Konsep Kebutuhan Dasar Manusia

Posted on April 17, 2011 by muzavipahlevi Kebutuhan dasar manusia adalah unsure-unsur yang dibutuhkan manusian dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis maupun fisiologis, yang tentunya untuk mempertahankan kehidupan dan kesehatan. Kebutuhan manisia menurut Abraham Maslow dalam Teori Hirarki Kebutuhan menyatakan bahwa setiap manusia memiliki lima kebituhan dasar yaitu kebutuhan fisiologis (makan dan minum), keamanan, cinta, harga diri, dan aktualisasi diri (Sumber: Potter And Patricia, 1997). Ciri Kebutuhan Dasar Manusia Manusia memiliki kebutuhan dasar yang bersifat heterogen. Setiap orang umumya memiliki kebutuhan dasar yang sama, akan tetapi terdapat perbedaan budaya, maka kebutuhan tersebutpun ikut bebbeda. Dalam memenuhi kebutuhannya, manusia menyesuaikan diri dengan prioritas yang ada. Lalu jika gagal memenuhi kebutuhannya makamanusia akan berfikir lebih keras dan bergerak untuk memenuhi kebutuhannya. Faktor Yang Mempengaruhi Kebutuhan Dasar Manusi Kebutuhan dasar manusia dipengaruhi oleh berbagai factor, diantaranya adalah :

Penyakit

Adanya penyakit dalam tubuh dapat menyebabkan perubahan pemenuhan kebutuhan, baik secara biologis maupun fisiologis, karena beberapa fungsi organ tubuh memerlukan pemenuhan kebutuhan lebih besar daripada biasanya.

Hubungan Keluarga

Hubungan keluarga yang baik dapat meningkatkanpemenuhan kebutuhan dasar karena adanya saling percaya, merasakan kesenangan hidup, tidak ada rsa curiga, dan lain-lain.

Konsep Diri

Konsep diri manusia memiliki peran dalam pemenuhan kebutuhan dasar. Konsep diri yang posotif dapat memberikan makna dan keutuhan (wholeness) bagi seseorang. Konsep diri yang sehat dapat memberikan perasaan positif terhadap diri sendiri. Orang yang merasa posituf terhadap dirinya akan mudah berubah, mudah mengenali kebutuhan dan mengembangkan cara hidup yag sehat, sehingga mudah memenuhi kebutuhan dasarnya.

Tahap Perkembangan.

Sejalan dengan meningkatnya usia, manusia mengalami perkembangan. setiap tahap perkembangan tersebut memiliki tingkat kebutuhan yang bebeda, baik kebutuhan biologis,

psikososial, social, maupun spiritual, mengingat fungsi organ tubuh juga mengalami proses kematangan dengan dengan aktivitas yang berbeda. Pendapat Beberapa Ahli Tentang Konsep Kebituhan Dasar Manusia.

Virginia Handerson

Virginia Handerson membagi kebutuhan dasar manusia kedalam 14 komponen berikut : 1) 2) 3) 4) 5) 6) Bernafas secara normal. Makan dan minum yang cukup. Eliminasi. Bergerak dan memepertahan postur tubuh yang diinginkan. Tudur dan istirahat. Memilih pakaian yang tepat.

7) Mempertahankan suhu tubuh dalam kisaran normal dengan. menyesuaikan pakaian yang dikenakan dengan memodifikasi lingkungan. 8) Menjaga kebutuhan diri dan penampilan.

9) Berkomunikasi dengan orang lain dalam mengekspresikan emosi, kebutuhan, kakhawatiran dan opini. 10) Menghindari bahaya dari lingkungan dan dan menghindari membehayakan orang lain. 11) Beribadah sesuai dengan agama dan keyakinan. 12) Bekerja sedemikian rupa sebagai modal membiayai kebutuhan hidup. 13) Berpain atau berpartisipasi dalam berbagai bentuk rekreasi. 14) Belajar, menemkan, atau mamuaskan rasa ingn tahu yang mengarah pada perkembangan yang normal, kesehatan, dan penggunaan fasilitas kesehatanyang tersedia.

Jean Watson

Jean Watson membagi kebutuhan dasar manusia kedalam dua peringkat utama, yaitukebutuhan yang tingkatnya lebih rendah (lower order needs) dan kebutuhan yang tingkatnya lebih tinggi (higher order needs). Pemenuhan kebutuhan yang tingkatnya lebih rendah tidak selalu membantu

upaya kompleks mausia untuk mencapai aktualisasi diri. Tiap kebituhan dipandang dalam konteksnya terhadap kebutuhan lain, dan semuanya dianggap penting.

Gambar: Hierarki Kebutuhan Dasar Manusia Menurut Jean Watson

Abraham Maslow

Dikenal dengan nama Teori Hierarki Kebutuhan Dasar Manusia: 1) Kebutuha Fisiologis.

Adalah kebutuhan paling dasar, yaitu kebutuhan oksigen, cairan dan elektrolit, nutrisi, keseimbangan suhu tubuh, eliminasi, tempat tinggal, istirahat dan tidur serta kebutuhan seksual. 2) Kebutuhan rasa aman dn perlindungan.

Dibagi menjadi 2 yakni fisik dan psikologis:
• •

Fisik: meliputi perlindungan atas ancaman terhadap tubuh atau hidup seperti penyakit, kecelakaan, bahaya lingkungan, dan sebagainya. Psikologis: perlindungan atas ancaman dari pengalaman yang baru dan asing seperti kekhawatiran seorang anak ketika masuk sekolah untuk pertama kali karena merasa terancam oleh keharusan untuk berinteraksi dengan orang lain. Kebuthan rasa cinta serta rasa memiliki dan dimiliki.

3)

Member dan menerima kasih saying, mendapatkan kehangatan keluarga, memiliki sahabat, diterima oleh kelompok social, dan sebagainya. 4) Kebutuhan akan harga diri

Kebutuhan ini terkait dengan keinginan untukmendapatkan kekuatan, meraih prestasi, kepercayaan diri dan kemerdekaan diri. Selain itu, orang juga memerlukan pengakuan dari orang lain. 5) Kebutuhan aktualisasi diri.

Merupakan kebutuhan tertinggi dalam Hierarku Maslow, merupakan kebutuhan untuk berkontribusi pada orang lain/lingkungan serta mencapaipotensi diri sepenuhnya.

sebab kebarsihan merupakan faktor penting dalam mempertahankan derajat kesehatan individu (Taylor 1989). Hal ini sangat penting mengingat kebersihan merupakan kebutuhan dasar utama yang dapat mempengaruhi status kesehatan dan kondisi psikologis secara umum. Perilaku kebersihan diri dapat dipengaruhi oleh nilai serta kebiasaan yang dianut individu. Saat seseorang sakit salah satu penyebabnya adalah kebersihan diri yang kurang. norma keluarga.social.Gambar : Kebutuhan Dasar Manusia Menurut Abraham Maslow BAB I PENDAHULUAN Personal hygiene adalah upaya yang dilakukan dalam upaya memelihara kebersihan dan kesehatan dirinya baik secara fisik maupun mental. Tingkat kebersihan sendiri dinilai dari penampilan individu dan upayanya dalam menjaga kebersihan dan kerapian tubuhnya setiap hari. Ini harus menjadi perhatian kita bersama. adanya perubahan . Sebagai contoh. status ekonomi. Menurut Roper (2002). Berpenampilan bersih darum dan rapih merupakan dimensi yang sangat penting dalam mengukur tingkat kesejahteraan individu secara umum. aktivitas ini dikembangkan menjadi rutinitas guna memberikan perasaan stabil dan aman pada diri individu. Adanya masalah dalam kebersihan diri akan berdampak pada kesehatan seseorang. disamping faktor budaya. dan lain sebaganya.tingkat pendidikan.

serta tingkat perkembangan. Ganguan fisik yang terjadi dapat mengakibatkan perubahan konsep diri.peran perawat dalam hal ini sangat dibutuhkan guna meningkatkan personal hygiene individu melalui kegiatan penyuluhan dan meningkatkan pengetahuan tentang upaya kebersihan diri melalui penerapan prinsip hidup bersih dan sehat. pendidikan. Kebersihan itu sendiri dangat dipengaruhi oleh nilai individu dan kebiasaan. Sel-sel epitel ini mudah sekali mengalami regeneras. Hal-hal yang sangat berpengaruh itu di antaranya kebudayaan . sosial. kelenjar serumen yang terdapat dalam telingga yang berfungsi sebagai pelumas dan berwarna cokelat. Hal ini terjadi karena kita menganggap masalah kebersihan adalah masalah sepele. Sedangkan gangguan psikologis terjadi karena kondisi tersebut mungkin mengurangi keindahan penampilan dan reaksi emosional (Doenges dkk). BAB II ISI 1.pada kulit dapat menimbulkan berbagai ganguan fisik dan psikologis. Konsep Personal Hygiene Dalam kehidupan sehari-hari kebersihan merupakan hal yang sangat penting dan harus diperhatikan karena kebersihan akan mempengaruhi kesehatan dan psikis seseorang. saraf folikel rambut dan kelenjar. Kedua. padahal jika hal tersebut dibiarkan terus dapat mempengaruhi kesehatan secara umum. persepsi seseorang terhadap kesehatan. Jika seseorang sakit. Kulit terdiri atas 2 lapisan yaitu lapisan epidermis yang terdapat pada bagian atas yang banyak mengandung sel-sel epitel. Kebersihan seseoang adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseoran untuk kesejahteraan fisik dan psikis. Lapisan kedua adalah lapisan dermis yang terdiri atas jaringan otot. 2. Pada kulit terdapat 2 kelenjar : pertama kelnejar sebasea yang menghasilkan minyak yang disebut sebun yang berfungsi meminyaki kulit dan rambut. lapisan subkutan di bawah kulit dan pelengkapnya. . keluarga. seperti kelenjar dan kuku. biasanya masalah kebersihan kurang diperhatikan. Lapisan ini tidak mengandung pembuluh darah. Personal Hygiene berasal dari bahasa Yunani yaitu personal yang artinya perorangan dan hygiene berarti sehat. Fisiologi Kulit Sistem integumen terdiri atas kulit.

Memproduksi dan mengabsorpsi vitamin D 3. sisir rambut mulai dari bagian ujung sampai ke pangkal dengan pelan dan hati-hati 2. Tujuan Personal Hygiene 1. Macam-macam Personal Hygiene 1. Mencagah penyakit 5. Sensasi dari stimulus lingkungan 5. Memelihara kebersihan diri seseorang 3. Perawatan mata Cara-cara merawat mata: • Usaplah kotoran mata dari sudut mata bagian dalam hingga sudut mata bagian luar .Fungsi Kulit : 1. Proteksi tubuh 2. Pengeluaran pembuangan air 4. Menciptakan keindahan 6. Perawatan kulit kepala dan rambut Cara-cara merawat kulit kepala dan rambut: • • • • • • Cuci rambut 1-2 kali seminggu dengan memakai sampo yang cocok Pangkas rambut agar terlihat rapi Gunakan sisir yang bergerigi besar untuk merapikan rambut keriting dan olesi rambut dengan minyak Jangan menggunakan sisir yang bergerigi tajam karena bisa melikai kulit kepala Pijat kulit kepala pada saat mencuci rambut untuk merangsang pertumbuhan rambut Pada jenis rambut ikal dan keriting. Meningkatkan derajat kesehatan seseorang 2. Memperbaiki personal hyiene yang kurang 4. Pengaturan temperatur tubuh 3. Meningkatkan rasa percaya diri 4. Membantu keseimbangan carian da eletrolit 6.

Perawatan kuku kaki dan tangan Cara-cara merawat kuku • • • Kuku jari tangan dapat dipotong dengan pengikir atau memotongnya dalam betukk oval atau menikuti bentuk jari. hembuskan secara perlahan dengan membiarkan kedua lubang hidung tetap terbuka Jangan mengeluarkan kotoran dari lubang hidung dengan menggunakan jari karena dapat mengiritasi mukosa hidung 4. Perawatan telingga Cara-cara merawat telinga • • • • Bila ada kotoran yang mrnyumbat telinga. Perawatan hidung • • • • Jaga agar lubang hidung tidak kemasukan air dan benda kecil Jangan biarkan benda kecil masuk kelubang hidung. Sedangkan kuku kaki dipotong dalam bentuk lurus Jangan memotong kuku terlalu pendek karena dapat melukai kulit disekitar kuku Jangan membersihkan kotoran dibalik kuku dengan benda tajam. lakukan dengan hati-hati agar tidak menimbulkan kerusakan telinga akibat tekanan air yang terlalu tinggi Aliran air yang masuk hendaknya diarahkan kesaluran telinga dan bukan langsung ke gendang telinga Jangan menggunakan peniti atau jepit rambut untuk membersihkan kotoran telinga karena dapat menusuk gendang telinga 5. sebab nantinya akan menyumbat saluran nafas serta menyebabkan luka pada membran mukosa Sewaktu mengeluarkan debu dari lubang hidung.• • • • Saat mengusap mata. gunakan kain yang paling bersih dan lembut Lindungi mata dari kemasukan debu dan kotoran Bila menggunakan kacamata hendaklah selalu dipakai Bila mata sakit cepat periksa ke dokter Cara-cara merawat hidung 3. sebab akan merusak jaringan dibawah kuku . keluarkan secara pelan dengan menggunakan penyedot telinga Bila menggunakan air yang disemprotkan.

• • • Potong kuku seminggu sekali atau sesuai kebutuhan Khusus untuk jari kaki. sebaiknya kuku dipotong segera setelah mandi atau direndam dengan air hangat terlebih dahulu Jangan menggigiti kuku karena dapat merusak jaringan kuku Cara-cara merawat genitalia 6. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Personal Hygiene 1. Jangan gunakan sabun mandi untuk wajah Segera keringkan tubuh dengan handuk yang lembut dari wajah. Perawatan gigi dan mulut Cara-cara merawat gigi dan mulut • • • • • • • Tidak makan makanan yang terlalu manis dan asam Tidak menggunakan gigi untuk menggigit atau mencongkel benda keras Menghindari kecelakaan seperti jatuh yang dapat menyebabkan gigi patah Menyikat gigi sesudah makan dan khususnya sebelum tidur Meletakkan sikat gigi pada sudut 450 dipertemuan antara gigi dan gusi dan sikat menghadap kearah yang sama dengan gusi Menyikat gigi dari atas kebawah dan seterusnya Memeriksakan gigi secara teratur setiap enam bulan Cara-cara merawat tubuh secara keseluruhan: • • • • • Biasakan mandi dua kali sehari atau setelah beraktivitas Gunakan sabun yang tidak bersifat iritatif Sabuni seluruh tubuh terutama lipatan-lipatan kulit. Perawatan tubuh secara keseluruhan . ketiak. Body image Gambaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi kebersihan diri misalnya karena adanya perubahan fisik sehingga individu tidak peduli terhadap kebersihannya. sela-sela jari. 8. badan hingga kaki 5. Perawatan genetalia • • Membersihkan area genitalia eksterna pada saat mandi (wanita) Perawatan yang sama dilakukan saat mandi terutama pada mereka yang belum disirkumsisi (pria) 7. tangan. belakang telinga dll.

Misalnya pada pasien penderita DM ia harus menjaga kebersihan kakinya. Dampak yang Sering Timbul pada Masalah Personal Hyiene • Dampak Fisik Banyak gangguan kesehatan yang diderita seseorang karena tidak terpeliharanya kebersihan perorangan dengan baik. maka kemungkinan akan terjadi perubahan pola Personal Hygiene 3. Kesimpulan . gangguan membrane mukosa mulut. infeksi pada mata dan telinga. sikat gigi. Kebiasaan seseorang Ada kebiasaan seseorang yang menggunakan produk tertentu dalam perawatan dirinya seperti penggunaan sabun. dan lain-lain. Gangguan fisik yang sering terjadi adalah gangguan integritas kulit. aktualisasi diri dan gangguan interaksi sosial. kebutuhan harga diri. pasta gigi. 7. Praktik sosial Pada anak-anak selalu dimanja dalam kebersihan diri. • Dampak Psikososial Masalah social yang berhubungan dengan Personal Hygiene adalah gangguan kebutuhan rasa nyaman. Kondisi fisik Pada keadaan sakit tertentu kemampuan untuk merawat diri berkurang dan perlu bantuan untuk melakukannya. alat mandi yang semuanya memerlukan uang untuk menyediakannya 4. sampo. sampo. dan gangguan fisik pada kuku. 6.2. Budaya Di sebagian masyarakat jika individu sakit tertentu maka tidak boleh dimandikan. BAB III PENUTUP A. Pengetahuan Pengetahuan Personal Hygiene sangat penting karena pengetahuan yang baik dapat meningkatkan kesehatan. kebutuhan dicintai dan mencintai. 5. Status sosial-ekonomi Personal Hygiene memerlukan alat dan bahan seperti sabun. 6.

B.social. status ekonomi. biasanya masalah kebersihan kurang diperhatikan. Jika seseorang sakit. dan lain sebaganya. disamping faktor budaya. Saran Bagi para pembaca. Adanya masalah dalam kebersihan diri akan berdampak pada kesehatan seseorang. baik ringan maupun berat. dan juga perubahan hidup seseorang. DAFTAR PUSTAKA Adam. aktifitas seseorang secara langsung.Personal hygiene adalah uapaya yang dilakukan dalam upaya memelihara kebersihan dan kesehatan dirinya baik secara fisik maupun mental. serta mencakup pola fikir. biasanya masalah kebersihan kurang diperhatikan. Perilaku kebersihan diri dapat dipengaruhi oleh nilai serta kebiasaan yang dianut individu. 2012 8 komentar Konsep Nyeri. Nyeri adalah perasaan tidak nyaman. Hal ini terjadi karena kita menganggap masalah kebersihan adalah masalah sepele. Higiene Perseorangan. Nyeri merupakan tanda dan gejala penting yang dapat menunjukkan telah terjadinya gangguan secara fisiologikal. S. Gersik: Buku EGC Konsep Nyeri Terbit Artikel Pada Jun 15. Untuk kali ini Blog Keperawatan akan mencoba berbagi sedikit mengenai konsep nyeri ini dan semoga bisa memberikan manfaat. Wahid Iqbal dkk. norma keluarga. karena Jika seseorang sakit. (1994). Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia Teori dan Aplikasi Dalam Praktik. padahal jika hal tersebut dibiarkan terus dapat mempengaruhi kesehatan secara umum. masalah kebersihan adalah hal yang sangat penting dan jangan menganggap masalah kebersihan adalah masalah sepele. Nyeri ini hanya dapat dirasakan oleh individu tersebut tanpa dapat dirasakan oleh orang lain. Demikian sedikit pengertian dan konsep nyeri. Ada juga pengertian nyeri dari beberapa ahli diantaranya yaitu : . (2007). Jakarta: Bharata Karya Aksara Mubarak.tingkat pendidikan. Berpenampilan bersih darum dan rapih merupakan dimensi yang sangat penting dalam mengukur tingkat kesejahteraan individu secara umum.

Trauma.Nyeri adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat dari kerusakan jaringan yang aktual dan potensial (Brunner & Suddarth. 3. Rasa nyeri yang diakibatkan oleh mekanik ini timbul akibat ujungujung saraf bebas mengalami kerusakan. Mekanik. Neoplasma. Penyebab nyeri diantaranya yaitu : 1. 2. 2005) Selanjutnya kita melangkah kepada penyebab dari nyeri. Neoplasma ini juga terbagi menjadi dua yaitu : • • Neoplasma Jinak. Gangguan sirkulasi darah dan kelainan pembuluh darah. Contoh dari nyeri akibat trauma mekanik ini adalah akibat adanya benturan. Thermis. ancaman dan fantasi luka (Kozier dan Erb. Khemis. 1983) Nyeri adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan yang berhubungan dengan kerusakan jaringan atau potensial menyebabkan kerusakan jaringan (Perry & Potter. Trauma ini juga terbagi menjadi beberapa macam. misal karena api dan air. gesekan. 4. Nyeri karena hal ini timbul karena ujung saraf reseptor mendapat rangsangan akibat panas. Elektrik. 2. Hal ini dapat dicontohkan pada pasien dengan infark miokard akut atau pun angina pektoris yang dirasakan adalah adanya nyeri dada yang khas. luka dan lain-lain. Neoplasma Ganas. . 2002) Nyeri adalah sensasi ketidaknyamanan yang dimanisfestasikan sebagai penderitaan yang diakibatkan oleh persepsi jiwa yang nyata. Penyebab trauma ini terbagi menjadi : 1. Nyeri yang ditimbulkan karena adanya pengaruh aliran listrik yang kuat mengenai reseptor rasa nyeri yang menimbulkan kekejangan otot dan luka bakar. Nyeri yang ditimbulkan karena adanya kontak dengan zat kimia yang bersifat asam atau pun basa kuat. dingin. 3.

4. Peradangan. Nyeri yang diakibatkan karena adanya kerusakan ujung-ujung saraf reseptor akibat adanya peradangan atau terjepit oleh pembengkakan. Contohnya adalah nyeri karena abses. 5. Trauma psikologis. Setelah kita mengetahui akan penyebab dari nyeri pada konsep nyeri ini maka selanjutnya kita melangkah kepada klasifikasi nyeri. Klasifikasi nyeri dibedakan menjadi : 1. Menurut Tempat Nyeri. 1. Periferal Pain. Periferal pain ini terbagi menjadi 3 yaitu nyeri permukaan (superfisial pain), nyeri dalam (deep pain), nyeri alihan (reffered pain). Nyeri alihan ini maksudnya adalah nyeri yang dirasakan pada area yang bukan merupakan sumber nyerinya. 2. Central Pain. Nyeri ini terjadi karena perangsangan pada susunan saraf pusat, spinal cord, batang otak. 3. Psychogenic Pain. Nyeri ini dirasakan tanpa adanya penyebab organik, tetapi akibat dari trauma psikologis. 4. Phantom Pain. Phantom Pain ini merupakan perasaan pada bagian tubuh yang sudah tak ada lagi, contohnya pada amputasi. Phantom pain timbul akibat dari stimulasi dendrit yang berat dibandingkan dengan stimulasi reseptor biasanya. Oleh karena itu, orang tersebut akan merasa nyeri pada area yang telah diangkat. 5. Radiating Pain. Nyeri yang dirasakan pada sumbernya yang meluas ke jaringan sekitar. 2. Menurut Sifat Nyeri.
• • •

Insidentil. Yaitu sifat nyeri yang timbul sewaktu-waktu dan kemudian menghilang. Steady. Yaitu sifat nyeri yang timbul menetap dan dirasakan dalam waktu yang lama. Paroxysmal. Yaitu nyeri yang dirasakan berintensitas tinggi dan kuat sekali dan biasanya menetap selama 10 – 15 menit, lalu menghilang dan kemudian timbul kembali. Intractable Pain. Yaitu sifat nyeri yang resisten dengan diobati atau dikurangi. Contoh pada arthritis, pemberian analgetik narkotik merupakan kontraindikasi akibat dari lamanya penyakit yang dapat mengakibatkan kecanduan.

3. Menurut Berat Ringannya Nyeri. 1. Nyeri Ringan yaitu nyeri yang berada dalam intensitas yang rendah. 2. Nyeri Sedang yaitu nyeri yang menimbulkan suatu reaksi fisiologis dan juga reaksi psikologis. 3. Nyeri Berat yaitu nyeri yang berada dalam intensitas yang tinggi. 4. Menurut Waktu Serangan.

1. Nyeri Akut. Nyeri akut biasanya berlangsung singkat, misalnya nyeri pada fraktur. Klien yang mengalami nyeri akut pada umumnya akan menunjukkan gejala-gejala antara lain : respirasi meningkat, Denyut jantung dan Tekanan darah meningkat, dan pallor. 2. Nyeri Kronis. Nyeri kronis berkembang lebih lambat dan terjadi dalam waktu lebih lama dan pada umumnya penderita sering sulit mengingat sejak kapan nyeri mulai dirasakan. Selanjutnya melangkah pada patofisiologi nyeri. Patofisiologi nyeri ini dapat digambarkan sebagai berikut : Reseptor nyeri disebut nosiseptor. Nosiseptor mencakup ujung-ujung saraf bebas yang berespon terhadap berbagai rangsangan termasuk tekanan mekanis, deformasi, suhu yang ekstrim, dan berbagai bahan kimia. Pada rangsangan yang intensif, reseptor-reseptor lain misalnya badan Pacini dan Meissner juga mengirim informasi yang dipersepsikan sebagai nyeri. Zat-zat kimia yang memperparah nyeri antara lain adalah histamin, bradikini, serotonin, beberapa prostaglandin, ion kalium, dan ion hydrogen. Masing-masing zat tersebut tertimbun di tempat cedera, hipoksia, atau kematian sel. Nyeri cepat (fast pain) disalurkan ke korda spinalis oleh serat A delta, nyeri lambat (slow pain) disalurkan ke korda spinalis oleh serat C lambat. Serat-serat C tampak mengeluarkan neurotransmitter substansi P sewaktu bersinaps di korda spinalis. Setelah di korda spinalis, sebagian besar serat nyeri bersinaps di neuron-neuron tanduk dorsal dari segmen. Namun, sebagian serat berjalan ke atas atau ke bawah beberapa segmen di korda spinalis sebelum bersinaps. Setelah mengaktifkan sel-sel di korda spinalis, informasi mengenai rangsangan nyeri diikirim oleh satu dari dua jaras ke otak- traktus neospinotalamikus atau traktus paleospinotalamikus (Corwin, 2000 : 225). Informasi yang di bawa ke korda spinalis dalam serat-serat A delta di salurkan ke otak melalui serat-serat traktus neospinotalamikus. Sebagian dari serat tersebut berakhir di reticular activating system dan menyiagakan individu terhadap adanya nyeri, tetapi sebagian besar berjalan ke thalamus. Dari thalamus, sinyal-sinyal dikirim ke korteks sensorik somatic tempat lokasi nyeri ditentukan dengan pasti (Corwin, 2000 : 225). Informasi yang dibawa ke korda spinalis oleh serat-serat C, dan sebagian oleh serat A delta, disalurkan ke otak melalui serat-serat traktus paleospinotalamikus. Seratserat ini berjalan ke daerah reticular dibatang otak, dan ke daerah di mesensefalon yang disebut daerah grisea periakuaduktus. Serat- serat paleospinotalamikus yang berjalan melalui daerah reticular berlanjut untuk mengaktifkan hipotalamus dan system limbik. Nyeri yang di bawa dalam traktus paleospinotalamik memiliki lokalisasi yang difus dan berperan menyebabkan distress emosi yang berkaitan dengan nyeri (Corwin, 2000 : 225). http://askep-net.blogspot.com/2012/06/konsep-nyeri.html

KONSEP DASAR INFEKSI

INFEKSI KONSEP DASAR INFEKSI a.Pengertian Infeksi Infeksi adalah prosesinvasif oleh mikroorganismedan berpoliferasi di dalam tubuh yang menyebabkan sakit (Potter & Perry, 2005). Infeksi adalah invasi tubuh oleh mikroorganisme dan berproliferasi dalam jaringan tubuh. (Kozier, et al, 1995). Dalam Kamus Keperawatan disebutkan bahwa infeksi adalah invasi dan multiplikasi

mikroorganisme dalam jaringan tubuh, khususnya yang menimbulkan cedera seluler setempat akibat metabolisme kompetitif, toksin, replikasi intraseluler atau reaksi antigen-antibodi. Munculnya infeksi dipengaruhi oleh beberapa faktor yang saling berkaitan dalam rantai infeksi. Adanya patogen tidak berarti bahwa infeksi akan terjadi. Menurut Utama 2006, Infeksi adalah adanya suatu organisme pada jaringan atau cairan tubuh yang disertai suatu gejala klinis baik lokal maupun sistemik. Infeksi yang muncul selama seseorang tersebut dirawat di rumah sakit dan mulai menunjukkan suatu gejala selama seseorang itu dirawat atau

portal of entry dan host/ pejamu yang rentan. Organisme residen tidak dengan mudah bisa dihilangkan melalui cuci tangan dengan sabun dan deterjen biasa kecuali bila gosokan dilakukan dengan seksama. cara penularan. Kontak antara pasien dan berbagai macam mikroorganisme ini tidak selalu menimbulkan gejala klinis karena banyaknya faktor lain yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi nosokomial. b.Rantai Infeksi Menurut Perry Potter. Organisme ini siap ditularkan.1.setelah selesai dirawat disebut infeksi nosokomial. Infeksi nosokomial ini dapat berasal dari dalam tubuh penderita maupun luar tubuh. iii)tingkat virulensi . ii)resistensi terhadap zat-zat antibiotika. 2005 proses terjadinya infeksi seperti rantai yang saling terkait antar berbagai faktor yang mempengaruhi. sementara infeksi eksogen (cross infection) disebabkan oleh mikroorganisme yang berasal dari rumah sakit dan dari satu pasien ke pasien lainnya. Secara umum. yaitu agen infeksi. pasien yang masuk rumah sakit dan menunjukkan tanda infeksi yang kurang dari 72 jam menunjukkan bahwa masa inkubasi penyakit telah terjadi sebelum pasien masuk rumah sakit. jamur dan protozoa. reservoir. Infeksi endogen disebabkan oleh mikroorganisme yang semula memang sudah ada didalam tubuh dan berpindah ke tempat baru yang kita sebut dengan self infection atau auto infection. Menurut Utama 2006 menyampaikan bahwa pasien akan terpapar berbagai macam mikroorganisme selama ia rawat di rumah sakit. portal of exit. Gambar 2. dan infeksi yang baru menunjukkan gejala setelah 72 jam pasien berada dirumah sakit baru disebut infeksi nosokomial. Kemungkinan terjadinya infeksi tergantung pada : i)karakteristik mikroorganisme. kecualidihilangkan dengan cuci tangan. Mikroorganisme di kulit bisa merupakan flora transient maupun resident. Rantai Proses Terjadinya Infeksi Perry Potter (2 1)Agen Infeksi Mikroorganisme yang termasuk dalam agen infeksi antara lain bakteri. virus.

Proteus. Bakteri dapat ditemukan sebagai flora normal dalam tubuh manusia yang sehat. Contohnya : (a) Anaerobik Gram-positif. Bakteri gram negatif ini bertanggung jawab sekitar setengah dari semua infeksi di rumah sakit. Bakteri patogen lebih berbahaya dan menyebabkan infeksi baik secara sporadik maupun endemik. Enterobacter. respirasi. (d) Serratia marcescens. (c) Bakteri gram negatif: Enterobacteriacae. Clostridium yang dapat menyebabkan gangren. Penyebab infeksi dibagi menjadi 4 kategori. yaitu: i) Bakteri Bakteri merupakan penyebab terbanyak dari infeksi. Tetapi pada beberapa kasus dapat menyebabkan infeksi jika manusia tersebut mempunyai toleransi yang rendah terhadap mikroorganisme. dan peritoneum. dapat menyebabkan infeksi serius pada luka bekas jahitan. Klebsiella.html \ TANDA-TANDA VITAL (Vital Sign) Pegertian Tanda-tanda vital/vital sign merupakan indikator dari status kesehatan (menandakan keefektifan sirkulasi. (b) Bakteri gram-positif: Staphylococcus aureus yang menjadi parasit di kulit dan hidung dapat menyebabkan gangguan pada paru. pulang. Keberadaan bakteri disini sangat penting dalam melindungi tubuh dari datangnya bakteri patogen. fungsi neural & endokrin tubuh). jantung dan infeksi pembuluh darah serta seringkali telah resisten terhadap antibiotika. Pengukuran TTV memberikan data dasar .blogspot. http://nurlinazainuddin. menurut Utama 2006. contohnya Escherichia coli. paru.iv)dan banyaknya materi infeksius.com/2011/01/konsep-dasar-infeksi. Pseudomonas sering sekali ditemukan di air dan penampungan air yang menyebabkan infeksi di saluran pencernaan dan pasien yang dirawat.

respon terapi medis & keperawatan. respirasi & fungsi kontrol suhu • Saat KU klien berubah • Sebelum dan sesudah intervensi keperawatan yang pengaruhi TTV • Saat klien melaporkan adanya distress fisik non spesifik Empat komponen TTV. Hal ini sangat penting sehingga disebut TANDA VITAL. Aliran darah mengalir pada sistem sirkulasi karena perubahan tekanan. • Saat klien masuk ke fasilitas kesehatan • Di RS / fasilitas kesehatan dengan jadwal rutin sesuai program • Sebelum dan sesudah prosedur bedah • Sebelum dan sesudah prosedur diagnostik invasif • Sebelum dan sesudah pemberian pengobatan yang mpengaruhi karvas. • Suhu tubuh • Denyut nadi • Respirasi • Tekanan dara Tujuan dilakukan TTV: • Mengetahui data obyektif • Menget KU klien • Menget perkembangan penyakit klien • Membntu menentukan diagnosa & intervensi keperawatan TEKANAN DARAH Tekanan darah merupakan kekuatan lateral pada dinding arteri oleh darah yang didorong dengan tekanan dari jantung. Diastole→Tekanan minimal yg mendesak dinding arteri setiap wktu Faktor yang bertanggung jawab terhadap Tekanan Darah.untuk mengetahui respon terhadap stress fisiologi / psikologi. perubahan fisiologis. . Waktu dilakukannya pemeriksaan TTV . Sistole → Kontraksi jantung mendorong drh dg tekanan tinggi.

*Tahanan perifer: Pada dilatasi pembuluh darah & tahanan turun . Semakin kental darah akan meningkatkan TD *Elastisitas dinding pembuluh darah : penurunan elastisitas pembuluh darah akan meningkatkan TD TD abnormal ~Hipertensi : Tekanan systole >130mmHg. TD akan meningkat *Viskositas darah. ~Emosi Nyeri akut dan ansietas meningkatkan stimulasi simpatik.berkunang-kunang sampai pingsan. *Saraf simpatik:me nadi *Saraf parasimoatik:me↓ nadi Faktor yang mempengaruhi nadi: ~Latihan fisik Latihan akan meningkatkan RR. mmHg 1 BBL 40(rerata) 2 1bln 85/54 3 1th 95/65 4 6 th 105/65 5 10-13 th 110/65 6 14-17 th 120/70 7 Dewasa tengah 120/80 8 Lansia 140/90 (fundamental keperawatan .diastole >90mmHg ~Hipotensi: Tekanan sistole <90> ~Hipotensi ortostatik postural: penurunan TD saat bergerak dari posisi duduk ke berdiri disertai pusing.mempengaruhi .TD akan turun *Volume darah . ~Suhu Suhu meningkat maka nadi akan meningkat. Nadi diatur oleh sistem saraf otonom. edisi4. Bila volume meningkat . vol 1) Usia NADI Nadi adalah sensasi aliran darah yang menonjol dan dapat diraba diberbagai tempat pada tubuh. Nadi merupakan salah satu indikator status sirkulasi.

~Gangguan paru Penyakit mengakibatkan oksigenasi buruk sehingga nadi meningkat.vol 1) KARAKTER NADI Frekuensi 1. ~Obat2an Obat kronotopik positif (epineprin akan meningkatkan nadi).Remaja 60-90/mnt . ~Perubahan postur tubuh Dari berbaring ke duduk kemudian berdiri akan meningkatkan nadi. Frekuensi jantung normal Usia Denyut/mnt . mudah dipalpasi .Todler 90-140/mnt . ~Peradarahan Kehilangan darah akan meningkatkan stimulasi simpatik sehingga meningkatkan nadi.edisi4.frekuensi jantung.Dewasa 60-100/mnt (fundamental keprwtn.Prasekolah 80-110/mnt .Usia sekolah 75-100/mnt . Bradikardi: Frekuensi <> Irama→normal : interval egular setiap denyut nadi Kekuatan / amplitude → kualitas nadi ~0: Tidak teraba ~+1: Lemah. Takikardi: Frekuensi > 100x/mnt 2.Bayi 120-160/mnt .dapat dirasakan dengan penekanan yang kuat ~+2: Normal.

~+3: Mudah dipalpasi . Faktor yang mempengaruhi pernafasan: Olahraga meningkatkan RR Nyeri akut dan kecemasan (meningkatkan RR) Anemia (meningkatkan RR) Posisi tubuh (postur tubuh yang lurus dan tegak meningkatkan ekspansi paru Medikasi ( analgetik narkotik dan sedatif meningkatkan RR) Cedera batang otak (meningkatkan RR) Hal yang perlu diperhatikan dalam pengkajian pernafasan: Frekuensi pernafasan Kedalaman pernafasan Irama pernafasan . ♣ Mekanisme pernafasan meliputi: *Ventilasi yaitu pergerakan udara masuk ke luar paru *Difusi yaitu pertukaran O2 & CO2 antara alveoli & sel darah merah *Perfusi yaitu distribusi oleh sel drh merah ke dan dari kapiler darah Kontrol Fisiologis : Pusat pengaturan → batang otak Ventilasi diatur oleh kadar O2 & CO2 serta ion hidrogen dalam darah Peningkatan PCO2 berakibat sistem kontrol pernafasan di otak meningkatkan frekuensi dan kedalaman. kuat Kesamaan → bandingkan secara kanan & kiri kec nadi karotis Tempat Pengukuran Nadi: *Arteri temporal *Arteri radialis *Arteri karotis *Arteri ulnalis *Arteri apical *Arteri femoral *Arteri brakhialis *Arteri popliteal *Arteri tibia posterior *Arteri dorsalis pedis PERNAFASAN Pernafasan adalah mekanisme tubuh menggunakan pertukaran udara antara atmosfir dengan darah serta darah dengan sel.

dalam .Difusi dan perfusi Frekuensi pernafasan : Usia Frek/mnt ~BBL 35-40 ~Bayi 30-50 ~Todler 25-32 ~Anak2 20-30 ~Remaja 16-19 ~Dewasa 12-20 (Fundamental keperawatan . biasanya rendah pada pagi hari »Jenis kelamin → secara klinis tidak perbedaan yang signifikan . vol 1) Gangguan dalam pola nafas: Bradipneu: Nafas teratur .lambat secara tidak normal ( pernafasan kurang dari 12x/menit). genetic dan linkungan »Medikasi → analgesik narkotik dapat meningkatakan TD »Variasi diurnal → TD berubah-ubah spanjang hari.setelah pubertas pria lebih tinggi setelah menopause maka wanita lebih tinggi. SUHU TUBUH .lebih dari 20x/menit Apneu: Nafas berhenti untuk beberapa detik Hiperventilasi: Frekeunsi dan kedalaman nafas meningkat Hipoventilasi: Frekuensi nafas abnormal dalam kecepatan dan kedalaman Pernaf Cheyne stokes: Frekuensi dan kedalamn nafas tidak teratur ditandai dengan periode apneu dan hiperventilasi yang berubah Pernaf Kusmaul: pernafasan dalam secara tidak normal dalam frekuensi meningkat Pernaf Bio: Nafas dangkal secara tidak normal diikuti oleh periode apneu yang tidak teratur. Faktor yang memepengaruhi TD: »Usia → TD orang dewasa cenderung meningkat seiring pertambahan usia »Stress→ meningkatkan TD »Ras → dipengaruhi oleh kebiasaan. Hiperneu: Nafas sulit.cepat secara tidak normal (pernafasan lebih dari 20x/menit).edisi 4. Takipneu: Nafas teratur.

lansia sangat sensitif terhadap suhu yang ekstrim Olahraga: meningkatkan produksi panas Kadar hormon: wanita mengalami fruktuasi suhu tubuh yang lebih besar dari pria Lingkungan Irama sikardian: suhu tubuh secara normal berubah secara normal 0. Sekresi hormon tyroid: meningkatan metabolisme dalam pemecahan glukosa dan lemak. 2. Pengeluaran Panas -Radiasi. Rentang normal suhu 36-38°C Tergantung tempat pengukuran suhu: . Kerja otot: latihan akan meningkatkan metabolisme.Suhu tubuh Merupakan perbedaan antara jumlah panas yang diproduksi oleh proses tubuh dan jumlah panas yang hilang ke lingkungan. Pusat pengaturan suhu tubuh adalahl hipotalamus (bekerja sbg termostat). Perpindahan energi panas ketika cairan tbh mjd gas (Kulit merupakan tempat utama pengeluaran panas) Faktor yang mempengaruhi suhu tubuh : Usia: pengaturan suhu tubuh tidak stabil sampai pubertas. titik terendah pada pukul 1-4 dini hari Rentang Normal. Perpindahan panas dari permukaan satu obyek ke permukaan obyek lain tanpa keduanya bersentuhan.Konveksi. 4. Perpindahan panas dari satu obyek ke obyek lainnya dg kontak langsung. Rangsangan pd sistem saraf : saat gula darah turun terjadi rangsangan pada saraf simpatik yang kemudian akan terjadi sekresi epineprin dan non epineprin yang akan meningkatkan suhu tubuh.5 drjt selama 24 jam.Konduksi. . Perpindahan panas karena pergerakan udara. . 4 cara produksi panas : 1.Evaporasi. 3. . Metabolisme tubuh:merupakan serangkaian reaksi kimia untuk menghasilkan energi (panas).

html (SOP) PEMERIKSAAN FISIK HEAD TO TOE .klien dengan luka di ketiak dan operasi pada mamae. -Rektal Tidak boleh dilakukan pada klien dengan bedah / kelainan rectal. http://dhewi-hany. pada bayi dan anak kecil yang menangis serta klien yang tidak sadar.klien dengan epilepsy atau gemetar karena kedinginan.5°C ≠ Aksila rata2→36.5°C Tempat pengukuran suhu: ~Suhu inti: • • • • • Rektum membran tympani Esofagus Arteri pulmoner kandung kemih ~Suhu permukaan: • • • Kulit Aksila Oral ~Tempat pengukuran suhu yg sering dilakukan: -Oral Tetapi tidak boleh dilakukan pada klien dengan bedah / trauma oral.klien dengan berpenyakit kelamin. -Aksila Tidak boleh dilakukan pada bayi.nyeri pada area rectal / perdarahan.klienyang sangat kurus.com/2012/05/tanda-tanda-vital-vital-sign.≠ Oral rata2→37°C ≠ Rektal rata2→37. pada bayi baru lahir.blogspot.

Snellen chart) . Untuk mengevaluasi hasil fisiologis dari asuhan. menginformasi. Untuk menginformasi dan mengidentifikasi diagnose keperawatan 4.BAB I PENDAHULUAN Tujuan : 1. Untuk menambah. Peralatan  Lidi kapas  Cytobrush  Bantalan sekali pakai  Selimut  Bagan mata (mis. 3. atau menyangkal data yang diperoleh dalam riwayat keperawatan. Untuk mengumpulkan data dasar tentang kesehatan klien. Untuk membuat penilaian klinis tentang perubahan status kesehatan klien dan penatalaksanaannya. 5. 2.

 Senter dan lampu sorot  Formulir (mis. laboratorium)  Handschoon (bersih atau steril)  Skort untuk klien  Pelumas larut air  Oftalmoskop  Otoskop  Slide untuk Papanicolaou smear  Handuk kertas  Palu perkusi  Penggaris  Pin pengaman  Skala dengan meteran pengukur tinggi  Wadah specimen dan slide mikroskop  Sfigmomanometer dan manset  Stetoskop  Forsep swab atau spon  Pita meteran  Thermometer  Tisu  Spatel lidah . Fisik.

2002) BAB II PEMBAHASAN 2.Talbot dan Mary Meyers. Konsep Teori Pemeriksaan fisik merupakan peninjauan dari ujung rambut sampai ujung kaki pada setiap system tubuh yang memberikan informasi objektif tentang klien dan memungkinkan perawat untuk mebuat penilaian klinis. speculum dan lain-lain. 2005) Pemeriksaan fisik dalah pemeriksaan tubuh klien secara keseluruhan atau hanya bagian tertentu yang dianggap perlu. menentukan masalah dan merencanakan tindakan keperawatan yang tepat bagi klien. memastikan/membuktikan hasil anamnesa. Garpu tala  Speculum vagina ( Potter & Perry. Inspeksi umum dilakukan saat pertama kali bertemu pasien. (Laura A. Inspeksi Inspeksi adalah pemeriksaan dengan menggunakan indera penglihatan. Pemeriksaan kemudian maju ke suatu inspeksi local yang berfokus pada suatu system tunggal atau bagian dan biasanya mengguankan alat khusus seperto optalomoskop. otoskop. pendengaran dan penciuman. Keakuratan pemeriksaan fisik mempengaruhi pemilihan terapi yang diterima klien dan penetuan respon terhadap terapi tersebut.(Potter dan Perry. untuk memperoleh data yang sistematif dan komprehensif. ( Dewi Sartika.1. Suatu gambaran atau kesan umum mengenai keadaan kesehatan yang di bentuk. 2010) Adapun teknik-teknik pemeriksaan fisik yang digunakan adalah: 1. 1997) Inspeksi adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan cara melihat bagian .

edema. dan posisi struktur di bawahnya. Auskultasi . kesimetrisan. lokasi. Palpasi Palpasi adalah pemeriksaan dengan menggunakan indera peraba dengan meletakkan tangan pada bagian tubuh yang dapat di jangkau tangan.setelah inspeksi perlu dibandingkan hasil normal dan abnormal bagian tubuh satu dengan bagian tubuh lainnya. kelembaban.2010) Hal yang di deteksi adalah suhu.Talbot dan Mary Meyers. 3. gerakan. 2. 2010) 4.(Laura A. keelastisan.tubuh yang diperiksa melalui pengamatan (mata atau kaca pembesar). warna. Perkusi Perkusi adalah pemeriksaan yang meliputi pengetukan permukaan tubuh unutk menghasilkan bunyi yang akan membantu dalam membantu penentuan densitas. posisi. 1997) Palpasi adalah teknik pemeriksaan yang menggunakan indera peraba . kelembaban dan penonjolan. lesi. krepitasi dan sensasi. bentuk.(Dewi Sartika. (Dewi Sartika. 1997) Perkusi adalah pemeriksaan dengan jalan mengetuk bagian permukaan tubuh tertentu untuk membandingkan dengan bagian tubuh lainnya (kiri/kanan) dengan menghasilkan suara. untuk mendeterminasi ciri2 jaringan atau organ seperti: temperatur. tangan dan jari-jari. bentuk. ukuran. pertumbuhan atau massa. tekstur.Talbot dan Mary Meyers. Laura A. vibrasi. Dewi Sartika. yang bertujuan untuk mengidentifikasi batas/ lokasi dan konsistensi jaringan. 2010) Fokus inspeksi pada setiap bagian tubuh meliputi : ukuran tubuh. dan penonjolan/pembengkakan.

Hal-hal yang didengarkan adalah : bunyi jantung. Tujuan Pemeriksaan Fisik Secara umum. yaitu sebagai berikut: a.(Laura A. Kontrol infeksi Meliputi mencuci tangan. Biasanya menggunakan alat yang disebut dengan stetoskop. 2. Komunikasi (penjelasan prosedur) Privacy dan kenyamanan klien Sistematis dan konsisten ( head to toe. suara nafas.Talbot dan Mary Meyers.2. b. Misalnya menutup pintu/jendala atau skerem untuk menjaga privacy klien 1.(Dewi Sartika. hangat. 1997) Auskultasi Adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan dengan cara mendengarkan suara yang dihasilkan oleh tubuh. dan cukup penerangan untuk melakukan pemeriksaan fisik baik bagi klien maupun bagi pemeriksa itu sendiri. memasang sarung tangan steril. dr eksternal ke internal. 4.Auskultasi adalah tindakan mendengarkan bunyi yang ditimbulkan oleh bermacam-macam organ dan jaringan tubuh. Kontrol lingkungan Yaitu memastikan ruangan dalam keadaan nyaman. 6. 3. 2010) Dalam melakukan pemeriksaan fisik. pemeriksaan fisik yang dilakukan bertujuan: . dr normal ke abN) Berada di sisi kanan klien Efisiensi Dokumentasi 2. dan bising usus. ada prinsip-prinsip yang harus di perhatikan. 5. memasang masker. dan membantu klien mengenakan baju periksa jika ada.

5. Secara rutin pada klien yang sedang di rawat. 2. 2. Untuk menambah. mengkonfirmasi. Namun demikian. Prosedur pemeriksaan fisik Persiapan a. atau menyangkal data yang diperoleh dalam riwayat keperawatan. diantaranya: 1. masing-masing pemeriksaan juga memiliki tujuan tertentu yang akan di jelaskan nanti di setiap bagian tibug yang akan di lakukan pemeriksaan fisik. Sebagai data untuk mengevaluasi hasil dari asuhan keperawatan 2. 2. 3. 2.3. Sewaktu-waktu sesuai kebutuhan klien 2. Alat . Untuk mengkonfirmasi dan mengidentifikasi diagnosa keperawatan.1. Indikasi Mutlak dilakukan pada setiap klien. Untuk mengumpulkan data dasar tentang kesehatan klien.4. 3. Manfaat Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan fisik memiliki banyak manfaat. klien yang baru masuk ke tempat pelayanan kesehatan untuk di rawat. Sebagai dasar untuk memilih intervensi keperawatan yang tepat 4. Untuk membuat penilaian klinis tentang perubahan status kesehatan klien dan penatalaksanaan. Untuk mengevaluasi hasil fisiologis dari asuhan. baik bagi perawat sendiri. maupun bagi profesi kesehatan lain. 4. 5. Sebagai data untuk membantu perawat dalam menegakkan diagnose keperawatan. tertama pada: 1. 3. Mengetahui masalah kesehatan yang di alami klien.

mood. Alat diletakkan di dekat tempat tidur klien yang akan di periksa. status mental dan nutrisi. Penlight. (Normal : Kesadaran penuh. tingkah laku. BB ( Normal : BMI dalam batas normal) 7. Klien (fisik dan fisiologis) Bantu klien mengenakan baju periksa jika ada dan anjurkan klien untuk rileks. Refleks Hammer. Cara berpakaian (Normal : Benar/ tidak terbalik) . Usia dan Gender 5. Kesadaran. Timbangan BB. Ekspresi sesuai. Lingkungan Pastikan ruangan dalam keadaan nyaman. Tensimeter/spighnomanometer. Posisi klien : duduk/berbaring Cara : inspeksi 1. Steteskop. tissue. Tahapan perkembangan 6. A) Prosedur Pemeriksaan 1. hangat. Jelaskan prosedur 3. buku catatan perawat. Misalnya menutup pintu/jendala atau skerem untuk menjaga privacy klien c. Lakukan pemeriksaan dengan berdiri di sebelah kanan klien dan pasang handschoen bila di perlukan 4. Tanda-tanda stress/ kecemasan (Normal :)Relaks. tidak ada menahan nyeri/ sulit bernafas) 2. Handschoon bersih ( jika perlu). ekspresi wajah. Otoskop. Thermometer. Cuci tangan 2. b.Meteran. TB. Jenis kelamin 4. Arloji/stopwatch. tidak ada tanda-tanda cemas/takut) 3. dan cukup penerangan. Pemeriksaan umum meliputi : penampilan umum. Kebersihan Personal (Normal : Bersih dan tidak bau) 8.

Cara bicara. tak mudah lenyap. Bradikardia: <6 Keteraturan= Normal : teratur Kekuatan= 0: Tidak ada denyutan. Postur dan cara berjalan 10. Pernafasan a) b) c) d) Frekuensi: Normal= 15-20x /menit. Suhu tubuh (Normal : 36. 3+: denyutan kuat dan mudah teraba 4. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat.5-37. 13. lancer.Dokumentasikan hasil pemeriksaan B) Pengukuran tanda vital (Dibahas kelompok 2 lebih dalam) Posisi klien : duduk/ berbaring 1. (Relaks. Takikardia: >100 . <15 Bradipnea Keteraturan= Normal : teratur Kedalaman: dalam/dangkal Penggunaan otot bantu pernafasan: Normal : tidak ada setelah diadakan pemeriksaan tanda-tanda vital evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal.9. tidak gugup) 12. 2+: Denyutan mudah teraba. C) Pemeriksaan kulit dan kuku .Evaluasi dengan membandingkan dengan keadaan normal. >20: Takipnea. Tekanan darah (Normal : 120/80 mmHg) 3. Nadi a) b) c) Frekuensi = Normal : 60-100x/menit .50c) 2.Bentuk dan ukuran tubuh 11. 1+:denyutan kurang teraba.

Normal: kulit tidak ada ikterik/pucat/sianosis. pigmentasi. turgor baik/elastic. sianosis. bentuk normaltidak ada tanda-tanda jari tabuh (clubbing finger).lesi/perlukaan. b. ketebalan. warna. • Palpasi : ketebalan kuku dan capillary refile ( pengisian kapiler ). Normal: lembab. Pemeriksaan kulit\ • Inspeksi : kebersihan. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. setelah diadakan pemeriksaan kulit dan kuku evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. • Palpasi : kelembapan. tidak ada edema. tidak ikterik/sianosis. suhu permukaan kulit. bentuk. Persiapan 1) 2) 3) Posisi klien: duduk/ berbaring Pencahayaan yang cukup/lampu Sarung tangan (utuk lesi basah dan berair) Prosedur Pelaksanaan a.Tujuan 1) 2) Mengetahui kondisi kulit dan kuku Mengetahui perubahan oksigenasi. sirkulasi. dan ikterik. turgor kulit. . dan hidrasi. pucat. dan edema. tekstur. • Pemeriksaan kuku Inspeksi : kebersihan. dan warna kuku Normal: bersih. kerusakan jaringan setempat.

jumlah dan distribusi rambut. bersih. tidak menunjukkan tanda-tanda kekurangan gizi(rambut jagung dan kering) • Palpasi : adanya pembengkakan/penonjolan. . mata. Pemeriksaan kepala. kebersihan rambut dan kulit kepala. telinga. wajah. hidung. Pemeriksaan kepala Tujuan a) b) Mengetahui bentuk dan fungsi kepala Mengetahui kelainan yang terdapat di kepala Persiapan alat a) b) Lampu Sarung tangan (jika di duga terdapat lesi atau luka) Prosedur Pelaksanaan • Inspeksi : ukuran lingkar kepala. warna. mulut dan leher 1. dan tekstur rambut. mata.Normal: aliran darah kuku akan kembali < 3 detik. setelah diadakan pemeriksaan kuku evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. bentuk. telinga. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. wajah. untuk pemeriksaan wajah sampai dengan leher perawat berhadapan dengan klien D) Pemeriksaan kepala. c. hidung. kesimetrisan. tidak ada lesi. rambut. adanya lesi atau tidak. Normal: simetris. mulut dan leher Posisi klien : duduk .

Pemeriksaan mata Tujuan a) b) Mengetahui bentuk dan fungsi mata Mengetahui adanya kelainan pada mata. dan rahang Normal: tidak ada nyeri tekan dan edema. setelah diadakan pemeriksaan kepala evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. • Pemeriksaan wajah Inspeksi : warna kulit. 2. • • Palpasi : nyeri tekan dahi. pipi.• Normal: tidak ada penonjolan /pembengkakan. 3. bentuk. dan edema. Persiapan alat a) b) c) d) Senter Kecil Surat kabar atau majalah Kartu Snellen Penutup Mata . dan kesimetrisan. tidak pucat/ikterik. pigmentasi. simetris. Normal: warna sama dengan bagian tubuh lain. rambut lebat dan kuat/tidak rapuh. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat. setelah diadakan pemeriksaan wajah evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut.

dan respon terhadap cahaya. bola mata. bulu mata. hal 21). kesimestrisan. hal 21). dkk. Visus perifer Pada visus ini menggambarkan luasnya medan penglihatan dan diperiksa dengan perimeter. warna konjungtiva pink. Sutrisna. Pada keadaan ini mata harus akomodasi supaya bayangan benda tepat jatuh di retina. simetris bola mata kika. (EM. Sutrisna. Dalam klinis visus sentralis jauh tersebut diukur dengan menggunakan grafik huruf Snellen yang dilihat pada jarak 20 feet atau sekitar 6 meter. visus centralis jauh merupakan ketajaman penglihatan untuk melihat benda benda yang letaknya jauh. penggunaan kacamata / lensa kontak. alis mata. menulis dan lain lain. Visus sentralis. dan sclera berwarna putih. a. dkk. b. Fungsi dari visus perifer adalah untuk mengenal tempat suatu benda terhadap sekitarnya dan pertahanan tubuh dengan reaksi menghindar jika ada bahaya dari samping. warna konjunctiva dan sclera (anemis/ikterik). (EM. kesimestrisan. 2). kelopak mata. Pada keadaan ini mata tidak melakukan akomodasi. virus centralis dekat yang merupakan ketajaman penglihatan untuk melihat benda benda dekat misalnya membaca. Tajam penglihatan tersebut merupakan derajad persepsi deteil dan kontour beda.e) Sarung tangan Prosedur Pelaksanaan • Inspeksi: bentuk. Jika hasil pemeriksaan tersebut visusnya e”20/20 maka tajam . Tes Ketajaman Penglihatan Ketajaman penglihatan seseorang mungkin berbeda dengan orang lain. Visus sentralis ini dibagi dua yaitu visus sentralis jauh dan visus sentralis dekat. Normal: simetris mata kika. Visus tersebut dibagi dua yaitu: 1).

Jika pasien dari awal tidak dapat membaca simbol di Snellen chart maka pasien diminta untuk membaca hitungan jari dimulai jarak 1 meter kemudian mundur. • Pemeriksaan Pergerakan Bola Mata Pemeriksaan pergeraka bola mata dilakukan dengan cara Cover-Uncover Test / Tes Tutup-Buka Mata . prosedur pemeriksaan visus dengan menggunakan peta snellen yaitu: • • • Memperkenalkan diri dan menjelaskan maksud tujuan pemeriksaan. Meminta pasien duduk menghadap kartu Snellen dengan jarak 6 meter. Jika tetap maka nilai visus oculi dextra = barisan atas/6. atas ke bawah. maka pasien diminta untuk menunjukkan ada atau tidaknya sinar dan arah sinar (Nilai visus oculi dextra 1/tidak hingga). salah satunya adalah refraksi anomaly/kelainan pembiasan. • Pemeriksaan dilakukan dengan meminta pasien menyebutkan simbol di kartu Snellen dari kiri ke kanan.penglihatannya dikatakan normal dan jika Visus <20/20 maka tajam penglihatanya dikatakan kurang Penyebab penurunan tajam peglihatan seseorang bermacam macam. (Pada pasien vos/vodnya “x/y” artinya mata kanan pasien dapat melihat sejauh x meter. Memberikan penjelasan apa yang harus dilakukan (pasien diminta mengucapkan apa yang akan ditunjuk di kartu Snellen) dengan menutup salah satu mata dengan tangannya tanpa ditekan (mata kiri ditutup dulu). Pada keadaan tidak mengetahui cahaya nilai visus oculi dextranya nol. Jika pasien tidak bisa melihat satu simbol maka diulangi lagi dari barisan atas. • Pemeriksaan dilanjutkan dengan menilai visus oculi sinistra dengan cara yang sama. sedangkan orang normal dapat melihat sejauh y meter. Melaporkan hasil visus oculi sinistra dan dextra. • • • Jika pasien juga tidak bisa membaca hitungan jari maka pasien diminta untuk melihat adanya gerakan tangan pemeriksa pada jarak 1 meter (Nilai visus oculi dextranya 1/300). Nilai visus oculi dextra = jarak pasien masih bisa membaca hitungan/60. • Jika pasien juga tetap tidak bisa melihat adanya gerakan tangan.

otot-otot ekstrinsik atau otot luar bola mata berusaha lebih tegang atau kuat untuk menjaga posisi kedua mata tetap sejajar. Pada phoria. bila terlihat adanya gerakan dari bawah (inferior) kearah atas (superior) pada mata yang baru saja di tutup. berarti terdapat kelainan HYPORPHORIA. namun tidak nyata terlihat. berarti terdapat kelainan HYPERPHORIA. berarti terdapat kelainan EXOPHORIA. maka deviasi atau peyimpangan laten atau tersembunyi akan terlihat. Alat/sarana yang dipakai: . Dasar pemeriksaan Cover-Uncover Test / Tes Tutup-Buka Mata : • Pada orang yang Heterophoria maka apabila fusi kedua mata diganggu (menutup salah satu matanya dengan penutup/occluder. berarti terdapat kelainan ESOPHORIA. bila terlihat adanya gerakan dari atas (superior) kearah bawah (inferior) pada mata yang baru saja di tutup. • Pemeriksa memberi perhatian kepada mata yang berada dibelakang penutup. wal hasil akan timbul rasa kurang nyaman atau Asthenopia. • • Sewaktu tutup di buka. yang pada akhirnya menjadi beban bagi otototot tersebut. dimana terdapat penyimpangan posisi bolamata yang disebabkan adanya gangguan keseimbangan otot-otot bolamata yang sifatnya tersembunyi atau latent. • Sewaktu tutup di buka. Heterophoria berhubungan dengan kelainan posisi bola mata. atau dipasangkan suatu filter). Sewaktu tutup di buka. bila terlihat adanya gerakan dari luar (temporal) kearah dalam (nasal) pada mata yang baru saja di tutup. Ini berarti mata itu cenderung untuk menyimpang atau juling. bila terlihat adanya gerakan dari dalam (nasal) luar kearah (temporal)pada mata yang baru saja di tutup. Sehingga rangsangan untuk berfusi atau menyatu inilah menjadi faktor utama yang membuat otot -otot tersebut berusaha extra atau lebih. • Sewaktu tutup di buka.Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi adanya Heterophoria.

3. 2. seolah kondisi mata tetap di tempat. berarti terdapat kelainan HYPERPHORIA. 4. Perhatian dan konsentrasi pemeriksa selalu pada mata yang ditutup. sehingga apabila terjadi gerakan dari mata yang barusa saja ditutup dapat di lihat dengan jelas atau di deteksi dengan jelas. Sewaktu tutup di buka. Sewaktu tutup di buka. berarti terdapat kelainan EXOPHORIA. seringkali kita tidak dapat mengenali adanya suatu gerakan. bila terlihat adanya gerakan dari dalam (nasal) luar kearah (temporal)pada mata yang baru saja di tutup. Sewaktu tutup di buka.• • Titik/lampu untuk fiksasi Jarak pemeriksaan : o o Jauh : 20 feet (6 Meter) Dekat : 14 Inch (35 Cm) • Penutup/Occluder Prosedur Pemeriksaan : 1. Pemeriksa menempatkan dirinya di depan pasien sedemikian rupa. Minta pasien untuk selalu melihat dan memperhatikan titik fiksasi. Untuk mendeteksi Heterophoria yang kecil. bila terlihat adanya gerakan dari luar (temporal) kearah dalam (nasal) pada mata yang baru saja di tutup. maka gunakan kacamata koreksinya. . Hyperphoria dinyatakan dengan inisial = X (gambar E) 7. Hypophoria dinyatakan dengan inisial = X (gambar F) 8. bila terlihat adanya gerakan dari atas (superior) kearah bawah (inferior)) pada mata yang baru saja di tutup. jika objek jauh kurang jelas. bila terlihat adanya gerakan dari bawah (inferior) kearah atas (superior) pada mata yang baru saja di tutup. Esophoria dinyatakan dengan inisial = E (gambar C) 6. Sewaktu tutup di buka. Exophoria dinyatakan dengan inisial = X (gambar D) 5. Untuk itu metode ini sering kita ikuti dengan metode tutup mata bergantian (Alternating Cover Test). berarti terdapat kelainan ESOPHORIA. berarti terdapat kelainan HYPOPHORIA.

posisi telinga. integritas kulit bagus.Setelah diadakan pemeriksaan mata evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. • Palpasi : nyeri tekan aurikuler. Pemeriksaaan Telinga Dengan Menggunakan Garpu Tala a. Persiapan Alat a) b) c) d) Arloji berjarum detik Garpu tala Speculum telinga Lampu kepala Prosedur Pelaksanaan • Inspeksi : bentuk dan ukuran telinga. tidak ada tanda-tanda infeksi. gendang telinga. alat bantu dengar. saluran telinga. setelah diadakan pemeriksaan telinga evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. 4. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. Pemeriksaan Rinne . integritas. liang telinga (cerumen/tanda-tanda infeksi). dan tragus Normal: tidak ada nyeri tekan. warna sama dengan kulit lain. dan fungsi pendengaran.. warna. Pemeriksaan telinga Tujuan Mengetahui keadaan telinga luar. kesimetrisan. Normal: bentuk dan posisi simetris kika. dan alat bantu dengar. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. mastoid.

4. 2. Catat hasil pemeriksaan pendengaran tersebut. Anjurkan klien untuk memberi tahu pemeriksa jika ia tidak merasakan getaran lagi. 3.1. 3. Pemeriksaan Webber Pegang garpu tala pada tangkainya dan pukulkan ke telapak atau buku jari yang berlawanan. Pegang agrpu tala pada tangkainya dan pukulkan ke telapak atau buku jari tangan yang berlawanan. 1. 6. Angkat garpu tala dan dengan cepat tempatkan di depan lubang telinga klien 1-2 cm dengan posisi garpu tala parallel terhadap lubang telinga luar klien. Tanyakan pada klien apakah bunyi terdengar sama jelas pada kedua telinga atau lebih jelas pada salah satu telinga. Letakkan tangkai garpu tala di tengah puncak kepala klien . 2. Catat hasil pemeriksaan dengan pendengaran tersebut 5 Pemeriksan hidung dan sinus Tujuan a) b) Mengetahui bentuk dan fungsi hidung Menentukan kesimetrisan struktur dan adanya inflamasi atau infeksi Persiapan Alat a) Spekulum hidung . b. Instruksikan klien untuk member tahu apakah ia masih mendengarkan suara atau tidak. Letakkan tangkai garpu tala pada prosesus mastoideus klien. 4. 5.

b) c) d) Senter kecil Lampu penerang Sarung tangan (jika perlu) Prosedur Pelaksanaan • Inspeksi : hidung eksternal (bentuk. tidak ada lesi. tanda2 infeksi) Normal: simetris kika. perdarahan dan tanda-tanda infeksi. dan septum deviasi) Normal: tidak ada bengkak dan nyeri tekan. nyeri. setelah diadakan pemeriksaan hidung dan sinus evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. warna sama dengan warna kulit lain. lesi. sumbatan. sekret. rongga. pendarahan). 6 Pemeriksaan mulut dan bibir Tujuan Mengetahui bentuk kelainan mulut Persiapan Alat a) b) c) d) Senter kecil Sudip lidah Sarung tangan bersih Kasa . dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. warna. • Palpasi dan Perkusi frontalis dan. kesimetrisan). hidung ( lesi. tidak ada sumbatan. maksilaris (bengkak. ukuran. hidung internal (kemerahan.

langit2 utuh dan tidak ada tanda infeksi. Gigi pertama tumbuh dinamakan gigi susu di ikuti tumbuhnya gigi lain yang disebut gigi sulung. warna pink. lembab. tidak ada perdarahan atau radang gusi. 7 Pemeriksaan leher Tujuan a) b) Menentukan struktur integritas leher Mengetahui bentuk leher serta organ yang berkaitan . dan keadaan langit2. usia 7-8 bulan berjumlah 7 buah(2 dirahang atas dan 4 dirahang bawah) . Pada usia 6 bulan gigi berjumlah 2 buah (dirahang bawah).Prosedur Pelaksanaan • Inspeksi dan palpasi struktur luar : warna mukosa mulut dan bibir. usia 12-15 bulan gigi berjumlah 12 buah (6 dirahang atas dan 6 dirahang bawah). tekstur . dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. warna. gigi tersebut mulai tanggal dan dig anti gigi tetap. Normal: warna mukosa mulut dan bibir pink. kesimetrisan. yang terdiri dari 16 buah di rahang atas dan 16 buah di rahang bawah. dan pada usia 20-30 bulan berjumlah 20 buah (10 dirahang atas dan 10 dirahang bawah) setelah diadakan pemeriksaan mulut dan bibir evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. tidak ada tanda-tanda gigi berlobang atau kerusakan gigi. usia 9-11 bulan berjumlah 8 buah(4 dirahang atas dan 4 dirahang bawah). lesi. perdarahan/ radang gusi. • Normal: gigi lengkap. dan stomatitis. Akhirnya pada usia enam tahun hingga empat belas tahun. usia 16-19 bulan berjumlah 16 buah (8 dirahang atas dan 8 dirahang bawah). Gigi lengkap pada orang dewasa berjumlah 36 buah. Pada anak-anak gigi sudah mulai tumbuh pada usia enam bulan. lidah simetris. tidak ada lesi dan stomatitis • Inspeksi dan palpasi strukur dalam : gigi lengkap/penggunaan gigi palsu. posisi lidah.

8 Pemeriksaan dada( dada dan punggung) Posisi klien: berdiri. kelenjer parotis (letak. tidak ada nyeri. tidak ada pembesaran kel. nyeri. • Inspeksi dan auskultasi arteri karotis: lokasi pulsasi Normal: arteri karotis terdengar.limfe. integritas kulit baik. konsistensi. Normal: warna sama dengan kulit lain. tidak ada nyeri. bentuk simetris. gerakan/perlengketan pada kulit). pembesaran). bentuk simetris. tidak ada pembesaran kelenjer gondok. kelenjer limfe (letak. • Auskultasi : bising pembuluh darah. Setelah diadakan pemeriksaan leher evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. terlihat/ teraba) Normal: tidak teraba pembesaran kel.gondok. duduk dan berbaring Cara/prosedur: A) System pernafasan Tujuan : .c) Memeriksa system limfatik Persiapan Alat Stetoskop Prosedur Pelaksanaan • Inspeksi leher: warna integritas. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. nyeri. • Inspeksi dan palpasi kelenjer tiroid (nodus/difus.batas. pembesaran. konsistensi.

nyeri. dan dinding Mengetahui frekuensi. irama. eksrusi diafragma (konsistensi dan bandingkan satu sisi dengan satu sisi lain pada tinggi yang sama dengan pola berjenjang sisi ke sisi) Normal: resonan (“dug dug dug”). massa dan lesi. kesimetrisas. warna kulit. sifat. pergerakan dada. masa. ekspansi. (perawat berdiri dibelakang pasien.) Normal: integritas kulit baik. kedalaman. lesi.a) dada b) c) Mengetahui bentuk. tidak ada pembengkakan/penonjolan/edema • Palpasi: Simetris. pembengkakan/ penonjolan. tidak ada tanda-tanda distress pernapasan. jika bagian padat lebih daripada bagian udara=pekak (“bleg bleg bleg”). dan upaya pernafasan/penggunaan otot-otot bantu pernafasan). tractile fremitus. gerakan nafas (frekuensi. instruksikan pasien untuk mengucapkan angka “tujuh-tujuh” atau “enam-enam” sambil melakukan perabaan dengan kedua telapak tangan pada punggung pasien. • Perkusi: paru. peradangan. warna kulit sama dengan warna kulit lain. • Normal: simetris. jika bagian udara lebih besar dari bagian . Mengetahui adanya nyeri tekan. ekspansi simetris. bentuk/postur dada. traktil premitus Persiapan alat a) b) c) Stetoskop Penggaris centimeter Pensil penada Prosedur pelaksanaan • Inspeksi : kesimetrisan. keadaan kulit. tidak ikterik/sianosis. taktil vremitus cendrung sebelah kanan lebih teraba jelas. edema. irama pernafasan. tidak ada nyeri tekan/massa/tanda-tanda peradangan. bentuk dan postur normal.

(dengarkan dengan menggunakan stetoskop di lapang paru kika. konjungtiva. vena jugularis. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. B) System kardiovaskuler Tujuan a) b) c) d) Mengetahui ketifdak normalan denyut jantung Mengetahui ukuran dan bentuk jantug secara kasar Mengetahui bunyi jantung normal dan abnormal Mendeteksi gangguan kardiovaskuler Persiapan alat a) b) Stetoskop Senter kecil Prosedur pelaksanaan • • Inspeksi : Muka bibir. di atas manubrium dan di atas trachea) Normal: bunyi napas vesikuler. di RIC 1 dan 2. batas jantung=bunyi rensonan---hilang>>redup. paru. bronchovesikuler. arteri karotis Palpasi: denyutan Normal untuk inspeksi dan palpasi: denyutan aorta teraba. Setelah diadakan pemeriksaan dada evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. brochial. .padat=hiperesonan (“deng deng deng”). tracheal. • Auskultasi: suara nafas. trachea. bronchus.

• Perkusi: ukuran. • Normal: terdengar bunyi jantung I/S1 (lub) dan bunyi jantung II/S2 (dub). aerola. 9 Dada dan aksila Tujuan a) b) Mengetahui adanya masa atau ketidak teraturan dalam jaringan payudara Mendeteksi awal adanya kanker payudara Persiapan alat a) Sarung tangan sekali pakai (jika diperlukan) Prosedur pelaksanaan • • Inspeksi payudara: Integritas kulit Palpasi payudara: Bentuk.7. • Setelah diadakan pemeriksaan dadadan aksila evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. dan dari atas ke bawah sampai bunyi redup) Normal: batas jantung: tidak lebih dari 4. . (gunakan bagian diafragma dan bell dari stetoskop untuk mendengarkan bunyi jantung. konsistensi.10 cm ke arah kiri dari garis mid sterna. ukuran. dan penyebaran vena Inspeksi dan palpasi aksila: nyeri. simetris. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. Setelah diadakan pemeriksaan system kardiovaskuler evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. putting. arteri karotis. pada RIC 4. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut.dan 8. tidak ada bunyi jantung tambahan (S3 atau S4). perbesaran nodus limfe. dan batas jantung (lakukan dari arah samping ke tengah dada. • Auskultasi: bunyi jantung.5. bentuk.

pelebaran vena. tidak ikterik tidak terdapat ostomy. warna dengan warna kulit lain. tonjolan. organ-organ dalam rongga perut benjolan dalam perut. kelainan umbilicus. warna kulit. • Auskultasi : suara peristaltik (bising usus) di semua kuadran (bagian diafragma dari stetoskop) dan suara pembuluh darah dan friction rub :aorta. a. ostomy. distensi. dan gerakan dinding perut. contour. tonjolan. kelainan umbilicus. lesi. illiaka (bagian bell). .10 Pemeriksaan Abdomen (Perut) Posisi klien: Berbaring Tujuan a) b) c) Mengetahui betuk dan gerakan-gerakan perut Mendengarkan suara peristaltic usus Meneliti tempat nyeri tekan. a. Persiapan a) b) c) d) e) f) Posisi klien: Berbaring Stetoskop Penggaris kecil Pensil gambar Bntal kecil Pita pengukur Prosedur pelaksanaan • Inspeksi : kuadran dan simetris. pelebaran vena. scar. Normal: simetris kika. distensi.renalis.

dan nyeri. Memperoleh data dasar tetang otot. • • • • Perkusi hepar: Batas Perkusi Limfa: ukuran dan batas Perkusi ginjal: nyeri Normal: timpani. tangan) Tujuan : 1. • 11 Pemeriksaan ekstermitas atas (bahu. karakteristik organ. limfa. duduk . dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. kekuatan atau adanya gangguan pada bagianbagian tertentu. arteri iliaka dan aorta.dengan cara perawat menghangatkan tangan terlebih dahulu • • Normal: tidak teraba penonjolan tidak ada nyeri tekan. Mengetahui adanya mobilitas. perhatikan jika klien merasa nyeri dan bagaiman kualitas bunyinya. Meteran Posisi klien: Berdiri. nyeri irregular. • Perkusi semua kuadran : mulai dari kuadran kanan atas bergerak searah jarum jam. adanya asistes. lokasi. tulang dan persendian 2. ginjal kiri dan kanan): massa. bila hepar dan limfa membesar=redup dan apabila banyak cairan = hipertimpani Palpasi semua kuadran (hepar. Alat : 1.Normal: suara peristaltic terdengar setiap 5-20x/dtk. tidak ada massa dan penumpukan cairan Setelah diadakan pemeriksaan abdomen evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. terdengar denyutan arteri renalis. siku.

dan brachioradialis. a. 12 Pemeriksaan ekstermitas bawah (panggul. dorsalis pedis: denyutan Normal: teraba jelas • Tes reflex :tendon patella dan archilles. ROM.brachialis dan a. integritas kulit baik. integritas kulit baik. ROM aktif. lutut. kekuatan otot penuh. radialis . . Palapasi: denyutan a. femoralis. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. Normal: simetris kika. Integritas ROM. a. poplitea. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut.• Inspeksi struktur muskuloskletal : simetris dan pergerakan. • • Normal: teraba jelas Tes reflex :tendon trisep. posisi dan letak. Normal: reflex patella dan archiles positif • Setelah diadakan pemeriksaan ekstermitas bawah evaluasi hasil yang di dapat dengan membandingkan dengan keadaan normal. kekuatan otot penuh • Palpasi : a. bisep. kekuatan dan tonus otot. kekuatan dan tonus otot Normal: simetris kika. pergelangan kaki dan telapak kaki) • Inspeksi struktur muskuloskletal : simetris dan pergerakan. ROM aktif. integritas kulit. Normal: reflek bisep dan trisep positif Setelah diadakan pemeriksaan ekstermitas atas evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal.

Penetangan untuk pemeriksaan Prosedur Pelaksanaan 1. Menentukan adanya masa atau bentuk tidak teratur dari dinding rektal 3. pengeluaran cairan atau darah. Memeriksa kangker rectal dll Alat : 1. 2. Zat pelumas 3. infeksi. misalnya varises. Mengetahui kondisi anus dan rectum 2. anus. luka atau iritasi. Melakukan perawatan genetalia 4. rectum) Posisi Klien : Pria berdiri dan wanita litotomy Tujuan: 1. edema.13 Pemeriksaan genitalia (alat genital. Mengetahui adanya abnormalitas pada genetalia. Melihat dan mengetahui organ-organ yang termasuk dalam genetalia. tumor/ benjolan. Mengetahui kemajuan proses persalinan pada ibu hamil atau persalinan. Mengetahui intregritas spingter anal eksternal 4. Sarung tangan Pemeriksaan rectum Tujuan : 1. Sarung tangan sekali pakai 2. 3. Lampu yang dapat diatur pencahayaannya 2. Wanita: . Alat : 1.

massa dan pengeluaran Normal: integritas kulit baik. konsistensi dan. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. edema. massa. ukuran dan bentuk. pengeluaran Palpasi vagina. uterus dan ovarium: letak ukuran. fistula ani pengeluaran dan perdarahan. hemoroid. 2. mukosa lembab. tidak ada pengeluaran pus atau darah • Inspeksi dan palpassi skrotum: integritas kulit. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. semetris tidak ada edema dan tanda-tanda infeksi (pengeluaran pus /bau) • • • Inspeksi vagina dan servik : integritas kulit. integritas kulit baik. tidak terdapat edema / hemoroid/ polip/ tanda-tanda infeksi dan pendarahan. • Setelah diadakan pemeriksaan dadadan genitalia wanita evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. massa. pengeluaran dan perdarahan. edema. . haemoroid. • Setelah diadakan pemeriksaan di adakan pemeriksaan genitalia evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. tidak terdapat edema / hemoroid/ polip/ tanda-tanda infeksi dan pendarahan. massa. turunan testes dan mobilitas. contour simetris. • Normal: tidak ada nyeri . pengeluaran. fistula ani.• • Inspeksi genitalia eksternal: mukosa kulit. nyeri dan tonjolan • Pemeriksaan anus dan rectum : feses. nyeri. integritas kulit. • Normal: tidak ada nyeri. massa Pemeriksaan anus dan rectum: feses. • • Pria: Inspeksi dan palpasi penis: Integritas kulit. nyeri. Normal: bersih. massa edema. tidak ada masa atau pembengkakan.

yaitu diagnose keperawatan dan pernyataan tentang kemajuan atau kemunduran klien 4. Dokumentasi Perawat dapat memilih untuk mencatat hasil dari pengkajian fisik pada pemeriksaan atau pada akhir pemeriksaan. 3. terperinci.2. Perawat tidak bergantung sepenuhnya pada intuisi ketika pengkajian fisik dapat digunakan untuk mengevaluasi keefektifan asuhan. Data di dokumentasikan berdasarkan format SOAPIE. dan objektif melalui pengkajian fisik. Pengukuran tersebut menentukan tercapainya atau tidak hasil asuhan yang di harapkan. untuk berjaga-jaga seandainya perlu memeriksa kembali informasi atau mendapatkan data tambahan. Format SOAPIE. Perawat membuat pengukuran yang akurat. Data (riwayat) Subjektif. Keterampilan pengkajian fisik yang sama di gunakan untuk mengkaji kondisi dapat di gunakan sebagai tindakan evaluasi setelah asuhan diberikan. Temuan dari pengkajian fisik dimasukkan ke dalam rencana asuhan. yang hamper sama dengan langkah-langkah proses keperawatan. Data (fisik) Objektif. yaitu apa yang dilaporkan klien 2. 2.6. Sebagian besar institusi memiliki format khusus yang mempermudah pencatatan data pemeriksaan. Perawat meninjau semua hasil sebelum membantu klien berpakaian. inspeksi. yaitu apa yang di observasi. yaitu rencana perawatan klien . Plan (Perencanaan). perkusi dan auskultasi oleh perawat. Keterampilan pengkajian fisik meningkatkan evaluasi tindakan keperawatan melalui pemantauan hasil asuhan fisiologis dan perilaku. palpasi.7. terdiri dari: 1. Assessment (pengkajian) . Evaluasi Perawat bertanggung jawab untuk asuhan keperawatan yang mereka berikan dengan mengevaluasi hasil intervensi keperawatan.

Implementation (pelaksanaan). yaitu intervensi keperawatan dilakukan berdasarkan rencana 6. Evaluation (evaluasi). .5. yaitu tinjauan hasil rencana yang sudah di implementasikan.

secara rutin pada klien yang sedang di rawat. baik klien dalam keadaan sadar maupun tidak sadar. sewaktu-waktu sesuai kebutuhan klien. .1. maupun untuk mengevaluasi hasil dari asuhan keperawatan. menentukan masalah dan merencanakan tindakan keperawatan yang tepat bagi klien. 3. tertama pada klien yang baru masuk ke tempat pelayanan kesehatan untuk di rawat. dan dilakukan dengan prosedur yang benar.BAB III PENUTUP 3. Jadi pemeriksaan fisik ini sangat penting dan harus di lakukan pada kondisi tersebut. baik untuk untuk menegakkan diagnosa keperawatan . sistematis. Kesimpulan Pemeriksaan fisik dalah pemeriksaan tubuh klien secara keseluruhan atau hanya bagian tertentu yang dianggap perlu. memastikan/membuktikan hasil anamnesa. Pemeriksaan fisik Mutlak dilakukan pada setiap klien. untuk memperoleh data yang sistematif dan komprehensif.2. Saran Agar pemeriksaan fisik dapat dilakukan dengan baik. Pemeriksaan fisik menjadi sangat penting karena sangat bermanfaat. memilih intervensi yang tepat untuk proses keperawatan. maka perawat harus memahami ilmu pemeriksaan fisik dengan sempurna dan pemeriksaan fisik ini harus dilakukan secara berurutan.

EGC Bickley. EGC . http://nursingbegin. 1995. Diagnosis Fisik. John W. Buku Saku Pemeriksaan Fisik dan Riwayat Kesehatan Bates. 2008. Jakarta. Barbara.DAFTAR PUSTAKA • Admit. Pemeriksaan Fisik. Jakarta. • Bates. Pemeriksaan Fisik dan Riwayat Kesehatan. 1998.com/tag/pemeriksaanfisik/( online) diakses 17 September 2010. EGC • • Burnside. Lynn S. Jakarta.

Gravity 2. The Care Of Wound A Guides For Nurses. Keterampilan dan Prosedur Laboratorium.• Candrawati. 2006. • Kusyanti. Pengertian Mekanika Tubuh adalah suatu usaha mengkoordinasikan sistem muskuloskeletal dan sistem syaraf dalam mempertahankan keseimbangan.2005. Balance (Keseimbangan) 3. Weight (berat) D. Balance / Keseimbangan Keseimbangan tergantung pada interaksi antara pusat gravity. postur dan kesejajaran tubuh selama mengangkat. 2005). line gravity dan base of support.dkk. dan melakukan aktivitas sehari-hari ( Potter & Perry. Eni.Pemeriksaan Fisik system Kardiovaskuler. Susiana. Body Alignment (Postur Tubuh) Susunan geometrik bagian-bagian tubuh dalam hubungannya dengan bagian tubuh yang lain. membungkuk. Body Mekanik meliputi 3 elemen dasar yaitu : 1. C.Diakases tanggal 18 September 2010 • Dealey.Navarra. Pergerakan dasar yang digunakan dalam Body Mekanik . bergerak.Balckwell Publishing. Prinsip body mekanik 1. Koordinated body movement (Gerakan tubuh yang terkoordinir) Dimana body mekanik berinteraksi dalam fungsi muskuloskeletal dan sistem syaraf. B. Carol. Jakarta: EGC. 2. 3. Body Mechanics / Mekanika Tubuh Mekanika Tubuh A.

lutut dan pergelangan kaki ditekuk dan lalu lakukan penarikan. Pivoting / berputar Pivoting adalah suatu tehnik dimana tubuh dibungkukkan dlm rangka menghindari terjadinya resiko keseleo tulang E. lengan atas dan siku diletakkan pada permukaan tempat tidur. 5. dan fungsi pelindung organ-organ dalam. Ligamen pada lutut merupakan penjaga stabilitas. Sistem syaraf . Pemenuhan kebutuhan tubuh akan nutrisi sangat penting karena mempengaruhi produksi energi yang digunakan untuk mobilisasi. pinggul. fungsi mekanis untuk membentuk rangka dan tempat melekatnya berbagai otot. sangat berhubungan dg ukuran base of support 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi body mekanik : 1.1. Situasi dan kebiasaan 7. 3. 3. Walking / berjalan Kestabilan berjalan. Kondisi kesehatan seseorang akan berpengaruh terhadap keseimbangan tubuh sehingga aktivitasnya menjadi terganggu.3. ketika seseorang mengangkat obyek yg terletak dibawah pusat grativitas tubuh. Pulling / menarik Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menarik benda. letak benda. diantaranya ketinggian. fungsi tempat sumsum tulang dalam membentuk sel darah. Pengetahuan F. Otot dan tendo Tubuh memiliki mempunyai kemampuan berkontraksi yang memungkinkan tubuh bergerak sesuai keinginan. Emosi 6. 2. yaitu suatu jaringan ikat yang melekat sangat kuat pada tempat insersinya tulang. Squating / jongkok Squating mempertinggi atau meningkatkan keseimbangan tubuh. fungsi sebagai tempat menyimpan mineral kususnya kalsium dan fosfor yang bisa dilepaskan setiap saat sesuai kebutuhan. Tulang Tulang merupakan organ yang mempunyai berbagai fungsi. Ligamen Ligamen merupakan bagian yang menghubungkan tulang dengan tulang. Otot memiliki origo dan insersinya tulang. sodorkan telapak tangan dan lengan atas dibawah pusat gravitasi pasien. 4. serta dihubungkan dengan tulang melalui tendon. Nutrisi 4. posisi kaki dan tubuh sewaktu menarik (seperti condong ke depan dari panggul). Status kesehatan 2. Sistem tubuh yang berperan dalam kebutuhan aktivitas: 1. 4. Gaya hidup 8.

memberikan daftar penyebab cidera belakang yang paling sering terjadi pada perawat yang bekerja di rumah sakit yaitu : 1. Cidera belakang Harber (1985).Tujuan:Mengurangi risiko cedera muskuloskeletal pada semua orang yang terlibat.Syaraf terdiri dari syaraf pusat (otak dan medula spinalis) dan syaraf tepi (percabangan dari syaraf pusat). Sendi Sendi merupakan tempat dua atau lebih tulang bertemu.b. sedangkan kerusakan saraf tepi menyebabkan terganggunya daerah yang diinervasi dan kerusakan pada saraf radial akan menyebabkan drop hand atau gangguan sensorik di daerah radial tangan. Kerusakan pada syaraf pusat seperti kerusakan tulang belakang akan menyebabkan kelemahan umum.c. Macam-macam bodi mekanik Body alignment a. 1. 4. Membantu pasien berdiri Pengertian:Suatu tindakan keperawatan yang dilakukan pada klien yang imobilisasi atau klien lemah untuk memberikan bantuan berdiri. Mengangkat pasien ke atas tempat tidur (48%) Membantu pasien turun dari tempat tidur (30%) Memindahkan bed (27%) Mengangkat pasien keatas brankat(22%) A. Jatuh 2. Membantu pasien duduk Pengertian:Suatu tindakan keperawatan yang dilakukan pada klien yang imobilisasi atau klien lemah untuk memberikan bantuan duduk ditempat tidur. 5. Konsekuensi body mekanik yang buruk 1. Mengatur berbagai posisi klien 1) Posisi fowler . Bagian somatis memiliki fungsi sensorik dan motorik. 2. 3. G.

Tujuannya untuk mempertahankan kenyamanan dan memfasilitasi fungsi kenyamanan pasien.Posisi fowler adalah posisi setengah duduk atau duduk.90°. . pasang cateter. Mengatasi kesulitan pernafasan & KV pernafasan pasien. kedua lengan berada di samping sisi tubuh. Tujuan : tindakan menurunkan tekanan intrakranial pada pasien trauma kapitis. dimana bagian kepala tempat tidur lebih tinggi atau dinaikkan setinggi 15°. Melakukan aktivitas ttu. Fowler : 45 – 90o dan Semi fowler : 15 – 45o 2) Posisi dorsal recumbent Adalah dimana posisi kepala dan bahu pasien sedikit mengalami elevasi diatas bantal. Tujuannya untuk memeriksa daerah genetalia. serta pada proses persalinan 3) Posisi Trendelenburg Adalah posisi pasien berbaring di TT dg bagian kepala lebih rendah daripada bagian kaki Tujuan : Melancarkan peredaran darah ke otak 4) Posisi antitrendelenberg Adalah posisi pasien berbaring di TT dengan kaki lebih tinggi dari kepala. posisi kaki fleksi dengan telapak kaki datar diatas tempat tidur.

Kedua lengan fleksi disamping kepala. Tujuan posisi ini : Mengurangi lordosis & meningkatkan kelurusan punggung . Membantu drainase dari mulut. Membantu menghilangkan tekanan pada sakrum 7) Posisi supine/ terlentang. 6) Posisi lateral (side lying) Yaitu seorang tidur diatas salah satu sisi tubuh. sekitar tiga inci di bawah kepala tempat tidur. Posisi pasien harus di tengah-tengah tempat tidur. Mencegah terjadinya fleksi kontraktur dari pinggul dan sendi. dengan membentuk fleksi pada pinggul dan lutut bagian atas dan meletakkannya lebih depan dari bagian tubuh yang lain dengan kepala menoleh kesamping. Posisi ini memiliki beberapa tujuan diantaranya : • • • Memberikan ekstensi penuh pada persendian pinggul dan lutut.5) Posisi pronasi/ tengkurap Adalah dimana posisi pasien berbaring diatas abdomen dengan kepala menoleh kesalah satu sisi. . Baik untuk posisi tidur & istirahat. datar dengan kepala dan bahu sedikit elevasi dengan menggunakan bantal. Ini biasanya disebut berbaring telentang.

Tujuan posisi ini : • • • • • untuk memberikan kenyamanan dan memberikan obat per anus (supositoria). Memfasilitasi drainase dari mulut pada klien tidak sadar Mengurangi penekanan pada sakrum & trokanter mayor pada klien paralisis Memudahkan pemeriksaan perineal Untuk tindakan pemberian enema 9) Posisi Genu pectoral/knee chest position posisi pasien berbaring dengan kedua kaki ditekuk dan dada menempel pada bagian alas TT Tujuan : memeriksa daerah rectum & sigmoid 10) Posisi Litotomi .Tujuan : Klien pasca operasi dengan anestesi spinal. 8) Posisi Sim’s Adalah posisi dimana tubuh miring kekiri atau kekanan. Mengatasi masalah yg timbul akibat pemberian posisi pronasi yg tidak tepat.

Memindahkan klien dari tempat tidur (TT) ke kursi roda Pengertian : Memindahkan klien dari tempat tidur ke kursi roda 2. . Mencegah terjadinya kontraktur sendi dan flaksid otot 4. Memindahkan klien dari tempat tidur (TT) ke brankard (TT) dan sebaliknya Memindahkan klien dari TT ke brankard/ TT dan sebaliknya dengan cara diangkat. 1) 2) 3). 1. Memindahkan klien dari TT ke brankar/ TT dan sebaliknya dengan easy move Memindahkan klien dari TT ke brankard dan sebaliknya dengan Scoop Stretcher 3. Klien duduk di TT atau tepi TT dg meja yang menyilang diatas TT (90o) Tujuan : membantu mengatasi masalah kesulitan bernafas dg ekspansi dada maksimum. melatih dan meningkatkan mobilisasi. Membantu klien dengan alat bantu jalan (Kruk) Tujuan : Membantu melatih kemampuan gerak klien. memasang alat kontrasepsi 11) Posisi Orthopneik posisi adaptasi dari fowler tinggi.posisi pasien berbaring terlentang dengan mengangkat kedua kaki dan menariknya keatas bagian perut Tujuan : Merawat atau memeriksa genetalia pada proses persalinan. Manfaat : Klien mampu berjalan dengan menggunakan alat bantu dan meningkatnya kemampuan mobilisasi klien. Ambulasi Memindahkan klien dari tempat tidur (TT) ke kursi/ kursi roda 1). membantu klien yg mengalami inhalasi 2. Memindahkan klien dari tempat tidur ke kursi Pengertian : Memindahkan klien yang tirah baring ke kursi 2). Membantu klien berjalan Tujuan: Memulihkan kembali toleransi aktivitas. Mencapai kestabilan klien dalam berjalan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengkaji antara lain : Posisi berdiri Lakukan inspeksi melalui sudut pandang secara : Anterior. Pasien yang dalam keadaan abnormal akan mengalami kelemahan otot atau pralis otot serta adanya sensasi (kerusakan saraf) Posisi berbaring Letakan pasien pada posisi lateral semua bantal dan penyokong posisi dipindahkan dari tempat tidur. pandangan lurus kedepan. kemudian tubuh ditopang dengan kasur yang cukup dan vertebra harus lurus dengan alas yang ada .duduk maupun berbaring. Pasien dalam posisi berdiri dengan kepala tegak dan mata lurus kedepan serta bahu dan pinggul harus lurus dan sejajar. Posisi duduk Pada saat keadaan ini normalnya kepala dan dada akan akan memiliki keadaan yang sama pada saat posisi berdiri yaitu kepala pasien harus tegak lurus dengan leher dan verterba kolumna telapak kaki lurus berpijak pada lantai. Nyeri akut berhubungan dengan terputusnya kontinuitas jaringan tulang 2. 3) Langkah lembut. apabila posisi tidak sesuai dengan posisi berdiri yang benar maka dapat diidentifikasikan bahwa ada gangguan pada otot dan tulang pasien.Lateral dan posterior. pasien diminta berjalan sepanjang 10 langkah kemudian perawat memperhatikan hal-hal berikut ini : 1) Kepala tegak. terkoordinasi dan ritmik 4) Mudah untuk memulai dan mengakhiri berjalan 5) Jumlah langkah per menit (pace) 70-100 X per menit. Resiko cedera berhubungan dengan gangguan keseimbangan yang disertai kelemahan otot 4. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan gangguan neurovasculer 3. Perencanaan Keperawatan Nyeri akut b. apabila dijumpai kelainan pada pasien. kecuali pada orang tua mungkin 40 X per menit.Asuhan Keperawatan pada klien dengan gangguan bodi mekanik Pengkajian Untuk melakukan pengkajian body mekanik dan alignment lakukan inspeksi terhadap pada pasien pada saat berdiri. Cara berjalan Dikaji untuk mengetahui mobilitas dan kemungkinan resiko cedera akibat dari terjatuh. Diagnosa Keperawatan 1. maka terdapat penurunan sensasi atau gangguan sirkulasi serta adanya kelemahan.d terputusnya kontinuitas jaringan tulang Definisi: perasaan sensori dan emosional yang tidak menyenangkan yang muncul akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau digambarkan dalam hal kerusakan sedemikian . punggung tegak. 2) Tumit menyentuh tanah terlebih dahulu sebelum jari-jari kaki.

Definisi: keterbatasan pada pergerakan fisik tubuh atau satu atau lebih ekstrimitas secara mandiri dan terarah Tujuan: 1) Aktivitas fisik meningkat 2) ROM normal 3) Melaporkan perasaan peningkatan kekuatan dalam bergerak.d gangguan neuromuskuler. 6) Atur posisi setiap 2 jam atau sesuai toleransi. T) 2) Eksplor faktor-faktor penyebab nyeri 3) Kaji pengalaman klien masa lalu dalam mengatasi nyeri. 8) Jelaskan manfaat ROM aktif dan pasif 9) Kolaborasi dengan fisioterapi Pelaksanaan (cheklist terlampir) Bodi alignment • • • Membantu klien dengan masalah berdiri dan duduk Mengatur berbagai posisi klien Papan sandaran . 2) Klien dapat mendeskripsikan bagaimana mengontrol nyeri 3) Klien mengatakan kebutuhan istirahat dapat terpenuhi 4) Klien dapat menerapkan metode non farmakologik untuk mengontrol nyeri Intervensi: 1) Identifikasi nyeri yang dirasakan klien (P. 4) Klien bisa melakukan aktivitas. 4) Ajarkan ROM exercise aktif dan pasif. R. Tujuan: 1) Klien mengatakan nyeri yang dirasakan berkurang. Intervensi: 1) Pastikan keterbatasan gerak sendi yang dialami. 7) Fasilitasi penggunaan alat Bantu. keteraturan.rupa. 4) Pantau tanda-tanda vital. awitan yang tiba-tiba atau lambat dari intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi berlangsung < 6 bulan. 6) Ajarkan teknik non farmakologik (relaksasi. dll) untuk menurunkan nyeri. 2) Motivasi klien untuk mempertahankan pergerakan sendi. Q. 7) Jelaskan prosedur yang dapat meningkatkan nyeri dan mengurangi nyeri 8) Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian: analgetik sesuai indikasi Gangguan mobilitas fisik b. latih ROM pasif dan aktif 5) Anjurkan dan Bantu klien duduk di tempat tidur sesuai toleransi. jadual. 5) Berikan tindakan kenyamanan. fantasi. 3) pastikan klien bebas dari nyeri sebelum diberikan latihan. S.

Kelainan postur yg didpat atau congenital mempengaruhi efisiensi system moskuloskeletal.Ambulasi • • • Memindahkan klien dari tempat tidur ke (TT) ke kursi/ kursi roda/ brankar dan sebaliknya Membantu klien berjalan Membantu klien dengan alat bantu jalan Evaluasi Evaluasi yang diharapkan dari hasil tindakan keperawatan untuk mengatasi gangguan postur tubuh adalah tidak terjadi perubahan atau kesalahan dalam postur tubuh dan pasien mampu melaksanakan aktifitas dengan mudah serta tidak merasakan kelemahan. Macam2 abnormal: a. spt kesejajaran tubuh keseimbangan dan penampilan. Penatalaksanaan: operasi. tidur tanpa bantal. penggabungan spinal (berdasarkan penyebab dan tingkat keparahan). Tortikolis Diskripsi: mencondongkan kepala ke sisi yang sakit. b. Kifolordosis Diskripsi: kombinasi dari kifosis dan lordosis. Kifosis Diskripsi : peningkatan kelengkungan pada kurva spinal torakal. . dimana otot sternokleidomastoideus berkontraksi. Penatalaksanaan: latihan peregangan spinal. Penyebab: kondisi congenital. Penyebab: kondisi congenital. memakai jaket. Penyebab : kondisi congenital. menggunakan papan tempat tidur. penyakit tulang atau ricket tuberkolosis spinal. atau imobilisasi berdasarkan penyebab dan tingkat keparahan. pemanasan. c. topangan. Penatalaksanaan: sama dengan metode yang digunakan untuk kifosis dan lordosis berdasarkan penyebab.

Penyebab: kondisi congenital (biasanya dengan kelahiran sungsang). Skoliosis Diskripsi: kurvatura spinal lateral. Kifoskoliosis Diskripsi: tidak normalnya kurva spinal anteroposteriol dan lateral. Lordosis adalah kelainan pada tulang belakang dimana hyperekstensi dari tulang lumbal. Knock-knee (genu varum) diskripsi: kurva kaki yang masuk ke dalam sehingga lutut rapat jika seseorang berjalan.wordpress. Penyebab: kondisi congenital. dan kadang-kadang kontraktur adduksi (kaput vemur tidak bersambung dengan assetatbulum karena abnormal kedangkalan assetatbulum). Penyebab: kondisi congenital. poliomyelitis. Penyebab: kondisi congenital. Penyebab: kondisi congenital. f. poliomyelitis. gips. Penatalaksanaan: mempertahankan abduksi paha yang terus menerus sehingga kaput vemur menekan ke bagian tengah assetatbulum. kondisi temporer missal. h. http://beequinn. pembedahan.com/nursing/kebutuhan-dasar-manusia-i-kdm-i/bodymechanics-mekanika-tubuh/ . panjang kaki tidak sama Penatalaksanaan: immobilisasi dan operasi (berdasarkan penyebab dan tingkat keparahan).d. e. kehamilan. operasi jika tidak dapat diperbaiki oleh pertumbuhan. kor pulmonal. g. Penatalaksanaan: latihan peregangan spinal berdasarkan penyebab. tinggi pinggul dan bahu tidak sama. paralisis spastic. Diskripsi: kurva anterior pada spinal lumbal yang melengkung berlebihan. Penatalaksanaan: immobilisasi dan operasi (berdasarkan penyebab dan tingkat keparahan). penyakit tulang atau ricket. Penatalaksanaan: knee braces. Dysplasia Pnggung Kongenital Diskripsi: ketidakstabilan pinggul dengan keterbatasan abduksi pinggul. beban abduksi.

dimana pada inspirasi .Diafragma dipersyarafi oleh saraf frenik. perfusi paru dan difusi. PENGERTIAN Oksigen (O2) adalah satu komponen gas dan unsur vital dalam proses metabolisme untuk mempertahankan kelangsungan hidup seluruh sel-sel tubuh. 2. Pada keadaan istirahat frekuensi pernafasan 12-15 kali per menit. jumlahnya sekitar 500 ml. kardiovaskuler dan hematology. 1). Ventilasi Ventilasi adalah proses keluar masuknya udara dari dan paru-paru. dinding abdomen dan pusat pernafasan di otak. Penyampaian oksigen ke jaringan tubuh ditentukan oleh sistem respirasi (pernafasan). Ventilasi membutuhkan koordinasi otot paru dan thoraks yang elastis serta persyarafan yang utuh.OKSIGENASI 1. yang keluarnya dari medulla spinalis pada vertebra servikal keempat. Oksigenasi adalah peristiwa menghirup udara dari luar yang mengandung Oksigen (O2) kedalam tubuh serta menghembuskan Karbondioksida (CO2) sebagai hasil sisa oksidasi. isi abdomen. Udara yang masuk dan keluar terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara antara intrapleura dengan tekanan atmosfer. diagfragma. otot-otot pernafasan. Otot pernapasan inspirasi utama adalah diagfragma. Ada 3 langkah dalam proses oksigenasi yaitu ventilasi. SISTEM PERNAFASAN Sistem pernafasan terdiri dari organ pertukaran gas yaitu paru-paru dan sebuah pompa ventilasi yang terdiri atas dinding dada.

Difusi adalah pergerakan molekul dari area dengan konsentrasi tinggi ke area konsentrasi rendah. Kepatenan Ventilasi terganutung pada faktor : 1. Adekuatnya pengembangan dan pengempisan paru-paru 4. dimana pada sirkulasi paru adalah darah deoksigenasi yang mengalir dalam arteri pulmonaris dari ventrikel kanan jantung. Sirkulasi paru bersifat fleksibel dan dapat mengakodasi variasi volume darah yang besar sehingga digunakan jika sewaktu-waktu terjadi penurunan voleme atau tekanan darah sistemik. internal interkosa. Kemampuan otot-otot pernafasan seperti diafragma. 2. Adekuatnya sistem saraf pusat dan pusat pernafasan 3. Perfusi Paru Perfusi paru adalah gerakan darah melewati sirkulasi paru untuk dioksigenasi.Darah ini memperfusi paru bagian respirasi dan ikut serta dalam proses pertukaan oksigen dan karbondioksida di kapiler dan alveolus. otot abdominal. 2). Kebersihan jalan nafas.tekanan intrapleural lebih negative (725 mmHg) daripada tekanan atmosfer (760 mmHG) sehingga udara masuk ke alveoli. 3). eksternal interkosa. Perbedaan tekanan pada area membran respirasi akan . Sirkulasi paru merupakan 8-9% dari curah jantung. Difusi Oksigen terus-menerus berdifusi dari udara dalam alveoli ke dalam aliran darah dan karbon dioksida (CO2) terus berdifusi dari darah ke dalam alveoli. adanya sumbatan atau obstruksi jalan napas akan menghalangi masuk dan keluarnya udara dari dan ke paru-paru. Difusi udara respirasi terjadi antara alveolus dengan membrane kapiler.

yaitu lobus superior dan lobus inferior. yaitu : 1) Paru-paru kanan.mempengaruhi proses difusi. lapisan epitelium bersilia diganti dengan sel epitelium yang pipih. Anatomi paru Paru-paru merupakan sebuah organ yang sebagian terdiri dari gelembung-gelembung udara atau alveoli. 1997) Bronkhus terminalis masuk ke dalam saluran yang agak lain yang disebut Vestibula. . dan lobus inferior. (Syaifuddin. terdiri dari 2 lobus. 1997). yaitu lobus superior. Lobus Pulmo Sinistra dan dekstra. Paru-paru dibagi menjadi 2 bagian. Berbeda halnya dengan CO2 dengan PCO2 dalam kapiler 45 mmHg sedangkan pada alveoli 40 mmHg maka CO2 akan berdifusi keluar alveoli. 2) Paru-paru kiri. Gambar 1. lobus media. Misalnya pada tekanan parsial (P) O2 di alveoli sekitar 100 mmHg sedangkan tekanan parsial pada kapiler pulmonal 60 mmHg sehingga oksigen akan berdifusi masuk ke dalam darah. dan di sini membrane pelapisnya mulai berubah sifatnya. terdiri dari 3 lobus. (Syaifuddin.

Dari Vestibula berjalan beberapa Infundibula dan di dalam dindingnya dijumpai kantong-kantong udara itu. Kantong udara atau Alveoli itu terdiri atas satu lapis tunggal sel epitelium pipih, dan di sinilah darah hamper langsung bersentuhan dengan udara hingga suatu jaringan pembuluh darah kapiler mengitari Alveoli dan pertukaran gas pun terjadi. (Evelyn C. P, 2002).

Gambar 2. Diagram dari akhiran sebuah Bronkhliolus didalam Alveoli. (Pearce. E. C, 2002)

3. SISTEM KARDIOVASKULER

a. Struktur dan letak jantung Jantung terbagi oleh sebuah septum (sekat) menjadi dua belah, yaitu kiri dan kanan. Setiap belahan kemudian dibagi menjadi dua ruang, pada bagian di atas disebut “atrium” dan bagian bawah disebut “ventrikel”. Pada masing-masing belahan terdapat satu atrium dan satu ventrikel. Atrium dan ventrikel dihubungkan oleh lubang yang terdapat katup, pada bagian sebelah kanan disebut katup (valvula) trikuspidalis dan pada bagian sebelah kiri disebut katub mitral atau katub bikuspidalis. (Pearce, 1999) Jantung terbungkus oleh membran yang disebut perikardium. Membran ini terdiri atas dua lapisan dalam dan luar. Lapisan dalam disebut perikardium viseralis (membran serus yang lekat sekali pada jantungnya) dan lapisan luar disebut perikardium parentalis (lapisan yang

membungkus jantung sebagai kantong longgar). Keduanya dipisahkan oleh cairan pelumas yaitu cairan serus yang berfungsi mengurangi gesekan pada gerakan memompa dari jantung itu sendiri. Jantung terdiri dari tiga lapisan, antara lain: epikardium (luar), miokardium (otot), endokardium (lapisan dalam/endotel).

Gambar 1. Struktur jantung dan perjalanan aliran darah melalui kamar jantung, sesuai petunjuk anak panah b. Fisiologi jantung
Jantung berfungsi sebagai pemompa darah dari pembuluh vena ke dalam sirkulasi pulpomal paru-paru vena, vena pulmonalis, atrium kiri, lewat katup mitral, ventrikel kiri, katup aorta, arteri, arteriola, kapiler, venula, vena, vena cava inferior, dan kembali ke atrium kanan yang disebut “sirkulasi sistematik”, sedangkan aliran darah dari atrium kanan masuk lewat katup trikuspidalis, sirkulasi paru-paru yang disebut “sirkulasi pulmonalis”.

Gangguan aliran dalam jantung mengakibatkan oksigenasi tidak adekuat, darah arteri dan vena tercampur yang mengakibatkan perfusi sel-sel berkurang. Gerakan jantung terdiri atas dua jenis, yaitu kontraksi (systole) dan relaksasi (diastole). Kontraksi kedua atrium terjadi serentak disebut systole atrial dan relaksasi atrium disebut diastole atrial, demikian pula untuk kontraksi ventrikel disebut systole ventrikel dan relaksasi ventrikel disebut diastole ventrikel. Kontraksi

ventrikel lamanya 0,3 detik dan relaksasi lamanya 0,5 detik. Kontraksi kedua atrium pendek sedangkan kontraksi ventrikel lebih lama dan kuat. Daya pompa jantung pada organ yang sedang istirahat berdebar sekitar 70 kali/menit dan memompa 70 ml setiap denyutan. Dengan demikian jumlah darah yang dipompa setiap menit sekitar 5 liter. Sewaktu banyak bergerak kecepatan denyut jantung dapat mencapai 150 kali/menit, sehingga daya pompa jantung adalah 20-25 liter/menit. (Evelya C. Pearce, 2002).

Gambar 2. Gambaran skematik aliran darah melalui system kardiovaskuler
4. HEMATOLOGI Oksigen membutuhkan transport dari paru-paru ke jaringan dan karbondioksida dari jaringan ke paru-paru. Sekitar 97% oksigen dalam darah dibawa eritrosit yang telah berikatan dengan hemoglobin (Hb) dan 3% oksigen larut dalam plasma. Setiap sel darah merah mengandung 280 juta molekul Hb dan setiap molekul dari keempat molekul besi dalam hemoglobin berikatan dengan satu molekul oksigen membentuk oksihemoglobin (HbO2). Reaksi pengikatan Hb dengan O2 dipengaruhi oleh suhu, Ph, konsentrasi 2,3 difosfogliserat dalam darah merah. Dengan demikian besarnya Hemoglobin (Hb) dan jumlah eritrosit akan

mempengaruhi transport gas.

kurang aktivitas. Kondisi yang mempengaruhi pergerakan dinding dada seperti pada kehamilan. Bayi prematur : yang disebabkan kurangnya pembentukan surfaktan 2. stress . Menurunnya konsentrasi O2 yang diinspirasi seperti pada obstruksi saluran napas bagian atas 3. demam. Faktor Perkembangan 1. Hipovolemia sehingga tekanan darah menurun mengakibatkan transpor O2 terganggu 4. musculus skeleton yang abnormal. Dewasa muda dan pertenggahan : diet yang tidak sehat. 5. resiko saluran pernafasan dan merokok 4. luka dan lain-lain. Faktor Fisiologi 1. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUTUHAN OKSIGEN 1. ibu hamil. penyakit kronik seperti TBC paru 2. obersitas. Menurunnya kapasitas pengikatan O2 seperti anemia 2.5. Meningkatnya metabolisme seperti adanya infeksi. Bayi dan toodler : adanya resiko infeksi saluran pernafasan akut 3. Anak usia sekolah dan remaja .

ekspansi paru menurun 3. elastisitas menurun. Exercise (olahraga berlebih) : Exercise akan meningkatkan kebutuhan oksigen 3. 2. Faktor Prilaku 1. Merokok : nikotin menyebabkan vasokonstriksi pembuluh darah perifer dan koroner 4.yang mengakibatkan penyakit jantung dan paru-paru 5. diet yang terlalu tinggi lemak menimbulkan arteriosklerosis. Dewasa tua : adanya proses penuaan yang mengakibatkan kemungkinan arteriosklerosis. Substance abuse (alkohol dan obat-obatan) : menyebabkan intake nutrisi (Fe) menurun mengakibatkan penurunan hemoglobin. Faktor Lingkungan 1. Ketinggian tempat dari permukaan laut . Kecemasan : menyebabkan metabolisme meningkat 4. Suhu lingkungan 3. Nutrisi : misalnya pada obesitas mengakibatkan penurunan ekspansi paru. Tempat kerja (polusi) 2. alkohol menyebabkan depesi pusat pernafasan 5. gizi yang buruk menjadi anemia sehingga daya ikat oksigen berkurang.

4. Kerusakan fungsi katub seperti pada stenosis. Myocardial iskhemial infrark mengakibatkan kekurangan pasokan darah dari arteri koroner ke miokardium. 3. Hiperventilasi dapat disebabkan karena : a. Hiperventilasi Merupakan upaya tubuh dalam meningkatkan jumlah O2 dalam paru-paru agar pernafasan lebih cepat dan dalam. PERUBAHAN FUNGSI PERNAFASAN 1. PERUBAHAN FUNGSI JANTUNG Perubahan-perubahan fungsi jantung yang mempengaruhi kebutuhan oksigenasi adalah sebagai berikut : 1. Gangguan Konduksi Gangguan konduksi (hantaran) seperti distritmia (takikardia/bradikardia) 2.5. obstruksi. Kecemasan . regurgitasi darah yang mengakibatkan vetrikel bekerja lebih keras. Perubahan Cardiac Output (Curah Jantung) Menurunnya cardiac output seperti pada pasien dekom menimbulkan hipoksia Jaringan. 6.

Kertidakseimbangan asam basa seperti pada asidosis metabolik Tanda-tanda dan gejala hiperventilasi adalah takikardia. kejang. 2. menurunnya konsentrasi. nyeri dada (chest pain). disorientasi. ketidakseimbangan elektrolit. Infeksi / sepsis c. Tanda-tanda dan gejala pada keadaan hipoventilasi adalah nyeri kepala. biasanya terjadi pada keadaan atelektasis (kolaps paru). penurunan kesadaran.b. tinnitus. dan kardiak arrest. 3. Hipoventilasi Hipoventilasi terjadi ketika ventilasi alveolar tidak adekuat untuk memenuhi penggunaan O2 tubuh atau untuk mengeluarkan CO2 dengan cukup. napas pendek. Hipoksia Tidak adekuatnya pemenuhan O2 seluler akibat dari defisiensi O2 yang diinspirasi atau meningkatnya penggunaan O2 pada tingkat seluler. kardiakdistritma. Menurunya hemoglobin . disorientasi. Keracunan obat-obatan d. Hipoksia dapat disebabkan oleh : a.

Jakarta : Salemba Mardika 2007 Perry.b. Menurunnya perfusi jaringan seperti syok f. Edisi 3. DAFTAR PUSTAKA Tarwoto. 1997 KONSEP DASAR CAIRAN DAN ELEKTROLIT BAB I PENDAHULUAN A. menurunnya kemampuan konsentrasi. Jakarta : Salemba Mardika tahun 2006. nadi meningkat. Dia memiliki keistimewaan karena memiliki konsentrasi molar yang tinggi yang . kecemasan. Fundamental of nursing Edisi 4. Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan. Volume 1 & 2. Hidayat. Ketidakmampuan jaringan mengikat O2 seperti keracunan sianida d. Kerusakan / gangguan ventilasi Tanda-tanda hipoksia antara lain : kelelehan. Menurunnya difusi O2 dari alveoli ke dalam darah seperti pada pneumonia e. Potter. sianosis dan clubbing. Edisi 2. KONSEP DASAR CAIRAN DAN ELEKTROLIT Air merupakan salah satu dari dua pelarut terpenting dalam tubuh. Wartonah. Aziz Alimul. Berkurangnya konsentrasi O2 jika berada di puncak gunung c. pernafasan cepat dan dalam. Jakarta : EGC.

Keseimbangan cairan adalah esensial bagi kesehatan. Hal ini penting karena jalur ini tersedia dalam semua sel dalam tubuh. kulit 20%. air melintasi hampir semua membran dalam tubuh dengan mudah! Molekul air melintasi membran sel dengan 2 jalur yang dapat kita katakan sebagai jalur lemak dan jalur saluran air. Kemampuan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan cairan ini dinamakan “homeostasis”. Aliran air melalui saluran ini dapat terjadi sebagai hasil dari difusi atau filtrasi. Kebutuhan cairan dan elektrolit adalah suatu proses dinamik karena metabolisme tubuh membutuhkan perubahan yang tetap dalam berespons terhadap stressor fisiologis dan lingkungan. Tetapi kebalikannya. Air dan lemak adalah dua pelarut utama dalam tubuh. Pada sebagian membran fluktuasi air sangat tinggi dan tidak dapat diperhitungkan dengan difusi air yang melintasi barier lemak. Bahkan. Semua . Cairan tubuh menempati kompartemen intrasel & ektrasel. Bahan yang larut dalam air tidak akan dengan mudah melewati membran lemak kecuali ada mekanisme transportasi khusus. tubuh mempertahankan keseimbangan. Fakta ini mengarah pada satu hipotesis bahwa membran harus mengandung protein yang menyediakan saluran air yang melewati saluran tersebut air dapat lewat. Komposisi lemak dari berbagai membran sel bervariasi sehingga angka aliran cairan yang melintasi membran sel juga bervariasi. BAB II ISI Cairan & elektrolit sangat penting untuk mempertahankan homeostasis tubuh. Dapat diharapkan bahwa air tidak akan dengan mudah melewati membran sel. Saluran air sekarang sudah ditemukan. Distribusi cairan tubuh: otot 50%. biasanya dengan proses-proses faal (fisiologis) yang terintegrasi yang mengakibatkan adanya lingkungan sel yang relatif konstan tapi dinamis.menyebabkannya dapat menyediakan ion hidrogen yang tidak ada habisnya dalam tubuh. Membran sel lemak memisahkan cairan intraseluler dengan cairan ekstraseluler. dalam dua lapisan lemak buatan. Darah 20% organ2 lainnya 10% Cairan Ektrasel. Dengan kemampuannya yang sangat besar untuk menyesuaikan diri. Jalur lemak merujuk pada air yang melintasi dua lapisan lemak dari membran sel dengan cara difusi. air tidak dapat melintas dengan mudah dan hal ini konsisten dengan harapan kita.

Rata-rata volume darah orang dewasa kira-kira 5-6 L (8% dari BB). Pada orang normal dengan berat 70 kg. kira-kir ½ cairan tubuh terkandung didalam (CES). Ini hampir sebanding dengan 15 L dalam rata-rata pria dewasa (70 kg). volume (CIT) kira-kira sebesar 2 kali lebih besar pada bayi baru lahir dibanding orang dewasa. KOMPARTEMEN CAIRAN Seluruh cairan tubuh didistribusikan diantara dua kompartemen utama. Volume relatif dari (CIV) sama pada orang dewasa dan anak-anak. b) Cairan intravaskular (CIV) : Cairan yang terkandung di dalam pembuluh darah. sama dengan kira-kira 8 L pada orang dewasa. Pada orang dewasaθ kira-kira 2/3 dari cairan tubuh adalah intraselular. yaitu : cairan intraselular (CIS) dan cairan ekstra selular (CES). atau leukosit). volume relatif dari (CES) menurun sampai kira-kira 1/3 dari volume total. Sisanya 2-3 L (40%) terdiri dari sel darah merah (SDM. persentase ini dapat berubah. Setelah 1 tahun. dan trombosit. hanya ½ dari cairan tubuh bayi adalah cairan intraselular. Relatif terhadap ukuran tubuh. 3 L (60%) dari jumlah tersebut adalah PLASMA. Cairan Intraselular (CIS) = 40% dari BB total Adalah cairan yang terkandung di dalam sel. sama kira-kira 25 L pada rata-rata pria dewasa (70 kg). Total cairan tubuh (TBF) rata-ratanya sekitar 60% berat badan atau sekitar 42 L. 1997) 1. atau eritrosit) yang mentranspor oksigen dan bekerja sebagai bufer tubuh yang penting. sel darah putih (SDP. bergantung pada umur. Pada bayi baru lahir. Lebih jauh (CES) dibagi menjadi : a) Cairan interstisial (CIT) : Cairan disekitar sel. jenis kelamin dan derajat obesitas ( Guyton & Hall. Tapi nilai tersebut diatas dapat . Ukuran relatif dari (CES)menurun denganθ peningkatan usia. Cairan ekstrasel bergerak secara konstan pada seluruh tubuh & ditransport dgn cepat ke dlm sirkulasi melalui dinding kapiler A. Cairan limfe termasuk dalam volume interstisial.cairan yg terdapat di luar sel yg terdiri dari ion2 & berbagai bahan nutrisi yg dibutuhkan oleh sel u/ mempertahankan fungsi sel. 2. Cairan Ekstraselular (CES) = 20% dari BB total Adalah cairan diluar sel. Sebaliknya.

sinovial. bergantung pada jenis kelamin. saluran gastro-intestinal (GI) secara normal mensekresi dan mereabsorbsi sampai 6-8 L per-hari. perikardial.bervariasi pada orang yang berbeda-beda. Pada waktu tertentu (CTS) mendekati jumlah 1 L. berat badan dan faktor-faktor lain. pleural. Contoh (CTS) meliputi cairan serebrospinal. dan cairan intraokular serta sekresi lambung. Cairan Transelular (CTS) Adalah cairan yang terkandung di dalam rongga khusus dari tubuh. Namun. Sebagai contoh. glokusa dan oksigen) ke jaringan  transpor produk sisa ke ginjal dan paru-paru  pengiriman antibodi dan SDP ke tempat infeksi  transpor hormon ke tempat aksinya  sirkulasi panas tubuh 3. Secara Skematis Jenis dan Jumlah Cairan Tubuh dapat digambarkan sebagai berikut : B. Adapun fungsi dari darah adalah mencakup :  pengiriman nutrien (mis . FUNGSI CAIRAN TUBUH . sejumlah besar cairan dapat saja bergerak kedalam dan keluar ruang transelular setiap harinya.

Mengangkut zat-zat seperti (hormon. Rata-rata pria Dewasa hampir 60% dari berat badannya adalah air dan rata-rata wanita mengandung 55% air dari berat badannya. SDP. yang diukur dalam miliekuivalen. Sebagai pelarut untuk elektrolit dan non elektrolit 5. Mmbentu dalam metabolisme sel 4. Mempemudah eliminasi 8. Jumlah kation dan anion. Air adalah senyawa utama dari tubuh manusia. SDM) C. Sarana untuk mengangkut zat-zat makanan ke sel-sel 2. Sistem pompa terdapat di dinding sel tubuh yang memompa natrium ke luar dan kalium ke dalam . Kation ekstraselular utama adalah natrium (Na+). Membantu memelihara suhu tubuh 6. Solut (terlarut) Selain air. sementara kation yang lainnya adalah (Ca+) dan (Mg+). KOMPOSISI CAIRAN TUBUH Semua cairan tubuh adalah air larutan pelarut. substansi terlarut (zat terlarut) 1. 2. a) Elektrolit : Substansi yang berdiasosiasi (terpisah) di dalam larutan dan akan menghantarkan arus listrik. Elektrolit berdisosiasi menjadi ion positif dan negatif dan diukur dengan kapasitasnya untuk saling berikatan satu sama lain (miliekuivalen/liter) atau dengan berat molekul dalam garam ( milimol/liter mEq/L ). sedangkan kation intraselular utama adalah kalium (K+). Membantu pencernaan 7. mol/L dalam larutan selalu sama.1.  Kation : ion-ion yang mambentuk muatan positif dalam larutan. cairan tubuh mengandung dua jenis substansi terlarut (zat terlarut) elektrolit dan non-elektrolit. Mengeluarkan buangan-buangan sel 3. enzim.

secara bermakna mengubah nilai elektrolit palsma. nilai elektrolit plasma menunjukkan komposisi cairan ekstraselular. b) Non-elektrolit : Substansi seperti glokusa dan urea yang tidak berdisosiasi dalam larutan dan diukur berdasarkan berat (miligram per 100 ml-mg/dl). FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUTUHAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kebutuhan cairan dan elektrolit diantaranya adalah : 1. elektrolit dapat dilepaskan dari atau bergerak kedalam atau keluar sel. Anion : ion-ion yang membentuk muatan negatif dalam larutan. Pemahaman perbedaan antara dua kompartemen ini penting dalam mengantisipasi gangguan seperti trauma jaringan atau ketidakseimbangan asam-basa. Anion ekstraselular utama adalah klorida ( Clˉ ). nilai elektrolit plasma tidak selalu menunjukkan komposisi elektrolit dari cairan intraselular. Namun demikian. Pada situasi ini. D. sedangkan anion intraselular utama adalah ion fosfat (PO4ɜ-). Non-elektrolit lainnya yang secara klinis penting mencakup kreatinin dan bilirubin. Karena kandungan elektrolit dari palsma dan cairan interstisial secara esensial sama. Berikut akan disajikan dalam tabel perubahan pada air tubuh . Usia Variasi usia berkaitan dengan luas permukaan tubuh. yang terdiri atas cairan intraselular dan interstisial. selain itu sesuai aturan. metabolisme yang diperlukan dan berat badan. air tubuh menurun dengan peningkatan usia.

karena lebih banyak mengandung lemak tubuh 3.total sesuai usia. Sel-sel lemak Mengandung sedikit air. trauma jaringan. kelainan ginjal dan jantung. Stres Stres dapat menimbulkan peningkatan metabolisme sel. mekanisme ini dapat menimbulkan retensi sodium dan air. Seseorang dapat kehilangan NaCl melalui keringat sebanyak 15-30 g/hari 7. sehingga air tubuh menurun dengan peningkatan lemak 4. Temperatur lingkungan Panas yang berlebihan menyebabkan berkeringat. Proses ini dapat meningkatkan produksi ADH dan menurunkan produksi urine 5. konsentrasi darah dan glikolisis otot. tubuh gangguan hormon akan mengganggu keseimbangan cairan 6. Diet . Jenis kelamin Wanita mempunyai air tubuh yang kurang secara proporsional. Sakit Keadaan pembedahan. 2.

yaitu: 1. 2. cairan melintasi membrane untuk mengencerkan cairan yang berkonsentrasi tinggi sampai diperoleh keseimbangan di kedua sisi membrane. Pada proses ini. F. Transpor Aktif adalah pengangkutan yang digunakan oleh molekul untuk berpindah melintasi membrane sel melawan gradient konsentrasinya. Akibatnya.Pada saat tubuh kekurangan nutrisi. Karena ukuran molekulnya besar protein tidak dapat bebas melintasi membrane plasma. yakni ukuran molekul. terjadi ketidakseimbangan tekanan osmotic koloid (tekanan onkotik) sehingga cairan tertarik kedalam ruang intravaskuler. proses ini akan menimbulkan pergerakan cairan dari interstisial ke intraselular. konsentrasi larutan. 3. transport aktif adalah gerakan molekul dari konsentrasi yang satu ke konsentrasi yang lain tanpa memandang tinggkatannya. Kecepatan difusi ini dipengaruhi oleh tiga hal. cairan dan elektrolit sehingga masuk melintasi di membrane kedua yang memisahkan ini dua kompartemen konsentrasi kompartemen seimbang. Rasa Haus adalah keingina yang disadari terhadap kebutuhan akan cairan. Pada proses ini. Rasa haus biasanya muncul apabila osmolalitas plasma mencapai 295 mOsm/kg. PERGERKAN CAIRAN TUBUH Mekanisme pergerakan cairan tubuh berlangsung dalam tiga proses. PENGATURAN KESEIMBANGAN CAIRAN Pengaturan keseimbangan cairan terjadi melalui mekanisme berikut: 1. Dangan kata lain. Proses ini membutuhkan energy dalam bentuk adenosine triphosphat (ATP). Difusi adalah perpindahan larutan dari area berkonsentrasi tinggi menuju area berkonsentrasi rendahdengan melintasi membrane semipermeabel. . ATP berguna untuk mempertahankan konsentrasi ion kalium dan natrium dalam ruang ekstrasel dan intrasel memlalui suatu proses yang disebut pompa”natrium-kalium”. Osmosis adalah perpindahan cairan melintasi membrane semipermiabel dari area yang berkonsentrasi rendah ke area berkonsentrasi tinggi. temperature larutan. tubuh akan memecah cadangan energi. E. Perbedaan osmotic ini di pengaruhi oleh distribusi protein tidak merata.

Stimuli utama untuk sekresi ADH adalah peningkatan osmolalitas dan penurunan cairan ekstrasel. kadar natrium serum. Oleh karena itu. Pengeluaran cairan melalui kulit diatur oleh kerja saraf simpatis yang merangsang aktivitas kelenjar keringat. . Hormone ADH. 2. Rangsangan pada kelenjar keringat ini disebabkan oleh aktifitas otot. perubahan kadar glukokortikoid mengakibatkan perubahan pada keseimbangan volume darah (Tambajong. merupakan asam lemak alami yang terdapat dibanyak jaringan dan berperan dalam proses radang. Prostaglandin. 5. hormone ini dibentuk di hipotalamus dan disimpan dalam neurohipofisis pada hipofisis posterior. prostaglandin berperan mengatur sirkulasi ginjal. 4. IWL melalui kulit berkisar antara 15-20 ml/24 jam atau 350-400 ml/hari. 2000). Retensi natrium mengakibatkan retensi air. kontraksi uterus. Di ginjal. ADH juga disebut sebagai vasopressin karena mempunyai efek vasokontriksi minor pada arteriol yang dapat meningkatkan tekanan darah.osmoreseptor yang terletak dipusat rasa haus hipotalamus sensitive terhadap perubahan osmolalitas pada cairan ekstrasel. Pengeluaran cairan ini dikenal dengan IWL (Insensibel Water Loss). Asupan cairan pada individu dewasa berkisar 1500-3500ml/hari. pembedahan. Hormone Aldosteron. dan penggunaan beberapa jenis anestetik dan obat-obatan. Glukokortikoid. Pelepasan aldosteron dirangsang oleh perubahan konsentrasi kalium. dan kondisi demam. hormone ini disekresi oleh kelenjar adrenal dan bekerja pada tubulus ginjal untuk meningkatkan absorbs natrium. trauma.hormon ini meningkatkan reabsorbsi air pada duktus pengumpul sehingga dapat menahan air dan mempertahankan volume cairan ekstrasel. Selain itu sekresi juga terjadi pada kondisi stress. 3. Pengeluaran cairan ini dapat terjadi melalui beberapa organ yakni:  Kulit. dan motilitas gastrointestinal. meningkatkan resorpsi natrium dan air sehingga memperbesar volume darah dan mengakibatkan retensi natrium. temperature lingkungan yang tinggi. resorpsi natrium. Sedangkan haluaran cairannya adalah 3500ml/hari. dan system rennin-angiotensin. nyeri. pengontrolan tekanan darah.

Overdehidrasi . Volume cairan berlebih (fluid volume eccess [FVE]) adalah ketidakseimbangan yang ditandai dengankelebihan (retensi) cairan dan natrium di ruang ekstrasel. Ini terjadi jika jumlah cairan yang hilang lebih besar dari jumlah elektrolit yang hilang. c. kondisi defisit volume cairan (dehidrasi) terbagi menjadi 3 yaitu: a. ginjal mengekskresikan sekitar 1500ml/hari.  Ginjal. Dehidrasi hipotonik. penghitungan IWL secara keseluruhan adalah 10-15ml/kgBB/24jam. namun proporsi antara keduanya mendekati normal. 1. Ini terjadi bila jumlah cairan yang hilang lebih sedikit daripada jumlah elektrolit yang hilang. GANGGUAN KESEIMBANGAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT Ketidakseimbangan cairan Hal ini terjadi apabila kompensasi tubuh tidak mampu mempertahankan homeostasis. Dehidrasi isotonic. meningkatnya jumlah cairan yang keluar melalui paru merupakan suatu bentuk respons terhadap perubahan kecepatan dan kedalaman napas karena pergerakan atau kondisi demam. Merupakan organ pengekskresi cairan utama pada tubuh. Kondisi ini juga dikenal dengan hipovolemia. 2. Ini terjadi apabila cairan yang hilang sebanding dengan jumlah elektrolit yang hilang. Defisit volume cairan (fluid volume defisit [FVD]) adalah suatu kondisi ketidakseimbangan yang ditandai dengan defisiensi cairan dan elektrolit diruang ekstrasel. jumlah cairan yang hilang melalui system pencernaan setiap harinya berkisar antara 100-200 ml. G. b. Dalam kondisi normal. IWL untuk paru adalah 350-400ml/hari. Pada individu dewasa. dengan penambahan 10% dari IWL normal setiap kenaikan 1OC. Kondisi ini dikenal juga dengan istilah hipervolemia. Secara umum.  Pencernaan. Gangguan keseimbangan cairan dapat berupa defisit volume cairan dan sebaliknya. Dehidrasi hipertonik. Paru-paru.

d. e. Hipomagnesemia terjadi apabila kadar magnesium serum kurang dari 1. . Hiponatremia adalah kekurangan kadar natrium di cairan ekstrasel yang menyebahkan perubahan tekanan osmotic. c. d. Hipokalsemia adalah kekurangan kadar kalsium di cairan eksrasel yang menyebabkan pengeroposan tulang.4 mEq/l. f.umumnya disebabkan olehgangguan pada fungsi ginjal. b. hipermagnesemia terjadi bila kadar magnesium serum lebih dari 3. Hipernatremia kelebihan kadar natrium di cairan ekstrasel yang menyebahkan perubahan tekanan osmotic ekstrasel b. c. Hipokalemia adalah kekurangan kadar kalium di cairan ekstrasel yang menyebabkan pindahnya kalium keluar sel. Hiperkalemia adalah kelebihan kadar kalium di cairan ekstrasel. yang menyebabkan terhambatnya transmisi impuls jantung yang menyebabkan serangan jantung. Hipokloremia adalah penurunan kadar ion klorida dalam serum. Manifestasi kelebihan cairan ekstrasel adalah: a. Hiperfosfatemia adalah peningkatan kadar fosfat dalam serum. Hiperkloremia adalah peningkatan kadar ion klorida dalam serum. Hipofosfatemia adalah penurunan kadar fosfat dalam serum. Hiperkalsemia adalah kelebihan kadar kalsium di cairan eksrasel yang menyebabkan penurunan eksitabilitas otot yang menimbulakan flaksidasis. Edema perifer atau edema pitting Asites Kelopak mata bengkak Bunyi nafas ronkhi basah diseluruh lapang paru Penambahan berat badan yang tidak lazim Ketidakseimbangan Elektrolit a.5 mEq/l. e.

misalnya:  Meningkatkan metabolisme (demam. bila mendapat tambahan asam/ basa Ada beberapa Istilah dalam keseimbangan asam basa  Asidemia  Alkalemia  Asidosis  Alkalosis adalah pH darah < 7. hipoperfusi) . dll)  Meningkatkan asam organik (dehidrasi.35 adalah pH darah > 7. bikarbonat menurun. ekskresi H+ & NH4+ Gangguan Keseimbangan Asam Basa Asidosis Metabolik  pH menurun. kejang. BE (-) pCO2 à bukti tubuh menetralisir racun  Sebab: 1. Produksi ion H+ berlebihan. 2.45 adalah penurunan kadar bikarbonat serum adalah peningkatan kadar bikarbonat serum Tubuh melindungi diri dari perubahan pH dengan: 1. 3. KESEIMBANGAN ASAM BASA Gangguan keseimbangan air – elektrolit menyebabkan gangguan keseimbangan asam basa Sistem Buffer: zat yang dapat mencegah perubahan kadar ion hidrogen bebas dlm larutan. hipoxia. Mengencerkan produk asam Sistem buffer Regulasi pernapasan – mengatur kadar pCO2 plasma Reabsorbsi bikarbonat yang difiltrasi di ginjal. 4. distress pernapasan.H.

 Ketosis (DM, kelaparan) 2. 3. 4. Kehilangan bikarbonat berlebihan, misalnya: diare, drainase ileostomi Pemberian asam (HCl, asam amino) Kegagalan ginjal untuk mengeluarkan asam yg berlebihan

 Derajat beratnya asidosis metabolic ditentukan oleh turunnya base akses  Kompensasi: hiperventilasi... CO2 respiration)  Komplikasi: hipotensi, edema paru, hipoksia jaringan, depresi SSP, koma, kejang

keluar (napas cepat, dalam = kussmaul

Alkalosis Metabolik
 Konsentrasi H+ turun  Sebab: 1. 2. 3. 4. Muntah (HCl, K+ hilang) K+ hilang berlebihan (melalui urin, GIT) Penambahan HCO3 ke dalam CES (misalnya th/ iv) ↑ reabsorbsi HCO3. Misalnya: sindroma Cushing, Bartter, Hipoaldosteronisme primer  Kompensasi: hipoventilasi à hipoksemia  Lab: pH ↑, CO ↑, BE (+), pO2 ↓, HCO3 ↑

Asidosis Respiratorik
 Akibat dr hipoventilasi alveolar sehingga produksi CO2 > ekskresi CO2  Terjadi pada:

• • •

Penyakit paru berat: membran hialin, bronchopneumonia, edema paru Penyakit neuromuskuler: sindroma Guillian Barre, overdosis obat sedatif Obstruksi jalan napas: bronchospasme

 Kompensasi Ginjal à membentuk dan meningkatkan reabsorbsi bikarbonat  Gejala klinik: • • Hipoksia Vasodilatasi (karena CO2 ↑)

 Laboratorium: pH ↓ - pCO2 ↑ - HCO3 ↑ - BE (+)

Alkalosis Respiratorik
 Ekskresi CO2 melalui paru-paru berlebihan sehingga pCO2 ↓  Sebab: hiperventilasi (kerusakan otak, emosi); keracunan salisilat

 Lab: pH ↑ - pCO2 ↓ – bikarbonat ↓ - BE (-) Mekanisme kompensasi  Gangguan respiratorik – dikompensasi oleh ginjal  Gangguan metabolik – dikompensasi oleh mekanisme respirasi Tingkat kompensasi dibagi dalam:  Tidak dikompensasi (mekanisme kompensasi tidak bekerja)  Kompensasi partial (pH tidak sampai normal)  Kompensasi penuh (pH kembali normal)

 Kompensasi berlebihan  Perkiraan gangguan asam basa dpt diketahui dg memeriksa darah arteri (pemeriksaan ASTRUP = Analisa Gas Darah) Yang dinilai adalah: pH, pCO2, HCO3, BE Selain itu ada faktor penting lain: pO2, O2 saturation

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Keseimbangan kemampuannya yang cairan adalah besar esensial untuk bagi kesehatan. diri, Dengan tubuh

sangat

menyesuaikan

mempertahankan keseimbangan, biasanya dengan proses-proses faal (fisiologis) yang terintegrasi yang mengakibatkan adanya lingkungan sel yang relatif konstan

karena Jika seseorang sakit. (2003). Dan Chayatin. Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia. N. masalah keseimbangan cairan dan elektrolit adalah hal yang sangat penting dan jangan menganggap masalah ini adalah masalah sepele. (ed. Kebutuhan Dasar Manusia & Proses Keperawatan. W. biasanya masalah keseimbangan cairan dan elektrolit kurang diperhatikan. (2000). Fisiologi dan Anatomi Modern untuk Perawat. (2007). Jakarta: Salemba Medika Mubarak. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC . Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC Gibson. Patofisiologi untuk Keperawatan. Kemampuan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan cairan ini dinamakan “homeostasis”. DAFTAR PUSTAKA Tambayong. (2002). I. J. J.tapi dinamis.2). W. Saran Bagi para pembaca. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC Tarwoto. B.

.Ns. :) PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI By: H..S. dan beberapa zat makanan penting sekali untuk kesehatan. Daily Calendar Just Say Hai para blogger???? salam sehat dariku. Bila makanan tidak mengandung zat gizi yang dibutuhkan sel tubuh kelancaran kerja fisiologis akan terganggu. Pengertian .39 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Tidak ada komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom) Cari Blog Ini Memuat.Kep.Arham Alam. Pendahuluan Semua sel tubuh membutuhkan makanan yang cukup... makanan merupakan kebutuhan pokok untuk hidup.Diposkan oleh rama di 07.

436). interaksinya dan keseimbangannya dalam hubungannya dengan kesehatan dan penyakit melalui proses ingesti. pemeliharaan serta fungsi normal dari sel tubuh. 3. penggantian jaringan dan pemeliharaan kegiatan dalam tubuh secara keseluruhan “ (Dasar-dasar ilmu keperawatan. absorpsi. transportasi. seperti pertumbuhan. Digesti.• • • “ Nutrisi merupakan proses total yang terlibat dalam konsumsi dan penggunaan zat makanan yang meliputi cara pemakaian gizi oleh prosesproses dalam tubuh. “ Nutrition is term that include the bodily processed in the ingestion and metabolisme of food = Nutrisi meliputi semua proses tubuh yang melibatkan ingesti dan metabolisme makanan “(Fundamental of nursing concept. 1985. metabolisme dan ekskresi. pemakaian dan ekskresi dari makanan “ (Essential of nutrition therapy. Nutrien akan digunakan untuk memproduksi energi berupa ATP ( Adenosin triphospat ) untuk seluruh aktifitas tubuh : • • • • Pergerakan otot Transmisi impuls saraf Tergantung pada energi yang Proses berfikir di produksi dari makanan yang Produksi panas dikonsumsi individu Nutrisi sebagai Kebutuhan Dasar Manusia • Nutrien dibutuhkan untuk membuat zat-zat penting seperti hormon dan enzim .1979. Zat makanan / nutrien yang didapat dari pemasukan makanan --à materimateri yang dibutuhkan oleh tubuh.419) “ Nutrisi adalah ilmu yang mempelajari zat makanan (nutrient) dan zat-zat lain yang ada dalam makanan serta kerjanya.Jika tubuh mengalami kekurangan beberapa zat penting maka akan terjadi ketidakmampuan untuk : • • • Tumbuh Risiko buruk bagi tubuh Memelihara fungsi & pergantian jaringan Fisiologi Nutrisi Makanan akan diproses tubuh melalui tahap-tahap : Ingesti.3) Nutrisi sebagai Kebutuhan Dasar Manusia 1. . absorpsi. Nutrien sangat penting untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan. 2.

gusi. Protein Terjadi perubahan secara kimiawi mulai dari lambung. Proses ini terjadi secara refleks sebagai akibat adanya penekanan pd bagian faring & mulai sejak makanan sudah dikunyah secara adekuat. maka akan terjadi refleks mengunyah yg volunter (disadari). Proses mengunyah melibatkan gigi & kontrol volunter otot-otot mulut → bila makanan berada pd gigi.Terjadi penyederhanaan zat makanan sehingga dapat diabsorpsi oleh saluran intestinal. Proses menelan → merupakan tahap terakhir dr peristiwa ingesti. yg diatur o/ SSP. Ingesti Ad/ proses masuknya makanan kedalam tubuh yang terdiri dari : • • • Dimulai dari koordinasi otot-otot lengan dan tangan untuk membawa makanan ke mulut Proses mengunyah → proses pemecahan. Digesti . Karbohidrat Amilum dipecah menjadi maltosa/somaltosa oleh enzim ptialin yang dihasilkan kelenjar ludah.Merupakan rangkaian kegiatan fisik dan kimia pada makanan yang dibawa kedalam tubuh. penyederhanaan makanan dr ukuran besar menjadi ukuran lebih kecil. pharing. Proses kimiawi pada digesti : 1. & masuk lambung. yang dibantu oleh enzim amilase dari pancreas.A. serta refleks ini akan menahan proses respirasi. B. Disakarida akan dirubah menjadi monosakarida pada permukaan dinding usus halus dengan bantuan enzim laktase. lambung. yaitu bergeraknya makanan dr mulut ke esophagus. usus halus. esophagus. sakrose dan maltose 2. . palatum keras & lidah. . dimana protein dirubah menjadi pepton oleh enzim pepsin → masuk ke duodenum dirubah menjadi peptida . usus besar. sehingga karbohidrat sampai pada usus halus sudah menjadi maltosa/disakarida lainnya (laktosa & sukrosa).Saluran yang berperan antara lain : mulut.

dan zat lain → usus halus bagian tengah 3. asam amino. vit B12 dan natrium → usus halus bagian bawah 4. tanpa kecuali vitamin. Proses ini meliputi semua perubahan kimia yg dialami zat makanan sejak diserap o/ usus hingga dikeluarkan o/ tubuh sebagai sampah 1. hidrogen. Setelah diserap oleh usus nutrien akan dilanjutkan ke saluran darah dan getah bening → masuk ke hati melewati vena porta Tempat – tempat absorpsi nutrisi : 1. natrium. asam lemak/gliserol. besi dan klorida → diusus halus bagian atas 2. Monosakarida.oleh enzim tripsin (dihasilkan pancreas) → berubah menjadi asam amino oleh enzim dipermukaan usus halus. kalori dan zat buangan (air dan CO2) Penyimpanan glukosa dalam bentuk glikogen → dihati dan otot Glikogen sewaktu – waktu dirubah menjadi glukosa kembali bila tubuh memerlukannya . C. Kalsium. Metabolisme Merupakan bagian akhir dlm penggunaan makanan di tubuh. Karbohidrat • • • • Merupakan zat utama penunjang tubuh dlm penyediaan energi yg berbentuk glukosa Dalam sel glukosa dirubah → energi dengan perubahan proses oksidasi yang menghasilkan ATP. Vitamin yang larut dalam air. asam amino (protein). Air. natrium → colon D. Garam empedu. Lemak Dilambung hanya diemulsikan saja → dirubah menjadi asam lemak dan gliserol dengan bantuan enzim lipase pancreas. Absorpsi • • • Adalah proses dimana nutrien yang telah berbentuk paling sederhana diserap oleh usus Nutrien diserap berupa : (glukosa karbohidrat). asam lemak dan gliserol (lemak). mineral dan air. 3.

b. umbi-umbian. susu. . juga sebagai bahan dasar beberapa jenis hormon steroid.• • • • • • • Glikogen akan mensuplai kebutuhan energi bila glukosa sudah tidak memungkinkan lagi. lemak terus disimpan dalam tubuh sehingga dapat meningkatkan berat badan Kebutuhan lemak untuk orang dewasa dengan aktivitas sedang 1. buah-buahan.Makanan yang banyak mengandung lemak : daging . 2. Lemak • • • • • • • Merupakan sumber energi yang paling produktif → 1 gram lemak menghasilkan 9 kalori Merupakan kelengkapan makanan yang penting → sebagai wahana berbagai vitamin yang larut dalam lemak. Lemak tak jenuh Dapat dengan mudah bergabung dengan molekul lain/membentuk struktur lain → HDL (High Density Lipid) → mudah dimetabolisme oleh hati. Jenis lemak : a.5 gr/kgBB/hari 1 gram karbohidrat memberikan energi 4 kalori Proses masuknya glukosa ke intra sel sangat dibantu dengan peran insulin yang dihasilkan pancreas Makanan yang mengandung tinggi karbohidrat : padi-padian. dan pemegang andil penting yang membuat makanan terasa enak Lemak terkontribusi dalam kulit terutama pada kelenjar adiposa dan folikel rambut Kandungan lemak dlm subcutis sangat membantu tubuh dlm mengatur temperatur Lemak juga berfungsi untuk mencegah organ dlm injury Bila tidak digunakan untuk energi. Lemak jenuh .Tidak mudah bergabung dengan molekul lain → LDL (Low Density Lipid) → sukar dimetabolisme menjadi zat lain .Kolesterol merupakan satu bentuk lemak jenuh.5 gr/kgBB/hari. sayuran. dan dapat berjalan hingga 12 jam Bila glikogen dan glukosa habis → tubuh akan memecah protein dan lemak sebagai bahan energi Karbohidrat digunakan tubuh utk energi hampir 60 % dr kebutuhan energi keseluruhan Kebutuhan karbohidrat utk orang dewasa dgn aktivitas sedang 5. diperlukan untuk melengkapi cairan empedu untuk pencernaan lemak. roti.

5 mg B6 : 2 mg B12 : 3 mg C : 45 mg D : 400 iu K : 300 – 500 mcg 4. E dan K. terutama pada anak – anak. Mineral • • • • • Mineral mudah larut dalam air yang fungsi utamanya menjaga keseimbangan asam dan basa cairan tubuh Umumnya mineral terdapat cukup banyak dalam makanan → bila diet normal dan berimbang jarang kekurangan mineral Kalsium dibutuhkan untuk menumbuhkan dan mempertahankan sistem kerangka tubuh. Vitamin • • • • • • Merupakan bahan makanan pelengkap yang penting Vitamin tidak menghasilkan kalori dalam jumlah yang berarti tapi memegang peranan penting dalam berbagai proses yang diperlukan guna menjaga kesehatan Vitamin bersifat organik.3. bila kelebihan jumlah vitamin ini akan memungkinkan terjadinya keracunan karena sulit dibuang melalui ginjal. Vitamin larut dalam air : C dan B. kelebihan vitamin ini akan dibuang melalui ginjal Vitamin C membantu absorpsi zat besi Vitamin Kebutuhan tubuh akan vitamin : • • • • • • • • Vitamin Vitamin Vitamin Vitamin Vitamin Vitamin Vitamin Vitamin A : 5000 iu B1 : 1. D. kehamilan dan menyusui Kalium dapat membantu frekuensi dan kekuatan kontraksi otot jantung → bila kalium pada ekstra sel banyak → penurunan frekuensi dan dilatasi pembuluh darah jantung Kekurangan zat besi → dapat menyebabkan penurunan Hb Mineral Kebutuhan mineral tubuh : . dan tidak dapat dihasilkan oleh tubuh Vitamin larut dalam lemak : A.2 mg B2 : 1.

• • • • • • • Kalsium : 800 mg Iodium : 110 mg Besi : 10 mg Magnesium : 350 mg Posphor : 800 mg Kalium : 1959-5850 mg Natrium : 2300 – 6900 mg 5. Kandungan air dalam tubuh 60 – 70% dan merupakan bahan terpenting untuk proses sekresi dan ekskresi Fungsi paling nyata untuk air adalah untuk bertahan (Survival) 6. Air • • • Merupakan bahan yang sangat diperlukan tubuh. Kalori • • • • Kalori ad/ panas yg dihasilkan tubuh dr hasil pembakaran zat gizi (nutrien) Satu kalori adalah jumlah panas yang diperlukan untuk meningkatkan suhu 1 kg air sebesar 1 derajat celcius Produksi panas oleh tubuh pada tingkat terendah kimia sel dan aktivitas tubuh disebut angka metabolisme dasar. walau tidak menghasilkan energi bagi tubuh. Angka metabolisme dasar bagi laki – laki dewasa adalah 1700 dan bagi wanita dewasa adalah 1400. Kebutuhan makanan dan kalori berbeda antar individu. Proses ini terjadi . tergantung pada : Berat badan dan tinggi badan Usia dan jenis kelamin Aktivitas fisik Iklim/cuaca Selama masa kehamilan dan menyusui E. Ekskresi Ekskresi atau eliminasi merupakan pekerjaan tubuh untuk membuang zat sisa dari metabolisme yang tidak terpakai lagi untuk keperluan tubuh.

hyperthyroid. dan ekspirasi (pengeluaran air dan CO2). penyakit ginjal/hati. antara lain : defekasi (zat sisa dari saluran cerna). dialisa ginjal. kanker.dalam bermacam – macam bentuk. Faktor – faktor yang Meningkatkan Kebutuhan Nutrisi • • • • • • • • • • Periode pertumbuhan yang cepat (infant. luka bakar. laktasi. toddler. kalori naik 7 %) Meningkatnya aktivitas otot Jenis kelamin (BMR laki – laki lebih tinggi dari wanita) Berat badan (secara kuantitatif. drainage. Miksi (zat sisa dari saluran kemih). diaporesis (pengeluaran keringat). menstruasi. dll) Penyakit kronis yang mempengaruhi fisiologi nutrisi (diabet. peningkatan berat badan akan meningkatkan metabolisme) Terjadi infeksi (untuk pembentukan zat fagositer bakteri patogen) Stress (meningkatkan produksi hormon thyroid sehingga meningkatkan epinephrin yang mensupport metabolisme) Meningkatnya kehilangan nutrisi karena kehilangan cairan (hemorhagi. psikosis. jenis dan jumlah makanan dan minuman yang dibutuhkan secara pasti belum jelas Faktor – faktor yang berperan dalam pengaturan makanan : • • • Lapar Tdk menyenangkan Haus Kekenyangan → telah cukup banyak makan Pengaturan makan dipengaruhi oleh beberapa hal : • • Aktivitas Usia. dll . diare. remaja dan hamil) Selama perbaikan jaringan karena proses luka/pembedahan Meningkatnya suhu tubuh (tiap kenaikan suhu 10 F. jenis kelamin. masalah pernafasan) Faktor – faktor yang Mempengaruhi Penurunan Kebutuhan Nutrisi • • • • • • • • • • Penurunan laju pertumbuhan Penurunan angka metabolisme dasar Hypotermia (penurunan metabolisme sel) Hypothyroid (penurunan BMR) Jenis kelamin (Wanita < pria) Gaya hidup yang cenderung pasif Immobilisasi/bedrest Kehilangan berat badan (karena penurunan aktivitas otot untuk bergerak) Pengaturan konsumsi makanan dan minuman Mekanisme yang menyebabkan orang makan dan minum.

dan stabilitas makanan Type tambahan makanan yang banyak digunakan : Bahan pengawet Zat anti oksidasi Zat untuk adonan stabil Zat penebal Pewarna Pemanis pengembang PENGKAJIAN NUTRISI Pengkajian nutrisi merupakan bagian integral dari perawatan kesehatan untuk meningkatkan kesehatan klien dan menurunkan angka rawat inap. Pengkajian nutrisi melibatkan pengumpulan informasi mengenai klien untuk mengetahui status nutrisi.• • • • Pengaturan konsumsi makanan → hypothalamus Pengaturan konsumsi makanan . kebiasaan makan → hasil dari proses belajar Faktor – faktor budaya yang berkaitan dengan kegiatan makan : • • • • • • Praktek keagamaan Vegetarian Budaya/kultur Kebangsaan Psikososial Sifat Tambahan dan pelengkap makanan • • • Pelengkap makanan → preparat yang mengandung vitamin. Mengidentifikasi adanya malnutrisi dan efeknya terhadap status kesehatan klien . konsistensi. kurus dan gemuk Aspek budaya kegiatan makanan Sikap menyukai/tidak. mineral atau protein. mengidentifikasi kebutuhan nutrisi dan menetapkan rencana tindakan bagi klien sesuai dengan kebutuhan Tujuan Pengkajian 1. Tambahan makanan → zat yang digunakan untuk menyempurnakan warna makanan. rasa. atau kombinasinya dengan zat makanan lain.

2. Keluhan Utama Keluhan yang lazim terjadi antar lain :Kehilangan berat badan. diabet. Contoh lain anemia defisiensi besi sering terjadi pada remaja wanita daripada remaja pria. tapi bila aktivitas menurun maka kebutuhan akan kalori juga menurun. kelebihan berat badan. penyakit cardio vaskuler dan kanker 3. gangguan gastrointestinal. Saat mengkaji status nutrisi klien dan menentukan rencana keperawatan. Komponen pengkajian dan pendekatan holistik antara lain : • • • • Kebudayaan dan pola konsumsi makanan Makanan yang lazim dikonsumsi Tingkat aktivitas fisik Standard hidup Pengkajian status nutrisi secara tim Tim pelaksanaan pengkajian nutrisi terdiri dari : Perawat . Mengidentifikasi pola makan yang berlebihan dan hubungannya dengan kejadian obesitas. Mis : Dewasa tua mempunyai kebutuhan nutrisi yang hampir sama dengan dewasa muda. kelemahan. Mengidentifikasi parameter nutrisi untuk status kesehatan klien yang optimal dan kondisi yang fit. Dokter . perubahan kulit dan gangguan pergerakan. Kebutuhan Nutrisi dalam Asuhan Keperawatan BAB I . perawat harus mempertimbangkan kebutuhan klien secara menyeluruh dihubungkan dengan nutrisi. hypertensi. Ahli gizi Komponen pengkajian nutrisi Data Biografi Khususnya untuk usia dan jenis kelamin dapat membantu menemukan faktor resiko khusus.

cinta. aksi. dan keseimbangan yang berhubungan dengan kesehatan dan penyakit ( Tarwoto dan Wartonah. yaitu kebutuhan fisiologis (makan. Kebutuhan dasar manusia menurut Abraham Maslow dalam Teori Hierarki Kebutuhan menyatakan bahwa setiap manusia memiliki lima kebutuhan dasar. harga diri. termasuk keseluruhan proses dalam tubuh manusia untuk menerima makanan atau bahan-bahan dari lingkungan hidupnya dan menggunakan bahan-bahan tersebut untuk aktifitas penting dalam tubuh serta mengeluarkan sisanya. Nutrisi adalah zat-zat gizi atau zat-zat lain yang berhubungan dengan kesehatan dan penyakit. danaktualisasi diri ( Potter dan Patricia. zat-zat gizi dan zat-zat lain yang terkandung. keamanan. reaksi. Nutrisi juga dapat dikatakan sebagai ilmu tentang makanan. Tujuan adanya kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan adalah untuk memberikan gambaran kepada penulis tentang kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan dan cara penanganannya menurut konsep ilmu. 2010 ). Kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan memberikan gambaran tentang apa yang harus dilakukan dan kesulitan – kesulitan yang akan dihadapi saat penulisan makalah. Tubuh butuh energi untuk aktifitas sehingga dibutuhkan intake nutrisi yang tepat dan mencakup. minum).PENDAHULUAN A. 1997 ). yang tentunya bertujuan untuk mempertahankan kehidupan dan kesehatan. . Latar Belakang Kebutuhan dasar manusia merupakan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh manusia dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis maupun psikologis.

Tujuan Penulisan Berdasarkan permasalahan di atas. 2. maka lahirlah makalah yang berjudul “ Kebutuhan Nutrisi dalam Asuhan Keperawatan “. diantaranya adalah : 1. C. 4. Mengetahui Elemen-elemen Nutrisi atau Zat Gizi. Mengetahui Faktor yang Mempengaruhi Nutrisi Seseorang. 7.Dengan kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan. Oleh karena itu. Mengetahui Proses Pencernaan Makanan. 6. 5. Mengetahui Kebutuhan Nutrisi Berdasarkan Tahap Perkembangan. makalah ini akan membahas tentang kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan. Manfaat Penulisan Hasil pelaksanaan penulisan makalah ini akan memberi manfaat yang berarti bagi mahasiswa dan instansi. Mengetahui Absorpsi Gastrointestinal. 3. Bagi Mahasiswa . seorang penulis mampu mengambil sikap dan keputusan yang tepat dalam mengatasi masalah penulisan makalah. Mengetahui Metabolisme. Mengetahui Laju Metabolisme Basal. B. maka tujuan penulisan ini adalah : 1. Berdasarkan ketertarikan penulis terhadap kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan.

akan memberikan manfaat bagi instansi sebagai media informasi pembelajaran yang dapat membantu dalam proses belajar mengajar serta penambah wawasan informasi dalam materi pembelajaran KDDK. Bagi Instansi Dengan penulisan makalah ini. 2.Penulisan makalah ini bermanfaat bagi mahasiswa dalam memberikan informasi kepada mahasiswa yang belum mengetahui tentang kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan. .

proses pencernaan dilakukan secara mekanik dan secara kimiawi. Proses Pencernaan Makanan Pencernaan makanan merupakan proses pemecahan makanan menjadi bagian yang lebih kecil.BAB II ISI DAN TEORITIS A. Makanan yang sudah dikunyah selanjutnya masuk ke esofagus melalui proses menelan (deglutition). Pencernaan secara mekanik Pencernaan makanan makanan secara mekanik lebih banyak terjadi dalam rongga mulut yaitu mekanik mengunyah. . 1. tetapi tergantung dari jenis makanan. Makanan dikunyah rata-rata 20-25 kali.

Salah satu funsi dari hati ialah regulasi metabolik.2. b. Proses pencernaan makanan tidak terlepas dari peran organ-organ asesoris sistem pencernaan. Pencernaan secara kimiawi Pencernaan makanan secara kimiawi di lambung dilakukan melalui pencampuran makan dengan asam lambung. protein dan lemak. air. Pankreas Pankreas merupakn kelenjar yang yang mempunyai dua fungsi yaitu fungsi endrokin dan eksorin. mukus dan pepsin. Absorpsi Gastrointestinal . Sel-sel endrokin adalah pulau-pulau legerhans menghasilkan hormon insulin dan glukagon yang berperan dalam pengaturan kadar gula darah. Sedangkan sel eksorin pankreas adalah sel acinar dan epitel yang menghasilkan cairan pankreas seperti enzim-enzim pencernan. Hati Hati memproduksi cairan empedu yang kemudian keluar melalui dua saluran yaitu duktus hapitikus kanan dan kiri. B. di antaranya: a. c. kemudian dihasilkan komponen karbohidrat. dan ion-ion. Kandung empedu Fungsi utama dari kandung empedu adalah menyimpan cairan?garam yang dihasilkan oleh hati sekitar 1 liter setiap hari.

Metabolisme Nutrisi yang sudah disbsorpsi dan masuk dalm sistem sirkulasi selanjutnaya akan dimanfaatkan untuk energi tubuh melalui reaksi kimia yang disebut metabolisme. Setiap hari kira-kira 8-9 liter air dan 1 kg nutrisi melewati membrane dinding usus dari lumen usus masuk ke aliran darah ( Hinchliff. Laju Metabolisme Basal Laju metabolisme basal (basal metabolisme rate) adalah energi yang digunakan tubuh pada saat istirahat. Besarnya kebutuhan energi basal ini dipengaruhi faktir-faktor berikut. Usia. yaitu untuk keguatan fungsi tubuh seperti aktivitas jantung. ion mineral. 2. 3. 1996 ). C. Metbolisme adalah jumlah keseluruhan reaksi kimia dan fisik pengubah energi dalam tubuh yang menopang dan mempertahankan kehidupan (sloane. Tinggi badan dan berat badan. pernapasan.Absorpsi merupakan pemindahan agen subtract seperti air. vitamin. elektrolit. Jenis kelamin. dan kegitan kelenjar-kelenjar tubuh. sel membutuhka oksigen dan nutrisi termaksuk vitamin. dan substansi organik seperti enzim. dan nutrisi melewati membrane epithelium digestif dan masuk ke cairan interstisial dari saluran pencernaan. 2004) Untuk dapat terjadi metabolisme. 1. peristaltik usus. . D.

3.4. serta kerja fisik. Keaadaan psikologis seperti stres dan ketegangan. 1. lemak. 8. 6. vitamin. Temperatur lingkungan. Keadaan sakit. 2. Asam amino dapat di ubah menjadi lemak dan di simpan dalam jaringan adiposa atau di katabolisasi menjadi energi melalui glikogenesis. pencernaan protein terjadi di lambung selanjutnya asam amino di edarkan oleh darah. Karbohidrat akan terurai dalam bentuk glukosa yang kemudian dimanfaatkan tubuh dan kelebiahan glukosa akan disimpan dalm hati dan jaringan otot dalam bentuk glikogen. mineral dan air. 5. Keadaan hamil. untuk pergerekan. E. Lemak . Elemen nutrisi atas karbohidrat. Elemen-elemen nutrisi atau zat gizi Tubuh membutuhkan nutirsi untuk kelangsungan fungsi-fungsi tubuh. Kelainan endokrin.protein. 7. Karbohidrat Karbohidrat merupakan sumber energi utama tubuh. Zat gizi berfungsi sebagi penghasil energi bagi funsi organ. Protein Protein memberi energi 4 kkal/g.

Hasil hidrolisis lemak perperan dalam emulsifikasi. 6.fungsi air dalam tubuh adalah sebagai berikut : a. yaitu substansi yang menetralisisr radikal . lemak diemulsifikasi oleh garam empedu dan lesitin.asam lemak sebagi simpanan metabolik disimpan dalam bentuk triagliserol. Vitamin juga berfungsi sebagai bebas.dan sayuran. Air Berasal dari minum. Sebagai pelarut zat makanan untuk memudahkan proses pencernaan makanan. b. termasuk dalam sistem. 4. Diusus halus. Minaral Mineral sebagai katalis reaksi biokimia. Asam lemak kemudian akan diabsorpsi di internasional kemudian ditransport ke hepar.Lemak merupakan bentuk penhasilan energi tubuh yang utama. Mengaktifkan enzim-enzim yang terlibat dalam metabolisme dan mengatur keseimbangan antioksidan.lemak memberi energi 9 kkal/g lemak mulai dicerna dimulut dengan bantuan lipese lingual. Vitamin Tubuh tidak mensintesis vitamin dan bergantung pada asupan diet. Mineral merupakan bahan makanan anorganik yang berfungsi antara lain untuk menjaga keseimbang tubuh serta bahan penyusun tubuh beberapa mineral berfungsi untuk bermacam-macam kegiatan tubuh. Asam lemak tak jenuh adalah asam lemak esensial padea tubuh manusia. 5.makanamn.

folat. kalsium. nafsu makan anak dan kecepatan pertumbuhan mulai menurun sehingga perlu intake nutrisi yang penting untuk tumbuh kembang anak. vitamin A dan C. Makanan tambahan di berikan pada usia 6 bulan. bayi hanya mengkomsumsi susu. Usia 6 bulan pertama. dan zat besi yang tinggi. protein. d. 4. Anak perlu asupan protein. 3. 2. air dan kalori. Chilid dan Adolescent . F. Kebutuhan Nutrisi Berdasarkan Tahap Perkembangan 1. Toddler dan Preschool Usia ini. Biskuit di berikan pada yang sudah tumbuh giginya. Bayi Mengalami tumbuh kembang pesat pada 1 tahun pertama. kalsium .cairan dalam tubuh. c. Ibu Hamil dan Menyusui Lebih banyak membutuhkan kalori. Sebagai alat angkut berbagai senyawa dan enzim. fosfor. zat besi dan ASI pada ibu hamil. Kebutuhan yang lebih banyak diperlukan pada ibu menyusui yaitu kalsium. Mengatur suhu tubuh.

D dan B. . Gigi permanen sudah tumbuh dan sisitem percernaannya sudah matur. 5. Peningkatan pertumbuhan organ reproduksi pada remaja. Khususnya pada wanita menopose.masalah yang terjadi pada remaja adalah obesitas. vitamin dan mineral yang tinggi. Diet yang di ancurkan untuk dewasa tua adalah rendah kalori. Kultur dan Agama Kubudayaan dan agama yang dianut individu sangat mempengaruhi pola dietnya. kalsium. Menentukan makanan berdasar jumlah orang yang ada dirumah tersebut. Status Sosioekonomi Pembelajaran makanan tergantung dari jumlah yang dimilki/ pendapatan. bulimia anoreksia nervosa. Adult dan Order Aldult Penyembuhan dan metabolisme berhenti sehingga butuh kalori sedikit.Pertumbuhannya meningkat pada usia ini.Status Kesehatan Individu dengan kesehatan yang kurang akan memerlukan nutrisi yang lebih karena dukungan nutrisi adalah bagian esensial penyembuhan setiap penanganan medis. zat besi. diet lemak. serat. Membutuhkan karbohidrat. protein. vitamin C. Faktor Yang Mempengaruhi Nutrisi Seseorang 1. G. Makanan dan diet tertentu harus diberkan bila sesuai. 3. 2.

Perlu pertimbangan ketika individu tersebut akan melakukan diet terapeutik. 7. Kesalahan Informasi Makanan Menganggap makanan tertentu bergizi rendah kerena keyakinan atau mitor terhadap kamanan. Makanan mewah sebagai simbol status sosial. 6. Pilihan Pribadi Kesukaan datau ketidaksukaan pilihan individu terhadap makanan. . Makan berdasarkan perpesi dan motivasi individu.4. Alkohol dan Obat Hiper alkohol dan obat menyebabkan defisiensi nutrisi. Faktor Psikologis Ketika seseorang stress memiliki perilaku diet berbeda–beda. 5. Alkohol merusak sistem gastrointetianal dan obat mengurangi absorpsi zat gizi.

kadar albumin 2. O terlihat sangat lemah.1gr/dl. O beragama islam dan berusia 38 tahun masuk RS karena tiba-tiba pingsan di rumah. .nafas: 16x/menit. S: 38C TD: 90/60mmhg. berat badan sekarang 45 kg turun 20% dari berat badan sebelum sakit. Aplikasi kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan dengan kasus Ketidakseimbangan Nutrisi Ny. F. Hasil pemeriksaan lab di dapatkan Hb 10. Saat ini Ny. Keluarga Ny. nadi 80x/menit.2. O mengatakan sejak tiga hari yang lalu klien mengeluh mual dan selalu muntah setiap makan.BAB III KASUS PEMICU A. wajah tampak pucat.

: 38 tahun. O. Nama klien 2. . Umur : Ny. Pengkajian 1.BAB IV PEMBAHASAN A.

2. . a Objektif : Klien terlihat lemah. mencerna makanan. Ketidak mampuan memasukan makanan. B. Jenis kelamin 4. Agama 6. : Klien mengatakan mual dan muntah.3. Kadar albumin: 2. tampak pucat • • • • • Berat badan turun Hb: 10. Analisa Data Data Data Subjektif Data Objektif Problem Etiologi N o 1 Kl Klien • Klien terlihat mengatakan lemah mual dan • Wajah muntah. dan TD: 90/60mmHg. • • Ketidak mampuan menyerap nutrisi.1 S: 38C TD: 90/60mmHg Ketidak seimbangan • Ketidakmampuan nutrisi. wajah tampak pucat. berat badan turun.2 Kadar albumin: 2. :: Islam. Data Subjektif : Perempuan. Alamat 5. Hb: 10. S: 38C.1.

Intervensi 1.dan kekeringan jaringan konjungtiva.C.Nutrition Monitoring a. Diagnosa Keperawatan Kemungkinan berhubungan dengan : 1. d.dan kadar Ht Monitor pucat . g. Ketidakmampuan menyerap nutrisi D. f. Nutrition Management a. Monitor kalori dan intake nutrisi . Monitor jumlah nutrisi dan kandungan kalori Berikan informasi tentang kebutuhan nutrisi Kaji kemampuan pasien untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan 2.Hb. c.kemerahan. b. e. d. Gangguan nutrisi 2. c. Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi yang dibutuhkan pasien b.total protein . BB pasien dalam batas normal Monitor adanya penurunan BB Jadwalkan pengobatan dan tindakan tidak selama jam makan Monitor mual dan muntah Monitor kada albumin.

Memberikan obat. 6.Memonitor kalori dan intake nutrisi.Memonitor jumlah nutrisi dan kandungan kalori.Memonitor mual dan muntah. 8. 4.Mengkaji kemampuan pasien untuk mendapatkan nutrisi.dan pucat 3. 2. 5. O: 1. 9. 7. 11. Hb. Tekanan Darah. BB normal 4.Mengecek berat badan pasien. Evaluasi S : Pasien mengatakan tidak mual dan tidak merasa muntah setap makan.Mengkolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi. dan kadar Ht.Memonitor adanya penurunan berat badan.Memonitor kekeringan jaringan konjungtiva. F. Pasien tidak mual dan muntah setiap makan . Pasien terlihat tidak lemah.E. 2.Memonitor kadar Albumin. Implementasi 1. total protein. 10.Memberikan informasi tentang kebutuhan nutrisi. 3.

RR A: 1. Kemampuan menyerap nutrisi adekuat P : 1. Berikan obat 2. Berat badan dalam batas normal 3. Tekanan darah dalam batas normal 2. Kesimpulan . Kadar Albumin 6. Memjadwalkan pengobatan dan tindakan tidak selama jam makan 3.Monitor kalori dan intake nutrisi BAB V PENUTUP A.5.

dan nutrisi melewati membrane epithelium digestif dan masuk ke cairan interstisial dari saluran pencernaan. untuk pergerekan. Tubuh membutuhkan nutirsi untuk kelangsungan fungsi-fungsi tubuh. Laju metabolisme basal (basal metabolisme rate) adalah energi yang digunakan tubuh pada saat istirahat. Saran Mengingat pelaksanaan penulisan makalah ini baru berjalan sepekan sehingga hasil yang diperoleh belum maksimal. . disarankan kepada penulis untuk dapat melengkapi informasi tentang kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan. proses pencernaan dilakukan secara mekanik dan secara kimiawi. B. pernapasan. Zat gizi berfungsi sebagi penghasil energi bagi funsi organ. Absorpsi merupakan pemindahan agen subtract seperti air. Elemen nutrisi atas karbohidrat. dan kegitan kelenjar-kelenjar tubuh. Setiap hari kira-kira 8-9 liter air dan 1 kg nutrisi melewati membrane dinding usus dari lumen usus masuk ke aliran darah ( Hinchliff. mineral dan air. peristaltik usus. lemak. 1996 ). vitamin. Oleh karena itu. vitamin. elektrolit.Pencernaan makanan merupakan proses pemecahan makanan menjadi bagian yang lebih kecil. serta kerja fisik. yaitu untuk keguatan fungsi tubuh seperti aktivitas jantung. Nutrisi yang sudah disbsorpsi dan masuk dalm sistem sirkulasi selanjutnaya akan dimanfaatkan untuk energi tubuh melalui reaksi kimia yang disebut metabolisme.protein.

Buku Ajar Keperawatan Pediatrik. Catatan Kuliah : Kebutuhan Dasar Manusia ( KDM ). Kebutuhan Dasar Manusia Aplikasi Konsep dan Proses Keperawatan jilid 2. Anggriyana Tri Widianti.. Aziz alimul H. 2010. Wartonah. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan. . 2009. Jakarta: Salemba Medika. Jakarta: Salemba Medika. Wong. Jakarta: EGC.DAFTAR PUSTAKA Saryono.. Dona L. 2011. A. Yogyakarta: Nuha Medika. Tarwoto. 2008.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful