Konsep Kebutuhan Dasar Manusia

Posted on April 17, 2011 by muzavipahlevi Kebutuhan dasar manusia adalah unsure-unsur yang dibutuhkan manusian dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis maupun fisiologis, yang tentunya untuk mempertahankan kehidupan dan kesehatan. Kebutuhan manisia menurut Abraham Maslow dalam Teori Hirarki Kebutuhan menyatakan bahwa setiap manusia memiliki lima kebituhan dasar yaitu kebutuhan fisiologis (makan dan minum), keamanan, cinta, harga diri, dan aktualisasi diri (Sumber: Potter And Patricia, 1997). Ciri Kebutuhan Dasar Manusia Manusia memiliki kebutuhan dasar yang bersifat heterogen. Setiap orang umumya memiliki kebutuhan dasar yang sama, akan tetapi terdapat perbedaan budaya, maka kebutuhan tersebutpun ikut bebbeda. Dalam memenuhi kebutuhannya, manusia menyesuaikan diri dengan prioritas yang ada. Lalu jika gagal memenuhi kebutuhannya makamanusia akan berfikir lebih keras dan bergerak untuk memenuhi kebutuhannya. Faktor Yang Mempengaruhi Kebutuhan Dasar Manusi Kebutuhan dasar manusia dipengaruhi oleh berbagai factor, diantaranya adalah :

Penyakit

Adanya penyakit dalam tubuh dapat menyebabkan perubahan pemenuhan kebutuhan, baik secara biologis maupun fisiologis, karena beberapa fungsi organ tubuh memerlukan pemenuhan kebutuhan lebih besar daripada biasanya.

Hubungan Keluarga

Hubungan keluarga yang baik dapat meningkatkanpemenuhan kebutuhan dasar karena adanya saling percaya, merasakan kesenangan hidup, tidak ada rsa curiga, dan lain-lain.

Konsep Diri

Konsep diri manusia memiliki peran dalam pemenuhan kebutuhan dasar. Konsep diri yang posotif dapat memberikan makna dan keutuhan (wholeness) bagi seseorang. Konsep diri yang sehat dapat memberikan perasaan positif terhadap diri sendiri. Orang yang merasa posituf terhadap dirinya akan mudah berubah, mudah mengenali kebutuhan dan mengembangkan cara hidup yag sehat, sehingga mudah memenuhi kebutuhan dasarnya.

Tahap Perkembangan.

Sejalan dengan meningkatnya usia, manusia mengalami perkembangan. setiap tahap perkembangan tersebut memiliki tingkat kebutuhan yang bebeda, baik kebutuhan biologis,

psikososial, social, maupun spiritual, mengingat fungsi organ tubuh juga mengalami proses kematangan dengan dengan aktivitas yang berbeda. Pendapat Beberapa Ahli Tentang Konsep Kebituhan Dasar Manusia.

Virginia Handerson

Virginia Handerson membagi kebutuhan dasar manusia kedalam 14 komponen berikut : 1) 2) 3) 4) 5) 6) Bernafas secara normal. Makan dan minum yang cukup. Eliminasi. Bergerak dan memepertahan postur tubuh yang diinginkan. Tudur dan istirahat. Memilih pakaian yang tepat.

7) Mempertahankan suhu tubuh dalam kisaran normal dengan. menyesuaikan pakaian yang dikenakan dengan memodifikasi lingkungan. 8) Menjaga kebutuhan diri dan penampilan.

9) Berkomunikasi dengan orang lain dalam mengekspresikan emosi, kebutuhan, kakhawatiran dan opini. 10) Menghindari bahaya dari lingkungan dan dan menghindari membehayakan orang lain. 11) Beribadah sesuai dengan agama dan keyakinan. 12) Bekerja sedemikian rupa sebagai modal membiayai kebutuhan hidup. 13) Berpain atau berpartisipasi dalam berbagai bentuk rekreasi. 14) Belajar, menemkan, atau mamuaskan rasa ingn tahu yang mengarah pada perkembangan yang normal, kesehatan, dan penggunaan fasilitas kesehatanyang tersedia.

Jean Watson

Jean Watson membagi kebutuhan dasar manusia kedalam dua peringkat utama, yaitukebutuhan yang tingkatnya lebih rendah (lower order needs) dan kebutuhan yang tingkatnya lebih tinggi (higher order needs). Pemenuhan kebutuhan yang tingkatnya lebih rendah tidak selalu membantu

upaya kompleks mausia untuk mencapai aktualisasi diri. Tiap kebituhan dipandang dalam konteksnya terhadap kebutuhan lain, dan semuanya dianggap penting.

Gambar: Hierarki Kebutuhan Dasar Manusia Menurut Jean Watson

Abraham Maslow

Dikenal dengan nama Teori Hierarki Kebutuhan Dasar Manusia: 1) Kebutuha Fisiologis.

Adalah kebutuhan paling dasar, yaitu kebutuhan oksigen, cairan dan elektrolit, nutrisi, keseimbangan suhu tubuh, eliminasi, tempat tinggal, istirahat dan tidur serta kebutuhan seksual. 2) Kebutuhan rasa aman dn perlindungan.

Dibagi menjadi 2 yakni fisik dan psikologis:
• •

Fisik: meliputi perlindungan atas ancaman terhadap tubuh atau hidup seperti penyakit, kecelakaan, bahaya lingkungan, dan sebagainya. Psikologis: perlindungan atas ancaman dari pengalaman yang baru dan asing seperti kekhawatiran seorang anak ketika masuk sekolah untuk pertama kali karena merasa terancam oleh keharusan untuk berinteraksi dengan orang lain. Kebuthan rasa cinta serta rasa memiliki dan dimiliki.

3)

Member dan menerima kasih saying, mendapatkan kehangatan keluarga, memiliki sahabat, diterima oleh kelompok social, dan sebagainya. 4) Kebutuhan akan harga diri

Kebutuhan ini terkait dengan keinginan untukmendapatkan kekuatan, meraih prestasi, kepercayaan diri dan kemerdekaan diri. Selain itu, orang juga memerlukan pengakuan dari orang lain. 5) Kebutuhan aktualisasi diri.

Merupakan kebutuhan tertinggi dalam Hierarku Maslow, merupakan kebutuhan untuk berkontribusi pada orang lain/lingkungan serta mencapaipotensi diri sepenuhnya.

sebab kebarsihan merupakan faktor penting dalam mempertahankan derajat kesehatan individu (Taylor 1989). Perilaku kebersihan diri dapat dipengaruhi oleh nilai serta kebiasaan yang dianut individu. Berpenampilan bersih darum dan rapih merupakan dimensi yang sangat penting dalam mengukur tingkat kesejahteraan individu secara umum.Gambar : Kebutuhan Dasar Manusia Menurut Abraham Maslow BAB I PENDAHULUAN Personal hygiene adalah upaya yang dilakukan dalam upaya memelihara kebersihan dan kesehatan dirinya baik secara fisik maupun mental. disamping faktor budaya. Sebagai contoh.social. Saat seseorang sakit salah satu penyebabnya adalah kebersihan diri yang kurang. Tingkat kebersihan sendiri dinilai dari penampilan individu dan upayanya dalam menjaga kebersihan dan kerapian tubuhnya setiap hari. dan lain sebaganya. Menurut Roper (2002). norma keluarga. status ekonomi. Ini harus menjadi perhatian kita bersama. adanya perubahan .tingkat pendidikan. Hal ini sangat penting mengingat kebersihan merupakan kebutuhan dasar utama yang dapat mempengaruhi status kesehatan dan kondisi psikologis secara umum. aktivitas ini dikembangkan menjadi rutinitas guna memberikan perasaan stabil dan aman pada diri individu. Adanya masalah dalam kebersihan diri akan berdampak pada kesehatan seseorang.

Jika seseorang sakit. Personal Hygiene berasal dari bahasa Yunani yaitu personal yang artinya perorangan dan hygiene berarti sehat. Kebersihan seseoang adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseoran untuk kesejahteraan fisik dan psikis. . persepsi seseorang terhadap kesehatan. Sedangkan gangguan psikologis terjadi karena kondisi tersebut mungkin mengurangi keindahan penampilan dan reaksi emosional (Doenges dkk). Kulit terdiri atas 2 lapisan yaitu lapisan epidermis yang terdapat pada bagian atas yang banyak mengandung sel-sel epitel. keluarga. Hal-hal yang sangat berpengaruh itu di antaranya kebudayaan . lapisan subkutan di bawah kulit dan pelengkapnya. Ganguan fisik yang terjadi dapat mengakibatkan perubahan konsep diri. seperti kelenjar dan kuku. Konsep Personal Hygiene Dalam kehidupan sehari-hari kebersihan merupakan hal yang sangat penting dan harus diperhatikan karena kebersihan akan mempengaruhi kesehatan dan psikis seseorang. Kebersihan itu sendiri dangat dipengaruhi oleh nilai individu dan kebiasaan. padahal jika hal tersebut dibiarkan terus dapat mempengaruhi kesehatan secara umum.peran perawat dalam hal ini sangat dibutuhkan guna meningkatkan personal hygiene individu melalui kegiatan penyuluhan dan meningkatkan pengetahuan tentang upaya kebersihan diri melalui penerapan prinsip hidup bersih dan sehat. serta tingkat perkembangan. Lapisan ini tidak mengandung pembuluh darah. BAB II ISI 1. Pada kulit terdapat 2 kelenjar : pertama kelnejar sebasea yang menghasilkan minyak yang disebut sebun yang berfungsi meminyaki kulit dan rambut. Fisiologi Kulit Sistem integumen terdiri atas kulit. sosial. pendidikan. biasanya masalah kebersihan kurang diperhatikan. saraf folikel rambut dan kelenjar. 2. Kedua. Lapisan kedua adalah lapisan dermis yang terdiri atas jaringan otot.pada kulit dapat menimbulkan berbagai ganguan fisik dan psikologis. Sel-sel epitel ini mudah sekali mengalami regeneras. kelenjar serumen yang terdapat dalam telingga yang berfungsi sebagai pelumas dan berwarna cokelat. Hal ini terjadi karena kita menganggap masalah kebersihan adalah masalah sepele.

Sensasi dari stimulus lingkungan 5. Memelihara kebersihan diri seseorang 3. Meningkatkan rasa percaya diri 4. Membantu keseimbangan carian da eletrolit 6. Pengeluaran pembuangan air 4. Meningkatkan derajat kesehatan seseorang 2. Menciptakan keindahan 6. Pengaturan temperatur tubuh 3. Proteksi tubuh 2.Fungsi Kulit : 1. Memperbaiki personal hyiene yang kurang 4. sisir rambut mulai dari bagian ujung sampai ke pangkal dengan pelan dan hati-hati 2. Macam-macam Personal Hygiene 1. Tujuan Personal Hygiene 1. Memproduksi dan mengabsorpsi vitamin D 3. Perawatan kulit kepala dan rambut Cara-cara merawat kulit kepala dan rambut: • • • • • • Cuci rambut 1-2 kali seminggu dengan memakai sampo yang cocok Pangkas rambut agar terlihat rapi Gunakan sisir yang bergerigi besar untuk merapikan rambut keriting dan olesi rambut dengan minyak Jangan menggunakan sisir yang bergerigi tajam karena bisa melikai kulit kepala Pijat kulit kepala pada saat mencuci rambut untuk merangsang pertumbuhan rambut Pada jenis rambut ikal dan keriting. Mencagah penyakit 5. Perawatan mata Cara-cara merawat mata: • Usaplah kotoran mata dari sudut mata bagian dalam hingga sudut mata bagian luar .

Perawatan hidung • • • • Jaga agar lubang hidung tidak kemasukan air dan benda kecil Jangan biarkan benda kecil masuk kelubang hidung. gunakan kain yang paling bersih dan lembut Lindungi mata dari kemasukan debu dan kotoran Bila menggunakan kacamata hendaklah selalu dipakai Bila mata sakit cepat periksa ke dokter Cara-cara merawat hidung 3. hembuskan secara perlahan dengan membiarkan kedua lubang hidung tetap terbuka Jangan mengeluarkan kotoran dari lubang hidung dengan menggunakan jari karena dapat mengiritasi mukosa hidung 4. Perawatan kuku kaki dan tangan Cara-cara merawat kuku • • • Kuku jari tangan dapat dipotong dengan pengikir atau memotongnya dalam betukk oval atau menikuti bentuk jari.• • • • Saat mengusap mata. keluarkan secara pelan dengan menggunakan penyedot telinga Bila menggunakan air yang disemprotkan. lakukan dengan hati-hati agar tidak menimbulkan kerusakan telinga akibat tekanan air yang terlalu tinggi Aliran air yang masuk hendaknya diarahkan kesaluran telinga dan bukan langsung ke gendang telinga Jangan menggunakan peniti atau jepit rambut untuk membersihkan kotoran telinga karena dapat menusuk gendang telinga 5. Sedangkan kuku kaki dipotong dalam bentuk lurus Jangan memotong kuku terlalu pendek karena dapat melukai kulit disekitar kuku Jangan membersihkan kotoran dibalik kuku dengan benda tajam. Perawatan telingga Cara-cara merawat telinga • • • • Bila ada kotoran yang mrnyumbat telinga. sebab nantinya akan menyumbat saluran nafas serta menyebabkan luka pada membran mukosa Sewaktu mengeluarkan debu dari lubang hidung. sebab akan merusak jaringan dibawah kuku .

belakang telinga dll. 8. ketiak. sebaiknya kuku dipotong segera setelah mandi atau direndam dengan air hangat terlebih dahulu Jangan menggigiti kuku karena dapat merusak jaringan kuku Cara-cara merawat genitalia 6. Body image Gambaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi kebersihan diri misalnya karena adanya perubahan fisik sehingga individu tidak peduli terhadap kebersihannya.• • • Potong kuku seminggu sekali atau sesuai kebutuhan Khusus untuk jari kaki. Perawatan tubuh secara keseluruhan . Perawatan genetalia • • Membersihkan area genitalia eksterna pada saat mandi (wanita) Perawatan yang sama dilakukan saat mandi terutama pada mereka yang belum disirkumsisi (pria) 7. Jangan gunakan sabun mandi untuk wajah Segera keringkan tubuh dengan handuk yang lembut dari wajah. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Personal Hygiene 1. badan hingga kaki 5. sela-sela jari. Perawatan gigi dan mulut Cara-cara merawat gigi dan mulut • • • • • • • Tidak makan makanan yang terlalu manis dan asam Tidak menggunakan gigi untuk menggigit atau mencongkel benda keras Menghindari kecelakaan seperti jatuh yang dapat menyebabkan gigi patah Menyikat gigi sesudah makan dan khususnya sebelum tidur Meletakkan sikat gigi pada sudut 450 dipertemuan antara gigi dan gusi dan sikat menghadap kearah yang sama dengan gusi Menyikat gigi dari atas kebawah dan seterusnya Memeriksakan gigi secara teratur setiap enam bulan Cara-cara merawat tubuh secara keseluruhan: • • • • • Biasakan mandi dua kali sehari atau setelah beraktivitas Gunakan sabun yang tidak bersifat iritatif Sabuni seluruh tubuh terutama lipatan-lipatan kulit. tangan.

dan lain-lain. sampo. BAB III PENUTUP A. • Dampak Psikososial Masalah social yang berhubungan dengan Personal Hygiene adalah gangguan kebutuhan rasa nyaman. 6. sikat gigi. 7. Kesimpulan . 5.2. infeksi pada mata dan telinga. Praktik sosial Pada anak-anak selalu dimanja dalam kebersihan diri. Kondisi fisik Pada keadaan sakit tertentu kemampuan untuk merawat diri berkurang dan perlu bantuan untuk melakukannya. kebutuhan dicintai dan mencintai. Budaya Di sebagian masyarakat jika individu sakit tertentu maka tidak boleh dimandikan. pasta gigi. dan gangguan fisik pada kuku. gangguan membrane mukosa mulut. 6. Dampak yang Sering Timbul pada Masalah Personal Hyiene • Dampak Fisik Banyak gangguan kesehatan yang diderita seseorang karena tidak terpeliharanya kebersihan perorangan dengan baik. sampo. kebutuhan harga diri. maka kemungkinan akan terjadi perubahan pola Personal Hygiene 3. Pengetahuan Pengetahuan Personal Hygiene sangat penting karena pengetahuan yang baik dapat meningkatkan kesehatan. Gangguan fisik yang sering terjadi adalah gangguan integritas kulit. aktualisasi diri dan gangguan interaksi sosial. Kebiasaan seseorang Ada kebiasaan seseorang yang menggunakan produk tertentu dalam perawatan dirinya seperti penggunaan sabun. alat mandi yang semuanya memerlukan uang untuk menyediakannya 4. Misalnya pada pasien penderita DM ia harus menjaga kebersihan kakinya. Status sosial-ekonomi Personal Hygiene memerlukan alat dan bahan seperti sabun.

norma keluarga.social.Personal hygiene adalah uapaya yang dilakukan dalam upaya memelihara kebersihan dan kesehatan dirinya baik secara fisik maupun mental. Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia Teori dan Aplikasi Dalam Praktik. 2012 8 komentar Konsep Nyeri. Perilaku kebersihan diri dapat dipengaruhi oleh nilai serta kebiasaan yang dianut individu. Jika seseorang sakit. biasanya masalah kebersihan kurang diperhatikan. Demikian sedikit pengertian dan konsep nyeri. DAFTAR PUSTAKA Adam. dan juga perubahan hidup seseorang. baik ringan maupun berat. serta mencakup pola fikir. B. Saran Bagi para pembaca. Nyeri adalah perasaan tidak nyaman. Nyeri merupakan tanda dan gejala penting yang dapat menunjukkan telah terjadinya gangguan secara fisiologikal. dan lain sebaganya. padahal jika hal tersebut dibiarkan terus dapat mempengaruhi kesehatan secara umum. karena Jika seseorang sakit. disamping faktor budaya. status ekonomi. Gersik: Buku EGC Konsep Nyeri Terbit Artikel Pada Jun 15.tingkat pendidikan. Jakarta: Bharata Karya Aksara Mubarak. Untuk kali ini Blog Keperawatan akan mencoba berbagi sedikit mengenai konsep nyeri ini dan semoga bisa memberikan manfaat. biasanya masalah kebersihan kurang diperhatikan. Adanya masalah dalam kebersihan diri akan berdampak pada kesehatan seseorang. aktifitas seseorang secara langsung. Hal ini terjadi karena kita menganggap masalah kebersihan adalah masalah sepele. Higiene Perseorangan. Nyeri ini hanya dapat dirasakan oleh individu tersebut tanpa dapat dirasakan oleh orang lain. Ada juga pengertian nyeri dari beberapa ahli diantaranya yaitu : . masalah kebersihan adalah hal yang sangat penting dan jangan menganggap masalah kebersihan adalah masalah sepele. Berpenampilan bersih darum dan rapih merupakan dimensi yang sangat penting dalam mengukur tingkat kesejahteraan individu secara umum. (1994). (2007). S. Wahid Iqbal dkk.

Nyeri yang ditimbulkan karena adanya kontak dengan zat kimia yang bersifat asam atau pun basa kuat. Nyeri karena hal ini timbul karena ujung saraf reseptor mendapat rangsangan akibat panas. Trauma ini juga terbagi menjadi beberapa macam. Neoplasma ini juga terbagi menjadi dua yaitu : • • Neoplasma Jinak. . 1983) Nyeri adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan yang berhubungan dengan kerusakan jaringan atau potensial menyebabkan kerusakan jaringan (Perry & Potter. Contoh dari nyeri akibat trauma mekanik ini adalah akibat adanya benturan. 2. Penyebab nyeri diantaranya yaitu : 1. 3.Nyeri adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat dari kerusakan jaringan yang aktual dan potensial (Brunner & Suddarth. Mekanik. Nyeri yang ditimbulkan karena adanya pengaruh aliran listrik yang kuat mengenai reseptor rasa nyeri yang menimbulkan kekejangan otot dan luka bakar. Rasa nyeri yang diakibatkan oleh mekanik ini timbul akibat ujungujung saraf bebas mengalami kerusakan. Hal ini dapat dicontohkan pada pasien dengan infark miokard akut atau pun angina pektoris yang dirasakan adalah adanya nyeri dada yang khas. Trauma. Neoplasma Ganas. misal karena api dan air. 2005) Selanjutnya kita melangkah kepada penyebab dari nyeri. luka dan lain-lain. Thermis. Neoplasma. 4. Elektrik. gesekan. 2002) Nyeri adalah sensasi ketidaknyamanan yang dimanisfestasikan sebagai penderitaan yang diakibatkan oleh persepsi jiwa yang nyata. 3. dingin. ancaman dan fantasi luka (Kozier dan Erb. 2. Khemis. Gangguan sirkulasi darah dan kelainan pembuluh darah. Penyebab trauma ini terbagi menjadi : 1.

4. Peradangan. Nyeri yang diakibatkan karena adanya kerusakan ujung-ujung saraf reseptor akibat adanya peradangan atau terjepit oleh pembengkakan. Contohnya adalah nyeri karena abses. 5. Trauma psikologis. Setelah kita mengetahui akan penyebab dari nyeri pada konsep nyeri ini maka selanjutnya kita melangkah kepada klasifikasi nyeri. Klasifikasi nyeri dibedakan menjadi : 1. Menurut Tempat Nyeri. 1. Periferal Pain. Periferal pain ini terbagi menjadi 3 yaitu nyeri permukaan (superfisial pain), nyeri dalam (deep pain), nyeri alihan (reffered pain). Nyeri alihan ini maksudnya adalah nyeri yang dirasakan pada area yang bukan merupakan sumber nyerinya. 2. Central Pain. Nyeri ini terjadi karena perangsangan pada susunan saraf pusat, spinal cord, batang otak. 3. Psychogenic Pain. Nyeri ini dirasakan tanpa adanya penyebab organik, tetapi akibat dari trauma psikologis. 4. Phantom Pain. Phantom Pain ini merupakan perasaan pada bagian tubuh yang sudah tak ada lagi, contohnya pada amputasi. Phantom pain timbul akibat dari stimulasi dendrit yang berat dibandingkan dengan stimulasi reseptor biasanya. Oleh karena itu, orang tersebut akan merasa nyeri pada area yang telah diangkat. 5. Radiating Pain. Nyeri yang dirasakan pada sumbernya yang meluas ke jaringan sekitar. 2. Menurut Sifat Nyeri.
• • •

Insidentil. Yaitu sifat nyeri yang timbul sewaktu-waktu dan kemudian menghilang. Steady. Yaitu sifat nyeri yang timbul menetap dan dirasakan dalam waktu yang lama. Paroxysmal. Yaitu nyeri yang dirasakan berintensitas tinggi dan kuat sekali dan biasanya menetap selama 10 – 15 menit, lalu menghilang dan kemudian timbul kembali. Intractable Pain. Yaitu sifat nyeri yang resisten dengan diobati atau dikurangi. Contoh pada arthritis, pemberian analgetik narkotik merupakan kontraindikasi akibat dari lamanya penyakit yang dapat mengakibatkan kecanduan.

3. Menurut Berat Ringannya Nyeri. 1. Nyeri Ringan yaitu nyeri yang berada dalam intensitas yang rendah. 2. Nyeri Sedang yaitu nyeri yang menimbulkan suatu reaksi fisiologis dan juga reaksi psikologis. 3. Nyeri Berat yaitu nyeri yang berada dalam intensitas yang tinggi. 4. Menurut Waktu Serangan.

1. Nyeri Akut. Nyeri akut biasanya berlangsung singkat, misalnya nyeri pada fraktur. Klien yang mengalami nyeri akut pada umumnya akan menunjukkan gejala-gejala antara lain : respirasi meningkat, Denyut jantung dan Tekanan darah meningkat, dan pallor. 2. Nyeri Kronis. Nyeri kronis berkembang lebih lambat dan terjadi dalam waktu lebih lama dan pada umumnya penderita sering sulit mengingat sejak kapan nyeri mulai dirasakan. Selanjutnya melangkah pada patofisiologi nyeri. Patofisiologi nyeri ini dapat digambarkan sebagai berikut : Reseptor nyeri disebut nosiseptor. Nosiseptor mencakup ujung-ujung saraf bebas yang berespon terhadap berbagai rangsangan termasuk tekanan mekanis, deformasi, suhu yang ekstrim, dan berbagai bahan kimia. Pada rangsangan yang intensif, reseptor-reseptor lain misalnya badan Pacini dan Meissner juga mengirim informasi yang dipersepsikan sebagai nyeri. Zat-zat kimia yang memperparah nyeri antara lain adalah histamin, bradikini, serotonin, beberapa prostaglandin, ion kalium, dan ion hydrogen. Masing-masing zat tersebut tertimbun di tempat cedera, hipoksia, atau kematian sel. Nyeri cepat (fast pain) disalurkan ke korda spinalis oleh serat A delta, nyeri lambat (slow pain) disalurkan ke korda spinalis oleh serat C lambat. Serat-serat C tampak mengeluarkan neurotransmitter substansi P sewaktu bersinaps di korda spinalis. Setelah di korda spinalis, sebagian besar serat nyeri bersinaps di neuron-neuron tanduk dorsal dari segmen. Namun, sebagian serat berjalan ke atas atau ke bawah beberapa segmen di korda spinalis sebelum bersinaps. Setelah mengaktifkan sel-sel di korda spinalis, informasi mengenai rangsangan nyeri diikirim oleh satu dari dua jaras ke otak- traktus neospinotalamikus atau traktus paleospinotalamikus (Corwin, 2000 : 225). Informasi yang di bawa ke korda spinalis dalam serat-serat A delta di salurkan ke otak melalui serat-serat traktus neospinotalamikus. Sebagian dari serat tersebut berakhir di reticular activating system dan menyiagakan individu terhadap adanya nyeri, tetapi sebagian besar berjalan ke thalamus. Dari thalamus, sinyal-sinyal dikirim ke korteks sensorik somatic tempat lokasi nyeri ditentukan dengan pasti (Corwin, 2000 : 225). Informasi yang dibawa ke korda spinalis oleh serat-serat C, dan sebagian oleh serat A delta, disalurkan ke otak melalui serat-serat traktus paleospinotalamikus. Seratserat ini berjalan ke daerah reticular dibatang otak, dan ke daerah di mesensefalon yang disebut daerah grisea periakuaduktus. Serat- serat paleospinotalamikus yang berjalan melalui daerah reticular berlanjut untuk mengaktifkan hipotalamus dan system limbik. Nyeri yang di bawa dalam traktus paleospinotalamik memiliki lokalisasi yang difus dan berperan menyebabkan distress emosi yang berkaitan dengan nyeri (Corwin, 2000 : 225). http://askep-net.blogspot.com/2012/06/konsep-nyeri.html

KONSEP DASAR INFEKSI

INFEKSI KONSEP DASAR INFEKSI a.Pengertian Infeksi Infeksi adalah prosesinvasif oleh mikroorganismedan berpoliferasi di dalam tubuh yang menyebabkan sakit (Potter & Perry, 2005). Infeksi adalah invasi tubuh oleh mikroorganisme dan berproliferasi dalam jaringan tubuh. (Kozier, et al, 1995). Dalam Kamus Keperawatan disebutkan bahwa infeksi adalah invasi dan multiplikasi

mikroorganisme dalam jaringan tubuh, khususnya yang menimbulkan cedera seluler setempat akibat metabolisme kompetitif, toksin, replikasi intraseluler atau reaksi antigen-antibodi. Munculnya infeksi dipengaruhi oleh beberapa faktor yang saling berkaitan dalam rantai infeksi. Adanya patogen tidak berarti bahwa infeksi akan terjadi. Menurut Utama 2006, Infeksi adalah adanya suatu organisme pada jaringan atau cairan tubuh yang disertai suatu gejala klinis baik lokal maupun sistemik. Infeksi yang muncul selama seseorang tersebut dirawat di rumah sakit dan mulai menunjukkan suatu gejala selama seseorang itu dirawat atau

Infeksi nosokomial ini dapat berasal dari dalam tubuh penderita maupun luar tubuh.setelah selesai dirawat disebut infeksi nosokomial. Mikroorganisme di kulit bisa merupakan flora transient maupun resident. b. Infeksi endogen disebabkan oleh mikroorganisme yang semula memang sudah ada didalam tubuh dan berpindah ke tempat baru yang kita sebut dengan self infection atau auto infection. Organisme ini siap ditularkan. dan infeksi yang baru menunjukkan gejala setelah 72 jam pasien berada dirumah sakit baru disebut infeksi nosokomial. ii)resistensi terhadap zat-zat antibiotika. portal of entry dan host/ pejamu yang rentan. Rantai Proses Terjadinya Infeksi Perry Potter (2 1)Agen Infeksi Mikroorganisme yang termasuk dalam agen infeksi antara lain bakteri.Rantai Infeksi Menurut Perry Potter. 2005 proses terjadinya infeksi seperti rantai yang saling terkait antar berbagai faktor yang mempengaruhi. portal of exit. Kemungkinan terjadinya infeksi tergantung pada : i)karakteristik mikroorganisme. Secara umum. Kontak antara pasien dan berbagai macam mikroorganisme ini tidak selalu menimbulkan gejala klinis karena banyaknya faktor lain yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi nosokomial. Gambar 2. Organisme residen tidak dengan mudah bisa dihilangkan melalui cuci tangan dengan sabun dan deterjen biasa kecuali bila gosokan dilakukan dengan seksama. cara penularan. iii)tingkat virulensi . jamur dan protozoa. Menurut Utama 2006 menyampaikan bahwa pasien akan terpapar berbagai macam mikroorganisme selama ia rawat di rumah sakit. virus. reservoir. kecualidihilangkan dengan cuci tangan. sementara infeksi eksogen (cross infection) disebabkan oleh mikroorganisme yang berasal dari rumah sakit dan dari satu pasien ke pasien lainnya. yaitu agen infeksi. pasien yang masuk rumah sakit dan menunjukkan tanda infeksi yang kurang dari 72 jam menunjukkan bahwa masa inkubasi penyakit telah terjadi sebelum pasien masuk rumah sakit.1.

dan peritoneum. paru. Tetapi pada beberapa kasus dapat menyebabkan infeksi jika manusia tersebut mempunyai toleransi yang rendah terhadap mikroorganisme. Klebsiella. Bakteri gram negatif ini bertanggung jawab sekitar setengah dari semua infeksi di rumah sakit. fungsi neural & endokrin tubuh). menurut Utama 2006. Clostridium yang dapat menyebabkan gangren. Pseudomonas sering sekali ditemukan di air dan penampungan air yang menyebabkan infeksi di saluran pencernaan dan pasien yang dirawat. Keberadaan bakteri disini sangat penting dalam melindungi tubuh dari datangnya bakteri patogen.blogspot. Bakteri dapat ditemukan sebagai flora normal dalam tubuh manusia yang sehat. Pengukuran TTV memberikan data dasar .com/2011/01/konsep-dasar-infeksi. Contohnya : (a) Anaerobik Gram-positif. Enterobacter. Bakteri patogen lebih berbahaya dan menyebabkan infeksi baik secara sporadik maupun endemik. Penyebab infeksi dibagi menjadi 4 kategori. (d) Serratia marcescens. Proteus. respirasi. (b) Bakteri gram-positif: Staphylococcus aureus yang menjadi parasit di kulit dan hidung dapat menyebabkan gangguan pada paru. pulang. contohnya Escherichia coli. jantung dan infeksi pembuluh darah serta seringkali telah resisten terhadap antibiotika.iv)dan banyaknya materi infeksius. (c) Bakteri gram negatif: Enterobacteriacae. dapat menyebabkan infeksi serius pada luka bekas jahitan. yaitu: i) Bakteri Bakteri merupakan penyebab terbanyak dari infeksi. http://nurlinazainuddin.html \ TANDA-TANDA VITAL (Vital Sign) Pegertian Tanda-tanda vital/vital sign merupakan indikator dari status kesehatan (menandakan keefektifan sirkulasi.

Diastole→Tekanan minimal yg mendesak dinding arteri setiap wktu Faktor yang bertanggung jawab terhadap Tekanan Darah. respon terapi medis & keperawatan. • Saat klien masuk ke fasilitas kesehatan • Di RS / fasilitas kesehatan dengan jadwal rutin sesuai program • Sebelum dan sesudah prosedur bedah • Sebelum dan sesudah prosedur diagnostik invasif • Sebelum dan sesudah pemberian pengobatan yang mpengaruhi karvas. Waktu dilakukannya pemeriksaan TTV . Hal ini sangat penting sehingga disebut TANDA VITAL. Sistole → Kontraksi jantung mendorong drh dg tekanan tinggi. . • Suhu tubuh • Denyut nadi • Respirasi • Tekanan dara Tujuan dilakukan TTV: • Mengetahui data obyektif • Menget KU klien • Menget perkembangan penyakit klien • Membntu menentukan diagnosa & intervensi keperawatan TEKANAN DARAH Tekanan darah merupakan kekuatan lateral pada dinding arteri oleh darah yang didorong dengan tekanan dari jantung. perubahan fisiologis.untuk mengetahui respon terhadap stress fisiologi / psikologi. respirasi & fungsi kontrol suhu • Saat KU klien berubah • Sebelum dan sesudah intervensi keperawatan yang pengaruhi TTV • Saat klien melaporkan adanya distress fisik non spesifik Empat komponen TTV. Aliran darah mengalir pada sistem sirkulasi karena perubahan tekanan.

~Emosi Nyeri akut dan ansietas meningkatkan stimulasi simpatik.TD akan turun *Volume darah . Nadi diatur oleh sistem saraf otonom.mempengaruhi .berkunang-kunang sampai pingsan. mmHg 1 BBL 40(rerata) 2 1bln 85/54 3 1th 95/65 4 6 th 105/65 5 10-13 th 110/65 6 14-17 th 120/70 7 Dewasa tengah 120/80 8 Lansia 140/90 (fundamental keperawatan . *Saraf simpatik:me nadi *Saraf parasimoatik:me↓ nadi Faktor yang mempengaruhi nadi: ~Latihan fisik Latihan akan meningkatkan RR.diastole >90mmHg ~Hipotensi: Tekanan sistole <90> ~Hipotensi ortostatik postural: penurunan TD saat bergerak dari posisi duduk ke berdiri disertai pusing. vol 1) Usia NADI Nadi adalah sensasi aliran darah yang menonjol dan dapat diraba diberbagai tempat pada tubuh. ~Suhu Suhu meningkat maka nadi akan meningkat. Semakin kental darah akan meningkatkan TD *Elastisitas dinding pembuluh darah : penurunan elastisitas pembuluh darah akan meningkatkan TD TD abnormal ~Hipertensi : Tekanan systole >130mmHg. edisi4. Bila volume meningkat .*Tahanan perifer: Pada dilatasi pembuluh darah & tahanan turun . Nadi merupakan salah satu indikator status sirkulasi. TD akan meningkat *Viskositas darah.

Dewasa 60-100/mnt (fundamental keprwtn.dapat dirasakan dengan penekanan yang kuat ~+2: Normal. Takikardi: Frekuensi > 100x/mnt 2. Bradikardi: Frekuensi <> Irama→normal : interval egular setiap denyut nadi Kekuatan / amplitude → kualitas nadi ~0: Tidak teraba ~+1: Lemah.Usia sekolah 75-100/mnt . ~Perubahan postur tubuh Dari berbaring ke duduk kemudian berdiri akan meningkatkan nadi.frekuensi jantung. mudah dipalpasi .Bayi 120-160/mnt . Frekuensi jantung normal Usia Denyut/mnt . ~Obat2an Obat kronotopik positif (epineprin akan meningkatkan nadi).Todler 90-140/mnt . ~Peradarahan Kehilangan darah akan meningkatkan stimulasi simpatik sehingga meningkatkan nadi.Prasekolah 80-110/mnt .edisi4. ~Gangguan paru Penyakit mengakibatkan oksigenasi buruk sehingga nadi meningkat.vol 1) KARAKTER NADI Frekuensi 1.Remaja 60-90/mnt .

~+3: Mudah dipalpasi . kuat Kesamaan → bandingkan secara kanan & kiri kec nadi karotis Tempat Pengukuran Nadi: *Arteri temporal *Arteri radialis *Arteri karotis *Arteri ulnalis *Arteri apical *Arteri femoral *Arteri brakhialis *Arteri popliteal *Arteri tibia posterior *Arteri dorsalis pedis PERNAFASAN Pernafasan adalah mekanisme tubuh menggunakan pertukaran udara antara atmosfir dengan darah serta darah dengan sel. Faktor yang mempengaruhi pernafasan: Olahraga meningkatkan RR Nyeri akut dan kecemasan (meningkatkan RR) Anemia (meningkatkan RR) Posisi tubuh (postur tubuh yang lurus dan tegak meningkatkan ekspansi paru Medikasi ( analgetik narkotik dan sedatif meningkatkan RR) Cedera batang otak (meningkatkan RR) Hal yang perlu diperhatikan dalam pengkajian pernafasan: Frekuensi pernafasan Kedalaman pernafasan Irama pernafasan . ♣ Mekanisme pernafasan meliputi: *Ventilasi yaitu pergerakan udara masuk ke luar paru *Difusi yaitu pertukaran O2 & CO2 antara alveoli & sel darah merah *Perfusi yaitu distribusi oleh sel drh merah ke dan dari kapiler darah Kontrol Fisiologis : Pusat pengaturan → batang otak Ventilasi diatur oleh kadar O2 & CO2 serta ion hidrogen dalam darah Peningkatan PCO2 berakibat sistem kontrol pernafasan di otak meningkatkan frekuensi dan kedalaman.

lebih dari 20x/menit Apneu: Nafas berhenti untuk beberapa detik Hiperventilasi: Frekeunsi dan kedalaman nafas meningkat Hipoventilasi: Frekuensi nafas abnormal dalam kecepatan dan kedalaman Pernaf Cheyne stokes: Frekuensi dan kedalamn nafas tidak teratur ditandai dengan periode apneu dan hiperventilasi yang berubah Pernaf Kusmaul: pernafasan dalam secara tidak normal dalam frekuensi meningkat Pernaf Bio: Nafas dangkal secara tidak normal diikuti oleh periode apneu yang tidak teratur. biasanya rendah pada pagi hari »Jenis kelamin → secara klinis tidak perbedaan yang signifikan .dalam . Hiperneu: Nafas sulit.setelah pubertas pria lebih tinggi setelah menopause maka wanita lebih tinggi.lambat secara tidak normal ( pernafasan kurang dari 12x/menit). vol 1) Gangguan dalam pola nafas: Bradipneu: Nafas teratur . Faktor yang memepengaruhi TD: »Usia → TD orang dewasa cenderung meningkat seiring pertambahan usia »Stress→ meningkatkan TD »Ras → dipengaruhi oleh kebiasaan. SUHU TUBUH .edisi 4.cepat secara tidak normal (pernafasan lebih dari 20x/menit). genetic dan linkungan »Medikasi → analgesik narkotik dapat meningkatakan TD »Variasi diurnal → TD berubah-ubah spanjang hari. Takipneu: Nafas teratur.Difusi dan perfusi Frekuensi pernafasan : Usia Frek/mnt ~BBL 35-40 ~Bayi 30-50 ~Todler 25-32 ~Anak2 20-30 ~Remaja 16-19 ~Dewasa 12-20 (Fundamental keperawatan .

titik terendah pada pukul 1-4 dini hari Rentang Normal.Evaporasi. Perpindahan panas dari satu obyek ke obyek lainnya dg kontak langsung. Rentang normal suhu 36-38°C Tergantung tempat pengukuran suhu: . Sekresi hormon tyroid: meningkatan metabolisme dalam pemecahan glukosa dan lemak. Metabolisme tubuh:merupakan serangkaian reaksi kimia untuk menghasilkan energi (panas). .Suhu tubuh Merupakan perbedaan antara jumlah panas yang diproduksi oleh proses tubuh dan jumlah panas yang hilang ke lingkungan. Perpindahan energi panas ketika cairan tbh mjd gas (Kulit merupakan tempat utama pengeluaran panas) Faktor yang mempengaruhi suhu tubuh : Usia: pengaturan suhu tubuh tidak stabil sampai pubertas. 3. lansia sangat sensitif terhadap suhu yang ekstrim Olahraga: meningkatkan produksi panas Kadar hormon: wanita mengalami fruktuasi suhu tubuh yang lebih besar dari pria Lingkungan Irama sikardian: suhu tubuh secara normal berubah secara normal 0. Kerja otot: latihan akan meningkatkan metabolisme. .Konveksi. . Perpindahan panas dari permukaan satu obyek ke permukaan obyek lain tanpa keduanya bersentuhan. Rangsangan pd sistem saraf : saat gula darah turun terjadi rangsangan pada saraf simpatik yang kemudian akan terjadi sekresi epineprin dan non epineprin yang akan meningkatkan suhu tubuh.5 drjt selama 24 jam.Konduksi. Perpindahan panas karena pergerakan udara. 2. 4. Pengeluaran Panas -Radiasi. 4 cara produksi panas : 1. Pusat pengaturan suhu tubuh adalahl hipotalamus (bekerja sbg termostat).

pada bayi dan anak kecil yang menangis serta klien yang tidak sadar.html (SOP) PEMERIKSAAN FISIK HEAD TO TOE . http://dhewi-hany.com/2012/05/tanda-tanda-vital-vital-sign.nyeri pada area rectal / perdarahan.klienyang sangat kurus.5°C ≠ Aksila rata2→36.klien dengan luka di ketiak dan operasi pada mamae. -Rektal Tidak boleh dilakukan pada klien dengan bedah / kelainan rectal. -Aksila Tidak boleh dilakukan pada bayi.klien dengan epilepsy atau gemetar karena kedinginan. pada bayi baru lahir.klien dengan berpenyakit kelamin.5°C Tempat pengukuran suhu: ~Suhu inti: • • • • • Rektum membran tympani Esofagus Arteri pulmoner kandung kemih ~Suhu permukaan: • • • Kulit Aksila Oral ~Tempat pengukuran suhu yg sering dilakukan: -Oral Tetapi tidak boleh dilakukan pada klien dengan bedah / trauma oral.≠ Oral rata2→37°C ≠ Rektal rata2→37.blogspot.

Peralatan  Lidi kapas  Cytobrush  Bantalan sekali pakai  Selimut  Bagan mata (mis. 3. 2.BAB I PENDAHULUAN Tujuan : 1. Untuk menambah. Snellen chart) . menginformasi. Untuk membuat penilaian klinis tentang perubahan status kesehatan klien dan penatalaksanaannya. atau menyangkal data yang diperoleh dalam riwayat keperawatan. Untuk mengumpulkan data dasar tentang kesehatan klien. Untuk menginformasi dan mengidentifikasi diagnose keperawatan 4. Untuk mengevaluasi hasil fisiologis dari asuhan. 5.

laboratorium)  Handschoon (bersih atau steril)  Skort untuk klien  Pelumas larut air  Oftalmoskop  Otoskop  Slide untuk Papanicolaou smear  Handuk kertas  Palu perkusi  Penggaris  Pin pengaman  Skala dengan meteran pengukur tinggi  Wadah specimen dan slide mikroskop  Sfigmomanometer dan manset  Stetoskop  Forsep swab atau spon  Pita meteran  Thermometer  Tisu  Spatel lidah . Fisik. Senter dan lampu sorot  Formulir (mis.

2005) Pemeriksaan fisik dalah pemeriksaan tubuh klien secara keseluruhan atau hanya bagian tertentu yang dianggap perlu. untuk memperoleh data yang sistematif dan komprehensif. Garpu tala  Speculum vagina ( Potter & Perry.2002) BAB II PEMBAHASAN 2. Pemeriksaan kemudian maju ke suatu inspeksi local yang berfokus pada suatu system tunggal atau bagian dan biasanya mengguankan alat khusus seperto optalomoskop. ( Dewi Sartika.(Potter dan Perry. otoskop. pendengaran dan penciuman. memastikan/membuktikan hasil anamnesa. Inspeksi Inspeksi adalah pemeriksaan dengan menggunakan indera penglihatan.1. Keakuratan pemeriksaan fisik mempengaruhi pemilihan terapi yang diterima klien dan penetuan respon terhadap terapi tersebut. Inspeksi umum dilakukan saat pertama kali bertemu pasien. (Laura A. 1997) Inspeksi adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan cara melihat bagian . Suatu gambaran atau kesan umum mengenai keadaan kesehatan yang di bentuk.Talbot dan Mary Meyers. menentukan masalah dan merencanakan tindakan keperawatan yang tepat bagi klien. 2010) Adapun teknik-teknik pemeriksaan fisik yang digunakan adalah: 1. speculum dan lain-lain. Konsep Teori Pemeriksaan fisik merupakan peninjauan dari ujung rambut sampai ujung kaki pada setiap system tubuh yang memberikan informasi objektif tentang klien dan memungkinkan perawat untuk mebuat penilaian klinis.

dan penonjolan/pembengkakan. Laura A. 1997) Perkusi adalah pemeriksaan dengan jalan mengetuk bagian permukaan tubuh tertentu untuk membandingkan dengan bagian tubuh lainnya (kiri/kanan) dengan menghasilkan suara. warna. Perkusi Perkusi adalah pemeriksaan yang meliputi pengetukan permukaan tubuh unutk menghasilkan bunyi yang akan membantu dalam membantu penentuan densitas. Dewi Sartika.Talbot dan Mary Meyers. kelembaban. lesi. kelembaban dan penonjolan. kesimetrisan. krepitasi dan sensasi. yang bertujuan untuk mengidentifikasi batas/ lokasi dan konsistensi jaringan.setelah inspeksi perlu dibandingkan hasil normal dan abnormal bagian tubuh satu dengan bagian tubuh lainnya. bentuk. Auskultasi . bentuk. dan posisi struktur di bawahnya. Palpasi Palpasi adalah pemeriksaan dengan menggunakan indera peraba dengan meletakkan tangan pada bagian tubuh yang dapat di jangkau tangan.(Laura A.tubuh yang diperiksa melalui pengamatan (mata atau kaca pembesar). 1997) Palpasi adalah teknik pemeriksaan yang menggunakan indera peraba . tekstur. 2010) 4. edema. 2010) Fokus inspeksi pada setiap bagian tubuh meliputi : ukuran tubuh. lokasi. ukuran.(Dewi Sartika. 3. keelastisan. pertumbuhan atau massa. vibrasi. gerakan. posisi. tangan dan jari-jari.Talbot dan Mary Meyers. 2.2010) Hal yang di deteksi adalah suhu. untuk mendeterminasi ciri2 jaringan atau organ seperti: temperatur. (Dewi Sartika.

2. b. 2010) Dalam melakukan pemeriksaan fisik. ada prinsip-prinsip yang harus di perhatikan. dr eksternal ke internal. 1997) Auskultasi Adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan dengan cara mendengarkan suara yang dihasilkan oleh tubuh. dan cukup penerangan untuk melakukan pemeriksaan fisik baik bagi klien maupun bagi pemeriksa itu sendiri. pemeriksaan fisik yang dilakukan bertujuan: .Talbot dan Mary Meyers. 5. Kontrol lingkungan Yaitu memastikan ruangan dalam keadaan nyaman. 4. dan membantu klien mengenakan baju periksa jika ada. Kontrol infeksi Meliputi mencuci tangan. memasang masker. Misalnya menutup pintu/jendala atau skerem untuk menjaga privacy klien 1.(Laura A. Hal-hal yang didengarkan adalah : bunyi jantung. memasang sarung tangan steril. Komunikasi (penjelasan prosedur) Privacy dan kenyamanan klien Sistematis dan konsisten ( head to toe. suara nafas. 3. hangat.2. Biasanya menggunakan alat yang disebut dengan stetoskop. dr normal ke abN) Berada di sisi kanan klien Efisiensi Dokumentasi 2. Tujuan Pemeriksaan Fisik Secara umum.Auskultasi adalah tindakan mendengarkan bunyi yang ditimbulkan oleh bermacam-macam organ dan jaringan tubuh. dan bising usus. 6.(Dewi Sartika. yaitu sebagai berikut: a.

Untuk mengumpulkan data dasar tentang kesehatan klien.4. 5. Prosedur pemeriksaan fisik Persiapan a.5. 3. diantaranya: 1. 2.1. maupun bagi profesi kesehatan lain. 3. atau menyangkal data yang diperoleh dalam riwayat keperawatan. 4. Alat . Namun demikian. 2. tertama pada: 1. Untuk membuat penilaian klinis tentang perubahan status kesehatan klien dan penatalaksanaan. baik bagi perawat sendiri. Mengetahui masalah kesehatan yang di alami klien. Untuk mengevaluasi hasil fisiologis dari asuhan. klien yang baru masuk ke tempat pelayanan kesehatan untuk di rawat. Untuk menambah. masing-masing pemeriksaan juga memiliki tujuan tertentu yang akan di jelaskan nanti di setiap bagian tibug yang akan di lakukan pemeriksaan fisik. Indikasi Mutlak dilakukan pada setiap klien. 2. Untuk mengkonfirmasi dan mengidentifikasi diagnosa keperawatan. Sebagai data untuk mengevaluasi hasil dari asuhan keperawatan 2. Sewaktu-waktu sesuai kebutuhan klien 2.3. Sebagai dasar untuk memilih intervensi keperawatan yang tepat 4. 3. Manfaat Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan fisik memiliki banyak manfaat. 2. Secara rutin pada klien yang sedang di rawat. mengkonfirmasi. Sebagai data untuk membantu perawat dalam menegakkan diagnose keperawatan.

Kebersihan Personal (Normal : Bersih dan tidak bau) 8. Lakukan pemeriksaan dengan berdiri di sebelah kanan klien dan pasang handschoen bila di perlukan 4. Ekspresi sesuai. Lingkungan Pastikan ruangan dalam keadaan nyaman. Pemeriksaan umum meliputi : penampilan umum. ekspresi wajah. Arloji/stopwatch. Thermometer. Jenis kelamin 4. b. Cara berpakaian (Normal : Benar/ tidak terbalik) . Steteskop. status mental dan nutrisi. Tanda-tanda stress/ kecemasan (Normal :)Relaks. Klien (fisik dan fisiologis) Bantu klien mengenakan baju periksa jika ada dan anjurkan klien untuk rileks. tingkah laku. Penlight. TB. Handschoon bersih ( jika perlu). Kesadaran. Refleks Hammer.Meteran. Timbangan BB. Misalnya menutup pintu/jendala atau skerem untuk menjaga privacy klien c. tidak ada tanda-tanda cemas/takut) 3. A) Prosedur Pemeriksaan 1. Cuci tangan 2. mood. dan cukup penerangan. hangat. Tahapan perkembangan 6. Tensimeter/spighnomanometer. tissue. buku catatan perawat. Otoskop. Usia dan Gender 5. tidak ada menahan nyeri/ sulit bernafas) 2. BB ( Normal : BMI dalam batas normal) 7. Alat diletakkan di dekat tempat tidur klien yang akan di periksa. Posisi klien : duduk/berbaring Cara : inspeksi 1. Jelaskan prosedur 3. (Normal : Kesadaran penuh.

Postur dan cara berjalan 10. 3+: denyutan kuat dan mudah teraba 4.Dokumentasikan hasil pemeriksaan B) Pengukuran tanda vital (Dibahas kelompok 2 lebih dalam) Posisi klien : duduk/ berbaring 1. lancer. 13. C) Pemeriksaan kulit dan kuku . tak mudah lenyap.9. Takikardia: >100 . Suhu tubuh (Normal : 36.Evaluasi dengan membandingkan dengan keadaan normal. (Relaks.Bentuk dan ukuran tubuh 11. 2+: Denyutan mudah teraba.50c) 2. Bradikardia: <6 Keteraturan= Normal : teratur Kekuatan= 0: Tidak ada denyutan. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat. tidak gugup) 12. 1+:denyutan kurang teraba. Nadi a) b) c) Frekuensi = Normal : 60-100x/menit . Tekanan darah (Normal : 120/80 mmHg) 3. >20: Takipnea.Cara bicara. <15 Bradipnea Keteraturan= Normal : teratur Kedalaman: dalam/dangkal Penggunaan otot bantu pernafasan: Normal : tidak ada setelah diadakan pemeriksaan tanda-tanda vital evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. Pernafasan a) b) c) d) Frekuensi: Normal= 15-20x /menit.5-37.

dan hidrasi. . • Pemeriksaan kuku Inspeksi : kebersihan. bentuk. kerusakan jaringan setempat. sirkulasi. Pemeriksaan kulit\ • Inspeksi : kebersihan. dan ikterik. bentuk normaltidak ada tanda-tanda jari tabuh (clubbing finger). • Palpasi : ketebalan kuku dan capillary refile ( pengisian kapiler ).Tujuan 1) 2) Mengetahui kondisi kulit dan kuku Mengetahui perubahan oksigenasi. tidak ada edema. dan edema.lesi/perlukaan. turgor baik/elastic. turgor kulit. Normal: kulit tidak ada ikterik/pucat/sianosis. pigmentasi. pucat. Persiapan 1) 2) 3) Posisi klien: duduk/ berbaring Pencahayaan yang cukup/lampu Sarung tangan (utuk lesi basah dan berair) Prosedur Pelaksanaan a. warna. ketebalan. suhu permukaan kulit. b. dan warna kuku Normal: bersih. • Palpasi : kelembapan. Normal: lembab. tekstur. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. setelah diadakan pemeriksaan kulit dan kuku evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. sianosis. tidak ikterik/sianosis.

kesimetrisan. hidung. untuk pemeriksaan wajah sampai dengan leher perawat berhadapan dengan klien D) Pemeriksaan kepala. setelah diadakan pemeriksaan kuku evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. telinga. wajah. telinga. mulut dan leher 1. c. rambut. kebersihan rambut dan kulit kepala. hidung. . tidak ada lesi. tidak menunjukkan tanda-tanda kekurangan gizi(rambut jagung dan kering) • Palpasi : adanya pembengkakan/penonjolan. mata. Pemeriksaan kepala. wajah. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut.Normal: aliran darah kuku akan kembali < 3 detik. dan tekstur rambut. bentuk. mulut dan leher Posisi klien : duduk . bersih. jumlah dan distribusi rambut. Normal: simetris. warna. adanya lesi atau tidak. Pemeriksaan kepala Tujuan a) b) Mengetahui bentuk dan fungsi kepala Mengetahui kelainan yang terdapat di kepala Persiapan alat a) b) Lampu Sarung tangan (jika di duga terdapat lesi atau luka) Prosedur Pelaksanaan • Inspeksi : ukuran lingkar kepala. mata.

Persiapan alat a) b) c) d) Senter Kecil Surat kabar atau majalah Kartu Snellen Penutup Mata .• Normal: tidak ada penonjolan /pembengkakan. pipi. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat. dan rahang Normal: tidak ada nyeri tekan dan edema. pigmentasi. dan edema. Normal: warna sama dengan bagian tubuh lain. setelah diadakan pemeriksaan wajah evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. tidak pucat/ikterik. simetris. 2. 3. setelah diadakan pemeriksaan kepala evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. bentuk. • • Palpasi : nyeri tekan dahi. • Pemeriksaan wajah Inspeksi : warna kulit. rambut lebat dan kuat/tidak rapuh. Pemeriksaan mata Tujuan a) b) Mengetahui bentuk dan fungsi mata Mengetahui adanya kelainan pada mata. dan kesimetrisan.

Dalam klinis visus sentralis jauh tersebut diukur dengan menggunakan grafik huruf Snellen yang dilihat pada jarak 20 feet atau sekitar 6 meter. 2). menulis dan lain lain. Tajam penglihatan tersebut merupakan derajad persepsi deteil dan kontour beda. Visus sentralis ini dibagi dua yaitu visus sentralis jauh dan visus sentralis dekat. kesimestrisan. dkk. kesimestrisan. kelopak mata. warna konjunctiva dan sclera (anemis/ikterik). hal 21). warna konjungtiva pink. Jika hasil pemeriksaan tersebut visusnya e”20/20 maka tajam . penggunaan kacamata / lensa kontak. Visus sentralis. bola mata. Pada keadaan ini mata tidak melakukan akomodasi. Visus perifer Pada visus ini menggambarkan luasnya medan penglihatan dan diperiksa dengan perimeter. Fungsi dari visus perifer adalah untuk mengenal tempat suatu benda terhadap sekitarnya dan pertahanan tubuh dengan reaksi menghindar jika ada bahaya dari samping.e) Sarung tangan Prosedur Pelaksanaan • Inspeksi: bentuk. dkk. b. dan sclera berwarna putih. Sutrisna. dan respon terhadap cahaya. Visus tersebut dibagi dua yaitu: 1). Tes Ketajaman Penglihatan Ketajaman penglihatan seseorang mungkin berbeda dengan orang lain. simetris bola mata kika. visus centralis jauh merupakan ketajaman penglihatan untuk melihat benda benda yang letaknya jauh. Pada keadaan ini mata harus akomodasi supaya bayangan benda tepat jatuh di retina. Normal: simetris mata kika. virus centralis dekat yang merupakan ketajaman penglihatan untuk melihat benda benda dekat misalnya membaca. Sutrisna. (EM. bulu mata. alis mata. a. hal 21). (EM.

(Pada pasien vos/vodnya “x/y” artinya mata kanan pasien dapat melihat sejauh x meter. • Pemeriksaan dilakukan dengan meminta pasien menyebutkan simbol di kartu Snellen dari kiri ke kanan. prosedur pemeriksaan visus dengan menggunakan peta snellen yaitu: • • • Memperkenalkan diri dan menjelaskan maksud tujuan pemeriksaan. Jika tetap maka nilai visus oculi dextra = barisan atas/6. Nilai visus oculi dextra = jarak pasien masih bisa membaca hitungan/60. Jika pasien tidak bisa melihat satu simbol maka diulangi lagi dari barisan atas. salah satunya adalah refraksi anomaly/kelainan pembiasan. Pada keadaan tidak mengetahui cahaya nilai visus oculi dextranya nol. Memberikan penjelasan apa yang harus dilakukan (pasien diminta mengucapkan apa yang akan ditunjuk di kartu Snellen) dengan menutup salah satu mata dengan tangannya tanpa ditekan (mata kiri ditutup dulu). • Jika pasien juga tetap tidak bisa melihat adanya gerakan tangan. sedangkan orang normal dapat melihat sejauh y meter. • • • Jika pasien juga tidak bisa membaca hitungan jari maka pasien diminta untuk melihat adanya gerakan tangan pemeriksa pada jarak 1 meter (Nilai visus oculi dextranya 1/300). maka pasien diminta untuk menunjukkan ada atau tidaknya sinar dan arah sinar (Nilai visus oculi dextra 1/tidak hingga). Meminta pasien duduk menghadap kartu Snellen dengan jarak 6 meter. • Pemeriksaan Pergerakan Bola Mata Pemeriksaan pergeraka bola mata dilakukan dengan cara Cover-Uncover Test / Tes Tutup-Buka Mata . • Pemeriksaan dilanjutkan dengan menilai visus oculi sinistra dengan cara yang sama. Melaporkan hasil visus oculi sinistra dan dextra. atas ke bawah. Jika pasien dari awal tidak dapat membaca simbol di Snellen chart maka pasien diminta untuk membaca hitungan jari dimulai jarak 1 meter kemudian mundur.penglihatannya dikatakan normal dan jika Visus <20/20 maka tajam penglihatanya dikatakan kurang Penyebab penurunan tajam peglihatan seseorang bermacam macam.

• Sewaktu tutup di buka. berarti terdapat kelainan EXOPHORIA. namun tidak nyata terlihat. berarti terdapat kelainan HYPERPHORIA. yang pada akhirnya menjadi beban bagi otototot tersebut. • Pemeriksa memberi perhatian kepada mata yang berada dibelakang penutup. bila terlihat adanya gerakan dari luar (temporal) kearah dalam (nasal) pada mata yang baru saja di tutup. wal hasil akan timbul rasa kurang nyaman atau Asthenopia. dimana terdapat penyimpangan posisi bolamata yang disebabkan adanya gangguan keseimbangan otot-otot bolamata yang sifatnya tersembunyi atau latent. bila terlihat adanya gerakan dari atas (superior) kearah bawah (inferior) pada mata yang baru saja di tutup.Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi adanya Heterophoria. • Sewaktu tutup di buka. atau dipasangkan suatu filter). berarti terdapat kelainan ESOPHORIA. Sewaktu tutup di buka. berarti terdapat kelainan HYPORPHORIA. Sehingga rangsangan untuk berfusi atau menyatu inilah menjadi faktor utama yang membuat otot -otot tersebut berusaha extra atau lebih. maka deviasi atau peyimpangan laten atau tersembunyi akan terlihat. otot-otot ekstrinsik atau otot luar bola mata berusaha lebih tegang atau kuat untuk menjaga posisi kedua mata tetap sejajar. • • Sewaktu tutup di buka. Dasar pemeriksaan Cover-Uncover Test / Tes Tutup-Buka Mata : • Pada orang yang Heterophoria maka apabila fusi kedua mata diganggu (menutup salah satu matanya dengan penutup/occluder. bila terlihat adanya gerakan dari bawah (inferior) kearah atas (superior) pada mata yang baru saja di tutup. Alat/sarana yang dipakai: . Heterophoria berhubungan dengan kelainan posisi bola mata. bila terlihat adanya gerakan dari dalam (nasal) luar kearah (temporal)pada mata yang baru saja di tutup. Ini berarti mata itu cenderung untuk menyimpang atau juling. Pada phoria.

4. berarti terdapat kelainan HYPOPHORIA. Perhatian dan konsentrasi pemeriksa selalu pada mata yang ditutup. Hyperphoria dinyatakan dengan inisial = X (gambar E) 7. jika objek jauh kurang jelas. 3. Untuk itu metode ini sering kita ikuti dengan metode tutup mata bergantian (Alternating Cover Test). Pemeriksa menempatkan dirinya di depan pasien sedemikian rupa. berarti terdapat kelainan EXOPHORIA. seringkali kita tidak dapat mengenali adanya suatu gerakan. Sewaktu tutup di buka. Minta pasien untuk selalu melihat dan memperhatikan titik fiksasi. bila terlihat adanya gerakan dari dalam (nasal) luar kearah (temporal)pada mata yang baru saja di tutup. Sewaktu tutup di buka. 2. Sewaktu tutup di buka. berarti terdapat kelainan ESOPHORIA. Untuk mendeteksi Heterophoria yang kecil. bila terlihat adanya gerakan dari luar (temporal) kearah dalam (nasal) pada mata yang baru saja di tutup. bila terlihat adanya gerakan dari atas (superior) kearah bawah (inferior)) pada mata yang baru saja di tutup. seolah kondisi mata tetap di tempat. Hypophoria dinyatakan dengan inisial = X (gambar F) 8. Esophoria dinyatakan dengan inisial = E (gambar C) 6.• • Titik/lampu untuk fiksasi Jarak pemeriksaan : o o Jauh : 20 feet (6 Meter) Dekat : 14 Inch (35 Cm) • Penutup/Occluder Prosedur Pemeriksaan : 1. Sewaktu tutup di buka. sehingga apabila terjadi gerakan dari mata yang barusa saja ditutup dapat di lihat dengan jelas atau di deteksi dengan jelas. maka gunakan kacamata koreksinya. berarti terdapat kelainan HYPERPHORIA. Exophoria dinyatakan dengan inisial = X (gambar D) 5. . bila terlihat adanya gerakan dari bawah (inferior) kearah atas (superior) pada mata yang baru saja di tutup.

• Palpasi : nyeri tekan aurikuler. dan alat bantu dengar. saluran telinga. integritas. dan fungsi pendengaran.. gendang telinga. mastoid.Setelah diadakan pemeriksaan mata evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. warna sama dengan kulit lain. tidak ada tanda-tanda infeksi. integritas kulit bagus. Pemeriksaan telinga Tujuan Mengetahui keadaan telinga luar. warna. Pemeriksaan Rinne . Pemeriksaaan Telinga Dengan Menggunakan Garpu Tala a. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. Normal: bentuk dan posisi simetris kika. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. alat bantu dengar. posisi telinga. Persiapan Alat a) b) c) d) Arloji berjarum detik Garpu tala Speculum telinga Lampu kepala Prosedur Pelaksanaan • Inspeksi : bentuk dan ukuran telinga. 4. setelah diadakan pemeriksaan telinga evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. dan tragus Normal: tidak ada nyeri tekan. kesimetrisan. liang telinga (cerumen/tanda-tanda infeksi).

Pegang agrpu tala pada tangkainya dan pukulkan ke telapak atau buku jari tangan yang berlawanan. Tanyakan pada klien apakah bunyi terdengar sama jelas pada kedua telinga atau lebih jelas pada salah satu telinga.1. Instruksikan klien untuk member tahu apakah ia masih mendengarkan suara atau tidak. 3. 1. Anjurkan klien untuk memberi tahu pemeriksa jika ia tidak merasakan getaran lagi. 4. 2. Angkat garpu tala dan dengan cepat tempatkan di depan lubang telinga klien 1-2 cm dengan posisi garpu tala parallel terhadap lubang telinga luar klien. Letakkan tangkai garpu tala di tengah puncak kepala klien . b. Catat hasil pemeriksaan dengan pendengaran tersebut 5 Pemeriksan hidung dan sinus Tujuan a) b) Mengetahui bentuk dan fungsi hidung Menentukan kesimetrisan struktur dan adanya inflamasi atau infeksi Persiapan Alat a) Spekulum hidung . 6. 3. 2. Pemeriksaan Webber Pegang garpu tala pada tangkainya dan pukulkan ke telapak atau buku jari yang berlawanan. 5. Letakkan tangkai garpu tala pada prosesus mastoideus klien. Catat hasil pemeriksaan pendengaran tersebut. 4.

rongga. hidung internal (kemerahan. ukuran.b) c) d) Senter kecil Lampu penerang Sarung tangan (jika perlu) Prosedur Pelaksanaan • Inspeksi : hidung eksternal (bentuk. hidung ( lesi. lesi. nyeri. maksilaris (bengkak. kesimetrisan). • Palpasi dan Perkusi frontalis dan. warna sama dengan warna kulit lain. warna. tidak ada lesi. dan septum deviasi) Normal: tidak ada bengkak dan nyeri tekan. pendarahan). sumbatan. tanda2 infeksi) Normal: simetris kika. tidak ada sumbatan. setelah diadakan pemeriksaan hidung dan sinus evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. sekret. 6 Pemeriksaan mulut dan bibir Tujuan Mengetahui bentuk kelainan mulut Persiapan Alat a) b) c) d) Senter kecil Sudip lidah Sarung tangan bersih Kasa . perdarahan dan tanda-tanda infeksi.

dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. usia 9-11 bulan berjumlah 8 buah(4 dirahang atas dan 4 dirahang bawah). tidak ada lesi dan stomatitis • Inspeksi dan palpasi strukur dalam : gigi lengkap/penggunaan gigi palsu. usia 7-8 bulan berjumlah 7 buah(2 dirahang atas dan 4 dirahang bawah) . • Normal: gigi lengkap. lesi. 7 Pemeriksaan leher Tujuan a) b) Menentukan struktur integritas leher Mengetahui bentuk leher serta organ yang berkaitan . dan pada usia 20-30 bulan berjumlah 20 buah (10 dirahang atas dan 10 dirahang bawah) setelah diadakan pemeriksaan mulut dan bibir evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. usia 12-15 bulan gigi berjumlah 12 buah (6 dirahang atas dan 6 dirahang bawah). Gigi pertama tumbuh dinamakan gigi susu di ikuti tumbuhnya gigi lain yang disebut gigi sulung. tekstur . Pada usia 6 bulan gigi berjumlah 2 buah (dirahang bawah). usia 16-19 bulan berjumlah 16 buah (8 dirahang atas dan 8 dirahang bawah). dan keadaan langit2. tidak ada tanda-tanda gigi berlobang atau kerusakan gigi. lembab. lidah simetris. dan stomatitis.Prosedur Pelaksanaan • Inspeksi dan palpasi struktur luar : warna mukosa mulut dan bibir. yang terdiri dari 16 buah di rahang atas dan 16 buah di rahang bawah. Normal: warna mukosa mulut dan bibir pink. Akhirnya pada usia enam tahun hingga empat belas tahun. warna pink. kesimetrisan. posisi lidah. gigi tersebut mulai tanggal dan dig anti gigi tetap. Gigi lengkap pada orang dewasa berjumlah 36 buah. Pada anak-anak gigi sudah mulai tumbuh pada usia enam bulan. perdarahan/ radang gusi. warna. langit2 utuh dan tidak ada tanda infeksi. tidak ada perdarahan atau radang gusi.

bentuk simetris. • Inspeksi dan palpasi kelenjer tiroid (nodus/difus.limfe. kelenjer parotis (letak. Setelah diadakan pemeriksaan leher evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. integritas kulit baik. duduk dan berbaring Cara/prosedur: A) System pernafasan Tujuan : .batas. • Auskultasi : bising pembuluh darah. tidak ada pembesaran kel. kelenjer limfe (letak. pembesaran. tidak ada nyeri. 8 Pemeriksaan dada( dada dan punggung) Posisi klien: berdiri. konsistensi. nyeri. tidak ada pembesaran kelenjer gondok.c) Memeriksa system limfatik Persiapan Alat Stetoskop Prosedur Pelaksanaan • Inspeksi leher: warna integritas. nyeri. konsistensi. Normal: warna sama dengan kulit lain. gerakan/perlengketan pada kulit). • Inspeksi dan auskultasi arteri karotis: lokasi pulsasi Normal: arteri karotis terdengar. pembesaran). dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. tidak ada nyeri.gondok. terlihat/ teraba) Normal: tidak teraba pembesaran kel. bentuk simetris.

bentuk/postur dada. pergerakan dada. tidak ada nyeri tekan/massa/tanda-tanda peradangan. sifat. (perawat berdiri dibelakang pasien. edema. • Perkusi: paru. peradangan. Mengetahui adanya nyeri tekan. massa dan lesi.) Normal: integritas kulit baik. dan dinding Mengetahui frekuensi. nyeri. kesimetrisas. ekspansi. traktil premitus Persiapan alat a) b) c) Stetoskop Penggaris centimeter Pensil penada Prosedur pelaksanaan • Inspeksi : kesimetrisan. • Normal: simetris. tractile fremitus. warna kulit sama dengan warna kulit lain. irama pernafasan. pembengkakan/ penonjolan. warna kulit. jika bagian padat lebih daripada bagian udara=pekak (“bleg bleg bleg”). eksrusi diafragma (konsistensi dan bandingkan satu sisi dengan satu sisi lain pada tinggi yang sama dengan pola berjenjang sisi ke sisi) Normal: resonan (“dug dug dug”). tidak ikterik/sianosis. instruksikan pasien untuk mengucapkan angka “tujuh-tujuh” atau “enam-enam” sambil melakukan perabaan dengan kedua telapak tangan pada punggung pasien.a) dada b) c) Mengetahui bentuk. tidak ada pembengkakan/penonjolan/edema • Palpasi: Simetris. bentuk dan postur normal. kedalaman. masa. ekspansi simetris. gerakan nafas (frekuensi. tidak ada tanda-tanda distress pernapasan. taktil vremitus cendrung sebelah kanan lebih teraba jelas. lesi. dan upaya pernafasan/penggunaan otot-otot bantu pernafasan). irama. keadaan kulit. jika bagian udara lebih besar dari bagian .

B) System kardiovaskuler Tujuan a) b) c) d) Mengetahui ketifdak normalan denyut jantung Mengetahui ukuran dan bentuk jantug secara kasar Mengetahui bunyi jantung normal dan abnormal Mendeteksi gangguan kardiovaskuler Persiapan alat a) b) Stetoskop Senter kecil Prosedur pelaksanaan • • Inspeksi : Muka bibir. bronchovesikuler. di RIC 1 dan 2. • Auskultasi: suara nafas. arteri karotis Palpasi: denyutan Normal untuk inspeksi dan palpasi: denyutan aorta teraba. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. (dengarkan dengan menggunakan stetoskop di lapang paru kika. bronchus. brochial. paru. trachea. tracheal. di atas manubrium dan di atas trachea) Normal: bunyi napas vesikuler. batas jantung=bunyi rensonan---hilang>>redup.padat=hiperesonan (“deng deng deng”). . Setelah diadakan pemeriksaan dada evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. vena jugularis. konjungtiva.

dan dari atas ke bawah sampai bunyi redup) Normal: batas jantung: tidak lebih dari 4. putting. (gunakan bagian diafragma dan bell dari stetoskop untuk mendengarkan bunyi jantung. dan penyebaran vena Inspeksi dan palpasi aksila: nyeri. simetris. konsistensi. Setelah diadakan pemeriksaan system kardiovaskuler evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. arteri karotis. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. aerola.5.10 cm ke arah kiri dari garis mid sterna. bentuk. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. • Normal: terdengar bunyi jantung I/S1 (lub) dan bunyi jantung II/S2 (dub). ukuran. .dan 8. • Auskultasi: bunyi jantung. dan batas jantung (lakukan dari arah samping ke tengah dada. tidak ada bunyi jantung tambahan (S3 atau S4).• Perkusi: ukuran.7. perbesaran nodus limfe. • Setelah diadakan pemeriksaan dadadan aksila evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. pada RIC 4. 9 Dada dan aksila Tujuan a) b) Mengetahui adanya masa atau ketidak teraturan dalam jaringan payudara Mendeteksi awal adanya kanker payudara Persiapan alat a) Sarung tangan sekali pakai (jika diperlukan) Prosedur pelaksanaan • • Inspeksi payudara: Integritas kulit Palpasi payudara: Bentuk.

warna kulit. pelebaran vena. a. • Auskultasi : suara peristaltik (bising usus) di semua kuadran (bagian diafragma dari stetoskop) dan suara pembuluh darah dan friction rub :aorta.10 Pemeriksaan Abdomen (Perut) Posisi klien: Berbaring Tujuan a) b) c) Mengetahui betuk dan gerakan-gerakan perut Mendengarkan suara peristaltic usus Meneliti tempat nyeri tekan. lesi. ostomy. contour. illiaka (bagian bell). kelainan umbilicus. Normal: simetris kika. tidak ikterik tidak terdapat ostomy. tonjolan. Persiapan a) b) c) d) e) f) Posisi klien: Berbaring Stetoskop Penggaris kecil Pensil gambar Bntal kecil Pita pengukur Prosedur pelaksanaan • Inspeksi : kuadran dan simetris. pelebaran vena. scar.renalis. dan gerakan dinding perut. organ-organ dalam rongga perut benjolan dalam perut. distensi. a. . distensi. kelainan umbilicus. tonjolan. warna dengan warna kulit lain.

adanya asistes. lokasi. terdengar denyutan arteri renalis. nyeri irregular. ginjal kiri dan kanan): massa. kekuatan atau adanya gangguan pada bagianbagian tertentu. tidak ada massa dan penumpukan cairan Setelah diadakan pemeriksaan abdomen evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. siku. perhatikan jika klien merasa nyeri dan bagaiman kualitas bunyinya. Memperoleh data dasar tetang otot. Mengetahui adanya mobilitas. karakteristik organ. Meteran Posisi klien: Berdiri. • Perkusi semua kuadran : mulai dari kuadran kanan atas bergerak searah jarum jam. Alat : 1. arteri iliaka dan aorta. dan nyeri. • • • • Perkusi hepar: Batas Perkusi Limfa: ukuran dan batas Perkusi ginjal: nyeri Normal: timpani. tulang dan persendian 2. limfa. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut.Normal: suara peristaltic terdengar setiap 5-20x/dtk. • 11 Pemeriksaan ekstermitas atas (bahu. bila hepar dan limfa membesar=redup dan apabila banyak cairan = hipertimpani Palpasi semua kuadran (hepar.dengan cara perawat menghangatkan tangan terlebih dahulu • • Normal: tidak teraba penonjolan tidak ada nyeri tekan. tangan) Tujuan : 1. duduk .

a. Normal: simetris kika.• Inspeksi struktur muskuloskletal : simetris dan pergerakan. ROM. .brachialis dan a. Normal: reflek bisep dan trisep positif Setelah diadakan pemeriksaan ekstermitas atas evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. • • Normal: teraba jelas Tes reflex :tendon trisep. integritas kulit baik. integritas kulit baik. posisi dan letak. kekuatan otot penuh • Palpasi : a. kekuatan dan tonus otot Normal: simetris kika. 12 Pemeriksaan ekstermitas bawah (panggul. integritas kulit. dorsalis pedis: denyutan Normal: teraba jelas • Tes reflex :tendon patella dan archilles. poplitea. ROM aktif. bisep. Normal: reflex patella dan archiles positif • Setelah diadakan pemeriksaan ekstermitas bawah evaluasi hasil yang di dapat dengan membandingkan dengan keadaan normal. kekuatan otot penuh. pergelangan kaki dan telapak kaki) • Inspeksi struktur muskuloskletal : simetris dan pergerakan. radialis . Palapasi: denyutan a. a. kekuatan dan tonus otot. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. Integritas ROM. dan brachioradialis. ROM aktif. lutut. femoralis.

Penetangan untuk pemeriksaan Prosedur Pelaksanaan 1. misalnya varises. Melakukan perawatan genetalia 4. Menentukan adanya masa atau bentuk tidak teratur dari dinding rektal 3. rectum) Posisi Klien : Pria berdiri dan wanita litotomy Tujuan: 1. Mengetahui kemajuan proses persalinan pada ibu hamil atau persalinan. Memeriksa kangker rectal dll Alat : 1. luka atau iritasi. Lampu yang dapat diatur pencahayaannya 2. Sarung tangan Pemeriksaan rectum Tujuan : 1. Mengetahui adanya abnormalitas pada genetalia. infeksi. pengeluaran cairan atau darah. Mengetahui kondisi anus dan rectum 2. 2. Wanita: . Alat : 1. Zat pelumas 3. Melihat dan mengetahui organ-organ yang termasuk dalam genetalia. tumor/ benjolan.13 Pemeriksaan genitalia (alat genital. Sarung tangan sekali pakai 2. 3. edema. anus. Mengetahui intregritas spingter anal eksternal 4.

integritas kulit baik.• • Inspeksi genitalia eksternal: mukosa kulit. nyeri. massa edema. pengeluaran. uterus dan ovarium: letak ukuran. integritas kulit. nyeri dan tonjolan • Pemeriksaan anus dan rectum : feses. • Setelah diadakan pemeriksaan dadadan genitalia wanita evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. massa dan pengeluaran Normal: integritas kulit baik. nyeri. edema. turunan testes dan mobilitas. . edema. contour simetris. massa Pemeriksaan anus dan rectum: feses. hemoroid. • Setelah diadakan pemeriksaan di adakan pemeriksaan genitalia evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. ukuran dan bentuk. fistula ani. konsistensi dan. pengeluaran Palpasi vagina. mukosa lembab. massa. • Normal: tidak ada nyeri. tidak ada masa atau pembengkakan. pengeluaran dan perdarahan. • Normal: tidak ada nyeri . semetris tidak ada edema dan tanda-tanda infeksi (pengeluaran pus /bau) • • • Inspeksi vagina dan servik : integritas kulit. haemoroid. massa. fistula ani pengeluaran dan perdarahan. massa. tidak terdapat edema / hemoroid/ polip/ tanda-tanda infeksi dan pendarahan. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. Normal: bersih. • • Pria: Inspeksi dan palpasi penis: Integritas kulit. 2. tidak terdapat edema / hemoroid/ polip/ tanda-tanda infeksi dan pendarahan. tidak ada pengeluaran pus atau darah • Inspeksi dan palpassi skrotum: integritas kulit.

Assessment (pengkajian) . Temuan dari pengkajian fisik dimasukkan ke dalam rencana asuhan. yaitu apa yang di observasi. yaitu rencana perawatan klien . Data di dokumentasikan berdasarkan format SOAPIE. Data (riwayat) Subjektif. yaitu apa yang dilaporkan klien 2. dan objektif melalui pengkajian fisik. yaitu diagnose keperawatan dan pernyataan tentang kemajuan atau kemunduran klien 4. untuk berjaga-jaga seandainya perlu memeriksa kembali informasi atau mendapatkan data tambahan. Data (fisik) Objektif. Sebagian besar institusi memiliki format khusus yang mempermudah pencatatan data pemeriksaan. terperinci. 2. Evaluasi Perawat bertanggung jawab untuk asuhan keperawatan yang mereka berikan dengan mengevaluasi hasil intervensi keperawatan. Keterampilan pengkajian fisik meningkatkan evaluasi tindakan keperawatan melalui pemantauan hasil asuhan fisiologis dan perilaku. palpasi. yang hamper sama dengan langkah-langkah proses keperawatan. Perawat meninjau semua hasil sebelum membantu klien berpakaian. Perawat membuat pengukuran yang akurat. terdiri dari: 1. inspeksi. Plan (Perencanaan). perkusi dan auskultasi oleh perawat. Dokumentasi Perawat dapat memilih untuk mencatat hasil dari pengkajian fisik pada pemeriksaan atau pada akhir pemeriksaan.6. Perawat tidak bergantung sepenuhnya pada intuisi ketika pengkajian fisik dapat digunakan untuk mengevaluasi keefektifan asuhan. 3.7. Pengukuran tersebut menentukan tercapainya atau tidak hasil asuhan yang di harapkan.2. Format SOAPIE. Keterampilan pengkajian fisik yang sama di gunakan untuk mengkaji kondisi dapat di gunakan sebagai tindakan evaluasi setelah asuhan diberikan.

yaitu tinjauan hasil rencana yang sudah di implementasikan.5. . Implementation (pelaksanaan). yaitu intervensi keperawatan dilakukan berdasarkan rencana 6. Evaluation (evaluasi).

untuk memperoleh data yang sistematif dan komprehensif. secara rutin pada klien yang sedang di rawat. Saran Agar pemeriksaan fisik dapat dilakukan dengan baik. . 3. maupun untuk mengevaluasi hasil dari asuhan keperawatan. baik klien dalam keadaan sadar maupun tidak sadar.BAB III PENUTUP 3. Pemeriksaan fisik Mutlak dilakukan pada setiap klien. Jadi pemeriksaan fisik ini sangat penting dan harus di lakukan pada kondisi tersebut. maka perawat harus memahami ilmu pemeriksaan fisik dengan sempurna dan pemeriksaan fisik ini harus dilakukan secara berurutan. memastikan/membuktikan hasil anamnesa.2. dan dilakukan dengan prosedur yang benar. Kesimpulan Pemeriksaan fisik dalah pemeriksaan tubuh klien secara keseluruhan atau hanya bagian tertentu yang dianggap perlu. memilih intervensi yang tepat untuk proses keperawatan. sewaktu-waktu sesuai kebutuhan klien. baik untuk untuk menegakkan diagnosa keperawatan .1. Pemeriksaan fisik menjadi sangat penting karena sangat bermanfaat. menentukan masalah dan merencanakan tindakan keperawatan yang tepat bagi klien. tertama pada klien yang baru masuk ke tempat pelayanan kesehatan untuk di rawat. sistematis.

Lynn S. http://nursingbegin. Pemeriksaan Fisik dan Riwayat Kesehatan. Jakarta. John W. Jakarta. • Bates.com/tag/pemeriksaanfisik/( online) diakses 17 September 2010. 2008. EGC . EGC • • Burnside. 1998. Buku Saku Pemeriksaan Fisik dan Riwayat Kesehatan Bates. Diagnosis Fisik. Barbara.DAFTAR PUSTAKA • Admit. Pemeriksaan Fisik. Jakarta. EGC Bickley. 1995.

dan melakukan aktivitas sehari-hari ( Potter & Perry.Diakases tanggal 18 September 2010 • Dealey.dkk. postur dan kesejajaran tubuh selama mengangkat. Weight (berat) D. • Kusyanti.Pemeriksaan Fisik system Kardiovaskuler.Navarra. Carol.Balckwell Publishing. B.• Candrawati. Koordinated body movement (Gerakan tubuh yang terkoordinir) Dimana body mekanik berinteraksi dalam fungsi muskuloskeletal dan sistem syaraf. Jakarta: EGC. Eni. membungkuk. Balance (Keseimbangan) 3. Balance / Keseimbangan Keseimbangan tergantung pada interaksi antara pusat gravity. 3. Susiana. Pengertian Mekanika Tubuh adalah suatu usaha mengkoordinasikan sistem muskuloskeletal dan sistem syaraf dalam mempertahankan keseimbangan. 2.2005. Keterampilan dan Prosedur Laboratorium. bergerak. Body Mekanik meliputi 3 elemen dasar yaitu : 1. Gravity 2. The Care Of Wound A Guides For Nurses. 2006. C. Body Alignment (Postur Tubuh) Susunan geometrik bagian-bagian tubuh dalam hubungannya dengan bagian tubuh yang lain. Pergerakan dasar yang digunakan dalam Body Mekanik . 2005). Prinsip body mekanik 1. Body Mechanics / Mekanika Tubuh Mekanika Tubuh A. line gravity dan base of support.

ketika seseorang mengangkat obyek yg terletak dibawah pusat grativitas tubuh. 5. posisi kaki dan tubuh sewaktu menarik (seperti condong ke depan dari panggul). Squating / jongkok Squating mempertinggi atau meningkatkan keseimbangan tubuh. Ligamen Ligamen merupakan bagian yang menghubungkan tulang dengan tulang. Tulang Tulang merupakan organ yang mempunyai berbagai fungsi. Otot memiliki origo dan insersinya tulang. letak benda.1. sodorkan telapak tangan dan lengan atas dibawah pusat gravitasi pasien. 4. lengan atas dan siku diletakkan pada permukaan tempat tidur. dan fungsi pelindung organ-organ dalam. 2. Pemenuhan kebutuhan tubuh akan nutrisi sangat penting karena mempengaruhi produksi energi yang digunakan untuk mobilisasi. 4. Sistem tubuh yang berperan dalam kebutuhan aktivitas: 1. Emosi 6. pinggul. diantaranya ketinggian. serta dihubungkan dengan tulang melalui tendon. 3. fungsi tempat sumsum tulang dalam membentuk sel darah. Kondisi kesehatan seseorang akan berpengaruh terhadap keseimbangan tubuh sehingga aktivitasnya menjadi terganggu. sangat berhubungan dg ukuran base of support 2. Walking / berjalan Kestabilan berjalan. lutut dan pergelangan kaki ditekuk dan lalu lakukan penarikan. Gaya hidup 8. Pivoting / berputar Pivoting adalah suatu tehnik dimana tubuh dibungkukkan dlm rangka menghindari terjadinya resiko keseleo tulang E. Pengetahuan F. fungsi sebagai tempat menyimpan mineral kususnya kalsium dan fosfor yang bisa dilepaskan setiap saat sesuai kebutuhan. Status kesehatan 2. Pulling / menarik Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menarik benda. Nutrisi 4. yaitu suatu jaringan ikat yang melekat sangat kuat pada tempat insersinya tulang.3. Sistem syaraf . Otot dan tendo Tubuh memiliki mempunyai kemampuan berkontraksi yang memungkinkan tubuh bergerak sesuai keinginan. fungsi mekanis untuk membentuk rangka dan tempat melekatnya berbagai otot. Situasi dan kebiasaan 7. Faktor-faktor yang mempengaruhi body mekanik : 1. Ligamen pada lutut merupakan penjaga stabilitas. 3.

G. Mengangkat pasien ke atas tempat tidur (48%) Membantu pasien turun dari tempat tidur (30%) Memindahkan bed (27%) Mengangkat pasien keatas brankat(22%) A. 5. 4. Konsekuensi body mekanik yang buruk 1.c. 2. Jatuh 2.Tujuan:Mengurangi risiko cedera muskuloskeletal pada semua orang yang terlibat. Cidera belakang Harber (1985). Macam-macam bodi mekanik Body alignment a. sedangkan kerusakan saraf tepi menyebabkan terganggunya daerah yang diinervasi dan kerusakan pada saraf radial akan menyebabkan drop hand atau gangguan sensorik di daerah radial tangan. Membantu pasien duduk Pengertian:Suatu tindakan keperawatan yang dilakukan pada klien yang imobilisasi atau klien lemah untuk memberikan bantuan duduk ditempat tidur. Kerusakan pada syaraf pusat seperti kerusakan tulang belakang akan menyebabkan kelemahan umum. 3.Syaraf terdiri dari syaraf pusat (otak dan medula spinalis) dan syaraf tepi (percabangan dari syaraf pusat). 1. memberikan daftar penyebab cidera belakang yang paling sering terjadi pada perawat yang bekerja di rumah sakit yaitu : 1. Sendi Sendi merupakan tempat dua atau lebih tulang bertemu. Bagian somatis memiliki fungsi sensorik dan motorik.b. Mengatur berbagai posisi klien 1) Posisi fowler . Membantu pasien berdiri Pengertian:Suatu tindakan keperawatan yang dilakukan pada klien yang imobilisasi atau klien lemah untuk memberikan bantuan berdiri.

pasang cateter. Mengatasi kesulitan pernafasan & KV pernafasan pasien. dimana bagian kepala tempat tidur lebih tinggi atau dinaikkan setinggi 15°.Posisi fowler adalah posisi setengah duduk atau duduk. posisi kaki fleksi dengan telapak kaki datar diatas tempat tidur.90°. . Tujuannya untuk memeriksa daerah genetalia. serta pada proses persalinan 3) Posisi Trendelenburg Adalah posisi pasien berbaring di TT dg bagian kepala lebih rendah daripada bagian kaki Tujuan : Melancarkan peredaran darah ke otak 4) Posisi antitrendelenberg Adalah posisi pasien berbaring di TT dengan kaki lebih tinggi dari kepala. kedua lengan berada di samping sisi tubuh. Tujuan : tindakan menurunkan tekanan intrakranial pada pasien trauma kapitis. Melakukan aktivitas ttu. Fowler : 45 – 90o dan Semi fowler : 15 – 45o 2) Posisi dorsal recumbent Adalah dimana posisi kepala dan bahu pasien sedikit mengalami elevasi diatas bantal. Tujuannya untuk mempertahankan kenyamanan dan memfasilitasi fungsi kenyamanan pasien.

Ini biasanya disebut berbaring telentang. Posisi pasien harus di tengah-tengah tempat tidur. Posisi ini memiliki beberapa tujuan diantaranya : • • • Memberikan ekstensi penuh pada persendian pinggul dan lutut. Kedua lengan fleksi disamping kepala. Tujuan posisi ini : Mengurangi lordosis & meningkatkan kelurusan punggung . dengan membentuk fleksi pada pinggul dan lutut bagian atas dan meletakkannya lebih depan dari bagian tubuh yang lain dengan kepala menoleh kesamping. sekitar tiga inci di bawah kepala tempat tidur. Membantu drainase dari mulut. Membantu menghilangkan tekanan pada sakrum 7) Posisi supine/ terlentang.5) Posisi pronasi/ tengkurap Adalah dimana posisi pasien berbaring diatas abdomen dengan kepala menoleh kesalah satu sisi. 6) Posisi lateral (side lying) Yaitu seorang tidur diatas salah satu sisi tubuh. datar dengan kepala dan bahu sedikit elevasi dengan menggunakan bantal. Mencegah terjadinya fleksi kontraktur dari pinggul dan sendi. . Baik untuk posisi tidur & istirahat.

Tujuan posisi ini : • • • • • untuk memberikan kenyamanan dan memberikan obat per anus (supositoria). 8) Posisi Sim’s Adalah posisi dimana tubuh miring kekiri atau kekanan. Memfasilitasi drainase dari mulut pada klien tidak sadar Mengurangi penekanan pada sakrum & trokanter mayor pada klien paralisis Memudahkan pemeriksaan perineal Untuk tindakan pemberian enema 9) Posisi Genu pectoral/knee chest position posisi pasien berbaring dengan kedua kaki ditekuk dan dada menempel pada bagian alas TT Tujuan : memeriksa daerah rectum & sigmoid 10) Posisi Litotomi . Mengatasi masalah yg timbul akibat pemberian posisi pronasi yg tidak tepat.Tujuan : Klien pasca operasi dengan anestesi spinal.

1. Memindahkan klien dari TT ke brankar/ TT dan sebaliknya dengan easy move Memindahkan klien dari TT ke brankard dan sebaliknya dengan Scoop Stretcher 3. melatih dan meningkatkan mobilisasi. 1) 2) 3). membantu klien yg mengalami inhalasi 2. memasang alat kontrasepsi 11) Posisi Orthopneik posisi adaptasi dari fowler tinggi. Mencapai kestabilan klien dalam berjalan. Memindahkan klien dari tempat tidur ke kursi Pengertian : Memindahkan klien yang tirah baring ke kursi 2). Manfaat : Klien mampu berjalan dengan menggunakan alat bantu dan meningkatnya kemampuan mobilisasi klien. Memindahkan klien dari tempat tidur (TT) ke kursi roda Pengertian : Memindahkan klien dari tempat tidur ke kursi roda 2. . Klien duduk di TT atau tepi TT dg meja yang menyilang diatas TT (90o) Tujuan : membantu mengatasi masalah kesulitan bernafas dg ekspansi dada maksimum. Mencegah terjadinya kontraktur sendi dan flaksid otot 4. Membantu klien berjalan Tujuan: Memulihkan kembali toleransi aktivitas. Membantu klien dengan alat bantu jalan (Kruk) Tujuan : Membantu melatih kemampuan gerak klien.posisi pasien berbaring terlentang dengan mengangkat kedua kaki dan menariknya keatas bagian perut Tujuan : Merawat atau memeriksa genetalia pada proses persalinan. Ambulasi Memindahkan klien dari tempat tidur (TT) ke kursi/ kursi roda 1). Memindahkan klien dari tempat tidur (TT) ke brankard (TT) dan sebaliknya Memindahkan klien dari TT ke brankard/ TT dan sebaliknya dengan cara diangkat.

terkoordinasi dan ritmik 4) Mudah untuk memulai dan mengakhiri berjalan 5) Jumlah langkah per menit (pace) 70-100 X per menit.duduk maupun berbaring. Resiko cedera berhubungan dengan gangguan keseimbangan yang disertai kelemahan otot 4. apabila posisi tidak sesuai dengan posisi berdiri yang benar maka dapat diidentifikasikan bahwa ada gangguan pada otot dan tulang pasien. punggung tegak. Perencanaan Keperawatan Nyeri akut b. pandangan lurus kedepan. Pasien dalam posisi berdiri dengan kepala tegak dan mata lurus kedepan serta bahu dan pinggul harus lurus dan sejajar. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan gangguan neurovasculer 3. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengkaji antara lain : Posisi berdiri Lakukan inspeksi melalui sudut pandang secara : Anterior. Cara berjalan Dikaji untuk mengetahui mobilitas dan kemungkinan resiko cedera akibat dari terjatuh. Posisi duduk Pada saat keadaan ini normalnya kepala dan dada akan akan memiliki keadaan yang sama pada saat posisi berdiri yaitu kepala pasien harus tegak lurus dengan leher dan verterba kolumna telapak kaki lurus berpijak pada lantai.Asuhan Keperawatan pada klien dengan gangguan bodi mekanik Pengkajian Untuk melakukan pengkajian body mekanik dan alignment lakukan inspeksi terhadap pada pasien pada saat berdiri. 3) Langkah lembut. maka terdapat penurunan sensasi atau gangguan sirkulasi serta adanya kelemahan. pasien diminta berjalan sepanjang 10 langkah kemudian perawat memperhatikan hal-hal berikut ini : 1) Kepala tegak. Pasien yang dalam keadaan abnormal akan mengalami kelemahan otot atau pralis otot serta adanya sensasi (kerusakan saraf) Posisi berbaring Letakan pasien pada posisi lateral semua bantal dan penyokong posisi dipindahkan dari tempat tidur.Lateral dan posterior. kecuali pada orang tua mungkin 40 X per menit. apabila dijumpai kelainan pada pasien. kemudian tubuh ditopang dengan kasur yang cukup dan vertebra harus lurus dengan alas yang ada . Diagnosa Keperawatan 1. 2) Tumit menyentuh tanah terlebih dahulu sebelum jari-jari kaki. Nyeri akut berhubungan dengan terputusnya kontinuitas jaringan tulang 2.d terputusnya kontinuitas jaringan tulang Definisi: perasaan sensori dan emosional yang tidak menyenangkan yang muncul akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau digambarkan dalam hal kerusakan sedemikian .

Tujuan: 1) Klien mengatakan nyeri yang dirasakan berkurang. Q. 4) Klien bisa melakukan aktivitas. Definisi: keterbatasan pada pergerakan fisik tubuh atau satu atau lebih ekstrimitas secara mandiri dan terarah Tujuan: 1) Aktivitas fisik meningkat 2) ROM normal 3) Melaporkan perasaan peningkatan kekuatan dalam bergerak. 4) Ajarkan ROM exercise aktif dan pasif. 3) pastikan klien bebas dari nyeri sebelum diberikan latihan. Intervensi: 1) Pastikan keterbatasan gerak sendi yang dialami. 6) Ajarkan teknik non farmakologik (relaksasi. keteraturan. fantasi. 8) Jelaskan manfaat ROM aktif dan pasif 9) Kolaborasi dengan fisioterapi Pelaksanaan (cheklist terlampir) Bodi alignment • • • Membantu klien dengan masalah berdiri dan duduk Mengatur berbagai posisi klien Papan sandaran . S.rupa.d gangguan neuromuskuler. 4) Pantau tanda-tanda vital. jadual. 7) Fasilitasi penggunaan alat Bantu. 2) Klien dapat mendeskripsikan bagaimana mengontrol nyeri 3) Klien mengatakan kebutuhan istirahat dapat terpenuhi 4) Klien dapat menerapkan metode non farmakologik untuk mengontrol nyeri Intervensi: 1) Identifikasi nyeri yang dirasakan klien (P. awitan yang tiba-tiba atau lambat dari intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi berlangsung < 6 bulan. R. dll) untuk menurunkan nyeri. 5) Berikan tindakan kenyamanan. T) 2) Eksplor faktor-faktor penyebab nyeri 3) Kaji pengalaman klien masa lalu dalam mengatasi nyeri. 2) Motivasi klien untuk mempertahankan pergerakan sendi. 7) Jelaskan prosedur yang dapat meningkatkan nyeri dan mengurangi nyeri 8) Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian: analgetik sesuai indikasi Gangguan mobilitas fisik b. 6) Atur posisi setiap 2 jam atau sesuai toleransi. latih ROM pasif dan aktif 5) Anjurkan dan Bantu klien duduk di tempat tidur sesuai toleransi.

Penyebab : kondisi congenital. Penatalaksanaan: sama dengan metode yang digunakan untuk kifosis dan lordosis berdasarkan penyebab. Kifolordosis Diskripsi: kombinasi dari kifosis dan lordosis. topangan. Macam2 abnormal: a. Penyebab: kondisi congenital. tidur tanpa bantal. Kifosis Diskripsi : peningkatan kelengkungan pada kurva spinal torakal. penyakit tulang atau ricket tuberkolosis spinal. b. c. Penatalaksanaan: operasi. Kelainan postur yg didpat atau congenital mempengaruhi efisiensi system moskuloskeletal. . Tortikolis Diskripsi: mencondongkan kepala ke sisi yang sakit. memakai jaket. Penyebab: kondisi congenital. atau imobilisasi berdasarkan penyebab dan tingkat keparahan. dimana otot sternokleidomastoideus berkontraksi. spt kesejajaran tubuh keseimbangan dan penampilan. penggabungan spinal (berdasarkan penyebab dan tingkat keparahan). Penatalaksanaan: latihan peregangan spinal. menggunakan papan tempat tidur. pemanasan.Ambulasi • • • Memindahkan klien dari tempat tidur ke (TT) ke kursi/ kursi roda/ brankar dan sebaliknya Membantu klien berjalan Membantu klien dengan alat bantu jalan Evaluasi Evaluasi yang diharapkan dari hasil tindakan keperawatan untuk mengatasi gangguan postur tubuh adalah tidak terjadi perubahan atau kesalahan dalam postur tubuh dan pasien mampu melaksanakan aktifitas dengan mudah serta tidak merasakan kelemahan.

Skoliosis Diskripsi: kurvatura spinal lateral. penyakit tulang atau ricket. Lordosis adalah kelainan pada tulang belakang dimana hyperekstensi dari tulang lumbal. f. tinggi pinggul dan bahu tidak sama. Penatalaksanaan: mempertahankan abduksi paha yang terus menerus sehingga kaput vemur menekan ke bagian tengah assetatbulum. Knock-knee (genu varum) diskripsi: kurva kaki yang masuk ke dalam sehingga lutut rapat jika seseorang berjalan. kondisi temporer missal. Penyebab: kondisi congenital. Penyebab: kondisi congenital. Penatalaksanaan: latihan peregangan spinal berdasarkan penyebab. g. http://beequinn. panjang kaki tidak sama Penatalaksanaan: immobilisasi dan operasi (berdasarkan penyebab dan tingkat keparahan). Penyebab: kondisi congenital. Penyebab: kondisi congenital (biasanya dengan kelahiran sungsang).d. Dysplasia Pnggung Kongenital Diskripsi: ketidakstabilan pinggul dengan keterbatasan abduksi pinggul. paralisis spastic. Penyebab: kondisi congenital. h.wordpress. poliomyelitis. kor pulmonal. gips. beban abduksi. e. pembedahan. kehamilan. operasi jika tidak dapat diperbaiki oleh pertumbuhan. Penatalaksanaan: knee braces.com/nursing/kebutuhan-dasar-manusia-i-kdm-i/bodymechanics-mekanika-tubuh/ . Kifoskoliosis Diskripsi: tidak normalnya kurva spinal anteroposteriol dan lateral. poliomyelitis. Penatalaksanaan: immobilisasi dan operasi (berdasarkan penyebab dan tingkat keparahan). dan kadang-kadang kontraktur adduksi (kaput vemur tidak bersambung dengan assetatbulum karena abnormal kedangkalan assetatbulum). Diskripsi: kurva anterior pada spinal lumbal yang melengkung berlebihan.

isi abdomen.OKSIGENASI 1. perfusi paru dan difusi. dinding abdomen dan pusat pernafasan di otak. PENGERTIAN Oksigen (O2) adalah satu komponen gas dan unsur vital dalam proses metabolisme untuk mempertahankan kelangsungan hidup seluruh sel-sel tubuh.Diafragma dipersyarafi oleh saraf frenik. kardiovaskuler dan hematology. otot-otot pernafasan. SISTEM PERNAFASAN Sistem pernafasan terdiri dari organ pertukaran gas yaitu paru-paru dan sebuah pompa ventilasi yang terdiri atas dinding dada. Ada 3 langkah dalam proses oksigenasi yaitu ventilasi. Oksigenasi adalah peristiwa menghirup udara dari luar yang mengandung Oksigen (O2) kedalam tubuh serta menghembuskan Karbondioksida (CO2) sebagai hasil sisa oksidasi. Pada keadaan istirahat frekuensi pernafasan 12-15 kali per menit. Otot pernapasan inspirasi utama adalah diagfragma. Ventilasi Ventilasi adalah proses keluar masuknya udara dari dan paru-paru. Penyampaian oksigen ke jaringan tubuh ditentukan oleh sistem respirasi (pernafasan). jumlahnya sekitar 500 ml. diagfragma. yang keluarnya dari medulla spinalis pada vertebra servikal keempat. 2. dimana pada inspirasi . Ventilasi membutuhkan koordinasi otot paru dan thoraks yang elastis serta persyarafan yang utuh. 1). Udara yang masuk dan keluar terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara antara intrapleura dengan tekanan atmosfer.

2. 2).tekanan intrapleural lebih negative (725 mmHg) daripada tekanan atmosfer (760 mmHG) sehingga udara masuk ke alveoli. Difusi udara respirasi terjadi antara alveolus dengan membrane kapiler. Difusi adalah pergerakan molekul dari area dengan konsentrasi tinggi ke area konsentrasi rendah. otot abdominal. Sirkulasi paru merupakan 8-9% dari curah jantung. Adekuatnya sistem saraf pusat dan pusat pernafasan 3.Darah ini memperfusi paru bagian respirasi dan ikut serta dalam proses pertukaan oksigen dan karbondioksida di kapiler dan alveolus. eksternal interkosa. adanya sumbatan atau obstruksi jalan napas akan menghalangi masuk dan keluarnya udara dari dan ke paru-paru. internal interkosa. Kemampuan otot-otot pernafasan seperti diafragma. Kepatenan Ventilasi terganutung pada faktor : 1. Perbedaan tekanan pada area membran respirasi akan . Sirkulasi paru bersifat fleksibel dan dapat mengakodasi variasi volume darah yang besar sehingga digunakan jika sewaktu-waktu terjadi penurunan voleme atau tekanan darah sistemik. Difusi Oksigen terus-menerus berdifusi dari udara dalam alveoli ke dalam aliran darah dan karbon dioksida (CO2) terus berdifusi dari darah ke dalam alveoli. 3). dimana pada sirkulasi paru adalah darah deoksigenasi yang mengalir dalam arteri pulmonaris dari ventrikel kanan jantung. Perfusi Paru Perfusi paru adalah gerakan darah melewati sirkulasi paru untuk dioksigenasi. Adekuatnya pengembangan dan pengempisan paru-paru 4. Kebersihan jalan nafas.

dan di sini membrane pelapisnya mulai berubah sifatnya. (Syaifuddin. Paru-paru dibagi menjadi 2 bagian. dan lobus inferior. lobus media. Berbeda halnya dengan CO2 dengan PCO2 dalam kapiler 45 mmHg sedangkan pada alveoli 40 mmHg maka CO2 akan berdifusi keluar alveoli. 1997) Bronkhus terminalis masuk ke dalam saluran yang agak lain yang disebut Vestibula.mempengaruhi proses difusi. Gambar 1. yaitu : 1) Paru-paru kanan. Lobus Pulmo Sinistra dan dekstra. (Syaifuddin. terdiri dari 3 lobus. . lapisan epitelium bersilia diganti dengan sel epitelium yang pipih. yaitu lobus superior dan lobus inferior. Anatomi paru Paru-paru merupakan sebuah organ yang sebagian terdiri dari gelembung-gelembung udara atau alveoli. yaitu lobus superior. 2) Paru-paru kiri. Misalnya pada tekanan parsial (P) O2 di alveoli sekitar 100 mmHg sedangkan tekanan parsial pada kapiler pulmonal 60 mmHg sehingga oksigen akan berdifusi masuk ke dalam darah. terdiri dari 2 lobus. 1997).

Dari Vestibula berjalan beberapa Infundibula dan di dalam dindingnya dijumpai kantong-kantong udara itu. Kantong udara atau Alveoli itu terdiri atas satu lapis tunggal sel epitelium pipih, dan di sinilah darah hamper langsung bersentuhan dengan udara hingga suatu jaringan pembuluh darah kapiler mengitari Alveoli dan pertukaran gas pun terjadi. (Evelyn C. P, 2002).

Gambar 2. Diagram dari akhiran sebuah Bronkhliolus didalam Alveoli. (Pearce. E. C, 2002)

3. SISTEM KARDIOVASKULER

a. Struktur dan letak jantung Jantung terbagi oleh sebuah septum (sekat) menjadi dua belah, yaitu kiri dan kanan. Setiap belahan kemudian dibagi menjadi dua ruang, pada bagian di atas disebut “atrium” dan bagian bawah disebut “ventrikel”. Pada masing-masing belahan terdapat satu atrium dan satu ventrikel. Atrium dan ventrikel dihubungkan oleh lubang yang terdapat katup, pada bagian sebelah kanan disebut katup (valvula) trikuspidalis dan pada bagian sebelah kiri disebut katub mitral atau katub bikuspidalis. (Pearce, 1999) Jantung terbungkus oleh membran yang disebut perikardium. Membran ini terdiri atas dua lapisan dalam dan luar. Lapisan dalam disebut perikardium viseralis (membran serus yang lekat sekali pada jantungnya) dan lapisan luar disebut perikardium parentalis (lapisan yang

membungkus jantung sebagai kantong longgar). Keduanya dipisahkan oleh cairan pelumas yaitu cairan serus yang berfungsi mengurangi gesekan pada gerakan memompa dari jantung itu sendiri. Jantung terdiri dari tiga lapisan, antara lain: epikardium (luar), miokardium (otot), endokardium (lapisan dalam/endotel).

Gambar 1. Struktur jantung dan perjalanan aliran darah melalui kamar jantung, sesuai petunjuk anak panah b. Fisiologi jantung
Jantung berfungsi sebagai pemompa darah dari pembuluh vena ke dalam sirkulasi pulpomal paru-paru vena, vena pulmonalis, atrium kiri, lewat katup mitral, ventrikel kiri, katup aorta, arteri, arteriola, kapiler, venula, vena, vena cava inferior, dan kembali ke atrium kanan yang disebut “sirkulasi sistematik”, sedangkan aliran darah dari atrium kanan masuk lewat katup trikuspidalis, sirkulasi paru-paru yang disebut “sirkulasi pulmonalis”.

Gangguan aliran dalam jantung mengakibatkan oksigenasi tidak adekuat, darah arteri dan vena tercampur yang mengakibatkan perfusi sel-sel berkurang. Gerakan jantung terdiri atas dua jenis, yaitu kontraksi (systole) dan relaksasi (diastole). Kontraksi kedua atrium terjadi serentak disebut systole atrial dan relaksasi atrium disebut diastole atrial, demikian pula untuk kontraksi ventrikel disebut systole ventrikel dan relaksasi ventrikel disebut diastole ventrikel. Kontraksi

ventrikel lamanya 0,3 detik dan relaksasi lamanya 0,5 detik. Kontraksi kedua atrium pendek sedangkan kontraksi ventrikel lebih lama dan kuat. Daya pompa jantung pada organ yang sedang istirahat berdebar sekitar 70 kali/menit dan memompa 70 ml setiap denyutan. Dengan demikian jumlah darah yang dipompa setiap menit sekitar 5 liter. Sewaktu banyak bergerak kecepatan denyut jantung dapat mencapai 150 kali/menit, sehingga daya pompa jantung adalah 20-25 liter/menit. (Evelya C. Pearce, 2002).

Gambar 2. Gambaran skematik aliran darah melalui system kardiovaskuler
4. HEMATOLOGI Oksigen membutuhkan transport dari paru-paru ke jaringan dan karbondioksida dari jaringan ke paru-paru. Sekitar 97% oksigen dalam darah dibawa eritrosit yang telah berikatan dengan hemoglobin (Hb) dan 3% oksigen larut dalam plasma. Setiap sel darah merah mengandung 280 juta molekul Hb dan setiap molekul dari keempat molekul besi dalam hemoglobin berikatan dengan satu molekul oksigen membentuk oksihemoglobin (HbO2). Reaksi pengikatan Hb dengan O2 dipengaruhi oleh suhu, Ph, konsentrasi 2,3 difosfogliserat dalam darah merah. Dengan demikian besarnya Hemoglobin (Hb) dan jumlah eritrosit akan

mempengaruhi transport gas.

Kondisi yang mempengaruhi pergerakan dinding dada seperti pada kehamilan. 5. ibu hamil. kurang aktivitas. penyakit kronik seperti TBC paru 2. Menurunnya konsentrasi O2 yang diinspirasi seperti pada obstruksi saluran napas bagian atas 3. Hipovolemia sehingga tekanan darah menurun mengakibatkan transpor O2 terganggu 4. demam. Meningkatnya metabolisme seperti adanya infeksi.5. Faktor Fisiologi 1. Faktor Perkembangan 1. resiko saluran pernafasan dan merokok 4. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUTUHAN OKSIGEN 1. Bayi dan toodler : adanya resiko infeksi saluran pernafasan akut 3. Menurunnya kapasitas pengikatan O2 seperti anemia 2. Bayi prematur : yang disebabkan kurangnya pembentukan surfaktan 2. obersitas. luka dan lain-lain. stress . musculus skeleton yang abnormal. Dewasa muda dan pertenggahan : diet yang tidak sehat. Anak usia sekolah dan remaja .

diet yang terlalu tinggi lemak menimbulkan arteriosklerosis. Merokok : nikotin menyebabkan vasokonstriksi pembuluh darah perifer dan koroner 4. Kecemasan : menyebabkan metabolisme meningkat 4. Exercise (olahraga berlebih) : Exercise akan meningkatkan kebutuhan oksigen 3. Tempat kerja (polusi) 2. Suhu lingkungan 3. Ketinggian tempat dari permukaan laut . 2. Faktor Prilaku 1. Dewasa tua : adanya proses penuaan yang mengakibatkan kemungkinan arteriosklerosis. elastisitas menurun. Nutrisi : misalnya pada obesitas mengakibatkan penurunan ekspansi paru. Faktor Lingkungan 1. alkohol menyebabkan depesi pusat pernafasan 5. Substance abuse (alkohol dan obat-obatan) : menyebabkan intake nutrisi (Fe) menurun mengakibatkan penurunan hemoglobin. ekspansi paru menurun 3. gizi yang buruk menjadi anemia sehingga daya ikat oksigen berkurang.yang mengakibatkan penyakit jantung dan paru-paru 5.

5. Gangguan Konduksi Gangguan konduksi (hantaran) seperti distritmia (takikardia/bradikardia) 2. regurgitasi darah yang mengakibatkan vetrikel bekerja lebih keras. obstruksi. Hiperventilasi Merupakan upaya tubuh dalam meningkatkan jumlah O2 dalam paru-paru agar pernafasan lebih cepat dan dalam. Kerusakan fungsi katub seperti pada stenosis. PERUBAHAN FUNGSI PERNAFASAN 1. Myocardial iskhemial infrark mengakibatkan kekurangan pasokan darah dari arteri koroner ke miokardium. Hiperventilasi dapat disebabkan karena : a. Perubahan Cardiac Output (Curah Jantung) Menurunnya cardiac output seperti pada pasien dekom menimbulkan hipoksia Jaringan. 4. PERUBAHAN FUNGSI JANTUNG Perubahan-perubahan fungsi jantung yang mempengaruhi kebutuhan oksigenasi adalah sebagai berikut : 1. 3. Kecemasan . 6.

Tanda-tanda dan gejala pada keadaan hipoventilasi adalah nyeri kepala. menurunnya konsentrasi. 3. napas pendek. disorientasi. Hipoksia dapat disebabkan oleh : a. ketidakseimbangan elektrolit. nyeri dada (chest pain). Kertidakseimbangan asam basa seperti pada asidosis metabolik Tanda-tanda dan gejala hiperventilasi adalah takikardia. 2. kardiakdistritma. dan kardiak arrest.b. Keracunan obat-obatan d. Hipoventilasi Hipoventilasi terjadi ketika ventilasi alveolar tidak adekuat untuk memenuhi penggunaan O2 tubuh atau untuk mengeluarkan CO2 dengan cukup. Hipoksia Tidak adekuatnya pemenuhan O2 seluler akibat dari defisiensi O2 yang diinspirasi atau meningkatnya penggunaan O2 pada tingkat seluler. tinnitus. kejang. penurunan kesadaran. Infeksi / sepsis c. Menurunya hemoglobin . disorientasi. biasanya terjadi pada keadaan atelektasis (kolaps paru).

1997 KONSEP DASAR CAIRAN DAN ELEKTROLIT BAB I PENDAHULUAN A. Fundamental of nursing Edisi 4. Menurunnya difusi O2 dari alveoli ke dalam darah seperti pada pneumonia e. Potter. Jakarta : Salemba Mardika tahun 2006. Berkurangnya konsentrasi O2 jika berada di puncak gunung c. DAFTAR PUSTAKA Tarwoto. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan. kecemasan. Edisi 2. KONSEP DASAR CAIRAN DAN ELEKTROLIT Air merupakan salah satu dari dua pelarut terpenting dalam tubuh. Dia memiliki keistimewaan karena memiliki konsentrasi molar yang tinggi yang . Aziz Alimul. pernafasan cepat dan dalam. Volume 1 & 2. Menurunnya perfusi jaringan seperti syok f. sianosis dan clubbing. Jakarta : Salemba Mardika 2007 Perry. menurunnya kemampuan konsentrasi.b. Hidayat. Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. Ketidakmampuan jaringan mengikat O2 seperti keracunan sianida d. nadi meningkat. Jakarta : EGC. Edisi 3. Wartonah. Kerusakan / gangguan ventilasi Tanda-tanda hipoksia antara lain : kelelehan.

Tetapi kebalikannya. Hal ini penting karena jalur ini tersedia dalam semua sel dalam tubuh. Keseimbangan cairan adalah esensial bagi kesehatan. Komposisi lemak dari berbagai membran sel bervariasi sehingga angka aliran cairan yang melintasi membran sel juga bervariasi. Dapat diharapkan bahwa air tidak akan dengan mudah melewati membran sel. Fakta ini mengarah pada satu hipotesis bahwa membran harus mengandung protein yang menyediakan saluran air yang melewati saluran tersebut air dapat lewat. air tidak dapat melintas dengan mudah dan hal ini konsisten dengan harapan kita. air melintasi hampir semua membran dalam tubuh dengan mudah! Molekul air melintasi membran sel dengan 2 jalur yang dapat kita katakan sebagai jalur lemak dan jalur saluran air. Air dan lemak adalah dua pelarut utama dalam tubuh. Distribusi cairan tubuh: otot 50%. Saluran air sekarang sudah ditemukan. Cairan tubuh menempati kompartemen intrasel & ektrasel. Kemampuan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan cairan ini dinamakan “homeostasis”. Semua . BAB II ISI Cairan & elektrolit sangat penting untuk mempertahankan homeostasis tubuh. Pada sebagian membran fluktuasi air sangat tinggi dan tidak dapat diperhitungkan dengan difusi air yang melintasi barier lemak. biasanya dengan proses-proses faal (fisiologis) yang terintegrasi yang mengakibatkan adanya lingkungan sel yang relatif konstan tapi dinamis. kulit 20%. Kebutuhan cairan dan elektrolit adalah suatu proses dinamik karena metabolisme tubuh membutuhkan perubahan yang tetap dalam berespons terhadap stressor fisiologis dan lingkungan. tubuh mempertahankan keseimbangan. Aliran air melalui saluran ini dapat terjadi sebagai hasil dari difusi atau filtrasi.menyebabkannya dapat menyediakan ion hidrogen yang tidak ada habisnya dalam tubuh. Membran sel lemak memisahkan cairan intraseluler dengan cairan ekstraseluler. Bahan yang larut dalam air tidak akan dengan mudah melewati membran lemak kecuali ada mekanisme transportasi khusus. dalam dua lapisan lemak buatan. Dengan kemampuannya yang sangat besar untuk menyesuaikan diri. Bahkan. Darah 20% organ2 lainnya 10% Cairan Ektrasel. Jalur lemak merujuk pada air yang melintasi dua lapisan lemak dari membran sel dengan cara difusi.

Lebih jauh (CES) dibagi menjadi : a) Cairan interstisial (CIT) : Cairan disekitar sel. 3 L (60%) dari jumlah tersebut adalah PLASMA. yaitu : cairan intraselular (CIS) dan cairan ekstra selular (CES). sama dengan kira-kira 8 L pada orang dewasa. Volume relatif dari (CIV) sama pada orang dewasa dan anak-anak. Setelah 1 tahun. sama kira-kira 25 L pada rata-rata pria dewasa (70 kg). kira-kir ½ cairan tubuh terkandung didalam (CES).cairan yg terdapat di luar sel yg terdiri dari ion2 & berbagai bahan nutrisi yg dibutuhkan oleh sel u/ mempertahankan fungsi sel. jenis kelamin dan derajat obesitas ( Guyton & Hall. volume relatif dari (CES) menurun sampai kira-kira 1/3 dari volume total. atau eritrosit) yang mentranspor oksigen dan bekerja sebagai bufer tubuh yang penting. Cairan ekstrasel bergerak secara konstan pada seluruh tubuh & ditransport dgn cepat ke dlm sirkulasi melalui dinding kapiler A. Sisanya 2-3 L (40%) terdiri dari sel darah merah (SDM. Relatif terhadap ukuran tubuh. b) Cairan intravaskular (CIV) : Cairan yang terkandung di dalam pembuluh darah. 2. KOMPARTEMEN CAIRAN Seluruh cairan tubuh didistribusikan diantara dua kompartemen utama. Pada orang dewasaθ kira-kira 2/3 dari cairan tubuh adalah intraselular. Cairan Intraselular (CIS) = 40% dari BB total Adalah cairan yang terkandung di dalam sel. Sebaliknya. sel darah putih (SDP. Cairan Ekstraselular (CES) = 20% dari BB total Adalah cairan diluar sel. Ukuran relatif dari (CES)menurun denganθ peningkatan usia. Total cairan tubuh (TBF) rata-ratanya sekitar 60% berat badan atau sekitar 42 L. atau leukosit). 1997) 1. Cairan limfe termasuk dalam volume interstisial. volume (CIT) kira-kira sebesar 2 kali lebih besar pada bayi baru lahir dibanding orang dewasa. Ini hampir sebanding dengan 15 L dalam rata-rata pria dewasa (70 kg). Pada bayi baru lahir. bergantung pada umur. hanya ½ dari cairan tubuh bayi adalah cairan intraselular. persentase ini dapat berubah. Rata-rata volume darah orang dewasa kira-kira 5-6 L (8% dari BB). dan trombosit. Pada orang normal dengan berat 70 kg. Tapi nilai tersebut diatas dapat .

dan cairan intraokular serta sekresi lambung. sejumlah besar cairan dapat saja bergerak kedalam dan keluar ruang transelular setiap harinya. saluran gastro-intestinal (GI) secara normal mensekresi dan mereabsorbsi sampai 6-8 L per-hari. Namun. pleural. Contoh (CTS) meliputi cairan serebrospinal. Sebagai contoh.bervariasi pada orang yang berbeda-beda. Cairan Transelular (CTS) Adalah cairan yang terkandung di dalam rongga khusus dari tubuh. sinovial. Pada waktu tertentu (CTS) mendekati jumlah 1 L. Secara Skematis Jenis dan Jumlah Cairan Tubuh dapat digambarkan sebagai berikut : B. bergantung pada jenis kelamin. perikardial. FUNGSI CAIRAN TUBUH . glokusa dan oksigen) ke jaringan  transpor produk sisa ke ginjal dan paru-paru  pengiriman antibodi dan SDP ke tempat infeksi  transpor hormon ke tempat aksinya  sirkulasi panas tubuh 3. Adapun fungsi dari darah adalah mencakup :  pengiriman nutrien (mis . berat badan dan faktor-faktor lain.

Sistem pompa terdapat di dinding sel tubuh yang memompa natrium ke luar dan kalium ke dalam . SDP. Mempemudah eliminasi 8. sedangkan kation intraselular utama adalah kalium (K+). mol/L dalam larutan selalu sama. Air adalah senyawa utama dari tubuh manusia. 2. Membantu memelihara suhu tubuh 6. Mmbentu dalam metabolisme sel 4. Mengangkut zat-zat seperti (hormon.  Kation : ion-ion yang mambentuk muatan positif dalam larutan.1. yang diukur dalam miliekuivalen. Membantu pencernaan 7. Elektrolit berdisosiasi menjadi ion positif dan negatif dan diukur dengan kapasitasnya untuk saling berikatan satu sama lain (miliekuivalen/liter) atau dengan berat molekul dalam garam ( milimol/liter mEq/L ). Sarana untuk mengangkut zat-zat makanan ke sel-sel 2. Rata-rata pria Dewasa hampir 60% dari berat badannya adalah air dan rata-rata wanita mengandung 55% air dari berat badannya. a) Elektrolit : Substansi yang berdiasosiasi (terpisah) di dalam larutan dan akan menghantarkan arus listrik. sementara kation yang lainnya adalah (Ca+) dan (Mg+). KOMPOSISI CAIRAN TUBUH Semua cairan tubuh adalah air larutan pelarut. Jumlah kation dan anion. SDM) C. substansi terlarut (zat terlarut) 1. Solut (terlarut) Selain air. Mengeluarkan buangan-buangan sel 3. cairan tubuh mengandung dua jenis substansi terlarut (zat terlarut) elektrolit dan non-elektrolit. Sebagai pelarut untuk elektrolit dan non elektrolit 5. enzim. Kation ekstraselular utama adalah natrium (Na+).

selain itu sesuai aturan. secara bermakna mengubah nilai elektrolit palsma. metabolisme yang diperlukan dan berat badan. Non-elektrolit lainnya yang secara klinis penting mencakup kreatinin dan bilirubin. yang terdiri atas cairan intraselular dan interstisial. D. sedangkan anion intraselular utama adalah ion fosfat (PO4ɜ-). Pada situasi ini. air tubuh menurun dengan peningkatan usia. elektrolit dapat dilepaskan dari atau bergerak kedalam atau keluar sel. Anion ekstraselular utama adalah klorida ( Clˉ ). Namun demikian. Anion : ion-ion yang membentuk muatan negatif dalam larutan. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUTUHAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kebutuhan cairan dan elektrolit diantaranya adalah : 1. Usia Variasi usia berkaitan dengan luas permukaan tubuh. Pemahaman perbedaan antara dua kompartemen ini penting dalam mengantisipasi gangguan seperti trauma jaringan atau ketidakseimbangan asam-basa. Berikut akan disajikan dalam tabel perubahan pada air tubuh . nilai elektrolit plasma tidak selalu menunjukkan komposisi elektrolit dari cairan intraselular. nilai elektrolit plasma menunjukkan komposisi cairan ekstraselular. b) Non-elektrolit : Substansi seperti glokusa dan urea yang tidak berdisosiasi dalam larutan dan diukur berdasarkan berat (miligram per 100 ml-mg/dl). Karena kandungan elektrolit dari palsma dan cairan interstisial secara esensial sama.

Sakit Keadaan pembedahan. konsentrasi darah dan glikolisis otot. Temperatur lingkungan Panas yang berlebihan menyebabkan berkeringat. kelainan ginjal dan jantung. Stres Stres dapat menimbulkan peningkatan metabolisme sel. 2. karena lebih banyak mengandung lemak tubuh 3. tubuh gangguan hormon akan mengganggu keseimbangan cairan 6. sehingga air tubuh menurun dengan peningkatan lemak 4. mekanisme ini dapat menimbulkan retensi sodium dan air. Seseorang dapat kehilangan NaCl melalui keringat sebanyak 15-30 g/hari 7. trauma jaringan. Jenis kelamin Wanita mempunyai air tubuh yang kurang secara proporsional. Diet .total sesuai usia. Sel-sel lemak Mengandung sedikit air. Proses ini dapat meningkatkan produksi ADH dan menurunkan produksi urine 5.

Osmosis adalah perpindahan cairan melintasi membrane semipermiabel dari area yang berkonsentrasi rendah ke area berkonsentrasi tinggi. cairan melintasi membrane untuk mengencerkan cairan yang berkonsentrasi tinggi sampai diperoleh keseimbangan di kedua sisi membrane. yaitu: 1. cairan dan elektrolit sehingga masuk melintasi di membrane kedua yang memisahkan ini dua kompartemen konsentrasi kompartemen seimbang. Rasa haus biasanya muncul apabila osmolalitas plasma mencapai 295 mOsm/kg. yakni ukuran molekul. Kecepatan difusi ini dipengaruhi oleh tiga hal. konsentrasi larutan. 3. terjadi ketidakseimbangan tekanan osmotic koloid (tekanan onkotik) sehingga cairan tertarik kedalam ruang intravaskuler. Transpor Aktif adalah pengangkutan yang digunakan oleh molekul untuk berpindah melintasi membrane sel melawan gradient konsentrasinya. Rasa Haus adalah keingina yang disadari terhadap kebutuhan akan cairan. Karena ukuran molekulnya besar protein tidak dapat bebas melintasi membrane plasma. temperature larutan. Dangan kata lain. tubuh akan memecah cadangan energi. PENGATURAN KESEIMBANGAN CAIRAN Pengaturan keseimbangan cairan terjadi melalui mekanisme berikut: 1. PERGERKAN CAIRAN TUBUH Mekanisme pergerakan cairan tubuh berlangsung dalam tiga proses. . E.Pada saat tubuh kekurangan nutrisi. Difusi adalah perpindahan larutan dari area berkonsentrasi tinggi menuju area berkonsentrasi rendahdengan melintasi membrane semipermeabel. transport aktif adalah gerakan molekul dari konsentrasi yang satu ke konsentrasi yang lain tanpa memandang tinggkatannya. Akibatnya. 2. Proses ini membutuhkan energy dalam bentuk adenosine triphosphat (ATP). Perbedaan osmotic ini di pengaruhi oleh distribusi protein tidak merata. Pada proses ini. ATP berguna untuk mempertahankan konsentrasi ion kalium dan natrium dalam ruang ekstrasel dan intrasel memlalui suatu proses yang disebut pompa”natrium-kalium”. proses ini akan menimbulkan pergerakan cairan dari interstisial ke intraselular. F. Pada proses ini.

trauma. Di ginjal.osmoreseptor yang terletak dipusat rasa haus hipotalamus sensitive terhadap perubahan osmolalitas pada cairan ekstrasel. 2000). Retensi natrium mengakibatkan retensi air. dan system rennin-angiotensin. Hormone ADH. Pelepasan aldosteron dirangsang oleh perubahan konsentrasi kalium. Sedangkan haluaran cairannya adalah 3500ml/hari. kadar natrium serum. Selain itu sekresi juga terjadi pada kondisi stress. dan motilitas gastrointestinal. perubahan kadar glukokortikoid mengakibatkan perubahan pada keseimbangan volume darah (Tambajong. Pengeluaran cairan ini dapat terjadi melalui beberapa organ yakni:  Kulit. Oleh karena itu. dan kondisi demam. meningkatkan resorpsi natrium dan air sehingga memperbesar volume darah dan mengakibatkan retensi natrium. ADH juga disebut sebagai vasopressin karena mempunyai efek vasokontriksi minor pada arteriol yang dapat meningkatkan tekanan darah. kontraksi uterus. resorpsi natrium. 5. Stimuli utama untuk sekresi ADH adalah peningkatan osmolalitas dan penurunan cairan ekstrasel. Asupan cairan pada individu dewasa berkisar 1500-3500ml/hari. prostaglandin berperan mengatur sirkulasi ginjal. temperature lingkungan yang tinggi. Glukokortikoid. Rangsangan pada kelenjar keringat ini disebabkan oleh aktifitas otot. 2. merupakan asam lemak alami yang terdapat dibanyak jaringan dan berperan dalam proses radang. Prostaglandin. hormone ini disekresi oleh kelenjar adrenal dan bekerja pada tubulus ginjal untuk meningkatkan absorbs natrium. . 4. IWL melalui kulit berkisar antara 15-20 ml/24 jam atau 350-400 ml/hari. Pengeluaran cairan melalui kulit diatur oleh kerja saraf simpatis yang merangsang aktivitas kelenjar keringat. pembedahan. pengontrolan tekanan darah. 3. Hormone Aldosteron. Pengeluaran cairan ini dikenal dengan IWL (Insensibel Water Loss). dan penggunaan beberapa jenis anestetik dan obat-obatan. nyeri.hormon ini meningkatkan reabsorbsi air pada duktus pengumpul sehingga dapat menahan air dan mempertahankan volume cairan ekstrasel. hormone ini dibentuk di hipotalamus dan disimpan dalam neurohipofisis pada hipofisis posterior.

Ini terjadi bila jumlah cairan yang hilang lebih sedikit daripada jumlah elektrolit yang hilang. 2. Ini terjadi jika jumlah cairan yang hilang lebih besar dari jumlah elektrolit yang hilang. meningkatnya jumlah cairan yang keluar melalui paru merupakan suatu bentuk respons terhadap perubahan kecepatan dan kedalaman napas karena pergerakan atau kondisi demam. ginjal mengekskresikan sekitar 1500ml/hari. G. Dehidrasi hipotonik.  Pencernaan. Merupakan organ pengekskresi cairan utama pada tubuh. Paru-paru. Volume cairan berlebih (fluid volume eccess [FVE]) adalah ketidakseimbangan yang ditandai dengankelebihan (retensi) cairan dan natrium di ruang ekstrasel. Dehidrasi isotonic. namun proporsi antara keduanya mendekati normal. kondisi defisit volume cairan (dehidrasi) terbagi menjadi 3 yaitu: a. Secara umum. Defisit volume cairan (fluid volume defisit [FVD]) adalah suatu kondisi ketidakseimbangan yang ditandai dengan defisiensi cairan dan elektrolit diruang ekstrasel. Kondisi ini juga dikenal dengan hipovolemia. Kondisi ini dikenal juga dengan istilah hipervolemia. c. Dalam kondisi normal. Dehidrasi hipertonik. Pada individu dewasa. penghitungan IWL secara keseluruhan adalah 10-15ml/kgBB/24jam. b. Overdehidrasi . jumlah cairan yang hilang melalui system pencernaan setiap harinya berkisar antara 100-200 ml.  Ginjal. IWL untuk paru adalah 350-400ml/hari. 1. GANGGUAN KESEIMBANGAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT Ketidakseimbangan cairan Hal ini terjadi apabila kompensasi tubuh tidak mampu mempertahankan homeostasis. Ini terjadi apabila cairan yang hilang sebanding dengan jumlah elektrolit yang hilang. Gangguan keseimbangan cairan dapat berupa defisit volume cairan dan sebaliknya. dengan penambahan 10% dari IWL normal setiap kenaikan 1OC.

b. Manifestasi kelebihan cairan ekstrasel adalah: a. Hipernatremia kelebihan kadar natrium di cairan ekstrasel yang menyebahkan perubahan tekanan osmotic ekstrasel b. . d. Hiperfosfatemia adalah peningkatan kadar fosfat dalam serum. Edema perifer atau edema pitting Asites Kelopak mata bengkak Bunyi nafas ronkhi basah diseluruh lapang paru Penambahan berat badan yang tidak lazim Ketidakseimbangan Elektrolit a. hipermagnesemia terjadi bila kadar magnesium serum lebih dari 3. Hiperkalsemia adalah kelebihan kadar kalsium di cairan eksrasel yang menyebabkan penurunan eksitabilitas otot yang menimbulakan flaksidasis.umumnya disebabkan olehgangguan pada fungsi ginjal. e. yang menyebabkan terhambatnya transmisi impuls jantung yang menyebabkan serangan jantung. e. c. Hipomagnesemia terjadi apabila kadar magnesium serum kurang dari 1. Hipokalemia adalah kekurangan kadar kalium di cairan ekstrasel yang menyebabkan pindahnya kalium keluar sel. Hipofosfatemia adalah penurunan kadar fosfat dalam serum. Hipokalsemia adalah kekurangan kadar kalsium di cairan eksrasel yang menyebabkan pengeroposan tulang. Hiperkloremia adalah peningkatan kadar ion klorida dalam serum.5 mEq/l.4 mEq/l. Hipokloremia adalah penurunan kadar ion klorida dalam serum. c. d. Hiperkalemia adalah kelebihan kadar kalium di cairan ekstrasel. Hiponatremia adalah kekurangan kadar natrium di cairan ekstrasel yang menyebahkan perubahan tekanan osmotic. f.

KESEIMBANGAN ASAM BASA Gangguan keseimbangan air – elektrolit menyebabkan gangguan keseimbangan asam basa Sistem Buffer: zat yang dapat mencegah perubahan kadar ion hidrogen bebas dlm larutan. 2. bikarbonat menurun.35 adalah pH darah > 7.45 adalah penurunan kadar bikarbonat serum adalah peningkatan kadar bikarbonat serum Tubuh melindungi diri dari perubahan pH dengan: 1.H. kejang. misalnya:  Meningkatkan metabolisme (demam. hipoperfusi) . Mengencerkan produk asam Sistem buffer Regulasi pernapasan – mengatur kadar pCO2 plasma Reabsorbsi bikarbonat yang difiltrasi di ginjal. dll)  Meningkatkan asam organik (dehidrasi. 4. Produksi ion H+ berlebihan. distress pernapasan. hipoxia. bila mendapat tambahan asam/ basa Ada beberapa Istilah dalam keseimbangan asam basa  Asidemia  Alkalemia  Asidosis  Alkalosis adalah pH darah < 7. BE (-) pCO2 à bukti tubuh menetralisir racun  Sebab: 1. ekskresi H+ & NH4+ Gangguan Keseimbangan Asam Basa Asidosis Metabolik  pH menurun. 3.

 Ketosis (DM, kelaparan) 2. 3. 4. Kehilangan bikarbonat berlebihan, misalnya: diare, drainase ileostomi Pemberian asam (HCl, asam amino) Kegagalan ginjal untuk mengeluarkan asam yg berlebihan

 Derajat beratnya asidosis metabolic ditentukan oleh turunnya base akses  Kompensasi: hiperventilasi... CO2 respiration)  Komplikasi: hipotensi, edema paru, hipoksia jaringan, depresi SSP, koma, kejang

keluar (napas cepat, dalam = kussmaul

Alkalosis Metabolik
 Konsentrasi H+ turun  Sebab: 1. 2. 3. 4. Muntah (HCl, K+ hilang) K+ hilang berlebihan (melalui urin, GIT) Penambahan HCO3 ke dalam CES (misalnya th/ iv) ↑ reabsorbsi HCO3. Misalnya: sindroma Cushing, Bartter, Hipoaldosteronisme primer  Kompensasi: hipoventilasi à hipoksemia  Lab: pH ↑, CO ↑, BE (+), pO2 ↓, HCO3 ↑

Asidosis Respiratorik
 Akibat dr hipoventilasi alveolar sehingga produksi CO2 > ekskresi CO2  Terjadi pada:

• • •

Penyakit paru berat: membran hialin, bronchopneumonia, edema paru Penyakit neuromuskuler: sindroma Guillian Barre, overdosis obat sedatif Obstruksi jalan napas: bronchospasme

 Kompensasi Ginjal à membentuk dan meningkatkan reabsorbsi bikarbonat  Gejala klinik: • • Hipoksia Vasodilatasi (karena CO2 ↑)

 Laboratorium: pH ↓ - pCO2 ↑ - HCO3 ↑ - BE (+)

Alkalosis Respiratorik
 Ekskresi CO2 melalui paru-paru berlebihan sehingga pCO2 ↓  Sebab: hiperventilasi (kerusakan otak, emosi); keracunan salisilat

 Lab: pH ↑ - pCO2 ↓ – bikarbonat ↓ - BE (-) Mekanisme kompensasi  Gangguan respiratorik – dikompensasi oleh ginjal  Gangguan metabolik – dikompensasi oleh mekanisme respirasi Tingkat kompensasi dibagi dalam:  Tidak dikompensasi (mekanisme kompensasi tidak bekerja)  Kompensasi partial (pH tidak sampai normal)  Kompensasi penuh (pH kembali normal)

 Kompensasi berlebihan  Perkiraan gangguan asam basa dpt diketahui dg memeriksa darah arteri (pemeriksaan ASTRUP = Analisa Gas Darah) Yang dinilai adalah: pH, pCO2, HCO3, BE Selain itu ada faktor penting lain: pO2, O2 saturation

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Keseimbangan kemampuannya yang cairan adalah besar esensial untuk bagi kesehatan. diri, Dengan tubuh

sangat

menyesuaikan

mempertahankan keseimbangan, biasanya dengan proses-proses faal (fisiologis) yang terintegrasi yang mengakibatkan adanya lingkungan sel yang relatif konstan

DAFTAR PUSTAKA Tambayong. (2002). J. W. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC Gibson. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC Tarwoto. (2003). (2000). Fisiologi dan Anatomi Modern untuk Perawat. Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia. masalah keseimbangan cairan dan elektrolit adalah hal yang sangat penting dan jangan menganggap masalah ini adalah masalah sepele. (ed. Patofisiologi untuk Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika Mubarak. karena Jika seseorang sakit. Saran Bagi para pembaca. biasanya masalah keseimbangan cairan dan elektrolit kurang diperhatikan. Kemampuan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan cairan ini dinamakan “homeostasis”. J. N.2). I. W. Dan Chayatin. Kebutuhan Dasar Manusia & Proses Keperawatan. (2007).tapi dinamis. B. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC .

Bila makanan tidak mengandung zat gizi yang dibutuhkan sel tubuh kelancaran kerja fisiologis akan terganggu..Ns. :) PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI By: H. Daily Calendar Just Say Hai para blogger???? salam sehat dariku...39 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Tidak ada komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom) Cari Blog Ini Memuat.Kep.Arham Alam.S. Pengertian . makanan merupakan kebutuhan pokok untuk hidup.Diposkan oleh rama di 07. dan beberapa zat makanan penting sekali untuk kesehatan.. Pendahuluan Semua sel tubuh membutuhkan makanan yang cukup.

3. seperti pertumbuhan. Nutrien sangat penting untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan. transportasi. absorpsi. absorpsi. metabolisme dan ekskresi. interaksinya dan keseimbangannya dalam hubungannya dengan kesehatan dan penyakit melalui proses ingesti.419) “ Nutrisi adalah ilmu yang mempelajari zat makanan (nutrient) dan zat-zat lain yang ada dalam makanan serta kerjanya.1979. 1985. “ Nutrition is term that include the bodily processed in the ingestion and metabolisme of food = Nutrisi meliputi semua proses tubuh yang melibatkan ingesti dan metabolisme makanan “(Fundamental of nursing concept.3) Nutrisi sebagai Kebutuhan Dasar Manusia 1.436). . 2. pemakaian dan ekskresi dari makanan “ (Essential of nutrition therapy.Jika tubuh mengalami kekurangan beberapa zat penting maka akan terjadi ketidakmampuan untuk : • • • Tumbuh Risiko buruk bagi tubuh Memelihara fungsi & pergantian jaringan Fisiologi Nutrisi Makanan akan diproses tubuh melalui tahap-tahap : Ingesti.• • • “ Nutrisi merupakan proses total yang terlibat dalam konsumsi dan penggunaan zat makanan yang meliputi cara pemakaian gizi oleh prosesproses dalam tubuh. Digesti. Nutrien akan digunakan untuk memproduksi energi berupa ATP ( Adenosin triphospat ) untuk seluruh aktifitas tubuh : • • • • Pergerakan otot Transmisi impuls saraf Tergantung pada energi yang Proses berfikir di produksi dari makanan yang Produksi panas dikonsumsi individu Nutrisi sebagai Kebutuhan Dasar Manusia • Nutrien dibutuhkan untuk membuat zat-zat penting seperti hormon dan enzim . Zat makanan / nutrien yang didapat dari pemasukan makanan --à materimateri yang dibutuhkan oleh tubuh. pemeliharaan serta fungsi normal dari sel tubuh. penggantian jaringan dan pemeliharaan kegiatan dalam tubuh secara keseluruhan “ (Dasar-dasar ilmu keperawatan.

A. Proses ini terjadi secara refleks sebagai akibat adanya penekanan pd bagian faring & mulai sejak makanan sudah dikunyah secara adekuat. sakrose dan maltose 2. yaitu bergeraknya makanan dr mulut ke esophagus. Digesti . Protein Terjadi perubahan secara kimiawi mulai dari lambung. usus halus.Merupakan rangkaian kegiatan fisik dan kimia pada makanan yang dibawa kedalam tubuh. sehingga karbohidrat sampai pada usus halus sudah menjadi maltosa/disakarida lainnya (laktosa & sukrosa). yang dibantu oleh enzim amilase dari pancreas. yg diatur o/ SSP. Proses kimiawi pada digesti : 1.Terjadi penyederhanaan zat makanan sehingga dapat diabsorpsi oleh saluran intestinal. Proses mengunyah melibatkan gigi & kontrol volunter otot-otot mulut → bila makanan berada pd gigi. B. usus besar. . penyederhanaan makanan dr ukuran besar menjadi ukuran lebih kecil. lambung. gusi. dimana protein dirubah menjadi pepton oleh enzim pepsin → masuk ke duodenum dirubah menjadi peptida . palatum keras & lidah. esophagus. Karbohidrat Amilum dipecah menjadi maltosa/somaltosa oleh enzim ptialin yang dihasilkan kelenjar ludah.Saluran yang berperan antara lain : mulut. & masuk lambung. Proses menelan → merupakan tahap terakhir dr peristiwa ingesti. serta refleks ini akan menahan proses respirasi. . Ingesti Ad/ proses masuknya makanan kedalam tubuh yang terdiri dari : • • • Dimulai dari koordinasi otot-otot lengan dan tangan untuk membawa makanan ke mulut Proses mengunyah → proses pemecahan. pharing. maka akan terjadi refleks mengunyah yg volunter (disadari). Disakarida akan dirubah menjadi monosakarida pada permukaan dinding usus halus dengan bantuan enzim laktase.

Lemak Dilambung hanya diemulsikan saja → dirubah menjadi asam lemak dan gliserol dengan bantuan enzim lipase pancreas. hidrogen. vit B12 dan natrium → usus halus bagian bawah 4. C. Kalsium. Karbohidrat • • • • Merupakan zat utama penunjang tubuh dlm penyediaan energi yg berbentuk glukosa Dalam sel glukosa dirubah → energi dengan perubahan proses oksidasi yang menghasilkan ATP. Monosakarida.oleh enzim tripsin (dihasilkan pancreas) → berubah menjadi asam amino oleh enzim dipermukaan usus halus. Garam empedu. asam lemak/gliserol. dan zat lain → usus halus bagian tengah 3. asam lemak dan gliserol (lemak). 3. natrium → colon D. Proses ini meliputi semua perubahan kimia yg dialami zat makanan sejak diserap o/ usus hingga dikeluarkan o/ tubuh sebagai sampah 1. mineral dan air. natrium. Vitamin yang larut dalam air. Setelah diserap oleh usus nutrien akan dilanjutkan ke saluran darah dan getah bening → masuk ke hati melewati vena porta Tempat – tempat absorpsi nutrisi : 1. besi dan klorida → diusus halus bagian atas 2. Absorpsi • • • Adalah proses dimana nutrien yang telah berbentuk paling sederhana diserap oleh usus Nutrien diserap berupa : (glukosa karbohidrat). asam amino. Metabolisme Merupakan bagian akhir dlm penggunaan makanan di tubuh. tanpa kecuali vitamin. Air. asam amino (protein). kalori dan zat buangan (air dan CO2) Penyimpanan glukosa dalam bentuk glikogen → dihati dan otot Glikogen sewaktu – waktu dirubah menjadi glukosa kembali bila tubuh memerlukannya .

Jenis lemak : a. buah-buahan.Kolesterol merupakan satu bentuk lemak jenuh. sayuran. .5 gr/kgBB/hari 1 gram karbohidrat memberikan energi 4 kalori Proses masuknya glukosa ke intra sel sangat dibantu dengan peran insulin yang dihasilkan pancreas Makanan yang mengandung tinggi karbohidrat : padi-padian. dan dapat berjalan hingga 12 jam Bila glikogen dan glukosa habis → tubuh akan memecah protein dan lemak sebagai bahan energi Karbohidrat digunakan tubuh utk energi hampir 60 % dr kebutuhan energi keseluruhan Kebutuhan karbohidrat utk orang dewasa dgn aktivitas sedang 5. Lemak tak jenuh Dapat dengan mudah bergabung dengan molekul lain/membentuk struktur lain → HDL (High Density Lipid) → mudah dimetabolisme oleh hati. Lemak jenuh . lemak terus disimpan dalam tubuh sehingga dapat meningkatkan berat badan Kebutuhan lemak untuk orang dewasa dengan aktivitas sedang 1.5 gr/kgBB/hari. b.Makanan yang banyak mengandung lemak : daging . 2. dan pemegang andil penting yang membuat makanan terasa enak Lemak terkontribusi dalam kulit terutama pada kelenjar adiposa dan folikel rambut Kandungan lemak dlm subcutis sangat membantu tubuh dlm mengatur temperatur Lemak juga berfungsi untuk mencegah organ dlm injury Bila tidak digunakan untuk energi. diperlukan untuk melengkapi cairan empedu untuk pencernaan lemak. Lemak • • • • • • • Merupakan sumber energi yang paling produktif → 1 gram lemak menghasilkan 9 kalori Merupakan kelengkapan makanan yang penting → sebagai wahana berbagai vitamin yang larut dalam lemak.Tidak mudah bergabung dengan molekul lain → LDL (Low Density Lipid) → sukar dimetabolisme menjadi zat lain . susu. juga sebagai bahan dasar beberapa jenis hormon steroid. roti.• • • • • • • Glikogen akan mensuplai kebutuhan energi bila glukosa sudah tidak memungkinkan lagi. umbi-umbian.

E dan K. kelebihan vitamin ini akan dibuang melalui ginjal Vitamin C membantu absorpsi zat besi Vitamin Kebutuhan tubuh akan vitamin : • • • • • • • • Vitamin Vitamin Vitamin Vitamin Vitamin Vitamin Vitamin Vitamin A : 5000 iu B1 : 1. D.5 mg B6 : 2 mg B12 : 3 mg C : 45 mg D : 400 iu K : 300 – 500 mcg 4.2 mg B2 : 1. dan tidak dapat dihasilkan oleh tubuh Vitamin larut dalam lemak : A. Vitamin • • • • • • Merupakan bahan makanan pelengkap yang penting Vitamin tidak menghasilkan kalori dalam jumlah yang berarti tapi memegang peranan penting dalam berbagai proses yang diperlukan guna menjaga kesehatan Vitamin bersifat organik. kehamilan dan menyusui Kalium dapat membantu frekuensi dan kekuatan kontraksi otot jantung → bila kalium pada ekstra sel banyak → penurunan frekuensi dan dilatasi pembuluh darah jantung Kekurangan zat besi → dapat menyebabkan penurunan Hb Mineral Kebutuhan mineral tubuh : . bila kelebihan jumlah vitamin ini akan memungkinkan terjadinya keracunan karena sulit dibuang melalui ginjal. terutama pada anak – anak.3. Vitamin larut dalam air : C dan B. Mineral • • • • • Mineral mudah larut dalam air yang fungsi utamanya menjaga keseimbangan asam dan basa cairan tubuh Umumnya mineral terdapat cukup banyak dalam makanan → bila diet normal dan berimbang jarang kekurangan mineral Kalsium dibutuhkan untuk menumbuhkan dan mempertahankan sistem kerangka tubuh.

Ekskresi Ekskresi atau eliminasi merupakan pekerjaan tubuh untuk membuang zat sisa dari metabolisme yang tidak terpakai lagi untuk keperluan tubuh. Kebutuhan makanan dan kalori berbeda antar individu. Kalori • • • • Kalori ad/ panas yg dihasilkan tubuh dr hasil pembakaran zat gizi (nutrien) Satu kalori adalah jumlah panas yang diperlukan untuk meningkatkan suhu 1 kg air sebesar 1 derajat celcius Produksi panas oleh tubuh pada tingkat terendah kimia sel dan aktivitas tubuh disebut angka metabolisme dasar. Angka metabolisme dasar bagi laki – laki dewasa adalah 1700 dan bagi wanita dewasa adalah 1400. tergantung pada : Berat badan dan tinggi badan Usia dan jenis kelamin Aktivitas fisik Iklim/cuaca Selama masa kehamilan dan menyusui E.• • • • • • • Kalsium : 800 mg Iodium : 110 mg Besi : 10 mg Magnesium : 350 mg Posphor : 800 mg Kalium : 1959-5850 mg Natrium : 2300 – 6900 mg 5. Proses ini terjadi . Air • • • Merupakan bahan yang sangat diperlukan tubuh. Kandungan air dalam tubuh 60 – 70% dan merupakan bahan terpenting untuk proses sekresi dan ekskresi Fungsi paling nyata untuk air adalah untuk bertahan (Survival) 6. walau tidak menghasilkan energi bagi tubuh.

peningkatan berat badan akan meningkatkan metabolisme) Terjadi infeksi (untuk pembentukan zat fagositer bakteri patogen) Stress (meningkatkan produksi hormon thyroid sehingga meningkatkan epinephrin yang mensupport metabolisme) Meningkatnya kehilangan nutrisi karena kehilangan cairan (hemorhagi. antara lain : defekasi (zat sisa dari saluran cerna). diare. dialisa ginjal. jenis dan jumlah makanan dan minuman yang dibutuhkan secara pasti belum jelas Faktor – faktor yang berperan dalam pengaturan makanan : • • • Lapar Tdk menyenangkan Haus Kekenyangan → telah cukup banyak makan Pengaturan makan dipengaruhi oleh beberapa hal : • • Aktivitas Usia.dalam bermacam – macam bentuk. kanker. Faktor – faktor yang Meningkatkan Kebutuhan Nutrisi • • • • • • • • • • Periode pertumbuhan yang cepat (infant. menstruasi. jenis kelamin. drainage. luka bakar. dll . hyperthyroid. toddler. psikosis. kalori naik 7 %) Meningkatnya aktivitas otot Jenis kelamin (BMR laki – laki lebih tinggi dari wanita) Berat badan (secara kuantitatif. penyakit ginjal/hati. diaporesis (pengeluaran keringat). dll) Penyakit kronis yang mempengaruhi fisiologi nutrisi (diabet. remaja dan hamil) Selama perbaikan jaringan karena proses luka/pembedahan Meningkatnya suhu tubuh (tiap kenaikan suhu 10 F. Miksi (zat sisa dari saluran kemih). dan ekspirasi (pengeluaran air dan CO2). masalah pernafasan) Faktor – faktor yang Mempengaruhi Penurunan Kebutuhan Nutrisi • • • • • • • • • • Penurunan laju pertumbuhan Penurunan angka metabolisme dasar Hypotermia (penurunan metabolisme sel) Hypothyroid (penurunan BMR) Jenis kelamin (Wanita < pria) Gaya hidup yang cenderung pasif Immobilisasi/bedrest Kehilangan berat badan (karena penurunan aktivitas otot untuk bergerak) Pengaturan konsumsi makanan dan minuman Mekanisme yang menyebabkan orang makan dan minum. laktasi.

konsistensi. Tambahan makanan → zat yang digunakan untuk menyempurnakan warna makanan. kurus dan gemuk Aspek budaya kegiatan makanan Sikap menyukai/tidak. mineral atau protein. Mengidentifikasi adanya malnutrisi dan efeknya terhadap status kesehatan klien . atau kombinasinya dengan zat makanan lain.• • • • Pengaturan konsumsi makanan → hypothalamus Pengaturan konsumsi makanan . dan stabilitas makanan Type tambahan makanan yang banyak digunakan : Bahan pengawet Zat anti oksidasi Zat untuk adonan stabil Zat penebal Pewarna Pemanis pengembang PENGKAJIAN NUTRISI Pengkajian nutrisi merupakan bagian integral dari perawatan kesehatan untuk meningkatkan kesehatan klien dan menurunkan angka rawat inap. Pengkajian nutrisi melibatkan pengumpulan informasi mengenai klien untuk mengetahui status nutrisi. mengidentifikasi kebutuhan nutrisi dan menetapkan rencana tindakan bagi klien sesuai dengan kebutuhan Tujuan Pengkajian 1. rasa. kebiasaan makan → hasil dari proses belajar Faktor – faktor budaya yang berkaitan dengan kegiatan makan : • • • • • • Praktek keagamaan Vegetarian Budaya/kultur Kebangsaan Psikososial Sifat Tambahan dan pelengkap makanan • • • Pelengkap makanan → preparat yang mengandung vitamin.

kelemahan. penyakit cardio vaskuler dan kanker 3. gangguan gastrointestinal. kelebihan berat badan. tapi bila aktivitas menurun maka kebutuhan akan kalori juga menurun.2. Keluhan Utama Keluhan yang lazim terjadi antar lain :Kehilangan berat badan. Ahli gizi Komponen pengkajian nutrisi Data Biografi Khususnya untuk usia dan jenis kelamin dapat membantu menemukan faktor resiko khusus. Kebutuhan Nutrisi dalam Asuhan Keperawatan BAB I . perubahan kulit dan gangguan pergerakan. Mengidentifikasi parameter nutrisi untuk status kesehatan klien yang optimal dan kondisi yang fit. perawat harus mempertimbangkan kebutuhan klien secara menyeluruh dihubungkan dengan nutrisi. Saat mengkaji status nutrisi klien dan menentukan rencana keperawatan. Komponen pengkajian dan pendekatan holistik antara lain : • • • • Kebudayaan dan pola konsumsi makanan Makanan yang lazim dikonsumsi Tingkat aktivitas fisik Standard hidup Pengkajian status nutrisi secara tim Tim pelaksanaan pengkajian nutrisi terdiri dari : Perawat . Dokter . Contoh lain anemia defisiensi besi sering terjadi pada remaja wanita daripada remaja pria. Mengidentifikasi pola makan yang berlebihan dan hubungannya dengan kejadian obesitas. diabet. hypertensi. Mis : Dewasa tua mempunyai kebutuhan nutrisi yang hampir sama dengan dewasa muda.

danaktualisasi diri ( Potter dan Patricia. termasuk keseluruhan proses dalam tubuh manusia untuk menerima makanan atau bahan-bahan dari lingkungan hidupnya dan menggunakan bahan-bahan tersebut untuk aktifitas penting dalam tubuh serta mengeluarkan sisanya. yaitu kebutuhan fisiologis (makan. Kebutuhan dasar manusia menurut Abraham Maslow dalam Teori Hierarki Kebutuhan menyatakan bahwa setiap manusia memiliki lima kebutuhan dasar. Latar Belakang Kebutuhan dasar manusia merupakan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh manusia dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis maupun psikologis. zat-zat gizi dan zat-zat lain yang terkandung. Nutrisi adalah zat-zat gizi atau zat-zat lain yang berhubungan dengan kesehatan dan penyakit. keamanan. harga diri. Tujuan adanya kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan adalah untuk memberikan gambaran kepada penulis tentang kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan dan cara penanganannya menurut konsep ilmu.PENDAHULUAN A. . 1997 ). aksi. cinta. yang tentunya bertujuan untuk mempertahankan kehidupan dan kesehatan. dan keseimbangan yang berhubungan dengan kesehatan dan penyakit ( Tarwoto dan Wartonah. Nutrisi juga dapat dikatakan sebagai ilmu tentang makanan. reaksi. 2010 ). Kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan memberikan gambaran tentang apa yang harus dilakukan dan kesulitan – kesulitan yang akan dihadapi saat penulisan makalah. Tubuh butuh energi untuk aktifitas sehingga dibutuhkan intake nutrisi yang tepat dan mencakup. minum).

2. Mengetahui Metabolisme. Mengetahui Kebutuhan Nutrisi Berdasarkan Tahap Perkembangan. seorang penulis mampu mengambil sikap dan keputusan yang tepat dalam mengatasi masalah penulisan makalah. Mengetahui Laju Metabolisme Basal. Mengetahui Absorpsi Gastrointestinal. maka tujuan penulisan ini adalah : 1.Dengan kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan. Mengetahui Faktor yang Mempengaruhi Nutrisi Seseorang. C. 4. Tujuan Penulisan Berdasarkan permasalahan di atas. B. 7. 6. Mengetahui Elemen-elemen Nutrisi atau Zat Gizi. makalah ini akan membahas tentang kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan. Mengetahui Proses Pencernaan Makanan. 5. Berdasarkan ketertarikan penulis terhadap kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan. Bagi Mahasiswa . Manfaat Penulisan Hasil pelaksanaan penulisan makalah ini akan memberi manfaat yang berarti bagi mahasiswa dan instansi. maka lahirlah makalah yang berjudul “ Kebutuhan Nutrisi dalam Asuhan Keperawatan “. Oleh karena itu. 3. diantaranya adalah : 1.

2. Bagi Instansi Dengan penulisan makalah ini. akan memberikan manfaat bagi instansi sebagai media informasi pembelajaran yang dapat membantu dalam proses belajar mengajar serta penambah wawasan informasi dalam materi pembelajaran KDDK.Penulisan makalah ini bermanfaat bagi mahasiswa dalam memberikan informasi kepada mahasiswa yang belum mengetahui tentang kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan. .

tetapi tergantung dari jenis makanan. Makanan yang sudah dikunyah selanjutnya masuk ke esofagus melalui proses menelan (deglutition). Pencernaan secara mekanik Pencernaan makanan makanan secara mekanik lebih banyak terjadi dalam rongga mulut yaitu mekanik mengunyah. Makanan dikunyah rata-rata 20-25 kali. proses pencernaan dilakukan secara mekanik dan secara kimiawi.BAB II ISI DAN TEORITIS A. 1. Proses Pencernaan Makanan Pencernaan makanan merupakan proses pemecahan makanan menjadi bagian yang lebih kecil. .

air. Salah satu funsi dari hati ialah regulasi metabolik.2. c. Absorpsi Gastrointestinal . kemudian dihasilkan komponen karbohidrat. B. Kandung empedu Fungsi utama dari kandung empedu adalah menyimpan cairan?garam yang dihasilkan oleh hati sekitar 1 liter setiap hari. Pankreas Pankreas merupakn kelenjar yang yang mempunyai dua fungsi yaitu fungsi endrokin dan eksorin. b. Hati Hati memproduksi cairan empedu yang kemudian keluar melalui dua saluran yaitu duktus hapitikus kanan dan kiri. di antaranya: a. Proses pencernaan makanan tidak terlepas dari peran organ-organ asesoris sistem pencernaan. Sedangkan sel eksorin pankreas adalah sel acinar dan epitel yang menghasilkan cairan pankreas seperti enzim-enzim pencernan. protein dan lemak. dan ion-ion. Pencernaan secara kimiawi Pencernaan makanan secara kimiawi di lambung dilakukan melalui pencampuran makan dengan asam lambung. mukus dan pepsin. Sel-sel endrokin adalah pulau-pulau legerhans menghasilkan hormon insulin dan glukagon yang berperan dalam pengaturan kadar gula darah.

1996 ). Jenis kelamin. ion mineral. Usia. peristaltik usus.Absorpsi merupakan pemindahan agen subtract seperti air. 3. Metbolisme adalah jumlah keseluruhan reaksi kimia dan fisik pengubah energi dalam tubuh yang menopang dan mempertahankan kehidupan (sloane. Tinggi badan dan berat badan. yaitu untuk keguatan fungsi tubuh seperti aktivitas jantung. D. vitamin. C. 1. sel membutuhka oksigen dan nutrisi termaksuk vitamin. . dan nutrisi melewati membrane epithelium digestif dan masuk ke cairan interstisial dari saluran pencernaan. 2004) Untuk dapat terjadi metabolisme. elektrolit. pernapasan. dan substansi organik seperti enzim. Setiap hari kira-kira 8-9 liter air dan 1 kg nutrisi melewati membrane dinding usus dari lumen usus masuk ke aliran darah ( Hinchliff. dan kegitan kelenjar-kelenjar tubuh. 2. Laju Metabolisme Basal Laju metabolisme basal (basal metabolisme rate) adalah energi yang digunakan tubuh pada saat istirahat. Besarnya kebutuhan energi basal ini dipengaruhi faktir-faktor berikut. Metabolisme Nutrisi yang sudah disbsorpsi dan masuk dalm sistem sirkulasi selanjutnaya akan dimanfaatkan untuk energi tubuh melalui reaksi kimia yang disebut metabolisme.

1. vitamin. Temperatur lingkungan. Elemen nutrisi atas karbohidrat. lemak. Keadaan hamil. Kelainan endokrin. 6. Elemen-elemen nutrisi atau zat gizi Tubuh membutuhkan nutirsi untuk kelangsungan fungsi-fungsi tubuh. Karbohidrat Karbohidrat merupakan sumber energi utama tubuh. Protein Protein memberi energi 4 kkal/g. 5. 3. Zat gizi berfungsi sebagi penghasil energi bagi funsi organ. Karbohidrat akan terurai dalam bentuk glukosa yang kemudian dimanfaatkan tubuh dan kelebiahan glukosa akan disimpan dalm hati dan jaringan otot dalam bentuk glikogen. Keadaan sakit.4. 7. 8. E.protein. serta kerja fisik. 2. mineral dan air. pencernaan protein terjadi di lambung selanjutnya asam amino di edarkan oleh darah. Keaadaan psikologis seperti stres dan ketegangan. Lemak . untuk pergerekan. Asam amino dapat di ubah menjadi lemak dan di simpan dalam jaringan adiposa atau di katabolisasi menjadi energi melalui glikogenesis.

lemak diemulsifikasi oleh garam empedu dan lesitin.makanamn. Hasil hidrolisis lemak perperan dalam emulsifikasi. Vitamin Tubuh tidak mensintesis vitamin dan bergantung pada asupan diet. Asam lemak kemudian akan diabsorpsi di internasional kemudian ditransport ke hepar. 6. Vitamin juga berfungsi sebagai bebas. termasuk dalam sistem.lemak memberi energi 9 kkal/g lemak mulai dicerna dimulut dengan bantuan lipese lingual.fungsi air dalam tubuh adalah sebagai berikut : a. Sebagai pelarut zat makanan untuk memudahkan proses pencernaan makanan.asam lemak sebagi simpanan metabolik disimpan dalam bentuk triagliserol. 4. Asam lemak tak jenuh adalah asam lemak esensial padea tubuh manusia. yaitu substansi yang menetralisisr radikal . Minaral Mineral sebagai katalis reaksi biokimia. Air Berasal dari minum.dan sayuran.Lemak merupakan bentuk penhasilan energi tubuh yang utama. Mengaktifkan enzim-enzim yang terlibat dalam metabolisme dan mengatur keseimbangan antioksidan. b. 5. Diusus halus. Mineral merupakan bahan makanan anorganik yang berfungsi antara lain untuk menjaga keseimbang tubuh serta bahan penyusun tubuh beberapa mineral berfungsi untuk bermacam-macam kegiatan tubuh.

kalsium. fosfor. Chilid dan Adolescent . Ibu Hamil dan Menyusui Lebih banyak membutuhkan kalori. c. Toddler dan Preschool Usia ini. Anak perlu asupan protein.cairan dalam tubuh. dan zat besi yang tinggi. folat. zat besi dan ASI pada ibu hamil. Sebagai alat angkut berbagai senyawa dan enzim. bayi hanya mengkomsumsi susu. Makanan tambahan di berikan pada usia 6 bulan. Usia 6 bulan pertama. kalsium . nafsu makan anak dan kecepatan pertumbuhan mulai menurun sehingga perlu intake nutrisi yang penting untuk tumbuh kembang anak. 3. air dan kalori. Mengatur suhu tubuh. 2. d. Kebutuhan yang lebih banyak diperlukan pada ibu menyusui yaitu kalsium. Biskuit di berikan pada yang sudah tumbuh giginya. protein. vitamin A dan C. Bayi Mengalami tumbuh kembang pesat pada 1 tahun pertama. Kebutuhan Nutrisi Berdasarkan Tahap Perkembangan 1. F. 4.

protein. zat besi. Kultur dan Agama Kubudayaan dan agama yang dianut individu sangat mempengaruhi pola dietnya. serat. kalsium. 5. diet lemak.Pertumbuhannya meningkat pada usia ini. vitamin dan mineral yang tinggi. G. . D dan B. Diet yang di ancurkan untuk dewasa tua adalah rendah kalori. bulimia anoreksia nervosa. Menentukan makanan berdasar jumlah orang yang ada dirumah tersebut. 2. Gigi permanen sudah tumbuh dan sisitem percernaannya sudah matur. Peningkatan pertumbuhan organ reproduksi pada remaja. 3. Makanan dan diet tertentu harus diberkan bila sesuai. vitamin C.Status Kesehatan Individu dengan kesehatan yang kurang akan memerlukan nutrisi yang lebih karena dukungan nutrisi adalah bagian esensial penyembuhan setiap penanganan medis. Status Sosioekonomi Pembelajaran makanan tergantung dari jumlah yang dimilki/ pendapatan. Membutuhkan karbohidrat. Faktor Yang Mempengaruhi Nutrisi Seseorang 1. Khususnya pada wanita menopose.masalah yang terjadi pada remaja adalah obesitas. Adult dan Order Aldult Penyembuhan dan metabolisme berhenti sehingga butuh kalori sedikit.

4. Faktor Psikologis Ketika seseorang stress memiliki perilaku diet berbeda–beda. Pilihan Pribadi Kesukaan datau ketidaksukaan pilihan individu terhadap makanan. Kesalahan Informasi Makanan Menganggap makanan tertentu bergizi rendah kerena keyakinan atau mitor terhadap kamanan. Makan berdasarkan perpesi dan motivasi individu. . Makanan mewah sebagai simbol status sosial. 6. 5. Alkohol merusak sistem gastrointetianal dan obat mengurangi absorpsi zat gizi. Perlu pertimbangan ketika individu tersebut akan melakukan diet terapeutik. 7. Alkohol dan Obat Hiper alkohol dan obat menyebabkan defisiensi nutrisi.

Keluarga Ny. S: 38C TD: 90/60mmhg. berat badan sekarang 45 kg turun 20% dari berat badan sebelum sakit. kadar albumin 2.2. nadi 80x/menit. Saat ini Ny. Aplikasi kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan dengan kasus Ketidakseimbangan Nutrisi Ny.BAB III KASUS PEMICU A. O mengatakan sejak tiga hari yang lalu klien mengeluh mual dan selalu muntah setiap makan. F. Hasil pemeriksaan lab di dapatkan Hb 10. wajah tampak pucat. O beragama islam dan berusia 38 tahun masuk RS karena tiba-tiba pingsan di rumah.1gr/dl. O terlihat sangat lemah.nafas: 16x/menit. .

Nama klien 2. . Pengkajian 1. : 38 tahun. O. Umur : Ny.BAB IV PEMBAHASAN A.

S: 38C.1. Kadar albumin: 2. : Klien mengatakan mual dan muntah. . Analisa Data Data Data Subjektif Data Objektif Problem Etiologi N o 1 Kl Klien • Klien terlihat mengatakan lemah mual dan • Wajah muntah. berat badan turun.1 S: 38C TD: 90/60mmHg Ketidak seimbangan • Ketidakmampuan nutrisi. dan TD: 90/60mmHg. Hb: 10.3. mencerna makanan.2 Kadar albumin: 2. wajah tampak pucat. Data Subjektif : Perempuan. Agama 6. tampak pucat • • • • • Berat badan turun Hb: 10. • • Ketidak mampuan menyerap nutrisi. Ketidak mampuan memasukan makanan.2. Alamat 5. B. :: Islam. a Objektif : Klien terlihat lemah. Jenis kelamin 4.

Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi yang dibutuhkan pasien b. Monitor jumlah nutrisi dan kandungan kalori Berikan informasi tentang kebutuhan nutrisi Kaji kemampuan pasien untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan 2. Gangguan nutrisi 2. g. d.C.dan kekeringan jaringan konjungtiva. b. d. Intervensi 1. Nutrition Management a. Diagnosa Keperawatan Kemungkinan berhubungan dengan : 1.Nutrition Monitoring a. Monitor kalori dan intake nutrisi . c.Hb.kemerahan.total protein . Ketidakmampuan menyerap nutrisi D. e. BB pasien dalam batas normal Monitor adanya penurunan BB Jadwalkan pengobatan dan tindakan tidak selama jam makan Monitor mual dan muntah Monitor kada albumin. c. f.dan kadar Ht Monitor pucat .

2. 4. Pasien terlihat tidak lemah. 5. 11. Hb. 10.Memonitor mual dan muntah. dan kadar Ht. O: 1.Memonitor kekeringan jaringan konjungtiva.Memonitor adanya penurunan berat badan. F.dan pucat 3.Mengecek berat badan pasien. Implementasi 1.Mengkaji kemampuan pasien untuk mendapatkan nutrisi.Memonitor kadar Albumin.Memberikan obat. 9.Memberikan informasi tentang kebutuhan nutrisi.Memonitor jumlah nutrisi dan kandungan kalori.E.Mengkolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi. 7. 2. Evaluasi S : Pasien mengatakan tidak mual dan tidak merasa muntah setap makan.Memonitor kalori dan intake nutrisi. 3. Tekanan Darah. BB normal 4. 8. 6. Pasien tidak mual dan muntah setiap makan . total protein.

Kesimpulan . Berat badan dalam batas normal 3. Berikan obat 2. Kadar Albumin 6. Tekanan darah dalam batas normal 2. Kemampuan menyerap nutrisi adekuat P : 1.5. RR A: 1.Monitor kalori dan intake nutrisi BAB V PENUTUP A. Memjadwalkan pengobatan dan tindakan tidak selama jam makan 3.

yaitu untuk keguatan fungsi tubuh seperti aktivitas jantung. Zat gizi berfungsi sebagi penghasil energi bagi funsi organ. Saran Mengingat pelaksanaan penulisan makalah ini baru berjalan sepekan sehingga hasil yang diperoleh belum maksimal. vitamin.Pencernaan makanan merupakan proses pemecahan makanan menjadi bagian yang lebih kecil. untuk pergerekan. lemak. 1996 ). Laju metabolisme basal (basal metabolisme rate) adalah energi yang digunakan tubuh pada saat istirahat. elektrolit. . mineral dan air. B. serta kerja fisik. Setiap hari kira-kira 8-9 liter air dan 1 kg nutrisi melewati membrane dinding usus dari lumen usus masuk ke aliran darah ( Hinchliff. peristaltik usus. pernapasan. dan kegitan kelenjar-kelenjar tubuh. Tubuh membutuhkan nutirsi untuk kelangsungan fungsi-fungsi tubuh. Elemen nutrisi atas karbohidrat. vitamin. dan nutrisi melewati membrane epithelium digestif dan masuk ke cairan interstisial dari saluran pencernaan. proses pencernaan dilakukan secara mekanik dan secara kimiawi.protein. Nutrisi yang sudah disbsorpsi dan masuk dalm sistem sirkulasi selanjutnaya akan dimanfaatkan untuk energi tubuh melalui reaksi kimia yang disebut metabolisme. disarankan kepada penulis untuk dapat melengkapi informasi tentang kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan. Absorpsi merupakan pemindahan agen subtract seperti air. Oleh karena itu.

Jakarta: Salemba Medika.DAFTAR PUSTAKA Saryono. Jakarta: Salemba Medika. Anggriyana Tri Widianti. Dona L. 2011. Kebutuhan Dasar Manusia Aplikasi Konsep dan Proses Keperawatan jilid 2. Wartonah.. 2010. A. Wong. 2009. Catatan Kuliah : Kebutuhan Dasar Manusia ( KDM ). Jakarta: EGC. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan.. . Yogyakarta: Nuha Medika. Tarwoto. Aziz alimul H. 2008. Buku Ajar Keperawatan Pediatrik.