Rasmul Qur'an

Click here to download

I.

PENDAHULUAN Puji syukur pertama-tama saya haturkan ke hadirat Allah SWT yang dengan rahmat inayahNya saya bisa menyelesaikan makalah sederhana ini yang berjudul ilmu tauhid dan ruang lingkupnya. Semoga bisa bermanfaat bagi saya khususnya dan bagi kita semua pada umumnya. Sebagaimana yang kita ketahui bersama, Rasmul Qur’an merupakan ilmu yang sangat penting di dalam agama Islam. Sebab, Rasmul Qur’an adalah bagian sebagian dari tanda-tanda agama sejati dan murni yang diturunkan Allah Yang Maha kuasa dan bijaksana. Tanpa mengetahui Rasmul Qur’an, kita tidak akan mengetahui tujuan hidup sebenarnya. Sebab, seorang hamba harus tahu benar siapa yang disembah dan dimana kita akan hidup setelah mati.

II.

PEMBAHASAN A. Pengertian Rasmul Qur'an Istilah rasmul al-Quran terdiri dari dua kata yaitu rasm dan al-Qur'an. Kata rasm berarti bentuk tulisan. Dapat juga diartikan dengan `atsar dan alamah. Sedangkan al-Qur'an adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw., dengan perantaraan malaikat Jibril, ditulis dalam mushaf-mushaf dan disampaikan kepada umat manusia secara mutawatir (oleh banyak orang) dan mempelajarinya merupakan suatu ibadah, dimulai dengan surat al-Patiihah dan diakhiri dengan surat an-Nas. (Chirzin, 1998: 106). Jadi ilmu rasm Al-Qur'an yaitu ilmu yang mempelajari tentang penulisan mushaf Al-Qur'an yang di lakukan dengan cara khusus baik dalam penulisan lafal-lafalnya maupun bentuk-bentuk huruf yang di gunakannya. Adapun yang di maksud rasm al-mushaf dalam bahasa yaitu : ketentuan atau orang yang di gunakan oleh usman ibn affan bersama sahabat-sahabat lainnya dalam Al-Qur'an berkaitan dengan susunan huruf-hurufnya, yang terdapat dalam mushaf yang di kirim berbagai daerah dana kata serta mushaf al-iman yang berada di tangan usman ibn affan sendiri”

Sementara ulama yang lebih mempersempit rasm al-mushaf yaitu : apa yang di tulis oleh para sahabat Nabi menyangkut sebagian lafaz-lafaz Al-Qur'an dalam mushaf usmani dengan pola tersendiri yang menyalahi kaidah-kaidah penulisan Bahasa Arab. Bagaimana ragam pendapat berkaitan permasalahan rasmul Qur'an. Apakah rasmul Qur'an merupakan tauqif (ketetapan) dari Nabi Muhammad SAW. ataukah bukan. Mengenai permasalahan ini, muncul dua pendapat di kalangan ulama. Kelompok pertama menyatakan bahwa, rasmul Quran adalah tauqifi dari Nabi Muhammad saw. Sedangkan kelompok kedua menyatakan bahwa, rasmul Quran adalah bukan taugifi dari Nabi Muhammad SAW. Menurut Kelompok pertama, bahwa rasmul Qur'an adalah tauqifi dan metode penulisannya dinyatakan sendiri oleh Rasulullah SAW. Pendapat ini dianut dan dipertahankan oleh Ibnu Mubarak yang sependapat dengan gurunya Abdul Aziz ad-Dabbagh. la menyatakan bahwa, tidak seujung rambutpun huruf al-Qur'an yang ditulis atas kehendak seorang sahabat nabi atau yang lainnya. (asShalih, 1990:361) Sedangkan kelompok kedua berpandangan bahwa, rasmul Qur'an tersebut tidak masuk akal kalau dikatakan tauqifi. Pendapat ini dipelopori oleh Qadhi Abu al-Bagilani. la mengatakan bahwa mengenai tulisan al-Qur'an, Allah swt. sama sekali tidak mewajibkan kepada umat Islam dan tidak melarang para penulis al-Qur'an untuk menggunakan rasam selama itu (baca; Utsman bin Affan). Yang dikatakan kewajiban hanyalah diketahui dari berita-berita yang didengar. (as-Shalih, 1990:366)

B. Pola Penulisam Al-Qur'an Dalam Mushaf Usmani Terdapat beberapa pola penulisan Al-Qur'an versi mushaf usamni yang menyimpang dari kaidah penulisan bahasa arab. 1. Penghilangan huruf (al-hadzf)

Al-Hadzf ini terdiri dari enam bagian, yaitu: a. Menghilangkan huruf, alif yaitu dari ya al-nida ( ‫ )يااايهي ااايه ا‬dari ha' al-tanbih ( ‫ ;)هاااي ا‬dari ‫ااا‬ ‫ ;) خل ا‬sesudah

dhamir( ‫ )ه جي‬lajazh jalalah (‫ )هللا‬dari dua kata ( ‫ )ه احن‬dan ( ‫ ;)ساحن‬sesudah huruf lam (

dua huruf lam dari semua mustanna ( ‫ ;)حجلا‬dari semua jama' shahih baik mudzakkar maupun muannats ( ‫ )ساعون‬dan ( ‫ )ه عاء يع ا‬dari semua jamak yang satu pola dengan ( ‫ )عساج‬dan dari semua kata bilangan ( ‫ )يثلث‬dari basmallah dan sebagainya. b. Menghilangkan huruf ya, vaitu huruf ya dibuang dari manqush munawwan (bertanwin), baik ketika berharakat rafa' maupun jar ( ‫ ;)غياحييااويناداا‬menghilangkan huruf ya' pada kata ‫خااون يهفوان يهعيوان‬ dan, selain yang dikecualikan. c. Menghilangkan huruf lam jika dalam keadaan idqham (‫ )ه يل‬dan (‫ )ه ي‬selain yang dikecualikan.

d. Menghilangkan huruf waw, yaitu jika terletak bergandengan (‫ )وانيه ى‬dan ( ‫)ا يسفن‬. Di samping itu, ada beberapa penghilangan huruf yang tidak masuk kaidah. Misalnya penghilangan huruf alif pada kata dan menghilangkan ya' dari kata ‫ هحاحههي‬serta menghilangkan waw dari empat kata kerja (al-fil) ‫ ين يي ع ييعحيهللا يني عيهاي سا‬dan ‫س عيه زحا يه‬ 2. Penambahan huruf(al-ziyadah) Penambahan ini, yaitu alif setelah waw pada akhir isim jamak atau yang mempunyai hukum jamak. Misalnya ‫هن نيها حاب‬, ‫ عاليقنهيحح ا‬dan ‫ ح انيهساحهليل‬Di samping itu menambah alif setelah Hamzah marsumah waw (Hamzah yang terletak di atas tulisan waw). Misalnya, ‫ فايهللايفوفنه‬Yang asalnya di tulis ‫ فايهللايفوفأ‬Demikian pada kata‫ عافة‬, dalam ayat, ‫ وىي ليس حلةيعايلةينية‬kata ‫ ه حسانل‬Dalam ayat ‫هعو اايه حسانا‬ dan , ‫ ساحيل‬dalam ayat ‫ واايلالن ايه ساعيال‬. Demikian juga penambahan huruf ya pada kata ‫ حاايي ا‬atau penambahan huruf waw pada kata ‫ هن ن يهن يك يهنا‬Dan 3. Kaidah Hamzah Yaitu apabila hamzah berharakat suku, maka di tulis dengan huruf yang beharakat sebelumnya. Misalnya ‫ ه ذ‬Dan ‫هنفع‬, selain yang dikecualikan. Adapun Hamzah yang berharakat, jika ‫هنا‬.

ia berada di awal kata dan bersambung dengan Hamzah itu huruf tambahan, maka ia harus di tulis dengan alif secara mutlak, baik berharakat fathah maupun berharakat kasrah. Misalnya ‫وياي يساصح ي‬ ‫ هن نه يهين‬selain yang dikecualikan. Sedangkan apabila Hamzah terletak di tengah maka ia tulis sesuai dengan huruf harakatnya, yakni fathah dengan alif dan kasrah dengan ya serta dlamah dengan waw. Misalnya ‫ سالل يساال يفؤاح‬Tetapi apabila huruf yang sebelum Hamzah itu sukun, maka tidak ada tambahan. Misalnya ‫ عل يهاحض‬dan ‫ ه خب‬selain yang dikecualikan. Di samping itu, jika Hamzah itu terletak di ujung, Makkah ia di tulis dengan huruf dari jenis harakat huruf sebelumnya. Misalnya, kata ‫ سحا ي ن‬dan ‫ شاعئ‬. 4. Menggantikan Huruf Dengan Huruf Lain Badl ini ada beberapa macam yaitu : a. Huruf alif di tulis dengan waw sebagai penghormatan pada kata ،‫ يه صالن‬،‫ ه ز ان‬dan ،‫ ه نيان‬selain yang dikecualikan. b. Huruf alif yang di tulis dengan huruf ya pada kata-kata seperti ‫ ه ااى يه ااى يدلااى‬Yang berarti (bagaimana) ‫ حلى يعفى‬dan ‫ ى‬selain kata dalam surat Yusuf. c. Huruf alif di ganti dengan nun tawkid khafifah pada kata ‫هذ‬. ‫يا‬

d. Huruf ta’ ta’nits (،) di ganti dengan ta’ maftuhah ( ) pada kata ‫ حنعا‬sebagai yang terdapat dalam surat al-baqarah, al-araf, hud, maryam, al-rum dan al-zukhruf. Di samping itu huruf ta’ta’nits (،) di tulis dengan ta’ maftuhah ( ) pada kata ‫ وعا‬sebagai terdapat dalam surat al-baqarah, ali imran, al maidah, ibrahim dan sebagainya. 5. Menyambungkan dan memisahkan huruf (al washl dan al fashl) Washl dan fashl banyak ragamnya yaitu : a. Kata ‫ ه‬dengan harakat fathah pada hamzahnya, di susul dengan ‫ يا‬maka penulisannya bersambung dengan menghilangkan huruf nun, misalnya‫ هاي‬tidak di tulis‫ ه ياي‬kecuali pada kata ‫ ه يايفؤن ن‬dan ‫ه ياي‬ ‫فوحلنه‬. b. Kata ‫ عا‬Yang bersambung dengan ‫ عاا‬penulisannya disambungkan kata dan huruf nun pada mimnya tidak di tulis, seperti ‫ ععا‬kecuali pada kalimat ‫ عا يعاايعل ا يهحعااي ا‬Sebagai terdapat dalam Al-Qur'an surat an-nisa’ dan ar-rum dan kata ‫ عع يحزق ا‬dalam surat al-munafiqun. c. Kata ‫ ع‬yang bersambung menjadi kata ‫ عع‬bukan‫من من‬ dengan ‫ ع‬ditulis bersambung dengan menghilangkan-min, sehingga

Beberapa pendapat para ulama mengenai hal ini yaitu sebagai berikut. kalimat ‫ علك ين يه ي‬dan ‫يخ يدن يهللا‬ Ayat-ayat tersebut boleh dibaca dengan menetapkan alif (dibaca dua harakat) dan bisa dibaca sebagai haknya lafzh (dibaca 1 harakat). Dalam Mushaf Ustmaniy. sehingga menjadi ‫هعا‬ f. Kata ‫ أ‬yang bersambung dengan ‫ عااا‬ditulis bersambung dengan menghilangkan nun. kata tersebut di tulis dengan menghilangkan alif Misalnya. C. maka ditulis dalam Mushaf `Utsmaniy dengan rasm al-mushaf yang berbeda. Akan tetapi. apabila tidak memungkinkan ditulis dalam bentuk tulisan yang sama. sehingga menjadi ‫يدع‬bukan ‫ عن من‬kecuali dalam kalimat ‫نيصحيوهيد يع ييشا‬ e. sehingga menjadi ‫هعا‬ g. . Kata ‫ ه‬yang bersambung dengan ‫ عااا‬ditulis bersambung dengan menghilangkan nun. Kata ‫ ال‬yang diiringi ‫ عاا‬Di sambung sehingga menjadi ‫ لعاا‬Kecuali pada firman Allah SWT ‫عا ي اليعاسااي‬ ‫ فعن‬dan ‫ليعايح نهيه ىيه وف ة‬ 6. Hukum Penulisan Al-Qur'an Dengan Rasmul Usmani Pada ulama juga berbeda pendapat tentang hal ini apakah kaum muslimin di wajibkan mengikuti rasm usmani dalam penulisan Al-Qur'an ataukah di bolehkan dengan rasm imlai (pola penulisan konvensional).d. Misalnya kalimat ‫ ننصاح ايهحاحههي يح ياه‬Dalam sebagian mushaf ustmaiy di tulis dan di baca ‫ نهنصى‬sedangkan dalam sebagian mushaf lainnya di tulis dan dibaca ‫ ووص‬Dan sebagainya. maka pola penulisannya sama dalam setiap Mushaf Ustmaniy. Kata ‫ دا‬yang bersambung dengan ‫ عاا‬ditulis bersambung dengan menghilangkan nun. Kata yang bisa dibaca dengan dua bunyi (ma’ fih qiratani) Apabila ada dua ayat Al-Qur'an yang memiliki versi qiraat yang berbeda yang dimungkinkan ditulis dalam bentuk tulis dalam bentuk tulisan yang sama.

ya atau yang selainnya. . dapat dibenarkan. Para ulama mengakui bahwa rasm usmani berhifat tauqifi wajib mengikuti rasm usmani dalam penulisan Al-Qur'an dan tidak boleh menyalahinya. menyulitkan banyak orang serta bisa mengakibatkan berat dan kacau (bagi pembacanya). Para ulama tidak mengetahui bahwa rasm usmani itu bersifat tawqifi. Namun rasm usmani pun wajib di pelihara dan di tertarikan. Sementara itu ketika Imam Malik di tanya mengenai penulisan Al-Qur'an dengan kaidah hijaiyah (kaidah imla’) Malik berkata : ‫ال أرى ذلك ولكن يكتب على الكتبه االوىل‬ “Saya tidak berpendapat demikian.a. Akan tetapi hendaklah di tulis menurut tulisan pertama. c. tidak mesti kita mengikuti rasm usmani dalam penulisan Al-Qur'an. Sebagian ulama berpendapat boleh bahkan wajib mengikuti rasm imlai’ dalam Al-Qur'an yang di runtuhkan bagi orang-orang awam dan tidak boleh menulisnya dengan rasm usmani. Sedangkan rasm usmani yang menyalahi rasm imla’ sebagaimana kita kenal. karena itu segala bentuk serta model tulisan Al-Qur'an yang menunjukkan arah bacaan yang benar. b. sehubungan dengan itu ahmad ibn hambal berkata : ‫حترم خما لفة خط مصحف عثمان ىف واو او الف اوياء اوعري ذالك‬ “Haram hukumnya menyalahi rasm usmani (dalam penulisan Al-Qur'an) seperti huruf wawu alif. dengan kata lain kita di bolehkan menulisnya dengan rasm imlai’ Sehubungan dengan ini mereka menyatakan sebagai berikut : “Sesungguhnya bentuk dan model tulisan tidak lain hanyalah merupakan tanda atau simbol.

a.D. . lafaz (‫ )باا ٌاد‬ditulis dengan huruf ganda ‫)الٌااء( ى‬. khususnya dalam penciptaan langit dan alam semesta. Kemungkinan dapat menunjukkan keaslian harakat (syakl) suatu lafaz. Sa'id al-Rahman bin al-Hants dan Zaid bin Tsabit) belum bertitik dan bersyakal. d. Perkembangan Penulisan Al-Qur’an Sebagian disebutkan dalam sejarah bahwa mushaf ustmaniy yang di tulis oleh panitia empat (Abd Allah bin Zubair. Kemungkinan dapat menunjukkan makna atau maksud yang tersembunyi. seperti penambahan huruf ayat ‫ )ه نهن( ن‬pada ayat ( ‫ )سا ينحي ي هح يه واسؤي‬dan penambahan huruf ‫ )الٌاء( ى‬pada ayat (‫نهحفا ى ي ى ي‬ ‫)ه وححى‬. E. Faedah Penulisan-Penulisan Al-Qur'an Dengan Rasm Usmani Penulisan Al-Qur'an dengan mengikuti atau berpedoman kepada rasm usmani yang di lakukan pada masa khalifah usman sangat berfaedah bagi umat Islam. karena memberi isyarat akan kebesaran kekuasaan Allah SWT. seperti dalam firman Allah berikut ini: )9:2 ‫(البقرة‬ ‫وما خيد عون اال انفسهم‬ Lafazh ( ‫ )ين ا يداان‬dalam ayat di atas. dalam ayat-ayat tertentu yang penulisannya menyalahi rasm imla'i. Memelihara dan melestarikan penulisan al-Qur’an sesuai dengan pola penulisan al-Qur’an pada awal penulisan dan pembukuannya. seperti dalam firman Allah berikut ini: )74:15\ ‫واسماء بنٌنا ها بأٌد وانا لمو سعون (الذاربات‬ Menurut sementara ulama. Memberi kemungkinan pada lafazh yang sama untuk dibaca dengan versi qira’at yang berbeda. b. bisa dibaca menurut versi qira'at lainnya yaitu Sementara kalau ditulis ( ‫ )يخاي دن‬tidak memberi kemungkinan untuk dibaca ( ‫)يخ يدن‬ c.

al-Khalil bin Ahmad. kecuali syakal huruf akhir saja._). Upaya tersebut tampak pada masa Khalifah Abd al-Malik bin Marwan (685-705 M). Abu al-Aswad belum meletakkan syakal untuk setiap huruf. Misalnya untuk tanda fathah. khususnya untuk melestarikan bahasa Arab. dengan membubuhkan huruf alif kecil (') terletak di atas huruf(_).Hal ini dikarenakan tanda-tanda seperti itu belum dikenal pada waktu itu. salah seorang yang mempunyai atensi besar terhadap pembubuhan tanda baca (syakal). Gubernur Basrah pada masa pemerintahan Muawiyyah (661 -680 M). Misalnya. maka timbal upaya untuk membuat tanda-tanda huruf Al-Qur'an. al-Hajjaj bin Yusuf Al-Tsaqafi untuk menyusun tanda-tanda baca Al- . tanda/kasrah dengan membubuhkan huruf ya' kecil (‫ )ي‬di bawah huruf (‫)ي‬ dan tanda dhamah dengan membubuhkan tanda kepada huruf waw kecil (‫ )و‬di atas huruf (‫)و‬. Pertumbuhan tanda baca (syakal) selanjutnva dikembangkan oleh murid al-Dualliy. tanda kasrah (i) dengan membubuhkan titik satu di bawah huruf ()dan tanda dhamah (u) dengan titik satu yang terletak di antara bagian-bagian huruf () Sedangkan untuk sukun (mati) tidak diberi tanda apa-apa. Pada masa Abasiah. Mushaf utsmaniy sebagai di ungkapkan al ashari (w. Adapun tanda sukun (mati) yaitu dengan membubuhkan tanda kepala huruf ha (‫ )ح‬yang terletak di atas huruf (‫ )ح‬dan tasydid dengan membubuhkan tanda kepala huruf sin (‫ )س‬yang terletak di atas huruf (‫)س‬. Kemudian beliau menugaskan seorang ulama. Sekalipun Al-Qur'an di tulis demikian. Melihat kenyataannya ini. pertumbuhan tanda baca dalam penulisan Al-Qur'an merupakan hal yang sangat layak. Ia telah membuat fathah. 382 H) di baca oleh kaum muslimin selama sekitar 40 tahun. Kendati demikian. Seiring dengan ekspansi Islam ke berbagai wilayah dan semakin banyaknya masyarakat non Arab rang masuk Islam. Ketika Islam berkembang ke berbagai wilayah yang selanjutnya terjadi akulturasi budaya (perpaduan budaya) antara masyarakat Arab dan non-Arab. akan tetapi dan kaum muslimin dapat membaca Al-Qur'an dengan benar. Ziyad Ibn Samiyyah. Hal ill] tidak terlepas dari pemantauannya terhadap kaum Muslim"" yang melakukan kesalahan dalam membaca Al-Qur'an. (a) ia membubuhkan tanda titik satu yang terletak di atas burnt (_. mereka melakukan kesalahan dalam membaca firman Allah SWT (Allah berlepas diri dari orang-orang Musyirikin). ziyad bin sammiyah meinta Abu al-Aswad al-Dualliy untuk memubuhkan tanda baca (syakal) dalam mushaf agar tidak terjadi kekeliruan dalam membaca Al-Qur'an di kalangan kaum Muslimin.

Kemudian pengikut al-Dualliy menambahkan tandatanda lainnya yaitu dengan meletakkan garis horizontal di atas huruf yang terpisah. kata ‫ عال يل ة‬yang dalam Rasm `Utsmaniy ditulis ‫ ع ل ة‬al-Zanjani. Kaidah hamzah 4. Atas titah al-Hajjaj kepala dua orang ahli ini. baik hamzah maupun bukan hamzah. make terdapatlah tanda-tanda huruf dalam Al-qur’an dengan cara membubuhkan tanda titik (. KESIMPULAN Ilmu rasm qur’an yaitu ilmu yang mempelajari tentang penulisan mushaf Al-Qur'an dengan baik. Pola penulisan rasm qur’an dalam mushaf usmani menurut kaidah bahasa araba : 1. selanjutnya menugaskan Nashr bin Ibn Ashim dan Yahya bin Ya’mur (keduanya murid al-Dualliy) untuk menyusun tanda-tanda baca tersebut. Misalnya huruf dal (‫ )د‬dengan dzal (‫ )ذ‬huruf ha (‫)ه‬.) pada huruf-huruf yang serupa untuk membedakan antara huruf yang satu dengan huruf yang lain. Tokoh-tokoh lain yang membubuhkan tanda huruf Al-qur’an adalah `Ubaidillah bin Zayyad (67 H). seorang warga Madinah. Penghilangan huruf (al hadzf) 2. Untuk selanjutnya. al-Hajj. Pertimbangan mereka. Menurut sebuah riwayat. para ulama banyak yang mendukung upaya tersebut. menciptakan bentuk melengkung. banyak kaum Muslimin yang merasa kesulitan membaca Alqur’an disebabkan mereka bukan penduduk di wilayah Arab. yang pada Rasm `Utsmaniy justru dibuang misalnya.qur’an (nugath al-'Ajam). al-Hajjaj telah melakukan perubahan Rasm `Utsmaniy di 11 tempat. Adanya pembubuhan tanda-tanda huruf tersebut menimbulkan pro dan koma di kalangan ulama paling tidak sampai generasi tabi'in. Sebagai tanda alif washal. III. mereka meletakkan garis vertikal jika sebelumnya fathah dan ke bawah jika sebelumnya dhamah. Menggantikan huruf dengan huruf lain (al hadl) . yang memerintahkan seorang Persia meletakkan huruf alif. Penambahan huruf (al ziyadah) 3. jim(‫ )ج‬dan kha (‫)ح‬ dan sebagainya.

Memelihara dan melestarikan penulisan Qur'an b. namun ada juga ulama yang tidak mengetahui rahm imlai dalam Al-Qur'an faedah penulisan Al-Qur'an dalam rasm usmani pada masa usman a. Amin Makalah Tentang Rasm Al Qur'an . Dapat menunjukkan makna atau maksud yang tersembunyi d. Menyambungkan dan memisahkan huruf (al washl dan al fashl) 6. PENUTUP Demikian makalah yang kami susun dan masih banyak kekurangannya. Penulis yakin bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan dan banyak kesalahan oleh karenanya saran dan kritik anda yang membangun dan masukan buat kami yang akan menjadikan makalah ini akan lebih baik. Kata yang bisa di baca dengan dua bunyi (ma fih qiraatani) Berbagai pendapat tentang hukum penulisan Al-Qur'an dengan rasm usmani para ulama mengetahui bahwa rasm usmani bersifat taufiqi. Kemungkinan dapat menunjukkan keaslian harakat Seiring dengan ekspresi Islam berbagai wilayah dan semakin banyaknya masyarakat non arab masuk Islam.5. maka timbul upaya untuk membuat huruf Al-Qur'an. IV. Memberi kemungkinan pada lafad yang sama c.

beliau melihat banyaknya perbedaan dalam bacaan dan penulisan al-Qur'an. Mushaf Abu Bakar ini adalah mushaf AlQur'an yang memasukkan 7 bacaan. Al-Qur'an tidak terkumpul dalam satu buku (mushaf). Musailamah. dan memerintahkan untuk menulisnya. Pada saat Utman bin Affan RA memerintah Islam. Ketika Abu Bakar --khalifah pertama—memberantas kaum murtadin dan pendukung nabi palsu. Ada pula yang hanya menulisnya. Ketika Rasulullah SAW wafat. kulit-kulit unta dan lembar-lembar daun kurma. sesuai dengan riwayat shahih tentang bacaan al-Quran. terukir diatas lembar-lembar para penulis wahyu.A. Pada saat itu para penghafal al-Qur'an sangat banyak. seperti masalah disunahkannya shalat sunah di maqam Ibrahim. Dengan pembukuan Al-Qur'an ini maka sempurnalah apa yang terkandung dalam firman Allah: ‫إًا ًحي ًسلٌا الركر وإًا له لحافظىى‬ "Sesunggunya kami telah menurunkan Al-Qur'an dan sesungguhnya kami akan melindunginya". Diantara sahabat. Muqaddimah Al-Quran diturunkan secara bertahap. banyak dari penghafal al-Qur'an gugur sebagai Syahid. ada yang langsung menghafal ayat al-Qur'an setiap kali turun. Setiap kali ada ayat turun. dan Rasulullah menuntun penulisan itu sesuai dengan urutan surat dan ayat. Mushaf ini dikenal dengan mushaf bakriyah. pemuda cerdas penulis wahyu untuk Rasulullah SAW. Melalui usaha keras akhirnya saran Umar ini diterima Abu Bakar menerimanya dan segera memerintahkan Zaid bin Tsabit. lalu Hafshah binti Umar. Dalam masalah ini beliau menyarankan agar segera dilakukan pengumpulan Al-Quran dalam sebuah buku. dan ada yang hafal secara keseluruhan. tulisan-tulisan yang tercerai berai di atas bebatuan. untuk membukukan al-Qur'an. Rasulullah SAW segera menyampaikannya kepada umat. disimpan di kediaman Abu Bakar. sebabkan tersebarnya para qari'in di berbagai kota. . Al-Quran yang telah dikumpulkan berdasar hafalan-hafalan para sahabat. Sebagaimana tercatat dalam sejarah. Umar bin Al-Khattab adalah sahabat yang mempunyai banyak keistimewaan. melainkan tersimpan dalam dada para sahabat. hingga Abu Bakar khawatir hal ini akan mengakibatkan lenyapnya al-Qur'an dari muka bumi. diantaranya adalah sesuainya pendapat Umar dengan wahyu yang akan diturunkan.

4. seperti menambahkan huruf alif setelah wawu atau yang mempunyai hukum jama‘ (‫ ) بٌىا اسرا ئُل‬dan menambah alif setelah hamzah marsumah (hamzah yang terletak di atas lukisan wawu ( ‫)حاهلل حفخؤا‬. yakni mengumpulkannya untuk menertibkannya" Dan banyak hadits-hadits lain yang menjelaskan. Pengertian Rasm Al-Qur'an Rasm al-Quran yang disebut juga rasm utsmani ialah penulisan al-Qur'an oleh para sahabat dengan kaidah khusus yang tidak sesuai dengan kaidah penulisan bahasa Arab.menghilangkan. Penulisan kedua ini didasarkan pada dialek arab suku Quraisy dan berarti Utsman menyisakan hanya satu bacaan dari tujuh bacaan al-Qur'an yang diturunkan. Al-Hamzah. Badal (penggantian). Salah satu kaidahnya bahwa apabila hamzah berharakat sukun. contoh (‫) ائرى‬. seperti alif ditulis dengan wawu sebagai penghormatan pada kata (‫)الصلىة‬.hingga menimbulkan bacaan al-Qur'an dengan bermacam-macam dialek. Kaidah ini teringkas dalam enam kaidah. As-Suyuthi mengatakan bahwa berdasarkan Ijma dan nash-nash yang ada. Susunan Ayat Dan Surah Dalam Rasm Utsmani Dalam Al-Itqan. Sa'id bin al-'Ash. Sedangkan dari nash diantaranya adalah hadits riwayat Zaid bin Tsabit. Al-Ziyadah (penambahan). Mushaf ini terkenal dengan sebutan mushaf utsmani atau rasm utsmani. Abdullah bin Zubair. B. diantaranya adalah Az-Zarkasyi dalam kitab "AlBurhan". dan Abu Ja'far bin Zubair dalam kitab "Al-Munasabat". contohnya. Al–Hadzf (membuang. Sementara Mushaf Bakriyah dikembalikan lagi ke Sayyidah Hafshah. ia berkata: ُ ‫ًؤلف القرآى هي الرِّقاع‬ ‫كٌا‬ "Kami menulis al-quran dari riqa'. Kejadian ini terjadi pada tahun 25 Hijriyah.penulisan kata semacam itu ditulis dengan menghilangkan alif. Dengan tindakan ini seluruh mushaf al-Qur'an yang berbeda dengan tulisan keempat sahabat tersebut dibakar untuk menghindari perbedaan yang akan menimbulkan perpecahan. . menghilangkan huruf alif pada ya‘ nida‘ (‫ٌََ ََ آَ َها الٌا ش‬ َ ). Suatu kata yang dapat dibaca dua bunyi. dan Abdurrahman bin Harits bin Hasyim untuk menulis kembali Al-Qur'an dengan rujukan mushaf al-bakriyah yang berada di kediaman Hafshah. Mushaf ini diperbanyak dan dikirim diberbagai kota penting di wilayah kekuasaan Islam. Contohnya. C. Ayat ini boleh dibaca dengan menetapkan alif (yakni dibaca dua alif). ditulis dengan huruf berharakat yang sebelumnya. 3.penulisanya disesuaikan dengan salah salah satu bunyinya. 5. Washal dan fashl (penyambungan dan pemisahan).seperti kata kul yang diiringi dengan kata ma ditulis dengan disambung ( ‫) كلوا‬. susunan surat dan ayat dalam al-Qur'an adalah tawqifi.(‫) هلك َىم الدَي‬. Kemudian beliau memerintahkan Zaid bin Tsabit. Ijma' tentang urutan ayat dan surat ini telah dinukil oleh sebagian besar ulama. Alasannya ialah karena memang Al-Qur'an diturunkan dengan lughat bangsa Quraisy. atau meniadakan huruf). 2. Kata yang dapat di baca dua bunyi. boleh juga dengan hanya menurut bunyi harakat (yakni dibaca satu alif). Di dalam mushaf ustmani. 6. 1.

mengapa kita tidak memakai mushaf Abu Bakar saja. adalah mushaf yang wajib diikuti berdasar kesepakatan para ulama. Syeikh Abduraahman bin Al-Qadli al-Magrabi mengatakan bahwa hukum menulis al-Qur'an tidak sesuai dengan rasm utsmani adalah haram. D. untuk menghindari kerancuan. lebih benar hati dan lisannya. dan lebih besar amanahnya. Dalilnya ialah hadits Muslim dari Abuh Hurairah: ‫اى البُج الري حقرأ فُه البقرة ال َدخله شُطاى‬ "Sesungguhnya rumah yang dibacakan surat al-Baqarah tidak akan kemasukan syetan". adalah alasan yang tidak dapat diterima karena ini bertentangan dengan apa yang telah disepakati oleh sebagian besar sahabat dan para ulama sesudahnya. tetapi hasil ijtihad para sahabat menggunakan dalil dari hadits riwayat Muslim dari Hudzaifah yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW dalam sebuah shalat pada rakaat pertama membaca surat An Nisa dan pada rakaat kedua membaca surat Ali Imran. (HR. Hukum wajib ini bukan tanpa alasan. Kesepakatan ini menjadikan sebuah kewajiban bagi kita untuk ittiba'. Sedangkan mushaf utsman dinukil dari mushaf Abu Bakar yang hanya menuliskan satu qiraah yakni qiraah dengan dialek bahasa bangsa Quraisy. padahal mushaf tersebut ada sebelum mushaf utsman? Jawabannya adalah bahwa mushaf Abu Bakar mengumpulkan ketujuh wajah qira'ah di mana di dalam penulisannya mengakibatkan adanya perbedaan antar satu qira'ah dengan qari'ah yang lain. mengatakan bahwa hendaknya kita membaca dan menulis Al-Qur'an sesuai dengan apa yang telah ditulis para sahabat. Alasan yang dijadikan dalil memperbolehkan penulisan Al-Qur'an yang tidak sesuai dengan rasm utsmani berupa ketidak mengertian kalangan awam atas rasm utsmani dan akan mengakibatkan mereka keliru dalam membaca al-Qur'an dan alasan-alasan yang lain. seperti yang dikatakan al-Qadli 'Iyadl. Ini membuktikan bahwa urutan surat dalam al-Qur'an adalah hasil ijtihad para sahabat. Muslim) Ulama yang mengatakan bahwa urutan surah bukan tawqifi. Jika ditanya. Imam Al-Baihaqi dalam kitab haditsnya "Syu'bul Iman". meskipun kita tidak begitu mengerti apa hikmah dibalik perbedaan metode penulisan Rasm Utsmani dengan kaidah-kaidah penulisan dalam bahasa Arab. beliau berkata bahwa Rasulullah bersabda: ‫أقرأًً جبرَل علً حرف فراجعخه فلن أزل أسخسَد وَسَدًٍ حخً اًخهً إلً سبعت‬ ‫أحرف‬ . Lagi pula mushaf Abu Bakar telah sirna karena ikut tercuci saat Hafshah binti Umar ummul mukminin meninggal.Nama surat juga tawqifi. Perbedaan Ulama Tentang Kedudukan Rasm Utsmani Mushaf-mushaf yang dikirim Utsman ke seluruh penjuru negeri yang disebut sebagai rasm utsmani. Menurut sebagian ulama rasm utsmani telah disepaki oleh 12000 sahabat. Rasm Utsmani Diantara Qira'ah-Qira'ah Yang Lain Al-Bukhari meriwayatkan hadits dari Abdullah bin Abbas. Rasulullah SAW memerintahkan kita berpegang teguh terhadap sunnah beliau dan sunnah-sunnah khulafa'ur rasyidin. Karena mereka lebih banyak ilmunya. E.

Ketujuhmacam qiraah tadi adalah shahih berdasar pengajaran Jibril kepada Rasulullah dan ketujuh macam qiraah tadi juga disampaikan semuanya kepada sahabat. Hukum wajib ini akan bertentangan dengan status shahih dari qiraah yang lain dan bisa mengharamkan qiraah sahih dan mutawatir lain yang tidak sesuai dengan rasm utsmani. Pendapat Ulama Tentang Status Tawqifi Pada Rasm Utsmani Para ulama berbeda pendapat tentang hal ini. sehingga ia tidak dikatakan menyalahi mushaf utsmani. Alasan lain adalah sudah ditulisnya al-Qur'an sejak zaman Rasulullah SAW. F. Contoh-contoh lain banyak di dalam al-Quran. Hal ini berdasarkan riwayat bahwa Rasulullah membacakan ayat al-Quran di hadapan Zaid bin Tsabit untuk ditulis (imla'). Dan dia mengulanginya hingga sampai tujuh (macam) bacaan". Jika rasm utsmani tawqifi. Syeikh Muhammad Ali Ad Dlibagh mengatakan bahwa. menganggap mereka telah berbuat teledor atau menganggap mereka bodoh dan tidak paham akan kaidah-kaidah penulisan bahasa Arab. meskipun ini merupakan mukjizat bagi beliau. Sebagaimana dijelaskan di atas mengikuti rasm utsmani adalah wajib. Semua dasar itu membuktikan rasm al-Qur'an adalah tawqifi bukan hasil hasil ijtihad para sahabat. (HR. tidak bisa membaca dan menulis. Jika tawqifi. Rasulullah adalah seorang ummi. maka tidak akan terjadi perbedaan diantara mushaf-mushaf yang beliau kirim ke berbagai daerah. seperti yang didengungkan para orientalis atau kaum Syiah yang menganggap para sahabat penulis alQur'an telah berkhianat dengan melakukan tahrif dan taghyir pada al-Qur'an serta membuang banyak ayat al-Qur'an diantaranya adalah ayat yang menjelaskan keberhakan 'Ali bin Abi . rasm utsmani adalah salah satu rukun dari rukun-rukun ketujuh qira'ah al-Qur'an. maka setiap qira'ah sama sekali tidak bertentangan dengan rasm utsmani. seperti penulisan ًٍ‫ واخشى‬dengan menggunakan ya' pada surat Al-Baqarah dan tanpa ya' dalam surat Al-Maidah. Tidak henti-hentinya saya memintanya mengulangi. 4. maka yang harus dilakukan menulisnya sesuai dengan rasm utsmani lalu memberinya harakat atau tanda-tanda lain. Zaid bin Tsabit tidak akan berbeda pendapat dengan sahabat yang lain pada kalimah ‫ الخابىث‬apakah ditulis dengan ta' atau ha' (tak ta'nits). Pendapat yang mengatakan rasm utsmani bukan tauqifi melainkan hasil ijtihad sahabat memberikan alasan sebagai berikut: 1. bukan berarti berika meremehkan para sahabat penulis al-Qura'n. dan diajarkan oleh rasulullah SAW. Hadits ini adalah dalil bahwa Al-Qur'an memang diturunkan dengan tujuh macam qira'ah. meski tidak terkumpul dalam satu tempat dan urutan surat yang belum ditertibkan. 2. hingga akhirnya sampai ke telinga Utsman dan beliau memerintahkan menulisnya dengan ta'. 3. maka Imam Malik tidak akan memperbolehkan penulisan al-Qur'an untuk bahan pelajaran anak-anak yang tidak sesuai dengan rasm utsmani Meskipun para ulama ini mengatakan demikian."Jibril membacakan kepadaku satu huruf (bacaan) al-Qur'an lalu saya mengikutinya. yang semuanya disaksikan sekelompok besar sahabat. Sebagian mereka berpendapat bahwa rasm utsmani adalah tauqifi. Sebab yang diharuskan mengikuti rasm utsmani ialah hanya bentuk penulisan. Beliau menambahkan bahwa ketika seseorang menulis al-Qur'an yang di dalamnya ada qiraah yang berbeda dan harus menggunakan tulisan yang berbeda pula. Bukhari).

titik. Penambahan Alif pada ‫ ال اذبحٌه‬berfungsi sebagai petunjuk bahwa penyembelihan tidak terjadi. H. Semoga Allah menetapkan kita sebagai orang yang mampu mencicipi air segar telaga Rasulullah SAW dan sebagai orang yang bisa memandang wajah Allah yang maha agung. karena alasan-alasan dan hikmah itu diciptakan jauh sesudah para sahabat wafat. Penambahan Titik dan Harokat Titik dan harokat pada zaman sebelum Islam tidak dikenal. 3. Dan apapun pendapat ulama tentang rasm utsmani. Namun hal ini hanya sebagai penghibur dan pemanis. meredam perbedaan dan menghindarkan Al-Qur'an dari kesirnaan. Banyak alasan-alasan dan hikmahhikmah yang mereka kemukakan dibalik tulisan mushaf itu. Penambahan ya' pada ‫ والسواء بٌٌُها بئَُد‬berfungsi untuk membedakan lafadz ٌ‫ أَد‬yang bermakna kekuatan dan yang bermakna tangan. seolah-olah ‫ ال‬dalam ayat itu adalah nafiyah. mungkin al-Qur'an tidak akan pernah sampai ke tangan kita. 2. ia adalah maha karya sahabat dan khulafaur rasyidin. G. Pembuangan alif dalam ‫ بسن هللا‬adalah untuk mempermudah dan meringankan. Jika rasm utsmani tidak ada. karena sering digunakan. . gubernur dzalim pada zaman khalifah Abbasiyah Abdul Malik bin Marwan. awal penulisan ba' dibuat panjang. Orang yang memprakarsai pertama kali penambahan harokat. tanda waqaf dan tanda-tanda yang lain seperti yang kita kenal saat ini adalah Gubernur Mekah Al-Hajjaj Yusuf Ats Tsaqafi.Thalib atas kursi khalifah sesudah Rasulullah SAW. rasm utsmani adalah sebuah prestasi gemilang dalam sejarah perkembangan Islam. begitu pula saat munculnya rasm utsmani. maka terjadi kesalahan dalam pembacaan al-Qur'an oleh orang-orang non Arab. Pembuangan wawu pada ayat ‫ َوح هللا الباطل‬berfungsi sebagai petunjuk akan cepat hilangnya kebatilah. dan semakin meningkatnya kecenderungan manusia terhadap dunia. jika menginginkan keselamatan di saat perpecahan umat semakin menjadi yang menjadikan Islam semakin penuh warna. Dialah yang telah membunuh banyak ulama dan sahabat dan menghancurkan Ka'bah. di mana kita dianjurkan berpegang teguh kepada sunnahnya dan sunnah khulafaur rasyidin. Diantara hikmah-hikmah itu ialah: 1. Ingatlah Allah menjamin Al-Quran melalui firmanNya: ‫إًا ًحي ًسلٌا الركر وإًا له لحافظىى‬ "Sesunggunya kami telah menurunkan Al-Qur'an dan sesungguhnya kami akan melindunginya". tanpa memandang alasan-alasan nahwiyah atau sharfiyah yang sudah tercipta. Usaha Ulama dalam menerjemahkan Gaya Penulisan Mushaf Banyak para ulama yang berusaha menerjemahkan gaya penulisan mushaf utsmani yang tidak sesuai dengan kaidah penulisan arab yang baku. I. Penutup Bagaimanapun. Ada yang mengatakan bahwa karena alif dibuang maka sebagai petunjuk pembuangan alif. dimana mereka meninggalkan rasm yang tidak diketahui hikmahnya dan tidak dipahami petunjuknya. 4. Ketika agama Islam tersebar bukan hanya ke wilayah Arab saja.

Karena kataya sudah tidak sesuai dengan zamannya lagi. Muhammad.com/journal/item/27 http://id. Seorang orientalis bernama Noeldeke dalam bukunya. Tahun 1981 Abdullah bin Muhammad bin Abi Syaibah. DAFTAR PUSTAKA Al-Khudlari. seperti yang ada pada teks mushhaf Utsmani. Tarikh Al-Quran. Abdur Rahman bin Al-Kamal Jalaluddin.org/wiki/Rasm_al-Qur%27an Wizarah Al-Awqaf li As-Syu'un Al-Islamiyah. 'Ulum al-Qur'an http://fadliyanur. Dar El Fikr. Al-Mausu'ah Al-Fiqhiyah. Surabaya.wikipedia. Dan hal ini merupakan hal yang sangat mengganggu dan meresahkan di kalangan umat Islam. termasuk juga dari segi tulisannya dan perbedaan antara tulisan yang satu dengan tulisan yang lain. Darul Wizarah. Beirut Al-Suyuthi.multiply. menolak keabsahan huruf-huruf pembuka dalam banyak surat Al-Quran dengan klaim bahwa itu hanyalah simbol-simbol dalam beberapa teks mushaf yang ada pada kaum muslimin generasi awal dulu. Sebagai contonya adalah dari kalangan orientalisme. Tarikh At-Tasyri' al-Islami. Ia berkata bahwa huruf mim adalah simbol untuk mushhaf al-Mughirah. Bahkan terkesan sepertinya harus dihilangkan dan dilupakan. Kuwait 29 April 2008 RASM AL-QUR’AN (Ulumul Qur'an) RASM AL-QUR’AN (Ulumul Qur'an) RASM AL-QUR’AN BAB I PENDAHULUAN Pada zaman sekarang ini yang katanya zaman modern atau zaman yang sudah maju. Al-Mushannaf. Al-Itqan fi Ulum al-Qur'an Al-Kurdi. para orientalis menyebarkan berbagai syubhat batil seputar AlQuran.Amin. Maktabah Dar Ihya' al Kutub alArabiah. Cet. Menurutnya. huruf Ha adalah simbol untuk mushhaf Abu Hurairah. Muhammad Tahir. Dalam banyak penelitan mereka. sehingga halhal yang berbau klasik atau lama sepertinya sudah jarang diperhatikan. Begitu juga dengan kitab suci kita yaitu Al-qur’an karim yang oleh banyak pihak mulai dan sudah diganggu ke-autentikannya dari segi manapun. Nun untuk mushhaf Utsman. .

Ubai bin Ka’ab dan Tsabit bin Qais. zaid binTsabit. tulisan tersebut diserahkan kepada Umar bin Khattab lalu diserahkan lagi kepada khafsoh. Kemudian ketika itu Umar bin Khattab mengajukan usul kepada khalifah untuk mengumpulkan catatan-catatan Al-qur’an menjadi satu. Berkaitan dengan sumber penulisan Al-Quran. seperti tuduhan Brockelmann. Pola Penulisan Al-Qur`an Dalam Mushaf Utsmani Bangsa Arab sebelu Islam dalam tulis menulis menggunakan khot Hijri. Diantara mereka ialah.[3] Sejauh itu Bahasa dapat terpelihara dari kerusakan-kerusakan.*2+ Pada waktu itu mereka menulis Al-qur’an berdasarkan petunjuk Nabi SAW. . Sesudah Abu Bakar wafat.simbol-simbol itu secara tidak sengaja dibiarkan pada mushhaf-mushhaf tersebut sehngga akhirnya terus melekat pada mushhaf Al-Quran dan menjadi bagian dari Al-Quran hingga kini.[1] Disinilah perlunya dan harusnya kita mempelajari kembali tentang ilmu Al-qur’an dari awal sehingga tidak terjadi putusnya sejarah awal Al-qur’an diturunkan dan dibukukan dalam bentuk mushaf seperti yang telah ada di zaman sekarang ini. BAB II RASM AL-QUR’AN 1. Pada masa khalifah Abu Bakar sedikitnya ada 70 hafidz Al-qur’an yang mati syahid dalam suatu peperangan meluruskan orang-orang yang murtad dari agama Islam. Penulisan Al-qur’an pada masa Nabi SAW dilakukan oleh para sahabat-sahabatnya. kaum orientalis menuduh bahwa isi Al-Quran berasal dari ajaran Nasrani. baik dalam penulisan lafal-lafalnya maupun bentuk-bentuk huruf yang digunakannya. 2. Nabi juga membentuk tim khusus untuk sekretaris (juru tulis) Al-qur’an guna mencatat setiap kali turun wahyu. Definisi Rasm Al-quran Dan Rasm ‘Utsmani Rasm qur’an yaitu penulisan mushaf Al-qur’an yang dilakukan dengan cara khusus. Tim menulis ayat-ayat Al-qur’an dengan berpegangan dengan ayat-ayat Al-qur’an yang disimpan oleh Nabi SAW. sehingga dibentuklah tim penuls Al-qur’an yang diketuai oleh Zaid bin Tsabit. Dengan berbagai pertimbangan Abu Bakar menerima usulan Umar. dan ayat-ayat yang dihapal oleh para sahabat yang masih hidup. Setelah datang Islam dinamakan Khot Kufi. Sedangkan Goldziher menuduhnya berasal dari ajaran Yahudi. Baik dalam penulisannya maupun dalam urutannya. karena ada kemampuan berbahasa yang tertanam dalam jiwa mereka. Kaum orientalis yakin bahwa Al-Quran adalah buatan Muhammad.

penuli kata semacam itu di tulis dengan menghilangkan alif. . menghilangkan. b. 7. e. 11. 4. Washal dan Fashl (penyambungan dan pemisahan).[4] Untuk mengantisipasi kesalahan dan kerusakan serta untuk memudahkan membaca Al-Qur`an bagi orang-orang awam. Mushaf itu ditulis dengan kaidah-kaidah tertentu.boleh juga hanya menurut bunyi harakat (yakni dibaca satu alif). umat Islam telah tersebar ke berbagai kepenjuru dunia sehingga pemeluk agama Islam bukan hanya orang-orang Arab saja. Al-hamzah. Penulis kata yang dapat di baca dua bunyi disesuaikan dengan salah satu bunyinya. Abdullah bin Umar. Kedudukan Rasm ‘Utsmani . Sangat di sayangkan masing-masing pihak merasa bahwa bacaan yang di gunakannya adalah yang terbaik.Pada masa khalifah utsman bin Affan. Ayat di atas boleh di baca dengan menetapkan alif(yakni di baca dua alif).dan dari kata na . maka Utsman bin Affan membentuk panitia yang terdiri dari 12 orang untuk menyusun penulisan dan memperbanyak naskah Al-Qur`an. Sa`id bin Al-As bin Sa`id bin Al-As. 3. Badal (penggantian). 6. yaitu: a.[5] Mereka inilah yang menyusun mushaf Al-Qur`an yang kemudian di kenal dengan mushaf Utsmani. seperti alif di tulis dengan wawu sebagai penghormatan pada kata . Abdullah bin Amr bin al-As. Mereka itu adalah: 1. Zaid bin Tsabit. seperti kata kul yang di iringi kata ma di tulis dengan di sambung ( ).Abdullah bin az-Zubair. Contohnya.Abrur-Rahman bin Hisham. 5. Al-Hadzf(membuang. pada lafadzh . d. 9. misalnya “maliki yaumiddin”( ). Malik bin Abi Amir. Di dalam mushaf `Utsmani. 8.. 12.dari tanbih . Sa’id bin Al-As dan Abdurrahman bin Al-Harits [6].Khatir bin Aflah.Abdullah bin Abbas. contoh “i`dzan( ) dan “u`tumin”( ). karena di tetapkan pada masa khalifah Utsman bin Affan.[7] 3. abdulalh bin Zubair. c. seperti menambahkan huruf alif setelah wawu atau yang mempunyai hokum jma` ( ) dan menambah alif setelah hamzah marsumah (hamzah yang terletak di atas tulisan wawu) ( ). 10. ataumeniadakan huruf). Kata yang dapat dibaca dua bunyi. salah satu kaidahnya berbunyi bahwa apabila hamzah berharakat sukun. Para Ulama meringkas kaidah-kaidah itu menjadi 6 istilah. menghilangkan huruf alif pada ya`nida` . ada juga yang mengatakan bahwa panitia yang di bentuk oleh Utsman ada empat orang mereka itu adalah Zaid bin Tsabit. Al-Jiyadah(penambahan). 2. Nafi bin Zubair bin Amr bin Naufal. Anas bin Malik. di tulis dengan huruf berharakat yang sebelumnya. f. Pada saat itu muncul perdebatan tentang bacaan Al-Qur’an yang masing-masing pihak mempunyai dialek yang berbeda.Ubay bin ka`b.

agar membakar semua mushaf milik pribadi yang berbeda denganmushaf milikya harus dibakar. termasuk Ali bin Abi Thalib berkata. Satu dasawarsa sebelumnya ribuan sahabat.[8] Dalam keterangan diatas. agar tidak membaca sesuatu yang berbeda dengan mushaf Utsmani. merupakan bukti keberhasilan Utsman yang tak mungkin tersaingi oleh siapa pun dalam menyatukan umat Islam dalam satu teks. Seseorang bisa jadi keheran-heranan mengapa khalifah ‘Utsman bersusah payah mengumpulkan naskah tersendiri sedang akhirnya juga dibandingkan dengan suhuf yang ada pada Hafsah. dan melakukan pengoreksian terhadap kesalahan-keslaahan yang ada pada mushaf yang dipegang oleh panitia. Mus’ab bin Sa’d menyatakan bahwa masyarakat telah menerima keputusan Utsman. dia tidak melakukan apa-apa dengan pecahanpecahan (mushaf) kecuali dengan persetujuan kami semua (tak ada seorang pun diantara kami yang membantah)”. Setelah naskah mushaf tersebut selesai dibuat. Maka tak perlu lagi ada fragmentasi tulisan Al-qur’an yang bergulir di tangan orang-orang. maka disebarkan dan dibuat menjadi beberapa duplikat dan dikirimkan ke beberapa tempat. Untuk menarik lebih banyak kompilasi bahanbahan tulisan. Riwayat lain mengukuhkan kesepakatan ini.”Demi Allah. Kedua metodologi yang dipakai dalam kompilasi Al-qur’an pada zaman kedua pemerintahan sangat tepat dan akurat. Alasan yang paling mendekati kemungkinan barangkali sekedar upaya simbolik. Oleh karena itu semua pecahan tulisan (fragmentasi) Al-qur’an telah dibakar.[9] 2.dan juga dengan dua perintah: 1. Di dalam melakukan pengumpulan tujuan utama Utsman adalah ingin menutup semua celah-celah perbedaan dalam bacaan Al-qur’an dengan mengirim mushaf atau mengirim sekalian dengan pembacanya. dan dari kesimpulan yang luas ini terdapat: pertama. Khalifah Utsman juga melakukan verifikasi dengan suhuf resmi yang sejak semula ada pada Hafsah guna melakukan verifikasi dengan mushaf yang dia pegang. tidak bisa berpartisipasi dalam kompilasi suhuf. tidak terdapat inkonsistensi di natara suhuf dan mushaf tersendiri.Khalifah Utsman menyuruh ziad bin Tsabit untuk mengambil suhuf dari A’isyah sebagai perbandingan dengan suhuf yang telah disusun oleh panitia yang telah dibentuk Utsman. Hukum Penulisan Dengan Rasm Utsmani . setidaknya tidak mendengar kata-kata keberatan. Oleh karena itu adanya kesatuan secara total yang ada teks Al-qur’an di seluruh dunia selama empat belas abad.[10] 4. yang sibuk berperang melawan orang-orang murtad di Yamamah dan di tempat lainnya. sejak awal teks Al-qur’an ini sudah benar-benar kukuh hingga abad ketiga. naskah Utsman tersendiri(independen) memberi kesempatan kepada sahabat yang masih hidup untuk melakukan usaha yang penting ini. diberbagai wilayah dengan warna-warni yang ada.

maka hendaknya di tulis dengan lisan Quraisy karena dengan lisan itu AlQur’an turun. Pendapatpendapat tersebut ialah: a. apkah perlu menulisnya seperti yang di pakai banyak orang sekarang.bedakan huruf sin.*12+ Al-Qattan dalam bukunya berpendapat bahwa tidak ada suatu riwayat dari Nabi yang dijadikan alas an untuk menjadikan Rasm Utsmani sebagai tauqifi.”*16+ c. Asyhab berkata ketika ditanya tentang penulisan Al-qur`an. Pegang pena baik-baik.”*15+Imam Ahmad bin Hanbal pernah berkata.mereka merujuk pada sebuah riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi pernah bersabda Mu’awiyah. Lalu letakkan penamu di atas telinga kirimu. Luruskan huruf ba’. sehingga wajib di ikuti dan ditaati siapapun ketika menulis Al-Qur`an. karena itu akan memuatmu lebih ingat”. Sebagian dari mereka berpendapat bahwa Rasm Utsmani bukanlah tauqifi. Untuk menegaskan pendapatnya. ya` atau huruf lainnya. Sebagian besar Ulama berpendapat bahwa Rasm Utsmani bukan tauqifi. alif. perbaguslah (tulisan) Allah. Malik menjawab. tetapi merupakan kesepakatan cara penulisan (ishtilahi) yang di setujui Utsman dan diterima ummat. Jika di antara panitia itu ada berbeda pendapat dalam menulis mushaf. Jangan butakan huruf min. Rasm Utsmani merupakan kreatif panitia yang telah di bentuk Utsman sendiri atas persetujuannya. Panjangkanlah (tulisan) Ar-Rahman dan perbaguslah (tulisan) Ar-RAhim. salah seorang sekretatarisnya. sebagian ulama berpendapat bahwa Rasm Al-qur’an itu bersifat tauqifi*11+. sehingga wasjib di ikuti oleh siapa saja ketika menulis Al-quran. “Haram hukumnya menyalahi khot Utsmani dalam soal wawu. Tidak ada halangan untuk menyalahinya tatkala suatu generasi sepakat menggunakan cara untuk menuliskan Al-qur’an .*13+ b. “Aku tidak berpendapat demikian.Para ualma berbeda pendapat mengenai status Rasm utsmani atau Rasm Al-qur’an.[14] Banyak Ulama terkemuka menyatakan perlunya konsistensi menggunakan Rasm Utsmani.”Letakkan tinta. Seseorang hendaklah menulisnya sesuai dengan tulisan pertama.

tetapi bertahap dan dilakukan sampai abad III H (atau akhir abad IX M). di Padoue. Padahal. Setelah dua kali diterbitkan di Iran setahun kemudian terbit di Jerman.” 5. Penulisan dan Percetakan Rasm Utsmani Mushaf yang ditulis atas perintah Utsman bin Affan tidak memiliki harakat dan tanda titik sehingga dapat dibaca dengan salah satu qira’at yang tujuh. perubahan tulisan Al-qur’an terbuka lebar pada setiap masa.”Siapa saja yang hendak menulis mushaf hendaknya memperhatikan cara mereka yang pertama kali menulisnya. dilakukan penyempurnaannya. Sayangnya tak satupun Al-qur’an cetakan I. Janganlah berbeda dengannya. Cetakan selanjutnya dialkukan oleh seorang jerman bernama hinkelman pada pada athun 1694 M. Seandainya setiap masa diperbolehkan menulis Al-qur’an sesuai dengan trend tulisan pada masanya. Yang pertama berkaitan dengan huruf . Al-qattan menegaskan bahwa perbedaan Khot pada mushaf-mushaf yang ada merupakan hal lain. Upaya ini tidak berlangsung sekaligus.ayng berlainan dengan Rasm Utsmani. Sejak itulah Al-quran dicetak berjuta-juta mushaf di Mesir dan berbagai negara lainnya. Yahya bin Ya’mar(45-125 H) dan Nashr bin Asim Al-Laits (w. yaitu: Abu Al-Aswad Ad-Dau’ali. Al-qattan mengutip ucapan Al-Baihaqi di dalam kitab Syu’b Al-Iman. Di Negara Arab dimuali Raja Fuad dai mesir yang membentukpanitia khusus penerbitan Al-qur’an di peremaptan pertama abad XX.[17] Berkaitan denganketiga pendapat diatas. sedangkan yang kedua berkaitan dengan cara penulisan huruf. .89 H). Kemudian di kazan. Al-Qattan memilih pendapat yang kedua karena lebih memungkinkan untuk memelihara Al-qur’an dari perubahan dan penggantian hurufnya. Penerbitan Qur’an dengan label Islam mulai pada tahun 1787. di jerman. serta dapat memegang amanah dari pada kita. Penulisan Al-quran ini di upayakan denga tulisan ayng bagus. Untuk pertama kaliAl-qur’an di cetak di Bunduqiyah pada tahun 1530 M. ucapan dan kebenarannya lebih dipercaya. Panitia yang di motori oleh para syaikh Al-Azhar ini pada tahun 1342 H/1923 M. lima tahun kemudian 8 terbit di Tabriz. Tercatat tiga nama yang disebut-sebut sebagai orang yang pertama kali meletakkan titik pada Mushaf Utsmani. Jangan ada diantara kita yang merasa dapat menyamai mereka. Dan banya terjadi kesulitan bagi orang non-arab yang baru masuk Islam. lalu di Iran pada tahun 1248 H/1828 M. Oleh karena itu pada masa khalifah ‘Abd Al-Malik (685-705). yang lahir di rusia. Kemudian disusul oleh Mracci pada tahun 1698 M. II. Tapi ketika dikeluarkan. setiap kurun waktu memiliki trend tulisan yang berbeda-beda. Tidak boleh mengubah sediitpun apa-apa yang telah mereka tulis karena mereka lebih banyak pengetahuannya.[18] Untuk memperkuat pendapatnya. III ini yang tersisa di dunia Islam dan sayangnya perintis tersebut bukan dari kalangan Islam. penguasa gereja memerintahkan pemusnahan kitab suci ini.

Kamaluddin Marzuki Amwar. Mabahis Fi Ulum Al-Quran. Bandung: MIZAN. Al-Itqoan Fi Ulum Al-Qur’an. FOOTNOTE [1] http://gasus85. Wawasan Baru Tarikh Al-Qur’an. Permata Al-Qur’an. Bandung: Pustaka Litera AntarNusa. Ahmad. 2003. Tarj.com/ *2+ Syadali. Status hokum Rasm Al-qur’an masih diperselisihkan dalam tiga hal: apakah tauqifi. Az-Zanzani. Bandung: Pustaka setia. Al-Qattan. Beirut: Darul Ilmi. Rasm Utsmani memiliki fungsi yang sangat besar dalam menyatukan umat Islam. Mudzakkir AS. 2000.M. 1988. yang biasa disebut juga dengan rasm Utsmani. Rosihon. Yogyakarta: QIRTAS. 2006. Manna Khalil.M. . Terj. Ulumul Qur’an II. As-Shalih. Subhi.wordpress. Tarj. jaluddin. bukan tauqifi atau ishtilahi. Syadali. Muhammad. Ulumul Qur’an. Pada awalnya rasm Utsmani tidak memiliki tanda baca tapi kemudian di tambahi dan disempurnakan. 1978. 1991. Hal. Ulumul Qur’an II. 21. 2000. Bandung: Pustaka Setia. Studi Ilmu Ilmu Al-Qur’an. Beirut: Darul Ma’arif. Sohirin Solihin dkk. 2005. Ahmad. The History Of Qur’anic Text. Bandung: Pustaka setia. Anwar. Ahmad dan Rofii. Jakarta: Gema Insani Press. Abu Abdullah. As-Suyuti. Chirzin. DAFTAR PUSTAKA Al-Azami.BAB III PENUTUP Kesimpulan Rasm Al-qur’an adalah tata cara penulisan Al-qur’an. 2001. Ahmad dan Rofii.

Rosihon. Op. 2006. Bandung: Pustaka Setia. Beirut: Darul Ilmi. hal. [4] As-Suyuti. rosihon. hal. Mudzakkir AS. yang Nabi sendiri tidak memiliki otoritas untuk menyangkalnya. Anwar. Rosihon. Sohirin Solihin dkk. 104 [9] Menurut Ibnu Hajar hal ini tergantung dari induvidu yang memilikinya. [8] Al-A’zami.215. Subhi. hal. [14] Ibid. [17] Anwar. 1978.M.Rosihon. Al-Itqoan Fi Ulum Al-Qur’an. 2001.52 [13] Al-Qattan. Bandung: Pustaka Litera AntarNusa. hal 167.M. Op cit. [18] Ibid. hal 107 [11] Yakni bukan produk manusia.[3] As-Shalih. hal. cit. 56 telah di presentasikan di Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al Hakim (STAIL) Surabaya . Hal. cit. jaluddin. 99-100. 1988. The History Of Qur’anic Text. Op cit hal. Jaluddin. Jakarta: Gema Insani Press. 55. 6. Hal. Beirut: Darul Ma’arif. 361-362. apa di hapus. tetapi merupakan sesuatu yang ditetapkan berdasarkan wahyu Allah. 2005. di robek atau di bakar. [5] Al-A’zami. Studi Ilmu Ilmu Al-Qur’an. Ulumul Qur’an. ibid.50 [7] Anwar. [10] Ibid. [15]As-Suyuti.hal. Terj. Manna Khalil. [12] Anwar. Op. Tarj. 216. Mabahis Fi Ulum Al-Quran.50-52. Juz 5. [16] Ibid.hal.hal.

Tahap-tahap Al-Qur’an di turunakan Yang dimaksud dengan “ tahap-tahap turunnya Al-Qur’an” ialah tertib dari fase-fase disampaikan kitab suci Al-Qur’an. Sebab . B. maupun kepada Nabi Muhammad SAW. yaitu menetapkan / memantapkan / memberitahukan /menyampaikan Al-Qur’an. dengan memakai ungkapan “diturunkan” menghendaki adanya materi kalimat atau lafal atau tulisan huruf yang riel yang harus diturunkan.Rabu. 29 Februari 2012 MAKALAH ‘ULUMUL QUR’AN SEJARAH TURUN DAN PENULISAN AL-QUR’AN BAB II PEMBAHASAN A. baik di sampaikan Al-Qur’an itu ke Lauhil Mahfudz atau ke Baitul Izzah di langit dunia. Karena itu harus menggunakan arti majazi. Pengertian Nuzulul Qur’an (Turunnya Al-Qur’an ) Menurut Jumhurul Ulama’ arti Nuzulul Qur’an itu secara hakiki tidak cocok untuk Al-Qur’an sebagai kalam Allah yang berada pada dzat-Nya. mulai dari sisi Allah hingga langsung kepada Nabi Muhammad .

sebelum di sampaikan ke nabi Muhammad SAW 3. Wujudnya Al-Qur’an di Lauhu Mahfudz adalah dalam suatu cara dan tempat yang tidak bisa diketahui kecuali oleh Allah sendiri. yang tersimpan di Lauhul Mahfudz ( QS. Allah SWT telah memberikan penghormatan kepada Al-Qur’an dengan membuat turnnya tiga tahap. 1.‫ في لوح محفوظ‬. Dan membuktikan kebesaran kekuasaan Allah SWT dan keluasaan ilmunya serta kekuatan kehendak dan kebijaksanaa-Nya 2. Berdasarkan firman allah: ٍ‫ك‬ ٍ ‫ِنَّا أَنْزلْناَهُ فِى ل‬ ‫ة‬ ِِ ِ ِ‫إ‬ َ‫ار‬ ْ َ ِِ ُ ‫َي لَة‬ َ َ‫مب‬ Artinya: sesungguhanya kami menurunkannya (al-qur’an )pada suatu malam yang (QS. sehingga betul-betul menunjukkan kemukjizatannya. tahap ketiga. dalam Lauhul Mahfudz Al-Qur’an berupa kumpualn lengkap tidak terpisah-pisah. ‫بل ىو قرأن مجيد‬ Artinya: bahkan yang di dustakan itu ialah Al-Qur’an yang mulia.SAW. Hikmah dari Tanazul tahap pertama ini adalah seperti hikmah dari eksistensi Lauhul Mahfudz itu sendiridan fungsinya sebagai tempat catatan umum dari segala hal yang ditentukan dan diputuskan Allah dari segala makhluq alam dan semua kejadian. Ad-dukhan: 3) Ayat tersebut menunjukkan turunnya Al-Qur’an tahap kedua ini dan cara turunnya. . yaitu secara sekaligus turun seluruh isi al-qur’an dari lauhul mahfudz ke baitul izzah. diberkahi. Tahap Kedua Di Baitul Izzah (‫)بيت العزةي‬ yaitu tempat mulia di langit yaitu langit pertama. Al-Buruj 21). kitab suci ini tidak seperti kitab-kitab suci sebelumnya. Sebab kitab suci ini diturunkan secara bertahap. Tahap Pertama Turun Di Lauh Mahfudz (‫)اللوح المحفوظي‬ sebagaimana dalm firman allah: . atau langit yang terdekat dengan bumi.

‫ إقراء وربك اآلكرم‬.Al-Qur’an turun dari dari Baitul Izzah di langit dunia langsung kepada nabi Muhammad. pada waktu nabi sedang berwukuf di Arafah melaukan Haji Wada’pada tanggal 9 Dzul hijjah 10 H. ‫ الذى علم بالقلم‬. tanggal 17 Ramadhan pada waktu Nabi telah berusia 41 tahun bertepatan tanggal 6 Agustus 610 M. ‫نزل بو الروح االمين‬ Artinya: ia (al-qur’an ) dibawa turun oleh Ar-Ruhul Al-Amin (Jibril) kedalam hatimu (Muhammad)agar kamu menjadi salah seorang diantara orang-orang yang memberi peringatan.S.‫إقراء با سم ربك الذى خلق‬ Sedangkan wahyu yang terakhir yang diterima Nabi Muhammad SAW adalah surat AlMaidah:3. yakni 13 tahun waktu nabi masih tingggal di makkah sebelum hijrah dan 10 tahun waktu nabi hijrah ke madinah. albaqoroh:99) ‫ على قلبك لتكون من المنذربن‬. 1. yaitu ayat: .S. Sedangka permulaan turunya Al-Qur’an adalah pada malam lailatul qadar. Artinya. Dan penyampaian Al-Qur’an secara keseluruhan memakan waktu lebih kurang 23 tahun. Sejarah turunnya al-qur’an kepada nabi Muhammad SAW. asy-syu’ara: 193-194) C. Dalilnya ayat Al-Qur’an antara lain: ‫ولقد أنزلناه إليك ايت بينت‬ Artinya: dan sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas. Ayat yang pertama kali turun adalah 1-5 surah al-alaq: ‫ علم اإلنسان مالم يعلم‬.” (Q. maupun dari balik tabir. baik melalui perantara Malaikat Jibril ataupun secara langsung ke dalam hati sanubari nabi Muhammad SAW. Al-Qur’an disampaikan langsung kepada Nabi Muhammad. Waktu turunya alqur’an Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur berupa beberapa ayat dari sebuah surat atau sebuah surat ynag pendek secara lengkap.‫خلق اإلنسان من علق‬. sewaktu beliau sedang berkhalwat (meditasi ) di dalam gua hira’ di atas Jabal Nur.” (Q.

membuat kegembiraan yang memenuhi hati nabi. Selam 9 tahun 9 bulan lebih 9 hari. Wahyu Ilahi yang diturunkan sebelum hijrah tersebut di sebut surat/ ayat makkiyah merupakan 19/30 dari Al-Qur’an. Mengenai isi surat/ayat Makkiyah pada umumnya berupa ajakan untuk bertauhid yang murni atau ketuhanan yang Maha Esa secara murni dan juga tentang pembinaan mental dan akhlaq. b.‫اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتى ورضيت لكم االسالم دينا‬ Artinya: pada hari ini telah ku-sempurnakan untukmu agamamu dan telah ku-cukupkan nikmat-ku kepadamu. mempermudah dalam menghafal. Yaitu. serta ku-ridhai bagimu Islam sebagai agamamu 2. Hikmah dan rahasia al-qur’an diturunkan berangsur-angsur 1) Memperkuat dan memperkokoh hati Nabi Muhammad SAW karena turunnya wahyu baru. melainkanjuga non arab dari berbagai bangsa yang telah mulai masuk islam dan sudah tentu mereka belum menguasai bahasa arab.773 ayat. wahyu Ilahi yang turun sesudah hijrah disebut surat/ayat Madaniyyah dan merupakan 11/30 dari Al-Qur’an. Mengenai isi surat/ayat Madaniyyah pada umumnya berupa norma-norma hukum untuk pembentukan dan pembinaan suatu masyarakat / umat islam dan Negara yang adil dan makmur yang diridhai Allah SWT. D. . memahami dan hikmahnya yang di dalamnya memperkuat perkara yang haq dan membatalkan perkara yang batal. karena sasaran pertama dan utama pada periode ini adalah orang-orang arab asli ( Suku Quraisy )yang sudah tentu paham benar akan bahasa Arab. Dan terdiri dari 90 surah yang mencakup 4. karena sasarannya bukan hanya orang-orang arab asli. sebagai berikut: a. Yaitu. surat dan ayatnya panjang-panjang dan gaya bahasanya panjang lebar dan lebih jelas ( Ithnab ). yang terdiri dari 24 surah yang meliputi 1463 ayat. Periode pertama adalah Makkah. Periode kedua adalah periode Madinah. surat dan ayatnya pendek-pendek dan gaya bahasanya singkat-padat ( Ijaz ). periodesasi turunya alqur’an Masa turunnya Al-Qur’an sealam 22 tahun lebih tersebut terbagi dalam dua periode.. yang menurut Ahli Tahkiq selama 12 tahun 5 bulan dan lebih 13 hari.

Dan kemudian Nabi bersabda: ‫كذا‬ ‫ضعوا ىذه السورة فى الموضع الذي يذكر فيو كذا ر‬ Artinya: “letakkan surat ini pada tempat yang disebutkan didalamnya ungkapan ini dan itu” Kemudian ayat-ayat Al-Qur’an yang telah ditulis dihadapan Nabi di atas benda-benda yang bermacam-macam antara lain batu. pelepah kurma dan sebagainya. Mu’awiyah. peristiwa dan kejadian kejadian. dan diperkuat dengan naskah-naskah Al-Qur’an yang dibuat oleh para penulis untuk pribadi masing-masing serta ditunjang oleh hafalan para sahabat yang Hafidz Al- .2) Bertahap dalam mendidik umat yang sedang tumbuh baik dengan Ilmy maupun dengan Amaly. antara lain empat sahabat nabi yang terkemuka. 3) Bertahap dalam menanamkan keyakinan dan ibadah yang benar serta budi pekerti yang luhur. Zaid Bin Tsabit. kulit binatang. Para penulis wahyu itu diperinatah Nabi untuk menuliskan setiap wahyu yang diterimanya dan meletakkan urut-urutanya sesuai dengan petunjuk nabi berdasarkan petunjuk tuhan lewat Jibril. sejalan dengan situasi. Ubay Bin Ka’ab Dan Khalid Bin Walid. penulisan Al-Qur’an pada periode Nabi Muhammad SAW Nabi menunjuk beberapa sahabat yang pandai tulis baca sebagai penulis Wahyu. E. tulang. disamping mempermudah hafalan dan pemahaman Al-Qur’an bagi orang arab agar kaum Muslimin menengok kepada kesalahan mereka yang perlu diperbaiki serta menunjukkan kebenaran kepada mereka. Semuanya itu disimpan di rumah Nabi dalam keadaan terpencar-pencar ayatnya belum dihimpun dalam suatu Mushaf Al-Qur’an. 5) Turun berangsur-angsur dalam beberapa masa. 4) Menunjukkan bahwa sumber Al-Qur’an adalah Kalam Allah SWT sendiri. Sejarah penulisan Al-Qur’an Penulisan/penghimpunan Al-Qur’an mengalami 3 ( tiga ) periode yaitu: 1.

. Ide sahabat Umar di terima oleh Abu Bakar. Zaid tidak mau menerima tulisan ayat-ayat Al-Qur’an kecuali kalau disaksikan dengan dua orang saksi yang adil bahwa ayat itu benar-benar ditulis dihadapan Nabi atas perintah/ petunjuknya. ia berpegangan pada dua hal. Ayat-ayat Al-Qur’an yang ditulis di hadapan nabi dan di simapn di rumah Nabi Muhammad SAW. Tugas penulisan ini oleh zaid dapat di laksanakan dalam waktu kurang lebih 1 (satu) tahun. karena kawatir kehilangan sebagian Al-Qur’an dengan wafatnya sebagian para penghafalnya. Ayat-ayat yang dihafal oleh para sahabat yang Hafidz Al-Qur’an. Penulisan Al-Qur’an pada periode Khalifah Abu Bakar Setelah Nabi wafat dan Abu Bakar diangkat sebagai Khalifah. maka semuanya itu menjamin Al-Qur’an tetap terpelihara secara lengkap dan murni. Kemudian disimpan hafsah setelah Umar mangkat atas pesan Umar. Terjadilah clash fisik di Yamamah yang menimbulkan banyak korban di kalangan Islam termasuk 70 sahabat yang Hafidz Al-Qur’an terbunuh sebagai Syuhada’ Peristiwa itu mendorong umar untuk menyarankan kepada Khalifah segera menghimpun ayatayat Al-Qur’an dalam satu mushaf. Karena itu . 2. 3. kemudian ia memerintahkan Kepada Zaid Bin Tsabit agar segera menghimpun ayat-ayat Al-Qur’an dalam satu mushaf/suhuf Zaid sangat berhati-hati dalam menjalankan tugas ini. Penulisan/ penghimpunan Al-Qur’an periode Khalifah Utsman Bin Affan Pada masa pemerintahan Utsman. terjadilah perbedaan bacaan Al-Qur’an di kalangan umat islam dan kalau dibiarkan. ialah: 1. bisa menggganggu persatuan dan kesatuan umat Islam. Mushaf karya Zaid Bin Tsabit ini kemudian disimpan oleh Abu Bakar dan kemudian Umar setelah Abu Bakar wafat. yakni antara sesudah terjadi perang Yamamah dan sebelum Abu Bakar wafat.Qur’an yang tidak sedikit jumlahnya. 2. Gerakan ini segera di tindak Oleh Abu Bakar dengan mengirimkan pasukan di bawah Khalid Bin Walid. terjadilah gerakan pembangkangan membayar zakat dan gerakan keluar dari agama islam (Murtad) dibawah pimpinan Musailamah. dengan pertimbangan bahwa Hafsah adalah istri nabi yang hafidz Al-Qur’an dan pandai baca tulis.

pernah meminta Hafsah agar suhufnya dibakar. jika masih terdapat dua macam naskah (Suhuf Hafsah dan Mushaf Utsman). mulai dari sisi Allah hingga langsung kepada Nabi Muhammad SAW. tahap-tahap turunnya Al-Qur’an” ialah tertib dari fase-fase disampaikan kitab suci Al-Qur’an. sebab suhuf Hafsah ini di pandang sebagai naskah Al-Qur’an standart. baik di sampaikan Al-Qur’an itu ke Lauhil Mahfudz atau ke Baitul Izzah di langit dunia. Sai’id Bin Al-Ash. Panitia Zaid diperintah menyalin suhuf Hafsah dalam jumlah beberapa buah untuk dikirimkan ke beberapa daerah Islam disertai intruksi bahwa semua suhuf yang berbeda dengan Mushaf Utsman yang terkirim itu harus di musnahkan / dibakar. maupun kepada Nabi Muhammad. BAB III PENUTUP KESIMPULAN Pengertian turunnya alqur’an ialah menetapkan / memantapkan / memberitahukan /menyampaikan Al-Qur’an. Abdullah Bin Al-Zubair Dan Abdurrahman Bin Harits Bin Hisyam. yakni: Zaid Bin Tsabit. suhufnya di ambil oleh Marwan dan kemudian dibakarnya. dan lagi untuk menghindari keragu-raguan umat Islam di masa yang akan dating terhadap mushaf AlQur’an.sahabat Hudzaifah menyarankan kepada khalifah agar berusaha mengusahakan keseragaman bacaaan Al-Qur’an. Marwan Bin Al-Hakam seoarang Khalifah Bani Umayyah. Khalifah Utsman dapat menerima ide Hudzaifah. Setelah panitia Zaid berhasil melaksanakan tugasnya. mushaf Hafsah yang dipinjamnya dikembalikan ke Hafsah. Baru setelah hafsah wafat. Tindakannya terpaksa dilakukan. kemudian membentuk panitia terdiri dari empat orang. tetappi ditolak oleh Hafsah. Panitia ini diketuai oleh Zaid dan bertugas menyalin Al-Qur’an yang disimapn oleh Hafsah. demi untuk menagamankan keseragaman mushaf Al-Qur’an yang telah diusahakan oleh Khlaifah Utsman. kitab suci ini tidak seperti kitab- .

Pengantar Ulumul Quran. tanggal 17 Ramadhan pada waktu Nabi telah berusia 41 tahun bertepatan tanggal 6 Agustus 610 M. Surabaya. Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur berupa beberapa ayat dari sebuah surat atau sebuah surat ynag pendek secara lengkap. sewaktu beliau sedang berkhalwat (meditasi ) di dalam gua hira’ di atas Jabal Nur. 1980 . M.Djalal. Ag. A. PT. sehingga kita akan selamat di Dunia maupun di Akherat kelak. Studi Ulumul Quran Telaah Atas Mushaf Utsmani. Pustaka Setia. Surabaya.Rosihan Anwar. 2001 . dan sejarah penulisan AlQur’an yang begitu panjang prosesnya. Ag.Taufiqurrohman. 2000 Pustaka Setia. Bandung. Ulumul Quran. Sedangka permulaan turunya Al-Qur’an adalah pada malam Lailatul Qadar. sehingga betul-betul menunjukkan kemukjizatannya. Dan penyampaian Al-Qur’an secara keseluruhan memakan waktu lebih kurang 23 tahun. . H. Dunia Ilmu.Masjfuk Zuhdi. Ulumul Quran. yakni 13 tahun waktu nabi masih tingggal di makkah sebelum hijrah dan 10 tahun waktu nabi hijrah ke madinah. Bandung. Ayat yang pertama kali turun adalah 1-5 surah Al-Alaq: Sedangkan Penulisan/penghimpunan Al-Qur’an mengalami 3 ( tiga ) periode yaitu: 1) penulisan Al-Qur’an pada periode Nabi Muhammad SAW 2) Penulisan Al-Qur’an pada periode Khalifah Abu Bakar 3) Penulisan/ penghimpunan Al-Qur’an periode Khalifah Utsman Bin Affan Setelah kita mengetahui dari sejarah turunnya al-qur’an al-karim. Drs. Prof. M. Dan kita mau mengamalkan apa yang di perintahkan dalam Al-Qur’an dan meninggalkan apa yang dilarang oleh Al-Qur’an.Drs. semoga menimbulkan ketebalan iman kita terhadap AlQur’an. Bina Ilmu. Sebab kitab suci ini diturunkan secara bertahap. Amin… DAFTAR PUSTAKA . Dr. 2003 . Abdul.kitab suci sebelumnya. H.

tetapi hal yang berhubungan dengan Qur‘an.ULUMUL QUR‘AN DAN PERKEMBANGANNYA I. Abul Aswad ad-Du‘ali meletakkan kaidah kaidah Nahwu. Dan barang siapa yang sengaja berdusta atas namaku. Dan ceritakan apa yang dariku. karena ia khawatir Qur‘an akan tercampur dengan yang lain. sanadnya. Ulumul Qur‘an adalah : ― ilmu yang membahas tentang keadaan al-qur‘an dari segi turunnya. tetapi saat itu Rasulullah S.a. almuhkam wal mutasyaabih. hendaklah dihapus. II. cara pengucapan yang tepat. Dan ini dianggap sebagai permulaan dari ‗Ilmu Rasmil Qur‘an. barang siapa yang menuliskan dari aku selain Qur‘an. baik yang berhubungan dengan lafal-lafalnya maupun yang berhubungan dengan hukum-hukumnya. pengumpulannya. Salinan salinan mushaf itu juga dikirimkan ke beberapa propinsi. penulisannya.1. makna – maknanya. Penulisan mushaf tersebut dinamakan Rasmul ‗Usmani yaitu dinisbahkan kepada Usman.A. dan bantahan terhadap hal-hal yang dapat menimbulkan keragu-raguan terhadap al-qur‘an dan sebagainya‖. Imam Al-Suyuthi dalam kitab itmamu al-dirayah mengatakan. dan lain sebagainya yang berhubungan dengan Qur‘an. dari segi turunnya. baku. mukjizatnya. ‗Ilmu berarti al-fahmu walidraak (―paham dan menguasai‖). Terdapat berbagai defenisi tentang yang dimaksud dengan Ulumul Qur‘an ( ilmu ilmu alqur‘an ). ia akan menempati tempatnya di api neraka.a. Mushaf itu disebut mushaf imam. para sahabat menulis tetap didasarkan pada riwayat yang melalui petunjuk di zaman Rasulullah S.A. dimasa kekhalifahan Abu Bakar dan Umar r. nasikh mansukhnya.a.W berkata : ―Janganlah kamu tulis dari aku.‖ Sekalipun sesudah itu. urut-urutannya.A. Kemudian arti kata ini berubah menjadi masalah-masalah yang beraneka ragam yang disusun secara ilmiah. ― Muslim meriwayatkan dari Abu Sa‘id al-khudri. Terkadang ilmu ini dinamakan juga USUULUT TAFSIIR (―dasar-dasar tafsir‖). al-Makki wal Madani. Kemudian datang masa kekhalifahan Ali r. bahwa rasulullah S.W baru mengizinkan kepada sebagian sahabat untuk menulis hadist. Rasulullah S. Jadi. karena yang dibahas berkaitan dengan beberapa masalah yang harus diketahui oleh seorang mufasir sebagai sandaran dalam menafsirkan Qur‘an.W tidak mengizinkan mereka menuliskan sesuatu dari dia selain Qur‘an.a dan keadaan menghendaki untuk menyatukan kaum muslimin pada satu mushaf. an-Nasikh wal mansukh. Dan atas perintahnya. contohnya yaitu : Imam Al-Zarqani dalam kitabnya manahil al-irfan fi ulum al-qur‘an merumuskan Ulumul Qur‘an sebagai berikut : ― Pembahasan-pembahasan masalah yang berhubungan dengan alqur‘an. dan sebagainya‖. Kemudian datang masa kekhalifahan Usman r.W. bacaannya.. Dan hal itu pun terlaksana. PENGERTIAN ULUMUL QUR‘AN Kata ‗Uluum jamak dari kata ‗ilmu.r. dan memberikan . yang dimaksud dengan ‗ULUUMUL QUR‘AN ialah yang membahas masalah-masalah yang berhubungan dengan Qur‘an dari segi asbaabun nuzuul.A. PERKEMBANGAN ULUMUL QUR‘AN Ulumul Qur‘an itu sendiri bermula dari Rasulullah SAW. dan itu tiada halangan baginya. adabnya.

Dan terkenal pula diantara murid-murid Ubai bin Ka‘b di medinah. dan ‗Abdurrazzaq bin hammam (wafat 112H). dan hal ini sangat diperlukan oleh seorang mufasir. yang terkenal adalah Yazid bin Harun as-Sulami (wafat 117H).Asy‘ari dan Abdullah bin Zubair. Begitu juga penduduk Kufah dari sahabat Ibn Mas‘ud. Mujahid. Abdullah bin Mas‘ud. Sufyan bin ‗Uyainah (wafat 198). lalu diikuti oleh at-tafsir bir ra‘yi (berdasarkan penalaran). Dan apa yang diriwayatkan dari mereka tidak berarti sudah merupakan tafsir Qur‘an yang sempurna. orang yang paling tahu adalah penduduk Mekkah. Ibnu Taimiyah berkata : ―Adapun mengenai Ilmu tafsir. Diantara para mufasir yang termasyhur dari para sahabat adalah empat orang khalifah. Ini juga dianggap sebagai permulaan ‗Ilmu I‘rabil Qur‘an. dan Ubai bin Ka‘b. Dan yang diriwayatkan dari mereka itu semua meliputi ilmu Tafsir. ilmu Gariibil Qur‘an. kemudian dibukukan sebagai salah satu bagian hadist. Zaid bin Sabit. Maka berlangsunglah proses kelahiran at-tafsir bil ma‘sur (berdasarkan riwayat). alAswad bin Yazid. ‗Ikrimah maula Ibn Abbas dan sahabat sahabat Ibn Abbas lainnya. Diantara mereka itu. dari para sahabat atau dari para tabi‘in. Zaid bin Aslam. yaitu para tabi‘in. ‗Amir asy-Sya‘bi. dan itu juga menyangkut hal berhubungan dengan tafsir. diantara mereka ada satu kelompok terkenal yang mengambil ilmu ini dari para sahabat disamping mereka sendiri bersungguh-sungguh atau melakukan ijtihad dalam menafsirkan ayat. Kemudian langkah mereka diikuti oleh segolongan ulama. Ulama penduduk Medinah dalam ilmu tafsir diantaranya adalah Zubair bin Aslam. Masruq. Mereka menyusun tafsir Qur‘an yang lebih sempurna berdasarkan susunan ayat. Mereka semua adalah para ahli hadist. Pada abad kedua hijri tiba masa pembukuan (tadwiin)yang dimulai dengan pembukuan hadist dengan segala babnya yang bermacam-macam. ‗Ikrimah bekas sahaya (maula) Ibn Abbas. Namun tafsir mereka yang tertulis tidak ada yang sampai ke tangan kita. . Para sahabat senantiasa melanjutkan usaha mereka dalam menyampaikan makna-makna Qur‘an dan penafsiran ayat-ayatnya yang berbeda-beda dalam memahami dan karena adanya perbedaan lama dan tidaknya mereka hidup bersama Rasulullah SAW. lahir pula karangan yang berdiri sendiri mengenai pokok-pokok pembahasan tertentu yang berhubungan dengan Qur‘an. Demikianlah tafsir pada mulanya dinukilkan (dipindahkan) melalui penerimaan (dari mulut ke mulut) dari riwayat. karena mereka sahabat Ibn Abbas. Tetapi terbatas hanya pada makna beberapa ayat dengan penafsiran tentang apa yang masih samara dan penjelasan apa yang masih global. Tawus bin Kisan al-Yamani dan ‗Ataa‘ bin Abi Rabaah.ketentuan harakat pada Qur‘an. Hasan al-Basri dan Qatadah bin Di‘amah as-Sadusi. Dari murid-murid Abdullah bin Mas‘ud di Irak yang terkenal ‗Alqamah bin Qais. Disamping ilmu tafsir. Sedang tafsir yang mereka susun merupakan salah satu bagiannya. dan ilmu Nasikh dan Mansukh. Ubai bin Ka‘b. ilmu Asbaabun Nuzuul. Tetapi semua itu tetap didasarkan pada riwayat dengan cara didiktekan. dan mereka itu mempunyai kelebihan dari ahli tafsir yang lain. Syu‘bah bin Hajjaj (wafat 160H). Dan yang paling terkenal diantara mereka ada Ibn Jarir at-Tabari (wafat 310H). Diantara murid-murid Ibn Abbas di Mekkah yang terkenal ialah Sa‘id bin jubair. Malik dan anaknya Abdurrahman serta Abdullah bin Wahb. Waki‘ bin Jarraah (wafat 197H). ilmu Makki Wal Madani. Ibn ‗Abbas. Mengenai para tabi‘in. ‗Ataa‘ bin Abi Rabaah. Maka sebagian ulama membukukan tafsir Qur‘an yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW. Abu Musa al. selanjutnya ditulis secara bebas dan mandiri. seperti Mujahid. Hal yang demikian diteruskan oleh murid-murid mereka. Banyak riwayat mengenai tafsir yang diambil dari Abdullah bin Abbas. Abul ‗Aliyah dan Muhammad bin Ka‘b al-Qurazi. kemudian Ibn Mas‘ud.

masing-masing diberi judul sendiri pula. Sedang pengumpulan hasil pembahasan dan bidang-bidang tersebut mengenai ilmu-ilmu Qur‘an. Kemudian karang mengarang tentang ilmu-ilmu Qur‘an terus berlanjut. judulnya al-Burhaan fi ‗uluumil Qur‘an yang terdiri atas tiga puluh jilid. . menyusun tentang tamsil-tamsil dalam Qur‘an (Amsaalul Qur‘an). Dia membicarakan ilmuilmu Qur‘an yang dikandung ayat itu secara tersendiri. maka Syaikh Muhammad ‗Abdul ‗Aziim az-Zarqaani menyebutkan didalam kitabnya Manaahilul ‗Irfan fi ‗Uluumil Qur‘an bahwa ia telah menemukan didalam perpustakaan Mesir sebuah kitab yang ditulis oleh Ali bin Ibrahim bin Sa‘id yang terkenal dengan al-Hufi.al-Qaul fil ma‘naa wat Tafsir (pendapat mengenai makna dan tafsirnya) .Badruddin az-Zarkasyi (wafat 794H). . .Muhammad bin khalaf bin Marzaban (wafat 309H). seperti : . . Pengarang membicarakan ayat-ayat Qur‘an menurut tertib mushaf.Ibn Qutaibah (wafat 276H). yang disebut al-Qaul fil Qira‘at (pendapat mengenai qira‘at). dengan menulis sebuah kitab berjudul Funuunul Afnaan fi ‗Aja‘ibi ‗Uluumil Qur‘an. . Pada abad keempat hijri. menyusun tentang problematika Qur‘an / Musykilatul Qur‘an. Meskipun pembukuannya memakai cara tertentu seperti yang disebut diatas. Dan kadang ia berbicara tentang hukum-hukum dalam Qur‘an. .Jalaluddin al-Balqini (wafat 824H).Pada abad ketiga hijri.Ibnul jauzi (wafat 597H). menulis mengenai ilmu Qira‘at (cara membaca Qur‘an) dan Aqsaaul Qur‘an.Abu Bakar as-Sijistani (wafat 330H). Dengan metode seperti ini.al-Qaul fil waqfi wat tamaam ( pendapat mengenai tanda berhenti dan tidak) Sedangkan Qira‘at diletakkan dalam judul tersendiri pula. menyusun I‘jazul Qur‘an.Abu ‗Ubaid al-Qasim bin Salam (wafat 224H).Al-‗Izz bin ‗Abdus Salam (wafat 660H). al-Hufi (wafat 330H) dianggap sebagai orang pertama yang membukukan ‗Ulumul Qur‘an/ ilmu-ilmu Qur‘an. menulis sebuah kitab lengkap dengan judul alBurhaan fi ‗Uluumil Qur‘an.Muhammad bin Ali al-Adfawi (wafat 388H). guru Bukhari. dan judul yang umum disebut dengan al-Qaul fii Qaulihi ‗Azza wa jalla (pendapat mengenai firman Allah ‗Azza wa jalla).al-Qaul fil I‘rab (pendapat mengenai morfologi) . menyusun Ghariibil Qur‘an. menyusun tentang majaz dalam Qur‘an. ada : . juga menulis tentang ilmu-ilmu Qur‘an. .Ali bin al-Madani (wafat 234H). Setiap penulis dalam karangannya itu menulis bidang dan pembahasan tertentu yang berhubungan dengan ilmu-ilmu Qur‘an. menulis mengenai I‘raabul Qur‘an. menulis tentang Nasikh-Mansukh dan Qira‘aat. Kemudian dibawah judul ini dicantumkan : .Abu Muhammad bin Qasim al-Anbari (wafat 351H).Al-Mawardi (wafat 450H). .‗Alamuddin as-Sakhawi (wafat 634H). memberikan tambahan atas kitab al-Burhan didalam . menyusun al-Istignaa‘fi ‗Uluumil Qur‘an.Abu Bakar al-Baqalani (wafat 403H). Kemudian kegiatan karang mengarang dalam hal ilmu ilmu Qur‘an tetap berlangsung sesudah itu. .Ali bin Ibrahim bin Sa‘id al-Hufi (wafat 430H). ada : . . semuanya atau sebagian besarnya dalam satu karangan. seperti ada : . menyusun al-Haawii faa ‗Uluumil Qur‘an. menyusun karangannya mengenai asbaabun nuzuul. .

Kitab an-Naba‘ul ‗Aziim. oleh Syaikh Tahir al-Jaza‘iri. . Kepustakaan ilmu-ilmu Qur‘an pada masa kebangkitan modern tidaklah lebih kecil daripada nasib ilmu-ilmu yang lain.Kitab at-Taswiirul Fanni fil Qur‘an dan Masyaahidul Qiyaamah fil Qur‘an. menyusun kitab yang terkenal al-Itqaan fi Uluumil Qur‘an. . . . oleh Muhammad Mustafa al-Maragi. Subhi al-shalih lebih lanjut menjelaskan bahwa para perintis ilmu al-qur‘an adalah sebagai berikut : Dari kalangan sahabat nabi Dari kalangan tabi‘in di madinah Dari kalangan tabi‘ut tabi‘in (generasi ketiga kaum muslimin) Dan dari generasi-generasi setelah itu. oleh Dr.kitabnya Mawaqi‘ul ‗Uluum min Mawaaqi‘in Nujuum. Muhammad ‗Abdullah Daraz. . Orang-orang yang menghubungkan diri dengan gerakan pemikiran islam telah mengambil langkah yang positif dalam membahas kandungan Qur‘an dengan metode baru pula. . Nabi S. .Jalaluddin as-Suyuti (wafat 911H). Juga diikuti oleh Ustadz Ahmad Muhammad Jaml yang menulis beberapa studi sekitar masalah ―Maa‘idah‖ dalam Qur‘an. .Kitab Muzakkiraat ‗Uluumil Qur‘an. yang ditulis oleh Mustafa Sadiq ar-Rafi‘i. Al-Qur‘anul Karim Sebab apa yang yang dikemukakan secara global di satu tempat/ayat dijelaskan secara terperinci ditempat/ayat yang lain.Kitab Mukaddimah tafsir Mahaasinut Ta‘wil. RUANG LINGKUP ULUMUL QUR‘AN Dari uraian diatas tersebut tergambar bahwa Ulumul Qur‘an adalah ilmu ilmu yang berhubungan dengan berbagai aspek yang terkait dengan keperluan membahas al-qur‘an. oleh Muhammad ‗Abdul ‗Azim az-Zarqani. oleh Jamaluddin al-Qasimi. Karena itu wajarlah kalau para sahabat bertanya kepada beliau ketika mendapatkan kesulitan dalam memahami sesuatu ayat. Para ulama mufasir dari semua kalangan dan generasi-generasi yang tercakup dalam lingkup Uluumul Qur‘an menafsirkan Qur‘an selalu berpegang pada : 1). oleh Syaikh Ahmad ‗Ali. misalnya rincian tentang perintah dan larangan-Nya serta ketentuan mengenai hukum-hukum yang difardhukan-Nya.W Mengingat beliaulah yang bertugas untuk menjelaskan Qur‘an. Subhi as-Salih.Kitab at-Tibyaan fi ‗uluumil Qur‘an. Terkadang pula sebuah ayat datang dalam bentuk mutlaq atau umum namun kemudian disusul oleh ayat lain yang membatasi atau mengkhususkannya. oleh Syaikh Muhammad ‗Ali Salamah.Kitab I‘jaazul Qur‘an. Inilah yang dinamakan ―Tafsir Qur‘an dengan Qur‘an‖.A. 2). Pembahasan-pembahasan tersebut diatas dikenal dengan sebutan ‗ULUUMUL QUR‘AN. III. oleh Sayid Qutb. oleh Mustafa Sabri.Kitab Manaahilul ‗irfan fi ‗Uluumil Qur‘an. dan kata ini telah menjadi istilah atau nama khusus bagi ilmu-ilmu tersebut. . Diantara kandungan Qur‘an terdapat ayat ayat yang tidak dapat diketahui ta‘wilnya kecuali melalui penjelasan Rasulullah . seperti : .Kitab Manhajul Furqaan fi ‗Uluumil Qur‘an. Dan akhirnya muncul Kitab Mabaahisu fi ‗Uluumil Qur‘an oleh Dr.Kitab Tarjamatul Qur‘an. . .Kitab Mas‘alatu Tarjamatil Qur‘an.

Cabang-cabang dari Ulumul Qur‘an adalah sebagai berikut : Ilmu Mawathin al-nuzul yaitu : ilmu yang menerangkan tempat tempat turunnya ayat. tidak ada sedikit pun tafsir / ilmu ilmu tentang Qur‘an yang dibukukan. Masa pembukuan dimulai pada akhir dinasti Bani Umayah dan awal dinasti Abbasiyah. Ilmu Asbab al-nuzul yaitu : ilmu yang menerangkan sebab sebab turunnya ayat. tempat turunnya ayat-ayat al-qur‘an. satu demi satu dari awal turun hingga akhirnya. Dan yang cukup banyak menafsirkan Qur‘an seperti empat orang khalifah dan para sahabat lainnya. yakni ilmu yang diperoleh dengan jalan penelaahan secara mendalam seperti memahami lafal yang gharib (asing pengertiannya) serta mengetahui makna ayat yang berhubungan dengan hukum. Ilmu yang berhubungan dirayah. budi pekerti. . amalan. tempat mulai dan pemberhentiannya. menerangkan makna yang dimaksud pada satu-satu tempat. maupun lainnya. memahaminya dengan baik dan mengetahui aspek-aspek yang ada didalamnya. atau tidak terdapat dalam percakapan sehari-hari. Ilmu I‘rabil qur‘an yaitu : ilmu yang menerangkan baris al-qur‘an dan kedudukan lafal dalam ta‘bir ( susunan kalimat ). Para Sahabat Mengingat para sahabatlah yang paling dekat dan tahu dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. baik mengenai keyakinan atau I‘tiqad. Ilmu ini menerangkan makna-makna kata yang halus. awal dan akhirnya.3). maka mereka melakukan ijtihad dengan mengerahkan segenap kemampuan nalar. Ilmu Qira‘at yaitu : ilmu yang menerangkan rupa-rupa Qira‘at ( bacaan Al-Qur‘an yang diterima dari Rasulullah SAW ). Riwayat dari para sahabat yang berasal dari Rasulullah SAW cukup menjadi acuan dalam mengembangkan ilmu-ilmu Qur‘an. waktu turunnya. sebab pembukuan baru dilakukan pada abad kedua hijri. dan pelik. Pada masa kalangan sahabat. Ilmu Wujuh wa al-nazhair yaitu : ilmu yang menerangkan kata-kata al-qur‘an yang banyak arti. IV. masanya. Tujuan mempelajari ulumul qur‘an ini adalah untuk memperoleh keahlian dalam mengistimbath hukum syara‘. Ilmu Gharib al-qur‘an yaitu : ilmu yang menerangkan makna kata-kata yang ganjil yang tidak terdapat dalam kitab-kitab biasa. dan tertib turun surat dengan sempurna. Ilmu Tawarikh al-nuzul yaitu : ilmu yang menerangkan dan menjelaskan masa turun ayat dan tertib turunnya. yaitu: Ilmu yang berhubungan dengan riwayat semata mata. Ilmu Ma‘rifat al-muhkam wa al-mutasyabih yaitu : ilmu yang menyatakan ayat ayat yang dipandang muhkam dan ayat ayat yang dianggap mutasyabih. Pemahaman dan ijtihad Apabila para sahabat tidak mendapatkan tafsiran dalam Qur‘an dan tidak pula mendapatkan sesuatu pun yang berhubungan dengan hal itu dari Rasulullah. tinggi. Ilmu tajwid yaitu : ilmu yang menerangkan cara membaca al-qur‘an. CABANG CABANG ULUMUL QUR‘AN Secara garis besar Ulumul Qur‘an terbagi dua. dan sebab-sebabnya. seperti ilmu qira‘at. dan banyak perbedaanperbedaan dari kalangan sahabat. 4). Ini mengingat mereka adalah orang-orang Arab asli yang sangat menguasai bahasa Arab.

Ilmu Aqsam al-qur‘an yaitu : ilmu yang menerangkan arti dan maksud-maksud sumpah tuhan atau sumpah-sumpah lainnya yang terdapat di al-qur‘an.sehingga kita hendaknya harus dapat memahami tentang kandungan di dalamnya. Ilmu Jidal al-qur‘an yaitu : ilmu untuk mengetahui rupa rupa debat yang dihadapkan alqur‘an kepada kaum musyrikin dan lainnya. Sejarah Dan Perkembangan Ulumul Qur'an BAB I PENDAHULUAN Al-Qur‘an adalah sumber hukum islam yang pertama. bab-babnya. Ilmu I‘daz al-qur‘an yaitu : ilmu yang menerangkan kekuatan susunan tutur al-qur‘an. kepelikan. Al-Qur‘an adalah laksana sinar yang memberikan penerangan terhadap kehidupan manusia. kesopanan. dan ketinggian balaghahnya. Ulumul Qur‘an adalah salah satu jalan yang bisa membawa kita dalam memahami kandungan Al-Qur‘an. Ilmu Bada‘I al-qur‘an yaitu : ilmu yang membahas keindahan keindahan al-qur‘an. . tentu terdapat perbedaan yang banyak. Ilmu Amtsal al-qur‘an yaitu : ilmu yang menerangkan segala perumpamaan yang ada dalam al-qur‘an. Ilmu Adab al-tilawah al-qur‘an yaitu : ilmu yang mempelajari segala bentuk aturan yang harus dipakai dan dilaksanakan didalam membaca al-qur‘an. Yang maha bijaksana dan maha mengetahui. sehingga ia dipandang sebagai mukjizat. Iraq dan lain-lain. Al-Qur‘an dengan huruf-hurufnya. Andaikata ia bukan dari allah Swt. Segala kesusilaan. suratsuratnya dan ayat-ayatnya yang sama di seluruh dunia. Ilmu Tanasub ayat al-qur‘an yaitu : ilmu yang menerangkan persesuaian antara suatu ayat dengan ayat sebelum dan sesudahnya. Selain memahami alqur‘an kita juga perlu tau mengetahui bagaimana perkembangan ulumul qur‘an dan siapa saja tokoh-tokoh yang menjadi pendongkrak munculnya ulumul qur‘an. Ayat-ayatnya tentu ditetapkan kemudian diperinci dari allah Swt. Brasilia. Oleh karena itu kita sebagai umat islam harus benar-benar mengetahui kandungan-kandungan yang ada didalamnya dari berbagai aspek. ilmu ini menerangkan kesusastraan al-qur‘an. dan ketentuan yang harus dijaga ketika membaca al-qur‘an. Secara tidak langsung pemikiran merekalah yang mengilhami kita dalam memaham al-qur‘an. bagaikan pelita yang memberikan cahaya kearah hidayah ma‘rifah. Dan ilmu-ilmu lain yang membahas tentang Al-Qur‘an. baik di Jepang.Ilmu Al-Nasikh wa al-Mansukh yaitu : ilmu yang menerangkan ayat ayat yang dianggap mansukh oleh sebagian mufasir. Al-Qur‘an juga adalah kitab hidayah dan ijaz (melemahkan yang lain).

Kata Ulum merupakan bentuk jama‘ dari kata Ilmu. muhkam mutasyabih.450. turunnya Al-Qur‘an dengan Tujuh Huruf (Sab‘ah Ahruf) dan pembahasan lainnya. Lebih lanjutnya syahbah mengkritik analisis yang dikeluarkan Az-Zarqani. penolakan terhadap berbagai keraguan yang menyangkut pengodifikasian al qur‘an dan penulisan mushaf. Ia berpendapat bhwa istilah ulumul qur‘an sudah muncul sejak abad 3 H. Banyaknya ilmu yang ada kaitannya dengan pembahasan Al-Qur‘an menyebabkan banyak pula pembahasan ruang lingkup Ulumul Qur‘an. yaitu Ulum dan Al-Qur‘an. yang disampaikan oleh Al-Hufi (w. yang lafadz-lafadznya mengandung mukjizat. Dengan demikian . 430 H) dalam karyanya yang berjudul Al-Burhan fi Ulum Al-Qur‘an. kondifikasi al qur‘an. takwil. yaitu ketika Ibn Al-Marzuban menullis kitab yang berjudul Al-Hawi Fi Ulum Al-Qur‘an. penulisan mushaf. Ilmu-ilmu Al-Qur‘an mencapai 77. ilmu yang dimaksud disini sebagaimana didefinisikan Abu Syahbah adalah sejumlah materi pembahasan yang dibatasi kesatuan tema ataupun tujuan. nuzul al qur‘an.1[1] Adapun secara definisi umum Ulumul Qur‘an adalah sejumlah pembahasan yang berkaitan dengan Al-Qur‘an dan pembahasan itu menyangkut materi-materi yang selanjutnya menjadi pokokpokok bahasan Ulumul Qur‘an. hitungan itu . Kitab hasil cetakannya mencapai 250 halaman itu menyajikan tentang Makki-madani. secara bahasa ulumul qur‘an adalah ilmu (pembahasan) yang berkaitan dengan Al Qur‘an. Mengenai kemunculan istilah ulumul qur‘an untuk yang pertama kalinya para penulis menyatakan bahwa Abu Al-Farj Bin Al-Jauzi – lah yang pertama kali memunculkan kata tersebut pada abad ke-6 H.BAB II PEMBAHASAN A. kritiknya itu menyangkut penyebutan istilah Ulumul Qur‘an dalam kitab Al-Burhan Fi Ulumul Qur‘an yang pertama kali muncul. tafsir. adapun Az-Zarqani menyatakan bahwa istilah itu muncul pada abad 5 H. berpendapat bahwa istilah ulumul qur‘an muncul dalam kitab Al -Mabani fi Nazhm Al-Ma‘ani yang ditulis tahun 425 H. Adapun Al-Qur‘an sebagaimana didefinisikan sebagian ulama adalah kalamullah yang diturunkan kepada Nabi-Nya Muhammad SAW. dan ditulis pada mushaf mulai dari awal Surat Al-Fatihah(1) sampai akhir Surat An-Nas(114). Pengertian dan sejarah ulumul qur’an Ungkapan Ulumul Qur‘an berasal dari bahasa arab. jumlah surat dan ayat. Dengan merujuk kitab Muqaddimatani Fi Ulum Al-Qur‘an yang dicetak tahun 1954 dan disunting oleh Arthur Jeffri.

adalah ilmu yang membicarakan tentang keistimewaan al-Quran yang berfungsi sebagai bukti kenabian Muhammd saw. Ilmu Kitabah al-Quran adalah. g. Namun sebatas kemampuan manusia. batin. Beberapa ruang lingkup pembahasan ulumul qur’an 1. b. Sedekat mungkin sesuai dengan apa yang dimaksud oleh penuturnya (Allah swt). e. dan mathla. yaitu : a.1[2] C. Pokok-Pokok Pembahasan Ulumul Quran Dari kedua definisi yang telah dikemukakan sebelumnya terlihat ada sebelas macam contoh nama-nama ilmu Quran yang disebutkan. Persoalan kata-kata al-qur‘an. d. adalah ilmu yang membicarakan tentang cara menjelaskan dan menguraikan isi kandungan atau makna ayat-ayat al-Quran. baik dari segi proses pengumpulanya maupun cara-caranya. adalah ilmu yang membahas al-Quran dari segi penurunannya.diperoleh dari hasil perkalian jumlah kalimat Al-Qur‘an dengan empat karena tiap-tiap kalimat dalam Al-Qur‘an mempunyai empat makna yaitu zhahir. adalah ilmu yang membicarakan tentang pengumpulan al-Quran. Persoalan turunnya al-qur‘an (nuzul al-qur‘an) 2. adalah ilmu yang membahas tentang pengumpulan al-Quran . baik dari segi proses pengumpulannya maupun cara-caranya. adalah ilmu yang membicarakan tentang penghapus atau . Ilmu Jam‘ al-Quran. baik menyangkut proses turunya maupun cara penurunanya. Ilmu Tafsir al-Quran. Persoalan makna al-qur‘an yag berkaitan dengan kata-kata al-quran. B. 3. Termasuk di dalamnya ilmu asbab an-nuzul adalah ilmu yang membicarakan tentang latar belakang historis turunnya suatu ayat atau beberapa ayat al-Quran. 5. c. Persoalan makna-makna al-qur‘an yang berkaitan dengan hukum. ilmu yang menceritakan tentang bahsan tata cara penulisan al-Quran. Ilmu Nuzul al-Quran. Persoalan qira‘at ( cara pembacaan al-qur‘an) 4. h.1[3] f. Ilmu I‘jaz al-Quran. Ilmu Tartib al-Quran. Ilmu Qira‘at al-Quran. Ilmu an-Nasikh wa al-Mansukh. hadd. adalah ilmu yang membicarakan tentang al-Quran dari segi melafalkannya yang dinisabkan pada nama-nama qiraat termasuk didalamnya ilmu tajwid. Persoalan sanad (rangkaian para periwayat). 6.

ulumul qur‘an dan ilmu-ilmu lainnya sebelum dikodifikasikan dalam bentuk kitab atau mushaf. . memiliki kebiasaan untuk tidak berpindah kepad ayat lain. sebelum hijrah atau sesudah hijrah.450 (tujuh puluh ribu empat ratus lima puluh ribu) ilmu . masih banyak lagi cabang-cabang ulumul quran yang lain. k. Bahkan al-Qadhi Abu Bakr ibn al-Arabi dalam kitabnya (Qanun at-Ta‘wil) menyebutkan ulumul quran itu memiliki cabang sebanyak 77. adalah ilmu yang membicarakan tentang klasifikasi ayatayat al-Quran berdasarkan tempat turunnya. j. Ilmu al-Makkiy wa al-Madany. pengodifikasisan itu semakin marak dan meluas ketika Islam berada di bawah pemerintahan Bani Umayyah dan Abbasyah pada periode-0periode awal pemerintahannya. sehingga membuat orang mukmin ragu terhadap kewahyuannya dan otentisitasnya/keasliannya. adalah ilmu yang membicarakan tentang adanya ayatayat al-Quran yang jelas dan tagas kandungan maknanya.pembatalan hukum yang terkandung dalam suata ayat dan pemberlakuan hukum pada ayat lainya.1[4] D. Fase Kodifikasi Sebagaimana diketahui pada fase sebelum kodifikasi. tidak jelas dan menimbulkan multi interpretasi. Perintah Ali inilah yang membuka gerbang pengodifikasian ilmu-ilmu agama dan bahasa arab. 2. Hal ini terjadi apabila dua ayat dipandang mengandaung hukum yang kontradiktif. sebelum memahami dan mengamalkan ayat yang sedang dipelajarinya. satu-satunya yang sudah dikodofikasikan pada saat itu hanyalah Al-Qur‘an. di Makkah atau di Madainah. Ilmu al-Muhkam wa al-Mutasyabbih. Hal itu ditandai dengan kegairahan para sahabat untuk mempelajari al-qur‘an dengan sungguh-sungguh terlebih lagi diantara mereka sebagaimana diceritakan oleh Abu Abdurrahman As-Sulami. ulumul qur‘an telah dianggap sebagai benih yang kemunculannya sangat diraqsakan sejak masa Nabi. i. Ilmu Daf‘ al-Syubhah. Hal it uterus berlangsung sampai ketika Ali Bin Abi Thalib memerintahkan Abu Al-Aswad untuk menulis nahwu1[5]. dan juga berdasarkan waktu turunnya. adalah ilmu yang membicarakan tentang cara menolak hujatan yang mencela eksistensi al-Quran. Fase Sebelum Kodifikasi (Qobl ‘Ashr At-Tadwin) Pada fase sebelum kodifikasi. Sebenarnya ulumul quran tidak terpatok pada sebelas ilmu tersebut. Fase perkembangan Ulumul Qur’an 1. serta ayat-ayat yang maknanya masih samar.

Ilmu Qiraat. diantaranya : Ali Bin Al-Madani  Ilmu Asbab An-Nuzul Abu Ubaid Al-Qosimi Bin Salam  Ilmu Nasikh Wa Al-Mansukh. Perkembangan Ulumul Qur’an Abad II H. Mulai disusun ilmu gharib al-qur‘an dan beberapa diantaranya memakai istilah ulumul qur‘an. Gharib Al-Qur‘an Aja‘ib Ulum Al-Qur‘an Al-Mukhtazan Fi Ulum Al-Qur‘an Nukat Al-Qur‘an Ad-Dallah Ala Bayyan Fi Anwa Al-Qur‘an Wa Al-Ahkam Al-Munbi‘ah‘an Ikhtilaf Al-Anam . Pada abad IV H. Pada abad III selain tafsir dan ilmu tafsir para ulama mulai menyusun beberapa ilmu Al-Qur‘an (ulumul qur‘an). Pada masa penyusunan ilmu-ilmu agama yang dimulai sejak permulaan abad II H. Adalah : Syu‘bah Bin Hijjaj Sufyan Bin Umayah Sufyan Ats-Tsauri Waqi‘ Bin Al-Jarrh Muqotil Bin Sulaiman Ibn Jarir Ath-Thobari 2. Perkembangan ulumul qur’an 1. pada ulama memberikan prioritas atas penyusunan tafsir sebab sebab tafsir merupakan induk ulumul qur‘an. Dan Fadha‘il AlQur‘an Muhammad Bin Ayyub Adh-Dhurraits  Makki Wa Al-Madani Muhammad Bin Khalaf Al-Marzuban  Kitab Al-Hawei Fi Ulum Al-Qur‘an 3. Diantara ulama abad II. Perkembangan Ulumul Qur’an Abad IV H. diantara kitabnya adalah . Perkembangan Ulumul Qur’an Abad III H.E.

Perkembangan Ulumul Qur’an Abad VIII H. namun demikian penulisan kitab-kitab tentang ulumul qur‘an tetapo berjalan. Pada abad VII H ilmu-ilmu Al-qur‘an terus berkembang dengan mulai tersusunnya ilmu majaz al-qur‘an dan ilmu qira‘at. ulama masa ini diantaranya : Ali Bin Ibrahim Bin Sa‘id Al-Hufi Abu Amr-Dani 5. Namun demikian penulisan kitab-kitab ulumul qur‘an masih terus dilakukan . diantaranya : Ibn Abi Al-Isba‘  Ilmu Badu‘i Al-Qur‘an Ibn Al-Qayyim  Ilmu Aqsam Al-Qur‘an Najmuddin Ath-0thufi  Ilmu Hujjaj Al-Qur‘an 8. Diantara ulamanya : Alamuddin As-Sakhawi  Hidayat Al-Murtab Fi Mutasyabih Ibn ‗Abd As-Salam / Al Izz  Ilmu Majaz Al-Qur‘an Abu Syamah  Al-Mursyid Al-Wajiz Fi Ulum Al-Qur‘an Tata‘allaq Bi Al-Qur‘an Al-Aziz 7. Perkembangan Ulumul Qur’an Abad VII H. juga terdapat ulama yang mulai menyusun ilmu mubhamat al-qu‘an diantaranya : Abu Al-Qosim Bin Abdurrahamn As-Suhali  Kitab Mubhamat Al-Qur‘an Ibn Al-Jauzi  Funun Al-Afnan Fi Aja‘ib Al-Qur‘an Dan Kitab Al-Mujtab Fi Ulum Tata‘allaq Bi Al-Qur‘an1[7] 6. - - - - .- Al-Astigna‘ Fi Ulum Al-Qur‘an1[6] 4. Perkembangan Ulumul Qur’an Abad IX dan X H. Pada abad ini muncullah ulama yang menyusun ilmu-ilmu baru tentang al-qur‘an. Perkembangan Ulumul Qur’an Abad V H. Pada abad ini mulai disusun ilmu-ilmu I‘rab al-qur‘an dalam satu kitab. Pada abad ini disamping ada ulama yang meneruskan pengembangan ulumul qur‘an. Perkembangan Ulumul Qur’an Abad VI H.

Pada abad IX dan permulaan abad XH. bahwa setelah wafatnya imam as-suyuti tahun 911 H. Ad-Dahlawi  Al-Fauzul Kabir Fi Ushulil Tafsir Thahir Al-Jaziri  At-Tibyan Fi ‗Ulumil Qur‘an. Ali Salamah  Minhajul Furqon Fi ‗Ulumil Qur‘an . Abu Daqiqah  ‗Ulumul Qur‘an M. maka terhentilah gerakan penulisan al-qur‘an dan pertumbuhannya sampai abad ke-XIV H. Pengembangan Ulumul Qur’an Abad Abad Modern. Diantara ulamanya antara lain : Jalaludin Al-Bulqini  Mawaqi‘ An-Nujum Muhammad Bin Sulaiman Al-Kafiyaji  At-Tafsir Fi Qowa‘id At-Tafsir Jalaludin Abdurrahman Bin Kamaluddin As-Suyuti  At-Tahbir Fi Ulum At-Tafsir Setelah as-suyuti wafat pada tahun 911 H. Makin banyak karya para ulama tentang ulumul qur‘an pada masa ini ulumul qur‘an mencapai kesempurnaan.1[8] 9. sebab pada abad ke-XIV H atau pada abad modern ini bangkit kembali kegiatan penulisan ulumul qur‘an dan perkembangan kitab-kitabnya. Sebagaimana penjelasan diatas. baik tafsir maupun macam-macamnya kitab ulumul qur‘an. Diantara para ulama‘ yang menulis tafsir/ ulumul qur‘an pada abad modern inin adalah sebagai berikut. perkembangan ilmu al-qur‘an seolah-olah telah mencapai puncaknya dan berhenti dengan berhentinya para ulama‘dalam pengembangan ilmu -ilmu al-qur‘an keadaan ini berlanjut sampai abad XIII H. Hal itu ditengarai dengan banyaknya ulama‘ yang mengarang ulumul qur‘an dan menuls kitab-kitabnya.

ulumul qur‘an dan ilmu-ilmu lainnya sebelum dikodifikasikan dalam bentuk kitab atau mushaf. ulumul qur‘an telah dianggap sebagai benih yang kemunculannya sangat dirasakan sejak masa Nabi. Banyaknya ilmu yang ada kaitannya dengan pembahasan Al-Qur‘an menyebabkan banyak pula pembahasan ruang lingkup ulumul qur‘an. Pada fase sebelum kodifikasi. Persoalan kata-kata al-qur‘an. satu-satunya yang sudah dikodofikasikan pada saat itu hanyalah Al-Qur‘an. Persoalan makna al-qur‘an yag berkaitan dengan kata-kata al-quran1[9]. Kata Ulum merupakan bentuk jama‘ dari kata Ilmu. Persoalan qira‘at ( cara pembacaan al-qur‘an).BAB III PENUTUP Ungkapan Ulumul Qur‘an berasal dari bahasa arab. Definisi umum Ulumul Qur‘an adalah sejumlah pembahasan yang berkaitan dengan Al-Qur‘an dan pembahasan itu menyangkut materi-materi yang selanjutnya menjadi pokok-pokok bahasan Ulumul Qur‘an. Sebagaimana diketahui pada fase sebelum kodifikasi. yaitu Ulum dan Al-Qur‘an. Ilmu-ilmu Al-Qur‘an mencapai 77. Persoalan sanad (rangkaian para periwayat).450. . Persoalan makna-makna al-qur‘an yang berkaitan dengan hukum. dan ditulis pada mushaf mulai dari awal Surat Al-Fatihah(1) sampai akhir Surat An-Nas(114). Persoalan turunnya al-qur‘an (nuzul al-qur‘an). Adapun Al-Qur‘an sebagaimana didefinisikan sebagian ulama adalah kalamullah yang diturunkan kepada Nabi-Nya Muhammad SAW. yang lafadz-lafadznya mengandung mukjizat.

2009) PENGERTIAN ULUMUL QUR'AN A.kodifikasi. 2001 Ahmad Syadali. Kata ulum jamak dari ilmu dan al-qur‟an. Al-qur‟an diturunkan dari bait al-Izzah ke dalam hati nabi melalui malaikat jibril dengan cara berangsur-angsur sesuai dengan kebutuhan. Pustaka Setia. A. Drs. 2003 Rosihan Anwar.muhkam mutashabih serta pembahasan lainnya B. Proses turunnya ql-quran melalui 3 tahapan yaitu 1. 2000 Taufiqurrohman. PENGERTIAN ULUMUL QUR’AN Ungkapan ulumul qur‟an berasal dari bahasa arab yaitu dari kata ulum dan al-qur‟an. Memantapkan hati nabi 2. 1997 Kadar M. H. Pekan Baru : Amzah. ‘Ulumul Qur’an I.nasikh mansukh. Ag. SEJARAH TURUNNYA ALQUR’AN DAN PENULISAN ALQUR’AN Hikmah diwahyukan alqur‟an secara berangsur-angsur adalah al-qur‟an diturunkan dalam waktu 22 tahun 2 bulan 22 hari yaitu mulai dari malam 17 romadhan tahun 41 dari kelahiran nabi sampai 9 dzulhijah haji wada‟ tahun 63 dari kelahiran nabi atau tahun 10 H. (Cet. urutan penulisan. M. Ulumul Quran. Adakala satu ayat kadang satu surat. Al-qur‟an turun secara sekaligus dari Allah ke lauh mahfuzh yaitu tempat yang merupakan catatan tentang segala ketentuan dan kepastian Allah. Menurut Abu syahbah ulumul qur‟an adalah sebuah ilmu yang memiliki banyak objek pembahasan yang berhubungan dengan al-qur‟an. M. I.penafsiran. Bandung. Dunia Ilmu. Dalam firmanya “ Bahkan yang didustakan mereka ialah Al-qur‟an yang mulia yang tersimpan dalam lauh al-mahfuzh (Q. Menentang dan melemahkan para penentang Al-qur‟an . Prof. Studi Ulumul Quran Telaah Atas Mushaf Utsmani. Ag. Cet.DAFTAR PUSTAKA Djalal. Dr. Bandung. Yusuf.cara pembaca. Bandung: Pustaka Setia. Studi Alquran.mulai dari proses penurunan. Abdul. Pustaka Setia. Disamping hikmah diatas ada hikmah yang lainnya yaitu 1. H. I. Surabaya.S AL-buruuj :21-22) 2. Ulumul Quran. Al-qur‟an diturunkan dari lauh al mahfuzh ke bait Al-Izzah ( tempat yang berada di langit dunia ) 3.

MUNASABAH AL QUR’AN Menurut Manna Al-qathan munasabah adalah sisi keterikatan antara beberapa ungkapan di dalam satu ayat. Membantu dan memahami sekaligus mengatasi ketidak pastian dalam menangkap pesan ayat-ayat Al-qur‟an. Munasabah antara suatu kelompok ayat dengan kelompok ayat disampingnya 6. Makiyah a. 4. 5. Munasabah antara penutup suatu surat dengan awal surat berikutnya E.hendaknya memperhatikan ungkapan-ungkspan dengan benar dan tidak berlebihan Macam-macam munasabah. Menentukan tingkatan uraian-uraian itu apakah ada hubungannya atau tidak d. Munasabah antar bagian suatu ayat 4. Dalam mengambil keputusan. Mengkhususkan hukum yang terkandung dalam ayat al-qur‟an bagi ulama yang berpendapat bahwa yang menjadi pegangan adalah sebab yang bersifat kusus. 2. Memperhatikan tujuan pembahasan suatu surat yang menjadi objek pencarian b. Memperhatikan uraian ayat-ayat yang sesuai dengan tujuan yang dibahas dalam surat c.kendatipun bukan turun di Mekkah . Secara etimologi artinya sebab-sebab yang melatar belakangi terjadinya sesuatu. ASBAB AN-NUZUL Ungkapan asbab-nuzul merupakan bentuk idhofah dari asbab dan nuzul. MAKIYAH DAN MADANIYAH “Makiyah ialah ayat – ayat yang diturunkan sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah. Munasabah antara awal surat dengan akhir surat yang sama 8. Munasabah antara fashilah (pemisah)dan isi ayat 7.atau antar ayat pada beberapa ayat atau antar surat dalam al-qur‟an.Ayat-ayat yang turun setelah peristiwa hijrah di sebut Madaniyyah walaupun turun di Mekkah atau Arafah. Munasabah antar surat dengan surat sebelumnya: berfungsi sebagai menyempurnakan surat sebelumnya 2. Di dalamnya terdapat sajadah b. Munasabah antar ayat yang letaknya berdampingan 5. Memudahkan untuk dihafal dan difahami 4. Mengidentifikasi pelaku yang menyebabkan turunnya ayat al-qur‟an. Ayat-ayatnya dimulai dengan kalla .Menurut Az-zargani urgensi asbab an-nuzul dalam mmahami Al-qur‟an adalah 1.kulit. D.3.tulang dan sebagainya C. 3. membuktikan dengan pasti bahwa al-qur‟an turun dari allah yang maha bijaksana Penulisan al-qur‟an pada masa Abu Bakar termotivasi karena kekwatiran sirnanya al-qur‟an dengan syahitnya beberapa penghapal Al-qur‟an pada perang yamamah. 1. Abu bakar melakukan pengumpulan al-qur‟an dengan mengumpulkan al-qur‟an yang terpencar-pencar pada pelepah kurma. Memudahkan untuk menghapal dan memahami ayat serta untuk memantapkan wahyu ke dalam hati orang yang mendengarnya. Menurut Az-zargani Asbabuan-nuzul adalah sesuatu yang terjadi serta hubungan dengan turunya ayat Al-qur‟an yang berfungsi sebagai penjelas hukum pada saat peristiwa itu terjadi. Munasabah antara nama surat dan tujuan turunya 3. Mengatasi keraguan ayat yang diduga mengandung pengertian umum.” Ciri-ciri spesifik makiyah dan madaniyah 1. mengikuti setiap kejadian yang menyebabkan turunya ayat-ayat al-qur‟an dan melakukan penahapan dalam penetapan syari‟at 5.kendatipun bukan turun di madinah. AsSuyuti menjelaskan langkah-langkah yang diperhatikan dalam menemukan munasabah yaitu: a.Madaniyah adalah ayat-ayat yang diturunkan sesudah Rasulullah hijrah ke Madinah.

SEJARAH TURUN DAN PENULISAN AL-QURAN A.dari madinah c. kedatangan dajjal. „Abdullah bin Katsir Ad-Dari (w. Ayatnya mengandung tema kisah para nabi dan umat.127 H ) 2. Ya‟kub (w. Hamzah (w.154 H ) dari Irak e. Dimulai dengan ya-ayuha an-nas d.umat terdahulu e. Pengertian Al-Quran Secara Etimologi ( Bahasa ) .188 ) g.118 H ) dari Syam d. 3.205 H ) dari Irak f. Qiro‟ah Mutawwatir yaitu qiro‟ah yang disampakan kelompok orang yang sanatnya tidak berbuat dusta 2. Mengandung uraian tentang perdebatan dengan ahli kitab F. Memperlihatkan kelemahan akal manusia. Qiro‟ah Arba Asyiroh (qiro‟ah empat belas) yaitu qiro‟ah sepuluh ditambah dengan 4 imam yaitu Al-hasan al basri. Nafi‟ bin „Abdurrahman bin Abu Na‟im (w . Macam-macam qiro‟at: 1. „Abdullah Al-yashibi (w. Qiro‟at Sab‟ah ( Qiro‟at tujuh ) adalah imam-imam qiro‟at ada tujuh orang.yahya bin mubarok. G. Teguran bagi orang-orang yang mengotak atik ayat mutasabih. Abu Amar (w. b. Pengertian Al-Quran 1.potong seperti alif lam mim dan sebagainya 2. kalaf bin hisyam 3. Mengandung ketentuan-ketentuan faroid dan hadd b. Memberikan pemahaman abstrak Illahi kepada manusia melalui pengalaman inderawi yang biasa disaksikannya.Abu fajr muhammad bin ahmad. „Ashim (w.120 H ) dari Mekkah. MUHKAM DAN MUTASYABIH Ayat-ayat muhkam adalah ayat yang maksudnya dapat diketahui dengan gamblang baik melalui ta‟wil ataupun tidak Ayat mutasyabih adalah ayat yang maksudnya dapat diketahui Allah seperti kedatangan kedatangan hari kiamat. Ayatnya dimulai dengan huruf terpotong. muhammad bin abdul rohman. Qiro‟ah Maudhu yaitu palsu 5.c. Qiro‟ah Asyiroh adalah qiro‟ah sab‟ah ditambah dengan 3 imam yaitu: Abu Ja‟far. Qiro‟ah Mashur yaitu qiro‟ah yang memiliki sanad sahih dan mutawatir 3. Hikmah keberadaan ayat mutasabih dalam Al-qur‟an adalah: 1. Madaniyah a.169 H ). Ayatnya berbicara tentang kisah nabi Adam dan Idris kecuali surat al-baqoroh f. yaitu: a. Qiroah Syadz Yaitu menyimpang 6. Mengandung sindiran-sindiran terhadap kaum munafikkecuali surat al-ankabut c. Ya‟kub bin Ishaq. Qiro‟ah yang menyerupai hadist mudroj (sisipan) 2. QIRO’AT AL-QUR’AN Qiro‟at adalah ilmu yng mempelajari cara-cara mengucapkan kata-kata al-qur‟an dan perbedaan-perbedaannya dengan cara menisbatkan kepada penukilnya. 2. Dari segi kualitas qiro‟ah dapat dibagi menjadi 1. Qiro‟ah ahad yaitu memiliki sanad sahih tapi menyalahi tulisan mushaf usmani dan kaidah bahasa Arab 4.

Angsur Al-Quran turun selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Pendapat Lain Al-Quran adalah himpunan intisari kitab-kitab Allah yang lain bahkan seluruh ilmu yang ada 2.izzah ke hati Nabi melalui perantara Jibril dengan berangsurangsur. Mengajarkan kemanusiaan yang adil dan beradap c. Memantapkan Hati Nabi b. Wawasan Al-Quran B.Fatihah sampai surah An-Nas.Quran turun sekaligus dari Allah ke Lukh mahfudh  Al. d. Al. Abu Syahbah : Al-Quran adalah kitab yang diturunkan baik lafaz atau makna kepada Nabi terakhir. Menekankan peranan ilmu dan teknologi h. bahkaan satu surat Hikmah Diturunkan Al-Quran Secara Berangsur-Angsur Yaitu : a. Hikmah Di Wahyukan Al-Quran Seacara Berangsur.a. Az-Zujaj Al-Quran merupakan nama bagi firman Allah yang diturunkan kepada Nabi yang menghimpun surat-surat . Pakar Ushul Fiqh. Memadukan kebenaran dan keadilan g. Membasmi kemiskinan lahir batin f. dari 17 Ramazan tahun 41 dari kelahiran Nabi sampai 9 Zulhijjah Haji wada`tahun 63 dari kelahiran Nabi atau 10 H Al-Quran turun melalui tiga tahap Yaitu:  Al. Al. membacannya mepunyai nilai ibadah.Quran merupakan nama bagi firman Allah yang diturunkan kepada Nabi kita Muhammada SAW.Quran adalah kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw ditulis dalam mushaf dan diriwayatkan secara mutawatir tanpa keraguan b. Manna al-Qatthan : Al-Quran adalah kiatb ynag diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW dan orang yang membacanya akan memperoleh pahala c. juga perintah dan larangan atau menghimpun intisari kitab-kitab suci sebelumnya. kadang satu ayat. b. Al-Lihyani Al. diriwayatkan secara mutawatir (penuh kepastian dan keyakinan) Ditulis pada mushaf dari surah Al. d. Berpikir dan bekerja sama e. Membersihkan akal dan menyucikan jiwa dari syirik dan memantapkan b. Tujuan Al-Quran a. dua ayat.Jurajani : Al. Menentang dan melemahkan para penantang Al-Quran .izzah (tempat yang berada dilangit dunia )  Al-Quran turun dari bait Al. dan Bahasa Arab : Al-Quran adalah kitab yang diturunkan kepada Nabi Nya. Menciptakan persatuan dan kesatuan antar semesta d. c. Al-asya`ri Al-Quran adalah kumpulan yang terdiri atas ayat-ayat yangsaling menguatkan dan terdapat kepemimpinan antara ayat satu dengan ayat lainnya. dan kisah-kisah. diturunkan secara mutawatir dan ditulis pada mushaf 3. Pengertian Al-Quran Secara Terminologi ( istilah ) a.Farra Al-Quran dalah kumpulan yang terdiri atas ayat-ayat yang saling menguatkan dan dan terdapat klemiripan antara yang satu dengan yang lainnya e. lafaznya dengan mengandung mukjizat .Quran turun dari laukh mahfudh ke bait Al.

Mengikuti setiap kejadian ( yang menyebabkan turunnya Al-Quran ) e. Memudahkan untuk di hafal dan di pahami d. Zaid bin Tsabit. Ubaidilllah bin ziyad Melebih kan Alif sebagai pengganti dari huruf yang di nuang 2. tulang-belulang.Tsaqafi Penyempurnaan mushaf Usmani pada sebelas tempat yang memudahkan pembaca mushaf Orang yang pertama kali meletakkan tanda titik pada mushaf Usmani . Umar bin Kahtab. kedalam satu mushaf. Factor yang mendorong penulisan Al-Quran pada masa Nabi yaitu : 1. Pertama kali di cetak di Bundukiyyah pada 1530 M . arrum dan Al-Isyamah adalah . Orang yang melakukan resensi Al-Quran adalah . Kemudian pada masa khalifah Usman bin Affan terjadi perselisihan paham tentang perbedaan cara baca Al-Quran yang sudah berada pada titik yang menyebabkab umat islam saling menyalahkan yang pada akhirnya menyebabkan perselisihan . Said bin Alsh dan Abdurrahman bin Al. alKhalid bin Ahmad Al. Yahya Bin Ya`Mar. sehingga orang non arab yang memeluk islam merasa kesulitan membaca mushaf tersebut Oleh karena itu pada masa khalifah Abd Al-Malik ( 685-705 ) dilakukan penyempurnaan oleh dua tokoh berikut : 1. Mempersentasikan wahyu dengan cara yang paling sempurna D. Akibat dari kekhawatiran atas kelestarian Al-Quran . timbul lah inisiatif khaalifah Usman untuk mengumpulkan Al-Quran. Mereka menggunakan alat tulis sederhana yaitu lontaran kayu. PENYEMPURNAAN PENULISAN AL-QURAN SETELAH MASA KHALIFAH Mushaf yang ditulis pada masa khalifah Usman tidak memiliki harakat dan tanda titik. tasdid. Akibat peristiwa tersebut . Sekretaris Pribadi Nabi yang bertugas mencatat wahyu yaitu Abu Bakar. Dengan demikian suatu naskah absah Al-Quran yang disebut Mushaf Usmani telah diterapakan dan salinan nya di bagi beberapa wilayah utama daerah islam E.Harish .Farahidi Al-Azdi Proses pencetakan Al-Quran 1. Abdullah bin Zubair. Usaha pengumpulan tersebut selesai dalam waktu ± 1 tahun yaitu pada 13 H. PENULISAN AL-QURAN PADA MASA KHULAURRASYIDIN Pada masa Khalifah Abu Bakar beliau memerintahkan untuk mengumpulkan wahyu-wahyu yang tersebar. Al-Hajjad bin yusuf Ats. Abu Al-Aswad AdDu`Ali . pelepah kurma. dan batu. Khalid Bin Walid dan Mua`wiyah Bin Abi Sofyan. Nashr Bin Asyim Al-Laits Orang yang pertama kali meletakkan hamzah . maka dipercayakan Zaid bin tsabit untuk mengumpulkan wahyu tersebut. Membukukan hafalan yang telah dilakukan oleh Nabi dan para Sahabat 2. PENULISAN AL-QURAN PADA MASA NABI Pada masa Nabi wahyu yang diturnakan oleh Allah kepadanya tidak hanya di eksprersikan dalam betuk hafalan tapi juga dalam bentuk tulisan . Membuktikan dengan pasti bahwa AL-Quran turun dari Allah yang Maha Bijaksana C.c.. Usaha pengumpulan ini dilakukan setelah terjadi perang Yamamah pada 12 H yang telah menggugurkan nyawa70 orang penghafal Al-Quran .

Menurut Al-Quran Tidak ada satu riwayat pun dari Nabi yang dapat di jadikan alasan untuk menjadikan Rasm Usmani sebagai Tauqifi c. Badal Pergantian e. Jerman pada 1834 F. Pengertian Rasm Al-Quran Rasm Al-Quran adalah tata cara menuliskan Al-Quran yang di tetapkan pada masa khalifah Usman bin Affan . penulisan kata tersebut disunatkan dengan salah satu bunyinya 2. Meracci pada 1698 M di paduoe 4. kisah-kisah. Subhi shalih Ia mengatakan ketika logisan Rasm Usmani apabila disebut tauqifi karena rasm Usmani baru lahir pada masa Usman d. PENUTUP A. Hinkalman pada masa 1694 M di Hamburg ( jerman ) 3. Al-Hamzah d. Maulaya Usman di sain Peter buorgh. Uni Sovyet ( Label Islami ) 5. PENGERTIAN . Pendapat Para Ulama a. sehinmgga wajib di ikuti dan di taati siapa pun ketika menulis Al-Quran e. Tidak ada halangan untuk menyalahkan nya tatkala suatu generasi sepakat menggunakan cara tertentu untuk menulis Al-Quran A. PENDAPAT TENTANG RASM AL-QURAN DAN KAITAN RASM AL-QURAN DAN QIRAAT 1. Iran pada 1248 H / 1828 kota Taheran 7. Istilah ini lahir bersamaan dengan mushaf Usman para ulama menetapkan Rasm Al-Quran terbagi atas enam yaitu : a. Ta`di leipez. Terbit cetakan di Kazan 6. Perintah serta larangan . Kata yang dapat dibaca dua bunyi. Washal dan fashl ( Penyambungan dan pemisahan ) f.2. KESIMPULAN Al-Quran adalah kalam Allah yang di turunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang menghimpun surat-surat.angsur mempunyai hikmah tersendiri yang antara . Ta`di Tabriz pada 1833 8. RASM AL-QURAN . atau menghimpun intisari kitab-kitab sebelumnya yang merupakan pedoman dan penerang bagi umat sedunia Al-Quran di turunkan secara berangsur. Al-Jiyadah Penambahan c. KAITAN RASM AL-QURAN DENGAN QIRAAT Keberadaan rasm Usmani yang telah ber harakat dan bentuk itu ternyata masih membuka peluang untuk membaca nya dengan berbagai Qiraat terbukti dengan keragaman cara membacan Al-Quran seperti qiraat tujuh sepuluh dan qiraat empat belas. Al-Hadzf Membuang atau menghilangkan atau menjadikan huruf b. Rasm Usmani bersifat tauqifi atau bukan merupakan Produk budaya manusia yang wajib di ikuti siapa saja ketika menulis Al-Quran b. Rasm Usmani adalah kesepakatan cara baca penulisab yang disetujui Usman dan diterima umat.

Orang yang menulis Al-Quran pada masa Nabi adalah Abu Bakar. Abdullah bin Zuabir.1990. sehingga betul-betul menunjukkan kemukjizatannya.Shalih Subhi. Ali. Allah SWT telah memberikan penghormatan kepada Al-Qur‘an dengan membuat turnnya tiga tahap. B. Karena itu harus menggunakan arti majazi. Sebab . mulai dari sisi Allah hingga langsung kepada Nabi Muhammad SAW. Umar. kitab suci ini tidak seperti kitab-kitab suci sebelumnya. Khalid bin Al-Walid Mu`awiyah bin Abi Sofyan Orang menulis al-Quran pada masa Khulafaurrasyidin adalah Zaid bin stabit. yaitu menetapkan / memantapkan / memberitahukan /menyampaikan Al-Qur‘an. Abban bin Said . jakarta: Tim Pustaka SEJARAH TURUN DAN PENULISAN AL-QUR’AN BAB II PEMBAHASAN A. Sebab kitab suci ini diturunkan secara bertahap. mabahis fi uluimil quran . Usman . maupun kepada Nabi Muhammad SAW.lain adalah memantapkan hati Nabi dan menentang serta melemahkan para penantang AlQuran . ulumul Quran . dengan memakai ungkapan ―diturunkan‖ menghendaki adanya materi kalimat atau lafal atau tulisan huruf yang riel yang harus diturunkan. Bandung : pustaka setia Al. 2004. baik di sampaikan Al-Qur‘an itu ke Lauhil Mahfudz atau ke Baitul Izzah di langit dunia. . Rasm al-quran adalah tata cara penulisan Al-Quran yang ditetapkan pada masa khalifah Usman bin Affan DAFTAR PUSTAKA Rosihon Anwar. Pengertian Nuzulul Qur’an (Turunnya Al-Qur’an ) Menurut Jumhurul Ulama‘ arti Nuzulul Qur‘an itu secara hakiki tidak cocok untuk Al-Qur‘an sebagai kalam Allah yang berada pada dzat-Nya. dan Abdurrahman bin al-Harist. Sa`id bin Ash. Tahap-tahap Al-Qur’an di turunakan Yang dimaksud dengan ― tahap-tahap turunnya Al-Qur‘an‖ ialah tertib dari fase-fase disampaikan kitab suci Al-Qur‘an.

S. ‫بل ىو قرأن مجيد‬ Artinya: bahkan yang di dustakan itu ialah Al-Qur’an yang mulia. Tahap Kedua Di Baitul Izzah ( ‫)بيت العزة‬ yaitu tempat mulia di langit yaitu langit pertama. al-baqoroh:99) ‫ على قلبك لتكون من المنذربن‬. ‫نزل بو الروح االمين‬ . Artinya. tahap ketiga.” (Q. Hikmah dari Tanazul tahap pertama ini adalah seperti hikmah dari eksistensi Lauhul Mahfudz itu sendiridan fungsinya sebagai tempat catatan umum dari segala hal yang ditentukan dan diputuskan Allah dari segala makhluq alam dan semua kejadian. maupun dari balik tabir. Dalilnya ayat Al-Qur‘an antara lain: ‫ولقد أنزلناه إليك ايت بينت‬ Artinya: dan sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas. atau langit yang terdekat dengan bumi. Al-Buruj 21). dalam Lauhul Mahfudz Al-Qur‘an berupa kumpualn lengkap tidak terpisah-pisah. Wujudnya Al-Qur‘an di Lauhu Mahfudz adalah dalam suatu cara dan tempat yang tidak bisa diketahui kecuali oleh Allah sendiri.1. Al-Qur‘an turun dari dari Baitul Izzah di langit dunia langsung kepada nabi Muhammad. Ad-dukhan: 3) Ayat tersebut menunjukkan turunnya Al-Qur‘an tahap kedua ini dan cara turunnya. baik melalui perantara Malaikat Jibril ataupun secara langsung ke dalam hati sanubari nabi Muhammad SAW.‫ في لوح محفوظ‬. Al-Qur‘an disampaikan langsung kepada Nabi Muhammad. (QS. yaitu secara sekaligus turun seluruh isi al-qur‘an dari lauhul mahfudz ke baitul izzah. Berdasarkan firman allah: ٍ‫ك‬ ٍ ‫ِنَّا أَنْزلْناَهُ فِى ل‬ ‫ة‬ ِِ ِ ِ‫إ‬ َ‫ار‬ ْ َ ِِ ُ ‫َي لَة‬ َ َ‫مب‬ Artinya: sesungguhanya kami menurunkannya (al-qur’an )pada suatu malam yang diberkahi. sebelum di sampaikan ke nabi Muhammad SAW 3. yang tersimpan di Lauhul Mahfudz ( QS. Tahap Pertama Turun Di Lauh Mahfudz ( ‫)اللوح المحفوظ‬ sebagaimana dalm firman allah: . Dan membuktikan kebesaran kekuasaan Allah SWT dan keluasaan ilmunya serta kekuatan kehendak dan kebijaksanaa-Nya 2.

‫خلق اإلنسان من علق‬. Dan terdiri dari 90 surah yang mencakup 4. sewaktu beliau sedang berkhalwat (meditasi ) di dalam gua hira‘ di atas Jabal Nur. Mengenai . periodesasi turunya alqur’an Masa turunnya Al-Qur‘an sealam 22 tahun lebih tersebut terbagi dalam dua periode. Sedangka permulaan turunya Al-Qur‘an adalah pada malam lailatul qadar. Periode pertama adalah Makkah.” (Q. Sejarah turunnya al-qur’an kepada nabi Muhammad SAW. surat dan ayatnya pendek-pendek dan gaya bahasanya singkatpadat ( Ijaz ).‫اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتى ورضيت لكم االسالم دينا‬ Artinya: pada hari ini telah ku-sempurnakan untukmu agamamu dan telah ku-cukupkan nikmat-ku kepadamu.Artinya: ia (al-qur’an ) dibawa turun oleh Ar-Ruhul Al-Amin (Jibril) kedalam hatimu (Muhammad)agar kamu menjadi salah seorang diantara orang-orang yang memberi peringatan. ‫ الذى علم بالقلم‬. yakni 13 tahun waktu nabi masih tingggal di makkah sebelum hijrah dan 10 tahun waktu nabi hijrah ke madinah. pada waktu nabi sedang berwukuf di Arafah melaukan Haji Wada‘pada tanggal 9 Dzul hijjah 10 H. yaitu ayat: . tanggal 17 Ramadhan pada waktu Nabi telah berusia 41 tahun bertepatan tanggal 6 Agustus 610 M. Dan penyampaian Al-Qur‘an secara keseluruhan memakan waktu lebih kurang 23 tahun.‫إقراء با سم ربك الذى خلق‬ Sedangkan wahyu yang terakhir yang diterima Nabi Muhammad SAW adalah surat Al-Maidah:3. Ayat yang pertama kali turun adalah 1-5 surah al-alaq: ‫ علم اإلنسان مالم يعلم‬. sebagai berikut: a. 1. yang menurut Ahli Tahkiq selama 12 tahun 5 bulan dan lebih 13 hari.773 ayat. karena sasaran pertama dan utama pada periode ini adalah orang-orang arab asli ( Suku Quraisy )yang sudah tentu paham benar akan bahasa Arab.S.‫ إقراء وربك اآلكرم‬. asy-syu‘ara: 193-194) C. Yaitu. serta ku-ridhai bagimu Islam sebagai agamamu 2. Wahyu Ilahi yang diturunkan sebelum hijrah tersebut di sebut surat/ ayat makkiyah merupakan 19/30 dari Al-Qur‘an. Waktu turunya alqur’an Al-Qur‘an diturunkan secara berangsur-angsur berupa beberapa ayat dari sebuah surat atau sebuah surat ynag pendek secara lengkap.

yang terdiri dari 24 surah yang meliputi 1463 ayat. Yaitu. Selam 9 tahun 9 bulan lebih 9 hari. 5) Turun berangsur-angsur dalam beberapa masa. Mengenai isi surat/ayat Madaniyyah pada umumnya berupa norma-norma hukum untuk pembentukan dan pembinaan suatu masyarakat / umat islam dan Negara yang adil dan makmur yang diridhai Allah SWT. Hikmah dan rahasia al-qur’an diturunkan berangsur-angsur 1) Memperkuat dan memperkokoh hati Nabi Muhammad SAW karena turunnya wahyu baru. D. karena sasarannya bukan hanya orang-orang arab asli. b. surat dan ayatnya panjang-panjang dan gaya bahasanya panjang lebar dan lebih jelas ( Ithnab ). peristiwa dan kejadian kejadian. memahami dan hikmahnya yang di dalamnya memperkuat perkara yang haq dan membatalkan perkara yang batal. mempermudah dalam menghafal. Sejarah penulisan Al-Qur’an Penulisan/penghimpunan Al-Qur‘an mengalami 3 ( tiga ) periode yaitu: 1. disamping mempermudah hafalan dan pemahaman Al-Qur‘an bagi orang arab agar kaum Muslimin menengok kepada kesalahan mereka yang perlu diperbaiki serta menunjukkan kebenaran kepada mereka. E. 3) Bertahap dalam menanamkan keyakinan dan ibadah yang benar serta budi pekerti yang luhur. melainkanjuga non arab dari berbagai bangsa yang telah mulai masuk islam dan sudah tentu mereka belum menguasai bahasa arab. membuat kegembiraan yang memenuhi hati nabi. wahyu Ilahi yang turun sesudah hijrah disebut surat/ayat Madaniyyah dan merupakan 11/30 dari Al-Qur‘an. Periode kedua adalah periode Madinah. penulisan Al-Qur’an pada periode Nabi Muhammad SAW .isi surat/ayat Makkiyah pada umumnya berupa ajakan untuk bertauhid yang murni atau ketuhanan yang Maha Esa secara murni dan juga tentang pembinaan mental dan akhlaq. 2) Bertahap dalam mendidik umat yang sedang tumbuh baik dengan Ilmy maupun dengan Amaly. sejalan dengan situasi. 4) Menunjukkan bahwa sumber Al-Qur‘an adalah Kalam Allah SWT sendiri.

ia berpegangan pada dua hal. Mu‘awiyah. 2. Penulisan Al-Qur’an pada periode Khalifah Abu Bakar Setelah Nabi wafat dan Abu Bakar diangkat sebagai Khalifah. ialah: 1. Para penulis wahyu itu diperinatah Nabi untuk menuliskan setiap wahyu yang diterimanya dan meletakkan urut-urutanya sesuai dengan petunjuk nabi berdasarkan petunjuk tuhan lewat Jibril. tulang. Ayat-ayat Al-Qur‘an yang ditulis di hadapan nabi dan di simapn di rumah Nabi Muhammad SAW. Terjadilah clash fisik di Yamamah yang menimbulkan banyak korban di kalangan Islam termasuk 70 sahabat yang Hafidz Al-Qur‘an terbunuh sebagai Syuhada‘ Peristiwa itu mendorong umar untuk menyarankan kepada Khalifah segera menghimpun ayat-ayat Al-Qur‘an dalam satu mushaf. Ubay Bin Ka‘ab Dan Khalid Bin Walid. kulit binatang. Ide sahabat Umar di terima oleh Abu Bakar. . pelepah kurma dan sebagainya. maka semuanya itu menjamin Al-Qur‘an tetap terpelihara secara lengkap dan murni. karena kawatir kehilangan sebagian Al-Qur‘an dengan wafatnya sebagian para penghafalnya. Dan kemudian Nabi bersabda: ‫كذا‬ ‫ضعوا ىذه السورة فى الموضع الذي يذكر فيو كذا ر‬ Artinya: “letakkan surat ini pada tempat yang disebutkan didalamnya ungkapan ini dan itu” Kemudian ayat-ayat Al-Qur‘an yang telah ditulis dihadapan Nabi di atas benda-benda yang bermacam-macam antara lain batu. dan diperkuat dengan naskah-naskah AlQur‘an yang dibuat oleh para penulis untuk pribadi masing-masing serta ditunjang oleh hafalan para sahabat yang Hafidz Al-Qur‘an yang tidak sedikit jumlahnya.Nabi menunjuk beberapa sahabat yang pandai tulis baca sebagai penulis Wahyu. Ayat-ayat yang dihafal oleh para sahabat yang Hafidz Al-Qur‘an. Gerakan ini segera di tindak Oleh Abu Bakar dengan mengirimkan pasukan di bawah Khalid Bin Walid. kemudian ia memerintahkan Kepada Zaid Bin Tsabit agar segera menghimpun ayat-ayat AlQur‘an dalam satu mushaf/suhuf Zaid sangat berhati-hati dalam menjalankan tugas ini. terjadilah gerakan pembangkangan membayar zakat dan gerakan keluar dari agama islam (Murtad) dibawah pimpinan Musailamah. Zaid Bin Tsabit. Semuanya itu disimpan di rumah Nabi dalam keadaan terpencar-pencar ayatnya belum dihimpun dalam suatu Mushaf Al-Qur‘an. antara lain empat sahabat nabi yang terkemuka. 2.

Tindakannya terpaksa dilakukan.Zaid tidak mau menerima tulisan ayat-ayat Al-Qur‘an kecuali kalau disaksikan dengan dua orang saksi yang adil bahwa ayat itu benar-benar ditulis dihadapan Nabi atas perintah/ petunjuknya. demi untuk menagamankan keseragaman mushaf Al-Qur‘an yang telah diusahakan oleh Khlaifah Utsman. pernah meminta Hafsah agar suhufnya dibakar. suhufnya di ambil oleh Marwan dan kemudian dibakarnya. dengan pertimbangan bahwa Hafsah adalah istri nabi yang hafidz Al-Qur‘an dan pandai baca tulis. Penulisan/ penghimpunan Al-Qur’an periode Khalifah Utsman Bin Affan Pada masa pemerintahan Utsman. Abdullah Bin Al-Zubair Dan Abdurrahman Bin Harits Bin Hisyam. yakni antara sesudah terjadi perang Yamamah dan sebelum Abu Bakar wafat. Khalifah Utsman dapat menerima ide Hudzaifah. bisa menggganggu persatuan dan kesatuan umat Islam. Panitia ini diketuai oleh Zaid dan bertugas menyalin Al-Qur‘an yang disimapn oleh Hafsah. Mushaf karya Zaid Bin Tsabit ini kemudian disimpan oleh Abu Bakar dan kemudian Umar setelah Abu Bakar wafat. Tugas penulisan ini oleh zaid dapat di laksanakan dalam waktu kurang lebih 1 (satu) tahun. Baru setelah hafsah wafat. sebab suhuf Hafsah ini di pandang sebagai naskah AlQur‘an standart. Marwan Bin Al-Hakam seoarang Khalifah Bani Umayyah. Setelah panitia Zaid berhasil melaksanakan tugasnya. Karena itu sahabat Hudzaifah menyarankan kepada khalifah agar berusaha mengusahakan keseragaman bacaaan Al-Qur‘an. dan lagi untuk menghindari keragu-raguan umat Islam di masa yang akan dating terhadap mushaf Al-Qur‘an. Kemudian disimpan hafsah setelah Umar mangkat atas pesan Umar. tetappi ditolak oleh Hafsah. kemudian membentuk panitia terdiri dari empat orang. yakni: Zaid Bin Tsabit.. Panitia Zaid diperintah menyalin suhuf Hafsah dalam jumlah beberapa buah untuk dikirimkan ke beberapa daerah Islam disertai intruksi bahwa semua suhuf yang berbeda dengan Mushaf Utsman yang terkirim itu harus di musnahkan / dibakar. Sai‘id Bin Al-Ash. jika masih terdapat dua macam naskah (Suhuf Hafsah dan Mushaf Utsman). terjadilah perbedaan bacaan Al-Qur‘an di kalangan umat islam dan kalau dibiarkan. 3. . mushaf Hafsah yang dipinjamnya dikembalikan ke Hafsah.

tanggal 17 Ramadhan pada waktu Nabi telah berusia 41 tahun bertepatan tanggal 6 Agustus 610 M.Masjfuk Zuhdi. tahap-tahap turunnya Al-Qur‘an‖ ialah tertib dari fase-fase disampaikan kitab suci AlQur‘an. 1980 . yakni 13 tahun waktu nabi masih tingggal di makkah sebelum hijrah dan 10 tahun waktu nabi hijrah ke madinah. PT. Surabaya. Dan penyampaian Al-Qur‘an secara keseluruhan memakan waktu lebih kurang 23 tahun. Ayat yang pertama kali turun adalah 1-5 surah Al-Alaq: Sedangkan Penulisan/penghimpunan Al-Qur‘an mengalami 3 ( tiga ) periode yaitu: 1) penulisan Al-Qur’an pada periode Nabi Muhammad SAW 2) Penulisan Al-Qur’an pada periode Khalifah Abu Bakar 3) Penulisan/ penghimpunan Al-Qur’an periode Khalifah Utsman Bin Affan Setelah kita mengetahui dari sejarah turunnya al-qur‘an al-karim. kitab suci ini tidak seperti kitab-kitab suci sebelumnya. Sedangka permulaan turunya Al-Qur‘an adalah pada malam Lailatul Qadar. Al-Qur‘an diturunkan secara berangsur-angsur berupa beberapa ayat dari sebuah surat atau sebuah surat ynag pendek secara lengkap. Dan kita mau mengamalkan apa yang di perintahkan dalam AlQur‘an dan meninggalkan apa yang dilarang oleh Al-Qur‘an. Pengantar Ulumul Quran. Amin… DAFTAR PUSTAKA . sewaktu beliau sedang berkhalwat (meditasi ) di dalam gua hira‘ di atas Jabal Nur. Sebab kitab suci ini diturunkan secara bertahap. dan sejarah penulisan Al-Qur‘an yang begitu panjang prosesnya.BAB III PENUTUP KESIMPULAN Pengertian turunnya alqur‘an ialah menetapkan / memantapkan / memberitahukan /menyampaikan Al-Qur‘an. semoga menimbulkan keteb alan iman kita terhadap Al-Qur‘an. baik di sampaikan Al-Qur‘an itu ke Lauhil Mahfudz atau ke Baitul Izzah di langit dunia. Bina Ilmu. maupun kepada Nabi Muhammad. sehingga kita akan selamat di Dunia maupun di Akherat kelak. sehingga betul-betul menunjukkan kemukjizatannya. mulai dari sisi Allah hingga langsung kepada Nabi Muhammad SAW.Drs.

Rosihan Anwar. Dr. Ag. Surabaya. B. M.Taufiqurrohman. Prof. M. Studi Ulumul Quran Telaah Atas Mushaf Utsmani. sejarah turunnya Alquran. Maka dari itu beberapa ahli membuat suatu kesepakatan mengenai ilmu (pembahasan) yang berkaitan dengan Alquran yang dinamakan dengan Ulumul Quran. penulisan serta rasm Alquran dan sebagainya.Djalal.. Drs. A. Abdul. Setia. maka akan diuraikan pada bab berikutnya. penulis membatasi masalah yang akan dibahas yaitu mengenai Sejarah Turunnya Alquran dan Penulisan Alquran. Untuk lebih jelasnya. Pustaka Setia. Bandung. Rumusan Masalah . Selain itu juga. perkembangan serta penulisan Al-Quran. 2000 Pustaka Sejarah turun dan penulisan Al-quran Banyak sekali berbagai pendapat mengenai Alquran baik dari pengertian.Adapun perbedaan itu dari segi pengertian Alquran. Ulumul Quran. Bandung. A. Ulumul Quran. Ag. H. Pembatasam Masalah Dalam pembuatan makalah tentang Ulumul Quran ini. 2003 . 2001 . masih banyak dari kalangan orang muslim yang belum mengerti dan paham mengenai Alquran. Dunia Ilmu. Dari segi turunnya Alquran dan penulisan Alquran terdapat pula beberapa perbedaan pendapat para ahli. H.

Apa yang dimaksud dengan Alquran 2. Apa hikmah dari diwahyukannya Alquran? 3. Hikmah dari diwahyukannya Alquran 3. Bagaimana proses penyempurnaan Alquran setelahnmasa khalifah 6. Bagaimanakah proses penulisan Alquran pada masa Khulafa’urasyidin? 5. serta sebagai bahan untuk mengetahui: 1. Apa yang dimaksud dengan rasm Alquran 7. Bagaimanakah proses penyempurnaan Alquran setelahnmasa khalifah? 6. Pengertian Al-Quran . Bagaimanakah pendapat beberapa ahli mengenai rasm Alquran? C. Apa yang dimaksud dengan Alquran? 2. Bagaimana proses penulisan Alquran pada masa Khulafa’urasyidin 5. Apa yang dimaksud dengan rasm Alquran? 7.1. Bagaimanakah proses penulisan Alquran pada masa Nabi? 4. Bagaimana proses penulisan Alquran pada masa Nabi 4. Tujuan Makalah Sejarah Turunnya Alquran dan Penulisan Alquran ini ditulis dengan tujuan untuk memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah Alquran/ Ilmu Tafsir. Bagaimana pendapat beberapa ahli mengenai rasm Alquran Bab II Pembahasan A.

Q.S. Sedangkan menurut terminologi Al-Quran adalah: ‫ المكتوب فى المصاحف من أول سورة الفاتحة كالم هللا المنزل على نبٌه محمد صلى هللا علٌه وسلم المعجم بتالوته المنقول‬،‫بالتواتر‬ ‫إلى سورة الناس‬. mulai dari awal surat alfatihah dan diakhiri surat an-nas. Muhammad. sampai 9 Djulhijjah haji Wada’ tahun 63 dari kelahiran Nabi atau tahun 10 H. atau Musytaq dari Alqara’in atau qarana. yang diturunkan secara mutawatir. Menurut Al-Zarqani dalam manahil Al-irfan berpendapat bahwa proses turunnya Al-Quran terdiri atas tiga tahapan: 1. Artinya: “Kalam Alloh yang diturunkan kepada nabi-Nya. B. yang (tersimpan) dalam lauh al- . Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa kata Quran adalah kata sifat dari Alqur’ berarti “mengumpulkan” (Al-jam’). Hikmah Diwahyukannya Al-Quran Secara Berangsur-angsur Quran diturunkan dalam tempo 22 tahun 2 bulan 22 hari. Al-buruj ayat 21-22: 99-94 : ‫ فً لوح محفوظ (البروج‬.Al-Quran secra etimologi merupakan bentuk mashdar (Verbal noun) yang diartikan sebagai isim maf’ul yaitu Maqru’ berarti “yang dibaca”. yang lafadz-lafadznya mengandung mukjizat. dan yang ditulis pada mushaf.‫)بل هو فرآن مجٌد‬ “Bahkan yang didustakan mereka ialah Al-Qur’an yang mulia. membacanya mempunyai nilai ibadah. yaitu mulai malam 17 Ramadhan tahun 41 dari kelahiran Nabi. Al-Quran turun secara sekaligus dari Alloh Ke Lauh Al-Mahfuzh. yaitu suatu tempatb yang merupakan catatan tentang segala ketentuan dan kepastian Alloh.

Masa turunnya Al-Quran dapat dibagi ke dalam dua periode.ahiran Nabi. Hal ini diisyaratjkan dalam Q. yakni dari permulaan Rabiul awal tahun 54 dari kelahiran Nabi sampai 9 Djulhijjah tahun 63 dari ke. ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang diantara orang yang memberi peringatan. sebagaimana firman Alloh dalam surat Al-Qadar ayat 1: 4 : ‫)إن أنزلناه فى لٌلة القدر (القدر‬ ”Sesungguhnya Kami telah menurunkan-nya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan” 3. dengan bahasa Arab yang jelas”. Al-Quran diturunkan dari Bait Al-Izzah ke dalam hati Nabi dengan jalan berangsur-angsur sesuai dengan kebutuhan.mahfuzh” (QS.S.Al-Buruj : 21-22). Al-Quran diturunkan dari Lauh Al-Mahfuzh ke Bait Al-izzah( tampat yang berada di langit dunia). 2. yaitu ayat-ayat yang diturunkan ketika Nabi Muhammad hijrah ke Madinah yaitu selama 9 tahun 9 bulan 9 hari. yaitu ayat-ayat yang diturunkan ketika Nabi Muhammad masih bermukim di Mekah. Hal ini menanadakan bahwa Al-Quran mempunyai hubungan dialektis dengan situasi dan tempat dimana ia diturunkan. yaitu 12 tahun 5 bulan 13 hari yaitu dari 17 Ramadhan tahun 41 dari kelahiran Nabi. Perode pertama disebut periode makiyah. Asy-Syuaro ayat 193-195: 427 – 429 : ‫ بلسان عربً مبٌن (الشعراء‬. Untuk meneguhakan hati Nabi Muhammad SAW . Turunnya Al-Quran secara berangsur-angsur mempunyai hikmah dan faedah yang besar sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran surat Al-Furqon ayat 32. Di samping itu masih banyak pula hikmah yang terkandung dalam hal diturunkannya Al-Quran secara berangsur-angsur sebagai berikut: 1. Perode kedua disebut periode Madaniyah.‫)نزل به الروح األمٌن على قلبك لتكون من المنذري‬ “Dia dibawa turun oleh ar-ruh al-Amin (Jibril).

Utsman bin Afan. Umar bin Khatab. Barangsiapa telah menulis dariku selain al-Qur’an. Kegiatan tulis menulis Al-Quran tadi didasarkan pada hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Muslim: ‫ال تكتبوا نى شٌئا إال القرآن ومن كتب عنً سوى القرآن فلٌمحه‬. kecuali Al-Qur’an. dan Muawiyyah bin Abi Sufyan. nabi memiliki sekretaris pribadi yang khusus bertugas mencatat wahyu. 4.Mengingat watak keras masyarakat yamg dihadapi Nabi. Khalid bin Al-walid. “Janganlah kamu menulis sesuatu yang berasal dariku. Mereka adalah Abu Bakar. hendaklah ia menghapusnya” (HR. . Ali bin Abi tholib. Sekiranya Al-Quran turun sekaligus tentu sulit untuk memahami dan menghafal isinya. maka dengan turunnya Al-Quran secara berangsur-angsur maka akan memperkuat hati Nabi. Sebagai Mukjizat Mengingat banyaknya tantangan yang dihadapi Nabi dari kaum Al-Quran baik dari pertanyaan yang memojokkan turunnya wahyu yang berangsur-angsur itu tidak saja menjawab pertanyaan itu bahkan menantang mereka untuk membuat sesuatu yang serupa dengan Al-Quran 3. Abban bin sa’id. C. keadatangan wahyu tidak saja di ekspresikan dalam bentuk hafalan tetapi juga dalam bentuk tulisan. Mereka menggunakan alat tulis sederhana dan berupa lontaran kayu. tulang belulang. Sebagai bukti bahwa Al-Quaran adalah bukan rekayasa Nabi Muhammad atau manusia biasa meskipun rangkaian ayatnya turun selama 23 tahun tetapi sistematika dan kandungannya tetap konsisten. 2. Untuk menerapkan hukum secara bertahap. 5. Muslim). dan batu. Penulisan Al-Quran pada Masa Nabi Pada masa nabi. pelepah kurma. Untuk memudahkan hafalan dan pemahaman Al-Quran.

Usaha pengumpulan Al-Quran yang dilakukan Abu Bakar terjadi setelah perang yamamah pada tahun 12 H. Penulisan Al-Quran pada Masa Khulafa Al-Rasyidin Pada masa Abu Bakar As-siddiq Pada dasarnya. Karena khawatir kelestarian Al-Quran hilang. Dan orang yang pertama kali menyusunnya dalam suatu mushaf adalah Abu Bakar As-Siddiq. pada saat itu surat-surat dan ayat-ayatnya ditulis dengan terpencar-pencar.Diantara dfaktor yang mendorong penulisan Al-Quran pada masa nabi adalah: 1. maka catatlah”. Dalam melaksanakan tugasnya Zaid menetapkan kriteria yang ketat untuk setiap ayat yang dikumpulkannya. D. Zaid bin Tsabit salah seorang sekretaris Nabi yang muda dan pintar ditugaskan untuk melacak kembali al-Quran. . Sikap kehati-hatian Zaid dalam mengumpulkan Al-Quran atas dasar pesan Abu Bakar: ‫ فمن جاء كما بشاهدٌن على شًء من كتاب هللا فاكتباه‬،‫أقعدا على باب المسجد‬. “Dudulah kalian di pintu masjid. Siapa yang datang kepada kalian membawa catatan al-Qur’an degnan dua saksi. Hanya saja. Mem-back up hafalan yang telah dilakukan oleh Nabi dan para sahabatnya. tanpa didukungt tulisan. Mempresentasikan wahyu dengan cara paling sempurna. seluruh Al-Quran sudah ditulis pada wqktu Nabi masih ada. Ia tidak menerima ayat yang hanya berdasarkan hafalan. 2.

Ayat tertentu yang disodorkan sahabat dapat diterima jika memiliki dua saksi yang . syahidain (dua saksi) di sini tidak harus keduanya dalam bentuk hapalan. Dan (pada waktu itu) para sahabat telah menulisnya pada subut. perlu disimak pendapat Ibn Hajar. Di dalam menerangkan pengertian “dua saksi” riwayat ini.).‫وكانوا ٌكتبون ذلك فى الصحف واأللواح والعسب‬ ‫ٌشهد شهٌدان ال ٌقبل من أحد شٌئا حتى‬. Asy-Syakhawi memandang bahwa syahidain artinya catatan sahabat tertentu mengenai ayat tertentu. 643 H. Zaid tidak menerima laporan ayat dari siapa pun sebelum diperkuat dua saksi. sampaikalah (kepada zaid). Demikian juga. ‫ وكان‬. dan pelepah kurma. papan. Artinya: “siapa saja pernah mendenganr beberapa saja ayat AL-Qur’an dari rasulullah. atau keduanya daam bentuk tutisan. suatu hapalan ayat tertentu yang dibawa oleh sahabat tertentu baru bisa diterima bila dikuatkan oleh dua catatan dan atau hapalan sahabat Iainnya. Pemahaman Ibn Hajar tentang syahidain sedikit berbeda dengan apa yang ditangkap As-Sakhawi (w. Menurut tokoh hadis kenamaan ini. Sahabat tertentu yang membawa ayat tertentu dapat diterima bila ayat yang disodorkan didukung dua hapalan dan atau tulisan sahabat Iainnya.Riwayat yang berkaitan juga dikeluarkan Ibn Abi Dawud26melalui jalan Yahya bin Abdirrahman bin Hatib yang menceritakan bahwa Umar berkata: ‫من كان تلقى من رسول هللا صلى هللا علٌه وسلم شٌئا من القرآن فلٌأت به‬.

pusat utama daerah Islam. Pekerjaan yang dibebankan pada pundak Zaid dapat diselesaikan dalam waktu kurang lebih satu tahun. Khalifah berembuk dengan para sahabat senior Nabi. Sejumlah salinannya dibuat dan dibagikan ke pusat. Dengan demikian. perselisihan tentang bacaan AlQuran muncul di kalangan tentara-tentara muslim. ikut bergabung tiga anggota yaitu: Abdullah bin Zubair. Pada masa Utsman bin Afan Selama pengiriman ekspedisi militer ke Armenia dan Azerbaijan. yang sering juga disebut mushaf ‘Utsmani. suatu naskah otoritatif (absah) Al-Quran.harus dijadikan pilihan. Setelah Abu Bakar wafat. dan akhirnya menugaskan Zaid bin Tsabit “mengumpulkan” Al-Quran. dialek Quraisy-suku dari mana Nabi berasal. tidak ditulis berdasarkan riwayat ahad. Satu prinsip yang mereka ikuti dalam menjalankan tugas ini adalah bahwa dalam kasus kesulitan bacaan. dan Abd Ar-Rahman bin Al-Harits. . Perselisihan ini cukup serius sehingga Khudzaifah melaporkannya kepada khalifah Utsman (644-656) dan mendesaknya agar mengambil langkah guna mengakhiri perbedaan tersebut.Bersama Zaid. suhuf-suhuf Al-Quran itu disimpan Khalifah Umar dan ketika Umar wafat. ‘Utsman memutuskan agar mushaf-mushaf yang beredar adalah mushaf yang memenuhi persyaratan berikut: a) Harus terbukti mutawatir. yaitu pada tahun 13 H. Sa’id bin Al-‘Ash.memberikan kesaksman bahwa catatan itu memang ditulis di hadapan Nabi. telah ditetapkan. mushaf itu disimpan Hafsa. bukan oleh Utsman bin Afan. yang sebagian direktut dari siria dan sebagian lain dari Irak.

pencar . Abu Bakar melakukannya dengan mengumpulkan tulisan. c) Kronologi surat dan ayat seperti yang dikenal sekarang ini. Perbedaan penulisan Al-Quran pada masa Abu Bakar dan pada masa Uesman dapat dilihat dari bagan berikut ini: Pada Masa Abu Bakar Pada Masa Utsman bin ‘Affan 1. berbeda dengan mushaf Abu Bakar yang susunan suratnya berbeda dengan mushaf ‘Utsmani. Motivasi penulisannya adalah khawatir sirnanya Al-Quran dengan syahidnya beberapa Al-Quran pada Perang Yamamah.tulisanAl-Quran yang terpencar. e) Semua yang bukan termasuk Al-Quran dihilangkan. 2.b) Mengabaikan ayat yang bacaannya dinasakh dan ayat tersebut tidak diyakini dibaca kembali dihadapan Nabi pada saat-saat terakhir. d) Sistem penulisa yang digunakan mushaf mampu mencakupi qira’at yang berbeda sesuai dengan lafadz-lafadz Al-Quran ketika turun.

Kedua.pada pelepah kurma. lafal AlQur’an. Bahkan Al-Suyuthi memperluasnya dengan memasukkan astronomi. Ruang Lingkup Pembahasan Ulumul Qur’an Adapun pembahasan Al-Qur’an mencakup segala macam ilmu yang berhubungan dengan Al-Qur’an. Utsman melakukannya dengan enyederhanakan tulisan mushaf pada satu huruf dan tujuh huruf yang dengannya Al.Quran turun Pengertian. kemukjizatannya. sejarah pertumbuhan dan perkembangan Ulumul Quran ULUMUL QUR’AN Pengertian Ulumul Qur’an Kalimat Ulumul Qur‟an terdiri dari dua kata. persoalan nuzul. Secara istilah adalah sekumpulan ilmu yang berhubungan dengan Al-Qur’an. tulang. dan sebagainya dalam pembahasan ulumul qur’an. dan sebagainya. dan sebagainya. Keenam. Namun demikian menurut Hasbi ash-Shiddiqiey pokok pembahasan ulumul qur’an mencakup beberapa persoalan saja. . ilmu ukur. Ulumul Qur‟an adalah beberapa pembahasan yang berhubungan dengan Al-Qur’an dari segi turunnya. Menurut M. baik dari segi keberadaannya maupun dari segi pemahaman terhadap petunjuk yang terkandung di dalamnya. pengumpulannya. makna Al-Qur’an yang berhubungan dengan hukum. kedokteran. penolakan terhadap hal-hal yang bisa menimbulkan keraguan terhadapnya. Kelima. urut-urutannya. ruang lingkup. Abd. secara bahasa. penafsirannya. Keempat. penulisannya. ulumul Qur‟an berarti “ilmu-ilmu al-Qur‟an”. 1. Ketiga. makna AlQur’an yang berhubungan dengan lafal. merupakan Kitab Suci umat Islam yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw untuk menjadi pedoman hidup manusia. persoalan sanad. Azim al-Zarqani. di antaranya: pertama. ada’ul qira’ah (cara membaca Al-Qur’an). nasikh dan mansukh. ulum (bentuk jamak dari kata ilmun) dan Al-Qur‟an. 2. Motivasi penulisannya karena terjadinya banyak perselisihan di dalam cara membaca Al-Quran (qira’at). bacaannya.

Para ulama menekankan perhatian kepada ilmu tafsir. Alamuddin al-Sakhawi menulis kitab Hidayatul Murtab fil Mutasyabihi. Abu hasan al-Asy’ari menulis tentang al-Mukhtazan fi Ulumil Qur‟an. ulumul qur’an belum dikenal sebagai ilmu yang berdiri sendiri dan dibukukan. Pada masa Khalifah Utsman. lahir ilmu mubhamatul qur‟an yang dikarang oleh Abu al-Qasim Abd Rahman al-Suhaili. Abu Muhammad al-Qashab Muhammad ibn Ali al-Karkhi menulis Nuqatul Qur‟an ad-Dalalatu alal Bayani fi Anwa‟i Ulumi wal Ahkamil Munbiati an Ikhtilafil Anam. Abu Ubaid al-Qasim bin Salam menulis tentang nasikh mansukh. fadla‟ilul qur‟an. Adanya larangan menulis dari Rasul selain Al-Qur’an. Abu Syamah Abd Rahman ibn Ismail al-Maqdisi menulis kitab al-Mursyidul Wajiz fi ma Yata‟allaqu bil Qur‟anil Aziz. ulumul qur’an memasuki masa pembukuannya. qira‟ah. sehingga Ali dianggap perintis lahirnya ilmu nahwu dan I‟rabul Qur‟an. Abu Bakar alSijistani menulis Gharibul Qur‟an.muncul beberapa tokoh yang ahli dalam ilmu qiraat. sebab: 1. Ali ibn Ibrahim ibn Sa’id al-Hufi menulis kitab al-Burhan fi Ulumil Qur‟an dan I‟rabul Qur‟an. Pada masa Khalifah Ali. Para Sahabat sedikit sekali yang pandai menulis. 3. dilakukan kodifikasi dalam satu mushaf Imam. 198 H). Pada abad ke-4 H. Pada abad ke-6 H. yang dikenal dengan al-Sakhawiah. Muhammad ibn Ayyub al-Dharis menulis tentang ilmu ma Nuzzila bi Makkata wa ma Nuzzila bil Madinati.160 H). Ali bin al-Madany menulis tentang kitab tentang Asbabun Nuzul. Pada abad ke-7 H. Abu Bakar Muhammad ibn al-Qasim al-Anbari menulis kitab tentang Ajaibul Ulumil Qur‟an. Sedangkan Ibn al-jauzi menulis kitab Fununul Afnan fi „Ajaibi Ulumil Qur‟an dan al-Mujtaba fi Ulumin Tata‟allaqu bil Qur‟an. Abu Amr al-Dani menulis kitab at-Taisir fil Qiraatis Sab‟i dan al-Muhkamu fin Nuqath. Al-Qur’an disampaikan melalui lesan. Waki’ Ibn Jarrah (w. Sehingga Utsman dianggap meletakkan dasar ilmu rasmul qur‟an atau ilmu rasmil utsmani. Pada masa khalifah Abu Bakar dan Umar. Muhammad ibn Ali al-Adfawi menulis tentang al-Istighna‟ fi Ulumil Qur‟an. Pada abad ke-2 H. Muhammad ibn Khallaf ibn al-Mirzaban menulis kitab al-Hawi fi Ulumil Qur‟an. Para sahabat adalah orang Arab asli yang tahu betul struktur bahasa Arab yang tinggi dan apabila belum memahami Rasul akan menjelaskan maksudnya. Syu’bah Ibn Al-Hajjaj (w. Pada Abad ke-3 H. 2. Tokohnya. Di samping itu juga lahir ilmu amtsalul qur‟an antara lain yang dikarang al-Mawardi. . terjadi penyeragaman bacaan Al-Qur’an.Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangannya Pada masa Nabi dan Sahabat. Pada abad ke-5 H. lahirlah ilmu gharibil qur‟an dan beberapa kitab tentang ulumul qur’an. Ibn Abd Salam yang dikenal dengan “al-Izz” mengarang kitab Majazul Qur‟an. 197 H). Sofyan Ibn Uyainah (w.

Urgensi Mempelajari Ulumul Qur’an: 1. Jalaluddin al-Bulqini mengarang kitab Mawaqiul Ulumi min Mawaqi‟in Nujumi. Setelah lahirnya karya monumental as-Suyuthi perkembangan ulumul qur’an mengalami kefakuman hingga abad 13. Jalaluddin as-Suyuthi menulis kitab At-Tahbir fi Ulumit Tafsir dan al-Itqan fi Ululmil Qur‟an. Muhammad Ibn Sulaiman al-Kafiaji menulis tentang At-Tafsir fi Qawaidit Tafsir. dan tabi’in dari Nabi tentang kandungan al-Qur’an. 3. Ibn Abi al-Ishba’ menulis tentang Badail Qur‟an. 2. Menurut Subhi as-Salih. Untuk mengetahui persyaratan dalam menafsirkan al-Qur’an. 3. Untuk dapat mengetahui cara dan gaya yang digunakan para mufassir dalam menafsirkan alQur’an disertai penjelasan dari ahli tafsir ternama serta kelebihan-kelebihannya. serta pendapat yang dikutip sahabat. . Lahirnya Istilah Ulumul Qur’an Terdapat tiga pendapat tentang sejarah lahirnya istilah ulumul qur’an: 1. Pendapat ini berdasarkan kajiannya tentang kitab-kitab yang menggunakan istilah ulumul qur’an. Menurut al-Zarqani berpendapat lahirnya istilah ulumul qur’an seiring dengan dikarangnya kitab al-Burhan fi Ulumil Qur‟an karya Ali ibn Ibrahim ibn Sa’id yang dikenal dengan sebutan al-Hufi. Pada abad ke-13 H. Ibn Qayyim menulis tentang Aqsamul Qur‟an. sejalan dengan penjelasan Rasulullah saw. Berdasarkan ini istilah ulumul qur’an lahir pada abad ke-5 H. perhatian ulama terhadap ulumul qur’an bangkit kembali seiring dengan kebangkitan perkembangan ilmu-ilmu agama lainnya. Pada abad ke-9 H. orang yang pertama kali menggunakan istilah ulumul qur’an adalah Ibn al-Mirzaban. Istilah ulumul qur’an digunakan pertama kali pada abad ke-7 H. 2. Najmuddin at-Tufi menulis Hujajul Qur‟an. Untuk dapat memahami kalam Allah.Pada abad ke-8 H. Menurutnya yang paling tua adalah kitab yang dikarang Ibn alMirzaban pada abad ke-3 H. Badruddin Zarkasyi menyusun kitab al-Burhan fi Ulumil Qur‟an.

sampai-sampai anda menemukan kalimat atau kata yang mempunyai arti bermacam-macam. (Abdullah Darraz dalam al-Naba’ al-Azhim) Al-Qur’an memberikan kemungkinan arti yang tidak terbatas … kesan yang diberikannya mengenai pemikiran dan penjelasan berada pada tingkat wujud mutlak… dengan demikian. akan anda temukan pula makna-makna lain yang berbeda dengan makna-makna sebelumnya. jika anda mempersilahkan orang lain memandangnya. biasanya menuliskannya pada benda apa saja yang bisa di tulisi. maknanya akan jelas di hadapan anda. Demikian seterusnya. Bangsa Arab masih belum mengenal kertas seperti yang sekarang ini. Sejarah Pemeliharaan Al-Qur'an di Masa Rasulullah dan Para Khalifah Posted by Phenefendi on 7:10 AM Pada permulaan Islam bangsa Arab adalah satu bangsa yang buta huruf. tidak pernah pasti dan tertutup dalam interpretasi tunggal. semuanya benar atau mungkin benar. Ayat-ayat Al-Qur’an bagaikan intan. .Apabila anda membaca Al-Qur’an. amat sedikit di antara mereka yang pandai menulis dan membaca. maka ia akan melihat lebih banyak ketimbang apa yang anda lihat. demikian kata Mohammed Arkoun. jadi bagi mereka yang dapat menulis dan membaca. Tetapi bila anda membacanya sekali lagi. setiap sudutnya memancarkan cahaya yang berbeda dengan apa yang terpancar dari sudut-sudut lain. Dan tidak mustahil. ayat-ayatnya selalu terbuka (untuk interpretasi baru).

peristiwa-peristiwa yang terjadi dan lain sebagainya adalah dengan hafalan semata. . Selain itu. bertambahlah keinginan untuk belajar menulis dan membaca. pelapah kurma. dan mulai banyaklah yang menuliskan ayatayat yang diturunkan. Setiap ayat yang diturunkan. tapi mereka mempunyai ingatan yang sangat kuat. selalu dibaca.w Walaupun bangsa Arab pada waktu itu masih buta huruf. Utsman bin Affan. dan bertambah banyaklah mereka yang pandai menulis dan membaca. Zaid bin Tsabit dan Mu'awiyah.a. masing-masing diharuskan mengajar sepuluh orang muslim untuk menulis dan membaca sebagai ganti tebusan. Di tahun beliau wafat. Diantaranya Ali bin Abi Thalib. yaitu Al-Qur'an saja yang boleh dituliskan. Dengan demikian terdapat 3 unsur yang dapat memelihara Al-Qur'an yang telah diturunkan. ulangan tersebut oleh Jibril sebanyak dua kali. Ubay bin Ka'ab. Karena hal inilah Nabi mengambil suatu cara praktis yang selaras dengan keadaan itu dalam menyiarkan dan memelihara Al-Qur'anul Karim. Hadits atau pelajaran-pelajaran yang mereka dengar dari mulut Nabi dilarang untuk dituliskan. dan banyak yang hafal seluruh Al-Qur'an. tetapi pandai menulis dan membaca. tidak ada satu ayatpun yang tidak dituliskan. Pada waktu itu Nabi diperintah untuk mengulang memperdengarkan Al-Qur'an yang telah diturunkan. Larangan ini dengan maksud agar Al-Qur'an itu terpelihara. sekali dalam setahun. Nabi menerangkan tertib urut ayat-ayat itu. Nabi menyuruh menghafalnya. yaitu: Hafalan dari mereka yang hafal Al-Qur'an. Nabi mengadakan peraturan. Selain itu. Nabi sendiripun sering mengadakan ulangan terhadap sahabat-sahabatnya di depan muka beliau untuk menetapkan atau membetulkan hafalan atau bacaan mereka. dan menuliskannya di batu. Kepandaian menulis dan membaca itu amat dihargai dan Nabi sangat gembira. Nabi sendiri mempunyai beberapa juru tulis yang bertugas menuliskan AlQuran untuk beliau. orang-orang musyirin yang ditawan oleh Nabi dan tidak dapat menebus dirinya dengan uang. jangan dicampur aduk dengan yang lainlain yang juga didengar dari Nabi. Karena itulah. dan apa saja yang bisa dituliskan. kulit binatang. selain dari Al-Qur'an. dihafal oleh ribuan manusia. Surat yang satu macam. Naskah-naskah yang ditulis oleh Nabi Naskah-naskah yang ditulis oleh mereka yang pandai menulis dan membaca untuk mereka masingmasing. banyaklah orang yang hafal Al-Qur'an. Pegangan mereka dalam memelihara dan meriwayatkan syair-syair dari para pujangga.Masa Nabi Muhammad s. beliau berkata: "Di Akhirat nanti tinta ulama-ulama itu akan ditimbang dengan darah syuhada" Pada perang Badar. Nabi menganjurkan agar Al-Qur'an dihafal. Jibril mengadakan ulangan (repetisi). Dengan cara demikian. dan diwajibkannya untuk dibaca ketika sedang melakukan Shalat.

Ketika Nabi wafat, Al-Qur'an tersebut telah sempurna diturunkan dan telah dihafal oleh ribuan manusia, dan telah dituliskan semua ayat-ayatnya. Semua ayatnya telah disusun dengan tertib menurut urutan yang ditujikan sendiri oleh Nabi. Mereka telah mendengan Al-Qur'an itu dari mulut Nabi sendiri berkali-kali dalam Shalat, khutbah, dan pelajaran-pelajaran lainnya. Pendek kata Al-Qur'an tersebut telah terjaga dengan baik, dan Nabi telah menjalani satu cara yang sangat praktis untuk memelihara dan menyiarkan Al-Quran itu sesuai dengan keadaan bangsa Arab di waktu itu. Suatu hal yang menarik perhatian, ialah Nabi baru wafat dikala Al-Qur'an itu telah cukup diturunkan, dan Al-Qur'an itu sempurna diturunkan di waktu Nabi telah mendekati masanya untuk kembali ke hadirat Allah S.W.T. Hal ini bukan suatu kebetulan saja, tapi telah diatur oleh yang maha esa. Masa Abu Bakar r.a Setelah Rasulullah wafat, sahabat baik Anshar maupun Muhajirin sepakat mengangkat Abu Bakar menjadi Khalifah. Pada awal masa pemerintahannya banyak orang-orang Islam yang belum kuat imannya. Terutama di Nejed dan Yaman, banyak yang menjadi murtad, menolak membayar zakat, dan ada pula yang mengaku dirinya sebagai nabi. Hal ini dihadapi oleh Abu Bakar dengan tegas, sehingga ia berkata pada orang-orang tersebut "Demi Allah! Kalau mereka menolak untuk memnyerahkan seekor anak kambing sebagai zakat (seperti apa) yang pernah mereka serahkan kepada Rasulullah, niscaya aku akan memerangi mereka". Maka terjadilah peperangan yang hebat untuk menumpas orang-orang murtad dan pengikut nabi palsu tersebut. Diantara peperangan itu yang terkenal adalah peperangan Yamamah. Tentara Islam yang ikut banyak dari para sahabat yang menghafal Al-Qur'an. Dalam peperangan ini telah gugur 70 orang penghafal Al-Qur'an. Bahkan sebelumnya telah pula gugur hampir sebanyak itu penghafal Al-Qur'an lainnya. Oleh karena itu Umar bin Khathab khawatir akan gugurnya para sahabat penghafal Al-Qur'an yang masih hidup, maka ia datang kepada Abu Bakar memusyawaratkan hal tersebut. Umar berkata kepada Abu Bakar: "Dalam peperangan Yamamah para sahabat yang hafal Al-Qur'an telah banyak yang gugur. Saya khawatir akan gugurnya para sahabat yang lain dalam peperangan selanjutnya. Sehingga banyak ayat-ayat Al-Qur'an itu perlu dikumpulkan". Lalu Abu Bakar menjawab: "Mengapa aku akan melakukan sesuatu yang tidak diperbuat oleh Rasulullah?". Umar menegaskan: "Demi Allah! Ini adalah perbuatan yang baik". Dan ia berulang kali memberikan alasan-alasan kebaikannya tersebut, sehingga Allah membukakan hati Abu Bakar untuk menerima pendapat Umar tersebut. Kemudian Abu Bakar memanggil Zaid bin Tsabit dan berkata kepadanya: "Umar mengajakku mengumpulkan Al-Qur'an". Lalu diceritakannya segala pembicaraan yang terjadi antara dia dan Umar. Kemudian Abu Bakar berkata: "Engkau adalah seorang pemuda yang cerdas yang kupercayai sepenuhnya. Dan engkau adalah seorang penulis wahyu yang selalu disuruh oleh Rasulullah. Oleh karena itu maka kumpulkanlah ayat-ayat Al-Qur'an itu", Zaid menjawab "Demi Allah! Ini adalah pekerjaan yang berat bagiku. Seandainya aku diperintahkan untuk memindahkan sebuah bukit, maka hal itu tidaklah lebih berat bagiku daripada mengumpulkan Al-Qur'an yang engkau perintahkan itu". Dan ia berkata selanjutnya kepada Abu Bakar dan Umar: "Mengapa kalian melakukan sesuatu yang tidak diperbuat oleh Nabi?" Abu Bakar menjawab: "Demi Allah! Ini adalah perbuatan yang

baik". Ia lalu memberikan alasan-alasan kebiakan mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur'an itu, sehingga membukakan hati Zaid, kemudian ia mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur'an dari daun, pelepah kurma, batu, tanah keras, tulang unta ayau kambing dan dari sahabat-sahabat yang hafal Al-Qur'an. Dalam usaha mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur'an itu Zaid bin Tsabit bekerja amat teliti. Sekalipun beliau hafal Al-Qur'an seluruhnya, tetapi untuk kepentingan pengumpulan Al-Qur'an yang sangat penting bagi umat Islam itu, masih memandang perlu mencocokkan hafalan atau catatan sahabatsahabat yang lain dengan disaksikan oleh dua orang saksi. Dengan demikian Al-Qur'an seluruhnya telah ditulis oleh Zaid bin Tsabit dalam lembaran-lembaran yang diikat dengan benar, tersusun menurut urutan ayat-ayatnya sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Rasulullah, kemudian diserahkan kepada Abu Bakar. Mushaf ini tetap di tangan Abu Bakar sampai beliau wafat, kemudian dipindahkan ke rumah Umar bin Khatab dan tetap di sana selama pemerintahannya. Setelah beliau wafat, Mushaf itu dipindahkan ke rumah Hafsah, puteri Umar, istri Rasulullah sampai masa pengumpulan dan penyusunan Al-Qur'an di masa Khalifah Utsman. Membukukan Al-Qur'an di masa Utsman r.a. Di masa Khalifah Utsman bin Affan, pemerintahan mereka telah sampai ke Armenia dan Azarbaiyan di sebelah timur dan Tripoli di sebelah barat. Dengan demikian kelihatanlah bahwa kaum muslimin di waktu itu telah terpencar-pencar di Mesir, Syirtia, Irak, Persia dan Afrika. Kemanapun mereka pergi dan mereka tinggal, Al-Qur'an itu tetap menjadi Imam mereka, diantara mereka banyak yang menghafal Al-Qur'an itu. Pada mereka terdapat naskah-naskah Al-Qur'an, tetapi naskah-naskah yang mereka punya itu tidak sama susunan surat-suratnya. Terdapat juga perbedaan tentang bacaan AlQur'an tersebut. Asal mulanya perbedaan tersebut adalah karena Rasulullah sendiripun memberikan kelonggaran kepada kabilah-kabilah Arab yang berada di masanya untuk membaca dan melafazkan Al-Qur'an itu menurut dialek mereka masing-masing. Kelonggaran ini diberikan oleh Nabi supaya mereka menghafal Al-Qur'an. Tetapi kemudian terlihat tanda-tanda bahwa perbedaan tentang bacaan tersebut bila dibiarkan akan mendatangkan perselisihan dan perpecahan yang tidak diinginkan dalam kalangan kaum Muslimin. Orang yang pertama memperhatikan hal ini adalah seorang sahabat yang bernama Huzaifah bin Yaman. Ketika beliau ikut dalam pertempuran menaklukkan Armenia di Azerbaiyan, dalam perjalanan dia pernah mendengan pertikaian kaum Muslimin tentang bacaan beberapa ayat AlQur'an, dan pernah mendengan perkataan seorang Muslim kepada temannya: "Bacaan saya lebih baik dari bacaanmu". Keadaan ini mengagetkannya, maka pada waktu dia telah kembali ke Madinah, segera ditemuinya Utsman bin Affan, dan kepada beliau diceritakannya apa yang dilihatnya mengenai pertikaian kaum Muslimin tentang bacaan Al-Qur'an itu seraya berkata: "Susullah umat Islam itu sebelum mereka berselisih tentang Al-Kitab, sebagai perselisihan Yahudi dan Nasara(Nasrani)". Maka Khalifah Utsman bin Affan meminta Hafsah binti Umar lembaran-lembaran Al-Qur'an yang ditulis di masa Khalifah Abu Bakar yang di simpan olehnya untuk disalin. Oleh Utsman dibentuklah satu panitia yang terdiri dari Zaid bin Tszabit sebagai ketua, Abdullah bin Zubair, Sa'id bin 'Ash dan

Abdur Rahman bin Harits bin Hisyam. Tugas panitia ini adalah membukukan Al-Qur'an dengan menyalin dari lembaran-lembaran tersebut menjadi buku. Dalam pelaksanaan tugas ini, Utsman menasehatkan agar: Mengambil pedoman kepada bacaan mereka yang hafal Al-Qur'an. Bila ada pertikaian antara mereka tentang bahasa (bacaan), maka haruslah dituliskan menurut dialek suku Quraisy, sebab Al-Qur'an itu diturunkan menurut dialek mereka. Maka tugas tersebut dikerjakan oleh para panitia, dan setelah tugas selesai, maka lembaranlembaran Al-Qur'an yang dipinjam dari Hafsah itu dikembalikan kepadanya. Al-Qur'an yang telah dibukukan itu dinamai dengan "Al-Mushhaf", dan oleh panitia ditulis lima buah Al Mushhaf, Empat buah diantaranya dikirim ke Mekah, Syiria, Basrah dan Kufah, agar di tempattempat tersebut disalin pula dari masing-masing Mushhaf itu, dan satu buah ditinggalkan di Madinah, untuk Utsman sendiri, dan itulah yang dinamai dengan "Mushhaf Al Imam". Setelah itu Utsman memerintahkan mengumpulkan semua lembaran-lembaran yang bertuliskan AlQur'an yang ditulis sebelum itu dan membakarnya. Maka dari Mushhaf yang ditulis di zaman Utsman itulah kaum Muslimin di seluruh pelosok menyalin Al-Qur'an itu. Dengan demikian, maka pembukuan Al-Qur'an di masa Utsman memiliki faedah diantaranya: Menyatukan kaum Muslimin pada satu macam Mushhaf yang seragam ejaan tulisannya. Menyatukan bacaan, walaupun masih ada kelainan bacaan, tapi bacaan itu tidak berlawanan dengan ejaan Mushhaf-mushhaf Utsman. Sedangkan bacaan-bacaan yang tidak sesuai dengan ejaan Mushhaf-mushhaf Utsman tidak dibolehkan lagi. Menyatukan tertib susunan surat-surat, menurut tertib urut seperti pada Mushhaf-mushhaf sekarang. Di samping itu Nabi Muhammad s.a.w. sangat menganjurkan agar para sahabat menghafal ayat-ayat Al-Qur'an. Karena itu banyak sahabat-sahabat yang menghafalnya baik satu surat, ataupun seluruhnya. Kemudian di zaman tabi'ien, tabi'it, tabi'ien dan selanjutnya usaha-usaha menghafal AlQur'an ini dianjurkan dan diberi dorongan oleh para Khalifah sendiri. Pada zaman sekarang di Mesir, di sekolah-sekolah Awaliyah diwajibkan untuk menghafal Al-Qur'an bila mereka ingin menamatkan pelajaran sekolah awaliyah dan hendak meneruskan pelajarannya ke sekolah-sekolah mualimin, begitu juga di pesantren-pesantren di Indonesia, sehingga Al-Qur'an dapat dihafal oleh jutaan umat Islam di seluruh dunia. Dengan demikian terbuiktilah firman Allah:

"Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Qur'an, dan sesungguhnya Kami tetap memeliharanya" ( Surat (15) Al Hijr Ayat 9 )

Mengapa Alquran dibukukan kalau penghafal para wahyu dapat diandalkan dari zaman Nabi bahkan hingga sekarang?
 

2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan

Tari Putri

Jawaban Terbaik - Dipilih oleh Penanya
1. Karena AlQur'an mesti di sebar luaskan kepada bangsa lain yang non arab, pada saat itu ayat-ayat masih dalam hafalan para sahabat dan dalam dokumen-dokumen yang belum rapi. Setelah perang yamamah, banyak sahabat yang gugur dan sebagian besar penghafal Qur'an, maka Khalifah Abu bakar membentuk kepanitiaan yang dipimpin Zaid Ibn Tsabit dan beberapa sahabat besar lainnya, namanya ada dalam hadits semua. 2. Yang jelas ketuanya adalah Zaid bin tsabit yang memang sejak lama menjadi juru tulis bahkan sejak nabi masih hidup. Susunan kepanitiannya ada beberapa versi namun semuanya sepakat ketuanya adalah Zaid bin Tsabit, anggotanya dari kalangan Muhajirin dan Anshor dan penulisan di lakukan dalam Khot ( gaya tulisan ) Kufi, yang berangsur kemudian disempurnakan dengan tanda baca untuk memudahkan bangsa lain membaca. 3. Perdebatan terjadi apabila seseorang yang mengaku mendengar dan menghafalkan ayat tertentu tidak dapat membawakan saksi. Hal ini dapat diselesaikan dengan mengklarifikasikan bacaan dengan orang lain yang menghafal ayat yang sama. Perlu diingat seluruh panitia ini adalah Hufadz ( Penghafal ) dan hidup semasa Nabi masih ada. Ada pula perdebatan tentang dialek bahasa arabnya, namun jumhur sahabat menyepakati bahwa AlQur'an turun dalam dialek ( logat ) Quraisy sebagai logat Rasullullaah.SAW. Segala sesuatu diselesaikan dengan musyawarah. Mushaf pertama yang lengkap ada di masa khalifah Utsman, maka disebut Mushaf Utsmani. Salah satu yang asli ( dari 6 ) ada di musium Tasykent, maka Qur'an yang sekarang beredar bisa di cocokkan dengan yang original. 4. Tidak ada perbedaan... jika ada tentu saat ini bermunculan versi-versi AlQur'an... padahal membaca Qur'an 30 juz lengkap selama bulan ramadhan sudah merupakan acara rutin di masjidil haram seperti yang biasa kita lihat pada siaran langsung di TV kalau pas ramadhan. Wallaahua'laam....
  

2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 4 orang menilai ini bagus

Penilaian Penanya:

...Komentar Penanya: Good answer.. Karena AlQur'an mesti di sebar luaskan kepada bangsa lain yang non arab. Taurat.. .. hmm.. maka Khalifah Abu bakar membentuk kepanitiaan yang dipimpin Zaid Ibn Tsabit dan beberapa sahabat besar lainnya. itu tambahannya. mengakui Injil.. demikian.. sehingga para sahabat mengumpulkan untuk dibukukan. :) "kalau penghafal para wahyu dapat diandalkan dari zaman Nabi bahkan hingga sekarang?" umat manusia tidaklah ada yang berumur panjang juga ada yang tidak kuat hafalannya... dan Zabur namun kitab2 itu belumlah sempurna.. Bukan jawaban yang benar? Coba Yahoo! Search Cari di Yahoo! untuk bagaimana cara para sahat nabi menghafal al-qur'an padahal belum di bukukan Jawaban Lain (13)  zain "Mengapa Alquran dibukukan. wallahu'alam o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 3 orang menilai ini bagus  Gratchen Alqur'an diturunkan untuk semua umat manusia. keliatan kan.. sehingga pemaknaannya memang perlu dibukukan agar mudah dibaca. bahwa Al Quran bukanlah buku karangan Muhammad saw. banyak sahabat yang gugur dan sebagian besar penghafal Qur'an. maka untuk mempermudah kajian/bacaan kandungan asli perlu disebarkan ke setiap generasi dan seluruh umat manusia 1.. Setelah perang yamamah.. namanya ada dalam hadits semua.. tanpa kecuali." karena Al Quran memang diperintahkan untuk dibaca. pada saat itu ayat-ayat masih dalam hafalan para sahabat dan dalam dokumen-dokumen yang belum rapi. Umat Islam. mudah2an dapat menjawab pertanyaan anda.

coba deh. bukankah merupakan "tulisan ulang" dan "sudah mengalami perubahan"? kembali ke pernyataan. dan asli (buat umatnya yg mengakui). misal batu.. kulit. apalagi. batu. yg dikatakan paling sempurna. dll. termasuk kamu ? Alqur'an berbahasa Arab. Paling reaksimu seperti Dr. tapi secara aye suka mencari tahu. Sejak sebelum dibukukan. kulit. o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 1 orang menilai ini bagus  iyo kalo melihat sejarah. harus disebarkan dan disyiarkan ke penjuru dunia. namun entah mengapa tidak semua umat mengakui. tulang. kertas itu sudah digunakan. andaikata sudah 600 tahun masehi. William Campbel yang debat dengan Dr. semua yang hidup saat itu tahu. seperti tulang. Dzakirnaek disaksikan Bush. secara netral kamu cuci otak dulu dan bandingkan dengan injil punyamu. kemudian.. jauuuuuuhhhhhh kualitasnya. mengenai perbandingan ayat2 injil dan Qur'an. bahwa jumlah ayat Alqur'an adalah 6666 ayat. mengatakan belum mengenal kertas). aye bingung. dll tidak disertakan ataupun dijaga? bukankah bukti historis dan original? bahkan hingga sekarang. dan merupakan BUKTI SUDAH TIDAK ASLI lagi o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan  Sruput Samsoe Emangnya penghafal hidup selamanya? Lalu apa nyawa mereka aman karena di incar kafir untuk dibasmi? Yang udah berbentuk buku saja dibakar. kalo dibukukan. (di sumber. kenapa dibukukan. mengapa penghafal tidak menuliskan di suatu kertas? adalh mustahil tidak mengenal kertas. teus hafalan apakah terjamin 100%? bagaimana juga yg terdapat dari tulisan pada beberapa barang. @Salju : Alqur'an memuat keterangan semua kejadian hingga akhir masa dan mengenai surga neraka. kenapa sumber2 tertulis. apalagi sebagai perkamen dan dokumen. mereka membukukan karena "alasan": supaya tidak hilang. SUPAYA menjadi bukti SUDAH dirubah karena tiada keaslian lagi.Alqr'an adalah kitab yang menyempernakan semua kitab suci yang diturunkan sebelumnya.. gak berkutik banyak saat ayat2 injil justru dipatahkan dan banyak yang telah disempurnakan oleh ayat2 Qur'an. dan tidak ada yang diubah satupun dari ayat2 tersebut saat dibukukan. . sebab.

o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 2 orang menilai ini bagus  AmeXelf Assalamualaikum. Begini y dulu Zaman Sahabat Rasulullah yaitu Zaman Sahabat Abu Bakar AshShidiq Ra.!! Beda dengan alkitab tetangga yang beberapakali di perbaharui sehingga yang lama sama yang baru beda. sebelumnya saya beristighfar memohon ampun kepada Allah atas kata2 saya yang salah dan selanjutnya semoga jawaban sy bermanfaat. yang belum tau apalagi hafal mari sini kita kasih buku biar tau.. o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 3 orang menilai ini bagus  ? Alquran di tulis agar dibaca oleh generasi baru... semoga bermanfaat. melihat kenyataan saja bukankah zaman semakin kesini generasi penerusnya makin urakan (sebagian) dan walaupun AlQuran sudah di bukukan tetapi masih da yang ndak pernah buka kan?! gimana klo msti dihafalkan?? sekarang ay tanya anda sudah hafal berapa Juz??? begitulah jawaban sy.. melihat kenyataan tersebut maka Sahabat Umar Bin Khottob mengusulkan agar AlQur'an dibukukan.. isi alquran dari dulu sama.. terjadi peperangan yang besar (sy lupa namany) yang dari golongan umat muslim waktu itu banyak yang meninggal dan sebagian dari para Hafidz (penghafal Al-Qur'an).. begitulah mas/ mbak. wassalamualikum.. .. mungkin habis pemilu nanti keluar lagi perjanjian milenium o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 1 orang menilai ini bagus  Xie Guan Nak yang sudah hafal nggak perlu buku. materi referensi: Kitab Khozinatul Asror dan yang saya pelajari saat sekolah. karena takut para Hafidz tidak ada lagi.. terus belajar ych.

.Dah sana duduk manis dan jangan pipis dicelana yaaaaaaaa o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 4 orang menilai ini bagus  nomaden alasan adax pengumpulan ayat2 yg berasal dari Allah SWT melakui Nabi Muhammad SAW krn banyakx para sahabat hafidz Al-Qur'an yg mati jihad d medan pertempuran. hingga sekarang..penghafal wahyu memang benar cukup bisa diandalkan. o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 2 orang menilai ini bagus  merdeka yang namanya manusia kan ada salah dan lupanya bro. KAN HARUS DIWARTAKAN KEPADA ORANG-ORANG NON ARAB TERMASUK UMAT ISLMA INDONESIA: Karena AlQur'an mesti di sebar luaskan kepada bangsa lain yang non arab..emgnya ga ada manusia yg dilahirkan o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 2 orang menilai ini bagus  ? HE HE HE BENAR JUGA. kan untuk dibaca..tentux jg sahabt yg hafidz tdk akan hidup slamax bkn. pada saat itu ayat-ayat masih dalam hafalan para sahabat dan dalam dokumen-dokumen yang belum rapi.. supaya bisa dibaca oleh genersi setelah mereka. materi referensi: belajar o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 1 orang menilai ini bagus  Nomnomno. maka dari itu dibukukanlah Alquran... tapi mereka juga sadar kalau mereka hanya manusia biasa..

Setelah perang yamamah. maka Khalifah Abu bakar membentuk kepanitiaan yang dipimpin Zaid Ibn Tsabit dan beberapa sahabat besar lainnya. banyak sahabat yang gugur dan sebagian besar penghafal Qur'an. namanya ada dalam hadits semua 12345678910 112 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 3 24 25 26 27 28 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful