SEKILAS INFO TENTANG ANTIJAMUR : FLUKONAZOL Posted on March 20, 2009 | Leave a comment Antijamur Obat antijamur terdiri dari

beberapa kelompok yaitu : kelompok polyene (amfoterisin B, nistatin, natamisin), kelompok 1)azol (ketokonazol, ekonazol, klotrimazol, mikonazol, flukonazol, itrakonazol), allilamin (terbinafin), griseofulvin, dan flusitosin.
1. Azol

Antijamur azol merupakan senyawa sintetik dengan aktivitas spektrum yang luas, yang diklasifikasi sebagai imidazol (mikonazol dan ketokonazol) atau triazol (itrakonazol dan flukonazol) bergantung kepada jumlah kandungan atom nitrogennya ada 2 atau 3. Struktur kimia dan profil farmakologis ketokonazol dan itrakonazol sama, flukonazol unik karena ukuran molekulnya yang kecil dan lipofilisitasnya yang lebih kecil. Pada jamur yang tumbuh aktif, azol menghambat 14-α- demetilase, enzim yang bertanggung jawab untuk sintesis ergosterol, yang merupakan sterol utama membran sel jamur. Pada konsentrasi tinggi, azol menyebabkan K+ dan komponen lain bocor keluar dari sel jamur. Flukonazol Gambar struktur kimia Flukonazol Farmakologi : Flukonazol merupakan inhibitor cytochrome P-450 sterol C-14 alphademethylation (biosintesis ergosterol) jamur yang sangat selektif. Pengurangan ergosterol, yang merupakan sterol utama yang terdapat di dalam membran sel-sel jamur, dan akumulasi sterol-sterol yang mengalami metilase menyebabkan terjadinya perubahan sejumlah fungsi sel yang berhubungan dengan membran. Secara in vitro flukonazol memperlihatkan aktivitas fungistatik terhadap Cryptococcus neoformans dan Candida spp. Spektrum : Spektrum aktivitas antijamurnya sama dengan ketokonazol. Fluconazole memiliki spectrum yang luas meliputi Blastomyces dermatidis, Cocciodioides immitis, Cryptococcus neoformus, Histoplasma capsulatum dan Paracoccidioides brasiliensis. Obat ini aktif terhadap Candida albicans, C. tropicalis, dan C. parapsilosis, namun tidak peka terhadap C. krusei dan Torulopsis glabrata (sekarang diklasifikasikan ke dalam spesis Candida glabrata). Fluconazole aktif di dalam dermatophytosis namun tidak efektif di dalam aspergillosis dan mucormycosis. Pada pasien penderita neutropenik, manifestasi resistensi fluconazole yang paling umum adalah pada seleksi spesis

tetapi dapat diperpanjang waktunya jika terjadi gangguan pada fungsi renal. Dua jam setelah pemberian obat secara oral dengan dosis 50 mg. Konsentrasi darah naik sesuai dengan dosis dengan tingkat dosis yang bermacam-macam. yang memiliki resistensi intrinsik terhadap obat ini. saliva. – Pengobatan secara oral dengan fluconazole mengakibatkan terjadinya absorpsi obat secara cepat dan hampir sempurna. namun hal ini terjadi hanya setelah dosis ditambah secara berulang-ulang hingga mencapai 2. – Pengobatan fluconazole secara oral atau secara parenteral menyebabkan percepatan dan penyebaran distribusi obat. Obat ini mencapai konsentrasi tinggi dalam LCS. protein yang mengikat fluconazole memiliki kadar yang rendah (sekitar 12%).0 mg/l. krusei. Fluconazole akan hilang selama haemodialysis dan pada sejumlah . – Tidak seperti obat anti jamur azole jenis lain.Candida yang tidak biasa dijumpai. 12% terikat pada protein. kulit dan kuku. dengan pemberian dosis terhadap pasien yang memiliki tingkat filtrasi di bawah 50 ml/menit. terdapat sekitar 80% dari jumlah dosis yang diberikan tercampur dengan urin dengan bentuk yang tidak berubah dan konsentrasi > 100 mg/l. seperti C.0 sampai dengan 3. Pada pasien yang memiliki fungsi renal normal. – Sarana eliminasi utama dalam hal ini adalah ekskresi renal obat-obatan yang tidak dapat dirubah komposisinya. Fluconazole memiliki paruh hidup serum selama 20-30 jam. dengan 90% bioavailabilitas. Tidak seperti obat antifungal azol jenis lainnya. Tidak ada indikasi induksi atau inhibit yang signifikan pada metabolisme fluconazole yang diberikan secara berulang-ulang. Konsentrasi serum identik diperoleh setelah pengobatan secara oral dan secara parenteral yang menunjukkan bahwa metabolisme tahap awal (first-pass metabolism) obat tidak terjadi. fluconazole tidak dapat dimetabolisme secara ekstensif oleh manusia. Tingkat sirkulasi obat yang tidak terikat pada sebagian besar kelencar dan cairan tubuh biasanya melampaui 50% dari konsentrasi darah simultan. dan menjadi obat pilihan pertama untuk meningitis karena jamur. Hal ini menyebabkan tingginya tingkat sirkulasi obat yang tidak terikat. namun secara bersamaan terjadi reabsorpsi tubular. Farmakokinetik : Flukonazol larut air dan cepat diabsorpsi sesudah pemberian oral. Konsentrasi fungisidanya juga meningkat dalam vagina. obat jenis ini dibersihkan melalui filtrasi glomerular. konsentrasi serum dengan kisaran 1. Lebih dari 90% dari dosis yang diberikan tereliminasi ke dalam urin: sekitar 80% dalam bentuk obat-obatan asli (tidak berubah komposisinya) dan 10% dalam bentuk metabolit. paru dan humor aquosus.0 mg/l dapat diantisipasi.

sehingga jenis pengobatan oral menjadi prioritas utama.kasus terjadi selama dialysis peritoneal. namun sebaiknya tidak digunakan sebagai pilihan utama pada pasien neutropenia kecuali jika terdapat alasan-alasan tertentu. Indikasi : infeksi sistemik. Modifikasi dosis perlu dilakukan pada pasien dengan gangguan ginjal. . Dosis tunggal 150 mg. Dosis & Cara Pemberian : Flukonazol tersedia dalam bentuk kapsul 50 dan 150 mg dan infus 2 mg/ml. tetapi tidak boleh dijadikan prioritas utama untuk pasien pengidap AIDS kecuali jika terdapat alasan-alasan tertentu. Flukonazol dapat dipakai dengan atau tanpa makanan Jika pemberian obat pada pasien tidak memungkinkan untuk diberikan lewat mulut. Sessi haemodialysis selama 3 jam dapat mengurangi konsentrasi darah hingga sekitar 50%. pasien tersebut harus tetap mengkonsumsi fluconazole selama hidupnya agar mencegah munculnya kembali penyakit yang sama. Fluconazole adalah jenis ramuan obat yang menjanjikan bagi perawatan penyakit candidosis stadium lanjut/berat pada pasien yang tidak menderita neutropenia. kandidiasis mukokutan. atau melalui infus dengan kadar infus 5-10 ml/menit. Fluconazole saat ini menjadi jenis obat yang menjadi pilihan banyak dokter untuk mengobati pasien penderita meningitis coccidioidal. – Vaginal candidosis dapat diobati dengan fluconazole oral dengan dosis 150 mg.. Candidosis jenis Oesophageal dan mucocutaneus serta candidosis saluran kencing bagian bawah memerlukan fluconazole dengan dosis 100-200 mg/hari yang diberikan selama 2-4 pekan. Fluconazole merangsang terjadinya absorpsi secara sempurna pada saat dilakukan pengobatan secara oral. Syaratnya. vaginal candidiasis. obat ini juga efektif untuk perawatan berbagai jenis gangguan dermatophytosis dan pityriasis versicolor. Fluconazole telah terbukti bermanfaat untuk perawatan prophylaktat terhadap penyakit candidosis yang diderita oleh pasien pengidap neutropenik. Sedangkan Oropharyngeal candidosis diobati dengan dosis 50-200 mg/hari selama 1-2 pekan. Fluconazole tidak tidak efektif untuk mengobati aspergillosis dan mucormycosis. Fluconazole terbukti lebih efektif dan lebih dapat ditoleransi dibandingkan amphotericin B untuk mengobati atau mencegah terjadinya cryptococcosis pada pasien penderita AIDS. Selain itu. Fluconazole merupakan jenis obat-obatan yang ampuh untuk mengatasi meningitis cryptococcal. Kegunaan Terapi : Fluconazole dapat digunakan untuk mengobati candidosis mukosa dan candidosis cutaneous. maka fluconazole diberikan dalam bentuk larutan intravena.

maka dosis yang diberikan adalah 100-400 mg/hari. dan pusing. Sedangkan pasien yang memiliki tingkat pembersihan kreatinin 10-20 ml/menit interval dosis adalah 72 jam. – Pengobatan jangka panjang menggunakan fluconazole dengan tujuan menyembuhkan pasien cryptococcosis yang juga menderita AIDS harus dilakukan pada dosis 200 mg/hari. Segera setelah itu. – Pasien yang menderita gangguan renal harus diberi dosis normal selama 48 hari pertama pengobatan. dosis dikurangi setengahnya). sejumlah praktisi klinik telah menggunakan dosis yang lebih tinggi lagi untuk mengatasi infeksi-infeksi yang membahayakan nyawa pasien. Lama waktu atau durasi perawatan akan berbeda sesuai dengan kondisi pasien itu sendiri. Flukonazol bisa menyebabkan kerusakan hati pada kasus jarang. Untuk mencegah candidosis pada pasien penderita neutropenik. nyeri abdominal.– Dosis yang disarankan untuk pasien penderita cryptococcosis atau candidosis stadium lanjut adalah 400 mg/hari. Elevasi asimptomatik transient tingkat transaminase serum relatif biasa terjadi pada pasien penderita AIDS. Efek samping : Sakit kepala. diare. Fluconazole adalah jenis obat yang dapat ditoleransi dengan baik. Pasien-pasien yang memiliki resiko tinggi terhadap serangan infeksi stadium lanjut harus diobati dengan dosis 400 mg/hari dan hal ini harus dimulai beberapa hari menjelang munculnya gejala neotropenia dan berlangsung selama 1 pekan setelah jumlah neutrofil kembali pada kisaran 1 x 109/l. khususnya pada pasien yang menerima dosis hingga 400 mg/hari. Dosis yang disarankan untuk anak-anak adalah 1-2 mg/kg untuk jenis candidosis superficial dan 5 mg/kg untuk cryptococcosis atau candidosis stadium lanjut. Ruam pada kulit bisa terjadi tapi jarang. Hal ini berlaku bagi pasien yang memiliki tingkat pembersihan kreatinin 21-40 ml/menit. Efek samping yang paling umum terjadi adalah gastrointestinal seperti nausea (mual) dan nyeri pada bagian perut. bergantung pada sifat dan jangkauan infeksi serta penyakit yang mendahuluinya. namun jarang yang memerlukan diskontinuasi perawatan. dan . interval dosis harus dilipatgandakan sampai dengan 48 jam (dengan kata lain. Diperlukan sekurangkurangnya 6-8 pekan lamanya untuk mengobati pasien penderita cryptococcosis yang tidak mengidap AIDS. – Pasien yang menderita haemodialysis secara reguler memerlukan dosis yang biasa yang diberikan setelah masing-masing tahap atau sesi dialysis. Namun demikian. Fungsi hati harus dimonitor setelah beberapa hari penggunaan obat. Kehamilan dan menyusui : Penggunaan pada masa kehamilan dan menyusui tidak direkomendasikan.

Berbeda dengan ketoconazole. Nama dagang : Diflucan. namun hubungan sebab akibat penyakit ini dengan fluconazole belumlah jelas.or.php?lino=534 http://72.html http://www.adasidna.com/2008/10/infeksijamur.blogspot.id/files/cdk/files/11AntijamurSistemik108. terutama jika penanganan dilakukan secara terus-menerus dengan obat-obatan jenis lain. fluconazole tidak menghambat metabolisme adrenal maupun steroid testicular manusia.com/ http://spiritia.majalah-farmacia.com/rubrik/one_news. Syaratnya.asp?IDNews=571 · http://yosefw.co.wordpress.com/2009/03/20/sekilas-info-tentang-antijamur-flukonazol/ mengecilnya hifa yang disebut sebagai curling factor kemudian temyata diketahui bahwa bahan yang mereka isolasi dari .wordpre ss.pengobatan harus dihentikan pada pasien penderita hepatitis simptomatik atau penderita gangguan fungsi hati.235. di mana pasien tersebut mengalami pengelupasan kulit.blogspot.id/li/bacali.kalbe. Funzol. Ada baiknya untuk menghentikan konsumsi fluconazole pada pasien penderita infeksi jamur superficial. DAFTAR PUSTAKA : · · · · · http://pojokapoteker.pdf/11AntijamurSist emik108.pdf+flukonazol+merupakan&cd=10&hl=id&ct=clnk&gl=id http://www.14. Pasien penderita infeksi jamur stadium lanjut/berat yang juga mengalami pengelupasan kulit harus diawasi terus perkembangannya dan pemberian obat harus dihentikan jika terjadi luka yang serius atau erythrema multiforme. Pasien penderita kanker atau AIDS memiliki kemungkinan untuk mengidap sindrom Stevens-Johnson (fatal exfoliative skin rashes).132/search?q=cache:C4whYXEP3z8J:farmakologi.files. obat ini dikonsumsi dengan dosis yang tepat.com/ http://www.

Obat ini tidak efektif terhadap bakteri. Terhadap selmuda yang sedang berkembang griseofulvin bersifat fungisidal. MIKONAZOL ASAL DAN KIMIA. Resistensi terhadap imidazol dan triazol sangat jarang terjadi dari jamur penyebab dermatofitosis. Mikonazol menghambat aktivitas jamur Tric h op h . Ketokonazol yang juga termasuk golongan imidazol telah dibahas pada pembicaraan mengenai antijamur untuk infeksi sistemik. Karena sifat dan penggunaannya praktis tidak berbeda. Waktu paruh obat ini kira-kira 24 jam. IMIDAZOL DAN TRIAZOL Antijamur golongan imidazol mempunyai spektrum yang luas. maka hanya mikonazol dan klotrimazol yang akandibahas. sebagian kecil larut dalam air tapi lebih larut dalam pelarut organic.AKTIVITAS ANTIJAMUR. tetapi dari jamur kandida paling sering terjadi. Obat ini akan dihimpun dalamsel pembentuk keratin. lalu muncul bersama sel yang baru berdiferensiasi. Actinomyces dan Nocardia. Kulit yangsakit mem punyai afinitas yang tinggi terhadap obat ini. 50% dari dosis oral yangdiberikan dikeluarkan bersama urin dalam bentuk metabolit selarna 5 hari. 3. Obat ini berbentuk kristal putih. Keringatdan hilangnya cairan transepidermal memegang peranan penting dalam penyebaranobat ini pada stratum korneum kadar yang ditemukan dalam cairan dan jaringan tubuhlainnya kecil sekali.AKTMTAS ANTIJAMUR. juga itrakonazol (golongantriazol). Griseofulvin in vitro efektif terhadap berbagai jenis jamur dermatofit seperti Tric h op h yton. Epidermop h yton dan Microsporum. tidak bewama dan tidak berbau. jamur lain dan ragi. mempunyai spektrum antijamur yang lebar terhadap jamur dermatofit.Penicillin janczewski adalah griseofulvin. Mikonazol merupakan turunan imidazol sintetik yang relatif stabil. terikat kuatdengan keratin sehingga sel baru ini akan resisten terhadap serangan jamur. Antibiotik ini dapat ditemukan dalam lapisan tanduk 4-8 jam setelah pemberian per oral.2. Obat ini dimetabolisme di hati dan metabolit utamanya adalah 6-metilgriseofulvin. Keratinyang mengandung jamur akan terkelupas dan diganti oleh sel yang normal.

Namun karena spektrumnya yang sempit. floccosum dan M. Mungkin pula terjadi gangguan sintesisasam nukleat atau penimbunan peroksida dalam sel jamur yang akanmenyebabkan kerusakan. Tolsiklat merupakan antijamur topikal yang diturunkan dan tiokarbamat. kruris dan korporis yang disebabkan oleh T.4. canis dan untuk tinea versikolor. larut dalam alkohol dan kloroform. sukar larut dalam kloroform dan eter. albicans. E. TOLNAFTAT DAN TOLSIKLAT TOLNAFTAT. Microsporum. KLOTRIMAZOL Klotrimazol berbentuk bubuk tidak berwama yang praktis tidak larut dalam air. tinea versikolor dankandidiasis mukokutan.yton. Larutannyamudah terurai dalam air atau plasma. telapak dan kuku sebaiknya dipakai griseofulvin. Nistatin merupakan suatu antibiotik polien yang dihasilkanoleh Streptomyces noursei . Mikonazol in vitro efektif terhadap beberapa kuman Gram positif. mentagrop h ytes. antijamur ini tidak banyak digunakan lagi. Juga untuk infeksi kulit danvulvovaginitis yang disebabkan oleh C. Obat yang sudah menembus ke dalam lapisan tanduk kulit akan menetap di sana sampai 4 hari. Epidermop h yton. Sekalipun nistatin mempunyai struktur kimiadan mekanisme kerja mirip dengan amfoterisin B. 3. Klotrimazol mempunyai efek antijamur dan antibakteri dengan mekanismekerja mirip mikonazol dan secara topikal digunakan untuk pengobatan tinea pedis. Mikonazol masuk kedalam sel jamur dan menyebabkan kerusakan dinding sel sehingga permeabilitasterhadap berbagai zat intrasel meningkat.3.Mekanisme kerja obat ini belum diketahui sepenuhnya. Tolnaftat adalah suatu tiokarbamat yang efektif untuk pengobatansebagian besar dermatofitosis tapi tidak efektif terhadap kandida. sedikit larut dalam eter. Obat yang berupa bubuk wama kuning kemerahan ini bersifat higroskopis. nistatin lebih toksik . NISTATIN ASAL DAN KIMIA.Mikonazol topikal diindikasikan untuk dermatofitosis. Candida dan Malassezia furfur.TOLSIKLAT. rubrum. berbau khas. Untuk dermatofitosis sedang atau berat yang mengenaikulit kepala. T. 3.

Aktivitas antijamur tergantung dari adanya ikatan dengan sterol padamembran sel jamur atau ragi terutama sekali ergosterol. guillermondi dan C. tetapiefektivitasnya tidak sebaik mikonazol. Salep ini banyak digunakanuntuk pengobatan tinea pedis dan kadang-kadang juga untuk tinea kapitis. Karena asam ben-zoat hanya bersifat fungistatik maka penyembuhan baru tercapai setelah lapisantanduk yang menderita infeksi terkelupas seluruhnya. Obat ini bersifatfungisidal terhadap Epidermop h yton.. Miciosporum dan Malassezia furfur . sukar larut dalam air tetapi larut dalam alkohol. C. Nistatin hanya akan diikat oleh jamur atau ragi yang sensitif. tetapi C. haloprogin atau tolnaftat.5.Obat ini dapat menghambat pertumbuhan jamur pada tinea pedis. Nistatin menghambat pertumbuhan berbagai jamur dan ragi tetapi tidak aktif terhadap bakteri. Asam benzoat memberikanefek fungistatik sedangkan asam Salisilat memberikan efek keratolitik. sehingga pemakaian obat inimembutuhkan waktu beberapa minggu sampai bulanan. berbentuk kristal putihkekuningan. stellatiodes mulai resisten. protozoa dan virus. Dapat terjadi iritasi ringan pada tempat pemakaian. HALOPROGIN Haloprogin merupakan suatu antijamur sintetik.sehingga tidak digunakan sebagai obat sistemik. 3. ASAM UNDESILENAT Asam undesilenat merupakan cairan kuning dengan bau khas yang tajam. Nistatin tidak diserap melalui saluran cema. Akibat terbentuknya ikatanantara sterol dengan antibiotik ini akan terjadi perubahan permeabilitas membran selsehingga sel akan kehilangan berbagai molekul kecil. Dalam hal iniseng berperan untuk menekan luasnya peradangan.AKTIVITAS ANTIJAMUR. tropicalis.Dosis biasa dari asam ini hanya menimbulkan efek fungistatik tetapi dalam dosistinggi dan pemakaian yang lama dapat memberikan efek fungisidal. Tric h op h yton. kulitmaupun vagina. namun resistensi ini biasanya tidak terjadi in vivo. bahkan sekaligusmenjadi tidak sensitif terhadap amfoterisin B. juga ada keluhan kurangmenyenangkan dari para pemakainya karena salep ini berlemak.MEKANISME KERJA. Candida albicans hampir tidak memperlihatkan resistensti terhadap nistatin. ANTIJAMUR TOPIKAL LAINNYAASAM BENZOAT DAN ASAM SALISILAT Kombinasi asam benzoat dan asam salisilat dalam perbandingannya 2 : 1 (biasanya 6% dan 3%) ini dikenal sebagai salep Whitfield.

Pappas PG. ClinInfect Dis 2004.0-7.1644-56Maschmeyer G.Kristal seperti jarum atau prisma berwarna kuning jingga. Haloprogin sedikit sekali diserap melalui kulit.Journal of Antimicrobial Chemotherapy 2002. Amfoterisin A dan B merupakan hasil fermentasi Streptomycesnodosus . kandidiasis dan tinea versikolor.38:161-89. P.5: berkurang pada pH yang lebihrendah.49:239-41. Alih Bahasa: Farnakologi Pendekatan Prosesperawatan. rasa terbakar.MEKANISME KERJA. daiam tubuh akan teruraimenjadi triklorofenol. Penggunaan kliniknyaialah untuk dermatofitosis. Di samping itu obat ini juga digunakan untuk tinea versikolor. Terbinafin topikal digunakan untuk pengobatantinea kruris dan korporis yang diberikan 1-2 kali sehari selama 1-2 minggu. Gudelines for the treatment of candidiasis. Drug Evaluation Annual 1995. tidak berbau dan tidak berasa ini merupakan antibiotik polien yang bersifat basa amfoter lemah. 1996. terutama onikomikosis. SIKLOPIROKS OLAMIN Obat ini merupakan antijamur topikal berspektrum luas. virus dan riketsia tidak dipengaruhi oleh antibiotik ini karena jasadrenik ini tidak mempunyai gugus sterol pada membran selnya. DAFTAR PUSTAKA American Medical Association. Sensitisasi mungkin merupakan pertandacepatnya respons pengobatan sebab toksin yang dilepaskan kadang kadangmemperburuk lesi.Selama pemakaian obat ini dapat timbul iritasi lokal.meluasnya maserasi dan sensitisasi.com/doc/36154284/Uraian-Obat-Anti-Jamur • AMFOTERISIN B ASAL DAN KIMIA. vesikel. Reaksi iritatif dapat terjadi walaupun jarang. TERBINAFIN 'Terbinafin merupakan suatu derivat alilamin sintetik dengan struktur miripnaftitin. Pengikatan kolesterol pada sel hewan dan manusia oleh antibiotic ini diduga merupakan salah satu penyebabefek toksiknya. Sobel JD.. Antibiotik ini bersifat fungistatik atau fungisidal tergantung pada dosis dansensitivitas jamur . Aktivitas anti jamur nyata pada pH 6. Amfoterisin B berikatan kuat dengan ergosterol yang terdapat pada membran sel jamur. tidak larutdalam air. Siklopiroks olamintersedia dalam bentuk krim 1% yang dioleskan pada lesi 2 kali sehari.Evelyn R.Bakteri. tidak stabil. dan juga digunakan secara topikal untuk dermatofitosis. Obat ini digunakan untuk terapi dermatofitosis.Jakarta: EGC Uraian http://www.scribd. tidak tahan suhu diatas 37°C tetapi dapat bertahan sampai berminggu-minggu pada suhu 4°C AKTIVITAS ANTIJAMUR Amfoterisin B menyerang sel yang sedang tumbuh dansel matang. Ikatan ini akan menyebabkan membran sel bocor sehinggaterjadi kehilangan beberapa bahan intrasel dan mengakibatkan kerusakan yang tetap pada sel. New antifungal agents-treatment standards are beginning to grow old. Sembilan puluh delapan persen campuran ini terdiri dari amfoterisin B yang mempunyai aktivitas antijamur. Terbinafin topikal tersediadalam bentuk krim 1 % dan gel 1%. Rex JH. et al. Hayes. Resistensi terhadap amfoterisin B ini mungkin disebabkan terjadinya perubahan reseptor sterol pada membran se .

Itrakonazol diserap lebih sempuma melalui saluran cerna bila diberikan bersamamakanan.Obat ini dapat diberikan per oral dan IV. seperti golongan azol lainnya. Obat ini bersifat liofilik dan larut dalam air pada pH asam. sedikit larutdalam air tapi mudah larut dalam alkohol AKTIVITAS ANTIJAMUR. Aspergillus dan Sporot hrix spp. dan mempunyai persamaan struktur denganfluorourasil dan floksuridin. albicans yang sensitif. Sintesis protein sel jamur tergangguakibat penghambatan Iangsung sintesis DNA oleh metabolit fluorourasil. tropicalis dan C. Berbeda dariketokonazol.MEKANISME KERJA. ITRAKONAZOL Antijamur sistemik turunan triazol ini erat hubungannya dengan ketokonazol. dermatitidis. tetapi tidak sebanyak ketokonazol. neoformans. Flusitosin masuk ke dalam sel jamur dengan bantuan sitosindeaminase dan dalam sitoplasma akan bergabung dengan RNA setelah mengalam deaminasi menjadi 5-fluorourasil dan fosforilasi. Obat iniefektif untuk pengobatan kriptokokosis. Spektrum antijamur flusitosin agak sempit. koksidioidomikosis. histoplasmosis. B. Ketokonazol merupakan turunan imidazol sintetik denganstruktur mirip mikonazol dan klotrimazol. Invitro pemberian flusitosin bersama amfoterisin B akan menghasilkan efek supraaditif terhadap C.FLUSITOSIN ASAL DAN KIMIA. juga berinteraksi dengan enzimmikrosom hati.AKTIVITAS ANTIJAMUR. Infeksi saluran kemih bagian bawah oleh Candida yang sensitif dapat diobati dengan flusitosin saja karena kadar obat ini dalam urin sangat tinggi. Itrakonazol.Itrakonazol memberikan hasil mernuaskan untuk indikasi yang sama denganketokonazol antara lain terhadap blastomikosis. 5FC) merupakan antijamur sintetik yang berasal dari fluorinasi pirimidin. C. 1. Empat puluh sampai 50% Candida sudah resisten sejak semula pada kadar 100 µg/mL flusitosin. torulopsis danaspergilosis.3. IMIDAZOL DAN TRIAZOL KETOKONAZOL ASAL DAN KIMIA. Cryptococcusneoformans.sariawan pada mulut dan tenggorokan serta tinea versikolor. Obat ini berbentuk kristal putih tidak berbau. Coccidioides immitis. Cryptococcus dan Candida dapat menjadi resisten selama pengobatan denganflusitosin. Keadaan initidak terjadi pada sel mamalia karena dalam tubuh mamalia flusitosin tidak diubahmenjadi fluorourasil. kromomikosis. itrakonazol juga memberikan efek terapi terhadap aspergilosis di . Ketokonazol aktif sebagai antijamur baik sistemik maupun nonsistemik efektif terhadap Candida. kandidiasis. Rifampisin akan mengurarangikadar plasmaitrakonazol. H. Aktivitas antijamumya lebih lebar sedangkanefek samping yang ditimbulkan lebih kecil dibandingkan dengan ketokonazol. capsulatum. Flusitosin (5-fluorositosin.

Kadangkala dibutuhkantindakan operatif untuk mengalirkan nanah dari sekitar lesi. Kemoterapi baru dibutuhkan bila ditemukan pneumonia yang berat.KANDIDIASIS. Obat pilihan adalah amfoterisin B IV dengan dosis 0. pasien harus diobati dengan amfoterisin B IV seperti mengobati kandidiasis berat pada organ lain KANDIDIASIS.4 mg/kgBB/hari selama 10 minggu. Ketokonazol diberikan untuk terapi supresi jangka panjang terhadap lesi kulit. BLASTOMIKOSIS. pasien harus diobati dengan amfoterisin B IV seperti mengobati kandidiasis berat pada organ lain.KOKSIDIOIDOMIKOSIS. koksidioidomikosis.12 bulan. atau bila disangsikan terjadi penyebaran atau adanya risiko penyakit akan menjadi lebih parah. blastomikosis dan kriptokokosis pada paru yangsehat tidak membutuhkan pengobatan.7 hari. Untuk meningitis yang disebabkan oleh Coccidioides obat terpilih ialah amfoterisin B yang diberikan secara intratekal .7 hari. Bila penyakit progresif.51.Itrakonazol suspensi diberkan dalam keadaan lambung kosong dengan dosis duakali 100 mg sehari. tulang dan jaringan lunak pada pasiendengan fungsi imunologik normal.ASPERGILOSIS. Hasil serupa juga dapat dicapai dengan pemberianitrakonazol 200-400 mg sekali sehari. Lamanya pengobatan biasanya 2-4 mirggu.0 mg/kgBB setiap hari dalam infus lambat. dosis obat dapat ditingkatkan.luar SSP. Bila ada kelainan parenkimginjal. Untuk infeksi berat. Bila ada kelainan parenkimginjal. infeksi cenderung menjadi kronis. Bila invasi tidak mengenai parenkim ginjal pengobatan cukup denganamfoterisin B 50 µg/mL dalam air steril selama 5 . yang membutuhkan tindakan reseksi. Itrakonazol juga efektif dengan dosis 200 .Histoplasmosis.Dosis yang dianjurkan 0. amfoterisin B IV bermanfaat untuk penyakit berat ini. Ditemukannya kavitas tunggal di paru atau adanya infiltrasifibrokavitas yang tidak responsif terkadap kemoterapi merupakan ciri yang khas dari penyakit kronis koksidioidomikosis.400 mg sekalisehari pada beberapa kasus. Kateterisasi ataupun manipulasi instrument lain dapat memperburuk kandidiasis. Bila terdapat penyebaran ekstrapulmonar. Kateterisasi ataupun manipulasi instrument lain dapat memperburuk kandidiasis.tidak memberi respons yang memuaskan terhadap pengobatan dengan antijamur. infeksinya sangat progresif atau infeksi menyerang SSP. dan sebaiknya dikumur dahulu sebelum ditelan untuk meng-optimalken efek topikalnya. Amfoterisin B dicadangkan untuk pasien yang tidak dapatmenerima ketokonazol. juga pada pasien dengan penyakit imunosupresi dan AIDS. Bila invasi tidak mengenai parenkim ginjal pengobatan cukup denganamfoterisin B 50 µg/mL dalam air steril selama 5 . Invasi aspergilosis paru sering terjadi pada pasien penyakitimunosupresi yang berat dan. Itrakonazol PENGOBATAN INFEKSI JAMUR SISTEMIK Infeksi oleh jamur patogen yang terinhalasi dapat sembuh spontan. Obat terpilih untuk kasus ini adalah ketokonazol per oral 400 mgsehari selama 6 . dosis dapatditingkatkan sampai dua kalinya. Pasien AIDS atau pasien penyakit imunosupresi lain biasanya membutuhkan kemoterapi untuk mengatasi pneumonia karena jamur atau oleh sebab lain.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful