P. 1
Upload

Upload

|Views: 87|Likes:
Published by yuli yanti
parasitologi
parasitologi

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: yuli yanti on Mar 19, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $0.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

08/22/2013

$0.99

USD

pdf

text

original

MAKALAH

SARCOPTES SCABIES dan DERMANYSSUS GALLINAE
Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Perorangan Mata Kuliah Parasitologi Oleh Kelompok 9 : Yukan Niko Agrianfanny Yuli Yanti Ganjar Permana Budiman Kelas : II A

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES BANDUNG JURUSAN ANALIS KESEHATAN BANDUNG CIMAHI 2012

1

Cimahi. penulis panjatkan kepada Allah SWT karena berkat rahmat dan karunia-Nya. khusunya dari pihak koordinator dan dosen mata kuliah Parasitologi. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih terdapat banyak kekeliruan dan kekurangan sehingga jauh untuk dikatakan sempurna. serta umumnya kepada para pembaca agar penulis mempunyai tolak ukur dalam pembuatan makalah selanjutnya.KATA PENGANTAR Puji dan syukur. penulis berharap agar makalah ini dapat bermanfaat khusunya bagi penyusun dan umumnya bagi para pembaca makalah ini. Akhir kata. Oktober 2012 Penulis 2 . Penulis mengucapkan terimakasih kepada pihak yang membantu dalam penyusunan Makalah ini. penulis mengharapkan kritik dan saran. Oleh karena itu. Penyusunan makalah ini bertujuan untuk memenuhi salah satu mata kuliah Parasitologi. penulis dapat menyelesaikan Makalah Parasitologi yang berjudul ”Sarcoptes scabies dan Dermanyssus Gallinae”.

...........................6................................................................................. 8 9 9 10 10 10 11 3........2............................................................................ 8 2........ 2.......................................1.............. Penularan ....................DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR .............. 2..................2.............3 Daur Hidup .......................................3 1......................2................... 13 3 ..........................................................2.......... 7 2. 2.......................................... 7 2.......... Manfaat Penulisan .. 2................1 Sarcoptes scabies .....................2 Morfologi ......... Patogenesis ..............................................................1.2......................2 1.................................. DAFTAR ISI ......................................................................1.................................1........................................ 2............................................................................... 1...Morfologi .................................... Pencegahan .....................5................. 2.......................................................................................................................... 11 3..............6 Pencegahan ....... 6 2........5 Penularan ...1..Daur Hidup......4 Patogenesis .......................... Perumusan Masalah ............................4.1 1........3. 5 2....................................2 Dermanyssus Gallinae .......2.......................................................................................................................................4 BAB II Latar Belakang ...........Klasifikasi ............................................................2 Saran .........................1 Kesimpulan ..2.............................................................................................................1................................... 4 2......................................................... 12 DAFTAR PUSTAKA .........................1............................................1 Klasifikasi ............................................... BAB III PENUTUP ....... 2........ i ii 1 1 2 2 3 4 4 TINJAUAN PUSTAKA ............. Tujuan Penulisan .................................. BAB I PENDAHULUAN .................................................................………………............... 5 2....

Para ilmuwan berpendapat. penyakit pada kulit yang mudah menular. Tungau banyak jenisnya tetapi paling banyak merugikan manusia dan hewan adalah diantaranya Sarcoptes Scabies dan Dermanyssus Gallinae.5 Latar Belakang Tungau adalah sekelompok hewan kecil bertungkai delapan yang. Hewan ini merupakan salah satu avertebrata yang paling beraneka ragam dan sukses beradaptasi dengan berbagai keadaan lingkungan. namun ada anggotanya yang menjadiparasit pada hewan lain (mamalia maupun serangga) atau tumbuhan. Tungau juga menyebabkan penyakit skabies. bersamasama dengan caplak.BAB I PENDAHULUAN 1. Apabila kutu sejati merupakan anggota Insecta (serangga). menjadi anggota superordo Acarina. Banyak di antara anggotanya yang hidup bebas di air atau daratan. Hewan ini dipercaya telah ada sejak sekitar 400 juta tahun. Taksonomi tungau masih belum stabil karena banyaknya perubahan. tungau lebih berdekatan dengan laba-laba dilihat dari kekerabatannya. ada pula tungau yang hidup menumpang pada hewan lain namun saling menguntungkan. Beberapa tungau diketahui menjadi penyebar penyakit (vektor) dan pemicu alergi. Ukurannya kebanyakan sangat kecil sehingga kurang menarik perhatian hewan pemangsa besar dan mengakibatkan ia mudah menyebar. Ada lebih dari 45 ribu jenis tungau yang telah dipertelakan. Walaupun demikian. 4 . itu baru sekitar 5% dari kenyataan total jenis yang ada. Tungau bukanlah kutu dalam pengertian ilmu hewan walaupun sama-sama berukuran kecil (sehingga beberapa orang menganggap keduanya sama). Ilmu yang mempelajari perikehidupan tungau dan caplak dikenal sebagai akarologi. bahkan ada yang memakan kapang.

Memenuhi salah satu tugas mata kuliah Parasitologi. terdapat beberapa rumusan masalah dalam makalah ini yaitu: 1. menyebabkan rasa sakit. Dermanyssus Gallinae adalah tungau unggas biasanya makan di sekitar payudara dan kaki ayam. Badannya transparan. iritasi. Bagaimana pencegahan terhadap penyakit yang di timbulkan oleh Sarcoptes scabies dan Dermanyssus gallinae ? 1. Bagaimana daur hidup Sarcoptes scabies dan Dermanyssus gallinae ? 3. perutnya rata. maka dari itu kami menyusun makalah yang berjudul ”Sarcoptes scabies dan Dermanyssus Gallinae”. berbentuk oval. dan penurunan produksi telur. Bagaimana patogenesis Sarcoptes scabies dan Dermasyssus gallinae ? 4. Bagaimana penularan penyakit akibat Sarcoptes scabies dan Dermanyssus gallinae? 5. Mengingat pentingnya pengetahuan mengenai tungau.Sarcoptes scabies adalah tungau yang termasuk famili Sarcoptidae. 2.7 Tujuan Penulisan Terdapat beberapa tujuan penulisan dari makalah ini yaitu: 1. dan tidak bermata. pungggungnya cembung. Menambah wawasan dan ilmu Pengetahuan mengenai Sarrcoptes scabies dan Dermanyssus gallinae 3. Bagaimana morfologi dan klasifikasi Sarcoptes scabies dan Dermanyssus gallinae ? 2. 1. Tukar menukar informasi 5 .6 Perumusan Masalah Berdasarkan uraian dalam Latar Belakang. ordo Acari kelas Arachnida.

Sarrcoptes scabies dan Dermanyssus gallinae 2. Mengetahui siklus hidup Sarrcoptes scabies dan Dermanyssus gallinae 3. Mengetahui morfologi dan klasifikasi . Mengetahui penularan penyakit akibat Sarcoptes scabies dan Dermanyssus gallinae 5.4 Manfaat Penulisan Adapun manfaat dari penulisan makalah ini yaitu: 1. Mengetahui cara pencegahan terhadap penyakit yang di timbulkan oleh Sarcoptes scabies dan Dermanyssus gallinae 6 .1. Mengetahui patogenesis Sarcoptes scabies dan Dermanyssus gallinae 4.

Meski begitu. membuat lubang pada kulit (biasanya di tangan atau pergelangan tangan. yang telah dibuahi. 2.1. jumlah ini bisa menyebabkan gatal menyakitkan. Efek dari Sarcoptes scabiei adalah yang paling terkenal. Meskipun siklus hidup hanya sekitar dua minggu.1. dan kerusakan parah pada kulit sering muncul sebagai hasil dari menggaruk. khususnya dengan pengenalan bakteri infektif.1. juga tungau yang tinggal pada kulit hewan domestik. atau "gatal". yang dapat menyebabkan impetigo atau eksim. dan meletakkan telur-telurnya. Sarcoptes scabies Sarcoptes adalah genus parasit kulit. Tungau betina dewasa. menyebabkan "kudis". terutama pada malam hari. pasien individu jarang ditemukan memiliki lebih dari sekitar selusin tungau pada mereka. mereka juga terkait dengan Psoroptes keropeng tungau.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. dan bagian dari keluarga besar tungau yang dikenal sebagai "tungau kudis". Klasifikasi Kingdom: Animalia Phylum: Class: Subclass: Arthropoda Arachnida Acari 7 . Tungau Sarcoptes mempengaruhi hewan domestik dan infeksi serupa pada unggas menyebabkan penyakit yang dikenal sebagai "kaki bersisik". namun bagian lain dari tubuh juga mungkin akan terpengaruh).

bagian anterior 2 pasang sebagai alat untuk melekat sedangkan 2 pasang kaki terakhir pada betina berakhir dengan rambut. Tungau ini translusen dan bewarna putih kotor. punggungnya cembung. Siklus hidup tungau mulai dari telur sampai dewasa memerlukan waktu selama 8-12 hari.1. yang betina berukuran kira-kira 0. Daur Hidup Setelah kopulasi (perkawinan) yang terjadi di atas kulit.Order: Family: Genus: Species: Sarcoptiformes Sarcoptidae Sarcoptes S.4 mm x 0.50 butir semasa siklus hidupnya yang berlangsung kurang lebih 30 hari. kadang-kadang masih dapat hidup beberapa hari dalam terowongan yang digali oleh betina. Morfologi Sarcoptes scabiei termasuk famili sarcoptidae dari kelas Arachnida. Besar tungau ini sangat bervariasi.5-5 mm per hari. pada bagian dorsal terdapat bulu-bulu dan duri serta mempunyai 4 pasang kaki.2 mm x 0. Seekor tungau betina akan bertelur sebanyak 40 .3 mm sedangkan yang jantan ukurannya lebih kecil 0. 8 .1.3. dan bagian perutnya rata. yang jantan akan mati. scabiei 2. Pada yang jantan pasangan kaki yang ketiga berakhir dengan rambut dan yang keempat berakhir dengan alat perekat 2. Tungau betina yang telah dibuahi mempunyai kemampuan untuk membuat terowongan pada kulit sampai di perbatasan stratumm korneum dan startum granulosum dengan kecepatan 0. Di dalam terowongan ini tungau betina akan bertelur 10sebanyak 2-3 butir setiap hari. Telur akan menetas dalam waktu 3-4 hari dan menjadi larva kemudian berubah menjadi nimfa dengan 4 pasang kaki dan selanjutnya menjadi tungau dewasa. berbentuk lonjong.15 mm.2.

artinya gatal pada malam hari yang disebabkan karenaaktivitas tungau ini lebih tinggi pada suhu yang lebih lembab dan panas. Dikenal keadaan hiposensitisasi. 3.1. menyebabkan kulit timbul pada pergelangan tangan. urtika dan lain-lain. Gatal yang terjadi disebabkan oleh sensitisasi terhadap sekretdan ekskret tungau yang memerlukan waktu kira-kira sebulan setelah infestasi.4. Pruritus nokturna. pada ujung terowongan ini ditemukan papul atauvesikel. ekskoriasi dan lainlain). pergelangan tangan bagian volar. krustadan infeksi sekunder.2. Penyakit ini menyerang manusia secara berkelompok. Kelainan kulit dan gatal yang terjadi dapat lebih luas darilokasi tungau Terdapat empat tanda kardinal skabies: 1. Dan karena bersalaman atau bergandengansehingga terjadi kontak kulit yang kuat. 2. Jika timbul infeksi sekunder ruam kulitnya menjadi polimorf (pustule. areola mammae (wanita). Penderita ini bersifat sebagai pembawa (carrier). misalnya dalamsebuah keluarga biasanya seluruh anggota keluarga terkena infeksi.Pada saat itu kelainan kulit menyerupai dermatitis dengan ditemukannya papul. tetapi juga oleh penderita sendiri akibat garukan. yaitu sela-sela jari tangan. Dengan garukan dapat timbul erosi. Patogenesis Kelainan kulit dapat disebabkan tidak hanya oleh tungau skabies. berbentuk garis lurus atau berkelok.Begitu pula dalam sebuah perkampungan yang padat penduduknya. siku bagian luar. lipatketiak bagian depan.vesikel. ekskoriasi.rata-rata panjang 1 cm. yang seluruh anggotakeluarganya terkena. tetapi tidak memberikan gejala. walaupun mengalami infestasi tungau. 9 .sebagian besar tetangga yang berdekatan akan diserang oleh tungautersebut. Adanya terowongan (kunikulus) pada tempat-tempat predileksi yang berwarna putih atau keabu-abuan. Tempat predileksinya biasanyamerupakan tempat dengan stratum korneum yang tipis.

Penyakit ini sangat erat kaitannya dengan kebersihan perseorangan dan lingkungan. sertakegagalan pelaksanaan program kesehatan yang masih sering kita jumpai. Apabila tingkat kesadaran yang dimiliki oleh banyak kalangan masyarakat masih cukup rendah. Dua hari setelah fertilisasi.5. merupakan hal yang paling diagnostik.Lama hidup kutu betina kira-kira 30 hari. Cara Pencegahan Pencegahan skabies dapat dilakukan dengan berbagai cara: 10 . tempat tidur. kemudian kutu mati di ujung terowongan. faktor lingkungan terutama masalah penyediaan air bersih. setelah itukutu betina akan menggali lobang kedalam epidermis kemudian membentuterowongan didalam stratum korneum. 4. maka biasanya anggota keluarga lain akan ikut tertular juga. Menemukan tungau.nimpa dan kemungkinan menjadi kutu dewasa dalam 10-14 hari. Pada bayi dapatmenyerang telapak tangan dan telapak kaki. derajat keterlibatan penduduk dalam melayani kebutuhan akan kesehatan yang masih kurang. genitalia eksterna (pria) dan perut bagian bawah.1. kurangnya pemantauan kesehatan oleh pemerintah. melalui kontak fisik yang erat penularan melalui pakaian dalam.umbilicus.Penyakit ini sangat mudah menular. Terowongan lebih banyak terdapat didaerah yang berkulit tipis dan tidak banyak mengandung folikel pilosebasea. Skabies ditularkan oleh kutu betina yang telah dibuahi. Cara Penularan Penyakit skabies dapat ditularkan melalui kontak langsung maupun kontak tak langsung.1. bokong. skabies betinamulai mengeluarkan telur yang kemudian berkembang melalui stadium larva. Dapatditemukan satu atau lebih stadium hidup tungau ini 2. akanmenambah panjang permasalahan kesehatan lingkungan yang telah ada 2. handuk. karena itu bila salah satu anggota keluarga terkena.6.

bahkan seprai sebagian ahli menganjurkan penderita dengan cara direbus. atau masyarakat yang terinfeksi untuk memutuskan rantai penularan.1. Mereka memiliki beberapa rambut di tubuh mereka dan memiliki kait pada kaki panjang mereka. 2. Tungau mempengaruhi ayam baik secara langsung maupun tidak langsung. 3.2. D.1. D. 2. di mana mereka dapat berfungsi sebagai vektor untuk penyakit seperti Salmonellosis dan spirochaetosis burung . akan menjadi lebih gelap atau merah ketika badannya membesar setelah menghisap darah. menyebabkan lesi dermatitis dan kulit pada manusia. D. Klasifikasi Kingdom: Animalia Phylum: Class: Arthropoda Arachnida 11 . gallinae juga dapat makan dari ternak meskipun hubungan antara D. Mengobati seluruh anggota keluarga.handuk. 2. gallinae juga dapat menyerang manusia. Mencuci bersih. maupun baju skabies. D. handuk. Menghindari pemakaian baju.Dermanyssus gallinae Dermanyssus gallinae adalah tungau ectoparasitic atau permukaan unggas dan jenis burung lainnya (baik liar dan peliharaan). Mereka umumnya berwarna putih atau keabu-abuan. kemudian menjemurnyahingga kering. gallinae dan host mamalia stll kurang dipahami. gallinae mirip dengan tungau laba-laba. seprai secara bersama-sama.2. gallinae dianggap salah satu hama yang paling serius dari unggas .

2. memiliki panjang kurang dari 1 mm. Semua tahapan kecuali larva membutuhkan bloodmeal dalam rangka untuk maju ke tahap berikutnya.Subclass: Order: Family: Genus: Species: Acari Mesostigmata Dermanyssidae Dermanyssus D.2.2. tubuh tungau dan caplak terbagi menjadi dua bagian. palpus yang beruas. Daur Hidup D. Morfologi Sama seperti anggota arachnida lainnya (laba-laba. deutonymph dan dewasa . tidak terdapat batas yang jelas diantara dua bagian tubuh tersebut.Meskipun demikian. dan enathosoma/capitulum. gallinae berkembang melalui 5 tahap kehidupan: telur. kalajengking dll. Pada gnathosoma tungau terdapat epistoma. corniculi. tritosternum (berfungsi dalam transport cairan tubuh). Namun ada pula tungau besar yang dapat mencapai panjang 7. 12 . yaitu: bagian depan disebut cephalothorax (prosoma) dan bagian belakang tubuh disebut abdomen (ophistosoma).ruas.). dan empat pasang kaki Sebagian besar tungau berukuran sangat kecil. protonymph.000 µm. hipostoma berseta yang masing-masing sangat beragam dalam hal bentuk dan jumlah ruasnya tergantung pada kelompoknya. khelisera.3. gallinae 2. larva. 2. Tungau dan caplak dewasa mempunyai alat-alat tubuh pada arachnida seperti khelisera dan palpus (alat sensori) yang terdapat di bagian .

6. Dianjurkan untuk alternatif senyawa yang digunakan untuk meminimalkan resistensi. Patogenesis Dermanyssus gallinae adalah tungau mengisap darah.Pembangunan dapat memakan waktu kurang dari seminggu di bawah kondisi yang optimal Dewasa menghabiskan sebagian besar waktu mereka jauh dari hospes dan dapat bertahan beberapa bulan tanpa makan. Pustula. tetapi peraturan kebersihan makanan dan periode penarikan harus dipertimbangkan ketika memilih pengobatan. D. 2. lemas dan lesu. iritasi. proses menghisap darah Kebanyakan terjadi pada malam hari.2. gelisah dan penurunan produksi telur. Cara Penularan Penyakit pada unggas akibat dari tungau ini tidak menular kepada manusia 2. sering antara siklus kawanan. Banyak senyawa yang efektif. gallinae dapat menyebabkan anemia pada ayam dengan konsekuen pucat. dengan tungau mencari perlindungan di celah dan retakan pada siang hari. Cara Pencegahan Pengobatan tungau tergantung terutama pada ectoparasiticides. Anak ayam yang baru meneta dapat cepat mati.5. menyebabkan lesi biasanya ditemukan pada payudara dan kaki ayam. 2. yang sudah muncul. 13 . hiperpigmentasi dan kehilangan bulu dapat berkembang secara lokal.4. lesi juga mungkin menunjukkan bau busuk. scabs. Perlu dicatat bahwa Ivermectin tidak bekerja melawan D.2. Pemberian makan dapat menyebabkan rasa sakit. Jika terjadi infeksi sekunder. gallinae.2. Pucat dapat sangat jelas dalam sisir dan gelambir. timbangan. Jika mereka hadir dalam jumlah besar. diterapkan secara langsung ke ayam atau unggas unit.

Kelainan kulit dapat disebabkan tidak hanya oleh tungau skabies. yaitu: bagian depan disebut cephalothorax (prosoma) dan bagian belakang tubuh disebut abdomen (ophistosoma). menyebabkan lesi biasanya ditemukan pada payudara dan kaki ayam. 14 . tetapi juga oleh penderita sendiri akibat garukan. deutonymph dan dewasa . Tungau dan caplak dewasa mempunyai alat-alat tubuh pada arachnida seperti khelisera dan palpus (alat sensori) yang terdapat di bagian . Tungau betina yang telah dibuahi mempunyai kemampuan untuk membuat terowongan pada kulit sampai di perbatasan stratumm korneum dan startum granulosum dengan kecepatan 0.BAB III SIMPULAN DAN SARAN 3. Dan karena bersalaman atau bergandengansehingga terjadi kontak kulit yang kuat. Simpulan 1. Sarrcoptes scabies dan Dermanyssus gallinae terbagi menjadi dua bagian. Dermanyssus gallinae adalah tungau mengisap darah. dan empat pasang kaki. Di dalam terowongan ini tungau betina akan bertelur 10sebanyak 2-3 butir setiap hari. Seekor tungau betina akan bertelur sebanyak 40 . Sama seperti anggota arachnida lainnya.1. Semua tahapan kecuali larva membutuhkan bloodmeal dalam rangka untuk maju ke tahap berikutnya. 3. D. 2.50 butir semasa siklus hidupnya yang berlangsung kurang lebih 30 hari. Telur akan menetas dalam waktu 3-4 hari dan menjadi larva kemudian berubah menjadi nimfa dengan 4 pasang kaki dan selanjutnya menjadi tungau dewasa.5-5 mm per hari. gallinae berkembang melalui 5 tahap kehidupan: telur. Gatal yang terjadi disebabkan oleh sensitisasi terhadap sekretdan ekskret tungau yang memerlukan waktu kira-kira sebulan setelah infestasi. menyebabkan kulit timbul pada pergelangan tangan. larva. protonymph. dan enathosoma/capitulum. Siklus hidup tungau mulai dari telur sampai dewasa memerlukan waktu selama 8-12 hari.

Penyakit skabies dapat ditularkan melalui kontak langsung maupun kontak tak langsung. 4. melalui kontak fisik yang erat penularan melalui pakaian dalam. setelah itukutu betina akan menggali lobang kedalam epidermis kemudian membentuterowongan didalam stratum korneum.handuk. seprai secara bersama-sama. Pencegahan skabies dapat dilakukan dengan berbagai cara:  Mencuci bersih. Skabies ditularkan oleh kutu betina yang telah dibuahi. gelisah dan penurunan produksi telur. kemudian menjemurnyahingga kering. Penyakit pada unggas akibat dari tungau ini tidak menular kepada manusia 5. handuk. atau masyarakat yang terinfeksi untuk memutuskan rantai penularan. bahkan sebagian ahli menganjurkan dengan cara direbus.Pemberian makan dapat menyebabkan rasa sakit. 15 . tempat tidur. Mulailah dengan hidup bersih 2.2 Saran 1. Mengobati seluruh anggota keluarga. hindari wilayah yang merupakan habitat Tungau. handuk. seprai maupun baju penderita skabies.   Menghindari pemakaian baju. iritasi. 3. kemudian berusaha agar tubuh senantiasa fit dan sehat. Cara pencegahan yang utama adalah tentu saja berusaha agar tidak tergigit oleh tungau.

Tungau dan Caplak. Filzahazny. 1979.ac.html. Tungau . Beberapa Jenis Tungau dan Deskripsinya. Kutu dan Pinjal ( Induk Semang Antara ) http://info-peternakan. Caplak. Kudisan Bisa Berasal dari Hewan.html. 2010.blogspot. Jakarta: Gramedia. 16 .com/category/parasitologi/.com/2011/10/beberapa-jenis-lalat-dan-deskripsinya. Serangga dan Tungau. 2011.com/KudisanBisa-Berasal-dari-Hewan-ok. Unair. Eko 2011. 2012%E2%80% CETIOLOGI%20PENYAKIT%20BERBASIS%20LINGKUNGAN%E2%80 %9D. http:// mjumani. 16 Oktober 2012. Dasar Parasitologi Klinis.com/2011/07/tungau-caplak-kutu-dan-pinjalinduk.id/artikel_detail-35809-Umum. 17 September web. http : //jiptupn-gdl-mochsodiqp-52-3-i. 15 Oktober 2012. Skabies.BAB IV DAFTAR PUSTAKA Anonymous.wordpress. http : //kedokteranipb. 15 Oktober 2012 Brown. Anonymous. 2011. 2011. Harold W.penda-n. Jumani . 15 Oktober 2012.2011.blogspot. Syamsuharlin.html. http://filzahazny. http://iswatun-h--fkm10. 15 Oktober 2012. Iswatun. Muhammad. 15 Oktober 2012.html.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->