P. 1
bahankuliahulumulquran-121019115932-phpapp02

bahankuliahulumulquran-121019115932-phpapp02

|Views: 106|Likes:
Published by Felixz Giatama

More info:

Published by: Felixz Giatama on Mar 19, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/24/2013

pdf

text

original

Rasmul Qur'an

Click here to download

I.

PENDAHULUAN Puji syukur pertama-tama saya haturkan ke hadirat Allah SWT yang dengan rahmat inayahNya saya bisa menyelesaikan makalah sederhana ini yang berjudul ilmu tauhid dan ruang lingkupnya. Semoga bisa bermanfaat bagi saya khususnya dan bagi kita semua pada umumnya. Sebagaimana yang kita ketahui bersama, Rasmul Qur’an merupakan ilmu yang sangat penting di dalam agama Islam. Sebab, Rasmul Qur’an adalah bagian sebagian dari tanda-tanda agama sejati dan murni yang diturunkan Allah Yang Maha kuasa dan bijaksana. Tanpa mengetahui Rasmul Qur’an, kita tidak akan mengetahui tujuan hidup sebenarnya. Sebab, seorang hamba harus tahu benar siapa yang disembah dan dimana kita akan hidup setelah mati.

II.

PEMBAHASAN A. Pengertian Rasmul Qur'an Istilah rasmul al-Quran terdiri dari dua kata yaitu rasm dan al-Qur'an. Kata rasm berarti bentuk tulisan. Dapat juga diartikan dengan `atsar dan alamah. Sedangkan al-Qur'an adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw., dengan perantaraan malaikat Jibril, ditulis dalam mushaf-mushaf dan disampaikan kepada umat manusia secara mutawatir (oleh banyak orang) dan mempelajarinya merupakan suatu ibadah, dimulai dengan surat al-Patiihah dan diakhiri dengan surat an-Nas. (Chirzin, 1998: 106). Jadi ilmu rasm Al-Qur'an yaitu ilmu yang mempelajari tentang penulisan mushaf Al-Qur'an yang di lakukan dengan cara khusus baik dalam penulisan lafal-lafalnya maupun bentuk-bentuk huruf yang di gunakannya. Adapun yang di maksud rasm al-mushaf dalam bahasa yaitu : ketentuan atau orang yang di gunakan oleh usman ibn affan bersama sahabat-sahabat lainnya dalam Al-Qur'an berkaitan dengan susunan huruf-hurufnya, yang terdapat dalam mushaf yang di kirim berbagai daerah dana kata serta mushaf al-iman yang berada di tangan usman ibn affan sendiri”

Sementara ulama yang lebih mempersempit rasm al-mushaf yaitu : apa yang di tulis oleh para sahabat Nabi menyangkut sebagian lafaz-lafaz Al-Qur'an dalam mushaf usmani dengan pola tersendiri yang menyalahi kaidah-kaidah penulisan Bahasa Arab. Bagaimana ragam pendapat berkaitan permasalahan rasmul Qur'an. Apakah rasmul Qur'an merupakan tauqif (ketetapan) dari Nabi Muhammad SAW. ataukah bukan. Mengenai permasalahan ini, muncul dua pendapat di kalangan ulama. Kelompok pertama menyatakan bahwa, rasmul Quran adalah tauqifi dari Nabi Muhammad saw. Sedangkan kelompok kedua menyatakan bahwa, rasmul Quran adalah bukan taugifi dari Nabi Muhammad SAW. Menurut Kelompok pertama, bahwa rasmul Qur'an adalah tauqifi dan metode penulisannya dinyatakan sendiri oleh Rasulullah SAW. Pendapat ini dianut dan dipertahankan oleh Ibnu Mubarak yang sependapat dengan gurunya Abdul Aziz ad-Dabbagh. la menyatakan bahwa, tidak seujung rambutpun huruf al-Qur'an yang ditulis atas kehendak seorang sahabat nabi atau yang lainnya. (asShalih, 1990:361) Sedangkan kelompok kedua berpandangan bahwa, rasmul Qur'an tersebut tidak masuk akal kalau dikatakan tauqifi. Pendapat ini dipelopori oleh Qadhi Abu al-Bagilani. la mengatakan bahwa mengenai tulisan al-Qur'an, Allah swt. sama sekali tidak mewajibkan kepada umat Islam dan tidak melarang para penulis al-Qur'an untuk menggunakan rasam selama itu (baca; Utsman bin Affan). Yang dikatakan kewajiban hanyalah diketahui dari berita-berita yang didengar. (as-Shalih, 1990:366)

B. Pola Penulisam Al-Qur'an Dalam Mushaf Usmani Terdapat beberapa pola penulisan Al-Qur'an versi mushaf usamni yang menyimpang dari kaidah penulisan bahasa arab. 1. Penghilangan huruf (al-hadzf)

Al-Hadzf ini terdiri dari enam bagian, yaitu: a. Menghilangkan huruf, alif yaitu dari ya al-nida ( ‫ )يااايهي ااايه ا‬dari ha' al-tanbih ( ‫ ;)هاااي ا‬dari ‫ااا‬ ‫ ;) خل ا‬sesudah

dhamir( ‫ )ه جي‬lajazh jalalah (‫ )هللا‬dari dua kata ( ‫ )ه احن‬dan ( ‫ ;)ساحن‬sesudah huruf lam (

dua huruf lam dari semua mustanna ( ‫ ;)حجلا‬dari semua jama' shahih baik mudzakkar maupun muannats ( ‫ )ساعون‬dan ( ‫ )ه عاء يع ا‬dari semua jamak yang satu pola dengan ( ‫ )عساج‬dan dari semua kata bilangan ( ‫ )يثلث‬dari basmallah dan sebagainya. b. Menghilangkan huruf ya, vaitu huruf ya dibuang dari manqush munawwan (bertanwin), baik ketika berharakat rafa' maupun jar ( ‫ ;)غياحييااويناداا‬menghilangkan huruf ya' pada kata ‫خااون يهفوان يهعيوان‬ dan, selain yang dikecualikan. c. Menghilangkan huruf lam jika dalam keadaan idqham (‫ )ه يل‬dan (‫ )ه ي‬selain yang dikecualikan.

d. Menghilangkan huruf waw, yaitu jika terletak bergandengan (‫ )وانيه ى‬dan ( ‫)ا يسفن‬. Di samping itu, ada beberapa penghilangan huruf yang tidak masuk kaidah. Misalnya penghilangan huruf alif pada kata dan menghilangkan ya' dari kata ‫ هحاحههي‬serta menghilangkan waw dari empat kata kerja (al-fil) ‫ ين يي ع ييعحيهللا يني عيهاي سا‬dan ‫س عيه زحا يه‬ 2. Penambahan huruf(al-ziyadah) Penambahan ini, yaitu alif setelah waw pada akhir isim jamak atau yang mempunyai hukum jamak. Misalnya ‫هن نيها حاب‬, ‫ عاليقنهيحح ا‬dan ‫ ح انيهساحهليل‬Di samping itu menambah alif setelah Hamzah marsumah waw (Hamzah yang terletak di atas tulisan waw). Misalnya, ‫ فايهللايفوفنه‬Yang asalnya di tulis ‫ فايهللايفوفأ‬Demikian pada kata‫ عافة‬, dalam ayat, ‫ وىي ليس حلةيعايلةينية‬kata ‫ ه حسانل‬Dalam ayat ‫هعو اايه حسانا‬ dan , ‫ ساحيل‬dalam ayat ‫ واايلالن ايه ساعيال‬. Demikian juga penambahan huruf ya pada kata ‫ حاايي ا‬atau penambahan huruf waw pada kata ‫ هن ن يهن يك يهنا‬Dan 3. Kaidah Hamzah Yaitu apabila hamzah berharakat suku, maka di tulis dengan huruf yang beharakat sebelumnya. Misalnya ‫ ه ذ‬Dan ‫هنفع‬, selain yang dikecualikan. Adapun Hamzah yang berharakat, jika ‫هنا‬.

ia berada di awal kata dan bersambung dengan Hamzah itu huruf tambahan, maka ia harus di tulis dengan alif secara mutlak, baik berharakat fathah maupun berharakat kasrah. Misalnya ‫وياي يساصح ي‬ ‫ هن نه يهين‬selain yang dikecualikan. Sedangkan apabila Hamzah terletak di tengah maka ia tulis sesuai dengan huruf harakatnya, yakni fathah dengan alif dan kasrah dengan ya serta dlamah dengan waw. Misalnya ‫ سالل يساال يفؤاح‬Tetapi apabila huruf yang sebelum Hamzah itu sukun, maka tidak ada tambahan. Misalnya ‫ عل يهاحض‬dan ‫ ه خب‬selain yang dikecualikan. Di samping itu, jika Hamzah itu terletak di ujung, Makkah ia di tulis dengan huruf dari jenis harakat huruf sebelumnya. Misalnya, kata ‫ سحا ي ن‬dan ‫ شاعئ‬. 4. Menggantikan Huruf Dengan Huruf Lain Badl ini ada beberapa macam yaitu : a. Huruf alif di tulis dengan waw sebagai penghormatan pada kata ،‫ يه صالن‬،‫ ه ز ان‬dan ،‫ ه نيان‬selain yang dikecualikan. b. Huruf alif yang di tulis dengan huruf ya pada kata-kata seperti ‫ ه ااى يه ااى يدلااى‬Yang berarti (bagaimana) ‫ حلى يعفى‬dan ‫ ى‬selain kata dalam surat Yusuf. c. Huruf alif di ganti dengan nun tawkid khafifah pada kata ‫هذ‬. ‫يا‬

d. Huruf ta’ ta’nits (،) di ganti dengan ta’ maftuhah ( ) pada kata ‫ حنعا‬sebagai yang terdapat dalam surat al-baqarah, al-araf, hud, maryam, al-rum dan al-zukhruf. Di samping itu huruf ta’ta’nits (،) di tulis dengan ta’ maftuhah ( ) pada kata ‫ وعا‬sebagai terdapat dalam surat al-baqarah, ali imran, al maidah, ibrahim dan sebagainya. 5. Menyambungkan dan memisahkan huruf (al washl dan al fashl) Washl dan fashl banyak ragamnya yaitu : a. Kata ‫ ه‬dengan harakat fathah pada hamzahnya, di susul dengan ‫ يا‬maka penulisannya bersambung dengan menghilangkan huruf nun, misalnya‫ هاي‬tidak di tulis‫ ه ياي‬kecuali pada kata ‫ ه يايفؤن ن‬dan ‫ه ياي‬ ‫فوحلنه‬. b. Kata ‫ عا‬Yang bersambung dengan ‫ عاا‬penulisannya disambungkan kata dan huruf nun pada mimnya tidak di tulis, seperti ‫ ععا‬kecuali pada kalimat ‫ عا يعاايعل ا يهحعااي ا‬Sebagai terdapat dalam Al-Qur'an surat an-nisa’ dan ar-rum dan kata ‫ عع يحزق ا‬dalam surat al-munafiqun. c. Kata ‫ ع‬yang bersambung menjadi kata ‫ عع‬bukan‫من من‬ dengan ‫ ع‬ditulis bersambung dengan menghilangkan-min, sehingga

Akan tetapi. kata tersebut di tulis dengan menghilangkan alif Misalnya. Misalnya kalimat ‫ ننصاح ايهحاحههي يح ياه‬Dalam sebagian mushaf ustmaiy di tulis dan di baca ‫ نهنصى‬sedangkan dalam sebagian mushaf lainnya di tulis dan dibaca ‫ ووص‬Dan sebagainya. maka ditulis dalam Mushaf `Utsmaniy dengan rasm al-mushaf yang berbeda. Kata yang bisa dibaca dengan dua bunyi (ma’ fih qiratani) Apabila ada dua ayat Al-Qur'an yang memiliki versi qiraat yang berbeda yang dimungkinkan ditulis dalam bentuk tulis dalam bentuk tulisan yang sama. Dalam Mushaf Ustmaniy. apabila tidak memungkinkan ditulis dalam bentuk tulisan yang sama.d. C. sehingga menjadi ‫هعا‬ g. kalimat ‫ علك ين يه ي‬dan ‫يخ يدن يهللا‬ Ayat-ayat tersebut boleh dibaca dengan menetapkan alif (dibaca dua harakat) dan bisa dibaca sebagai haknya lafzh (dibaca 1 harakat). Kata ‫ دا‬yang bersambung dengan ‫ عاا‬ditulis bersambung dengan menghilangkan nun. sehingga menjadi ‫هعا‬ f. sehingga menjadi ‫يدع‬bukan ‫ عن من‬kecuali dalam kalimat ‫نيصحيوهيد يع ييشا‬ e. maka pola penulisannya sama dalam setiap Mushaf Ustmaniy. Hukum Penulisan Al-Qur'an Dengan Rasmul Usmani Pada ulama juga berbeda pendapat tentang hal ini apakah kaum muslimin di wajibkan mengikuti rasm usmani dalam penulisan Al-Qur'an ataukah di bolehkan dengan rasm imlai (pola penulisan konvensional). Kata ‫ أ‬yang bersambung dengan ‫ عااا‬ditulis bersambung dengan menghilangkan nun. Kata ‫ ال‬yang diiringi ‫ عاا‬Di sambung sehingga menjadi ‫ لعاا‬Kecuali pada firman Allah SWT ‫عا ي اليعاسااي‬ ‫ فعن‬dan ‫ليعايح نهيه ىيه وف ة‬ 6. . Beberapa pendapat para ulama mengenai hal ini yaitu sebagai berikut. Kata ‫ ه‬yang bersambung dengan ‫ عااا‬ditulis bersambung dengan menghilangkan nun.

Namun rasm usmani pun wajib di pelihara dan di tertarikan. Akan tetapi hendaklah di tulis menurut tulisan pertama. Sedangkan rasm usmani yang menyalahi rasm imla’ sebagaimana kita kenal. Para ulama tidak mengetahui bahwa rasm usmani itu bersifat tawqifi. sehubungan dengan itu ahmad ibn hambal berkata : ‫حترم خما لفة خط مصحف عثمان ىف واو او الف اوياء اوعري ذالك‬ “Haram hukumnya menyalahi rasm usmani (dalam penulisan Al-Qur'an) seperti huruf wawu alif. Sementara itu ketika Imam Malik di tanya mengenai penulisan Al-Qur'an dengan kaidah hijaiyah (kaidah imla’) Malik berkata : ‫ال أرى ذلك ولكن يكتب على الكتبه االوىل‬ “Saya tidak berpendapat demikian. ya atau yang selainnya. karena itu segala bentuk serta model tulisan Al-Qur'an yang menunjukkan arah bacaan yang benar. Sebagian ulama berpendapat boleh bahkan wajib mengikuti rasm imlai’ dalam Al-Qur'an yang di runtuhkan bagi orang-orang awam dan tidak boleh menulisnya dengan rasm usmani. menyulitkan banyak orang serta bisa mengakibatkan berat dan kacau (bagi pembacanya). dengan kata lain kita di bolehkan menulisnya dengan rasm imlai’ Sehubungan dengan ini mereka menyatakan sebagai berikut : “Sesungguhnya bentuk dan model tulisan tidak lain hanyalah merupakan tanda atau simbol. tidak mesti kita mengikuti rasm usmani dalam penulisan Al-Qur'an. . c. Para ulama mengakui bahwa rasm usmani berhifat tauqifi wajib mengikuti rasm usmani dalam penulisan Al-Qur'an dan tidak boleh menyalahinya. b.a. dapat dibenarkan.

karena memberi isyarat akan kebesaran kekuasaan Allah SWT. a. bisa dibaca menurut versi qira'at lainnya yaitu Sementara kalau ditulis ( ‫ )يخاي دن‬tidak memberi kemungkinan untuk dibaca ( ‫)يخ يدن‬ c. dalam ayat-ayat tertentu yang penulisannya menyalahi rasm imla'i. Sa'id al-Rahman bin al-Hants dan Zaid bin Tsabit) belum bertitik dan bersyakal. Kemungkinan dapat menunjukkan keaslian harakat (syakl) suatu lafaz. Kemungkinan dapat menunjukkan makna atau maksud yang tersembunyi. Perkembangan Penulisan Al-Qur’an Sebagian disebutkan dalam sejarah bahwa mushaf ustmaniy yang di tulis oleh panitia empat (Abd Allah bin Zubair. Memelihara dan melestarikan penulisan al-Qur’an sesuai dengan pola penulisan al-Qur’an pada awal penulisan dan pembukuannya.D. seperti dalam firman Allah berikut ini: )9:2 ‫(البقرة‬ ‫وما خيد عون اال انفسهم‬ Lafazh ( ‫ )ين ا يداان‬dalam ayat di atas. b. seperti penambahan huruf ayat ‫ )ه نهن( ن‬pada ayat ( ‫ )سا ينحي ي هح يه واسؤي‬dan penambahan huruf ‫ )الٌاء( ى‬pada ayat (‫نهحفا ى ي ى ي‬ ‫)ه وححى‬. Memberi kemungkinan pada lafazh yang sama untuk dibaca dengan versi qira’at yang berbeda. . d. lafaz (‫ )باا ٌاد‬ditulis dengan huruf ganda ‫)الٌااء( ى‬. seperti dalam firman Allah berikut ini: )74:15\ ‫واسماء بنٌنا ها بأٌد وانا لمو سعون (الذاربات‬ Menurut sementara ulama. E. Faedah Penulisan-Penulisan Al-Qur'an Dengan Rasm Usmani Penulisan Al-Qur'an dengan mengikuti atau berpedoman kepada rasm usmani yang di lakukan pada masa khalifah usman sangat berfaedah bagi umat Islam. khususnya dalam penciptaan langit dan alam semesta.

Kemudian beliau menugaskan seorang ulama. khususnya untuk melestarikan bahasa Arab. ziyad bin sammiyah meinta Abu al-Aswad al-Dualliy untuk memubuhkan tanda baca (syakal) dalam mushaf agar tidak terjadi kekeliruan dalam membaca Al-Qur'an di kalangan kaum Muslimin. salah seorang yang mempunyai atensi besar terhadap pembubuhan tanda baca (syakal). dengan membubuhkan huruf alif kecil (') terletak di atas huruf(_). Gubernur Basrah pada masa pemerintahan Muawiyyah (661 -680 M). maka timbal upaya untuk membuat tanda-tanda huruf Al-Qur'an. Melihat kenyataannya ini. akan tetapi dan kaum muslimin dapat membaca Al-Qur'an dengan benar. Abu al-Aswad belum meletakkan syakal untuk setiap huruf. Ketika Islam berkembang ke berbagai wilayah yang selanjutnya terjadi akulturasi budaya (perpaduan budaya) antara masyarakat Arab dan non-Arab. mereka melakukan kesalahan dalam membaca firman Allah SWT (Allah berlepas diri dari orang-orang Musyirikin). pertumbuhan tanda baca dalam penulisan Al-Qur'an merupakan hal yang sangat layak._). Misalnya untuk tanda fathah. al-Khalil bin Ahmad. Sekalipun Al-Qur'an di tulis demikian.Hal ini dikarenakan tanda-tanda seperti itu belum dikenal pada waktu itu. al-Hajjaj bin Yusuf Al-Tsaqafi untuk menyusun tanda-tanda baca Al- . Ia telah membuat fathah. kecuali syakal huruf akhir saja. Misalnya. Seiring dengan ekspansi Islam ke berbagai wilayah dan semakin banyaknya masyarakat non Arab rang masuk Islam. Ziyad Ibn Samiyyah. Pada masa Abasiah. tanda/kasrah dengan membubuhkan huruf ya' kecil (‫ )ي‬di bawah huruf (‫)ي‬ dan tanda dhamah dengan membubuhkan tanda kepada huruf waw kecil (‫ )و‬di atas huruf (‫)و‬. Pertumbuhan tanda baca (syakal) selanjutnva dikembangkan oleh murid al-Dualliy. Mushaf utsmaniy sebagai di ungkapkan al ashari (w. 382 H) di baca oleh kaum muslimin selama sekitar 40 tahun. tanda kasrah (i) dengan membubuhkan titik satu di bawah huruf ()dan tanda dhamah (u) dengan titik satu yang terletak di antara bagian-bagian huruf () Sedangkan untuk sukun (mati) tidak diberi tanda apa-apa. (a) ia membubuhkan tanda titik satu yang terletak di atas burnt (_. Hal ill] tidak terlepas dari pemantauannya terhadap kaum Muslim"" yang melakukan kesalahan dalam membaca Al-Qur'an. Adapun tanda sukun (mati) yaitu dengan membubuhkan tanda kepala huruf ha (‫ )ح‬yang terletak di atas huruf (‫ )ح‬dan tasydid dengan membubuhkan tanda kepala huruf sin (‫ )س‬yang terletak di atas huruf (‫)س‬. Kendati demikian. Upaya tersebut tampak pada masa Khalifah Abd al-Malik bin Marwan (685-705 M).

qur’an (nugath al-'Ajam). KESIMPULAN Ilmu rasm qur’an yaitu ilmu yang mempelajari tentang penulisan mushaf Al-Qur'an dengan baik. jim(‫ )ج‬dan kha (‫)ح‬ dan sebagainya. Kaidah hamzah 4. seorang warga Madinah. Penghilangan huruf (al hadzf) 2. yang pada Rasm `Utsmaniy justru dibuang misalnya. Sebagai tanda alif washal. Kemudian pengikut al-Dualliy menambahkan tandatanda lainnya yaitu dengan meletakkan garis horizontal di atas huruf yang terpisah. make terdapatlah tanda-tanda huruf dalam Al-qur’an dengan cara membubuhkan tanda titik (. kata ‫ عال يل ة‬yang dalam Rasm `Utsmaniy ditulis ‫ ع ل ة‬al-Zanjani. mereka meletakkan garis vertikal jika sebelumnya fathah dan ke bawah jika sebelumnya dhamah. selanjutnya menugaskan Nashr bin Ibn Ashim dan Yahya bin Ya’mur (keduanya murid al-Dualliy) untuk menyusun tanda-tanda baca tersebut. Pertimbangan mereka. al-Hajjaj telah melakukan perubahan Rasm `Utsmaniy di 11 tempat. Untuk selanjutnya. Pola penulisan rasm qur’an dalam mushaf usmani menurut kaidah bahasa araba : 1. Tokoh-tokoh lain yang membubuhkan tanda huruf Al-qur’an adalah `Ubaidillah bin Zayyad (67 H). Atas titah al-Hajjaj kepala dua orang ahli ini. Menurut sebuah riwayat.) pada huruf-huruf yang serupa untuk membedakan antara huruf yang satu dengan huruf yang lain. baik hamzah maupun bukan hamzah. Misalnya huruf dal (‫ )د‬dengan dzal (‫ )ذ‬huruf ha (‫)ه‬. menciptakan bentuk melengkung. al-Hajj. para ulama banyak yang mendukung upaya tersebut. yang memerintahkan seorang Persia meletakkan huruf alif. Menggantikan huruf dengan huruf lain (al hadl) . banyak kaum Muslimin yang merasa kesulitan membaca Alqur’an disebabkan mereka bukan penduduk di wilayah Arab. Adanya pembubuhan tanda-tanda huruf tersebut menimbulkan pro dan koma di kalangan ulama paling tidak sampai generasi tabi'in. III. Penambahan huruf (al ziyadah) 3.

Amin Makalah Tentang Rasm Al Qur'an . Penulis yakin bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan dan banyak kesalahan oleh karenanya saran dan kritik anda yang membangun dan masukan buat kami yang akan menjadikan makalah ini akan lebih baik. Memelihara dan melestarikan penulisan Qur'an b. namun ada juga ulama yang tidak mengetahui rahm imlai dalam Al-Qur'an faedah penulisan Al-Qur'an dalam rasm usmani pada masa usman a. PENUTUP Demikian makalah yang kami susun dan masih banyak kekurangannya. maka timbul upaya untuk membuat huruf Al-Qur'an. IV. Menyambungkan dan memisahkan huruf (al washl dan al fashl) 6.5. Kata yang bisa di baca dengan dua bunyi (ma fih qiraatani) Berbagai pendapat tentang hukum penulisan Al-Qur'an dengan rasm usmani para ulama mengetahui bahwa rasm usmani bersifat taufiqi. Kemungkinan dapat menunjukkan keaslian harakat Seiring dengan ekspresi Islam berbagai wilayah dan semakin banyaknya masyarakat non arab masuk Islam. Dapat menunjukkan makna atau maksud yang tersembunyi d. Memberi kemungkinan pada lafad yang sama c.

hingga Abu Bakar khawatir hal ini akan mengakibatkan lenyapnya al-Qur'an dari muka bumi. sesuai dengan riwayat shahih tentang bacaan al-Quran. melainkan tersimpan dalam dada para sahabat. terukir diatas lembar-lembar para penulis wahyu. Setiap kali ada ayat turun. Ketika Abu Bakar --khalifah pertama—memberantas kaum murtadin dan pendukung nabi palsu. disimpan di kediaman Abu Bakar. lalu Hafshah binti Umar. tulisan-tulisan yang tercerai berai di atas bebatuan. kulit-kulit unta dan lembar-lembar daun kurma. dan memerintahkan untuk menulisnya. Musailamah. pemuda cerdas penulis wahyu untuk Rasulullah SAW. beliau melihat banyaknya perbedaan dalam bacaan dan penulisan al-Qur'an. Dengan pembukuan Al-Qur'an ini maka sempurnalah apa yang terkandung dalam firman Allah: ‫إًا ًحي ًسلٌا الركر وإًا له لحافظىى‬ "Sesunggunya kami telah menurunkan Al-Qur'an dan sesungguhnya kami akan melindunginya". Al-Qur'an tidak terkumpul dalam satu buku (mushaf). Muqaddimah Al-Quran diturunkan secara bertahap. Diantara sahabat. Sebagaimana tercatat dalam sejarah. Pada saat itu para penghafal al-Qur'an sangat banyak. . Pada saat Utman bin Affan RA memerintah Islam. Mushaf ini dikenal dengan mushaf bakriyah. Dalam masalah ini beliau menyarankan agar segera dilakukan pengumpulan Al-Quran dalam sebuah buku. dan ada yang hafal secara keseluruhan. Ada pula yang hanya menulisnya. seperti masalah disunahkannya shalat sunah di maqam Ibrahim. Umar bin Al-Khattab adalah sahabat yang mempunyai banyak keistimewaan. untuk membukukan al-Qur'an. Melalui usaha keras akhirnya saran Umar ini diterima Abu Bakar menerimanya dan segera memerintahkan Zaid bin Tsabit. Rasulullah SAW segera menyampaikannya kepada umat. Ketika Rasulullah SAW wafat.A. diantaranya adalah sesuainya pendapat Umar dengan wahyu yang akan diturunkan. ada yang langsung menghafal ayat al-Qur'an setiap kali turun. banyak dari penghafal al-Qur'an gugur sebagai Syahid. Mushaf Abu Bakar ini adalah mushaf AlQur'an yang memasukkan 7 bacaan. sebabkan tersebarnya para qari'in di berbagai kota. dan Rasulullah menuntun penulisan itu sesuai dengan urutan surat dan ayat. Al-Quran yang telah dikumpulkan berdasar hafalan-hafalan para sahabat.

(‫) هلك َىم الدَي‬. 3. Al–Hadzf (membuang. Ijma' tentang urutan ayat dan surat ini telah dinukil oleh sebagian besar ulama. susunan surat dan ayat dalam al-Qur'an adalah tawqifi. Kemudian beliau memerintahkan Zaid bin Tsabit. Mushaf ini terkenal dengan sebutan mushaf utsmani atau rasm utsmani. atau meniadakan huruf). contoh (‫) ائرى‬. ia berkata: ُ ‫ًؤلف القرآى هي الرِّقاع‬ ‫كٌا‬ "Kami menulis al-quran dari riqa'. As-Suyuthi mengatakan bahwa berdasarkan Ijma dan nash-nash yang ada. Badal (penggantian). 5.penulisan kata semacam itu ditulis dengan menghilangkan alif. Pengertian Rasm Al-Qur'an Rasm al-Quran yang disebut juga rasm utsmani ialah penulisan al-Qur'an oleh para sahabat dengan kaidah khusus yang tidak sesuai dengan kaidah penulisan bahasa Arab. ditulis dengan huruf berharakat yang sebelumnya. seperti alif ditulis dengan wawu sebagai penghormatan pada kata (‫)الصلىة‬. Al-Ziyadah (penambahan). Contohnya. C.penulisanya disesuaikan dengan salah salah satu bunyinya. 4. dan Abdurrahman bin Harits bin Hasyim untuk menulis kembali Al-Qur'an dengan rujukan mushaf al-bakriyah yang berada di kediaman Hafshah. Kejadian ini terjadi pada tahun 25 Hijriyah. dan Abu Ja'far bin Zubair dalam kitab "Al-Munasabat". menghilangkan huruf alif pada ya‘ nida‘ (‫ٌََ ََ آَ َها الٌا ش‬ َ ). . 1.seperti kata kul yang diiringi dengan kata ma ditulis dengan disambung ( ‫) كلوا‬. Sementara Mushaf Bakriyah dikembalikan lagi ke Sayyidah Hafshah. Kaidah ini teringkas dalam enam kaidah. Al-Hamzah. Sedangkan dari nash diantaranya adalah hadits riwayat Zaid bin Tsabit. Ayat ini boleh dibaca dengan menetapkan alif (yakni dibaca dua alif). 2.hingga menimbulkan bacaan al-Qur'an dengan bermacam-macam dialek. Suatu kata yang dapat dibaca dua bunyi. seperti menambahkan huruf alif setelah wawu atau yang mempunyai hukum jama‘ (‫ ) بٌىا اسرا ئُل‬dan menambah alif setelah hamzah marsumah (hamzah yang terletak di atas lukisan wawu ( ‫)حاهلل حفخؤا‬. yakni mengumpulkannya untuk menertibkannya" Dan banyak hadits-hadits lain yang menjelaskan. Penulisan kedua ini didasarkan pada dialek arab suku Quraisy dan berarti Utsman menyisakan hanya satu bacaan dari tujuh bacaan al-Qur'an yang diturunkan. contohnya. Kata yang dapat di baca dua bunyi. boleh juga dengan hanya menurut bunyi harakat (yakni dibaca satu alif). Mushaf ini diperbanyak dan dikirim diberbagai kota penting di wilayah kekuasaan Islam. diantaranya adalah Az-Zarkasyi dalam kitab "AlBurhan". Susunan Ayat Dan Surah Dalam Rasm Utsmani Dalam Al-Itqan. Abdullah bin Zubair. Dengan tindakan ini seluruh mushaf al-Qur'an yang berbeda dengan tulisan keempat sahabat tersebut dibakar untuk menghindari perbedaan yang akan menimbulkan perpecahan. Salah satu kaidahnya bahwa apabila hamzah berharakat sukun. Alasannya ialah karena memang Al-Qur'an diturunkan dengan lughat bangsa Quraisy. Di dalam mushaf ustmani. Washal dan fashl (penyambungan dan pemisahan). 6. Sa'id bin al-'Ash. B.menghilangkan.

Ini membuktikan bahwa urutan surat dalam al-Qur'an adalah hasil ijtihad para sahabat. Karena mereka lebih banyak ilmunya. Rasm Utsmani Diantara Qira'ah-Qira'ah Yang Lain Al-Bukhari meriwayatkan hadits dari Abdullah bin Abbas. Syeikh Abduraahman bin Al-Qadli al-Magrabi mengatakan bahwa hukum menulis al-Qur'an tidak sesuai dengan rasm utsmani adalah haram. E. D. seperti yang dikatakan al-Qadli 'Iyadl. Imam Al-Baihaqi dalam kitab haditsnya "Syu'bul Iman". dan lebih besar amanahnya. Muslim) Ulama yang mengatakan bahwa urutan surah bukan tawqifi. beliau berkata bahwa Rasulullah bersabda: ‫أقرأًً جبرَل علً حرف فراجعخه فلن أزل أسخسَد وَسَدًٍ حخً اًخهً إلً سبعت‬ ‫أحرف‬ . adalah mushaf yang wajib diikuti berdasar kesepakatan para ulama. adalah alasan yang tidak dapat diterima karena ini bertentangan dengan apa yang telah disepakati oleh sebagian besar sahabat dan para ulama sesudahnya. meskipun kita tidak begitu mengerti apa hikmah dibalik perbedaan metode penulisan Rasm Utsmani dengan kaidah-kaidah penulisan dalam bahasa Arab. Kesepakatan ini menjadikan sebuah kewajiban bagi kita untuk ittiba'. tetapi hasil ijtihad para sahabat menggunakan dalil dari hadits riwayat Muslim dari Hudzaifah yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW dalam sebuah shalat pada rakaat pertama membaca surat An Nisa dan pada rakaat kedua membaca surat Ali Imran. Hukum wajib ini bukan tanpa alasan. mengatakan bahwa hendaknya kita membaca dan menulis Al-Qur'an sesuai dengan apa yang telah ditulis para sahabat. mengapa kita tidak memakai mushaf Abu Bakar saja. padahal mushaf tersebut ada sebelum mushaf utsman? Jawabannya adalah bahwa mushaf Abu Bakar mengumpulkan ketujuh wajah qira'ah di mana di dalam penulisannya mengakibatkan adanya perbedaan antar satu qira'ah dengan qari'ah yang lain. Menurut sebagian ulama rasm utsmani telah disepaki oleh 12000 sahabat. Lagi pula mushaf Abu Bakar telah sirna karena ikut tercuci saat Hafshah binti Umar ummul mukminin meninggal. lebih benar hati dan lisannya. (HR. Perbedaan Ulama Tentang Kedudukan Rasm Utsmani Mushaf-mushaf yang dikirim Utsman ke seluruh penjuru negeri yang disebut sebagai rasm utsmani. Dalilnya ialah hadits Muslim dari Abuh Hurairah: ‫اى البُج الري حقرأ فُه البقرة ال َدخله شُطاى‬ "Sesungguhnya rumah yang dibacakan surat al-Baqarah tidak akan kemasukan syetan".Nama surat juga tawqifi. Alasan yang dijadikan dalil memperbolehkan penulisan Al-Qur'an yang tidak sesuai dengan rasm utsmani berupa ketidak mengertian kalangan awam atas rasm utsmani dan akan mengakibatkan mereka keliru dalam membaca al-Qur'an dan alasan-alasan yang lain. untuk menghindari kerancuan. Jika ditanya. Sedangkan mushaf utsman dinukil dari mushaf Abu Bakar yang hanya menuliskan satu qiraah yakni qiraah dengan dialek bahasa bangsa Quraisy. Rasulullah SAW memerintahkan kita berpegang teguh terhadap sunnah beliau dan sunnah-sunnah khulafa'ur rasyidin.

Sebab yang diharuskan mengikuti rasm utsmani ialah hanya bentuk penulisan. maka tidak akan terjadi perbedaan diantara mushaf-mushaf yang beliau kirim ke berbagai daerah. menganggap mereka telah berbuat teledor atau menganggap mereka bodoh dan tidak paham akan kaidah-kaidah penulisan bahasa Arab. Zaid bin Tsabit tidak akan berbeda pendapat dengan sahabat yang lain pada kalimah ‫ الخابىث‬apakah ditulis dengan ta' atau ha' (tak ta'nits). F. maka setiap qira'ah sama sekali tidak bertentangan dengan rasm utsmani. rasm utsmani adalah salah satu rukun dari rukun-rukun ketujuh qira'ah al-Qur'an. Syeikh Muhammad Ali Ad Dlibagh mengatakan bahwa. Semua dasar itu membuktikan rasm al-Qur'an adalah tawqifi bukan hasil hasil ijtihad para sahabat. Hukum wajib ini akan bertentangan dengan status shahih dari qiraah yang lain dan bisa mengharamkan qiraah sahih dan mutawatir lain yang tidak sesuai dengan rasm utsmani. Pendapat yang mengatakan rasm utsmani bukan tauqifi melainkan hasil ijtihad sahabat memberikan alasan sebagai berikut: 1. maka Imam Malik tidak akan memperbolehkan penulisan al-Qur'an untuk bahan pelajaran anak-anak yang tidak sesuai dengan rasm utsmani Meskipun para ulama ini mengatakan demikian. Hadits ini adalah dalil bahwa Al-Qur'an memang diturunkan dengan tujuh macam qira'ah. meski tidak terkumpul dalam satu tempat dan urutan surat yang belum ditertibkan. Sebagaimana dijelaskan di atas mengikuti rasm utsmani adalah wajib. Bukhari). hingga akhirnya sampai ke telinga Utsman dan beliau memerintahkan menulisnya dengan ta'. Tidak henti-hentinya saya memintanya mengulangi. Rasulullah adalah seorang ummi. meskipun ini merupakan mukjizat bagi beliau. Dan dia mengulanginya hingga sampai tujuh (macam) bacaan". tidak bisa membaca dan menulis. Contoh-contoh lain banyak di dalam al-Quran. dan diajarkan oleh rasulullah SAW. Pendapat Ulama Tentang Status Tawqifi Pada Rasm Utsmani Para ulama berbeda pendapat tentang hal ini. yang semuanya disaksikan sekelompok besar sahabat. Jika rasm utsmani tawqifi. bukan berarti berika meremehkan para sahabat penulis al-Qura'n. (HR. Ketujuhmacam qiraah tadi adalah shahih berdasar pengajaran Jibril kepada Rasulullah dan ketujuh macam qiraah tadi juga disampaikan semuanya kepada sahabat. Hal ini berdasarkan riwayat bahwa Rasulullah membacakan ayat al-Quran di hadapan Zaid bin Tsabit untuk ditulis (imla'). sehingga ia tidak dikatakan menyalahi mushaf utsmani. Alasan lain adalah sudah ditulisnya al-Qur'an sejak zaman Rasulullah SAW. seperti penulisan ًٍ‫ واخشى‬dengan menggunakan ya' pada surat Al-Baqarah dan tanpa ya' dalam surat Al-Maidah. maka yang harus dilakukan menulisnya sesuai dengan rasm utsmani lalu memberinya harakat atau tanda-tanda lain. Jika tawqifi. 2. 3."Jibril membacakan kepadaku satu huruf (bacaan) al-Qur'an lalu saya mengikutinya. 4. seperti yang didengungkan para orientalis atau kaum Syiah yang menganggap para sahabat penulis alQur'an telah berkhianat dengan melakukan tahrif dan taghyir pada al-Qur'an serta membuang banyak ayat al-Qur'an diantaranya adalah ayat yang menjelaskan keberhakan 'Ali bin Abi . Sebagian mereka berpendapat bahwa rasm utsmani adalah tauqifi. Beliau menambahkan bahwa ketika seseorang menulis al-Qur'an yang di dalamnya ada qiraah yang berbeda dan harus menggunakan tulisan yang berbeda pula.

Pembuangan alif dalam ‫ بسن هللا‬adalah untuk mempermudah dan meringankan. rasm utsmani adalah sebuah prestasi gemilang dalam sejarah perkembangan Islam. titik. dimana mereka meninggalkan rasm yang tidak diketahui hikmahnya dan tidak dipahami petunjuknya. Usaha Ulama dalam menerjemahkan Gaya Penulisan Mushaf Banyak para ulama yang berusaha menerjemahkan gaya penulisan mushaf utsmani yang tidak sesuai dengan kaidah penulisan arab yang baku. begitu pula saat munculnya rasm utsmani. tanda waqaf dan tanda-tanda yang lain seperti yang kita kenal saat ini adalah Gubernur Mekah Al-Hajjaj Yusuf Ats Tsaqafi. karena alasan-alasan dan hikmah itu diciptakan jauh sesudah para sahabat wafat. Ketika agama Islam tersebar bukan hanya ke wilayah Arab saja. H. meredam perbedaan dan menghindarkan Al-Qur'an dari kesirnaan. Semoga Allah menetapkan kita sebagai orang yang mampu mencicipi air segar telaga Rasulullah SAW dan sebagai orang yang bisa memandang wajah Allah yang maha agung. karena sering digunakan. Dialah yang telah membunuh banyak ulama dan sahabat dan menghancurkan Ka'bah. mungkin al-Qur'an tidak akan pernah sampai ke tangan kita. 3. 4. Ingatlah Allah menjamin Al-Quran melalui firmanNya: ‫إًا ًحي ًسلٌا الركر وإًا له لحافظىى‬ "Sesunggunya kami telah menurunkan Al-Qur'an dan sesungguhnya kami akan melindunginya". . Orang yang memprakarsai pertama kali penambahan harokat. Diantara hikmah-hikmah itu ialah: 1. Penutup Bagaimanapun. Ada yang mengatakan bahwa karena alif dibuang maka sebagai petunjuk pembuangan alif. G. maka terjadi kesalahan dalam pembacaan al-Qur'an oleh orang-orang non Arab. Pembuangan wawu pada ayat ‫ َوح هللا الباطل‬berfungsi sebagai petunjuk akan cepat hilangnya kebatilah. I. Jika rasm utsmani tidak ada.Thalib atas kursi khalifah sesudah Rasulullah SAW. gubernur dzalim pada zaman khalifah Abbasiyah Abdul Malik bin Marwan. Penambahan Alif pada ‫ ال اذبحٌه‬berfungsi sebagai petunjuk bahwa penyembelihan tidak terjadi. jika menginginkan keselamatan di saat perpecahan umat semakin menjadi yang menjadikan Islam semakin penuh warna. Penambahan ya' pada ‫ والسواء بٌٌُها بئَُد‬berfungsi untuk membedakan lafadz ٌ‫ أَد‬yang bermakna kekuatan dan yang bermakna tangan. 2. seolah-olah ‫ ال‬dalam ayat itu adalah nafiyah. Banyak alasan-alasan dan hikmahhikmah yang mereka kemukakan dibalik tulisan mushaf itu. di mana kita dianjurkan berpegang teguh kepada sunnahnya dan sunnah khulafaur rasyidin. Namun hal ini hanya sebagai penghibur dan pemanis. tanpa memandang alasan-alasan nahwiyah atau sharfiyah yang sudah tercipta. dan semakin meningkatnya kecenderungan manusia terhadap dunia. Penambahan Titik dan Harokat Titik dan harokat pada zaman sebelum Islam tidak dikenal. awal penulisan ba' dibuat panjang. Dan apapun pendapat ulama tentang rasm utsmani. ia adalah maha karya sahabat dan khulafaur rasyidin.

Amin. Nun untuk mushhaf Utsman. Maktabah Dar Ihya' al Kutub alArabiah.org/wiki/Rasm_al-Qur%27an Wizarah Al-Awqaf li As-Syu'un Al-Islamiyah. Seorang orientalis bernama Noeldeke dalam bukunya. Surabaya. sehingga halhal yang berbau klasik atau lama sepertinya sudah jarang diperhatikan.multiply. . Al-Itqan fi Ulum al-Qur'an Al-Kurdi. Cet. Al-Mausu'ah Al-Fiqhiyah. para orientalis menyebarkan berbagai syubhat batil seputar AlQuran. Dan hal ini merupakan hal yang sangat mengganggu dan meresahkan di kalangan umat Islam. Bahkan terkesan sepertinya harus dihilangkan dan dilupakan. Ia berkata bahwa huruf mim adalah simbol untuk mushhaf al-Mughirah.wikipedia. Tahun 1981 Abdullah bin Muhammad bin Abi Syaibah. Begitu juga dengan kitab suci kita yaitu Al-qur’an karim yang oleh banyak pihak mulai dan sudah diganggu ke-autentikannya dari segi manapun. Dar El Fikr. seperti yang ada pada teks mushhaf Utsmani. termasuk juga dari segi tulisannya dan perbedaan antara tulisan yang satu dengan tulisan yang lain. huruf Ha adalah simbol untuk mushhaf Abu Hurairah. 'Ulum al-Qur'an http://fadliyanur. Karena kataya sudah tidak sesuai dengan zamannya lagi. Kuwait 29 April 2008 RASM AL-QUR’AN (Ulumul Qur'an) RASM AL-QUR’AN (Ulumul Qur'an) RASM AL-QUR’AN BAB I PENDAHULUAN Pada zaman sekarang ini yang katanya zaman modern atau zaman yang sudah maju. DAFTAR PUSTAKA Al-Khudlari.com/journal/item/27 http://id. Dalam banyak penelitan mereka. Tarikh At-Tasyri' al-Islami. Menurutnya. Tarikh Al-Quran. Muhammad Tahir. Beirut Al-Suyuthi. Muhammad. Sebagai contonya adalah dari kalangan orientalisme. menolak keabsahan huruf-huruf pembuka dalam banyak surat Al-Quran dengan klaim bahwa itu hanyalah simbol-simbol dalam beberapa teks mushaf yang ada pada kaum muslimin generasi awal dulu. Darul Wizarah. Abdur Rahman bin Al-Kamal Jalaluddin. Al-Mushannaf.

[1] Disinilah perlunya dan harusnya kita mempelajari kembali tentang ilmu Al-qur’an dari awal sehingga tidak terjadi putusnya sejarah awal Al-qur’an diturunkan dan dibukukan dalam bentuk mushaf seperti yang telah ada di zaman sekarang ini. Tim menulis ayat-ayat Al-qur’an dengan berpegangan dengan ayat-ayat Al-qur’an yang disimpan oleh Nabi SAW. zaid binTsabit. Kemudian ketika itu Umar bin Khattab mengajukan usul kepada khalifah untuk mengumpulkan catatan-catatan Al-qur’an menjadi satu. Nabi juga membentuk tim khusus untuk sekretaris (juru tulis) Al-qur’an guna mencatat setiap kali turun wahyu. Definisi Rasm Al-quran Dan Rasm ‘Utsmani Rasm qur’an yaitu penulisan mushaf Al-qur’an yang dilakukan dengan cara khusus. Berkaitan dengan sumber penulisan Al-Quran.[3] Sejauh itu Bahasa dapat terpelihara dari kerusakan-kerusakan. dan ayat-ayat yang dihapal oleh para sahabat yang masih hidup. BAB II RASM AL-QUR’AN 1. Penulisan Al-qur’an pada masa Nabi SAW dilakukan oleh para sahabat-sahabatnya. kaum orientalis menuduh bahwa isi Al-Quran berasal dari ajaran Nasrani. Setelah datang Islam dinamakan Khot Kufi.*2+ Pada waktu itu mereka menulis Al-qur’an berdasarkan petunjuk Nabi SAW. Ubai bin Ka’ab dan Tsabit bin Qais. tulisan tersebut diserahkan kepada Umar bin Khattab lalu diserahkan lagi kepada khafsoh. Baik dalam penulisannya maupun dalam urutannya. Pola Penulisan Al-Qur`an Dalam Mushaf Utsmani Bangsa Arab sebelu Islam dalam tulis menulis menggunakan khot Hijri. seperti tuduhan Brockelmann.simbol-simbol itu secara tidak sengaja dibiarkan pada mushhaf-mushhaf tersebut sehngga akhirnya terus melekat pada mushhaf Al-Quran dan menjadi bagian dari Al-Quran hingga kini. Diantara mereka ialah. . karena ada kemampuan berbahasa yang tertanam dalam jiwa mereka. Sesudah Abu Bakar wafat. Pada masa khalifah Abu Bakar sedikitnya ada 70 hafidz Al-qur’an yang mati syahid dalam suatu peperangan meluruskan orang-orang yang murtad dari agama Islam. Sedangkan Goldziher menuduhnya berasal dari ajaran Yahudi. sehingga dibentuklah tim penuls Al-qur’an yang diketuai oleh Zaid bin Tsabit. Kaum orientalis yakin bahwa Al-Quran adalah buatan Muhammad. Dengan berbagai pertimbangan Abu Bakar menerima usulan Umar. baik dalam penulisan lafal-lafalnya maupun bentuk-bentuk huruf yang digunakannya. 2.

Anas bin Malik.dan dari kata na . 10. seperti kata kul yang di iringi kata ma di tulis dengan di sambung ( ). c. penuli kata semacam itu di tulis dengan menghilangkan alif.[4] Untuk mengantisipasi kesalahan dan kerusakan serta untuk memudahkan membaca Al-Qur`an bagi orang-orang awam. 9. salah satu kaidahnya berbunyi bahwa apabila hamzah berharakat sukun.. e. misalnya “maliki yaumiddin”( ). yaitu: a. Contohnya. b. pada lafadzh . f. Pada saat itu muncul perdebatan tentang bacaan Al-Qur’an yang masing-masing pihak mempunyai dialek yang berbeda. Badal (penggantian).dari tanbih .Khatir bin Aflah. umat Islam telah tersebar ke berbagai kepenjuru dunia sehingga pemeluk agama Islam bukan hanya orang-orang Arab saja. karena di tetapkan pada masa khalifah Utsman bin Affan. Mushaf itu ditulis dengan kaidah-kaidah tertentu.Abdullah bin Abbas. Washal dan Fashl (penyambungan dan pemisahan). Nafi bin Zubair bin Amr bin Naufal. seperti alif di tulis dengan wawu sebagai penghormatan pada kata .Pada masa khalifah utsman bin Affan. Al-hamzah. ataumeniadakan huruf). Kata yang dapat dibaca dua bunyi. Kedudukan Rasm ‘Utsmani . Al-Hadzf(membuang.Ubay bin ka`b. Abdullah bin Amr bin al-As. d. 12. Para Ulama meringkas kaidah-kaidah itu menjadi 6 istilah. di tulis dengan huruf berharakat yang sebelumnya.boleh juga hanya menurut bunyi harakat (yakni dibaca satu alif).[5] Mereka inilah yang menyusun mushaf Al-Qur`an yang kemudian di kenal dengan mushaf Utsmani. Malik bin Abi Amir. menghilangkan. 5. . 8. Mereka itu adalah: 1.Abrur-Rahman bin Hisham. contoh “i`dzan( ) dan “u`tumin”( ). Sa’id bin Al-As dan Abdurrahman bin Al-Harits [6]. Penulis kata yang dapat di baca dua bunyi disesuaikan dengan salah satu bunyinya.Abdullah bin az-Zubair. 2. 4. Zaid bin Tsabit. seperti menambahkan huruf alif setelah wawu atau yang mempunyai hokum jma` ( ) dan menambah alif setelah hamzah marsumah (hamzah yang terletak di atas tulisan wawu) ( ). 6. Abdullah bin Umar. menghilangkan huruf alif pada ya`nida` . Di dalam mushaf `Utsmani. Sa`id bin Al-As bin Sa`id bin Al-As. abdulalh bin Zubair.[7] 3. 11. maka Utsman bin Affan membentuk panitia yang terdiri dari 12 orang untuk menyusun penulisan dan memperbanyak naskah Al-Qur`an. ada juga yang mengatakan bahwa panitia yang di bentuk oleh Utsman ada empat orang mereka itu adalah Zaid bin Tsabit. 7. 3. Al-Jiyadah(penambahan). Sangat di sayangkan masing-masing pihak merasa bahwa bacaan yang di gunakannya adalah yang terbaik. Ayat di atas boleh di baca dengan menetapkan alif(yakni di baca dua alif).

Maka tak perlu lagi ada fragmentasi tulisan Al-qur’an yang bergulir di tangan orang-orang. Untuk menarik lebih banyak kompilasi bahanbahan tulisan. Satu dasawarsa sebelumnya ribuan sahabat. Oleh karena itu semua pecahan tulisan (fragmentasi) Al-qur’an telah dibakar. dan dari kesimpulan yang luas ini terdapat: pertama.[10] 4. Hukum Penulisan Dengan Rasm Utsmani . termasuk Ali bin Abi Thalib berkata. dan melakukan pengoreksian terhadap kesalahan-keslaahan yang ada pada mushaf yang dipegang oleh panitia. Riwayat lain mengukuhkan kesepakatan ini. naskah Utsman tersendiri(independen) memberi kesempatan kepada sahabat yang masih hidup untuk melakukan usaha yang penting ini. Alasan yang paling mendekati kemungkinan barangkali sekedar upaya simbolik. diberbagai wilayah dengan warna-warni yang ada. Oleh karena itu adanya kesatuan secara total yang ada teks Al-qur’an di seluruh dunia selama empat belas abad. tidak bisa berpartisipasi dalam kompilasi suhuf. yang sibuk berperang melawan orang-orang murtad di Yamamah dan di tempat lainnya. Mus’ab bin Sa’d menyatakan bahwa masyarakat telah menerima keputusan Utsman.dan juga dengan dua perintah: 1. merupakan bukti keberhasilan Utsman yang tak mungkin tersaingi oleh siapa pun dalam menyatukan umat Islam dalam satu teks. Di dalam melakukan pengumpulan tujuan utama Utsman adalah ingin menutup semua celah-celah perbedaan dalam bacaan Al-qur’an dengan mengirim mushaf atau mengirim sekalian dengan pembacanya. maka disebarkan dan dibuat menjadi beberapa duplikat dan dikirimkan ke beberapa tempat. agar tidak membaca sesuatu yang berbeda dengan mushaf Utsmani.[8] Dalam keterangan diatas. setidaknya tidak mendengar kata-kata keberatan.”Demi Allah.Khalifah Utsman menyuruh ziad bin Tsabit untuk mengambil suhuf dari A’isyah sebagai perbandingan dengan suhuf yang telah disusun oleh panitia yang telah dibentuk Utsman. sejak awal teks Al-qur’an ini sudah benar-benar kukuh hingga abad ketiga. Setelah naskah mushaf tersebut selesai dibuat. Khalifah Utsman juga melakukan verifikasi dengan suhuf resmi yang sejak semula ada pada Hafsah guna melakukan verifikasi dengan mushaf yang dia pegang. dia tidak melakukan apa-apa dengan pecahanpecahan (mushaf) kecuali dengan persetujuan kami semua (tak ada seorang pun diantara kami yang membantah)”. tidak terdapat inkonsistensi di natara suhuf dan mushaf tersendiri.[9] 2. Kedua metodologi yang dipakai dalam kompilasi Al-qur’an pada zaman kedua pemerintahan sangat tepat dan akurat. Seseorang bisa jadi keheran-heranan mengapa khalifah ‘Utsman bersusah payah mengumpulkan naskah tersendiri sedang akhirnya juga dibandingkan dengan suhuf yang ada pada Hafsah. agar membakar semua mushaf milik pribadi yang berbeda denganmushaf milikya harus dibakar.

Pegang pena baik-baik.”*15+Imam Ahmad bin Hanbal pernah berkata.”*16+ c. Jika di antara panitia itu ada berbeda pendapat dalam menulis mushaf. maka hendaknya di tulis dengan lisan Quraisy karena dengan lisan itu AlQur’an turun. Sebagian besar Ulama berpendapat bahwa Rasm Utsmani bukan tauqifi. salah seorang sekretatarisnya. “Aku tidak berpendapat demikian. apkah perlu menulisnya seperti yang di pakai banyak orang sekarang. ya` atau huruf lainnya. Asyhab berkata ketika ditanya tentang penulisan Al-qur`an. Panjangkanlah (tulisan) Ar-Rahman dan perbaguslah (tulisan) Ar-RAhim. Jangan butakan huruf min. Pendapatpendapat tersebut ialah: a. tetapi merupakan kesepakatan cara penulisan (ishtilahi) yang di setujui Utsman dan diterima ummat. Tidak ada halangan untuk menyalahinya tatkala suatu generasi sepakat menggunakan cara untuk menuliskan Al-qur’an . Lalu letakkan penamu di atas telinga kirimu. Luruskan huruf ba’.*12+ Al-Qattan dalam bukunya berpendapat bahwa tidak ada suatu riwayat dari Nabi yang dijadikan alas an untuk menjadikan Rasm Utsmani sebagai tauqifi.*13+ b. “Haram hukumnya menyalahi khot Utsmani dalam soal wawu. sehingga wajib di ikuti dan ditaati siapapun ketika menulis Al-Qur`an.mereka merujuk pada sebuah riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi pernah bersabda Mu’awiyah.[14] Banyak Ulama terkemuka menyatakan perlunya konsistensi menggunakan Rasm Utsmani. sebagian ulama berpendapat bahwa Rasm Al-qur’an itu bersifat tauqifi*11+. alif. Seseorang hendaklah menulisnya sesuai dengan tulisan pertama. perbaguslah (tulisan) Allah. Sebagian dari mereka berpendapat bahwa Rasm Utsmani bukanlah tauqifi. Untuk menegaskan pendapatnya. sehingga wasjib di ikuti oleh siapa saja ketika menulis Al-quran. Rasm Utsmani merupakan kreatif panitia yang telah di bentuk Utsman sendiri atas persetujuannya. Malik menjawab.”Letakkan tinta.Para ualma berbeda pendapat mengenai status Rasm utsmani atau Rasm Al-qur’an.bedakan huruf sin. karena itu akan memuatmu lebih ingat”.

. Dan banya terjadi kesulitan bagi orang non-arab yang baru masuk Islam. sedangkan yang kedua berkaitan dengan cara penulisan huruf. Di Negara Arab dimuali Raja Fuad dai mesir yang membentukpanitia khusus penerbitan Al-qur’an di peremaptan pertama abad XX. dilakukan penyempurnaannya.89 H). Yang pertama berkaitan dengan huruf . Penulisan dan Percetakan Rasm Utsmani Mushaf yang ditulis atas perintah Utsman bin Affan tidak memiliki harakat dan tanda titik sehingga dapat dibaca dengan salah satu qira’at yang tujuh.” 5. di jerman. III ini yang tersisa di dunia Islam dan sayangnya perintis tersebut bukan dari kalangan Islam. Padahal. penguasa gereja memerintahkan pemusnahan kitab suci ini. setiap kurun waktu memiliki trend tulisan yang berbeda-beda. serta dapat memegang amanah dari pada kita.[18] Untuk memperkuat pendapatnya.”Siapa saja yang hendak menulis mushaf hendaknya memperhatikan cara mereka yang pertama kali menulisnya. yang lahir di rusia. Upaya ini tidak berlangsung sekaligus. Setelah dua kali diterbitkan di Iran setahun kemudian terbit di Jerman. Penerbitan Qur’an dengan label Islam mulai pada tahun 1787. lima tahun kemudian 8 terbit di Tabriz. Janganlah berbeda dengannya. ucapan dan kebenarannya lebih dipercaya. Sayangnya tak satupun Al-qur’an cetakan I. Kemudian disusul oleh Mracci pada tahun 1698 M. Penulisan Al-quran ini di upayakan denga tulisan ayng bagus. Al-qattan mengutip ucapan Al-Baihaqi di dalam kitab Syu’b Al-Iman. Oleh karena itu pada masa khalifah ‘Abd Al-Malik (685-705). Tercatat tiga nama yang disebut-sebut sebagai orang yang pertama kali meletakkan titik pada Mushaf Utsmani. Panitia yang di motori oleh para syaikh Al-Azhar ini pada tahun 1342 H/1923 M. Sejak itulah Al-quran dicetak berjuta-juta mushaf di Mesir dan berbagai negara lainnya. yaitu: Abu Al-Aswad Ad-Dau’ali. Yahya bin Ya’mar(45-125 H) dan Nashr bin Asim Al-Laits (w. tetapi bertahap dan dilakukan sampai abad III H (atau akhir abad IX M). Seandainya setiap masa diperbolehkan menulis Al-qur’an sesuai dengan trend tulisan pada masanya. lalu di Iran pada tahun 1248 H/1828 M.ayng berlainan dengan Rasm Utsmani. Untuk pertama kaliAl-qur’an di cetak di Bunduqiyah pada tahun 1530 M. Tidak boleh mengubah sediitpun apa-apa yang telah mereka tulis karena mereka lebih banyak pengetahuannya. Cetakan selanjutnya dialkukan oleh seorang jerman bernama hinkelman pada pada athun 1694 M. Tapi ketika dikeluarkan. perubahan tulisan Al-qur’an terbuka lebar pada setiap masa.[17] Berkaitan denganketiga pendapat diatas. Kemudian di kazan. di Padoue. Al-qattan menegaskan bahwa perbedaan Khot pada mushaf-mushaf yang ada merupakan hal lain. Al-Qattan memilih pendapat yang kedua karena lebih memungkinkan untuk memelihara Al-qur’an dari perubahan dan penggantian hurufnya. II. Jangan ada diantara kita yang merasa dapat menyamai mereka.

BAB III PENUTUP Kesimpulan Rasm Al-qur’an adalah tata cara penulisan Al-qur’an. Tarj. FOOTNOTE [1] http://gasus85. Beirut: Darul Ma’arif. Ahmad. Terj. Ahmad dan Rofii. Bandung: Pustaka Litera AntarNusa. . Status hokum Rasm Al-qur’an masih diperselisihkan dalam tiga hal: apakah tauqifi.M. Beirut: Darul Ilmi. Ulumul Qur’an II.wordpress. Yogyakarta: QIRTAS. Abu Abdullah. Kamaluddin Marzuki Amwar. jaluddin. 21. The History Of Qur’anic Text. Mabahis Fi Ulum Al-Quran. bukan tauqifi atau ishtilahi. Al-Qattan. Bandung: Pustaka Setia. Studi Ilmu Ilmu Al-Qur’an. Mudzakkir AS. Bandung: MIZAN. Wawasan Baru Tarikh Al-Qur’an. 1988. 2001. Anwar. 2000. As-Suyuti. Hal. Permata Al-Qur’an. 1978. Bandung: Pustaka setia.com/ *2+ Syadali. Chirzin. Sohirin Solihin dkk. As-Shalih. Al-Itqoan Fi Ulum Al-Qur’an. Rosihon.M. Manna Khalil. Ahmad dan Rofii. Subhi. Muhammad. 1991. Az-Zanzani. Ulumul Qur’an II. Ulumul Qur’an. 2003. Syadali. Jakarta: Gema Insani Press. Ahmad. 2006. yang biasa disebut juga dengan rasm Utsmani. Tarj. 2005. Bandung: Pustaka setia. Rasm Utsmani memiliki fungsi yang sangat besar dalam menyatukan umat Islam. 2000. Pada awalnya rasm Utsmani tidak memiliki tanda baca tapi kemudian di tambahi dan disempurnakan. DAFTAR PUSTAKA Al-Azami.

Rosihon. hal.[3] As-Shalih. hal. [5] Al-A’zami. [10] Ibid. Jakarta: Gema Insani Press. di robek atau di bakar.52 [13] Al-Qattan. 2006. yang Nabi sendiri tidak memiliki otoritas untuk menyangkalnya. 361-362. Anwar.hal. hal.50 [7] Anwar. Op cit hal. Al-Itqoan Fi Ulum Al-Qur’an.215. [15]As-Suyuti. hal 167. Subhi. [17] Anwar. The History Of Qur’anic Text. rosihon. jaluddin.Rosihon. Beirut: Darul Ilmi. [14] Ibid.hal. 2005. Bandung: Pustaka Setia. cit. Op cit. Mabahis Fi Ulum Al-Quran. Bandung: Pustaka Litera AntarNusa. 1988. apa di hapus. 2001. 104 [9] Menurut Ibnu Hajar hal ini tergantung dari induvidu yang memilikinya. Ulumul Qur’an. [8] Al-A’zami. Jaluddin. hal. Terj. Rosihon. Studi Ilmu Ilmu Al-Qur’an.hal.M. Mudzakkir AS. Sohirin Solihin dkk.50-52. Tarj. Op. Juz 5.M. [18] Ibid. ibid. Beirut: Darul Ma’arif. Manna Khalil. [4] As-Suyuti. 56 telah di presentasikan di Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al Hakim (STAIL) Surabaya . 1978. 55. cit. 216. hal 107 [11] Yakni bukan produk manusia. Op. 99-100. tetapi merupakan sesuatu yang ditetapkan berdasarkan wahyu Allah. [16] Ibid. Hal. 6. Hal. [12] Anwar.

Rabu. mulai dari sisi Allah hingga langsung kepada Nabi Muhammad . 29 Februari 2012 MAKALAH ‘ULUMUL QUR’AN SEJARAH TURUN DAN PENULISAN AL-QUR’AN BAB II PEMBAHASAN A. Sebab . yaitu menetapkan / memantapkan / memberitahukan /menyampaikan Al-Qur’an. dengan memakai ungkapan “diturunkan” menghendaki adanya materi kalimat atau lafal atau tulisan huruf yang riel yang harus diturunkan. maupun kepada Nabi Muhammad SAW. Tahap-tahap Al-Qur’an di turunakan Yang dimaksud dengan “ tahap-tahap turunnya Al-Qur’an” ialah tertib dari fase-fase disampaikan kitab suci Al-Qur’an. B. baik di sampaikan Al-Qur’an itu ke Lauhil Mahfudz atau ke Baitul Izzah di langit dunia. Karena itu harus menggunakan arti majazi. Pengertian Nuzulul Qur’an (Turunnya Al-Qur’an ) Menurut Jumhurul Ulama’ arti Nuzulul Qur’an itu secara hakiki tidak cocok untuk Al-Qur’an sebagai kalam Allah yang berada pada dzat-Nya.

Sebab kitab suci ini diturunkan secara bertahap.SAW. Ad-dukhan: 3) Ayat tersebut menunjukkan turunnya Al-Qur’an tahap kedua ini dan cara turunnya. kitab suci ini tidak seperti kitab-kitab suci sebelumnya. sebelum di sampaikan ke nabi Muhammad SAW 3. Allah SWT telah memberikan penghormatan kepada Al-Qur’an dengan membuat turnnya tiga tahap. 1. Hikmah dari Tanazul tahap pertama ini adalah seperti hikmah dari eksistensi Lauhul Mahfudz itu sendiridan fungsinya sebagai tempat catatan umum dari segala hal yang ditentukan dan diputuskan Allah dari segala makhluq alam dan semua kejadian.‫ في لوح محفوظ‬. ‫بل ىو قرأن مجيد‬ Artinya: bahkan yang di dustakan itu ialah Al-Qur’an yang mulia. Tahap Pertama Turun Di Lauh Mahfudz (‫)اللوح المحفوظي‬ sebagaimana dalm firman allah: . diberkahi. tahap ketiga. . yaitu secara sekaligus turun seluruh isi al-qur’an dari lauhul mahfudz ke baitul izzah. Tahap Kedua Di Baitul Izzah (‫)بيت العزةي‬ yaitu tempat mulia di langit yaitu langit pertama. atau langit yang terdekat dengan bumi. Dan membuktikan kebesaran kekuasaan Allah SWT dan keluasaan ilmunya serta kekuatan kehendak dan kebijaksanaa-Nya 2. dalam Lauhul Mahfudz Al-Qur’an berupa kumpualn lengkap tidak terpisah-pisah. Wujudnya Al-Qur’an di Lauhu Mahfudz adalah dalam suatu cara dan tempat yang tidak bisa diketahui kecuali oleh Allah sendiri. yang tersimpan di Lauhul Mahfudz ( QS. sehingga betul-betul menunjukkan kemukjizatannya. Al-Buruj 21). Berdasarkan firman allah: ٍ‫ك‬ ٍ ‫ِنَّا أَنْزلْناَهُ فِى ل‬ ‫ة‬ ِِ ِ ِ‫إ‬ َ‫ار‬ ْ َ ِِ ُ ‫َي لَة‬ َ َ‫مب‬ Artinya: sesungguhanya kami menurunkannya (al-qur’an )pada suatu malam yang (QS.

Ayat yang pertama kali turun adalah 1-5 surah al-alaq: ‫ علم اإلنسان مالم يعلم‬.S.‫خلق اإلنسان من علق‬. tanggal 17 Ramadhan pada waktu Nabi telah berusia 41 tahun bertepatan tanggal 6 Agustus 610 M.‫ إقراء وربك اآلكرم‬. albaqoroh:99) ‫ على قلبك لتكون من المنذربن‬.” (Q. yaitu ayat: . asy-syu’ara: 193-194) C. Sejarah turunnya al-qur’an kepada nabi Muhammad SAW. Artinya.Al-Qur’an turun dari dari Baitul Izzah di langit dunia langsung kepada nabi Muhammad. 1. ‫نزل بو الروح االمين‬ Artinya: ia (al-qur’an ) dibawa turun oleh Ar-Ruhul Al-Amin (Jibril) kedalam hatimu (Muhammad)agar kamu menjadi salah seorang diantara orang-orang yang memberi peringatan. baik melalui perantara Malaikat Jibril ataupun secara langsung ke dalam hati sanubari nabi Muhammad SAW. Dan penyampaian Al-Qur’an secara keseluruhan memakan waktu lebih kurang 23 tahun. Dalilnya ayat Al-Qur’an antara lain: ‫ولقد أنزلناه إليك ايت بينت‬ Artinya: dan sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas. pada waktu nabi sedang berwukuf di Arafah melaukan Haji Wada’pada tanggal 9 Dzul hijjah 10 H.S. sewaktu beliau sedang berkhalwat (meditasi ) di dalam gua hira’ di atas Jabal Nur. Sedangka permulaan turunya Al-Qur’an adalah pada malam lailatul qadar.‫إقراء با سم ربك الذى خلق‬ Sedangkan wahyu yang terakhir yang diterima Nabi Muhammad SAW adalah surat AlMaidah:3. ‫ الذى علم بالقلم‬. Al-Qur’an disampaikan langsung kepada Nabi Muhammad. yakni 13 tahun waktu nabi masih tingggal di makkah sebelum hijrah dan 10 tahun waktu nabi hijrah ke madinah. maupun dari balik tabir. Waktu turunya alqur’an Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur berupa beberapa ayat dari sebuah surat atau sebuah surat ynag pendek secara lengkap.” (Q.

‫اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتى ورضيت لكم االسالم دينا‬ Artinya: pada hari ini telah ku-sempurnakan untukmu agamamu dan telah ku-cukupkan nikmat-ku kepadamu. D. surat dan ayatnya pendek-pendek dan gaya bahasanya singkat-padat ( Ijaz ). Wahyu Ilahi yang diturunkan sebelum hijrah tersebut di sebut surat/ ayat makkiyah merupakan 19/30 dari Al-Qur’an. mempermudah dalam menghafal. . sebagai berikut: a. memahami dan hikmahnya yang di dalamnya memperkuat perkara yang haq dan membatalkan perkara yang batal. wahyu Ilahi yang turun sesudah hijrah disebut surat/ayat Madaniyyah dan merupakan 11/30 dari Al-Qur’an. Yaitu. Hikmah dan rahasia al-qur’an diturunkan berangsur-angsur 1) Memperkuat dan memperkokoh hati Nabi Muhammad SAW karena turunnya wahyu baru. serta ku-ridhai bagimu Islam sebagai agamamu 2. karena sasarannya bukan hanya orang-orang arab asli. Mengenai isi surat/ayat Makkiyah pada umumnya berupa ajakan untuk bertauhid yang murni atau ketuhanan yang Maha Esa secara murni dan juga tentang pembinaan mental dan akhlaq. Mengenai isi surat/ayat Madaniyyah pada umumnya berupa norma-norma hukum untuk pembentukan dan pembinaan suatu masyarakat / umat islam dan Negara yang adil dan makmur yang diridhai Allah SWT. yang terdiri dari 24 surah yang meliputi 1463 ayat. b. surat dan ayatnya panjang-panjang dan gaya bahasanya panjang lebar dan lebih jelas ( Ithnab ). membuat kegembiraan yang memenuhi hati nabi. Dan terdiri dari 90 surah yang mencakup 4. periodesasi turunya alqur’an Masa turunnya Al-Qur’an sealam 22 tahun lebih tersebut terbagi dalam dua periode.. Periode pertama adalah Makkah. Yaitu. Selam 9 tahun 9 bulan lebih 9 hari. Periode kedua adalah periode Madinah.773 ayat. karena sasaran pertama dan utama pada periode ini adalah orang-orang arab asli ( Suku Quraisy )yang sudah tentu paham benar akan bahasa Arab. yang menurut Ahli Tahkiq selama 12 tahun 5 bulan dan lebih 13 hari. melainkanjuga non arab dari berbagai bangsa yang telah mulai masuk islam dan sudah tentu mereka belum menguasai bahasa arab.

Semuanya itu disimpan di rumah Nabi dalam keadaan terpencar-pencar ayatnya belum dihimpun dalam suatu Mushaf Al-Qur’an. dan diperkuat dengan naskah-naskah Al-Qur’an yang dibuat oleh para penulis untuk pribadi masing-masing serta ditunjang oleh hafalan para sahabat yang Hafidz Al- . E. Para penulis wahyu itu diperinatah Nabi untuk menuliskan setiap wahyu yang diterimanya dan meletakkan urut-urutanya sesuai dengan petunjuk nabi berdasarkan petunjuk tuhan lewat Jibril. pelepah kurma dan sebagainya. peristiwa dan kejadian kejadian. antara lain empat sahabat nabi yang terkemuka. disamping mempermudah hafalan dan pemahaman Al-Qur’an bagi orang arab agar kaum Muslimin menengok kepada kesalahan mereka yang perlu diperbaiki serta menunjukkan kebenaran kepada mereka. Ubay Bin Ka’ab Dan Khalid Bin Walid. kulit binatang. tulang. Zaid Bin Tsabit. 4) Menunjukkan bahwa sumber Al-Qur’an adalah Kalam Allah SWT sendiri. 5) Turun berangsur-angsur dalam beberapa masa. Dan kemudian Nabi bersabda: ‫كذا‬ ‫ضعوا ىذه السورة فى الموضع الذي يذكر فيو كذا ر‬ Artinya: “letakkan surat ini pada tempat yang disebutkan didalamnya ungkapan ini dan itu” Kemudian ayat-ayat Al-Qur’an yang telah ditulis dihadapan Nabi di atas benda-benda yang bermacam-macam antara lain batu. Sejarah penulisan Al-Qur’an Penulisan/penghimpunan Al-Qur’an mengalami 3 ( tiga ) periode yaitu: 1.2) Bertahap dalam mendidik umat yang sedang tumbuh baik dengan Ilmy maupun dengan Amaly. sejalan dengan situasi. 3) Bertahap dalam menanamkan keyakinan dan ibadah yang benar serta budi pekerti yang luhur. Mu’awiyah. penulisan Al-Qur’an pada periode Nabi Muhammad SAW Nabi menunjuk beberapa sahabat yang pandai tulis baca sebagai penulis Wahyu.

kemudian ia memerintahkan Kepada Zaid Bin Tsabit agar segera menghimpun ayat-ayat Al-Qur’an dalam satu mushaf/suhuf Zaid sangat berhati-hati dalam menjalankan tugas ini. Ide sahabat Umar di terima oleh Abu Bakar. Gerakan ini segera di tindak Oleh Abu Bakar dengan mengirimkan pasukan di bawah Khalid Bin Walid.Qur’an yang tidak sedikit jumlahnya. terjadilah perbedaan bacaan Al-Qur’an di kalangan umat islam dan kalau dibiarkan. 3. Mushaf karya Zaid Bin Tsabit ini kemudian disimpan oleh Abu Bakar dan kemudian Umar setelah Abu Bakar wafat. Penulisan Al-Qur’an pada periode Khalifah Abu Bakar Setelah Nabi wafat dan Abu Bakar diangkat sebagai Khalifah. Ayat-ayat yang dihafal oleh para sahabat yang Hafidz Al-Qur’an. Kemudian disimpan hafsah setelah Umar mangkat atas pesan Umar. Karena itu . ialah: 1. 2. karena kawatir kehilangan sebagian Al-Qur’an dengan wafatnya sebagian para penghafalnya. bisa menggganggu persatuan dan kesatuan umat Islam.. dengan pertimbangan bahwa Hafsah adalah istri nabi yang hafidz Al-Qur’an dan pandai baca tulis. maka semuanya itu menjamin Al-Qur’an tetap terpelihara secara lengkap dan murni. yakni antara sesudah terjadi perang Yamamah dan sebelum Abu Bakar wafat. Penulisan/ penghimpunan Al-Qur’an periode Khalifah Utsman Bin Affan Pada masa pemerintahan Utsman. Ayat-ayat Al-Qur’an yang ditulis di hadapan nabi dan di simapn di rumah Nabi Muhammad SAW. Zaid tidak mau menerima tulisan ayat-ayat Al-Qur’an kecuali kalau disaksikan dengan dua orang saksi yang adil bahwa ayat itu benar-benar ditulis dihadapan Nabi atas perintah/ petunjuknya. terjadilah gerakan pembangkangan membayar zakat dan gerakan keluar dari agama islam (Murtad) dibawah pimpinan Musailamah. 2. ia berpegangan pada dua hal. Terjadilah clash fisik di Yamamah yang menimbulkan banyak korban di kalangan Islam termasuk 70 sahabat yang Hafidz Al-Qur’an terbunuh sebagai Syuhada’ Peristiwa itu mendorong umar untuk menyarankan kepada Khalifah segera menghimpun ayatayat Al-Qur’an dalam satu mushaf. Tugas penulisan ini oleh zaid dapat di laksanakan dalam waktu kurang lebih 1 (satu) tahun.

Panitia Zaid diperintah menyalin suhuf Hafsah dalam jumlah beberapa buah untuk dikirimkan ke beberapa daerah Islam disertai intruksi bahwa semua suhuf yang berbeda dengan Mushaf Utsman yang terkirim itu harus di musnahkan / dibakar. baik di sampaikan Al-Qur’an itu ke Lauhil Mahfudz atau ke Baitul Izzah di langit dunia. Baru setelah hafsah wafat. Panitia ini diketuai oleh Zaid dan bertugas menyalin Al-Qur’an yang disimapn oleh Hafsah. demi untuk menagamankan keseragaman mushaf Al-Qur’an yang telah diusahakan oleh Khlaifah Utsman. tetappi ditolak oleh Hafsah. Marwan Bin Al-Hakam seoarang Khalifah Bani Umayyah. mushaf Hafsah yang dipinjamnya dikembalikan ke Hafsah. pernah meminta Hafsah agar suhufnya dibakar. maupun kepada Nabi Muhammad. Tindakannya terpaksa dilakukan.sahabat Hudzaifah menyarankan kepada khalifah agar berusaha mengusahakan keseragaman bacaaan Al-Qur’an. kitab suci ini tidak seperti kitab- . Sai’id Bin Al-Ash. Khalifah Utsman dapat menerima ide Hudzaifah. dan lagi untuk menghindari keragu-raguan umat Islam di masa yang akan dating terhadap mushaf AlQur’an. BAB III PENUTUP KESIMPULAN Pengertian turunnya alqur’an ialah menetapkan / memantapkan / memberitahukan /menyampaikan Al-Qur’an. mulai dari sisi Allah hingga langsung kepada Nabi Muhammad SAW. suhufnya di ambil oleh Marwan dan kemudian dibakarnya. jika masih terdapat dua macam naskah (Suhuf Hafsah dan Mushaf Utsman). Abdullah Bin Al-Zubair Dan Abdurrahman Bin Harits Bin Hisyam. kemudian membentuk panitia terdiri dari empat orang. sebab suhuf Hafsah ini di pandang sebagai naskah Al-Qur’an standart. yakni: Zaid Bin Tsabit. tahap-tahap turunnya Al-Qur’an” ialah tertib dari fase-fase disampaikan kitab suci Al-Qur’an. Setelah panitia Zaid berhasil melaksanakan tugasnya.

2000 Pustaka Setia. Surabaya. Dan penyampaian Al-Qur’an secara keseluruhan memakan waktu lebih kurang 23 tahun. Amin… DAFTAR PUSTAKA . A.Djalal. Dan kita mau mengamalkan apa yang di perintahkan dalam Al-Qur’an dan meninggalkan apa yang dilarang oleh Al-Qur’an. M. Bina Ilmu. Pustaka Setia. Ayat yang pertama kali turun adalah 1-5 surah Al-Alaq: Sedangkan Penulisan/penghimpunan Al-Qur’an mengalami 3 ( tiga ) periode yaitu: 1) penulisan Al-Qur’an pada periode Nabi Muhammad SAW 2) Penulisan Al-Qur’an pada periode Khalifah Abu Bakar 3) Penulisan/ penghimpunan Al-Qur’an periode Khalifah Utsman Bin Affan Setelah kita mengetahui dari sejarah turunnya al-qur’an al-karim. 2003 . 2001 . H. H.Masjfuk Zuhdi. PT. 1980 . Ag.Rosihan Anwar. Drs. Bandung. Ag. sewaktu beliau sedang berkhalwat (meditasi ) di dalam gua hira’ di atas Jabal Nur.Taufiqurrohman.kitab suci sebelumnya. M. yakni 13 tahun waktu nabi masih tingggal di makkah sebelum hijrah dan 10 tahun waktu nabi hijrah ke madinah. Prof.Drs. . semoga menimbulkan ketebalan iman kita terhadap AlQur’an. Dr. Ulumul Quran. Surabaya. sehingga kita akan selamat di Dunia maupun di Akherat kelak. Sebab kitab suci ini diturunkan secara bertahap. Pengantar Ulumul Quran. Studi Ulumul Quran Telaah Atas Mushaf Utsmani. Bandung. Dunia Ilmu. Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur berupa beberapa ayat dari sebuah surat atau sebuah surat ynag pendek secara lengkap. tanggal 17 Ramadhan pada waktu Nabi telah berusia 41 tahun bertepatan tanggal 6 Agustus 610 M. dan sejarah penulisan AlQur’an yang begitu panjang prosesnya. Sedangka permulaan turunya Al-Qur’an adalah pada malam Lailatul Qadar. Ulumul Quran. Abdul. sehingga betul-betul menunjukkan kemukjizatannya.

cara pengucapan yang tepat.A. Kemudian datang masa kekhalifahan Usman r. PERKEMBANGAN ULUMUL QUR‘AN Ulumul Qur‘an itu sendiri bermula dari Rasulullah SAW.ULUMUL QUR‘AN DAN PERKEMBANGANNYA I.a. penulisannya. ‗Ilmu berarti al-fahmu walidraak (―paham dan menguasai‖). dan lain sebagainya yang berhubungan dengan Qur‘an. sanadnya. Dan barang siapa yang sengaja berdusta atas namaku.W berkata : ―Janganlah kamu tulis dari aku. PENGERTIAN ULUMUL QUR‘AN Kata ‗Uluum jamak dari kata ‗ilmu. Dan ini dianggap sebagai permulaan dari ‗Ilmu Rasmil Qur‘an. Imam Al-Suyuthi dalam kitab itmamu al-dirayah mengatakan. bahwa rasulullah S. para sahabat menulis tetap didasarkan pada riwayat yang melalui petunjuk di zaman Rasulullah S.. urut-urutannya. adabnya. dan itu tiada halangan baginya.A. Dan hal itu pun terlaksana. barang siapa yang menuliskan dari aku selain Qur‘an. Abul Aswad ad-Du‘ali meletakkan kaidah kaidah Nahwu. karena ia khawatir Qur‘an akan tercampur dengan yang lain. Terdapat berbagai defenisi tentang yang dimaksud dengan Ulumul Qur‘an ( ilmu ilmu alqur‘an ). dimasa kekhalifahan Abu Bakar dan Umar r. ia akan menempati tempatnya di api neraka. Mushaf itu disebut mushaf imam. Penulisan mushaf tersebut dinamakan Rasmul ‗Usmani yaitu dinisbahkan kepada Usman. bacaannya. Rasulullah S. Ulumul Qur‘an adalah : ― ilmu yang membahas tentang keadaan al-qur‘an dari segi turunnya.W baru mengizinkan kepada sebagian sahabat untuk menulis hadist. dan bantahan terhadap hal-hal yang dapat menimbulkan keragu-raguan terhadap al-qur‘an dan sebagainya‖. Jadi.a. karena yang dibahas berkaitan dengan beberapa masalah yang harus diketahui oleh seorang mufasir sebagai sandaran dalam menafsirkan Qur‘an. Dan ceritakan apa yang dariku. tetapi saat itu Rasulullah S.a dan keadaan menghendaki untuk menyatukan kaum muslimin pada satu mushaf.‖ Sekalipun sesudah itu. almuhkam wal mutasyaabih. dan memberikan . tetapi hal yang berhubungan dengan Qur‘an. baku.W tidak mengizinkan mereka menuliskan sesuatu dari dia selain Qur‘an. pengumpulannya.1. dan sebagainya‖. makna – maknanya. dari segi turunnya. Terkadang ilmu ini dinamakan juga USUULUT TAFSIIR (―dasar-dasar tafsir‖). ― Muslim meriwayatkan dari Abu Sa‘id al-khudri. Dan atas perintahnya. al-Makki wal Madani. baik yang berhubungan dengan lafal-lafalnya maupun yang berhubungan dengan hukum-hukumnya.a. II. an-Nasikh wal mansukh.W. nasikh mansukhnya. Kemudian arti kata ini berubah menjadi masalah-masalah yang beraneka ragam yang disusun secara ilmiah.A. contohnya yaitu : Imam Al-Zarqani dalam kitabnya manahil al-irfan fi ulum al-qur‘an merumuskan Ulumul Qur‘an sebagai berikut : ― Pembahasan-pembahasan masalah yang berhubungan dengan alqur‘an. yang dimaksud dengan ‗ULUUMUL QUR‘AN ialah yang membahas masalah-masalah yang berhubungan dengan Qur‘an dari segi asbaabun nuzuul. Kemudian datang masa kekhalifahan Ali r. mukjizatnya.A.r. hendaklah dihapus. Salinan salinan mushaf itu juga dikirimkan ke beberapa propinsi.

Mereka semua adalah para ahli hadist. seperti Mujahid. Maka sebagian ulama membukukan tafsir Qur‘an yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW. kemudian Ibn Mas‘ud. Hasan al-Basri dan Qatadah bin Di‘amah as-Sadusi. dan itu juga menyangkut hal berhubungan dengan tafsir. Disamping ilmu tafsir. alAswad bin Yazid. Begitu juga penduduk Kufah dari sahabat Ibn Mas‘ud. Sedang tafsir yang mereka susun merupakan salah satu bagiannya. Masruq. dan ‗Abdurrazzaq bin hammam (wafat 112H). Tetapi terbatas hanya pada makna beberapa ayat dengan penafsiran tentang apa yang masih samara dan penjelasan apa yang masih global. ‗Ikrimah maula Ibn Abbas dan sahabat sahabat Ibn Abbas lainnya. kemudian dibukukan sebagai salah satu bagian hadist. Diantara mereka itu. selanjutnya ditulis secara bebas dan mandiri. Zaid bin Aslam. Syu‘bah bin Hajjaj (wafat 160H). Abul ‗Aliyah dan Muhammad bin Ka‘b al-Qurazi. Ulama penduduk Medinah dalam ilmu tafsir diantaranya adalah Zubair bin Aslam. Dan yang paling terkenal diantara mereka ada Ibn Jarir at-Tabari (wafat 310H). Waki‘ bin Jarraah (wafat 197H). Zaid bin Sabit. Dari murid-murid Abdullah bin Mas‘ud di Irak yang terkenal ‗Alqamah bin Qais. diantara mereka ada satu kelompok terkenal yang mengambil ilmu ini dari para sahabat disamping mereka sendiri bersungguh-sungguh atau melakukan ijtihad dalam menafsirkan ayat. yang terkenal adalah Yazid bin Harun as-Sulami (wafat 117H). Mereka menyusun tafsir Qur‘an yang lebih sempurna berdasarkan susunan ayat. ‗Ataa‘ bin Abi Rabaah. Sufyan bin ‗Uyainah (wafat 198). Demikianlah tafsir pada mulanya dinukilkan (dipindahkan) melalui penerimaan (dari mulut ke mulut) dari riwayat. Ubai bin Ka‘b. . ‗Amir asy-Sya‘bi. ilmu Asbaabun Nuzuul.ketentuan harakat pada Qur‘an. Abu Musa al. ilmu Makki Wal Madani.Asy‘ari dan Abdullah bin Zubair. ‗Ikrimah bekas sahaya (maula) Ibn Abbas. Tetapi semua itu tetap didasarkan pada riwayat dengan cara didiktekan. Pada abad kedua hijri tiba masa pembukuan (tadwiin)yang dimulai dengan pembukuan hadist dengan segala babnya yang bermacam-macam. Maka berlangsunglah proses kelahiran at-tafsir bil ma‘sur (berdasarkan riwayat). Dan terkenal pula diantara murid-murid Ubai bin Ka‘b di medinah. Para sahabat senantiasa melanjutkan usaha mereka dalam menyampaikan makna-makna Qur‘an dan penafsiran ayat-ayatnya yang berbeda-beda dalam memahami dan karena adanya perbedaan lama dan tidaknya mereka hidup bersama Rasulullah SAW. Tawus bin Kisan al-Yamani dan ‗Ataa‘ bin Abi Rabaah. Banyak riwayat mengenai tafsir yang diambil dari Abdullah bin Abbas. Malik dan anaknya Abdurrahman serta Abdullah bin Wahb. dari para sahabat atau dari para tabi‘in. lalu diikuti oleh at-tafsir bir ra‘yi (berdasarkan penalaran). Abdullah bin Mas‘ud. dan ilmu Nasikh dan Mansukh. yaitu para tabi‘in. dan Ubai bin Ka‘b. Namun tafsir mereka yang tertulis tidak ada yang sampai ke tangan kita. Kemudian langkah mereka diikuti oleh segolongan ulama. ilmu Gariibil Qur‘an. Ini juga dianggap sebagai permulaan ‗Ilmu I‘rabil Qur‘an. Diantara murid-murid Ibn Abbas di Mekkah yang terkenal ialah Sa‘id bin jubair. Mengenai para tabi‘in. karena mereka sahabat Ibn Abbas. Mujahid. Diantara para mufasir yang termasyhur dari para sahabat adalah empat orang khalifah. Dan apa yang diriwayatkan dari mereka tidak berarti sudah merupakan tafsir Qur‘an yang sempurna. dan mereka itu mempunyai kelebihan dari ahli tafsir yang lain. lahir pula karangan yang berdiri sendiri mengenai pokok-pokok pembahasan tertentu yang berhubungan dengan Qur‘an. Ibn ‗Abbas. dan hal ini sangat diperlukan oleh seorang mufasir. orang yang paling tahu adalah penduduk Mekkah. Hal yang demikian diteruskan oleh murid-murid mereka. Ibnu Taimiyah berkata : ―Adapun mengenai Ilmu tafsir. Dan yang diriwayatkan dari mereka itu semua meliputi ilmu Tafsir.

. Kemudian dibawah judul ini dicantumkan : .Abu ‗Ubaid al-Qasim bin Salam (wafat 224H). juga menulis tentang ilmu-ilmu Qur‘an. Meskipun pembukuannya memakai cara tertentu seperti yang disebut diatas. menulis mengenai I‘raabul Qur‘an. menyusun al-Haawii faa ‗Uluumil Qur‘an. dan judul yang umum disebut dengan al-Qaul fii Qaulihi ‗Azza wa jalla (pendapat mengenai firman Allah ‗Azza wa jalla). menyusun tentang majaz dalam Qur‘an. ada : .Ibnul jauzi (wafat 597H). . Dia membicarakan ilmuilmu Qur‘an yang dikandung ayat itu secara tersendiri.Ali bin al-Madani (wafat 234H).Jalaluddin al-Balqini (wafat 824H).Badruddin az-Zarkasyi (wafat 794H). Kemudian karang mengarang tentang ilmu-ilmu Qur‘an terus berlanjut. . guru Bukhari. . yang disebut al-Qaul fil Qira‘at (pendapat mengenai qira‘at). menulis mengenai ilmu Qira‘at (cara membaca Qur‘an) dan Aqsaaul Qur‘an. Setiap penulis dalam karangannya itu menulis bidang dan pembahasan tertentu yang berhubungan dengan ilmu-ilmu Qur‘an. . .al-Qaul fil I‘rab (pendapat mengenai morfologi) .Al-Mawardi (wafat 450H).al-Qaul fil waqfi wat tamaam ( pendapat mengenai tanda berhenti dan tidak) Sedangkan Qira‘at diletakkan dalam judul tersendiri pula.Al-‗Izz bin ‗Abdus Salam (wafat 660H).Pada abad ketiga hijri.Muhammad bin khalaf bin Marzaban (wafat 309H). Dengan metode seperti ini. ada : .Abu Muhammad bin Qasim al-Anbari (wafat 351H). . Sedang pengumpulan hasil pembahasan dan bidang-bidang tersebut mengenai ilmu-ilmu Qur‘an. seperti ada : . menyusun al-Istignaa‘fi ‗Uluumil Qur‘an. Pada abad keempat hijri. al-Hufi (wafat 330H) dianggap sebagai orang pertama yang membukukan ‗Ulumul Qur‘an/ ilmu-ilmu Qur‘an. seperti : .Abu Bakar al-Baqalani (wafat 403H).‗Alamuddin as-Sakhawi (wafat 634H). Dan kadang ia berbicara tentang hukum-hukum dalam Qur‘an. Pengarang membicarakan ayat-ayat Qur‘an menurut tertib mushaf. semuanya atau sebagian besarnya dalam satu karangan. judulnya al-Burhaan fi ‗uluumil Qur‘an yang terdiri atas tiga puluh jilid. memberikan tambahan atas kitab al-Burhan didalam . menulis sebuah kitab lengkap dengan judul alBurhaan fi ‗Uluumil Qur‘an.al-Qaul fil ma‘naa wat Tafsir (pendapat mengenai makna dan tafsirnya) . . menyusun tentang problematika Qur‘an / Musykilatul Qur‘an. .Muhammad bin Ali al-Adfawi (wafat 388H). menyusun I‘jazul Qur‘an.Abu Bakar as-Sijistani (wafat 330H). menyusun tentang tamsil-tamsil dalam Qur‘an (Amsaalul Qur‘an).Ali bin Ibrahim bin Sa‘id al-Hufi (wafat 430H). dengan menulis sebuah kitab berjudul Funuunul Afnaan fi ‗Aja‘ibi ‗Uluumil Qur‘an. Kemudian kegiatan karang mengarang dalam hal ilmu ilmu Qur‘an tetap berlangsung sesudah itu. . menyusun karangannya mengenai asbaabun nuzuul. maka Syaikh Muhammad ‗Abdul ‗Aziim az-Zarqaani menyebutkan didalam kitabnya Manaahilul ‗Irfan fi ‗Uluumil Qur‘an bahwa ia telah menemukan didalam perpustakaan Mesir sebuah kitab yang ditulis oleh Ali bin Ibrahim bin Sa‘id yang terkenal dengan al-Hufi. menulis tentang Nasikh-Mansukh dan Qira‘aat. .Ibn Qutaibah (wafat 276H). menyusun Ghariibil Qur‘an. masing-masing diberi judul sendiri pula.

. Terkadang pula sebuah ayat datang dalam bentuk mutlaq atau umum namun kemudian disusul oleh ayat lain yang membatasi atau mengkhususkannya. . dan kata ini telah menjadi istilah atau nama khusus bagi ilmu-ilmu tersebut. Subhi al-shalih lebih lanjut menjelaskan bahwa para perintis ilmu al-qur‘an adalah sebagai berikut : Dari kalangan sahabat nabi Dari kalangan tabi‘in di madinah Dari kalangan tabi‘ut tabi‘in (generasi ketiga kaum muslimin) Dan dari generasi-generasi setelah itu. Muhammad ‗Abdullah Daraz. seperti : . Kepustakaan ilmu-ilmu Qur‘an pada masa kebangkitan modern tidaklah lebih kecil daripada nasib ilmu-ilmu yang lain. .Kitab Muzakkiraat ‗Uluumil Qur‘an.Kitab Mas‘alatu Tarjamatil Qur‘an. Pembahasan-pembahasan tersebut diatas dikenal dengan sebutan ‗ULUUMUL QUR‘AN. . . oleh Muhammad Mustafa al-Maragi.A. oleh Sayid Qutb. menyusun kitab yang terkenal al-Itqaan fi Uluumil Qur‘an. .Kitab Mukaddimah tafsir Mahaasinut Ta‘wil. Inilah yang dinamakan ―Tafsir Qur‘an dengan Qur‘an‖. Orang-orang yang menghubungkan diri dengan gerakan pemikiran islam telah mengambil langkah yang positif dalam membahas kandungan Qur‘an dengan metode baru pula. Dan akhirnya muncul Kitab Mabaahisu fi ‗Uluumil Qur‘an oleh Dr. RUANG LINGKUP ULUMUL QUR‘AN Dari uraian diatas tersebut tergambar bahwa Ulumul Qur‘an adalah ilmu ilmu yang berhubungan dengan berbagai aspek yang terkait dengan keperluan membahas al-qur‘an. misalnya rincian tentang perintah dan larangan-Nya serta ketentuan mengenai hukum-hukum yang difardhukan-Nya. oleh Muhammad ‗Abdul ‗Azim az-Zarqani. oleh Dr. Karena itu wajarlah kalau para sahabat bertanya kepada beliau ketika mendapatkan kesulitan dalam memahami sesuatu ayat.Kitab at-Tibyaan fi ‗uluumil Qur‘an.Kitab Manhajul Furqaan fi ‗Uluumil Qur‘an.Kitab an-Naba‘ul ‗Aziim. .Jalaluddin as-Suyuti (wafat 911H).Kitab Tarjamatul Qur‘an. oleh Jamaluddin al-Qasimi.Kitab at-Taswiirul Fanni fil Qur‘an dan Masyaahidul Qiyaamah fil Qur‘an. . Subhi as-Salih. Juga diikuti oleh Ustadz Ahmad Muhammad Jaml yang menulis beberapa studi sekitar masalah ―Maa‘idah‖ dalam Qur‘an. . .kitabnya Mawaqi‘ul ‗Uluum min Mawaaqi‘in Nujuum. . Al-Qur‘anul Karim Sebab apa yang yang dikemukakan secara global di satu tempat/ayat dijelaskan secara terperinci ditempat/ayat yang lain. oleh Syaikh Tahir al-Jaza‘iri.Kitab I‘jaazul Qur‘an. Diantara kandungan Qur‘an terdapat ayat ayat yang tidak dapat diketahui ta‘wilnya kecuali melalui penjelasan Rasulullah . oleh Mustafa Sabri. 2). oleh Syaikh Ahmad ‗Ali. III. Para ulama mufasir dari semua kalangan dan generasi-generasi yang tercakup dalam lingkup Uluumul Qur‘an menafsirkan Qur‘an selalu berpegang pada : 1). oleh Syaikh Muhammad ‗Ali Salamah. yang ditulis oleh Mustafa Sadiq ar-Rafi‘i. Nabi S.W Mengingat beliaulah yang bertugas untuk menjelaskan Qur‘an.Kitab Manaahilul ‗irfan fi ‗Uluumil Qur‘an.

tinggi. awal dan akhirnya. dan sebab-sebabnya. dan pelik. Pada masa kalangan sahabat. masanya. Ilmu Wujuh wa al-nazhair yaitu : ilmu yang menerangkan kata-kata al-qur‘an yang banyak arti. Ilmu Tawarikh al-nuzul yaitu : ilmu yang menerangkan dan menjelaskan masa turun ayat dan tertib turunnya. yakni ilmu yang diperoleh dengan jalan penelaahan secara mendalam seperti memahami lafal yang gharib (asing pengertiannya) serta mengetahui makna ayat yang berhubungan dengan hukum. . dan banyak perbedaanperbedaan dari kalangan sahabat. Ilmu I‘rabil qur‘an yaitu : ilmu yang menerangkan baris al-qur‘an dan kedudukan lafal dalam ta‘bir ( susunan kalimat ). IV. tempat turunnya ayat-ayat al-qur‘an. Ini mengingat mereka adalah orang-orang Arab asli yang sangat menguasai bahasa Arab. Riwayat dari para sahabat yang berasal dari Rasulullah SAW cukup menjadi acuan dalam mengembangkan ilmu-ilmu Qur‘an. amalan. Para Sahabat Mengingat para sahabatlah yang paling dekat dan tahu dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. tempat mulai dan pemberhentiannya. sebab pembukuan baru dilakukan pada abad kedua hijri. Ilmu Qira‘at yaitu : ilmu yang menerangkan rupa-rupa Qira‘at ( bacaan Al-Qur‘an yang diterima dari Rasulullah SAW ). budi pekerti.3). Dan yang cukup banyak menafsirkan Qur‘an seperti empat orang khalifah dan para sahabat lainnya. maupun lainnya. Masa pembukuan dimulai pada akhir dinasti Bani Umayah dan awal dinasti Abbasiyah. yaitu: Ilmu yang berhubungan dengan riwayat semata mata. CABANG CABANG ULUMUL QUR‘AN Secara garis besar Ulumul Qur‘an terbagi dua. tidak ada sedikit pun tafsir / ilmu ilmu tentang Qur‘an yang dibukukan. maka mereka melakukan ijtihad dengan mengerahkan segenap kemampuan nalar. Ilmu ini menerangkan makna-makna kata yang halus. Ilmu tajwid yaitu : ilmu yang menerangkan cara membaca al-qur‘an. Ilmu Asbab al-nuzul yaitu : ilmu yang menerangkan sebab sebab turunnya ayat. atau tidak terdapat dalam percakapan sehari-hari. Ilmu Ma‘rifat al-muhkam wa al-mutasyabih yaitu : ilmu yang menyatakan ayat ayat yang dipandang muhkam dan ayat ayat yang dianggap mutasyabih. baik mengenai keyakinan atau I‘tiqad. Tujuan mempelajari ulumul qur‘an ini adalah untuk memperoleh keahlian dalam mengistimbath hukum syara‘. seperti ilmu qira‘at. memahaminya dengan baik dan mengetahui aspek-aspek yang ada didalamnya. dan tertib turun surat dengan sempurna. Ilmu yang berhubungan dirayah. waktu turunnya. 4). Cabang-cabang dari Ulumul Qur‘an adalah sebagai berikut : Ilmu Mawathin al-nuzul yaitu : ilmu yang menerangkan tempat tempat turunnya ayat. satu demi satu dari awal turun hingga akhirnya. menerangkan makna yang dimaksud pada satu-satu tempat. Ilmu Gharib al-qur‘an yaitu : ilmu yang menerangkan makna kata-kata yang ganjil yang tidak terdapat dalam kitab-kitab biasa. Pemahaman dan ijtihad Apabila para sahabat tidak mendapatkan tafsiran dalam Qur‘an dan tidak pula mendapatkan sesuatu pun yang berhubungan dengan hal itu dari Rasulullah.

Ilmu Aqsam al-qur‘an yaitu : ilmu yang menerangkan arti dan maksud-maksud sumpah tuhan atau sumpah-sumpah lainnya yang terdapat di al-qur‘an. Iraq dan lain-lain. Al-Qur‘an adalah laksana sinar yang memberikan penerangan terhadap kehidupan manusia. Sejarah Dan Perkembangan Ulumul Qur'an BAB I PENDAHULUAN Al-Qur‘an adalah sumber hukum islam yang pertama. Ilmu Tanasub ayat al-qur‘an yaitu : ilmu yang menerangkan persesuaian antara suatu ayat dengan ayat sebelum dan sesudahnya. Segala kesusilaan. Ayat-ayatnya tentu ditetapkan kemudian diperinci dari allah Swt. baik di Jepang. bagaikan pelita yang memberikan cahaya kearah hidayah ma‘rifah. Dan ilmu-ilmu lain yang membahas tentang Al-Qur‘an. Ilmu Amtsal al-qur‘an yaitu : ilmu yang menerangkan segala perumpamaan yang ada dalam al-qur‘an. Selain memahami alqur‘an kita juga perlu tau mengetahui bagaimana perkembangan ulumul qur‘an dan siapa saja tokoh-tokoh yang menjadi pendongkrak munculnya ulumul qur‘an. bab-babnya.sehingga kita hendaknya harus dapat memahami tentang kandungan di dalamnya. Yang maha bijaksana dan maha mengetahui. kesopanan.Ilmu Al-Nasikh wa al-Mansukh yaitu : ilmu yang menerangkan ayat ayat yang dianggap mansukh oleh sebagian mufasir. Secara tidak langsung pemikiran merekalah yang mengilhami kita dalam memaham al-qur‘an. Brasilia. tentu terdapat perbedaan yang banyak. sehingga ia dipandang sebagai mukjizat. Ilmu I‘daz al-qur‘an yaitu : ilmu yang menerangkan kekuatan susunan tutur al-qur‘an. . Al-Qur‘an dengan huruf-hurufnya. Ilmu Jidal al-qur‘an yaitu : ilmu untuk mengetahui rupa rupa debat yang dihadapkan alqur‘an kepada kaum musyrikin dan lainnya. suratsuratnya dan ayat-ayatnya yang sama di seluruh dunia. Al-Qur‘an juga adalah kitab hidayah dan ijaz (melemahkan yang lain). Ilmu Adab al-tilawah al-qur‘an yaitu : ilmu yang mempelajari segala bentuk aturan yang harus dipakai dan dilaksanakan didalam membaca al-qur‘an. Ilmu Bada‘I al-qur‘an yaitu : ilmu yang membahas keindahan keindahan al-qur‘an. kepelikan. Oleh karena itu kita sebagai umat islam harus benar-benar mengetahui kandungan-kandungan yang ada didalamnya dari berbagai aspek. dan ketentuan yang harus dijaga ketika membaca al-qur‘an. Andaikata ia bukan dari allah Swt. ilmu ini menerangkan kesusastraan al-qur‘an. dan ketinggian balaghahnya. Ulumul Qur‘an adalah salah satu jalan yang bisa membawa kita dalam memahami kandungan Al-Qur‘an.

Mengenai kemunculan istilah ulumul qur‘an untuk yang pertama kalinya para penulis menyatakan bahwa Abu Al-Farj Bin Al-Jauzi – lah yang pertama kali memunculkan kata tersebut pada abad ke-6 H.BAB II PEMBAHASAN A. turunnya Al-Qur‘an dengan Tujuh Huruf (Sab‘ah Ahruf) dan pembahasan lainnya. Adapun Al-Qur‘an sebagaimana didefinisikan sebagian ulama adalah kalamullah yang diturunkan kepada Nabi-Nya Muhammad SAW. Lebih lanjutnya syahbah mengkritik analisis yang dikeluarkan Az-Zarqani. yaitu Ulum dan Al-Qur‘an. penolakan terhadap berbagai keraguan yang menyangkut pengodifikasian al qur‘an dan penulisan mushaf. adapun Az-Zarqani menyatakan bahwa istilah itu muncul pada abad 5 H. Ia berpendapat bhwa istilah ulumul qur‘an sudah muncul sejak abad 3 H. Kitab hasil cetakannya mencapai 250 halaman itu menyajikan tentang Makki-madani. Pengertian dan sejarah ulumul qur’an Ungkapan Ulumul Qur‘an berasal dari bahasa arab. dan ditulis pada mushaf mulai dari awal Surat Al-Fatihah(1) sampai akhir Surat An-Nas(114). Banyaknya ilmu yang ada kaitannya dengan pembahasan Al-Qur‘an menyebabkan banyak pula pembahasan ruang lingkup Ulumul Qur‘an. Kata Ulum merupakan bentuk jama‘ dari kata Ilmu. yang lafadz-lafadznya mengandung mukjizat. jumlah surat dan ayat. berpendapat bahwa istilah ulumul qur‘an muncul dalam kitab Al -Mabani fi Nazhm Al-Ma‘ani yang ditulis tahun 425 H. tafsir. muhkam mutasyabih. yaitu ketika Ibn Al-Marzuban menullis kitab yang berjudul Al-Hawi Fi Ulum Al-Qur‘an. Dengan merujuk kitab Muqaddimatani Fi Ulum Al-Qur‘an yang dicetak tahun 1954 dan disunting oleh Arthur Jeffri. secara bahasa ulumul qur‘an adalah ilmu (pembahasan) yang berkaitan dengan Al Qur‘an.450. takwil. 430 H) dalam karyanya yang berjudul Al-Burhan fi Ulum Al-Qur‘an. hitungan itu .1[1] Adapun secara definisi umum Ulumul Qur‘an adalah sejumlah pembahasan yang berkaitan dengan Al-Qur‘an dan pembahasan itu menyangkut materi-materi yang selanjutnya menjadi pokokpokok bahasan Ulumul Qur‘an. kritiknya itu menyangkut penyebutan istilah Ulumul Qur‘an dalam kitab Al-Burhan Fi Ulumul Qur‘an yang pertama kali muncul. Ilmu-ilmu Al-Qur‘an mencapai 77. ilmu yang dimaksud disini sebagaimana didefinisikan Abu Syahbah adalah sejumlah materi pembahasan yang dibatasi kesatuan tema ataupun tujuan. kondifikasi al qur‘an. nuzul al qur‘an. Dengan demikian . yang disampaikan oleh Al-Hufi (w. penulisan mushaf.

B. adalah ilmu yang membahas tentang pengumpulan al-Quran . Ilmu Tafsir al-Quran. Persoalan kata-kata al-qur‘an. Ilmu Qira‘at al-Quran. dan mathla. d. yaitu : a. Persoalan makna-makna al-qur‘an yang berkaitan dengan hukum. Persoalan turunnya al-qur‘an (nuzul al-qur‘an) 2. Ilmu Nuzul al-Quran. Ilmu I‘jaz al-Quran. Termasuk di dalamnya ilmu asbab an-nuzul adalah ilmu yang membicarakan tentang latar belakang historis turunnya suatu ayat atau beberapa ayat al-Quran. adalah ilmu yang membicarakan tentang penghapus atau . c. 6. h.1[2] C. Pokok-Pokok Pembahasan Ulumul Quran Dari kedua definisi yang telah dikemukakan sebelumnya terlihat ada sebelas macam contoh nama-nama ilmu Quran yang disebutkan. Ilmu Jam‘ al-Quran. Ilmu Tartib al-Quran. batin. Ilmu an-Nasikh wa al-Mansukh. Beberapa ruang lingkup pembahasan ulumul qur’an 1. g. adalah ilmu yang membicarakan tentang pengumpulan al-Quran. 3. Namun sebatas kemampuan manusia. hadd. Sedekat mungkin sesuai dengan apa yang dimaksud oleh penuturnya (Allah swt). ilmu yang menceritakan tentang bahsan tata cara penulisan al-Quran. b. baik menyangkut proses turunya maupun cara penurunanya. adalah ilmu yang membicarakan tentang keistimewaan al-Quran yang berfungsi sebagai bukti kenabian Muhammd saw. Persoalan qira‘at ( cara pembacaan al-qur‘an) 4. adalah ilmu yang membahas al-Quran dari segi penurunannya.diperoleh dari hasil perkalian jumlah kalimat Al-Qur‘an dengan empat karena tiap-tiap kalimat dalam Al-Qur‘an mempunyai empat makna yaitu zhahir. baik dari segi proses pengumpulannya maupun cara-caranya. baik dari segi proses pengumpulanya maupun cara-caranya. 5. Ilmu Kitabah al-Quran adalah. adalah ilmu yang membicarakan tentang al-Quran dari segi melafalkannya yang dinisabkan pada nama-nama qiraat termasuk didalamnya ilmu tajwid. adalah ilmu yang membicarakan tentang cara menjelaskan dan menguraikan isi kandungan atau makna ayat-ayat al-Quran. Persoalan sanad (rangkaian para periwayat).1[3] f. e. Persoalan makna al-qur‘an yag berkaitan dengan kata-kata al-quran.

Perintah Ali inilah yang membuka gerbang pengodifikasian ilmu-ilmu agama dan bahasa arab. dan juga berdasarkan waktu turunnya. Fase Kodifikasi Sebagaimana diketahui pada fase sebelum kodifikasi. k. adalah ilmu yang membicarakan tentang klasifikasi ayatayat al-Quran berdasarkan tempat turunnya. serta ayat-ayat yang maknanya masih samar. Fase Sebelum Kodifikasi (Qobl ‘Ashr At-Tadwin) Pada fase sebelum kodifikasi. adalah ilmu yang membicarakan tentang cara menolak hujatan yang mencela eksistensi al-Quran. ulumul qur‘an telah dianggap sebagai benih yang kemunculannya sangat diraqsakan sejak masa Nabi. Fase perkembangan Ulumul Qur’an 1. adalah ilmu yang membicarakan tentang adanya ayatayat al-Quran yang jelas dan tagas kandungan maknanya. di Makkah atau di Madainah. Hal itu ditandai dengan kegairahan para sahabat untuk mempelajari al-qur‘an dengan sungguh-sungguh terlebih lagi diantara mereka sebagaimana diceritakan oleh Abu Abdurrahman As-Sulami. 2. Ilmu al-Makkiy wa al-Madany. Ilmu al-Muhkam wa al-Mutasyabbih. Hal it uterus berlangsung sampai ketika Ali Bin Abi Thalib memerintahkan Abu Al-Aswad untuk menulis nahwu1[5]. tidak jelas dan menimbulkan multi interpretasi.pembatalan hukum yang terkandung dalam suata ayat dan pemberlakuan hukum pada ayat lainya. sebelum memahami dan mengamalkan ayat yang sedang dipelajarinya. satu-satunya yang sudah dikodofikasikan pada saat itu hanyalah Al-Qur‘an. sehingga membuat orang mukmin ragu terhadap kewahyuannya dan otentisitasnya/keasliannya.1[4] D. sebelum hijrah atau sesudah hijrah. Bahkan al-Qadhi Abu Bakr ibn al-Arabi dalam kitabnya (Qanun at-Ta‘wil) menyebutkan ulumul quran itu memiliki cabang sebanyak 77. memiliki kebiasaan untuk tidak berpindah kepad ayat lain. masih banyak lagi cabang-cabang ulumul quran yang lain. Hal ini terjadi apabila dua ayat dipandang mengandaung hukum yang kontradiktif. j. . ulumul qur‘an dan ilmu-ilmu lainnya sebelum dikodifikasikan dalam bentuk kitab atau mushaf. i. Ilmu Daf‘ al-Syubhah. pengodifikasisan itu semakin marak dan meluas ketika Islam berada di bawah pemerintahan Bani Umayyah dan Abbasyah pada periode-0periode awal pemerintahannya. Sebenarnya ulumul quran tidak terpatok pada sebelas ilmu tersebut.450 (tujuh puluh ribu empat ratus lima puluh ribu) ilmu .

Gharib Al-Qur‘an Aja‘ib Ulum Al-Qur‘an Al-Mukhtazan Fi Ulum Al-Qur‘an Nukat Al-Qur‘an Ad-Dallah Ala Bayyan Fi Anwa Al-Qur‘an Wa Al-Ahkam Al-Munbi‘ah‘an Ikhtilaf Al-Anam . Perkembangan Ulumul Qur’an Abad IV H. diantara kitabnya adalah . Ilmu Qiraat. diantaranya : Ali Bin Al-Madani  Ilmu Asbab An-Nuzul Abu Ubaid Al-Qosimi Bin Salam  Ilmu Nasikh Wa Al-Mansukh. Perkembangan Ulumul Qur’an Abad III H.E. Dan Fadha‘il AlQur‘an Muhammad Bin Ayyub Adh-Dhurraits  Makki Wa Al-Madani Muhammad Bin Khalaf Al-Marzuban  Kitab Al-Hawei Fi Ulum Al-Qur‘an 3. Adalah : Syu‘bah Bin Hijjaj Sufyan Bin Umayah Sufyan Ats-Tsauri Waqi‘ Bin Al-Jarrh Muqotil Bin Sulaiman Ibn Jarir Ath-Thobari 2. Pada abad III selain tafsir dan ilmu tafsir para ulama mulai menyusun beberapa ilmu Al-Qur‘an (ulumul qur‘an). Perkembangan ulumul qur’an 1. pada ulama memberikan prioritas atas penyusunan tafsir sebab sebab tafsir merupakan induk ulumul qur‘an. Diantara ulama abad II. Pada abad IV H. Perkembangan Ulumul Qur’an Abad II H. Pada masa penyusunan ilmu-ilmu agama yang dimulai sejak permulaan abad II H. Mulai disusun ilmu gharib al-qur‘an dan beberapa diantaranya memakai istilah ulumul qur‘an.

juga terdapat ulama yang mulai menyusun ilmu mubhamat al-qu‘an diantaranya : Abu Al-Qosim Bin Abdurrahamn As-Suhali  Kitab Mubhamat Al-Qur‘an Ibn Al-Jauzi  Funun Al-Afnan Fi Aja‘ib Al-Qur‘an Dan Kitab Al-Mujtab Fi Ulum Tata‘allaq Bi Al-Qur‘an1[7] 6. Pada abad VII H ilmu-ilmu Al-qur‘an terus berkembang dengan mulai tersusunnya ilmu majaz al-qur‘an dan ilmu qira‘at. Perkembangan Ulumul Qur’an Abad VIII H. Namun demikian penulisan kitab-kitab ulumul qur‘an masih terus dilakukan .- Al-Astigna‘ Fi Ulum Al-Qur‘an1[6] 4. Perkembangan Ulumul Qur’an Abad IX dan X H. - - - - . namun demikian penulisan kitab-kitab tentang ulumul qur‘an tetapo berjalan. Pada abad ini mulai disusun ilmu-ilmu I‘rab al-qur‘an dalam satu kitab. Perkembangan Ulumul Qur’an Abad V H. Pada abad ini disamping ada ulama yang meneruskan pengembangan ulumul qur‘an. Pada abad ini muncullah ulama yang menyusun ilmu-ilmu baru tentang al-qur‘an. Perkembangan Ulumul Qur’an Abad VI H. ulama masa ini diantaranya : Ali Bin Ibrahim Bin Sa‘id Al-Hufi Abu Amr-Dani 5. Diantara ulamanya : Alamuddin As-Sakhawi  Hidayat Al-Murtab Fi Mutasyabih Ibn ‗Abd As-Salam / Al Izz  Ilmu Majaz Al-Qur‘an Abu Syamah  Al-Mursyid Al-Wajiz Fi Ulum Al-Qur‘an Tata‘allaq Bi Al-Qur‘an Al-Aziz 7. Perkembangan Ulumul Qur’an Abad VII H. diantaranya : Ibn Abi Al-Isba‘  Ilmu Badu‘i Al-Qur‘an Ibn Al-Qayyim  Ilmu Aqsam Al-Qur‘an Najmuddin Ath-0thufi  Ilmu Hujjaj Al-Qur‘an 8.

Hal itu ditengarai dengan banyaknya ulama‘ yang mengarang ulumul qur‘an dan menuls kitab-kitabnya.Pada abad IX dan permulaan abad XH. Sebagaimana penjelasan diatas. Diantara para ulama‘ yang menulis tafsir/ ulumul qur‘an pada abad modern inin adalah sebagai berikut. sebab pada abad ke-XIV H atau pada abad modern ini bangkit kembali kegiatan penulisan ulumul qur‘an dan perkembangan kitab-kitabnya. Ad-Dahlawi  Al-Fauzul Kabir Fi Ushulil Tafsir Thahir Al-Jaziri  At-Tibyan Fi ‗Ulumil Qur‘an. Ali Salamah  Minhajul Furqon Fi ‗Ulumil Qur‘an . Diantara ulamanya antara lain : Jalaludin Al-Bulqini  Mawaqi‘ An-Nujum Muhammad Bin Sulaiman Al-Kafiyaji  At-Tafsir Fi Qowa‘id At-Tafsir Jalaludin Abdurrahman Bin Kamaluddin As-Suyuti  At-Tahbir Fi Ulum At-Tafsir Setelah as-suyuti wafat pada tahun 911 H. Makin banyak karya para ulama tentang ulumul qur‘an pada masa ini ulumul qur‘an mencapai kesempurnaan.1[8] 9. baik tafsir maupun macam-macamnya kitab ulumul qur‘an. Abu Daqiqah  ‗Ulumul Qur‘an M. Pengembangan Ulumul Qur’an Abad Abad Modern. maka terhentilah gerakan penulisan al-qur‘an dan pertumbuhannya sampai abad ke-XIV H. perkembangan ilmu al-qur‘an seolah-olah telah mencapai puncaknya dan berhenti dengan berhentinya para ulama‘dalam pengembangan ilmu -ilmu al-qur‘an keadaan ini berlanjut sampai abad XIII H. bahwa setelah wafatnya imam as-suyuti tahun 911 H.

Ilmu-ilmu Al-Qur‘an mencapai 77. dan ditulis pada mushaf mulai dari awal Surat Al-Fatihah(1) sampai akhir Surat An-Nas(114). Persoalan kata-kata al-qur‘an. Definisi umum Ulumul Qur‘an adalah sejumlah pembahasan yang berkaitan dengan Al-Qur‘an dan pembahasan itu menyangkut materi-materi yang selanjutnya menjadi pokok-pokok bahasan Ulumul Qur‘an.450. Banyaknya ilmu yang ada kaitannya dengan pembahasan Al-Qur‘an menyebabkan banyak pula pembahasan ruang lingkup ulumul qur‘an. Persoalan qira‘at ( cara pembacaan al-qur‘an). Kata Ulum merupakan bentuk jama‘ dari kata Ilmu. satu-satunya yang sudah dikodofikasikan pada saat itu hanyalah Al-Qur‘an.BAB III PENUTUP Ungkapan Ulumul Qur‘an berasal dari bahasa arab. ulumul qur‘an dan ilmu-ilmu lainnya sebelum dikodifikasikan dalam bentuk kitab atau mushaf. Persoalan makna al-qur‘an yag berkaitan dengan kata-kata al-quran1[9]. Persoalan sanad (rangkaian para periwayat). yang lafadz-lafadznya mengandung mukjizat. Persoalan makna-makna al-qur‘an yang berkaitan dengan hukum. . Sebagaimana diketahui pada fase sebelum kodifikasi. ulumul qur‘an telah dianggap sebagai benih yang kemunculannya sangat dirasakan sejak masa Nabi. Adapun Al-Qur‘an sebagaimana didefinisikan sebagian ulama adalah kalamullah yang diturunkan kepada Nabi-Nya Muhammad SAW. Pada fase sebelum kodifikasi. Persoalan turunnya al-qur‘an (nuzul al-qur‘an). yaitu Ulum dan Al-Qur‘an.

M. 1997 Kadar M. 2003 Rosihan Anwar. 2001 Ahmad Syadali. Proses turunnya ql-quran melalui 3 tahapan yaitu 1. (Cet. ‘Ulumul Qur’an I. 2000 Taufiqurrohman. H. Ulumul Quran. Al-qur‟an turun secara sekaligus dari Allah ke lauh mahfuzh yaitu tempat yang merupakan catatan tentang segala ketentuan dan kepastian Allah. H. Studi Ulumul Quran Telaah Atas Mushaf Utsmani. Bandung. Ulumul Quran. Studi Alquran.DAFTAR PUSTAKA Djalal. Kata ulum jamak dari ilmu dan al-qur‟an.penafsiran. Cet.nasikh mansukh. Dr. Bandung: Pustaka Setia. Dalam firmanya “ Bahkan yang didustakan mereka ialah Al-qur‟an yang mulia yang tersimpan dalam lauh al-mahfuzh (Q. PENGERTIAN ULUMUL QUR’AN Ungkapan ulumul qur‟an berasal dari bahasa arab yaitu dari kata ulum dan al-qur‟an. Menurut Abu syahbah ulumul qur‟an adalah sebuah ilmu yang memiliki banyak objek pembahasan yang berhubungan dengan al-qur‟an.cara pembaca. Memantapkan hati nabi 2. Pustaka Setia. Ag. M. Yusuf. Disamping hikmah diatas ada hikmah yang lainnya yaitu 1. Pekan Baru : Amzah. I. Al-qur‟an diturunkan dari bait al-Izzah ke dalam hati nabi melalui malaikat jibril dengan cara berangsur-angsur sesuai dengan kebutuhan. A.mulai dari proses penurunan. Ag. Surabaya. Prof. Adakala satu ayat kadang satu surat. Al-qur‟an diturunkan dari lauh al mahfuzh ke bait Al-Izzah ( tempat yang berada di langit dunia ) 3.S AL-buruuj :21-22) 2.muhkam mutashabih serta pembahasan lainnya B.kodifikasi. Dunia Ilmu. Pustaka Setia. 2009) PENGERTIAN ULUMUL QUR'AN A. Drs. I. Bandung. SEJARAH TURUNNYA ALQUR’AN DAN PENULISAN ALQUR’AN Hikmah diwahyukan alqur‟an secara berangsur-angsur adalah al-qur‟an diturunkan dalam waktu 22 tahun 2 bulan 22 hari yaitu mulai dari malam 17 romadhan tahun 41 dari kelahiran nabi sampai 9 dzulhijah haji wada‟ tahun 63 dari kelahiran nabi atau tahun 10 H. Abdul. urutan penulisan. Menentang dan melemahkan para penentang Al-qur‟an .

Makiyah a.atau antar ayat pada beberapa ayat atau antar surat dalam al-qur‟an. Munasabah antara penutup suatu surat dengan awal surat berikutnya E.kendatipun bukan turun di Mekkah . Memperhatikan uraian ayat-ayat yang sesuai dengan tujuan yang dibahas dalam surat c.Madaniyah adalah ayat-ayat yang diturunkan sesudah Rasulullah hijrah ke Madinah. AsSuyuti menjelaskan langkah-langkah yang diperhatikan dalam menemukan munasabah yaitu: a. 2.kendatipun bukan turun di madinah. MUNASABAH AL QUR’AN Menurut Manna Al-qathan munasabah adalah sisi keterikatan antara beberapa ungkapan di dalam satu ayat.tulang dan sebagainya C. 5.kulit.” Ciri-ciri spesifik makiyah dan madaniyah 1. Membantu dan memahami sekaligus mengatasi ketidak pastian dalam menangkap pesan ayat-ayat Al-qur‟an. Dalam mengambil keputusan. ASBAB AN-NUZUL Ungkapan asbab-nuzul merupakan bentuk idhofah dari asbab dan nuzul.3. membuktikan dengan pasti bahwa al-qur‟an turun dari allah yang maha bijaksana Penulisan al-qur‟an pada masa Abu Bakar termotivasi karena kekwatiran sirnanya al-qur‟an dengan syahitnya beberapa penghapal Al-qur‟an pada perang yamamah. Mengidentifikasi pelaku yang menyebabkan turunnya ayat al-qur‟an. Menurut Az-zargani Asbabuan-nuzul adalah sesuatu yang terjadi serta hubungan dengan turunya ayat Al-qur‟an yang berfungsi sebagai penjelas hukum pada saat peristiwa itu terjadi. Memperhatikan tujuan pembahasan suatu surat yang menjadi objek pencarian b. Munasabah antar bagian suatu ayat 4. Munasabah antara awal surat dengan akhir surat yang sama 8. Munasabah antar ayat yang letaknya berdampingan 5.hendaknya memperhatikan ungkapan-ungkspan dengan benar dan tidak berlebihan Macam-macam munasabah. Memudahkan untuk dihafal dan difahami 4. Memudahkan untuk menghapal dan memahami ayat serta untuk memantapkan wahyu ke dalam hati orang yang mendengarnya.Ayat-ayat yang turun setelah peristiwa hijrah di sebut Madaniyyah walaupun turun di Mekkah atau Arafah. Munasabah antara fashilah (pemisah)dan isi ayat 7. MAKIYAH DAN MADANIYAH “Makiyah ialah ayat – ayat yang diturunkan sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah. 3. 4. Abu bakar melakukan pengumpulan al-qur‟an dengan mengumpulkan al-qur‟an yang terpencar-pencar pada pelepah kurma. Secara etimologi artinya sebab-sebab yang melatar belakangi terjadinya sesuatu. Ayat-ayatnya dimulai dengan kalla . Di dalamnya terdapat sajadah b. Munasabah antara nama surat dan tujuan turunya 3. 1. Munasabah antara suatu kelompok ayat dengan kelompok ayat disampingnya 6.Menurut Az-zargani urgensi asbab an-nuzul dalam mmahami Al-qur‟an adalah 1. mengikuti setiap kejadian yang menyebabkan turunya ayat-ayat al-qur‟an dan melakukan penahapan dalam penetapan syari‟at 5. Menentukan tingkatan uraian-uraian itu apakah ada hubungannya atau tidak d. Munasabah antar surat dengan surat sebelumnya: berfungsi sebagai menyempurnakan surat sebelumnya 2. Mengkhususkan hukum yang terkandung dalam ayat al-qur‟an bagi ulama yang berpendapat bahwa yang menjadi pegangan adalah sebab yang bersifat kusus. D. Mengatasi keraguan ayat yang diduga mengandung pengertian umum.

205 H ) dari Irak f. Qiro‟ah Mashur yaitu qiro‟ah yang memiliki sanad sahih dan mutawatir 3. Dari segi kualitas qiro‟ah dapat dibagi menjadi 1. Mengandung ketentuan-ketentuan faroid dan hadd b.154 H ) dari Irak e. Qiro‟ah Maudhu yaitu palsu 5. 2. Madaniyah a. SEJARAH TURUN DAN PENULISAN AL-QURAN A. kalaf bin hisyam 3. Ya‟kub (w. kedatangan dajjal. Qiroah Syadz Yaitu menyimpang 6. Qiro‟ah Mutawwatir yaitu qiro‟ah yang disampakan kelompok orang yang sanatnya tidak berbuat dusta 2. Dimulai dengan ya-ayuha an-nas d. Qiro‟at Sab‟ah ( Qiro‟at tujuh ) adalah imam-imam qiro‟at ada tujuh orang. Memperlihatkan kelemahan akal manusia. b. Memberikan pemahaman abstrak Illahi kepada manusia melalui pengalaman inderawi yang biasa disaksikannya. Mengandung uraian tentang perdebatan dengan ahli kitab F. Pengertian Al-Quran 1. Macam-macam qiro‟at: 1. Abu Amar (w. G. „Abdullah bin Katsir Ad-Dari (w. yaitu: a. Hikmah keberadaan ayat mutasabih dalam Al-qur‟an adalah: 1.yahya bin mubarok. „Ashim (w.umat terdahulu e.127 H ) 2. 3. Qiro‟ah yang menyerupai hadist mudroj (sisipan) 2. muhammad bin abdul rohman.118 H ) dari Syam d.c.dari madinah c. Hamzah (w. Qiro‟ah Asyiroh adalah qiro‟ah sab‟ah ditambah dengan 3 imam yaitu: Abu Ja‟far. Ayatnya mengandung tema kisah para nabi dan umat. Qiro‟ah ahad yaitu memiliki sanad sahih tapi menyalahi tulisan mushaf usmani dan kaidah bahasa Arab 4. Teguran bagi orang-orang yang mengotak atik ayat mutasabih. Ayatnya berbicara tentang kisah nabi Adam dan Idris kecuali surat al-baqoroh f. „Abdullah Al-yashibi (w.Abu fajr muhammad bin ahmad.188 ) g. QIRO’AT AL-QUR’AN Qiro‟at adalah ilmu yng mempelajari cara-cara mengucapkan kata-kata al-qur‟an dan perbedaan-perbedaannya dengan cara menisbatkan kepada penukilnya. Mengandung sindiran-sindiran terhadap kaum munafikkecuali surat al-ankabut c.120 H ) dari Mekkah. MUHKAM DAN MUTASYABIH Ayat-ayat muhkam adalah ayat yang maksudnya dapat diketahui dengan gamblang baik melalui ta‟wil ataupun tidak Ayat mutasyabih adalah ayat yang maksudnya dapat diketahui Allah seperti kedatangan kedatangan hari kiamat. Pengertian Al-Quran Secara Etimologi ( Bahasa ) . Ya‟kub bin Ishaq. Nafi‟ bin „Abdurrahman bin Abu Na‟im (w . Ayatnya dimulai dengan huruf terpotong. Qiro‟ah Arba Asyiroh (qiro‟ah empat belas) yaitu qiro‟ah sepuluh ditambah dengan 4 imam yaitu Al-hasan al basri.potong seperti alif lam mim dan sebagainya 2.169 H ).

Manna al-Qatthan : Al-Quran adalah kiatb ynag diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW dan orang yang membacanya akan memperoleh pahala c. dua ayat. diriwayatkan secara mutawatir (penuh kepastian dan keyakinan) Ditulis pada mushaf dari surah Al. Memantapkan Hati Nabi b. diturunkan secara mutawatir dan ditulis pada mushaf 3. Membasmi kemiskinan lahir batin f. d.Quran merupakan nama bagi firman Allah yang diturunkan kepada Nabi kita Muhammada SAW. dan Bahasa Arab : Al-Quran adalah kitab yang diturunkan kepada Nabi Nya. Pengertian Al-Quran Secara Terminologi ( istilah ) a. Wawasan Al-Quran B. Al-asya`ri Al-Quran adalah kumpulan yang terdiri atas ayat-ayat yangsaling menguatkan dan terdapat kepemimpinan antara ayat satu dengan ayat lainnya.Angsur Al-Quran turun selama 22 tahun 2 bulan 22 hari.Farra Al-Quran dalah kumpulan yang terdiri atas ayat-ayat yang saling menguatkan dan dan terdapat klemiripan antara yang satu dengan yang lainnya e. membacannya mepunyai nilai ibadah. Al.izzah ke hati Nabi melalui perantara Jibril dengan berangsurangsur. Menentang dan melemahkan para penantang Al-Quran .Quran turun sekaligus dari Allah ke Lukh mahfudh  Al. Al. Hikmah Di Wahyukan Al-Quran Seacara Berangsur. Menekankan peranan ilmu dan teknologi h. Membersihkan akal dan menyucikan jiwa dari syirik dan memantapkan b. d. Berpikir dan bekerja sama e. Menciptakan persatuan dan kesatuan antar semesta d. Memadukan kebenaran dan keadilan g. Az-Zujaj Al-Quran merupakan nama bagi firman Allah yang diturunkan kepada Nabi yang menghimpun surat-surat . kadang satu ayat. Al-Lihyani Al. c. Tujuan Al-Quran a. dan kisah-kisah. Mengajarkan kemanusiaan yang adil dan beradap c. lafaznya dengan mengandung mukjizat . b. Abu Syahbah : Al-Quran adalah kitab yang diturunkan baik lafaz atau makna kepada Nabi terakhir.Quran adalah kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw ditulis dalam mushaf dan diriwayatkan secara mutawatir tanpa keraguan b. bahkaan satu surat Hikmah Diturunkan Al-Quran Secara Berangsur-Angsur Yaitu : a. dari 17 Ramazan tahun 41 dari kelahiran Nabi sampai 9 Zulhijjah Haji wada`tahun 63 dari kelahiran Nabi atau 10 H Al-Quran turun melalui tiga tahap Yaitu:  Al. juga perintah dan larangan atau menghimpun intisari kitab-kitab suci sebelumnya. Pendapat Lain Al-Quran adalah himpunan intisari kitab-kitab Allah yang lain bahkan seluruh ilmu yang ada 2.izzah (tempat yang berada dilangit dunia )  Al-Quran turun dari bait Al.a. Pakar Ushul Fiqh.Fatihah sampai surah An-Nas.Quran turun dari laukh mahfudh ke bait Al.Jurajani : Al.

kedalam satu mushaf. tasdid. Mengikuti setiap kejadian ( yang menyebabkan turunnya Al-Quran ) e. Abdullah bin Zubair. Akibat dari kekhawatiran atas kelestarian Al-Quran . Zaid bin Tsabit. Usaha pengumpulan tersebut selesai dalam waktu ± 1 tahun yaitu pada 13 H. Pertama kali di cetak di Bundukiyyah pada 1530 M . sehingga orang non arab yang memeluk islam merasa kesulitan membaca mushaf tersebut Oleh karena itu pada masa khalifah Abd Al-Malik ( 685-705 ) dilakukan penyempurnaan oleh dua tokoh berikut : 1. Al-Hajjad bin yusuf Ats.Tsaqafi Penyempurnaan mushaf Usmani pada sebelas tempat yang memudahkan pembaca mushaf Orang yang pertama kali meletakkan tanda titik pada mushaf Usmani . Yahya Bin Ya`Mar. Memudahkan untuk di hafal dan di pahami d. Mempersentasikan wahyu dengan cara yang paling sempurna D. Ubaidilllah bin ziyad Melebih kan Alif sebagai pengganti dari huruf yang di nuang 2. pelepah kurma. Umar bin Kahtab. Kemudian pada masa khalifah Usman bin Affan terjadi perselisihan paham tentang perbedaan cara baca Al-Quran yang sudah berada pada titik yang menyebabkab umat islam saling menyalahkan yang pada akhirnya menyebabkan perselisihan . Mereka menggunakan alat tulis sederhana yaitu lontaran kayu.Harish . Factor yang mendorong penulisan Al-Quran pada masa Nabi yaitu : 1. Membukukan hafalan yang telah dilakukan oleh Nabi dan para Sahabat 2. Membuktikan dengan pasti bahwa AL-Quran turun dari Allah yang Maha Bijaksana C. Nashr Bin Asyim Al-Laits Orang yang pertama kali meletakkan hamzah . Orang yang melakukan resensi Al-Quran adalah . Said bin Alsh dan Abdurrahman bin Al. arrum dan Al-Isyamah adalah . maka dipercayakan Zaid bin tsabit untuk mengumpulkan wahyu tersebut. Sekretaris Pribadi Nabi yang bertugas mencatat wahyu yaitu Abu Bakar.Farahidi Al-Azdi Proses pencetakan Al-Quran 1. alKhalid bin Ahmad Al.. Dengan demikian suatu naskah absah Al-Quran yang disebut Mushaf Usmani telah diterapakan dan salinan nya di bagi beberapa wilayah utama daerah islam E. PENULISAN AL-QURAN PADA MASA NABI Pada masa Nabi wahyu yang diturnakan oleh Allah kepadanya tidak hanya di eksprersikan dalam betuk hafalan tapi juga dalam bentuk tulisan . PENYEMPURNAAN PENULISAN AL-QURAN SETELAH MASA KHALIFAH Mushaf yang ditulis pada masa khalifah Usman tidak memiliki harakat dan tanda titik.c. dan batu. Akibat peristiwa tersebut . Khalid Bin Walid dan Mua`wiyah Bin Abi Sofyan. tulang-belulang. Usaha pengumpulan ini dilakukan setelah terjadi perang Yamamah pada 12 H yang telah menggugurkan nyawa70 orang penghafal Al-Quran . PENULISAN AL-QURAN PADA MASA KHULAURRASYIDIN Pada masa Khalifah Abu Bakar beliau memerintahkan untuk mengumpulkan wahyu-wahyu yang tersebar. timbul lah inisiatif khaalifah Usman untuk mengumpulkan Al-Quran. Abu Al-Aswad AdDu`Ali .

Ta`di leipez.angsur mempunyai hikmah tersendiri yang antara . atau menghimpun intisari kitab-kitab sebelumnya yang merupakan pedoman dan penerang bagi umat sedunia Al-Quran di turunkan secara berangsur. RASM AL-QURAN . Meracci pada 1698 M di paduoe 4. Pendapat Para Ulama a. sehinmgga wajib di ikuti dan di taati siapa pun ketika menulis Al-Quran e. Tidak ada halangan untuk menyalahkan nya tatkala suatu generasi sepakat menggunakan cara tertentu untuk menulis Al-Quran A. Al-Hamzah d. Subhi shalih Ia mengatakan ketika logisan Rasm Usmani apabila disebut tauqifi karena rasm Usmani baru lahir pada masa Usman d. Menurut Al-Quran Tidak ada satu riwayat pun dari Nabi yang dapat di jadikan alasan untuk menjadikan Rasm Usmani sebagai Tauqifi c. Kata yang dapat dibaca dua bunyi. Jerman pada 1834 F. Iran pada 1248 H / 1828 kota Taheran 7. PENUTUP A. PENGERTIAN . PENDAPAT TENTANG RASM AL-QURAN DAN KAITAN RASM AL-QURAN DAN QIRAAT 1. Rasm Usmani adalah kesepakatan cara baca penulisab yang disetujui Usman dan diterima umat. Terbit cetakan di Kazan 6. Hinkalman pada masa 1694 M di Hamburg ( jerman ) 3. Uni Sovyet ( Label Islami ) 5. Istilah ini lahir bersamaan dengan mushaf Usman para ulama menetapkan Rasm Al-Quran terbagi atas enam yaitu : a. Pengertian Rasm Al-Quran Rasm Al-Quran adalah tata cara menuliskan Al-Quran yang di tetapkan pada masa khalifah Usman bin Affan .2. Ta`di Tabriz pada 1833 8. Maulaya Usman di sain Peter buorgh. penulisan kata tersebut disunatkan dengan salah satu bunyinya 2. Washal dan fashl ( Penyambungan dan pemisahan ) f. kisah-kisah. Badal Pergantian e. Perintah serta larangan . KAITAN RASM AL-QURAN DENGAN QIRAAT Keberadaan rasm Usmani yang telah ber harakat dan bentuk itu ternyata masih membuka peluang untuk membaca nya dengan berbagai Qiraat terbukti dengan keragaman cara membacan Al-Quran seperti qiraat tujuh sepuluh dan qiraat empat belas. Rasm Usmani bersifat tauqifi atau bukan merupakan Produk budaya manusia yang wajib di ikuti siapa saja ketika menulis Al-Quran b. Al-Jiyadah Penambahan c. KESIMPULAN Al-Quran adalah kalam Allah yang di turunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang menghimpun surat-surat. Al-Hadzf Membuang atau menghilangkan atau menjadikan huruf b.

B. Umar.Shalih Subhi. Orang yang menulis Al-Quran pada masa Nabi adalah Abu Bakar. sehingga betul-betul menunjukkan kemukjizatannya. Sa`id bin Ash. Abban bin Said .lain adalah memantapkan hati Nabi dan menentang serta melemahkan para penantang AlQuran . . Usman . dan Abdurrahman bin al-Harist. 2004. ulumul Quran . maupun kepada Nabi Muhammad SAW. yaitu menetapkan / memantapkan / memberitahukan /menyampaikan Al-Qur‘an. kitab suci ini tidak seperti kitab-kitab suci sebelumnya. jakarta: Tim Pustaka SEJARAH TURUN DAN PENULISAN AL-QUR’AN BAB II PEMBAHASAN A. Rasm al-quran adalah tata cara penulisan Al-Quran yang ditetapkan pada masa khalifah Usman bin Affan DAFTAR PUSTAKA Rosihon Anwar. Tahap-tahap Al-Qur’an di turunakan Yang dimaksud dengan ― tahap-tahap turunnya Al-Qur‘an‖ ialah tertib dari fase-fase disampaikan kitab suci Al-Qur‘an. Karena itu harus menggunakan arti majazi. mulai dari sisi Allah hingga langsung kepada Nabi Muhammad SAW. Khalid bin Al-Walid Mu`awiyah bin Abi Sofyan Orang menulis al-Quran pada masa Khulafaurrasyidin adalah Zaid bin stabit. Pengertian Nuzulul Qur’an (Turunnya Al-Qur’an ) Menurut Jumhurul Ulama‘ arti Nuzulul Qur‘an itu secara hakiki tidak cocok untuk Al-Qur‘an sebagai kalam Allah yang berada pada dzat-Nya. Bandung : pustaka setia Al. dengan memakai ungkapan ―diturunkan‖ menghendaki adanya materi kalimat atau lafal atau tulisan huruf yang riel yang harus diturunkan. Allah SWT telah memberikan penghormatan kepada Al-Qur‘an dengan membuat turnnya tiga tahap. Ali. Sebab . Sebab kitab suci ini diturunkan secara bertahap. mabahis fi uluimil quran . Abdullah bin Zuabir.1990. baik di sampaikan Al-Qur‘an itu ke Lauhil Mahfudz atau ke Baitul Izzah di langit dunia.

” (Q. sebelum di sampaikan ke nabi Muhammad SAW 3. baik melalui perantara Malaikat Jibril ataupun secara langsung ke dalam hati sanubari nabi Muhammad SAW. ‫بل ىو قرأن مجيد‬ Artinya: bahkan yang di dustakan itu ialah Al-Qur’an yang mulia. Ad-dukhan: 3) Ayat tersebut menunjukkan turunnya Al-Qur‘an tahap kedua ini dan cara turunnya. Berdasarkan firman allah: ٍ‫ك‬ ٍ ‫ِنَّا أَنْزلْناَهُ فِى ل‬ ‫ة‬ ِِ ِ ِ‫إ‬ َ‫ار‬ ْ َ ِِ ُ ‫َي لَة‬ َ َ‫مب‬ Artinya: sesungguhanya kami menurunkannya (al-qur’an )pada suatu malam yang diberkahi. Dan membuktikan kebesaran kekuasaan Allah SWT dan keluasaan ilmunya serta kekuatan kehendak dan kebijaksanaa-Nya 2.S. atau langit yang terdekat dengan bumi. ‫نزل بو الروح االمين‬ . Tahap Pertama Turun Di Lauh Mahfudz ( ‫)اللوح المحفوظ‬ sebagaimana dalm firman allah: . yaitu secara sekaligus turun seluruh isi al-qur‘an dari lauhul mahfudz ke baitul izzah. (QS. Dalilnya ayat Al-Qur‘an antara lain: ‫ولقد أنزلناه إليك ايت بينت‬ Artinya: dan sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas. Al-Qur‘an turun dari dari Baitul Izzah di langit dunia langsung kepada nabi Muhammad. Al-Qur‘an disampaikan langsung kepada Nabi Muhammad. Wujudnya Al-Qur‘an di Lauhu Mahfudz adalah dalam suatu cara dan tempat yang tidak bisa diketahui kecuali oleh Allah sendiri. al-baqoroh:99) ‫ على قلبك لتكون من المنذربن‬. Al-Buruj 21). Artinya.‫ في لوح محفوظ‬. Hikmah dari Tanazul tahap pertama ini adalah seperti hikmah dari eksistensi Lauhul Mahfudz itu sendiridan fungsinya sebagai tempat catatan umum dari segala hal yang ditentukan dan diputuskan Allah dari segala makhluq alam dan semua kejadian. maupun dari balik tabir. Tahap Kedua Di Baitul Izzah ( ‫)بيت العزة‬ yaitu tempat mulia di langit yaitu langit pertama.1. dalam Lauhul Mahfudz Al-Qur‘an berupa kumpualn lengkap tidak terpisah-pisah. tahap ketiga. yang tersimpan di Lauhul Mahfudz ( QS.

yang menurut Ahli Tahkiq selama 12 tahun 5 bulan dan lebih 13 hari. surat dan ayatnya pendek-pendek dan gaya bahasanya singkatpadat ( Ijaz ). Mengenai . pada waktu nabi sedang berwukuf di Arafah melaukan Haji Wada‘pada tanggal 9 Dzul hijjah 10 H. Waktu turunya alqur’an Al-Qur‘an diturunkan secara berangsur-angsur berupa beberapa ayat dari sebuah surat atau sebuah surat ynag pendek secara lengkap. Wahyu Ilahi yang diturunkan sebelum hijrah tersebut di sebut surat/ ayat makkiyah merupakan 19/30 dari Al-Qur‘an. asy-syu‘ara: 193-194) C.‫إقراء با سم ربك الذى خلق‬ Sedangkan wahyu yang terakhir yang diterima Nabi Muhammad SAW adalah surat Al-Maidah:3. tanggal 17 Ramadhan pada waktu Nabi telah berusia 41 tahun bertepatan tanggal 6 Agustus 610 M. ‫ الذى علم بالقلم‬. serta ku-ridhai bagimu Islam sebagai agamamu 2. sewaktu beliau sedang berkhalwat (meditasi ) di dalam gua hira‘ di atas Jabal Nur. periodesasi turunya alqur’an Masa turunnya Al-Qur‘an sealam 22 tahun lebih tersebut terbagi dalam dua periode.‫اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتى ورضيت لكم االسالم دينا‬ Artinya: pada hari ini telah ku-sempurnakan untukmu agamamu dan telah ku-cukupkan nikmat-ku kepadamu. 1. sebagai berikut: a. Dan terdiri dari 90 surah yang mencakup 4. Periode pertama adalah Makkah. Ayat yang pertama kali turun adalah 1-5 surah al-alaq: ‫ علم اإلنسان مالم يعلم‬. Sedangka permulaan turunya Al-Qur‘an adalah pada malam lailatul qadar.S.Artinya: ia (al-qur’an ) dibawa turun oleh Ar-Ruhul Al-Amin (Jibril) kedalam hatimu (Muhammad)agar kamu menjadi salah seorang diantara orang-orang yang memberi peringatan.773 ayat. yakni 13 tahun waktu nabi masih tingggal di makkah sebelum hijrah dan 10 tahun waktu nabi hijrah ke madinah.‫خلق اإلنسان من علق‬. karena sasaran pertama dan utama pada periode ini adalah orang-orang arab asli ( Suku Quraisy )yang sudah tentu paham benar akan bahasa Arab. Sejarah turunnya al-qur’an kepada nabi Muhammad SAW.‫ إقراء وربك اآلكرم‬. Yaitu. Dan penyampaian Al-Qur‘an secara keseluruhan memakan waktu lebih kurang 23 tahun.” (Q. yaitu ayat: .

Yaitu. 5) Turun berangsur-angsur dalam beberapa masa. 4) Menunjukkan bahwa sumber Al-Qur‘an adalah Kalam Allah SWT sendiri. karena sasarannya bukan hanya orang-orang arab asli. D. E. memahami dan hikmahnya yang di dalamnya memperkuat perkara yang haq dan membatalkan perkara yang batal. Selam 9 tahun 9 bulan lebih 9 hari. mempermudah dalam menghafal. Hikmah dan rahasia al-qur’an diturunkan berangsur-angsur 1) Memperkuat dan memperkokoh hati Nabi Muhammad SAW karena turunnya wahyu baru. 2) Bertahap dalam mendidik umat yang sedang tumbuh baik dengan Ilmy maupun dengan Amaly. 3) Bertahap dalam menanamkan keyakinan dan ibadah yang benar serta budi pekerti yang luhur. surat dan ayatnya panjang-panjang dan gaya bahasanya panjang lebar dan lebih jelas ( Ithnab ). wahyu Ilahi yang turun sesudah hijrah disebut surat/ayat Madaniyyah dan merupakan 11/30 dari Al-Qur‘an. Mengenai isi surat/ayat Madaniyyah pada umumnya berupa norma-norma hukum untuk pembentukan dan pembinaan suatu masyarakat / umat islam dan Negara yang adil dan makmur yang diridhai Allah SWT. membuat kegembiraan yang memenuhi hati nabi. penulisan Al-Qur’an pada periode Nabi Muhammad SAW . melainkanjuga non arab dari berbagai bangsa yang telah mulai masuk islam dan sudah tentu mereka belum menguasai bahasa arab. sejalan dengan situasi. peristiwa dan kejadian kejadian. Periode kedua adalah periode Madinah.isi surat/ayat Makkiyah pada umumnya berupa ajakan untuk bertauhid yang murni atau ketuhanan yang Maha Esa secara murni dan juga tentang pembinaan mental dan akhlaq. b. Sejarah penulisan Al-Qur’an Penulisan/penghimpunan Al-Qur‘an mengalami 3 ( tiga ) periode yaitu: 1. disamping mempermudah hafalan dan pemahaman Al-Qur‘an bagi orang arab agar kaum Muslimin menengok kepada kesalahan mereka yang perlu diperbaiki serta menunjukkan kebenaran kepada mereka. yang terdiri dari 24 surah yang meliputi 1463 ayat.

maka semuanya itu menjamin Al-Qur‘an tetap terpelihara secara lengkap dan murni. Para penulis wahyu itu diperinatah Nabi untuk menuliskan setiap wahyu yang diterimanya dan meletakkan urut-urutanya sesuai dengan petunjuk nabi berdasarkan petunjuk tuhan lewat Jibril. karena kawatir kehilangan sebagian Al-Qur‘an dengan wafatnya sebagian para penghafalnya. 2. Gerakan ini segera di tindak Oleh Abu Bakar dengan mengirimkan pasukan di bawah Khalid Bin Walid. ia berpegangan pada dua hal. Penulisan Al-Qur’an pada periode Khalifah Abu Bakar Setelah Nabi wafat dan Abu Bakar diangkat sebagai Khalifah. terjadilah gerakan pembangkangan membayar zakat dan gerakan keluar dari agama islam (Murtad) dibawah pimpinan Musailamah. . dan diperkuat dengan naskah-naskah AlQur‘an yang dibuat oleh para penulis untuk pribadi masing-masing serta ditunjang oleh hafalan para sahabat yang Hafidz Al-Qur‘an yang tidak sedikit jumlahnya. Ubay Bin Ka‘ab Dan Khalid Bin Walid. Ayat-ayat yang dihafal oleh para sahabat yang Hafidz Al-Qur‘an. Dan kemudian Nabi bersabda: ‫كذا‬ ‫ضعوا ىذه السورة فى الموضع الذي يذكر فيو كذا ر‬ Artinya: “letakkan surat ini pada tempat yang disebutkan didalamnya ungkapan ini dan itu” Kemudian ayat-ayat Al-Qur‘an yang telah ditulis dihadapan Nabi di atas benda-benda yang bermacam-macam antara lain batu. ialah: 1.Nabi menunjuk beberapa sahabat yang pandai tulis baca sebagai penulis Wahyu. Mu‘awiyah. Zaid Bin Tsabit. kulit binatang. Ayat-ayat Al-Qur‘an yang ditulis di hadapan nabi dan di simapn di rumah Nabi Muhammad SAW. Semuanya itu disimpan di rumah Nabi dalam keadaan terpencar-pencar ayatnya belum dihimpun dalam suatu Mushaf Al-Qur‘an. kemudian ia memerintahkan Kepada Zaid Bin Tsabit agar segera menghimpun ayat-ayat AlQur‘an dalam satu mushaf/suhuf Zaid sangat berhati-hati dalam menjalankan tugas ini. Terjadilah clash fisik di Yamamah yang menimbulkan banyak korban di kalangan Islam termasuk 70 sahabat yang Hafidz Al-Qur‘an terbunuh sebagai Syuhada‘ Peristiwa itu mendorong umar untuk menyarankan kepada Khalifah segera menghimpun ayat-ayat Al-Qur‘an dalam satu mushaf. Ide sahabat Umar di terima oleh Abu Bakar. pelepah kurma dan sebagainya. antara lain empat sahabat nabi yang terkemuka. 2. tulang.

bisa menggganggu persatuan dan kesatuan umat Islam. Panitia ini diketuai oleh Zaid dan bertugas menyalin Al-Qur‘an yang disimapn oleh Hafsah. terjadilah perbedaan bacaan Al-Qur‘an di kalangan umat islam dan kalau dibiarkan. tetappi ditolak oleh Hafsah. 3. Mushaf karya Zaid Bin Tsabit ini kemudian disimpan oleh Abu Bakar dan kemudian Umar setelah Abu Bakar wafat. mushaf Hafsah yang dipinjamnya dikembalikan ke Hafsah. Tindakannya terpaksa dilakukan. yakni: Zaid Bin Tsabit. Sai‘id Bin Al-Ash. demi untuk menagamankan keseragaman mushaf Al-Qur‘an yang telah diusahakan oleh Khlaifah Utsman. yakni antara sesudah terjadi perang Yamamah dan sebelum Abu Bakar wafat. Baru setelah hafsah wafat. Setelah panitia Zaid berhasil melaksanakan tugasnya. sebab suhuf Hafsah ini di pandang sebagai naskah AlQur‘an standart. jika masih terdapat dua macam naskah (Suhuf Hafsah dan Mushaf Utsman). suhufnya di ambil oleh Marwan dan kemudian dibakarnya. Panitia Zaid diperintah menyalin suhuf Hafsah dalam jumlah beberapa buah untuk dikirimkan ke beberapa daerah Islam disertai intruksi bahwa semua suhuf yang berbeda dengan Mushaf Utsman yang terkirim itu harus di musnahkan / dibakar. Penulisan/ penghimpunan Al-Qur’an periode Khalifah Utsman Bin Affan Pada masa pemerintahan Utsman.Zaid tidak mau menerima tulisan ayat-ayat Al-Qur‘an kecuali kalau disaksikan dengan dua orang saksi yang adil bahwa ayat itu benar-benar ditulis dihadapan Nabi atas perintah/ petunjuknya.. pernah meminta Hafsah agar suhufnya dibakar. Marwan Bin Al-Hakam seoarang Khalifah Bani Umayyah. Karena itu sahabat Hudzaifah menyarankan kepada khalifah agar berusaha mengusahakan keseragaman bacaaan Al-Qur‘an. Kemudian disimpan hafsah setelah Umar mangkat atas pesan Umar. Khalifah Utsman dapat menerima ide Hudzaifah. dan lagi untuk menghindari keragu-raguan umat Islam di masa yang akan dating terhadap mushaf Al-Qur‘an. dengan pertimbangan bahwa Hafsah adalah istri nabi yang hafidz Al-Qur‘an dan pandai baca tulis. Tugas penulisan ini oleh zaid dapat di laksanakan dalam waktu kurang lebih 1 (satu) tahun. . kemudian membentuk panitia terdiri dari empat orang. Abdullah Bin Al-Zubair Dan Abdurrahman Bin Harits Bin Hisyam.

PT. Dan kita mau mengamalkan apa yang di perintahkan dalam AlQur‘an dan meninggalkan apa yang dilarang oleh Al-Qur‘an. Dan penyampaian Al-Qur‘an secara keseluruhan memakan waktu lebih kurang 23 tahun. mulai dari sisi Allah hingga langsung kepada Nabi Muhammad SAW. Surabaya. dan sejarah penulisan Al-Qur‘an yang begitu panjang prosesnya. kitab suci ini tidak seperti kitab-kitab suci sebelumnya. tahap-tahap turunnya Al-Qur‘an‖ ialah tertib dari fase-fase disampaikan kitab suci AlQur‘an. sehingga betul-betul menunjukkan kemukjizatannya.Drs. maupun kepada Nabi Muhammad.Masjfuk Zuhdi.BAB III PENUTUP KESIMPULAN Pengertian turunnya alqur‘an ialah menetapkan / memantapkan / memberitahukan /menyampaikan Al-Qur‘an. Bina Ilmu. tanggal 17 Ramadhan pada waktu Nabi telah berusia 41 tahun bertepatan tanggal 6 Agustus 610 M. Sebab kitab suci ini diturunkan secara bertahap. Amin… DAFTAR PUSTAKA . sehingga kita akan selamat di Dunia maupun di Akherat kelak. semoga menimbulkan keteb alan iman kita terhadap Al-Qur‘an. 1980 . Al-Qur‘an diturunkan secara berangsur-angsur berupa beberapa ayat dari sebuah surat atau sebuah surat ynag pendek secara lengkap. baik di sampaikan Al-Qur‘an itu ke Lauhil Mahfudz atau ke Baitul Izzah di langit dunia. yakni 13 tahun waktu nabi masih tingggal di makkah sebelum hijrah dan 10 tahun waktu nabi hijrah ke madinah. Ayat yang pertama kali turun adalah 1-5 surah Al-Alaq: Sedangkan Penulisan/penghimpunan Al-Qur‘an mengalami 3 ( tiga ) periode yaitu: 1) penulisan Al-Qur’an pada periode Nabi Muhammad SAW 2) Penulisan Al-Qur’an pada periode Khalifah Abu Bakar 3) Penulisan/ penghimpunan Al-Qur’an periode Khalifah Utsman Bin Affan Setelah kita mengetahui dari sejarah turunnya al-qur‘an al-karim. Pengantar Ulumul Quran. Sedangka permulaan turunya Al-Qur‘an adalah pada malam Lailatul Qadar. sewaktu beliau sedang berkhalwat (meditasi ) di dalam gua hira‘ di atas Jabal Nur.

Ag.Adapun perbedaan itu dari segi pengertian Alquran. sejarah turunnya Alquran.. penulis membatasi masalah yang akan dibahas yaitu mengenai Sejarah Turunnya Alquran dan Penulisan Alquran. Ag. 2001 . Pembatasam Masalah Dalam pembuatan makalah tentang Ulumul Quran ini. Dunia Ilmu. Maka dari itu beberapa ahli membuat suatu kesepakatan mengenai ilmu (pembahasan) yang berkaitan dengan Alquran yang dinamakan dengan Ulumul Quran. Bandung. Ulumul Quran. Ulumul Quran. perkembangan serta penulisan Al-Quran. masih banyak dari kalangan orang muslim yang belum mengerti dan paham mengenai Alquran. Rumusan Masalah . Prof. H.Rosihan Anwar.Djalal. Pustaka Setia. Untuk lebih jelasnya. H. Studi Ulumul Quran Telaah Atas Mushaf Utsmani. penulisan serta rasm Alquran dan sebagainya. Abdul. Drs. A. B. Selain itu juga. Surabaya. Bandung. M.Taufiqurrohman. Dari segi turunnya Alquran dan penulisan Alquran terdapat pula beberapa perbedaan pendapat para ahli. Setia. maka akan diuraikan pada bab berikutnya. A. 2003 . 2000 Pustaka Sejarah turun dan penulisan Al-quran Banyak sekali berbagai pendapat mengenai Alquran baik dari pengertian. Dr. M.

1. Apa hikmah dari diwahyukannya Alquran? 3. Apa yang dimaksud dengan rasm Alquran 7. Bagaimana pendapat beberapa ahli mengenai rasm Alquran Bab II Pembahasan A. Bagaimanakah proses penulisan Alquran pada masa Nabi? 4. Bagaimana proses penulisan Alquran pada masa Nabi 4. Hikmah dari diwahyukannya Alquran 3. serta sebagai bahan untuk mengetahui: 1. Bagaimanakah proses penyempurnaan Alquran setelahnmasa khalifah? 6. Apa yang dimaksud dengan Alquran? 2. Bagaimanakah proses penulisan Alquran pada masa Khulafa’urasyidin? 5. Tujuan Makalah Sejarah Turunnya Alquran dan Penulisan Alquran ini ditulis dengan tujuan untuk memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah Alquran/ Ilmu Tafsir. Apa yang dimaksud dengan rasm Alquran? 7. Bagaimana proses penyempurnaan Alquran setelahnmasa khalifah 6. Bagaimana proses penulisan Alquran pada masa Khulafa’urasyidin 5. Apa yang dimaksud dengan Alquran 2. Bagaimanakah pendapat beberapa ahli mengenai rasm Alquran? C. Pengertian Al-Quran .

yaitu suatu tempatb yang merupakan catatan tentang segala ketentuan dan kepastian Alloh. B. Muhammad.Al-Quran secra etimologi merupakan bentuk mashdar (Verbal noun) yang diartikan sebagai isim maf’ul yaitu Maqru’ berarti “yang dibaca”. Sedangkan menurut terminologi Al-Quran adalah: ‫ المكتوب فى المصاحف من أول سورة الفاتحة كالم هللا المنزل على نبٌه محمد صلى هللا علٌه وسلم المعجم بتالوته المنقول‬،‫بالتواتر‬ ‫إلى سورة الناس‬. yang diturunkan secara mutawatir. mulai dari awal surat alfatihah dan diakhiri surat an-nas. Al-Quran turun secara sekaligus dari Alloh Ke Lauh Al-Mahfuzh. dan yang ditulis pada mushaf. Menurut Al-Zarqani dalam manahil Al-irfan berpendapat bahwa proses turunnya Al-Quran terdiri atas tiga tahapan: 1. Hikmah Diwahyukannya Al-Quran Secara Berangsur-angsur Quran diturunkan dalam tempo 22 tahun 2 bulan 22 hari. membacanya mempunyai nilai ibadah.S.‫)بل هو فرآن مجٌد‬ “Bahkan yang didustakan mereka ialah Al-Qur’an yang mulia. Al-buruj ayat 21-22: 99-94 : ‫ فً لوح محفوظ (البروج‬. yang lafadz-lafadznya mengandung mukjizat. Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa kata Quran adalah kata sifat dari Alqur’ berarti “mengumpulkan” (Al-jam’). Artinya: “Kalam Alloh yang diturunkan kepada nabi-Nya. Q. atau Musytaq dari Alqara’in atau qarana. yaitu mulai malam 17 Ramadhan tahun 41 dari kelahiran Nabi. yang (tersimpan) dalam lauh al- . sampai 9 Djulhijjah haji Wada’ tahun 63 dari kelahiran Nabi atau tahun 10 H.

Masa turunnya Al-Quran dapat dibagi ke dalam dua periode. dengan bahasa Arab yang jelas”.mahfuzh” (QS.‫)نزل به الروح األمٌن على قلبك لتكون من المنذري‬ “Dia dibawa turun oleh ar-ruh al-Amin (Jibril). 2. Perode kedua disebut periode Madaniyah. Asy-Syuaro ayat 193-195: 427 – 429 : ‫ بلسان عربً مبٌن (الشعراء‬. yakni dari permulaan Rabiul awal tahun 54 dari kelahiran Nabi sampai 9 Djulhijjah tahun 63 dari ke. sebagaimana firman Alloh dalam surat Al-Qadar ayat 1: 4 : ‫)إن أنزلناه فى لٌلة القدر (القدر‬ ”Sesungguhnya Kami telah menurunkan-nya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan” 3. yaitu ayat-ayat yang diturunkan ketika Nabi Muhammad hijrah ke Madinah yaitu selama 9 tahun 9 bulan 9 hari.ahiran Nabi. Di samping itu masih banyak pula hikmah yang terkandung dalam hal diturunkannya Al-Quran secara berangsur-angsur sebagai berikut: 1. Al-Quran diturunkan dari Bait Al-Izzah ke dalam hati Nabi dengan jalan berangsur-angsur sesuai dengan kebutuhan. yaitu ayat-ayat yang diturunkan ketika Nabi Muhammad masih bermukim di Mekah. Turunnya Al-Quran secara berangsur-angsur mempunyai hikmah dan faedah yang besar sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran surat Al-Furqon ayat 32. yaitu 12 tahun 5 bulan 13 hari yaitu dari 17 Ramadhan tahun 41 dari kelahiran Nabi. Al-Quran diturunkan dari Lauh Al-Mahfuzh ke Bait Al-izzah( tampat yang berada di langit dunia).Al-Buruj : 21-22). ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang diantara orang yang memberi peringatan.S. Hal ini diisyaratjkan dalam Q. Perode pertama disebut periode makiyah. Untuk meneguhakan hati Nabi Muhammad SAW . Hal ini menanadakan bahwa Al-Quran mempunyai hubungan dialektis dengan situasi dan tempat dimana ia diturunkan.

Ali bin Abi tholib. tulang belulang. 5. Utsman bin Afan. 2. C. 4. dan Muawiyyah bin Abi Sufyan. Mereka menggunakan alat tulis sederhana dan berupa lontaran kayu. . keadatangan wahyu tidak saja di ekspresikan dalam bentuk hafalan tetapi juga dalam bentuk tulisan. Penulisan Al-Quran pada Masa Nabi Pada masa nabi. “Janganlah kamu menulis sesuatu yang berasal dariku. pelepah kurma. dan batu. maka dengan turunnya Al-Quran secara berangsur-angsur maka akan memperkuat hati Nabi. Muslim). Sebagai bukti bahwa Al-Quaran adalah bukan rekayasa Nabi Muhammad atau manusia biasa meskipun rangkaian ayatnya turun selama 23 tahun tetapi sistematika dan kandungannya tetap konsisten. nabi memiliki sekretaris pribadi yang khusus bertugas mencatat wahyu. Umar bin Khatab. Barangsiapa telah menulis dariku selain al-Qur’an. Sekiranya Al-Quran turun sekaligus tentu sulit untuk memahami dan menghafal isinya. Kegiatan tulis menulis Al-Quran tadi didasarkan pada hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Muslim: ‫ال تكتبوا نى شٌئا إال القرآن ومن كتب عنً سوى القرآن فلٌمحه‬. Untuk memudahkan hafalan dan pemahaman Al-Quran. Khalid bin Al-walid.Mengingat watak keras masyarakat yamg dihadapi Nabi. Sebagai Mukjizat Mengingat banyaknya tantangan yang dihadapi Nabi dari kaum Al-Quran baik dari pertanyaan yang memojokkan turunnya wahyu yang berangsur-angsur itu tidak saja menjawab pertanyaan itu bahkan menantang mereka untuk membuat sesuatu yang serupa dengan Al-Quran 3. hendaklah ia menghapusnya” (HR. Mereka adalah Abu Bakar. Untuk menerapkan hukum secara bertahap. Abban bin sa’id. kecuali Al-Qur’an.

Mempresentasikan wahyu dengan cara paling sempurna. seluruh Al-Quran sudah ditulis pada wqktu Nabi masih ada.Diantara dfaktor yang mendorong penulisan Al-Quran pada masa nabi adalah: 1. Penulisan Al-Quran pada Masa Khulafa Al-Rasyidin Pada masa Abu Bakar As-siddiq Pada dasarnya. 2. Hanya saja. Karena khawatir kelestarian Al-Quran hilang. Ia tidak menerima ayat yang hanya berdasarkan hafalan. D. “Dudulah kalian di pintu masjid. Dan orang yang pertama kali menyusunnya dalam suatu mushaf adalah Abu Bakar As-Siddiq. Siapa yang datang kepada kalian membawa catatan al-Qur’an degnan dua saksi. pada saat itu surat-surat dan ayat-ayatnya ditulis dengan terpencar-pencar. . Sikap kehati-hatian Zaid dalam mengumpulkan Al-Quran atas dasar pesan Abu Bakar: ‫ فمن جاء كما بشاهدٌن على شًء من كتاب هللا فاكتباه‬،‫أقعدا على باب المسجد‬. maka catatlah”.Usaha pengumpulan Al-Quran yang dilakukan Abu Bakar terjadi setelah perang yamamah pada tahun 12 H. Dalam melaksanakan tugasnya Zaid menetapkan kriteria yang ketat untuk setiap ayat yang dikumpulkannya. tanpa didukungt tulisan. Zaid bin Tsabit salah seorang sekretaris Nabi yang muda dan pintar ditugaskan untuk melacak kembali al-Quran. Mem-back up hafalan yang telah dilakukan oleh Nabi dan para sahabatnya.

‫ وكان‬. sampaikalah (kepada zaid). papan.). Di dalam menerangkan pengertian “dua saksi” riwayat ini. Sahabat tertentu yang membawa ayat tertentu dapat diterima bila ayat yang disodorkan didukung dua hapalan dan atau tulisan sahabat Iainnya. Demikian juga.Riwayat yang berkaitan juga dikeluarkan Ibn Abi Dawud26melalui jalan Yahya bin Abdirrahman bin Hatib yang menceritakan bahwa Umar berkata: ‫من كان تلقى من رسول هللا صلى هللا علٌه وسلم شٌئا من القرآن فلٌأت به‬. 643 H. perlu disimak pendapat Ibn Hajar. atau keduanya daam bentuk tutisan. suatu hapalan ayat tertentu yang dibawa oleh sahabat tertentu baru bisa diterima bila dikuatkan oleh dua catatan dan atau hapalan sahabat Iainnya. Pemahaman Ibn Hajar tentang syahidain sedikit berbeda dengan apa yang ditangkap As-Sakhawi (w. dan pelepah kurma. Zaid tidak menerima laporan ayat dari siapa pun sebelum diperkuat dua saksi.‫وكانوا ٌكتبون ذلك فى الصحف واأللواح والعسب‬ ‫ٌشهد شهٌدان ال ٌقبل من أحد شٌئا حتى‬. Menurut tokoh hadis kenamaan ini. Dan (pada waktu itu) para sahabat telah menulisnya pada subut. syahidain (dua saksi) di sini tidak harus keduanya dalam bentuk hapalan. Artinya: “siapa saja pernah mendenganr beberapa saja ayat AL-Qur’an dari rasulullah. Asy-Syakhawi memandang bahwa syahidain artinya catatan sahabat tertentu mengenai ayat tertentu. Ayat tertentu yang disodorkan sahabat dapat diterima jika memiliki dua saksi yang .

mushaf itu disimpan Hafsa. yang sebagian direktut dari siria dan sebagian lain dari Irak.memberikan kesaksman bahwa catatan itu memang ditulis di hadapan Nabi. Sa’id bin Al-‘Ash. yaitu pada tahun 13 H. . Pekerjaan yang dibebankan pada pundak Zaid dapat diselesaikan dalam waktu kurang lebih satu tahun. perselisihan tentang bacaan AlQuran muncul di kalangan tentara-tentara muslim. Setelah Abu Bakar wafat. suatu naskah otoritatif (absah) Al-Quran. ‘Utsman memutuskan agar mushaf-mushaf yang beredar adalah mushaf yang memenuhi persyaratan berikut: a) Harus terbukti mutawatir. tidak ditulis berdasarkan riwayat ahad. telah ditetapkan. Pada masa Utsman bin Afan Selama pengiriman ekspedisi militer ke Armenia dan Azerbaijan. dan Abd Ar-Rahman bin Al-Harits. Dengan demikian. dialek Quraisy-suku dari mana Nabi berasal. yang sering juga disebut mushaf ‘Utsmani.Bersama Zaid. Sejumlah salinannya dibuat dan dibagikan ke pusat. suhuf-suhuf Al-Quran itu disimpan Khalifah Umar dan ketika Umar wafat. ikut bergabung tiga anggota yaitu: Abdullah bin Zubair.harus dijadikan pilihan. dan akhirnya menugaskan Zaid bin Tsabit “mengumpulkan” Al-Quran.pusat utama daerah Islam. Khalifah berembuk dengan para sahabat senior Nabi. Perselisihan ini cukup serius sehingga Khudzaifah melaporkannya kepada khalifah Utsman (644-656) dan mendesaknya agar mengambil langkah guna mengakhiri perbedaan tersebut. Satu prinsip yang mereka ikuti dalam menjalankan tugas ini adalah bahwa dalam kasus kesulitan bacaan. bukan oleh Utsman bin Afan.

Perbedaan penulisan Al-Quran pada masa Abu Bakar dan pada masa Uesman dapat dilihat dari bagan berikut ini: Pada Masa Abu Bakar Pada Masa Utsman bin ‘Affan 1.b) Mengabaikan ayat yang bacaannya dinasakh dan ayat tersebut tidak diyakini dibaca kembali dihadapan Nabi pada saat-saat terakhir. berbeda dengan mushaf Abu Bakar yang susunan suratnya berbeda dengan mushaf ‘Utsmani. d) Sistem penulisa yang digunakan mushaf mampu mencakupi qira’at yang berbeda sesuai dengan lafadz-lafadz Al-Quran ketika turun. Motivasi penulisannya adalah khawatir sirnanya Al-Quran dengan syahidnya beberapa Al-Quran pada Perang Yamamah. 2. Abu Bakar melakukannya dengan mengumpulkan tulisan. c) Kronologi surat dan ayat seperti yang dikenal sekarang ini.tulisanAl-Quran yang terpencar.pencar . e) Semua yang bukan termasuk Al-Quran dihilangkan.

di antaranya: pertama. ruang lingkup. Abd. 1. Namun demikian menurut Hasbi ash-Shiddiqiey pokok pembahasan ulumul qur’an mencakup beberapa persoalan saja. tulang. Azim al-Zarqani. Ruang Lingkup Pembahasan Ulumul Qur’an Adapun pembahasan Al-Qur’an mencakup segala macam ilmu yang berhubungan dengan Al-Qur’an. ada’ul qira’ah (cara membaca Al-Qur’an). penulisannya. 2. pengumpulannya. Ulumul Qur‟an adalah beberapa pembahasan yang berhubungan dengan Al-Qur’an dari segi turunnya. dan sebagainya.Quran turun Pengertian. dan sebagainya dalam pembahasan ulumul qur’an. penafsirannya. persoalan nuzul. Secara istilah adalah sekumpulan ilmu yang berhubungan dengan Al-Qur’an. penolakan terhadap hal-hal yang bisa menimbulkan keraguan terhadapnya. makna Al-Qur’an yang berhubungan dengan hukum. Motivasi penulisannya karena terjadinya banyak perselisihan di dalam cara membaca Al-Quran (qira’at). ulumul Qur‟an berarti “ilmu-ilmu al-Qur‟an”. . ilmu ukur. baik dari segi keberadaannya maupun dari segi pemahaman terhadap petunjuk yang terkandung di dalamnya. secara bahasa. kedokteran. Menurut M. kemukjizatannya. sejarah pertumbuhan dan perkembangan Ulumul Quran ULUMUL QUR’AN Pengertian Ulumul Qur’an Kalimat Ulumul Qur‟an terdiri dari dua kata. persoalan sanad. Bahkan Al-Suyuthi memperluasnya dengan memasukkan astronomi. nasikh dan mansukh. bacaannya. makna AlQur’an yang berhubungan dengan lafal. Kelima. Keenam. Keempat. merupakan Kitab Suci umat Islam yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw untuk menjadi pedoman hidup manusia. dan sebagainya. urut-urutannya. Ketiga. Utsman melakukannya dengan enyederhanakan tulisan mushaf pada satu huruf dan tujuh huruf yang dengannya Al. Kedua. ulum (bentuk jamak dari kata ilmun) dan Al-Qur‟an.pada pelepah kurma. lafal AlQur’an.

Sofyan Ibn Uyainah (w. Pada abad ke-2 H. Abu Amr al-Dani menulis kitab at-Taisir fil Qiraatis Sab‟i dan al-Muhkamu fin Nuqath. Pada abad ke-5 H. Abu Bakar Muhammad ibn al-Qasim al-Anbari menulis kitab tentang Ajaibul Ulumil Qur‟an. Pada Abad ke-3 H. qira‟ah. Di samping itu juga lahir ilmu amtsalul qur‟an antara lain yang dikarang al-Mawardi. Ali bin al-Madany menulis tentang kitab tentang Asbabun Nuzul. Sedangkan Ibn al-jauzi menulis kitab Fununul Afnan fi „Ajaibi Ulumil Qur‟an dan al-Mujtaba fi Ulumin Tata‟allaqu bil Qur‟an. terjadi penyeragaman bacaan Al-Qur’an. Pada abad ke-7 H. Ibn Abd Salam yang dikenal dengan “al-Izz” mengarang kitab Majazul Qur‟an. Syu’bah Ibn Al-Hajjaj (w. Para ulama menekankan perhatian kepada ilmu tafsir. Pada masa Khalifah Ali. Abu Syamah Abd Rahman ibn Ismail al-Maqdisi menulis kitab al-Mursyidul Wajiz fi ma Yata‟allaqu bil Qur‟anil Aziz. sebab: 1.Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangannya Pada masa Nabi dan Sahabat. Pada abad ke-6 H. lahir ilmu mubhamatul qur‟an yang dikarang oleh Abu al-Qasim Abd Rahman al-Suhaili. Abu Ubaid al-Qasim bin Salam menulis tentang nasikh mansukh. lahirlah ilmu gharibil qur‟an dan beberapa kitab tentang ulumul qur’an. Sehingga Utsman dianggap meletakkan dasar ilmu rasmul qur‟an atau ilmu rasmil utsmani. Alamuddin al-Sakhawi menulis kitab Hidayatul Murtab fil Mutasyabihi. Abu hasan al-Asy’ari menulis tentang al-Mukhtazan fi Ulumil Qur‟an. 2. Pada masa Khalifah Utsman. 3. Pada masa khalifah Abu Bakar dan Umar. Muhammad ibn Khallaf ibn al-Mirzaban menulis kitab al-Hawi fi Ulumil Qur‟an. Abu Bakar alSijistani menulis Gharibul Qur‟an. Ali ibn Ibrahim ibn Sa’id al-Hufi menulis kitab al-Burhan fi Ulumil Qur‟an dan I‟rabul Qur‟an. Muhammad ibn Ayyub al-Dharis menulis tentang ilmu ma Nuzzila bi Makkata wa ma Nuzzila bil Madinati. Muhammad ibn Ali al-Adfawi menulis tentang al-Istighna‟ fi Ulumil Qur‟an. Waki’ Ibn Jarrah (w. Tokohnya. yang dikenal dengan al-Sakhawiah. Para Sahabat sedikit sekali yang pandai menulis. fadla‟ilul qur‟an.muncul beberapa tokoh yang ahli dalam ilmu qiraat. . Abu Muhammad al-Qashab Muhammad ibn Ali al-Karkhi menulis Nuqatul Qur‟an ad-Dalalatu alal Bayani fi Anwa‟i Ulumi wal Ahkamil Munbiati an Ikhtilafil Anam. ulumul qur’an memasuki masa pembukuannya. Pada abad ke-4 H.160 H). dilakukan kodifikasi dalam satu mushaf Imam. Adanya larangan menulis dari Rasul selain Al-Qur’an. Para sahabat adalah orang Arab asli yang tahu betul struktur bahasa Arab yang tinggi dan apabila belum memahami Rasul akan menjelaskan maksudnya. 198 H). 197 H). sehingga Ali dianggap perintis lahirnya ilmu nahwu dan I‟rabul Qur‟an. Al-Qur’an disampaikan melalui lesan. ulumul qur’an belum dikenal sebagai ilmu yang berdiri sendiri dan dibukukan.

Untuk dapat memahami kalam Allah. dan tabi’in dari Nabi tentang kandungan al-Qur’an. 2. Najmuddin at-Tufi menulis Hujajul Qur‟an.Pada abad ke-8 H. Jalaluddin al-Bulqini mengarang kitab Mawaqiul Ulumi min Mawaqi‟in Nujumi. Jalaluddin as-Suyuthi menulis kitab At-Tahbir fi Ulumit Tafsir dan al-Itqan fi Ululmil Qur‟an. Ibn Qayyim menulis tentang Aqsamul Qur‟an. . Pada abad ke-13 H. perhatian ulama terhadap ulumul qur’an bangkit kembali seiring dengan kebangkitan perkembangan ilmu-ilmu agama lainnya. Ibn Abi al-Ishba’ menulis tentang Badail Qur‟an. Badruddin Zarkasyi menyusun kitab al-Burhan fi Ulumil Qur‟an. sejalan dengan penjelasan Rasulullah saw. Berdasarkan ini istilah ulumul qur’an lahir pada abad ke-5 H. Pada abad ke-9 H. Menurutnya yang paling tua adalah kitab yang dikarang Ibn alMirzaban pada abad ke-3 H. 2. orang yang pertama kali menggunakan istilah ulumul qur’an adalah Ibn al-Mirzaban. Menurut Subhi as-Salih. Lahirnya Istilah Ulumul Qur’an Terdapat tiga pendapat tentang sejarah lahirnya istilah ulumul qur’an: 1. Muhammad Ibn Sulaiman al-Kafiaji menulis tentang At-Tafsir fi Qawaidit Tafsir. Untuk mengetahui persyaratan dalam menafsirkan al-Qur’an. Menurut al-Zarqani berpendapat lahirnya istilah ulumul qur’an seiring dengan dikarangnya kitab al-Burhan fi Ulumil Qur‟an karya Ali ibn Ibrahim ibn Sa’id yang dikenal dengan sebutan al-Hufi. Setelah lahirnya karya monumental as-Suyuthi perkembangan ulumul qur’an mengalami kefakuman hingga abad 13. 3. Untuk dapat mengetahui cara dan gaya yang digunakan para mufassir dalam menafsirkan alQur’an disertai penjelasan dari ahli tafsir ternama serta kelebihan-kelebihannya. 3. Urgensi Mempelajari Ulumul Qur’an: 1. Pendapat ini berdasarkan kajiannya tentang kitab-kitab yang menggunakan istilah ulumul qur’an. Istilah ulumul qur’an digunakan pertama kali pada abad ke-7 H. serta pendapat yang dikutip sahabat.

biasanya menuliskannya pada benda apa saja yang bisa di tulisi. tidak pernah pasti dan tertutup dalam interpretasi tunggal. (Abdullah Darraz dalam al-Naba’ al-Azhim) Al-Qur’an memberikan kemungkinan arti yang tidak terbatas … kesan yang diberikannya mengenai pemikiran dan penjelasan berada pada tingkat wujud mutlak… dengan demikian. semuanya benar atau mungkin benar. Demikian seterusnya. . demikian kata Mohammed Arkoun. Tetapi bila anda membacanya sekali lagi. setiap sudutnya memancarkan cahaya yang berbeda dengan apa yang terpancar dari sudut-sudut lain. jika anda mempersilahkan orang lain memandangnya.Apabila anda membaca Al-Qur’an. maka ia akan melihat lebih banyak ketimbang apa yang anda lihat. amat sedikit di antara mereka yang pandai menulis dan membaca. sampai-sampai anda menemukan kalimat atau kata yang mempunyai arti bermacam-macam. Sejarah Pemeliharaan Al-Qur'an di Masa Rasulullah dan Para Khalifah Posted by Phenefendi on 7:10 AM Pada permulaan Islam bangsa Arab adalah satu bangsa yang buta huruf. jadi bagi mereka yang dapat menulis dan membaca. maknanya akan jelas di hadapan anda. Dan tidak mustahil. akan anda temukan pula makna-makna lain yang berbeda dengan makna-makna sebelumnya. ayat-ayatnya selalu terbuka (untuk interpretasi baru). Ayat-ayat Al-Qur’an bagaikan intan. Bangsa Arab masih belum mengenal kertas seperti yang sekarang ini.

Nabi mengadakan peraturan. kulit binatang.a. Pegangan mereka dalam memelihara dan meriwayatkan syair-syair dari para pujangga. Nabi menyuruh menghafalnya. Surat yang satu macam. peristiwa-peristiwa yang terjadi dan lain sebagainya adalah dengan hafalan semata. tetapi pandai menulis dan membaca. yaitu Al-Qur'an saja yang boleh dituliskan. selalu dibaca. pelapah kurma. Di tahun beliau wafat. Hadits atau pelajaran-pelajaran yang mereka dengar dari mulut Nabi dilarang untuk dituliskan. . dihafal oleh ribuan manusia. Nabi menerangkan tertib urut ayat-ayat itu. Utsman bin Affan. Naskah-naskah yang ditulis oleh Nabi Naskah-naskah yang ditulis oleh mereka yang pandai menulis dan membaca untuk mereka masingmasing. orang-orang musyirin yang ditawan oleh Nabi dan tidak dapat menebus dirinya dengan uang.Masa Nabi Muhammad s. Larangan ini dengan maksud agar Al-Qur'an itu terpelihara. selain dari Al-Qur'an. masing-masing diharuskan mengajar sepuluh orang muslim untuk menulis dan membaca sebagai ganti tebusan. Diantaranya Ali bin Abi Thalib. Nabi menganjurkan agar Al-Qur'an dihafal. yaitu: Hafalan dari mereka yang hafal Al-Qur'an. dan apa saja yang bisa dituliskan. Nabi sendiripun sering mengadakan ulangan terhadap sahabat-sahabatnya di depan muka beliau untuk menetapkan atau membetulkan hafalan atau bacaan mereka. Dengan cara demikian. sekali dalam setahun. Nabi sendiri mempunyai beberapa juru tulis yang bertugas menuliskan AlQuran untuk beliau. Kepandaian menulis dan membaca itu amat dihargai dan Nabi sangat gembira. Selain itu. Dengan demikian terdapat 3 unsur yang dapat memelihara Al-Qur'an yang telah diturunkan. dan diwajibkannya untuk dibaca ketika sedang melakukan Shalat. dan bertambah banyaklah mereka yang pandai menulis dan membaca.w Walaupun bangsa Arab pada waktu itu masih buta huruf. Jibril mengadakan ulangan (repetisi). dan menuliskannya di batu. jangan dicampur aduk dengan yang lainlain yang juga didengar dari Nabi. Ubay bin Ka'ab. Karena itulah. Karena hal inilah Nabi mengambil suatu cara praktis yang selaras dengan keadaan itu dalam menyiarkan dan memelihara Al-Qur'anul Karim. Selain itu. tapi mereka mempunyai ingatan yang sangat kuat. dan mulai banyaklah yang menuliskan ayatayat yang diturunkan. ulangan tersebut oleh Jibril sebanyak dua kali. Setiap ayat yang diturunkan. bertambahlah keinginan untuk belajar menulis dan membaca. banyaklah orang yang hafal Al-Qur'an. tidak ada satu ayatpun yang tidak dituliskan. Zaid bin Tsabit dan Mu'awiyah. dan banyak yang hafal seluruh Al-Qur'an. beliau berkata: "Di Akhirat nanti tinta ulama-ulama itu akan ditimbang dengan darah syuhada" Pada perang Badar. Pada waktu itu Nabi diperintah untuk mengulang memperdengarkan Al-Qur'an yang telah diturunkan.

Ketika Nabi wafat, Al-Qur'an tersebut telah sempurna diturunkan dan telah dihafal oleh ribuan manusia, dan telah dituliskan semua ayat-ayatnya. Semua ayatnya telah disusun dengan tertib menurut urutan yang ditujikan sendiri oleh Nabi. Mereka telah mendengan Al-Qur'an itu dari mulut Nabi sendiri berkali-kali dalam Shalat, khutbah, dan pelajaran-pelajaran lainnya. Pendek kata Al-Qur'an tersebut telah terjaga dengan baik, dan Nabi telah menjalani satu cara yang sangat praktis untuk memelihara dan menyiarkan Al-Quran itu sesuai dengan keadaan bangsa Arab di waktu itu. Suatu hal yang menarik perhatian, ialah Nabi baru wafat dikala Al-Qur'an itu telah cukup diturunkan, dan Al-Qur'an itu sempurna diturunkan di waktu Nabi telah mendekati masanya untuk kembali ke hadirat Allah S.W.T. Hal ini bukan suatu kebetulan saja, tapi telah diatur oleh yang maha esa. Masa Abu Bakar r.a Setelah Rasulullah wafat, sahabat baik Anshar maupun Muhajirin sepakat mengangkat Abu Bakar menjadi Khalifah. Pada awal masa pemerintahannya banyak orang-orang Islam yang belum kuat imannya. Terutama di Nejed dan Yaman, banyak yang menjadi murtad, menolak membayar zakat, dan ada pula yang mengaku dirinya sebagai nabi. Hal ini dihadapi oleh Abu Bakar dengan tegas, sehingga ia berkata pada orang-orang tersebut "Demi Allah! Kalau mereka menolak untuk memnyerahkan seekor anak kambing sebagai zakat (seperti apa) yang pernah mereka serahkan kepada Rasulullah, niscaya aku akan memerangi mereka". Maka terjadilah peperangan yang hebat untuk menumpas orang-orang murtad dan pengikut nabi palsu tersebut. Diantara peperangan itu yang terkenal adalah peperangan Yamamah. Tentara Islam yang ikut banyak dari para sahabat yang menghafal Al-Qur'an. Dalam peperangan ini telah gugur 70 orang penghafal Al-Qur'an. Bahkan sebelumnya telah pula gugur hampir sebanyak itu penghafal Al-Qur'an lainnya. Oleh karena itu Umar bin Khathab khawatir akan gugurnya para sahabat penghafal Al-Qur'an yang masih hidup, maka ia datang kepada Abu Bakar memusyawaratkan hal tersebut. Umar berkata kepada Abu Bakar: "Dalam peperangan Yamamah para sahabat yang hafal Al-Qur'an telah banyak yang gugur. Saya khawatir akan gugurnya para sahabat yang lain dalam peperangan selanjutnya. Sehingga banyak ayat-ayat Al-Qur'an itu perlu dikumpulkan". Lalu Abu Bakar menjawab: "Mengapa aku akan melakukan sesuatu yang tidak diperbuat oleh Rasulullah?". Umar menegaskan: "Demi Allah! Ini adalah perbuatan yang baik". Dan ia berulang kali memberikan alasan-alasan kebaikannya tersebut, sehingga Allah membukakan hati Abu Bakar untuk menerima pendapat Umar tersebut. Kemudian Abu Bakar memanggil Zaid bin Tsabit dan berkata kepadanya: "Umar mengajakku mengumpulkan Al-Qur'an". Lalu diceritakannya segala pembicaraan yang terjadi antara dia dan Umar. Kemudian Abu Bakar berkata: "Engkau adalah seorang pemuda yang cerdas yang kupercayai sepenuhnya. Dan engkau adalah seorang penulis wahyu yang selalu disuruh oleh Rasulullah. Oleh karena itu maka kumpulkanlah ayat-ayat Al-Qur'an itu", Zaid menjawab "Demi Allah! Ini adalah pekerjaan yang berat bagiku. Seandainya aku diperintahkan untuk memindahkan sebuah bukit, maka hal itu tidaklah lebih berat bagiku daripada mengumpulkan Al-Qur'an yang engkau perintahkan itu". Dan ia berkata selanjutnya kepada Abu Bakar dan Umar: "Mengapa kalian melakukan sesuatu yang tidak diperbuat oleh Nabi?" Abu Bakar menjawab: "Demi Allah! Ini adalah perbuatan yang

baik". Ia lalu memberikan alasan-alasan kebiakan mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur'an itu, sehingga membukakan hati Zaid, kemudian ia mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur'an dari daun, pelepah kurma, batu, tanah keras, tulang unta ayau kambing dan dari sahabat-sahabat yang hafal Al-Qur'an. Dalam usaha mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur'an itu Zaid bin Tsabit bekerja amat teliti. Sekalipun beliau hafal Al-Qur'an seluruhnya, tetapi untuk kepentingan pengumpulan Al-Qur'an yang sangat penting bagi umat Islam itu, masih memandang perlu mencocokkan hafalan atau catatan sahabatsahabat yang lain dengan disaksikan oleh dua orang saksi. Dengan demikian Al-Qur'an seluruhnya telah ditulis oleh Zaid bin Tsabit dalam lembaran-lembaran yang diikat dengan benar, tersusun menurut urutan ayat-ayatnya sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Rasulullah, kemudian diserahkan kepada Abu Bakar. Mushaf ini tetap di tangan Abu Bakar sampai beliau wafat, kemudian dipindahkan ke rumah Umar bin Khatab dan tetap di sana selama pemerintahannya. Setelah beliau wafat, Mushaf itu dipindahkan ke rumah Hafsah, puteri Umar, istri Rasulullah sampai masa pengumpulan dan penyusunan Al-Qur'an di masa Khalifah Utsman. Membukukan Al-Qur'an di masa Utsman r.a. Di masa Khalifah Utsman bin Affan, pemerintahan mereka telah sampai ke Armenia dan Azarbaiyan di sebelah timur dan Tripoli di sebelah barat. Dengan demikian kelihatanlah bahwa kaum muslimin di waktu itu telah terpencar-pencar di Mesir, Syirtia, Irak, Persia dan Afrika. Kemanapun mereka pergi dan mereka tinggal, Al-Qur'an itu tetap menjadi Imam mereka, diantara mereka banyak yang menghafal Al-Qur'an itu. Pada mereka terdapat naskah-naskah Al-Qur'an, tetapi naskah-naskah yang mereka punya itu tidak sama susunan surat-suratnya. Terdapat juga perbedaan tentang bacaan AlQur'an tersebut. Asal mulanya perbedaan tersebut adalah karena Rasulullah sendiripun memberikan kelonggaran kepada kabilah-kabilah Arab yang berada di masanya untuk membaca dan melafazkan Al-Qur'an itu menurut dialek mereka masing-masing. Kelonggaran ini diberikan oleh Nabi supaya mereka menghafal Al-Qur'an. Tetapi kemudian terlihat tanda-tanda bahwa perbedaan tentang bacaan tersebut bila dibiarkan akan mendatangkan perselisihan dan perpecahan yang tidak diinginkan dalam kalangan kaum Muslimin. Orang yang pertama memperhatikan hal ini adalah seorang sahabat yang bernama Huzaifah bin Yaman. Ketika beliau ikut dalam pertempuran menaklukkan Armenia di Azerbaiyan, dalam perjalanan dia pernah mendengan pertikaian kaum Muslimin tentang bacaan beberapa ayat AlQur'an, dan pernah mendengan perkataan seorang Muslim kepada temannya: "Bacaan saya lebih baik dari bacaanmu". Keadaan ini mengagetkannya, maka pada waktu dia telah kembali ke Madinah, segera ditemuinya Utsman bin Affan, dan kepada beliau diceritakannya apa yang dilihatnya mengenai pertikaian kaum Muslimin tentang bacaan Al-Qur'an itu seraya berkata: "Susullah umat Islam itu sebelum mereka berselisih tentang Al-Kitab, sebagai perselisihan Yahudi dan Nasara(Nasrani)". Maka Khalifah Utsman bin Affan meminta Hafsah binti Umar lembaran-lembaran Al-Qur'an yang ditulis di masa Khalifah Abu Bakar yang di simpan olehnya untuk disalin. Oleh Utsman dibentuklah satu panitia yang terdiri dari Zaid bin Tszabit sebagai ketua, Abdullah bin Zubair, Sa'id bin 'Ash dan

Abdur Rahman bin Harits bin Hisyam. Tugas panitia ini adalah membukukan Al-Qur'an dengan menyalin dari lembaran-lembaran tersebut menjadi buku. Dalam pelaksanaan tugas ini, Utsman menasehatkan agar: Mengambil pedoman kepada bacaan mereka yang hafal Al-Qur'an. Bila ada pertikaian antara mereka tentang bahasa (bacaan), maka haruslah dituliskan menurut dialek suku Quraisy, sebab Al-Qur'an itu diturunkan menurut dialek mereka. Maka tugas tersebut dikerjakan oleh para panitia, dan setelah tugas selesai, maka lembaranlembaran Al-Qur'an yang dipinjam dari Hafsah itu dikembalikan kepadanya. Al-Qur'an yang telah dibukukan itu dinamai dengan "Al-Mushhaf", dan oleh panitia ditulis lima buah Al Mushhaf, Empat buah diantaranya dikirim ke Mekah, Syiria, Basrah dan Kufah, agar di tempattempat tersebut disalin pula dari masing-masing Mushhaf itu, dan satu buah ditinggalkan di Madinah, untuk Utsman sendiri, dan itulah yang dinamai dengan "Mushhaf Al Imam". Setelah itu Utsman memerintahkan mengumpulkan semua lembaran-lembaran yang bertuliskan AlQur'an yang ditulis sebelum itu dan membakarnya. Maka dari Mushhaf yang ditulis di zaman Utsman itulah kaum Muslimin di seluruh pelosok menyalin Al-Qur'an itu. Dengan demikian, maka pembukuan Al-Qur'an di masa Utsman memiliki faedah diantaranya: Menyatukan kaum Muslimin pada satu macam Mushhaf yang seragam ejaan tulisannya. Menyatukan bacaan, walaupun masih ada kelainan bacaan, tapi bacaan itu tidak berlawanan dengan ejaan Mushhaf-mushhaf Utsman. Sedangkan bacaan-bacaan yang tidak sesuai dengan ejaan Mushhaf-mushhaf Utsman tidak dibolehkan lagi. Menyatukan tertib susunan surat-surat, menurut tertib urut seperti pada Mushhaf-mushhaf sekarang. Di samping itu Nabi Muhammad s.a.w. sangat menganjurkan agar para sahabat menghafal ayat-ayat Al-Qur'an. Karena itu banyak sahabat-sahabat yang menghafalnya baik satu surat, ataupun seluruhnya. Kemudian di zaman tabi'ien, tabi'it, tabi'ien dan selanjutnya usaha-usaha menghafal AlQur'an ini dianjurkan dan diberi dorongan oleh para Khalifah sendiri. Pada zaman sekarang di Mesir, di sekolah-sekolah Awaliyah diwajibkan untuk menghafal Al-Qur'an bila mereka ingin menamatkan pelajaran sekolah awaliyah dan hendak meneruskan pelajarannya ke sekolah-sekolah mualimin, begitu juga di pesantren-pesantren di Indonesia, sehingga Al-Qur'an dapat dihafal oleh jutaan umat Islam di seluruh dunia. Dengan demikian terbuiktilah firman Allah:

"Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Qur'an, dan sesungguhnya Kami tetap memeliharanya" ( Surat (15) Al Hijr Ayat 9 )

Mengapa Alquran dibukukan kalau penghafal para wahyu dapat diandalkan dari zaman Nabi bahkan hingga sekarang?
 

2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan

Tari Putri

Jawaban Terbaik - Dipilih oleh Penanya
1. Karena AlQur'an mesti di sebar luaskan kepada bangsa lain yang non arab, pada saat itu ayat-ayat masih dalam hafalan para sahabat dan dalam dokumen-dokumen yang belum rapi. Setelah perang yamamah, banyak sahabat yang gugur dan sebagian besar penghafal Qur'an, maka Khalifah Abu bakar membentuk kepanitiaan yang dipimpin Zaid Ibn Tsabit dan beberapa sahabat besar lainnya, namanya ada dalam hadits semua. 2. Yang jelas ketuanya adalah Zaid bin tsabit yang memang sejak lama menjadi juru tulis bahkan sejak nabi masih hidup. Susunan kepanitiannya ada beberapa versi namun semuanya sepakat ketuanya adalah Zaid bin Tsabit, anggotanya dari kalangan Muhajirin dan Anshor dan penulisan di lakukan dalam Khot ( gaya tulisan ) Kufi, yang berangsur kemudian disempurnakan dengan tanda baca untuk memudahkan bangsa lain membaca. 3. Perdebatan terjadi apabila seseorang yang mengaku mendengar dan menghafalkan ayat tertentu tidak dapat membawakan saksi. Hal ini dapat diselesaikan dengan mengklarifikasikan bacaan dengan orang lain yang menghafal ayat yang sama. Perlu diingat seluruh panitia ini adalah Hufadz ( Penghafal ) dan hidup semasa Nabi masih ada. Ada pula perdebatan tentang dialek bahasa arabnya, namun jumhur sahabat menyepakati bahwa AlQur'an turun dalam dialek ( logat ) Quraisy sebagai logat Rasullullaah.SAW. Segala sesuatu diselesaikan dengan musyawarah. Mushaf pertama yang lengkap ada di masa khalifah Utsman, maka disebut Mushaf Utsmani. Salah satu yang asli ( dari 6 ) ada di musium Tasykent, maka Qur'an yang sekarang beredar bisa di cocokkan dengan yang original. 4. Tidak ada perbedaan... jika ada tentu saat ini bermunculan versi-versi AlQur'an... padahal membaca Qur'an 30 juz lengkap selama bulan ramadhan sudah merupakan acara rutin di masjidil haram seperti yang biasa kita lihat pada siaran langsung di TV kalau pas ramadhan. Wallaahua'laam....
  

2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 4 orang menilai ini bagus

Penilaian Penanya:

.. Umat Islam. sehingga para sahabat mengumpulkan untuk dibukukan. demikian. dan Zabur namun kitab2 itu belumlah sempurna.Komentar Penanya: Good answer. mengakui Injil. wallahu'alam o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 3 orang menilai ini bagus  Gratchen Alqur'an diturunkan untuk semua umat manusia. sehingga pemaknaannya memang perlu dibukukan agar mudah dibaca. hmm.. itu tambahannya." karena Al Quran memang diperintahkan untuk dibaca... Setelah perang yamamah....... . :) "kalau penghafal para wahyu dapat diandalkan dari zaman Nabi bahkan hingga sekarang?" umat manusia tidaklah ada yang berumur panjang juga ada yang tidak kuat hafalannya.. namanya ada dalam hadits semua. tanpa kecuali.... mudah2an dapat menjawab pertanyaan anda. bahwa Al Quran bukanlah buku karangan Muhammad saw. Karena AlQur'an mesti di sebar luaskan kepada bangsa lain yang non arab. keliatan kan. maka untuk mempermudah kajian/bacaan kandungan asli perlu disebarkan ke setiap generasi dan seluruh umat manusia 1. Taurat. banyak sahabat yang gugur dan sebagian besar penghafal Qur'an. pada saat itu ayat-ayat masih dalam hafalan para sahabat dan dalam dokumen-dokumen yang belum rapi. maka Khalifah Abu bakar membentuk kepanitiaan yang dipimpin Zaid Ibn Tsabit dan beberapa sahabat besar lainnya. Bukan jawaban yang benar? Coba Yahoo! Search Cari di Yahoo! untuk bagaimana cara para sahat nabi menghafal al-qur'an padahal belum di bukukan Jawaban Lain (13)  zain "Mengapa Alquran dibukukan..

andaikata sudah 600 tahun masehi. semua yang hidup saat itu tahu. termasuk kamu ? Alqur'an berbahasa Arab. Paling reaksimu seperti Dr. apalagi sebagai perkamen dan dokumen. gak berkutik banyak saat ayat2 injil justru dipatahkan dan banyak yang telah disempurnakan oleh ayat2 Qur'an. namun entah mengapa tidak semua umat mengakui. jauuuuuuhhhhhh kualitasnya. bukankah merupakan "tulisan ulang" dan "sudah mengalami perubahan"? kembali ke pernyataan. mereka membukukan karena "alasan": supaya tidak hilang. kenapa sumber2 tertulis. dan asli (buat umatnya yg mengakui).. mengapa penghafal tidak menuliskan di suatu kertas? adalh mustahil tidak mengenal kertas. teus hafalan apakah terjamin 100%? bagaimana juga yg terdapat dari tulisan pada beberapa barang. kulit.. dll. dll tidak disertakan ataupun dijaga? bukankah bukti historis dan original? bahkan hingga sekarang. William Campbel yang debat dengan Dr. tulang. apalagi. Dzakirnaek disaksikan Bush. SUPAYA menjadi bukti SUDAH dirubah karena tiada keaslian lagi. batu. kemudian. seperti tulang. yg dikatakan paling sempurna. o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 1 orang menilai ini bagus  iyo kalo melihat sejarah. kulit. kertas itu sudah digunakan. aye bingung. sebab. (di sumber.. kenapa dibukukan. . misal batu. mengatakan belum mengenal kertas). coba deh.Alqr'an adalah kitab yang menyempernakan semua kitab suci yang diturunkan sebelumnya. @Salju : Alqur'an memuat keterangan semua kejadian hingga akhir masa dan mengenai surga neraka. harus disebarkan dan disyiarkan ke penjuru dunia. kalo dibukukan. secara netral kamu cuci otak dulu dan bandingkan dengan injil punyamu. dan tidak ada yang diubah satupun dari ayat2 tersebut saat dibukukan. dan merupakan BUKTI SUDAH TIDAK ASLI lagi o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan  Sruput Samsoe Emangnya penghafal hidup selamanya? Lalu apa nyawa mereka aman karena di incar kafir untuk dibasmi? Yang udah berbentuk buku saja dibakar. bahwa jumlah ayat Alqur'an adalah 6666 ayat. tapi secara aye suka mencari tahu. Sejak sebelum dibukukan. mengenai perbandingan ayat2 injil dan Qur'an.

melihat kenyataan tersebut maka Sahabat Umar Bin Khottob mengusulkan agar AlQur'an dibukukan.. melihat kenyataan saja bukankah zaman semakin kesini generasi penerusnya makin urakan (sebagian) dan walaupun AlQuran sudah di bukukan tetapi masih da yang ndak pernah buka kan?! gimana klo msti dihafalkan?? sekarang ay tanya anda sudah hafal berapa Juz??? begitulah jawaban sy. karena takut para Hafidz tidak ada lagi. yang belum tau apalagi hafal mari sini kita kasih buku biar tau. sebelumnya saya beristighfar memohon ampun kepada Allah atas kata2 saya yang salah dan selanjutnya semoga jawaban sy bermanfaat... begitulah mas/ mbak.!! Beda dengan alkitab tetangga yang beberapakali di perbaharui sehingga yang lama sama yang baru beda. . o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 3 orang menilai ini bagus  ? Alquran di tulis agar dibaca oleh generasi baru.. isi alquran dari dulu sama. wassalamualikum... materi referensi: Kitab Khozinatul Asror dan yang saya pelajari saat sekolah.. mungkin habis pemilu nanti keluar lagi perjanjian milenium o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 1 orang menilai ini bagus  Xie Guan Nak yang sudah hafal nggak perlu buku.. terjadi peperangan yang besar (sy lupa namany) yang dari golongan umat muslim waktu itu banyak yang meninggal dan sebagian dari para Hafidz (penghafal Al-Qur'an)..o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 2 orang menilai ini bagus  AmeXelf Assalamualaikum. semoga bermanfaat. Begini y dulu Zaman Sahabat Rasulullah yaitu Zaman Sahabat Abu Bakar AshShidiq Ra. terus belajar ych..

. kan untuk dibaca.Dah sana duduk manis dan jangan pipis dicelana yaaaaaaaa o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 4 orang menilai ini bagus  nomaden alasan adax pengumpulan ayat2 yg berasal dari Allah SWT melakui Nabi Muhammad SAW krn banyakx para sahabat hafidz Al-Qur'an yg mati jihad d medan pertempuran...penghafal wahyu memang benar cukup bisa diandalkan. pada saat itu ayat-ayat masih dalam hafalan para sahabat dan dalam dokumen-dokumen yang belum rapi. tapi mereka juga sadar kalau mereka hanya manusia biasa. o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 2 orang menilai ini bagus  merdeka yang namanya manusia kan ada salah dan lupanya bro. materi referensi: belajar o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 1 orang menilai ini bagus  Nomnomno..tentux jg sahabt yg hafidz tdk akan hidup slamax bkn.emgnya ga ada manusia yg dilahirkan o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 2 orang menilai ini bagus  ? HE HE HE BENAR JUGA. KAN HARUS DIWARTAKAN KEPADA ORANG-ORANG NON ARAB TERMASUK UMAT ISLMA INDONESIA: Karena AlQur'an mesti di sebar luaskan kepada bangsa lain yang non arab. hingga sekarang... maka dari itu dibukukanlah Alquran. supaya bisa dibaca oleh genersi setelah mereka. ..

banyak sahabat yang gugur dan sebagian besar penghafal Qur'an.Setelah perang yamamah. maka Khalifah Abu bakar membentuk kepanitiaan yang dipimpin Zaid Ibn Tsabit dan beberapa sahabat besar lainnya. namanya ada dalam hadits semua 12345678910 112 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 3 24 25 26 27 28 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->