55

EFEKTIFITAS KOMPRES DINGIN DAN HANGAT PADA PENATALEKSANAAN DEMAM
Nurlaili Susanti Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Maliki Malang email : dr.santie@gmail.com

ABSTRACT Fever is a symptom that accompanies some infectious and non infectious diseases. Fever cause metabolic consequences such as dehydration, increasing oxygen consumption and metabolic rate. Treatment of fever can reduce patient discomfort and another symptoms such as fatigue, myalgia, diaphoresis and chills.In addition to antipyretic, the use of physical methods to reduce fever has been widely applied. Physical methods of cooling are the treatment of choice for hyperthermia, but their value in the treatment of fever remains uncertain. Fever treated with tepid-water sponging and combined with antipyretic drugs are more effectively than those treated with antipyretic drugs alone. Tepid-water sponging represents a simple, nonsedating method to combat the metabolic impact of shivering and to induce cutaneous vasodilatation that increases heat loss. PENDAHULUAN Demam diartikan sebagai respon fisiologis tubuh terhadap penyakit yang di perantarai oleh sitokin dan ditandai dengan peningkatan suhu pusat tubuh dan aktivitas kompleks imun. Demam merupakan beberapa gejala penyakit yang infeksi menyertai maupun dehidrasi atau kekurangan cairan, alergi maupun karena gangguan sistem imun. Gejala demam dapat dipastikan dari pemeriksaan suhu tubuh yang lebih tinggi dari rentang normal. Dikatakan demam, apabila pada pengukuran suhu rektal >38oC (100,4oF) atau suhu oral >37,8oC atau suhu aksila >37,2oC (99oF). Sedangkan pada bayi berumur kurang dari 3 bulan, dikatakan demam apabila suhu rektal > 38oC dan pada bayi usia lebih dari 3 bulan apabila suhu aksila dan oral lebih dari 38,3oC. Penatalaksanaan demam sangat bermanfaat untuk mengurangi rasa tidak nyaman yang dirasakan pasien. Selain

penyakit radang non infeksi. Pada penyakit infeksi, demam dapat

diakibatkan oleh infeksi virus yang bersifat self limited maupun infeksi bakteri, parasit, dan jamur. Demam dapat juga disebabkan oleh paparan panas yang berlebihan (overhating),

Termoregulasi Tubuh untuk kondisi dikontrol memiliki mekanisme suhu pada tubuh setiap saat pada suatu rentang normal yang dikontrol oleh pusat termoregulasi yang berlokasi di hipotalamus.2 oC / 98. demam Individu normal. Tubuh secara normal mampu mempertahankan temperatur karena pusat termoregulasi hipotalamus menyeimbangkan produksi panas berlebih yang dihasilkan dari aktivitas metabolisme di otot dan hepar dengan kehilangan panas dari kulit dan paru. dan SAINSTIS. tetapi pemeriksaannya lebih sulit. Hal ini disebabkan karena adanya pernafasan dari mulut. APRIL – SEPTEMBER 2012 ISSN: 2089-0699 . yaitu kompres dingin dan kompres hangat. suhu pagi hari > 37. rata-rata temperatur oral untuk usia 18-40 tahun adalah 36.3-37. NOMOR 1.6 oC (1. Tubuh senantiasa berupaya untuk pemakaian kompres dingin dan hangat pada penatalaksanaan demam. dengan variasi sirkadian < 1oC (36.56 Efektifitas Kompres Dingin dan Hangat … terapi simptomatis dan kausatif dengan menggunakan obat-obatan.9 sebagai o masyarakat kompres hangat.6 (37.0 oF).2 ± 0.4 oC (98. kompres dingin dan hangat.7 oF) dengan level terendah pada pukul 6 pagi dan level tertinggi pada pukul 4 (37. Telah dikenal dua macam cara kompres kulit.9 oF) . VOLUME 1.9 oF) atau suhu sore hari > 37. Tulisan ini akan mencoba mengulas efektifitas pemakaian F) harus dipertimbangkan Temperatur rektal demam.7 o dapat diturunkan dengan kompres kulit. mempertahankan normal. Penjelasan yang mengacu pada proses fisiologis yang terjadi pada pemakaian kompres diharapkan gambaran dapat mengenai memberikan efektifitas secara umum lebih tinggi dari pada oral yaitu sekitar 0. oleh Temperatur pusat termoregulasi dalam hipotalamus yang menerima input dari 2 set termoreseptor yaitu reseptor di hipotalamus sendiri yang memonitor temperatur darah yang melewati otak (temperature inti).2 oC (98. Temperatur membran timpani lebih mendekati temperatur inti tubuh. oleh karena itu. mempertahankan set poin suhu pada Temperatur Normal Tubuh Temperatur tubuh bervariasi kisaran 37oC.2oC) pada pengukuran suhu aksila.7 oC (99.8 ± 0.9 oF) sore. Kompres dingin telah dikenal secara luas penggunaannya dibandingkan di C / 99.

setelah informasi tentang suhu diolah di hipotalamus selanjutnya ditentukan pembentukan dan pengeluaran panas sesuai dengan perubahan set poin. menyesuaikan temperatur tubuh.5° C dibawah normal pada pagi hari dan 0.5 ° C diatas normal pada malam hari. Pada suhu lingkungan yang selalu bervariasi.57 Efektifitas Kompres Dingin dan Hangat … reseptor di kulit (khususnya di tubuh) yang memonitor temperatur eksternal. Heat balance Heat Production Heat Loss Metabolic Heat Production Exercise Shivering Thyroxin Sympathetic Stimulation Q10 Effect Radiation Conduction Convection Evaporation Gb. Termoregulasi masih belum berkembang dengan baik pada bayi baru lahir dan khususnya pada bayi prematur. Dalam keadaan normal termostat di hipotalamus selalu diatur pada set point ± 37° C. Kehilangan panas terjadi melalui radiasi. APRIL – SEPTEMBER 2012 ISSN: 2089-0699 . evaporasi. VOLUME 1. suhu tubuh secara normal konduksi dan konveksi. Kedua set informasi ini dibutuhkan agar tubuh dapat membuat penyesuaian yang tepat. Pertukaran Panas antara tubuh dan lingkungan SAINSTIS. NOMOR 1. Pusat termoregulasi mengirim impuls berbeda ke beberapa untuk efektor yang dipertahankan pada rentang yang sempit yaitu berfluktuasi 0. Produksi panas dipengaruhi oleh aktivitas metabolik dan aktivitas fisik.

toksin yang diproduksi Streptokokus oleh Stafilokokus dan menyebabkan demam SAINSTIS. Pengeluaran panas dikurangi dengan vasokontriksi pembuluh darah kulit dan mengurangi produksi keringat oleh kelenjar keringat. Grup lain dari substansi bakteri yang menjadi pirogen yang poten diproduksi oleh bakteri gram positif. APRIL – SEPTEMBER 2012 ISSN: 2089-0699 . Seperti endotoksin dari bakteri Gram negatif. VOLUME 1.58 Efektifitas Kompres Dingin dan Hangat … Hipotalamus posterior berperan meningkatkan produksi panas dan dan eksogen. Infeksi bakteri menyebabkan demam karena endotoksin bakteri merangsang sel PMN untuk menghasilkan pirogen endogen yaitu interleukin-1. Toksin dari TSS (Toxic Shock Syndrome / TSST-1) dihubungkan produksi panas melalui peningkatan metabolisme dan aktivitas otot rangka dalam bentuk menggigil (shivering). Endotoksin adalah substansi poten yang tidak hanya sebagai pirogen tapi juga sebagai induser dari perubahan patologis yang bervariasi yang diobservasi pada infeksi Gram negatif. Bila suhu lingkungan lebih rendah dari suhu tubuh maka hipotalamus dengan posterior merespon meningkatkan lipopolisakarida yang diproduksi oleh semua bakteri gram negatif. Superantigen berperan dalam pathogenesis infeksi gram positif yang parah akibat interaksi dengan MHC (Major Histocompatibility Complex) II dan sejumlah sel T untuk melepaskan sitokin pirogenik. aureus dan eksotoksin dari Streptokokus grup A bekerja sebagai toksin langsung tetapi juga berperan sebagai superantigen. Contoh klasik dari pirogen eksogen adalah endotoksin mengurangi pengeluaran panas. TSST-1 dan panas melalui vasodilatasi kulit dan menambah produksi keringat. Pirogen adalah substansi yang menyebabkan demam. Pirogen terdiri dari endogen enterotoksin lain dari S. Bila suhu lingkungan lebih tinggi dari suhu tubuh maka hipotalamus anterior merespon dengan meningkatkan pengeluaran dengan strain Stafilokokus aureus yang diisolasi dari pasien dengan Toxic Shock Syndrome (TSS). Sedangkan anterior berperan hipotalamus menurunkan suhu tubuh dengan cara mengeluarkan panas. interleukin 6 atau TNF (tumor necrosis factor). NOMOR 1. Pirogen eksogen adalah pirogen yang berasal dari luar tubuh terutama mikroba dan produknya seperti toksin. Patofisiologi Demam Peningkatan suhu tubuh terjadi akibat peningkatan set point.

dan IL-6 yang merangsang hipotalamus untuk meningkatkan set point ke level demam. IL-6 juga merupakan pirogen tetapi membutuhkan substansi pirogenik eksogen berasal dari bakteri dan jamur. IL-4. yaitu IL-1.TNF. IL-6. Interferon-alpha dapat juga dipertimbangkan sebagai sitokin pirogenik sejak memproduksi panas. konsentrasi rendah dari IL-1 dan TNF menginduksi sejumlah besar dari IL-6 dan inilah sebagai pencetus pusat di hipotalamus untuk mengontrol suhu tubuh. IL-1. sedangkan virus menginduksi sitokin pirogenik dengan menginfeksi sel.59 Efektifitas Kompres Dingin dan Hangat … pada percobaan hewan yang diinjeksi secara intravena dalam rentang dosis mikrogram/kg lebih dari nanogram/kg dosis IL-6 dibutuhkan untuk memproduksi demam pada submikrogram/kg. sejumlah besar dari IL-6 bersirkulasi pada semua penyakit demam dan IL-6 yang eksogen. Meskipun demikian. Pirogen eksogen menginduksi sintesis dan pelepasan dari sitokin pirogenik endogen. diinduksi oleh IL-1 atau kombinasi IL-1 dan TNF dilaporkan secara klinis lebih sering terukur. dan IL-6. IL-6 TNF dan CNTF (neurotrophic factor). SAINSTIS. Ada beberapa sitokin pirogenik. Kebanyakan hematopoietik. sitokin yang disebut Granulocyte Colony Stimulating Factor (G-CSF) menstimulasi granulositopoiesis di sumsum tulang. Sitokin adalah protein kecil (BM 10-20. dan TNF masing-masing diinjeksikan ke manusia dan menghasilkan demam. Jadi. Demam juga dapat diakibatkan oleh berbagai jenis penyakit inflamasi. inflamasi Sebagai dan contoh. antigen trauma antibodi atau yang kompleks dapat menginduksi produksi IL-1.000 D) yang meregulasi proses imun. stimulasi dari proliferasi limfosit selama respon imun vaksinasi adalah hasil dari sitokin yang bervariasi mencakup IL-2. Sitokin Pirogenik adalah pirogen endogen yang spesifik yang dilepaskan sebagai respon terhadap pirogen manusia. NOMOR 1. APRIL – SEPTEMBER 2012 ISSN: 2089-0699 . VOLUME 1. IL1 dan TNF adalah pirogen yang utama. pada kebanyakan penyakit infeksi dan inflamasi. Beberapa sitokin menyebabkan demam dan disebut sitokin pirogenik. Tikus tanpa gen yang mengkode IL-6 tidak menimbulkan demam selama infeksi bakteri. pada faktanya. menghasilkan panas pada dosis rendah 10 ng/kg (IV atau SC).

Kulit teraba hangat. Hal memperburuk insufisiensi paru dan jantung yang telah ada sebelumnya. Sitokin pirogenik seperti IL-1. temperatur inti tubuh naik menjangkau set poin suhu baru dengan vasokonstriksi perifer untuk dengan bantuan enzim siklooksigenase 2 (COX-2) membentuk prostaglandin E2. febris (fever) dan kemerahan (flush). VOLUME 1. Penatalaksanaan Demam Demam dihubungkan dengan konsekuensi meliputi konsumsi metabolik dehidrasi. APRIL – SEPTEMBER 2012 ISSN: 2089-0699 .60 Efektifitas Kompres Dingin dan Hangat … Pirogen hipotalamus endogen bekerja di Demam memiliki tiga fase klinis yaitu menggigil (chill). peningkatan sebanyak konsumsi 13%. PGE2 di perifer dapat berkomunikasi dengan otak secara tidak langsung untuk meningkatkan set poin hipotalamus melalui beberapa cara. Peningkatan PGE2 di perifer juga menyebabkan myalgia non spesifik dan artralgia yang sering menyebabkan demam. Hal ini menyebabkan peningkatan level prostaglandin E2 dari jaringan ventrikel tertinggi hipotalamus III berada dimana di anterior dan konsentrasi organ mengurangi pengeluaran panas dan peningkatan aktivitas otot (shivering) untuk meningkatkan produksi panas. kemerahan. dan kering. Pada fase febris terjadi keseimbangan antara produksi dan kehilangan panas pada set poin yang meningkat. IL-6 dan TNF dilepaskan dari sel dan memasuki sirkulasi sistemik dan menginduksi sintesis demam. oksigen. PGE2 untuk mencetuskan juga perifer dan berkeringat (diaphoresis). Ketika set poin kembali normal. NOMOR 1. Interaksi pirogen dengan endothelium pembuluh darah circumventricular hipotalamus adalah langkah awal untuk meningkatkan set point ke level demam. Pada fase menggigil. Demam dihubungkan yang dengan berkepanjangan peningkatan SAINSTIS. sehingga mekanisme mengurangi panas dimulai melalui vasodilatasi sekitar vasculosum lamina terminalis yang jaringan kapilernya meluas ke sekeliling pusat termoregulasi hipotalamus. Untuk setiap peningkatan satu derajat diatas terjadi oksigen ini dapat serabut saraf otonom dan melalui rute vagal yang merupakan cara terbaik. potensial peningkatan dan 37oC laju Sitokin pirogenik menginduksi pembentukan PGE2 di jaringan perifer. diantaranya dengan menstimulasi metabolisme. tubuh mempersepsikan dirinya menjadi terlalu panas.

VOLUME 1. Penggunaan obat penurun demam (antipiretik) dalam hal ini dapat mengurangi kepala. Akan tetapi. koma sampai kematian. dapat dilakukan upaya melebarkan pembuluh darah perifer dengan cara menyeka kulit dengan air hangat (tepidsponging) atau kompres hangat. pengompresan dengan alkohol dapat terserap oleh kulit dan terhirup pernafasan yang dapat menyebabkan keracunan alkohol dengan gejala berdarah. Agar kadar elektrolit tidak meningkat saat terjadi evaporasi. diaphoresis dan menggigil. Selain itu. dll. juga mungkin mengalami Demam menyebabkan tidak diimbangi oleh pengeluaran panas tubuh. Lama demam dan karakteristik naik turunnya dapat mengarahkan kecurigaan infeksi beberapa penyakit. NOMOR 1. Penurunan demam membantu mengurangi rasa tidak nyaman dan gejala penyerta seperti kelemahan. demam dalam tubuh. pasien. APRIL – SEPTEMBER 2012 ISSN: 2089-0699 . dan evaporasi. Selain itu. seperti demam evaporasi maupun radiasi.61 Efektifitas Kompres Dingin dan Hangat … kebutuhan bermasalah penurunan berkepanjangan kelemahan. Oleh karena itu penatalaksanaan demam ditujukan untuk mengurangi produksi panas dan meningkatkan pengeluaran panas tubuh. konveksi. ada situasi klinis dimana observasi terhadap demam mengakibatkan vasokonstriksi pembuluh darah sehingga panas sulit disalurkan baik lewat mekanisme memberi keuntungan diagnostik. demam thipoid. aspek dan gejala sakit arthralgia. kemungkinan meningkatkan tetapi perlu dilakukan dengan meningkatkan radiasi. Demam pada umumnya nutrisi jika yang pasien nutrisi. myalgia. Secara umum demam terjadi akibat peningkatan produksi panas yang hipoglikemia. Meskipun bermanfaat pertahanan mialgia. diantaranya membuka pakaian atau selimut yang tebal dan ganti dengan pakaian tipis agar terjadi radiasi dan evaporasi. Terapi simptomatis demam tidak Mendinginkan dengan air es atau alkohol kurang bermanfaat karena berbahaya dan tidak memperlambat penyembuhan infeksi bakteri maupun virus. konduksi. maka seseorang SAINSTIS. Peningkatan pengeluaran panas tubuh dapat dihubungkan dengan infeksi virus yang bersifat self limited. Meningkatkan aliran udara dengan dalam meningkatkan rumah akan ventilasi ke menyebabkan dipertimbangkan kenyamanan terjadinya mekanisme konveksi.

VOLUME 1.62 Efektifitas Kompres Dingin dan Hangat … yang mengalami demam harus Kortikosteroid juga bekerja dengan menghambat transkripsi mRNA untuk panas sitokin pirogenik. NOMOR 1. Sintesis PGE2 bergantung pada enzim siklooksigenase. Kompres merupakan antipiretik yang efektif yang menurunkan sintesis PGE2 dengan menghambat aktivitas fosfolipase A2. Asetaminofen. Akan tetapi. APRIL – SEPTEMBER 2012 ISSN: 2089-0699 . Pemberian terapi simptomatik demam dengan mengidentifikasi etilogi yang mendasari terjadinya demam pada seorang pasien. aspirin atau abat anti inflamasi non steroid (NSAID) bekerja dengan menurunkan peningkatan set poin suhu di otak dengan menghambat enzim terapi awal dengan antibiotik spektrum luas dianjurkan. Penghambat COX. hasil kultur. Efektifitas Hangat Demam Telah lama dikenal pemakaian metode fisik dalam menurunkan Kompres Pada Dingin dan prostaglandin. dioksidasi di otak oleh sitokrom P-450 dan menghambat aktivitas COX. Misalnya demam akibat infeksi bakteri. Karena sekitar 70% penyebab diidentifikasi. maupun evaporasi. Penurunan produksi diantaranya dapat dilakukan dengan istirahat yang cukup agar laju metabolisme tubuh menurun. Metode yang umum dipakai adalah kompres dingin. seperti NSAID. yang dibutuhkan untuk melepaskan asam arakhidonat dari membran. Metode fisik ini ditujukan untuk meningkatkan pengeluaran panas baik secara konduksi. keuntungannya dalam terapi demam belum sepenuhnya dipahami. SAINSTIS. maka terapi kausatif adalah dengan memberikan didapatkan antibiotik. PGE2 tidak berperan pada termoregulasi Penatalaksanaan normal. adalah antipiretik yang poten karena mengganggu arakhidonat perubahan menjadi asam pemakaian berdasarkan pengetahuan mengenai spektrum anti mikroba dan resistensi antibiotik yang dimiliki instansi pelayanan kesehatan. berdasarkan pengamatan bahwa penggunaan aspirin atau NSAID secara kronis tidak menurunkan temperatur inti tubuh normal. konveksi. Sebelum pemberian antipiretik seperti asetaminofen. penghambat COX yang lemah di jaringan perifer. antibiotik demam maka awal tidak dapat siklooksigenase (COX). Intervensi penanganan spesifik demam dalam adalah mengkonsumsi cairan yang cukup. Kortikosteroid juga demam.

berkeringat dan respon perilaku bekerja untuk menurunkan temperatur tubuh. Lokasi kulit tempat mengompres pirogen di pusat termoregulasi.63 Efektifitas Kompres Dingin dan Hangat … dingin adalah terapi pilihan untuk hipertermia yang ditandai oleh panas dan menghalangi pengeluaran panas tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa pemberian terapi demam kombinasi antara antipiretik dan kompres hangat lebih efektif dibandingkan antipiretik saja. selain itu juga mengurangi rasa tidak nyaman akibat gejala demam yang dirasakan. Selama hipertermia. Kompres hangat pada kulit dapat menghambat shivering dan dampak metabolik yang ditimbulkannya. vasodilatasi. APRIL – SEPTEMBER 2012 ISSN: 2089-0699 . Pemakaian antipiretik dan kompres hangat memiliki proses yang tidak berlawanan dalam menurunkan temperatur tubuh. dikenal pemakaian kompres hangat dalam temperatur inti tubuh melampaui set poin termoregulasi. VOLUME 1. kompres hangat juga menginduksi vasodilatasi perifer. Kompres dingin menurunkan meningkatkan pengeluaran panas tubuh. dapat ditarik kesimpulan bahwa pemakaian SAINSTIS. kompres dingin kurang efektif dalam tatalaksana demam karena selain kurang nyaman juga merangsang produksi dianjurkan pada tatalaksana demam. vasokonstriksi kulit dan respon yang berhubungan dengan perilaku meningkatkan temperatur inti untuk menjangkau peningkatan set poin suhu yang diakibatkan oleh kerja tatalaksana demam. Selain itu. dan tangan. meningkatkan persentase karbon dioksida dalam udara ekspirasi dan meningkatkan aktifitas sistem saraf simpatis. pemakaian biasanya di wajah. leher. Selain kompres dingin. NOMOR 1. pemakaian kombinasi keduanya temperatur kulit lebih cepat dari pada temperatur merangsang shivering. gangguan inti tubuh. Oleh karena itu. Berbeda dengan demam. sehingga dan vasokonstriksi Shivering mengakibatkan karena metabolisme meningkatkan konsumsi oksigen dan volume respirasi. Kompres hangat adalah melapisi permukaan kulit dengan handuk yang telah dibasahi air hangat dengan temperatur maksimal 43oC. shivering. KESIMPULAN Dari penjelasan diatas. penurunan produksi panas. Oleh karena itu. sehingga kompres dingin pada terapi hipertermia tidak bertentangan dengan proses yang ditimbulkan oleh pemakaian terapi yang lain. Jadi.

Peter. Body Temperature Variability (Part 1): A Review of the History of Body Temperature and its Variability Due to Site Selection. Volume 11. Boulant. Diakses tanggal 1 September 2011. Kayman H. Fitness. 2004. Clinical Pediatrics. Number 383.utdol. Kelly. Volume 4. http://www. et all. Biological Rhythms. Edwards. Greg. The Journal of Trauma.com/applicatio n/topic/print. Number 4. (Online). Volume 42. Clinical Infectious Disease. James E. Barone. DAFTAR PUSTAKA Axelrod. Fever : Fact and Fiction. Role of the Preoptic-Anterior Hypothalamus in Thermoregulation and Fever. 2005. page 157161. Volume 67. NOMOR 1. SAINSTIS. 2009. 2009. Pemakaian kompres hangat dianjurkan sebagai terapi kombinasi dengan antipiretik untuk membantu menurunkan temperature tubuh. 2006. Volume 31 (Suppl 5) Bajhatia. volume 31(suppl 5). Number 3 : 119-130. Clinical Infectious Disease. volume 3. 2006. 2000. Metabolic Benefits of Surface Counter Warming during Therapeutic Temperature Modulation. Reuven & Dinarello. Number 1: 9-16. Porat. Pathophysiology and Management of Fever. Critical Care Medicine. Volume 37. Fever Management Practice : What Paediatric Nurses Say. Akan tetapi tidak efektif untuk mengatasi demam karena memicu dan terjadinya shivering. Neeraj. vasokonstriksi Sedangkan pemakaian kompres hangat efektif untuk mengatasi demam memicu vasodilatasi yang dapat meningkatkan pengeluaran panas tubuh. Dalal. and Aging. et all. Charles A. External Cooling in the Management of Fever. Page 278-293. Shalini & Zhukovsky. VOLUME 1. karena dapat menurunkan temperature kulit dengan cepat. Jack A. Management of Fever: Making Evidence-based Decisions. Alternative Medicine Review.asp? file=othr_inf/16086. Number 2 : 406409. 2003. Helen E. Pathophysiology and Treatment of Fever in Adults. 2000. APRIL – SEPTEMBER 2012 ISSN: 2089-0699 . Nursing and Health Sciences.64 Efektifitas Kompres Dingin dan Hangat … kompres dingin efektif untuk mengatasi hipertermia. Number 6 : 1893-1897. The Journal of Supportive Oncology. Donna S.