Rasmul Qur'an

Click here to download

I.

PENDAHULUAN Puji syukur pertama-tama saya haturkan ke hadirat Allah SWT yang dengan rahmat inayahNya saya bisa menyelesaikan makalah sederhana ini yang berjudul ilmu tauhid dan ruang lingkupnya. Semoga bisa bermanfaat bagi saya khususnya dan bagi kita semua pada umumnya. Sebagaimana yang kita ketahui bersama, Rasmul Qur’an merupakan ilmu yang sangat penting di dalam agama Islam. Sebab, Rasmul Qur’an adalah bagian sebagian dari tanda-tanda agama sejati dan murni yang diturunkan Allah Yang Maha kuasa dan bijaksana. Tanpa mengetahui Rasmul Qur’an, kita tidak akan mengetahui tujuan hidup sebenarnya. Sebab, seorang hamba harus tahu benar siapa yang disembah dan dimana kita akan hidup setelah mati.

II.

PEMBAHASAN A. Pengertian Rasmul Qur'an Istilah rasmul al-Quran terdiri dari dua kata yaitu rasm dan al-Qur'an. Kata rasm berarti bentuk tulisan. Dapat juga diartikan dengan `atsar dan alamah. Sedangkan al-Qur'an adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw., dengan perantaraan malaikat Jibril, ditulis dalam mushaf-mushaf dan disampaikan kepada umat manusia secara mutawatir (oleh banyak orang) dan mempelajarinya merupakan suatu ibadah, dimulai dengan surat al-Patiihah dan diakhiri dengan surat an-Nas. (Chirzin, 1998: 106). Jadi ilmu rasm Al-Qur'an yaitu ilmu yang mempelajari tentang penulisan mushaf Al-Qur'an yang di lakukan dengan cara khusus baik dalam penulisan lafal-lafalnya maupun bentuk-bentuk huruf yang di gunakannya. Adapun yang di maksud rasm al-mushaf dalam bahasa yaitu : ketentuan atau orang yang di gunakan oleh usman ibn affan bersama sahabat-sahabat lainnya dalam Al-Qur'an berkaitan dengan susunan huruf-hurufnya, yang terdapat dalam mushaf yang di kirim berbagai daerah dana kata serta mushaf al-iman yang berada di tangan usman ibn affan sendiri”

Sementara ulama yang lebih mempersempit rasm al-mushaf yaitu : apa yang di tulis oleh para sahabat Nabi menyangkut sebagian lafaz-lafaz Al-Qur'an dalam mushaf usmani dengan pola tersendiri yang menyalahi kaidah-kaidah penulisan Bahasa Arab. Bagaimana ragam pendapat berkaitan permasalahan rasmul Qur'an. Apakah rasmul Qur'an merupakan tauqif (ketetapan) dari Nabi Muhammad SAW. ataukah bukan. Mengenai permasalahan ini, muncul dua pendapat di kalangan ulama. Kelompok pertama menyatakan bahwa, rasmul Quran adalah tauqifi dari Nabi Muhammad saw. Sedangkan kelompok kedua menyatakan bahwa, rasmul Quran adalah bukan taugifi dari Nabi Muhammad SAW. Menurut Kelompok pertama, bahwa rasmul Qur'an adalah tauqifi dan metode penulisannya dinyatakan sendiri oleh Rasulullah SAW. Pendapat ini dianut dan dipertahankan oleh Ibnu Mubarak yang sependapat dengan gurunya Abdul Aziz ad-Dabbagh. la menyatakan bahwa, tidak seujung rambutpun huruf al-Qur'an yang ditulis atas kehendak seorang sahabat nabi atau yang lainnya. (asShalih, 1990:361) Sedangkan kelompok kedua berpandangan bahwa, rasmul Qur'an tersebut tidak masuk akal kalau dikatakan tauqifi. Pendapat ini dipelopori oleh Qadhi Abu al-Bagilani. la mengatakan bahwa mengenai tulisan al-Qur'an, Allah swt. sama sekali tidak mewajibkan kepada umat Islam dan tidak melarang para penulis al-Qur'an untuk menggunakan rasam selama itu (baca; Utsman bin Affan). Yang dikatakan kewajiban hanyalah diketahui dari berita-berita yang didengar. (as-Shalih, 1990:366)

B. Pola Penulisam Al-Qur'an Dalam Mushaf Usmani Terdapat beberapa pola penulisan Al-Qur'an versi mushaf usamni yang menyimpang dari kaidah penulisan bahasa arab. 1. Penghilangan huruf (al-hadzf)

Al-Hadzf ini terdiri dari enam bagian, yaitu: a. Menghilangkan huruf, alif yaitu dari ya al-nida ( ‫ )يااايهي ااايه ا‬dari ha' al-tanbih ( ‫ ;)هاااي ا‬dari ‫ااا‬ ‫ ;) خل ا‬sesudah

dhamir( ‫ )ه جي‬lajazh jalalah (‫ )هللا‬dari dua kata ( ‫ )ه احن‬dan ( ‫ ;)ساحن‬sesudah huruf lam (

dua huruf lam dari semua mustanna ( ‫ ;)حجلا‬dari semua jama' shahih baik mudzakkar maupun muannats ( ‫ )ساعون‬dan ( ‫ )ه عاء يع ا‬dari semua jamak yang satu pola dengan ( ‫ )عساج‬dan dari semua kata bilangan ( ‫ )يثلث‬dari basmallah dan sebagainya. b. Menghilangkan huruf ya, vaitu huruf ya dibuang dari manqush munawwan (bertanwin), baik ketika berharakat rafa' maupun jar ( ‫ ;)غياحييااويناداا‬menghilangkan huruf ya' pada kata ‫خااون يهفوان يهعيوان‬ dan, selain yang dikecualikan. c. Menghilangkan huruf lam jika dalam keadaan idqham (‫ )ه يل‬dan (‫ )ه ي‬selain yang dikecualikan.

d. Menghilangkan huruf waw, yaitu jika terletak bergandengan (‫ )وانيه ى‬dan ( ‫)ا يسفن‬. Di samping itu, ada beberapa penghilangan huruf yang tidak masuk kaidah. Misalnya penghilangan huruf alif pada kata dan menghilangkan ya' dari kata ‫ هحاحههي‬serta menghilangkan waw dari empat kata kerja (al-fil) ‫ ين يي ع ييعحيهللا يني عيهاي سا‬dan ‫س عيه زحا يه‬ 2. Penambahan huruf(al-ziyadah) Penambahan ini, yaitu alif setelah waw pada akhir isim jamak atau yang mempunyai hukum jamak. Misalnya ‫هن نيها حاب‬, ‫ عاليقنهيحح ا‬dan ‫ ح انيهساحهليل‬Di samping itu menambah alif setelah Hamzah marsumah waw (Hamzah yang terletak di atas tulisan waw). Misalnya, ‫ فايهللايفوفنه‬Yang asalnya di tulis ‫ فايهللايفوفأ‬Demikian pada kata‫ عافة‬, dalam ayat, ‫ وىي ليس حلةيعايلةينية‬kata ‫ ه حسانل‬Dalam ayat ‫هعو اايه حسانا‬ dan , ‫ ساحيل‬dalam ayat ‫ واايلالن ايه ساعيال‬. Demikian juga penambahan huruf ya pada kata ‫ حاايي ا‬atau penambahan huruf waw pada kata ‫ هن ن يهن يك يهنا‬Dan 3. Kaidah Hamzah Yaitu apabila hamzah berharakat suku, maka di tulis dengan huruf yang beharakat sebelumnya. Misalnya ‫ ه ذ‬Dan ‫هنفع‬, selain yang dikecualikan. Adapun Hamzah yang berharakat, jika ‫هنا‬.

ia berada di awal kata dan bersambung dengan Hamzah itu huruf tambahan, maka ia harus di tulis dengan alif secara mutlak, baik berharakat fathah maupun berharakat kasrah. Misalnya ‫وياي يساصح ي‬ ‫ هن نه يهين‬selain yang dikecualikan. Sedangkan apabila Hamzah terletak di tengah maka ia tulis sesuai dengan huruf harakatnya, yakni fathah dengan alif dan kasrah dengan ya serta dlamah dengan waw. Misalnya ‫ سالل يساال يفؤاح‬Tetapi apabila huruf yang sebelum Hamzah itu sukun, maka tidak ada tambahan. Misalnya ‫ عل يهاحض‬dan ‫ ه خب‬selain yang dikecualikan. Di samping itu, jika Hamzah itu terletak di ujung, Makkah ia di tulis dengan huruf dari jenis harakat huruf sebelumnya. Misalnya, kata ‫ سحا ي ن‬dan ‫ شاعئ‬. 4. Menggantikan Huruf Dengan Huruf Lain Badl ini ada beberapa macam yaitu : a. Huruf alif di tulis dengan waw sebagai penghormatan pada kata ،‫ يه صالن‬،‫ ه ز ان‬dan ،‫ ه نيان‬selain yang dikecualikan. b. Huruf alif yang di tulis dengan huruf ya pada kata-kata seperti ‫ ه ااى يه ااى يدلااى‬Yang berarti (bagaimana) ‫ حلى يعفى‬dan ‫ ى‬selain kata dalam surat Yusuf. c. Huruf alif di ganti dengan nun tawkid khafifah pada kata ‫هذ‬. ‫يا‬

d. Huruf ta’ ta’nits (،) di ganti dengan ta’ maftuhah ( ) pada kata ‫ حنعا‬sebagai yang terdapat dalam surat al-baqarah, al-araf, hud, maryam, al-rum dan al-zukhruf. Di samping itu huruf ta’ta’nits (،) di tulis dengan ta’ maftuhah ( ) pada kata ‫ وعا‬sebagai terdapat dalam surat al-baqarah, ali imran, al maidah, ibrahim dan sebagainya. 5. Menyambungkan dan memisahkan huruf (al washl dan al fashl) Washl dan fashl banyak ragamnya yaitu : a. Kata ‫ ه‬dengan harakat fathah pada hamzahnya, di susul dengan ‫ يا‬maka penulisannya bersambung dengan menghilangkan huruf nun, misalnya‫ هاي‬tidak di tulis‫ ه ياي‬kecuali pada kata ‫ ه يايفؤن ن‬dan ‫ه ياي‬ ‫فوحلنه‬. b. Kata ‫ عا‬Yang bersambung dengan ‫ عاا‬penulisannya disambungkan kata dan huruf nun pada mimnya tidak di tulis, seperti ‫ ععا‬kecuali pada kalimat ‫ عا يعاايعل ا يهحعااي ا‬Sebagai terdapat dalam Al-Qur'an surat an-nisa’ dan ar-rum dan kata ‫ عع يحزق ا‬dalam surat al-munafiqun. c. Kata ‫ ع‬yang bersambung menjadi kata ‫ عع‬bukan‫من من‬ dengan ‫ ع‬ditulis bersambung dengan menghilangkan-min, sehingga

Kata ‫ أ‬yang bersambung dengan ‫ عااا‬ditulis bersambung dengan menghilangkan nun. sehingga menjadi ‫هعا‬ f. . Kata ‫ ه‬yang bersambung dengan ‫ عااا‬ditulis bersambung dengan menghilangkan nun. sehingga menjadi ‫هعا‬ g. maka pola penulisannya sama dalam setiap Mushaf Ustmaniy.d. kata tersebut di tulis dengan menghilangkan alif Misalnya. C. Kata ‫ ال‬yang diiringi ‫ عاا‬Di sambung sehingga menjadi ‫ لعاا‬Kecuali pada firman Allah SWT ‫عا ي اليعاسااي‬ ‫ فعن‬dan ‫ليعايح نهيه ىيه وف ة‬ 6. sehingga menjadi ‫يدع‬bukan ‫ عن من‬kecuali dalam kalimat ‫نيصحيوهيد يع ييشا‬ e. kalimat ‫ علك ين يه ي‬dan ‫يخ يدن يهللا‬ Ayat-ayat tersebut boleh dibaca dengan menetapkan alif (dibaca dua harakat) dan bisa dibaca sebagai haknya lafzh (dibaca 1 harakat). Kata yang bisa dibaca dengan dua bunyi (ma’ fih qiratani) Apabila ada dua ayat Al-Qur'an yang memiliki versi qiraat yang berbeda yang dimungkinkan ditulis dalam bentuk tulis dalam bentuk tulisan yang sama. Beberapa pendapat para ulama mengenai hal ini yaitu sebagai berikut. maka ditulis dalam Mushaf `Utsmaniy dengan rasm al-mushaf yang berbeda. apabila tidak memungkinkan ditulis dalam bentuk tulisan yang sama. Hukum Penulisan Al-Qur'an Dengan Rasmul Usmani Pada ulama juga berbeda pendapat tentang hal ini apakah kaum muslimin di wajibkan mengikuti rasm usmani dalam penulisan Al-Qur'an ataukah di bolehkan dengan rasm imlai (pola penulisan konvensional). Kata ‫ دا‬yang bersambung dengan ‫ عاا‬ditulis bersambung dengan menghilangkan nun. Dalam Mushaf Ustmaniy. Akan tetapi. Misalnya kalimat ‫ ننصاح ايهحاحههي يح ياه‬Dalam sebagian mushaf ustmaiy di tulis dan di baca ‫ نهنصى‬sedangkan dalam sebagian mushaf lainnya di tulis dan dibaca ‫ ووص‬Dan sebagainya.

karena itu segala bentuk serta model tulisan Al-Qur'an yang menunjukkan arah bacaan yang benar. Sementara itu ketika Imam Malik di tanya mengenai penulisan Al-Qur'an dengan kaidah hijaiyah (kaidah imla’) Malik berkata : ‫ال أرى ذلك ولكن يكتب على الكتبه االوىل‬ “Saya tidak berpendapat demikian. b. Para ulama tidak mengetahui bahwa rasm usmani itu bersifat tawqifi. Sebagian ulama berpendapat boleh bahkan wajib mengikuti rasm imlai’ dalam Al-Qur'an yang di runtuhkan bagi orang-orang awam dan tidak boleh menulisnya dengan rasm usmani. c. menyulitkan banyak orang serta bisa mengakibatkan berat dan kacau (bagi pembacanya). Para ulama mengakui bahwa rasm usmani berhifat tauqifi wajib mengikuti rasm usmani dalam penulisan Al-Qur'an dan tidak boleh menyalahinya. dengan kata lain kita di bolehkan menulisnya dengan rasm imlai’ Sehubungan dengan ini mereka menyatakan sebagai berikut : “Sesungguhnya bentuk dan model tulisan tidak lain hanyalah merupakan tanda atau simbol. Sedangkan rasm usmani yang menyalahi rasm imla’ sebagaimana kita kenal.a. ya atau yang selainnya. sehubungan dengan itu ahmad ibn hambal berkata : ‫حترم خما لفة خط مصحف عثمان ىف واو او الف اوياء اوعري ذالك‬ “Haram hukumnya menyalahi rasm usmani (dalam penulisan Al-Qur'an) seperti huruf wawu alif. Akan tetapi hendaklah di tulis menurut tulisan pertama. dapat dibenarkan. tidak mesti kita mengikuti rasm usmani dalam penulisan Al-Qur'an. Namun rasm usmani pun wajib di pelihara dan di tertarikan. .

b. a. dalam ayat-ayat tertentu yang penulisannya menyalahi rasm imla'i. . khususnya dalam penciptaan langit dan alam semesta. Kemungkinan dapat menunjukkan keaslian harakat (syakl) suatu lafaz.D. Memelihara dan melestarikan penulisan al-Qur’an sesuai dengan pola penulisan al-Qur’an pada awal penulisan dan pembukuannya. Kemungkinan dapat menunjukkan makna atau maksud yang tersembunyi. karena memberi isyarat akan kebesaran kekuasaan Allah SWT. lafaz (‫ )باا ٌاد‬ditulis dengan huruf ganda ‫)الٌااء( ى‬. Memberi kemungkinan pada lafazh yang sama untuk dibaca dengan versi qira’at yang berbeda. seperti dalam firman Allah berikut ini: )74:15\ ‫واسماء بنٌنا ها بأٌد وانا لمو سعون (الذاربات‬ Menurut sementara ulama. seperti penambahan huruf ayat ‫ )ه نهن( ن‬pada ayat ( ‫ )سا ينحي ي هح يه واسؤي‬dan penambahan huruf ‫ )الٌاء( ى‬pada ayat (‫نهحفا ى ي ى ي‬ ‫)ه وححى‬. d. seperti dalam firman Allah berikut ini: )9:2 ‫(البقرة‬ ‫وما خيد عون اال انفسهم‬ Lafazh ( ‫ )ين ا يداان‬dalam ayat di atas. Sa'id al-Rahman bin al-Hants dan Zaid bin Tsabit) belum bertitik dan bersyakal. Faedah Penulisan-Penulisan Al-Qur'an Dengan Rasm Usmani Penulisan Al-Qur'an dengan mengikuti atau berpedoman kepada rasm usmani yang di lakukan pada masa khalifah usman sangat berfaedah bagi umat Islam. E. bisa dibaca menurut versi qira'at lainnya yaitu Sementara kalau ditulis ( ‫ )يخاي دن‬tidak memberi kemungkinan untuk dibaca ( ‫)يخ يدن‬ c. Perkembangan Penulisan Al-Qur’an Sebagian disebutkan dalam sejarah bahwa mushaf ustmaniy yang di tulis oleh panitia empat (Abd Allah bin Zubair.

Gubernur Basrah pada masa pemerintahan Muawiyyah (661 -680 M). pertumbuhan tanda baca dalam penulisan Al-Qur'an merupakan hal yang sangat layak. Kendati demikian. salah seorang yang mempunyai atensi besar terhadap pembubuhan tanda baca (syakal). Ziyad Ibn Samiyyah. dengan membubuhkan huruf alif kecil (') terletak di atas huruf(_). akan tetapi dan kaum muslimin dapat membaca Al-Qur'an dengan benar. maka timbal upaya untuk membuat tanda-tanda huruf Al-Qur'an. Hal ill] tidak terlepas dari pemantauannya terhadap kaum Muslim"" yang melakukan kesalahan dalam membaca Al-Qur'an. 382 H) di baca oleh kaum muslimin selama sekitar 40 tahun. Mushaf utsmaniy sebagai di ungkapkan al ashari (w. Seiring dengan ekspansi Islam ke berbagai wilayah dan semakin banyaknya masyarakat non Arab rang masuk Islam. Pada masa Abasiah. Misalnya. tanda/kasrah dengan membubuhkan huruf ya' kecil (‫ )ي‬di bawah huruf (‫)ي‬ dan tanda dhamah dengan membubuhkan tanda kepada huruf waw kecil (‫ )و‬di atas huruf (‫)و‬. Misalnya untuk tanda fathah.Hal ini dikarenakan tanda-tanda seperti itu belum dikenal pada waktu itu. Abu al-Aswad belum meletakkan syakal untuk setiap huruf. Kemudian beliau menugaskan seorang ulama. Melihat kenyataannya ini. Upaya tersebut tampak pada masa Khalifah Abd al-Malik bin Marwan (685-705 M). khususnya untuk melestarikan bahasa Arab. tanda kasrah (i) dengan membubuhkan titik satu di bawah huruf ()dan tanda dhamah (u) dengan titik satu yang terletak di antara bagian-bagian huruf () Sedangkan untuk sukun (mati) tidak diberi tanda apa-apa. ziyad bin sammiyah meinta Abu al-Aswad al-Dualliy untuk memubuhkan tanda baca (syakal) dalam mushaf agar tidak terjadi kekeliruan dalam membaca Al-Qur'an di kalangan kaum Muslimin. (a) ia membubuhkan tanda titik satu yang terletak di atas burnt (_. mereka melakukan kesalahan dalam membaca firman Allah SWT (Allah berlepas diri dari orang-orang Musyirikin). Pertumbuhan tanda baca (syakal) selanjutnva dikembangkan oleh murid al-Dualliy._). al-Hajjaj bin Yusuf Al-Tsaqafi untuk menyusun tanda-tanda baca Al- . Sekalipun Al-Qur'an di tulis demikian. Adapun tanda sukun (mati) yaitu dengan membubuhkan tanda kepala huruf ha (‫ )ح‬yang terletak di atas huruf (‫ )ح‬dan tasydid dengan membubuhkan tanda kepala huruf sin (‫ )س‬yang terletak di atas huruf (‫)س‬. al-Khalil bin Ahmad. Ia telah membuat fathah. kecuali syakal huruf akhir saja. Ketika Islam berkembang ke berbagai wilayah yang selanjutnya terjadi akulturasi budaya (perpaduan budaya) antara masyarakat Arab dan non-Arab.

Penghilangan huruf (al hadzf) 2. kata ‫ عال يل ة‬yang dalam Rasm `Utsmaniy ditulis ‫ ع ل ة‬al-Zanjani. Menggantikan huruf dengan huruf lain (al hadl) . banyak kaum Muslimin yang merasa kesulitan membaca Alqur’an disebabkan mereka bukan penduduk di wilayah Arab. menciptakan bentuk melengkung. KESIMPULAN Ilmu rasm qur’an yaitu ilmu yang mempelajari tentang penulisan mushaf Al-Qur'an dengan baik. al-Hajj. selanjutnya menugaskan Nashr bin Ibn Ashim dan Yahya bin Ya’mur (keduanya murid al-Dualliy) untuk menyusun tanda-tanda baca tersebut. Kemudian pengikut al-Dualliy menambahkan tandatanda lainnya yaitu dengan meletakkan garis horizontal di atas huruf yang terpisah. yang memerintahkan seorang Persia meletakkan huruf alif. yang pada Rasm `Utsmaniy justru dibuang misalnya. baik hamzah maupun bukan hamzah.qur’an (nugath al-'Ajam). Adanya pembubuhan tanda-tanda huruf tersebut menimbulkan pro dan koma di kalangan ulama paling tidak sampai generasi tabi'in. Penambahan huruf (al ziyadah) 3. Sebagai tanda alif washal. seorang warga Madinah. Pola penulisan rasm qur’an dalam mushaf usmani menurut kaidah bahasa araba : 1. Misalnya huruf dal (‫ )د‬dengan dzal (‫ )ذ‬huruf ha (‫)ه‬. Tokoh-tokoh lain yang membubuhkan tanda huruf Al-qur’an adalah `Ubaidillah bin Zayyad (67 H). mereka meletakkan garis vertikal jika sebelumnya fathah dan ke bawah jika sebelumnya dhamah. al-Hajjaj telah melakukan perubahan Rasm `Utsmaniy di 11 tempat.) pada huruf-huruf yang serupa untuk membedakan antara huruf yang satu dengan huruf yang lain. para ulama banyak yang mendukung upaya tersebut. Untuk selanjutnya. Kaidah hamzah 4. Pertimbangan mereka. jim(‫ )ج‬dan kha (‫)ح‬ dan sebagainya. make terdapatlah tanda-tanda huruf dalam Al-qur’an dengan cara membubuhkan tanda titik (. III. Atas titah al-Hajjaj kepala dua orang ahli ini. Menurut sebuah riwayat.

Dapat menunjukkan makna atau maksud yang tersembunyi d. Amin Makalah Tentang Rasm Al Qur'an . Memelihara dan melestarikan penulisan Qur'an b. IV. Menyambungkan dan memisahkan huruf (al washl dan al fashl) 6. Penulis yakin bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan dan banyak kesalahan oleh karenanya saran dan kritik anda yang membangun dan masukan buat kami yang akan menjadikan makalah ini akan lebih baik.5. Kata yang bisa di baca dengan dua bunyi (ma fih qiraatani) Berbagai pendapat tentang hukum penulisan Al-Qur'an dengan rasm usmani para ulama mengetahui bahwa rasm usmani bersifat taufiqi. Kemungkinan dapat menunjukkan keaslian harakat Seiring dengan ekspresi Islam berbagai wilayah dan semakin banyaknya masyarakat non arab masuk Islam. Memberi kemungkinan pada lafad yang sama c. maka timbul upaya untuk membuat huruf Al-Qur'an. namun ada juga ulama yang tidak mengetahui rahm imlai dalam Al-Qur'an faedah penulisan Al-Qur'an dalam rasm usmani pada masa usman a. PENUTUP Demikian makalah yang kami susun dan masih banyak kekurangannya.

Rasulullah SAW segera menyampaikannya kepada umat. . Ketika Abu Bakar --khalifah pertama—memberantas kaum murtadin dan pendukung nabi palsu. pemuda cerdas penulis wahyu untuk Rasulullah SAW. Al-Qur'an tidak terkumpul dalam satu buku (mushaf). disimpan di kediaman Abu Bakar. Sebagaimana tercatat dalam sejarah. banyak dari penghafal al-Qur'an gugur sebagai Syahid. dan Rasulullah menuntun penulisan itu sesuai dengan urutan surat dan ayat. dan ada yang hafal secara keseluruhan. Pada saat Utman bin Affan RA memerintah Islam. Al-Quran yang telah dikumpulkan berdasar hafalan-hafalan para sahabat. sebabkan tersebarnya para qari'in di berbagai kota. Pada saat itu para penghafal al-Qur'an sangat banyak. seperti masalah disunahkannya shalat sunah di maqam Ibrahim. melainkan tersimpan dalam dada para sahabat. Muqaddimah Al-Quran diturunkan secara bertahap. Melalui usaha keras akhirnya saran Umar ini diterima Abu Bakar menerimanya dan segera memerintahkan Zaid bin Tsabit. Ketika Rasulullah SAW wafat. hingga Abu Bakar khawatir hal ini akan mengakibatkan lenyapnya al-Qur'an dari muka bumi. terukir diatas lembar-lembar para penulis wahyu.A. lalu Hafshah binti Umar. Dengan pembukuan Al-Qur'an ini maka sempurnalah apa yang terkandung dalam firman Allah: ‫إًا ًحي ًسلٌا الركر وإًا له لحافظىى‬ "Sesunggunya kami telah menurunkan Al-Qur'an dan sesungguhnya kami akan melindunginya". diantaranya adalah sesuainya pendapat Umar dengan wahyu yang akan diturunkan. Dalam masalah ini beliau menyarankan agar segera dilakukan pengumpulan Al-Quran dalam sebuah buku. Setiap kali ada ayat turun. sesuai dengan riwayat shahih tentang bacaan al-Quran. Umar bin Al-Khattab adalah sahabat yang mempunyai banyak keistimewaan. Musailamah. kulit-kulit unta dan lembar-lembar daun kurma. Diantara sahabat. Mushaf ini dikenal dengan mushaf bakriyah. beliau melihat banyaknya perbedaan dalam bacaan dan penulisan al-Qur'an. Ada pula yang hanya menulisnya. tulisan-tulisan yang tercerai berai di atas bebatuan. Mushaf Abu Bakar ini adalah mushaf AlQur'an yang memasukkan 7 bacaan. untuk membukukan al-Qur'an. ada yang langsung menghafal ayat al-Qur'an setiap kali turun. dan memerintahkan untuk menulisnya.

Kemudian beliau memerintahkan Zaid bin Tsabit. 2. Suatu kata yang dapat dibaca dua bunyi. susunan surat dan ayat dalam al-Qur'an adalah tawqifi. seperti alif ditulis dengan wawu sebagai penghormatan pada kata (‫)الصلىة‬. 4.penulisanya disesuaikan dengan salah salah satu bunyinya. Abdullah bin Zubair. . Di dalam mushaf ustmani. diantaranya adalah Az-Zarkasyi dalam kitab "AlBurhan". menghilangkan huruf alif pada ya‘ nida‘ (‫ٌََ ََ آَ َها الٌا ش‬ َ ). Salah satu kaidahnya bahwa apabila hamzah berharakat sukun. boleh juga dengan hanya menurut bunyi harakat (yakni dibaca satu alif). Ayat ini boleh dibaca dengan menetapkan alif (yakni dibaca dua alif). Susunan Ayat Dan Surah Dalam Rasm Utsmani Dalam Al-Itqan. 5. Alasannya ialah karena memang Al-Qur'an diturunkan dengan lughat bangsa Quraisy. Sa'id bin al-'Ash. Sedangkan dari nash diantaranya adalah hadits riwayat Zaid bin Tsabit. Al–Hadzf (membuang. Ijma' tentang urutan ayat dan surat ini telah dinukil oleh sebagian besar ulama. Kejadian ini terjadi pada tahun 25 Hijriyah. Al-Hamzah.(‫) هلك َىم الدَي‬. contoh (‫) ائرى‬.hingga menimbulkan bacaan al-Qur'an dengan bermacam-macam dialek. Dengan tindakan ini seluruh mushaf al-Qur'an yang berbeda dengan tulisan keempat sahabat tersebut dibakar untuk menghindari perbedaan yang akan menimbulkan perpecahan. Penulisan kedua ini didasarkan pada dialek arab suku Quraisy dan berarti Utsman menyisakan hanya satu bacaan dari tujuh bacaan al-Qur'an yang diturunkan. seperti menambahkan huruf alif setelah wawu atau yang mempunyai hukum jama‘ (‫ ) بٌىا اسرا ئُل‬dan menambah alif setelah hamzah marsumah (hamzah yang terletak di atas lukisan wawu ( ‫)حاهلل حفخؤا‬. Washal dan fashl (penyambungan dan pemisahan). ia berkata: ُ ‫ًؤلف القرآى هي الرِّقاع‬ ‫كٌا‬ "Kami menulis al-quran dari riqa'. B.menghilangkan. Contohnya.seperti kata kul yang diiringi dengan kata ma ditulis dengan disambung ( ‫) كلوا‬. Mushaf ini diperbanyak dan dikirim diberbagai kota penting di wilayah kekuasaan Islam. Al-Ziyadah (penambahan).penulisan kata semacam itu ditulis dengan menghilangkan alif. dan Abdurrahman bin Harits bin Hasyim untuk menulis kembali Al-Qur'an dengan rujukan mushaf al-bakriyah yang berada di kediaman Hafshah. Pengertian Rasm Al-Qur'an Rasm al-Quran yang disebut juga rasm utsmani ialah penulisan al-Qur'an oleh para sahabat dengan kaidah khusus yang tidak sesuai dengan kaidah penulisan bahasa Arab. Mushaf ini terkenal dengan sebutan mushaf utsmani atau rasm utsmani. 6. As-Suyuthi mengatakan bahwa berdasarkan Ijma dan nash-nash yang ada. C. Kaidah ini teringkas dalam enam kaidah. 3. ditulis dengan huruf berharakat yang sebelumnya. 1. contohnya. Sementara Mushaf Bakriyah dikembalikan lagi ke Sayyidah Hafshah. Kata yang dapat di baca dua bunyi. Badal (penggantian). dan Abu Ja'far bin Zubair dalam kitab "Al-Munasabat". yakni mengumpulkannya untuk menertibkannya" Dan banyak hadits-hadits lain yang menjelaskan. atau meniadakan huruf).

Nama surat juga tawqifi. untuk menghindari kerancuan. Rasm Utsmani Diantara Qira'ah-Qira'ah Yang Lain Al-Bukhari meriwayatkan hadits dari Abdullah bin Abbas. Kesepakatan ini menjadikan sebuah kewajiban bagi kita untuk ittiba'. padahal mushaf tersebut ada sebelum mushaf utsman? Jawabannya adalah bahwa mushaf Abu Bakar mengumpulkan ketujuh wajah qira'ah di mana di dalam penulisannya mengakibatkan adanya perbedaan antar satu qira'ah dengan qari'ah yang lain. (HR. Syeikh Abduraahman bin Al-Qadli al-Magrabi mengatakan bahwa hukum menulis al-Qur'an tidak sesuai dengan rasm utsmani adalah haram. Perbedaan Ulama Tentang Kedudukan Rasm Utsmani Mushaf-mushaf yang dikirim Utsman ke seluruh penjuru negeri yang disebut sebagai rasm utsmani. mengatakan bahwa hendaknya kita membaca dan menulis Al-Qur'an sesuai dengan apa yang telah ditulis para sahabat. Hukum wajib ini bukan tanpa alasan. beliau berkata bahwa Rasulullah bersabda: ‫أقرأًً جبرَل علً حرف فراجعخه فلن أزل أسخسَد وَسَدًٍ حخً اًخهً إلً سبعت‬ ‫أحرف‬ . dan lebih besar amanahnya. Menurut sebagian ulama rasm utsmani telah disepaki oleh 12000 sahabat. Dalilnya ialah hadits Muslim dari Abuh Hurairah: ‫اى البُج الري حقرأ فُه البقرة ال َدخله شُطاى‬ "Sesungguhnya rumah yang dibacakan surat al-Baqarah tidak akan kemasukan syetan". Muslim) Ulama yang mengatakan bahwa urutan surah bukan tawqifi. Alasan yang dijadikan dalil memperbolehkan penulisan Al-Qur'an yang tidak sesuai dengan rasm utsmani berupa ketidak mengertian kalangan awam atas rasm utsmani dan akan mengakibatkan mereka keliru dalam membaca al-Qur'an dan alasan-alasan yang lain. Imam Al-Baihaqi dalam kitab haditsnya "Syu'bul Iman". Karena mereka lebih banyak ilmunya. E. Ini membuktikan bahwa urutan surat dalam al-Qur'an adalah hasil ijtihad para sahabat. mengapa kita tidak memakai mushaf Abu Bakar saja. Jika ditanya. tetapi hasil ijtihad para sahabat menggunakan dalil dari hadits riwayat Muslim dari Hudzaifah yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW dalam sebuah shalat pada rakaat pertama membaca surat An Nisa dan pada rakaat kedua membaca surat Ali Imran. Lagi pula mushaf Abu Bakar telah sirna karena ikut tercuci saat Hafshah binti Umar ummul mukminin meninggal. Sedangkan mushaf utsman dinukil dari mushaf Abu Bakar yang hanya menuliskan satu qiraah yakni qiraah dengan dialek bahasa bangsa Quraisy. lebih benar hati dan lisannya. meskipun kita tidak begitu mengerti apa hikmah dibalik perbedaan metode penulisan Rasm Utsmani dengan kaidah-kaidah penulisan dalam bahasa Arab. adalah mushaf yang wajib diikuti berdasar kesepakatan para ulama. seperti yang dikatakan al-Qadli 'Iyadl. Rasulullah SAW memerintahkan kita berpegang teguh terhadap sunnah beliau dan sunnah-sunnah khulafa'ur rasyidin. adalah alasan yang tidak dapat diterima karena ini bertentangan dengan apa yang telah disepakati oleh sebagian besar sahabat dan para ulama sesudahnya. D.

maka setiap qira'ah sama sekali tidak bertentangan dengan rasm utsmani. sehingga ia tidak dikatakan menyalahi mushaf utsmani. menganggap mereka telah berbuat teledor atau menganggap mereka bodoh dan tidak paham akan kaidah-kaidah penulisan bahasa Arab. (HR. 3. Alasan lain adalah sudah ditulisnya al-Qur'an sejak zaman Rasulullah SAW. meski tidak terkumpul dalam satu tempat dan urutan surat yang belum ditertibkan. Hadits ini adalah dalil bahwa Al-Qur'an memang diturunkan dengan tujuh macam qira'ah. Syeikh Muhammad Ali Ad Dlibagh mengatakan bahwa. hingga akhirnya sampai ke telinga Utsman dan beliau memerintahkan menulisnya dengan ta'. Jika rasm utsmani tawqifi. maka Imam Malik tidak akan memperbolehkan penulisan al-Qur'an untuk bahan pelajaran anak-anak yang tidak sesuai dengan rasm utsmani Meskipun para ulama ini mengatakan demikian. seperti penulisan ًٍ‫ واخشى‬dengan menggunakan ya' pada surat Al-Baqarah dan tanpa ya' dalam surat Al-Maidah. bukan berarti berika meremehkan para sahabat penulis al-Qura'n. Rasulullah adalah seorang ummi. Beliau menambahkan bahwa ketika seseorang menulis al-Qur'an yang di dalamnya ada qiraah yang berbeda dan harus menggunakan tulisan yang berbeda pula. meskipun ini merupakan mukjizat bagi beliau. Semua dasar itu membuktikan rasm al-Qur'an adalah tawqifi bukan hasil hasil ijtihad para sahabat. Sebagian mereka berpendapat bahwa rasm utsmani adalah tauqifi. 2. Tidak henti-hentinya saya memintanya mengulangi. Dan dia mengulanginya hingga sampai tujuh (macam) bacaan". 4. yang semuanya disaksikan sekelompok besar sahabat. Bukhari). Hukum wajib ini akan bertentangan dengan status shahih dari qiraah yang lain dan bisa mengharamkan qiraah sahih dan mutawatir lain yang tidak sesuai dengan rasm utsmani. Pendapat yang mengatakan rasm utsmani bukan tauqifi melainkan hasil ijtihad sahabat memberikan alasan sebagai berikut: 1. dan diajarkan oleh rasulullah SAW. Sebab yang diharuskan mengikuti rasm utsmani ialah hanya bentuk penulisan. Ketujuhmacam qiraah tadi adalah shahih berdasar pengajaran Jibril kepada Rasulullah dan ketujuh macam qiraah tadi juga disampaikan semuanya kepada sahabat. maka yang harus dilakukan menulisnya sesuai dengan rasm utsmani lalu memberinya harakat atau tanda-tanda lain. Sebagaimana dijelaskan di atas mengikuti rasm utsmani adalah wajib. Contoh-contoh lain banyak di dalam al-Quran. Zaid bin Tsabit tidak akan berbeda pendapat dengan sahabat yang lain pada kalimah ‫ الخابىث‬apakah ditulis dengan ta' atau ha' (tak ta'nits). F. Hal ini berdasarkan riwayat bahwa Rasulullah membacakan ayat al-Quran di hadapan Zaid bin Tsabit untuk ditulis (imla'). rasm utsmani adalah salah satu rukun dari rukun-rukun ketujuh qira'ah al-Qur'an. tidak bisa membaca dan menulis. maka tidak akan terjadi perbedaan diantara mushaf-mushaf yang beliau kirim ke berbagai daerah."Jibril membacakan kepadaku satu huruf (bacaan) al-Qur'an lalu saya mengikutinya. seperti yang didengungkan para orientalis atau kaum Syiah yang menganggap para sahabat penulis alQur'an telah berkhianat dengan melakukan tahrif dan taghyir pada al-Qur'an serta membuang banyak ayat al-Qur'an diantaranya adalah ayat yang menjelaskan keberhakan 'Ali bin Abi . Jika tawqifi. Pendapat Ulama Tentang Status Tawqifi Pada Rasm Utsmani Para ulama berbeda pendapat tentang hal ini.

Pembuangan alif dalam ‫ بسن هللا‬adalah untuk mempermudah dan meringankan. Ingatlah Allah menjamin Al-Quran melalui firmanNya: ‫إًا ًحي ًسلٌا الركر وإًا له لحافظىى‬ "Sesunggunya kami telah menurunkan Al-Qur'an dan sesungguhnya kami akan melindunginya". H. Penambahan ya' pada ‫ والسواء بٌٌُها بئَُد‬berfungsi untuk membedakan lafadz ٌ‫ أَد‬yang bermakna kekuatan dan yang bermakna tangan. maka terjadi kesalahan dalam pembacaan al-Qur'an oleh orang-orang non Arab. tanpa memandang alasan-alasan nahwiyah atau sharfiyah yang sudah tercipta. Jika rasm utsmani tidak ada. Ketika agama Islam tersebar bukan hanya ke wilayah Arab saja. di mana kita dianjurkan berpegang teguh kepada sunnahnya dan sunnah khulafaur rasyidin. Penutup Bagaimanapun. karena alasan-alasan dan hikmah itu diciptakan jauh sesudah para sahabat wafat. Banyak alasan-alasan dan hikmahhikmah yang mereka kemukakan dibalik tulisan mushaf itu.Thalib atas kursi khalifah sesudah Rasulullah SAW. 4. titik. awal penulisan ba' dibuat panjang. begitu pula saat munculnya rasm utsmani. Orang yang memprakarsai pertama kali penambahan harokat. Usaha Ulama dalam menerjemahkan Gaya Penulisan Mushaf Banyak para ulama yang berusaha menerjemahkan gaya penulisan mushaf utsmani yang tidak sesuai dengan kaidah penulisan arab yang baku. Penambahan Titik dan Harokat Titik dan harokat pada zaman sebelum Islam tidak dikenal. dan semakin meningkatnya kecenderungan manusia terhadap dunia. Dialah yang telah membunuh banyak ulama dan sahabat dan menghancurkan Ka'bah. karena sering digunakan. Diantara hikmah-hikmah itu ialah: 1. jika menginginkan keselamatan di saat perpecahan umat semakin menjadi yang menjadikan Islam semakin penuh warna. Namun hal ini hanya sebagai penghibur dan pemanis. mungkin al-Qur'an tidak akan pernah sampai ke tangan kita. I. tanda waqaf dan tanda-tanda yang lain seperti yang kita kenal saat ini adalah Gubernur Mekah Al-Hajjaj Yusuf Ats Tsaqafi. 2. seolah-olah ‫ ال‬dalam ayat itu adalah nafiyah. G. 3. Penambahan Alif pada ‫ ال اذبحٌه‬berfungsi sebagai petunjuk bahwa penyembelihan tidak terjadi. Semoga Allah menetapkan kita sebagai orang yang mampu mencicipi air segar telaga Rasulullah SAW dan sebagai orang yang bisa memandang wajah Allah yang maha agung. gubernur dzalim pada zaman khalifah Abbasiyah Abdul Malik bin Marwan. Pembuangan wawu pada ayat ‫ َوح هللا الباطل‬berfungsi sebagai petunjuk akan cepat hilangnya kebatilah. dimana mereka meninggalkan rasm yang tidak diketahui hikmahnya dan tidak dipahami petunjuknya. ia adalah maha karya sahabat dan khulafaur rasyidin. . rasm utsmani adalah sebuah prestasi gemilang dalam sejarah perkembangan Islam. Dan apapun pendapat ulama tentang rasm utsmani. Ada yang mengatakan bahwa karena alif dibuang maka sebagai petunjuk pembuangan alif. meredam perbedaan dan menghindarkan Al-Qur'an dari kesirnaan.

Sebagai contonya adalah dari kalangan orientalisme. Tarikh At-Tasyri' al-Islami. termasuk juga dari segi tulisannya dan perbedaan antara tulisan yang satu dengan tulisan yang lain. Abdur Rahman bin Al-Kamal Jalaluddin. para orientalis menyebarkan berbagai syubhat batil seputar AlQuran. Al-Itqan fi Ulum al-Qur'an Al-Kurdi.com/journal/item/27 http://id. Seorang orientalis bernama Noeldeke dalam bukunya. Tahun 1981 Abdullah bin Muhammad bin Abi Syaibah. Karena kataya sudah tidak sesuai dengan zamannya lagi. Maktabah Dar Ihya' al Kutub alArabiah. Muhammad Tahir. Nun untuk mushhaf Utsman. Surabaya. . huruf Ha adalah simbol untuk mushhaf Abu Hurairah. Kuwait 29 April 2008 RASM AL-QUR’AN (Ulumul Qur'an) RASM AL-QUR’AN (Ulumul Qur'an) RASM AL-QUR’AN BAB I PENDAHULUAN Pada zaman sekarang ini yang katanya zaman modern atau zaman yang sudah maju. Dan hal ini merupakan hal yang sangat mengganggu dan meresahkan di kalangan umat Islam. Al-Mushannaf.wikipedia. menolak keabsahan huruf-huruf pembuka dalam banyak surat Al-Quran dengan klaim bahwa itu hanyalah simbol-simbol dalam beberapa teks mushaf yang ada pada kaum muslimin generasi awal dulu. Dar El Fikr. Muhammad. Begitu juga dengan kitab suci kita yaitu Al-qur’an karim yang oleh banyak pihak mulai dan sudah diganggu ke-autentikannya dari segi manapun.org/wiki/Rasm_al-Qur%27an Wizarah Al-Awqaf li As-Syu'un Al-Islamiyah. seperti yang ada pada teks mushhaf Utsmani.multiply. Cet. Bahkan terkesan sepertinya harus dihilangkan dan dilupakan. DAFTAR PUSTAKA Al-Khudlari. Menurutnya. Dalam banyak penelitan mereka. Ia berkata bahwa huruf mim adalah simbol untuk mushhaf al-Mughirah. Darul Wizarah. Al-Mausu'ah Al-Fiqhiyah. sehingga halhal yang berbau klasik atau lama sepertinya sudah jarang diperhatikan.Amin. Tarikh Al-Quran. 'Ulum al-Qur'an http://fadliyanur. Beirut Al-Suyuthi.

Pola Penulisan Al-Qur`an Dalam Mushaf Utsmani Bangsa Arab sebelu Islam dalam tulis menulis menggunakan khot Hijri.[1] Disinilah perlunya dan harusnya kita mempelajari kembali tentang ilmu Al-qur’an dari awal sehingga tidak terjadi putusnya sejarah awal Al-qur’an diturunkan dan dibukukan dalam bentuk mushaf seperti yang telah ada di zaman sekarang ini. baik dalam penulisan lafal-lafalnya maupun bentuk-bentuk huruf yang digunakannya. Kaum orientalis yakin bahwa Al-Quran adalah buatan Muhammad. Berkaitan dengan sumber penulisan Al-Quran. dan ayat-ayat yang dihapal oleh para sahabat yang masih hidup. Pada masa khalifah Abu Bakar sedikitnya ada 70 hafidz Al-qur’an yang mati syahid dalam suatu peperangan meluruskan orang-orang yang murtad dari agama Islam. . kaum orientalis menuduh bahwa isi Al-Quran berasal dari ajaran Nasrani. 2. Tim menulis ayat-ayat Al-qur’an dengan berpegangan dengan ayat-ayat Al-qur’an yang disimpan oleh Nabi SAW. zaid binTsabit. karena ada kemampuan berbahasa yang tertanam dalam jiwa mereka. Definisi Rasm Al-quran Dan Rasm ‘Utsmani Rasm qur’an yaitu penulisan mushaf Al-qur’an yang dilakukan dengan cara khusus.simbol-simbol itu secara tidak sengaja dibiarkan pada mushhaf-mushhaf tersebut sehngga akhirnya terus melekat pada mushhaf Al-Quran dan menjadi bagian dari Al-Quran hingga kini. Diantara mereka ialah.*2+ Pada waktu itu mereka menulis Al-qur’an berdasarkan petunjuk Nabi SAW. Baik dalam penulisannya maupun dalam urutannya. sehingga dibentuklah tim penuls Al-qur’an yang diketuai oleh Zaid bin Tsabit. seperti tuduhan Brockelmann. BAB II RASM AL-QUR’AN 1. Sesudah Abu Bakar wafat. tulisan tersebut diserahkan kepada Umar bin Khattab lalu diserahkan lagi kepada khafsoh.[3] Sejauh itu Bahasa dapat terpelihara dari kerusakan-kerusakan. Kemudian ketika itu Umar bin Khattab mengajukan usul kepada khalifah untuk mengumpulkan catatan-catatan Al-qur’an menjadi satu. Setelah datang Islam dinamakan Khot Kufi. Penulisan Al-qur’an pada masa Nabi SAW dilakukan oleh para sahabat-sahabatnya. Sedangkan Goldziher menuduhnya berasal dari ajaran Yahudi. Ubai bin Ka’ab dan Tsabit bin Qais. Nabi juga membentuk tim khusus untuk sekretaris (juru tulis) Al-qur’an guna mencatat setiap kali turun wahyu. Dengan berbagai pertimbangan Abu Bakar menerima usulan Umar.

8. 2. d. Sangat di sayangkan masing-masing pihak merasa bahwa bacaan yang di gunakannya adalah yang terbaik. Al-Hadzf(membuang. Contohnya.[5] Mereka inilah yang menyusun mushaf Al-Qur`an yang kemudian di kenal dengan mushaf Utsmani. salah satu kaidahnya berbunyi bahwa apabila hamzah berharakat sukun. c. b. .boleh juga hanya menurut bunyi harakat (yakni dibaca satu alif). ataumeniadakan huruf). 6.Abdullah bin Abbas. 7. Di dalam mushaf `Utsmani. Washal dan Fashl (penyambungan dan pemisahan). 10. 11. Sa`id bin Al-As bin Sa`id bin Al-As. Anas bin Malik. contoh “i`dzan( ) dan “u`tumin”( ).Khatir bin Aflah.dan dari kata na . Al-hamzah. Ayat di atas boleh di baca dengan menetapkan alif(yakni di baca dua alif). f. 3. Mushaf itu ditulis dengan kaidah-kaidah tertentu.dari tanbih . 4. menghilangkan. 12.Abrur-Rahman bin Hisham. maka Utsman bin Affan membentuk panitia yang terdiri dari 12 orang untuk menyusun penulisan dan memperbanyak naskah Al-Qur`an. Mereka itu adalah: 1.Ubay bin ka`b. 5. Nafi bin Zubair bin Amr bin Naufal. di tulis dengan huruf berharakat yang sebelumnya. 9. yaitu: a. abdulalh bin Zubair. karena di tetapkan pada masa khalifah Utsman bin Affan. Zaid bin Tsabit. Al-Jiyadah(penambahan).Pada masa khalifah utsman bin Affan. seperti alif di tulis dengan wawu sebagai penghormatan pada kata . Penulis kata yang dapat di baca dua bunyi disesuaikan dengan salah satu bunyinya. Kata yang dapat dibaca dua bunyi. misalnya “maliki yaumiddin”( ). Badal (penggantian). Pada saat itu muncul perdebatan tentang bacaan Al-Qur’an yang masing-masing pihak mempunyai dialek yang berbeda. Kedudukan Rasm ‘Utsmani .[7] 3. e. pada lafadzh . penuli kata semacam itu di tulis dengan menghilangkan alif. Para Ulama meringkas kaidah-kaidah itu menjadi 6 istilah. ada juga yang mengatakan bahwa panitia yang di bentuk oleh Utsman ada empat orang mereka itu adalah Zaid bin Tsabit. Abdullah bin Amr bin al-As. menghilangkan huruf alif pada ya`nida` .. Sa’id bin Al-As dan Abdurrahman bin Al-Harits [6].[4] Untuk mengantisipasi kesalahan dan kerusakan serta untuk memudahkan membaca Al-Qur`an bagi orang-orang awam. Abdullah bin Umar.Abdullah bin az-Zubair. umat Islam telah tersebar ke berbagai kepenjuru dunia sehingga pemeluk agama Islam bukan hanya orang-orang Arab saja. seperti menambahkan huruf alif setelah wawu atau yang mempunyai hokum jma` ( ) dan menambah alif setelah hamzah marsumah (hamzah yang terletak di atas tulisan wawu) ( ). seperti kata kul yang di iringi kata ma di tulis dengan di sambung ( ). Malik bin Abi Amir.

agar tidak membaca sesuatu yang berbeda dengan mushaf Utsmani. Seseorang bisa jadi keheran-heranan mengapa khalifah ‘Utsman bersusah payah mengumpulkan naskah tersendiri sedang akhirnya juga dibandingkan dengan suhuf yang ada pada Hafsah. yang sibuk berperang melawan orang-orang murtad di Yamamah dan di tempat lainnya. dan melakukan pengoreksian terhadap kesalahan-keslaahan yang ada pada mushaf yang dipegang oleh panitia. Di dalam melakukan pengumpulan tujuan utama Utsman adalah ingin menutup semua celah-celah perbedaan dalam bacaan Al-qur’an dengan mengirim mushaf atau mengirim sekalian dengan pembacanya. Hukum Penulisan Dengan Rasm Utsmani .dan juga dengan dua perintah: 1.[9] 2. Untuk menarik lebih banyak kompilasi bahanbahan tulisan. termasuk Ali bin Abi Thalib berkata. Kedua metodologi yang dipakai dalam kompilasi Al-qur’an pada zaman kedua pemerintahan sangat tepat dan akurat. dia tidak melakukan apa-apa dengan pecahanpecahan (mushaf) kecuali dengan persetujuan kami semua (tak ada seorang pun diantara kami yang membantah)”. agar membakar semua mushaf milik pribadi yang berbeda denganmushaf milikya harus dibakar. dan dari kesimpulan yang luas ini terdapat: pertama.[10] 4. Khalifah Utsman juga melakukan verifikasi dengan suhuf resmi yang sejak semula ada pada Hafsah guna melakukan verifikasi dengan mushaf yang dia pegang. tidak bisa berpartisipasi dalam kompilasi suhuf. Alasan yang paling mendekati kemungkinan barangkali sekedar upaya simbolik. diberbagai wilayah dengan warna-warni yang ada.Khalifah Utsman menyuruh ziad bin Tsabit untuk mengambil suhuf dari A’isyah sebagai perbandingan dengan suhuf yang telah disusun oleh panitia yang telah dibentuk Utsman. Satu dasawarsa sebelumnya ribuan sahabat. naskah Utsman tersendiri(independen) memberi kesempatan kepada sahabat yang masih hidup untuk melakukan usaha yang penting ini. Mus’ab bin Sa’d menyatakan bahwa masyarakat telah menerima keputusan Utsman. sejak awal teks Al-qur’an ini sudah benar-benar kukuh hingga abad ketiga. Oleh karena itu adanya kesatuan secara total yang ada teks Al-qur’an di seluruh dunia selama empat belas abad. merupakan bukti keberhasilan Utsman yang tak mungkin tersaingi oleh siapa pun dalam menyatukan umat Islam dalam satu teks. tidak terdapat inkonsistensi di natara suhuf dan mushaf tersendiri. Setelah naskah mushaf tersebut selesai dibuat. setidaknya tidak mendengar kata-kata keberatan.”Demi Allah. Riwayat lain mengukuhkan kesepakatan ini.[8] Dalam keterangan diatas. Maka tak perlu lagi ada fragmentasi tulisan Al-qur’an yang bergulir di tangan orang-orang. maka disebarkan dan dibuat menjadi beberapa duplikat dan dikirimkan ke beberapa tempat. Oleh karena itu semua pecahan tulisan (fragmentasi) Al-qur’an telah dibakar.

“Haram hukumnya menyalahi khot Utsmani dalam soal wawu. maka hendaknya di tulis dengan lisan Quraisy karena dengan lisan itu AlQur’an turun.mereka merujuk pada sebuah riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi pernah bersabda Mu’awiyah.*13+ b.bedakan huruf sin. Seseorang hendaklah menulisnya sesuai dengan tulisan pertama. Sebagian dari mereka berpendapat bahwa Rasm Utsmani bukanlah tauqifi. sebagian ulama berpendapat bahwa Rasm Al-qur’an itu bersifat tauqifi*11+. Pendapatpendapat tersebut ialah: a.Para ualma berbeda pendapat mengenai status Rasm utsmani atau Rasm Al-qur’an. Pegang pena baik-baik. Jangan butakan huruf min. Malik menjawab. “Aku tidak berpendapat demikian. Tidak ada halangan untuk menyalahinya tatkala suatu generasi sepakat menggunakan cara untuk menuliskan Al-qur’an . karena itu akan memuatmu lebih ingat”. Panjangkanlah (tulisan) Ar-Rahman dan perbaguslah (tulisan) Ar-RAhim.”*15+Imam Ahmad bin Hanbal pernah berkata.*12+ Al-Qattan dalam bukunya berpendapat bahwa tidak ada suatu riwayat dari Nabi yang dijadikan alas an untuk menjadikan Rasm Utsmani sebagai tauqifi. Untuk menegaskan pendapatnya. Luruskan huruf ba’. apkah perlu menulisnya seperti yang di pakai banyak orang sekarang. salah seorang sekretatarisnya. Rasm Utsmani merupakan kreatif panitia yang telah di bentuk Utsman sendiri atas persetujuannya. tetapi merupakan kesepakatan cara penulisan (ishtilahi) yang di setujui Utsman dan diterima ummat. ya` atau huruf lainnya. Asyhab berkata ketika ditanya tentang penulisan Al-qur`an.[14] Banyak Ulama terkemuka menyatakan perlunya konsistensi menggunakan Rasm Utsmani.”Letakkan tinta. Lalu letakkan penamu di atas telinga kirimu. sehingga wajib di ikuti dan ditaati siapapun ketika menulis Al-Qur`an. Sebagian besar Ulama berpendapat bahwa Rasm Utsmani bukan tauqifi. alif.”*16+ c. Jika di antara panitia itu ada berbeda pendapat dalam menulis mushaf. sehingga wasjib di ikuti oleh siapa saja ketika menulis Al-quran. perbaguslah (tulisan) Allah.

Penulisan Al-quran ini di upayakan denga tulisan ayng bagus. Tidak boleh mengubah sediitpun apa-apa yang telah mereka tulis karena mereka lebih banyak pengetahuannya. Seandainya setiap masa diperbolehkan menulis Al-qur’an sesuai dengan trend tulisan pada masanya. Yang pertama berkaitan dengan huruf . Panitia yang di motori oleh para syaikh Al-Azhar ini pada tahun 1342 H/1923 M. di Padoue. Al-qattan mengutip ucapan Al-Baihaqi di dalam kitab Syu’b Al-Iman. Dan banya terjadi kesulitan bagi orang non-arab yang baru masuk Islam. Tapi ketika dikeluarkan. Cetakan selanjutnya dialkukan oleh seorang jerman bernama hinkelman pada pada athun 1694 M. tetapi bertahap dan dilakukan sampai abad III H (atau akhir abad IX M). Yahya bin Ya’mar(45-125 H) dan Nashr bin Asim Al-Laits (w. Jangan ada diantara kita yang merasa dapat menyamai mereka. . III ini yang tersisa di dunia Islam dan sayangnya perintis tersebut bukan dari kalangan Islam. di jerman. dilakukan penyempurnaannya. Penulisan dan Percetakan Rasm Utsmani Mushaf yang ditulis atas perintah Utsman bin Affan tidak memiliki harakat dan tanda titik sehingga dapat dibaca dengan salah satu qira’at yang tujuh.[18] Untuk memperkuat pendapatnya. serta dapat memegang amanah dari pada kita. setiap kurun waktu memiliki trend tulisan yang berbeda-beda. Upaya ini tidak berlangsung sekaligus. lima tahun kemudian 8 terbit di Tabriz. Sejak itulah Al-quran dicetak berjuta-juta mushaf di Mesir dan berbagai negara lainnya. Penerbitan Qur’an dengan label Islam mulai pada tahun 1787. Oleh karena itu pada masa khalifah ‘Abd Al-Malik (685-705).[17] Berkaitan denganketiga pendapat diatas. Tercatat tiga nama yang disebut-sebut sebagai orang yang pertama kali meletakkan titik pada Mushaf Utsmani. Untuk pertama kaliAl-qur’an di cetak di Bunduqiyah pada tahun 1530 M. perubahan tulisan Al-qur’an terbuka lebar pada setiap masa.ayng berlainan dengan Rasm Utsmani. II. Setelah dua kali diterbitkan di Iran setahun kemudian terbit di Jerman. Padahal.89 H).”Siapa saja yang hendak menulis mushaf hendaknya memperhatikan cara mereka yang pertama kali menulisnya.” 5. Sayangnya tak satupun Al-qur’an cetakan I. Al-qattan menegaskan bahwa perbedaan Khot pada mushaf-mushaf yang ada merupakan hal lain. yaitu: Abu Al-Aswad Ad-Dau’ali. Janganlah berbeda dengannya. lalu di Iran pada tahun 1248 H/1828 M. Al-Qattan memilih pendapat yang kedua karena lebih memungkinkan untuk memelihara Al-qur’an dari perubahan dan penggantian hurufnya. Kemudian di kazan. ucapan dan kebenarannya lebih dipercaya. penguasa gereja memerintahkan pemusnahan kitab suci ini. Kemudian disusul oleh Mracci pada tahun 1698 M. yang lahir di rusia. Di Negara Arab dimuali Raja Fuad dai mesir yang membentukpanitia khusus penerbitan Al-qur’an di peremaptan pertama abad XX. sedangkan yang kedua berkaitan dengan cara penulisan huruf.

Permata Al-Qur’an. bukan tauqifi atau ishtilahi. Bandung: Pustaka Setia. Mudzakkir AS. 2001. 2003. 2000. 1991. 21. Bandung: Pustaka setia. Rasm Utsmani memiliki fungsi yang sangat besar dalam menyatukan umat Islam.wordpress. Hal. Jakarta: Gema Insani Press. Bandung: MIZAN. Sohirin Solihin dkk. 1988. Ulumul Qur’an II. Az-Zanzani.BAB III PENUTUP Kesimpulan Rasm Al-qur’an adalah tata cara penulisan Al-qur’an. yang biasa disebut juga dengan rasm Utsmani. Ahmad dan Rofii. Studi Ilmu Ilmu Al-Qur’an. Pada awalnya rasm Utsmani tidak memiliki tanda baca tapi kemudian di tambahi dan disempurnakan. Bandung: Pustaka setia. Tarj. Ahmad. As-Shalih. Muhammad. Anwar. Mabahis Fi Ulum Al-Quran. FOOTNOTE [1] http://gasus85. DAFTAR PUSTAKA Al-Azami. Subhi. 1978. Rosihon. Status hokum Rasm Al-qur’an masih diperselisihkan dalam tiga hal: apakah tauqifi. Kamaluddin Marzuki Amwar. Bandung: Pustaka Litera AntarNusa. Tarj. Manna Khalil. As-Suyuti. Ahmad dan Rofii. Al-Qattan. Terj. . Yogyakarta: QIRTAS. Beirut: Darul Ilmi. Ahmad. 2000. Ulumul Qur’an II.com/ *2+ Syadali. Ulumul Qur’an. 2005. Beirut: Darul Ma’arif. Abu Abdullah. Syadali. Chirzin. 2006. jaluddin.M. The History Of Qur’anic Text. Wawasan Baru Tarikh Al-Qur’an.M. Al-Itqoan Fi Ulum Al-Qur’an.

jaluddin. hal. ibid.M. cit. The History Of Qur’anic Text. 2001. Jakarta: Gema Insani Press.hal. 56 telah di presentasikan di Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al Hakim (STAIL) Surabaya .[3] As-Shalih. 99-100. 2005. Op. [4] As-Suyuti. apa di hapus. Jaluddin. 1978. yang Nabi sendiri tidak memiliki otoritas untuk menyangkalnya. 2006. [12] Anwar. [15]As-Suyuti. hal 167. rosihon. [14] Ibid. Mudzakkir AS.hal. Ulumul Qur’an. Tarj. Juz 5. Op. hal.215. Bandung: Pustaka Litera AntarNusa. 6. [16] Ibid. Manna Khalil.50-52. 55. Studi Ilmu Ilmu Al-Qur’an. [10] Ibid.50 [7] Anwar. Subhi. Sohirin Solihin dkk. hal. 1988. Mabahis Fi Ulum Al-Quran. Op cit hal. Beirut: Darul Ilmi. Rosihon. hal. Rosihon. [18] Ibid. [17] Anwar. hal 107 [11] Yakni bukan produk manusia. di robek atau di bakar. Al-Itqoan Fi Ulum Al-Qur’an. [5] Al-A’zami. tetapi merupakan sesuatu yang ditetapkan berdasarkan wahyu Allah. cit. Hal.M.52 [13] Al-Qattan. Hal.hal. Bandung: Pustaka Setia. 361-362. 216. Terj. Op cit. Anwar.Rosihon. Beirut: Darul Ma’arif. [8] Al-A’zami. 104 [9] Menurut Ibnu Hajar hal ini tergantung dari induvidu yang memilikinya.

mulai dari sisi Allah hingga langsung kepada Nabi Muhammad . Pengertian Nuzulul Qur’an (Turunnya Al-Qur’an ) Menurut Jumhurul Ulama’ arti Nuzulul Qur’an itu secara hakiki tidak cocok untuk Al-Qur’an sebagai kalam Allah yang berada pada dzat-Nya. Tahap-tahap Al-Qur’an di turunakan Yang dimaksud dengan “ tahap-tahap turunnya Al-Qur’an” ialah tertib dari fase-fase disampaikan kitab suci Al-Qur’an. B. dengan memakai ungkapan “diturunkan” menghendaki adanya materi kalimat atau lafal atau tulisan huruf yang riel yang harus diturunkan. maupun kepada Nabi Muhammad SAW. baik di sampaikan Al-Qur’an itu ke Lauhil Mahfudz atau ke Baitul Izzah di langit dunia. yaitu menetapkan / memantapkan / memberitahukan /menyampaikan Al-Qur’an.Rabu. Sebab . 29 Februari 2012 MAKALAH ‘ULUMUL QUR’AN SEJARAH TURUN DAN PENULISAN AL-QUR’AN BAB II PEMBAHASAN A. Karena itu harus menggunakan arti majazi.

dalam Lauhul Mahfudz Al-Qur’an berupa kumpualn lengkap tidak terpisah-pisah. yaitu secara sekaligus turun seluruh isi al-qur’an dari lauhul mahfudz ke baitul izzah. Hikmah dari Tanazul tahap pertama ini adalah seperti hikmah dari eksistensi Lauhul Mahfudz itu sendiridan fungsinya sebagai tempat catatan umum dari segala hal yang ditentukan dan diputuskan Allah dari segala makhluq alam dan semua kejadian. Wujudnya Al-Qur’an di Lauhu Mahfudz adalah dalam suatu cara dan tempat yang tidak bisa diketahui kecuali oleh Allah sendiri. Tahap Kedua Di Baitul Izzah (‫)بيت العزةي‬ yaitu tempat mulia di langit yaitu langit pertama. 1. tahap ketiga. yang tersimpan di Lauhul Mahfudz ( QS. Dan membuktikan kebesaran kekuasaan Allah SWT dan keluasaan ilmunya serta kekuatan kehendak dan kebijaksanaa-Nya 2. Berdasarkan firman allah: ٍ‫ك‬ ٍ ‫ِنَّا أَنْزلْناَهُ فِى ل‬ ‫ة‬ ِِ ِ ِ‫إ‬ َ‫ار‬ ْ َ ِِ ُ ‫َي لَة‬ َ َ‫مب‬ Artinya: sesungguhanya kami menurunkannya (al-qur’an )pada suatu malam yang (QS. diberkahi.SAW. sehingga betul-betul menunjukkan kemukjizatannya. .‫ في لوح محفوظ‬. Sebab kitab suci ini diturunkan secara bertahap. sebelum di sampaikan ke nabi Muhammad SAW 3. ‫بل ىو قرأن مجيد‬ Artinya: bahkan yang di dustakan itu ialah Al-Qur’an yang mulia. Tahap Pertama Turun Di Lauh Mahfudz (‫)اللوح المحفوظي‬ sebagaimana dalm firman allah: . Allah SWT telah memberikan penghormatan kepada Al-Qur’an dengan membuat turnnya tiga tahap. atau langit yang terdekat dengan bumi. Ad-dukhan: 3) Ayat tersebut menunjukkan turunnya Al-Qur’an tahap kedua ini dan cara turunnya. Al-Buruj 21). kitab suci ini tidak seperti kitab-kitab suci sebelumnya.

1. tanggal 17 Ramadhan pada waktu Nabi telah berusia 41 tahun bertepatan tanggal 6 Agustus 610 M. yakni 13 tahun waktu nabi masih tingggal di makkah sebelum hijrah dan 10 tahun waktu nabi hijrah ke madinah. baik melalui perantara Malaikat Jibril ataupun secara langsung ke dalam hati sanubari nabi Muhammad SAW.” (Q. Sedangka permulaan turunya Al-Qur’an adalah pada malam lailatul qadar. Waktu turunya alqur’an Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur berupa beberapa ayat dari sebuah surat atau sebuah surat ynag pendek secara lengkap.‫إقراء با سم ربك الذى خلق‬ Sedangkan wahyu yang terakhir yang diterima Nabi Muhammad SAW adalah surat AlMaidah:3. pada waktu nabi sedang berwukuf di Arafah melaukan Haji Wada’pada tanggal 9 Dzul hijjah 10 H. sewaktu beliau sedang berkhalwat (meditasi ) di dalam gua hira’ di atas Jabal Nur. Sejarah turunnya al-qur’an kepada nabi Muhammad SAW. Ayat yang pertama kali turun adalah 1-5 surah al-alaq: ‫ علم اإلنسان مالم يعلم‬. ‫ الذى علم بالقلم‬. Dan penyampaian Al-Qur’an secara keseluruhan memakan waktu lebih kurang 23 tahun.Al-Qur’an turun dari dari Baitul Izzah di langit dunia langsung kepada nabi Muhammad. yaitu ayat: .‫خلق اإلنسان من علق‬. Artinya. albaqoroh:99) ‫ على قلبك لتكون من المنذربن‬.‫ إقراء وربك اآلكرم‬.S. Dalilnya ayat Al-Qur’an antara lain: ‫ولقد أنزلناه إليك ايت بينت‬ Artinya: dan sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas. ‫نزل بو الروح االمين‬ Artinya: ia (al-qur’an ) dibawa turun oleh Ar-Ruhul Al-Amin (Jibril) kedalam hatimu (Muhammad)agar kamu menjadi salah seorang diantara orang-orang yang memberi peringatan. Al-Qur’an disampaikan langsung kepada Nabi Muhammad.” (Q. asy-syu’ara: 193-194) C. maupun dari balik tabir.S.

surat dan ayatnya panjang-panjang dan gaya bahasanya panjang lebar dan lebih jelas ( Ithnab ).773 ayat. Wahyu Ilahi yang diturunkan sebelum hijrah tersebut di sebut surat/ ayat makkiyah merupakan 19/30 dari Al-Qur’an. Periode pertama adalah Makkah. Selam 9 tahun 9 bulan lebih 9 hari. Dan terdiri dari 90 surah yang mencakup 4. memahami dan hikmahnya yang di dalamnya memperkuat perkara yang haq dan membatalkan perkara yang batal.‫اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتى ورضيت لكم االسالم دينا‬ Artinya: pada hari ini telah ku-sempurnakan untukmu agamamu dan telah ku-cukupkan nikmat-ku kepadamu. mempermudah dalam menghafal. melainkanjuga non arab dari berbagai bangsa yang telah mulai masuk islam dan sudah tentu mereka belum menguasai bahasa arab. Yaitu. . Periode kedua adalah periode Madinah. b. surat dan ayatnya pendek-pendek dan gaya bahasanya singkat-padat ( Ijaz ). Hikmah dan rahasia al-qur’an diturunkan berangsur-angsur 1) Memperkuat dan memperkokoh hati Nabi Muhammad SAW karena turunnya wahyu baru. D.. yang terdiri dari 24 surah yang meliputi 1463 ayat. Yaitu. Mengenai isi surat/ayat Makkiyah pada umumnya berupa ajakan untuk bertauhid yang murni atau ketuhanan yang Maha Esa secara murni dan juga tentang pembinaan mental dan akhlaq. karena sasarannya bukan hanya orang-orang arab asli. sebagai berikut: a. Mengenai isi surat/ayat Madaniyyah pada umumnya berupa norma-norma hukum untuk pembentukan dan pembinaan suatu masyarakat / umat islam dan Negara yang adil dan makmur yang diridhai Allah SWT. serta ku-ridhai bagimu Islam sebagai agamamu 2. periodesasi turunya alqur’an Masa turunnya Al-Qur’an sealam 22 tahun lebih tersebut terbagi dalam dua periode. wahyu Ilahi yang turun sesudah hijrah disebut surat/ayat Madaniyyah dan merupakan 11/30 dari Al-Qur’an. membuat kegembiraan yang memenuhi hati nabi. yang menurut Ahli Tahkiq selama 12 tahun 5 bulan dan lebih 13 hari. karena sasaran pertama dan utama pada periode ini adalah orang-orang arab asli ( Suku Quraisy )yang sudah tentu paham benar akan bahasa Arab.

peristiwa dan kejadian kejadian. 3) Bertahap dalam menanamkan keyakinan dan ibadah yang benar serta budi pekerti yang luhur. disamping mempermudah hafalan dan pemahaman Al-Qur’an bagi orang arab agar kaum Muslimin menengok kepada kesalahan mereka yang perlu diperbaiki serta menunjukkan kebenaran kepada mereka. Mu’awiyah. kulit binatang.2) Bertahap dalam mendidik umat yang sedang tumbuh baik dengan Ilmy maupun dengan Amaly. sejalan dengan situasi. Dan kemudian Nabi bersabda: ‫كذا‬ ‫ضعوا ىذه السورة فى الموضع الذي يذكر فيو كذا ر‬ Artinya: “letakkan surat ini pada tempat yang disebutkan didalamnya ungkapan ini dan itu” Kemudian ayat-ayat Al-Qur’an yang telah ditulis dihadapan Nabi di atas benda-benda yang bermacam-macam antara lain batu. Sejarah penulisan Al-Qur’an Penulisan/penghimpunan Al-Qur’an mengalami 3 ( tiga ) periode yaitu: 1. pelepah kurma dan sebagainya. Zaid Bin Tsabit. Semuanya itu disimpan di rumah Nabi dalam keadaan terpencar-pencar ayatnya belum dihimpun dalam suatu Mushaf Al-Qur’an. Ubay Bin Ka’ab Dan Khalid Bin Walid. 5) Turun berangsur-angsur dalam beberapa masa. 4) Menunjukkan bahwa sumber Al-Qur’an adalah Kalam Allah SWT sendiri. tulang. penulisan Al-Qur’an pada periode Nabi Muhammad SAW Nabi menunjuk beberapa sahabat yang pandai tulis baca sebagai penulis Wahyu. dan diperkuat dengan naskah-naskah Al-Qur’an yang dibuat oleh para penulis untuk pribadi masing-masing serta ditunjang oleh hafalan para sahabat yang Hafidz Al- . E. antara lain empat sahabat nabi yang terkemuka. Para penulis wahyu itu diperinatah Nabi untuk menuliskan setiap wahyu yang diterimanya dan meletakkan urut-urutanya sesuai dengan petunjuk nabi berdasarkan petunjuk tuhan lewat Jibril.

. Ayat-ayat yang dihafal oleh para sahabat yang Hafidz Al-Qur’an. Ide sahabat Umar di terima oleh Abu Bakar. karena kawatir kehilangan sebagian Al-Qur’an dengan wafatnya sebagian para penghafalnya.Qur’an yang tidak sedikit jumlahnya. kemudian ia memerintahkan Kepada Zaid Bin Tsabit agar segera menghimpun ayat-ayat Al-Qur’an dalam satu mushaf/suhuf Zaid sangat berhati-hati dalam menjalankan tugas ini. 2. 2. Kemudian disimpan hafsah setelah Umar mangkat atas pesan Umar. terjadilah perbedaan bacaan Al-Qur’an di kalangan umat islam dan kalau dibiarkan. terjadilah gerakan pembangkangan membayar zakat dan gerakan keluar dari agama islam (Murtad) dibawah pimpinan Musailamah. yakni antara sesudah terjadi perang Yamamah dan sebelum Abu Bakar wafat. Zaid tidak mau menerima tulisan ayat-ayat Al-Qur’an kecuali kalau disaksikan dengan dua orang saksi yang adil bahwa ayat itu benar-benar ditulis dihadapan Nabi atas perintah/ petunjuknya. maka semuanya itu menjamin Al-Qur’an tetap terpelihara secara lengkap dan murni. Tugas penulisan ini oleh zaid dapat di laksanakan dalam waktu kurang lebih 1 (satu) tahun. dengan pertimbangan bahwa Hafsah adalah istri nabi yang hafidz Al-Qur’an dan pandai baca tulis. 3. Gerakan ini segera di tindak Oleh Abu Bakar dengan mengirimkan pasukan di bawah Khalid Bin Walid. ia berpegangan pada dua hal. Penulisan/ penghimpunan Al-Qur’an periode Khalifah Utsman Bin Affan Pada masa pemerintahan Utsman. Karena itu . Terjadilah clash fisik di Yamamah yang menimbulkan banyak korban di kalangan Islam termasuk 70 sahabat yang Hafidz Al-Qur’an terbunuh sebagai Syuhada’ Peristiwa itu mendorong umar untuk menyarankan kepada Khalifah segera menghimpun ayatayat Al-Qur’an dalam satu mushaf. ialah: 1. Penulisan Al-Qur’an pada periode Khalifah Abu Bakar Setelah Nabi wafat dan Abu Bakar diangkat sebagai Khalifah. Mushaf karya Zaid Bin Tsabit ini kemudian disimpan oleh Abu Bakar dan kemudian Umar setelah Abu Bakar wafat. bisa menggganggu persatuan dan kesatuan umat Islam. Ayat-ayat Al-Qur’an yang ditulis di hadapan nabi dan di simapn di rumah Nabi Muhammad SAW.

maupun kepada Nabi Muhammad. suhufnya di ambil oleh Marwan dan kemudian dibakarnya. mulai dari sisi Allah hingga langsung kepada Nabi Muhammad SAW. tetappi ditolak oleh Hafsah. Baru setelah hafsah wafat. mushaf Hafsah yang dipinjamnya dikembalikan ke Hafsah. pernah meminta Hafsah agar suhufnya dibakar. kemudian membentuk panitia terdiri dari empat orang. yakni: Zaid Bin Tsabit. kitab suci ini tidak seperti kitab- . tahap-tahap turunnya Al-Qur’an” ialah tertib dari fase-fase disampaikan kitab suci Al-Qur’an. baik di sampaikan Al-Qur’an itu ke Lauhil Mahfudz atau ke Baitul Izzah di langit dunia. sebab suhuf Hafsah ini di pandang sebagai naskah Al-Qur’an standart. Sai’id Bin Al-Ash. Panitia Zaid diperintah menyalin suhuf Hafsah dalam jumlah beberapa buah untuk dikirimkan ke beberapa daerah Islam disertai intruksi bahwa semua suhuf yang berbeda dengan Mushaf Utsman yang terkirim itu harus di musnahkan / dibakar.sahabat Hudzaifah menyarankan kepada khalifah agar berusaha mengusahakan keseragaman bacaaan Al-Qur’an. demi untuk menagamankan keseragaman mushaf Al-Qur’an yang telah diusahakan oleh Khlaifah Utsman. Khalifah Utsman dapat menerima ide Hudzaifah. jika masih terdapat dua macam naskah (Suhuf Hafsah dan Mushaf Utsman). BAB III PENUTUP KESIMPULAN Pengertian turunnya alqur’an ialah menetapkan / memantapkan / memberitahukan /menyampaikan Al-Qur’an. Abdullah Bin Al-Zubair Dan Abdurrahman Bin Harits Bin Hisyam. Tindakannya terpaksa dilakukan. Marwan Bin Al-Hakam seoarang Khalifah Bani Umayyah. Panitia ini diketuai oleh Zaid dan bertugas menyalin Al-Qur’an yang disimapn oleh Hafsah. Setelah panitia Zaid berhasil melaksanakan tugasnya. dan lagi untuk menghindari keragu-raguan umat Islam di masa yang akan dating terhadap mushaf AlQur’an.

Taufiqurrohman. Ulumul Quran. H. . 2000 Pustaka Setia. Drs. Dunia Ilmu. H. Sebab kitab suci ini diturunkan secara bertahap. Bandung. Surabaya. Pustaka Setia.Djalal. Bandung.Masjfuk Zuhdi. M. semoga menimbulkan ketebalan iman kita terhadap AlQur’an. tanggal 17 Ramadhan pada waktu Nabi telah berusia 41 tahun bertepatan tanggal 6 Agustus 610 M. dan sejarah penulisan AlQur’an yang begitu panjang prosesnya. Abdul. Sedangka permulaan turunya Al-Qur’an adalah pada malam Lailatul Qadar. Dan kita mau mengamalkan apa yang di perintahkan dalam Al-Qur’an dan meninggalkan apa yang dilarang oleh Al-Qur’an. Bina Ilmu. PT.Drs. Ayat yang pertama kali turun adalah 1-5 surah Al-Alaq: Sedangkan Penulisan/penghimpunan Al-Qur’an mengalami 3 ( tiga ) periode yaitu: 1) penulisan Al-Qur’an pada periode Nabi Muhammad SAW 2) Penulisan Al-Qur’an pada periode Khalifah Abu Bakar 3) Penulisan/ penghimpunan Al-Qur’an periode Khalifah Utsman Bin Affan Setelah kita mengetahui dari sejarah turunnya al-qur’an al-karim. 2003 . Amin… DAFTAR PUSTAKA . sehingga betul-betul menunjukkan kemukjizatannya. Ag. Prof. yakni 13 tahun waktu nabi masih tingggal di makkah sebelum hijrah dan 10 tahun waktu nabi hijrah ke madinah.kitab suci sebelumnya. Studi Ulumul Quran Telaah Atas Mushaf Utsmani. 1980 . Ulumul Quran. Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur berupa beberapa ayat dari sebuah surat atau sebuah surat ynag pendek secara lengkap. Ag.Rosihan Anwar. Pengantar Ulumul Quran. Dr. A. Surabaya. Dan penyampaian Al-Qur’an secara keseluruhan memakan waktu lebih kurang 23 tahun. sewaktu beliau sedang berkhalwat (meditasi ) di dalam gua hira’ di atas Jabal Nur. 2001 . sehingga kita akan selamat di Dunia maupun di Akherat kelak. M.

Penulisan mushaf tersebut dinamakan Rasmul ‗Usmani yaitu dinisbahkan kepada Usman. Dan ceritakan apa yang dariku. sanadnya. bacaannya.A. dimasa kekhalifahan Abu Bakar dan Umar r.W tidak mengizinkan mereka menuliskan sesuatu dari dia selain Qur‘an. almuhkam wal mutasyaabih. dan memberikan . para sahabat menulis tetap didasarkan pada riwayat yang melalui petunjuk di zaman Rasulullah S. Dan barang siapa yang sengaja berdusta atas namaku. penulisannya. Dan atas perintahnya. Dan hal itu pun terlaksana. Imam Al-Suyuthi dalam kitab itmamu al-dirayah mengatakan. dan sebagainya‖. Jadi.A. an-Nasikh wal mansukh.a. II. dari segi turunnya. barang siapa yang menuliskan dari aku selain Qur‘an. adabnya.‖ Sekalipun sesudah itu. dan itu tiada halangan baginya. Rasulullah S.A.a.W berkata : ―Janganlah kamu tulis dari aku. ‗Ilmu berarti al-fahmu walidraak (―paham dan menguasai‖).1..W. urut-urutannya. hendaklah dihapus. contohnya yaitu : Imam Al-Zarqani dalam kitabnya manahil al-irfan fi ulum al-qur‘an merumuskan Ulumul Qur‘an sebagai berikut : ― Pembahasan-pembahasan masalah yang berhubungan dengan alqur‘an. al-Makki wal Madani. Kemudian datang masa kekhalifahan Usman r.A. ― Muslim meriwayatkan dari Abu Sa‘id al-khudri. karena yang dibahas berkaitan dengan beberapa masalah yang harus diketahui oleh seorang mufasir sebagai sandaran dalam menafsirkan Qur‘an.a dan keadaan menghendaki untuk menyatukan kaum muslimin pada satu mushaf.ULUMUL QUR‘AN DAN PERKEMBANGANNYA I. dan bantahan terhadap hal-hal yang dapat menimbulkan keragu-raguan terhadap al-qur‘an dan sebagainya‖. Kemudian datang masa kekhalifahan Ali r. PERKEMBANGAN ULUMUL QUR‘AN Ulumul Qur‘an itu sendiri bermula dari Rasulullah SAW. Ulumul Qur‘an adalah : ― ilmu yang membahas tentang keadaan al-qur‘an dari segi turunnya. baik yang berhubungan dengan lafal-lafalnya maupun yang berhubungan dengan hukum-hukumnya. Dan ini dianggap sebagai permulaan dari ‗Ilmu Rasmil Qur‘an. pengumpulannya. karena ia khawatir Qur‘an akan tercampur dengan yang lain. baku. nasikh mansukhnya. Kemudian arti kata ini berubah menjadi masalah-masalah yang beraneka ragam yang disusun secara ilmiah.r. Terdapat berbagai defenisi tentang yang dimaksud dengan Ulumul Qur‘an ( ilmu ilmu alqur‘an ). dan lain sebagainya yang berhubungan dengan Qur‘an. makna – maknanya. tetapi saat itu Rasulullah S. yang dimaksud dengan ‗ULUUMUL QUR‘AN ialah yang membahas masalah-masalah yang berhubungan dengan Qur‘an dari segi asbaabun nuzuul. Abul Aswad ad-Du‘ali meletakkan kaidah kaidah Nahwu.a. mukjizatnya. tetapi hal yang berhubungan dengan Qur‘an. ia akan menempati tempatnya di api neraka. bahwa rasulullah S. Salinan salinan mushaf itu juga dikirimkan ke beberapa propinsi. PENGERTIAN ULUMUL QUR‘AN Kata ‗Uluum jamak dari kata ‗ilmu. Mushaf itu disebut mushaf imam. cara pengucapan yang tepat. Terkadang ilmu ini dinamakan juga USUULUT TAFSIIR (―dasar-dasar tafsir‖).W baru mengizinkan kepada sebagian sahabat untuk menulis hadist.

Hal yang demikian diteruskan oleh murid-murid mereka. Dan yang diriwayatkan dari mereka itu semua meliputi ilmu Tafsir. yaitu para tabi‘in. dan ‗Abdurrazzaq bin hammam (wafat 112H). Diantara murid-murid Ibn Abbas di Mekkah yang terkenal ialah Sa‘id bin jubair. dan ilmu Nasikh dan Mansukh. Maka sebagian ulama membukukan tafsir Qur‘an yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW. Mujahid. dari para sahabat atau dari para tabi‘in. ‗Ataa‘ bin Abi Rabaah. Ibn ‗Abbas. Mereka semua adalah para ahli hadist. Malik dan anaknya Abdurrahman serta Abdullah bin Wahb. Ubai bin Ka‘b. Diantara mereka itu. ilmu Makki Wal Madani. Demikianlah tafsir pada mulanya dinukilkan (dipindahkan) melalui penerimaan (dari mulut ke mulut) dari riwayat. dan Ubai bin Ka‘b. Dan apa yang diriwayatkan dari mereka tidak berarti sudah merupakan tafsir Qur‘an yang sempurna. Tetapi terbatas hanya pada makna beberapa ayat dengan penafsiran tentang apa yang masih samara dan penjelasan apa yang masih global. ‗Ikrimah maula Ibn Abbas dan sahabat sahabat Ibn Abbas lainnya. Dari murid-murid Abdullah bin Mas‘ud di Irak yang terkenal ‗Alqamah bin Qais. yang terkenal adalah Yazid bin Harun as-Sulami (wafat 117H). Tetapi semua itu tetap didasarkan pada riwayat dengan cara didiktekan. Zaid bin Aslam. Waki‘ bin Jarraah (wafat 197H). Para sahabat senantiasa melanjutkan usaha mereka dalam menyampaikan makna-makna Qur‘an dan penafsiran ayat-ayatnya yang berbeda-beda dalam memahami dan karena adanya perbedaan lama dan tidaknya mereka hidup bersama Rasulullah SAW.ketentuan harakat pada Qur‘an. kemudian dibukukan sebagai salah satu bagian hadist. Hasan al-Basri dan Qatadah bin Di‘amah as-Sadusi. Ulama penduduk Medinah dalam ilmu tafsir diantaranya adalah Zubair bin Aslam. orang yang paling tahu adalah penduduk Mekkah. ilmu Asbaabun Nuzuul. Namun tafsir mereka yang tertulis tidak ada yang sampai ke tangan kita. ‗Amir asy-Sya‘bi. Maka berlangsunglah proses kelahiran at-tafsir bil ma‘sur (berdasarkan riwayat). dan hal ini sangat diperlukan oleh seorang mufasir. Sufyan bin ‗Uyainah (wafat 198). Dan yang paling terkenal diantara mereka ada Ibn Jarir at-Tabari (wafat 310H). Abul ‗Aliyah dan Muhammad bin Ka‘b al-Qurazi. . alAswad bin Yazid. Dan terkenal pula diantara murid-murid Ubai bin Ka‘b di medinah. seperti Mujahid. Pada abad kedua hijri tiba masa pembukuan (tadwiin)yang dimulai dengan pembukuan hadist dengan segala babnya yang bermacam-macam. Zaid bin Sabit. Begitu juga penduduk Kufah dari sahabat Ibn Mas‘ud. Ini juga dianggap sebagai permulaan ‗Ilmu I‘rabil Qur‘an. Masruq. dan itu juga menyangkut hal berhubungan dengan tafsir. Diantara para mufasir yang termasyhur dari para sahabat adalah empat orang khalifah.Asy‘ari dan Abdullah bin Zubair. Abdullah bin Mas‘ud. Ibnu Taimiyah berkata : ―Adapun mengenai Ilmu tafsir. selanjutnya ditulis secara bebas dan mandiri. lahir pula karangan yang berdiri sendiri mengenai pokok-pokok pembahasan tertentu yang berhubungan dengan Qur‘an. Mereka menyusun tafsir Qur‘an yang lebih sempurna berdasarkan susunan ayat. Tawus bin Kisan al-Yamani dan ‗Ataa‘ bin Abi Rabaah. kemudian Ibn Mas‘ud. Abu Musa al. Sedang tafsir yang mereka susun merupakan salah satu bagiannya. karena mereka sahabat Ibn Abbas. ‗Ikrimah bekas sahaya (maula) Ibn Abbas. Kemudian langkah mereka diikuti oleh segolongan ulama. Syu‘bah bin Hajjaj (wafat 160H). dan mereka itu mempunyai kelebihan dari ahli tafsir yang lain. ilmu Gariibil Qur‘an. lalu diikuti oleh at-tafsir bir ra‘yi (berdasarkan penalaran). Mengenai para tabi‘in. Banyak riwayat mengenai tafsir yang diambil dari Abdullah bin Abbas. Disamping ilmu tafsir. diantara mereka ada satu kelompok terkenal yang mengambil ilmu ini dari para sahabat disamping mereka sendiri bersungguh-sungguh atau melakukan ijtihad dalam menafsirkan ayat.

guru Bukhari. menyusun al-Haawii faa ‗Uluumil Qur‘an. menyusun tentang problematika Qur‘an / Musykilatul Qur‘an. Dan kadang ia berbicara tentang hukum-hukum dalam Qur‘an.Ali bin Ibrahim bin Sa‘id al-Hufi (wafat 430H).Abu Bakar al-Baqalani (wafat 403H). menyusun tentang majaz dalam Qur‘an.Abu Bakar as-Sijistani (wafat 330H).Badruddin az-Zarkasyi (wafat 794H).al-Qaul fil ma‘naa wat Tafsir (pendapat mengenai makna dan tafsirnya) . Meskipun pembukuannya memakai cara tertentu seperti yang disebut diatas. . Kemudian karang mengarang tentang ilmu-ilmu Qur‘an terus berlanjut. dan judul yang umum disebut dengan al-Qaul fii Qaulihi ‗Azza wa jalla (pendapat mengenai firman Allah ‗Azza wa jalla). . menyusun Ghariibil Qur‘an. menulis mengenai I‘raabul Qur‘an. menyusun tentang tamsil-tamsil dalam Qur‘an (Amsaalul Qur‘an). menulis tentang Nasikh-Mansukh dan Qira‘aat. memberikan tambahan atas kitab al-Burhan didalam . judulnya al-Burhaan fi ‗uluumil Qur‘an yang terdiri atas tiga puluh jilid. . Kemudian dibawah judul ini dicantumkan : . dengan menulis sebuah kitab berjudul Funuunul Afnaan fi ‗Aja‘ibi ‗Uluumil Qur‘an. .Ibn Qutaibah (wafat 276H).Pada abad ketiga hijri. seperti : . ada : . al-Hufi (wafat 330H) dianggap sebagai orang pertama yang membukukan ‗Ulumul Qur‘an/ ilmu-ilmu Qur‘an.Al-‗Izz bin ‗Abdus Salam (wafat 660H). ada : .Muhammad bin Ali al-Adfawi (wafat 388H). seperti ada : . .Ibnul jauzi (wafat 597H). Sedang pengumpulan hasil pembahasan dan bidang-bidang tersebut mengenai ilmu-ilmu Qur‘an. Pada abad keempat hijri. masing-masing diberi judul sendiri pula. .Abu Muhammad bin Qasim al-Anbari (wafat 351H).al-Qaul fil I‘rab (pendapat mengenai morfologi) . yang disebut al-Qaul fil Qira‘at (pendapat mengenai qira‘at).Ali bin al-Madani (wafat 234H). menyusun al-Istignaa‘fi ‗Uluumil Qur‘an.Jalaluddin al-Balqini (wafat 824H).al-Qaul fil waqfi wat tamaam ( pendapat mengenai tanda berhenti dan tidak) Sedangkan Qira‘at diletakkan dalam judul tersendiri pula. Dengan metode seperti ini. menulis sebuah kitab lengkap dengan judul alBurhaan fi ‗Uluumil Qur‘an.Abu ‗Ubaid al-Qasim bin Salam (wafat 224H). . Setiap penulis dalam karangannya itu menulis bidang dan pembahasan tertentu yang berhubungan dengan ilmu-ilmu Qur‘an. .Muhammad bin khalaf bin Marzaban (wafat 309H). juga menulis tentang ilmu-ilmu Qur‘an. maka Syaikh Muhammad ‗Abdul ‗Aziim az-Zarqaani menyebutkan didalam kitabnya Manaahilul ‗Irfan fi ‗Uluumil Qur‘an bahwa ia telah menemukan didalam perpustakaan Mesir sebuah kitab yang ditulis oleh Ali bin Ibrahim bin Sa‘id yang terkenal dengan al-Hufi. Kemudian kegiatan karang mengarang dalam hal ilmu ilmu Qur‘an tetap berlangsung sesudah itu. semuanya atau sebagian besarnya dalam satu karangan. . menulis mengenai ilmu Qira‘at (cara membaca Qur‘an) dan Aqsaaul Qur‘an. Pengarang membicarakan ayat-ayat Qur‘an menurut tertib mushaf. .Al-Mawardi (wafat 450H). . menyusun I‘jazul Qur‘an. menyusun karangannya mengenai asbaabun nuzuul. Dia membicarakan ilmuilmu Qur‘an yang dikandung ayat itu secara tersendiri.‗Alamuddin as-Sakhawi (wafat 634H).

. .Kitab an-Naba‘ul ‗Aziim. Pembahasan-pembahasan tersebut diatas dikenal dengan sebutan ‗ULUUMUL QUR‘AN. RUANG LINGKUP ULUMUL QUR‘AN Dari uraian diatas tersebut tergambar bahwa Ulumul Qur‘an adalah ilmu ilmu yang berhubungan dengan berbagai aspek yang terkait dengan keperluan membahas al-qur‘an. oleh Muhammad Mustafa al-Maragi.Kitab Manhajul Furqaan fi ‗Uluumil Qur‘an.Kitab Tarjamatul Qur‘an. . Dan akhirnya muncul Kitab Mabaahisu fi ‗Uluumil Qur‘an oleh Dr. oleh Muhammad ‗Abdul ‗Azim az-Zarqani. oleh Jamaluddin al-Qasimi.Kitab I‘jaazul Qur‘an. oleh Syaikh Tahir al-Jaza‘iri. Muhammad ‗Abdullah Daraz. Karena itu wajarlah kalau para sahabat bertanya kepada beliau ketika mendapatkan kesulitan dalam memahami sesuatu ayat.W Mengingat beliaulah yang bertugas untuk menjelaskan Qur‘an. Orang-orang yang menghubungkan diri dengan gerakan pemikiran islam telah mengambil langkah yang positif dalam membahas kandungan Qur‘an dengan metode baru pula. . . dan kata ini telah menjadi istilah atau nama khusus bagi ilmu-ilmu tersebut. Kepustakaan ilmu-ilmu Qur‘an pada masa kebangkitan modern tidaklah lebih kecil daripada nasib ilmu-ilmu yang lain. . Al-Qur‘anul Karim Sebab apa yang yang dikemukakan secara global di satu tempat/ayat dijelaskan secara terperinci ditempat/ayat yang lain. .Kitab Muzakkiraat ‗Uluumil Qur‘an.Kitab at-Taswiirul Fanni fil Qur‘an dan Masyaahidul Qiyaamah fil Qur‘an.Kitab Mukaddimah tafsir Mahaasinut Ta‘wil. yang ditulis oleh Mustafa Sadiq ar-Rafi‘i.A. Juga diikuti oleh Ustadz Ahmad Muhammad Jaml yang menulis beberapa studi sekitar masalah ―Maa‘idah‖ dalam Qur‘an. seperti : . III. Para ulama mufasir dari semua kalangan dan generasi-generasi yang tercakup dalam lingkup Uluumul Qur‘an menafsirkan Qur‘an selalu berpegang pada : 1).Kitab at-Tibyaan fi ‗uluumil Qur‘an. oleh Syaikh Muhammad ‗Ali Salamah. oleh Dr. misalnya rincian tentang perintah dan larangan-Nya serta ketentuan mengenai hukum-hukum yang difardhukan-Nya. Subhi al-shalih lebih lanjut menjelaskan bahwa para perintis ilmu al-qur‘an adalah sebagai berikut : Dari kalangan sahabat nabi Dari kalangan tabi‘in di madinah Dari kalangan tabi‘ut tabi‘in (generasi ketiga kaum muslimin) Dan dari generasi-generasi setelah itu. .kitabnya Mawaqi‘ul ‗Uluum min Mawaaqi‘in Nujuum.Kitab Mas‘alatu Tarjamatil Qur‘an. Nabi S. oleh Syaikh Ahmad ‗Ali. . . Terkadang pula sebuah ayat datang dalam bentuk mutlaq atau umum namun kemudian disusul oleh ayat lain yang membatasi atau mengkhususkannya. . Inilah yang dinamakan ―Tafsir Qur‘an dengan Qur‘an‖. Diantara kandungan Qur‘an terdapat ayat ayat yang tidak dapat diketahui ta‘wilnya kecuali melalui penjelasan Rasulullah . menyusun kitab yang terkenal al-Itqaan fi Uluumil Qur‘an. 2).Jalaluddin as-Suyuti (wafat 911H). Subhi as-Salih. oleh Sayid Qutb. oleh Mustafa Sabri.Kitab Manaahilul ‗irfan fi ‗Uluumil Qur‘an.

maupun lainnya. atau tidak terdapat dalam percakapan sehari-hari. . Ilmu Ma‘rifat al-muhkam wa al-mutasyabih yaitu : ilmu yang menyatakan ayat ayat yang dipandang muhkam dan ayat ayat yang dianggap mutasyabih. dan banyak perbedaanperbedaan dari kalangan sahabat. tempat mulai dan pemberhentiannya. Tujuan mempelajari ulumul qur‘an ini adalah untuk memperoleh keahlian dalam mengistimbath hukum syara‘. CABANG CABANG ULUMUL QUR‘AN Secara garis besar Ulumul Qur‘an terbagi dua. Dan yang cukup banyak menafsirkan Qur‘an seperti empat orang khalifah dan para sahabat lainnya. Ilmu Asbab al-nuzul yaitu : ilmu yang menerangkan sebab sebab turunnya ayat. Pada masa kalangan sahabat. Ilmu I‘rabil qur‘an yaitu : ilmu yang menerangkan baris al-qur‘an dan kedudukan lafal dalam ta‘bir ( susunan kalimat ). Ilmu Gharib al-qur‘an yaitu : ilmu yang menerangkan makna kata-kata yang ganjil yang tidak terdapat dalam kitab-kitab biasa. Ilmu ini menerangkan makna-makna kata yang halus. Riwayat dari para sahabat yang berasal dari Rasulullah SAW cukup menjadi acuan dalam mengembangkan ilmu-ilmu Qur‘an. Ilmu yang berhubungan dirayah. masanya. dan pelik. budi pekerti. Ilmu Tawarikh al-nuzul yaitu : ilmu yang menerangkan dan menjelaskan masa turun ayat dan tertib turunnya.3). Ilmu Wujuh wa al-nazhair yaitu : ilmu yang menerangkan kata-kata al-qur‘an yang banyak arti. waktu turunnya. dan tertib turun surat dengan sempurna. awal dan akhirnya. IV. yaitu: Ilmu yang berhubungan dengan riwayat semata mata. satu demi satu dari awal turun hingga akhirnya. maka mereka melakukan ijtihad dengan mengerahkan segenap kemampuan nalar. Pemahaman dan ijtihad Apabila para sahabat tidak mendapatkan tafsiran dalam Qur‘an dan tidak pula mendapatkan sesuatu pun yang berhubungan dengan hal itu dari Rasulullah. Masa pembukuan dimulai pada akhir dinasti Bani Umayah dan awal dinasti Abbasiyah. tempat turunnya ayat-ayat al-qur‘an. Ilmu tajwid yaitu : ilmu yang menerangkan cara membaca al-qur‘an. baik mengenai keyakinan atau I‘tiqad. tidak ada sedikit pun tafsir / ilmu ilmu tentang Qur‘an yang dibukukan. Ini mengingat mereka adalah orang-orang Arab asli yang sangat menguasai bahasa Arab. dan sebab-sebabnya. Ilmu Qira‘at yaitu : ilmu yang menerangkan rupa-rupa Qira‘at ( bacaan Al-Qur‘an yang diterima dari Rasulullah SAW ). seperti ilmu qira‘at. Cabang-cabang dari Ulumul Qur‘an adalah sebagai berikut : Ilmu Mawathin al-nuzul yaitu : ilmu yang menerangkan tempat tempat turunnya ayat. sebab pembukuan baru dilakukan pada abad kedua hijri. memahaminya dengan baik dan mengetahui aspek-aspek yang ada didalamnya. 4). amalan. tinggi. Para Sahabat Mengingat para sahabatlah yang paling dekat dan tahu dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. yakni ilmu yang diperoleh dengan jalan penelaahan secara mendalam seperti memahami lafal yang gharib (asing pengertiannya) serta mengetahui makna ayat yang berhubungan dengan hukum. menerangkan makna yang dimaksud pada satu-satu tempat.

Dan ilmu-ilmu lain yang membahas tentang Al-Qur‘an. Iraq dan lain-lain. Ilmu Tanasub ayat al-qur‘an yaitu : ilmu yang menerangkan persesuaian antara suatu ayat dengan ayat sebelum dan sesudahnya. Ilmu Bada‘I al-qur‘an yaitu : ilmu yang membahas keindahan keindahan al-qur‘an. Ilmu Jidal al-qur‘an yaitu : ilmu untuk mengetahui rupa rupa debat yang dihadapkan alqur‘an kepada kaum musyrikin dan lainnya. Brasilia. Secara tidak langsung pemikiran merekalah yang mengilhami kita dalam memaham al-qur‘an. Selain memahami alqur‘an kita juga perlu tau mengetahui bagaimana perkembangan ulumul qur‘an dan siapa saja tokoh-tokoh yang menjadi pendongkrak munculnya ulumul qur‘an. dan ketinggian balaghahnya. Andaikata ia bukan dari allah Swt. kesopanan. tentu terdapat perbedaan yang banyak. bagaikan pelita yang memberikan cahaya kearah hidayah ma‘rifah. sehingga ia dipandang sebagai mukjizat. baik di Jepang. Segala kesusilaan. Ilmu Amtsal al-qur‘an yaitu : ilmu yang menerangkan segala perumpamaan yang ada dalam al-qur‘an. Ilmu Aqsam al-qur‘an yaitu : ilmu yang menerangkan arti dan maksud-maksud sumpah tuhan atau sumpah-sumpah lainnya yang terdapat di al-qur‘an. Ulumul Qur‘an adalah salah satu jalan yang bisa membawa kita dalam memahami kandungan Al-Qur‘an. Ilmu Adab al-tilawah al-qur‘an yaitu : ilmu yang mempelajari segala bentuk aturan yang harus dipakai dan dilaksanakan didalam membaca al-qur‘an. Yang maha bijaksana dan maha mengetahui. bab-babnya. Al-Qur‘an juga adalah kitab hidayah dan ijaz (melemahkan yang lain). ilmu ini menerangkan kesusastraan al-qur‘an.Ilmu Al-Nasikh wa al-Mansukh yaitu : ilmu yang menerangkan ayat ayat yang dianggap mansukh oleh sebagian mufasir.sehingga kita hendaknya harus dapat memahami tentang kandungan di dalamnya. suratsuratnya dan ayat-ayatnya yang sama di seluruh dunia. Ayat-ayatnya tentu ditetapkan kemudian diperinci dari allah Swt. Sejarah Dan Perkembangan Ulumul Qur'an BAB I PENDAHULUAN Al-Qur‘an adalah sumber hukum islam yang pertama. Oleh karena itu kita sebagai umat islam harus benar-benar mengetahui kandungan-kandungan yang ada didalamnya dari berbagai aspek. Ilmu I‘daz al-qur‘an yaitu : ilmu yang menerangkan kekuatan susunan tutur al-qur‘an. Al-Qur‘an dengan huruf-hurufnya. . kepelikan. dan ketentuan yang harus dijaga ketika membaca al-qur‘an. Al-Qur‘an adalah laksana sinar yang memberikan penerangan terhadap kehidupan manusia.

adapun Az-Zarqani menyatakan bahwa istilah itu muncul pada abad 5 H.450. Kata Ulum merupakan bentuk jama‘ dari kata Ilmu. Kitab hasil cetakannya mencapai 250 halaman itu menyajikan tentang Makki-madani. dan ditulis pada mushaf mulai dari awal Surat Al-Fatihah(1) sampai akhir Surat An-Nas(114). jumlah surat dan ayat. penolakan terhadap berbagai keraguan yang menyangkut pengodifikasian al qur‘an dan penulisan mushaf. Banyaknya ilmu yang ada kaitannya dengan pembahasan Al-Qur‘an menyebabkan banyak pula pembahasan ruang lingkup Ulumul Qur‘an. berpendapat bahwa istilah ulumul qur‘an muncul dalam kitab Al -Mabani fi Nazhm Al-Ma‘ani yang ditulis tahun 425 H. Lebih lanjutnya syahbah mengkritik analisis yang dikeluarkan Az-Zarqani. hitungan itu .1[1] Adapun secara definisi umum Ulumul Qur‘an adalah sejumlah pembahasan yang berkaitan dengan Al-Qur‘an dan pembahasan itu menyangkut materi-materi yang selanjutnya menjadi pokokpokok bahasan Ulumul Qur‘an. muhkam mutasyabih. Dengan merujuk kitab Muqaddimatani Fi Ulum Al-Qur‘an yang dicetak tahun 1954 dan disunting oleh Arthur Jeffri. penulisan mushaf. nuzul al qur‘an. kondifikasi al qur‘an. secara bahasa ulumul qur‘an adalah ilmu (pembahasan) yang berkaitan dengan Al Qur‘an. kritiknya itu menyangkut penyebutan istilah Ulumul Qur‘an dalam kitab Al-Burhan Fi Ulumul Qur‘an yang pertama kali muncul. tafsir.BAB II PEMBAHASAN A. Adapun Al-Qur‘an sebagaimana didefinisikan sebagian ulama adalah kalamullah yang diturunkan kepada Nabi-Nya Muhammad SAW. Ilmu-ilmu Al-Qur‘an mencapai 77. Ia berpendapat bhwa istilah ulumul qur‘an sudah muncul sejak abad 3 H. 430 H) dalam karyanya yang berjudul Al-Burhan fi Ulum Al-Qur‘an. Mengenai kemunculan istilah ulumul qur‘an untuk yang pertama kalinya para penulis menyatakan bahwa Abu Al-Farj Bin Al-Jauzi – lah yang pertama kali memunculkan kata tersebut pada abad ke-6 H. yaitu ketika Ibn Al-Marzuban menullis kitab yang berjudul Al-Hawi Fi Ulum Al-Qur‘an. Dengan demikian . yang disampaikan oleh Al-Hufi (w. yang lafadz-lafadznya mengandung mukjizat. turunnya Al-Qur‘an dengan Tujuh Huruf (Sab‘ah Ahruf) dan pembahasan lainnya. ilmu yang dimaksud disini sebagaimana didefinisikan Abu Syahbah adalah sejumlah materi pembahasan yang dibatasi kesatuan tema ataupun tujuan. yaitu Ulum dan Al-Qur‘an. takwil. Pengertian dan sejarah ulumul qur’an Ungkapan Ulumul Qur‘an berasal dari bahasa arab.

Sedekat mungkin sesuai dengan apa yang dimaksud oleh penuturnya (Allah swt). Ilmu Kitabah al-Quran adalah. batin. adalah ilmu yang membahas al-Quran dari segi penurunannya. ilmu yang menceritakan tentang bahsan tata cara penulisan al-Quran. baik dari segi proses pengumpulanya maupun cara-caranya.diperoleh dari hasil perkalian jumlah kalimat Al-Qur‘an dengan empat karena tiap-tiap kalimat dalam Al-Qur‘an mempunyai empat makna yaitu zhahir. Persoalan makna-makna al-qur‘an yang berkaitan dengan hukum. e. h. dan mathla. Termasuk di dalamnya ilmu asbab an-nuzul adalah ilmu yang membicarakan tentang latar belakang historis turunnya suatu ayat atau beberapa ayat al-Quran. Beberapa ruang lingkup pembahasan ulumul qur’an 1. Persoalan sanad (rangkaian para periwayat). Persoalan qira‘at ( cara pembacaan al-qur‘an) 4. adalah ilmu yang membicarakan tentang penghapus atau .1[3] f. Pokok-Pokok Pembahasan Ulumul Quran Dari kedua definisi yang telah dikemukakan sebelumnya terlihat ada sebelas macam contoh nama-nama ilmu Quran yang disebutkan. Namun sebatas kemampuan manusia. baik dari segi proses pengumpulannya maupun cara-caranya. Persoalan kata-kata al-qur‘an. Ilmu Tafsir al-Quran. d. Ilmu an-Nasikh wa al-Mansukh. b. 3. adalah ilmu yang membicarakan tentang cara menjelaskan dan menguraikan isi kandungan atau makna ayat-ayat al-Quran. adalah ilmu yang membicarakan tentang al-Quran dari segi melafalkannya yang dinisabkan pada nama-nama qiraat termasuk didalamnya ilmu tajwid. adalah ilmu yang membicarakan tentang pengumpulan al-Quran. 6. Ilmu Tartib al-Quran. g.1[2] C. Persoalan makna al-qur‘an yag berkaitan dengan kata-kata al-quran. Persoalan turunnya al-qur‘an (nuzul al-qur‘an) 2. baik menyangkut proses turunya maupun cara penurunanya. adalah ilmu yang membahas tentang pengumpulan al-Quran . Ilmu Jam‘ al-Quran. Ilmu I‘jaz al-Quran. B. hadd. c. Ilmu Nuzul al-Quran. 5. Ilmu Qira‘at al-Quran. yaitu : a. adalah ilmu yang membicarakan tentang keistimewaan al-Quran yang berfungsi sebagai bukti kenabian Muhammd saw.

satu-satunya yang sudah dikodofikasikan pada saat itu hanyalah Al-Qur‘an. adalah ilmu yang membicarakan tentang klasifikasi ayatayat al-Quran berdasarkan tempat turunnya. . dan juga berdasarkan waktu turunnya. ulumul qur‘an dan ilmu-ilmu lainnya sebelum dikodifikasikan dalam bentuk kitab atau mushaf. adalah ilmu yang membicarakan tentang adanya ayatayat al-Quran yang jelas dan tagas kandungan maknanya. Sebenarnya ulumul quran tidak terpatok pada sebelas ilmu tersebut. sebelum memahami dan mengamalkan ayat yang sedang dipelajarinya. serta ayat-ayat yang maknanya masih samar. Fase perkembangan Ulumul Qur’an 1. Bahkan al-Qadhi Abu Bakr ibn al-Arabi dalam kitabnya (Qanun at-Ta‘wil) menyebutkan ulumul quran itu memiliki cabang sebanyak 77. j. memiliki kebiasaan untuk tidak berpindah kepad ayat lain. 2. di Makkah atau di Madainah. i. Hal ini terjadi apabila dua ayat dipandang mengandaung hukum yang kontradiktif. Fase Kodifikasi Sebagaimana diketahui pada fase sebelum kodifikasi. Ilmu al-Makkiy wa al-Madany. sehingga membuat orang mukmin ragu terhadap kewahyuannya dan otentisitasnya/keasliannya. adalah ilmu yang membicarakan tentang cara menolak hujatan yang mencela eksistensi al-Quran. Ilmu Daf‘ al-Syubhah. k. Ilmu al-Muhkam wa al-Mutasyabbih. masih banyak lagi cabang-cabang ulumul quran yang lain.pembatalan hukum yang terkandung dalam suata ayat dan pemberlakuan hukum pada ayat lainya. Fase Sebelum Kodifikasi (Qobl ‘Ashr At-Tadwin) Pada fase sebelum kodifikasi. tidak jelas dan menimbulkan multi interpretasi. Hal itu ditandai dengan kegairahan para sahabat untuk mempelajari al-qur‘an dengan sungguh-sungguh terlebih lagi diantara mereka sebagaimana diceritakan oleh Abu Abdurrahman As-Sulami. sebelum hijrah atau sesudah hijrah.450 (tujuh puluh ribu empat ratus lima puluh ribu) ilmu . pengodifikasisan itu semakin marak dan meluas ketika Islam berada di bawah pemerintahan Bani Umayyah dan Abbasyah pada periode-0periode awal pemerintahannya. ulumul qur‘an telah dianggap sebagai benih yang kemunculannya sangat diraqsakan sejak masa Nabi. Perintah Ali inilah yang membuka gerbang pengodifikasian ilmu-ilmu agama dan bahasa arab. Hal it uterus berlangsung sampai ketika Ali Bin Abi Thalib memerintahkan Abu Al-Aswad untuk menulis nahwu1[5].1[4] D.

Pada abad IV H. Adalah : Syu‘bah Bin Hijjaj Sufyan Bin Umayah Sufyan Ats-Tsauri Waqi‘ Bin Al-Jarrh Muqotil Bin Sulaiman Ibn Jarir Ath-Thobari 2. Pada abad III selain tafsir dan ilmu tafsir para ulama mulai menyusun beberapa ilmu Al-Qur‘an (ulumul qur‘an). pada ulama memberikan prioritas atas penyusunan tafsir sebab sebab tafsir merupakan induk ulumul qur‘an. Pada masa penyusunan ilmu-ilmu agama yang dimulai sejak permulaan abad II H. Diantara ulama abad II. Ilmu Qiraat. Perkembangan Ulumul Qur’an Abad IV H. Perkembangan Ulumul Qur’an Abad II H.E. diantaranya : Ali Bin Al-Madani  Ilmu Asbab An-Nuzul Abu Ubaid Al-Qosimi Bin Salam  Ilmu Nasikh Wa Al-Mansukh. Perkembangan ulumul qur’an 1. Gharib Al-Qur‘an Aja‘ib Ulum Al-Qur‘an Al-Mukhtazan Fi Ulum Al-Qur‘an Nukat Al-Qur‘an Ad-Dallah Ala Bayyan Fi Anwa Al-Qur‘an Wa Al-Ahkam Al-Munbi‘ah‘an Ikhtilaf Al-Anam . Dan Fadha‘il AlQur‘an Muhammad Bin Ayyub Adh-Dhurraits  Makki Wa Al-Madani Muhammad Bin Khalaf Al-Marzuban  Kitab Al-Hawei Fi Ulum Al-Qur‘an 3. diantara kitabnya adalah . Mulai disusun ilmu gharib al-qur‘an dan beberapa diantaranya memakai istilah ulumul qur‘an. Perkembangan Ulumul Qur’an Abad III H.

- - - - . Pada abad ini disamping ada ulama yang meneruskan pengembangan ulumul qur‘an. Perkembangan Ulumul Qur’an Abad VII H. Diantara ulamanya : Alamuddin As-Sakhawi  Hidayat Al-Murtab Fi Mutasyabih Ibn ‗Abd As-Salam / Al Izz  Ilmu Majaz Al-Qur‘an Abu Syamah  Al-Mursyid Al-Wajiz Fi Ulum Al-Qur‘an Tata‘allaq Bi Al-Qur‘an Al-Aziz 7. Pada abad VII H ilmu-ilmu Al-qur‘an terus berkembang dengan mulai tersusunnya ilmu majaz al-qur‘an dan ilmu qira‘at.- Al-Astigna‘ Fi Ulum Al-Qur‘an1[6] 4. Perkembangan Ulumul Qur’an Abad VI H. Perkembangan Ulumul Qur’an Abad V H. diantaranya : Ibn Abi Al-Isba‘  Ilmu Badu‘i Al-Qur‘an Ibn Al-Qayyim  Ilmu Aqsam Al-Qur‘an Najmuddin Ath-0thufi  Ilmu Hujjaj Al-Qur‘an 8. Pada abad ini mulai disusun ilmu-ilmu I‘rab al-qur‘an dalam satu kitab. ulama masa ini diantaranya : Ali Bin Ibrahim Bin Sa‘id Al-Hufi Abu Amr-Dani 5. juga terdapat ulama yang mulai menyusun ilmu mubhamat al-qu‘an diantaranya : Abu Al-Qosim Bin Abdurrahamn As-Suhali  Kitab Mubhamat Al-Qur‘an Ibn Al-Jauzi  Funun Al-Afnan Fi Aja‘ib Al-Qur‘an Dan Kitab Al-Mujtab Fi Ulum Tata‘allaq Bi Al-Qur‘an1[7] 6. Perkembangan Ulumul Qur’an Abad IX dan X H. namun demikian penulisan kitab-kitab tentang ulumul qur‘an tetapo berjalan. Namun demikian penulisan kitab-kitab ulumul qur‘an masih terus dilakukan . Perkembangan Ulumul Qur’an Abad VIII H. Pada abad ini muncullah ulama yang menyusun ilmu-ilmu baru tentang al-qur‘an.

Makin banyak karya para ulama tentang ulumul qur‘an pada masa ini ulumul qur‘an mencapai kesempurnaan. bahwa setelah wafatnya imam as-suyuti tahun 911 H. Sebagaimana penjelasan diatas. perkembangan ilmu al-qur‘an seolah-olah telah mencapai puncaknya dan berhenti dengan berhentinya para ulama‘dalam pengembangan ilmu -ilmu al-qur‘an keadaan ini berlanjut sampai abad XIII H.1[8] 9.Pada abad IX dan permulaan abad XH. Ad-Dahlawi  Al-Fauzul Kabir Fi Ushulil Tafsir Thahir Al-Jaziri  At-Tibyan Fi ‗Ulumil Qur‘an. Ali Salamah  Minhajul Furqon Fi ‗Ulumil Qur‘an . baik tafsir maupun macam-macamnya kitab ulumul qur‘an. Diantara ulamanya antara lain : Jalaludin Al-Bulqini  Mawaqi‘ An-Nujum Muhammad Bin Sulaiman Al-Kafiyaji  At-Tafsir Fi Qowa‘id At-Tafsir Jalaludin Abdurrahman Bin Kamaluddin As-Suyuti  At-Tahbir Fi Ulum At-Tafsir Setelah as-suyuti wafat pada tahun 911 H. Pengembangan Ulumul Qur’an Abad Abad Modern. sebab pada abad ke-XIV H atau pada abad modern ini bangkit kembali kegiatan penulisan ulumul qur‘an dan perkembangan kitab-kitabnya. Abu Daqiqah  ‗Ulumul Qur‘an M. Diantara para ulama‘ yang menulis tafsir/ ulumul qur‘an pada abad modern inin adalah sebagai berikut. Hal itu ditengarai dengan banyaknya ulama‘ yang mengarang ulumul qur‘an dan menuls kitab-kitabnya. maka terhentilah gerakan penulisan al-qur‘an dan pertumbuhannya sampai abad ke-XIV H.

Definisi umum Ulumul Qur‘an adalah sejumlah pembahasan yang berkaitan dengan Al-Qur‘an dan pembahasan itu menyangkut materi-materi yang selanjutnya menjadi pokok-pokok bahasan Ulumul Qur‘an. Persoalan sanad (rangkaian para periwayat). Banyaknya ilmu yang ada kaitannya dengan pembahasan Al-Qur‘an menyebabkan banyak pula pembahasan ruang lingkup ulumul qur‘an. Sebagaimana diketahui pada fase sebelum kodifikasi. Persoalan makna-makna al-qur‘an yang berkaitan dengan hukum. Persoalan qira‘at ( cara pembacaan al-qur‘an). yang lafadz-lafadznya mengandung mukjizat. Persoalan makna al-qur‘an yag berkaitan dengan kata-kata al-quran1[9]. ulumul qur‘an dan ilmu-ilmu lainnya sebelum dikodifikasikan dalam bentuk kitab atau mushaf. dan ditulis pada mushaf mulai dari awal Surat Al-Fatihah(1) sampai akhir Surat An-Nas(114). yaitu Ulum dan Al-Qur‘an. Kata Ulum merupakan bentuk jama‘ dari kata Ilmu. Adapun Al-Qur‘an sebagaimana didefinisikan sebagian ulama adalah kalamullah yang diturunkan kepada Nabi-Nya Muhammad SAW.BAB III PENUTUP Ungkapan Ulumul Qur‘an berasal dari bahasa arab. Persoalan kata-kata al-qur‘an. Persoalan turunnya al-qur‘an (nuzul al-qur‘an). Pada fase sebelum kodifikasi. ulumul qur‘an telah dianggap sebagai benih yang kemunculannya sangat dirasakan sejak masa Nabi. Ilmu-ilmu Al-Qur‘an mencapai 77.450. satu-satunya yang sudah dikodofikasikan pada saat itu hanyalah Al-Qur‘an. .

Disamping hikmah diatas ada hikmah yang lainnya yaitu 1. Memantapkan hati nabi 2. Adakala satu ayat kadang satu surat.penafsiran. I. Al-qur‟an diturunkan dari lauh al mahfuzh ke bait Al-Izzah ( tempat yang berada di langit dunia ) 3. Pustaka Setia. Surabaya.kodifikasi. Dalam firmanya “ Bahkan yang didustakan mereka ialah Al-qur‟an yang mulia yang tersimpan dalam lauh al-mahfuzh (Q. Studi Ulumul Quran Telaah Atas Mushaf Utsmani.DAFTAR PUSTAKA Djalal. ‘Ulumul Qur’an I. Yusuf.S AL-buruuj :21-22) 2. A. Studi Alquran.muhkam mutashabih serta pembahasan lainnya B. Drs. M.cara pembaca. Menurut Abu syahbah ulumul qur‟an adalah sebuah ilmu yang memiliki banyak objek pembahasan yang berhubungan dengan al-qur‟an. Ag. Proses turunnya ql-quran melalui 3 tahapan yaitu 1. M. Pustaka Setia.nasikh mansukh. Abdul. Al-qur‟an turun secara sekaligus dari Allah ke lauh mahfuzh yaitu tempat yang merupakan catatan tentang segala ketentuan dan kepastian Allah. Dunia Ilmu. 2000 Taufiqurrohman. Cet. Kata ulum jamak dari ilmu dan al-qur‟an. Bandung: Pustaka Setia. Menentang dan melemahkan para penentang Al-qur‟an . Prof. 1997 Kadar M. H. (Cet. Bandung.mulai dari proses penurunan. Ulumul Quran. H. Bandung. 2001 Ahmad Syadali. 2009) PENGERTIAN ULUMUL QUR'AN A. Dr. Pekan Baru : Amzah. Ulumul Quran. Al-qur‟an diturunkan dari bait al-Izzah ke dalam hati nabi melalui malaikat jibril dengan cara berangsur-angsur sesuai dengan kebutuhan. SEJARAH TURUNNYA ALQUR’AN DAN PENULISAN ALQUR’AN Hikmah diwahyukan alqur‟an secara berangsur-angsur adalah al-qur‟an diturunkan dalam waktu 22 tahun 2 bulan 22 hari yaitu mulai dari malam 17 romadhan tahun 41 dari kelahiran nabi sampai 9 dzulhijah haji wada‟ tahun 63 dari kelahiran nabi atau tahun 10 H. urutan penulisan. PENGERTIAN ULUMUL QUR’AN Ungkapan ulumul qur‟an berasal dari bahasa arab yaitu dari kata ulum dan al-qur‟an. 2003 Rosihan Anwar. I. Ag.

kulit. Secara etimologi artinya sebab-sebab yang melatar belakangi terjadinya sesuatu. Makiyah a. Munasabah antar bagian suatu ayat 4. mengikuti setiap kejadian yang menyebabkan turunya ayat-ayat al-qur‟an dan melakukan penahapan dalam penetapan syari‟at 5. Mengidentifikasi pelaku yang menyebabkan turunnya ayat al-qur‟an. Memperhatikan tujuan pembahasan suatu surat yang menjadi objek pencarian b. Munasabah antara penutup suatu surat dengan awal surat berikutnya E. 5. Munasabah antar ayat yang letaknya berdampingan 5. D.kendatipun bukan turun di madinah. 1.3.atau antar ayat pada beberapa ayat atau antar surat dalam al-qur‟an.” Ciri-ciri spesifik makiyah dan madaniyah 1. Mengkhususkan hukum yang terkandung dalam ayat al-qur‟an bagi ulama yang berpendapat bahwa yang menjadi pegangan adalah sebab yang bersifat kusus. Di dalamnya terdapat sajadah b. Munasabah antara suatu kelompok ayat dengan kelompok ayat disampingnya 6. 2. MUNASABAH AL QUR’AN Menurut Manna Al-qathan munasabah adalah sisi keterikatan antara beberapa ungkapan di dalam satu ayat. Dalam mengambil keputusan. Mengatasi keraguan ayat yang diduga mengandung pengertian umum. Membantu dan memahami sekaligus mengatasi ketidak pastian dalam menangkap pesan ayat-ayat Al-qur‟an. membuktikan dengan pasti bahwa al-qur‟an turun dari allah yang maha bijaksana Penulisan al-qur‟an pada masa Abu Bakar termotivasi karena kekwatiran sirnanya al-qur‟an dengan syahitnya beberapa penghapal Al-qur‟an pada perang yamamah.Madaniyah adalah ayat-ayat yang diturunkan sesudah Rasulullah hijrah ke Madinah. Abu bakar melakukan pengumpulan al-qur‟an dengan mengumpulkan al-qur‟an yang terpencar-pencar pada pelepah kurma. 3. Memperhatikan uraian ayat-ayat yang sesuai dengan tujuan yang dibahas dalam surat c.tulang dan sebagainya C. Munasabah antara fashilah (pemisah)dan isi ayat 7. AsSuyuti menjelaskan langkah-langkah yang diperhatikan dalam menemukan munasabah yaitu: a. Munasabah antara nama surat dan tujuan turunya 3. Memudahkan untuk menghapal dan memahami ayat serta untuk memantapkan wahyu ke dalam hati orang yang mendengarnya. Munasabah antar surat dengan surat sebelumnya: berfungsi sebagai menyempurnakan surat sebelumnya 2.hendaknya memperhatikan ungkapan-ungkspan dengan benar dan tidak berlebihan Macam-macam munasabah.Menurut Az-zargani urgensi asbab an-nuzul dalam mmahami Al-qur‟an adalah 1.kendatipun bukan turun di Mekkah . ASBAB AN-NUZUL Ungkapan asbab-nuzul merupakan bentuk idhofah dari asbab dan nuzul. Memudahkan untuk dihafal dan difahami 4. Menurut Az-zargani Asbabuan-nuzul adalah sesuatu yang terjadi serta hubungan dengan turunya ayat Al-qur‟an yang berfungsi sebagai penjelas hukum pada saat peristiwa itu terjadi. Menentukan tingkatan uraian-uraian itu apakah ada hubungannya atau tidak d. 4. Munasabah antara awal surat dengan akhir surat yang sama 8. MAKIYAH DAN MADANIYAH “Makiyah ialah ayat – ayat yang diturunkan sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah. Ayat-ayatnya dimulai dengan kalla .Ayat-ayat yang turun setelah peristiwa hijrah di sebut Madaniyyah walaupun turun di Mekkah atau Arafah.

Ayatnya berbicara tentang kisah nabi Adam dan Idris kecuali surat al-baqoroh f.205 H ) dari Irak f. Mengandung uraian tentang perdebatan dengan ahli kitab F. Ya‟kub bin Ishaq. Abu Amar (w. kedatangan dajjal. MUHKAM DAN MUTASYABIH Ayat-ayat muhkam adalah ayat yang maksudnya dapat diketahui dengan gamblang baik melalui ta‟wil ataupun tidak Ayat mutasyabih adalah ayat yang maksudnya dapat diketahui Allah seperti kedatangan kedatangan hari kiamat. Mengandung sindiran-sindiran terhadap kaum munafikkecuali surat al-ankabut c. Qiro‟ah ahad yaitu memiliki sanad sahih tapi menyalahi tulisan mushaf usmani dan kaidah bahasa Arab 4. kalaf bin hisyam 3.umat terdahulu e. SEJARAH TURUN DAN PENULISAN AL-QURAN A. Macam-macam qiro‟at: 1. Hikmah keberadaan ayat mutasabih dalam Al-qur‟an adalah: 1. Qiro‟ah Mutawwatir yaitu qiro‟ah yang disampakan kelompok orang yang sanatnya tidak berbuat dusta 2. Qiro‟ah Mashur yaitu qiro‟ah yang memiliki sanad sahih dan mutawatir 3. Qiroah Syadz Yaitu menyimpang 6.potong seperti alif lam mim dan sebagainya 2. Nafi‟ bin „Abdurrahman bin Abu Na‟im (w .169 H ). Hamzah (w. Pengertian Al-Quran 1. G. Dimulai dengan ya-ayuha an-nas d.120 H ) dari Mekkah. Memberikan pemahaman abstrak Illahi kepada manusia melalui pengalaman inderawi yang biasa disaksikannya. Memperlihatkan kelemahan akal manusia. Mengandung ketentuan-ketentuan faroid dan hadd b. QIRO’AT AL-QUR’AN Qiro‟at adalah ilmu yng mempelajari cara-cara mengucapkan kata-kata al-qur‟an dan perbedaan-perbedaannya dengan cara menisbatkan kepada penukilnya. Qiro‟ah Maudhu yaitu palsu 5. Teguran bagi orang-orang yang mengotak atik ayat mutasabih. b. Dari segi kualitas qiro‟ah dapat dibagi menjadi 1.127 H ) 2.dari madinah c.154 H ) dari Irak e.c. muhammad bin abdul rohman. 2. Pengertian Al-Quran Secara Etimologi ( Bahasa ) . „Ashim (w. „Abdullah Al-yashibi (w. „Abdullah bin Katsir Ad-Dari (w. yaitu: a.yahya bin mubarok. Qiro‟ah Arba Asyiroh (qiro‟ah empat belas) yaitu qiro‟ah sepuluh ditambah dengan 4 imam yaitu Al-hasan al basri. Madaniyah a.Abu fajr muhammad bin ahmad. Ya‟kub (w. Qiro‟at Sab‟ah ( Qiro‟at tujuh ) adalah imam-imam qiro‟at ada tujuh orang. Ayatnya dimulai dengan huruf terpotong. Ayatnya mengandung tema kisah para nabi dan umat. 3.118 H ) dari Syam d.188 ) g. Qiro‟ah Asyiroh adalah qiro‟ah sab‟ah ditambah dengan 3 imam yaitu: Abu Ja‟far. Qiro‟ah yang menyerupai hadist mudroj (sisipan) 2.

Berpikir dan bekerja sama e. Memantapkan Hati Nabi b. d. Wawasan Al-Quran B.Fatihah sampai surah An-Nas.Quran merupakan nama bagi firman Allah yang diturunkan kepada Nabi kita Muhammada SAW. Menekankan peranan ilmu dan teknologi h. Mengajarkan kemanusiaan yang adil dan beradap c. dan Bahasa Arab : Al-Quran adalah kitab yang diturunkan kepada Nabi Nya. Membersihkan akal dan menyucikan jiwa dari syirik dan memantapkan b. Al-Lihyani Al. juga perintah dan larangan atau menghimpun intisari kitab-kitab suci sebelumnya. Menciptakan persatuan dan kesatuan antar semesta d. Pengertian Al-Quran Secara Terminologi ( istilah ) a. dua ayat.Farra Al-Quran dalah kumpulan yang terdiri atas ayat-ayat yang saling menguatkan dan dan terdapat klemiripan antara yang satu dengan yang lainnya e. Menentang dan melemahkan para penantang Al-Quran . lafaznya dengan mengandung mukjizat . c. diriwayatkan secara mutawatir (penuh kepastian dan keyakinan) Ditulis pada mushaf dari surah Al. Memadukan kebenaran dan keadilan g. Tujuan Al-Quran a. Manna al-Qatthan : Al-Quran adalah kiatb ynag diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW dan orang yang membacanya akan memperoleh pahala c.a.Jurajani : Al.izzah (tempat yang berada dilangit dunia )  Al-Quran turun dari bait Al. Al. diturunkan secara mutawatir dan ditulis pada mushaf 3.Quran adalah kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw ditulis dalam mushaf dan diriwayatkan secara mutawatir tanpa keraguan b. d. b. membacannya mepunyai nilai ibadah. dan kisah-kisah. dari 17 Ramazan tahun 41 dari kelahiran Nabi sampai 9 Zulhijjah Haji wada`tahun 63 dari kelahiran Nabi atau 10 H Al-Quran turun melalui tiga tahap Yaitu:  Al. Membasmi kemiskinan lahir batin f.Quran turun dari laukh mahfudh ke bait Al.izzah ke hati Nabi melalui perantara Jibril dengan berangsurangsur. Pendapat Lain Al-Quran adalah himpunan intisari kitab-kitab Allah yang lain bahkan seluruh ilmu yang ada 2. Pakar Ushul Fiqh. Al. bahkaan satu surat Hikmah Diturunkan Al-Quran Secara Berangsur-Angsur Yaitu : a.Quran turun sekaligus dari Allah ke Lukh mahfudh  Al.Angsur Al-Quran turun selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Abu Syahbah : Al-Quran adalah kitab yang diturunkan baik lafaz atau makna kepada Nabi terakhir. Hikmah Di Wahyukan Al-Quran Seacara Berangsur. kadang satu ayat. Az-Zujaj Al-Quran merupakan nama bagi firman Allah yang diturunkan kepada Nabi yang menghimpun surat-surat . Al-asya`ri Al-Quran adalah kumpulan yang terdiri atas ayat-ayat yangsaling menguatkan dan terdapat kepemimpinan antara ayat satu dengan ayat lainnya.

Farahidi Al-Azdi Proses pencetakan Al-Quran 1. tasdid. alKhalid bin Ahmad Al. Kemudian pada masa khalifah Usman bin Affan terjadi perselisihan paham tentang perbedaan cara baca Al-Quran yang sudah berada pada titik yang menyebabkab umat islam saling menyalahkan yang pada akhirnya menyebabkan perselisihan . Akibat dari kekhawatiran atas kelestarian Al-Quran . dan batu. maka dipercayakan Zaid bin tsabit untuk mengumpulkan wahyu tersebut. Nashr Bin Asyim Al-Laits Orang yang pertama kali meletakkan hamzah .c. pelepah kurma. Khalid Bin Walid dan Mua`wiyah Bin Abi Sofyan. PENULISAN AL-QURAN PADA MASA KHULAURRASYIDIN Pada masa Khalifah Abu Bakar beliau memerintahkan untuk mengumpulkan wahyu-wahyu yang tersebar. Mempersentasikan wahyu dengan cara yang paling sempurna D. Factor yang mendorong penulisan Al-Quran pada masa Nabi yaitu : 1. Umar bin Kahtab. Pertama kali di cetak di Bundukiyyah pada 1530 M . Yahya Bin Ya`Mar. Abu Al-Aswad AdDu`Ali . Ubaidilllah bin ziyad Melebih kan Alif sebagai pengganti dari huruf yang di nuang 2. tulang-belulang. Sekretaris Pribadi Nabi yang bertugas mencatat wahyu yaitu Abu Bakar. Abdullah bin Zubair. Zaid bin Tsabit. Mengikuti setiap kejadian ( yang menyebabkan turunnya Al-Quran ) e. Akibat peristiwa tersebut . Usaha pengumpulan ini dilakukan setelah terjadi perang Yamamah pada 12 H yang telah menggugurkan nyawa70 orang penghafal Al-Quran . Said bin Alsh dan Abdurrahman bin Al. Mereka menggunakan alat tulis sederhana yaitu lontaran kayu. Al-Hajjad bin yusuf Ats. kedalam satu mushaf.Tsaqafi Penyempurnaan mushaf Usmani pada sebelas tempat yang memudahkan pembaca mushaf Orang yang pertama kali meletakkan tanda titik pada mushaf Usmani . Membukukan hafalan yang telah dilakukan oleh Nabi dan para Sahabat 2.. PENULISAN AL-QURAN PADA MASA NABI Pada masa Nabi wahyu yang diturnakan oleh Allah kepadanya tidak hanya di eksprersikan dalam betuk hafalan tapi juga dalam bentuk tulisan . arrum dan Al-Isyamah adalah . Membuktikan dengan pasti bahwa AL-Quran turun dari Allah yang Maha Bijaksana C.Harish . timbul lah inisiatif khaalifah Usman untuk mengumpulkan Al-Quran. Memudahkan untuk di hafal dan di pahami d. sehingga orang non arab yang memeluk islam merasa kesulitan membaca mushaf tersebut Oleh karena itu pada masa khalifah Abd Al-Malik ( 685-705 ) dilakukan penyempurnaan oleh dua tokoh berikut : 1. Dengan demikian suatu naskah absah Al-Quran yang disebut Mushaf Usmani telah diterapakan dan salinan nya di bagi beberapa wilayah utama daerah islam E. Orang yang melakukan resensi Al-Quran adalah . PENYEMPURNAAN PENULISAN AL-QURAN SETELAH MASA KHALIFAH Mushaf yang ditulis pada masa khalifah Usman tidak memiliki harakat dan tanda titik. Usaha pengumpulan tersebut selesai dalam waktu ± 1 tahun yaitu pada 13 H.

Menurut Al-Quran Tidak ada satu riwayat pun dari Nabi yang dapat di jadikan alasan untuk menjadikan Rasm Usmani sebagai Tauqifi c. Tidak ada halangan untuk menyalahkan nya tatkala suatu generasi sepakat menggunakan cara tertentu untuk menulis Al-Quran A. atau menghimpun intisari kitab-kitab sebelumnya yang merupakan pedoman dan penerang bagi umat sedunia Al-Quran di turunkan secara berangsur. Meracci pada 1698 M di paduoe 4. Kata yang dapat dibaca dua bunyi. Hinkalman pada masa 1694 M di Hamburg ( jerman ) 3. Rasm Usmani adalah kesepakatan cara baca penulisab yang disetujui Usman dan diterima umat. Badal Pergantian e. RASM AL-QURAN . Istilah ini lahir bersamaan dengan mushaf Usman para ulama menetapkan Rasm Al-Quran terbagi atas enam yaitu : a. sehinmgga wajib di ikuti dan di taati siapa pun ketika menulis Al-Quran e. PENGERTIAN . Jerman pada 1834 F. Al-Hamzah d. Terbit cetakan di Kazan 6. PENDAPAT TENTANG RASM AL-QURAN DAN KAITAN RASM AL-QURAN DAN QIRAAT 1. Uni Sovyet ( Label Islami ) 5.2. Pendapat Para Ulama a. Al-Hadzf Membuang atau menghilangkan atau menjadikan huruf b. Subhi shalih Ia mengatakan ketika logisan Rasm Usmani apabila disebut tauqifi karena rasm Usmani baru lahir pada masa Usman d.angsur mempunyai hikmah tersendiri yang antara . Ta`di leipez. Maulaya Usman di sain Peter buorgh. Ta`di Tabriz pada 1833 8. kisah-kisah. Pengertian Rasm Al-Quran Rasm Al-Quran adalah tata cara menuliskan Al-Quran yang di tetapkan pada masa khalifah Usman bin Affan . KAITAN RASM AL-QURAN DENGAN QIRAAT Keberadaan rasm Usmani yang telah ber harakat dan bentuk itu ternyata masih membuka peluang untuk membaca nya dengan berbagai Qiraat terbukti dengan keragaman cara membacan Al-Quran seperti qiraat tujuh sepuluh dan qiraat empat belas. KESIMPULAN Al-Quran adalah kalam Allah yang di turunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang menghimpun surat-surat. Iran pada 1248 H / 1828 kota Taheran 7. penulisan kata tersebut disunatkan dengan salah satu bunyinya 2. Rasm Usmani bersifat tauqifi atau bukan merupakan Produk budaya manusia yang wajib di ikuti siapa saja ketika menulis Al-Quran b. Perintah serta larangan . Al-Jiyadah Penambahan c. PENUTUP A. Washal dan fashl ( Penyambungan dan pemisahan ) f.

Orang yang menulis Al-Quran pada masa Nabi adalah Abu Bakar.Shalih Subhi. maupun kepada Nabi Muhammad SAW. jakarta: Tim Pustaka SEJARAH TURUN DAN PENULISAN AL-QUR’AN BAB II PEMBAHASAN A. Abdullah bin Zuabir. mulai dari sisi Allah hingga langsung kepada Nabi Muhammad SAW. mabahis fi uluimil quran . Allah SWT telah memberikan penghormatan kepada Al-Qur‘an dengan membuat turnnya tiga tahap. dengan memakai ungkapan ―diturunkan‖ menghendaki adanya materi kalimat atau lafal atau tulisan huruf yang riel yang harus diturunkan. Abban bin Said . Sa`id bin Ash. Khalid bin Al-Walid Mu`awiyah bin Abi Sofyan Orang menulis al-Quran pada masa Khulafaurrasyidin adalah Zaid bin stabit. 2004. Tahap-tahap Al-Qur’an di turunakan Yang dimaksud dengan ― tahap-tahap turunnya Al-Qur‘an‖ ialah tertib dari fase-fase disampaikan kitab suci Al-Qur‘an. . Umar. Bandung : pustaka setia Al. kitab suci ini tidak seperti kitab-kitab suci sebelumnya.lain adalah memantapkan hati Nabi dan menentang serta melemahkan para penantang AlQuran . Sebab . ulumul Quran .1990. Pengertian Nuzulul Qur’an (Turunnya Al-Qur’an ) Menurut Jumhurul Ulama‘ arti Nuzulul Qur‘an itu secara hakiki tidak cocok untuk Al-Qur‘an sebagai kalam Allah yang berada pada dzat-Nya. sehingga betul-betul menunjukkan kemukjizatannya. dan Abdurrahman bin al-Harist. Usman . Ali. B. yaitu menetapkan / memantapkan / memberitahukan /menyampaikan Al-Qur‘an. Karena itu harus menggunakan arti majazi. Sebab kitab suci ini diturunkan secara bertahap. Rasm al-quran adalah tata cara penulisan Al-Quran yang ditetapkan pada masa khalifah Usman bin Affan DAFTAR PUSTAKA Rosihon Anwar. baik di sampaikan Al-Qur‘an itu ke Lauhil Mahfudz atau ke Baitul Izzah di langit dunia.

S. dalam Lauhul Mahfudz Al-Qur‘an berupa kumpualn lengkap tidak terpisah-pisah. Hikmah dari Tanazul tahap pertama ini adalah seperti hikmah dari eksistensi Lauhul Mahfudz itu sendiridan fungsinya sebagai tempat catatan umum dari segala hal yang ditentukan dan diputuskan Allah dari segala makhluq alam dan semua kejadian. Dan membuktikan kebesaran kekuasaan Allah SWT dan keluasaan ilmunya serta kekuatan kehendak dan kebijaksanaa-Nya 2.” (Q. ‫بل ىو قرأن مجيد‬ Artinya: bahkan yang di dustakan itu ialah Al-Qur’an yang mulia. Wujudnya Al-Qur‘an di Lauhu Mahfudz adalah dalam suatu cara dan tempat yang tidak bisa diketahui kecuali oleh Allah sendiri. Artinya. (QS. maupun dari balik tabir. yaitu secara sekaligus turun seluruh isi al-qur‘an dari lauhul mahfudz ke baitul izzah. Al-Qur‘an turun dari dari Baitul Izzah di langit dunia langsung kepada nabi Muhammad. Al-Qur‘an disampaikan langsung kepada Nabi Muhammad. Berdasarkan firman allah: ٍ‫ك‬ ٍ ‫ِنَّا أَنْزلْناَهُ فِى ل‬ ‫ة‬ ِِ ِ ِ‫إ‬ َ‫ار‬ ْ َ ِِ ُ ‫َي لَة‬ َ َ‫مب‬ Artinya: sesungguhanya kami menurunkannya (al-qur’an )pada suatu malam yang diberkahi. Dalilnya ayat Al-Qur‘an antara lain: ‫ولقد أنزلناه إليك ايت بينت‬ Artinya: dan sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas. Tahap Pertama Turun Di Lauh Mahfudz ( ‫)اللوح المحفوظ‬ sebagaimana dalm firman allah: . Ad-dukhan: 3) Ayat tersebut menunjukkan turunnya Al-Qur‘an tahap kedua ini dan cara turunnya.‫ في لوح محفوظ‬. al-baqoroh:99) ‫ على قلبك لتكون من المنذربن‬. baik melalui perantara Malaikat Jibril ataupun secara langsung ke dalam hati sanubari nabi Muhammad SAW. sebelum di sampaikan ke nabi Muhammad SAW 3. Al-Buruj 21). atau langit yang terdekat dengan bumi. tahap ketiga. Tahap Kedua Di Baitul Izzah ( ‫)بيت العزة‬ yaitu tempat mulia di langit yaitu langit pertama. ‫نزل بو الروح االمين‬ .1. yang tersimpan di Lauhul Mahfudz ( QS.

773 ayat. Ayat yang pertama kali turun adalah 1-5 surah al-alaq: ‫ علم اإلنسان مالم يعلم‬. Periode pertama adalah Makkah. ‫ الذى علم بالقلم‬. surat dan ayatnya pendek-pendek dan gaya bahasanya singkatpadat ( Ijaz ).Artinya: ia (al-qur’an ) dibawa turun oleh Ar-Ruhul Al-Amin (Jibril) kedalam hatimu (Muhammad)agar kamu menjadi salah seorang diantara orang-orang yang memberi peringatan. Mengenai .S.” (Q. serta ku-ridhai bagimu Islam sebagai agamamu 2. yaitu ayat: . asy-syu‘ara: 193-194) C. tanggal 17 Ramadhan pada waktu Nabi telah berusia 41 tahun bertepatan tanggal 6 Agustus 610 M.‫اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتى ورضيت لكم االسالم دينا‬ Artinya: pada hari ini telah ku-sempurnakan untukmu agamamu dan telah ku-cukupkan nikmat-ku kepadamu. 1. yakni 13 tahun waktu nabi masih tingggal di makkah sebelum hijrah dan 10 tahun waktu nabi hijrah ke madinah. yang menurut Ahli Tahkiq selama 12 tahun 5 bulan dan lebih 13 hari. sewaktu beliau sedang berkhalwat (meditasi ) di dalam gua hira‘ di atas Jabal Nur. Yaitu. Wahyu Ilahi yang diturunkan sebelum hijrah tersebut di sebut surat/ ayat makkiyah merupakan 19/30 dari Al-Qur‘an. pada waktu nabi sedang berwukuf di Arafah melaukan Haji Wada‘pada tanggal 9 Dzul hijjah 10 H. periodesasi turunya alqur’an Masa turunnya Al-Qur‘an sealam 22 tahun lebih tersebut terbagi dalam dua periode. Sejarah turunnya al-qur’an kepada nabi Muhammad SAW. karena sasaran pertama dan utama pada periode ini adalah orang-orang arab asli ( Suku Quraisy )yang sudah tentu paham benar akan bahasa Arab. Waktu turunya alqur’an Al-Qur‘an diturunkan secara berangsur-angsur berupa beberapa ayat dari sebuah surat atau sebuah surat ynag pendek secara lengkap. Sedangka permulaan turunya Al-Qur‘an adalah pada malam lailatul qadar.‫خلق اإلنسان من علق‬. sebagai berikut: a. Dan terdiri dari 90 surah yang mencakup 4.‫ إقراء وربك اآلكرم‬.‫إقراء با سم ربك الذى خلق‬ Sedangkan wahyu yang terakhir yang diterima Nabi Muhammad SAW adalah surat Al-Maidah:3. Dan penyampaian Al-Qur‘an secara keseluruhan memakan waktu lebih kurang 23 tahun.

melainkanjuga non arab dari berbagai bangsa yang telah mulai masuk islam dan sudah tentu mereka belum menguasai bahasa arab. E. surat dan ayatnya panjang-panjang dan gaya bahasanya panjang lebar dan lebih jelas ( Ithnab ). 5) Turun berangsur-angsur dalam beberapa masa. memahami dan hikmahnya yang di dalamnya memperkuat perkara yang haq dan membatalkan perkara yang batal. membuat kegembiraan yang memenuhi hati nabi. yang terdiri dari 24 surah yang meliputi 1463 ayat. mempermudah dalam menghafal. peristiwa dan kejadian kejadian. sejalan dengan situasi. Selam 9 tahun 9 bulan lebih 9 hari. 3) Bertahap dalam menanamkan keyakinan dan ibadah yang benar serta budi pekerti yang luhur. penulisan Al-Qur’an pada periode Nabi Muhammad SAW . 2) Bertahap dalam mendidik umat yang sedang tumbuh baik dengan Ilmy maupun dengan Amaly. wahyu Ilahi yang turun sesudah hijrah disebut surat/ayat Madaniyyah dan merupakan 11/30 dari Al-Qur‘an. Periode kedua adalah periode Madinah. disamping mempermudah hafalan dan pemahaman Al-Qur‘an bagi orang arab agar kaum Muslimin menengok kepada kesalahan mereka yang perlu diperbaiki serta menunjukkan kebenaran kepada mereka. Hikmah dan rahasia al-qur’an diturunkan berangsur-angsur 1) Memperkuat dan memperkokoh hati Nabi Muhammad SAW karena turunnya wahyu baru.isi surat/ayat Makkiyah pada umumnya berupa ajakan untuk bertauhid yang murni atau ketuhanan yang Maha Esa secara murni dan juga tentang pembinaan mental dan akhlaq. 4) Menunjukkan bahwa sumber Al-Qur‘an adalah Kalam Allah SWT sendiri. karena sasarannya bukan hanya orang-orang arab asli. Sejarah penulisan Al-Qur’an Penulisan/penghimpunan Al-Qur‘an mengalami 3 ( tiga ) periode yaitu: 1. Mengenai isi surat/ayat Madaniyyah pada umumnya berupa norma-norma hukum untuk pembentukan dan pembinaan suatu masyarakat / umat islam dan Negara yang adil dan makmur yang diridhai Allah SWT. D. b. Yaitu.

antara lain empat sahabat nabi yang terkemuka. Gerakan ini segera di tindak Oleh Abu Bakar dengan mengirimkan pasukan di bawah Khalid Bin Walid. 2. Terjadilah clash fisik di Yamamah yang menimbulkan banyak korban di kalangan Islam termasuk 70 sahabat yang Hafidz Al-Qur‘an terbunuh sebagai Syuhada‘ Peristiwa itu mendorong umar untuk menyarankan kepada Khalifah segera menghimpun ayat-ayat Al-Qur‘an dalam satu mushaf. Ide sahabat Umar di terima oleh Abu Bakar. pelepah kurma dan sebagainya. . Ayat-ayat yang dihafal oleh para sahabat yang Hafidz Al-Qur‘an. dan diperkuat dengan naskah-naskah AlQur‘an yang dibuat oleh para penulis untuk pribadi masing-masing serta ditunjang oleh hafalan para sahabat yang Hafidz Al-Qur‘an yang tidak sedikit jumlahnya. ia berpegangan pada dua hal. Zaid Bin Tsabit. Ubay Bin Ka‘ab Dan Khalid Bin Walid. tulang.Nabi menunjuk beberapa sahabat yang pandai tulis baca sebagai penulis Wahyu. karena kawatir kehilangan sebagian Al-Qur‘an dengan wafatnya sebagian para penghafalnya. Dan kemudian Nabi bersabda: ‫كذا‬ ‫ضعوا ىذه السورة فى الموضع الذي يذكر فيو كذا ر‬ Artinya: “letakkan surat ini pada tempat yang disebutkan didalamnya ungkapan ini dan itu” Kemudian ayat-ayat Al-Qur‘an yang telah ditulis dihadapan Nabi di atas benda-benda yang bermacam-macam antara lain batu. kulit binatang. Semuanya itu disimpan di rumah Nabi dalam keadaan terpencar-pencar ayatnya belum dihimpun dalam suatu Mushaf Al-Qur‘an. terjadilah gerakan pembangkangan membayar zakat dan gerakan keluar dari agama islam (Murtad) dibawah pimpinan Musailamah. Penulisan Al-Qur’an pada periode Khalifah Abu Bakar Setelah Nabi wafat dan Abu Bakar diangkat sebagai Khalifah. Ayat-ayat Al-Qur‘an yang ditulis di hadapan nabi dan di simapn di rumah Nabi Muhammad SAW. maka semuanya itu menjamin Al-Qur‘an tetap terpelihara secara lengkap dan murni. kemudian ia memerintahkan Kepada Zaid Bin Tsabit agar segera menghimpun ayat-ayat AlQur‘an dalam satu mushaf/suhuf Zaid sangat berhati-hati dalam menjalankan tugas ini. ialah: 1. Mu‘awiyah. 2. Para penulis wahyu itu diperinatah Nabi untuk menuliskan setiap wahyu yang diterimanya dan meletakkan urut-urutanya sesuai dengan petunjuk nabi berdasarkan petunjuk tuhan lewat Jibril.

yakni antara sesudah terjadi perang Yamamah dan sebelum Abu Bakar wafat. pernah meminta Hafsah agar suhufnya dibakar.. Sai‘id Bin Al-Ash. kemudian membentuk panitia terdiri dari empat orang. Setelah panitia Zaid berhasil melaksanakan tugasnya. bisa menggganggu persatuan dan kesatuan umat Islam. Baru setelah hafsah wafat. dan lagi untuk menghindari keragu-raguan umat Islam di masa yang akan dating terhadap mushaf Al-Qur‘an. yakni: Zaid Bin Tsabit. suhufnya di ambil oleh Marwan dan kemudian dibakarnya. Mushaf karya Zaid Bin Tsabit ini kemudian disimpan oleh Abu Bakar dan kemudian Umar setelah Abu Bakar wafat. terjadilah perbedaan bacaan Al-Qur‘an di kalangan umat islam dan kalau dibiarkan. tetappi ditolak oleh Hafsah. Marwan Bin Al-Hakam seoarang Khalifah Bani Umayyah. .Zaid tidak mau menerima tulisan ayat-ayat Al-Qur‘an kecuali kalau disaksikan dengan dua orang saksi yang adil bahwa ayat itu benar-benar ditulis dihadapan Nabi atas perintah/ petunjuknya. sebab suhuf Hafsah ini di pandang sebagai naskah AlQur‘an standart. 3. Khalifah Utsman dapat menerima ide Hudzaifah. demi untuk menagamankan keseragaman mushaf Al-Qur‘an yang telah diusahakan oleh Khlaifah Utsman. Penulisan/ penghimpunan Al-Qur’an periode Khalifah Utsman Bin Affan Pada masa pemerintahan Utsman. jika masih terdapat dua macam naskah (Suhuf Hafsah dan Mushaf Utsman). mushaf Hafsah yang dipinjamnya dikembalikan ke Hafsah. Tugas penulisan ini oleh zaid dapat di laksanakan dalam waktu kurang lebih 1 (satu) tahun. Kemudian disimpan hafsah setelah Umar mangkat atas pesan Umar. Panitia Zaid diperintah menyalin suhuf Hafsah dalam jumlah beberapa buah untuk dikirimkan ke beberapa daerah Islam disertai intruksi bahwa semua suhuf yang berbeda dengan Mushaf Utsman yang terkirim itu harus di musnahkan / dibakar. Karena itu sahabat Hudzaifah menyarankan kepada khalifah agar berusaha mengusahakan keseragaman bacaaan Al-Qur‘an. Abdullah Bin Al-Zubair Dan Abdurrahman Bin Harits Bin Hisyam. Panitia ini diketuai oleh Zaid dan bertugas menyalin Al-Qur‘an yang disimapn oleh Hafsah. Tindakannya terpaksa dilakukan. dengan pertimbangan bahwa Hafsah adalah istri nabi yang hafidz Al-Qur‘an dan pandai baca tulis.

Dan kita mau mengamalkan apa yang di perintahkan dalam AlQur‘an dan meninggalkan apa yang dilarang oleh Al-Qur‘an. sewaktu beliau sedang berkhalwat (meditasi ) di dalam gua hira‘ di atas Jabal Nur. baik di sampaikan Al-Qur‘an itu ke Lauhil Mahfudz atau ke Baitul Izzah di langit dunia. Amin… DAFTAR PUSTAKA .Masjfuk Zuhdi. Surabaya. dan sejarah penulisan Al-Qur‘an yang begitu panjang prosesnya. yakni 13 tahun waktu nabi masih tingggal di makkah sebelum hijrah dan 10 tahun waktu nabi hijrah ke madinah. Pengantar Ulumul Quran. sehingga kita akan selamat di Dunia maupun di Akherat kelak. PT. Ayat yang pertama kali turun adalah 1-5 surah Al-Alaq: Sedangkan Penulisan/penghimpunan Al-Qur‘an mengalami 3 ( tiga ) periode yaitu: 1) penulisan Al-Qur’an pada periode Nabi Muhammad SAW 2) Penulisan Al-Qur’an pada periode Khalifah Abu Bakar 3) Penulisan/ penghimpunan Al-Qur’an periode Khalifah Utsman Bin Affan Setelah kita mengetahui dari sejarah turunnya al-qur‘an al-karim. sehingga betul-betul menunjukkan kemukjizatannya. mulai dari sisi Allah hingga langsung kepada Nabi Muhammad SAW. tahap-tahap turunnya Al-Qur‘an‖ ialah tertib dari fase-fase disampaikan kitab suci AlQur‘an. semoga menimbulkan keteb alan iman kita terhadap Al-Qur‘an. Al-Qur‘an diturunkan secara berangsur-angsur berupa beberapa ayat dari sebuah surat atau sebuah surat ynag pendek secara lengkap.BAB III PENUTUP KESIMPULAN Pengertian turunnya alqur‘an ialah menetapkan / memantapkan / memberitahukan /menyampaikan Al-Qur‘an.Drs. Sebab kitab suci ini diturunkan secara bertahap. Sedangka permulaan turunya Al-Qur‘an adalah pada malam Lailatul Qadar. maupun kepada Nabi Muhammad. Bina Ilmu. Dan penyampaian Al-Qur‘an secara keseluruhan memakan waktu lebih kurang 23 tahun. tanggal 17 Ramadhan pada waktu Nabi telah berusia 41 tahun bertepatan tanggal 6 Agustus 610 M. 1980 . kitab suci ini tidak seperti kitab-kitab suci sebelumnya.

Rumusan Masalah .Rosihan Anwar. A. H.Djalal.Taufiqurrohman. perkembangan serta penulisan Al-Quran. Prof. 2000 Pustaka Sejarah turun dan penulisan Al-quran Banyak sekali berbagai pendapat mengenai Alquran baik dari pengertian. H. M. Dari segi turunnya Alquran dan penulisan Alquran terdapat pula beberapa perbedaan pendapat para ahli. Ulumul Quran. Drs. M. Surabaya.. penulis membatasi masalah yang akan dibahas yaitu mengenai Sejarah Turunnya Alquran dan Penulisan Alquran. Bandung. 2001 .Adapun perbedaan itu dari segi pengertian Alquran. 2003 . masih banyak dari kalangan orang muslim yang belum mengerti dan paham mengenai Alquran. A. Abdul. Ulumul Quran. Pustaka Setia. Ag. Bandung. penulisan serta rasm Alquran dan sebagainya. Pembatasam Masalah Dalam pembuatan makalah tentang Ulumul Quran ini. B. maka akan diuraikan pada bab berikutnya. Ag. Maka dari itu beberapa ahli membuat suatu kesepakatan mengenai ilmu (pembahasan) yang berkaitan dengan Alquran yang dinamakan dengan Ulumul Quran. Setia. Dr. Untuk lebih jelasnya. Selain itu juga. Studi Ulumul Quran Telaah Atas Mushaf Utsmani. Dunia Ilmu. sejarah turunnya Alquran.

Apa yang dimaksud dengan Alquran 2. Apa yang dimaksud dengan Alquran? 2. Bagaimanakah proses penulisan Alquran pada masa Khulafa’urasyidin? 5. Bagaimana proses penyempurnaan Alquran setelahnmasa khalifah 6. Apa hikmah dari diwahyukannya Alquran? 3. Apa yang dimaksud dengan rasm Alquran 7. Bagaimanakah pendapat beberapa ahli mengenai rasm Alquran? C. Bagaimanakah proses penulisan Alquran pada masa Nabi? 4. serta sebagai bahan untuk mengetahui: 1. Pengertian Al-Quran . Apa yang dimaksud dengan rasm Alquran? 7. Bagaimana proses penulisan Alquran pada masa Khulafa’urasyidin 5.1. Tujuan Makalah Sejarah Turunnya Alquran dan Penulisan Alquran ini ditulis dengan tujuan untuk memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah Alquran/ Ilmu Tafsir. Hikmah dari diwahyukannya Alquran 3. Bagaimanakah proses penyempurnaan Alquran setelahnmasa khalifah? 6. Bagaimana proses penulisan Alquran pada masa Nabi 4. Bagaimana pendapat beberapa ahli mengenai rasm Alquran Bab II Pembahasan A.

Artinya: “Kalam Alloh yang diturunkan kepada nabi-Nya. atau Musytaq dari Alqara’in atau qarana. yaitu suatu tempatb yang merupakan catatan tentang segala ketentuan dan kepastian Alloh. yang (tersimpan) dalam lauh al- . Hikmah Diwahyukannya Al-Quran Secara Berangsur-angsur Quran diturunkan dalam tempo 22 tahun 2 bulan 22 hari. Sedangkan menurut terminologi Al-Quran adalah: ‫ المكتوب فى المصاحف من أول سورة الفاتحة كالم هللا المنزل على نبٌه محمد صلى هللا علٌه وسلم المعجم بتالوته المنقول‬،‫بالتواتر‬ ‫إلى سورة الناس‬. Al-Quran turun secara sekaligus dari Alloh Ke Lauh Al-Mahfuzh.S. Q. Menurut Al-Zarqani dalam manahil Al-irfan berpendapat bahwa proses turunnya Al-Quran terdiri atas tiga tahapan: 1. Al-buruj ayat 21-22: 99-94 : ‫ فً لوح محفوظ (البروج‬. membacanya mempunyai nilai ibadah. Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa kata Quran adalah kata sifat dari Alqur’ berarti “mengumpulkan” (Al-jam’). mulai dari awal surat alfatihah dan diakhiri surat an-nas. B. sampai 9 Djulhijjah haji Wada’ tahun 63 dari kelahiran Nabi atau tahun 10 H.‫)بل هو فرآن مجٌد‬ “Bahkan yang didustakan mereka ialah Al-Qur’an yang mulia. yaitu mulai malam 17 Ramadhan tahun 41 dari kelahiran Nabi. yang diturunkan secara mutawatir. dan yang ditulis pada mushaf.Al-Quran secra etimologi merupakan bentuk mashdar (Verbal noun) yang diartikan sebagai isim maf’ul yaitu Maqru’ berarti “yang dibaca”. Muhammad. yang lafadz-lafadznya mengandung mukjizat.

Untuk meneguhakan hati Nabi Muhammad SAW . Perode pertama disebut periode makiyah. Di samping itu masih banyak pula hikmah yang terkandung dalam hal diturunkannya Al-Quran secara berangsur-angsur sebagai berikut: 1. sebagaimana firman Alloh dalam surat Al-Qadar ayat 1: 4 : ‫)إن أنزلناه فى لٌلة القدر (القدر‬ ”Sesungguhnya Kami telah menurunkan-nya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan” 3. Hal ini menanadakan bahwa Al-Quran mempunyai hubungan dialektis dengan situasi dan tempat dimana ia diturunkan. Asy-Syuaro ayat 193-195: 427 – 429 : ‫ بلسان عربً مبٌن (الشعراء‬.Al-Buruj : 21-22).mahfuzh” (QS. Turunnya Al-Quran secara berangsur-angsur mempunyai hikmah dan faedah yang besar sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran surat Al-Furqon ayat 32. yaitu ayat-ayat yang diturunkan ketika Nabi Muhammad masih bermukim di Mekah. yaitu 12 tahun 5 bulan 13 hari yaitu dari 17 Ramadhan tahun 41 dari kelahiran Nabi. yaitu ayat-ayat yang diturunkan ketika Nabi Muhammad hijrah ke Madinah yaitu selama 9 tahun 9 bulan 9 hari.ahiran Nabi. dengan bahasa Arab yang jelas”. ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang diantara orang yang memberi peringatan. yakni dari permulaan Rabiul awal tahun 54 dari kelahiran Nabi sampai 9 Djulhijjah tahun 63 dari ke.‫)نزل به الروح األمٌن على قلبك لتكون من المنذري‬ “Dia dibawa turun oleh ar-ruh al-Amin (Jibril).S. Perode kedua disebut periode Madaniyah. Al-Quran diturunkan dari Bait Al-Izzah ke dalam hati Nabi dengan jalan berangsur-angsur sesuai dengan kebutuhan. 2. Al-Quran diturunkan dari Lauh Al-Mahfuzh ke Bait Al-izzah( tampat yang berada di langit dunia). Hal ini diisyaratjkan dalam Q. Masa turunnya Al-Quran dapat dibagi ke dalam dua periode.

tulang belulang. Ali bin Abi tholib. dan Muawiyyah bin Abi Sufyan. maka dengan turunnya Al-Quran secara berangsur-angsur maka akan memperkuat hati Nabi.Mengingat watak keras masyarakat yamg dihadapi Nabi. Barangsiapa telah menulis dariku selain al-Qur’an. pelepah kurma. nabi memiliki sekretaris pribadi yang khusus bertugas mencatat wahyu. 5. 2. kecuali Al-Qur’an. “Janganlah kamu menulis sesuatu yang berasal dariku. Sekiranya Al-Quran turun sekaligus tentu sulit untuk memahami dan menghafal isinya. Kegiatan tulis menulis Al-Quran tadi didasarkan pada hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Muslim: ‫ال تكتبوا نى شٌئا إال القرآن ومن كتب عنً سوى القرآن فلٌمحه‬. Penulisan Al-Quran pada Masa Nabi Pada masa nabi. Abban bin sa’id. Umar bin Khatab. C. Utsman bin Afan. dan batu. Sebagai Mukjizat Mengingat banyaknya tantangan yang dihadapi Nabi dari kaum Al-Quran baik dari pertanyaan yang memojokkan turunnya wahyu yang berangsur-angsur itu tidak saja menjawab pertanyaan itu bahkan menantang mereka untuk membuat sesuatu yang serupa dengan Al-Quran 3. hendaklah ia menghapusnya” (HR. Sebagai bukti bahwa Al-Quaran adalah bukan rekayasa Nabi Muhammad atau manusia biasa meskipun rangkaian ayatnya turun selama 23 tahun tetapi sistematika dan kandungannya tetap konsisten. . Khalid bin Al-walid. Mereka menggunakan alat tulis sederhana dan berupa lontaran kayu. 4. Mereka adalah Abu Bakar. Untuk memudahkan hafalan dan pemahaman Al-Quran. keadatangan wahyu tidak saja di ekspresikan dalam bentuk hafalan tetapi juga dalam bentuk tulisan. Untuk menerapkan hukum secara bertahap. Muslim).

maka catatlah”.Diantara dfaktor yang mendorong penulisan Al-Quran pada masa nabi adalah: 1. Mem-back up hafalan yang telah dilakukan oleh Nabi dan para sahabatnya. “Dudulah kalian di pintu masjid. Hanya saja. Karena khawatir kelestarian Al-Quran hilang. Mempresentasikan wahyu dengan cara paling sempurna. tanpa didukungt tulisan. D. seluruh Al-Quran sudah ditulis pada wqktu Nabi masih ada. pada saat itu surat-surat dan ayat-ayatnya ditulis dengan terpencar-pencar. Dan orang yang pertama kali menyusunnya dalam suatu mushaf adalah Abu Bakar As-Siddiq. . Sikap kehati-hatian Zaid dalam mengumpulkan Al-Quran atas dasar pesan Abu Bakar: ‫ فمن جاء كما بشاهدٌن على شًء من كتاب هللا فاكتباه‬،‫أقعدا على باب المسجد‬. 2. Dalam melaksanakan tugasnya Zaid menetapkan kriteria yang ketat untuk setiap ayat yang dikumpulkannya.Usaha pengumpulan Al-Quran yang dilakukan Abu Bakar terjadi setelah perang yamamah pada tahun 12 H. Ia tidak menerima ayat yang hanya berdasarkan hafalan. Zaid bin Tsabit salah seorang sekretaris Nabi yang muda dan pintar ditugaskan untuk melacak kembali al-Quran. Penulisan Al-Quran pada Masa Khulafa Al-Rasyidin Pada masa Abu Bakar As-siddiq Pada dasarnya. Siapa yang datang kepada kalian membawa catatan al-Qur’an degnan dua saksi.

Demikian juga. Asy-Syakhawi memandang bahwa syahidain artinya catatan sahabat tertentu mengenai ayat tertentu. 643 H.). syahidain (dua saksi) di sini tidak harus keduanya dalam bentuk hapalan. Zaid tidak menerima laporan ayat dari siapa pun sebelum diperkuat dua saksi. sampaikalah (kepada zaid). dan pelepah kurma. Di dalam menerangkan pengertian “dua saksi” riwayat ini. Pemahaman Ibn Hajar tentang syahidain sedikit berbeda dengan apa yang ditangkap As-Sakhawi (w. Sahabat tertentu yang membawa ayat tertentu dapat diterima bila ayat yang disodorkan didukung dua hapalan dan atau tulisan sahabat Iainnya. Artinya: “siapa saja pernah mendenganr beberapa saja ayat AL-Qur’an dari rasulullah. ‫ وكان‬. Dan (pada waktu itu) para sahabat telah menulisnya pada subut. perlu disimak pendapat Ibn Hajar. Ayat tertentu yang disodorkan sahabat dapat diterima jika memiliki dua saksi yang . papan. atau keduanya daam bentuk tutisan.Riwayat yang berkaitan juga dikeluarkan Ibn Abi Dawud26melalui jalan Yahya bin Abdirrahman bin Hatib yang menceritakan bahwa Umar berkata: ‫من كان تلقى من رسول هللا صلى هللا علٌه وسلم شٌئا من القرآن فلٌأت به‬.‫وكانوا ٌكتبون ذلك فى الصحف واأللواح والعسب‬ ‫ٌشهد شهٌدان ال ٌقبل من أحد شٌئا حتى‬. suatu hapalan ayat tertentu yang dibawa oleh sahabat tertentu baru bisa diterima bila dikuatkan oleh dua catatan dan atau hapalan sahabat Iainnya. Menurut tokoh hadis kenamaan ini.

bukan oleh Utsman bin Afan. Setelah Abu Bakar wafat. tidak ditulis berdasarkan riwayat ahad. dialek Quraisy-suku dari mana Nabi berasal.pusat utama daerah Islam. suhuf-suhuf Al-Quran itu disimpan Khalifah Umar dan ketika Umar wafat. Pada masa Utsman bin Afan Selama pengiriman ekspedisi militer ke Armenia dan Azerbaijan. yang sering juga disebut mushaf ‘Utsmani.harus dijadikan pilihan. suatu naskah otoritatif (absah) Al-Quran. yang sebagian direktut dari siria dan sebagian lain dari Irak. ‘Utsman memutuskan agar mushaf-mushaf yang beredar adalah mushaf yang memenuhi persyaratan berikut: a) Harus terbukti mutawatir. Sejumlah salinannya dibuat dan dibagikan ke pusat. telah ditetapkan. . Pekerjaan yang dibebankan pada pundak Zaid dapat diselesaikan dalam waktu kurang lebih satu tahun. perselisihan tentang bacaan AlQuran muncul di kalangan tentara-tentara muslim. Khalifah berembuk dengan para sahabat senior Nabi. Perselisihan ini cukup serius sehingga Khudzaifah melaporkannya kepada khalifah Utsman (644-656) dan mendesaknya agar mengambil langkah guna mengakhiri perbedaan tersebut. ikut bergabung tiga anggota yaitu: Abdullah bin Zubair. Dengan demikian. Sa’id bin Al-‘Ash.memberikan kesaksman bahwa catatan itu memang ditulis di hadapan Nabi.Bersama Zaid. dan Abd Ar-Rahman bin Al-Harits. yaitu pada tahun 13 H. dan akhirnya menugaskan Zaid bin Tsabit “mengumpulkan” Al-Quran. mushaf itu disimpan Hafsa. Satu prinsip yang mereka ikuti dalam menjalankan tugas ini adalah bahwa dalam kasus kesulitan bacaan.

tulisanAl-Quran yang terpencar. e) Semua yang bukan termasuk Al-Quran dihilangkan. Motivasi penulisannya adalah khawatir sirnanya Al-Quran dengan syahidnya beberapa Al-Quran pada Perang Yamamah.b) Mengabaikan ayat yang bacaannya dinasakh dan ayat tersebut tidak diyakini dibaca kembali dihadapan Nabi pada saat-saat terakhir. Perbedaan penulisan Al-Quran pada masa Abu Bakar dan pada masa Uesman dapat dilihat dari bagan berikut ini: Pada Masa Abu Bakar Pada Masa Utsman bin ‘Affan 1. c) Kronologi surat dan ayat seperti yang dikenal sekarang ini. berbeda dengan mushaf Abu Bakar yang susunan suratnya berbeda dengan mushaf ‘Utsmani. d) Sistem penulisa yang digunakan mushaf mampu mencakupi qira’at yang berbeda sesuai dengan lafadz-lafadz Al-Quran ketika turun. Abu Bakar melakukannya dengan mengumpulkan tulisan.pencar . 2.

tulang. Namun demikian menurut Hasbi ash-Shiddiqiey pokok pembahasan ulumul qur’an mencakup beberapa persoalan saja. Secara istilah adalah sekumpulan ilmu yang berhubungan dengan Al-Qur’an. urut-urutannya. Ketiga. makna AlQur’an yang berhubungan dengan lafal. kemukjizatannya. pengumpulannya. merupakan Kitab Suci umat Islam yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw untuk menjadi pedoman hidup manusia. di antaranya: pertama. persoalan sanad. penolakan terhadap hal-hal yang bisa menimbulkan keraguan terhadapnya. dan sebagainya dalam pembahasan ulumul qur’an. kedokteran. Azim al-Zarqani. 2. Keenam. Utsman melakukannya dengan enyederhanakan tulisan mushaf pada satu huruf dan tujuh huruf yang dengannya Al. dan sebagainya. . dan sebagainya. lafal AlQur’an. Ulumul Qur‟an adalah beberapa pembahasan yang berhubungan dengan Al-Qur’an dari segi turunnya.Quran turun Pengertian. Bahkan Al-Suyuthi memperluasnya dengan memasukkan astronomi. ulumul Qur‟an berarti “ilmu-ilmu al-Qur‟an”. Kedua. nasikh dan mansukh. penafsirannya. sejarah pertumbuhan dan perkembangan Ulumul Quran ULUMUL QUR’AN Pengertian Ulumul Qur’an Kalimat Ulumul Qur‟an terdiri dari dua kata. 1. bacaannya. persoalan nuzul. Ruang Lingkup Pembahasan Ulumul Qur’an Adapun pembahasan Al-Qur’an mencakup segala macam ilmu yang berhubungan dengan Al-Qur’an. Keempat. makna Al-Qur’an yang berhubungan dengan hukum. Motivasi penulisannya karena terjadinya banyak perselisihan di dalam cara membaca Al-Quran (qira’at). baik dari segi keberadaannya maupun dari segi pemahaman terhadap petunjuk yang terkandung di dalamnya. Kelima. penulisannya. ruang lingkup. ada’ul qira’ah (cara membaca Al-Qur’an). Menurut M. secara bahasa. ilmu ukur. ulum (bentuk jamak dari kata ilmun) dan Al-Qur‟an.pada pelepah kurma. Abd.

Abu Bakar alSijistani menulis Gharibul Qur‟an. Pada Abad ke-3 H. qira‟ah. dilakukan kodifikasi dalam satu mushaf Imam. Para Sahabat sedikit sekali yang pandai menulis. yang dikenal dengan al-Sakhawiah. Pada masa Khalifah Utsman. Sedangkan Ibn al-jauzi menulis kitab Fununul Afnan fi „Ajaibi Ulumil Qur‟an dan al-Mujtaba fi Ulumin Tata‟allaqu bil Qur‟an. Ali bin al-Madany menulis tentang kitab tentang Asbabun Nuzul. . Ibn Abd Salam yang dikenal dengan “al-Izz” mengarang kitab Majazul Qur‟an. Abu Bakar Muhammad ibn al-Qasim al-Anbari menulis kitab tentang Ajaibul Ulumil Qur‟an. Pada abad ke-6 H. Pada masa khalifah Abu Bakar dan Umar. Abu Muhammad al-Qashab Muhammad ibn Ali al-Karkhi menulis Nuqatul Qur‟an ad-Dalalatu alal Bayani fi Anwa‟i Ulumi wal Ahkamil Munbiati an Ikhtilafil Anam. sebab: 1. Pada abad ke-7 H. ulumul qur’an belum dikenal sebagai ilmu yang berdiri sendiri dan dibukukan. Syu’bah Ibn Al-Hajjaj (w. Al-Qur’an disampaikan melalui lesan.Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangannya Pada masa Nabi dan Sahabat. Muhammad ibn Ali al-Adfawi menulis tentang al-Istighna‟ fi Ulumil Qur‟an. ulumul qur’an memasuki masa pembukuannya. fadla‟ilul qur‟an. Pada masa Khalifah Ali. terjadi penyeragaman bacaan Al-Qur’an. Pada abad ke-4 H. Abu Amr al-Dani menulis kitab at-Taisir fil Qiraatis Sab‟i dan al-Muhkamu fin Nuqath. Ali ibn Ibrahim ibn Sa’id al-Hufi menulis kitab al-Burhan fi Ulumil Qur‟an dan I‟rabul Qur‟an. 198 H). 2. Sofyan Ibn Uyainah (w. Di samping itu juga lahir ilmu amtsalul qur‟an antara lain yang dikarang al-Mawardi. Pada abad ke-5 H. lahir ilmu mubhamatul qur‟an yang dikarang oleh Abu al-Qasim Abd Rahman al-Suhaili. Muhammad ibn Ayyub al-Dharis menulis tentang ilmu ma Nuzzila bi Makkata wa ma Nuzzila bil Madinati. Alamuddin al-Sakhawi menulis kitab Hidayatul Murtab fil Mutasyabihi.160 H). Abu Syamah Abd Rahman ibn Ismail al-Maqdisi menulis kitab al-Mursyidul Wajiz fi ma Yata‟allaqu bil Qur‟anil Aziz. 197 H). Waki’ Ibn Jarrah (w. 3. lahirlah ilmu gharibil qur‟an dan beberapa kitab tentang ulumul qur’an. Pada abad ke-2 H. Abu Ubaid al-Qasim bin Salam menulis tentang nasikh mansukh. Para ulama menekankan perhatian kepada ilmu tafsir. sehingga Ali dianggap perintis lahirnya ilmu nahwu dan I‟rabul Qur‟an. Sehingga Utsman dianggap meletakkan dasar ilmu rasmul qur‟an atau ilmu rasmil utsmani. Tokohnya.muncul beberapa tokoh yang ahli dalam ilmu qiraat. Para sahabat adalah orang Arab asli yang tahu betul struktur bahasa Arab yang tinggi dan apabila belum memahami Rasul akan menjelaskan maksudnya. Muhammad ibn Khallaf ibn al-Mirzaban menulis kitab al-Hawi fi Ulumil Qur‟an. Abu hasan al-Asy’ari menulis tentang al-Mukhtazan fi Ulumil Qur‟an. Adanya larangan menulis dari Rasul selain Al-Qur’an.

2. Lahirnya Istilah Ulumul Qur’an Terdapat tiga pendapat tentang sejarah lahirnya istilah ulumul qur’an: 1. Ibn Abi al-Ishba’ menulis tentang Badail Qur‟an. Najmuddin at-Tufi menulis Hujajul Qur‟an. Setelah lahirnya karya monumental as-Suyuthi perkembangan ulumul qur’an mengalami kefakuman hingga abad 13. Untuk mengetahui persyaratan dalam menafsirkan al-Qur’an. Jalaluddin as-Suyuthi menulis kitab At-Tahbir fi Ulumit Tafsir dan al-Itqan fi Ululmil Qur‟an. Pada abad ke-13 H. Menurutnya yang paling tua adalah kitab yang dikarang Ibn alMirzaban pada abad ke-3 H. 3. Istilah ulumul qur’an digunakan pertama kali pada abad ke-7 H. Badruddin Zarkasyi menyusun kitab al-Burhan fi Ulumil Qur‟an. Pada abad ke-9 H. Berdasarkan ini istilah ulumul qur’an lahir pada abad ke-5 H. Jalaluddin al-Bulqini mengarang kitab Mawaqiul Ulumi min Mawaqi‟in Nujumi.Pada abad ke-8 H. 3. Pendapat ini berdasarkan kajiannya tentang kitab-kitab yang menggunakan istilah ulumul qur’an. orang yang pertama kali menggunakan istilah ulumul qur’an adalah Ibn al-Mirzaban. Urgensi Mempelajari Ulumul Qur’an: 1. perhatian ulama terhadap ulumul qur’an bangkit kembali seiring dengan kebangkitan perkembangan ilmu-ilmu agama lainnya. . Muhammad Ibn Sulaiman al-Kafiaji menulis tentang At-Tafsir fi Qawaidit Tafsir. Untuk dapat memahami kalam Allah. dan tabi’in dari Nabi tentang kandungan al-Qur’an. serta pendapat yang dikutip sahabat. 2. Menurut al-Zarqani berpendapat lahirnya istilah ulumul qur’an seiring dengan dikarangnya kitab al-Burhan fi Ulumil Qur‟an karya Ali ibn Ibrahim ibn Sa’id yang dikenal dengan sebutan al-Hufi. sejalan dengan penjelasan Rasulullah saw. Ibn Qayyim menulis tentang Aqsamul Qur‟an. Menurut Subhi as-Salih. Untuk dapat mengetahui cara dan gaya yang digunakan para mufassir dalam menafsirkan alQur’an disertai penjelasan dari ahli tafsir ternama serta kelebihan-kelebihannya.

tidak pernah pasti dan tertutup dalam interpretasi tunggal. sampai-sampai anda menemukan kalimat atau kata yang mempunyai arti bermacam-macam. amat sedikit di antara mereka yang pandai menulis dan membaca. ayat-ayatnya selalu terbuka (untuk interpretasi baru). maka ia akan melihat lebih banyak ketimbang apa yang anda lihat. Demikian seterusnya. demikian kata Mohammed Arkoun. Sejarah Pemeliharaan Al-Qur'an di Masa Rasulullah dan Para Khalifah Posted by Phenefendi on 7:10 AM Pada permulaan Islam bangsa Arab adalah satu bangsa yang buta huruf. Tetapi bila anda membacanya sekali lagi. Ayat-ayat Al-Qur’an bagaikan intan. setiap sudutnya memancarkan cahaya yang berbeda dengan apa yang terpancar dari sudut-sudut lain. Dan tidak mustahil. biasanya menuliskannya pada benda apa saja yang bisa di tulisi. maknanya akan jelas di hadapan anda. .Apabila anda membaca Al-Qur’an. Bangsa Arab masih belum mengenal kertas seperti yang sekarang ini. jika anda mempersilahkan orang lain memandangnya. semuanya benar atau mungkin benar. jadi bagi mereka yang dapat menulis dan membaca. (Abdullah Darraz dalam al-Naba’ al-Azhim) Al-Qur’an memberikan kemungkinan arti yang tidak terbatas … kesan yang diberikannya mengenai pemikiran dan penjelasan berada pada tingkat wujud mutlak… dengan demikian. akan anda temukan pula makna-makna lain yang berbeda dengan makna-makna sebelumnya.

Masa Nabi Muhammad s. bertambahlah keinginan untuk belajar menulis dan membaca.w Walaupun bangsa Arab pada waktu itu masih buta huruf. Zaid bin Tsabit dan Mu'awiyah. peristiwa-peristiwa yang terjadi dan lain sebagainya adalah dengan hafalan semata.a. Nabi mengadakan peraturan. yaitu Al-Qur'an saja yang boleh dituliskan. Utsman bin Affan. Kepandaian menulis dan membaca itu amat dihargai dan Nabi sangat gembira. Larangan ini dengan maksud agar Al-Qur'an itu terpelihara. selain dari Al-Qur'an. Hadits atau pelajaran-pelajaran yang mereka dengar dari mulut Nabi dilarang untuk dituliskan. Jibril mengadakan ulangan (repetisi). Nabi menyuruh menghafalnya. Diantaranya Ali bin Abi Thalib. Pada waktu itu Nabi diperintah untuk mengulang memperdengarkan Al-Qur'an yang telah diturunkan. masing-masing diharuskan mengajar sepuluh orang muslim untuk menulis dan membaca sebagai ganti tebusan. jangan dicampur aduk dengan yang lainlain yang juga didengar dari Nabi. Dengan demikian terdapat 3 unsur yang dapat memelihara Al-Qur'an yang telah diturunkan. Naskah-naskah yang ditulis oleh Nabi Naskah-naskah yang ditulis oleh mereka yang pandai menulis dan membaca untuk mereka masingmasing. Setiap ayat yang diturunkan. pelapah kurma. Ubay bin Ka'ab. dan banyak yang hafal seluruh Al-Qur'an. Di tahun beliau wafat. dan diwajibkannya untuk dibaca ketika sedang melakukan Shalat. yaitu: Hafalan dari mereka yang hafal Al-Qur'an. tetapi pandai menulis dan membaca. . Surat yang satu macam. dihafal oleh ribuan manusia. Nabi sendiri mempunyai beberapa juru tulis yang bertugas menuliskan AlQuran untuk beliau. Selain itu. selalu dibaca. kulit binatang. Karena hal inilah Nabi mengambil suatu cara praktis yang selaras dengan keadaan itu dalam menyiarkan dan memelihara Al-Qur'anul Karim. Nabi menganjurkan agar Al-Qur'an dihafal. dan mulai banyaklah yang menuliskan ayatayat yang diturunkan. dan apa saja yang bisa dituliskan. orang-orang musyirin yang ditawan oleh Nabi dan tidak dapat menebus dirinya dengan uang. Karena itulah. Nabi sendiripun sering mengadakan ulangan terhadap sahabat-sahabatnya di depan muka beliau untuk menetapkan atau membetulkan hafalan atau bacaan mereka. tidak ada satu ayatpun yang tidak dituliskan. Pegangan mereka dalam memelihara dan meriwayatkan syair-syair dari para pujangga. ulangan tersebut oleh Jibril sebanyak dua kali. Selain itu. beliau berkata: "Di Akhirat nanti tinta ulama-ulama itu akan ditimbang dengan darah syuhada" Pada perang Badar. Nabi menerangkan tertib urut ayat-ayat itu. banyaklah orang yang hafal Al-Qur'an. sekali dalam setahun. dan bertambah banyaklah mereka yang pandai menulis dan membaca. tapi mereka mempunyai ingatan yang sangat kuat. Dengan cara demikian. dan menuliskannya di batu.

Ketika Nabi wafat, Al-Qur'an tersebut telah sempurna diturunkan dan telah dihafal oleh ribuan manusia, dan telah dituliskan semua ayat-ayatnya. Semua ayatnya telah disusun dengan tertib menurut urutan yang ditujikan sendiri oleh Nabi. Mereka telah mendengan Al-Qur'an itu dari mulut Nabi sendiri berkali-kali dalam Shalat, khutbah, dan pelajaran-pelajaran lainnya. Pendek kata Al-Qur'an tersebut telah terjaga dengan baik, dan Nabi telah menjalani satu cara yang sangat praktis untuk memelihara dan menyiarkan Al-Quran itu sesuai dengan keadaan bangsa Arab di waktu itu. Suatu hal yang menarik perhatian, ialah Nabi baru wafat dikala Al-Qur'an itu telah cukup diturunkan, dan Al-Qur'an itu sempurna diturunkan di waktu Nabi telah mendekati masanya untuk kembali ke hadirat Allah S.W.T. Hal ini bukan suatu kebetulan saja, tapi telah diatur oleh yang maha esa. Masa Abu Bakar r.a Setelah Rasulullah wafat, sahabat baik Anshar maupun Muhajirin sepakat mengangkat Abu Bakar menjadi Khalifah. Pada awal masa pemerintahannya banyak orang-orang Islam yang belum kuat imannya. Terutama di Nejed dan Yaman, banyak yang menjadi murtad, menolak membayar zakat, dan ada pula yang mengaku dirinya sebagai nabi. Hal ini dihadapi oleh Abu Bakar dengan tegas, sehingga ia berkata pada orang-orang tersebut "Demi Allah! Kalau mereka menolak untuk memnyerahkan seekor anak kambing sebagai zakat (seperti apa) yang pernah mereka serahkan kepada Rasulullah, niscaya aku akan memerangi mereka". Maka terjadilah peperangan yang hebat untuk menumpas orang-orang murtad dan pengikut nabi palsu tersebut. Diantara peperangan itu yang terkenal adalah peperangan Yamamah. Tentara Islam yang ikut banyak dari para sahabat yang menghafal Al-Qur'an. Dalam peperangan ini telah gugur 70 orang penghafal Al-Qur'an. Bahkan sebelumnya telah pula gugur hampir sebanyak itu penghafal Al-Qur'an lainnya. Oleh karena itu Umar bin Khathab khawatir akan gugurnya para sahabat penghafal Al-Qur'an yang masih hidup, maka ia datang kepada Abu Bakar memusyawaratkan hal tersebut. Umar berkata kepada Abu Bakar: "Dalam peperangan Yamamah para sahabat yang hafal Al-Qur'an telah banyak yang gugur. Saya khawatir akan gugurnya para sahabat yang lain dalam peperangan selanjutnya. Sehingga banyak ayat-ayat Al-Qur'an itu perlu dikumpulkan". Lalu Abu Bakar menjawab: "Mengapa aku akan melakukan sesuatu yang tidak diperbuat oleh Rasulullah?". Umar menegaskan: "Demi Allah! Ini adalah perbuatan yang baik". Dan ia berulang kali memberikan alasan-alasan kebaikannya tersebut, sehingga Allah membukakan hati Abu Bakar untuk menerima pendapat Umar tersebut. Kemudian Abu Bakar memanggil Zaid bin Tsabit dan berkata kepadanya: "Umar mengajakku mengumpulkan Al-Qur'an". Lalu diceritakannya segala pembicaraan yang terjadi antara dia dan Umar. Kemudian Abu Bakar berkata: "Engkau adalah seorang pemuda yang cerdas yang kupercayai sepenuhnya. Dan engkau adalah seorang penulis wahyu yang selalu disuruh oleh Rasulullah. Oleh karena itu maka kumpulkanlah ayat-ayat Al-Qur'an itu", Zaid menjawab "Demi Allah! Ini adalah pekerjaan yang berat bagiku. Seandainya aku diperintahkan untuk memindahkan sebuah bukit, maka hal itu tidaklah lebih berat bagiku daripada mengumpulkan Al-Qur'an yang engkau perintahkan itu". Dan ia berkata selanjutnya kepada Abu Bakar dan Umar: "Mengapa kalian melakukan sesuatu yang tidak diperbuat oleh Nabi?" Abu Bakar menjawab: "Demi Allah! Ini adalah perbuatan yang

baik". Ia lalu memberikan alasan-alasan kebiakan mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur'an itu, sehingga membukakan hati Zaid, kemudian ia mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur'an dari daun, pelepah kurma, batu, tanah keras, tulang unta ayau kambing dan dari sahabat-sahabat yang hafal Al-Qur'an. Dalam usaha mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur'an itu Zaid bin Tsabit bekerja amat teliti. Sekalipun beliau hafal Al-Qur'an seluruhnya, tetapi untuk kepentingan pengumpulan Al-Qur'an yang sangat penting bagi umat Islam itu, masih memandang perlu mencocokkan hafalan atau catatan sahabatsahabat yang lain dengan disaksikan oleh dua orang saksi. Dengan demikian Al-Qur'an seluruhnya telah ditulis oleh Zaid bin Tsabit dalam lembaran-lembaran yang diikat dengan benar, tersusun menurut urutan ayat-ayatnya sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Rasulullah, kemudian diserahkan kepada Abu Bakar. Mushaf ini tetap di tangan Abu Bakar sampai beliau wafat, kemudian dipindahkan ke rumah Umar bin Khatab dan tetap di sana selama pemerintahannya. Setelah beliau wafat, Mushaf itu dipindahkan ke rumah Hafsah, puteri Umar, istri Rasulullah sampai masa pengumpulan dan penyusunan Al-Qur'an di masa Khalifah Utsman. Membukukan Al-Qur'an di masa Utsman r.a. Di masa Khalifah Utsman bin Affan, pemerintahan mereka telah sampai ke Armenia dan Azarbaiyan di sebelah timur dan Tripoli di sebelah barat. Dengan demikian kelihatanlah bahwa kaum muslimin di waktu itu telah terpencar-pencar di Mesir, Syirtia, Irak, Persia dan Afrika. Kemanapun mereka pergi dan mereka tinggal, Al-Qur'an itu tetap menjadi Imam mereka, diantara mereka banyak yang menghafal Al-Qur'an itu. Pada mereka terdapat naskah-naskah Al-Qur'an, tetapi naskah-naskah yang mereka punya itu tidak sama susunan surat-suratnya. Terdapat juga perbedaan tentang bacaan AlQur'an tersebut. Asal mulanya perbedaan tersebut adalah karena Rasulullah sendiripun memberikan kelonggaran kepada kabilah-kabilah Arab yang berada di masanya untuk membaca dan melafazkan Al-Qur'an itu menurut dialek mereka masing-masing. Kelonggaran ini diberikan oleh Nabi supaya mereka menghafal Al-Qur'an. Tetapi kemudian terlihat tanda-tanda bahwa perbedaan tentang bacaan tersebut bila dibiarkan akan mendatangkan perselisihan dan perpecahan yang tidak diinginkan dalam kalangan kaum Muslimin. Orang yang pertama memperhatikan hal ini adalah seorang sahabat yang bernama Huzaifah bin Yaman. Ketika beliau ikut dalam pertempuran menaklukkan Armenia di Azerbaiyan, dalam perjalanan dia pernah mendengan pertikaian kaum Muslimin tentang bacaan beberapa ayat AlQur'an, dan pernah mendengan perkataan seorang Muslim kepada temannya: "Bacaan saya lebih baik dari bacaanmu". Keadaan ini mengagetkannya, maka pada waktu dia telah kembali ke Madinah, segera ditemuinya Utsman bin Affan, dan kepada beliau diceritakannya apa yang dilihatnya mengenai pertikaian kaum Muslimin tentang bacaan Al-Qur'an itu seraya berkata: "Susullah umat Islam itu sebelum mereka berselisih tentang Al-Kitab, sebagai perselisihan Yahudi dan Nasara(Nasrani)". Maka Khalifah Utsman bin Affan meminta Hafsah binti Umar lembaran-lembaran Al-Qur'an yang ditulis di masa Khalifah Abu Bakar yang di simpan olehnya untuk disalin. Oleh Utsman dibentuklah satu panitia yang terdiri dari Zaid bin Tszabit sebagai ketua, Abdullah bin Zubair, Sa'id bin 'Ash dan

Abdur Rahman bin Harits bin Hisyam. Tugas panitia ini adalah membukukan Al-Qur'an dengan menyalin dari lembaran-lembaran tersebut menjadi buku. Dalam pelaksanaan tugas ini, Utsman menasehatkan agar: Mengambil pedoman kepada bacaan mereka yang hafal Al-Qur'an. Bila ada pertikaian antara mereka tentang bahasa (bacaan), maka haruslah dituliskan menurut dialek suku Quraisy, sebab Al-Qur'an itu diturunkan menurut dialek mereka. Maka tugas tersebut dikerjakan oleh para panitia, dan setelah tugas selesai, maka lembaranlembaran Al-Qur'an yang dipinjam dari Hafsah itu dikembalikan kepadanya. Al-Qur'an yang telah dibukukan itu dinamai dengan "Al-Mushhaf", dan oleh panitia ditulis lima buah Al Mushhaf, Empat buah diantaranya dikirim ke Mekah, Syiria, Basrah dan Kufah, agar di tempattempat tersebut disalin pula dari masing-masing Mushhaf itu, dan satu buah ditinggalkan di Madinah, untuk Utsman sendiri, dan itulah yang dinamai dengan "Mushhaf Al Imam". Setelah itu Utsman memerintahkan mengumpulkan semua lembaran-lembaran yang bertuliskan AlQur'an yang ditulis sebelum itu dan membakarnya. Maka dari Mushhaf yang ditulis di zaman Utsman itulah kaum Muslimin di seluruh pelosok menyalin Al-Qur'an itu. Dengan demikian, maka pembukuan Al-Qur'an di masa Utsman memiliki faedah diantaranya: Menyatukan kaum Muslimin pada satu macam Mushhaf yang seragam ejaan tulisannya. Menyatukan bacaan, walaupun masih ada kelainan bacaan, tapi bacaan itu tidak berlawanan dengan ejaan Mushhaf-mushhaf Utsman. Sedangkan bacaan-bacaan yang tidak sesuai dengan ejaan Mushhaf-mushhaf Utsman tidak dibolehkan lagi. Menyatukan tertib susunan surat-surat, menurut tertib urut seperti pada Mushhaf-mushhaf sekarang. Di samping itu Nabi Muhammad s.a.w. sangat menganjurkan agar para sahabat menghafal ayat-ayat Al-Qur'an. Karena itu banyak sahabat-sahabat yang menghafalnya baik satu surat, ataupun seluruhnya. Kemudian di zaman tabi'ien, tabi'it, tabi'ien dan selanjutnya usaha-usaha menghafal AlQur'an ini dianjurkan dan diberi dorongan oleh para Khalifah sendiri. Pada zaman sekarang di Mesir, di sekolah-sekolah Awaliyah diwajibkan untuk menghafal Al-Qur'an bila mereka ingin menamatkan pelajaran sekolah awaliyah dan hendak meneruskan pelajarannya ke sekolah-sekolah mualimin, begitu juga di pesantren-pesantren di Indonesia, sehingga Al-Qur'an dapat dihafal oleh jutaan umat Islam di seluruh dunia. Dengan demikian terbuiktilah firman Allah:

"Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Qur'an, dan sesungguhnya Kami tetap memeliharanya" ( Surat (15) Al Hijr Ayat 9 )

Mengapa Alquran dibukukan kalau penghafal para wahyu dapat diandalkan dari zaman Nabi bahkan hingga sekarang?
 

2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan

Tari Putri

Jawaban Terbaik - Dipilih oleh Penanya
1. Karena AlQur'an mesti di sebar luaskan kepada bangsa lain yang non arab, pada saat itu ayat-ayat masih dalam hafalan para sahabat dan dalam dokumen-dokumen yang belum rapi. Setelah perang yamamah, banyak sahabat yang gugur dan sebagian besar penghafal Qur'an, maka Khalifah Abu bakar membentuk kepanitiaan yang dipimpin Zaid Ibn Tsabit dan beberapa sahabat besar lainnya, namanya ada dalam hadits semua. 2. Yang jelas ketuanya adalah Zaid bin tsabit yang memang sejak lama menjadi juru tulis bahkan sejak nabi masih hidup. Susunan kepanitiannya ada beberapa versi namun semuanya sepakat ketuanya adalah Zaid bin Tsabit, anggotanya dari kalangan Muhajirin dan Anshor dan penulisan di lakukan dalam Khot ( gaya tulisan ) Kufi, yang berangsur kemudian disempurnakan dengan tanda baca untuk memudahkan bangsa lain membaca. 3. Perdebatan terjadi apabila seseorang yang mengaku mendengar dan menghafalkan ayat tertentu tidak dapat membawakan saksi. Hal ini dapat diselesaikan dengan mengklarifikasikan bacaan dengan orang lain yang menghafal ayat yang sama. Perlu diingat seluruh panitia ini adalah Hufadz ( Penghafal ) dan hidup semasa Nabi masih ada. Ada pula perdebatan tentang dialek bahasa arabnya, namun jumhur sahabat menyepakati bahwa AlQur'an turun dalam dialek ( logat ) Quraisy sebagai logat Rasullullaah.SAW. Segala sesuatu diselesaikan dengan musyawarah. Mushaf pertama yang lengkap ada di masa khalifah Utsman, maka disebut Mushaf Utsmani. Salah satu yang asli ( dari 6 ) ada di musium Tasykent, maka Qur'an yang sekarang beredar bisa di cocokkan dengan yang original. 4. Tidak ada perbedaan... jika ada tentu saat ini bermunculan versi-versi AlQur'an... padahal membaca Qur'an 30 juz lengkap selama bulan ramadhan sudah merupakan acara rutin di masjidil haram seperti yang biasa kita lihat pada siaran langsung di TV kalau pas ramadhan. Wallaahua'laam....
  

2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 4 orang menilai ini bagus

Penilaian Penanya:

. hmm. mengakui Injil. dan Zabur namun kitab2 itu belumlah sempurna... Taurat. sehingga pemaknaannya memang perlu dibukukan agar mudah dibaca.. Setelah perang yamamah. maka untuk mempermudah kajian/bacaan kandungan asli perlu disebarkan ke setiap generasi dan seluruh umat manusia 1. sehingga para sahabat mengumpulkan untuk dibukukan." karena Al Quran memang diperintahkan untuk dibaca... maka Khalifah Abu bakar membentuk kepanitiaan yang dipimpin Zaid Ibn Tsabit dan beberapa sahabat besar lainnya...... namanya ada dalam hadits semua. wallahu'alam o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 3 orang menilai ini bagus  Gratchen Alqur'an diturunkan untuk semua umat manusia.. demikian. Karena AlQur'an mesti di sebar luaskan kepada bangsa lain yang non arab.. mudah2an dapat menjawab pertanyaan anda. banyak sahabat yang gugur dan sebagian besar penghafal Qur'an. keliatan kan.Komentar Penanya: Good answer.. tanpa kecuali. . pada saat itu ayat-ayat masih dalam hafalan para sahabat dan dalam dokumen-dokumen yang belum rapi... Umat Islam. itu tambahannya. :) "kalau penghafal para wahyu dapat diandalkan dari zaman Nabi bahkan hingga sekarang?" umat manusia tidaklah ada yang berumur panjang juga ada yang tidak kuat hafalannya. bahwa Al Quran bukanlah buku karangan Muhammad saw. Bukan jawaban yang benar? Coba Yahoo! Search Cari di Yahoo! untuk bagaimana cara para sahat nabi menghafal al-qur'an padahal belum di bukukan Jawaban Lain (13)  zain "Mengapa Alquran dibukukan.

kulit. . aye bingung. secara netral kamu cuci otak dulu dan bandingkan dengan injil punyamu. Dzakirnaek disaksikan Bush. termasuk kamu ? Alqur'an berbahasa Arab. dll tidak disertakan ataupun dijaga? bukankah bukti historis dan original? bahkan hingga sekarang. kertas itu sudah digunakan. dan asli (buat umatnya yg mengakui). namun entah mengapa tidak semua umat mengakui. coba deh. tulang. bukankah merupakan "tulisan ulang" dan "sudah mengalami perubahan"? kembali ke pernyataan. harus disebarkan dan disyiarkan ke penjuru dunia. dll. andaikata sudah 600 tahun masehi. tapi secara aye suka mencari tahu. mengenai perbandingan ayat2 injil dan Qur'an. kalo dibukukan.Alqr'an adalah kitab yang menyempernakan semua kitab suci yang diturunkan sebelumnya. William Campbel yang debat dengan Dr. apalagi sebagai perkamen dan dokumen. kemudian. bahwa jumlah ayat Alqur'an adalah 6666 ayat. mereka membukukan karena "alasan": supaya tidak hilang. dan tidak ada yang diubah satupun dari ayat2 tersebut saat dibukukan.. o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 1 orang menilai ini bagus  iyo kalo melihat sejarah. Paling reaksimu seperti Dr. mengatakan belum mengenal kertas). yg dikatakan paling sempurna... misal batu. seperti tulang. semua yang hidup saat itu tahu. gak berkutik banyak saat ayat2 injil justru dipatahkan dan banyak yang telah disempurnakan oleh ayat2 Qur'an. dan merupakan BUKTI SUDAH TIDAK ASLI lagi o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan  Sruput Samsoe Emangnya penghafal hidup selamanya? Lalu apa nyawa mereka aman karena di incar kafir untuk dibasmi? Yang udah berbentuk buku saja dibakar. apalagi. teus hafalan apakah terjamin 100%? bagaimana juga yg terdapat dari tulisan pada beberapa barang. kulit. sebab. jauuuuuuhhhhhh kualitasnya. batu. kenapa sumber2 tertulis. Sejak sebelum dibukukan. SUPAYA menjadi bukti SUDAH dirubah karena tiada keaslian lagi. @Salju : Alqur'an memuat keterangan semua kejadian hingga akhir masa dan mengenai surga neraka. (di sumber. kenapa dibukukan. mengapa penghafal tidak menuliskan di suatu kertas? adalh mustahil tidak mengenal kertas.

. begitulah mas/ mbak. melihat kenyataan saja bukankah zaman semakin kesini generasi penerusnya makin urakan (sebagian) dan walaupun AlQuran sudah di bukukan tetapi masih da yang ndak pernah buka kan?! gimana klo msti dihafalkan?? sekarang ay tanya anda sudah hafal berapa Juz??? begitulah jawaban sy.. semoga bermanfaat..o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 2 orang menilai ini bagus  AmeXelf Assalamualaikum.. terjadi peperangan yang besar (sy lupa namany) yang dari golongan umat muslim waktu itu banyak yang meninggal dan sebagian dari para Hafidz (penghafal Al-Qur'an). o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 3 orang menilai ini bagus  ? Alquran di tulis agar dibaca oleh generasi baru. Begini y dulu Zaman Sahabat Rasulullah yaitu Zaman Sahabat Abu Bakar AshShidiq Ra. wassalamualikum. yang belum tau apalagi hafal mari sini kita kasih buku biar tau. melihat kenyataan tersebut maka Sahabat Umar Bin Khottob mengusulkan agar AlQur'an dibukukan. karena takut para Hafidz tidak ada lagi. terus belajar ych. ... isi alquran dari dulu sama. materi referensi: Kitab Khozinatul Asror dan yang saya pelajari saat sekolah... sebelumnya saya beristighfar memohon ampun kepada Allah atas kata2 saya yang salah dan selanjutnya semoga jawaban sy bermanfaat...!! Beda dengan alkitab tetangga yang beberapakali di perbaharui sehingga yang lama sama yang baru beda. mungkin habis pemilu nanti keluar lagi perjanjian milenium o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 1 orang menilai ini bagus  Xie Guan Nak yang sudah hafal nggak perlu buku.

. maka dari itu dibukukanlah Alquran.penghafal wahyu memang benar cukup bisa diandalkan.tentux jg sahabt yg hafidz tdk akan hidup slamax bkn. o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 2 orang menilai ini bagus  merdeka yang namanya manusia kan ada salah dan lupanya bro....Dah sana duduk manis dan jangan pipis dicelana yaaaaaaaa o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 4 orang menilai ini bagus  nomaden alasan adax pengumpulan ayat2 yg berasal dari Allah SWT melakui Nabi Muhammad SAW krn banyakx para sahabat hafidz Al-Qur'an yg mati jihad d medan pertempuran. tapi mereka juga sadar kalau mereka hanya manusia biasa. hingga sekarang. pada saat itu ayat-ayat masih dalam hafalan para sahabat dan dalam dokumen-dokumen yang belum rapi. KAN HARUS DIWARTAKAN KEPADA ORANG-ORANG NON ARAB TERMASUK UMAT ISLMA INDONESIA: Karena AlQur'an mesti di sebar luaskan kepada bangsa lain yang non arab. kan untuk dibaca.. supaya bisa dibaca oleh genersi setelah mereka..emgnya ga ada manusia yg dilahirkan o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 2 orang menilai ini bagus  ? HE HE HE BENAR JUGA.. materi referensi: belajar o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 1 orang menilai ini bagus  Nomnomno. .

Setelah perang yamamah. maka Khalifah Abu bakar membentuk kepanitiaan yang dipimpin Zaid Ibn Tsabit dan beberapa sahabat besar lainnya. namanya ada dalam hadits semua 12345678910 112 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 3 24 25 26 27 28 . banyak sahabat yang gugur dan sebagian besar penghafal Qur'an.