P. 1
Konsep Kebutuhan Dasar

Konsep Kebutuhan Dasar

|Views: 282|Likes:
Published by Meilaa Arrdyan

More info:

Published by: Meilaa Arrdyan on Mar 20, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/03/2015

pdf

text

original

Konsep Kebutuhan Dasar Manusia

Posted on April 17, 2011 by muzavipahlevi Kebutuhan dasar manusia adalah unsure-unsur yang dibutuhkan manusian dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis maupun fisiologis, yang tentunya untuk mempertahankan kehidupan dan kesehatan. Kebutuhan manisia menurut Abraham Maslow dalam Teori Hirarki Kebutuhan menyatakan bahwa setiap manusia memiliki lima kebituhan dasar yaitu kebutuhan fisiologis (makan dan minum), keamanan, cinta, harga diri, dan aktualisasi diri (Sumber: Potter And Patricia, 1997). Ciri Kebutuhan Dasar Manusia Manusia memiliki kebutuhan dasar yang bersifat heterogen. Setiap orang umumya memiliki kebutuhan dasar yang sama, akan tetapi terdapat perbedaan budaya, maka kebutuhan tersebutpun ikut bebbeda. Dalam memenuhi kebutuhannya, manusia menyesuaikan diri dengan prioritas yang ada. Lalu jika gagal memenuhi kebutuhannya makamanusia akan berfikir lebih keras dan bergerak untuk memenuhi kebutuhannya. Faktor Yang Mempengaruhi Kebutuhan Dasar Manusi Kebutuhan dasar manusia dipengaruhi oleh berbagai factor, diantaranya adalah :

Penyakit

Adanya penyakit dalam tubuh dapat menyebabkan perubahan pemenuhan kebutuhan, baik secara biologis maupun fisiologis, karena beberapa fungsi organ tubuh memerlukan pemenuhan kebutuhan lebih besar daripada biasanya.

Hubungan Keluarga

Hubungan keluarga yang baik dapat meningkatkanpemenuhan kebutuhan dasar karena adanya saling percaya, merasakan kesenangan hidup, tidak ada rsa curiga, dan lain-lain.

Konsep Diri

Konsep diri manusia memiliki peran dalam pemenuhan kebutuhan dasar. Konsep diri yang posotif dapat memberikan makna dan keutuhan (wholeness) bagi seseorang. Konsep diri yang sehat dapat memberikan perasaan positif terhadap diri sendiri. Orang yang merasa posituf terhadap dirinya akan mudah berubah, mudah mengenali kebutuhan dan mengembangkan cara hidup yag sehat, sehingga mudah memenuhi kebutuhan dasarnya.

Tahap Perkembangan.

Sejalan dengan meningkatnya usia, manusia mengalami perkembangan. setiap tahap perkembangan tersebut memiliki tingkat kebutuhan yang bebeda, baik kebutuhan biologis,

psikososial, social, maupun spiritual, mengingat fungsi organ tubuh juga mengalami proses kematangan dengan dengan aktivitas yang berbeda. Pendapat Beberapa Ahli Tentang Konsep Kebituhan Dasar Manusia.

Virginia Handerson

Virginia Handerson membagi kebutuhan dasar manusia kedalam 14 komponen berikut : 1) 2) 3) 4) 5) 6) Bernafas secara normal. Makan dan minum yang cukup. Eliminasi. Bergerak dan memepertahan postur tubuh yang diinginkan. Tudur dan istirahat. Memilih pakaian yang tepat.

7) Mempertahankan suhu tubuh dalam kisaran normal dengan. menyesuaikan pakaian yang dikenakan dengan memodifikasi lingkungan. 8) Menjaga kebutuhan diri dan penampilan.

9) Berkomunikasi dengan orang lain dalam mengekspresikan emosi, kebutuhan, kakhawatiran dan opini. 10) Menghindari bahaya dari lingkungan dan dan menghindari membehayakan orang lain. 11) Beribadah sesuai dengan agama dan keyakinan. 12) Bekerja sedemikian rupa sebagai modal membiayai kebutuhan hidup. 13) Berpain atau berpartisipasi dalam berbagai bentuk rekreasi. 14) Belajar, menemkan, atau mamuaskan rasa ingn tahu yang mengarah pada perkembangan yang normal, kesehatan, dan penggunaan fasilitas kesehatanyang tersedia.

Jean Watson

Jean Watson membagi kebutuhan dasar manusia kedalam dua peringkat utama, yaitukebutuhan yang tingkatnya lebih rendah (lower order needs) dan kebutuhan yang tingkatnya lebih tinggi (higher order needs). Pemenuhan kebutuhan yang tingkatnya lebih rendah tidak selalu membantu

upaya kompleks mausia untuk mencapai aktualisasi diri. Tiap kebituhan dipandang dalam konteksnya terhadap kebutuhan lain, dan semuanya dianggap penting.

Gambar: Hierarki Kebutuhan Dasar Manusia Menurut Jean Watson

Abraham Maslow

Dikenal dengan nama Teori Hierarki Kebutuhan Dasar Manusia: 1) Kebutuha Fisiologis.

Adalah kebutuhan paling dasar, yaitu kebutuhan oksigen, cairan dan elektrolit, nutrisi, keseimbangan suhu tubuh, eliminasi, tempat tinggal, istirahat dan tidur serta kebutuhan seksual. 2) Kebutuhan rasa aman dn perlindungan.

Dibagi menjadi 2 yakni fisik dan psikologis:
• •

Fisik: meliputi perlindungan atas ancaman terhadap tubuh atau hidup seperti penyakit, kecelakaan, bahaya lingkungan, dan sebagainya. Psikologis: perlindungan atas ancaman dari pengalaman yang baru dan asing seperti kekhawatiran seorang anak ketika masuk sekolah untuk pertama kali karena merasa terancam oleh keharusan untuk berinteraksi dengan orang lain. Kebuthan rasa cinta serta rasa memiliki dan dimiliki.

3)

Member dan menerima kasih saying, mendapatkan kehangatan keluarga, memiliki sahabat, diterima oleh kelompok social, dan sebagainya. 4) Kebutuhan akan harga diri

Kebutuhan ini terkait dengan keinginan untukmendapatkan kekuatan, meraih prestasi, kepercayaan diri dan kemerdekaan diri. Selain itu, orang juga memerlukan pengakuan dari orang lain. 5) Kebutuhan aktualisasi diri.

Merupakan kebutuhan tertinggi dalam Hierarku Maslow, merupakan kebutuhan untuk berkontribusi pada orang lain/lingkungan serta mencapaipotensi diri sepenuhnya.

Gambar : Kebutuhan Dasar Manusia Menurut Abraham Maslow BAB I PENDAHULUAN Personal hygiene adalah upaya yang dilakukan dalam upaya memelihara kebersihan dan kesehatan dirinya baik secara fisik maupun mental. Perilaku kebersihan diri dapat dipengaruhi oleh nilai serta kebiasaan yang dianut individu.tingkat pendidikan. norma keluarga. aktivitas ini dikembangkan menjadi rutinitas guna memberikan perasaan stabil dan aman pada diri individu. Adanya masalah dalam kebersihan diri akan berdampak pada kesehatan seseorang. disamping faktor budaya. Tingkat kebersihan sendiri dinilai dari penampilan individu dan upayanya dalam menjaga kebersihan dan kerapian tubuhnya setiap hari. Berpenampilan bersih darum dan rapih merupakan dimensi yang sangat penting dalam mengukur tingkat kesejahteraan individu secara umum. Saat seseorang sakit salah satu penyebabnya adalah kebersihan diri yang kurang. Hal ini sangat penting mengingat kebersihan merupakan kebutuhan dasar utama yang dapat mempengaruhi status kesehatan dan kondisi psikologis secara umum. dan lain sebaganya. sebab kebarsihan merupakan faktor penting dalam mempertahankan derajat kesehatan individu (Taylor 1989). adanya perubahan .social. Menurut Roper (2002). status ekonomi. Sebagai contoh. Ini harus menjadi perhatian kita bersama.

Lapisan ini tidak mengandung pembuluh darah. Kedua. Kebersihan seseoang adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseoran untuk kesejahteraan fisik dan psikis. pendidikan. Ganguan fisik yang terjadi dapat mengakibatkan perubahan konsep diri. Hal-hal yang sangat berpengaruh itu di antaranya kebudayaan . Kebersihan itu sendiri dangat dipengaruhi oleh nilai individu dan kebiasaan. Lapisan kedua adalah lapisan dermis yang terdiri atas jaringan otot. kelenjar serumen yang terdapat dalam telingga yang berfungsi sebagai pelumas dan berwarna cokelat. Hal ini terjadi karena kita menganggap masalah kebersihan adalah masalah sepele. Konsep Personal Hygiene Dalam kehidupan sehari-hari kebersihan merupakan hal yang sangat penting dan harus diperhatikan karena kebersihan akan mempengaruhi kesehatan dan psikis seseorang. Kulit terdiri atas 2 lapisan yaitu lapisan epidermis yang terdapat pada bagian atas yang banyak mengandung sel-sel epitel. Sedangkan gangguan psikologis terjadi karena kondisi tersebut mungkin mengurangi keindahan penampilan dan reaksi emosional (Doenges dkk). lapisan subkutan di bawah kulit dan pelengkapnya. Jika seseorang sakit.pada kulit dapat menimbulkan berbagai ganguan fisik dan psikologis. . persepsi seseorang terhadap kesehatan. 2. Personal Hygiene berasal dari bahasa Yunani yaitu personal yang artinya perorangan dan hygiene berarti sehat. Sel-sel epitel ini mudah sekali mengalami regeneras. saraf folikel rambut dan kelenjar. Pada kulit terdapat 2 kelenjar : pertama kelnejar sebasea yang menghasilkan minyak yang disebut sebun yang berfungsi meminyaki kulit dan rambut. sosial. Fisiologi Kulit Sistem integumen terdiri atas kulit. biasanya masalah kebersihan kurang diperhatikan. BAB II ISI 1. keluarga. serta tingkat perkembangan.peran perawat dalam hal ini sangat dibutuhkan guna meningkatkan personal hygiene individu melalui kegiatan penyuluhan dan meningkatkan pengetahuan tentang upaya kebersihan diri melalui penerapan prinsip hidup bersih dan sehat. seperti kelenjar dan kuku. padahal jika hal tersebut dibiarkan terus dapat mempengaruhi kesehatan secara umum.

Memelihara kebersihan diri seseorang 3. Perawatan kulit kepala dan rambut Cara-cara merawat kulit kepala dan rambut: • • • • • • Cuci rambut 1-2 kali seminggu dengan memakai sampo yang cocok Pangkas rambut agar terlihat rapi Gunakan sisir yang bergerigi besar untuk merapikan rambut keriting dan olesi rambut dengan minyak Jangan menggunakan sisir yang bergerigi tajam karena bisa melikai kulit kepala Pijat kulit kepala pada saat mencuci rambut untuk merangsang pertumbuhan rambut Pada jenis rambut ikal dan keriting. Memperbaiki personal hyiene yang kurang 4. Tujuan Personal Hygiene 1. Macam-macam Personal Hygiene 1. Perawatan mata Cara-cara merawat mata: • Usaplah kotoran mata dari sudut mata bagian dalam hingga sudut mata bagian luar .Fungsi Kulit : 1. Meningkatkan rasa percaya diri 4. Meningkatkan derajat kesehatan seseorang 2. Proteksi tubuh 2. Pengaturan temperatur tubuh 3. sisir rambut mulai dari bagian ujung sampai ke pangkal dengan pelan dan hati-hati 2. Sensasi dari stimulus lingkungan 5. Mencagah penyakit 5. Membantu keseimbangan carian da eletrolit 6. Pengeluaran pembuangan air 4. Memproduksi dan mengabsorpsi vitamin D 3. Menciptakan keindahan 6.

keluarkan secara pelan dengan menggunakan penyedot telinga Bila menggunakan air yang disemprotkan. Perawatan telingga Cara-cara merawat telinga • • • • Bila ada kotoran yang mrnyumbat telinga. sebab akan merusak jaringan dibawah kuku . Sedangkan kuku kaki dipotong dalam bentuk lurus Jangan memotong kuku terlalu pendek karena dapat melukai kulit disekitar kuku Jangan membersihkan kotoran dibalik kuku dengan benda tajam. hembuskan secara perlahan dengan membiarkan kedua lubang hidung tetap terbuka Jangan mengeluarkan kotoran dari lubang hidung dengan menggunakan jari karena dapat mengiritasi mukosa hidung 4. gunakan kain yang paling bersih dan lembut Lindungi mata dari kemasukan debu dan kotoran Bila menggunakan kacamata hendaklah selalu dipakai Bila mata sakit cepat periksa ke dokter Cara-cara merawat hidung 3. sebab nantinya akan menyumbat saluran nafas serta menyebabkan luka pada membran mukosa Sewaktu mengeluarkan debu dari lubang hidung. lakukan dengan hati-hati agar tidak menimbulkan kerusakan telinga akibat tekanan air yang terlalu tinggi Aliran air yang masuk hendaknya diarahkan kesaluran telinga dan bukan langsung ke gendang telinga Jangan menggunakan peniti atau jepit rambut untuk membersihkan kotoran telinga karena dapat menusuk gendang telinga 5.• • • • Saat mengusap mata. Perawatan hidung • • • • Jaga agar lubang hidung tidak kemasukan air dan benda kecil Jangan biarkan benda kecil masuk kelubang hidung. Perawatan kuku kaki dan tangan Cara-cara merawat kuku • • • Kuku jari tangan dapat dipotong dengan pengikir atau memotongnya dalam betukk oval atau menikuti bentuk jari.

Body image Gambaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi kebersihan diri misalnya karena adanya perubahan fisik sehingga individu tidak peduli terhadap kebersihannya. Perawatan genetalia • • Membersihkan area genitalia eksterna pada saat mandi (wanita) Perawatan yang sama dilakukan saat mandi terutama pada mereka yang belum disirkumsisi (pria) 7. 8. Jangan gunakan sabun mandi untuk wajah Segera keringkan tubuh dengan handuk yang lembut dari wajah. sela-sela jari. tangan. ketiak.• • • Potong kuku seminggu sekali atau sesuai kebutuhan Khusus untuk jari kaki. badan hingga kaki 5. belakang telinga dll. Perawatan tubuh secara keseluruhan . sebaiknya kuku dipotong segera setelah mandi atau direndam dengan air hangat terlebih dahulu Jangan menggigiti kuku karena dapat merusak jaringan kuku Cara-cara merawat genitalia 6. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Personal Hygiene 1. Perawatan gigi dan mulut Cara-cara merawat gigi dan mulut • • • • • • • Tidak makan makanan yang terlalu manis dan asam Tidak menggunakan gigi untuk menggigit atau mencongkel benda keras Menghindari kecelakaan seperti jatuh yang dapat menyebabkan gigi patah Menyikat gigi sesudah makan dan khususnya sebelum tidur Meletakkan sikat gigi pada sudut 450 dipertemuan antara gigi dan gusi dan sikat menghadap kearah yang sama dengan gusi Menyikat gigi dari atas kebawah dan seterusnya Memeriksakan gigi secara teratur setiap enam bulan Cara-cara merawat tubuh secara keseluruhan: • • • • • Biasakan mandi dua kali sehari atau setelah beraktivitas Gunakan sabun yang tidak bersifat iritatif Sabuni seluruh tubuh terutama lipatan-lipatan kulit.

aktualisasi diri dan gangguan interaksi sosial. 6. Budaya Di sebagian masyarakat jika individu sakit tertentu maka tidak boleh dimandikan. Dampak yang Sering Timbul pada Masalah Personal Hyiene • Dampak Fisik Banyak gangguan kesehatan yang diderita seseorang karena tidak terpeliharanya kebersihan perorangan dengan baik. dan lain-lain. • Dampak Psikososial Masalah social yang berhubungan dengan Personal Hygiene adalah gangguan kebutuhan rasa nyaman. maka kemungkinan akan terjadi perubahan pola Personal Hygiene 3. Misalnya pada pasien penderita DM ia harus menjaga kebersihan kakinya. sikat gigi. 6. Kesimpulan . 7. sampo. alat mandi yang semuanya memerlukan uang untuk menyediakannya 4. dan gangguan fisik pada kuku. Pengetahuan Pengetahuan Personal Hygiene sangat penting karena pengetahuan yang baik dapat meningkatkan kesehatan. Praktik sosial Pada anak-anak selalu dimanja dalam kebersihan diri. Gangguan fisik yang sering terjadi adalah gangguan integritas kulit. 5. kebutuhan harga diri. infeksi pada mata dan telinga. Kondisi fisik Pada keadaan sakit tertentu kemampuan untuk merawat diri berkurang dan perlu bantuan untuk melakukannya. pasta gigi.2. sampo. Status sosial-ekonomi Personal Hygiene memerlukan alat dan bahan seperti sabun. BAB III PENUTUP A. kebutuhan dicintai dan mencintai. gangguan membrane mukosa mulut. Kebiasaan seseorang Ada kebiasaan seseorang yang menggunakan produk tertentu dalam perawatan dirinya seperti penggunaan sabun.

B. serta mencakup pola fikir. Berpenampilan bersih darum dan rapih merupakan dimensi yang sangat penting dalam mengukur tingkat kesejahteraan individu secara umum. Nyeri ini hanya dapat dirasakan oleh individu tersebut tanpa dapat dirasakan oleh orang lain. Jakarta: Bharata Karya Aksara Mubarak. padahal jika hal tersebut dibiarkan terus dapat mempengaruhi kesehatan secara umum. S. masalah kebersihan adalah hal yang sangat penting dan jangan menganggap masalah kebersihan adalah masalah sepele. biasanya masalah kebersihan kurang diperhatikan. Hal ini terjadi karena kita menganggap masalah kebersihan adalah masalah sepele. Demikian sedikit pengertian dan konsep nyeri.Personal hygiene adalah uapaya yang dilakukan dalam upaya memelihara kebersihan dan kesehatan dirinya baik secara fisik maupun mental. Saran Bagi para pembaca. biasanya masalah kebersihan kurang diperhatikan. baik ringan maupun berat. dan juga perubahan hidup seseorang. Adanya masalah dalam kebersihan diri akan berdampak pada kesehatan seseorang. Nyeri merupakan tanda dan gejala penting yang dapat menunjukkan telah terjadinya gangguan secara fisiologikal. dan lain sebaganya. Wahid Iqbal dkk. Gersik: Buku EGC Konsep Nyeri Terbit Artikel Pada Jun 15. (1994). Jika seseorang sakit. Untuk kali ini Blog Keperawatan akan mencoba berbagi sedikit mengenai konsep nyeri ini dan semoga bisa memberikan manfaat.tingkat pendidikan. 2012 8 komentar Konsep Nyeri. disamping faktor budaya. DAFTAR PUSTAKA Adam. Nyeri adalah perasaan tidak nyaman.social. Perilaku kebersihan diri dapat dipengaruhi oleh nilai serta kebiasaan yang dianut individu. karena Jika seseorang sakit. Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia Teori dan Aplikasi Dalam Praktik. aktifitas seseorang secara langsung. status ekonomi. Ada juga pengertian nyeri dari beberapa ahli diantaranya yaitu : . norma keluarga. Higiene Perseorangan. (2007).

Contoh dari nyeri akibat trauma mekanik ini adalah akibat adanya benturan. Khemis. 2. misal karena api dan air. Penyebab trauma ini terbagi menjadi : 1. 2005) Selanjutnya kita melangkah kepada penyebab dari nyeri. . 2. Nyeri yang ditimbulkan karena adanya pengaruh aliran listrik yang kuat mengenai reseptor rasa nyeri yang menimbulkan kekejangan otot dan luka bakar. 2002) Nyeri adalah sensasi ketidaknyamanan yang dimanisfestasikan sebagai penderitaan yang diakibatkan oleh persepsi jiwa yang nyata. Thermis. gesekan. luka dan lain-lain. Trauma. Gangguan sirkulasi darah dan kelainan pembuluh darah. 1983) Nyeri adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan yang berhubungan dengan kerusakan jaringan atau potensial menyebabkan kerusakan jaringan (Perry & Potter. Elektrik. Neoplasma ini juga terbagi menjadi dua yaitu : • • Neoplasma Jinak. Mekanik. Trauma ini juga terbagi menjadi beberapa macam. Hal ini dapat dicontohkan pada pasien dengan infark miokard akut atau pun angina pektoris yang dirasakan adalah adanya nyeri dada yang khas. Penyebab nyeri diantaranya yaitu : 1. 3. Rasa nyeri yang diakibatkan oleh mekanik ini timbul akibat ujungujung saraf bebas mengalami kerusakan. Nyeri karena hal ini timbul karena ujung saraf reseptor mendapat rangsangan akibat panas.Nyeri adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat dari kerusakan jaringan yang aktual dan potensial (Brunner & Suddarth. Neoplasma Ganas. 3. Nyeri yang ditimbulkan karena adanya kontak dengan zat kimia yang bersifat asam atau pun basa kuat. Neoplasma. ancaman dan fantasi luka (Kozier dan Erb. dingin. 4.

4. Peradangan. Nyeri yang diakibatkan karena adanya kerusakan ujung-ujung saraf reseptor akibat adanya peradangan atau terjepit oleh pembengkakan. Contohnya adalah nyeri karena abses. 5. Trauma psikologis. Setelah kita mengetahui akan penyebab dari nyeri pada konsep nyeri ini maka selanjutnya kita melangkah kepada klasifikasi nyeri. Klasifikasi nyeri dibedakan menjadi : 1. Menurut Tempat Nyeri. 1. Periferal Pain. Periferal pain ini terbagi menjadi 3 yaitu nyeri permukaan (superfisial pain), nyeri dalam (deep pain), nyeri alihan (reffered pain). Nyeri alihan ini maksudnya adalah nyeri yang dirasakan pada area yang bukan merupakan sumber nyerinya. 2. Central Pain. Nyeri ini terjadi karena perangsangan pada susunan saraf pusat, spinal cord, batang otak. 3. Psychogenic Pain. Nyeri ini dirasakan tanpa adanya penyebab organik, tetapi akibat dari trauma psikologis. 4. Phantom Pain. Phantom Pain ini merupakan perasaan pada bagian tubuh yang sudah tak ada lagi, contohnya pada amputasi. Phantom pain timbul akibat dari stimulasi dendrit yang berat dibandingkan dengan stimulasi reseptor biasanya. Oleh karena itu, orang tersebut akan merasa nyeri pada area yang telah diangkat. 5. Radiating Pain. Nyeri yang dirasakan pada sumbernya yang meluas ke jaringan sekitar. 2. Menurut Sifat Nyeri.
• • •

Insidentil. Yaitu sifat nyeri yang timbul sewaktu-waktu dan kemudian menghilang. Steady. Yaitu sifat nyeri yang timbul menetap dan dirasakan dalam waktu yang lama. Paroxysmal. Yaitu nyeri yang dirasakan berintensitas tinggi dan kuat sekali dan biasanya menetap selama 10 – 15 menit, lalu menghilang dan kemudian timbul kembali. Intractable Pain. Yaitu sifat nyeri yang resisten dengan diobati atau dikurangi. Contoh pada arthritis, pemberian analgetik narkotik merupakan kontraindikasi akibat dari lamanya penyakit yang dapat mengakibatkan kecanduan.

3. Menurut Berat Ringannya Nyeri. 1. Nyeri Ringan yaitu nyeri yang berada dalam intensitas yang rendah. 2. Nyeri Sedang yaitu nyeri yang menimbulkan suatu reaksi fisiologis dan juga reaksi psikologis. 3. Nyeri Berat yaitu nyeri yang berada dalam intensitas yang tinggi. 4. Menurut Waktu Serangan.

1. Nyeri Akut. Nyeri akut biasanya berlangsung singkat, misalnya nyeri pada fraktur. Klien yang mengalami nyeri akut pada umumnya akan menunjukkan gejala-gejala antara lain : respirasi meningkat, Denyut jantung dan Tekanan darah meningkat, dan pallor. 2. Nyeri Kronis. Nyeri kronis berkembang lebih lambat dan terjadi dalam waktu lebih lama dan pada umumnya penderita sering sulit mengingat sejak kapan nyeri mulai dirasakan. Selanjutnya melangkah pada patofisiologi nyeri. Patofisiologi nyeri ini dapat digambarkan sebagai berikut : Reseptor nyeri disebut nosiseptor. Nosiseptor mencakup ujung-ujung saraf bebas yang berespon terhadap berbagai rangsangan termasuk tekanan mekanis, deformasi, suhu yang ekstrim, dan berbagai bahan kimia. Pada rangsangan yang intensif, reseptor-reseptor lain misalnya badan Pacini dan Meissner juga mengirim informasi yang dipersepsikan sebagai nyeri. Zat-zat kimia yang memperparah nyeri antara lain adalah histamin, bradikini, serotonin, beberapa prostaglandin, ion kalium, dan ion hydrogen. Masing-masing zat tersebut tertimbun di tempat cedera, hipoksia, atau kematian sel. Nyeri cepat (fast pain) disalurkan ke korda spinalis oleh serat A delta, nyeri lambat (slow pain) disalurkan ke korda spinalis oleh serat C lambat. Serat-serat C tampak mengeluarkan neurotransmitter substansi P sewaktu bersinaps di korda spinalis. Setelah di korda spinalis, sebagian besar serat nyeri bersinaps di neuron-neuron tanduk dorsal dari segmen. Namun, sebagian serat berjalan ke atas atau ke bawah beberapa segmen di korda spinalis sebelum bersinaps. Setelah mengaktifkan sel-sel di korda spinalis, informasi mengenai rangsangan nyeri diikirim oleh satu dari dua jaras ke otak- traktus neospinotalamikus atau traktus paleospinotalamikus (Corwin, 2000 : 225). Informasi yang di bawa ke korda spinalis dalam serat-serat A delta di salurkan ke otak melalui serat-serat traktus neospinotalamikus. Sebagian dari serat tersebut berakhir di reticular activating system dan menyiagakan individu terhadap adanya nyeri, tetapi sebagian besar berjalan ke thalamus. Dari thalamus, sinyal-sinyal dikirim ke korteks sensorik somatic tempat lokasi nyeri ditentukan dengan pasti (Corwin, 2000 : 225). Informasi yang dibawa ke korda spinalis oleh serat-serat C, dan sebagian oleh serat A delta, disalurkan ke otak melalui serat-serat traktus paleospinotalamikus. Seratserat ini berjalan ke daerah reticular dibatang otak, dan ke daerah di mesensefalon yang disebut daerah grisea periakuaduktus. Serat- serat paleospinotalamikus yang berjalan melalui daerah reticular berlanjut untuk mengaktifkan hipotalamus dan system limbik. Nyeri yang di bawa dalam traktus paleospinotalamik memiliki lokalisasi yang difus dan berperan menyebabkan distress emosi yang berkaitan dengan nyeri (Corwin, 2000 : 225). http://askep-net.blogspot.com/2012/06/konsep-nyeri.html

KONSEP DASAR INFEKSI

INFEKSI KONSEP DASAR INFEKSI a.Pengertian Infeksi Infeksi adalah prosesinvasif oleh mikroorganismedan berpoliferasi di dalam tubuh yang menyebabkan sakit (Potter & Perry, 2005). Infeksi adalah invasi tubuh oleh mikroorganisme dan berproliferasi dalam jaringan tubuh. (Kozier, et al, 1995). Dalam Kamus Keperawatan disebutkan bahwa infeksi adalah invasi dan multiplikasi

mikroorganisme dalam jaringan tubuh, khususnya yang menimbulkan cedera seluler setempat akibat metabolisme kompetitif, toksin, replikasi intraseluler atau reaksi antigen-antibodi. Munculnya infeksi dipengaruhi oleh beberapa faktor yang saling berkaitan dalam rantai infeksi. Adanya patogen tidak berarti bahwa infeksi akan terjadi. Menurut Utama 2006, Infeksi adalah adanya suatu organisme pada jaringan atau cairan tubuh yang disertai suatu gejala klinis baik lokal maupun sistemik. Infeksi yang muncul selama seseorang tersebut dirawat di rumah sakit dan mulai menunjukkan suatu gejala selama seseorang itu dirawat atau

ii)resistensi terhadap zat-zat antibiotika. Mikroorganisme di kulit bisa merupakan flora transient maupun resident.1. reservoir.Rantai Infeksi Menurut Perry Potter. jamur dan protozoa. Infeksi endogen disebabkan oleh mikroorganisme yang semula memang sudah ada didalam tubuh dan berpindah ke tempat baru yang kita sebut dengan self infection atau auto infection. yaitu agen infeksi. Kontak antara pasien dan berbagai macam mikroorganisme ini tidak selalu menimbulkan gejala klinis karena banyaknya faktor lain yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi nosokomial. Rantai Proses Terjadinya Infeksi Perry Potter (2 1)Agen Infeksi Mikroorganisme yang termasuk dalam agen infeksi antara lain bakteri. Organisme residen tidak dengan mudah bisa dihilangkan melalui cuci tangan dengan sabun dan deterjen biasa kecuali bila gosokan dilakukan dengan seksama. portal of entry dan host/ pejamu yang rentan. dan infeksi yang baru menunjukkan gejala setelah 72 jam pasien berada dirumah sakit baru disebut infeksi nosokomial. Gambar 2. Infeksi nosokomial ini dapat berasal dari dalam tubuh penderita maupun luar tubuh. Kemungkinan terjadinya infeksi tergantung pada : i)karakteristik mikroorganisme. Menurut Utama 2006 menyampaikan bahwa pasien akan terpapar berbagai macam mikroorganisme selama ia rawat di rumah sakit. pasien yang masuk rumah sakit dan menunjukkan tanda infeksi yang kurang dari 72 jam menunjukkan bahwa masa inkubasi penyakit telah terjadi sebelum pasien masuk rumah sakit. b. iii)tingkat virulensi . Secara umum. sementara infeksi eksogen (cross infection) disebabkan oleh mikroorganisme yang berasal dari rumah sakit dan dari satu pasien ke pasien lainnya. portal of exit. Organisme ini siap ditularkan. cara penularan. kecualidihilangkan dengan cuci tangan. 2005 proses terjadinya infeksi seperti rantai yang saling terkait antar berbagai faktor yang mempengaruhi.setelah selesai dirawat disebut infeksi nosokomial. virus.

paru.blogspot. Clostridium yang dapat menyebabkan gangren. Contohnya : (a) Anaerobik Gram-positif. Keberadaan bakteri disini sangat penting dalam melindungi tubuh dari datangnya bakteri patogen. (d) Serratia marcescens. Klebsiella.com/2011/01/konsep-dasar-infeksi. http://nurlinazainuddin. jantung dan infeksi pembuluh darah serta seringkali telah resisten terhadap antibiotika. Pseudomonas sering sekali ditemukan di air dan penampungan air yang menyebabkan infeksi di saluran pencernaan dan pasien yang dirawat. fungsi neural & endokrin tubuh). menurut Utama 2006. Bakteri gram negatif ini bertanggung jawab sekitar setengah dari semua infeksi di rumah sakit. contohnya Escherichia coli. dapat menyebabkan infeksi serius pada luka bekas jahitan. Bakteri dapat ditemukan sebagai flora normal dalam tubuh manusia yang sehat.html \ TANDA-TANDA VITAL (Vital Sign) Pegertian Tanda-tanda vital/vital sign merupakan indikator dari status kesehatan (menandakan keefektifan sirkulasi. pulang. Pengukuran TTV memberikan data dasar . (b) Bakteri gram-positif: Staphylococcus aureus yang menjadi parasit di kulit dan hidung dapat menyebabkan gangguan pada paru. Enterobacter. dan peritoneum. yaitu: i) Bakteri Bakteri merupakan penyebab terbanyak dari infeksi. Penyebab infeksi dibagi menjadi 4 kategori. Bakteri patogen lebih berbahaya dan menyebabkan infeksi baik secara sporadik maupun endemik. (c) Bakteri gram negatif: Enterobacteriacae. respirasi. Tetapi pada beberapa kasus dapat menyebabkan infeksi jika manusia tersebut mempunyai toleransi yang rendah terhadap mikroorganisme. Proteus.iv)dan banyaknya materi infeksius.

respirasi & fungsi kontrol suhu • Saat KU klien berubah • Sebelum dan sesudah intervensi keperawatan yang pengaruhi TTV • Saat klien melaporkan adanya distress fisik non spesifik Empat komponen TTV. • Saat klien masuk ke fasilitas kesehatan • Di RS / fasilitas kesehatan dengan jadwal rutin sesuai program • Sebelum dan sesudah prosedur bedah • Sebelum dan sesudah prosedur diagnostik invasif • Sebelum dan sesudah pemberian pengobatan yang mpengaruhi karvas. respon terapi medis & keperawatan. Waktu dilakukannya pemeriksaan TTV . Hal ini sangat penting sehingga disebut TANDA VITAL. perubahan fisiologis. Aliran darah mengalir pada sistem sirkulasi karena perubahan tekanan. Sistole → Kontraksi jantung mendorong drh dg tekanan tinggi.untuk mengetahui respon terhadap stress fisiologi / psikologi. . • Suhu tubuh • Denyut nadi • Respirasi • Tekanan dara Tujuan dilakukan TTV: • Mengetahui data obyektif • Menget KU klien • Menget perkembangan penyakit klien • Membntu menentukan diagnosa & intervensi keperawatan TEKANAN DARAH Tekanan darah merupakan kekuatan lateral pada dinding arteri oleh darah yang didorong dengan tekanan dari jantung. Diastole→Tekanan minimal yg mendesak dinding arteri setiap wktu Faktor yang bertanggung jawab terhadap Tekanan Darah.

Nadi diatur oleh sistem saraf otonom.*Tahanan perifer: Pada dilatasi pembuluh darah & tahanan turun .mempengaruhi . Nadi merupakan salah satu indikator status sirkulasi. mmHg 1 BBL 40(rerata) 2 1bln 85/54 3 1th 95/65 4 6 th 105/65 5 10-13 th 110/65 6 14-17 th 120/70 7 Dewasa tengah 120/80 8 Lansia 140/90 (fundamental keperawatan .TD akan turun *Volume darah . Semakin kental darah akan meningkatkan TD *Elastisitas dinding pembuluh darah : penurunan elastisitas pembuluh darah akan meningkatkan TD TD abnormal ~Hipertensi : Tekanan systole >130mmHg. TD akan meningkat *Viskositas darah. *Saraf simpatik:me nadi *Saraf parasimoatik:me↓ nadi Faktor yang mempengaruhi nadi: ~Latihan fisik Latihan akan meningkatkan RR. ~Suhu Suhu meningkat maka nadi akan meningkat. ~Emosi Nyeri akut dan ansietas meningkatkan stimulasi simpatik. Bila volume meningkat .diastole >90mmHg ~Hipotensi: Tekanan sistole <90> ~Hipotensi ortostatik postural: penurunan TD saat bergerak dari posisi duduk ke berdiri disertai pusing. vol 1) Usia NADI Nadi adalah sensasi aliran darah yang menonjol dan dapat diraba diberbagai tempat pada tubuh. edisi4.berkunang-kunang sampai pingsan.

vol 1) KARAKTER NADI Frekuensi 1.Remaja 60-90/mnt . mudah dipalpasi .edisi4.dapat dirasakan dengan penekanan yang kuat ~+2: Normal. ~Peradarahan Kehilangan darah akan meningkatkan stimulasi simpatik sehingga meningkatkan nadi.Prasekolah 80-110/mnt .Dewasa 60-100/mnt (fundamental keprwtn. ~Obat2an Obat kronotopik positif (epineprin akan meningkatkan nadi). Frekuensi jantung normal Usia Denyut/mnt .frekuensi jantung. Bradikardi: Frekuensi <> Irama→normal : interval egular setiap denyut nadi Kekuatan / amplitude → kualitas nadi ~0: Tidak teraba ~+1: Lemah. Takikardi: Frekuensi > 100x/mnt 2.Todler 90-140/mnt . ~Gangguan paru Penyakit mengakibatkan oksigenasi buruk sehingga nadi meningkat. ~Perubahan postur tubuh Dari berbaring ke duduk kemudian berdiri akan meningkatkan nadi.Usia sekolah 75-100/mnt .Bayi 120-160/mnt .

~+3: Mudah dipalpasi . kuat Kesamaan → bandingkan secara kanan & kiri kec nadi karotis Tempat Pengukuran Nadi: *Arteri temporal *Arteri radialis *Arteri karotis *Arteri ulnalis *Arteri apical *Arteri femoral *Arteri brakhialis *Arteri popliteal *Arteri tibia posterior *Arteri dorsalis pedis PERNAFASAN Pernafasan adalah mekanisme tubuh menggunakan pertukaran udara antara atmosfir dengan darah serta darah dengan sel. ♣ Mekanisme pernafasan meliputi: *Ventilasi yaitu pergerakan udara masuk ke luar paru *Difusi yaitu pertukaran O2 & CO2 antara alveoli & sel darah merah *Perfusi yaitu distribusi oleh sel drh merah ke dan dari kapiler darah Kontrol Fisiologis : Pusat pengaturan → batang otak Ventilasi diatur oleh kadar O2 & CO2 serta ion hidrogen dalam darah Peningkatan PCO2 berakibat sistem kontrol pernafasan di otak meningkatkan frekuensi dan kedalaman. Faktor yang mempengaruhi pernafasan: Olahraga meningkatkan RR Nyeri akut dan kecemasan (meningkatkan RR) Anemia (meningkatkan RR) Posisi tubuh (postur tubuh yang lurus dan tegak meningkatkan ekspansi paru Medikasi ( analgetik narkotik dan sedatif meningkatkan RR) Cedera batang otak (meningkatkan RR) Hal yang perlu diperhatikan dalam pengkajian pernafasan: Frekuensi pernafasan Kedalaman pernafasan Irama pernafasan .

dalam .cepat secara tidak normal (pernafasan lebih dari 20x/menit). Faktor yang memepengaruhi TD: »Usia → TD orang dewasa cenderung meningkat seiring pertambahan usia »Stress→ meningkatkan TD »Ras → dipengaruhi oleh kebiasaan. Takipneu: Nafas teratur. biasanya rendah pada pagi hari »Jenis kelamin → secara klinis tidak perbedaan yang signifikan .lambat secara tidak normal ( pernafasan kurang dari 12x/menit). vol 1) Gangguan dalam pola nafas: Bradipneu: Nafas teratur . Hiperneu: Nafas sulit.edisi 4. SUHU TUBUH . genetic dan linkungan »Medikasi → analgesik narkotik dapat meningkatakan TD »Variasi diurnal → TD berubah-ubah spanjang hari.lebih dari 20x/menit Apneu: Nafas berhenti untuk beberapa detik Hiperventilasi: Frekeunsi dan kedalaman nafas meningkat Hipoventilasi: Frekuensi nafas abnormal dalam kecepatan dan kedalaman Pernaf Cheyne stokes: Frekuensi dan kedalamn nafas tidak teratur ditandai dengan periode apneu dan hiperventilasi yang berubah Pernaf Kusmaul: pernafasan dalam secara tidak normal dalam frekuensi meningkat Pernaf Bio: Nafas dangkal secara tidak normal diikuti oleh periode apneu yang tidak teratur.setelah pubertas pria lebih tinggi setelah menopause maka wanita lebih tinggi.Difusi dan perfusi Frekuensi pernafasan : Usia Frek/mnt ~BBL 35-40 ~Bayi 30-50 ~Todler 25-32 ~Anak2 20-30 ~Remaja 16-19 ~Dewasa 12-20 (Fundamental keperawatan .

Suhu tubuh Merupakan perbedaan antara jumlah panas yang diproduksi oleh proses tubuh dan jumlah panas yang hilang ke lingkungan.Konveksi. lansia sangat sensitif terhadap suhu yang ekstrim Olahraga: meningkatkan produksi panas Kadar hormon: wanita mengalami fruktuasi suhu tubuh yang lebih besar dari pria Lingkungan Irama sikardian: suhu tubuh secara normal berubah secara normal 0. Kerja otot: latihan akan meningkatkan metabolisme. Perpindahan panas dari satu obyek ke obyek lainnya dg kontak langsung.Konduksi. Sekresi hormon tyroid: meningkatan metabolisme dalam pemecahan glukosa dan lemak. . Metabolisme tubuh:merupakan serangkaian reaksi kimia untuk menghasilkan energi (panas). titik terendah pada pukul 1-4 dini hari Rentang Normal. Pengeluaran Panas -Radiasi. 4.5 drjt selama 24 jam. Perpindahan panas karena pergerakan udara. 3. Perpindahan energi panas ketika cairan tbh mjd gas (Kulit merupakan tempat utama pengeluaran panas) Faktor yang mempengaruhi suhu tubuh : Usia: pengaturan suhu tubuh tidak stabil sampai pubertas. Rangsangan pd sistem saraf : saat gula darah turun terjadi rangsangan pada saraf simpatik yang kemudian akan terjadi sekresi epineprin dan non epineprin yang akan meningkatkan suhu tubuh. 2. Pusat pengaturan suhu tubuh adalahl hipotalamus (bekerja sbg termostat).Evaporasi. 4 cara produksi panas : 1. Rentang normal suhu 36-38°C Tergantung tempat pengukuran suhu: . . . Perpindahan panas dari permukaan satu obyek ke permukaan obyek lain tanpa keduanya bersentuhan.

blogspot. pada bayi dan anak kecil yang menangis serta klien yang tidak sadar.com/2012/05/tanda-tanda-vital-vital-sign.5°C Tempat pengukuran suhu: ~Suhu inti: • • • • • Rektum membran tympani Esofagus Arteri pulmoner kandung kemih ~Suhu permukaan: • • • Kulit Aksila Oral ~Tempat pengukuran suhu yg sering dilakukan: -Oral Tetapi tidak boleh dilakukan pada klien dengan bedah / trauma oral.≠ Oral rata2→37°C ≠ Rektal rata2→37. -Aksila Tidak boleh dilakukan pada bayi.klienyang sangat kurus. http://dhewi-hany.klien dengan luka di ketiak dan operasi pada mamae.html (SOP) PEMERIKSAAN FISIK HEAD TO TOE . pada bayi baru lahir.klien dengan berpenyakit kelamin.klien dengan epilepsy atau gemetar karena kedinginan. -Rektal Tidak boleh dilakukan pada klien dengan bedah / kelainan rectal.nyeri pada area rectal / perdarahan.5°C ≠ Aksila rata2→36.

Untuk mengevaluasi hasil fisiologis dari asuhan. Peralatan  Lidi kapas  Cytobrush  Bantalan sekali pakai  Selimut  Bagan mata (mis. Untuk menambah. atau menyangkal data yang diperoleh dalam riwayat keperawatan. Untuk membuat penilaian klinis tentang perubahan status kesehatan klien dan penatalaksanaannya.BAB I PENDAHULUAN Tujuan : 1. Untuk mengumpulkan data dasar tentang kesehatan klien. Untuk menginformasi dan mengidentifikasi diagnose keperawatan 4. 3. 5. Snellen chart) . 2. menginformasi.

 Senter dan lampu sorot  Formulir (mis. laboratorium)  Handschoon (bersih atau steril)  Skort untuk klien  Pelumas larut air  Oftalmoskop  Otoskop  Slide untuk Papanicolaou smear  Handuk kertas  Palu perkusi  Penggaris  Pin pengaman  Skala dengan meteran pengukur tinggi  Wadah specimen dan slide mikroskop  Sfigmomanometer dan manset  Stetoskop  Forsep swab atau spon  Pita meteran  Thermometer  Tisu  Spatel lidah . Fisik.

2010) Adapun teknik-teknik pemeriksaan fisik yang digunakan adalah: 1. untuk memperoleh data yang sistematif dan komprehensif. 1997) Inspeksi adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan cara melihat bagian . Garpu tala  Speculum vagina ( Potter & Perry. (Laura A. Konsep Teori Pemeriksaan fisik merupakan peninjauan dari ujung rambut sampai ujung kaki pada setiap system tubuh yang memberikan informasi objektif tentang klien dan memungkinkan perawat untuk mebuat penilaian klinis.Talbot dan Mary Meyers. Inspeksi umum dilakukan saat pertama kali bertemu pasien. Inspeksi Inspeksi adalah pemeriksaan dengan menggunakan indera penglihatan.(Potter dan Perry. Keakuratan pemeriksaan fisik mempengaruhi pemilihan terapi yang diterima klien dan penetuan respon terhadap terapi tersebut. 2005) Pemeriksaan fisik dalah pemeriksaan tubuh klien secara keseluruhan atau hanya bagian tertentu yang dianggap perlu. memastikan/membuktikan hasil anamnesa. pendengaran dan penciuman. speculum dan lain-lain. ( Dewi Sartika. menentukan masalah dan merencanakan tindakan keperawatan yang tepat bagi klien. Pemeriksaan kemudian maju ke suatu inspeksi local yang berfokus pada suatu system tunggal atau bagian dan biasanya mengguankan alat khusus seperto optalomoskop.1. Suatu gambaran atau kesan umum mengenai keadaan kesehatan yang di bentuk. otoskop.2002) BAB II PEMBAHASAN 2.

kelembaban dan penonjolan. lokasi. untuk mendeterminasi ciri2 jaringan atau organ seperti: temperatur. posisi. (Dewi Sartika. Perkusi Perkusi adalah pemeriksaan yang meliputi pengetukan permukaan tubuh unutk menghasilkan bunyi yang akan membantu dalam membantu penentuan densitas.Talbot dan Mary Meyers.Talbot dan Mary Meyers. dan penonjolan/pembengkakan. gerakan. bentuk. 2.(Laura A. tekstur. lesi. dan posisi struktur di bawahnya. kesimetrisan. kelembaban.(Dewi Sartika. pertumbuhan atau massa. 1997) Perkusi adalah pemeriksaan dengan jalan mengetuk bagian permukaan tubuh tertentu untuk membandingkan dengan bagian tubuh lainnya (kiri/kanan) dengan menghasilkan suara. yang bertujuan untuk mengidentifikasi batas/ lokasi dan konsistensi jaringan. 1997) Palpasi adalah teknik pemeriksaan yang menggunakan indera peraba . edema. 2010) Fokus inspeksi pada setiap bagian tubuh meliputi : ukuran tubuh. 2010) 4. Palpasi Palpasi adalah pemeriksaan dengan menggunakan indera peraba dengan meletakkan tangan pada bagian tubuh yang dapat di jangkau tangan. Auskultasi . warna. Dewi Sartika. bentuk. vibrasi. ukuran. keelastisan.2010) Hal yang di deteksi adalah suhu. tangan dan jari-jari. krepitasi dan sensasi. 3.setelah inspeksi perlu dibandingkan hasil normal dan abnormal bagian tubuh satu dengan bagian tubuh lainnya.tubuh yang diperiksa melalui pengamatan (mata atau kaca pembesar). Laura A.

yaitu sebagai berikut: a. 4. memasang masker.2. 2010) Dalam melakukan pemeriksaan fisik. Komunikasi (penjelasan prosedur) Privacy dan kenyamanan klien Sistematis dan konsisten ( head to toe. Tujuan Pemeriksaan Fisik Secara umum. Hal-hal yang didengarkan adalah : bunyi jantung. 6. Kontrol lingkungan Yaitu memastikan ruangan dalam keadaan nyaman. 1997) Auskultasi Adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan dengan cara mendengarkan suara yang dihasilkan oleh tubuh. Misalnya menutup pintu/jendala atau skerem untuk menjaga privacy klien 1. 2. ada prinsip-prinsip yang harus di perhatikan.Talbot dan Mary Meyers.Auskultasi adalah tindakan mendengarkan bunyi yang ditimbulkan oleh bermacam-macam organ dan jaringan tubuh. b. suara nafas. dr eksternal ke internal. Kontrol infeksi Meliputi mencuci tangan. pemeriksaan fisik yang dilakukan bertujuan: . dr normal ke abN) Berada di sisi kanan klien Efisiensi Dokumentasi 2. hangat. dan membantu klien mengenakan baju periksa jika ada.(Dewi Sartika.(Laura A. dan cukup penerangan untuk melakukan pemeriksaan fisik baik bagi klien maupun bagi pemeriksa itu sendiri. Biasanya menggunakan alat yang disebut dengan stetoskop. dan bising usus. 5. 3. memasang sarung tangan steril.

Untuk mengevaluasi hasil fisiologis dari asuhan. Untuk membuat penilaian klinis tentang perubahan status kesehatan klien dan penatalaksanaan. baik bagi perawat sendiri. 2.3.4. Sebagai dasar untuk memilih intervensi keperawatan yang tepat 4. Sebagai data untuk mengevaluasi hasil dari asuhan keperawatan 2. 2. Sewaktu-waktu sesuai kebutuhan klien 2. 5. klien yang baru masuk ke tempat pelayanan kesehatan untuk di rawat. Untuk mengumpulkan data dasar tentang kesehatan klien.1. Untuk menambah. Sebagai data untuk membantu perawat dalam menegakkan diagnose keperawatan. mengkonfirmasi. Indikasi Mutlak dilakukan pada setiap klien. Prosedur pemeriksaan fisik Persiapan a. masing-masing pemeriksaan juga memiliki tujuan tertentu yang akan di jelaskan nanti di setiap bagian tibug yang akan di lakukan pemeriksaan fisik. Mengetahui masalah kesehatan yang di alami klien. Untuk mengkonfirmasi dan mengidentifikasi diagnosa keperawatan. 2. 2. 3. maupun bagi profesi kesehatan lain. 4.5. atau menyangkal data yang diperoleh dalam riwayat keperawatan. 3. Alat . 3. Secara rutin pada klien yang sedang di rawat. diantaranya: 1. tertama pada: 1. Namun demikian. Manfaat Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan fisik memiliki banyak manfaat.

hangat. Misalnya menutup pintu/jendala atau skerem untuk menjaga privacy klien c.Meteran. buku catatan perawat. Thermometer. ekspresi wajah. Tanda-tanda stress/ kecemasan (Normal :)Relaks. tidak ada tanda-tanda cemas/takut) 3. Handschoon bersih ( jika perlu). dan cukup penerangan. tingkah laku. Kesadaran. tidak ada menahan nyeri/ sulit bernafas) 2. Klien (fisik dan fisiologis) Bantu klien mengenakan baju periksa jika ada dan anjurkan klien untuk rileks. Alat diletakkan di dekat tempat tidur klien yang akan di periksa. Tahapan perkembangan 6. Usia dan Gender 5. BB ( Normal : BMI dalam batas normal) 7. Tensimeter/spighnomanometer. Steteskop. Lakukan pemeriksaan dengan berdiri di sebelah kanan klien dan pasang handschoen bila di perlukan 4. TB. Lingkungan Pastikan ruangan dalam keadaan nyaman. Ekspresi sesuai. Jenis kelamin 4. Otoskop. Penlight. (Normal : Kesadaran penuh. A) Prosedur Pemeriksaan 1. tissue. Timbangan BB. Kebersihan Personal (Normal : Bersih dan tidak bau) 8. Posisi klien : duduk/berbaring Cara : inspeksi 1. b. Cuci tangan 2. mood. Pemeriksaan umum meliputi : penampilan umum. Cara berpakaian (Normal : Benar/ tidak terbalik) . Arloji/stopwatch. Refleks Hammer. status mental dan nutrisi. Jelaskan prosedur 3.

2+: Denyutan mudah teraba.50c) 2. C) Pemeriksaan kulit dan kuku . Postur dan cara berjalan 10. >20: Takipnea. Nadi a) b) c) Frekuensi = Normal : 60-100x/menit . dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat.5-37. <15 Bradipnea Keteraturan= Normal : teratur Kedalaman: dalam/dangkal Penggunaan otot bantu pernafasan: Normal : tidak ada setelah diadakan pemeriksaan tanda-tanda vital evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. Tekanan darah (Normal : 120/80 mmHg) 3. 13. Pernafasan a) b) c) d) Frekuensi: Normal= 15-20x /menit.9. tidak gugup) 12.Bentuk dan ukuran tubuh 11. (Relaks. 1+:denyutan kurang teraba. lancer. Takikardia: >100 . tak mudah lenyap.Cara bicara. 3+: denyutan kuat dan mudah teraba 4.Evaluasi dengan membandingkan dengan keadaan normal.Dokumentasikan hasil pemeriksaan B) Pengukuran tanda vital (Dibahas kelompok 2 lebih dalam) Posisi klien : duduk/ berbaring 1. Suhu tubuh (Normal : 36. Bradikardia: <6 Keteraturan= Normal : teratur Kekuatan= 0: Tidak ada denyutan.

dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. b. dan edema. dan warna kuku Normal: bersih. kerusakan jaringan setempat. sianosis. bentuk normaltidak ada tanda-tanda jari tabuh (clubbing finger). ketebalan. turgor kulit. suhu permukaan kulit. dan hidrasi. Pemeriksaan kulit\ • Inspeksi : kebersihan. • Pemeriksaan kuku Inspeksi : kebersihan. turgor baik/elastic. sirkulasi. bentuk. dan ikterik. pigmentasi.Tujuan 1) 2) Mengetahui kondisi kulit dan kuku Mengetahui perubahan oksigenasi. tidak ikterik/sianosis. pucat. setelah diadakan pemeriksaan kulit dan kuku evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. Persiapan 1) 2) 3) Posisi klien: duduk/ berbaring Pencahayaan yang cukup/lampu Sarung tangan (utuk lesi basah dan berair) Prosedur Pelaksanaan a. • Palpasi : ketebalan kuku dan capillary refile ( pengisian kapiler ). Normal: lembab.lesi/perlukaan. Normal: kulit tidak ada ikterik/pucat/sianosis. tidak ada edema. . tekstur. warna. • Palpasi : kelembapan.

. mulut dan leher Posisi klien : duduk . adanya lesi atau tidak. dan tekstur rambut. kesimetrisan. wajah. hidung. rambut. mata. Pemeriksaan kepala. Pemeriksaan kepala Tujuan a) b) Mengetahui bentuk dan fungsi kepala Mengetahui kelainan yang terdapat di kepala Persiapan alat a) b) Lampu Sarung tangan (jika di duga terdapat lesi atau luka) Prosedur Pelaksanaan • Inspeksi : ukuran lingkar kepala. kebersihan rambut dan kulit kepala. mulut dan leher 1. warna. c. wajah. hidung. setelah diadakan pemeriksaan kuku evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. telinga. mata. Normal: simetris. bentuk. untuk pemeriksaan wajah sampai dengan leher perawat berhadapan dengan klien D) Pemeriksaan kepala. bersih. tidak ada lesi. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. jumlah dan distribusi rambut.Normal: aliran darah kuku akan kembali < 3 detik. tidak menunjukkan tanda-tanda kekurangan gizi(rambut jagung dan kering) • Palpasi : adanya pembengkakan/penonjolan. telinga.

pigmentasi. simetris. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat. • Pemeriksaan wajah Inspeksi : warna kulit. Normal: warna sama dengan bagian tubuh lain. dan rahang Normal: tidak ada nyeri tekan dan edema. 2. tidak pucat/ikterik. • • Palpasi : nyeri tekan dahi. pipi. rambut lebat dan kuat/tidak rapuh. bentuk. dan edema. setelah diadakan pemeriksaan kepala evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. Persiapan alat a) b) c) d) Senter Kecil Surat kabar atau majalah Kartu Snellen Penutup Mata . dan kesimetrisan.• Normal: tidak ada penonjolan /pembengkakan. Pemeriksaan mata Tujuan a) b) Mengetahui bentuk dan fungsi mata Mengetahui adanya kelainan pada mata. 3. setelah diadakan pemeriksaan wajah evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal.

virus centralis dekat yang merupakan ketajaman penglihatan untuk melihat benda benda dekat misalnya membaca. dan respon terhadap cahaya. kesimestrisan. bola mata. Visus sentralis ini dibagi dua yaitu visus sentralis jauh dan visus sentralis dekat. 2). dkk. penggunaan kacamata / lensa kontak. Tajam penglihatan tersebut merupakan derajad persepsi deteil dan kontour beda. Tes Ketajaman Penglihatan Ketajaman penglihatan seseorang mungkin berbeda dengan orang lain. kesimestrisan. Jika hasil pemeriksaan tersebut visusnya e”20/20 maka tajam . hal 21). alis mata. (EM. Visus tersebut dibagi dua yaitu: 1). hal 21). Dalam klinis visus sentralis jauh tersebut diukur dengan menggunakan grafik huruf Snellen yang dilihat pada jarak 20 feet atau sekitar 6 meter. kelopak mata. b. warna konjunctiva dan sclera (anemis/ikterik). Sutrisna. Sutrisna. visus centralis jauh merupakan ketajaman penglihatan untuk melihat benda benda yang letaknya jauh. a. Pada keadaan ini mata tidak melakukan akomodasi. dan sclera berwarna putih. Visus sentralis. warna konjungtiva pink. Fungsi dari visus perifer adalah untuk mengenal tempat suatu benda terhadap sekitarnya dan pertahanan tubuh dengan reaksi menghindar jika ada bahaya dari samping. menulis dan lain lain.e) Sarung tangan Prosedur Pelaksanaan • Inspeksi: bentuk. Normal: simetris mata kika. (EM. dkk. Pada keadaan ini mata harus akomodasi supaya bayangan benda tepat jatuh di retina. bulu mata. Visus perifer Pada visus ini menggambarkan luasnya medan penglihatan dan diperiksa dengan perimeter. simetris bola mata kika.

(Pada pasien vos/vodnya “x/y” artinya mata kanan pasien dapat melihat sejauh x meter. sedangkan orang normal dapat melihat sejauh y meter. prosedur pemeriksaan visus dengan menggunakan peta snellen yaitu: • • • Memperkenalkan diri dan menjelaskan maksud tujuan pemeriksaan. • Pemeriksaan Pergerakan Bola Mata Pemeriksaan pergeraka bola mata dilakukan dengan cara Cover-Uncover Test / Tes Tutup-Buka Mata . • Jika pasien juga tetap tidak bisa melihat adanya gerakan tangan. atas ke bawah. salah satunya adalah refraksi anomaly/kelainan pembiasan. Pada keadaan tidak mengetahui cahaya nilai visus oculi dextranya nol. • Pemeriksaan dilanjutkan dengan menilai visus oculi sinistra dengan cara yang sama. • Pemeriksaan dilakukan dengan meminta pasien menyebutkan simbol di kartu Snellen dari kiri ke kanan. maka pasien diminta untuk menunjukkan ada atau tidaknya sinar dan arah sinar (Nilai visus oculi dextra 1/tidak hingga). Nilai visus oculi dextra = jarak pasien masih bisa membaca hitungan/60. Jika pasien tidak bisa melihat satu simbol maka diulangi lagi dari barisan atas. Jika tetap maka nilai visus oculi dextra = barisan atas/6. Meminta pasien duduk menghadap kartu Snellen dengan jarak 6 meter.penglihatannya dikatakan normal dan jika Visus <20/20 maka tajam penglihatanya dikatakan kurang Penyebab penurunan tajam peglihatan seseorang bermacam macam. Jika pasien dari awal tidak dapat membaca simbol di Snellen chart maka pasien diminta untuk membaca hitungan jari dimulai jarak 1 meter kemudian mundur. • • • Jika pasien juga tidak bisa membaca hitungan jari maka pasien diminta untuk melihat adanya gerakan tangan pemeriksa pada jarak 1 meter (Nilai visus oculi dextranya 1/300). Melaporkan hasil visus oculi sinistra dan dextra. Memberikan penjelasan apa yang harus dilakukan (pasien diminta mengucapkan apa yang akan ditunjuk di kartu Snellen) dengan menutup salah satu mata dengan tangannya tanpa ditekan (mata kiri ditutup dulu).

Sehingga rangsangan untuk berfusi atau menyatu inilah menjadi faktor utama yang membuat otot -otot tersebut berusaha extra atau lebih. Alat/sarana yang dipakai: . berarti terdapat kelainan ESOPHORIA. bila terlihat adanya gerakan dari bawah (inferior) kearah atas (superior) pada mata yang baru saja di tutup. maka deviasi atau peyimpangan laten atau tersembunyi akan terlihat. wal hasil akan timbul rasa kurang nyaman atau Asthenopia.Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi adanya Heterophoria. berarti terdapat kelainan EXOPHORIA. • • Sewaktu tutup di buka. dimana terdapat penyimpangan posisi bolamata yang disebabkan adanya gangguan keseimbangan otot-otot bolamata yang sifatnya tersembunyi atau latent. • Pemeriksa memberi perhatian kepada mata yang berada dibelakang penutup. bila terlihat adanya gerakan dari dalam (nasal) luar kearah (temporal)pada mata yang baru saja di tutup. berarti terdapat kelainan HYPERPHORIA. atau dipasangkan suatu filter). bila terlihat adanya gerakan dari atas (superior) kearah bawah (inferior) pada mata yang baru saja di tutup. berarti terdapat kelainan HYPORPHORIA. otot-otot ekstrinsik atau otot luar bola mata berusaha lebih tegang atau kuat untuk menjaga posisi kedua mata tetap sejajar. Heterophoria berhubungan dengan kelainan posisi bola mata. • Sewaktu tutup di buka. Dasar pemeriksaan Cover-Uncover Test / Tes Tutup-Buka Mata : • Pada orang yang Heterophoria maka apabila fusi kedua mata diganggu (menutup salah satu matanya dengan penutup/occluder. yang pada akhirnya menjadi beban bagi otototot tersebut. Pada phoria. namun tidak nyata terlihat. Ini berarti mata itu cenderung untuk menyimpang atau juling. • Sewaktu tutup di buka. Sewaktu tutup di buka. bila terlihat adanya gerakan dari luar (temporal) kearah dalam (nasal) pada mata yang baru saja di tutup.

berarti terdapat kelainan HYPOPHORIA. jika objek jauh kurang jelas. sehingga apabila terjadi gerakan dari mata yang barusa saja ditutup dapat di lihat dengan jelas atau di deteksi dengan jelas. berarti terdapat kelainan ESOPHORIA. bila terlihat adanya gerakan dari dalam (nasal) luar kearah (temporal)pada mata yang baru saja di tutup. 4. Sewaktu tutup di buka. Sewaktu tutup di buka. seringkali kita tidak dapat mengenali adanya suatu gerakan. Sewaktu tutup di buka. bila terlihat adanya gerakan dari luar (temporal) kearah dalam (nasal) pada mata yang baru saja di tutup. bila terlihat adanya gerakan dari bawah (inferior) kearah atas (superior) pada mata yang baru saja di tutup. bila terlihat adanya gerakan dari atas (superior) kearah bawah (inferior)) pada mata yang baru saja di tutup. Untuk itu metode ini sering kita ikuti dengan metode tutup mata bergantian (Alternating Cover Test). Hypophoria dinyatakan dengan inisial = X (gambar F) 8. Sewaktu tutup di buka. Perhatian dan konsentrasi pemeriksa selalu pada mata yang ditutup. Minta pasien untuk selalu melihat dan memperhatikan titik fiksasi. berarti terdapat kelainan HYPERPHORIA. Untuk mendeteksi Heterophoria yang kecil. 2. Esophoria dinyatakan dengan inisial = E (gambar C) 6. . seolah kondisi mata tetap di tempat. 3. maka gunakan kacamata koreksinya. Hyperphoria dinyatakan dengan inisial = X (gambar E) 7. Exophoria dinyatakan dengan inisial = X (gambar D) 5.• • Titik/lampu untuk fiksasi Jarak pemeriksaan : o o Jauh : 20 feet (6 Meter) Dekat : 14 Inch (35 Cm) • Penutup/Occluder Prosedur Pemeriksaan : 1. Pemeriksa menempatkan dirinya di depan pasien sedemikian rupa. berarti terdapat kelainan EXOPHORIA.

dan tragus Normal: tidak ada nyeri tekan. Pemeriksaaan Telinga Dengan Menggunakan Garpu Tala a. warna. posisi telinga. gendang telinga. • Palpasi : nyeri tekan aurikuler.Setelah diadakan pemeriksaan mata evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. Pemeriksaan telinga Tujuan Mengetahui keadaan telinga luar. Pemeriksaan Rinne . liang telinga (cerumen/tanda-tanda infeksi). dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. dan alat bantu dengar. kesimetrisan. Persiapan Alat a) b) c) d) Arloji berjarum detik Garpu tala Speculum telinga Lampu kepala Prosedur Pelaksanaan • Inspeksi : bentuk dan ukuran telinga. alat bantu dengar. Normal: bentuk dan posisi simetris kika. 4. tidak ada tanda-tanda infeksi. saluran telinga. setelah diadakan pemeriksaan telinga evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. dan fungsi pendengaran. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. mastoid.. warna sama dengan kulit lain. integritas kulit bagus. integritas.

2. 1. 3. Letakkan tangkai garpu tala pada prosesus mastoideus klien. Pegang agrpu tala pada tangkainya dan pukulkan ke telapak atau buku jari tangan yang berlawanan. b. 5. 2. Catat hasil pemeriksaan dengan pendengaran tersebut 5 Pemeriksan hidung dan sinus Tujuan a) b) Mengetahui bentuk dan fungsi hidung Menentukan kesimetrisan struktur dan adanya inflamasi atau infeksi Persiapan Alat a) Spekulum hidung . Letakkan tangkai garpu tala di tengah puncak kepala klien . Angkat garpu tala dan dengan cepat tempatkan di depan lubang telinga klien 1-2 cm dengan posisi garpu tala parallel terhadap lubang telinga luar klien. 4.1. Catat hasil pemeriksaan pendengaran tersebut. Tanyakan pada klien apakah bunyi terdengar sama jelas pada kedua telinga atau lebih jelas pada salah satu telinga. 6. Pemeriksaan Webber Pegang garpu tala pada tangkainya dan pukulkan ke telapak atau buku jari yang berlawanan. 4. Instruksikan klien untuk member tahu apakah ia masih mendengarkan suara atau tidak. Anjurkan klien untuk memberi tahu pemeriksa jika ia tidak merasakan getaran lagi. 3.

nyeri. perdarahan dan tanda-tanda infeksi. tidak ada lesi. maksilaris (bengkak. kesimetrisan). hidung internal (kemerahan. 6 Pemeriksaan mulut dan bibir Tujuan Mengetahui bentuk kelainan mulut Persiapan Alat a) b) c) d) Senter kecil Sudip lidah Sarung tangan bersih Kasa .b) c) d) Senter kecil Lampu penerang Sarung tangan (jika perlu) Prosedur Pelaksanaan • Inspeksi : hidung eksternal (bentuk. setelah diadakan pemeriksaan hidung dan sinus evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. rongga. lesi. tidak ada sumbatan. ukuran. pendarahan). warna. • Palpasi dan Perkusi frontalis dan. tanda2 infeksi) Normal: simetris kika. warna sama dengan warna kulit lain. dan septum deviasi) Normal: tidak ada bengkak dan nyeri tekan. sumbatan. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. hidung ( lesi. sekret.

warna pink.Prosedur Pelaksanaan • Inspeksi dan palpasi struktur luar : warna mukosa mulut dan bibir. usia 16-19 bulan berjumlah 16 buah (8 dirahang atas dan 8 dirahang bawah). dan pada usia 20-30 bulan berjumlah 20 buah (10 dirahang atas dan 10 dirahang bawah) setelah diadakan pemeriksaan mulut dan bibir evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. tidak ada tanda-tanda gigi berlobang atau kerusakan gigi. usia 12-15 bulan gigi berjumlah 12 buah (6 dirahang atas dan 6 dirahang bawah). tidak ada perdarahan atau radang gusi. lembab. Normal: warna mukosa mulut dan bibir pink. usia 7-8 bulan berjumlah 7 buah(2 dirahang atas dan 4 dirahang bawah) . langit2 utuh dan tidak ada tanda infeksi. 7 Pemeriksaan leher Tujuan a) b) Menentukan struktur integritas leher Mengetahui bentuk leher serta organ yang berkaitan . dan stomatitis. perdarahan/ radang gusi. warna. Gigi lengkap pada orang dewasa berjumlah 36 buah. usia 9-11 bulan berjumlah 8 buah(4 dirahang atas dan 4 dirahang bawah). posisi lidah. kesimetrisan. Gigi pertama tumbuh dinamakan gigi susu di ikuti tumbuhnya gigi lain yang disebut gigi sulung. tekstur . lidah simetris. Akhirnya pada usia enam tahun hingga empat belas tahun. yang terdiri dari 16 buah di rahang atas dan 16 buah di rahang bawah. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. gigi tersebut mulai tanggal dan dig anti gigi tetap. Pada usia 6 bulan gigi berjumlah 2 buah (dirahang bawah). lesi. dan keadaan langit2. • Normal: gigi lengkap. Pada anak-anak gigi sudah mulai tumbuh pada usia enam bulan. tidak ada lesi dan stomatitis • Inspeksi dan palpasi strukur dalam : gigi lengkap/penggunaan gigi palsu.

tidak ada pembesaran kelenjer gondok. nyeri.gondok. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. konsistensi. 8 Pemeriksaan dada( dada dan punggung) Posisi klien: berdiri.batas. tidak ada nyeri. • Inspeksi dan auskultasi arteri karotis: lokasi pulsasi Normal: arteri karotis terdengar.c) Memeriksa system limfatik Persiapan Alat Stetoskop Prosedur Pelaksanaan • Inspeksi leher: warna integritas. kelenjer parotis (letak. bentuk simetris. nyeri. integritas kulit baik. • Auskultasi : bising pembuluh darah. tidak ada nyeri. konsistensi. kelenjer limfe (letak. Normal: warna sama dengan kulit lain. terlihat/ teraba) Normal: tidak teraba pembesaran kel. pembesaran. tidak ada pembesaran kel. Setelah diadakan pemeriksaan leher evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. pembesaran). bentuk simetris. • Inspeksi dan palpasi kelenjer tiroid (nodus/difus.limfe. gerakan/perlengketan pada kulit). duduk dan berbaring Cara/prosedur: A) System pernafasan Tujuan : .

lesi.a) dada b) c) Mengetahui bentuk. bentuk dan postur normal. tidak ada pembengkakan/penonjolan/edema • Palpasi: Simetris. kedalaman. warna kulit sama dengan warna kulit lain. kesimetrisas. edema. tractile fremitus. sifat. dan upaya pernafasan/penggunaan otot-otot bantu pernafasan). • Perkusi: paru. instruksikan pasien untuk mengucapkan angka “tujuh-tujuh” atau “enam-enam” sambil melakukan perabaan dengan kedua telapak tangan pada punggung pasien. eksrusi diafragma (konsistensi dan bandingkan satu sisi dengan satu sisi lain pada tinggi yang sama dengan pola berjenjang sisi ke sisi) Normal: resonan (“dug dug dug”). warna kulit. nyeri. bentuk/postur dada. massa dan lesi. keadaan kulit. tidak ada nyeri tekan/massa/tanda-tanda peradangan. pembengkakan/ penonjolan. pergerakan dada. irama pernafasan. traktil premitus Persiapan alat a) b) c) Stetoskop Penggaris centimeter Pensil penada Prosedur pelaksanaan • Inspeksi : kesimetrisan. Mengetahui adanya nyeri tekan. taktil vremitus cendrung sebelah kanan lebih teraba jelas. jika bagian padat lebih daripada bagian udara=pekak (“bleg bleg bleg”). masa. dan dinding Mengetahui frekuensi. tidak ikterik/sianosis. (perawat berdiri dibelakang pasien.) Normal: integritas kulit baik. irama. peradangan. gerakan nafas (frekuensi. ekspansi. ekspansi simetris. tidak ada tanda-tanda distress pernapasan. jika bagian udara lebih besar dari bagian . • Normal: simetris.

vena jugularis. brochial. paru. B) System kardiovaskuler Tujuan a) b) c) d) Mengetahui ketifdak normalan denyut jantung Mengetahui ukuran dan bentuk jantug secara kasar Mengetahui bunyi jantung normal dan abnormal Mendeteksi gangguan kardiovaskuler Persiapan alat a) b) Stetoskop Senter kecil Prosedur pelaksanaan • • Inspeksi : Muka bibir. tracheal. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut.padat=hiperesonan (“deng deng deng”). • Auskultasi: suara nafas. bronchus. konjungtiva. (dengarkan dengan menggunakan stetoskop di lapang paru kika. Setelah diadakan pemeriksaan dada evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. di atas manubrium dan di atas trachea) Normal: bunyi napas vesikuler. . trachea. di RIC 1 dan 2. arteri karotis Palpasi: denyutan Normal untuk inspeksi dan palpasi: denyutan aorta teraba. bronchovesikuler. batas jantung=bunyi rensonan---hilang>>redup.

putting. dan batas jantung (lakukan dari arah samping ke tengah dada. (gunakan bagian diafragma dan bell dari stetoskop untuk mendengarkan bunyi jantung. ukuran. 9 Dada dan aksila Tujuan a) b) Mengetahui adanya masa atau ketidak teraturan dalam jaringan payudara Mendeteksi awal adanya kanker payudara Persiapan alat a) Sarung tangan sekali pakai (jika diperlukan) Prosedur pelaksanaan • • Inspeksi payudara: Integritas kulit Palpasi payudara: Bentuk. dan dari atas ke bawah sampai bunyi redup) Normal: batas jantung: tidak lebih dari 4. Setelah diadakan pemeriksaan system kardiovaskuler evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. • Normal: terdengar bunyi jantung I/S1 (lub) dan bunyi jantung II/S2 (dub). . tidak ada bunyi jantung tambahan (S3 atau S4). dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. • Auskultasi: bunyi jantung.dan 8.7. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. • Setelah diadakan pemeriksaan dadadan aksila evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. konsistensi. pada RIC 4. perbesaran nodus limfe. aerola.10 cm ke arah kiri dari garis mid sterna. simetris. dan penyebaran vena Inspeksi dan palpasi aksila: nyeri. arteri karotis.5.• Perkusi: ukuran. bentuk.

distensi. a. warna kulit. warna dengan warna kulit lain. distensi. lesi. Persiapan a) b) c) d) e) f) Posisi klien: Berbaring Stetoskop Penggaris kecil Pensil gambar Bntal kecil Pita pengukur Prosedur pelaksanaan • Inspeksi : kuadran dan simetris. tonjolan. illiaka (bagian bell). scar. kelainan umbilicus. • Auskultasi : suara peristaltik (bising usus) di semua kuadran (bagian diafragma dari stetoskop) dan suara pembuluh darah dan friction rub :aorta. tonjolan. contour. a.renalis. dan gerakan dinding perut. ostomy. kelainan umbilicus. pelebaran vena. organ-organ dalam rongga perut benjolan dalam perut. tidak ikterik tidak terdapat ostomy. Normal: simetris kika. .10 Pemeriksaan Abdomen (Perut) Posisi klien: Berbaring Tujuan a) b) c) Mengetahui betuk dan gerakan-gerakan perut Mendengarkan suara peristaltic usus Meneliti tempat nyeri tekan. pelebaran vena.

duduk . perhatikan jika klien merasa nyeri dan bagaiman kualitas bunyinya. Meteran Posisi klien: Berdiri. • 11 Pemeriksaan ekstermitas atas (bahu.Normal: suara peristaltic terdengar setiap 5-20x/dtk. ginjal kiri dan kanan): massa. nyeri irregular. lokasi.dengan cara perawat menghangatkan tangan terlebih dahulu • • Normal: tidak teraba penonjolan tidak ada nyeri tekan. terdengar denyutan arteri renalis. Mengetahui adanya mobilitas. adanya asistes. Alat : 1. • Perkusi semua kuadran : mulai dari kuadran kanan atas bergerak searah jarum jam. limfa. tulang dan persendian 2. tidak ada massa dan penumpukan cairan Setelah diadakan pemeriksaan abdomen evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. siku. bila hepar dan limfa membesar=redup dan apabila banyak cairan = hipertimpani Palpasi semua kuadran (hepar. karakteristik organ. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. tangan) Tujuan : 1. Memperoleh data dasar tetang otot. • • • • Perkusi hepar: Batas Perkusi Limfa: ukuran dan batas Perkusi ginjal: nyeri Normal: timpani. kekuatan atau adanya gangguan pada bagianbagian tertentu. dan nyeri. arteri iliaka dan aorta.

Integritas ROM. Normal: simetris kika. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. 12 Pemeriksaan ekstermitas bawah (panggul. kekuatan dan tonus otot Normal: simetris kika. bisep. a. kekuatan otot penuh. dan brachioradialis. lutut. integritas kulit. integritas kulit baik.brachialis dan a. Normal: reflek bisep dan trisep positif Setelah diadakan pemeriksaan ekstermitas atas evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. ROM. poplitea. ROM aktif. kekuatan otot penuh • Palpasi : a. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. posisi dan letak. pergelangan kaki dan telapak kaki) • Inspeksi struktur muskuloskletal : simetris dan pergerakan. Palapasi: denyutan a.• Inspeksi struktur muskuloskletal : simetris dan pergerakan. integritas kulit baik. • • Normal: teraba jelas Tes reflex :tendon trisep. Normal: reflex patella dan archiles positif • Setelah diadakan pemeriksaan ekstermitas bawah evaluasi hasil yang di dapat dengan membandingkan dengan keadaan normal. ROM aktif. femoralis. a. kekuatan dan tonus otot. . dorsalis pedis: denyutan Normal: teraba jelas • Tes reflex :tendon patella dan archilles. radialis .

Lampu yang dapat diatur pencahayaannya 2. pengeluaran cairan atau darah. Mengetahui intregritas spingter anal eksternal 4. Melakukan perawatan genetalia 4. misalnya varises.13 Pemeriksaan genitalia (alat genital. infeksi. Penetangan untuk pemeriksaan Prosedur Pelaksanaan 1. Mengetahui adanya abnormalitas pada genetalia. Wanita: . Memeriksa kangker rectal dll Alat : 1. Sarung tangan sekali pakai 2. 2. Menentukan adanya masa atau bentuk tidak teratur dari dinding rektal 3. edema. anus. Mengetahui kondisi anus dan rectum 2. Sarung tangan Pemeriksaan rectum Tujuan : 1. luka atau iritasi. Mengetahui kemajuan proses persalinan pada ibu hamil atau persalinan. 3. tumor/ benjolan. rectum) Posisi Klien : Pria berdiri dan wanita litotomy Tujuan: 1. Zat pelumas 3. Melihat dan mengetahui organ-organ yang termasuk dalam genetalia. Alat : 1.

• Setelah diadakan pemeriksaan dadadan genitalia wanita evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. 2. tidak ada masa atau pembengkakan. massa. contour simetris. haemoroid. fistula ani. fistula ani pengeluaran dan perdarahan. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. tidak terdapat edema / hemoroid/ polip/ tanda-tanda infeksi dan pendarahan. • Normal: tidak ada nyeri. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. massa dan pengeluaran Normal: integritas kulit baik. nyeri.• • Inspeksi genitalia eksternal: mukosa kulit. pengeluaran dan perdarahan. Normal: bersih. pengeluaran. edema. • • Pria: Inspeksi dan palpasi penis: Integritas kulit. • Normal: tidak ada nyeri . uterus dan ovarium: letak ukuran. ukuran dan bentuk. tidak ada pengeluaran pus atau darah • Inspeksi dan palpassi skrotum: integritas kulit. • Setelah diadakan pemeriksaan di adakan pemeriksaan genitalia evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. massa. nyeri. turunan testes dan mobilitas. integritas kulit. hemoroid. semetris tidak ada edema dan tanda-tanda infeksi (pengeluaran pus /bau) • • • Inspeksi vagina dan servik : integritas kulit. mukosa lembab. konsistensi dan. massa edema. tidak terdapat edema / hemoroid/ polip/ tanda-tanda infeksi dan pendarahan. . nyeri dan tonjolan • Pemeriksaan anus dan rectum : feses. pengeluaran Palpasi vagina. edema. integritas kulit baik. massa Pemeriksaan anus dan rectum: feses. massa.

terperinci. terdiri dari: 1.2. palpasi. yaitu apa yang di observasi. Perawat meninjau semua hasil sebelum membantu klien berpakaian. Assessment (pengkajian) . Dokumentasi Perawat dapat memilih untuk mencatat hasil dari pengkajian fisik pada pemeriksaan atau pada akhir pemeriksaan. Data (fisik) Objektif. Data (riwayat) Subjektif.6. Keterampilan pengkajian fisik yang sama di gunakan untuk mengkaji kondisi dapat di gunakan sebagai tindakan evaluasi setelah asuhan diberikan. 3. yaitu rencana perawatan klien . Keterampilan pengkajian fisik meningkatkan evaluasi tindakan keperawatan melalui pemantauan hasil asuhan fisiologis dan perilaku. untuk berjaga-jaga seandainya perlu memeriksa kembali informasi atau mendapatkan data tambahan. yaitu diagnose keperawatan dan pernyataan tentang kemajuan atau kemunduran klien 4. yaitu apa yang dilaporkan klien 2. Sebagian besar institusi memiliki format khusus yang mempermudah pencatatan data pemeriksaan. Data di dokumentasikan berdasarkan format SOAPIE. Temuan dari pengkajian fisik dimasukkan ke dalam rencana asuhan.7. Perawat membuat pengukuran yang akurat. inspeksi. 2. Perawat tidak bergantung sepenuhnya pada intuisi ketika pengkajian fisik dapat digunakan untuk mengevaluasi keefektifan asuhan. Pengukuran tersebut menentukan tercapainya atau tidak hasil asuhan yang di harapkan. yang hamper sama dengan langkah-langkah proses keperawatan. dan objektif melalui pengkajian fisik. Evaluasi Perawat bertanggung jawab untuk asuhan keperawatan yang mereka berikan dengan mengevaluasi hasil intervensi keperawatan. Format SOAPIE. Plan (Perencanaan). perkusi dan auskultasi oleh perawat.

yaitu intervensi keperawatan dilakukan berdasarkan rencana 6. yaitu tinjauan hasil rencana yang sudah di implementasikan. Implementation (pelaksanaan). Evaluation (evaluasi). .5.

memilih intervensi yang tepat untuk proses keperawatan. . Jadi pemeriksaan fisik ini sangat penting dan harus di lakukan pada kondisi tersebut. tertama pada klien yang baru masuk ke tempat pelayanan kesehatan untuk di rawat. maka perawat harus memahami ilmu pemeriksaan fisik dengan sempurna dan pemeriksaan fisik ini harus dilakukan secara berurutan. baik untuk untuk menegakkan diagnosa keperawatan . baik klien dalam keadaan sadar maupun tidak sadar. dan dilakukan dengan prosedur yang benar. maupun untuk mengevaluasi hasil dari asuhan keperawatan. Kesimpulan Pemeriksaan fisik dalah pemeriksaan tubuh klien secara keseluruhan atau hanya bagian tertentu yang dianggap perlu. Pemeriksaan fisik Mutlak dilakukan pada setiap klien. memastikan/membuktikan hasil anamnesa. secara rutin pada klien yang sedang di rawat.2. Pemeriksaan fisik menjadi sangat penting karena sangat bermanfaat.BAB III PENUTUP 3. Saran Agar pemeriksaan fisik dapat dilakukan dengan baik. 3. menentukan masalah dan merencanakan tindakan keperawatan yang tepat bagi klien.1. sewaktu-waktu sesuai kebutuhan klien. sistematis. untuk memperoleh data yang sistematif dan komprehensif.

Jakarta. Pemeriksaan Fisik dan Riwayat Kesehatan. EGC • • Burnside. 2008. EGC Bickley. http://nursingbegin. • Bates. Diagnosis Fisik. Jakarta.DAFTAR PUSTAKA • Admit. 1998. Pemeriksaan Fisik.com/tag/pemeriksaanfisik/( online) diakses 17 September 2010. EGC . 1995. Jakarta. John W. Buku Saku Pemeriksaan Fisik dan Riwayat Kesehatan Bates. Barbara. Lynn S.

dkk.Pemeriksaan Fisik system Kardiovaskuler.Navarra.Diakases tanggal 18 September 2010 • Dealey. postur dan kesejajaran tubuh selama mengangkat. dan melakukan aktivitas sehari-hari ( Potter & Perry. B. Pergerakan dasar yang digunakan dalam Body Mekanik . Keterampilan dan Prosedur Laboratorium.2005.• Candrawati. C. 2. • Kusyanti. 3. bergerak. 2006. membungkuk. Susiana. Pengertian Mekanika Tubuh adalah suatu usaha mengkoordinasikan sistem muskuloskeletal dan sistem syaraf dalam mempertahankan keseimbangan. Jakarta: EGC. Eni. Balance (Keseimbangan) 3. Balance / Keseimbangan Keseimbangan tergantung pada interaksi antara pusat gravity. Gravity 2. Body Mekanik meliputi 3 elemen dasar yaitu : 1. Carol. The Care Of Wound A Guides For Nurses. Weight (berat) D. Body Mechanics / Mekanika Tubuh Mekanika Tubuh A. line gravity dan base of support.Balckwell Publishing. Body Alignment (Postur Tubuh) Susunan geometrik bagian-bagian tubuh dalam hubungannya dengan bagian tubuh yang lain. Prinsip body mekanik 1. Koordinated body movement (Gerakan tubuh yang terkoordinir) Dimana body mekanik berinteraksi dalam fungsi muskuloskeletal dan sistem syaraf. 2005).

Pulling / menarik Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menarik benda. Emosi 6. 4. serta dihubungkan dengan tulang melalui tendon.3. Otot memiliki origo dan insersinya tulang. Situasi dan kebiasaan 7. Sistem syaraf . sangat berhubungan dg ukuran base of support 2. Pivoting / berputar Pivoting adalah suatu tehnik dimana tubuh dibungkukkan dlm rangka menghindari terjadinya resiko keseleo tulang E. fungsi tempat sumsum tulang dalam membentuk sel darah. 5. 4. Gaya hidup 8. Status kesehatan 2. Pengetahuan F. lengan atas dan siku diletakkan pada permukaan tempat tidur. Squating / jongkok Squating mempertinggi atau meningkatkan keseimbangan tubuh. diantaranya ketinggian. 3. letak benda. dan fungsi pelindung organ-organ dalam. Ligamen Ligamen merupakan bagian yang menghubungkan tulang dengan tulang. pinggul. Kondisi kesehatan seseorang akan berpengaruh terhadap keseimbangan tubuh sehingga aktivitasnya menjadi terganggu. lutut dan pergelangan kaki ditekuk dan lalu lakukan penarikan.1. Walking / berjalan Kestabilan berjalan. posisi kaki dan tubuh sewaktu menarik (seperti condong ke depan dari panggul). Pemenuhan kebutuhan tubuh akan nutrisi sangat penting karena mempengaruhi produksi energi yang digunakan untuk mobilisasi. Tulang Tulang merupakan organ yang mempunyai berbagai fungsi. yaitu suatu jaringan ikat yang melekat sangat kuat pada tempat insersinya tulang. Sistem tubuh yang berperan dalam kebutuhan aktivitas: 1. sodorkan telapak tangan dan lengan atas dibawah pusat gravitasi pasien. fungsi mekanis untuk membentuk rangka dan tempat melekatnya berbagai otot. 2. ketika seseorang mengangkat obyek yg terletak dibawah pusat grativitas tubuh. Nutrisi 4. 3. Faktor-faktor yang mempengaruhi body mekanik : 1. fungsi sebagai tempat menyimpan mineral kususnya kalsium dan fosfor yang bisa dilepaskan setiap saat sesuai kebutuhan. Ligamen pada lutut merupakan penjaga stabilitas. Otot dan tendo Tubuh memiliki mempunyai kemampuan berkontraksi yang memungkinkan tubuh bergerak sesuai keinginan.

1. sedangkan kerusakan saraf tepi menyebabkan terganggunya daerah yang diinervasi dan kerusakan pada saraf radial akan menyebabkan drop hand atau gangguan sensorik di daerah radial tangan. 3. 4. 2. Cidera belakang Harber (1985). Mengatur berbagai posisi klien 1) Posisi fowler . Konsekuensi body mekanik yang buruk 1. memberikan daftar penyebab cidera belakang yang paling sering terjadi pada perawat yang bekerja di rumah sakit yaitu : 1. Kerusakan pada syaraf pusat seperti kerusakan tulang belakang akan menyebabkan kelemahan umum. Bagian somatis memiliki fungsi sensorik dan motorik. Membantu pasien duduk Pengertian:Suatu tindakan keperawatan yang dilakukan pada klien yang imobilisasi atau klien lemah untuk memberikan bantuan duduk ditempat tidur. G.c. Mengangkat pasien ke atas tempat tidur (48%) Membantu pasien turun dari tempat tidur (30%) Memindahkan bed (27%) Mengangkat pasien keatas brankat(22%) A. Membantu pasien berdiri Pengertian:Suatu tindakan keperawatan yang dilakukan pada klien yang imobilisasi atau klien lemah untuk memberikan bantuan berdiri.b.Syaraf terdiri dari syaraf pusat (otak dan medula spinalis) dan syaraf tepi (percabangan dari syaraf pusat). Macam-macam bodi mekanik Body alignment a.Tujuan:Mengurangi risiko cedera muskuloskeletal pada semua orang yang terlibat. 5. Jatuh 2. Sendi Sendi merupakan tempat dua atau lebih tulang bertemu.

. Fowler : 45 – 90o dan Semi fowler : 15 – 45o 2) Posisi dorsal recumbent Adalah dimana posisi kepala dan bahu pasien sedikit mengalami elevasi diatas bantal. posisi kaki fleksi dengan telapak kaki datar diatas tempat tidur. Tujuannya untuk memeriksa daerah genetalia. pasang cateter. kedua lengan berada di samping sisi tubuh. Tujuan : tindakan menurunkan tekanan intrakranial pada pasien trauma kapitis. Tujuannya untuk mempertahankan kenyamanan dan memfasilitasi fungsi kenyamanan pasien.Posisi fowler adalah posisi setengah duduk atau duduk.90°. Melakukan aktivitas ttu. dimana bagian kepala tempat tidur lebih tinggi atau dinaikkan setinggi 15°. serta pada proses persalinan 3) Posisi Trendelenburg Adalah posisi pasien berbaring di TT dg bagian kepala lebih rendah daripada bagian kaki Tujuan : Melancarkan peredaran darah ke otak 4) Posisi antitrendelenberg Adalah posisi pasien berbaring di TT dengan kaki lebih tinggi dari kepala. Mengatasi kesulitan pernafasan & KV pernafasan pasien.

. Membantu drainase dari mulut. Tujuan posisi ini : Mengurangi lordosis & meningkatkan kelurusan punggung . sekitar tiga inci di bawah kepala tempat tidur. 6) Posisi lateral (side lying) Yaitu seorang tidur diatas salah satu sisi tubuh. Posisi ini memiliki beberapa tujuan diantaranya : • • • Memberikan ekstensi penuh pada persendian pinggul dan lutut. Baik untuk posisi tidur & istirahat. Posisi pasien harus di tengah-tengah tempat tidur. Mencegah terjadinya fleksi kontraktur dari pinggul dan sendi. Membantu menghilangkan tekanan pada sakrum 7) Posisi supine/ terlentang. Ini biasanya disebut berbaring telentang.5) Posisi pronasi/ tengkurap Adalah dimana posisi pasien berbaring diatas abdomen dengan kepala menoleh kesalah satu sisi. Kedua lengan fleksi disamping kepala. dengan membentuk fleksi pada pinggul dan lutut bagian atas dan meletakkannya lebih depan dari bagian tubuh yang lain dengan kepala menoleh kesamping. datar dengan kepala dan bahu sedikit elevasi dengan menggunakan bantal.

Tujuan : Klien pasca operasi dengan anestesi spinal. Tujuan posisi ini : • • • • • untuk memberikan kenyamanan dan memberikan obat per anus (supositoria). Memfasilitasi drainase dari mulut pada klien tidak sadar Mengurangi penekanan pada sakrum & trokanter mayor pada klien paralisis Memudahkan pemeriksaan perineal Untuk tindakan pemberian enema 9) Posisi Genu pectoral/knee chest position posisi pasien berbaring dengan kedua kaki ditekuk dan dada menempel pada bagian alas TT Tujuan : memeriksa daerah rectum & sigmoid 10) Posisi Litotomi . 8) Posisi Sim’s Adalah posisi dimana tubuh miring kekiri atau kekanan. Mengatasi masalah yg timbul akibat pemberian posisi pronasi yg tidak tepat.

melatih dan meningkatkan mobilisasi. Mencegah terjadinya kontraktur sendi dan flaksid otot 4. Memindahkan klien dari tempat tidur (TT) ke kursi roda Pengertian : Memindahkan klien dari tempat tidur ke kursi roda 2. Memindahkan klien dari TT ke brankar/ TT dan sebaliknya dengan easy move Memindahkan klien dari TT ke brankard dan sebaliknya dengan Scoop Stretcher 3. . memasang alat kontrasepsi 11) Posisi Orthopneik posisi adaptasi dari fowler tinggi.posisi pasien berbaring terlentang dengan mengangkat kedua kaki dan menariknya keatas bagian perut Tujuan : Merawat atau memeriksa genetalia pada proses persalinan. Manfaat : Klien mampu berjalan dengan menggunakan alat bantu dan meningkatnya kemampuan mobilisasi klien. Memindahkan klien dari tempat tidur ke kursi Pengertian : Memindahkan klien yang tirah baring ke kursi 2). Klien duduk di TT atau tepi TT dg meja yang menyilang diatas TT (90o) Tujuan : membantu mengatasi masalah kesulitan bernafas dg ekspansi dada maksimum. 1) 2) 3). Membantu klien berjalan Tujuan: Memulihkan kembali toleransi aktivitas. Membantu klien dengan alat bantu jalan (Kruk) Tujuan : Membantu melatih kemampuan gerak klien. Memindahkan klien dari tempat tidur (TT) ke brankard (TT) dan sebaliknya Memindahkan klien dari TT ke brankard/ TT dan sebaliknya dengan cara diangkat. membantu klien yg mengalami inhalasi 2. 1. Mencapai kestabilan klien dalam berjalan. Ambulasi Memindahkan klien dari tempat tidur (TT) ke kursi/ kursi roda 1).

Asuhan Keperawatan pada klien dengan gangguan bodi mekanik Pengkajian Untuk melakukan pengkajian body mekanik dan alignment lakukan inspeksi terhadap pada pasien pada saat berdiri. 2) Tumit menyentuh tanah terlebih dahulu sebelum jari-jari kaki. Posisi duduk Pada saat keadaan ini normalnya kepala dan dada akan akan memiliki keadaan yang sama pada saat posisi berdiri yaitu kepala pasien harus tegak lurus dengan leher dan verterba kolumna telapak kaki lurus berpijak pada lantai.duduk maupun berbaring. Resiko cedera berhubungan dengan gangguan keseimbangan yang disertai kelemahan otot 4. Nyeri akut berhubungan dengan terputusnya kontinuitas jaringan tulang 2. Diagnosa Keperawatan 1. apabila dijumpai kelainan pada pasien. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengkaji antara lain : Posisi berdiri Lakukan inspeksi melalui sudut pandang secara : Anterior. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan gangguan neurovasculer 3. terkoordinasi dan ritmik 4) Mudah untuk memulai dan mengakhiri berjalan 5) Jumlah langkah per menit (pace) 70-100 X per menit. pasien diminta berjalan sepanjang 10 langkah kemudian perawat memperhatikan hal-hal berikut ini : 1) Kepala tegak. Pasien dalam posisi berdiri dengan kepala tegak dan mata lurus kedepan serta bahu dan pinggul harus lurus dan sejajar. kecuali pada orang tua mungkin 40 X per menit. maka terdapat penurunan sensasi atau gangguan sirkulasi serta adanya kelemahan. Cara berjalan Dikaji untuk mengetahui mobilitas dan kemungkinan resiko cedera akibat dari terjatuh. kemudian tubuh ditopang dengan kasur yang cukup dan vertebra harus lurus dengan alas yang ada .d terputusnya kontinuitas jaringan tulang Definisi: perasaan sensori dan emosional yang tidak menyenangkan yang muncul akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau digambarkan dalam hal kerusakan sedemikian .Lateral dan posterior. apabila posisi tidak sesuai dengan posisi berdiri yang benar maka dapat diidentifikasikan bahwa ada gangguan pada otot dan tulang pasien. 3) Langkah lembut. pandangan lurus kedepan. Pasien yang dalam keadaan abnormal akan mengalami kelemahan otot atau pralis otot serta adanya sensasi (kerusakan saraf) Posisi berbaring Letakan pasien pada posisi lateral semua bantal dan penyokong posisi dipindahkan dari tempat tidur. punggung tegak. Perencanaan Keperawatan Nyeri akut b.

T) 2) Eksplor faktor-faktor penyebab nyeri 3) Kaji pengalaman klien masa lalu dalam mengatasi nyeri. 2) Motivasi klien untuk mempertahankan pergerakan sendi. fantasi. 5) Berikan tindakan kenyamanan. 6) Atur posisi setiap 2 jam atau sesuai toleransi. 4) Pantau tanda-tanda vital. 6) Ajarkan teknik non farmakologik (relaksasi. Intervensi: 1) Pastikan keterbatasan gerak sendi yang dialami. 7) Jelaskan prosedur yang dapat meningkatkan nyeri dan mengurangi nyeri 8) Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian: analgetik sesuai indikasi Gangguan mobilitas fisik b. 4) Ajarkan ROM exercise aktif dan pasif. Q. 3) pastikan klien bebas dari nyeri sebelum diberikan latihan. awitan yang tiba-tiba atau lambat dari intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi berlangsung < 6 bulan. Definisi: keterbatasan pada pergerakan fisik tubuh atau satu atau lebih ekstrimitas secara mandiri dan terarah Tujuan: 1) Aktivitas fisik meningkat 2) ROM normal 3) Melaporkan perasaan peningkatan kekuatan dalam bergerak.rupa. 2) Klien dapat mendeskripsikan bagaimana mengontrol nyeri 3) Klien mengatakan kebutuhan istirahat dapat terpenuhi 4) Klien dapat menerapkan metode non farmakologik untuk mengontrol nyeri Intervensi: 1) Identifikasi nyeri yang dirasakan klien (P. 7) Fasilitasi penggunaan alat Bantu. R. jadual. S. 4) Klien bisa melakukan aktivitas. Tujuan: 1) Klien mengatakan nyeri yang dirasakan berkurang. latih ROM pasif dan aktif 5) Anjurkan dan Bantu klien duduk di tempat tidur sesuai toleransi. 8) Jelaskan manfaat ROM aktif dan pasif 9) Kolaborasi dengan fisioterapi Pelaksanaan (cheklist terlampir) Bodi alignment • • • Membantu klien dengan masalah berdiri dan duduk Mengatur berbagai posisi klien Papan sandaran . keteraturan.d gangguan neuromuskuler. dll) untuk menurunkan nyeri.

atau imobilisasi berdasarkan penyebab dan tingkat keparahan. Penatalaksanaan: operasi. pemanasan. topangan. spt kesejajaran tubuh keseimbangan dan penampilan. Macam2 abnormal: a.Ambulasi • • • Memindahkan klien dari tempat tidur ke (TT) ke kursi/ kursi roda/ brankar dan sebaliknya Membantu klien berjalan Membantu klien dengan alat bantu jalan Evaluasi Evaluasi yang diharapkan dari hasil tindakan keperawatan untuk mengatasi gangguan postur tubuh adalah tidak terjadi perubahan atau kesalahan dalam postur tubuh dan pasien mampu melaksanakan aktifitas dengan mudah serta tidak merasakan kelemahan. Penatalaksanaan: latihan peregangan spinal. Kelainan postur yg didpat atau congenital mempengaruhi efisiensi system moskuloskeletal. Penyebab: kondisi congenital. Penatalaksanaan: sama dengan metode yang digunakan untuk kifosis dan lordosis berdasarkan penyebab. memakai jaket. menggunakan papan tempat tidur. c. penyakit tulang atau ricket tuberkolosis spinal. dimana otot sternokleidomastoideus berkontraksi. tidur tanpa bantal. Tortikolis Diskripsi: mencondongkan kepala ke sisi yang sakit. Penyebab: kondisi congenital. Penyebab : kondisi congenital. b. . Kifosis Diskripsi : peningkatan kelengkungan pada kurva spinal torakal. Kifolordosis Diskripsi: kombinasi dari kifosis dan lordosis. penggabungan spinal (berdasarkan penyebab dan tingkat keparahan).

Penatalaksanaan: immobilisasi dan operasi (berdasarkan penyebab dan tingkat keparahan). Penatalaksanaan: knee braces. poliomyelitis. kor pulmonal. dan kadang-kadang kontraktur adduksi (kaput vemur tidak bersambung dengan assetatbulum karena abnormal kedangkalan assetatbulum). poliomyelitis. Penyebab: kondisi congenital. Penyebab: kondisi congenital. pembedahan. Diskripsi: kurva anterior pada spinal lumbal yang melengkung berlebihan. beban abduksi. Knock-knee (genu varum) diskripsi: kurva kaki yang masuk ke dalam sehingga lutut rapat jika seseorang berjalan. e. h. Skoliosis Diskripsi: kurvatura spinal lateral. gips. operasi jika tidak dapat diperbaiki oleh pertumbuhan. panjang kaki tidak sama Penatalaksanaan: immobilisasi dan operasi (berdasarkan penyebab dan tingkat keparahan). Penyebab: kondisi congenital (biasanya dengan kelahiran sungsang). Lordosis adalah kelainan pada tulang belakang dimana hyperekstensi dari tulang lumbal. Penyebab: kondisi congenital.d. Dysplasia Pnggung Kongenital Diskripsi: ketidakstabilan pinggul dengan keterbatasan abduksi pinggul.wordpress. paralisis spastic. kehamilan. kondisi temporer missal.com/nursing/kebutuhan-dasar-manusia-i-kdm-i/bodymechanics-mekanika-tubuh/ . g. tinggi pinggul dan bahu tidak sama. penyakit tulang atau ricket. Kifoskoliosis Diskripsi: tidak normalnya kurva spinal anteroposteriol dan lateral. Penatalaksanaan: latihan peregangan spinal berdasarkan penyebab. Penyebab: kondisi congenital. Penatalaksanaan: mempertahankan abduksi paha yang terus menerus sehingga kaput vemur menekan ke bagian tengah assetatbulum. f. http://beequinn.

isi abdomen. Otot pernapasan inspirasi utama adalah diagfragma. perfusi paru dan difusi. Ventilasi membutuhkan koordinasi otot paru dan thoraks yang elastis serta persyarafan yang utuh. Ventilasi Ventilasi adalah proses keluar masuknya udara dari dan paru-paru. jumlahnya sekitar 500 ml. dinding abdomen dan pusat pernafasan di otak. Penyampaian oksigen ke jaringan tubuh ditentukan oleh sistem respirasi (pernafasan). dimana pada inspirasi . Oksigenasi adalah peristiwa menghirup udara dari luar yang mengandung Oksigen (O2) kedalam tubuh serta menghembuskan Karbondioksida (CO2) sebagai hasil sisa oksidasi. Pada keadaan istirahat frekuensi pernafasan 12-15 kali per menit. otot-otot pernafasan. yang keluarnya dari medulla spinalis pada vertebra servikal keempat. kardiovaskuler dan hematology. PENGERTIAN Oksigen (O2) adalah satu komponen gas dan unsur vital dalam proses metabolisme untuk mempertahankan kelangsungan hidup seluruh sel-sel tubuh. 1). 2. Ada 3 langkah dalam proses oksigenasi yaitu ventilasi. Udara yang masuk dan keluar terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara antara intrapleura dengan tekanan atmosfer.OKSIGENASI 1.Diafragma dipersyarafi oleh saraf frenik. SISTEM PERNAFASAN Sistem pernafasan terdiri dari organ pertukaran gas yaitu paru-paru dan sebuah pompa ventilasi yang terdiri atas dinding dada. diagfragma.

otot abdominal.tekanan intrapleural lebih negative (725 mmHg) daripada tekanan atmosfer (760 mmHG) sehingga udara masuk ke alveoli. Difusi adalah pergerakan molekul dari area dengan konsentrasi tinggi ke area konsentrasi rendah. 3). Sirkulasi paru merupakan 8-9% dari curah jantung. Sirkulasi paru bersifat fleksibel dan dapat mengakodasi variasi volume darah yang besar sehingga digunakan jika sewaktu-waktu terjadi penurunan voleme atau tekanan darah sistemik. Difusi udara respirasi terjadi antara alveolus dengan membrane kapiler. dimana pada sirkulasi paru adalah darah deoksigenasi yang mengalir dalam arteri pulmonaris dari ventrikel kanan jantung. Difusi Oksigen terus-menerus berdifusi dari udara dalam alveoli ke dalam aliran darah dan karbon dioksida (CO2) terus berdifusi dari darah ke dalam alveoli. Perfusi Paru Perfusi paru adalah gerakan darah melewati sirkulasi paru untuk dioksigenasi. Kepatenan Ventilasi terganutung pada faktor : 1. Perbedaan tekanan pada area membran respirasi akan . Adekuatnya pengembangan dan pengempisan paru-paru 4.Darah ini memperfusi paru bagian respirasi dan ikut serta dalam proses pertukaan oksigen dan karbondioksida di kapiler dan alveolus. internal interkosa. Kemampuan otot-otot pernafasan seperti diafragma. 2. adanya sumbatan atau obstruksi jalan napas akan menghalangi masuk dan keluarnya udara dari dan ke paru-paru. Kebersihan jalan nafas. eksternal interkosa. 2). Adekuatnya sistem saraf pusat dan pusat pernafasan 3.

. Berbeda halnya dengan CO2 dengan PCO2 dalam kapiler 45 mmHg sedangkan pada alveoli 40 mmHg maka CO2 akan berdifusi keluar alveoli. yaitu : 1) Paru-paru kanan. dan di sini membrane pelapisnya mulai berubah sifatnya. Paru-paru dibagi menjadi 2 bagian. 1997). (Syaifuddin. 2) Paru-paru kiri. Gambar 1. Lobus Pulmo Sinistra dan dekstra. lapisan epitelium bersilia diganti dengan sel epitelium yang pipih. lobus media. yaitu lobus superior dan lobus inferior. yaitu lobus superior.mempengaruhi proses difusi. Misalnya pada tekanan parsial (P) O2 di alveoli sekitar 100 mmHg sedangkan tekanan parsial pada kapiler pulmonal 60 mmHg sehingga oksigen akan berdifusi masuk ke dalam darah. (Syaifuddin. terdiri dari 3 lobus. Anatomi paru Paru-paru merupakan sebuah organ yang sebagian terdiri dari gelembung-gelembung udara atau alveoli. 1997) Bronkhus terminalis masuk ke dalam saluran yang agak lain yang disebut Vestibula. dan lobus inferior. terdiri dari 2 lobus.

Dari Vestibula berjalan beberapa Infundibula dan di dalam dindingnya dijumpai kantong-kantong udara itu. Kantong udara atau Alveoli itu terdiri atas satu lapis tunggal sel epitelium pipih, dan di sinilah darah hamper langsung bersentuhan dengan udara hingga suatu jaringan pembuluh darah kapiler mengitari Alveoli dan pertukaran gas pun terjadi. (Evelyn C. P, 2002).

Gambar 2. Diagram dari akhiran sebuah Bronkhliolus didalam Alveoli. (Pearce. E. C, 2002)

3. SISTEM KARDIOVASKULER

a. Struktur dan letak jantung Jantung terbagi oleh sebuah septum (sekat) menjadi dua belah, yaitu kiri dan kanan. Setiap belahan kemudian dibagi menjadi dua ruang, pada bagian di atas disebut “atrium” dan bagian bawah disebut “ventrikel”. Pada masing-masing belahan terdapat satu atrium dan satu ventrikel. Atrium dan ventrikel dihubungkan oleh lubang yang terdapat katup, pada bagian sebelah kanan disebut katup (valvula) trikuspidalis dan pada bagian sebelah kiri disebut katub mitral atau katub bikuspidalis. (Pearce, 1999) Jantung terbungkus oleh membran yang disebut perikardium. Membran ini terdiri atas dua lapisan dalam dan luar. Lapisan dalam disebut perikardium viseralis (membran serus yang lekat sekali pada jantungnya) dan lapisan luar disebut perikardium parentalis (lapisan yang

membungkus jantung sebagai kantong longgar). Keduanya dipisahkan oleh cairan pelumas yaitu cairan serus yang berfungsi mengurangi gesekan pada gerakan memompa dari jantung itu sendiri. Jantung terdiri dari tiga lapisan, antara lain: epikardium (luar), miokardium (otot), endokardium (lapisan dalam/endotel).

Gambar 1. Struktur jantung dan perjalanan aliran darah melalui kamar jantung, sesuai petunjuk anak panah b. Fisiologi jantung
Jantung berfungsi sebagai pemompa darah dari pembuluh vena ke dalam sirkulasi pulpomal paru-paru vena, vena pulmonalis, atrium kiri, lewat katup mitral, ventrikel kiri, katup aorta, arteri, arteriola, kapiler, venula, vena, vena cava inferior, dan kembali ke atrium kanan yang disebut “sirkulasi sistematik”, sedangkan aliran darah dari atrium kanan masuk lewat katup trikuspidalis, sirkulasi paru-paru yang disebut “sirkulasi pulmonalis”.

Gangguan aliran dalam jantung mengakibatkan oksigenasi tidak adekuat, darah arteri dan vena tercampur yang mengakibatkan perfusi sel-sel berkurang. Gerakan jantung terdiri atas dua jenis, yaitu kontraksi (systole) dan relaksasi (diastole). Kontraksi kedua atrium terjadi serentak disebut systole atrial dan relaksasi atrium disebut diastole atrial, demikian pula untuk kontraksi ventrikel disebut systole ventrikel dan relaksasi ventrikel disebut diastole ventrikel. Kontraksi

ventrikel lamanya 0,3 detik dan relaksasi lamanya 0,5 detik. Kontraksi kedua atrium pendek sedangkan kontraksi ventrikel lebih lama dan kuat. Daya pompa jantung pada organ yang sedang istirahat berdebar sekitar 70 kali/menit dan memompa 70 ml setiap denyutan. Dengan demikian jumlah darah yang dipompa setiap menit sekitar 5 liter. Sewaktu banyak bergerak kecepatan denyut jantung dapat mencapai 150 kali/menit, sehingga daya pompa jantung adalah 20-25 liter/menit. (Evelya C. Pearce, 2002).

Gambar 2. Gambaran skematik aliran darah melalui system kardiovaskuler
4. HEMATOLOGI Oksigen membutuhkan transport dari paru-paru ke jaringan dan karbondioksida dari jaringan ke paru-paru. Sekitar 97% oksigen dalam darah dibawa eritrosit yang telah berikatan dengan hemoglobin (Hb) dan 3% oksigen larut dalam plasma. Setiap sel darah merah mengandung 280 juta molekul Hb dan setiap molekul dari keempat molekul besi dalam hemoglobin berikatan dengan satu molekul oksigen membentuk oksihemoglobin (HbO2). Reaksi pengikatan Hb dengan O2 dipengaruhi oleh suhu, Ph, konsentrasi 2,3 difosfogliserat dalam darah merah. Dengan demikian besarnya Hemoglobin (Hb) dan jumlah eritrosit akan

mempengaruhi transport gas.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUTUHAN OKSIGEN 1. Bayi prematur : yang disebabkan kurangnya pembentukan surfaktan 2. stress . luka dan lain-lain. Menurunnya konsentrasi O2 yang diinspirasi seperti pada obstruksi saluran napas bagian atas 3. Meningkatnya metabolisme seperti adanya infeksi. obersitas. Hipovolemia sehingga tekanan darah menurun mengakibatkan transpor O2 terganggu 4. 5.5. penyakit kronik seperti TBC paru 2. Dewasa muda dan pertenggahan : diet yang tidak sehat. Faktor Fisiologi 1. Bayi dan toodler : adanya resiko infeksi saluran pernafasan akut 3. demam. musculus skeleton yang abnormal. Menurunnya kapasitas pengikatan O2 seperti anemia 2. resiko saluran pernafasan dan merokok 4. Faktor Perkembangan 1. Anak usia sekolah dan remaja . kurang aktivitas. Kondisi yang mempengaruhi pergerakan dinding dada seperti pada kehamilan. ibu hamil.

elastisitas menurun.yang mengakibatkan penyakit jantung dan paru-paru 5. Dewasa tua : adanya proses penuaan yang mengakibatkan kemungkinan arteriosklerosis. Kecemasan : menyebabkan metabolisme meningkat 4. Exercise (olahraga berlebih) : Exercise akan meningkatkan kebutuhan oksigen 3. Suhu lingkungan 3. Faktor Lingkungan 1. gizi yang buruk menjadi anemia sehingga daya ikat oksigen berkurang. 2. alkohol menyebabkan depesi pusat pernafasan 5. Ketinggian tempat dari permukaan laut . Tempat kerja (polusi) 2. ekspansi paru menurun 3. diet yang terlalu tinggi lemak menimbulkan arteriosklerosis. Faktor Prilaku 1. Merokok : nikotin menyebabkan vasokonstriksi pembuluh darah perifer dan koroner 4. Substance abuse (alkohol dan obat-obatan) : menyebabkan intake nutrisi (Fe) menurun mengakibatkan penurunan hemoglobin. Nutrisi : misalnya pada obesitas mengakibatkan penurunan ekspansi paru.

Perubahan Cardiac Output (Curah Jantung) Menurunnya cardiac output seperti pada pasien dekom menimbulkan hipoksia Jaringan. Kecemasan . obstruksi. Gangguan Konduksi Gangguan konduksi (hantaran) seperti distritmia (takikardia/bradikardia) 2. Hiperventilasi Merupakan upaya tubuh dalam meningkatkan jumlah O2 dalam paru-paru agar pernafasan lebih cepat dan dalam. Kerusakan fungsi katub seperti pada stenosis. 3. PERUBAHAN FUNGSI JANTUNG Perubahan-perubahan fungsi jantung yang mempengaruhi kebutuhan oksigenasi adalah sebagai berikut : 1. PERUBAHAN FUNGSI PERNAFASAN 1. 4. Hiperventilasi dapat disebabkan karena : a. 6.5. regurgitasi darah yang mengakibatkan vetrikel bekerja lebih keras. Myocardial iskhemial infrark mengakibatkan kekurangan pasokan darah dari arteri koroner ke miokardium.

3. Infeksi / sepsis c. Menurunya hemoglobin . dan kardiak arrest. Keracunan obat-obatan d. Hipoksia Tidak adekuatnya pemenuhan O2 seluler akibat dari defisiensi O2 yang diinspirasi atau meningkatnya penggunaan O2 pada tingkat seluler. Hipoventilasi Hipoventilasi terjadi ketika ventilasi alveolar tidak adekuat untuk memenuhi penggunaan O2 tubuh atau untuk mengeluarkan CO2 dengan cukup. biasanya terjadi pada keadaan atelektasis (kolaps paru). menurunnya konsentrasi. Tanda-tanda dan gejala pada keadaan hipoventilasi adalah nyeri kepala. penurunan kesadaran. disorientasi. kejang. Kertidakseimbangan asam basa seperti pada asidosis metabolik Tanda-tanda dan gejala hiperventilasi adalah takikardia.b. tinnitus. ketidakseimbangan elektrolit. Hipoksia dapat disebabkan oleh : a. kardiakdistritma. 2. napas pendek. disorientasi. nyeri dada (chest pain).

Menurunnya difusi O2 dari alveoli ke dalam darah seperti pada pneumonia e. DAFTAR PUSTAKA Tarwoto. Fundamental of nursing Edisi 4. Jakarta : EGC. 1997 KONSEP DASAR CAIRAN DAN ELEKTROLIT BAB I PENDAHULUAN A. Ketidakmampuan jaringan mengikat O2 seperti keracunan sianida d. menurunnya kemampuan konsentrasi. Aziz Alimul. Menurunnya perfusi jaringan seperti syok f. Berkurangnya konsentrasi O2 jika berada di puncak gunung c. Volume 1 & 2. Jakarta : Salemba Mardika 2007 Perry. Hidayat. Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. KONSEP DASAR CAIRAN DAN ELEKTROLIT Air merupakan salah satu dari dua pelarut terpenting dalam tubuh. pernafasan cepat dan dalam. Potter. Dia memiliki keistimewaan karena memiliki konsentrasi molar yang tinggi yang .b. Jakarta : Salemba Mardika tahun 2006. kecemasan. Kerusakan / gangguan ventilasi Tanda-tanda hipoksia antara lain : kelelehan. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan. nadi meningkat. Edisi 2. Edisi 3. Wartonah. sianosis dan clubbing.

Komposisi lemak dari berbagai membran sel bervariasi sehingga angka aliran cairan yang melintasi membran sel juga bervariasi. biasanya dengan proses-proses faal (fisiologis) yang terintegrasi yang mengakibatkan adanya lingkungan sel yang relatif konstan tapi dinamis. Semua . Saluran air sekarang sudah ditemukan. Distribusi cairan tubuh: otot 50%. Bahan yang larut dalam air tidak akan dengan mudah melewati membran lemak kecuali ada mekanisme transportasi khusus. air tidak dapat melintas dengan mudah dan hal ini konsisten dengan harapan kita. Hal ini penting karena jalur ini tersedia dalam semua sel dalam tubuh. dalam dua lapisan lemak buatan. kulit 20%. Darah 20% organ2 lainnya 10% Cairan Ektrasel. tubuh mempertahankan keseimbangan. Fakta ini mengarah pada satu hipotesis bahwa membran harus mengandung protein yang menyediakan saluran air yang melewati saluran tersebut air dapat lewat. Air dan lemak adalah dua pelarut utama dalam tubuh. Keseimbangan cairan adalah esensial bagi kesehatan. Tetapi kebalikannya. Jalur lemak merujuk pada air yang melintasi dua lapisan lemak dari membran sel dengan cara difusi. Kemampuan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan cairan ini dinamakan “homeostasis”. Aliran air melalui saluran ini dapat terjadi sebagai hasil dari difusi atau filtrasi. Dapat diharapkan bahwa air tidak akan dengan mudah melewati membran sel. BAB II ISI Cairan & elektrolit sangat penting untuk mempertahankan homeostasis tubuh. Cairan tubuh menempati kompartemen intrasel & ektrasel.menyebabkannya dapat menyediakan ion hidrogen yang tidak ada habisnya dalam tubuh. Kebutuhan cairan dan elektrolit adalah suatu proses dinamik karena metabolisme tubuh membutuhkan perubahan yang tetap dalam berespons terhadap stressor fisiologis dan lingkungan. Dengan kemampuannya yang sangat besar untuk menyesuaikan diri. Pada sebagian membran fluktuasi air sangat tinggi dan tidak dapat diperhitungkan dengan difusi air yang melintasi barier lemak. Bahkan. Membran sel lemak memisahkan cairan intraseluler dengan cairan ekstraseluler. air melintasi hampir semua membran dalam tubuh dengan mudah! Molekul air melintasi membran sel dengan 2 jalur yang dapat kita katakan sebagai jalur lemak dan jalur saluran air.

Cairan ekstrasel bergerak secara konstan pada seluruh tubuh & ditransport dgn cepat ke dlm sirkulasi melalui dinding kapiler A. Ukuran relatif dari (CES)menurun denganθ peningkatan usia. persentase ini dapat berubah. Pada bayi baru lahir. sama kira-kira 25 L pada rata-rata pria dewasa (70 kg). Total cairan tubuh (TBF) rata-ratanya sekitar 60% berat badan atau sekitar 42 L. Cairan Ekstraselular (CES) = 20% dari BB total Adalah cairan diluar sel. Cairan limfe termasuk dalam volume interstisial. Cairan Intraselular (CIS) = 40% dari BB total Adalah cairan yang terkandung di dalam sel. atau eritrosit) yang mentranspor oksigen dan bekerja sebagai bufer tubuh yang penting. Tapi nilai tersebut diatas dapat . Relatif terhadap ukuran tubuh. jenis kelamin dan derajat obesitas ( Guyton & Hall. Setelah 1 tahun. sel darah putih (SDP. atau leukosit). b) Cairan intravaskular (CIV) : Cairan yang terkandung di dalam pembuluh darah. KOMPARTEMEN CAIRAN Seluruh cairan tubuh didistribusikan diantara dua kompartemen utama. 1997) 1. bergantung pada umur. Sebaliknya. Rata-rata volume darah orang dewasa kira-kira 5-6 L (8% dari BB). 2.cairan yg terdapat di luar sel yg terdiri dari ion2 & berbagai bahan nutrisi yg dibutuhkan oleh sel u/ mempertahankan fungsi sel. 3 L (60%) dari jumlah tersebut adalah PLASMA. dan trombosit. sama dengan kira-kira 8 L pada orang dewasa. Volume relatif dari (CIV) sama pada orang dewasa dan anak-anak. kira-kir ½ cairan tubuh terkandung didalam (CES). volume (CIT) kira-kira sebesar 2 kali lebih besar pada bayi baru lahir dibanding orang dewasa. Pada orang normal dengan berat 70 kg. Sisanya 2-3 L (40%) terdiri dari sel darah merah (SDM. Lebih jauh (CES) dibagi menjadi : a) Cairan interstisial (CIT) : Cairan disekitar sel. Pada orang dewasaθ kira-kira 2/3 dari cairan tubuh adalah intraselular. yaitu : cairan intraselular (CIS) dan cairan ekstra selular (CES). volume relatif dari (CES) menurun sampai kira-kira 1/3 dari volume total. hanya ½ dari cairan tubuh bayi adalah cairan intraselular. Ini hampir sebanding dengan 15 L dalam rata-rata pria dewasa (70 kg).

Pada waktu tertentu (CTS) mendekati jumlah 1 L. Namun. Cairan Transelular (CTS) Adalah cairan yang terkandung di dalam rongga khusus dari tubuh. Secara Skematis Jenis dan Jumlah Cairan Tubuh dapat digambarkan sebagai berikut : B. glokusa dan oksigen) ke jaringan  transpor produk sisa ke ginjal dan paru-paru  pengiriman antibodi dan SDP ke tempat infeksi  transpor hormon ke tempat aksinya  sirkulasi panas tubuh 3. Adapun fungsi dari darah adalah mencakup :  pengiriman nutrien (mis . berat badan dan faktor-faktor lain. Sebagai contoh. sejumlah besar cairan dapat saja bergerak kedalam dan keluar ruang transelular setiap harinya. perikardial. pleural. bergantung pada jenis kelamin. FUNGSI CAIRAN TUBUH . dan cairan intraokular serta sekresi lambung.bervariasi pada orang yang berbeda-beda. Contoh (CTS) meliputi cairan serebrospinal. sinovial. saluran gastro-intestinal (GI) secara normal mensekresi dan mereabsorbsi sampai 6-8 L per-hari.

Rata-rata pria Dewasa hampir 60% dari berat badannya adalah air dan rata-rata wanita mengandung 55% air dari berat badannya.1. Membantu pencernaan 7. Kation ekstraselular utama adalah natrium (Na+). cairan tubuh mengandung dua jenis substansi terlarut (zat terlarut) elektrolit dan non-elektrolit. a) Elektrolit : Substansi yang berdiasosiasi (terpisah) di dalam larutan dan akan menghantarkan arus listrik. Elektrolit berdisosiasi menjadi ion positif dan negatif dan diukur dengan kapasitasnya untuk saling berikatan satu sama lain (miliekuivalen/liter) atau dengan berat molekul dalam garam ( milimol/liter mEq/L ). Sebagai pelarut untuk elektrolit dan non elektrolit 5. Jumlah kation dan anion. sementara kation yang lainnya adalah (Ca+) dan (Mg+). substansi terlarut (zat terlarut) 1. enzim. SDM) C. Air adalah senyawa utama dari tubuh manusia. 2. sedangkan kation intraselular utama adalah kalium (K+). Mmbentu dalam metabolisme sel 4. Membantu memelihara suhu tubuh 6. SDP. Mengeluarkan buangan-buangan sel 3. Solut (terlarut) Selain air.  Kation : ion-ion yang mambentuk muatan positif dalam larutan. Sistem pompa terdapat di dinding sel tubuh yang memompa natrium ke luar dan kalium ke dalam . mol/L dalam larutan selalu sama. Mempemudah eliminasi 8. Sarana untuk mengangkut zat-zat makanan ke sel-sel 2. yang diukur dalam miliekuivalen. KOMPOSISI CAIRAN TUBUH Semua cairan tubuh adalah air larutan pelarut. Mengangkut zat-zat seperti (hormon.

secara bermakna mengubah nilai elektrolit palsma. metabolisme yang diperlukan dan berat badan. b) Non-elektrolit : Substansi seperti glokusa dan urea yang tidak berdisosiasi dalam larutan dan diukur berdasarkan berat (miligram per 100 ml-mg/dl). air tubuh menurun dengan peningkatan usia. Usia Variasi usia berkaitan dengan luas permukaan tubuh. Anion : ion-ion yang membentuk muatan negatif dalam larutan. nilai elektrolit plasma tidak selalu menunjukkan komposisi elektrolit dari cairan intraselular. yang terdiri atas cairan intraselular dan interstisial. Karena kandungan elektrolit dari palsma dan cairan interstisial secara esensial sama. Namun demikian. Non-elektrolit lainnya yang secara klinis penting mencakup kreatinin dan bilirubin. nilai elektrolit plasma menunjukkan komposisi cairan ekstraselular. Pemahaman perbedaan antara dua kompartemen ini penting dalam mengantisipasi gangguan seperti trauma jaringan atau ketidakseimbangan asam-basa. Pada situasi ini. Berikut akan disajikan dalam tabel perubahan pada air tubuh . D. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUTUHAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kebutuhan cairan dan elektrolit diantaranya adalah : 1. Anion ekstraselular utama adalah klorida ( Clˉ ). elektrolit dapat dilepaskan dari atau bergerak kedalam atau keluar sel. selain itu sesuai aturan. sedangkan anion intraselular utama adalah ion fosfat (PO4ɜ-).

kelainan ginjal dan jantung. karena lebih banyak mengandung lemak tubuh 3. konsentrasi darah dan glikolisis otot. sehingga air tubuh menurun dengan peningkatan lemak 4. Proses ini dapat meningkatkan produksi ADH dan menurunkan produksi urine 5. trauma jaringan. Temperatur lingkungan Panas yang berlebihan menyebabkan berkeringat. Jenis kelamin Wanita mempunyai air tubuh yang kurang secara proporsional. mekanisme ini dapat menimbulkan retensi sodium dan air. tubuh gangguan hormon akan mengganggu keseimbangan cairan 6. Stres Stres dapat menimbulkan peningkatan metabolisme sel. Sel-sel lemak Mengandung sedikit air. Diet . Sakit Keadaan pembedahan.total sesuai usia. Seseorang dapat kehilangan NaCl melalui keringat sebanyak 15-30 g/hari 7. 2.

F. cairan dan elektrolit sehingga masuk melintasi di membrane kedua yang memisahkan ini dua kompartemen konsentrasi kompartemen seimbang. konsentrasi larutan. Proses ini membutuhkan energy dalam bentuk adenosine triphosphat (ATP). yakni ukuran molekul. Dangan kata lain. Osmosis adalah perpindahan cairan melintasi membrane semipermiabel dari area yang berkonsentrasi rendah ke area berkonsentrasi tinggi. Rasa haus biasanya muncul apabila osmolalitas plasma mencapai 295 mOsm/kg. cairan melintasi membrane untuk mengencerkan cairan yang berkonsentrasi tinggi sampai diperoleh keseimbangan di kedua sisi membrane. Pada proses ini. ATP berguna untuk mempertahankan konsentrasi ion kalium dan natrium dalam ruang ekstrasel dan intrasel memlalui suatu proses yang disebut pompa”natrium-kalium”. . transport aktif adalah gerakan molekul dari konsentrasi yang satu ke konsentrasi yang lain tanpa memandang tinggkatannya. E. PENGATURAN KESEIMBANGAN CAIRAN Pengaturan keseimbangan cairan terjadi melalui mekanisme berikut: 1. Rasa Haus adalah keingina yang disadari terhadap kebutuhan akan cairan. 2. tubuh akan memecah cadangan energi. Pada proses ini. PERGERKAN CAIRAN TUBUH Mekanisme pergerakan cairan tubuh berlangsung dalam tiga proses. Kecepatan difusi ini dipengaruhi oleh tiga hal. yaitu: 1. Difusi adalah perpindahan larutan dari area berkonsentrasi tinggi menuju area berkonsentrasi rendahdengan melintasi membrane semipermeabel. 3. Perbedaan osmotic ini di pengaruhi oleh distribusi protein tidak merata. temperature larutan. proses ini akan menimbulkan pergerakan cairan dari interstisial ke intraselular. Akibatnya. terjadi ketidakseimbangan tekanan osmotic koloid (tekanan onkotik) sehingga cairan tertarik kedalam ruang intravaskuler. Transpor Aktif adalah pengangkutan yang digunakan oleh molekul untuk berpindah melintasi membrane sel melawan gradient konsentrasinya.Pada saat tubuh kekurangan nutrisi. Karena ukuran molekulnya besar protein tidak dapat bebas melintasi membrane plasma.

Di ginjal. resorpsi natrium. temperature lingkungan yang tinggi. prostaglandin berperan mengatur sirkulasi ginjal. kontraksi uterus. Hormone Aldosteron. ADH juga disebut sebagai vasopressin karena mempunyai efek vasokontriksi minor pada arteriol yang dapat meningkatkan tekanan darah.hormon ini meningkatkan reabsorbsi air pada duktus pengumpul sehingga dapat menahan air dan mempertahankan volume cairan ekstrasel. Oleh karena itu. Retensi natrium mengakibatkan retensi air. Rangsangan pada kelenjar keringat ini disebabkan oleh aktifitas otot. pembedahan. Prostaglandin. hormone ini dibentuk di hipotalamus dan disimpan dalam neurohipofisis pada hipofisis posterior. Hormone ADH. meningkatkan resorpsi natrium dan air sehingga memperbesar volume darah dan mengakibatkan retensi natrium.osmoreseptor yang terletak dipusat rasa haus hipotalamus sensitive terhadap perubahan osmolalitas pada cairan ekstrasel. IWL melalui kulit berkisar antara 15-20 ml/24 jam atau 350-400 ml/hari. perubahan kadar glukokortikoid mengakibatkan perubahan pada keseimbangan volume darah (Tambajong. 2000). 5. 3. dan kondisi demam. Pengeluaran cairan ini dikenal dengan IWL (Insensibel Water Loss). pengontrolan tekanan darah. Selain itu sekresi juga terjadi pada kondisi stress. . trauma. Pengeluaran cairan melalui kulit diatur oleh kerja saraf simpatis yang merangsang aktivitas kelenjar keringat. dan penggunaan beberapa jenis anestetik dan obat-obatan. dan motilitas gastrointestinal. Sedangkan haluaran cairannya adalah 3500ml/hari. 4. Pengeluaran cairan ini dapat terjadi melalui beberapa organ yakni:  Kulit. nyeri. merupakan asam lemak alami yang terdapat dibanyak jaringan dan berperan dalam proses radang. Stimuli utama untuk sekresi ADH adalah peningkatan osmolalitas dan penurunan cairan ekstrasel. Asupan cairan pada individu dewasa berkisar 1500-3500ml/hari. hormone ini disekresi oleh kelenjar adrenal dan bekerja pada tubulus ginjal untuk meningkatkan absorbs natrium. 2. Pelepasan aldosteron dirangsang oleh perubahan konsentrasi kalium. dan system rennin-angiotensin. Glukokortikoid. kadar natrium serum.

Overdehidrasi . Dehidrasi isotonic. kondisi defisit volume cairan (dehidrasi) terbagi menjadi 3 yaitu: a. Ini terjadi jika jumlah cairan yang hilang lebih besar dari jumlah elektrolit yang hilang.  Pencernaan. ginjal mengekskresikan sekitar 1500ml/hari. dengan penambahan 10% dari IWL normal setiap kenaikan 1OC. meningkatnya jumlah cairan yang keluar melalui paru merupakan suatu bentuk respons terhadap perubahan kecepatan dan kedalaman napas karena pergerakan atau kondisi demam. Defisit volume cairan (fluid volume defisit [FVD]) adalah suatu kondisi ketidakseimbangan yang ditandai dengan defisiensi cairan dan elektrolit diruang ekstrasel. Ini terjadi apabila cairan yang hilang sebanding dengan jumlah elektrolit yang hilang. G. Paru-paru. namun proporsi antara keduanya mendekati normal. Dalam kondisi normal. c. Dehidrasi hipotonik. Gangguan keseimbangan cairan dapat berupa defisit volume cairan dan sebaliknya. IWL untuk paru adalah 350-400ml/hari. Dehidrasi hipertonik. Volume cairan berlebih (fluid volume eccess [FVE]) adalah ketidakseimbangan yang ditandai dengankelebihan (retensi) cairan dan natrium di ruang ekstrasel. Pada individu dewasa. jumlah cairan yang hilang melalui system pencernaan setiap harinya berkisar antara 100-200 ml. Merupakan organ pengekskresi cairan utama pada tubuh. Kondisi ini dikenal juga dengan istilah hipervolemia. GANGGUAN KESEIMBANGAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT Ketidakseimbangan cairan Hal ini terjadi apabila kompensasi tubuh tidak mampu mempertahankan homeostasis. Kondisi ini juga dikenal dengan hipovolemia. penghitungan IWL secara keseluruhan adalah 10-15ml/kgBB/24jam. b. Secara umum. Ini terjadi bila jumlah cairan yang hilang lebih sedikit daripada jumlah elektrolit yang hilang. 1.  Ginjal. 2.

Hipokalemia adalah kekurangan kadar kalium di cairan ekstrasel yang menyebabkan pindahnya kalium keluar sel. Hiponatremia adalah kekurangan kadar natrium di cairan ekstrasel yang menyebahkan perubahan tekanan osmotic. f.umumnya disebabkan olehgangguan pada fungsi ginjal. d. e. Manifestasi kelebihan cairan ekstrasel adalah: a. d. Hipofosfatemia adalah penurunan kadar fosfat dalam serum. b. Hipokloremia adalah penurunan kadar ion klorida dalam serum. hipermagnesemia terjadi bila kadar magnesium serum lebih dari 3. Hipernatremia kelebihan kadar natrium di cairan ekstrasel yang menyebahkan perubahan tekanan osmotic ekstrasel b. Edema perifer atau edema pitting Asites Kelopak mata bengkak Bunyi nafas ronkhi basah diseluruh lapang paru Penambahan berat badan yang tidak lazim Ketidakseimbangan Elektrolit a. Hiperkalsemia adalah kelebihan kadar kalsium di cairan eksrasel yang menyebabkan penurunan eksitabilitas otot yang menimbulakan flaksidasis. yang menyebabkan terhambatnya transmisi impuls jantung yang menyebabkan serangan jantung. Hiperfosfatemia adalah peningkatan kadar fosfat dalam serum. e. Hipokalsemia adalah kekurangan kadar kalsium di cairan eksrasel yang menyebabkan pengeroposan tulang. Hiperkloremia adalah peningkatan kadar ion klorida dalam serum. c.4 mEq/l. Hiperkalemia adalah kelebihan kadar kalium di cairan ekstrasel. Hipomagnesemia terjadi apabila kadar magnesium serum kurang dari 1. c.5 mEq/l. .

bikarbonat menurun. KESEIMBANGAN ASAM BASA Gangguan keseimbangan air – elektrolit menyebabkan gangguan keseimbangan asam basa Sistem Buffer: zat yang dapat mencegah perubahan kadar ion hidrogen bebas dlm larutan. 3.35 adalah pH darah > 7. BE (-) pCO2 à bukti tubuh menetralisir racun  Sebab: 1. ekskresi H+ & NH4+ Gangguan Keseimbangan Asam Basa Asidosis Metabolik  pH menurun. 4. hipoxia. dll)  Meningkatkan asam organik (dehidrasi.H. 2. kejang. misalnya:  Meningkatkan metabolisme (demam. Mengencerkan produk asam Sistem buffer Regulasi pernapasan – mengatur kadar pCO2 plasma Reabsorbsi bikarbonat yang difiltrasi di ginjal. Produksi ion H+ berlebihan.45 adalah penurunan kadar bikarbonat serum adalah peningkatan kadar bikarbonat serum Tubuh melindungi diri dari perubahan pH dengan: 1. hipoperfusi) . bila mendapat tambahan asam/ basa Ada beberapa Istilah dalam keseimbangan asam basa  Asidemia  Alkalemia  Asidosis  Alkalosis adalah pH darah < 7. distress pernapasan.

 Ketosis (DM, kelaparan) 2. 3. 4. Kehilangan bikarbonat berlebihan, misalnya: diare, drainase ileostomi Pemberian asam (HCl, asam amino) Kegagalan ginjal untuk mengeluarkan asam yg berlebihan

 Derajat beratnya asidosis metabolic ditentukan oleh turunnya base akses  Kompensasi: hiperventilasi... CO2 respiration)  Komplikasi: hipotensi, edema paru, hipoksia jaringan, depresi SSP, koma, kejang

keluar (napas cepat, dalam = kussmaul

Alkalosis Metabolik
 Konsentrasi H+ turun  Sebab: 1. 2. 3. 4. Muntah (HCl, K+ hilang) K+ hilang berlebihan (melalui urin, GIT) Penambahan HCO3 ke dalam CES (misalnya th/ iv) ↑ reabsorbsi HCO3. Misalnya: sindroma Cushing, Bartter, Hipoaldosteronisme primer  Kompensasi: hipoventilasi à hipoksemia  Lab: pH ↑, CO ↑, BE (+), pO2 ↓, HCO3 ↑

Asidosis Respiratorik
 Akibat dr hipoventilasi alveolar sehingga produksi CO2 > ekskresi CO2  Terjadi pada:

• • •

Penyakit paru berat: membran hialin, bronchopneumonia, edema paru Penyakit neuromuskuler: sindroma Guillian Barre, overdosis obat sedatif Obstruksi jalan napas: bronchospasme

 Kompensasi Ginjal à membentuk dan meningkatkan reabsorbsi bikarbonat  Gejala klinik: • • Hipoksia Vasodilatasi (karena CO2 ↑)

 Laboratorium: pH ↓ - pCO2 ↑ - HCO3 ↑ - BE (+)

Alkalosis Respiratorik
 Ekskresi CO2 melalui paru-paru berlebihan sehingga pCO2 ↓  Sebab: hiperventilasi (kerusakan otak, emosi); keracunan salisilat

 Lab: pH ↑ - pCO2 ↓ – bikarbonat ↓ - BE (-) Mekanisme kompensasi  Gangguan respiratorik – dikompensasi oleh ginjal  Gangguan metabolik – dikompensasi oleh mekanisme respirasi Tingkat kompensasi dibagi dalam:  Tidak dikompensasi (mekanisme kompensasi tidak bekerja)  Kompensasi partial (pH tidak sampai normal)  Kompensasi penuh (pH kembali normal)

 Kompensasi berlebihan  Perkiraan gangguan asam basa dpt diketahui dg memeriksa darah arteri (pemeriksaan ASTRUP = Analisa Gas Darah) Yang dinilai adalah: pH, pCO2, HCO3, BE Selain itu ada faktor penting lain: pO2, O2 saturation

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Keseimbangan kemampuannya yang cairan adalah besar esensial untuk bagi kesehatan. diri, Dengan tubuh

sangat

menyesuaikan

mempertahankan keseimbangan, biasanya dengan proses-proses faal (fisiologis) yang terintegrasi yang mengakibatkan adanya lingkungan sel yang relatif konstan

Jakarta: Salemba Medika Mubarak. J. Dan Chayatin. (2002). Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia.2). Saran Bagi para pembaca. (2000).tapi dinamis. (2007). I. W. Kebutuhan Dasar Manusia & Proses Keperawatan. B. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC . biasanya masalah keseimbangan cairan dan elektrolit kurang diperhatikan. masalah keseimbangan cairan dan elektrolit adalah hal yang sangat penting dan jangan menganggap masalah ini adalah masalah sepele. N. Fisiologi dan Anatomi Modern untuk Perawat. (ed. Kemampuan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan cairan ini dinamakan “homeostasis”. Patofisiologi untuk Keperawatan. J. karena Jika seseorang sakit. W. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC Tarwoto. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC Gibson. (2003). DAFTAR PUSTAKA Tambayong.

:) PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI By: H.... Pengertian .Arham Alam. dan beberapa zat makanan penting sekali untuk kesehatan. Pendahuluan Semua sel tubuh membutuhkan makanan yang cukup.Kep. makanan merupakan kebutuhan pokok untuk hidup.S. Bila makanan tidak mengandung zat gizi yang dibutuhkan sel tubuh kelancaran kerja fisiologis akan terganggu.Ns.39 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Tidak ada komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom) Cari Blog Ini Memuat.. Daily Calendar Just Say Hai para blogger???? salam sehat dariku.Diposkan oleh rama di 07.

1985. absorpsi. penggantian jaringan dan pemeliharaan kegiatan dalam tubuh secara keseluruhan “ (Dasar-dasar ilmu keperawatan. Zat makanan / nutrien yang didapat dari pemasukan makanan --à materimateri yang dibutuhkan oleh tubuh. “ Nutrition is term that include the bodily processed in the ingestion and metabolisme of food = Nutrisi meliputi semua proses tubuh yang melibatkan ingesti dan metabolisme makanan “(Fundamental of nursing concept. pemakaian dan ekskresi dari makanan “ (Essential of nutrition therapy. absorpsi.3) Nutrisi sebagai Kebutuhan Dasar Manusia 1. 3. 2.Jika tubuh mengalami kekurangan beberapa zat penting maka akan terjadi ketidakmampuan untuk : • • • Tumbuh Risiko buruk bagi tubuh Memelihara fungsi & pergantian jaringan Fisiologi Nutrisi Makanan akan diproses tubuh melalui tahap-tahap : Ingesti. transportasi. Nutrien akan digunakan untuk memproduksi energi berupa ATP ( Adenosin triphospat ) untuk seluruh aktifitas tubuh : • • • • Pergerakan otot Transmisi impuls saraf Tergantung pada energi yang Proses berfikir di produksi dari makanan yang Produksi panas dikonsumsi individu Nutrisi sebagai Kebutuhan Dasar Manusia • Nutrien dibutuhkan untuk membuat zat-zat penting seperti hormon dan enzim . Digesti. seperti pertumbuhan.436).1979. pemeliharaan serta fungsi normal dari sel tubuh.• • • “ Nutrisi merupakan proses total yang terlibat dalam konsumsi dan penggunaan zat makanan yang meliputi cara pemakaian gizi oleh prosesproses dalam tubuh.419) “ Nutrisi adalah ilmu yang mempelajari zat makanan (nutrient) dan zat-zat lain yang ada dalam makanan serta kerjanya. interaksinya dan keseimbangannya dalam hubungannya dengan kesehatan dan penyakit melalui proses ingesti. metabolisme dan ekskresi. . Nutrien sangat penting untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan.

yg diatur o/ SSP. Disakarida akan dirubah menjadi monosakarida pada permukaan dinding usus halus dengan bantuan enzim laktase.Terjadi penyederhanaan zat makanan sehingga dapat diabsorpsi oleh saluran intestinal. & masuk lambung. sehingga karbohidrat sampai pada usus halus sudah menjadi maltosa/disakarida lainnya (laktosa & sukrosa). usus besar. Digesti . serta refleks ini akan menahan proses respirasi. palatum keras & lidah. . Protein Terjadi perubahan secara kimiawi mulai dari lambung. maka akan terjadi refleks mengunyah yg volunter (disadari). Ingesti Ad/ proses masuknya makanan kedalam tubuh yang terdiri dari : • • • Dimulai dari koordinasi otot-otot lengan dan tangan untuk membawa makanan ke mulut Proses mengunyah → proses pemecahan. yaitu bergeraknya makanan dr mulut ke esophagus. gusi. . lambung. penyederhanaan makanan dr ukuran besar menjadi ukuran lebih kecil. Karbohidrat Amilum dipecah menjadi maltosa/somaltosa oleh enzim ptialin yang dihasilkan kelenjar ludah. Proses mengunyah melibatkan gigi & kontrol volunter otot-otot mulut → bila makanan berada pd gigi.A. Proses ini terjadi secara refleks sebagai akibat adanya penekanan pd bagian faring & mulai sejak makanan sudah dikunyah secara adekuat.Merupakan rangkaian kegiatan fisik dan kimia pada makanan yang dibawa kedalam tubuh. pharing. dimana protein dirubah menjadi pepton oleh enzim pepsin → masuk ke duodenum dirubah menjadi peptida . Proses kimiawi pada digesti : 1. sakrose dan maltose 2.Saluran yang berperan antara lain : mulut. yang dibantu oleh enzim amilase dari pancreas. esophagus. B. usus halus. Proses menelan → merupakan tahap terakhir dr peristiwa ingesti.

Monosakarida. asam amino. natrium → colon D. hidrogen. Karbohidrat • • • • Merupakan zat utama penunjang tubuh dlm penyediaan energi yg berbentuk glukosa Dalam sel glukosa dirubah → energi dengan perubahan proses oksidasi yang menghasilkan ATP. besi dan klorida → diusus halus bagian atas 2. Proses ini meliputi semua perubahan kimia yg dialami zat makanan sejak diserap o/ usus hingga dikeluarkan o/ tubuh sebagai sampah 1. Air. natrium. asam lemak/gliserol. tanpa kecuali vitamin. mineral dan air. asam amino (protein). Kalsium. Setelah diserap oleh usus nutrien akan dilanjutkan ke saluran darah dan getah bening → masuk ke hati melewati vena porta Tempat – tempat absorpsi nutrisi : 1. C. vit B12 dan natrium → usus halus bagian bawah 4. Garam empedu. dan zat lain → usus halus bagian tengah 3. Vitamin yang larut dalam air. Lemak Dilambung hanya diemulsikan saja → dirubah menjadi asam lemak dan gliserol dengan bantuan enzim lipase pancreas. 3. kalori dan zat buangan (air dan CO2) Penyimpanan glukosa dalam bentuk glikogen → dihati dan otot Glikogen sewaktu – waktu dirubah menjadi glukosa kembali bila tubuh memerlukannya . Absorpsi • • • Adalah proses dimana nutrien yang telah berbentuk paling sederhana diserap oleh usus Nutrien diserap berupa : (glukosa karbohidrat). asam lemak dan gliserol (lemak).oleh enzim tripsin (dihasilkan pancreas) → berubah menjadi asam amino oleh enzim dipermukaan usus halus. Metabolisme Merupakan bagian akhir dlm penggunaan makanan di tubuh.

sayuran. diperlukan untuk melengkapi cairan empedu untuk pencernaan lemak.Kolesterol merupakan satu bentuk lemak jenuh. . Lemak • • • • • • • Merupakan sumber energi yang paling produktif → 1 gram lemak menghasilkan 9 kalori Merupakan kelengkapan makanan yang penting → sebagai wahana berbagai vitamin yang larut dalam lemak.Tidak mudah bergabung dengan molekul lain → LDL (Low Density Lipid) → sukar dimetabolisme menjadi zat lain . dan dapat berjalan hingga 12 jam Bila glikogen dan glukosa habis → tubuh akan memecah protein dan lemak sebagai bahan energi Karbohidrat digunakan tubuh utk energi hampir 60 % dr kebutuhan energi keseluruhan Kebutuhan karbohidrat utk orang dewasa dgn aktivitas sedang 5. Lemak tak jenuh Dapat dengan mudah bergabung dengan molekul lain/membentuk struktur lain → HDL (High Density Lipid) → mudah dimetabolisme oleh hati. dan pemegang andil penting yang membuat makanan terasa enak Lemak terkontribusi dalam kulit terutama pada kelenjar adiposa dan folikel rambut Kandungan lemak dlm subcutis sangat membantu tubuh dlm mengatur temperatur Lemak juga berfungsi untuk mencegah organ dlm injury Bila tidak digunakan untuk energi. Jenis lemak : a. roti.5 gr/kgBB/hari 1 gram karbohidrat memberikan energi 4 kalori Proses masuknya glukosa ke intra sel sangat dibantu dengan peran insulin yang dihasilkan pancreas Makanan yang mengandung tinggi karbohidrat : padi-padian. juga sebagai bahan dasar beberapa jenis hormon steroid.Makanan yang banyak mengandung lemak : daging . buah-buahan. susu. b. umbi-umbian. lemak terus disimpan dalam tubuh sehingga dapat meningkatkan berat badan Kebutuhan lemak untuk orang dewasa dengan aktivitas sedang 1. Lemak jenuh .• • • • • • • Glikogen akan mensuplai kebutuhan energi bila glukosa sudah tidak memungkinkan lagi.5 gr/kgBB/hari. 2.

E dan K. dan tidak dapat dihasilkan oleh tubuh Vitamin larut dalam lemak : A. Vitamin larut dalam air : C dan B. Vitamin • • • • • • Merupakan bahan makanan pelengkap yang penting Vitamin tidak menghasilkan kalori dalam jumlah yang berarti tapi memegang peranan penting dalam berbagai proses yang diperlukan guna menjaga kesehatan Vitamin bersifat organik. Mineral • • • • • Mineral mudah larut dalam air yang fungsi utamanya menjaga keseimbangan asam dan basa cairan tubuh Umumnya mineral terdapat cukup banyak dalam makanan → bila diet normal dan berimbang jarang kekurangan mineral Kalsium dibutuhkan untuk menumbuhkan dan mempertahankan sistem kerangka tubuh. kelebihan vitamin ini akan dibuang melalui ginjal Vitamin C membantu absorpsi zat besi Vitamin Kebutuhan tubuh akan vitamin : • • • • • • • • Vitamin Vitamin Vitamin Vitamin Vitamin Vitamin Vitamin Vitamin A : 5000 iu B1 : 1. kehamilan dan menyusui Kalium dapat membantu frekuensi dan kekuatan kontraksi otot jantung → bila kalium pada ekstra sel banyak → penurunan frekuensi dan dilatasi pembuluh darah jantung Kekurangan zat besi → dapat menyebabkan penurunan Hb Mineral Kebutuhan mineral tubuh : .2 mg B2 : 1. bila kelebihan jumlah vitamin ini akan memungkinkan terjadinya keracunan karena sulit dibuang melalui ginjal. D.5 mg B6 : 2 mg B12 : 3 mg C : 45 mg D : 400 iu K : 300 – 500 mcg 4. terutama pada anak – anak.3.

• • • • • • • Kalsium : 800 mg Iodium : 110 mg Besi : 10 mg Magnesium : 350 mg Posphor : 800 mg Kalium : 1959-5850 mg Natrium : 2300 – 6900 mg 5. tergantung pada : Berat badan dan tinggi badan Usia dan jenis kelamin Aktivitas fisik Iklim/cuaca Selama masa kehamilan dan menyusui E. Air • • • Merupakan bahan yang sangat diperlukan tubuh. walau tidak menghasilkan energi bagi tubuh. Kandungan air dalam tubuh 60 – 70% dan merupakan bahan terpenting untuk proses sekresi dan ekskresi Fungsi paling nyata untuk air adalah untuk bertahan (Survival) 6. Angka metabolisme dasar bagi laki – laki dewasa adalah 1700 dan bagi wanita dewasa adalah 1400. Ekskresi Ekskresi atau eliminasi merupakan pekerjaan tubuh untuk membuang zat sisa dari metabolisme yang tidak terpakai lagi untuk keperluan tubuh. Kebutuhan makanan dan kalori berbeda antar individu. Proses ini terjadi . Kalori • • • • Kalori ad/ panas yg dihasilkan tubuh dr hasil pembakaran zat gizi (nutrien) Satu kalori adalah jumlah panas yang diperlukan untuk meningkatkan suhu 1 kg air sebesar 1 derajat celcius Produksi panas oleh tubuh pada tingkat terendah kimia sel dan aktivitas tubuh disebut angka metabolisme dasar.

diaporesis (pengeluaran keringat). toddler. dialisa ginjal.dalam bermacam – macam bentuk. diare. luka bakar. kanker. jenis dan jumlah makanan dan minuman yang dibutuhkan secara pasti belum jelas Faktor – faktor yang berperan dalam pengaturan makanan : • • • Lapar Tdk menyenangkan Haus Kekenyangan → telah cukup banyak makan Pengaturan makan dipengaruhi oleh beberapa hal : • • Aktivitas Usia. jenis kelamin. drainage. dan ekspirasi (pengeluaran air dan CO2). hyperthyroid. psikosis. laktasi. antara lain : defekasi (zat sisa dari saluran cerna). remaja dan hamil) Selama perbaikan jaringan karena proses luka/pembedahan Meningkatnya suhu tubuh (tiap kenaikan suhu 10 F. menstruasi. Miksi (zat sisa dari saluran kemih). masalah pernafasan) Faktor – faktor yang Mempengaruhi Penurunan Kebutuhan Nutrisi • • • • • • • • • • Penurunan laju pertumbuhan Penurunan angka metabolisme dasar Hypotermia (penurunan metabolisme sel) Hypothyroid (penurunan BMR) Jenis kelamin (Wanita < pria) Gaya hidup yang cenderung pasif Immobilisasi/bedrest Kehilangan berat badan (karena penurunan aktivitas otot untuk bergerak) Pengaturan konsumsi makanan dan minuman Mekanisme yang menyebabkan orang makan dan minum. penyakit ginjal/hati. kalori naik 7 %) Meningkatnya aktivitas otot Jenis kelamin (BMR laki – laki lebih tinggi dari wanita) Berat badan (secara kuantitatif. dll) Penyakit kronis yang mempengaruhi fisiologi nutrisi (diabet. peningkatan berat badan akan meningkatkan metabolisme) Terjadi infeksi (untuk pembentukan zat fagositer bakteri patogen) Stress (meningkatkan produksi hormon thyroid sehingga meningkatkan epinephrin yang mensupport metabolisme) Meningkatnya kehilangan nutrisi karena kehilangan cairan (hemorhagi. Faktor – faktor yang Meningkatkan Kebutuhan Nutrisi • • • • • • • • • • Periode pertumbuhan yang cepat (infant. dll .

mengidentifikasi kebutuhan nutrisi dan menetapkan rencana tindakan bagi klien sesuai dengan kebutuhan Tujuan Pengkajian 1. dan stabilitas makanan Type tambahan makanan yang banyak digunakan : Bahan pengawet Zat anti oksidasi Zat untuk adonan stabil Zat penebal Pewarna Pemanis pengembang PENGKAJIAN NUTRISI Pengkajian nutrisi merupakan bagian integral dari perawatan kesehatan untuk meningkatkan kesehatan klien dan menurunkan angka rawat inap. kebiasaan makan → hasil dari proses belajar Faktor – faktor budaya yang berkaitan dengan kegiatan makan : • • • • • • Praktek keagamaan Vegetarian Budaya/kultur Kebangsaan Psikososial Sifat Tambahan dan pelengkap makanan • • • Pelengkap makanan → preparat yang mengandung vitamin. konsistensi. Pengkajian nutrisi melibatkan pengumpulan informasi mengenai klien untuk mengetahui status nutrisi. rasa. kurus dan gemuk Aspek budaya kegiatan makanan Sikap menyukai/tidak. mineral atau protein.• • • • Pengaturan konsumsi makanan → hypothalamus Pengaturan konsumsi makanan . Tambahan makanan → zat yang digunakan untuk menyempurnakan warna makanan. atau kombinasinya dengan zat makanan lain. Mengidentifikasi adanya malnutrisi dan efeknya terhadap status kesehatan klien .

perawat harus mempertimbangkan kebutuhan klien secara menyeluruh dihubungkan dengan nutrisi. Ahli gizi Komponen pengkajian nutrisi Data Biografi Khususnya untuk usia dan jenis kelamin dapat membantu menemukan faktor resiko khusus. Mis : Dewasa tua mempunyai kebutuhan nutrisi yang hampir sama dengan dewasa muda. tapi bila aktivitas menurun maka kebutuhan akan kalori juga menurun. Dokter . Komponen pengkajian dan pendekatan holistik antara lain : • • • • Kebudayaan dan pola konsumsi makanan Makanan yang lazim dikonsumsi Tingkat aktivitas fisik Standard hidup Pengkajian status nutrisi secara tim Tim pelaksanaan pengkajian nutrisi terdiri dari : Perawat . kelebihan berat badan. Contoh lain anemia defisiensi besi sering terjadi pada remaja wanita daripada remaja pria. Mengidentifikasi parameter nutrisi untuk status kesehatan klien yang optimal dan kondisi yang fit. penyakit cardio vaskuler dan kanker 3. hypertensi. Mengidentifikasi pola makan yang berlebihan dan hubungannya dengan kejadian obesitas. Saat mengkaji status nutrisi klien dan menentukan rencana keperawatan. gangguan gastrointestinal. Keluhan Utama Keluhan yang lazim terjadi antar lain :Kehilangan berat badan.2. perubahan kulit dan gangguan pergerakan. Kebutuhan Nutrisi dalam Asuhan Keperawatan BAB I . kelemahan. diabet.

Kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan memberikan gambaran tentang apa yang harus dilakukan dan kesulitan – kesulitan yang akan dihadapi saat penulisan makalah. Nutrisi adalah zat-zat gizi atau zat-zat lain yang berhubungan dengan kesehatan dan penyakit. yaitu kebutuhan fisiologis (makan. Latar Belakang Kebutuhan dasar manusia merupakan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh manusia dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis maupun psikologis. danaktualisasi diri ( Potter dan Patricia. aksi. 1997 ). reaksi. harga diri. Tujuan adanya kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan adalah untuk memberikan gambaran kepada penulis tentang kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan dan cara penanganannya menurut konsep ilmu. 2010 ). cinta. .PENDAHULUAN A. zat-zat gizi dan zat-zat lain yang terkandung. yang tentunya bertujuan untuk mempertahankan kehidupan dan kesehatan. Nutrisi juga dapat dikatakan sebagai ilmu tentang makanan. termasuk keseluruhan proses dalam tubuh manusia untuk menerima makanan atau bahan-bahan dari lingkungan hidupnya dan menggunakan bahan-bahan tersebut untuk aktifitas penting dalam tubuh serta mengeluarkan sisanya. Tubuh butuh energi untuk aktifitas sehingga dibutuhkan intake nutrisi yang tepat dan mencakup. dan keseimbangan yang berhubungan dengan kesehatan dan penyakit ( Tarwoto dan Wartonah. Kebutuhan dasar manusia menurut Abraham Maslow dalam Teori Hierarki Kebutuhan menyatakan bahwa setiap manusia memiliki lima kebutuhan dasar. keamanan. minum).

5. Berdasarkan ketertarikan penulis terhadap kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan. Mengetahui Metabolisme. Manfaat Penulisan Hasil pelaksanaan penulisan makalah ini akan memberi manfaat yang berarti bagi mahasiswa dan instansi. C. Bagi Mahasiswa . Mengetahui Elemen-elemen Nutrisi atau Zat Gizi. 2. makalah ini akan membahas tentang kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan. 4. Mengetahui Kebutuhan Nutrisi Berdasarkan Tahap Perkembangan. Mengetahui Absorpsi Gastrointestinal. diantaranya adalah : 1. Mengetahui Laju Metabolisme Basal. Tujuan Penulisan Berdasarkan permasalahan di atas. Oleh karena itu. 3.Dengan kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan. Mengetahui Proses Pencernaan Makanan. seorang penulis mampu mengambil sikap dan keputusan yang tepat dalam mengatasi masalah penulisan makalah. Mengetahui Faktor yang Mempengaruhi Nutrisi Seseorang. 7. 6. B. maka tujuan penulisan ini adalah : 1. maka lahirlah makalah yang berjudul “ Kebutuhan Nutrisi dalam Asuhan Keperawatan “.

. akan memberikan manfaat bagi instansi sebagai media informasi pembelajaran yang dapat membantu dalam proses belajar mengajar serta penambah wawasan informasi dalam materi pembelajaran KDDK. Bagi Instansi Dengan penulisan makalah ini. 2.Penulisan makalah ini bermanfaat bagi mahasiswa dalam memberikan informasi kepada mahasiswa yang belum mengetahui tentang kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan.

Makanan yang sudah dikunyah selanjutnya masuk ke esofagus melalui proses menelan (deglutition). .BAB II ISI DAN TEORITIS A. Pencernaan secara mekanik Pencernaan makanan makanan secara mekanik lebih banyak terjadi dalam rongga mulut yaitu mekanik mengunyah. tetapi tergantung dari jenis makanan. Proses Pencernaan Makanan Pencernaan makanan merupakan proses pemecahan makanan menjadi bagian yang lebih kecil. proses pencernaan dilakukan secara mekanik dan secara kimiawi. Makanan dikunyah rata-rata 20-25 kali. 1.

2. kemudian dihasilkan komponen karbohidrat. dan ion-ion. Pencernaan secara kimiawi Pencernaan makanan secara kimiawi di lambung dilakukan melalui pencampuran makan dengan asam lambung. Salah satu funsi dari hati ialah regulasi metabolik. Absorpsi Gastrointestinal . b. Sel-sel endrokin adalah pulau-pulau legerhans menghasilkan hormon insulin dan glukagon yang berperan dalam pengaturan kadar gula darah. B. air. Proses pencernaan makanan tidak terlepas dari peran organ-organ asesoris sistem pencernaan. Hati Hati memproduksi cairan empedu yang kemudian keluar melalui dua saluran yaitu duktus hapitikus kanan dan kiri. Kandung empedu Fungsi utama dari kandung empedu adalah menyimpan cairan?garam yang dihasilkan oleh hati sekitar 1 liter setiap hari. mukus dan pepsin. Pankreas Pankreas merupakn kelenjar yang yang mempunyai dua fungsi yaitu fungsi endrokin dan eksorin. protein dan lemak. Sedangkan sel eksorin pankreas adalah sel acinar dan epitel yang menghasilkan cairan pankreas seperti enzim-enzim pencernan. c. di antaranya: a.

1996 ). 2. dan nutrisi melewati membrane epithelium digestif dan masuk ke cairan interstisial dari saluran pencernaan. Besarnya kebutuhan energi basal ini dipengaruhi faktir-faktor berikut. yaitu untuk keguatan fungsi tubuh seperti aktivitas jantung. dan substansi organik seperti enzim. Setiap hari kira-kira 8-9 liter air dan 1 kg nutrisi melewati membrane dinding usus dari lumen usus masuk ke aliran darah ( Hinchliff. dan kegitan kelenjar-kelenjar tubuh. Usia. C. pernapasan. Metabolisme Nutrisi yang sudah disbsorpsi dan masuk dalm sistem sirkulasi selanjutnaya akan dimanfaatkan untuk energi tubuh melalui reaksi kimia yang disebut metabolisme. 2004) Untuk dapat terjadi metabolisme. D. vitamin. sel membutuhka oksigen dan nutrisi termaksuk vitamin. . Jenis kelamin. Metbolisme adalah jumlah keseluruhan reaksi kimia dan fisik pengubah energi dalam tubuh yang menopang dan mempertahankan kehidupan (sloane. elektrolit. 1.Absorpsi merupakan pemindahan agen subtract seperti air. Tinggi badan dan berat badan. 3. peristaltik usus. ion mineral. Laju Metabolisme Basal Laju metabolisme basal (basal metabolisme rate) adalah energi yang digunakan tubuh pada saat istirahat.

pencernaan protein terjadi di lambung selanjutnya asam amino di edarkan oleh darah. Temperatur lingkungan. Lemak . 5. Elemen nutrisi atas karbohidrat. Protein Protein memberi energi 4 kkal/g. 8. Elemen-elemen nutrisi atau zat gizi Tubuh membutuhkan nutirsi untuk kelangsungan fungsi-fungsi tubuh. Keadaan hamil. vitamin. 7. mineral dan air. Zat gizi berfungsi sebagi penghasil energi bagi funsi organ. Keadaan sakit. 6. Asam amino dapat di ubah menjadi lemak dan di simpan dalam jaringan adiposa atau di katabolisasi menjadi energi melalui glikogenesis. lemak. Keaadaan psikologis seperti stres dan ketegangan. 2. Kelainan endokrin.4. 3. Karbohidrat akan terurai dalam bentuk glukosa yang kemudian dimanfaatkan tubuh dan kelebiahan glukosa akan disimpan dalm hati dan jaringan otot dalam bentuk glikogen. untuk pergerekan. serta kerja fisik. Karbohidrat Karbohidrat merupakan sumber energi utama tubuh.protein. 1. E.

Lemak merupakan bentuk penhasilan energi tubuh yang utama. Mengaktifkan enzim-enzim yang terlibat dalam metabolisme dan mengatur keseimbangan antioksidan. termasuk dalam sistem. Vitamin Tubuh tidak mensintesis vitamin dan bergantung pada asupan diet. Vitamin juga berfungsi sebagai bebas.dan sayuran. Hasil hidrolisis lemak perperan dalam emulsifikasi. lemak diemulsifikasi oleh garam empedu dan lesitin.lemak memberi energi 9 kkal/g lemak mulai dicerna dimulut dengan bantuan lipese lingual. Asam lemak kemudian akan diabsorpsi di internasional kemudian ditransport ke hepar.fungsi air dalam tubuh adalah sebagai berikut : a.makanamn. Air Berasal dari minum. yaitu substansi yang menetralisisr radikal . Mineral merupakan bahan makanan anorganik yang berfungsi antara lain untuk menjaga keseimbang tubuh serta bahan penyusun tubuh beberapa mineral berfungsi untuk bermacam-macam kegiatan tubuh. 5. Minaral Mineral sebagai katalis reaksi biokimia.asam lemak sebagi simpanan metabolik disimpan dalam bentuk triagliserol. Diusus halus. Asam lemak tak jenuh adalah asam lemak esensial padea tubuh manusia. 4. 6. Sebagai pelarut zat makanan untuk memudahkan proses pencernaan makanan. b.

dan zat besi yang tinggi. Sebagai alat angkut berbagai senyawa dan enzim. air dan kalori. fosfor. Toddler dan Preschool Usia ini. bayi hanya mengkomsumsi susu. F. d. Makanan tambahan di berikan pada usia 6 bulan. folat. Kebutuhan Nutrisi Berdasarkan Tahap Perkembangan 1. Kebutuhan yang lebih banyak diperlukan pada ibu menyusui yaitu kalsium.cairan dalam tubuh. c. Bayi Mengalami tumbuh kembang pesat pada 1 tahun pertama. 4. 2. protein. Usia 6 bulan pertama. Biskuit di berikan pada yang sudah tumbuh giginya. nafsu makan anak dan kecepatan pertumbuhan mulai menurun sehingga perlu intake nutrisi yang penting untuk tumbuh kembang anak. Chilid dan Adolescent . Ibu Hamil dan Menyusui Lebih banyak membutuhkan kalori. zat besi dan ASI pada ibu hamil. kalsium. kalsium . Mengatur suhu tubuh. Anak perlu asupan protein. 3. vitamin A dan C.

3. . vitamin C.Pertumbuhannya meningkat pada usia ini. Membutuhkan karbohidrat. Makanan dan diet tertentu harus diberkan bila sesuai. Kultur dan Agama Kubudayaan dan agama yang dianut individu sangat mempengaruhi pola dietnya. Faktor Yang Mempengaruhi Nutrisi Seseorang 1. Menentukan makanan berdasar jumlah orang yang ada dirumah tersebut.Status Kesehatan Individu dengan kesehatan yang kurang akan memerlukan nutrisi yang lebih karena dukungan nutrisi adalah bagian esensial penyembuhan setiap penanganan medis. zat besi.masalah yang terjadi pada remaja adalah obesitas. diet lemak. G. vitamin dan mineral yang tinggi. bulimia anoreksia nervosa. Khususnya pada wanita menopose. protein. serat. Status Sosioekonomi Pembelajaran makanan tergantung dari jumlah yang dimilki/ pendapatan. kalsium. Adult dan Order Aldult Penyembuhan dan metabolisme berhenti sehingga butuh kalori sedikit. Peningkatan pertumbuhan organ reproduksi pada remaja. 5. Diet yang di ancurkan untuk dewasa tua adalah rendah kalori. D dan B. 2. Gigi permanen sudah tumbuh dan sisitem percernaannya sudah matur.

6. Alkohol merusak sistem gastrointetianal dan obat mengurangi absorpsi zat gizi. 5. Faktor Psikologis Ketika seseorang stress memiliki perilaku diet berbeda–beda. Pilihan Pribadi Kesukaan datau ketidaksukaan pilihan individu terhadap makanan.4. Makan berdasarkan perpesi dan motivasi individu. Alkohol dan Obat Hiper alkohol dan obat menyebabkan defisiensi nutrisi. Kesalahan Informasi Makanan Menganggap makanan tertentu bergizi rendah kerena keyakinan atau mitor terhadap kamanan. Makanan mewah sebagai simbol status sosial. 7. . Perlu pertimbangan ketika individu tersebut akan melakukan diet terapeutik.

O terlihat sangat lemah. Saat ini Ny.2. berat badan sekarang 45 kg turun 20% dari berat badan sebelum sakit. S: 38C TD: 90/60mmhg.BAB III KASUS PEMICU A. nadi 80x/menit.1gr/dl. Keluarga Ny.nafas: 16x/menit. F. Aplikasi kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan dengan kasus Ketidakseimbangan Nutrisi Ny. kadar albumin 2. wajah tampak pucat. O mengatakan sejak tiga hari yang lalu klien mengeluh mual dan selalu muntah setiap makan. . Hasil pemeriksaan lab di dapatkan Hb 10. O beragama islam dan berusia 38 tahun masuk RS karena tiba-tiba pingsan di rumah.

Umur : Ny. O.BAB IV PEMBAHASAN A. Pengkajian 1. : 38 tahun. Nama klien 2. .

berat badan turun. a Objektif : Klien terlihat lemah.1 S: 38C TD: 90/60mmHg Ketidak seimbangan • Ketidakmampuan nutrisi. Alamat 5.2. Hb: 10. • • Ketidak mampuan menyerap nutrisi. mencerna makanan.2 Kadar albumin: 2. B. S: 38C. Analisa Data Data Data Subjektif Data Objektif Problem Etiologi N o 1 Kl Klien • Klien terlihat mengatakan lemah mual dan • Wajah muntah. Data Subjektif : Perempuan. . Agama 6. wajah tampak pucat. Kadar albumin: 2. tampak pucat • • • • • Berat badan turun Hb: 10. : Klien mengatakan mual dan muntah.1.3. :: Islam. dan TD: 90/60mmHg. Jenis kelamin 4. Ketidak mampuan memasukan makanan.

Monitor jumlah nutrisi dan kandungan kalori Berikan informasi tentang kebutuhan nutrisi Kaji kemampuan pasien untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan 2. Diagnosa Keperawatan Kemungkinan berhubungan dengan : 1. Ketidakmampuan menyerap nutrisi D.Hb.kemerahan. c. Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi yang dibutuhkan pasien b. b. Gangguan nutrisi 2. BB pasien dalam batas normal Monitor adanya penurunan BB Jadwalkan pengobatan dan tindakan tidak selama jam makan Monitor mual dan muntah Monitor kada albumin. Intervensi 1. g.total protein .Nutrition Monitoring a.dan kekeringan jaringan konjungtiva. e. Monitor kalori dan intake nutrisi .dan kadar Ht Monitor pucat . Nutrition Management a. c.C. d. d. f.

2. 10. 4. 9. Implementasi 1. BB normal 4.Memonitor adanya penurunan berat badan. 2. dan kadar Ht. 6. F.Memonitor mual dan muntah. Evaluasi S : Pasien mengatakan tidak mual dan tidak merasa muntah setap makan.E. 3.Memonitor kekeringan jaringan konjungtiva.Memonitor jumlah nutrisi dan kandungan kalori.Memberikan informasi tentang kebutuhan nutrisi. total protein.Mengkaji kemampuan pasien untuk mendapatkan nutrisi.Mengkolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi. Hb. 7. Tekanan Darah.Memberikan obat.Memonitor kalori dan intake nutrisi.Memonitor kadar Albumin. 8. 5. 11. Pasien tidak mual dan muntah setiap makan . Pasien terlihat tidak lemah.Mengecek berat badan pasien. O: 1.dan pucat 3.

Kesimpulan . Tekanan darah dalam batas normal 2.Monitor kalori dan intake nutrisi BAB V PENUTUP A. Berikan obat 2. Kemampuan menyerap nutrisi adekuat P : 1. RR A: 1. Kadar Albumin 6.5. Berat badan dalam batas normal 3. Memjadwalkan pengobatan dan tindakan tidak selama jam makan 3.

Setiap hari kira-kira 8-9 liter air dan 1 kg nutrisi melewati membrane dinding usus dari lumen usus masuk ke aliran darah ( Hinchliff. lemak. mineral dan air. Oleh karena itu. Nutrisi yang sudah disbsorpsi dan masuk dalm sistem sirkulasi selanjutnaya akan dimanfaatkan untuk energi tubuh melalui reaksi kimia yang disebut metabolisme. proses pencernaan dilakukan secara mekanik dan secara kimiawi. pernapasan. vitamin. B.protein. . Zat gizi berfungsi sebagi penghasil energi bagi funsi organ. 1996 ). Tubuh membutuhkan nutirsi untuk kelangsungan fungsi-fungsi tubuh. Laju metabolisme basal (basal metabolisme rate) adalah energi yang digunakan tubuh pada saat istirahat. vitamin.Pencernaan makanan merupakan proses pemecahan makanan menjadi bagian yang lebih kecil. untuk pergerekan. serta kerja fisik. dan nutrisi melewati membrane epithelium digestif dan masuk ke cairan interstisial dari saluran pencernaan. Saran Mengingat pelaksanaan penulisan makalah ini baru berjalan sepekan sehingga hasil yang diperoleh belum maksimal. elektrolit. dan kegitan kelenjar-kelenjar tubuh. peristaltik usus. Elemen nutrisi atas karbohidrat. yaitu untuk keguatan fungsi tubuh seperti aktivitas jantung. disarankan kepada penulis untuk dapat melengkapi informasi tentang kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan. Absorpsi merupakan pemindahan agen subtract seperti air.

Jakarta: Salemba Medika.. Wartonah. Buku Ajar Keperawatan Pediatrik. A.DAFTAR PUSTAKA Saryono. Catatan Kuliah : Kebutuhan Dasar Manusia ( KDM ). . Anggriyana Tri Widianti. Kebutuhan Dasar Manusia Aplikasi Konsep dan Proses Keperawatan jilid 2. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan. Aziz alimul H. Jakarta: EGC. Tarwoto. 2010.. Dona L. 2008. 2011. Yogyakarta: Nuha Medika. Jakarta: Salemba Medika. 2009. Wong.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->