Rasmul Qur'an

Click here to download

I.

PENDAHULUAN Puji syukur pertama-tama saya haturkan ke hadirat Allah SWT yang dengan rahmat inayahNya saya bisa menyelesaikan makalah sederhana ini yang berjudul ilmu tauhid dan ruang lingkupnya. Semoga bisa bermanfaat bagi saya khususnya dan bagi kita semua pada umumnya. Sebagaimana yang kita ketahui bersama, Rasmul Qur’an merupakan ilmu yang sangat penting di dalam agama Islam. Sebab, Rasmul Qur’an adalah bagian sebagian dari tanda-tanda agama sejati dan murni yang diturunkan Allah Yang Maha kuasa dan bijaksana. Tanpa mengetahui Rasmul Qur’an, kita tidak akan mengetahui tujuan hidup sebenarnya. Sebab, seorang hamba harus tahu benar siapa yang disembah dan dimana kita akan hidup setelah mati.

II.

PEMBAHASAN A. Pengertian Rasmul Qur'an Istilah rasmul al-Quran terdiri dari dua kata yaitu rasm dan al-Qur'an. Kata rasm berarti bentuk tulisan. Dapat juga diartikan dengan `atsar dan alamah. Sedangkan al-Qur'an adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw., dengan perantaraan malaikat Jibril, ditulis dalam mushaf-mushaf dan disampaikan kepada umat manusia secara mutawatir (oleh banyak orang) dan mempelajarinya merupakan suatu ibadah, dimulai dengan surat al-Patiihah dan diakhiri dengan surat an-Nas. (Chirzin, 1998: 106). Jadi ilmu rasm Al-Qur'an yaitu ilmu yang mempelajari tentang penulisan mushaf Al-Qur'an yang di lakukan dengan cara khusus baik dalam penulisan lafal-lafalnya maupun bentuk-bentuk huruf yang di gunakannya. Adapun yang di maksud rasm al-mushaf dalam bahasa yaitu : ketentuan atau orang yang di gunakan oleh usman ibn affan bersama sahabat-sahabat lainnya dalam Al-Qur'an berkaitan dengan susunan huruf-hurufnya, yang terdapat dalam mushaf yang di kirim berbagai daerah dana kata serta mushaf al-iman yang berada di tangan usman ibn affan sendiri”

Sementara ulama yang lebih mempersempit rasm al-mushaf yaitu : apa yang di tulis oleh para sahabat Nabi menyangkut sebagian lafaz-lafaz Al-Qur'an dalam mushaf usmani dengan pola tersendiri yang menyalahi kaidah-kaidah penulisan Bahasa Arab. Bagaimana ragam pendapat berkaitan permasalahan rasmul Qur'an. Apakah rasmul Qur'an merupakan tauqif (ketetapan) dari Nabi Muhammad SAW. ataukah bukan. Mengenai permasalahan ini, muncul dua pendapat di kalangan ulama. Kelompok pertama menyatakan bahwa, rasmul Quran adalah tauqifi dari Nabi Muhammad saw. Sedangkan kelompok kedua menyatakan bahwa, rasmul Quran adalah bukan taugifi dari Nabi Muhammad SAW. Menurut Kelompok pertama, bahwa rasmul Qur'an adalah tauqifi dan metode penulisannya dinyatakan sendiri oleh Rasulullah SAW. Pendapat ini dianut dan dipertahankan oleh Ibnu Mubarak yang sependapat dengan gurunya Abdul Aziz ad-Dabbagh. la menyatakan bahwa, tidak seujung rambutpun huruf al-Qur'an yang ditulis atas kehendak seorang sahabat nabi atau yang lainnya. (asShalih, 1990:361) Sedangkan kelompok kedua berpandangan bahwa, rasmul Qur'an tersebut tidak masuk akal kalau dikatakan tauqifi. Pendapat ini dipelopori oleh Qadhi Abu al-Bagilani. la mengatakan bahwa mengenai tulisan al-Qur'an, Allah swt. sama sekali tidak mewajibkan kepada umat Islam dan tidak melarang para penulis al-Qur'an untuk menggunakan rasam selama itu (baca; Utsman bin Affan). Yang dikatakan kewajiban hanyalah diketahui dari berita-berita yang didengar. (as-Shalih, 1990:366)

B. Pola Penulisam Al-Qur'an Dalam Mushaf Usmani Terdapat beberapa pola penulisan Al-Qur'an versi mushaf usamni yang menyimpang dari kaidah penulisan bahasa arab. 1. Penghilangan huruf (al-hadzf)

Al-Hadzf ini terdiri dari enam bagian, yaitu: a. Menghilangkan huruf, alif yaitu dari ya al-nida ( ‫ )يااايهي ااايه ا‬dari ha' al-tanbih ( ‫ ;)هاااي ا‬dari ‫ااا‬ ‫ ;) خل ا‬sesudah

dhamir( ‫ )ه جي‬lajazh jalalah (‫ )هللا‬dari dua kata ( ‫ )ه احن‬dan ( ‫ ;)ساحن‬sesudah huruf lam (

dua huruf lam dari semua mustanna ( ‫ ;)حجلا‬dari semua jama' shahih baik mudzakkar maupun muannats ( ‫ )ساعون‬dan ( ‫ )ه عاء يع ا‬dari semua jamak yang satu pola dengan ( ‫ )عساج‬dan dari semua kata bilangan ( ‫ )يثلث‬dari basmallah dan sebagainya. b. Menghilangkan huruf ya, vaitu huruf ya dibuang dari manqush munawwan (bertanwin), baik ketika berharakat rafa' maupun jar ( ‫ ;)غياحييااويناداا‬menghilangkan huruf ya' pada kata ‫خااون يهفوان يهعيوان‬ dan, selain yang dikecualikan. c. Menghilangkan huruf lam jika dalam keadaan idqham (‫ )ه يل‬dan (‫ )ه ي‬selain yang dikecualikan.

d. Menghilangkan huruf waw, yaitu jika terletak bergandengan (‫ )وانيه ى‬dan ( ‫)ا يسفن‬. Di samping itu, ada beberapa penghilangan huruf yang tidak masuk kaidah. Misalnya penghilangan huruf alif pada kata dan menghilangkan ya' dari kata ‫ هحاحههي‬serta menghilangkan waw dari empat kata kerja (al-fil) ‫ ين يي ع ييعحيهللا يني عيهاي سا‬dan ‫س عيه زحا يه‬ 2. Penambahan huruf(al-ziyadah) Penambahan ini, yaitu alif setelah waw pada akhir isim jamak atau yang mempunyai hukum jamak. Misalnya ‫هن نيها حاب‬, ‫ عاليقنهيحح ا‬dan ‫ ح انيهساحهليل‬Di samping itu menambah alif setelah Hamzah marsumah waw (Hamzah yang terletak di atas tulisan waw). Misalnya, ‫ فايهللايفوفنه‬Yang asalnya di tulis ‫ فايهللايفوفأ‬Demikian pada kata‫ عافة‬, dalam ayat, ‫ وىي ليس حلةيعايلةينية‬kata ‫ ه حسانل‬Dalam ayat ‫هعو اايه حسانا‬ dan , ‫ ساحيل‬dalam ayat ‫ واايلالن ايه ساعيال‬. Demikian juga penambahan huruf ya pada kata ‫ حاايي ا‬atau penambahan huruf waw pada kata ‫ هن ن يهن يك يهنا‬Dan 3. Kaidah Hamzah Yaitu apabila hamzah berharakat suku, maka di tulis dengan huruf yang beharakat sebelumnya. Misalnya ‫ ه ذ‬Dan ‫هنفع‬, selain yang dikecualikan. Adapun Hamzah yang berharakat, jika ‫هنا‬.

ia berada di awal kata dan bersambung dengan Hamzah itu huruf tambahan, maka ia harus di tulis dengan alif secara mutlak, baik berharakat fathah maupun berharakat kasrah. Misalnya ‫وياي يساصح ي‬ ‫ هن نه يهين‬selain yang dikecualikan. Sedangkan apabila Hamzah terletak di tengah maka ia tulis sesuai dengan huruf harakatnya, yakni fathah dengan alif dan kasrah dengan ya serta dlamah dengan waw. Misalnya ‫ سالل يساال يفؤاح‬Tetapi apabila huruf yang sebelum Hamzah itu sukun, maka tidak ada tambahan. Misalnya ‫ عل يهاحض‬dan ‫ ه خب‬selain yang dikecualikan. Di samping itu, jika Hamzah itu terletak di ujung, Makkah ia di tulis dengan huruf dari jenis harakat huruf sebelumnya. Misalnya, kata ‫ سحا ي ن‬dan ‫ شاعئ‬. 4. Menggantikan Huruf Dengan Huruf Lain Badl ini ada beberapa macam yaitu : a. Huruf alif di tulis dengan waw sebagai penghormatan pada kata ،‫ يه صالن‬،‫ ه ز ان‬dan ،‫ ه نيان‬selain yang dikecualikan. b. Huruf alif yang di tulis dengan huruf ya pada kata-kata seperti ‫ ه ااى يه ااى يدلااى‬Yang berarti (bagaimana) ‫ حلى يعفى‬dan ‫ ى‬selain kata dalam surat Yusuf. c. Huruf alif di ganti dengan nun tawkid khafifah pada kata ‫هذ‬. ‫يا‬

d. Huruf ta’ ta’nits (،) di ganti dengan ta’ maftuhah ( ) pada kata ‫ حنعا‬sebagai yang terdapat dalam surat al-baqarah, al-araf, hud, maryam, al-rum dan al-zukhruf. Di samping itu huruf ta’ta’nits (،) di tulis dengan ta’ maftuhah ( ) pada kata ‫ وعا‬sebagai terdapat dalam surat al-baqarah, ali imran, al maidah, ibrahim dan sebagainya. 5. Menyambungkan dan memisahkan huruf (al washl dan al fashl) Washl dan fashl banyak ragamnya yaitu : a. Kata ‫ ه‬dengan harakat fathah pada hamzahnya, di susul dengan ‫ يا‬maka penulisannya bersambung dengan menghilangkan huruf nun, misalnya‫ هاي‬tidak di tulis‫ ه ياي‬kecuali pada kata ‫ ه يايفؤن ن‬dan ‫ه ياي‬ ‫فوحلنه‬. b. Kata ‫ عا‬Yang bersambung dengan ‫ عاا‬penulisannya disambungkan kata dan huruf nun pada mimnya tidak di tulis, seperti ‫ ععا‬kecuali pada kalimat ‫ عا يعاايعل ا يهحعااي ا‬Sebagai terdapat dalam Al-Qur'an surat an-nisa’ dan ar-rum dan kata ‫ عع يحزق ا‬dalam surat al-munafiqun. c. Kata ‫ ع‬yang bersambung menjadi kata ‫ عع‬bukan‫من من‬ dengan ‫ ع‬ditulis bersambung dengan menghilangkan-min, sehingga

apabila tidak memungkinkan ditulis dalam bentuk tulisan yang sama. Kata ‫ ال‬yang diiringi ‫ عاا‬Di sambung sehingga menjadi ‫ لعاا‬Kecuali pada firman Allah SWT ‫عا ي اليعاسااي‬ ‫ فعن‬dan ‫ليعايح نهيه ىيه وف ة‬ 6. sehingga menjadi ‫هعا‬ g. Kata ‫ ه‬yang bersambung dengan ‫ عااا‬ditulis bersambung dengan menghilangkan nun. maka pola penulisannya sama dalam setiap Mushaf Ustmaniy. Akan tetapi.d. maka ditulis dalam Mushaf `Utsmaniy dengan rasm al-mushaf yang berbeda. Misalnya kalimat ‫ ننصاح ايهحاحههي يح ياه‬Dalam sebagian mushaf ustmaiy di tulis dan di baca ‫ نهنصى‬sedangkan dalam sebagian mushaf lainnya di tulis dan dibaca ‫ ووص‬Dan sebagainya. sehingga menjadi ‫هعا‬ f. Hukum Penulisan Al-Qur'an Dengan Rasmul Usmani Pada ulama juga berbeda pendapat tentang hal ini apakah kaum muslimin di wajibkan mengikuti rasm usmani dalam penulisan Al-Qur'an ataukah di bolehkan dengan rasm imlai (pola penulisan konvensional). kalimat ‫ علك ين يه ي‬dan ‫يخ يدن يهللا‬ Ayat-ayat tersebut boleh dibaca dengan menetapkan alif (dibaca dua harakat) dan bisa dibaca sebagai haknya lafzh (dibaca 1 harakat). Beberapa pendapat para ulama mengenai hal ini yaitu sebagai berikut. Kata ‫ أ‬yang bersambung dengan ‫ عااا‬ditulis bersambung dengan menghilangkan nun. Kata yang bisa dibaca dengan dua bunyi (ma’ fih qiratani) Apabila ada dua ayat Al-Qur'an yang memiliki versi qiraat yang berbeda yang dimungkinkan ditulis dalam bentuk tulis dalam bentuk tulisan yang sama. Kata ‫ دا‬yang bersambung dengan ‫ عاا‬ditulis bersambung dengan menghilangkan nun. C. . kata tersebut di tulis dengan menghilangkan alif Misalnya. sehingga menjadi ‫يدع‬bukan ‫ عن من‬kecuali dalam kalimat ‫نيصحيوهيد يع ييشا‬ e. Dalam Mushaf Ustmaniy.

menyulitkan banyak orang serta bisa mengakibatkan berat dan kacau (bagi pembacanya). ya atau yang selainnya. b. Sebagian ulama berpendapat boleh bahkan wajib mengikuti rasm imlai’ dalam Al-Qur'an yang di runtuhkan bagi orang-orang awam dan tidak boleh menulisnya dengan rasm usmani.a. Sementara itu ketika Imam Malik di tanya mengenai penulisan Al-Qur'an dengan kaidah hijaiyah (kaidah imla’) Malik berkata : ‫ال أرى ذلك ولكن يكتب على الكتبه االوىل‬ “Saya tidak berpendapat demikian. tidak mesti kita mengikuti rasm usmani dalam penulisan Al-Qur'an. Sedangkan rasm usmani yang menyalahi rasm imla’ sebagaimana kita kenal. c. karena itu segala bentuk serta model tulisan Al-Qur'an yang menunjukkan arah bacaan yang benar. dengan kata lain kita di bolehkan menulisnya dengan rasm imlai’ Sehubungan dengan ini mereka menyatakan sebagai berikut : “Sesungguhnya bentuk dan model tulisan tidak lain hanyalah merupakan tanda atau simbol. Akan tetapi hendaklah di tulis menurut tulisan pertama. sehubungan dengan itu ahmad ibn hambal berkata : ‫حترم خما لفة خط مصحف عثمان ىف واو او الف اوياء اوعري ذالك‬ “Haram hukumnya menyalahi rasm usmani (dalam penulisan Al-Qur'an) seperti huruf wawu alif. . Para ulama mengakui bahwa rasm usmani berhifat tauqifi wajib mengikuti rasm usmani dalam penulisan Al-Qur'an dan tidak boleh menyalahinya. Para ulama tidak mengetahui bahwa rasm usmani itu bersifat tawqifi. Namun rasm usmani pun wajib di pelihara dan di tertarikan. dapat dibenarkan.

dalam ayat-ayat tertentu yang penulisannya menyalahi rasm imla'i. Memelihara dan melestarikan penulisan al-Qur’an sesuai dengan pola penulisan al-Qur’an pada awal penulisan dan pembukuannya. d. Perkembangan Penulisan Al-Qur’an Sebagian disebutkan dalam sejarah bahwa mushaf ustmaniy yang di tulis oleh panitia empat (Abd Allah bin Zubair. a. seperti penambahan huruf ayat ‫ )ه نهن( ن‬pada ayat ( ‫ )سا ينحي ي هح يه واسؤي‬dan penambahan huruf ‫ )الٌاء( ى‬pada ayat (‫نهحفا ى ي ى ي‬ ‫)ه وححى‬. Kemungkinan dapat menunjukkan keaslian harakat (syakl) suatu lafaz. karena memberi isyarat akan kebesaran kekuasaan Allah SWT.D. khususnya dalam penciptaan langit dan alam semesta. seperti dalam firman Allah berikut ini: )9:2 ‫(البقرة‬ ‫وما خيد عون اال انفسهم‬ Lafazh ( ‫ )ين ا يداان‬dalam ayat di atas. Faedah Penulisan-Penulisan Al-Qur'an Dengan Rasm Usmani Penulisan Al-Qur'an dengan mengikuti atau berpedoman kepada rasm usmani yang di lakukan pada masa khalifah usman sangat berfaedah bagi umat Islam. . Sa'id al-Rahman bin al-Hants dan Zaid bin Tsabit) belum bertitik dan bersyakal. Kemungkinan dapat menunjukkan makna atau maksud yang tersembunyi. seperti dalam firman Allah berikut ini: )74:15\ ‫واسماء بنٌنا ها بأٌد وانا لمو سعون (الذاربات‬ Menurut sementara ulama. lafaz (‫ )باا ٌاد‬ditulis dengan huruf ganda ‫)الٌااء( ى‬. bisa dibaca menurut versi qira'at lainnya yaitu Sementara kalau ditulis ( ‫ )يخاي دن‬tidak memberi kemungkinan untuk dibaca ( ‫)يخ يدن‬ c. Memberi kemungkinan pada lafazh yang sama untuk dibaca dengan versi qira’at yang berbeda. E. b.

al-Khalil bin Ahmad.Hal ini dikarenakan tanda-tanda seperti itu belum dikenal pada waktu itu. khususnya untuk melestarikan bahasa Arab. Abu al-Aswad belum meletakkan syakal untuk setiap huruf. salah seorang yang mempunyai atensi besar terhadap pembubuhan tanda baca (syakal). maka timbal upaya untuk membuat tanda-tanda huruf Al-Qur'an. Pada masa Abasiah. Adapun tanda sukun (mati) yaitu dengan membubuhkan tanda kepala huruf ha (‫ )ح‬yang terletak di atas huruf (‫ )ح‬dan tasydid dengan membubuhkan tanda kepala huruf sin (‫ )س‬yang terletak di atas huruf (‫)س‬. Misalnya. mereka melakukan kesalahan dalam membaca firman Allah SWT (Allah berlepas diri dari orang-orang Musyirikin). Pertumbuhan tanda baca (syakal) selanjutnva dikembangkan oleh murid al-Dualliy._). pertumbuhan tanda baca dalam penulisan Al-Qur'an merupakan hal yang sangat layak. Upaya tersebut tampak pada masa Khalifah Abd al-Malik bin Marwan (685-705 M). Ziyad Ibn Samiyyah. tanda kasrah (i) dengan membubuhkan titik satu di bawah huruf ()dan tanda dhamah (u) dengan titik satu yang terletak di antara bagian-bagian huruf () Sedangkan untuk sukun (mati) tidak diberi tanda apa-apa. 382 H) di baca oleh kaum muslimin selama sekitar 40 tahun. (a) ia membubuhkan tanda titik satu yang terletak di atas burnt (_. al-Hajjaj bin Yusuf Al-Tsaqafi untuk menyusun tanda-tanda baca Al- . kecuali syakal huruf akhir saja. Sekalipun Al-Qur'an di tulis demikian. Ketika Islam berkembang ke berbagai wilayah yang selanjutnya terjadi akulturasi budaya (perpaduan budaya) antara masyarakat Arab dan non-Arab. Hal ill] tidak terlepas dari pemantauannya terhadap kaum Muslim"" yang melakukan kesalahan dalam membaca Al-Qur'an. Kendati demikian. dengan membubuhkan huruf alif kecil (') terletak di atas huruf(_). ziyad bin sammiyah meinta Abu al-Aswad al-Dualliy untuk memubuhkan tanda baca (syakal) dalam mushaf agar tidak terjadi kekeliruan dalam membaca Al-Qur'an di kalangan kaum Muslimin. Ia telah membuat fathah. Misalnya untuk tanda fathah. Seiring dengan ekspansi Islam ke berbagai wilayah dan semakin banyaknya masyarakat non Arab rang masuk Islam. Gubernur Basrah pada masa pemerintahan Muawiyyah (661 -680 M). Kemudian beliau menugaskan seorang ulama. tanda/kasrah dengan membubuhkan huruf ya' kecil (‫ )ي‬di bawah huruf (‫)ي‬ dan tanda dhamah dengan membubuhkan tanda kepada huruf waw kecil (‫ )و‬di atas huruf (‫)و‬. Melihat kenyataannya ini. Mushaf utsmaniy sebagai di ungkapkan al ashari (w. akan tetapi dan kaum muslimin dapat membaca Al-Qur'an dengan benar.

III. menciptakan bentuk melengkung. Pola penulisan rasm qur’an dalam mushaf usmani menurut kaidah bahasa araba : 1. Atas titah al-Hajjaj kepala dua orang ahli ini. KESIMPULAN Ilmu rasm qur’an yaitu ilmu yang mempelajari tentang penulisan mushaf Al-Qur'an dengan baik. seorang warga Madinah. selanjutnya menugaskan Nashr bin Ibn Ashim dan Yahya bin Ya’mur (keduanya murid al-Dualliy) untuk menyusun tanda-tanda baca tersebut. baik hamzah maupun bukan hamzah. jim(‫ )ج‬dan kha (‫)ح‬ dan sebagainya. Kemudian pengikut al-Dualliy menambahkan tandatanda lainnya yaitu dengan meletakkan garis horizontal di atas huruf yang terpisah. Pertimbangan mereka. make terdapatlah tanda-tanda huruf dalam Al-qur’an dengan cara membubuhkan tanda titik (. mereka meletakkan garis vertikal jika sebelumnya fathah dan ke bawah jika sebelumnya dhamah.) pada huruf-huruf yang serupa untuk membedakan antara huruf yang satu dengan huruf yang lain.qur’an (nugath al-'Ajam). Menggantikan huruf dengan huruf lain (al hadl) . Penghilangan huruf (al hadzf) 2. Tokoh-tokoh lain yang membubuhkan tanda huruf Al-qur’an adalah `Ubaidillah bin Zayyad (67 H). al-Hajjaj telah melakukan perubahan Rasm `Utsmaniy di 11 tempat. yang pada Rasm `Utsmaniy justru dibuang misalnya. Misalnya huruf dal (‫ )د‬dengan dzal (‫ )ذ‬huruf ha (‫)ه‬. para ulama banyak yang mendukung upaya tersebut. Sebagai tanda alif washal. Menurut sebuah riwayat. Untuk selanjutnya. yang memerintahkan seorang Persia meletakkan huruf alif. Adanya pembubuhan tanda-tanda huruf tersebut menimbulkan pro dan koma di kalangan ulama paling tidak sampai generasi tabi'in. Kaidah hamzah 4. banyak kaum Muslimin yang merasa kesulitan membaca Alqur’an disebabkan mereka bukan penduduk di wilayah Arab. kata ‫ عال يل ة‬yang dalam Rasm `Utsmaniy ditulis ‫ ع ل ة‬al-Zanjani. Penambahan huruf (al ziyadah) 3. al-Hajj.

Amin Makalah Tentang Rasm Al Qur'an . Menyambungkan dan memisahkan huruf (al washl dan al fashl) 6. Dapat menunjukkan makna atau maksud yang tersembunyi d.5. Memberi kemungkinan pada lafad yang sama c. Penulis yakin bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan dan banyak kesalahan oleh karenanya saran dan kritik anda yang membangun dan masukan buat kami yang akan menjadikan makalah ini akan lebih baik. Memelihara dan melestarikan penulisan Qur'an b. namun ada juga ulama yang tidak mengetahui rahm imlai dalam Al-Qur'an faedah penulisan Al-Qur'an dalam rasm usmani pada masa usman a. maka timbul upaya untuk membuat huruf Al-Qur'an. Kemungkinan dapat menunjukkan keaslian harakat Seiring dengan ekspresi Islam berbagai wilayah dan semakin banyaknya masyarakat non arab masuk Islam. PENUTUP Demikian makalah yang kami susun dan masih banyak kekurangannya. Kata yang bisa di baca dengan dua bunyi (ma fih qiraatani) Berbagai pendapat tentang hukum penulisan Al-Qur'an dengan rasm usmani para ulama mengetahui bahwa rasm usmani bersifat taufiqi. IV.

sebabkan tersebarnya para qari'in di berbagai kota. seperti masalah disunahkannya shalat sunah di maqam Ibrahim. Ketika Abu Bakar --khalifah pertama—memberantas kaum murtadin dan pendukung nabi palsu. Musailamah. . Sebagaimana tercatat dalam sejarah. untuk membukukan al-Qur'an. kulit-kulit unta dan lembar-lembar daun kurma. lalu Hafshah binti Umar. pemuda cerdas penulis wahyu untuk Rasulullah SAW. Rasulullah SAW segera menyampaikannya kepada umat. sesuai dengan riwayat shahih tentang bacaan al-Quran.A. disimpan di kediaman Abu Bakar. Diantara sahabat. Muqaddimah Al-Quran diturunkan secara bertahap. Dalam masalah ini beliau menyarankan agar segera dilakukan pengumpulan Al-Quran dalam sebuah buku. tulisan-tulisan yang tercerai berai di atas bebatuan. Umar bin Al-Khattab adalah sahabat yang mempunyai banyak keistimewaan. ada yang langsung menghafal ayat al-Qur'an setiap kali turun. Ketika Rasulullah SAW wafat. melainkan tersimpan dalam dada para sahabat. banyak dari penghafal al-Qur'an gugur sebagai Syahid. Ada pula yang hanya menulisnya. dan memerintahkan untuk menulisnya. hingga Abu Bakar khawatir hal ini akan mengakibatkan lenyapnya al-Qur'an dari muka bumi. terukir diatas lembar-lembar para penulis wahyu. Al-Qur'an tidak terkumpul dalam satu buku (mushaf). Al-Quran yang telah dikumpulkan berdasar hafalan-hafalan para sahabat. Dengan pembukuan Al-Qur'an ini maka sempurnalah apa yang terkandung dalam firman Allah: ‫إًا ًحي ًسلٌا الركر وإًا له لحافظىى‬ "Sesunggunya kami telah menurunkan Al-Qur'an dan sesungguhnya kami akan melindunginya". Mushaf ini dikenal dengan mushaf bakriyah. Melalui usaha keras akhirnya saran Umar ini diterima Abu Bakar menerimanya dan segera memerintahkan Zaid bin Tsabit. dan Rasulullah menuntun penulisan itu sesuai dengan urutan surat dan ayat. Setiap kali ada ayat turun. diantaranya adalah sesuainya pendapat Umar dengan wahyu yang akan diturunkan. Pada saat Utman bin Affan RA memerintah Islam. dan ada yang hafal secara keseluruhan. Pada saat itu para penghafal al-Qur'an sangat banyak. beliau melihat banyaknya perbedaan dalam bacaan dan penulisan al-Qur'an. Mushaf Abu Bakar ini adalah mushaf AlQur'an yang memasukkan 7 bacaan.

Badal (penggantian). Al–Hadzf (membuang. Sedangkan dari nash diantaranya adalah hadits riwayat Zaid bin Tsabit.penulisan kata semacam itu ditulis dengan menghilangkan alif. ia berkata: ُ ‫ًؤلف القرآى هي الرِّقاع‬ ‫كٌا‬ "Kami menulis al-quran dari riqa'. Washal dan fashl (penyambungan dan pemisahan). Ayat ini boleh dibaca dengan menetapkan alif (yakni dibaca dua alif). 3. Mushaf ini diperbanyak dan dikirim diberbagai kota penting di wilayah kekuasaan Islam. Sementara Mushaf Bakriyah dikembalikan lagi ke Sayyidah Hafshah. Abdullah bin Zubair. seperti alif ditulis dengan wawu sebagai penghormatan pada kata (‫)الصلىة‬. menghilangkan huruf alif pada ya‘ nida‘ (‫ٌََ ََ آَ َها الٌا ش‬ َ ). 6. atau meniadakan huruf). . diantaranya adalah Az-Zarkasyi dalam kitab "AlBurhan". dan Abu Ja'far bin Zubair dalam kitab "Al-Munasabat". contoh (‫) ائرى‬. Salah satu kaidahnya bahwa apabila hamzah berharakat sukun. yakni mengumpulkannya untuk menertibkannya" Dan banyak hadits-hadits lain yang menjelaskan. Kemudian beliau memerintahkan Zaid bin Tsabit. seperti menambahkan huruf alif setelah wawu atau yang mempunyai hukum jama‘ (‫ ) بٌىا اسرا ئُل‬dan menambah alif setelah hamzah marsumah (hamzah yang terletak di atas lukisan wawu ( ‫)حاهلل حفخؤا‬. 4. Kata yang dapat di baca dua bunyi. Suatu kata yang dapat dibaca dua bunyi. Sa'id bin al-'Ash. Penulisan kedua ini didasarkan pada dialek arab suku Quraisy dan berarti Utsman menyisakan hanya satu bacaan dari tujuh bacaan al-Qur'an yang diturunkan. C. Dengan tindakan ini seluruh mushaf al-Qur'an yang berbeda dengan tulisan keempat sahabat tersebut dibakar untuk menghindari perbedaan yang akan menimbulkan perpecahan. 2. Al-Hamzah. dan Abdurrahman bin Harits bin Hasyim untuk menulis kembali Al-Qur'an dengan rujukan mushaf al-bakriyah yang berada di kediaman Hafshah. 1. Ijma' tentang urutan ayat dan surat ini telah dinukil oleh sebagian besar ulama. Mushaf ini terkenal dengan sebutan mushaf utsmani atau rasm utsmani. B. contohnya.menghilangkan. Contohnya.(‫) هلك َىم الدَي‬.seperti kata kul yang diiringi dengan kata ma ditulis dengan disambung ( ‫) كلوا‬. As-Suyuthi mengatakan bahwa berdasarkan Ijma dan nash-nash yang ada. Al-Ziyadah (penambahan). Kejadian ini terjadi pada tahun 25 Hijriyah. Di dalam mushaf ustmani. Pengertian Rasm Al-Qur'an Rasm al-Quran yang disebut juga rasm utsmani ialah penulisan al-Qur'an oleh para sahabat dengan kaidah khusus yang tidak sesuai dengan kaidah penulisan bahasa Arab. 5. susunan surat dan ayat dalam al-Qur'an adalah tawqifi. Kaidah ini teringkas dalam enam kaidah. Susunan Ayat Dan Surah Dalam Rasm Utsmani Dalam Al-Itqan. Alasannya ialah karena memang Al-Qur'an diturunkan dengan lughat bangsa Quraisy. boleh juga dengan hanya menurut bunyi harakat (yakni dibaca satu alif).penulisanya disesuaikan dengan salah salah satu bunyinya. ditulis dengan huruf berharakat yang sebelumnya.hingga menimbulkan bacaan al-Qur'an dengan bermacam-macam dialek.

Imam Al-Baihaqi dalam kitab haditsnya "Syu'bul Iman". Lagi pula mushaf Abu Bakar telah sirna karena ikut tercuci saat Hafshah binti Umar ummul mukminin meninggal. Muslim) Ulama yang mengatakan bahwa urutan surah bukan tawqifi. meskipun kita tidak begitu mengerti apa hikmah dibalik perbedaan metode penulisan Rasm Utsmani dengan kaidah-kaidah penulisan dalam bahasa Arab. adalah mushaf yang wajib diikuti berdasar kesepakatan para ulama. Dalilnya ialah hadits Muslim dari Abuh Hurairah: ‫اى البُج الري حقرأ فُه البقرة ال َدخله شُطاى‬ "Sesungguhnya rumah yang dibacakan surat al-Baqarah tidak akan kemasukan syetan". adalah alasan yang tidak dapat diterima karena ini bertentangan dengan apa yang telah disepakati oleh sebagian besar sahabat dan para ulama sesudahnya. beliau berkata bahwa Rasulullah bersabda: ‫أقرأًً جبرَل علً حرف فراجعخه فلن أزل أسخسَد وَسَدًٍ حخً اًخهً إلً سبعت‬ ‫أحرف‬ . Karena mereka lebih banyak ilmunya. Syeikh Abduraahman bin Al-Qadli al-Magrabi mengatakan bahwa hukum menulis al-Qur'an tidak sesuai dengan rasm utsmani adalah haram. seperti yang dikatakan al-Qadli 'Iyadl. Rasm Utsmani Diantara Qira'ah-Qira'ah Yang Lain Al-Bukhari meriwayatkan hadits dari Abdullah bin Abbas. Perbedaan Ulama Tentang Kedudukan Rasm Utsmani Mushaf-mushaf yang dikirim Utsman ke seluruh penjuru negeri yang disebut sebagai rasm utsmani. untuk menghindari kerancuan. tetapi hasil ijtihad para sahabat menggunakan dalil dari hadits riwayat Muslim dari Hudzaifah yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW dalam sebuah shalat pada rakaat pertama membaca surat An Nisa dan pada rakaat kedua membaca surat Ali Imran. mengapa kita tidak memakai mushaf Abu Bakar saja. dan lebih besar amanahnya. Rasulullah SAW memerintahkan kita berpegang teguh terhadap sunnah beliau dan sunnah-sunnah khulafa'ur rasyidin. Alasan yang dijadikan dalil memperbolehkan penulisan Al-Qur'an yang tidak sesuai dengan rasm utsmani berupa ketidak mengertian kalangan awam atas rasm utsmani dan akan mengakibatkan mereka keliru dalam membaca al-Qur'an dan alasan-alasan yang lain. Kesepakatan ini menjadikan sebuah kewajiban bagi kita untuk ittiba'. padahal mushaf tersebut ada sebelum mushaf utsman? Jawabannya adalah bahwa mushaf Abu Bakar mengumpulkan ketujuh wajah qira'ah di mana di dalam penulisannya mengakibatkan adanya perbedaan antar satu qira'ah dengan qari'ah yang lain. (HR. E. lebih benar hati dan lisannya. mengatakan bahwa hendaknya kita membaca dan menulis Al-Qur'an sesuai dengan apa yang telah ditulis para sahabat. Hukum wajib ini bukan tanpa alasan. D. Menurut sebagian ulama rasm utsmani telah disepaki oleh 12000 sahabat. Sedangkan mushaf utsman dinukil dari mushaf Abu Bakar yang hanya menuliskan satu qiraah yakni qiraah dengan dialek bahasa bangsa Quraisy. Jika ditanya. Ini membuktikan bahwa urutan surat dalam al-Qur'an adalah hasil ijtihad para sahabat.Nama surat juga tawqifi.

dan diajarkan oleh rasulullah SAW. menganggap mereka telah berbuat teledor atau menganggap mereka bodoh dan tidak paham akan kaidah-kaidah penulisan bahasa Arab. Hal ini berdasarkan riwayat bahwa Rasulullah membacakan ayat al-Quran di hadapan Zaid bin Tsabit untuk ditulis (imla'). 4. Tidak henti-hentinya saya memintanya mengulangi. tidak bisa membaca dan menulis. Beliau menambahkan bahwa ketika seseorang menulis al-Qur'an yang di dalamnya ada qiraah yang berbeda dan harus menggunakan tulisan yang berbeda pula. Hukum wajib ini akan bertentangan dengan status shahih dari qiraah yang lain dan bisa mengharamkan qiraah sahih dan mutawatir lain yang tidak sesuai dengan rasm utsmani. Contoh-contoh lain banyak di dalam al-Quran. meskipun ini merupakan mukjizat bagi beliau. Jika rasm utsmani tawqifi. rasm utsmani adalah salah satu rukun dari rukun-rukun ketujuh qira'ah al-Qur'an. Sebagian mereka berpendapat bahwa rasm utsmani adalah tauqifi. meski tidak terkumpul dalam satu tempat dan urutan surat yang belum ditertibkan. bukan berarti berika meremehkan para sahabat penulis al-Qura'n. Syeikh Muhammad Ali Ad Dlibagh mengatakan bahwa. yang semuanya disaksikan sekelompok besar sahabat. Dan dia mengulanginya hingga sampai tujuh (macam) bacaan"."Jibril membacakan kepadaku satu huruf (bacaan) al-Qur'an lalu saya mengikutinya. F. 2. Sebab yang diharuskan mengikuti rasm utsmani ialah hanya bentuk penulisan. maka tidak akan terjadi perbedaan diantara mushaf-mushaf yang beliau kirim ke berbagai daerah. seperti yang didengungkan para orientalis atau kaum Syiah yang menganggap para sahabat penulis alQur'an telah berkhianat dengan melakukan tahrif dan taghyir pada al-Qur'an serta membuang banyak ayat al-Qur'an diantaranya adalah ayat yang menjelaskan keberhakan 'Ali bin Abi . maka Imam Malik tidak akan memperbolehkan penulisan al-Qur'an untuk bahan pelajaran anak-anak yang tidak sesuai dengan rasm utsmani Meskipun para ulama ini mengatakan demikian. Hadits ini adalah dalil bahwa Al-Qur'an memang diturunkan dengan tujuh macam qira'ah. sehingga ia tidak dikatakan menyalahi mushaf utsmani. maka setiap qira'ah sama sekali tidak bertentangan dengan rasm utsmani. Jika tawqifi. Pendapat Ulama Tentang Status Tawqifi Pada Rasm Utsmani Para ulama berbeda pendapat tentang hal ini. 3. (HR. Semua dasar itu membuktikan rasm al-Qur'an adalah tawqifi bukan hasil hasil ijtihad para sahabat. seperti penulisan ًٍ‫ واخشى‬dengan menggunakan ya' pada surat Al-Baqarah dan tanpa ya' dalam surat Al-Maidah. Pendapat yang mengatakan rasm utsmani bukan tauqifi melainkan hasil ijtihad sahabat memberikan alasan sebagai berikut: 1. Alasan lain adalah sudah ditulisnya al-Qur'an sejak zaman Rasulullah SAW. Sebagaimana dijelaskan di atas mengikuti rasm utsmani adalah wajib. Zaid bin Tsabit tidak akan berbeda pendapat dengan sahabat yang lain pada kalimah ‫ الخابىث‬apakah ditulis dengan ta' atau ha' (tak ta'nits). Rasulullah adalah seorang ummi. Ketujuhmacam qiraah tadi adalah shahih berdasar pengajaran Jibril kepada Rasulullah dan ketujuh macam qiraah tadi juga disampaikan semuanya kepada sahabat. hingga akhirnya sampai ke telinga Utsman dan beliau memerintahkan menulisnya dengan ta'. Bukhari). maka yang harus dilakukan menulisnya sesuai dengan rasm utsmani lalu memberinya harakat atau tanda-tanda lain.

karena sering digunakan. Diantara hikmah-hikmah itu ialah: 1. Dialah yang telah membunuh banyak ulama dan sahabat dan menghancurkan Ka'bah. . karena alasan-alasan dan hikmah itu diciptakan jauh sesudah para sahabat wafat. seolah-olah ‫ ال‬dalam ayat itu adalah nafiyah. titik. jika menginginkan keselamatan di saat perpecahan umat semakin menjadi yang menjadikan Islam semakin penuh warna. mungkin al-Qur'an tidak akan pernah sampai ke tangan kita. Pembuangan alif dalam ‫ بسن هللا‬adalah untuk mempermudah dan meringankan. meredam perbedaan dan menghindarkan Al-Qur'an dari kesirnaan. Namun hal ini hanya sebagai penghibur dan pemanis. G. di mana kita dianjurkan berpegang teguh kepada sunnahnya dan sunnah khulafaur rasyidin. H. tanpa memandang alasan-alasan nahwiyah atau sharfiyah yang sudah tercipta. Ingatlah Allah menjamin Al-Quran melalui firmanNya: ‫إًا ًحي ًسلٌا الركر وإًا له لحافظىى‬ "Sesunggunya kami telah menurunkan Al-Qur'an dan sesungguhnya kami akan melindunginya". Banyak alasan-alasan dan hikmahhikmah yang mereka kemukakan dibalik tulisan mushaf itu. tanda waqaf dan tanda-tanda yang lain seperti yang kita kenal saat ini adalah Gubernur Mekah Al-Hajjaj Yusuf Ats Tsaqafi. begitu pula saat munculnya rasm utsmani. I. 4. gubernur dzalim pada zaman khalifah Abbasiyah Abdul Malik bin Marwan. rasm utsmani adalah sebuah prestasi gemilang dalam sejarah perkembangan Islam. dan semakin meningkatnya kecenderungan manusia terhadap dunia. Penutup Bagaimanapun. Usaha Ulama dalam menerjemahkan Gaya Penulisan Mushaf Banyak para ulama yang berusaha menerjemahkan gaya penulisan mushaf utsmani yang tidak sesuai dengan kaidah penulisan arab yang baku. Semoga Allah menetapkan kita sebagai orang yang mampu mencicipi air segar telaga Rasulullah SAW dan sebagai orang yang bisa memandang wajah Allah yang maha agung. dimana mereka meninggalkan rasm yang tidak diketahui hikmahnya dan tidak dipahami petunjuknya. Penambahan Titik dan Harokat Titik dan harokat pada zaman sebelum Islam tidak dikenal. Ada yang mengatakan bahwa karena alif dibuang maka sebagai petunjuk pembuangan alif. Penambahan ya' pada ‫ والسواء بٌٌُها بئَُد‬berfungsi untuk membedakan lafadz ٌ‫ أَد‬yang bermakna kekuatan dan yang bermakna tangan. maka terjadi kesalahan dalam pembacaan al-Qur'an oleh orang-orang non Arab. Orang yang memprakarsai pertama kali penambahan harokat. Dan apapun pendapat ulama tentang rasm utsmani.Thalib atas kursi khalifah sesudah Rasulullah SAW. Pembuangan wawu pada ayat ‫ َوح هللا الباطل‬berfungsi sebagai petunjuk akan cepat hilangnya kebatilah. Ketika agama Islam tersebar bukan hanya ke wilayah Arab saja. 2. Jika rasm utsmani tidak ada. Penambahan Alif pada ‫ ال اذبحٌه‬berfungsi sebagai petunjuk bahwa penyembelihan tidak terjadi. awal penulisan ba' dibuat panjang. 3. ia adalah maha karya sahabat dan khulafaur rasyidin.

Dar El Fikr.org/wiki/Rasm_al-Qur%27an Wizarah Al-Awqaf li As-Syu'un Al-Islamiyah. sehingga halhal yang berbau klasik atau lama sepertinya sudah jarang diperhatikan. Dalam banyak penelitan mereka. huruf Ha adalah simbol untuk mushhaf Abu Hurairah. para orientalis menyebarkan berbagai syubhat batil seputar AlQuran. Karena kataya sudah tidak sesuai dengan zamannya lagi.Amin. Tarikh At-Tasyri' al-Islami. Darul Wizarah. Bahkan terkesan sepertinya harus dihilangkan dan dilupakan. Al-Mausu'ah Al-Fiqhiyah. termasuk juga dari segi tulisannya dan perbedaan antara tulisan yang satu dengan tulisan yang lain. Muhammad Tahir. Cet. Sebagai contonya adalah dari kalangan orientalisme. . Seorang orientalis bernama Noeldeke dalam bukunya.multiply. Menurutnya. Muhammad. Nun untuk mushhaf Utsman. Maktabah Dar Ihya' al Kutub alArabiah. Begitu juga dengan kitab suci kita yaitu Al-qur’an karim yang oleh banyak pihak mulai dan sudah diganggu ke-autentikannya dari segi manapun. seperti yang ada pada teks mushhaf Utsmani. menolak keabsahan huruf-huruf pembuka dalam banyak surat Al-Quran dengan klaim bahwa itu hanyalah simbol-simbol dalam beberapa teks mushaf yang ada pada kaum muslimin generasi awal dulu. Ia berkata bahwa huruf mim adalah simbol untuk mushhaf al-Mughirah. DAFTAR PUSTAKA Al-Khudlari.com/journal/item/27 http://id. Al-Mushannaf. Dan hal ini merupakan hal yang sangat mengganggu dan meresahkan di kalangan umat Islam.wikipedia. Kuwait 29 April 2008 RASM AL-QUR’AN (Ulumul Qur'an) RASM AL-QUR’AN (Ulumul Qur'an) RASM AL-QUR’AN BAB I PENDAHULUAN Pada zaman sekarang ini yang katanya zaman modern atau zaman yang sudah maju. Tahun 1981 Abdullah bin Muhammad bin Abi Syaibah. Surabaya. Al-Itqan fi Ulum al-Qur'an Al-Kurdi. Beirut Al-Suyuthi. Tarikh Al-Quran. 'Ulum al-Qur'an http://fadliyanur. Abdur Rahman bin Al-Kamal Jalaluddin.

Definisi Rasm Al-quran Dan Rasm ‘Utsmani Rasm qur’an yaitu penulisan mushaf Al-qur’an yang dilakukan dengan cara khusus. kaum orientalis menuduh bahwa isi Al-Quran berasal dari ajaran Nasrani.simbol-simbol itu secara tidak sengaja dibiarkan pada mushhaf-mushhaf tersebut sehngga akhirnya terus melekat pada mushhaf Al-Quran dan menjadi bagian dari Al-Quran hingga kini. Pola Penulisan Al-Qur`an Dalam Mushaf Utsmani Bangsa Arab sebelu Islam dalam tulis menulis menggunakan khot Hijri. Tim menulis ayat-ayat Al-qur’an dengan berpegangan dengan ayat-ayat Al-qur’an yang disimpan oleh Nabi SAW. Pada masa khalifah Abu Bakar sedikitnya ada 70 hafidz Al-qur’an yang mati syahid dalam suatu peperangan meluruskan orang-orang yang murtad dari agama Islam. karena ada kemampuan berbahasa yang tertanam dalam jiwa mereka. sehingga dibentuklah tim penuls Al-qur’an yang diketuai oleh Zaid bin Tsabit. 2. Kaum orientalis yakin bahwa Al-Quran adalah buatan Muhammad. Baik dalam penulisannya maupun dalam urutannya. dan ayat-ayat yang dihapal oleh para sahabat yang masih hidup. Ubai bin Ka’ab dan Tsabit bin Qais. zaid binTsabit. Dengan berbagai pertimbangan Abu Bakar menerima usulan Umar. Penulisan Al-qur’an pada masa Nabi SAW dilakukan oleh para sahabat-sahabatnya.[3] Sejauh itu Bahasa dapat terpelihara dari kerusakan-kerusakan. Sedangkan Goldziher menuduhnya berasal dari ajaran Yahudi. Nabi juga membentuk tim khusus untuk sekretaris (juru tulis) Al-qur’an guna mencatat setiap kali turun wahyu. Setelah datang Islam dinamakan Khot Kufi.*2+ Pada waktu itu mereka menulis Al-qur’an berdasarkan petunjuk Nabi SAW. seperti tuduhan Brockelmann. BAB II RASM AL-QUR’AN 1. tulisan tersebut diserahkan kepada Umar bin Khattab lalu diserahkan lagi kepada khafsoh. . Sesudah Abu Bakar wafat. baik dalam penulisan lafal-lafalnya maupun bentuk-bentuk huruf yang digunakannya. Kemudian ketika itu Umar bin Khattab mengajukan usul kepada khalifah untuk mengumpulkan catatan-catatan Al-qur’an menjadi satu.[1] Disinilah perlunya dan harusnya kita mempelajari kembali tentang ilmu Al-qur’an dari awal sehingga tidak terjadi putusnya sejarah awal Al-qur’an diturunkan dan dibukukan dalam bentuk mushaf seperti yang telah ada di zaman sekarang ini. Diantara mereka ialah. Berkaitan dengan sumber penulisan Al-Quran.

8. Mushaf itu ditulis dengan kaidah-kaidah tertentu. 4. Di dalam mushaf `Utsmani. 9.Ubay bin ka`b.dan dari kata na .dari tanbih .[5] Mereka inilah yang menyusun mushaf Al-Qur`an yang kemudian di kenal dengan mushaf Utsmani. ada juga yang mengatakan bahwa panitia yang di bentuk oleh Utsman ada empat orang mereka itu adalah Zaid bin Tsabit. Kata yang dapat dibaca dua bunyi. . Malik bin Abi Amir. Penulis kata yang dapat di baca dua bunyi disesuaikan dengan salah satu bunyinya. maka Utsman bin Affan membentuk panitia yang terdiri dari 12 orang untuk menyusun penulisan dan memperbanyak naskah Al-Qur`an. Al-Jiyadah(penambahan). menghilangkan. karena di tetapkan pada masa khalifah Utsman bin Affan. Ayat di atas boleh di baca dengan menetapkan alif(yakni di baca dua alif). Abdullah bin Umar. Para Ulama meringkas kaidah-kaidah itu menjadi 6 istilah. Nafi bin Zubair bin Amr bin Naufal. ataumeniadakan huruf). b. f. e. 2. d. 7. Sa`id bin Al-As bin Sa`id bin Al-As. Al-hamzah. 10. contoh “i`dzan( ) dan “u`tumin”( ).Abdullah bin Abbas. Al-Hadzf(membuang. di tulis dengan huruf berharakat yang sebelumnya. Anas bin Malik. 12. Contohnya. umat Islam telah tersebar ke berbagai kepenjuru dunia sehingga pemeluk agama Islam bukan hanya orang-orang Arab saja. 6.Abdullah bin az-Zubair. salah satu kaidahnya berbunyi bahwa apabila hamzah berharakat sukun.Pada masa khalifah utsman bin Affan. seperti menambahkan huruf alif setelah wawu atau yang mempunyai hokum jma` ( ) dan menambah alif setelah hamzah marsumah (hamzah yang terletak di atas tulisan wawu) ( ). menghilangkan huruf alif pada ya`nida` . penuli kata semacam itu di tulis dengan menghilangkan alif. Washal dan Fashl (penyambungan dan pemisahan). Pada saat itu muncul perdebatan tentang bacaan Al-Qur’an yang masing-masing pihak mempunyai dialek yang berbeda. Sa’id bin Al-As dan Abdurrahman bin Al-Harits [6]. 11. yaitu: a. Abdullah bin Amr bin al-As. Kedudukan Rasm ‘Utsmani .Abrur-Rahman bin Hisham.. misalnya “maliki yaumiddin”( ). Badal (penggantian). abdulalh bin Zubair.Khatir bin Aflah. 3.[7] 3. Sangat di sayangkan masing-masing pihak merasa bahwa bacaan yang di gunakannya adalah yang terbaik. Mereka itu adalah: 1. Zaid bin Tsabit. c.[4] Untuk mengantisipasi kesalahan dan kerusakan serta untuk memudahkan membaca Al-Qur`an bagi orang-orang awam.boleh juga hanya menurut bunyi harakat (yakni dibaca satu alif). 5. seperti alif di tulis dengan wawu sebagai penghormatan pada kata . seperti kata kul yang di iringi kata ma di tulis dengan di sambung ( ). pada lafadzh .

[8] Dalam keterangan diatas. diberbagai wilayah dengan warna-warni yang ada. Khalifah Utsman juga melakukan verifikasi dengan suhuf resmi yang sejak semula ada pada Hafsah guna melakukan verifikasi dengan mushaf yang dia pegang. tidak bisa berpartisipasi dalam kompilasi suhuf. Mus’ab bin Sa’d menyatakan bahwa masyarakat telah menerima keputusan Utsman. dan melakukan pengoreksian terhadap kesalahan-keslaahan yang ada pada mushaf yang dipegang oleh panitia. maka disebarkan dan dibuat menjadi beberapa duplikat dan dikirimkan ke beberapa tempat. Riwayat lain mengukuhkan kesepakatan ini. Hukum Penulisan Dengan Rasm Utsmani . Maka tak perlu lagi ada fragmentasi tulisan Al-qur’an yang bergulir di tangan orang-orang. sejak awal teks Al-qur’an ini sudah benar-benar kukuh hingga abad ketiga.[10] 4. Di dalam melakukan pengumpulan tujuan utama Utsman adalah ingin menutup semua celah-celah perbedaan dalam bacaan Al-qur’an dengan mengirim mushaf atau mengirim sekalian dengan pembacanya. agar tidak membaca sesuatu yang berbeda dengan mushaf Utsmani.[9] 2. tidak terdapat inkonsistensi di natara suhuf dan mushaf tersendiri. merupakan bukti keberhasilan Utsman yang tak mungkin tersaingi oleh siapa pun dalam menyatukan umat Islam dalam satu teks.”Demi Allah. Seseorang bisa jadi keheran-heranan mengapa khalifah ‘Utsman bersusah payah mengumpulkan naskah tersendiri sedang akhirnya juga dibandingkan dengan suhuf yang ada pada Hafsah. Setelah naskah mushaf tersebut selesai dibuat.Khalifah Utsman menyuruh ziad bin Tsabit untuk mengambil suhuf dari A’isyah sebagai perbandingan dengan suhuf yang telah disusun oleh panitia yang telah dibentuk Utsman. Satu dasawarsa sebelumnya ribuan sahabat. Kedua metodologi yang dipakai dalam kompilasi Al-qur’an pada zaman kedua pemerintahan sangat tepat dan akurat. setidaknya tidak mendengar kata-kata keberatan. dan dari kesimpulan yang luas ini terdapat: pertama. Untuk menarik lebih banyak kompilasi bahanbahan tulisan. Alasan yang paling mendekati kemungkinan barangkali sekedar upaya simbolik. termasuk Ali bin Abi Thalib berkata. naskah Utsman tersendiri(independen) memberi kesempatan kepada sahabat yang masih hidup untuk melakukan usaha yang penting ini.dan juga dengan dua perintah: 1. Oleh karena itu semua pecahan tulisan (fragmentasi) Al-qur’an telah dibakar. agar membakar semua mushaf milik pribadi yang berbeda denganmushaf milikya harus dibakar. Oleh karena itu adanya kesatuan secara total yang ada teks Al-qur’an di seluruh dunia selama empat belas abad. dia tidak melakukan apa-apa dengan pecahanpecahan (mushaf) kecuali dengan persetujuan kami semua (tak ada seorang pun diantara kami yang membantah)”. yang sibuk berperang melawan orang-orang murtad di Yamamah dan di tempat lainnya.

“Haram hukumnya menyalahi khot Utsmani dalam soal wawu. “Aku tidak berpendapat demikian. Asyhab berkata ketika ditanya tentang penulisan Al-qur`an. Pegang pena baik-baik. Tidak ada halangan untuk menyalahinya tatkala suatu generasi sepakat menggunakan cara untuk menuliskan Al-qur’an .”Letakkan tinta. Seseorang hendaklah menulisnya sesuai dengan tulisan pertama. tetapi merupakan kesepakatan cara penulisan (ishtilahi) yang di setujui Utsman dan diterima ummat. sehingga wajib di ikuti dan ditaati siapapun ketika menulis Al-Qur`an. Sebagian besar Ulama berpendapat bahwa Rasm Utsmani bukan tauqifi.bedakan huruf sin. Untuk menegaskan pendapatnya. Malik menjawab. karena itu akan memuatmu lebih ingat”.”*16+ c.*12+ Al-Qattan dalam bukunya berpendapat bahwa tidak ada suatu riwayat dari Nabi yang dijadikan alas an untuk menjadikan Rasm Utsmani sebagai tauqifi. apkah perlu menulisnya seperti yang di pakai banyak orang sekarang.”*15+Imam Ahmad bin Hanbal pernah berkata. sehingga wasjib di ikuti oleh siapa saja ketika menulis Al-quran. Panjangkanlah (tulisan) Ar-Rahman dan perbaguslah (tulisan) Ar-RAhim. Lalu letakkan penamu di atas telinga kirimu. maka hendaknya di tulis dengan lisan Quraisy karena dengan lisan itu AlQur’an turun. ya` atau huruf lainnya.mereka merujuk pada sebuah riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi pernah bersabda Mu’awiyah. salah seorang sekretatarisnya.[14] Banyak Ulama terkemuka menyatakan perlunya konsistensi menggunakan Rasm Utsmani. Pendapatpendapat tersebut ialah: a.*13+ b. alif. sebagian ulama berpendapat bahwa Rasm Al-qur’an itu bersifat tauqifi*11+. Rasm Utsmani merupakan kreatif panitia yang telah di bentuk Utsman sendiri atas persetujuannya. Luruskan huruf ba’. Sebagian dari mereka berpendapat bahwa Rasm Utsmani bukanlah tauqifi.Para ualma berbeda pendapat mengenai status Rasm utsmani atau Rasm Al-qur’an. Jika di antara panitia itu ada berbeda pendapat dalam menulis mushaf. Jangan butakan huruf min. perbaguslah (tulisan) Allah.

[17] Berkaitan denganketiga pendapat diatas.[18] Untuk memperkuat pendapatnya. Sayangnya tak satupun Al-qur’an cetakan I. yang lahir di rusia. penguasa gereja memerintahkan pemusnahan kitab suci ini.ayng berlainan dengan Rasm Utsmani. Penulisan Al-quran ini di upayakan denga tulisan ayng bagus. Cetakan selanjutnya dialkukan oleh seorang jerman bernama hinkelman pada pada athun 1694 M. Di Negara Arab dimuali Raja Fuad dai mesir yang membentukpanitia khusus penerbitan Al-qur’an di peremaptan pertama abad XX. Upaya ini tidak berlangsung sekaligus. Janganlah berbeda dengannya. Kemudian di kazan. Tidak boleh mengubah sediitpun apa-apa yang telah mereka tulis karena mereka lebih banyak pengetahuannya. Penerbitan Qur’an dengan label Islam mulai pada tahun 1787. Dan banya terjadi kesulitan bagi orang non-arab yang baru masuk Islam. Jangan ada diantara kita yang merasa dapat menyamai mereka. Padahal. ucapan dan kebenarannya lebih dipercaya. Seandainya setiap masa diperbolehkan menulis Al-qur’an sesuai dengan trend tulisan pada masanya. Yang pertama berkaitan dengan huruf . sedangkan yang kedua berkaitan dengan cara penulisan huruf. Panitia yang di motori oleh para syaikh Al-Azhar ini pada tahun 1342 H/1923 M. II. Yahya bin Ya’mar(45-125 H) dan Nashr bin Asim Al-Laits (w. di Padoue. setiap kurun waktu memiliki trend tulisan yang berbeda-beda. Oleh karena itu pada masa khalifah ‘Abd Al-Malik (685-705). yaitu: Abu Al-Aswad Ad-Dau’ali. Al-qattan menegaskan bahwa perbedaan Khot pada mushaf-mushaf yang ada merupakan hal lain. Setelah dua kali diterbitkan di Iran setahun kemudian terbit di Jerman.89 H). lima tahun kemudian 8 terbit di Tabriz. tetapi bertahap dan dilakukan sampai abad III H (atau akhir abad IX M). Penulisan dan Percetakan Rasm Utsmani Mushaf yang ditulis atas perintah Utsman bin Affan tidak memiliki harakat dan tanda titik sehingga dapat dibaca dengan salah satu qira’at yang tujuh. Kemudian disusul oleh Mracci pada tahun 1698 M. Sejak itulah Al-quran dicetak berjuta-juta mushaf di Mesir dan berbagai negara lainnya. Al-Qattan memilih pendapat yang kedua karena lebih memungkinkan untuk memelihara Al-qur’an dari perubahan dan penggantian hurufnya. Untuk pertama kaliAl-qur’an di cetak di Bunduqiyah pada tahun 1530 M. perubahan tulisan Al-qur’an terbuka lebar pada setiap masa. serta dapat memegang amanah dari pada kita. . Tercatat tiga nama yang disebut-sebut sebagai orang yang pertama kali meletakkan titik pada Mushaf Utsmani. lalu di Iran pada tahun 1248 H/1828 M.” 5. di jerman. Al-qattan mengutip ucapan Al-Baihaqi di dalam kitab Syu’b Al-Iman. dilakukan penyempurnaannya. Tapi ketika dikeluarkan.”Siapa saja yang hendak menulis mushaf hendaknya memperhatikan cara mereka yang pertama kali menulisnya. III ini yang tersisa di dunia Islam dan sayangnya perintis tersebut bukan dari kalangan Islam.

Mudzakkir AS. Az-Zanzani. Ahmad. 2000. The History Of Qur’anic Text. Permata Al-Qur’an. . Ulumul Qur’an. Al-Itqoan Fi Ulum Al-Qur’an. 2000. Status hokum Rasm Al-qur’an masih diperselisihkan dalam tiga hal: apakah tauqifi. Chirzin. Rasm Utsmani memiliki fungsi yang sangat besar dalam menyatukan umat Islam. 2006. Manna Khalil. Jakarta: Gema Insani Press. Mabahis Fi Ulum Al-Quran.M. DAFTAR PUSTAKA Al-Azami. yang biasa disebut juga dengan rasm Utsmani. 2003. Yogyakarta: QIRTAS. Ahmad dan Rofii. 2001. Bandung: Pustaka setia. Bandung: MIZAN. Al-Qattan. Subhi. Tarj. Beirut: Darul Ilmi. 1991. Ahmad. Ulumul Qur’an II. Bandung: Pustaka Litera AntarNusa. Studi Ilmu Ilmu Al-Qur’an. Terj. FOOTNOTE [1] http://gasus85. 1988.com/ *2+ Syadali. Syadali. Sohirin Solihin dkk. Tarj. Pada awalnya rasm Utsmani tidak memiliki tanda baca tapi kemudian di tambahi dan disempurnakan. Ulumul Qur’an II. Kamaluddin Marzuki Amwar. Ahmad dan Rofii. Bandung: Pustaka setia. bukan tauqifi atau ishtilahi. Muhammad. 1978. As-Shalih. Anwar.BAB III PENUTUP Kesimpulan Rasm Al-qur’an adalah tata cara penulisan Al-qur’an. As-Suyuti. Hal. Bandung: Pustaka Setia. Rosihon. Wawasan Baru Tarikh Al-Qur’an. 2005.M. jaluddin. Beirut: Darul Ma’arif. Abu Abdullah. 21.wordpress.

[17] Anwar. Rosihon. cit. 216. jaluddin.hal.50 [7] Anwar. [8] Al-A’zami. hal. 56 telah di presentasikan di Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al Hakim (STAIL) Surabaya . di robek atau di bakar. hal. Hal. ibid. hal. [14] Ibid.Rosihon. 1988. Manna Khalil. [4] As-Suyuti. 6. Op.52 [13] Al-Qattan. Ulumul Qur’an. The History Of Qur’anic Text. Terj. Tarj. Op. hal 167. 2006. [16] Ibid. Al-Itqoan Fi Ulum Al-Qur’an. Juz 5. Bandung: Pustaka Setia. Anwar. [18] Ibid. tetapi merupakan sesuatu yang ditetapkan berdasarkan wahyu Allah. Sohirin Solihin dkk. Mabahis Fi Ulum Al-Quran. 2001.M. Bandung: Pustaka Litera AntarNusa. Hal.[3] As-Shalih.hal. hal. Studi Ilmu Ilmu Al-Qur’an. Beirut: Darul Ma’arif. 361-362. apa di hapus. [10] Ibid. 99-100. Jakarta: Gema Insani Press. Op cit hal. Beirut: Darul Ilmi.50-52. 2005. 55. hal 107 [11] Yakni bukan produk manusia. Jaluddin. Mudzakkir AS. [15]As-Suyuti. [12] Anwar.hal. Op cit. 104 [9] Menurut Ibnu Hajar hal ini tergantung dari induvidu yang memilikinya. yang Nabi sendiri tidak memiliki otoritas untuk menyangkalnya.215. Subhi. rosihon. 1978. Rosihon. cit.M. [5] Al-A’zami.

dengan memakai ungkapan “diturunkan” menghendaki adanya materi kalimat atau lafal atau tulisan huruf yang riel yang harus diturunkan. baik di sampaikan Al-Qur’an itu ke Lauhil Mahfudz atau ke Baitul Izzah di langit dunia. B. Karena itu harus menggunakan arti majazi. yaitu menetapkan / memantapkan / memberitahukan /menyampaikan Al-Qur’an. Pengertian Nuzulul Qur’an (Turunnya Al-Qur’an ) Menurut Jumhurul Ulama’ arti Nuzulul Qur’an itu secara hakiki tidak cocok untuk Al-Qur’an sebagai kalam Allah yang berada pada dzat-Nya. mulai dari sisi Allah hingga langsung kepada Nabi Muhammad . Sebab . 29 Februari 2012 MAKALAH ‘ULUMUL QUR’AN SEJARAH TURUN DAN PENULISAN AL-QUR’AN BAB II PEMBAHASAN A.Rabu. Tahap-tahap Al-Qur’an di turunakan Yang dimaksud dengan “ tahap-tahap turunnya Al-Qur’an” ialah tertib dari fase-fase disampaikan kitab suci Al-Qur’an. maupun kepada Nabi Muhammad SAW.

Allah SWT telah memberikan penghormatan kepada Al-Qur’an dengan membuat turnnya tiga tahap. Tahap Pertama Turun Di Lauh Mahfudz (‫)اللوح المحفوظي‬ sebagaimana dalm firman allah: .SAW. dalam Lauhul Mahfudz Al-Qur’an berupa kumpualn lengkap tidak terpisah-pisah. yang tersimpan di Lauhul Mahfudz ( QS. sebelum di sampaikan ke nabi Muhammad SAW 3. Sebab kitab suci ini diturunkan secara bertahap. sehingga betul-betul menunjukkan kemukjizatannya. atau langit yang terdekat dengan bumi. . Hikmah dari Tanazul tahap pertama ini adalah seperti hikmah dari eksistensi Lauhul Mahfudz itu sendiridan fungsinya sebagai tempat catatan umum dari segala hal yang ditentukan dan diputuskan Allah dari segala makhluq alam dan semua kejadian. tahap ketiga. Wujudnya Al-Qur’an di Lauhu Mahfudz adalah dalam suatu cara dan tempat yang tidak bisa diketahui kecuali oleh Allah sendiri. Berdasarkan firman allah: ٍ‫ك‬ ٍ ‫ِنَّا أَنْزلْناَهُ فِى ل‬ ‫ة‬ ِِ ِ ِ‫إ‬ َ‫ار‬ ْ َ ِِ ُ ‫َي لَة‬ َ َ‫مب‬ Artinya: sesungguhanya kami menurunkannya (al-qur’an )pada suatu malam yang (QS. Tahap Kedua Di Baitul Izzah (‫)بيت العزةي‬ yaitu tempat mulia di langit yaitu langit pertama. 1. Al-Buruj 21). kitab suci ini tidak seperti kitab-kitab suci sebelumnya. diberkahi. Dan membuktikan kebesaran kekuasaan Allah SWT dan keluasaan ilmunya serta kekuatan kehendak dan kebijaksanaa-Nya 2. yaitu secara sekaligus turun seluruh isi al-qur’an dari lauhul mahfudz ke baitul izzah. ‫بل ىو قرأن مجيد‬ Artinya: bahkan yang di dustakan itu ialah Al-Qur’an yang mulia.‫ في لوح محفوظ‬. Ad-dukhan: 3) Ayat tersebut menunjukkan turunnya Al-Qur’an tahap kedua ini dan cara turunnya.

1.Al-Qur’an turun dari dari Baitul Izzah di langit dunia langsung kepada nabi Muhammad.‫خلق اإلنسان من علق‬. ‫ الذى علم بالقلم‬. yaitu ayat: . Waktu turunya alqur’an Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur berupa beberapa ayat dari sebuah surat atau sebuah surat ynag pendek secara lengkap.S. maupun dari balik tabir.S. Dan penyampaian Al-Qur’an secara keseluruhan memakan waktu lebih kurang 23 tahun. ‫نزل بو الروح االمين‬ Artinya: ia (al-qur’an ) dibawa turun oleh Ar-Ruhul Al-Amin (Jibril) kedalam hatimu (Muhammad)agar kamu menjadi salah seorang diantara orang-orang yang memberi peringatan. albaqoroh:99) ‫ على قلبك لتكون من المنذربن‬. Sedangka permulaan turunya Al-Qur’an adalah pada malam lailatul qadar. sewaktu beliau sedang berkhalwat (meditasi ) di dalam gua hira’ di atas Jabal Nur.” (Q. Artinya. tanggal 17 Ramadhan pada waktu Nabi telah berusia 41 tahun bertepatan tanggal 6 Agustus 610 M. asy-syu’ara: 193-194) C. Dalilnya ayat Al-Qur’an antara lain: ‫ولقد أنزلناه إليك ايت بينت‬ Artinya: dan sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas. Sejarah turunnya al-qur’an kepada nabi Muhammad SAW. Ayat yang pertama kali turun adalah 1-5 surah al-alaq: ‫ علم اإلنسان مالم يعلم‬.‫إقراء با سم ربك الذى خلق‬ Sedangkan wahyu yang terakhir yang diterima Nabi Muhammad SAW adalah surat AlMaidah:3. pada waktu nabi sedang berwukuf di Arafah melaukan Haji Wada’pada tanggal 9 Dzul hijjah 10 H. yakni 13 tahun waktu nabi masih tingggal di makkah sebelum hijrah dan 10 tahun waktu nabi hijrah ke madinah.‫ إقراء وربك اآلكرم‬. Al-Qur’an disampaikan langsung kepada Nabi Muhammad.” (Q. baik melalui perantara Malaikat Jibril ataupun secara langsung ke dalam hati sanubari nabi Muhammad SAW.

serta ku-ridhai bagimu Islam sebagai agamamu 2. Hikmah dan rahasia al-qur’an diturunkan berangsur-angsur 1) Memperkuat dan memperkokoh hati Nabi Muhammad SAW karena turunnya wahyu baru. memahami dan hikmahnya yang di dalamnya memperkuat perkara yang haq dan membatalkan perkara yang batal.773 ayat.. wahyu Ilahi yang turun sesudah hijrah disebut surat/ayat Madaniyyah dan merupakan 11/30 dari Al-Qur’an. membuat kegembiraan yang memenuhi hati nabi. yang menurut Ahli Tahkiq selama 12 tahun 5 bulan dan lebih 13 hari. karena sasaran pertama dan utama pada periode ini adalah orang-orang arab asli ( Suku Quraisy )yang sudah tentu paham benar akan bahasa Arab. Periode kedua adalah periode Madinah. mempermudah dalam menghafal. Mengenai isi surat/ayat Madaniyyah pada umumnya berupa norma-norma hukum untuk pembentukan dan pembinaan suatu masyarakat / umat islam dan Negara yang adil dan makmur yang diridhai Allah SWT. yang terdiri dari 24 surah yang meliputi 1463 ayat. Periode pertama adalah Makkah.‫اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتى ورضيت لكم االسالم دينا‬ Artinya: pada hari ini telah ku-sempurnakan untukmu agamamu dan telah ku-cukupkan nikmat-ku kepadamu. surat dan ayatnya pendek-pendek dan gaya bahasanya singkat-padat ( Ijaz ). Wahyu Ilahi yang diturunkan sebelum hijrah tersebut di sebut surat/ ayat makkiyah merupakan 19/30 dari Al-Qur’an. melainkanjuga non arab dari berbagai bangsa yang telah mulai masuk islam dan sudah tentu mereka belum menguasai bahasa arab. Yaitu. Dan terdiri dari 90 surah yang mencakup 4. surat dan ayatnya panjang-panjang dan gaya bahasanya panjang lebar dan lebih jelas ( Ithnab ). Yaitu. D. karena sasarannya bukan hanya orang-orang arab asli. . periodesasi turunya alqur’an Masa turunnya Al-Qur’an sealam 22 tahun lebih tersebut terbagi dalam dua periode. sebagai berikut: a. Mengenai isi surat/ayat Makkiyah pada umumnya berupa ajakan untuk bertauhid yang murni atau ketuhanan yang Maha Esa secara murni dan juga tentang pembinaan mental dan akhlaq. Selam 9 tahun 9 bulan lebih 9 hari. b.

antara lain empat sahabat nabi yang terkemuka. Semuanya itu disimpan di rumah Nabi dalam keadaan terpencar-pencar ayatnya belum dihimpun dalam suatu Mushaf Al-Qur’an. 4) Menunjukkan bahwa sumber Al-Qur’an adalah Kalam Allah SWT sendiri. E. Para penulis wahyu itu diperinatah Nabi untuk menuliskan setiap wahyu yang diterimanya dan meletakkan urut-urutanya sesuai dengan petunjuk nabi berdasarkan petunjuk tuhan lewat Jibril. Sejarah penulisan Al-Qur’an Penulisan/penghimpunan Al-Qur’an mengalami 3 ( tiga ) periode yaitu: 1.2) Bertahap dalam mendidik umat yang sedang tumbuh baik dengan Ilmy maupun dengan Amaly. pelepah kurma dan sebagainya. disamping mempermudah hafalan dan pemahaman Al-Qur’an bagi orang arab agar kaum Muslimin menengok kepada kesalahan mereka yang perlu diperbaiki serta menunjukkan kebenaran kepada mereka. 3) Bertahap dalam menanamkan keyakinan dan ibadah yang benar serta budi pekerti yang luhur. Zaid Bin Tsabit. dan diperkuat dengan naskah-naskah Al-Qur’an yang dibuat oleh para penulis untuk pribadi masing-masing serta ditunjang oleh hafalan para sahabat yang Hafidz Al- . Ubay Bin Ka’ab Dan Khalid Bin Walid. sejalan dengan situasi. peristiwa dan kejadian kejadian. tulang. Dan kemudian Nabi bersabda: ‫كذا‬ ‫ضعوا ىذه السورة فى الموضع الذي يذكر فيو كذا ر‬ Artinya: “letakkan surat ini pada tempat yang disebutkan didalamnya ungkapan ini dan itu” Kemudian ayat-ayat Al-Qur’an yang telah ditulis dihadapan Nabi di atas benda-benda yang bermacam-macam antara lain batu. Mu’awiyah. 5) Turun berangsur-angsur dalam beberapa masa. penulisan Al-Qur’an pada periode Nabi Muhammad SAW Nabi menunjuk beberapa sahabat yang pandai tulis baca sebagai penulis Wahyu. kulit binatang.

Ayat-ayat yang dihafal oleh para sahabat yang Hafidz Al-Qur’an. ia berpegangan pada dua hal. 2. Mushaf karya Zaid Bin Tsabit ini kemudian disimpan oleh Abu Bakar dan kemudian Umar setelah Abu Bakar wafat. terjadilah perbedaan bacaan Al-Qur’an di kalangan umat islam dan kalau dibiarkan. maka semuanya itu menjamin Al-Qur’an tetap terpelihara secara lengkap dan murni. ialah: 1. Penulisan/ penghimpunan Al-Qur’an periode Khalifah Utsman Bin Affan Pada masa pemerintahan Utsman. Zaid tidak mau menerima tulisan ayat-ayat Al-Qur’an kecuali kalau disaksikan dengan dua orang saksi yang adil bahwa ayat itu benar-benar ditulis dihadapan Nabi atas perintah/ petunjuknya. terjadilah gerakan pembangkangan membayar zakat dan gerakan keluar dari agama islam (Murtad) dibawah pimpinan Musailamah.Qur’an yang tidak sedikit jumlahnya. karena kawatir kehilangan sebagian Al-Qur’an dengan wafatnya sebagian para penghafalnya. Tugas penulisan ini oleh zaid dapat di laksanakan dalam waktu kurang lebih 1 (satu) tahun. Gerakan ini segera di tindak Oleh Abu Bakar dengan mengirimkan pasukan di bawah Khalid Bin Walid. yakni antara sesudah terjadi perang Yamamah dan sebelum Abu Bakar wafat. Terjadilah clash fisik di Yamamah yang menimbulkan banyak korban di kalangan Islam termasuk 70 sahabat yang Hafidz Al-Qur’an terbunuh sebagai Syuhada’ Peristiwa itu mendorong umar untuk menyarankan kepada Khalifah segera menghimpun ayatayat Al-Qur’an dalam satu mushaf. Ayat-ayat Al-Qur’an yang ditulis di hadapan nabi dan di simapn di rumah Nabi Muhammad SAW. Penulisan Al-Qur’an pada periode Khalifah Abu Bakar Setelah Nabi wafat dan Abu Bakar diangkat sebagai Khalifah. Karena itu . 2. Ide sahabat Umar di terima oleh Abu Bakar. dengan pertimbangan bahwa Hafsah adalah istri nabi yang hafidz Al-Qur’an dan pandai baca tulis. Kemudian disimpan hafsah setelah Umar mangkat atas pesan Umar. kemudian ia memerintahkan Kepada Zaid Bin Tsabit agar segera menghimpun ayat-ayat Al-Qur’an dalam satu mushaf/suhuf Zaid sangat berhati-hati dalam menjalankan tugas ini.. 3. bisa menggganggu persatuan dan kesatuan umat Islam.

Tindakannya terpaksa dilakukan. mushaf Hafsah yang dipinjamnya dikembalikan ke Hafsah. mulai dari sisi Allah hingga langsung kepada Nabi Muhammad SAW. kitab suci ini tidak seperti kitab- . Baru setelah hafsah wafat. BAB III PENUTUP KESIMPULAN Pengertian turunnya alqur’an ialah menetapkan / memantapkan / memberitahukan /menyampaikan Al-Qur’an. Abdullah Bin Al-Zubair Dan Abdurrahman Bin Harits Bin Hisyam. demi untuk menagamankan keseragaman mushaf Al-Qur’an yang telah diusahakan oleh Khlaifah Utsman.sahabat Hudzaifah menyarankan kepada khalifah agar berusaha mengusahakan keseragaman bacaaan Al-Qur’an. pernah meminta Hafsah agar suhufnya dibakar. dan lagi untuk menghindari keragu-raguan umat Islam di masa yang akan dating terhadap mushaf AlQur’an. yakni: Zaid Bin Tsabit. kemudian membentuk panitia terdiri dari empat orang. baik di sampaikan Al-Qur’an itu ke Lauhil Mahfudz atau ke Baitul Izzah di langit dunia. tetappi ditolak oleh Hafsah. sebab suhuf Hafsah ini di pandang sebagai naskah Al-Qur’an standart. Khalifah Utsman dapat menerima ide Hudzaifah. jika masih terdapat dua macam naskah (Suhuf Hafsah dan Mushaf Utsman). suhufnya di ambil oleh Marwan dan kemudian dibakarnya. maupun kepada Nabi Muhammad. Sai’id Bin Al-Ash. Setelah panitia Zaid berhasil melaksanakan tugasnya. Panitia ini diketuai oleh Zaid dan bertugas menyalin Al-Qur’an yang disimapn oleh Hafsah. tahap-tahap turunnya Al-Qur’an” ialah tertib dari fase-fase disampaikan kitab suci Al-Qur’an. Panitia Zaid diperintah menyalin suhuf Hafsah dalam jumlah beberapa buah untuk dikirimkan ke beberapa daerah Islam disertai intruksi bahwa semua suhuf yang berbeda dengan Mushaf Utsman yang terkirim itu harus di musnahkan / dibakar. Marwan Bin Al-Hakam seoarang Khalifah Bani Umayyah.

kitab suci sebelumnya. Bandung. . Amin… DAFTAR PUSTAKA . M. Sedangka permulaan turunya Al-Qur’an adalah pada malam Lailatul Qadar. 2000 Pustaka Setia. Pengantar Ulumul Quran. Ag. sewaktu beliau sedang berkhalwat (meditasi ) di dalam gua hira’ di atas Jabal Nur. Ag. Bandung. 1980 . Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur berupa beberapa ayat dari sebuah surat atau sebuah surat ynag pendek secara lengkap. Abdul. Bina Ilmu. sehingga kita akan selamat di Dunia maupun di Akherat kelak. Prof. tanggal 17 Ramadhan pada waktu Nabi telah berusia 41 tahun bertepatan tanggal 6 Agustus 610 M. Ayat yang pertama kali turun adalah 1-5 surah Al-Alaq: Sedangkan Penulisan/penghimpunan Al-Qur’an mengalami 3 ( tiga ) periode yaitu: 1) penulisan Al-Qur’an pada periode Nabi Muhammad SAW 2) Penulisan Al-Qur’an pada periode Khalifah Abu Bakar 3) Penulisan/ penghimpunan Al-Qur’an periode Khalifah Utsman Bin Affan Setelah kita mengetahui dari sejarah turunnya al-qur’an al-karim.Masjfuk Zuhdi. sehingga betul-betul menunjukkan kemukjizatannya. Dr. Drs. H. 2001 .Rosihan Anwar. semoga menimbulkan ketebalan iman kita terhadap AlQur’an. Surabaya. 2003 . A. Dan penyampaian Al-Qur’an secara keseluruhan memakan waktu lebih kurang 23 tahun. Ulumul Quran. H.Djalal. Pustaka Setia. dan sejarah penulisan AlQur’an yang begitu panjang prosesnya. M. yakni 13 tahun waktu nabi masih tingggal di makkah sebelum hijrah dan 10 tahun waktu nabi hijrah ke madinah. Ulumul Quran. Sebab kitab suci ini diturunkan secara bertahap. Studi Ulumul Quran Telaah Atas Mushaf Utsmani. Dunia Ilmu. Surabaya.Drs. Dan kita mau mengamalkan apa yang di perintahkan dalam Al-Qur’an dan meninggalkan apa yang dilarang oleh Al-Qur’an. PT.Taufiqurrohman.

tetapi saat itu Rasulullah S.A. bahwa rasulullah S. Kemudian datang masa kekhalifahan Ali r. sanadnya.. adabnya. Mushaf itu disebut mushaf imam. Dan ini dianggap sebagai permulaan dari ‗Ilmu Rasmil Qur‘an. contohnya yaitu : Imam Al-Zarqani dalam kitabnya manahil al-irfan fi ulum al-qur‘an merumuskan Ulumul Qur‘an sebagai berikut : ― Pembahasan-pembahasan masalah yang berhubungan dengan alqur‘an.ULUMUL QUR‘AN DAN PERKEMBANGANNYA I. II. cara pengucapan yang tepat. dan memberikan .a. hendaklah dihapus. ‗Ilmu berarti al-fahmu walidraak (―paham dan menguasai‖). Dan atas perintahnya.a. Terkadang ilmu ini dinamakan juga USUULUT TAFSIIR (―dasar-dasar tafsir‖).a. Abul Aswad ad-Du‘ali meletakkan kaidah kaidah Nahwu. Kemudian datang masa kekhalifahan Usman r. Salinan salinan mushaf itu juga dikirimkan ke beberapa propinsi.W baru mengizinkan kepada sebagian sahabat untuk menulis hadist. Penulisan mushaf tersebut dinamakan Rasmul ‗Usmani yaitu dinisbahkan kepada Usman.r. karena yang dibahas berkaitan dengan beberapa masalah yang harus diketahui oleh seorang mufasir sebagai sandaran dalam menafsirkan Qur‘an. an-Nasikh wal mansukh. al-Makki wal Madani.A. penulisannya. yang dimaksud dengan ‗ULUUMUL QUR‘AN ialah yang membahas masalah-masalah yang berhubungan dengan Qur‘an dari segi asbaabun nuzuul.A.a dan keadaan menghendaki untuk menyatukan kaum muslimin pada satu mushaf. dan sebagainya‖. dan itu tiada halangan baginya. almuhkam wal mutasyaabih.‖ Sekalipun sesudah itu. pengumpulannya. urut-urutannya. PENGERTIAN ULUMUL QUR‘AN Kata ‗Uluum jamak dari kata ‗ilmu. ia akan menempati tempatnya di api neraka. Dan hal itu pun terlaksana.1. Kemudian arti kata ini berubah menjadi masalah-masalah yang beraneka ragam yang disusun secara ilmiah. PERKEMBANGAN ULUMUL QUR‘AN Ulumul Qur‘an itu sendiri bermula dari Rasulullah SAW. nasikh mansukhnya. makna – maknanya. baik yang berhubungan dengan lafal-lafalnya maupun yang berhubungan dengan hukum-hukumnya. baku. dari segi turunnya. Rasulullah S. Imam Al-Suyuthi dalam kitab itmamu al-dirayah mengatakan. Jadi. para sahabat menulis tetap didasarkan pada riwayat yang melalui petunjuk di zaman Rasulullah S.A. barang siapa yang menuliskan dari aku selain Qur‘an. Terdapat berbagai defenisi tentang yang dimaksud dengan Ulumul Qur‘an ( ilmu ilmu alqur‘an ). dimasa kekhalifahan Abu Bakar dan Umar r. bacaannya. Ulumul Qur‘an adalah : ― ilmu yang membahas tentang keadaan al-qur‘an dari segi turunnya. ― Muslim meriwayatkan dari Abu Sa‘id al-khudri. Dan barang siapa yang sengaja berdusta atas namaku. dan bantahan terhadap hal-hal yang dapat menimbulkan keragu-raguan terhadap al-qur‘an dan sebagainya‖. dan lain sebagainya yang berhubungan dengan Qur‘an. Dan ceritakan apa yang dariku.W berkata : ―Janganlah kamu tulis dari aku. karena ia khawatir Qur‘an akan tercampur dengan yang lain.W tidak mengizinkan mereka menuliskan sesuatu dari dia selain Qur‘an. mukjizatnya.W. tetapi hal yang berhubungan dengan Qur‘an.

Diantara para mufasir yang termasyhur dari para sahabat adalah empat orang khalifah. Namun tafsir mereka yang tertulis tidak ada yang sampai ke tangan kita. selanjutnya ditulis secara bebas dan mandiri. ‗Ataa‘ bin Abi Rabaah. Syu‘bah bin Hajjaj (wafat 160H). Zaid bin Sabit. dan mereka itu mempunyai kelebihan dari ahli tafsir yang lain. Dan yang diriwayatkan dari mereka itu semua meliputi ilmu Tafsir. ilmu Asbaabun Nuzuul. kemudian Ibn Mas‘ud. lalu diikuti oleh at-tafsir bir ra‘yi (berdasarkan penalaran). Kemudian langkah mereka diikuti oleh segolongan ulama. Sedang tafsir yang mereka susun merupakan salah satu bagiannya. dan ilmu Nasikh dan Mansukh. Dan yang paling terkenal diantara mereka ada Ibn Jarir at-Tabari (wafat 310H). Tetapi semua itu tetap didasarkan pada riwayat dengan cara didiktekan. Waki‘ bin Jarraah (wafat 197H). Mujahid. lahir pula karangan yang berdiri sendiri mengenai pokok-pokok pembahasan tertentu yang berhubungan dengan Qur‘an. Tawus bin Kisan al-Yamani dan ‗Ataa‘ bin Abi Rabaah. dan ‗Abdurrazzaq bin hammam (wafat 112H). Tetapi terbatas hanya pada makna beberapa ayat dengan penafsiran tentang apa yang masih samara dan penjelasan apa yang masih global. Hasan al-Basri dan Qatadah bin Di‘amah as-Sadusi. seperti Mujahid. Abu Musa al. Mengenai para tabi‘in. Dari murid-murid Abdullah bin Mas‘ud di Irak yang terkenal ‗Alqamah bin Qais. Abul ‗Aliyah dan Muhammad bin Ka‘b al-Qurazi. Malik dan anaknya Abdurrahman serta Abdullah bin Wahb. Abdullah bin Mas‘ud. diantara mereka ada satu kelompok terkenal yang mengambil ilmu ini dari para sahabat disamping mereka sendiri bersungguh-sungguh atau melakukan ijtihad dalam menafsirkan ayat. dan Ubai bin Ka‘b. Pada abad kedua hijri tiba masa pembukuan (tadwiin)yang dimulai dengan pembukuan hadist dengan segala babnya yang bermacam-macam. Diantara murid-murid Ibn Abbas di Mekkah yang terkenal ialah Sa‘id bin jubair. ‗Amir asy-Sya‘bi. Para sahabat senantiasa melanjutkan usaha mereka dalam menyampaikan makna-makna Qur‘an dan penafsiran ayat-ayatnya yang berbeda-beda dalam memahami dan karena adanya perbedaan lama dan tidaknya mereka hidup bersama Rasulullah SAW. ilmu Makki Wal Madani. Begitu juga penduduk Kufah dari sahabat Ibn Mas‘ud. Ulama penduduk Medinah dalam ilmu tafsir diantaranya adalah Zubair bin Aslam. yang terkenal adalah Yazid bin Harun as-Sulami (wafat 117H). Ibn ‗Abbas. Dan apa yang diriwayatkan dari mereka tidak berarti sudah merupakan tafsir Qur‘an yang sempurna.ketentuan harakat pada Qur‘an. Ibnu Taimiyah berkata : ―Adapun mengenai Ilmu tafsir. Sufyan bin ‗Uyainah (wafat 198). Disamping ilmu tafsir. Ubai bin Ka‘b. Hal yang demikian diteruskan oleh murid-murid mereka. . karena mereka sahabat Ibn Abbas. yaitu para tabi‘in. ilmu Gariibil Qur‘an. dan hal ini sangat diperlukan oleh seorang mufasir. Zaid bin Aslam. Ini juga dianggap sebagai permulaan ‗Ilmu I‘rabil Qur‘an. Dan terkenal pula diantara murid-murid Ubai bin Ka‘b di medinah. orang yang paling tahu adalah penduduk Mekkah. ‗Ikrimah maula Ibn Abbas dan sahabat sahabat Ibn Abbas lainnya. Diantara mereka itu. kemudian dibukukan sebagai salah satu bagian hadist. Maka berlangsunglah proses kelahiran at-tafsir bil ma‘sur (berdasarkan riwayat). Masruq.Asy‘ari dan Abdullah bin Zubair. Maka sebagian ulama membukukan tafsir Qur‘an yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW. alAswad bin Yazid. Demikianlah tafsir pada mulanya dinukilkan (dipindahkan) melalui penerimaan (dari mulut ke mulut) dari riwayat. dan itu juga menyangkut hal berhubungan dengan tafsir. Mereka semua adalah para ahli hadist. Banyak riwayat mengenai tafsir yang diambil dari Abdullah bin Abbas. ‗Ikrimah bekas sahaya (maula) Ibn Abbas. dari para sahabat atau dari para tabi‘in. Mereka menyusun tafsir Qur‘an yang lebih sempurna berdasarkan susunan ayat.

.Al-‗Izz bin ‗Abdus Salam (wafat 660H). .Ali bin Ibrahim bin Sa‘id al-Hufi (wafat 430H). menulis mengenai I‘raabul Qur‘an. . . dengan menulis sebuah kitab berjudul Funuunul Afnaan fi ‗Aja‘ibi ‗Uluumil Qur‘an. juga menulis tentang ilmu-ilmu Qur‘an. Dan kadang ia berbicara tentang hukum-hukum dalam Qur‘an. Pada abad keempat hijri.Ali bin al-Madani (wafat 234H). Kemudian karang mengarang tentang ilmu-ilmu Qur‘an terus berlanjut.al-Qaul fil I‘rab (pendapat mengenai morfologi) . Dia membicarakan ilmuilmu Qur‘an yang dikandung ayat itu secara tersendiri. menyusun al-Istignaa‘fi ‗Uluumil Qur‘an. menyusun karangannya mengenai asbaabun nuzuul. ada : . menyusun tentang tamsil-tamsil dalam Qur‘an (Amsaalul Qur‘an). Meskipun pembukuannya memakai cara tertentu seperti yang disebut diatas.Jalaluddin al-Balqini (wafat 824H).Ibnul jauzi (wafat 597H). .Abu ‗Ubaid al-Qasim bin Salam (wafat 224H). menulis sebuah kitab lengkap dengan judul alBurhaan fi ‗Uluumil Qur‘an.al-Qaul fil waqfi wat tamaam ( pendapat mengenai tanda berhenti dan tidak) Sedangkan Qira‘at diletakkan dalam judul tersendiri pula. menyusun tentang majaz dalam Qur‘an. . semuanya atau sebagian besarnya dalam satu karangan.Abu Bakar as-Sijistani (wafat 330H). Dengan metode seperti ini. al-Hufi (wafat 330H) dianggap sebagai orang pertama yang membukukan ‗Ulumul Qur‘an/ ilmu-ilmu Qur‘an. maka Syaikh Muhammad ‗Abdul ‗Aziim az-Zarqaani menyebutkan didalam kitabnya Manaahilul ‗Irfan fi ‗Uluumil Qur‘an bahwa ia telah menemukan didalam perpustakaan Mesir sebuah kitab yang ditulis oleh Ali bin Ibrahim bin Sa‘id yang terkenal dengan al-Hufi. judulnya al-Burhaan fi ‗uluumil Qur‘an yang terdiri atas tiga puluh jilid. masing-masing diberi judul sendiri pula. . menyusun Ghariibil Qur‘an. Sedang pengumpulan hasil pembahasan dan bidang-bidang tersebut mengenai ilmu-ilmu Qur‘an.Pada abad ketiga hijri. .‗Alamuddin as-Sakhawi (wafat 634H). menyusun al-Haawii faa ‗Uluumil Qur‘an.Muhammad bin Ali al-Adfawi (wafat 388H). memberikan tambahan atas kitab al-Burhan didalam . .Muhammad bin khalaf bin Marzaban (wafat 309H). menyusun I‘jazul Qur‘an. menulis mengenai ilmu Qira‘at (cara membaca Qur‘an) dan Aqsaaul Qur‘an. menyusun tentang problematika Qur‘an / Musykilatul Qur‘an. Pengarang membicarakan ayat-ayat Qur‘an menurut tertib mushaf. dan judul yang umum disebut dengan al-Qaul fii Qaulihi ‗Azza wa jalla (pendapat mengenai firman Allah ‗Azza wa jalla).Al-Mawardi (wafat 450H).Badruddin az-Zarkasyi (wafat 794H). guru Bukhari. yang disebut al-Qaul fil Qira‘at (pendapat mengenai qira‘at).Ibn Qutaibah (wafat 276H). Setiap penulis dalam karangannya itu menulis bidang dan pembahasan tertentu yang berhubungan dengan ilmu-ilmu Qur‘an.Abu Muhammad bin Qasim al-Anbari (wafat 351H).Abu Bakar al-Baqalani (wafat 403H). seperti ada : . Kemudian dibawah judul ini dicantumkan : . ada : . . Kemudian kegiatan karang mengarang dalam hal ilmu ilmu Qur‘an tetap berlangsung sesudah itu.al-Qaul fil ma‘naa wat Tafsir (pendapat mengenai makna dan tafsirnya) . seperti : . . menulis tentang Nasikh-Mansukh dan Qira‘aat.

2).W Mengingat beliaulah yang bertugas untuk menjelaskan Qur‘an. Muhammad ‗Abdullah Daraz. Inilah yang dinamakan ―Tafsir Qur‘an dengan Qur‘an‖. Karena itu wajarlah kalau para sahabat bertanya kepada beliau ketika mendapatkan kesulitan dalam memahami sesuatu ayat. Pembahasan-pembahasan tersebut diatas dikenal dengan sebutan ‗ULUUMUL QUR‘AN. Para ulama mufasir dari semua kalangan dan generasi-generasi yang tercakup dalam lingkup Uluumul Qur‘an menafsirkan Qur‘an selalu berpegang pada : 1). Subhi al-shalih lebih lanjut menjelaskan bahwa para perintis ilmu al-qur‘an adalah sebagai berikut : Dari kalangan sahabat nabi Dari kalangan tabi‘in di madinah Dari kalangan tabi‘ut tabi‘in (generasi ketiga kaum muslimin) Dan dari generasi-generasi setelah itu. seperti : . .Kitab Manhajul Furqaan fi ‗Uluumil Qur‘an. oleh Muhammad ‗Abdul ‗Azim az-Zarqani.Jalaluddin as-Suyuti (wafat 911H). menyusun kitab yang terkenal al-Itqaan fi Uluumil Qur‘an. oleh Jamaluddin al-Qasimi. RUANG LINGKUP ULUMUL QUR‘AN Dari uraian diatas tersebut tergambar bahwa Ulumul Qur‘an adalah ilmu ilmu yang berhubungan dengan berbagai aspek yang terkait dengan keperluan membahas al-qur‘an. oleh Sayid Qutb. oleh Muhammad Mustafa al-Maragi. . Terkadang pula sebuah ayat datang dalam bentuk mutlaq atau umum namun kemudian disusul oleh ayat lain yang membatasi atau mengkhususkannya. oleh Syaikh Tahir al-Jaza‘iri. . oleh Dr.Kitab Mukaddimah tafsir Mahaasinut Ta‘wil. .Kitab at-Tibyaan fi ‗uluumil Qur‘an. . oleh Syaikh Ahmad ‗Ali.Kitab Manaahilul ‗irfan fi ‗Uluumil Qur‘an.A. . Subhi as-Salih. oleh Syaikh Muhammad ‗Ali Salamah.Kitab Tarjamatul Qur‘an. Kepustakaan ilmu-ilmu Qur‘an pada masa kebangkitan modern tidaklah lebih kecil daripada nasib ilmu-ilmu yang lain.Kitab Mas‘alatu Tarjamatil Qur‘an. Diantara kandungan Qur‘an terdapat ayat ayat yang tidak dapat diketahui ta‘wilnya kecuali melalui penjelasan Rasulullah .Kitab an-Naba‘ul ‗Aziim. . Nabi S.Kitab Muzakkiraat ‗Uluumil Qur‘an. . oleh Mustafa Sabri.Kitab at-Taswiirul Fanni fil Qur‘an dan Masyaahidul Qiyaamah fil Qur‘an. . . dan kata ini telah menjadi istilah atau nama khusus bagi ilmu-ilmu tersebut. . III. Juga diikuti oleh Ustadz Ahmad Muhammad Jaml yang menulis beberapa studi sekitar masalah ―Maa‘idah‖ dalam Qur‘an. misalnya rincian tentang perintah dan larangan-Nya serta ketentuan mengenai hukum-hukum yang difardhukan-Nya. Al-Qur‘anul Karim Sebab apa yang yang dikemukakan secara global di satu tempat/ayat dijelaskan secara terperinci ditempat/ayat yang lain. yang ditulis oleh Mustafa Sadiq ar-Rafi‘i. Dan akhirnya muncul Kitab Mabaahisu fi ‗Uluumil Qur‘an oleh Dr.Kitab I‘jaazul Qur‘an. Orang-orang yang menghubungkan diri dengan gerakan pemikiran islam telah mengambil langkah yang positif dalam membahas kandungan Qur‘an dengan metode baru pula.kitabnya Mawaqi‘ul ‗Uluum min Mawaaqi‘in Nujuum.

Masa pembukuan dimulai pada akhir dinasti Bani Umayah dan awal dinasti Abbasiyah. dan sebab-sebabnya. Tujuan mempelajari ulumul qur‘an ini adalah untuk memperoleh keahlian dalam mengistimbath hukum syara‘. tempat turunnya ayat-ayat al-qur‘an. atau tidak terdapat dalam percakapan sehari-hari. dan banyak perbedaanperbedaan dari kalangan sahabat. Dan yang cukup banyak menafsirkan Qur‘an seperti empat orang khalifah dan para sahabat lainnya. seperti ilmu qira‘at. Pada masa kalangan sahabat. dan pelik. awal dan akhirnya. satu demi satu dari awal turun hingga akhirnya. Para Sahabat Mengingat para sahabatlah yang paling dekat dan tahu dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Ilmu Gharib al-qur‘an yaitu : ilmu yang menerangkan makna kata-kata yang ganjil yang tidak terdapat dalam kitab-kitab biasa. Pemahaman dan ijtihad Apabila para sahabat tidak mendapatkan tafsiran dalam Qur‘an dan tidak pula mendapatkan sesuatu pun yang berhubungan dengan hal itu dari Rasulullah. Ini mengingat mereka adalah orang-orang Arab asli yang sangat menguasai bahasa Arab. Ilmu ini menerangkan makna-makna kata yang halus. Ilmu Asbab al-nuzul yaitu : ilmu yang menerangkan sebab sebab turunnya ayat. tidak ada sedikit pun tafsir / ilmu ilmu tentang Qur‘an yang dibukukan. IV. tinggi. tempat mulai dan pemberhentiannya. masanya. amalan. Ilmu tajwid yaitu : ilmu yang menerangkan cara membaca al-qur‘an. Ilmu Ma‘rifat al-muhkam wa al-mutasyabih yaitu : ilmu yang menyatakan ayat ayat yang dipandang muhkam dan ayat ayat yang dianggap mutasyabih. Riwayat dari para sahabat yang berasal dari Rasulullah SAW cukup menjadi acuan dalam mengembangkan ilmu-ilmu Qur‘an. baik mengenai keyakinan atau I‘tiqad. 4). Ilmu Wujuh wa al-nazhair yaitu : ilmu yang menerangkan kata-kata al-qur‘an yang banyak arti. CABANG CABANG ULUMUL QUR‘AN Secara garis besar Ulumul Qur‘an terbagi dua. yakni ilmu yang diperoleh dengan jalan penelaahan secara mendalam seperti memahami lafal yang gharib (asing pengertiannya) serta mengetahui makna ayat yang berhubungan dengan hukum.3). Cabang-cabang dari Ulumul Qur‘an adalah sebagai berikut : Ilmu Mawathin al-nuzul yaitu : ilmu yang menerangkan tempat tempat turunnya ayat. sebab pembukuan baru dilakukan pada abad kedua hijri. Ilmu Qira‘at yaitu : ilmu yang menerangkan rupa-rupa Qira‘at ( bacaan Al-Qur‘an yang diterima dari Rasulullah SAW ). Ilmu yang berhubungan dirayah. yaitu: Ilmu yang berhubungan dengan riwayat semata mata. maka mereka melakukan ijtihad dengan mengerahkan segenap kemampuan nalar. menerangkan makna yang dimaksud pada satu-satu tempat. maupun lainnya. memahaminya dengan baik dan mengetahui aspek-aspek yang ada didalamnya. Ilmu Tawarikh al-nuzul yaitu : ilmu yang menerangkan dan menjelaskan masa turun ayat dan tertib turunnya. waktu turunnya. dan tertib turun surat dengan sempurna. budi pekerti. . Ilmu I‘rabil qur‘an yaitu : ilmu yang menerangkan baris al-qur‘an dan kedudukan lafal dalam ta‘bir ( susunan kalimat ).

Secara tidak langsung pemikiran merekalah yang mengilhami kita dalam memaham al-qur‘an. kesopanan. Al-Qur‘an adalah laksana sinar yang memberikan penerangan terhadap kehidupan manusia. Brasilia. Selain memahami alqur‘an kita juga perlu tau mengetahui bagaimana perkembangan ulumul qur‘an dan siapa saja tokoh-tokoh yang menjadi pendongkrak munculnya ulumul qur‘an. Ayat-ayatnya tentu ditetapkan kemudian diperinci dari allah Swt. dan ketentuan yang harus dijaga ketika membaca al-qur‘an.sehingga kita hendaknya harus dapat memahami tentang kandungan di dalamnya. bagaikan pelita yang memberikan cahaya kearah hidayah ma‘rifah.Ilmu Al-Nasikh wa al-Mansukh yaitu : ilmu yang menerangkan ayat ayat yang dianggap mansukh oleh sebagian mufasir. dan ketinggian balaghahnya. ilmu ini menerangkan kesusastraan al-qur‘an. suratsuratnya dan ayat-ayatnya yang sama di seluruh dunia. Ilmu Aqsam al-qur‘an yaitu : ilmu yang menerangkan arti dan maksud-maksud sumpah tuhan atau sumpah-sumpah lainnya yang terdapat di al-qur‘an. Segala kesusilaan. bab-babnya. kepelikan. Ilmu I‘daz al-qur‘an yaitu : ilmu yang menerangkan kekuatan susunan tutur al-qur‘an. baik di Jepang. Ulumul Qur‘an adalah salah satu jalan yang bisa membawa kita dalam memahami kandungan Al-Qur‘an. Al-Qur‘an juga adalah kitab hidayah dan ijaz (melemahkan yang lain). tentu terdapat perbedaan yang banyak. Ilmu Adab al-tilawah al-qur‘an yaitu : ilmu yang mempelajari segala bentuk aturan yang harus dipakai dan dilaksanakan didalam membaca al-qur‘an. Andaikata ia bukan dari allah Swt. Ilmu Jidal al-qur‘an yaitu : ilmu untuk mengetahui rupa rupa debat yang dihadapkan alqur‘an kepada kaum musyrikin dan lainnya. Oleh karena itu kita sebagai umat islam harus benar-benar mengetahui kandungan-kandungan yang ada didalamnya dari berbagai aspek. Yang maha bijaksana dan maha mengetahui. . Iraq dan lain-lain. Dan ilmu-ilmu lain yang membahas tentang Al-Qur‘an. Ilmu Bada‘I al-qur‘an yaitu : ilmu yang membahas keindahan keindahan al-qur‘an. Ilmu Amtsal al-qur‘an yaitu : ilmu yang menerangkan segala perumpamaan yang ada dalam al-qur‘an. Ilmu Tanasub ayat al-qur‘an yaitu : ilmu yang menerangkan persesuaian antara suatu ayat dengan ayat sebelum dan sesudahnya. Sejarah Dan Perkembangan Ulumul Qur'an BAB I PENDAHULUAN Al-Qur‘an adalah sumber hukum islam yang pertama. Al-Qur‘an dengan huruf-hurufnya. sehingga ia dipandang sebagai mukjizat.

secara bahasa ulumul qur‘an adalah ilmu (pembahasan) yang berkaitan dengan Al Qur‘an. Dengan demikian . Ia berpendapat bhwa istilah ulumul qur‘an sudah muncul sejak abad 3 H. Pengertian dan sejarah ulumul qur’an Ungkapan Ulumul Qur‘an berasal dari bahasa arab. Adapun Al-Qur‘an sebagaimana didefinisikan sebagian ulama adalah kalamullah yang diturunkan kepada Nabi-Nya Muhammad SAW. adapun Az-Zarqani menyatakan bahwa istilah itu muncul pada abad 5 H. penulisan mushaf. Mengenai kemunculan istilah ulumul qur‘an untuk yang pertama kalinya para penulis menyatakan bahwa Abu Al-Farj Bin Al-Jauzi – lah yang pertama kali memunculkan kata tersebut pada abad ke-6 H. Dengan merujuk kitab Muqaddimatani Fi Ulum Al-Qur‘an yang dicetak tahun 1954 dan disunting oleh Arthur Jeffri. kritiknya itu menyangkut penyebutan istilah Ulumul Qur‘an dalam kitab Al-Burhan Fi Ulumul Qur‘an yang pertama kali muncul. Kitab hasil cetakannya mencapai 250 halaman itu menyajikan tentang Makki-madani.1[1] Adapun secara definisi umum Ulumul Qur‘an adalah sejumlah pembahasan yang berkaitan dengan Al-Qur‘an dan pembahasan itu menyangkut materi-materi yang selanjutnya menjadi pokokpokok bahasan Ulumul Qur‘an. penolakan terhadap berbagai keraguan yang menyangkut pengodifikasian al qur‘an dan penulisan mushaf. Banyaknya ilmu yang ada kaitannya dengan pembahasan Al-Qur‘an menyebabkan banyak pula pembahasan ruang lingkup Ulumul Qur‘an. muhkam mutasyabih.BAB II PEMBAHASAN A. 430 H) dalam karyanya yang berjudul Al-Burhan fi Ulum Al-Qur‘an. jumlah surat dan ayat. nuzul al qur‘an. hitungan itu . takwil. yaitu ketika Ibn Al-Marzuban menullis kitab yang berjudul Al-Hawi Fi Ulum Al-Qur‘an. Kata Ulum merupakan bentuk jama‘ dari kata Ilmu. Lebih lanjutnya syahbah mengkritik analisis yang dikeluarkan Az-Zarqani. turunnya Al-Qur‘an dengan Tujuh Huruf (Sab‘ah Ahruf) dan pembahasan lainnya. kondifikasi al qur‘an. dan ditulis pada mushaf mulai dari awal Surat Al-Fatihah(1) sampai akhir Surat An-Nas(114). Ilmu-ilmu Al-Qur‘an mencapai 77. yaitu Ulum dan Al-Qur‘an. tafsir. yang lafadz-lafadznya mengandung mukjizat.450. berpendapat bahwa istilah ulumul qur‘an muncul dalam kitab Al -Mabani fi Nazhm Al-Ma‘ani yang ditulis tahun 425 H. yang disampaikan oleh Al-Hufi (w. ilmu yang dimaksud disini sebagaimana didefinisikan Abu Syahbah adalah sejumlah materi pembahasan yang dibatasi kesatuan tema ataupun tujuan.

ilmu yang menceritakan tentang bahsan tata cara penulisan al-Quran. Ilmu I‘jaz al-Quran. Ilmu Tafsir al-Quran. 3. b. adalah ilmu yang membicarakan tentang keistimewaan al-Quran yang berfungsi sebagai bukti kenabian Muhammd saw. adalah ilmu yang membicarakan tentang pengumpulan al-Quran. 6. batin.1[2] C. g. Ilmu Nuzul al-Quran. Namun sebatas kemampuan manusia. baik menyangkut proses turunya maupun cara penurunanya. adalah ilmu yang membicarakan tentang al-Quran dari segi melafalkannya yang dinisabkan pada nama-nama qiraat termasuk didalamnya ilmu tajwid. Ilmu Jam‘ al-Quran. Persoalan qira‘at ( cara pembacaan al-qur‘an) 4. Persoalan makna-makna al-qur‘an yang berkaitan dengan hukum. adalah ilmu yang membicarakan tentang penghapus atau . d. Persoalan turunnya al-qur‘an (nuzul al-qur‘an) 2.1[3] f.diperoleh dari hasil perkalian jumlah kalimat Al-Qur‘an dengan empat karena tiap-tiap kalimat dalam Al-Qur‘an mempunyai empat makna yaitu zhahir. Ilmu Kitabah al-Quran adalah. yaitu : a. baik dari segi proses pengumpulannya maupun cara-caranya. c. 5. Termasuk di dalamnya ilmu asbab an-nuzul adalah ilmu yang membicarakan tentang latar belakang historis turunnya suatu ayat atau beberapa ayat al-Quran. Pokok-Pokok Pembahasan Ulumul Quran Dari kedua definisi yang telah dikemukakan sebelumnya terlihat ada sebelas macam contoh nama-nama ilmu Quran yang disebutkan. Ilmu Tartib al-Quran. adalah ilmu yang membahas al-Quran dari segi penurunannya. B. h. dan mathla. Persoalan sanad (rangkaian para periwayat). Beberapa ruang lingkup pembahasan ulumul qur’an 1. Persoalan makna al-qur‘an yag berkaitan dengan kata-kata al-quran. e. Persoalan kata-kata al-qur‘an. adalah ilmu yang membicarakan tentang cara menjelaskan dan menguraikan isi kandungan atau makna ayat-ayat al-Quran. adalah ilmu yang membahas tentang pengumpulan al-Quran . Ilmu an-Nasikh wa al-Mansukh. hadd. Sedekat mungkin sesuai dengan apa yang dimaksud oleh penuturnya (Allah swt). baik dari segi proses pengumpulanya maupun cara-caranya. Ilmu Qira‘at al-Quran.

adalah ilmu yang membicarakan tentang cara menolak hujatan yang mencela eksistensi al-Quran. serta ayat-ayat yang maknanya masih samar. k. . sebelum memahami dan mengamalkan ayat yang sedang dipelajarinya. i. Ilmu Daf‘ al-Syubhah.450 (tujuh puluh ribu empat ratus lima puluh ribu) ilmu . masih banyak lagi cabang-cabang ulumul quran yang lain. j. Fase perkembangan Ulumul Qur’an 1. Bahkan al-Qadhi Abu Bakr ibn al-Arabi dalam kitabnya (Qanun at-Ta‘wil) menyebutkan ulumul quran itu memiliki cabang sebanyak 77. Hal itu ditandai dengan kegairahan para sahabat untuk mempelajari al-qur‘an dengan sungguh-sungguh terlebih lagi diantara mereka sebagaimana diceritakan oleh Abu Abdurrahman As-Sulami. Ilmu al-Makkiy wa al-Madany. dan juga berdasarkan waktu turunnya. adalah ilmu yang membicarakan tentang adanya ayatayat al-Quran yang jelas dan tagas kandungan maknanya.pembatalan hukum yang terkandung dalam suata ayat dan pemberlakuan hukum pada ayat lainya. sebelum hijrah atau sesudah hijrah.1[4] D. Sebenarnya ulumul quran tidak terpatok pada sebelas ilmu tersebut. Fase Sebelum Kodifikasi (Qobl ‘Ashr At-Tadwin) Pada fase sebelum kodifikasi. 2. sehingga membuat orang mukmin ragu terhadap kewahyuannya dan otentisitasnya/keasliannya. Ilmu al-Muhkam wa al-Mutasyabbih. pengodifikasisan itu semakin marak dan meluas ketika Islam berada di bawah pemerintahan Bani Umayyah dan Abbasyah pada periode-0periode awal pemerintahannya. ulumul qur‘an telah dianggap sebagai benih yang kemunculannya sangat diraqsakan sejak masa Nabi. di Makkah atau di Madainah. Perintah Ali inilah yang membuka gerbang pengodifikasian ilmu-ilmu agama dan bahasa arab. Hal ini terjadi apabila dua ayat dipandang mengandaung hukum yang kontradiktif. Fase Kodifikasi Sebagaimana diketahui pada fase sebelum kodifikasi. satu-satunya yang sudah dikodofikasikan pada saat itu hanyalah Al-Qur‘an. tidak jelas dan menimbulkan multi interpretasi. ulumul qur‘an dan ilmu-ilmu lainnya sebelum dikodifikasikan dalam bentuk kitab atau mushaf. memiliki kebiasaan untuk tidak berpindah kepad ayat lain. Hal it uterus berlangsung sampai ketika Ali Bin Abi Thalib memerintahkan Abu Al-Aswad untuk menulis nahwu1[5]. adalah ilmu yang membicarakan tentang klasifikasi ayatayat al-Quran berdasarkan tempat turunnya.

diantara kitabnya adalah . pada ulama memberikan prioritas atas penyusunan tafsir sebab sebab tafsir merupakan induk ulumul qur‘an. Pada masa penyusunan ilmu-ilmu agama yang dimulai sejak permulaan abad II H. diantaranya : Ali Bin Al-Madani  Ilmu Asbab An-Nuzul Abu Ubaid Al-Qosimi Bin Salam  Ilmu Nasikh Wa Al-Mansukh. Gharib Al-Qur‘an Aja‘ib Ulum Al-Qur‘an Al-Mukhtazan Fi Ulum Al-Qur‘an Nukat Al-Qur‘an Ad-Dallah Ala Bayyan Fi Anwa Al-Qur‘an Wa Al-Ahkam Al-Munbi‘ah‘an Ikhtilaf Al-Anam . Perkembangan Ulumul Qur’an Abad IV H.E. Pada abad IV H. Adalah : Syu‘bah Bin Hijjaj Sufyan Bin Umayah Sufyan Ats-Tsauri Waqi‘ Bin Al-Jarrh Muqotil Bin Sulaiman Ibn Jarir Ath-Thobari 2. Dan Fadha‘il AlQur‘an Muhammad Bin Ayyub Adh-Dhurraits  Makki Wa Al-Madani Muhammad Bin Khalaf Al-Marzuban  Kitab Al-Hawei Fi Ulum Al-Qur‘an 3. Mulai disusun ilmu gharib al-qur‘an dan beberapa diantaranya memakai istilah ulumul qur‘an. Pada abad III selain tafsir dan ilmu tafsir para ulama mulai menyusun beberapa ilmu Al-Qur‘an (ulumul qur‘an). Ilmu Qiraat. Perkembangan ulumul qur’an 1. Diantara ulama abad II. Perkembangan Ulumul Qur’an Abad III H. Perkembangan Ulumul Qur’an Abad II H.

- Al-Astigna‘ Fi Ulum Al-Qur‘an1[6] 4. - - - - . Perkembangan Ulumul Qur’an Abad V H. Perkembangan Ulumul Qur’an Abad VIII H. Perkembangan Ulumul Qur’an Abad IX dan X H. Pada abad VII H ilmu-ilmu Al-qur‘an terus berkembang dengan mulai tersusunnya ilmu majaz al-qur‘an dan ilmu qira‘at. Perkembangan Ulumul Qur’an Abad VI H. Pada abad ini muncullah ulama yang menyusun ilmu-ilmu baru tentang al-qur‘an. namun demikian penulisan kitab-kitab tentang ulumul qur‘an tetapo berjalan. juga terdapat ulama yang mulai menyusun ilmu mubhamat al-qu‘an diantaranya : Abu Al-Qosim Bin Abdurrahamn As-Suhali  Kitab Mubhamat Al-Qur‘an Ibn Al-Jauzi  Funun Al-Afnan Fi Aja‘ib Al-Qur‘an Dan Kitab Al-Mujtab Fi Ulum Tata‘allaq Bi Al-Qur‘an1[7] 6. Diantara ulamanya : Alamuddin As-Sakhawi  Hidayat Al-Murtab Fi Mutasyabih Ibn ‗Abd As-Salam / Al Izz  Ilmu Majaz Al-Qur‘an Abu Syamah  Al-Mursyid Al-Wajiz Fi Ulum Al-Qur‘an Tata‘allaq Bi Al-Qur‘an Al-Aziz 7. Perkembangan Ulumul Qur’an Abad VII H. Pada abad ini disamping ada ulama yang meneruskan pengembangan ulumul qur‘an. ulama masa ini diantaranya : Ali Bin Ibrahim Bin Sa‘id Al-Hufi Abu Amr-Dani 5. Pada abad ini mulai disusun ilmu-ilmu I‘rab al-qur‘an dalam satu kitab. diantaranya : Ibn Abi Al-Isba‘  Ilmu Badu‘i Al-Qur‘an Ibn Al-Qayyim  Ilmu Aqsam Al-Qur‘an Najmuddin Ath-0thufi  Ilmu Hujjaj Al-Qur‘an 8. Namun demikian penulisan kitab-kitab ulumul qur‘an masih terus dilakukan .

Ad-Dahlawi  Al-Fauzul Kabir Fi Ushulil Tafsir Thahir Al-Jaziri  At-Tibyan Fi ‗Ulumil Qur‘an. Sebagaimana penjelasan diatas.1[8] 9. sebab pada abad ke-XIV H atau pada abad modern ini bangkit kembali kegiatan penulisan ulumul qur‘an dan perkembangan kitab-kitabnya. maka terhentilah gerakan penulisan al-qur‘an dan pertumbuhannya sampai abad ke-XIV H.Pada abad IX dan permulaan abad XH. Diantara ulamanya antara lain : Jalaludin Al-Bulqini  Mawaqi‘ An-Nujum Muhammad Bin Sulaiman Al-Kafiyaji  At-Tafsir Fi Qowa‘id At-Tafsir Jalaludin Abdurrahman Bin Kamaluddin As-Suyuti  At-Tahbir Fi Ulum At-Tafsir Setelah as-suyuti wafat pada tahun 911 H. baik tafsir maupun macam-macamnya kitab ulumul qur‘an. Abu Daqiqah  ‗Ulumul Qur‘an M. Hal itu ditengarai dengan banyaknya ulama‘ yang mengarang ulumul qur‘an dan menuls kitab-kitabnya. Pengembangan Ulumul Qur’an Abad Abad Modern. Diantara para ulama‘ yang menulis tafsir/ ulumul qur‘an pada abad modern inin adalah sebagai berikut. perkembangan ilmu al-qur‘an seolah-olah telah mencapai puncaknya dan berhenti dengan berhentinya para ulama‘dalam pengembangan ilmu -ilmu al-qur‘an keadaan ini berlanjut sampai abad XIII H. Ali Salamah  Minhajul Furqon Fi ‗Ulumil Qur‘an . Makin banyak karya para ulama tentang ulumul qur‘an pada masa ini ulumul qur‘an mencapai kesempurnaan. bahwa setelah wafatnya imam as-suyuti tahun 911 H.

Persoalan qira‘at ( cara pembacaan al-qur‘an).BAB III PENUTUP Ungkapan Ulumul Qur‘an berasal dari bahasa arab. Persoalan sanad (rangkaian para periwayat). Persoalan makna-makna al-qur‘an yang berkaitan dengan hukum. Pada fase sebelum kodifikasi. Persoalan makna al-qur‘an yag berkaitan dengan kata-kata al-quran1[9]. Definisi umum Ulumul Qur‘an adalah sejumlah pembahasan yang berkaitan dengan Al-Qur‘an dan pembahasan itu menyangkut materi-materi yang selanjutnya menjadi pokok-pokok bahasan Ulumul Qur‘an. ulumul qur‘an telah dianggap sebagai benih yang kemunculannya sangat dirasakan sejak masa Nabi. Ilmu-ilmu Al-Qur‘an mencapai 77. Sebagaimana diketahui pada fase sebelum kodifikasi. Adapun Al-Qur‘an sebagaimana didefinisikan sebagian ulama adalah kalamullah yang diturunkan kepada Nabi-Nya Muhammad SAW. Kata Ulum merupakan bentuk jama‘ dari kata Ilmu. ulumul qur‘an dan ilmu-ilmu lainnya sebelum dikodifikasikan dalam bentuk kitab atau mushaf. yaitu Ulum dan Al-Qur‘an.450. dan ditulis pada mushaf mulai dari awal Surat Al-Fatihah(1) sampai akhir Surat An-Nas(114). yang lafadz-lafadznya mengandung mukjizat. Banyaknya ilmu yang ada kaitannya dengan pembahasan Al-Qur‘an menyebabkan banyak pula pembahasan ruang lingkup ulumul qur‘an. . satu-satunya yang sudah dikodofikasikan pada saat itu hanyalah Al-Qur‘an. Persoalan kata-kata al-qur‘an. Persoalan turunnya al-qur‘an (nuzul al-qur‘an).

Ulumul Quran. H. Dunia Ilmu. Drs. Dalam firmanya “ Bahkan yang didustakan mereka ialah Al-qur‟an yang mulia yang tersimpan dalam lauh al-mahfuzh (Q. Dr. Bandung. Al-qur‟an diturunkan dari bait al-Izzah ke dalam hati nabi melalui malaikat jibril dengan cara berangsur-angsur sesuai dengan kebutuhan.cara pembaca. (Cet. Adakala satu ayat kadang satu surat. I. 1997 Kadar M. Kata ulum jamak dari ilmu dan al-qur‟an. M. M. Pekan Baru : Amzah. Studi Alquran.S AL-buruuj :21-22) 2.mulai dari proses penurunan. Al-qur‟an turun secara sekaligus dari Allah ke lauh mahfuzh yaitu tempat yang merupakan catatan tentang segala ketentuan dan kepastian Allah. Cet.penafsiran. Menurut Abu syahbah ulumul qur‟an adalah sebuah ilmu yang memiliki banyak objek pembahasan yang berhubungan dengan al-qur‟an. 2003 Rosihan Anwar.DAFTAR PUSTAKA Djalal. Al-qur‟an diturunkan dari lauh al mahfuzh ke bait Al-Izzah ( tempat yang berada di langit dunia ) 3. 2009) PENGERTIAN ULUMUL QUR'AN A. 2001 Ahmad Syadali.muhkam mutashabih serta pembahasan lainnya B.kodifikasi. Disamping hikmah diatas ada hikmah yang lainnya yaitu 1. urutan penulisan. 2000 Taufiqurrohman. Prof. PENGERTIAN ULUMUL QUR’AN Ungkapan ulumul qur‟an berasal dari bahasa arab yaitu dari kata ulum dan al-qur‟an. Bandung: Pustaka Setia. Ulumul Quran. Studi Ulumul Quran Telaah Atas Mushaf Utsmani. A. I. SEJARAH TURUNNYA ALQUR’AN DAN PENULISAN ALQUR’AN Hikmah diwahyukan alqur‟an secara berangsur-angsur adalah al-qur‟an diturunkan dalam waktu 22 tahun 2 bulan 22 hari yaitu mulai dari malam 17 romadhan tahun 41 dari kelahiran nabi sampai 9 dzulhijah haji wada‟ tahun 63 dari kelahiran nabi atau tahun 10 H. Bandung. Ag. Pustaka Setia. Ag. Memantapkan hati nabi 2. ‘Ulumul Qur’an I.nasikh mansukh. Surabaya. Proses turunnya ql-quran melalui 3 tahapan yaitu 1. H. Yusuf. Menentang dan melemahkan para penentang Al-qur‟an . Abdul. Pustaka Setia.

1.” Ciri-ciri spesifik makiyah dan madaniyah 1.Menurut Az-zargani urgensi asbab an-nuzul dalam mmahami Al-qur‟an adalah 1. Munasabah antara awal surat dengan akhir surat yang sama 8. Mengkhususkan hukum yang terkandung dalam ayat al-qur‟an bagi ulama yang berpendapat bahwa yang menjadi pegangan adalah sebab yang bersifat kusus. Makiyah a. Mengidentifikasi pelaku yang menyebabkan turunnya ayat al-qur‟an. Di dalamnya terdapat sajadah b. Munasabah antar ayat yang letaknya berdampingan 5. 2. Membantu dan memahami sekaligus mengatasi ketidak pastian dalam menangkap pesan ayat-ayat Al-qur‟an. MUNASABAH AL QUR’AN Menurut Manna Al-qathan munasabah adalah sisi keterikatan antara beberapa ungkapan di dalam satu ayat. Munasabah antara suatu kelompok ayat dengan kelompok ayat disampingnya 6.kendatipun bukan turun di Mekkah .atau antar ayat pada beberapa ayat atau antar surat dalam al-qur‟an. Memudahkan untuk menghapal dan memahami ayat serta untuk memantapkan wahyu ke dalam hati orang yang mendengarnya. Munasabah antara penutup suatu surat dengan awal surat berikutnya E. Ayat-ayatnya dimulai dengan kalla . Mengatasi keraguan ayat yang diduga mengandung pengertian umum. ASBAB AN-NUZUL Ungkapan asbab-nuzul merupakan bentuk idhofah dari asbab dan nuzul. membuktikan dengan pasti bahwa al-qur‟an turun dari allah yang maha bijaksana Penulisan al-qur‟an pada masa Abu Bakar termotivasi karena kekwatiran sirnanya al-qur‟an dengan syahitnya beberapa penghapal Al-qur‟an pada perang yamamah. Munasabah antar bagian suatu ayat 4. Menentukan tingkatan uraian-uraian itu apakah ada hubungannya atau tidak d. Memudahkan untuk dihafal dan difahami 4.Ayat-ayat yang turun setelah peristiwa hijrah di sebut Madaniyyah walaupun turun di Mekkah atau Arafah. Memperhatikan tujuan pembahasan suatu surat yang menjadi objek pencarian b. AsSuyuti menjelaskan langkah-langkah yang diperhatikan dalam menemukan munasabah yaitu: a. Memperhatikan uraian ayat-ayat yang sesuai dengan tujuan yang dibahas dalam surat c. Munasabah antara fashilah (pemisah)dan isi ayat 7.kendatipun bukan turun di madinah.tulang dan sebagainya C. D. 5. MAKIYAH DAN MADANIYAH “Makiyah ialah ayat – ayat yang diturunkan sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah.3.kulit. mengikuti setiap kejadian yang menyebabkan turunya ayat-ayat al-qur‟an dan melakukan penahapan dalam penetapan syari‟at 5. Menurut Az-zargani Asbabuan-nuzul adalah sesuatu yang terjadi serta hubungan dengan turunya ayat Al-qur‟an yang berfungsi sebagai penjelas hukum pada saat peristiwa itu terjadi. Secara etimologi artinya sebab-sebab yang melatar belakangi terjadinya sesuatu. Abu bakar melakukan pengumpulan al-qur‟an dengan mengumpulkan al-qur‟an yang terpencar-pencar pada pelepah kurma.hendaknya memperhatikan ungkapan-ungkspan dengan benar dan tidak berlebihan Macam-macam munasabah. Munasabah antara nama surat dan tujuan turunya 3.Madaniyah adalah ayat-ayat yang diturunkan sesudah Rasulullah hijrah ke Madinah. Munasabah antar surat dengan surat sebelumnya: berfungsi sebagai menyempurnakan surat sebelumnya 2. Dalam mengambil keputusan. 4. 3.

c.potong seperti alif lam mim dan sebagainya 2. Qiro‟at Sab‟ah ( Qiro‟at tujuh ) adalah imam-imam qiro‟at ada tujuh orang. Hikmah keberadaan ayat mutasabih dalam Al-qur‟an adalah: 1. Pengertian Al-Quran 1. Ayatnya berbicara tentang kisah nabi Adam dan Idris kecuali surat al-baqoroh f. Ya‟kub bin Ishaq. Qiro‟ah Asyiroh adalah qiro‟ah sab‟ah ditambah dengan 3 imam yaitu: Abu Ja‟far.umat terdahulu e. G. SEJARAH TURUN DAN PENULISAN AL-QURAN A.yahya bin mubarok. Ya‟kub (w. Nafi‟ bin „Abdurrahman bin Abu Na‟im (w . Memberikan pemahaman abstrak Illahi kepada manusia melalui pengalaman inderawi yang biasa disaksikannya. „Ashim (w. Qiro‟ah Mutawwatir yaitu qiro‟ah yang disampakan kelompok orang yang sanatnya tidak berbuat dusta 2.169 H ). Hamzah (w. Pengertian Al-Quran Secara Etimologi ( Bahasa ) . Qiroah Syadz Yaitu menyimpang 6. Madaniyah a. Ayatnya mengandung tema kisah para nabi dan umat.Abu fajr muhammad bin ahmad.118 H ) dari Syam d.120 H ) dari Mekkah. Abu Amar (w. Qiro‟ah ahad yaitu memiliki sanad sahih tapi menyalahi tulisan mushaf usmani dan kaidah bahasa Arab 4. QIRO’AT AL-QUR’AN Qiro‟at adalah ilmu yng mempelajari cara-cara mengucapkan kata-kata al-qur‟an dan perbedaan-perbedaannya dengan cara menisbatkan kepada penukilnya. 2. Dimulai dengan ya-ayuha an-nas d. „Abdullah bin Katsir Ad-Dari (w.205 H ) dari Irak f. Qiro‟ah Maudhu yaitu palsu 5. Teguran bagi orang-orang yang mengotak atik ayat mutasabih. kedatangan dajjal. kalaf bin hisyam 3. b. yaitu: a. „Abdullah Al-yashibi (w. muhammad bin abdul rohman. Mengandung ketentuan-ketentuan faroid dan hadd b. Mengandung uraian tentang perdebatan dengan ahli kitab F. 3. Memperlihatkan kelemahan akal manusia. Qiro‟ah yang menyerupai hadist mudroj (sisipan) 2.dari madinah c. Mengandung sindiran-sindiran terhadap kaum munafikkecuali surat al-ankabut c. Dari segi kualitas qiro‟ah dapat dibagi menjadi 1.154 H ) dari Irak e. Qiro‟ah Mashur yaitu qiro‟ah yang memiliki sanad sahih dan mutawatir 3. Macam-macam qiro‟at: 1.127 H ) 2.188 ) g. Qiro‟ah Arba Asyiroh (qiro‟ah empat belas) yaitu qiro‟ah sepuluh ditambah dengan 4 imam yaitu Al-hasan al basri. MUHKAM DAN MUTASYABIH Ayat-ayat muhkam adalah ayat yang maksudnya dapat diketahui dengan gamblang baik melalui ta‟wil ataupun tidak Ayat mutasyabih adalah ayat yang maksudnya dapat diketahui Allah seperti kedatangan kedatangan hari kiamat. Ayatnya dimulai dengan huruf terpotong.

Al.Quran turun sekaligus dari Allah ke Lukh mahfudh  Al. dari 17 Ramazan tahun 41 dari kelahiran Nabi sampai 9 Zulhijjah Haji wada`tahun 63 dari kelahiran Nabi atau 10 H Al-Quran turun melalui tiga tahap Yaitu:  Al. Al-asya`ri Al-Quran adalah kumpulan yang terdiri atas ayat-ayat yangsaling menguatkan dan terdapat kepemimpinan antara ayat satu dengan ayat lainnya.Quran merupakan nama bagi firman Allah yang diturunkan kepada Nabi kita Muhammada SAW. kadang satu ayat.a. Menciptakan persatuan dan kesatuan antar semesta d. Hikmah Di Wahyukan Al-Quran Seacara Berangsur. dua ayat. Menentang dan melemahkan para penantang Al-Quran . diturunkan secara mutawatir dan ditulis pada mushaf 3. c. dan Bahasa Arab : Al-Quran adalah kitab yang diturunkan kepada Nabi Nya. membacannya mepunyai nilai ibadah. Membasmi kemiskinan lahir batin f. Wawasan Al-Quran B. d. Al. Manna al-Qatthan : Al-Quran adalah kiatb ynag diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW dan orang yang membacanya akan memperoleh pahala c. Abu Syahbah : Al-Quran adalah kitab yang diturunkan baik lafaz atau makna kepada Nabi terakhir. lafaznya dengan mengandung mukjizat . Pakar Ushul Fiqh. diriwayatkan secara mutawatir (penuh kepastian dan keyakinan) Ditulis pada mushaf dari surah Al. Memadukan kebenaran dan keadilan g. Pendapat Lain Al-Quran adalah himpunan intisari kitab-kitab Allah yang lain bahkan seluruh ilmu yang ada 2. Az-Zujaj Al-Quran merupakan nama bagi firman Allah yang diturunkan kepada Nabi yang menghimpun surat-surat .Quran adalah kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw ditulis dalam mushaf dan diriwayatkan secara mutawatir tanpa keraguan b. Memantapkan Hati Nabi b. Al-Lihyani Al. Menekankan peranan ilmu dan teknologi h. d. juga perintah dan larangan atau menghimpun intisari kitab-kitab suci sebelumnya.izzah ke hati Nabi melalui perantara Jibril dengan berangsurangsur. b. bahkaan satu surat Hikmah Diturunkan Al-Quran Secara Berangsur-Angsur Yaitu : a.Farra Al-Quran dalah kumpulan yang terdiri atas ayat-ayat yang saling menguatkan dan dan terdapat klemiripan antara yang satu dengan yang lainnya e. Pengertian Al-Quran Secara Terminologi ( istilah ) a. Mengajarkan kemanusiaan yang adil dan beradap c. dan kisah-kisah.Fatihah sampai surah An-Nas.Quran turun dari laukh mahfudh ke bait Al. Membersihkan akal dan menyucikan jiwa dari syirik dan memantapkan b. Tujuan Al-Quran a.Angsur Al-Quran turun selama 22 tahun 2 bulan 22 hari.izzah (tempat yang berada dilangit dunia )  Al-Quran turun dari bait Al. Berpikir dan bekerja sama e.Jurajani : Al.

Harish . Abdullah bin Zubair. Dengan demikian suatu naskah absah Al-Quran yang disebut Mushaf Usmani telah diterapakan dan salinan nya di bagi beberapa wilayah utama daerah islam E. Pertama kali di cetak di Bundukiyyah pada 1530 M . Mempersentasikan wahyu dengan cara yang paling sempurna D. Mengikuti setiap kejadian ( yang menyebabkan turunnya Al-Quran ) e. Mereka menggunakan alat tulis sederhana yaitu lontaran kayu. Khalid Bin Walid dan Mua`wiyah Bin Abi Sofyan. Yahya Bin Ya`Mar. Sekretaris Pribadi Nabi yang bertugas mencatat wahyu yaitu Abu Bakar. kedalam satu mushaf. Orang yang melakukan resensi Al-Quran adalah . Al-Hajjad bin yusuf Ats. alKhalid bin Ahmad Al. sehingga orang non arab yang memeluk islam merasa kesulitan membaca mushaf tersebut Oleh karena itu pada masa khalifah Abd Al-Malik ( 685-705 ) dilakukan penyempurnaan oleh dua tokoh berikut : 1. PENULISAN AL-QURAN PADA MASA NABI Pada masa Nabi wahyu yang diturnakan oleh Allah kepadanya tidak hanya di eksprersikan dalam betuk hafalan tapi juga dalam bentuk tulisan .Tsaqafi Penyempurnaan mushaf Usmani pada sebelas tempat yang memudahkan pembaca mushaf Orang yang pertama kali meletakkan tanda titik pada mushaf Usmani . Abu Al-Aswad AdDu`Ali .c. timbul lah inisiatif khaalifah Usman untuk mengumpulkan Al-Quran. Kemudian pada masa khalifah Usman bin Affan terjadi perselisihan paham tentang perbedaan cara baca Al-Quran yang sudah berada pada titik yang menyebabkab umat islam saling menyalahkan yang pada akhirnya menyebabkan perselisihan . Factor yang mendorong penulisan Al-Quran pada masa Nabi yaitu : 1. Membuktikan dengan pasti bahwa AL-Quran turun dari Allah yang Maha Bijaksana C. Umar bin Kahtab. PENULISAN AL-QURAN PADA MASA KHULAURRASYIDIN Pada masa Khalifah Abu Bakar beliau memerintahkan untuk mengumpulkan wahyu-wahyu yang tersebar. Usaha pengumpulan ini dilakukan setelah terjadi perang Yamamah pada 12 H yang telah menggugurkan nyawa70 orang penghafal Al-Quran .Farahidi Al-Azdi Proses pencetakan Al-Quran 1. pelepah kurma. tulang-belulang.. Memudahkan untuk di hafal dan di pahami d. arrum dan Al-Isyamah adalah . Nashr Bin Asyim Al-Laits Orang yang pertama kali meletakkan hamzah . Membukukan hafalan yang telah dilakukan oleh Nabi dan para Sahabat 2. maka dipercayakan Zaid bin tsabit untuk mengumpulkan wahyu tersebut. Zaid bin Tsabit. Akibat peristiwa tersebut . tasdid. Ubaidilllah bin ziyad Melebih kan Alif sebagai pengganti dari huruf yang di nuang 2. PENYEMPURNAAN PENULISAN AL-QURAN SETELAH MASA KHALIFAH Mushaf yang ditulis pada masa khalifah Usman tidak memiliki harakat dan tanda titik. dan batu. Akibat dari kekhawatiran atas kelestarian Al-Quran . Said bin Alsh dan Abdurrahman bin Al. Usaha pengumpulan tersebut selesai dalam waktu ± 1 tahun yaitu pada 13 H.

Kata yang dapat dibaca dua bunyi. Al-Jiyadah Penambahan c. Rasm Usmani bersifat tauqifi atau bukan merupakan Produk budaya manusia yang wajib di ikuti siapa saja ketika menulis Al-Quran b. PENDAPAT TENTANG RASM AL-QURAN DAN KAITAN RASM AL-QURAN DAN QIRAAT 1. KESIMPULAN Al-Quran adalah kalam Allah yang di turunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang menghimpun surat-surat. Al-Hadzf Membuang atau menghilangkan atau menjadikan huruf b. kisah-kisah. PENGERTIAN . Menurut Al-Quran Tidak ada satu riwayat pun dari Nabi yang dapat di jadikan alasan untuk menjadikan Rasm Usmani sebagai Tauqifi c.2. sehinmgga wajib di ikuti dan di taati siapa pun ketika menulis Al-Quran e. RASM AL-QURAN . Jerman pada 1834 F. Iran pada 1248 H / 1828 kota Taheran 7. Istilah ini lahir bersamaan dengan mushaf Usman para ulama menetapkan Rasm Al-Quran terbagi atas enam yaitu : a. Rasm Usmani adalah kesepakatan cara baca penulisab yang disetujui Usman dan diterima umat. atau menghimpun intisari kitab-kitab sebelumnya yang merupakan pedoman dan penerang bagi umat sedunia Al-Quran di turunkan secara berangsur. Maulaya Usman di sain Peter buorgh. Subhi shalih Ia mengatakan ketika logisan Rasm Usmani apabila disebut tauqifi karena rasm Usmani baru lahir pada masa Usman d. Hinkalman pada masa 1694 M di Hamburg ( jerman ) 3. Uni Sovyet ( Label Islami ) 5. KAITAN RASM AL-QURAN DENGAN QIRAAT Keberadaan rasm Usmani yang telah ber harakat dan bentuk itu ternyata masih membuka peluang untuk membaca nya dengan berbagai Qiraat terbukti dengan keragaman cara membacan Al-Quran seperti qiraat tujuh sepuluh dan qiraat empat belas. Badal Pergantian e. Ta`di leipez. PENUTUP A. Pengertian Rasm Al-Quran Rasm Al-Quran adalah tata cara menuliskan Al-Quran yang di tetapkan pada masa khalifah Usman bin Affan . Al-Hamzah d. Terbit cetakan di Kazan 6. penulisan kata tersebut disunatkan dengan salah satu bunyinya 2.angsur mempunyai hikmah tersendiri yang antara . Pendapat Para Ulama a. Tidak ada halangan untuk menyalahkan nya tatkala suatu generasi sepakat menggunakan cara tertentu untuk menulis Al-Quran A. Ta`di Tabriz pada 1833 8. Perintah serta larangan . Meracci pada 1698 M di paduoe 4. Washal dan fashl ( Penyambungan dan pemisahan ) f.

yaitu menetapkan / memantapkan / memberitahukan /menyampaikan Al-Qur‘an. mabahis fi uluimil quran . dan Abdurrahman bin al-Harist. jakarta: Tim Pustaka SEJARAH TURUN DAN PENULISAN AL-QUR’AN BAB II PEMBAHASAN A. Usman . Khalid bin Al-Walid Mu`awiyah bin Abi Sofyan Orang menulis al-Quran pada masa Khulafaurrasyidin adalah Zaid bin stabit. Karena itu harus menggunakan arti majazi. maupun kepada Nabi Muhammad SAW. Allah SWT telah memberikan penghormatan kepada Al-Qur‘an dengan membuat turnnya tiga tahap. baik di sampaikan Al-Qur‘an itu ke Lauhil Mahfudz atau ke Baitul Izzah di langit dunia. Sebab . Sa`id bin Ash. kitab suci ini tidak seperti kitab-kitab suci sebelumnya. sehingga betul-betul menunjukkan kemukjizatannya. Abban bin Said .1990.Shalih Subhi. 2004. Abdullah bin Zuabir. ulumul Quran . . dengan memakai ungkapan ―diturunkan‖ menghendaki adanya materi kalimat atau lafal atau tulisan huruf yang riel yang harus diturunkan. Rasm al-quran adalah tata cara penulisan Al-Quran yang ditetapkan pada masa khalifah Usman bin Affan DAFTAR PUSTAKA Rosihon Anwar. Bandung : pustaka setia Al. Ali. Pengertian Nuzulul Qur’an (Turunnya Al-Qur’an ) Menurut Jumhurul Ulama‘ arti Nuzulul Qur‘an itu secara hakiki tidak cocok untuk Al-Qur‘an sebagai kalam Allah yang berada pada dzat-Nya. B. Umar. Orang yang menulis Al-Quran pada masa Nabi adalah Abu Bakar. Tahap-tahap Al-Qur’an di turunakan Yang dimaksud dengan ― tahap-tahap turunnya Al-Qur‘an‖ ialah tertib dari fase-fase disampaikan kitab suci Al-Qur‘an.lain adalah memantapkan hati Nabi dan menentang serta melemahkan para penantang AlQuran . Sebab kitab suci ini diturunkan secara bertahap. mulai dari sisi Allah hingga langsung kepada Nabi Muhammad SAW.

(QS. atau langit yang terdekat dengan bumi. baik melalui perantara Malaikat Jibril ataupun secara langsung ke dalam hati sanubari nabi Muhammad SAW. Al-Qur‘an disampaikan langsung kepada Nabi Muhammad. maupun dari balik tabir. ‫بل ىو قرأن مجيد‬ Artinya: bahkan yang di dustakan itu ialah Al-Qur’an yang mulia.” (Q. Tahap Pertama Turun Di Lauh Mahfudz ( ‫)اللوح المحفوظ‬ sebagaimana dalm firman allah: . yang tersimpan di Lauhul Mahfudz ( QS. Dan membuktikan kebesaran kekuasaan Allah SWT dan keluasaan ilmunya serta kekuatan kehendak dan kebijaksanaa-Nya 2.‫ في لوح محفوظ‬.S.1. Artinya. dalam Lauhul Mahfudz Al-Qur‘an berupa kumpualn lengkap tidak terpisah-pisah. sebelum di sampaikan ke nabi Muhammad SAW 3. ‫نزل بو الروح االمين‬ . Berdasarkan firman allah: ٍ‫ك‬ ٍ ‫ِنَّا أَنْزلْناَهُ فِى ل‬ ‫ة‬ ِِ ِ ِ‫إ‬ َ‫ار‬ ْ َ ِِ ُ ‫َي لَة‬ َ َ‫مب‬ Artinya: sesungguhanya kami menurunkannya (al-qur’an )pada suatu malam yang diberkahi. tahap ketiga. yaitu secara sekaligus turun seluruh isi al-qur‘an dari lauhul mahfudz ke baitul izzah. Hikmah dari Tanazul tahap pertama ini adalah seperti hikmah dari eksistensi Lauhul Mahfudz itu sendiridan fungsinya sebagai tempat catatan umum dari segala hal yang ditentukan dan diputuskan Allah dari segala makhluq alam dan semua kejadian. Wujudnya Al-Qur‘an di Lauhu Mahfudz adalah dalam suatu cara dan tempat yang tidak bisa diketahui kecuali oleh Allah sendiri. Al-Buruj 21). Dalilnya ayat Al-Qur‘an antara lain: ‫ولقد أنزلناه إليك ايت بينت‬ Artinya: dan sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas. Tahap Kedua Di Baitul Izzah ( ‫)بيت العزة‬ yaitu tempat mulia di langit yaitu langit pertama. Ad-dukhan: 3) Ayat tersebut menunjukkan turunnya Al-Qur‘an tahap kedua ini dan cara turunnya. Al-Qur‘an turun dari dari Baitul Izzah di langit dunia langsung kepada nabi Muhammad. al-baqoroh:99) ‫ على قلبك لتكون من المنذربن‬.

Yaitu.773 ayat.S. tanggal 17 Ramadhan pada waktu Nabi telah berusia 41 tahun bertepatan tanggal 6 Agustus 610 M. yaitu ayat: . Dan terdiri dari 90 surah yang mencakup 4. asy-syu‘ara: 193-194) C. Dan penyampaian Al-Qur‘an secara keseluruhan memakan waktu lebih kurang 23 tahun. 1. Wahyu Ilahi yang diturunkan sebelum hijrah tersebut di sebut surat/ ayat makkiyah merupakan 19/30 dari Al-Qur‘an. Periode pertama adalah Makkah.” (Q. yakni 13 tahun waktu nabi masih tingggal di makkah sebelum hijrah dan 10 tahun waktu nabi hijrah ke madinah.‫ إقراء وربك اآلكرم‬. surat dan ayatnya pendek-pendek dan gaya bahasanya singkatpadat ( Ijaz ). sebagai berikut: a.‫إقراء با سم ربك الذى خلق‬ Sedangkan wahyu yang terakhir yang diterima Nabi Muhammad SAW adalah surat Al-Maidah:3. sewaktu beliau sedang berkhalwat (meditasi ) di dalam gua hira‘ di atas Jabal Nur.Artinya: ia (al-qur’an ) dibawa turun oleh Ar-Ruhul Al-Amin (Jibril) kedalam hatimu (Muhammad)agar kamu menjadi salah seorang diantara orang-orang yang memberi peringatan. pada waktu nabi sedang berwukuf di Arafah melaukan Haji Wada‘pada tanggal 9 Dzul hijjah 10 H. Sejarah turunnya al-qur’an kepada nabi Muhammad SAW. ‫ الذى علم بالقلم‬. Sedangka permulaan turunya Al-Qur‘an adalah pada malam lailatul qadar.‫اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتى ورضيت لكم االسالم دينا‬ Artinya: pada hari ini telah ku-sempurnakan untukmu agamamu dan telah ku-cukupkan nikmat-ku kepadamu. yang menurut Ahli Tahkiq selama 12 tahun 5 bulan dan lebih 13 hari. karena sasaran pertama dan utama pada periode ini adalah orang-orang arab asli ( Suku Quraisy )yang sudah tentu paham benar akan bahasa Arab.‫خلق اإلنسان من علق‬. Waktu turunya alqur’an Al-Qur‘an diturunkan secara berangsur-angsur berupa beberapa ayat dari sebuah surat atau sebuah surat ynag pendek secara lengkap. Mengenai . Ayat yang pertama kali turun adalah 1-5 surah al-alaq: ‫ علم اإلنسان مالم يعلم‬. serta ku-ridhai bagimu Islam sebagai agamamu 2. periodesasi turunya alqur’an Masa turunnya Al-Qur‘an sealam 22 tahun lebih tersebut terbagi dalam dua periode.

memahami dan hikmahnya yang di dalamnya memperkuat perkara yang haq dan membatalkan perkara yang batal. b. melainkanjuga non arab dari berbagai bangsa yang telah mulai masuk islam dan sudah tentu mereka belum menguasai bahasa arab. disamping mempermudah hafalan dan pemahaman Al-Qur‘an bagi orang arab agar kaum Muslimin menengok kepada kesalahan mereka yang perlu diperbaiki serta menunjukkan kebenaran kepada mereka. 2) Bertahap dalam mendidik umat yang sedang tumbuh baik dengan Ilmy maupun dengan Amaly. 3) Bertahap dalam menanamkan keyakinan dan ibadah yang benar serta budi pekerti yang luhur. wahyu Ilahi yang turun sesudah hijrah disebut surat/ayat Madaniyyah dan merupakan 11/30 dari Al-Qur‘an. penulisan Al-Qur’an pada periode Nabi Muhammad SAW . membuat kegembiraan yang memenuhi hati nabi. karena sasarannya bukan hanya orang-orang arab asli. Hikmah dan rahasia al-qur’an diturunkan berangsur-angsur 1) Memperkuat dan memperkokoh hati Nabi Muhammad SAW karena turunnya wahyu baru. 5) Turun berangsur-angsur dalam beberapa masa. mempermudah dalam menghafal. Yaitu. yang terdiri dari 24 surah yang meliputi 1463 ayat. sejalan dengan situasi. E.isi surat/ayat Makkiyah pada umumnya berupa ajakan untuk bertauhid yang murni atau ketuhanan yang Maha Esa secara murni dan juga tentang pembinaan mental dan akhlaq. Sejarah penulisan Al-Qur’an Penulisan/penghimpunan Al-Qur‘an mengalami 3 ( tiga ) periode yaitu: 1. peristiwa dan kejadian kejadian. Mengenai isi surat/ayat Madaniyyah pada umumnya berupa norma-norma hukum untuk pembentukan dan pembinaan suatu masyarakat / umat islam dan Negara yang adil dan makmur yang diridhai Allah SWT. 4) Menunjukkan bahwa sumber Al-Qur‘an adalah Kalam Allah SWT sendiri. Periode kedua adalah periode Madinah. D. Selam 9 tahun 9 bulan lebih 9 hari. surat dan ayatnya panjang-panjang dan gaya bahasanya panjang lebar dan lebih jelas ( Ithnab ).

Semuanya itu disimpan di rumah Nabi dalam keadaan terpencar-pencar ayatnya belum dihimpun dalam suatu Mushaf Al-Qur‘an. Ayat-ayat Al-Qur‘an yang ditulis di hadapan nabi dan di simapn di rumah Nabi Muhammad SAW. Zaid Bin Tsabit. antara lain empat sahabat nabi yang terkemuka.Nabi menunjuk beberapa sahabat yang pandai tulis baca sebagai penulis Wahyu. pelepah kurma dan sebagainya. ia berpegangan pada dua hal. dan diperkuat dengan naskah-naskah AlQur‘an yang dibuat oleh para penulis untuk pribadi masing-masing serta ditunjang oleh hafalan para sahabat yang Hafidz Al-Qur‘an yang tidak sedikit jumlahnya. 2. Ayat-ayat yang dihafal oleh para sahabat yang Hafidz Al-Qur‘an. Ubay Bin Ka‘ab Dan Khalid Bin Walid. karena kawatir kehilangan sebagian Al-Qur‘an dengan wafatnya sebagian para penghafalnya. 2. terjadilah gerakan pembangkangan membayar zakat dan gerakan keluar dari agama islam (Murtad) dibawah pimpinan Musailamah. maka semuanya itu menjamin Al-Qur‘an tetap terpelihara secara lengkap dan murni. Terjadilah clash fisik di Yamamah yang menimbulkan banyak korban di kalangan Islam termasuk 70 sahabat yang Hafidz Al-Qur‘an terbunuh sebagai Syuhada‘ Peristiwa itu mendorong umar untuk menyarankan kepada Khalifah segera menghimpun ayat-ayat Al-Qur‘an dalam satu mushaf. Ide sahabat Umar di terima oleh Abu Bakar. tulang. kulit binatang. Para penulis wahyu itu diperinatah Nabi untuk menuliskan setiap wahyu yang diterimanya dan meletakkan urut-urutanya sesuai dengan petunjuk nabi berdasarkan petunjuk tuhan lewat Jibril. kemudian ia memerintahkan Kepada Zaid Bin Tsabit agar segera menghimpun ayat-ayat AlQur‘an dalam satu mushaf/suhuf Zaid sangat berhati-hati dalam menjalankan tugas ini. Mu‘awiyah. Gerakan ini segera di tindak Oleh Abu Bakar dengan mengirimkan pasukan di bawah Khalid Bin Walid. . Dan kemudian Nabi bersabda: ‫كذا‬ ‫ضعوا ىذه السورة فى الموضع الذي يذكر فيو كذا ر‬ Artinya: “letakkan surat ini pada tempat yang disebutkan didalamnya ungkapan ini dan itu” Kemudian ayat-ayat Al-Qur‘an yang telah ditulis dihadapan Nabi di atas benda-benda yang bermacam-macam antara lain batu. ialah: 1. Penulisan Al-Qur’an pada periode Khalifah Abu Bakar Setelah Nabi wafat dan Abu Bakar diangkat sebagai Khalifah.

Tindakannya terpaksa dilakukan. Setelah panitia Zaid berhasil melaksanakan tugasnya. pernah meminta Hafsah agar suhufnya dibakar. . mushaf Hafsah yang dipinjamnya dikembalikan ke Hafsah. Panitia Zaid diperintah menyalin suhuf Hafsah dalam jumlah beberapa buah untuk dikirimkan ke beberapa daerah Islam disertai intruksi bahwa semua suhuf yang berbeda dengan Mushaf Utsman yang terkirim itu harus di musnahkan / dibakar. dan lagi untuk menghindari keragu-raguan umat Islam di masa yang akan dating terhadap mushaf Al-Qur‘an. Penulisan/ penghimpunan Al-Qur’an periode Khalifah Utsman Bin Affan Pada masa pemerintahan Utsman.. Kemudian disimpan hafsah setelah Umar mangkat atas pesan Umar. yakni antara sesudah terjadi perang Yamamah dan sebelum Abu Bakar wafat. Panitia ini diketuai oleh Zaid dan bertugas menyalin Al-Qur‘an yang disimapn oleh Hafsah. kemudian membentuk panitia terdiri dari empat orang. Baru setelah hafsah wafat. yakni: Zaid Bin Tsabit. jika masih terdapat dua macam naskah (Suhuf Hafsah dan Mushaf Utsman). tetappi ditolak oleh Hafsah. 3. Karena itu sahabat Hudzaifah menyarankan kepada khalifah agar berusaha mengusahakan keseragaman bacaaan Al-Qur‘an. bisa menggganggu persatuan dan kesatuan umat Islam. demi untuk menagamankan keseragaman mushaf Al-Qur‘an yang telah diusahakan oleh Khlaifah Utsman.Zaid tidak mau menerima tulisan ayat-ayat Al-Qur‘an kecuali kalau disaksikan dengan dua orang saksi yang adil bahwa ayat itu benar-benar ditulis dihadapan Nabi atas perintah/ petunjuknya. sebab suhuf Hafsah ini di pandang sebagai naskah AlQur‘an standart. Tugas penulisan ini oleh zaid dapat di laksanakan dalam waktu kurang lebih 1 (satu) tahun. Abdullah Bin Al-Zubair Dan Abdurrahman Bin Harits Bin Hisyam. dengan pertimbangan bahwa Hafsah adalah istri nabi yang hafidz Al-Qur‘an dan pandai baca tulis. Marwan Bin Al-Hakam seoarang Khalifah Bani Umayyah. Sai‘id Bin Al-Ash. Khalifah Utsman dapat menerima ide Hudzaifah. terjadilah perbedaan bacaan Al-Qur‘an di kalangan umat islam dan kalau dibiarkan. suhufnya di ambil oleh Marwan dan kemudian dibakarnya. Mushaf karya Zaid Bin Tsabit ini kemudian disimpan oleh Abu Bakar dan kemudian Umar setelah Abu Bakar wafat.

Pengantar Ulumul Quran. yakni 13 tahun waktu nabi masih tingggal di makkah sebelum hijrah dan 10 tahun waktu nabi hijrah ke madinah. Dan penyampaian Al-Qur‘an secara keseluruhan memakan waktu lebih kurang 23 tahun. Sebab kitab suci ini diturunkan secara bertahap.Drs. Sedangka permulaan turunya Al-Qur‘an adalah pada malam Lailatul Qadar. sehingga kita akan selamat di Dunia maupun di Akherat kelak. Dan kita mau mengamalkan apa yang di perintahkan dalam AlQur‘an dan meninggalkan apa yang dilarang oleh Al-Qur‘an.BAB III PENUTUP KESIMPULAN Pengertian turunnya alqur‘an ialah menetapkan / memantapkan / memberitahukan /menyampaikan Al-Qur‘an. Al-Qur‘an diturunkan secara berangsur-angsur berupa beberapa ayat dari sebuah surat atau sebuah surat ynag pendek secara lengkap.Masjfuk Zuhdi. baik di sampaikan Al-Qur‘an itu ke Lauhil Mahfudz atau ke Baitul Izzah di langit dunia. sewaktu beliau sedang berkhalwat (meditasi ) di dalam gua hira‘ di atas Jabal Nur. maupun kepada Nabi Muhammad. Ayat yang pertama kali turun adalah 1-5 surah Al-Alaq: Sedangkan Penulisan/penghimpunan Al-Qur‘an mengalami 3 ( tiga ) periode yaitu: 1) penulisan Al-Qur’an pada periode Nabi Muhammad SAW 2) Penulisan Al-Qur’an pada periode Khalifah Abu Bakar 3) Penulisan/ penghimpunan Al-Qur’an periode Khalifah Utsman Bin Affan Setelah kita mengetahui dari sejarah turunnya al-qur‘an al-karim. tanggal 17 Ramadhan pada waktu Nabi telah berusia 41 tahun bertepatan tanggal 6 Agustus 610 M. semoga menimbulkan keteb alan iman kita terhadap Al-Qur‘an. Surabaya. Bina Ilmu. mulai dari sisi Allah hingga langsung kepada Nabi Muhammad SAW. dan sejarah penulisan Al-Qur‘an yang begitu panjang prosesnya. 1980 . Amin… DAFTAR PUSTAKA . PT. kitab suci ini tidak seperti kitab-kitab suci sebelumnya. sehingga betul-betul menunjukkan kemukjizatannya. tahap-tahap turunnya Al-Qur‘an‖ ialah tertib dari fase-fase disampaikan kitab suci AlQur‘an.

M. penulisan serta rasm Alquran dan sebagainya. Ulumul Quran. 2001 .Taufiqurrohman. 2003 . sejarah turunnya Alquran. Bandung. H. penulis membatasi masalah yang akan dibahas yaitu mengenai Sejarah Turunnya Alquran dan Penulisan Alquran. Dari segi turunnya Alquran dan penulisan Alquran terdapat pula beberapa perbedaan pendapat para ahli. Bandung. Surabaya. M. Studi Ulumul Quran Telaah Atas Mushaf Utsmani. Rumusan Masalah . Pustaka Setia. Selain itu juga. Setia. H. Drs. Pembatasam Masalah Dalam pembuatan makalah tentang Ulumul Quran ini. B.Rosihan Anwar. A. Abdul. Dunia Ilmu. Ag.Adapun perbedaan itu dari segi pengertian Alquran. maka akan diuraikan pada bab berikutnya. Dr. 2000 Pustaka Sejarah turun dan penulisan Al-quran Banyak sekali berbagai pendapat mengenai Alquran baik dari pengertian. Untuk lebih jelasnya. perkembangan serta penulisan Al-Quran.. Prof. A. Ulumul Quran. Ag. Maka dari itu beberapa ahli membuat suatu kesepakatan mengenai ilmu (pembahasan) yang berkaitan dengan Alquran yang dinamakan dengan Ulumul Quran.Djalal. masih banyak dari kalangan orang muslim yang belum mengerti dan paham mengenai Alquran.

Bagaimanakah proses penulisan Alquran pada masa Khulafa’urasyidin? 5. Apa yang dimaksud dengan rasm Alquran 7. Hikmah dari diwahyukannya Alquran 3. Bagaimana proses penulisan Alquran pada masa Khulafa’urasyidin 5. serta sebagai bahan untuk mengetahui: 1. Bagaimana proses penyempurnaan Alquran setelahnmasa khalifah 6.1. Apa hikmah dari diwahyukannya Alquran? 3. Apa yang dimaksud dengan rasm Alquran? 7. Bagaimana pendapat beberapa ahli mengenai rasm Alquran Bab II Pembahasan A. Pengertian Al-Quran . Bagaimanakah pendapat beberapa ahli mengenai rasm Alquran? C. Apa yang dimaksud dengan Alquran? 2. Bagaimanakah proses penulisan Alquran pada masa Nabi? 4. Bagaimana proses penulisan Alquran pada masa Nabi 4. Apa yang dimaksud dengan Alquran 2. Bagaimanakah proses penyempurnaan Alquran setelahnmasa khalifah? 6. Tujuan Makalah Sejarah Turunnya Alquran dan Penulisan Alquran ini ditulis dengan tujuan untuk memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah Alquran/ Ilmu Tafsir.

Q. atau Musytaq dari Alqara’in atau qarana. Artinya: “Kalam Alloh yang diturunkan kepada nabi-Nya. yang (tersimpan) dalam lauh al- .Al-Quran secra etimologi merupakan bentuk mashdar (Verbal noun) yang diartikan sebagai isim maf’ul yaitu Maqru’ berarti “yang dibaca”. yang lafadz-lafadznya mengandung mukjizat.‫)بل هو فرآن مجٌد‬ “Bahkan yang didustakan mereka ialah Al-Qur’an yang mulia. Al-buruj ayat 21-22: 99-94 : ‫ فً لوح محفوظ (البروج‬. sampai 9 Djulhijjah haji Wada’ tahun 63 dari kelahiran Nabi atau tahun 10 H. Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa kata Quran adalah kata sifat dari Alqur’ berarti “mengumpulkan” (Al-jam’). yaitu mulai malam 17 Ramadhan tahun 41 dari kelahiran Nabi. Sedangkan menurut terminologi Al-Quran adalah: ‫ المكتوب فى المصاحف من أول سورة الفاتحة كالم هللا المنزل على نبٌه محمد صلى هللا علٌه وسلم المعجم بتالوته المنقول‬،‫بالتواتر‬ ‫إلى سورة الناس‬. membacanya mempunyai nilai ibadah.S. Muhammad. B. Hikmah Diwahyukannya Al-Quran Secara Berangsur-angsur Quran diturunkan dalam tempo 22 tahun 2 bulan 22 hari. yang diturunkan secara mutawatir. dan yang ditulis pada mushaf. Al-Quran turun secara sekaligus dari Alloh Ke Lauh Al-Mahfuzh. mulai dari awal surat alfatihah dan diakhiri surat an-nas. yaitu suatu tempatb yang merupakan catatan tentang segala ketentuan dan kepastian Alloh. Menurut Al-Zarqani dalam manahil Al-irfan berpendapat bahwa proses turunnya Al-Quran terdiri atas tiga tahapan: 1.

yaitu ayat-ayat yang diturunkan ketika Nabi Muhammad masih bermukim di Mekah. Al-Quran diturunkan dari Bait Al-Izzah ke dalam hati Nabi dengan jalan berangsur-angsur sesuai dengan kebutuhan. yaitu 12 tahun 5 bulan 13 hari yaitu dari 17 Ramadhan tahun 41 dari kelahiran Nabi. Perode pertama disebut periode makiyah. yaitu ayat-ayat yang diturunkan ketika Nabi Muhammad hijrah ke Madinah yaitu selama 9 tahun 9 bulan 9 hari. dengan bahasa Arab yang jelas”. Perode kedua disebut periode Madaniyah.‫)نزل به الروح األمٌن على قلبك لتكون من المنذري‬ “Dia dibawa turun oleh ar-ruh al-Amin (Jibril).Al-Buruj : 21-22). Hal ini menanadakan bahwa Al-Quran mempunyai hubungan dialektis dengan situasi dan tempat dimana ia diturunkan. sebagaimana firman Alloh dalam surat Al-Qadar ayat 1: 4 : ‫)إن أنزلناه فى لٌلة القدر (القدر‬ ”Sesungguhnya Kami telah menurunkan-nya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan” 3. yakni dari permulaan Rabiul awal tahun 54 dari kelahiran Nabi sampai 9 Djulhijjah tahun 63 dari ke. Al-Quran diturunkan dari Lauh Al-Mahfuzh ke Bait Al-izzah( tampat yang berada di langit dunia).S. Asy-Syuaro ayat 193-195: 427 – 429 : ‫ بلسان عربً مبٌن (الشعراء‬.ahiran Nabi. ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang diantara orang yang memberi peringatan. Turunnya Al-Quran secara berangsur-angsur mempunyai hikmah dan faedah yang besar sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran surat Al-Furqon ayat 32. Di samping itu masih banyak pula hikmah yang terkandung dalam hal diturunkannya Al-Quran secara berangsur-angsur sebagai berikut: 1. Hal ini diisyaratjkan dalam Q. 2. Masa turunnya Al-Quran dapat dibagi ke dalam dua periode. Untuk meneguhakan hati Nabi Muhammad SAW .mahfuzh” (QS.

Muslim). 4. Mereka menggunakan alat tulis sederhana dan berupa lontaran kayu. C. Sebagai Mukjizat Mengingat banyaknya tantangan yang dihadapi Nabi dari kaum Al-Quran baik dari pertanyaan yang memojokkan turunnya wahyu yang berangsur-angsur itu tidak saja menjawab pertanyaan itu bahkan menantang mereka untuk membuat sesuatu yang serupa dengan Al-Quran 3. . “Janganlah kamu menulis sesuatu yang berasal dariku. Penulisan Al-Quran pada Masa Nabi Pada masa nabi. Abban bin sa’id. Utsman bin Afan. 5.Mengingat watak keras masyarakat yamg dihadapi Nabi. dan batu. tulang belulang. Untuk menerapkan hukum secara bertahap. Mereka adalah Abu Bakar. keadatangan wahyu tidak saja di ekspresikan dalam bentuk hafalan tetapi juga dalam bentuk tulisan. Kegiatan tulis menulis Al-Quran tadi didasarkan pada hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Muslim: ‫ال تكتبوا نى شٌئا إال القرآن ومن كتب عنً سوى القرآن فلٌمحه‬. Sebagai bukti bahwa Al-Quaran adalah bukan rekayasa Nabi Muhammad atau manusia biasa meskipun rangkaian ayatnya turun selama 23 tahun tetapi sistematika dan kandungannya tetap konsisten. dan Muawiyyah bin Abi Sufyan. Ali bin Abi tholib. Sekiranya Al-Quran turun sekaligus tentu sulit untuk memahami dan menghafal isinya. pelepah kurma. Umar bin Khatab. kecuali Al-Qur’an. 2. maka dengan turunnya Al-Quran secara berangsur-angsur maka akan memperkuat hati Nabi. Untuk memudahkan hafalan dan pemahaman Al-Quran. Khalid bin Al-walid. nabi memiliki sekretaris pribadi yang khusus bertugas mencatat wahyu. Barangsiapa telah menulis dariku selain al-Qur’an. hendaklah ia menghapusnya” (HR.

Siapa yang datang kepada kalian membawa catatan al-Qur’an degnan dua saksi. Sikap kehati-hatian Zaid dalam mengumpulkan Al-Quran atas dasar pesan Abu Bakar: ‫ فمن جاء كما بشاهدٌن على شًء من كتاب هللا فاكتباه‬،‫أقعدا على باب المسجد‬. Zaid bin Tsabit salah seorang sekretaris Nabi yang muda dan pintar ditugaskan untuk melacak kembali al-Quran. Dalam melaksanakan tugasnya Zaid menetapkan kriteria yang ketat untuk setiap ayat yang dikumpulkannya. maka catatlah”. tanpa didukungt tulisan. “Dudulah kalian di pintu masjid. pada saat itu surat-surat dan ayat-ayatnya ditulis dengan terpencar-pencar. Penulisan Al-Quran pada Masa Khulafa Al-Rasyidin Pada masa Abu Bakar As-siddiq Pada dasarnya. Ia tidak menerima ayat yang hanya berdasarkan hafalan.Diantara dfaktor yang mendorong penulisan Al-Quran pada masa nabi adalah: 1. Karena khawatir kelestarian Al-Quran hilang. Dan orang yang pertama kali menyusunnya dalam suatu mushaf adalah Abu Bakar As-Siddiq. 2. Mempresentasikan wahyu dengan cara paling sempurna.Usaha pengumpulan Al-Quran yang dilakukan Abu Bakar terjadi setelah perang yamamah pada tahun 12 H. Hanya saja. D. . Mem-back up hafalan yang telah dilakukan oleh Nabi dan para sahabatnya. seluruh Al-Quran sudah ditulis pada wqktu Nabi masih ada.

Ayat tertentu yang disodorkan sahabat dapat diterima jika memiliki dua saksi yang . Menurut tokoh hadis kenamaan ini. perlu disimak pendapat Ibn Hajar. Artinya: “siapa saja pernah mendenganr beberapa saja ayat AL-Qur’an dari rasulullah. suatu hapalan ayat tertentu yang dibawa oleh sahabat tertentu baru bisa diterima bila dikuatkan oleh dua catatan dan atau hapalan sahabat Iainnya. Pemahaman Ibn Hajar tentang syahidain sedikit berbeda dengan apa yang ditangkap As-Sakhawi (w.‫وكانوا ٌكتبون ذلك فى الصحف واأللواح والعسب‬ ‫ٌشهد شهٌدان ال ٌقبل من أحد شٌئا حتى‬. Dan (pada waktu itu) para sahabat telah menulisnya pada subut. ‫ وكان‬. Di dalam menerangkan pengertian “dua saksi” riwayat ini. papan. Demikian juga. sampaikalah (kepada zaid). Asy-Syakhawi memandang bahwa syahidain artinya catatan sahabat tertentu mengenai ayat tertentu.Riwayat yang berkaitan juga dikeluarkan Ibn Abi Dawud26melalui jalan Yahya bin Abdirrahman bin Hatib yang menceritakan bahwa Umar berkata: ‫من كان تلقى من رسول هللا صلى هللا علٌه وسلم شٌئا من القرآن فلٌأت به‬. atau keduanya daam bentuk tutisan. Sahabat tertentu yang membawa ayat tertentu dapat diterima bila ayat yang disodorkan didukung dua hapalan dan atau tulisan sahabat Iainnya.). dan pelepah kurma. 643 H. Zaid tidak menerima laporan ayat dari siapa pun sebelum diperkuat dua saksi. syahidain (dua saksi) di sini tidak harus keduanya dalam bentuk hapalan.

dan akhirnya menugaskan Zaid bin Tsabit “mengumpulkan” Al-Quran. . perselisihan tentang bacaan AlQuran muncul di kalangan tentara-tentara muslim. mushaf itu disimpan Hafsa. telah ditetapkan. Setelah Abu Bakar wafat. dialek Quraisy-suku dari mana Nabi berasal. Perselisihan ini cukup serius sehingga Khudzaifah melaporkannya kepada khalifah Utsman (644-656) dan mendesaknya agar mengambil langkah guna mengakhiri perbedaan tersebut. suhuf-suhuf Al-Quran itu disimpan Khalifah Umar dan ketika Umar wafat. Pekerjaan yang dibebankan pada pundak Zaid dapat diselesaikan dalam waktu kurang lebih satu tahun.pusat utama daerah Islam. yang sebagian direktut dari siria dan sebagian lain dari Irak. tidak ditulis berdasarkan riwayat ahad.memberikan kesaksman bahwa catatan itu memang ditulis di hadapan Nabi. ‘Utsman memutuskan agar mushaf-mushaf yang beredar adalah mushaf yang memenuhi persyaratan berikut: a) Harus terbukti mutawatir. yaitu pada tahun 13 H. Sa’id bin Al-‘Ash. Sejumlah salinannya dibuat dan dibagikan ke pusat. Khalifah berembuk dengan para sahabat senior Nabi. Dengan demikian. ikut bergabung tiga anggota yaitu: Abdullah bin Zubair. Pada masa Utsman bin Afan Selama pengiriman ekspedisi militer ke Armenia dan Azerbaijan. suatu naskah otoritatif (absah) Al-Quran. yang sering juga disebut mushaf ‘Utsmani.Bersama Zaid.harus dijadikan pilihan. Satu prinsip yang mereka ikuti dalam menjalankan tugas ini adalah bahwa dalam kasus kesulitan bacaan. dan Abd Ar-Rahman bin Al-Harits. bukan oleh Utsman bin Afan.

d) Sistem penulisa yang digunakan mushaf mampu mencakupi qira’at yang berbeda sesuai dengan lafadz-lafadz Al-Quran ketika turun. c) Kronologi surat dan ayat seperti yang dikenal sekarang ini. 2.tulisanAl-Quran yang terpencar.b) Mengabaikan ayat yang bacaannya dinasakh dan ayat tersebut tidak diyakini dibaca kembali dihadapan Nabi pada saat-saat terakhir. Abu Bakar melakukannya dengan mengumpulkan tulisan. Motivasi penulisannya adalah khawatir sirnanya Al-Quran dengan syahidnya beberapa Al-Quran pada Perang Yamamah. berbeda dengan mushaf Abu Bakar yang susunan suratnya berbeda dengan mushaf ‘Utsmani. Perbedaan penulisan Al-Quran pada masa Abu Bakar dan pada masa Uesman dapat dilihat dari bagan berikut ini: Pada Masa Abu Bakar Pada Masa Utsman bin ‘Affan 1. e) Semua yang bukan termasuk Al-Quran dihilangkan.pencar .

sejarah pertumbuhan dan perkembangan Ulumul Quran ULUMUL QUR’AN Pengertian Ulumul Qur’an Kalimat Ulumul Qur‟an terdiri dari dua kata. penafsirannya. Abd. . di antaranya: pertama. Kedua. nasikh dan mansukh. lafal AlQur’an. Ketiga. Utsman melakukannya dengan enyederhanakan tulisan mushaf pada satu huruf dan tujuh huruf yang dengannya Al. makna AlQur’an yang berhubungan dengan lafal. Keenam. ilmu ukur. persoalan sanad. 2. urut-urutannya. kemukjizatannya. secara bahasa. dan sebagainya. 1. bacaannya. ada’ul qira’ah (cara membaca Al-Qur’an). Bahkan Al-Suyuthi memperluasnya dengan memasukkan astronomi. penolakan terhadap hal-hal yang bisa menimbulkan keraguan terhadapnya. ruang lingkup. penulisannya. Secara istilah adalah sekumpulan ilmu yang berhubungan dengan Al-Qur’an. tulang.pada pelepah kurma. makna Al-Qur’an yang berhubungan dengan hukum. kedokteran. merupakan Kitab Suci umat Islam yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw untuk menjadi pedoman hidup manusia. Namun demikian menurut Hasbi ash-Shiddiqiey pokok pembahasan ulumul qur’an mencakup beberapa persoalan saja. dan sebagainya. Ulumul Qur‟an adalah beberapa pembahasan yang berhubungan dengan Al-Qur’an dari segi turunnya. ulum (bentuk jamak dari kata ilmun) dan Al-Qur‟an. Motivasi penulisannya karena terjadinya banyak perselisihan di dalam cara membaca Al-Quran (qira’at). ulumul Qur‟an berarti “ilmu-ilmu al-Qur‟an”. Ruang Lingkup Pembahasan Ulumul Qur’an Adapun pembahasan Al-Qur’an mencakup segala macam ilmu yang berhubungan dengan Al-Qur’an.Quran turun Pengertian. Azim al-Zarqani. pengumpulannya. Keempat. Menurut M. dan sebagainya dalam pembahasan ulumul qur’an. baik dari segi keberadaannya maupun dari segi pemahaman terhadap petunjuk yang terkandung di dalamnya. persoalan nuzul. Kelima.

terjadi penyeragaman bacaan Al-Qur’an. Pada Abad ke-3 H. Pada abad ke-2 H. Ali bin al-Madany menulis tentang kitab tentang Asbabun Nuzul. lahir ilmu mubhamatul qur‟an yang dikarang oleh Abu al-Qasim Abd Rahman al-Suhaili. dilakukan kodifikasi dalam satu mushaf Imam. Abu hasan al-Asy’ari menulis tentang al-Mukhtazan fi Ulumil Qur‟an. Ali ibn Ibrahim ibn Sa’id al-Hufi menulis kitab al-Burhan fi Ulumil Qur‟an dan I‟rabul Qur‟an. Para Sahabat sedikit sekali yang pandai menulis. 197 H). Abu Bakar Muhammad ibn al-Qasim al-Anbari menulis kitab tentang Ajaibul Ulumil Qur‟an. Para sahabat adalah orang Arab asli yang tahu betul struktur bahasa Arab yang tinggi dan apabila belum memahami Rasul akan menjelaskan maksudnya. Pada masa khalifah Abu Bakar dan Umar.160 H). Al-Qur’an disampaikan melalui lesan. Sedangkan Ibn al-jauzi menulis kitab Fununul Afnan fi „Ajaibi Ulumil Qur‟an dan al-Mujtaba fi Ulumin Tata‟allaqu bil Qur‟an.muncul beberapa tokoh yang ahli dalam ilmu qiraat. Abu Muhammad al-Qashab Muhammad ibn Ali al-Karkhi menulis Nuqatul Qur‟an ad-Dalalatu alal Bayani fi Anwa‟i Ulumi wal Ahkamil Munbiati an Ikhtilafil Anam. yang dikenal dengan al-Sakhawiah. Muhammad ibn Khallaf ibn al-Mirzaban menulis kitab al-Hawi fi Ulumil Qur‟an. Pada masa Khalifah Utsman. sebab: 1. Pada masa Khalifah Ali. Abu Amr al-Dani menulis kitab at-Taisir fil Qiraatis Sab‟i dan al-Muhkamu fin Nuqath. Di samping itu juga lahir ilmu amtsalul qur‟an antara lain yang dikarang al-Mawardi. Ibn Abd Salam yang dikenal dengan “al-Izz” mengarang kitab Majazul Qur‟an. Pada abad ke-5 H. Abu Ubaid al-Qasim bin Salam menulis tentang nasikh mansukh. Syu’bah Ibn Al-Hajjaj (w. Muhammad ibn Ali al-Adfawi menulis tentang al-Istighna‟ fi Ulumil Qur‟an. fadla‟ilul qur‟an. 198 H). Muhammad ibn Ayyub al-Dharis menulis tentang ilmu ma Nuzzila bi Makkata wa ma Nuzzila bil Madinati. 3. qira‟ah. ulumul qur’an memasuki masa pembukuannya. Sofyan Ibn Uyainah (w. ulumul qur’an belum dikenal sebagai ilmu yang berdiri sendiri dan dibukukan. Adanya larangan menulis dari Rasul selain Al-Qur’an. Abu Bakar alSijistani menulis Gharibul Qur‟an. Abu Syamah Abd Rahman ibn Ismail al-Maqdisi menulis kitab al-Mursyidul Wajiz fi ma Yata‟allaqu bil Qur‟anil Aziz.Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangannya Pada masa Nabi dan Sahabat. Alamuddin al-Sakhawi menulis kitab Hidayatul Murtab fil Mutasyabihi. lahirlah ilmu gharibil qur‟an dan beberapa kitab tentang ulumul qur’an. Pada abad ke-6 H. Tokohnya. Para ulama menekankan perhatian kepada ilmu tafsir. Pada abad ke-4 H. Sehingga Utsman dianggap meletakkan dasar ilmu rasmul qur‟an atau ilmu rasmil utsmani. 2. Pada abad ke-7 H. Waki’ Ibn Jarrah (w. sehingga Ali dianggap perintis lahirnya ilmu nahwu dan I‟rabul Qur‟an. .

sejalan dengan penjelasan Rasulullah saw. Untuk dapat mengetahui cara dan gaya yang digunakan para mufassir dalam menafsirkan alQur’an disertai penjelasan dari ahli tafsir ternama serta kelebihan-kelebihannya. Ibn Qayyim menulis tentang Aqsamul Qur‟an. Lahirnya Istilah Ulumul Qur’an Terdapat tiga pendapat tentang sejarah lahirnya istilah ulumul qur’an: 1. Jalaluddin al-Bulqini mengarang kitab Mawaqiul Ulumi min Mawaqi‟in Nujumi. Pada abad ke-9 H. Najmuddin at-Tufi menulis Hujajul Qur‟an. Muhammad Ibn Sulaiman al-Kafiaji menulis tentang At-Tafsir fi Qawaidit Tafsir. Pendapat ini berdasarkan kajiannya tentang kitab-kitab yang menggunakan istilah ulumul qur’an. Pada abad ke-13 H. 2. . dan tabi’in dari Nabi tentang kandungan al-Qur’an.Pada abad ke-8 H. Menurut Subhi as-Salih. Badruddin Zarkasyi menyusun kitab al-Burhan fi Ulumil Qur‟an. Menurutnya yang paling tua adalah kitab yang dikarang Ibn alMirzaban pada abad ke-3 H. Jalaluddin as-Suyuthi menulis kitab At-Tahbir fi Ulumit Tafsir dan al-Itqan fi Ululmil Qur‟an. Untuk mengetahui persyaratan dalam menafsirkan al-Qur’an. Menurut al-Zarqani berpendapat lahirnya istilah ulumul qur’an seiring dengan dikarangnya kitab al-Burhan fi Ulumil Qur‟an karya Ali ibn Ibrahim ibn Sa’id yang dikenal dengan sebutan al-Hufi. Istilah ulumul qur’an digunakan pertama kali pada abad ke-7 H. Setelah lahirnya karya monumental as-Suyuthi perkembangan ulumul qur’an mengalami kefakuman hingga abad 13. Ibn Abi al-Ishba’ menulis tentang Badail Qur‟an. 3. Urgensi Mempelajari Ulumul Qur’an: 1. serta pendapat yang dikutip sahabat. 3. Berdasarkan ini istilah ulumul qur’an lahir pada abad ke-5 H. 2. perhatian ulama terhadap ulumul qur’an bangkit kembali seiring dengan kebangkitan perkembangan ilmu-ilmu agama lainnya. Untuk dapat memahami kalam Allah. orang yang pertama kali menggunakan istilah ulumul qur’an adalah Ibn al-Mirzaban.

Apabila anda membaca Al-Qur’an. jika anda mempersilahkan orang lain memandangnya. tidak pernah pasti dan tertutup dalam interpretasi tunggal. amat sedikit di antara mereka yang pandai menulis dan membaca. semuanya benar atau mungkin benar. sampai-sampai anda menemukan kalimat atau kata yang mempunyai arti bermacam-macam. Bangsa Arab masih belum mengenal kertas seperti yang sekarang ini. Demikian seterusnya. akan anda temukan pula makna-makna lain yang berbeda dengan makna-makna sebelumnya. maknanya akan jelas di hadapan anda. Ayat-ayat Al-Qur’an bagaikan intan. Dan tidak mustahil. Sejarah Pemeliharaan Al-Qur'an di Masa Rasulullah dan Para Khalifah Posted by Phenefendi on 7:10 AM Pada permulaan Islam bangsa Arab adalah satu bangsa yang buta huruf. (Abdullah Darraz dalam al-Naba’ al-Azhim) Al-Qur’an memberikan kemungkinan arti yang tidak terbatas … kesan yang diberikannya mengenai pemikiran dan penjelasan berada pada tingkat wujud mutlak… dengan demikian. jadi bagi mereka yang dapat menulis dan membaca. biasanya menuliskannya pada benda apa saja yang bisa di tulisi. ayat-ayatnya selalu terbuka (untuk interpretasi baru). . setiap sudutnya memancarkan cahaya yang berbeda dengan apa yang terpancar dari sudut-sudut lain. demikian kata Mohammed Arkoun. Tetapi bila anda membacanya sekali lagi. maka ia akan melihat lebih banyak ketimbang apa yang anda lihat.

Dengan cara demikian. dan banyak yang hafal seluruh Al-Qur'an. selain dari Al-Qur'an. dan diwajibkannya untuk dibaca ketika sedang melakukan Shalat. . Pegangan mereka dalam memelihara dan meriwayatkan syair-syair dari para pujangga. Surat yang satu macam. Naskah-naskah yang ditulis oleh Nabi Naskah-naskah yang ditulis oleh mereka yang pandai menulis dan membaca untuk mereka masingmasing. Nabi sendiripun sering mengadakan ulangan terhadap sahabat-sahabatnya di depan muka beliau untuk menetapkan atau membetulkan hafalan atau bacaan mereka. Kepandaian menulis dan membaca itu amat dihargai dan Nabi sangat gembira. yaitu Al-Qur'an saja yang boleh dituliskan. selalu dibaca. masing-masing diharuskan mengajar sepuluh orang muslim untuk menulis dan membaca sebagai ganti tebusan. dan mulai banyaklah yang menuliskan ayatayat yang diturunkan. orang-orang musyirin yang ditawan oleh Nabi dan tidak dapat menebus dirinya dengan uang. beliau berkata: "Di Akhirat nanti tinta ulama-ulama itu akan ditimbang dengan darah syuhada" Pada perang Badar.a. dan apa saja yang bisa dituliskan. Di tahun beliau wafat. Karena itulah. Pada waktu itu Nabi diperintah untuk mengulang memperdengarkan Al-Qur'an yang telah diturunkan. yaitu: Hafalan dari mereka yang hafal Al-Qur'an. Ubay bin Ka'ab. Nabi menganjurkan agar Al-Qur'an dihafal. dan bertambah banyaklah mereka yang pandai menulis dan membaca. Selain itu. jangan dicampur aduk dengan yang lainlain yang juga didengar dari Nabi.w Walaupun bangsa Arab pada waktu itu masih buta huruf. sekali dalam setahun. peristiwa-peristiwa yang terjadi dan lain sebagainya adalah dengan hafalan semata. Hadits atau pelajaran-pelajaran yang mereka dengar dari mulut Nabi dilarang untuk dituliskan. Nabi sendiri mempunyai beberapa juru tulis yang bertugas menuliskan AlQuran untuk beliau. Nabi menyuruh menghafalnya. Karena hal inilah Nabi mengambil suatu cara praktis yang selaras dengan keadaan itu dalam menyiarkan dan memelihara Al-Qur'anul Karim. Nabi menerangkan tertib urut ayat-ayat itu. Zaid bin Tsabit dan Mu'awiyah. tapi mereka mempunyai ingatan yang sangat kuat. Diantaranya Ali bin Abi Thalib. Larangan ini dengan maksud agar Al-Qur'an itu terpelihara. Utsman bin Affan. kulit binatang. ulangan tersebut oleh Jibril sebanyak dua kali. tidak ada satu ayatpun yang tidak dituliskan. Selain itu.Masa Nabi Muhammad s. Nabi mengadakan peraturan. Jibril mengadakan ulangan (repetisi). bertambahlah keinginan untuk belajar menulis dan membaca. Dengan demikian terdapat 3 unsur yang dapat memelihara Al-Qur'an yang telah diturunkan. dihafal oleh ribuan manusia. Setiap ayat yang diturunkan. dan menuliskannya di batu. pelapah kurma. banyaklah orang yang hafal Al-Qur'an. tetapi pandai menulis dan membaca.

Ketika Nabi wafat, Al-Qur'an tersebut telah sempurna diturunkan dan telah dihafal oleh ribuan manusia, dan telah dituliskan semua ayat-ayatnya. Semua ayatnya telah disusun dengan tertib menurut urutan yang ditujikan sendiri oleh Nabi. Mereka telah mendengan Al-Qur'an itu dari mulut Nabi sendiri berkali-kali dalam Shalat, khutbah, dan pelajaran-pelajaran lainnya. Pendek kata Al-Qur'an tersebut telah terjaga dengan baik, dan Nabi telah menjalani satu cara yang sangat praktis untuk memelihara dan menyiarkan Al-Quran itu sesuai dengan keadaan bangsa Arab di waktu itu. Suatu hal yang menarik perhatian, ialah Nabi baru wafat dikala Al-Qur'an itu telah cukup diturunkan, dan Al-Qur'an itu sempurna diturunkan di waktu Nabi telah mendekati masanya untuk kembali ke hadirat Allah S.W.T. Hal ini bukan suatu kebetulan saja, tapi telah diatur oleh yang maha esa. Masa Abu Bakar r.a Setelah Rasulullah wafat, sahabat baik Anshar maupun Muhajirin sepakat mengangkat Abu Bakar menjadi Khalifah. Pada awal masa pemerintahannya banyak orang-orang Islam yang belum kuat imannya. Terutama di Nejed dan Yaman, banyak yang menjadi murtad, menolak membayar zakat, dan ada pula yang mengaku dirinya sebagai nabi. Hal ini dihadapi oleh Abu Bakar dengan tegas, sehingga ia berkata pada orang-orang tersebut "Demi Allah! Kalau mereka menolak untuk memnyerahkan seekor anak kambing sebagai zakat (seperti apa) yang pernah mereka serahkan kepada Rasulullah, niscaya aku akan memerangi mereka". Maka terjadilah peperangan yang hebat untuk menumpas orang-orang murtad dan pengikut nabi palsu tersebut. Diantara peperangan itu yang terkenal adalah peperangan Yamamah. Tentara Islam yang ikut banyak dari para sahabat yang menghafal Al-Qur'an. Dalam peperangan ini telah gugur 70 orang penghafal Al-Qur'an. Bahkan sebelumnya telah pula gugur hampir sebanyak itu penghafal Al-Qur'an lainnya. Oleh karena itu Umar bin Khathab khawatir akan gugurnya para sahabat penghafal Al-Qur'an yang masih hidup, maka ia datang kepada Abu Bakar memusyawaratkan hal tersebut. Umar berkata kepada Abu Bakar: "Dalam peperangan Yamamah para sahabat yang hafal Al-Qur'an telah banyak yang gugur. Saya khawatir akan gugurnya para sahabat yang lain dalam peperangan selanjutnya. Sehingga banyak ayat-ayat Al-Qur'an itu perlu dikumpulkan". Lalu Abu Bakar menjawab: "Mengapa aku akan melakukan sesuatu yang tidak diperbuat oleh Rasulullah?". Umar menegaskan: "Demi Allah! Ini adalah perbuatan yang baik". Dan ia berulang kali memberikan alasan-alasan kebaikannya tersebut, sehingga Allah membukakan hati Abu Bakar untuk menerima pendapat Umar tersebut. Kemudian Abu Bakar memanggil Zaid bin Tsabit dan berkata kepadanya: "Umar mengajakku mengumpulkan Al-Qur'an". Lalu diceritakannya segala pembicaraan yang terjadi antara dia dan Umar. Kemudian Abu Bakar berkata: "Engkau adalah seorang pemuda yang cerdas yang kupercayai sepenuhnya. Dan engkau adalah seorang penulis wahyu yang selalu disuruh oleh Rasulullah. Oleh karena itu maka kumpulkanlah ayat-ayat Al-Qur'an itu", Zaid menjawab "Demi Allah! Ini adalah pekerjaan yang berat bagiku. Seandainya aku diperintahkan untuk memindahkan sebuah bukit, maka hal itu tidaklah lebih berat bagiku daripada mengumpulkan Al-Qur'an yang engkau perintahkan itu". Dan ia berkata selanjutnya kepada Abu Bakar dan Umar: "Mengapa kalian melakukan sesuatu yang tidak diperbuat oleh Nabi?" Abu Bakar menjawab: "Demi Allah! Ini adalah perbuatan yang

baik". Ia lalu memberikan alasan-alasan kebiakan mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur'an itu, sehingga membukakan hati Zaid, kemudian ia mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur'an dari daun, pelepah kurma, batu, tanah keras, tulang unta ayau kambing dan dari sahabat-sahabat yang hafal Al-Qur'an. Dalam usaha mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur'an itu Zaid bin Tsabit bekerja amat teliti. Sekalipun beliau hafal Al-Qur'an seluruhnya, tetapi untuk kepentingan pengumpulan Al-Qur'an yang sangat penting bagi umat Islam itu, masih memandang perlu mencocokkan hafalan atau catatan sahabatsahabat yang lain dengan disaksikan oleh dua orang saksi. Dengan demikian Al-Qur'an seluruhnya telah ditulis oleh Zaid bin Tsabit dalam lembaran-lembaran yang diikat dengan benar, tersusun menurut urutan ayat-ayatnya sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Rasulullah, kemudian diserahkan kepada Abu Bakar. Mushaf ini tetap di tangan Abu Bakar sampai beliau wafat, kemudian dipindahkan ke rumah Umar bin Khatab dan tetap di sana selama pemerintahannya. Setelah beliau wafat, Mushaf itu dipindahkan ke rumah Hafsah, puteri Umar, istri Rasulullah sampai masa pengumpulan dan penyusunan Al-Qur'an di masa Khalifah Utsman. Membukukan Al-Qur'an di masa Utsman r.a. Di masa Khalifah Utsman bin Affan, pemerintahan mereka telah sampai ke Armenia dan Azarbaiyan di sebelah timur dan Tripoli di sebelah barat. Dengan demikian kelihatanlah bahwa kaum muslimin di waktu itu telah terpencar-pencar di Mesir, Syirtia, Irak, Persia dan Afrika. Kemanapun mereka pergi dan mereka tinggal, Al-Qur'an itu tetap menjadi Imam mereka, diantara mereka banyak yang menghafal Al-Qur'an itu. Pada mereka terdapat naskah-naskah Al-Qur'an, tetapi naskah-naskah yang mereka punya itu tidak sama susunan surat-suratnya. Terdapat juga perbedaan tentang bacaan AlQur'an tersebut. Asal mulanya perbedaan tersebut adalah karena Rasulullah sendiripun memberikan kelonggaran kepada kabilah-kabilah Arab yang berada di masanya untuk membaca dan melafazkan Al-Qur'an itu menurut dialek mereka masing-masing. Kelonggaran ini diberikan oleh Nabi supaya mereka menghafal Al-Qur'an. Tetapi kemudian terlihat tanda-tanda bahwa perbedaan tentang bacaan tersebut bila dibiarkan akan mendatangkan perselisihan dan perpecahan yang tidak diinginkan dalam kalangan kaum Muslimin. Orang yang pertama memperhatikan hal ini adalah seorang sahabat yang bernama Huzaifah bin Yaman. Ketika beliau ikut dalam pertempuran menaklukkan Armenia di Azerbaiyan, dalam perjalanan dia pernah mendengan pertikaian kaum Muslimin tentang bacaan beberapa ayat AlQur'an, dan pernah mendengan perkataan seorang Muslim kepada temannya: "Bacaan saya lebih baik dari bacaanmu". Keadaan ini mengagetkannya, maka pada waktu dia telah kembali ke Madinah, segera ditemuinya Utsman bin Affan, dan kepada beliau diceritakannya apa yang dilihatnya mengenai pertikaian kaum Muslimin tentang bacaan Al-Qur'an itu seraya berkata: "Susullah umat Islam itu sebelum mereka berselisih tentang Al-Kitab, sebagai perselisihan Yahudi dan Nasara(Nasrani)". Maka Khalifah Utsman bin Affan meminta Hafsah binti Umar lembaran-lembaran Al-Qur'an yang ditulis di masa Khalifah Abu Bakar yang di simpan olehnya untuk disalin. Oleh Utsman dibentuklah satu panitia yang terdiri dari Zaid bin Tszabit sebagai ketua, Abdullah bin Zubair, Sa'id bin 'Ash dan

Abdur Rahman bin Harits bin Hisyam. Tugas panitia ini adalah membukukan Al-Qur'an dengan menyalin dari lembaran-lembaran tersebut menjadi buku. Dalam pelaksanaan tugas ini, Utsman menasehatkan agar: Mengambil pedoman kepada bacaan mereka yang hafal Al-Qur'an. Bila ada pertikaian antara mereka tentang bahasa (bacaan), maka haruslah dituliskan menurut dialek suku Quraisy, sebab Al-Qur'an itu diturunkan menurut dialek mereka. Maka tugas tersebut dikerjakan oleh para panitia, dan setelah tugas selesai, maka lembaranlembaran Al-Qur'an yang dipinjam dari Hafsah itu dikembalikan kepadanya. Al-Qur'an yang telah dibukukan itu dinamai dengan "Al-Mushhaf", dan oleh panitia ditulis lima buah Al Mushhaf, Empat buah diantaranya dikirim ke Mekah, Syiria, Basrah dan Kufah, agar di tempattempat tersebut disalin pula dari masing-masing Mushhaf itu, dan satu buah ditinggalkan di Madinah, untuk Utsman sendiri, dan itulah yang dinamai dengan "Mushhaf Al Imam". Setelah itu Utsman memerintahkan mengumpulkan semua lembaran-lembaran yang bertuliskan AlQur'an yang ditulis sebelum itu dan membakarnya. Maka dari Mushhaf yang ditulis di zaman Utsman itulah kaum Muslimin di seluruh pelosok menyalin Al-Qur'an itu. Dengan demikian, maka pembukuan Al-Qur'an di masa Utsman memiliki faedah diantaranya: Menyatukan kaum Muslimin pada satu macam Mushhaf yang seragam ejaan tulisannya. Menyatukan bacaan, walaupun masih ada kelainan bacaan, tapi bacaan itu tidak berlawanan dengan ejaan Mushhaf-mushhaf Utsman. Sedangkan bacaan-bacaan yang tidak sesuai dengan ejaan Mushhaf-mushhaf Utsman tidak dibolehkan lagi. Menyatukan tertib susunan surat-surat, menurut tertib urut seperti pada Mushhaf-mushhaf sekarang. Di samping itu Nabi Muhammad s.a.w. sangat menganjurkan agar para sahabat menghafal ayat-ayat Al-Qur'an. Karena itu banyak sahabat-sahabat yang menghafalnya baik satu surat, ataupun seluruhnya. Kemudian di zaman tabi'ien, tabi'it, tabi'ien dan selanjutnya usaha-usaha menghafal AlQur'an ini dianjurkan dan diberi dorongan oleh para Khalifah sendiri. Pada zaman sekarang di Mesir, di sekolah-sekolah Awaliyah diwajibkan untuk menghafal Al-Qur'an bila mereka ingin menamatkan pelajaran sekolah awaliyah dan hendak meneruskan pelajarannya ke sekolah-sekolah mualimin, begitu juga di pesantren-pesantren di Indonesia, sehingga Al-Qur'an dapat dihafal oleh jutaan umat Islam di seluruh dunia. Dengan demikian terbuiktilah firman Allah:

"Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Qur'an, dan sesungguhnya Kami tetap memeliharanya" ( Surat (15) Al Hijr Ayat 9 )

Mengapa Alquran dibukukan kalau penghafal para wahyu dapat diandalkan dari zaman Nabi bahkan hingga sekarang?
 

2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan

Tari Putri

Jawaban Terbaik - Dipilih oleh Penanya
1. Karena AlQur'an mesti di sebar luaskan kepada bangsa lain yang non arab, pada saat itu ayat-ayat masih dalam hafalan para sahabat dan dalam dokumen-dokumen yang belum rapi. Setelah perang yamamah, banyak sahabat yang gugur dan sebagian besar penghafal Qur'an, maka Khalifah Abu bakar membentuk kepanitiaan yang dipimpin Zaid Ibn Tsabit dan beberapa sahabat besar lainnya, namanya ada dalam hadits semua. 2. Yang jelas ketuanya adalah Zaid bin tsabit yang memang sejak lama menjadi juru tulis bahkan sejak nabi masih hidup. Susunan kepanitiannya ada beberapa versi namun semuanya sepakat ketuanya adalah Zaid bin Tsabit, anggotanya dari kalangan Muhajirin dan Anshor dan penulisan di lakukan dalam Khot ( gaya tulisan ) Kufi, yang berangsur kemudian disempurnakan dengan tanda baca untuk memudahkan bangsa lain membaca. 3. Perdebatan terjadi apabila seseorang yang mengaku mendengar dan menghafalkan ayat tertentu tidak dapat membawakan saksi. Hal ini dapat diselesaikan dengan mengklarifikasikan bacaan dengan orang lain yang menghafal ayat yang sama. Perlu diingat seluruh panitia ini adalah Hufadz ( Penghafal ) dan hidup semasa Nabi masih ada. Ada pula perdebatan tentang dialek bahasa arabnya, namun jumhur sahabat menyepakati bahwa AlQur'an turun dalam dialek ( logat ) Quraisy sebagai logat Rasullullaah.SAW. Segala sesuatu diselesaikan dengan musyawarah. Mushaf pertama yang lengkap ada di masa khalifah Utsman, maka disebut Mushaf Utsmani. Salah satu yang asli ( dari 6 ) ada di musium Tasykent, maka Qur'an yang sekarang beredar bisa di cocokkan dengan yang original. 4. Tidak ada perbedaan... jika ada tentu saat ini bermunculan versi-versi AlQur'an... padahal membaca Qur'an 30 juz lengkap selama bulan ramadhan sudah merupakan acara rutin di masjidil haram seperti yang biasa kita lihat pada siaran langsung di TV kalau pas ramadhan. Wallaahua'laam....
  

2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 4 orang menilai ini bagus

Penilaian Penanya:

hmm.. wallahu'alam o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 3 orang menilai ini bagus  Gratchen Alqur'an diturunkan untuk semua umat manusia... banyak sahabat yang gugur dan sebagian besar penghafal Qur'an. keliatan kan... mengakui Injil. sehingga pemaknaannya memang perlu dibukukan agar mudah dibaca. pada saat itu ayat-ayat masih dalam hafalan para sahabat dan dalam dokumen-dokumen yang belum rapi. . Umat Islam. Taurat.. Bukan jawaban yang benar? Coba Yahoo! Search Cari di Yahoo! untuk bagaimana cara para sahat nabi menghafal al-qur'an padahal belum di bukukan Jawaban Lain (13)  zain "Mengapa Alquran dibukukan. mudah2an dapat menjawab pertanyaan anda. Karena AlQur'an mesti di sebar luaskan kepada bangsa lain yang non arab.. dan Zabur namun kitab2 itu belumlah sempurna.. maka untuk mempermudah kajian/bacaan kandungan asli perlu disebarkan ke setiap generasi dan seluruh umat manusia 1.Komentar Penanya: Good answer. itu tambahannya... sehingga para sahabat mengumpulkan untuk dibukukan.... demikian. namanya ada dalam hadits semua. tanpa kecuali.. maka Khalifah Abu bakar membentuk kepanitiaan yang dipimpin Zaid Ibn Tsabit dan beberapa sahabat besar lainnya. bahwa Al Quran bukanlah buku karangan Muhammad saw. :) "kalau penghafal para wahyu dapat diandalkan dari zaman Nabi bahkan hingga sekarang?" umat manusia tidaklah ada yang berumur panjang juga ada yang tidak kuat hafalannya... Setelah perang yamamah." karena Al Quran memang diperintahkan untuk dibaca.

Sejak sebelum dibukukan. coba deh. misal batu. SUPAYA menjadi bukti SUDAH dirubah karena tiada keaslian lagi. mengapa penghafal tidak menuliskan di suatu kertas? adalh mustahil tidak mengenal kertas. dan merupakan BUKTI SUDAH TIDAK ASLI lagi o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan  Sruput Samsoe Emangnya penghafal hidup selamanya? Lalu apa nyawa mereka aman karena di incar kafir untuk dibasmi? Yang udah berbentuk buku saja dibakar. kertas itu sudah digunakan. o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 1 orang menilai ini bagus  iyo kalo melihat sejarah. (di sumber. kenapa dibukukan. secara netral kamu cuci otak dulu dan bandingkan dengan injil punyamu. seperti tulang. dan asli (buat umatnya yg mengakui). mengenai perbandingan ayat2 injil dan Qur'an. William Campbel yang debat dengan Dr. gak berkutik banyak saat ayat2 injil justru dipatahkan dan banyak yang telah disempurnakan oleh ayat2 Qur'an. tulang. termasuk kamu ? Alqur'an berbahasa Arab. kenapa sumber2 tertulis. kulit. Paling reaksimu seperti Dr. sebab. apalagi. semua yang hidup saat itu tahu. tapi secara aye suka mencari tahu. Dzakirnaek disaksikan Bush. dll. namun entah mengapa tidak semua umat mengakui. kemudian. dan tidak ada yang diubah satupun dari ayat2 tersebut saat dibukukan. andaikata sudah 600 tahun masehi.. apalagi sebagai perkamen dan dokumen. dll tidak disertakan ataupun dijaga? bukankah bukti historis dan original? bahkan hingga sekarang.Alqr'an adalah kitab yang menyempernakan semua kitab suci yang diturunkan sebelumnya. mereka membukukan karena "alasan": supaya tidak hilang. teus hafalan apakah terjamin 100%? bagaimana juga yg terdapat dari tulisan pada beberapa barang. kalo dibukukan. mengatakan belum mengenal kertas).. . harus disebarkan dan disyiarkan ke penjuru dunia. batu. yg dikatakan paling sempurna. @Salju : Alqur'an memuat keterangan semua kejadian hingga akhir masa dan mengenai surga neraka. jauuuuuuhhhhhh kualitasnya. aye bingung. kulit.. bahwa jumlah ayat Alqur'an adalah 6666 ayat. bukankah merupakan "tulisan ulang" dan "sudah mengalami perubahan"? kembali ke pernyataan.

.. . karena takut para Hafidz tidak ada lagi. terus belajar ych.. o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 3 orang menilai ini bagus  ? Alquran di tulis agar dibaca oleh generasi baru. yang belum tau apalagi hafal mari sini kita kasih buku biar tau.. begitulah mas/ mbak..... wassalamualikum. sebelumnya saya beristighfar memohon ampun kepada Allah atas kata2 saya yang salah dan selanjutnya semoga jawaban sy bermanfaat..o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 2 orang menilai ini bagus  AmeXelf Assalamualaikum. Begini y dulu Zaman Sahabat Rasulullah yaitu Zaman Sahabat Abu Bakar AshShidiq Ra. semoga bermanfaat. melihat kenyataan tersebut maka Sahabat Umar Bin Khottob mengusulkan agar AlQur'an dibukukan. materi referensi: Kitab Khozinatul Asror dan yang saya pelajari saat sekolah.!! Beda dengan alkitab tetangga yang beberapakali di perbaharui sehingga yang lama sama yang baru beda. isi alquran dari dulu sama. terjadi peperangan yang besar (sy lupa namany) yang dari golongan umat muslim waktu itu banyak yang meninggal dan sebagian dari para Hafidz (penghafal Al-Qur'an). mungkin habis pemilu nanti keluar lagi perjanjian milenium o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 1 orang menilai ini bagus  Xie Guan Nak yang sudah hafal nggak perlu buku.. melihat kenyataan saja bukankah zaman semakin kesini generasi penerusnya makin urakan (sebagian) dan walaupun AlQuran sudah di bukukan tetapi masih da yang ndak pernah buka kan?! gimana klo msti dihafalkan?? sekarang ay tanya anda sudah hafal berapa Juz??? begitulah jawaban sy.

kan untuk dibaca. o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 2 orang menilai ini bagus  merdeka yang namanya manusia kan ada salah dan lupanya bro. pada saat itu ayat-ayat masih dalam hafalan para sahabat dan dalam dokumen-dokumen yang belum rapi. KAN HARUS DIWARTAKAN KEPADA ORANG-ORANG NON ARAB TERMASUK UMAT ISLMA INDONESIA: Karena AlQur'an mesti di sebar luaskan kepada bangsa lain yang non arab. hingga sekarang...penghafal wahyu memang benar cukup bisa diandalkan.tentux jg sahabt yg hafidz tdk akan hidup slamax bkn... materi referensi: belajar o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 1 orang menilai ini bagus  Nomnomno.emgnya ga ada manusia yg dilahirkan o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 2 orang menilai ini bagus  ? HE HE HE BENAR JUGA.. . maka dari itu dibukukanlah Alquran.. tapi mereka juga sadar kalau mereka hanya manusia biasa.Dah sana duduk manis dan jangan pipis dicelana yaaaaaaaa o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 4 orang menilai ini bagus  nomaden alasan adax pengumpulan ayat2 yg berasal dari Allah SWT melakui Nabi Muhammad SAW krn banyakx para sahabat hafidz Al-Qur'an yg mati jihad d medan pertempuran.. supaya bisa dibaca oleh genersi setelah mereka.

banyak sahabat yang gugur dan sebagian besar penghafal Qur'an. namanya ada dalam hadits semua 12345678910 112 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 3 24 25 26 27 28 . maka Khalifah Abu bakar membentuk kepanitiaan yang dipimpin Zaid Ibn Tsabit dan beberapa sahabat besar lainnya.Setelah perang yamamah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful