PERANAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI SUPERVISOR (Bab II) bAB II KAJIAN PUSTAKA

A.
1.

PENGERTIAN DASAR
Peranan Kepala Sekolah

Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional (Depdiknas, 2006), terdapat tujuh peran utama kepala sekolah yaitu, sebagai : (1) educator (pendidik); (2) manajer; (3) administrator; (4) supervisor (penyelia); (5) leader (pemimpin); (6) pencipta iklim kerja; dan (7) wirausahawan. Urgensi dan signifikansi fungsi dan peranan kepala sekolah didasarkan pada pemahaman bahwa keberhasilan sekolah merupakan keberhasilan kepala sekolah. Oleh karena itu, kepala sekolah perlu memiliki kompetensi yang disyaratkan agar dapat merealisasikan visi dan misi yang diemban sekolahnya. Dalam kerangka ini direkomendasikan mereaktualisasi fungsi dan peranan kepala sekolah selaku EMASLIM-F dalam wujud good school governance untuk menyukseskan program yang sedang digulirkan pemerintah seperti desentralisasi penyelenggaraan pendidikan, MBS, KTSP, benchmarking, broad basic education, life skill, contextual learning, Undangundang Sistem Pendidikan Nasional, dan lain sebagainya. Untuk mewujudkan visi dan misi pendidikan di tingkat satuan pendidikan perlu ditunjang oleh kemampuan kepala sekolah yang handal dalam menjalankan fungsi dan peranannya. Meskipun pengangkatan kepala sekolah dilakukan secara terencana dan sistematis, bahkan diangkat dari guru yang sudah berpengalaman atau mungkin sudah lama menjabat sebagai wakil kepala sekolah, namun tidak otomatis membuat kepala sekolah profesional dalam melakukan tugasnya. Pada beberapa kasus ditunjukkan adanya kepala sekolah yang terpaku dengan urusan administratif yang sebenarnya bisa dilimpahkan kepada Tenaga Administrasi Sekolah (TAS). Sejumlah pakar sepakat bahwa kepala sekolah harus mampu melaksanakan pekerjaannya sebagai edukator, manajer, administrator dan supervisor, yang disingkat EMAS. Dalam perkembangan selanjutnya, sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman, kepala sekolah juga harus mampu berperan sebagai leader, inovator dan motivator di sekolahnya. Dengan demikian, dalam paradigma baru manajemen pendidikan, kepala sekolah minimal harus mampu berfungsi sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator dan motivator, disingkat EMASLIM. Perspektif ke depan mengisyaratkan bahwa kepala sekolah juga harus mampu berperan sebagai figur dan mediator bagi perkembangan masyarakat dan lingkungan. Jika mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah, maka kepala sekolah juga harus berjiwa wirausaha. Dengan demikian, pekerjaan kepala sekolah semakin hari semakin meningkat dan akan selalu meningkat sesuai

5. Membantu guru meningkatkan kemampuan penampilannya di depan kelas. Supervisi pendidikan mempunyai tujuan sebagai berikut: C. Supervisi tidak bersifat direktif tetapi lebih banyak bersifat konsultatif. Pembinaan yang dimaksud berupa bimbingan atau tuntunan (tut wuri handayani) ke arah perbaikan situasi pendidikan. termasuk pengajaran pada umumnya dan peningkatan mutu mengajar dan belajar pada khususnya. supaya dapat membantu siswanya itu lebih baik lagi. Supervisi tidak langsung diarahkan kepada siswa. Kepala sekolah yang demikian akan mampu mendorong visi dan misi menjadi aksi dalam paradigma baru manajemen pendidikan. Membantu guru agar mereka lebih menyadari serta mengerti kebutuhan dan masalahmasalah yang dihadapi siswanya. 2. Prinsip-Prinsip Supervisi . 2. Definisi Supervisi Secara semantik Supervisi pendidikan adalah pembinaan ke arah perbaikan situasi pendidikan. Dalam hal ini pekerjaan kepala sekolah tidak hanya dalam kerangka EMASLIM. Menemukan kelebihan dan kekurangan tiap guru dan memanfaatkan serta mengembangkan kemampuan itu dengan memberikan tugas dan tanggungjawab yang sesuai dengan kemampuannya. tetapi kepada guru yang membina siswa itu. 7. Tujuan Supervisi Pendidikan 1. Menghindari tuntutan-tuntutan terhadap guru yang di luar batas atau tidak wajar. Supervisi merupakan usaha untuk membantu dan melayani guru dalam meningkatkan kompetensinya. Pelaksanaan tugas dan fungsi kepala sekolah tidak dapat dipisahkan satu sama lain karena saling terkait dan saling mempengaruhi serta menyatu dalam pribadi seorang kepala sekolah profesional. 6.dengan perkembangan pendidikan yang diharapkan. Membantu guru menemukan kesulitan belajar siswa-siswanya dan merencakan tindakantindakan perbaikannya. tetapi akan berkembang menjadi EMASLIM-F karena kepala sekolah juga sebagai pejabat formal. baik tuntutan itu datangnya dari dalam maupun dari luar. 3. Semua itu harus dipahami oleh kepala sekolah dan yang lebih penting adalah bagaimana kepala sekolah mampu mengamalkan dan menjadikan fungsi-fungsi tersebut dalam bentuk aksi nyata di sekolah. Membantu guru baru dalam masa orientasinya supaya cepat dapat menyesuaikan diri dengan tugasnya dan dapat memdayagunakan kemampuannya secara maksimal. 4. Membantu guru agar dapat lebih mengerti/menyadari tujuan-tujuan pendidikan di sekolah dan fungsi sekolah dalam usaha mencapai tujuan pendidikan. B. Melaksanakan kepemimpinan efektif dengan cara yang demokratis dalam rangka meningkatkan kegiatan-kegiatan profesional di sekolah dan hubungan antara staf yang kooperatif untuk bersama-sama meningkatkan kompetensi masing-masing. 8.

4. bukan atas dasar hubungan pribadi. 3. Supervisi harus dapat mengembangkan segi-segi kelebihan pada yang dipimpin. yaitu: 1. 6. 7. Supervisi pendidikan adalah suatu perbuatan yang telah diprogramkan secara resmi oleh organisasi. yaitu: 1. Supervisi pendidikan mempengaruhi kemampuan guru yang pada gilirannya meningkatkan kualitas pembelajaran peserta didik. Supervisi harus lebih berdasarkan sumber kolektif dari kelompok daripada usaha-usaha supervisor sendiri. yaitu : 1. Supervisi harus sederhana dan informal dalam pelaksanaannya. 3. 3. Supervisi harus konstruktif dan kreatif. Supervisi harus dapat memberikan perasaan aman pada anggota-anggota kelompoknya. artinya kemampuan profesional kepala sekolah dan kemauannya untuk bekerja keras dalam memberdayakan seluruh potensi sumber daya sekolah menjadi jaminan keberhasilan sebuah sekolah. D. Supervisi harus didasarkan pada keadaan yang riil dan sebenarnya. 4. 2. . 8. Menyediakan waktu dan pelayanan bagi guru secara profesional dalam pemecahan masalah proses belajar mengajar. Sebagai supervisor. Untuk lebih mengefektifkan pelaksanaan pekerjaannya dan dapat mendayagunakan seluruh potensi sumber daya yang ada di sekolah maka kepala sekolah harus memahami perannya. 2. Supervisi harus obyektif dan sanggup mengadakan self evaluation. Mengadakan observasi kelas untuk peningkatan efektivitas proses belajar mengajar. Supervisi harus progresif. 2005) tentang sekolah efektif menunjukkan bahwa peran kepala sekolah sedemikian penting untuk menjadikan sebuah sekolah pada tingkatan yang efektif. 5.Pelaksanaan supervisi harus diupayakan semaksimal mungkin tanpa adanya penyimpangan di dalamnya. Asumsinya adalah bahwa sekolah yang baik akan selalu memiliki kepala sekolah yang baik. kepala sekolah mempunyai beberapa peran penting. Melaksanakan pertemuan individual secara profesional dengan guru untuk meningkatkan profesi guru. Jadi bukan perbuatan yang dilakukan tanpa perencanaan terlebih dahulu. 9. Tiga hal penting yang menjiwai supervisi pendidikan. Supervisi pendidikan adalah suatu perbuatan yang dilakukan oleh supervisor (kepala sekolah) dan secara langsung berpengaruh terhadap kemampuan profesional guru. tetapi direncanakan secara matang sebelumnya. 2. sehingga tujuan sekolah dapat tercapai secara optimal. Melaksanakan penelitian sederhana untuk perbaikan situasi dan kondisi proses belajar mengajar. pelaksanaan supervisi harus memenuhi beberapa prinsip berikut. Suprevisi harus didasarkan atas hubungan profesional. Peran Kepala Sekolah Sebagai Supervisor Edmonds (dalam Sagala. Untuk itu.

Sergiovani dan Starrat (1993) menyatakan bahwa supervisi merupakan suatu . Kepala sekolah sebagai supervisor bertugas mengatur seluruh aspek kurikulum yang berlaku di sekolah agar dapat memberikan hasil yang sesuai dengan target yang telah ditentukan. Dari hasil supervisi ini. terutama dalam pemilihan dan penggunaan metode. 8. Aspek-aspek kurikulum yang harus dikuasai oleh kepala sekolah sebagai supervisor adalah materi pelajaran. evaluasi kurikulum. Mustahil seorang kepala sekolah dapat memberikan saran dan bimbingan kepada guru. 7. Menyediakan dukungan dan suasana kondusif bagi guru dalam perbaikan dan peningkatan mutu proses belajar mengajar. 6. 2004). secara berkala kepala sekolah perlu melaksanakan kegiatan supervisi. media yang digunakan dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran (E. Sebagai supervisor. dan pengembangan kurikulum. Kepala sekolah sebagai supervisor dimaksudkan untuk meningkatkan pengawasan dan pengendalian terhadap guru-guru dan personel lain untuk meningkatkan kinerja mereka. pembinaan dan tindak lanjut tertentu sehingga guru dapat memperbaiki kekurangan yang ada sekaligus mempertahankan keunggulannya dalam melaksanakan pembelajaran. Sergiovani dan Starrat (dalam Mulyasa. Melaksanakan pengembangan staf yang berencana dan terarah. Mulyasa. sementara dia sendiri tidak menguasainya dengan baik Kepala sekolah mempunyai tugas sebagai supervisor. 2005) menyatakan bahwa “Supervision is a process designed to help teacher and supervisor team more about their practice. 9. Menciptakan team work yang dinamis dan profesional. isi. Jones dkk. kegiatan ekstra kurikuler. yang dapat dilakukan melalui kegiatan kunjungan kelas untuk mengamati proses pembelajaran secara langsung. Untuk mengetahui sejauh mana guru mampu melaksanakan pembelajaran. selanjutnya diupayakan solusi. program supervisi kelas.5. Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa peran utama kepala sekolah sebagai supervisor adalah menyusun dan melaksanakan program supervisi pendidikan serta memanfaatkan hasilnya yang diwujudkan dalam. to better able to use their knowledge and skills to better serve parents and schools and to make the school a more effective learning community”. proses belajar mengajar. Melaksanakan kerjasama dengan guru untuk mengevaluasi hasil belajar secara komprehensif. dapat diketahui kelemahan sekaligus keunggulan guru dalam melaksanakan pembelajaran (tingkat penguasaan kompetensi guru yang bersangkutan). sudah sewajarnya kalau para guru mengharapkan saran dan bimbingan dari kepala sekolah mereka”. serta peningkatan kinerja tenaga kependidikan dalam upaya pengembangan sekolah. kepala sekolah mensupervisi pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kependidikan. pengelolaan kurikulum. sebagaimana disampaikan oleh Sudarwan Danim (2002) mengemukakan bahwa “menghadapi kurikulum yang berisi perubahan-perubahan yang cukup besar dalam tujuan. metode dan evaluasi pengajarannya. Menilai hasil belajar peserta didik secara komprehensif. Dari ungkapan ini. mengandung makna bahwa kepala sekolah harus betul-betul menguasai tentang kurikulum sekolah.

Kemampuan melaksanakan program supervisi pendidikan diwujudkan dalam pelaksanaan program supervisi klinis dan dalam program supervisi kegiatan ekstra-kurikuler. amiyah Weru Cirebon. Kemampuan menyusun program supervisi pendidikan harus diwujudkan dalam penyusunan program supervisi kelas. . (4) dilakukan berdasarkan kebutuhan tenaga kependidikan. Konsep-konsep yang perlu dimiliki kepala sekolah adalah: 1. Sarana angkutan umum sudah ada (angkot. agar dapat menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk memberikan layanan yang lebih baik pada orang tua peserta didik dan sekolah. Selain itu. Etos kerja di lingkungan sekolah tergolong cukup tinggi terbukti dengan kehadiran guru mencapai 95%. maka ia harus mampu melakukan berbagai pengawasan dan pengendalian untuk meningkatkan kinerja tenaga kependidikan. Pengertian berhubungan dengan apa yang dimaksud dengan supervisi pendidikan. pengembangan program supervisi untuk kegiatan ekstra-kurikuler. Supervisi sesungguhnya dapat dilaksanakan oleh kepala sekolah yang berperan sebagai supervisor. Kepala sekolah sebagai supervisor perlu memperhatikan prinsip-prinsip: (1) hubungan konsultatif. Tujuan berhubungan dengan apa yang ingin dicapai dengan melaksanakan supervisi pendidikan.proses yang dirancang secara khusus untuk membantu para guru dan supervisor mempelajari tugas sehari-hari di sekolah. Jika supervisi dilaksanakan oleh kepala sekolah. 3. tetapi dalam sistem organisasi pendidikan modern diperlukan supervisor khusus yang independen dan dapat meningkatkan objektivitas pembinaan dan pelaksanaan tugasnya. 4. Pengawasan dan pengendalian juga merupakan tindakan preventif untuk mencegah agar tenaga kependidikan tidak melakukan penyimpangan dan lebih cermat melaksanakan pekerjaannya. Pendapatan memadai karena mendapat bantuan dari pemerintah pusat dan daerah. Melalui kemampuan kepala sekolah melaksanakan supervisi diharapkan akan mampu mengidentifikasi para guru yang bermasalah atau yang kurang profesional dalam melaksanakan tugas. (3) berpusat pada tenaga kependidikan. Sedangkan kemampuan memanfaatkan hasil supervisi pendidikan diwujudkan dalam pemanfaatan hasil supervisi untuk meningkatkan kinerja tenaga kependidikan dan pemanfaatan hasil supervisi untuk mengembangkan sekolah. (2) dilaksanakan secara demokratis. sehingga pada akhirnya diketahui titik kelemahan yang menghambat pencapaian tujuan pendidikan untuk selanjutnya segera dicarikan solusinya. serta berupaya menjadikan sekolah sebagai komunitas belajar yang lebih efektif. kolegial dan bukan hirarkis. Prinsip berhubungan dengan bagaimana supervisi pendidikan harus dilakukan. dan (5) merupakan bantuan profesional. laboraturium dan ujian. 2. Metode dan teknik berhubungan dengan cara-cara supervisi pendidikan dilaksanakan. Tugas kepala sekolah sebagai supervisor diwujudkan dalam kemampuannya menyusun dan melaksanakan program supervisi pendidikan serta memanfaatkan hasilnya. pengembangan program supervisi perpustakaan. kopayu dan angkodes). Pengawasan dan pengendalian ini merupakan kontrol agar kegiatan pendidikan di sekolah terarah pada tujuan yang telah ditetapkan.

dan kerja sama masyarakat pun masih sangat kurang. maka SMP Islamiyah Weru Cirebon memiliki peluang untuk bersaing dengan sekolah-sekolah lain pada umumnya terutama sekolah-sekolah swasta yang sederajat di sekitar wilayah Cirebon. . Berdasarkan potensi yang dimiliki.di SMP Islamiyah Weru Cirebon sering menjuarai even-even perlombaan. khususnya dalam bidang ekstrakurikuler. Adapun kelemahan yang dimiliki oleh SMP Islamiyah Weru Cirebon ini antara lain: belum adanya keterbatasan ruang atau tempat yang diperuntukan untuk ruang kelas tambahan dan serta lapangan untuk sepak bola dan upacara.