TUGAS FT OLAHRAGA (OLAHRAGA PANAHAN

)

Disusun Oleh; Ellysa Okky Gusma (042) Reni Widyantari (062) Yanuar Adi Sanjaya (078)

D IV FISIOTERAPI JURUSAN FISIOTERAPI POLTEKKES KEMENKES SURAKARTA SURAKARTA 2012

maka perlu untuk memperhatikan kembali apakah anak panah yang dipasang sudah lurus tersandar di busur ataukah belum. Terdapat empat macam sikap kaki dalam panahan. close stand. TEKNIK OLAHRAGA PANAHAN 1. menurut Damiri. . Sikap berdiri yang baik ditandai oleh: (1) titik berat badan ditumpu oleh kedua kaki/tungkai secara seimbang. (2) tubuh tegak. Lilies Handayani dan Kusuma Wardhani di bawah bimbingan atlet panahan senior Donald Pandiangan. Sikap Berdiri (stand) Sikap berdiri (stand). 2. Bukti-bukti menunjukkan bahwa sejarah panahan telah dimulai sejak 5. menurut Damiri. yaitu open stand. Atlet panahan Indonesia yang pernah meraih perak di Olimpiade adalah Nurfitriyana Saiman. ke samping kanan ataupun ke samping kiri. Seseorang yang gemar atau merupakan ahli dalam memanah disebut juga sebagai pemanah.OLAHRAGA PANAHAN A. Gerakan menempatkan atau memasukkan ekor panah ke tempat anak panah (nocking point) pada tali dan menempatkan gandar (shaft) pada sandaran anak panah (arrow rest). PENDAHULUAN Panahan atau memanah (Bahasa Inggrisnya Archery) adalah suatu kegiatan menggunakan busur panah untuk menembakkan anak panah. B. dan oblique stand. Kemudian diikuti dengan menempatkan jari-jari penarik pada tali dan siap menarik tali. Memasang ekor panah dalam olahraga panahan bisa menjadi fatal apabila salah penempatan baik terlalu atas ataupun terlalu bawah. tidak condong ke depan atau ke belakang.000 tahun yang lalu yang awalnya digunakan untuk berburu dan kemudian berkembang sebagai senjata dalam pertempuran dan kemudian sebagai olahraga ketepatan. Sikap/posisi kaki pada lantai atau tanah. square stand. Memasang Ekor Panah (nocking) Memasang ekor anak panah (nocking). yang kebanyakan dipakai oleh pemanah pemula adalah sikap square stand atau sikap sejajar.

Primarydraw atau tarikan utama adalah gerakan tarikan dari posisi pre-draw sampai tali menyentuh atau menempel dan sedikit menekan atau mengetat pada bagian dagu. bibir dan hidung dan berakhir pada posisi penjangkaran. setelah penjangkaran dan sebelum anak panah dilepas. Didalam buku penataran pelatih program pembinaan cabang olahraga panahan tingkat SD dan SLTP yang dipergunakan untuk menarik adalah: jari. tali menyentuh pada bagian tengah dagu. Ketiga bagian ini pada posisi lurus kemudian lengan atas selanjutnya bahu dan otot belakang. bibir dan hidung serta tangan penarik menempel di bawah dagu. 5. tali menyentuh pada bagian samping dagu. sendi siku dan sendi pergelangan tangan telah dikunci. Mengangkat Lengan Busur (extend) Mengangkat lengan busur (extend). serta tangan penarik menempel di bawah dagu. Menjangkarkan Lengan Penarik (anchoring) Menjangkarkan lengan penarik (anchoring). Secondary-draw atau tarikan kedua adalah gerakan menahan tarikan pada posisi penjangkaran sampai melepas tali (release). yaitu tempat penjangkaran tangan penarik tali harus tetap sama dan kokoh menempel di bawah dagu. Pada saat ini otot-otot lengan penahan busur dan lengan penarik tali harus berkontraksi agar sikap panahan tidak berubah. tali ditarik oleh tiga jari yaitu jari telunjuk. yaitu predraw. menurut Damiri. dan lengan bawah. yaitu penjangkaran di tengah dan penjangkaran di samping. menurut Damiri. Menahan Sikap Panahan (tighten) Menahan sikap panahan (tighten). Ada tiga fase gerakan menarik. adalah: Suatu keadaan menahan sikap panahan beberapa saat. Menarik Tali Busur (drawing) Menarik tali busur (drawing). Gerakan menjangkarkan tangan penarik pada bagian dagu. Gerakan menarik tali sampai menyentuh dagu. Pada penjangkaran di tengah. dan harus memungkinkan terlihatnya bayangan tali pada busur (string alignment). Pada saat ini sendi bahu. Kemudian dilanjutkan dengan menjangkarkan tangan penarik tali di dagu. Tali ditempatkan atau lebih tepatnya diletakkan pada ruas-ruas jari pertama. jari tengah dan jari manis. Hal yang harus diperhatikan. 6. Gerakan mengangkat lengan penahan busur (bow arm) setinggi bahu dan tangan penarik tali siap untuk menarik tali. bibir dan hidung. Bersamaan dengan itu pemanah . menurut Damiri. Ada dua jenis penjangkaran. menurut Damiri. bibir dan atau hidung. Hal-hal yang harus diperhatikan. dan tekanan busur terhadap telapak tangan penahan busur ditengah-tengah titik V. Kebanyakan pemanahpemanah pemula hanya menggunakan jari-jari saja. yaitu lengan penahan busur rileks.3. Pada penjangkaran di samping. 4. primary draw dan secondary draw. yang dibentuk oleh ibu jari dan jari telunjuk (lengan penahan busur). punggung telapak (wirst). Pre-draw adalah gerakan tarikan awal.

menurut Damiri. menurut Damiri: Gerakan melepas tali busur. Pada active release. sikap pemanah harus tetap dipertahankan. posisi badan dari pemanah diharapkan tidak berubah.melakukan pembidikan. Suatu tindakan untuk mempertahankan sikap panahan sesaat (beberapa detik) setelah anak panah eninggalkan busur. Pada dead release setelah tali lepas. mengakibatkan dampak yang sangat besar terhadap sasaran. yaitu dead release dan active release. Tindakan ini dimaksudkan untuk memudahkan pengontrolan gerak panahan yang dilakukan. 8. Ada dua cara melepaskan anak panah. tangan penarik tali tetap menempel pada dagu seperti sebelum tali lepas. yang akan menyebabkan panah berputar. Melepas Tali/Panah (release) Melepas tali/panah (release). kemudian pemanah tidak hanya fokus kepada sasaran tetapi diutamakan pada teknik. Membidik (Aiming) Membidik (aiming). Pelepasan anak panah yang baik diperlukan untuk memberikan kekuatan penuh dari tali terhadap panah dalam setiap melepaskan panah yang diinginkan dan untuk mencegah getaran tali yang tidak diperlukan. Jadi pada saat membidik. dengan cara merilekskan jari-jari penarik tali. Pada posisi membidik. Menahan Sikap Panahan (after hold) Menahan sikap panahan (after hold). dengan kondisi badan yang relaks fokus akan lebih baik. menurut Damiri: Gerakan mengarahkan atau menempelkan titik alat pembidik (visir) pada tengah sasaran/titik sasaran. setelah tali lepas tangan penarik tali bergerak ke belakang menelusuri dagu dan leher pemanah. Kesalahan sedikit apapun pada saat melepaskan anak panah. Di dalam buku penataran pelatih program pembinaan cabang olahraga panahan tingkat SD dan SLTP after hold adalah Tangan busur tetap terentang pada posisi semula lurus kearah sasaran dan tetap ditahan hingga dua detik setelah panah menyentuh permukaan sasaran . 9. 7.

bicep brachii c. interossesi dorsalis c. abduktor pollisis bervis M. m. b. Otot tangan 1. opponeus digiti quinti 3. Otot-otot ventralis b. Otot-otot yang disebutkan.deltoids dan otot bicep brachii. abductor digiti quinti m. lumbrikales b. m. abduktor pillisis 2. Otot-otot tenar/ ibu jari/ bagian Lateral a. m. Otot-otot hipotenar/ kelingking/ bagian medial a.Perlu diketahui bahwa otot-otot lengan yang bekerja dalam olahraga panahan terdiri dari tiga bagian yaitu otot lengan bagian atas. flexor digiti quinti m. m. interossesi volaris . otot-otot dorsalis atau kedang (ekstensi) a. opponeus pollisis M. deltoids b. otot-otot ventralis disebut otot bagian atas (fleksi) 2. Sedangkan otot-otot yang bekerja dominan adalah otot lengan seperti otot tricep brachii. d. flexor pollisis M. palmoris brevis m. b. m. Otot-otot Dorsalis C. M. m. Otot lengan bagian bawah a. Otot lengan bagian atas 1. c. tricep brachii B. Otot-otot bagaian dalam lengan/ bagian tengah a. d. c. m. Otot-otot radialis c. otot lengan bagian bawah dan otot–otot tangan. diperkuat oleh Hardianto Wibowo di dalam bukunya seperti dijelaskan sebagai berikut : A.

Poros I : bow hand Poros II : draw hand 2. Pemanah tidak bisa hanya menggunakan otot bagian belakang saja dalam menarik. tetapi harus menggunakan lengan atas dan tangan penarik dengan baik. terutama dari sikap set up.” Hukum I Newton juga menggambarkan sifat benda yang selalu mempertahankan keadaan diam atau keadaan bergeraknya yang dinamakan inersia atau kelembaman. otot punggung secara kontinu menggerakkan scapula . Hukum I Newton dikenal juga dengan sebutan Hukum Kelembaman. jika holding tidak tercapai. berarti melepas posisi holding. Poros I (satu) adalah sikap bahu dan sikap lengan penahan busur (bow hand) satu garis lurus. Dengan mekanika gerak. Oleh karena itu. Sedangkan poros II (dua) adalah sikap bahu dan sikap lengan penahan busur (draw hand) satu garis lurus. jika pemanah secara kontinu menarik. Hukum Newton Hukum Newton I sebagaimana dirumuskan oleh Sir Isaac Newton (16421772) adalah: “Sebuah benda terus dalam keadaan diam atau terus bergerak dengan kelajuan tetap. dimana kita butuh transfer ketegangan yang memungkinkan dari lengan atas dan tangan penarik ke otot bagian belakang. ANALISIS BIOMEKANIK TEKNIK RELEASE DALAM PANAHAN 1. Dua poros gerak tersebut adalah: poros I dan poros II. Oleh karena itu. tidak ada transfer ketegangan yang bisa terjadi. Hukum ini mulai diterapkan dari mulai menarik busur. akan memungkinkan terciptanya keajegan (consistency) yang baik.C. Bagaimanapun juga. kecuali jika ada gaya luar yang memaksa benda tersebut mengubah keadaan. Mekanika gerak yang terkait dalam olahraga panahan adalah dua poros (axis) gerak. Poros Gerak Dalam Panahan Teknik memanah yang benar terkait erat dengan segi anatomi dan mekanika gerak. Selama fase transfer.

4.kearah tulang belakang. Posisi tubuh yang tepat akan menghasilkan sedikit keteganang pada tubuh. Pendistribusian berat badan merupakan komponen yang sangat penting pada pendistribusian gaya vertikal dan horizontal. dapat membuat pemanah melakukan teknik yang baik dan membuat sedikit upaya dari otot yang terlibat dalam gerakan tersebut. Bagaimanapun juga. sehingga bisa mencapai stabilitas yang lebih baik. Prinsip Gaya Horizontal dan Vertikal Dalam proses release. ini penting supaya anak panah terjadi klik. ketika ketegangan dari lengan atas dan tangan penarik telah ditransfer. kita bisa lebih kuat mengembangkan gaya yang lebih bermanfaat. Dalam hukum ini dijelaskan mengenai aksi dan reaksi. sehingga membuat anak panah terlepas dari busur. makin kecil percepatan makin kecil pula kekuatannya. aksi yang diberikan ialah pada saat otot-otot scapula bekerja menarik tali kebelakang yang menghasilkan suatu reaksi yang disebut proses klicking. . sehingga sikap holding dan aiming dapat dicapai dalam proses release. Maksudnya. Hukum Newton II berbunyi: “Benda akan mengalami percepatan jika ada gaya yang bekerja pada benda tersebut dimana gaya ini sebanding dengan suatu konstanta (massa) dan percepatan benda”. Force  Force/gaya yang di gunakan dalam proses release adalah gaya internal (tekan) /internal forces terutama saat scapulae dan sikut pada lengan kanan menarik kebelakang. 3. makin besar percepatan makin besar pula kekuatannya. dengan postur yang benar dan seimbang. Dengan demikian lebih baik menarik yang cepat dan dalam garis lurus kirakira 2-3 inchi di bawah dagu. Dimana pada saat proses release. Hukum Newton III berbunyi: “Dua benda yang berinteraksi akan timbul gaya pada masing-masing benda yang arahnya berlawanan arah dan besarnya sama”. Hukum inertia hanya diterapkan dari posisi holding.  Vector/arah gaya terjadi pada saat gerakan sikut lengan kanan melakukan gerakan kebelakang baik pada saat menarik tali busur sampai melepaskan anak panah. Hubungan langsung dan secara proporsional antara gaya vertikal dan horizontal dalam panahan tidak dapat ditunjukkan dengan menggunakan gaya yang tepat. Keseimbangan yang baik dan sesuai dengan biomekanik. Scapulae bergerak mendekat tulang belakang yang menyebabkan dada membuka dan tidak berlebihan. juga menuntut adanya keseimbangan statis yang harus dipertahankan selama menembak. Hukum ini akan menerapkan momentum dari memulai gerakan menarik.

Sedangkan tulang-tulang yang dihubungkan adalah lekukan glenoid tulang belikat dengan kepala tulang lengan atas (Damiri. Tulang-tulang yang membentuk sendi bahu adalah tulang belikat (os scapula/shoulder blade) dan tulang lengan atas (os humerus). dan ke atas kepala atau punggung. 1984). ke belakang. Untuk gerak mengayun dan memutar penuh atau yang disebut circumduksi (Grisogono. Hambatan udara dan gravitasi juga berpengaruh pada saat melakukan gerakan. Sendi ini dapat menaikan lengan ke atas. Di luar tubuh. D. Sendi bahu diperkuat oleh tali pengikat yaitu capsular ligament (tali pengikat ini membungkus dan memperkuat seluruh permukaan sendi. 1984). 3) menarik lengan dari samping mendekati badan (adduction). 2) mengayun lengan ke belakang (swinging backward/extention).  Fungsi Bahu Sendi bahu adalah sendi yang memiliki ruang gerak paling banyak dalam tubuh manusia. yang disebut acromion process dan menghubungkan ujung tulang clavicle atau collar bone (Grisogono. Sedangkan untuk lebih jelas mengenai gerakan-gerakan yang dapat dilakukan pada sendi bahu adalah: 1) mengayun lengan ke depan (swinging forward/flexion). 8) menarik lengan dari posisi antefleksi ke posisi abduksi lengan (horizontal abduction). 5) memutar lengan kearah dalam (inward rotation) dan memutar lengan kea rah luar (outward rotation). 7) menarik lengan dari posisi abduksi kearah depan (horizontal adduction). ke samping. transverse humeral ligament (tali pengikat ini memperkuat sendi pada bagian depan. Dari awalan sampai proses release. 1994). 6) sirkumduksi lengan (circumduction). glenoid ligament/glenoid lip (tali pengikat ini memperkuat sendi pada pinggiran lekukan glenoid (glenoid fossa) (Damiri. glenohumeral ligament (tali pengikat ini memperkuat sendi pada bagian atas. 4) mengangkat lengan ke samping menjauhi badan (abduction). STRUKTUR SENDI DAN OTOT Sendi bahu termasuk ke dalam sendi peluru (enarthrodial/articulation globoidea/ball and socket joint). Lekukan (arch) pada bagian atas bahu berfungsi menghubungkan sendi bahu. Tali pengikat ini menghubungkan processus coracoideus dengan bagian trochanter minor tulang lengan atas (os humerus). External Forces/tenaga dari luar. Tortora (1994:8) menjelaskan mengenai gerakan otot pada sendi bahu dapat dilihat pada (Gambar 1 dan 2) sebagai berikut: . 1994:21). dan semua pergerakan tersedia dlam sendi ini.

adduksi lengan. sehingga struktur bahu terganggu. pada saat lengan melakukan tarikan (drawing) (Mann. Membantu otot deltoid dalam abduksi lengan. adduksi. merupakan kombinasi mekanisme tanggungjawab pada bahu anterior yang merasa kesakitan saat lengan menarik tali busur dan jika didiagnosa pada daerah tersebut . rotasi scapula ke atas. Lekukan coracoacromial akan mengganggu sepanjang otot biceps dan supraspinatus tendons (Mann. Rotasi scapula ke atas dan ke samping dan mengangkat rusuk ketika scapula di kunci. dan rotasi lengan ke dalam. Mengangkat clapicle. dan rotasi lengan ke dalam. KEMUNGKINAN CEDERA Bagian tubuh yang cenderung banyak mengalami cidera dalam olahraga panahan adalah daerah bahu. menarik lengan ke bawah dan ke belakang. Ekstensi lengan. aduksi scapula. Rotasi lengan keluar. Hal ini disebabkan karena sikut lengan penarik diangkat atau abduksi melebihi 90 derajat. Hal ini disebabkan karena pada waktu lengan melakukan gerakan drawing membutuhkan ekstensi lengan secara horizontal. Cidera pada daerah tersebut. membantu adduksi dan rotasi lengan ke dalam. Adduksi scapula dan sedikit memutarnya ke bawah.Kelompok Otot Otot Anterior Pectoralis minor Gerakan Menekan clavicle Menekan dan menggerakan scapula dan mengangkat 3 sampai 5 tulang rusuk selama kekuatan inspirasi ketika tulang scapula dikunci. menaikan atau menekan scapula dan meluruskan kepala. Rusli Lutan (2001:118) mengatakan cidera pada otot dan persendian terjadi akibat pengulangan gerakan hingga berkali-kali. Rotasi lengan ke dalam. Abduksi. 1994). Mengangkat scapula dan sedikit memutarnya ke bawah. 1994:44). E. Ekstensi. ekstensi. dan rotasi lengan. Seratus anterior Otot Posterior Trapezius Levator scapulae Rhomboideus major Sedangkan gerakan otot lengan (os humerus) seperti sebagai berikut : Kelompok Otot Pectoralis major Latissimus dorsi Deltoid Subscapularis Supra spinatus Infraspinatus Teres major Gerakan Fleksi. Faktor lain yang berkontribusi pada terjadinya cidera adalah pengulangan gerakan menarik busur. fleksi. assuksi.

strain pada otot dan tendons akan menyebabkan sakit ketika otot bekerja atau di regang. Dalam pengulangan gerak secara berlebihan otot akan terkena cidera. Cidera jenis ini secara umum disebabkan karena serabut otot dan tendons robek yang terjadi karena pada ligament. Selama menarik posisi lengan dijaga atau abduksi dengan baik. 1994:44). atau dalam keadaan rileks. Hal ini mengacu pada ekstensi lengan secara horizontal dan berkontribusi pada terjadinya cidera bahu (Mann. cidera tersebut akan dirasakan di bagian bahu yang permulaanya terasa sedikit demi sedikit tetapi jika otot digunakan secara terus menerus akan mengakibatkan lebih buruk. Kandung lendir meradang sebagai hasil dari cidera tendons pada struktur sendi yang disebabkan karena iritasi berlebihan pada kandung lendir. Pemanah mengangkat lengan (extend) yang memegang busur. Bahu akan kehilangan stabilitas otot.terjadi peradangan tendons pada supraspinatus dan sepanjang otot biceps dan struktur bahu (Mann. tarikan penuh ditahan beberapa detik selama proses membidik (aiming) terhadap target. 1984). PENCEGAHAN CIDERA Gerakan menembak harus dilakukan dengan benar dan pemanah harus memahami terjadinya cidera terutama pada daerah bahu. lengan yang berlawanan memegang tali dan menariknya (drawing) ke belakang sampai tangan penarik dijangkarkan di bawah dagu (anchoring). Pemanah harus diajarkan untuk berdiri mengangkang (to straddle) garis tembak 90 derajat ke arah target setelah sikap berdiri (stance) dilakukan. untuk menampilkan fungsinya secara normal. Olahraga panahan cenderung berhubungan dengan diri sendiri sehingga cidera disebabkan karena pengulangan dan penggunaan secara kontinu pada otot dan tendons pada bahu orang tersebut. Ini sangat sulit dibedakan antara cidera yang disebabkan karena strain pada otot atau tendons dan radang kandung lendir. kemudian melepas anak panah (release). lengan penarik dipertahankan 90 derajat atau abduksi dan bahu ditekuk melewati tubuh (flexed across the body). Hal ini akan menyebabkan peningkatan siklus kelemahan yang berhubungan dengan cidera pada pemanah. Bagaimanapun. 1994:44). dan bursitis akan menyebabkan sakit terutama pada saat pergerakan sendi bahu. (Grisogono. mencoba untuk mengindari rasa sakit. Bursitis (peradangan kandung lender) yang juga disebabkan oleh penggunaan berlebihan pada bahu. F. Deviasi dari stance . Jika pemanah menggunakan bahu dengan kaku. pemanah akan menderita dan otot menjadi lemah dan tidak mampu bekerja dengan baik. Sendi bahu mempunyai banyak kandung lendir (bursae) yang disebabkan karena adanya gesekan pada waktu gerakan secara bebas antara tendons dan jaringan lain pada bahu. Ketika pemanah menarik tali (drawing).

Otot yang menarik kembali adalah scapula. Jenis latihan yang sempurna harus dilakukan sebelum menembak. dan struktur otot pada daerah periscapular pada bahu (Mann. untuk menciptakan tahanan yang akan membantu meregang dan memperkuat otot. Latihan peregangan (stretching) sebelum mulai menembak akan membantu mencegah cidera pada leher. bahu dan punggung. Program latihan kekuatan harus ditingkatkan pada pemanah yang bermanfaat untuk melawan terjadinya cidera. kekuatan dan ketahanan pada otot. Kesalahan stance segera harus diperbaiki dan dikoreksi. dapat disesuaikan dan murah. halus. Aspek lainnya yang harus diperhatikan adalah beberapa ekstensi horizontal yang dicapai dan apakah hal tersebut cukup untuk meminimalkan gaya (force) pada tendon untuk mengurangi cidera. Peregangan ini dilakukan kurang lebih 10 menit sebelum mengangkat busur (Mann. beban berat ditempatkan pada tulang. ligament. Perbedaan antara ekstensi horizontal yang tidak adekuat dan ekstensi yang lebih tepat pada tarikan penuh (full draw) dapat dilihat pada. Otot ini membutuhkan peregangan dan kekuatan. dan latissimus dorsi. Hal ini sama dengan menarik secara statis sebesar 3400-3750 pon dalam satu hari. trapezius. Otot ini sangat besar dan kuat ketimbang kelompok otot rotator cuff dan dilatih dengan menggunakan tahanan yang besar dan beberapa pengulangan seperti 8-10 repetisi setiap set dalam 3 set. dan terkontrol. hal ini bisa dilakukan setiap dua hari. Terlalu banyak condong kearah target akan menciptakan sudut pada ligament acromioclavicular yang berdapak pada otot biceps dan tendon supraspinatus.standard dan posisi batang tubuh (trunk) sering terjadi. Beban bisa juga digunakan sebagai tahanan. bagaimanapun the elastic tubing/rubber adalah mudah dibawa. biasanya dengan menggunakan elastic tubing/rubber. dan bisa dilakukan setiap hari selama 3 set sebanyak 15 repetisi dalam setiap setnya. Beberapa pengaruh yang dihasilkan oleh peningkatan sikut lengan pada saat menarik dengan meningkatnya abduksi. rhomboids.1994). Otot periscapular pada serratus anterior. dan trapezius. Aspek pertama yang harus diperhatikan adalah mencoba untuk mencegah cidera pada saat pemanah melakukan stance khususnya jika seseorang lebih cenderung condong kearah target (Mann. rhomboids. Latihan yang disarankan dapat dilihat pada. Pencegahan cidera merupakan kunci dalam management cidera. Pemanah melakukan stance oblique akan memberikan resiko terjadinya cidera bahu. Pemanah pria dalam perlombaan menarik busur 45-50 pon selama 75 kali yang mungkin berakhir selama 4 hari. sehingga dapat mengurangi terjadinya cidera. dan meningkatkan tahanan secara perlahan maka kekuatan akan meningkat. Otot periscapular pada bahu digunakan untuk memelihara posisi full draw dan sedikit demi sedikit anak panah melewati clicker dengan lambat. 1994). 1994). Tujuannya adalah mengembangkan kekuatan pada otot periscapular. . sedangkan pada rotator cuff pada bahu bertujuan mengembangkan kekuatan dan daya tahan.

bahkan atlet terlatih pun seringkali mengalami kesulitan. Adapun analisa yang bisa didapat secara biomekanik antara lain: poros/axis I dan II. mulai dari vertical dan horizontal force. Dari berbagai urutan teknik dasar dalam olahraga panahan. Untuk mengatasi hal ini. KESIMPULAN Dilihat dari karakteristiknya olahraga panahan adalah melepaskan panah melalui lintasan tertentu menuju sasaran pada jarak tertentu. Hukum Newton I.G. II. . teknik release adalah faktor utama dalam penunjang ketepatan anak panah menuju sasaran. serta forces. Analisis biomekanik sangat penting untuk terciptanya gerakan yang efisien. serta vector atau arah gaya yang bekerja. atlet sangat dituntut untuk menampilkan penampilan terbaiknya. terutama dalam melakukan teknik memanah. internal dan external force. bisa dibantu dengan memahami biomekanik. dan III. Nampaknya ini bukanlah sesuatu yang mudah bagi atlet yang tidak terlatih. Dengan mengetahui analisa biomekanik tersebut seorang pelatih dan atlet dapat mengurangi resiko cedera. Dalam olahraga panahan atau olahraga lainnya.

edu/Direktori/FPOK/JUR.pdf .com/2010/06/analisis-biomekanik-teknik-release-pada.DAFTAR PUSTAKA http://rahmadkadaryantok52.id/library/articles/graduate/industrialtechnology/2009/Artikel_50404978.html http://www.upi.wordpress.blogspot.gunadarma.ac._PEND.com/2010/06/26/analisis-gerak-cabang-olahragapanahan/ http://file.pd f http://wengayo._KEPELATIHAN/19720403199903 1KOMARUDIN/MATAKULIAH_PANAHAN/CIDERA_DALAM_OLAHRAGA.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful