Konsep Kebutuhan Dasar Manusia

Posted on April 17, 2011 by muzavipahlevi Kebutuhan dasar manusia adalah unsure-unsur yang dibutuhkan manusian dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis maupun fisiologis, yang tentunya untuk mempertahankan kehidupan dan kesehatan. Kebutuhan manisia menurut Abraham Maslow dalam Teori Hirarki Kebutuhan menyatakan bahwa setiap manusia memiliki lima kebituhan dasar yaitu kebutuhan fisiologis (makan dan minum), keamanan, cinta, harga diri, dan aktualisasi diri (Sumber: Potter And Patricia, 1997). Ciri Kebutuhan Dasar Manusia Manusia memiliki kebutuhan dasar yang bersifat heterogen. Setiap orang umumya memiliki kebutuhan dasar yang sama, akan tetapi terdapat perbedaan budaya, maka kebutuhan tersebutpun ikut bebbeda. Dalam memenuhi kebutuhannya, manusia menyesuaikan diri dengan prioritas yang ada. Lalu jika gagal memenuhi kebutuhannya makamanusia akan berfikir lebih keras dan bergerak untuk memenuhi kebutuhannya. Faktor Yang Mempengaruhi Kebutuhan Dasar Manusi Kebutuhan dasar manusia dipengaruhi oleh berbagai factor, diantaranya adalah :

Penyakit

Adanya penyakit dalam tubuh dapat menyebabkan perubahan pemenuhan kebutuhan, baik secara biologis maupun fisiologis, karena beberapa fungsi organ tubuh memerlukan pemenuhan kebutuhan lebih besar daripada biasanya.

Hubungan Keluarga

Hubungan keluarga yang baik dapat meningkatkanpemenuhan kebutuhan dasar karena adanya saling percaya, merasakan kesenangan hidup, tidak ada rsa curiga, dan lain-lain.

Konsep Diri

Konsep diri manusia memiliki peran dalam pemenuhan kebutuhan dasar. Konsep diri yang posotif dapat memberikan makna dan keutuhan (wholeness) bagi seseorang. Konsep diri yang sehat dapat memberikan perasaan positif terhadap diri sendiri. Orang yang merasa posituf terhadap dirinya akan mudah berubah, mudah mengenali kebutuhan dan mengembangkan cara hidup yag sehat, sehingga mudah memenuhi kebutuhan dasarnya.

Tahap Perkembangan.

Sejalan dengan meningkatnya usia, manusia mengalami perkembangan. setiap tahap perkembangan tersebut memiliki tingkat kebutuhan yang bebeda, baik kebutuhan biologis,

psikososial, social, maupun spiritual, mengingat fungsi organ tubuh juga mengalami proses kematangan dengan dengan aktivitas yang berbeda. Pendapat Beberapa Ahli Tentang Konsep Kebituhan Dasar Manusia.

Virginia Handerson

Virginia Handerson membagi kebutuhan dasar manusia kedalam 14 komponen berikut : 1) 2) 3) 4) 5) 6) Bernafas secara normal. Makan dan minum yang cukup. Eliminasi. Bergerak dan memepertahan postur tubuh yang diinginkan. Tudur dan istirahat. Memilih pakaian yang tepat.

7) Mempertahankan suhu tubuh dalam kisaran normal dengan. menyesuaikan pakaian yang dikenakan dengan memodifikasi lingkungan. 8) Menjaga kebutuhan diri dan penampilan.

9) Berkomunikasi dengan orang lain dalam mengekspresikan emosi, kebutuhan, kakhawatiran dan opini. 10) Menghindari bahaya dari lingkungan dan dan menghindari membehayakan orang lain. 11) Beribadah sesuai dengan agama dan keyakinan. 12) Bekerja sedemikian rupa sebagai modal membiayai kebutuhan hidup. 13) Berpain atau berpartisipasi dalam berbagai bentuk rekreasi. 14) Belajar, menemkan, atau mamuaskan rasa ingn tahu yang mengarah pada perkembangan yang normal, kesehatan, dan penggunaan fasilitas kesehatanyang tersedia.

Jean Watson

Jean Watson membagi kebutuhan dasar manusia kedalam dua peringkat utama, yaitukebutuhan yang tingkatnya lebih rendah (lower order needs) dan kebutuhan yang tingkatnya lebih tinggi (higher order needs). Pemenuhan kebutuhan yang tingkatnya lebih rendah tidak selalu membantu

upaya kompleks mausia untuk mencapai aktualisasi diri. Tiap kebituhan dipandang dalam konteksnya terhadap kebutuhan lain, dan semuanya dianggap penting.

Gambar: Hierarki Kebutuhan Dasar Manusia Menurut Jean Watson

Abraham Maslow

Dikenal dengan nama Teori Hierarki Kebutuhan Dasar Manusia: 1) Kebutuha Fisiologis.

Adalah kebutuhan paling dasar, yaitu kebutuhan oksigen, cairan dan elektrolit, nutrisi, keseimbangan suhu tubuh, eliminasi, tempat tinggal, istirahat dan tidur serta kebutuhan seksual. 2) Kebutuhan rasa aman dn perlindungan.

Dibagi menjadi 2 yakni fisik dan psikologis:
• •

Fisik: meliputi perlindungan atas ancaman terhadap tubuh atau hidup seperti penyakit, kecelakaan, bahaya lingkungan, dan sebagainya. Psikologis: perlindungan atas ancaman dari pengalaman yang baru dan asing seperti kekhawatiran seorang anak ketika masuk sekolah untuk pertama kali karena merasa terancam oleh keharusan untuk berinteraksi dengan orang lain. Kebuthan rasa cinta serta rasa memiliki dan dimiliki.

3)

Member dan menerima kasih saying, mendapatkan kehangatan keluarga, memiliki sahabat, diterima oleh kelompok social, dan sebagainya. 4) Kebutuhan akan harga diri

Kebutuhan ini terkait dengan keinginan untukmendapatkan kekuatan, meraih prestasi, kepercayaan diri dan kemerdekaan diri. Selain itu, orang juga memerlukan pengakuan dari orang lain. 5) Kebutuhan aktualisasi diri.

Merupakan kebutuhan tertinggi dalam Hierarku Maslow, merupakan kebutuhan untuk berkontribusi pada orang lain/lingkungan serta mencapaipotensi diri sepenuhnya.

Gambar : Kebutuhan Dasar Manusia Menurut Abraham Maslow BAB I PENDAHULUAN Personal hygiene adalah upaya yang dilakukan dalam upaya memelihara kebersihan dan kesehatan dirinya baik secara fisik maupun mental. Ini harus menjadi perhatian kita bersama. aktivitas ini dikembangkan menjadi rutinitas guna memberikan perasaan stabil dan aman pada diri individu. adanya perubahan . norma keluarga. sebab kebarsihan merupakan faktor penting dalam mempertahankan derajat kesehatan individu (Taylor 1989).social. Saat seseorang sakit salah satu penyebabnya adalah kebersihan diri yang kurang. Berpenampilan bersih darum dan rapih merupakan dimensi yang sangat penting dalam mengukur tingkat kesejahteraan individu secara umum.tingkat pendidikan. Perilaku kebersihan diri dapat dipengaruhi oleh nilai serta kebiasaan yang dianut individu. Menurut Roper (2002). Sebagai contoh. Tingkat kebersihan sendiri dinilai dari penampilan individu dan upayanya dalam menjaga kebersihan dan kerapian tubuhnya setiap hari. dan lain sebaganya. disamping faktor budaya. status ekonomi. Adanya masalah dalam kebersihan diri akan berdampak pada kesehatan seseorang. Hal ini sangat penting mengingat kebersihan merupakan kebutuhan dasar utama yang dapat mempengaruhi status kesehatan dan kondisi psikologis secara umum.

Kedua. Hal-hal yang sangat berpengaruh itu di antaranya kebudayaan . sosial. Lapisan ini tidak mengandung pembuluh darah. Kebersihan itu sendiri dangat dipengaruhi oleh nilai individu dan kebiasaan. Konsep Personal Hygiene Dalam kehidupan sehari-hari kebersihan merupakan hal yang sangat penting dan harus diperhatikan karena kebersihan akan mempengaruhi kesehatan dan psikis seseorang. Ganguan fisik yang terjadi dapat mengakibatkan perubahan konsep diri. Sel-sel epitel ini mudah sekali mengalami regeneras. Personal Hygiene berasal dari bahasa Yunani yaitu personal yang artinya perorangan dan hygiene berarti sehat. pendidikan. seperti kelenjar dan kuku. BAB II ISI 1. keluarga. Hal ini terjadi karena kita menganggap masalah kebersihan adalah masalah sepele. 2. lapisan subkutan di bawah kulit dan pelengkapnya. . kelenjar serumen yang terdapat dalam telingga yang berfungsi sebagai pelumas dan berwarna cokelat. Fisiologi Kulit Sistem integumen terdiri atas kulit. Kebersihan seseoang adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseoran untuk kesejahteraan fisik dan psikis. padahal jika hal tersebut dibiarkan terus dapat mempengaruhi kesehatan secara umum. serta tingkat perkembangan. biasanya masalah kebersihan kurang diperhatikan. Lapisan kedua adalah lapisan dermis yang terdiri atas jaringan otot. Pada kulit terdapat 2 kelenjar : pertama kelnejar sebasea yang menghasilkan minyak yang disebut sebun yang berfungsi meminyaki kulit dan rambut. Jika seseorang sakit.peran perawat dalam hal ini sangat dibutuhkan guna meningkatkan personal hygiene individu melalui kegiatan penyuluhan dan meningkatkan pengetahuan tentang upaya kebersihan diri melalui penerapan prinsip hidup bersih dan sehat. Kulit terdiri atas 2 lapisan yaitu lapisan epidermis yang terdapat pada bagian atas yang banyak mengandung sel-sel epitel. persepsi seseorang terhadap kesehatan. Sedangkan gangguan psikologis terjadi karena kondisi tersebut mungkin mengurangi keindahan penampilan dan reaksi emosional (Doenges dkk).pada kulit dapat menimbulkan berbagai ganguan fisik dan psikologis. saraf folikel rambut dan kelenjar.

Meningkatkan derajat kesehatan seseorang 2. Memelihara kebersihan diri seseorang 3. Perawatan mata Cara-cara merawat mata: • Usaplah kotoran mata dari sudut mata bagian dalam hingga sudut mata bagian luar .Fungsi Kulit : 1. Perawatan kulit kepala dan rambut Cara-cara merawat kulit kepala dan rambut: • • • • • • Cuci rambut 1-2 kali seminggu dengan memakai sampo yang cocok Pangkas rambut agar terlihat rapi Gunakan sisir yang bergerigi besar untuk merapikan rambut keriting dan olesi rambut dengan minyak Jangan menggunakan sisir yang bergerigi tajam karena bisa melikai kulit kepala Pijat kulit kepala pada saat mencuci rambut untuk merangsang pertumbuhan rambut Pada jenis rambut ikal dan keriting. Meningkatkan rasa percaya diri 4. Tujuan Personal Hygiene 1. Mencagah penyakit 5. Menciptakan keindahan 6. Pengaturan temperatur tubuh 3. Sensasi dari stimulus lingkungan 5. Membantu keseimbangan carian da eletrolit 6. Memproduksi dan mengabsorpsi vitamin D 3. Proteksi tubuh 2. Macam-macam Personal Hygiene 1. sisir rambut mulai dari bagian ujung sampai ke pangkal dengan pelan dan hati-hati 2. Pengeluaran pembuangan air 4. Memperbaiki personal hyiene yang kurang 4.

sebab nantinya akan menyumbat saluran nafas serta menyebabkan luka pada membran mukosa Sewaktu mengeluarkan debu dari lubang hidung. Perawatan telingga Cara-cara merawat telinga • • • • Bila ada kotoran yang mrnyumbat telinga.• • • • Saat mengusap mata. hembuskan secara perlahan dengan membiarkan kedua lubang hidung tetap terbuka Jangan mengeluarkan kotoran dari lubang hidung dengan menggunakan jari karena dapat mengiritasi mukosa hidung 4. Perawatan kuku kaki dan tangan Cara-cara merawat kuku • • • Kuku jari tangan dapat dipotong dengan pengikir atau memotongnya dalam betukk oval atau menikuti bentuk jari. Perawatan hidung • • • • Jaga agar lubang hidung tidak kemasukan air dan benda kecil Jangan biarkan benda kecil masuk kelubang hidung. lakukan dengan hati-hati agar tidak menimbulkan kerusakan telinga akibat tekanan air yang terlalu tinggi Aliran air yang masuk hendaknya diarahkan kesaluran telinga dan bukan langsung ke gendang telinga Jangan menggunakan peniti atau jepit rambut untuk membersihkan kotoran telinga karena dapat menusuk gendang telinga 5. gunakan kain yang paling bersih dan lembut Lindungi mata dari kemasukan debu dan kotoran Bila menggunakan kacamata hendaklah selalu dipakai Bila mata sakit cepat periksa ke dokter Cara-cara merawat hidung 3. sebab akan merusak jaringan dibawah kuku . keluarkan secara pelan dengan menggunakan penyedot telinga Bila menggunakan air yang disemprotkan. Sedangkan kuku kaki dipotong dalam bentuk lurus Jangan memotong kuku terlalu pendek karena dapat melukai kulit disekitar kuku Jangan membersihkan kotoran dibalik kuku dengan benda tajam.

sela-sela jari. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Personal Hygiene 1. belakang telinga dll. ketiak. Perawatan gigi dan mulut Cara-cara merawat gigi dan mulut • • • • • • • Tidak makan makanan yang terlalu manis dan asam Tidak menggunakan gigi untuk menggigit atau mencongkel benda keras Menghindari kecelakaan seperti jatuh yang dapat menyebabkan gigi patah Menyikat gigi sesudah makan dan khususnya sebelum tidur Meletakkan sikat gigi pada sudut 450 dipertemuan antara gigi dan gusi dan sikat menghadap kearah yang sama dengan gusi Menyikat gigi dari atas kebawah dan seterusnya Memeriksakan gigi secara teratur setiap enam bulan Cara-cara merawat tubuh secara keseluruhan: • • • • • Biasakan mandi dua kali sehari atau setelah beraktivitas Gunakan sabun yang tidak bersifat iritatif Sabuni seluruh tubuh terutama lipatan-lipatan kulit. 8. sebaiknya kuku dipotong segera setelah mandi atau direndam dengan air hangat terlebih dahulu Jangan menggigiti kuku karena dapat merusak jaringan kuku Cara-cara merawat genitalia 6. Perawatan tubuh secara keseluruhan . tangan. badan hingga kaki 5. Perawatan genetalia • • Membersihkan area genitalia eksterna pada saat mandi (wanita) Perawatan yang sama dilakukan saat mandi terutama pada mereka yang belum disirkumsisi (pria) 7. Body image Gambaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi kebersihan diri misalnya karena adanya perubahan fisik sehingga individu tidak peduli terhadap kebersihannya. Jangan gunakan sabun mandi untuk wajah Segera keringkan tubuh dengan handuk yang lembut dari wajah.• • • Potong kuku seminggu sekali atau sesuai kebutuhan Khusus untuk jari kaki.

sampo. sampo.2. Praktik sosial Pada anak-anak selalu dimanja dalam kebersihan diri. sikat gigi. Kebiasaan seseorang Ada kebiasaan seseorang yang menggunakan produk tertentu dalam perawatan dirinya seperti penggunaan sabun. infeksi pada mata dan telinga. • Dampak Psikososial Masalah social yang berhubungan dengan Personal Hygiene adalah gangguan kebutuhan rasa nyaman. Kesimpulan . BAB III PENUTUP A. Status sosial-ekonomi Personal Hygiene memerlukan alat dan bahan seperti sabun. dan lain-lain. alat mandi yang semuanya memerlukan uang untuk menyediakannya 4. gangguan membrane mukosa mulut. kebutuhan harga diri. Misalnya pada pasien penderita DM ia harus menjaga kebersihan kakinya. 5. kebutuhan dicintai dan mencintai. Gangguan fisik yang sering terjadi adalah gangguan integritas kulit. Dampak yang Sering Timbul pada Masalah Personal Hyiene • Dampak Fisik Banyak gangguan kesehatan yang diderita seseorang karena tidak terpeliharanya kebersihan perorangan dengan baik. 6. dan gangguan fisik pada kuku. 7. maka kemungkinan akan terjadi perubahan pola Personal Hygiene 3. pasta gigi. Pengetahuan Pengetahuan Personal Hygiene sangat penting karena pengetahuan yang baik dapat meningkatkan kesehatan. Kondisi fisik Pada keadaan sakit tertentu kemampuan untuk merawat diri berkurang dan perlu bantuan untuk melakukannya. 6. aktualisasi diri dan gangguan interaksi sosial. Budaya Di sebagian masyarakat jika individu sakit tertentu maka tidak boleh dimandikan.

Untuk kali ini Blog Keperawatan akan mencoba berbagi sedikit mengenai konsep nyeri ini dan semoga bisa memberikan manfaat. DAFTAR PUSTAKA Adam. Demikian sedikit pengertian dan konsep nyeri. dan lain sebaganya. serta mencakup pola fikir. padahal jika hal tersebut dibiarkan terus dapat mempengaruhi kesehatan secara umum. Nyeri merupakan tanda dan gejala penting yang dapat menunjukkan telah terjadinya gangguan secara fisiologikal. Nyeri ini hanya dapat dirasakan oleh individu tersebut tanpa dapat dirasakan oleh orang lain. masalah kebersihan adalah hal yang sangat penting dan jangan menganggap masalah kebersihan adalah masalah sepele. S.social. Hal ini terjadi karena kita menganggap masalah kebersihan adalah masalah sepele. Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia Teori dan Aplikasi Dalam Praktik.tingkat pendidikan. Berpenampilan bersih darum dan rapih merupakan dimensi yang sangat penting dalam mengukur tingkat kesejahteraan individu secara umum. karena Jika seseorang sakit. Higiene Perseorangan. Adanya masalah dalam kebersihan diri akan berdampak pada kesehatan seseorang.Personal hygiene adalah uapaya yang dilakukan dalam upaya memelihara kebersihan dan kesehatan dirinya baik secara fisik maupun mental. (1994). baik ringan maupun berat. disamping faktor budaya. aktifitas seseorang secara langsung. status ekonomi. dan juga perubahan hidup seseorang. 2012 8 komentar Konsep Nyeri. Ada juga pengertian nyeri dari beberapa ahli diantaranya yaitu : . Gersik: Buku EGC Konsep Nyeri Terbit Artikel Pada Jun 15. B. Nyeri adalah perasaan tidak nyaman. biasanya masalah kebersihan kurang diperhatikan. Perilaku kebersihan diri dapat dipengaruhi oleh nilai serta kebiasaan yang dianut individu. (2007). Saran Bagi para pembaca. biasanya masalah kebersihan kurang diperhatikan. Jakarta: Bharata Karya Aksara Mubarak. norma keluarga. Wahid Iqbal dkk. Jika seseorang sakit.

Penyebab nyeri diantaranya yaitu : 1. .Nyeri adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat dari kerusakan jaringan yang aktual dan potensial (Brunner & Suddarth. 2002) Nyeri adalah sensasi ketidaknyamanan yang dimanisfestasikan sebagai penderitaan yang diakibatkan oleh persepsi jiwa yang nyata. 2. Nyeri yang ditimbulkan karena adanya pengaruh aliran listrik yang kuat mengenai reseptor rasa nyeri yang menimbulkan kekejangan otot dan luka bakar. 2. ancaman dan fantasi luka (Kozier dan Erb. 2005) Selanjutnya kita melangkah kepada penyebab dari nyeri. Elektrik. 3. misal karena api dan air. luka dan lain-lain. Hal ini dapat dicontohkan pada pasien dengan infark miokard akut atau pun angina pektoris yang dirasakan adalah adanya nyeri dada yang khas. 4. Nyeri karena hal ini timbul karena ujung saraf reseptor mendapat rangsangan akibat panas. Neoplasma Ganas. Thermis. Gangguan sirkulasi darah dan kelainan pembuluh darah. Nyeri yang ditimbulkan karena adanya kontak dengan zat kimia yang bersifat asam atau pun basa kuat. Mekanik. Trauma. Trauma ini juga terbagi menjadi beberapa macam. Khemis. 3. Contoh dari nyeri akibat trauma mekanik ini adalah akibat adanya benturan. dingin. 1983) Nyeri adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan yang berhubungan dengan kerusakan jaringan atau potensial menyebabkan kerusakan jaringan (Perry & Potter. Rasa nyeri yang diakibatkan oleh mekanik ini timbul akibat ujungujung saraf bebas mengalami kerusakan. gesekan. Penyebab trauma ini terbagi menjadi : 1. Neoplasma. Neoplasma ini juga terbagi menjadi dua yaitu : • • Neoplasma Jinak.

4. Peradangan. Nyeri yang diakibatkan karena adanya kerusakan ujung-ujung saraf reseptor akibat adanya peradangan atau terjepit oleh pembengkakan. Contohnya adalah nyeri karena abses. 5. Trauma psikologis. Setelah kita mengetahui akan penyebab dari nyeri pada konsep nyeri ini maka selanjutnya kita melangkah kepada klasifikasi nyeri. Klasifikasi nyeri dibedakan menjadi : 1. Menurut Tempat Nyeri. 1. Periferal Pain. Periferal pain ini terbagi menjadi 3 yaitu nyeri permukaan (superfisial pain), nyeri dalam (deep pain), nyeri alihan (reffered pain). Nyeri alihan ini maksudnya adalah nyeri yang dirasakan pada area yang bukan merupakan sumber nyerinya. 2. Central Pain. Nyeri ini terjadi karena perangsangan pada susunan saraf pusat, spinal cord, batang otak. 3. Psychogenic Pain. Nyeri ini dirasakan tanpa adanya penyebab organik, tetapi akibat dari trauma psikologis. 4. Phantom Pain. Phantom Pain ini merupakan perasaan pada bagian tubuh yang sudah tak ada lagi, contohnya pada amputasi. Phantom pain timbul akibat dari stimulasi dendrit yang berat dibandingkan dengan stimulasi reseptor biasanya. Oleh karena itu, orang tersebut akan merasa nyeri pada area yang telah diangkat. 5. Radiating Pain. Nyeri yang dirasakan pada sumbernya yang meluas ke jaringan sekitar. 2. Menurut Sifat Nyeri.
• • •

Insidentil. Yaitu sifat nyeri yang timbul sewaktu-waktu dan kemudian menghilang. Steady. Yaitu sifat nyeri yang timbul menetap dan dirasakan dalam waktu yang lama. Paroxysmal. Yaitu nyeri yang dirasakan berintensitas tinggi dan kuat sekali dan biasanya menetap selama 10 – 15 menit, lalu menghilang dan kemudian timbul kembali. Intractable Pain. Yaitu sifat nyeri yang resisten dengan diobati atau dikurangi. Contoh pada arthritis, pemberian analgetik narkotik merupakan kontraindikasi akibat dari lamanya penyakit yang dapat mengakibatkan kecanduan.

3. Menurut Berat Ringannya Nyeri. 1. Nyeri Ringan yaitu nyeri yang berada dalam intensitas yang rendah. 2. Nyeri Sedang yaitu nyeri yang menimbulkan suatu reaksi fisiologis dan juga reaksi psikologis. 3. Nyeri Berat yaitu nyeri yang berada dalam intensitas yang tinggi. 4. Menurut Waktu Serangan.

1. Nyeri Akut. Nyeri akut biasanya berlangsung singkat, misalnya nyeri pada fraktur. Klien yang mengalami nyeri akut pada umumnya akan menunjukkan gejala-gejala antara lain : respirasi meningkat, Denyut jantung dan Tekanan darah meningkat, dan pallor. 2. Nyeri Kronis. Nyeri kronis berkembang lebih lambat dan terjadi dalam waktu lebih lama dan pada umumnya penderita sering sulit mengingat sejak kapan nyeri mulai dirasakan. Selanjutnya melangkah pada patofisiologi nyeri. Patofisiologi nyeri ini dapat digambarkan sebagai berikut : Reseptor nyeri disebut nosiseptor. Nosiseptor mencakup ujung-ujung saraf bebas yang berespon terhadap berbagai rangsangan termasuk tekanan mekanis, deformasi, suhu yang ekstrim, dan berbagai bahan kimia. Pada rangsangan yang intensif, reseptor-reseptor lain misalnya badan Pacini dan Meissner juga mengirim informasi yang dipersepsikan sebagai nyeri. Zat-zat kimia yang memperparah nyeri antara lain adalah histamin, bradikini, serotonin, beberapa prostaglandin, ion kalium, dan ion hydrogen. Masing-masing zat tersebut tertimbun di tempat cedera, hipoksia, atau kematian sel. Nyeri cepat (fast pain) disalurkan ke korda spinalis oleh serat A delta, nyeri lambat (slow pain) disalurkan ke korda spinalis oleh serat C lambat. Serat-serat C tampak mengeluarkan neurotransmitter substansi P sewaktu bersinaps di korda spinalis. Setelah di korda spinalis, sebagian besar serat nyeri bersinaps di neuron-neuron tanduk dorsal dari segmen. Namun, sebagian serat berjalan ke atas atau ke bawah beberapa segmen di korda spinalis sebelum bersinaps. Setelah mengaktifkan sel-sel di korda spinalis, informasi mengenai rangsangan nyeri diikirim oleh satu dari dua jaras ke otak- traktus neospinotalamikus atau traktus paleospinotalamikus (Corwin, 2000 : 225). Informasi yang di bawa ke korda spinalis dalam serat-serat A delta di salurkan ke otak melalui serat-serat traktus neospinotalamikus. Sebagian dari serat tersebut berakhir di reticular activating system dan menyiagakan individu terhadap adanya nyeri, tetapi sebagian besar berjalan ke thalamus. Dari thalamus, sinyal-sinyal dikirim ke korteks sensorik somatic tempat lokasi nyeri ditentukan dengan pasti (Corwin, 2000 : 225). Informasi yang dibawa ke korda spinalis oleh serat-serat C, dan sebagian oleh serat A delta, disalurkan ke otak melalui serat-serat traktus paleospinotalamikus. Seratserat ini berjalan ke daerah reticular dibatang otak, dan ke daerah di mesensefalon yang disebut daerah grisea periakuaduktus. Serat- serat paleospinotalamikus yang berjalan melalui daerah reticular berlanjut untuk mengaktifkan hipotalamus dan system limbik. Nyeri yang di bawa dalam traktus paleospinotalamik memiliki lokalisasi yang difus dan berperan menyebabkan distress emosi yang berkaitan dengan nyeri (Corwin, 2000 : 225). http://askep-net.blogspot.com/2012/06/konsep-nyeri.html

KONSEP DASAR INFEKSI

INFEKSI KONSEP DASAR INFEKSI a.Pengertian Infeksi Infeksi adalah prosesinvasif oleh mikroorganismedan berpoliferasi di dalam tubuh yang menyebabkan sakit (Potter & Perry, 2005). Infeksi adalah invasi tubuh oleh mikroorganisme dan berproliferasi dalam jaringan tubuh. (Kozier, et al, 1995). Dalam Kamus Keperawatan disebutkan bahwa infeksi adalah invasi dan multiplikasi

mikroorganisme dalam jaringan tubuh, khususnya yang menimbulkan cedera seluler setempat akibat metabolisme kompetitif, toksin, replikasi intraseluler atau reaksi antigen-antibodi. Munculnya infeksi dipengaruhi oleh beberapa faktor yang saling berkaitan dalam rantai infeksi. Adanya patogen tidak berarti bahwa infeksi akan terjadi. Menurut Utama 2006, Infeksi adalah adanya suatu organisme pada jaringan atau cairan tubuh yang disertai suatu gejala klinis baik lokal maupun sistemik. Infeksi yang muncul selama seseorang tersebut dirawat di rumah sakit dan mulai menunjukkan suatu gejala selama seseorang itu dirawat atau

virus. b. Mikroorganisme di kulit bisa merupakan flora transient maupun resident.1. dan infeksi yang baru menunjukkan gejala setelah 72 jam pasien berada dirumah sakit baru disebut infeksi nosokomial. portal of exit. cara penularan. Infeksi nosokomial ini dapat berasal dari dalam tubuh penderita maupun luar tubuh. Organisme ini siap ditularkan. Kontak antara pasien dan berbagai macam mikroorganisme ini tidak selalu menimbulkan gejala klinis karena banyaknya faktor lain yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi nosokomial. Gambar 2. Rantai Proses Terjadinya Infeksi Perry Potter (2 1)Agen Infeksi Mikroorganisme yang termasuk dalam agen infeksi antara lain bakteri.Rantai Infeksi Menurut Perry Potter.setelah selesai dirawat disebut infeksi nosokomial. yaitu agen infeksi. Organisme residen tidak dengan mudah bisa dihilangkan melalui cuci tangan dengan sabun dan deterjen biasa kecuali bila gosokan dilakukan dengan seksama. Kemungkinan terjadinya infeksi tergantung pada : i)karakteristik mikroorganisme. ii)resistensi terhadap zat-zat antibiotika. kecualidihilangkan dengan cuci tangan. Secara umum. sementara infeksi eksogen (cross infection) disebabkan oleh mikroorganisme yang berasal dari rumah sakit dan dari satu pasien ke pasien lainnya. iii)tingkat virulensi . 2005 proses terjadinya infeksi seperti rantai yang saling terkait antar berbagai faktor yang mempengaruhi. pasien yang masuk rumah sakit dan menunjukkan tanda infeksi yang kurang dari 72 jam menunjukkan bahwa masa inkubasi penyakit telah terjadi sebelum pasien masuk rumah sakit. Infeksi endogen disebabkan oleh mikroorganisme yang semula memang sudah ada didalam tubuh dan berpindah ke tempat baru yang kita sebut dengan self infection atau auto infection. portal of entry dan host/ pejamu yang rentan. reservoir. Menurut Utama 2006 menyampaikan bahwa pasien akan terpapar berbagai macam mikroorganisme selama ia rawat di rumah sakit. jamur dan protozoa.

pulang. Pengukuran TTV memberikan data dasar . Klebsiella. paru. Proteus.html \ TANDA-TANDA VITAL (Vital Sign) Pegertian Tanda-tanda vital/vital sign merupakan indikator dari status kesehatan (menandakan keefektifan sirkulasi.com/2011/01/konsep-dasar-infeksi. Contohnya : (a) Anaerobik Gram-positif. (b) Bakteri gram-positif: Staphylococcus aureus yang menjadi parasit di kulit dan hidung dapat menyebabkan gangguan pada paru. dapat menyebabkan infeksi serius pada luka bekas jahitan. Pseudomonas sering sekali ditemukan di air dan penampungan air yang menyebabkan infeksi di saluran pencernaan dan pasien yang dirawat. menurut Utama 2006. (d) Serratia marcescens. Keberadaan bakteri disini sangat penting dalam melindungi tubuh dari datangnya bakteri patogen. dan peritoneum. (c) Bakteri gram negatif: Enterobacteriacae. contohnya Escherichia coli. http://nurlinazainuddin. fungsi neural & endokrin tubuh). Penyebab infeksi dibagi menjadi 4 kategori. Enterobacter.blogspot. Bakteri patogen lebih berbahaya dan menyebabkan infeksi baik secara sporadik maupun endemik. Clostridium yang dapat menyebabkan gangren.iv)dan banyaknya materi infeksius. yaitu: i) Bakteri Bakteri merupakan penyebab terbanyak dari infeksi. respirasi. Bakteri gram negatif ini bertanggung jawab sekitar setengah dari semua infeksi di rumah sakit. Bakteri dapat ditemukan sebagai flora normal dalam tubuh manusia yang sehat. jantung dan infeksi pembuluh darah serta seringkali telah resisten terhadap antibiotika. Tetapi pada beberapa kasus dapat menyebabkan infeksi jika manusia tersebut mempunyai toleransi yang rendah terhadap mikroorganisme.

respirasi & fungsi kontrol suhu • Saat KU klien berubah • Sebelum dan sesudah intervensi keperawatan yang pengaruhi TTV • Saat klien melaporkan adanya distress fisik non spesifik Empat komponen TTV. respon terapi medis & keperawatan. perubahan fisiologis. Waktu dilakukannya pemeriksaan TTV . • Saat klien masuk ke fasilitas kesehatan • Di RS / fasilitas kesehatan dengan jadwal rutin sesuai program • Sebelum dan sesudah prosedur bedah • Sebelum dan sesudah prosedur diagnostik invasif • Sebelum dan sesudah pemberian pengobatan yang mpengaruhi karvas. Aliran darah mengalir pada sistem sirkulasi karena perubahan tekanan. • Suhu tubuh • Denyut nadi • Respirasi • Tekanan dara Tujuan dilakukan TTV: • Mengetahui data obyektif • Menget KU klien • Menget perkembangan penyakit klien • Membntu menentukan diagnosa & intervensi keperawatan TEKANAN DARAH Tekanan darah merupakan kekuatan lateral pada dinding arteri oleh darah yang didorong dengan tekanan dari jantung. Hal ini sangat penting sehingga disebut TANDA VITAL.untuk mengetahui respon terhadap stress fisiologi / psikologi. . Sistole → Kontraksi jantung mendorong drh dg tekanan tinggi. Diastole→Tekanan minimal yg mendesak dinding arteri setiap wktu Faktor yang bertanggung jawab terhadap Tekanan Darah.

TD akan turun *Volume darah . ~Emosi Nyeri akut dan ansietas meningkatkan stimulasi simpatik. Bila volume meningkat . Nadi diatur oleh sistem saraf otonom. edisi4.mempengaruhi . *Saraf simpatik:me nadi *Saraf parasimoatik:me↓ nadi Faktor yang mempengaruhi nadi: ~Latihan fisik Latihan akan meningkatkan RR. ~Suhu Suhu meningkat maka nadi akan meningkat. mmHg 1 BBL 40(rerata) 2 1bln 85/54 3 1th 95/65 4 6 th 105/65 5 10-13 th 110/65 6 14-17 th 120/70 7 Dewasa tengah 120/80 8 Lansia 140/90 (fundamental keperawatan .berkunang-kunang sampai pingsan. Nadi merupakan salah satu indikator status sirkulasi.*Tahanan perifer: Pada dilatasi pembuluh darah & tahanan turun . TD akan meningkat *Viskositas darah. Semakin kental darah akan meningkatkan TD *Elastisitas dinding pembuluh darah : penurunan elastisitas pembuluh darah akan meningkatkan TD TD abnormal ~Hipertensi : Tekanan systole >130mmHg.diastole >90mmHg ~Hipotensi: Tekanan sistole <90> ~Hipotensi ortostatik postural: penurunan TD saat bergerak dari posisi duduk ke berdiri disertai pusing. vol 1) Usia NADI Nadi adalah sensasi aliran darah yang menonjol dan dapat diraba diberbagai tempat pada tubuh.

Bayi 120-160/mnt .vol 1) KARAKTER NADI Frekuensi 1.Remaja 60-90/mnt .frekuensi jantung. Frekuensi jantung normal Usia Denyut/mnt . ~Peradarahan Kehilangan darah akan meningkatkan stimulasi simpatik sehingga meningkatkan nadi. ~Obat2an Obat kronotopik positif (epineprin akan meningkatkan nadi).Usia sekolah 75-100/mnt .Prasekolah 80-110/mnt .edisi4.Dewasa 60-100/mnt (fundamental keprwtn. Takikardi: Frekuensi > 100x/mnt 2.Todler 90-140/mnt . mudah dipalpasi . ~Gangguan paru Penyakit mengakibatkan oksigenasi buruk sehingga nadi meningkat. Bradikardi: Frekuensi <> Irama→normal : interval egular setiap denyut nadi Kekuatan / amplitude → kualitas nadi ~0: Tidak teraba ~+1: Lemah.dapat dirasakan dengan penekanan yang kuat ~+2: Normal. ~Perubahan postur tubuh Dari berbaring ke duduk kemudian berdiri akan meningkatkan nadi.

♣ Mekanisme pernafasan meliputi: *Ventilasi yaitu pergerakan udara masuk ke luar paru *Difusi yaitu pertukaran O2 & CO2 antara alveoli & sel darah merah *Perfusi yaitu distribusi oleh sel drh merah ke dan dari kapiler darah Kontrol Fisiologis : Pusat pengaturan → batang otak Ventilasi diatur oleh kadar O2 & CO2 serta ion hidrogen dalam darah Peningkatan PCO2 berakibat sistem kontrol pernafasan di otak meningkatkan frekuensi dan kedalaman. Faktor yang mempengaruhi pernafasan: Olahraga meningkatkan RR Nyeri akut dan kecemasan (meningkatkan RR) Anemia (meningkatkan RR) Posisi tubuh (postur tubuh yang lurus dan tegak meningkatkan ekspansi paru Medikasi ( analgetik narkotik dan sedatif meningkatkan RR) Cedera batang otak (meningkatkan RR) Hal yang perlu diperhatikan dalam pengkajian pernafasan: Frekuensi pernafasan Kedalaman pernafasan Irama pernafasan . kuat Kesamaan → bandingkan secara kanan & kiri kec nadi karotis Tempat Pengukuran Nadi: *Arteri temporal *Arteri radialis *Arteri karotis *Arteri ulnalis *Arteri apical *Arteri femoral *Arteri brakhialis *Arteri popliteal *Arteri tibia posterior *Arteri dorsalis pedis PERNAFASAN Pernafasan adalah mekanisme tubuh menggunakan pertukaran udara antara atmosfir dengan darah serta darah dengan sel.~+3: Mudah dipalpasi .

edisi 4.Difusi dan perfusi Frekuensi pernafasan : Usia Frek/mnt ~BBL 35-40 ~Bayi 30-50 ~Todler 25-32 ~Anak2 20-30 ~Remaja 16-19 ~Dewasa 12-20 (Fundamental keperawatan . SUHU TUBUH . biasanya rendah pada pagi hari »Jenis kelamin → secara klinis tidak perbedaan yang signifikan .dalam .lebih dari 20x/menit Apneu: Nafas berhenti untuk beberapa detik Hiperventilasi: Frekeunsi dan kedalaman nafas meningkat Hipoventilasi: Frekuensi nafas abnormal dalam kecepatan dan kedalaman Pernaf Cheyne stokes: Frekuensi dan kedalamn nafas tidak teratur ditandai dengan periode apneu dan hiperventilasi yang berubah Pernaf Kusmaul: pernafasan dalam secara tidak normal dalam frekuensi meningkat Pernaf Bio: Nafas dangkal secara tidak normal diikuti oleh periode apneu yang tidak teratur.cepat secara tidak normal (pernafasan lebih dari 20x/menit). Takipneu: Nafas teratur. vol 1) Gangguan dalam pola nafas: Bradipneu: Nafas teratur . genetic dan linkungan »Medikasi → analgesik narkotik dapat meningkatakan TD »Variasi diurnal → TD berubah-ubah spanjang hari.lambat secara tidak normal ( pernafasan kurang dari 12x/menit).setelah pubertas pria lebih tinggi setelah menopause maka wanita lebih tinggi. Faktor yang memepengaruhi TD: »Usia → TD orang dewasa cenderung meningkat seiring pertambahan usia »Stress→ meningkatkan TD »Ras → dipengaruhi oleh kebiasaan. Hiperneu: Nafas sulit.

2.5 drjt selama 24 jam. lansia sangat sensitif terhadap suhu yang ekstrim Olahraga: meningkatkan produksi panas Kadar hormon: wanita mengalami fruktuasi suhu tubuh yang lebih besar dari pria Lingkungan Irama sikardian: suhu tubuh secara normal berubah secara normal 0.Konveksi.Evaporasi. Pengeluaran Panas -Radiasi. 4. Metabolisme tubuh:merupakan serangkaian reaksi kimia untuk menghasilkan energi (panas). Kerja otot: latihan akan meningkatkan metabolisme. Rangsangan pd sistem saraf : saat gula darah turun terjadi rangsangan pada saraf simpatik yang kemudian akan terjadi sekresi epineprin dan non epineprin yang akan meningkatkan suhu tubuh. Perpindahan panas dari satu obyek ke obyek lainnya dg kontak langsung. titik terendah pada pukul 1-4 dini hari Rentang Normal.Konduksi. . 4 cara produksi panas : 1. 3. . Sekresi hormon tyroid: meningkatan metabolisme dalam pemecahan glukosa dan lemak. .Suhu tubuh Merupakan perbedaan antara jumlah panas yang diproduksi oleh proses tubuh dan jumlah panas yang hilang ke lingkungan. Rentang normal suhu 36-38°C Tergantung tempat pengukuran suhu: . Pusat pengaturan suhu tubuh adalahl hipotalamus (bekerja sbg termostat). Perpindahan energi panas ketika cairan tbh mjd gas (Kulit merupakan tempat utama pengeluaran panas) Faktor yang mempengaruhi suhu tubuh : Usia: pengaturan suhu tubuh tidak stabil sampai pubertas. Perpindahan panas karena pergerakan udara. Perpindahan panas dari permukaan satu obyek ke permukaan obyek lain tanpa keduanya bersentuhan.

klien dengan luka di ketiak dan operasi pada mamae.klien dengan epilepsy atau gemetar karena kedinginan. http://dhewi-hany.com/2012/05/tanda-tanda-vital-vital-sign. -Aksila Tidak boleh dilakukan pada bayi.nyeri pada area rectal / perdarahan.5°C ≠ Aksila rata2→36. -Rektal Tidak boleh dilakukan pada klien dengan bedah / kelainan rectal.blogspot.5°C Tempat pengukuran suhu: ~Suhu inti: • • • • • Rektum membran tympani Esofagus Arteri pulmoner kandung kemih ~Suhu permukaan: • • • Kulit Aksila Oral ~Tempat pengukuran suhu yg sering dilakukan: -Oral Tetapi tidak boleh dilakukan pada klien dengan bedah / trauma oral. pada bayi dan anak kecil yang menangis serta klien yang tidak sadar. pada bayi baru lahir.≠ Oral rata2→37°C ≠ Rektal rata2→37.html (SOP) PEMERIKSAAN FISIK HEAD TO TOE .klienyang sangat kurus.klien dengan berpenyakit kelamin.

BAB I PENDAHULUAN Tujuan : 1. 2. menginformasi. 5. Untuk menginformasi dan mengidentifikasi diagnose keperawatan 4. Untuk mengevaluasi hasil fisiologis dari asuhan. Untuk menambah. 3. Untuk mengumpulkan data dasar tentang kesehatan klien. Snellen chart) . Untuk membuat penilaian klinis tentang perubahan status kesehatan klien dan penatalaksanaannya. atau menyangkal data yang diperoleh dalam riwayat keperawatan. Peralatan  Lidi kapas  Cytobrush  Bantalan sekali pakai  Selimut  Bagan mata (mis.

Fisik. laboratorium)  Handschoon (bersih atau steril)  Skort untuk klien  Pelumas larut air  Oftalmoskop  Otoskop  Slide untuk Papanicolaou smear  Handuk kertas  Palu perkusi  Penggaris  Pin pengaman  Skala dengan meteran pengukur tinggi  Wadah specimen dan slide mikroskop  Sfigmomanometer dan manset  Stetoskop  Forsep swab atau spon  Pita meteran  Thermometer  Tisu  Spatel lidah . Senter dan lampu sorot  Formulir (mis.

Pemeriksaan kemudian maju ke suatu inspeksi local yang berfokus pada suatu system tunggal atau bagian dan biasanya mengguankan alat khusus seperto optalomoskop. 2005) Pemeriksaan fisik dalah pemeriksaan tubuh klien secara keseluruhan atau hanya bagian tertentu yang dianggap perlu. 1997) Inspeksi adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan cara melihat bagian . menentukan masalah dan merencanakan tindakan keperawatan yang tepat bagi klien. Suatu gambaran atau kesan umum mengenai keadaan kesehatan yang di bentuk. Keakuratan pemeriksaan fisik mempengaruhi pemilihan terapi yang diterima klien dan penetuan respon terhadap terapi tersebut.1. pendengaran dan penciuman. untuk memperoleh data yang sistematif dan komprehensif. Inspeksi umum dilakukan saat pertama kali bertemu pasien. ( Dewi Sartika. memastikan/membuktikan hasil anamnesa. Inspeksi Inspeksi adalah pemeriksaan dengan menggunakan indera penglihatan.2002) BAB II PEMBAHASAN 2. 2010) Adapun teknik-teknik pemeriksaan fisik yang digunakan adalah: 1. (Laura A.Talbot dan Mary Meyers. Garpu tala  Speculum vagina ( Potter & Perry. Konsep Teori Pemeriksaan fisik merupakan peninjauan dari ujung rambut sampai ujung kaki pada setiap system tubuh yang memberikan informasi objektif tentang klien dan memungkinkan perawat untuk mebuat penilaian klinis. otoskop. speculum dan lain-lain.(Potter dan Perry.

2010) Fokus inspeksi pada setiap bagian tubuh meliputi : ukuran tubuh. lesi. kesimetrisan. vibrasi. 1997) Palpasi adalah teknik pemeriksaan yang menggunakan indera peraba . kelembaban dan penonjolan. tekstur. Palpasi Palpasi adalah pemeriksaan dengan menggunakan indera peraba dengan meletakkan tangan pada bagian tubuh yang dapat di jangkau tangan.Talbot dan Mary Meyers. gerakan.tubuh yang diperiksa melalui pengamatan (mata atau kaca pembesar). 3. tangan dan jari-jari. bentuk. Auskultasi . dan posisi struktur di bawahnya.2010) Hal yang di deteksi adalah suhu. dan penonjolan/pembengkakan.Talbot dan Mary Meyers. 1997) Perkusi adalah pemeriksaan dengan jalan mengetuk bagian permukaan tubuh tertentu untuk membandingkan dengan bagian tubuh lainnya (kiri/kanan) dengan menghasilkan suara. untuk mendeterminasi ciri2 jaringan atau organ seperti: temperatur. pertumbuhan atau massa. lokasi. 2010) 4.setelah inspeksi perlu dibandingkan hasil normal dan abnormal bagian tubuh satu dengan bagian tubuh lainnya.(Laura A.(Dewi Sartika. edema. (Dewi Sartika. kelembaban. Dewi Sartika. Perkusi Perkusi adalah pemeriksaan yang meliputi pengetukan permukaan tubuh unutk menghasilkan bunyi yang akan membantu dalam membantu penentuan densitas. ukuran. 2. krepitasi dan sensasi. posisi. Laura A. warna. bentuk. keelastisan. yang bertujuan untuk mengidentifikasi batas/ lokasi dan konsistensi jaringan.

2010) Dalam melakukan pemeriksaan fisik. suara nafas. memasang sarung tangan steril. ada prinsip-prinsip yang harus di perhatikan.Auskultasi adalah tindakan mendengarkan bunyi yang ditimbulkan oleh bermacam-macam organ dan jaringan tubuh.2. dan cukup penerangan untuk melakukan pemeriksaan fisik baik bagi klien maupun bagi pemeriksa itu sendiri. yaitu sebagai berikut: a. dan membantu klien mengenakan baju periksa jika ada. 3. b. Hal-hal yang didengarkan adalah : bunyi jantung. Kontrol lingkungan Yaitu memastikan ruangan dalam keadaan nyaman.Talbot dan Mary Meyers. Komunikasi (penjelasan prosedur) Privacy dan kenyamanan klien Sistematis dan konsisten ( head to toe. 1997) Auskultasi Adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan dengan cara mendengarkan suara yang dihasilkan oleh tubuh. 2. memasang masker. Kontrol infeksi Meliputi mencuci tangan. 4. dr normal ke abN) Berada di sisi kanan klien Efisiensi Dokumentasi 2. Biasanya menggunakan alat yang disebut dengan stetoskop. dan bising usus. pemeriksaan fisik yang dilakukan bertujuan: .(Laura A. dr eksternal ke internal. Misalnya menutup pintu/jendala atau skerem untuk menjaga privacy klien 1.(Dewi Sartika. 5. 6. hangat. Tujuan Pemeriksaan Fisik Secara umum.

2. mengkonfirmasi. Indikasi Mutlak dilakukan pada setiap klien.1. 3. 2. masing-masing pemeriksaan juga memiliki tujuan tertentu yang akan di jelaskan nanti di setiap bagian tibug yang akan di lakukan pemeriksaan fisik. Alat .4. Untuk mengevaluasi hasil fisiologis dari asuhan. tertama pada: 1. klien yang baru masuk ke tempat pelayanan kesehatan untuk di rawat. Sebagai dasar untuk memilih intervensi keperawatan yang tepat 4. Sebagai data untuk mengevaluasi hasil dari asuhan keperawatan 2. Mengetahui masalah kesehatan yang di alami klien. maupun bagi profesi kesehatan lain. 5. Untuk mengkonfirmasi dan mengidentifikasi diagnosa keperawatan. Manfaat Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan fisik memiliki banyak manfaat. 3. atau menyangkal data yang diperoleh dalam riwayat keperawatan. Untuk mengumpulkan data dasar tentang kesehatan klien. Secara rutin pada klien yang sedang di rawat. Sebagai data untuk membantu perawat dalam menegakkan diagnose keperawatan. Prosedur pemeriksaan fisik Persiapan a. Namun demikian. 4.5. 2. 2. 3.3. Untuk membuat penilaian klinis tentang perubahan status kesehatan klien dan penatalaksanaan. baik bagi perawat sendiri. diantaranya: 1. Sewaktu-waktu sesuai kebutuhan klien 2. Untuk menambah.

Tanda-tanda stress/ kecemasan (Normal :)Relaks. Timbangan BB. Cara berpakaian (Normal : Benar/ tidak terbalik) . Thermometer.Meteran. Otoskop. Handschoon bersih ( jika perlu). Tahapan perkembangan 6. mood. Jelaskan prosedur 3. (Normal : Kesadaran penuh. tidak ada tanda-tanda cemas/takut) 3. Jenis kelamin 4. Tensimeter/spighnomanometer. Arloji/stopwatch. Klien (fisik dan fisiologis) Bantu klien mengenakan baju periksa jika ada dan anjurkan klien untuk rileks. tidak ada menahan nyeri/ sulit bernafas) 2. TB. Ekspresi sesuai. buku catatan perawat. Lingkungan Pastikan ruangan dalam keadaan nyaman. Misalnya menutup pintu/jendala atau skerem untuk menjaga privacy klien c. tissue. BB ( Normal : BMI dalam batas normal) 7. Usia dan Gender 5. Posisi klien : duduk/berbaring Cara : inspeksi 1. Pemeriksaan umum meliputi : penampilan umum. Refleks Hammer. Kesadaran. Lakukan pemeriksaan dengan berdiri di sebelah kanan klien dan pasang handschoen bila di perlukan 4. Steteskop. Kebersihan Personal (Normal : Bersih dan tidak bau) 8. ekspresi wajah. Penlight. A) Prosedur Pemeriksaan 1. hangat. tingkah laku. dan cukup penerangan. b. Cuci tangan 2. status mental dan nutrisi. Alat diletakkan di dekat tempat tidur klien yang akan di periksa.

Takikardia: >100 .Cara bicara. 2+: Denyutan mudah teraba.9. Tekanan darah (Normal : 120/80 mmHg) 3. C) Pemeriksaan kulit dan kuku . <15 Bradipnea Keteraturan= Normal : teratur Kedalaman: dalam/dangkal Penggunaan otot bantu pernafasan: Normal : tidak ada setelah diadakan pemeriksaan tanda-tanda vital evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. >20: Takipnea. 1+:denyutan kurang teraba. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat.Evaluasi dengan membandingkan dengan keadaan normal. tidak gugup) 12. Bradikardia: <6 Keteraturan= Normal : teratur Kekuatan= 0: Tidak ada denyutan.Dokumentasikan hasil pemeriksaan B) Pengukuran tanda vital (Dibahas kelompok 2 lebih dalam) Posisi klien : duduk/ berbaring 1. lancer.50c) 2. (Relaks. Postur dan cara berjalan 10.Bentuk dan ukuran tubuh 11.5-37. Nadi a) b) c) Frekuensi = Normal : 60-100x/menit . Suhu tubuh (Normal : 36. tak mudah lenyap. Pernafasan a) b) c) d) Frekuensi: Normal= 15-20x /menit. 3+: denyutan kuat dan mudah teraba 4. 13.

lesi/perlukaan. kerusakan jaringan setempat. setelah diadakan pemeriksaan kulit dan kuku evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. • Palpasi : ketebalan kuku dan capillary refile ( pengisian kapiler ). Normal: lembab. Pemeriksaan kulit\ • Inspeksi : kebersihan. sirkulasi. tidak ada edema. pucat. • Palpasi : kelembapan. sianosis. pigmentasi. Normal: kulit tidak ada ikterik/pucat/sianosis. Persiapan 1) 2) 3) Posisi klien: duduk/ berbaring Pencahayaan yang cukup/lampu Sarung tangan (utuk lesi basah dan berair) Prosedur Pelaksanaan a. bentuk normaltidak ada tanda-tanda jari tabuh (clubbing finger). turgor kulit. dan warna kuku Normal: bersih.Tujuan 1) 2) Mengetahui kondisi kulit dan kuku Mengetahui perubahan oksigenasi. • Pemeriksaan kuku Inspeksi : kebersihan. turgor baik/elastic. dan hidrasi. . dan edema. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. dan ikterik. bentuk. warna. tidak ikterik/sianosis. suhu permukaan kulit. tekstur. ketebalan. b.

dan tekstur rambut. Pemeriksaan kepala. mata.Normal: aliran darah kuku akan kembali < 3 detik. Pemeriksaan kepala Tujuan a) b) Mengetahui bentuk dan fungsi kepala Mengetahui kelainan yang terdapat di kepala Persiapan alat a) b) Lampu Sarung tangan (jika di duga terdapat lesi atau luka) Prosedur Pelaksanaan • Inspeksi : ukuran lingkar kepala. c. tidak menunjukkan tanda-tanda kekurangan gizi(rambut jagung dan kering) • Palpasi : adanya pembengkakan/penonjolan. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. tidak ada lesi. hidung. bersih. bentuk. setelah diadakan pemeriksaan kuku evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. mulut dan leher 1. rambut. kesimetrisan. hidung. . wajah. Normal: simetris. jumlah dan distribusi rambut. mulut dan leher Posisi klien : duduk . adanya lesi atau tidak. kebersihan rambut dan kulit kepala. telinga. untuk pemeriksaan wajah sampai dengan leher perawat berhadapan dengan klien D) Pemeriksaan kepala. mata. warna. telinga. wajah.

setelah diadakan pemeriksaan wajah evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. tidak pucat/ikterik. Normal: warna sama dengan bagian tubuh lain. 2. dan rahang Normal: tidak ada nyeri tekan dan edema. rambut lebat dan kuat/tidak rapuh. 3. dan edema. dan kesimetrisan. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat. Persiapan alat a) b) c) d) Senter Kecil Surat kabar atau majalah Kartu Snellen Penutup Mata . bentuk. • • Palpasi : nyeri tekan dahi. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. pigmentasi. simetris.• Normal: tidak ada penonjolan /pembengkakan. Pemeriksaan mata Tujuan a) b) Mengetahui bentuk dan fungsi mata Mengetahui adanya kelainan pada mata. • Pemeriksaan wajah Inspeksi : warna kulit. pipi. setelah diadakan pemeriksaan kepala evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal.

(EM. kesimestrisan. Sutrisna. (EM. Pada keadaan ini mata harus akomodasi supaya bayangan benda tepat jatuh di retina. 2). Visus perifer Pada visus ini menggambarkan luasnya medan penglihatan dan diperiksa dengan perimeter. Tajam penglihatan tersebut merupakan derajad persepsi deteil dan kontour beda. simetris bola mata kika. bulu mata. a. Visus sentralis. dkk. kelopak mata. Visus tersebut dibagi dua yaitu: 1). bola mata. virus centralis dekat yang merupakan ketajaman penglihatan untuk melihat benda benda dekat misalnya membaca. menulis dan lain lain. Normal: simetris mata kika.e) Sarung tangan Prosedur Pelaksanaan • Inspeksi: bentuk. Pada keadaan ini mata tidak melakukan akomodasi. Dalam klinis visus sentralis jauh tersebut diukur dengan menggunakan grafik huruf Snellen yang dilihat pada jarak 20 feet atau sekitar 6 meter. Jika hasil pemeriksaan tersebut visusnya e”20/20 maka tajam . dkk. visus centralis jauh merupakan ketajaman penglihatan untuk melihat benda benda yang letaknya jauh. Tes Ketajaman Penglihatan Ketajaman penglihatan seseorang mungkin berbeda dengan orang lain. Fungsi dari visus perifer adalah untuk mengenal tempat suatu benda terhadap sekitarnya dan pertahanan tubuh dengan reaksi menghindar jika ada bahaya dari samping. hal 21). hal 21). alis mata. Visus sentralis ini dibagi dua yaitu visus sentralis jauh dan visus sentralis dekat. warna konjungtiva pink. warna konjunctiva dan sclera (anemis/ikterik). kesimestrisan. dan respon terhadap cahaya. Sutrisna. b. dan sclera berwarna putih. penggunaan kacamata / lensa kontak.

Jika pasien dari awal tidak dapat membaca simbol di Snellen chart maka pasien diminta untuk membaca hitungan jari dimulai jarak 1 meter kemudian mundur. Nilai visus oculi dextra = jarak pasien masih bisa membaca hitungan/60. • Jika pasien juga tetap tidak bisa melihat adanya gerakan tangan. • Pemeriksaan Pergerakan Bola Mata Pemeriksaan pergeraka bola mata dilakukan dengan cara Cover-Uncover Test / Tes Tutup-Buka Mata . maka pasien diminta untuk menunjukkan ada atau tidaknya sinar dan arah sinar (Nilai visus oculi dextra 1/tidak hingga). atas ke bawah. • Pemeriksaan dilakukan dengan meminta pasien menyebutkan simbol di kartu Snellen dari kiri ke kanan. Jika pasien tidak bisa melihat satu simbol maka diulangi lagi dari barisan atas. Melaporkan hasil visus oculi sinistra dan dextra. Meminta pasien duduk menghadap kartu Snellen dengan jarak 6 meter. Jika tetap maka nilai visus oculi dextra = barisan atas/6. sedangkan orang normal dapat melihat sejauh y meter. • Pemeriksaan dilanjutkan dengan menilai visus oculi sinistra dengan cara yang sama. Memberikan penjelasan apa yang harus dilakukan (pasien diminta mengucapkan apa yang akan ditunjuk di kartu Snellen) dengan menutup salah satu mata dengan tangannya tanpa ditekan (mata kiri ditutup dulu). (Pada pasien vos/vodnya “x/y” artinya mata kanan pasien dapat melihat sejauh x meter. • • • Jika pasien juga tidak bisa membaca hitungan jari maka pasien diminta untuk melihat adanya gerakan tangan pemeriksa pada jarak 1 meter (Nilai visus oculi dextranya 1/300). prosedur pemeriksaan visus dengan menggunakan peta snellen yaitu: • • • Memperkenalkan diri dan menjelaskan maksud tujuan pemeriksaan. Pada keadaan tidak mengetahui cahaya nilai visus oculi dextranya nol. salah satunya adalah refraksi anomaly/kelainan pembiasan.penglihatannya dikatakan normal dan jika Visus <20/20 maka tajam penglihatanya dikatakan kurang Penyebab penurunan tajam peglihatan seseorang bermacam macam.

bila terlihat adanya gerakan dari atas (superior) kearah bawah (inferior) pada mata yang baru saja di tutup. berarti terdapat kelainan HYPERPHORIA. dimana terdapat penyimpangan posisi bolamata yang disebabkan adanya gangguan keseimbangan otot-otot bolamata yang sifatnya tersembunyi atau latent. wal hasil akan timbul rasa kurang nyaman atau Asthenopia. berarti terdapat kelainan EXOPHORIA. bila terlihat adanya gerakan dari dalam (nasal) luar kearah (temporal)pada mata yang baru saja di tutup. Sehingga rangsangan untuk berfusi atau menyatu inilah menjadi faktor utama yang membuat otot -otot tersebut berusaha extra atau lebih. otot-otot ekstrinsik atau otot luar bola mata berusaha lebih tegang atau kuat untuk menjaga posisi kedua mata tetap sejajar. • Sewaktu tutup di buka. Sewaktu tutup di buka. berarti terdapat kelainan HYPORPHORIA. namun tidak nyata terlihat. yang pada akhirnya menjadi beban bagi otototot tersebut. Ini berarti mata itu cenderung untuk menyimpang atau juling.Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi adanya Heterophoria. • Pemeriksa memberi perhatian kepada mata yang berada dibelakang penutup. Pada phoria. Alat/sarana yang dipakai: . • • Sewaktu tutup di buka. • Sewaktu tutup di buka. Heterophoria berhubungan dengan kelainan posisi bola mata. maka deviasi atau peyimpangan laten atau tersembunyi akan terlihat. berarti terdapat kelainan ESOPHORIA. atau dipasangkan suatu filter). Dasar pemeriksaan Cover-Uncover Test / Tes Tutup-Buka Mata : • Pada orang yang Heterophoria maka apabila fusi kedua mata diganggu (menutup salah satu matanya dengan penutup/occluder. bila terlihat adanya gerakan dari luar (temporal) kearah dalam (nasal) pada mata yang baru saja di tutup. bila terlihat adanya gerakan dari bawah (inferior) kearah atas (superior) pada mata yang baru saja di tutup.

Untuk itu metode ini sering kita ikuti dengan metode tutup mata bergantian (Alternating Cover Test). Perhatian dan konsentrasi pemeriksa selalu pada mata yang ditutup. Sewaktu tutup di buka. berarti terdapat kelainan HYPOPHORIA. Pemeriksa menempatkan dirinya di depan pasien sedemikian rupa. Sewaktu tutup di buka. bila terlihat adanya gerakan dari atas (superior) kearah bawah (inferior)) pada mata yang baru saja di tutup. 4. Hyperphoria dinyatakan dengan inisial = X (gambar E) 7. Minta pasien untuk selalu melihat dan memperhatikan titik fiksasi.• • Titik/lampu untuk fiksasi Jarak pemeriksaan : o o Jauh : 20 feet (6 Meter) Dekat : 14 Inch (35 Cm) • Penutup/Occluder Prosedur Pemeriksaan : 1. bila terlihat adanya gerakan dari dalam (nasal) luar kearah (temporal)pada mata yang baru saja di tutup. sehingga apabila terjadi gerakan dari mata yang barusa saja ditutup dapat di lihat dengan jelas atau di deteksi dengan jelas. Untuk mendeteksi Heterophoria yang kecil. berarti terdapat kelainan EXOPHORIA. jika objek jauh kurang jelas. bila terlihat adanya gerakan dari bawah (inferior) kearah atas (superior) pada mata yang baru saja di tutup. Exophoria dinyatakan dengan inisial = X (gambar D) 5. bila terlihat adanya gerakan dari luar (temporal) kearah dalam (nasal) pada mata yang baru saja di tutup. maka gunakan kacamata koreksinya. Sewaktu tutup di buka. berarti terdapat kelainan HYPERPHORIA. 3. seringkali kita tidak dapat mengenali adanya suatu gerakan. seolah kondisi mata tetap di tempat. Esophoria dinyatakan dengan inisial = E (gambar C) 6. . 2. Sewaktu tutup di buka. berarti terdapat kelainan ESOPHORIA. Hypophoria dinyatakan dengan inisial = X (gambar F) 8.

gendang telinga. integritas kulit bagus. dan fungsi pendengaran. liang telinga (cerumen/tanda-tanda infeksi). Pemeriksaan Rinne . posisi telinga. • Palpasi : nyeri tekan aurikuler. Normal: bentuk dan posisi simetris kika. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. 4. setelah diadakan pemeriksaan telinga evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. saluran telinga. integritas. warna sama dengan kulit lain. Persiapan Alat a) b) c) d) Arloji berjarum detik Garpu tala Speculum telinga Lampu kepala Prosedur Pelaksanaan • Inspeksi : bentuk dan ukuran telinga.. warna. mastoid. dan tragus Normal: tidak ada nyeri tekan. tidak ada tanda-tanda infeksi. Pemeriksaaan Telinga Dengan Menggunakan Garpu Tala a. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. alat bantu dengar. dan alat bantu dengar. kesimetrisan. Pemeriksaan telinga Tujuan Mengetahui keadaan telinga luar.Setelah diadakan pemeriksaan mata evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal.

Catat hasil pemeriksaan dengan pendengaran tersebut 5 Pemeriksan hidung dan sinus Tujuan a) b) Mengetahui bentuk dan fungsi hidung Menentukan kesimetrisan struktur dan adanya inflamasi atau infeksi Persiapan Alat a) Spekulum hidung .1. Pemeriksaan Webber Pegang garpu tala pada tangkainya dan pukulkan ke telapak atau buku jari yang berlawanan. 4. b. 2. Letakkan tangkai garpu tala di tengah puncak kepala klien . Angkat garpu tala dan dengan cepat tempatkan di depan lubang telinga klien 1-2 cm dengan posisi garpu tala parallel terhadap lubang telinga luar klien. 6. Instruksikan klien untuk member tahu apakah ia masih mendengarkan suara atau tidak. 3. 3. Letakkan tangkai garpu tala pada prosesus mastoideus klien. 4. Catat hasil pemeriksaan pendengaran tersebut. Tanyakan pada klien apakah bunyi terdengar sama jelas pada kedua telinga atau lebih jelas pada salah satu telinga. 1. Pegang agrpu tala pada tangkainya dan pukulkan ke telapak atau buku jari tangan yang berlawanan. 5. 2. Anjurkan klien untuk memberi tahu pemeriksa jika ia tidak merasakan getaran lagi.

kesimetrisan). dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. tidak ada lesi. rongga. sumbatan. • Palpasi dan Perkusi frontalis dan. tanda2 infeksi) Normal: simetris kika. perdarahan dan tanda-tanda infeksi. warna sama dengan warna kulit lain. tidak ada sumbatan. ukuran. warna. hidung internal (kemerahan. pendarahan). dan septum deviasi) Normal: tidak ada bengkak dan nyeri tekan.b) c) d) Senter kecil Lampu penerang Sarung tangan (jika perlu) Prosedur Pelaksanaan • Inspeksi : hidung eksternal (bentuk. lesi. nyeri. maksilaris (bengkak. 6 Pemeriksaan mulut dan bibir Tujuan Mengetahui bentuk kelainan mulut Persiapan Alat a) b) c) d) Senter kecil Sudip lidah Sarung tangan bersih Kasa . sekret. hidung ( lesi. setelah diadakan pemeriksaan hidung dan sinus evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal.

Normal: warna mukosa mulut dan bibir pink. perdarahan/ radang gusi. tidak ada lesi dan stomatitis • Inspeksi dan palpasi strukur dalam : gigi lengkap/penggunaan gigi palsu. lidah simetris. yang terdiri dari 16 buah di rahang atas dan 16 buah di rahang bawah.Prosedur Pelaksanaan • Inspeksi dan palpasi struktur luar : warna mukosa mulut dan bibir. kesimetrisan. posisi lidah. 7 Pemeriksaan leher Tujuan a) b) Menentukan struktur integritas leher Mengetahui bentuk leher serta organ yang berkaitan . dan stomatitis. langit2 utuh dan tidak ada tanda infeksi. warna. warna pink. Akhirnya pada usia enam tahun hingga empat belas tahun. tidak ada tanda-tanda gigi berlobang atau kerusakan gigi. usia 16-19 bulan berjumlah 16 buah (8 dirahang atas dan 8 dirahang bawah). Pada usia 6 bulan gigi berjumlah 2 buah (dirahang bawah). Pada anak-anak gigi sudah mulai tumbuh pada usia enam bulan. Gigi lengkap pada orang dewasa berjumlah 36 buah. dan keadaan langit2. gigi tersebut mulai tanggal dan dig anti gigi tetap. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. dan pada usia 20-30 bulan berjumlah 20 buah (10 dirahang atas dan 10 dirahang bawah) setelah diadakan pemeriksaan mulut dan bibir evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. usia 12-15 bulan gigi berjumlah 12 buah (6 dirahang atas dan 6 dirahang bawah). • Normal: gigi lengkap. tidak ada perdarahan atau radang gusi. usia 9-11 bulan berjumlah 8 buah(4 dirahang atas dan 4 dirahang bawah). lembab. usia 7-8 bulan berjumlah 7 buah(2 dirahang atas dan 4 dirahang bawah) . lesi. Gigi pertama tumbuh dinamakan gigi susu di ikuti tumbuhnya gigi lain yang disebut gigi sulung. tekstur .

konsistensi. • Inspeksi dan auskultasi arteri karotis: lokasi pulsasi Normal: arteri karotis terdengar. • Auskultasi : bising pembuluh darah. nyeri. konsistensi. tidak ada nyeri. 8 Pemeriksaan dada( dada dan punggung) Posisi klien: berdiri.batas.c) Memeriksa system limfatik Persiapan Alat Stetoskop Prosedur Pelaksanaan • Inspeksi leher: warna integritas. integritas kulit baik. gerakan/perlengketan pada kulit). pembesaran). Normal: warna sama dengan kulit lain. pembesaran. tidak ada pembesaran kelenjer gondok.limfe. Setelah diadakan pemeriksaan leher evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. bentuk simetris. kelenjer limfe (letak. tidak ada pembesaran kel. tidak ada nyeri. duduk dan berbaring Cara/prosedur: A) System pernafasan Tujuan : . kelenjer parotis (letak. • Inspeksi dan palpasi kelenjer tiroid (nodus/difus. bentuk simetris. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut.gondok. terlihat/ teraba) Normal: tidak teraba pembesaran kel. nyeri.

sifat. Mengetahui adanya nyeri tekan. pembengkakan/ penonjolan. edema.a) dada b) c) Mengetahui bentuk. pergerakan dada. lesi. masa.) Normal: integritas kulit baik. (perawat berdiri dibelakang pasien. kedalaman. tractile fremitus. eksrusi diafragma (konsistensi dan bandingkan satu sisi dengan satu sisi lain pada tinggi yang sama dengan pola berjenjang sisi ke sisi) Normal: resonan (“dug dug dug”). ekspansi. massa dan lesi. tidak ikterik/sianosis. nyeri. irama pernafasan. bentuk/postur dada. keadaan kulit. ekspansi simetris. jika bagian udara lebih besar dari bagian . dan upaya pernafasan/penggunaan otot-otot bantu pernafasan). tidak ada nyeri tekan/massa/tanda-tanda peradangan. traktil premitus Persiapan alat a) b) c) Stetoskop Penggaris centimeter Pensil penada Prosedur pelaksanaan • Inspeksi : kesimetrisan. jika bagian padat lebih daripada bagian udara=pekak (“bleg bleg bleg”). warna kulit. warna kulit sama dengan warna kulit lain. kesimetrisas. • Perkusi: paru. gerakan nafas (frekuensi. instruksikan pasien untuk mengucapkan angka “tujuh-tujuh” atau “enam-enam” sambil melakukan perabaan dengan kedua telapak tangan pada punggung pasien. bentuk dan postur normal. tidak ada pembengkakan/penonjolan/edema • Palpasi: Simetris. tidak ada tanda-tanda distress pernapasan. taktil vremitus cendrung sebelah kanan lebih teraba jelas. • Normal: simetris. irama. peradangan. dan dinding Mengetahui frekuensi.

brochial. bronchus. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. di atas manubrium dan di atas trachea) Normal: bunyi napas vesikuler. B) System kardiovaskuler Tujuan a) b) c) d) Mengetahui ketifdak normalan denyut jantung Mengetahui ukuran dan bentuk jantug secara kasar Mengetahui bunyi jantung normal dan abnormal Mendeteksi gangguan kardiovaskuler Persiapan alat a) b) Stetoskop Senter kecil Prosedur pelaksanaan • • Inspeksi : Muka bibir. konjungtiva. tracheal. batas jantung=bunyi rensonan---hilang>>redup. . paru.padat=hiperesonan (“deng deng deng”). • Auskultasi: suara nafas. arteri karotis Palpasi: denyutan Normal untuk inspeksi dan palpasi: denyutan aorta teraba. (dengarkan dengan menggunakan stetoskop di lapang paru kika. di RIC 1 dan 2. Setelah diadakan pemeriksaan dada evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. trachea. bronchovesikuler. vena jugularis.

simetris. (gunakan bagian diafragma dan bell dari stetoskop untuk mendengarkan bunyi jantung. Setelah diadakan pemeriksaan system kardiovaskuler evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. pada RIC 4.7. putting.10 cm ke arah kiri dari garis mid sterna. aerola.• Perkusi: ukuran. • Setelah diadakan pemeriksaan dadadan aksila evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. dan dari atas ke bawah sampai bunyi redup) Normal: batas jantung: tidak lebih dari 4. . dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. bentuk. dan penyebaran vena Inspeksi dan palpasi aksila: nyeri. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. perbesaran nodus limfe.dan 8. dan batas jantung (lakukan dari arah samping ke tengah dada. 9 Dada dan aksila Tujuan a) b) Mengetahui adanya masa atau ketidak teraturan dalam jaringan payudara Mendeteksi awal adanya kanker payudara Persiapan alat a) Sarung tangan sekali pakai (jika diperlukan) Prosedur pelaksanaan • • Inspeksi payudara: Integritas kulit Palpasi payudara: Bentuk.5. • Normal: terdengar bunyi jantung I/S1 (lub) dan bunyi jantung II/S2 (dub). • Auskultasi: bunyi jantung. ukuran. konsistensi. tidak ada bunyi jantung tambahan (S3 atau S4). arteri karotis.

a. tidak ikterik tidak terdapat ostomy. warna kulit. pelebaran vena. dan gerakan dinding perut. distensi. tonjolan. • Auskultasi : suara peristaltik (bising usus) di semua kuadran (bagian diafragma dari stetoskop) dan suara pembuluh darah dan friction rub :aorta. lesi. tonjolan. Normal: simetris kika. .10 Pemeriksaan Abdomen (Perut) Posisi klien: Berbaring Tujuan a) b) c) Mengetahui betuk dan gerakan-gerakan perut Mendengarkan suara peristaltic usus Meneliti tempat nyeri tekan. Persiapan a) b) c) d) e) f) Posisi klien: Berbaring Stetoskop Penggaris kecil Pensil gambar Bntal kecil Pita pengukur Prosedur pelaksanaan • Inspeksi : kuadran dan simetris. scar. kelainan umbilicus. warna dengan warna kulit lain. a. kelainan umbilicus. organ-organ dalam rongga perut benjolan dalam perut. distensi. contour. pelebaran vena. illiaka (bagian bell).renalis. ostomy.

dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. perhatikan jika klien merasa nyeri dan bagaiman kualitas bunyinya. lokasi. ginjal kiri dan kanan): massa. tulang dan persendian 2. dan nyeri. Meteran Posisi klien: Berdiri. bila hepar dan limfa membesar=redup dan apabila banyak cairan = hipertimpani Palpasi semua kuadran (hepar.dengan cara perawat menghangatkan tangan terlebih dahulu • • Normal: tidak teraba penonjolan tidak ada nyeri tekan. nyeri irregular. arteri iliaka dan aorta. limfa. karakteristik organ. Mengetahui adanya mobilitas. kekuatan atau adanya gangguan pada bagianbagian tertentu. Alat : 1. siku. • • • • Perkusi hepar: Batas Perkusi Limfa: ukuran dan batas Perkusi ginjal: nyeri Normal: timpani. tangan) Tujuan : 1. • Perkusi semua kuadran : mulai dari kuadran kanan atas bergerak searah jarum jam. duduk . tidak ada massa dan penumpukan cairan Setelah diadakan pemeriksaan abdomen evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal.Normal: suara peristaltic terdengar setiap 5-20x/dtk. adanya asistes. Memperoleh data dasar tetang otot. terdengar denyutan arteri renalis. • 11 Pemeriksaan ekstermitas atas (bahu.

Palapasi: denyutan a. a. dan brachioradialis. ROM aktif. kekuatan dan tonus otot Normal: simetris kika. kekuatan otot penuh • Palpasi : a.brachialis dan a. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. kekuatan otot penuh. femoralis. integritas kulit. radialis . ROM. Normal: simetris kika.• Inspeksi struktur muskuloskletal : simetris dan pergerakan. kekuatan dan tonus otot. Normal: reflex patella dan archiles positif • Setelah diadakan pemeriksaan ekstermitas bawah evaluasi hasil yang di dapat dengan membandingkan dengan keadaan normal. bisep. ROM aktif. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. integritas kulit baik. dorsalis pedis: denyutan Normal: teraba jelas • Tes reflex :tendon patella dan archilles. pergelangan kaki dan telapak kaki) • Inspeksi struktur muskuloskletal : simetris dan pergerakan. a. lutut. • • Normal: teraba jelas Tes reflex :tendon trisep. integritas kulit baik. posisi dan letak. 12 Pemeriksaan ekstermitas bawah (panggul. . poplitea. Normal: reflek bisep dan trisep positif Setelah diadakan pemeriksaan ekstermitas atas evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. Integritas ROM.

Penetangan untuk pemeriksaan Prosedur Pelaksanaan 1. 2. Memeriksa kangker rectal dll Alat : 1. Mengetahui kondisi anus dan rectum 2. anus. edema. luka atau iritasi. Melihat dan mengetahui organ-organ yang termasuk dalam genetalia. Sarung tangan sekali pakai 2. Alat : 1. Lampu yang dapat diatur pencahayaannya 2. 3. pengeluaran cairan atau darah. infeksi. rectum) Posisi Klien : Pria berdiri dan wanita litotomy Tujuan: 1. Zat pelumas 3. Wanita: . Mengetahui kemajuan proses persalinan pada ibu hamil atau persalinan. Sarung tangan Pemeriksaan rectum Tujuan : 1. Melakukan perawatan genetalia 4. Mengetahui intregritas spingter anal eksternal 4. Mengetahui adanya abnormalitas pada genetalia.13 Pemeriksaan genitalia (alat genital. Menentukan adanya masa atau bentuk tidak teratur dari dinding rektal 3. tumor/ benjolan. misalnya varises.

2. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. • Normal: tidak ada nyeri. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. fistula ani.• • Inspeksi genitalia eksternal: mukosa kulit. integritas kulit. semetris tidak ada edema dan tanda-tanda infeksi (pengeluaran pus /bau) • • • Inspeksi vagina dan servik : integritas kulit. hemoroid. • Setelah diadakan pemeriksaan di adakan pemeriksaan genitalia evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. integritas kulit baik. • Normal: tidak ada nyeri . pengeluaran dan perdarahan. tidak ada pengeluaran pus atau darah • Inspeksi dan palpassi skrotum: integritas kulit. . tidak terdapat edema / hemoroid/ polip/ tanda-tanda infeksi dan pendarahan. massa. nyeri dan tonjolan • Pemeriksaan anus dan rectum : feses. • Setelah diadakan pemeriksaan dadadan genitalia wanita evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. ukuran dan bentuk. fistula ani pengeluaran dan perdarahan. tidak terdapat edema / hemoroid/ polip/ tanda-tanda infeksi dan pendarahan. massa Pemeriksaan anus dan rectum: feses. nyeri. massa edema. edema. mukosa lembab. nyeri. haemoroid. turunan testes dan mobilitas. konsistensi dan. massa dan pengeluaran Normal: integritas kulit baik. contour simetris. massa. edema. • • Pria: Inspeksi dan palpasi penis: Integritas kulit. massa. Normal: bersih. pengeluaran Palpasi vagina. uterus dan ovarium: letak ukuran. tidak ada masa atau pembengkakan. pengeluaran.

Sebagian besar institusi memiliki format khusus yang mempermudah pencatatan data pemeriksaan. Temuan dari pengkajian fisik dimasukkan ke dalam rencana asuhan. Format SOAPIE. Perawat membuat pengukuran yang akurat. yaitu diagnose keperawatan dan pernyataan tentang kemajuan atau kemunduran klien 4. untuk berjaga-jaga seandainya perlu memeriksa kembali informasi atau mendapatkan data tambahan. Plan (Perencanaan). Assessment (pengkajian) . palpasi. Dokumentasi Perawat dapat memilih untuk mencatat hasil dari pengkajian fisik pada pemeriksaan atau pada akhir pemeriksaan. 3. Pengukuran tersebut menentukan tercapainya atau tidak hasil asuhan yang di harapkan.2. Keterampilan pengkajian fisik meningkatkan evaluasi tindakan keperawatan melalui pemantauan hasil asuhan fisiologis dan perilaku. yaitu apa yang di observasi. Data (riwayat) Subjektif. Keterampilan pengkajian fisik yang sama di gunakan untuk mengkaji kondisi dapat di gunakan sebagai tindakan evaluasi setelah asuhan diberikan. inspeksi. Evaluasi Perawat bertanggung jawab untuk asuhan keperawatan yang mereka berikan dengan mengevaluasi hasil intervensi keperawatan. Perawat meninjau semua hasil sebelum membantu klien berpakaian. Perawat tidak bergantung sepenuhnya pada intuisi ketika pengkajian fisik dapat digunakan untuk mengevaluasi keefektifan asuhan. dan objektif melalui pengkajian fisik.6. perkusi dan auskultasi oleh perawat. Data di dokumentasikan berdasarkan format SOAPIE.7. terperinci. terdiri dari: 1. yaitu rencana perawatan klien . yang hamper sama dengan langkah-langkah proses keperawatan. Data (fisik) Objektif. yaitu apa yang dilaporkan klien 2. 2.

. Evaluation (evaluasi).5. yaitu tinjauan hasil rencana yang sudah di implementasikan. Implementation (pelaksanaan). yaitu intervensi keperawatan dilakukan berdasarkan rencana 6.

BAB III PENUTUP 3.2. sewaktu-waktu sesuai kebutuhan klien. menentukan masalah dan merencanakan tindakan keperawatan yang tepat bagi klien. Saran Agar pemeriksaan fisik dapat dilakukan dengan baik.1. Pemeriksaan fisik Mutlak dilakukan pada setiap klien. sistematis. tertama pada klien yang baru masuk ke tempat pelayanan kesehatan untuk di rawat. untuk memperoleh data yang sistematif dan komprehensif. baik untuk untuk menegakkan diagnosa keperawatan . Jadi pemeriksaan fisik ini sangat penting dan harus di lakukan pada kondisi tersebut. secara rutin pada klien yang sedang di rawat. memastikan/membuktikan hasil anamnesa. baik klien dalam keadaan sadar maupun tidak sadar. 3. maupun untuk mengevaluasi hasil dari asuhan keperawatan. memilih intervensi yang tepat untuk proses keperawatan. dan dilakukan dengan prosedur yang benar. Kesimpulan Pemeriksaan fisik dalah pemeriksaan tubuh klien secara keseluruhan atau hanya bagian tertentu yang dianggap perlu. maka perawat harus memahami ilmu pemeriksaan fisik dengan sempurna dan pemeriksaan fisik ini harus dilakukan secara berurutan. Pemeriksaan fisik menjadi sangat penting karena sangat bermanfaat. .

Jakarta. Pemeriksaan Fisik dan Riwayat Kesehatan. Buku Saku Pemeriksaan Fisik dan Riwayat Kesehatan Bates.DAFTAR PUSTAKA • Admit. Pemeriksaan Fisik. • Bates. EGC • • Burnside. 2008. John W. Diagnosis Fisik. EGC . EGC Bickley.com/tag/pemeriksaanfisik/( online) diakses 17 September 2010. Jakarta. http://nursingbegin. Jakarta. Lynn S. 1998. Barbara. 1995.

3. • Kusyanti.Pemeriksaan Fisik system Kardiovaskuler. Eni. 2005). Gravity 2. Body Mechanics / Mekanika Tubuh Mekanika Tubuh A. Body Alignment (Postur Tubuh) Susunan geometrik bagian-bagian tubuh dalam hubungannya dengan bagian tubuh yang lain. Koordinated body movement (Gerakan tubuh yang terkoordinir) Dimana body mekanik berinteraksi dalam fungsi muskuloskeletal dan sistem syaraf. Pergerakan dasar yang digunakan dalam Body Mekanik . bergerak. membungkuk. The Care Of Wound A Guides For Nurses. 2006. dan melakukan aktivitas sehari-hari ( Potter & Perry. B. Prinsip body mekanik 1. 2.Balckwell Publishing. Body Mekanik meliputi 3 elemen dasar yaitu : 1. C.• Candrawati.2005.Diakases tanggal 18 September 2010 • Dealey. Keterampilan dan Prosedur Laboratorium. Jakarta: EGC.Navarra.dkk. Balance (Keseimbangan) 3. Carol. Pengertian Mekanika Tubuh adalah suatu usaha mengkoordinasikan sistem muskuloskeletal dan sistem syaraf dalam mempertahankan keseimbangan. Weight (berat) D. line gravity dan base of support. Balance / Keseimbangan Keseimbangan tergantung pada interaksi antara pusat gravity. Susiana. postur dan kesejajaran tubuh selama mengangkat.

3. Situasi dan kebiasaan 7. 2. Ligamen Ligamen merupakan bagian yang menghubungkan tulang dengan tulang. posisi kaki dan tubuh sewaktu menarik (seperti condong ke depan dari panggul). 5. 3. Otot memiliki origo dan insersinya tulang. diantaranya ketinggian. sangat berhubungan dg ukuran base of support 2. Walking / berjalan Kestabilan berjalan. pinggul. yaitu suatu jaringan ikat yang melekat sangat kuat pada tempat insersinya tulang. Nutrisi 4. letak benda. fungsi mekanis untuk membentuk rangka dan tempat melekatnya berbagai otot. lengan atas dan siku diletakkan pada permukaan tempat tidur. Ligamen pada lutut merupakan penjaga stabilitas. fungsi tempat sumsum tulang dalam membentuk sel darah. lutut dan pergelangan kaki ditekuk dan lalu lakukan penarikan. 4. Pengetahuan F. sodorkan telapak tangan dan lengan atas dibawah pusat gravitasi pasien. 4. Pulling / menarik Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menarik benda. dan fungsi pelindung organ-organ dalam. Gaya hidup 8. Pemenuhan kebutuhan tubuh akan nutrisi sangat penting karena mempengaruhi produksi energi yang digunakan untuk mobilisasi. Emosi 6.3. Status kesehatan 2. Sistem syaraf . Otot dan tendo Tubuh memiliki mempunyai kemampuan berkontraksi yang memungkinkan tubuh bergerak sesuai keinginan. ketika seseorang mengangkat obyek yg terletak dibawah pusat grativitas tubuh. Kondisi kesehatan seseorang akan berpengaruh terhadap keseimbangan tubuh sehingga aktivitasnya menjadi terganggu. Tulang Tulang merupakan organ yang mempunyai berbagai fungsi. Pivoting / berputar Pivoting adalah suatu tehnik dimana tubuh dibungkukkan dlm rangka menghindari terjadinya resiko keseleo tulang E. Squating / jongkok Squating mempertinggi atau meningkatkan keseimbangan tubuh. Sistem tubuh yang berperan dalam kebutuhan aktivitas: 1.1. serta dihubungkan dengan tulang melalui tendon. Faktor-faktor yang mempengaruhi body mekanik : 1. fungsi sebagai tempat menyimpan mineral kususnya kalsium dan fosfor yang bisa dilepaskan setiap saat sesuai kebutuhan.

5. Mengangkat pasien ke atas tempat tidur (48%) Membantu pasien turun dari tempat tidur (30%) Memindahkan bed (27%) Mengangkat pasien keatas brankat(22%) A. Membantu pasien duduk Pengertian:Suatu tindakan keperawatan yang dilakukan pada klien yang imobilisasi atau klien lemah untuk memberikan bantuan duduk ditempat tidur.Tujuan:Mengurangi risiko cedera muskuloskeletal pada semua orang yang terlibat. Macam-macam bodi mekanik Body alignment a. G. 4. Membantu pasien berdiri Pengertian:Suatu tindakan keperawatan yang dilakukan pada klien yang imobilisasi atau klien lemah untuk memberikan bantuan berdiri. Bagian somatis memiliki fungsi sensorik dan motorik. Kerusakan pada syaraf pusat seperti kerusakan tulang belakang akan menyebabkan kelemahan umum.b. memberikan daftar penyebab cidera belakang yang paling sering terjadi pada perawat yang bekerja di rumah sakit yaitu : 1. Cidera belakang Harber (1985). Mengatur berbagai posisi klien 1) Posisi fowler . sedangkan kerusakan saraf tepi menyebabkan terganggunya daerah yang diinervasi dan kerusakan pada saraf radial akan menyebabkan drop hand atau gangguan sensorik di daerah radial tangan. 1.Syaraf terdiri dari syaraf pusat (otak dan medula spinalis) dan syaraf tepi (percabangan dari syaraf pusat). Sendi Sendi merupakan tempat dua atau lebih tulang bertemu. 2. Konsekuensi body mekanik yang buruk 1. Jatuh 2.c. 3.

. Tujuannya untuk mempertahankan kenyamanan dan memfasilitasi fungsi kenyamanan pasien. posisi kaki fleksi dengan telapak kaki datar diatas tempat tidur. kedua lengan berada di samping sisi tubuh. Fowler : 45 – 90o dan Semi fowler : 15 – 45o 2) Posisi dorsal recumbent Adalah dimana posisi kepala dan bahu pasien sedikit mengalami elevasi diatas bantal. Mengatasi kesulitan pernafasan & KV pernafasan pasien. Tujuan : tindakan menurunkan tekanan intrakranial pada pasien trauma kapitis.Posisi fowler adalah posisi setengah duduk atau duduk. Melakukan aktivitas ttu. dimana bagian kepala tempat tidur lebih tinggi atau dinaikkan setinggi 15°. serta pada proses persalinan 3) Posisi Trendelenburg Adalah posisi pasien berbaring di TT dg bagian kepala lebih rendah daripada bagian kaki Tujuan : Melancarkan peredaran darah ke otak 4) Posisi antitrendelenberg Adalah posisi pasien berbaring di TT dengan kaki lebih tinggi dari kepala.90°. pasang cateter. Tujuannya untuk memeriksa daerah genetalia.

6) Posisi lateral (side lying) Yaitu seorang tidur diatas salah satu sisi tubuh. Tujuan posisi ini : Mengurangi lordosis & meningkatkan kelurusan punggung . datar dengan kepala dan bahu sedikit elevasi dengan menggunakan bantal. Mencegah terjadinya fleksi kontraktur dari pinggul dan sendi. . Ini biasanya disebut berbaring telentang. dengan membentuk fleksi pada pinggul dan lutut bagian atas dan meletakkannya lebih depan dari bagian tubuh yang lain dengan kepala menoleh kesamping. sekitar tiga inci di bawah kepala tempat tidur. Kedua lengan fleksi disamping kepala. Posisi pasien harus di tengah-tengah tempat tidur. Membantu menghilangkan tekanan pada sakrum 7) Posisi supine/ terlentang. Baik untuk posisi tidur & istirahat.5) Posisi pronasi/ tengkurap Adalah dimana posisi pasien berbaring diatas abdomen dengan kepala menoleh kesalah satu sisi. Membantu drainase dari mulut. Posisi ini memiliki beberapa tujuan diantaranya : • • • Memberikan ekstensi penuh pada persendian pinggul dan lutut.

Tujuan : Klien pasca operasi dengan anestesi spinal. Tujuan posisi ini : • • • • • untuk memberikan kenyamanan dan memberikan obat per anus (supositoria). Memfasilitasi drainase dari mulut pada klien tidak sadar Mengurangi penekanan pada sakrum & trokanter mayor pada klien paralisis Memudahkan pemeriksaan perineal Untuk tindakan pemberian enema 9) Posisi Genu pectoral/knee chest position posisi pasien berbaring dengan kedua kaki ditekuk dan dada menempel pada bagian alas TT Tujuan : memeriksa daerah rectum & sigmoid 10) Posisi Litotomi . 8) Posisi Sim’s Adalah posisi dimana tubuh miring kekiri atau kekanan. Mengatasi masalah yg timbul akibat pemberian posisi pronasi yg tidak tepat.

melatih dan meningkatkan mobilisasi. Memindahkan klien dari tempat tidur (TT) ke kursi roda Pengertian : Memindahkan klien dari tempat tidur ke kursi roda 2. Ambulasi Memindahkan klien dari tempat tidur (TT) ke kursi/ kursi roda 1). memasang alat kontrasepsi 11) Posisi Orthopneik posisi adaptasi dari fowler tinggi. 1. Memindahkan klien dari tempat tidur (TT) ke brankard (TT) dan sebaliknya Memindahkan klien dari TT ke brankard/ TT dan sebaliknya dengan cara diangkat. . Membantu klien dengan alat bantu jalan (Kruk) Tujuan : Membantu melatih kemampuan gerak klien. Membantu klien berjalan Tujuan: Memulihkan kembali toleransi aktivitas. Mencapai kestabilan klien dalam berjalan. Memindahkan klien dari tempat tidur ke kursi Pengertian : Memindahkan klien yang tirah baring ke kursi 2). Memindahkan klien dari TT ke brankar/ TT dan sebaliknya dengan easy move Memindahkan klien dari TT ke brankard dan sebaliknya dengan Scoop Stretcher 3.posisi pasien berbaring terlentang dengan mengangkat kedua kaki dan menariknya keatas bagian perut Tujuan : Merawat atau memeriksa genetalia pada proses persalinan. membantu klien yg mengalami inhalasi 2. Klien duduk di TT atau tepi TT dg meja yang menyilang diatas TT (90o) Tujuan : membantu mengatasi masalah kesulitan bernafas dg ekspansi dada maksimum. 1) 2) 3). Mencegah terjadinya kontraktur sendi dan flaksid otot 4. Manfaat : Klien mampu berjalan dengan menggunakan alat bantu dan meningkatnya kemampuan mobilisasi klien.

Lateral dan posterior. Perencanaan Keperawatan Nyeri akut b. 3) Langkah lembut. Pasien dalam posisi berdiri dengan kepala tegak dan mata lurus kedepan serta bahu dan pinggul harus lurus dan sejajar. kemudian tubuh ditopang dengan kasur yang cukup dan vertebra harus lurus dengan alas yang ada . Posisi duduk Pada saat keadaan ini normalnya kepala dan dada akan akan memiliki keadaan yang sama pada saat posisi berdiri yaitu kepala pasien harus tegak lurus dengan leher dan verterba kolumna telapak kaki lurus berpijak pada lantai. 2) Tumit menyentuh tanah terlebih dahulu sebelum jari-jari kaki. kecuali pada orang tua mungkin 40 X per menit. terkoordinasi dan ritmik 4) Mudah untuk memulai dan mengakhiri berjalan 5) Jumlah langkah per menit (pace) 70-100 X per menit. Pasien yang dalam keadaan abnormal akan mengalami kelemahan otot atau pralis otot serta adanya sensasi (kerusakan saraf) Posisi berbaring Letakan pasien pada posisi lateral semua bantal dan penyokong posisi dipindahkan dari tempat tidur. apabila posisi tidak sesuai dengan posisi berdiri yang benar maka dapat diidentifikasikan bahwa ada gangguan pada otot dan tulang pasien.duduk maupun berbaring. punggung tegak.d terputusnya kontinuitas jaringan tulang Definisi: perasaan sensori dan emosional yang tidak menyenangkan yang muncul akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau digambarkan dalam hal kerusakan sedemikian . Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengkaji antara lain : Posisi berdiri Lakukan inspeksi melalui sudut pandang secara : Anterior. pandangan lurus kedepan. Nyeri akut berhubungan dengan terputusnya kontinuitas jaringan tulang 2.Asuhan Keperawatan pada klien dengan gangguan bodi mekanik Pengkajian Untuk melakukan pengkajian body mekanik dan alignment lakukan inspeksi terhadap pada pasien pada saat berdiri. Diagnosa Keperawatan 1. Cara berjalan Dikaji untuk mengetahui mobilitas dan kemungkinan resiko cedera akibat dari terjatuh. pasien diminta berjalan sepanjang 10 langkah kemudian perawat memperhatikan hal-hal berikut ini : 1) Kepala tegak. Resiko cedera berhubungan dengan gangguan keseimbangan yang disertai kelemahan otot 4. maka terdapat penurunan sensasi atau gangguan sirkulasi serta adanya kelemahan. apabila dijumpai kelainan pada pasien. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan gangguan neurovasculer 3.

d gangguan neuromuskuler. Intervensi: 1) Pastikan keterbatasan gerak sendi yang dialami. 4) Ajarkan ROM exercise aktif dan pasif. S. 4) Klien bisa melakukan aktivitas. Q.rupa. 2) Motivasi klien untuk mempertahankan pergerakan sendi. 8) Jelaskan manfaat ROM aktif dan pasif 9) Kolaborasi dengan fisioterapi Pelaksanaan (cheklist terlampir) Bodi alignment • • • Membantu klien dengan masalah berdiri dan duduk Mengatur berbagai posisi klien Papan sandaran . 6) Ajarkan teknik non farmakologik (relaksasi. 3) pastikan klien bebas dari nyeri sebelum diberikan latihan. 5) Berikan tindakan kenyamanan. latih ROM pasif dan aktif 5) Anjurkan dan Bantu klien duduk di tempat tidur sesuai toleransi. 7) Fasilitasi penggunaan alat Bantu. R. Tujuan: 1) Klien mengatakan nyeri yang dirasakan berkurang. Definisi: keterbatasan pada pergerakan fisik tubuh atau satu atau lebih ekstrimitas secara mandiri dan terarah Tujuan: 1) Aktivitas fisik meningkat 2) ROM normal 3) Melaporkan perasaan peningkatan kekuatan dalam bergerak. dll) untuk menurunkan nyeri. T) 2) Eksplor faktor-faktor penyebab nyeri 3) Kaji pengalaman klien masa lalu dalam mengatasi nyeri. jadual. 4) Pantau tanda-tanda vital. 2) Klien dapat mendeskripsikan bagaimana mengontrol nyeri 3) Klien mengatakan kebutuhan istirahat dapat terpenuhi 4) Klien dapat menerapkan metode non farmakologik untuk mengontrol nyeri Intervensi: 1) Identifikasi nyeri yang dirasakan klien (P. fantasi. 6) Atur posisi setiap 2 jam atau sesuai toleransi. awitan yang tiba-tiba atau lambat dari intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi berlangsung < 6 bulan. 7) Jelaskan prosedur yang dapat meningkatkan nyeri dan mengurangi nyeri 8) Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian: analgetik sesuai indikasi Gangguan mobilitas fisik b. keteraturan.

memakai jaket. Kifosis Diskripsi : peningkatan kelengkungan pada kurva spinal torakal. dimana otot sternokleidomastoideus berkontraksi. Penatalaksanaan: operasi. Macam2 abnormal: a. pemanasan. menggunakan papan tempat tidur. Kifolordosis Diskripsi: kombinasi dari kifosis dan lordosis. penggabungan spinal (berdasarkan penyebab dan tingkat keparahan). Penatalaksanaan: latihan peregangan spinal. topangan. tidur tanpa bantal. atau imobilisasi berdasarkan penyebab dan tingkat keparahan. .Ambulasi • • • Memindahkan klien dari tempat tidur ke (TT) ke kursi/ kursi roda/ brankar dan sebaliknya Membantu klien berjalan Membantu klien dengan alat bantu jalan Evaluasi Evaluasi yang diharapkan dari hasil tindakan keperawatan untuk mengatasi gangguan postur tubuh adalah tidak terjadi perubahan atau kesalahan dalam postur tubuh dan pasien mampu melaksanakan aktifitas dengan mudah serta tidak merasakan kelemahan. Penyebab: kondisi congenital. Penyebab : kondisi congenital. Penyebab: kondisi congenital. b. c. Kelainan postur yg didpat atau congenital mempengaruhi efisiensi system moskuloskeletal. spt kesejajaran tubuh keseimbangan dan penampilan. penyakit tulang atau ricket tuberkolosis spinal. Tortikolis Diskripsi: mencondongkan kepala ke sisi yang sakit. Penatalaksanaan: sama dengan metode yang digunakan untuk kifosis dan lordosis berdasarkan penyebab.

d. penyakit tulang atau ricket. Penyebab: kondisi congenital. h. Diskripsi: kurva anterior pada spinal lumbal yang melengkung berlebihan. gips. paralisis spastic. operasi jika tidak dapat diperbaiki oleh pertumbuhan. g. Penyebab: kondisi congenital. panjang kaki tidak sama Penatalaksanaan: immobilisasi dan operasi (berdasarkan penyebab dan tingkat keparahan). poliomyelitis. Kifoskoliosis Diskripsi: tidak normalnya kurva spinal anteroposteriol dan lateral. poliomyelitis. kor pulmonal.wordpress. Penyebab: kondisi congenital (biasanya dengan kelahiran sungsang). tinggi pinggul dan bahu tidak sama. Penatalaksanaan: latihan peregangan spinal berdasarkan penyebab. kehamilan. e. Penyebab: kondisi congenital.com/nursing/kebutuhan-dasar-manusia-i-kdm-i/bodymechanics-mekanika-tubuh/ . http://beequinn. Penatalaksanaan: mempertahankan abduksi paha yang terus menerus sehingga kaput vemur menekan ke bagian tengah assetatbulum. Dysplasia Pnggung Kongenital Diskripsi: ketidakstabilan pinggul dengan keterbatasan abduksi pinggul. Skoliosis Diskripsi: kurvatura spinal lateral. kondisi temporer missal. pembedahan. beban abduksi. Penatalaksanaan: knee braces. Penatalaksanaan: immobilisasi dan operasi (berdasarkan penyebab dan tingkat keparahan). dan kadang-kadang kontraktur adduksi (kaput vemur tidak bersambung dengan assetatbulum karena abnormal kedangkalan assetatbulum). Lordosis adalah kelainan pada tulang belakang dimana hyperekstensi dari tulang lumbal. Knock-knee (genu varum) diskripsi: kurva kaki yang masuk ke dalam sehingga lutut rapat jika seseorang berjalan. Penyebab: kondisi congenital. f.

SISTEM PERNAFASAN Sistem pernafasan terdiri dari organ pertukaran gas yaitu paru-paru dan sebuah pompa ventilasi yang terdiri atas dinding dada. Oksigenasi adalah peristiwa menghirup udara dari luar yang mengandung Oksigen (O2) kedalam tubuh serta menghembuskan Karbondioksida (CO2) sebagai hasil sisa oksidasi. Ada 3 langkah dalam proses oksigenasi yaitu ventilasi. Udara yang masuk dan keluar terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara antara intrapleura dengan tekanan atmosfer.Diafragma dipersyarafi oleh saraf frenik. perfusi paru dan difusi. PENGERTIAN Oksigen (O2) adalah satu komponen gas dan unsur vital dalam proses metabolisme untuk mempertahankan kelangsungan hidup seluruh sel-sel tubuh. Otot pernapasan inspirasi utama adalah diagfragma. otot-otot pernafasan. isi abdomen. 2. Ventilasi membutuhkan koordinasi otot paru dan thoraks yang elastis serta persyarafan yang utuh. Ventilasi Ventilasi adalah proses keluar masuknya udara dari dan paru-paru. dinding abdomen dan pusat pernafasan di otak. diagfragma. Pada keadaan istirahat frekuensi pernafasan 12-15 kali per menit. dimana pada inspirasi . 1). kardiovaskuler dan hematology. Penyampaian oksigen ke jaringan tubuh ditentukan oleh sistem respirasi (pernafasan).OKSIGENASI 1. jumlahnya sekitar 500 ml. yang keluarnya dari medulla spinalis pada vertebra servikal keempat.

internal interkosa. 2. Kebersihan jalan nafas. Difusi adalah pergerakan molekul dari area dengan konsentrasi tinggi ke area konsentrasi rendah. Difusi udara respirasi terjadi antara alveolus dengan membrane kapiler. Sirkulasi paru merupakan 8-9% dari curah jantung. dimana pada sirkulasi paru adalah darah deoksigenasi yang mengalir dalam arteri pulmonaris dari ventrikel kanan jantung. Kemampuan otot-otot pernafasan seperti diafragma.Darah ini memperfusi paru bagian respirasi dan ikut serta dalam proses pertukaan oksigen dan karbondioksida di kapiler dan alveolus. Perbedaan tekanan pada area membran respirasi akan . otot abdominal. 3). Adekuatnya sistem saraf pusat dan pusat pernafasan 3. adanya sumbatan atau obstruksi jalan napas akan menghalangi masuk dan keluarnya udara dari dan ke paru-paru. Perfusi Paru Perfusi paru adalah gerakan darah melewati sirkulasi paru untuk dioksigenasi. Difusi Oksigen terus-menerus berdifusi dari udara dalam alveoli ke dalam aliran darah dan karbon dioksida (CO2) terus berdifusi dari darah ke dalam alveoli. eksternal interkosa. Sirkulasi paru bersifat fleksibel dan dapat mengakodasi variasi volume darah yang besar sehingga digunakan jika sewaktu-waktu terjadi penurunan voleme atau tekanan darah sistemik. Adekuatnya pengembangan dan pengempisan paru-paru 4. Kepatenan Ventilasi terganutung pada faktor : 1.tekanan intrapleural lebih negative (725 mmHg) daripada tekanan atmosfer (760 mmHG) sehingga udara masuk ke alveoli. 2).

mempengaruhi proses difusi. yaitu : 1) Paru-paru kanan. terdiri dari 2 lobus. 2) Paru-paru kiri. (Syaifuddin. 1997) Bronkhus terminalis masuk ke dalam saluran yang agak lain yang disebut Vestibula. terdiri dari 3 lobus. Berbeda halnya dengan CO2 dengan PCO2 dalam kapiler 45 mmHg sedangkan pada alveoli 40 mmHg maka CO2 akan berdifusi keluar alveoli. yaitu lobus superior dan lobus inferior. dan lobus inferior. Paru-paru dibagi menjadi 2 bagian. 1997). lobus media. (Syaifuddin. Lobus Pulmo Sinistra dan dekstra. lapisan epitelium bersilia diganti dengan sel epitelium yang pipih. Misalnya pada tekanan parsial (P) O2 di alveoli sekitar 100 mmHg sedangkan tekanan parsial pada kapiler pulmonal 60 mmHg sehingga oksigen akan berdifusi masuk ke dalam darah. yaitu lobus superior. Gambar 1. . Anatomi paru Paru-paru merupakan sebuah organ yang sebagian terdiri dari gelembung-gelembung udara atau alveoli. dan di sini membrane pelapisnya mulai berubah sifatnya.

Dari Vestibula berjalan beberapa Infundibula dan di dalam dindingnya dijumpai kantong-kantong udara itu. Kantong udara atau Alveoli itu terdiri atas satu lapis tunggal sel epitelium pipih, dan di sinilah darah hamper langsung bersentuhan dengan udara hingga suatu jaringan pembuluh darah kapiler mengitari Alveoli dan pertukaran gas pun terjadi. (Evelyn C. P, 2002).

Gambar 2. Diagram dari akhiran sebuah Bronkhliolus didalam Alveoli. (Pearce. E. C, 2002)

3. SISTEM KARDIOVASKULER

a. Struktur dan letak jantung Jantung terbagi oleh sebuah septum (sekat) menjadi dua belah, yaitu kiri dan kanan. Setiap belahan kemudian dibagi menjadi dua ruang, pada bagian di atas disebut “atrium” dan bagian bawah disebut “ventrikel”. Pada masing-masing belahan terdapat satu atrium dan satu ventrikel. Atrium dan ventrikel dihubungkan oleh lubang yang terdapat katup, pada bagian sebelah kanan disebut katup (valvula) trikuspidalis dan pada bagian sebelah kiri disebut katub mitral atau katub bikuspidalis. (Pearce, 1999) Jantung terbungkus oleh membran yang disebut perikardium. Membran ini terdiri atas dua lapisan dalam dan luar. Lapisan dalam disebut perikardium viseralis (membran serus yang lekat sekali pada jantungnya) dan lapisan luar disebut perikardium parentalis (lapisan yang

membungkus jantung sebagai kantong longgar). Keduanya dipisahkan oleh cairan pelumas yaitu cairan serus yang berfungsi mengurangi gesekan pada gerakan memompa dari jantung itu sendiri. Jantung terdiri dari tiga lapisan, antara lain: epikardium (luar), miokardium (otot), endokardium (lapisan dalam/endotel).

Gambar 1. Struktur jantung dan perjalanan aliran darah melalui kamar jantung, sesuai petunjuk anak panah b. Fisiologi jantung
Jantung berfungsi sebagai pemompa darah dari pembuluh vena ke dalam sirkulasi pulpomal paru-paru vena, vena pulmonalis, atrium kiri, lewat katup mitral, ventrikel kiri, katup aorta, arteri, arteriola, kapiler, venula, vena, vena cava inferior, dan kembali ke atrium kanan yang disebut “sirkulasi sistematik”, sedangkan aliran darah dari atrium kanan masuk lewat katup trikuspidalis, sirkulasi paru-paru yang disebut “sirkulasi pulmonalis”.

Gangguan aliran dalam jantung mengakibatkan oksigenasi tidak adekuat, darah arteri dan vena tercampur yang mengakibatkan perfusi sel-sel berkurang. Gerakan jantung terdiri atas dua jenis, yaitu kontraksi (systole) dan relaksasi (diastole). Kontraksi kedua atrium terjadi serentak disebut systole atrial dan relaksasi atrium disebut diastole atrial, demikian pula untuk kontraksi ventrikel disebut systole ventrikel dan relaksasi ventrikel disebut diastole ventrikel. Kontraksi

ventrikel lamanya 0,3 detik dan relaksasi lamanya 0,5 detik. Kontraksi kedua atrium pendek sedangkan kontraksi ventrikel lebih lama dan kuat. Daya pompa jantung pada organ yang sedang istirahat berdebar sekitar 70 kali/menit dan memompa 70 ml setiap denyutan. Dengan demikian jumlah darah yang dipompa setiap menit sekitar 5 liter. Sewaktu banyak bergerak kecepatan denyut jantung dapat mencapai 150 kali/menit, sehingga daya pompa jantung adalah 20-25 liter/menit. (Evelya C. Pearce, 2002).

Gambar 2. Gambaran skematik aliran darah melalui system kardiovaskuler
4. HEMATOLOGI Oksigen membutuhkan transport dari paru-paru ke jaringan dan karbondioksida dari jaringan ke paru-paru. Sekitar 97% oksigen dalam darah dibawa eritrosit yang telah berikatan dengan hemoglobin (Hb) dan 3% oksigen larut dalam plasma. Setiap sel darah merah mengandung 280 juta molekul Hb dan setiap molekul dari keempat molekul besi dalam hemoglobin berikatan dengan satu molekul oksigen membentuk oksihemoglobin (HbO2). Reaksi pengikatan Hb dengan O2 dipengaruhi oleh suhu, Ph, konsentrasi 2,3 difosfogliserat dalam darah merah. Dengan demikian besarnya Hemoglobin (Hb) dan jumlah eritrosit akan

mempengaruhi transport gas.

Bayi prematur : yang disebabkan kurangnya pembentukan surfaktan 2. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUTUHAN OKSIGEN 1. Menurunnya kapasitas pengikatan O2 seperti anemia 2. Faktor Perkembangan 1. Menurunnya konsentrasi O2 yang diinspirasi seperti pada obstruksi saluran napas bagian atas 3. demam. Hipovolemia sehingga tekanan darah menurun mengakibatkan transpor O2 terganggu 4. Faktor Fisiologi 1. musculus skeleton yang abnormal. kurang aktivitas. Anak usia sekolah dan remaja . 5. Dewasa muda dan pertenggahan : diet yang tidak sehat. Meningkatnya metabolisme seperti adanya infeksi. luka dan lain-lain. Kondisi yang mempengaruhi pergerakan dinding dada seperti pada kehamilan. penyakit kronik seperti TBC paru 2. stress . Bayi dan toodler : adanya resiko infeksi saluran pernafasan akut 3. resiko saluran pernafasan dan merokok 4. obersitas. ibu hamil.5.

elastisitas menurun. Nutrisi : misalnya pada obesitas mengakibatkan penurunan ekspansi paru. gizi yang buruk menjadi anemia sehingga daya ikat oksigen berkurang. diet yang terlalu tinggi lemak menimbulkan arteriosklerosis. Ketinggian tempat dari permukaan laut .yang mengakibatkan penyakit jantung dan paru-paru 5. Dewasa tua : adanya proses penuaan yang mengakibatkan kemungkinan arteriosklerosis. alkohol menyebabkan depesi pusat pernafasan 5. Suhu lingkungan 3. Kecemasan : menyebabkan metabolisme meningkat 4. Substance abuse (alkohol dan obat-obatan) : menyebabkan intake nutrisi (Fe) menurun mengakibatkan penurunan hemoglobin. 2. ekspansi paru menurun 3. Tempat kerja (polusi) 2. Exercise (olahraga berlebih) : Exercise akan meningkatkan kebutuhan oksigen 3. Merokok : nikotin menyebabkan vasokonstriksi pembuluh darah perifer dan koroner 4. Faktor Prilaku 1. Faktor Lingkungan 1.

3. 6. PERUBAHAN FUNGSI JANTUNG Perubahan-perubahan fungsi jantung yang mempengaruhi kebutuhan oksigenasi adalah sebagai berikut : 1. Perubahan Cardiac Output (Curah Jantung) Menurunnya cardiac output seperti pada pasien dekom menimbulkan hipoksia Jaringan. Kecemasan . Hiperventilasi dapat disebabkan karena : a.5. obstruksi. PERUBAHAN FUNGSI PERNAFASAN 1. Myocardial iskhemial infrark mengakibatkan kekurangan pasokan darah dari arteri koroner ke miokardium. Gangguan Konduksi Gangguan konduksi (hantaran) seperti distritmia (takikardia/bradikardia) 2. Hiperventilasi Merupakan upaya tubuh dalam meningkatkan jumlah O2 dalam paru-paru agar pernafasan lebih cepat dan dalam. regurgitasi darah yang mengakibatkan vetrikel bekerja lebih keras. Kerusakan fungsi katub seperti pada stenosis. 4.

tinnitus. Hipoventilasi Hipoventilasi terjadi ketika ventilasi alveolar tidak adekuat untuk memenuhi penggunaan O2 tubuh atau untuk mengeluarkan CO2 dengan cukup. 2. dan kardiak arrest.b. ketidakseimbangan elektrolit. nyeri dada (chest pain). biasanya terjadi pada keadaan atelektasis (kolaps paru). Hipoksia Tidak adekuatnya pemenuhan O2 seluler akibat dari defisiensi O2 yang diinspirasi atau meningkatnya penggunaan O2 pada tingkat seluler. disorientasi. Tanda-tanda dan gejala pada keadaan hipoventilasi adalah nyeri kepala. Infeksi / sepsis c. menurunnya konsentrasi. Menurunya hemoglobin . kardiakdistritma. disorientasi. Keracunan obat-obatan d. penurunan kesadaran. Kertidakseimbangan asam basa seperti pada asidosis metabolik Tanda-tanda dan gejala hiperventilasi adalah takikardia. napas pendek. kejang. 3. Hipoksia dapat disebabkan oleh : a.

Jakarta : Salemba Mardika 2007 Perry. Edisi 2. Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. pernafasan cepat dan dalam. Aziz Alimul. Wartonah. Potter. menurunnya kemampuan konsentrasi. Ketidakmampuan jaringan mengikat O2 seperti keracunan sianida d. kecemasan. sianosis dan clubbing. 1997 KONSEP DASAR CAIRAN DAN ELEKTROLIT BAB I PENDAHULUAN A. Hidayat. nadi meningkat. Edisi 3. Jakarta : EGC. Menurunnya perfusi jaringan seperti syok f. Menurunnya difusi O2 dari alveoli ke dalam darah seperti pada pneumonia e. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan. KONSEP DASAR CAIRAN DAN ELEKTROLIT Air merupakan salah satu dari dua pelarut terpenting dalam tubuh. Dia memiliki keistimewaan karena memiliki konsentrasi molar yang tinggi yang . Volume 1 & 2. DAFTAR PUSTAKA Tarwoto. Fundamental of nursing Edisi 4. Jakarta : Salemba Mardika tahun 2006. Berkurangnya konsentrasi O2 jika berada di puncak gunung c. Kerusakan / gangguan ventilasi Tanda-tanda hipoksia antara lain : kelelehan.b.

BAB II ISI Cairan & elektrolit sangat penting untuk mempertahankan homeostasis tubuh. biasanya dengan proses-proses faal (fisiologis) yang terintegrasi yang mengakibatkan adanya lingkungan sel yang relatif konstan tapi dinamis. Hal ini penting karena jalur ini tersedia dalam semua sel dalam tubuh. Komposisi lemak dari berbagai membran sel bervariasi sehingga angka aliran cairan yang melintasi membran sel juga bervariasi. Cairan tubuh menempati kompartemen intrasel & ektrasel. Semua . Jalur lemak merujuk pada air yang melintasi dua lapisan lemak dari membran sel dengan cara difusi. Fakta ini mengarah pada satu hipotesis bahwa membran harus mengandung protein yang menyediakan saluran air yang melewati saluran tersebut air dapat lewat. Pada sebagian membran fluktuasi air sangat tinggi dan tidak dapat diperhitungkan dengan difusi air yang melintasi barier lemak. Dapat diharapkan bahwa air tidak akan dengan mudah melewati membran sel. air melintasi hampir semua membran dalam tubuh dengan mudah! Molekul air melintasi membran sel dengan 2 jalur yang dapat kita katakan sebagai jalur lemak dan jalur saluran air. Kemampuan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan cairan ini dinamakan “homeostasis”. Aliran air melalui saluran ini dapat terjadi sebagai hasil dari difusi atau filtrasi. Bahkan. Darah 20% organ2 lainnya 10% Cairan Ektrasel. kulit 20%. Kebutuhan cairan dan elektrolit adalah suatu proses dinamik karena metabolisme tubuh membutuhkan perubahan yang tetap dalam berespons terhadap stressor fisiologis dan lingkungan.menyebabkannya dapat menyediakan ion hidrogen yang tidak ada habisnya dalam tubuh. air tidak dapat melintas dengan mudah dan hal ini konsisten dengan harapan kita. Saluran air sekarang sudah ditemukan. Dengan kemampuannya yang sangat besar untuk menyesuaikan diri. Air dan lemak adalah dua pelarut utama dalam tubuh. Bahan yang larut dalam air tidak akan dengan mudah melewati membran lemak kecuali ada mekanisme transportasi khusus. Distribusi cairan tubuh: otot 50%. dalam dua lapisan lemak buatan. Membran sel lemak memisahkan cairan intraseluler dengan cairan ekstraseluler. tubuh mempertahankan keseimbangan. Keseimbangan cairan adalah esensial bagi kesehatan. Tetapi kebalikannya.

KOMPARTEMEN CAIRAN Seluruh cairan tubuh didistribusikan diantara dua kompartemen utama. dan trombosit. kira-kir ½ cairan tubuh terkandung didalam (CES). hanya ½ dari cairan tubuh bayi adalah cairan intraselular. persentase ini dapat berubah. Pada orang normal dengan berat 70 kg. Setelah 1 tahun. Sebaliknya. Cairan Ekstraselular (CES) = 20% dari BB total Adalah cairan diluar sel. Pada orang dewasaθ kira-kira 2/3 dari cairan tubuh adalah intraselular.cairan yg terdapat di luar sel yg terdiri dari ion2 & berbagai bahan nutrisi yg dibutuhkan oleh sel u/ mempertahankan fungsi sel. Cairan limfe termasuk dalam volume interstisial. jenis kelamin dan derajat obesitas ( Guyton & Hall. Total cairan tubuh (TBF) rata-ratanya sekitar 60% berat badan atau sekitar 42 L. Sisanya 2-3 L (40%) terdiri dari sel darah merah (SDM. atau eritrosit) yang mentranspor oksigen dan bekerja sebagai bufer tubuh yang penting. Volume relatif dari (CIV) sama pada orang dewasa dan anak-anak. bergantung pada umur. atau leukosit). sama dengan kira-kira 8 L pada orang dewasa. volume (CIT) kira-kira sebesar 2 kali lebih besar pada bayi baru lahir dibanding orang dewasa. Cairan Intraselular (CIS) = 40% dari BB total Adalah cairan yang terkandung di dalam sel. 1997) 1. Cairan ekstrasel bergerak secara konstan pada seluruh tubuh & ditransport dgn cepat ke dlm sirkulasi melalui dinding kapiler A. 3 L (60%) dari jumlah tersebut adalah PLASMA. Ukuran relatif dari (CES)menurun denganθ peningkatan usia. b) Cairan intravaskular (CIV) : Cairan yang terkandung di dalam pembuluh darah. 2. volume relatif dari (CES) menurun sampai kira-kira 1/3 dari volume total. Ini hampir sebanding dengan 15 L dalam rata-rata pria dewasa (70 kg). sama kira-kira 25 L pada rata-rata pria dewasa (70 kg). Relatif terhadap ukuran tubuh. Tapi nilai tersebut diatas dapat . Lebih jauh (CES) dibagi menjadi : a) Cairan interstisial (CIT) : Cairan disekitar sel. sel darah putih (SDP. yaitu : cairan intraselular (CIS) dan cairan ekstra selular (CES). Rata-rata volume darah orang dewasa kira-kira 5-6 L (8% dari BB). Pada bayi baru lahir.

dan cairan intraokular serta sekresi lambung.bervariasi pada orang yang berbeda-beda. berat badan dan faktor-faktor lain. Secara Skematis Jenis dan Jumlah Cairan Tubuh dapat digambarkan sebagai berikut : B. bergantung pada jenis kelamin. perikardial. sejumlah besar cairan dapat saja bergerak kedalam dan keluar ruang transelular setiap harinya. Sebagai contoh. Adapun fungsi dari darah adalah mencakup :  pengiriman nutrien (mis . sinovial. Cairan Transelular (CTS) Adalah cairan yang terkandung di dalam rongga khusus dari tubuh. glokusa dan oksigen) ke jaringan  transpor produk sisa ke ginjal dan paru-paru  pengiriman antibodi dan SDP ke tempat infeksi  transpor hormon ke tempat aksinya  sirkulasi panas tubuh 3. Namun. saluran gastro-intestinal (GI) secara normal mensekresi dan mereabsorbsi sampai 6-8 L per-hari. pleural. Pada waktu tertentu (CTS) mendekati jumlah 1 L. Contoh (CTS) meliputi cairan serebrospinal. FUNGSI CAIRAN TUBUH .

 Kation : ion-ion yang mambentuk muatan positif dalam larutan. Mempemudah eliminasi 8. Rata-rata pria Dewasa hampir 60% dari berat badannya adalah air dan rata-rata wanita mengandung 55% air dari berat badannya. Sistem pompa terdapat di dinding sel tubuh yang memompa natrium ke luar dan kalium ke dalam . Mengeluarkan buangan-buangan sel 3. a) Elektrolit : Substansi yang berdiasosiasi (terpisah) di dalam larutan dan akan menghantarkan arus listrik. SDP. substansi terlarut (zat terlarut) 1.1. Elektrolit berdisosiasi menjadi ion positif dan negatif dan diukur dengan kapasitasnya untuk saling berikatan satu sama lain (miliekuivalen/liter) atau dengan berat molekul dalam garam ( milimol/liter mEq/L ). Solut (terlarut) Selain air. Membantu memelihara suhu tubuh 6. Sebagai pelarut untuk elektrolit dan non elektrolit 5. Kation ekstraselular utama adalah natrium (Na+). cairan tubuh mengandung dua jenis substansi terlarut (zat terlarut) elektrolit dan non-elektrolit. yang diukur dalam miliekuivalen. enzim. Mengangkut zat-zat seperti (hormon. Air adalah senyawa utama dari tubuh manusia. Sarana untuk mengangkut zat-zat makanan ke sel-sel 2. sedangkan kation intraselular utama adalah kalium (K+). sementara kation yang lainnya adalah (Ca+) dan (Mg+). KOMPOSISI CAIRAN TUBUH Semua cairan tubuh adalah air larutan pelarut. 2. Jumlah kation dan anion. Mmbentu dalam metabolisme sel 4. Membantu pencernaan 7. mol/L dalam larutan selalu sama. SDM) C.

yang terdiri atas cairan intraselular dan interstisial. metabolisme yang diperlukan dan berat badan. elektrolit dapat dilepaskan dari atau bergerak kedalam atau keluar sel. Namun demikian. secara bermakna mengubah nilai elektrolit palsma. nilai elektrolit plasma tidak selalu menunjukkan komposisi elektrolit dari cairan intraselular. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUTUHAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kebutuhan cairan dan elektrolit diantaranya adalah : 1. selain itu sesuai aturan. nilai elektrolit plasma menunjukkan komposisi cairan ekstraselular. air tubuh menurun dengan peningkatan usia. D. Non-elektrolit lainnya yang secara klinis penting mencakup kreatinin dan bilirubin. Anion ekstraselular utama adalah klorida ( Clˉ ). Anion : ion-ion yang membentuk muatan negatif dalam larutan. Pemahaman perbedaan antara dua kompartemen ini penting dalam mengantisipasi gangguan seperti trauma jaringan atau ketidakseimbangan asam-basa. b) Non-elektrolit : Substansi seperti glokusa dan urea yang tidak berdisosiasi dalam larutan dan diukur berdasarkan berat (miligram per 100 ml-mg/dl). Usia Variasi usia berkaitan dengan luas permukaan tubuh. Pada situasi ini. Berikut akan disajikan dalam tabel perubahan pada air tubuh . Karena kandungan elektrolit dari palsma dan cairan interstisial secara esensial sama. sedangkan anion intraselular utama adalah ion fosfat (PO4ɜ-).

Seseorang dapat kehilangan NaCl melalui keringat sebanyak 15-30 g/hari 7. tubuh gangguan hormon akan mengganggu keseimbangan cairan 6. mekanisme ini dapat menimbulkan retensi sodium dan air. Stres Stres dapat menimbulkan peningkatan metabolisme sel. Sel-sel lemak Mengandung sedikit air. Jenis kelamin Wanita mempunyai air tubuh yang kurang secara proporsional. trauma jaringan. konsentrasi darah dan glikolisis otot. kelainan ginjal dan jantung. Temperatur lingkungan Panas yang berlebihan menyebabkan berkeringat. 2. Proses ini dapat meningkatkan produksi ADH dan menurunkan produksi urine 5. Sakit Keadaan pembedahan. sehingga air tubuh menurun dengan peningkatan lemak 4.total sesuai usia. Diet . karena lebih banyak mengandung lemak tubuh 3.

Difusi adalah perpindahan larutan dari area berkonsentrasi tinggi menuju area berkonsentrasi rendahdengan melintasi membrane semipermeabel. Dangan kata lain. Pada proses ini. 3. PENGATURAN KESEIMBANGAN CAIRAN Pengaturan keseimbangan cairan terjadi melalui mekanisme berikut: 1. transport aktif adalah gerakan molekul dari konsentrasi yang satu ke konsentrasi yang lain tanpa memandang tinggkatannya. tubuh akan memecah cadangan energi. yakni ukuran molekul.Pada saat tubuh kekurangan nutrisi. konsentrasi larutan. Proses ini membutuhkan energy dalam bentuk adenosine triphosphat (ATP). 2. cairan melintasi membrane untuk mengencerkan cairan yang berkonsentrasi tinggi sampai diperoleh keseimbangan di kedua sisi membrane. . Akibatnya. E. Kecepatan difusi ini dipengaruhi oleh tiga hal. terjadi ketidakseimbangan tekanan osmotic koloid (tekanan onkotik) sehingga cairan tertarik kedalam ruang intravaskuler. Karena ukuran molekulnya besar protein tidak dapat bebas melintasi membrane plasma. Transpor Aktif adalah pengangkutan yang digunakan oleh molekul untuk berpindah melintasi membrane sel melawan gradient konsentrasinya. yaitu: 1. Rasa Haus adalah keingina yang disadari terhadap kebutuhan akan cairan. temperature larutan. PERGERKAN CAIRAN TUBUH Mekanisme pergerakan cairan tubuh berlangsung dalam tiga proses. Osmosis adalah perpindahan cairan melintasi membrane semipermiabel dari area yang berkonsentrasi rendah ke area berkonsentrasi tinggi. Rasa haus biasanya muncul apabila osmolalitas plasma mencapai 295 mOsm/kg. F. proses ini akan menimbulkan pergerakan cairan dari interstisial ke intraselular. ATP berguna untuk mempertahankan konsentrasi ion kalium dan natrium dalam ruang ekstrasel dan intrasel memlalui suatu proses yang disebut pompa”natrium-kalium”. Perbedaan osmotic ini di pengaruhi oleh distribusi protein tidak merata. Pada proses ini. cairan dan elektrolit sehingga masuk melintasi di membrane kedua yang memisahkan ini dua kompartemen konsentrasi kompartemen seimbang.

Pengeluaran cairan ini dapat terjadi melalui beberapa organ yakni:  Kulit. temperature lingkungan yang tinggi. nyeri. Oleh karena itu. Prostaglandin. 2. kontraksi uterus. pembedahan. pengontrolan tekanan darah. trauma. ADH juga disebut sebagai vasopressin karena mempunyai efek vasokontriksi minor pada arteriol yang dapat meningkatkan tekanan darah. dan system rennin-angiotensin. kadar natrium serum. prostaglandin berperan mengatur sirkulasi ginjal. Pengeluaran cairan ini dikenal dengan IWL (Insensibel Water Loss). Asupan cairan pada individu dewasa berkisar 1500-3500ml/hari. Sedangkan haluaran cairannya adalah 3500ml/hari. Rangsangan pada kelenjar keringat ini disebabkan oleh aktifitas otot. merupakan asam lemak alami yang terdapat dibanyak jaringan dan berperan dalam proses radang. Selain itu sekresi juga terjadi pada kondisi stress. 4. resorpsi natrium. perubahan kadar glukokortikoid mengakibatkan perubahan pada keseimbangan volume darah (Tambajong. Glukokortikoid. Stimuli utama untuk sekresi ADH adalah peningkatan osmolalitas dan penurunan cairan ekstrasel.osmoreseptor yang terletak dipusat rasa haus hipotalamus sensitive terhadap perubahan osmolalitas pada cairan ekstrasel. IWL melalui kulit berkisar antara 15-20 ml/24 jam atau 350-400 ml/hari. 2000). Pelepasan aldosteron dirangsang oleh perubahan konsentrasi kalium. Hormone Aldosteron. meningkatkan resorpsi natrium dan air sehingga memperbesar volume darah dan mengakibatkan retensi natrium. 5. dan kondisi demam. Pengeluaran cairan melalui kulit diatur oleh kerja saraf simpatis yang merangsang aktivitas kelenjar keringat. Retensi natrium mengakibatkan retensi air. Di ginjal. Hormone ADH. . hormone ini dibentuk di hipotalamus dan disimpan dalam neurohipofisis pada hipofisis posterior. dan motilitas gastrointestinal. 3. dan penggunaan beberapa jenis anestetik dan obat-obatan. hormone ini disekresi oleh kelenjar adrenal dan bekerja pada tubulus ginjal untuk meningkatkan absorbs natrium.hormon ini meningkatkan reabsorbsi air pada duktus pengumpul sehingga dapat menahan air dan mempertahankan volume cairan ekstrasel.

 Ginjal. Secara umum. Overdehidrasi . Ini terjadi bila jumlah cairan yang hilang lebih sedikit daripada jumlah elektrolit yang hilang. ginjal mengekskresikan sekitar 1500ml/hari. IWL untuk paru adalah 350-400ml/hari. Ini terjadi apabila cairan yang hilang sebanding dengan jumlah elektrolit yang hilang. jumlah cairan yang hilang melalui system pencernaan setiap harinya berkisar antara 100-200 ml. Kondisi ini dikenal juga dengan istilah hipervolemia. Dalam kondisi normal. Pada individu dewasa. Kondisi ini juga dikenal dengan hipovolemia. penghitungan IWL secara keseluruhan adalah 10-15ml/kgBB/24jam. Paru-paru. Dehidrasi hipotonik. b. Merupakan organ pengekskresi cairan utama pada tubuh. Gangguan keseimbangan cairan dapat berupa defisit volume cairan dan sebaliknya. GANGGUAN KESEIMBANGAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT Ketidakseimbangan cairan Hal ini terjadi apabila kompensasi tubuh tidak mampu mempertahankan homeostasis. kondisi defisit volume cairan (dehidrasi) terbagi menjadi 3 yaitu: a. Dehidrasi isotonic. c. 2.  Pencernaan. G. Defisit volume cairan (fluid volume defisit [FVD]) adalah suatu kondisi ketidakseimbangan yang ditandai dengan defisiensi cairan dan elektrolit diruang ekstrasel. Dehidrasi hipertonik. Volume cairan berlebih (fluid volume eccess [FVE]) adalah ketidakseimbangan yang ditandai dengankelebihan (retensi) cairan dan natrium di ruang ekstrasel. meningkatnya jumlah cairan yang keluar melalui paru merupakan suatu bentuk respons terhadap perubahan kecepatan dan kedalaman napas karena pergerakan atau kondisi demam. dengan penambahan 10% dari IWL normal setiap kenaikan 1OC. 1. namun proporsi antara keduanya mendekati normal. Ini terjadi jika jumlah cairan yang hilang lebih besar dari jumlah elektrolit yang hilang.

Hiperkloremia adalah peningkatan kadar ion klorida dalam serum. hipermagnesemia terjadi bila kadar magnesium serum lebih dari 3. c. Edema perifer atau edema pitting Asites Kelopak mata bengkak Bunyi nafas ronkhi basah diseluruh lapang paru Penambahan berat badan yang tidak lazim Ketidakseimbangan Elektrolit a. Hipernatremia kelebihan kadar natrium di cairan ekstrasel yang menyebahkan perubahan tekanan osmotic ekstrasel b. Hiponatremia adalah kekurangan kadar natrium di cairan ekstrasel yang menyebahkan perubahan tekanan osmotic. d.4 mEq/l. Hipokalsemia adalah kekurangan kadar kalsium di cairan eksrasel yang menyebabkan pengeroposan tulang. e. Hiperfosfatemia adalah peningkatan kadar fosfat dalam serum. Hiperkalemia adalah kelebihan kadar kalium di cairan ekstrasel. . Hipokloremia adalah penurunan kadar ion klorida dalam serum. c. d. b. Manifestasi kelebihan cairan ekstrasel adalah: a. yang menyebabkan terhambatnya transmisi impuls jantung yang menyebabkan serangan jantung. Hiperkalsemia adalah kelebihan kadar kalsium di cairan eksrasel yang menyebabkan penurunan eksitabilitas otot yang menimbulakan flaksidasis. f. Hipokalemia adalah kekurangan kadar kalium di cairan ekstrasel yang menyebabkan pindahnya kalium keluar sel. Hipofosfatemia adalah penurunan kadar fosfat dalam serum.umumnya disebabkan olehgangguan pada fungsi ginjal.5 mEq/l. Hipomagnesemia terjadi apabila kadar magnesium serum kurang dari 1. e.

35 adalah pH darah > 7.H. Mengencerkan produk asam Sistem buffer Regulasi pernapasan – mengatur kadar pCO2 plasma Reabsorbsi bikarbonat yang difiltrasi di ginjal. hipoxia. BE (-) pCO2 à bukti tubuh menetralisir racun  Sebab: 1. 4. Produksi ion H+ berlebihan. dll)  Meningkatkan asam organik (dehidrasi.45 adalah penurunan kadar bikarbonat serum adalah peningkatan kadar bikarbonat serum Tubuh melindungi diri dari perubahan pH dengan: 1. bikarbonat menurun. 2. distress pernapasan. misalnya:  Meningkatkan metabolisme (demam. bila mendapat tambahan asam/ basa Ada beberapa Istilah dalam keseimbangan asam basa  Asidemia  Alkalemia  Asidosis  Alkalosis adalah pH darah < 7. ekskresi H+ & NH4+ Gangguan Keseimbangan Asam Basa Asidosis Metabolik  pH menurun. KESEIMBANGAN ASAM BASA Gangguan keseimbangan air – elektrolit menyebabkan gangguan keseimbangan asam basa Sistem Buffer: zat yang dapat mencegah perubahan kadar ion hidrogen bebas dlm larutan. hipoperfusi) . 3. kejang.

 Ketosis (DM, kelaparan) 2. 3. 4. Kehilangan bikarbonat berlebihan, misalnya: diare, drainase ileostomi Pemberian asam (HCl, asam amino) Kegagalan ginjal untuk mengeluarkan asam yg berlebihan

 Derajat beratnya asidosis metabolic ditentukan oleh turunnya base akses  Kompensasi: hiperventilasi... CO2 respiration)  Komplikasi: hipotensi, edema paru, hipoksia jaringan, depresi SSP, koma, kejang

keluar (napas cepat, dalam = kussmaul

Alkalosis Metabolik
 Konsentrasi H+ turun  Sebab: 1. 2. 3. 4. Muntah (HCl, K+ hilang) K+ hilang berlebihan (melalui urin, GIT) Penambahan HCO3 ke dalam CES (misalnya th/ iv) ↑ reabsorbsi HCO3. Misalnya: sindroma Cushing, Bartter, Hipoaldosteronisme primer  Kompensasi: hipoventilasi à hipoksemia  Lab: pH ↑, CO ↑, BE (+), pO2 ↓, HCO3 ↑

Asidosis Respiratorik
 Akibat dr hipoventilasi alveolar sehingga produksi CO2 > ekskresi CO2  Terjadi pada:

• • •

Penyakit paru berat: membran hialin, bronchopneumonia, edema paru Penyakit neuromuskuler: sindroma Guillian Barre, overdosis obat sedatif Obstruksi jalan napas: bronchospasme

 Kompensasi Ginjal à membentuk dan meningkatkan reabsorbsi bikarbonat  Gejala klinik: • • Hipoksia Vasodilatasi (karena CO2 ↑)

 Laboratorium: pH ↓ - pCO2 ↑ - HCO3 ↑ - BE (+)

Alkalosis Respiratorik
 Ekskresi CO2 melalui paru-paru berlebihan sehingga pCO2 ↓  Sebab: hiperventilasi (kerusakan otak, emosi); keracunan salisilat

 Lab: pH ↑ - pCO2 ↓ – bikarbonat ↓ - BE (-) Mekanisme kompensasi  Gangguan respiratorik – dikompensasi oleh ginjal  Gangguan metabolik – dikompensasi oleh mekanisme respirasi Tingkat kompensasi dibagi dalam:  Tidak dikompensasi (mekanisme kompensasi tidak bekerja)  Kompensasi partial (pH tidak sampai normal)  Kompensasi penuh (pH kembali normal)

 Kompensasi berlebihan  Perkiraan gangguan asam basa dpt diketahui dg memeriksa darah arteri (pemeriksaan ASTRUP = Analisa Gas Darah) Yang dinilai adalah: pH, pCO2, HCO3, BE Selain itu ada faktor penting lain: pO2, O2 saturation

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Keseimbangan kemampuannya yang cairan adalah besar esensial untuk bagi kesehatan. diri, Dengan tubuh

sangat

menyesuaikan

mempertahankan keseimbangan, biasanya dengan proses-proses faal (fisiologis) yang terintegrasi yang mengakibatkan adanya lingkungan sel yang relatif konstan

J. masalah keseimbangan cairan dan elektrolit adalah hal yang sangat penting dan jangan menganggap masalah ini adalah masalah sepele. karena Jika seseorang sakit. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC Gibson.2). N. (2007). Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC . Fisiologi dan Anatomi Modern untuk Perawat. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC Tarwoto. I. (2002). (2003). (ed. (2000).tapi dinamis. DAFTAR PUSTAKA Tambayong. biasanya masalah keseimbangan cairan dan elektrolit kurang diperhatikan. B. Patofisiologi untuk Keperawatan. Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia. Kebutuhan Dasar Manusia & Proses Keperawatan. Saran Bagi para pembaca. Dan Chayatin. Jakarta: Salemba Medika Mubarak. Kemampuan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan cairan ini dinamakan “homeostasis”. W. W. J.

.Ns. Bila makanan tidak mengandung zat gizi yang dibutuhkan sel tubuh kelancaran kerja fisiologis akan terganggu. dan beberapa zat makanan penting sekali untuk kesehatan. :) PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI By: H. Pendahuluan Semua sel tubuh membutuhkan makanan yang cukup. makanan merupakan kebutuhan pokok untuk hidup.Arham Alam. Pengertian ..39 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Tidak ada komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom) Cari Blog Ini Memuat.Kep.. Daily Calendar Just Say Hai para blogger???? salam sehat dariku..Diposkan oleh rama di 07.S.

3) Nutrisi sebagai Kebutuhan Dasar Manusia 1. penggantian jaringan dan pemeliharaan kegiatan dalam tubuh secara keseluruhan “ (Dasar-dasar ilmu keperawatan. seperti pertumbuhan. Nutrien akan digunakan untuk memproduksi energi berupa ATP ( Adenosin triphospat ) untuk seluruh aktifitas tubuh : • • • • Pergerakan otot Transmisi impuls saraf Tergantung pada energi yang Proses berfikir di produksi dari makanan yang Produksi panas dikonsumsi individu Nutrisi sebagai Kebutuhan Dasar Manusia • Nutrien dibutuhkan untuk membuat zat-zat penting seperti hormon dan enzim . 1985. pemakaian dan ekskresi dari makanan “ (Essential of nutrition therapy. metabolisme dan ekskresi.436).419) “ Nutrisi adalah ilmu yang mempelajari zat makanan (nutrient) dan zat-zat lain yang ada dalam makanan serta kerjanya. transportasi. interaksinya dan keseimbangannya dalam hubungannya dengan kesehatan dan penyakit melalui proses ingesti.Jika tubuh mengalami kekurangan beberapa zat penting maka akan terjadi ketidakmampuan untuk : • • • Tumbuh Risiko buruk bagi tubuh Memelihara fungsi & pergantian jaringan Fisiologi Nutrisi Makanan akan diproses tubuh melalui tahap-tahap : Ingesti. 3. Digesti. pemeliharaan serta fungsi normal dari sel tubuh.1979.• • • “ Nutrisi merupakan proses total yang terlibat dalam konsumsi dan penggunaan zat makanan yang meliputi cara pemakaian gizi oleh prosesproses dalam tubuh. absorpsi. 2. Zat makanan / nutrien yang didapat dari pemasukan makanan --à materimateri yang dibutuhkan oleh tubuh. Nutrien sangat penting untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan. “ Nutrition is term that include the bodily processed in the ingestion and metabolisme of food = Nutrisi meliputi semua proses tubuh yang melibatkan ingesti dan metabolisme makanan “(Fundamental of nursing concept. . absorpsi.

usus halus. lambung. Karbohidrat Amilum dipecah menjadi maltosa/somaltosa oleh enzim ptialin yang dihasilkan kelenjar ludah. serta refleks ini akan menahan proses respirasi. penyederhanaan makanan dr ukuran besar menjadi ukuran lebih kecil. palatum keras & lidah.Merupakan rangkaian kegiatan fisik dan kimia pada makanan yang dibawa kedalam tubuh. . Proses kimiawi pada digesti : 1. yg diatur o/ SSP. B. gusi. Protein Terjadi perubahan secara kimiawi mulai dari lambung. yang dibantu oleh enzim amilase dari pancreas. Digesti . esophagus.Terjadi penyederhanaan zat makanan sehingga dapat diabsorpsi oleh saluran intestinal. Disakarida akan dirubah menjadi monosakarida pada permukaan dinding usus halus dengan bantuan enzim laktase.A. pharing. usus besar. Proses mengunyah melibatkan gigi & kontrol volunter otot-otot mulut → bila makanan berada pd gigi.Saluran yang berperan antara lain : mulut. sehingga karbohidrat sampai pada usus halus sudah menjadi maltosa/disakarida lainnya (laktosa & sukrosa). yaitu bergeraknya makanan dr mulut ke esophagus. sakrose dan maltose 2. dimana protein dirubah menjadi pepton oleh enzim pepsin → masuk ke duodenum dirubah menjadi peptida . Proses menelan → merupakan tahap terakhir dr peristiwa ingesti. maka akan terjadi refleks mengunyah yg volunter (disadari). Ingesti Ad/ proses masuknya makanan kedalam tubuh yang terdiri dari : • • • Dimulai dari koordinasi otot-otot lengan dan tangan untuk membawa makanan ke mulut Proses mengunyah → proses pemecahan. . & masuk lambung. Proses ini terjadi secara refleks sebagai akibat adanya penekanan pd bagian faring & mulai sejak makanan sudah dikunyah secara adekuat.

asam lemak/gliserol. besi dan klorida → diusus halus bagian atas 2. Vitamin yang larut dalam air. Kalsium. hidrogen. natrium. natrium → colon D. Monosakarida. asam lemak dan gliserol (lemak). Metabolisme Merupakan bagian akhir dlm penggunaan makanan di tubuh. Garam empedu. mineral dan air. C. asam amino. vit B12 dan natrium → usus halus bagian bawah 4. dan zat lain → usus halus bagian tengah 3. Setelah diserap oleh usus nutrien akan dilanjutkan ke saluran darah dan getah bening → masuk ke hati melewati vena porta Tempat – tempat absorpsi nutrisi : 1. Air. tanpa kecuali vitamin.oleh enzim tripsin (dihasilkan pancreas) → berubah menjadi asam amino oleh enzim dipermukaan usus halus. asam amino (protein). Karbohidrat • • • • Merupakan zat utama penunjang tubuh dlm penyediaan energi yg berbentuk glukosa Dalam sel glukosa dirubah → energi dengan perubahan proses oksidasi yang menghasilkan ATP. Absorpsi • • • Adalah proses dimana nutrien yang telah berbentuk paling sederhana diserap oleh usus Nutrien diserap berupa : (glukosa karbohidrat). kalori dan zat buangan (air dan CO2) Penyimpanan glukosa dalam bentuk glikogen → dihati dan otot Glikogen sewaktu – waktu dirubah menjadi glukosa kembali bila tubuh memerlukannya . Proses ini meliputi semua perubahan kimia yg dialami zat makanan sejak diserap o/ usus hingga dikeluarkan o/ tubuh sebagai sampah 1. Lemak Dilambung hanya diemulsikan saja → dirubah menjadi asam lemak dan gliserol dengan bantuan enzim lipase pancreas. 3.

. dan pemegang andil penting yang membuat makanan terasa enak Lemak terkontribusi dalam kulit terutama pada kelenjar adiposa dan folikel rambut Kandungan lemak dlm subcutis sangat membantu tubuh dlm mengatur temperatur Lemak juga berfungsi untuk mencegah organ dlm injury Bila tidak digunakan untuk energi. b.5 gr/kgBB/hari 1 gram karbohidrat memberikan energi 4 kalori Proses masuknya glukosa ke intra sel sangat dibantu dengan peran insulin yang dihasilkan pancreas Makanan yang mengandung tinggi karbohidrat : padi-padian. roti.Tidak mudah bergabung dengan molekul lain → LDL (Low Density Lipid) → sukar dimetabolisme menjadi zat lain . lemak terus disimpan dalam tubuh sehingga dapat meningkatkan berat badan Kebutuhan lemak untuk orang dewasa dengan aktivitas sedang 1. dan dapat berjalan hingga 12 jam Bila glikogen dan glukosa habis → tubuh akan memecah protein dan lemak sebagai bahan energi Karbohidrat digunakan tubuh utk energi hampir 60 % dr kebutuhan energi keseluruhan Kebutuhan karbohidrat utk orang dewasa dgn aktivitas sedang 5. Lemak tak jenuh Dapat dengan mudah bergabung dengan molekul lain/membentuk struktur lain → HDL (High Density Lipid) → mudah dimetabolisme oleh hati.Makanan yang banyak mengandung lemak : daging .• • • • • • • Glikogen akan mensuplai kebutuhan energi bila glukosa sudah tidak memungkinkan lagi. umbi-umbian. 2. diperlukan untuk melengkapi cairan empedu untuk pencernaan lemak. sayuran. Jenis lemak : a. Lemak • • • • • • • Merupakan sumber energi yang paling produktif → 1 gram lemak menghasilkan 9 kalori Merupakan kelengkapan makanan yang penting → sebagai wahana berbagai vitamin yang larut dalam lemak.5 gr/kgBB/hari.Kolesterol merupakan satu bentuk lemak jenuh. juga sebagai bahan dasar beberapa jenis hormon steroid. buah-buahan. susu. Lemak jenuh .

Vitamin larut dalam air : C dan B. Mineral • • • • • Mineral mudah larut dalam air yang fungsi utamanya menjaga keseimbangan asam dan basa cairan tubuh Umumnya mineral terdapat cukup banyak dalam makanan → bila diet normal dan berimbang jarang kekurangan mineral Kalsium dibutuhkan untuk menumbuhkan dan mempertahankan sistem kerangka tubuh. dan tidak dapat dihasilkan oleh tubuh Vitamin larut dalam lemak : A. kehamilan dan menyusui Kalium dapat membantu frekuensi dan kekuatan kontraksi otot jantung → bila kalium pada ekstra sel banyak → penurunan frekuensi dan dilatasi pembuluh darah jantung Kekurangan zat besi → dapat menyebabkan penurunan Hb Mineral Kebutuhan mineral tubuh : . bila kelebihan jumlah vitamin ini akan memungkinkan terjadinya keracunan karena sulit dibuang melalui ginjal. kelebihan vitamin ini akan dibuang melalui ginjal Vitamin C membantu absorpsi zat besi Vitamin Kebutuhan tubuh akan vitamin : • • • • • • • • Vitamin Vitamin Vitamin Vitamin Vitamin Vitamin Vitamin Vitamin A : 5000 iu B1 : 1. Vitamin • • • • • • Merupakan bahan makanan pelengkap yang penting Vitamin tidak menghasilkan kalori dalam jumlah yang berarti tapi memegang peranan penting dalam berbagai proses yang diperlukan guna menjaga kesehatan Vitamin bersifat organik.2 mg B2 : 1. terutama pada anak – anak.3. E dan K. D.5 mg B6 : 2 mg B12 : 3 mg C : 45 mg D : 400 iu K : 300 – 500 mcg 4.

Angka metabolisme dasar bagi laki – laki dewasa adalah 1700 dan bagi wanita dewasa adalah 1400. Kalori • • • • Kalori ad/ panas yg dihasilkan tubuh dr hasil pembakaran zat gizi (nutrien) Satu kalori adalah jumlah panas yang diperlukan untuk meningkatkan suhu 1 kg air sebesar 1 derajat celcius Produksi panas oleh tubuh pada tingkat terendah kimia sel dan aktivitas tubuh disebut angka metabolisme dasar. walau tidak menghasilkan energi bagi tubuh. Kandungan air dalam tubuh 60 – 70% dan merupakan bahan terpenting untuk proses sekresi dan ekskresi Fungsi paling nyata untuk air adalah untuk bertahan (Survival) 6. Kebutuhan makanan dan kalori berbeda antar individu. Ekskresi Ekskresi atau eliminasi merupakan pekerjaan tubuh untuk membuang zat sisa dari metabolisme yang tidak terpakai lagi untuk keperluan tubuh.• • • • • • • Kalsium : 800 mg Iodium : 110 mg Besi : 10 mg Magnesium : 350 mg Posphor : 800 mg Kalium : 1959-5850 mg Natrium : 2300 – 6900 mg 5. tergantung pada : Berat badan dan tinggi badan Usia dan jenis kelamin Aktivitas fisik Iklim/cuaca Selama masa kehamilan dan menyusui E. Air • • • Merupakan bahan yang sangat diperlukan tubuh. Proses ini terjadi .

diare. kalori naik 7 %) Meningkatnya aktivitas otot Jenis kelamin (BMR laki – laki lebih tinggi dari wanita) Berat badan (secara kuantitatif. dan ekspirasi (pengeluaran air dan CO2). Faktor – faktor yang Meningkatkan Kebutuhan Nutrisi • • • • • • • • • • Periode pertumbuhan yang cepat (infant. toddler. dialisa ginjal. luka bakar. kanker. dll . diaporesis (pengeluaran keringat). psikosis. jenis dan jumlah makanan dan minuman yang dibutuhkan secara pasti belum jelas Faktor – faktor yang berperan dalam pengaturan makanan : • • • Lapar Tdk menyenangkan Haus Kekenyangan → telah cukup banyak makan Pengaturan makan dipengaruhi oleh beberapa hal : • • Aktivitas Usia. menstruasi. hyperthyroid. Miksi (zat sisa dari saluran kemih). antara lain : defekasi (zat sisa dari saluran cerna). laktasi. penyakit ginjal/hati. jenis kelamin.dalam bermacam – macam bentuk. masalah pernafasan) Faktor – faktor yang Mempengaruhi Penurunan Kebutuhan Nutrisi • • • • • • • • • • Penurunan laju pertumbuhan Penurunan angka metabolisme dasar Hypotermia (penurunan metabolisme sel) Hypothyroid (penurunan BMR) Jenis kelamin (Wanita < pria) Gaya hidup yang cenderung pasif Immobilisasi/bedrest Kehilangan berat badan (karena penurunan aktivitas otot untuk bergerak) Pengaturan konsumsi makanan dan minuman Mekanisme yang menyebabkan orang makan dan minum. drainage. peningkatan berat badan akan meningkatkan metabolisme) Terjadi infeksi (untuk pembentukan zat fagositer bakteri patogen) Stress (meningkatkan produksi hormon thyroid sehingga meningkatkan epinephrin yang mensupport metabolisme) Meningkatnya kehilangan nutrisi karena kehilangan cairan (hemorhagi. dll) Penyakit kronis yang mempengaruhi fisiologi nutrisi (diabet. remaja dan hamil) Selama perbaikan jaringan karena proses luka/pembedahan Meningkatnya suhu tubuh (tiap kenaikan suhu 10 F.

• • • • Pengaturan konsumsi makanan → hypothalamus Pengaturan konsumsi makanan . konsistensi. dan stabilitas makanan Type tambahan makanan yang banyak digunakan : Bahan pengawet Zat anti oksidasi Zat untuk adonan stabil Zat penebal Pewarna Pemanis pengembang PENGKAJIAN NUTRISI Pengkajian nutrisi merupakan bagian integral dari perawatan kesehatan untuk meningkatkan kesehatan klien dan menurunkan angka rawat inap. Mengidentifikasi adanya malnutrisi dan efeknya terhadap status kesehatan klien . kurus dan gemuk Aspek budaya kegiatan makanan Sikap menyukai/tidak. atau kombinasinya dengan zat makanan lain. mengidentifikasi kebutuhan nutrisi dan menetapkan rencana tindakan bagi klien sesuai dengan kebutuhan Tujuan Pengkajian 1. rasa. Pengkajian nutrisi melibatkan pengumpulan informasi mengenai klien untuk mengetahui status nutrisi. Tambahan makanan → zat yang digunakan untuk menyempurnakan warna makanan. mineral atau protein. kebiasaan makan → hasil dari proses belajar Faktor – faktor budaya yang berkaitan dengan kegiatan makan : • • • • • • Praktek keagamaan Vegetarian Budaya/kultur Kebangsaan Psikososial Sifat Tambahan dan pelengkap makanan • • • Pelengkap makanan → preparat yang mengandung vitamin.

Komponen pengkajian dan pendekatan holistik antara lain : • • • • Kebudayaan dan pola konsumsi makanan Makanan yang lazim dikonsumsi Tingkat aktivitas fisik Standard hidup Pengkajian status nutrisi secara tim Tim pelaksanaan pengkajian nutrisi terdiri dari : Perawat . diabet. Ahli gizi Komponen pengkajian nutrisi Data Biografi Khususnya untuk usia dan jenis kelamin dapat membantu menemukan faktor resiko khusus. perubahan kulit dan gangguan pergerakan.2. penyakit cardio vaskuler dan kanker 3. hypertensi. Contoh lain anemia defisiensi besi sering terjadi pada remaja wanita daripada remaja pria. Keluhan Utama Keluhan yang lazim terjadi antar lain :Kehilangan berat badan. tapi bila aktivitas menurun maka kebutuhan akan kalori juga menurun. perawat harus mempertimbangkan kebutuhan klien secara menyeluruh dihubungkan dengan nutrisi. Dokter . Mengidentifikasi parameter nutrisi untuk status kesehatan klien yang optimal dan kondisi yang fit. Mis : Dewasa tua mempunyai kebutuhan nutrisi yang hampir sama dengan dewasa muda. kelemahan. Mengidentifikasi pola makan yang berlebihan dan hubungannya dengan kejadian obesitas. Saat mengkaji status nutrisi klien dan menentukan rencana keperawatan. Kebutuhan Nutrisi dalam Asuhan Keperawatan BAB I . kelebihan berat badan. gangguan gastrointestinal.

1997 ). yang tentunya bertujuan untuk mempertahankan kehidupan dan kesehatan. keamanan. Latar Belakang Kebutuhan dasar manusia merupakan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh manusia dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis maupun psikologis. aksi. harga diri. termasuk keseluruhan proses dalam tubuh manusia untuk menerima makanan atau bahan-bahan dari lingkungan hidupnya dan menggunakan bahan-bahan tersebut untuk aktifitas penting dalam tubuh serta mengeluarkan sisanya. Tubuh butuh energi untuk aktifitas sehingga dibutuhkan intake nutrisi yang tepat dan mencakup. yaitu kebutuhan fisiologis (makan.PENDAHULUAN A. . 2010 ). reaksi. Tujuan adanya kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan adalah untuk memberikan gambaran kepada penulis tentang kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan dan cara penanganannya menurut konsep ilmu. Kebutuhan dasar manusia menurut Abraham Maslow dalam Teori Hierarki Kebutuhan menyatakan bahwa setiap manusia memiliki lima kebutuhan dasar. Nutrisi adalah zat-zat gizi atau zat-zat lain yang berhubungan dengan kesehatan dan penyakit. danaktualisasi diri ( Potter dan Patricia. dan keseimbangan yang berhubungan dengan kesehatan dan penyakit ( Tarwoto dan Wartonah. cinta. minum). zat-zat gizi dan zat-zat lain yang terkandung. Nutrisi juga dapat dikatakan sebagai ilmu tentang makanan. Kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan memberikan gambaran tentang apa yang harus dilakukan dan kesulitan – kesulitan yang akan dihadapi saat penulisan makalah.

seorang penulis mampu mengambil sikap dan keputusan yang tepat dalam mengatasi masalah penulisan makalah. 3. Mengetahui Proses Pencernaan Makanan. 6. 7. 2. C. Tujuan Penulisan Berdasarkan permasalahan di atas. Mengetahui Metabolisme. Manfaat Penulisan Hasil pelaksanaan penulisan makalah ini akan memberi manfaat yang berarti bagi mahasiswa dan instansi. Mengetahui Absorpsi Gastrointestinal. Mengetahui Elemen-elemen Nutrisi atau Zat Gizi. 5. B. makalah ini akan membahas tentang kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan. 4. diantaranya adalah : 1. Mengetahui Faktor yang Mempengaruhi Nutrisi Seseorang.Dengan kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan. maka lahirlah makalah yang berjudul “ Kebutuhan Nutrisi dalam Asuhan Keperawatan “. Mengetahui Kebutuhan Nutrisi Berdasarkan Tahap Perkembangan. Mengetahui Laju Metabolisme Basal. Berdasarkan ketertarikan penulis terhadap kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan. Bagi Mahasiswa . maka tujuan penulisan ini adalah : 1. Oleh karena itu.

Penulisan makalah ini bermanfaat bagi mahasiswa dalam memberikan informasi kepada mahasiswa yang belum mengetahui tentang kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan. akan memberikan manfaat bagi instansi sebagai media informasi pembelajaran yang dapat membantu dalam proses belajar mengajar serta penambah wawasan informasi dalam materi pembelajaran KDDK. . Bagi Instansi Dengan penulisan makalah ini. 2.

Makanan yang sudah dikunyah selanjutnya masuk ke esofagus melalui proses menelan (deglutition).BAB II ISI DAN TEORITIS A. 1. . proses pencernaan dilakukan secara mekanik dan secara kimiawi. Pencernaan secara mekanik Pencernaan makanan makanan secara mekanik lebih banyak terjadi dalam rongga mulut yaitu mekanik mengunyah. Proses Pencernaan Makanan Pencernaan makanan merupakan proses pemecahan makanan menjadi bagian yang lebih kecil. Makanan dikunyah rata-rata 20-25 kali. tetapi tergantung dari jenis makanan.

mukus dan pepsin. Hati Hati memproduksi cairan empedu yang kemudian keluar melalui dua saluran yaitu duktus hapitikus kanan dan kiri. Absorpsi Gastrointestinal . Sedangkan sel eksorin pankreas adalah sel acinar dan epitel yang menghasilkan cairan pankreas seperti enzim-enzim pencernan. kemudian dihasilkan komponen karbohidrat. c. air. dan ion-ion. Pankreas Pankreas merupakn kelenjar yang yang mempunyai dua fungsi yaitu fungsi endrokin dan eksorin.2. di antaranya: a. Kandung empedu Fungsi utama dari kandung empedu adalah menyimpan cairan?garam yang dihasilkan oleh hati sekitar 1 liter setiap hari. Proses pencernaan makanan tidak terlepas dari peran organ-organ asesoris sistem pencernaan. Pencernaan secara kimiawi Pencernaan makanan secara kimiawi di lambung dilakukan melalui pencampuran makan dengan asam lambung. B. Sel-sel endrokin adalah pulau-pulau legerhans menghasilkan hormon insulin dan glukagon yang berperan dalam pengaturan kadar gula darah. b. protein dan lemak. Salah satu funsi dari hati ialah regulasi metabolik.

vitamin. Jenis kelamin. Laju Metabolisme Basal Laju metabolisme basal (basal metabolisme rate) adalah energi yang digunakan tubuh pada saat istirahat. ion mineral. 2004) Untuk dapat terjadi metabolisme. Setiap hari kira-kira 8-9 liter air dan 1 kg nutrisi melewati membrane dinding usus dari lumen usus masuk ke aliran darah ( Hinchliff. pernapasan. dan substansi organik seperti enzim. 2. 1. Tinggi badan dan berat badan. Metabolisme Nutrisi yang sudah disbsorpsi dan masuk dalm sistem sirkulasi selanjutnaya akan dimanfaatkan untuk energi tubuh melalui reaksi kimia yang disebut metabolisme. C. elektrolit. 3. Metbolisme adalah jumlah keseluruhan reaksi kimia dan fisik pengubah energi dalam tubuh yang menopang dan mempertahankan kehidupan (sloane. yaitu untuk keguatan fungsi tubuh seperti aktivitas jantung. peristaltik usus. 1996 ). sel membutuhka oksigen dan nutrisi termaksuk vitamin. dan nutrisi melewati membrane epithelium digestif dan masuk ke cairan interstisial dari saluran pencernaan. Usia. Besarnya kebutuhan energi basal ini dipengaruhi faktir-faktor berikut. dan kegitan kelenjar-kelenjar tubuh. D. .Absorpsi merupakan pemindahan agen subtract seperti air.

lemak. 1. Lemak . Karbohidrat Karbohidrat merupakan sumber energi utama tubuh. Temperatur lingkungan. 7. Keadaan sakit. 2. untuk pergerekan. Elemen nutrisi atas karbohidrat.protein. 5. pencernaan protein terjadi di lambung selanjutnya asam amino di edarkan oleh darah. 8. 6. Zat gizi berfungsi sebagi penghasil energi bagi funsi organ. Keadaan hamil. serta kerja fisik. Protein Protein memberi energi 4 kkal/g. Elemen-elemen nutrisi atau zat gizi Tubuh membutuhkan nutirsi untuk kelangsungan fungsi-fungsi tubuh. Keaadaan psikologis seperti stres dan ketegangan. mineral dan air. Kelainan endokrin. vitamin.4. Asam amino dapat di ubah menjadi lemak dan di simpan dalam jaringan adiposa atau di katabolisasi menjadi energi melalui glikogenesis. 3. E. Karbohidrat akan terurai dalam bentuk glukosa yang kemudian dimanfaatkan tubuh dan kelebiahan glukosa akan disimpan dalm hati dan jaringan otot dalam bentuk glikogen.

Air Berasal dari minum. Asam lemak tak jenuh adalah asam lemak esensial padea tubuh manusia. termasuk dalam sistem.fungsi air dalam tubuh adalah sebagai berikut : a. Asam lemak kemudian akan diabsorpsi di internasional kemudian ditransport ke hepar. lemak diemulsifikasi oleh garam empedu dan lesitin. Hasil hidrolisis lemak perperan dalam emulsifikasi.Lemak merupakan bentuk penhasilan energi tubuh yang utama. Mineral merupakan bahan makanan anorganik yang berfungsi antara lain untuk menjaga keseimbang tubuh serta bahan penyusun tubuh beberapa mineral berfungsi untuk bermacam-macam kegiatan tubuh. Mengaktifkan enzim-enzim yang terlibat dalam metabolisme dan mengatur keseimbangan antioksidan. Minaral Mineral sebagai katalis reaksi biokimia.makanamn.asam lemak sebagi simpanan metabolik disimpan dalam bentuk triagliserol. yaitu substansi yang menetralisisr radikal . 5. 6. Diusus halus. Vitamin juga berfungsi sebagai bebas.dan sayuran.lemak memberi energi 9 kkal/g lemak mulai dicerna dimulut dengan bantuan lipese lingual. 4. Sebagai pelarut zat makanan untuk memudahkan proses pencernaan makanan. b. Vitamin Tubuh tidak mensintesis vitamin dan bergantung pada asupan diet.

4. Chilid dan Adolescent . Usia 6 bulan pertama. Bayi Mengalami tumbuh kembang pesat pada 1 tahun pertama. kalsium. d.cairan dalam tubuh. Ibu Hamil dan Menyusui Lebih banyak membutuhkan kalori. dan zat besi yang tinggi. Biskuit di berikan pada yang sudah tumbuh giginya. Toddler dan Preschool Usia ini. Mengatur suhu tubuh. Makanan tambahan di berikan pada usia 6 bulan. protein. zat besi dan ASI pada ibu hamil. fosfor. nafsu makan anak dan kecepatan pertumbuhan mulai menurun sehingga perlu intake nutrisi yang penting untuk tumbuh kembang anak. 3. Kebutuhan yang lebih banyak diperlukan pada ibu menyusui yaitu kalsium. c. Anak perlu asupan protein. F. 2. Kebutuhan Nutrisi Berdasarkan Tahap Perkembangan 1. folat. air dan kalori. vitamin A dan C. kalsium . Sebagai alat angkut berbagai senyawa dan enzim. bayi hanya mengkomsumsi susu.

masalah yang terjadi pada remaja adalah obesitas. vitamin C. bulimia anoreksia nervosa. Status Sosioekonomi Pembelajaran makanan tergantung dari jumlah yang dimilki/ pendapatan. vitamin dan mineral yang tinggi. Gigi permanen sudah tumbuh dan sisitem percernaannya sudah matur. Menentukan makanan berdasar jumlah orang yang ada dirumah tersebut. Peningkatan pertumbuhan organ reproduksi pada remaja. D dan B. 2. protein. Khususnya pada wanita menopose. Adult dan Order Aldult Penyembuhan dan metabolisme berhenti sehingga butuh kalori sedikit. Kultur dan Agama Kubudayaan dan agama yang dianut individu sangat mempengaruhi pola dietnya.Status Kesehatan Individu dengan kesehatan yang kurang akan memerlukan nutrisi yang lebih karena dukungan nutrisi adalah bagian esensial penyembuhan setiap penanganan medis. Diet yang di ancurkan untuk dewasa tua adalah rendah kalori.Pertumbuhannya meningkat pada usia ini. serat. 5. Faktor Yang Mempengaruhi Nutrisi Seseorang 1. Membutuhkan karbohidrat. . zat besi. diet lemak. G. 3. kalsium. Makanan dan diet tertentu harus diberkan bila sesuai.

Makanan mewah sebagai simbol status sosial. Pilihan Pribadi Kesukaan datau ketidaksukaan pilihan individu terhadap makanan. Kesalahan Informasi Makanan Menganggap makanan tertentu bergizi rendah kerena keyakinan atau mitor terhadap kamanan. 5. Alkohol dan Obat Hiper alkohol dan obat menyebabkan defisiensi nutrisi. Faktor Psikologis Ketika seseorang stress memiliki perilaku diet berbeda–beda. 6. Makan berdasarkan perpesi dan motivasi individu. 7. Alkohol merusak sistem gastrointetianal dan obat mengurangi absorpsi zat gizi.4. Perlu pertimbangan ketika individu tersebut akan melakukan diet terapeutik. .

O beragama islam dan berusia 38 tahun masuk RS karena tiba-tiba pingsan di rumah. wajah tampak pucat. Hasil pemeriksaan lab di dapatkan Hb 10. O mengatakan sejak tiga hari yang lalu klien mengeluh mual dan selalu muntah setiap makan. S: 38C TD: 90/60mmhg.nafas: 16x/menit. Keluarga Ny.1gr/dl.BAB III KASUS PEMICU A. nadi 80x/menit. . O terlihat sangat lemah. berat badan sekarang 45 kg turun 20% dari berat badan sebelum sakit. Aplikasi kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan dengan kasus Ketidakseimbangan Nutrisi Ny. F.2. Saat ini Ny. kadar albumin 2.

: 38 tahun. . Nama klien 2.BAB IV PEMBAHASAN A. Umur : Ny. O. Pengkajian 1.

:: Islam. Hb: 10. Jenis kelamin 4. S: 38C. : Klien mengatakan mual dan muntah. Agama 6. Alamat 5. • • Ketidak mampuan menyerap nutrisi.3. dan TD: 90/60mmHg. B. a Objektif : Klien terlihat lemah. Analisa Data Data Data Subjektif Data Objektif Problem Etiologi N o 1 Kl Klien • Klien terlihat mengatakan lemah mual dan • Wajah muntah.2 Kadar albumin: 2. wajah tampak pucat.1.1 S: 38C TD: 90/60mmHg Ketidak seimbangan • Ketidakmampuan nutrisi. Ketidak mampuan memasukan makanan. mencerna makanan. Kadar albumin: 2. Data Subjektif : Perempuan. tampak pucat • • • • • Berat badan turun Hb: 10.2. . berat badan turun.

c.C. BB pasien dalam batas normal Monitor adanya penurunan BB Jadwalkan pengobatan dan tindakan tidak selama jam makan Monitor mual dan muntah Monitor kada albumin. Ketidakmampuan menyerap nutrisi D. Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi yang dibutuhkan pasien b. f. b. Monitor jumlah nutrisi dan kandungan kalori Berikan informasi tentang kebutuhan nutrisi Kaji kemampuan pasien untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan 2.total protein . Intervensi 1.dan kadar Ht Monitor pucat . Nutrition Management a.kemerahan. d. e.Hb. Gangguan nutrisi 2. Monitor kalori dan intake nutrisi .dan kekeringan jaringan konjungtiva. d. Diagnosa Keperawatan Kemungkinan berhubungan dengan : 1. c. g.Nutrition Monitoring a.

total protein.Memberikan informasi tentang kebutuhan nutrisi. Hb.Memonitor jumlah nutrisi dan kandungan kalori.Memonitor adanya penurunan berat badan.Memonitor mual dan muntah. 8. 9.dan pucat 3.Mengecek berat badan pasien.Mengkolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi. Pasien terlihat tidak lemah.Memonitor kekeringan jaringan konjungtiva. dan kadar Ht. 7. 3. Tekanan Darah. 2. O: 1. Implementasi 1. 11.Memonitor kadar Albumin. 6. 4. 10.Memonitor kalori dan intake nutrisi. BB normal 4.Memberikan obat.E. F. 5. Evaluasi S : Pasien mengatakan tidak mual dan tidak merasa muntah setap makan. 2. Pasien tidak mual dan muntah setiap makan .Mengkaji kemampuan pasien untuk mendapatkan nutrisi.

Memjadwalkan pengobatan dan tindakan tidak selama jam makan 3. Kesimpulan . RR A: 1. Berikan obat 2.5. Tekanan darah dalam batas normal 2. Kadar Albumin 6.Monitor kalori dan intake nutrisi BAB V PENUTUP A. Berat badan dalam batas normal 3. Kemampuan menyerap nutrisi adekuat P : 1.

yaitu untuk keguatan fungsi tubuh seperti aktivitas jantung. untuk pergerekan.Pencernaan makanan merupakan proses pemecahan makanan menjadi bagian yang lebih kecil. disarankan kepada penulis untuk dapat melengkapi informasi tentang kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan. dan kegitan kelenjar-kelenjar tubuh. B. Tubuh membutuhkan nutirsi untuk kelangsungan fungsi-fungsi tubuh. pernapasan.protein. 1996 ). Laju metabolisme basal (basal metabolisme rate) adalah energi yang digunakan tubuh pada saat istirahat. Zat gizi berfungsi sebagi penghasil energi bagi funsi organ. vitamin. serta kerja fisik. elektrolit. lemak. mineral dan air. . vitamin. Setiap hari kira-kira 8-9 liter air dan 1 kg nutrisi melewati membrane dinding usus dari lumen usus masuk ke aliran darah ( Hinchliff. Saran Mengingat pelaksanaan penulisan makalah ini baru berjalan sepekan sehingga hasil yang diperoleh belum maksimal. proses pencernaan dilakukan secara mekanik dan secara kimiawi. Oleh karena itu. Absorpsi merupakan pemindahan agen subtract seperti air. Nutrisi yang sudah disbsorpsi dan masuk dalm sistem sirkulasi selanjutnaya akan dimanfaatkan untuk energi tubuh melalui reaksi kimia yang disebut metabolisme. peristaltik usus. Elemen nutrisi atas karbohidrat. dan nutrisi melewati membrane epithelium digestif dan masuk ke cairan interstisial dari saluran pencernaan.

2011. Buku Ajar Keperawatan Pediatrik. A. Anggriyana Tri Widianti. Jakarta: Salemba Medika. Aziz alimul H. 2010. Dona L. Yogyakarta: Nuha Medika.DAFTAR PUSTAKA Saryono. Tarwoto. 2008. Wartonah. . Wong. Catatan Kuliah : Kebutuhan Dasar Manusia ( KDM ).. Kebutuhan Dasar Manusia Aplikasi Konsep dan Proses Keperawatan jilid 2. 2009.. Jakarta: EGC. Jakarta: Salemba Medika. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan.