P. 1
Jurnal Penelitian

Jurnal Penelitian

|Views: 143|Likes:
Published by Nana Caesariana
Jurnal
Jurnal

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Nana Caesariana on Mar 19, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/22/2013

pdf

text

original

Hastuti

,

Jurnal PROTEIN

Pengaruh Penyuntikan Poly I:C terhadap Ekspresi Protein Yang Bertanggung Jawab Terhadap Sistem Kekebalan Lobster Air Tawar (Cherax quadricarinatrus Von Martens) The Effect of Poly I:C Injection On Protein Expression Wich Responsible to Immune System of Of Redclaw (Cherax quadricarinatrus Von Martens)
Sri Dwi Hastuti Fakultas Peternakan Perikanan Universitas Muhammadiyah Malang Jl. Raya Tlogomas No. 246 Malang. Telp. (0341) 464318. email: sridwihastuti@yahoo.com
Abstract

Background: Redclaw (Cherax quadricarinatrus Von Martens) is one of aquaculture organism
which widely cultured in many countries. The occurred of diseases often become a constrain in aquaculture industry and have not solved entirely. Therefore the understanding of redclaw immune sistem is important as an effort and strategic to combat disease problems in aquaculture. Methods: This research aims to investigate the effect of Poly I:C injection on the expression of protein which responsible on the immune sistem of redclaw for example is Mx proteins. Animal used in this study was redclaw with size of 13-20 g, injected with Poly I:C or Phosfat Buffer Saline (PBS) (as control). Animal injected with 2 mg/ml Poly I:C or PBS then sampled to get its haemocyte and hepatopancreas. Result: Gel electrophoresis of haemocyte showed that there is a protein with molecular weight of 3145 kDa which indicated as Lypopolisacharrides and β-1,3-glucan Binding Protein (LGBP). While, gel electrophoresis of hepatopancreas showed an expression of protein with the band of molecular weight below 66.2 kDa. This protein can be assumed as a member of Mx protein which has antiviral property. Keywords : poly i:c, haemocytes, lypopolisacharrides and β-1,3-glucan binding protein (lgbp), mx protein Abstraksi Latar Belakang: Lobster air tawar (Cherax quadricarinatrus Von Martens) merupakan hewan akuatik yang bayak dibudidayakan di beberapa negara. Dalam kegiatan budidaya hewan akuatik, resiko serangan penyakit seringkali muncul dan sampai saat ini belum bisa diatasi secara tuntas. Oleh karena itulah pemahaman yang mendalam terhadap sistem kekebalan redclaw sangat berguna dalam upaya dan strategi penanggulangan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuntikan Poly I:C terhadap ekspresi protein yang bertanggung jawab terhadap sistem kekebalan lobster air tawar misalnya Mx protein. Metode: Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan materi uji berupa lobster air tawar berukuran 13-20 gram yang disuntik dengan Poly I:C atau Phosfat Buffer Saline (PBS) sebagai pembanding dengan dosis 2 mg/ml per ekor lobster air tawar dan diambil hemosit dan hepatopankreasnya. Hasil: Hasil elektroforesis hemosit mendeteksi bahwa ada protein dengan berat molekul 31-45 kDa yang kemungkinan adalah Lypopolisacharrides and β-1,3-glucan Binding Protein (LGBP). Sementara elektroforesis hepatopankreas menunjukkan ekspresi protein yang ditunjukkan oleh band yang berada pada berat molekul tepat dibawah 66.2 kDa. Protein yang dimaksud kemungkinan merupakan famili dari Mx protein yang mempunyai aktivitas antivirus. Kata kunci: poly i:c, hemosit, lypopolisacharrides and β-1,3-glucan binding protein (lgbp), mx protein

154

. Penyuntikan virus sintetis yang mirip rantai ganda RNA virus (Poly I:C) pada vertebrata telah terbukti mampu menginduksi respon antivirus dengan cara induksi sistem interferon (IFN system). redclaw tidak mempunyai sistem kekebalan adaptif dan tergantung pada sistem kekebalan alami (innate immunity) dalam mempertahankan diri terhadap serangan patogen. Yap et al. MATERI DAN METODE 155 . IFN system merupakan sistem pertahanan tubuh yang pertama untuk melawan infeksi virus pada vertebrata. Lee. Edgerton et al... Albuqueque. Dengan semakin berkembangnya budidaya kearah intensifikasi akan meningkatkan stress pada hewan yang selanjutnya akan menyebabkan munculnya masalah penyakit sebagaimana yang dialami oleh budidaya udang windu dalam sistem intensif (Lorenzon et al. 1994. 2004). Nygaard et al. asam lipoteichoic bakteri gram positif. 2000. dan dapat bertahan pada kondisi kualitas air yang buruk seperti kandungan oksigen terlarut yang rendah (Meade & Watts. Innate immunity yang dimiliki oleh krustasea mampu mendeteksi pola molekuler yang merupakan ciri spesifik suatu patogen (Sritunyalucksana. Jurnal PROTEIN PENDAHULUAN Lobster air tawar (Cherax quadricarinatus) yang di daerah asalnya Australia dikenal dengan sebutan redclaw merupakan spesies yang potensial untuk dibudidayakan. sehingga infeksi virus menjadi fokus utama yang harus diwaspadai dalam budidaya lobster air tawar khususnya jika budidaya telah berkembang kearah intensif. Studi yang telah dilakukan pada ikan yang diinjeksi dengan Poly I:C menunjukkan kemunculan Mx protein yang berperan sebagai agen antivirus (V. 2004) serta Indonesia. & Karplus. glycolipids dari mycobacteria. Xu. 2002). 1999). Karena itulah penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekspresi protein pada redclaw yang diinjeksi dengan Poly I:C.. J. Type I sistem interferon terdiri dari α dan β interferons. Beberapa negara telah mengalami kerugian yang besar akibat penyakit white spot yang disebabkan infeksi virus WSSV pada budidaya udang (Zhang. 2001.5 dan 76 kDa (I. mannans dari yeast. 2000. & Robertsen. 1999. Hewan ini mempunyai beberapa keunggulan sebagai organisme budidaya. pertumbuhan cepat dibanding dengan lobster air tawar jenis lain. Amerika Serikat (Barki. 2002). 2000). 2003). Hewan ini sudah banyak dibudidayakan di beberapa negara seperti Ecuador. Sommer. Huang. Chen & Edgerton. Jacinto et al.. 2000.3-glucan dari jamur dan rantai ganda dari RNA virus (Hoffman. 2004).Hastuti. Muzinic et al. Jensen. Jensen & Robertsen. Edgerton et al. Edgerton & Owens. 2004). 2004... Gur. Plant & Thune.. Saat ini belum ada penelitian tentang pengaruh Poly I:C terhadap sistem immunitas krustasea. & Ekekowitz. reproduksinya yang mudah. Y. Hirono et al. Oleh karena itulah pemahaman yang mendalam terhadap sistem kekebalan redclaw sangat berguna dalam upaya dan strategi penanggulangan penyakit. seperti misalnya lipopolysaccharida (LPS) dari bakteri gram negatif... yaitu dapat dipelihara dalam padat penebaran yang tinggi. 1997). 2001. Redclaw mempunyai satu set reseptor yang disebut dengan pattern recognition proteins / receptors (PRPs or PRRs). Janeway. 1996. 2001). ß-1. Pendeteksian substansi mikrobial dari patogen oleh PRPs akan mengaktifkan beberapa molekul biologis yang bertanggung jawab dalam sistem kekebalan tubuh termasuk protein antimikrobial (antimicrobial peptides) (Sritunyalucksana. 2002. dan telah dilaporkan bahwa virus WSSV yang merupakan virus dengan tingkat patogenitas yang sangat tinggi telah ditemukan dapat menginfeksi lobster air tawar dalam uji laboratorium (Edgerton et al. China. 2001). Gel elektroforesis menunjukkan bahwa Mx protein mempunyai berat molekul antara 72. Kafatos. Plant & Thune. termasuk protein kinase R (PKR). Sebagai hewan yang masuk dalam kelas krustasea. 1995. & Hew. yang menginduksi sintesis dari beberapa protein. Israel. Beberapa virus lain juga telah ditemukan dapat menyerang redclaw (Edgerton. adenosine deaminase dan Mx proteins (Plant & Thune.

dipanaskan selama 5 menit pada 95 ºC and dirunning pada SDS-PAGE 10% elektroforesis selama 45 minutes pada 200V.8 sementara Stacking gel terdiri atas 0. memotong sebagian kecil hepatopankreas dan diletakan dalam 200 µl phosphate buffer konsentrasi 50 mM. tiap akuarium diisi dengan 4 ekor redclaw.3-glucan Binding Protein (LGBP) (panah). CA). Setelah 4 hari. 156 . CA). HASIL DAN PEMBAHASAN Hemosit Semua hewan uji baik pada perlakuan Poly I:C dan PBS tetap hidup sampai saat sampling. Supernatant (fase cair) diambil kemudian disentrifus sebanyak 2 kali untuk meghilangkan lemak yang berlebihan. Hercules. SDS-PAGE yang digunakan adalah standards (Bio-Rad. Akuarium A berisi hewan uji yang diinjeksi dengan Poly I:C dengan dosis 2 mg/ml dan akuarium 2 berisi 4 ekor hewan uji yang diinjeksi dengan Phosfat Buffer Saline (PBS) (sebagai kontrol/pembanding). Sampel kemudian disimpan pada suhu beku (-80 º) sampai digunakan. Dari hasil elektroforesis didapatkan bahwa tidak ada perbedaan dalam ekspresi protein antara perlakuan dengan Poly I:C dan PBS.5 M pH 7. Sampling Haemolymph dan Hepatopankreas Haemolymph diambil dari pangkal kaki jalan ke lima menggunakan syringe yang berukuran 1 ml. Sampel yang mengandung 10µg protein di running pada 10% SDS polyacrylamide gels (SDS-PAGE) selama 45 menit dengan tegangan 200V (Laemmli. Hepatopankreas diambil dengan membedah hewan uji pada bagian cephalothorax. Persiapan Gel Elektroforesis Haemolymph disentrifus pada 700 x g selama 15 menit pada suhu 4 ºC. 239. suspensi sel kemudian diencerkan untuk mencapai konsentrasi protein 1 mg/ml. Sampel ditambahkan dengan 2 volume SDS sample buffer.Vol. Sel kemudian diekstraksi dalam SDS sample buffer. USA). Protein dalam suspensi sel diukur dengan BCA protein assay kit (Pierce Biotechnology. Resolving gel terdiri dari Tris–HCl buffers 1.3 mM Sodium citrate .000 x g selama 15 minutes pada 4 ºC.8 mM Sodium chloride. kemudian dipanaskan selama 5 minutes pada suhu 95 ºC. Hercules. Hasil elektroforesis hemosits disajikan pada Gambar 1. Hepatopankreas dihomogenisasi menggunakan pestle kemudian disentrifus pada 10. 14 No. haemolymph dan hepatopankreas dari hewan uji disampling dan dilakukan uji lanjutan. 182. sesuai metode Laemmli. 1970. Konsentrasi protein kemudian diukur seperti cara untuk hemocytes diatas dan kemudian diencerkan sampai konsentrasi 1 mg/ml.2 mM EDTA pH 7.4. 1970).8. Injeksi dilakukan secara intramuscular pada bagian ventral (otot abdominal). Berdasarkan hasil pengukuran protein. 2 Tahun 2006 Pengaruh Penyuntikan Poly I:C terhadap Ekspresi Protein Hewan Uji dan Penyuntikan Redclaw yang berukuran 13-20 gram dipelihara dalam akuarium dengan volume air 60 liter. supernatant dibuang dan pellet disuspensikan dalam 50 µl phosphate buffer konsentrasi 50mM.3) untuk menghindari penggumpalan haemolymph. yang sebelumnya telah diisi dengan 100 µl larutan Alsever’s yang terdiri atas 19. kemudian ditambahkan dengan 1 µl PMSF (10 mg/ml dalam isopropanol) untuk mencegah aktivitas proteolitik.5 mM Glucose dan 6. Gel kemudian diwarnai dengan Coomassie Brilliant Blue R-250 (Bio-Rad. pH 7.5 M pH 8. Namun demikian elektroforesis mendeteksi bahwa ada protein dengan berat molekul 31-45 kDa yang kemungkinan adalah Lypopolisacharrides and β-1.

namun kemunculannya meningkat secara nyata pada sampel hepatopankreas dari perlakuan Poly I:C (Gambar 2.3.Hastuti.2 kDa. kolom 5. Hasil Elektroforesis Protein Hemosit.3 = treatment Poly I:C. Ekspresi protein yang menjadi perhatian adalah yang ditunjukkan oleh band yang berada pada Gambar 2. Kolom 4. kolom 2. Kolom 1 dan 7 menunjukkan protein marker. Kolom 1. kolom 4 = treatment LPS . kolom 3 dan 6 merupakan protein dari sample perlakuan PBS (kontrol).8.9 = sampel hewan dengan penyuntikan PBS (kontrol) berat molekul tepat dibawah 66.7 = sampel protein hemosit hewan uji dengan penyuntikan Poly I:C . Protein yang dimaksud diindikasikan dengan tanda panah pada gambar. Kolom 1= protein marker. Jurnal PROTEIN Gambar 1. Kolom 2.7 = marker. sementara kolom 2 dan 5 merupakan sampel protein dari perlakuan Poly I:C.5. kemungkinan merupakan famili dari Mx protein yang mempunyai aktivitas antivirus. kolom 3 dan 6). Hasil elektroforesis menunjukkan adanya beberapa protein yang terrekspresi..6. Hepatopankreas Gel elektroforesis hepatopankreas ditunjukkan pada Gambar 2. Gel elektroforesis Protein yang terekspresi dari hepatopankreas Redclaw. kolom 2 dan 5). protein ini sebenarnya juga muncul pada sampel dari perlakuan dengan PBS (Gambar 2. 6 = treatment PBS 157 .

. Adema. Zhang. jamur. & Styrvold.Vol.. yang mempunyai aktivitas antivirus (S. 2000). Jika hasil sequencing membuktikan bahwa protein tersebut adalah anggota dari Mx protein.. & Dhar. 1987). & Warr. Wang et al.. 2000). Kjuul. Poly I:C merupakan dsRNA sintetis yang telah diketahui mempunyai efek terhadap system kekebalan alami (innate) vertebrate dalam melawan infeksi virus melalui induksi interferons (IFN) yang selanjutnya akan memacu pengaturan transkripsi berbagai gen yang melindungi sel dari kerusakan dan kematian (Loker. Pain. Sandsdalen. dan yang lebih penting lagi mungkin mengindikasikan adanya aktivitas antivirus yang lebih luas pada invertebrata. Hepatopankreas adalah organ kunci yang terlibat dalam respon kekebalan krustasea. Dilaporkan bahwa LGBP mempunyai berat molekul antara 36 dan 40 kDa (J. Soderhall & Soderhall. 1992. 2004).. Chisholm & Smith. dan virus. Gross et al. Karena itu masuk akal jika penyuntikan hewan uji dengan rantai ganda virus RNA sintetis dapat merangsang ekspresi LGBP. Sebagaimana diketahui ekspresi LGBP biasanya meningkat pada hewan yang terinfeksi bakteri atau jamur. 2004. 2002). Lee & Soderhall. 2002).. 2002). Oleh karena itu penelitian ini juga mengamati ekspresi gen pada hepatopankreas yang berperan dalam sistem kekebalan. Y. Oleh karenanya. Bartlett. 2001). 2004). Johnson. Type I IFN merubah sel menjadi antivirus dengan induksi protein seperti 2’. 5’-oligoadenylate synthetase (OAS). dsRNA dependent protein kinase (PKR) dan Mx protein yang dapat menghambat replikasi virus (Salinas et al. dan virus (J.. Pengikatan lipopolisakarida bakteri terhadap LGBP akan mengaktifkan system proPO dan gen untuk antibakteri. Stensvag. Akan tetapi. Johnson. Pan et al. 2001. Chapman. tidak ada data yang mengatakan bahwa invertebrata mempunyai reseptor yang mampu untuk mengenali virus dan homolog yang jelas dari interferon (Loker et al.. dapat diasumsikan sebagai tempat utama produksi molekul yang berperan dalam system kekebalan (Gross. & Hetru. 2002. Selanjutnya dikatakan bahwa LGBP protein yang kemungkinan besar berperan penting dalam patogenitas virus sebagaimana bakteri dan jamur. 2 Tahun 2006 Pengaruh Penyuntikan Poly I:C terhadap Ekspresi Protein Hasil elektroforesis hemosit menunjukkan kemuculan protein yang diasumsikan sebagai LGBP berdasarkan berat molekulnya. 2003). jamur. Ekspresi LGBP pada perlakuan dengan Poly I:C kemungkinan karena hewan uji telah terinfeksi oleh bakteri dari lokasi pemeliharaan. Browdy. Luo et al. Lee & Vidal. 2004). Berat molekul dari protein yang terekspresi dengan perlakuan PolyI:C pada penelitian kali ini sama seperti Mx protein yang lain. namun dipercaya bahwa krustasea memiliki protein antimikroba yang dapat merespon infeksi bakteri. Lebih lanjut dikatakan upregulasi ekspresi pada elektroforesis sebagai respon terhadap penyuntikan PolyI:C juga mengindikasikan aktivitas seperti Mx protein. 14 No. Lee. Gross dan rekannya menyatakan bahwa organ tempat filtrasi haemolymph pencernakan seperti hepatopankreas seharusnya berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh (Gross et al. Klimpel. 2001. 158 . Reichart. Walaupun Mx protein dan mekanisme induksinya pada krustasean masih belum jelas. Akan tetapi hanya sedikit informasi tentang sistem kekebalan pada organ lain. penelitian ini akan membuktikan adanya Mx protein pada krustasea. Hemosits krustasea diketahui berperanan dalam innate immunity secara selular dan humoral (I. Sequencing protein diperlukan untuk mengidentifikasi secara lebih detil protein yang terekspresi. R. 1987. S. R. Type I IFNs diproduksi oleh berbagai tipe (Robertsen et al. Y. Chisholm & Smith. Dilaporkan dari beberapa studi bahwa hepatopankreas mempunyai aktivitas antimikroba melawan bakteri. (Hoffman. 2002). 1996. Salinas et al.. 1992. 2003. tapi juga dapat dideteksi pada organ atau jaringan yang lain seperti hepatopankreas (J. yang merupakan anggota GTP-ases superfamily. Protein antimikroba ini tidak hanya terletak pada haemolymph. Toll like receptor (TLR) yang berlokasi pada permukaan sel mampu untuk mengenali dan mengikat struktur virus yang kemudian menginduksi IFN melalui jalur NFκβ toll untuk mengaktifkan mekanisme pertahanan terhadap materi asing yang masuk dalam tubuh dengan menginduksi Mx protein. Roux dan kawan-kawan menemukan bahwa LGBP dapat terindetifikasi pada hemosit hewan yang sehat maupun yang terinfeksi oleh WSSV (Roux. & Kepler. Haug.

(1989). (1996). 8. S. Cold Spring Habour Symposium of Quantitation Biology. Le Groumellec. M. Weight gain and survival of juvenile Australian crayfish Cherax quadricarinatus fed formulated feeds. Lee. & Ferrero. 421-437. Gur. Developmental and Comparative Immunology. 2002. P. S... Salmo salar L. (2000). F.. C. Proceding of the National Academy of Science USA. 1-13.. (2002). Luo et al. Chen. 1313-1318.. Janeway. 27. B. Reichart. H. Dengan demikian perlu penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang mekanisme antivirus pada krustasea dalam hubungannya dengan Mx protein. (1997). (2001). P. Aquaculture magazine. A. S.. 94. Aquaculture. 150.. R.Hastuti. Zhang et al. & Aquacop. Sakai. 54... 469-474. & Soderhall. (2001). 26. S. Environmental factors affecting immune responses in Krustasea. & Soderhall. (1997). Z. Mamoto. 108. Innate immunity in higher insects. Journal of the World Aquaculture Society. 4144.. Pacifastin. J. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Saran DAFTAR PUSTAKA Barki.. & Hetru. & Edgerton. Haematological and phenoloxidase activity changes in the shrimp Penaeus stylirostris in relation with the moult cycle: protection against vibriosis. Giulianini. J. Science. Meade. Current research status of fish immunostimulants. Froissard. & Karplus. Lunde. N... Ogawa. Perlu juga dilakukan penelitian lanjutan dengan penyuntikan Poly I: C dengan berbagai dosis dan sampling yang dilakukan dalam waktu yang berbeda untuk mengetahui dosis letal injeksi Poly I:C dan memahami kinetika protein yang diharapkan. K. Sakai. Levy. J. & Ekekowitz.. 284. A. (2001). Ansquer. 21. A.. Hoffman.. (1995). 2003. Disarankan juga untuk meneliti ekspresi protein pada organ lain seperti lymphoid organ. A. G. 201. A. 343-354. K. 191(1-3). (1999).... Le Moullac. A. Le Moullac. B. & Haffner. The complement component C3 is produced by hepatocytes and behaves as an acute-phase protein in Atlantic salmon. Phylogenetic perspectives in innate immunity. Y. Kafatos. A. Fish and Shellfish Immunology. Aquaculture. (1997). 2004). J. General and Comparative Endocrinology. K. M. B. M.3-glucan. I. E. 227-234. & Tabata. 159 .. after injection of B-1.. 12. Taniguchi. E. Immunostimulant effects of Hoffman. X. Lipopolysaccharide-induced hyperglycaemia is mediated by CHH release in krustaseans. G. G. Current Opinion in Immunology. C.. & Robertsen. Janeway.. H. Lorenzon. 8-13. a novel 155-kDa heterodimeric proteinase inhibitor containing a unique transferrin chain. L. 395405. Fish and Shellfish Immunology. (1997).. M.. 7. 121-131. Jurnal PROTEIN Haug et al. 63-92. D. Diperlukan sequencing terhadap protein yang telah ditemukan dalam penelitian ini untuk memastikan bahwa protein tersebut masuk dalam golongan Mx protein. M. Early events in krustasean innate immunity. Approaching the asymptole? Evolution and revolution in immunology. Liang. C. Sottrup-Jensen. K. & Watts.. (1999)... F. P. 66826687. Aquaculture. Management of interspecific food competition in fish-crayfish communal culture: the effects of the spatial and temporal separation of feed. 172. A. M.. Freshwater crayfish culture in China. C.

Prophenoloxidase activating system and melanization-a recognition mechanism of arthropods Development and Comparative Immunology. 23-28. Soderhall. C. Soderhall. Sritunyalucksana. 60. N. K. V. C... Zhang. 10(1). 24. 2004. In D. Aquaculture. Cooper (Ed. (1998b). (1998a). 160 . & Cerenius. (1982). L. 41-72). L. Lipton. The proPO and clotting system in krustaseans. L. USA: Blackwell Science. Immunomodulatory potential of marine secondary metabolites against bacterial diseases of shrimp. X.. 14 No. Role of the prophenoloxidase-activating system in invertebrate immunity. (2001). L. 53-69. X. M. Berlin: Springer. 23.). K. 191(1-3). J. Sweden. 89-102. Host defence reactions of the shore crab. 23-28. J.. & Bilej. Advances in Comparative and Environmental Physiology (Invertebrate Immune Responses:Cells and Molecular Products) (Vol. I. 601-611. Uppsala University. 433-438. clearance and distribution of injected particles. Characterisation of some immune genes in the black tiger shrimp. Current Opinion in Immunology.. Mechanisms of antigen processing in invertebrates: are there receptors? In L. Huang. Current Opinion in Immunology. Biology of Freshwater Crayfish (pp. Soderhall.. Sritunyalucksana. Huxleya. & Cerenius. Identification and localization of a prawn white spot syndrome virus gene that encodes an envelope protein. (2002). K. Immune reactions. K. Aquaculture 230 : 241–248 Smith. K.Vol. & Ratcliffe. Cyprinus carpio L. (2002). & Hew. K. Selvin.. Carcinus maenas (L. Journal of General Virology. (1996).. 439-464). Soderhall. & Soderhall. 6. A. 83. Penaeus monodon. Iowa. 1069-1074. 2 Tahun 2006 Pengaruh Penyuntikan Poly I:C terhadap Ekspresi Protein nucleotide isolated from yeast RNA on carp. Xu.). K.P. & Soderhall. Unpublished Dissertation of Doctor of Philosophy. Holdich (Ed. Journal of Marine Biology Associated UK. (1980)..J. (2000). M. A. A.. Journal of Fish Diseases.. Tuckova.). 10. pp. Role of the prophenoloxidase-activating system in invertebrate immunity.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->