P. 1
Kompres Dingin Dan Kompres Hangat

Kompres Dingin Dan Kompres Hangat

|Views: 643|Likes:
Published by chotijahwinata

More info:

Published by: chotijahwinata on Mar 19, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/06/2014

pdf

text

original

55

EFEKTIFITAS KOMPRES DINGIN DAN HANGAT PADA PENATALEKSANAAN DEMAM
Nurlaili Susanti Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Maliki Malang email : dr.santie@gmail.com

ABSTRACT Fever is a symptom that accompanies some infectious and non infectious diseases. Fever cause metabolic consequences such as dehydration, increasing oxygen consumption and metabolic rate. Treatment of fever can reduce patient discomfort and another symptoms such as fatigue, myalgia, diaphoresis and chills.In addition to antipyretic, the use of physical methods to reduce fever has been widely applied. Physical methods of cooling are the treatment of choice for hyperthermia, but their value in the treatment of fever remains uncertain. Fever treated with tepid-water sponging and combined with antipyretic drugs are more effectively than those treated with antipyretic drugs alone. Tepid-water sponging represents a simple, nonsedating method to combat the metabolic impact of shivering and to induce cutaneous vasodilatation that increases heat loss. PENDAHULUAN Demam diartikan sebagai respon fisiologis tubuh terhadap penyakit yang di perantarai oleh sitokin dan ditandai dengan peningkatan suhu pusat tubuh dan aktivitas kompleks imun. Demam merupakan beberapa gejala penyakit yang infeksi menyertai maupun dehidrasi atau kekurangan cairan, alergi maupun karena gangguan sistem imun. Gejala demam dapat dipastikan dari pemeriksaan suhu tubuh yang lebih tinggi dari rentang normal. Dikatakan demam, apabila pada pengukuran suhu rektal >38oC (100,4oF) atau suhu oral >37,8oC atau suhu aksila >37,2oC (99oF). Sedangkan pada bayi berumur kurang dari 3 bulan, dikatakan demam apabila suhu rektal > 38oC dan pada bayi usia lebih dari 3 bulan apabila suhu aksila dan oral lebih dari 38,3oC. Penatalaksanaan demam sangat bermanfaat untuk mengurangi rasa tidak nyaman yang dirasakan pasien. Selain

penyakit radang non infeksi. Pada penyakit infeksi, demam dapat

diakibatkan oleh infeksi virus yang bersifat self limited maupun infeksi bakteri, parasit, dan jamur. Demam dapat juga disebabkan oleh paparan panas yang berlebihan (overhating),

56 Efektifitas Kompres Dingin dan Hangat … terapi simptomatis dan kausatif dengan menggunakan obat-obatan. oleh Temperatur pusat termoregulasi dalam hipotalamus yang menerima input dari 2 set termoreseptor yaitu reseptor di hipotalamus sendiri yang memonitor temperatur darah yang melewati otak (temperature inti). dan SAINSTIS.9 oF) atau suhu sore hari > 37. Termoregulasi Tubuh untuk kondisi dikontrol memiliki mekanisme suhu pada tubuh setiap saat pada suatu rentang normal yang dikontrol oleh pusat termoregulasi yang berlokasi di hipotalamus.2 ± 0. oleh karena itu. Penjelasan yang mengacu pada proses fisiologis yang terjadi pada pemakaian kompres diharapkan gambaran dapat mengenai memberikan efektifitas secara umum lebih tinggi dari pada oral yaitu sekitar 0. mempertahankan normal. tetapi pemeriksaannya lebih sulit. Tubuh secara normal mampu mempertahankan temperatur karena pusat termoregulasi hipotalamus menyeimbangkan produksi panas berlebih yang dihasilkan dari aktivitas metabolisme di otot dan hepar dengan kehilangan panas dari kulit dan paru.4 oC (98. rata-rata temperatur oral untuk usia 18-40 tahun adalah 36. kompres dingin dan hangat.2 oC / 98.2oC) pada pengukuran suhu aksila. demam Individu normal. yaitu kompres dingin dan kompres hangat.7 oF) dengan level terendah pada pukul 6 pagi dan level tertinggi pada pukul 4 (37. Tulisan ini akan mencoba mengulas efektifitas pemakaian F) harus dipertimbangkan Temperatur rektal demam.3-37.8 ± 0. Telah dikenal dua macam cara kompres kulit. suhu pagi hari > 37. Hal ini disebabkan karena adanya pernafasan dari mulut. Kompres dingin telah dikenal secara luas penggunaannya dibandingkan di C / 99.9 sebagai o masyarakat kompres hangat. Tubuh senantiasa berupaya untuk pemakaian kompres dingin dan hangat pada penatalaksanaan demam.0 oF). Temperatur membran timpani lebih mendekati temperatur inti tubuh. VOLUME 1.9 oF) . mempertahankan set poin suhu pada Temperatur Normal Tubuh Temperatur tubuh bervariasi kisaran 37oC. APRIL – SEPTEMBER 2012 ISSN: 2089-0699 .6 oC (1. dengan variasi sirkadian < 1oC (36.7 o dapat diturunkan dengan kompres kulit. NOMOR 1.9 oF) sore.2 oC (98.6 (37.7 oC (99.

Pertukaran Panas antara tubuh dan lingkungan SAINSTIS. Termoregulasi masih belum berkembang dengan baik pada bayi baru lahir dan khususnya pada bayi prematur. Pusat termoregulasi mengirim impuls berbeda ke beberapa untuk efektor yang dipertahankan pada rentang yang sempit yaitu berfluktuasi 0. APRIL – SEPTEMBER 2012 ISSN: 2089-0699 . evaporasi.5 ° C diatas normal pada malam hari. Kedua set informasi ini dibutuhkan agar tubuh dapat membuat penyesuaian yang tepat. VOLUME 1. Pada suhu lingkungan yang selalu bervariasi. NOMOR 1. setelah informasi tentang suhu diolah di hipotalamus selanjutnya ditentukan pembentukan dan pengeluaran panas sesuai dengan perubahan set poin.5° C dibawah normal pada pagi hari dan 0. suhu tubuh secara normal konduksi dan konveksi.57 Efektifitas Kompres Dingin dan Hangat … reseptor di kulit (khususnya di tubuh) yang memonitor temperatur eksternal. Produksi panas dipengaruhi oleh aktivitas metabolik dan aktivitas fisik. Heat balance Heat Production Heat Loss Metabolic Heat Production Exercise Shivering Thyroxin Sympathetic Stimulation Q10 Effect Radiation Conduction Convection Evaporation Gb. Kehilangan panas terjadi melalui radiasi. menyesuaikan temperatur tubuh. Dalam keadaan normal termostat di hipotalamus selalu diatur pada set point ± 37° C.

Pirogen eksogen adalah pirogen yang berasal dari luar tubuh terutama mikroba dan produknya seperti toksin. aureus dan eksotoksin dari Streptokokus grup A bekerja sebagai toksin langsung tetapi juga berperan sebagai superantigen. Patofisiologi Demam Peningkatan suhu tubuh terjadi akibat peningkatan set point. Toksin dari TSS (Toxic Shock Syndrome / TSST-1) dihubungkan produksi panas melalui peningkatan metabolisme dan aktivitas otot rangka dalam bentuk menggigil (shivering). Contoh klasik dari pirogen eksogen adalah endotoksin mengurangi pengeluaran panas. Infeksi bakteri menyebabkan demam karena endotoksin bakteri merangsang sel PMN untuk menghasilkan pirogen endogen yaitu interleukin-1. Grup lain dari substansi bakteri yang menjadi pirogen yang poten diproduksi oleh bakteri gram positif. Seperti endotoksin dari bakteri Gram negatif. Bila suhu lingkungan lebih rendah dari suhu tubuh maka hipotalamus dengan posterior merespon meningkatkan lipopolisakarida yang diproduksi oleh semua bakteri gram negatif. Sedangkan anterior berperan hipotalamus menurunkan suhu tubuh dengan cara mengeluarkan panas. Pirogen adalah substansi yang menyebabkan demam. VOLUME 1. toksin yang diproduksi Streptokokus oleh Stafilokokus dan menyebabkan demam SAINSTIS. Bila suhu lingkungan lebih tinggi dari suhu tubuh maka hipotalamus anterior merespon dengan meningkatkan pengeluaran dengan strain Stafilokokus aureus yang diisolasi dari pasien dengan Toxic Shock Syndrome (TSS).58 Efektifitas Kompres Dingin dan Hangat … Hipotalamus posterior berperan meningkatkan produksi panas dan dan eksogen. Pirogen terdiri dari endogen enterotoksin lain dari S. NOMOR 1. interleukin 6 atau TNF (tumor necrosis factor). Superantigen berperan dalam pathogenesis infeksi gram positif yang parah akibat interaksi dengan MHC (Major Histocompatibility Complex) II dan sejumlah sel T untuk melepaskan sitokin pirogenik. APRIL – SEPTEMBER 2012 ISSN: 2089-0699 . Endotoksin adalah substansi poten yang tidak hanya sebagai pirogen tapi juga sebagai induser dari perubahan patologis yang bervariasi yang diobservasi pada infeksi Gram negatif. TSST-1 dan panas melalui vasodilatasi kulit dan menambah produksi keringat. Pengeluaran panas dikurangi dengan vasokontriksi pembuluh darah kulit dan mengurangi produksi keringat oleh kelenjar keringat.

Interferon-alpha dapat juga dipertimbangkan sebagai sitokin pirogenik sejak memproduksi panas. IL-4. Demam juga dapat diakibatkan oleh berbagai jenis penyakit inflamasi. yaitu IL-1. Ada beberapa sitokin pirogenik. IL-6 TNF dan CNTF (neurotrophic factor). pada faktanya. dan TNF masing-masing diinjeksikan ke manusia dan menghasilkan demam. dan IL-6 yang merangsang hipotalamus untuk meningkatkan set point ke level demam. diinduksi oleh IL-1 atau kombinasi IL-1 dan TNF dilaporkan secara klinis lebih sering terukur. VOLUME 1.59 Efektifitas Kompres Dingin dan Hangat … pada percobaan hewan yang diinjeksi secara intravena dalam rentang dosis mikrogram/kg lebih dari nanogram/kg dosis IL-6 dibutuhkan untuk memproduksi demam pada submikrogram/kg. stimulasi dari proliferasi limfosit selama respon imun vaksinasi adalah hasil dari sitokin yang bervariasi mencakup IL-2. inflamasi Sebagai dan contoh. Sitokin Pirogenik adalah pirogen endogen yang spesifik yang dilepaskan sebagai respon terhadap pirogen manusia. Jadi. antigen trauma antibodi atau yang kompleks dapat menginduksi produksi IL-1. IL-6 juga merupakan pirogen tetapi membutuhkan substansi pirogenik eksogen berasal dari bakteri dan jamur. Beberapa sitokin menyebabkan demam dan disebut sitokin pirogenik. Pirogen eksogen menginduksi sintesis dan pelepasan dari sitokin pirogenik endogen.TNF. dan IL-6. SAINSTIS. NOMOR 1. sejumlah besar dari IL-6 bersirkulasi pada semua penyakit demam dan IL-6 yang eksogen. IL-1.000 D) yang meregulasi proses imun. Meskipun demikian. sitokin yang disebut Granulocyte Colony Stimulating Factor (G-CSF) menstimulasi granulositopoiesis di sumsum tulang. sedangkan virus menginduksi sitokin pirogenik dengan menginfeksi sel. menghasilkan panas pada dosis rendah 10 ng/kg (IV atau SC). konsentrasi rendah dari IL-1 dan TNF menginduksi sejumlah besar dari IL-6 dan inilah sebagai pencetus pusat di hipotalamus untuk mengontrol suhu tubuh. pada kebanyakan penyakit infeksi dan inflamasi. APRIL – SEPTEMBER 2012 ISSN: 2089-0699 . Tikus tanpa gen yang mengkode IL-6 tidak menimbulkan demam selama infeksi bakteri. Kebanyakan hematopoietik. Sitokin adalah protein kecil (BM 10-20. IL-6. IL1 dan TNF adalah pirogen yang utama.

Untuk setiap peningkatan satu derajat diatas terjadi oksigen ini dapat serabut saraf otonom dan melalui rute vagal yang merupakan cara terbaik. IL-6 dan TNF dilepaskan dari sel dan memasuki sirkulasi sistemik dan menginduksi sintesis demam. PGE2 untuk mencetuskan juga perifer dan berkeringat (diaphoresis). sehingga mekanisme mengurangi panas dimulai melalui vasodilatasi sekitar vasculosum lamina terminalis yang jaringan kapilernya meluas ke sekeliling pusat termoregulasi hipotalamus. NOMOR 1. diantaranya dengan menstimulasi metabolisme. Penatalaksanaan Demam Demam dihubungkan dengan konsekuensi meliputi konsumsi metabolik dehidrasi. oksigen. Hal ini menyebabkan peningkatan level prostaglandin E2 dari jaringan ventrikel tertinggi hipotalamus III berada dimana di anterior dan konsentrasi organ mengurangi pengeluaran panas dan peningkatan aktivitas otot (shivering) untuk meningkatkan produksi panas. APRIL – SEPTEMBER 2012 ISSN: 2089-0699 . tubuh mempersepsikan dirinya menjadi terlalu panas. Peningkatan PGE2 di perifer juga menyebabkan myalgia non spesifik dan artralgia yang sering menyebabkan demam. Hal memperburuk insufisiensi paru dan jantung yang telah ada sebelumnya. Kulit teraba hangat. Pada fase menggigil. Sitokin pirogenik seperti IL-1. peningkatan sebanyak konsumsi 13%. Pada fase febris terjadi keseimbangan antara produksi dan kehilangan panas pada set poin yang meningkat. kemerahan. Demam dihubungkan yang dengan berkepanjangan peningkatan SAINSTIS. potensial peningkatan dan 37oC laju Sitokin pirogenik menginduksi pembentukan PGE2 di jaringan perifer. temperatur inti tubuh naik menjangkau set poin suhu baru dengan vasokonstriksi perifer untuk dengan bantuan enzim siklooksigenase 2 (COX-2) membentuk prostaglandin E2. Interaksi pirogen dengan endothelium pembuluh darah circumventricular hipotalamus adalah langkah awal untuk meningkatkan set point ke level demam. PGE2 di perifer dapat berkomunikasi dengan otak secara tidak langsung untuk meningkatkan set poin hipotalamus melalui beberapa cara.60 Efektifitas Kompres Dingin dan Hangat … Pirogen hipotalamus endogen bekerja di Demam memiliki tiga fase klinis yaitu menggigil (chill). febris (fever) dan kemerahan (flush). Ketika set poin kembali normal. VOLUME 1. dan kering.

61 Efektifitas Kompres Dingin dan Hangat … kebutuhan bermasalah penurunan berkepanjangan kelemahan. koma sampai kematian. myalgia. Oleh karena itu penatalaksanaan demam ditujukan untuk mengurangi produksi panas dan meningkatkan pengeluaran panas tubuh. VOLUME 1. Agar kadar elektrolit tidak meningkat saat terjadi evaporasi. dapat dilakukan upaya melebarkan pembuluh darah perifer dengan cara menyeka kulit dengan air hangat (tepidsponging) atau kompres hangat. ada situasi klinis dimana observasi terhadap demam mengakibatkan vasokonstriksi pembuluh darah sehingga panas sulit disalurkan baik lewat mekanisme memberi keuntungan diagnostik. aspek dan gejala sakit arthralgia. Lama demam dan karakteristik naik turunnya dapat mengarahkan kecurigaan infeksi beberapa penyakit. kemungkinan meningkatkan tetapi perlu dilakukan dengan meningkatkan radiasi. dan evaporasi. pasien. diantaranya membuka pakaian atau selimut yang tebal dan ganti dengan pakaian tipis agar terjadi radiasi dan evaporasi. seperti demam evaporasi maupun radiasi. pengompresan dengan alkohol dapat terserap oleh kulit dan terhirup pernafasan yang dapat menyebabkan keracunan alkohol dengan gejala berdarah. Demam pada umumnya nutrisi jika yang pasien nutrisi. maka seseorang SAINSTIS. Selain itu. dll. Akan tetapi. Peningkatan pengeluaran panas tubuh dapat dihubungkan dengan infeksi virus yang bersifat self limited. diaphoresis dan menggigil. konveksi. juga mungkin mengalami Demam menyebabkan tidak diimbangi oleh pengeluaran panas tubuh. Meskipun bermanfaat pertahanan mialgia. Penurunan demam membantu mengurangi rasa tidak nyaman dan gejala penyerta seperti kelemahan. Selain itu. APRIL – SEPTEMBER 2012 ISSN: 2089-0699 . Terapi simptomatis demam tidak Mendinginkan dengan air es atau alkohol kurang bermanfaat karena berbahaya dan tidak memperlambat penyembuhan infeksi bakteri maupun virus. demam thipoid. konduksi. Secara umum demam terjadi akibat peningkatan produksi panas yang hipoglikemia. demam dalam tubuh. Penggunaan obat penurun demam (antipiretik) dalam hal ini dapat mengurangi kepala. NOMOR 1. Meningkatkan aliran udara dengan dalam meningkatkan rumah akan ventilasi ke menyebabkan dipertimbangkan kenyamanan terjadinya mekanisme konveksi.

62 Efektifitas Kompres Dingin dan Hangat … yang mengalami demam harus Kortikosteroid juga bekerja dengan menghambat transkripsi mRNA untuk panas sitokin pirogenik. SAINSTIS. hasil kultur. Karena sekitar 70% penyebab diidentifikasi. Kortikosteroid juga demam. berdasarkan pengamatan bahwa penggunaan aspirin atau NSAID secara kronis tidak menurunkan temperatur inti tubuh normal. konveksi. keuntungannya dalam terapi demam belum sepenuhnya dipahami. Misalnya demam akibat infeksi bakteri. Akan tetapi. aspirin atau abat anti inflamasi non steroid (NSAID) bekerja dengan menurunkan peningkatan set poin suhu di otak dengan menghambat enzim terapi awal dengan antibiotik spektrum luas dianjurkan. Sebelum pemberian antipiretik seperti asetaminofen. Penurunan produksi diantaranya dapat dilakukan dengan istirahat yang cukup agar laju metabolisme tubuh menurun. maka terapi kausatif adalah dengan memberikan didapatkan antibiotik. dioksidasi di otak oleh sitokrom P-450 dan menghambat aktivitas COX. Pemberian terapi simptomatik demam dengan mengidentifikasi etilogi yang mendasari terjadinya demam pada seorang pasien. APRIL – SEPTEMBER 2012 ISSN: 2089-0699 . maupun evaporasi. seperti NSAID. Efektifitas Hangat Demam Telah lama dikenal pemakaian metode fisik dalam menurunkan Kompres Pada Dingin dan prostaglandin. Penghambat COX. penghambat COX yang lemah di jaringan perifer. antibiotik demam maka awal tidak dapat siklooksigenase (COX). PGE2 tidak berperan pada termoregulasi Penatalaksanaan normal. Intervensi penanganan spesifik demam dalam adalah mengkonsumsi cairan yang cukup. VOLUME 1. Kompres merupakan antipiretik yang efektif yang menurunkan sintesis PGE2 dengan menghambat aktivitas fosfolipase A2. Sintesis PGE2 bergantung pada enzim siklooksigenase. adalah antipiretik yang poten karena mengganggu arakhidonat perubahan menjadi asam pemakaian berdasarkan pengetahuan mengenai spektrum anti mikroba dan resistensi antibiotik yang dimiliki instansi pelayanan kesehatan. NOMOR 1. Asetaminofen. yang dibutuhkan untuk melepaskan asam arakhidonat dari membran. Metode fisik ini ditujukan untuk meningkatkan pengeluaran panas baik secara konduksi. Metode yang umum dipakai adalah kompres dingin.

Pemakaian antipiretik dan kompres hangat memiliki proses yang tidak berlawanan dalam menurunkan temperatur tubuh. dan tangan. kompres dingin kurang efektif dalam tatalaksana demam karena selain kurang nyaman juga merangsang produksi dianjurkan pada tatalaksana demam. VOLUME 1. Oleh karena itu. Lokasi kulit tempat mengompres pirogen di pusat termoregulasi. Jadi. pemakaian kombinasi keduanya temperatur kulit lebih cepat dari pada temperatur merangsang shivering. KESIMPULAN Dari penjelasan diatas. vasokonstriksi kulit dan respon yang berhubungan dengan perilaku meningkatkan temperatur inti untuk menjangkau peningkatan set poin suhu yang diakibatkan oleh kerja tatalaksana demam. leher. Oleh karena itu. Kompres hangat pada kulit dapat menghambat shivering dan dampak metabolik yang ditimbulkannya. selain itu juga mengurangi rasa tidak nyaman akibat gejala demam yang dirasakan. meningkatkan persentase karbon dioksida dalam udara ekspirasi dan meningkatkan aktifitas sistem saraf simpatis. Berbeda dengan demam. NOMOR 1. dikenal pemakaian kompres hangat dalam temperatur inti tubuh melampaui set poin termoregulasi. Kompres dingin menurunkan meningkatkan pengeluaran panas tubuh.63 Efektifitas Kompres Dingin dan Hangat … dingin adalah terapi pilihan untuk hipertermia yang ditandai oleh panas dan menghalangi pengeluaran panas tubuh. kompres hangat juga menginduksi vasodilatasi perifer. pemakaian biasanya di wajah. Penelitian menunjukkan bahwa pemberian terapi demam kombinasi antara antipiretik dan kompres hangat lebih efektif dibandingkan antipiretik saja. APRIL – SEPTEMBER 2012 ISSN: 2089-0699 . Kompres hangat adalah melapisi permukaan kulit dengan handuk yang telah dibasahi air hangat dengan temperatur maksimal 43oC. sehingga kompres dingin pada terapi hipertermia tidak bertentangan dengan proses yang ditimbulkan oleh pemakaian terapi yang lain. Selain itu. penurunan produksi panas. shivering. sehingga dan vasokonstriksi Shivering mengakibatkan karena metabolisme meningkatkan konsumsi oksigen dan volume respirasi. vasodilatasi. gangguan inti tubuh. Selama hipertermia. Selain kompres dingin. dapat ditarik kesimpulan bahwa pemakaian SAINSTIS. berkeringat dan respon perilaku bekerja untuk menurunkan temperatur tubuh.

The Journal of Trauma. Volume 31 (Suppl 5) Bajhatia. et all. Number 1: 9-16. 2000. Pathophysiology and Treatment of Fever in Adults. Pathophysiology and Management of Fever. Barone. Number 383. Number 6 : 1893-1897. 2009. 2004. Dalal. SAINSTIS. James E. et all. (Online). Fitness. Reuven & Dinarello. Volume 11. Clinical Infectious Disease. NOMOR 1. Volume 4. Number 4. Fever : Fact and Fiction.64 Efektifitas Kompres Dingin dan Hangat … kompres dingin efektif untuk mengatasi hipertermia. Fever Management Practice : What Paediatric Nurses Say. Metabolic Benefits of Surface Counter Warming during Therapeutic Temperature Modulation. http://www.asp? file=othr_inf/16086. karena dapat menurunkan temperature kulit dengan cepat. Biological Rhythms. 2000. Alternative Medicine Review. Kelly. Management of Fever: Making Evidence-based Decisions. Porat. Pemakaian kompres hangat dianjurkan sebagai terapi kombinasi dengan antipiretik untuk membantu menurunkan temperature tubuh. 2009. Nursing and Health Sciences. Boulant. Volume 37. Charles A. volume 3. volume 31(suppl 5). 2006. Akan tetapi tidak efektif untuk mengatasi demam karena memicu dan terjadinya shivering. Peter. Jack A. Page 278-293. page 157161. Greg. Edwards. VOLUME 1. APRIL – SEPTEMBER 2012 ISSN: 2089-0699 . Donna S. 2005. Body Temperature Variability (Part 1): A Review of the History of Body Temperature and its Variability Due to Site Selection.com/applicatio n/topic/print. Clinical Infectious Disease. Critical Care Medicine. 2006. Clinical Pediatrics. vasokonstriksi Sedangkan pemakaian kompres hangat efektif untuk mengatasi demam memicu vasodilatasi yang dapat meningkatkan pengeluaran panas tubuh. DAFTAR PUSTAKA Axelrod. Volume 67. 2003. Shalini & Zhukovsky. Diakses tanggal 1 September 2011. The Journal of Supportive Oncology. and Aging. Helen E. Neeraj. Number 3 : 119-130. External Cooling in the Management of Fever. Volume 42. Kayman H. Number 2 : 406409. Role of the Preoptic-Anterior Hypothalamus in Thermoregulation and Fever.utdol.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->