Rasmul Qur'an

Click here to download

I.

PENDAHULUAN Puji syukur pertama-tama saya haturkan ke hadirat Allah SWT yang dengan rahmat inayahNya saya bisa menyelesaikan makalah sederhana ini yang berjudul ilmu tauhid dan ruang lingkupnya. Semoga bisa bermanfaat bagi saya khususnya dan bagi kita semua pada umumnya. Sebagaimana yang kita ketahui bersama, Rasmul Qur’an merupakan ilmu yang sangat penting di dalam agama Islam. Sebab, Rasmul Qur’an adalah bagian sebagian dari tanda-tanda agama sejati dan murni yang diturunkan Allah Yang Maha kuasa dan bijaksana. Tanpa mengetahui Rasmul Qur’an, kita tidak akan mengetahui tujuan hidup sebenarnya. Sebab, seorang hamba harus tahu benar siapa yang disembah dan dimana kita akan hidup setelah mati.

II.

PEMBAHASAN A. Pengertian Rasmul Qur'an Istilah rasmul al-Quran terdiri dari dua kata yaitu rasm dan al-Qur'an. Kata rasm berarti bentuk tulisan. Dapat juga diartikan dengan `atsar dan alamah. Sedangkan al-Qur'an adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw., dengan perantaraan malaikat Jibril, ditulis dalam mushaf-mushaf dan disampaikan kepada umat manusia secara mutawatir (oleh banyak orang) dan mempelajarinya merupakan suatu ibadah, dimulai dengan surat al-Patiihah dan diakhiri dengan surat an-Nas. (Chirzin, 1998: 106). Jadi ilmu rasm Al-Qur'an yaitu ilmu yang mempelajari tentang penulisan mushaf Al-Qur'an yang di lakukan dengan cara khusus baik dalam penulisan lafal-lafalnya maupun bentuk-bentuk huruf yang di gunakannya. Adapun yang di maksud rasm al-mushaf dalam bahasa yaitu : ketentuan atau orang yang di gunakan oleh usman ibn affan bersama sahabat-sahabat lainnya dalam Al-Qur'an berkaitan dengan susunan huruf-hurufnya, yang terdapat dalam mushaf yang di kirim berbagai daerah dana kata serta mushaf al-iman yang berada di tangan usman ibn affan sendiri”

Sementara ulama yang lebih mempersempit rasm al-mushaf yaitu : apa yang di tulis oleh para sahabat Nabi menyangkut sebagian lafaz-lafaz Al-Qur'an dalam mushaf usmani dengan pola tersendiri yang menyalahi kaidah-kaidah penulisan Bahasa Arab. Bagaimana ragam pendapat berkaitan permasalahan rasmul Qur'an. Apakah rasmul Qur'an merupakan tauqif (ketetapan) dari Nabi Muhammad SAW. ataukah bukan. Mengenai permasalahan ini, muncul dua pendapat di kalangan ulama. Kelompok pertama menyatakan bahwa, rasmul Quran adalah tauqifi dari Nabi Muhammad saw. Sedangkan kelompok kedua menyatakan bahwa, rasmul Quran adalah bukan taugifi dari Nabi Muhammad SAW. Menurut Kelompok pertama, bahwa rasmul Qur'an adalah tauqifi dan metode penulisannya dinyatakan sendiri oleh Rasulullah SAW. Pendapat ini dianut dan dipertahankan oleh Ibnu Mubarak yang sependapat dengan gurunya Abdul Aziz ad-Dabbagh. la menyatakan bahwa, tidak seujung rambutpun huruf al-Qur'an yang ditulis atas kehendak seorang sahabat nabi atau yang lainnya. (asShalih, 1990:361) Sedangkan kelompok kedua berpandangan bahwa, rasmul Qur'an tersebut tidak masuk akal kalau dikatakan tauqifi. Pendapat ini dipelopori oleh Qadhi Abu al-Bagilani. la mengatakan bahwa mengenai tulisan al-Qur'an, Allah swt. sama sekali tidak mewajibkan kepada umat Islam dan tidak melarang para penulis al-Qur'an untuk menggunakan rasam selama itu (baca; Utsman bin Affan). Yang dikatakan kewajiban hanyalah diketahui dari berita-berita yang didengar. (as-Shalih, 1990:366)

B. Pola Penulisam Al-Qur'an Dalam Mushaf Usmani Terdapat beberapa pola penulisan Al-Qur'an versi mushaf usamni yang menyimpang dari kaidah penulisan bahasa arab. 1. Penghilangan huruf (al-hadzf)

Al-Hadzf ini terdiri dari enam bagian, yaitu: a. Menghilangkan huruf, alif yaitu dari ya al-nida ( ‫ )يااايهي ااايه ا‬dari ha' al-tanbih ( ‫ ;)هاااي ا‬dari ‫ااا‬ ‫ ;) خل ا‬sesudah

dhamir( ‫ )ه جي‬lajazh jalalah (‫ )هللا‬dari dua kata ( ‫ )ه احن‬dan ( ‫ ;)ساحن‬sesudah huruf lam (

dua huruf lam dari semua mustanna ( ‫ ;)حجلا‬dari semua jama' shahih baik mudzakkar maupun muannats ( ‫ )ساعون‬dan ( ‫ )ه عاء يع ا‬dari semua jamak yang satu pola dengan ( ‫ )عساج‬dan dari semua kata bilangan ( ‫ )يثلث‬dari basmallah dan sebagainya. b. Menghilangkan huruf ya, vaitu huruf ya dibuang dari manqush munawwan (bertanwin), baik ketika berharakat rafa' maupun jar ( ‫ ;)غياحييااويناداا‬menghilangkan huruf ya' pada kata ‫خااون يهفوان يهعيوان‬ dan, selain yang dikecualikan. c. Menghilangkan huruf lam jika dalam keadaan idqham (‫ )ه يل‬dan (‫ )ه ي‬selain yang dikecualikan.

d. Menghilangkan huruf waw, yaitu jika terletak bergandengan (‫ )وانيه ى‬dan ( ‫)ا يسفن‬. Di samping itu, ada beberapa penghilangan huruf yang tidak masuk kaidah. Misalnya penghilangan huruf alif pada kata dan menghilangkan ya' dari kata ‫ هحاحههي‬serta menghilangkan waw dari empat kata kerja (al-fil) ‫ ين يي ع ييعحيهللا يني عيهاي سا‬dan ‫س عيه زحا يه‬ 2. Penambahan huruf(al-ziyadah) Penambahan ini, yaitu alif setelah waw pada akhir isim jamak atau yang mempunyai hukum jamak. Misalnya ‫هن نيها حاب‬, ‫ عاليقنهيحح ا‬dan ‫ ح انيهساحهليل‬Di samping itu menambah alif setelah Hamzah marsumah waw (Hamzah yang terletak di atas tulisan waw). Misalnya, ‫ فايهللايفوفنه‬Yang asalnya di tulis ‫ فايهللايفوفأ‬Demikian pada kata‫ عافة‬, dalam ayat, ‫ وىي ليس حلةيعايلةينية‬kata ‫ ه حسانل‬Dalam ayat ‫هعو اايه حسانا‬ dan , ‫ ساحيل‬dalam ayat ‫ واايلالن ايه ساعيال‬. Demikian juga penambahan huruf ya pada kata ‫ حاايي ا‬atau penambahan huruf waw pada kata ‫ هن ن يهن يك يهنا‬Dan 3. Kaidah Hamzah Yaitu apabila hamzah berharakat suku, maka di tulis dengan huruf yang beharakat sebelumnya. Misalnya ‫ ه ذ‬Dan ‫هنفع‬, selain yang dikecualikan. Adapun Hamzah yang berharakat, jika ‫هنا‬.

ia berada di awal kata dan bersambung dengan Hamzah itu huruf tambahan, maka ia harus di tulis dengan alif secara mutlak, baik berharakat fathah maupun berharakat kasrah. Misalnya ‫وياي يساصح ي‬ ‫ هن نه يهين‬selain yang dikecualikan. Sedangkan apabila Hamzah terletak di tengah maka ia tulis sesuai dengan huruf harakatnya, yakni fathah dengan alif dan kasrah dengan ya serta dlamah dengan waw. Misalnya ‫ سالل يساال يفؤاح‬Tetapi apabila huruf yang sebelum Hamzah itu sukun, maka tidak ada tambahan. Misalnya ‫ عل يهاحض‬dan ‫ ه خب‬selain yang dikecualikan. Di samping itu, jika Hamzah itu terletak di ujung, Makkah ia di tulis dengan huruf dari jenis harakat huruf sebelumnya. Misalnya, kata ‫ سحا ي ن‬dan ‫ شاعئ‬. 4. Menggantikan Huruf Dengan Huruf Lain Badl ini ada beberapa macam yaitu : a. Huruf alif di tulis dengan waw sebagai penghormatan pada kata ،‫ يه صالن‬،‫ ه ز ان‬dan ،‫ ه نيان‬selain yang dikecualikan. b. Huruf alif yang di tulis dengan huruf ya pada kata-kata seperti ‫ ه ااى يه ااى يدلااى‬Yang berarti (bagaimana) ‫ حلى يعفى‬dan ‫ ى‬selain kata dalam surat Yusuf. c. Huruf alif di ganti dengan nun tawkid khafifah pada kata ‫هذ‬. ‫يا‬

d. Huruf ta’ ta’nits (،) di ganti dengan ta’ maftuhah ( ) pada kata ‫ حنعا‬sebagai yang terdapat dalam surat al-baqarah, al-araf, hud, maryam, al-rum dan al-zukhruf. Di samping itu huruf ta’ta’nits (،) di tulis dengan ta’ maftuhah ( ) pada kata ‫ وعا‬sebagai terdapat dalam surat al-baqarah, ali imran, al maidah, ibrahim dan sebagainya. 5. Menyambungkan dan memisahkan huruf (al washl dan al fashl) Washl dan fashl banyak ragamnya yaitu : a. Kata ‫ ه‬dengan harakat fathah pada hamzahnya, di susul dengan ‫ يا‬maka penulisannya bersambung dengan menghilangkan huruf nun, misalnya‫ هاي‬tidak di tulis‫ ه ياي‬kecuali pada kata ‫ ه يايفؤن ن‬dan ‫ه ياي‬ ‫فوحلنه‬. b. Kata ‫ عا‬Yang bersambung dengan ‫ عاا‬penulisannya disambungkan kata dan huruf nun pada mimnya tidak di tulis, seperti ‫ ععا‬kecuali pada kalimat ‫ عا يعاايعل ا يهحعااي ا‬Sebagai terdapat dalam Al-Qur'an surat an-nisa’ dan ar-rum dan kata ‫ عع يحزق ا‬dalam surat al-munafiqun. c. Kata ‫ ع‬yang bersambung menjadi kata ‫ عع‬bukan‫من من‬ dengan ‫ ع‬ditulis bersambung dengan menghilangkan-min, sehingga

sehingga menjadi ‫هعا‬ g. Kata ‫ ه‬yang bersambung dengan ‫ عااا‬ditulis bersambung dengan menghilangkan nun. maka ditulis dalam Mushaf `Utsmaniy dengan rasm al-mushaf yang berbeda. Kata ‫ أ‬yang bersambung dengan ‫ عااا‬ditulis bersambung dengan menghilangkan nun. Dalam Mushaf Ustmaniy. sehingga menjadi ‫هعا‬ f. Hukum Penulisan Al-Qur'an Dengan Rasmul Usmani Pada ulama juga berbeda pendapat tentang hal ini apakah kaum muslimin di wajibkan mengikuti rasm usmani dalam penulisan Al-Qur'an ataukah di bolehkan dengan rasm imlai (pola penulisan konvensional). Kata yang bisa dibaca dengan dua bunyi (ma’ fih qiratani) Apabila ada dua ayat Al-Qur'an yang memiliki versi qiraat yang berbeda yang dimungkinkan ditulis dalam bentuk tulis dalam bentuk tulisan yang sama. apabila tidak memungkinkan ditulis dalam bentuk tulisan yang sama. kata tersebut di tulis dengan menghilangkan alif Misalnya. Misalnya kalimat ‫ ننصاح ايهحاحههي يح ياه‬Dalam sebagian mushaf ustmaiy di tulis dan di baca ‫ نهنصى‬sedangkan dalam sebagian mushaf lainnya di tulis dan dibaca ‫ ووص‬Dan sebagainya. Akan tetapi. kalimat ‫ علك ين يه ي‬dan ‫يخ يدن يهللا‬ Ayat-ayat tersebut boleh dibaca dengan menetapkan alif (dibaca dua harakat) dan bisa dibaca sebagai haknya lafzh (dibaca 1 harakat). sehingga menjadi ‫يدع‬bukan ‫ عن من‬kecuali dalam kalimat ‫نيصحيوهيد يع ييشا‬ e. Beberapa pendapat para ulama mengenai hal ini yaitu sebagai berikut. Kata ‫ دا‬yang bersambung dengan ‫ عاا‬ditulis bersambung dengan menghilangkan nun. . C. Kata ‫ ال‬yang diiringi ‫ عاا‬Di sambung sehingga menjadi ‫ لعاا‬Kecuali pada firman Allah SWT ‫عا ي اليعاسااي‬ ‫ فعن‬dan ‫ليعايح نهيه ىيه وف ة‬ 6.d. maka pola penulisannya sama dalam setiap Mushaf Ustmaniy.

Sebagian ulama berpendapat boleh bahkan wajib mengikuti rasm imlai’ dalam Al-Qur'an yang di runtuhkan bagi orang-orang awam dan tidak boleh menulisnya dengan rasm usmani.a. ya atau yang selainnya. karena itu segala bentuk serta model tulisan Al-Qur'an yang menunjukkan arah bacaan yang benar. Sementara itu ketika Imam Malik di tanya mengenai penulisan Al-Qur'an dengan kaidah hijaiyah (kaidah imla’) Malik berkata : ‫ال أرى ذلك ولكن يكتب على الكتبه االوىل‬ “Saya tidak berpendapat demikian. dengan kata lain kita di bolehkan menulisnya dengan rasm imlai’ Sehubungan dengan ini mereka menyatakan sebagai berikut : “Sesungguhnya bentuk dan model tulisan tidak lain hanyalah merupakan tanda atau simbol. Akan tetapi hendaklah di tulis menurut tulisan pertama. . b. Namun rasm usmani pun wajib di pelihara dan di tertarikan. tidak mesti kita mengikuti rasm usmani dalam penulisan Al-Qur'an. menyulitkan banyak orang serta bisa mengakibatkan berat dan kacau (bagi pembacanya). dapat dibenarkan. c. Sedangkan rasm usmani yang menyalahi rasm imla’ sebagaimana kita kenal. sehubungan dengan itu ahmad ibn hambal berkata : ‫حترم خما لفة خط مصحف عثمان ىف واو او الف اوياء اوعري ذالك‬ “Haram hukumnya menyalahi rasm usmani (dalam penulisan Al-Qur'an) seperti huruf wawu alif. Para ulama mengakui bahwa rasm usmani berhifat tauqifi wajib mengikuti rasm usmani dalam penulisan Al-Qur'an dan tidak boleh menyalahinya. Para ulama tidak mengetahui bahwa rasm usmani itu bersifat tawqifi.

. E. karena memberi isyarat akan kebesaran kekuasaan Allah SWT. Kemungkinan dapat menunjukkan keaslian harakat (syakl) suatu lafaz. a. khususnya dalam penciptaan langit dan alam semesta. b. Sa'id al-Rahman bin al-Hants dan Zaid bin Tsabit) belum bertitik dan bersyakal. seperti dalam firman Allah berikut ini: )9:2 ‫(البقرة‬ ‫وما خيد عون اال انفسهم‬ Lafazh ( ‫ )ين ا يداان‬dalam ayat di atas. Faedah Penulisan-Penulisan Al-Qur'an Dengan Rasm Usmani Penulisan Al-Qur'an dengan mengikuti atau berpedoman kepada rasm usmani yang di lakukan pada masa khalifah usman sangat berfaedah bagi umat Islam. dalam ayat-ayat tertentu yang penulisannya menyalahi rasm imla'i. seperti dalam firman Allah berikut ini: )74:15\ ‫واسماء بنٌنا ها بأٌد وانا لمو سعون (الذاربات‬ Menurut sementara ulama. d.D. Memelihara dan melestarikan penulisan al-Qur’an sesuai dengan pola penulisan al-Qur’an pada awal penulisan dan pembukuannya. Kemungkinan dapat menunjukkan makna atau maksud yang tersembunyi. Memberi kemungkinan pada lafazh yang sama untuk dibaca dengan versi qira’at yang berbeda. seperti penambahan huruf ayat ‫ )ه نهن( ن‬pada ayat ( ‫ )سا ينحي ي هح يه واسؤي‬dan penambahan huruf ‫ )الٌاء( ى‬pada ayat (‫نهحفا ى ي ى ي‬ ‫)ه وححى‬. bisa dibaca menurut versi qira'at lainnya yaitu Sementara kalau ditulis ( ‫ )يخاي دن‬tidak memberi kemungkinan untuk dibaca ( ‫)يخ يدن‬ c. lafaz (‫ )باا ٌاد‬ditulis dengan huruf ganda ‫)الٌااء( ى‬. Perkembangan Penulisan Al-Qur’an Sebagian disebutkan dalam sejarah bahwa mushaf ustmaniy yang di tulis oleh panitia empat (Abd Allah bin Zubair.

kecuali syakal huruf akhir saja. tanda/kasrah dengan membubuhkan huruf ya' kecil (‫ )ي‬di bawah huruf (‫)ي‬ dan tanda dhamah dengan membubuhkan tanda kepada huruf waw kecil (‫ )و‬di atas huruf (‫)و‬. Abu al-Aswad belum meletakkan syakal untuk setiap huruf. al-Hajjaj bin Yusuf Al-Tsaqafi untuk menyusun tanda-tanda baca Al- ._). Melihat kenyataannya ini. Misalnya untuk tanda fathah. Sekalipun Al-Qur'an di tulis demikian. salah seorang yang mempunyai atensi besar terhadap pembubuhan tanda baca (syakal). Gubernur Basrah pada masa pemerintahan Muawiyyah (661 -680 M). Ketika Islam berkembang ke berbagai wilayah yang selanjutnya terjadi akulturasi budaya (perpaduan budaya) antara masyarakat Arab dan non-Arab.Hal ini dikarenakan tanda-tanda seperti itu belum dikenal pada waktu itu. Misalnya. Upaya tersebut tampak pada masa Khalifah Abd al-Malik bin Marwan (685-705 M). pertumbuhan tanda baca dalam penulisan Al-Qur'an merupakan hal yang sangat layak. Ziyad Ibn Samiyyah. Pertumbuhan tanda baca (syakal) selanjutnva dikembangkan oleh murid al-Dualliy. Kemudian beliau menugaskan seorang ulama. dengan membubuhkan huruf alif kecil (') terletak di atas huruf(_). 382 H) di baca oleh kaum muslimin selama sekitar 40 tahun. (a) ia membubuhkan tanda titik satu yang terletak di atas burnt (_. Hal ill] tidak terlepas dari pemantauannya terhadap kaum Muslim"" yang melakukan kesalahan dalam membaca Al-Qur'an. tanda kasrah (i) dengan membubuhkan titik satu di bawah huruf ()dan tanda dhamah (u) dengan titik satu yang terletak di antara bagian-bagian huruf () Sedangkan untuk sukun (mati) tidak diberi tanda apa-apa. al-Khalil bin Ahmad. Ia telah membuat fathah. maka timbal upaya untuk membuat tanda-tanda huruf Al-Qur'an. ziyad bin sammiyah meinta Abu al-Aswad al-Dualliy untuk memubuhkan tanda baca (syakal) dalam mushaf agar tidak terjadi kekeliruan dalam membaca Al-Qur'an di kalangan kaum Muslimin. Adapun tanda sukun (mati) yaitu dengan membubuhkan tanda kepala huruf ha (‫ )ح‬yang terletak di atas huruf (‫ )ح‬dan tasydid dengan membubuhkan tanda kepala huruf sin (‫ )س‬yang terletak di atas huruf (‫)س‬. Kendati demikian. mereka melakukan kesalahan dalam membaca firman Allah SWT (Allah berlepas diri dari orang-orang Musyirikin). Seiring dengan ekspansi Islam ke berbagai wilayah dan semakin banyaknya masyarakat non Arab rang masuk Islam. akan tetapi dan kaum muslimin dapat membaca Al-Qur'an dengan benar. Pada masa Abasiah. khususnya untuk melestarikan bahasa Arab. Mushaf utsmaniy sebagai di ungkapkan al ashari (w.

mereka meletakkan garis vertikal jika sebelumnya fathah dan ke bawah jika sebelumnya dhamah. Kemudian pengikut al-Dualliy menambahkan tandatanda lainnya yaitu dengan meletakkan garis horizontal di atas huruf yang terpisah. para ulama banyak yang mendukung upaya tersebut. KESIMPULAN Ilmu rasm qur’an yaitu ilmu yang mempelajari tentang penulisan mushaf Al-Qur'an dengan baik. Menurut sebuah riwayat. Atas titah al-Hajjaj kepala dua orang ahli ini. yang pada Rasm `Utsmaniy justru dibuang misalnya. Kaidah hamzah 4. Penambahan huruf (al ziyadah) 3. make terdapatlah tanda-tanda huruf dalam Al-qur’an dengan cara membubuhkan tanda titik (. jim(‫ )ج‬dan kha (‫)ح‬ dan sebagainya. Tokoh-tokoh lain yang membubuhkan tanda huruf Al-qur’an adalah `Ubaidillah bin Zayyad (67 H). Pola penulisan rasm qur’an dalam mushaf usmani menurut kaidah bahasa araba : 1. Misalnya huruf dal (‫ )د‬dengan dzal (‫ )ذ‬huruf ha (‫)ه‬. Pertimbangan mereka. Penghilangan huruf (al hadzf) 2. Menggantikan huruf dengan huruf lain (al hadl) . selanjutnya menugaskan Nashr bin Ibn Ashim dan Yahya bin Ya’mur (keduanya murid al-Dualliy) untuk menyusun tanda-tanda baca tersebut. Adanya pembubuhan tanda-tanda huruf tersebut menimbulkan pro dan koma di kalangan ulama paling tidak sampai generasi tabi'in. baik hamzah maupun bukan hamzah. al-Hajj. Sebagai tanda alif washal. III.) pada huruf-huruf yang serupa untuk membedakan antara huruf yang satu dengan huruf yang lain. al-Hajjaj telah melakukan perubahan Rasm `Utsmaniy di 11 tempat. menciptakan bentuk melengkung. banyak kaum Muslimin yang merasa kesulitan membaca Alqur’an disebabkan mereka bukan penduduk di wilayah Arab. Untuk selanjutnya.qur’an (nugath al-'Ajam). kata ‫ عال يل ة‬yang dalam Rasm `Utsmaniy ditulis ‫ ع ل ة‬al-Zanjani. yang memerintahkan seorang Persia meletakkan huruf alif. seorang warga Madinah.

namun ada juga ulama yang tidak mengetahui rahm imlai dalam Al-Qur'an faedah penulisan Al-Qur'an dalam rasm usmani pada masa usman a. Dapat menunjukkan makna atau maksud yang tersembunyi d. Amin Makalah Tentang Rasm Al Qur'an . maka timbul upaya untuk membuat huruf Al-Qur'an. Kemungkinan dapat menunjukkan keaslian harakat Seiring dengan ekspresi Islam berbagai wilayah dan semakin banyaknya masyarakat non arab masuk Islam.5. Memelihara dan melestarikan penulisan Qur'an b. IV. PENUTUP Demikian makalah yang kami susun dan masih banyak kekurangannya. Memberi kemungkinan pada lafad yang sama c. Kata yang bisa di baca dengan dua bunyi (ma fih qiraatani) Berbagai pendapat tentang hukum penulisan Al-Qur'an dengan rasm usmani para ulama mengetahui bahwa rasm usmani bersifat taufiqi. Penulis yakin bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan dan banyak kesalahan oleh karenanya saran dan kritik anda yang membangun dan masukan buat kami yang akan menjadikan makalah ini akan lebih baik. Menyambungkan dan memisahkan huruf (al washl dan al fashl) 6.

tulisan-tulisan yang tercerai berai di atas bebatuan. lalu Hafshah binti Umar. sebabkan tersebarnya para qari'in di berbagai kota. Ketika Abu Bakar --khalifah pertama—memberantas kaum murtadin dan pendukung nabi palsu. Ada pula yang hanya menulisnya. kulit-kulit unta dan lembar-lembar daun kurma. seperti masalah disunahkannya shalat sunah di maqam Ibrahim. Dengan pembukuan Al-Qur'an ini maka sempurnalah apa yang terkandung dalam firman Allah: ‫إًا ًحي ًسلٌا الركر وإًا له لحافظىى‬ "Sesunggunya kami telah menurunkan Al-Qur'an dan sesungguhnya kami akan melindunginya". dan ada yang hafal secara keseluruhan. sesuai dengan riwayat shahih tentang bacaan al-Quran. pemuda cerdas penulis wahyu untuk Rasulullah SAW. dan memerintahkan untuk menulisnya. Al-Qur'an tidak terkumpul dalam satu buku (mushaf). Mushaf Abu Bakar ini adalah mushaf AlQur'an yang memasukkan 7 bacaan. dan Rasulullah menuntun penulisan itu sesuai dengan urutan surat dan ayat. terukir diatas lembar-lembar para penulis wahyu. disimpan di kediaman Abu Bakar. melainkan tersimpan dalam dada para sahabat. Muqaddimah Al-Quran diturunkan secara bertahap. hingga Abu Bakar khawatir hal ini akan mengakibatkan lenyapnya al-Qur'an dari muka bumi. beliau melihat banyaknya perbedaan dalam bacaan dan penulisan al-Qur'an. Melalui usaha keras akhirnya saran Umar ini diterima Abu Bakar menerimanya dan segera memerintahkan Zaid bin Tsabit. Ketika Rasulullah SAW wafat.A. Dalam masalah ini beliau menyarankan agar segera dilakukan pengumpulan Al-Quran dalam sebuah buku. Musailamah. . diantaranya adalah sesuainya pendapat Umar dengan wahyu yang akan diturunkan. Pada saat Utman bin Affan RA memerintah Islam. Pada saat itu para penghafal al-Qur'an sangat banyak. Mushaf ini dikenal dengan mushaf bakriyah. Umar bin Al-Khattab adalah sahabat yang mempunyai banyak keistimewaan. Al-Quran yang telah dikumpulkan berdasar hafalan-hafalan para sahabat. untuk membukukan al-Qur'an. banyak dari penghafal al-Qur'an gugur sebagai Syahid. ada yang langsung menghafal ayat al-Qur'an setiap kali turun. Sebagaimana tercatat dalam sejarah. Setiap kali ada ayat turun. Diantara sahabat. Rasulullah SAW segera menyampaikannya kepada umat.

(‫) هلك َىم الدَي‬.penulisanya disesuaikan dengan salah salah satu bunyinya. Ayat ini boleh dibaca dengan menetapkan alif (yakni dibaca dua alif). boleh juga dengan hanya menurut bunyi harakat (yakni dibaca satu alif). 6. Ijma' tentang urutan ayat dan surat ini telah dinukil oleh sebagian besar ulama. Sementara Mushaf Bakriyah dikembalikan lagi ke Sayyidah Hafshah. Mushaf ini terkenal dengan sebutan mushaf utsmani atau rasm utsmani. Washal dan fashl (penyambungan dan pemisahan). Sedangkan dari nash diantaranya adalah hadits riwayat Zaid bin Tsabit. Alasannya ialah karena memang Al-Qur'an diturunkan dengan lughat bangsa Quraisy. seperti alif ditulis dengan wawu sebagai penghormatan pada kata (‫)الصلىة‬. ia berkata: ُ ‫ًؤلف القرآى هي الرِّقاع‬ ‫كٌا‬ "Kami menulis al-quran dari riqa'. Al-Ziyadah (penambahan).seperti kata kul yang diiringi dengan kata ma ditulis dengan disambung ( ‫) كلوا‬. B. contoh (‫) ائرى‬.penulisan kata semacam itu ditulis dengan menghilangkan alif. Sa'id bin al-'Ash. Suatu kata yang dapat dibaca dua bunyi. contohnya. Abdullah bin Zubair. atau meniadakan huruf). dan Abu Ja'far bin Zubair dalam kitab "Al-Munasabat". Di dalam mushaf ustmani. Al-Hamzah. menghilangkan huruf alif pada ya‘ nida‘ (‫ٌََ ََ آَ َها الٌا ش‬ َ ). yakni mengumpulkannya untuk menertibkannya" Dan banyak hadits-hadits lain yang menjelaskan. Kata yang dapat di baca dua bunyi. diantaranya adalah Az-Zarkasyi dalam kitab "AlBurhan". 3. As-Suyuthi mengatakan bahwa berdasarkan Ijma dan nash-nash yang ada. Pengertian Rasm Al-Qur'an Rasm al-Quran yang disebut juga rasm utsmani ialah penulisan al-Qur'an oleh para sahabat dengan kaidah khusus yang tidak sesuai dengan kaidah penulisan bahasa Arab. . seperti menambahkan huruf alif setelah wawu atau yang mempunyai hukum jama‘ (‫ ) بٌىا اسرا ئُل‬dan menambah alif setelah hamzah marsumah (hamzah yang terletak di atas lukisan wawu ( ‫)حاهلل حفخؤا‬. Penulisan kedua ini didasarkan pada dialek arab suku Quraisy dan berarti Utsman menyisakan hanya satu bacaan dari tujuh bacaan al-Qur'an yang diturunkan. Kemudian beliau memerintahkan Zaid bin Tsabit.hingga menimbulkan bacaan al-Qur'an dengan bermacam-macam dialek. Salah satu kaidahnya bahwa apabila hamzah berharakat sukun. 5. Kejadian ini terjadi pada tahun 25 Hijriyah. susunan surat dan ayat dalam al-Qur'an adalah tawqifi. Susunan Ayat Dan Surah Dalam Rasm Utsmani Dalam Al-Itqan. 1. Al–Hadzf (membuang. ditulis dengan huruf berharakat yang sebelumnya. Dengan tindakan ini seluruh mushaf al-Qur'an yang berbeda dengan tulisan keempat sahabat tersebut dibakar untuk menghindari perbedaan yang akan menimbulkan perpecahan.menghilangkan. dan Abdurrahman bin Harits bin Hasyim untuk menulis kembali Al-Qur'an dengan rujukan mushaf al-bakriyah yang berada di kediaman Hafshah. Kaidah ini teringkas dalam enam kaidah. Mushaf ini diperbanyak dan dikirim diberbagai kota penting di wilayah kekuasaan Islam. 2. 4. Contohnya. C. Badal (penggantian).

Jika ditanya. seperti yang dikatakan al-Qadli 'Iyadl. mengatakan bahwa hendaknya kita membaca dan menulis Al-Qur'an sesuai dengan apa yang telah ditulis para sahabat. dan lebih besar amanahnya. Perbedaan Ulama Tentang Kedudukan Rasm Utsmani Mushaf-mushaf yang dikirim Utsman ke seluruh penjuru negeri yang disebut sebagai rasm utsmani. tetapi hasil ijtihad para sahabat menggunakan dalil dari hadits riwayat Muslim dari Hudzaifah yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW dalam sebuah shalat pada rakaat pertama membaca surat An Nisa dan pada rakaat kedua membaca surat Ali Imran. Rasulullah SAW memerintahkan kita berpegang teguh terhadap sunnah beliau dan sunnah-sunnah khulafa'ur rasyidin. Ini membuktikan bahwa urutan surat dalam al-Qur'an adalah hasil ijtihad para sahabat. mengapa kita tidak memakai mushaf Abu Bakar saja. E. adalah mushaf yang wajib diikuti berdasar kesepakatan para ulama.Nama surat juga tawqifi. Muslim) Ulama yang mengatakan bahwa urutan surah bukan tawqifi. Karena mereka lebih banyak ilmunya. Hukum wajib ini bukan tanpa alasan. adalah alasan yang tidak dapat diterima karena ini bertentangan dengan apa yang telah disepakati oleh sebagian besar sahabat dan para ulama sesudahnya. Sedangkan mushaf utsman dinukil dari mushaf Abu Bakar yang hanya menuliskan satu qiraah yakni qiraah dengan dialek bahasa bangsa Quraisy. Lagi pula mushaf Abu Bakar telah sirna karena ikut tercuci saat Hafshah binti Umar ummul mukminin meninggal. Syeikh Abduraahman bin Al-Qadli al-Magrabi mengatakan bahwa hukum menulis al-Qur'an tidak sesuai dengan rasm utsmani adalah haram. Dalilnya ialah hadits Muslim dari Abuh Hurairah: ‫اى البُج الري حقرأ فُه البقرة ال َدخله شُطاى‬ "Sesungguhnya rumah yang dibacakan surat al-Baqarah tidak akan kemasukan syetan". Kesepakatan ini menjadikan sebuah kewajiban bagi kita untuk ittiba'. Rasm Utsmani Diantara Qira'ah-Qira'ah Yang Lain Al-Bukhari meriwayatkan hadits dari Abdullah bin Abbas. lebih benar hati dan lisannya. padahal mushaf tersebut ada sebelum mushaf utsman? Jawabannya adalah bahwa mushaf Abu Bakar mengumpulkan ketujuh wajah qira'ah di mana di dalam penulisannya mengakibatkan adanya perbedaan antar satu qira'ah dengan qari'ah yang lain. Alasan yang dijadikan dalil memperbolehkan penulisan Al-Qur'an yang tidak sesuai dengan rasm utsmani berupa ketidak mengertian kalangan awam atas rasm utsmani dan akan mengakibatkan mereka keliru dalam membaca al-Qur'an dan alasan-alasan yang lain. beliau berkata bahwa Rasulullah bersabda: ‫أقرأًً جبرَل علً حرف فراجعخه فلن أزل أسخسَد وَسَدًٍ حخً اًخهً إلً سبعت‬ ‫أحرف‬ . (HR. D. Menurut sebagian ulama rasm utsmani telah disepaki oleh 12000 sahabat. meskipun kita tidak begitu mengerti apa hikmah dibalik perbedaan metode penulisan Rasm Utsmani dengan kaidah-kaidah penulisan dalam bahasa Arab. Imam Al-Baihaqi dalam kitab haditsnya "Syu'bul Iman". untuk menghindari kerancuan.

Jika rasm utsmani tawqifi. Bukhari). 4. Semua dasar itu membuktikan rasm al-Qur'an adalah tawqifi bukan hasil hasil ijtihad para sahabat. (HR. rasm utsmani adalah salah satu rukun dari rukun-rukun ketujuh qira'ah al-Qur'an. seperti penulisan ًٍ‫ واخشى‬dengan menggunakan ya' pada surat Al-Baqarah dan tanpa ya' dalam surat Al-Maidah. Hukum wajib ini akan bertentangan dengan status shahih dari qiraah yang lain dan bisa mengharamkan qiraah sahih dan mutawatir lain yang tidak sesuai dengan rasm utsmani. Zaid bin Tsabit tidak akan berbeda pendapat dengan sahabat yang lain pada kalimah ‫ الخابىث‬apakah ditulis dengan ta' atau ha' (tak ta'nits). Jika tawqifi."Jibril membacakan kepadaku satu huruf (bacaan) al-Qur'an lalu saya mengikutinya. Ketujuhmacam qiraah tadi adalah shahih berdasar pengajaran Jibril kepada Rasulullah dan ketujuh macam qiraah tadi juga disampaikan semuanya kepada sahabat. Dan dia mengulanginya hingga sampai tujuh (macam) bacaan". Sebab yang diharuskan mengikuti rasm utsmani ialah hanya bentuk penulisan. maka Imam Malik tidak akan memperbolehkan penulisan al-Qur'an untuk bahan pelajaran anak-anak yang tidak sesuai dengan rasm utsmani Meskipun para ulama ini mengatakan demikian. Beliau menambahkan bahwa ketika seseorang menulis al-Qur'an yang di dalamnya ada qiraah yang berbeda dan harus menggunakan tulisan yang berbeda pula. 2. dan diajarkan oleh rasulullah SAW. Sebagian mereka berpendapat bahwa rasm utsmani adalah tauqifi. maka tidak akan terjadi perbedaan diantara mushaf-mushaf yang beliau kirim ke berbagai daerah. sehingga ia tidak dikatakan menyalahi mushaf utsmani. tidak bisa membaca dan menulis. yang semuanya disaksikan sekelompok besar sahabat. menganggap mereka telah berbuat teledor atau menganggap mereka bodoh dan tidak paham akan kaidah-kaidah penulisan bahasa Arab. bukan berarti berika meremehkan para sahabat penulis al-Qura'n. hingga akhirnya sampai ke telinga Utsman dan beliau memerintahkan menulisnya dengan ta'. seperti yang didengungkan para orientalis atau kaum Syiah yang menganggap para sahabat penulis alQur'an telah berkhianat dengan melakukan tahrif dan taghyir pada al-Qur'an serta membuang banyak ayat al-Qur'an diantaranya adalah ayat yang menjelaskan keberhakan 'Ali bin Abi . maka setiap qira'ah sama sekali tidak bertentangan dengan rasm utsmani. Pendapat Ulama Tentang Status Tawqifi Pada Rasm Utsmani Para ulama berbeda pendapat tentang hal ini. maka yang harus dilakukan menulisnya sesuai dengan rasm utsmani lalu memberinya harakat atau tanda-tanda lain. Contoh-contoh lain banyak di dalam al-Quran. meski tidak terkumpul dalam satu tempat dan urutan surat yang belum ditertibkan. Hal ini berdasarkan riwayat bahwa Rasulullah membacakan ayat al-Quran di hadapan Zaid bin Tsabit untuk ditulis (imla'). meskipun ini merupakan mukjizat bagi beliau. F. Pendapat yang mengatakan rasm utsmani bukan tauqifi melainkan hasil ijtihad sahabat memberikan alasan sebagai berikut: 1. Syeikh Muhammad Ali Ad Dlibagh mengatakan bahwa. Alasan lain adalah sudah ditulisnya al-Qur'an sejak zaman Rasulullah SAW. 3. Tidak henti-hentinya saya memintanya mengulangi. Sebagaimana dijelaskan di atas mengikuti rasm utsmani adalah wajib. Hadits ini adalah dalil bahwa Al-Qur'an memang diturunkan dengan tujuh macam qira'ah. Rasulullah adalah seorang ummi.

Namun hal ini hanya sebagai penghibur dan pemanis. mungkin al-Qur'an tidak akan pernah sampai ke tangan kita. tanpa memandang alasan-alasan nahwiyah atau sharfiyah yang sudah tercipta. Penambahan ya' pada ‫ والسواء بٌٌُها بئَُد‬berfungsi untuk membedakan lafadz ٌ‫ أَد‬yang bermakna kekuatan dan yang bermakna tangan. H. titik. G. Pembuangan alif dalam ‫ بسن هللا‬adalah untuk mempermudah dan meringankan. di mana kita dianjurkan berpegang teguh kepada sunnahnya dan sunnah khulafaur rasyidin.Thalib atas kursi khalifah sesudah Rasulullah SAW. Dialah yang telah membunuh banyak ulama dan sahabat dan menghancurkan Ka'bah. Pembuangan wawu pada ayat ‫ َوح هللا الباطل‬berfungsi sebagai petunjuk akan cepat hilangnya kebatilah. karena alasan-alasan dan hikmah itu diciptakan jauh sesudah para sahabat wafat. dan semakin meningkatnya kecenderungan manusia terhadap dunia. 2. Dan apapun pendapat ulama tentang rasm utsmani. Usaha Ulama dalam menerjemahkan Gaya Penulisan Mushaf Banyak para ulama yang berusaha menerjemahkan gaya penulisan mushaf utsmani yang tidak sesuai dengan kaidah penulisan arab yang baku. 4. awal penulisan ba' dibuat panjang. Banyak alasan-alasan dan hikmahhikmah yang mereka kemukakan dibalik tulisan mushaf itu. Penambahan Titik dan Harokat Titik dan harokat pada zaman sebelum Islam tidak dikenal. Penambahan Alif pada ‫ ال اذبحٌه‬berfungsi sebagai petunjuk bahwa penyembelihan tidak terjadi. Penutup Bagaimanapun. Ada yang mengatakan bahwa karena alif dibuang maka sebagai petunjuk pembuangan alif. gubernur dzalim pada zaman khalifah Abbasiyah Abdul Malik bin Marwan. ia adalah maha karya sahabat dan khulafaur rasyidin. Diantara hikmah-hikmah itu ialah: 1. Semoga Allah menetapkan kita sebagai orang yang mampu mencicipi air segar telaga Rasulullah SAW dan sebagai orang yang bisa memandang wajah Allah yang maha agung. Jika rasm utsmani tidak ada. rasm utsmani adalah sebuah prestasi gemilang dalam sejarah perkembangan Islam. meredam perbedaan dan menghindarkan Al-Qur'an dari kesirnaan. jika menginginkan keselamatan di saat perpecahan umat semakin menjadi yang menjadikan Islam semakin penuh warna. Ingatlah Allah menjamin Al-Quran melalui firmanNya: ‫إًا ًحي ًسلٌا الركر وإًا له لحافظىى‬ "Sesunggunya kami telah menurunkan Al-Qur'an dan sesungguhnya kami akan melindunginya". maka terjadi kesalahan dalam pembacaan al-Qur'an oleh orang-orang non Arab. 3. I. karena sering digunakan. Ketika agama Islam tersebar bukan hanya ke wilayah Arab saja. tanda waqaf dan tanda-tanda yang lain seperti yang kita kenal saat ini adalah Gubernur Mekah Al-Hajjaj Yusuf Ats Tsaqafi. . begitu pula saat munculnya rasm utsmani. dimana mereka meninggalkan rasm yang tidak diketahui hikmahnya dan tidak dipahami petunjuknya. Orang yang memprakarsai pertama kali penambahan harokat. seolah-olah ‫ ال‬dalam ayat itu adalah nafiyah.

'Ulum al-Qur'an http://fadliyanur. Begitu juga dengan kitab suci kita yaitu Al-qur’an karim yang oleh banyak pihak mulai dan sudah diganggu ke-autentikannya dari segi manapun. Beirut Al-Suyuthi.wikipedia. Al-Mausu'ah Al-Fiqhiyah. menolak keabsahan huruf-huruf pembuka dalam banyak surat Al-Quran dengan klaim bahwa itu hanyalah simbol-simbol dalam beberapa teks mushaf yang ada pada kaum muslimin generasi awal dulu. Nun untuk mushhaf Utsman. Menurutnya. Dalam banyak penelitan mereka.com/journal/item/27 http://id. Tarikh Al-Quran. Abdur Rahman bin Al-Kamal Jalaluddin. Seorang orientalis bernama Noeldeke dalam bukunya. Dar El Fikr. Surabaya. . Bahkan terkesan sepertinya harus dihilangkan dan dilupakan. Maktabah Dar Ihya' al Kutub alArabiah. huruf Ha adalah simbol untuk mushhaf Abu Hurairah. Muhammad Tahir. Dan hal ini merupakan hal yang sangat mengganggu dan meresahkan di kalangan umat Islam. para orientalis menyebarkan berbagai syubhat batil seputar AlQuran. Sebagai contonya adalah dari kalangan orientalisme. Al-Itqan fi Ulum al-Qur'an Al-Kurdi. termasuk juga dari segi tulisannya dan perbedaan antara tulisan yang satu dengan tulisan yang lain. Tahun 1981 Abdullah bin Muhammad bin Abi Syaibah. Al-Mushannaf. Muhammad. DAFTAR PUSTAKA Al-Khudlari. Ia berkata bahwa huruf mim adalah simbol untuk mushhaf al-Mughirah. Cet. Karena kataya sudah tidak sesuai dengan zamannya lagi.org/wiki/Rasm_al-Qur%27an Wizarah Al-Awqaf li As-Syu'un Al-Islamiyah.Amin. sehingga halhal yang berbau klasik atau lama sepertinya sudah jarang diperhatikan. Darul Wizarah.multiply. Tarikh At-Tasyri' al-Islami. Kuwait 29 April 2008 RASM AL-QUR’AN (Ulumul Qur'an) RASM AL-QUR’AN (Ulumul Qur'an) RASM AL-QUR’AN BAB I PENDAHULUAN Pada zaman sekarang ini yang katanya zaman modern atau zaman yang sudah maju. seperti yang ada pada teks mushhaf Utsmani.

Nabi juga membentuk tim khusus untuk sekretaris (juru tulis) Al-qur’an guna mencatat setiap kali turun wahyu. sehingga dibentuklah tim penuls Al-qur’an yang diketuai oleh Zaid bin Tsabit. Kemudian ketika itu Umar bin Khattab mengajukan usul kepada khalifah untuk mengumpulkan catatan-catatan Al-qur’an menjadi satu. Pada masa khalifah Abu Bakar sedikitnya ada 70 hafidz Al-qur’an yang mati syahid dalam suatu peperangan meluruskan orang-orang yang murtad dari agama Islam.*2+ Pada waktu itu mereka menulis Al-qur’an berdasarkan petunjuk Nabi SAW. 2. karena ada kemampuan berbahasa yang tertanam dalam jiwa mereka. Ubai bin Ka’ab dan Tsabit bin Qais. Definisi Rasm Al-quran Dan Rasm ‘Utsmani Rasm qur’an yaitu penulisan mushaf Al-qur’an yang dilakukan dengan cara khusus.simbol-simbol itu secara tidak sengaja dibiarkan pada mushhaf-mushhaf tersebut sehngga akhirnya terus melekat pada mushhaf Al-Quran dan menjadi bagian dari Al-Quran hingga kini. Dengan berbagai pertimbangan Abu Bakar menerima usulan Umar. Diantara mereka ialah. baik dalam penulisan lafal-lafalnya maupun bentuk-bentuk huruf yang digunakannya. Tim menulis ayat-ayat Al-qur’an dengan berpegangan dengan ayat-ayat Al-qur’an yang disimpan oleh Nabi SAW. seperti tuduhan Brockelmann. Kaum orientalis yakin bahwa Al-Quran adalah buatan Muhammad. Penulisan Al-qur’an pada masa Nabi SAW dilakukan oleh para sahabat-sahabatnya.[1] Disinilah perlunya dan harusnya kita mempelajari kembali tentang ilmu Al-qur’an dari awal sehingga tidak terjadi putusnya sejarah awal Al-qur’an diturunkan dan dibukukan dalam bentuk mushaf seperti yang telah ada di zaman sekarang ini.[3] Sejauh itu Bahasa dapat terpelihara dari kerusakan-kerusakan. Sedangkan Goldziher menuduhnya berasal dari ajaran Yahudi. Pola Penulisan Al-Qur`an Dalam Mushaf Utsmani Bangsa Arab sebelu Islam dalam tulis menulis menggunakan khot Hijri. BAB II RASM AL-QUR’AN 1. Setelah datang Islam dinamakan Khot Kufi. Baik dalam penulisannya maupun dalam urutannya. Sesudah Abu Bakar wafat. zaid binTsabit. tulisan tersebut diserahkan kepada Umar bin Khattab lalu diserahkan lagi kepada khafsoh. Berkaitan dengan sumber penulisan Al-Quran. . kaum orientalis menuduh bahwa isi Al-Quran berasal dari ajaran Nasrani. dan ayat-ayat yang dihapal oleh para sahabat yang masih hidup.

Pada saat itu muncul perdebatan tentang bacaan Al-Qur’an yang masing-masing pihak mempunyai dialek yang berbeda. Di dalam mushaf `Utsmani.Abdullah bin az-Zubair. maka Utsman bin Affan membentuk panitia yang terdiri dari 12 orang untuk menyusun penulisan dan memperbanyak naskah Al-Qur`an. 3. Al-hamzah. 6. Kedudukan Rasm ‘Utsmani . Kata yang dapat dibaca dua bunyi. b. karena di tetapkan pada masa khalifah Utsman bin Affan. Nafi bin Zubair bin Amr bin Naufal. seperti menambahkan huruf alif setelah wawu atau yang mempunyai hokum jma` ( ) dan menambah alif setelah hamzah marsumah (hamzah yang terletak di atas tulisan wawu) ( ). 2. 11. 7. abdulalh bin Zubair.dan dari kata na .Khatir bin Aflah. Zaid bin Tsabit.Abdullah bin Abbas. penuli kata semacam itu di tulis dengan menghilangkan alif. f. ataumeniadakan huruf). Malik bin Abi Amir. e. Sa`id bin Al-As bin Sa`id bin Al-As. 5.dari tanbih . pada lafadzh .[4] Untuk mengantisipasi kesalahan dan kerusakan serta untuk memudahkan membaca Al-Qur`an bagi orang-orang awam. Mushaf itu ditulis dengan kaidah-kaidah tertentu. Penulis kata yang dapat di baca dua bunyi disesuaikan dengan salah satu bunyinya.. Al-Hadzf(membuang.[7] 3. umat Islam telah tersebar ke berbagai kepenjuru dunia sehingga pemeluk agama Islam bukan hanya orang-orang Arab saja. Abdullah bin Amr bin al-As. Washal dan Fashl (penyambungan dan pemisahan). yaitu: a. di tulis dengan huruf berharakat yang sebelumnya. Anas bin Malik. . seperti alif di tulis dengan wawu sebagai penghormatan pada kata . Sangat di sayangkan masing-masing pihak merasa bahwa bacaan yang di gunakannya adalah yang terbaik. misalnya “maliki yaumiddin”( ). Mereka itu adalah: 1. Badal (penggantian). 10. 4. salah satu kaidahnya berbunyi bahwa apabila hamzah berharakat sukun. Ayat di atas boleh di baca dengan menetapkan alif(yakni di baca dua alif). Al-Jiyadah(penambahan).Abrur-Rahman bin Hisham. c.boleh juga hanya menurut bunyi harakat (yakni dibaca satu alif). seperti kata kul yang di iringi kata ma di tulis dengan di sambung ( ).Ubay bin ka`b. menghilangkan. menghilangkan huruf alif pada ya`nida` . d. Contohnya. 8. 9. Para Ulama meringkas kaidah-kaidah itu menjadi 6 istilah. Abdullah bin Umar.Pada masa khalifah utsman bin Affan.[5] Mereka inilah yang menyusun mushaf Al-Qur`an yang kemudian di kenal dengan mushaf Utsmani. 12. contoh “i`dzan( ) dan “u`tumin”( ). ada juga yang mengatakan bahwa panitia yang di bentuk oleh Utsman ada empat orang mereka itu adalah Zaid bin Tsabit. Sa’id bin Al-As dan Abdurrahman bin Al-Harits [6].

Untuk menarik lebih banyak kompilasi bahanbahan tulisan. Di dalam melakukan pengumpulan tujuan utama Utsman adalah ingin menutup semua celah-celah perbedaan dalam bacaan Al-qur’an dengan mengirim mushaf atau mengirim sekalian dengan pembacanya. naskah Utsman tersendiri(independen) memberi kesempatan kepada sahabat yang masih hidup untuk melakukan usaha yang penting ini. Maka tak perlu lagi ada fragmentasi tulisan Al-qur’an yang bergulir di tangan orang-orang.[8] Dalam keterangan diatas. agar tidak membaca sesuatu yang berbeda dengan mushaf Utsmani. Satu dasawarsa sebelumnya ribuan sahabat. Riwayat lain mengukuhkan kesepakatan ini. sejak awal teks Al-qur’an ini sudah benar-benar kukuh hingga abad ketiga. dia tidak melakukan apa-apa dengan pecahanpecahan (mushaf) kecuali dengan persetujuan kami semua (tak ada seorang pun diantara kami yang membantah)”. Oleh karena itu adanya kesatuan secara total yang ada teks Al-qur’an di seluruh dunia selama empat belas abad. merupakan bukti keberhasilan Utsman yang tak mungkin tersaingi oleh siapa pun dalam menyatukan umat Islam dalam satu teks. agar membakar semua mushaf milik pribadi yang berbeda denganmushaf milikya harus dibakar. setidaknya tidak mendengar kata-kata keberatan.[10] 4. dan dari kesimpulan yang luas ini terdapat: pertama. Mus’ab bin Sa’d menyatakan bahwa masyarakat telah menerima keputusan Utsman. Kedua metodologi yang dipakai dalam kompilasi Al-qur’an pada zaman kedua pemerintahan sangat tepat dan akurat. diberbagai wilayah dengan warna-warni yang ada. maka disebarkan dan dibuat menjadi beberapa duplikat dan dikirimkan ke beberapa tempat. Hukum Penulisan Dengan Rasm Utsmani . tidak bisa berpartisipasi dalam kompilasi suhuf. dan melakukan pengoreksian terhadap kesalahan-keslaahan yang ada pada mushaf yang dipegang oleh panitia. Alasan yang paling mendekati kemungkinan barangkali sekedar upaya simbolik. termasuk Ali bin Abi Thalib berkata. Oleh karena itu semua pecahan tulisan (fragmentasi) Al-qur’an telah dibakar.[9] 2. Khalifah Utsman juga melakukan verifikasi dengan suhuf resmi yang sejak semula ada pada Hafsah guna melakukan verifikasi dengan mushaf yang dia pegang. Seseorang bisa jadi keheran-heranan mengapa khalifah ‘Utsman bersusah payah mengumpulkan naskah tersendiri sedang akhirnya juga dibandingkan dengan suhuf yang ada pada Hafsah. yang sibuk berperang melawan orang-orang murtad di Yamamah dan di tempat lainnya.Khalifah Utsman menyuruh ziad bin Tsabit untuk mengambil suhuf dari A’isyah sebagai perbandingan dengan suhuf yang telah disusun oleh panitia yang telah dibentuk Utsman.”Demi Allah. tidak terdapat inkonsistensi di natara suhuf dan mushaf tersendiri.dan juga dengan dua perintah: 1. Setelah naskah mushaf tersebut selesai dibuat.

salah seorang sekretatarisnya. Tidak ada halangan untuk menyalahinya tatkala suatu generasi sepakat menggunakan cara untuk menuliskan Al-qur’an .”Letakkan tinta.”*15+Imam Ahmad bin Hanbal pernah berkata. perbaguslah (tulisan) Allah. Lalu letakkan penamu di atas telinga kirimu. sebagian ulama berpendapat bahwa Rasm Al-qur’an itu bersifat tauqifi*11+. sehingga wajib di ikuti dan ditaati siapapun ketika menulis Al-Qur`an. Untuk menegaskan pendapatnya. “Aku tidak berpendapat demikian.mereka merujuk pada sebuah riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi pernah bersabda Mu’awiyah. Luruskan huruf ba’.*12+ Al-Qattan dalam bukunya berpendapat bahwa tidak ada suatu riwayat dari Nabi yang dijadikan alas an untuk menjadikan Rasm Utsmani sebagai tauqifi. Malik menjawab. Pendapatpendapat tersebut ialah: a. Seseorang hendaklah menulisnya sesuai dengan tulisan pertama. Sebagian besar Ulama berpendapat bahwa Rasm Utsmani bukan tauqifi. Panjangkanlah (tulisan) Ar-Rahman dan perbaguslah (tulisan) Ar-RAhim. maka hendaknya di tulis dengan lisan Quraisy karena dengan lisan itu AlQur’an turun.Para ualma berbeda pendapat mengenai status Rasm utsmani atau Rasm Al-qur’an.[14] Banyak Ulama terkemuka menyatakan perlunya konsistensi menggunakan Rasm Utsmani. Jangan butakan huruf min.*13+ b. Asyhab berkata ketika ditanya tentang penulisan Al-qur`an. apkah perlu menulisnya seperti yang di pakai banyak orang sekarang. tetapi merupakan kesepakatan cara penulisan (ishtilahi) yang di setujui Utsman dan diterima ummat. Sebagian dari mereka berpendapat bahwa Rasm Utsmani bukanlah tauqifi. alif. Pegang pena baik-baik. Jika di antara panitia itu ada berbeda pendapat dalam menulis mushaf. sehingga wasjib di ikuti oleh siapa saja ketika menulis Al-quran.bedakan huruf sin. “Haram hukumnya menyalahi khot Utsmani dalam soal wawu. ya` atau huruf lainnya. karena itu akan memuatmu lebih ingat”. Rasm Utsmani merupakan kreatif panitia yang telah di bentuk Utsman sendiri atas persetujuannya.”*16+ c.

II.89 H). Di Negara Arab dimuali Raja Fuad dai mesir yang membentukpanitia khusus penerbitan Al-qur’an di peremaptan pertama abad XX. dilakukan penyempurnaannya. Jangan ada diantara kita yang merasa dapat menyamai mereka.”Siapa saja yang hendak menulis mushaf hendaknya memperhatikan cara mereka yang pertama kali menulisnya.[18] Untuk memperkuat pendapatnya. Al-Qattan memilih pendapat yang kedua karena lebih memungkinkan untuk memelihara Al-qur’an dari perubahan dan penggantian hurufnya. Yang pertama berkaitan dengan huruf .ayng berlainan dengan Rasm Utsmani. Seandainya setiap masa diperbolehkan menulis Al-qur’an sesuai dengan trend tulisan pada masanya. . Janganlah berbeda dengannya. Sayangnya tak satupun Al-qur’an cetakan I. Penulisan dan Percetakan Rasm Utsmani Mushaf yang ditulis atas perintah Utsman bin Affan tidak memiliki harakat dan tanda titik sehingga dapat dibaca dengan salah satu qira’at yang tujuh. Kemudian di kazan. Tidak boleh mengubah sediitpun apa-apa yang telah mereka tulis karena mereka lebih banyak pengetahuannya. lima tahun kemudian 8 terbit di Tabriz. di Padoue. Al-qattan mengutip ucapan Al-Baihaqi di dalam kitab Syu’b Al-Iman. yaitu: Abu Al-Aswad Ad-Dau’ali. Yahya bin Ya’mar(45-125 H) dan Nashr bin Asim Al-Laits (w. lalu di Iran pada tahun 1248 H/1828 M. Panitia yang di motori oleh para syaikh Al-Azhar ini pada tahun 1342 H/1923 M. serta dapat memegang amanah dari pada kita. Penerbitan Qur’an dengan label Islam mulai pada tahun 1787. yang lahir di rusia. perubahan tulisan Al-qur’an terbuka lebar pada setiap masa. sedangkan yang kedua berkaitan dengan cara penulisan huruf. Tapi ketika dikeluarkan. III ini yang tersisa di dunia Islam dan sayangnya perintis tersebut bukan dari kalangan Islam. Padahal. Sejak itulah Al-quran dicetak berjuta-juta mushaf di Mesir dan berbagai negara lainnya. Dan banya terjadi kesulitan bagi orang non-arab yang baru masuk Islam. Untuk pertama kaliAl-qur’an di cetak di Bunduqiyah pada tahun 1530 M.[17] Berkaitan denganketiga pendapat diatas. Penulisan Al-quran ini di upayakan denga tulisan ayng bagus. Kemudian disusul oleh Mracci pada tahun 1698 M. Al-qattan menegaskan bahwa perbedaan Khot pada mushaf-mushaf yang ada merupakan hal lain. tetapi bertahap dan dilakukan sampai abad III H (atau akhir abad IX M). Oleh karena itu pada masa khalifah ‘Abd Al-Malik (685-705). di jerman. Setelah dua kali diterbitkan di Iran setahun kemudian terbit di Jerman.” 5. Upaya ini tidak berlangsung sekaligus. setiap kurun waktu memiliki trend tulisan yang berbeda-beda. Cetakan selanjutnya dialkukan oleh seorang jerman bernama hinkelman pada pada athun 1694 M. ucapan dan kebenarannya lebih dipercaya. Tercatat tiga nama yang disebut-sebut sebagai orang yang pertama kali meletakkan titik pada Mushaf Utsmani. penguasa gereja memerintahkan pemusnahan kitab suci ini.

Ulumul Qur’an II. Ulumul Qur’an II. Tarj. Al-Qattan. DAFTAR PUSTAKA Al-Azami. Mudzakkir AS. Syadali. 2000. Chirzin. Jakarta: Gema Insani Press. 1991. Ahmad. Wawasan Baru Tarikh Al-Qur’an.wordpress. Ahmad dan Rofii. Yogyakarta: QIRTAS. Anwar. Az-Zanzani. Kamaluddin Marzuki Amwar. Rasm Utsmani memiliki fungsi yang sangat besar dalam menyatukan umat Islam. bukan tauqifi atau ishtilahi. Studi Ilmu Ilmu Al-Qur’an. 2003. As-Shalih. Manna Khalil. yang biasa disebut juga dengan rasm Utsmani. 2006. Muhammad. Beirut: Darul Ma’arif. Pada awalnya rasm Utsmani tidak memiliki tanda baca tapi kemudian di tambahi dan disempurnakan. Status hokum Rasm Al-qur’an masih diperselisihkan dalam tiga hal: apakah tauqifi. Beirut: Darul Ilmi. Mabahis Fi Ulum Al-Quran. . Bandung: Pustaka setia. Hal. jaluddin.com/ *2+ Syadali. Ahmad. 1988. 1978. As-Suyuti.M. FOOTNOTE [1] http://gasus85. Al-Itqoan Fi Ulum Al-Qur’an. Subhi. Bandung: Pustaka Setia. The History Of Qur’anic Text. Bandung: Pustaka Litera AntarNusa. 2001.BAB III PENUTUP Kesimpulan Rasm Al-qur’an adalah tata cara penulisan Al-qur’an. Permata Al-Qur’an. Abu Abdullah. 2000. Ahmad dan Rofii. Bandung: MIZAN. Terj. Bandung: Pustaka setia.M. Ulumul Qur’an. Sohirin Solihin dkk. Tarj. 2005. 21. Rosihon.

Al-Itqoan Fi Ulum Al-Qur’an. 6. Hal. [5] Al-A’zami. Hal. Manna Khalil. hal 107 [11] Yakni bukan produk manusia. [17] Anwar. yang Nabi sendiri tidak memiliki otoritas untuk menyangkalnya. [8] Al-A’zami. Beirut: Darul Ilmi. 99-100.M. hal.hal. apa di hapus.hal. [18] Ibid. 2006. Op.[3] As-Shalih. 216.Rosihon. 361-362. Beirut: Darul Ma’arif. Anwar.M. hal. 56 telah di presentasikan di Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al Hakim (STAIL) Surabaya . Mudzakkir AS. cit. Op. cit. ibid. hal 167. Subhi. Op cit hal. Tarj. Rosihon. Rosihon. [4] As-Suyuti. [10] Ibid.50 [7] Anwar. Bandung: Pustaka Setia. Op cit. 1978. 2001. Juz 5. 2005. Sohirin Solihin dkk. [15]As-Suyuti. Jakarta: Gema Insani Press. 1988.52 [13] Al-Qattan. [14] Ibid. rosihon. hal. [12] Anwar. hal. Terj. Ulumul Qur’an. tetapi merupakan sesuatu yang ditetapkan berdasarkan wahyu Allah. Studi Ilmu Ilmu Al-Qur’an.50-52. Bandung: Pustaka Litera AntarNusa. Mabahis Fi Ulum Al-Quran. 104 [9] Menurut Ibnu Hajar hal ini tergantung dari induvidu yang memilikinya. [16] Ibid. 55. The History Of Qur’anic Text. jaluddin. Jaluddin. di robek atau di bakar.hal.215.

mulai dari sisi Allah hingga langsung kepada Nabi Muhammad . Karena itu harus menggunakan arti majazi. B. Tahap-tahap Al-Qur’an di turunakan Yang dimaksud dengan “ tahap-tahap turunnya Al-Qur’an” ialah tertib dari fase-fase disampaikan kitab suci Al-Qur’an. Pengertian Nuzulul Qur’an (Turunnya Al-Qur’an ) Menurut Jumhurul Ulama’ arti Nuzulul Qur’an itu secara hakiki tidak cocok untuk Al-Qur’an sebagai kalam Allah yang berada pada dzat-Nya. yaitu menetapkan / memantapkan / memberitahukan /menyampaikan Al-Qur’an. 29 Februari 2012 MAKALAH ‘ULUMUL QUR’AN SEJARAH TURUN DAN PENULISAN AL-QUR’AN BAB II PEMBAHASAN A. dengan memakai ungkapan “diturunkan” menghendaki adanya materi kalimat atau lafal atau tulisan huruf yang riel yang harus diturunkan.Rabu. baik di sampaikan Al-Qur’an itu ke Lauhil Mahfudz atau ke Baitul Izzah di langit dunia. maupun kepada Nabi Muhammad SAW. Sebab .

yaitu secara sekaligus turun seluruh isi al-qur’an dari lauhul mahfudz ke baitul izzah. 1. tahap ketiga. dalam Lauhul Mahfudz Al-Qur’an berupa kumpualn lengkap tidak terpisah-pisah. sehingga betul-betul menunjukkan kemukjizatannya. Allah SWT telah memberikan penghormatan kepada Al-Qur’an dengan membuat turnnya tiga tahap. Sebab kitab suci ini diturunkan secara bertahap. atau langit yang terdekat dengan bumi.‫ في لوح محفوظ‬. Tahap Pertama Turun Di Lauh Mahfudz (‫)اللوح المحفوظي‬ sebagaimana dalm firman allah: . Hikmah dari Tanazul tahap pertama ini adalah seperti hikmah dari eksistensi Lauhul Mahfudz itu sendiridan fungsinya sebagai tempat catatan umum dari segala hal yang ditentukan dan diputuskan Allah dari segala makhluq alam dan semua kejadian. diberkahi. Al-Buruj 21). . Berdasarkan firman allah: ٍ‫ك‬ ٍ ‫ِنَّا أَنْزلْناَهُ فِى ل‬ ‫ة‬ ِِ ِ ِ‫إ‬ َ‫ار‬ ْ َ ِِ ُ ‫َي لَة‬ َ َ‫مب‬ Artinya: sesungguhanya kami menurunkannya (al-qur’an )pada suatu malam yang (QS. kitab suci ini tidak seperti kitab-kitab suci sebelumnya. sebelum di sampaikan ke nabi Muhammad SAW 3. yang tersimpan di Lauhul Mahfudz ( QS. Ad-dukhan: 3) Ayat tersebut menunjukkan turunnya Al-Qur’an tahap kedua ini dan cara turunnya. Wujudnya Al-Qur’an di Lauhu Mahfudz adalah dalam suatu cara dan tempat yang tidak bisa diketahui kecuali oleh Allah sendiri. Dan membuktikan kebesaran kekuasaan Allah SWT dan keluasaan ilmunya serta kekuatan kehendak dan kebijaksanaa-Nya 2.SAW. Tahap Kedua Di Baitul Izzah (‫)بيت العزةي‬ yaitu tempat mulia di langit yaitu langit pertama. ‫بل ىو قرأن مجيد‬ Artinya: bahkan yang di dustakan itu ialah Al-Qur’an yang mulia.

asy-syu’ara: 193-194) C. baik melalui perantara Malaikat Jibril ataupun secara langsung ke dalam hati sanubari nabi Muhammad SAW. ‫نزل بو الروح االمين‬ Artinya: ia (al-qur’an ) dibawa turun oleh Ar-Ruhul Al-Amin (Jibril) kedalam hatimu (Muhammad)agar kamu menjadi salah seorang diantara orang-orang yang memberi peringatan. Dalilnya ayat Al-Qur’an antara lain: ‫ولقد أنزلناه إليك ايت بينت‬ Artinya: dan sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas.” (Q. sewaktu beliau sedang berkhalwat (meditasi ) di dalam gua hira’ di atas Jabal Nur.S.‫إقراء با سم ربك الذى خلق‬ Sedangkan wahyu yang terakhir yang diterima Nabi Muhammad SAW adalah surat AlMaidah:3. albaqoroh:99) ‫ على قلبك لتكون من المنذربن‬. yakni 13 tahun waktu nabi masih tingggal di makkah sebelum hijrah dan 10 tahun waktu nabi hijrah ke madinah.” (Q.‫ إقراء وربك اآلكرم‬. Sedangka permulaan turunya Al-Qur’an adalah pada malam lailatul qadar. Dan penyampaian Al-Qur’an secara keseluruhan memakan waktu lebih kurang 23 tahun. yaitu ayat: . ‫ الذى علم بالقلم‬. Al-Qur’an disampaikan langsung kepada Nabi Muhammad. Waktu turunya alqur’an Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur berupa beberapa ayat dari sebuah surat atau sebuah surat ynag pendek secara lengkap. maupun dari balik tabir.Al-Qur’an turun dari dari Baitul Izzah di langit dunia langsung kepada nabi Muhammad. 1.‫خلق اإلنسان من علق‬. Ayat yang pertama kali turun adalah 1-5 surah al-alaq: ‫ علم اإلنسان مالم يعلم‬.S. Sejarah turunnya al-qur’an kepada nabi Muhammad SAW. tanggal 17 Ramadhan pada waktu Nabi telah berusia 41 tahun bertepatan tanggal 6 Agustus 610 M. Artinya. pada waktu nabi sedang berwukuf di Arafah melaukan Haji Wada’pada tanggal 9 Dzul hijjah 10 H.

D. yang terdiri dari 24 surah yang meliputi 1463 ayat. memahami dan hikmahnya yang di dalamnya memperkuat perkara yang haq dan membatalkan perkara yang batal. Yaitu. serta ku-ridhai bagimu Islam sebagai agamamu 2. yang menurut Ahli Tahkiq selama 12 tahun 5 bulan dan lebih 13 hari. . b. karena sasaran pertama dan utama pada periode ini adalah orang-orang arab asli ( Suku Quraisy )yang sudah tentu paham benar akan bahasa Arab. Mengenai isi surat/ayat Makkiyah pada umumnya berupa ajakan untuk bertauhid yang murni atau ketuhanan yang Maha Esa secara murni dan juga tentang pembinaan mental dan akhlaq. periodesasi turunya alqur’an Masa turunnya Al-Qur’an sealam 22 tahun lebih tersebut terbagi dalam dua periode. Selam 9 tahun 9 bulan lebih 9 hari. Yaitu. Periode kedua adalah periode Madinah. membuat kegembiraan yang memenuhi hati nabi. melainkanjuga non arab dari berbagai bangsa yang telah mulai masuk islam dan sudah tentu mereka belum menguasai bahasa arab. wahyu Ilahi yang turun sesudah hijrah disebut surat/ayat Madaniyyah dan merupakan 11/30 dari Al-Qur’an. surat dan ayatnya pendek-pendek dan gaya bahasanya singkat-padat ( Ijaz ). mempermudah dalam menghafal. Periode pertama adalah Makkah. Mengenai isi surat/ayat Madaniyyah pada umumnya berupa norma-norma hukum untuk pembentukan dan pembinaan suatu masyarakat / umat islam dan Negara yang adil dan makmur yang diridhai Allah SWT. sebagai berikut: a. Hikmah dan rahasia al-qur’an diturunkan berangsur-angsur 1) Memperkuat dan memperkokoh hati Nabi Muhammad SAW karena turunnya wahyu baru. karena sasarannya bukan hanya orang-orang arab asli. Wahyu Ilahi yang diturunkan sebelum hijrah tersebut di sebut surat/ ayat makkiyah merupakan 19/30 dari Al-Qur’an.‫اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتى ورضيت لكم االسالم دينا‬ Artinya: pada hari ini telah ku-sempurnakan untukmu agamamu dan telah ku-cukupkan nikmat-ku kepadamu. surat dan ayatnya panjang-panjang dan gaya bahasanya panjang lebar dan lebih jelas ( Ithnab ).773 ayat.. Dan terdiri dari 90 surah yang mencakup 4.

E. 5) Turun berangsur-angsur dalam beberapa masa. 3) Bertahap dalam menanamkan keyakinan dan ibadah yang benar serta budi pekerti yang luhur. disamping mempermudah hafalan dan pemahaman Al-Qur’an bagi orang arab agar kaum Muslimin menengok kepada kesalahan mereka yang perlu diperbaiki serta menunjukkan kebenaran kepada mereka. 4) Menunjukkan bahwa sumber Al-Qur’an adalah Kalam Allah SWT sendiri. pelepah kurma dan sebagainya. penulisan Al-Qur’an pada periode Nabi Muhammad SAW Nabi menunjuk beberapa sahabat yang pandai tulis baca sebagai penulis Wahyu.2) Bertahap dalam mendidik umat yang sedang tumbuh baik dengan Ilmy maupun dengan Amaly. Mu’awiyah. Sejarah penulisan Al-Qur’an Penulisan/penghimpunan Al-Qur’an mengalami 3 ( tiga ) periode yaitu: 1. Dan kemudian Nabi bersabda: ‫كذا‬ ‫ضعوا ىذه السورة فى الموضع الذي يذكر فيو كذا ر‬ Artinya: “letakkan surat ini pada tempat yang disebutkan didalamnya ungkapan ini dan itu” Kemudian ayat-ayat Al-Qur’an yang telah ditulis dihadapan Nabi di atas benda-benda yang bermacam-macam antara lain batu. tulang. sejalan dengan situasi. Ubay Bin Ka’ab Dan Khalid Bin Walid. peristiwa dan kejadian kejadian. antara lain empat sahabat nabi yang terkemuka. Zaid Bin Tsabit. Semuanya itu disimpan di rumah Nabi dalam keadaan terpencar-pencar ayatnya belum dihimpun dalam suatu Mushaf Al-Qur’an. Para penulis wahyu itu diperinatah Nabi untuk menuliskan setiap wahyu yang diterimanya dan meletakkan urut-urutanya sesuai dengan petunjuk nabi berdasarkan petunjuk tuhan lewat Jibril. kulit binatang. dan diperkuat dengan naskah-naskah Al-Qur’an yang dibuat oleh para penulis untuk pribadi masing-masing serta ditunjang oleh hafalan para sahabat yang Hafidz Al- .

Ayat-ayat Al-Qur’an yang ditulis di hadapan nabi dan di simapn di rumah Nabi Muhammad SAW. bisa menggganggu persatuan dan kesatuan umat Islam. dengan pertimbangan bahwa Hafsah adalah istri nabi yang hafidz Al-Qur’an dan pandai baca tulis. karena kawatir kehilangan sebagian Al-Qur’an dengan wafatnya sebagian para penghafalnya. 3. Tugas penulisan ini oleh zaid dapat di laksanakan dalam waktu kurang lebih 1 (satu) tahun. Ide sahabat Umar di terima oleh Abu Bakar. ialah: 1. Penulisan/ penghimpunan Al-Qur’an periode Khalifah Utsman Bin Affan Pada masa pemerintahan Utsman. 2. Karena itu . Ayat-ayat yang dihafal oleh para sahabat yang Hafidz Al-Qur’an. yakni antara sesudah terjadi perang Yamamah dan sebelum Abu Bakar wafat. Zaid tidak mau menerima tulisan ayat-ayat Al-Qur’an kecuali kalau disaksikan dengan dua orang saksi yang adil bahwa ayat itu benar-benar ditulis dihadapan Nabi atas perintah/ petunjuknya. Kemudian disimpan hafsah setelah Umar mangkat atas pesan Umar. terjadilah gerakan pembangkangan membayar zakat dan gerakan keluar dari agama islam (Murtad) dibawah pimpinan Musailamah. ia berpegangan pada dua hal. maka semuanya itu menjamin Al-Qur’an tetap terpelihara secara lengkap dan murni. kemudian ia memerintahkan Kepada Zaid Bin Tsabit agar segera menghimpun ayat-ayat Al-Qur’an dalam satu mushaf/suhuf Zaid sangat berhati-hati dalam menjalankan tugas ini. Terjadilah clash fisik di Yamamah yang menimbulkan banyak korban di kalangan Islam termasuk 70 sahabat yang Hafidz Al-Qur’an terbunuh sebagai Syuhada’ Peristiwa itu mendorong umar untuk menyarankan kepada Khalifah segera menghimpun ayatayat Al-Qur’an dalam satu mushaf. Penulisan Al-Qur’an pada periode Khalifah Abu Bakar Setelah Nabi wafat dan Abu Bakar diangkat sebagai Khalifah. 2.Qur’an yang tidak sedikit jumlahnya.. terjadilah perbedaan bacaan Al-Qur’an di kalangan umat islam dan kalau dibiarkan. Mushaf karya Zaid Bin Tsabit ini kemudian disimpan oleh Abu Bakar dan kemudian Umar setelah Abu Bakar wafat. Gerakan ini segera di tindak Oleh Abu Bakar dengan mengirimkan pasukan di bawah Khalid Bin Walid.

Baru setelah hafsah wafat. dan lagi untuk menghindari keragu-raguan umat Islam di masa yang akan dating terhadap mushaf AlQur’an. kitab suci ini tidak seperti kitab- . pernah meminta Hafsah agar suhufnya dibakar. tetappi ditolak oleh Hafsah. suhufnya di ambil oleh Marwan dan kemudian dibakarnya. mushaf Hafsah yang dipinjamnya dikembalikan ke Hafsah. yakni: Zaid Bin Tsabit. Panitia Zaid diperintah menyalin suhuf Hafsah dalam jumlah beberapa buah untuk dikirimkan ke beberapa daerah Islam disertai intruksi bahwa semua suhuf yang berbeda dengan Mushaf Utsman yang terkirim itu harus di musnahkan / dibakar. sebab suhuf Hafsah ini di pandang sebagai naskah Al-Qur’an standart. kemudian membentuk panitia terdiri dari empat orang. mulai dari sisi Allah hingga langsung kepada Nabi Muhammad SAW. Sai’id Bin Al-Ash. BAB III PENUTUP KESIMPULAN Pengertian turunnya alqur’an ialah menetapkan / memantapkan / memberitahukan /menyampaikan Al-Qur’an. tahap-tahap turunnya Al-Qur’an” ialah tertib dari fase-fase disampaikan kitab suci Al-Qur’an. demi untuk menagamankan keseragaman mushaf Al-Qur’an yang telah diusahakan oleh Khlaifah Utsman. Panitia ini diketuai oleh Zaid dan bertugas menyalin Al-Qur’an yang disimapn oleh Hafsah. Abdullah Bin Al-Zubair Dan Abdurrahman Bin Harits Bin Hisyam. maupun kepada Nabi Muhammad. Marwan Bin Al-Hakam seoarang Khalifah Bani Umayyah. baik di sampaikan Al-Qur’an itu ke Lauhil Mahfudz atau ke Baitul Izzah di langit dunia. Tindakannya terpaksa dilakukan. Setelah panitia Zaid berhasil melaksanakan tugasnya. Khalifah Utsman dapat menerima ide Hudzaifah.sahabat Hudzaifah menyarankan kepada khalifah agar berusaha mengusahakan keseragaman bacaaan Al-Qur’an. jika masih terdapat dua macam naskah (Suhuf Hafsah dan Mushaf Utsman).

Surabaya. 1980 . Ag.Djalal. Amin… DAFTAR PUSTAKA . dan sejarah penulisan AlQur’an yang begitu panjang prosesnya. 2000 Pustaka Setia. sewaktu beliau sedang berkhalwat (meditasi ) di dalam gua hira’ di atas Jabal Nur. Studi Ulumul Quran Telaah Atas Mushaf Utsmani. tanggal 17 Ramadhan pada waktu Nabi telah berusia 41 tahun bertepatan tanggal 6 Agustus 610 M.Rosihan Anwar. Ulumul Quran. Dr. . M. H. H. 2003 .Masjfuk Zuhdi. PT. Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur berupa beberapa ayat dari sebuah surat atau sebuah surat ynag pendek secara lengkap.Drs. Ag. Bina Ilmu. Drs. Sebab kitab suci ini diturunkan secara bertahap. M. Bandung. 2001 .Taufiqurrohman. Dan penyampaian Al-Qur’an secara keseluruhan memakan waktu lebih kurang 23 tahun.kitab suci sebelumnya. Ayat yang pertama kali turun adalah 1-5 surah Al-Alaq: Sedangkan Penulisan/penghimpunan Al-Qur’an mengalami 3 ( tiga ) periode yaitu: 1) penulisan Al-Qur’an pada periode Nabi Muhammad SAW 2) Penulisan Al-Qur’an pada periode Khalifah Abu Bakar 3) Penulisan/ penghimpunan Al-Qur’an periode Khalifah Utsman Bin Affan Setelah kita mengetahui dari sejarah turunnya al-qur’an al-karim. Surabaya. A. sehingga kita akan selamat di Dunia maupun di Akherat kelak. Dunia Ilmu. Sedangka permulaan turunya Al-Qur’an adalah pada malam Lailatul Qadar. Ulumul Quran. Prof. semoga menimbulkan ketebalan iman kita terhadap AlQur’an. Pustaka Setia. Bandung. yakni 13 tahun waktu nabi masih tingggal di makkah sebelum hijrah dan 10 tahun waktu nabi hijrah ke madinah. Dan kita mau mengamalkan apa yang di perintahkan dalam Al-Qur’an dan meninggalkan apa yang dilarang oleh Al-Qur’an. Pengantar Ulumul Quran. Abdul. sehingga betul-betul menunjukkan kemukjizatannya.

yang dimaksud dengan ‗ULUUMUL QUR‘AN ialah yang membahas masalah-masalah yang berhubungan dengan Qur‘an dari segi asbaabun nuzuul. mukjizatnya. sanadnya. baik yang berhubungan dengan lafal-lafalnya maupun yang berhubungan dengan hukum-hukumnya. Terdapat berbagai defenisi tentang yang dimaksud dengan Ulumul Qur‘an ( ilmu ilmu alqur‘an ). adabnya.W. makna – maknanya. ia akan menempati tempatnya di api neraka. Mushaf itu disebut mushaf imam. penulisannya. cara pengucapan yang tepat. Ulumul Qur‘an adalah : ― ilmu yang membahas tentang keadaan al-qur‘an dari segi turunnya. Dan barang siapa yang sengaja berdusta atas namaku. tetapi saat itu Rasulullah S.1. contohnya yaitu : Imam Al-Zarqani dalam kitabnya manahil al-irfan fi ulum al-qur‘an merumuskan Ulumul Qur‘an sebagai berikut : ― Pembahasan-pembahasan masalah yang berhubungan dengan alqur‘an. PENGERTIAN ULUMUL QUR‘AN Kata ‗Uluum jamak dari kata ‗ilmu. ― Muslim meriwayatkan dari Abu Sa‘id al-khudri. nasikh mansukhnya.a. bacaannya.A. Kemudian datang masa kekhalifahan Ali r.ULUMUL QUR‘AN DAN PERKEMBANGANNYA I.A. Dan ini dianggap sebagai permulaan dari ‗Ilmu Rasmil Qur‘an. urut-urutannya. Dan atas perintahnya. dimasa kekhalifahan Abu Bakar dan Umar r. pengumpulannya. dari segi turunnya.‖ Sekalipun sesudah itu.. Penulisan mushaf tersebut dinamakan Rasmul ‗Usmani yaitu dinisbahkan kepada Usman. dan sebagainya‖. ‗Ilmu berarti al-fahmu walidraak (―paham dan menguasai‖).a. Kemudian datang masa kekhalifahan Usman r. dan bantahan terhadap hal-hal yang dapat menimbulkan keragu-raguan terhadap al-qur‘an dan sebagainya‖. Abul Aswad ad-Du‘ali meletakkan kaidah kaidah Nahwu. Rasulullah S. Terkadang ilmu ini dinamakan juga USUULUT TAFSIIR (―dasar-dasar tafsir‖). Jadi. karena ia khawatir Qur‘an akan tercampur dengan yang lain.A. Dan hal itu pun terlaksana. karena yang dibahas berkaitan dengan beberapa masalah yang harus diketahui oleh seorang mufasir sebagai sandaran dalam menafsirkan Qur‘an. al-Makki wal Madani.r. II.W baru mengizinkan kepada sebagian sahabat untuk menulis hadist. Kemudian arti kata ini berubah menjadi masalah-masalah yang beraneka ragam yang disusun secara ilmiah. dan lain sebagainya yang berhubungan dengan Qur‘an. tetapi hal yang berhubungan dengan Qur‘an. para sahabat menulis tetap didasarkan pada riwayat yang melalui petunjuk di zaman Rasulullah S. Imam Al-Suyuthi dalam kitab itmamu al-dirayah mengatakan. dan memberikan . an-Nasikh wal mansukh. barang siapa yang menuliskan dari aku selain Qur‘an.a dan keadaan menghendaki untuk menyatukan kaum muslimin pada satu mushaf. hendaklah dihapus. baku. bahwa rasulullah S.W tidak mengizinkan mereka menuliskan sesuatu dari dia selain Qur‘an.a. Dan ceritakan apa yang dariku.W berkata : ―Janganlah kamu tulis dari aku.A. dan itu tiada halangan baginya. almuhkam wal mutasyaabih. Salinan salinan mushaf itu juga dikirimkan ke beberapa propinsi. PERKEMBANGAN ULUMUL QUR‘AN Ulumul Qur‘an itu sendiri bermula dari Rasulullah SAW.

lahir pula karangan yang berdiri sendiri mengenai pokok-pokok pembahasan tertentu yang berhubungan dengan Qur‘an. dan ‗Abdurrazzaq bin hammam (wafat 112H). selanjutnya ditulis secara bebas dan mandiri. Kemudian langkah mereka diikuti oleh segolongan ulama. Mujahid. Ulama penduduk Medinah dalam ilmu tafsir diantaranya adalah Zubair bin Aslam. ‗Ataa‘ bin Abi Rabaah. Diantara para mufasir yang termasyhur dari para sahabat adalah empat orang khalifah. Tetapi terbatas hanya pada makna beberapa ayat dengan penafsiran tentang apa yang masih samara dan penjelasan apa yang masih global. Abu Musa al. kemudian Ibn Mas‘ud. yang terkenal adalah Yazid bin Harun as-Sulami (wafat 117H). Dan yang diriwayatkan dari mereka itu semua meliputi ilmu Tafsir. seperti Mujahid. Pada abad kedua hijri tiba masa pembukuan (tadwiin)yang dimulai dengan pembukuan hadist dengan segala babnya yang bermacam-macam. Namun tafsir mereka yang tertulis tidak ada yang sampai ke tangan kita. Waki‘ bin Jarraah (wafat 197H). lalu diikuti oleh at-tafsir bir ra‘yi (berdasarkan penalaran). Dari murid-murid Abdullah bin Mas‘ud di Irak yang terkenal ‗Alqamah bin Qais. Ibnu Taimiyah berkata : ―Adapun mengenai Ilmu tafsir. Mereka menyusun tafsir Qur‘an yang lebih sempurna berdasarkan susunan ayat. Diantara mereka itu. Sufyan bin ‗Uyainah (wafat 198).ketentuan harakat pada Qur‘an. ‗Amir asy-Sya‘bi. dan itu juga menyangkut hal berhubungan dengan tafsir. Para sahabat senantiasa melanjutkan usaha mereka dalam menyampaikan makna-makna Qur‘an dan penafsiran ayat-ayatnya yang berbeda-beda dalam memahami dan karena adanya perbedaan lama dan tidaknya mereka hidup bersama Rasulullah SAW. Diantara murid-murid Ibn Abbas di Mekkah yang terkenal ialah Sa‘id bin jubair. karena mereka sahabat Ibn Abbas. ‗Ikrimah maula Ibn Abbas dan sahabat sahabat Ibn Abbas lainnya. Demikianlah tafsir pada mulanya dinukilkan (dipindahkan) melalui penerimaan (dari mulut ke mulut) dari riwayat. yaitu para tabi‘in. ilmu Makki Wal Madani. Hal yang demikian diteruskan oleh murid-murid mereka. Malik dan anaknya Abdurrahman serta Abdullah bin Wahb. Maka sebagian ulama membukukan tafsir Qur‘an yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW. kemudian dibukukan sebagai salah satu bagian hadist. Sedang tafsir yang mereka susun merupakan salah satu bagiannya. Ini juga dianggap sebagai permulaan ‗Ilmu I‘rabil Qur‘an. Zaid bin Aslam. Ibn ‗Abbas. Tawus bin Kisan al-Yamani dan ‗Ataa‘ bin Abi Rabaah. Dan yang paling terkenal diantara mereka ada Ibn Jarir at-Tabari (wafat 310H). Ubai bin Ka‘b. Disamping ilmu tafsir. Masruq. . ‗Ikrimah bekas sahaya (maula) Ibn Abbas. Tetapi semua itu tetap didasarkan pada riwayat dengan cara didiktekan. ilmu Gariibil Qur‘an. Begitu juga penduduk Kufah dari sahabat Ibn Mas‘ud. dan mereka itu mempunyai kelebihan dari ahli tafsir yang lain. Mereka semua adalah para ahli hadist. Mengenai para tabi‘in. Abdullah bin Mas‘ud. orang yang paling tahu adalah penduduk Mekkah. dan Ubai bin Ka‘b. Zaid bin Sabit. Banyak riwayat mengenai tafsir yang diambil dari Abdullah bin Abbas. Dan terkenal pula diantara murid-murid Ubai bin Ka‘b di medinah. diantara mereka ada satu kelompok terkenal yang mengambil ilmu ini dari para sahabat disamping mereka sendiri bersungguh-sungguh atau melakukan ijtihad dalam menafsirkan ayat. dari para sahabat atau dari para tabi‘in. Hasan al-Basri dan Qatadah bin Di‘amah as-Sadusi. Maka berlangsunglah proses kelahiran at-tafsir bil ma‘sur (berdasarkan riwayat). Abul ‗Aliyah dan Muhammad bin Ka‘b al-Qurazi. Dan apa yang diriwayatkan dari mereka tidak berarti sudah merupakan tafsir Qur‘an yang sempurna. Syu‘bah bin Hajjaj (wafat 160H). ilmu Asbaabun Nuzuul. alAswad bin Yazid. dan ilmu Nasikh dan Mansukh.Asy‘ari dan Abdullah bin Zubair. dan hal ini sangat diperlukan oleh seorang mufasir.

al-Qaul fil waqfi wat tamaam ( pendapat mengenai tanda berhenti dan tidak) Sedangkan Qira‘at diletakkan dalam judul tersendiri pula.Ali bin al-Madani (wafat 234H). guru Bukhari.Muhammad bin khalaf bin Marzaban (wafat 309H). al-Hufi (wafat 330H) dianggap sebagai orang pertama yang membukukan ‗Ulumul Qur‘an/ ilmu-ilmu Qur‘an. menulis mengenai I‘raabul Qur‘an.Badruddin az-Zarkasyi (wafat 794H). menyusun al-Haawii faa ‗Uluumil Qur‘an. Kemudian karang mengarang tentang ilmu-ilmu Qur‘an terus berlanjut. masing-masing diberi judul sendiri pula.Ibn Qutaibah (wafat 276H). menyusun al-Istignaa‘fi ‗Uluumil Qur‘an.Ali bin Ibrahim bin Sa‘id al-Hufi (wafat 430H). menyusun tentang tamsil-tamsil dalam Qur‘an (Amsaalul Qur‘an). menyusun tentang problematika Qur‘an / Musykilatul Qur‘an. juga menulis tentang ilmu-ilmu Qur‘an. maka Syaikh Muhammad ‗Abdul ‗Aziim az-Zarqaani menyebutkan didalam kitabnya Manaahilul ‗Irfan fi ‗Uluumil Qur‘an bahwa ia telah menemukan didalam perpustakaan Mesir sebuah kitab yang ditulis oleh Ali bin Ibrahim bin Sa‘id yang terkenal dengan al-Hufi. menulis mengenai ilmu Qira‘at (cara membaca Qur‘an) dan Aqsaaul Qur‘an. . ada : . ada : . Dia membicarakan ilmuilmu Qur‘an yang dikandung ayat itu secara tersendiri. .Abu Bakar al-Baqalani (wafat 403H). . . menyusun Ghariibil Qur‘an.‗Alamuddin as-Sakhawi (wafat 634H). . menyusun I‘jazul Qur‘an. dan judul yang umum disebut dengan al-Qaul fii Qaulihi ‗Azza wa jalla (pendapat mengenai firman Allah ‗Azza wa jalla). . dengan menulis sebuah kitab berjudul Funuunul Afnaan fi ‗Aja‘ibi ‗Uluumil Qur‘an.Al-‗Izz bin ‗Abdus Salam (wafat 660H). Pengarang membicarakan ayat-ayat Qur‘an menurut tertib mushaf. . seperti : . Setiap penulis dalam karangannya itu menulis bidang dan pembahasan tertentu yang berhubungan dengan ilmu-ilmu Qur‘an. judulnya al-Burhaan fi ‗uluumil Qur‘an yang terdiri atas tiga puluh jilid.Pada abad ketiga hijri. Kemudian kegiatan karang mengarang dalam hal ilmu ilmu Qur‘an tetap berlangsung sesudah itu.Abu ‗Ubaid al-Qasim bin Salam (wafat 224H). . yang disebut al-Qaul fil Qira‘at (pendapat mengenai qira‘at). Dengan metode seperti ini. menyusun karangannya mengenai asbaabun nuzuul. Meskipun pembukuannya memakai cara tertentu seperti yang disebut diatas. . . . menulis tentang Nasikh-Mansukh dan Qira‘aat. Dan kadang ia berbicara tentang hukum-hukum dalam Qur‘an. Sedang pengumpulan hasil pembahasan dan bidang-bidang tersebut mengenai ilmu-ilmu Qur‘an. menyusun tentang majaz dalam Qur‘an. Pada abad keempat hijri. memberikan tambahan atas kitab al-Burhan didalam .Ibnul jauzi (wafat 597H). Kemudian dibawah judul ini dicantumkan : . menulis sebuah kitab lengkap dengan judul alBurhaan fi ‗Uluumil Qur‘an.al-Qaul fil ma‘naa wat Tafsir (pendapat mengenai makna dan tafsirnya) .al-Qaul fil I‘rab (pendapat mengenai morfologi) .Jalaluddin al-Balqini (wafat 824H).Al-Mawardi (wafat 450H).Abu Muhammad bin Qasim al-Anbari (wafat 351H). semuanya atau sebagian besarnya dalam satu karangan.Abu Bakar as-Sijistani (wafat 330H). seperti ada : .Muhammad bin Ali al-Adfawi (wafat 388H).

Kitab at-Tibyaan fi ‗uluumil Qur‘an. oleh Syaikh Muhammad ‗Ali Salamah. . RUANG LINGKUP ULUMUL QUR‘AN Dari uraian diatas tersebut tergambar bahwa Ulumul Qur‘an adalah ilmu ilmu yang berhubungan dengan berbagai aspek yang terkait dengan keperluan membahas al-qur‘an. oleh Mustafa Sabri. . Pembahasan-pembahasan tersebut diatas dikenal dengan sebutan ‗ULUUMUL QUR‘AN. . Subhi al-shalih lebih lanjut menjelaskan bahwa para perintis ilmu al-qur‘an adalah sebagai berikut : Dari kalangan sahabat nabi Dari kalangan tabi‘in di madinah Dari kalangan tabi‘ut tabi‘in (generasi ketiga kaum muslimin) Dan dari generasi-generasi setelah itu. oleh Syaikh Tahir al-Jaza‘iri.kitabnya Mawaqi‘ul ‗Uluum min Mawaaqi‘in Nujuum. Karena itu wajarlah kalau para sahabat bertanya kepada beliau ketika mendapatkan kesulitan dalam memahami sesuatu ayat.Kitab Manhajul Furqaan fi ‗Uluumil Qur‘an. Diantara kandungan Qur‘an terdapat ayat ayat yang tidak dapat diketahui ta‘wilnya kecuali melalui penjelasan Rasulullah . yang ditulis oleh Mustafa Sadiq ar-Rafi‘i.Kitab Tarjamatul Qur‘an. Nabi S.Kitab at-Taswiirul Fanni fil Qur‘an dan Masyaahidul Qiyaamah fil Qur‘an.Kitab Muzakkiraat ‗Uluumil Qur‘an. . Para ulama mufasir dari semua kalangan dan generasi-generasi yang tercakup dalam lingkup Uluumul Qur‘an menafsirkan Qur‘an selalu berpegang pada : 1). oleh Jamaluddin al-Qasimi. oleh Dr. seperti : .A. . Dan akhirnya muncul Kitab Mabaahisu fi ‗Uluumil Qur‘an oleh Dr. III.Kitab I‘jaazul Qur‘an. oleh Muhammad ‗Abdul ‗Azim az-Zarqani. . . Muhammad ‗Abdullah Daraz.Kitab Manaahilul ‗irfan fi ‗Uluumil Qur‘an.Kitab an-Naba‘ul ‗Aziim. Inilah yang dinamakan ―Tafsir Qur‘an dengan Qur‘an‖. oleh Syaikh Ahmad ‗Ali. menyusun kitab yang terkenal al-Itqaan fi Uluumil Qur‘an.W Mengingat beliaulah yang bertugas untuk menjelaskan Qur‘an. misalnya rincian tentang perintah dan larangan-Nya serta ketentuan mengenai hukum-hukum yang difardhukan-Nya. . oleh Muhammad Mustafa al-Maragi. . Orang-orang yang menghubungkan diri dengan gerakan pemikiran islam telah mengambil langkah yang positif dalam membahas kandungan Qur‘an dengan metode baru pula. Terkadang pula sebuah ayat datang dalam bentuk mutlaq atau umum namun kemudian disusul oleh ayat lain yang membatasi atau mengkhususkannya. Juga diikuti oleh Ustadz Ahmad Muhammad Jaml yang menulis beberapa studi sekitar masalah ―Maa‘idah‖ dalam Qur‘an. . Kepustakaan ilmu-ilmu Qur‘an pada masa kebangkitan modern tidaklah lebih kecil daripada nasib ilmu-ilmu yang lain. . 2).Kitab Mas‘alatu Tarjamatil Qur‘an.Jalaluddin as-Suyuti (wafat 911H). Subhi as-Salih. oleh Sayid Qutb. dan kata ini telah menjadi istilah atau nama khusus bagi ilmu-ilmu tersebut.Kitab Mukaddimah tafsir Mahaasinut Ta‘wil. Al-Qur‘anul Karim Sebab apa yang yang dikemukakan secara global di satu tempat/ayat dijelaskan secara terperinci ditempat/ayat yang lain.

masanya. tinggi. Tujuan mempelajari ulumul qur‘an ini adalah untuk memperoleh keahlian dalam mengistimbath hukum syara‘. Ilmu ini menerangkan makna-makna kata yang halus. dan banyak perbedaanperbedaan dari kalangan sahabat. tempat turunnya ayat-ayat al-qur‘an. tidak ada sedikit pun tafsir / ilmu ilmu tentang Qur‘an yang dibukukan. satu demi satu dari awal turun hingga akhirnya. baik mengenai keyakinan atau I‘tiqad. seperti ilmu qira‘at. awal dan akhirnya. Riwayat dari para sahabat yang berasal dari Rasulullah SAW cukup menjadi acuan dalam mengembangkan ilmu-ilmu Qur‘an. Ilmu Qira‘at yaitu : ilmu yang menerangkan rupa-rupa Qira‘at ( bacaan Al-Qur‘an yang diterima dari Rasulullah SAW ). Ilmu yang berhubungan dirayah.3). tempat mulai dan pemberhentiannya. dan sebab-sebabnya. Ilmu tajwid yaitu : ilmu yang menerangkan cara membaca al-qur‘an. Ilmu Wujuh wa al-nazhair yaitu : ilmu yang menerangkan kata-kata al-qur‘an yang banyak arti. 4). Dan yang cukup banyak menafsirkan Qur‘an seperti empat orang khalifah dan para sahabat lainnya. menerangkan makna yang dimaksud pada satu-satu tempat. Pada masa kalangan sahabat. Ilmu I‘rabil qur‘an yaitu : ilmu yang menerangkan baris al-qur‘an dan kedudukan lafal dalam ta‘bir ( susunan kalimat ). atau tidak terdapat dalam percakapan sehari-hari. . Pemahaman dan ijtihad Apabila para sahabat tidak mendapatkan tafsiran dalam Qur‘an dan tidak pula mendapatkan sesuatu pun yang berhubungan dengan hal itu dari Rasulullah. Ilmu Tawarikh al-nuzul yaitu : ilmu yang menerangkan dan menjelaskan masa turun ayat dan tertib turunnya. CABANG CABANG ULUMUL QUR‘AN Secara garis besar Ulumul Qur‘an terbagi dua. Ini mengingat mereka adalah orang-orang Arab asli yang sangat menguasai bahasa Arab. yakni ilmu yang diperoleh dengan jalan penelaahan secara mendalam seperti memahami lafal yang gharib (asing pengertiannya) serta mengetahui makna ayat yang berhubungan dengan hukum. sebab pembukuan baru dilakukan pada abad kedua hijri. yaitu: Ilmu yang berhubungan dengan riwayat semata mata. Masa pembukuan dimulai pada akhir dinasti Bani Umayah dan awal dinasti Abbasiyah. dan pelik. Para Sahabat Mengingat para sahabatlah yang paling dekat dan tahu dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. amalan. IV. Ilmu Asbab al-nuzul yaitu : ilmu yang menerangkan sebab sebab turunnya ayat. budi pekerti. waktu turunnya. maupun lainnya. Cabang-cabang dari Ulumul Qur‘an adalah sebagai berikut : Ilmu Mawathin al-nuzul yaitu : ilmu yang menerangkan tempat tempat turunnya ayat. memahaminya dengan baik dan mengetahui aspek-aspek yang ada didalamnya. dan tertib turun surat dengan sempurna. Ilmu Gharib al-qur‘an yaitu : ilmu yang menerangkan makna kata-kata yang ganjil yang tidak terdapat dalam kitab-kitab biasa. maka mereka melakukan ijtihad dengan mengerahkan segenap kemampuan nalar. Ilmu Ma‘rifat al-muhkam wa al-mutasyabih yaitu : ilmu yang menyatakan ayat ayat yang dipandang muhkam dan ayat ayat yang dianggap mutasyabih.

Brasilia. Ilmu Adab al-tilawah al-qur‘an yaitu : ilmu yang mempelajari segala bentuk aturan yang harus dipakai dan dilaksanakan didalam membaca al-qur‘an. Yang maha bijaksana dan maha mengetahui. Andaikata ia bukan dari allah Swt. Al-Qur‘an dengan huruf-hurufnya. . Oleh karena itu kita sebagai umat islam harus benar-benar mengetahui kandungan-kandungan yang ada didalamnya dari berbagai aspek. dan ketentuan yang harus dijaga ketika membaca al-qur‘an. bab-babnya. Secara tidak langsung pemikiran merekalah yang mengilhami kita dalam memaham al-qur‘an. tentu terdapat perbedaan yang banyak. Ilmu Amtsal al-qur‘an yaitu : ilmu yang menerangkan segala perumpamaan yang ada dalam al-qur‘an. kesopanan. Ulumul Qur‘an adalah salah satu jalan yang bisa membawa kita dalam memahami kandungan Al-Qur‘an. bagaikan pelita yang memberikan cahaya kearah hidayah ma‘rifah.sehingga kita hendaknya harus dapat memahami tentang kandungan di dalamnya. dan ketinggian balaghahnya. kepelikan.Ilmu Al-Nasikh wa al-Mansukh yaitu : ilmu yang menerangkan ayat ayat yang dianggap mansukh oleh sebagian mufasir. Iraq dan lain-lain. Ayat-ayatnya tentu ditetapkan kemudian diperinci dari allah Swt. Al-Qur‘an juga adalah kitab hidayah dan ijaz (melemahkan yang lain). Sejarah Dan Perkembangan Ulumul Qur'an BAB I PENDAHULUAN Al-Qur‘an adalah sumber hukum islam yang pertama. Ilmu Jidal al-qur‘an yaitu : ilmu untuk mengetahui rupa rupa debat yang dihadapkan alqur‘an kepada kaum musyrikin dan lainnya. Segala kesusilaan. Ilmu Tanasub ayat al-qur‘an yaitu : ilmu yang menerangkan persesuaian antara suatu ayat dengan ayat sebelum dan sesudahnya. sehingga ia dipandang sebagai mukjizat. Ilmu Bada‘I al-qur‘an yaitu : ilmu yang membahas keindahan keindahan al-qur‘an. Ilmu Aqsam al-qur‘an yaitu : ilmu yang menerangkan arti dan maksud-maksud sumpah tuhan atau sumpah-sumpah lainnya yang terdapat di al-qur‘an. ilmu ini menerangkan kesusastraan al-qur‘an. Al-Qur‘an adalah laksana sinar yang memberikan penerangan terhadap kehidupan manusia. Ilmu I‘daz al-qur‘an yaitu : ilmu yang menerangkan kekuatan susunan tutur al-qur‘an. suratsuratnya dan ayat-ayatnya yang sama di seluruh dunia. Selain memahami alqur‘an kita juga perlu tau mengetahui bagaimana perkembangan ulumul qur‘an dan siapa saja tokoh-tokoh yang menjadi pendongkrak munculnya ulumul qur‘an. Dan ilmu-ilmu lain yang membahas tentang Al-Qur‘an. baik di Jepang.

muhkam mutasyabih. hitungan itu . kritiknya itu menyangkut penyebutan istilah Ulumul Qur‘an dalam kitab Al-Burhan Fi Ulumul Qur‘an yang pertama kali muncul.1[1] Adapun secara definisi umum Ulumul Qur‘an adalah sejumlah pembahasan yang berkaitan dengan Al-Qur‘an dan pembahasan itu menyangkut materi-materi yang selanjutnya menjadi pokokpokok bahasan Ulumul Qur‘an. 430 H) dalam karyanya yang berjudul Al-Burhan fi Ulum Al-Qur‘an. ilmu yang dimaksud disini sebagaimana didefinisikan Abu Syahbah adalah sejumlah materi pembahasan yang dibatasi kesatuan tema ataupun tujuan. yaitu ketika Ibn Al-Marzuban menullis kitab yang berjudul Al-Hawi Fi Ulum Al-Qur‘an. secara bahasa ulumul qur‘an adalah ilmu (pembahasan) yang berkaitan dengan Al Qur‘an. Ilmu-ilmu Al-Qur‘an mencapai 77.450. Kitab hasil cetakannya mencapai 250 halaman itu menyajikan tentang Makki-madani. Ia berpendapat bhwa istilah ulumul qur‘an sudah muncul sejak abad 3 H. yang disampaikan oleh Al-Hufi (w. kondifikasi al qur‘an. yaitu Ulum dan Al-Qur‘an. Lebih lanjutnya syahbah mengkritik analisis yang dikeluarkan Az-Zarqani. penolakan terhadap berbagai keraguan yang menyangkut pengodifikasian al qur‘an dan penulisan mushaf. Dengan demikian .BAB II PEMBAHASAN A. Kata Ulum merupakan bentuk jama‘ dari kata Ilmu. dan ditulis pada mushaf mulai dari awal Surat Al-Fatihah(1) sampai akhir Surat An-Nas(114). berpendapat bahwa istilah ulumul qur‘an muncul dalam kitab Al -Mabani fi Nazhm Al-Ma‘ani yang ditulis tahun 425 H. Dengan merujuk kitab Muqaddimatani Fi Ulum Al-Qur‘an yang dicetak tahun 1954 dan disunting oleh Arthur Jeffri. adapun Az-Zarqani menyatakan bahwa istilah itu muncul pada abad 5 H. penulisan mushaf. nuzul al qur‘an. tafsir. takwil. Pengertian dan sejarah ulumul qur’an Ungkapan Ulumul Qur‘an berasal dari bahasa arab. Banyaknya ilmu yang ada kaitannya dengan pembahasan Al-Qur‘an menyebabkan banyak pula pembahasan ruang lingkup Ulumul Qur‘an. jumlah surat dan ayat. Mengenai kemunculan istilah ulumul qur‘an untuk yang pertama kalinya para penulis menyatakan bahwa Abu Al-Farj Bin Al-Jauzi – lah yang pertama kali memunculkan kata tersebut pada abad ke-6 H. turunnya Al-Qur‘an dengan Tujuh Huruf (Sab‘ah Ahruf) dan pembahasan lainnya. Adapun Al-Qur‘an sebagaimana didefinisikan sebagian ulama adalah kalamullah yang diturunkan kepada Nabi-Nya Muhammad SAW. yang lafadz-lafadznya mengandung mukjizat.

baik menyangkut proses turunya maupun cara penurunanya. Ilmu an-Nasikh wa al-Mansukh.1[2] C. Ilmu Tartib al-Quran. adalah ilmu yang membicarakan tentang cara menjelaskan dan menguraikan isi kandungan atau makna ayat-ayat al-Quran. batin. adalah ilmu yang membicarakan tentang penghapus atau . hadd. 6. Persoalan kata-kata al-qur‘an. adalah ilmu yang membahas tentang pengumpulan al-Quran . d. c. e. Ilmu Tafsir al-Quran. baik dari segi proses pengumpulannya maupun cara-caranya.1[3] f. dan mathla. Ilmu Nuzul al-Quran. Pokok-Pokok Pembahasan Ulumul Quran Dari kedua definisi yang telah dikemukakan sebelumnya terlihat ada sebelas macam contoh nama-nama ilmu Quran yang disebutkan. 5. ilmu yang menceritakan tentang bahsan tata cara penulisan al-Quran. adalah ilmu yang membicarakan tentang al-Quran dari segi melafalkannya yang dinisabkan pada nama-nama qiraat termasuk didalamnya ilmu tajwid. 3. b. Persoalan turunnya al-qur‘an (nuzul al-qur‘an) 2. adalah ilmu yang membicarakan tentang keistimewaan al-Quran yang berfungsi sebagai bukti kenabian Muhammd saw. g. B. Persoalan makna al-qur‘an yag berkaitan dengan kata-kata al-quran. Namun sebatas kemampuan manusia. Persoalan sanad (rangkaian para periwayat). Ilmu Kitabah al-Quran adalah. Beberapa ruang lingkup pembahasan ulumul qur’an 1. Persoalan makna-makna al-qur‘an yang berkaitan dengan hukum. adalah ilmu yang membicarakan tentang pengumpulan al-Quran. Ilmu I‘jaz al-Quran. adalah ilmu yang membahas al-Quran dari segi penurunannya. Termasuk di dalamnya ilmu asbab an-nuzul adalah ilmu yang membicarakan tentang latar belakang historis turunnya suatu ayat atau beberapa ayat al-Quran. baik dari segi proses pengumpulanya maupun cara-caranya. Persoalan qira‘at ( cara pembacaan al-qur‘an) 4. h. yaitu : a. Sedekat mungkin sesuai dengan apa yang dimaksud oleh penuturnya (Allah swt). Ilmu Jam‘ al-Quran.diperoleh dari hasil perkalian jumlah kalimat Al-Qur‘an dengan empat karena tiap-tiap kalimat dalam Al-Qur‘an mempunyai empat makna yaitu zhahir. Ilmu Qira‘at al-Quran.

Perintah Ali inilah yang membuka gerbang pengodifikasian ilmu-ilmu agama dan bahasa arab. memiliki kebiasaan untuk tidak berpindah kepad ayat lain. Fase Sebelum Kodifikasi (Qobl ‘Ashr At-Tadwin) Pada fase sebelum kodifikasi. Ilmu al-Muhkam wa al-Mutasyabbih. ulumul qur‘an dan ilmu-ilmu lainnya sebelum dikodifikasikan dalam bentuk kitab atau mushaf. satu-satunya yang sudah dikodofikasikan pada saat itu hanyalah Al-Qur‘an. j. Hal itu ditandai dengan kegairahan para sahabat untuk mempelajari al-qur‘an dengan sungguh-sungguh terlebih lagi diantara mereka sebagaimana diceritakan oleh Abu Abdurrahman As-Sulami. di Makkah atau di Madainah.450 (tujuh puluh ribu empat ratus lima puluh ribu) ilmu . sebelum memahami dan mengamalkan ayat yang sedang dipelajarinya. 2. Fase Kodifikasi Sebagaimana diketahui pada fase sebelum kodifikasi. adalah ilmu yang membicarakan tentang cara menolak hujatan yang mencela eksistensi al-Quran. . Ilmu Daf‘ al-Syubhah. Bahkan al-Qadhi Abu Bakr ibn al-Arabi dalam kitabnya (Qanun at-Ta‘wil) menyebutkan ulumul quran itu memiliki cabang sebanyak 77.1[4] D. sebelum hijrah atau sesudah hijrah. Ilmu al-Makkiy wa al-Madany. dan juga berdasarkan waktu turunnya. adalah ilmu yang membicarakan tentang klasifikasi ayatayat al-Quran berdasarkan tempat turunnya. ulumul qur‘an telah dianggap sebagai benih yang kemunculannya sangat diraqsakan sejak masa Nabi. Hal it uterus berlangsung sampai ketika Ali Bin Abi Thalib memerintahkan Abu Al-Aswad untuk menulis nahwu1[5]. k. adalah ilmu yang membicarakan tentang adanya ayatayat al-Quran yang jelas dan tagas kandungan maknanya. sehingga membuat orang mukmin ragu terhadap kewahyuannya dan otentisitasnya/keasliannya. Fase perkembangan Ulumul Qur’an 1. Sebenarnya ulumul quran tidak terpatok pada sebelas ilmu tersebut. i. tidak jelas dan menimbulkan multi interpretasi.pembatalan hukum yang terkandung dalam suata ayat dan pemberlakuan hukum pada ayat lainya. masih banyak lagi cabang-cabang ulumul quran yang lain. Hal ini terjadi apabila dua ayat dipandang mengandaung hukum yang kontradiktif. serta ayat-ayat yang maknanya masih samar. pengodifikasisan itu semakin marak dan meluas ketika Islam berada di bawah pemerintahan Bani Umayyah dan Abbasyah pada periode-0periode awal pemerintahannya.

Perkembangan ulumul qur’an 1. Perkembangan Ulumul Qur’an Abad IV H. Pada abad III selain tafsir dan ilmu tafsir para ulama mulai menyusun beberapa ilmu Al-Qur‘an (ulumul qur‘an). diantara kitabnya adalah . Mulai disusun ilmu gharib al-qur‘an dan beberapa diantaranya memakai istilah ulumul qur‘an. Dan Fadha‘il AlQur‘an Muhammad Bin Ayyub Adh-Dhurraits  Makki Wa Al-Madani Muhammad Bin Khalaf Al-Marzuban  Kitab Al-Hawei Fi Ulum Al-Qur‘an 3. Adalah : Syu‘bah Bin Hijjaj Sufyan Bin Umayah Sufyan Ats-Tsauri Waqi‘ Bin Al-Jarrh Muqotil Bin Sulaiman Ibn Jarir Ath-Thobari 2. pada ulama memberikan prioritas atas penyusunan tafsir sebab sebab tafsir merupakan induk ulumul qur‘an. Perkembangan Ulumul Qur’an Abad II H. Pada masa penyusunan ilmu-ilmu agama yang dimulai sejak permulaan abad II H.E. Perkembangan Ulumul Qur’an Abad III H. diantaranya : Ali Bin Al-Madani  Ilmu Asbab An-Nuzul Abu Ubaid Al-Qosimi Bin Salam  Ilmu Nasikh Wa Al-Mansukh. Ilmu Qiraat. Pada abad IV H. Diantara ulama abad II. Gharib Al-Qur‘an Aja‘ib Ulum Al-Qur‘an Al-Mukhtazan Fi Ulum Al-Qur‘an Nukat Al-Qur‘an Ad-Dallah Ala Bayyan Fi Anwa Al-Qur‘an Wa Al-Ahkam Al-Munbi‘ah‘an Ikhtilaf Al-Anam .

Pada abad ini disamping ada ulama yang meneruskan pengembangan ulumul qur‘an. Perkembangan Ulumul Qur’an Abad VII H.- Al-Astigna‘ Fi Ulum Al-Qur‘an1[6] 4. juga terdapat ulama yang mulai menyusun ilmu mubhamat al-qu‘an diantaranya : Abu Al-Qosim Bin Abdurrahamn As-Suhali  Kitab Mubhamat Al-Qur‘an Ibn Al-Jauzi  Funun Al-Afnan Fi Aja‘ib Al-Qur‘an Dan Kitab Al-Mujtab Fi Ulum Tata‘allaq Bi Al-Qur‘an1[7] 6. Pada abad ini muncullah ulama yang menyusun ilmu-ilmu baru tentang al-qur‘an. - - - - . ulama masa ini diantaranya : Ali Bin Ibrahim Bin Sa‘id Al-Hufi Abu Amr-Dani 5. Perkembangan Ulumul Qur’an Abad VI H. diantaranya : Ibn Abi Al-Isba‘  Ilmu Badu‘i Al-Qur‘an Ibn Al-Qayyim  Ilmu Aqsam Al-Qur‘an Najmuddin Ath-0thufi  Ilmu Hujjaj Al-Qur‘an 8. Pada abad ini mulai disusun ilmu-ilmu I‘rab al-qur‘an dalam satu kitab. Perkembangan Ulumul Qur’an Abad IX dan X H. Perkembangan Ulumul Qur’an Abad V H. Perkembangan Ulumul Qur’an Abad VIII H. Pada abad VII H ilmu-ilmu Al-qur‘an terus berkembang dengan mulai tersusunnya ilmu majaz al-qur‘an dan ilmu qira‘at. namun demikian penulisan kitab-kitab tentang ulumul qur‘an tetapo berjalan. Namun demikian penulisan kitab-kitab ulumul qur‘an masih terus dilakukan . Diantara ulamanya : Alamuddin As-Sakhawi  Hidayat Al-Murtab Fi Mutasyabih Ibn ‗Abd As-Salam / Al Izz  Ilmu Majaz Al-Qur‘an Abu Syamah  Al-Mursyid Al-Wajiz Fi Ulum Al-Qur‘an Tata‘allaq Bi Al-Qur‘an Al-Aziz 7.

Ad-Dahlawi  Al-Fauzul Kabir Fi Ushulil Tafsir Thahir Al-Jaziri  At-Tibyan Fi ‗Ulumil Qur‘an. Abu Daqiqah  ‗Ulumul Qur‘an M. Diantara ulamanya antara lain : Jalaludin Al-Bulqini  Mawaqi‘ An-Nujum Muhammad Bin Sulaiman Al-Kafiyaji  At-Tafsir Fi Qowa‘id At-Tafsir Jalaludin Abdurrahman Bin Kamaluddin As-Suyuti  At-Tahbir Fi Ulum At-Tafsir Setelah as-suyuti wafat pada tahun 911 H. Hal itu ditengarai dengan banyaknya ulama‘ yang mengarang ulumul qur‘an dan menuls kitab-kitabnya. Makin banyak karya para ulama tentang ulumul qur‘an pada masa ini ulumul qur‘an mencapai kesempurnaan. Sebagaimana penjelasan diatas. maka terhentilah gerakan penulisan al-qur‘an dan pertumbuhannya sampai abad ke-XIV H.Pada abad IX dan permulaan abad XH. perkembangan ilmu al-qur‘an seolah-olah telah mencapai puncaknya dan berhenti dengan berhentinya para ulama‘dalam pengembangan ilmu -ilmu al-qur‘an keadaan ini berlanjut sampai abad XIII H. bahwa setelah wafatnya imam as-suyuti tahun 911 H. Diantara para ulama‘ yang menulis tafsir/ ulumul qur‘an pada abad modern inin adalah sebagai berikut. baik tafsir maupun macam-macamnya kitab ulumul qur‘an. sebab pada abad ke-XIV H atau pada abad modern ini bangkit kembali kegiatan penulisan ulumul qur‘an dan perkembangan kitab-kitabnya. Pengembangan Ulumul Qur’an Abad Abad Modern.1[8] 9. Ali Salamah  Minhajul Furqon Fi ‗Ulumil Qur‘an .

Persoalan qira‘at ( cara pembacaan al-qur‘an). yang lafadz-lafadznya mengandung mukjizat.BAB III PENUTUP Ungkapan Ulumul Qur‘an berasal dari bahasa arab. Sebagaimana diketahui pada fase sebelum kodifikasi. . Persoalan kata-kata al-qur‘an. dan ditulis pada mushaf mulai dari awal Surat Al-Fatihah(1) sampai akhir Surat An-Nas(114). yaitu Ulum dan Al-Qur‘an. Kata Ulum merupakan bentuk jama‘ dari kata Ilmu. satu-satunya yang sudah dikodofikasikan pada saat itu hanyalah Al-Qur‘an. Persoalan makna al-qur‘an yag berkaitan dengan kata-kata al-quran1[9]. Persoalan sanad (rangkaian para periwayat). Adapun Al-Qur‘an sebagaimana didefinisikan sebagian ulama adalah kalamullah yang diturunkan kepada Nabi-Nya Muhammad SAW. Persoalan turunnya al-qur‘an (nuzul al-qur‘an). Ilmu-ilmu Al-Qur‘an mencapai 77. Definisi umum Ulumul Qur‘an adalah sejumlah pembahasan yang berkaitan dengan Al-Qur‘an dan pembahasan itu menyangkut materi-materi yang selanjutnya menjadi pokok-pokok bahasan Ulumul Qur‘an. ulumul qur‘an dan ilmu-ilmu lainnya sebelum dikodifikasikan dalam bentuk kitab atau mushaf. ulumul qur‘an telah dianggap sebagai benih yang kemunculannya sangat dirasakan sejak masa Nabi.450. Persoalan makna-makna al-qur‘an yang berkaitan dengan hukum. Banyaknya ilmu yang ada kaitannya dengan pembahasan Al-Qur‘an menyebabkan banyak pula pembahasan ruang lingkup ulumul qur‘an. Pada fase sebelum kodifikasi.

H. 1997 Kadar M. Adakala satu ayat kadang satu surat. 2000 Taufiqurrohman.mulai dari proses penurunan. Studi Alquran. Yusuf. Dalam firmanya “ Bahkan yang didustakan mereka ialah Al-qur‟an yang mulia yang tersimpan dalam lauh al-mahfuzh (Q.cara pembaca. Cet. Abdul. (Cet. SEJARAH TURUNNYA ALQUR’AN DAN PENULISAN ALQUR’AN Hikmah diwahyukan alqur‟an secara berangsur-angsur adalah al-qur‟an diturunkan dalam waktu 22 tahun 2 bulan 22 hari yaitu mulai dari malam 17 romadhan tahun 41 dari kelahiran nabi sampai 9 dzulhijah haji wada‟ tahun 63 dari kelahiran nabi atau tahun 10 H. Menentang dan melemahkan para penentang Al-qur‟an . Disamping hikmah diatas ada hikmah yang lainnya yaitu 1. A.nasikh mansukh. Proses turunnya ql-quran melalui 3 tahapan yaitu 1. Memantapkan hati nabi 2. 2009) PENGERTIAN ULUMUL QUR'AN A. Bandung. ‘Ulumul Qur’an I. Pustaka Setia. H. Ag.penafsiran. 2003 Rosihan Anwar. Bandung.muhkam mutashabih serta pembahasan lainnya B. M. urutan penulisan. Menurut Abu syahbah ulumul qur‟an adalah sebuah ilmu yang memiliki banyak objek pembahasan yang berhubungan dengan al-qur‟an.S AL-buruuj :21-22) 2. Prof.kodifikasi. Pustaka Setia. Ulumul Quran. Ulumul Quran. I.DAFTAR PUSTAKA Djalal. Al-qur‟an diturunkan dari lauh al mahfuzh ke bait Al-Izzah ( tempat yang berada di langit dunia ) 3. I. Bandung: Pustaka Setia. Drs. Dr. PENGERTIAN ULUMUL QUR’AN Ungkapan ulumul qur‟an berasal dari bahasa arab yaitu dari kata ulum dan al-qur‟an. Pekan Baru : Amzah. Al-qur‟an diturunkan dari bait al-Izzah ke dalam hati nabi melalui malaikat jibril dengan cara berangsur-angsur sesuai dengan kebutuhan. Studi Ulumul Quran Telaah Atas Mushaf Utsmani. Al-qur‟an turun secara sekaligus dari Allah ke lauh mahfuzh yaitu tempat yang merupakan catatan tentang segala ketentuan dan kepastian Allah. Ag. M. Kata ulum jamak dari ilmu dan al-qur‟an. Dunia Ilmu. Surabaya. 2001 Ahmad Syadali.

kendatipun bukan turun di Mekkah . Memperhatikan uraian ayat-ayat yang sesuai dengan tujuan yang dibahas dalam surat c. ASBAB AN-NUZUL Ungkapan asbab-nuzul merupakan bentuk idhofah dari asbab dan nuzul.Menurut Az-zargani urgensi asbab an-nuzul dalam mmahami Al-qur‟an adalah 1. Makiyah a. 1. Munasabah antar ayat yang letaknya berdampingan 5. Memudahkan untuk menghapal dan memahami ayat serta untuk memantapkan wahyu ke dalam hati orang yang mendengarnya. Membantu dan memahami sekaligus mengatasi ketidak pastian dalam menangkap pesan ayat-ayat Al-qur‟an. 3. 4. Mengatasi keraguan ayat yang diduga mengandung pengertian umum. Mengkhususkan hukum yang terkandung dalam ayat al-qur‟an bagi ulama yang berpendapat bahwa yang menjadi pegangan adalah sebab yang bersifat kusus.Madaniyah adalah ayat-ayat yang diturunkan sesudah Rasulullah hijrah ke Madinah. Ayat-ayatnya dimulai dengan kalla .Ayat-ayat yang turun setelah peristiwa hijrah di sebut Madaniyyah walaupun turun di Mekkah atau Arafah. Munasabah antar surat dengan surat sebelumnya: berfungsi sebagai menyempurnakan surat sebelumnya 2.” Ciri-ciri spesifik makiyah dan madaniyah 1. MAKIYAH DAN MADANIYAH “Makiyah ialah ayat – ayat yang diturunkan sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah.tulang dan sebagainya C. Munasabah antara suatu kelompok ayat dengan kelompok ayat disampingnya 6.kendatipun bukan turun di madinah. Menentukan tingkatan uraian-uraian itu apakah ada hubungannya atau tidak d. mengikuti setiap kejadian yang menyebabkan turunya ayat-ayat al-qur‟an dan melakukan penahapan dalam penetapan syari‟at 5.3.kulit. Mengidentifikasi pelaku yang menyebabkan turunnya ayat al-qur‟an. Munasabah antar bagian suatu ayat 4. Secara etimologi artinya sebab-sebab yang melatar belakangi terjadinya sesuatu. Memperhatikan tujuan pembahasan suatu surat yang menjadi objek pencarian b. membuktikan dengan pasti bahwa al-qur‟an turun dari allah yang maha bijaksana Penulisan al-qur‟an pada masa Abu Bakar termotivasi karena kekwatiran sirnanya al-qur‟an dengan syahitnya beberapa penghapal Al-qur‟an pada perang yamamah. Memudahkan untuk dihafal dan difahami 4. AsSuyuti menjelaskan langkah-langkah yang diperhatikan dalam menemukan munasabah yaitu: a. Munasabah antara awal surat dengan akhir surat yang sama 8. 2. 5. Di dalamnya terdapat sajadah b. Munasabah antara nama surat dan tujuan turunya 3.hendaknya memperhatikan ungkapan-ungkspan dengan benar dan tidak berlebihan Macam-macam munasabah.atau antar ayat pada beberapa ayat atau antar surat dalam al-qur‟an. Munasabah antara fashilah (pemisah)dan isi ayat 7. Menurut Az-zargani Asbabuan-nuzul adalah sesuatu yang terjadi serta hubungan dengan turunya ayat Al-qur‟an yang berfungsi sebagai penjelas hukum pada saat peristiwa itu terjadi. D. Dalam mengambil keputusan. MUNASABAH AL QUR’AN Menurut Manna Al-qathan munasabah adalah sisi keterikatan antara beberapa ungkapan di dalam satu ayat. Abu bakar melakukan pengumpulan al-qur‟an dengan mengumpulkan al-qur‟an yang terpencar-pencar pada pelepah kurma. Munasabah antara penutup suatu surat dengan awal surat berikutnya E.

2.127 H ) 2. Pengertian Al-Quran 1. Qiro‟ah Asyiroh adalah qiro‟ah sab‟ah ditambah dengan 3 imam yaitu: Abu Ja‟far.c. Qiro‟ah ahad yaitu memiliki sanad sahih tapi menyalahi tulisan mushaf usmani dan kaidah bahasa Arab 4. Qiro‟at Sab‟ah ( Qiro‟at tujuh ) adalah imam-imam qiro‟at ada tujuh orang. Qiro‟ah Maudhu yaitu palsu 5. Pengertian Al-Quran Secara Etimologi ( Bahasa ) .154 H ) dari Irak e. SEJARAH TURUN DAN PENULISAN AL-QURAN A.169 H ). 3.188 ) g. Qiro‟ah Mashur yaitu qiro‟ah yang memiliki sanad sahih dan mutawatir 3. Teguran bagi orang-orang yang mengotak atik ayat mutasabih. Abu Amar (w. Qiro‟ah Mutawwatir yaitu qiro‟ah yang disampakan kelompok orang yang sanatnya tidak berbuat dusta 2.potong seperti alif lam mim dan sebagainya 2. Dimulai dengan ya-ayuha an-nas d. Memberikan pemahaman abstrak Illahi kepada manusia melalui pengalaman inderawi yang biasa disaksikannya. Hikmah keberadaan ayat mutasabih dalam Al-qur‟an adalah: 1. „Ashim (w. Qiro‟ah yang menyerupai hadist mudroj (sisipan) 2. „Abdullah Al-yashibi (w. kalaf bin hisyam 3. Ya‟kub bin Ishaq. Dari segi kualitas qiro‟ah dapat dibagi menjadi 1. Memperlihatkan kelemahan akal manusia.dari madinah c. muhammad bin abdul rohman. Macam-macam qiro‟at: 1.205 H ) dari Irak f. Ayatnya berbicara tentang kisah nabi Adam dan Idris kecuali surat al-baqoroh f.120 H ) dari Mekkah.118 H ) dari Syam d. yaitu: a. Hamzah (w. kedatangan dajjal. MUHKAM DAN MUTASYABIH Ayat-ayat muhkam adalah ayat yang maksudnya dapat diketahui dengan gamblang baik melalui ta‟wil ataupun tidak Ayat mutasyabih adalah ayat yang maksudnya dapat diketahui Allah seperti kedatangan kedatangan hari kiamat. QIRO’AT AL-QUR’AN Qiro‟at adalah ilmu yng mempelajari cara-cara mengucapkan kata-kata al-qur‟an dan perbedaan-perbedaannya dengan cara menisbatkan kepada penukilnya. Mengandung sindiran-sindiran terhadap kaum munafikkecuali surat al-ankabut c. Mengandung ketentuan-ketentuan faroid dan hadd b. Mengandung uraian tentang perdebatan dengan ahli kitab F. Ayatnya mengandung tema kisah para nabi dan umat.yahya bin mubarok.Abu fajr muhammad bin ahmad. Madaniyah a. G. Qiro‟ah Arba Asyiroh (qiro‟ah empat belas) yaitu qiro‟ah sepuluh ditambah dengan 4 imam yaitu Al-hasan al basri. „Abdullah bin Katsir Ad-Dari (w.umat terdahulu e. Ayatnya dimulai dengan huruf terpotong. Nafi‟ bin „Abdurrahman bin Abu Na‟im (w . b. Ya‟kub (w. Qiroah Syadz Yaitu menyimpang 6.

Al. d. c. Pakar Ushul Fiqh. Berpikir dan bekerja sama e. Tujuan Al-Quran a. kadang satu ayat. diturunkan secara mutawatir dan ditulis pada mushaf 3.Quran turun dari laukh mahfudh ke bait Al. dua ayat.a. Menciptakan persatuan dan kesatuan antar semesta d. Al. Menentang dan melemahkan para penantang Al-Quran . dan Bahasa Arab : Al-Quran adalah kitab yang diturunkan kepada Nabi Nya. Abu Syahbah : Al-Quran adalah kitab yang diturunkan baik lafaz atau makna kepada Nabi terakhir. d. juga perintah dan larangan atau menghimpun intisari kitab-kitab suci sebelumnya. Pendapat Lain Al-Quran adalah himpunan intisari kitab-kitab Allah yang lain bahkan seluruh ilmu yang ada 2. diriwayatkan secara mutawatir (penuh kepastian dan keyakinan) Ditulis pada mushaf dari surah Al.Jurajani : Al.Quran adalah kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw ditulis dalam mushaf dan diriwayatkan secara mutawatir tanpa keraguan b. Az-Zujaj Al-Quran merupakan nama bagi firman Allah yang diturunkan kepada Nabi yang menghimpun surat-surat . Al-Lihyani Al.izzah (tempat yang berada dilangit dunia )  Al-Quran turun dari bait Al. b.Quran merupakan nama bagi firman Allah yang diturunkan kepada Nabi kita Muhammada SAW.Angsur Al-Quran turun selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Mengajarkan kemanusiaan yang adil dan beradap c. bahkaan satu surat Hikmah Diturunkan Al-Quran Secara Berangsur-Angsur Yaitu : a. Pengertian Al-Quran Secara Terminologi ( istilah ) a. Membersihkan akal dan menyucikan jiwa dari syirik dan memantapkan b. Wawasan Al-Quran B. Membasmi kemiskinan lahir batin f. dan kisah-kisah. Al-asya`ri Al-Quran adalah kumpulan yang terdiri atas ayat-ayat yangsaling menguatkan dan terdapat kepemimpinan antara ayat satu dengan ayat lainnya. Memantapkan Hati Nabi b.Fatihah sampai surah An-Nas. dari 17 Ramazan tahun 41 dari kelahiran Nabi sampai 9 Zulhijjah Haji wada`tahun 63 dari kelahiran Nabi atau 10 H Al-Quran turun melalui tiga tahap Yaitu:  Al.Quran turun sekaligus dari Allah ke Lukh mahfudh  Al. Hikmah Di Wahyukan Al-Quran Seacara Berangsur.izzah ke hati Nabi melalui perantara Jibril dengan berangsurangsur.Farra Al-Quran dalah kumpulan yang terdiri atas ayat-ayat yang saling menguatkan dan dan terdapat klemiripan antara yang satu dengan yang lainnya e. lafaznya dengan mengandung mukjizat . membacannya mepunyai nilai ibadah. Menekankan peranan ilmu dan teknologi h. Manna al-Qatthan : Al-Quran adalah kiatb ynag diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW dan orang yang membacanya akan memperoleh pahala c. Memadukan kebenaran dan keadilan g.

Tsaqafi Penyempurnaan mushaf Usmani pada sebelas tempat yang memudahkan pembaca mushaf Orang yang pertama kali meletakkan tanda titik pada mushaf Usmani . timbul lah inisiatif khaalifah Usman untuk mengumpulkan Al-Quran.Harish . sehingga orang non arab yang memeluk islam merasa kesulitan membaca mushaf tersebut Oleh karena itu pada masa khalifah Abd Al-Malik ( 685-705 ) dilakukan penyempurnaan oleh dua tokoh berikut : 1. Mereka menggunakan alat tulis sederhana yaitu lontaran kayu. Usaha pengumpulan ini dilakukan setelah terjadi perang Yamamah pada 12 H yang telah menggugurkan nyawa70 orang penghafal Al-Quran . Usaha pengumpulan tersebut selesai dalam waktu ± 1 tahun yaitu pada 13 H. Membukukan hafalan yang telah dilakukan oleh Nabi dan para Sahabat 2. Ubaidilllah bin ziyad Melebih kan Alif sebagai pengganti dari huruf yang di nuang 2. Khalid Bin Walid dan Mua`wiyah Bin Abi Sofyan. Said bin Alsh dan Abdurrahman bin Al. arrum dan Al-Isyamah adalah . kedalam satu mushaf. PENULISAN AL-QURAN PADA MASA NABI Pada masa Nabi wahyu yang diturnakan oleh Allah kepadanya tidak hanya di eksprersikan dalam betuk hafalan tapi juga dalam bentuk tulisan . Akibat dari kekhawatiran atas kelestarian Al-Quran . maka dipercayakan Zaid bin tsabit untuk mengumpulkan wahyu tersebut. Al-Hajjad bin yusuf Ats. Pertama kali di cetak di Bundukiyyah pada 1530 M . PENYEMPURNAAN PENULISAN AL-QURAN SETELAH MASA KHALIFAH Mushaf yang ditulis pada masa khalifah Usman tidak memiliki harakat dan tanda titik. dan batu. PENULISAN AL-QURAN PADA MASA KHULAURRASYIDIN Pada masa Khalifah Abu Bakar beliau memerintahkan untuk mengumpulkan wahyu-wahyu yang tersebar. Membuktikan dengan pasti bahwa AL-Quran turun dari Allah yang Maha Bijaksana C. Orang yang melakukan resensi Al-Quran adalah .Farahidi Al-Azdi Proses pencetakan Al-Quran 1. Sekretaris Pribadi Nabi yang bertugas mencatat wahyu yaitu Abu Bakar. Factor yang mendorong penulisan Al-Quran pada masa Nabi yaitu : 1. tasdid. Abu Al-Aswad AdDu`Ali . tulang-belulang.c. Nashr Bin Asyim Al-Laits Orang yang pertama kali meletakkan hamzah . Mengikuti setiap kejadian ( yang menyebabkan turunnya Al-Quran ) e. Akibat peristiwa tersebut . Abdullah bin Zubair.. Yahya Bin Ya`Mar. Memudahkan untuk di hafal dan di pahami d. alKhalid bin Ahmad Al. Dengan demikian suatu naskah absah Al-Quran yang disebut Mushaf Usmani telah diterapakan dan salinan nya di bagi beberapa wilayah utama daerah islam E. Kemudian pada masa khalifah Usman bin Affan terjadi perselisihan paham tentang perbedaan cara baca Al-Quran yang sudah berada pada titik yang menyebabkab umat islam saling menyalahkan yang pada akhirnya menyebabkan perselisihan . Zaid bin Tsabit. Umar bin Kahtab. Mempersentasikan wahyu dengan cara yang paling sempurna D. pelepah kurma.

Badal Pergantian e. Terbit cetakan di Kazan 6. sehinmgga wajib di ikuti dan di taati siapa pun ketika menulis Al-Quran e. Perintah serta larangan . Meracci pada 1698 M di paduoe 4. Al-Hamzah d. Rasm Usmani adalah kesepakatan cara baca penulisab yang disetujui Usman dan diterima umat. Rasm Usmani bersifat tauqifi atau bukan merupakan Produk budaya manusia yang wajib di ikuti siapa saja ketika menulis Al-Quran b. KAITAN RASM AL-QURAN DENGAN QIRAAT Keberadaan rasm Usmani yang telah ber harakat dan bentuk itu ternyata masih membuka peluang untuk membaca nya dengan berbagai Qiraat terbukti dengan keragaman cara membacan Al-Quran seperti qiraat tujuh sepuluh dan qiraat empat belas. atau menghimpun intisari kitab-kitab sebelumnya yang merupakan pedoman dan penerang bagi umat sedunia Al-Quran di turunkan secara berangsur. Ta`di Tabriz pada 1833 8. kisah-kisah.2. Hinkalman pada masa 1694 M di Hamburg ( jerman ) 3.angsur mempunyai hikmah tersendiri yang antara . Menurut Al-Quran Tidak ada satu riwayat pun dari Nabi yang dapat di jadikan alasan untuk menjadikan Rasm Usmani sebagai Tauqifi c. PENGERTIAN . Subhi shalih Ia mengatakan ketika logisan Rasm Usmani apabila disebut tauqifi karena rasm Usmani baru lahir pada masa Usman d. PENUTUP A. Tidak ada halangan untuk menyalahkan nya tatkala suatu generasi sepakat menggunakan cara tertentu untuk menulis Al-Quran A. Maulaya Usman di sain Peter buorgh. Uni Sovyet ( Label Islami ) 5. penulisan kata tersebut disunatkan dengan salah satu bunyinya 2. Jerman pada 1834 F. Washal dan fashl ( Penyambungan dan pemisahan ) f. Pendapat Para Ulama a. Iran pada 1248 H / 1828 kota Taheran 7. Al-Hadzf Membuang atau menghilangkan atau menjadikan huruf b. KESIMPULAN Al-Quran adalah kalam Allah yang di turunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang menghimpun surat-surat. Pengertian Rasm Al-Quran Rasm Al-Quran adalah tata cara menuliskan Al-Quran yang di tetapkan pada masa khalifah Usman bin Affan . PENDAPAT TENTANG RASM AL-QURAN DAN KAITAN RASM AL-QURAN DAN QIRAAT 1. Al-Jiyadah Penambahan c. Istilah ini lahir bersamaan dengan mushaf Usman para ulama menetapkan Rasm Al-Quran terbagi atas enam yaitu : a. Kata yang dapat dibaca dua bunyi. RASM AL-QURAN . Ta`di leipez.

Usman .Shalih Subhi. Abban bin Said . Abdullah bin Zuabir. dengan memakai ungkapan ―diturunkan‖ menghendaki adanya materi kalimat atau lafal atau tulisan huruf yang riel yang harus diturunkan. Orang yang menulis Al-Quran pada masa Nabi adalah Abu Bakar. B. jakarta: Tim Pustaka SEJARAH TURUN DAN PENULISAN AL-QUR’AN BAB II PEMBAHASAN A. kitab suci ini tidak seperti kitab-kitab suci sebelumnya. Allah SWT telah memberikan penghormatan kepada Al-Qur‘an dengan membuat turnnya tiga tahap. mulai dari sisi Allah hingga langsung kepada Nabi Muhammad SAW. maupun kepada Nabi Muhammad SAW. baik di sampaikan Al-Qur‘an itu ke Lauhil Mahfudz atau ke Baitul Izzah di langit dunia. 2004. Umar. Khalid bin Al-Walid Mu`awiyah bin Abi Sofyan Orang menulis al-Quran pada masa Khulafaurrasyidin adalah Zaid bin stabit. sehingga betul-betul menunjukkan kemukjizatannya. Karena itu harus menggunakan arti majazi. Tahap-tahap Al-Qur’an di turunakan Yang dimaksud dengan ― tahap-tahap turunnya Al-Qur‘an‖ ialah tertib dari fase-fase disampaikan kitab suci Al-Qur‘an. Pengertian Nuzulul Qur’an (Turunnya Al-Qur’an ) Menurut Jumhurul Ulama‘ arti Nuzulul Qur‘an itu secara hakiki tidak cocok untuk Al-Qur‘an sebagai kalam Allah yang berada pada dzat-Nya.1990. Sebab . Rasm al-quran adalah tata cara penulisan Al-Quran yang ditetapkan pada masa khalifah Usman bin Affan DAFTAR PUSTAKA Rosihon Anwar. Bandung : pustaka setia Al. ulumul Quran . Ali. dan Abdurrahman bin al-Harist. mabahis fi uluimil quran . Sebab kitab suci ini diturunkan secara bertahap. . Sa`id bin Ash.lain adalah memantapkan hati Nabi dan menentang serta melemahkan para penantang AlQuran . yaitu menetapkan / memantapkan / memberitahukan /menyampaikan Al-Qur‘an.

‫بل ىو قرأن مجيد‬ Artinya: bahkan yang di dustakan itu ialah Al-Qur’an yang mulia. sebelum di sampaikan ke nabi Muhammad SAW 3.1.‫ في لوح محفوظ‬. maupun dari balik tabir. Berdasarkan firman allah: ٍ‫ك‬ ٍ ‫ِنَّا أَنْزلْناَهُ فِى ل‬ ‫ة‬ ِِ ِ ِ‫إ‬ َ‫ار‬ ْ َ ِِ ُ ‫َي لَة‬ َ َ‫مب‬ Artinya: sesungguhanya kami menurunkannya (al-qur’an )pada suatu malam yang diberkahi.S. atau langit yang terdekat dengan bumi. Al-Qur‘an turun dari dari Baitul Izzah di langit dunia langsung kepada nabi Muhammad. yang tersimpan di Lauhul Mahfudz ( QS. Tahap Pertama Turun Di Lauh Mahfudz ( ‫)اللوح المحفوظ‬ sebagaimana dalm firman allah: . Hikmah dari Tanazul tahap pertama ini adalah seperti hikmah dari eksistensi Lauhul Mahfudz itu sendiridan fungsinya sebagai tempat catatan umum dari segala hal yang ditentukan dan diputuskan Allah dari segala makhluq alam dan semua kejadian. al-baqoroh:99) ‫ على قلبك لتكون من المنذربن‬. ‫نزل بو الروح االمين‬ . Wujudnya Al-Qur‘an di Lauhu Mahfudz adalah dalam suatu cara dan tempat yang tidak bisa diketahui kecuali oleh Allah sendiri. Tahap Kedua Di Baitul Izzah ( ‫)بيت العزة‬ yaitu tempat mulia di langit yaitu langit pertama. Dalilnya ayat Al-Qur‘an antara lain: ‫ولقد أنزلناه إليك ايت بينت‬ Artinya: dan sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas. baik melalui perantara Malaikat Jibril ataupun secara langsung ke dalam hati sanubari nabi Muhammad SAW. tahap ketiga. Al-Qur‘an disampaikan langsung kepada Nabi Muhammad. dalam Lauhul Mahfudz Al-Qur‘an berupa kumpualn lengkap tidak terpisah-pisah. yaitu secara sekaligus turun seluruh isi al-qur‘an dari lauhul mahfudz ke baitul izzah. Artinya. Dan membuktikan kebesaran kekuasaan Allah SWT dan keluasaan ilmunya serta kekuatan kehendak dan kebijaksanaa-Nya 2. (QS. Al-Buruj 21). Ad-dukhan: 3) Ayat tersebut menunjukkan turunnya Al-Qur‘an tahap kedua ini dan cara turunnya.” (Q.

Ayat yang pertama kali turun adalah 1-5 surah al-alaq: ‫ علم اإلنسان مالم يعلم‬. yaitu ayat: . Mengenai . Dan terdiri dari 90 surah yang mencakup 4.‫إقراء با سم ربك الذى خلق‬ Sedangkan wahyu yang terakhir yang diterima Nabi Muhammad SAW adalah surat Al-Maidah:3. ‫ الذى علم بالقلم‬. yakni 13 tahun waktu nabi masih tingggal di makkah sebelum hijrah dan 10 tahun waktu nabi hijrah ke madinah. serta ku-ridhai bagimu Islam sebagai agamamu 2. Dan penyampaian Al-Qur‘an secara keseluruhan memakan waktu lebih kurang 23 tahun. yang menurut Ahli Tahkiq selama 12 tahun 5 bulan dan lebih 13 hari.” (Q. Yaitu.‫اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتى ورضيت لكم االسالم دينا‬ Artinya: pada hari ini telah ku-sempurnakan untukmu agamamu dan telah ku-cukupkan nikmat-ku kepadamu. 1. periodesasi turunya alqur’an Masa turunnya Al-Qur‘an sealam 22 tahun lebih tersebut terbagi dalam dua periode. sebagai berikut: a. Periode pertama adalah Makkah. tanggal 17 Ramadhan pada waktu Nabi telah berusia 41 tahun bertepatan tanggal 6 Agustus 610 M. pada waktu nabi sedang berwukuf di Arafah melaukan Haji Wada‘pada tanggal 9 Dzul hijjah 10 H.S.Artinya: ia (al-qur’an ) dibawa turun oleh Ar-Ruhul Al-Amin (Jibril) kedalam hatimu (Muhammad)agar kamu menjadi salah seorang diantara orang-orang yang memberi peringatan. karena sasaran pertama dan utama pada periode ini adalah orang-orang arab asli ( Suku Quraisy )yang sudah tentu paham benar akan bahasa Arab. surat dan ayatnya pendek-pendek dan gaya bahasanya singkatpadat ( Ijaz ).‫خلق اإلنسان من علق‬.‫ إقراء وربك اآلكرم‬.773 ayat. Waktu turunya alqur’an Al-Qur‘an diturunkan secara berangsur-angsur berupa beberapa ayat dari sebuah surat atau sebuah surat ynag pendek secara lengkap. asy-syu‘ara: 193-194) C. Sedangka permulaan turunya Al-Qur‘an adalah pada malam lailatul qadar. Sejarah turunnya al-qur’an kepada nabi Muhammad SAW. sewaktu beliau sedang berkhalwat (meditasi ) di dalam gua hira‘ di atas Jabal Nur. Wahyu Ilahi yang diturunkan sebelum hijrah tersebut di sebut surat/ ayat makkiyah merupakan 19/30 dari Al-Qur‘an.

sejalan dengan situasi. melainkanjuga non arab dari berbagai bangsa yang telah mulai masuk islam dan sudah tentu mereka belum menguasai bahasa arab. 3) Bertahap dalam menanamkan keyakinan dan ibadah yang benar serta budi pekerti yang luhur. karena sasarannya bukan hanya orang-orang arab asli. 2) Bertahap dalam mendidik umat yang sedang tumbuh baik dengan Ilmy maupun dengan Amaly. Mengenai isi surat/ayat Madaniyyah pada umumnya berupa norma-norma hukum untuk pembentukan dan pembinaan suatu masyarakat / umat islam dan Negara yang adil dan makmur yang diridhai Allah SWT. D. 5) Turun berangsur-angsur dalam beberapa masa. yang terdiri dari 24 surah yang meliputi 1463 ayat. Selam 9 tahun 9 bulan lebih 9 hari. membuat kegembiraan yang memenuhi hati nabi. disamping mempermudah hafalan dan pemahaman Al-Qur‘an bagi orang arab agar kaum Muslimin menengok kepada kesalahan mereka yang perlu diperbaiki serta menunjukkan kebenaran kepada mereka. b. E. surat dan ayatnya panjang-panjang dan gaya bahasanya panjang lebar dan lebih jelas ( Ithnab ). peristiwa dan kejadian kejadian. memahami dan hikmahnya yang di dalamnya memperkuat perkara yang haq dan membatalkan perkara yang batal.isi surat/ayat Makkiyah pada umumnya berupa ajakan untuk bertauhid yang murni atau ketuhanan yang Maha Esa secara murni dan juga tentang pembinaan mental dan akhlaq. penulisan Al-Qur’an pada periode Nabi Muhammad SAW . mempermudah dalam menghafal. 4) Menunjukkan bahwa sumber Al-Qur‘an adalah Kalam Allah SWT sendiri. Periode kedua adalah periode Madinah. Hikmah dan rahasia al-qur’an diturunkan berangsur-angsur 1) Memperkuat dan memperkokoh hati Nabi Muhammad SAW karena turunnya wahyu baru. Sejarah penulisan Al-Qur’an Penulisan/penghimpunan Al-Qur‘an mengalami 3 ( tiga ) periode yaitu: 1. Yaitu. wahyu Ilahi yang turun sesudah hijrah disebut surat/ayat Madaniyyah dan merupakan 11/30 dari Al-Qur‘an.

Penulisan Al-Qur’an pada periode Khalifah Abu Bakar Setelah Nabi wafat dan Abu Bakar diangkat sebagai Khalifah. antara lain empat sahabat nabi yang terkemuka. Semuanya itu disimpan di rumah Nabi dalam keadaan terpencar-pencar ayatnya belum dihimpun dalam suatu Mushaf Al-Qur‘an. kulit binatang. ia berpegangan pada dua hal. Gerakan ini segera di tindak Oleh Abu Bakar dengan mengirimkan pasukan di bawah Khalid Bin Walid. 2. dan diperkuat dengan naskah-naskah AlQur‘an yang dibuat oleh para penulis untuk pribadi masing-masing serta ditunjang oleh hafalan para sahabat yang Hafidz Al-Qur‘an yang tidak sedikit jumlahnya. . Terjadilah clash fisik di Yamamah yang menimbulkan banyak korban di kalangan Islam termasuk 70 sahabat yang Hafidz Al-Qur‘an terbunuh sebagai Syuhada‘ Peristiwa itu mendorong umar untuk menyarankan kepada Khalifah segera menghimpun ayat-ayat Al-Qur‘an dalam satu mushaf. maka semuanya itu menjamin Al-Qur‘an tetap terpelihara secara lengkap dan murni. Ayat-ayat Al-Qur‘an yang ditulis di hadapan nabi dan di simapn di rumah Nabi Muhammad SAW. ialah: 1. Ide sahabat Umar di terima oleh Abu Bakar.Nabi menunjuk beberapa sahabat yang pandai tulis baca sebagai penulis Wahyu. kemudian ia memerintahkan Kepada Zaid Bin Tsabit agar segera menghimpun ayat-ayat AlQur‘an dalam satu mushaf/suhuf Zaid sangat berhati-hati dalam menjalankan tugas ini. terjadilah gerakan pembangkangan membayar zakat dan gerakan keluar dari agama islam (Murtad) dibawah pimpinan Musailamah. Para penulis wahyu itu diperinatah Nabi untuk menuliskan setiap wahyu yang diterimanya dan meletakkan urut-urutanya sesuai dengan petunjuk nabi berdasarkan petunjuk tuhan lewat Jibril. 2. Dan kemudian Nabi bersabda: ‫كذا‬ ‫ضعوا ىذه السورة فى الموضع الذي يذكر فيو كذا ر‬ Artinya: “letakkan surat ini pada tempat yang disebutkan didalamnya ungkapan ini dan itu” Kemudian ayat-ayat Al-Qur‘an yang telah ditulis dihadapan Nabi di atas benda-benda yang bermacam-macam antara lain batu. pelepah kurma dan sebagainya. karena kawatir kehilangan sebagian Al-Qur‘an dengan wafatnya sebagian para penghafalnya. Zaid Bin Tsabit. Ubay Bin Ka‘ab Dan Khalid Bin Walid. Mu‘awiyah. Ayat-ayat yang dihafal oleh para sahabat yang Hafidz Al-Qur‘an. tulang.

Karena itu sahabat Hudzaifah menyarankan kepada khalifah agar berusaha mengusahakan keseragaman bacaaan Al-Qur‘an. Abdullah Bin Al-Zubair Dan Abdurrahman Bin Harits Bin Hisyam. Kemudian disimpan hafsah setelah Umar mangkat atas pesan Umar. Baru setelah hafsah wafat. Marwan Bin Al-Hakam seoarang Khalifah Bani Umayyah. yakni: Zaid Bin Tsabit. sebab suhuf Hafsah ini di pandang sebagai naskah AlQur‘an standart. suhufnya di ambil oleh Marwan dan kemudian dibakarnya.Zaid tidak mau menerima tulisan ayat-ayat Al-Qur‘an kecuali kalau disaksikan dengan dua orang saksi yang adil bahwa ayat itu benar-benar ditulis dihadapan Nabi atas perintah/ petunjuknya. Mushaf karya Zaid Bin Tsabit ini kemudian disimpan oleh Abu Bakar dan kemudian Umar setelah Abu Bakar wafat. dengan pertimbangan bahwa Hafsah adalah istri nabi yang hafidz Al-Qur‘an dan pandai baca tulis. bisa menggganggu persatuan dan kesatuan umat Islam. Penulisan/ penghimpunan Al-Qur’an periode Khalifah Utsman Bin Affan Pada masa pemerintahan Utsman. dan lagi untuk menghindari keragu-raguan umat Islam di masa yang akan dating terhadap mushaf Al-Qur‘an. pernah meminta Hafsah agar suhufnya dibakar. jika masih terdapat dua macam naskah (Suhuf Hafsah dan Mushaf Utsman). Sai‘id Bin Al-Ash. mushaf Hafsah yang dipinjamnya dikembalikan ke Hafsah. Tindakannya terpaksa dilakukan. terjadilah perbedaan bacaan Al-Qur‘an di kalangan umat islam dan kalau dibiarkan. Panitia ini diketuai oleh Zaid dan bertugas menyalin Al-Qur‘an yang disimapn oleh Hafsah. Panitia Zaid diperintah menyalin suhuf Hafsah dalam jumlah beberapa buah untuk dikirimkan ke beberapa daerah Islam disertai intruksi bahwa semua suhuf yang berbeda dengan Mushaf Utsman yang terkirim itu harus di musnahkan / dibakar. kemudian membentuk panitia terdiri dari empat orang. demi untuk menagamankan keseragaman mushaf Al-Qur‘an yang telah diusahakan oleh Khlaifah Utsman. tetappi ditolak oleh Hafsah. yakni antara sesudah terjadi perang Yamamah dan sebelum Abu Bakar wafat. 3.. . Tugas penulisan ini oleh zaid dapat di laksanakan dalam waktu kurang lebih 1 (satu) tahun. Setelah panitia Zaid berhasil melaksanakan tugasnya. Khalifah Utsman dapat menerima ide Hudzaifah.

Dan penyampaian Al-Qur‘an secara keseluruhan memakan waktu lebih kurang 23 tahun. sewaktu beliau sedang berkhalwat (meditasi ) di dalam gua hira‘ di atas Jabal Nur. tanggal 17 Ramadhan pada waktu Nabi telah berusia 41 tahun bertepatan tanggal 6 Agustus 610 M. semoga menimbulkan keteb alan iman kita terhadap Al-Qur‘an. Pengantar Ulumul Quran. Al-Qur‘an diturunkan secara berangsur-angsur berupa beberapa ayat dari sebuah surat atau sebuah surat ynag pendek secara lengkap. Surabaya. dan sejarah penulisan Al-Qur‘an yang begitu panjang prosesnya.BAB III PENUTUP KESIMPULAN Pengertian turunnya alqur‘an ialah menetapkan / memantapkan / memberitahukan /menyampaikan Al-Qur‘an. Ayat yang pertama kali turun adalah 1-5 surah Al-Alaq: Sedangkan Penulisan/penghimpunan Al-Qur‘an mengalami 3 ( tiga ) periode yaitu: 1) penulisan Al-Qur’an pada periode Nabi Muhammad SAW 2) Penulisan Al-Qur’an pada periode Khalifah Abu Bakar 3) Penulisan/ penghimpunan Al-Qur’an periode Khalifah Utsman Bin Affan Setelah kita mengetahui dari sejarah turunnya al-qur‘an al-karim. mulai dari sisi Allah hingga langsung kepada Nabi Muhammad SAW. kitab suci ini tidak seperti kitab-kitab suci sebelumnya. Amin… DAFTAR PUSTAKA . tahap-tahap turunnya Al-Qur‘an‖ ialah tertib dari fase-fase disampaikan kitab suci AlQur‘an. sehingga kita akan selamat di Dunia maupun di Akherat kelak.Masjfuk Zuhdi. baik di sampaikan Al-Qur‘an itu ke Lauhil Mahfudz atau ke Baitul Izzah di langit dunia. Sedangka permulaan turunya Al-Qur‘an adalah pada malam Lailatul Qadar. sehingga betul-betul menunjukkan kemukjizatannya. Dan kita mau mengamalkan apa yang di perintahkan dalam AlQur‘an dan meninggalkan apa yang dilarang oleh Al-Qur‘an. yakni 13 tahun waktu nabi masih tingggal di makkah sebelum hijrah dan 10 tahun waktu nabi hijrah ke madinah. PT. maupun kepada Nabi Muhammad.Drs. 1980 . Bina Ilmu. Sebab kitab suci ini diturunkan secara bertahap.

Prof. Ag. Dunia Ilmu. Bandung. Maka dari itu beberapa ahli membuat suatu kesepakatan mengenai ilmu (pembahasan) yang berkaitan dengan Alquran yang dinamakan dengan Ulumul Quran. Surabaya. masih banyak dari kalangan orang muslim yang belum mengerti dan paham mengenai Alquran.Adapun perbedaan itu dari segi pengertian Alquran. Rumusan Masalah . Untuk lebih jelasnya.Djalal. maka akan diuraikan pada bab berikutnya. penulisan serta rasm Alquran dan sebagainya. Drs. Pustaka Setia.Rosihan Anwar. perkembangan serta penulisan Al-Quran. Ag. A. Ulumul Quran. B. Setia. Selain itu juga. 2000 Pustaka Sejarah turun dan penulisan Al-quran Banyak sekali berbagai pendapat mengenai Alquran baik dari pengertian. sejarah turunnya Alquran. 2003 .. H. Bandung. H. M. Dari segi turunnya Alquran dan penulisan Alquran terdapat pula beberapa perbedaan pendapat para ahli. 2001 . Studi Ulumul Quran Telaah Atas Mushaf Utsmani.Taufiqurrohman. A. Dr. penulis membatasi masalah yang akan dibahas yaitu mengenai Sejarah Turunnya Alquran dan Penulisan Alquran. Abdul. Pembatasam Masalah Dalam pembuatan makalah tentang Ulumul Quran ini. M. Ulumul Quran.

Bagaimanakah proses penulisan Alquran pada masa Khulafa’urasyidin? 5. Bagaimana proses penulisan Alquran pada masa Khulafa’urasyidin 5.1. Bagaimana proses penulisan Alquran pada masa Nabi 4. Bagaimana proses penyempurnaan Alquran setelahnmasa khalifah 6. Tujuan Makalah Sejarah Turunnya Alquran dan Penulisan Alquran ini ditulis dengan tujuan untuk memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah Alquran/ Ilmu Tafsir. Bagaimana pendapat beberapa ahli mengenai rasm Alquran Bab II Pembahasan A. Apa hikmah dari diwahyukannya Alquran? 3. Bagaimanakah proses penulisan Alquran pada masa Nabi? 4. serta sebagai bahan untuk mengetahui: 1. Apa yang dimaksud dengan Alquran 2. Pengertian Al-Quran . Bagaimanakah proses penyempurnaan Alquran setelahnmasa khalifah? 6. Apa yang dimaksud dengan rasm Alquran? 7. Apa yang dimaksud dengan rasm Alquran 7. Hikmah dari diwahyukannya Alquran 3. Apa yang dimaksud dengan Alquran? 2. Bagaimanakah pendapat beberapa ahli mengenai rasm Alquran? C.

Menurut Al-Zarqani dalam manahil Al-irfan berpendapat bahwa proses turunnya Al-Quran terdiri atas tiga tahapan: 1. yaitu mulai malam 17 Ramadhan tahun 41 dari kelahiran Nabi. yang (tersimpan) dalam lauh al- . Hikmah Diwahyukannya Al-Quran Secara Berangsur-angsur Quran diturunkan dalam tempo 22 tahun 2 bulan 22 hari. B. mulai dari awal surat alfatihah dan diakhiri surat an-nas. Artinya: “Kalam Alloh yang diturunkan kepada nabi-Nya. dan yang ditulis pada mushaf.S.Al-Quran secra etimologi merupakan bentuk mashdar (Verbal noun) yang diartikan sebagai isim maf’ul yaitu Maqru’ berarti “yang dibaca”. yaitu suatu tempatb yang merupakan catatan tentang segala ketentuan dan kepastian Alloh. Sedangkan menurut terminologi Al-Quran adalah: ‫ المكتوب فى المصاحف من أول سورة الفاتحة كالم هللا المنزل على نبٌه محمد صلى هللا علٌه وسلم المعجم بتالوته المنقول‬،‫بالتواتر‬ ‫إلى سورة الناس‬. Al-buruj ayat 21-22: 99-94 : ‫ فً لوح محفوظ (البروج‬. sampai 9 Djulhijjah haji Wada’ tahun 63 dari kelahiran Nabi atau tahun 10 H. yang lafadz-lafadznya mengandung mukjizat. atau Musytaq dari Alqara’in atau qarana. Al-Quran turun secara sekaligus dari Alloh Ke Lauh Al-Mahfuzh.‫)بل هو فرآن مجٌد‬ “Bahkan yang didustakan mereka ialah Al-Qur’an yang mulia. yang diturunkan secara mutawatir. membacanya mempunyai nilai ibadah. Muhammad. Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa kata Quran adalah kata sifat dari Alqur’ berarti “mengumpulkan” (Al-jam’). Q.

Untuk meneguhakan hati Nabi Muhammad SAW . Al-Quran diturunkan dari Lauh Al-Mahfuzh ke Bait Al-izzah( tampat yang berada di langit dunia). Perode kedua disebut periode Madaniyah. Asy-Syuaro ayat 193-195: 427 – 429 : ‫ بلسان عربً مبٌن (الشعراء‬. Al-Quran diturunkan dari Bait Al-Izzah ke dalam hati Nabi dengan jalan berangsur-angsur sesuai dengan kebutuhan. Hal ini diisyaratjkan dalam Q. yaitu ayat-ayat yang diturunkan ketika Nabi Muhammad masih bermukim di Mekah. sebagaimana firman Alloh dalam surat Al-Qadar ayat 1: 4 : ‫)إن أنزلناه فى لٌلة القدر (القدر‬ ”Sesungguhnya Kami telah menurunkan-nya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan” 3.Al-Buruj : 21-22).mahfuzh” (QS. Masa turunnya Al-Quran dapat dibagi ke dalam dua periode. yaitu 12 tahun 5 bulan 13 hari yaitu dari 17 Ramadhan tahun 41 dari kelahiran Nabi. Turunnya Al-Quran secara berangsur-angsur mempunyai hikmah dan faedah yang besar sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran surat Al-Furqon ayat 32. yakni dari permulaan Rabiul awal tahun 54 dari kelahiran Nabi sampai 9 Djulhijjah tahun 63 dari ke. 2.ahiran Nabi.‫)نزل به الروح األمٌن على قلبك لتكون من المنذري‬ “Dia dibawa turun oleh ar-ruh al-Amin (Jibril). dengan bahasa Arab yang jelas”. Hal ini menanadakan bahwa Al-Quran mempunyai hubungan dialektis dengan situasi dan tempat dimana ia diturunkan. Di samping itu masih banyak pula hikmah yang terkandung dalam hal diturunkannya Al-Quran secara berangsur-angsur sebagai berikut: 1. Perode pertama disebut periode makiyah. yaitu ayat-ayat yang diturunkan ketika Nabi Muhammad hijrah ke Madinah yaitu selama 9 tahun 9 bulan 9 hari.S. ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang diantara orang yang memberi peringatan.

hendaklah ia menghapusnya” (HR. Utsman bin Afan. Mereka adalah Abu Bakar. 2. Sebagai Mukjizat Mengingat banyaknya tantangan yang dihadapi Nabi dari kaum Al-Quran baik dari pertanyaan yang memojokkan turunnya wahyu yang berangsur-angsur itu tidak saja menjawab pertanyaan itu bahkan menantang mereka untuk membuat sesuatu yang serupa dengan Al-Quran 3. . Untuk menerapkan hukum secara bertahap. C. kecuali Al-Qur’an. Penulisan Al-Quran pada Masa Nabi Pada masa nabi. tulang belulang. Barangsiapa telah menulis dariku selain al-Qur’an. Kegiatan tulis menulis Al-Quran tadi didasarkan pada hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Muslim: ‫ال تكتبوا نى شٌئا إال القرآن ومن كتب عنً سوى القرآن فلٌمحه‬. keadatangan wahyu tidak saja di ekspresikan dalam bentuk hafalan tetapi juga dalam bentuk tulisan. Sekiranya Al-Quran turun sekaligus tentu sulit untuk memahami dan menghafal isinya. dan batu. Khalid bin Al-walid. pelepah kurma. dan Muawiyyah bin Abi Sufyan. 5. 4. Abban bin sa’id. Ali bin Abi tholib. Untuk memudahkan hafalan dan pemahaman Al-Quran. maka dengan turunnya Al-Quran secara berangsur-angsur maka akan memperkuat hati Nabi. nabi memiliki sekretaris pribadi yang khusus bertugas mencatat wahyu. Sebagai bukti bahwa Al-Quaran adalah bukan rekayasa Nabi Muhammad atau manusia biasa meskipun rangkaian ayatnya turun selama 23 tahun tetapi sistematika dan kandungannya tetap konsisten.Mengingat watak keras masyarakat yamg dihadapi Nabi. “Janganlah kamu menulis sesuatu yang berasal dariku. Muslim). Mereka menggunakan alat tulis sederhana dan berupa lontaran kayu. Umar bin Khatab.

maka catatlah”. Mempresentasikan wahyu dengan cara paling sempurna. Hanya saja. . Zaid bin Tsabit salah seorang sekretaris Nabi yang muda dan pintar ditugaskan untuk melacak kembali al-Quran. seluruh Al-Quran sudah ditulis pada wqktu Nabi masih ada. pada saat itu surat-surat dan ayat-ayatnya ditulis dengan terpencar-pencar. tanpa didukungt tulisan. Dan orang yang pertama kali menyusunnya dalam suatu mushaf adalah Abu Bakar As-Siddiq. Ia tidak menerima ayat yang hanya berdasarkan hafalan. Siapa yang datang kepada kalian membawa catatan al-Qur’an degnan dua saksi. Dalam melaksanakan tugasnya Zaid menetapkan kriteria yang ketat untuk setiap ayat yang dikumpulkannya. D. Karena khawatir kelestarian Al-Quran hilang. 2.Usaha pengumpulan Al-Quran yang dilakukan Abu Bakar terjadi setelah perang yamamah pada tahun 12 H. Mem-back up hafalan yang telah dilakukan oleh Nabi dan para sahabatnya. Penulisan Al-Quran pada Masa Khulafa Al-Rasyidin Pada masa Abu Bakar As-siddiq Pada dasarnya. Sikap kehati-hatian Zaid dalam mengumpulkan Al-Quran atas dasar pesan Abu Bakar: ‫ فمن جاء كما بشاهدٌن على شًء من كتاب هللا فاكتباه‬،‫أقعدا على باب المسجد‬. “Dudulah kalian di pintu masjid.Diantara dfaktor yang mendorong penulisan Al-Quran pada masa nabi adalah: 1.

Riwayat yang berkaitan juga dikeluarkan Ibn Abi Dawud26melalui jalan Yahya bin Abdirrahman bin Hatib yang menceritakan bahwa Umar berkata: ‫من كان تلقى من رسول هللا صلى هللا علٌه وسلم شٌئا من القرآن فلٌأت به‬. Menurut tokoh hadis kenamaan ini. ‫ وكان‬. Dan (pada waktu itu) para sahabat telah menulisnya pada subut. dan pelepah kurma. Demikian juga. atau keduanya daam bentuk tutisan.‫وكانوا ٌكتبون ذلك فى الصحف واأللواح والعسب‬ ‫ٌشهد شهٌدان ال ٌقبل من أحد شٌئا حتى‬. Artinya: “siapa saja pernah mendenganr beberapa saja ayat AL-Qur’an dari rasulullah. Asy-Syakhawi memandang bahwa syahidain artinya catatan sahabat tertentu mengenai ayat tertentu. Pemahaman Ibn Hajar tentang syahidain sedikit berbeda dengan apa yang ditangkap As-Sakhawi (w. Ayat tertentu yang disodorkan sahabat dapat diterima jika memiliki dua saksi yang .). Zaid tidak menerima laporan ayat dari siapa pun sebelum diperkuat dua saksi. papan. syahidain (dua saksi) di sini tidak harus keduanya dalam bentuk hapalan. sampaikalah (kepada zaid). perlu disimak pendapat Ibn Hajar. Sahabat tertentu yang membawa ayat tertentu dapat diterima bila ayat yang disodorkan didukung dua hapalan dan atau tulisan sahabat Iainnya. suatu hapalan ayat tertentu yang dibawa oleh sahabat tertentu baru bisa diterima bila dikuatkan oleh dua catatan dan atau hapalan sahabat Iainnya. 643 H. Di dalam menerangkan pengertian “dua saksi” riwayat ini.

pusat utama daerah Islam. Sejumlah salinannya dibuat dan dibagikan ke pusat. yang sering juga disebut mushaf ‘Utsmani. Perselisihan ini cukup serius sehingga Khudzaifah melaporkannya kepada khalifah Utsman (644-656) dan mendesaknya agar mengambil langkah guna mengakhiri perbedaan tersebut. dialek Quraisy-suku dari mana Nabi berasal. Setelah Abu Bakar wafat. Sa’id bin Al-‘Ash. Khalifah berembuk dengan para sahabat senior Nabi. yang sebagian direktut dari siria dan sebagian lain dari Irak. suhuf-suhuf Al-Quran itu disimpan Khalifah Umar dan ketika Umar wafat. dan akhirnya menugaskan Zaid bin Tsabit “mengumpulkan” Al-Quran.memberikan kesaksman bahwa catatan itu memang ditulis di hadapan Nabi.harus dijadikan pilihan. dan Abd Ar-Rahman bin Al-Harits. ‘Utsman memutuskan agar mushaf-mushaf yang beredar adalah mushaf yang memenuhi persyaratan berikut: a) Harus terbukti mutawatir. suatu naskah otoritatif (absah) Al-Quran. mushaf itu disimpan Hafsa. ikut bergabung tiga anggota yaitu: Abdullah bin Zubair. bukan oleh Utsman bin Afan. Dengan demikian. . Satu prinsip yang mereka ikuti dalam menjalankan tugas ini adalah bahwa dalam kasus kesulitan bacaan. yaitu pada tahun 13 H. telah ditetapkan. tidak ditulis berdasarkan riwayat ahad. Pekerjaan yang dibebankan pada pundak Zaid dapat diselesaikan dalam waktu kurang lebih satu tahun. perselisihan tentang bacaan AlQuran muncul di kalangan tentara-tentara muslim.Bersama Zaid. Pada masa Utsman bin Afan Selama pengiriman ekspedisi militer ke Armenia dan Azerbaijan.

Motivasi penulisannya adalah khawatir sirnanya Al-Quran dengan syahidnya beberapa Al-Quran pada Perang Yamamah. d) Sistem penulisa yang digunakan mushaf mampu mencakupi qira’at yang berbeda sesuai dengan lafadz-lafadz Al-Quran ketika turun.pencar . e) Semua yang bukan termasuk Al-Quran dihilangkan. Abu Bakar melakukannya dengan mengumpulkan tulisan. 2. berbeda dengan mushaf Abu Bakar yang susunan suratnya berbeda dengan mushaf ‘Utsmani.tulisanAl-Quran yang terpencar. c) Kronologi surat dan ayat seperti yang dikenal sekarang ini. Perbedaan penulisan Al-Quran pada masa Abu Bakar dan pada masa Uesman dapat dilihat dari bagan berikut ini: Pada Masa Abu Bakar Pada Masa Utsman bin ‘Affan 1.b) Mengabaikan ayat yang bacaannya dinasakh dan ayat tersebut tidak diyakini dibaca kembali dihadapan Nabi pada saat-saat terakhir.

Ulumul Qur‟an adalah beberapa pembahasan yang berhubungan dengan Al-Qur’an dari segi turunnya. . tulang. pengumpulannya. ruang lingkup. di antaranya: pertama. Kelima. lafal AlQur’an. dan sebagainya. Secara istilah adalah sekumpulan ilmu yang berhubungan dengan Al-Qur’an. nasikh dan mansukh. Ketiga. penulisannya. kedokteran. Kedua. Azim al-Zarqani. Namun demikian menurut Hasbi ash-Shiddiqiey pokok pembahasan ulumul qur’an mencakup beberapa persoalan saja. ulumul Qur‟an berarti “ilmu-ilmu al-Qur‟an”. persoalan sanad. makna AlQur’an yang berhubungan dengan lafal. Keempat. Bahkan Al-Suyuthi memperluasnya dengan memasukkan astronomi. 2. Menurut M. makna Al-Qur’an yang berhubungan dengan hukum. ilmu ukur. bacaannya. penafsirannya.pada pelepah kurma.Quran turun Pengertian. dan sebagainya. Utsman melakukannya dengan enyederhanakan tulisan mushaf pada satu huruf dan tujuh huruf yang dengannya Al. persoalan nuzul. sejarah pertumbuhan dan perkembangan Ulumul Quran ULUMUL QUR’AN Pengertian Ulumul Qur’an Kalimat Ulumul Qur‟an terdiri dari dua kata. ada’ul qira’ah (cara membaca Al-Qur’an). urut-urutannya. kemukjizatannya. Motivasi penulisannya karena terjadinya banyak perselisihan di dalam cara membaca Al-Quran (qira’at). Ruang Lingkup Pembahasan Ulumul Qur’an Adapun pembahasan Al-Qur’an mencakup segala macam ilmu yang berhubungan dengan Al-Qur’an. Keenam. Abd. merupakan Kitab Suci umat Islam yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw untuk menjadi pedoman hidup manusia. 1. baik dari segi keberadaannya maupun dari segi pemahaman terhadap petunjuk yang terkandung di dalamnya. dan sebagainya dalam pembahasan ulumul qur’an. penolakan terhadap hal-hal yang bisa menimbulkan keraguan terhadapnya. secara bahasa. ulum (bentuk jamak dari kata ilmun) dan Al-Qur‟an.

qira‟ah. Para ulama menekankan perhatian kepada ilmu tafsir. dilakukan kodifikasi dalam satu mushaf Imam.Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangannya Pada masa Nabi dan Sahabat. Abu hasan al-Asy’ari menulis tentang al-Mukhtazan fi Ulumil Qur‟an. Abu Amr al-Dani menulis kitab at-Taisir fil Qiraatis Sab‟i dan al-Muhkamu fin Nuqath. Di samping itu juga lahir ilmu amtsalul qur‟an antara lain yang dikarang al-Mawardi. Muhammad ibn Khallaf ibn al-Mirzaban menulis kitab al-Hawi fi Ulumil Qur‟an. 3. Pada abad ke-2 H. Syu’bah Ibn Al-Hajjaj (w. . Pada abad ke-7 H. Abu Muhammad al-Qashab Muhammad ibn Ali al-Karkhi menulis Nuqatul Qur‟an ad-Dalalatu alal Bayani fi Anwa‟i Ulumi wal Ahkamil Munbiati an Ikhtilafil Anam. Adanya larangan menulis dari Rasul selain Al-Qur’an.160 H). sebab: 1. 197 H).muncul beberapa tokoh yang ahli dalam ilmu qiraat. Pada abad ke-5 H. Pada abad ke-4 H. Abu Bakar alSijistani menulis Gharibul Qur‟an. lahir ilmu mubhamatul qur‟an yang dikarang oleh Abu al-Qasim Abd Rahman al-Suhaili. Tokohnya. Pada masa khalifah Abu Bakar dan Umar. Abu Bakar Muhammad ibn al-Qasim al-Anbari menulis kitab tentang Ajaibul Ulumil Qur‟an. Ibn Abd Salam yang dikenal dengan “al-Izz” mengarang kitab Majazul Qur‟an. Ali ibn Ibrahim ibn Sa’id al-Hufi menulis kitab al-Burhan fi Ulumil Qur‟an dan I‟rabul Qur‟an. Waki’ Ibn Jarrah (w. ulumul qur’an belum dikenal sebagai ilmu yang berdiri sendiri dan dibukukan. Al-Qur’an disampaikan melalui lesan. Pada abad ke-6 H. 198 H). Abu Syamah Abd Rahman ibn Ismail al-Maqdisi menulis kitab al-Mursyidul Wajiz fi ma Yata‟allaqu bil Qur‟anil Aziz. Muhammad ibn Ali al-Adfawi menulis tentang al-Istighna‟ fi Ulumil Qur‟an. Abu Ubaid al-Qasim bin Salam menulis tentang nasikh mansukh. ulumul qur’an memasuki masa pembukuannya. Alamuddin al-Sakhawi menulis kitab Hidayatul Murtab fil Mutasyabihi. fadla‟ilul qur‟an. Ali bin al-Madany menulis tentang kitab tentang Asbabun Nuzul. Sedangkan Ibn al-jauzi menulis kitab Fununul Afnan fi „Ajaibi Ulumil Qur‟an dan al-Mujtaba fi Ulumin Tata‟allaqu bil Qur‟an. Pada masa Khalifah Utsman. sehingga Ali dianggap perintis lahirnya ilmu nahwu dan I‟rabul Qur‟an. Muhammad ibn Ayyub al-Dharis menulis tentang ilmu ma Nuzzila bi Makkata wa ma Nuzzila bil Madinati. lahirlah ilmu gharibil qur‟an dan beberapa kitab tentang ulumul qur’an. 2. Para Sahabat sedikit sekali yang pandai menulis. Pada masa Khalifah Ali. terjadi penyeragaman bacaan Al-Qur’an. yang dikenal dengan al-Sakhawiah. Pada Abad ke-3 H. Sehingga Utsman dianggap meletakkan dasar ilmu rasmul qur‟an atau ilmu rasmil utsmani. Sofyan Ibn Uyainah (w. Para sahabat adalah orang Arab asli yang tahu betul struktur bahasa Arab yang tinggi dan apabila belum memahami Rasul akan menjelaskan maksudnya.

orang yang pertama kali menggunakan istilah ulumul qur’an adalah Ibn al-Mirzaban. Menurut al-Zarqani berpendapat lahirnya istilah ulumul qur’an seiring dengan dikarangnya kitab al-Burhan fi Ulumil Qur‟an karya Ali ibn Ibrahim ibn Sa’id yang dikenal dengan sebutan al-Hufi. Pada abad ke-13 H. 2. Urgensi Mempelajari Ulumul Qur’an: 1. Najmuddin at-Tufi menulis Hujajul Qur‟an. serta pendapat yang dikutip sahabat. 3. Untuk dapat mengetahui cara dan gaya yang digunakan para mufassir dalam menafsirkan alQur’an disertai penjelasan dari ahli tafsir ternama serta kelebihan-kelebihannya. Menurut Subhi as-Salih. dan tabi’in dari Nabi tentang kandungan al-Qur’an. perhatian ulama terhadap ulumul qur’an bangkit kembali seiring dengan kebangkitan perkembangan ilmu-ilmu agama lainnya. Menurutnya yang paling tua adalah kitab yang dikarang Ibn alMirzaban pada abad ke-3 H. Lahirnya Istilah Ulumul Qur’an Terdapat tiga pendapat tentang sejarah lahirnya istilah ulumul qur’an: 1.Pada abad ke-8 H. 3. Pada abad ke-9 H. . Istilah ulumul qur’an digunakan pertama kali pada abad ke-7 H. Muhammad Ibn Sulaiman al-Kafiaji menulis tentang At-Tafsir fi Qawaidit Tafsir. Pendapat ini berdasarkan kajiannya tentang kitab-kitab yang menggunakan istilah ulumul qur’an. Untuk dapat memahami kalam Allah. Jalaluddin al-Bulqini mengarang kitab Mawaqiul Ulumi min Mawaqi‟in Nujumi. Setelah lahirnya karya monumental as-Suyuthi perkembangan ulumul qur’an mengalami kefakuman hingga abad 13. 2. Ibn Qayyim menulis tentang Aqsamul Qur‟an. Jalaluddin as-Suyuthi menulis kitab At-Tahbir fi Ulumit Tafsir dan al-Itqan fi Ululmil Qur‟an. Untuk mengetahui persyaratan dalam menafsirkan al-Qur’an. Berdasarkan ini istilah ulumul qur’an lahir pada abad ke-5 H. sejalan dengan penjelasan Rasulullah saw. Badruddin Zarkasyi menyusun kitab al-Burhan fi Ulumil Qur‟an. Ibn Abi al-Ishba’ menulis tentang Badail Qur‟an.

sampai-sampai anda menemukan kalimat atau kata yang mempunyai arti bermacam-macam. jika anda mempersilahkan orang lain memandangnya. demikian kata Mohammed Arkoun. semuanya benar atau mungkin benar. biasanya menuliskannya pada benda apa saja yang bisa di tulisi. Dan tidak mustahil. maka ia akan melihat lebih banyak ketimbang apa yang anda lihat. amat sedikit di antara mereka yang pandai menulis dan membaca.Apabila anda membaca Al-Qur’an. Sejarah Pemeliharaan Al-Qur'an di Masa Rasulullah dan Para Khalifah Posted by Phenefendi on 7:10 AM Pada permulaan Islam bangsa Arab adalah satu bangsa yang buta huruf. setiap sudutnya memancarkan cahaya yang berbeda dengan apa yang terpancar dari sudut-sudut lain. . Tetapi bila anda membacanya sekali lagi. maknanya akan jelas di hadapan anda. tidak pernah pasti dan tertutup dalam interpretasi tunggal. jadi bagi mereka yang dapat menulis dan membaca. Bangsa Arab masih belum mengenal kertas seperti yang sekarang ini. Demikian seterusnya. ayat-ayatnya selalu terbuka (untuk interpretasi baru). Ayat-ayat Al-Qur’an bagaikan intan. akan anda temukan pula makna-makna lain yang berbeda dengan makna-makna sebelumnya. (Abdullah Darraz dalam al-Naba’ al-Azhim) Al-Qur’an memberikan kemungkinan arti yang tidak terbatas … kesan yang diberikannya mengenai pemikiran dan penjelasan berada pada tingkat wujud mutlak… dengan demikian.

Kepandaian menulis dan membaca itu amat dihargai dan Nabi sangat gembira. Larangan ini dengan maksud agar Al-Qur'an itu terpelihara. yaitu Al-Qur'an saja yang boleh dituliskan. selalu dibaca. selain dari Al-Qur'an. Nabi menyuruh menghafalnya. dan diwajibkannya untuk dibaca ketika sedang melakukan Shalat.a. Selain itu. Utsman bin Affan. Zaid bin Tsabit dan Mu'awiyah. dan mulai banyaklah yang menuliskan ayatayat yang diturunkan. Pegangan mereka dalam memelihara dan meriwayatkan syair-syair dari para pujangga. pelapah kurma. kulit binatang. peristiwa-peristiwa yang terjadi dan lain sebagainya adalah dengan hafalan semata. Selain itu. Di tahun beliau wafat. Nabi mengadakan peraturan. Nabi sendiripun sering mengadakan ulangan terhadap sahabat-sahabatnya di depan muka beliau untuk menetapkan atau membetulkan hafalan atau bacaan mereka. Setiap ayat yang diturunkan. masing-masing diharuskan mengajar sepuluh orang muslim untuk menulis dan membaca sebagai ganti tebusan. Dengan cara demikian. Diantaranya Ali bin Abi Thalib. tetapi pandai menulis dan membaca. Karena hal inilah Nabi mengambil suatu cara praktis yang selaras dengan keadaan itu dalam menyiarkan dan memelihara Al-Qur'anul Karim. . Nabi menganjurkan agar Al-Qur'an dihafal. dan menuliskannya di batu. Dengan demikian terdapat 3 unsur yang dapat memelihara Al-Qur'an yang telah diturunkan. Karena itulah. dan apa saja yang bisa dituliskan.Masa Nabi Muhammad s. ulangan tersebut oleh Jibril sebanyak dua kali. yaitu: Hafalan dari mereka yang hafal Al-Qur'an. Nabi menerangkan tertib urut ayat-ayat itu. sekali dalam setahun. jangan dicampur aduk dengan yang lainlain yang juga didengar dari Nabi. tapi mereka mempunyai ingatan yang sangat kuat. tidak ada satu ayatpun yang tidak dituliskan. banyaklah orang yang hafal Al-Qur'an. Jibril mengadakan ulangan (repetisi). Surat yang satu macam. Hadits atau pelajaran-pelajaran yang mereka dengar dari mulut Nabi dilarang untuk dituliskan. dan banyak yang hafal seluruh Al-Qur'an. dan bertambah banyaklah mereka yang pandai menulis dan membaca. beliau berkata: "Di Akhirat nanti tinta ulama-ulama itu akan ditimbang dengan darah syuhada" Pada perang Badar. orang-orang musyirin yang ditawan oleh Nabi dan tidak dapat menebus dirinya dengan uang. Nabi sendiri mempunyai beberapa juru tulis yang bertugas menuliskan AlQuran untuk beliau. Ubay bin Ka'ab. Naskah-naskah yang ditulis oleh Nabi Naskah-naskah yang ditulis oleh mereka yang pandai menulis dan membaca untuk mereka masingmasing. bertambahlah keinginan untuk belajar menulis dan membaca.w Walaupun bangsa Arab pada waktu itu masih buta huruf. dihafal oleh ribuan manusia. Pada waktu itu Nabi diperintah untuk mengulang memperdengarkan Al-Qur'an yang telah diturunkan.

Ketika Nabi wafat, Al-Qur'an tersebut telah sempurna diturunkan dan telah dihafal oleh ribuan manusia, dan telah dituliskan semua ayat-ayatnya. Semua ayatnya telah disusun dengan tertib menurut urutan yang ditujikan sendiri oleh Nabi. Mereka telah mendengan Al-Qur'an itu dari mulut Nabi sendiri berkali-kali dalam Shalat, khutbah, dan pelajaran-pelajaran lainnya. Pendek kata Al-Qur'an tersebut telah terjaga dengan baik, dan Nabi telah menjalani satu cara yang sangat praktis untuk memelihara dan menyiarkan Al-Quran itu sesuai dengan keadaan bangsa Arab di waktu itu. Suatu hal yang menarik perhatian, ialah Nabi baru wafat dikala Al-Qur'an itu telah cukup diturunkan, dan Al-Qur'an itu sempurna diturunkan di waktu Nabi telah mendekati masanya untuk kembali ke hadirat Allah S.W.T. Hal ini bukan suatu kebetulan saja, tapi telah diatur oleh yang maha esa. Masa Abu Bakar r.a Setelah Rasulullah wafat, sahabat baik Anshar maupun Muhajirin sepakat mengangkat Abu Bakar menjadi Khalifah. Pada awal masa pemerintahannya banyak orang-orang Islam yang belum kuat imannya. Terutama di Nejed dan Yaman, banyak yang menjadi murtad, menolak membayar zakat, dan ada pula yang mengaku dirinya sebagai nabi. Hal ini dihadapi oleh Abu Bakar dengan tegas, sehingga ia berkata pada orang-orang tersebut "Demi Allah! Kalau mereka menolak untuk memnyerahkan seekor anak kambing sebagai zakat (seperti apa) yang pernah mereka serahkan kepada Rasulullah, niscaya aku akan memerangi mereka". Maka terjadilah peperangan yang hebat untuk menumpas orang-orang murtad dan pengikut nabi palsu tersebut. Diantara peperangan itu yang terkenal adalah peperangan Yamamah. Tentara Islam yang ikut banyak dari para sahabat yang menghafal Al-Qur'an. Dalam peperangan ini telah gugur 70 orang penghafal Al-Qur'an. Bahkan sebelumnya telah pula gugur hampir sebanyak itu penghafal Al-Qur'an lainnya. Oleh karena itu Umar bin Khathab khawatir akan gugurnya para sahabat penghafal Al-Qur'an yang masih hidup, maka ia datang kepada Abu Bakar memusyawaratkan hal tersebut. Umar berkata kepada Abu Bakar: "Dalam peperangan Yamamah para sahabat yang hafal Al-Qur'an telah banyak yang gugur. Saya khawatir akan gugurnya para sahabat yang lain dalam peperangan selanjutnya. Sehingga banyak ayat-ayat Al-Qur'an itu perlu dikumpulkan". Lalu Abu Bakar menjawab: "Mengapa aku akan melakukan sesuatu yang tidak diperbuat oleh Rasulullah?". Umar menegaskan: "Demi Allah! Ini adalah perbuatan yang baik". Dan ia berulang kali memberikan alasan-alasan kebaikannya tersebut, sehingga Allah membukakan hati Abu Bakar untuk menerima pendapat Umar tersebut. Kemudian Abu Bakar memanggil Zaid bin Tsabit dan berkata kepadanya: "Umar mengajakku mengumpulkan Al-Qur'an". Lalu diceritakannya segala pembicaraan yang terjadi antara dia dan Umar. Kemudian Abu Bakar berkata: "Engkau adalah seorang pemuda yang cerdas yang kupercayai sepenuhnya. Dan engkau adalah seorang penulis wahyu yang selalu disuruh oleh Rasulullah. Oleh karena itu maka kumpulkanlah ayat-ayat Al-Qur'an itu", Zaid menjawab "Demi Allah! Ini adalah pekerjaan yang berat bagiku. Seandainya aku diperintahkan untuk memindahkan sebuah bukit, maka hal itu tidaklah lebih berat bagiku daripada mengumpulkan Al-Qur'an yang engkau perintahkan itu". Dan ia berkata selanjutnya kepada Abu Bakar dan Umar: "Mengapa kalian melakukan sesuatu yang tidak diperbuat oleh Nabi?" Abu Bakar menjawab: "Demi Allah! Ini adalah perbuatan yang

baik". Ia lalu memberikan alasan-alasan kebiakan mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur'an itu, sehingga membukakan hati Zaid, kemudian ia mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur'an dari daun, pelepah kurma, batu, tanah keras, tulang unta ayau kambing dan dari sahabat-sahabat yang hafal Al-Qur'an. Dalam usaha mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur'an itu Zaid bin Tsabit bekerja amat teliti. Sekalipun beliau hafal Al-Qur'an seluruhnya, tetapi untuk kepentingan pengumpulan Al-Qur'an yang sangat penting bagi umat Islam itu, masih memandang perlu mencocokkan hafalan atau catatan sahabatsahabat yang lain dengan disaksikan oleh dua orang saksi. Dengan demikian Al-Qur'an seluruhnya telah ditulis oleh Zaid bin Tsabit dalam lembaran-lembaran yang diikat dengan benar, tersusun menurut urutan ayat-ayatnya sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Rasulullah, kemudian diserahkan kepada Abu Bakar. Mushaf ini tetap di tangan Abu Bakar sampai beliau wafat, kemudian dipindahkan ke rumah Umar bin Khatab dan tetap di sana selama pemerintahannya. Setelah beliau wafat, Mushaf itu dipindahkan ke rumah Hafsah, puteri Umar, istri Rasulullah sampai masa pengumpulan dan penyusunan Al-Qur'an di masa Khalifah Utsman. Membukukan Al-Qur'an di masa Utsman r.a. Di masa Khalifah Utsman bin Affan, pemerintahan mereka telah sampai ke Armenia dan Azarbaiyan di sebelah timur dan Tripoli di sebelah barat. Dengan demikian kelihatanlah bahwa kaum muslimin di waktu itu telah terpencar-pencar di Mesir, Syirtia, Irak, Persia dan Afrika. Kemanapun mereka pergi dan mereka tinggal, Al-Qur'an itu tetap menjadi Imam mereka, diantara mereka banyak yang menghafal Al-Qur'an itu. Pada mereka terdapat naskah-naskah Al-Qur'an, tetapi naskah-naskah yang mereka punya itu tidak sama susunan surat-suratnya. Terdapat juga perbedaan tentang bacaan AlQur'an tersebut. Asal mulanya perbedaan tersebut adalah karena Rasulullah sendiripun memberikan kelonggaran kepada kabilah-kabilah Arab yang berada di masanya untuk membaca dan melafazkan Al-Qur'an itu menurut dialek mereka masing-masing. Kelonggaran ini diberikan oleh Nabi supaya mereka menghafal Al-Qur'an. Tetapi kemudian terlihat tanda-tanda bahwa perbedaan tentang bacaan tersebut bila dibiarkan akan mendatangkan perselisihan dan perpecahan yang tidak diinginkan dalam kalangan kaum Muslimin. Orang yang pertama memperhatikan hal ini adalah seorang sahabat yang bernama Huzaifah bin Yaman. Ketika beliau ikut dalam pertempuran menaklukkan Armenia di Azerbaiyan, dalam perjalanan dia pernah mendengan pertikaian kaum Muslimin tentang bacaan beberapa ayat AlQur'an, dan pernah mendengan perkataan seorang Muslim kepada temannya: "Bacaan saya lebih baik dari bacaanmu". Keadaan ini mengagetkannya, maka pada waktu dia telah kembali ke Madinah, segera ditemuinya Utsman bin Affan, dan kepada beliau diceritakannya apa yang dilihatnya mengenai pertikaian kaum Muslimin tentang bacaan Al-Qur'an itu seraya berkata: "Susullah umat Islam itu sebelum mereka berselisih tentang Al-Kitab, sebagai perselisihan Yahudi dan Nasara(Nasrani)". Maka Khalifah Utsman bin Affan meminta Hafsah binti Umar lembaran-lembaran Al-Qur'an yang ditulis di masa Khalifah Abu Bakar yang di simpan olehnya untuk disalin. Oleh Utsman dibentuklah satu panitia yang terdiri dari Zaid bin Tszabit sebagai ketua, Abdullah bin Zubair, Sa'id bin 'Ash dan

Abdur Rahman bin Harits bin Hisyam. Tugas panitia ini adalah membukukan Al-Qur'an dengan menyalin dari lembaran-lembaran tersebut menjadi buku. Dalam pelaksanaan tugas ini, Utsman menasehatkan agar: Mengambil pedoman kepada bacaan mereka yang hafal Al-Qur'an. Bila ada pertikaian antara mereka tentang bahasa (bacaan), maka haruslah dituliskan menurut dialek suku Quraisy, sebab Al-Qur'an itu diturunkan menurut dialek mereka. Maka tugas tersebut dikerjakan oleh para panitia, dan setelah tugas selesai, maka lembaranlembaran Al-Qur'an yang dipinjam dari Hafsah itu dikembalikan kepadanya. Al-Qur'an yang telah dibukukan itu dinamai dengan "Al-Mushhaf", dan oleh panitia ditulis lima buah Al Mushhaf, Empat buah diantaranya dikirim ke Mekah, Syiria, Basrah dan Kufah, agar di tempattempat tersebut disalin pula dari masing-masing Mushhaf itu, dan satu buah ditinggalkan di Madinah, untuk Utsman sendiri, dan itulah yang dinamai dengan "Mushhaf Al Imam". Setelah itu Utsman memerintahkan mengumpulkan semua lembaran-lembaran yang bertuliskan AlQur'an yang ditulis sebelum itu dan membakarnya. Maka dari Mushhaf yang ditulis di zaman Utsman itulah kaum Muslimin di seluruh pelosok menyalin Al-Qur'an itu. Dengan demikian, maka pembukuan Al-Qur'an di masa Utsman memiliki faedah diantaranya: Menyatukan kaum Muslimin pada satu macam Mushhaf yang seragam ejaan tulisannya. Menyatukan bacaan, walaupun masih ada kelainan bacaan, tapi bacaan itu tidak berlawanan dengan ejaan Mushhaf-mushhaf Utsman. Sedangkan bacaan-bacaan yang tidak sesuai dengan ejaan Mushhaf-mushhaf Utsman tidak dibolehkan lagi. Menyatukan tertib susunan surat-surat, menurut tertib urut seperti pada Mushhaf-mushhaf sekarang. Di samping itu Nabi Muhammad s.a.w. sangat menganjurkan agar para sahabat menghafal ayat-ayat Al-Qur'an. Karena itu banyak sahabat-sahabat yang menghafalnya baik satu surat, ataupun seluruhnya. Kemudian di zaman tabi'ien, tabi'it, tabi'ien dan selanjutnya usaha-usaha menghafal AlQur'an ini dianjurkan dan diberi dorongan oleh para Khalifah sendiri. Pada zaman sekarang di Mesir, di sekolah-sekolah Awaliyah diwajibkan untuk menghafal Al-Qur'an bila mereka ingin menamatkan pelajaran sekolah awaliyah dan hendak meneruskan pelajarannya ke sekolah-sekolah mualimin, begitu juga di pesantren-pesantren di Indonesia, sehingga Al-Qur'an dapat dihafal oleh jutaan umat Islam di seluruh dunia. Dengan demikian terbuiktilah firman Allah:

"Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Qur'an, dan sesungguhnya Kami tetap memeliharanya" ( Surat (15) Al Hijr Ayat 9 )

Mengapa Alquran dibukukan kalau penghafal para wahyu dapat diandalkan dari zaman Nabi bahkan hingga sekarang?
 

2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan

Tari Putri

Jawaban Terbaik - Dipilih oleh Penanya
1. Karena AlQur'an mesti di sebar luaskan kepada bangsa lain yang non arab, pada saat itu ayat-ayat masih dalam hafalan para sahabat dan dalam dokumen-dokumen yang belum rapi. Setelah perang yamamah, banyak sahabat yang gugur dan sebagian besar penghafal Qur'an, maka Khalifah Abu bakar membentuk kepanitiaan yang dipimpin Zaid Ibn Tsabit dan beberapa sahabat besar lainnya, namanya ada dalam hadits semua. 2. Yang jelas ketuanya adalah Zaid bin tsabit yang memang sejak lama menjadi juru tulis bahkan sejak nabi masih hidup. Susunan kepanitiannya ada beberapa versi namun semuanya sepakat ketuanya adalah Zaid bin Tsabit, anggotanya dari kalangan Muhajirin dan Anshor dan penulisan di lakukan dalam Khot ( gaya tulisan ) Kufi, yang berangsur kemudian disempurnakan dengan tanda baca untuk memudahkan bangsa lain membaca. 3. Perdebatan terjadi apabila seseorang yang mengaku mendengar dan menghafalkan ayat tertentu tidak dapat membawakan saksi. Hal ini dapat diselesaikan dengan mengklarifikasikan bacaan dengan orang lain yang menghafal ayat yang sama. Perlu diingat seluruh panitia ini adalah Hufadz ( Penghafal ) dan hidup semasa Nabi masih ada. Ada pula perdebatan tentang dialek bahasa arabnya, namun jumhur sahabat menyepakati bahwa AlQur'an turun dalam dialek ( logat ) Quraisy sebagai logat Rasullullaah.SAW. Segala sesuatu diselesaikan dengan musyawarah. Mushaf pertama yang lengkap ada di masa khalifah Utsman, maka disebut Mushaf Utsmani. Salah satu yang asli ( dari 6 ) ada di musium Tasykent, maka Qur'an yang sekarang beredar bisa di cocokkan dengan yang original. 4. Tidak ada perbedaan... jika ada tentu saat ini bermunculan versi-versi AlQur'an... padahal membaca Qur'an 30 juz lengkap selama bulan ramadhan sudah merupakan acara rutin di masjidil haram seperti yang biasa kita lihat pada siaran langsung di TV kalau pas ramadhan. Wallaahua'laam....
  

2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 4 orang menilai ini bagus

Penilaian Penanya:

. tanpa kecuali. Bukan jawaban yang benar? Coba Yahoo! Search Cari di Yahoo! untuk bagaimana cara para sahat nabi menghafal al-qur'an padahal belum di bukukan Jawaban Lain (13)  zain "Mengapa Alquran dibukukan... Umat Islam.. Taurat... banyak sahabat yang gugur dan sebagian besar penghafal Qur'an. Setelah perang yamamah... keliatan kan... maka Khalifah Abu bakar membentuk kepanitiaan yang dipimpin Zaid Ibn Tsabit dan beberapa sahabat besar lainnya. itu tambahannya. :) "kalau penghafal para wahyu dapat diandalkan dari zaman Nabi bahkan hingga sekarang?" umat manusia tidaklah ada yang berumur panjang juga ada yang tidak kuat hafalannya... Karena AlQur'an mesti di sebar luaskan kepada bangsa lain yang non arab. wallahu'alam o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 3 orang menilai ini bagus  Gratchen Alqur'an diturunkan untuk semua umat manusia. mudah2an dapat menjawab pertanyaan anda. sehingga para sahabat mengumpulkan untuk dibukukan. demikian. sehingga pemaknaannya memang perlu dibukukan agar mudah dibaca.." karena Al Quran memang diperintahkan untuk dibaca. dan Zabur namun kitab2 itu belumlah sempurna. pada saat itu ayat-ayat masih dalam hafalan para sahabat dan dalam dokumen-dokumen yang belum rapi. mengakui Injil. maka untuk mempermudah kajian/bacaan kandungan asli perlu disebarkan ke setiap generasi dan seluruh umat manusia 1. bahwa Al Quran bukanlah buku karangan Muhammad saw. namanya ada dalam hadits semua...Komentar Penanya: Good answer.. hmm. .

Paling reaksimu seperti Dr. kenapa sumber2 tertulis. apalagi. Sejak sebelum dibukukan. sebab.. SUPAYA menjadi bukti SUDAH dirubah karena tiada keaslian lagi. kalo dibukukan. gak berkutik banyak saat ayat2 injil justru dipatahkan dan banyak yang telah disempurnakan oleh ayat2 Qur'an. William Campbel yang debat dengan Dr. dan merupakan BUKTI SUDAH TIDAK ASLI lagi o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan  Sruput Samsoe Emangnya penghafal hidup selamanya? Lalu apa nyawa mereka aman karena di incar kafir untuk dibasmi? Yang udah berbentuk buku saja dibakar. seperti tulang. jauuuuuuhhhhhh kualitasnya. tapi secara aye suka mencari tahu. Dzakirnaek disaksikan Bush. teus hafalan apakah terjamin 100%? bagaimana juga yg terdapat dari tulisan pada beberapa barang. kenapa dibukukan. misal batu. (di sumber. termasuk kamu ? Alqur'an berbahasa Arab. yg dikatakan paling sempurna. mengapa penghafal tidak menuliskan di suatu kertas? adalh mustahil tidak mengenal kertas. kertas itu sudah digunakan. andaikata sudah 600 tahun masehi. coba deh. dll. batu. dan tidak ada yang diubah satupun dari ayat2 tersebut saat dibukukan. mereka membukukan karena "alasan": supaya tidak hilang. mengatakan belum mengenal kertas). dan asli (buat umatnya yg mengakui). . aye bingung.. secara netral kamu cuci otak dulu dan bandingkan dengan injil punyamu.Alqr'an adalah kitab yang menyempernakan semua kitab suci yang diturunkan sebelumnya. o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 1 orang menilai ini bagus  iyo kalo melihat sejarah.. dll tidak disertakan ataupun dijaga? bukankah bukti historis dan original? bahkan hingga sekarang. kemudian. bahwa jumlah ayat Alqur'an adalah 6666 ayat. bukankah merupakan "tulisan ulang" dan "sudah mengalami perubahan"? kembali ke pernyataan. tulang. kulit. mengenai perbandingan ayat2 injil dan Qur'an. kulit. semua yang hidup saat itu tahu. harus disebarkan dan disyiarkan ke penjuru dunia. namun entah mengapa tidak semua umat mengakui. apalagi sebagai perkamen dan dokumen. @Salju : Alqur'an memuat keterangan semua kejadian hingga akhir masa dan mengenai surga neraka.

materi referensi: Kitab Khozinatul Asror dan yang saya pelajari saat sekolah... begitulah mas/ mbak. semoga bermanfaat.. . isi alquran dari dulu sama. terus belajar ych. o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 3 orang menilai ini bagus  ? Alquran di tulis agar dibaca oleh generasi baru. karena takut para Hafidz tidak ada lagi. yang belum tau apalagi hafal mari sini kita kasih buku biar tau. melihat kenyataan tersebut maka Sahabat Umar Bin Khottob mengusulkan agar AlQur'an dibukukan. mungkin habis pemilu nanti keluar lagi perjanjian milenium o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 1 orang menilai ini bagus  Xie Guan Nak yang sudah hafal nggak perlu buku..!! Beda dengan alkitab tetangga yang beberapakali di perbaharui sehingga yang lama sama yang baru beda.. Begini y dulu Zaman Sahabat Rasulullah yaitu Zaman Sahabat Abu Bakar AshShidiq Ra. wassalamualikum. melihat kenyataan saja bukankah zaman semakin kesini generasi penerusnya makin urakan (sebagian) dan walaupun AlQuran sudah di bukukan tetapi masih da yang ndak pernah buka kan?! gimana klo msti dihafalkan?? sekarang ay tanya anda sudah hafal berapa Juz??? begitulah jawaban sy... sebelumnya saya beristighfar memohon ampun kepada Allah atas kata2 saya yang salah dan selanjutnya semoga jawaban sy bermanfaat..o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 2 orang menilai ini bagus  AmeXelf Assalamualaikum.. terjadi peperangan yang besar (sy lupa namany) yang dari golongan umat muslim waktu itu banyak yang meninggal dan sebagian dari para Hafidz (penghafal Al-Qur'an)..

supaya bisa dibaca oleh genersi setelah mereka. .. tapi mereka juga sadar kalau mereka hanya manusia biasa. o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 2 orang menilai ini bagus  merdeka yang namanya manusia kan ada salah dan lupanya bro... materi referensi: belajar o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 1 orang menilai ini bagus  Nomnomno. KAN HARUS DIWARTAKAN KEPADA ORANG-ORANG NON ARAB TERMASUK UMAT ISLMA INDONESIA: Karena AlQur'an mesti di sebar luaskan kepada bangsa lain yang non arab. pada saat itu ayat-ayat masih dalam hafalan para sahabat dan dalam dokumen-dokumen yang belum rapi.tentux jg sahabt yg hafidz tdk akan hidup slamax bkn.Dah sana duduk manis dan jangan pipis dicelana yaaaaaaaa o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 4 orang menilai ini bagus  nomaden alasan adax pengumpulan ayat2 yg berasal dari Allah SWT melakui Nabi Muhammad SAW krn banyakx para sahabat hafidz Al-Qur'an yg mati jihad d medan pertempuran.. hingga sekarang... kan untuk dibaca. maka dari itu dibukukanlah Alquran.penghafal wahyu memang benar cukup bisa diandalkan.emgnya ga ada manusia yg dilahirkan o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 2 orang menilai ini bagus  ? HE HE HE BENAR JUGA..

maka Khalifah Abu bakar membentuk kepanitiaan yang dipimpin Zaid Ibn Tsabit dan beberapa sahabat besar lainnya. namanya ada dalam hadits semua 12345678910 112 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 3 24 25 26 27 28 .Setelah perang yamamah. banyak sahabat yang gugur dan sebagian besar penghafal Qur'an.