bahankuliahulumulquran-121019115932-phpapp02

Rasmul Qur'an

Click here to download

I.

PENDAHULUAN Puji syukur pertama-tama saya haturkan ke hadirat Allah SWT yang dengan rahmat inayahNya saya bisa menyelesaikan makalah sederhana ini yang berjudul ilmu tauhid dan ruang lingkupnya. Semoga bisa bermanfaat bagi saya khususnya dan bagi kita semua pada umumnya. Sebagaimana yang kita ketahui bersama, Rasmul Qur’an merupakan ilmu yang sangat penting di dalam agama Islam. Sebab, Rasmul Qur’an adalah bagian sebagian dari tanda-tanda agama sejati dan murni yang diturunkan Allah Yang Maha kuasa dan bijaksana. Tanpa mengetahui Rasmul Qur’an, kita tidak akan mengetahui tujuan hidup sebenarnya. Sebab, seorang hamba harus tahu benar siapa yang disembah dan dimana kita akan hidup setelah mati.

II.

PEMBAHASAN A. Pengertian Rasmul Qur'an Istilah rasmul al-Quran terdiri dari dua kata yaitu rasm dan al-Qur'an. Kata rasm berarti bentuk tulisan. Dapat juga diartikan dengan `atsar dan alamah. Sedangkan al-Qur'an adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw., dengan perantaraan malaikat Jibril, ditulis dalam mushaf-mushaf dan disampaikan kepada umat manusia secara mutawatir (oleh banyak orang) dan mempelajarinya merupakan suatu ibadah, dimulai dengan surat al-Patiihah dan diakhiri dengan surat an-Nas. (Chirzin, 1998: 106). Jadi ilmu rasm Al-Qur'an yaitu ilmu yang mempelajari tentang penulisan mushaf Al-Qur'an yang di lakukan dengan cara khusus baik dalam penulisan lafal-lafalnya maupun bentuk-bentuk huruf yang di gunakannya. Adapun yang di maksud rasm al-mushaf dalam bahasa yaitu : ketentuan atau orang yang di gunakan oleh usman ibn affan bersama sahabat-sahabat lainnya dalam Al-Qur'an berkaitan dengan susunan huruf-hurufnya, yang terdapat dalam mushaf yang di kirim berbagai daerah dana kata serta mushaf al-iman yang berada di tangan usman ibn affan sendiri”

Sementara ulama yang lebih mempersempit rasm al-mushaf yaitu : apa yang di tulis oleh para sahabat Nabi menyangkut sebagian lafaz-lafaz Al-Qur'an dalam mushaf usmani dengan pola tersendiri yang menyalahi kaidah-kaidah penulisan Bahasa Arab. Bagaimana ragam pendapat berkaitan permasalahan rasmul Qur'an. Apakah rasmul Qur'an merupakan tauqif (ketetapan) dari Nabi Muhammad SAW. ataukah bukan. Mengenai permasalahan ini, muncul dua pendapat di kalangan ulama. Kelompok pertama menyatakan bahwa, rasmul Quran adalah tauqifi dari Nabi Muhammad saw. Sedangkan kelompok kedua menyatakan bahwa, rasmul Quran adalah bukan taugifi dari Nabi Muhammad SAW. Menurut Kelompok pertama, bahwa rasmul Qur'an adalah tauqifi dan metode penulisannya dinyatakan sendiri oleh Rasulullah SAW. Pendapat ini dianut dan dipertahankan oleh Ibnu Mubarak yang sependapat dengan gurunya Abdul Aziz ad-Dabbagh. la menyatakan bahwa, tidak seujung rambutpun huruf al-Qur'an yang ditulis atas kehendak seorang sahabat nabi atau yang lainnya. (asShalih, 1990:361) Sedangkan kelompok kedua berpandangan bahwa, rasmul Qur'an tersebut tidak masuk akal kalau dikatakan tauqifi. Pendapat ini dipelopori oleh Qadhi Abu al-Bagilani. la mengatakan bahwa mengenai tulisan al-Qur'an, Allah swt. sama sekali tidak mewajibkan kepada umat Islam dan tidak melarang para penulis al-Qur'an untuk menggunakan rasam selama itu (baca; Utsman bin Affan). Yang dikatakan kewajiban hanyalah diketahui dari berita-berita yang didengar. (as-Shalih, 1990:366)

B. Pola Penulisam Al-Qur'an Dalam Mushaf Usmani Terdapat beberapa pola penulisan Al-Qur'an versi mushaf usamni yang menyimpang dari kaidah penulisan bahasa arab. 1. Penghilangan huruf (al-hadzf)

Al-Hadzf ini terdiri dari enam bagian, yaitu: a. Menghilangkan huruf, alif yaitu dari ya al-nida ( ‫ )يااايهي ااايه ا‬dari ha' al-tanbih ( ‫ ;)هاااي ا‬dari ‫ااا‬ ‫ ;) خل ا‬sesudah

dhamir( ‫ )ه جي‬lajazh jalalah (‫ )هللا‬dari dua kata ( ‫ )ه احن‬dan ( ‫ ;)ساحن‬sesudah huruf lam (

dua huruf lam dari semua mustanna ( ‫ ;)حجلا‬dari semua jama' shahih baik mudzakkar maupun muannats ( ‫ )ساعون‬dan ( ‫ )ه عاء يع ا‬dari semua jamak yang satu pola dengan ( ‫ )عساج‬dan dari semua kata bilangan ( ‫ )يثلث‬dari basmallah dan sebagainya. b. Menghilangkan huruf ya, vaitu huruf ya dibuang dari manqush munawwan (bertanwin), baik ketika berharakat rafa' maupun jar ( ‫ ;)غياحييااويناداا‬menghilangkan huruf ya' pada kata ‫خااون يهفوان يهعيوان‬ dan, selain yang dikecualikan. c. Menghilangkan huruf lam jika dalam keadaan idqham (‫ )ه يل‬dan (‫ )ه ي‬selain yang dikecualikan.

d. Menghilangkan huruf waw, yaitu jika terletak bergandengan (‫ )وانيه ى‬dan ( ‫)ا يسفن‬. Di samping itu, ada beberapa penghilangan huruf yang tidak masuk kaidah. Misalnya penghilangan huruf alif pada kata dan menghilangkan ya' dari kata ‫ هحاحههي‬serta menghilangkan waw dari empat kata kerja (al-fil) ‫ ين يي ع ييعحيهللا يني عيهاي سا‬dan ‫س عيه زحا يه‬ 2. Penambahan huruf(al-ziyadah) Penambahan ini, yaitu alif setelah waw pada akhir isim jamak atau yang mempunyai hukum jamak. Misalnya ‫هن نيها حاب‬, ‫ عاليقنهيحح ا‬dan ‫ ح انيهساحهليل‬Di samping itu menambah alif setelah Hamzah marsumah waw (Hamzah yang terletak di atas tulisan waw). Misalnya, ‫ فايهللايفوفنه‬Yang asalnya di tulis ‫ فايهللايفوفأ‬Demikian pada kata‫ عافة‬, dalam ayat, ‫ وىي ليس حلةيعايلةينية‬kata ‫ ه حسانل‬Dalam ayat ‫هعو اايه حسانا‬ dan , ‫ ساحيل‬dalam ayat ‫ واايلالن ايه ساعيال‬. Demikian juga penambahan huruf ya pada kata ‫ حاايي ا‬atau penambahan huruf waw pada kata ‫ هن ن يهن يك يهنا‬Dan 3. Kaidah Hamzah Yaitu apabila hamzah berharakat suku, maka di tulis dengan huruf yang beharakat sebelumnya. Misalnya ‫ ه ذ‬Dan ‫هنفع‬, selain yang dikecualikan. Adapun Hamzah yang berharakat, jika ‫هنا‬.

ia berada di awal kata dan bersambung dengan Hamzah itu huruf tambahan, maka ia harus di tulis dengan alif secara mutlak, baik berharakat fathah maupun berharakat kasrah. Misalnya ‫وياي يساصح ي‬ ‫ هن نه يهين‬selain yang dikecualikan. Sedangkan apabila Hamzah terletak di tengah maka ia tulis sesuai dengan huruf harakatnya, yakni fathah dengan alif dan kasrah dengan ya serta dlamah dengan waw. Misalnya ‫ سالل يساال يفؤاح‬Tetapi apabila huruf yang sebelum Hamzah itu sukun, maka tidak ada tambahan. Misalnya ‫ عل يهاحض‬dan ‫ ه خب‬selain yang dikecualikan. Di samping itu, jika Hamzah itu terletak di ujung, Makkah ia di tulis dengan huruf dari jenis harakat huruf sebelumnya. Misalnya, kata ‫ سحا ي ن‬dan ‫ شاعئ‬. 4. Menggantikan Huruf Dengan Huruf Lain Badl ini ada beberapa macam yaitu : a. Huruf alif di tulis dengan waw sebagai penghormatan pada kata ،‫ يه صالن‬،‫ ه ز ان‬dan ،‫ ه نيان‬selain yang dikecualikan. b. Huruf alif yang di tulis dengan huruf ya pada kata-kata seperti ‫ ه ااى يه ااى يدلااى‬Yang berarti (bagaimana) ‫ حلى يعفى‬dan ‫ ى‬selain kata dalam surat Yusuf. c. Huruf alif di ganti dengan nun tawkid khafifah pada kata ‫هذ‬. ‫يا‬

d. Huruf ta’ ta’nits (،) di ganti dengan ta’ maftuhah ( ) pada kata ‫ حنعا‬sebagai yang terdapat dalam surat al-baqarah, al-araf, hud, maryam, al-rum dan al-zukhruf. Di samping itu huruf ta’ta’nits (،) di tulis dengan ta’ maftuhah ( ) pada kata ‫ وعا‬sebagai terdapat dalam surat al-baqarah, ali imran, al maidah, ibrahim dan sebagainya. 5. Menyambungkan dan memisahkan huruf (al washl dan al fashl) Washl dan fashl banyak ragamnya yaitu : a. Kata ‫ ه‬dengan harakat fathah pada hamzahnya, di susul dengan ‫ يا‬maka penulisannya bersambung dengan menghilangkan huruf nun, misalnya‫ هاي‬tidak di tulis‫ ه ياي‬kecuali pada kata ‫ ه يايفؤن ن‬dan ‫ه ياي‬ ‫فوحلنه‬. b. Kata ‫ عا‬Yang bersambung dengan ‫ عاا‬penulisannya disambungkan kata dan huruf nun pada mimnya tidak di tulis, seperti ‫ ععا‬kecuali pada kalimat ‫ عا يعاايعل ا يهحعااي ا‬Sebagai terdapat dalam Al-Qur'an surat an-nisa’ dan ar-rum dan kata ‫ عع يحزق ا‬dalam surat al-munafiqun. c. Kata ‫ ع‬yang bersambung menjadi kata ‫ عع‬bukan‫من من‬ dengan ‫ ع‬ditulis bersambung dengan menghilangkan-min, sehingga

Misalnya kalimat ‫ ننصاح ايهحاحههي يح ياه‬Dalam sebagian mushaf ustmaiy di tulis dan di baca ‫ نهنصى‬sedangkan dalam sebagian mushaf lainnya di tulis dan dibaca ‫ ووص‬Dan sebagainya. Beberapa pendapat para ulama mengenai hal ini yaitu sebagai berikut. . Dalam Mushaf Ustmaniy. C. Kata yang bisa dibaca dengan dua bunyi (ma’ fih qiratani) Apabila ada dua ayat Al-Qur'an yang memiliki versi qiraat yang berbeda yang dimungkinkan ditulis dalam bentuk tulis dalam bentuk tulisan yang sama. kalimat ‫ علك ين يه ي‬dan ‫يخ يدن يهللا‬ Ayat-ayat tersebut boleh dibaca dengan menetapkan alif (dibaca dua harakat) dan bisa dibaca sebagai haknya lafzh (dibaca 1 harakat). sehingga menjadi ‫هعا‬ f. sehingga menjadi ‫يدع‬bukan ‫ عن من‬kecuali dalam kalimat ‫نيصحيوهيد يع ييشا‬ e. kata tersebut di tulis dengan menghilangkan alif Misalnya. sehingga menjadi ‫هعا‬ g. apabila tidak memungkinkan ditulis dalam bentuk tulisan yang sama.d. Hukum Penulisan Al-Qur'an Dengan Rasmul Usmani Pada ulama juga berbeda pendapat tentang hal ini apakah kaum muslimin di wajibkan mengikuti rasm usmani dalam penulisan Al-Qur'an ataukah di bolehkan dengan rasm imlai (pola penulisan konvensional). Akan tetapi. Kata ‫ ال‬yang diiringi ‫ عاا‬Di sambung sehingga menjadi ‫ لعاا‬Kecuali pada firman Allah SWT ‫عا ي اليعاسااي‬ ‫ فعن‬dan ‫ليعايح نهيه ىيه وف ة‬ 6. Kata ‫ دا‬yang bersambung dengan ‫ عاا‬ditulis bersambung dengan menghilangkan nun. maka ditulis dalam Mushaf `Utsmaniy dengan rasm al-mushaf yang berbeda. Kata ‫ ه‬yang bersambung dengan ‫ عااا‬ditulis bersambung dengan menghilangkan nun. Kata ‫ أ‬yang bersambung dengan ‫ عااا‬ditulis bersambung dengan menghilangkan nun. maka pola penulisannya sama dalam setiap Mushaf Ustmaniy.

sehubungan dengan itu ahmad ibn hambal berkata : ‫حترم خما لفة خط مصحف عثمان ىف واو او الف اوياء اوعري ذالك‬ “Haram hukumnya menyalahi rasm usmani (dalam penulisan Al-Qur'an) seperti huruf wawu alif. tidak mesti kita mengikuti rasm usmani dalam penulisan Al-Qur'an. dengan kata lain kita di bolehkan menulisnya dengan rasm imlai’ Sehubungan dengan ini mereka menyatakan sebagai berikut : “Sesungguhnya bentuk dan model tulisan tidak lain hanyalah merupakan tanda atau simbol. dapat dibenarkan. c. . Sementara itu ketika Imam Malik di tanya mengenai penulisan Al-Qur'an dengan kaidah hijaiyah (kaidah imla’) Malik berkata : ‫ال أرى ذلك ولكن يكتب على الكتبه االوىل‬ “Saya tidak berpendapat demikian. Sedangkan rasm usmani yang menyalahi rasm imla’ sebagaimana kita kenal. Para ulama mengakui bahwa rasm usmani berhifat tauqifi wajib mengikuti rasm usmani dalam penulisan Al-Qur'an dan tidak boleh menyalahinya. Akan tetapi hendaklah di tulis menurut tulisan pertama. karena itu segala bentuk serta model tulisan Al-Qur'an yang menunjukkan arah bacaan yang benar.a. Namun rasm usmani pun wajib di pelihara dan di tertarikan. ya atau yang selainnya. Sebagian ulama berpendapat boleh bahkan wajib mengikuti rasm imlai’ dalam Al-Qur'an yang di runtuhkan bagi orang-orang awam dan tidak boleh menulisnya dengan rasm usmani. b. menyulitkan banyak orang serta bisa mengakibatkan berat dan kacau (bagi pembacanya). Para ulama tidak mengetahui bahwa rasm usmani itu bersifat tawqifi.

D. Memelihara dan melestarikan penulisan al-Qur’an sesuai dengan pola penulisan al-Qur’an pada awal penulisan dan pembukuannya. Kemungkinan dapat menunjukkan makna atau maksud yang tersembunyi. Sa'id al-Rahman bin al-Hants dan Zaid bin Tsabit) belum bertitik dan bersyakal. Faedah Penulisan-Penulisan Al-Qur'an Dengan Rasm Usmani Penulisan Al-Qur'an dengan mengikuti atau berpedoman kepada rasm usmani yang di lakukan pada masa khalifah usman sangat berfaedah bagi umat Islam. E. seperti penambahan huruf ayat ‫ )ه نهن( ن‬pada ayat ( ‫ )سا ينحي ي هح يه واسؤي‬dan penambahan huruf ‫ )الٌاء( ى‬pada ayat (‫نهحفا ى ي ى ي‬ ‫)ه وححى‬. a. karena memberi isyarat akan kebesaran kekuasaan Allah SWT. seperti dalam firman Allah berikut ini: )9:2 ‫(البقرة‬ ‫وما خيد عون اال انفسهم‬ Lafazh ( ‫ )ين ا يداان‬dalam ayat di atas. bisa dibaca menurut versi qira'at lainnya yaitu Sementara kalau ditulis ( ‫ )يخاي دن‬tidak memberi kemungkinan untuk dibaca ( ‫)يخ يدن‬ c. Perkembangan Penulisan Al-Qur’an Sebagian disebutkan dalam sejarah bahwa mushaf ustmaniy yang di tulis oleh panitia empat (Abd Allah bin Zubair. seperti dalam firman Allah berikut ini: )74:15\ ‫واسماء بنٌنا ها بأٌد وانا لمو سعون (الذاربات‬ Menurut sementara ulama. lafaz (‫ )باا ٌاد‬ditulis dengan huruf ganda ‫)الٌااء( ى‬. Memberi kemungkinan pada lafazh yang sama untuk dibaca dengan versi qira’at yang berbeda. b. khususnya dalam penciptaan langit dan alam semesta. Kemungkinan dapat menunjukkan keaslian harakat (syakl) suatu lafaz. d. dalam ayat-ayat tertentu yang penulisannya menyalahi rasm imla'i. .

Kendati demikian. Adapun tanda sukun (mati) yaitu dengan membubuhkan tanda kepala huruf ha (‫ )ح‬yang terletak di atas huruf (‫ )ح‬dan tasydid dengan membubuhkan tanda kepala huruf sin (‫ )س‬yang terletak di atas huruf (‫)س‬. al-Hajjaj bin Yusuf Al-Tsaqafi untuk menyusun tanda-tanda baca Al- . Sekalipun Al-Qur'an di tulis demikian. maka timbal upaya untuk membuat tanda-tanda huruf Al-Qur'an. khususnya untuk melestarikan bahasa Arab. ziyad bin sammiyah meinta Abu al-Aswad al-Dualliy untuk memubuhkan tanda baca (syakal) dalam mushaf agar tidak terjadi kekeliruan dalam membaca Al-Qur'an di kalangan kaum Muslimin. 382 H) di baca oleh kaum muslimin selama sekitar 40 tahun. kecuali syakal huruf akhir saja. Gubernur Basrah pada masa pemerintahan Muawiyyah (661 -680 M). mereka melakukan kesalahan dalam membaca firman Allah SWT (Allah berlepas diri dari orang-orang Musyirikin). salah seorang yang mempunyai atensi besar terhadap pembubuhan tanda baca (syakal). Upaya tersebut tampak pada masa Khalifah Abd al-Malik bin Marwan (685-705 M). Ziyad Ibn Samiyyah. Misalnya untuk tanda fathah. Abu al-Aswad belum meletakkan syakal untuk setiap huruf. Mushaf utsmaniy sebagai di ungkapkan al ashari (w.Hal ini dikarenakan tanda-tanda seperti itu belum dikenal pada waktu itu. Kemudian beliau menugaskan seorang ulama. Pertumbuhan tanda baca (syakal) selanjutnva dikembangkan oleh murid al-Dualliy._). Pada masa Abasiah. Misalnya. akan tetapi dan kaum muslimin dapat membaca Al-Qur'an dengan benar. tanda/kasrah dengan membubuhkan huruf ya' kecil (‫ )ي‬di bawah huruf (‫)ي‬ dan tanda dhamah dengan membubuhkan tanda kepada huruf waw kecil (‫ )و‬di atas huruf (‫)و‬. Ia telah membuat fathah. Ketika Islam berkembang ke berbagai wilayah yang selanjutnya terjadi akulturasi budaya (perpaduan budaya) antara masyarakat Arab dan non-Arab. al-Khalil bin Ahmad. tanda kasrah (i) dengan membubuhkan titik satu di bawah huruf ()dan tanda dhamah (u) dengan titik satu yang terletak di antara bagian-bagian huruf () Sedangkan untuk sukun (mati) tidak diberi tanda apa-apa. Hal ill] tidak terlepas dari pemantauannya terhadap kaum Muslim"" yang melakukan kesalahan dalam membaca Al-Qur'an. pertumbuhan tanda baca dalam penulisan Al-Qur'an merupakan hal yang sangat layak. (a) ia membubuhkan tanda titik satu yang terletak di atas burnt (_. Seiring dengan ekspansi Islam ke berbagai wilayah dan semakin banyaknya masyarakat non Arab rang masuk Islam. Melihat kenyataannya ini. dengan membubuhkan huruf alif kecil (') terletak di atas huruf(_).

al-Hajjaj telah melakukan perubahan Rasm `Utsmaniy di 11 tempat.) pada huruf-huruf yang serupa untuk membedakan antara huruf yang satu dengan huruf yang lain. menciptakan bentuk melengkung. mereka meletakkan garis vertikal jika sebelumnya fathah dan ke bawah jika sebelumnya dhamah. Sebagai tanda alif washal. III. jim(‫ )ج‬dan kha (‫)ح‬ dan sebagainya. al-Hajj. Untuk selanjutnya. Penghilangan huruf (al hadzf) 2. make terdapatlah tanda-tanda huruf dalam Al-qur’an dengan cara membubuhkan tanda titik (. Pola penulisan rasm qur’an dalam mushaf usmani menurut kaidah bahasa araba : 1. selanjutnya menugaskan Nashr bin Ibn Ashim dan Yahya bin Ya’mur (keduanya murid al-Dualliy) untuk menyusun tanda-tanda baca tersebut. Adanya pembubuhan tanda-tanda huruf tersebut menimbulkan pro dan koma di kalangan ulama paling tidak sampai generasi tabi'in. seorang warga Madinah. Menggantikan huruf dengan huruf lain (al hadl) . Tokoh-tokoh lain yang membubuhkan tanda huruf Al-qur’an adalah `Ubaidillah bin Zayyad (67 H). yang pada Rasm `Utsmaniy justru dibuang misalnya. Menurut sebuah riwayat. Atas titah al-Hajjaj kepala dua orang ahli ini. baik hamzah maupun bukan hamzah. Misalnya huruf dal (‫ )د‬dengan dzal (‫ )ذ‬huruf ha (‫)ه‬. Kemudian pengikut al-Dualliy menambahkan tandatanda lainnya yaitu dengan meletakkan garis horizontal di atas huruf yang terpisah. kata ‫ عال يل ة‬yang dalam Rasm `Utsmaniy ditulis ‫ ع ل ة‬al-Zanjani. Kaidah hamzah 4. KESIMPULAN Ilmu rasm qur’an yaitu ilmu yang mempelajari tentang penulisan mushaf Al-Qur'an dengan baik. Penambahan huruf (al ziyadah) 3. para ulama banyak yang mendukung upaya tersebut.qur’an (nugath al-'Ajam). Pertimbangan mereka. yang memerintahkan seorang Persia meletakkan huruf alif. banyak kaum Muslimin yang merasa kesulitan membaca Alqur’an disebabkan mereka bukan penduduk di wilayah Arab.

Memberi kemungkinan pada lafad yang sama c. Menyambungkan dan memisahkan huruf (al washl dan al fashl) 6. Amin Makalah Tentang Rasm Al Qur'an . Kata yang bisa di baca dengan dua bunyi (ma fih qiraatani) Berbagai pendapat tentang hukum penulisan Al-Qur'an dengan rasm usmani para ulama mengetahui bahwa rasm usmani bersifat taufiqi. PENUTUP Demikian makalah yang kami susun dan masih banyak kekurangannya. IV. namun ada juga ulama yang tidak mengetahui rahm imlai dalam Al-Qur'an faedah penulisan Al-Qur'an dalam rasm usmani pada masa usman a. Penulis yakin bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan dan banyak kesalahan oleh karenanya saran dan kritik anda yang membangun dan masukan buat kami yang akan menjadikan makalah ini akan lebih baik.5. Memelihara dan melestarikan penulisan Qur'an b. maka timbul upaya untuk membuat huruf Al-Qur'an. Dapat menunjukkan makna atau maksud yang tersembunyi d. Kemungkinan dapat menunjukkan keaslian harakat Seiring dengan ekspresi Islam berbagai wilayah dan semakin banyaknya masyarakat non arab masuk Islam.

Pada saat itu para penghafal al-Qur'an sangat banyak. disimpan di kediaman Abu Bakar. Ketika Abu Bakar --khalifah pertama—memberantas kaum murtadin dan pendukung nabi palsu. ada yang langsung menghafal ayat al-Qur'an setiap kali turun. sesuai dengan riwayat shahih tentang bacaan al-Quran. Rasulullah SAW segera menyampaikannya kepada umat. Musailamah. Diantara sahabat. Ada pula yang hanya menulisnya.A. seperti masalah disunahkannya shalat sunah di maqam Ibrahim. terukir diatas lembar-lembar para penulis wahyu. diantaranya adalah sesuainya pendapat Umar dengan wahyu yang akan diturunkan. Al-Quran yang telah dikumpulkan berdasar hafalan-hafalan para sahabat. Dalam masalah ini beliau menyarankan agar segera dilakukan pengumpulan Al-Quran dalam sebuah buku. Pada saat Utman bin Affan RA memerintah Islam. . tulisan-tulisan yang tercerai berai di atas bebatuan. banyak dari penghafal al-Qur'an gugur sebagai Syahid. Mushaf Abu Bakar ini adalah mushaf AlQur'an yang memasukkan 7 bacaan. kulit-kulit unta dan lembar-lembar daun kurma. Ketika Rasulullah SAW wafat. Setiap kali ada ayat turun. pemuda cerdas penulis wahyu untuk Rasulullah SAW. Al-Qur'an tidak terkumpul dalam satu buku (mushaf). sebabkan tersebarnya para qari'in di berbagai kota. Dengan pembukuan Al-Qur'an ini maka sempurnalah apa yang terkandung dalam firman Allah: ‫إًا ًحي ًسلٌا الركر وإًا له لحافظىى‬ "Sesunggunya kami telah menurunkan Al-Qur'an dan sesungguhnya kami akan melindunginya". hingga Abu Bakar khawatir hal ini akan mengakibatkan lenyapnya al-Qur'an dari muka bumi. dan memerintahkan untuk menulisnya. beliau melihat banyaknya perbedaan dalam bacaan dan penulisan al-Qur'an. dan Rasulullah menuntun penulisan itu sesuai dengan urutan surat dan ayat. Sebagaimana tercatat dalam sejarah. dan ada yang hafal secara keseluruhan. untuk membukukan al-Qur'an. Umar bin Al-Khattab adalah sahabat yang mempunyai banyak keistimewaan. Mushaf ini dikenal dengan mushaf bakriyah. Melalui usaha keras akhirnya saran Umar ini diterima Abu Bakar menerimanya dan segera memerintahkan Zaid bin Tsabit. lalu Hafshah binti Umar. Muqaddimah Al-Quran diturunkan secara bertahap. melainkan tersimpan dalam dada para sahabat.

Suatu kata yang dapat dibaca dua bunyi. Ayat ini boleh dibaca dengan menetapkan alif (yakni dibaca dua alif). Pengertian Rasm Al-Qur'an Rasm al-Quran yang disebut juga rasm utsmani ialah penulisan al-Qur'an oleh para sahabat dengan kaidah khusus yang tidak sesuai dengan kaidah penulisan bahasa Arab. susunan surat dan ayat dalam al-Qur'an adalah tawqifi. Washal dan fashl (penyambungan dan pemisahan). Di dalam mushaf ustmani. ia berkata: ُ ‫ًؤلف القرآى هي الرِّقاع‬ ‫كٌا‬ "Kami menulis al-quran dari riqa'. 1. Kaidah ini teringkas dalam enam kaidah. Salah satu kaidahnya bahwa apabila hamzah berharakat sukun. Sa'id bin al-'Ash. dan Abu Ja'far bin Zubair dalam kitab "Al-Munasabat". yakni mengumpulkannya untuk menertibkannya" Dan banyak hadits-hadits lain yang menjelaskan. contohnya.seperti kata kul yang diiringi dengan kata ma ditulis dengan disambung ( ‫) كلوا‬. seperti alif ditulis dengan wawu sebagai penghormatan pada kata (‫)الصلىة‬. ditulis dengan huruf berharakat yang sebelumnya. Mushaf ini terkenal dengan sebutan mushaf utsmani atau rasm utsmani. Sementara Mushaf Bakriyah dikembalikan lagi ke Sayyidah Hafshah. Al-Ziyadah (penambahan).hingga menimbulkan bacaan al-Qur'an dengan bermacam-macam dialek. 5. dan Abdurrahman bin Harits bin Hasyim untuk menulis kembali Al-Qur'an dengan rujukan mushaf al-bakriyah yang berada di kediaman Hafshah. Penulisan kedua ini didasarkan pada dialek arab suku Quraisy dan berarti Utsman menyisakan hanya satu bacaan dari tujuh bacaan al-Qur'an yang diturunkan. Contohnya. atau meniadakan huruf). Abdullah bin Zubair.penulisan kata semacam itu ditulis dengan menghilangkan alif.menghilangkan. Al-Hamzah. Dengan tindakan ini seluruh mushaf al-Qur'an yang berbeda dengan tulisan keempat sahabat tersebut dibakar untuk menghindari perbedaan yang akan menimbulkan perpecahan. As-Suyuthi mengatakan bahwa berdasarkan Ijma dan nash-nash yang ada.penulisanya disesuaikan dengan salah salah satu bunyinya. 3. Kata yang dapat di baca dua bunyi. Susunan Ayat Dan Surah Dalam Rasm Utsmani Dalam Al-Itqan. menghilangkan huruf alif pada ya‘ nida‘ (‫ٌََ ََ آَ َها الٌا ش‬ َ ). 6. boleh juga dengan hanya menurut bunyi harakat (yakni dibaca satu alif). seperti menambahkan huruf alif setelah wawu atau yang mempunyai hukum jama‘ (‫ ) بٌىا اسرا ئُل‬dan menambah alif setelah hamzah marsumah (hamzah yang terletak di atas lukisan wawu ( ‫)حاهلل حفخؤا‬. . Badal (penggantian). 2. diantaranya adalah Az-Zarkasyi dalam kitab "AlBurhan". C. B. Mushaf ini diperbanyak dan dikirim diberbagai kota penting di wilayah kekuasaan Islam. Al–Hadzf (membuang. Kemudian beliau memerintahkan Zaid bin Tsabit. Alasannya ialah karena memang Al-Qur'an diturunkan dengan lughat bangsa Quraisy. Ijma' tentang urutan ayat dan surat ini telah dinukil oleh sebagian besar ulama. 4. Kejadian ini terjadi pada tahun 25 Hijriyah. Sedangkan dari nash diantaranya adalah hadits riwayat Zaid bin Tsabit. contoh (‫) ائرى‬.(‫) هلك َىم الدَي‬.

Alasan yang dijadikan dalil memperbolehkan penulisan Al-Qur'an yang tidak sesuai dengan rasm utsmani berupa ketidak mengertian kalangan awam atas rasm utsmani dan akan mengakibatkan mereka keliru dalam membaca al-Qur'an dan alasan-alasan yang lain. Dalilnya ialah hadits Muslim dari Abuh Hurairah: ‫اى البُج الري حقرأ فُه البقرة ال َدخله شُطاى‬ "Sesungguhnya rumah yang dibacakan surat al-Baqarah tidak akan kemasukan syetan". Syeikh Abduraahman bin Al-Qadli al-Magrabi mengatakan bahwa hukum menulis al-Qur'an tidak sesuai dengan rasm utsmani adalah haram. Rasm Utsmani Diantara Qira'ah-Qira'ah Yang Lain Al-Bukhari meriwayatkan hadits dari Abdullah bin Abbas. seperti yang dikatakan al-Qadli 'Iyadl. mengatakan bahwa hendaknya kita membaca dan menulis Al-Qur'an sesuai dengan apa yang telah ditulis para sahabat. lebih benar hati dan lisannya. dan lebih besar amanahnya. beliau berkata bahwa Rasulullah bersabda: ‫أقرأًً جبرَل علً حرف فراجعخه فلن أزل أسخسَد وَسَدًٍ حخً اًخهً إلً سبعت‬ ‫أحرف‬ . adalah alasan yang tidak dapat diterima karena ini bertentangan dengan apa yang telah disepakati oleh sebagian besar sahabat dan para ulama sesudahnya. Perbedaan Ulama Tentang Kedudukan Rasm Utsmani Mushaf-mushaf yang dikirim Utsman ke seluruh penjuru negeri yang disebut sebagai rasm utsmani. Sedangkan mushaf utsman dinukil dari mushaf Abu Bakar yang hanya menuliskan satu qiraah yakni qiraah dengan dialek bahasa bangsa Quraisy. (HR. tetapi hasil ijtihad para sahabat menggunakan dalil dari hadits riwayat Muslim dari Hudzaifah yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW dalam sebuah shalat pada rakaat pertama membaca surat An Nisa dan pada rakaat kedua membaca surat Ali Imran. adalah mushaf yang wajib diikuti berdasar kesepakatan para ulama. Hukum wajib ini bukan tanpa alasan. Rasulullah SAW memerintahkan kita berpegang teguh terhadap sunnah beliau dan sunnah-sunnah khulafa'ur rasyidin. Karena mereka lebih banyak ilmunya. Kesepakatan ini menjadikan sebuah kewajiban bagi kita untuk ittiba'. mengapa kita tidak memakai mushaf Abu Bakar saja. Imam Al-Baihaqi dalam kitab haditsnya "Syu'bul Iman". D. E. Menurut sebagian ulama rasm utsmani telah disepaki oleh 12000 sahabat. meskipun kita tidak begitu mengerti apa hikmah dibalik perbedaan metode penulisan Rasm Utsmani dengan kaidah-kaidah penulisan dalam bahasa Arab. untuk menghindari kerancuan. Ini membuktikan bahwa urutan surat dalam al-Qur'an adalah hasil ijtihad para sahabat.Nama surat juga tawqifi. Muslim) Ulama yang mengatakan bahwa urutan surah bukan tawqifi. Lagi pula mushaf Abu Bakar telah sirna karena ikut tercuci saat Hafshah binti Umar ummul mukminin meninggal. padahal mushaf tersebut ada sebelum mushaf utsman? Jawabannya adalah bahwa mushaf Abu Bakar mengumpulkan ketujuh wajah qira'ah di mana di dalam penulisannya mengakibatkan adanya perbedaan antar satu qira'ah dengan qari'ah yang lain. Jika ditanya.

Sebagaimana dijelaskan di atas mengikuti rasm utsmani adalah wajib. rasm utsmani adalah salah satu rukun dari rukun-rukun ketujuh qira'ah al-Qur'an. dan diajarkan oleh rasulullah SAW. Bukhari). Rasulullah adalah seorang ummi. maka yang harus dilakukan menulisnya sesuai dengan rasm utsmani lalu memberinya harakat atau tanda-tanda lain. seperti yang didengungkan para orientalis atau kaum Syiah yang menganggap para sahabat penulis alQur'an telah berkhianat dengan melakukan tahrif dan taghyir pada al-Qur'an serta membuang banyak ayat al-Qur'an diantaranya adalah ayat yang menjelaskan keberhakan 'Ali bin Abi . bukan berarti berika meremehkan para sahabat penulis al-Qura'n. Pendapat yang mengatakan rasm utsmani bukan tauqifi melainkan hasil ijtihad sahabat memberikan alasan sebagai berikut: 1. Syeikh Muhammad Ali Ad Dlibagh mengatakan bahwa. (HR. menganggap mereka telah berbuat teledor atau menganggap mereka bodoh dan tidak paham akan kaidah-kaidah penulisan bahasa Arab. Dan dia mengulanginya hingga sampai tujuh (macam) bacaan". F. Contoh-contoh lain banyak di dalam al-Quran. Hadits ini adalah dalil bahwa Al-Qur'an memang diturunkan dengan tujuh macam qira'ah. Sebagian mereka berpendapat bahwa rasm utsmani adalah tauqifi."Jibril membacakan kepadaku satu huruf (bacaan) al-Qur'an lalu saya mengikutinya. hingga akhirnya sampai ke telinga Utsman dan beliau memerintahkan menulisnya dengan ta'. maka Imam Malik tidak akan memperbolehkan penulisan al-Qur'an untuk bahan pelajaran anak-anak yang tidak sesuai dengan rasm utsmani Meskipun para ulama ini mengatakan demikian. Tidak henti-hentinya saya memintanya mengulangi. maka setiap qira'ah sama sekali tidak bertentangan dengan rasm utsmani. seperti penulisan ًٍ‫ واخشى‬dengan menggunakan ya' pada surat Al-Baqarah dan tanpa ya' dalam surat Al-Maidah. Hal ini berdasarkan riwayat bahwa Rasulullah membacakan ayat al-Quran di hadapan Zaid bin Tsabit untuk ditulis (imla'). Sebab yang diharuskan mengikuti rasm utsmani ialah hanya bentuk penulisan. Beliau menambahkan bahwa ketika seseorang menulis al-Qur'an yang di dalamnya ada qiraah yang berbeda dan harus menggunakan tulisan yang berbeda pula. 2. 3. Hukum wajib ini akan bertentangan dengan status shahih dari qiraah yang lain dan bisa mengharamkan qiraah sahih dan mutawatir lain yang tidak sesuai dengan rasm utsmani. Semua dasar itu membuktikan rasm al-Qur'an adalah tawqifi bukan hasil hasil ijtihad para sahabat. yang semuanya disaksikan sekelompok besar sahabat. Jika rasm utsmani tawqifi. Ketujuhmacam qiraah tadi adalah shahih berdasar pengajaran Jibril kepada Rasulullah dan ketujuh macam qiraah tadi juga disampaikan semuanya kepada sahabat. Pendapat Ulama Tentang Status Tawqifi Pada Rasm Utsmani Para ulama berbeda pendapat tentang hal ini. Zaid bin Tsabit tidak akan berbeda pendapat dengan sahabat yang lain pada kalimah ‫ الخابىث‬apakah ditulis dengan ta' atau ha' (tak ta'nits). sehingga ia tidak dikatakan menyalahi mushaf utsmani. maka tidak akan terjadi perbedaan diantara mushaf-mushaf yang beliau kirim ke berbagai daerah. 4. meski tidak terkumpul dalam satu tempat dan urutan surat yang belum ditertibkan. meskipun ini merupakan mukjizat bagi beliau. Jika tawqifi. Alasan lain adalah sudah ditulisnya al-Qur'an sejak zaman Rasulullah SAW. tidak bisa membaca dan menulis.

dan semakin meningkatnya kecenderungan manusia terhadap dunia. Semoga Allah menetapkan kita sebagai orang yang mampu mencicipi air segar telaga Rasulullah SAW dan sebagai orang yang bisa memandang wajah Allah yang maha agung. Usaha Ulama dalam menerjemahkan Gaya Penulisan Mushaf Banyak para ulama yang berusaha menerjemahkan gaya penulisan mushaf utsmani yang tidak sesuai dengan kaidah penulisan arab yang baku. awal penulisan ba' dibuat panjang. Penutup Bagaimanapun. Jika rasm utsmani tidak ada. Orang yang memprakarsai pertama kali penambahan harokat. Ingatlah Allah menjamin Al-Quran melalui firmanNya: ‫إًا ًحي ًسلٌا الركر وإًا له لحافظىى‬ "Sesunggunya kami telah menurunkan Al-Qur'an dan sesungguhnya kami akan melindunginya". Dialah yang telah membunuh banyak ulama dan sahabat dan menghancurkan Ka'bah. Banyak alasan-alasan dan hikmahhikmah yang mereka kemukakan dibalik tulisan mushaf itu. Penambahan Titik dan Harokat Titik dan harokat pada zaman sebelum Islam tidak dikenal. jika menginginkan keselamatan di saat perpecahan umat semakin menjadi yang menjadikan Islam semakin penuh warna.Thalib atas kursi khalifah sesudah Rasulullah SAW. 4. Penambahan ya' pada ‫ والسواء بٌٌُها بئَُد‬berfungsi untuk membedakan lafadz ٌ‫ أَد‬yang bermakna kekuatan dan yang bermakna tangan. Ada yang mengatakan bahwa karena alif dibuang maka sebagai petunjuk pembuangan alif. H. 3. tanda waqaf dan tanda-tanda yang lain seperti yang kita kenal saat ini adalah Gubernur Mekah Al-Hajjaj Yusuf Ats Tsaqafi. mungkin al-Qur'an tidak akan pernah sampai ke tangan kita. gubernur dzalim pada zaman khalifah Abbasiyah Abdul Malik bin Marwan. maka terjadi kesalahan dalam pembacaan al-Qur'an oleh orang-orang non Arab. . ia adalah maha karya sahabat dan khulafaur rasyidin. G. di mana kita dianjurkan berpegang teguh kepada sunnahnya dan sunnah khulafaur rasyidin. titik. begitu pula saat munculnya rasm utsmani. 2. seolah-olah ‫ ال‬dalam ayat itu adalah nafiyah. karena sering digunakan. Pembuangan wawu pada ayat ‫ َوح هللا الباطل‬berfungsi sebagai petunjuk akan cepat hilangnya kebatilah. Diantara hikmah-hikmah itu ialah: 1. rasm utsmani adalah sebuah prestasi gemilang dalam sejarah perkembangan Islam. karena alasan-alasan dan hikmah itu diciptakan jauh sesudah para sahabat wafat. meredam perbedaan dan menghindarkan Al-Qur'an dari kesirnaan. tanpa memandang alasan-alasan nahwiyah atau sharfiyah yang sudah tercipta. Namun hal ini hanya sebagai penghibur dan pemanis. Ketika agama Islam tersebar bukan hanya ke wilayah Arab saja. Penambahan Alif pada ‫ ال اذبحٌه‬berfungsi sebagai petunjuk bahwa penyembelihan tidak terjadi. Dan apapun pendapat ulama tentang rasm utsmani. I. dimana mereka meninggalkan rasm yang tidak diketahui hikmahnya dan tidak dipahami petunjuknya. Pembuangan alif dalam ‫ بسن هللا‬adalah untuk mempermudah dan meringankan.

Nun untuk mushhaf Utsman. Muhammad Tahir. Surabaya. Tahun 1981 Abdullah bin Muhammad bin Abi Syaibah. Dalam banyak penelitan mereka. Darul Wizarah. DAFTAR PUSTAKA Al-Khudlari.com/journal/item/27 http://id. Sebagai contonya adalah dari kalangan orientalisme. Kuwait 29 April 2008 RASM AL-QUR’AN (Ulumul Qur'an) RASM AL-QUR’AN (Ulumul Qur'an) RASM AL-QUR’AN BAB I PENDAHULUAN Pada zaman sekarang ini yang katanya zaman modern atau zaman yang sudah maju. seperti yang ada pada teks mushhaf Utsmani. Begitu juga dengan kitab suci kita yaitu Al-qur’an karim yang oleh banyak pihak mulai dan sudah diganggu ke-autentikannya dari segi manapun. para orientalis menyebarkan berbagai syubhat batil seputar AlQuran. Maktabah Dar Ihya' al Kutub alArabiah. menolak keabsahan huruf-huruf pembuka dalam banyak surat Al-Quran dengan klaim bahwa itu hanyalah simbol-simbol dalam beberapa teks mushaf yang ada pada kaum muslimin generasi awal dulu.org/wiki/Rasm_al-Qur%27an Wizarah Al-Awqaf li As-Syu'un Al-Islamiyah. Tarikh Al-Quran. Al-Mausu'ah Al-Fiqhiyah. huruf Ha adalah simbol untuk mushhaf Abu Hurairah. Menurutnya. Bahkan terkesan sepertinya harus dihilangkan dan dilupakan. Beirut Al-Suyuthi. Muhammad. Dan hal ini merupakan hal yang sangat mengganggu dan meresahkan di kalangan umat Islam. Abdur Rahman bin Al-Kamal Jalaluddin. Al-Mushannaf. Seorang orientalis bernama Noeldeke dalam bukunya. Al-Itqan fi Ulum al-Qur'an Al-Kurdi. Karena kataya sudah tidak sesuai dengan zamannya lagi. Cet.multiply.Amin. Dar El Fikr. termasuk juga dari segi tulisannya dan perbedaan antara tulisan yang satu dengan tulisan yang lain. 'Ulum al-Qur'an http://fadliyanur. . sehingga halhal yang berbau klasik atau lama sepertinya sudah jarang diperhatikan. Tarikh At-Tasyri' al-Islami. Ia berkata bahwa huruf mim adalah simbol untuk mushhaf al-Mughirah.wikipedia.

Setelah datang Islam dinamakan Khot Kufi. sehingga dibentuklah tim penuls Al-qur’an yang diketuai oleh Zaid bin Tsabit. Pola Penulisan Al-Qur`an Dalam Mushaf Utsmani Bangsa Arab sebelu Islam dalam tulis menulis menggunakan khot Hijri. . seperti tuduhan Brockelmann. Nabi juga membentuk tim khusus untuk sekretaris (juru tulis) Al-qur’an guna mencatat setiap kali turun wahyu. Sesudah Abu Bakar wafat. Dengan berbagai pertimbangan Abu Bakar menerima usulan Umar. Penulisan Al-qur’an pada masa Nabi SAW dilakukan oleh para sahabat-sahabatnya. karena ada kemampuan berbahasa yang tertanam dalam jiwa mereka. Baik dalam penulisannya maupun dalam urutannya.[3] Sejauh itu Bahasa dapat terpelihara dari kerusakan-kerusakan. Kaum orientalis yakin bahwa Al-Quran adalah buatan Muhammad. Pada masa khalifah Abu Bakar sedikitnya ada 70 hafidz Al-qur’an yang mati syahid dalam suatu peperangan meluruskan orang-orang yang murtad dari agama Islam.simbol-simbol itu secara tidak sengaja dibiarkan pada mushhaf-mushhaf tersebut sehngga akhirnya terus melekat pada mushhaf Al-Quran dan menjadi bagian dari Al-Quran hingga kini. baik dalam penulisan lafal-lafalnya maupun bentuk-bentuk huruf yang digunakannya. tulisan tersebut diserahkan kepada Umar bin Khattab lalu diserahkan lagi kepada khafsoh. Definisi Rasm Al-quran Dan Rasm ‘Utsmani Rasm qur’an yaitu penulisan mushaf Al-qur’an yang dilakukan dengan cara khusus.*2+ Pada waktu itu mereka menulis Al-qur’an berdasarkan petunjuk Nabi SAW. Sedangkan Goldziher menuduhnya berasal dari ajaran Yahudi. Diantara mereka ialah. zaid binTsabit. Kemudian ketika itu Umar bin Khattab mengajukan usul kepada khalifah untuk mengumpulkan catatan-catatan Al-qur’an menjadi satu. Berkaitan dengan sumber penulisan Al-Quran. 2. dan ayat-ayat yang dihapal oleh para sahabat yang masih hidup. BAB II RASM AL-QUR’AN 1. Ubai bin Ka’ab dan Tsabit bin Qais. Tim menulis ayat-ayat Al-qur’an dengan berpegangan dengan ayat-ayat Al-qur’an yang disimpan oleh Nabi SAW. kaum orientalis menuduh bahwa isi Al-Quran berasal dari ajaran Nasrani.[1] Disinilah perlunya dan harusnya kita mempelajari kembali tentang ilmu Al-qur’an dari awal sehingga tidak terjadi putusnya sejarah awal Al-qur’an diturunkan dan dibukukan dalam bentuk mushaf seperti yang telah ada di zaman sekarang ini.

5. Kata yang dapat dibaca dua bunyi. 11. f. seperti menambahkan huruf alif setelah wawu atau yang mempunyai hokum jma` ( ) dan menambah alif setelah hamzah marsumah (hamzah yang terletak di atas tulisan wawu) ( ). 6. Pada saat itu muncul perdebatan tentang bacaan Al-Qur’an yang masing-masing pihak mempunyai dialek yang berbeda.dan dari kata na . Badal (penggantian). Para Ulama meringkas kaidah-kaidah itu menjadi 6 istilah.dari tanbih . Malik bin Abi Amir. Mereka itu adalah: 1. karena di tetapkan pada masa khalifah Utsman bin Affan. 2. Sangat di sayangkan masing-masing pihak merasa bahwa bacaan yang di gunakannya adalah yang terbaik. 4. Kedudukan Rasm ‘Utsmani . Sa’id bin Al-As dan Abdurrahman bin Al-Harits [6]. Zaid bin Tsabit. e. yaitu: a. Anas bin Malik. Abdullah bin Umar. Mushaf itu ditulis dengan kaidah-kaidah tertentu. Al-Jiyadah(penambahan). Nafi bin Zubair bin Amr bin Naufal. Di dalam mushaf `Utsmani. Contohnya. . Al-Hadzf(membuang. abdulalh bin Zubair. Penulis kata yang dapat di baca dua bunyi disesuaikan dengan salah satu bunyinya.Abdullah bin az-Zubair. salah satu kaidahnya berbunyi bahwa apabila hamzah berharakat sukun.. d.Khatir bin Aflah. seperti kata kul yang di iringi kata ma di tulis dengan di sambung ( ). 10.boleh juga hanya menurut bunyi harakat (yakni dibaca satu alif). misalnya “maliki yaumiddin”( ). c. menghilangkan huruf alif pada ya`nida` .Abdullah bin Abbas.[4] Untuk mengantisipasi kesalahan dan kerusakan serta untuk memudahkan membaca Al-Qur`an bagi orang-orang awam. pada lafadzh . Abdullah bin Amr bin al-As. ataumeniadakan huruf).Pada masa khalifah utsman bin Affan. umat Islam telah tersebar ke berbagai kepenjuru dunia sehingga pemeluk agama Islam bukan hanya orang-orang Arab saja. 3.Ubay bin ka`b. Ayat di atas boleh di baca dengan menetapkan alif(yakni di baca dua alif).[5] Mereka inilah yang menyusun mushaf Al-Qur`an yang kemudian di kenal dengan mushaf Utsmani. Sa`id bin Al-As bin Sa`id bin Al-As. maka Utsman bin Affan membentuk panitia yang terdiri dari 12 orang untuk menyusun penulisan dan memperbanyak naskah Al-Qur`an. 7. contoh “i`dzan( ) dan “u`tumin”( ).[7] 3. Al-hamzah. seperti alif di tulis dengan wawu sebagai penghormatan pada kata . penuli kata semacam itu di tulis dengan menghilangkan alif.Abrur-Rahman bin Hisham. b. 8. Washal dan Fashl (penyambungan dan pemisahan). 9. di tulis dengan huruf berharakat yang sebelumnya. menghilangkan. 12. ada juga yang mengatakan bahwa panitia yang di bentuk oleh Utsman ada empat orang mereka itu adalah Zaid bin Tsabit.

tidak bisa berpartisipasi dalam kompilasi suhuf. setidaknya tidak mendengar kata-kata keberatan.dan juga dengan dua perintah: 1. dia tidak melakukan apa-apa dengan pecahanpecahan (mushaf) kecuali dengan persetujuan kami semua (tak ada seorang pun diantara kami yang membantah)”. Khalifah Utsman juga melakukan verifikasi dengan suhuf resmi yang sejak semula ada pada Hafsah guna melakukan verifikasi dengan mushaf yang dia pegang.[10] 4. Riwayat lain mengukuhkan kesepakatan ini. Oleh karena itu adanya kesatuan secara total yang ada teks Al-qur’an di seluruh dunia selama empat belas abad.[9] 2. diberbagai wilayah dengan warna-warni yang ada.[8] Dalam keterangan diatas. dan dari kesimpulan yang luas ini terdapat: pertama. agar tidak membaca sesuatu yang berbeda dengan mushaf Utsmani.Khalifah Utsman menyuruh ziad bin Tsabit untuk mengambil suhuf dari A’isyah sebagai perbandingan dengan suhuf yang telah disusun oleh panitia yang telah dibentuk Utsman. dan melakukan pengoreksian terhadap kesalahan-keslaahan yang ada pada mushaf yang dipegang oleh panitia. Kedua metodologi yang dipakai dalam kompilasi Al-qur’an pada zaman kedua pemerintahan sangat tepat dan akurat. Mus’ab bin Sa’d menyatakan bahwa masyarakat telah menerima keputusan Utsman.”Demi Allah. Di dalam melakukan pengumpulan tujuan utama Utsman adalah ingin menutup semua celah-celah perbedaan dalam bacaan Al-qur’an dengan mengirim mushaf atau mengirim sekalian dengan pembacanya. Hukum Penulisan Dengan Rasm Utsmani . Oleh karena itu semua pecahan tulisan (fragmentasi) Al-qur’an telah dibakar. naskah Utsman tersendiri(independen) memberi kesempatan kepada sahabat yang masih hidup untuk melakukan usaha yang penting ini. Seseorang bisa jadi keheran-heranan mengapa khalifah ‘Utsman bersusah payah mengumpulkan naskah tersendiri sedang akhirnya juga dibandingkan dengan suhuf yang ada pada Hafsah. sejak awal teks Al-qur’an ini sudah benar-benar kukuh hingga abad ketiga. tidak terdapat inkonsistensi di natara suhuf dan mushaf tersendiri. yang sibuk berperang melawan orang-orang murtad di Yamamah dan di tempat lainnya. Untuk menarik lebih banyak kompilasi bahanbahan tulisan. Maka tak perlu lagi ada fragmentasi tulisan Al-qur’an yang bergulir di tangan orang-orang. agar membakar semua mushaf milik pribadi yang berbeda denganmushaf milikya harus dibakar. merupakan bukti keberhasilan Utsman yang tak mungkin tersaingi oleh siapa pun dalam menyatukan umat Islam dalam satu teks. maka disebarkan dan dibuat menjadi beberapa duplikat dan dikirimkan ke beberapa tempat. Alasan yang paling mendekati kemungkinan barangkali sekedar upaya simbolik. Satu dasawarsa sebelumnya ribuan sahabat. termasuk Ali bin Abi Thalib berkata. Setelah naskah mushaf tersebut selesai dibuat.

Panjangkanlah (tulisan) Ar-Rahman dan perbaguslah (tulisan) Ar-RAhim. perbaguslah (tulisan) Allah. sebagian ulama berpendapat bahwa Rasm Al-qur’an itu bersifat tauqifi*11+. Sebagian besar Ulama berpendapat bahwa Rasm Utsmani bukan tauqifi.[14] Banyak Ulama terkemuka menyatakan perlunya konsistensi menggunakan Rasm Utsmani. “Aku tidak berpendapat demikian. “Haram hukumnya menyalahi khot Utsmani dalam soal wawu.”*16+ c. salah seorang sekretatarisnya.”Letakkan tinta. Seseorang hendaklah menulisnya sesuai dengan tulisan pertama.”*15+Imam Ahmad bin Hanbal pernah berkata. ya` atau huruf lainnya. Rasm Utsmani merupakan kreatif panitia yang telah di bentuk Utsman sendiri atas persetujuannya.*12+ Al-Qattan dalam bukunya berpendapat bahwa tidak ada suatu riwayat dari Nabi yang dijadikan alas an untuk menjadikan Rasm Utsmani sebagai tauqifi. sehingga wasjib di ikuti oleh siapa saja ketika menulis Al-quran. karena itu akan memuatmu lebih ingat”. Pendapatpendapat tersebut ialah: a. Jika di antara panitia itu ada berbeda pendapat dalam menulis mushaf. Luruskan huruf ba’.bedakan huruf sin. maka hendaknya di tulis dengan lisan Quraisy karena dengan lisan itu AlQur’an turun. Lalu letakkan penamu di atas telinga kirimu. Malik menjawab. Sebagian dari mereka berpendapat bahwa Rasm Utsmani bukanlah tauqifi. Tidak ada halangan untuk menyalahinya tatkala suatu generasi sepakat menggunakan cara untuk menuliskan Al-qur’an .*13+ b. Untuk menegaskan pendapatnya. Jangan butakan huruf min. sehingga wajib di ikuti dan ditaati siapapun ketika menulis Al-Qur`an. tetapi merupakan kesepakatan cara penulisan (ishtilahi) yang di setujui Utsman dan diterima ummat. Pegang pena baik-baik. apkah perlu menulisnya seperti yang di pakai banyak orang sekarang.mereka merujuk pada sebuah riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi pernah bersabda Mu’awiyah.Para ualma berbeda pendapat mengenai status Rasm utsmani atau Rasm Al-qur’an. alif. Asyhab berkata ketika ditanya tentang penulisan Al-qur`an.

Untuk pertama kaliAl-qur’an di cetak di Bunduqiyah pada tahun 1530 M. Upaya ini tidak berlangsung sekaligus. Seandainya setiap masa diperbolehkan menulis Al-qur’an sesuai dengan trend tulisan pada masanya. Tapi ketika dikeluarkan. ucapan dan kebenarannya lebih dipercaya. Sayangnya tak satupun Al-qur’an cetakan I. . Padahal.[18] Untuk memperkuat pendapatnya. Oleh karena itu pada masa khalifah ‘Abd Al-Malik (685-705). Yahya bin Ya’mar(45-125 H) dan Nashr bin Asim Al-Laits (w. Yang pertama berkaitan dengan huruf .” 5. Cetakan selanjutnya dialkukan oleh seorang jerman bernama hinkelman pada pada athun 1694 M.[17] Berkaitan denganketiga pendapat diatas. penguasa gereja memerintahkan pemusnahan kitab suci ini. Sejak itulah Al-quran dicetak berjuta-juta mushaf di Mesir dan berbagai negara lainnya. Kemudian disusul oleh Mracci pada tahun 1698 M. Penerbitan Qur’an dengan label Islam mulai pada tahun 1787. serta dapat memegang amanah dari pada kita. Tidak boleh mengubah sediitpun apa-apa yang telah mereka tulis karena mereka lebih banyak pengetahuannya. lalu di Iran pada tahun 1248 H/1828 M. di jerman.”Siapa saja yang hendak menulis mushaf hendaknya memperhatikan cara mereka yang pertama kali menulisnya.ayng berlainan dengan Rasm Utsmani. yaitu: Abu Al-Aswad Ad-Dau’ali. Panitia yang di motori oleh para syaikh Al-Azhar ini pada tahun 1342 H/1923 M. tetapi bertahap dan dilakukan sampai abad III H (atau akhir abad IX M). dilakukan penyempurnaannya. yang lahir di rusia. lima tahun kemudian 8 terbit di Tabriz. Penulisan Al-quran ini di upayakan denga tulisan ayng bagus. Jangan ada diantara kita yang merasa dapat menyamai mereka. setiap kurun waktu memiliki trend tulisan yang berbeda-beda.89 H). Janganlah berbeda dengannya. Al-qattan mengutip ucapan Al-Baihaqi di dalam kitab Syu’b Al-Iman. sedangkan yang kedua berkaitan dengan cara penulisan huruf. perubahan tulisan Al-qur’an terbuka lebar pada setiap masa. Al-Qattan memilih pendapat yang kedua karena lebih memungkinkan untuk memelihara Al-qur’an dari perubahan dan penggantian hurufnya. Kemudian di kazan. II. Dan banya terjadi kesulitan bagi orang non-arab yang baru masuk Islam. Di Negara Arab dimuali Raja Fuad dai mesir yang membentukpanitia khusus penerbitan Al-qur’an di peremaptan pertama abad XX. Penulisan dan Percetakan Rasm Utsmani Mushaf yang ditulis atas perintah Utsman bin Affan tidak memiliki harakat dan tanda titik sehingga dapat dibaca dengan salah satu qira’at yang tujuh. Tercatat tiga nama yang disebut-sebut sebagai orang yang pertama kali meletakkan titik pada Mushaf Utsmani. di Padoue. Al-qattan menegaskan bahwa perbedaan Khot pada mushaf-mushaf yang ada merupakan hal lain. Setelah dua kali diterbitkan di Iran setahun kemudian terbit di Jerman. III ini yang tersisa di dunia Islam dan sayangnya perintis tersebut bukan dari kalangan Islam.

21. Abu Abdullah. Studi Ilmu Ilmu Al-Qur’an. jaluddin. bukan tauqifi atau ishtilahi. Tarj. As-Shalih. 1988. Jakarta: Gema Insani Press. Sohirin Solihin dkk. Ahmad. Ahmad dan Rofii. 2006. Permata Al-Qur’an. Terj.BAB III PENUTUP Kesimpulan Rasm Al-qur’an adalah tata cara penulisan Al-qur’an. 2003. The History Of Qur’anic Text. As-Suyuti. Subhi.com/ *2+ Syadali. Bandung: MIZAN.M. 2000. Bandung: Pustaka setia. . Al-Itqoan Fi Ulum Al-Qur’an. Hal. 2000. Bandung: Pustaka Litera AntarNusa. Kamaluddin Marzuki Amwar. 1978. Ulumul Qur’an II. yang biasa disebut juga dengan rasm Utsmani. Beirut: Darul Ilmi. Mudzakkir AS. Muhammad. DAFTAR PUSTAKA Al-Azami. Syadali. Anwar. Al-Qattan. Wawasan Baru Tarikh Al-Qur’an. Mabahis Fi Ulum Al-Quran.wordpress. Yogyakarta: QIRTAS. Rasm Utsmani memiliki fungsi yang sangat besar dalam menyatukan umat Islam. Ulumul Qur’an II. Bandung: Pustaka Setia. Tarj. 2005. Manna Khalil. Rosihon. Chirzin. Bandung: Pustaka setia. Ulumul Qur’an.M. Status hokum Rasm Al-qur’an masih diperselisihkan dalam tiga hal: apakah tauqifi. Beirut: Darul Ma’arif. Az-Zanzani. FOOTNOTE [1] http://gasus85. 1991. Ahmad. 2001. Pada awalnya rasm Utsmani tidak memiliki tanda baca tapi kemudian di tambahi dan disempurnakan. Ahmad dan Rofii.

hal. [17] Anwar. yang Nabi sendiri tidak memiliki otoritas untuk menyangkalnya. 1978. Bandung: Pustaka Setia. Op. Tarj. cit. jaluddin. cit. Juz 5. 99-100. Subhi. tetapi merupakan sesuatu yang ditetapkan berdasarkan wahyu Allah. 216. hal. [12] Anwar. [18] Ibid. Rosihon. [5] Al-A’zami. Jakarta: Gema Insani Press. 6.[3] As-Shalih. Sohirin Solihin dkk. Hal. Al-Itqoan Fi Ulum Al-Qur’an. apa di hapus. Bandung: Pustaka Litera AntarNusa. Hal. Beirut: Darul Ma’arif. hal 167.Rosihon.hal. Jaluddin. ibid. Beirut: Darul Ilmi. [14] Ibid. 104 [9] Menurut Ibnu Hajar hal ini tergantung dari induvidu yang memilikinya.50 [7] Anwar.M. Op cit. Mabahis Fi Ulum Al-Quran. [15]As-Suyuti. 361-362.52 [13] Al-Qattan. [4] As-Suyuti. Anwar. hal 107 [11] Yakni bukan produk manusia.hal.215. Op. Studi Ilmu Ilmu Al-Qur’an.50-52. 2006. hal. hal. rosihon. Ulumul Qur’an. [10] Ibid. The History Of Qur’anic Text. Terj. Mudzakkir AS. 56 telah di presentasikan di Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al Hakim (STAIL) Surabaya . [8] Al-A’zami. Op cit hal. [16] Ibid.hal. 2005. 1988. Rosihon. 55.M. di robek atau di bakar. 2001. Manna Khalil.

Tahap-tahap Al-Qur’an di turunakan Yang dimaksud dengan “ tahap-tahap turunnya Al-Qur’an” ialah tertib dari fase-fase disampaikan kitab suci Al-Qur’an. baik di sampaikan Al-Qur’an itu ke Lauhil Mahfudz atau ke Baitul Izzah di langit dunia. maupun kepada Nabi Muhammad SAW. Karena itu harus menggunakan arti majazi.Rabu. dengan memakai ungkapan “diturunkan” menghendaki adanya materi kalimat atau lafal atau tulisan huruf yang riel yang harus diturunkan. Sebab . yaitu menetapkan / memantapkan / memberitahukan /menyampaikan Al-Qur’an. 29 Februari 2012 MAKALAH ‘ULUMUL QUR’AN SEJARAH TURUN DAN PENULISAN AL-QUR’AN BAB II PEMBAHASAN A. mulai dari sisi Allah hingga langsung kepada Nabi Muhammad . B. Pengertian Nuzulul Qur’an (Turunnya Al-Qur’an ) Menurut Jumhurul Ulama’ arti Nuzulul Qur’an itu secara hakiki tidak cocok untuk Al-Qur’an sebagai kalam Allah yang berada pada dzat-Nya.

diberkahi. yang tersimpan di Lauhul Mahfudz ( QS. Berdasarkan firman allah: ٍ‫ك‬ ٍ ‫ِنَّا أَنْزلْناَهُ فِى ل‬ ‫ة‬ ِِ ِ ِ‫إ‬ َ‫ار‬ ْ َ ِِ ُ ‫َي لَة‬ َ َ‫مب‬ Artinya: sesungguhanya kami menurunkannya (al-qur’an )pada suatu malam yang (QS. Tahap Pertama Turun Di Lauh Mahfudz (‫)اللوح المحفوظي‬ sebagaimana dalm firman allah: . Allah SWT telah memberikan penghormatan kepada Al-Qur’an dengan membuat turnnya tiga tahap. Dan membuktikan kebesaran kekuasaan Allah SWT dan keluasaan ilmunya serta kekuatan kehendak dan kebijaksanaa-Nya 2. ‫بل ىو قرأن مجيد‬ Artinya: bahkan yang di dustakan itu ialah Al-Qur’an yang mulia. tahap ketiga. Wujudnya Al-Qur’an di Lauhu Mahfudz adalah dalam suatu cara dan tempat yang tidak bisa diketahui kecuali oleh Allah sendiri. Al-Buruj 21). Hikmah dari Tanazul tahap pertama ini adalah seperti hikmah dari eksistensi Lauhul Mahfudz itu sendiridan fungsinya sebagai tempat catatan umum dari segala hal yang ditentukan dan diputuskan Allah dari segala makhluq alam dan semua kejadian. Tahap Kedua Di Baitul Izzah (‫)بيت العزةي‬ yaitu tempat mulia di langit yaitu langit pertama. atau langit yang terdekat dengan bumi.‫ في لوح محفوظ‬. 1. Ad-dukhan: 3) Ayat tersebut menunjukkan turunnya Al-Qur’an tahap kedua ini dan cara turunnya.SAW. Sebab kitab suci ini diturunkan secara bertahap. . sehingga betul-betul menunjukkan kemukjizatannya. yaitu secara sekaligus turun seluruh isi al-qur’an dari lauhul mahfudz ke baitul izzah. dalam Lauhul Mahfudz Al-Qur’an berupa kumpualn lengkap tidak terpisah-pisah. kitab suci ini tidak seperti kitab-kitab suci sebelumnya. sebelum di sampaikan ke nabi Muhammad SAW 3.

‫ الذى علم بالقلم‬. Al-Qur’an disampaikan langsung kepada Nabi Muhammad. yaitu ayat: . yakni 13 tahun waktu nabi masih tingggal di makkah sebelum hijrah dan 10 tahun waktu nabi hijrah ke madinah. Sejarah turunnya al-qur’an kepada nabi Muhammad SAW. tanggal 17 Ramadhan pada waktu Nabi telah berusia 41 tahun bertepatan tanggal 6 Agustus 610 M.‫خلق اإلنسان من علق‬. albaqoroh:99) ‫ على قلبك لتكون من المنذربن‬.‫ إقراء وربك اآلكرم‬.” (Q.Al-Qur’an turun dari dari Baitul Izzah di langit dunia langsung kepada nabi Muhammad.S.S. maupun dari balik tabir. Artinya. Dalilnya ayat Al-Qur’an antara lain: ‫ولقد أنزلناه إليك ايت بينت‬ Artinya: dan sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas. 1. Sedangka permulaan turunya Al-Qur’an adalah pada malam lailatul qadar. baik melalui perantara Malaikat Jibril ataupun secara langsung ke dalam hati sanubari nabi Muhammad SAW.‫إقراء با سم ربك الذى خلق‬ Sedangkan wahyu yang terakhir yang diterima Nabi Muhammad SAW adalah surat AlMaidah:3. Dan penyampaian Al-Qur’an secara keseluruhan memakan waktu lebih kurang 23 tahun. pada waktu nabi sedang berwukuf di Arafah melaukan Haji Wada’pada tanggal 9 Dzul hijjah 10 H. asy-syu’ara: 193-194) C.” (Q. Waktu turunya alqur’an Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur berupa beberapa ayat dari sebuah surat atau sebuah surat ynag pendek secara lengkap. ‫نزل بو الروح االمين‬ Artinya: ia (al-qur’an ) dibawa turun oleh Ar-Ruhul Al-Amin (Jibril) kedalam hatimu (Muhammad)agar kamu menjadi salah seorang diantara orang-orang yang memberi peringatan. Ayat yang pertama kali turun adalah 1-5 surah al-alaq: ‫ علم اإلنسان مالم يعلم‬. sewaktu beliau sedang berkhalwat (meditasi ) di dalam gua hira’ di atas Jabal Nur.

Periode pertama adalah Makkah. memahami dan hikmahnya yang di dalamnya memperkuat perkara yang haq dan membatalkan perkara yang batal. Yaitu. yang menurut Ahli Tahkiq selama 12 tahun 5 bulan dan lebih 13 hari. surat dan ayatnya panjang-panjang dan gaya bahasanya panjang lebar dan lebih jelas ( Ithnab ). wahyu Ilahi yang turun sesudah hijrah disebut surat/ayat Madaniyyah dan merupakan 11/30 dari Al-Qur’an. D. . mempermudah dalam menghafal. melainkanjuga non arab dari berbagai bangsa yang telah mulai masuk islam dan sudah tentu mereka belum menguasai bahasa arab. surat dan ayatnya pendek-pendek dan gaya bahasanya singkat-padat ( Ijaz ). Selam 9 tahun 9 bulan lebih 9 hari. Dan terdiri dari 90 surah yang mencakup 4. Yaitu. sebagai berikut: a. yang terdiri dari 24 surah yang meliputi 1463 ayat. karena sasarannya bukan hanya orang-orang arab asli.773 ayat. Periode kedua adalah periode Madinah.. Mengenai isi surat/ayat Madaniyyah pada umumnya berupa norma-norma hukum untuk pembentukan dan pembinaan suatu masyarakat / umat islam dan Negara yang adil dan makmur yang diridhai Allah SWT. Wahyu Ilahi yang diturunkan sebelum hijrah tersebut di sebut surat/ ayat makkiyah merupakan 19/30 dari Al-Qur’an.‫اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتى ورضيت لكم االسالم دينا‬ Artinya: pada hari ini telah ku-sempurnakan untukmu agamamu dan telah ku-cukupkan nikmat-ku kepadamu. b. membuat kegembiraan yang memenuhi hati nabi. Hikmah dan rahasia al-qur’an diturunkan berangsur-angsur 1) Memperkuat dan memperkokoh hati Nabi Muhammad SAW karena turunnya wahyu baru. Mengenai isi surat/ayat Makkiyah pada umumnya berupa ajakan untuk bertauhid yang murni atau ketuhanan yang Maha Esa secara murni dan juga tentang pembinaan mental dan akhlaq. periodesasi turunya alqur’an Masa turunnya Al-Qur’an sealam 22 tahun lebih tersebut terbagi dalam dua periode. serta ku-ridhai bagimu Islam sebagai agamamu 2. karena sasaran pertama dan utama pada periode ini adalah orang-orang arab asli ( Suku Quraisy )yang sudah tentu paham benar akan bahasa Arab.

Zaid Bin Tsabit. E. peristiwa dan kejadian kejadian. Semuanya itu disimpan di rumah Nabi dalam keadaan terpencar-pencar ayatnya belum dihimpun dalam suatu Mushaf Al-Qur’an. penulisan Al-Qur’an pada periode Nabi Muhammad SAW Nabi menunjuk beberapa sahabat yang pandai tulis baca sebagai penulis Wahyu. Sejarah penulisan Al-Qur’an Penulisan/penghimpunan Al-Qur’an mengalami 3 ( tiga ) periode yaitu: 1. disamping mempermudah hafalan dan pemahaman Al-Qur’an bagi orang arab agar kaum Muslimin menengok kepada kesalahan mereka yang perlu diperbaiki serta menunjukkan kebenaran kepada mereka. sejalan dengan situasi. Mu’awiyah.2) Bertahap dalam mendidik umat yang sedang tumbuh baik dengan Ilmy maupun dengan Amaly. pelepah kurma dan sebagainya. kulit binatang. 5) Turun berangsur-angsur dalam beberapa masa. 3) Bertahap dalam menanamkan keyakinan dan ibadah yang benar serta budi pekerti yang luhur. Para penulis wahyu itu diperinatah Nabi untuk menuliskan setiap wahyu yang diterimanya dan meletakkan urut-urutanya sesuai dengan petunjuk nabi berdasarkan petunjuk tuhan lewat Jibril. antara lain empat sahabat nabi yang terkemuka. dan diperkuat dengan naskah-naskah Al-Qur’an yang dibuat oleh para penulis untuk pribadi masing-masing serta ditunjang oleh hafalan para sahabat yang Hafidz Al- . Dan kemudian Nabi bersabda: ‫كذا‬ ‫ضعوا ىذه السورة فى الموضع الذي يذكر فيو كذا ر‬ Artinya: “letakkan surat ini pada tempat yang disebutkan didalamnya ungkapan ini dan itu” Kemudian ayat-ayat Al-Qur’an yang telah ditulis dihadapan Nabi di atas benda-benda yang bermacam-macam antara lain batu. Ubay Bin Ka’ab Dan Khalid Bin Walid. 4) Menunjukkan bahwa sumber Al-Qur’an adalah Kalam Allah SWT sendiri. tulang.

Gerakan ini segera di tindak Oleh Abu Bakar dengan mengirimkan pasukan di bawah Khalid Bin Walid. Penulisan Al-Qur’an pada periode Khalifah Abu Bakar Setelah Nabi wafat dan Abu Bakar diangkat sebagai Khalifah. dengan pertimbangan bahwa Hafsah adalah istri nabi yang hafidz Al-Qur’an dan pandai baca tulis. Tugas penulisan ini oleh zaid dapat di laksanakan dalam waktu kurang lebih 1 (satu) tahun. yakni antara sesudah terjadi perang Yamamah dan sebelum Abu Bakar wafat.. karena kawatir kehilangan sebagian Al-Qur’an dengan wafatnya sebagian para penghafalnya. kemudian ia memerintahkan Kepada Zaid Bin Tsabit agar segera menghimpun ayat-ayat Al-Qur’an dalam satu mushaf/suhuf Zaid sangat berhati-hati dalam menjalankan tugas ini. ialah: 1. terjadilah gerakan pembangkangan membayar zakat dan gerakan keluar dari agama islam (Murtad) dibawah pimpinan Musailamah. maka semuanya itu menjamin Al-Qur’an tetap terpelihara secara lengkap dan murni. Ayat-ayat Al-Qur’an yang ditulis di hadapan nabi dan di simapn di rumah Nabi Muhammad SAW. Ayat-ayat yang dihafal oleh para sahabat yang Hafidz Al-Qur’an. Penulisan/ penghimpunan Al-Qur’an periode Khalifah Utsman Bin Affan Pada masa pemerintahan Utsman. Terjadilah clash fisik di Yamamah yang menimbulkan banyak korban di kalangan Islam termasuk 70 sahabat yang Hafidz Al-Qur’an terbunuh sebagai Syuhada’ Peristiwa itu mendorong umar untuk menyarankan kepada Khalifah segera menghimpun ayatayat Al-Qur’an dalam satu mushaf. Karena itu . 2. ia berpegangan pada dua hal. Kemudian disimpan hafsah setelah Umar mangkat atas pesan Umar. Mushaf karya Zaid Bin Tsabit ini kemudian disimpan oleh Abu Bakar dan kemudian Umar setelah Abu Bakar wafat.Qur’an yang tidak sedikit jumlahnya. bisa menggganggu persatuan dan kesatuan umat Islam. 3. Zaid tidak mau menerima tulisan ayat-ayat Al-Qur’an kecuali kalau disaksikan dengan dua orang saksi yang adil bahwa ayat itu benar-benar ditulis dihadapan Nabi atas perintah/ petunjuknya. terjadilah perbedaan bacaan Al-Qur’an di kalangan umat islam dan kalau dibiarkan. Ide sahabat Umar di terima oleh Abu Bakar. 2.

demi untuk menagamankan keseragaman mushaf Al-Qur’an yang telah diusahakan oleh Khlaifah Utsman. Baru setelah hafsah wafat. dan lagi untuk menghindari keragu-raguan umat Islam di masa yang akan dating terhadap mushaf AlQur’an. yakni: Zaid Bin Tsabit. Tindakannya terpaksa dilakukan. baik di sampaikan Al-Qur’an itu ke Lauhil Mahfudz atau ke Baitul Izzah di langit dunia. Setelah panitia Zaid berhasil melaksanakan tugasnya. jika masih terdapat dua macam naskah (Suhuf Hafsah dan Mushaf Utsman). kemudian membentuk panitia terdiri dari empat orang. tetappi ditolak oleh Hafsah. Khalifah Utsman dapat menerima ide Hudzaifah. Sai’id Bin Al-Ash. Marwan Bin Al-Hakam seoarang Khalifah Bani Umayyah. mulai dari sisi Allah hingga langsung kepada Nabi Muhammad SAW. pernah meminta Hafsah agar suhufnya dibakar. BAB III PENUTUP KESIMPULAN Pengertian turunnya alqur’an ialah menetapkan / memantapkan / memberitahukan /menyampaikan Al-Qur’an. kitab suci ini tidak seperti kitab- . suhufnya di ambil oleh Marwan dan kemudian dibakarnya. tahap-tahap turunnya Al-Qur’an” ialah tertib dari fase-fase disampaikan kitab suci Al-Qur’an. Abdullah Bin Al-Zubair Dan Abdurrahman Bin Harits Bin Hisyam.sahabat Hudzaifah menyarankan kepada khalifah agar berusaha mengusahakan keseragaman bacaaan Al-Qur’an. maupun kepada Nabi Muhammad. Panitia Zaid diperintah menyalin suhuf Hafsah dalam jumlah beberapa buah untuk dikirimkan ke beberapa daerah Islam disertai intruksi bahwa semua suhuf yang berbeda dengan Mushaf Utsman yang terkirim itu harus di musnahkan / dibakar. Panitia ini diketuai oleh Zaid dan bertugas menyalin Al-Qur’an yang disimapn oleh Hafsah. mushaf Hafsah yang dipinjamnya dikembalikan ke Hafsah. sebab suhuf Hafsah ini di pandang sebagai naskah Al-Qur’an standart.

Ulumul Quran. . Surabaya. Ulumul Quran. Abdul. 1980 . Bina Ilmu. Prof.Rosihan Anwar. Dunia Ilmu. M. Drs. Dan penyampaian Al-Qur’an secara keseluruhan memakan waktu lebih kurang 23 tahun. Pengantar Ulumul Quran. Amin… DAFTAR PUSTAKA . 2003 .Taufiqurrohman. dan sejarah penulisan AlQur’an yang begitu panjang prosesnya. H. Surabaya. Dan kita mau mengamalkan apa yang di perintahkan dalam Al-Qur’an dan meninggalkan apa yang dilarang oleh Al-Qur’an. Pustaka Setia.Masjfuk Zuhdi. Sedangka permulaan turunya Al-Qur’an adalah pada malam Lailatul Qadar. Ayat yang pertama kali turun adalah 1-5 surah Al-Alaq: Sedangkan Penulisan/penghimpunan Al-Qur’an mengalami 3 ( tiga ) periode yaitu: 1) penulisan Al-Qur’an pada periode Nabi Muhammad SAW 2) Penulisan Al-Qur’an pada periode Khalifah Abu Bakar 3) Penulisan/ penghimpunan Al-Qur’an periode Khalifah Utsman Bin Affan Setelah kita mengetahui dari sejarah turunnya al-qur’an al-karim.kitab suci sebelumnya. yakni 13 tahun waktu nabi masih tingggal di makkah sebelum hijrah dan 10 tahun waktu nabi hijrah ke madinah. 2000 Pustaka Setia. Studi Ulumul Quran Telaah Atas Mushaf Utsmani. sehingga kita akan selamat di Dunia maupun di Akherat kelak. 2001 . tanggal 17 Ramadhan pada waktu Nabi telah berusia 41 tahun bertepatan tanggal 6 Agustus 610 M. Sebab kitab suci ini diturunkan secara bertahap.Djalal. Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur berupa beberapa ayat dari sebuah surat atau sebuah surat ynag pendek secara lengkap. M.Drs. semoga menimbulkan ketebalan iman kita terhadap AlQur’an. Bandung. Dr. Bandung. sehingga betul-betul menunjukkan kemukjizatannya. Ag. H. A. Ag. sewaktu beliau sedang berkhalwat (meditasi ) di dalam gua hira’ di atas Jabal Nur. PT.

Dan ceritakan apa yang dariku.A. Mushaf itu disebut mushaf imam. pengumpulannya. tetapi saat itu Rasulullah S. baik yang berhubungan dengan lafal-lafalnya maupun yang berhubungan dengan hukum-hukumnya. PENGERTIAN ULUMUL QUR‘AN Kata ‗Uluum jamak dari kata ‗ilmu. Imam Al-Suyuthi dalam kitab itmamu al-dirayah mengatakan. Dan barang siapa yang sengaja berdusta atas namaku.W tidak mengizinkan mereka menuliskan sesuatu dari dia selain Qur‘an. Penulisan mushaf tersebut dinamakan Rasmul ‗Usmani yaitu dinisbahkan kepada Usman.‖ Sekalipun sesudah itu. bahwa rasulullah S. adabnya. almuhkam wal mutasyaabih. hendaklah dihapus.a. Ulumul Qur‘an adalah : ― ilmu yang membahas tentang keadaan al-qur‘an dari segi turunnya.A. sanadnya.1.r. dimasa kekhalifahan Abu Bakar dan Umar r. contohnya yaitu : Imam Al-Zarqani dalam kitabnya manahil al-irfan fi ulum al-qur‘an merumuskan Ulumul Qur‘an sebagai berikut : ― Pembahasan-pembahasan masalah yang berhubungan dengan alqur‘an. dan lain sebagainya yang berhubungan dengan Qur‘an. makna – maknanya.W. an-Nasikh wal mansukh. nasikh mansukhnya. II. bacaannya. cara pengucapan yang tepat. ― Muslim meriwayatkan dari Abu Sa‘id al-khudri. Dan hal itu pun terlaksana. Terdapat berbagai defenisi tentang yang dimaksud dengan Ulumul Qur‘an ( ilmu ilmu alqur‘an ).. urut-urutannya. Terkadang ilmu ini dinamakan juga USUULUT TAFSIIR (―dasar-dasar tafsir‖). Dan atas perintahnya. mukjizatnya. penulisannya. karena yang dibahas berkaitan dengan beberapa masalah yang harus diketahui oleh seorang mufasir sebagai sandaran dalam menafsirkan Qur‘an. dan bantahan terhadap hal-hal yang dapat menimbulkan keragu-raguan terhadap al-qur‘an dan sebagainya‖. ia akan menempati tempatnya di api neraka. Rasulullah S. tetapi hal yang berhubungan dengan Qur‘an.ULUMUL QUR‘AN DAN PERKEMBANGANNYA I. yang dimaksud dengan ‗ULUUMUL QUR‘AN ialah yang membahas masalah-masalah yang berhubungan dengan Qur‘an dari segi asbaabun nuzuul.A. Kemudian arti kata ini berubah menjadi masalah-masalah yang beraneka ragam yang disusun secara ilmiah. Jadi.W baru mengizinkan kepada sebagian sahabat untuk menulis hadist.a dan keadaan menghendaki untuk menyatukan kaum muslimin pada satu mushaf.W berkata : ―Janganlah kamu tulis dari aku. Kemudian datang masa kekhalifahan Ali r. dari segi turunnya. ‗Ilmu berarti al-fahmu walidraak (―paham dan menguasai‖). dan sebagainya‖. al-Makki wal Madani. Salinan salinan mushaf itu juga dikirimkan ke beberapa propinsi.a.A. dan memberikan . Abul Aswad ad-Du‘ali meletakkan kaidah kaidah Nahwu.a. baku. para sahabat menulis tetap didasarkan pada riwayat yang melalui petunjuk di zaman Rasulullah S. Kemudian datang masa kekhalifahan Usman r. PERKEMBANGAN ULUMUL QUR‘AN Ulumul Qur‘an itu sendiri bermula dari Rasulullah SAW. barang siapa yang menuliskan dari aku selain Qur‘an. dan itu tiada halangan baginya. karena ia khawatir Qur‘an akan tercampur dengan yang lain. Dan ini dianggap sebagai permulaan dari ‗Ilmu Rasmil Qur‘an.

Diantara para mufasir yang termasyhur dari para sahabat adalah empat orang khalifah. Hasan al-Basri dan Qatadah bin Di‘amah as-Sadusi. ilmu Asbaabun Nuzuul. Dan apa yang diriwayatkan dari mereka tidak berarti sudah merupakan tafsir Qur‘an yang sempurna. Tetapi terbatas hanya pada makna beberapa ayat dengan penafsiran tentang apa yang masih samara dan penjelasan apa yang masih global. Syu‘bah bin Hajjaj (wafat 160H). dari para sahabat atau dari para tabi‘in. seperti Mujahid. Dan yang paling terkenal diantara mereka ada Ibn Jarir at-Tabari (wafat 310H). Malik dan anaknya Abdurrahman serta Abdullah bin Wahb.Asy‘ari dan Abdullah bin Zubair. Para sahabat senantiasa melanjutkan usaha mereka dalam menyampaikan makna-makna Qur‘an dan penafsiran ayat-ayatnya yang berbeda-beda dalam memahami dan karena adanya perbedaan lama dan tidaknya mereka hidup bersama Rasulullah SAW. Tetapi semua itu tetap didasarkan pada riwayat dengan cara didiktekan. ‗Ikrimah maula Ibn Abbas dan sahabat sahabat Ibn Abbas lainnya. Ini juga dianggap sebagai permulaan ‗Ilmu I‘rabil Qur‘an. Dan terkenal pula diantara murid-murid Ubai bin Ka‘b di medinah. kemudian Ibn Mas‘ud. Abu Musa al. Maka berlangsunglah proses kelahiran at-tafsir bil ma‘sur (berdasarkan riwayat). Pada abad kedua hijri tiba masa pembukuan (tadwiin)yang dimulai dengan pembukuan hadist dengan segala babnya yang bermacam-macam. dan ilmu Nasikh dan Mansukh. Namun tafsir mereka yang tertulis tidak ada yang sampai ke tangan kita. Zaid bin Sabit. Sedang tafsir yang mereka susun merupakan salah satu bagiannya. Ubai bin Ka‘b. selanjutnya ditulis secara bebas dan mandiri. Abul ‗Aliyah dan Muhammad bin Ka‘b al-Qurazi. dan Ubai bin Ka‘b. alAswad bin Yazid. ‗Ikrimah bekas sahaya (maula) Ibn Abbas. Disamping ilmu tafsir. Maka sebagian ulama membukukan tafsir Qur‘an yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW. Waki‘ bin Jarraah (wafat 197H). Demikianlah tafsir pada mulanya dinukilkan (dipindahkan) melalui penerimaan (dari mulut ke mulut) dari riwayat. Ibnu Taimiyah berkata : ―Adapun mengenai Ilmu tafsir. dan mereka itu mempunyai kelebihan dari ahli tafsir yang lain. Mereka menyusun tafsir Qur‘an yang lebih sempurna berdasarkan susunan ayat. Hal yang demikian diteruskan oleh murid-murid mereka. Dari murid-murid Abdullah bin Mas‘ud di Irak yang terkenal ‗Alqamah bin Qais. kemudian dibukukan sebagai salah satu bagian hadist. Banyak riwayat mengenai tafsir yang diambil dari Abdullah bin Abbas. karena mereka sahabat Ibn Abbas. orang yang paling tahu adalah penduduk Mekkah. Begitu juga penduduk Kufah dari sahabat Ibn Mas‘ud. Abdullah bin Mas‘ud. Kemudian langkah mereka diikuti oleh segolongan ulama. Dan yang diriwayatkan dari mereka itu semua meliputi ilmu Tafsir. dan itu juga menyangkut hal berhubungan dengan tafsir. ilmu Gariibil Qur‘an. Tawus bin Kisan al-Yamani dan ‗Ataa‘ bin Abi Rabaah. lalu diikuti oleh at-tafsir bir ra‘yi (berdasarkan penalaran). . Mujahid. Diantara mereka itu. yaitu para tabi‘in.ketentuan harakat pada Qur‘an. Ulama penduduk Medinah dalam ilmu tafsir diantaranya adalah Zubair bin Aslam. Ibn ‗Abbas. dan hal ini sangat diperlukan oleh seorang mufasir. Mereka semua adalah para ahli hadist. dan ‗Abdurrazzaq bin hammam (wafat 112H). diantara mereka ada satu kelompok terkenal yang mengambil ilmu ini dari para sahabat disamping mereka sendiri bersungguh-sungguh atau melakukan ijtihad dalam menafsirkan ayat. ilmu Makki Wal Madani. lahir pula karangan yang berdiri sendiri mengenai pokok-pokok pembahasan tertentu yang berhubungan dengan Qur‘an. yang terkenal adalah Yazid bin Harun as-Sulami (wafat 117H). ‗Amir asy-Sya‘bi. Diantara murid-murid Ibn Abbas di Mekkah yang terkenal ialah Sa‘id bin jubair. Sufyan bin ‗Uyainah (wafat 198). ‗Ataa‘ bin Abi Rabaah. Mengenai para tabi‘in. Zaid bin Aslam. Masruq.

.al-Qaul fil ma‘naa wat Tafsir (pendapat mengenai makna dan tafsirnya) . maka Syaikh Muhammad ‗Abdul ‗Aziim az-Zarqaani menyebutkan didalam kitabnya Manaahilul ‗Irfan fi ‗Uluumil Qur‘an bahwa ia telah menemukan didalam perpustakaan Mesir sebuah kitab yang ditulis oleh Ali bin Ibrahim bin Sa‘id yang terkenal dengan al-Hufi. Sedang pengumpulan hasil pembahasan dan bidang-bidang tersebut mengenai ilmu-ilmu Qur‘an. al-Hufi (wafat 330H) dianggap sebagai orang pertama yang membukukan ‗Ulumul Qur‘an/ ilmu-ilmu Qur‘an. dengan menulis sebuah kitab berjudul Funuunul Afnaan fi ‗Aja‘ibi ‗Uluumil Qur‘an.al-Qaul fil I‘rab (pendapat mengenai morfologi) . Pengarang membicarakan ayat-ayat Qur‘an menurut tertib mushaf. menyusun I‘jazul Qur‘an. ada : . menulis mengenai ilmu Qira‘at (cara membaca Qur‘an) dan Aqsaaul Qur‘an. . yang disebut al-Qaul fil Qira‘at (pendapat mengenai qira‘at). menyusun tentang majaz dalam Qur‘an. .Pada abad ketiga hijri. menulis mengenai I‘raabul Qur‘an. .Muhammad bin Ali al-Adfawi (wafat 388H). menyusun Ghariibil Qur‘an.Abu Bakar as-Sijistani (wafat 330H).Al-‗Izz bin ‗Abdus Salam (wafat 660H).Muhammad bin khalaf bin Marzaban (wafat 309H). Kemudian karang mengarang tentang ilmu-ilmu Qur‘an terus berlanjut. menulis sebuah kitab lengkap dengan judul alBurhaan fi ‗Uluumil Qur‘an. . menulis tentang Nasikh-Mansukh dan Qira‘aat. Dan kadang ia berbicara tentang hukum-hukum dalam Qur‘an. Kemudian dibawah judul ini dicantumkan : . memberikan tambahan atas kitab al-Burhan didalam . seperti : . . seperti ada : .Abu Bakar al-Baqalani (wafat 403H). Pada abad keempat hijri. menyusun al-Istignaa‘fi ‗Uluumil Qur‘an.Badruddin az-Zarkasyi (wafat 794H). Meskipun pembukuannya memakai cara tertentu seperti yang disebut diatas. dan judul yang umum disebut dengan al-Qaul fii Qaulihi ‗Azza wa jalla (pendapat mengenai firman Allah ‗Azza wa jalla). Dia membicarakan ilmuilmu Qur‘an yang dikandung ayat itu secara tersendiri.‗Alamuddin as-Sakhawi (wafat 634H). judulnya al-Burhaan fi ‗uluumil Qur‘an yang terdiri atas tiga puluh jilid.Jalaluddin al-Balqini (wafat 824H). menyusun al-Haawii faa ‗Uluumil Qur‘an.Al-Mawardi (wafat 450H).Abu ‗Ubaid al-Qasim bin Salam (wafat 224H). . ada : . . menyusun karangannya mengenai asbaabun nuzuul. . Setiap penulis dalam karangannya itu menulis bidang dan pembahasan tertentu yang berhubungan dengan ilmu-ilmu Qur‘an.Ibnul jauzi (wafat 597H).Ali bin Ibrahim bin Sa‘id al-Hufi (wafat 430H). Dengan metode seperti ini. semuanya atau sebagian besarnya dalam satu karangan.Ali bin al-Madani (wafat 234H).al-Qaul fil waqfi wat tamaam ( pendapat mengenai tanda berhenti dan tidak) Sedangkan Qira‘at diletakkan dalam judul tersendiri pula. juga menulis tentang ilmu-ilmu Qur‘an.Abu Muhammad bin Qasim al-Anbari (wafat 351H). menyusun tentang problematika Qur‘an / Musykilatul Qur‘an. Kemudian kegiatan karang mengarang dalam hal ilmu ilmu Qur‘an tetap berlangsung sesudah itu. . guru Bukhari. masing-masing diberi judul sendiri pula. menyusun tentang tamsil-tamsil dalam Qur‘an (Amsaalul Qur‘an). .Ibn Qutaibah (wafat 276H).

. Juga diikuti oleh Ustadz Ahmad Muhammad Jaml yang menulis beberapa studi sekitar masalah ―Maa‘idah‖ dalam Qur‘an. Muhammad ‗Abdullah Daraz. oleh Muhammad ‗Abdul ‗Azim az-Zarqani. Subhi as-Salih. Pembahasan-pembahasan tersebut diatas dikenal dengan sebutan ‗ULUUMUL QUR‘AN. Al-Qur‘anul Karim Sebab apa yang yang dikemukakan secara global di satu tempat/ayat dijelaskan secara terperinci ditempat/ayat yang lain. oleh Sayid Qutb. misalnya rincian tentang perintah dan larangan-Nya serta ketentuan mengenai hukum-hukum yang difardhukan-Nya. III.Kitab Tarjamatul Qur‘an. oleh Muhammad Mustafa al-Maragi. . . . Dan akhirnya muncul Kitab Mabaahisu fi ‗Uluumil Qur‘an oleh Dr.Kitab at-Tibyaan fi ‗uluumil Qur‘an. . . Karena itu wajarlah kalau para sahabat bertanya kepada beliau ketika mendapatkan kesulitan dalam memahami sesuatu ayat. Diantara kandungan Qur‘an terdapat ayat ayat yang tidak dapat diketahui ta‘wilnya kecuali melalui penjelasan Rasulullah .Kitab Mas‘alatu Tarjamatil Qur‘an. oleh Mustafa Sabri. Orang-orang yang menghubungkan diri dengan gerakan pemikiran islam telah mengambil langkah yang positif dalam membahas kandungan Qur‘an dengan metode baru pula. Subhi al-shalih lebih lanjut menjelaskan bahwa para perintis ilmu al-qur‘an adalah sebagai berikut : Dari kalangan sahabat nabi Dari kalangan tabi‘in di madinah Dari kalangan tabi‘ut tabi‘in (generasi ketiga kaum muslimin) Dan dari generasi-generasi setelah itu.A.Kitab Muzakkiraat ‗Uluumil Qur‘an.Kitab an-Naba‘ul ‗Aziim. . Nabi S. RUANG LINGKUP ULUMUL QUR‘AN Dari uraian diatas tersebut tergambar bahwa Ulumul Qur‘an adalah ilmu ilmu yang berhubungan dengan berbagai aspek yang terkait dengan keperluan membahas al-qur‘an.W Mengingat beliaulah yang bertugas untuk menjelaskan Qur‘an. . .Jalaluddin as-Suyuti (wafat 911H).Kitab at-Taswiirul Fanni fil Qur‘an dan Masyaahidul Qiyaamah fil Qur‘an.Kitab Manaahilul ‗irfan fi ‗Uluumil Qur‘an. menyusun kitab yang terkenal al-Itqaan fi Uluumil Qur‘an. Inilah yang dinamakan ―Tafsir Qur‘an dengan Qur‘an‖. seperti : . oleh Syaikh Ahmad ‗Ali.Kitab I‘jaazul Qur‘an. oleh Syaikh Tahir al-Jaza‘iri. yang ditulis oleh Mustafa Sadiq ar-Rafi‘i. . oleh Jamaluddin al-Qasimi. oleh Dr.Kitab Mukaddimah tafsir Mahaasinut Ta‘wil.Kitab Manhajul Furqaan fi ‗Uluumil Qur‘an. . oleh Syaikh Muhammad ‗Ali Salamah. Terkadang pula sebuah ayat datang dalam bentuk mutlaq atau umum namun kemudian disusul oleh ayat lain yang membatasi atau mengkhususkannya. 2). Kepustakaan ilmu-ilmu Qur‘an pada masa kebangkitan modern tidaklah lebih kecil daripada nasib ilmu-ilmu yang lain. dan kata ini telah menjadi istilah atau nama khusus bagi ilmu-ilmu tersebut.kitabnya Mawaqi‘ul ‗Uluum min Mawaaqi‘in Nujuum. Para ulama mufasir dari semua kalangan dan generasi-generasi yang tercakup dalam lingkup Uluumul Qur‘an menafsirkan Qur‘an selalu berpegang pada : 1).

Ilmu ini menerangkan makna-makna kata yang halus. dan sebab-sebabnya. Ilmu Ma‘rifat al-muhkam wa al-mutasyabih yaitu : ilmu yang menyatakan ayat ayat yang dipandang muhkam dan ayat ayat yang dianggap mutasyabih. Ini mengingat mereka adalah orang-orang Arab asli yang sangat menguasai bahasa Arab. Pemahaman dan ijtihad Apabila para sahabat tidak mendapatkan tafsiran dalam Qur‘an dan tidak pula mendapatkan sesuatu pun yang berhubungan dengan hal itu dari Rasulullah. dan tertib turun surat dengan sempurna. tidak ada sedikit pun tafsir / ilmu ilmu tentang Qur‘an yang dibukukan. Ilmu yang berhubungan dirayah. Ilmu I‘rabil qur‘an yaitu : ilmu yang menerangkan baris al-qur‘an dan kedudukan lafal dalam ta‘bir ( susunan kalimat ). dan banyak perbedaanperbedaan dari kalangan sahabat. Ilmu Gharib al-qur‘an yaitu : ilmu yang menerangkan makna kata-kata yang ganjil yang tidak terdapat dalam kitab-kitab biasa. IV. waktu turunnya. tinggi. yakni ilmu yang diperoleh dengan jalan penelaahan secara mendalam seperti memahami lafal yang gharib (asing pengertiannya) serta mengetahui makna ayat yang berhubungan dengan hukum. atau tidak terdapat dalam percakapan sehari-hari. Cabang-cabang dari Ulumul Qur‘an adalah sebagai berikut : Ilmu Mawathin al-nuzul yaitu : ilmu yang menerangkan tempat tempat turunnya ayat. yaitu: Ilmu yang berhubungan dengan riwayat semata mata. Ilmu Wujuh wa al-nazhair yaitu : ilmu yang menerangkan kata-kata al-qur‘an yang banyak arti. Ilmu Qira‘at yaitu : ilmu yang menerangkan rupa-rupa Qira‘at ( bacaan Al-Qur‘an yang diterima dari Rasulullah SAW ). seperti ilmu qira‘at. Ilmu Asbab al-nuzul yaitu : ilmu yang menerangkan sebab sebab turunnya ayat.3). tempat mulai dan pemberhentiannya. satu demi satu dari awal turun hingga akhirnya. Para Sahabat Mengingat para sahabatlah yang paling dekat dan tahu dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. CABANG CABANG ULUMUL QUR‘AN Secara garis besar Ulumul Qur‘an terbagi dua. awal dan akhirnya. Pada masa kalangan sahabat. maupun lainnya. Riwayat dari para sahabat yang berasal dari Rasulullah SAW cukup menjadi acuan dalam mengembangkan ilmu-ilmu Qur‘an. menerangkan makna yang dimaksud pada satu-satu tempat. memahaminya dengan baik dan mengetahui aspek-aspek yang ada didalamnya. Tujuan mempelajari ulumul qur‘an ini adalah untuk memperoleh keahlian dalam mengistimbath hukum syara‘. baik mengenai keyakinan atau I‘tiqad. . dan pelik. Masa pembukuan dimulai pada akhir dinasti Bani Umayah dan awal dinasti Abbasiyah. budi pekerti. maka mereka melakukan ijtihad dengan mengerahkan segenap kemampuan nalar. Dan yang cukup banyak menafsirkan Qur‘an seperti empat orang khalifah dan para sahabat lainnya. masanya. sebab pembukuan baru dilakukan pada abad kedua hijri. tempat turunnya ayat-ayat al-qur‘an. 4). amalan. Ilmu tajwid yaitu : ilmu yang menerangkan cara membaca al-qur‘an. Ilmu Tawarikh al-nuzul yaitu : ilmu yang menerangkan dan menjelaskan masa turun ayat dan tertib turunnya.

dan ketinggian balaghahnya. tentu terdapat perbedaan yang banyak. Al-Qur‘an adalah laksana sinar yang memberikan penerangan terhadap kehidupan manusia. bab-babnya. Ilmu Aqsam al-qur‘an yaitu : ilmu yang menerangkan arti dan maksud-maksud sumpah tuhan atau sumpah-sumpah lainnya yang terdapat di al-qur‘an. sehingga ia dipandang sebagai mukjizat. Ilmu Adab al-tilawah al-qur‘an yaitu : ilmu yang mempelajari segala bentuk aturan yang harus dipakai dan dilaksanakan didalam membaca al-qur‘an. Oleh karena itu kita sebagai umat islam harus benar-benar mengetahui kandungan-kandungan yang ada didalamnya dari berbagai aspek. . Iraq dan lain-lain. Ilmu Tanasub ayat al-qur‘an yaitu : ilmu yang menerangkan persesuaian antara suatu ayat dengan ayat sebelum dan sesudahnya. kepelikan. Ayat-ayatnya tentu ditetapkan kemudian diperinci dari allah Swt. Andaikata ia bukan dari allah Swt. kesopanan. Ulumul Qur‘an adalah salah satu jalan yang bisa membawa kita dalam memahami kandungan Al-Qur‘an. Sejarah Dan Perkembangan Ulumul Qur'an BAB I PENDAHULUAN Al-Qur‘an adalah sumber hukum islam yang pertama. bagaikan pelita yang memberikan cahaya kearah hidayah ma‘rifah. baik di Jepang. dan ketentuan yang harus dijaga ketika membaca al-qur‘an.sehingga kita hendaknya harus dapat memahami tentang kandungan di dalamnya. ilmu ini menerangkan kesusastraan al-qur‘an. Ilmu I‘daz al-qur‘an yaitu : ilmu yang menerangkan kekuatan susunan tutur al-qur‘an. Ilmu Jidal al-qur‘an yaitu : ilmu untuk mengetahui rupa rupa debat yang dihadapkan alqur‘an kepada kaum musyrikin dan lainnya. suratsuratnya dan ayat-ayatnya yang sama di seluruh dunia. Yang maha bijaksana dan maha mengetahui. Brasilia. Ilmu Amtsal al-qur‘an yaitu : ilmu yang menerangkan segala perumpamaan yang ada dalam al-qur‘an. Ilmu Bada‘I al-qur‘an yaitu : ilmu yang membahas keindahan keindahan al-qur‘an. Al-Qur‘an dengan huruf-hurufnya. Selain memahami alqur‘an kita juga perlu tau mengetahui bagaimana perkembangan ulumul qur‘an dan siapa saja tokoh-tokoh yang menjadi pendongkrak munculnya ulumul qur‘an. Al-Qur‘an juga adalah kitab hidayah dan ijaz (melemahkan yang lain).Ilmu Al-Nasikh wa al-Mansukh yaitu : ilmu yang menerangkan ayat ayat yang dianggap mansukh oleh sebagian mufasir. Dan ilmu-ilmu lain yang membahas tentang Al-Qur‘an. Secara tidak langsung pemikiran merekalah yang mengilhami kita dalam memaham al-qur‘an. Segala kesusilaan.

Dengan demikian .450. Kata Ulum merupakan bentuk jama‘ dari kata Ilmu. yaitu Ulum dan Al-Qur‘an. muhkam mutasyabih.1[1] Adapun secara definisi umum Ulumul Qur‘an adalah sejumlah pembahasan yang berkaitan dengan Al-Qur‘an dan pembahasan itu menyangkut materi-materi yang selanjutnya menjadi pokokpokok bahasan Ulumul Qur‘an. Ilmu-ilmu Al-Qur‘an mencapai 77. Adapun Al-Qur‘an sebagaimana didefinisikan sebagian ulama adalah kalamullah yang diturunkan kepada Nabi-Nya Muhammad SAW. Kitab hasil cetakannya mencapai 250 halaman itu menyajikan tentang Makki-madani. kritiknya itu menyangkut penyebutan istilah Ulumul Qur‘an dalam kitab Al-Burhan Fi Ulumul Qur‘an yang pertama kali muncul. nuzul al qur‘an. hitungan itu . yang disampaikan oleh Al-Hufi (w. Lebih lanjutnya syahbah mengkritik analisis yang dikeluarkan Az-Zarqani. dan ditulis pada mushaf mulai dari awal Surat Al-Fatihah(1) sampai akhir Surat An-Nas(114). kondifikasi al qur‘an. Banyaknya ilmu yang ada kaitannya dengan pembahasan Al-Qur‘an menyebabkan banyak pula pembahasan ruang lingkup Ulumul Qur‘an. jumlah surat dan ayat. berpendapat bahwa istilah ulumul qur‘an muncul dalam kitab Al -Mabani fi Nazhm Al-Ma‘ani yang ditulis tahun 425 H. 430 H) dalam karyanya yang berjudul Al-Burhan fi Ulum Al-Qur‘an. takwil. secara bahasa ulumul qur‘an adalah ilmu (pembahasan) yang berkaitan dengan Al Qur‘an. penolakan terhadap berbagai keraguan yang menyangkut pengodifikasian al qur‘an dan penulisan mushaf. tafsir.BAB II PEMBAHASAN A. yang lafadz-lafadznya mengandung mukjizat. penulisan mushaf. yaitu ketika Ibn Al-Marzuban menullis kitab yang berjudul Al-Hawi Fi Ulum Al-Qur‘an. Ia berpendapat bhwa istilah ulumul qur‘an sudah muncul sejak abad 3 H. Mengenai kemunculan istilah ulumul qur‘an untuk yang pertama kalinya para penulis menyatakan bahwa Abu Al-Farj Bin Al-Jauzi – lah yang pertama kali memunculkan kata tersebut pada abad ke-6 H. turunnya Al-Qur‘an dengan Tujuh Huruf (Sab‘ah Ahruf) dan pembahasan lainnya. adapun Az-Zarqani menyatakan bahwa istilah itu muncul pada abad 5 H. ilmu yang dimaksud disini sebagaimana didefinisikan Abu Syahbah adalah sejumlah materi pembahasan yang dibatasi kesatuan tema ataupun tujuan. Pengertian dan sejarah ulumul qur’an Ungkapan Ulumul Qur‘an berasal dari bahasa arab. Dengan merujuk kitab Muqaddimatani Fi Ulum Al-Qur‘an yang dicetak tahun 1954 dan disunting oleh Arthur Jeffri.

dan mathla. d.diperoleh dari hasil perkalian jumlah kalimat Al-Qur‘an dengan empat karena tiap-tiap kalimat dalam Al-Qur‘an mempunyai empat makna yaitu zhahir. adalah ilmu yang membicarakan tentang keistimewaan al-Quran yang berfungsi sebagai bukti kenabian Muhammd saw. 6. Ilmu Nuzul al-Quran. 3. Namun sebatas kemampuan manusia. Ilmu I‘jaz al-Quran. b. Beberapa ruang lingkup pembahasan ulumul qur’an 1. h. adalah ilmu yang membicarakan tentang al-Quran dari segi melafalkannya yang dinisabkan pada nama-nama qiraat termasuk didalamnya ilmu tajwid. Persoalan kata-kata al-qur‘an. Pokok-Pokok Pembahasan Ulumul Quran Dari kedua definisi yang telah dikemukakan sebelumnya terlihat ada sebelas macam contoh nama-nama ilmu Quran yang disebutkan. hadd. Ilmu an-Nasikh wa al-Mansukh. Ilmu Tafsir al-Quran. Termasuk di dalamnya ilmu asbab an-nuzul adalah ilmu yang membicarakan tentang latar belakang historis turunnya suatu ayat atau beberapa ayat al-Quran. e. Ilmu Kitabah al-Quran adalah. Persoalan turunnya al-qur‘an (nuzul al-qur‘an) 2. yaitu : a. Persoalan makna-makna al-qur‘an yang berkaitan dengan hukum. baik menyangkut proses turunya maupun cara penurunanya. adalah ilmu yang membicarakan tentang cara menjelaskan dan menguraikan isi kandungan atau makna ayat-ayat al-Quran. adalah ilmu yang membicarakan tentang penghapus atau . Ilmu Tartib al-Quran. Persoalan sanad (rangkaian para periwayat). Ilmu Jam‘ al-Quran. Ilmu Qira‘at al-Quran. 5. Persoalan makna al-qur‘an yag berkaitan dengan kata-kata al-quran. batin. adalah ilmu yang membicarakan tentang pengumpulan al-Quran. baik dari segi proses pengumpulannya maupun cara-caranya. adalah ilmu yang membahas tentang pengumpulan al-Quran .1[3] f. baik dari segi proses pengumpulanya maupun cara-caranya. B. c. adalah ilmu yang membahas al-Quran dari segi penurunannya.1[2] C. Sedekat mungkin sesuai dengan apa yang dimaksud oleh penuturnya (Allah swt). ilmu yang menceritakan tentang bahsan tata cara penulisan al-Quran. Persoalan qira‘at ( cara pembacaan al-qur‘an) 4. g.

dan juga berdasarkan waktu turunnya. serta ayat-ayat yang maknanya masih samar. Hal it uterus berlangsung sampai ketika Ali Bin Abi Thalib memerintahkan Abu Al-Aswad untuk menulis nahwu1[5]. Perintah Ali inilah yang membuka gerbang pengodifikasian ilmu-ilmu agama dan bahasa arab. memiliki kebiasaan untuk tidak berpindah kepad ayat lain. satu-satunya yang sudah dikodofikasikan pada saat itu hanyalah Al-Qur‘an. Fase Sebelum Kodifikasi (Qobl ‘Ashr At-Tadwin) Pada fase sebelum kodifikasi.1[4] D. pengodifikasisan itu semakin marak dan meluas ketika Islam berada di bawah pemerintahan Bani Umayyah dan Abbasyah pada periode-0periode awal pemerintahannya. di Makkah atau di Madainah.450 (tujuh puluh ribu empat ratus lima puluh ribu) ilmu . . ulumul qur‘an dan ilmu-ilmu lainnya sebelum dikodifikasikan dalam bentuk kitab atau mushaf. adalah ilmu yang membicarakan tentang adanya ayatayat al-Quran yang jelas dan tagas kandungan maknanya. adalah ilmu yang membicarakan tentang cara menolak hujatan yang mencela eksistensi al-Quran. sehingga membuat orang mukmin ragu terhadap kewahyuannya dan otentisitasnya/keasliannya. masih banyak lagi cabang-cabang ulumul quran yang lain. Ilmu al-Muhkam wa al-Mutasyabbih.pembatalan hukum yang terkandung dalam suata ayat dan pemberlakuan hukum pada ayat lainya. k. sebelum hijrah atau sesudah hijrah. Ilmu al-Makkiy wa al-Madany. Hal itu ditandai dengan kegairahan para sahabat untuk mempelajari al-qur‘an dengan sungguh-sungguh terlebih lagi diantara mereka sebagaimana diceritakan oleh Abu Abdurrahman As-Sulami. tidak jelas dan menimbulkan multi interpretasi. sebelum memahami dan mengamalkan ayat yang sedang dipelajarinya. 2. j. Sebenarnya ulumul quran tidak terpatok pada sebelas ilmu tersebut. i. Fase perkembangan Ulumul Qur’an 1. adalah ilmu yang membicarakan tentang klasifikasi ayatayat al-Quran berdasarkan tempat turunnya. Bahkan al-Qadhi Abu Bakr ibn al-Arabi dalam kitabnya (Qanun at-Ta‘wil) menyebutkan ulumul quran itu memiliki cabang sebanyak 77. ulumul qur‘an telah dianggap sebagai benih yang kemunculannya sangat diraqsakan sejak masa Nabi. Ilmu Daf‘ al-Syubhah. Fase Kodifikasi Sebagaimana diketahui pada fase sebelum kodifikasi. Hal ini terjadi apabila dua ayat dipandang mengandaung hukum yang kontradiktif.

Perkembangan Ulumul Qur’an Abad IV H. Pada abad IV H. Gharib Al-Qur‘an Aja‘ib Ulum Al-Qur‘an Al-Mukhtazan Fi Ulum Al-Qur‘an Nukat Al-Qur‘an Ad-Dallah Ala Bayyan Fi Anwa Al-Qur‘an Wa Al-Ahkam Al-Munbi‘ah‘an Ikhtilaf Al-Anam . Mulai disusun ilmu gharib al-qur‘an dan beberapa diantaranya memakai istilah ulumul qur‘an. Adalah : Syu‘bah Bin Hijjaj Sufyan Bin Umayah Sufyan Ats-Tsauri Waqi‘ Bin Al-Jarrh Muqotil Bin Sulaiman Ibn Jarir Ath-Thobari 2. Dan Fadha‘il AlQur‘an Muhammad Bin Ayyub Adh-Dhurraits  Makki Wa Al-Madani Muhammad Bin Khalaf Al-Marzuban  Kitab Al-Hawei Fi Ulum Al-Qur‘an 3. Diantara ulama abad II. pada ulama memberikan prioritas atas penyusunan tafsir sebab sebab tafsir merupakan induk ulumul qur‘an. Perkembangan Ulumul Qur’an Abad III H. Pada masa penyusunan ilmu-ilmu agama yang dimulai sejak permulaan abad II H. Pada abad III selain tafsir dan ilmu tafsir para ulama mulai menyusun beberapa ilmu Al-Qur‘an (ulumul qur‘an). diantaranya : Ali Bin Al-Madani  Ilmu Asbab An-Nuzul Abu Ubaid Al-Qosimi Bin Salam  Ilmu Nasikh Wa Al-Mansukh. Perkembangan ulumul qur’an 1.E. diantara kitabnya adalah . Perkembangan Ulumul Qur’an Abad II H. Ilmu Qiraat.

juga terdapat ulama yang mulai menyusun ilmu mubhamat al-qu‘an diantaranya : Abu Al-Qosim Bin Abdurrahamn As-Suhali  Kitab Mubhamat Al-Qur‘an Ibn Al-Jauzi  Funun Al-Afnan Fi Aja‘ib Al-Qur‘an Dan Kitab Al-Mujtab Fi Ulum Tata‘allaq Bi Al-Qur‘an1[7] 6. diantaranya : Ibn Abi Al-Isba‘  Ilmu Badu‘i Al-Qur‘an Ibn Al-Qayyim  Ilmu Aqsam Al-Qur‘an Najmuddin Ath-0thufi  Ilmu Hujjaj Al-Qur‘an 8. Perkembangan Ulumul Qur’an Abad VII H. Pada abad ini mulai disusun ilmu-ilmu I‘rab al-qur‘an dalam satu kitab. Perkembangan Ulumul Qur’an Abad V H. - - - - . Namun demikian penulisan kitab-kitab ulumul qur‘an masih terus dilakukan . Pada abad ini disamping ada ulama yang meneruskan pengembangan ulumul qur‘an. Pada abad VII H ilmu-ilmu Al-qur‘an terus berkembang dengan mulai tersusunnya ilmu majaz al-qur‘an dan ilmu qira‘at.- Al-Astigna‘ Fi Ulum Al-Qur‘an1[6] 4. ulama masa ini diantaranya : Ali Bin Ibrahim Bin Sa‘id Al-Hufi Abu Amr-Dani 5. Diantara ulamanya : Alamuddin As-Sakhawi  Hidayat Al-Murtab Fi Mutasyabih Ibn ‗Abd As-Salam / Al Izz  Ilmu Majaz Al-Qur‘an Abu Syamah  Al-Mursyid Al-Wajiz Fi Ulum Al-Qur‘an Tata‘allaq Bi Al-Qur‘an Al-Aziz 7. Pada abad ini muncullah ulama yang menyusun ilmu-ilmu baru tentang al-qur‘an. Perkembangan Ulumul Qur’an Abad IX dan X H. Perkembangan Ulumul Qur’an Abad VI H. namun demikian penulisan kitab-kitab tentang ulumul qur‘an tetapo berjalan. Perkembangan Ulumul Qur’an Abad VIII H.

Abu Daqiqah  ‗Ulumul Qur‘an M. perkembangan ilmu al-qur‘an seolah-olah telah mencapai puncaknya dan berhenti dengan berhentinya para ulama‘dalam pengembangan ilmu -ilmu al-qur‘an keadaan ini berlanjut sampai abad XIII H. Sebagaimana penjelasan diatas.1[8] 9.Pada abad IX dan permulaan abad XH. Ali Salamah  Minhajul Furqon Fi ‗Ulumil Qur‘an . Ad-Dahlawi  Al-Fauzul Kabir Fi Ushulil Tafsir Thahir Al-Jaziri  At-Tibyan Fi ‗Ulumil Qur‘an. Makin banyak karya para ulama tentang ulumul qur‘an pada masa ini ulumul qur‘an mencapai kesempurnaan. sebab pada abad ke-XIV H atau pada abad modern ini bangkit kembali kegiatan penulisan ulumul qur‘an dan perkembangan kitab-kitabnya. Pengembangan Ulumul Qur’an Abad Abad Modern. Diantara ulamanya antara lain : Jalaludin Al-Bulqini  Mawaqi‘ An-Nujum Muhammad Bin Sulaiman Al-Kafiyaji  At-Tafsir Fi Qowa‘id At-Tafsir Jalaludin Abdurrahman Bin Kamaluddin As-Suyuti  At-Tahbir Fi Ulum At-Tafsir Setelah as-suyuti wafat pada tahun 911 H. Diantara para ulama‘ yang menulis tafsir/ ulumul qur‘an pada abad modern inin adalah sebagai berikut. Hal itu ditengarai dengan banyaknya ulama‘ yang mengarang ulumul qur‘an dan menuls kitab-kitabnya. baik tafsir maupun macam-macamnya kitab ulumul qur‘an. maka terhentilah gerakan penulisan al-qur‘an dan pertumbuhannya sampai abad ke-XIV H. bahwa setelah wafatnya imam as-suyuti tahun 911 H.

. Adapun Al-Qur‘an sebagaimana didefinisikan sebagian ulama adalah kalamullah yang diturunkan kepada Nabi-Nya Muhammad SAW. dan ditulis pada mushaf mulai dari awal Surat Al-Fatihah(1) sampai akhir Surat An-Nas(114). Definisi umum Ulumul Qur‘an adalah sejumlah pembahasan yang berkaitan dengan Al-Qur‘an dan pembahasan itu menyangkut materi-materi yang selanjutnya menjadi pokok-pokok bahasan Ulumul Qur‘an.BAB III PENUTUP Ungkapan Ulumul Qur‘an berasal dari bahasa arab. Ilmu-ilmu Al-Qur‘an mencapai 77. Persoalan turunnya al-qur‘an (nuzul al-qur‘an). satu-satunya yang sudah dikodofikasikan pada saat itu hanyalah Al-Qur‘an. ulumul qur‘an telah dianggap sebagai benih yang kemunculannya sangat dirasakan sejak masa Nabi. Kata Ulum merupakan bentuk jama‘ dari kata Ilmu.450. Sebagaimana diketahui pada fase sebelum kodifikasi. Persoalan kata-kata al-qur‘an. Pada fase sebelum kodifikasi. Banyaknya ilmu yang ada kaitannya dengan pembahasan Al-Qur‘an menyebabkan banyak pula pembahasan ruang lingkup ulumul qur‘an. Persoalan makna al-qur‘an yag berkaitan dengan kata-kata al-quran1[9]. Persoalan makna-makna al-qur‘an yang berkaitan dengan hukum. yang lafadz-lafadznya mengandung mukjizat. Persoalan sanad (rangkaian para periwayat). yaitu Ulum dan Al-Qur‘an. Persoalan qira‘at ( cara pembacaan al-qur‘an). ulumul qur‘an dan ilmu-ilmu lainnya sebelum dikodifikasikan dalam bentuk kitab atau mushaf.

M. Al-qur‟an diturunkan dari bait al-Izzah ke dalam hati nabi melalui malaikat jibril dengan cara berangsur-angsur sesuai dengan kebutuhan. I.S AL-buruuj :21-22) 2. Cet. Prof. PENGERTIAN ULUMUL QUR’AN Ungkapan ulumul qur‟an berasal dari bahasa arab yaitu dari kata ulum dan al-qur‟an. Pekan Baru : Amzah. Memantapkan hati nabi 2. A. Dalam firmanya “ Bahkan yang didustakan mereka ialah Al-qur‟an yang mulia yang tersimpan dalam lauh al-mahfuzh (Q. Ulumul Quran.DAFTAR PUSTAKA Djalal. Bandung. I.cara pembaca. M. 2009) PENGERTIAN ULUMUL QUR'AN A.muhkam mutashabih serta pembahasan lainnya B. Pustaka Setia. SEJARAH TURUNNYA ALQUR’AN DAN PENULISAN ALQUR’AN Hikmah diwahyukan alqur‟an secara berangsur-angsur adalah al-qur‟an diturunkan dalam waktu 22 tahun 2 bulan 22 hari yaitu mulai dari malam 17 romadhan tahun 41 dari kelahiran nabi sampai 9 dzulhijah haji wada‟ tahun 63 dari kelahiran nabi atau tahun 10 H.penafsiran. Bandung: Pustaka Setia.mulai dari proses penurunan. Disamping hikmah diatas ada hikmah yang lainnya yaitu 1. Dunia Ilmu. 2000 Taufiqurrohman. Surabaya. urutan penulisan. Menentang dan melemahkan para penentang Al-qur‟an . Menurut Abu syahbah ulumul qur‟an adalah sebuah ilmu yang memiliki banyak objek pembahasan yang berhubungan dengan al-qur‟an. Abdul. Pustaka Setia. (Cet. Adakala satu ayat kadang satu surat. Al-qur‟an diturunkan dari lauh al mahfuzh ke bait Al-Izzah ( tempat yang berada di langit dunia ) 3. Ag. Drs. Ulumul Quran. 2001 Ahmad Syadali. Yusuf. Studi Ulumul Quran Telaah Atas Mushaf Utsmani.kodifikasi. H. Dr. Bandung. H. Proses turunnya ql-quran melalui 3 tahapan yaitu 1. 1997 Kadar M. 2003 Rosihan Anwar. Studi Alquran. Ag. Al-qur‟an turun secara sekaligus dari Allah ke lauh mahfuzh yaitu tempat yang merupakan catatan tentang segala ketentuan dan kepastian Allah.nasikh mansukh. ‘Ulumul Qur’an I. Kata ulum jamak dari ilmu dan al-qur‟an.

MUNASABAH AL QUR’AN Menurut Manna Al-qathan munasabah adalah sisi keterikatan antara beberapa ungkapan di dalam satu ayat. D. Munasabah antara nama surat dan tujuan turunya 3. Abu bakar melakukan pengumpulan al-qur‟an dengan mengumpulkan al-qur‟an yang terpencar-pencar pada pelepah kurma. Munasabah antara penutup suatu surat dengan awal surat berikutnya E. Di dalamnya terdapat sajadah b. Secara etimologi artinya sebab-sebab yang melatar belakangi terjadinya sesuatu. Mengkhususkan hukum yang terkandung dalam ayat al-qur‟an bagi ulama yang berpendapat bahwa yang menjadi pegangan adalah sebab yang bersifat kusus. Munasabah antar surat dengan surat sebelumnya: berfungsi sebagai menyempurnakan surat sebelumnya 2. Mengatasi keraguan ayat yang diduga mengandung pengertian umum.kendatipun bukan turun di Mekkah . 5.3. Memudahkan untuk menghapal dan memahami ayat serta untuk memantapkan wahyu ke dalam hati orang yang mendengarnya. Dalam mengambil keputusan. 1. 3.” Ciri-ciri spesifik makiyah dan madaniyah 1. membuktikan dengan pasti bahwa al-qur‟an turun dari allah yang maha bijaksana Penulisan al-qur‟an pada masa Abu Bakar termotivasi karena kekwatiran sirnanya al-qur‟an dengan syahitnya beberapa penghapal Al-qur‟an pada perang yamamah.atau antar ayat pada beberapa ayat atau antar surat dalam al-qur‟an.Ayat-ayat yang turun setelah peristiwa hijrah di sebut Madaniyyah walaupun turun di Mekkah atau Arafah. Memperhatikan tujuan pembahasan suatu surat yang menjadi objek pencarian b.Menurut Az-zargani urgensi asbab an-nuzul dalam mmahami Al-qur‟an adalah 1.tulang dan sebagainya C. MAKIYAH DAN MADANIYAH “Makiyah ialah ayat – ayat yang diturunkan sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah. Munasabah antar bagian suatu ayat 4. Memperhatikan uraian ayat-ayat yang sesuai dengan tujuan yang dibahas dalam surat c.hendaknya memperhatikan ungkapan-ungkspan dengan benar dan tidak berlebihan Macam-macam munasabah. Membantu dan memahami sekaligus mengatasi ketidak pastian dalam menangkap pesan ayat-ayat Al-qur‟an. Munasabah antara suatu kelompok ayat dengan kelompok ayat disampingnya 6. Munasabah antara awal surat dengan akhir surat yang sama 8. Menentukan tingkatan uraian-uraian itu apakah ada hubungannya atau tidak d. ASBAB AN-NUZUL Ungkapan asbab-nuzul merupakan bentuk idhofah dari asbab dan nuzul. Ayat-ayatnya dimulai dengan kalla . 2. Memudahkan untuk dihafal dan difahami 4.kulit.Madaniyah adalah ayat-ayat yang diturunkan sesudah Rasulullah hijrah ke Madinah. Mengidentifikasi pelaku yang menyebabkan turunnya ayat al-qur‟an. Munasabah antar ayat yang letaknya berdampingan 5. AsSuyuti menjelaskan langkah-langkah yang diperhatikan dalam menemukan munasabah yaitu: a. mengikuti setiap kejadian yang menyebabkan turunya ayat-ayat al-qur‟an dan melakukan penahapan dalam penetapan syari‟at 5. Menurut Az-zargani Asbabuan-nuzul adalah sesuatu yang terjadi serta hubungan dengan turunya ayat Al-qur‟an yang berfungsi sebagai penjelas hukum pada saat peristiwa itu terjadi.kendatipun bukan turun di madinah. 4. Munasabah antara fashilah (pemisah)dan isi ayat 7. Makiyah a.

Ayatnya mengandung tema kisah para nabi dan umat.Abu fajr muhammad bin ahmad. Qiro‟ah Maudhu yaitu palsu 5.umat terdahulu e.potong seperti alif lam mim dan sebagainya 2. Mengandung sindiran-sindiran terhadap kaum munafikkecuali surat al-ankabut c. yaitu: a. Qiro‟ah Mutawwatir yaitu qiro‟ah yang disampakan kelompok orang yang sanatnya tidak berbuat dusta 2. Pengertian Al-Quran Secara Etimologi ( Bahasa ) . Macam-macam qiro‟at: 1. kalaf bin hisyam 3. Abu Amar (w. muhammad bin abdul rohman. Qiroah Syadz Yaitu menyimpang 6.dari madinah c. QIRO’AT AL-QUR’AN Qiro‟at adalah ilmu yng mempelajari cara-cara mengucapkan kata-kata al-qur‟an dan perbedaan-perbedaannya dengan cara menisbatkan kepada penukilnya. Madaniyah a.118 H ) dari Syam d. Dari segi kualitas qiro‟ah dapat dibagi menjadi 1. Mengandung uraian tentang perdebatan dengan ahli kitab F. „Abdullah Al-yashibi (w. Hamzah (w. Qiro‟ah Arba Asyiroh (qiro‟ah empat belas) yaitu qiro‟ah sepuluh ditambah dengan 4 imam yaitu Al-hasan al basri. Teguran bagi orang-orang yang mengotak atik ayat mutasabih. „Abdullah bin Katsir Ad-Dari (w. kedatangan dajjal.c. Qiro‟ah Mashur yaitu qiro‟ah yang memiliki sanad sahih dan mutawatir 3. Ayatnya berbicara tentang kisah nabi Adam dan Idris kecuali surat al-baqoroh f. Memberikan pemahaman abstrak Illahi kepada manusia melalui pengalaman inderawi yang biasa disaksikannya. Memperlihatkan kelemahan akal manusia. Nafi‟ bin „Abdurrahman bin Abu Na‟im (w .yahya bin mubarok. G. Ayatnya dimulai dengan huruf terpotong. Ya‟kub (w. Mengandung ketentuan-ketentuan faroid dan hadd b. Hikmah keberadaan ayat mutasabih dalam Al-qur‟an adalah: 1.154 H ) dari Irak e.188 ) g. 3. Ya‟kub bin Ishaq. MUHKAM DAN MUTASYABIH Ayat-ayat muhkam adalah ayat yang maksudnya dapat diketahui dengan gamblang baik melalui ta‟wil ataupun tidak Ayat mutasyabih adalah ayat yang maksudnya dapat diketahui Allah seperti kedatangan kedatangan hari kiamat. Dimulai dengan ya-ayuha an-nas d. Pengertian Al-Quran 1. SEJARAH TURUN DAN PENULISAN AL-QURAN A.169 H ).120 H ) dari Mekkah. Qiro‟ah ahad yaitu memiliki sanad sahih tapi menyalahi tulisan mushaf usmani dan kaidah bahasa Arab 4. „Ashim (w. Qiro‟at Sab‟ah ( Qiro‟at tujuh ) adalah imam-imam qiro‟at ada tujuh orang.205 H ) dari Irak f. b. Qiro‟ah yang menyerupai hadist mudroj (sisipan) 2. Qiro‟ah Asyiroh adalah qiro‟ah sab‟ah ditambah dengan 3 imam yaitu: Abu Ja‟far. 2.127 H ) 2.

Hikmah Di Wahyukan Al-Quran Seacara Berangsur. dari 17 Ramazan tahun 41 dari kelahiran Nabi sampai 9 Zulhijjah Haji wada`tahun 63 dari kelahiran Nabi atau 10 H Al-Quran turun melalui tiga tahap Yaitu:  Al.Fatihah sampai surah An-Nas. dan Bahasa Arab : Al-Quran adalah kitab yang diturunkan kepada Nabi Nya. Membersihkan akal dan menyucikan jiwa dari syirik dan memantapkan b. Wawasan Al-Quran B. Memantapkan Hati Nabi b. juga perintah dan larangan atau menghimpun intisari kitab-kitab suci sebelumnya. d. d. Az-Zujaj Al-Quran merupakan nama bagi firman Allah yang diturunkan kepada Nabi yang menghimpun surat-surat . Tujuan Al-Quran a. b. Al. Menekankan peranan ilmu dan teknologi h. kadang satu ayat.Quran adalah kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw ditulis dalam mushaf dan diriwayatkan secara mutawatir tanpa keraguan b. Al-asya`ri Al-Quran adalah kumpulan yang terdiri atas ayat-ayat yangsaling menguatkan dan terdapat kepemimpinan antara ayat satu dengan ayat lainnya. Pengertian Al-Quran Secara Terminologi ( istilah ) a. Membasmi kemiskinan lahir batin f.a. Mengajarkan kemanusiaan yang adil dan beradap c. bahkaan satu surat Hikmah Diturunkan Al-Quran Secara Berangsur-Angsur Yaitu : a.Quran turun sekaligus dari Allah ke Lukh mahfudh  Al. membacannya mepunyai nilai ibadah. Berpikir dan bekerja sama e. Al-Lihyani Al. lafaznya dengan mengandung mukjizat . Memadukan kebenaran dan keadilan g. c. Pakar Ushul Fiqh.Angsur Al-Quran turun selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Menentang dan melemahkan para penantang Al-Quran . dua ayat.izzah ke hati Nabi melalui perantara Jibril dengan berangsurangsur. Manna al-Qatthan : Al-Quran adalah kiatb ynag diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW dan orang yang membacanya akan memperoleh pahala c. Pendapat Lain Al-Quran adalah himpunan intisari kitab-kitab Allah yang lain bahkan seluruh ilmu yang ada 2.Farra Al-Quran dalah kumpulan yang terdiri atas ayat-ayat yang saling menguatkan dan dan terdapat klemiripan antara yang satu dengan yang lainnya e.izzah (tempat yang berada dilangit dunia )  Al-Quran turun dari bait Al. diriwayatkan secara mutawatir (penuh kepastian dan keyakinan) Ditulis pada mushaf dari surah Al.Quran merupakan nama bagi firman Allah yang diturunkan kepada Nabi kita Muhammada SAW.Jurajani : Al.Quran turun dari laukh mahfudh ke bait Al. Al. Menciptakan persatuan dan kesatuan antar semesta d. diturunkan secara mutawatir dan ditulis pada mushaf 3. Abu Syahbah : Al-Quran adalah kitab yang diturunkan baik lafaz atau makna kepada Nabi terakhir. dan kisah-kisah.

Nashr Bin Asyim Al-Laits Orang yang pertama kali meletakkan hamzah .Farahidi Al-Azdi Proses pencetakan Al-Quran 1. alKhalid bin Ahmad Al. Said bin Alsh dan Abdurrahman bin Al. Usaha pengumpulan ini dilakukan setelah terjadi perang Yamamah pada 12 H yang telah menggugurkan nyawa70 orang penghafal Al-Quran . sehingga orang non arab yang memeluk islam merasa kesulitan membaca mushaf tersebut Oleh karena itu pada masa khalifah Abd Al-Malik ( 685-705 ) dilakukan penyempurnaan oleh dua tokoh berikut : 1. Sekretaris Pribadi Nabi yang bertugas mencatat wahyu yaitu Abu Bakar.c. Pertama kali di cetak di Bundukiyyah pada 1530 M . PENULISAN AL-QURAN PADA MASA KHULAURRASYIDIN Pada masa Khalifah Abu Bakar beliau memerintahkan untuk mengumpulkan wahyu-wahyu yang tersebar. tulang-belulang. Ubaidilllah bin ziyad Melebih kan Alif sebagai pengganti dari huruf yang di nuang 2. PENYEMPURNAAN PENULISAN AL-QURAN SETELAH MASA KHALIFAH Mushaf yang ditulis pada masa khalifah Usman tidak memiliki harakat dan tanda titik. Abu Al-Aswad AdDu`Ali .. Memudahkan untuk di hafal dan di pahami d. Abdullah bin Zubair. Mereka menggunakan alat tulis sederhana yaitu lontaran kayu. Umar bin Kahtab. maka dipercayakan Zaid bin tsabit untuk mengumpulkan wahyu tersebut. Orang yang melakukan resensi Al-Quran adalah . dan batu. Zaid bin Tsabit. Kemudian pada masa khalifah Usman bin Affan terjadi perselisihan paham tentang perbedaan cara baca Al-Quran yang sudah berada pada titik yang menyebabkab umat islam saling menyalahkan yang pada akhirnya menyebabkan perselisihan . Yahya Bin Ya`Mar. Membuktikan dengan pasti bahwa AL-Quran turun dari Allah yang Maha Bijaksana C. timbul lah inisiatif khaalifah Usman untuk mengumpulkan Al-Quran.Harish . Akibat peristiwa tersebut . Membukukan hafalan yang telah dilakukan oleh Nabi dan para Sahabat 2. kedalam satu mushaf. arrum dan Al-Isyamah adalah . PENULISAN AL-QURAN PADA MASA NABI Pada masa Nabi wahyu yang diturnakan oleh Allah kepadanya tidak hanya di eksprersikan dalam betuk hafalan tapi juga dalam bentuk tulisan . Akibat dari kekhawatiran atas kelestarian Al-Quran . pelepah kurma. Dengan demikian suatu naskah absah Al-Quran yang disebut Mushaf Usmani telah diterapakan dan salinan nya di bagi beberapa wilayah utama daerah islam E. Al-Hajjad bin yusuf Ats.Tsaqafi Penyempurnaan mushaf Usmani pada sebelas tempat yang memudahkan pembaca mushaf Orang yang pertama kali meletakkan tanda titik pada mushaf Usmani . Mempersentasikan wahyu dengan cara yang paling sempurna D. Usaha pengumpulan tersebut selesai dalam waktu ± 1 tahun yaitu pada 13 H. Factor yang mendorong penulisan Al-Quran pada masa Nabi yaitu : 1. Mengikuti setiap kejadian ( yang menyebabkan turunnya Al-Quran ) e. Khalid Bin Walid dan Mua`wiyah Bin Abi Sofyan. tasdid.

Subhi shalih Ia mengatakan ketika logisan Rasm Usmani apabila disebut tauqifi karena rasm Usmani baru lahir pada masa Usman d. kisah-kisah. Pendapat Para Ulama a. KESIMPULAN Al-Quran adalah kalam Allah yang di turunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang menghimpun surat-surat. Perintah serta larangan . Washal dan fashl ( Penyambungan dan pemisahan ) f. PENUTUP A. Iran pada 1248 H / 1828 kota Taheran 7. Kata yang dapat dibaca dua bunyi. Badal Pergantian e. Istilah ini lahir bersamaan dengan mushaf Usman para ulama menetapkan Rasm Al-Quran terbagi atas enam yaitu : a. KAITAN RASM AL-QURAN DENGAN QIRAAT Keberadaan rasm Usmani yang telah ber harakat dan bentuk itu ternyata masih membuka peluang untuk membaca nya dengan berbagai Qiraat terbukti dengan keragaman cara membacan Al-Quran seperti qiraat tujuh sepuluh dan qiraat empat belas. sehinmgga wajib di ikuti dan di taati siapa pun ketika menulis Al-Quran e. Al-Jiyadah Penambahan c. PENDAPAT TENTANG RASM AL-QURAN DAN KAITAN RASM AL-QURAN DAN QIRAAT 1.angsur mempunyai hikmah tersendiri yang antara . Pengertian Rasm Al-Quran Rasm Al-Quran adalah tata cara menuliskan Al-Quran yang di tetapkan pada masa khalifah Usman bin Affan . Jerman pada 1834 F. atau menghimpun intisari kitab-kitab sebelumnya yang merupakan pedoman dan penerang bagi umat sedunia Al-Quran di turunkan secara berangsur. Al-Hamzah d. RASM AL-QURAN . Ta`di Tabriz pada 1833 8. Terbit cetakan di Kazan 6. Maulaya Usman di sain Peter buorgh. Hinkalman pada masa 1694 M di Hamburg ( jerman ) 3. Rasm Usmani bersifat tauqifi atau bukan merupakan Produk budaya manusia yang wajib di ikuti siapa saja ketika menulis Al-Quran b. penulisan kata tersebut disunatkan dengan salah satu bunyinya 2. Uni Sovyet ( Label Islami ) 5.2. Tidak ada halangan untuk menyalahkan nya tatkala suatu generasi sepakat menggunakan cara tertentu untuk menulis Al-Quran A. Menurut Al-Quran Tidak ada satu riwayat pun dari Nabi yang dapat di jadikan alasan untuk menjadikan Rasm Usmani sebagai Tauqifi c. Ta`di leipez. Meracci pada 1698 M di paduoe 4. PENGERTIAN . Rasm Usmani adalah kesepakatan cara baca penulisab yang disetujui Usman dan diterima umat. Al-Hadzf Membuang atau menghilangkan atau menjadikan huruf b.

kitab suci ini tidak seperti kitab-kitab suci sebelumnya. Orang yang menulis Al-Quran pada masa Nabi adalah Abu Bakar. dengan memakai ungkapan ―diturunkan‖ menghendaki adanya materi kalimat atau lafal atau tulisan huruf yang riel yang harus diturunkan. baik di sampaikan Al-Qur‘an itu ke Lauhil Mahfudz atau ke Baitul Izzah di langit dunia. Allah SWT telah memberikan penghormatan kepada Al-Qur‘an dengan membuat turnnya tiga tahap. Abban bin Said . maupun kepada Nabi Muhammad SAW. Sebab .Shalih Subhi. Khalid bin Al-Walid Mu`awiyah bin Abi Sofyan Orang menulis al-Quran pada masa Khulafaurrasyidin adalah Zaid bin stabit. 2004. Usman . sehingga betul-betul menunjukkan kemukjizatannya. Ali. Karena itu harus menggunakan arti majazi. Sa`id bin Ash. B. Umar. jakarta: Tim Pustaka SEJARAH TURUN DAN PENULISAN AL-QUR’AN BAB II PEMBAHASAN A. Abdullah bin Zuabir.lain adalah memantapkan hati Nabi dan menentang serta melemahkan para penantang AlQuran . . mulai dari sisi Allah hingga langsung kepada Nabi Muhammad SAW. Tahap-tahap Al-Qur’an di turunakan Yang dimaksud dengan ― tahap-tahap turunnya Al-Qur‘an‖ ialah tertib dari fase-fase disampaikan kitab suci Al-Qur‘an. dan Abdurrahman bin al-Harist. Sebab kitab suci ini diturunkan secara bertahap. mabahis fi uluimil quran . Rasm al-quran adalah tata cara penulisan Al-Quran yang ditetapkan pada masa khalifah Usman bin Affan DAFTAR PUSTAKA Rosihon Anwar. ulumul Quran . Pengertian Nuzulul Qur’an (Turunnya Al-Qur’an ) Menurut Jumhurul Ulama‘ arti Nuzulul Qur‘an itu secara hakiki tidak cocok untuk Al-Qur‘an sebagai kalam Allah yang berada pada dzat-Nya.1990. yaitu menetapkan / memantapkan / memberitahukan /menyampaikan Al-Qur‘an. Bandung : pustaka setia Al.

(QS. Al-Qur‘an turun dari dari Baitul Izzah di langit dunia langsung kepada nabi Muhammad. ‫نزل بو الروح االمين‬ . yang tersimpan di Lauhul Mahfudz ( QS. Dan membuktikan kebesaran kekuasaan Allah SWT dan keluasaan ilmunya serta kekuatan kehendak dan kebijaksanaa-Nya 2. yaitu secara sekaligus turun seluruh isi al-qur‘an dari lauhul mahfudz ke baitul izzah. Ad-dukhan: 3) Ayat tersebut menunjukkan turunnya Al-Qur‘an tahap kedua ini dan cara turunnya. tahap ketiga.1. maupun dari balik tabir. al-baqoroh:99) ‫ على قلبك لتكون من المنذربن‬. Dalilnya ayat Al-Qur‘an antara lain: ‫ولقد أنزلناه إليك ايت بينت‬ Artinya: dan sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas. baik melalui perantara Malaikat Jibril ataupun secara langsung ke dalam hati sanubari nabi Muhammad SAW. Tahap Pertama Turun Di Lauh Mahfudz ( ‫)اللوح المحفوظ‬ sebagaimana dalm firman allah: . Al-Qur‘an disampaikan langsung kepada Nabi Muhammad. Al-Buruj 21).S. ‫بل ىو قرأن مجيد‬ Artinya: bahkan yang di dustakan itu ialah Al-Qur’an yang mulia. sebelum di sampaikan ke nabi Muhammad SAW 3. Artinya. Berdasarkan firman allah: ٍ‫ك‬ ٍ ‫ِنَّا أَنْزلْناَهُ فِى ل‬ ‫ة‬ ِِ ِ ِ‫إ‬ َ‫ار‬ ْ َ ِِ ُ ‫َي لَة‬ َ َ‫مب‬ Artinya: sesungguhanya kami menurunkannya (al-qur’an )pada suatu malam yang diberkahi.” (Q. Hikmah dari Tanazul tahap pertama ini adalah seperti hikmah dari eksistensi Lauhul Mahfudz itu sendiridan fungsinya sebagai tempat catatan umum dari segala hal yang ditentukan dan diputuskan Allah dari segala makhluq alam dan semua kejadian.‫ في لوح محفوظ‬. dalam Lauhul Mahfudz Al-Qur‘an berupa kumpualn lengkap tidak terpisah-pisah. Wujudnya Al-Qur‘an di Lauhu Mahfudz adalah dalam suatu cara dan tempat yang tidak bisa diketahui kecuali oleh Allah sendiri. atau langit yang terdekat dengan bumi. Tahap Kedua Di Baitul Izzah ( ‫)بيت العزة‬ yaitu tempat mulia di langit yaitu langit pertama.

sewaktu beliau sedang berkhalwat (meditasi ) di dalam gua hira‘ di atas Jabal Nur. Dan penyampaian Al-Qur‘an secara keseluruhan memakan waktu lebih kurang 23 tahun.‫ إقراء وربك اآلكرم‬.” (Q.‫اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتى ورضيت لكم االسالم دينا‬ Artinya: pada hari ini telah ku-sempurnakan untukmu agamamu dan telah ku-cukupkan nikmat-ku kepadamu. yakni 13 tahun waktu nabi masih tingggal di makkah sebelum hijrah dan 10 tahun waktu nabi hijrah ke madinah. yaitu ayat: .‫خلق اإلنسان من علق‬. surat dan ayatnya pendek-pendek dan gaya bahasanya singkatpadat ( Ijaz ). Periode pertama adalah Makkah. karena sasaran pertama dan utama pada periode ini adalah orang-orang arab asli ( Suku Quraisy )yang sudah tentu paham benar akan bahasa Arab. Yaitu. Waktu turunya alqur’an Al-Qur‘an diturunkan secara berangsur-angsur berupa beberapa ayat dari sebuah surat atau sebuah surat ynag pendek secara lengkap. periodesasi turunya alqur’an Masa turunnya Al-Qur‘an sealam 22 tahun lebih tersebut terbagi dalam dua periode.S. Sejarah turunnya al-qur’an kepada nabi Muhammad SAW. pada waktu nabi sedang berwukuf di Arafah melaukan Haji Wada‘pada tanggal 9 Dzul hijjah 10 H.‫إقراء با سم ربك الذى خلق‬ Sedangkan wahyu yang terakhir yang diterima Nabi Muhammad SAW adalah surat Al-Maidah:3. serta ku-ridhai bagimu Islam sebagai agamamu 2. sebagai berikut: a. ‫ الذى علم بالقلم‬.773 ayat. 1. tanggal 17 Ramadhan pada waktu Nabi telah berusia 41 tahun bertepatan tanggal 6 Agustus 610 M. Wahyu Ilahi yang diturunkan sebelum hijrah tersebut di sebut surat/ ayat makkiyah merupakan 19/30 dari Al-Qur‘an. yang menurut Ahli Tahkiq selama 12 tahun 5 bulan dan lebih 13 hari.Artinya: ia (al-qur’an ) dibawa turun oleh Ar-Ruhul Al-Amin (Jibril) kedalam hatimu (Muhammad)agar kamu menjadi salah seorang diantara orang-orang yang memberi peringatan. Ayat yang pertama kali turun adalah 1-5 surah al-alaq: ‫ علم اإلنسان مالم يعلم‬. Dan terdiri dari 90 surah yang mencakup 4. asy-syu‘ara: 193-194) C. Sedangka permulaan turunya Al-Qur‘an adalah pada malam lailatul qadar. Mengenai .

disamping mempermudah hafalan dan pemahaman Al-Qur‘an bagi orang arab agar kaum Muslimin menengok kepada kesalahan mereka yang perlu diperbaiki serta menunjukkan kebenaran kepada mereka. b. yang terdiri dari 24 surah yang meliputi 1463 ayat. 4) Menunjukkan bahwa sumber Al-Qur‘an adalah Kalam Allah SWT sendiri. karena sasarannya bukan hanya orang-orang arab asli. Hikmah dan rahasia al-qur’an diturunkan berangsur-angsur 1) Memperkuat dan memperkokoh hati Nabi Muhammad SAW karena turunnya wahyu baru.isi surat/ayat Makkiyah pada umumnya berupa ajakan untuk bertauhid yang murni atau ketuhanan yang Maha Esa secara murni dan juga tentang pembinaan mental dan akhlaq. sejalan dengan situasi. 2) Bertahap dalam mendidik umat yang sedang tumbuh baik dengan Ilmy maupun dengan Amaly. Sejarah penulisan Al-Qur’an Penulisan/penghimpunan Al-Qur‘an mengalami 3 ( tiga ) periode yaitu: 1. surat dan ayatnya panjang-panjang dan gaya bahasanya panjang lebar dan lebih jelas ( Ithnab ). peristiwa dan kejadian kejadian. 5) Turun berangsur-angsur dalam beberapa masa. Yaitu. Periode kedua adalah periode Madinah. E. membuat kegembiraan yang memenuhi hati nabi. melainkanjuga non arab dari berbagai bangsa yang telah mulai masuk islam dan sudah tentu mereka belum menguasai bahasa arab. 3) Bertahap dalam menanamkan keyakinan dan ibadah yang benar serta budi pekerti yang luhur. penulisan Al-Qur’an pada periode Nabi Muhammad SAW . Selam 9 tahun 9 bulan lebih 9 hari. D. mempermudah dalam menghafal. memahami dan hikmahnya yang di dalamnya memperkuat perkara yang haq dan membatalkan perkara yang batal. Mengenai isi surat/ayat Madaniyyah pada umumnya berupa norma-norma hukum untuk pembentukan dan pembinaan suatu masyarakat / umat islam dan Negara yang adil dan makmur yang diridhai Allah SWT. wahyu Ilahi yang turun sesudah hijrah disebut surat/ayat Madaniyyah dan merupakan 11/30 dari Al-Qur‘an.

Nabi menunjuk beberapa sahabat yang pandai tulis baca sebagai penulis Wahyu. Ubay Bin Ka‘ab Dan Khalid Bin Walid. Terjadilah clash fisik di Yamamah yang menimbulkan banyak korban di kalangan Islam termasuk 70 sahabat yang Hafidz Al-Qur‘an terbunuh sebagai Syuhada‘ Peristiwa itu mendorong umar untuk menyarankan kepada Khalifah segera menghimpun ayat-ayat Al-Qur‘an dalam satu mushaf. Zaid Bin Tsabit. Para penulis wahyu itu diperinatah Nabi untuk menuliskan setiap wahyu yang diterimanya dan meletakkan urut-urutanya sesuai dengan petunjuk nabi berdasarkan petunjuk tuhan lewat Jibril. 2. kulit binatang. Penulisan Al-Qur’an pada periode Khalifah Abu Bakar Setelah Nabi wafat dan Abu Bakar diangkat sebagai Khalifah. dan diperkuat dengan naskah-naskah AlQur‘an yang dibuat oleh para penulis untuk pribadi masing-masing serta ditunjang oleh hafalan para sahabat yang Hafidz Al-Qur‘an yang tidak sedikit jumlahnya. ia berpegangan pada dua hal. Ayat-ayat Al-Qur‘an yang ditulis di hadapan nabi dan di simapn di rumah Nabi Muhammad SAW. terjadilah gerakan pembangkangan membayar zakat dan gerakan keluar dari agama islam (Murtad) dibawah pimpinan Musailamah. tulang. maka semuanya itu menjamin Al-Qur‘an tetap terpelihara secara lengkap dan murni. Semuanya itu disimpan di rumah Nabi dalam keadaan terpencar-pencar ayatnya belum dihimpun dalam suatu Mushaf Al-Qur‘an. Ide sahabat Umar di terima oleh Abu Bakar. karena kawatir kehilangan sebagian Al-Qur‘an dengan wafatnya sebagian para penghafalnya. kemudian ia memerintahkan Kepada Zaid Bin Tsabit agar segera menghimpun ayat-ayat AlQur‘an dalam satu mushaf/suhuf Zaid sangat berhati-hati dalam menjalankan tugas ini. Ayat-ayat yang dihafal oleh para sahabat yang Hafidz Al-Qur‘an. Gerakan ini segera di tindak Oleh Abu Bakar dengan mengirimkan pasukan di bawah Khalid Bin Walid. . antara lain empat sahabat nabi yang terkemuka. Dan kemudian Nabi bersabda: ‫كذا‬ ‫ضعوا ىذه السورة فى الموضع الذي يذكر فيو كذا ر‬ Artinya: “letakkan surat ini pada tempat yang disebutkan didalamnya ungkapan ini dan itu” Kemudian ayat-ayat Al-Qur‘an yang telah ditulis dihadapan Nabi di atas benda-benda yang bermacam-macam antara lain batu. ialah: 1. Mu‘awiyah. 2. pelepah kurma dan sebagainya.

Abdullah Bin Al-Zubair Dan Abdurrahman Bin Harits Bin Hisyam. yakni antara sesudah terjadi perang Yamamah dan sebelum Abu Bakar wafat. Penulisan/ penghimpunan Al-Qur’an periode Khalifah Utsman Bin Affan Pada masa pemerintahan Utsman. pernah meminta Hafsah agar suhufnya dibakar. Panitia Zaid diperintah menyalin suhuf Hafsah dalam jumlah beberapa buah untuk dikirimkan ke beberapa daerah Islam disertai intruksi bahwa semua suhuf yang berbeda dengan Mushaf Utsman yang terkirim itu harus di musnahkan / dibakar. Karena itu sahabat Hudzaifah menyarankan kepada khalifah agar berusaha mengusahakan keseragaman bacaaan Al-Qur‘an. mushaf Hafsah yang dipinjamnya dikembalikan ke Hafsah. Kemudian disimpan hafsah setelah Umar mangkat atas pesan Umar. dengan pertimbangan bahwa Hafsah adalah istri nabi yang hafidz Al-Qur‘an dan pandai baca tulis. Setelah panitia Zaid berhasil melaksanakan tugasnya. yakni: Zaid Bin Tsabit. Panitia ini diketuai oleh Zaid dan bertugas menyalin Al-Qur‘an yang disimapn oleh Hafsah.Zaid tidak mau menerima tulisan ayat-ayat Al-Qur‘an kecuali kalau disaksikan dengan dua orang saksi yang adil bahwa ayat itu benar-benar ditulis dihadapan Nabi atas perintah/ petunjuknya. Marwan Bin Al-Hakam seoarang Khalifah Bani Umayyah. Khalifah Utsman dapat menerima ide Hudzaifah. jika masih terdapat dua macam naskah (Suhuf Hafsah dan Mushaf Utsman). . Tugas penulisan ini oleh zaid dapat di laksanakan dalam waktu kurang lebih 1 (satu) tahun. tetappi ditolak oleh Hafsah. Sai‘id Bin Al-Ash. Mushaf karya Zaid Bin Tsabit ini kemudian disimpan oleh Abu Bakar dan kemudian Umar setelah Abu Bakar wafat. Baru setelah hafsah wafat.. kemudian membentuk panitia terdiri dari empat orang. terjadilah perbedaan bacaan Al-Qur‘an di kalangan umat islam dan kalau dibiarkan. dan lagi untuk menghindari keragu-raguan umat Islam di masa yang akan dating terhadap mushaf Al-Qur‘an. suhufnya di ambil oleh Marwan dan kemudian dibakarnya. 3. Tindakannya terpaksa dilakukan. bisa menggganggu persatuan dan kesatuan umat Islam. demi untuk menagamankan keseragaman mushaf Al-Qur‘an yang telah diusahakan oleh Khlaifah Utsman. sebab suhuf Hafsah ini di pandang sebagai naskah AlQur‘an standart.

Sebab kitab suci ini diturunkan secara bertahap. Ayat yang pertama kali turun adalah 1-5 surah Al-Alaq: Sedangkan Penulisan/penghimpunan Al-Qur‘an mengalami 3 ( tiga ) periode yaitu: 1) penulisan Al-Qur’an pada periode Nabi Muhammad SAW 2) Penulisan Al-Qur’an pada periode Khalifah Abu Bakar 3) Penulisan/ penghimpunan Al-Qur’an periode Khalifah Utsman Bin Affan Setelah kita mengetahui dari sejarah turunnya al-qur‘an al-karim. Bina Ilmu. Pengantar Ulumul Quran. Sedangka permulaan turunya Al-Qur‘an adalah pada malam Lailatul Qadar. Dan penyampaian Al-Qur‘an secara keseluruhan memakan waktu lebih kurang 23 tahun.Masjfuk Zuhdi. Dan kita mau mengamalkan apa yang di perintahkan dalam AlQur‘an dan meninggalkan apa yang dilarang oleh Al-Qur‘an. maupun kepada Nabi Muhammad. sewaktu beliau sedang berkhalwat (meditasi ) di dalam gua hira‘ di atas Jabal Nur. dan sejarah penulisan Al-Qur‘an yang begitu panjang prosesnya. mulai dari sisi Allah hingga langsung kepada Nabi Muhammad SAW. Al-Qur‘an diturunkan secara berangsur-angsur berupa beberapa ayat dari sebuah surat atau sebuah surat ynag pendek secara lengkap. kitab suci ini tidak seperti kitab-kitab suci sebelumnya.BAB III PENUTUP KESIMPULAN Pengertian turunnya alqur‘an ialah menetapkan / memantapkan / memberitahukan /menyampaikan Al-Qur‘an. Surabaya. tahap-tahap turunnya Al-Qur‘an‖ ialah tertib dari fase-fase disampaikan kitab suci AlQur‘an. baik di sampaikan Al-Qur‘an itu ke Lauhil Mahfudz atau ke Baitul Izzah di langit dunia. Amin… DAFTAR PUSTAKA . tanggal 17 Ramadhan pada waktu Nabi telah berusia 41 tahun bertepatan tanggal 6 Agustus 610 M. sehingga betul-betul menunjukkan kemukjizatannya.Drs. PT. semoga menimbulkan keteb alan iman kita terhadap Al-Qur‘an. sehingga kita akan selamat di Dunia maupun di Akherat kelak. 1980 . yakni 13 tahun waktu nabi masih tingggal di makkah sebelum hijrah dan 10 tahun waktu nabi hijrah ke madinah.

penulis membatasi masalah yang akan dibahas yaitu mengenai Sejarah Turunnya Alquran dan Penulisan Alquran. Ulumul Quran. Prof. Bandung. Abdul. Rumusan Masalah . H.Adapun perbedaan itu dari segi pengertian Alquran.Djalal. Ag. perkembangan serta penulisan Al-Quran. Pembatasam Masalah Dalam pembuatan makalah tentang Ulumul Quran ini. 2000 Pustaka Sejarah turun dan penulisan Al-quran Banyak sekali berbagai pendapat mengenai Alquran baik dari pengertian. M. Untuk lebih jelasnya. sejarah turunnya Alquran. Setia. Maka dari itu beberapa ahli membuat suatu kesepakatan mengenai ilmu (pembahasan) yang berkaitan dengan Alquran yang dinamakan dengan Ulumul Quran.Taufiqurrohman. maka akan diuraikan pada bab berikutnya. Ag. Studi Ulumul Quran Telaah Atas Mushaf Utsmani. Dari segi turunnya Alquran dan penulisan Alquran terdapat pula beberapa perbedaan pendapat para ahli. Ulumul Quran. 2001 .. Pustaka Setia. 2003 . Selain itu juga. A. Drs. Surabaya. A. masih banyak dari kalangan orang muslim yang belum mengerti dan paham mengenai Alquran. B. H. M. Dr. penulisan serta rasm Alquran dan sebagainya. Bandung.Rosihan Anwar. Dunia Ilmu.

Bagaimana proses penulisan Alquran pada masa Khulafa’urasyidin 5. Hikmah dari diwahyukannya Alquran 3. Bagaimana proses penyempurnaan Alquran setelahnmasa khalifah 6.1. Bagaimanakah pendapat beberapa ahli mengenai rasm Alquran? C. Pengertian Al-Quran . Apa yang dimaksud dengan rasm Alquran 7. Apa yang dimaksud dengan Alquran? 2. serta sebagai bahan untuk mengetahui: 1. Bagaimanakah proses penulisan Alquran pada masa Khulafa’urasyidin? 5. Tujuan Makalah Sejarah Turunnya Alquran dan Penulisan Alquran ini ditulis dengan tujuan untuk memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah Alquran/ Ilmu Tafsir. Bagaimana proses penulisan Alquran pada masa Nabi 4. Apa yang dimaksud dengan rasm Alquran? 7. Bagaimanakah proses penulisan Alquran pada masa Nabi? 4. Apa hikmah dari diwahyukannya Alquran? 3. Bagaimana pendapat beberapa ahli mengenai rasm Alquran Bab II Pembahasan A. Bagaimanakah proses penyempurnaan Alquran setelahnmasa khalifah? 6. Apa yang dimaksud dengan Alquran 2.

membacanya mempunyai nilai ibadah. mulai dari awal surat alfatihah dan diakhiri surat an-nas. yaitu suatu tempatb yang merupakan catatan tentang segala ketentuan dan kepastian Alloh. B.S. Al-Quran turun secara sekaligus dari Alloh Ke Lauh Al-Mahfuzh. Menurut Al-Zarqani dalam manahil Al-irfan berpendapat bahwa proses turunnya Al-Quran terdiri atas tiga tahapan: 1. Hikmah Diwahyukannya Al-Quran Secara Berangsur-angsur Quran diturunkan dalam tempo 22 tahun 2 bulan 22 hari. Muhammad. yang (tersimpan) dalam lauh al- . yaitu mulai malam 17 Ramadhan tahun 41 dari kelahiran Nabi. atau Musytaq dari Alqara’in atau qarana.Al-Quran secra etimologi merupakan bentuk mashdar (Verbal noun) yang diartikan sebagai isim maf’ul yaitu Maqru’ berarti “yang dibaca”.‫)بل هو فرآن مجٌد‬ “Bahkan yang didustakan mereka ialah Al-Qur’an yang mulia. Al-buruj ayat 21-22: 99-94 : ‫ فً لوح محفوظ (البروج‬. yang lafadz-lafadznya mengandung mukjizat. Q. Sedangkan menurut terminologi Al-Quran adalah: ‫ المكتوب فى المصاحف من أول سورة الفاتحة كالم هللا المنزل على نبٌه محمد صلى هللا علٌه وسلم المعجم بتالوته المنقول‬،‫بالتواتر‬ ‫إلى سورة الناس‬. Artinya: “Kalam Alloh yang diturunkan kepada nabi-Nya. sampai 9 Djulhijjah haji Wada’ tahun 63 dari kelahiran Nabi atau tahun 10 H. Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa kata Quran adalah kata sifat dari Alqur’ berarti “mengumpulkan” (Al-jam’). dan yang ditulis pada mushaf. yang diturunkan secara mutawatir.

‫)نزل به الروح األمٌن على قلبك لتكون من المنذري‬ “Dia dibawa turun oleh ar-ruh al-Amin (Jibril). Al-Quran diturunkan dari Bait Al-Izzah ke dalam hati Nabi dengan jalan berangsur-angsur sesuai dengan kebutuhan. Perode kedua disebut periode Madaniyah.S.ahiran Nabi. Asy-Syuaro ayat 193-195: 427 – 429 : ‫ بلسان عربً مبٌن (الشعراء‬. Hal ini diisyaratjkan dalam Q. yakni dari permulaan Rabiul awal tahun 54 dari kelahiran Nabi sampai 9 Djulhijjah tahun 63 dari ke. Masa turunnya Al-Quran dapat dibagi ke dalam dua periode. yaitu ayat-ayat yang diturunkan ketika Nabi Muhammad hijrah ke Madinah yaitu selama 9 tahun 9 bulan 9 hari. Untuk meneguhakan hati Nabi Muhammad SAW . dengan bahasa Arab yang jelas”. Turunnya Al-Quran secara berangsur-angsur mempunyai hikmah dan faedah yang besar sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran surat Al-Furqon ayat 32. Di samping itu masih banyak pula hikmah yang terkandung dalam hal diturunkannya Al-Quran secara berangsur-angsur sebagai berikut: 1. yaitu 12 tahun 5 bulan 13 hari yaitu dari 17 Ramadhan tahun 41 dari kelahiran Nabi. yaitu ayat-ayat yang diturunkan ketika Nabi Muhammad masih bermukim di Mekah. ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang diantara orang yang memberi peringatan. Perode pertama disebut periode makiyah. Hal ini menanadakan bahwa Al-Quran mempunyai hubungan dialektis dengan situasi dan tempat dimana ia diturunkan. sebagaimana firman Alloh dalam surat Al-Qadar ayat 1: 4 : ‫)إن أنزلناه فى لٌلة القدر (القدر‬ ”Sesungguhnya Kami telah menurunkan-nya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan” 3. Al-Quran diturunkan dari Lauh Al-Mahfuzh ke Bait Al-izzah( tampat yang berada di langit dunia).mahfuzh” (QS. 2.Al-Buruj : 21-22).

Untuk menerapkan hukum secara bertahap. C.Mengingat watak keras masyarakat yamg dihadapi Nabi. Kegiatan tulis menulis Al-Quran tadi didasarkan pada hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Muslim: ‫ال تكتبوا نى شٌئا إال القرآن ومن كتب عنً سوى القرآن فلٌمحه‬. . keadatangan wahyu tidak saja di ekspresikan dalam bentuk hafalan tetapi juga dalam bentuk tulisan. kecuali Al-Qur’an. Sebagai bukti bahwa Al-Quaran adalah bukan rekayasa Nabi Muhammad atau manusia biasa meskipun rangkaian ayatnya turun selama 23 tahun tetapi sistematika dan kandungannya tetap konsisten. Sebagai Mukjizat Mengingat banyaknya tantangan yang dihadapi Nabi dari kaum Al-Quran baik dari pertanyaan yang memojokkan turunnya wahyu yang berangsur-angsur itu tidak saja menjawab pertanyaan itu bahkan menantang mereka untuk membuat sesuatu yang serupa dengan Al-Quran 3. “Janganlah kamu menulis sesuatu yang berasal dariku. Penulisan Al-Quran pada Masa Nabi Pada masa nabi. dan batu. Mereka adalah Abu Bakar. Utsman bin Afan. Khalid bin Al-walid. dan Muawiyyah bin Abi Sufyan. Muslim). hendaklah ia menghapusnya” (HR. tulang belulang. pelepah kurma. Umar bin Khatab. 5. Abban bin sa’id. 2. 4. nabi memiliki sekretaris pribadi yang khusus bertugas mencatat wahyu. Untuk memudahkan hafalan dan pemahaman Al-Quran. Ali bin Abi tholib. Barangsiapa telah menulis dariku selain al-Qur’an. maka dengan turunnya Al-Quran secara berangsur-angsur maka akan memperkuat hati Nabi. Sekiranya Al-Quran turun sekaligus tentu sulit untuk memahami dan menghafal isinya. Mereka menggunakan alat tulis sederhana dan berupa lontaran kayu.

Sikap kehati-hatian Zaid dalam mengumpulkan Al-Quran atas dasar pesan Abu Bakar: ‫ فمن جاء كما بشاهدٌن على شًء من كتاب هللا فاكتباه‬،‫أقعدا على باب المسجد‬. Mempresentasikan wahyu dengan cara paling sempurna. Penulisan Al-Quran pada Masa Khulafa Al-Rasyidin Pada masa Abu Bakar As-siddiq Pada dasarnya. 2. “Dudulah kalian di pintu masjid.Usaha pengumpulan Al-Quran yang dilakukan Abu Bakar terjadi setelah perang yamamah pada tahun 12 H.Diantara dfaktor yang mendorong penulisan Al-Quran pada masa nabi adalah: 1. Dalam melaksanakan tugasnya Zaid menetapkan kriteria yang ketat untuk setiap ayat yang dikumpulkannya. Karena khawatir kelestarian Al-Quran hilang. . maka catatlah”. pada saat itu surat-surat dan ayat-ayatnya ditulis dengan terpencar-pencar. Mem-back up hafalan yang telah dilakukan oleh Nabi dan para sahabatnya. D. tanpa didukungt tulisan. Ia tidak menerima ayat yang hanya berdasarkan hafalan. Hanya saja. seluruh Al-Quran sudah ditulis pada wqktu Nabi masih ada. Zaid bin Tsabit salah seorang sekretaris Nabi yang muda dan pintar ditugaskan untuk melacak kembali al-Quran. Siapa yang datang kepada kalian membawa catatan al-Qur’an degnan dua saksi. Dan orang yang pertama kali menyusunnya dalam suatu mushaf adalah Abu Bakar As-Siddiq.

perlu disimak pendapat Ibn Hajar. Demikian juga. Dan (pada waktu itu) para sahabat telah menulisnya pada subut. Asy-Syakhawi memandang bahwa syahidain artinya catatan sahabat tertentu mengenai ayat tertentu.Riwayat yang berkaitan juga dikeluarkan Ibn Abi Dawud26melalui jalan Yahya bin Abdirrahman bin Hatib yang menceritakan bahwa Umar berkata: ‫من كان تلقى من رسول هللا صلى هللا علٌه وسلم شٌئا من القرآن فلٌأت به‬. syahidain (dua saksi) di sini tidak harus keduanya dalam bentuk hapalan. Menurut tokoh hadis kenamaan ini. Di dalam menerangkan pengertian “dua saksi” riwayat ini. ‫ وكان‬.‫وكانوا ٌكتبون ذلك فى الصحف واأللواح والعسب‬ ‫ٌشهد شهٌدان ال ٌقبل من أحد شٌئا حتى‬. Artinya: “siapa saja pernah mendenganr beberapa saja ayat AL-Qur’an dari rasulullah.). dan pelepah kurma. Sahabat tertentu yang membawa ayat tertentu dapat diterima bila ayat yang disodorkan didukung dua hapalan dan atau tulisan sahabat Iainnya. Pemahaman Ibn Hajar tentang syahidain sedikit berbeda dengan apa yang ditangkap As-Sakhawi (w. Ayat tertentu yang disodorkan sahabat dapat diterima jika memiliki dua saksi yang . Zaid tidak menerima laporan ayat dari siapa pun sebelum diperkuat dua saksi. sampaikalah (kepada zaid). atau keduanya daam bentuk tutisan. suatu hapalan ayat tertentu yang dibawa oleh sahabat tertentu baru bisa diterima bila dikuatkan oleh dua catatan dan atau hapalan sahabat Iainnya. 643 H. papan.

bukan oleh Utsman bin Afan. suhuf-suhuf Al-Quran itu disimpan Khalifah Umar dan ketika Umar wafat. Sa’id bin Al-‘Ash. yaitu pada tahun 13 H. Sejumlah salinannya dibuat dan dibagikan ke pusat. Perselisihan ini cukup serius sehingga Khudzaifah melaporkannya kepada khalifah Utsman (644-656) dan mendesaknya agar mengambil langkah guna mengakhiri perbedaan tersebut. Pekerjaan yang dibebankan pada pundak Zaid dapat diselesaikan dalam waktu kurang lebih satu tahun. Dengan demikian. Khalifah berembuk dengan para sahabat senior Nabi. perselisihan tentang bacaan AlQuran muncul di kalangan tentara-tentara muslim. Pada masa Utsman bin Afan Selama pengiriman ekspedisi militer ke Armenia dan Azerbaijan. dialek Quraisy-suku dari mana Nabi berasal. suatu naskah otoritatif (absah) Al-Quran. Setelah Abu Bakar wafat.pusat utama daerah Islam.harus dijadikan pilihan. ‘Utsman memutuskan agar mushaf-mushaf yang beredar adalah mushaf yang memenuhi persyaratan berikut: a) Harus terbukti mutawatir. yang sebagian direktut dari siria dan sebagian lain dari Irak.Bersama Zaid. ikut bergabung tiga anggota yaitu: Abdullah bin Zubair. tidak ditulis berdasarkan riwayat ahad. Satu prinsip yang mereka ikuti dalam menjalankan tugas ini adalah bahwa dalam kasus kesulitan bacaan. mushaf itu disimpan Hafsa. dan Abd Ar-Rahman bin Al-Harits. . telah ditetapkan. yang sering juga disebut mushaf ‘Utsmani. dan akhirnya menugaskan Zaid bin Tsabit “mengumpulkan” Al-Quran.memberikan kesaksman bahwa catatan itu memang ditulis di hadapan Nabi.

b) Mengabaikan ayat yang bacaannya dinasakh dan ayat tersebut tidak diyakini dibaca kembali dihadapan Nabi pada saat-saat terakhir. c) Kronologi surat dan ayat seperti yang dikenal sekarang ini. e) Semua yang bukan termasuk Al-Quran dihilangkan. Abu Bakar melakukannya dengan mengumpulkan tulisan.tulisanAl-Quran yang terpencar. Perbedaan penulisan Al-Quran pada masa Abu Bakar dan pada masa Uesman dapat dilihat dari bagan berikut ini: Pada Masa Abu Bakar Pada Masa Utsman bin ‘Affan 1. berbeda dengan mushaf Abu Bakar yang susunan suratnya berbeda dengan mushaf ‘Utsmani.pencar . d) Sistem penulisa yang digunakan mushaf mampu mencakupi qira’at yang berbeda sesuai dengan lafadz-lafadz Al-Quran ketika turun. Motivasi penulisannya adalah khawatir sirnanya Al-Quran dengan syahidnya beberapa Al-Quran pada Perang Yamamah. 2.

makna Al-Qur’an yang berhubungan dengan hukum. ulumul Qur‟an berarti “ilmu-ilmu al-Qur‟an”. Secara istilah adalah sekumpulan ilmu yang berhubungan dengan Al-Qur’an. dan sebagainya dalam pembahasan ulumul qur’an. tulang. dan sebagainya.pada pelepah kurma. Menurut M. ilmu ukur. Bahkan Al-Suyuthi memperluasnya dengan memasukkan astronomi. Keempat. ada’ul qira’ah (cara membaca Al-Qur’an). Utsman melakukannya dengan enyederhanakan tulisan mushaf pada satu huruf dan tujuh huruf yang dengannya Al. makna AlQur’an yang berhubungan dengan lafal. persoalan sanad. lafal AlQur’an. penulisannya. Kelima. Namun demikian menurut Hasbi ash-Shiddiqiey pokok pembahasan ulumul qur’an mencakup beberapa persoalan saja. Ruang Lingkup Pembahasan Ulumul Qur’an Adapun pembahasan Al-Qur’an mencakup segala macam ilmu yang berhubungan dengan Al-Qur’an. secara bahasa. di antaranya: pertama. dan sebagainya.Quran turun Pengertian. bacaannya. kedokteran. Ulumul Qur‟an adalah beberapa pembahasan yang berhubungan dengan Al-Qur’an dari segi turunnya. persoalan nuzul. Kedua. 2. penafsirannya. sejarah pertumbuhan dan perkembangan Ulumul Quran ULUMUL QUR’AN Pengertian Ulumul Qur’an Kalimat Ulumul Qur‟an terdiri dari dua kata. pengumpulannya. ulum (bentuk jamak dari kata ilmun) dan Al-Qur‟an. Ketiga. nasikh dan mansukh. Motivasi penulisannya karena terjadinya banyak perselisihan di dalam cara membaca Al-Quran (qira’at). . kemukjizatannya. baik dari segi keberadaannya maupun dari segi pemahaman terhadap petunjuk yang terkandung di dalamnya. Abd. urut-urutannya. 1. Keenam. ruang lingkup. merupakan Kitab Suci umat Islam yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw untuk menjadi pedoman hidup manusia. Azim al-Zarqani. penolakan terhadap hal-hal yang bisa menimbulkan keraguan terhadapnya.

Abu hasan al-Asy’ari menulis tentang al-Mukhtazan fi Ulumil Qur‟an. dilakukan kodifikasi dalam satu mushaf Imam. Abu Bakar alSijistani menulis Gharibul Qur‟an. Abu Muhammad al-Qashab Muhammad ibn Ali al-Karkhi menulis Nuqatul Qur‟an ad-Dalalatu alal Bayani fi Anwa‟i Ulumi wal Ahkamil Munbiati an Ikhtilafil Anam. Sedangkan Ibn al-jauzi menulis kitab Fununul Afnan fi „Ajaibi Ulumil Qur‟an dan al-Mujtaba fi Ulumin Tata‟allaqu bil Qur‟an. Pada masa Khalifah Ali. Abu Bakar Muhammad ibn al-Qasim al-Anbari menulis kitab tentang Ajaibul Ulumil Qur‟an. Pada Abad ke-3 H. Sofyan Ibn Uyainah (w. Muhammad ibn Ayyub al-Dharis menulis tentang ilmu ma Nuzzila bi Makkata wa ma Nuzzila bil Madinati. ulumul qur’an memasuki masa pembukuannya. Abu Amr al-Dani menulis kitab at-Taisir fil Qiraatis Sab‟i dan al-Muhkamu fin Nuqath. Para Sahabat sedikit sekali yang pandai menulis. Pada abad ke-6 H. 2. Ali bin al-Madany menulis tentang kitab tentang Asbabun Nuzul. Pada masa khalifah Abu Bakar dan Umar.160 H). sebab: 1. qira‟ah. Syu’bah Ibn Al-Hajjaj (w. Abu Syamah Abd Rahman ibn Ismail al-Maqdisi menulis kitab al-Mursyidul Wajiz fi ma Yata‟allaqu bil Qur‟anil Aziz. Pada abad ke-7 H. Ali ibn Ibrahim ibn Sa’id al-Hufi menulis kitab al-Burhan fi Ulumil Qur‟an dan I‟rabul Qur‟an. Tokohnya. lahir ilmu mubhamatul qur‟an yang dikarang oleh Abu al-Qasim Abd Rahman al-Suhaili. fadla‟ilul qur‟an. Alamuddin al-Sakhawi menulis kitab Hidayatul Murtab fil Mutasyabihi.muncul beberapa tokoh yang ahli dalam ilmu qiraat. Muhammad ibn Khallaf ibn al-Mirzaban menulis kitab al-Hawi fi Ulumil Qur‟an. 198 H). lahirlah ilmu gharibil qur‟an dan beberapa kitab tentang ulumul qur’an. Abu Ubaid al-Qasim bin Salam menulis tentang nasikh mansukh. 3. Pada abad ke-2 H. . Para ulama menekankan perhatian kepada ilmu tafsir. Para sahabat adalah orang Arab asli yang tahu betul struktur bahasa Arab yang tinggi dan apabila belum memahami Rasul akan menjelaskan maksudnya. ulumul qur’an belum dikenal sebagai ilmu yang berdiri sendiri dan dibukukan. Pada masa Khalifah Utsman. Pada abad ke-5 H. Adanya larangan menulis dari Rasul selain Al-Qur’an. Sehingga Utsman dianggap meletakkan dasar ilmu rasmul qur‟an atau ilmu rasmil utsmani. sehingga Ali dianggap perintis lahirnya ilmu nahwu dan I‟rabul Qur‟an. Di samping itu juga lahir ilmu amtsalul qur‟an antara lain yang dikarang al-Mawardi. Al-Qur’an disampaikan melalui lesan. terjadi penyeragaman bacaan Al-Qur’an. Muhammad ibn Ali al-Adfawi menulis tentang al-Istighna‟ fi Ulumil Qur‟an. Ibn Abd Salam yang dikenal dengan “al-Izz” mengarang kitab Majazul Qur‟an. 197 H). yang dikenal dengan al-Sakhawiah. Waki’ Ibn Jarrah (w. Pada abad ke-4 H.Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangannya Pada masa Nabi dan Sahabat.

Setelah lahirnya karya monumental as-Suyuthi perkembangan ulumul qur’an mengalami kefakuman hingga abad 13. serta pendapat yang dikutip sahabat. Jalaluddin al-Bulqini mengarang kitab Mawaqiul Ulumi min Mawaqi‟in Nujumi. sejalan dengan penjelasan Rasulullah saw. Ibn Qayyim menulis tentang Aqsamul Qur‟an.Pada abad ke-8 H. Jalaluddin as-Suyuthi menulis kitab At-Tahbir fi Ulumit Tafsir dan al-Itqan fi Ululmil Qur‟an. Untuk dapat memahami kalam Allah. Lahirnya Istilah Ulumul Qur’an Terdapat tiga pendapat tentang sejarah lahirnya istilah ulumul qur’an: 1. 2. Menurut al-Zarqani berpendapat lahirnya istilah ulumul qur’an seiring dengan dikarangnya kitab al-Burhan fi Ulumil Qur‟an karya Ali ibn Ibrahim ibn Sa’id yang dikenal dengan sebutan al-Hufi. Pendapat ini berdasarkan kajiannya tentang kitab-kitab yang menggunakan istilah ulumul qur’an. Istilah ulumul qur’an digunakan pertama kali pada abad ke-7 H. Ibn Abi al-Ishba’ menulis tentang Badail Qur‟an. Berdasarkan ini istilah ulumul qur’an lahir pada abad ke-5 H. dan tabi’in dari Nabi tentang kandungan al-Qur’an. perhatian ulama terhadap ulumul qur’an bangkit kembali seiring dengan kebangkitan perkembangan ilmu-ilmu agama lainnya. Menurut Subhi as-Salih. Pada abad ke-9 H. orang yang pertama kali menggunakan istilah ulumul qur’an adalah Ibn al-Mirzaban. 3. Pada abad ke-13 H. Najmuddin at-Tufi menulis Hujajul Qur‟an. 3. 2. . Menurutnya yang paling tua adalah kitab yang dikarang Ibn alMirzaban pada abad ke-3 H. Untuk mengetahui persyaratan dalam menafsirkan al-Qur’an. Urgensi Mempelajari Ulumul Qur’an: 1. Muhammad Ibn Sulaiman al-Kafiaji menulis tentang At-Tafsir fi Qawaidit Tafsir. Badruddin Zarkasyi menyusun kitab al-Burhan fi Ulumil Qur‟an. Untuk dapat mengetahui cara dan gaya yang digunakan para mufassir dalam menafsirkan alQur’an disertai penjelasan dari ahli tafsir ternama serta kelebihan-kelebihannya.

. biasanya menuliskannya pada benda apa saja yang bisa di tulisi. akan anda temukan pula makna-makna lain yang berbeda dengan makna-makna sebelumnya. Tetapi bila anda membacanya sekali lagi. tidak pernah pasti dan tertutup dalam interpretasi tunggal. demikian kata Mohammed Arkoun. jika anda mempersilahkan orang lain memandangnya. sampai-sampai anda menemukan kalimat atau kata yang mempunyai arti bermacam-macam. Dan tidak mustahil. Bangsa Arab masih belum mengenal kertas seperti yang sekarang ini. ayat-ayatnya selalu terbuka (untuk interpretasi baru). semuanya benar atau mungkin benar. amat sedikit di antara mereka yang pandai menulis dan membaca. Sejarah Pemeliharaan Al-Qur'an di Masa Rasulullah dan Para Khalifah Posted by Phenefendi on 7:10 AM Pada permulaan Islam bangsa Arab adalah satu bangsa yang buta huruf. Demikian seterusnya. (Abdullah Darraz dalam al-Naba’ al-Azhim) Al-Qur’an memberikan kemungkinan arti yang tidak terbatas … kesan yang diberikannya mengenai pemikiran dan penjelasan berada pada tingkat wujud mutlak… dengan demikian.Apabila anda membaca Al-Qur’an. setiap sudutnya memancarkan cahaya yang berbeda dengan apa yang terpancar dari sudut-sudut lain. jadi bagi mereka yang dapat menulis dan membaca. maknanya akan jelas di hadapan anda. Ayat-ayat Al-Qur’an bagaikan intan. maka ia akan melihat lebih banyak ketimbang apa yang anda lihat.

dan menuliskannya di batu. Ubay bin Ka'ab. . peristiwa-peristiwa yang terjadi dan lain sebagainya adalah dengan hafalan semata. Jibril mengadakan ulangan (repetisi). sekali dalam setahun. Pada waktu itu Nabi diperintah untuk mengulang memperdengarkan Al-Qur'an yang telah diturunkan. dan diwajibkannya untuk dibaca ketika sedang melakukan Shalat. dan apa saja yang bisa dituliskan. Pegangan mereka dalam memelihara dan meriwayatkan syair-syair dari para pujangga. Utsman bin Affan. pelapah kurma. Dengan demikian terdapat 3 unsur yang dapat memelihara Al-Qur'an yang telah diturunkan. Nabi menyuruh menghafalnya. Karena itulah. beliau berkata: "Di Akhirat nanti tinta ulama-ulama itu akan ditimbang dengan darah syuhada" Pada perang Badar. masing-masing diharuskan mengajar sepuluh orang muslim untuk menulis dan membaca sebagai ganti tebusan. orang-orang musyirin yang ditawan oleh Nabi dan tidak dapat menebus dirinya dengan uang. Larangan ini dengan maksud agar Al-Qur'an itu terpelihara. Naskah-naskah yang ditulis oleh Nabi Naskah-naskah yang ditulis oleh mereka yang pandai menulis dan membaca untuk mereka masingmasing. tapi mereka mempunyai ingatan yang sangat kuat. selain dari Al-Qur'an. yaitu Al-Qur'an saja yang boleh dituliskan. Diantaranya Ali bin Abi Thalib. Di tahun beliau wafat. Selain itu. Nabi mengadakan peraturan. dan banyak yang hafal seluruh Al-Qur'an. Zaid bin Tsabit dan Mu'awiyah. Nabi menganjurkan agar Al-Qur'an dihafal. Kepandaian menulis dan membaca itu amat dihargai dan Nabi sangat gembira.a. tetapi pandai menulis dan membaca. yaitu: Hafalan dari mereka yang hafal Al-Qur'an. dan bertambah banyaklah mereka yang pandai menulis dan membaca. Nabi sendiripun sering mengadakan ulangan terhadap sahabat-sahabatnya di depan muka beliau untuk menetapkan atau membetulkan hafalan atau bacaan mereka. Selain itu. Hadits atau pelajaran-pelajaran yang mereka dengar dari mulut Nabi dilarang untuk dituliskan. Nabi sendiri mempunyai beberapa juru tulis yang bertugas menuliskan AlQuran untuk beliau. dan mulai banyaklah yang menuliskan ayatayat yang diturunkan. Nabi menerangkan tertib urut ayat-ayat itu.Masa Nabi Muhammad s. ulangan tersebut oleh Jibril sebanyak dua kali. banyaklah orang yang hafal Al-Qur'an. tidak ada satu ayatpun yang tidak dituliskan. Karena hal inilah Nabi mengambil suatu cara praktis yang selaras dengan keadaan itu dalam menyiarkan dan memelihara Al-Qur'anul Karim. dihafal oleh ribuan manusia.w Walaupun bangsa Arab pada waktu itu masih buta huruf. Setiap ayat yang diturunkan. Dengan cara demikian. bertambahlah keinginan untuk belajar menulis dan membaca. selalu dibaca. jangan dicampur aduk dengan yang lainlain yang juga didengar dari Nabi. Surat yang satu macam. kulit binatang.

Ketika Nabi wafat, Al-Qur'an tersebut telah sempurna diturunkan dan telah dihafal oleh ribuan manusia, dan telah dituliskan semua ayat-ayatnya. Semua ayatnya telah disusun dengan tertib menurut urutan yang ditujikan sendiri oleh Nabi. Mereka telah mendengan Al-Qur'an itu dari mulut Nabi sendiri berkali-kali dalam Shalat, khutbah, dan pelajaran-pelajaran lainnya. Pendek kata Al-Qur'an tersebut telah terjaga dengan baik, dan Nabi telah menjalani satu cara yang sangat praktis untuk memelihara dan menyiarkan Al-Quran itu sesuai dengan keadaan bangsa Arab di waktu itu. Suatu hal yang menarik perhatian, ialah Nabi baru wafat dikala Al-Qur'an itu telah cukup diturunkan, dan Al-Qur'an itu sempurna diturunkan di waktu Nabi telah mendekati masanya untuk kembali ke hadirat Allah S.W.T. Hal ini bukan suatu kebetulan saja, tapi telah diatur oleh yang maha esa. Masa Abu Bakar r.a Setelah Rasulullah wafat, sahabat baik Anshar maupun Muhajirin sepakat mengangkat Abu Bakar menjadi Khalifah. Pada awal masa pemerintahannya banyak orang-orang Islam yang belum kuat imannya. Terutama di Nejed dan Yaman, banyak yang menjadi murtad, menolak membayar zakat, dan ada pula yang mengaku dirinya sebagai nabi. Hal ini dihadapi oleh Abu Bakar dengan tegas, sehingga ia berkata pada orang-orang tersebut "Demi Allah! Kalau mereka menolak untuk memnyerahkan seekor anak kambing sebagai zakat (seperti apa) yang pernah mereka serahkan kepada Rasulullah, niscaya aku akan memerangi mereka". Maka terjadilah peperangan yang hebat untuk menumpas orang-orang murtad dan pengikut nabi palsu tersebut. Diantara peperangan itu yang terkenal adalah peperangan Yamamah. Tentara Islam yang ikut banyak dari para sahabat yang menghafal Al-Qur'an. Dalam peperangan ini telah gugur 70 orang penghafal Al-Qur'an. Bahkan sebelumnya telah pula gugur hampir sebanyak itu penghafal Al-Qur'an lainnya. Oleh karena itu Umar bin Khathab khawatir akan gugurnya para sahabat penghafal Al-Qur'an yang masih hidup, maka ia datang kepada Abu Bakar memusyawaratkan hal tersebut. Umar berkata kepada Abu Bakar: "Dalam peperangan Yamamah para sahabat yang hafal Al-Qur'an telah banyak yang gugur. Saya khawatir akan gugurnya para sahabat yang lain dalam peperangan selanjutnya. Sehingga banyak ayat-ayat Al-Qur'an itu perlu dikumpulkan". Lalu Abu Bakar menjawab: "Mengapa aku akan melakukan sesuatu yang tidak diperbuat oleh Rasulullah?". Umar menegaskan: "Demi Allah! Ini adalah perbuatan yang baik". Dan ia berulang kali memberikan alasan-alasan kebaikannya tersebut, sehingga Allah membukakan hati Abu Bakar untuk menerima pendapat Umar tersebut. Kemudian Abu Bakar memanggil Zaid bin Tsabit dan berkata kepadanya: "Umar mengajakku mengumpulkan Al-Qur'an". Lalu diceritakannya segala pembicaraan yang terjadi antara dia dan Umar. Kemudian Abu Bakar berkata: "Engkau adalah seorang pemuda yang cerdas yang kupercayai sepenuhnya. Dan engkau adalah seorang penulis wahyu yang selalu disuruh oleh Rasulullah. Oleh karena itu maka kumpulkanlah ayat-ayat Al-Qur'an itu", Zaid menjawab "Demi Allah! Ini adalah pekerjaan yang berat bagiku. Seandainya aku diperintahkan untuk memindahkan sebuah bukit, maka hal itu tidaklah lebih berat bagiku daripada mengumpulkan Al-Qur'an yang engkau perintahkan itu". Dan ia berkata selanjutnya kepada Abu Bakar dan Umar: "Mengapa kalian melakukan sesuatu yang tidak diperbuat oleh Nabi?" Abu Bakar menjawab: "Demi Allah! Ini adalah perbuatan yang

baik". Ia lalu memberikan alasan-alasan kebiakan mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur'an itu, sehingga membukakan hati Zaid, kemudian ia mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur'an dari daun, pelepah kurma, batu, tanah keras, tulang unta ayau kambing dan dari sahabat-sahabat yang hafal Al-Qur'an. Dalam usaha mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur'an itu Zaid bin Tsabit bekerja amat teliti. Sekalipun beliau hafal Al-Qur'an seluruhnya, tetapi untuk kepentingan pengumpulan Al-Qur'an yang sangat penting bagi umat Islam itu, masih memandang perlu mencocokkan hafalan atau catatan sahabatsahabat yang lain dengan disaksikan oleh dua orang saksi. Dengan demikian Al-Qur'an seluruhnya telah ditulis oleh Zaid bin Tsabit dalam lembaran-lembaran yang diikat dengan benar, tersusun menurut urutan ayat-ayatnya sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Rasulullah, kemudian diserahkan kepada Abu Bakar. Mushaf ini tetap di tangan Abu Bakar sampai beliau wafat, kemudian dipindahkan ke rumah Umar bin Khatab dan tetap di sana selama pemerintahannya. Setelah beliau wafat, Mushaf itu dipindahkan ke rumah Hafsah, puteri Umar, istri Rasulullah sampai masa pengumpulan dan penyusunan Al-Qur'an di masa Khalifah Utsman. Membukukan Al-Qur'an di masa Utsman r.a. Di masa Khalifah Utsman bin Affan, pemerintahan mereka telah sampai ke Armenia dan Azarbaiyan di sebelah timur dan Tripoli di sebelah barat. Dengan demikian kelihatanlah bahwa kaum muslimin di waktu itu telah terpencar-pencar di Mesir, Syirtia, Irak, Persia dan Afrika. Kemanapun mereka pergi dan mereka tinggal, Al-Qur'an itu tetap menjadi Imam mereka, diantara mereka banyak yang menghafal Al-Qur'an itu. Pada mereka terdapat naskah-naskah Al-Qur'an, tetapi naskah-naskah yang mereka punya itu tidak sama susunan surat-suratnya. Terdapat juga perbedaan tentang bacaan AlQur'an tersebut. Asal mulanya perbedaan tersebut adalah karena Rasulullah sendiripun memberikan kelonggaran kepada kabilah-kabilah Arab yang berada di masanya untuk membaca dan melafazkan Al-Qur'an itu menurut dialek mereka masing-masing. Kelonggaran ini diberikan oleh Nabi supaya mereka menghafal Al-Qur'an. Tetapi kemudian terlihat tanda-tanda bahwa perbedaan tentang bacaan tersebut bila dibiarkan akan mendatangkan perselisihan dan perpecahan yang tidak diinginkan dalam kalangan kaum Muslimin. Orang yang pertama memperhatikan hal ini adalah seorang sahabat yang bernama Huzaifah bin Yaman. Ketika beliau ikut dalam pertempuran menaklukkan Armenia di Azerbaiyan, dalam perjalanan dia pernah mendengan pertikaian kaum Muslimin tentang bacaan beberapa ayat AlQur'an, dan pernah mendengan perkataan seorang Muslim kepada temannya: "Bacaan saya lebih baik dari bacaanmu". Keadaan ini mengagetkannya, maka pada waktu dia telah kembali ke Madinah, segera ditemuinya Utsman bin Affan, dan kepada beliau diceritakannya apa yang dilihatnya mengenai pertikaian kaum Muslimin tentang bacaan Al-Qur'an itu seraya berkata: "Susullah umat Islam itu sebelum mereka berselisih tentang Al-Kitab, sebagai perselisihan Yahudi dan Nasara(Nasrani)". Maka Khalifah Utsman bin Affan meminta Hafsah binti Umar lembaran-lembaran Al-Qur'an yang ditulis di masa Khalifah Abu Bakar yang di simpan olehnya untuk disalin. Oleh Utsman dibentuklah satu panitia yang terdiri dari Zaid bin Tszabit sebagai ketua, Abdullah bin Zubair, Sa'id bin 'Ash dan

Abdur Rahman bin Harits bin Hisyam. Tugas panitia ini adalah membukukan Al-Qur'an dengan menyalin dari lembaran-lembaran tersebut menjadi buku. Dalam pelaksanaan tugas ini, Utsman menasehatkan agar: Mengambil pedoman kepada bacaan mereka yang hafal Al-Qur'an. Bila ada pertikaian antara mereka tentang bahasa (bacaan), maka haruslah dituliskan menurut dialek suku Quraisy, sebab Al-Qur'an itu diturunkan menurut dialek mereka. Maka tugas tersebut dikerjakan oleh para panitia, dan setelah tugas selesai, maka lembaranlembaran Al-Qur'an yang dipinjam dari Hafsah itu dikembalikan kepadanya. Al-Qur'an yang telah dibukukan itu dinamai dengan "Al-Mushhaf", dan oleh panitia ditulis lima buah Al Mushhaf, Empat buah diantaranya dikirim ke Mekah, Syiria, Basrah dan Kufah, agar di tempattempat tersebut disalin pula dari masing-masing Mushhaf itu, dan satu buah ditinggalkan di Madinah, untuk Utsman sendiri, dan itulah yang dinamai dengan "Mushhaf Al Imam". Setelah itu Utsman memerintahkan mengumpulkan semua lembaran-lembaran yang bertuliskan AlQur'an yang ditulis sebelum itu dan membakarnya. Maka dari Mushhaf yang ditulis di zaman Utsman itulah kaum Muslimin di seluruh pelosok menyalin Al-Qur'an itu. Dengan demikian, maka pembukuan Al-Qur'an di masa Utsman memiliki faedah diantaranya: Menyatukan kaum Muslimin pada satu macam Mushhaf yang seragam ejaan tulisannya. Menyatukan bacaan, walaupun masih ada kelainan bacaan, tapi bacaan itu tidak berlawanan dengan ejaan Mushhaf-mushhaf Utsman. Sedangkan bacaan-bacaan yang tidak sesuai dengan ejaan Mushhaf-mushhaf Utsman tidak dibolehkan lagi. Menyatukan tertib susunan surat-surat, menurut tertib urut seperti pada Mushhaf-mushhaf sekarang. Di samping itu Nabi Muhammad s.a.w. sangat menganjurkan agar para sahabat menghafal ayat-ayat Al-Qur'an. Karena itu banyak sahabat-sahabat yang menghafalnya baik satu surat, ataupun seluruhnya. Kemudian di zaman tabi'ien, tabi'it, tabi'ien dan selanjutnya usaha-usaha menghafal AlQur'an ini dianjurkan dan diberi dorongan oleh para Khalifah sendiri. Pada zaman sekarang di Mesir, di sekolah-sekolah Awaliyah diwajibkan untuk menghafal Al-Qur'an bila mereka ingin menamatkan pelajaran sekolah awaliyah dan hendak meneruskan pelajarannya ke sekolah-sekolah mualimin, begitu juga di pesantren-pesantren di Indonesia, sehingga Al-Qur'an dapat dihafal oleh jutaan umat Islam di seluruh dunia. Dengan demikian terbuiktilah firman Allah:

"Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Qur'an, dan sesungguhnya Kami tetap memeliharanya" ( Surat (15) Al Hijr Ayat 9 )

Mengapa Alquran dibukukan kalau penghafal para wahyu dapat diandalkan dari zaman Nabi bahkan hingga sekarang?
 

2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan

Tari Putri

Jawaban Terbaik - Dipilih oleh Penanya
1. Karena AlQur'an mesti di sebar luaskan kepada bangsa lain yang non arab, pada saat itu ayat-ayat masih dalam hafalan para sahabat dan dalam dokumen-dokumen yang belum rapi. Setelah perang yamamah, banyak sahabat yang gugur dan sebagian besar penghafal Qur'an, maka Khalifah Abu bakar membentuk kepanitiaan yang dipimpin Zaid Ibn Tsabit dan beberapa sahabat besar lainnya, namanya ada dalam hadits semua. 2. Yang jelas ketuanya adalah Zaid bin tsabit yang memang sejak lama menjadi juru tulis bahkan sejak nabi masih hidup. Susunan kepanitiannya ada beberapa versi namun semuanya sepakat ketuanya adalah Zaid bin Tsabit, anggotanya dari kalangan Muhajirin dan Anshor dan penulisan di lakukan dalam Khot ( gaya tulisan ) Kufi, yang berangsur kemudian disempurnakan dengan tanda baca untuk memudahkan bangsa lain membaca. 3. Perdebatan terjadi apabila seseorang yang mengaku mendengar dan menghafalkan ayat tertentu tidak dapat membawakan saksi. Hal ini dapat diselesaikan dengan mengklarifikasikan bacaan dengan orang lain yang menghafal ayat yang sama. Perlu diingat seluruh panitia ini adalah Hufadz ( Penghafal ) dan hidup semasa Nabi masih ada. Ada pula perdebatan tentang dialek bahasa arabnya, namun jumhur sahabat menyepakati bahwa AlQur'an turun dalam dialek ( logat ) Quraisy sebagai logat Rasullullaah.SAW. Segala sesuatu diselesaikan dengan musyawarah. Mushaf pertama yang lengkap ada di masa khalifah Utsman, maka disebut Mushaf Utsmani. Salah satu yang asli ( dari 6 ) ada di musium Tasykent, maka Qur'an yang sekarang beredar bisa di cocokkan dengan yang original. 4. Tidak ada perbedaan... jika ada tentu saat ini bermunculan versi-versi AlQur'an... padahal membaca Qur'an 30 juz lengkap selama bulan ramadhan sudah merupakan acara rutin di masjidil haram seperti yang biasa kita lihat pada siaran langsung di TV kalau pas ramadhan. Wallaahua'laam....
  

2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 4 orang menilai ini bagus

Penilaian Penanya:

. mudah2an dapat menjawab pertanyaan anda.. maka untuk mempermudah kajian/bacaan kandungan asli perlu disebarkan ke setiap generasi dan seluruh umat manusia 1.... sehingga pemaknaannya memang perlu dibukukan agar mudah dibaca. bahwa Al Quran bukanlah buku karangan Muhammad saw. demikian..Komentar Penanya: Good answer..... :) "kalau penghafal para wahyu dapat diandalkan dari zaman Nabi bahkan hingga sekarang?" umat manusia tidaklah ada yang berumur panjang juga ada yang tidak kuat hafalannya. mengakui Injil. pada saat itu ayat-ayat masih dalam hafalan para sahabat dan dalam dokumen-dokumen yang belum rapi... . tanpa kecuali. Umat Islam.. wallahu'alam o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 3 orang menilai ini bagus  Gratchen Alqur'an diturunkan untuk semua umat manusia. namanya ada dalam hadits semua. maka Khalifah Abu bakar membentuk kepanitiaan yang dipimpin Zaid Ibn Tsabit dan beberapa sahabat besar lainnya. hmm.." karena Al Quran memang diperintahkan untuk dibaca. keliatan kan.. sehingga para sahabat mengumpulkan untuk dibukukan. Setelah perang yamamah.. Taurat. Bukan jawaban yang benar? Coba Yahoo! Search Cari di Yahoo! untuk bagaimana cara para sahat nabi menghafal al-qur'an padahal belum di bukukan Jawaban Lain (13)  zain "Mengapa Alquran dibukukan. dan Zabur namun kitab2 itu belumlah sempurna. itu tambahannya. banyak sahabat yang gugur dan sebagian besar penghafal Qur'an. Karena AlQur'an mesti di sebar luaskan kepada bangsa lain yang non arab.

mengenai perbandingan ayat2 injil dan Qur'an. kemudian. bukankah merupakan "tulisan ulang" dan "sudah mengalami perubahan"? kembali ke pernyataan. namun entah mengapa tidak semua umat mengakui. mereka membukukan karena "alasan": supaya tidak hilang. kulit. o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 1 orang menilai ini bagus  iyo kalo melihat sejarah. kertas itu sudah digunakan. dan merupakan BUKTI SUDAH TIDAK ASLI lagi o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan  Sruput Samsoe Emangnya penghafal hidup selamanya? Lalu apa nyawa mereka aman karena di incar kafir untuk dibasmi? Yang udah berbentuk buku saja dibakar. mengapa penghafal tidak menuliskan di suatu kertas? adalh mustahil tidak mengenal kertas. dan tidak ada yang diubah satupun dari ayat2 tersebut saat dibukukan.. kenapa sumber2 tertulis.. Sejak sebelum dibukukan. aye bingung. . sebab. apalagi sebagai perkamen dan dokumen.Alqr'an adalah kitab yang menyempernakan semua kitab suci yang diturunkan sebelumnya. dll. bahwa jumlah ayat Alqur'an adalah 6666 ayat. dan asli (buat umatnya yg mengakui). secara netral kamu cuci otak dulu dan bandingkan dengan injil punyamu. termasuk kamu ? Alqur'an berbahasa Arab. harus disebarkan dan disyiarkan ke penjuru dunia. coba deh. seperti tulang. Paling reaksimu seperti Dr. andaikata sudah 600 tahun masehi. teus hafalan apakah terjamin 100%? bagaimana juga yg terdapat dari tulisan pada beberapa barang. William Campbel yang debat dengan Dr. SUPAYA menjadi bukti SUDAH dirubah karena tiada keaslian lagi.. jauuuuuuhhhhhh kualitasnya. kulit. semua yang hidup saat itu tahu. mengatakan belum mengenal kertas). (di sumber. misal batu. tulang. kenapa dibukukan. kalo dibukukan. yg dikatakan paling sempurna. Dzakirnaek disaksikan Bush. apalagi. batu. tapi secara aye suka mencari tahu. dll tidak disertakan ataupun dijaga? bukankah bukti historis dan original? bahkan hingga sekarang. gak berkutik banyak saat ayat2 injil justru dipatahkan dan banyak yang telah disempurnakan oleh ayat2 Qur'an. @Salju : Alqur'an memuat keterangan semua kejadian hingga akhir masa dan mengenai surga neraka.

..o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 2 orang menilai ini bagus  AmeXelf Assalamualaikum.... Begini y dulu Zaman Sahabat Rasulullah yaitu Zaman Sahabat Abu Bakar AshShidiq Ra. karena takut para Hafidz tidak ada lagi.. semoga bermanfaat... melihat kenyataan saja bukankah zaman semakin kesini generasi penerusnya makin urakan (sebagian) dan walaupun AlQuran sudah di bukukan tetapi masih da yang ndak pernah buka kan?! gimana klo msti dihafalkan?? sekarang ay tanya anda sudah hafal berapa Juz??? begitulah jawaban sy. terus belajar ych. yang belum tau apalagi hafal mari sini kita kasih buku biar tau. materi referensi: Kitab Khozinatul Asror dan yang saya pelajari saat sekolah. begitulah mas/ mbak.. sebelumnya saya beristighfar memohon ampun kepada Allah atas kata2 saya yang salah dan selanjutnya semoga jawaban sy bermanfaat. isi alquran dari dulu sama. mungkin habis pemilu nanti keluar lagi perjanjian milenium o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 1 orang menilai ini bagus  Xie Guan Nak yang sudah hafal nggak perlu buku. . melihat kenyataan tersebut maka Sahabat Umar Bin Khottob mengusulkan agar AlQur'an dibukukan. o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 3 orang menilai ini bagus  ? Alquran di tulis agar dibaca oleh generasi baru. terjadi peperangan yang besar (sy lupa namany) yang dari golongan umat muslim waktu itu banyak yang meninggal dan sebagian dari para Hafidz (penghafal Al-Qur'an).!! Beda dengan alkitab tetangga yang beberapakali di perbaharui sehingga yang lama sama yang baru beda. wassalamualikum..

. pada saat itu ayat-ayat masih dalam hafalan para sahabat dan dalam dokumen-dokumen yang belum rapi. kan untuk dibaca..tentux jg sahabt yg hafidz tdk akan hidup slamax bkn. supaya bisa dibaca oleh genersi setelah mereka. ... materi referensi: belajar o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 1 orang menilai ini bagus  Nomnomno.penghafal wahyu memang benar cukup bisa diandalkan. tapi mereka juga sadar kalau mereka hanya manusia biasa.Dah sana duduk manis dan jangan pipis dicelana yaaaaaaaa o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 4 orang menilai ini bagus  nomaden alasan adax pengumpulan ayat2 yg berasal dari Allah SWT melakui Nabi Muhammad SAW krn banyakx para sahabat hafidz Al-Qur'an yg mati jihad d medan pertempuran. maka dari itu dibukukanlah Alquran.. hingga sekarang.emgnya ga ada manusia yg dilahirkan o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 2 orang menilai ini bagus  ? HE HE HE BENAR JUGA.. KAN HARUS DIWARTAKAN KEPADA ORANG-ORANG NON ARAB TERMASUK UMAT ISLMA INDONESIA: Karena AlQur'an mesti di sebar luaskan kepada bangsa lain yang non arab.. o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 2 orang menilai ini bagus  merdeka yang namanya manusia kan ada salah dan lupanya bro.

maka Khalifah Abu bakar membentuk kepanitiaan yang dipimpin Zaid Ibn Tsabit dan beberapa sahabat besar lainnya. banyak sahabat yang gugur dan sebagian besar penghafal Qur'an. namanya ada dalam hadits semua 12345678910 112 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 3 24 25 26 27 28 .Setelah perang yamamah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful