthanankan pendapatnya (kalau sudah yakin akan sesuatu). Motivasi sangat berguna bagi tindakan atas perbuatan seseorang. Mendorong timbulnya kelakuan atau suatu perbuatan.2. Maka makin jelas tujuan itu.

2. belajar merupakan suatu upaya untuk memperbaiki. mengembangkan. Juga secara khusus mencoba dan berusaha untuk mengimplementasikan. dengar. 2. Selain itu Riberu juga mengatakan. Proses yang sengaja direncanakan agar terjadi perubahan perilaku disebut dengan proses belajar. keterampilan. bukan hanya proses pasif yang menerima kucuran . Seperti yang dikatakan oleh Riberu. Fungsi Belajar Fungsi belajar menurut Nasution (2003:4) untuk memperoleh kemampuan. psikomotorik. dan Ronah Psikomotor. dan ini tidak terjadi dengan sendirinya. Belajar aktif dan menyenangkan (biasa dikenal dengan „Learning/ Learning by Fun‟) dapat menstimulus kreativitas peserta didik dalam proses belajar. Riberu. dari yang salah menjadi benar. Margaret Gredler. belajar bisa berarti berkenalan dengan atau memperbaiki pemikiran. 1) belajar peserta didik dapat mengetahui hal-hal yang baru dan dapat meningkatkan pengetahuan yang dimilikinya. Untuk mencapai hal tersebut.2. (1994. tetapi ada yang sengaja direncanakan dan ada yang sendirinya terjadi karena proses kematangan. berkenalan dengan atau memperbaiki turturan bicara. Kegiatan belajar yang dilakukan oleh peserta didik harus seimbang antara otak kanan dan kiri. Belajar adalah proses orang memperoleh berbagai kecakapan. Hilhard Bower dalam buku Theories of Learning (1975).2. berkenalan dengan atau memperbaiki tindakan/kegiatan.dilaksanakan dengan metode konservatif (ceramah/DDCH catat. Perubahan-perubahan perilaku ini merupakan hasil belajar yang cukup Ronah Kognitif. Sejalan sengan itu Sardiman (2004:2) menyatakan bahwa belajar adalah usaha mengubah tingkah laku.kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya.mengatakan apa yang dilakukan guru agar proses belajar mengajar berjalan lancar. Dengan kata lain. sebaiknya proses belajar tidak hanya Duduk. dan hafal). Ronah Efektif. bahkan meningkatkan kemampuan afektif. Pengertian Belajar Belajar adalah suatu proses didalam kepribadian manusia. dimana perubahan tingkah laku itu tidak dapat dijelaskan atau dasar kecendrungan respon pembawaan kematangan. terj Munandar. Riberu. dan kinestetik peserta didik. 2. perubahan tersebut ditempatkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas. dan dari kurang baik menjadi baik.com//peserta_didik. bahwa belajar merupakan proses dan dalam proses ini orang berkenalan dengan salah satu pola lajkuatau memperbaiki salah satu pola laku yang telah dikuasainya. 11) Belajar secara umum dapat diartikan sebagai proses perubahan perilaku interaksi individu dengan lingkungan.html. Oemar Hamalik (2003 : 151) menyatakan bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku yang relatif matang berkat latihan dan pengalaman. Bukan sebaliknya cepat jenuh. Belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap sesuatu situasi yang disebabkan oleh pengalamannya yang berulang-ulang dalam situasi itu. Sehingga peserta didik dapat lebih aktif dan menerima pelajaran dengan baik. mengubah dari tidak tahu menjadi tahu. (1982 :10). dan bosan. Dari beberapa definisi belajar diatas bahwa belajar merupakan suatu proses perubahan perilaku. http://google. dan sikap. Belajar bisa melalui pengalaman melibatkan peserta didik secara langsung dalam masalah atau isu yang dipelajari. Funsi belajar merupakan proses aktif dari siswa dalam membangun pengetahuan. 1982. tetapi juga metode-metode lain yang dapat merangsang keaktifan peserta didik. bermoral dan membuat siswa dapat merasa nyaman dan merupakan bagian dariaktifitas mengajar.1.

Keterampilan yang memproses hasil belajar berupa konsep dan fakta yang sudah diperoleh itu. 2. Dalam pembahasannya harus menghubungkan antara . Peran siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif. b. e. Sehingga jika pembelajaran tersebut tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar.2. f. dapat di proses untuk menguasai dan menemukan fakta dan konsep yang lebih banyak. 1. serta penguatan. pemberian konsep dan fakta yang terlalu banyak. Menumbuhkan kemampuan siswa yang dapat di alih gunakan. Tujuan Belajar Djamarah !1996: 35) pada hakekatnya tujuan belajar dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu umum dan khusus. 2. Waktu yang lebih banyak bagi kegiatan-kegiatan belajar mengajar. sehingga mereka mampu menciptakan atau menemukan sesuatu yang baru. melalui kegiatan sehari.4. Tidak menguasai semua konsep dalam semua ilmu.Faktor yang Mendorong Aktivitas Belajar Faktor-faktor yang mendorong aktivitas belajar siswa yaitu : a. 2.84). c.2. selidiki apa yang menyebabkannya dan apa yang bisa dilakukan untuk meningkatkan partisipasi anak tersebut. 2. Kenali dan bantu anak-anak yang kurang terlibat. hal ini sangat penting untuk meningkatkan usaha dan keinginan untuk berperan aktif. d. Tujuan Khusus. namun siswa mempunyai kemampuan dasar untuk mengembangkan konsep dan fakta yang terbatas itu. Mempersiapkan siswa agar sanggup menghadapi perubahan keadaan di dalam kehidupan dan di dunia yang sellau berkembang melalui latihan bertindak aas dasar pemikiran secara logis. Sesuai pengajaran dengan kebutuhan-kebutuhan individu siswa. Membentuk sikap logis. 1. cermat.hari. Mempersiapkan siswa agar dapat menggunakan pola pikir dalam kehidupan sehari. 2. mengembangkan kemampuan dalam berbagai pengetahuan sebagai bekal belajar lebih lanjut d SLTP. Winartapura (1997 : 82.5.3. yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. 3. g.2. dapat menghambat kreativitas siswa. Dengan konsep dan fakta yang telah dipahami betul. Faktor. cermat dan disiplin.ceramah guru tentang pengetahuan. Masa transisi antara berbagai kegiatan dalam mengajar hendaknya dilakukan secara cepat dan luas. Upaya Guru Meningkatkan Hasil Belajar Melalui Motivasi Upaya yang harus dilakukan guru yaitu : Pemberian motivasi dari guru untuk siswa kelas V Sekolah Dasar pada bidang studi IPS.hari dan dalam mempelajari ilmu pengetahuan. kritis. Siapkanlah siswa secara tepat persyaratan awal apa yang diperlukan oleh anak untuk mempelajari tugas belajar yang baru. Tujuan Umum. motivasi. Gunakan berbagai teknik mengajar. jujur dan efektif. Usahakan agar pengajaran dapat lebih menarik minat dan mengaitkan dengan bahan dan prosedur pengajaran. Berikanlah pelajaran yang jelas dan tepat sesuai dengan tujuan mengajar yang akan dicapai. untuk menemukan sesuatu yang sangat penting. rasional. kritis. untuk mengembangkan diri. Tingkatkan partisipasi siswa secara aktif dalam kegiatan belajar dengan menuntut respon yang aktif dari siswa.

Dalam mengajar bahan pelajaran IPS hendaknya dimulai dari lingkungan yang terdekat (sekitar) tempat tinggal siswa yang sederhana sampai pada bahan yang lebih luas dan kompleks. 2.tujuan IPS sekolah dasar dengan masa keserasian belajar siswa sekolah dasar dan ciri-ciri khas siswa kelas-kelas rendah sekolah dasar.3. d. anak memiliki ciri-ciri sebagai berikut : a. d. bermain peran. foto.3. diubah dan dikontrol. Agar siswa tidak acuh tak acuh yang tidak memusatkan perhatiannya ada yang bermain. Pendidik dituntut untuk menyediakan kondisi belajar untuk peserta didik untuk mencapai kemampuan-kemampuan tertentu yang harus dipelajari oleh subjek didik. ada yang bersemangat maka guru dapat menggunakan strategi belajar mengajar yaitu memiliki satu diantara bermacam peran seperti sebagai penasihat. atau menyiapkan media akan membantu siswa untuk termmotivasi dalam belajar IPS. Karena desain pembelajaran . Mengharapkan pujian c. Faktor kesehatan jasamani sangat erat sekali hubungannya dengan prestasi belajar anak.2. baik sebagai pribadi. e. Dalam hal ini peranan desain pesan dalam kegiatan belajar mengajar sangat penting. maka sesuai kelas V sekolah dasar termasuk kategori siswa kelas rendah yang memiliki sifat-sifat khas atau ciri tertentu yang dimiliki oleh siswa kelas rendah. diagram dan sebagainya. teman diskusi. deklamasi. Belajar adalah suatu peristiwa yang terjadi didalam kondisi-kondisi tertentu yang dapat diamati. maupun sebagai anggota umat manusia serta mempersiapkan siswa untuk mengikuti pendidikan menengah. fasilitator. Sifat egoisnya sangat besar d. 2. memelihara semangat untuk belajar sampai berhasil. Ciri-ciri khusus kelas rendah SD. ketrampilan motorik dan sikap. Belum dapat menilai buruknya suatu pekerjaan Dalam hubungannya dengan teknik pemberian motivasi dari guru dilihat dari cara mengajar sebagaimana dikemukakan oleh Rohani (2004:12) : a. b. Pengertian Pembelajaran PAKEM Manusia memperleh sebagian besar dari kemampuanya melalui belajar. pemberi hadiah atau pendidik. c. informasi verbal. Dalam pembelajaran IPS pengalaman langsung melalui pengamatan (observasi). instruktur. Karena siswa kelas V sekolah dasar umumnya berumur 8 tahun. Cara mengajar yang bervariasi b.Teknik Pemberian Motivasi Guru Mata Pelajaran PKn Di Kelas V Sekolah Dasar Dilihat Dari Cara Mengajar Adapun teknik-teknik pemberian motivasi guru pada mata pelajaran IPS : a. b. Agar pembelajaran IPS tetap menarik perlu adanya motivasi penyajian bahasa seperti melalui nyanyian. Kemampuan manusia yang dikembangkan melalui belajar yaitu pertama : ketrampilan intelektual. Tujuan adanya mata pelajaran IPS di SD adalah agar siswa mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dasar yang berguna bagi dirinya dalam kehidupan sehari-hari.6. Memberikan stimulus baru misalnya melalui pertanyaan kepada anak didik. strategi kognitif. Guru harus membangkitkan. warga negara. Mengadakan pengulangan informasi c.1. Menggunakan hadiah atau alat bantu yang menarik perhatian peserta didik seperti gambar. anggota masyarakat. Guru harus mempersiapkan program dan pembelajaran yang tepat yaitu tujuan pembelajaran khusus yang digunakan harus sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Pendekatan PAKEM dalam pembelajaran PKn 2.

Meskipun yang diharapkan pertama dan utama adalah keaktifan. menyenangkan dan efektif. kreatif dan menyenangkan. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif. Pakem adalah singkatan dari pembelajaran aktif. Untuk dapat memahami pembelajaran PAKEM dapat mencermati ciri.ac. mempertanyakan menemukan gagasan. untuk mengungkapkn gagasanya. Pembelajaran aktif. bukan proses positif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan.com 15 April 2009 ) Secara garis besar PAKEM dapat dideskripsikan sebagai berikut : .cirinya sebagaiman dikemukakan oleh Lynne Hill. termasuk cara belajar kelompok. dan melibatkan siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. dan pemahaman berbagai sumberdan alat bantu belajar termasuk pemanfaatan lingkungan supaya pembelajaran lebih menarik. namun sebenarnya gurupun dituntut untuk aktif dan kreatif.Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan merekadengan penekanan pada belajar melalui buat. . maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa.unv. . tingginya waktu curah perhatian terbukti meningkatkan hasil belajar. Yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswasetelah proses pembelajaran berlangsung. keratif efektif dan menyenangkan ( PAKEM ) adalah sebuah model pembelajaran yang memungkinkan peserta didik mengerjakan kegiatan yang beragam untuk mengembangkan ketrampilan. Penelitian ini akan diuraikan tentang aplikasi desain pesan dalam pembelajaran PAKEM yang menekankan pada aspek pemerolehan kemampuan berdasarkan teori Gagne yaitu ketrampilan intelektual.mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatianya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatianya tinggi.Unik. ( www. Pembelajaran tersebut direncanakan dengan baik. yang didasarkan pada hasil di identifikasi . Menyenangkan adalah suasana belajar. yaitu : 1. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. .menunjuk pada proses memanipulasi atau merencanakan suatu pola atau signal dan lambang yang dapat digunakan untuk menyediakan kondisi untuk belajar. sikap. Menurut hasil penelitian.Guru mendorong siswa untuk menemukan cara sendiri dalam pemecahan suatu masalah. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadi pembelajaran menarik menyenangkan dan cocok bagio siswa.Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat. Jika pembelajaran tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif. Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. dan kreatifitasan peserta didik. yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain.s.(www. Sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajrana yang haruz dicapai. maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar. Aktif dimaksudkan bahwa dalam prosespembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya.Guru menerapkan cara mengajar yng lebih kooperatifdan interaktif. Informasi verbal. guru sangat menentukan apakah skenarionya berhasil. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif.id) Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari sipembelajar dalam membangun pengetahuanya.Guru mengatur kelas dengan memanjang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan pokok baca.Blogspot. ketrampilan motorik dan sikap. strategi kognitif. atau tidak. .

Pembelajaran juga dapat meningkatkan motivasi belajar. Kedua sifat ini merupakan modal dasar untuk mengembangkan sikap/berpikir kritis dan kreatif. c. Memahami sifat yang dimiliki anak setiap anak unik. pengelolaan sumber belajar dan cara penilaian yang akan digunakan. para siswa hanya menerima apa yang disampaikan oleh guru. Hal yang ahrus dilakukan dalam melaksanakan PAKEM adalah : a. b.ah alas an dan dasar teoritik sekaligus dasar filosofis.anak adalah kesenangan untuk bermain. berteman secara berkelompok. Namun pada dasarnya mereka juga memiliki sifat umum yang sama. konsep pembelajaran lebih mengutamakan pada aktifitas siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya. d. yaitu memiliki rasa ingin tahu dan daya imajinasi. meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Mengenal anak secara perorangan para siswa memiliki latar belakang social. yang ditandai oleh adanya tuntutan agar siswa aktif terlibat. sementara siswa aktif melakukan aktivitas belajar. Pada saat guru menyampaikan materi pelajaran. termasuk tugas-tugas terbuka. yaitu biasanya dilakukan melalui ceramah. Pembelajaran tersebut menarik dan menantang yang ditandai oleh peran guru dan tidak selalu dominan. menemukan dan memecahkan masalah. bekerja. Memanfaatkan perilaku anak dalam perorganisasian belajar cirri lain yang dimiliki anak. Salah satu perkembangan teori pembelajaran yang mendasari munculnya pendekatan PAKEM adalah terjadinya pergeseran paradigm proses belajar mengajar. Dalam konsep pembelajaranya tugas guru adalah membelajarkan siswa. berinteraksi antarsiswa. maka semua tindakan yang dilakukan guru harus didasarkan pada kerangka teori dan kerangka berpikir yang jelas. ekonomi dan budaya bervariasi dan memiliki kemampuan yang berbeda. Melalui penerapan konsep pembelajarn ini maka siswa akan menjadi aktif melakukan berbagai aktifitas belajar.net). Mengembangkan kemampuan berfikir kritis. pembelajaran diharapkan menjadi wahana dan saran mengembangkan kedua potensi tersebut. tetapi mereka harus terlibat secara aktif. yaitu sejak tahun 1975. Berkenaan dengan hal ini perlu dikemukakan sejuml.3. kreatif dan kemampuan memecahkan masalah . karena itu. yaitu rumusan tujuan instruksional khusus. berpastisipasi. Konsep pembelajarn yang merupakan terjemahan dari kata instructional pada dasarnya sudah lama dikenal di Indonesia.2. Permasalahannya yang paling mendasar adalah saat seoranguru mengajar apakah ada jaminan bahwa para siswanya belajar? Berbeda dengan konsep pengajaran.ilmupendidikan. pengorgasisasian kelas. harus didasari pada suatu rasional mengapa kita memilih dan menggunakan pendekatan tersebut.tujuan dan kemampuan awal siswa dan mencakup urutan pembelajaran. Siswa sebagai pusat pembelajaran. sehingga siswa lebih banyak pasif. Prinsip Pemilihan Model PAKEM Sebagai sebuah profesi yang professional. Mereka memiliki karakteristik yang berbeda.( Khaerudin dalam www. 2. Dalam konsep pengajaran peran yang palin dominan ada pada guru. yaitu sebagai pengajar yang melaksanakan tugasnya mengajar. yaitu dari konsep pengajaran menjadi pembelajaran yang berimplikasi kepada peran yang harus dilakukan guru yang tadinya mengajar menjadi membelajarkan. Demikian juga dengan pilihan untuk memilih dan memanfaatkan pendekatan PAKEM. yang tergambar dalam rumusan tujuan yang harus dibuat guru. yang tidak hanya mendengarkan. memecahkan masalah. 3. Namun implementasi dari konsep pembelajaran didalam kelas belum terjadi secara sesungguhnya. 2. Dalam kegiatan pengajaran komunikasi sering hanya satu arah. yaitu dari guru kepada siswa.

c. ada sejumlah kemampuan yang harus dilakukan dan di kuasai guru. termasuk kolaborasi. Sejalan dengan itu maka upaya guru meningkatkan motivasi belajar dengan pendekatan pakem . Menilai pembelajaran dan kemajuan belajar siswa secara terus menerus. 4) mendorong pengaturan diri dengan pengembangan ketrampilan dan tingkah laku yang memungkinkan pemelajar meningkatkan tanggung jawab dalam belajarnya. Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Melalui Pendekatan Pakem Pada Pembelajaran PKn di Kelas V SD Inpres Bulila Kecamatan Duhhiadaa. Untuk dapat melaksanakan pembelajaran dengan model pakem. Setting kelas yang konstruktif akan memberikan kesempatan aktif belajar.hari. e. f. Siswa belajar supaya mendapat angka yang baik. mendapat ijazah dan sebagainya. Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa. 3) mengkondisikan pemelajar dengan alas an-alasan belajar dan aktifitas belajar. instruksi dan belajar bersama. sebagai salah satu sumber belajar. Karakteristik setting kelas konstruktif untuk belajar adalah terkondisikanya belajar secara umum. Pengelolaan Kelas Pakem.blogspot.3. mendorong pengaturan diri dan membuat instruksi secara pribadi yang relevan dengan pemelajar. f. Guru member kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilannya. Setting kelas didasarkan dalam proses belajar. yaitu : 1) melindungi pemalajar darri kerusakan praktik instruksional dengan mengembangkan otonomi dan control pemelajar. d. Membedakan aktif fisik dengan aktif mental. Mengembangkan ruangan kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik ruang kelas sebagai lingkungan belajar. 2. otonomi individu.salah satu fungsi pembelajaran adalah menyiapkan peserta dididk untuk siap terjun ke masyarakat denagn berbagai permasalahannya. 2.benar melekat pada konteks social dan emosianal saat belajar. Guru mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman siswa sehari. Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar. Guru harus merancang dan mengelola pembelajarannya yang mampu mendorong siswa berperan aktif di dalamnya. (Depdiknas. refleksi. g. Lima metode kunci untuk merancang setting kelas yang konstruktif. Untuk itu guru harus mampu melaksanakan pembelajaran secara bervariasi. Mengacu pada pendekatan holistic dalam pendidikan. Siswa belajar karena didorong oleh keinginan untuk mengetahuinya dalam belajar terkandung tujuan untuk mengubah pengetahuan. umpan balik yang disampaikan guru member informasi tentang kualitas belajar yang dilakukan siswa.UNIK. naik kelas. Guru member kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan dan tulisan. dan 5) mendorong kesadaran belajar dan pengujian kesalahan ( Hadi Mustopa.com April 2009 ). b. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar yang sangat kaya dengan bahan belajar.3. g.1998 dalam www. e. Guru harus menggunakan alat bantu dan sumber yang bergam (multimedia) c. relevansi pribadi dan pluralism. 205:78) diantaranya: a. h. Nasution dalam Rohani (2004 : 13) mengatakan bahwa motif atau penyebab peserta didik belajar ada dua hal yaitu : b. 2) menciptakan konteks belajar yang mendorong pengembangan otonmi pribadi.S.4. setting kelas konstruktif merefleksikan asumsi bahwa proses pengetahuan dan pemahaman dan akuisisi adalah benar.

(1986) g. Memberi hadiah Dalam proses pembelajaran gru boleh memberikan hadian kepada siswa. Baranga siapa yang memperoleh nilai yang paling tinggi akan diberikan hadiah. Nasution mengatakan : Ego Involved (harga) diri siswa terlihat dalam tugas itu (1986 : 83). mengandung harapan akan memperoleh nilai dari kawan-kawanya. Dalam hal belajar persaingan yang positif antar siswa baik secara individu maupun kelompok sangat diperlukan karena dapat membangkitkan aktivitas belajarnya. f. d. bahwa persaan sukses harus dibentuk didalam diri siswa untuk membangun motivasi siswa dalam belajar. Setiap memberikan ulangan guru harus memberitahu siswa kapan ulangan tersebut akan dilaksanakan. b. Karena itu guru harus membuat grafik atau kurva hasil belajar siswa yang dibuat setiap semester dan setiap kegiatan atau pekerjaan yang dilakukan oleh siswa harus diberitahukan kepada siswa. Memberi angka Kebanyakan siswa belajar ingin memperoleh angka yang baik. Memberikan ulangan juga jangan terlalu sering. Hal ini merupakan suatu usaha guru untuk mendorong timbulnya aktivitas belajar siswa. apabila pelajaran ini selesai akan diadakan tes. Ego Involment (Harga diri) Orang merasa ego Involment ialah apabila orang tersebut melibatkan diri bila dia merasa pentingnya tugas dan menerimanya suatu tantangan dengan mempertaruhkan harga dirinya. dengan kata lain nilai harus diberikan harus objektif tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor subjektif yang tidak ada hubungannya dengan dengan hasil belajar siswa. maka dari itu memberikan ulangan sangat penting bagi kemajuan belajar siswa. Sering membuat ulangan Siswa-siswa akan lebih giat belajar bila sering diadakan ulangan atua tes dalam waktu dekat.yaitu : a. Kerjasama . Mengetahui hasil belajar Akan timbul kegembiraan dan keinginan untuk lebih meningkatkan kegiatan belajar dalam diri siswa. maka dari itu dia berusaha dengan segenap tenaganya supaya berhasil baik untuk menjaga harga dirinya. Pada permulaan pertemuan sebagai bahan apersepsi guru mengatakan kepada siswa. Memberi angka atau nilai harus benar-benar menggambarkan hasil belajar siswa. Antara lain faktor nilai dari tujuan pengajaran itu sendiri bagi siswa. S. Kuatnya hasrat siswa untuk belajar tergantung pada bermacam-macam faktor. c. misalnya buku tulis. maka dari itu dia berusaha dengan segenap tenaganya untuk belajar. jika kita mengetahui kemajuan yang diperolehnya. Jadi nilai yang diberikan pada siswa adalah nilai murni sebagai penghargaan terhadap hasil pekerjaannya. e. polpen. Hasrat untuk belajar Hasil belajar siswa akan lebih baik apabila siswa mempunyai hasrat untuk mempelajari sesuatu. Hadiah yang diberikan itu merupakan usaha guru untuk merangsang siswa dalam mengikuti pelajaran. Mengadakan persaingan Saingan merupakan suatu kegiatan yang dapat mendorong siswa untuk menekuni pelajaran. Sehubungan dengan itu S. Nasution mengatakan : ”Agaknya ulangan yang diadakan sekali dalam seminggu lebih merangsang siswa-siswa untuk belajar dengan giat dari pada ulangan setiap hari”. dan sebagainya. Sehubungan dengan itu Praitno (1989: 25) mengatakan bahwa : ”Patut diingat oleh guru. Kegagalan berarti berkurangnya harga dirinya. h. karena kurang berpengaruh pada siswa. Dengan demikian guru memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar saat menghadapi ulangan yang dihadapinya. pensil.

hasil kerjanya dan Kerapian lain yang bersifat positif. k. siswa juga harus dapat menyelesaikan suatu pekerjaan kelompok secara bersama-sama. misalnya pujian itu pantas diberikan pada siswa yang dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik dipapan tulis. Misalnya dalam hal tulisan. Kerjasama dapat membawa belajar karean ada diantara teman-temanya yang belajar dengan sungguhsungguh maka dapat mengurangi kemalasan belajar bagi teman-teman lainnya. misalnya dengan metode diskusi. 3. ragu-ragu sehingga timbul keinginan untuk tidak berbuat. l. Glasser (1970) dalam Prayetno (1989 : 24).Dalam proses pembelajaran selain siswa harus menyelesaikan pekerjaan secara individu. Bangkitkan minat belajar siswa dengan cara. n. Tujuan yang diakui dan diterim adengan baik oleh siswa Tujuan pengajaran harus jelas bagi siswa. m. mraha dan berkelakuan tidak baik. Tetapi pujian itu juga berlebihan karena pujian yang tidak beralasan dan terlalu sering diberikan tidak pada batasannya dan beralasan. karena dengan mengetahui tujuan materi pengajaran tersebut siswa akan menyadari bahwa tujuan itu sangat berarti dan berharga baginya. Teguran dan Kecaman Menurut Nasution (1986 : 84) teguran dan kecaman dipergunakan untuk memperbaiki siswa yang membuat kesalahan. Hukuman Hukuman sebagai alat untuk memotivasi siswa yang lebih banyak memberikan pengaruh psikologis yang negatif jika dibandingkan dengan motivasi yang ditimbulkan. Guru harus mencari masalah-masalah pada tiap-tiap siswa yang diuji. 2. tingkah laku. Dengan hukuman ada kemungkinan meningkatkan proses belajar siswa. Didalam belajar siswa dibayangi oleh ketahutan berbuat salah. Membutuhkan Minat Pelajaran berlangsung dengan baik apabila siswa berminat terhadap bahan pelajaran. gangguan emosi dan perasaan bersalah didalam diri siswa. Tugas yang diberikan harus dalam batas kemampuan siswa.cara sebagai berikut : 1. Dalam hal ini Nasution (1986 : 84) mengatakan bahwa : Pujian sebagai akibat pekerjaan yang diselesaikan dengan baik merupakan motivasi yang baik. Diharapkan dengan adanya teguran dan kecaman siswa lebih rajin dalam belajar sehingga memperoleh hasil belajar yang baik. Menghubungkan pelajaran dengan pengalaman siswa. Tugas yang Challenging Tugas yang Challenging ialah tugas yang sulit mengandung tatangan bagi siswa. Hukuman dapat menimbukan kecaman. . namun siswa yang berhenti belajar jika hukuman ditiadakan. Pujian Pujian yang diberikan kepada siswa mmeupuk suasana yang menyenangkan serta dapat mempertinggi harga diri siswa. o. j. Dengan demikian siswa akan berusaha untuk mencapainya. demonstrasi dan sebagainya. Materi pelajaran harus sesuai dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan siswa. Suasana yang Menyenangkan Guru harus berusaha semaksimal mungkin menciptakan suasana yang menyenangkan agar siswa merasa aman dan tentram dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar dalam kelas sebagai anggota yang dihargai dan dihormati. i. Menggunakan berbagai bentuk model mengajar. yang dapat merangsang siswa untuk mengeluarkan segenap kemampuannya.

efektif. Penelitian ini merupakan jenis penelitian yang berusaha memecahkan masalah kesulitan belajar siswa melalui pembelajaran yang aktiff kreatif. Siklus I .peserta didik. observasi. Yang dilaksanakan dengan berkolaborasi bersama pihak siswa dan dilaksanakan partisipatif dalam artian dibantu oleh guru kelas V. BAB III METODE PENELITIAN 3. Tempat dan waktu penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kelas V SDN Bulila Kec. efektif dan menyenangkan. 3. 2.Duhiadaa. Sedangkan untuk objek penelitian ini adalah jalanya proses kegiatan belajar mengajar dengan menerapkan pembelajaran yang aktif. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini yaitu kelas V SDN Inpres BUlila Kec. kreatif. Keputusan untuk mengambil kelas V ini sebagai objek penelitian telah disepakati bersama guru kelas yang terkait beserta izin dari kepala sekolah. kreatif.6. dan menyenangkan di SDN Inpres Bulila. efektif. dan menyenangkan ( PAKEM ). Adapun model ini terdiri dari 4 komponen penelitian yang rencana.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti adalah penelitian tindakan kelas. Pembelajaran PKn kelas V SDN Bulila didesain dengan pembelajaran yang aktif.2. Model Dan Desain Penelitan Model penelitian tindakan kelas ( PTK) yang diterapkan dalam penelitian ini adalah model dari kemmis & McTaggart .(PAKEM) untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas V SD Inpres Bulila sejumlah 33 orang. Indikator Kinerja Yang menjadi indikator kinerja dalam penelitian ini adalah apabila minimal 80 % dari jumlah siswa menunjukkan nilai baik maka penelitian tindakan kelas telah berhasil dan tidak di lanjutkan pada siklus II.2 Subjek Penelitian Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas V yang berjumlah 33 siswa di SD Inpres Bulila Kecamatan Duhiadaa. 2. dan refleksi. yang menggunakan sistem spiral. Hipotesis Tindakan Berdasarkan kerangka teoretis di atas maka hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah : jika menggunakan pendekatan PAKEM. 3.Duhiadaa yang terdiri dari ….4. maka motivasi belajar siswa dapat ditingkatkan.3 Setting Penelitian 1.5. 3. tindakan. Dan tahapan penelitian tindakan kelas ini meliputi : 1.

c. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) RPP ini berisi konsep pelajaran yang akan disampaikan oleh guru kepada siswa didiknya. 2. peneliti telah merencankan tindakan yang akan dilakukan pada kegiatan pembelajaran. wawancara dan pratest. Penyusunan dan penyiapan soal test. Berikut ini merupakan tahapan perencanaan tindakan yang akan dilakukan oleh peneliti yaitu : penyusunan rencana pembelajarn ( RPP ) yang sesuai dengan model PAKEM melalui kegiatan yang tidak menjenuhkan bagi siswa didik. Refleksi Dari kegiatan yang dilakukan peneliti. kreatif.5 Isntrumen Penelitian Instrument penelitian tindakan kelas ini memakai beberapa instrument antara lain yaitu sebagai berikut : 1. dan evaluasi. tindakan. siklus II inbi juga memiliki beberapa tahapan yaitu rencana. Penyusunan dan penyiapan lembar observasi kegiayan proses belajar mengajar dikelas V. Dalam RPP ini sendiri tersususn dari berbagai aspek meliputi standar kompotensi. 3. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengamati jalanya proses kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Dari pengamatan ini peneliti mampu menyinpulkan kendala yang dialami oleh siswa didik tentang tingkat pemahaman mereka pada pelajaran Pkn yanhg disampaikan oleh guru. Pelaksanaan Tindakan ( action) Ditahap pelaksanaan tindakan. Siklus II Siklus dua dapat dilakuakn setelah pemahaman siswa dari siklus I terdeteksi dan siklus II ini digunakan guna memperbaiki Siklus I. Oleh karena itu. d. RPP ini terdapat pada lampiran. dan menyenangkan ( PAKEM ). persiapan sarana belajar. b. dan refleksi. Pengamatan Pengamatan ataun popular dengan sebutan observasi ini dilaksanakan oleh peneliti pada saat kegiatan belajar berlangsung dikelas. peneliti melakukan rencana kegiatan belajar mengajar dengan menerapkan PAKEM seperti yang telah direncanakan sebelumnya. observasi. dapat dilihat perlunya remedial sebagai bahan perbaikan dan pengendali kegiatan belajar mengajar tahap berikutnya agar berjalan seperti model yang yang akan diterapkan oleh peneliti yaitu pembelajrana aktif. Tindakan ini bersifat terbuka. RPP digunakan oleh guru sebagai acuan dalam menyelenggarakan proses kegiatan belajar mengajar. Lembar Kerja Siswa Lemba kerja siswa ini merupakan media atau sarana bagi siswa agar mereka menyelesaikan .Siklus I ini secara terperinci akan dipaparkan sebagai berikut ini : a. Perencanaan Pada tahap observasi dan wawancara disekolah peneliti dapat menyimpulkan beberapa perencanaan tindakan yang akan dilakukan dalam menangani kendala yang ada disekolah tersebut terutama permasalahan dikelas V. LKS yang disusun peneliti untuk dikerjakan peserta didik. Penyusunan program wawancara untuk siswa guna memudahkan peneliti dalam mengetahui kendala yang dialami siswa didik selama kegiatan belajara mengajar. efektif. dan sesuai dengan kejadian yang terjadi dalam proses kegiatan belajar mengajar. materi pelajaran. 2. kompotensi dasar. Refleksi ini akan dilakukan dalam kegiatan pada siklus I dan II.

Tes berbentuk pilihan ganda yang tiap rangkaian soal berisi 10 soal. Pedoman Observasi Pedoman observasi ini merupakan lembaran yang berisi aspek pengamatan yang dilakukan oleh peneliti selama kegiatan belajar mengajar berlangsung di dalam kelas dan pedoman lembar observasi ini terdapat di lampiran. observasi. 5. Dokumentasi ini oleh penelii dipaparkan melalui daftar nilai siswa dan angket kuisioner tertutyup yang didisi oleh siswa. dan refleksi pada tiaop siklusnya. teknik yang digunaka oleh peneliti yaitu reduksi data. dan tes siklus 2. Catatan Lapangan Ini merupakan catatan yang bebas disampaikan dan bertujuan untuk melukiskan proses berlangsungnya kegiatan belajar mengajar baik berupa kesulitan atau kendala yang dihadapi oleh guru ataupu siswa didik itu sendiri.tes siiklus 1. Analisis Data Penelitian Dari data yang telah dikumpulkan dari catatan lapangan. 4. Tes Dalam penelitian ini. Analisis data proses pelaksanaan kegiatan belajar mengajar Analisa ini . dengan alokasi waktu 20 menit pada tiap tesnya. Analisa akan dilakukan secara deskriptif analitik yang berarti interprestasi terhadap hasil nilai yang dikerjakan siswa disusun secra sistematik/ menyeluruh dan sistematis untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan dalam hasil belajara siswa melalui data nilai yang didapat siswa setelah mengerjakan soal dari guru. Pada analisa ini. 3. Pratest berguna untuk mengetahui kemampuan awal siswa didik. Reduksi data dilakukan oleh peneliti dengan membuat ringkasan. dan penyimpulan. dan test siklus II berfungsi untuk mengukur ketuntasan belajara siswa yang diterapkan melalui metode. Dokumentasi Dokumentasi ini digunakan untuk memperkuat keakuratan data yang diperoleh dari observasi pada tahap awal. triangulasi melalui wawancara.meliputi hasil dari observasi atau pengamatan yang dilakuakan peneliti didalam ke. penyajian atau display data untuk mengorganisasikan data dari reduksi ata mulai dari perencanaan. 6.6. Peneliti melakukan analisis data dari berbagai sumber informasi hasil penelitian tersebut terpapar sebagai berikut : 1. 3. sedangkan siklus I digunakan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa tentang materi wawsan Nusantara yang disampikan guru. tindakan.bentuk diskusi yang disediakan guru dalam bentuk soal cerita yang dapat mereka identifikasi dengan ekerjasama dalam kelompok. LKS ini juga tercantum pada lampiran dibagian belakang. dan test maka dapat dilakukan analisa.hasil observasi. Pendekatan analisa data yang dipakai yaitu secara induksi analitik yang bermaksud membuktikan suatu teori/hipotesis. penyajian data. Data ini dijelaskan dalam bentuk katakata yang memaparkan keadaan siswa saat berlangsungnya proses kegiatan belajar mengajar . Pedoman wawancara seperti kita ketahui bersama ini berisi tentang beberapa pertanyaan yang diajukan oleh peneliti kepada siswa didik yang akan memaparkan kendala atau kesulitan yang didapatkan dalam kegiatan belajar mengajar yang telah berlangsung. tes terdiri dari 3 tahap yaitu pratest. hasil wawancara. 7.las pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Pedoman Wawancara Pedoman ini disusun guna menjadi arahan bagi peneliti dalam melakukan wawancara dengan siswa tentang jalanya proses kegiatan belajar mengajar di dalam kelas.

rata kelasnya. Nasution.Uniks.net Margaret Gredler.com. Kriteria keberhasilan dalam penelitian tindakan kelas ini antara lain: 1. Mustofa Hadi. 2. www. UNY (Berita) Model Pembelajaran PAKEM FIP UNY. Terjemahan Munandar.dikelas. Bahri Djamarah Sysiful.. DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Kriteria Keberhasilan Tindakan. 1994. Hilhard Bower. Strategi Belajar Mengajar. www. kreatif. Jakarta. dan menyenangkan (PAKEM) yang dilihat dari hasil test siklus 1 dan test siklus 2 dengan kriteria minimal 75% dari jummlah siswa mengalami peningkatan skor total aspek motivasi belajar siswa.. efektif.gogle.7. Belajar dan Pembelajaran. 3. Terdapat peningkatan pemahaman konsep oleh siswa setelah diterapkannya model pembelajaran yang aktif.com. Bina Aksara Jakarta. Perencanaan Pembelajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Pengelolaan Pengajaran. PT Reneka Cipta Dimyanti & Mudjiono. Redaksi UNY. Jakarta. 1989. Pembelajaran PAKEM. teraihnya ketuntasan belajar PKn siswa diterapkannya Pakem ini sebagai wujud tindakan dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan kriteria minimal 75% dari jumlah seluruh siswa meraih skor test siklus 2 di atas skor rata. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Theoris of Learning. efektif.Peningktan Mutu Pendidikan Dasar Melalui Pakem. Bina Aksara Jakarta Anonim. 2003. 1975. 2008. Motivasi Belajar. . kreatif.ilmupendidikan.UNES.duniaguru. Pelaksanaan model pembelajaran yang aktif.2008. dan menyenangkan (PAKEM) berjalan sesuai dengan rancangan atau desain yang disusun oleh peneliti. 2004. 1995. 3.com. Http://www. Penerbit : Departemen Pendidikan Hamalik Oemar. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis. www. Riberu. tes siklus I dan tes siklus II. Suharsumo.2008. Rohani Ahmad. Analisis hasil test belajar siswa Analisa test belajar siswa dapat dilihat dari hasil beberapa test yang meliputi pratest.blogspot. 2. 2008. 2004. Khaerudin. 3. Analisis data hasil wawancara Data hasil wawancara ini diperoleh hasil wawancara peneliti dengan siswa didik tentang kesulitan yang dialami siswa dalam memahami konsep pelajaran PKn yang disampikan oleh gurnya sehingga diharapkan dapat meningkatkan hasil belajara pada siklus berikutnya. Asdi Mahasetya.

2004.id Sudjana Nana. Penelitian Hasil Proses Belajar. Bandung. Rajando Persada Jakarta. Karya. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar.uny.ac. Remaja Rosda. PT.www. 2004. PT. . Sudirman.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.