Konsep Kebutuhan Dasar Manusia

Posted on April 17, 2011 by muzavipahlevi Kebutuhan dasar manusia adalah unsure-unsur yang dibutuhkan manusian dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis maupun fisiologis, yang tentunya untuk mempertahankan kehidupan dan kesehatan. Kebutuhan manisia menurut Abraham Maslow dalam Teori Hirarki Kebutuhan menyatakan bahwa setiap manusia memiliki lima kebituhan dasar yaitu kebutuhan fisiologis (makan dan minum), keamanan, cinta, harga diri, dan aktualisasi diri (Sumber: Potter And Patricia, 1997). Ciri Kebutuhan Dasar Manusia Manusia memiliki kebutuhan dasar yang bersifat heterogen. Setiap orang umumya memiliki kebutuhan dasar yang sama, akan tetapi terdapat perbedaan budaya, maka kebutuhan tersebutpun ikut bebbeda. Dalam memenuhi kebutuhannya, manusia menyesuaikan diri dengan prioritas yang ada. Lalu jika gagal memenuhi kebutuhannya makamanusia akan berfikir lebih keras dan bergerak untuk memenuhi kebutuhannya. Faktor Yang Mempengaruhi Kebutuhan Dasar Manusi Kebutuhan dasar manusia dipengaruhi oleh berbagai factor, diantaranya adalah :

Penyakit

Adanya penyakit dalam tubuh dapat menyebabkan perubahan pemenuhan kebutuhan, baik secara biologis maupun fisiologis, karena beberapa fungsi organ tubuh memerlukan pemenuhan kebutuhan lebih besar daripada biasanya.

Hubungan Keluarga

Hubungan keluarga yang baik dapat meningkatkanpemenuhan kebutuhan dasar karena adanya saling percaya, merasakan kesenangan hidup, tidak ada rsa curiga, dan lain-lain.

Konsep Diri

Konsep diri manusia memiliki peran dalam pemenuhan kebutuhan dasar. Konsep diri yang posotif dapat memberikan makna dan keutuhan (wholeness) bagi seseorang. Konsep diri yang sehat dapat memberikan perasaan positif terhadap diri sendiri. Orang yang merasa posituf terhadap dirinya akan mudah berubah, mudah mengenali kebutuhan dan mengembangkan cara hidup yag sehat, sehingga mudah memenuhi kebutuhan dasarnya.

Tahap Perkembangan.

Sejalan dengan meningkatnya usia, manusia mengalami perkembangan. setiap tahap perkembangan tersebut memiliki tingkat kebutuhan yang bebeda, baik kebutuhan biologis,

psikososial, social, maupun spiritual, mengingat fungsi organ tubuh juga mengalami proses kematangan dengan dengan aktivitas yang berbeda. Pendapat Beberapa Ahli Tentang Konsep Kebituhan Dasar Manusia.

Virginia Handerson

Virginia Handerson membagi kebutuhan dasar manusia kedalam 14 komponen berikut : 1) 2) 3) 4) 5) 6) Bernafas secara normal. Makan dan minum yang cukup. Eliminasi. Bergerak dan memepertahan postur tubuh yang diinginkan. Tudur dan istirahat. Memilih pakaian yang tepat.

7) Mempertahankan suhu tubuh dalam kisaran normal dengan. menyesuaikan pakaian yang dikenakan dengan memodifikasi lingkungan. 8) Menjaga kebutuhan diri dan penampilan.

9) Berkomunikasi dengan orang lain dalam mengekspresikan emosi, kebutuhan, kakhawatiran dan opini. 10) Menghindari bahaya dari lingkungan dan dan menghindari membehayakan orang lain. 11) Beribadah sesuai dengan agama dan keyakinan. 12) Bekerja sedemikian rupa sebagai modal membiayai kebutuhan hidup. 13) Berpain atau berpartisipasi dalam berbagai bentuk rekreasi. 14) Belajar, menemkan, atau mamuaskan rasa ingn tahu yang mengarah pada perkembangan yang normal, kesehatan, dan penggunaan fasilitas kesehatanyang tersedia.

Jean Watson

Jean Watson membagi kebutuhan dasar manusia kedalam dua peringkat utama, yaitukebutuhan yang tingkatnya lebih rendah (lower order needs) dan kebutuhan yang tingkatnya lebih tinggi (higher order needs). Pemenuhan kebutuhan yang tingkatnya lebih rendah tidak selalu membantu

upaya kompleks mausia untuk mencapai aktualisasi diri. Tiap kebituhan dipandang dalam konteksnya terhadap kebutuhan lain, dan semuanya dianggap penting.

Gambar: Hierarki Kebutuhan Dasar Manusia Menurut Jean Watson

Abraham Maslow

Dikenal dengan nama Teori Hierarki Kebutuhan Dasar Manusia: 1) Kebutuha Fisiologis.

Adalah kebutuhan paling dasar, yaitu kebutuhan oksigen, cairan dan elektrolit, nutrisi, keseimbangan suhu tubuh, eliminasi, tempat tinggal, istirahat dan tidur serta kebutuhan seksual. 2) Kebutuhan rasa aman dn perlindungan.

Dibagi menjadi 2 yakni fisik dan psikologis:
• •

Fisik: meliputi perlindungan atas ancaman terhadap tubuh atau hidup seperti penyakit, kecelakaan, bahaya lingkungan, dan sebagainya. Psikologis: perlindungan atas ancaman dari pengalaman yang baru dan asing seperti kekhawatiran seorang anak ketika masuk sekolah untuk pertama kali karena merasa terancam oleh keharusan untuk berinteraksi dengan orang lain. Kebuthan rasa cinta serta rasa memiliki dan dimiliki.

3)

Member dan menerima kasih saying, mendapatkan kehangatan keluarga, memiliki sahabat, diterima oleh kelompok social, dan sebagainya. 4) Kebutuhan akan harga diri

Kebutuhan ini terkait dengan keinginan untukmendapatkan kekuatan, meraih prestasi, kepercayaan diri dan kemerdekaan diri. Selain itu, orang juga memerlukan pengakuan dari orang lain. 5) Kebutuhan aktualisasi diri.

Merupakan kebutuhan tertinggi dalam Hierarku Maslow, merupakan kebutuhan untuk berkontribusi pada orang lain/lingkungan serta mencapaipotensi diri sepenuhnya.

social. Sebagai contoh. norma keluarga. dan lain sebaganya. Adanya masalah dalam kebersihan diri akan berdampak pada kesehatan seseorang. Berpenampilan bersih darum dan rapih merupakan dimensi yang sangat penting dalam mengukur tingkat kesejahteraan individu secara umum. Ini harus menjadi perhatian kita bersama. disamping faktor budaya. sebab kebarsihan merupakan faktor penting dalam mempertahankan derajat kesehatan individu (Taylor 1989). aktivitas ini dikembangkan menjadi rutinitas guna memberikan perasaan stabil dan aman pada diri individu. Tingkat kebersihan sendiri dinilai dari penampilan individu dan upayanya dalam menjaga kebersihan dan kerapian tubuhnya setiap hari.tingkat pendidikan. Menurut Roper (2002). Perilaku kebersihan diri dapat dipengaruhi oleh nilai serta kebiasaan yang dianut individu. status ekonomi. adanya perubahan . Saat seseorang sakit salah satu penyebabnya adalah kebersihan diri yang kurang.Gambar : Kebutuhan Dasar Manusia Menurut Abraham Maslow BAB I PENDAHULUAN Personal hygiene adalah upaya yang dilakukan dalam upaya memelihara kebersihan dan kesehatan dirinya baik secara fisik maupun mental. Hal ini sangat penting mengingat kebersihan merupakan kebutuhan dasar utama yang dapat mempengaruhi status kesehatan dan kondisi psikologis secara umum.

saraf folikel rambut dan kelenjar. persepsi seseorang terhadap kesehatan.peran perawat dalam hal ini sangat dibutuhkan guna meningkatkan personal hygiene individu melalui kegiatan penyuluhan dan meningkatkan pengetahuan tentang upaya kebersihan diri melalui penerapan prinsip hidup bersih dan sehat. Kulit terdiri atas 2 lapisan yaitu lapisan epidermis yang terdapat pada bagian atas yang banyak mengandung sel-sel epitel. Ganguan fisik yang terjadi dapat mengakibatkan perubahan konsep diri. Pada kulit terdapat 2 kelenjar : pertama kelnejar sebasea yang menghasilkan minyak yang disebut sebun yang berfungsi meminyaki kulit dan rambut. Konsep Personal Hygiene Dalam kehidupan sehari-hari kebersihan merupakan hal yang sangat penting dan harus diperhatikan karena kebersihan akan mempengaruhi kesehatan dan psikis seseorang. .pada kulit dapat menimbulkan berbagai ganguan fisik dan psikologis. biasanya masalah kebersihan kurang diperhatikan. keluarga. Jika seseorang sakit. Sel-sel epitel ini mudah sekali mengalami regeneras. Hal-hal yang sangat berpengaruh itu di antaranya kebudayaan . Lapisan ini tidak mengandung pembuluh darah. BAB II ISI 1. padahal jika hal tersebut dibiarkan terus dapat mempengaruhi kesehatan secara umum. lapisan subkutan di bawah kulit dan pelengkapnya. serta tingkat perkembangan. kelenjar serumen yang terdapat dalam telingga yang berfungsi sebagai pelumas dan berwarna cokelat. pendidikan. Sedangkan gangguan psikologis terjadi karena kondisi tersebut mungkin mengurangi keindahan penampilan dan reaksi emosional (Doenges dkk). sosial. Kedua. Kebersihan seseoang adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseoran untuk kesejahteraan fisik dan psikis. Lapisan kedua adalah lapisan dermis yang terdiri atas jaringan otot. Kebersihan itu sendiri dangat dipengaruhi oleh nilai individu dan kebiasaan. Hal ini terjadi karena kita menganggap masalah kebersihan adalah masalah sepele. Personal Hygiene berasal dari bahasa Yunani yaitu personal yang artinya perorangan dan hygiene berarti sehat. Fisiologi Kulit Sistem integumen terdiri atas kulit. seperti kelenjar dan kuku. 2.

Perawatan mata Cara-cara merawat mata: • Usaplah kotoran mata dari sudut mata bagian dalam hingga sudut mata bagian luar . Pengaturan temperatur tubuh 3. Meningkatkan derajat kesehatan seseorang 2. Macam-macam Personal Hygiene 1. Sensasi dari stimulus lingkungan 5. Memelihara kebersihan diri seseorang 3. Perawatan kulit kepala dan rambut Cara-cara merawat kulit kepala dan rambut: • • • • • • Cuci rambut 1-2 kali seminggu dengan memakai sampo yang cocok Pangkas rambut agar terlihat rapi Gunakan sisir yang bergerigi besar untuk merapikan rambut keriting dan olesi rambut dengan minyak Jangan menggunakan sisir yang bergerigi tajam karena bisa melikai kulit kepala Pijat kulit kepala pada saat mencuci rambut untuk merangsang pertumbuhan rambut Pada jenis rambut ikal dan keriting. Meningkatkan rasa percaya diri 4. Memproduksi dan mengabsorpsi vitamin D 3. Proteksi tubuh 2. Tujuan Personal Hygiene 1.Fungsi Kulit : 1. Pengeluaran pembuangan air 4. sisir rambut mulai dari bagian ujung sampai ke pangkal dengan pelan dan hati-hati 2. Menciptakan keindahan 6. Mencagah penyakit 5. Memperbaiki personal hyiene yang kurang 4. Membantu keseimbangan carian da eletrolit 6.

Perawatan hidung • • • • Jaga agar lubang hidung tidak kemasukan air dan benda kecil Jangan biarkan benda kecil masuk kelubang hidung. keluarkan secara pelan dengan menggunakan penyedot telinga Bila menggunakan air yang disemprotkan. sebab akan merusak jaringan dibawah kuku . hembuskan secara perlahan dengan membiarkan kedua lubang hidung tetap terbuka Jangan mengeluarkan kotoran dari lubang hidung dengan menggunakan jari karena dapat mengiritasi mukosa hidung 4. Perawatan kuku kaki dan tangan Cara-cara merawat kuku • • • Kuku jari tangan dapat dipotong dengan pengikir atau memotongnya dalam betukk oval atau menikuti bentuk jari. Sedangkan kuku kaki dipotong dalam bentuk lurus Jangan memotong kuku terlalu pendek karena dapat melukai kulit disekitar kuku Jangan membersihkan kotoran dibalik kuku dengan benda tajam. lakukan dengan hati-hati agar tidak menimbulkan kerusakan telinga akibat tekanan air yang terlalu tinggi Aliran air yang masuk hendaknya diarahkan kesaluran telinga dan bukan langsung ke gendang telinga Jangan menggunakan peniti atau jepit rambut untuk membersihkan kotoran telinga karena dapat menusuk gendang telinga 5. gunakan kain yang paling bersih dan lembut Lindungi mata dari kemasukan debu dan kotoran Bila menggunakan kacamata hendaklah selalu dipakai Bila mata sakit cepat periksa ke dokter Cara-cara merawat hidung 3. sebab nantinya akan menyumbat saluran nafas serta menyebabkan luka pada membran mukosa Sewaktu mengeluarkan debu dari lubang hidung.• • • • Saat mengusap mata. Perawatan telingga Cara-cara merawat telinga • • • • Bila ada kotoran yang mrnyumbat telinga.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Personal Hygiene 1. Perawatan tubuh secara keseluruhan . Jangan gunakan sabun mandi untuk wajah Segera keringkan tubuh dengan handuk yang lembut dari wajah. ketiak.• • • Potong kuku seminggu sekali atau sesuai kebutuhan Khusus untuk jari kaki. Perawatan genetalia • • Membersihkan area genitalia eksterna pada saat mandi (wanita) Perawatan yang sama dilakukan saat mandi terutama pada mereka yang belum disirkumsisi (pria) 7. 8. badan hingga kaki 5. Body image Gambaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi kebersihan diri misalnya karena adanya perubahan fisik sehingga individu tidak peduli terhadap kebersihannya. sela-sela jari. Perawatan gigi dan mulut Cara-cara merawat gigi dan mulut • • • • • • • Tidak makan makanan yang terlalu manis dan asam Tidak menggunakan gigi untuk menggigit atau mencongkel benda keras Menghindari kecelakaan seperti jatuh yang dapat menyebabkan gigi patah Menyikat gigi sesudah makan dan khususnya sebelum tidur Meletakkan sikat gigi pada sudut 450 dipertemuan antara gigi dan gusi dan sikat menghadap kearah yang sama dengan gusi Menyikat gigi dari atas kebawah dan seterusnya Memeriksakan gigi secara teratur setiap enam bulan Cara-cara merawat tubuh secara keseluruhan: • • • • • Biasakan mandi dua kali sehari atau setelah beraktivitas Gunakan sabun yang tidak bersifat iritatif Sabuni seluruh tubuh terutama lipatan-lipatan kulit. belakang telinga dll. sebaiknya kuku dipotong segera setelah mandi atau direndam dengan air hangat terlebih dahulu Jangan menggigiti kuku karena dapat merusak jaringan kuku Cara-cara merawat genitalia 6. tangan.

7. sikat gigi. Kesimpulan . Kondisi fisik Pada keadaan sakit tertentu kemampuan untuk merawat diri berkurang dan perlu bantuan untuk melakukannya. dan lain-lain. pasta gigi. Gangguan fisik yang sering terjadi adalah gangguan integritas kulit.2. Status sosial-ekonomi Personal Hygiene memerlukan alat dan bahan seperti sabun. kebutuhan harga diri. alat mandi yang semuanya memerlukan uang untuk menyediakannya 4. infeksi pada mata dan telinga. aktualisasi diri dan gangguan interaksi sosial. gangguan membrane mukosa mulut. Misalnya pada pasien penderita DM ia harus menjaga kebersihan kakinya. sampo. • Dampak Psikososial Masalah social yang berhubungan dengan Personal Hygiene adalah gangguan kebutuhan rasa nyaman. kebutuhan dicintai dan mencintai. sampo. Kebiasaan seseorang Ada kebiasaan seseorang yang menggunakan produk tertentu dalam perawatan dirinya seperti penggunaan sabun. Pengetahuan Pengetahuan Personal Hygiene sangat penting karena pengetahuan yang baik dapat meningkatkan kesehatan. BAB III PENUTUP A. Budaya Di sebagian masyarakat jika individu sakit tertentu maka tidak boleh dimandikan. Dampak yang Sering Timbul pada Masalah Personal Hyiene • Dampak Fisik Banyak gangguan kesehatan yang diderita seseorang karena tidak terpeliharanya kebersihan perorangan dengan baik. 6. Praktik sosial Pada anak-anak selalu dimanja dalam kebersihan diri. 5. 6. maka kemungkinan akan terjadi perubahan pola Personal Hygiene 3. dan gangguan fisik pada kuku.

serta mencakup pola fikir. karena Jika seseorang sakit.tingkat pendidikan.Personal hygiene adalah uapaya yang dilakukan dalam upaya memelihara kebersihan dan kesehatan dirinya baik secara fisik maupun mental. Higiene Perseorangan. padahal jika hal tersebut dibiarkan terus dapat mempengaruhi kesehatan secara umum. biasanya masalah kebersihan kurang diperhatikan. masalah kebersihan adalah hal yang sangat penting dan jangan menganggap masalah kebersihan adalah masalah sepele. Saran Bagi para pembaca. status ekonomi. S. Nyeri ini hanya dapat dirasakan oleh individu tersebut tanpa dapat dirasakan oleh orang lain. Perilaku kebersihan diri dapat dipengaruhi oleh nilai serta kebiasaan yang dianut individu. aktifitas seseorang secara langsung. Jakarta: Bharata Karya Aksara Mubarak. Gersik: Buku EGC Konsep Nyeri Terbit Artikel Pada Jun 15. dan juga perubahan hidup seseorang. disamping faktor budaya. Ada juga pengertian nyeri dari beberapa ahli diantaranya yaitu : . Nyeri merupakan tanda dan gejala penting yang dapat menunjukkan telah terjadinya gangguan secara fisiologikal. Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia Teori dan Aplikasi Dalam Praktik. baik ringan maupun berat. Demikian sedikit pengertian dan konsep nyeri. Wahid Iqbal dkk. DAFTAR PUSTAKA Adam. Nyeri adalah perasaan tidak nyaman. (1994). (2007). Untuk kali ini Blog Keperawatan akan mencoba berbagi sedikit mengenai konsep nyeri ini dan semoga bisa memberikan manfaat. norma keluarga. Jika seseorang sakit. dan lain sebaganya. biasanya masalah kebersihan kurang diperhatikan. Adanya masalah dalam kebersihan diri akan berdampak pada kesehatan seseorang.social. Hal ini terjadi karena kita menganggap masalah kebersihan adalah masalah sepele. 2012 8 komentar Konsep Nyeri. B. Berpenampilan bersih darum dan rapih merupakan dimensi yang sangat penting dalam mengukur tingkat kesejahteraan individu secara umum.

2005) Selanjutnya kita melangkah kepada penyebab dari nyeri. 3. 3. 2. Neoplasma Ganas.Nyeri adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat dari kerusakan jaringan yang aktual dan potensial (Brunner & Suddarth. 2002) Nyeri adalah sensasi ketidaknyamanan yang dimanisfestasikan sebagai penderitaan yang diakibatkan oleh persepsi jiwa yang nyata. Gangguan sirkulasi darah dan kelainan pembuluh darah. Contoh dari nyeri akibat trauma mekanik ini adalah akibat adanya benturan. Hal ini dapat dicontohkan pada pasien dengan infark miokard akut atau pun angina pektoris yang dirasakan adalah adanya nyeri dada yang khas. ancaman dan fantasi luka (Kozier dan Erb. Trauma ini juga terbagi menjadi beberapa macam. 4. Khemis. Nyeri karena hal ini timbul karena ujung saraf reseptor mendapat rangsangan akibat panas. Thermis. Neoplasma ini juga terbagi menjadi dua yaitu : • • Neoplasma Jinak. dingin. 2. 1983) Nyeri adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan yang berhubungan dengan kerusakan jaringan atau potensial menyebabkan kerusakan jaringan (Perry & Potter. Nyeri yang ditimbulkan karena adanya pengaruh aliran listrik yang kuat mengenai reseptor rasa nyeri yang menimbulkan kekejangan otot dan luka bakar. misal karena api dan air. luka dan lain-lain. Neoplasma. Penyebab trauma ini terbagi menjadi : 1. Rasa nyeri yang diakibatkan oleh mekanik ini timbul akibat ujungujung saraf bebas mengalami kerusakan. . gesekan. Mekanik. Nyeri yang ditimbulkan karena adanya kontak dengan zat kimia yang bersifat asam atau pun basa kuat. Trauma. Elektrik. Penyebab nyeri diantaranya yaitu : 1.

4. Peradangan. Nyeri yang diakibatkan karena adanya kerusakan ujung-ujung saraf reseptor akibat adanya peradangan atau terjepit oleh pembengkakan. Contohnya adalah nyeri karena abses. 5. Trauma psikologis. Setelah kita mengetahui akan penyebab dari nyeri pada konsep nyeri ini maka selanjutnya kita melangkah kepada klasifikasi nyeri. Klasifikasi nyeri dibedakan menjadi : 1. Menurut Tempat Nyeri. 1. Periferal Pain. Periferal pain ini terbagi menjadi 3 yaitu nyeri permukaan (superfisial pain), nyeri dalam (deep pain), nyeri alihan (reffered pain). Nyeri alihan ini maksudnya adalah nyeri yang dirasakan pada area yang bukan merupakan sumber nyerinya. 2. Central Pain. Nyeri ini terjadi karena perangsangan pada susunan saraf pusat, spinal cord, batang otak. 3. Psychogenic Pain. Nyeri ini dirasakan tanpa adanya penyebab organik, tetapi akibat dari trauma psikologis. 4. Phantom Pain. Phantom Pain ini merupakan perasaan pada bagian tubuh yang sudah tak ada lagi, contohnya pada amputasi. Phantom pain timbul akibat dari stimulasi dendrit yang berat dibandingkan dengan stimulasi reseptor biasanya. Oleh karena itu, orang tersebut akan merasa nyeri pada area yang telah diangkat. 5. Radiating Pain. Nyeri yang dirasakan pada sumbernya yang meluas ke jaringan sekitar. 2. Menurut Sifat Nyeri.
• • •

Insidentil. Yaitu sifat nyeri yang timbul sewaktu-waktu dan kemudian menghilang. Steady. Yaitu sifat nyeri yang timbul menetap dan dirasakan dalam waktu yang lama. Paroxysmal. Yaitu nyeri yang dirasakan berintensitas tinggi dan kuat sekali dan biasanya menetap selama 10 – 15 menit, lalu menghilang dan kemudian timbul kembali. Intractable Pain. Yaitu sifat nyeri yang resisten dengan diobati atau dikurangi. Contoh pada arthritis, pemberian analgetik narkotik merupakan kontraindikasi akibat dari lamanya penyakit yang dapat mengakibatkan kecanduan.

3. Menurut Berat Ringannya Nyeri. 1. Nyeri Ringan yaitu nyeri yang berada dalam intensitas yang rendah. 2. Nyeri Sedang yaitu nyeri yang menimbulkan suatu reaksi fisiologis dan juga reaksi psikologis. 3. Nyeri Berat yaitu nyeri yang berada dalam intensitas yang tinggi. 4. Menurut Waktu Serangan.

1. Nyeri Akut. Nyeri akut biasanya berlangsung singkat, misalnya nyeri pada fraktur. Klien yang mengalami nyeri akut pada umumnya akan menunjukkan gejala-gejala antara lain : respirasi meningkat, Denyut jantung dan Tekanan darah meningkat, dan pallor. 2. Nyeri Kronis. Nyeri kronis berkembang lebih lambat dan terjadi dalam waktu lebih lama dan pada umumnya penderita sering sulit mengingat sejak kapan nyeri mulai dirasakan. Selanjutnya melangkah pada patofisiologi nyeri. Patofisiologi nyeri ini dapat digambarkan sebagai berikut : Reseptor nyeri disebut nosiseptor. Nosiseptor mencakup ujung-ujung saraf bebas yang berespon terhadap berbagai rangsangan termasuk tekanan mekanis, deformasi, suhu yang ekstrim, dan berbagai bahan kimia. Pada rangsangan yang intensif, reseptor-reseptor lain misalnya badan Pacini dan Meissner juga mengirim informasi yang dipersepsikan sebagai nyeri. Zat-zat kimia yang memperparah nyeri antara lain adalah histamin, bradikini, serotonin, beberapa prostaglandin, ion kalium, dan ion hydrogen. Masing-masing zat tersebut tertimbun di tempat cedera, hipoksia, atau kematian sel. Nyeri cepat (fast pain) disalurkan ke korda spinalis oleh serat A delta, nyeri lambat (slow pain) disalurkan ke korda spinalis oleh serat C lambat. Serat-serat C tampak mengeluarkan neurotransmitter substansi P sewaktu bersinaps di korda spinalis. Setelah di korda spinalis, sebagian besar serat nyeri bersinaps di neuron-neuron tanduk dorsal dari segmen. Namun, sebagian serat berjalan ke atas atau ke bawah beberapa segmen di korda spinalis sebelum bersinaps. Setelah mengaktifkan sel-sel di korda spinalis, informasi mengenai rangsangan nyeri diikirim oleh satu dari dua jaras ke otak- traktus neospinotalamikus atau traktus paleospinotalamikus (Corwin, 2000 : 225). Informasi yang di bawa ke korda spinalis dalam serat-serat A delta di salurkan ke otak melalui serat-serat traktus neospinotalamikus. Sebagian dari serat tersebut berakhir di reticular activating system dan menyiagakan individu terhadap adanya nyeri, tetapi sebagian besar berjalan ke thalamus. Dari thalamus, sinyal-sinyal dikirim ke korteks sensorik somatic tempat lokasi nyeri ditentukan dengan pasti (Corwin, 2000 : 225). Informasi yang dibawa ke korda spinalis oleh serat-serat C, dan sebagian oleh serat A delta, disalurkan ke otak melalui serat-serat traktus paleospinotalamikus. Seratserat ini berjalan ke daerah reticular dibatang otak, dan ke daerah di mesensefalon yang disebut daerah grisea periakuaduktus. Serat- serat paleospinotalamikus yang berjalan melalui daerah reticular berlanjut untuk mengaktifkan hipotalamus dan system limbik. Nyeri yang di bawa dalam traktus paleospinotalamik memiliki lokalisasi yang difus dan berperan menyebabkan distress emosi yang berkaitan dengan nyeri (Corwin, 2000 : 225). http://askep-net.blogspot.com/2012/06/konsep-nyeri.html

KONSEP DASAR INFEKSI

INFEKSI KONSEP DASAR INFEKSI a.Pengertian Infeksi Infeksi adalah prosesinvasif oleh mikroorganismedan berpoliferasi di dalam tubuh yang menyebabkan sakit (Potter & Perry, 2005). Infeksi adalah invasi tubuh oleh mikroorganisme dan berproliferasi dalam jaringan tubuh. (Kozier, et al, 1995). Dalam Kamus Keperawatan disebutkan bahwa infeksi adalah invasi dan multiplikasi

mikroorganisme dalam jaringan tubuh, khususnya yang menimbulkan cedera seluler setempat akibat metabolisme kompetitif, toksin, replikasi intraseluler atau reaksi antigen-antibodi. Munculnya infeksi dipengaruhi oleh beberapa faktor yang saling berkaitan dalam rantai infeksi. Adanya patogen tidak berarti bahwa infeksi akan terjadi. Menurut Utama 2006, Infeksi adalah adanya suatu organisme pada jaringan atau cairan tubuh yang disertai suatu gejala klinis baik lokal maupun sistemik. Infeksi yang muncul selama seseorang tersebut dirawat di rumah sakit dan mulai menunjukkan suatu gejala selama seseorang itu dirawat atau

Infeksi nosokomial ini dapat berasal dari dalam tubuh penderita maupun luar tubuh. jamur dan protozoa. Kemungkinan terjadinya infeksi tergantung pada : i)karakteristik mikroorganisme. iii)tingkat virulensi .Rantai Infeksi Menurut Perry Potter. Secara umum. Menurut Utama 2006 menyampaikan bahwa pasien akan terpapar berbagai macam mikroorganisme selama ia rawat di rumah sakit. Rantai Proses Terjadinya Infeksi Perry Potter (2 1)Agen Infeksi Mikroorganisme yang termasuk dalam agen infeksi antara lain bakteri. portal of exit. Organisme residen tidak dengan mudah bisa dihilangkan melalui cuci tangan dengan sabun dan deterjen biasa kecuali bila gosokan dilakukan dengan seksama. virus. sementara infeksi eksogen (cross infection) disebabkan oleh mikroorganisme yang berasal dari rumah sakit dan dari satu pasien ke pasien lainnya.setelah selesai dirawat disebut infeksi nosokomial. Organisme ini siap ditularkan.1. Kontak antara pasien dan berbagai macam mikroorganisme ini tidak selalu menimbulkan gejala klinis karena banyaknya faktor lain yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi nosokomial. Infeksi endogen disebabkan oleh mikroorganisme yang semula memang sudah ada didalam tubuh dan berpindah ke tempat baru yang kita sebut dengan self infection atau auto infection. b. portal of entry dan host/ pejamu yang rentan. cara penularan. dan infeksi yang baru menunjukkan gejala setelah 72 jam pasien berada dirumah sakit baru disebut infeksi nosokomial. reservoir. yaitu agen infeksi. pasien yang masuk rumah sakit dan menunjukkan tanda infeksi yang kurang dari 72 jam menunjukkan bahwa masa inkubasi penyakit telah terjadi sebelum pasien masuk rumah sakit. kecualidihilangkan dengan cuci tangan. ii)resistensi terhadap zat-zat antibiotika. 2005 proses terjadinya infeksi seperti rantai yang saling terkait antar berbagai faktor yang mempengaruhi. Mikroorganisme di kulit bisa merupakan flora transient maupun resident. Gambar 2.

Bakteri patogen lebih berbahaya dan menyebabkan infeksi baik secara sporadik maupun endemik. Bakteri gram negatif ini bertanggung jawab sekitar setengah dari semua infeksi di rumah sakit. Pengukuran TTV memberikan data dasar . dapat menyebabkan infeksi serius pada luka bekas jahitan. Bakteri dapat ditemukan sebagai flora normal dalam tubuh manusia yang sehat. Klebsiella. dan peritoneum. yaitu: i) Bakteri Bakteri merupakan penyebab terbanyak dari infeksi. jantung dan infeksi pembuluh darah serta seringkali telah resisten terhadap antibiotika. Enterobacter. (c) Bakteri gram negatif: Enterobacteriacae. Penyebab infeksi dibagi menjadi 4 kategori. (d) Serratia marcescens. Keberadaan bakteri disini sangat penting dalam melindungi tubuh dari datangnya bakteri patogen.blogspot. pulang. Proteus. paru. Clostridium yang dapat menyebabkan gangren. Pseudomonas sering sekali ditemukan di air dan penampungan air yang menyebabkan infeksi di saluran pencernaan dan pasien yang dirawat.iv)dan banyaknya materi infeksius. Contohnya : (a) Anaerobik Gram-positif.html \ TANDA-TANDA VITAL (Vital Sign) Pegertian Tanda-tanda vital/vital sign merupakan indikator dari status kesehatan (menandakan keefektifan sirkulasi.com/2011/01/konsep-dasar-infeksi. http://nurlinazainuddin. menurut Utama 2006. fungsi neural & endokrin tubuh). Tetapi pada beberapa kasus dapat menyebabkan infeksi jika manusia tersebut mempunyai toleransi yang rendah terhadap mikroorganisme. respirasi. contohnya Escherichia coli. (b) Bakteri gram-positif: Staphylococcus aureus yang menjadi parasit di kulit dan hidung dapat menyebabkan gangguan pada paru.

respon terapi medis & keperawatan.untuk mengetahui respon terhadap stress fisiologi / psikologi. Sistole → Kontraksi jantung mendorong drh dg tekanan tinggi. Hal ini sangat penting sehingga disebut TANDA VITAL. Waktu dilakukannya pemeriksaan TTV . • Saat klien masuk ke fasilitas kesehatan • Di RS / fasilitas kesehatan dengan jadwal rutin sesuai program • Sebelum dan sesudah prosedur bedah • Sebelum dan sesudah prosedur diagnostik invasif • Sebelum dan sesudah pemberian pengobatan yang mpengaruhi karvas. Aliran darah mengalir pada sistem sirkulasi karena perubahan tekanan. perubahan fisiologis. respirasi & fungsi kontrol suhu • Saat KU klien berubah • Sebelum dan sesudah intervensi keperawatan yang pengaruhi TTV • Saat klien melaporkan adanya distress fisik non spesifik Empat komponen TTV. . Diastole→Tekanan minimal yg mendesak dinding arteri setiap wktu Faktor yang bertanggung jawab terhadap Tekanan Darah. • Suhu tubuh • Denyut nadi • Respirasi • Tekanan dara Tujuan dilakukan TTV: • Mengetahui data obyektif • Menget KU klien • Menget perkembangan penyakit klien • Membntu menentukan diagnosa & intervensi keperawatan TEKANAN DARAH Tekanan darah merupakan kekuatan lateral pada dinding arteri oleh darah yang didorong dengan tekanan dari jantung.

*Tahanan perifer: Pada dilatasi pembuluh darah & tahanan turun .mempengaruhi . TD akan meningkat *Viskositas darah. mmHg 1 BBL 40(rerata) 2 1bln 85/54 3 1th 95/65 4 6 th 105/65 5 10-13 th 110/65 6 14-17 th 120/70 7 Dewasa tengah 120/80 8 Lansia 140/90 (fundamental keperawatan . Nadi diatur oleh sistem saraf otonom.berkunang-kunang sampai pingsan.TD akan turun *Volume darah . vol 1) Usia NADI Nadi adalah sensasi aliran darah yang menonjol dan dapat diraba diberbagai tempat pada tubuh.diastole >90mmHg ~Hipotensi: Tekanan sistole <90> ~Hipotensi ortostatik postural: penurunan TD saat bergerak dari posisi duduk ke berdiri disertai pusing. Bila volume meningkat . ~Emosi Nyeri akut dan ansietas meningkatkan stimulasi simpatik. edisi4. Nadi merupakan salah satu indikator status sirkulasi. Semakin kental darah akan meningkatkan TD *Elastisitas dinding pembuluh darah : penurunan elastisitas pembuluh darah akan meningkatkan TD TD abnormal ~Hipertensi : Tekanan systole >130mmHg. ~Suhu Suhu meningkat maka nadi akan meningkat. *Saraf simpatik:me nadi *Saraf parasimoatik:me↓ nadi Faktor yang mempengaruhi nadi: ~Latihan fisik Latihan akan meningkatkan RR.

Usia sekolah 75-100/mnt .Todler 90-140/mnt .Dewasa 60-100/mnt (fundamental keprwtn.vol 1) KARAKTER NADI Frekuensi 1.dapat dirasakan dengan penekanan yang kuat ~+2: Normal. ~Perubahan postur tubuh Dari berbaring ke duduk kemudian berdiri akan meningkatkan nadi.edisi4. Bradikardi: Frekuensi <> Irama→normal : interval egular setiap denyut nadi Kekuatan / amplitude → kualitas nadi ~0: Tidak teraba ~+1: Lemah. Takikardi: Frekuensi > 100x/mnt 2. mudah dipalpasi . ~Peradarahan Kehilangan darah akan meningkatkan stimulasi simpatik sehingga meningkatkan nadi. ~Gangguan paru Penyakit mengakibatkan oksigenasi buruk sehingga nadi meningkat.Prasekolah 80-110/mnt . ~Obat2an Obat kronotopik positif (epineprin akan meningkatkan nadi).Bayi 120-160/mnt .Remaja 60-90/mnt .frekuensi jantung. Frekuensi jantung normal Usia Denyut/mnt .

♣ Mekanisme pernafasan meliputi: *Ventilasi yaitu pergerakan udara masuk ke luar paru *Difusi yaitu pertukaran O2 & CO2 antara alveoli & sel darah merah *Perfusi yaitu distribusi oleh sel drh merah ke dan dari kapiler darah Kontrol Fisiologis : Pusat pengaturan → batang otak Ventilasi diatur oleh kadar O2 & CO2 serta ion hidrogen dalam darah Peningkatan PCO2 berakibat sistem kontrol pernafasan di otak meningkatkan frekuensi dan kedalaman. kuat Kesamaan → bandingkan secara kanan & kiri kec nadi karotis Tempat Pengukuran Nadi: *Arteri temporal *Arteri radialis *Arteri karotis *Arteri ulnalis *Arteri apical *Arteri femoral *Arteri brakhialis *Arteri popliteal *Arteri tibia posterior *Arteri dorsalis pedis PERNAFASAN Pernafasan adalah mekanisme tubuh menggunakan pertukaran udara antara atmosfir dengan darah serta darah dengan sel. Faktor yang mempengaruhi pernafasan: Olahraga meningkatkan RR Nyeri akut dan kecemasan (meningkatkan RR) Anemia (meningkatkan RR) Posisi tubuh (postur tubuh yang lurus dan tegak meningkatkan ekspansi paru Medikasi ( analgetik narkotik dan sedatif meningkatkan RR) Cedera batang otak (meningkatkan RR) Hal yang perlu diperhatikan dalam pengkajian pernafasan: Frekuensi pernafasan Kedalaman pernafasan Irama pernafasan .~+3: Mudah dipalpasi .

setelah pubertas pria lebih tinggi setelah menopause maka wanita lebih tinggi.Difusi dan perfusi Frekuensi pernafasan : Usia Frek/mnt ~BBL 35-40 ~Bayi 30-50 ~Todler 25-32 ~Anak2 20-30 ~Remaja 16-19 ~Dewasa 12-20 (Fundamental keperawatan . biasanya rendah pada pagi hari »Jenis kelamin → secara klinis tidak perbedaan yang signifikan . genetic dan linkungan »Medikasi → analgesik narkotik dapat meningkatakan TD »Variasi diurnal → TD berubah-ubah spanjang hari.edisi 4. Faktor yang memepengaruhi TD: »Usia → TD orang dewasa cenderung meningkat seiring pertambahan usia »Stress→ meningkatkan TD »Ras → dipengaruhi oleh kebiasaan.cepat secara tidak normal (pernafasan lebih dari 20x/menit).lebih dari 20x/menit Apneu: Nafas berhenti untuk beberapa detik Hiperventilasi: Frekeunsi dan kedalaman nafas meningkat Hipoventilasi: Frekuensi nafas abnormal dalam kecepatan dan kedalaman Pernaf Cheyne stokes: Frekuensi dan kedalamn nafas tidak teratur ditandai dengan periode apneu dan hiperventilasi yang berubah Pernaf Kusmaul: pernafasan dalam secara tidak normal dalam frekuensi meningkat Pernaf Bio: Nafas dangkal secara tidak normal diikuti oleh periode apneu yang tidak teratur.lambat secara tidak normal ( pernafasan kurang dari 12x/menit). vol 1) Gangguan dalam pola nafas: Bradipneu: Nafas teratur . Takipneu: Nafas teratur. SUHU TUBUH .dalam . Hiperneu: Nafas sulit.

Kerja otot: latihan akan meningkatkan metabolisme. 3. Pengeluaran Panas -Radiasi.Suhu tubuh Merupakan perbedaan antara jumlah panas yang diproduksi oleh proses tubuh dan jumlah panas yang hilang ke lingkungan. Perpindahan panas dari permukaan satu obyek ke permukaan obyek lain tanpa keduanya bersentuhan. lansia sangat sensitif terhadap suhu yang ekstrim Olahraga: meningkatkan produksi panas Kadar hormon: wanita mengalami fruktuasi suhu tubuh yang lebih besar dari pria Lingkungan Irama sikardian: suhu tubuh secara normal berubah secara normal 0.Konveksi. 4 cara produksi panas : 1. 2. Rangsangan pd sistem saraf : saat gula darah turun terjadi rangsangan pada saraf simpatik yang kemudian akan terjadi sekresi epineprin dan non epineprin yang akan meningkatkan suhu tubuh. Perpindahan panas dari satu obyek ke obyek lainnya dg kontak langsung. .Evaporasi. titik terendah pada pukul 1-4 dini hari Rentang Normal. 4. Rentang normal suhu 36-38°C Tergantung tempat pengukuran suhu: .Konduksi. Perpindahan panas karena pergerakan udara. Metabolisme tubuh:merupakan serangkaian reaksi kimia untuk menghasilkan energi (panas). Sekresi hormon tyroid: meningkatan metabolisme dalam pemecahan glukosa dan lemak. . . Pusat pengaturan suhu tubuh adalahl hipotalamus (bekerja sbg termostat). Perpindahan energi panas ketika cairan tbh mjd gas (Kulit merupakan tempat utama pengeluaran panas) Faktor yang mempengaruhi suhu tubuh : Usia: pengaturan suhu tubuh tidak stabil sampai pubertas.5 drjt selama 24 jam.

nyeri pada area rectal / perdarahan.≠ Oral rata2→37°C ≠ Rektal rata2→37.klienyang sangat kurus. pada bayi baru lahir.blogspot.klien dengan epilepsy atau gemetar karena kedinginan.5°C Tempat pengukuran suhu: ~Suhu inti: • • • • • Rektum membran tympani Esofagus Arteri pulmoner kandung kemih ~Suhu permukaan: • • • Kulit Aksila Oral ~Tempat pengukuran suhu yg sering dilakukan: -Oral Tetapi tidak boleh dilakukan pada klien dengan bedah / trauma oral.5°C ≠ Aksila rata2→36. pada bayi dan anak kecil yang menangis serta klien yang tidak sadar.html (SOP) PEMERIKSAAN FISIK HEAD TO TOE . -Aksila Tidak boleh dilakukan pada bayi.com/2012/05/tanda-tanda-vital-vital-sign. http://dhewi-hany. -Rektal Tidak boleh dilakukan pada klien dengan bedah / kelainan rectal.klien dengan luka di ketiak dan operasi pada mamae.klien dengan berpenyakit kelamin.

2. Untuk mengumpulkan data dasar tentang kesehatan klien. 5. atau menyangkal data yang diperoleh dalam riwayat keperawatan. menginformasi.BAB I PENDAHULUAN Tujuan : 1. Untuk menginformasi dan mengidentifikasi diagnose keperawatan 4. Untuk mengevaluasi hasil fisiologis dari asuhan. 3. Snellen chart) . Peralatan  Lidi kapas  Cytobrush  Bantalan sekali pakai  Selimut  Bagan mata (mis. Untuk menambah. Untuk membuat penilaian klinis tentang perubahan status kesehatan klien dan penatalaksanaannya.

laboratorium)  Handschoon (bersih atau steril)  Skort untuk klien  Pelumas larut air  Oftalmoskop  Otoskop  Slide untuk Papanicolaou smear  Handuk kertas  Palu perkusi  Penggaris  Pin pengaman  Skala dengan meteran pengukur tinggi  Wadah specimen dan slide mikroskop  Sfigmomanometer dan manset  Stetoskop  Forsep swab atau spon  Pita meteran  Thermometer  Tisu  Spatel lidah . Fisik. Senter dan lampu sorot  Formulir (mis.

otoskop. Suatu gambaran atau kesan umum mengenai keadaan kesehatan yang di bentuk. Pemeriksaan kemudian maju ke suatu inspeksi local yang berfokus pada suatu system tunggal atau bagian dan biasanya mengguankan alat khusus seperto optalomoskop. memastikan/membuktikan hasil anamnesa. Inspeksi Inspeksi adalah pemeriksaan dengan menggunakan indera penglihatan.2002) BAB II PEMBAHASAN 2. menentukan masalah dan merencanakan tindakan keperawatan yang tepat bagi klien.Talbot dan Mary Meyers. ( Dewi Sartika. (Laura A.(Potter dan Perry. 1997) Inspeksi adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan cara melihat bagian . Konsep Teori Pemeriksaan fisik merupakan peninjauan dari ujung rambut sampai ujung kaki pada setiap system tubuh yang memberikan informasi objektif tentang klien dan memungkinkan perawat untuk mebuat penilaian klinis. 2010) Adapun teknik-teknik pemeriksaan fisik yang digunakan adalah: 1.1. 2005) Pemeriksaan fisik dalah pemeriksaan tubuh klien secara keseluruhan atau hanya bagian tertentu yang dianggap perlu. pendengaran dan penciuman. speculum dan lain-lain. Garpu tala  Speculum vagina ( Potter & Perry. untuk memperoleh data yang sistematif dan komprehensif. Keakuratan pemeriksaan fisik mempengaruhi pemilihan terapi yang diterima klien dan penetuan respon terhadap terapi tersebut. Inspeksi umum dilakukan saat pertama kali bertemu pasien.

2. posisi. lesi. Auskultasi . edema. untuk mendeterminasi ciri2 jaringan atau organ seperti: temperatur. tekstur. vibrasi. pertumbuhan atau massa. kelembaban. yang bertujuan untuk mengidentifikasi batas/ lokasi dan konsistensi jaringan.(Laura A.2010) Hal yang di deteksi adalah suhu. dan posisi struktur di bawahnya. ukuran. tangan dan jari-jari. 1997) Palpasi adalah teknik pemeriksaan yang menggunakan indera peraba . Perkusi Perkusi adalah pemeriksaan yang meliputi pengetukan permukaan tubuh unutk menghasilkan bunyi yang akan membantu dalam membantu penentuan densitas.Talbot dan Mary Meyers.Talbot dan Mary Meyers. dan penonjolan/pembengkakan. 3. bentuk. Palpasi Palpasi adalah pemeriksaan dengan menggunakan indera peraba dengan meletakkan tangan pada bagian tubuh yang dapat di jangkau tangan. warna. 1997) Perkusi adalah pemeriksaan dengan jalan mengetuk bagian permukaan tubuh tertentu untuk membandingkan dengan bagian tubuh lainnya (kiri/kanan) dengan menghasilkan suara. gerakan. (Dewi Sartika. lokasi. krepitasi dan sensasi. kesimetrisan. keelastisan.setelah inspeksi perlu dibandingkan hasil normal dan abnormal bagian tubuh satu dengan bagian tubuh lainnya. 2010) Fokus inspeksi pada setiap bagian tubuh meliputi : ukuran tubuh.(Dewi Sartika.tubuh yang diperiksa melalui pengamatan (mata atau kaca pembesar). 2010) 4. Dewi Sartika. bentuk. Laura A. kelembaban dan penonjolan.

memasang sarung tangan steril. Kontrol lingkungan Yaitu memastikan ruangan dalam keadaan nyaman.2.(Dewi Sartika.Auskultasi adalah tindakan mendengarkan bunyi yang ditimbulkan oleh bermacam-macam organ dan jaringan tubuh. hangat. 6. 3. dr eksternal ke internal. Biasanya menggunakan alat yang disebut dengan stetoskop.Talbot dan Mary Meyers. Kontrol infeksi Meliputi mencuci tangan. Tujuan Pemeriksaan Fisik Secara umum. Hal-hal yang didengarkan adalah : bunyi jantung. dan cukup penerangan untuk melakukan pemeriksaan fisik baik bagi klien maupun bagi pemeriksa itu sendiri. 4. memasang masker. yaitu sebagai berikut: a.(Laura A. 2. suara nafas. b. Misalnya menutup pintu/jendala atau skerem untuk menjaga privacy klien 1. 1997) Auskultasi Adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan dengan cara mendengarkan suara yang dihasilkan oleh tubuh. ada prinsip-prinsip yang harus di perhatikan. dan membantu klien mengenakan baju periksa jika ada. dr normal ke abN) Berada di sisi kanan klien Efisiensi Dokumentasi 2. 5. Komunikasi (penjelasan prosedur) Privacy dan kenyamanan klien Sistematis dan konsisten ( head to toe. 2010) Dalam melakukan pemeriksaan fisik. pemeriksaan fisik yang dilakukan bertujuan: . dan bising usus.

Untuk mengkonfirmasi dan mengidentifikasi diagnosa keperawatan. Sebagai data untuk membantu perawat dalam menegakkan diagnose keperawatan. Alat . atau menyangkal data yang diperoleh dalam riwayat keperawatan.4. Sebagai data untuk mengevaluasi hasil dari asuhan keperawatan 2. Untuk mengumpulkan data dasar tentang kesehatan klien. Indikasi Mutlak dilakukan pada setiap klien. 2. baik bagi perawat sendiri. Secara rutin pada klien yang sedang di rawat.3. Sewaktu-waktu sesuai kebutuhan klien 2. 2. masing-masing pemeriksaan juga memiliki tujuan tertentu yang akan di jelaskan nanti di setiap bagian tibug yang akan di lakukan pemeriksaan fisik. diantaranya: 1. Namun demikian. Manfaat Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan fisik memiliki banyak manfaat.5.1. 2. 2. 3. Sebagai dasar untuk memilih intervensi keperawatan yang tepat 4. Untuk menambah. 4. klien yang baru masuk ke tempat pelayanan kesehatan untuk di rawat. Mengetahui masalah kesehatan yang di alami klien. Untuk mengevaluasi hasil fisiologis dari asuhan. 5. Prosedur pemeriksaan fisik Persiapan a. 3. Untuk membuat penilaian klinis tentang perubahan status kesehatan klien dan penatalaksanaan. maupun bagi profesi kesehatan lain. tertama pada: 1. mengkonfirmasi. 3.

ekspresi wajah. Kebersihan Personal (Normal : Bersih dan tidak bau) 8. Usia dan Gender 5. Thermometer. b. Cara berpakaian (Normal : Benar/ tidak terbalik) . Refleks Hammer. BB ( Normal : BMI dalam batas normal) 7. Ekspresi sesuai. Tahapan perkembangan 6. tingkah laku. Kesadaran. Penlight. Lakukan pemeriksaan dengan berdiri di sebelah kanan klien dan pasang handschoen bila di perlukan 4. Jelaskan prosedur 3. status mental dan nutrisi. Otoskop. Tanda-tanda stress/ kecemasan (Normal :)Relaks. Tensimeter/spighnomanometer. dan cukup penerangan. buku catatan perawat. tidak ada tanda-tanda cemas/takut) 3. Misalnya menutup pintu/jendala atau skerem untuk menjaga privacy klien c. Alat diletakkan di dekat tempat tidur klien yang akan di periksa. Pemeriksaan umum meliputi : penampilan umum. hangat. tidak ada menahan nyeri/ sulit bernafas) 2. Lingkungan Pastikan ruangan dalam keadaan nyaman.Meteran. A) Prosedur Pemeriksaan 1. Cuci tangan 2. Posisi klien : duduk/berbaring Cara : inspeksi 1. mood. tissue. Timbangan BB. Klien (fisik dan fisiologis) Bantu klien mengenakan baju periksa jika ada dan anjurkan klien untuk rileks. Handschoon bersih ( jika perlu). Arloji/stopwatch. Steteskop. Jenis kelamin 4. TB. (Normal : Kesadaran penuh.

<15 Bradipnea Keteraturan= Normal : teratur Kedalaman: dalam/dangkal Penggunaan otot bantu pernafasan: Normal : tidak ada setelah diadakan pemeriksaan tanda-tanda vital evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. tidak gugup) 12. Suhu tubuh (Normal : 36.50c) 2. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat. Takikardia: >100 . Postur dan cara berjalan 10. >20: Takipnea. Pernafasan a) b) c) d) Frekuensi: Normal= 15-20x /menit.Evaluasi dengan membandingkan dengan keadaan normal. Nadi a) b) c) Frekuensi = Normal : 60-100x/menit . 13.Cara bicara. C) Pemeriksaan kulit dan kuku . 2+: Denyutan mudah teraba. Bradikardia: <6 Keteraturan= Normal : teratur Kekuatan= 0: Tidak ada denyutan. (Relaks.5-37. tak mudah lenyap.9. 3+: denyutan kuat dan mudah teraba 4. Tekanan darah (Normal : 120/80 mmHg) 3. lancer. 1+:denyutan kurang teraba.Dokumentasikan hasil pemeriksaan B) Pengukuran tanda vital (Dibahas kelompok 2 lebih dalam) Posisi klien : duduk/ berbaring 1.Bentuk dan ukuran tubuh 11.

Normal: kulit tidak ada ikterik/pucat/sianosis. bentuk normaltidak ada tanda-tanda jari tabuh (clubbing finger). . turgor kulit. • Palpasi : ketebalan kuku dan capillary refile ( pengisian kapiler ). warna. Pemeriksaan kulit\ • Inspeksi : kebersihan. • Pemeriksaan kuku Inspeksi : kebersihan. tidak ada edema.Tujuan 1) 2) Mengetahui kondisi kulit dan kuku Mengetahui perubahan oksigenasi. b.lesi/perlukaan. sianosis. dan hidrasi. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. tidak ikterik/sianosis. tekstur. pucat. kerusakan jaringan setempat. dan edema. turgor baik/elastic. dan ikterik. pigmentasi. Persiapan 1) 2) 3) Posisi klien: duduk/ berbaring Pencahayaan yang cukup/lampu Sarung tangan (utuk lesi basah dan berair) Prosedur Pelaksanaan a. dan warna kuku Normal: bersih. • Palpasi : kelembapan. sirkulasi. ketebalan. suhu permukaan kulit. Normal: lembab. setelah diadakan pemeriksaan kulit dan kuku evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. bentuk.

mata. jumlah dan distribusi rambut. wajah. bentuk. tidak menunjukkan tanda-tanda kekurangan gizi(rambut jagung dan kering) • Palpasi : adanya pembengkakan/penonjolan. hidung. c. mulut dan leher 1. kebersihan rambut dan kulit kepala. Pemeriksaan kepala Tujuan a) b) Mengetahui bentuk dan fungsi kepala Mengetahui kelainan yang terdapat di kepala Persiapan alat a) b) Lampu Sarung tangan (jika di duga terdapat lesi atau luka) Prosedur Pelaksanaan • Inspeksi : ukuran lingkar kepala. dan tekstur rambut. Normal: simetris. setelah diadakan pemeriksaan kuku evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. rambut. untuk pemeriksaan wajah sampai dengan leher perawat berhadapan dengan klien D) Pemeriksaan kepala.Normal: aliran darah kuku akan kembali < 3 detik. telinga. adanya lesi atau tidak. . kesimetrisan. Pemeriksaan kepala. warna. bersih. wajah. mulut dan leher Posisi klien : duduk . telinga. hidung. mata. tidak ada lesi. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut.

dan rahang Normal: tidak ada nyeri tekan dan edema. 3. dan kesimetrisan. setelah diadakan pemeriksaan kepala evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. rambut lebat dan kuat/tidak rapuh. bentuk. Pemeriksaan mata Tujuan a) b) Mengetahui bentuk dan fungsi mata Mengetahui adanya kelainan pada mata. tidak pucat/ikterik. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. • Pemeriksaan wajah Inspeksi : warna kulit. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat. Normal: warna sama dengan bagian tubuh lain. simetris. pigmentasi. Persiapan alat a) b) c) d) Senter Kecil Surat kabar atau majalah Kartu Snellen Penutup Mata . • • Palpasi : nyeri tekan dahi. pipi. 2. setelah diadakan pemeriksaan wajah evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal.• Normal: tidak ada penonjolan /pembengkakan. dan edema.

Pada keadaan ini mata tidak melakukan akomodasi. kelopak mata. 2). bola mata. simetris bola mata kika. Tes Ketajaman Penglihatan Ketajaman penglihatan seseorang mungkin berbeda dengan orang lain. Normal: simetris mata kika. dkk. hal 21). Dalam klinis visus sentralis jauh tersebut diukur dengan menggunakan grafik huruf Snellen yang dilihat pada jarak 20 feet atau sekitar 6 meter. Visus tersebut dibagi dua yaitu: 1). (EM. dkk. warna konjunctiva dan sclera (anemis/ikterik). virus centralis dekat yang merupakan ketajaman penglihatan untuk melihat benda benda dekat misalnya membaca. Visus perifer Pada visus ini menggambarkan luasnya medan penglihatan dan diperiksa dengan perimeter. Tajam penglihatan tersebut merupakan derajad persepsi deteil dan kontour beda. alis mata. Jika hasil pemeriksaan tersebut visusnya e”20/20 maka tajam . Sutrisna.e) Sarung tangan Prosedur Pelaksanaan • Inspeksi: bentuk. kesimestrisan. hal 21). Pada keadaan ini mata harus akomodasi supaya bayangan benda tepat jatuh di retina. a. Visus sentralis ini dibagi dua yaitu visus sentralis jauh dan visus sentralis dekat. warna konjungtiva pink. kesimestrisan. bulu mata. (EM. visus centralis jauh merupakan ketajaman penglihatan untuk melihat benda benda yang letaknya jauh. Visus sentralis. Sutrisna. penggunaan kacamata / lensa kontak. dan sclera berwarna putih. Fungsi dari visus perifer adalah untuk mengenal tempat suatu benda terhadap sekitarnya dan pertahanan tubuh dengan reaksi menghindar jika ada bahaya dari samping. menulis dan lain lain. dan respon terhadap cahaya. b.

• Pemeriksaan dilanjutkan dengan menilai visus oculi sinistra dengan cara yang sama. maka pasien diminta untuk menunjukkan ada atau tidaknya sinar dan arah sinar (Nilai visus oculi dextra 1/tidak hingga). • Pemeriksaan dilakukan dengan meminta pasien menyebutkan simbol di kartu Snellen dari kiri ke kanan. prosedur pemeriksaan visus dengan menggunakan peta snellen yaitu: • • • Memperkenalkan diri dan menjelaskan maksud tujuan pemeriksaan. Jika tetap maka nilai visus oculi dextra = barisan atas/6. Jika pasien dari awal tidak dapat membaca simbol di Snellen chart maka pasien diminta untuk membaca hitungan jari dimulai jarak 1 meter kemudian mundur. (Pada pasien vos/vodnya “x/y” artinya mata kanan pasien dapat melihat sejauh x meter.penglihatannya dikatakan normal dan jika Visus <20/20 maka tajam penglihatanya dikatakan kurang Penyebab penurunan tajam peglihatan seseorang bermacam macam. Melaporkan hasil visus oculi sinistra dan dextra. Nilai visus oculi dextra = jarak pasien masih bisa membaca hitungan/60. Pada keadaan tidak mengetahui cahaya nilai visus oculi dextranya nol. salah satunya adalah refraksi anomaly/kelainan pembiasan. Meminta pasien duduk menghadap kartu Snellen dengan jarak 6 meter. • Jika pasien juga tetap tidak bisa melihat adanya gerakan tangan. sedangkan orang normal dapat melihat sejauh y meter. • Pemeriksaan Pergerakan Bola Mata Pemeriksaan pergeraka bola mata dilakukan dengan cara Cover-Uncover Test / Tes Tutup-Buka Mata . Jika pasien tidak bisa melihat satu simbol maka diulangi lagi dari barisan atas. atas ke bawah. Memberikan penjelasan apa yang harus dilakukan (pasien diminta mengucapkan apa yang akan ditunjuk di kartu Snellen) dengan menutup salah satu mata dengan tangannya tanpa ditekan (mata kiri ditutup dulu). • • • Jika pasien juga tidak bisa membaca hitungan jari maka pasien diminta untuk melihat adanya gerakan tangan pemeriksa pada jarak 1 meter (Nilai visus oculi dextranya 1/300).

• Sewaktu tutup di buka. namun tidak nyata terlihat. maka deviasi atau peyimpangan laten atau tersembunyi akan terlihat. Dasar pemeriksaan Cover-Uncover Test / Tes Tutup-Buka Mata : • Pada orang yang Heterophoria maka apabila fusi kedua mata diganggu (menutup salah satu matanya dengan penutup/occluder. • • Sewaktu tutup di buka. Ini berarti mata itu cenderung untuk menyimpang atau juling. dimana terdapat penyimpangan posisi bolamata yang disebabkan adanya gangguan keseimbangan otot-otot bolamata yang sifatnya tersembunyi atau latent. bila terlihat adanya gerakan dari bawah (inferior) kearah atas (superior) pada mata yang baru saja di tutup. berarti terdapat kelainan ESOPHORIA. yang pada akhirnya menjadi beban bagi otototot tersebut. • Sewaktu tutup di buka. Pada phoria. bila terlihat adanya gerakan dari dalam (nasal) luar kearah (temporal)pada mata yang baru saja di tutup. wal hasil akan timbul rasa kurang nyaman atau Asthenopia. otot-otot ekstrinsik atau otot luar bola mata berusaha lebih tegang atau kuat untuk menjaga posisi kedua mata tetap sejajar. bila terlihat adanya gerakan dari luar (temporal) kearah dalam (nasal) pada mata yang baru saja di tutup. Sehingga rangsangan untuk berfusi atau menyatu inilah menjadi faktor utama yang membuat otot -otot tersebut berusaha extra atau lebih. atau dipasangkan suatu filter).Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi adanya Heterophoria. bila terlihat adanya gerakan dari atas (superior) kearah bawah (inferior) pada mata yang baru saja di tutup. Sewaktu tutup di buka. Heterophoria berhubungan dengan kelainan posisi bola mata. berarti terdapat kelainan HYPERPHORIA. • Pemeriksa memberi perhatian kepada mata yang berada dibelakang penutup. Alat/sarana yang dipakai: . berarti terdapat kelainan HYPORPHORIA. berarti terdapat kelainan EXOPHORIA.

berarti terdapat kelainan HYPERPHORIA. jika objek jauh kurang jelas. Sewaktu tutup di buka. Sewaktu tutup di buka. Sewaktu tutup di buka. bila terlihat adanya gerakan dari dalam (nasal) luar kearah (temporal)pada mata yang baru saja di tutup. 2. Esophoria dinyatakan dengan inisial = E (gambar C) 6. bila terlihat adanya gerakan dari luar (temporal) kearah dalam (nasal) pada mata yang baru saja di tutup. Exophoria dinyatakan dengan inisial = X (gambar D) 5. seringkali kita tidak dapat mengenali adanya suatu gerakan. berarti terdapat kelainan HYPOPHORIA. 4. Minta pasien untuk selalu melihat dan memperhatikan titik fiksasi. sehingga apabila terjadi gerakan dari mata yang barusa saja ditutup dapat di lihat dengan jelas atau di deteksi dengan jelas. Untuk mendeteksi Heterophoria yang kecil. berarti terdapat kelainan EXOPHORIA.• • Titik/lampu untuk fiksasi Jarak pemeriksaan : o o Jauh : 20 feet (6 Meter) Dekat : 14 Inch (35 Cm) • Penutup/Occluder Prosedur Pemeriksaan : 1. Hyperphoria dinyatakan dengan inisial = X (gambar E) 7. berarti terdapat kelainan ESOPHORIA. 3. seolah kondisi mata tetap di tempat. Hypophoria dinyatakan dengan inisial = X (gambar F) 8. Sewaktu tutup di buka. Perhatian dan konsentrasi pemeriksa selalu pada mata yang ditutup. bila terlihat adanya gerakan dari atas (superior) kearah bawah (inferior)) pada mata yang baru saja di tutup. bila terlihat adanya gerakan dari bawah (inferior) kearah atas (superior) pada mata yang baru saja di tutup. maka gunakan kacamata koreksinya. Untuk itu metode ini sering kita ikuti dengan metode tutup mata bergantian (Alternating Cover Test). . Pemeriksa menempatkan dirinya di depan pasien sedemikian rupa.

setelah diadakan pemeriksaan telinga evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. liang telinga (cerumen/tanda-tanda infeksi). kesimetrisan. Pemeriksaan telinga Tujuan Mengetahui keadaan telinga luar. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. posisi telinga. • Palpasi : nyeri tekan aurikuler. 4. integritas kulit bagus. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. dan fungsi pendengaran. mastoid. warna sama dengan kulit lain.Setelah diadakan pemeriksaan mata evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. saluran telinga. dan tragus Normal: tidak ada nyeri tekan. dan alat bantu dengar. Pemeriksaan Rinne . Persiapan Alat a) b) c) d) Arloji berjarum detik Garpu tala Speculum telinga Lampu kepala Prosedur Pelaksanaan • Inspeksi : bentuk dan ukuran telinga. integritas.. Normal: bentuk dan posisi simetris kika. alat bantu dengar. gendang telinga. warna. tidak ada tanda-tanda infeksi. Pemeriksaaan Telinga Dengan Menggunakan Garpu Tala a.

4.1. Catat hasil pemeriksaan pendengaran tersebut. 3. b. Instruksikan klien untuk member tahu apakah ia masih mendengarkan suara atau tidak. 2. Pemeriksaan Webber Pegang garpu tala pada tangkainya dan pukulkan ke telapak atau buku jari yang berlawanan. 2. Catat hasil pemeriksaan dengan pendengaran tersebut 5 Pemeriksan hidung dan sinus Tujuan a) b) Mengetahui bentuk dan fungsi hidung Menentukan kesimetrisan struktur dan adanya inflamasi atau infeksi Persiapan Alat a) Spekulum hidung . Letakkan tangkai garpu tala di tengah puncak kepala klien . Tanyakan pada klien apakah bunyi terdengar sama jelas pada kedua telinga atau lebih jelas pada salah satu telinga. 4. 3. 1. Pegang agrpu tala pada tangkainya dan pukulkan ke telapak atau buku jari tangan yang berlawanan. Angkat garpu tala dan dengan cepat tempatkan di depan lubang telinga klien 1-2 cm dengan posisi garpu tala parallel terhadap lubang telinga luar klien. 6. 5. Letakkan tangkai garpu tala pada prosesus mastoideus klien. Anjurkan klien untuk memberi tahu pemeriksa jika ia tidak merasakan getaran lagi.

warna. dan septum deviasi) Normal: tidak ada bengkak dan nyeri tekan. 6 Pemeriksaan mulut dan bibir Tujuan Mengetahui bentuk kelainan mulut Persiapan Alat a) b) c) d) Senter kecil Sudip lidah Sarung tangan bersih Kasa . • Palpasi dan Perkusi frontalis dan. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. ukuran. warna sama dengan warna kulit lain. hidung internal (kemerahan. sumbatan. tidak ada lesi. kesimetrisan). rongga. sekret. pendarahan). setelah diadakan pemeriksaan hidung dan sinus evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. tanda2 infeksi) Normal: simetris kika. lesi. perdarahan dan tanda-tanda infeksi. tidak ada sumbatan. nyeri. hidung ( lesi. maksilaris (bengkak.b) c) d) Senter kecil Lampu penerang Sarung tangan (jika perlu) Prosedur Pelaksanaan • Inspeksi : hidung eksternal (bentuk.

Gigi lengkap pada orang dewasa berjumlah 36 buah. dan pada usia 20-30 bulan berjumlah 20 buah (10 dirahang atas dan 10 dirahang bawah) setelah diadakan pemeriksaan mulut dan bibir evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. Normal: warna mukosa mulut dan bibir pink. perdarahan/ radang gusi.Prosedur Pelaksanaan • Inspeksi dan palpasi struktur luar : warna mukosa mulut dan bibir. Gigi pertama tumbuh dinamakan gigi susu di ikuti tumbuhnya gigi lain yang disebut gigi sulung. warna. warna pink. lembab. 7 Pemeriksaan leher Tujuan a) b) Menentukan struktur integritas leher Mengetahui bentuk leher serta organ yang berkaitan . gigi tersebut mulai tanggal dan dig anti gigi tetap. dan stomatitis. posisi lidah. tidak ada lesi dan stomatitis • Inspeksi dan palpasi strukur dalam : gigi lengkap/penggunaan gigi palsu. Pada usia 6 bulan gigi berjumlah 2 buah (dirahang bawah). lesi. langit2 utuh dan tidak ada tanda infeksi. tekstur . Pada anak-anak gigi sudah mulai tumbuh pada usia enam bulan. usia 7-8 bulan berjumlah 7 buah(2 dirahang atas dan 4 dirahang bawah) . Akhirnya pada usia enam tahun hingga empat belas tahun. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. usia 16-19 bulan berjumlah 16 buah (8 dirahang atas dan 8 dirahang bawah). tidak ada tanda-tanda gigi berlobang atau kerusakan gigi. tidak ada perdarahan atau radang gusi. lidah simetris. usia 12-15 bulan gigi berjumlah 12 buah (6 dirahang atas dan 6 dirahang bawah). • Normal: gigi lengkap. dan keadaan langit2. usia 9-11 bulan berjumlah 8 buah(4 dirahang atas dan 4 dirahang bawah). yang terdiri dari 16 buah di rahang atas dan 16 buah di rahang bawah. kesimetrisan.

• Inspeksi dan palpasi kelenjer tiroid (nodus/difus. tidak ada pembesaran kel. konsistensi. pembesaran). dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut.gondok.c) Memeriksa system limfatik Persiapan Alat Stetoskop Prosedur Pelaksanaan • Inspeksi leher: warna integritas. Normal: warna sama dengan kulit lain. 8 Pemeriksaan dada( dada dan punggung) Posisi klien: berdiri. tidak ada pembesaran kelenjer gondok. gerakan/perlengketan pada kulit). tidak ada nyeri. duduk dan berbaring Cara/prosedur: A) System pernafasan Tujuan : . integritas kulit baik. • Inspeksi dan auskultasi arteri karotis: lokasi pulsasi Normal: arteri karotis terdengar. Setelah diadakan pemeriksaan leher evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. konsistensi.batas. kelenjer limfe (letak.limfe. bentuk simetris. tidak ada nyeri. bentuk simetris. • Auskultasi : bising pembuluh darah. kelenjer parotis (letak. terlihat/ teraba) Normal: tidak teraba pembesaran kel. nyeri. nyeri. pembesaran.

ekspansi simetris. irama. ekspansi. • Normal: simetris. tidak ada pembengkakan/penonjolan/edema • Palpasi: Simetris. pergerakan dada. tidak ikterik/sianosis. taktil vremitus cendrung sebelah kanan lebih teraba jelas. kesimetrisas. Mengetahui adanya nyeri tekan. instruksikan pasien untuk mengucapkan angka “tujuh-tujuh” atau “enam-enam” sambil melakukan perabaan dengan kedua telapak tangan pada punggung pasien. lesi. keadaan kulit. kedalaman. pembengkakan/ penonjolan. bentuk dan postur normal. (perawat berdiri dibelakang pasien. sifat. tidak ada nyeri tekan/massa/tanda-tanda peradangan. warna kulit.a) dada b) c) Mengetahui bentuk. massa dan lesi. jika bagian padat lebih daripada bagian udara=pekak (“bleg bleg bleg”). masa. gerakan nafas (frekuensi. • Perkusi: paru. eksrusi diafragma (konsistensi dan bandingkan satu sisi dengan satu sisi lain pada tinggi yang sama dengan pola berjenjang sisi ke sisi) Normal: resonan (“dug dug dug”). irama pernafasan. jika bagian udara lebih besar dari bagian . traktil premitus Persiapan alat a) b) c) Stetoskop Penggaris centimeter Pensil penada Prosedur pelaksanaan • Inspeksi : kesimetrisan. edema. peradangan. warna kulit sama dengan warna kulit lain. bentuk/postur dada.) Normal: integritas kulit baik. dan upaya pernafasan/penggunaan otot-otot bantu pernafasan). tidak ada tanda-tanda distress pernapasan. nyeri. tractile fremitus. dan dinding Mengetahui frekuensi.

tracheal. B) System kardiovaskuler Tujuan a) b) c) d) Mengetahui ketifdak normalan denyut jantung Mengetahui ukuran dan bentuk jantug secara kasar Mengetahui bunyi jantung normal dan abnormal Mendeteksi gangguan kardiovaskuler Persiapan alat a) b) Stetoskop Senter kecil Prosedur pelaksanaan • • Inspeksi : Muka bibir.padat=hiperesonan (“deng deng deng”). arteri karotis Palpasi: denyutan Normal untuk inspeksi dan palpasi: denyutan aorta teraba. paru. bronchus. (dengarkan dengan menggunakan stetoskop di lapang paru kika. • Auskultasi: suara nafas. bronchovesikuler. brochial. di atas manubrium dan di atas trachea) Normal: bunyi napas vesikuler. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. konjungtiva. trachea. batas jantung=bunyi rensonan---hilang>>redup. di RIC 1 dan 2. vena jugularis. Setelah diadakan pemeriksaan dada evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. .

dan batas jantung (lakukan dari arah samping ke tengah dada. dan dari atas ke bawah sampai bunyi redup) Normal: batas jantung: tidak lebih dari 4. pada RIC 4. (gunakan bagian diafragma dan bell dari stetoskop untuk mendengarkan bunyi jantung.10 cm ke arah kiri dari garis mid sterna. • Auskultasi: bunyi jantung. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. putting. • Normal: terdengar bunyi jantung I/S1 (lub) dan bunyi jantung II/S2 (dub). konsistensi.5.7. arteri karotis. • Setelah diadakan pemeriksaan dadadan aksila evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. Setelah diadakan pemeriksaan system kardiovaskuler evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. 9 Dada dan aksila Tujuan a) b) Mengetahui adanya masa atau ketidak teraturan dalam jaringan payudara Mendeteksi awal adanya kanker payudara Persiapan alat a) Sarung tangan sekali pakai (jika diperlukan) Prosedur pelaksanaan • • Inspeksi payudara: Integritas kulit Palpasi payudara: Bentuk.dan 8. bentuk. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. aerola.• Perkusi: ukuran. . dan penyebaran vena Inspeksi dan palpasi aksila: nyeri. tidak ada bunyi jantung tambahan (S3 atau S4). perbesaran nodus limfe. ukuran. simetris.

. scar. dan gerakan dinding perut. distensi. illiaka (bagian bell). distensi.renalis. pelebaran vena. tidak ikterik tidak terdapat ostomy. • Auskultasi : suara peristaltik (bising usus) di semua kuadran (bagian diafragma dari stetoskop) dan suara pembuluh darah dan friction rub :aorta. contour. tonjolan.10 Pemeriksaan Abdomen (Perut) Posisi klien: Berbaring Tujuan a) b) c) Mengetahui betuk dan gerakan-gerakan perut Mendengarkan suara peristaltic usus Meneliti tempat nyeri tekan. kelainan umbilicus. organ-organ dalam rongga perut benjolan dalam perut. Normal: simetris kika. warna dengan warna kulit lain. warna kulit. Persiapan a) b) c) d) e) f) Posisi klien: Berbaring Stetoskop Penggaris kecil Pensil gambar Bntal kecil Pita pengukur Prosedur pelaksanaan • Inspeksi : kuadran dan simetris. ostomy. a. kelainan umbilicus. lesi. tonjolan. pelebaran vena. a.

terdengar denyutan arteri renalis. • 11 Pemeriksaan ekstermitas atas (bahu.dengan cara perawat menghangatkan tangan terlebih dahulu • • Normal: tidak teraba penonjolan tidak ada nyeri tekan. bila hepar dan limfa membesar=redup dan apabila banyak cairan = hipertimpani Palpasi semua kuadran (hepar. nyeri irregular. duduk . • Perkusi semua kuadran : mulai dari kuadran kanan atas bergerak searah jarum jam. siku. Meteran Posisi klien: Berdiri.Normal: suara peristaltic terdengar setiap 5-20x/dtk. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. Mengetahui adanya mobilitas. tangan) Tujuan : 1. arteri iliaka dan aorta. tulang dan persendian 2. Alat : 1. lokasi. tidak ada massa dan penumpukan cairan Setelah diadakan pemeriksaan abdomen evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. dan nyeri. perhatikan jika klien merasa nyeri dan bagaiman kualitas bunyinya. ginjal kiri dan kanan): massa. karakteristik organ. kekuatan atau adanya gangguan pada bagianbagian tertentu. adanya asistes. limfa. • • • • Perkusi hepar: Batas Perkusi Limfa: ukuran dan batas Perkusi ginjal: nyeri Normal: timpani. Memperoleh data dasar tetang otot.

kekuatan dan tonus otot Normal: simetris kika. kekuatan otot penuh. ROM aktif. a. Normal: reflex patella dan archiles positif • Setelah diadakan pemeriksaan ekstermitas bawah evaluasi hasil yang di dapat dengan membandingkan dengan keadaan normal. kekuatan otot penuh • Palpasi : a. Normal: reflek bisep dan trisep positif Setelah diadakan pemeriksaan ekstermitas atas evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. lutut. integritas kulit baik. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. 12 Pemeriksaan ekstermitas bawah (panggul. posisi dan letak. poplitea. pergelangan kaki dan telapak kaki) • Inspeksi struktur muskuloskletal : simetris dan pergerakan. integritas kulit baik. ROM. Integritas ROM. Palapasi: denyutan a. radialis .brachialis dan a. ROM aktif.• Inspeksi struktur muskuloskletal : simetris dan pergerakan. a. dorsalis pedis: denyutan Normal: teraba jelas • Tes reflex :tendon patella dan archilles. bisep. integritas kulit. Normal: simetris kika. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. dan brachioradialis. . • • Normal: teraba jelas Tes reflex :tendon trisep. kekuatan dan tonus otot. femoralis.

2. edema. 3. pengeluaran cairan atau darah. luka atau iritasi. Menentukan adanya masa atau bentuk tidak teratur dari dinding rektal 3. rectum) Posisi Klien : Pria berdiri dan wanita litotomy Tujuan: 1. Alat : 1. Mengetahui kondisi anus dan rectum 2. tumor/ benjolan. Sarung tangan sekali pakai 2. Sarung tangan Pemeriksaan rectum Tujuan : 1. Mengetahui adanya abnormalitas pada genetalia. Penetangan untuk pemeriksaan Prosedur Pelaksanaan 1. Zat pelumas 3. Memeriksa kangker rectal dll Alat : 1. anus. Lampu yang dapat diatur pencahayaannya 2. Melakukan perawatan genetalia 4. Melihat dan mengetahui organ-organ yang termasuk dalam genetalia. infeksi. Mengetahui intregritas spingter anal eksternal 4.13 Pemeriksaan genitalia (alat genital. misalnya varises. Wanita: . Mengetahui kemajuan proses persalinan pada ibu hamil atau persalinan.

tidak ada pengeluaran pus atau darah • Inspeksi dan palpassi skrotum: integritas kulit. integritas kulit baik. contour simetris. fistula ani pengeluaran dan perdarahan. . pengeluaran Palpasi vagina. Normal: bersih. konsistensi dan.• • Inspeksi genitalia eksternal: mukosa kulit. • Normal: tidak ada nyeri. massa. turunan testes dan mobilitas. fistula ani. massa dan pengeluaran Normal: integritas kulit baik. uterus dan ovarium: letak ukuran. massa Pemeriksaan anus dan rectum: feses. nyeri. haemoroid. 2. • • Pria: Inspeksi dan palpasi penis: Integritas kulit. edema. ukuran dan bentuk. massa. integritas kulit. tidak ada masa atau pembengkakan. • Setelah diadakan pemeriksaan dadadan genitalia wanita evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. mukosa lembab. • Normal: tidak ada nyeri . tidak terdapat edema / hemoroid/ polip/ tanda-tanda infeksi dan pendarahan. nyeri. semetris tidak ada edema dan tanda-tanda infeksi (pengeluaran pus /bau) • • • Inspeksi vagina dan servik : integritas kulit. massa edema. nyeri dan tonjolan • Pemeriksaan anus dan rectum : feses. pengeluaran. pengeluaran dan perdarahan. hemoroid. massa. • Setelah diadakan pemeriksaan di adakan pemeriksaan genitalia evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. tidak terdapat edema / hemoroid/ polip/ tanda-tanda infeksi dan pendarahan. edema.

inspeksi. yaitu diagnose keperawatan dan pernyataan tentang kemajuan atau kemunduran klien 4. Data (riwayat) Subjektif. Perawat meninjau semua hasil sebelum membantu klien berpakaian. 3. yaitu apa yang dilaporkan klien 2.6. yang hamper sama dengan langkah-langkah proses keperawatan. untuk berjaga-jaga seandainya perlu memeriksa kembali informasi atau mendapatkan data tambahan. dan objektif melalui pengkajian fisik. Keterampilan pengkajian fisik meningkatkan evaluasi tindakan keperawatan melalui pemantauan hasil asuhan fisiologis dan perilaku.7. Dokumentasi Perawat dapat memilih untuk mencatat hasil dari pengkajian fisik pada pemeriksaan atau pada akhir pemeriksaan. yaitu rencana perawatan klien . Evaluasi Perawat bertanggung jawab untuk asuhan keperawatan yang mereka berikan dengan mengevaluasi hasil intervensi keperawatan. Format SOAPIE. Data di dokumentasikan berdasarkan format SOAPIE. Keterampilan pengkajian fisik yang sama di gunakan untuk mengkaji kondisi dapat di gunakan sebagai tindakan evaluasi setelah asuhan diberikan. Plan (Perencanaan). Perawat tidak bergantung sepenuhnya pada intuisi ketika pengkajian fisik dapat digunakan untuk mengevaluasi keefektifan asuhan. Temuan dari pengkajian fisik dimasukkan ke dalam rencana asuhan. Data (fisik) Objektif. yaitu apa yang di observasi. Sebagian besar institusi memiliki format khusus yang mempermudah pencatatan data pemeriksaan.2. Pengukuran tersebut menentukan tercapainya atau tidak hasil asuhan yang di harapkan. 2. Assessment (pengkajian) . terdiri dari: 1. perkusi dan auskultasi oleh perawat. terperinci. palpasi. Perawat membuat pengukuran yang akurat.

Evaluation (evaluasi). yaitu intervensi keperawatan dilakukan berdasarkan rencana 6.5. Implementation (pelaksanaan). yaitu tinjauan hasil rencana yang sudah di implementasikan. .

menentukan masalah dan merencanakan tindakan keperawatan yang tepat bagi klien. memilih intervensi yang tepat untuk proses keperawatan. baik untuk untuk menegakkan diagnosa keperawatan . Pemeriksaan fisik menjadi sangat penting karena sangat bermanfaat. tertama pada klien yang baru masuk ke tempat pelayanan kesehatan untuk di rawat. Kesimpulan Pemeriksaan fisik dalah pemeriksaan tubuh klien secara keseluruhan atau hanya bagian tertentu yang dianggap perlu. 3. . memastikan/membuktikan hasil anamnesa. Jadi pemeriksaan fisik ini sangat penting dan harus di lakukan pada kondisi tersebut. untuk memperoleh data yang sistematif dan komprehensif. sewaktu-waktu sesuai kebutuhan klien. sistematis. baik klien dalam keadaan sadar maupun tidak sadar.2.1. secara rutin pada klien yang sedang di rawat.BAB III PENUTUP 3. dan dilakukan dengan prosedur yang benar. maka perawat harus memahami ilmu pemeriksaan fisik dengan sempurna dan pemeriksaan fisik ini harus dilakukan secara berurutan. maupun untuk mengevaluasi hasil dari asuhan keperawatan. Pemeriksaan fisik Mutlak dilakukan pada setiap klien. Saran Agar pemeriksaan fisik dapat dilakukan dengan baik.

Diagnosis Fisik. Jakarta. Pemeriksaan Fisik. Barbara. 1998. 1995. 2008. Jakarta.DAFTAR PUSTAKA • Admit. Lynn S.com/tag/pemeriksaanfisik/( online) diakses 17 September 2010. Buku Saku Pemeriksaan Fisik dan Riwayat Kesehatan Bates. EGC • • Burnside. • Bates. Pemeriksaan Fisik dan Riwayat Kesehatan. EGC . EGC Bickley. John W. Jakarta. http://nursingbegin.

2.2005.Diakases tanggal 18 September 2010 • Dealey. Pergerakan dasar yang digunakan dalam Body Mekanik . bergerak. 2006. line gravity dan base of support. 2005).Pemeriksaan Fisik system Kardiovaskuler. • Kusyanti.dkk. Keterampilan dan Prosedur Laboratorium. Prinsip body mekanik 1. Eni. membungkuk.Balckwell Publishing.• Candrawati. dan melakukan aktivitas sehari-hari ( Potter & Perry. Gravity 2. Jakarta: EGC. B. The Care Of Wound A Guides For Nurses. Weight (berat) D. Balance / Keseimbangan Keseimbangan tergantung pada interaksi antara pusat gravity. Carol. Susiana. Body Mekanik meliputi 3 elemen dasar yaitu : 1. Balance (Keseimbangan) 3.Navarra. postur dan kesejajaran tubuh selama mengangkat. C. 3. Pengertian Mekanika Tubuh adalah suatu usaha mengkoordinasikan sistem muskuloskeletal dan sistem syaraf dalam mempertahankan keseimbangan. Body Alignment (Postur Tubuh) Susunan geometrik bagian-bagian tubuh dalam hubungannya dengan bagian tubuh yang lain. Koordinated body movement (Gerakan tubuh yang terkoordinir) Dimana body mekanik berinteraksi dalam fungsi muskuloskeletal dan sistem syaraf. Body Mechanics / Mekanika Tubuh Mekanika Tubuh A.

fungsi tempat sumsum tulang dalam membentuk sel darah. lutut dan pergelangan kaki ditekuk dan lalu lakukan penarikan. Otot dan tendo Tubuh memiliki mempunyai kemampuan berkontraksi yang memungkinkan tubuh bergerak sesuai keinginan. Sistem tubuh yang berperan dalam kebutuhan aktivitas: 1. Pengetahuan F. Pemenuhan kebutuhan tubuh akan nutrisi sangat penting karena mempengaruhi produksi energi yang digunakan untuk mobilisasi. 4. 3. posisi kaki dan tubuh sewaktu menarik (seperti condong ke depan dari panggul). Ligamen Ligamen merupakan bagian yang menghubungkan tulang dengan tulang. Faktor-faktor yang mempengaruhi body mekanik : 1. 2. Tulang Tulang merupakan organ yang mempunyai berbagai fungsi.3. Ligamen pada lutut merupakan penjaga stabilitas. Walking / berjalan Kestabilan berjalan. yaitu suatu jaringan ikat yang melekat sangat kuat pada tempat insersinya tulang. serta dihubungkan dengan tulang melalui tendon. Status kesehatan 2. Pulling / menarik Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menarik benda. Sistem syaraf . diantaranya ketinggian. fungsi sebagai tempat menyimpan mineral kususnya kalsium dan fosfor yang bisa dilepaskan setiap saat sesuai kebutuhan. Emosi 6. Gaya hidup 8. sodorkan telapak tangan dan lengan atas dibawah pusat gravitasi pasien. dan fungsi pelindung organ-organ dalam. Otot memiliki origo dan insersinya tulang. lengan atas dan siku diletakkan pada permukaan tempat tidur. fungsi mekanis untuk membentuk rangka dan tempat melekatnya berbagai otot. Kondisi kesehatan seseorang akan berpengaruh terhadap keseimbangan tubuh sehingga aktivitasnya menjadi terganggu. Pivoting / berputar Pivoting adalah suatu tehnik dimana tubuh dibungkukkan dlm rangka menghindari terjadinya resiko keseleo tulang E. sangat berhubungan dg ukuran base of support 2. Nutrisi 4. Situasi dan kebiasaan 7. Squating / jongkok Squating mempertinggi atau meningkatkan keseimbangan tubuh. 3. letak benda.1. 5. ketika seseorang mengangkat obyek yg terletak dibawah pusat grativitas tubuh. 4. pinggul.

3.Syaraf terdiri dari syaraf pusat (otak dan medula spinalis) dan syaraf tepi (percabangan dari syaraf pusat). Mengangkat pasien ke atas tempat tidur (48%) Membantu pasien turun dari tempat tidur (30%) Memindahkan bed (27%) Mengangkat pasien keatas brankat(22%) A. 1. Mengatur berbagai posisi klien 1) Posisi fowler . Sendi Sendi merupakan tempat dua atau lebih tulang bertemu.Tujuan:Mengurangi risiko cedera muskuloskeletal pada semua orang yang terlibat. Cidera belakang Harber (1985). Membantu pasien duduk Pengertian:Suatu tindakan keperawatan yang dilakukan pada klien yang imobilisasi atau klien lemah untuk memberikan bantuan duduk ditempat tidur. 4. Macam-macam bodi mekanik Body alignment a. Konsekuensi body mekanik yang buruk 1. G. sedangkan kerusakan saraf tepi menyebabkan terganggunya daerah yang diinervasi dan kerusakan pada saraf radial akan menyebabkan drop hand atau gangguan sensorik di daerah radial tangan. Jatuh 2. memberikan daftar penyebab cidera belakang yang paling sering terjadi pada perawat yang bekerja di rumah sakit yaitu : 1. Kerusakan pada syaraf pusat seperti kerusakan tulang belakang akan menyebabkan kelemahan umum.c.b. Bagian somatis memiliki fungsi sensorik dan motorik. Membantu pasien berdiri Pengertian:Suatu tindakan keperawatan yang dilakukan pada klien yang imobilisasi atau klien lemah untuk memberikan bantuan berdiri. 2. 5.

.90°. Fowler : 45 – 90o dan Semi fowler : 15 – 45o 2) Posisi dorsal recumbent Adalah dimana posisi kepala dan bahu pasien sedikit mengalami elevasi diatas bantal. Tujuannya untuk mempertahankan kenyamanan dan memfasilitasi fungsi kenyamanan pasien. dimana bagian kepala tempat tidur lebih tinggi atau dinaikkan setinggi 15°. Mengatasi kesulitan pernafasan & KV pernafasan pasien. kedua lengan berada di samping sisi tubuh. Melakukan aktivitas ttu. pasang cateter. serta pada proses persalinan 3) Posisi Trendelenburg Adalah posisi pasien berbaring di TT dg bagian kepala lebih rendah daripada bagian kaki Tujuan : Melancarkan peredaran darah ke otak 4) Posisi antitrendelenberg Adalah posisi pasien berbaring di TT dengan kaki lebih tinggi dari kepala. Tujuannya untuk memeriksa daerah genetalia.Posisi fowler adalah posisi setengah duduk atau duduk. Tujuan : tindakan menurunkan tekanan intrakranial pada pasien trauma kapitis. posisi kaki fleksi dengan telapak kaki datar diatas tempat tidur.

Baik untuk posisi tidur & istirahat.5) Posisi pronasi/ tengkurap Adalah dimana posisi pasien berbaring diatas abdomen dengan kepala menoleh kesalah satu sisi. Ini biasanya disebut berbaring telentang. sekitar tiga inci di bawah kepala tempat tidur. datar dengan kepala dan bahu sedikit elevasi dengan menggunakan bantal. Posisi pasien harus di tengah-tengah tempat tidur. Membantu menghilangkan tekanan pada sakrum 7) Posisi supine/ terlentang. Membantu drainase dari mulut. 6) Posisi lateral (side lying) Yaitu seorang tidur diatas salah satu sisi tubuh. Tujuan posisi ini : Mengurangi lordosis & meningkatkan kelurusan punggung . . Kedua lengan fleksi disamping kepala. Posisi ini memiliki beberapa tujuan diantaranya : • • • Memberikan ekstensi penuh pada persendian pinggul dan lutut. dengan membentuk fleksi pada pinggul dan lutut bagian atas dan meletakkannya lebih depan dari bagian tubuh yang lain dengan kepala menoleh kesamping. Mencegah terjadinya fleksi kontraktur dari pinggul dan sendi.

Mengatasi masalah yg timbul akibat pemberian posisi pronasi yg tidak tepat. Tujuan posisi ini : • • • • • untuk memberikan kenyamanan dan memberikan obat per anus (supositoria). Memfasilitasi drainase dari mulut pada klien tidak sadar Mengurangi penekanan pada sakrum & trokanter mayor pada klien paralisis Memudahkan pemeriksaan perineal Untuk tindakan pemberian enema 9) Posisi Genu pectoral/knee chest position posisi pasien berbaring dengan kedua kaki ditekuk dan dada menempel pada bagian alas TT Tujuan : memeriksa daerah rectum & sigmoid 10) Posisi Litotomi . 8) Posisi Sim’s Adalah posisi dimana tubuh miring kekiri atau kekanan.Tujuan : Klien pasca operasi dengan anestesi spinal.

Memindahkan klien dari tempat tidur ke kursi Pengertian : Memindahkan klien yang tirah baring ke kursi 2). Klien duduk di TT atau tepi TT dg meja yang menyilang diatas TT (90o) Tujuan : membantu mengatasi masalah kesulitan bernafas dg ekspansi dada maksimum. membantu klien yg mengalami inhalasi 2. Memindahkan klien dari tempat tidur (TT) ke kursi roda Pengertian : Memindahkan klien dari tempat tidur ke kursi roda 2. Mencapai kestabilan klien dalam berjalan. Membantu klien berjalan Tujuan: Memulihkan kembali toleransi aktivitas. Manfaat : Klien mampu berjalan dengan menggunakan alat bantu dan meningkatnya kemampuan mobilisasi klien. memasang alat kontrasepsi 11) Posisi Orthopneik posisi adaptasi dari fowler tinggi. 1) 2) 3). Memindahkan klien dari tempat tidur (TT) ke brankard (TT) dan sebaliknya Memindahkan klien dari TT ke brankard/ TT dan sebaliknya dengan cara diangkat. Memindahkan klien dari TT ke brankar/ TT dan sebaliknya dengan easy move Memindahkan klien dari TT ke brankard dan sebaliknya dengan Scoop Stretcher 3. 1. Ambulasi Memindahkan klien dari tempat tidur (TT) ke kursi/ kursi roda 1).posisi pasien berbaring terlentang dengan mengangkat kedua kaki dan menariknya keatas bagian perut Tujuan : Merawat atau memeriksa genetalia pada proses persalinan. . Mencegah terjadinya kontraktur sendi dan flaksid otot 4. Membantu klien dengan alat bantu jalan (Kruk) Tujuan : Membantu melatih kemampuan gerak klien. melatih dan meningkatkan mobilisasi.

d terputusnya kontinuitas jaringan tulang Definisi: perasaan sensori dan emosional yang tidak menyenangkan yang muncul akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau digambarkan dalam hal kerusakan sedemikian . kemudian tubuh ditopang dengan kasur yang cukup dan vertebra harus lurus dengan alas yang ada .duduk maupun berbaring. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengkaji antara lain : Posisi berdiri Lakukan inspeksi melalui sudut pandang secara : Anterior. Cara berjalan Dikaji untuk mengetahui mobilitas dan kemungkinan resiko cedera akibat dari terjatuh. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan gangguan neurovasculer 3. kecuali pada orang tua mungkin 40 X per menit. Posisi duduk Pada saat keadaan ini normalnya kepala dan dada akan akan memiliki keadaan yang sama pada saat posisi berdiri yaitu kepala pasien harus tegak lurus dengan leher dan verterba kolumna telapak kaki lurus berpijak pada lantai. apabila dijumpai kelainan pada pasien. apabila posisi tidak sesuai dengan posisi berdiri yang benar maka dapat diidentifikasikan bahwa ada gangguan pada otot dan tulang pasien. maka terdapat penurunan sensasi atau gangguan sirkulasi serta adanya kelemahan. Diagnosa Keperawatan 1. 3) Langkah lembut. punggung tegak. Perencanaan Keperawatan Nyeri akut b. terkoordinasi dan ritmik 4) Mudah untuk memulai dan mengakhiri berjalan 5) Jumlah langkah per menit (pace) 70-100 X per menit. pasien diminta berjalan sepanjang 10 langkah kemudian perawat memperhatikan hal-hal berikut ini : 1) Kepala tegak. Resiko cedera berhubungan dengan gangguan keseimbangan yang disertai kelemahan otot 4. Pasien dalam posisi berdiri dengan kepala tegak dan mata lurus kedepan serta bahu dan pinggul harus lurus dan sejajar.Asuhan Keperawatan pada klien dengan gangguan bodi mekanik Pengkajian Untuk melakukan pengkajian body mekanik dan alignment lakukan inspeksi terhadap pada pasien pada saat berdiri. Nyeri akut berhubungan dengan terputusnya kontinuitas jaringan tulang 2. Pasien yang dalam keadaan abnormal akan mengalami kelemahan otot atau pralis otot serta adanya sensasi (kerusakan saraf) Posisi berbaring Letakan pasien pada posisi lateral semua bantal dan penyokong posisi dipindahkan dari tempat tidur. 2) Tumit menyentuh tanah terlebih dahulu sebelum jari-jari kaki. pandangan lurus kedepan.Lateral dan posterior.

R. 7) Jelaskan prosedur yang dapat meningkatkan nyeri dan mengurangi nyeri 8) Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian: analgetik sesuai indikasi Gangguan mobilitas fisik b.d gangguan neuromuskuler. Intervensi: 1) Pastikan keterbatasan gerak sendi yang dialami. keteraturan. 2) Motivasi klien untuk mempertahankan pergerakan sendi. 8) Jelaskan manfaat ROM aktif dan pasif 9) Kolaborasi dengan fisioterapi Pelaksanaan (cheklist terlampir) Bodi alignment • • • Membantu klien dengan masalah berdiri dan duduk Mengatur berbagai posisi klien Papan sandaran . 3) pastikan klien bebas dari nyeri sebelum diberikan latihan. awitan yang tiba-tiba atau lambat dari intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi berlangsung < 6 bulan. S. 4) Ajarkan ROM exercise aktif dan pasif. 6) Atur posisi setiap 2 jam atau sesuai toleransi. latih ROM pasif dan aktif 5) Anjurkan dan Bantu klien duduk di tempat tidur sesuai toleransi. T) 2) Eksplor faktor-faktor penyebab nyeri 3) Kaji pengalaman klien masa lalu dalam mengatasi nyeri. 4) Pantau tanda-tanda vital. 6) Ajarkan teknik non farmakologik (relaksasi. 7) Fasilitasi penggunaan alat Bantu. jadual. 2) Klien dapat mendeskripsikan bagaimana mengontrol nyeri 3) Klien mengatakan kebutuhan istirahat dapat terpenuhi 4) Klien dapat menerapkan metode non farmakologik untuk mengontrol nyeri Intervensi: 1) Identifikasi nyeri yang dirasakan klien (P.rupa. fantasi. 5) Berikan tindakan kenyamanan. Q. 4) Klien bisa melakukan aktivitas. dll) untuk menurunkan nyeri. Definisi: keterbatasan pada pergerakan fisik tubuh atau satu atau lebih ekstrimitas secara mandiri dan terarah Tujuan: 1) Aktivitas fisik meningkat 2) ROM normal 3) Melaporkan perasaan peningkatan kekuatan dalam bergerak. Tujuan: 1) Klien mengatakan nyeri yang dirasakan berkurang.

penyakit tulang atau ricket tuberkolosis spinal. Tortikolis Diskripsi: mencondongkan kepala ke sisi yang sakit. b. dimana otot sternokleidomastoideus berkontraksi. pemanasan.Ambulasi • • • Memindahkan klien dari tempat tidur ke (TT) ke kursi/ kursi roda/ brankar dan sebaliknya Membantu klien berjalan Membantu klien dengan alat bantu jalan Evaluasi Evaluasi yang diharapkan dari hasil tindakan keperawatan untuk mengatasi gangguan postur tubuh adalah tidak terjadi perubahan atau kesalahan dalam postur tubuh dan pasien mampu melaksanakan aktifitas dengan mudah serta tidak merasakan kelemahan. spt kesejajaran tubuh keseimbangan dan penampilan. penggabungan spinal (berdasarkan penyebab dan tingkat keparahan). tidur tanpa bantal. Kifosis Diskripsi : peningkatan kelengkungan pada kurva spinal torakal. Macam2 abnormal: a. Penatalaksanaan: sama dengan metode yang digunakan untuk kifosis dan lordosis berdasarkan penyebab. Kifolordosis Diskripsi: kombinasi dari kifosis dan lordosis. Penyebab: kondisi congenital. atau imobilisasi berdasarkan penyebab dan tingkat keparahan. topangan. Penyebab: kondisi congenital. . c. Penyebab : kondisi congenital. Penatalaksanaan: operasi. Penatalaksanaan: latihan peregangan spinal. memakai jaket. Kelainan postur yg didpat atau congenital mempengaruhi efisiensi system moskuloskeletal. menggunakan papan tempat tidur.

Penyebab: kondisi congenital. poliomyelitis. kehamilan. Kifoskoliosis Diskripsi: tidak normalnya kurva spinal anteroposteriol dan lateral. Penatalaksanaan: knee braces. Knock-knee (genu varum) diskripsi: kurva kaki yang masuk ke dalam sehingga lutut rapat jika seseorang berjalan.wordpress. Penyebab: kondisi congenital. Diskripsi: kurva anterior pada spinal lumbal yang melengkung berlebihan. f. e. Penatalaksanaan: mempertahankan abduksi paha yang terus menerus sehingga kaput vemur menekan ke bagian tengah assetatbulum. dan kadang-kadang kontraktur adduksi (kaput vemur tidak bersambung dengan assetatbulum karena abnormal kedangkalan assetatbulum). operasi jika tidak dapat diperbaiki oleh pertumbuhan. Penatalaksanaan: latihan peregangan spinal berdasarkan penyebab. g. http://beequinn. Penatalaksanaan: immobilisasi dan operasi (berdasarkan penyebab dan tingkat keparahan). Penyebab: kondisi congenital. kor pulmonal. Dysplasia Pnggung Kongenital Diskripsi: ketidakstabilan pinggul dengan keterbatasan abduksi pinggul. tinggi pinggul dan bahu tidak sama. Lordosis adalah kelainan pada tulang belakang dimana hyperekstensi dari tulang lumbal. gips. beban abduksi. Penyebab: kondisi congenital. paralisis spastic. poliomyelitis.d. panjang kaki tidak sama Penatalaksanaan: immobilisasi dan operasi (berdasarkan penyebab dan tingkat keparahan). kondisi temporer missal. Penyebab: kondisi congenital (biasanya dengan kelahiran sungsang). pembedahan. penyakit tulang atau ricket. h.com/nursing/kebutuhan-dasar-manusia-i-kdm-i/bodymechanics-mekanika-tubuh/ . Skoliosis Diskripsi: kurvatura spinal lateral.

2. Ada 3 langkah dalam proses oksigenasi yaitu ventilasi. SISTEM PERNAFASAN Sistem pernafasan terdiri dari organ pertukaran gas yaitu paru-paru dan sebuah pompa ventilasi yang terdiri atas dinding dada. Otot pernapasan inspirasi utama adalah diagfragma. PENGERTIAN Oksigen (O2) adalah satu komponen gas dan unsur vital dalam proses metabolisme untuk mempertahankan kelangsungan hidup seluruh sel-sel tubuh. isi abdomen. Oksigenasi adalah peristiwa menghirup udara dari luar yang mengandung Oksigen (O2) kedalam tubuh serta menghembuskan Karbondioksida (CO2) sebagai hasil sisa oksidasi.OKSIGENASI 1. Penyampaian oksigen ke jaringan tubuh ditentukan oleh sistem respirasi (pernafasan). diagfragma. yang keluarnya dari medulla spinalis pada vertebra servikal keempat. Pada keadaan istirahat frekuensi pernafasan 12-15 kali per menit. jumlahnya sekitar 500 ml. 1). perfusi paru dan difusi. dinding abdomen dan pusat pernafasan di otak. Udara yang masuk dan keluar terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara antara intrapleura dengan tekanan atmosfer. Ventilasi Ventilasi adalah proses keluar masuknya udara dari dan paru-paru. otot-otot pernafasan. Ventilasi membutuhkan koordinasi otot paru dan thoraks yang elastis serta persyarafan yang utuh. kardiovaskuler dan hematology. dimana pada inspirasi .Diafragma dipersyarafi oleh saraf frenik.

Adekuatnya pengembangan dan pengempisan paru-paru 4. Difusi Oksigen terus-menerus berdifusi dari udara dalam alveoli ke dalam aliran darah dan karbon dioksida (CO2) terus berdifusi dari darah ke dalam alveoli.Darah ini memperfusi paru bagian respirasi dan ikut serta dalam proses pertukaan oksigen dan karbondioksida di kapiler dan alveolus. Difusi adalah pergerakan molekul dari area dengan konsentrasi tinggi ke area konsentrasi rendah. Perbedaan tekanan pada area membran respirasi akan . 2). eksternal interkosa.tekanan intrapleural lebih negative (725 mmHg) daripada tekanan atmosfer (760 mmHG) sehingga udara masuk ke alveoli. adanya sumbatan atau obstruksi jalan napas akan menghalangi masuk dan keluarnya udara dari dan ke paru-paru. Kebersihan jalan nafas. otot abdominal. Kepatenan Ventilasi terganutung pada faktor : 1. 3). Adekuatnya sistem saraf pusat dan pusat pernafasan 3. Sirkulasi paru merupakan 8-9% dari curah jantung. Kemampuan otot-otot pernafasan seperti diafragma. Sirkulasi paru bersifat fleksibel dan dapat mengakodasi variasi volume darah yang besar sehingga digunakan jika sewaktu-waktu terjadi penurunan voleme atau tekanan darah sistemik. Perfusi Paru Perfusi paru adalah gerakan darah melewati sirkulasi paru untuk dioksigenasi. Difusi udara respirasi terjadi antara alveolus dengan membrane kapiler. internal interkosa. dimana pada sirkulasi paru adalah darah deoksigenasi yang mengalir dalam arteri pulmonaris dari ventrikel kanan jantung. 2.

(Syaifuddin. Paru-paru dibagi menjadi 2 bagian. (Syaifuddin. terdiri dari 3 lobus. Gambar 1. Anatomi paru Paru-paru merupakan sebuah organ yang sebagian terdiri dari gelembung-gelembung udara atau alveoli.mempengaruhi proses difusi. Lobus Pulmo Sinistra dan dekstra. yaitu : 1) Paru-paru kanan. yaitu lobus superior. Berbeda halnya dengan CO2 dengan PCO2 dalam kapiler 45 mmHg sedangkan pada alveoli 40 mmHg maka CO2 akan berdifusi keluar alveoli. 1997) Bronkhus terminalis masuk ke dalam saluran yang agak lain yang disebut Vestibula. dan di sini membrane pelapisnya mulai berubah sifatnya. . lobus media. yaitu lobus superior dan lobus inferior. Misalnya pada tekanan parsial (P) O2 di alveoli sekitar 100 mmHg sedangkan tekanan parsial pada kapiler pulmonal 60 mmHg sehingga oksigen akan berdifusi masuk ke dalam darah. 2) Paru-paru kiri. lapisan epitelium bersilia diganti dengan sel epitelium yang pipih. terdiri dari 2 lobus. dan lobus inferior. 1997).

Dari Vestibula berjalan beberapa Infundibula dan di dalam dindingnya dijumpai kantong-kantong udara itu. Kantong udara atau Alveoli itu terdiri atas satu lapis tunggal sel epitelium pipih, dan di sinilah darah hamper langsung bersentuhan dengan udara hingga suatu jaringan pembuluh darah kapiler mengitari Alveoli dan pertukaran gas pun terjadi. (Evelyn C. P, 2002).

Gambar 2. Diagram dari akhiran sebuah Bronkhliolus didalam Alveoli. (Pearce. E. C, 2002)

3. SISTEM KARDIOVASKULER

a. Struktur dan letak jantung Jantung terbagi oleh sebuah septum (sekat) menjadi dua belah, yaitu kiri dan kanan. Setiap belahan kemudian dibagi menjadi dua ruang, pada bagian di atas disebut “atrium” dan bagian bawah disebut “ventrikel”. Pada masing-masing belahan terdapat satu atrium dan satu ventrikel. Atrium dan ventrikel dihubungkan oleh lubang yang terdapat katup, pada bagian sebelah kanan disebut katup (valvula) trikuspidalis dan pada bagian sebelah kiri disebut katub mitral atau katub bikuspidalis. (Pearce, 1999) Jantung terbungkus oleh membran yang disebut perikardium. Membran ini terdiri atas dua lapisan dalam dan luar. Lapisan dalam disebut perikardium viseralis (membran serus yang lekat sekali pada jantungnya) dan lapisan luar disebut perikardium parentalis (lapisan yang

membungkus jantung sebagai kantong longgar). Keduanya dipisahkan oleh cairan pelumas yaitu cairan serus yang berfungsi mengurangi gesekan pada gerakan memompa dari jantung itu sendiri. Jantung terdiri dari tiga lapisan, antara lain: epikardium (luar), miokardium (otot), endokardium (lapisan dalam/endotel).

Gambar 1. Struktur jantung dan perjalanan aliran darah melalui kamar jantung, sesuai petunjuk anak panah b. Fisiologi jantung
Jantung berfungsi sebagai pemompa darah dari pembuluh vena ke dalam sirkulasi pulpomal paru-paru vena, vena pulmonalis, atrium kiri, lewat katup mitral, ventrikel kiri, katup aorta, arteri, arteriola, kapiler, venula, vena, vena cava inferior, dan kembali ke atrium kanan yang disebut “sirkulasi sistematik”, sedangkan aliran darah dari atrium kanan masuk lewat katup trikuspidalis, sirkulasi paru-paru yang disebut “sirkulasi pulmonalis”.

Gangguan aliran dalam jantung mengakibatkan oksigenasi tidak adekuat, darah arteri dan vena tercampur yang mengakibatkan perfusi sel-sel berkurang. Gerakan jantung terdiri atas dua jenis, yaitu kontraksi (systole) dan relaksasi (diastole). Kontraksi kedua atrium terjadi serentak disebut systole atrial dan relaksasi atrium disebut diastole atrial, demikian pula untuk kontraksi ventrikel disebut systole ventrikel dan relaksasi ventrikel disebut diastole ventrikel. Kontraksi

ventrikel lamanya 0,3 detik dan relaksasi lamanya 0,5 detik. Kontraksi kedua atrium pendek sedangkan kontraksi ventrikel lebih lama dan kuat. Daya pompa jantung pada organ yang sedang istirahat berdebar sekitar 70 kali/menit dan memompa 70 ml setiap denyutan. Dengan demikian jumlah darah yang dipompa setiap menit sekitar 5 liter. Sewaktu banyak bergerak kecepatan denyut jantung dapat mencapai 150 kali/menit, sehingga daya pompa jantung adalah 20-25 liter/menit. (Evelya C. Pearce, 2002).

Gambar 2. Gambaran skematik aliran darah melalui system kardiovaskuler
4. HEMATOLOGI Oksigen membutuhkan transport dari paru-paru ke jaringan dan karbondioksida dari jaringan ke paru-paru. Sekitar 97% oksigen dalam darah dibawa eritrosit yang telah berikatan dengan hemoglobin (Hb) dan 3% oksigen larut dalam plasma. Setiap sel darah merah mengandung 280 juta molekul Hb dan setiap molekul dari keempat molekul besi dalam hemoglobin berikatan dengan satu molekul oksigen membentuk oksihemoglobin (HbO2). Reaksi pengikatan Hb dengan O2 dipengaruhi oleh suhu, Ph, konsentrasi 2,3 difosfogliserat dalam darah merah. Dengan demikian besarnya Hemoglobin (Hb) dan jumlah eritrosit akan

mempengaruhi transport gas.

Bayi dan toodler : adanya resiko infeksi saluran pernafasan akut 3. Kondisi yang mempengaruhi pergerakan dinding dada seperti pada kehamilan. stress . Faktor Perkembangan 1. Menurunnya konsentrasi O2 yang diinspirasi seperti pada obstruksi saluran napas bagian atas 3. Dewasa muda dan pertenggahan : diet yang tidak sehat. demam. Hipovolemia sehingga tekanan darah menurun mengakibatkan transpor O2 terganggu 4. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUTUHAN OKSIGEN 1. ibu hamil. Bayi prematur : yang disebabkan kurangnya pembentukan surfaktan 2. penyakit kronik seperti TBC paru 2. 5. Menurunnya kapasitas pengikatan O2 seperti anemia 2. kurang aktivitas. Meningkatnya metabolisme seperti adanya infeksi. Faktor Fisiologi 1. musculus skeleton yang abnormal.5. luka dan lain-lain. Anak usia sekolah dan remaja . resiko saluran pernafasan dan merokok 4. obersitas.

gizi yang buruk menjadi anemia sehingga daya ikat oksigen berkurang. Kecemasan : menyebabkan metabolisme meningkat 4. Faktor Prilaku 1. alkohol menyebabkan depesi pusat pernafasan 5. Ketinggian tempat dari permukaan laut . Exercise (olahraga berlebih) : Exercise akan meningkatkan kebutuhan oksigen 3. Merokok : nikotin menyebabkan vasokonstriksi pembuluh darah perifer dan koroner 4. elastisitas menurun. diet yang terlalu tinggi lemak menimbulkan arteriosklerosis. Dewasa tua : adanya proses penuaan yang mengakibatkan kemungkinan arteriosklerosis. ekspansi paru menurun 3. 2. Nutrisi : misalnya pada obesitas mengakibatkan penurunan ekspansi paru.yang mengakibatkan penyakit jantung dan paru-paru 5. Faktor Lingkungan 1. Substance abuse (alkohol dan obat-obatan) : menyebabkan intake nutrisi (Fe) menurun mengakibatkan penurunan hemoglobin. Suhu lingkungan 3. Tempat kerja (polusi) 2.

PERUBAHAN FUNGSI JANTUNG Perubahan-perubahan fungsi jantung yang mempengaruhi kebutuhan oksigenasi adalah sebagai berikut : 1. 6. 4. Hiperventilasi Merupakan upaya tubuh dalam meningkatkan jumlah O2 dalam paru-paru agar pernafasan lebih cepat dan dalam. PERUBAHAN FUNGSI PERNAFASAN 1. Perubahan Cardiac Output (Curah Jantung) Menurunnya cardiac output seperti pada pasien dekom menimbulkan hipoksia Jaringan. Kecemasan .5. obstruksi. Kerusakan fungsi katub seperti pada stenosis. regurgitasi darah yang mengakibatkan vetrikel bekerja lebih keras. Hiperventilasi dapat disebabkan karena : a. Gangguan Konduksi Gangguan konduksi (hantaran) seperti distritmia (takikardia/bradikardia) 2. 3. Myocardial iskhemial infrark mengakibatkan kekurangan pasokan darah dari arteri koroner ke miokardium.

Hipoksia Tidak adekuatnya pemenuhan O2 seluler akibat dari defisiensi O2 yang diinspirasi atau meningkatnya penggunaan O2 pada tingkat seluler. dan kardiak arrest. Tanda-tanda dan gejala pada keadaan hipoventilasi adalah nyeri kepala. Keracunan obat-obatan d. kejang. 2. disorientasi. tinnitus. biasanya terjadi pada keadaan atelektasis (kolaps paru). Hipoksia dapat disebabkan oleh : a.b. Hipoventilasi Hipoventilasi terjadi ketika ventilasi alveolar tidak adekuat untuk memenuhi penggunaan O2 tubuh atau untuk mengeluarkan CO2 dengan cukup. kardiakdistritma. Menurunya hemoglobin . menurunnya konsentrasi. Infeksi / sepsis c. 3. penurunan kesadaran. napas pendek. nyeri dada (chest pain). disorientasi. Kertidakseimbangan asam basa seperti pada asidosis metabolik Tanda-tanda dan gejala hiperventilasi adalah takikardia. ketidakseimbangan elektrolit.

Jakarta : Salemba Mardika 2007 Perry. Dia memiliki keistimewaan karena memiliki konsentrasi molar yang tinggi yang . Volume 1 & 2. Ketidakmampuan jaringan mengikat O2 seperti keracunan sianida d. pernafasan cepat dan dalam. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan. Edisi 2. Menurunnya difusi O2 dari alveoli ke dalam darah seperti pada pneumonia e. Wartonah. Potter. sianosis dan clubbing. Fundamental of nursing Edisi 4. Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta : Salemba Mardika tahun 2006. Hidayat. DAFTAR PUSTAKA Tarwoto. KONSEP DASAR CAIRAN DAN ELEKTROLIT Air merupakan salah satu dari dua pelarut terpenting dalam tubuh.b. kecemasan. Kerusakan / gangguan ventilasi Tanda-tanda hipoksia antara lain : kelelehan. Edisi 3. Jakarta : EGC. Menurunnya perfusi jaringan seperti syok f. Berkurangnya konsentrasi O2 jika berada di puncak gunung c. 1997 KONSEP DASAR CAIRAN DAN ELEKTROLIT BAB I PENDAHULUAN A. nadi meningkat. Aziz Alimul. menurunnya kemampuan konsentrasi.

Distribusi cairan tubuh: otot 50%. Pada sebagian membran fluktuasi air sangat tinggi dan tidak dapat diperhitungkan dengan difusi air yang melintasi barier lemak. Cairan tubuh menempati kompartemen intrasel & ektrasel. Jalur lemak merujuk pada air yang melintasi dua lapisan lemak dari membran sel dengan cara difusi. Komposisi lemak dari berbagai membran sel bervariasi sehingga angka aliran cairan yang melintasi membran sel juga bervariasi. air tidak dapat melintas dengan mudah dan hal ini konsisten dengan harapan kita. Membran sel lemak memisahkan cairan intraseluler dengan cairan ekstraseluler. Dengan kemampuannya yang sangat besar untuk menyesuaikan diri. Semua . Darah 20% organ2 lainnya 10% Cairan Ektrasel. Fakta ini mengarah pada satu hipotesis bahwa membran harus mengandung protein yang menyediakan saluran air yang melewati saluran tersebut air dapat lewat. Kemampuan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan cairan ini dinamakan “homeostasis”. Kebutuhan cairan dan elektrolit adalah suatu proses dinamik karena metabolisme tubuh membutuhkan perubahan yang tetap dalam berespons terhadap stressor fisiologis dan lingkungan. dalam dua lapisan lemak buatan. Hal ini penting karena jalur ini tersedia dalam semua sel dalam tubuh.menyebabkannya dapat menyediakan ion hidrogen yang tidak ada habisnya dalam tubuh. Aliran air melalui saluran ini dapat terjadi sebagai hasil dari difusi atau filtrasi. Saluran air sekarang sudah ditemukan. Bahan yang larut dalam air tidak akan dengan mudah melewati membran lemak kecuali ada mekanisme transportasi khusus. Air dan lemak adalah dua pelarut utama dalam tubuh. Bahkan. tubuh mempertahankan keseimbangan. Keseimbangan cairan adalah esensial bagi kesehatan. Dapat diharapkan bahwa air tidak akan dengan mudah melewati membran sel. air melintasi hampir semua membran dalam tubuh dengan mudah! Molekul air melintasi membran sel dengan 2 jalur yang dapat kita katakan sebagai jalur lemak dan jalur saluran air. BAB II ISI Cairan & elektrolit sangat penting untuk mempertahankan homeostasis tubuh. biasanya dengan proses-proses faal (fisiologis) yang terintegrasi yang mengakibatkan adanya lingkungan sel yang relatif konstan tapi dinamis. Tetapi kebalikannya. kulit 20%.

Cairan limfe termasuk dalam volume interstisial. Pada orang normal dengan berat 70 kg.cairan yg terdapat di luar sel yg terdiri dari ion2 & berbagai bahan nutrisi yg dibutuhkan oleh sel u/ mempertahankan fungsi sel. Relatif terhadap ukuran tubuh. Sebaliknya. bergantung pada umur. Cairan Intraselular (CIS) = 40% dari BB total Adalah cairan yang terkandung di dalam sel. Pada orang dewasaθ kira-kira 2/3 dari cairan tubuh adalah intraselular. Pada bayi baru lahir. persentase ini dapat berubah. atau eritrosit) yang mentranspor oksigen dan bekerja sebagai bufer tubuh yang penting. Sisanya 2-3 L (40%) terdiri dari sel darah merah (SDM. Cairan Ekstraselular (CES) = 20% dari BB total Adalah cairan diluar sel. jenis kelamin dan derajat obesitas ( Guyton & Hall. sel darah putih (SDP. sama dengan kira-kira 8 L pada orang dewasa. Tapi nilai tersebut diatas dapat . sama kira-kira 25 L pada rata-rata pria dewasa (70 kg). 1997) 1. Ini hampir sebanding dengan 15 L dalam rata-rata pria dewasa (70 kg). yaitu : cairan intraselular (CIS) dan cairan ekstra selular (CES). volume (CIT) kira-kira sebesar 2 kali lebih besar pada bayi baru lahir dibanding orang dewasa. 2. Cairan ekstrasel bergerak secara konstan pada seluruh tubuh & ditransport dgn cepat ke dlm sirkulasi melalui dinding kapiler A. Volume relatif dari (CIV) sama pada orang dewasa dan anak-anak. volume relatif dari (CES) menurun sampai kira-kira 1/3 dari volume total. 3 L (60%) dari jumlah tersebut adalah PLASMA. Ukuran relatif dari (CES)menurun denganθ peningkatan usia. Setelah 1 tahun. kira-kir ½ cairan tubuh terkandung didalam (CES). Rata-rata volume darah orang dewasa kira-kira 5-6 L (8% dari BB). atau leukosit). dan trombosit. Lebih jauh (CES) dibagi menjadi : a) Cairan interstisial (CIT) : Cairan disekitar sel. hanya ½ dari cairan tubuh bayi adalah cairan intraselular. KOMPARTEMEN CAIRAN Seluruh cairan tubuh didistribusikan diantara dua kompartemen utama. Total cairan tubuh (TBF) rata-ratanya sekitar 60% berat badan atau sekitar 42 L. b) Cairan intravaskular (CIV) : Cairan yang terkandung di dalam pembuluh darah.

bergantung pada jenis kelamin. Adapun fungsi dari darah adalah mencakup :  pengiriman nutrien (mis . FUNGSI CAIRAN TUBUH . pleural. Cairan Transelular (CTS) Adalah cairan yang terkandung di dalam rongga khusus dari tubuh.bervariasi pada orang yang berbeda-beda. Contoh (CTS) meliputi cairan serebrospinal. Sebagai contoh. Pada waktu tertentu (CTS) mendekati jumlah 1 L. berat badan dan faktor-faktor lain. sejumlah besar cairan dapat saja bergerak kedalam dan keluar ruang transelular setiap harinya. dan cairan intraokular serta sekresi lambung. Namun. saluran gastro-intestinal (GI) secara normal mensekresi dan mereabsorbsi sampai 6-8 L per-hari. sinovial. Secara Skematis Jenis dan Jumlah Cairan Tubuh dapat digambarkan sebagai berikut : B. perikardial. glokusa dan oksigen) ke jaringan  transpor produk sisa ke ginjal dan paru-paru  pengiriman antibodi dan SDP ke tempat infeksi  transpor hormon ke tempat aksinya  sirkulasi panas tubuh 3.

2. Sistem pompa terdapat di dinding sel tubuh yang memompa natrium ke luar dan kalium ke dalam . substansi terlarut (zat terlarut) 1. Membantu memelihara suhu tubuh 6. cairan tubuh mengandung dua jenis substansi terlarut (zat terlarut) elektrolit dan non-elektrolit. Air adalah senyawa utama dari tubuh manusia. a) Elektrolit : Substansi yang berdiasosiasi (terpisah) di dalam larutan dan akan menghantarkan arus listrik. Sarana untuk mengangkut zat-zat makanan ke sel-sel 2.  Kation : ion-ion yang mambentuk muatan positif dalam larutan. Elektrolit berdisosiasi menjadi ion positif dan negatif dan diukur dengan kapasitasnya untuk saling berikatan satu sama lain (miliekuivalen/liter) atau dengan berat molekul dalam garam ( milimol/liter mEq/L ). KOMPOSISI CAIRAN TUBUH Semua cairan tubuh adalah air larutan pelarut. Solut (terlarut) Selain air. Rata-rata pria Dewasa hampir 60% dari berat badannya adalah air dan rata-rata wanita mengandung 55% air dari berat badannya. Mempemudah eliminasi 8. Kation ekstraselular utama adalah natrium (Na+).1. SDM) C. Sebagai pelarut untuk elektrolit dan non elektrolit 5. enzim. Mengeluarkan buangan-buangan sel 3. Jumlah kation dan anion. yang diukur dalam miliekuivalen. Mengangkut zat-zat seperti (hormon. Mmbentu dalam metabolisme sel 4. sementara kation yang lainnya adalah (Ca+) dan (Mg+). Membantu pencernaan 7. SDP. mol/L dalam larutan selalu sama. sedangkan kation intraselular utama adalah kalium (K+).

Non-elektrolit lainnya yang secara klinis penting mencakup kreatinin dan bilirubin. metabolisme yang diperlukan dan berat badan. nilai elektrolit plasma menunjukkan komposisi cairan ekstraselular. air tubuh menurun dengan peningkatan usia. nilai elektrolit plasma tidak selalu menunjukkan komposisi elektrolit dari cairan intraselular. elektrolit dapat dilepaskan dari atau bergerak kedalam atau keluar sel. selain itu sesuai aturan. Anion ekstraselular utama adalah klorida ( Clˉ ). b) Non-elektrolit : Substansi seperti glokusa dan urea yang tidak berdisosiasi dalam larutan dan diukur berdasarkan berat (miligram per 100 ml-mg/dl). D. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUTUHAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kebutuhan cairan dan elektrolit diantaranya adalah : 1. Usia Variasi usia berkaitan dengan luas permukaan tubuh. Karena kandungan elektrolit dari palsma dan cairan interstisial secara esensial sama. sedangkan anion intraselular utama adalah ion fosfat (PO4ɜ-). Pada situasi ini. yang terdiri atas cairan intraselular dan interstisial. Berikut akan disajikan dalam tabel perubahan pada air tubuh . Anion : ion-ion yang membentuk muatan negatif dalam larutan. Pemahaman perbedaan antara dua kompartemen ini penting dalam mengantisipasi gangguan seperti trauma jaringan atau ketidakseimbangan asam-basa. secara bermakna mengubah nilai elektrolit palsma. Namun demikian.

mekanisme ini dapat menimbulkan retensi sodium dan air. tubuh gangguan hormon akan mengganggu keseimbangan cairan 6. Proses ini dapat meningkatkan produksi ADH dan menurunkan produksi urine 5. Temperatur lingkungan Panas yang berlebihan menyebabkan berkeringat. 2. Sel-sel lemak Mengandung sedikit air. kelainan ginjal dan jantung. karena lebih banyak mengandung lemak tubuh 3. Diet . sehingga air tubuh menurun dengan peningkatan lemak 4. Jenis kelamin Wanita mempunyai air tubuh yang kurang secara proporsional. konsentrasi darah dan glikolisis otot. Stres Stres dapat menimbulkan peningkatan metabolisme sel. trauma jaringan. Seseorang dapat kehilangan NaCl melalui keringat sebanyak 15-30 g/hari 7. Sakit Keadaan pembedahan.total sesuai usia.

Pada proses ini. Perbedaan osmotic ini di pengaruhi oleh distribusi protein tidak merata. . Rasa haus biasanya muncul apabila osmolalitas plasma mencapai 295 mOsm/kg. ATP berguna untuk mempertahankan konsentrasi ion kalium dan natrium dalam ruang ekstrasel dan intrasel memlalui suatu proses yang disebut pompa”natrium-kalium”. Pada proses ini. Proses ini membutuhkan energy dalam bentuk adenosine triphosphat (ATP). yaitu: 1. terjadi ketidakseimbangan tekanan osmotic koloid (tekanan onkotik) sehingga cairan tertarik kedalam ruang intravaskuler. Karena ukuran molekulnya besar protein tidak dapat bebas melintasi membrane plasma. konsentrasi larutan. Rasa Haus adalah keingina yang disadari terhadap kebutuhan akan cairan. yakni ukuran molekul. 2. cairan dan elektrolit sehingga masuk melintasi di membrane kedua yang memisahkan ini dua kompartemen konsentrasi kompartemen seimbang. 3. Transpor Aktif adalah pengangkutan yang digunakan oleh molekul untuk berpindah melintasi membrane sel melawan gradient konsentrasinya. transport aktif adalah gerakan molekul dari konsentrasi yang satu ke konsentrasi yang lain tanpa memandang tinggkatannya. temperature larutan. proses ini akan menimbulkan pergerakan cairan dari interstisial ke intraselular. tubuh akan memecah cadangan energi. Dangan kata lain. cairan melintasi membrane untuk mengencerkan cairan yang berkonsentrasi tinggi sampai diperoleh keseimbangan di kedua sisi membrane. Difusi adalah perpindahan larutan dari area berkonsentrasi tinggi menuju area berkonsentrasi rendahdengan melintasi membrane semipermeabel. Akibatnya. PERGERKAN CAIRAN TUBUH Mekanisme pergerakan cairan tubuh berlangsung dalam tiga proses. E. F. Osmosis adalah perpindahan cairan melintasi membrane semipermiabel dari area yang berkonsentrasi rendah ke area berkonsentrasi tinggi. PENGATURAN KESEIMBANGAN CAIRAN Pengaturan keseimbangan cairan terjadi melalui mekanisme berikut: 1.Pada saat tubuh kekurangan nutrisi. Kecepatan difusi ini dipengaruhi oleh tiga hal.

hormon ini meningkatkan reabsorbsi air pada duktus pengumpul sehingga dapat menahan air dan mempertahankan volume cairan ekstrasel. Prostaglandin. 5. Rangsangan pada kelenjar keringat ini disebabkan oleh aktifitas otot. trauma. prostaglandin berperan mengatur sirkulasi ginjal. dan system rennin-angiotensin. pembedahan. dan kondisi demam. kontraksi uterus. perubahan kadar glukokortikoid mengakibatkan perubahan pada keseimbangan volume darah (Tambajong. 4. hormone ini disekresi oleh kelenjar adrenal dan bekerja pada tubulus ginjal untuk meningkatkan absorbs natrium. Di ginjal. 3. 2. Pelepasan aldosteron dirangsang oleh perubahan konsentrasi kalium. merupakan asam lemak alami yang terdapat dibanyak jaringan dan berperan dalam proses radang. dan motilitas gastrointestinal. . Hormone ADH. ADH juga disebut sebagai vasopressin karena mempunyai efek vasokontriksi minor pada arteriol yang dapat meningkatkan tekanan darah. Sedangkan haluaran cairannya adalah 3500ml/hari. hormone ini dibentuk di hipotalamus dan disimpan dalam neurohipofisis pada hipofisis posterior. Pengeluaran cairan melalui kulit diatur oleh kerja saraf simpatis yang merangsang aktivitas kelenjar keringat. Retensi natrium mengakibatkan retensi air. Pengeluaran cairan ini dapat terjadi melalui beberapa organ yakni:  Kulit. Selain itu sekresi juga terjadi pada kondisi stress. dan penggunaan beberapa jenis anestetik dan obat-obatan. kadar natrium serum. Hormone Aldosteron. meningkatkan resorpsi natrium dan air sehingga memperbesar volume darah dan mengakibatkan retensi natrium. resorpsi natrium. 2000). Oleh karena itu. Stimuli utama untuk sekresi ADH adalah peningkatan osmolalitas dan penurunan cairan ekstrasel. temperature lingkungan yang tinggi. pengontrolan tekanan darah. Asupan cairan pada individu dewasa berkisar 1500-3500ml/hari.osmoreseptor yang terletak dipusat rasa haus hipotalamus sensitive terhadap perubahan osmolalitas pada cairan ekstrasel. Glukokortikoid. IWL melalui kulit berkisar antara 15-20 ml/24 jam atau 350-400 ml/hari. nyeri. Pengeluaran cairan ini dikenal dengan IWL (Insensibel Water Loss).

kondisi defisit volume cairan (dehidrasi) terbagi menjadi 3 yaitu: a. jumlah cairan yang hilang melalui system pencernaan setiap harinya berkisar antara 100-200 ml. namun proporsi antara keduanya mendekati normal. Overdehidrasi .  Ginjal. Ini terjadi jika jumlah cairan yang hilang lebih besar dari jumlah elektrolit yang hilang. Dehidrasi hipertonik. Ini terjadi apabila cairan yang hilang sebanding dengan jumlah elektrolit yang hilang. Kondisi ini juga dikenal dengan hipovolemia. Defisit volume cairan (fluid volume defisit [FVD]) adalah suatu kondisi ketidakseimbangan yang ditandai dengan defisiensi cairan dan elektrolit diruang ekstrasel. G. 2. Dehidrasi isotonic. Dalam kondisi normal.  Pencernaan. ginjal mengekskresikan sekitar 1500ml/hari. penghitungan IWL secara keseluruhan adalah 10-15ml/kgBB/24jam. b. Secara umum. c. Pada individu dewasa. Dehidrasi hipotonik. dengan penambahan 10% dari IWL normal setiap kenaikan 1OC. Gangguan keseimbangan cairan dapat berupa defisit volume cairan dan sebaliknya. Ini terjadi bila jumlah cairan yang hilang lebih sedikit daripada jumlah elektrolit yang hilang. Kondisi ini dikenal juga dengan istilah hipervolemia. Volume cairan berlebih (fluid volume eccess [FVE]) adalah ketidakseimbangan yang ditandai dengankelebihan (retensi) cairan dan natrium di ruang ekstrasel. meningkatnya jumlah cairan yang keluar melalui paru merupakan suatu bentuk respons terhadap perubahan kecepatan dan kedalaman napas karena pergerakan atau kondisi demam. GANGGUAN KESEIMBANGAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT Ketidakseimbangan cairan Hal ini terjadi apabila kompensasi tubuh tidak mampu mempertahankan homeostasis. Merupakan organ pengekskresi cairan utama pada tubuh. 1. Paru-paru. IWL untuk paru adalah 350-400ml/hari.

c. Hipernatremia kelebihan kadar natrium di cairan ekstrasel yang menyebahkan perubahan tekanan osmotic ekstrasel b. Hipofosfatemia adalah penurunan kadar fosfat dalam serum. . Hiperkalemia adalah kelebihan kadar kalium di cairan ekstrasel.4 mEq/l. b. Hipokloremia adalah penurunan kadar ion klorida dalam serum. c.5 mEq/l. hipermagnesemia terjadi bila kadar magnesium serum lebih dari 3. Hiponatremia adalah kekurangan kadar natrium di cairan ekstrasel yang menyebahkan perubahan tekanan osmotic. Hipokalemia adalah kekurangan kadar kalium di cairan ekstrasel yang menyebabkan pindahnya kalium keluar sel. d. Hipokalsemia adalah kekurangan kadar kalsium di cairan eksrasel yang menyebabkan pengeroposan tulang. Hiperfosfatemia adalah peningkatan kadar fosfat dalam serum. Manifestasi kelebihan cairan ekstrasel adalah: a.umumnya disebabkan olehgangguan pada fungsi ginjal. Hipomagnesemia terjadi apabila kadar magnesium serum kurang dari 1. Hiperkalsemia adalah kelebihan kadar kalsium di cairan eksrasel yang menyebabkan penurunan eksitabilitas otot yang menimbulakan flaksidasis. e. Edema perifer atau edema pitting Asites Kelopak mata bengkak Bunyi nafas ronkhi basah diseluruh lapang paru Penambahan berat badan yang tidak lazim Ketidakseimbangan Elektrolit a. f. d. e. Hiperkloremia adalah peningkatan kadar ion klorida dalam serum. yang menyebabkan terhambatnya transmisi impuls jantung yang menyebabkan serangan jantung.

KESEIMBANGAN ASAM BASA Gangguan keseimbangan air – elektrolit menyebabkan gangguan keseimbangan asam basa Sistem Buffer: zat yang dapat mencegah perubahan kadar ion hidrogen bebas dlm larutan. hipoxia. kejang. Produksi ion H+ berlebihan. 4.45 adalah penurunan kadar bikarbonat serum adalah peningkatan kadar bikarbonat serum Tubuh melindungi diri dari perubahan pH dengan: 1. Mengencerkan produk asam Sistem buffer Regulasi pernapasan – mengatur kadar pCO2 plasma Reabsorbsi bikarbonat yang difiltrasi di ginjal. misalnya:  Meningkatkan metabolisme (demam.H. 3. 2. BE (-) pCO2 à bukti tubuh menetralisir racun  Sebab: 1. hipoperfusi) . distress pernapasan. dll)  Meningkatkan asam organik (dehidrasi. bila mendapat tambahan asam/ basa Ada beberapa Istilah dalam keseimbangan asam basa  Asidemia  Alkalemia  Asidosis  Alkalosis adalah pH darah < 7. ekskresi H+ & NH4+ Gangguan Keseimbangan Asam Basa Asidosis Metabolik  pH menurun.35 adalah pH darah > 7. bikarbonat menurun.

 Ketosis (DM, kelaparan) 2. 3. 4. Kehilangan bikarbonat berlebihan, misalnya: diare, drainase ileostomi Pemberian asam (HCl, asam amino) Kegagalan ginjal untuk mengeluarkan asam yg berlebihan

 Derajat beratnya asidosis metabolic ditentukan oleh turunnya base akses  Kompensasi: hiperventilasi... CO2 respiration)  Komplikasi: hipotensi, edema paru, hipoksia jaringan, depresi SSP, koma, kejang

keluar (napas cepat, dalam = kussmaul

Alkalosis Metabolik
 Konsentrasi H+ turun  Sebab: 1. 2. 3. 4. Muntah (HCl, K+ hilang) K+ hilang berlebihan (melalui urin, GIT) Penambahan HCO3 ke dalam CES (misalnya th/ iv) ↑ reabsorbsi HCO3. Misalnya: sindroma Cushing, Bartter, Hipoaldosteronisme primer  Kompensasi: hipoventilasi à hipoksemia  Lab: pH ↑, CO ↑, BE (+), pO2 ↓, HCO3 ↑

Asidosis Respiratorik
 Akibat dr hipoventilasi alveolar sehingga produksi CO2 > ekskresi CO2  Terjadi pada:

• • •

Penyakit paru berat: membran hialin, bronchopneumonia, edema paru Penyakit neuromuskuler: sindroma Guillian Barre, overdosis obat sedatif Obstruksi jalan napas: bronchospasme

 Kompensasi Ginjal à membentuk dan meningkatkan reabsorbsi bikarbonat  Gejala klinik: • • Hipoksia Vasodilatasi (karena CO2 ↑)

 Laboratorium: pH ↓ - pCO2 ↑ - HCO3 ↑ - BE (+)

Alkalosis Respiratorik
 Ekskresi CO2 melalui paru-paru berlebihan sehingga pCO2 ↓  Sebab: hiperventilasi (kerusakan otak, emosi); keracunan salisilat

 Lab: pH ↑ - pCO2 ↓ – bikarbonat ↓ - BE (-) Mekanisme kompensasi  Gangguan respiratorik – dikompensasi oleh ginjal  Gangguan metabolik – dikompensasi oleh mekanisme respirasi Tingkat kompensasi dibagi dalam:  Tidak dikompensasi (mekanisme kompensasi tidak bekerja)  Kompensasi partial (pH tidak sampai normal)  Kompensasi penuh (pH kembali normal)

 Kompensasi berlebihan  Perkiraan gangguan asam basa dpt diketahui dg memeriksa darah arteri (pemeriksaan ASTRUP = Analisa Gas Darah) Yang dinilai adalah: pH, pCO2, HCO3, BE Selain itu ada faktor penting lain: pO2, O2 saturation

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Keseimbangan kemampuannya yang cairan adalah besar esensial untuk bagi kesehatan. diri, Dengan tubuh

sangat

menyesuaikan

mempertahankan keseimbangan, biasanya dengan proses-proses faal (fisiologis) yang terintegrasi yang mengakibatkan adanya lingkungan sel yang relatif konstan

Dan Chayatin. biasanya masalah keseimbangan cairan dan elektrolit kurang diperhatikan. (ed. masalah keseimbangan cairan dan elektrolit adalah hal yang sangat penting dan jangan menganggap masalah ini adalah masalah sepele. (2002). Saran Bagi para pembaca. (2007). I. W.2). J. Patofisiologi untuk Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika Mubarak. J.tapi dinamis. Kemampuan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan cairan ini dinamakan “homeostasis”. Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia. karena Jika seseorang sakit. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC Gibson. Kebutuhan Dasar Manusia & Proses Keperawatan. (2000). (2003). W. Fisiologi dan Anatomi Modern untuk Perawat. N. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC Tarwoto. DAFTAR PUSTAKA Tambayong. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC . B.

. Bila makanan tidak mengandung zat gizi yang dibutuhkan sel tubuh kelancaran kerja fisiologis akan terganggu.Diposkan oleh rama di 07.39 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Tidak ada komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom) Cari Blog Ini Memuat. makanan merupakan kebutuhan pokok untuk hidup.Ns. :) PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI By: H.Kep. Daily Calendar Just Say Hai para blogger???? salam sehat dariku...Arham Alam. dan beberapa zat makanan penting sekali untuk kesehatan. Pengertian . Pendahuluan Semua sel tubuh membutuhkan makanan yang cukup.S..

3.• • • “ Nutrisi merupakan proses total yang terlibat dalam konsumsi dan penggunaan zat makanan yang meliputi cara pemakaian gizi oleh prosesproses dalam tubuh. pemeliharaan serta fungsi normal dari sel tubuh. “ Nutrition is term that include the bodily processed in the ingestion and metabolisme of food = Nutrisi meliputi semua proses tubuh yang melibatkan ingesti dan metabolisme makanan “(Fundamental of nursing concept. Zat makanan / nutrien yang didapat dari pemasukan makanan --à materimateri yang dibutuhkan oleh tubuh. 1985. . absorpsi. Nutrien akan digunakan untuk memproduksi energi berupa ATP ( Adenosin triphospat ) untuk seluruh aktifitas tubuh : • • • • Pergerakan otot Transmisi impuls saraf Tergantung pada energi yang Proses berfikir di produksi dari makanan yang Produksi panas dikonsumsi individu Nutrisi sebagai Kebutuhan Dasar Manusia • Nutrien dibutuhkan untuk membuat zat-zat penting seperti hormon dan enzim .436). penggantian jaringan dan pemeliharaan kegiatan dalam tubuh secara keseluruhan “ (Dasar-dasar ilmu keperawatan.3) Nutrisi sebagai Kebutuhan Dasar Manusia 1. pemakaian dan ekskresi dari makanan “ (Essential of nutrition therapy. Digesti.1979.Jika tubuh mengalami kekurangan beberapa zat penting maka akan terjadi ketidakmampuan untuk : • • • Tumbuh Risiko buruk bagi tubuh Memelihara fungsi & pergantian jaringan Fisiologi Nutrisi Makanan akan diproses tubuh melalui tahap-tahap : Ingesti.419) “ Nutrisi adalah ilmu yang mempelajari zat makanan (nutrient) dan zat-zat lain yang ada dalam makanan serta kerjanya. absorpsi. interaksinya dan keseimbangannya dalam hubungannya dengan kesehatan dan penyakit melalui proses ingesti. seperti pertumbuhan. transportasi. metabolisme dan ekskresi. Nutrien sangat penting untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan. 2.

pharing. Proses ini terjadi secara refleks sebagai akibat adanya penekanan pd bagian faring & mulai sejak makanan sudah dikunyah secara adekuat. & masuk lambung. . penyederhanaan makanan dr ukuran besar menjadi ukuran lebih kecil.A. usus halus. yaitu bergeraknya makanan dr mulut ke esophagus. sehingga karbohidrat sampai pada usus halus sudah menjadi maltosa/disakarida lainnya (laktosa & sukrosa). gusi. lambung. . Proses kimiawi pada digesti : 1. palatum keras & lidah. maka akan terjadi refleks mengunyah yg volunter (disadari). Proses menelan → merupakan tahap terakhir dr peristiwa ingesti. Protein Terjadi perubahan secara kimiawi mulai dari lambung. Karbohidrat Amilum dipecah menjadi maltosa/somaltosa oleh enzim ptialin yang dihasilkan kelenjar ludah. dimana protein dirubah menjadi pepton oleh enzim pepsin → masuk ke duodenum dirubah menjadi peptida . yg diatur o/ SSP.Saluran yang berperan antara lain : mulut. B. Disakarida akan dirubah menjadi monosakarida pada permukaan dinding usus halus dengan bantuan enzim laktase. yang dibantu oleh enzim amilase dari pancreas. esophagus.Merupakan rangkaian kegiatan fisik dan kimia pada makanan yang dibawa kedalam tubuh. Proses mengunyah melibatkan gigi & kontrol volunter otot-otot mulut → bila makanan berada pd gigi. Digesti . serta refleks ini akan menahan proses respirasi. sakrose dan maltose 2.Terjadi penyederhanaan zat makanan sehingga dapat diabsorpsi oleh saluran intestinal. usus besar. Ingesti Ad/ proses masuknya makanan kedalam tubuh yang terdiri dari : • • • Dimulai dari koordinasi otot-otot lengan dan tangan untuk membawa makanan ke mulut Proses mengunyah → proses pemecahan.

Kalsium. dan zat lain → usus halus bagian tengah 3. vit B12 dan natrium → usus halus bagian bawah 4. asam amino (protein). hidrogen. natrium. Setelah diserap oleh usus nutrien akan dilanjutkan ke saluran darah dan getah bening → masuk ke hati melewati vena porta Tempat – tempat absorpsi nutrisi : 1. kalori dan zat buangan (air dan CO2) Penyimpanan glukosa dalam bentuk glikogen → dihati dan otot Glikogen sewaktu – waktu dirubah menjadi glukosa kembali bila tubuh memerlukannya . mineral dan air.oleh enzim tripsin (dihasilkan pancreas) → berubah menjadi asam amino oleh enzim dipermukaan usus halus. Absorpsi • • • Adalah proses dimana nutrien yang telah berbentuk paling sederhana diserap oleh usus Nutrien diserap berupa : (glukosa karbohidrat). Karbohidrat • • • • Merupakan zat utama penunjang tubuh dlm penyediaan energi yg berbentuk glukosa Dalam sel glukosa dirubah → energi dengan perubahan proses oksidasi yang menghasilkan ATP. asam lemak dan gliserol (lemak). C. Proses ini meliputi semua perubahan kimia yg dialami zat makanan sejak diserap o/ usus hingga dikeluarkan o/ tubuh sebagai sampah 1. 3. Vitamin yang larut dalam air. tanpa kecuali vitamin. Metabolisme Merupakan bagian akhir dlm penggunaan makanan di tubuh. Monosakarida. besi dan klorida → diusus halus bagian atas 2. Garam empedu. asam lemak/gliserol. Lemak Dilambung hanya diemulsikan saja → dirubah menjadi asam lemak dan gliserol dengan bantuan enzim lipase pancreas. Air. asam amino. natrium → colon D.

Tidak mudah bergabung dengan molekul lain → LDL (Low Density Lipid) → sukar dimetabolisme menjadi zat lain .Kolesterol merupakan satu bentuk lemak jenuh. juga sebagai bahan dasar beberapa jenis hormon steroid. . dan dapat berjalan hingga 12 jam Bila glikogen dan glukosa habis → tubuh akan memecah protein dan lemak sebagai bahan energi Karbohidrat digunakan tubuh utk energi hampir 60 % dr kebutuhan energi keseluruhan Kebutuhan karbohidrat utk orang dewasa dgn aktivitas sedang 5. sayuran. dan pemegang andil penting yang membuat makanan terasa enak Lemak terkontribusi dalam kulit terutama pada kelenjar adiposa dan folikel rambut Kandungan lemak dlm subcutis sangat membantu tubuh dlm mengatur temperatur Lemak juga berfungsi untuk mencegah organ dlm injury Bila tidak digunakan untuk energi. b.• • • • • • • Glikogen akan mensuplai kebutuhan energi bila glukosa sudah tidak memungkinkan lagi.Makanan yang banyak mengandung lemak : daging . diperlukan untuk melengkapi cairan empedu untuk pencernaan lemak. Lemak tak jenuh Dapat dengan mudah bergabung dengan molekul lain/membentuk struktur lain → HDL (High Density Lipid) → mudah dimetabolisme oleh hati.5 gr/kgBB/hari. umbi-umbian. Jenis lemak : a. susu. Lemak • • • • • • • Merupakan sumber energi yang paling produktif → 1 gram lemak menghasilkan 9 kalori Merupakan kelengkapan makanan yang penting → sebagai wahana berbagai vitamin yang larut dalam lemak. lemak terus disimpan dalam tubuh sehingga dapat meningkatkan berat badan Kebutuhan lemak untuk orang dewasa dengan aktivitas sedang 1. Lemak jenuh . roti. 2.5 gr/kgBB/hari 1 gram karbohidrat memberikan energi 4 kalori Proses masuknya glukosa ke intra sel sangat dibantu dengan peran insulin yang dihasilkan pancreas Makanan yang mengandung tinggi karbohidrat : padi-padian. buah-buahan.

terutama pada anak – anak.3.5 mg B6 : 2 mg B12 : 3 mg C : 45 mg D : 400 iu K : 300 – 500 mcg 4. Vitamin larut dalam air : C dan B. kehamilan dan menyusui Kalium dapat membantu frekuensi dan kekuatan kontraksi otot jantung → bila kalium pada ekstra sel banyak → penurunan frekuensi dan dilatasi pembuluh darah jantung Kekurangan zat besi → dapat menyebabkan penurunan Hb Mineral Kebutuhan mineral tubuh : . Vitamin • • • • • • Merupakan bahan makanan pelengkap yang penting Vitamin tidak menghasilkan kalori dalam jumlah yang berarti tapi memegang peranan penting dalam berbagai proses yang diperlukan guna menjaga kesehatan Vitamin bersifat organik. dan tidak dapat dihasilkan oleh tubuh Vitamin larut dalam lemak : A. bila kelebihan jumlah vitamin ini akan memungkinkan terjadinya keracunan karena sulit dibuang melalui ginjal. D. E dan K. Mineral • • • • • Mineral mudah larut dalam air yang fungsi utamanya menjaga keseimbangan asam dan basa cairan tubuh Umumnya mineral terdapat cukup banyak dalam makanan → bila diet normal dan berimbang jarang kekurangan mineral Kalsium dibutuhkan untuk menumbuhkan dan mempertahankan sistem kerangka tubuh. kelebihan vitamin ini akan dibuang melalui ginjal Vitamin C membantu absorpsi zat besi Vitamin Kebutuhan tubuh akan vitamin : • • • • • • • • Vitamin Vitamin Vitamin Vitamin Vitamin Vitamin Vitamin Vitamin A : 5000 iu B1 : 1.2 mg B2 : 1.

Kebutuhan makanan dan kalori berbeda antar individu. Ekskresi Ekskresi atau eliminasi merupakan pekerjaan tubuh untuk membuang zat sisa dari metabolisme yang tidak terpakai lagi untuk keperluan tubuh. Angka metabolisme dasar bagi laki – laki dewasa adalah 1700 dan bagi wanita dewasa adalah 1400. Kalori • • • • Kalori ad/ panas yg dihasilkan tubuh dr hasil pembakaran zat gizi (nutrien) Satu kalori adalah jumlah panas yang diperlukan untuk meningkatkan suhu 1 kg air sebesar 1 derajat celcius Produksi panas oleh tubuh pada tingkat terendah kimia sel dan aktivitas tubuh disebut angka metabolisme dasar.• • • • • • • Kalsium : 800 mg Iodium : 110 mg Besi : 10 mg Magnesium : 350 mg Posphor : 800 mg Kalium : 1959-5850 mg Natrium : 2300 – 6900 mg 5. walau tidak menghasilkan energi bagi tubuh. Air • • • Merupakan bahan yang sangat diperlukan tubuh. Proses ini terjadi . tergantung pada : Berat badan dan tinggi badan Usia dan jenis kelamin Aktivitas fisik Iklim/cuaca Selama masa kehamilan dan menyusui E. Kandungan air dalam tubuh 60 – 70% dan merupakan bahan terpenting untuk proses sekresi dan ekskresi Fungsi paling nyata untuk air adalah untuk bertahan (Survival) 6.

dll . dll) Penyakit kronis yang mempengaruhi fisiologi nutrisi (diabet. jenis kelamin. menstruasi.dalam bermacam – macam bentuk. kanker. laktasi. hyperthyroid. dan ekspirasi (pengeluaran air dan CO2). remaja dan hamil) Selama perbaikan jaringan karena proses luka/pembedahan Meningkatnya suhu tubuh (tiap kenaikan suhu 10 F. antara lain : defekasi (zat sisa dari saluran cerna). masalah pernafasan) Faktor – faktor yang Mempengaruhi Penurunan Kebutuhan Nutrisi • • • • • • • • • • Penurunan laju pertumbuhan Penurunan angka metabolisme dasar Hypotermia (penurunan metabolisme sel) Hypothyroid (penurunan BMR) Jenis kelamin (Wanita < pria) Gaya hidup yang cenderung pasif Immobilisasi/bedrest Kehilangan berat badan (karena penurunan aktivitas otot untuk bergerak) Pengaturan konsumsi makanan dan minuman Mekanisme yang menyebabkan orang makan dan minum. Miksi (zat sisa dari saluran kemih). drainage. penyakit ginjal/hati. dialisa ginjal. diare. toddler. Faktor – faktor yang Meningkatkan Kebutuhan Nutrisi • • • • • • • • • • Periode pertumbuhan yang cepat (infant. kalori naik 7 %) Meningkatnya aktivitas otot Jenis kelamin (BMR laki – laki lebih tinggi dari wanita) Berat badan (secara kuantitatif. peningkatan berat badan akan meningkatkan metabolisme) Terjadi infeksi (untuk pembentukan zat fagositer bakteri patogen) Stress (meningkatkan produksi hormon thyroid sehingga meningkatkan epinephrin yang mensupport metabolisme) Meningkatnya kehilangan nutrisi karena kehilangan cairan (hemorhagi. jenis dan jumlah makanan dan minuman yang dibutuhkan secara pasti belum jelas Faktor – faktor yang berperan dalam pengaturan makanan : • • • Lapar Tdk menyenangkan Haus Kekenyangan → telah cukup banyak makan Pengaturan makan dipengaruhi oleh beberapa hal : • • Aktivitas Usia. luka bakar. diaporesis (pengeluaran keringat). psikosis.

atau kombinasinya dengan zat makanan lain. Pengkajian nutrisi melibatkan pengumpulan informasi mengenai klien untuk mengetahui status nutrisi. Tambahan makanan → zat yang digunakan untuk menyempurnakan warna makanan. konsistensi. kurus dan gemuk Aspek budaya kegiatan makanan Sikap menyukai/tidak. kebiasaan makan → hasil dari proses belajar Faktor – faktor budaya yang berkaitan dengan kegiatan makan : • • • • • • Praktek keagamaan Vegetarian Budaya/kultur Kebangsaan Psikososial Sifat Tambahan dan pelengkap makanan • • • Pelengkap makanan → preparat yang mengandung vitamin. Mengidentifikasi adanya malnutrisi dan efeknya terhadap status kesehatan klien .• • • • Pengaturan konsumsi makanan → hypothalamus Pengaturan konsumsi makanan . mengidentifikasi kebutuhan nutrisi dan menetapkan rencana tindakan bagi klien sesuai dengan kebutuhan Tujuan Pengkajian 1. mineral atau protein. dan stabilitas makanan Type tambahan makanan yang banyak digunakan : Bahan pengawet Zat anti oksidasi Zat untuk adonan stabil Zat penebal Pewarna Pemanis pengembang PENGKAJIAN NUTRISI Pengkajian nutrisi merupakan bagian integral dari perawatan kesehatan untuk meningkatkan kesehatan klien dan menurunkan angka rawat inap. rasa.

2. penyakit cardio vaskuler dan kanker 3. gangguan gastrointestinal. Kebutuhan Nutrisi dalam Asuhan Keperawatan BAB I . tapi bila aktivitas menurun maka kebutuhan akan kalori juga menurun. Dokter . Mengidentifikasi pola makan yang berlebihan dan hubungannya dengan kejadian obesitas. Ahli gizi Komponen pengkajian nutrisi Data Biografi Khususnya untuk usia dan jenis kelamin dapat membantu menemukan faktor resiko khusus. hypertensi. diabet. Contoh lain anemia defisiensi besi sering terjadi pada remaja wanita daripada remaja pria. Keluhan Utama Keluhan yang lazim terjadi antar lain :Kehilangan berat badan. perubahan kulit dan gangguan pergerakan. kelebihan berat badan. Mengidentifikasi parameter nutrisi untuk status kesehatan klien yang optimal dan kondisi yang fit. Saat mengkaji status nutrisi klien dan menentukan rencana keperawatan. Komponen pengkajian dan pendekatan holistik antara lain : • • • • Kebudayaan dan pola konsumsi makanan Makanan yang lazim dikonsumsi Tingkat aktivitas fisik Standard hidup Pengkajian status nutrisi secara tim Tim pelaksanaan pengkajian nutrisi terdiri dari : Perawat . Mis : Dewasa tua mempunyai kebutuhan nutrisi yang hampir sama dengan dewasa muda. kelemahan. perawat harus mempertimbangkan kebutuhan klien secara menyeluruh dihubungkan dengan nutrisi.

Kebutuhan dasar manusia menurut Abraham Maslow dalam Teori Hierarki Kebutuhan menyatakan bahwa setiap manusia memiliki lima kebutuhan dasar. 2010 ). danaktualisasi diri ( Potter dan Patricia. Tujuan adanya kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan adalah untuk memberikan gambaran kepada penulis tentang kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan dan cara penanganannya menurut konsep ilmu. Tubuh butuh energi untuk aktifitas sehingga dibutuhkan intake nutrisi yang tepat dan mencakup. minum). dan keseimbangan yang berhubungan dengan kesehatan dan penyakit ( Tarwoto dan Wartonah. . zat-zat gizi dan zat-zat lain yang terkandung.PENDAHULUAN A. reaksi. Kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan memberikan gambaran tentang apa yang harus dilakukan dan kesulitan – kesulitan yang akan dihadapi saat penulisan makalah. harga diri. Latar Belakang Kebutuhan dasar manusia merupakan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh manusia dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis maupun psikologis. cinta. Nutrisi juga dapat dikatakan sebagai ilmu tentang makanan. 1997 ). yang tentunya bertujuan untuk mempertahankan kehidupan dan kesehatan. aksi. yaitu kebutuhan fisiologis (makan. Nutrisi adalah zat-zat gizi atau zat-zat lain yang berhubungan dengan kesehatan dan penyakit. termasuk keseluruhan proses dalam tubuh manusia untuk menerima makanan atau bahan-bahan dari lingkungan hidupnya dan menggunakan bahan-bahan tersebut untuk aktifitas penting dalam tubuh serta mengeluarkan sisanya. keamanan.

Mengetahui Elemen-elemen Nutrisi atau Zat Gizi. Bagi Mahasiswa . 3. 7. Tujuan Penulisan Berdasarkan permasalahan di atas. Mengetahui Laju Metabolisme Basal. 4. 5. Mengetahui Absorpsi Gastrointestinal. maka lahirlah makalah yang berjudul “ Kebutuhan Nutrisi dalam Asuhan Keperawatan “. C. diantaranya adalah : 1. Mengetahui Proses Pencernaan Makanan. maka tujuan penulisan ini adalah : 1. Manfaat Penulisan Hasil pelaksanaan penulisan makalah ini akan memberi manfaat yang berarti bagi mahasiswa dan instansi. Mengetahui Faktor yang Mempengaruhi Nutrisi Seseorang. Mengetahui Metabolisme. 2.Dengan kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan. makalah ini akan membahas tentang kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan. seorang penulis mampu mengambil sikap dan keputusan yang tepat dalam mengatasi masalah penulisan makalah. B. 6. Mengetahui Kebutuhan Nutrisi Berdasarkan Tahap Perkembangan. Berdasarkan ketertarikan penulis terhadap kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan. Oleh karena itu.

Penulisan makalah ini bermanfaat bagi mahasiswa dalam memberikan informasi kepada mahasiswa yang belum mengetahui tentang kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan. akan memberikan manfaat bagi instansi sebagai media informasi pembelajaran yang dapat membantu dalam proses belajar mengajar serta penambah wawasan informasi dalam materi pembelajaran KDDK. Bagi Instansi Dengan penulisan makalah ini. 2. .

Proses Pencernaan Makanan Pencernaan makanan merupakan proses pemecahan makanan menjadi bagian yang lebih kecil. Pencernaan secara mekanik Pencernaan makanan makanan secara mekanik lebih banyak terjadi dalam rongga mulut yaitu mekanik mengunyah. Makanan dikunyah rata-rata 20-25 kali. proses pencernaan dilakukan secara mekanik dan secara kimiawi.BAB II ISI DAN TEORITIS A. 1. Makanan yang sudah dikunyah selanjutnya masuk ke esofagus melalui proses menelan (deglutition). . tetapi tergantung dari jenis makanan.

mukus dan pepsin. Kandung empedu Fungsi utama dari kandung empedu adalah menyimpan cairan?garam yang dihasilkan oleh hati sekitar 1 liter setiap hari. air. Absorpsi Gastrointestinal . Pencernaan secara kimiawi Pencernaan makanan secara kimiawi di lambung dilakukan melalui pencampuran makan dengan asam lambung. Sedangkan sel eksorin pankreas adalah sel acinar dan epitel yang menghasilkan cairan pankreas seperti enzim-enzim pencernan. Hati Hati memproduksi cairan empedu yang kemudian keluar melalui dua saluran yaitu duktus hapitikus kanan dan kiri. protein dan lemak. kemudian dihasilkan komponen karbohidrat. di antaranya: a. Proses pencernaan makanan tidak terlepas dari peran organ-organ asesoris sistem pencernaan.2. B. c. Pankreas Pankreas merupakn kelenjar yang yang mempunyai dua fungsi yaitu fungsi endrokin dan eksorin. b. Salah satu funsi dari hati ialah regulasi metabolik. Sel-sel endrokin adalah pulau-pulau legerhans menghasilkan hormon insulin dan glukagon yang berperan dalam pengaturan kadar gula darah. dan ion-ion.

dan nutrisi melewati membrane epithelium digestif dan masuk ke cairan interstisial dari saluran pencernaan. peristaltik usus. Usia. pernapasan. ion mineral. dan kegitan kelenjar-kelenjar tubuh. 3. Jenis kelamin. C. 2. D. dan substansi organik seperti enzim. Tinggi badan dan berat badan. Setiap hari kira-kira 8-9 liter air dan 1 kg nutrisi melewati membrane dinding usus dari lumen usus masuk ke aliran darah ( Hinchliff. Metabolisme Nutrisi yang sudah disbsorpsi dan masuk dalm sistem sirkulasi selanjutnaya akan dimanfaatkan untuk energi tubuh melalui reaksi kimia yang disebut metabolisme. sel membutuhka oksigen dan nutrisi termaksuk vitamin. 2004) Untuk dapat terjadi metabolisme. Besarnya kebutuhan energi basal ini dipengaruhi faktir-faktor berikut. Metbolisme adalah jumlah keseluruhan reaksi kimia dan fisik pengubah energi dalam tubuh yang menopang dan mempertahankan kehidupan (sloane. elektrolit. Laju Metabolisme Basal Laju metabolisme basal (basal metabolisme rate) adalah energi yang digunakan tubuh pada saat istirahat. yaitu untuk keguatan fungsi tubuh seperti aktivitas jantung. vitamin. 1996 ). . 1.Absorpsi merupakan pemindahan agen subtract seperti air.

Asam amino dapat di ubah menjadi lemak dan di simpan dalam jaringan adiposa atau di katabolisasi menjadi energi melalui glikogenesis. untuk pergerekan. pencernaan protein terjadi di lambung selanjutnya asam amino di edarkan oleh darah. Keaadaan psikologis seperti stres dan ketegangan. Karbohidrat akan terurai dalam bentuk glukosa yang kemudian dimanfaatkan tubuh dan kelebiahan glukosa akan disimpan dalm hati dan jaringan otot dalam bentuk glikogen. Keadaan sakit. mineral dan air. Temperatur lingkungan. Zat gizi berfungsi sebagi penghasil energi bagi funsi organ. Keadaan hamil. vitamin. serta kerja fisik. lemak. 7. Kelainan endokrin. Lemak . Karbohidrat Karbohidrat merupakan sumber energi utama tubuh. 8.protein. 3. 5. E. 2. 1. Elemen nutrisi atas karbohidrat.4. Elemen-elemen nutrisi atau zat gizi Tubuh membutuhkan nutirsi untuk kelangsungan fungsi-fungsi tubuh. Protein Protein memberi energi 4 kkal/g. 6.

dan sayuran. Vitamin Tubuh tidak mensintesis vitamin dan bergantung pada asupan diet. Diusus halus. termasuk dalam sistem. Minaral Mineral sebagai katalis reaksi biokimia. Asam lemak kemudian akan diabsorpsi di internasional kemudian ditransport ke hepar. Asam lemak tak jenuh adalah asam lemak esensial padea tubuh manusia. lemak diemulsifikasi oleh garam empedu dan lesitin.lemak memberi energi 9 kkal/g lemak mulai dicerna dimulut dengan bantuan lipese lingual. Mengaktifkan enzim-enzim yang terlibat dalam metabolisme dan mengatur keseimbangan antioksidan. Hasil hidrolisis lemak perperan dalam emulsifikasi.fungsi air dalam tubuh adalah sebagai berikut : a.asam lemak sebagi simpanan metabolik disimpan dalam bentuk triagliserol. Sebagai pelarut zat makanan untuk memudahkan proses pencernaan makanan. Air Berasal dari minum.makanamn. 6. b. 4. Vitamin juga berfungsi sebagai bebas. 5.Lemak merupakan bentuk penhasilan energi tubuh yang utama. Mineral merupakan bahan makanan anorganik yang berfungsi antara lain untuk menjaga keseimbang tubuh serta bahan penyusun tubuh beberapa mineral berfungsi untuk bermacam-macam kegiatan tubuh. yaitu substansi yang menetralisisr radikal .

Kebutuhan Nutrisi Berdasarkan Tahap Perkembangan 1. F. Anak perlu asupan protein. bayi hanya mengkomsumsi susu. Sebagai alat angkut berbagai senyawa dan enzim. zat besi dan ASI pada ibu hamil. 4. kalsium. Toddler dan Preschool Usia ini. Makanan tambahan di berikan pada usia 6 bulan. 3. 2. folat. d. Mengatur suhu tubuh. nafsu makan anak dan kecepatan pertumbuhan mulai menurun sehingga perlu intake nutrisi yang penting untuk tumbuh kembang anak. Usia 6 bulan pertama. fosfor. air dan kalori. c. vitamin A dan C. Bayi Mengalami tumbuh kembang pesat pada 1 tahun pertama. Kebutuhan yang lebih banyak diperlukan pada ibu menyusui yaitu kalsium.cairan dalam tubuh. Biskuit di berikan pada yang sudah tumbuh giginya. Ibu Hamil dan Menyusui Lebih banyak membutuhkan kalori. kalsium . protein. Chilid dan Adolescent . dan zat besi yang tinggi.

vitamin dan mineral yang tinggi. Menentukan makanan berdasar jumlah orang yang ada dirumah tersebut. zat besi. 2. Gigi permanen sudah tumbuh dan sisitem percernaannya sudah matur. D dan B. . Diet yang di ancurkan untuk dewasa tua adalah rendah kalori. Makanan dan diet tertentu harus diberkan bila sesuai. G. Faktor Yang Mempengaruhi Nutrisi Seseorang 1. vitamin C. Adult dan Order Aldult Penyembuhan dan metabolisme berhenti sehingga butuh kalori sedikit. 5.Status Kesehatan Individu dengan kesehatan yang kurang akan memerlukan nutrisi yang lebih karena dukungan nutrisi adalah bagian esensial penyembuhan setiap penanganan medis. Kultur dan Agama Kubudayaan dan agama yang dianut individu sangat mempengaruhi pola dietnya.masalah yang terjadi pada remaja adalah obesitas. Peningkatan pertumbuhan organ reproduksi pada remaja. protein. 3.Pertumbuhannya meningkat pada usia ini. serat. kalsium. Membutuhkan karbohidrat. Status Sosioekonomi Pembelajaran makanan tergantung dari jumlah yang dimilki/ pendapatan. diet lemak. bulimia anoreksia nervosa. Khususnya pada wanita menopose.

Kesalahan Informasi Makanan Menganggap makanan tertentu bergizi rendah kerena keyakinan atau mitor terhadap kamanan. Makan berdasarkan perpesi dan motivasi individu. Makanan mewah sebagai simbol status sosial.4. Pilihan Pribadi Kesukaan datau ketidaksukaan pilihan individu terhadap makanan. 6. Faktor Psikologis Ketika seseorang stress memiliki perilaku diet berbeda–beda. 7. Alkohol merusak sistem gastrointetianal dan obat mengurangi absorpsi zat gizi. . Perlu pertimbangan ketika individu tersebut akan melakukan diet terapeutik. Alkohol dan Obat Hiper alkohol dan obat menyebabkan defisiensi nutrisi. 5.

berat badan sekarang 45 kg turun 20% dari berat badan sebelum sakit. O terlihat sangat lemah. O mengatakan sejak tiga hari yang lalu klien mengeluh mual dan selalu muntah setiap makan. nadi 80x/menit. Hasil pemeriksaan lab di dapatkan Hb 10.2. F. wajah tampak pucat. .BAB III KASUS PEMICU A.1gr/dl. Keluarga Ny.nafas: 16x/menit. Aplikasi kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan dengan kasus Ketidakseimbangan Nutrisi Ny. Saat ini Ny. kadar albumin 2. S: 38C TD: 90/60mmhg. O beragama islam dan berusia 38 tahun masuk RS karena tiba-tiba pingsan di rumah.

BAB IV PEMBAHASAN A. O. Umur : Ny. Nama klien 2. Pengkajian 1. . : 38 tahun.

Alamat 5.2 Kadar albumin: 2. wajah tampak pucat. berat badan turun.1 S: 38C TD: 90/60mmHg Ketidak seimbangan • Ketidakmampuan nutrisi. Analisa Data Data Data Subjektif Data Objektif Problem Etiologi N o 1 Kl Klien • Klien terlihat mengatakan lemah mual dan • Wajah muntah. Kadar albumin: 2. . Agama 6. • • Ketidak mampuan menyerap nutrisi. Jenis kelamin 4. : Klien mengatakan mual dan muntah. S: 38C. tampak pucat • • • • • Berat badan turun Hb: 10.2. Hb: 10.1. B. Data Subjektif : Perempuan. Ketidak mampuan memasukan makanan. :: Islam. mencerna makanan.3. a Objektif : Klien terlihat lemah. dan TD: 90/60mmHg.

Hb. BB pasien dalam batas normal Monitor adanya penurunan BB Jadwalkan pengobatan dan tindakan tidak selama jam makan Monitor mual dan muntah Monitor kada albumin. c. Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi yang dibutuhkan pasien b.total protein . c. Diagnosa Keperawatan Kemungkinan berhubungan dengan : 1. Monitor kalori dan intake nutrisi .dan kadar Ht Monitor pucat . d. Gangguan nutrisi 2.dan kekeringan jaringan konjungtiva. g. d. Nutrition Management a. f. Intervensi 1. Ketidakmampuan menyerap nutrisi D.Nutrition Monitoring a. e. Monitor jumlah nutrisi dan kandungan kalori Berikan informasi tentang kebutuhan nutrisi Kaji kemampuan pasien untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan 2.C.kemerahan. b.

Pasien terlihat tidak lemah. 3.Memonitor kalori dan intake nutrisi.E.Mengecek berat badan pasien.dan pucat 3. 5. 9. 2. 2. 10. total protein. 4. Pasien tidak mual dan muntah setiap makan .Memonitor kadar Albumin. Implementasi 1.Memonitor kekeringan jaringan konjungtiva.Mengkaji kemampuan pasien untuk mendapatkan nutrisi.Memberikan obat. Tekanan Darah. Evaluasi S : Pasien mengatakan tidak mual dan tidak merasa muntah setap makan. dan kadar Ht. F. 8. O: 1.Memonitor adanya penurunan berat badan.Mengkolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi.Memonitor jumlah nutrisi dan kandungan kalori.Memberikan informasi tentang kebutuhan nutrisi. Hb. BB normal 4. 11.Memonitor mual dan muntah. 6. 7.

Kesimpulan . RR A: 1. Memjadwalkan pengobatan dan tindakan tidak selama jam makan 3.Monitor kalori dan intake nutrisi BAB V PENUTUP A. Berikan obat 2. Berat badan dalam batas normal 3. Tekanan darah dalam batas normal 2. Kemampuan menyerap nutrisi adekuat P : 1.5. Kadar Albumin 6.

Zat gizi berfungsi sebagi penghasil energi bagi funsi organ. serta kerja fisik. dan kegitan kelenjar-kelenjar tubuh. Laju metabolisme basal (basal metabolisme rate) adalah energi yang digunakan tubuh pada saat istirahat. B.Pencernaan makanan merupakan proses pemecahan makanan menjadi bagian yang lebih kecil. pernapasan. disarankan kepada penulis untuk dapat melengkapi informasi tentang kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan. . Tubuh membutuhkan nutirsi untuk kelangsungan fungsi-fungsi tubuh. untuk pergerekan. vitamin.protein. proses pencernaan dilakukan secara mekanik dan secara kimiawi. Absorpsi merupakan pemindahan agen subtract seperti air. Oleh karena itu. 1996 ). Saran Mengingat pelaksanaan penulisan makalah ini baru berjalan sepekan sehingga hasil yang diperoleh belum maksimal. yaitu untuk keguatan fungsi tubuh seperti aktivitas jantung. lemak. elektrolit. peristaltik usus. vitamin. dan nutrisi melewati membrane epithelium digestif dan masuk ke cairan interstisial dari saluran pencernaan. Elemen nutrisi atas karbohidrat. mineral dan air. Nutrisi yang sudah disbsorpsi dan masuk dalm sistem sirkulasi selanjutnaya akan dimanfaatkan untuk energi tubuh melalui reaksi kimia yang disebut metabolisme. Setiap hari kira-kira 8-9 liter air dan 1 kg nutrisi melewati membrane dinding usus dari lumen usus masuk ke aliran darah ( Hinchliff.

.. Buku Ajar Keperawatan Pediatrik. Kebutuhan Dasar Manusia Aplikasi Konsep dan Proses Keperawatan jilid 2. . Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika. Anggriyana Tri Widianti. Dona L. Aziz alimul H. 2010. Tarwoto. Yogyakarta: Nuha Medika. Jakarta: Salemba Medika. Wartonah. Jakarta: EGC. 2011. A. Wong. 2008. 2009. Catatan Kuliah : Kebutuhan Dasar Manusia ( KDM ).DAFTAR PUSTAKA Saryono.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful