P. 1
Makalah Mangrove

Makalah Mangrove

|Views: 172|Likes:

More info:

Published by: Dhilah Harfadhilah Fakhirah on Mar 19, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/25/2015

pdf

text

original

Tugas Makalah

EKOSISTEM MANGROVE DAN PEMANFAATANNYA DI  DAERAH PESISIR SULAWESI TENGGARA

OLEH:
KELOMPOK 3 DEWI FEBRIANTY KALENGGO DHILAH HARFADHILAH MIRNA MAYASARI RIZKY AMELIA ASRIANI ASRUN SAMUEL PALALANGAN MUH. FAJRIN SHADIQ PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS HALUOLEO 1

KENDARI 2009

2

  Tidak   lupa   pula   saya   mohon   maaf   apabila   dalam   penulisan   dan   penyusunan  makalah   ini   terdapat   banyak   kesalahan   karena   bagaimanapun   juga   manusia   tidak  pernah luput dari kesalahan. Makalah ini membahas tentang peranan cumi­cumi dilihat pada aspek cairan  tinta hitamnya yang dapat mengaktifkan sel­sel darah putih untuk memerangi tumor. Kendari.  November 2009 3 .  Makalah ini disusun dari beberapa sumber literatur maupun dari internet.KATA PENGANTAR Puji   syukur   kita   panjatkan   kehadirat   Tuhan   Yang   Maha   Esa   karena   atas  limpahan  berkat. Semoga  makalah ini memberikan manfaat yaitu berupa ilmu pengetahuan dan wawasan baru  tentang peranan cumi­cumi.  rahmat  dan  karunia­Nyalah  yang telah  memberikan  pengetahuan  sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah Kedokteran Nutrisi Kelautan yang  bertema Sumber Daya Alam Laut yang Bermanfaat dengan judul Cumi­cumi.  Terima kasih banyak terhadap Dosen pengajar mata kuliah Kedokteran Nutrisi  Kelautan atas bimbingannya selama ini sehingga saya dapat menyelesaikan makalah  ini. Oleh karena itu. kritik dan saran membangun sangat  diperlukan untuk pembuatan makalah selanjutnya. dengan  sebaik­baiknya sesuai kemempuan yang saya miliki.

Penulis 4 .

2 Kesimpulan ............................. DAFTAR ISI ..............................................................1 2.........................................................................4 2............................................................ 3............ Tujuan Penulisan .............. BAB I PENDAHULUAN ... Manfaat Mangrove ...............................................................4 Latar Belakang ...............................................................................................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ......... 16 16 18 DAFTAR PUSTAKA ..... 2 2 3 3 1 BAB II PEMBAHASAN ...........................................................................3 1.................. 1........................................... Rumusan Masalah .......................................1 1..................................................................................................... Kondisi mangrove di Indoensia ..............1 3........................................................................................ 4 4 5 5 8 12 2................ Manfaat Penulisan ................................... Pengelolaan mangrove .... 5 .. 2................................2 1.... KATA PENGANTAR ...............................................................................3 Definisi Mangrove ............................................................................... i ii .............6 BAB III PENUTUP ....................................2 2............................................................... Saran ...5 2............... Ekosistem mangrove di daerah pesisir Sulawesi Tenggara Fungsi Mangrove ......................

Sebelumnya banyak yang menganggap hutan mangrove seperti lahan terlantar yang tidak bermanfaat. terumbu karang dan estuaria yang selanjutnya dapat mengganggu lingkungan biosfer wilayah pantai dan pesisir yang memiliki peran produksi yang besar. pariwisata dan lain-lain. Oleh karenanya lebih baik dikonversi menjadi areal tambak.BAB I PENDAHULUAN 1.1. Salah satu bagian terpenting dari kondisi geografis Indonesia sebagai wilayah kepulauan adalah wilayah pantai dan pesisir dengan garis pantai sepanjang 81. Latar Belakang Sejak awal tahun 1990-an fenomena degradasi bio-geofisik sumber daya pesisir semakin berkembang dan meluas akibat pemanfaatan yang berlebihan yang menyebabkan hilangnya ekosistem mangrove. instrusi air laut dan berbagai dampak lainnya kerena pelindung alami pantai yang berupa tegakan hutan mangrove hilang. industri. perkebunan (kelapa sawit). setelahnya sudah tidak menguntungkan sehingga kemudian areal tersebut ditinggalkan begitu saja. Kasus abrasi di 6 . perikanan. Praktek konversi mangrove yang umum dilakukan adalah menebang habis pepohonan mangrove sampai ke pinggir pantai. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa tambak yang diusahakan dengan menebang habis hutan mangrove hanya produktif selama 3-4 tahun awal saja. Sekitar 75% dari luas wilayah nasional adalah berupa lautan. kehutanan. yang jelas hitungan keuntungannya. Dampak kondisi ini adalah meningkatnya abrasi pantai. misalnya.000 km. Wilayah pantai dan pesisir memiliki arti yang strategis karena merupakan wilayah interaksi/peralihan (interface) antara ekosistem darat dan laut yang memiliki sifat dan ciri yang unik. Kekayaan sumber daya yang dimiliki wilayah tersebut menimbulkan daya tarik bagi berbagai pihak untuk memanfaatkan secara langsung atau untuk meregulasi pemanfaatannya karena secara sektoral memberikan sumbangan yang besar dalam kegiatan ekonomi misalnya pertambangan. dan mengandung produksi biologi cukup besar serta jasa lingkungan lainnya.

yaitu: 1. Hamilton & Snedaker (1984). Besarnya peranan hutan atau ekosistem mangrove bagi kehidupan.2 Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah yang dibahas dalam makalah ini. dan ekologi. akan terlebih dahulu digambarkan berbagai fungsi mangrove. 4. dapat diketahui dari banyaknya jenis flora dan fauna yang hidup di dalam ekosistem perairan dan daratan yang membentuk ekosistem mangrove. misalnya pulau Tapak Kuda di Langkat. Odum et al. Harger (1982). Bisa dibayangkan luasnya pantai yang hilang atau pulau-pulau kecil. kemudian baru bentuk pemanfaatannya yang lestari. 5. Sebelum membicarakan pemanfaatan secara lestari. yaitu fungsi fisik. Hutan mangrove merupakan sumberdaya alam daerah tropika yang mempunyai manfaat ganda dengan pengaruh yang sangat luas ditinjau dari aspek sosial. yaitu tingkat ekosistem mangrove secara keseluruhan dan tingkat komponen ekosistem sebagai komponen biotik primer (primary biotic component). 2. lalu bentuk-bentuk pemanfaatan ril di lapangan apa adanya. dan Snedaker (1978) sependapat bahwa hutan mangrove merupakan suatu ekosistem yang unik. dengan berbagai macam fungsi. Para ahli antara lain. (1982).pantai utara Jawa. dimana pantai hilang dengan lebar lebih dari 10 m. Sumberdaya mangrove yang berpotensi dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dapat dilihat dari dua tingkatan. ekonomis. Apakah Definisi Mangrove? Bagaimana kondisi mangrove di Indoensia? Bagaimana ekosistem mangrove di daerah pesisir Sulawesi Tenggara? Apakah Fungsi Mangrove? Apakah Manfaat Mangrove? Bagaimana pengelolaan mangrove? 6. dan fungsi ekonomi atau produksi. 3. 2. biologi. Naamin (1990). pantai selatan Lampung merupakan bukti nyatanya. 7 .

Untuk menganalisa kondisi mangrove di Indonesia. Untuk mengetahui definisi mangrove. 3. 2. 2.2. 3. Manfaat bagi penulis Penulis dapat menambah referensi pengetahuan untuk kedepan. 2. Manfaat teoritis Makalah ini dapat memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang ekosistem mangrove dan pemanfaatannya di daerah pesisir Sulawesi Tenggara. 5. 6. Manfaat bagi masyarakat Masyarakat dapat lebih memahami pengetahuan tentang ekosistem mangrove dan pemanfaatannya di daerah pesisir Sulawesi Tenggara sehingga hutan mangrove dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya 8 . Untuk mengetahui fungsi mangrove. Untuk mengetahui manfaat mangrove Untuk mengidentifikasi pengelolaan mangrove. Untuk menganalisa ekosistem mangrove di daerah pesisir Sulawesi Tenggara.4 Manfaat Penulisan Adapun manfaat penulisan dalam makalah ini yaitu: 1. 4.3 Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan dalam makalah ini yaitu: 1.

BAB II PEMBAHASAN 2. Sebaran mangrove di Indonesia terutama di wilayah pesisir Sumatera. 9 .). yaitu sekitar 200 ribu hektar/tahun.). spp.24 juta hektar pada tahun 1987. 2002). Beberapa jenis pohon yang banyak dijumpai di wilayah pesisir Indonesia adalah Bakau (Rhizophora. atau sekitar 27% dari luas mangrove di dunia.50 juta hektar pada tahun 1993. 2.2 Kondisi Mangrove di Indonesia Luas ekosistem mangrove di Indonesia mencapai 75% dari total mangrove di Asia Tenggara.). Nyirih (Xylocarpus spp. Hutan mangrove adalah tipe hutan yang secara alami dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Hal tersebut disebabkan oleh kegiatan konversi menjadi lahan tambak. Pedada (Sonneratia spp. Buta-buta (Exoecaria spp.). Kecenderungan penurunan tersebut mengindikasikan bahwa terjadi degradasi hutan mangrove yang cukup nyata. Tanjang (Bruguiera spp. Kalimantan dan Papua.). seluruhnya tercatat 89 jenis. Luas penyebaran mangrove terus mengalami penurunan dari 4. Ekosistem mangrove adalah suatu sistem yang terdiri atas lingkungan biotic dan abiotik yang saling berinteraksi di dalam suatu habitat mangrove.1 Definisi Mangrove Pengertian mangrove adalah suatu komunitas tumbuhan atau suatu individu jenis tumbuhan yang membentuk komunitas tersebut di daerah pasang surut. penebangan liar dan sebagainya (Dahuri. Ekosistem hutan mangrove di Indonesia memiliki keanekaragaman jenis yang tertinggi di dunia. tergenang pada saat pasang naik dan bebas dari genangan pada saat pasang rendah. dan tersisa seluas 2.25 juta hektar pada tahun 1982 menjadi sekitar 3. Api-api (Avicennia spp. Tenger (Ceriops spp) dan.). Kekhasan ekosistem mangrove Indonesia adalah memiliki keragaman jenis yang tertinggi di dunia.

mengolah limbah organik.). dan energi gelombang sebesar 1493. dan Nyirih (Xylocarpus sp). Fungsi Mangrove Fungsi Fisik Secara fisik hutan mangrove menjaga garis pantai agar tetap stabil.09 m. Pratikto et al. Tanjang (Bruguiera sp. mencegah terjadinya erosi laut serta sebagai perangkap zat-zat pencemar dan limbah. Adapun jenis pohon yang bisa di temukan di wilayah pesisir ini antara lain: Bakau (Rhizophora sp. Istiyanto. 2. Api-api (Avicennia sp.). meneruskan.). Hasil pengujian tersebut dapat digunakan dalam pertimbangan awal bagi perencanaan penanaman hutan mangrove bagi peredaman penjalaran gelombang tsunami di pantai.4 1. melindungi pantai dan tebing sungai. dan menyerap energi gelombang tsunami yang diwujudkan dalam perubahan tinggi gelombang tsunami ketika menjalar melalui rumpun tersebut. (2002) dan Instiyanto et al.3 Ekosistem Mangrove di Daerah Pesisir Sulawesi Tenggara Ekosistem Mangrove di daerah pesisir SULTRA jg memiliki keanekaragaman yang tinggi. mencegah intrusi garam (salt intrution) ke arah darat. dan sebagainya. (2003). seperti tergambar dari hasil penelitian Pratikto et al.).33 Joule. sehingga keberadaan hutan mangrove dapat memperkecil gelombang tsunami yang menyerang daerah pantai. melindungi daerah di belakang mangrove dari hempasan dan gelombang dan angin kencang. Utomo dan Suranto (2003) menyimpulkan bahwa rumpun bakau (Rhizophora) memantulkan. Hutan mangrove mampu meredam energi arus gelombang laut. (2002) melaporkan bahwa di Teluk Grajagan – Banyuwangi yang memiliki tinggi gelombang tersebut sebesar 1. Pedada (Sonneratia sp. mempercepat perluasan lahan. Pasca tsunami 26 Desember 2004 yang melanda Asia dengan pusat di pantai 10 . maka ekosistem mangrove di daerah tersebut mampu mereduksi energi gelombang sampai 60%.2.

hutan mangrove dapat mengendalikan intrusi air laut sebagaimana yang dilaporkan Hilmi (1998). ekosistem mangrove mampu menopang keanekaragaman jenis yang tinggi. Cd ³ 0.5 ppm. mamalia. 2003. Demikian juga hal sama dijumpai pada kawasan pantai dengan hutan pantai yang baik mampu meredam dampak kerusakan tsunami (WIIP.barat Aceh terdapat fakta bahwa hutan mangrove yang kompak mampu melindungi pantai dari kerusakan akibat tsunami (Istiyanto et al. 1995).. 2005).. Jaringan anatomi tumbuhan mangrove mampu menyerap bahan polutan. hutan mangrove juga merupakan sumber plasma nutfah. Habitat berbagai satwa liar antara lain. 2002. Dahdouh-Guebas. dan mencari makanan (feeding ground) untuk berbagai organisme yang bernilai ekonomis khususnya ikan dan udang. Daun mangrove yang berguguran diuraikan oleh fungi. Onrizal. Produktivitas primer ekosistem mangrove ini sekitar 400-500 gram karbon/m2/tahun adalah tujuh kali lebih produktif dari ekosistem perairan pantai lainnya (White. Selain itu. 1987). 2005) Vegetasi mangrove juga dapat menyerap dan mengurangi pencemaran (polutan). Pratikto et al. Oleh karenanya. Ni ³ 2. 20 ppm Zn. 15 ppm Cu (Darmiyati et al. 2005. Ekosistem hutan mangrove memiliki produktivitas yang tinggi. 2. dan pada daun Avicennia marina terdapat akumulasi Pb ³ 15 ppm. kepiting dan lain-lain) (Naamin. hurting dan lain-lain.4 ppm (Saepulloh. Fungsi Biologis Secara biologi hutan mangrove mempunyai fungsi sebagai daerah berkembang biak (nursery ground).24 km pada areal tidak berhutan. 2005. reptilia. 1995). bakteri dan protozoa menjadi komponen-komponen bahan organik yang lebih sederhana (detritus) yang menjadi sumber makanan bagi banyak biota perairan (udang. misalnya seperti jenis Rhizophora mucronata dapat menyerap 300 ppm Mn. tempat memijah (spawning ground). Selain itu.75 km menjadi 4. Sharma. yakni percepatan intrusi air laut di pantai Jakarta meningkat dari 1 km pada hutan mangrove selebar 0. 1990). 11 .

baik bahan pangan maupun bahan keperluan lainnya. penelitian dan pariwisata. Dari kawasan hutan mangrove dapat diperoleh tiga macam manfaat. berupa hasil hutan.Kerusakan mangrove di pantai Kecamatan Secanggang. alkohol. (1983). Sumatera Utara berdampak pada penurunan volume dan keragaman jenis ikan yang ditangkap (56. alat-alat penangkapan ikan (tiang sero. bahan untuk pakaian. minyak sayur. Fungsi Ekonomi atau Fungsi Produksi Mangrove sejak lama telah dimanfaatkan oleh masyarakat yang tinggal di sekitarnya (Saenger et al. arang. papan. alkohol). (2008) menunjukkan bahwa semakin bertambah umur mangrove hasil rehabilitasi akan meningkatkan populasi dan keragaman biota pesisir pantai. bahan bangunan (tiang-tiang.36% jenis ikan menjadi hilang/tidak pernah lagi tertangkap). misalnya untuk bahan bakar (kayu bakar. Manfaat ketiga berupa fungsi fisik dari ekosistem mangrove berupa perlindungan 12 . cuka). Konversi hutan mangrove di pantai Napabalano. 3. tanin untuk menyamak kulit). berupa pembukaan lahan mangrove untuk digunakan dalam kegiatan produksi baik pangan maupun non-pangan serta sarana/prasarana penunjang dan pemukiman. makanan. Sulawesi Tenggara dilaporkan Amala (2004) menyebabkan berkurangnya secara nyara kelimpahan kepiting bakau (Scylla serrata). di kawasan Asia dan Pasifik. Tercatat sekitar 67 macam produk yang dapat dihasilkan oleh ekosistem hutan mangrove dan sebagian besar telah dimanfaatkan oleh masyarakat. Hasil penelitian Onrizal et al. chips untuk pabrik kertas dan lain-lain. tekstil dan kulit (rayon. dan 35. areal mangrove juga digunakan sebagai lahan cadangan untuk transmigrasi.. Kedua. minuman dan obat-obatan (gula. tanin untuk penyamak). lem. hutan mangrove juga berperan dalam pendidikan. peralatan rumah tangga (mebel. pelampung. pemukiman dan peternakan. Menurut Saenger et al. minyak untuk menata rambut). Pertama. 1983). bubu. pertanian (pupuk hijau). industri minyak.32% jenis ikan menjadi langka/sulit didapat. Kabupaten Langkat. pagar). Bahkan menurut FAO (1982).

Bali. lahan pertanian dan kolam garam Di beberapa lokasi di Indonesia. 2. sebagai berikut : 1. pantai utara Jawa. lahan pertanian dan kolam pembuatan garam. yaitu tingkat ekosistem mangrove secara keseluruhan dan tingkat komponen ekosistem sebagai komponen biotik primer (primary biotic component). Fakta di lapangan menunjukkan bahwa pengkonversian lahan mangrove menjadi jenis penggunaan lain seperti tersebut di atas dilakukan dengan tidak memperhatikan prinsip-prinsip kelestarian ekosistem. pencegah terhadap rembesan air laut dan lain-lain fungsi fisik. Tingkat ekosistem mangrove secara keseluruhan. Nusa Tenggra dan pulaupulau lainnya. pantai Sulawesi. seperti di pantai timur Sumatera.terhadap abrasi.89% dimana kelompok yang paling besar terkena dampak adalah nelayan. Lahan pariwisata Beberapa potensi ekosistem mangrove yang merupakan modal penting bagi tujuan rekreasi adalah : (1) Bentuk perakaran yang khas umum ditemukan pada beberapa jenis pohon 13 . a. Kerusakan hutan mangrove di Secanggang. kawasan pantai Kalimantan. banyak lahan mangrove dikonversi untuk lahan tambak. menyebabkan penurunan pendapatan sebesar 33.5 Manfaat Mangrove Sumberdaya mangrove yang berpotensi dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dapat dilihat dari dua tingkatan. lahan mangrove bisa dikonversi menjadi jenis penggunaan lain dalam proporsi dan pada lokasi yang tepat sesuai dengan persyaratan ekologis tumbuhnya mangrove dan persyaratan kesesuaian lahan untuk jenis penggunaan yang direkomendasikan. Selain itu sekitar 85. Sebenarnya dari sudut pandang ilmiah. Lahan tambak.4% masyrakat pesisir di kawasan tersebut kesulitan dalam berusaha dan mendapatkan pekerjaan dibandingkan sebelum kerusakan mangrove.

penebangan. melihat atraksi adat istiadat tradisional penduduk setempat. berenang. (5) Atraksi adat istiadat tradisional penduduk setempat yang berkaitan dengan sumberdaya mangrove.). dan Avicennia spp.).). berlayar. akar papan (Heritiera spp. 14 . dan lain-lain bisa menarik para wisatawan.). (2) Buahnya yang bersifat vivipar (buah berkecambah semasa masih menempel pada pohon) yang diperlihatkan oleh beberapa jenis pohon mangrove. terutama jenis Bruguiera spp. nampaknya hutan-hutan mangrove yang dikelola secara rasional untuk pertambakan/tambak tumpangsari. (6) Saat ini. berbagai jenis kayu mangrove dapat digunakan sebagai : 1. Penghasil industri papan dan plywood. fotografi. memancing.mangrove. seperti akar tunjang (Rhizophora spp. a. akar lutut (Bruguiera spp. dan Bruguiera spp. dimana jenis fauna dan flora tersebut kadang-kadang jenis endemik bagi daerah yang bersangkutan. piknik dan berkemah. dan lain-lain. Chips untuk bahan baku kertas terutama jenis Rhizophora spp. dan lain-lain. Tingkat komponen ekosistem sebagai komponen biotik primer Flora Dalam skala komersial. (3) Adanya zonasi yang sering berbeda mulai dari pinggir pantai sampai pedalaman (transisi dengan hutan rawa). akar pasak (Sonneratia spp. pembuatan garam. seperti jenis-jenis yang tergolong suku Rhizophoraceae. 2. melihat atraksi berbagai satwa. (4) Berbagai jenis fauna dan flora yang berasosiasi dengan ekosistem mangrove. 2. Bentuk-bentuk kegiatan rekreasi yang dapat dikembangkan di hutan mangrove adalah berburu.

diantaranya yang umum ditemukan adalah pecuk (Anhinga sp. kepiting dan burung. 3. cangak dan blekok (Ardea sp. dan Phalacocorax sp. Oncosperma sp. Macrobrachium rosenbergii. Milkfish (Chanos chanos). Dari berbagai jenis ikan tersebut ada enam jenis yang umum diketemukan. diantaranya jenis-jenis yang umum diketemukan di habitat tersebut.). Tilapia (Tillapia sp. 3. seabass (Lates calcarifer). Burung Berdasarkan beberapa hasil penelitian yang telah dilakukan di berbagai lokasi dilaporkan bahwa ada sekitar 51 jenis burung yang berasosiasi dengan mangrove. Penaeus spp. Sesarma spp. Masyarakat sekitar mangrove pada waktu-waktu tertentu 15 . Scylla serata. bandeng dan kepiting biasanya dibudidayakan oleh masyarakat dalam bentuk tambak. Sebagian besar jenis fauna mangrove yang berpotensi dimanfaatkan oleh masyarakat adalah berupa berbagai jenis ikan. 4. b. (fiddler crab). Ceriops spp...).). Jenis udang. bangau/kuntul (Egretta sp.. yaitu Mullet (Mugil cephalus).dan Heritiera littoralis.). dan Rhizophora apiculata. 1. Kayu bakar dan arang yang berkualitas sangat baik. Mudskipper (Periothalmus spp. Ikan Berdasarkan hasil penelitian para ahli ada lebih dari sekitar 52 jenis ikan yang hidup di habitat mangrove Indonesia. Snapper (anggota Lutjanidae).. adalah : Uca spp. sedangkan jenis-jenis ikan lainnya dan Crustaceae serta moluska diperoleh oleh masyarakat melalui penangkapan. Fauna Tongkat dan tiang pancang (scalfold) terutama jenis Bruguiera spp. dan Leotoptilos sp.) 2. Udang dan kepiting Ada sekitar 61 jenis udang dan kepiting yang hidup di habitat mangrove Indonesia.

Beberapa produk mangrove yang saat ini sudah diusahakan secara meluas dan komersial adalah sebagai berikut : (a) Arang Arang digunakan secara tradisional untuk memasak sehari-hari. lebah madu membuat sarang pada pohon Avicennia spp. (b) Kayu Bakar Kayu bakar dimanfaatkan oleh penduduk yang tinggal di sekitar pesisir untuK keperluan sehari-hari. Lebah madu Hutan mangrove merupakan salah satu tempat bersarang yang baik bagi lebah madu. dan Excoecaria agallocha. (c) Ekstraksi Tanin Tanin adalah produk hutan mangrove yang dapat dipakai untuk keperluan 16 . seperti yang terjadi di hutan mangrove Pulau Rambut (Departemen Kehutanan.berburu burung dan memungut telur burung untuk bahan makanan atau untuk dijual. sehingga mangrove sangat potensial untuk menghasilkan madu. Heritiera.. 4. contoh : Rhizophora mucronata dan Rh. yakni dapat memungut madu. Sulawesi. Papua dan pulau-pulau lainnya. masyarakat juga bisa mendapatkannya dengan beternak lebah madu. Excoecaria. Umumnya. Xylocarpus. Kalimantan. Avicennia. Selain memungut madu dari alam dari alam. Di beberapa negara berkembang arang tersebut telah diusahakan secara komersial dan diekspor. 1994). Dengan adanya lebah madu membuat sarang di pohon-pohon mangrove akan sangat menguntungkan bagi masyarakat di sekitar kawasan mangrove. Bruguiera dan Lumnitzera . Jawa. apiculata (nilai kalori kayu 7. 2000). Karang Gading dan Langkat (Hanafiah-Oeliem et al.300 kal/g). Hal yang sama juga penulis temui di berbagai kawasan mangrove seperti di Sumatera. Berdasarkan kegunaan produk yang dihasilkannya maka produk-produk ekosistem mangrove dikelompokkan menjadi dua yaitu : produk langsung (Tabel 2) dan produk tidak langsung (Tabel 3). Ceriops spp. contoh : Ceriops.

Beberapa bentuk hasil 17 . metanol dan tar dengan perbandingan 5. 2. Bahan mentah destilasi ini mengandung pyroligneous yang bisa dipecah menjadi asam asetat. dan Ceriops tagal (kandungan tanin 46 %). pesisir barat Thailand. contoh : kulit batang Rhizophora (kandungan tanin 27 %).6 % berturut-turut. Bruguiera gymnorrhiza (kandungan tanin 41 %). Selain itu juga tanin digunakan untuk mencelup jala ikan dan menyamak bahan dari kulit. Thailand dan Filipina dengan tujuan ekspor terutama ke Jepang.4 % dan 6. (d) Destilasi Kayu Kegiatan destilasi kayu umumnya dilakukan di negara Thailand. alat destilasinya terdapat di Ranong.5 %. untuk memudahkan dalam memahami bentuk pengelolaan yang dilakukan. negara yang membuat kayu chips dari mangrove adalah Indonesia. maka pengelolaan mangrove diklasifikasikan kedalam dua bentuk pengelolaan berdasarkan ketersediaan sumberdaya yaitu pengelolaan terhadap Hasil Hutan Kayu (HHK) dan Hasil Hutan Non Kayu (HHNK). 1. Bahan mentah destilasi ini diperoleh dari lubang-lubang angin alat pembakaran arang.6 Pengelolaan Mangrove Pengelolaan mangrove yang dimaksud lebih mengacu kepada model pengelolaan yang tertuang dalam Strategi Nasional Pengelolaan Ekosistem Mangrove Indonesia (2004).pabrik tinta. Malaysia. plastik dan lem. (e) Kayu Chips Kayu chips ini merupakan bahan baku untuk pembuatan rayon. 3. HHK (Hasil Hutan Kayu) Hasil hutan kayu merupakan nilai manfaat langsung (Direct use value) yang diberikan oleh ekosistem mangrove kepada masyarakat pengguna sumberdaya ekosistem mangrove terutama hasil kayu.

Vegetasi yang dijadikan sebagai tempat bersarang lebah diantarnya Aviceniia sp.kayu yang dilakukan oleh masyarakat sekitar hutan dapat dilihat pada tabel pemanfaatan jenis vegetasi mangrove yangerpotensi untuk dimanfaatkan kayunya berdasarkan Strategi Nasional Pengelolaan Ekosistem Mangrove 2004 2.. Namun potensi ini oleh sebagain masyarakat belum mengetahui teknis pengelolaannya. Beberapa manfaat tidak langsung pada ekosistem mangrove diantarnya: • Madu Beberapa areal ekosistem mangrove memiliki potensi sebagai habitat lebah penghasil madu. dan Excocaria agallocha. Para ahli ekonomi sumberdaya hutan mengklasifikasikan manfaat hutan kedalam beberapa kategori. Sampai saat ini belum ada penelitian khusus mengenai hal itu. Ceriops spp. HHNK (Hasil Hutan Non Kayu) Hasil hutan non kayu umumnya merupakan hasil hutan yang memberikan nilai manfaat tidak langsung (Indirect Use Value) dan hanya sebagai hasil ikutan dari kayu. namun tidak banyak orang atau pihak yang menghitung besarnya nilai ekonomi yang bisa dihasilkan dari manfaat tidak langsung mangrove. Beberapa jenis tumbuhan mangrove yang berguna sebagai obat dapat dilihat pada tabel dibawah ini berdasarkan 18 . informasi yang diperoleh akan sangat berguna dan sangat membantu dalam proses pengelolaan ekosistem mangrove yang saat ini sedang berjalan. • Tumbuhan Obat Ekosistem mangrove memiliki beberapa jenis tumbuhan yang bermanfaat untuk dijadikan sebagai obat meskipun keberadaanya tidak semua masyarakat mengetahui dan teknis pemanfaatannya masih tradisional.

Kulit buahnya yang mudah dapat langsung dimakan. direbus atau langsung dapat dibuat manisan. cuka dan gula nipah. yang memiliki beragam manfaat antara lain untuk bahan pembuatan tinta. topi dan jas hujan. Ekstraksi tanin di Indonesia tetap dalam skala kecil. keranjang. Suku Bajo.Suparpnaibool dan Kongsang Chai (1982). Penggunaan tanin untuk keperluan Icrsebut hampir punah sejak munculnya jala nilon. Sedangkan cairan yang manis yang keluar dari bekas potongan tangkai di buat minuman yang beralkohol. Biji buahnya yang keras di bakar sebagai bahan makanan. terus berlangsung. bahan pencelup untuk pcngawet jala ikan serta bahan penyamak kulit. atau dicacah dan direbus untuk meghasilkan garam. Bugis dan Jawa menggunakan daun nipah tua untuk tikar. Jenis nipah ini mempunyai peran penting dalam kehidupan masyarakat pantai di Indonesia dan di Asia Tenggara. Produksi alkohol mumi dari 1 ha nipah dapat mencapai 3000 liter 19 . yang umum di temukan pad a ekosistem mangrove. FAO (1985) dalam Strategi Pengelolaan Ekosistem Mangrove Nasional (2004) • Tanin Tanin merupakan bahan yang diekstrak dari kulit kayu beberapa jenis mangrove tertentu. tas. sedangkan daunnya yang masih muda digunakan untuk pembungkus rokok (di Langkat) dan pembungkus makanan. • Produk Nipah Nipah (Nypa fruticans) merupakan salah satu jenis tumbuhan yang mempunyai banyak manfaat. secara tradisional di Asia Tenggara. sedangkan di negara-negara Amerika Latin pengambilan tanin dalam skala besar terutama dari kulit kayu Rhizophora spp. plastik dan perekat. tanin ini hanya digunakan oleh nelayan sebagai suatu bahan clup untuk mengawetkan jala ikannya. air dari nipah digunakan untuk pembuatan tuak. di Sumatera Selatan.

maka potensi ekonomi produksi alkohol murni sangat menjanjikan 20 . dan Irian Jaya. Sumatera.dan dengan taksiran 1 juta ha rawa nipah di Indonesia terutama di Kalimantan.

dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dapat dilihat dari dua tingkatan. Indonesia adalah Bakau (Rhizophora. Nyirih (Xylocarpus spp. Pengelolaan mangrove diklasifikasikan kedalam dua bentuk pengelolaan berdasarkan ketersediaan sumberdaya yaitu pengelolaan terhadap Hasil Hutan Kayu (HHK) dan Hasil Hutan Non Kayu (HHNK).).). 4. fungsi bilogis dan Manfaat mangrove meliputi sumberdaya mangrove yang berpotensi fungsi ekonomi atau fungsi produksi. Tanjang (Bruguiera spp.). Fungsi mangrove terbagi menjadi fungsi hutan. 3.). 2. 5. Tanjang (Bruguiera sp. Pedada (Sonneratia spp. Api-api (Avicennia spp. spp.2 Saran Seharusnya hutan mangrove dikelola dan dilestarikan dengan baik karena memberikan dukungan bagi keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir melalui 21 . 3.1 Kesimpulan 1. Ekosistem Mangrove di daerah pesisir SULTRA yang bisa di temukan di wilayah pesisir ini antara lain: Bakau (Rhizophora sp.). 6. Pedada (Sonneratia sp. Buta-buta (Exoecaria spp. Mangrove adalah suatu komunitas tumbuhan atau suatu individu jenis Beberapa jenis pohon yang banyak dijumpai di wilayah pesisir tumbuhan yang membentuk komunitas tersebut di daerah pasang surut.).BAB III PENUTUP 3. Api-api (Avicennia sp.). dan Nyirih (Xylocarpus sp).). Tenger (Ceriops spp) dan.).). yaitu tingkat ekosistem mangrove secara keseluruhan dan tingkat komponen ekosistem sebagai komponen biotik primer (primary biotic component).

kepiting dan berbagai biota air lainnya. 22 . seperti hilangnya ikan. udang. kerusakan hutan mangrove justru mengancam kehidupan masyarakat pesisir. abrasi pantai. Diharapkan kita menjadi bagian dari yang melakukan perbaikan dan terus berupaya menularkan kepada yang lain sehingga semakin bertambah banyak orang yang berperan dalam perbaikan ekosistem mangrove bagi kehidupan manusia.fungsi fisik. Pada sisi lain. intrusi air laut dan berbagai dampak negative lainnya. biologi dan ekonomi sehingga bias dimanfaatkan secara lestari.

kkmn.id/Halaman/STANDARDISASI_&_LINGKUNGAN_K EHUTANAN/INFO_VI02/VII_VI02.id/id/consrv_general.org/pengelolaan­mangrove 5. http://www.DAFTAR PUSTAKA 1. http://www.com/2009/11/fungsi­hutan­mangrove.htm 23 . http://onrizal.htm 3.wordpress.idrap.dephut.go.blogspot.com/2008/10/05/peranan­ekosistem­mangrove­dalam­ menunjang­kehidupan­masyarakat­pesisir/ 2.html 4.or. http://www. http://wawan­junaidi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->