Konsep Kebutuhan Dasar Manusia

Posted on April 17, 2011 by muzavipahlevi Kebutuhan dasar manusia adalah unsure-unsur yang dibutuhkan manusian dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis maupun fisiologis, yang tentunya untuk mempertahankan kehidupan dan kesehatan. Kebutuhan manisia menurut Abraham Maslow dalam Teori Hirarki Kebutuhan menyatakan bahwa setiap manusia memiliki lima kebituhan dasar yaitu kebutuhan fisiologis (makan dan minum), keamanan, cinta, harga diri, dan aktualisasi diri (Sumber: Potter And Patricia, 1997). Ciri Kebutuhan Dasar Manusia Manusia memiliki kebutuhan dasar yang bersifat heterogen. Setiap orang umumya memiliki kebutuhan dasar yang sama, akan tetapi terdapat perbedaan budaya, maka kebutuhan tersebutpun ikut bebbeda. Dalam memenuhi kebutuhannya, manusia menyesuaikan diri dengan prioritas yang ada. Lalu jika gagal memenuhi kebutuhannya makamanusia akan berfikir lebih keras dan bergerak untuk memenuhi kebutuhannya. Faktor Yang Mempengaruhi Kebutuhan Dasar Manusi Kebutuhan dasar manusia dipengaruhi oleh berbagai factor, diantaranya adalah :

Penyakit

Adanya penyakit dalam tubuh dapat menyebabkan perubahan pemenuhan kebutuhan, baik secara biologis maupun fisiologis, karena beberapa fungsi organ tubuh memerlukan pemenuhan kebutuhan lebih besar daripada biasanya.

Hubungan Keluarga

Hubungan keluarga yang baik dapat meningkatkanpemenuhan kebutuhan dasar karena adanya saling percaya, merasakan kesenangan hidup, tidak ada rsa curiga, dan lain-lain.

Konsep Diri

Konsep diri manusia memiliki peran dalam pemenuhan kebutuhan dasar. Konsep diri yang posotif dapat memberikan makna dan keutuhan (wholeness) bagi seseorang. Konsep diri yang sehat dapat memberikan perasaan positif terhadap diri sendiri. Orang yang merasa posituf terhadap dirinya akan mudah berubah, mudah mengenali kebutuhan dan mengembangkan cara hidup yag sehat, sehingga mudah memenuhi kebutuhan dasarnya.

Tahap Perkembangan.

Sejalan dengan meningkatnya usia, manusia mengalami perkembangan. setiap tahap perkembangan tersebut memiliki tingkat kebutuhan yang bebeda, baik kebutuhan biologis,

psikososial, social, maupun spiritual, mengingat fungsi organ tubuh juga mengalami proses kematangan dengan dengan aktivitas yang berbeda. Pendapat Beberapa Ahli Tentang Konsep Kebituhan Dasar Manusia.

Virginia Handerson

Virginia Handerson membagi kebutuhan dasar manusia kedalam 14 komponen berikut : 1) 2) 3) 4) 5) 6) Bernafas secara normal. Makan dan minum yang cukup. Eliminasi. Bergerak dan memepertahan postur tubuh yang diinginkan. Tudur dan istirahat. Memilih pakaian yang tepat.

7) Mempertahankan suhu tubuh dalam kisaran normal dengan. menyesuaikan pakaian yang dikenakan dengan memodifikasi lingkungan. 8) Menjaga kebutuhan diri dan penampilan.

9) Berkomunikasi dengan orang lain dalam mengekspresikan emosi, kebutuhan, kakhawatiran dan opini. 10) Menghindari bahaya dari lingkungan dan dan menghindari membehayakan orang lain. 11) Beribadah sesuai dengan agama dan keyakinan. 12) Bekerja sedemikian rupa sebagai modal membiayai kebutuhan hidup. 13) Berpain atau berpartisipasi dalam berbagai bentuk rekreasi. 14) Belajar, menemkan, atau mamuaskan rasa ingn tahu yang mengarah pada perkembangan yang normal, kesehatan, dan penggunaan fasilitas kesehatanyang tersedia.

Jean Watson

Jean Watson membagi kebutuhan dasar manusia kedalam dua peringkat utama, yaitukebutuhan yang tingkatnya lebih rendah (lower order needs) dan kebutuhan yang tingkatnya lebih tinggi (higher order needs). Pemenuhan kebutuhan yang tingkatnya lebih rendah tidak selalu membantu

upaya kompleks mausia untuk mencapai aktualisasi diri. Tiap kebituhan dipandang dalam konteksnya terhadap kebutuhan lain, dan semuanya dianggap penting.

Gambar: Hierarki Kebutuhan Dasar Manusia Menurut Jean Watson

Abraham Maslow

Dikenal dengan nama Teori Hierarki Kebutuhan Dasar Manusia: 1) Kebutuha Fisiologis.

Adalah kebutuhan paling dasar, yaitu kebutuhan oksigen, cairan dan elektrolit, nutrisi, keseimbangan suhu tubuh, eliminasi, tempat tinggal, istirahat dan tidur serta kebutuhan seksual. 2) Kebutuhan rasa aman dn perlindungan.

Dibagi menjadi 2 yakni fisik dan psikologis:
• •

Fisik: meliputi perlindungan atas ancaman terhadap tubuh atau hidup seperti penyakit, kecelakaan, bahaya lingkungan, dan sebagainya. Psikologis: perlindungan atas ancaman dari pengalaman yang baru dan asing seperti kekhawatiran seorang anak ketika masuk sekolah untuk pertama kali karena merasa terancam oleh keharusan untuk berinteraksi dengan orang lain. Kebuthan rasa cinta serta rasa memiliki dan dimiliki.

3)

Member dan menerima kasih saying, mendapatkan kehangatan keluarga, memiliki sahabat, diterima oleh kelompok social, dan sebagainya. 4) Kebutuhan akan harga diri

Kebutuhan ini terkait dengan keinginan untukmendapatkan kekuatan, meraih prestasi, kepercayaan diri dan kemerdekaan diri. Selain itu, orang juga memerlukan pengakuan dari orang lain. 5) Kebutuhan aktualisasi diri.

Merupakan kebutuhan tertinggi dalam Hierarku Maslow, merupakan kebutuhan untuk berkontribusi pada orang lain/lingkungan serta mencapaipotensi diri sepenuhnya.

Ini harus menjadi perhatian kita bersama. adanya perubahan . Tingkat kebersihan sendiri dinilai dari penampilan individu dan upayanya dalam menjaga kebersihan dan kerapian tubuhnya setiap hari. Berpenampilan bersih darum dan rapih merupakan dimensi yang sangat penting dalam mengukur tingkat kesejahteraan individu secara umum. Adanya masalah dalam kebersihan diri akan berdampak pada kesehatan seseorang. sebab kebarsihan merupakan faktor penting dalam mempertahankan derajat kesehatan individu (Taylor 1989). Hal ini sangat penting mengingat kebersihan merupakan kebutuhan dasar utama yang dapat mempengaruhi status kesehatan dan kondisi psikologis secara umum.tingkat pendidikan. Saat seseorang sakit salah satu penyebabnya adalah kebersihan diri yang kurang.social. dan lain sebaganya. norma keluarga. Perilaku kebersihan diri dapat dipengaruhi oleh nilai serta kebiasaan yang dianut individu. disamping faktor budaya. Menurut Roper (2002). aktivitas ini dikembangkan menjadi rutinitas guna memberikan perasaan stabil dan aman pada diri individu.Gambar : Kebutuhan Dasar Manusia Menurut Abraham Maslow BAB I PENDAHULUAN Personal hygiene adalah upaya yang dilakukan dalam upaya memelihara kebersihan dan kesehatan dirinya baik secara fisik maupun mental. status ekonomi. Sebagai contoh.

padahal jika hal tersebut dibiarkan terus dapat mempengaruhi kesehatan secara umum. 2. serta tingkat perkembangan. Lapisan kedua adalah lapisan dermis yang terdiri atas jaringan otot. Lapisan ini tidak mengandung pembuluh darah. Jika seseorang sakit. sosial. Ganguan fisik yang terjadi dapat mengakibatkan perubahan konsep diri. Fisiologi Kulit Sistem integumen terdiri atas kulit. Hal ini terjadi karena kita menganggap masalah kebersihan adalah masalah sepele. Kebersihan seseoang adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseoran untuk kesejahteraan fisik dan psikis. pendidikan. Kedua. lapisan subkutan di bawah kulit dan pelengkapnya. Konsep Personal Hygiene Dalam kehidupan sehari-hari kebersihan merupakan hal yang sangat penting dan harus diperhatikan karena kebersihan akan mempengaruhi kesehatan dan psikis seseorang. BAB II ISI 1. Hal-hal yang sangat berpengaruh itu di antaranya kebudayaan . Personal Hygiene berasal dari bahasa Yunani yaitu personal yang artinya perorangan dan hygiene berarti sehat. seperti kelenjar dan kuku. . Sel-sel epitel ini mudah sekali mengalami regeneras. kelenjar serumen yang terdapat dalam telingga yang berfungsi sebagai pelumas dan berwarna cokelat. Pada kulit terdapat 2 kelenjar : pertama kelnejar sebasea yang menghasilkan minyak yang disebut sebun yang berfungsi meminyaki kulit dan rambut. Kulit terdiri atas 2 lapisan yaitu lapisan epidermis yang terdapat pada bagian atas yang banyak mengandung sel-sel epitel. saraf folikel rambut dan kelenjar. Sedangkan gangguan psikologis terjadi karena kondisi tersebut mungkin mengurangi keindahan penampilan dan reaksi emosional (Doenges dkk). biasanya masalah kebersihan kurang diperhatikan. persepsi seseorang terhadap kesehatan. Kebersihan itu sendiri dangat dipengaruhi oleh nilai individu dan kebiasaan.peran perawat dalam hal ini sangat dibutuhkan guna meningkatkan personal hygiene individu melalui kegiatan penyuluhan dan meningkatkan pengetahuan tentang upaya kebersihan diri melalui penerapan prinsip hidup bersih dan sehat.pada kulit dapat menimbulkan berbagai ganguan fisik dan psikologis. keluarga.

Memproduksi dan mengabsorpsi vitamin D 3. Memelihara kebersihan diri seseorang 3. Macam-macam Personal Hygiene 1. Perawatan kulit kepala dan rambut Cara-cara merawat kulit kepala dan rambut: • • • • • • Cuci rambut 1-2 kali seminggu dengan memakai sampo yang cocok Pangkas rambut agar terlihat rapi Gunakan sisir yang bergerigi besar untuk merapikan rambut keriting dan olesi rambut dengan minyak Jangan menggunakan sisir yang bergerigi tajam karena bisa melikai kulit kepala Pijat kulit kepala pada saat mencuci rambut untuk merangsang pertumbuhan rambut Pada jenis rambut ikal dan keriting. Mencagah penyakit 5. Pengeluaran pembuangan air 4. Perawatan mata Cara-cara merawat mata: • Usaplah kotoran mata dari sudut mata bagian dalam hingga sudut mata bagian luar . Menciptakan keindahan 6. sisir rambut mulai dari bagian ujung sampai ke pangkal dengan pelan dan hati-hati 2.Fungsi Kulit : 1. Sensasi dari stimulus lingkungan 5. Membantu keseimbangan carian da eletrolit 6. Memperbaiki personal hyiene yang kurang 4. Tujuan Personal Hygiene 1. Meningkatkan rasa percaya diri 4. Proteksi tubuh 2. Pengaturan temperatur tubuh 3. Meningkatkan derajat kesehatan seseorang 2.

Perawatan telingga Cara-cara merawat telinga • • • • Bila ada kotoran yang mrnyumbat telinga. Sedangkan kuku kaki dipotong dalam bentuk lurus Jangan memotong kuku terlalu pendek karena dapat melukai kulit disekitar kuku Jangan membersihkan kotoran dibalik kuku dengan benda tajam.• • • • Saat mengusap mata. hembuskan secara perlahan dengan membiarkan kedua lubang hidung tetap terbuka Jangan mengeluarkan kotoran dari lubang hidung dengan menggunakan jari karena dapat mengiritasi mukosa hidung 4. lakukan dengan hati-hati agar tidak menimbulkan kerusakan telinga akibat tekanan air yang terlalu tinggi Aliran air yang masuk hendaknya diarahkan kesaluran telinga dan bukan langsung ke gendang telinga Jangan menggunakan peniti atau jepit rambut untuk membersihkan kotoran telinga karena dapat menusuk gendang telinga 5. Perawatan kuku kaki dan tangan Cara-cara merawat kuku • • • Kuku jari tangan dapat dipotong dengan pengikir atau memotongnya dalam betukk oval atau menikuti bentuk jari. keluarkan secara pelan dengan menggunakan penyedot telinga Bila menggunakan air yang disemprotkan. sebab nantinya akan menyumbat saluran nafas serta menyebabkan luka pada membran mukosa Sewaktu mengeluarkan debu dari lubang hidung. Perawatan hidung • • • • Jaga agar lubang hidung tidak kemasukan air dan benda kecil Jangan biarkan benda kecil masuk kelubang hidung. sebab akan merusak jaringan dibawah kuku . gunakan kain yang paling bersih dan lembut Lindungi mata dari kemasukan debu dan kotoran Bila menggunakan kacamata hendaklah selalu dipakai Bila mata sakit cepat periksa ke dokter Cara-cara merawat hidung 3.

badan hingga kaki 5. sela-sela jari.• • • Potong kuku seminggu sekali atau sesuai kebutuhan Khusus untuk jari kaki. belakang telinga dll. ketiak. 8. Jangan gunakan sabun mandi untuk wajah Segera keringkan tubuh dengan handuk yang lembut dari wajah. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Personal Hygiene 1. tangan. Perawatan gigi dan mulut Cara-cara merawat gigi dan mulut • • • • • • • Tidak makan makanan yang terlalu manis dan asam Tidak menggunakan gigi untuk menggigit atau mencongkel benda keras Menghindari kecelakaan seperti jatuh yang dapat menyebabkan gigi patah Menyikat gigi sesudah makan dan khususnya sebelum tidur Meletakkan sikat gigi pada sudut 450 dipertemuan antara gigi dan gusi dan sikat menghadap kearah yang sama dengan gusi Menyikat gigi dari atas kebawah dan seterusnya Memeriksakan gigi secara teratur setiap enam bulan Cara-cara merawat tubuh secara keseluruhan: • • • • • Biasakan mandi dua kali sehari atau setelah beraktivitas Gunakan sabun yang tidak bersifat iritatif Sabuni seluruh tubuh terutama lipatan-lipatan kulit. Perawatan genetalia • • Membersihkan area genitalia eksterna pada saat mandi (wanita) Perawatan yang sama dilakukan saat mandi terutama pada mereka yang belum disirkumsisi (pria) 7. sebaiknya kuku dipotong segera setelah mandi atau direndam dengan air hangat terlebih dahulu Jangan menggigiti kuku karena dapat merusak jaringan kuku Cara-cara merawat genitalia 6. Body image Gambaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi kebersihan diri misalnya karena adanya perubahan fisik sehingga individu tidak peduli terhadap kebersihannya. Perawatan tubuh secara keseluruhan .

kebutuhan dicintai dan mencintai. BAB III PENUTUP A. alat mandi yang semuanya memerlukan uang untuk menyediakannya 4. Praktik sosial Pada anak-anak selalu dimanja dalam kebersihan diri. 6. dan lain-lain. Status sosial-ekonomi Personal Hygiene memerlukan alat dan bahan seperti sabun. Misalnya pada pasien penderita DM ia harus menjaga kebersihan kakinya. aktualisasi diri dan gangguan interaksi sosial. 6. Kondisi fisik Pada keadaan sakit tertentu kemampuan untuk merawat diri berkurang dan perlu bantuan untuk melakukannya. sampo. • Dampak Psikososial Masalah social yang berhubungan dengan Personal Hygiene adalah gangguan kebutuhan rasa nyaman.2. Dampak yang Sering Timbul pada Masalah Personal Hyiene • Dampak Fisik Banyak gangguan kesehatan yang diderita seseorang karena tidak terpeliharanya kebersihan perorangan dengan baik. gangguan membrane mukosa mulut. sikat gigi. kebutuhan harga diri. Pengetahuan Pengetahuan Personal Hygiene sangat penting karena pengetahuan yang baik dapat meningkatkan kesehatan. Budaya Di sebagian masyarakat jika individu sakit tertentu maka tidak boleh dimandikan. 5. maka kemungkinan akan terjadi perubahan pola Personal Hygiene 3. 7. Kesimpulan . pasta gigi. sampo. Kebiasaan seseorang Ada kebiasaan seseorang yang menggunakan produk tertentu dalam perawatan dirinya seperti penggunaan sabun. infeksi pada mata dan telinga. dan gangguan fisik pada kuku. Gangguan fisik yang sering terjadi adalah gangguan integritas kulit.

Perilaku kebersihan diri dapat dipengaruhi oleh nilai serta kebiasaan yang dianut individu.Personal hygiene adalah uapaya yang dilakukan dalam upaya memelihara kebersihan dan kesehatan dirinya baik secara fisik maupun mental.tingkat pendidikan. Berpenampilan bersih darum dan rapih merupakan dimensi yang sangat penting dalam mengukur tingkat kesejahteraan individu secara umum. Ada juga pengertian nyeri dari beberapa ahli diantaranya yaitu : . Hal ini terjadi karena kita menganggap masalah kebersihan adalah masalah sepele. Jakarta: Bharata Karya Aksara Mubarak. S. padahal jika hal tersebut dibiarkan terus dapat mempengaruhi kesehatan secara umum. biasanya masalah kebersihan kurang diperhatikan. dan lain sebaganya. DAFTAR PUSTAKA Adam. Jika seseorang sakit.social. (2007). karena Jika seseorang sakit. dan juga perubahan hidup seseorang. biasanya masalah kebersihan kurang diperhatikan. masalah kebersihan adalah hal yang sangat penting dan jangan menganggap masalah kebersihan adalah masalah sepele. disamping faktor budaya. B. (1994). Nyeri ini hanya dapat dirasakan oleh individu tersebut tanpa dapat dirasakan oleh orang lain. Adanya masalah dalam kebersihan diri akan berdampak pada kesehatan seseorang. Saran Bagi para pembaca. serta mencakup pola fikir. Untuk kali ini Blog Keperawatan akan mencoba berbagi sedikit mengenai konsep nyeri ini dan semoga bisa memberikan manfaat. norma keluarga. Nyeri adalah perasaan tidak nyaman. Gersik: Buku EGC Konsep Nyeri Terbit Artikel Pada Jun 15. baik ringan maupun berat. Wahid Iqbal dkk. status ekonomi. Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia Teori dan Aplikasi Dalam Praktik. aktifitas seseorang secara langsung. 2012 8 komentar Konsep Nyeri. Nyeri merupakan tanda dan gejala penting yang dapat menunjukkan telah terjadinya gangguan secara fisiologikal. Demikian sedikit pengertian dan konsep nyeri. Higiene Perseorangan.

4. 2. Elektrik. Trauma ini juga terbagi menjadi beberapa macam. Rasa nyeri yang diakibatkan oleh mekanik ini timbul akibat ujungujung saraf bebas mengalami kerusakan. Penyebab trauma ini terbagi menjadi : 1. Contoh dari nyeri akibat trauma mekanik ini adalah akibat adanya benturan. Trauma. Nyeri karena hal ini timbul karena ujung saraf reseptor mendapat rangsangan akibat panas.Nyeri adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat dari kerusakan jaringan yang aktual dan potensial (Brunner & Suddarth. Nyeri yang ditimbulkan karena adanya kontak dengan zat kimia yang bersifat asam atau pun basa kuat. misal karena api dan air. Hal ini dapat dicontohkan pada pasien dengan infark miokard akut atau pun angina pektoris yang dirasakan adalah adanya nyeri dada yang khas. gesekan. luka dan lain-lain. dingin. Thermis. 3. Khemis. . 2. Nyeri yang ditimbulkan karena adanya pengaruh aliran listrik yang kuat mengenai reseptor rasa nyeri yang menimbulkan kekejangan otot dan luka bakar. 1983) Nyeri adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan yang berhubungan dengan kerusakan jaringan atau potensial menyebabkan kerusakan jaringan (Perry & Potter. Neoplasma Ganas. Gangguan sirkulasi darah dan kelainan pembuluh darah. 2005) Selanjutnya kita melangkah kepada penyebab dari nyeri. 2002) Nyeri adalah sensasi ketidaknyamanan yang dimanisfestasikan sebagai penderitaan yang diakibatkan oleh persepsi jiwa yang nyata. Neoplasma ini juga terbagi menjadi dua yaitu : • • Neoplasma Jinak. Penyebab nyeri diantaranya yaitu : 1. ancaman dan fantasi luka (Kozier dan Erb. Mekanik. 3. Neoplasma.

4. Peradangan. Nyeri yang diakibatkan karena adanya kerusakan ujung-ujung saraf reseptor akibat adanya peradangan atau terjepit oleh pembengkakan. Contohnya adalah nyeri karena abses. 5. Trauma psikologis. Setelah kita mengetahui akan penyebab dari nyeri pada konsep nyeri ini maka selanjutnya kita melangkah kepada klasifikasi nyeri. Klasifikasi nyeri dibedakan menjadi : 1. Menurut Tempat Nyeri. 1. Periferal Pain. Periferal pain ini terbagi menjadi 3 yaitu nyeri permukaan (superfisial pain), nyeri dalam (deep pain), nyeri alihan (reffered pain). Nyeri alihan ini maksudnya adalah nyeri yang dirasakan pada area yang bukan merupakan sumber nyerinya. 2. Central Pain. Nyeri ini terjadi karena perangsangan pada susunan saraf pusat, spinal cord, batang otak. 3. Psychogenic Pain. Nyeri ini dirasakan tanpa adanya penyebab organik, tetapi akibat dari trauma psikologis. 4. Phantom Pain. Phantom Pain ini merupakan perasaan pada bagian tubuh yang sudah tak ada lagi, contohnya pada amputasi. Phantom pain timbul akibat dari stimulasi dendrit yang berat dibandingkan dengan stimulasi reseptor biasanya. Oleh karena itu, orang tersebut akan merasa nyeri pada area yang telah diangkat. 5. Radiating Pain. Nyeri yang dirasakan pada sumbernya yang meluas ke jaringan sekitar. 2. Menurut Sifat Nyeri.
• • •

Insidentil. Yaitu sifat nyeri yang timbul sewaktu-waktu dan kemudian menghilang. Steady. Yaitu sifat nyeri yang timbul menetap dan dirasakan dalam waktu yang lama. Paroxysmal. Yaitu nyeri yang dirasakan berintensitas tinggi dan kuat sekali dan biasanya menetap selama 10 – 15 menit, lalu menghilang dan kemudian timbul kembali. Intractable Pain. Yaitu sifat nyeri yang resisten dengan diobati atau dikurangi. Contoh pada arthritis, pemberian analgetik narkotik merupakan kontraindikasi akibat dari lamanya penyakit yang dapat mengakibatkan kecanduan.

3. Menurut Berat Ringannya Nyeri. 1. Nyeri Ringan yaitu nyeri yang berada dalam intensitas yang rendah. 2. Nyeri Sedang yaitu nyeri yang menimbulkan suatu reaksi fisiologis dan juga reaksi psikologis. 3. Nyeri Berat yaitu nyeri yang berada dalam intensitas yang tinggi. 4. Menurut Waktu Serangan.

1. Nyeri Akut. Nyeri akut biasanya berlangsung singkat, misalnya nyeri pada fraktur. Klien yang mengalami nyeri akut pada umumnya akan menunjukkan gejala-gejala antara lain : respirasi meningkat, Denyut jantung dan Tekanan darah meningkat, dan pallor. 2. Nyeri Kronis. Nyeri kronis berkembang lebih lambat dan terjadi dalam waktu lebih lama dan pada umumnya penderita sering sulit mengingat sejak kapan nyeri mulai dirasakan. Selanjutnya melangkah pada patofisiologi nyeri. Patofisiologi nyeri ini dapat digambarkan sebagai berikut : Reseptor nyeri disebut nosiseptor. Nosiseptor mencakup ujung-ujung saraf bebas yang berespon terhadap berbagai rangsangan termasuk tekanan mekanis, deformasi, suhu yang ekstrim, dan berbagai bahan kimia. Pada rangsangan yang intensif, reseptor-reseptor lain misalnya badan Pacini dan Meissner juga mengirim informasi yang dipersepsikan sebagai nyeri. Zat-zat kimia yang memperparah nyeri antara lain adalah histamin, bradikini, serotonin, beberapa prostaglandin, ion kalium, dan ion hydrogen. Masing-masing zat tersebut tertimbun di tempat cedera, hipoksia, atau kematian sel. Nyeri cepat (fast pain) disalurkan ke korda spinalis oleh serat A delta, nyeri lambat (slow pain) disalurkan ke korda spinalis oleh serat C lambat. Serat-serat C tampak mengeluarkan neurotransmitter substansi P sewaktu bersinaps di korda spinalis. Setelah di korda spinalis, sebagian besar serat nyeri bersinaps di neuron-neuron tanduk dorsal dari segmen. Namun, sebagian serat berjalan ke atas atau ke bawah beberapa segmen di korda spinalis sebelum bersinaps. Setelah mengaktifkan sel-sel di korda spinalis, informasi mengenai rangsangan nyeri diikirim oleh satu dari dua jaras ke otak- traktus neospinotalamikus atau traktus paleospinotalamikus (Corwin, 2000 : 225). Informasi yang di bawa ke korda spinalis dalam serat-serat A delta di salurkan ke otak melalui serat-serat traktus neospinotalamikus. Sebagian dari serat tersebut berakhir di reticular activating system dan menyiagakan individu terhadap adanya nyeri, tetapi sebagian besar berjalan ke thalamus. Dari thalamus, sinyal-sinyal dikirim ke korteks sensorik somatic tempat lokasi nyeri ditentukan dengan pasti (Corwin, 2000 : 225). Informasi yang dibawa ke korda spinalis oleh serat-serat C, dan sebagian oleh serat A delta, disalurkan ke otak melalui serat-serat traktus paleospinotalamikus. Seratserat ini berjalan ke daerah reticular dibatang otak, dan ke daerah di mesensefalon yang disebut daerah grisea periakuaduktus. Serat- serat paleospinotalamikus yang berjalan melalui daerah reticular berlanjut untuk mengaktifkan hipotalamus dan system limbik. Nyeri yang di bawa dalam traktus paleospinotalamik memiliki lokalisasi yang difus dan berperan menyebabkan distress emosi yang berkaitan dengan nyeri (Corwin, 2000 : 225). http://askep-net.blogspot.com/2012/06/konsep-nyeri.html

KONSEP DASAR INFEKSI

INFEKSI KONSEP DASAR INFEKSI a.Pengertian Infeksi Infeksi adalah prosesinvasif oleh mikroorganismedan berpoliferasi di dalam tubuh yang menyebabkan sakit (Potter & Perry, 2005). Infeksi adalah invasi tubuh oleh mikroorganisme dan berproliferasi dalam jaringan tubuh. (Kozier, et al, 1995). Dalam Kamus Keperawatan disebutkan bahwa infeksi adalah invasi dan multiplikasi

mikroorganisme dalam jaringan tubuh, khususnya yang menimbulkan cedera seluler setempat akibat metabolisme kompetitif, toksin, replikasi intraseluler atau reaksi antigen-antibodi. Munculnya infeksi dipengaruhi oleh beberapa faktor yang saling berkaitan dalam rantai infeksi. Adanya patogen tidak berarti bahwa infeksi akan terjadi. Menurut Utama 2006, Infeksi adalah adanya suatu organisme pada jaringan atau cairan tubuh yang disertai suatu gejala klinis baik lokal maupun sistemik. Infeksi yang muncul selama seseorang tersebut dirawat di rumah sakit dan mulai menunjukkan suatu gejala selama seseorang itu dirawat atau

yaitu agen infeksi. sementara infeksi eksogen (cross infection) disebabkan oleh mikroorganisme yang berasal dari rumah sakit dan dari satu pasien ke pasien lainnya. Kontak antara pasien dan berbagai macam mikroorganisme ini tidak selalu menimbulkan gejala klinis karena banyaknya faktor lain yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi nosokomial. portal of entry dan host/ pejamu yang rentan. Infeksi endogen disebabkan oleh mikroorganisme yang semula memang sudah ada didalam tubuh dan berpindah ke tempat baru yang kita sebut dengan self infection atau auto infection. Organisme ini siap ditularkan. ii)resistensi terhadap zat-zat antibiotika. 2005 proses terjadinya infeksi seperti rantai yang saling terkait antar berbagai faktor yang mempengaruhi. Infeksi nosokomial ini dapat berasal dari dalam tubuh penderita maupun luar tubuh. kecualidihilangkan dengan cuci tangan. jamur dan protozoa. Menurut Utama 2006 menyampaikan bahwa pasien akan terpapar berbagai macam mikroorganisme selama ia rawat di rumah sakit. Kemungkinan terjadinya infeksi tergantung pada : i)karakteristik mikroorganisme. Gambar 2. dan infeksi yang baru menunjukkan gejala setelah 72 jam pasien berada dirumah sakit baru disebut infeksi nosokomial.setelah selesai dirawat disebut infeksi nosokomial. portal of exit. iii)tingkat virulensi . Organisme residen tidak dengan mudah bisa dihilangkan melalui cuci tangan dengan sabun dan deterjen biasa kecuali bila gosokan dilakukan dengan seksama. pasien yang masuk rumah sakit dan menunjukkan tanda infeksi yang kurang dari 72 jam menunjukkan bahwa masa inkubasi penyakit telah terjadi sebelum pasien masuk rumah sakit.1. reservoir.Rantai Infeksi Menurut Perry Potter. Mikroorganisme di kulit bisa merupakan flora transient maupun resident. virus. b. cara penularan. Rantai Proses Terjadinya Infeksi Perry Potter (2 1)Agen Infeksi Mikroorganisme yang termasuk dalam agen infeksi antara lain bakteri. Secara umum.

html \ TANDA-TANDA VITAL (Vital Sign) Pegertian Tanda-tanda vital/vital sign merupakan indikator dari status kesehatan (menandakan keefektifan sirkulasi. Enterobacter. dapat menyebabkan infeksi serius pada luka bekas jahitan. yaitu: i) Bakteri Bakteri merupakan penyebab terbanyak dari infeksi. fungsi neural & endokrin tubuh). http://nurlinazainuddin. Bakteri dapat ditemukan sebagai flora normal dalam tubuh manusia yang sehat. Klebsiella. contohnya Escherichia coli. Bakteri patogen lebih berbahaya dan menyebabkan infeksi baik secara sporadik maupun endemik. (b) Bakteri gram-positif: Staphylococcus aureus yang menjadi parasit di kulit dan hidung dapat menyebabkan gangguan pada paru. Tetapi pada beberapa kasus dapat menyebabkan infeksi jika manusia tersebut mempunyai toleransi yang rendah terhadap mikroorganisme. dan peritoneum. Keberadaan bakteri disini sangat penting dalam melindungi tubuh dari datangnya bakteri patogen. (d) Serratia marcescens.blogspot. Pengukuran TTV memberikan data dasar . pulang. Clostridium yang dapat menyebabkan gangren. Penyebab infeksi dibagi menjadi 4 kategori. jantung dan infeksi pembuluh darah serta seringkali telah resisten terhadap antibiotika. Bakteri gram negatif ini bertanggung jawab sekitar setengah dari semua infeksi di rumah sakit.com/2011/01/konsep-dasar-infeksi. respirasi. Pseudomonas sering sekali ditemukan di air dan penampungan air yang menyebabkan infeksi di saluran pencernaan dan pasien yang dirawat.iv)dan banyaknya materi infeksius. menurut Utama 2006. (c) Bakteri gram negatif: Enterobacteriacae. Proteus. paru. Contohnya : (a) Anaerobik Gram-positif.

untuk mengetahui respon terhadap stress fisiologi / psikologi. perubahan fisiologis. • Suhu tubuh • Denyut nadi • Respirasi • Tekanan dara Tujuan dilakukan TTV: • Mengetahui data obyektif • Menget KU klien • Menget perkembangan penyakit klien • Membntu menentukan diagnosa & intervensi keperawatan TEKANAN DARAH Tekanan darah merupakan kekuatan lateral pada dinding arteri oleh darah yang didorong dengan tekanan dari jantung. • Saat klien masuk ke fasilitas kesehatan • Di RS / fasilitas kesehatan dengan jadwal rutin sesuai program • Sebelum dan sesudah prosedur bedah • Sebelum dan sesudah prosedur diagnostik invasif • Sebelum dan sesudah pemberian pengobatan yang mpengaruhi karvas. respon terapi medis & keperawatan. Waktu dilakukannya pemeriksaan TTV . respirasi & fungsi kontrol suhu • Saat KU klien berubah • Sebelum dan sesudah intervensi keperawatan yang pengaruhi TTV • Saat klien melaporkan adanya distress fisik non spesifik Empat komponen TTV. . Hal ini sangat penting sehingga disebut TANDA VITAL. Sistole → Kontraksi jantung mendorong drh dg tekanan tinggi. Aliran darah mengalir pada sistem sirkulasi karena perubahan tekanan. Diastole→Tekanan minimal yg mendesak dinding arteri setiap wktu Faktor yang bertanggung jawab terhadap Tekanan Darah.

mempengaruhi .diastole >90mmHg ~Hipotensi: Tekanan sistole <90> ~Hipotensi ortostatik postural: penurunan TD saat bergerak dari posisi duduk ke berdiri disertai pusing. ~Emosi Nyeri akut dan ansietas meningkatkan stimulasi simpatik. mmHg 1 BBL 40(rerata) 2 1bln 85/54 3 1th 95/65 4 6 th 105/65 5 10-13 th 110/65 6 14-17 th 120/70 7 Dewasa tengah 120/80 8 Lansia 140/90 (fundamental keperawatan .berkunang-kunang sampai pingsan. Nadi diatur oleh sistem saraf otonom. Bila volume meningkat . Nadi merupakan salah satu indikator status sirkulasi.TD akan turun *Volume darah . Semakin kental darah akan meningkatkan TD *Elastisitas dinding pembuluh darah : penurunan elastisitas pembuluh darah akan meningkatkan TD TD abnormal ~Hipertensi : Tekanan systole >130mmHg. vol 1) Usia NADI Nadi adalah sensasi aliran darah yang menonjol dan dapat diraba diberbagai tempat pada tubuh. ~Suhu Suhu meningkat maka nadi akan meningkat. *Saraf simpatik:me nadi *Saraf parasimoatik:me↓ nadi Faktor yang mempengaruhi nadi: ~Latihan fisik Latihan akan meningkatkan RR. edisi4.*Tahanan perifer: Pada dilatasi pembuluh darah & tahanan turun . TD akan meningkat *Viskositas darah.

dapat dirasakan dengan penekanan yang kuat ~+2: Normal. ~Perubahan postur tubuh Dari berbaring ke duduk kemudian berdiri akan meningkatkan nadi. ~Gangguan paru Penyakit mengakibatkan oksigenasi buruk sehingga nadi meningkat.Prasekolah 80-110/mnt . ~Obat2an Obat kronotopik positif (epineprin akan meningkatkan nadi).Remaja 60-90/mnt .Todler 90-140/mnt . Takikardi: Frekuensi > 100x/mnt 2.Dewasa 60-100/mnt (fundamental keprwtn.Bayi 120-160/mnt .vol 1) KARAKTER NADI Frekuensi 1. Frekuensi jantung normal Usia Denyut/mnt .Usia sekolah 75-100/mnt . Bradikardi: Frekuensi <> Irama→normal : interval egular setiap denyut nadi Kekuatan / amplitude → kualitas nadi ~0: Tidak teraba ~+1: Lemah.frekuensi jantung.edisi4. ~Peradarahan Kehilangan darah akan meningkatkan stimulasi simpatik sehingga meningkatkan nadi. mudah dipalpasi .

Faktor yang mempengaruhi pernafasan: Olahraga meningkatkan RR Nyeri akut dan kecemasan (meningkatkan RR) Anemia (meningkatkan RR) Posisi tubuh (postur tubuh yang lurus dan tegak meningkatkan ekspansi paru Medikasi ( analgetik narkotik dan sedatif meningkatkan RR) Cedera batang otak (meningkatkan RR) Hal yang perlu diperhatikan dalam pengkajian pernafasan: Frekuensi pernafasan Kedalaman pernafasan Irama pernafasan . ♣ Mekanisme pernafasan meliputi: *Ventilasi yaitu pergerakan udara masuk ke luar paru *Difusi yaitu pertukaran O2 & CO2 antara alveoli & sel darah merah *Perfusi yaitu distribusi oleh sel drh merah ke dan dari kapiler darah Kontrol Fisiologis : Pusat pengaturan → batang otak Ventilasi diatur oleh kadar O2 & CO2 serta ion hidrogen dalam darah Peningkatan PCO2 berakibat sistem kontrol pernafasan di otak meningkatkan frekuensi dan kedalaman. kuat Kesamaan → bandingkan secara kanan & kiri kec nadi karotis Tempat Pengukuran Nadi: *Arteri temporal *Arteri radialis *Arteri karotis *Arteri ulnalis *Arteri apical *Arteri femoral *Arteri brakhialis *Arteri popliteal *Arteri tibia posterior *Arteri dorsalis pedis PERNAFASAN Pernafasan adalah mekanisme tubuh menggunakan pertukaran udara antara atmosfir dengan darah serta darah dengan sel.~+3: Mudah dipalpasi .

edisi 4.setelah pubertas pria lebih tinggi setelah menopause maka wanita lebih tinggi. biasanya rendah pada pagi hari »Jenis kelamin → secara klinis tidak perbedaan yang signifikan .dalam . genetic dan linkungan »Medikasi → analgesik narkotik dapat meningkatakan TD »Variasi diurnal → TD berubah-ubah spanjang hari.lambat secara tidak normal ( pernafasan kurang dari 12x/menit). Hiperneu: Nafas sulit.lebih dari 20x/menit Apneu: Nafas berhenti untuk beberapa detik Hiperventilasi: Frekeunsi dan kedalaman nafas meningkat Hipoventilasi: Frekuensi nafas abnormal dalam kecepatan dan kedalaman Pernaf Cheyne stokes: Frekuensi dan kedalamn nafas tidak teratur ditandai dengan periode apneu dan hiperventilasi yang berubah Pernaf Kusmaul: pernafasan dalam secara tidak normal dalam frekuensi meningkat Pernaf Bio: Nafas dangkal secara tidak normal diikuti oleh periode apneu yang tidak teratur. Faktor yang memepengaruhi TD: »Usia → TD orang dewasa cenderung meningkat seiring pertambahan usia »Stress→ meningkatkan TD »Ras → dipengaruhi oleh kebiasaan.Difusi dan perfusi Frekuensi pernafasan : Usia Frek/mnt ~BBL 35-40 ~Bayi 30-50 ~Todler 25-32 ~Anak2 20-30 ~Remaja 16-19 ~Dewasa 12-20 (Fundamental keperawatan . Takipneu: Nafas teratur.cepat secara tidak normal (pernafasan lebih dari 20x/menit). SUHU TUBUH . vol 1) Gangguan dalam pola nafas: Bradipneu: Nafas teratur .

Suhu tubuh Merupakan perbedaan antara jumlah panas yang diproduksi oleh proses tubuh dan jumlah panas yang hilang ke lingkungan. Rangsangan pd sistem saraf : saat gula darah turun terjadi rangsangan pada saraf simpatik yang kemudian akan terjadi sekresi epineprin dan non epineprin yang akan meningkatkan suhu tubuh.Evaporasi. titik terendah pada pukul 1-4 dini hari Rentang Normal. Perpindahan energi panas ketika cairan tbh mjd gas (Kulit merupakan tempat utama pengeluaran panas) Faktor yang mempengaruhi suhu tubuh : Usia: pengaturan suhu tubuh tidak stabil sampai pubertas. lansia sangat sensitif terhadap suhu yang ekstrim Olahraga: meningkatkan produksi panas Kadar hormon: wanita mengalami fruktuasi suhu tubuh yang lebih besar dari pria Lingkungan Irama sikardian: suhu tubuh secara normal berubah secara normal 0. 2. Kerja otot: latihan akan meningkatkan metabolisme. Rentang normal suhu 36-38°C Tergantung tempat pengukuran suhu: . Sekresi hormon tyroid: meningkatan metabolisme dalam pemecahan glukosa dan lemak. . 4. Perpindahan panas dari permukaan satu obyek ke permukaan obyek lain tanpa keduanya bersentuhan. Pengeluaran Panas -Radiasi.Konduksi. . Pusat pengaturan suhu tubuh adalahl hipotalamus (bekerja sbg termostat). 3.Konveksi. Perpindahan panas karena pergerakan udara. 4 cara produksi panas : 1.5 drjt selama 24 jam. Perpindahan panas dari satu obyek ke obyek lainnya dg kontak langsung. . Metabolisme tubuh:merupakan serangkaian reaksi kimia untuk menghasilkan energi (panas).

nyeri pada area rectal / perdarahan. -Rektal Tidak boleh dilakukan pada klien dengan bedah / kelainan rectal. http://dhewi-hany.blogspot.5°C Tempat pengukuran suhu: ~Suhu inti: • • • • • Rektum membran tympani Esofagus Arteri pulmoner kandung kemih ~Suhu permukaan: • • • Kulit Aksila Oral ~Tempat pengukuran suhu yg sering dilakukan: -Oral Tetapi tidak boleh dilakukan pada klien dengan bedah / trauma oral.html (SOP) PEMERIKSAAN FISIK HEAD TO TOE .5°C ≠ Aksila rata2→36.com/2012/05/tanda-tanda-vital-vital-sign.klienyang sangat kurus.≠ Oral rata2→37°C ≠ Rektal rata2→37.klien dengan luka di ketiak dan operasi pada mamae. pada bayi dan anak kecil yang menangis serta klien yang tidak sadar.klien dengan epilepsy atau gemetar karena kedinginan.klien dengan berpenyakit kelamin. -Aksila Tidak boleh dilakukan pada bayi. pada bayi baru lahir.

Untuk membuat penilaian klinis tentang perubahan status kesehatan klien dan penatalaksanaannya. menginformasi. Peralatan  Lidi kapas  Cytobrush  Bantalan sekali pakai  Selimut  Bagan mata (mis. 5. Untuk menginformasi dan mengidentifikasi diagnose keperawatan 4. Snellen chart) . Untuk menambah. 2.BAB I PENDAHULUAN Tujuan : 1. Untuk mengumpulkan data dasar tentang kesehatan klien. atau menyangkal data yang diperoleh dalam riwayat keperawatan. 3. Untuk mengevaluasi hasil fisiologis dari asuhan.

 Senter dan lampu sorot  Formulir (mis. laboratorium)  Handschoon (bersih atau steril)  Skort untuk klien  Pelumas larut air  Oftalmoskop  Otoskop  Slide untuk Papanicolaou smear  Handuk kertas  Palu perkusi  Penggaris  Pin pengaman  Skala dengan meteran pengukur tinggi  Wadah specimen dan slide mikroskop  Sfigmomanometer dan manset  Stetoskop  Forsep swab atau spon  Pita meteran  Thermometer  Tisu  Spatel lidah . Fisik.

1997) Inspeksi adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan cara melihat bagian . Suatu gambaran atau kesan umum mengenai keadaan kesehatan yang di bentuk. ( Dewi Sartika. (Laura A. Keakuratan pemeriksaan fisik mempengaruhi pemilihan terapi yang diterima klien dan penetuan respon terhadap terapi tersebut. 2005) Pemeriksaan fisik dalah pemeriksaan tubuh klien secara keseluruhan atau hanya bagian tertentu yang dianggap perlu. 2010) Adapun teknik-teknik pemeriksaan fisik yang digunakan adalah: 1. untuk memperoleh data yang sistematif dan komprehensif. menentukan masalah dan merencanakan tindakan keperawatan yang tepat bagi klien. otoskop.1.Talbot dan Mary Meyers. Garpu tala  Speculum vagina ( Potter & Perry. pendengaran dan penciuman. Pemeriksaan kemudian maju ke suatu inspeksi local yang berfokus pada suatu system tunggal atau bagian dan biasanya mengguankan alat khusus seperto optalomoskop. speculum dan lain-lain. memastikan/membuktikan hasil anamnesa. Inspeksi umum dilakukan saat pertama kali bertemu pasien.2002) BAB II PEMBAHASAN 2.(Potter dan Perry. Konsep Teori Pemeriksaan fisik merupakan peninjauan dari ujung rambut sampai ujung kaki pada setiap system tubuh yang memberikan informasi objektif tentang klien dan memungkinkan perawat untuk mebuat penilaian klinis. Inspeksi Inspeksi adalah pemeriksaan dengan menggunakan indera penglihatan.

edema.(Laura A. gerakan. pertumbuhan atau massa. vibrasi. Palpasi Palpasi adalah pemeriksaan dengan menggunakan indera peraba dengan meletakkan tangan pada bagian tubuh yang dapat di jangkau tangan.2010) Hal yang di deteksi adalah suhu. Laura A. krepitasi dan sensasi. Perkusi Perkusi adalah pemeriksaan yang meliputi pengetukan permukaan tubuh unutk menghasilkan bunyi yang akan membantu dalam membantu penentuan densitas. dan posisi struktur di bawahnya. kelembaban. keelastisan. 1997) Perkusi adalah pemeriksaan dengan jalan mengetuk bagian permukaan tubuh tertentu untuk membandingkan dengan bagian tubuh lainnya (kiri/kanan) dengan menghasilkan suara. Auskultasi . ukuran. kelembaban dan penonjolan.Talbot dan Mary Meyers. untuk mendeterminasi ciri2 jaringan atau organ seperti: temperatur. Dewi Sartika. 2010) 4.(Dewi Sartika. yang bertujuan untuk mengidentifikasi batas/ lokasi dan konsistensi jaringan. 2.setelah inspeksi perlu dibandingkan hasil normal dan abnormal bagian tubuh satu dengan bagian tubuh lainnya.Talbot dan Mary Meyers. bentuk. posisi. dan penonjolan/pembengkakan. tangan dan jari-jari. 3. warna. (Dewi Sartika. kesimetrisan. tekstur. bentuk. 2010) Fokus inspeksi pada setiap bagian tubuh meliputi : ukuran tubuh.tubuh yang diperiksa melalui pengamatan (mata atau kaca pembesar). 1997) Palpasi adalah teknik pemeriksaan yang menggunakan indera peraba . lokasi. lesi.

b. suara nafas. Kontrol infeksi Meliputi mencuci tangan. dr normal ke abN) Berada di sisi kanan klien Efisiensi Dokumentasi 2. Komunikasi (penjelasan prosedur) Privacy dan kenyamanan klien Sistematis dan konsisten ( head to toe. dan bising usus. 2010) Dalam melakukan pemeriksaan fisik. memasang sarung tangan steril.(Dewi Sartika. dan cukup penerangan untuk melakukan pemeriksaan fisik baik bagi klien maupun bagi pemeriksa itu sendiri.2.(Laura A. 2. yaitu sebagai berikut: a. Hal-hal yang didengarkan adalah : bunyi jantung.Auskultasi adalah tindakan mendengarkan bunyi yang ditimbulkan oleh bermacam-macam organ dan jaringan tubuh. Tujuan Pemeriksaan Fisik Secara umum. Biasanya menggunakan alat yang disebut dengan stetoskop. dr eksternal ke internal. 3. Misalnya menutup pintu/jendala atau skerem untuk menjaga privacy klien 1. memasang masker. 5. pemeriksaan fisik yang dilakukan bertujuan: . ada prinsip-prinsip yang harus di perhatikan. hangat. 1997) Auskultasi Adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan dengan cara mendengarkan suara yang dihasilkan oleh tubuh. dan membantu klien mengenakan baju periksa jika ada.Talbot dan Mary Meyers. 6. Kontrol lingkungan Yaitu memastikan ruangan dalam keadaan nyaman. 4.

Untuk mengumpulkan data dasar tentang kesehatan klien. 2.1. 2. Namun demikian. Untuk mengevaluasi hasil fisiologis dari asuhan. Manfaat Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan fisik memiliki banyak manfaat. 2. maupun bagi profesi kesehatan lain. 4. tertama pada: 1. 2. Untuk mengkonfirmasi dan mengidentifikasi diagnosa keperawatan.3.4.5. 3. Mengetahui masalah kesehatan yang di alami klien. Sebagai data untuk membantu perawat dalam menegakkan diagnose keperawatan. Secara rutin pada klien yang sedang di rawat. Untuk membuat penilaian klinis tentang perubahan status kesehatan klien dan penatalaksanaan. Alat . Indikasi Mutlak dilakukan pada setiap klien. Prosedur pemeriksaan fisik Persiapan a. 3. Sebagai data untuk mengevaluasi hasil dari asuhan keperawatan 2. diantaranya: 1. baik bagi perawat sendiri. mengkonfirmasi. 5. Sebagai dasar untuk memilih intervensi keperawatan yang tepat 4. 3. Sewaktu-waktu sesuai kebutuhan klien 2. Untuk menambah. masing-masing pemeriksaan juga memiliki tujuan tertentu yang akan di jelaskan nanti di setiap bagian tibug yang akan di lakukan pemeriksaan fisik. atau menyangkal data yang diperoleh dalam riwayat keperawatan. klien yang baru masuk ke tempat pelayanan kesehatan untuk di rawat.

Klien (fisik dan fisiologis) Bantu klien mengenakan baju periksa jika ada dan anjurkan klien untuk rileks. A) Prosedur Pemeriksaan 1. Posisi klien : duduk/berbaring Cara : inspeksi 1. Pemeriksaan umum meliputi : penampilan umum. Otoskop. Steteskop. Kesadaran. Thermometer. Alat diletakkan di dekat tempat tidur klien yang akan di periksa. Tensimeter/spighnomanometer. Timbangan BB.Meteran. Cara berpakaian (Normal : Benar/ tidak terbalik) . tingkah laku. Tanda-tanda stress/ kecemasan (Normal :)Relaks. Penlight. b. Arloji/stopwatch. Lakukan pemeriksaan dengan berdiri di sebelah kanan klien dan pasang handschoen bila di perlukan 4. Cuci tangan 2. Refleks Hammer. Kebersihan Personal (Normal : Bersih dan tidak bau) 8. tissue. buku catatan perawat. ekspresi wajah. status mental dan nutrisi. mood. dan cukup penerangan. Usia dan Gender 5. tidak ada menahan nyeri/ sulit bernafas) 2. TB. Misalnya menutup pintu/jendala atau skerem untuk menjaga privacy klien c. Lingkungan Pastikan ruangan dalam keadaan nyaman. BB ( Normal : BMI dalam batas normal) 7. (Normal : Kesadaran penuh. Jenis kelamin 4. Tahapan perkembangan 6. tidak ada tanda-tanda cemas/takut) 3. hangat. Ekspresi sesuai. Jelaskan prosedur 3. Handschoon bersih ( jika perlu).

5-37. C) Pemeriksaan kulit dan kuku .9. Pernafasan a) b) c) d) Frekuensi: Normal= 15-20x /menit. tak mudah lenyap. >20: Takipnea. 3+: denyutan kuat dan mudah teraba 4. Tekanan darah (Normal : 120/80 mmHg) 3. <15 Bradipnea Keteraturan= Normal : teratur Kedalaman: dalam/dangkal Penggunaan otot bantu pernafasan: Normal : tidak ada setelah diadakan pemeriksaan tanda-tanda vital evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal.Dokumentasikan hasil pemeriksaan B) Pengukuran tanda vital (Dibahas kelompok 2 lebih dalam) Posisi klien : duduk/ berbaring 1.Cara bicara. 13. Postur dan cara berjalan 10.Bentuk dan ukuran tubuh 11. 2+: Denyutan mudah teraba. (Relaks.50c) 2. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat. Nadi a) b) c) Frekuensi = Normal : 60-100x/menit . tidak gugup) 12. lancer. 1+:denyutan kurang teraba.Evaluasi dengan membandingkan dengan keadaan normal. Takikardia: >100 . Suhu tubuh (Normal : 36. Bradikardia: <6 Keteraturan= Normal : teratur Kekuatan= 0: Tidak ada denyutan.

suhu permukaan kulit. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. turgor kulit. turgor baik/elastic. dan edema. sianosis. • Palpasi : kelembapan. • Palpasi : ketebalan kuku dan capillary refile ( pengisian kapiler ). Pemeriksaan kulit\ • Inspeksi : kebersihan. dan ikterik. Persiapan 1) 2) 3) Posisi klien: duduk/ berbaring Pencahayaan yang cukup/lampu Sarung tangan (utuk lesi basah dan berair) Prosedur Pelaksanaan a. tidak ada edema. b.Tujuan 1) 2) Mengetahui kondisi kulit dan kuku Mengetahui perubahan oksigenasi. dan hidrasi. • Pemeriksaan kuku Inspeksi : kebersihan. pucat. setelah diadakan pemeriksaan kulit dan kuku evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. ketebalan. pigmentasi. sirkulasi. Normal: lembab. tekstur. . dan warna kuku Normal: bersih.lesi/perlukaan. bentuk. bentuk normaltidak ada tanda-tanda jari tabuh (clubbing finger). tidak ikterik/sianosis. Normal: kulit tidak ada ikterik/pucat/sianosis. kerusakan jaringan setempat. warna.

rambut. mata. warna. untuk pemeriksaan wajah sampai dengan leher perawat berhadapan dengan klien D) Pemeriksaan kepala. telinga. dan tekstur rambut. adanya lesi atau tidak. hidung. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. kebersihan rambut dan kulit kepala. wajah. setelah diadakan pemeriksaan kuku evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. bentuk. jumlah dan distribusi rambut. mata. Pemeriksaan kepala Tujuan a) b) Mengetahui bentuk dan fungsi kepala Mengetahui kelainan yang terdapat di kepala Persiapan alat a) b) Lampu Sarung tangan (jika di duga terdapat lesi atau luka) Prosedur Pelaksanaan • Inspeksi : ukuran lingkar kepala. telinga. tidak ada lesi. bersih. . kesimetrisan. c. mulut dan leher 1. Pemeriksaan kepala. hidung. mulut dan leher Posisi klien : duduk .Normal: aliran darah kuku akan kembali < 3 detik. tidak menunjukkan tanda-tanda kekurangan gizi(rambut jagung dan kering) • Palpasi : adanya pembengkakan/penonjolan. Normal: simetris. wajah.

bentuk. pipi. dan rahang Normal: tidak ada nyeri tekan dan edema. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. dan edema. • • Palpasi : nyeri tekan dahi. 2. dan kesimetrisan. 3. setelah diadakan pemeriksaan wajah evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. Normal: warna sama dengan bagian tubuh lain. Persiapan alat a) b) c) d) Senter Kecil Surat kabar atau majalah Kartu Snellen Penutup Mata .• Normal: tidak ada penonjolan /pembengkakan. simetris. Pemeriksaan mata Tujuan a) b) Mengetahui bentuk dan fungsi mata Mengetahui adanya kelainan pada mata. rambut lebat dan kuat/tidak rapuh. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat. pigmentasi. • Pemeriksaan wajah Inspeksi : warna kulit. setelah diadakan pemeriksaan kepala evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. tidak pucat/ikterik.

bulu mata. warna konjunctiva dan sclera (anemis/ikterik). virus centralis dekat yang merupakan ketajaman penglihatan untuk melihat benda benda dekat misalnya membaca. kesimestrisan. a. Tes Ketajaman Penglihatan Ketajaman penglihatan seseorang mungkin berbeda dengan orang lain. Pada keadaan ini mata tidak melakukan akomodasi. dkk. Visus sentralis. (EM. Tajam penglihatan tersebut merupakan derajad persepsi deteil dan kontour beda. Visus tersebut dibagi dua yaitu: 1). Visus perifer Pada visus ini menggambarkan luasnya medan penglihatan dan diperiksa dengan perimeter. Normal: simetris mata kika. kelopak mata. hal 21). 2). simetris bola mata kika. Dalam klinis visus sentralis jauh tersebut diukur dengan menggunakan grafik huruf Snellen yang dilihat pada jarak 20 feet atau sekitar 6 meter. (EM. dan respon terhadap cahaya. Sutrisna. Pada keadaan ini mata harus akomodasi supaya bayangan benda tepat jatuh di retina. warna konjungtiva pink. hal 21).e) Sarung tangan Prosedur Pelaksanaan • Inspeksi: bentuk. Sutrisna. bola mata. visus centralis jauh merupakan ketajaman penglihatan untuk melihat benda benda yang letaknya jauh. Jika hasil pemeriksaan tersebut visusnya e”20/20 maka tajam . dkk. menulis dan lain lain. alis mata. b. kesimestrisan. penggunaan kacamata / lensa kontak. Fungsi dari visus perifer adalah untuk mengenal tempat suatu benda terhadap sekitarnya dan pertahanan tubuh dengan reaksi menghindar jika ada bahaya dari samping. dan sclera berwarna putih. Visus sentralis ini dibagi dua yaitu visus sentralis jauh dan visus sentralis dekat.

(Pada pasien vos/vodnya “x/y” artinya mata kanan pasien dapat melihat sejauh x meter. Melaporkan hasil visus oculi sinistra dan dextra. Pada keadaan tidak mengetahui cahaya nilai visus oculi dextranya nol. prosedur pemeriksaan visus dengan menggunakan peta snellen yaitu: • • • Memperkenalkan diri dan menjelaskan maksud tujuan pemeriksaan. sedangkan orang normal dapat melihat sejauh y meter. salah satunya adalah refraksi anomaly/kelainan pembiasan. atas ke bawah. Jika tetap maka nilai visus oculi dextra = barisan atas/6. Memberikan penjelasan apa yang harus dilakukan (pasien diminta mengucapkan apa yang akan ditunjuk di kartu Snellen) dengan menutup salah satu mata dengan tangannya tanpa ditekan (mata kiri ditutup dulu).penglihatannya dikatakan normal dan jika Visus <20/20 maka tajam penglihatanya dikatakan kurang Penyebab penurunan tajam peglihatan seseorang bermacam macam. Jika pasien tidak bisa melihat satu simbol maka diulangi lagi dari barisan atas. • Jika pasien juga tetap tidak bisa melihat adanya gerakan tangan. • Pemeriksaan dilakukan dengan meminta pasien menyebutkan simbol di kartu Snellen dari kiri ke kanan. • Pemeriksaan dilanjutkan dengan menilai visus oculi sinistra dengan cara yang sama. maka pasien diminta untuk menunjukkan ada atau tidaknya sinar dan arah sinar (Nilai visus oculi dextra 1/tidak hingga). • • • Jika pasien juga tidak bisa membaca hitungan jari maka pasien diminta untuk melihat adanya gerakan tangan pemeriksa pada jarak 1 meter (Nilai visus oculi dextranya 1/300). • Pemeriksaan Pergerakan Bola Mata Pemeriksaan pergeraka bola mata dilakukan dengan cara Cover-Uncover Test / Tes Tutup-Buka Mata . Nilai visus oculi dextra = jarak pasien masih bisa membaca hitungan/60. Meminta pasien duduk menghadap kartu Snellen dengan jarak 6 meter. Jika pasien dari awal tidak dapat membaca simbol di Snellen chart maka pasien diminta untuk membaca hitungan jari dimulai jarak 1 meter kemudian mundur.

maka deviasi atau peyimpangan laten atau tersembunyi akan terlihat. atau dipasangkan suatu filter). otot-otot ekstrinsik atau otot luar bola mata berusaha lebih tegang atau kuat untuk menjaga posisi kedua mata tetap sejajar. berarti terdapat kelainan EXOPHORIA. namun tidak nyata terlihat. • Pemeriksa memberi perhatian kepada mata yang berada dibelakang penutup. Pada phoria. • • Sewaktu tutup di buka. berarti terdapat kelainan HYPORPHORIA. Ini berarti mata itu cenderung untuk menyimpang atau juling. bila terlihat adanya gerakan dari atas (superior) kearah bawah (inferior) pada mata yang baru saja di tutup. dimana terdapat penyimpangan posisi bolamata yang disebabkan adanya gangguan keseimbangan otot-otot bolamata yang sifatnya tersembunyi atau latent. • Sewaktu tutup di buka. Dasar pemeriksaan Cover-Uncover Test / Tes Tutup-Buka Mata : • Pada orang yang Heterophoria maka apabila fusi kedua mata diganggu (menutup salah satu matanya dengan penutup/occluder. yang pada akhirnya menjadi beban bagi otototot tersebut. Sewaktu tutup di buka.Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi adanya Heterophoria. bila terlihat adanya gerakan dari bawah (inferior) kearah atas (superior) pada mata yang baru saja di tutup. Alat/sarana yang dipakai: . wal hasil akan timbul rasa kurang nyaman atau Asthenopia. bila terlihat adanya gerakan dari luar (temporal) kearah dalam (nasal) pada mata yang baru saja di tutup. • Sewaktu tutup di buka. berarti terdapat kelainan HYPERPHORIA. berarti terdapat kelainan ESOPHORIA. bila terlihat adanya gerakan dari dalam (nasal) luar kearah (temporal)pada mata yang baru saja di tutup. Sehingga rangsangan untuk berfusi atau menyatu inilah menjadi faktor utama yang membuat otot -otot tersebut berusaha extra atau lebih. Heterophoria berhubungan dengan kelainan posisi bola mata.

seolah kondisi mata tetap di tempat. Untuk mendeteksi Heterophoria yang kecil.• • Titik/lampu untuk fiksasi Jarak pemeriksaan : o o Jauh : 20 feet (6 Meter) Dekat : 14 Inch (35 Cm) • Penutup/Occluder Prosedur Pemeriksaan : 1. . 2. Hyperphoria dinyatakan dengan inisial = X (gambar E) 7. Exophoria dinyatakan dengan inisial = X (gambar D) 5. Hypophoria dinyatakan dengan inisial = X (gambar F) 8. maka gunakan kacamata koreksinya. 4. Minta pasien untuk selalu melihat dan memperhatikan titik fiksasi. Sewaktu tutup di buka. 3. bila terlihat adanya gerakan dari luar (temporal) kearah dalam (nasal) pada mata yang baru saja di tutup. bila terlihat adanya gerakan dari dalam (nasal) luar kearah (temporal)pada mata yang baru saja di tutup. berarti terdapat kelainan HYPOPHORIA. jika objek jauh kurang jelas. seringkali kita tidak dapat mengenali adanya suatu gerakan. Perhatian dan konsentrasi pemeriksa selalu pada mata yang ditutup. Sewaktu tutup di buka. Esophoria dinyatakan dengan inisial = E (gambar C) 6. Sewaktu tutup di buka. berarti terdapat kelainan HYPERPHORIA. Sewaktu tutup di buka. Pemeriksa menempatkan dirinya di depan pasien sedemikian rupa. sehingga apabila terjadi gerakan dari mata yang barusa saja ditutup dapat di lihat dengan jelas atau di deteksi dengan jelas. bila terlihat adanya gerakan dari bawah (inferior) kearah atas (superior) pada mata yang baru saja di tutup. berarti terdapat kelainan ESOPHORIA. Untuk itu metode ini sering kita ikuti dengan metode tutup mata bergantian (Alternating Cover Test). bila terlihat adanya gerakan dari atas (superior) kearah bawah (inferior)) pada mata yang baru saja di tutup. berarti terdapat kelainan EXOPHORIA.

warna. posisi telinga. liang telinga (cerumen/tanda-tanda infeksi). Pemeriksaan Rinne .. • Palpasi : nyeri tekan aurikuler. kesimetrisan. saluran telinga. dan alat bantu dengar. dan fungsi pendengaran. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut.Setelah diadakan pemeriksaan mata evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. alat bantu dengar. dan tragus Normal: tidak ada nyeri tekan. mastoid. Pemeriksaaan Telinga Dengan Menggunakan Garpu Tala a. integritas. Normal: bentuk dan posisi simetris kika. Pemeriksaan telinga Tujuan Mengetahui keadaan telinga luar. integritas kulit bagus. Persiapan Alat a) b) c) d) Arloji berjarum detik Garpu tala Speculum telinga Lampu kepala Prosedur Pelaksanaan • Inspeksi : bentuk dan ukuran telinga. warna sama dengan kulit lain. tidak ada tanda-tanda infeksi. setelah diadakan pemeriksaan telinga evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. 4. gendang telinga. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut.

Pegang agrpu tala pada tangkainya dan pukulkan ke telapak atau buku jari tangan yang berlawanan. Pemeriksaan Webber Pegang garpu tala pada tangkainya dan pukulkan ke telapak atau buku jari yang berlawanan. 6. Letakkan tangkai garpu tala pada prosesus mastoideus klien. 3. Tanyakan pada klien apakah bunyi terdengar sama jelas pada kedua telinga atau lebih jelas pada salah satu telinga. 1. 2. 2. Instruksikan klien untuk member tahu apakah ia masih mendengarkan suara atau tidak. Catat hasil pemeriksaan dengan pendengaran tersebut 5 Pemeriksan hidung dan sinus Tujuan a) b) Mengetahui bentuk dan fungsi hidung Menentukan kesimetrisan struktur dan adanya inflamasi atau infeksi Persiapan Alat a) Spekulum hidung . Anjurkan klien untuk memberi tahu pemeriksa jika ia tidak merasakan getaran lagi. 5. Angkat garpu tala dan dengan cepat tempatkan di depan lubang telinga klien 1-2 cm dengan posisi garpu tala parallel terhadap lubang telinga luar klien. Catat hasil pemeriksaan pendengaran tersebut.1. b. 3. 4. 4. Letakkan tangkai garpu tala di tengah puncak kepala klien .

perdarahan dan tanda-tanda infeksi. rongga. hidung ( lesi. hidung internal (kemerahan. sekret. setelah diadakan pemeriksaan hidung dan sinus evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. pendarahan).b) c) d) Senter kecil Lampu penerang Sarung tangan (jika perlu) Prosedur Pelaksanaan • Inspeksi : hidung eksternal (bentuk. dan septum deviasi) Normal: tidak ada bengkak dan nyeri tekan. sumbatan. • Palpasi dan Perkusi frontalis dan. 6 Pemeriksaan mulut dan bibir Tujuan Mengetahui bentuk kelainan mulut Persiapan Alat a) b) c) d) Senter kecil Sudip lidah Sarung tangan bersih Kasa . kesimetrisan). warna sama dengan warna kulit lain. nyeri. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. ukuran. tidak ada sumbatan. warna. lesi. tanda2 infeksi) Normal: simetris kika. maksilaris (bengkak. tidak ada lesi.

Gigi lengkap pada orang dewasa berjumlah 36 buah. perdarahan/ radang gusi. dan pada usia 20-30 bulan berjumlah 20 buah (10 dirahang atas dan 10 dirahang bawah) setelah diadakan pemeriksaan mulut dan bibir evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. langit2 utuh dan tidak ada tanda infeksi. tidak ada tanda-tanda gigi berlobang atau kerusakan gigi. usia 12-15 bulan gigi berjumlah 12 buah (6 dirahang atas dan 6 dirahang bawah). tidak ada lesi dan stomatitis • Inspeksi dan palpasi strukur dalam : gigi lengkap/penggunaan gigi palsu. gigi tersebut mulai tanggal dan dig anti gigi tetap.Prosedur Pelaksanaan • Inspeksi dan palpasi struktur luar : warna mukosa mulut dan bibir. 7 Pemeriksaan leher Tujuan a) b) Menentukan struktur integritas leher Mengetahui bentuk leher serta organ yang berkaitan . warna. Pada usia 6 bulan gigi berjumlah 2 buah (dirahang bawah). lesi. Normal: warna mukosa mulut dan bibir pink. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. warna pink. tekstur . lidah simetris. yang terdiri dari 16 buah di rahang atas dan 16 buah di rahang bawah. usia 16-19 bulan berjumlah 16 buah (8 dirahang atas dan 8 dirahang bawah). • Normal: gigi lengkap. Pada anak-anak gigi sudah mulai tumbuh pada usia enam bulan. usia 9-11 bulan berjumlah 8 buah(4 dirahang atas dan 4 dirahang bawah). usia 7-8 bulan berjumlah 7 buah(2 dirahang atas dan 4 dirahang bawah) . kesimetrisan. dan stomatitis. Gigi pertama tumbuh dinamakan gigi susu di ikuti tumbuhnya gigi lain yang disebut gigi sulung. lembab. posisi lidah. tidak ada perdarahan atau radang gusi. Akhirnya pada usia enam tahun hingga empat belas tahun. dan keadaan langit2.

• Auskultasi : bising pembuluh darah. pembesaran). gerakan/perlengketan pada kulit). nyeri. • Inspeksi dan auskultasi arteri karotis: lokasi pulsasi Normal: arteri karotis terdengar. tidak ada pembesaran kelenjer gondok.c) Memeriksa system limfatik Persiapan Alat Stetoskop Prosedur Pelaksanaan • Inspeksi leher: warna integritas.gondok. • Inspeksi dan palpasi kelenjer tiroid (nodus/difus. konsistensi. tidak ada pembesaran kel. integritas kulit baik. tidak ada nyeri. bentuk simetris. kelenjer parotis (letak. kelenjer limfe (letak.limfe. duduk dan berbaring Cara/prosedur: A) System pernafasan Tujuan : . bentuk simetris. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. tidak ada nyeri. nyeri. Normal: warna sama dengan kulit lain. 8 Pemeriksaan dada( dada dan punggung) Posisi klien: berdiri. konsistensi. Setelah diadakan pemeriksaan leher evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. terlihat/ teraba) Normal: tidak teraba pembesaran kel. pembesaran.batas.

kesimetrisas. bentuk/postur dada. jika bagian udara lebih besar dari bagian . bentuk dan postur normal. tidak ada tanda-tanda distress pernapasan. jika bagian padat lebih daripada bagian udara=pekak (“bleg bleg bleg”). Mengetahui adanya nyeri tekan. warna kulit sama dengan warna kulit lain. ekspansi. pembengkakan/ penonjolan. irama. gerakan nafas (frekuensi. (perawat berdiri dibelakang pasien. taktil vremitus cendrung sebelah kanan lebih teraba jelas. ekspansi simetris. kedalaman. dan upaya pernafasan/penggunaan otot-otot bantu pernafasan). masa. • Normal: simetris. dan dinding Mengetahui frekuensi. nyeri. tidak ada pembengkakan/penonjolan/edema • Palpasi: Simetris. lesi. • Perkusi: paru. irama pernafasan. massa dan lesi. peradangan. instruksikan pasien untuk mengucapkan angka “tujuh-tujuh” atau “enam-enam” sambil melakukan perabaan dengan kedua telapak tangan pada punggung pasien.a) dada b) c) Mengetahui bentuk. keadaan kulit. traktil premitus Persiapan alat a) b) c) Stetoskop Penggaris centimeter Pensil penada Prosedur pelaksanaan • Inspeksi : kesimetrisan. edema. warna kulit. eksrusi diafragma (konsistensi dan bandingkan satu sisi dengan satu sisi lain pada tinggi yang sama dengan pola berjenjang sisi ke sisi) Normal: resonan (“dug dug dug”). tidak ikterik/sianosis. tractile fremitus. pergerakan dada. sifat.) Normal: integritas kulit baik. tidak ada nyeri tekan/massa/tanda-tanda peradangan.

brochial. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. di atas manubrium dan di atas trachea) Normal: bunyi napas vesikuler. B) System kardiovaskuler Tujuan a) b) c) d) Mengetahui ketifdak normalan denyut jantung Mengetahui ukuran dan bentuk jantug secara kasar Mengetahui bunyi jantung normal dan abnormal Mendeteksi gangguan kardiovaskuler Persiapan alat a) b) Stetoskop Senter kecil Prosedur pelaksanaan • • Inspeksi : Muka bibir. . di RIC 1 dan 2. arteri karotis Palpasi: denyutan Normal untuk inspeksi dan palpasi: denyutan aorta teraba. paru. trachea. Setelah diadakan pemeriksaan dada evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. (dengarkan dengan menggunakan stetoskop di lapang paru kika. • Auskultasi: suara nafas. vena jugularis.padat=hiperesonan (“deng deng deng”). bronchus. bronchovesikuler. tracheal. batas jantung=bunyi rensonan---hilang>>redup. konjungtiva.

aerola. dan batas jantung (lakukan dari arah samping ke tengah dada.10 cm ke arah kiri dari garis mid sterna. 9 Dada dan aksila Tujuan a) b) Mengetahui adanya masa atau ketidak teraturan dalam jaringan payudara Mendeteksi awal adanya kanker payudara Persiapan alat a) Sarung tangan sekali pakai (jika diperlukan) Prosedur pelaksanaan • • Inspeksi payudara: Integritas kulit Palpasi payudara: Bentuk. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. pada RIC 4. perbesaran nodus limfe. • Normal: terdengar bunyi jantung I/S1 (lub) dan bunyi jantung II/S2 (dub). ukuran. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. dan penyebaran vena Inspeksi dan palpasi aksila: nyeri. arteri karotis. simetris. bentuk. konsistensi. putting. tidak ada bunyi jantung tambahan (S3 atau S4). (gunakan bagian diafragma dan bell dari stetoskop untuk mendengarkan bunyi jantung. Setelah diadakan pemeriksaan system kardiovaskuler evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. dan dari atas ke bawah sampai bunyi redup) Normal: batas jantung: tidak lebih dari 4.5.dan 8. • Auskultasi: bunyi jantung.7. • Setelah diadakan pemeriksaan dadadan aksila evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal.• Perkusi: ukuran. .

. Persiapan a) b) c) d) e) f) Posisi klien: Berbaring Stetoskop Penggaris kecil Pensil gambar Bntal kecil Pita pengukur Prosedur pelaksanaan • Inspeksi : kuadran dan simetris. warna dengan warna kulit lain. distensi. kelainan umbilicus. dan gerakan dinding perut. ostomy. a.10 Pemeriksaan Abdomen (Perut) Posisi klien: Berbaring Tujuan a) b) c) Mengetahui betuk dan gerakan-gerakan perut Mendengarkan suara peristaltic usus Meneliti tempat nyeri tekan. scar. tonjolan. tidak ikterik tidak terdapat ostomy. • Auskultasi : suara peristaltik (bising usus) di semua kuadran (bagian diafragma dari stetoskop) dan suara pembuluh darah dan friction rub :aorta. illiaka (bagian bell). tonjolan. kelainan umbilicus. pelebaran vena. contour. Normal: simetris kika. organ-organ dalam rongga perut benjolan dalam perut.renalis. pelebaran vena. distensi. lesi. warna kulit. a.

karakteristik organ. kekuatan atau adanya gangguan pada bagianbagian tertentu. tangan) Tujuan : 1. Mengetahui adanya mobilitas.Normal: suara peristaltic terdengar setiap 5-20x/dtk. tidak ada massa dan penumpukan cairan Setelah diadakan pemeriksaan abdomen evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. arteri iliaka dan aorta. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. tulang dan persendian 2. duduk . nyeri irregular. terdengar denyutan arteri renalis. ginjal kiri dan kanan): massa. • • • • Perkusi hepar: Batas Perkusi Limfa: ukuran dan batas Perkusi ginjal: nyeri Normal: timpani. Meteran Posisi klien: Berdiri. Memperoleh data dasar tetang otot. siku. Alat : 1. • 11 Pemeriksaan ekstermitas atas (bahu. • Perkusi semua kuadran : mulai dari kuadran kanan atas bergerak searah jarum jam. lokasi. limfa.dengan cara perawat menghangatkan tangan terlebih dahulu • • Normal: tidak teraba penonjolan tidak ada nyeri tekan. perhatikan jika klien merasa nyeri dan bagaiman kualitas bunyinya. adanya asistes. dan nyeri. bila hepar dan limfa membesar=redup dan apabila banyak cairan = hipertimpani Palpasi semua kuadran (hepar.

dan brachioradialis. integritas kulit baik. Normal: reflek bisep dan trisep positif Setelah diadakan pemeriksaan ekstermitas atas evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. poplitea. lutut. integritas kulit. kekuatan otot penuh. bisep. pergelangan kaki dan telapak kaki) • Inspeksi struktur muskuloskletal : simetris dan pergerakan. . kekuatan otot penuh • Palpasi : a. integritas kulit baik. femoralis. a. Integritas ROM. Palapasi: denyutan a.brachialis dan a. radialis . kekuatan dan tonus otot Normal: simetris kika. kekuatan dan tonus otot. • • Normal: teraba jelas Tes reflex :tendon trisep. dorsalis pedis: denyutan Normal: teraba jelas • Tes reflex :tendon patella dan archilles. ROM aktif. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. Normal: reflex patella dan archiles positif • Setelah diadakan pemeriksaan ekstermitas bawah evaluasi hasil yang di dapat dengan membandingkan dengan keadaan normal. 12 Pemeriksaan ekstermitas bawah (panggul. ROM. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. ROM aktif.• Inspeksi struktur muskuloskletal : simetris dan pergerakan. a. posisi dan letak. Normal: simetris kika.

Sarung tangan Pemeriksaan rectum Tujuan : 1. Mengetahui kemajuan proses persalinan pada ibu hamil atau persalinan. Penetangan untuk pemeriksaan Prosedur Pelaksanaan 1. Zat pelumas 3. Melihat dan mengetahui organ-organ yang termasuk dalam genetalia. 3. pengeluaran cairan atau darah. Menentukan adanya masa atau bentuk tidak teratur dari dinding rektal 3. rectum) Posisi Klien : Pria berdiri dan wanita litotomy Tujuan: 1. Melakukan perawatan genetalia 4. Mengetahui kondisi anus dan rectum 2. Memeriksa kangker rectal dll Alat : 1. misalnya varises. tumor/ benjolan.13 Pemeriksaan genitalia (alat genital. infeksi. 2. Mengetahui intregritas spingter anal eksternal 4. Wanita: . luka atau iritasi. edema. Alat : 1. Lampu yang dapat diatur pencahayaannya 2. anus. Mengetahui adanya abnormalitas pada genetalia. Sarung tangan sekali pakai 2.

• • Pria: Inspeksi dan palpasi penis: Integritas kulit. massa Pemeriksaan anus dan rectum: feses. konsistensi dan. fistula ani. mukosa lembab. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. tidak terdapat edema / hemoroid/ polip/ tanda-tanda infeksi dan pendarahan. uterus dan ovarium: letak ukuran.• • Inspeksi genitalia eksternal: mukosa kulit. • Normal: tidak ada nyeri . integritas kulit baik. haemoroid. massa. contour simetris. pengeluaran dan perdarahan. pengeluaran Palpasi vagina. • Normal: tidak ada nyeri. nyeri. nyeri. massa dan pengeluaran Normal: integritas kulit baik. turunan testes dan mobilitas. massa edema. tidak terdapat edema / hemoroid/ polip/ tanda-tanda infeksi dan pendarahan. pengeluaran. fistula ani pengeluaran dan perdarahan. semetris tidak ada edema dan tanda-tanda infeksi (pengeluaran pus /bau) • • • Inspeksi vagina dan servik : integritas kulit. edema. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. edema. • Setelah diadakan pemeriksaan di adakan pemeriksaan genitalia evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. hemoroid. . tidak ada masa atau pembengkakan. tidak ada pengeluaran pus atau darah • Inspeksi dan palpassi skrotum: integritas kulit. massa. nyeri dan tonjolan • Pemeriksaan anus dan rectum : feses. Normal: bersih. 2. • Setelah diadakan pemeriksaan dadadan genitalia wanita evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. ukuran dan bentuk. massa. integritas kulit.

6. Plan (Perencanaan). terdiri dari: 1. Data (fisik) Objektif. perkusi dan auskultasi oleh perawat. Perawat tidak bergantung sepenuhnya pada intuisi ketika pengkajian fisik dapat digunakan untuk mengevaluasi keefektifan asuhan. yaitu apa yang di observasi. Data (riwayat) Subjektif. Assessment (pengkajian) . Dokumentasi Perawat dapat memilih untuk mencatat hasil dari pengkajian fisik pada pemeriksaan atau pada akhir pemeriksaan. 2. Sebagian besar institusi memiliki format khusus yang mempermudah pencatatan data pemeriksaan. 3.7. yaitu diagnose keperawatan dan pernyataan tentang kemajuan atau kemunduran klien 4. yang hamper sama dengan langkah-langkah proses keperawatan. Keterampilan pengkajian fisik yang sama di gunakan untuk mengkaji kondisi dapat di gunakan sebagai tindakan evaluasi setelah asuhan diberikan. yaitu rencana perawatan klien . Data di dokumentasikan berdasarkan format SOAPIE. Format SOAPIE. Evaluasi Perawat bertanggung jawab untuk asuhan keperawatan yang mereka berikan dengan mengevaluasi hasil intervensi keperawatan.2. dan objektif melalui pengkajian fisik. Keterampilan pengkajian fisik meningkatkan evaluasi tindakan keperawatan melalui pemantauan hasil asuhan fisiologis dan perilaku. Pengukuran tersebut menentukan tercapainya atau tidak hasil asuhan yang di harapkan. inspeksi. Perawat membuat pengukuran yang akurat. palpasi. Perawat meninjau semua hasil sebelum membantu klien berpakaian. yaitu apa yang dilaporkan klien 2. terperinci. untuk berjaga-jaga seandainya perlu memeriksa kembali informasi atau mendapatkan data tambahan. Temuan dari pengkajian fisik dimasukkan ke dalam rencana asuhan.

Evaluation (evaluasi). . yaitu tinjauan hasil rencana yang sudah di implementasikan. Implementation (pelaksanaan).5. yaitu intervensi keperawatan dilakukan berdasarkan rencana 6.

Kesimpulan Pemeriksaan fisik dalah pemeriksaan tubuh klien secara keseluruhan atau hanya bagian tertentu yang dianggap perlu. maupun untuk mengevaluasi hasil dari asuhan keperawatan. untuk memperoleh data yang sistematif dan komprehensif.2. Saran Agar pemeriksaan fisik dapat dilakukan dengan baik.1. Pemeriksaan fisik Mutlak dilakukan pada setiap klien. menentukan masalah dan merencanakan tindakan keperawatan yang tepat bagi klien. Jadi pemeriksaan fisik ini sangat penting dan harus di lakukan pada kondisi tersebut. tertama pada klien yang baru masuk ke tempat pelayanan kesehatan untuk di rawat. Pemeriksaan fisik menjadi sangat penting karena sangat bermanfaat. sewaktu-waktu sesuai kebutuhan klien. baik klien dalam keadaan sadar maupun tidak sadar. 3. maka perawat harus memahami ilmu pemeriksaan fisik dengan sempurna dan pemeriksaan fisik ini harus dilakukan secara berurutan. . memilih intervensi yang tepat untuk proses keperawatan.BAB III PENUTUP 3. baik untuk untuk menegakkan diagnosa keperawatan . secara rutin pada klien yang sedang di rawat. sistematis. dan dilakukan dengan prosedur yang benar. memastikan/membuktikan hasil anamnesa.

Pemeriksaan Fisik dan Riwayat Kesehatan. http://nursingbegin.com/tag/pemeriksaanfisik/( online) diakses 17 September 2010. 2008. EGC • • Burnside. EGC .DAFTAR PUSTAKA • Admit. 1998. Jakarta. 1995. Buku Saku Pemeriksaan Fisik dan Riwayat Kesehatan Bates. Pemeriksaan Fisik. Jakarta. Lynn S. Jakarta. • Bates. John W. Barbara. Diagnosis Fisik. EGC Bickley.

Jakarta: EGC.Balckwell Publishing. Koordinated body movement (Gerakan tubuh yang terkoordinir) Dimana body mekanik berinteraksi dalam fungsi muskuloskeletal dan sistem syaraf. bergerak. Keterampilan dan Prosedur Laboratorium. Carol.Diakases tanggal 18 September 2010 • Dealey.Navarra. C. Body Mekanik meliputi 3 elemen dasar yaitu : 1. 3. B. Body Alignment (Postur Tubuh) Susunan geometrik bagian-bagian tubuh dalam hubungannya dengan bagian tubuh yang lain.dkk. Weight (berat) D. line gravity dan base of support. Pergerakan dasar yang digunakan dalam Body Mekanik . membungkuk. Pengertian Mekanika Tubuh adalah suatu usaha mengkoordinasikan sistem muskuloskeletal dan sistem syaraf dalam mempertahankan keseimbangan. Eni. 2006.2005. • Kusyanti. Susiana. The Care Of Wound A Guides For Nurses.• Candrawati. postur dan kesejajaran tubuh selama mengangkat. Body Mechanics / Mekanika Tubuh Mekanika Tubuh A.Pemeriksaan Fisik system Kardiovaskuler. dan melakukan aktivitas sehari-hari ( Potter & Perry. Balance (Keseimbangan) 3. 2. 2005). Prinsip body mekanik 1. Gravity 2. Balance / Keseimbangan Keseimbangan tergantung pada interaksi antara pusat gravity.

Emosi 6. 3. serta dihubungkan dengan tulang melalui tendon.1. lengan atas dan siku diletakkan pada permukaan tempat tidur. letak benda.3. Tulang Tulang merupakan organ yang mempunyai berbagai fungsi. Faktor-faktor yang mempengaruhi body mekanik : 1. posisi kaki dan tubuh sewaktu menarik (seperti condong ke depan dari panggul). Walking / berjalan Kestabilan berjalan. 3. pinggul. Sistem syaraf . 5. Pulling / menarik Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menarik benda. Otot memiliki origo dan insersinya tulang. sodorkan telapak tangan dan lengan atas dibawah pusat gravitasi pasien. sangat berhubungan dg ukuran base of support 2. fungsi sebagai tempat menyimpan mineral kususnya kalsium dan fosfor yang bisa dilepaskan setiap saat sesuai kebutuhan. Situasi dan kebiasaan 7. diantaranya ketinggian. Nutrisi 4. Sistem tubuh yang berperan dalam kebutuhan aktivitas: 1. Status kesehatan 2. Gaya hidup 8. Pengetahuan F. lutut dan pergelangan kaki ditekuk dan lalu lakukan penarikan. yaitu suatu jaringan ikat yang melekat sangat kuat pada tempat insersinya tulang. dan fungsi pelindung organ-organ dalam. 4. Kondisi kesehatan seseorang akan berpengaruh terhadap keseimbangan tubuh sehingga aktivitasnya menjadi terganggu. Ligamen Ligamen merupakan bagian yang menghubungkan tulang dengan tulang. Pemenuhan kebutuhan tubuh akan nutrisi sangat penting karena mempengaruhi produksi energi yang digunakan untuk mobilisasi. Otot dan tendo Tubuh memiliki mempunyai kemampuan berkontraksi yang memungkinkan tubuh bergerak sesuai keinginan. Ligamen pada lutut merupakan penjaga stabilitas. Squating / jongkok Squating mempertinggi atau meningkatkan keseimbangan tubuh. ketika seseorang mengangkat obyek yg terletak dibawah pusat grativitas tubuh. fungsi tempat sumsum tulang dalam membentuk sel darah. 2. Pivoting / berputar Pivoting adalah suatu tehnik dimana tubuh dibungkukkan dlm rangka menghindari terjadinya resiko keseleo tulang E. 4. fungsi mekanis untuk membentuk rangka dan tempat melekatnya berbagai otot.

memberikan daftar penyebab cidera belakang yang paling sering terjadi pada perawat yang bekerja di rumah sakit yaitu : 1. 3.b.Tujuan:Mengurangi risiko cedera muskuloskeletal pada semua orang yang terlibat. Mengatur berbagai posisi klien 1) Posisi fowler . 4. 5. Cidera belakang Harber (1985). Membantu pasien duduk Pengertian:Suatu tindakan keperawatan yang dilakukan pada klien yang imobilisasi atau klien lemah untuk memberikan bantuan duduk ditempat tidur. Macam-macam bodi mekanik Body alignment a. sedangkan kerusakan saraf tepi menyebabkan terganggunya daerah yang diinervasi dan kerusakan pada saraf radial akan menyebabkan drop hand atau gangguan sensorik di daerah radial tangan. Kerusakan pada syaraf pusat seperti kerusakan tulang belakang akan menyebabkan kelemahan umum. 1.Syaraf terdiri dari syaraf pusat (otak dan medula spinalis) dan syaraf tepi (percabangan dari syaraf pusat). Bagian somatis memiliki fungsi sensorik dan motorik. Jatuh 2. 2. G. Konsekuensi body mekanik yang buruk 1. Sendi Sendi merupakan tempat dua atau lebih tulang bertemu. Membantu pasien berdiri Pengertian:Suatu tindakan keperawatan yang dilakukan pada klien yang imobilisasi atau klien lemah untuk memberikan bantuan berdiri.c. Mengangkat pasien ke atas tempat tidur (48%) Membantu pasien turun dari tempat tidur (30%) Memindahkan bed (27%) Mengangkat pasien keatas brankat(22%) A.

. serta pada proses persalinan 3) Posisi Trendelenburg Adalah posisi pasien berbaring di TT dg bagian kepala lebih rendah daripada bagian kaki Tujuan : Melancarkan peredaran darah ke otak 4) Posisi antitrendelenberg Adalah posisi pasien berbaring di TT dengan kaki lebih tinggi dari kepala. Mengatasi kesulitan pernafasan & KV pernafasan pasien. Fowler : 45 – 90o dan Semi fowler : 15 – 45o 2) Posisi dorsal recumbent Adalah dimana posisi kepala dan bahu pasien sedikit mengalami elevasi diatas bantal.Posisi fowler adalah posisi setengah duduk atau duduk.90°. kedua lengan berada di samping sisi tubuh. Tujuannya untuk mempertahankan kenyamanan dan memfasilitasi fungsi kenyamanan pasien. Tujuannya untuk memeriksa daerah genetalia. Melakukan aktivitas ttu. pasang cateter. dimana bagian kepala tempat tidur lebih tinggi atau dinaikkan setinggi 15°. Tujuan : tindakan menurunkan tekanan intrakranial pada pasien trauma kapitis. posisi kaki fleksi dengan telapak kaki datar diatas tempat tidur.

5) Posisi pronasi/ tengkurap Adalah dimana posisi pasien berbaring diatas abdomen dengan kepala menoleh kesalah satu sisi. Posisi pasien harus di tengah-tengah tempat tidur. dengan membentuk fleksi pada pinggul dan lutut bagian atas dan meletakkannya lebih depan dari bagian tubuh yang lain dengan kepala menoleh kesamping. Membantu drainase dari mulut. . Ini biasanya disebut berbaring telentang. Baik untuk posisi tidur & istirahat. datar dengan kepala dan bahu sedikit elevasi dengan menggunakan bantal. Membantu menghilangkan tekanan pada sakrum 7) Posisi supine/ terlentang. Mencegah terjadinya fleksi kontraktur dari pinggul dan sendi. Kedua lengan fleksi disamping kepala. Tujuan posisi ini : Mengurangi lordosis & meningkatkan kelurusan punggung . 6) Posisi lateral (side lying) Yaitu seorang tidur diatas salah satu sisi tubuh. sekitar tiga inci di bawah kepala tempat tidur. Posisi ini memiliki beberapa tujuan diantaranya : • • • Memberikan ekstensi penuh pada persendian pinggul dan lutut.

Tujuan : Klien pasca operasi dengan anestesi spinal. Tujuan posisi ini : • • • • • untuk memberikan kenyamanan dan memberikan obat per anus (supositoria). 8) Posisi Sim’s Adalah posisi dimana tubuh miring kekiri atau kekanan. Memfasilitasi drainase dari mulut pada klien tidak sadar Mengurangi penekanan pada sakrum & trokanter mayor pada klien paralisis Memudahkan pemeriksaan perineal Untuk tindakan pemberian enema 9) Posisi Genu pectoral/knee chest position posisi pasien berbaring dengan kedua kaki ditekuk dan dada menempel pada bagian alas TT Tujuan : memeriksa daerah rectum & sigmoid 10) Posisi Litotomi . Mengatasi masalah yg timbul akibat pemberian posisi pronasi yg tidak tepat.

Memindahkan klien dari tempat tidur ke kursi Pengertian : Memindahkan klien yang tirah baring ke kursi 2). Mencapai kestabilan klien dalam berjalan. Manfaat : Klien mampu berjalan dengan menggunakan alat bantu dan meningkatnya kemampuan mobilisasi klien. Memindahkan klien dari tempat tidur (TT) ke kursi roda Pengertian : Memindahkan klien dari tempat tidur ke kursi roda 2. membantu klien yg mengalami inhalasi 2.posisi pasien berbaring terlentang dengan mengangkat kedua kaki dan menariknya keatas bagian perut Tujuan : Merawat atau memeriksa genetalia pada proses persalinan. Membantu klien dengan alat bantu jalan (Kruk) Tujuan : Membantu melatih kemampuan gerak klien. Membantu klien berjalan Tujuan: Memulihkan kembali toleransi aktivitas. Ambulasi Memindahkan klien dari tempat tidur (TT) ke kursi/ kursi roda 1). Klien duduk di TT atau tepi TT dg meja yang menyilang diatas TT (90o) Tujuan : membantu mengatasi masalah kesulitan bernafas dg ekspansi dada maksimum. melatih dan meningkatkan mobilisasi. . Memindahkan klien dari TT ke brankar/ TT dan sebaliknya dengan easy move Memindahkan klien dari TT ke brankard dan sebaliknya dengan Scoop Stretcher 3. Memindahkan klien dari tempat tidur (TT) ke brankard (TT) dan sebaliknya Memindahkan klien dari TT ke brankard/ TT dan sebaliknya dengan cara diangkat. Mencegah terjadinya kontraktur sendi dan flaksid otot 4. memasang alat kontrasepsi 11) Posisi Orthopneik posisi adaptasi dari fowler tinggi. 1) 2) 3). 1.

Cara berjalan Dikaji untuk mengetahui mobilitas dan kemungkinan resiko cedera akibat dari terjatuh. Posisi duduk Pada saat keadaan ini normalnya kepala dan dada akan akan memiliki keadaan yang sama pada saat posisi berdiri yaitu kepala pasien harus tegak lurus dengan leher dan verterba kolumna telapak kaki lurus berpijak pada lantai. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengkaji antara lain : Posisi berdiri Lakukan inspeksi melalui sudut pandang secara : Anterior.duduk maupun berbaring. maka terdapat penurunan sensasi atau gangguan sirkulasi serta adanya kelemahan. kemudian tubuh ditopang dengan kasur yang cukup dan vertebra harus lurus dengan alas yang ada . Perencanaan Keperawatan Nyeri akut b. pasien diminta berjalan sepanjang 10 langkah kemudian perawat memperhatikan hal-hal berikut ini : 1) Kepala tegak.Asuhan Keperawatan pada klien dengan gangguan bodi mekanik Pengkajian Untuk melakukan pengkajian body mekanik dan alignment lakukan inspeksi terhadap pada pasien pada saat berdiri. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan gangguan neurovasculer 3. Diagnosa Keperawatan 1. kecuali pada orang tua mungkin 40 X per menit. Pasien dalam posisi berdiri dengan kepala tegak dan mata lurus kedepan serta bahu dan pinggul harus lurus dan sejajar. 3) Langkah lembut.Lateral dan posterior. Pasien yang dalam keadaan abnormal akan mengalami kelemahan otot atau pralis otot serta adanya sensasi (kerusakan saraf) Posisi berbaring Letakan pasien pada posisi lateral semua bantal dan penyokong posisi dipindahkan dari tempat tidur. Resiko cedera berhubungan dengan gangguan keseimbangan yang disertai kelemahan otot 4. pandangan lurus kedepan. punggung tegak. Nyeri akut berhubungan dengan terputusnya kontinuitas jaringan tulang 2. terkoordinasi dan ritmik 4) Mudah untuk memulai dan mengakhiri berjalan 5) Jumlah langkah per menit (pace) 70-100 X per menit. apabila posisi tidak sesuai dengan posisi berdiri yang benar maka dapat diidentifikasikan bahwa ada gangguan pada otot dan tulang pasien. 2) Tumit menyentuh tanah terlebih dahulu sebelum jari-jari kaki.d terputusnya kontinuitas jaringan tulang Definisi: perasaan sensori dan emosional yang tidak menyenangkan yang muncul akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau digambarkan dalam hal kerusakan sedemikian . apabila dijumpai kelainan pada pasien.

dll) untuk menurunkan nyeri. latih ROM pasif dan aktif 5) Anjurkan dan Bantu klien duduk di tempat tidur sesuai toleransi. R.rupa. Q. 7) Fasilitasi penggunaan alat Bantu. 4) Pantau tanda-tanda vital. Definisi: keterbatasan pada pergerakan fisik tubuh atau satu atau lebih ekstrimitas secara mandiri dan terarah Tujuan: 1) Aktivitas fisik meningkat 2) ROM normal 3) Melaporkan perasaan peningkatan kekuatan dalam bergerak. Tujuan: 1) Klien mengatakan nyeri yang dirasakan berkurang. 4) Ajarkan ROM exercise aktif dan pasif. 3) pastikan klien bebas dari nyeri sebelum diberikan latihan. jadual. 2) Klien dapat mendeskripsikan bagaimana mengontrol nyeri 3) Klien mengatakan kebutuhan istirahat dapat terpenuhi 4) Klien dapat menerapkan metode non farmakologik untuk mengontrol nyeri Intervensi: 1) Identifikasi nyeri yang dirasakan klien (P. S. Intervensi: 1) Pastikan keterbatasan gerak sendi yang dialami. T) 2) Eksplor faktor-faktor penyebab nyeri 3) Kaji pengalaman klien masa lalu dalam mengatasi nyeri. awitan yang tiba-tiba atau lambat dari intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi berlangsung < 6 bulan. 8) Jelaskan manfaat ROM aktif dan pasif 9) Kolaborasi dengan fisioterapi Pelaksanaan (cheklist terlampir) Bodi alignment • • • Membantu klien dengan masalah berdiri dan duduk Mengatur berbagai posisi klien Papan sandaran . 6) Atur posisi setiap 2 jam atau sesuai toleransi. keteraturan. 7) Jelaskan prosedur yang dapat meningkatkan nyeri dan mengurangi nyeri 8) Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian: analgetik sesuai indikasi Gangguan mobilitas fisik b. fantasi. 2) Motivasi klien untuk mempertahankan pergerakan sendi. 4) Klien bisa melakukan aktivitas. 5) Berikan tindakan kenyamanan.d gangguan neuromuskuler. 6) Ajarkan teknik non farmakologik (relaksasi.

c. memakai jaket.Ambulasi • • • Memindahkan klien dari tempat tidur ke (TT) ke kursi/ kursi roda/ brankar dan sebaliknya Membantu klien berjalan Membantu klien dengan alat bantu jalan Evaluasi Evaluasi yang diharapkan dari hasil tindakan keperawatan untuk mengatasi gangguan postur tubuh adalah tidak terjadi perubahan atau kesalahan dalam postur tubuh dan pasien mampu melaksanakan aktifitas dengan mudah serta tidak merasakan kelemahan. menggunakan papan tempat tidur. Kelainan postur yg didpat atau congenital mempengaruhi efisiensi system moskuloskeletal. dimana otot sternokleidomastoideus berkontraksi. Kifosis Diskripsi : peningkatan kelengkungan pada kurva spinal torakal. Penyebab : kondisi congenital. Penyebab: kondisi congenital. Macam2 abnormal: a. atau imobilisasi berdasarkan penyebab dan tingkat keparahan. Penatalaksanaan: sama dengan metode yang digunakan untuk kifosis dan lordosis berdasarkan penyebab. Kifolordosis Diskripsi: kombinasi dari kifosis dan lordosis. Tortikolis Diskripsi: mencondongkan kepala ke sisi yang sakit. b. . tidur tanpa bantal. penyakit tulang atau ricket tuberkolosis spinal. Penyebab: kondisi congenital. Penatalaksanaan: operasi. penggabungan spinal (berdasarkan penyebab dan tingkat keparahan). spt kesejajaran tubuh keseimbangan dan penampilan. topangan. Penatalaksanaan: latihan peregangan spinal. pemanasan.

Knock-knee (genu varum) diskripsi: kurva kaki yang masuk ke dalam sehingga lutut rapat jika seseorang berjalan. Penatalaksanaan: mempertahankan abduksi paha yang terus menerus sehingga kaput vemur menekan ke bagian tengah assetatbulum. Diskripsi: kurva anterior pada spinal lumbal yang melengkung berlebihan. paralisis spastic. panjang kaki tidak sama Penatalaksanaan: immobilisasi dan operasi (berdasarkan penyebab dan tingkat keparahan). f. tinggi pinggul dan bahu tidak sama. beban abduksi. Lordosis adalah kelainan pada tulang belakang dimana hyperekstensi dari tulang lumbal. pembedahan. Penyebab: kondisi congenital. Dysplasia Pnggung Kongenital Diskripsi: ketidakstabilan pinggul dengan keterbatasan abduksi pinggul. Penyebab: kondisi congenital. Penyebab: kondisi congenital (biasanya dengan kelahiran sungsang). poliomyelitis. http://beequinn. Penatalaksanaan: immobilisasi dan operasi (berdasarkan penyebab dan tingkat keparahan). operasi jika tidak dapat diperbaiki oleh pertumbuhan. kondisi temporer missal. penyakit tulang atau ricket. kehamilan. h. Skoliosis Diskripsi: kurvatura spinal lateral.wordpress. Penatalaksanaan: latihan peregangan spinal berdasarkan penyebab. gips. Kifoskoliosis Diskripsi: tidak normalnya kurva spinal anteroposteriol dan lateral.d. g. kor pulmonal. poliomyelitis. e. dan kadang-kadang kontraktur adduksi (kaput vemur tidak bersambung dengan assetatbulum karena abnormal kedangkalan assetatbulum). Penyebab: kondisi congenital. Penatalaksanaan: knee braces.com/nursing/kebutuhan-dasar-manusia-i-kdm-i/bodymechanics-mekanika-tubuh/ . Penyebab: kondisi congenital.

perfusi paru dan difusi. Udara yang masuk dan keluar terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara antara intrapleura dengan tekanan atmosfer.OKSIGENASI 1. Otot pernapasan inspirasi utama adalah diagfragma. Ventilasi Ventilasi adalah proses keluar masuknya udara dari dan paru-paru. dinding abdomen dan pusat pernafasan di otak. otot-otot pernafasan. Penyampaian oksigen ke jaringan tubuh ditentukan oleh sistem respirasi (pernafasan). 1).Diafragma dipersyarafi oleh saraf frenik. diagfragma. Oksigenasi adalah peristiwa menghirup udara dari luar yang mengandung Oksigen (O2) kedalam tubuh serta menghembuskan Karbondioksida (CO2) sebagai hasil sisa oksidasi. Pada keadaan istirahat frekuensi pernafasan 12-15 kali per menit. isi abdomen. dimana pada inspirasi . 2. yang keluarnya dari medulla spinalis pada vertebra servikal keempat. Ventilasi membutuhkan koordinasi otot paru dan thoraks yang elastis serta persyarafan yang utuh. PENGERTIAN Oksigen (O2) adalah satu komponen gas dan unsur vital dalam proses metabolisme untuk mempertahankan kelangsungan hidup seluruh sel-sel tubuh. Ada 3 langkah dalam proses oksigenasi yaitu ventilasi. jumlahnya sekitar 500 ml. SISTEM PERNAFASAN Sistem pernafasan terdiri dari organ pertukaran gas yaitu paru-paru dan sebuah pompa ventilasi yang terdiri atas dinding dada. kardiovaskuler dan hematology.

Sirkulasi paru bersifat fleksibel dan dapat mengakodasi variasi volume darah yang besar sehingga digunakan jika sewaktu-waktu terjadi penurunan voleme atau tekanan darah sistemik. eksternal interkosa. 2). 2. Adekuatnya sistem saraf pusat dan pusat pernafasan 3. Difusi adalah pergerakan molekul dari area dengan konsentrasi tinggi ke area konsentrasi rendah.Darah ini memperfusi paru bagian respirasi dan ikut serta dalam proses pertukaan oksigen dan karbondioksida di kapiler dan alveolus. Kepatenan Ventilasi terganutung pada faktor : 1. Kebersihan jalan nafas. Difusi Oksigen terus-menerus berdifusi dari udara dalam alveoli ke dalam aliran darah dan karbon dioksida (CO2) terus berdifusi dari darah ke dalam alveoli. Perbedaan tekanan pada area membran respirasi akan . adanya sumbatan atau obstruksi jalan napas akan menghalangi masuk dan keluarnya udara dari dan ke paru-paru. Sirkulasi paru merupakan 8-9% dari curah jantung. 3). dimana pada sirkulasi paru adalah darah deoksigenasi yang mengalir dalam arteri pulmonaris dari ventrikel kanan jantung. Perfusi Paru Perfusi paru adalah gerakan darah melewati sirkulasi paru untuk dioksigenasi.tekanan intrapleural lebih negative (725 mmHg) daripada tekanan atmosfer (760 mmHG) sehingga udara masuk ke alveoli. Difusi udara respirasi terjadi antara alveolus dengan membrane kapiler. internal interkosa. otot abdominal. Kemampuan otot-otot pernafasan seperti diafragma. Adekuatnya pengembangan dan pengempisan paru-paru 4.

1997). Misalnya pada tekanan parsial (P) O2 di alveoli sekitar 100 mmHg sedangkan tekanan parsial pada kapiler pulmonal 60 mmHg sehingga oksigen akan berdifusi masuk ke dalam darah. yaitu lobus superior. yaitu lobus superior dan lobus inferior. terdiri dari 2 lobus. (Syaifuddin. Paru-paru dibagi menjadi 2 bagian. dan lobus inferior. 1997) Bronkhus terminalis masuk ke dalam saluran yang agak lain yang disebut Vestibula. Berbeda halnya dengan CO2 dengan PCO2 dalam kapiler 45 mmHg sedangkan pada alveoli 40 mmHg maka CO2 akan berdifusi keluar alveoli. Gambar 1. dan di sini membrane pelapisnya mulai berubah sifatnya. terdiri dari 3 lobus. yaitu : 1) Paru-paru kanan. lapisan epitelium bersilia diganti dengan sel epitelium yang pipih.mempengaruhi proses difusi. (Syaifuddin. . Anatomi paru Paru-paru merupakan sebuah organ yang sebagian terdiri dari gelembung-gelembung udara atau alveoli. Lobus Pulmo Sinistra dan dekstra. lobus media. 2) Paru-paru kiri.

Dari Vestibula berjalan beberapa Infundibula dan di dalam dindingnya dijumpai kantong-kantong udara itu. Kantong udara atau Alveoli itu terdiri atas satu lapis tunggal sel epitelium pipih, dan di sinilah darah hamper langsung bersentuhan dengan udara hingga suatu jaringan pembuluh darah kapiler mengitari Alveoli dan pertukaran gas pun terjadi. (Evelyn C. P, 2002).

Gambar 2. Diagram dari akhiran sebuah Bronkhliolus didalam Alveoli. (Pearce. E. C, 2002)

3. SISTEM KARDIOVASKULER

a. Struktur dan letak jantung Jantung terbagi oleh sebuah septum (sekat) menjadi dua belah, yaitu kiri dan kanan. Setiap belahan kemudian dibagi menjadi dua ruang, pada bagian di atas disebut “atrium” dan bagian bawah disebut “ventrikel”. Pada masing-masing belahan terdapat satu atrium dan satu ventrikel. Atrium dan ventrikel dihubungkan oleh lubang yang terdapat katup, pada bagian sebelah kanan disebut katup (valvula) trikuspidalis dan pada bagian sebelah kiri disebut katub mitral atau katub bikuspidalis. (Pearce, 1999) Jantung terbungkus oleh membran yang disebut perikardium. Membran ini terdiri atas dua lapisan dalam dan luar. Lapisan dalam disebut perikardium viseralis (membran serus yang lekat sekali pada jantungnya) dan lapisan luar disebut perikardium parentalis (lapisan yang

membungkus jantung sebagai kantong longgar). Keduanya dipisahkan oleh cairan pelumas yaitu cairan serus yang berfungsi mengurangi gesekan pada gerakan memompa dari jantung itu sendiri. Jantung terdiri dari tiga lapisan, antara lain: epikardium (luar), miokardium (otot), endokardium (lapisan dalam/endotel).

Gambar 1. Struktur jantung dan perjalanan aliran darah melalui kamar jantung, sesuai petunjuk anak panah b. Fisiologi jantung
Jantung berfungsi sebagai pemompa darah dari pembuluh vena ke dalam sirkulasi pulpomal paru-paru vena, vena pulmonalis, atrium kiri, lewat katup mitral, ventrikel kiri, katup aorta, arteri, arteriola, kapiler, venula, vena, vena cava inferior, dan kembali ke atrium kanan yang disebut “sirkulasi sistematik”, sedangkan aliran darah dari atrium kanan masuk lewat katup trikuspidalis, sirkulasi paru-paru yang disebut “sirkulasi pulmonalis”.

Gangguan aliran dalam jantung mengakibatkan oksigenasi tidak adekuat, darah arteri dan vena tercampur yang mengakibatkan perfusi sel-sel berkurang. Gerakan jantung terdiri atas dua jenis, yaitu kontraksi (systole) dan relaksasi (diastole). Kontraksi kedua atrium terjadi serentak disebut systole atrial dan relaksasi atrium disebut diastole atrial, demikian pula untuk kontraksi ventrikel disebut systole ventrikel dan relaksasi ventrikel disebut diastole ventrikel. Kontraksi

ventrikel lamanya 0,3 detik dan relaksasi lamanya 0,5 detik. Kontraksi kedua atrium pendek sedangkan kontraksi ventrikel lebih lama dan kuat. Daya pompa jantung pada organ yang sedang istirahat berdebar sekitar 70 kali/menit dan memompa 70 ml setiap denyutan. Dengan demikian jumlah darah yang dipompa setiap menit sekitar 5 liter. Sewaktu banyak bergerak kecepatan denyut jantung dapat mencapai 150 kali/menit, sehingga daya pompa jantung adalah 20-25 liter/menit. (Evelya C. Pearce, 2002).

Gambar 2. Gambaran skematik aliran darah melalui system kardiovaskuler
4. HEMATOLOGI Oksigen membutuhkan transport dari paru-paru ke jaringan dan karbondioksida dari jaringan ke paru-paru. Sekitar 97% oksigen dalam darah dibawa eritrosit yang telah berikatan dengan hemoglobin (Hb) dan 3% oksigen larut dalam plasma. Setiap sel darah merah mengandung 280 juta molekul Hb dan setiap molekul dari keempat molekul besi dalam hemoglobin berikatan dengan satu molekul oksigen membentuk oksihemoglobin (HbO2). Reaksi pengikatan Hb dengan O2 dipengaruhi oleh suhu, Ph, konsentrasi 2,3 difosfogliserat dalam darah merah. Dengan demikian besarnya Hemoglobin (Hb) dan jumlah eritrosit akan

mempengaruhi transport gas.

obersitas. musculus skeleton yang abnormal. Faktor Perkembangan 1. Bayi prematur : yang disebabkan kurangnya pembentukan surfaktan 2. ibu hamil. penyakit kronik seperti TBC paru 2. Anak usia sekolah dan remaja . Menurunnya kapasitas pengikatan O2 seperti anemia 2. Dewasa muda dan pertenggahan : diet yang tidak sehat. kurang aktivitas. Kondisi yang mempengaruhi pergerakan dinding dada seperti pada kehamilan. demam. 5. Meningkatnya metabolisme seperti adanya infeksi. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUTUHAN OKSIGEN 1. luka dan lain-lain. Bayi dan toodler : adanya resiko infeksi saluran pernafasan akut 3.5. stress . resiko saluran pernafasan dan merokok 4. Hipovolemia sehingga tekanan darah menurun mengakibatkan transpor O2 terganggu 4. Faktor Fisiologi 1. Menurunnya konsentrasi O2 yang diinspirasi seperti pada obstruksi saluran napas bagian atas 3.

Tempat kerja (polusi) 2. ekspansi paru menurun 3. Ketinggian tempat dari permukaan laut . Nutrisi : misalnya pada obesitas mengakibatkan penurunan ekspansi paru. Dewasa tua : adanya proses penuaan yang mengakibatkan kemungkinan arteriosklerosis. Faktor Lingkungan 1. 2. Kecemasan : menyebabkan metabolisme meningkat 4. Suhu lingkungan 3. Exercise (olahraga berlebih) : Exercise akan meningkatkan kebutuhan oksigen 3. Merokok : nikotin menyebabkan vasokonstriksi pembuluh darah perifer dan koroner 4. diet yang terlalu tinggi lemak menimbulkan arteriosklerosis. Faktor Prilaku 1. Substance abuse (alkohol dan obat-obatan) : menyebabkan intake nutrisi (Fe) menurun mengakibatkan penurunan hemoglobin. alkohol menyebabkan depesi pusat pernafasan 5. gizi yang buruk menjadi anemia sehingga daya ikat oksigen berkurang.yang mengakibatkan penyakit jantung dan paru-paru 5. elastisitas menurun.

5. 3. regurgitasi darah yang mengakibatkan vetrikel bekerja lebih keras. Kecemasan . Kerusakan fungsi katub seperti pada stenosis. 6. Gangguan Konduksi Gangguan konduksi (hantaran) seperti distritmia (takikardia/bradikardia) 2. Perubahan Cardiac Output (Curah Jantung) Menurunnya cardiac output seperti pada pasien dekom menimbulkan hipoksia Jaringan. Hiperventilasi Merupakan upaya tubuh dalam meningkatkan jumlah O2 dalam paru-paru agar pernafasan lebih cepat dan dalam. Myocardial iskhemial infrark mengakibatkan kekurangan pasokan darah dari arteri koroner ke miokardium. PERUBAHAN FUNGSI PERNAFASAN 1. PERUBAHAN FUNGSI JANTUNG Perubahan-perubahan fungsi jantung yang mempengaruhi kebutuhan oksigenasi adalah sebagai berikut : 1. Hiperventilasi dapat disebabkan karena : a. obstruksi. 4.

kejang. dan kardiak arrest. Tanda-tanda dan gejala pada keadaan hipoventilasi adalah nyeri kepala. Keracunan obat-obatan d. Kertidakseimbangan asam basa seperti pada asidosis metabolik Tanda-tanda dan gejala hiperventilasi adalah takikardia. 2. disorientasi. nyeri dada (chest pain). Hipoventilasi Hipoventilasi terjadi ketika ventilasi alveolar tidak adekuat untuk memenuhi penggunaan O2 tubuh atau untuk mengeluarkan CO2 dengan cukup. Hipoksia Tidak adekuatnya pemenuhan O2 seluler akibat dari defisiensi O2 yang diinspirasi atau meningkatnya penggunaan O2 pada tingkat seluler. menurunnya konsentrasi. disorientasi. napas pendek. Hipoksia dapat disebabkan oleh : a. ketidakseimbangan elektrolit. Infeksi / sepsis c. penurunan kesadaran. kardiakdistritma. tinnitus. Menurunya hemoglobin . biasanya terjadi pada keadaan atelektasis (kolaps paru).b. 3.

Menurunnya perfusi jaringan seperti syok f. Jakarta : Salemba Mardika 2007 Perry. Edisi 2. Jakarta : Salemba Mardika tahun 2006. Fundamental of nursing Edisi 4. Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta : EGC. Kerusakan / gangguan ventilasi Tanda-tanda hipoksia antara lain : kelelehan. Ketidakmampuan jaringan mengikat O2 seperti keracunan sianida d. Wartonah. Dia memiliki keistimewaan karena memiliki konsentrasi molar yang tinggi yang . sianosis dan clubbing. pernafasan cepat dan dalam.b. Aziz Alimul. Hidayat. Potter. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan. Edisi 3. Berkurangnya konsentrasi O2 jika berada di puncak gunung c. nadi meningkat. kecemasan. KONSEP DASAR CAIRAN DAN ELEKTROLIT Air merupakan salah satu dari dua pelarut terpenting dalam tubuh. DAFTAR PUSTAKA Tarwoto. 1997 KONSEP DASAR CAIRAN DAN ELEKTROLIT BAB I PENDAHULUAN A. Volume 1 & 2. menurunnya kemampuan konsentrasi. Menurunnya difusi O2 dari alveoli ke dalam darah seperti pada pneumonia e.

Hal ini penting karena jalur ini tersedia dalam semua sel dalam tubuh. Saluran air sekarang sudah ditemukan. Pada sebagian membran fluktuasi air sangat tinggi dan tidak dapat diperhitungkan dengan difusi air yang melintasi barier lemak. Aliran air melalui saluran ini dapat terjadi sebagai hasil dari difusi atau filtrasi. Dengan kemampuannya yang sangat besar untuk menyesuaikan diri. Komposisi lemak dari berbagai membran sel bervariasi sehingga angka aliran cairan yang melintasi membran sel juga bervariasi. Semua . dalam dua lapisan lemak buatan. Keseimbangan cairan adalah esensial bagi kesehatan. biasanya dengan proses-proses faal (fisiologis) yang terintegrasi yang mengakibatkan adanya lingkungan sel yang relatif konstan tapi dinamis.menyebabkannya dapat menyediakan ion hidrogen yang tidak ada habisnya dalam tubuh. Bahkan. BAB II ISI Cairan & elektrolit sangat penting untuk mempertahankan homeostasis tubuh. Jalur lemak merujuk pada air yang melintasi dua lapisan lemak dari membran sel dengan cara difusi. Kebutuhan cairan dan elektrolit adalah suatu proses dinamik karena metabolisme tubuh membutuhkan perubahan yang tetap dalam berespons terhadap stressor fisiologis dan lingkungan. kulit 20%. tubuh mempertahankan keseimbangan. Air dan lemak adalah dua pelarut utama dalam tubuh. Bahan yang larut dalam air tidak akan dengan mudah melewati membran lemak kecuali ada mekanisme transportasi khusus. Darah 20% organ2 lainnya 10% Cairan Ektrasel. Tetapi kebalikannya. Distribusi cairan tubuh: otot 50%. Dapat diharapkan bahwa air tidak akan dengan mudah melewati membran sel. Membran sel lemak memisahkan cairan intraseluler dengan cairan ekstraseluler. Fakta ini mengarah pada satu hipotesis bahwa membran harus mengandung protein yang menyediakan saluran air yang melewati saluran tersebut air dapat lewat. Cairan tubuh menempati kompartemen intrasel & ektrasel. air tidak dapat melintas dengan mudah dan hal ini konsisten dengan harapan kita. Kemampuan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan cairan ini dinamakan “homeostasis”. air melintasi hampir semua membran dalam tubuh dengan mudah! Molekul air melintasi membran sel dengan 2 jalur yang dapat kita katakan sebagai jalur lemak dan jalur saluran air.

jenis kelamin dan derajat obesitas ( Guyton & Hall. sel darah putih (SDP. dan trombosit. Sisanya 2-3 L (40%) terdiri dari sel darah merah (SDM. Pada orang normal dengan berat 70 kg. Relatif terhadap ukuran tubuh. 3 L (60%) dari jumlah tersebut adalah PLASMA. bergantung pada umur. yaitu : cairan intraselular (CIS) dan cairan ekstra selular (CES). Sebaliknya. volume relatif dari (CES) menurun sampai kira-kira 1/3 dari volume total. volume (CIT) kira-kira sebesar 2 kali lebih besar pada bayi baru lahir dibanding orang dewasa. 1997) 1. Cairan ekstrasel bergerak secara konstan pada seluruh tubuh & ditransport dgn cepat ke dlm sirkulasi melalui dinding kapiler A. persentase ini dapat berubah. sama kira-kira 25 L pada rata-rata pria dewasa (70 kg). Cairan limfe termasuk dalam volume interstisial. Cairan Ekstraselular (CES) = 20% dari BB total Adalah cairan diluar sel.cairan yg terdapat di luar sel yg terdiri dari ion2 & berbagai bahan nutrisi yg dibutuhkan oleh sel u/ mempertahankan fungsi sel. b) Cairan intravaskular (CIV) : Cairan yang terkandung di dalam pembuluh darah. hanya ½ dari cairan tubuh bayi adalah cairan intraselular. Ukuran relatif dari (CES)menurun denganθ peningkatan usia. Pada bayi baru lahir. Cairan Intraselular (CIS) = 40% dari BB total Adalah cairan yang terkandung di dalam sel. kira-kir ½ cairan tubuh terkandung didalam (CES). Pada orang dewasaθ kira-kira 2/3 dari cairan tubuh adalah intraselular. Tapi nilai tersebut diatas dapat . Lebih jauh (CES) dibagi menjadi : a) Cairan interstisial (CIT) : Cairan disekitar sel. Volume relatif dari (CIV) sama pada orang dewasa dan anak-anak. Total cairan tubuh (TBF) rata-ratanya sekitar 60% berat badan atau sekitar 42 L. Ini hampir sebanding dengan 15 L dalam rata-rata pria dewasa (70 kg). sama dengan kira-kira 8 L pada orang dewasa. atau eritrosit) yang mentranspor oksigen dan bekerja sebagai bufer tubuh yang penting. atau leukosit). 2. KOMPARTEMEN CAIRAN Seluruh cairan tubuh didistribusikan diantara dua kompartemen utama. Setelah 1 tahun. Rata-rata volume darah orang dewasa kira-kira 5-6 L (8% dari BB).

Pada waktu tertentu (CTS) mendekati jumlah 1 L. pleural. bergantung pada jenis kelamin. glokusa dan oksigen) ke jaringan  transpor produk sisa ke ginjal dan paru-paru  pengiriman antibodi dan SDP ke tempat infeksi  transpor hormon ke tempat aksinya  sirkulasi panas tubuh 3. Contoh (CTS) meliputi cairan serebrospinal. Adapun fungsi dari darah adalah mencakup :  pengiriman nutrien (mis . FUNGSI CAIRAN TUBUH . Cairan Transelular (CTS) Adalah cairan yang terkandung di dalam rongga khusus dari tubuh.bervariasi pada orang yang berbeda-beda. saluran gastro-intestinal (GI) secara normal mensekresi dan mereabsorbsi sampai 6-8 L per-hari. sinovial. berat badan dan faktor-faktor lain. perikardial. Sebagai contoh. sejumlah besar cairan dapat saja bergerak kedalam dan keluar ruang transelular setiap harinya. Namun. Secara Skematis Jenis dan Jumlah Cairan Tubuh dapat digambarkan sebagai berikut : B. dan cairan intraokular serta sekresi lambung.

Sarana untuk mengangkut zat-zat makanan ke sel-sel 2. KOMPOSISI CAIRAN TUBUH Semua cairan tubuh adalah air larutan pelarut. Kation ekstraselular utama adalah natrium (Na+). Air adalah senyawa utama dari tubuh manusia. Mmbentu dalam metabolisme sel 4. Rata-rata pria Dewasa hampir 60% dari berat badannya adalah air dan rata-rata wanita mengandung 55% air dari berat badannya. enzim. SDP. Membantu memelihara suhu tubuh 6. sementara kation yang lainnya adalah (Ca+) dan (Mg+). mol/L dalam larutan selalu sama. Sebagai pelarut untuk elektrolit dan non elektrolit 5.  Kation : ion-ion yang mambentuk muatan positif dalam larutan. cairan tubuh mengandung dua jenis substansi terlarut (zat terlarut) elektrolit dan non-elektrolit.1. Solut (terlarut) Selain air. substansi terlarut (zat terlarut) 1. 2. Sistem pompa terdapat di dinding sel tubuh yang memompa natrium ke luar dan kalium ke dalam . Mengeluarkan buangan-buangan sel 3. Mengangkut zat-zat seperti (hormon. sedangkan kation intraselular utama adalah kalium (K+). Elektrolit berdisosiasi menjadi ion positif dan negatif dan diukur dengan kapasitasnya untuk saling berikatan satu sama lain (miliekuivalen/liter) atau dengan berat molekul dalam garam ( milimol/liter mEq/L ). Membantu pencernaan 7. Mempemudah eliminasi 8. a) Elektrolit : Substansi yang berdiasosiasi (terpisah) di dalam larutan dan akan menghantarkan arus listrik. yang diukur dalam miliekuivalen. Jumlah kation dan anion. SDM) C.

Pemahaman perbedaan antara dua kompartemen ini penting dalam mengantisipasi gangguan seperti trauma jaringan atau ketidakseimbangan asam-basa. nilai elektrolit plasma tidak selalu menunjukkan komposisi elektrolit dari cairan intraselular. Usia Variasi usia berkaitan dengan luas permukaan tubuh. metabolisme yang diperlukan dan berat badan. Pada situasi ini. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUTUHAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kebutuhan cairan dan elektrolit diantaranya adalah : 1. air tubuh menurun dengan peningkatan usia. Non-elektrolit lainnya yang secara klinis penting mencakup kreatinin dan bilirubin. Anion : ion-ion yang membentuk muatan negatif dalam larutan. secara bermakna mengubah nilai elektrolit palsma. nilai elektrolit plasma menunjukkan komposisi cairan ekstraselular. yang terdiri atas cairan intraselular dan interstisial. D. sedangkan anion intraselular utama adalah ion fosfat (PO4ɜ-). Berikut akan disajikan dalam tabel perubahan pada air tubuh . elektrolit dapat dilepaskan dari atau bergerak kedalam atau keluar sel. b) Non-elektrolit : Substansi seperti glokusa dan urea yang tidak berdisosiasi dalam larutan dan diukur berdasarkan berat (miligram per 100 ml-mg/dl). Karena kandungan elektrolit dari palsma dan cairan interstisial secara esensial sama. Anion ekstraselular utama adalah klorida ( Clˉ ). Namun demikian. selain itu sesuai aturan.

tubuh gangguan hormon akan mengganggu keseimbangan cairan 6. Stres Stres dapat menimbulkan peningkatan metabolisme sel. Proses ini dapat meningkatkan produksi ADH dan menurunkan produksi urine 5. Jenis kelamin Wanita mempunyai air tubuh yang kurang secara proporsional. Sakit Keadaan pembedahan. trauma jaringan. Temperatur lingkungan Panas yang berlebihan menyebabkan berkeringat.total sesuai usia. Diet . Seseorang dapat kehilangan NaCl melalui keringat sebanyak 15-30 g/hari 7. 2. konsentrasi darah dan glikolisis otot. karena lebih banyak mengandung lemak tubuh 3. sehingga air tubuh menurun dengan peningkatan lemak 4. kelainan ginjal dan jantung. mekanisme ini dapat menimbulkan retensi sodium dan air. Sel-sel lemak Mengandung sedikit air.

Rasa Haus adalah keingina yang disadari terhadap kebutuhan akan cairan. Karena ukuran molekulnya besar protein tidak dapat bebas melintasi membrane plasma. Dangan kata lain. Akibatnya. proses ini akan menimbulkan pergerakan cairan dari interstisial ke intraselular. PERGERKAN CAIRAN TUBUH Mekanisme pergerakan cairan tubuh berlangsung dalam tiga proses. Osmosis adalah perpindahan cairan melintasi membrane semipermiabel dari area yang berkonsentrasi rendah ke area berkonsentrasi tinggi. yaitu: 1. temperature larutan. Rasa haus biasanya muncul apabila osmolalitas plasma mencapai 295 mOsm/kg. 3. cairan melintasi membrane untuk mengencerkan cairan yang berkonsentrasi tinggi sampai diperoleh keseimbangan di kedua sisi membrane. Kecepatan difusi ini dipengaruhi oleh tiga hal. transport aktif adalah gerakan molekul dari konsentrasi yang satu ke konsentrasi yang lain tanpa memandang tinggkatannya. PENGATURAN KESEIMBANGAN CAIRAN Pengaturan keseimbangan cairan terjadi melalui mekanisme berikut: 1. cairan dan elektrolit sehingga masuk melintasi di membrane kedua yang memisahkan ini dua kompartemen konsentrasi kompartemen seimbang. Transpor Aktif adalah pengangkutan yang digunakan oleh molekul untuk berpindah melintasi membrane sel melawan gradient konsentrasinya. terjadi ketidakseimbangan tekanan osmotic koloid (tekanan onkotik) sehingga cairan tertarik kedalam ruang intravaskuler. konsentrasi larutan. Perbedaan osmotic ini di pengaruhi oleh distribusi protein tidak merata. E. F. 2. tubuh akan memecah cadangan energi. Pada proses ini. Proses ini membutuhkan energy dalam bentuk adenosine triphosphat (ATP). ATP berguna untuk mempertahankan konsentrasi ion kalium dan natrium dalam ruang ekstrasel dan intrasel memlalui suatu proses yang disebut pompa”natrium-kalium”. . Difusi adalah perpindahan larutan dari area berkonsentrasi tinggi menuju area berkonsentrasi rendahdengan melintasi membrane semipermeabel. Pada proses ini. yakni ukuran molekul.Pada saat tubuh kekurangan nutrisi.

4. Hormone Aldosteron. 3. dan penggunaan beberapa jenis anestetik dan obat-obatan. IWL melalui kulit berkisar antara 15-20 ml/24 jam atau 350-400 ml/hari. Pelepasan aldosteron dirangsang oleh perubahan konsentrasi kalium. resorpsi natrium. merupakan asam lemak alami yang terdapat dibanyak jaringan dan berperan dalam proses radang. Di ginjal. Hormone ADH. dan system rennin-angiotensin. pengontrolan tekanan darah. kontraksi uterus. Asupan cairan pada individu dewasa berkisar 1500-3500ml/hari. trauma. Prostaglandin. 2000). dan motilitas gastrointestinal.osmoreseptor yang terletak dipusat rasa haus hipotalamus sensitive terhadap perubahan osmolalitas pada cairan ekstrasel. Oleh karena itu. Pengeluaran cairan melalui kulit diatur oleh kerja saraf simpatis yang merangsang aktivitas kelenjar keringat.hormon ini meningkatkan reabsorbsi air pada duktus pengumpul sehingga dapat menahan air dan mempertahankan volume cairan ekstrasel. Pengeluaran cairan ini dikenal dengan IWL (Insensibel Water Loss). pembedahan. prostaglandin berperan mengatur sirkulasi ginjal. nyeri. Rangsangan pada kelenjar keringat ini disebabkan oleh aktifitas otot. Selain itu sekresi juga terjadi pada kondisi stress. hormone ini disekresi oleh kelenjar adrenal dan bekerja pada tubulus ginjal untuk meningkatkan absorbs natrium. Glukokortikoid. dan kondisi demam. perubahan kadar glukokortikoid mengakibatkan perubahan pada keseimbangan volume darah (Tambajong. Pengeluaran cairan ini dapat terjadi melalui beberapa organ yakni:  Kulit. ADH juga disebut sebagai vasopressin karena mempunyai efek vasokontriksi minor pada arteriol yang dapat meningkatkan tekanan darah. meningkatkan resorpsi natrium dan air sehingga memperbesar volume darah dan mengakibatkan retensi natrium. 2. Retensi natrium mengakibatkan retensi air. hormone ini dibentuk di hipotalamus dan disimpan dalam neurohipofisis pada hipofisis posterior. Sedangkan haluaran cairannya adalah 3500ml/hari. 5. . temperature lingkungan yang tinggi. kadar natrium serum. Stimuli utama untuk sekresi ADH adalah peningkatan osmolalitas dan penurunan cairan ekstrasel.

Defisit volume cairan (fluid volume defisit [FVD]) adalah suatu kondisi ketidakseimbangan yang ditandai dengan defisiensi cairan dan elektrolit diruang ekstrasel. Paru-paru.  Ginjal. jumlah cairan yang hilang melalui system pencernaan setiap harinya berkisar antara 100-200 ml. Ini terjadi apabila cairan yang hilang sebanding dengan jumlah elektrolit yang hilang. Dalam kondisi normal. penghitungan IWL secara keseluruhan adalah 10-15ml/kgBB/24jam. Gangguan keseimbangan cairan dapat berupa defisit volume cairan dan sebaliknya. Overdehidrasi . Ini terjadi bila jumlah cairan yang hilang lebih sedikit daripada jumlah elektrolit yang hilang. Dehidrasi hipertonik. meningkatnya jumlah cairan yang keluar melalui paru merupakan suatu bentuk respons terhadap perubahan kecepatan dan kedalaman napas karena pergerakan atau kondisi demam. Pada individu dewasa. Dehidrasi isotonic. namun proporsi antara keduanya mendekati normal. Volume cairan berlebih (fluid volume eccess [FVE]) adalah ketidakseimbangan yang ditandai dengankelebihan (retensi) cairan dan natrium di ruang ekstrasel.  Pencernaan. Dehidrasi hipotonik. kondisi defisit volume cairan (dehidrasi) terbagi menjadi 3 yaitu: a. b. G. Ini terjadi jika jumlah cairan yang hilang lebih besar dari jumlah elektrolit yang hilang. c. 2. dengan penambahan 10% dari IWL normal setiap kenaikan 1OC. Kondisi ini dikenal juga dengan istilah hipervolemia. IWL untuk paru adalah 350-400ml/hari. GANGGUAN KESEIMBANGAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT Ketidakseimbangan cairan Hal ini terjadi apabila kompensasi tubuh tidak mampu mempertahankan homeostasis. Merupakan organ pengekskresi cairan utama pada tubuh. 1. Kondisi ini juga dikenal dengan hipovolemia. Secara umum. ginjal mengekskresikan sekitar 1500ml/hari.

Hipokalsemia adalah kekurangan kadar kalsium di cairan eksrasel yang menyebabkan pengeroposan tulang. c. Hiperkalsemia adalah kelebihan kadar kalsium di cairan eksrasel yang menyebabkan penurunan eksitabilitas otot yang menimbulakan flaksidasis.umumnya disebabkan olehgangguan pada fungsi ginjal. b. Edema perifer atau edema pitting Asites Kelopak mata bengkak Bunyi nafas ronkhi basah diseluruh lapang paru Penambahan berat badan yang tidak lazim Ketidakseimbangan Elektrolit a. Hipernatremia kelebihan kadar natrium di cairan ekstrasel yang menyebahkan perubahan tekanan osmotic ekstrasel b. d. Manifestasi kelebihan cairan ekstrasel adalah: a. hipermagnesemia terjadi bila kadar magnesium serum lebih dari 3.4 mEq/l. Hipofosfatemia adalah penurunan kadar fosfat dalam serum. Hipokalemia adalah kekurangan kadar kalium di cairan ekstrasel yang menyebabkan pindahnya kalium keluar sel. Hiponatremia adalah kekurangan kadar natrium di cairan ekstrasel yang menyebahkan perubahan tekanan osmotic. Hipomagnesemia terjadi apabila kadar magnesium serum kurang dari 1. yang menyebabkan terhambatnya transmisi impuls jantung yang menyebabkan serangan jantung. Hiperfosfatemia adalah peningkatan kadar fosfat dalam serum. f. d. c. Hipokloremia adalah penurunan kadar ion klorida dalam serum. . e.5 mEq/l. Hiperkloremia adalah peningkatan kadar ion klorida dalam serum. Hiperkalemia adalah kelebihan kadar kalium di cairan ekstrasel. e.

hipoperfusi) . misalnya:  Meningkatkan metabolisme (demam. hipoxia. 2.45 adalah penurunan kadar bikarbonat serum adalah peningkatan kadar bikarbonat serum Tubuh melindungi diri dari perubahan pH dengan: 1. dll)  Meningkatkan asam organik (dehidrasi. BE (-) pCO2 à bukti tubuh menetralisir racun  Sebab: 1. 3. ekskresi H+ & NH4+ Gangguan Keseimbangan Asam Basa Asidosis Metabolik  pH menurun.35 adalah pH darah > 7.H. kejang. 4. Mengencerkan produk asam Sistem buffer Regulasi pernapasan – mengatur kadar pCO2 plasma Reabsorbsi bikarbonat yang difiltrasi di ginjal. Produksi ion H+ berlebihan. bila mendapat tambahan asam/ basa Ada beberapa Istilah dalam keseimbangan asam basa  Asidemia  Alkalemia  Asidosis  Alkalosis adalah pH darah < 7. distress pernapasan. KESEIMBANGAN ASAM BASA Gangguan keseimbangan air – elektrolit menyebabkan gangguan keseimbangan asam basa Sistem Buffer: zat yang dapat mencegah perubahan kadar ion hidrogen bebas dlm larutan. bikarbonat menurun.

 Ketosis (DM, kelaparan) 2. 3. 4. Kehilangan bikarbonat berlebihan, misalnya: diare, drainase ileostomi Pemberian asam (HCl, asam amino) Kegagalan ginjal untuk mengeluarkan asam yg berlebihan

 Derajat beratnya asidosis metabolic ditentukan oleh turunnya base akses  Kompensasi: hiperventilasi... CO2 respiration)  Komplikasi: hipotensi, edema paru, hipoksia jaringan, depresi SSP, koma, kejang

keluar (napas cepat, dalam = kussmaul

Alkalosis Metabolik
 Konsentrasi H+ turun  Sebab: 1. 2. 3. 4. Muntah (HCl, K+ hilang) K+ hilang berlebihan (melalui urin, GIT) Penambahan HCO3 ke dalam CES (misalnya th/ iv) ↑ reabsorbsi HCO3. Misalnya: sindroma Cushing, Bartter, Hipoaldosteronisme primer  Kompensasi: hipoventilasi à hipoksemia  Lab: pH ↑, CO ↑, BE (+), pO2 ↓, HCO3 ↑

Asidosis Respiratorik
 Akibat dr hipoventilasi alveolar sehingga produksi CO2 > ekskresi CO2  Terjadi pada:

• • •

Penyakit paru berat: membran hialin, bronchopneumonia, edema paru Penyakit neuromuskuler: sindroma Guillian Barre, overdosis obat sedatif Obstruksi jalan napas: bronchospasme

 Kompensasi Ginjal à membentuk dan meningkatkan reabsorbsi bikarbonat  Gejala klinik: • • Hipoksia Vasodilatasi (karena CO2 ↑)

 Laboratorium: pH ↓ - pCO2 ↑ - HCO3 ↑ - BE (+)

Alkalosis Respiratorik
 Ekskresi CO2 melalui paru-paru berlebihan sehingga pCO2 ↓  Sebab: hiperventilasi (kerusakan otak, emosi); keracunan salisilat

 Lab: pH ↑ - pCO2 ↓ – bikarbonat ↓ - BE (-) Mekanisme kompensasi  Gangguan respiratorik – dikompensasi oleh ginjal  Gangguan metabolik – dikompensasi oleh mekanisme respirasi Tingkat kompensasi dibagi dalam:  Tidak dikompensasi (mekanisme kompensasi tidak bekerja)  Kompensasi partial (pH tidak sampai normal)  Kompensasi penuh (pH kembali normal)

 Kompensasi berlebihan  Perkiraan gangguan asam basa dpt diketahui dg memeriksa darah arteri (pemeriksaan ASTRUP = Analisa Gas Darah) Yang dinilai adalah: pH, pCO2, HCO3, BE Selain itu ada faktor penting lain: pO2, O2 saturation

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Keseimbangan kemampuannya yang cairan adalah besar esensial untuk bagi kesehatan. diri, Dengan tubuh

sangat

menyesuaikan

mempertahankan keseimbangan, biasanya dengan proses-proses faal (fisiologis) yang terintegrasi yang mengakibatkan adanya lingkungan sel yang relatif konstan

J. N. W. biasanya masalah keseimbangan cairan dan elektrolit kurang diperhatikan. (ed. Fisiologi dan Anatomi Modern untuk Perawat. (2000). Dan Chayatin. (2007). Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC . karena Jika seseorang sakit.tapi dinamis. Jakarta: Salemba Medika Mubarak. W. masalah keseimbangan cairan dan elektrolit adalah hal yang sangat penting dan jangan menganggap masalah ini adalah masalah sepele.2). Patofisiologi untuk Keperawatan. Kebutuhan Dasar Manusia & Proses Keperawatan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC Tarwoto. Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia. (2002). Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC Gibson. Saran Bagi para pembaca. B. J. (2003). Kemampuan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan cairan ini dinamakan “homeostasis”. I. DAFTAR PUSTAKA Tambayong.

. :) PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI By: H.Diposkan oleh rama di 07. makanan merupakan kebutuhan pokok untuk hidup..Arham Alam. Pendahuluan Semua sel tubuh membutuhkan makanan yang cukup. Daily Calendar Just Say Hai para blogger???? salam sehat dariku.S.. Pengertian .. dan beberapa zat makanan penting sekali untuk kesehatan. Bila makanan tidak mengandung zat gizi yang dibutuhkan sel tubuh kelancaran kerja fisiologis akan terganggu.Ns.39 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Tidak ada komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom) Cari Blog Ini Memuat.Kep.

absorpsi. Nutrien akan digunakan untuk memproduksi energi berupa ATP ( Adenosin triphospat ) untuk seluruh aktifitas tubuh : • • • • Pergerakan otot Transmisi impuls saraf Tergantung pada energi yang Proses berfikir di produksi dari makanan yang Produksi panas dikonsumsi individu Nutrisi sebagai Kebutuhan Dasar Manusia • Nutrien dibutuhkan untuk membuat zat-zat penting seperti hormon dan enzim . 1985.436). . metabolisme dan ekskresi. Zat makanan / nutrien yang didapat dari pemasukan makanan --à materimateri yang dibutuhkan oleh tubuh. pemakaian dan ekskresi dari makanan “ (Essential of nutrition therapy.3) Nutrisi sebagai Kebutuhan Dasar Manusia 1. 3. Nutrien sangat penting untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan. transportasi.1979. Digesti. pemeliharaan serta fungsi normal dari sel tubuh. penggantian jaringan dan pemeliharaan kegiatan dalam tubuh secara keseluruhan “ (Dasar-dasar ilmu keperawatan. “ Nutrition is term that include the bodily processed in the ingestion and metabolisme of food = Nutrisi meliputi semua proses tubuh yang melibatkan ingesti dan metabolisme makanan “(Fundamental of nursing concept.Jika tubuh mengalami kekurangan beberapa zat penting maka akan terjadi ketidakmampuan untuk : • • • Tumbuh Risiko buruk bagi tubuh Memelihara fungsi & pergantian jaringan Fisiologi Nutrisi Makanan akan diproses tubuh melalui tahap-tahap : Ingesti. seperti pertumbuhan.419) “ Nutrisi adalah ilmu yang mempelajari zat makanan (nutrient) dan zat-zat lain yang ada dalam makanan serta kerjanya. absorpsi.• • • “ Nutrisi merupakan proses total yang terlibat dalam konsumsi dan penggunaan zat makanan yang meliputi cara pemakaian gizi oleh prosesproses dalam tubuh. interaksinya dan keseimbangannya dalam hubungannya dengan kesehatan dan penyakit melalui proses ingesti. 2.

Proses menelan → merupakan tahap terakhir dr peristiwa ingesti. . pharing. . serta refleks ini akan menahan proses respirasi. maka akan terjadi refleks mengunyah yg volunter (disadari). yaitu bergeraknya makanan dr mulut ke esophagus. B. usus halus. & masuk lambung. usus besar. esophagus. palatum keras & lidah. sehingga karbohidrat sampai pada usus halus sudah menjadi maltosa/disakarida lainnya (laktosa & sukrosa). Proses ini terjadi secara refleks sebagai akibat adanya penekanan pd bagian faring & mulai sejak makanan sudah dikunyah secara adekuat. yang dibantu oleh enzim amilase dari pancreas. yg diatur o/ SSP.Terjadi penyederhanaan zat makanan sehingga dapat diabsorpsi oleh saluran intestinal.A. Proses kimiawi pada digesti : 1. dimana protein dirubah menjadi pepton oleh enzim pepsin → masuk ke duodenum dirubah menjadi peptida . Disakarida akan dirubah menjadi monosakarida pada permukaan dinding usus halus dengan bantuan enzim laktase.Saluran yang berperan antara lain : mulut.Merupakan rangkaian kegiatan fisik dan kimia pada makanan yang dibawa kedalam tubuh. Digesti . Ingesti Ad/ proses masuknya makanan kedalam tubuh yang terdiri dari : • • • Dimulai dari koordinasi otot-otot lengan dan tangan untuk membawa makanan ke mulut Proses mengunyah → proses pemecahan. Protein Terjadi perubahan secara kimiawi mulai dari lambung. lambung. Proses mengunyah melibatkan gigi & kontrol volunter otot-otot mulut → bila makanan berada pd gigi. sakrose dan maltose 2. gusi. penyederhanaan makanan dr ukuran besar menjadi ukuran lebih kecil. Karbohidrat Amilum dipecah menjadi maltosa/somaltosa oleh enzim ptialin yang dihasilkan kelenjar ludah.

asam amino (protein). Proses ini meliputi semua perubahan kimia yg dialami zat makanan sejak diserap o/ usus hingga dikeluarkan o/ tubuh sebagai sampah 1. Setelah diserap oleh usus nutrien akan dilanjutkan ke saluran darah dan getah bening → masuk ke hati melewati vena porta Tempat – tempat absorpsi nutrisi : 1.oleh enzim tripsin (dihasilkan pancreas) → berubah menjadi asam amino oleh enzim dipermukaan usus halus. natrium. tanpa kecuali vitamin. C. asam lemak dan gliserol (lemak). hidrogen. Karbohidrat • • • • Merupakan zat utama penunjang tubuh dlm penyediaan energi yg berbentuk glukosa Dalam sel glukosa dirubah → energi dengan perubahan proses oksidasi yang menghasilkan ATP. 3. vit B12 dan natrium → usus halus bagian bawah 4. Metabolisme Merupakan bagian akhir dlm penggunaan makanan di tubuh. Garam empedu. asam lemak/gliserol. Absorpsi • • • Adalah proses dimana nutrien yang telah berbentuk paling sederhana diserap oleh usus Nutrien diserap berupa : (glukosa karbohidrat). Monosakarida. natrium → colon D. besi dan klorida → diusus halus bagian atas 2. mineral dan air. dan zat lain → usus halus bagian tengah 3. kalori dan zat buangan (air dan CO2) Penyimpanan glukosa dalam bentuk glikogen → dihati dan otot Glikogen sewaktu – waktu dirubah menjadi glukosa kembali bila tubuh memerlukannya . Kalsium. Air. Lemak Dilambung hanya diemulsikan saja → dirubah menjadi asam lemak dan gliserol dengan bantuan enzim lipase pancreas. asam amino. Vitamin yang larut dalam air.

Lemak • • • • • • • Merupakan sumber energi yang paling produktif → 1 gram lemak menghasilkan 9 kalori Merupakan kelengkapan makanan yang penting → sebagai wahana berbagai vitamin yang larut dalam lemak.Kolesterol merupakan satu bentuk lemak jenuh. lemak terus disimpan dalam tubuh sehingga dapat meningkatkan berat badan Kebutuhan lemak untuk orang dewasa dengan aktivitas sedang 1. Lemak tak jenuh Dapat dengan mudah bergabung dengan molekul lain/membentuk struktur lain → HDL (High Density Lipid) → mudah dimetabolisme oleh hati.• • • • • • • Glikogen akan mensuplai kebutuhan energi bila glukosa sudah tidak memungkinkan lagi.5 gr/kgBB/hari.5 gr/kgBB/hari 1 gram karbohidrat memberikan energi 4 kalori Proses masuknya glukosa ke intra sel sangat dibantu dengan peran insulin yang dihasilkan pancreas Makanan yang mengandung tinggi karbohidrat : padi-padian. roti. 2. susu. Lemak jenuh . dan dapat berjalan hingga 12 jam Bila glikogen dan glukosa habis → tubuh akan memecah protein dan lemak sebagai bahan energi Karbohidrat digunakan tubuh utk energi hampir 60 % dr kebutuhan energi keseluruhan Kebutuhan karbohidrat utk orang dewasa dgn aktivitas sedang 5. buah-buahan.Makanan yang banyak mengandung lemak : daging .Tidak mudah bergabung dengan molekul lain → LDL (Low Density Lipid) → sukar dimetabolisme menjadi zat lain . Jenis lemak : a. juga sebagai bahan dasar beberapa jenis hormon steroid. diperlukan untuk melengkapi cairan empedu untuk pencernaan lemak. b. umbi-umbian. sayuran. . dan pemegang andil penting yang membuat makanan terasa enak Lemak terkontribusi dalam kulit terutama pada kelenjar adiposa dan folikel rambut Kandungan lemak dlm subcutis sangat membantu tubuh dlm mengatur temperatur Lemak juga berfungsi untuk mencegah organ dlm injury Bila tidak digunakan untuk energi.

2 mg B2 : 1. Mineral • • • • • Mineral mudah larut dalam air yang fungsi utamanya menjaga keseimbangan asam dan basa cairan tubuh Umumnya mineral terdapat cukup banyak dalam makanan → bila diet normal dan berimbang jarang kekurangan mineral Kalsium dibutuhkan untuk menumbuhkan dan mempertahankan sistem kerangka tubuh. bila kelebihan jumlah vitamin ini akan memungkinkan terjadinya keracunan karena sulit dibuang melalui ginjal.3. dan tidak dapat dihasilkan oleh tubuh Vitamin larut dalam lemak : A. terutama pada anak – anak. Vitamin • • • • • • Merupakan bahan makanan pelengkap yang penting Vitamin tidak menghasilkan kalori dalam jumlah yang berarti tapi memegang peranan penting dalam berbagai proses yang diperlukan guna menjaga kesehatan Vitamin bersifat organik.5 mg B6 : 2 mg B12 : 3 mg C : 45 mg D : 400 iu K : 300 – 500 mcg 4. kehamilan dan menyusui Kalium dapat membantu frekuensi dan kekuatan kontraksi otot jantung → bila kalium pada ekstra sel banyak → penurunan frekuensi dan dilatasi pembuluh darah jantung Kekurangan zat besi → dapat menyebabkan penurunan Hb Mineral Kebutuhan mineral tubuh : . D. E dan K. Vitamin larut dalam air : C dan B. kelebihan vitamin ini akan dibuang melalui ginjal Vitamin C membantu absorpsi zat besi Vitamin Kebutuhan tubuh akan vitamin : • • • • • • • • Vitamin Vitamin Vitamin Vitamin Vitamin Vitamin Vitamin Vitamin A : 5000 iu B1 : 1.

Air • • • Merupakan bahan yang sangat diperlukan tubuh. walau tidak menghasilkan energi bagi tubuh. Kalori • • • • Kalori ad/ panas yg dihasilkan tubuh dr hasil pembakaran zat gizi (nutrien) Satu kalori adalah jumlah panas yang diperlukan untuk meningkatkan suhu 1 kg air sebesar 1 derajat celcius Produksi panas oleh tubuh pada tingkat terendah kimia sel dan aktivitas tubuh disebut angka metabolisme dasar. Proses ini terjadi .• • • • • • • Kalsium : 800 mg Iodium : 110 mg Besi : 10 mg Magnesium : 350 mg Posphor : 800 mg Kalium : 1959-5850 mg Natrium : 2300 – 6900 mg 5. Ekskresi Ekskresi atau eliminasi merupakan pekerjaan tubuh untuk membuang zat sisa dari metabolisme yang tidak terpakai lagi untuk keperluan tubuh. Kandungan air dalam tubuh 60 – 70% dan merupakan bahan terpenting untuk proses sekresi dan ekskresi Fungsi paling nyata untuk air adalah untuk bertahan (Survival) 6. Kebutuhan makanan dan kalori berbeda antar individu. tergantung pada : Berat badan dan tinggi badan Usia dan jenis kelamin Aktivitas fisik Iklim/cuaca Selama masa kehamilan dan menyusui E. Angka metabolisme dasar bagi laki – laki dewasa adalah 1700 dan bagi wanita dewasa adalah 1400.

dll) Penyakit kronis yang mempengaruhi fisiologi nutrisi (diabet. kalori naik 7 %) Meningkatnya aktivitas otot Jenis kelamin (BMR laki – laki lebih tinggi dari wanita) Berat badan (secara kuantitatif. peningkatan berat badan akan meningkatkan metabolisme) Terjadi infeksi (untuk pembentukan zat fagositer bakteri patogen) Stress (meningkatkan produksi hormon thyroid sehingga meningkatkan epinephrin yang mensupport metabolisme) Meningkatnya kehilangan nutrisi karena kehilangan cairan (hemorhagi. kanker. dan ekspirasi (pengeluaran air dan CO2). antara lain : defekasi (zat sisa dari saluran cerna). toddler. menstruasi. drainage. masalah pernafasan) Faktor – faktor yang Mempengaruhi Penurunan Kebutuhan Nutrisi • • • • • • • • • • Penurunan laju pertumbuhan Penurunan angka metabolisme dasar Hypotermia (penurunan metabolisme sel) Hypothyroid (penurunan BMR) Jenis kelamin (Wanita < pria) Gaya hidup yang cenderung pasif Immobilisasi/bedrest Kehilangan berat badan (karena penurunan aktivitas otot untuk bergerak) Pengaturan konsumsi makanan dan minuman Mekanisme yang menyebabkan orang makan dan minum. penyakit ginjal/hati. Faktor – faktor yang Meningkatkan Kebutuhan Nutrisi • • • • • • • • • • Periode pertumbuhan yang cepat (infant. laktasi. Miksi (zat sisa dari saluran kemih). remaja dan hamil) Selama perbaikan jaringan karena proses luka/pembedahan Meningkatnya suhu tubuh (tiap kenaikan suhu 10 F. dll . dialisa ginjal. diare. diaporesis (pengeluaran keringat). luka bakar. jenis kelamin. psikosis. hyperthyroid. jenis dan jumlah makanan dan minuman yang dibutuhkan secara pasti belum jelas Faktor – faktor yang berperan dalam pengaturan makanan : • • • Lapar Tdk menyenangkan Haus Kekenyangan → telah cukup banyak makan Pengaturan makan dipengaruhi oleh beberapa hal : • • Aktivitas Usia.dalam bermacam – macam bentuk.

Tambahan makanan → zat yang digunakan untuk menyempurnakan warna makanan. Mengidentifikasi adanya malnutrisi dan efeknya terhadap status kesehatan klien . kebiasaan makan → hasil dari proses belajar Faktor – faktor budaya yang berkaitan dengan kegiatan makan : • • • • • • Praktek keagamaan Vegetarian Budaya/kultur Kebangsaan Psikososial Sifat Tambahan dan pelengkap makanan • • • Pelengkap makanan → preparat yang mengandung vitamin. kurus dan gemuk Aspek budaya kegiatan makanan Sikap menyukai/tidak. Pengkajian nutrisi melibatkan pengumpulan informasi mengenai klien untuk mengetahui status nutrisi. konsistensi. rasa. dan stabilitas makanan Type tambahan makanan yang banyak digunakan : Bahan pengawet Zat anti oksidasi Zat untuk adonan stabil Zat penebal Pewarna Pemanis pengembang PENGKAJIAN NUTRISI Pengkajian nutrisi merupakan bagian integral dari perawatan kesehatan untuk meningkatkan kesehatan klien dan menurunkan angka rawat inap. mineral atau protein.• • • • Pengaturan konsumsi makanan → hypothalamus Pengaturan konsumsi makanan . mengidentifikasi kebutuhan nutrisi dan menetapkan rencana tindakan bagi klien sesuai dengan kebutuhan Tujuan Pengkajian 1. atau kombinasinya dengan zat makanan lain.

perubahan kulit dan gangguan pergerakan. hypertensi. Komponen pengkajian dan pendekatan holistik antara lain : • • • • Kebudayaan dan pola konsumsi makanan Makanan yang lazim dikonsumsi Tingkat aktivitas fisik Standard hidup Pengkajian status nutrisi secara tim Tim pelaksanaan pengkajian nutrisi terdiri dari : Perawat .2. Mis : Dewasa tua mempunyai kebutuhan nutrisi yang hampir sama dengan dewasa muda. perawat harus mempertimbangkan kebutuhan klien secara menyeluruh dihubungkan dengan nutrisi. Kebutuhan Nutrisi dalam Asuhan Keperawatan BAB I . kelebihan berat badan. Mengidentifikasi pola makan yang berlebihan dan hubungannya dengan kejadian obesitas. gangguan gastrointestinal. tapi bila aktivitas menurun maka kebutuhan akan kalori juga menurun. kelemahan. diabet. Keluhan Utama Keluhan yang lazim terjadi antar lain :Kehilangan berat badan. Dokter . Contoh lain anemia defisiensi besi sering terjadi pada remaja wanita daripada remaja pria. penyakit cardio vaskuler dan kanker 3. Mengidentifikasi parameter nutrisi untuk status kesehatan klien yang optimal dan kondisi yang fit. Saat mengkaji status nutrisi klien dan menentukan rencana keperawatan. Ahli gizi Komponen pengkajian nutrisi Data Biografi Khususnya untuk usia dan jenis kelamin dapat membantu menemukan faktor resiko khusus.

yaitu kebutuhan fisiologis (makan. aksi. Nutrisi adalah zat-zat gizi atau zat-zat lain yang berhubungan dengan kesehatan dan penyakit.PENDAHULUAN A. . Kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan memberikan gambaran tentang apa yang harus dilakukan dan kesulitan – kesulitan yang akan dihadapi saat penulisan makalah. Tubuh butuh energi untuk aktifitas sehingga dibutuhkan intake nutrisi yang tepat dan mencakup. termasuk keseluruhan proses dalam tubuh manusia untuk menerima makanan atau bahan-bahan dari lingkungan hidupnya dan menggunakan bahan-bahan tersebut untuk aktifitas penting dalam tubuh serta mengeluarkan sisanya. harga diri. zat-zat gizi dan zat-zat lain yang terkandung. danaktualisasi diri ( Potter dan Patricia. Nutrisi juga dapat dikatakan sebagai ilmu tentang makanan. Tujuan adanya kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan adalah untuk memberikan gambaran kepada penulis tentang kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan dan cara penanganannya menurut konsep ilmu. 1997 ). Kebutuhan dasar manusia menurut Abraham Maslow dalam Teori Hierarki Kebutuhan menyatakan bahwa setiap manusia memiliki lima kebutuhan dasar. Latar Belakang Kebutuhan dasar manusia merupakan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh manusia dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis maupun psikologis. reaksi. 2010 ). keamanan. yang tentunya bertujuan untuk mempertahankan kehidupan dan kesehatan. minum). dan keseimbangan yang berhubungan dengan kesehatan dan penyakit ( Tarwoto dan Wartonah. cinta.

6. Mengetahui Elemen-elemen Nutrisi atau Zat Gizi. 7. C. Mengetahui Absorpsi Gastrointestinal. B. Manfaat Penulisan Hasil pelaksanaan penulisan makalah ini akan memberi manfaat yang berarti bagi mahasiswa dan instansi. maka tujuan penulisan ini adalah : 1. Tujuan Penulisan Berdasarkan permasalahan di atas. seorang penulis mampu mengambil sikap dan keputusan yang tepat dalam mengatasi masalah penulisan makalah. Mengetahui Laju Metabolisme Basal. Bagi Mahasiswa . 2. Mengetahui Faktor yang Mempengaruhi Nutrisi Seseorang. makalah ini akan membahas tentang kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan. Berdasarkan ketertarikan penulis terhadap kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan.Dengan kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan. 5. maka lahirlah makalah yang berjudul “ Kebutuhan Nutrisi dalam Asuhan Keperawatan “. diantaranya adalah : 1. Oleh karena itu. 4. Mengetahui Proses Pencernaan Makanan. Mengetahui Kebutuhan Nutrisi Berdasarkan Tahap Perkembangan. Mengetahui Metabolisme. 3.

Penulisan makalah ini bermanfaat bagi mahasiswa dalam memberikan informasi kepada mahasiswa yang belum mengetahui tentang kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan. Bagi Instansi Dengan penulisan makalah ini. . akan memberikan manfaat bagi instansi sebagai media informasi pembelajaran yang dapat membantu dalam proses belajar mengajar serta penambah wawasan informasi dalam materi pembelajaran KDDK. 2.

. tetapi tergantung dari jenis makanan. 1. Pencernaan secara mekanik Pencernaan makanan makanan secara mekanik lebih banyak terjadi dalam rongga mulut yaitu mekanik mengunyah. proses pencernaan dilakukan secara mekanik dan secara kimiawi.BAB II ISI DAN TEORITIS A. Makanan dikunyah rata-rata 20-25 kali. Proses Pencernaan Makanan Pencernaan makanan merupakan proses pemecahan makanan menjadi bagian yang lebih kecil. Makanan yang sudah dikunyah selanjutnya masuk ke esofagus melalui proses menelan (deglutition).

b. B. protein dan lemak. Kandung empedu Fungsi utama dari kandung empedu adalah menyimpan cairan?garam yang dihasilkan oleh hati sekitar 1 liter setiap hari. Salah satu funsi dari hati ialah regulasi metabolik. Proses pencernaan makanan tidak terlepas dari peran organ-organ asesoris sistem pencernaan. Pencernaan secara kimiawi Pencernaan makanan secara kimiawi di lambung dilakukan melalui pencampuran makan dengan asam lambung. Sel-sel endrokin adalah pulau-pulau legerhans menghasilkan hormon insulin dan glukagon yang berperan dalam pengaturan kadar gula darah. Absorpsi Gastrointestinal . Hati Hati memproduksi cairan empedu yang kemudian keluar melalui dua saluran yaitu duktus hapitikus kanan dan kiri. dan ion-ion.2. kemudian dihasilkan komponen karbohidrat. Sedangkan sel eksorin pankreas adalah sel acinar dan epitel yang menghasilkan cairan pankreas seperti enzim-enzim pencernan. c. di antaranya: a. Pankreas Pankreas merupakn kelenjar yang yang mempunyai dua fungsi yaitu fungsi endrokin dan eksorin. mukus dan pepsin. air.

1. . dan kegitan kelenjar-kelenjar tubuh. yaitu untuk keguatan fungsi tubuh seperti aktivitas jantung. 3. Laju Metabolisme Basal Laju metabolisme basal (basal metabolisme rate) adalah energi yang digunakan tubuh pada saat istirahat. elektrolit.Absorpsi merupakan pemindahan agen subtract seperti air. 2. sel membutuhka oksigen dan nutrisi termaksuk vitamin. Jenis kelamin. C. Tinggi badan dan berat badan. peristaltik usus. Setiap hari kira-kira 8-9 liter air dan 1 kg nutrisi melewati membrane dinding usus dari lumen usus masuk ke aliran darah ( Hinchliff. vitamin. 2004) Untuk dapat terjadi metabolisme. dan nutrisi melewati membrane epithelium digestif dan masuk ke cairan interstisial dari saluran pencernaan. D. dan substansi organik seperti enzim. Besarnya kebutuhan energi basal ini dipengaruhi faktir-faktor berikut. 1996 ). pernapasan. Usia. Metabolisme Nutrisi yang sudah disbsorpsi dan masuk dalm sistem sirkulasi selanjutnaya akan dimanfaatkan untuk energi tubuh melalui reaksi kimia yang disebut metabolisme. ion mineral. Metbolisme adalah jumlah keseluruhan reaksi kimia dan fisik pengubah energi dalam tubuh yang menopang dan mempertahankan kehidupan (sloane.

Keaadaan psikologis seperti stres dan ketegangan.protein. Asam amino dapat di ubah menjadi lemak dan di simpan dalam jaringan adiposa atau di katabolisasi menjadi energi melalui glikogenesis. Elemen-elemen nutrisi atau zat gizi Tubuh membutuhkan nutirsi untuk kelangsungan fungsi-fungsi tubuh. pencernaan protein terjadi di lambung selanjutnya asam amino di edarkan oleh darah. serta kerja fisik. mineral dan air. E. 7. Keadaan hamil. Protein Protein memberi energi 4 kkal/g. lemak. 8. Keadaan sakit. 3. Elemen nutrisi atas karbohidrat. 5. 1. Kelainan endokrin. 2. vitamin. 6. Karbohidrat Karbohidrat merupakan sumber energi utama tubuh.4. Lemak . untuk pergerekan. Karbohidrat akan terurai dalam bentuk glukosa yang kemudian dimanfaatkan tubuh dan kelebiahan glukosa akan disimpan dalm hati dan jaringan otot dalam bentuk glikogen. Zat gizi berfungsi sebagi penghasil energi bagi funsi organ. Temperatur lingkungan.

Hasil hidrolisis lemak perperan dalam emulsifikasi. yaitu substansi yang menetralisisr radikal .fungsi air dalam tubuh adalah sebagai berikut : a. Minaral Mineral sebagai katalis reaksi biokimia. b.makanamn.dan sayuran. Mengaktifkan enzim-enzim yang terlibat dalam metabolisme dan mengatur keseimbangan antioksidan.Lemak merupakan bentuk penhasilan energi tubuh yang utama.lemak memberi energi 9 kkal/g lemak mulai dicerna dimulut dengan bantuan lipese lingual. 5. Sebagai pelarut zat makanan untuk memudahkan proses pencernaan makanan. Asam lemak kemudian akan diabsorpsi di internasional kemudian ditransport ke hepar. Vitamin juga berfungsi sebagai bebas. lemak diemulsifikasi oleh garam empedu dan lesitin. Air Berasal dari minum. 6. Vitamin Tubuh tidak mensintesis vitamin dan bergantung pada asupan diet.asam lemak sebagi simpanan metabolik disimpan dalam bentuk triagliserol. termasuk dalam sistem. Asam lemak tak jenuh adalah asam lemak esensial padea tubuh manusia. 4. Diusus halus. Mineral merupakan bahan makanan anorganik yang berfungsi antara lain untuk menjaga keseimbang tubuh serta bahan penyusun tubuh beberapa mineral berfungsi untuk bermacam-macam kegiatan tubuh.

Makanan tambahan di berikan pada usia 6 bulan. Chilid dan Adolescent . Usia 6 bulan pertama. Anak perlu asupan protein. 3. Ibu Hamil dan Menyusui Lebih banyak membutuhkan kalori. c.cairan dalam tubuh. 4. Biskuit di berikan pada yang sudah tumbuh giginya. protein. Toddler dan Preschool Usia ini. air dan kalori. d. fosfor. nafsu makan anak dan kecepatan pertumbuhan mulai menurun sehingga perlu intake nutrisi yang penting untuk tumbuh kembang anak. Sebagai alat angkut berbagai senyawa dan enzim. folat. zat besi dan ASI pada ibu hamil. Mengatur suhu tubuh. kalsium. 2. Kebutuhan Nutrisi Berdasarkan Tahap Perkembangan 1. Bayi Mengalami tumbuh kembang pesat pada 1 tahun pertama. vitamin A dan C. Kebutuhan yang lebih banyak diperlukan pada ibu menyusui yaitu kalsium. kalsium . F. bayi hanya mengkomsumsi susu. dan zat besi yang tinggi.

Adult dan Order Aldult Penyembuhan dan metabolisme berhenti sehingga butuh kalori sedikit. Khususnya pada wanita menopose. Makanan dan diet tertentu harus diberkan bila sesuai. vitamin C. Membutuhkan karbohidrat. serat. Menentukan makanan berdasar jumlah orang yang ada dirumah tersebut. diet lemak. Gigi permanen sudah tumbuh dan sisitem percernaannya sudah matur. Faktor Yang Mempengaruhi Nutrisi Seseorang 1. G. kalsium.Pertumbuhannya meningkat pada usia ini. Peningkatan pertumbuhan organ reproduksi pada remaja. 5. Status Sosioekonomi Pembelajaran makanan tergantung dari jumlah yang dimilki/ pendapatan. 2. bulimia anoreksia nervosa. . 3. Kultur dan Agama Kubudayaan dan agama yang dianut individu sangat mempengaruhi pola dietnya.masalah yang terjadi pada remaja adalah obesitas. protein. zat besi. vitamin dan mineral yang tinggi. Diet yang di ancurkan untuk dewasa tua adalah rendah kalori.Status Kesehatan Individu dengan kesehatan yang kurang akan memerlukan nutrisi yang lebih karena dukungan nutrisi adalah bagian esensial penyembuhan setiap penanganan medis. D dan B.

7. Faktor Psikologis Ketika seseorang stress memiliki perilaku diet berbeda–beda. Kesalahan Informasi Makanan Menganggap makanan tertentu bergizi rendah kerena keyakinan atau mitor terhadap kamanan. 6. . Makanan mewah sebagai simbol status sosial. Pilihan Pribadi Kesukaan datau ketidaksukaan pilihan individu terhadap makanan. Alkohol merusak sistem gastrointetianal dan obat mengurangi absorpsi zat gizi. Perlu pertimbangan ketika individu tersebut akan melakukan diet terapeutik. 5. Alkohol dan Obat Hiper alkohol dan obat menyebabkan defisiensi nutrisi. Makan berdasarkan perpesi dan motivasi individu.4.

Saat ini Ny. Aplikasi kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan dengan kasus Ketidakseimbangan Nutrisi Ny. O mengatakan sejak tiga hari yang lalu klien mengeluh mual dan selalu muntah setiap makan. S: 38C TD: 90/60mmhg. O beragama islam dan berusia 38 tahun masuk RS karena tiba-tiba pingsan di rumah. wajah tampak pucat.2. kadar albumin 2. berat badan sekarang 45 kg turun 20% dari berat badan sebelum sakit. . O terlihat sangat lemah.nafas: 16x/menit. nadi 80x/menit. F.BAB III KASUS PEMICU A. Hasil pemeriksaan lab di dapatkan Hb 10.1gr/dl. Keluarga Ny.

Nama klien 2. O.BAB IV PEMBAHASAN A. Umur : Ny. . Pengkajian 1. : 38 tahun.

1. mencerna makanan.1 S: 38C TD: 90/60mmHg Ketidak seimbangan • Ketidakmampuan nutrisi. :: Islam. Kadar albumin: 2. tampak pucat • • • • • Berat badan turun Hb: 10.3. B. berat badan turun.2. . : Klien mengatakan mual dan muntah. Hb: 10. dan TD: 90/60mmHg. wajah tampak pucat. a Objektif : Klien terlihat lemah. Analisa Data Data Data Subjektif Data Objektif Problem Etiologi N o 1 Kl Klien • Klien terlihat mengatakan lemah mual dan • Wajah muntah. Ketidak mampuan memasukan makanan. Data Subjektif : Perempuan. Agama 6. • • Ketidak mampuan menyerap nutrisi.2 Kadar albumin: 2. S: 38C. Jenis kelamin 4. Alamat 5.

dan kadar Ht Monitor pucat . g. c. d. f. Diagnosa Keperawatan Kemungkinan berhubungan dengan : 1. Gangguan nutrisi 2. e. Nutrition Management a. BB pasien dalam batas normal Monitor adanya penurunan BB Jadwalkan pengobatan dan tindakan tidak selama jam makan Monitor mual dan muntah Monitor kada albumin.dan kekeringan jaringan konjungtiva. Intervensi 1. c.C. Ketidakmampuan menyerap nutrisi D. Monitor kalori dan intake nutrisi .Nutrition Monitoring a. Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi yang dibutuhkan pasien b.kemerahan.total protein . Monitor jumlah nutrisi dan kandungan kalori Berikan informasi tentang kebutuhan nutrisi Kaji kemampuan pasien untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan 2.Hb. d. b.

Memberikan obat.Memonitor jumlah nutrisi dan kandungan kalori. 9.E. 4. 3. 8. BB normal 4.Memonitor mual dan muntah.Memonitor kalori dan intake nutrisi. dan kadar Ht.Mengecek berat badan pasien. O: 1. 11. Pasien tidak mual dan muntah setiap makan .Memonitor kekeringan jaringan konjungtiva.Mengkaji kemampuan pasien untuk mendapatkan nutrisi. 6. 2.Memonitor adanya penurunan berat badan. Tekanan Darah. 7.Memberikan informasi tentang kebutuhan nutrisi.dan pucat 3.Memonitor kadar Albumin. Evaluasi S : Pasien mengatakan tidak mual dan tidak merasa muntah setap makan. Hb. F.Mengkolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi. 5. total protein. 10. 2. Implementasi 1. Pasien terlihat tidak lemah.

Kadar Albumin 6. Memjadwalkan pengobatan dan tindakan tidak selama jam makan 3. Berat badan dalam batas normal 3. RR A: 1. Berikan obat 2.5. Tekanan darah dalam batas normal 2.Monitor kalori dan intake nutrisi BAB V PENUTUP A. Kemampuan menyerap nutrisi adekuat P : 1. Kesimpulan .

vitamin.Pencernaan makanan merupakan proses pemecahan makanan menjadi bagian yang lebih kecil. Elemen nutrisi atas karbohidrat. lemak. yaitu untuk keguatan fungsi tubuh seperti aktivitas jantung. peristaltik usus. serta kerja fisik. dan nutrisi melewati membrane epithelium digestif dan masuk ke cairan interstisial dari saluran pencernaan. Zat gizi berfungsi sebagi penghasil energi bagi funsi organ. Laju metabolisme basal (basal metabolisme rate) adalah energi yang digunakan tubuh pada saat istirahat. Setiap hari kira-kira 8-9 liter air dan 1 kg nutrisi melewati membrane dinding usus dari lumen usus masuk ke aliran darah ( Hinchliff. dan kegitan kelenjar-kelenjar tubuh. Nutrisi yang sudah disbsorpsi dan masuk dalm sistem sirkulasi selanjutnaya akan dimanfaatkan untuk energi tubuh melalui reaksi kimia yang disebut metabolisme. Saran Mengingat pelaksanaan penulisan makalah ini baru berjalan sepekan sehingga hasil yang diperoleh belum maksimal. elektrolit. . mineral dan air. 1996 ). Absorpsi merupakan pemindahan agen subtract seperti air. Tubuh membutuhkan nutirsi untuk kelangsungan fungsi-fungsi tubuh. vitamin. Oleh karena itu. untuk pergerekan.protein. disarankan kepada penulis untuk dapat melengkapi informasi tentang kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan. proses pencernaan dilakukan secara mekanik dan secara kimiawi. pernapasan. B.

Tarwoto. Anggriyana Tri Widianti. . Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan. Aziz alimul H.. Catatan Kuliah : Kebutuhan Dasar Manusia ( KDM ). Yogyakarta: Nuha Medika. Jakarta: EGC. Jakarta: Salemba Medika. Jakarta: Salemba Medika. Wartonah. A.. 2010. Dona L. Buku Ajar Keperawatan Pediatrik. 2009.DAFTAR PUSTAKA Saryono. Kebutuhan Dasar Manusia Aplikasi Konsep dan Proses Keperawatan jilid 2. 2008. Wong. 2011.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful