MAKALAH

TENTANG

PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI

OLEH : NAMA NIM KELAS JURUSAN : M. YUSUF : C-743.2011.01.031 : II.A : BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

(S T K I P )
YAPIS DOMPU TAHUN 2011/2012

1

perkembangan motorik. perkembangan emosi. Perkembangan motorik dan fisik anak sangatlah berhubungan dengan pertumbuhan psikis anak. RUMUSAN MASALAH Bagaimanakah Perkembangan fisik dalam diri anak ? Bagaimanakah Perkembangan Motorik dalam diri anak ? Bagaimanakah Perkembangan psikososial seorang anak ? 2 . Oleh karena itu psikologi perkembangan anak usia dini berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh. Saat perkembangan anak khususnya saat perkembangan dini. dan lonjakan perkembangan ini tidak akan terjadi lagi di periode selanjutnya. perkembangan fisik dan perkembangan sosial. Anak akan mengalami suatu periode yang dinamakan sebagai masa keemasan anak saat usia dini dimana saat itu anak akan sangat peka dan sensitif terhadap berbagai rangsangan dan pengaruh dari luar. Lonjakan perkembangan ini terjadi saat anak berusia 0-8 tahun. Laju perkembangan dan pertumbuhan anak mempengaruhi masa keemasan dari masing-masing anak itu sendiri. karena hal ini tentunya akan sangat berpengaruh terhadap kehidupan anak di masa yang akan datang. anak akan mengalami tingkat perkembangan yang sangat drastis dimulai dari pekembangan berpikir.BAB II PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Sangatlah tidak bisa dipisahkan mengenai perkembangan dan pertumbuhan anak saat lahir. orang tua harus betul menjadikannya sebagai perhatian khusus. Saat masa keemasan.

Sebagai contoh. Sebagaimana disebutkan di atas. hampir semua anakanak mulai memperlihatkan keterampilan motorik ini pada tingkat yang cukup konsisten kecuali beberapa jenis kecacatan hadir. 3 . Beberapa anak belajar berjalan lebih cepat dari teman sebaya mereka yang sama-usia. kebanyakan bayi belajar merangkak sebelum mereka belajar berjalan. anak menjadi lebih mampu melakukan tindakan yang semakin kompleks. sistem sarafnya menjadi lebih matang. Namun. PERKEMBANGAN FISIK ANAK Sebagai seorang anak dewasa. harga mungkin agak berbeda.BAB II PEMBAHASAN A. juga penting untuk menyadari bahwa tingkat dimana tonggak ini dicapai dapat bervariasi. seperti berguling proses Masing-masing teratur. sementara yang lain mungkin diperlukan waktu sedikit lebih lama. Tingkat dimana keterampilan apakah motorik muncul kadang-kadang merupakan keterampilankekhawatiran bagi orang tua. orang penting untuk dari Proses pematangan tertentu terjadi secara keterampilan tua menantikan belajar dan tonggak bagaimana merangkak. Karena ini terjadi. Pengasuh sering khawatir tentang anak-anak mereka mengembangkan keterampilan pada tingkat normal. terjadi merupakan perkembangan yaitu kemampuan dan umumnya sebelum mencapai tonggak lainnya. bagian fisik. Namun. Tahapan Perkembangan Fisik Anak Usia Dini Pengembangan Keterampilan Sebagai seorang anak tumbuh.

berdiri dan berjalan. merangkak. Otot tubuh dalam inti. Beberapa karakteristik anak usia bayi dapat dijelaskan antara lain : a. paling cepat dibanding selanjutnya. Adapun karakteristik anak usia dini ialah sebagai berikut : 1. seperti 4 . Inilah sebabnya mengapa bayi belajar untuk menahan kepala mereka sebelum mereka belajar cara merangkak. Anak-anak belajar bagaimana melakukan bruto (atau besar) keterampilan motorik seperti berjalan sebelum mereka belajar untuk melakukan denda (atau kecil) keterampilan motorik seperti menggambar. melihat atau mengamati. Usia 0 – 1 tahun Pada mengalami usia masa kecepatan bayi fisik luar perkembangan biasa. mendengar. 3) Pembangunan berjalan dari atas ke bawah.Pertumbuhan Fisik Perkembangan fisik pada anak-anak mengikuti pola yang terarah: 1) Otot besar berkembang sebelum otot kecil tangan. Berbagai kemampuan dan ketrampilan dasar dipelajari anak pada usia ini. Mempelajari ketrampilan menggunakan panca indera. dari kepala ke jari kaki. Mempelajari ketrampilan motorik mulai dari berguling. Karakteristik Perkembangan Anak Usia Dini Anak usia dini (0 – 8 tahun) adalah individu yang sedang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. 2) Pusat tubuh berkembang sebelum daerah luar. b. Otot terletak di inti tubuh menjadi lebih kuat dan mengembangkan lebih cepat dari yang di kaki dan tangan. kaki dan tangan berkembang sebelum mereka di jari dan. duduk. meraba.

memahami pembicaraan orang lain dan belajar mengungkapkan isi hati dan pikiran.mencium dan mengecap dengan memasukkan setiap benda ke mulutnya. 5 . Bayi yang baru lahir telah siap melaksanakan kontrak sosial dengan lingkungannya. Secara fisik anak masih mengalami pertumbuhan yang pesat. Sebab emosi bukan ditemukan oleh bawaan namun lebih banyak pada lingkungan. Usia 2 – 3 tahun Anak pada usia ini memiliki beberapa kesamaan karakteristik dengan masa sebelumnya. Diawali dengan berceloteh. 2. 3) Anak mulai belajar mengembangkan emosi. c. Ia memiliki kekuatan observasi yang tajam dan keinginan belajar yang luar biasa. Anak terus belajar dan berkomunikasi. Mempelajari komunikasi sosial. Berbagai kemampuan dan ketrampilan dasar tersebut merupakan modal penting bagi anak untuk menjalani proses perkembangan selanjutnya. 2) Anak mulai mengembangkan kemampuan berbahasa. Motivasi belajar anak pada usia tersebut menempati grafik tertinggi dibanding sepanjang usianya bila tidak ada hambatan dari lingkungan. kemudian satu dua kata dan kalimat yang belum jelas maknanya. Komunikasi responsif dari orang dewasa akan mendorong dan memperluas respon verbal dan non verbal bayi. Eksplorasi yang dilakukan oleh anak terhadap benda-benda apa saja yang ditemui merupakan proses belajar yang sangat efektif. Beberapa karakteristik khusus yang dilalui anak usia 2 – 3 tahun antara lain : 1) Anak sangat aktif mengeksplorasi benda-benda yang ada di sekitarnya. Perkembangan emosi anak didasarkan pada bagaimana lingkungan memperlakukan dia.

Hal ini ditunjukkan dengan kecenderungan anak untuk selalu bermain di luar rumah bergaul dengan teman sebaya. Walaupun pada usia ini masih pada taraf pembentukan. bukan permainan sosial. 4) Perkembangan emosi anak sudah mulai berbentuk dan tampak sebagai bagian dari kepribadian anak. 4) Bentuk permainan anak masih bersifat individu. 4. Artinya anak sudah mampu berpikir analisis dan sintesis. anak sangat aktif melakukan berbagai kegiatan. Hal itu terlihat dari seringnya anak menanyakan segala sesuatu yang dilihat. 2) Perkembangan bahasa juga semakin baik.3. secara kognitif anak sudah mampu berpikir bagian per bagian. 3) Anak mulai menyukai permainan sosial. Usia 4 – 6 tahun Anak usia 4 – 6 tahun memiliki karakteristik antara lain : 1) Berkaitan dengan perkembangan fisik. namun pengalaman anak sebenarnya telah menampakkan hasil. 6 . Walaupun aktifitas bermain dilakukan anak secara bersama. 3) Perkembangan kognitif (daya pikir) sangat pesat. Usia 7 – 8 tahun Karakteristik perkembangan anak usia 7 – 8 tahun antara lain : 1) Perkembangan kognitif anak masih berada pada masa yang cepat. deduktif dan induktif. Dari segi kemampuan. ditunjukkan dengan rasa ingin tahu anak yang luar biasa terhadap lingkungan sekitar. 2) Perkembangan sosial anak mulai ingin melepaskan diri dari otoritas orangtuanya. Bentuk permainan yang melibatkan banyak orang dengan saling berinteraksi. Hal ini bermanfaat untuk mengembangkan otot-otot kecil maupun besar. Anak sudah mampu memahami pembicaraan orang lain dan mampu mengungkapkan pikirannya dalam batas-batas tertentu.

Perkembangan fisik motorik pada anak dapat ditandai dari pertumbuhan fisiknya yang meliputi peningkatan berat badan. KMS tersebut dapat dibawa pulang karenanya setiap konsultasi hendaknya selalu dibawa. tinggi badan dan lingkar kepala dapat dipantau pertumbuhannya melalui Kartu Menuju Sehat (KMS). kurang optimalnya pertumbuhan fisik dapat menjadi pertanda ada sesuatu pada diri anak. tergantung proses kematangan masing-masing anak.B. perkembangan setiap anak tidak bisa ama. ini kemampuan Pada berkembang gerakan dasarnya. seorang anak tumbuh dengan cepat. perkembangan Sehingga. Khusus untuk berat badan. Sedangkan anak perempuan memiliki jaringan lemak lebih banyak. Pada usia 3-6 tahun. tangan dan kaki si anak akan tumbuh semakin panjang. Umumnya tubuh anak laki-laki lebih tinggi dan lebih berat serta memiliki banyak otot pada setiap kilogram berat tubuhnya. Kepala masih relatif besar. apapun dengn kematangan saraf dan otot anak. tubuh. Sebab. tinggi badan. Pada usia 3 tahun. Umumnya orangtua diberikan catatan untuk mendata pertumbuhan anaknya dan lembaran ini telah disediakan oleh dokter atau rumah sakit tempat melakukan konsultasi. akan tetapi bagian tubuh lainnya terus berusaha menyusul seiring dengan semakin miripnya bagian anggota tubuhnya dengan tubuh orang dewasa. lingkar kepala dan tonus otot.5 sentimeter per tahun sepanjang usia balita dan mendapatkan 2-3 kg 7 . setiap sesederhana hasil pola adalah merupakan interaksi yang kompleks dari berbagai bagian dan system dalam tubuh yang dikontrol oleh otak. namun tidak secepat masa sebelumnya. PERKEMBANGAN MOTORIK SEORANG ANAK Perkembangan tumbuh seorang motorik adalah proses gerak sejalan kembang anak. Pertumbuhan fisik anak perlu dicermati. Baik anak laki-laki maupun perempuan biasanya tumbuh sekitar 5-7. Dan patut diingat.

Perkembangan motorik adalah perkembangan saraf motorik kasar dan halus anak. berlompat. Motorik kasar merupakan gerakan fisik yang membutuhkan keseimbangan dan koordinasi antar anggota tubuh.per tahun. untuk menghasilkan kemampuan yang lebih kompleks. karena ia sadar akan kemampuan fisiknya. Keterampilan motorik tersebut tentunya memengaruhi kemandirian dan rasa percaya diri anak dalam mengerjakan sesuatu. membuat anak-anak semakin kuat. yang dikoordinasi oleh kematangan otak dan sistrem saraf. Sedangkan motorik halus adalah kemampuan yang berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi matatangan. Seiring dengan pengembangan kedua keterampilan tersebut. menghasilkan perkembangan berbagai keterampilan motorik pada anak. Pada usia balita ini terjadi kemajuan yang besar dalam keterampilan motorik kasar. seperti berlari. bermain puzzle. dengan menggunakan otot-otot besar. Seperti. 8 . melompat yang melibatkan penggunaan daerah otot besar. berjalan. sebagian atau seluruh anggota tubuh. Berbagai perubahan ini. dan sebagainya. dan Hal ini didukung dengan yang perkembangan sensoris motor pada korteks memunginkan koordinasi yang lebih baik antara apa yang diinginkan oleh anak dan apa yang dapat dilakukannya. Contohnya. berlari. Anak yang terampil dan menguasai gerakan motoriknya. umumnya memiliki fisik yang sehat lantaran banyak bergerak. Berat dan tinggi anak laki-laki akan tetap seperti itu sampai pertumbuhannya menyentuh masa pubertas. Perkembangan otot dan tulang. lebih jauh dan lebih baik. anak balita terus menggabungkan berbagai kemampuan yang telah mereka miliki dengan yang baru mereka dapatkan. Tulang dan otot mereka semakin besar sehingga memungkinkan mereka untuk berlari. dan sebagainya. Saraf motorik halus ini dapat dilatih dan dikembangkan melalui kegiatan dan rangsangan yang kontinu secara rutin. melompat dan memanjat lebih cepat.

b. Perkembangan motorik kasar pada bayi memiliki rangkaian tahapan yang berurutan. Berbalik atau berhenti secara tiba-tiba atau cepat b. otot-otot seluruh membutuhkan dengan besar. Berikut merupakan tahapan perkembangan motorik pada anak sesuai dengan pertumbuhan usianya : Anak Usia 3 Tahun a. Sangat Mampu aktif. atau berputar yang lebih efektif c. anggota keseimbangan dan koordinasi antar tubuh. Perkembangan keterampilan tidak ada pengaruhnya langsung dengan kecerdasan. berlari.Perkembangan Motorik Kasar Anak Motorik kasar merupakan gerakan fisik anggota menggunakan sebagian atau yang tubuh. dan sebagainya. mampu meniru. berjalan. mengikuti dan menikmati berbagai gerakan yang dicontohkan mengontrol gerakan dan memberikan respon bila diberi petunjuk orang dewasa. Contohnya. Meloncat dengan tambahan beberapa variasi lompatan Anak Usia 4 Tahun a. Naik tangga tanpa dibantu d. Tidak semua bayi akan menguasai suatu keterampilan di usia yang sama. Seperti berhenti. karena perkembangan anak bersifat individual. Tapi perbedaan itu tidak disebabkan bayi yang satu lebih pandai daripada bayi yang lain. berlompat. memulai. Artinya setiap tahapan harus dilalui dan dikuasai dulu sebelum memasuki tahapan selanjutnya. Naik turun tangga dengan langkah kaki yang saling bergantian 9 . Melompat dengan lompatan kurang lebih 37-60 cm c.

Saraf motorik halus ini dapat dilatih dan dikembangkan melalui kegiatan dan rangsangan yang kontinu secara rutin. Dalam hal kekuatan maupun ketepatannya. taraf Lingkungan kecerdasan meningkatkan ataupun menurunkan terutama pada masa-masa pertama kehidupannya. Mampu melakukan gerakan dengan konstan dan waktu istirahat yang pendek b. Jika kurang mendapatkan rangsangan anak akan 10 . Berjalan di atas papan keseimbangan Perkembangan Motorik Halus Anak Kemampuan adalah berhubungan keterampilan melibatkan otot fisik kecil motorik halus yang dengan yang dan kemampuan koordinasi mata-tangan.Anak Usia 5 Tahun a. Seperti. Lompat ditempat dengan 1 kaki f. menyusun balok. Semakin banyak yang dilihat dan didengar anak. Setiap anak mampu mencapai tahap perkembangan motorik halus yang optimal asal mendapatkan stimulasi tepat. bermain puzzle. Mampu mengikuti permainan fisik yang bersifat social c. perbedaan ini juga dipengaruhi oleh dalam pembawaan kecerdasan anak dan stimulai halus yang didapatkannya. Mampu menaik sepeda roda tiga d. melipat kertas dan sebagainya. membuat garis. anak membutuhkan rangsangan untuk mengembangkan kemampuan mental dan motorik halusnya. dapat anak. Berjalan di garis lurus ke depan atau ke belakang e. Kecerdasan motorik halus anak berbeda-beda. semakin banyak yang ingin diketahuinya. Di setiap fase. Lingkungan (orang tua) mempunyai pengaruh yang lebih besar motorik anak. memasukan benda ke dalam lubang sesuai bentuknya.

Tetapi bukan berarti anda boleh memaksa si kecil. Menarik garis vertikal. Menyelesaikan pasel 4 keping Anak Usia 5 Tahun a. melengkung. Membuka menutup kotak d. Melipat b. penghargaan. Mulai menulis sesuatu dan mampu mengontrol gerakan tangannya c. bukan yang dilihat b. Meniru tulisan C. atau rasa takut dapat mengganggu usaha dilakukan si kecil. Berikut perkembangan motorik halus anak berdasarkan tahapan usianya Anak Usia 3 Tahun a. Tekanan. membentuk dengan lilin d. menjiplak bentuk lingkaran c. hukuman. Perasaan negatif yaitu rasa malu dan ragu timbul apabila anak merasa tidak mampu mengatasi tindakan yang di pilihnya serta kurangnya support 11 . Menyusun mainan konstruksi bangunan d. Menggambar sesuatu yang diketahui. Mewarnai lebih rapi tidak keluar garis e. Menggunting zig zag. PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL/SOSIAL ANAK Peran lingkungan pada usia ini adalah memberi memberikan keyakinan support yang dan jelas. persaingan. Menggunting sesuai pola c.bosan. Menggunting kertas mengikuti pola garis lurus Anak Usia 4 Tahun a. Menggambar mengikuti bentuk b.

karena ratarata anak menghabiskan waktunya di sekolah. 3. yaitu : 12 . Perkembangan Hubungan dengan Teman Sebaya Berinteraksi sebaya banyak menyita dengan aktivitas waktu. Anak tidak lagi puas bermain sendirian dirumah. orang laku tua anak dengan merasakan pengontrolan tingkah dirinya mereka berkurang dari waktu ke dibandingkan periode sebelumnya. Perkembangan Hubungan dengan Keluarga Dalam terhadap waktu hal ini. Interaksi guru dan teman sebaya di sekolah memberikan suatu peluang yang besar bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan kognitif dan ketrampilan sosial. Ia lebih memahami dirinya melalui karakteristik internal daripada melalui karakteristik eksternal. Berikut adalah beberapa tahap perkembangan psikososial anak yaitu sebagai berikut : 1. terdapat juga beberapa tahap Perkembangan sosio emosisonal anak. Hal ini karena anak mempunyai kenginan kuat untuk diterima sebagai anggota kelompok. Selain beberapa tahap perkembangan psikososial anak di atas. Perkembangan Pemahaman Diri Pada tahap ini. pemahaman diri atau konsep diri anak mengalami perubahan yang sangat pesat. teman yang Umumnya merupakan mereka meluangkan waktu lebih dari 40% untuk berinteraksi dengan teman sebaya dan terkadang terdapat suatu grup/kelompok. misalnya orangtua terlalu mengontrol anak. 2.dari orang tua dan lingkungannya.

Pada masa ini anak sudah mulai lepas dari orang tuanya. usia anak 2-3 tahun. c. perasaan mandiri mulai muncul tatkala anak sudah mulai menguasai seluruh anggota tobuhnya. Kondisi ini dapat menimbulkan inisiatif pada diri anak. Tahap berinisiatif versus bersalah (initiative versus guilt). Adapun tahap-tahap perkembangan psikososial anak adalah sebagai berikut: 1. namun akan tumbuh rasa curiga jika anak mendapat pengalaman yang tidak menyenangkan. Membangun rasa percaya ini mendasari tahun pertama kehidupan. Percaya Vs Tidak percaya ( 0-1 tahun ) Komponen awal yang sangat penting untuk berkembang adalah rasa percaya. Perkembangan pada fase selanjutnya tergantung pada pemecahan masalah pada tahap masa sebelumnya. Rasa aman dan rasa percaya pada lingkungan merupakan kebutuhan. rasa bersalah akan muncul pada diri anak.a. dalam tahap ini anak akan tumbuh rasa percaya dirinya jika mendapatkan pengalaman yang menyenangkan. Masing-masing tahap psikososial memiliki dua komponen. Begitu bayi lahir dan kontakl dengnan dunia luar maka ia mutlak terganting dengan orang lain. usia anak 0-2 tahun. usia anak 4-5 tahun. sifat ragu dan malu akan muncul pada tahap ini ketika lingkungan tidak memberinya sebuah kepercayaan. anak sudah mampu bergerak bebas dan berhubungan dengan lingkungan. namun jika anak masih belum bisa terlepas dari ikatan orang tuanya dan belum bisa berinteraksi dengan lingkungan. Alat yang digunakan bayi untuk berhubungan dengan dunia luar adalah mulut 13 . Menurut Erik Erikson (1963) perkembangan psikososial terbagi menjadi beberapa tahap. Tahap Mandiri versus Ragu ( Autonomy vs Shame). b. yaitu komponen yang baik (yang diharapkan) dan yang tidak baik (yang tidak diharapkan).Tahap percaya versus curiga (trust vs mistrust).

Rasa inisiatif mulai menguasai anak.dan panca indera. Selain itu anak menggunakan kemampuan mentalnya untuk menolak dan mengambil keputusan. Apabila pada umur ini tidak tercapai rasa percaya dengan lingkungan maka dapat timbul berbagai masalah. Rasa tidak percaya ini timbul bila pengalaman untukmeningkatkan rasa percaya kurang atau kebutuhan dasar tidak terpenuhi secara adekwat. Hubungan ibu dan anak yang harmonis yaitu melalui pemenuhan kebutuhan fisik.. Otonomi Vs Rasa Malu dan Ragu ( 1-3 tahun ) Pada masa ini alat gerak dan rasa telah matang dan ada rasa percaya terhadap ibu dan lingkungan. sedangkan perantara yang tepat antara bayi dengan lingkungan dalah ibu. merupakan pengalaman dasar rasa percaya bagi anak. Perkembangan Otonomi selama periode balita berfokus pada peningkatan kemampuan anak untuk mengontrol tubuhnya. misalnya orangtua terlalu mengontrol anak. dirinya dan lingkungannya. Anak mulai 14 . Anak mulai menuntut untuk melakukan tugas tertentu. Anak menyadari ia dapat menggunakan kekuatannya untuk bergerak dan berbuat sesuai dengan kemauannya misalnya: kepuasan untuk berjalan atau memanjat. Perasaan negatif yaitu rasa malu dan ragu timbul apabila anak merasa tidak mampu mengatasi tindakan yang di pilihnya serta kurangnya support dari orangtua dan lingkungannya. 2. psikologis dan sosial. tidak mendapat respon ketika ia menggigit dot botol dan sebagainya. psikologis dan sosial yang kurang misalnya: anak tidak mendapat minuman atau air susu yang edukat ketika ia lapar. 3. yaitu kurangnya pemenuhan kebutuhan fisik. Peran lingkungan pada usia ini adalah memberikan support dan memberi keyakinan yang jelas. Hubungan dengan orang lain bersifat egosentris atau mementingkan diri sendiri. Rasa Otonomi diri ini perku dikembangkan karena penting untik terbentuknya rasa percaya diri dan harga diri di kemudian hari. Pada Inisiatif Vs Rasa Bersalah ( 3-6 tahun ) tahap ini anak belajar mengendalikan diri dan memanipulasi lingkungan.

Apabila anak tidak dapat memenuhi keinginan sesuai standart dan terlalu banyak yang diharapkan dari mereka maka dapat timbul masalah atau gangguan. Melalui proses pendidikan ini anak belajar untuk bersaing (sifat kompetetif). Hubungan dengan teman sebaya dan saudara sekandung untuk menang sendiri. kemampuan berbahasa semakin meningkat. Pada tahap ini kadang-kadang anak tidak dapat mencapai tujuannya atau kegiatannya karena keterbatasannya. Anak siap untuk meninggalkan rumah atau orangtua dalam waktu terbatas yaitu untuk sekolah. sehingga nampak adanya kontradiksi bahwa dilain pihak ia dianggap dewasa tetapi disisi lain ia dianggap 15 . Identifikasi bukan terjadi pada orangtua atau pada orang lain. 5.diikut sertakan sebagai individu misalnya turut serta merapihkan tempat tidur atau membantu orangtua di dapur. setia kawan dan belajar peraturan-peraturan yang berlaku. misalnya sangat menyukai gurunya dan patuh sekali pada gurunya dibandingkan pada orangtuanya. Anak mulai memperluas ruang lingkup pergaulannya misalnya menjadi aktif diluar rumah. juga sifat kooperatif dengan orang lain. Identitas Vs Difusi Peran ( 12-18 tahun ) Pada tahap ini terjadi perubahan pada fisik dan jiwa di masa biologis seperti orang dewasa. akhirnya timbul rasa kecewa dan rasa bersalah. Industri Vs Inferioritas ( 6-12 tahun ) Pada tahap ini anak dapat menghadapi dan menyelesaikan tugas atau perbuatan yang akhirnya dan dapat menghasilkan sesuatu. saling memberi dan menerima. Peran ayah sudah mulai berjalan pada fase ini dan hubungan segitiga antara Ayah-Ibu-Anak sangat penting untuk membina kemantapan idantitas diri. Orang tua dapat melatih anak untuk menguntegrasikan peran-peran sosial dan tanggungjawab sosial. Kunci proses sosialisasi pada tahap ini adalah guru dan teman sebaya. tetapi bila tuntutan lingkungan misalnya dari orangtua atau orang lain terlalu tinggi atau berlebihan maka dapat mengakibatkan anak merasa aktifitasnya atau imajinasinya buruk. Dalam hal ini peranan guru sangat sentral. 4.

Sedangkan Motorik Kasar ialah gerakan fisik yang membutuhkan keseimbangan dan koordinasi antar anggota tubuh. 16 . Teman sebaya di pandang sebagai teman senasib. BAB III SIMPULAN 1. Sedangkan peran kelompok atau teman sebaya tinggi. Perkembangan Motorik adalah proses tumbuh kembang kemampuan gerak seorang anak. Perkembangan motorik ada dua yaitu Motorik Halus dan Motorik Kasar. Peran orangtua sebagai sumber perlindungan dan sumber nilai utama mulai menurun. dengan menggunakan otot-otot besar.belum dewasa. membuat garis. bermain puzzle. menyusun balok. Tahap ini merupakan masa standarisasi diri yaitu anak mencari identitas dalam bidang seksual. memasukan benda ke dalam lubang sesuai bentuknya. Motorik Halus ialah kemampuan yang berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi mata-tangan. berlompat. umur dan kegiatan. Melalui kehidupan berkelompok ini remaja bereksperimen dengan peranan dan dapat menyalurkan diri. Anak usia dini (0 – 8 tahun) adalah individu yang sedang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Usia tersebut merupakan fase kehidupan yang unik 2. dan sebagainya. Remaja memilih orang-orang dewasa yang penting baginya yang dapat mereka percayai dan tempat mereka berpaling saat kritis. berjalan. Contohnya. patner dan saingan. Seperti. berlari. melipat kertas dan sebagainya. sebagian atau seluruh anggota tubuh. Bahkan dikatakan sebagai lompatan perkembangan karena itulah maka usia dini dikatakan sebagai golden age (usia emas) yaitu usia yang sangat berharga dibanding usia-usia selanjutnya.

Perkembangan Anak Jilid 1.php?/perkembangan-motorik-anak http://bidanku. J. W. Erlangga.3.html http://belajarpsikologi. Perkembangan pada fase selanjutnya tergantung pada pemecahan masalah pada tahap masa sebelumnya.php?/psikologi-perkembangan-anak-usia-dini http://bidanku. Jakarta http://bidanku.com/perkembangan-fisik-anak-usia-dini 17 .php?/perkembangan-motorik-kasar-anak http://bidanku. Masing-masing tahap psikososial memiliki dua komponen.com/2011/05/perkembangan-psikososialanak.blogspot. yaitu komponen yang baik (yang diharapkan) dan yang tidak baik (yang tidak diharapkan).php?/perkembangan-motorik-halus-anak http://lailaulfahkhairunisa.com/index. Edisi Kesebelas.com/index.com/index.com/index. Menurut Erik Erikson (1963) perkembangan psikososial terbagi menjadi beberapa tahap. 2007. DAFTAR PUSTAKA Santrock.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful