Rasmul Qur'an

Click here to download

I.

PENDAHULUAN Puji syukur pertama-tama saya haturkan ke hadirat Allah SWT yang dengan rahmat inayahNya saya bisa menyelesaikan makalah sederhana ini yang berjudul ilmu tauhid dan ruang lingkupnya. Semoga bisa bermanfaat bagi saya khususnya dan bagi kita semua pada umumnya. Sebagaimana yang kita ketahui bersama, Rasmul Qur’an merupakan ilmu yang sangat penting di dalam agama Islam. Sebab, Rasmul Qur’an adalah bagian sebagian dari tanda-tanda agama sejati dan murni yang diturunkan Allah Yang Maha kuasa dan bijaksana. Tanpa mengetahui Rasmul Qur’an, kita tidak akan mengetahui tujuan hidup sebenarnya. Sebab, seorang hamba harus tahu benar siapa yang disembah dan dimana kita akan hidup setelah mati.

II.

PEMBAHASAN A. Pengertian Rasmul Qur'an Istilah rasmul al-Quran terdiri dari dua kata yaitu rasm dan al-Qur'an. Kata rasm berarti bentuk tulisan. Dapat juga diartikan dengan `atsar dan alamah. Sedangkan al-Qur'an adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw., dengan perantaraan malaikat Jibril, ditulis dalam mushaf-mushaf dan disampaikan kepada umat manusia secara mutawatir (oleh banyak orang) dan mempelajarinya merupakan suatu ibadah, dimulai dengan surat al-Patiihah dan diakhiri dengan surat an-Nas. (Chirzin, 1998: 106). Jadi ilmu rasm Al-Qur'an yaitu ilmu yang mempelajari tentang penulisan mushaf Al-Qur'an yang di lakukan dengan cara khusus baik dalam penulisan lafal-lafalnya maupun bentuk-bentuk huruf yang di gunakannya. Adapun yang di maksud rasm al-mushaf dalam bahasa yaitu : ketentuan atau orang yang di gunakan oleh usman ibn affan bersama sahabat-sahabat lainnya dalam Al-Qur'an berkaitan dengan susunan huruf-hurufnya, yang terdapat dalam mushaf yang di kirim berbagai daerah dana kata serta mushaf al-iman yang berada di tangan usman ibn affan sendiri”

Sementara ulama yang lebih mempersempit rasm al-mushaf yaitu : apa yang di tulis oleh para sahabat Nabi menyangkut sebagian lafaz-lafaz Al-Qur'an dalam mushaf usmani dengan pola tersendiri yang menyalahi kaidah-kaidah penulisan Bahasa Arab. Bagaimana ragam pendapat berkaitan permasalahan rasmul Qur'an. Apakah rasmul Qur'an merupakan tauqif (ketetapan) dari Nabi Muhammad SAW. ataukah bukan. Mengenai permasalahan ini, muncul dua pendapat di kalangan ulama. Kelompok pertama menyatakan bahwa, rasmul Quran adalah tauqifi dari Nabi Muhammad saw. Sedangkan kelompok kedua menyatakan bahwa, rasmul Quran adalah bukan taugifi dari Nabi Muhammad SAW. Menurut Kelompok pertama, bahwa rasmul Qur'an adalah tauqifi dan metode penulisannya dinyatakan sendiri oleh Rasulullah SAW. Pendapat ini dianut dan dipertahankan oleh Ibnu Mubarak yang sependapat dengan gurunya Abdul Aziz ad-Dabbagh. la menyatakan bahwa, tidak seujung rambutpun huruf al-Qur'an yang ditulis atas kehendak seorang sahabat nabi atau yang lainnya. (asShalih, 1990:361) Sedangkan kelompok kedua berpandangan bahwa, rasmul Qur'an tersebut tidak masuk akal kalau dikatakan tauqifi. Pendapat ini dipelopori oleh Qadhi Abu al-Bagilani. la mengatakan bahwa mengenai tulisan al-Qur'an, Allah swt. sama sekali tidak mewajibkan kepada umat Islam dan tidak melarang para penulis al-Qur'an untuk menggunakan rasam selama itu (baca; Utsman bin Affan). Yang dikatakan kewajiban hanyalah diketahui dari berita-berita yang didengar. (as-Shalih, 1990:366)

B. Pola Penulisam Al-Qur'an Dalam Mushaf Usmani Terdapat beberapa pola penulisan Al-Qur'an versi mushaf usamni yang menyimpang dari kaidah penulisan bahasa arab. 1. Penghilangan huruf (al-hadzf)

Al-Hadzf ini terdiri dari enam bagian, yaitu: a. Menghilangkan huruf, alif yaitu dari ya al-nida ( ‫ )يااايهي ااايه ا‬dari ha' al-tanbih ( ‫ ;)هاااي ا‬dari ‫ااا‬ ‫ ;) خل ا‬sesudah

dhamir( ‫ )ه جي‬lajazh jalalah (‫ )هللا‬dari dua kata ( ‫ )ه احن‬dan ( ‫ ;)ساحن‬sesudah huruf lam (

dua huruf lam dari semua mustanna ( ‫ ;)حجلا‬dari semua jama' shahih baik mudzakkar maupun muannats ( ‫ )ساعون‬dan ( ‫ )ه عاء يع ا‬dari semua jamak yang satu pola dengan ( ‫ )عساج‬dan dari semua kata bilangan ( ‫ )يثلث‬dari basmallah dan sebagainya. b. Menghilangkan huruf ya, vaitu huruf ya dibuang dari manqush munawwan (bertanwin), baik ketika berharakat rafa' maupun jar ( ‫ ;)غياحييااويناداا‬menghilangkan huruf ya' pada kata ‫خااون يهفوان يهعيوان‬ dan, selain yang dikecualikan. c. Menghilangkan huruf lam jika dalam keadaan idqham (‫ )ه يل‬dan (‫ )ه ي‬selain yang dikecualikan.

d. Menghilangkan huruf waw, yaitu jika terletak bergandengan (‫ )وانيه ى‬dan ( ‫)ا يسفن‬. Di samping itu, ada beberapa penghilangan huruf yang tidak masuk kaidah. Misalnya penghilangan huruf alif pada kata dan menghilangkan ya' dari kata ‫ هحاحههي‬serta menghilangkan waw dari empat kata kerja (al-fil) ‫ ين يي ع ييعحيهللا يني عيهاي سا‬dan ‫س عيه زحا يه‬ 2. Penambahan huruf(al-ziyadah) Penambahan ini, yaitu alif setelah waw pada akhir isim jamak atau yang mempunyai hukum jamak. Misalnya ‫هن نيها حاب‬, ‫ عاليقنهيحح ا‬dan ‫ ح انيهساحهليل‬Di samping itu menambah alif setelah Hamzah marsumah waw (Hamzah yang terletak di atas tulisan waw). Misalnya, ‫ فايهللايفوفنه‬Yang asalnya di tulis ‫ فايهللايفوفأ‬Demikian pada kata‫ عافة‬, dalam ayat, ‫ وىي ليس حلةيعايلةينية‬kata ‫ ه حسانل‬Dalam ayat ‫هعو اايه حسانا‬ dan , ‫ ساحيل‬dalam ayat ‫ واايلالن ايه ساعيال‬. Demikian juga penambahan huruf ya pada kata ‫ حاايي ا‬atau penambahan huruf waw pada kata ‫ هن ن يهن يك يهنا‬Dan 3. Kaidah Hamzah Yaitu apabila hamzah berharakat suku, maka di tulis dengan huruf yang beharakat sebelumnya. Misalnya ‫ ه ذ‬Dan ‫هنفع‬, selain yang dikecualikan. Adapun Hamzah yang berharakat, jika ‫هنا‬.

ia berada di awal kata dan bersambung dengan Hamzah itu huruf tambahan, maka ia harus di tulis dengan alif secara mutlak, baik berharakat fathah maupun berharakat kasrah. Misalnya ‫وياي يساصح ي‬ ‫ هن نه يهين‬selain yang dikecualikan. Sedangkan apabila Hamzah terletak di tengah maka ia tulis sesuai dengan huruf harakatnya, yakni fathah dengan alif dan kasrah dengan ya serta dlamah dengan waw. Misalnya ‫ سالل يساال يفؤاح‬Tetapi apabila huruf yang sebelum Hamzah itu sukun, maka tidak ada tambahan. Misalnya ‫ عل يهاحض‬dan ‫ ه خب‬selain yang dikecualikan. Di samping itu, jika Hamzah itu terletak di ujung, Makkah ia di tulis dengan huruf dari jenis harakat huruf sebelumnya. Misalnya, kata ‫ سحا ي ن‬dan ‫ شاعئ‬. 4. Menggantikan Huruf Dengan Huruf Lain Badl ini ada beberapa macam yaitu : a. Huruf alif di tulis dengan waw sebagai penghormatan pada kata ،‫ يه صالن‬،‫ ه ز ان‬dan ،‫ ه نيان‬selain yang dikecualikan. b. Huruf alif yang di tulis dengan huruf ya pada kata-kata seperti ‫ ه ااى يه ااى يدلااى‬Yang berarti (bagaimana) ‫ حلى يعفى‬dan ‫ ى‬selain kata dalam surat Yusuf. c. Huruf alif di ganti dengan nun tawkid khafifah pada kata ‫هذ‬. ‫يا‬

d. Huruf ta’ ta’nits (،) di ganti dengan ta’ maftuhah ( ) pada kata ‫ حنعا‬sebagai yang terdapat dalam surat al-baqarah, al-araf, hud, maryam, al-rum dan al-zukhruf. Di samping itu huruf ta’ta’nits (،) di tulis dengan ta’ maftuhah ( ) pada kata ‫ وعا‬sebagai terdapat dalam surat al-baqarah, ali imran, al maidah, ibrahim dan sebagainya. 5. Menyambungkan dan memisahkan huruf (al washl dan al fashl) Washl dan fashl banyak ragamnya yaitu : a. Kata ‫ ه‬dengan harakat fathah pada hamzahnya, di susul dengan ‫ يا‬maka penulisannya bersambung dengan menghilangkan huruf nun, misalnya‫ هاي‬tidak di tulis‫ ه ياي‬kecuali pada kata ‫ ه يايفؤن ن‬dan ‫ه ياي‬ ‫فوحلنه‬. b. Kata ‫ عا‬Yang bersambung dengan ‫ عاا‬penulisannya disambungkan kata dan huruf nun pada mimnya tidak di tulis, seperti ‫ ععا‬kecuali pada kalimat ‫ عا يعاايعل ا يهحعااي ا‬Sebagai terdapat dalam Al-Qur'an surat an-nisa’ dan ar-rum dan kata ‫ عع يحزق ا‬dalam surat al-munafiqun. c. Kata ‫ ع‬yang bersambung menjadi kata ‫ عع‬bukan‫من من‬ dengan ‫ ع‬ditulis bersambung dengan menghilangkan-min, sehingga

Kata ‫ دا‬yang bersambung dengan ‫ عاا‬ditulis bersambung dengan menghilangkan nun. C. sehingga menjadi ‫يدع‬bukan ‫ عن من‬kecuali dalam kalimat ‫نيصحيوهيد يع ييشا‬ e.d. maka ditulis dalam Mushaf `Utsmaniy dengan rasm al-mushaf yang berbeda. Kata yang bisa dibaca dengan dua bunyi (ma’ fih qiratani) Apabila ada dua ayat Al-Qur'an yang memiliki versi qiraat yang berbeda yang dimungkinkan ditulis dalam bentuk tulis dalam bentuk tulisan yang sama. Kata ‫ ه‬yang bersambung dengan ‫ عااا‬ditulis bersambung dengan menghilangkan nun. Hukum Penulisan Al-Qur'an Dengan Rasmul Usmani Pada ulama juga berbeda pendapat tentang hal ini apakah kaum muslimin di wajibkan mengikuti rasm usmani dalam penulisan Al-Qur'an ataukah di bolehkan dengan rasm imlai (pola penulisan konvensional). apabila tidak memungkinkan ditulis dalam bentuk tulisan yang sama. Misalnya kalimat ‫ ننصاح ايهحاحههي يح ياه‬Dalam sebagian mushaf ustmaiy di tulis dan di baca ‫ نهنصى‬sedangkan dalam sebagian mushaf lainnya di tulis dan dibaca ‫ ووص‬Dan sebagainya. Kata ‫ أ‬yang bersambung dengan ‫ عااا‬ditulis bersambung dengan menghilangkan nun. Beberapa pendapat para ulama mengenai hal ini yaitu sebagai berikut. Akan tetapi. Kata ‫ ال‬yang diiringi ‫ عاا‬Di sambung sehingga menjadi ‫ لعاا‬Kecuali pada firman Allah SWT ‫عا ي اليعاسااي‬ ‫ فعن‬dan ‫ليعايح نهيه ىيه وف ة‬ 6. maka pola penulisannya sama dalam setiap Mushaf Ustmaniy. Dalam Mushaf Ustmaniy. kalimat ‫ علك ين يه ي‬dan ‫يخ يدن يهللا‬ Ayat-ayat tersebut boleh dibaca dengan menetapkan alif (dibaca dua harakat) dan bisa dibaca sebagai haknya lafzh (dibaca 1 harakat). kata tersebut di tulis dengan menghilangkan alif Misalnya. sehingga menjadi ‫هعا‬ g. . sehingga menjadi ‫هعا‬ f.

Para ulama mengakui bahwa rasm usmani berhifat tauqifi wajib mengikuti rasm usmani dalam penulisan Al-Qur'an dan tidak boleh menyalahinya. c. Akan tetapi hendaklah di tulis menurut tulisan pertama. sehubungan dengan itu ahmad ibn hambal berkata : ‫حترم خما لفة خط مصحف عثمان ىف واو او الف اوياء اوعري ذالك‬ “Haram hukumnya menyalahi rasm usmani (dalam penulisan Al-Qur'an) seperti huruf wawu alif. . Sebagian ulama berpendapat boleh bahkan wajib mengikuti rasm imlai’ dalam Al-Qur'an yang di runtuhkan bagi orang-orang awam dan tidak boleh menulisnya dengan rasm usmani. ya atau yang selainnya. Namun rasm usmani pun wajib di pelihara dan di tertarikan. tidak mesti kita mengikuti rasm usmani dalam penulisan Al-Qur'an. Para ulama tidak mengetahui bahwa rasm usmani itu bersifat tawqifi. Sementara itu ketika Imam Malik di tanya mengenai penulisan Al-Qur'an dengan kaidah hijaiyah (kaidah imla’) Malik berkata : ‫ال أرى ذلك ولكن يكتب على الكتبه االوىل‬ “Saya tidak berpendapat demikian. dapat dibenarkan.a. karena itu segala bentuk serta model tulisan Al-Qur'an yang menunjukkan arah bacaan yang benar. dengan kata lain kita di bolehkan menulisnya dengan rasm imlai’ Sehubungan dengan ini mereka menyatakan sebagai berikut : “Sesungguhnya bentuk dan model tulisan tidak lain hanyalah merupakan tanda atau simbol. menyulitkan banyak orang serta bisa mengakibatkan berat dan kacau (bagi pembacanya). Sedangkan rasm usmani yang menyalahi rasm imla’ sebagaimana kita kenal. b.

Faedah Penulisan-Penulisan Al-Qur'an Dengan Rasm Usmani Penulisan Al-Qur'an dengan mengikuti atau berpedoman kepada rasm usmani yang di lakukan pada masa khalifah usman sangat berfaedah bagi umat Islam. d. seperti dalam firman Allah berikut ini: )9:2 ‫(البقرة‬ ‫وما خيد عون اال انفسهم‬ Lafazh ( ‫ )ين ا يداان‬dalam ayat di atas.D. a. seperti dalam firman Allah berikut ini: )74:15\ ‫واسماء بنٌنا ها بأٌد وانا لمو سعون (الذاربات‬ Menurut sementara ulama. Memberi kemungkinan pada lafazh yang sama untuk dibaca dengan versi qira’at yang berbeda. khususnya dalam penciptaan langit dan alam semesta. . b. E. Kemungkinan dapat menunjukkan keaslian harakat (syakl) suatu lafaz. karena memberi isyarat akan kebesaran kekuasaan Allah SWT. dalam ayat-ayat tertentu yang penulisannya menyalahi rasm imla'i. Kemungkinan dapat menunjukkan makna atau maksud yang tersembunyi. Sa'id al-Rahman bin al-Hants dan Zaid bin Tsabit) belum bertitik dan bersyakal. lafaz (‫ )باا ٌاد‬ditulis dengan huruf ganda ‫)الٌااء( ى‬. Perkembangan Penulisan Al-Qur’an Sebagian disebutkan dalam sejarah bahwa mushaf ustmaniy yang di tulis oleh panitia empat (Abd Allah bin Zubair. seperti penambahan huruf ayat ‫ )ه نهن( ن‬pada ayat ( ‫ )سا ينحي ي هح يه واسؤي‬dan penambahan huruf ‫ )الٌاء( ى‬pada ayat (‫نهحفا ى ي ى ي‬ ‫)ه وححى‬. Memelihara dan melestarikan penulisan al-Qur’an sesuai dengan pola penulisan al-Qur’an pada awal penulisan dan pembukuannya. bisa dibaca menurut versi qira'at lainnya yaitu Sementara kalau ditulis ( ‫ )يخاي دن‬tidak memberi kemungkinan untuk dibaca ( ‫)يخ يدن‬ c.

maka timbal upaya untuk membuat tanda-tanda huruf Al-Qur'an. Gubernur Basrah pada masa pemerintahan Muawiyyah (661 -680 M). Seiring dengan ekspansi Islam ke berbagai wilayah dan semakin banyaknya masyarakat non Arab rang masuk Islam. (a) ia membubuhkan tanda titik satu yang terletak di atas burnt (_. tanda/kasrah dengan membubuhkan huruf ya' kecil (‫ )ي‬di bawah huruf (‫)ي‬ dan tanda dhamah dengan membubuhkan tanda kepada huruf waw kecil (‫ )و‬di atas huruf (‫)و‬. akan tetapi dan kaum muslimin dapat membaca Al-Qur'an dengan benar. Ia telah membuat fathah. Kendati demikian. Abu al-Aswad belum meletakkan syakal untuk setiap huruf. mereka melakukan kesalahan dalam membaca firman Allah SWT (Allah berlepas diri dari orang-orang Musyirikin). Misalnya untuk tanda fathah. Ziyad Ibn Samiyyah. Sekalipun Al-Qur'an di tulis demikian. salah seorang yang mempunyai atensi besar terhadap pembubuhan tanda baca (syakal). 382 H) di baca oleh kaum muslimin selama sekitar 40 tahun.Hal ini dikarenakan tanda-tanda seperti itu belum dikenal pada waktu itu._). al-Khalil bin Ahmad. Mushaf utsmaniy sebagai di ungkapkan al ashari (w. pertumbuhan tanda baca dalam penulisan Al-Qur'an merupakan hal yang sangat layak. kecuali syakal huruf akhir saja. Melihat kenyataannya ini. Pada masa Abasiah. khususnya untuk melestarikan bahasa Arab. Hal ill] tidak terlepas dari pemantauannya terhadap kaum Muslim"" yang melakukan kesalahan dalam membaca Al-Qur'an. Misalnya. al-Hajjaj bin Yusuf Al-Tsaqafi untuk menyusun tanda-tanda baca Al- . Ketika Islam berkembang ke berbagai wilayah yang selanjutnya terjadi akulturasi budaya (perpaduan budaya) antara masyarakat Arab dan non-Arab. ziyad bin sammiyah meinta Abu al-Aswad al-Dualliy untuk memubuhkan tanda baca (syakal) dalam mushaf agar tidak terjadi kekeliruan dalam membaca Al-Qur'an di kalangan kaum Muslimin. tanda kasrah (i) dengan membubuhkan titik satu di bawah huruf ()dan tanda dhamah (u) dengan titik satu yang terletak di antara bagian-bagian huruf () Sedangkan untuk sukun (mati) tidak diberi tanda apa-apa. Pertumbuhan tanda baca (syakal) selanjutnva dikembangkan oleh murid al-Dualliy. Adapun tanda sukun (mati) yaitu dengan membubuhkan tanda kepala huruf ha (‫ )ح‬yang terletak di atas huruf (‫ )ح‬dan tasydid dengan membubuhkan tanda kepala huruf sin (‫ )س‬yang terletak di atas huruf (‫)س‬. Kemudian beliau menugaskan seorang ulama. dengan membubuhkan huruf alif kecil (') terletak di atas huruf(_). Upaya tersebut tampak pada masa Khalifah Abd al-Malik bin Marwan (685-705 M).

qur’an (nugath al-'Ajam). para ulama banyak yang mendukung upaya tersebut. Penghilangan huruf (al hadzf) 2. seorang warga Madinah. al-Hajj. menciptakan bentuk melengkung. selanjutnya menugaskan Nashr bin Ibn Ashim dan Yahya bin Ya’mur (keduanya murid al-Dualliy) untuk menyusun tanda-tanda baca tersebut. Adanya pembubuhan tanda-tanda huruf tersebut menimbulkan pro dan koma di kalangan ulama paling tidak sampai generasi tabi'in. III.) pada huruf-huruf yang serupa untuk membedakan antara huruf yang satu dengan huruf yang lain. Untuk selanjutnya. Tokoh-tokoh lain yang membubuhkan tanda huruf Al-qur’an adalah `Ubaidillah bin Zayyad (67 H). Sebagai tanda alif washal. jim(‫ )ج‬dan kha (‫)ح‬ dan sebagainya. Menggantikan huruf dengan huruf lain (al hadl) . Pola penulisan rasm qur’an dalam mushaf usmani menurut kaidah bahasa araba : 1. make terdapatlah tanda-tanda huruf dalam Al-qur’an dengan cara membubuhkan tanda titik (. baik hamzah maupun bukan hamzah. Kaidah hamzah 4. yang memerintahkan seorang Persia meletakkan huruf alif. Pertimbangan mereka. Menurut sebuah riwayat. kata ‫ عال يل ة‬yang dalam Rasm `Utsmaniy ditulis ‫ ع ل ة‬al-Zanjani. banyak kaum Muslimin yang merasa kesulitan membaca Alqur’an disebabkan mereka bukan penduduk di wilayah Arab. mereka meletakkan garis vertikal jika sebelumnya fathah dan ke bawah jika sebelumnya dhamah. yang pada Rasm `Utsmaniy justru dibuang misalnya. al-Hajjaj telah melakukan perubahan Rasm `Utsmaniy di 11 tempat. Misalnya huruf dal (‫ )د‬dengan dzal (‫ )ذ‬huruf ha (‫)ه‬. Penambahan huruf (al ziyadah) 3. Kemudian pengikut al-Dualliy menambahkan tandatanda lainnya yaitu dengan meletakkan garis horizontal di atas huruf yang terpisah. Atas titah al-Hajjaj kepala dua orang ahli ini. KESIMPULAN Ilmu rasm qur’an yaitu ilmu yang mempelajari tentang penulisan mushaf Al-Qur'an dengan baik.

IV. Memelihara dan melestarikan penulisan Qur'an b.5. Amin Makalah Tentang Rasm Al Qur'an . Memberi kemungkinan pada lafad yang sama c. Penulis yakin bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan dan banyak kesalahan oleh karenanya saran dan kritik anda yang membangun dan masukan buat kami yang akan menjadikan makalah ini akan lebih baik. PENUTUP Demikian makalah yang kami susun dan masih banyak kekurangannya. maka timbul upaya untuk membuat huruf Al-Qur'an. Dapat menunjukkan makna atau maksud yang tersembunyi d. namun ada juga ulama yang tidak mengetahui rahm imlai dalam Al-Qur'an faedah penulisan Al-Qur'an dalam rasm usmani pada masa usman a. Menyambungkan dan memisahkan huruf (al washl dan al fashl) 6. Kemungkinan dapat menunjukkan keaslian harakat Seiring dengan ekspresi Islam berbagai wilayah dan semakin banyaknya masyarakat non arab masuk Islam. Kata yang bisa di baca dengan dua bunyi (ma fih qiraatani) Berbagai pendapat tentang hukum penulisan Al-Qur'an dengan rasm usmani para ulama mengetahui bahwa rasm usmani bersifat taufiqi.

untuk membukukan al-Qur'an. beliau melihat banyaknya perbedaan dalam bacaan dan penulisan al-Qur'an. Umar bin Al-Khattab adalah sahabat yang mempunyai banyak keistimewaan. disimpan di kediaman Abu Bakar. dan memerintahkan untuk menulisnya. dan Rasulullah menuntun penulisan itu sesuai dengan urutan surat dan ayat. Ketika Rasulullah SAW wafat. sebabkan tersebarnya para qari'in di berbagai kota. seperti masalah disunahkannya shalat sunah di maqam Ibrahim. Ada pula yang hanya menulisnya. Diantara sahabat. Musailamah. banyak dari penghafal al-Qur'an gugur sebagai Syahid. Melalui usaha keras akhirnya saran Umar ini diterima Abu Bakar menerimanya dan segera memerintahkan Zaid bin Tsabit.A. melainkan tersimpan dalam dada para sahabat. sesuai dengan riwayat shahih tentang bacaan al-Quran. Muqaddimah Al-Quran diturunkan secara bertahap. Pada saat Utman bin Affan RA memerintah Islam. Setiap kali ada ayat turun. Rasulullah SAW segera menyampaikannya kepada umat. terukir diatas lembar-lembar para penulis wahyu. dan ada yang hafal secara keseluruhan. Dalam masalah ini beliau menyarankan agar segera dilakukan pengumpulan Al-Quran dalam sebuah buku. . pemuda cerdas penulis wahyu untuk Rasulullah SAW. ada yang langsung menghafal ayat al-Qur'an setiap kali turun. Mushaf ini dikenal dengan mushaf bakriyah. Pada saat itu para penghafal al-Qur'an sangat banyak. diantaranya adalah sesuainya pendapat Umar dengan wahyu yang akan diturunkan. Mushaf Abu Bakar ini adalah mushaf AlQur'an yang memasukkan 7 bacaan. kulit-kulit unta dan lembar-lembar daun kurma. Ketika Abu Bakar --khalifah pertama—memberantas kaum murtadin dan pendukung nabi palsu. hingga Abu Bakar khawatir hal ini akan mengakibatkan lenyapnya al-Qur'an dari muka bumi. Dengan pembukuan Al-Qur'an ini maka sempurnalah apa yang terkandung dalam firman Allah: ‫إًا ًحي ًسلٌا الركر وإًا له لحافظىى‬ "Sesunggunya kami telah menurunkan Al-Qur'an dan sesungguhnya kami akan melindunginya". tulisan-tulisan yang tercerai berai di atas bebatuan. lalu Hafshah binti Umar. Al-Qur'an tidak terkumpul dalam satu buku (mushaf). Al-Quran yang telah dikumpulkan berdasar hafalan-hafalan para sahabat. Sebagaimana tercatat dalam sejarah.

Sedangkan dari nash diantaranya adalah hadits riwayat Zaid bin Tsabit. Ijma' tentang urutan ayat dan surat ini telah dinukil oleh sebagian besar ulama. Mushaf ini terkenal dengan sebutan mushaf utsmani atau rasm utsmani. Pengertian Rasm Al-Qur'an Rasm al-Quran yang disebut juga rasm utsmani ialah penulisan al-Qur'an oleh para sahabat dengan kaidah khusus yang tidak sesuai dengan kaidah penulisan bahasa Arab. As-Suyuthi mengatakan bahwa berdasarkan Ijma dan nash-nash yang ada.seperti kata kul yang diiringi dengan kata ma ditulis dengan disambung ( ‫) كلوا‬. 2. . contoh (‫) ائرى‬. Badal (penggantian). seperti menambahkan huruf alif setelah wawu atau yang mempunyai hukum jama‘ (‫ ) بٌىا اسرا ئُل‬dan menambah alif setelah hamzah marsumah (hamzah yang terletak di atas lukisan wawu ( ‫)حاهلل حفخؤا‬. 1. ditulis dengan huruf berharakat yang sebelumnya. Kemudian beliau memerintahkan Zaid bin Tsabit. Suatu kata yang dapat dibaca dua bunyi. Sementara Mushaf Bakriyah dikembalikan lagi ke Sayyidah Hafshah. dan Abu Ja'far bin Zubair dalam kitab "Al-Munasabat". B.penulisanya disesuaikan dengan salah salah satu bunyinya. C. 5. Contohnya. boleh juga dengan hanya menurut bunyi harakat (yakni dibaca satu alif). Al–Hadzf (membuang. Dengan tindakan ini seluruh mushaf al-Qur'an yang berbeda dengan tulisan keempat sahabat tersebut dibakar untuk menghindari perbedaan yang akan menimbulkan perpecahan.menghilangkan. Kejadian ini terjadi pada tahun 25 Hijriyah. seperti alif ditulis dengan wawu sebagai penghormatan pada kata (‫)الصلىة‬. 3. dan Abdurrahman bin Harits bin Hasyim untuk menulis kembali Al-Qur'an dengan rujukan mushaf al-bakriyah yang berada di kediaman Hafshah. Alasannya ialah karena memang Al-Qur'an diturunkan dengan lughat bangsa Quraisy.(‫) هلك َىم الدَي‬. Mushaf ini diperbanyak dan dikirim diberbagai kota penting di wilayah kekuasaan Islam. menghilangkan huruf alif pada ya‘ nida‘ (‫ٌََ ََ آَ َها الٌا ش‬ َ ). Susunan Ayat Dan Surah Dalam Rasm Utsmani Dalam Al-Itqan. diantaranya adalah Az-Zarkasyi dalam kitab "AlBurhan". Sa'id bin al-'Ash. Penulisan kedua ini didasarkan pada dialek arab suku Quraisy dan berarti Utsman menyisakan hanya satu bacaan dari tujuh bacaan al-Qur'an yang diturunkan. ia berkata: ُ ‫ًؤلف القرآى هي الرِّقاع‬ ‫كٌا‬ "Kami menulis al-quran dari riqa'. atau meniadakan huruf). 4. Al-Ziyadah (penambahan).penulisan kata semacam itu ditulis dengan menghilangkan alif.hingga menimbulkan bacaan al-Qur'an dengan bermacam-macam dialek. susunan surat dan ayat dalam al-Qur'an adalah tawqifi. 6. contohnya. Washal dan fashl (penyambungan dan pemisahan). Al-Hamzah. Kata yang dapat di baca dua bunyi. Abdullah bin Zubair. yakni mengumpulkannya untuk menertibkannya" Dan banyak hadits-hadits lain yang menjelaskan. Kaidah ini teringkas dalam enam kaidah. Salah satu kaidahnya bahwa apabila hamzah berharakat sukun. Ayat ini boleh dibaca dengan menetapkan alif (yakni dibaca dua alif). Di dalam mushaf ustmani.

adalah mushaf yang wajib diikuti berdasar kesepakatan para ulama. Imam Al-Baihaqi dalam kitab haditsnya "Syu'bul Iman". seperti yang dikatakan al-Qadli 'Iyadl. padahal mushaf tersebut ada sebelum mushaf utsman? Jawabannya adalah bahwa mushaf Abu Bakar mengumpulkan ketujuh wajah qira'ah di mana di dalam penulisannya mengakibatkan adanya perbedaan antar satu qira'ah dengan qari'ah yang lain. Lagi pula mushaf Abu Bakar telah sirna karena ikut tercuci saat Hafshah binti Umar ummul mukminin meninggal. Rasm Utsmani Diantara Qira'ah-Qira'ah Yang Lain Al-Bukhari meriwayatkan hadits dari Abdullah bin Abbas. Syeikh Abduraahman bin Al-Qadli al-Magrabi mengatakan bahwa hukum menulis al-Qur'an tidak sesuai dengan rasm utsmani adalah haram. Sedangkan mushaf utsman dinukil dari mushaf Abu Bakar yang hanya menuliskan satu qiraah yakni qiraah dengan dialek bahasa bangsa Quraisy. mengatakan bahwa hendaknya kita membaca dan menulis Al-Qur'an sesuai dengan apa yang telah ditulis para sahabat. Jika ditanya. mengapa kita tidak memakai mushaf Abu Bakar saja. tetapi hasil ijtihad para sahabat menggunakan dalil dari hadits riwayat Muslim dari Hudzaifah yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW dalam sebuah shalat pada rakaat pertama membaca surat An Nisa dan pada rakaat kedua membaca surat Ali Imran.Nama surat juga tawqifi. Dalilnya ialah hadits Muslim dari Abuh Hurairah: ‫اى البُج الري حقرأ فُه البقرة ال َدخله شُطاى‬ "Sesungguhnya rumah yang dibacakan surat al-Baqarah tidak akan kemasukan syetan". E. Muslim) Ulama yang mengatakan bahwa urutan surah bukan tawqifi. Ini membuktikan bahwa urutan surat dalam al-Qur'an adalah hasil ijtihad para sahabat. Kesepakatan ini menjadikan sebuah kewajiban bagi kita untuk ittiba'. meskipun kita tidak begitu mengerti apa hikmah dibalik perbedaan metode penulisan Rasm Utsmani dengan kaidah-kaidah penulisan dalam bahasa Arab. Menurut sebagian ulama rasm utsmani telah disepaki oleh 12000 sahabat. beliau berkata bahwa Rasulullah bersabda: ‫أقرأًً جبرَل علً حرف فراجعخه فلن أزل أسخسَد وَسَدًٍ حخً اًخهً إلً سبعت‬ ‫أحرف‬ . D. dan lebih besar amanahnya. untuk menghindari kerancuan. Alasan yang dijadikan dalil memperbolehkan penulisan Al-Qur'an yang tidak sesuai dengan rasm utsmani berupa ketidak mengertian kalangan awam atas rasm utsmani dan akan mengakibatkan mereka keliru dalam membaca al-Qur'an dan alasan-alasan yang lain. (HR. Hukum wajib ini bukan tanpa alasan. Perbedaan Ulama Tentang Kedudukan Rasm Utsmani Mushaf-mushaf yang dikirim Utsman ke seluruh penjuru negeri yang disebut sebagai rasm utsmani. Rasulullah SAW memerintahkan kita berpegang teguh terhadap sunnah beliau dan sunnah-sunnah khulafa'ur rasyidin. adalah alasan yang tidak dapat diterima karena ini bertentangan dengan apa yang telah disepakati oleh sebagian besar sahabat dan para ulama sesudahnya. lebih benar hati dan lisannya. Karena mereka lebih banyak ilmunya.

Sebagian mereka berpendapat bahwa rasm utsmani adalah tauqifi. Hukum wajib ini akan bertentangan dengan status shahih dari qiraah yang lain dan bisa mengharamkan qiraah sahih dan mutawatir lain yang tidak sesuai dengan rasm utsmani. Tidak henti-hentinya saya memintanya mengulangi. maka yang harus dilakukan menulisnya sesuai dengan rasm utsmani lalu memberinya harakat atau tanda-tanda lain. Semua dasar itu membuktikan rasm al-Qur'an adalah tawqifi bukan hasil hasil ijtihad para sahabat. 4. sehingga ia tidak dikatakan menyalahi mushaf utsmani. Sebagaimana dijelaskan di atas mengikuti rasm utsmani adalah wajib."Jibril membacakan kepadaku satu huruf (bacaan) al-Qur'an lalu saya mengikutinya. Pendapat Ulama Tentang Status Tawqifi Pada Rasm Utsmani Para ulama berbeda pendapat tentang hal ini. Beliau menambahkan bahwa ketika seseorang menulis al-Qur'an yang di dalamnya ada qiraah yang berbeda dan harus menggunakan tulisan yang berbeda pula. (HR. 2. dan diajarkan oleh rasulullah SAW. Rasulullah adalah seorang ummi. maka setiap qira'ah sama sekali tidak bertentangan dengan rasm utsmani. tidak bisa membaca dan menulis. seperti yang didengungkan para orientalis atau kaum Syiah yang menganggap para sahabat penulis alQur'an telah berkhianat dengan melakukan tahrif dan taghyir pada al-Qur'an serta membuang banyak ayat al-Qur'an diantaranya adalah ayat yang menjelaskan keberhakan 'Ali bin Abi . maka Imam Malik tidak akan memperbolehkan penulisan al-Qur'an untuk bahan pelajaran anak-anak yang tidak sesuai dengan rasm utsmani Meskipun para ulama ini mengatakan demikian. Syeikh Muhammad Ali Ad Dlibagh mengatakan bahwa. seperti penulisan ًٍ‫ واخشى‬dengan menggunakan ya' pada surat Al-Baqarah dan tanpa ya' dalam surat Al-Maidah. meskipun ini merupakan mukjizat bagi beliau. Alasan lain adalah sudah ditulisnya al-Qur'an sejak zaman Rasulullah SAW. yang semuanya disaksikan sekelompok besar sahabat. maka tidak akan terjadi perbedaan diantara mushaf-mushaf yang beliau kirim ke berbagai daerah. Sebab yang diharuskan mengikuti rasm utsmani ialah hanya bentuk penulisan. hingga akhirnya sampai ke telinga Utsman dan beliau memerintahkan menulisnya dengan ta'. Jika tawqifi. Ketujuhmacam qiraah tadi adalah shahih berdasar pengajaran Jibril kepada Rasulullah dan ketujuh macam qiraah tadi juga disampaikan semuanya kepada sahabat. Bukhari). Pendapat yang mengatakan rasm utsmani bukan tauqifi melainkan hasil ijtihad sahabat memberikan alasan sebagai berikut: 1. menganggap mereka telah berbuat teledor atau menganggap mereka bodoh dan tidak paham akan kaidah-kaidah penulisan bahasa Arab. Jika rasm utsmani tawqifi. Dan dia mengulanginya hingga sampai tujuh (macam) bacaan". rasm utsmani adalah salah satu rukun dari rukun-rukun ketujuh qira'ah al-Qur'an. Zaid bin Tsabit tidak akan berbeda pendapat dengan sahabat yang lain pada kalimah ‫ الخابىث‬apakah ditulis dengan ta' atau ha' (tak ta'nits). bukan berarti berika meremehkan para sahabat penulis al-Qura'n. 3. F. Hadits ini adalah dalil bahwa Al-Qur'an memang diturunkan dengan tujuh macam qira'ah. Contoh-contoh lain banyak di dalam al-Quran. meski tidak terkumpul dalam satu tempat dan urutan surat yang belum ditertibkan. Hal ini berdasarkan riwayat bahwa Rasulullah membacakan ayat al-Quran di hadapan Zaid bin Tsabit untuk ditulis (imla').

Dialah yang telah membunuh banyak ulama dan sahabat dan menghancurkan Ka'bah. Jika rasm utsmani tidak ada. 4. karena sering digunakan. dan semakin meningkatnya kecenderungan manusia terhadap dunia. Penambahan Titik dan Harokat Titik dan harokat pada zaman sebelum Islam tidak dikenal. Namun hal ini hanya sebagai penghibur dan pemanis. Ketika agama Islam tersebar bukan hanya ke wilayah Arab saja. Pembuangan wawu pada ayat ‫ َوح هللا الباطل‬berfungsi sebagai petunjuk akan cepat hilangnya kebatilah. titik. jika menginginkan keselamatan di saat perpecahan umat semakin menjadi yang menjadikan Islam semakin penuh warna. Diantara hikmah-hikmah itu ialah: 1. I. Usaha Ulama dalam menerjemahkan Gaya Penulisan Mushaf Banyak para ulama yang berusaha menerjemahkan gaya penulisan mushaf utsmani yang tidak sesuai dengan kaidah penulisan arab yang baku. tanpa memandang alasan-alasan nahwiyah atau sharfiyah yang sudah tercipta. gubernur dzalim pada zaman khalifah Abbasiyah Abdul Malik bin Marwan. . Penutup Bagaimanapun. 2. maka terjadi kesalahan dalam pembacaan al-Qur'an oleh orang-orang non Arab. begitu pula saat munculnya rasm utsmani. seolah-olah ‫ ال‬dalam ayat itu adalah nafiyah. Banyak alasan-alasan dan hikmahhikmah yang mereka kemukakan dibalik tulisan mushaf itu. Penambahan ya' pada ‫ والسواء بٌٌُها بئَُد‬berfungsi untuk membedakan lafadz ٌ‫ أَد‬yang bermakna kekuatan dan yang bermakna tangan. Semoga Allah menetapkan kita sebagai orang yang mampu mencicipi air segar telaga Rasulullah SAW dan sebagai orang yang bisa memandang wajah Allah yang maha agung. Pembuangan alif dalam ‫ بسن هللا‬adalah untuk mempermudah dan meringankan. awal penulisan ba' dibuat panjang. Penambahan Alif pada ‫ ال اذبحٌه‬berfungsi sebagai petunjuk bahwa penyembelihan tidak terjadi. meredam perbedaan dan menghindarkan Al-Qur'an dari kesirnaan. mungkin al-Qur'an tidak akan pernah sampai ke tangan kita. H. Dan apapun pendapat ulama tentang rasm utsmani.Thalib atas kursi khalifah sesudah Rasulullah SAW. karena alasan-alasan dan hikmah itu diciptakan jauh sesudah para sahabat wafat. Orang yang memprakarsai pertama kali penambahan harokat. 3. ia adalah maha karya sahabat dan khulafaur rasyidin. di mana kita dianjurkan berpegang teguh kepada sunnahnya dan sunnah khulafaur rasyidin. rasm utsmani adalah sebuah prestasi gemilang dalam sejarah perkembangan Islam. Ada yang mengatakan bahwa karena alif dibuang maka sebagai petunjuk pembuangan alif. dimana mereka meninggalkan rasm yang tidak diketahui hikmahnya dan tidak dipahami petunjuknya. Ingatlah Allah menjamin Al-Quran melalui firmanNya: ‫إًا ًحي ًسلٌا الركر وإًا له لحافظىى‬ "Sesunggunya kami telah menurunkan Al-Qur'an dan sesungguhnya kami akan melindunginya". tanda waqaf dan tanda-tanda yang lain seperti yang kita kenal saat ini adalah Gubernur Mekah Al-Hajjaj Yusuf Ats Tsaqafi. G.

org/wiki/Rasm_al-Qur%27an Wizarah Al-Awqaf li As-Syu'un Al-Islamiyah. huruf Ha adalah simbol untuk mushhaf Abu Hurairah.multiply. para orientalis menyebarkan berbagai syubhat batil seputar AlQuran. Tahun 1981 Abdullah bin Muhammad bin Abi Syaibah. Sebagai contonya adalah dari kalangan orientalisme.Amin. Tarikh Al-Quran. Tarikh At-Tasyri' al-Islami. 'Ulum al-Qur'an http://fadliyanur. sehingga halhal yang berbau klasik atau lama sepertinya sudah jarang diperhatikan. Surabaya.com/journal/item/27 http://id. Ia berkata bahwa huruf mim adalah simbol untuk mushhaf al-Mughirah. DAFTAR PUSTAKA Al-Khudlari. menolak keabsahan huruf-huruf pembuka dalam banyak surat Al-Quran dengan klaim bahwa itu hanyalah simbol-simbol dalam beberapa teks mushaf yang ada pada kaum muslimin generasi awal dulu. seperti yang ada pada teks mushhaf Utsmani. Cet. Bahkan terkesan sepertinya harus dihilangkan dan dilupakan. . Darul Wizarah. Muhammad Tahir. Begitu juga dengan kitab suci kita yaitu Al-qur’an karim yang oleh banyak pihak mulai dan sudah diganggu ke-autentikannya dari segi manapun. Al-Mushannaf. Menurutnya. Seorang orientalis bernama Noeldeke dalam bukunya. Abdur Rahman bin Al-Kamal Jalaluddin. Dar El Fikr. termasuk juga dari segi tulisannya dan perbedaan antara tulisan yang satu dengan tulisan yang lain. Nun untuk mushhaf Utsman. Al-Itqan fi Ulum al-Qur'an Al-Kurdi. Maktabah Dar Ihya' al Kutub alArabiah. Beirut Al-Suyuthi. Dan hal ini merupakan hal yang sangat mengganggu dan meresahkan di kalangan umat Islam. Karena kataya sudah tidak sesuai dengan zamannya lagi. Kuwait 29 April 2008 RASM AL-QUR’AN (Ulumul Qur'an) RASM AL-QUR’AN (Ulumul Qur'an) RASM AL-QUR’AN BAB I PENDAHULUAN Pada zaman sekarang ini yang katanya zaman modern atau zaman yang sudah maju. Dalam banyak penelitan mereka. Al-Mausu'ah Al-Fiqhiyah.wikipedia. Muhammad.

Diantara mereka ialah.*2+ Pada waktu itu mereka menulis Al-qur’an berdasarkan petunjuk Nabi SAW. Sesudah Abu Bakar wafat. baik dalam penulisan lafal-lafalnya maupun bentuk-bentuk huruf yang digunakannya. 2. tulisan tersebut diserahkan kepada Umar bin Khattab lalu diserahkan lagi kepada khafsoh. Definisi Rasm Al-quran Dan Rasm ‘Utsmani Rasm qur’an yaitu penulisan mushaf Al-qur’an yang dilakukan dengan cara khusus. Nabi juga membentuk tim khusus untuk sekretaris (juru tulis) Al-qur’an guna mencatat setiap kali turun wahyu. dan ayat-ayat yang dihapal oleh para sahabat yang masih hidup. Setelah datang Islam dinamakan Khot Kufi. kaum orientalis menuduh bahwa isi Al-Quran berasal dari ajaran Nasrani. karena ada kemampuan berbahasa yang tertanam dalam jiwa mereka. Dengan berbagai pertimbangan Abu Bakar menerima usulan Umar.[1] Disinilah perlunya dan harusnya kita mempelajari kembali tentang ilmu Al-qur’an dari awal sehingga tidak terjadi putusnya sejarah awal Al-qur’an diturunkan dan dibukukan dalam bentuk mushaf seperti yang telah ada di zaman sekarang ini. Baik dalam penulisannya maupun dalam urutannya. Pola Penulisan Al-Qur`an Dalam Mushaf Utsmani Bangsa Arab sebelu Islam dalam tulis menulis menggunakan khot Hijri. zaid binTsabit. . Tim menulis ayat-ayat Al-qur’an dengan berpegangan dengan ayat-ayat Al-qur’an yang disimpan oleh Nabi SAW. Ubai bin Ka’ab dan Tsabit bin Qais. BAB II RASM AL-QUR’AN 1. Berkaitan dengan sumber penulisan Al-Quran.simbol-simbol itu secara tidak sengaja dibiarkan pada mushhaf-mushhaf tersebut sehngga akhirnya terus melekat pada mushhaf Al-Quran dan menjadi bagian dari Al-Quran hingga kini. Pada masa khalifah Abu Bakar sedikitnya ada 70 hafidz Al-qur’an yang mati syahid dalam suatu peperangan meluruskan orang-orang yang murtad dari agama Islam. Sedangkan Goldziher menuduhnya berasal dari ajaran Yahudi. sehingga dibentuklah tim penuls Al-qur’an yang diketuai oleh Zaid bin Tsabit. seperti tuduhan Brockelmann.[3] Sejauh itu Bahasa dapat terpelihara dari kerusakan-kerusakan. Kaum orientalis yakin bahwa Al-Quran adalah buatan Muhammad. Kemudian ketika itu Umar bin Khattab mengajukan usul kepada khalifah untuk mengumpulkan catatan-catatan Al-qur’an menjadi satu. Penulisan Al-qur’an pada masa Nabi SAW dilakukan oleh para sahabat-sahabatnya.

seperti kata kul yang di iringi kata ma di tulis dengan di sambung ( ). 7. Para Ulama meringkas kaidah-kaidah itu menjadi 6 istilah. Abdullah bin Umar. 9.Khatir bin Aflah. Mereka itu adalah: 1. Anas bin Malik. c. Kedudukan Rasm ‘Utsmani . Penulis kata yang dapat di baca dua bunyi disesuaikan dengan salah satu bunyinya. Badal (penggantian). 8.[4] Untuk mengantisipasi kesalahan dan kerusakan serta untuk memudahkan membaca Al-Qur`an bagi orang-orang awam.boleh juga hanya menurut bunyi harakat (yakni dibaca satu alif).Abdullah bin az-Zubair. umat Islam telah tersebar ke berbagai kepenjuru dunia sehingga pemeluk agama Islam bukan hanya orang-orang Arab saja. penuli kata semacam itu di tulis dengan menghilangkan alif. 2. contoh “i`dzan( ) dan “u`tumin”( ). Sa’id bin Al-As dan Abdurrahman bin Al-Harits [6]. di tulis dengan huruf berharakat yang sebelumnya. menghilangkan huruf alif pada ya`nida` . ada juga yang mengatakan bahwa panitia yang di bentuk oleh Utsman ada empat orang mereka itu adalah Zaid bin Tsabit. Zaid bin Tsabit.Ubay bin ka`b. Washal dan Fashl (penyambungan dan pemisahan). . Nafi bin Zubair bin Amr bin Naufal.Pada masa khalifah utsman bin Affan. Di dalam mushaf `Utsmani. b. 5. Contohnya. seperti menambahkan huruf alif setelah wawu atau yang mempunyai hokum jma` ( ) dan menambah alif setelah hamzah marsumah (hamzah yang terletak di atas tulisan wawu) ( ). 12. Kata yang dapat dibaca dua bunyi. Al-hamzah. Malik bin Abi Amir. Pada saat itu muncul perdebatan tentang bacaan Al-Qur’an yang masing-masing pihak mempunyai dialek yang berbeda.dan dari kata na . Ayat di atas boleh di baca dengan menetapkan alif(yakni di baca dua alif). ataumeniadakan huruf). f. yaitu: a.Abrur-Rahman bin Hisham. misalnya “maliki yaumiddin”( ). 3.[5] Mereka inilah yang menyusun mushaf Al-Qur`an yang kemudian di kenal dengan mushaf Utsmani.dari tanbih . Sa`id bin Al-As bin Sa`id bin Al-As. 11. karena di tetapkan pada masa khalifah Utsman bin Affan. 4. Mushaf itu ditulis dengan kaidah-kaidah tertentu. 10. d. pada lafadzh . menghilangkan. seperti alif di tulis dengan wawu sebagai penghormatan pada kata . abdulalh bin Zubair.Abdullah bin Abbas. Abdullah bin Amr bin al-As. salah satu kaidahnya berbunyi bahwa apabila hamzah berharakat sukun. e. Al-Jiyadah(penambahan). maka Utsman bin Affan membentuk panitia yang terdiri dari 12 orang untuk menyusun penulisan dan memperbanyak naskah Al-Qur`an.. 6. Al-Hadzf(membuang.[7] 3. Sangat di sayangkan masing-masing pihak merasa bahwa bacaan yang di gunakannya adalah yang terbaik.

dan dari kesimpulan yang luas ini terdapat: pertama. Satu dasawarsa sebelumnya ribuan sahabat. diberbagai wilayah dengan warna-warni yang ada. yang sibuk berperang melawan orang-orang murtad di Yamamah dan di tempat lainnya. maka disebarkan dan dibuat menjadi beberapa duplikat dan dikirimkan ke beberapa tempat. Oleh karena itu adanya kesatuan secara total yang ada teks Al-qur’an di seluruh dunia selama empat belas abad.Khalifah Utsman menyuruh ziad bin Tsabit untuk mengambil suhuf dari A’isyah sebagai perbandingan dengan suhuf yang telah disusun oleh panitia yang telah dibentuk Utsman. Khalifah Utsman juga melakukan verifikasi dengan suhuf resmi yang sejak semula ada pada Hafsah guna melakukan verifikasi dengan mushaf yang dia pegang. Kedua metodologi yang dipakai dalam kompilasi Al-qur’an pada zaman kedua pemerintahan sangat tepat dan akurat. agar membakar semua mushaf milik pribadi yang berbeda denganmushaf milikya harus dibakar. Maka tak perlu lagi ada fragmentasi tulisan Al-qur’an yang bergulir di tangan orang-orang. Alasan yang paling mendekati kemungkinan barangkali sekedar upaya simbolik. Mus’ab bin Sa’d menyatakan bahwa masyarakat telah menerima keputusan Utsman. setidaknya tidak mendengar kata-kata keberatan. naskah Utsman tersendiri(independen) memberi kesempatan kepada sahabat yang masih hidup untuk melakukan usaha yang penting ini.[8] Dalam keterangan diatas. dan melakukan pengoreksian terhadap kesalahan-keslaahan yang ada pada mushaf yang dipegang oleh panitia.[9] 2. agar tidak membaca sesuatu yang berbeda dengan mushaf Utsmani. Seseorang bisa jadi keheran-heranan mengapa khalifah ‘Utsman bersusah payah mengumpulkan naskah tersendiri sedang akhirnya juga dibandingkan dengan suhuf yang ada pada Hafsah. tidak bisa berpartisipasi dalam kompilasi suhuf. Hukum Penulisan Dengan Rasm Utsmani .[10] 4. tidak terdapat inkonsistensi di natara suhuf dan mushaf tersendiri.dan juga dengan dua perintah: 1. termasuk Ali bin Abi Thalib berkata. Oleh karena itu semua pecahan tulisan (fragmentasi) Al-qur’an telah dibakar. sejak awal teks Al-qur’an ini sudah benar-benar kukuh hingga abad ketiga. Riwayat lain mengukuhkan kesepakatan ini. dia tidak melakukan apa-apa dengan pecahanpecahan (mushaf) kecuali dengan persetujuan kami semua (tak ada seorang pun diantara kami yang membantah)”. Untuk menarik lebih banyak kompilasi bahanbahan tulisan. Setelah naskah mushaf tersebut selesai dibuat.”Demi Allah. Di dalam melakukan pengumpulan tujuan utama Utsman adalah ingin menutup semua celah-celah perbedaan dalam bacaan Al-qur’an dengan mengirim mushaf atau mengirim sekalian dengan pembacanya. merupakan bukti keberhasilan Utsman yang tak mungkin tersaingi oleh siapa pun dalam menyatukan umat Islam dalam satu teks.

Panjangkanlah (tulisan) Ar-Rahman dan perbaguslah (tulisan) Ar-RAhim. Malik menjawab.”*15+Imam Ahmad bin Hanbal pernah berkata. Tidak ada halangan untuk menyalahinya tatkala suatu generasi sepakat menggunakan cara untuk menuliskan Al-qur’an . alif.[14] Banyak Ulama terkemuka menyatakan perlunya konsistensi menggunakan Rasm Utsmani. karena itu akan memuatmu lebih ingat”. sebagian ulama berpendapat bahwa Rasm Al-qur’an itu bersifat tauqifi*11+.”*16+ c. sehingga wasjib di ikuti oleh siapa saja ketika menulis Al-quran. Jangan butakan huruf min. “Aku tidak berpendapat demikian. Seseorang hendaklah menulisnya sesuai dengan tulisan pertama. Luruskan huruf ba’. sehingga wajib di ikuti dan ditaati siapapun ketika menulis Al-Qur`an. ya` atau huruf lainnya. tetapi merupakan kesepakatan cara penulisan (ishtilahi) yang di setujui Utsman dan diterima ummat.”Letakkan tinta. “Haram hukumnya menyalahi khot Utsmani dalam soal wawu.Para ualma berbeda pendapat mengenai status Rasm utsmani atau Rasm Al-qur’an.bedakan huruf sin. Lalu letakkan penamu di atas telinga kirimu.mereka merujuk pada sebuah riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi pernah bersabda Mu’awiyah. Untuk menegaskan pendapatnya. apkah perlu menulisnya seperti yang di pakai banyak orang sekarang. salah seorang sekretatarisnya.*13+ b. Sebagian dari mereka berpendapat bahwa Rasm Utsmani bukanlah tauqifi. Pendapatpendapat tersebut ialah: a. Asyhab berkata ketika ditanya tentang penulisan Al-qur`an. Jika di antara panitia itu ada berbeda pendapat dalam menulis mushaf. Sebagian besar Ulama berpendapat bahwa Rasm Utsmani bukan tauqifi. perbaguslah (tulisan) Allah. Rasm Utsmani merupakan kreatif panitia yang telah di bentuk Utsman sendiri atas persetujuannya.*12+ Al-Qattan dalam bukunya berpendapat bahwa tidak ada suatu riwayat dari Nabi yang dijadikan alas an untuk menjadikan Rasm Utsmani sebagai tauqifi. Pegang pena baik-baik. maka hendaknya di tulis dengan lisan Quraisy karena dengan lisan itu AlQur’an turun.

Sayangnya tak satupun Al-qur’an cetakan I. dilakukan penyempurnaannya. Tapi ketika dikeluarkan. setiap kurun waktu memiliki trend tulisan yang berbeda-beda. II. Penerbitan Qur’an dengan label Islam mulai pada tahun 1787. Penulisan dan Percetakan Rasm Utsmani Mushaf yang ditulis atas perintah Utsman bin Affan tidak memiliki harakat dan tanda titik sehingga dapat dibaca dengan salah satu qira’at yang tujuh. Yahya bin Ya’mar(45-125 H) dan Nashr bin Asim Al-Laits (w.89 H). yang lahir di rusia. Setelah dua kali diterbitkan di Iran setahun kemudian terbit di Jerman.” 5. ucapan dan kebenarannya lebih dipercaya. Al-qattan menegaskan bahwa perbedaan Khot pada mushaf-mushaf yang ada merupakan hal lain. Kemudian disusul oleh Mracci pada tahun 1698 M. Al-qattan mengutip ucapan Al-Baihaqi di dalam kitab Syu’b Al-Iman.[17] Berkaitan denganketiga pendapat diatas.[18] Untuk memperkuat pendapatnya. tetapi bertahap dan dilakukan sampai abad III H (atau akhir abad IX M). yaitu: Abu Al-Aswad Ad-Dau’ali. Oleh karena itu pada masa khalifah ‘Abd Al-Malik (685-705). perubahan tulisan Al-qur’an terbuka lebar pada setiap masa. penguasa gereja memerintahkan pemusnahan kitab suci ini. Untuk pertama kaliAl-qur’an di cetak di Bunduqiyah pada tahun 1530 M. Seandainya setiap masa diperbolehkan menulis Al-qur’an sesuai dengan trend tulisan pada masanya. Tidak boleh mengubah sediitpun apa-apa yang telah mereka tulis karena mereka lebih banyak pengetahuannya. Di Negara Arab dimuali Raja Fuad dai mesir yang membentukpanitia khusus penerbitan Al-qur’an di peremaptan pertama abad XX.”Siapa saja yang hendak menulis mushaf hendaknya memperhatikan cara mereka yang pertama kali menulisnya. Tercatat tiga nama yang disebut-sebut sebagai orang yang pertama kali meletakkan titik pada Mushaf Utsmani. III ini yang tersisa di dunia Islam dan sayangnya perintis tersebut bukan dari kalangan Islam. Dan banya terjadi kesulitan bagi orang non-arab yang baru masuk Islam. Al-Qattan memilih pendapat yang kedua karena lebih memungkinkan untuk memelihara Al-qur’an dari perubahan dan penggantian hurufnya. Sejak itulah Al-quran dicetak berjuta-juta mushaf di Mesir dan berbagai negara lainnya.ayng berlainan dengan Rasm Utsmani. sedangkan yang kedua berkaitan dengan cara penulisan huruf. Panitia yang di motori oleh para syaikh Al-Azhar ini pada tahun 1342 H/1923 M. di Padoue. Yang pertama berkaitan dengan huruf . Penulisan Al-quran ini di upayakan denga tulisan ayng bagus. Cetakan selanjutnya dialkukan oleh seorang jerman bernama hinkelman pada pada athun 1694 M. serta dapat memegang amanah dari pada kita. Janganlah berbeda dengannya. lalu di Iran pada tahun 1248 H/1828 M. Kemudian di kazan. lima tahun kemudian 8 terbit di Tabriz. di jerman. . Jangan ada diantara kita yang merasa dapat menyamai mereka. Padahal. Upaya ini tidak berlangsung sekaligus.

Abu Abdullah.M. Bandung: Pustaka Setia. Bandung: Pustaka Litera AntarNusa. Sohirin Solihin dkk. Pada awalnya rasm Utsmani tidak memiliki tanda baca tapi kemudian di tambahi dan disempurnakan. 2005. The History Of Qur’anic Text. Ulumul Qur’an. Rosihon. yang biasa disebut juga dengan rasm Utsmani. bukan tauqifi atau ishtilahi. Studi Ilmu Ilmu Al-Qur’an. Bandung: MIZAN. 2000. Tarj. FOOTNOTE [1] http://gasus85. 21. Status hokum Rasm Al-qur’an masih diperselisihkan dalam tiga hal: apakah tauqifi. Ahmad. 2003.com/ *2+ Syadali. Ulumul Qur’an II. Hal. Al-Itqoan Fi Ulum Al-Qur’an. Manna Khalil. 1991. 2001. 2006. 1988. Ulumul Qur’an II. Az-Zanzani. .M. Ahmad. Muhammad. Bandung: Pustaka setia. As-Suyuti. Mabahis Fi Ulum Al-Quran. Terj. As-Shalih. Anwar. Tarj. Al-Qattan. jaluddin.BAB III PENUTUP Kesimpulan Rasm Al-qur’an adalah tata cara penulisan Al-qur’an. Permata Al-Qur’an. 2000. Ahmad dan Rofii.wordpress. Chirzin. Beirut: Darul Ilmi. Ahmad dan Rofii. DAFTAR PUSTAKA Al-Azami. Subhi. 1978. Beirut: Darul Ma’arif. Bandung: Pustaka setia. Wawasan Baru Tarikh Al-Qur’an. Jakarta: Gema Insani Press. Yogyakarta: QIRTAS. Kamaluddin Marzuki Amwar. Mudzakkir AS. Syadali. Rasm Utsmani memiliki fungsi yang sangat besar dalam menyatukan umat Islam.

hal. apa di hapus. Op cit.Rosihon. Rosihon. tetapi merupakan sesuatu yang ditetapkan berdasarkan wahyu Allah. Jakarta: Gema Insani Press. 1978. Jaluddin. 216. Manna Khalil. [18] Ibid. Tarj. Studi Ilmu Ilmu Al-Qur’an. hal. ibid. yang Nabi sendiri tidak memiliki otoritas untuk menyangkalnya. Ulumul Qur’an. hal 107 [11] Yakni bukan produk manusia. 2006. 1988. jaluddin.[3] As-Shalih. Hal.52 [13] Al-Qattan.50 [7] Anwar.50-52. cit. [14] Ibid. [8] Al-A’zami. Rosihon. hal 167. hal. 2005. Juz 5. 6. rosihon. cit. 104 [9] Menurut Ibnu Hajar hal ini tergantung dari induvidu yang memilikinya. Mudzakkir AS. [12] Anwar. 361-362. Op. Bandung: Pustaka Setia. Sohirin Solihin dkk. Subhi. [4] As-Suyuti. [10] Ibid. Al-Itqoan Fi Ulum Al-Qur’an. Mabahis Fi Ulum Al-Quran. Anwar. 55. [16] Ibid. Op. [5] Al-A’zami.215. Beirut: Darul Ma’arif. hal. Bandung: Pustaka Litera AntarNusa.M. 56 telah di presentasikan di Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al Hakim (STAIL) Surabaya . di robek atau di bakar.hal.hal. [17] Anwar. 2001. [15]As-Suyuti. hal. 99-100.M. Terj. The History Of Qur’anic Text. Op cit hal. Beirut: Darul Ilmi. Hal.

Pengertian Nuzulul Qur’an (Turunnya Al-Qur’an ) Menurut Jumhurul Ulama’ arti Nuzulul Qur’an itu secara hakiki tidak cocok untuk Al-Qur’an sebagai kalam Allah yang berada pada dzat-Nya. yaitu menetapkan / memantapkan / memberitahukan /menyampaikan Al-Qur’an. Tahap-tahap Al-Qur’an di turunakan Yang dimaksud dengan “ tahap-tahap turunnya Al-Qur’an” ialah tertib dari fase-fase disampaikan kitab suci Al-Qur’an.Rabu. dengan memakai ungkapan “diturunkan” menghendaki adanya materi kalimat atau lafal atau tulisan huruf yang riel yang harus diturunkan. baik di sampaikan Al-Qur’an itu ke Lauhil Mahfudz atau ke Baitul Izzah di langit dunia. B. maupun kepada Nabi Muhammad SAW. Karena itu harus menggunakan arti majazi. Sebab . mulai dari sisi Allah hingga langsung kepada Nabi Muhammad . 29 Februari 2012 MAKALAH ‘ULUMUL QUR’AN SEJARAH TURUN DAN PENULISAN AL-QUR’AN BAB II PEMBAHASAN A.

SAW. Dan membuktikan kebesaran kekuasaan Allah SWT dan keluasaan ilmunya serta kekuatan kehendak dan kebijaksanaa-Nya 2. Sebab kitab suci ini diturunkan secara bertahap. . sebelum di sampaikan ke nabi Muhammad SAW 3. ‫بل ىو قرأن مجيد‬ Artinya: bahkan yang di dustakan itu ialah Al-Qur’an yang mulia. yaitu secara sekaligus turun seluruh isi al-qur’an dari lauhul mahfudz ke baitul izzah. Allah SWT telah memberikan penghormatan kepada Al-Qur’an dengan membuat turnnya tiga tahap. yang tersimpan di Lauhul Mahfudz ( QS. kitab suci ini tidak seperti kitab-kitab suci sebelumnya. atau langit yang terdekat dengan bumi. Hikmah dari Tanazul tahap pertama ini adalah seperti hikmah dari eksistensi Lauhul Mahfudz itu sendiridan fungsinya sebagai tempat catatan umum dari segala hal yang ditentukan dan diputuskan Allah dari segala makhluq alam dan semua kejadian. Ad-dukhan: 3) Ayat tersebut menunjukkan turunnya Al-Qur’an tahap kedua ini dan cara turunnya. diberkahi. dalam Lauhul Mahfudz Al-Qur’an berupa kumpualn lengkap tidak terpisah-pisah. Tahap Pertama Turun Di Lauh Mahfudz (‫)اللوح المحفوظي‬ sebagaimana dalm firman allah: . Wujudnya Al-Qur’an di Lauhu Mahfudz adalah dalam suatu cara dan tempat yang tidak bisa diketahui kecuali oleh Allah sendiri. tahap ketiga. sehingga betul-betul menunjukkan kemukjizatannya.‫ في لوح محفوظ‬. Al-Buruj 21). 1. Tahap Kedua Di Baitul Izzah (‫)بيت العزةي‬ yaitu tempat mulia di langit yaitu langit pertama. Berdasarkan firman allah: ٍ‫ك‬ ٍ ‫ِنَّا أَنْزلْناَهُ فِى ل‬ ‫ة‬ ِِ ِ ِ‫إ‬ َ‫ار‬ ْ َ ِِ ُ ‫َي لَة‬ َ َ‫مب‬ Artinya: sesungguhanya kami menurunkannya (al-qur’an )pada suatu malam yang (QS.

1. Artinya. tanggal 17 Ramadhan pada waktu Nabi telah berusia 41 tahun bertepatan tanggal 6 Agustus 610 M. Al-Qur’an disampaikan langsung kepada Nabi Muhammad. asy-syu’ara: 193-194) C.” (Q.‫ إقراء وربك اآلكرم‬.S. Sedangka permulaan turunya Al-Qur’an adalah pada malam lailatul qadar. ‫نزل بو الروح االمين‬ Artinya: ia (al-qur’an ) dibawa turun oleh Ar-Ruhul Al-Amin (Jibril) kedalam hatimu (Muhammad)agar kamu menjadi salah seorang diantara orang-orang yang memberi peringatan. baik melalui perantara Malaikat Jibril ataupun secara langsung ke dalam hati sanubari nabi Muhammad SAW. Dan penyampaian Al-Qur’an secara keseluruhan memakan waktu lebih kurang 23 tahun. Ayat yang pertama kali turun adalah 1-5 surah al-alaq: ‫ علم اإلنسان مالم يعلم‬.” (Q.‫خلق اإلنسان من علق‬.‫إقراء با سم ربك الذى خلق‬ Sedangkan wahyu yang terakhir yang diterima Nabi Muhammad SAW adalah surat AlMaidah:3.S. maupun dari balik tabir. ‫ الذى علم بالقلم‬.Al-Qur’an turun dari dari Baitul Izzah di langit dunia langsung kepada nabi Muhammad. yakni 13 tahun waktu nabi masih tingggal di makkah sebelum hijrah dan 10 tahun waktu nabi hijrah ke madinah. pada waktu nabi sedang berwukuf di Arafah melaukan Haji Wada’pada tanggal 9 Dzul hijjah 10 H. Sejarah turunnya al-qur’an kepada nabi Muhammad SAW. Dalilnya ayat Al-Qur’an antara lain: ‫ولقد أنزلناه إليك ايت بينت‬ Artinya: dan sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas. sewaktu beliau sedang berkhalwat (meditasi ) di dalam gua hira’ di atas Jabal Nur. albaqoroh:99) ‫ على قلبك لتكون من المنذربن‬. yaitu ayat: . Waktu turunya alqur’an Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur berupa beberapa ayat dari sebuah surat atau sebuah surat ynag pendek secara lengkap.

Yaitu. wahyu Ilahi yang turun sesudah hijrah disebut surat/ayat Madaniyyah dan merupakan 11/30 dari Al-Qur’an. Mengenai isi surat/ayat Makkiyah pada umumnya berupa ajakan untuk bertauhid yang murni atau ketuhanan yang Maha Esa secara murni dan juga tentang pembinaan mental dan akhlaq. Yaitu. sebagai berikut: a. serta ku-ridhai bagimu Islam sebagai agamamu 2. Periode pertama adalah Makkah. karena sasarannya bukan hanya orang-orang arab asli. D. surat dan ayatnya panjang-panjang dan gaya bahasanya panjang lebar dan lebih jelas ( Ithnab ). Periode kedua adalah periode Madinah.773 ayat. yang menurut Ahli Tahkiq selama 12 tahun 5 bulan dan lebih 13 hari. Wahyu Ilahi yang diturunkan sebelum hijrah tersebut di sebut surat/ ayat makkiyah merupakan 19/30 dari Al-Qur’an. Mengenai isi surat/ayat Madaniyyah pada umumnya berupa norma-norma hukum untuk pembentukan dan pembinaan suatu masyarakat / umat islam dan Negara yang adil dan makmur yang diridhai Allah SWT. periodesasi turunya alqur’an Masa turunnya Al-Qur’an sealam 22 tahun lebih tersebut terbagi dalam dua periode. Dan terdiri dari 90 surah yang mencakup 4. memahami dan hikmahnya yang di dalamnya memperkuat perkara yang haq dan membatalkan perkara yang batal. Selam 9 tahun 9 bulan lebih 9 hari. mempermudah dalam menghafal. karena sasaran pertama dan utama pada periode ini adalah orang-orang arab asli ( Suku Quraisy )yang sudah tentu paham benar akan bahasa Arab. b.‫اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتى ورضيت لكم االسالم دينا‬ Artinya: pada hari ini telah ku-sempurnakan untukmu agamamu dan telah ku-cukupkan nikmat-ku kepadamu. melainkanjuga non arab dari berbagai bangsa yang telah mulai masuk islam dan sudah tentu mereka belum menguasai bahasa arab. . Hikmah dan rahasia al-qur’an diturunkan berangsur-angsur 1) Memperkuat dan memperkokoh hati Nabi Muhammad SAW karena turunnya wahyu baru. membuat kegembiraan yang memenuhi hati nabi. surat dan ayatnya pendek-pendek dan gaya bahasanya singkat-padat ( Ijaz ). yang terdiri dari 24 surah yang meliputi 1463 ayat..

4) Menunjukkan bahwa sumber Al-Qur’an adalah Kalam Allah SWT sendiri. E. Sejarah penulisan Al-Qur’an Penulisan/penghimpunan Al-Qur’an mengalami 3 ( tiga ) periode yaitu: 1. disamping mempermudah hafalan dan pemahaman Al-Qur’an bagi orang arab agar kaum Muslimin menengok kepada kesalahan mereka yang perlu diperbaiki serta menunjukkan kebenaran kepada mereka. sejalan dengan situasi. Semuanya itu disimpan di rumah Nabi dalam keadaan terpencar-pencar ayatnya belum dihimpun dalam suatu Mushaf Al-Qur’an.2) Bertahap dalam mendidik umat yang sedang tumbuh baik dengan Ilmy maupun dengan Amaly. peristiwa dan kejadian kejadian. penulisan Al-Qur’an pada periode Nabi Muhammad SAW Nabi menunjuk beberapa sahabat yang pandai tulis baca sebagai penulis Wahyu. tulang. Zaid Bin Tsabit. dan diperkuat dengan naskah-naskah Al-Qur’an yang dibuat oleh para penulis untuk pribadi masing-masing serta ditunjang oleh hafalan para sahabat yang Hafidz Al- . antara lain empat sahabat nabi yang terkemuka. Mu’awiyah. pelepah kurma dan sebagainya. Ubay Bin Ka’ab Dan Khalid Bin Walid. 3) Bertahap dalam menanamkan keyakinan dan ibadah yang benar serta budi pekerti yang luhur. Dan kemudian Nabi bersabda: ‫كذا‬ ‫ضعوا ىذه السورة فى الموضع الذي يذكر فيو كذا ر‬ Artinya: “letakkan surat ini pada tempat yang disebutkan didalamnya ungkapan ini dan itu” Kemudian ayat-ayat Al-Qur’an yang telah ditulis dihadapan Nabi di atas benda-benda yang bermacam-macam antara lain batu. kulit binatang. Para penulis wahyu itu diperinatah Nabi untuk menuliskan setiap wahyu yang diterimanya dan meletakkan urut-urutanya sesuai dengan petunjuk nabi berdasarkan petunjuk tuhan lewat Jibril. 5) Turun berangsur-angsur dalam beberapa masa.

Zaid tidak mau menerima tulisan ayat-ayat Al-Qur’an kecuali kalau disaksikan dengan dua orang saksi yang adil bahwa ayat itu benar-benar ditulis dihadapan Nabi atas perintah/ petunjuknya. terjadilah perbedaan bacaan Al-Qur’an di kalangan umat islam dan kalau dibiarkan. Terjadilah clash fisik di Yamamah yang menimbulkan banyak korban di kalangan Islam termasuk 70 sahabat yang Hafidz Al-Qur’an terbunuh sebagai Syuhada’ Peristiwa itu mendorong umar untuk menyarankan kepada Khalifah segera menghimpun ayatayat Al-Qur’an dalam satu mushaf.. Kemudian disimpan hafsah setelah Umar mangkat atas pesan Umar. 2. kemudian ia memerintahkan Kepada Zaid Bin Tsabit agar segera menghimpun ayat-ayat Al-Qur’an dalam satu mushaf/suhuf Zaid sangat berhati-hati dalam menjalankan tugas ini. terjadilah gerakan pembangkangan membayar zakat dan gerakan keluar dari agama islam (Murtad) dibawah pimpinan Musailamah. Ayat-ayat Al-Qur’an yang ditulis di hadapan nabi dan di simapn di rumah Nabi Muhammad SAW. yakni antara sesudah terjadi perang Yamamah dan sebelum Abu Bakar wafat. maka semuanya itu menjamin Al-Qur’an tetap terpelihara secara lengkap dan murni. bisa menggganggu persatuan dan kesatuan umat Islam. Karena itu . 2. Ayat-ayat yang dihafal oleh para sahabat yang Hafidz Al-Qur’an. Mushaf karya Zaid Bin Tsabit ini kemudian disimpan oleh Abu Bakar dan kemudian Umar setelah Abu Bakar wafat. Penulisan/ penghimpunan Al-Qur’an periode Khalifah Utsman Bin Affan Pada masa pemerintahan Utsman. ia berpegangan pada dua hal. ialah: 1. Gerakan ini segera di tindak Oleh Abu Bakar dengan mengirimkan pasukan di bawah Khalid Bin Walid. Penulisan Al-Qur’an pada periode Khalifah Abu Bakar Setelah Nabi wafat dan Abu Bakar diangkat sebagai Khalifah. Tugas penulisan ini oleh zaid dapat di laksanakan dalam waktu kurang lebih 1 (satu) tahun. dengan pertimbangan bahwa Hafsah adalah istri nabi yang hafidz Al-Qur’an dan pandai baca tulis.Qur’an yang tidak sedikit jumlahnya. karena kawatir kehilangan sebagian Al-Qur’an dengan wafatnya sebagian para penghafalnya. Ide sahabat Umar di terima oleh Abu Bakar. 3.

sahabat Hudzaifah menyarankan kepada khalifah agar berusaha mengusahakan keseragaman bacaaan Al-Qur’an. yakni: Zaid Bin Tsabit. BAB III PENUTUP KESIMPULAN Pengertian turunnya alqur’an ialah menetapkan / memantapkan / memberitahukan /menyampaikan Al-Qur’an. suhufnya di ambil oleh Marwan dan kemudian dibakarnya. Baru setelah hafsah wafat. demi untuk menagamankan keseragaman mushaf Al-Qur’an yang telah diusahakan oleh Khlaifah Utsman. Panitia ini diketuai oleh Zaid dan bertugas menyalin Al-Qur’an yang disimapn oleh Hafsah. Marwan Bin Al-Hakam seoarang Khalifah Bani Umayyah. tahap-tahap turunnya Al-Qur’an” ialah tertib dari fase-fase disampaikan kitab suci Al-Qur’an. Khalifah Utsman dapat menerima ide Hudzaifah. sebab suhuf Hafsah ini di pandang sebagai naskah Al-Qur’an standart. kitab suci ini tidak seperti kitab- . Panitia Zaid diperintah menyalin suhuf Hafsah dalam jumlah beberapa buah untuk dikirimkan ke beberapa daerah Islam disertai intruksi bahwa semua suhuf yang berbeda dengan Mushaf Utsman yang terkirim itu harus di musnahkan / dibakar. Tindakannya terpaksa dilakukan. dan lagi untuk menghindari keragu-raguan umat Islam di masa yang akan dating terhadap mushaf AlQur’an. Abdullah Bin Al-Zubair Dan Abdurrahman Bin Harits Bin Hisyam. mulai dari sisi Allah hingga langsung kepada Nabi Muhammad SAW. Sai’id Bin Al-Ash. baik di sampaikan Al-Qur’an itu ke Lauhil Mahfudz atau ke Baitul Izzah di langit dunia. jika masih terdapat dua macam naskah (Suhuf Hafsah dan Mushaf Utsman). maupun kepada Nabi Muhammad. pernah meminta Hafsah agar suhufnya dibakar. kemudian membentuk panitia terdiri dari empat orang. tetappi ditolak oleh Hafsah. mushaf Hafsah yang dipinjamnya dikembalikan ke Hafsah. Setelah panitia Zaid berhasil melaksanakan tugasnya.

H. Ag. dan sejarah penulisan AlQur’an yang begitu panjang prosesnya. PT. Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur berupa beberapa ayat dari sebuah surat atau sebuah surat ynag pendek secara lengkap. 2000 Pustaka Setia. sewaktu beliau sedang berkhalwat (meditasi ) di dalam gua hira’ di atas Jabal Nur. Bandung. Surabaya. Dan kita mau mengamalkan apa yang di perintahkan dalam Al-Qur’an dan meninggalkan apa yang dilarang oleh Al-Qur’an. Studi Ulumul Quran Telaah Atas Mushaf Utsmani.Drs. Ayat yang pertama kali turun adalah 1-5 surah Al-Alaq: Sedangkan Penulisan/penghimpunan Al-Qur’an mengalami 3 ( tiga ) periode yaitu: 1) penulisan Al-Qur’an pada periode Nabi Muhammad SAW 2) Penulisan Al-Qur’an pada periode Khalifah Abu Bakar 3) Penulisan/ penghimpunan Al-Qur’an periode Khalifah Utsman Bin Affan Setelah kita mengetahui dari sejarah turunnya al-qur’an al-karim.Djalal. sehingga kita akan selamat di Dunia maupun di Akherat kelak.kitab suci sebelumnya. Dr. Ulumul Quran. Pengantar Ulumul Quran. Sedangka permulaan turunya Al-Qur’an adalah pada malam Lailatul Qadar. Dan penyampaian Al-Qur’an secara keseluruhan memakan waktu lebih kurang 23 tahun. Drs.Rosihan Anwar. sehingga betul-betul menunjukkan kemukjizatannya. Ulumul Quran. M. .Taufiqurrohman. semoga menimbulkan ketebalan iman kita terhadap AlQur’an. 2001 . tanggal 17 Ramadhan pada waktu Nabi telah berusia 41 tahun bertepatan tanggal 6 Agustus 610 M. Ag. Dunia Ilmu. Pustaka Setia. Bina Ilmu. 1980 . Sebab kitab suci ini diturunkan secara bertahap. A. M. yakni 13 tahun waktu nabi masih tingggal di makkah sebelum hijrah dan 10 tahun waktu nabi hijrah ke madinah. Abdul. Prof. Surabaya. H.Masjfuk Zuhdi. Amin… DAFTAR PUSTAKA . 2003 . Bandung.

pengumpulannya. yang dimaksud dengan ‗ULUUMUL QUR‘AN ialah yang membahas masalah-masalah yang berhubungan dengan Qur‘an dari segi asbaabun nuzuul.W. PERKEMBANGAN ULUMUL QUR‘AN Ulumul Qur‘an itu sendiri bermula dari Rasulullah SAW.A.W berkata : ―Janganlah kamu tulis dari aku. nasikh mansukhnya. para sahabat menulis tetap didasarkan pada riwayat yang melalui petunjuk di zaman Rasulullah S. dan itu tiada halangan baginya. makna – maknanya. mukjizatnya.a.W baru mengizinkan kepada sebagian sahabat untuk menulis hadist. dan sebagainya‖. Penulisan mushaf tersebut dinamakan Rasmul ‗Usmani yaitu dinisbahkan kepada Usman.r. Kemudian datang masa kekhalifahan Ali r.a.W tidak mengizinkan mereka menuliskan sesuatu dari dia selain Qur‘an.. dan bantahan terhadap hal-hal yang dapat menimbulkan keragu-raguan terhadap al-qur‘an dan sebagainya‖. Terdapat berbagai defenisi tentang yang dimaksud dengan Ulumul Qur‘an ( ilmu ilmu alqur‘an ). baik yang berhubungan dengan lafal-lafalnya maupun yang berhubungan dengan hukum-hukumnya. ‗Ilmu berarti al-fahmu walidraak (―paham dan menguasai‖). karena ia khawatir Qur‘an akan tercampur dengan yang lain. Imam Al-Suyuthi dalam kitab itmamu al-dirayah mengatakan. Mushaf itu disebut mushaf imam. Dan ceritakan apa yang dariku. dari segi turunnya. contohnya yaitu : Imam Al-Zarqani dalam kitabnya manahil al-irfan fi ulum al-qur‘an merumuskan Ulumul Qur‘an sebagai berikut : ― Pembahasan-pembahasan masalah yang berhubungan dengan alqur‘an.‖ Sekalipun sesudah itu.A. almuhkam wal mutasyaabih. penulisannya. adabnya.1.ULUMUL QUR‘AN DAN PERKEMBANGANNYA I. Ulumul Qur‘an adalah : ― ilmu yang membahas tentang keadaan al-qur‘an dari segi turunnya. sanadnya. Dan hal itu pun terlaksana. Jadi. Dan ini dianggap sebagai permulaan dari ‗Ilmu Rasmil Qur‘an. Terkadang ilmu ini dinamakan juga USUULUT TAFSIIR (―dasar-dasar tafsir‖).a dan keadaan menghendaki untuk menyatukan kaum muslimin pada satu mushaf.A. PENGERTIAN ULUMUL QUR‘AN Kata ‗Uluum jamak dari kata ‗ilmu. karena yang dibahas berkaitan dengan beberapa masalah yang harus diketahui oleh seorang mufasir sebagai sandaran dalam menafsirkan Qur‘an. dimasa kekhalifahan Abu Bakar dan Umar r. bahwa rasulullah S. Abul Aswad ad-Du‘ali meletakkan kaidah kaidah Nahwu. Dan atas perintahnya. ia akan menempati tempatnya di api neraka. cara pengucapan yang tepat. Kemudian datang masa kekhalifahan Usman r. Salinan salinan mushaf itu juga dikirimkan ke beberapa propinsi. barang siapa yang menuliskan dari aku selain Qur‘an. Rasulullah S. bacaannya. Dan barang siapa yang sengaja berdusta atas namaku.a. Kemudian arti kata ini berubah menjadi masalah-masalah yang beraneka ragam yang disusun secara ilmiah. al-Makki wal Madani. dan lain sebagainya yang berhubungan dengan Qur‘an. baku. ― Muslim meriwayatkan dari Abu Sa‘id al-khudri. hendaklah dihapus. an-Nasikh wal mansukh. tetapi saat itu Rasulullah S. II. dan memberikan . tetapi hal yang berhubungan dengan Qur‘an. urut-urutannya.A.

Begitu juga penduduk Kufah dari sahabat Ibn Mas‘ud. Diantara mereka itu. Dari murid-murid Abdullah bin Mas‘ud di Irak yang terkenal ‗Alqamah bin Qais. Namun tafsir mereka yang tertulis tidak ada yang sampai ke tangan kita. dan hal ini sangat diperlukan oleh seorang mufasir. ilmu Asbaabun Nuzuul. Mereka semua adalah para ahli hadist. ilmu Gariibil Qur‘an. diantara mereka ada satu kelompok terkenal yang mengambil ilmu ini dari para sahabat disamping mereka sendiri bersungguh-sungguh atau melakukan ijtihad dalam menafsirkan ayat. Ibnu Taimiyah berkata : ―Adapun mengenai Ilmu tafsir. Para sahabat senantiasa melanjutkan usaha mereka dalam menyampaikan makna-makna Qur‘an dan penafsiran ayat-ayatnya yang berbeda-beda dalam memahami dan karena adanya perbedaan lama dan tidaknya mereka hidup bersama Rasulullah SAW. Hal yang demikian diteruskan oleh murid-murid mereka. Abul ‗Aliyah dan Muhammad bin Ka‘b al-Qurazi. kemudian Ibn Mas‘ud. Maka berlangsunglah proses kelahiran at-tafsir bil ma‘sur (berdasarkan riwayat). Ulama penduduk Medinah dalam ilmu tafsir diantaranya adalah Zubair bin Aslam. Diantara murid-murid Ibn Abbas di Mekkah yang terkenal ialah Sa‘id bin jubair. orang yang paling tahu adalah penduduk Mekkah. Syu‘bah bin Hajjaj (wafat 160H). Dan apa yang diriwayatkan dari mereka tidak berarti sudah merupakan tafsir Qur‘an yang sempurna. Kemudian langkah mereka diikuti oleh segolongan ulama. Mujahid. ‗Ikrimah maula Ibn Abbas dan sahabat sahabat Ibn Abbas lainnya. Hasan al-Basri dan Qatadah bin Di‘amah as-Sadusi. Mereka menyusun tafsir Qur‘an yang lebih sempurna berdasarkan susunan ayat. Disamping ilmu tafsir. Dan terkenal pula diantara murid-murid Ubai bin Ka‘b di medinah. Maka sebagian ulama membukukan tafsir Qur‘an yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW. Demikianlah tafsir pada mulanya dinukilkan (dipindahkan) melalui penerimaan (dari mulut ke mulut) dari riwayat. alAswad bin Yazid. Sufyan bin ‗Uyainah (wafat 198). dan ilmu Nasikh dan Mansukh. ilmu Makki Wal Madani. Zaid bin Aslam. Ibn ‗Abbas. Abdullah bin Mas‘ud. lalu diikuti oleh at-tafsir bir ra‘yi (berdasarkan penalaran). Tetapi terbatas hanya pada makna beberapa ayat dengan penafsiran tentang apa yang masih samara dan penjelasan apa yang masih global. Tawus bin Kisan al-Yamani dan ‗Ataa‘ bin Abi Rabaah. Ubai bin Ka‘b. Zaid bin Sabit. dan Ubai bin Ka‘b. karena mereka sahabat Ibn Abbas.Asy‘ari dan Abdullah bin Zubair. seperti Mujahid. dari para sahabat atau dari para tabi‘in. Ini juga dianggap sebagai permulaan ‗Ilmu I‘rabil Qur‘an. yang terkenal adalah Yazid bin Harun as-Sulami (wafat 117H). Mengenai para tabi‘in. dan mereka itu mempunyai kelebihan dari ahli tafsir yang lain. Diantara para mufasir yang termasyhur dari para sahabat adalah empat orang khalifah. Pada abad kedua hijri tiba masa pembukuan (tadwiin)yang dimulai dengan pembukuan hadist dengan segala babnya yang bermacam-macam. dan ‗Abdurrazzaq bin hammam (wafat 112H). Banyak riwayat mengenai tafsir yang diambil dari Abdullah bin Abbas. ‗Amir asy-Sya‘bi. ‗Ataa‘ bin Abi Rabaah. Abu Musa al. kemudian dibukukan sebagai salah satu bagian hadist. ‗Ikrimah bekas sahaya (maula) Ibn Abbas. Malik dan anaknya Abdurrahman serta Abdullah bin Wahb. Tetapi semua itu tetap didasarkan pada riwayat dengan cara didiktekan. Waki‘ bin Jarraah (wafat 197H). . Dan yang paling terkenal diantara mereka ada Ibn Jarir at-Tabari (wafat 310H). dan itu juga menyangkut hal berhubungan dengan tafsir. selanjutnya ditulis secara bebas dan mandiri. Dan yang diriwayatkan dari mereka itu semua meliputi ilmu Tafsir. Masruq.ketentuan harakat pada Qur‘an. Sedang tafsir yang mereka susun merupakan salah satu bagiannya. yaitu para tabi‘in. lahir pula karangan yang berdiri sendiri mengenai pokok-pokok pembahasan tertentu yang berhubungan dengan Qur‘an.

Muhammad bin Ali al-Adfawi (wafat 388H).Abu Bakar al-Baqalani (wafat 403H). . dan judul yang umum disebut dengan al-Qaul fii Qaulihi ‗Azza wa jalla (pendapat mengenai firman Allah ‗Azza wa jalla). Kemudian kegiatan karang mengarang dalam hal ilmu ilmu Qur‘an tetap berlangsung sesudah itu. menyusun karangannya mengenai asbaabun nuzuul. Dia membicarakan ilmuilmu Qur‘an yang dikandung ayat itu secara tersendiri. masing-masing diberi judul sendiri pula. Dengan metode seperti ini. Pengarang membicarakan ayat-ayat Qur‘an menurut tertib mushaf. menyusun tentang problematika Qur‘an / Musykilatul Qur‘an. . Meskipun pembukuannya memakai cara tertentu seperti yang disebut diatas. . menulis sebuah kitab lengkap dengan judul alBurhaan fi ‗Uluumil Qur‘an. Setiap penulis dalam karangannya itu menulis bidang dan pembahasan tertentu yang berhubungan dengan ilmu-ilmu Qur‘an.Muhammad bin khalaf bin Marzaban (wafat 309H).Ibnul jauzi (wafat 597H). Sedang pengumpulan hasil pembahasan dan bidang-bidang tersebut mengenai ilmu-ilmu Qur‘an. dengan menulis sebuah kitab berjudul Funuunul Afnaan fi ‗Aja‘ibi ‗Uluumil Qur‘an.Abu ‗Ubaid al-Qasim bin Salam (wafat 224H). seperti ada : . . al-Hufi (wafat 330H) dianggap sebagai orang pertama yang membukukan ‗Ulumul Qur‘an/ ilmu-ilmu Qur‘an. . menyusun tentang majaz dalam Qur‘an.Al-‗Izz bin ‗Abdus Salam (wafat 660H). menyusun al-Haawii faa ‗Uluumil Qur‘an. judulnya al-Burhaan fi ‗uluumil Qur‘an yang terdiri atas tiga puluh jilid.Ibn Qutaibah (wafat 276H). . menyusun tentang tamsil-tamsil dalam Qur‘an (Amsaalul Qur‘an). . menulis tentang Nasikh-Mansukh dan Qira‘aat. menulis mengenai I‘raabul Qur‘an.Pada abad ketiga hijri. maka Syaikh Muhammad ‗Abdul ‗Aziim az-Zarqaani menyebutkan didalam kitabnya Manaahilul ‗Irfan fi ‗Uluumil Qur‘an bahwa ia telah menemukan didalam perpustakaan Mesir sebuah kitab yang ditulis oleh Ali bin Ibrahim bin Sa‘id yang terkenal dengan al-Hufi.‗Alamuddin as-Sakhawi (wafat 634H). menyusun al-Istignaa‘fi ‗Uluumil Qur‘an. . menyusun I‘jazul Qur‘an.Badruddin az-Zarkasyi (wafat 794H). juga menulis tentang ilmu-ilmu Qur‘an.Abu Muhammad bin Qasim al-Anbari (wafat 351H).al-Qaul fil ma‘naa wat Tafsir (pendapat mengenai makna dan tafsirnya) . menulis mengenai ilmu Qira‘at (cara membaca Qur‘an) dan Aqsaaul Qur‘an. yang disebut al-Qaul fil Qira‘at (pendapat mengenai qira‘at). Pada abad keempat hijri. Kemudian karang mengarang tentang ilmu-ilmu Qur‘an terus berlanjut. ada : . . . ada : . menyusun Ghariibil Qur‘an. seperti : . memberikan tambahan atas kitab al-Burhan didalam .Ali bin al-Madani (wafat 234H). . semuanya atau sebagian besarnya dalam satu karangan. Kemudian dibawah judul ini dicantumkan : .Al-Mawardi (wafat 450H).Jalaluddin al-Balqini (wafat 824H). guru Bukhari.Abu Bakar as-Sijistani (wafat 330H).al-Qaul fil waqfi wat tamaam ( pendapat mengenai tanda berhenti dan tidak) Sedangkan Qira‘at diletakkan dalam judul tersendiri pula. Dan kadang ia berbicara tentang hukum-hukum dalam Qur‘an.Ali bin Ibrahim bin Sa‘id al-Hufi (wafat 430H).al-Qaul fil I‘rab (pendapat mengenai morfologi) .

menyusun kitab yang terkenal al-Itqaan fi Uluumil Qur‘an.Kitab Manaahilul ‗irfan fi ‗Uluumil Qur‘an. oleh Syaikh Tahir al-Jaza‘iri. . dan kata ini telah menjadi istilah atau nama khusus bagi ilmu-ilmu tersebut. Terkadang pula sebuah ayat datang dalam bentuk mutlaq atau umum namun kemudian disusul oleh ayat lain yang membatasi atau mengkhususkannya. misalnya rincian tentang perintah dan larangan-Nya serta ketentuan mengenai hukum-hukum yang difardhukan-Nya. . . Al-Qur‘anul Karim Sebab apa yang yang dikemukakan secara global di satu tempat/ayat dijelaskan secara terperinci ditempat/ayat yang lain.Kitab I‘jaazul Qur‘an. Orang-orang yang menghubungkan diri dengan gerakan pemikiran islam telah mengambil langkah yang positif dalam membahas kandungan Qur‘an dengan metode baru pula.Kitab Tarjamatul Qur‘an.Kitab at-Taswiirul Fanni fil Qur‘an dan Masyaahidul Qiyaamah fil Qur‘an. . . . Juga diikuti oleh Ustadz Ahmad Muhammad Jaml yang menulis beberapa studi sekitar masalah ―Maa‘idah‖ dalam Qur‘an.W Mengingat beliaulah yang bertugas untuk menjelaskan Qur‘an.Kitab Manhajul Furqaan fi ‗Uluumil Qur‘an. Pembahasan-pembahasan tersebut diatas dikenal dengan sebutan ‗ULUUMUL QUR‘AN. Subhi al-shalih lebih lanjut menjelaskan bahwa para perintis ilmu al-qur‘an adalah sebagai berikut : Dari kalangan sahabat nabi Dari kalangan tabi‘in di madinah Dari kalangan tabi‘ut tabi‘in (generasi ketiga kaum muslimin) Dan dari generasi-generasi setelah itu. RUANG LINGKUP ULUMUL QUR‘AN Dari uraian diatas tersebut tergambar bahwa Ulumul Qur‘an adalah ilmu ilmu yang berhubungan dengan berbagai aspek yang terkait dengan keperluan membahas al-qur‘an.Kitab Muzakkiraat ‗Uluumil Qur‘an.A. oleh Mustafa Sabri. oleh Syaikh Muhammad ‗Ali Salamah. Para ulama mufasir dari semua kalangan dan generasi-generasi yang tercakup dalam lingkup Uluumul Qur‘an menafsirkan Qur‘an selalu berpegang pada : 1). . Subhi as-Salih. oleh Dr. Dan akhirnya muncul Kitab Mabaahisu fi ‗Uluumil Qur‘an oleh Dr. oleh Muhammad ‗Abdul ‗Azim az-Zarqani. seperti : . oleh Muhammad Mustafa al-Maragi. Kepustakaan ilmu-ilmu Qur‘an pada masa kebangkitan modern tidaklah lebih kecil daripada nasib ilmu-ilmu yang lain. oleh Jamaluddin al-Qasimi.Kitab at-Tibyaan fi ‗uluumil Qur‘an.Kitab an-Naba‘ul ‗Aziim. Muhammad ‗Abdullah Daraz. .Kitab Mas‘alatu Tarjamatil Qur‘an. Inilah yang dinamakan ―Tafsir Qur‘an dengan Qur‘an‖.kitabnya Mawaqi‘ul ‗Uluum min Mawaaqi‘in Nujuum. . oleh Sayid Qutb. . yang ditulis oleh Mustafa Sadiq ar-Rafi‘i.Jalaluddin as-Suyuti (wafat 911H). Karena itu wajarlah kalau para sahabat bertanya kepada beliau ketika mendapatkan kesulitan dalam memahami sesuatu ayat. III. Nabi S. oleh Syaikh Ahmad ‗Ali. 2). Diantara kandungan Qur‘an terdapat ayat ayat yang tidak dapat diketahui ta‘wilnya kecuali melalui penjelasan Rasulullah .Kitab Mukaddimah tafsir Mahaasinut Ta‘wil. .

tinggi. Riwayat dari para sahabat yang berasal dari Rasulullah SAW cukup menjadi acuan dalam mengembangkan ilmu-ilmu Qur‘an. Ilmu Qira‘at yaitu : ilmu yang menerangkan rupa-rupa Qira‘at ( bacaan Al-Qur‘an yang diterima dari Rasulullah SAW ). maka mereka melakukan ijtihad dengan mengerahkan segenap kemampuan nalar. Tujuan mempelajari ulumul qur‘an ini adalah untuk memperoleh keahlian dalam mengistimbath hukum syara‘. Ilmu Tawarikh al-nuzul yaitu : ilmu yang menerangkan dan menjelaskan masa turun ayat dan tertib turunnya. Ilmu Asbab al-nuzul yaitu : ilmu yang menerangkan sebab sebab turunnya ayat. menerangkan makna yang dimaksud pada satu-satu tempat. yaitu: Ilmu yang berhubungan dengan riwayat semata mata. dan tertib turun surat dengan sempurna. sebab pembukuan baru dilakukan pada abad kedua hijri. Ilmu ini menerangkan makna-makna kata yang halus. amalan. 4). dan banyak perbedaanperbedaan dari kalangan sahabat.3). awal dan akhirnya. Ilmu Gharib al-qur‘an yaitu : ilmu yang menerangkan makna kata-kata yang ganjil yang tidak terdapat dalam kitab-kitab biasa. Pada masa kalangan sahabat. budi pekerti. Ilmu yang berhubungan dirayah. yakni ilmu yang diperoleh dengan jalan penelaahan secara mendalam seperti memahami lafal yang gharib (asing pengertiannya) serta mengetahui makna ayat yang berhubungan dengan hukum. tempat mulai dan pemberhentiannya. tempat turunnya ayat-ayat al-qur‘an. Ilmu tajwid yaitu : ilmu yang menerangkan cara membaca al-qur‘an. atau tidak terdapat dalam percakapan sehari-hari. Ilmu I‘rabil qur‘an yaitu : ilmu yang menerangkan baris al-qur‘an dan kedudukan lafal dalam ta‘bir ( susunan kalimat ). IV. CABANG CABANG ULUMUL QUR‘AN Secara garis besar Ulumul Qur‘an terbagi dua. dan sebab-sebabnya. memahaminya dengan baik dan mengetahui aspek-aspek yang ada didalamnya. Dan yang cukup banyak menafsirkan Qur‘an seperti empat orang khalifah dan para sahabat lainnya. Para Sahabat Mengingat para sahabatlah yang paling dekat dan tahu dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. satu demi satu dari awal turun hingga akhirnya. dan pelik. baik mengenai keyakinan atau I‘tiqad. maupun lainnya. tidak ada sedikit pun tafsir / ilmu ilmu tentang Qur‘an yang dibukukan. Ilmu Wujuh wa al-nazhair yaitu : ilmu yang menerangkan kata-kata al-qur‘an yang banyak arti. . masanya. Ilmu Ma‘rifat al-muhkam wa al-mutasyabih yaitu : ilmu yang menyatakan ayat ayat yang dipandang muhkam dan ayat ayat yang dianggap mutasyabih. Masa pembukuan dimulai pada akhir dinasti Bani Umayah dan awal dinasti Abbasiyah. Pemahaman dan ijtihad Apabila para sahabat tidak mendapatkan tafsiran dalam Qur‘an dan tidak pula mendapatkan sesuatu pun yang berhubungan dengan hal itu dari Rasulullah. seperti ilmu qira‘at. waktu turunnya. Cabang-cabang dari Ulumul Qur‘an adalah sebagai berikut : Ilmu Mawathin al-nuzul yaitu : ilmu yang menerangkan tempat tempat turunnya ayat. Ini mengingat mereka adalah orang-orang Arab asli yang sangat menguasai bahasa Arab.

tentu terdapat perbedaan yang banyak. Ilmu Adab al-tilawah al-qur‘an yaitu : ilmu yang mempelajari segala bentuk aturan yang harus dipakai dan dilaksanakan didalam membaca al-qur‘an. Secara tidak langsung pemikiran merekalah yang mengilhami kita dalam memaham al-qur‘an. Ilmu Amtsal al-qur‘an yaitu : ilmu yang menerangkan segala perumpamaan yang ada dalam al-qur‘an. Al-Qur‘an adalah laksana sinar yang memberikan penerangan terhadap kehidupan manusia. Segala kesusilaan. kesopanan. Sejarah Dan Perkembangan Ulumul Qur'an BAB I PENDAHULUAN Al-Qur‘an adalah sumber hukum islam yang pertama. Oleh karena itu kita sebagai umat islam harus benar-benar mengetahui kandungan-kandungan yang ada didalamnya dari berbagai aspek. suratsuratnya dan ayat-ayatnya yang sama di seluruh dunia. Ilmu Tanasub ayat al-qur‘an yaitu : ilmu yang menerangkan persesuaian antara suatu ayat dengan ayat sebelum dan sesudahnya. baik di Jepang. . bagaikan pelita yang memberikan cahaya kearah hidayah ma‘rifah. kepelikan. Ilmu I‘daz al-qur‘an yaitu : ilmu yang menerangkan kekuatan susunan tutur al-qur‘an. Ilmu Bada‘I al-qur‘an yaitu : ilmu yang membahas keindahan keindahan al-qur‘an. sehingga ia dipandang sebagai mukjizat. bab-babnya.sehingga kita hendaknya harus dapat memahami tentang kandungan di dalamnya. dan ketinggian balaghahnya. Ulumul Qur‘an adalah salah satu jalan yang bisa membawa kita dalam memahami kandungan Al-Qur‘an. Selain memahami alqur‘an kita juga perlu tau mengetahui bagaimana perkembangan ulumul qur‘an dan siapa saja tokoh-tokoh yang menjadi pendongkrak munculnya ulumul qur‘an. Iraq dan lain-lain. Brasilia. dan ketentuan yang harus dijaga ketika membaca al-qur‘an. Al-Qur‘an juga adalah kitab hidayah dan ijaz (melemahkan yang lain).Ilmu Al-Nasikh wa al-Mansukh yaitu : ilmu yang menerangkan ayat ayat yang dianggap mansukh oleh sebagian mufasir. Al-Qur‘an dengan huruf-hurufnya. ilmu ini menerangkan kesusastraan al-qur‘an. Ilmu Jidal al-qur‘an yaitu : ilmu untuk mengetahui rupa rupa debat yang dihadapkan alqur‘an kepada kaum musyrikin dan lainnya. Ilmu Aqsam al-qur‘an yaitu : ilmu yang menerangkan arti dan maksud-maksud sumpah tuhan atau sumpah-sumpah lainnya yang terdapat di al-qur‘an. Yang maha bijaksana dan maha mengetahui. Ayat-ayatnya tentu ditetapkan kemudian diperinci dari allah Swt. Dan ilmu-ilmu lain yang membahas tentang Al-Qur‘an. Andaikata ia bukan dari allah Swt.

turunnya Al-Qur‘an dengan Tujuh Huruf (Sab‘ah Ahruf) dan pembahasan lainnya. Kata Ulum merupakan bentuk jama‘ dari kata Ilmu. muhkam mutasyabih. tafsir. dan ditulis pada mushaf mulai dari awal Surat Al-Fatihah(1) sampai akhir Surat An-Nas(114). Kitab hasil cetakannya mencapai 250 halaman itu menyajikan tentang Makki-madani. secara bahasa ulumul qur‘an adalah ilmu (pembahasan) yang berkaitan dengan Al Qur‘an. Mengenai kemunculan istilah ulumul qur‘an untuk yang pertama kalinya para penulis menyatakan bahwa Abu Al-Farj Bin Al-Jauzi – lah yang pertama kali memunculkan kata tersebut pada abad ke-6 H. jumlah surat dan ayat.450. adapun Az-Zarqani menyatakan bahwa istilah itu muncul pada abad 5 H. yang disampaikan oleh Al-Hufi (w. berpendapat bahwa istilah ulumul qur‘an muncul dalam kitab Al -Mabani fi Nazhm Al-Ma‘ani yang ditulis tahun 425 H. Banyaknya ilmu yang ada kaitannya dengan pembahasan Al-Qur‘an menyebabkan banyak pula pembahasan ruang lingkup Ulumul Qur‘an. Dengan merujuk kitab Muqaddimatani Fi Ulum Al-Qur‘an yang dicetak tahun 1954 dan disunting oleh Arthur Jeffri. takwil. yaitu ketika Ibn Al-Marzuban menullis kitab yang berjudul Al-Hawi Fi Ulum Al-Qur‘an.1[1] Adapun secara definisi umum Ulumul Qur‘an adalah sejumlah pembahasan yang berkaitan dengan Al-Qur‘an dan pembahasan itu menyangkut materi-materi yang selanjutnya menjadi pokokpokok bahasan Ulumul Qur‘an. nuzul al qur‘an. kondifikasi al qur‘an. 430 H) dalam karyanya yang berjudul Al-Burhan fi Ulum Al-Qur‘an. yang lafadz-lafadznya mengandung mukjizat. hitungan itu . kritiknya itu menyangkut penyebutan istilah Ulumul Qur‘an dalam kitab Al-Burhan Fi Ulumul Qur‘an yang pertama kali muncul. Ia berpendapat bhwa istilah ulumul qur‘an sudah muncul sejak abad 3 H.BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian dan sejarah ulumul qur’an Ungkapan Ulumul Qur‘an berasal dari bahasa arab. Lebih lanjutnya syahbah mengkritik analisis yang dikeluarkan Az-Zarqani. Ilmu-ilmu Al-Qur‘an mencapai 77. penolakan terhadap berbagai keraguan yang menyangkut pengodifikasian al qur‘an dan penulisan mushaf. Dengan demikian . Adapun Al-Qur‘an sebagaimana didefinisikan sebagian ulama adalah kalamullah yang diturunkan kepada Nabi-Nya Muhammad SAW. yaitu Ulum dan Al-Qur‘an. penulisan mushaf. ilmu yang dimaksud disini sebagaimana didefinisikan Abu Syahbah adalah sejumlah materi pembahasan yang dibatasi kesatuan tema ataupun tujuan.

h. hadd. Ilmu Qira‘at al-Quran. dan mathla. Persoalan qira‘at ( cara pembacaan al-qur‘an) 4. adalah ilmu yang membicarakan tentang keistimewaan al-Quran yang berfungsi sebagai bukti kenabian Muhammd saw. baik dari segi proses pengumpulanya maupun cara-caranya. adalah ilmu yang membicarakan tentang al-Quran dari segi melafalkannya yang dinisabkan pada nama-nama qiraat termasuk didalamnya ilmu tajwid. Termasuk di dalamnya ilmu asbab an-nuzul adalah ilmu yang membicarakan tentang latar belakang historis turunnya suatu ayat atau beberapa ayat al-Quran. Pokok-Pokok Pembahasan Ulumul Quran Dari kedua definisi yang telah dikemukakan sebelumnya terlihat ada sebelas macam contoh nama-nama ilmu Quran yang disebutkan.1[2] C. adalah ilmu yang membicarakan tentang penghapus atau . adalah ilmu yang membicarakan tentang pengumpulan al-Quran. 3. B. Persoalan makna-makna al-qur‘an yang berkaitan dengan hukum. baik dari segi proses pengumpulannya maupun cara-caranya. Persoalan kata-kata al-qur‘an. 6. Ilmu Nuzul al-Quran. ilmu yang menceritakan tentang bahsan tata cara penulisan al-Quran. d. Persoalan makna al-qur‘an yag berkaitan dengan kata-kata al-quran. c. Ilmu Tafsir al-Quran. e. Beberapa ruang lingkup pembahasan ulumul qur’an 1. 5. g. Ilmu Tartib al-Quran.1[3] f. batin. Persoalan sanad (rangkaian para periwayat). Ilmu Kitabah al-Quran adalah. Ilmu an-Nasikh wa al-Mansukh. adalah ilmu yang membahas al-Quran dari segi penurunannya. adalah ilmu yang membicarakan tentang cara menjelaskan dan menguraikan isi kandungan atau makna ayat-ayat al-Quran. Ilmu I‘jaz al-Quran. adalah ilmu yang membahas tentang pengumpulan al-Quran . Persoalan turunnya al-qur‘an (nuzul al-qur‘an) 2. Sedekat mungkin sesuai dengan apa yang dimaksud oleh penuturnya (Allah swt). baik menyangkut proses turunya maupun cara penurunanya. b. yaitu : a. Namun sebatas kemampuan manusia.diperoleh dari hasil perkalian jumlah kalimat Al-Qur‘an dengan empat karena tiap-tiap kalimat dalam Al-Qur‘an mempunyai empat makna yaitu zhahir. Ilmu Jam‘ al-Quran.

Fase Sebelum Kodifikasi (Qobl ‘Ashr At-Tadwin) Pada fase sebelum kodifikasi. satu-satunya yang sudah dikodofikasikan pada saat itu hanyalah Al-Qur‘an. Hal itu ditandai dengan kegairahan para sahabat untuk mempelajari al-qur‘an dengan sungguh-sungguh terlebih lagi diantara mereka sebagaimana diceritakan oleh Abu Abdurrahman As-Sulami. pengodifikasisan itu semakin marak dan meluas ketika Islam berada di bawah pemerintahan Bani Umayyah dan Abbasyah pada periode-0periode awal pemerintahannya. ulumul qur‘an telah dianggap sebagai benih yang kemunculannya sangat diraqsakan sejak masa Nabi. di Makkah atau di Madainah. j. adalah ilmu yang membicarakan tentang klasifikasi ayatayat al-Quran berdasarkan tempat turunnya. . 2.1[4] D. Hal ini terjadi apabila dua ayat dipandang mengandaung hukum yang kontradiktif.pembatalan hukum yang terkandung dalam suata ayat dan pemberlakuan hukum pada ayat lainya. Perintah Ali inilah yang membuka gerbang pengodifikasian ilmu-ilmu agama dan bahasa arab. Fase perkembangan Ulumul Qur’an 1. Ilmu Daf‘ al-Syubhah. k.450 (tujuh puluh ribu empat ratus lima puluh ribu) ilmu . adalah ilmu yang membicarakan tentang adanya ayatayat al-Quran yang jelas dan tagas kandungan maknanya. Ilmu al-Muhkam wa al-Mutasyabbih. sehingga membuat orang mukmin ragu terhadap kewahyuannya dan otentisitasnya/keasliannya. Sebenarnya ulumul quran tidak terpatok pada sebelas ilmu tersebut. Fase Kodifikasi Sebagaimana diketahui pada fase sebelum kodifikasi. Hal it uterus berlangsung sampai ketika Ali Bin Abi Thalib memerintahkan Abu Al-Aswad untuk menulis nahwu1[5]. memiliki kebiasaan untuk tidak berpindah kepad ayat lain. Ilmu al-Makkiy wa al-Madany. sebelum hijrah atau sesudah hijrah. serta ayat-ayat yang maknanya masih samar. adalah ilmu yang membicarakan tentang cara menolak hujatan yang mencela eksistensi al-Quran. masih banyak lagi cabang-cabang ulumul quran yang lain. ulumul qur‘an dan ilmu-ilmu lainnya sebelum dikodifikasikan dalam bentuk kitab atau mushaf. tidak jelas dan menimbulkan multi interpretasi. Bahkan al-Qadhi Abu Bakr ibn al-Arabi dalam kitabnya (Qanun at-Ta‘wil) menyebutkan ulumul quran itu memiliki cabang sebanyak 77. i. dan juga berdasarkan waktu turunnya. sebelum memahami dan mengamalkan ayat yang sedang dipelajarinya.

Pada abad IV H. Ilmu Qiraat. Adalah : Syu‘bah Bin Hijjaj Sufyan Bin Umayah Sufyan Ats-Tsauri Waqi‘ Bin Al-Jarrh Muqotil Bin Sulaiman Ibn Jarir Ath-Thobari 2. Perkembangan Ulumul Qur’an Abad II H. Perkembangan ulumul qur’an 1. Gharib Al-Qur‘an Aja‘ib Ulum Al-Qur‘an Al-Mukhtazan Fi Ulum Al-Qur‘an Nukat Al-Qur‘an Ad-Dallah Ala Bayyan Fi Anwa Al-Qur‘an Wa Al-Ahkam Al-Munbi‘ah‘an Ikhtilaf Al-Anam . pada ulama memberikan prioritas atas penyusunan tafsir sebab sebab tafsir merupakan induk ulumul qur‘an. Perkembangan Ulumul Qur’an Abad III H.E. diantaranya : Ali Bin Al-Madani  Ilmu Asbab An-Nuzul Abu Ubaid Al-Qosimi Bin Salam  Ilmu Nasikh Wa Al-Mansukh. Dan Fadha‘il AlQur‘an Muhammad Bin Ayyub Adh-Dhurraits  Makki Wa Al-Madani Muhammad Bin Khalaf Al-Marzuban  Kitab Al-Hawei Fi Ulum Al-Qur‘an 3. Pada abad III selain tafsir dan ilmu tafsir para ulama mulai menyusun beberapa ilmu Al-Qur‘an (ulumul qur‘an). Perkembangan Ulumul Qur’an Abad IV H. diantara kitabnya adalah . Pada masa penyusunan ilmu-ilmu agama yang dimulai sejak permulaan abad II H. Diantara ulama abad II. Mulai disusun ilmu gharib al-qur‘an dan beberapa diantaranya memakai istilah ulumul qur‘an.

Pada abad VII H ilmu-ilmu Al-qur‘an terus berkembang dengan mulai tersusunnya ilmu majaz al-qur‘an dan ilmu qira‘at.- Al-Astigna‘ Fi Ulum Al-Qur‘an1[6] 4. Pada abad ini muncullah ulama yang menyusun ilmu-ilmu baru tentang al-qur‘an. Perkembangan Ulumul Qur’an Abad VII H. diantaranya : Ibn Abi Al-Isba‘  Ilmu Badu‘i Al-Qur‘an Ibn Al-Qayyim  Ilmu Aqsam Al-Qur‘an Najmuddin Ath-0thufi  Ilmu Hujjaj Al-Qur‘an 8. - - - - . Perkembangan Ulumul Qur’an Abad VI H. Diantara ulamanya : Alamuddin As-Sakhawi  Hidayat Al-Murtab Fi Mutasyabih Ibn ‗Abd As-Salam / Al Izz  Ilmu Majaz Al-Qur‘an Abu Syamah  Al-Mursyid Al-Wajiz Fi Ulum Al-Qur‘an Tata‘allaq Bi Al-Qur‘an Al-Aziz 7. namun demikian penulisan kitab-kitab tentang ulumul qur‘an tetapo berjalan. Perkembangan Ulumul Qur’an Abad IX dan X H. Namun demikian penulisan kitab-kitab ulumul qur‘an masih terus dilakukan . Perkembangan Ulumul Qur’an Abad VIII H. Pada abad ini disamping ada ulama yang meneruskan pengembangan ulumul qur‘an. ulama masa ini diantaranya : Ali Bin Ibrahim Bin Sa‘id Al-Hufi Abu Amr-Dani 5. Perkembangan Ulumul Qur’an Abad V H. Pada abad ini mulai disusun ilmu-ilmu I‘rab al-qur‘an dalam satu kitab. juga terdapat ulama yang mulai menyusun ilmu mubhamat al-qu‘an diantaranya : Abu Al-Qosim Bin Abdurrahamn As-Suhali  Kitab Mubhamat Al-Qur‘an Ibn Al-Jauzi  Funun Al-Afnan Fi Aja‘ib Al-Qur‘an Dan Kitab Al-Mujtab Fi Ulum Tata‘allaq Bi Al-Qur‘an1[7] 6.

Pengembangan Ulumul Qur’an Abad Abad Modern. Diantara para ulama‘ yang menulis tafsir/ ulumul qur‘an pada abad modern inin adalah sebagai berikut.1[8] 9. baik tafsir maupun macam-macamnya kitab ulumul qur‘an. perkembangan ilmu al-qur‘an seolah-olah telah mencapai puncaknya dan berhenti dengan berhentinya para ulama‘dalam pengembangan ilmu -ilmu al-qur‘an keadaan ini berlanjut sampai abad XIII H. Diantara ulamanya antara lain : Jalaludin Al-Bulqini  Mawaqi‘ An-Nujum Muhammad Bin Sulaiman Al-Kafiyaji  At-Tafsir Fi Qowa‘id At-Tafsir Jalaludin Abdurrahman Bin Kamaluddin As-Suyuti  At-Tahbir Fi Ulum At-Tafsir Setelah as-suyuti wafat pada tahun 911 H. bahwa setelah wafatnya imam as-suyuti tahun 911 H.Pada abad IX dan permulaan abad XH. maka terhentilah gerakan penulisan al-qur‘an dan pertumbuhannya sampai abad ke-XIV H. Hal itu ditengarai dengan banyaknya ulama‘ yang mengarang ulumul qur‘an dan menuls kitab-kitabnya. Ali Salamah  Minhajul Furqon Fi ‗Ulumil Qur‘an . Ad-Dahlawi  Al-Fauzul Kabir Fi Ushulil Tafsir Thahir Al-Jaziri  At-Tibyan Fi ‗Ulumil Qur‘an. sebab pada abad ke-XIV H atau pada abad modern ini bangkit kembali kegiatan penulisan ulumul qur‘an dan perkembangan kitab-kitabnya. Sebagaimana penjelasan diatas. Makin banyak karya para ulama tentang ulumul qur‘an pada masa ini ulumul qur‘an mencapai kesempurnaan. Abu Daqiqah  ‗Ulumul Qur‘an M.

Persoalan turunnya al-qur‘an (nuzul al-qur‘an). ulumul qur‘an dan ilmu-ilmu lainnya sebelum dikodifikasikan dalam bentuk kitab atau mushaf. Persoalan sanad (rangkaian para periwayat). Persoalan makna al-qur‘an yag berkaitan dengan kata-kata al-quran1[9]. Definisi umum Ulumul Qur‘an adalah sejumlah pembahasan yang berkaitan dengan Al-Qur‘an dan pembahasan itu menyangkut materi-materi yang selanjutnya menjadi pokok-pokok bahasan Ulumul Qur‘an. . Adapun Al-Qur‘an sebagaimana didefinisikan sebagian ulama adalah kalamullah yang diturunkan kepada Nabi-Nya Muhammad SAW. Banyaknya ilmu yang ada kaitannya dengan pembahasan Al-Qur‘an menyebabkan banyak pula pembahasan ruang lingkup ulumul qur‘an. ulumul qur‘an telah dianggap sebagai benih yang kemunculannya sangat dirasakan sejak masa Nabi.BAB III PENUTUP Ungkapan Ulumul Qur‘an berasal dari bahasa arab. Sebagaimana diketahui pada fase sebelum kodifikasi. yaitu Ulum dan Al-Qur‘an. Persoalan qira‘at ( cara pembacaan al-qur‘an). Persoalan kata-kata al-qur‘an.450. dan ditulis pada mushaf mulai dari awal Surat Al-Fatihah(1) sampai akhir Surat An-Nas(114). Ilmu-ilmu Al-Qur‘an mencapai 77. yang lafadz-lafadznya mengandung mukjizat. satu-satunya yang sudah dikodofikasikan pada saat itu hanyalah Al-Qur‘an. Pada fase sebelum kodifikasi. Kata Ulum merupakan bentuk jama‘ dari kata Ilmu. Persoalan makna-makna al-qur‘an yang berkaitan dengan hukum.

2003 Rosihan Anwar. Al-qur‟an turun secara sekaligus dari Allah ke lauh mahfuzh yaitu tempat yang merupakan catatan tentang segala ketentuan dan kepastian Allah. 1997 Kadar M.penafsiran. Studi Alquran. Yusuf. I. Proses turunnya ql-quran melalui 3 tahapan yaitu 1. Ulumul Quran. urutan penulisan. M. Pekan Baru : Amzah. Ag. (Cet. PENGERTIAN ULUMUL QUR’AN Ungkapan ulumul qur‟an berasal dari bahasa arab yaitu dari kata ulum dan al-qur‟an. Dunia Ilmu. Ulumul Quran. M.mulai dari proses penurunan. Disamping hikmah diatas ada hikmah yang lainnya yaitu 1. 2000 Taufiqurrohman. Studi Ulumul Quran Telaah Atas Mushaf Utsmani.DAFTAR PUSTAKA Djalal. Ag. Dr. Cet.kodifikasi. Pustaka Setia. Dalam firmanya “ Bahkan yang didustakan mereka ialah Al-qur‟an yang mulia yang tersimpan dalam lauh al-mahfuzh (Q. Menurut Abu syahbah ulumul qur‟an adalah sebuah ilmu yang memiliki banyak objek pembahasan yang berhubungan dengan al-qur‟an. Menentang dan melemahkan para penentang Al-qur‟an . I. ‘Ulumul Qur’an I. Bandung. 2001 Ahmad Syadali.nasikh mansukh. SEJARAH TURUNNYA ALQUR’AN DAN PENULISAN ALQUR’AN Hikmah diwahyukan alqur‟an secara berangsur-angsur adalah al-qur‟an diturunkan dalam waktu 22 tahun 2 bulan 22 hari yaitu mulai dari malam 17 romadhan tahun 41 dari kelahiran nabi sampai 9 dzulhijah haji wada‟ tahun 63 dari kelahiran nabi atau tahun 10 H.S AL-buruuj :21-22) 2. Memantapkan hati nabi 2. Adakala satu ayat kadang satu surat. Pustaka Setia. Al-qur‟an diturunkan dari lauh al mahfuzh ke bait Al-Izzah ( tempat yang berada di langit dunia ) 3. Drs. Kata ulum jamak dari ilmu dan al-qur‟an. Bandung. Prof. Al-qur‟an diturunkan dari bait al-Izzah ke dalam hati nabi melalui malaikat jibril dengan cara berangsur-angsur sesuai dengan kebutuhan. H.muhkam mutashabih serta pembahasan lainnya B. A. H. Bandung: Pustaka Setia. Surabaya. 2009) PENGERTIAN ULUMUL QUR'AN A. Abdul.cara pembaca.

hendaknya memperhatikan ungkapan-ungkspan dengan benar dan tidak berlebihan Macam-macam munasabah. Munasabah antara fashilah (pemisah)dan isi ayat 7. Munasabah antar bagian suatu ayat 4. Mengidentifikasi pelaku yang menyebabkan turunnya ayat al-qur‟an. Menurut Az-zargani Asbabuan-nuzul adalah sesuatu yang terjadi serta hubungan dengan turunya ayat Al-qur‟an yang berfungsi sebagai penjelas hukum pada saat peristiwa itu terjadi. Di dalamnya terdapat sajadah b.tulang dan sebagainya C. membuktikan dengan pasti bahwa al-qur‟an turun dari allah yang maha bijaksana Penulisan al-qur‟an pada masa Abu Bakar termotivasi karena kekwatiran sirnanya al-qur‟an dengan syahitnya beberapa penghapal Al-qur‟an pada perang yamamah. MUNASABAH AL QUR’AN Menurut Manna Al-qathan munasabah adalah sisi keterikatan antara beberapa ungkapan di dalam satu ayat. 2. Ayat-ayatnya dimulai dengan kalla . 4. Munasabah antar surat dengan surat sebelumnya: berfungsi sebagai menyempurnakan surat sebelumnya 2.Ayat-ayat yang turun setelah peristiwa hijrah di sebut Madaniyyah walaupun turun di Mekkah atau Arafah.” Ciri-ciri spesifik makiyah dan madaniyah 1.3. 5. Makiyah a. AsSuyuti menjelaskan langkah-langkah yang diperhatikan dalam menemukan munasabah yaitu: a. Munasabah antara awal surat dengan akhir surat yang sama 8. Membantu dan memahami sekaligus mengatasi ketidak pastian dalam menangkap pesan ayat-ayat Al-qur‟an. Memudahkan untuk dihafal dan difahami 4. Menentukan tingkatan uraian-uraian itu apakah ada hubungannya atau tidak d. D.atau antar ayat pada beberapa ayat atau antar surat dalam al-qur‟an.Madaniyah adalah ayat-ayat yang diturunkan sesudah Rasulullah hijrah ke Madinah. Abu bakar melakukan pengumpulan al-qur‟an dengan mengumpulkan al-qur‟an yang terpencar-pencar pada pelepah kurma. 1. Memperhatikan uraian ayat-ayat yang sesuai dengan tujuan yang dibahas dalam surat c. Munasabah antara nama surat dan tujuan turunya 3.Menurut Az-zargani urgensi asbab an-nuzul dalam mmahami Al-qur‟an adalah 1. ASBAB AN-NUZUL Ungkapan asbab-nuzul merupakan bentuk idhofah dari asbab dan nuzul. Secara etimologi artinya sebab-sebab yang melatar belakangi terjadinya sesuatu. Munasabah antara suatu kelompok ayat dengan kelompok ayat disampingnya 6.kendatipun bukan turun di madinah. Mengatasi keraguan ayat yang diduga mengandung pengertian umum. Dalam mengambil keputusan.kendatipun bukan turun di Mekkah .kulit. Memudahkan untuk menghapal dan memahami ayat serta untuk memantapkan wahyu ke dalam hati orang yang mendengarnya. mengikuti setiap kejadian yang menyebabkan turunya ayat-ayat al-qur‟an dan melakukan penahapan dalam penetapan syari‟at 5. Mengkhususkan hukum yang terkandung dalam ayat al-qur‟an bagi ulama yang berpendapat bahwa yang menjadi pegangan adalah sebab yang bersifat kusus. Memperhatikan tujuan pembahasan suatu surat yang menjadi objek pencarian b. MAKIYAH DAN MADANIYAH “Makiyah ialah ayat – ayat yang diturunkan sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah. Munasabah antara penutup suatu surat dengan awal surat berikutnya E. Munasabah antar ayat yang letaknya berdampingan 5. 3.

Qiro‟at Sab‟ah ( Qiro‟at tujuh ) adalah imam-imam qiro‟at ada tujuh orang. Pengertian Al-Quran Secara Etimologi ( Bahasa ) . Ayatnya mengandung tema kisah para nabi dan umat. Mengandung ketentuan-ketentuan faroid dan hadd b.154 H ) dari Irak e. Qiro‟ah ahad yaitu memiliki sanad sahih tapi menyalahi tulisan mushaf usmani dan kaidah bahasa Arab 4.c. yaitu: a. „Abdullah bin Katsir Ad-Dari (w. Qiro‟ah Mutawwatir yaitu qiro‟ah yang disampakan kelompok orang yang sanatnya tidak berbuat dusta 2. Memberikan pemahaman abstrak Illahi kepada manusia melalui pengalaman inderawi yang biasa disaksikannya. Ayatnya dimulai dengan huruf terpotong. Macam-macam qiro‟at: 1. Abu Amar (w.118 H ) dari Syam d. Qiro‟ah yang menyerupai hadist mudroj (sisipan) 2.dari madinah c. Qiro‟ah Maudhu yaitu palsu 5.potong seperti alif lam mim dan sebagainya 2. Qiro‟ah Mashur yaitu qiro‟ah yang memiliki sanad sahih dan mutawatir 3. Pengertian Al-Quran 1. kalaf bin hisyam 3. b. „Abdullah Al-yashibi (w. Teguran bagi orang-orang yang mengotak atik ayat mutasabih. Madaniyah a. kedatangan dajjal. 2. QIRO’AT AL-QUR’AN Qiro‟at adalah ilmu yng mempelajari cara-cara mengucapkan kata-kata al-qur‟an dan perbedaan-perbedaannya dengan cara menisbatkan kepada penukilnya.127 H ) 2. Hamzah (w.umat terdahulu e.120 H ) dari Mekkah. muhammad bin abdul rohman.188 ) g. Mengandung uraian tentang perdebatan dengan ahli kitab F. Dari segi kualitas qiro‟ah dapat dibagi menjadi 1. Dimulai dengan ya-ayuha an-nas d. Memperlihatkan kelemahan akal manusia. Ya‟kub (w. 3. Qiro‟ah Asyiroh adalah qiro‟ah sab‟ah ditambah dengan 3 imam yaitu: Abu Ja‟far.169 H ).205 H ) dari Irak f. Mengandung sindiran-sindiran terhadap kaum munafikkecuali surat al-ankabut c. „Ashim (w. Qiro‟ah Arba Asyiroh (qiro‟ah empat belas) yaitu qiro‟ah sepuluh ditambah dengan 4 imam yaitu Al-hasan al basri.Abu fajr muhammad bin ahmad. MUHKAM DAN MUTASYABIH Ayat-ayat muhkam adalah ayat yang maksudnya dapat diketahui dengan gamblang baik melalui ta‟wil ataupun tidak Ayat mutasyabih adalah ayat yang maksudnya dapat diketahui Allah seperti kedatangan kedatangan hari kiamat. Ayatnya berbicara tentang kisah nabi Adam dan Idris kecuali surat al-baqoroh f.yahya bin mubarok. Hikmah keberadaan ayat mutasabih dalam Al-qur‟an adalah: 1. G. Ya‟kub bin Ishaq. Nafi‟ bin „Abdurrahman bin Abu Na‟im (w . SEJARAH TURUN DAN PENULISAN AL-QURAN A. Qiroah Syadz Yaitu menyimpang 6.

Pengertian Al-Quran Secara Terminologi ( istilah ) a. bahkaan satu surat Hikmah Diturunkan Al-Quran Secara Berangsur-Angsur Yaitu : a. Pendapat Lain Al-Quran adalah himpunan intisari kitab-kitab Allah yang lain bahkan seluruh ilmu yang ada 2.Quran turun sekaligus dari Allah ke Lukh mahfudh  Al.izzah (tempat yang berada dilangit dunia )  Al-Quran turun dari bait Al. Az-Zujaj Al-Quran merupakan nama bagi firman Allah yang diturunkan kepada Nabi yang menghimpun surat-surat .Jurajani : Al. diturunkan secara mutawatir dan ditulis pada mushaf 3.Quran turun dari laukh mahfudh ke bait Al. dan kisah-kisah. Memadukan kebenaran dan keadilan g. Menciptakan persatuan dan kesatuan antar semesta d. Membasmi kemiskinan lahir batin f. Berpikir dan bekerja sama e. Membersihkan akal dan menyucikan jiwa dari syirik dan memantapkan b. Mengajarkan kemanusiaan yang adil dan beradap c. dua ayat. Manna al-Qatthan : Al-Quran adalah kiatb ynag diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW dan orang yang membacanya akan memperoleh pahala c. Pakar Ushul Fiqh. Menekankan peranan ilmu dan teknologi h.izzah ke hati Nabi melalui perantara Jibril dengan berangsurangsur. d. b. Hikmah Di Wahyukan Al-Quran Seacara Berangsur. dan Bahasa Arab : Al-Quran adalah kitab yang diturunkan kepada Nabi Nya. Abu Syahbah : Al-Quran adalah kitab yang diturunkan baik lafaz atau makna kepada Nabi terakhir.Quran merupakan nama bagi firman Allah yang diturunkan kepada Nabi kita Muhammada SAW. Menentang dan melemahkan para penantang Al-Quran . Al.Farra Al-Quran dalah kumpulan yang terdiri atas ayat-ayat yang saling menguatkan dan dan terdapat klemiripan antara yang satu dengan yang lainnya e. kadang satu ayat.Quran adalah kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw ditulis dalam mushaf dan diriwayatkan secara mutawatir tanpa keraguan b. juga perintah dan larangan atau menghimpun intisari kitab-kitab suci sebelumnya. lafaznya dengan mengandung mukjizat .a. Al. Al-Lihyani Al. Memantapkan Hati Nabi b. Wawasan Al-Quran B. dari 17 Ramazan tahun 41 dari kelahiran Nabi sampai 9 Zulhijjah Haji wada`tahun 63 dari kelahiran Nabi atau 10 H Al-Quran turun melalui tiga tahap Yaitu:  Al. membacannya mepunyai nilai ibadah. diriwayatkan secara mutawatir (penuh kepastian dan keyakinan) Ditulis pada mushaf dari surah Al.Fatihah sampai surah An-Nas. d. Al-asya`ri Al-Quran adalah kumpulan yang terdiri atas ayat-ayat yangsaling menguatkan dan terdapat kepemimpinan antara ayat satu dengan ayat lainnya. Tujuan Al-Quran a.Angsur Al-Quran turun selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. c.

Tsaqafi Penyempurnaan mushaf Usmani pada sebelas tempat yang memudahkan pembaca mushaf Orang yang pertama kali meletakkan tanda titik pada mushaf Usmani . tulang-belulang. Membukukan hafalan yang telah dilakukan oleh Nabi dan para Sahabat 2. Abdullah bin Zubair. alKhalid bin Ahmad Al. Usaha pengumpulan tersebut selesai dalam waktu ± 1 tahun yaitu pada 13 H. Usaha pengumpulan ini dilakukan setelah terjadi perang Yamamah pada 12 H yang telah menggugurkan nyawa70 orang penghafal Al-Quran . sehingga orang non arab yang memeluk islam merasa kesulitan membaca mushaf tersebut Oleh karena itu pada masa khalifah Abd Al-Malik ( 685-705 ) dilakukan penyempurnaan oleh dua tokoh berikut : 1. maka dipercayakan Zaid bin tsabit untuk mengumpulkan wahyu tersebut. Orang yang melakukan resensi Al-Quran adalah . Memudahkan untuk di hafal dan di pahami d. Membuktikan dengan pasti bahwa AL-Quran turun dari Allah yang Maha Bijaksana C. Dengan demikian suatu naskah absah Al-Quran yang disebut Mushaf Usmani telah diterapakan dan salinan nya di bagi beberapa wilayah utama daerah islam E. Mempersentasikan wahyu dengan cara yang paling sempurna D.Harish .. PENYEMPURNAAN PENULISAN AL-QURAN SETELAH MASA KHALIFAH Mushaf yang ditulis pada masa khalifah Usman tidak memiliki harakat dan tanda titik. PENULISAN AL-QURAN PADA MASA KHULAURRASYIDIN Pada masa Khalifah Abu Bakar beliau memerintahkan untuk mengumpulkan wahyu-wahyu yang tersebar. Mengikuti setiap kejadian ( yang menyebabkan turunnya Al-Quran ) e.c. Factor yang mendorong penulisan Al-Quran pada masa Nabi yaitu : 1. Pertama kali di cetak di Bundukiyyah pada 1530 M . Zaid bin Tsabit. pelepah kurma. Nashr Bin Asyim Al-Laits Orang yang pertama kali meletakkan hamzah . Sekretaris Pribadi Nabi yang bertugas mencatat wahyu yaitu Abu Bakar. dan batu. Mereka menggunakan alat tulis sederhana yaitu lontaran kayu. Al-Hajjad bin yusuf Ats. Akibat peristiwa tersebut . Akibat dari kekhawatiran atas kelestarian Al-Quran . Said bin Alsh dan Abdurrahman bin Al. tasdid. Khalid Bin Walid dan Mua`wiyah Bin Abi Sofyan. kedalam satu mushaf. Umar bin Kahtab. Ubaidilllah bin ziyad Melebih kan Alif sebagai pengganti dari huruf yang di nuang 2. Yahya Bin Ya`Mar. Abu Al-Aswad AdDu`Ali . PENULISAN AL-QURAN PADA MASA NABI Pada masa Nabi wahyu yang diturnakan oleh Allah kepadanya tidak hanya di eksprersikan dalam betuk hafalan tapi juga dalam bentuk tulisan .Farahidi Al-Azdi Proses pencetakan Al-Quran 1. Kemudian pada masa khalifah Usman bin Affan terjadi perselisihan paham tentang perbedaan cara baca Al-Quran yang sudah berada pada titik yang menyebabkab umat islam saling menyalahkan yang pada akhirnya menyebabkan perselisihan . arrum dan Al-Isyamah adalah . timbul lah inisiatif khaalifah Usman untuk mengumpulkan Al-Quran.

KESIMPULAN Al-Quran adalah kalam Allah yang di turunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang menghimpun surat-surat. Subhi shalih Ia mengatakan ketika logisan Rasm Usmani apabila disebut tauqifi karena rasm Usmani baru lahir pada masa Usman d. Perintah serta larangan . Menurut Al-Quran Tidak ada satu riwayat pun dari Nabi yang dapat di jadikan alasan untuk menjadikan Rasm Usmani sebagai Tauqifi c. kisah-kisah. Badal Pergantian e. KAITAN RASM AL-QURAN DENGAN QIRAAT Keberadaan rasm Usmani yang telah ber harakat dan bentuk itu ternyata masih membuka peluang untuk membaca nya dengan berbagai Qiraat terbukti dengan keragaman cara membacan Al-Quran seperti qiraat tujuh sepuluh dan qiraat empat belas. penulisan kata tersebut disunatkan dengan salah satu bunyinya 2. Hinkalman pada masa 1694 M di Hamburg ( jerman ) 3. Iran pada 1248 H / 1828 kota Taheran 7. Rasm Usmani bersifat tauqifi atau bukan merupakan Produk budaya manusia yang wajib di ikuti siapa saja ketika menulis Al-Quran b. Washal dan fashl ( Penyambungan dan pemisahan ) f. PENDAPAT TENTANG RASM AL-QURAN DAN KAITAN RASM AL-QURAN DAN QIRAAT 1. Jerman pada 1834 F. Tidak ada halangan untuk menyalahkan nya tatkala suatu generasi sepakat menggunakan cara tertentu untuk menulis Al-Quran A. Meracci pada 1698 M di paduoe 4. Istilah ini lahir bersamaan dengan mushaf Usman para ulama menetapkan Rasm Al-Quran terbagi atas enam yaitu : a. Terbit cetakan di Kazan 6. Ta`di Tabriz pada 1833 8. Maulaya Usman di sain Peter buorgh. PENGERTIAN . PENUTUP A. Uni Sovyet ( Label Islami ) 5. Kata yang dapat dibaca dua bunyi. atau menghimpun intisari kitab-kitab sebelumnya yang merupakan pedoman dan penerang bagi umat sedunia Al-Quran di turunkan secara berangsur.2. Pengertian Rasm Al-Quran Rasm Al-Quran adalah tata cara menuliskan Al-Quran yang di tetapkan pada masa khalifah Usman bin Affan .angsur mempunyai hikmah tersendiri yang antara . Al-Hamzah d. Rasm Usmani adalah kesepakatan cara baca penulisab yang disetujui Usman dan diterima umat. Pendapat Para Ulama a. Al-Hadzf Membuang atau menghilangkan atau menjadikan huruf b. RASM AL-QURAN . sehinmgga wajib di ikuti dan di taati siapa pun ketika menulis Al-Quran e. Ta`di leipez. Al-Jiyadah Penambahan c.

Tahap-tahap Al-Qur’an di turunakan Yang dimaksud dengan ― tahap-tahap turunnya Al-Qur‘an‖ ialah tertib dari fase-fase disampaikan kitab suci Al-Qur‘an. Khalid bin Al-Walid Mu`awiyah bin Abi Sofyan Orang menulis al-Quran pada masa Khulafaurrasyidin adalah Zaid bin stabit. Rasm al-quran adalah tata cara penulisan Al-Quran yang ditetapkan pada masa khalifah Usman bin Affan DAFTAR PUSTAKA Rosihon Anwar. mulai dari sisi Allah hingga langsung kepada Nabi Muhammad SAW. yaitu menetapkan / memantapkan / memberitahukan /menyampaikan Al-Qur‘an.Shalih Subhi.1990. Orang yang menulis Al-Quran pada masa Nabi adalah Abu Bakar. Abban bin Said . maupun kepada Nabi Muhammad SAW. 2004. sehingga betul-betul menunjukkan kemukjizatannya. Pengertian Nuzulul Qur’an (Turunnya Al-Qur’an ) Menurut Jumhurul Ulama‘ arti Nuzulul Qur‘an itu secara hakiki tidak cocok untuk Al-Qur‘an sebagai kalam Allah yang berada pada dzat-Nya. Sa`id bin Ash. kitab suci ini tidak seperti kitab-kitab suci sebelumnya. Bandung : pustaka setia Al. ulumul Quran .lain adalah memantapkan hati Nabi dan menentang serta melemahkan para penantang AlQuran . Karena itu harus menggunakan arti majazi. Usman . Abdullah bin Zuabir. dan Abdurrahman bin al-Harist. B. Sebab kitab suci ini diturunkan secara bertahap. Ali. jakarta: Tim Pustaka SEJARAH TURUN DAN PENULISAN AL-QUR’AN BAB II PEMBAHASAN A. Umar. mabahis fi uluimil quran . . dengan memakai ungkapan ―diturunkan‖ menghendaki adanya materi kalimat atau lafal atau tulisan huruf yang riel yang harus diturunkan. baik di sampaikan Al-Qur‘an itu ke Lauhil Mahfudz atau ke Baitul Izzah di langit dunia. Sebab . Allah SWT telah memberikan penghormatan kepada Al-Qur‘an dengan membuat turnnya tiga tahap.

S.” (Q. Dan membuktikan kebesaran kekuasaan Allah SWT dan keluasaan ilmunya serta kekuatan kehendak dan kebijaksanaa-Nya 2. dalam Lauhul Mahfudz Al-Qur‘an berupa kumpualn lengkap tidak terpisah-pisah. ‫نزل بو الروح االمين‬ . al-baqoroh:99) ‫ على قلبك لتكون من المنذربن‬. Hikmah dari Tanazul tahap pertama ini adalah seperti hikmah dari eksistensi Lauhul Mahfudz itu sendiridan fungsinya sebagai tempat catatan umum dari segala hal yang ditentukan dan diputuskan Allah dari segala makhluq alam dan semua kejadian. Dalilnya ayat Al-Qur‘an antara lain: ‫ولقد أنزلناه إليك ايت بينت‬ Artinya: dan sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas.‫ في لوح محفوظ‬. (QS. tahap ketiga. ‫بل ىو قرأن مجيد‬ Artinya: bahkan yang di dustakan itu ialah Al-Qur’an yang mulia. Tahap Pertama Turun Di Lauh Mahfudz ( ‫)اللوح المحفوظ‬ sebagaimana dalm firman allah: . Al-Qur‘an disampaikan langsung kepada Nabi Muhammad. Tahap Kedua Di Baitul Izzah ( ‫)بيت العزة‬ yaitu tempat mulia di langit yaitu langit pertama. Artinya. Ad-dukhan: 3) Ayat tersebut menunjukkan turunnya Al-Qur‘an tahap kedua ini dan cara turunnya. yang tersimpan di Lauhul Mahfudz ( QS. Al-Buruj 21). yaitu secara sekaligus turun seluruh isi al-qur‘an dari lauhul mahfudz ke baitul izzah. maupun dari balik tabir.1. atau langit yang terdekat dengan bumi. Al-Qur‘an turun dari dari Baitul Izzah di langit dunia langsung kepada nabi Muhammad. baik melalui perantara Malaikat Jibril ataupun secara langsung ke dalam hati sanubari nabi Muhammad SAW. Berdasarkan firman allah: ٍ‫ك‬ ٍ ‫ِنَّا أَنْزلْناَهُ فِى ل‬ ‫ة‬ ِِ ِ ِ‫إ‬ َ‫ار‬ ْ َ ِِ ُ ‫َي لَة‬ َ َ‫مب‬ Artinya: sesungguhanya kami menurunkannya (al-qur’an )pada suatu malam yang diberkahi. sebelum di sampaikan ke nabi Muhammad SAW 3. Wujudnya Al-Qur‘an di Lauhu Mahfudz adalah dalam suatu cara dan tempat yang tidak bisa diketahui kecuali oleh Allah sendiri.

Ayat yang pertama kali turun adalah 1-5 surah al-alaq: ‫ علم اإلنسان مالم يعلم‬. sewaktu beliau sedang berkhalwat (meditasi ) di dalam gua hira‘ di atas Jabal Nur. ‫ الذى علم بالقلم‬.‫اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتى ورضيت لكم االسالم دينا‬ Artinya: pada hari ini telah ku-sempurnakan untukmu agamamu dan telah ku-cukupkan nikmat-ku kepadamu.773 ayat. Waktu turunya alqur’an Al-Qur‘an diturunkan secara berangsur-angsur berupa beberapa ayat dari sebuah surat atau sebuah surat ynag pendek secara lengkap.‫ إقراء وربك اآلكرم‬. Yaitu.‫خلق اإلنسان من علق‬. tanggal 17 Ramadhan pada waktu Nabi telah berusia 41 tahun bertepatan tanggal 6 Agustus 610 M. periodesasi turunya alqur’an Masa turunnya Al-Qur‘an sealam 22 tahun lebih tersebut terbagi dalam dua periode. Mengenai . Dan penyampaian Al-Qur‘an secara keseluruhan memakan waktu lebih kurang 23 tahun. 1. serta ku-ridhai bagimu Islam sebagai agamamu 2. yang menurut Ahli Tahkiq selama 12 tahun 5 bulan dan lebih 13 hari.Artinya: ia (al-qur’an ) dibawa turun oleh Ar-Ruhul Al-Amin (Jibril) kedalam hatimu (Muhammad)agar kamu menjadi salah seorang diantara orang-orang yang memberi peringatan. yakni 13 tahun waktu nabi masih tingggal di makkah sebelum hijrah dan 10 tahun waktu nabi hijrah ke madinah. Wahyu Ilahi yang diturunkan sebelum hijrah tersebut di sebut surat/ ayat makkiyah merupakan 19/30 dari Al-Qur‘an. Sejarah turunnya al-qur’an kepada nabi Muhammad SAW. yaitu ayat: . surat dan ayatnya pendek-pendek dan gaya bahasanya singkatpadat ( Ijaz ).‫إقراء با سم ربك الذى خلق‬ Sedangkan wahyu yang terakhir yang diterima Nabi Muhammad SAW adalah surat Al-Maidah:3. Periode pertama adalah Makkah. pada waktu nabi sedang berwukuf di Arafah melaukan Haji Wada‘pada tanggal 9 Dzul hijjah 10 H.S. sebagai berikut: a. karena sasaran pertama dan utama pada periode ini adalah orang-orang arab asli ( Suku Quraisy )yang sudah tentu paham benar akan bahasa Arab. Sedangka permulaan turunya Al-Qur‘an adalah pada malam lailatul qadar. asy-syu‘ara: 193-194) C. Dan terdiri dari 90 surah yang mencakup 4.” (Q.

membuat kegembiraan yang memenuhi hati nabi. karena sasarannya bukan hanya orang-orang arab asli. disamping mempermudah hafalan dan pemahaman Al-Qur‘an bagi orang arab agar kaum Muslimin menengok kepada kesalahan mereka yang perlu diperbaiki serta menunjukkan kebenaran kepada mereka. Selam 9 tahun 9 bulan lebih 9 hari. b. yang terdiri dari 24 surah yang meliputi 1463 ayat. Sejarah penulisan Al-Qur’an Penulisan/penghimpunan Al-Qur‘an mengalami 3 ( tiga ) periode yaitu: 1. surat dan ayatnya panjang-panjang dan gaya bahasanya panjang lebar dan lebih jelas ( Ithnab ). Hikmah dan rahasia al-qur’an diturunkan berangsur-angsur 1) Memperkuat dan memperkokoh hati Nabi Muhammad SAW karena turunnya wahyu baru. Yaitu. wahyu Ilahi yang turun sesudah hijrah disebut surat/ayat Madaniyyah dan merupakan 11/30 dari Al-Qur‘an. penulisan Al-Qur’an pada periode Nabi Muhammad SAW . E. Periode kedua adalah periode Madinah. D.isi surat/ayat Makkiyah pada umumnya berupa ajakan untuk bertauhid yang murni atau ketuhanan yang Maha Esa secara murni dan juga tentang pembinaan mental dan akhlaq. peristiwa dan kejadian kejadian. melainkanjuga non arab dari berbagai bangsa yang telah mulai masuk islam dan sudah tentu mereka belum menguasai bahasa arab. Mengenai isi surat/ayat Madaniyyah pada umumnya berupa norma-norma hukum untuk pembentukan dan pembinaan suatu masyarakat / umat islam dan Negara yang adil dan makmur yang diridhai Allah SWT. 5) Turun berangsur-angsur dalam beberapa masa. 2) Bertahap dalam mendidik umat yang sedang tumbuh baik dengan Ilmy maupun dengan Amaly. mempermudah dalam menghafal. 4) Menunjukkan bahwa sumber Al-Qur‘an adalah Kalam Allah SWT sendiri. memahami dan hikmahnya yang di dalamnya memperkuat perkara yang haq dan membatalkan perkara yang batal. 3) Bertahap dalam menanamkan keyakinan dan ibadah yang benar serta budi pekerti yang luhur. sejalan dengan situasi.

. ialah: 1. tulang. Ayat-ayat yang dihafal oleh para sahabat yang Hafidz Al-Qur‘an. Ubay Bin Ka‘ab Dan Khalid Bin Walid. pelepah kurma dan sebagainya. Zaid Bin Tsabit. Para penulis wahyu itu diperinatah Nabi untuk menuliskan setiap wahyu yang diterimanya dan meletakkan urut-urutanya sesuai dengan petunjuk nabi berdasarkan petunjuk tuhan lewat Jibril. Ayat-ayat Al-Qur‘an yang ditulis di hadapan nabi dan di simapn di rumah Nabi Muhammad SAW.Nabi menunjuk beberapa sahabat yang pandai tulis baca sebagai penulis Wahyu. Ide sahabat Umar di terima oleh Abu Bakar. kemudian ia memerintahkan Kepada Zaid Bin Tsabit agar segera menghimpun ayat-ayat AlQur‘an dalam satu mushaf/suhuf Zaid sangat berhati-hati dalam menjalankan tugas ini. Mu‘awiyah. karena kawatir kehilangan sebagian Al-Qur‘an dengan wafatnya sebagian para penghafalnya. Semuanya itu disimpan di rumah Nabi dalam keadaan terpencar-pencar ayatnya belum dihimpun dalam suatu Mushaf Al-Qur‘an. maka semuanya itu menjamin Al-Qur‘an tetap terpelihara secara lengkap dan murni. 2. terjadilah gerakan pembangkangan membayar zakat dan gerakan keluar dari agama islam (Murtad) dibawah pimpinan Musailamah. antara lain empat sahabat nabi yang terkemuka. dan diperkuat dengan naskah-naskah AlQur‘an yang dibuat oleh para penulis untuk pribadi masing-masing serta ditunjang oleh hafalan para sahabat yang Hafidz Al-Qur‘an yang tidak sedikit jumlahnya. Gerakan ini segera di tindak Oleh Abu Bakar dengan mengirimkan pasukan di bawah Khalid Bin Walid. ia berpegangan pada dua hal. Terjadilah clash fisik di Yamamah yang menimbulkan banyak korban di kalangan Islam termasuk 70 sahabat yang Hafidz Al-Qur‘an terbunuh sebagai Syuhada‘ Peristiwa itu mendorong umar untuk menyarankan kepada Khalifah segera menghimpun ayat-ayat Al-Qur‘an dalam satu mushaf. kulit binatang. Penulisan Al-Qur’an pada periode Khalifah Abu Bakar Setelah Nabi wafat dan Abu Bakar diangkat sebagai Khalifah. Dan kemudian Nabi bersabda: ‫كذا‬ ‫ضعوا ىذه السورة فى الموضع الذي يذكر فيو كذا ر‬ Artinya: “letakkan surat ini pada tempat yang disebutkan didalamnya ungkapan ini dan itu” Kemudian ayat-ayat Al-Qur‘an yang telah ditulis dihadapan Nabi di atas benda-benda yang bermacam-macam antara lain batu. 2.

yakni antara sesudah terjadi perang Yamamah dan sebelum Abu Bakar wafat. Khalifah Utsman dapat menerima ide Hudzaifah. . 3. Panitia ini diketuai oleh Zaid dan bertugas menyalin Al-Qur‘an yang disimapn oleh Hafsah.. bisa menggganggu persatuan dan kesatuan umat Islam. suhufnya di ambil oleh Marwan dan kemudian dibakarnya. mushaf Hafsah yang dipinjamnya dikembalikan ke Hafsah. Marwan Bin Al-Hakam seoarang Khalifah Bani Umayyah. Tindakannya terpaksa dilakukan.Zaid tidak mau menerima tulisan ayat-ayat Al-Qur‘an kecuali kalau disaksikan dengan dua orang saksi yang adil bahwa ayat itu benar-benar ditulis dihadapan Nabi atas perintah/ petunjuknya. Setelah panitia Zaid berhasil melaksanakan tugasnya. demi untuk menagamankan keseragaman mushaf Al-Qur‘an yang telah diusahakan oleh Khlaifah Utsman. yakni: Zaid Bin Tsabit. Karena itu sahabat Hudzaifah menyarankan kepada khalifah agar berusaha mengusahakan keseragaman bacaaan Al-Qur‘an. Penulisan/ penghimpunan Al-Qur’an periode Khalifah Utsman Bin Affan Pada masa pemerintahan Utsman. kemudian membentuk panitia terdiri dari empat orang. jika masih terdapat dua macam naskah (Suhuf Hafsah dan Mushaf Utsman). Baru setelah hafsah wafat. Tugas penulisan ini oleh zaid dapat di laksanakan dalam waktu kurang lebih 1 (satu) tahun. sebab suhuf Hafsah ini di pandang sebagai naskah AlQur‘an standart. pernah meminta Hafsah agar suhufnya dibakar. tetappi ditolak oleh Hafsah. Mushaf karya Zaid Bin Tsabit ini kemudian disimpan oleh Abu Bakar dan kemudian Umar setelah Abu Bakar wafat. terjadilah perbedaan bacaan Al-Qur‘an di kalangan umat islam dan kalau dibiarkan. dengan pertimbangan bahwa Hafsah adalah istri nabi yang hafidz Al-Qur‘an dan pandai baca tulis. Panitia Zaid diperintah menyalin suhuf Hafsah dalam jumlah beberapa buah untuk dikirimkan ke beberapa daerah Islam disertai intruksi bahwa semua suhuf yang berbeda dengan Mushaf Utsman yang terkirim itu harus di musnahkan / dibakar. Kemudian disimpan hafsah setelah Umar mangkat atas pesan Umar. Abdullah Bin Al-Zubair Dan Abdurrahman Bin Harits Bin Hisyam. dan lagi untuk menghindari keragu-raguan umat Islam di masa yang akan dating terhadap mushaf Al-Qur‘an. Sai‘id Bin Al-Ash.

tanggal 17 Ramadhan pada waktu Nabi telah berusia 41 tahun bertepatan tanggal 6 Agustus 610 M. dan sejarah penulisan Al-Qur‘an yang begitu panjang prosesnya. Sedangka permulaan turunya Al-Qur‘an adalah pada malam Lailatul Qadar. 1980 . Pengantar Ulumul Quran. Dan penyampaian Al-Qur‘an secara keseluruhan memakan waktu lebih kurang 23 tahun. yakni 13 tahun waktu nabi masih tingggal di makkah sebelum hijrah dan 10 tahun waktu nabi hijrah ke madinah. tahap-tahap turunnya Al-Qur‘an‖ ialah tertib dari fase-fase disampaikan kitab suci AlQur‘an. Amin… DAFTAR PUSTAKA . Bina Ilmu. sehingga kita akan selamat di Dunia maupun di Akherat kelak. Dan kita mau mengamalkan apa yang di perintahkan dalam AlQur‘an dan meninggalkan apa yang dilarang oleh Al-Qur‘an.Masjfuk Zuhdi. sewaktu beliau sedang berkhalwat (meditasi ) di dalam gua hira‘ di atas Jabal Nur. semoga menimbulkan keteb alan iman kita terhadap Al-Qur‘an. Al-Qur‘an diturunkan secara berangsur-angsur berupa beberapa ayat dari sebuah surat atau sebuah surat ynag pendek secara lengkap. Surabaya. PT. sehingga betul-betul menunjukkan kemukjizatannya. maupun kepada Nabi Muhammad.Drs.BAB III PENUTUP KESIMPULAN Pengertian turunnya alqur‘an ialah menetapkan / memantapkan / memberitahukan /menyampaikan Al-Qur‘an. mulai dari sisi Allah hingga langsung kepada Nabi Muhammad SAW. baik di sampaikan Al-Qur‘an itu ke Lauhil Mahfudz atau ke Baitul Izzah di langit dunia. Sebab kitab suci ini diturunkan secara bertahap. kitab suci ini tidak seperti kitab-kitab suci sebelumnya. Ayat yang pertama kali turun adalah 1-5 surah Al-Alaq: Sedangkan Penulisan/penghimpunan Al-Qur‘an mengalami 3 ( tiga ) periode yaitu: 1) penulisan Al-Qur’an pada periode Nabi Muhammad SAW 2) Penulisan Al-Qur’an pada periode Khalifah Abu Bakar 3) Penulisan/ penghimpunan Al-Qur’an periode Khalifah Utsman Bin Affan Setelah kita mengetahui dari sejarah turunnya al-qur‘an al-karim.

A.. perkembangan serta penulisan Al-Quran. sejarah turunnya Alquran. Bandung. 2003 . 2000 Pustaka Sejarah turun dan penulisan Al-quran Banyak sekali berbagai pendapat mengenai Alquran baik dari pengertian. Ag. masih banyak dari kalangan orang muslim yang belum mengerti dan paham mengenai Alquran. Selain itu juga. Bandung. Rumusan Masalah .Taufiqurrohman. H. H. Dari segi turunnya Alquran dan penulisan Alquran terdapat pula beberapa perbedaan pendapat para ahli. Surabaya. Abdul. 2001 . Dunia Ilmu. Setia. Ulumul Quran. Ag. Prof.Djalal. B.Adapun perbedaan itu dari segi pengertian Alquran. penulisan serta rasm Alquran dan sebagainya. penulis membatasi masalah yang akan dibahas yaitu mengenai Sejarah Turunnya Alquran dan Penulisan Alquran. Untuk lebih jelasnya. Drs. Studi Ulumul Quran Telaah Atas Mushaf Utsmani. Dr.Rosihan Anwar. M. A. Maka dari itu beberapa ahli membuat suatu kesepakatan mengenai ilmu (pembahasan) yang berkaitan dengan Alquran yang dinamakan dengan Ulumul Quran. Pembatasam Masalah Dalam pembuatan makalah tentang Ulumul Quran ini. M. maka akan diuraikan pada bab berikutnya. Pustaka Setia. Ulumul Quran.

Bagaimanakah proses penyempurnaan Alquran setelahnmasa khalifah? 6. Pengertian Al-Quran . Tujuan Makalah Sejarah Turunnya Alquran dan Penulisan Alquran ini ditulis dengan tujuan untuk memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah Alquran/ Ilmu Tafsir. Bagaimanakah pendapat beberapa ahli mengenai rasm Alquran? C. Hikmah dari diwahyukannya Alquran 3. Apa yang dimaksud dengan Alquran 2. Bagaimanakah proses penulisan Alquran pada masa Nabi? 4. Bagaimana proses penyempurnaan Alquran setelahnmasa khalifah 6. Bagaimana pendapat beberapa ahli mengenai rasm Alquran Bab II Pembahasan A. Apa hikmah dari diwahyukannya Alquran? 3. Bagaimana proses penulisan Alquran pada masa Nabi 4.1. Apa yang dimaksud dengan rasm Alquran? 7. Apa yang dimaksud dengan rasm Alquran 7. Bagaimana proses penulisan Alquran pada masa Khulafa’urasyidin 5. Bagaimanakah proses penulisan Alquran pada masa Khulafa’urasyidin? 5. serta sebagai bahan untuk mengetahui: 1. Apa yang dimaksud dengan Alquran? 2.

Al-Quran secra etimologi merupakan bentuk mashdar (Verbal noun) yang diartikan sebagai isim maf’ul yaitu Maqru’ berarti “yang dibaca”. B.‫)بل هو فرآن مجٌد‬ “Bahkan yang didustakan mereka ialah Al-Qur’an yang mulia. yang diturunkan secara mutawatir. Hikmah Diwahyukannya Al-Quran Secara Berangsur-angsur Quran diturunkan dalam tempo 22 tahun 2 bulan 22 hari. Menurut Al-Zarqani dalam manahil Al-irfan berpendapat bahwa proses turunnya Al-Quran terdiri atas tiga tahapan: 1. yaitu suatu tempatb yang merupakan catatan tentang segala ketentuan dan kepastian Alloh. mulai dari awal surat alfatihah dan diakhiri surat an-nas. Al-buruj ayat 21-22: 99-94 : ‫ فً لوح محفوظ (البروج‬. dan yang ditulis pada mushaf. Artinya: “Kalam Alloh yang diturunkan kepada nabi-Nya. membacanya mempunyai nilai ibadah. Al-Quran turun secara sekaligus dari Alloh Ke Lauh Al-Mahfuzh. yaitu mulai malam 17 Ramadhan tahun 41 dari kelahiran Nabi. Sedangkan menurut terminologi Al-Quran adalah: ‫ المكتوب فى المصاحف من أول سورة الفاتحة كالم هللا المنزل على نبٌه محمد صلى هللا علٌه وسلم المعجم بتالوته المنقول‬،‫بالتواتر‬ ‫إلى سورة الناس‬.S. atau Musytaq dari Alqara’in atau qarana. Q. Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa kata Quran adalah kata sifat dari Alqur’ berarti “mengumpulkan” (Al-jam’). yang lafadz-lafadznya mengandung mukjizat. sampai 9 Djulhijjah haji Wada’ tahun 63 dari kelahiran Nabi atau tahun 10 H. Muhammad. yang (tersimpan) dalam lauh al- .

2. Hal ini diisyaratjkan dalam Q. Perode kedua disebut periode Madaniyah. Asy-Syuaro ayat 193-195: 427 – 429 : ‫ بلسان عربً مبٌن (الشعراء‬.Al-Buruj : 21-22). Untuk meneguhakan hati Nabi Muhammad SAW . sebagaimana firman Alloh dalam surat Al-Qadar ayat 1: 4 : ‫)إن أنزلناه فى لٌلة القدر (القدر‬ ”Sesungguhnya Kami telah menurunkan-nya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan” 3. Hal ini menanadakan bahwa Al-Quran mempunyai hubungan dialektis dengan situasi dan tempat dimana ia diturunkan. yakni dari permulaan Rabiul awal tahun 54 dari kelahiran Nabi sampai 9 Djulhijjah tahun 63 dari ke. Masa turunnya Al-Quran dapat dibagi ke dalam dua periode.mahfuzh” (QS. yaitu 12 tahun 5 bulan 13 hari yaitu dari 17 Ramadhan tahun 41 dari kelahiran Nabi. Perode pertama disebut periode makiyah.‫)نزل به الروح األمٌن على قلبك لتكون من المنذري‬ “Dia dibawa turun oleh ar-ruh al-Amin (Jibril). yaitu ayat-ayat yang diturunkan ketika Nabi Muhammad masih bermukim di Mekah.S. dengan bahasa Arab yang jelas”. Di samping itu masih banyak pula hikmah yang terkandung dalam hal diturunkannya Al-Quran secara berangsur-angsur sebagai berikut: 1. ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang diantara orang yang memberi peringatan. Al-Quran diturunkan dari Bait Al-Izzah ke dalam hati Nabi dengan jalan berangsur-angsur sesuai dengan kebutuhan. Turunnya Al-Quran secara berangsur-angsur mempunyai hikmah dan faedah yang besar sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran surat Al-Furqon ayat 32.ahiran Nabi. Al-Quran diturunkan dari Lauh Al-Mahfuzh ke Bait Al-izzah( tampat yang berada di langit dunia). yaitu ayat-ayat yang diturunkan ketika Nabi Muhammad hijrah ke Madinah yaitu selama 9 tahun 9 bulan 9 hari.

Sebagai Mukjizat Mengingat banyaknya tantangan yang dihadapi Nabi dari kaum Al-Quran baik dari pertanyaan yang memojokkan turunnya wahyu yang berangsur-angsur itu tidak saja menjawab pertanyaan itu bahkan menantang mereka untuk membuat sesuatu yang serupa dengan Al-Quran 3. keadatangan wahyu tidak saja di ekspresikan dalam bentuk hafalan tetapi juga dalam bentuk tulisan. hendaklah ia menghapusnya” (HR. Khalid bin Al-walid. Penulisan Al-Quran pada Masa Nabi Pada masa nabi. 2. Barangsiapa telah menulis dariku selain al-Qur’an. Sekiranya Al-Quran turun sekaligus tentu sulit untuk memahami dan menghafal isinya. tulang belulang. Mereka menggunakan alat tulis sederhana dan berupa lontaran kayu. Muslim). 4. Untuk menerapkan hukum secara bertahap. nabi memiliki sekretaris pribadi yang khusus bertugas mencatat wahyu. dan batu. Utsman bin Afan. dan Muawiyyah bin Abi Sufyan. maka dengan turunnya Al-Quran secara berangsur-angsur maka akan memperkuat hati Nabi. Umar bin Khatab. kecuali Al-Qur’an. “Janganlah kamu menulis sesuatu yang berasal dariku. Sebagai bukti bahwa Al-Quaran adalah bukan rekayasa Nabi Muhammad atau manusia biasa meskipun rangkaian ayatnya turun selama 23 tahun tetapi sistematika dan kandungannya tetap konsisten.Mengingat watak keras masyarakat yamg dihadapi Nabi. Mereka adalah Abu Bakar. Untuk memudahkan hafalan dan pemahaman Al-Quran. pelepah kurma. Kegiatan tulis menulis Al-Quran tadi didasarkan pada hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Muslim: ‫ال تكتبوا نى شٌئا إال القرآن ومن كتب عنً سوى القرآن فلٌمحه‬. . Ali bin Abi tholib. 5. C. Abban bin sa’id.

Penulisan Al-Quran pada Masa Khulafa Al-Rasyidin Pada masa Abu Bakar As-siddiq Pada dasarnya. D. Hanya saja. Karena khawatir kelestarian Al-Quran hilang. Ia tidak menerima ayat yang hanya berdasarkan hafalan. 2.Diantara dfaktor yang mendorong penulisan Al-Quran pada masa nabi adalah: 1. tanpa didukungt tulisan. Zaid bin Tsabit salah seorang sekretaris Nabi yang muda dan pintar ditugaskan untuk melacak kembali al-Quran. Mempresentasikan wahyu dengan cara paling sempurna.Usaha pengumpulan Al-Quran yang dilakukan Abu Bakar terjadi setelah perang yamamah pada tahun 12 H. Siapa yang datang kepada kalian membawa catatan al-Qur’an degnan dua saksi. “Dudulah kalian di pintu masjid. pada saat itu surat-surat dan ayat-ayatnya ditulis dengan terpencar-pencar. . Sikap kehati-hatian Zaid dalam mengumpulkan Al-Quran atas dasar pesan Abu Bakar: ‫ فمن جاء كما بشاهدٌن على شًء من كتاب هللا فاكتباه‬،‫أقعدا على باب المسجد‬. Dalam melaksanakan tugasnya Zaid menetapkan kriteria yang ketat untuk setiap ayat yang dikumpulkannya. Mem-back up hafalan yang telah dilakukan oleh Nabi dan para sahabatnya. seluruh Al-Quran sudah ditulis pada wqktu Nabi masih ada. Dan orang yang pertama kali menyusunnya dalam suatu mushaf adalah Abu Bakar As-Siddiq. maka catatlah”.

papan. 643 H.). Demikian juga. Sahabat tertentu yang membawa ayat tertentu dapat diterima bila ayat yang disodorkan didukung dua hapalan dan atau tulisan sahabat Iainnya. sampaikalah (kepada zaid). Pemahaman Ibn Hajar tentang syahidain sedikit berbeda dengan apa yang ditangkap As-Sakhawi (w. atau keduanya daam bentuk tutisan. Di dalam menerangkan pengertian “dua saksi” riwayat ini. suatu hapalan ayat tertentu yang dibawa oleh sahabat tertentu baru bisa diterima bila dikuatkan oleh dua catatan dan atau hapalan sahabat Iainnya. syahidain (dua saksi) di sini tidak harus keduanya dalam bentuk hapalan.Riwayat yang berkaitan juga dikeluarkan Ibn Abi Dawud26melalui jalan Yahya bin Abdirrahman bin Hatib yang menceritakan bahwa Umar berkata: ‫من كان تلقى من رسول هللا صلى هللا علٌه وسلم شٌئا من القرآن فلٌأت به‬. Artinya: “siapa saja pernah mendenganr beberapa saja ayat AL-Qur’an dari rasulullah. Dan (pada waktu itu) para sahabat telah menulisnya pada subut. perlu disimak pendapat Ibn Hajar. Asy-Syakhawi memandang bahwa syahidain artinya catatan sahabat tertentu mengenai ayat tertentu. Zaid tidak menerima laporan ayat dari siapa pun sebelum diperkuat dua saksi. Ayat tertentu yang disodorkan sahabat dapat diterima jika memiliki dua saksi yang .‫وكانوا ٌكتبون ذلك فى الصحف واأللواح والعسب‬ ‫ٌشهد شهٌدان ال ٌقبل من أحد شٌئا حتى‬. Menurut tokoh hadis kenamaan ini. ‫ وكان‬. dan pelepah kurma.

‘Utsman memutuskan agar mushaf-mushaf yang beredar adalah mushaf yang memenuhi persyaratan berikut: a) Harus terbukti mutawatir. Sa’id bin Al-‘Ash. Satu prinsip yang mereka ikuti dalam menjalankan tugas ini adalah bahwa dalam kasus kesulitan bacaan. Pada masa Utsman bin Afan Selama pengiriman ekspedisi militer ke Armenia dan Azerbaijan. yang sering juga disebut mushaf ‘Utsmani. Sejumlah salinannya dibuat dan dibagikan ke pusat.memberikan kesaksman bahwa catatan itu memang ditulis di hadapan Nabi. tidak ditulis berdasarkan riwayat ahad. yaitu pada tahun 13 H. dan akhirnya menugaskan Zaid bin Tsabit “mengumpulkan” Al-Quran. .Bersama Zaid. dan Abd Ar-Rahman bin Al-Harits.harus dijadikan pilihan. dialek Quraisy-suku dari mana Nabi berasal. Setelah Abu Bakar wafat.pusat utama daerah Islam. Dengan demikian. yang sebagian direktut dari siria dan sebagian lain dari Irak. suatu naskah otoritatif (absah) Al-Quran. ikut bergabung tiga anggota yaitu: Abdullah bin Zubair. perselisihan tentang bacaan AlQuran muncul di kalangan tentara-tentara muslim. Pekerjaan yang dibebankan pada pundak Zaid dapat diselesaikan dalam waktu kurang lebih satu tahun. Khalifah berembuk dengan para sahabat senior Nabi. Perselisihan ini cukup serius sehingga Khudzaifah melaporkannya kepada khalifah Utsman (644-656) dan mendesaknya agar mengambil langkah guna mengakhiri perbedaan tersebut. mushaf itu disimpan Hafsa. suhuf-suhuf Al-Quran itu disimpan Khalifah Umar dan ketika Umar wafat. telah ditetapkan. bukan oleh Utsman bin Afan.

tulisanAl-Quran yang terpencar. c) Kronologi surat dan ayat seperti yang dikenal sekarang ini. e) Semua yang bukan termasuk Al-Quran dihilangkan. Perbedaan penulisan Al-Quran pada masa Abu Bakar dan pada masa Uesman dapat dilihat dari bagan berikut ini: Pada Masa Abu Bakar Pada Masa Utsman bin ‘Affan 1.pencar . Motivasi penulisannya adalah khawatir sirnanya Al-Quran dengan syahidnya beberapa Al-Quran pada Perang Yamamah. Abu Bakar melakukannya dengan mengumpulkan tulisan. berbeda dengan mushaf Abu Bakar yang susunan suratnya berbeda dengan mushaf ‘Utsmani.b) Mengabaikan ayat yang bacaannya dinasakh dan ayat tersebut tidak diyakini dibaca kembali dihadapan Nabi pada saat-saat terakhir. d) Sistem penulisa yang digunakan mushaf mampu mencakupi qira’at yang berbeda sesuai dengan lafadz-lafadz Al-Quran ketika turun. 2.

Namun demikian menurut Hasbi ash-Shiddiqiey pokok pembahasan ulumul qur’an mencakup beberapa persoalan saja. bacaannya. di antaranya: pertama. kemukjizatannya. dan sebagainya. makna AlQur’an yang berhubungan dengan lafal. Utsman melakukannya dengan enyederhanakan tulisan mushaf pada satu huruf dan tujuh huruf yang dengannya Al. ada’ul qira’ah (cara membaca Al-Qur’an). ilmu ukur. Kelima. sejarah pertumbuhan dan perkembangan Ulumul Quran ULUMUL QUR’AN Pengertian Ulumul Qur’an Kalimat Ulumul Qur‟an terdiri dari dua kata. tulang. nasikh dan mansukh. Ulumul Qur‟an adalah beberapa pembahasan yang berhubungan dengan Al-Qur’an dari segi turunnya. Keenam. Bahkan Al-Suyuthi memperluasnya dengan memasukkan astronomi. . dan sebagainya dalam pembahasan ulumul qur’an. penulisannya. kedokteran. persoalan sanad.pada pelepah kurma. ulum (bentuk jamak dari kata ilmun) dan Al-Qur‟an. Ruang Lingkup Pembahasan Ulumul Qur’an Adapun pembahasan Al-Qur’an mencakup segala macam ilmu yang berhubungan dengan Al-Qur’an. Kedua. penafsirannya. urut-urutannya. Motivasi penulisannya karena terjadinya banyak perselisihan di dalam cara membaca Al-Quran (qira’at). dan sebagainya. Keempat. Ketiga. 1. lafal AlQur’an. persoalan nuzul. Abd. ulumul Qur‟an berarti “ilmu-ilmu al-Qur‟an”. makna Al-Qur’an yang berhubungan dengan hukum.Quran turun Pengertian. baik dari segi keberadaannya maupun dari segi pemahaman terhadap petunjuk yang terkandung di dalamnya. Secara istilah adalah sekumpulan ilmu yang berhubungan dengan Al-Qur’an. pengumpulannya. merupakan Kitab Suci umat Islam yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw untuk menjadi pedoman hidup manusia. Azim al-Zarqani. secara bahasa. Menurut M. ruang lingkup. penolakan terhadap hal-hal yang bisa menimbulkan keraguan terhadapnya. 2.

yang dikenal dengan al-Sakhawiah. Muhammad ibn Khallaf ibn al-Mirzaban menulis kitab al-Hawi fi Ulumil Qur‟an. Pada masa khalifah Abu Bakar dan Umar. Di samping itu juga lahir ilmu amtsalul qur‟an antara lain yang dikarang al-Mawardi. ulumul qur’an belum dikenal sebagai ilmu yang berdiri sendiri dan dibukukan. Para Sahabat sedikit sekali yang pandai menulis. Para sahabat adalah orang Arab asli yang tahu betul struktur bahasa Arab yang tinggi dan apabila belum memahami Rasul akan menjelaskan maksudnya. qira‟ah. Abu Muhammad al-Qashab Muhammad ibn Ali al-Karkhi menulis Nuqatul Qur‟an ad-Dalalatu alal Bayani fi Anwa‟i Ulumi wal Ahkamil Munbiati an Ikhtilafil Anam. Adanya larangan menulis dari Rasul selain Al-Qur’an. Syu’bah Ibn Al-Hajjaj (w.160 H). fadla‟ilul qur‟an. Ali ibn Ibrahim ibn Sa’id al-Hufi menulis kitab al-Burhan fi Ulumil Qur‟an dan I‟rabul Qur‟an. Abu Bakar alSijistani menulis Gharibul Qur‟an. Pada abad ke-7 H. Abu Amr al-Dani menulis kitab at-Taisir fil Qiraatis Sab‟i dan al-Muhkamu fin Nuqath. 3. Pada Abad ke-3 H. Muhammad ibn Ayyub al-Dharis menulis tentang ilmu ma Nuzzila bi Makkata wa ma Nuzzila bil Madinati. Pada abad ke-5 H. Tokohnya. Al-Qur’an disampaikan melalui lesan. Abu Ubaid al-Qasim bin Salam menulis tentang nasikh mansukh.muncul beberapa tokoh yang ahli dalam ilmu qiraat. dilakukan kodifikasi dalam satu mushaf Imam. Sofyan Ibn Uyainah (w. Pada abad ke-6 H. Abu Syamah Abd Rahman ibn Ismail al-Maqdisi menulis kitab al-Mursyidul Wajiz fi ma Yata‟allaqu bil Qur‟anil Aziz. 198 H). 197 H). sebab: 1. Abu Bakar Muhammad ibn al-Qasim al-Anbari menulis kitab tentang Ajaibul Ulumil Qur‟an. Pada abad ke-4 H. Alamuddin al-Sakhawi menulis kitab Hidayatul Murtab fil Mutasyabihi. Sehingga Utsman dianggap meletakkan dasar ilmu rasmul qur‟an atau ilmu rasmil utsmani.Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangannya Pada masa Nabi dan Sahabat. Abu hasan al-Asy’ari menulis tentang al-Mukhtazan fi Ulumil Qur‟an. Muhammad ibn Ali al-Adfawi menulis tentang al-Istighna‟ fi Ulumil Qur‟an. Ibn Abd Salam yang dikenal dengan “al-Izz” mengarang kitab Majazul Qur‟an. Ali bin al-Madany menulis tentang kitab tentang Asbabun Nuzul. terjadi penyeragaman bacaan Al-Qur’an. 2. sehingga Ali dianggap perintis lahirnya ilmu nahwu dan I‟rabul Qur‟an. Pada masa Khalifah Ali. Pada abad ke-2 H. ulumul qur’an memasuki masa pembukuannya. lahir ilmu mubhamatul qur‟an yang dikarang oleh Abu al-Qasim Abd Rahman al-Suhaili. Waki’ Ibn Jarrah (w. . Para ulama menekankan perhatian kepada ilmu tafsir. Pada masa Khalifah Utsman. Sedangkan Ibn al-jauzi menulis kitab Fununul Afnan fi „Ajaibi Ulumil Qur‟an dan al-Mujtaba fi Ulumin Tata‟allaqu bil Qur‟an. lahirlah ilmu gharibil qur‟an dan beberapa kitab tentang ulumul qur’an.

orang yang pertama kali menggunakan istilah ulumul qur’an adalah Ibn al-Mirzaban. Untuk dapat memahami kalam Allah. perhatian ulama terhadap ulumul qur’an bangkit kembali seiring dengan kebangkitan perkembangan ilmu-ilmu agama lainnya. sejalan dengan penjelasan Rasulullah saw. . 2. 2. Badruddin Zarkasyi menyusun kitab al-Burhan fi Ulumil Qur‟an. Urgensi Mempelajari Ulumul Qur’an: 1. Jalaluddin al-Bulqini mengarang kitab Mawaqiul Ulumi min Mawaqi‟in Nujumi. Lahirnya Istilah Ulumul Qur’an Terdapat tiga pendapat tentang sejarah lahirnya istilah ulumul qur’an: 1. Ibn Abi al-Ishba’ menulis tentang Badail Qur‟an. Untuk mengetahui persyaratan dalam menafsirkan al-Qur’an. Istilah ulumul qur’an digunakan pertama kali pada abad ke-7 H. Menurut al-Zarqani berpendapat lahirnya istilah ulumul qur’an seiring dengan dikarangnya kitab al-Burhan fi Ulumil Qur‟an karya Ali ibn Ibrahim ibn Sa’id yang dikenal dengan sebutan al-Hufi. Berdasarkan ini istilah ulumul qur’an lahir pada abad ke-5 H. Muhammad Ibn Sulaiman al-Kafiaji menulis tentang At-Tafsir fi Qawaidit Tafsir. Pendapat ini berdasarkan kajiannya tentang kitab-kitab yang menggunakan istilah ulumul qur’an. 3. Pada abad ke-13 H. Pada abad ke-9 H. Jalaluddin as-Suyuthi menulis kitab At-Tahbir fi Ulumit Tafsir dan al-Itqan fi Ululmil Qur‟an. Ibn Qayyim menulis tentang Aqsamul Qur‟an. Untuk dapat mengetahui cara dan gaya yang digunakan para mufassir dalam menafsirkan alQur’an disertai penjelasan dari ahli tafsir ternama serta kelebihan-kelebihannya. dan tabi’in dari Nabi tentang kandungan al-Qur’an. 3. Setelah lahirnya karya monumental as-Suyuthi perkembangan ulumul qur’an mengalami kefakuman hingga abad 13. Najmuddin at-Tufi menulis Hujajul Qur‟an.Pada abad ke-8 H. serta pendapat yang dikutip sahabat. Menurutnya yang paling tua adalah kitab yang dikarang Ibn alMirzaban pada abad ke-3 H. Menurut Subhi as-Salih.

jika anda mempersilahkan orang lain memandangnya. Sejarah Pemeliharaan Al-Qur'an di Masa Rasulullah dan Para Khalifah Posted by Phenefendi on 7:10 AM Pada permulaan Islam bangsa Arab adalah satu bangsa yang buta huruf. biasanya menuliskannya pada benda apa saja yang bisa di tulisi. demikian kata Mohammed Arkoun. Bangsa Arab masih belum mengenal kertas seperti yang sekarang ini. amat sedikit di antara mereka yang pandai menulis dan membaca. Demikian seterusnya. ayat-ayatnya selalu terbuka (untuk interpretasi baru). Dan tidak mustahil. maka ia akan melihat lebih banyak ketimbang apa yang anda lihat. maknanya akan jelas di hadapan anda. tidak pernah pasti dan tertutup dalam interpretasi tunggal. (Abdullah Darraz dalam al-Naba’ al-Azhim) Al-Qur’an memberikan kemungkinan arti yang tidak terbatas … kesan yang diberikannya mengenai pemikiran dan penjelasan berada pada tingkat wujud mutlak… dengan demikian. . setiap sudutnya memancarkan cahaya yang berbeda dengan apa yang terpancar dari sudut-sudut lain. akan anda temukan pula makna-makna lain yang berbeda dengan makna-makna sebelumnya. jadi bagi mereka yang dapat menulis dan membaca. semuanya benar atau mungkin benar. sampai-sampai anda menemukan kalimat atau kata yang mempunyai arti bermacam-macam.Apabila anda membaca Al-Qur’an. Ayat-ayat Al-Qur’an bagaikan intan. Tetapi bila anda membacanya sekali lagi.

ulangan tersebut oleh Jibril sebanyak dua kali. bertambahlah keinginan untuk belajar menulis dan membaca. . Ubay bin Ka'ab. sekali dalam setahun. Selain itu. tidak ada satu ayatpun yang tidak dituliskan. Zaid bin Tsabit dan Mu'awiyah. yaitu Al-Qur'an saja yang boleh dituliskan. Karena itulah. yaitu: Hafalan dari mereka yang hafal Al-Qur'an. dan banyak yang hafal seluruh Al-Qur'an. dan mulai banyaklah yang menuliskan ayatayat yang diturunkan. orang-orang musyirin yang ditawan oleh Nabi dan tidak dapat menebus dirinya dengan uang. Larangan ini dengan maksud agar Al-Qur'an itu terpelihara. Kepandaian menulis dan membaca itu amat dihargai dan Nabi sangat gembira. masing-masing diharuskan mengajar sepuluh orang muslim untuk menulis dan membaca sebagai ganti tebusan. Dengan demikian terdapat 3 unsur yang dapat memelihara Al-Qur'an yang telah diturunkan. Pegangan mereka dalam memelihara dan meriwayatkan syair-syair dari para pujangga. Surat yang satu macam. Di tahun beliau wafat.w Walaupun bangsa Arab pada waktu itu masih buta huruf. beliau berkata: "Di Akhirat nanti tinta ulama-ulama itu akan ditimbang dengan darah syuhada" Pada perang Badar. dan diwajibkannya untuk dibaca ketika sedang melakukan Shalat. peristiwa-peristiwa yang terjadi dan lain sebagainya adalah dengan hafalan semata. jangan dicampur aduk dengan yang lainlain yang juga didengar dari Nabi. banyaklah orang yang hafal Al-Qur'an. Nabi sendiri mempunyai beberapa juru tulis yang bertugas menuliskan AlQuran untuk beliau. Selain itu. Pada waktu itu Nabi diperintah untuk mengulang memperdengarkan Al-Qur'an yang telah diturunkan. tetapi pandai menulis dan membaca. Naskah-naskah yang ditulis oleh Nabi Naskah-naskah yang ditulis oleh mereka yang pandai menulis dan membaca untuk mereka masingmasing. Diantaranya Ali bin Abi Thalib. Nabi menerangkan tertib urut ayat-ayat itu. pelapah kurma.a. selain dari Al-Qur'an. Nabi sendiripun sering mengadakan ulangan terhadap sahabat-sahabatnya di depan muka beliau untuk menetapkan atau membetulkan hafalan atau bacaan mereka. dan bertambah banyaklah mereka yang pandai menulis dan membaca. Karena hal inilah Nabi mengambil suatu cara praktis yang selaras dengan keadaan itu dalam menyiarkan dan memelihara Al-Qur'anul Karim. selalu dibaca. Utsman bin Affan. dan menuliskannya di batu. dan apa saja yang bisa dituliskan. kulit binatang. dihafal oleh ribuan manusia. Nabi menyuruh menghafalnya. Hadits atau pelajaran-pelajaran yang mereka dengar dari mulut Nabi dilarang untuk dituliskan.Masa Nabi Muhammad s. Nabi menganjurkan agar Al-Qur'an dihafal. Setiap ayat yang diturunkan. Nabi mengadakan peraturan. Jibril mengadakan ulangan (repetisi). tapi mereka mempunyai ingatan yang sangat kuat. Dengan cara demikian.

Ketika Nabi wafat, Al-Qur'an tersebut telah sempurna diturunkan dan telah dihafal oleh ribuan manusia, dan telah dituliskan semua ayat-ayatnya. Semua ayatnya telah disusun dengan tertib menurut urutan yang ditujikan sendiri oleh Nabi. Mereka telah mendengan Al-Qur'an itu dari mulut Nabi sendiri berkali-kali dalam Shalat, khutbah, dan pelajaran-pelajaran lainnya. Pendek kata Al-Qur'an tersebut telah terjaga dengan baik, dan Nabi telah menjalani satu cara yang sangat praktis untuk memelihara dan menyiarkan Al-Quran itu sesuai dengan keadaan bangsa Arab di waktu itu. Suatu hal yang menarik perhatian, ialah Nabi baru wafat dikala Al-Qur'an itu telah cukup diturunkan, dan Al-Qur'an itu sempurna diturunkan di waktu Nabi telah mendekati masanya untuk kembali ke hadirat Allah S.W.T. Hal ini bukan suatu kebetulan saja, tapi telah diatur oleh yang maha esa. Masa Abu Bakar r.a Setelah Rasulullah wafat, sahabat baik Anshar maupun Muhajirin sepakat mengangkat Abu Bakar menjadi Khalifah. Pada awal masa pemerintahannya banyak orang-orang Islam yang belum kuat imannya. Terutama di Nejed dan Yaman, banyak yang menjadi murtad, menolak membayar zakat, dan ada pula yang mengaku dirinya sebagai nabi. Hal ini dihadapi oleh Abu Bakar dengan tegas, sehingga ia berkata pada orang-orang tersebut "Demi Allah! Kalau mereka menolak untuk memnyerahkan seekor anak kambing sebagai zakat (seperti apa) yang pernah mereka serahkan kepada Rasulullah, niscaya aku akan memerangi mereka". Maka terjadilah peperangan yang hebat untuk menumpas orang-orang murtad dan pengikut nabi palsu tersebut. Diantara peperangan itu yang terkenal adalah peperangan Yamamah. Tentara Islam yang ikut banyak dari para sahabat yang menghafal Al-Qur'an. Dalam peperangan ini telah gugur 70 orang penghafal Al-Qur'an. Bahkan sebelumnya telah pula gugur hampir sebanyak itu penghafal Al-Qur'an lainnya. Oleh karena itu Umar bin Khathab khawatir akan gugurnya para sahabat penghafal Al-Qur'an yang masih hidup, maka ia datang kepada Abu Bakar memusyawaratkan hal tersebut. Umar berkata kepada Abu Bakar: "Dalam peperangan Yamamah para sahabat yang hafal Al-Qur'an telah banyak yang gugur. Saya khawatir akan gugurnya para sahabat yang lain dalam peperangan selanjutnya. Sehingga banyak ayat-ayat Al-Qur'an itu perlu dikumpulkan". Lalu Abu Bakar menjawab: "Mengapa aku akan melakukan sesuatu yang tidak diperbuat oleh Rasulullah?". Umar menegaskan: "Demi Allah! Ini adalah perbuatan yang baik". Dan ia berulang kali memberikan alasan-alasan kebaikannya tersebut, sehingga Allah membukakan hati Abu Bakar untuk menerima pendapat Umar tersebut. Kemudian Abu Bakar memanggil Zaid bin Tsabit dan berkata kepadanya: "Umar mengajakku mengumpulkan Al-Qur'an". Lalu diceritakannya segala pembicaraan yang terjadi antara dia dan Umar. Kemudian Abu Bakar berkata: "Engkau adalah seorang pemuda yang cerdas yang kupercayai sepenuhnya. Dan engkau adalah seorang penulis wahyu yang selalu disuruh oleh Rasulullah. Oleh karena itu maka kumpulkanlah ayat-ayat Al-Qur'an itu", Zaid menjawab "Demi Allah! Ini adalah pekerjaan yang berat bagiku. Seandainya aku diperintahkan untuk memindahkan sebuah bukit, maka hal itu tidaklah lebih berat bagiku daripada mengumpulkan Al-Qur'an yang engkau perintahkan itu". Dan ia berkata selanjutnya kepada Abu Bakar dan Umar: "Mengapa kalian melakukan sesuatu yang tidak diperbuat oleh Nabi?" Abu Bakar menjawab: "Demi Allah! Ini adalah perbuatan yang

baik". Ia lalu memberikan alasan-alasan kebiakan mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur'an itu, sehingga membukakan hati Zaid, kemudian ia mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur'an dari daun, pelepah kurma, batu, tanah keras, tulang unta ayau kambing dan dari sahabat-sahabat yang hafal Al-Qur'an. Dalam usaha mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur'an itu Zaid bin Tsabit bekerja amat teliti. Sekalipun beliau hafal Al-Qur'an seluruhnya, tetapi untuk kepentingan pengumpulan Al-Qur'an yang sangat penting bagi umat Islam itu, masih memandang perlu mencocokkan hafalan atau catatan sahabatsahabat yang lain dengan disaksikan oleh dua orang saksi. Dengan demikian Al-Qur'an seluruhnya telah ditulis oleh Zaid bin Tsabit dalam lembaran-lembaran yang diikat dengan benar, tersusun menurut urutan ayat-ayatnya sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Rasulullah, kemudian diserahkan kepada Abu Bakar. Mushaf ini tetap di tangan Abu Bakar sampai beliau wafat, kemudian dipindahkan ke rumah Umar bin Khatab dan tetap di sana selama pemerintahannya. Setelah beliau wafat, Mushaf itu dipindahkan ke rumah Hafsah, puteri Umar, istri Rasulullah sampai masa pengumpulan dan penyusunan Al-Qur'an di masa Khalifah Utsman. Membukukan Al-Qur'an di masa Utsman r.a. Di masa Khalifah Utsman bin Affan, pemerintahan mereka telah sampai ke Armenia dan Azarbaiyan di sebelah timur dan Tripoli di sebelah barat. Dengan demikian kelihatanlah bahwa kaum muslimin di waktu itu telah terpencar-pencar di Mesir, Syirtia, Irak, Persia dan Afrika. Kemanapun mereka pergi dan mereka tinggal, Al-Qur'an itu tetap menjadi Imam mereka, diantara mereka banyak yang menghafal Al-Qur'an itu. Pada mereka terdapat naskah-naskah Al-Qur'an, tetapi naskah-naskah yang mereka punya itu tidak sama susunan surat-suratnya. Terdapat juga perbedaan tentang bacaan AlQur'an tersebut. Asal mulanya perbedaan tersebut adalah karena Rasulullah sendiripun memberikan kelonggaran kepada kabilah-kabilah Arab yang berada di masanya untuk membaca dan melafazkan Al-Qur'an itu menurut dialek mereka masing-masing. Kelonggaran ini diberikan oleh Nabi supaya mereka menghafal Al-Qur'an. Tetapi kemudian terlihat tanda-tanda bahwa perbedaan tentang bacaan tersebut bila dibiarkan akan mendatangkan perselisihan dan perpecahan yang tidak diinginkan dalam kalangan kaum Muslimin. Orang yang pertama memperhatikan hal ini adalah seorang sahabat yang bernama Huzaifah bin Yaman. Ketika beliau ikut dalam pertempuran menaklukkan Armenia di Azerbaiyan, dalam perjalanan dia pernah mendengan pertikaian kaum Muslimin tentang bacaan beberapa ayat AlQur'an, dan pernah mendengan perkataan seorang Muslim kepada temannya: "Bacaan saya lebih baik dari bacaanmu". Keadaan ini mengagetkannya, maka pada waktu dia telah kembali ke Madinah, segera ditemuinya Utsman bin Affan, dan kepada beliau diceritakannya apa yang dilihatnya mengenai pertikaian kaum Muslimin tentang bacaan Al-Qur'an itu seraya berkata: "Susullah umat Islam itu sebelum mereka berselisih tentang Al-Kitab, sebagai perselisihan Yahudi dan Nasara(Nasrani)". Maka Khalifah Utsman bin Affan meminta Hafsah binti Umar lembaran-lembaran Al-Qur'an yang ditulis di masa Khalifah Abu Bakar yang di simpan olehnya untuk disalin. Oleh Utsman dibentuklah satu panitia yang terdiri dari Zaid bin Tszabit sebagai ketua, Abdullah bin Zubair, Sa'id bin 'Ash dan

Abdur Rahman bin Harits bin Hisyam. Tugas panitia ini adalah membukukan Al-Qur'an dengan menyalin dari lembaran-lembaran tersebut menjadi buku. Dalam pelaksanaan tugas ini, Utsman menasehatkan agar: Mengambil pedoman kepada bacaan mereka yang hafal Al-Qur'an. Bila ada pertikaian antara mereka tentang bahasa (bacaan), maka haruslah dituliskan menurut dialek suku Quraisy, sebab Al-Qur'an itu diturunkan menurut dialek mereka. Maka tugas tersebut dikerjakan oleh para panitia, dan setelah tugas selesai, maka lembaranlembaran Al-Qur'an yang dipinjam dari Hafsah itu dikembalikan kepadanya. Al-Qur'an yang telah dibukukan itu dinamai dengan "Al-Mushhaf", dan oleh panitia ditulis lima buah Al Mushhaf, Empat buah diantaranya dikirim ke Mekah, Syiria, Basrah dan Kufah, agar di tempattempat tersebut disalin pula dari masing-masing Mushhaf itu, dan satu buah ditinggalkan di Madinah, untuk Utsman sendiri, dan itulah yang dinamai dengan "Mushhaf Al Imam". Setelah itu Utsman memerintahkan mengumpulkan semua lembaran-lembaran yang bertuliskan AlQur'an yang ditulis sebelum itu dan membakarnya. Maka dari Mushhaf yang ditulis di zaman Utsman itulah kaum Muslimin di seluruh pelosok menyalin Al-Qur'an itu. Dengan demikian, maka pembukuan Al-Qur'an di masa Utsman memiliki faedah diantaranya: Menyatukan kaum Muslimin pada satu macam Mushhaf yang seragam ejaan tulisannya. Menyatukan bacaan, walaupun masih ada kelainan bacaan, tapi bacaan itu tidak berlawanan dengan ejaan Mushhaf-mushhaf Utsman. Sedangkan bacaan-bacaan yang tidak sesuai dengan ejaan Mushhaf-mushhaf Utsman tidak dibolehkan lagi. Menyatukan tertib susunan surat-surat, menurut tertib urut seperti pada Mushhaf-mushhaf sekarang. Di samping itu Nabi Muhammad s.a.w. sangat menganjurkan agar para sahabat menghafal ayat-ayat Al-Qur'an. Karena itu banyak sahabat-sahabat yang menghafalnya baik satu surat, ataupun seluruhnya. Kemudian di zaman tabi'ien, tabi'it, tabi'ien dan selanjutnya usaha-usaha menghafal AlQur'an ini dianjurkan dan diberi dorongan oleh para Khalifah sendiri. Pada zaman sekarang di Mesir, di sekolah-sekolah Awaliyah diwajibkan untuk menghafal Al-Qur'an bila mereka ingin menamatkan pelajaran sekolah awaliyah dan hendak meneruskan pelajarannya ke sekolah-sekolah mualimin, begitu juga di pesantren-pesantren di Indonesia, sehingga Al-Qur'an dapat dihafal oleh jutaan umat Islam di seluruh dunia. Dengan demikian terbuiktilah firman Allah:

"Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Qur'an, dan sesungguhnya Kami tetap memeliharanya" ( Surat (15) Al Hijr Ayat 9 )

Mengapa Alquran dibukukan kalau penghafal para wahyu dapat diandalkan dari zaman Nabi bahkan hingga sekarang?
 

2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan

Tari Putri

Jawaban Terbaik - Dipilih oleh Penanya
1. Karena AlQur'an mesti di sebar luaskan kepada bangsa lain yang non arab, pada saat itu ayat-ayat masih dalam hafalan para sahabat dan dalam dokumen-dokumen yang belum rapi. Setelah perang yamamah, banyak sahabat yang gugur dan sebagian besar penghafal Qur'an, maka Khalifah Abu bakar membentuk kepanitiaan yang dipimpin Zaid Ibn Tsabit dan beberapa sahabat besar lainnya, namanya ada dalam hadits semua. 2. Yang jelas ketuanya adalah Zaid bin tsabit yang memang sejak lama menjadi juru tulis bahkan sejak nabi masih hidup. Susunan kepanitiannya ada beberapa versi namun semuanya sepakat ketuanya adalah Zaid bin Tsabit, anggotanya dari kalangan Muhajirin dan Anshor dan penulisan di lakukan dalam Khot ( gaya tulisan ) Kufi, yang berangsur kemudian disempurnakan dengan tanda baca untuk memudahkan bangsa lain membaca. 3. Perdebatan terjadi apabila seseorang yang mengaku mendengar dan menghafalkan ayat tertentu tidak dapat membawakan saksi. Hal ini dapat diselesaikan dengan mengklarifikasikan bacaan dengan orang lain yang menghafal ayat yang sama. Perlu diingat seluruh panitia ini adalah Hufadz ( Penghafal ) dan hidup semasa Nabi masih ada. Ada pula perdebatan tentang dialek bahasa arabnya, namun jumhur sahabat menyepakati bahwa AlQur'an turun dalam dialek ( logat ) Quraisy sebagai logat Rasullullaah.SAW. Segala sesuatu diselesaikan dengan musyawarah. Mushaf pertama yang lengkap ada di masa khalifah Utsman, maka disebut Mushaf Utsmani. Salah satu yang asli ( dari 6 ) ada di musium Tasykent, maka Qur'an yang sekarang beredar bisa di cocokkan dengan yang original. 4. Tidak ada perbedaan... jika ada tentu saat ini bermunculan versi-versi AlQur'an... padahal membaca Qur'an 30 juz lengkap selama bulan ramadhan sudah merupakan acara rutin di masjidil haram seperti yang biasa kita lihat pada siaran langsung di TV kalau pas ramadhan. Wallaahua'laam....
  

2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 4 orang menilai ini bagus

Penilaian Penanya:

. bahwa Al Quran bukanlah buku karangan Muhammad saw. Bukan jawaban yang benar? Coba Yahoo! Search Cari di Yahoo! untuk bagaimana cara para sahat nabi menghafal al-qur'an padahal belum di bukukan Jawaban Lain (13)  zain "Mengapa Alquran dibukukan.. maka untuk mempermudah kajian/bacaan kandungan asli perlu disebarkan ke setiap generasi dan seluruh umat manusia 1. namanya ada dalam hadits semua.... sehingga para sahabat mengumpulkan untuk dibukukan... keliatan kan.. hmm.. :) "kalau penghafal para wahyu dapat diandalkan dari zaman Nabi bahkan hingga sekarang?" umat manusia tidaklah ada yang berumur panjang juga ada yang tidak kuat hafalannya.. mengakui Injil. itu tambahannya.Komentar Penanya: Good answer. Taurat... wallahu'alam o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 3 orang menilai ini bagus  Gratchen Alqur'an diturunkan untuk semua umat manusia. . pada saat itu ayat-ayat masih dalam hafalan para sahabat dan dalam dokumen-dokumen yang belum rapi. dan Zabur namun kitab2 itu belumlah sempurna. maka Khalifah Abu bakar membentuk kepanitiaan yang dipimpin Zaid Ibn Tsabit dan beberapa sahabat besar lainnya." karena Al Quran memang diperintahkan untuk dibaca. mudah2an dapat menjawab pertanyaan anda.. sehingga pemaknaannya memang perlu dibukukan agar mudah dibaca. tanpa kecuali. Umat Islam. banyak sahabat yang gugur dan sebagian besar penghafal Qur'an. Setelah perang yamamah. Karena AlQur'an mesti di sebar luaskan kepada bangsa lain yang non arab.. demikian...

dll tidak disertakan ataupun dijaga? bukankah bukti historis dan original? bahkan hingga sekarang.Alqr'an adalah kitab yang menyempernakan semua kitab suci yang diturunkan sebelumnya. kulit. mengatakan belum mengenal kertas). harus disebarkan dan disyiarkan ke penjuru dunia. dll. tapi secara aye suka mencari tahu. secara netral kamu cuci otak dulu dan bandingkan dengan injil punyamu.. @Salju : Alqur'an memuat keterangan semua kejadian hingga akhir masa dan mengenai surga neraka. mengapa penghafal tidak menuliskan di suatu kertas? adalh mustahil tidak mengenal kertas. andaikata sudah 600 tahun masehi. gak berkutik banyak saat ayat2 injil justru dipatahkan dan banyak yang telah disempurnakan oleh ayat2 Qur'an. kertas itu sudah digunakan. kenapa dibukukan. coba deh. William Campbel yang debat dengan Dr. tulang. bahwa jumlah ayat Alqur'an adalah 6666 ayat. Sejak sebelum dibukukan. termasuk kamu ? Alqur'an berbahasa Arab. jauuuuuuhhhhhh kualitasnya. apalagi. . kulit. SUPAYA menjadi bukti SUDAH dirubah karena tiada keaslian lagi.. (di sumber.. aye bingung. namun entah mengapa tidak semua umat mengakui. mengenai perbandingan ayat2 injil dan Qur'an. Paling reaksimu seperti Dr. mereka membukukan karena "alasan": supaya tidak hilang. o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 1 orang menilai ini bagus  iyo kalo melihat sejarah. batu. yg dikatakan paling sempurna. Dzakirnaek disaksikan Bush. sebab. seperti tulang. bukankah merupakan "tulisan ulang" dan "sudah mengalami perubahan"? kembali ke pernyataan. apalagi sebagai perkamen dan dokumen. kenapa sumber2 tertulis. teus hafalan apakah terjamin 100%? bagaimana juga yg terdapat dari tulisan pada beberapa barang. kemudian. dan tidak ada yang diubah satupun dari ayat2 tersebut saat dibukukan. dan asli (buat umatnya yg mengakui). semua yang hidup saat itu tahu. misal batu. kalo dibukukan. dan merupakan BUKTI SUDAH TIDAK ASLI lagi o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan  Sruput Samsoe Emangnya penghafal hidup selamanya? Lalu apa nyawa mereka aman karena di incar kafir untuk dibasmi? Yang udah berbentuk buku saja dibakar.

. wassalamualikum.. mungkin habis pemilu nanti keluar lagi perjanjian milenium o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 1 orang menilai ini bagus  Xie Guan Nak yang sudah hafal nggak perlu buku.o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 2 orang menilai ini bagus  AmeXelf Assalamualaikum. materi referensi: Kitab Khozinatul Asror dan yang saya pelajari saat sekolah... begitulah mas/ mbak.. karena takut para Hafidz tidak ada lagi. sebelumnya saya beristighfar memohon ampun kepada Allah atas kata2 saya yang salah dan selanjutnya semoga jawaban sy bermanfaat. melihat kenyataan saja bukankah zaman semakin kesini generasi penerusnya makin urakan (sebagian) dan walaupun AlQuran sudah di bukukan tetapi masih da yang ndak pernah buka kan?! gimana klo msti dihafalkan?? sekarang ay tanya anda sudah hafal berapa Juz??? begitulah jawaban sy.. isi alquran dari dulu sama.!! Beda dengan alkitab tetangga yang beberapakali di perbaharui sehingga yang lama sama yang baru beda. o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 3 orang menilai ini bagus  ? Alquran di tulis agar dibaca oleh generasi baru. semoga bermanfaat.... . terjadi peperangan yang besar (sy lupa namany) yang dari golongan umat muslim waktu itu banyak yang meninggal dan sebagian dari para Hafidz (penghafal Al-Qur'an). melihat kenyataan tersebut maka Sahabat Umar Bin Khottob mengusulkan agar AlQur'an dibukukan. yang belum tau apalagi hafal mari sini kita kasih buku biar tau.. terus belajar ych. Begini y dulu Zaman Sahabat Rasulullah yaitu Zaman Sahabat Abu Bakar AshShidiq Ra.

. pada saat itu ayat-ayat masih dalam hafalan para sahabat dan dalam dokumen-dokumen yang belum rapi. supaya bisa dibaca oleh genersi setelah mereka...tentux jg sahabt yg hafidz tdk akan hidup slamax bkn.. hingga sekarang. o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 2 orang menilai ini bagus  merdeka yang namanya manusia kan ada salah dan lupanya bro. KAN HARUS DIWARTAKAN KEPADA ORANG-ORANG NON ARAB TERMASUK UMAT ISLMA INDONESIA: Karena AlQur'an mesti di sebar luaskan kepada bangsa lain yang non arab. kan untuk dibaca. tapi mereka juga sadar kalau mereka hanya manusia biasa.Dah sana duduk manis dan jangan pipis dicelana yaaaaaaaa o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 4 orang menilai ini bagus  nomaden alasan adax pengumpulan ayat2 yg berasal dari Allah SWT melakui Nabi Muhammad SAW krn banyakx para sahabat hafidz Al-Qur'an yg mati jihad d medan pertempuran...emgnya ga ada manusia yg dilahirkan o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 2 orang menilai ini bagus  ? HE HE HE BENAR JUGA. maka dari itu dibukukanlah Alquran..penghafal wahyu memang benar cukup bisa diandalkan. materi referensi: belajar o o o 2 tahun lalu Lapor Penyalahgunaan 1 orang menilai ini bagus  Nomnomno..

banyak sahabat yang gugur dan sebagian besar penghafal Qur'an. namanya ada dalam hadits semua 12345678910 112 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 3 24 25 26 27 28 . maka Khalifah Abu bakar membentuk kepanitiaan yang dipimpin Zaid Ibn Tsabit dan beberapa sahabat besar lainnya.Setelah perang yamamah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful