Konsep Kebutuhan Dasar

Konsep Kebutuhan Dasar Manusia

Posted on April 17, 2011 by muzavipahlevi Kebutuhan dasar manusia adalah unsure-unsur yang dibutuhkan manusian dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis maupun fisiologis, yang tentunya untuk mempertahankan kehidupan dan kesehatan. Kebutuhan manisia menurut Abraham Maslow dalam Teori Hirarki Kebutuhan menyatakan bahwa setiap manusia memiliki lima kebituhan dasar yaitu kebutuhan fisiologis (makan dan minum), keamanan, cinta, harga diri, dan aktualisasi diri (Sumber: Potter And Patricia, 1997). Ciri Kebutuhan Dasar Manusia Manusia memiliki kebutuhan dasar yang bersifat heterogen. Setiap orang umumya memiliki kebutuhan dasar yang sama, akan tetapi terdapat perbedaan budaya, maka kebutuhan tersebutpun ikut bebbeda. Dalam memenuhi kebutuhannya, manusia menyesuaikan diri dengan prioritas yang ada. Lalu jika gagal memenuhi kebutuhannya makamanusia akan berfikir lebih keras dan bergerak untuk memenuhi kebutuhannya. Faktor Yang Mempengaruhi Kebutuhan Dasar Manusi Kebutuhan dasar manusia dipengaruhi oleh berbagai factor, diantaranya adalah :

Penyakit

Adanya penyakit dalam tubuh dapat menyebabkan perubahan pemenuhan kebutuhan, baik secara biologis maupun fisiologis, karena beberapa fungsi organ tubuh memerlukan pemenuhan kebutuhan lebih besar daripada biasanya.

Hubungan Keluarga

Hubungan keluarga yang baik dapat meningkatkanpemenuhan kebutuhan dasar karena adanya saling percaya, merasakan kesenangan hidup, tidak ada rsa curiga, dan lain-lain.

Konsep Diri

Konsep diri manusia memiliki peran dalam pemenuhan kebutuhan dasar. Konsep diri yang posotif dapat memberikan makna dan keutuhan (wholeness) bagi seseorang. Konsep diri yang sehat dapat memberikan perasaan positif terhadap diri sendiri. Orang yang merasa posituf terhadap dirinya akan mudah berubah, mudah mengenali kebutuhan dan mengembangkan cara hidup yag sehat, sehingga mudah memenuhi kebutuhan dasarnya.

Tahap Perkembangan.

Sejalan dengan meningkatnya usia, manusia mengalami perkembangan. setiap tahap perkembangan tersebut memiliki tingkat kebutuhan yang bebeda, baik kebutuhan biologis,

psikososial, social, maupun spiritual, mengingat fungsi organ tubuh juga mengalami proses kematangan dengan dengan aktivitas yang berbeda. Pendapat Beberapa Ahli Tentang Konsep Kebituhan Dasar Manusia.

Virginia Handerson

Virginia Handerson membagi kebutuhan dasar manusia kedalam 14 komponen berikut : 1) 2) 3) 4) 5) 6) Bernafas secara normal. Makan dan minum yang cukup. Eliminasi. Bergerak dan memepertahan postur tubuh yang diinginkan. Tudur dan istirahat. Memilih pakaian yang tepat.

7) Mempertahankan suhu tubuh dalam kisaran normal dengan. menyesuaikan pakaian yang dikenakan dengan memodifikasi lingkungan. 8) Menjaga kebutuhan diri dan penampilan.

9) Berkomunikasi dengan orang lain dalam mengekspresikan emosi, kebutuhan, kakhawatiran dan opini. 10) Menghindari bahaya dari lingkungan dan dan menghindari membehayakan orang lain. 11) Beribadah sesuai dengan agama dan keyakinan. 12) Bekerja sedemikian rupa sebagai modal membiayai kebutuhan hidup. 13) Berpain atau berpartisipasi dalam berbagai bentuk rekreasi. 14) Belajar, menemkan, atau mamuaskan rasa ingn tahu yang mengarah pada perkembangan yang normal, kesehatan, dan penggunaan fasilitas kesehatanyang tersedia.

Jean Watson

Jean Watson membagi kebutuhan dasar manusia kedalam dua peringkat utama, yaitukebutuhan yang tingkatnya lebih rendah (lower order needs) dan kebutuhan yang tingkatnya lebih tinggi (higher order needs). Pemenuhan kebutuhan yang tingkatnya lebih rendah tidak selalu membantu

upaya kompleks mausia untuk mencapai aktualisasi diri. Tiap kebituhan dipandang dalam konteksnya terhadap kebutuhan lain, dan semuanya dianggap penting.

Gambar: Hierarki Kebutuhan Dasar Manusia Menurut Jean Watson

Abraham Maslow

Dikenal dengan nama Teori Hierarki Kebutuhan Dasar Manusia: 1) Kebutuha Fisiologis.

Adalah kebutuhan paling dasar, yaitu kebutuhan oksigen, cairan dan elektrolit, nutrisi, keseimbangan suhu tubuh, eliminasi, tempat tinggal, istirahat dan tidur serta kebutuhan seksual. 2) Kebutuhan rasa aman dn perlindungan.

Dibagi menjadi 2 yakni fisik dan psikologis:
• •

Fisik: meliputi perlindungan atas ancaman terhadap tubuh atau hidup seperti penyakit, kecelakaan, bahaya lingkungan, dan sebagainya. Psikologis: perlindungan atas ancaman dari pengalaman yang baru dan asing seperti kekhawatiran seorang anak ketika masuk sekolah untuk pertama kali karena merasa terancam oleh keharusan untuk berinteraksi dengan orang lain. Kebuthan rasa cinta serta rasa memiliki dan dimiliki.

3)

Member dan menerima kasih saying, mendapatkan kehangatan keluarga, memiliki sahabat, diterima oleh kelompok social, dan sebagainya. 4) Kebutuhan akan harga diri

Kebutuhan ini terkait dengan keinginan untukmendapatkan kekuatan, meraih prestasi, kepercayaan diri dan kemerdekaan diri. Selain itu, orang juga memerlukan pengakuan dari orang lain. 5) Kebutuhan aktualisasi diri.

Merupakan kebutuhan tertinggi dalam Hierarku Maslow, merupakan kebutuhan untuk berkontribusi pada orang lain/lingkungan serta mencapaipotensi diri sepenuhnya.

Gambar : Kebutuhan Dasar Manusia Menurut Abraham Maslow BAB I PENDAHULUAN Personal hygiene adalah upaya yang dilakukan dalam upaya memelihara kebersihan dan kesehatan dirinya baik secara fisik maupun mental. Perilaku kebersihan diri dapat dipengaruhi oleh nilai serta kebiasaan yang dianut individu. Saat seseorang sakit salah satu penyebabnya adalah kebersihan diri yang kurang. Menurut Roper (2002). Sebagai contoh. Adanya masalah dalam kebersihan diri akan berdampak pada kesehatan seseorang. Berpenampilan bersih darum dan rapih merupakan dimensi yang sangat penting dalam mengukur tingkat kesejahteraan individu secara umum.social. aktivitas ini dikembangkan menjadi rutinitas guna memberikan perasaan stabil dan aman pada diri individu. status ekonomi. Hal ini sangat penting mengingat kebersihan merupakan kebutuhan dasar utama yang dapat mempengaruhi status kesehatan dan kondisi psikologis secara umum.tingkat pendidikan. norma keluarga. sebab kebarsihan merupakan faktor penting dalam mempertahankan derajat kesehatan individu (Taylor 1989). disamping faktor budaya. dan lain sebaganya. adanya perubahan . Ini harus menjadi perhatian kita bersama. Tingkat kebersihan sendiri dinilai dari penampilan individu dan upayanya dalam menjaga kebersihan dan kerapian tubuhnya setiap hari.

2.pada kulit dapat menimbulkan berbagai ganguan fisik dan psikologis. seperti kelenjar dan kuku.peran perawat dalam hal ini sangat dibutuhkan guna meningkatkan personal hygiene individu melalui kegiatan penyuluhan dan meningkatkan pengetahuan tentang upaya kebersihan diri melalui penerapan prinsip hidup bersih dan sehat. Kebersihan itu sendiri dangat dipengaruhi oleh nilai individu dan kebiasaan. Hal ini terjadi karena kita menganggap masalah kebersihan adalah masalah sepele. sosial. Kulit terdiri atas 2 lapisan yaitu lapisan epidermis yang terdapat pada bagian atas yang banyak mengandung sel-sel epitel. Konsep Personal Hygiene Dalam kehidupan sehari-hari kebersihan merupakan hal yang sangat penting dan harus diperhatikan karena kebersihan akan mempengaruhi kesehatan dan psikis seseorang. keluarga. Pada kulit terdapat 2 kelenjar : pertama kelnejar sebasea yang menghasilkan minyak yang disebut sebun yang berfungsi meminyaki kulit dan rambut. saraf folikel rambut dan kelenjar. lapisan subkutan di bawah kulit dan pelengkapnya. Kedua. Jika seseorang sakit. pendidikan. Ganguan fisik yang terjadi dapat mengakibatkan perubahan konsep diri. biasanya masalah kebersihan kurang diperhatikan. Sedangkan gangguan psikologis terjadi karena kondisi tersebut mungkin mengurangi keindahan penampilan dan reaksi emosional (Doenges dkk). serta tingkat perkembangan. persepsi seseorang terhadap kesehatan. Fisiologi Kulit Sistem integumen terdiri atas kulit. padahal jika hal tersebut dibiarkan terus dapat mempengaruhi kesehatan secara umum. . Lapisan ini tidak mengandung pembuluh darah. Personal Hygiene berasal dari bahasa Yunani yaitu personal yang artinya perorangan dan hygiene berarti sehat. Lapisan kedua adalah lapisan dermis yang terdiri atas jaringan otot. Hal-hal yang sangat berpengaruh itu di antaranya kebudayaan . BAB II ISI 1. Sel-sel epitel ini mudah sekali mengalami regeneras. Kebersihan seseoang adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseoran untuk kesejahteraan fisik dan psikis. kelenjar serumen yang terdapat dalam telingga yang berfungsi sebagai pelumas dan berwarna cokelat.

Membantu keseimbangan carian da eletrolit 6. Proteksi tubuh 2. Menciptakan keindahan 6. Tujuan Personal Hygiene 1. Sensasi dari stimulus lingkungan 5. Perawatan mata Cara-cara merawat mata: • Usaplah kotoran mata dari sudut mata bagian dalam hingga sudut mata bagian luar . Memperbaiki personal hyiene yang kurang 4. Macam-macam Personal Hygiene 1. Meningkatkan rasa percaya diri 4. Memelihara kebersihan diri seseorang 3. sisir rambut mulai dari bagian ujung sampai ke pangkal dengan pelan dan hati-hati 2. Pengaturan temperatur tubuh 3. Memproduksi dan mengabsorpsi vitamin D 3. Mencagah penyakit 5.Fungsi Kulit : 1. Pengeluaran pembuangan air 4. Meningkatkan derajat kesehatan seseorang 2. Perawatan kulit kepala dan rambut Cara-cara merawat kulit kepala dan rambut: • • • • • • Cuci rambut 1-2 kali seminggu dengan memakai sampo yang cocok Pangkas rambut agar terlihat rapi Gunakan sisir yang bergerigi besar untuk merapikan rambut keriting dan olesi rambut dengan minyak Jangan menggunakan sisir yang bergerigi tajam karena bisa melikai kulit kepala Pijat kulit kepala pada saat mencuci rambut untuk merangsang pertumbuhan rambut Pada jenis rambut ikal dan keriting.

sebab akan merusak jaringan dibawah kuku . Perawatan hidung • • • • Jaga agar lubang hidung tidak kemasukan air dan benda kecil Jangan biarkan benda kecil masuk kelubang hidung. Sedangkan kuku kaki dipotong dalam bentuk lurus Jangan memotong kuku terlalu pendek karena dapat melukai kulit disekitar kuku Jangan membersihkan kotoran dibalik kuku dengan benda tajam. sebab nantinya akan menyumbat saluran nafas serta menyebabkan luka pada membran mukosa Sewaktu mengeluarkan debu dari lubang hidung.• • • • Saat mengusap mata. Perawatan kuku kaki dan tangan Cara-cara merawat kuku • • • Kuku jari tangan dapat dipotong dengan pengikir atau memotongnya dalam betukk oval atau menikuti bentuk jari. keluarkan secara pelan dengan menggunakan penyedot telinga Bila menggunakan air yang disemprotkan. lakukan dengan hati-hati agar tidak menimbulkan kerusakan telinga akibat tekanan air yang terlalu tinggi Aliran air yang masuk hendaknya diarahkan kesaluran telinga dan bukan langsung ke gendang telinga Jangan menggunakan peniti atau jepit rambut untuk membersihkan kotoran telinga karena dapat menusuk gendang telinga 5. Perawatan telingga Cara-cara merawat telinga • • • • Bila ada kotoran yang mrnyumbat telinga. gunakan kain yang paling bersih dan lembut Lindungi mata dari kemasukan debu dan kotoran Bila menggunakan kacamata hendaklah selalu dipakai Bila mata sakit cepat periksa ke dokter Cara-cara merawat hidung 3. hembuskan secara perlahan dengan membiarkan kedua lubang hidung tetap terbuka Jangan mengeluarkan kotoran dari lubang hidung dengan menggunakan jari karena dapat mengiritasi mukosa hidung 4.

Perawatan gigi dan mulut Cara-cara merawat gigi dan mulut • • • • • • • Tidak makan makanan yang terlalu manis dan asam Tidak menggunakan gigi untuk menggigit atau mencongkel benda keras Menghindari kecelakaan seperti jatuh yang dapat menyebabkan gigi patah Menyikat gigi sesudah makan dan khususnya sebelum tidur Meletakkan sikat gigi pada sudut 450 dipertemuan antara gigi dan gusi dan sikat menghadap kearah yang sama dengan gusi Menyikat gigi dari atas kebawah dan seterusnya Memeriksakan gigi secara teratur setiap enam bulan Cara-cara merawat tubuh secara keseluruhan: • • • • • Biasakan mandi dua kali sehari atau setelah beraktivitas Gunakan sabun yang tidak bersifat iritatif Sabuni seluruh tubuh terutama lipatan-lipatan kulit. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Personal Hygiene 1. Perawatan tubuh secara keseluruhan . Jangan gunakan sabun mandi untuk wajah Segera keringkan tubuh dengan handuk yang lembut dari wajah. badan hingga kaki 5.• • • Potong kuku seminggu sekali atau sesuai kebutuhan Khusus untuk jari kaki. 8. ketiak. tangan. Body image Gambaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi kebersihan diri misalnya karena adanya perubahan fisik sehingga individu tidak peduli terhadap kebersihannya. sebaiknya kuku dipotong segera setelah mandi atau direndam dengan air hangat terlebih dahulu Jangan menggigiti kuku karena dapat merusak jaringan kuku Cara-cara merawat genitalia 6. sela-sela jari. belakang telinga dll. Perawatan genetalia • • Membersihkan area genitalia eksterna pada saat mandi (wanita) Perawatan yang sama dilakukan saat mandi terutama pada mereka yang belum disirkumsisi (pria) 7.

BAB III PENUTUP A. kebutuhan harga diri. dan lain-lain. Pengetahuan Pengetahuan Personal Hygiene sangat penting karena pengetahuan yang baik dapat meningkatkan kesehatan. 6. 7. dan gangguan fisik pada kuku.2. Kesimpulan . infeksi pada mata dan telinga. Praktik sosial Pada anak-anak selalu dimanja dalam kebersihan diri. Kondisi fisik Pada keadaan sakit tertentu kemampuan untuk merawat diri berkurang dan perlu bantuan untuk melakukannya. sampo. gangguan membrane mukosa mulut. Kebiasaan seseorang Ada kebiasaan seseorang yang menggunakan produk tertentu dalam perawatan dirinya seperti penggunaan sabun. kebutuhan dicintai dan mencintai. sampo. maka kemungkinan akan terjadi perubahan pola Personal Hygiene 3. alat mandi yang semuanya memerlukan uang untuk menyediakannya 4. sikat gigi. Budaya Di sebagian masyarakat jika individu sakit tertentu maka tidak boleh dimandikan. Misalnya pada pasien penderita DM ia harus menjaga kebersihan kakinya. • Dampak Psikososial Masalah social yang berhubungan dengan Personal Hygiene adalah gangguan kebutuhan rasa nyaman. aktualisasi diri dan gangguan interaksi sosial. Status sosial-ekonomi Personal Hygiene memerlukan alat dan bahan seperti sabun. 5. pasta gigi. Gangguan fisik yang sering terjadi adalah gangguan integritas kulit. Dampak yang Sering Timbul pada Masalah Personal Hyiene • Dampak Fisik Banyak gangguan kesehatan yang diderita seseorang karena tidak terpeliharanya kebersihan perorangan dengan baik. 6.

Adanya masalah dalam kebersihan diri akan berdampak pada kesehatan seseorang. dan juga perubahan hidup seseorang. Jakarta: Bharata Karya Aksara Mubarak. Nyeri ini hanya dapat dirasakan oleh individu tersebut tanpa dapat dirasakan oleh orang lain.tingkat pendidikan. karena Jika seseorang sakit. norma keluarga. (2007). padahal jika hal tersebut dibiarkan terus dapat mempengaruhi kesehatan secara umum. Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia Teori dan Aplikasi Dalam Praktik. DAFTAR PUSTAKA Adam. aktifitas seseorang secara langsung. masalah kebersihan adalah hal yang sangat penting dan jangan menganggap masalah kebersihan adalah masalah sepele. Nyeri adalah perasaan tidak nyaman. Perilaku kebersihan diri dapat dipengaruhi oleh nilai serta kebiasaan yang dianut individu. biasanya masalah kebersihan kurang diperhatikan. (1994). Untuk kali ini Blog Keperawatan akan mencoba berbagi sedikit mengenai konsep nyeri ini dan semoga bisa memberikan manfaat. serta mencakup pola fikir. B. biasanya masalah kebersihan kurang diperhatikan.Personal hygiene adalah uapaya yang dilakukan dalam upaya memelihara kebersihan dan kesehatan dirinya baik secara fisik maupun mental. Berpenampilan bersih darum dan rapih merupakan dimensi yang sangat penting dalam mengukur tingkat kesejahteraan individu secara umum. disamping faktor budaya. Gersik: Buku EGC Konsep Nyeri Terbit Artikel Pada Jun 15. Nyeri merupakan tanda dan gejala penting yang dapat menunjukkan telah terjadinya gangguan secara fisiologikal. Demikian sedikit pengertian dan konsep nyeri. Saran Bagi para pembaca. dan lain sebaganya. Jika seseorang sakit. baik ringan maupun berat. Ada juga pengertian nyeri dari beberapa ahli diantaranya yaitu : . Hal ini terjadi karena kita menganggap masalah kebersihan adalah masalah sepele. status ekonomi. Wahid Iqbal dkk. Higiene Perseorangan. 2012 8 komentar Konsep Nyeri.social. S.

Nyeri karena hal ini timbul karena ujung saraf reseptor mendapat rangsangan akibat panas. 4. 2002) Nyeri adalah sensasi ketidaknyamanan yang dimanisfestasikan sebagai penderitaan yang diakibatkan oleh persepsi jiwa yang nyata. 2005) Selanjutnya kita melangkah kepada penyebab dari nyeri. Nyeri yang ditimbulkan karena adanya pengaruh aliran listrik yang kuat mengenai reseptor rasa nyeri yang menimbulkan kekejangan otot dan luka bakar. Elektrik. 1983) Nyeri adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan yang berhubungan dengan kerusakan jaringan atau potensial menyebabkan kerusakan jaringan (Perry & Potter. 2. Trauma ini juga terbagi menjadi beberapa macam. Neoplasma. . Khemis. Nyeri yang ditimbulkan karena adanya kontak dengan zat kimia yang bersifat asam atau pun basa kuat. Contoh dari nyeri akibat trauma mekanik ini adalah akibat adanya benturan. luka dan lain-lain. Rasa nyeri yang diakibatkan oleh mekanik ini timbul akibat ujungujung saraf bebas mengalami kerusakan. dingin. 3. Trauma. Penyebab nyeri diantaranya yaitu : 1. Gangguan sirkulasi darah dan kelainan pembuluh darah. Neoplasma Ganas. 2. misal karena api dan air. Mekanik. Thermis. gesekan.Nyeri adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat dari kerusakan jaringan yang aktual dan potensial (Brunner & Suddarth. 3. Neoplasma ini juga terbagi menjadi dua yaitu : • • Neoplasma Jinak. ancaman dan fantasi luka (Kozier dan Erb. Penyebab trauma ini terbagi menjadi : 1. Hal ini dapat dicontohkan pada pasien dengan infark miokard akut atau pun angina pektoris yang dirasakan adalah adanya nyeri dada yang khas.

4. Peradangan. Nyeri yang diakibatkan karena adanya kerusakan ujung-ujung saraf reseptor akibat adanya peradangan atau terjepit oleh pembengkakan. Contohnya adalah nyeri karena abses. 5. Trauma psikologis. Setelah kita mengetahui akan penyebab dari nyeri pada konsep nyeri ini maka selanjutnya kita melangkah kepada klasifikasi nyeri. Klasifikasi nyeri dibedakan menjadi : 1. Menurut Tempat Nyeri. 1. Periferal Pain. Periferal pain ini terbagi menjadi 3 yaitu nyeri permukaan (superfisial pain), nyeri dalam (deep pain), nyeri alihan (reffered pain). Nyeri alihan ini maksudnya adalah nyeri yang dirasakan pada area yang bukan merupakan sumber nyerinya. 2. Central Pain. Nyeri ini terjadi karena perangsangan pada susunan saraf pusat, spinal cord, batang otak. 3. Psychogenic Pain. Nyeri ini dirasakan tanpa adanya penyebab organik, tetapi akibat dari trauma psikologis. 4. Phantom Pain. Phantom Pain ini merupakan perasaan pada bagian tubuh yang sudah tak ada lagi, contohnya pada amputasi. Phantom pain timbul akibat dari stimulasi dendrit yang berat dibandingkan dengan stimulasi reseptor biasanya. Oleh karena itu, orang tersebut akan merasa nyeri pada area yang telah diangkat. 5. Radiating Pain. Nyeri yang dirasakan pada sumbernya yang meluas ke jaringan sekitar. 2. Menurut Sifat Nyeri.
• • •

Insidentil. Yaitu sifat nyeri yang timbul sewaktu-waktu dan kemudian menghilang. Steady. Yaitu sifat nyeri yang timbul menetap dan dirasakan dalam waktu yang lama. Paroxysmal. Yaitu nyeri yang dirasakan berintensitas tinggi dan kuat sekali dan biasanya menetap selama 10 – 15 menit, lalu menghilang dan kemudian timbul kembali. Intractable Pain. Yaitu sifat nyeri yang resisten dengan diobati atau dikurangi. Contoh pada arthritis, pemberian analgetik narkotik merupakan kontraindikasi akibat dari lamanya penyakit yang dapat mengakibatkan kecanduan.

3. Menurut Berat Ringannya Nyeri. 1. Nyeri Ringan yaitu nyeri yang berada dalam intensitas yang rendah. 2. Nyeri Sedang yaitu nyeri yang menimbulkan suatu reaksi fisiologis dan juga reaksi psikologis. 3. Nyeri Berat yaitu nyeri yang berada dalam intensitas yang tinggi. 4. Menurut Waktu Serangan.

1. Nyeri Akut. Nyeri akut biasanya berlangsung singkat, misalnya nyeri pada fraktur. Klien yang mengalami nyeri akut pada umumnya akan menunjukkan gejala-gejala antara lain : respirasi meningkat, Denyut jantung dan Tekanan darah meningkat, dan pallor. 2. Nyeri Kronis. Nyeri kronis berkembang lebih lambat dan terjadi dalam waktu lebih lama dan pada umumnya penderita sering sulit mengingat sejak kapan nyeri mulai dirasakan. Selanjutnya melangkah pada patofisiologi nyeri. Patofisiologi nyeri ini dapat digambarkan sebagai berikut : Reseptor nyeri disebut nosiseptor. Nosiseptor mencakup ujung-ujung saraf bebas yang berespon terhadap berbagai rangsangan termasuk tekanan mekanis, deformasi, suhu yang ekstrim, dan berbagai bahan kimia. Pada rangsangan yang intensif, reseptor-reseptor lain misalnya badan Pacini dan Meissner juga mengirim informasi yang dipersepsikan sebagai nyeri. Zat-zat kimia yang memperparah nyeri antara lain adalah histamin, bradikini, serotonin, beberapa prostaglandin, ion kalium, dan ion hydrogen. Masing-masing zat tersebut tertimbun di tempat cedera, hipoksia, atau kematian sel. Nyeri cepat (fast pain) disalurkan ke korda spinalis oleh serat A delta, nyeri lambat (slow pain) disalurkan ke korda spinalis oleh serat C lambat. Serat-serat C tampak mengeluarkan neurotransmitter substansi P sewaktu bersinaps di korda spinalis. Setelah di korda spinalis, sebagian besar serat nyeri bersinaps di neuron-neuron tanduk dorsal dari segmen. Namun, sebagian serat berjalan ke atas atau ke bawah beberapa segmen di korda spinalis sebelum bersinaps. Setelah mengaktifkan sel-sel di korda spinalis, informasi mengenai rangsangan nyeri diikirim oleh satu dari dua jaras ke otak- traktus neospinotalamikus atau traktus paleospinotalamikus (Corwin, 2000 : 225). Informasi yang di bawa ke korda spinalis dalam serat-serat A delta di salurkan ke otak melalui serat-serat traktus neospinotalamikus. Sebagian dari serat tersebut berakhir di reticular activating system dan menyiagakan individu terhadap adanya nyeri, tetapi sebagian besar berjalan ke thalamus. Dari thalamus, sinyal-sinyal dikirim ke korteks sensorik somatic tempat lokasi nyeri ditentukan dengan pasti (Corwin, 2000 : 225). Informasi yang dibawa ke korda spinalis oleh serat-serat C, dan sebagian oleh serat A delta, disalurkan ke otak melalui serat-serat traktus paleospinotalamikus. Seratserat ini berjalan ke daerah reticular dibatang otak, dan ke daerah di mesensefalon yang disebut daerah grisea periakuaduktus. Serat- serat paleospinotalamikus yang berjalan melalui daerah reticular berlanjut untuk mengaktifkan hipotalamus dan system limbik. Nyeri yang di bawa dalam traktus paleospinotalamik memiliki lokalisasi yang difus dan berperan menyebabkan distress emosi yang berkaitan dengan nyeri (Corwin, 2000 : 225). http://askep-net.blogspot.com/2012/06/konsep-nyeri.html

KONSEP DASAR INFEKSI

INFEKSI KONSEP DASAR INFEKSI a.Pengertian Infeksi Infeksi adalah prosesinvasif oleh mikroorganismedan berpoliferasi di dalam tubuh yang menyebabkan sakit (Potter & Perry, 2005). Infeksi adalah invasi tubuh oleh mikroorganisme dan berproliferasi dalam jaringan tubuh. (Kozier, et al, 1995). Dalam Kamus Keperawatan disebutkan bahwa infeksi adalah invasi dan multiplikasi

mikroorganisme dalam jaringan tubuh, khususnya yang menimbulkan cedera seluler setempat akibat metabolisme kompetitif, toksin, replikasi intraseluler atau reaksi antigen-antibodi. Munculnya infeksi dipengaruhi oleh beberapa faktor yang saling berkaitan dalam rantai infeksi. Adanya patogen tidak berarti bahwa infeksi akan terjadi. Menurut Utama 2006, Infeksi adalah adanya suatu organisme pada jaringan atau cairan tubuh yang disertai suatu gejala klinis baik lokal maupun sistemik. Infeksi yang muncul selama seseorang tersebut dirawat di rumah sakit dan mulai menunjukkan suatu gejala selama seseorang itu dirawat atau

iii)tingkat virulensi . sementara infeksi eksogen (cross infection) disebabkan oleh mikroorganisme yang berasal dari rumah sakit dan dari satu pasien ke pasien lainnya. portal of entry dan host/ pejamu yang rentan. Infeksi endogen disebabkan oleh mikroorganisme yang semula memang sudah ada didalam tubuh dan berpindah ke tempat baru yang kita sebut dengan self infection atau auto infection. Infeksi nosokomial ini dapat berasal dari dalam tubuh penderita maupun luar tubuh. Secara umum. Kemungkinan terjadinya infeksi tergantung pada : i)karakteristik mikroorganisme. virus. 2005 proses terjadinya infeksi seperti rantai yang saling terkait antar berbagai faktor yang mempengaruhi.setelah selesai dirawat disebut infeksi nosokomial. Organisme ini siap ditularkan.Rantai Infeksi Menurut Perry Potter. cara penularan. portal of exit.1. dan infeksi yang baru menunjukkan gejala setelah 72 jam pasien berada dirumah sakit baru disebut infeksi nosokomial. Rantai Proses Terjadinya Infeksi Perry Potter (2 1)Agen Infeksi Mikroorganisme yang termasuk dalam agen infeksi antara lain bakteri. ii)resistensi terhadap zat-zat antibiotika. Organisme residen tidak dengan mudah bisa dihilangkan melalui cuci tangan dengan sabun dan deterjen biasa kecuali bila gosokan dilakukan dengan seksama. Menurut Utama 2006 menyampaikan bahwa pasien akan terpapar berbagai macam mikroorganisme selama ia rawat di rumah sakit. Gambar 2. b. yaitu agen infeksi. Mikroorganisme di kulit bisa merupakan flora transient maupun resident. jamur dan protozoa. Kontak antara pasien dan berbagai macam mikroorganisme ini tidak selalu menimbulkan gejala klinis karena banyaknya faktor lain yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi nosokomial. kecualidihilangkan dengan cuci tangan. reservoir. pasien yang masuk rumah sakit dan menunjukkan tanda infeksi yang kurang dari 72 jam menunjukkan bahwa masa inkubasi penyakit telah terjadi sebelum pasien masuk rumah sakit.

Penyebab infeksi dibagi menjadi 4 kategori.blogspot. dapat menyebabkan infeksi serius pada luka bekas jahitan. Clostridium yang dapat menyebabkan gangren. paru. fungsi neural & endokrin tubuh). jantung dan infeksi pembuluh darah serta seringkali telah resisten terhadap antibiotika. Bakteri gram negatif ini bertanggung jawab sekitar setengah dari semua infeksi di rumah sakit. http://nurlinazainuddin. Keberadaan bakteri disini sangat penting dalam melindungi tubuh dari datangnya bakteri patogen. Pengukuran TTV memberikan data dasar . menurut Utama 2006. Klebsiella. Enterobacter. Proteus. contohnya Escherichia coli.com/2011/01/konsep-dasar-infeksi. (b) Bakteri gram-positif: Staphylococcus aureus yang menjadi parasit di kulit dan hidung dapat menyebabkan gangguan pada paru. (d) Serratia marcescens.html \ TANDA-TANDA VITAL (Vital Sign) Pegertian Tanda-tanda vital/vital sign merupakan indikator dari status kesehatan (menandakan keefektifan sirkulasi. Contohnya : (a) Anaerobik Gram-positif.iv)dan banyaknya materi infeksius. Bakteri dapat ditemukan sebagai flora normal dalam tubuh manusia yang sehat. yaitu: i) Bakteri Bakteri merupakan penyebab terbanyak dari infeksi. Bakteri patogen lebih berbahaya dan menyebabkan infeksi baik secara sporadik maupun endemik. dan peritoneum. respirasi. (c) Bakteri gram negatif: Enterobacteriacae. pulang. Pseudomonas sering sekali ditemukan di air dan penampungan air yang menyebabkan infeksi di saluran pencernaan dan pasien yang dirawat. Tetapi pada beberapa kasus dapat menyebabkan infeksi jika manusia tersebut mempunyai toleransi yang rendah terhadap mikroorganisme.

untuk mengetahui respon terhadap stress fisiologi / psikologi. • Saat klien masuk ke fasilitas kesehatan • Di RS / fasilitas kesehatan dengan jadwal rutin sesuai program • Sebelum dan sesudah prosedur bedah • Sebelum dan sesudah prosedur diagnostik invasif • Sebelum dan sesudah pemberian pengobatan yang mpengaruhi karvas. Diastole→Tekanan minimal yg mendesak dinding arteri setiap wktu Faktor yang bertanggung jawab terhadap Tekanan Darah. Sistole → Kontraksi jantung mendorong drh dg tekanan tinggi. • Suhu tubuh • Denyut nadi • Respirasi • Tekanan dara Tujuan dilakukan TTV: • Mengetahui data obyektif • Menget KU klien • Menget perkembangan penyakit klien • Membntu menentukan diagnosa & intervensi keperawatan TEKANAN DARAH Tekanan darah merupakan kekuatan lateral pada dinding arteri oleh darah yang didorong dengan tekanan dari jantung. Waktu dilakukannya pemeriksaan TTV . respirasi & fungsi kontrol suhu • Saat KU klien berubah • Sebelum dan sesudah intervensi keperawatan yang pengaruhi TTV • Saat klien melaporkan adanya distress fisik non spesifik Empat komponen TTV. Hal ini sangat penting sehingga disebut TANDA VITAL. respon terapi medis & keperawatan. . Aliran darah mengalir pada sistem sirkulasi karena perubahan tekanan. perubahan fisiologis.

~Emosi Nyeri akut dan ansietas meningkatkan stimulasi simpatik.diastole >90mmHg ~Hipotensi: Tekanan sistole <90> ~Hipotensi ortostatik postural: penurunan TD saat bergerak dari posisi duduk ke berdiri disertai pusing.berkunang-kunang sampai pingsan. mmHg 1 BBL 40(rerata) 2 1bln 85/54 3 1th 95/65 4 6 th 105/65 5 10-13 th 110/65 6 14-17 th 120/70 7 Dewasa tengah 120/80 8 Lansia 140/90 (fundamental keperawatan .*Tahanan perifer: Pada dilatasi pembuluh darah & tahanan turun . Nadi diatur oleh sistem saraf otonom.mempengaruhi . vol 1) Usia NADI Nadi adalah sensasi aliran darah yang menonjol dan dapat diraba diberbagai tempat pada tubuh. TD akan meningkat *Viskositas darah. *Saraf simpatik:me nadi *Saraf parasimoatik:me↓ nadi Faktor yang mempengaruhi nadi: ~Latihan fisik Latihan akan meningkatkan RR.TD akan turun *Volume darah . edisi4. Semakin kental darah akan meningkatkan TD *Elastisitas dinding pembuluh darah : penurunan elastisitas pembuluh darah akan meningkatkan TD TD abnormal ~Hipertensi : Tekanan systole >130mmHg. Bila volume meningkat . Nadi merupakan salah satu indikator status sirkulasi. ~Suhu Suhu meningkat maka nadi akan meningkat.

vol 1) KARAKTER NADI Frekuensi 1.frekuensi jantung.Prasekolah 80-110/mnt .edisi4. Bradikardi: Frekuensi <> Irama→normal : interval egular setiap denyut nadi Kekuatan / amplitude → kualitas nadi ~0: Tidak teraba ~+1: Lemah.Todler 90-140/mnt . Frekuensi jantung normal Usia Denyut/mnt .Remaja 60-90/mnt . mudah dipalpasi . ~Perubahan postur tubuh Dari berbaring ke duduk kemudian berdiri akan meningkatkan nadi. ~Gangguan paru Penyakit mengakibatkan oksigenasi buruk sehingga nadi meningkat.Usia sekolah 75-100/mnt .dapat dirasakan dengan penekanan yang kuat ~+2: Normal.Dewasa 60-100/mnt (fundamental keprwtn. ~Peradarahan Kehilangan darah akan meningkatkan stimulasi simpatik sehingga meningkatkan nadi. ~Obat2an Obat kronotopik positif (epineprin akan meningkatkan nadi).Bayi 120-160/mnt . Takikardi: Frekuensi > 100x/mnt 2.

Faktor yang mempengaruhi pernafasan: Olahraga meningkatkan RR Nyeri akut dan kecemasan (meningkatkan RR) Anemia (meningkatkan RR) Posisi tubuh (postur tubuh yang lurus dan tegak meningkatkan ekspansi paru Medikasi ( analgetik narkotik dan sedatif meningkatkan RR) Cedera batang otak (meningkatkan RR) Hal yang perlu diperhatikan dalam pengkajian pernafasan: Frekuensi pernafasan Kedalaman pernafasan Irama pernafasan . ♣ Mekanisme pernafasan meliputi: *Ventilasi yaitu pergerakan udara masuk ke luar paru *Difusi yaitu pertukaran O2 & CO2 antara alveoli & sel darah merah *Perfusi yaitu distribusi oleh sel drh merah ke dan dari kapiler darah Kontrol Fisiologis : Pusat pengaturan → batang otak Ventilasi diatur oleh kadar O2 & CO2 serta ion hidrogen dalam darah Peningkatan PCO2 berakibat sistem kontrol pernafasan di otak meningkatkan frekuensi dan kedalaman.~+3: Mudah dipalpasi . kuat Kesamaan → bandingkan secara kanan & kiri kec nadi karotis Tempat Pengukuran Nadi: *Arteri temporal *Arteri radialis *Arteri karotis *Arteri ulnalis *Arteri apical *Arteri femoral *Arteri brakhialis *Arteri popliteal *Arteri tibia posterior *Arteri dorsalis pedis PERNAFASAN Pernafasan adalah mekanisme tubuh menggunakan pertukaran udara antara atmosfir dengan darah serta darah dengan sel.

genetic dan linkungan »Medikasi → analgesik narkotik dapat meningkatakan TD »Variasi diurnal → TD berubah-ubah spanjang hari.setelah pubertas pria lebih tinggi setelah menopause maka wanita lebih tinggi. biasanya rendah pada pagi hari »Jenis kelamin → secara klinis tidak perbedaan yang signifikan . SUHU TUBUH .dalam .cepat secara tidak normal (pernafasan lebih dari 20x/menit). Takipneu: Nafas teratur.lambat secara tidak normal ( pernafasan kurang dari 12x/menit).lebih dari 20x/menit Apneu: Nafas berhenti untuk beberapa detik Hiperventilasi: Frekeunsi dan kedalaman nafas meningkat Hipoventilasi: Frekuensi nafas abnormal dalam kecepatan dan kedalaman Pernaf Cheyne stokes: Frekuensi dan kedalamn nafas tidak teratur ditandai dengan periode apneu dan hiperventilasi yang berubah Pernaf Kusmaul: pernafasan dalam secara tidak normal dalam frekuensi meningkat Pernaf Bio: Nafas dangkal secara tidak normal diikuti oleh periode apneu yang tidak teratur.Difusi dan perfusi Frekuensi pernafasan : Usia Frek/mnt ~BBL 35-40 ~Bayi 30-50 ~Todler 25-32 ~Anak2 20-30 ~Remaja 16-19 ~Dewasa 12-20 (Fundamental keperawatan . Hiperneu: Nafas sulit. Faktor yang memepengaruhi TD: »Usia → TD orang dewasa cenderung meningkat seiring pertambahan usia »Stress→ meningkatkan TD »Ras → dipengaruhi oleh kebiasaan. vol 1) Gangguan dalam pola nafas: Bradipneu: Nafas teratur .edisi 4.

Perpindahan energi panas ketika cairan tbh mjd gas (Kulit merupakan tempat utama pengeluaran panas) Faktor yang mempengaruhi suhu tubuh : Usia: pengaturan suhu tubuh tidak stabil sampai pubertas.Konveksi.5 drjt selama 24 jam. Rangsangan pd sistem saraf : saat gula darah turun terjadi rangsangan pada saraf simpatik yang kemudian akan terjadi sekresi epineprin dan non epineprin yang akan meningkatkan suhu tubuh.Evaporasi. . . 2. Perpindahan panas dari permukaan satu obyek ke permukaan obyek lain tanpa keduanya bersentuhan. 4. .Konduksi. 3. Metabolisme tubuh:merupakan serangkaian reaksi kimia untuk menghasilkan energi (panas). Pengeluaran Panas -Radiasi. Rentang normal suhu 36-38°C Tergantung tempat pengukuran suhu: . Pusat pengaturan suhu tubuh adalahl hipotalamus (bekerja sbg termostat). 4 cara produksi panas : 1. Perpindahan panas dari satu obyek ke obyek lainnya dg kontak langsung. titik terendah pada pukul 1-4 dini hari Rentang Normal. Sekresi hormon tyroid: meningkatan metabolisme dalam pemecahan glukosa dan lemak. Perpindahan panas karena pergerakan udara. Kerja otot: latihan akan meningkatkan metabolisme.Suhu tubuh Merupakan perbedaan antara jumlah panas yang diproduksi oleh proses tubuh dan jumlah panas yang hilang ke lingkungan. lansia sangat sensitif terhadap suhu yang ekstrim Olahraga: meningkatkan produksi panas Kadar hormon: wanita mengalami fruktuasi suhu tubuh yang lebih besar dari pria Lingkungan Irama sikardian: suhu tubuh secara normal berubah secara normal 0.

klienyang sangat kurus.blogspot.nyeri pada area rectal / perdarahan.com/2012/05/tanda-tanda-vital-vital-sign.5°C ≠ Aksila rata2→36. -Aksila Tidak boleh dilakukan pada bayi. http://dhewi-hany.≠ Oral rata2→37°C ≠ Rektal rata2→37. pada bayi dan anak kecil yang menangis serta klien yang tidak sadar.klien dengan luka di ketiak dan operasi pada mamae. pada bayi baru lahir.klien dengan epilepsy atau gemetar karena kedinginan. -Rektal Tidak boleh dilakukan pada klien dengan bedah / kelainan rectal.html (SOP) PEMERIKSAAN FISIK HEAD TO TOE .5°C Tempat pengukuran suhu: ~Suhu inti: • • • • • Rektum membran tympani Esofagus Arteri pulmoner kandung kemih ~Suhu permukaan: • • • Kulit Aksila Oral ~Tempat pengukuran suhu yg sering dilakukan: -Oral Tetapi tidak boleh dilakukan pada klien dengan bedah / trauma oral.klien dengan berpenyakit kelamin.

2. Peralatan  Lidi kapas  Cytobrush  Bantalan sekali pakai  Selimut  Bagan mata (mis. menginformasi. 3. 5. Untuk menginformasi dan mengidentifikasi diagnose keperawatan 4. Untuk mengevaluasi hasil fisiologis dari asuhan. Snellen chart) . Untuk mengumpulkan data dasar tentang kesehatan klien. Untuk menambah.BAB I PENDAHULUAN Tujuan : 1. Untuk membuat penilaian klinis tentang perubahan status kesehatan klien dan penatalaksanaannya. atau menyangkal data yang diperoleh dalam riwayat keperawatan.

 Senter dan lampu sorot  Formulir (mis. Fisik. laboratorium)  Handschoon (bersih atau steril)  Skort untuk klien  Pelumas larut air  Oftalmoskop  Otoskop  Slide untuk Papanicolaou smear  Handuk kertas  Palu perkusi  Penggaris  Pin pengaman  Skala dengan meteran pengukur tinggi  Wadah specimen dan slide mikroskop  Sfigmomanometer dan manset  Stetoskop  Forsep swab atau spon  Pita meteran  Thermometer  Tisu  Spatel lidah .

2002) BAB II PEMBAHASAN 2. 2010) Adapun teknik-teknik pemeriksaan fisik yang digunakan adalah: 1. Konsep Teori Pemeriksaan fisik merupakan peninjauan dari ujung rambut sampai ujung kaki pada setiap system tubuh yang memberikan informasi objektif tentang klien dan memungkinkan perawat untuk mebuat penilaian klinis. ( Dewi Sartika. Inspeksi umum dilakukan saat pertama kali bertemu pasien. speculum dan lain-lain. otoskop. menentukan masalah dan merencanakan tindakan keperawatan yang tepat bagi klien. Garpu tala  Speculum vagina ( Potter & Perry. untuk memperoleh data yang sistematif dan komprehensif.1. Keakuratan pemeriksaan fisik mempengaruhi pemilihan terapi yang diterima klien dan penetuan respon terhadap terapi tersebut. Inspeksi Inspeksi adalah pemeriksaan dengan menggunakan indera penglihatan.Talbot dan Mary Meyers. Suatu gambaran atau kesan umum mengenai keadaan kesehatan yang di bentuk. memastikan/membuktikan hasil anamnesa. 2005) Pemeriksaan fisik dalah pemeriksaan tubuh klien secara keseluruhan atau hanya bagian tertentu yang dianggap perlu.(Potter dan Perry. (Laura A. pendengaran dan penciuman. 1997) Inspeksi adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan cara melihat bagian . Pemeriksaan kemudian maju ke suatu inspeksi local yang berfokus pada suatu system tunggal atau bagian dan biasanya mengguankan alat khusus seperto optalomoskop.

gerakan. untuk mendeterminasi ciri2 jaringan atau organ seperti: temperatur. dan penonjolan/pembengkakan. vibrasi.2010) Hal yang di deteksi adalah suhu.tubuh yang diperiksa melalui pengamatan (mata atau kaca pembesar). lesi. dan posisi struktur di bawahnya. 2010) Fokus inspeksi pada setiap bagian tubuh meliputi : ukuran tubuh. kesimetrisan. Dewi Sartika. 1997) Perkusi adalah pemeriksaan dengan jalan mengetuk bagian permukaan tubuh tertentu untuk membandingkan dengan bagian tubuh lainnya (kiri/kanan) dengan menghasilkan suara. 3.Talbot dan Mary Meyers. kelembaban dan penonjolan. tangan dan jari-jari. bentuk. pertumbuhan atau massa. Palpasi Palpasi adalah pemeriksaan dengan menggunakan indera peraba dengan meletakkan tangan pada bagian tubuh yang dapat di jangkau tangan. yang bertujuan untuk mengidentifikasi batas/ lokasi dan konsistensi jaringan. warna. kelembaban. keelastisan. posisi. Auskultasi . edema. krepitasi dan sensasi. Perkusi Perkusi adalah pemeriksaan yang meliputi pengetukan permukaan tubuh unutk menghasilkan bunyi yang akan membantu dalam membantu penentuan densitas. bentuk. Laura A. 1997) Palpasi adalah teknik pemeriksaan yang menggunakan indera peraba .(Dewi Sartika. ukuran. lokasi. tekstur. 2.Talbot dan Mary Meyers.setelah inspeksi perlu dibandingkan hasil normal dan abnormal bagian tubuh satu dengan bagian tubuh lainnya.(Laura A. (Dewi Sartika. 2010) 4.

(Laura A. Biasanya menggunakan alat yang disebut dengan stetoskop. b.Auskultasi adalah tindakan mendengarkan bunyi yang ditimbulkan oleh bermacam-macam organ dan jaringan tubuh. dr eksternal ke internal. 5. 2010) Dalam melakukan pemeriksaan fisik. Komunikasi (penjelasan prosedur) Privacy dan kenyamanan klien Sistematis dan konsisten ( head to toe. Hal-hal yang didengarkan adalah : bunyi jantung. yaitu sebagai berikut: a. Kontrol lingkungan Yaitu memastikan ruangan dalam keadaan nyaman. 6. dan membantu klien mengenakan baju periksa jika ada. 3. 2. Kontrol infeksi Meliputi mencuci tangan. 1997) Auskultasi Adalah pemeriksaan fisik yang dilakukan dengan cara mendengarkan suara yang dihasilkan oleh tubuh. dr normal ke abN) Berada di sisi kanan klien Efisiensi Dokumentasi 2.Talbot dan Mary Meyers. hangat.(Dewi Sartika. memasang sarung tangan steril.2. suara nafas. ada prinsip-prinsip yang harus di perhatikan. pemeriksaan fisik yang dilakukan bertujuan: . memasang masker. dan cukup penerangan untuk melakukan pemeriksaan fisik baik bagi klien maupun bagi pemeriksa itu sendiri. 4. Misalnya menutup pintu/jendala atau skerem untuk menjaga privacy klien 1. Tujuan Pemeriksaan Fisik Secara umum. dan bising usus.

atau menyangkal data yang diperoleh dalam riwayat keperawatan. 4. Secara rutin pada klien yang sedang di rawat. baik bagi perawat sendiri. Untuk mengkonfirmasi dan mengidentifikasi diagnosa keperawatan. 2. tertama pada: 1. diantaranya: 1. mengkonfirmasi. 5.1. Sewaktu-waktu sesuai kebutuhan klien 2.4. Prosedur pemeriksaan fisik Persiapan a. Untuk menambah. klien yang baru masuk ke tempat pelayanan kesehatan untuk di rawat. Sebagai dasar untuk memilih intervensi keperawatan yang tepat 4. Sebagai data untuk membantu perawat dalam menegakkan diagnose keperawatan. Mengetahui masalah kesehatan yang di alami klien.5. 2. Untuk mengumpulkan data dasar tentang kesehatan klien. 2. Untuk mengevaluasi hasil fisiologis dari asuhan.3. Sebagai data untuk mengevaluasi hasil dari asuhan keperawatan 2. Namun demikian. 2. 3. 3. maupun bagi profesi kesehatan lain. Manfaat Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan fisik memiliki banyak manfaat. 3. masing-masing pemeriksaan juga memiliki tujuan tertentu yang akan di jelaskan nanti di setiap bagian tibug yang akan di lakukan pemeriksaan fisik. Indikasi Mutlak dilakukan pada setiap klien. Untuk membuat penilaian klinis tentang perubahan status kesehatan klien dan penatalaksanaan. Alat .

Misalnya menutup pintu/jendala atau skerem untuk menjaga privacy klien c. Jelaskan prosedur 3. Penlight.Meteran. Pemeriksaan umum meliputi : penampilan umum. Thermometer. Cuci tangan 2. Refleks Hammer. Steteskop. Jenis kelamin 4. Klien (fisik dan fisiologis) Bantu klien mengenakan baju periksa jika ada dan anjurkan klien untuk rileks. tissue. Posisi klien : duduk/berbaring Cara : inspeksi 1. status mental dan nutrisi. Arloji/stopwatch. Timbangan BB. A) Prosedur Pemeriksaan 1. Tanda-tanda stress/ kecemasan (Normal :)Relaks. BB ( Normal : BMI dalam batas normal) 7. Usia dan Gender 5. ekspresi wajah. tidak ada menahan nyeri/ sulit bernafas) 2. hangat. TB. Lakukan pemeriksaan dengan berdiri di sebelah kanan klien dan pasang handschoen bila di perlukan 4. mood. Cara berpakaian (Normal : Benar/ tidak terbalik) . (Normal : Kesadaran penuh. tidak ada tanda-tanda cemas/takut) 3. buku catatan perawat. tingkah laku. Tahapan perkembangan 6. Ekspresi sesuai. Otoskop. Lingkungan Pastikan ruangan dalam keadaan nyaman. b. Kebersihan Personal (Normal : Bersih dan tidak bau) 8. Kesadaran. Alat diletakkan di dekat tempat tidur klien yang akan di periksa. Tensimeter/spighnomanometer. Handschoon bersih ( jika perlu). dan cukup penerangan.

Nadi a) b) c) Frekuensi = Normal : 60-100x/menit . 1+:denyutan kurang teraba. 13.5-37. 3+: denyutan kuat dan mudah teraba 4. tak mudah lenyap. Takikardia: >100 .Dokumentasikan hasil pemeriksaan B) Pengukuran tanda vital (Dibahas kelompok 2 lebih dalam) Posisi klien : duduk/ berbaring 1.Evaluasi dengan membandingkan dengan keadaan normal. Tekanan darah (Normal : 120/80 mmHg) 3. 2+: Denyutan mudah teraba. lancer. Suhu tubuh (Normal : 36. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat.Bentuk dan ukuran tubuh 11.50c) 2. C) Pemeriksaan kulit dan kuku .Cara bicara. (Relaks. >20: Takipnea. Pernafasan a) b) c) d) Frekuensi: Normal= 15-20x /menit.9. tidak gugup) 12. <15 Bradipnea Keteraturan= Normal : teratur Kedalaman: dalam/dangkal Penggunaan otot bantu pernafasan: Normal : tidak ada setelah diadakan pemeriksaan tanda-tanda vital evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. Bradikardia: <6 Keteraturan= Normal : teratur Kekuatan= 0: Tidak ada denyutan. Postur dan cara berjalan 10.

pucat. sianosis. • Palpasi : ketebalan kuku dan capillary refile ( pengisian kapiler ). dan edema. dan warna kuku Normal: bersih. b. dan hidrasi.Tujuan 1) 2) Mengetahui kondisi kulit dan kuku Mengetahui perubahan oksigenasi. turgor kulit. turgor baik/elastic. . warna. tidak ikterik/sianosis. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. ketebalan. Persiapan 1) 2) 3) Posisi klien: duduk/ berbaring Pencahayaan yang cukup/lampu Sarung tangan (utuk lesi basah dan berair) Prosedur Pelaksanaan a. tidak ada edema.lesi/perlukaan. • Pemeriksaan kuku Inspeksi : kebersihan. • Palpasi : kelembapan. pigmentasi. Pemeriksaan kulit\ • Inspeksi : kebersihan. Normal: kulit tidak ada ikterik/pucat/sianosis. suhu permukaan kulit. Normal: lembab. sirkulasi. tekstur. bentuk. bentuk normaltidak ada tanda-tanda jari tabuh (clubbing finger). dan ikterik. kerusakan jaringan setempat. setelah diadakan pemeriksaan kulit dan kuku evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal.

mulut dan leher 1. mata. untuk pemeriksaan wajah sampai dengan leher perawat berhadapan dengan klien D) Pemeriksaan kepala. kebersihan rambut dan kulit kepala. rambut. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. kesimetrisan. jumlah dan distribusi rambut. Normal: simetris. dan tekstur rambut. Pemeriksaan kepala Tujuan a) b) Mengetahui bentuk dan fungsi kepala Mengetahui kelainan yang terdapat di kepala Persiapan alat a) b) Lampu Sarung tangan (jika di duga terdapat lesi atau luka) Prosedur Pelaksanaan • Inspeksi : ukuran lingkar kepala. c. adanya lesi atau tidak. Pemeriksaan kepala. mulut dan leher Posisi klien : duduk . mata. bersih. hidung. bentuk. warna. telinga. wajah. setelah diadakan pemeriksaan kuku evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. tidak menunjukkan tanda-tanda kekurangan gizi(rambut jagung dan kering) • Palpasi : adanya pembengkakan/penonjolan. wajah. tidak ada lesi. telinga. hidung.Normal: aliran darah kuku akan kembali < 3 detik. .

3. 2. setelah diadakan pemeriksaan wajah evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. simetris. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut.• Normal: tidak ada penonjolan /pembengkakan. dan kesimetrisan. bentuk. rambut lebat dan kuat/tidak rapuh. dan rahang Normal: tidak ada nyeri tekan dan edema. • • Palpasi : nyeri tekan dahi. pigmentasi. setelah diadakan pemeriksaan kepala evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. Normal: warna sama dengan bagian tubuh lain. tidak pucat/ikterik. Pemeriksaan mata Tujuan a) b) Mengetahui bentuk dan fungsi mata Mengetahui adanya kelainan pada mata. Persiapan alat a) b) c) d) Senter Kecil Surat kabar atau majalah Kartu Snellen Penutup Mata . • Pemeriksaan wajah Inspeksi : warna kulit. dan edema. pipi.

bulu mata. alis mata. Visus sentralis ini dibagi dua yaitu visus sentralis jauh dan visus sentralis dekat. Sutrisna. Visus perifer Pada visus ini menggambarkan luasnya medan penglihatan dan diperiksa dengan perimeter. kelopak mata. Jika hasil pemeriksaan tersebut visusnya e”20/20 maka tajam . hal 21). hal 21). dan respon terhadap cahaya. menulis dan lain lain. kesimestrisan. Visus sentralis. Tes Ketajaman Penglihatan Ketajaman penglihatan seseorang mungkin berbeda dengan orang lain. b. Dalam klinis visus sentralis jauh tersebut diukur dengan menggunakan grafik huruf Snellen yang dilihat pada jarak 20 feet atau sekitar 6 meter. dkk. virus centralis dekat yang merupakan ketajaman penglihatan untuk melihat benda benda dekat misalnya membaca. Sutrisna. Pada keadaan ini mata tidak melakukan akomodasi. Visus tersebut dibagi dua yaitu: 1). dan sclera berwarna putih. dkk. 2). bola mata.e) Sarung tangan Prosedur Pelaksanaan • Inspeksi: bentuk. warna konjunctiva dan sclera (anemis/ikterik). visus centralis jauh merupakan ketajaman penglihatan untuk melihat benda benda yang letaknya jauh. warna konjungtiva pink. Fungsi dari visus perifer adalah untuk mengenal tempat suatu benda terhadap sekitarnya dan pertahanan tubuh dengan reaksi menghindar jika ada bahaya dari samping. (EM. Tajam penglihatan tersebut merupakan derajad persepsi deteil dan kontour beda. Normal: simetris mata kika. Pada keadaan ini mata harus akomodasi supaya bayangan benda tepat jatuh di retina. simetris bola mata kika. kesimestrisan. (EM. a. penggunaan kacamata / lensa kontak.

prosedur pemeriksaan visus dengan menggunakan peta snellen yaitu: • • • Memperkenalkan diri dan menjelaskan maksud tujuan pemeriksaan. Memberikan penjelasan apa yang harus dilakukan (pasien diminta mengucapkan apa yang akan ditunjuk di kartu Snellen) dengan menutup salah satu mata dengan tangannya tanpa ditekan (mata kiri ditutup dulu). • Pemeriksaan Pergerakan Bola Mata Pemeriksaan pergeraka bola mata dilakukan dengan cara Cover-Uncover Test / Tes Tutup-Buka Mata . atas ke bawah. Jika pasien tidak bisa melihat satu simbol maka diulangi lagi dari barisan atas. Jika tetap maka nilai visus oculi dextra = barisan atas/6. Nilai visus oculi dextra = jarak pasien masih bisa membaca hitungan/60. • Pemeriksaan dilanjutkan dengan menilai visus oculi sinistra dengan cara yang sama. • Pemeriksaan dilakukan dengan meminta pasien menyebutkan simbol di kartu Snellen dari kiri ke kanan.penglihatannya dikatakan normal dan jika Visus <20/20 maka tajam penglihatanya dikatakan kurang Penyebab penurunan tajam peglihatan seseorang bermacam macam. salah satunya adalah refraksi anomaly/kelainan pembiasan. Pada keadaan tidak mengetahui cahaya nilai visus oculi dextranya nol. sedangkan orang normal dapat melihat sejauh y meter. • • • Jika pasien juga tidak bisa membaca hitungan jari maka pasien diminta untuk melihat adanya gerakan tangan pemeriksa pada jarak 1 meter (Nilai visus oculi dextranya 1/300). Melaporkan hasil visus oculi sinistra dan dextra. (Pada pasien vos/vodnya “x/y” artinya mata kanan pasien dapat melihat sejauh x meter. Jika pasien dari awal tidak dapat membaca simbol di Snellen chart maka pasien diminta untuk membaca hitungan jari dimulai jarak 1 meter kemudian mundur. Meminta pasien duduk menghadap kartu Snellen dengan jarak 6 meter. • Jika pasien juga tetap tidak bisa melihat adanya gerakan tangan. maka pasien diminta untuk menunjukkan ada atau tidaknya sinar dan arah sinar (Nilai visus oculi dextra 1/tidak hingga).

namun tidak nyata terlihat. bila terlihat adanya gerakan dari bawah (inferior) kearah atas (superior) pada mata yang baru saja di tutup. bila terlihat adanya gerakan dari luar (temporal) kearah dalam (nasal) pada mata yang baru saja di tutup. • Sewaktu tutup di buka. • Sewaktu tutup di buka. wal hasil akan timbul rasa kurang nyaman atau Asthenopia. atau dipasangkan suatu filter). yang pada akhirnya menjadi beban bagi otototot tersebut. • • Sewaktu tutup di buka. maka deviasi atau peyimpangan laten atau tersembunyi akan terlihat. Pada phoria. dimana terdapat penyimpangan posisi bolamata yang disebabkan adanya gangguan keseimbangan otot-otot bolamata yang sifatnya tersembunyi atau latent. berarti terdapat kelainan HYPORPHORIA. bila terlihat adanya gerakan dari dalam (nasal) luar kearah (temporal)pada mata yang baru saja di tutup.Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi adanya Heterophoria. Dasar pemeriksaan Cover-Uncover Test / Tes Tutup-Buka Mata : • Pada orang yang Heterophoria maka apabila fusi kedua mata diganggu (menutup salah satu matanya dengan penutup/occluder. otot-otot ekstrinsik atau otot luar bola mata berusaha lebih tegang atau kuat untuk menjaga posisi kedua mata tetap sejajar. bila terlihat adanya gerakan dari atas (superior) kearah bawah (inferior) pada mata yang baru saja di tutup. Heterophoria berhubungan dengan kelainan posisi bola mata. berarti terdapat kelainan EXOPHORIA. berarti terdapat kelainan ESOPHORIA. Ini berarti mata itu cenderung untuk menyimpang atau juling. Sehingga rangsangan untuk berfusi atau menyatu inilah menjadi faktor utama yang membuat otot -otot tersebut berusaha extra atau lebih. berarti terdapat kelainan HYPERPHORIA. Alat/sarana yang dipakai: . Sewaktu tutup di buka. • Pemeriksa memberi perhatian kepada mata yang berada dibelakang penutup.

Sewaktu tutup di buka. 2. 3. jika objek jauh kurang jelas. bila terlihat adanya gerakan dari bawah (inferior) kearah atas (superior) pada mata yang baru saja di tutup.• • Titik/lampu untuk fiksasi Jarak pemeriksaan : o o Jauh : 20 feet (6 Meter) Dekat : 14 Inch (35 Cm) • Penutup/Occluder Prosedur Pemeriksaan : 1. Hypophoria dinyatakan dengan inisial = X (gambar F) 8. bila terlihat adanya gerakan dari atas (superior) kearah bawah (inferior)) pada mata yang baru saja di tutup. . Sewaktu tutup di buka. seringkali kita tidak dapat mengenali adanya suatu gerakan. berarti terdapat kelainan HYPERPHORIA. Untuk mendeteksi Heterophoria yang kecil. Minta pasien untuk selalu melihat dan memperhatikan titik fiksasi. Sewaktu tutup di buka. 4. berarti terdapat kelainan ESOPHORIA. Pemeriksa menempatkan dirinya di depan pasien sedemikian rupa. bila terlihat adanya gerakan dari dalam (nasal) luar kearah (temporal)pada mata yang baru saja di tutup. Sewaktu tutup di buka. sehingga apabila terjadi gerakan dari mata yang barusa saja ditutup dapat di lihat dengan jelas atau di deteksi dengan jelas. Untuk itu metode ini sering kita ikuti dengan metode tutup mata bergantian (Alternating Cover Test). Exophoria dinyatakan dengan inisial = X (gambar D) 5. Hyperphoria dinyatakan dengan inisial = X (gambar E) 7. berarti terdapat kelainan HYPOPHORIA. maka gunakan kacamata koreksinya. Perhatian dan konsentrasi pemeriksa selalu pada mata yang ditutup. Esophoria dinyatakan dengan inisial = E (gambar C) 6. seolah kondisi mata tetap di tempat. berarti terdapat kelainan EXOPHORIA. bila terlihat adanya gerakan dari luar (temporal) kearah dalam (nasal) pada mata yang baru saja di tutup.

alat bantu dengar. 4. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. warna sama dengan kulit lain. posisi telinga. Normal: bentuk dan posisi simetris kika. Pemeriksaan Rinne .. gendang telinga. dan tragus Normal: tidak ada nyeri tekan. integritas kulit bagus. mastoid. dan alat bantu dengar. dan fungsi pendengaran. liang telinga (cerumen/tanda-tanda infeksi). • Palpasi : nyeri tekan aurikuler. integritas. setelah diadakan pemeriksaan telinga evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. saluran telinga. Pemeriksaaan Telinga Dengan Menggunakan Garpu Tala a. warna. kesimetrisan. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. Pemeriksaan telinga Tujuan Mengetahui keadaan telinga luar. tidak ada tanda-tanda infeksi.Setelah diadakan pemeriksaan mata evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. Persiapan Alat a) b) c) d) Arloji berjarum detik Garpu tala Speculum telinga Lampu kepala Prosedur Pelaksanaan • Inspeksi : bentuk dan ukuran telinga.

Tanyakan pada klien apakah bunyi terdengar sama jelas pada kedua telinga atau lebih jelas pada salah satu telinga. 4. Pemeriksaan Webber Pegang garpu tala pada tangkainya dan pukulkan ke telapak atau buku jari yang berlawanan. 3. Letakkan tangkai garpu tala pada prosesus mastoideus klien. 2. Catat hasil pemeriksaan pendengaran tersebut. Letakkan tangkai garpu tala di tengah puncak kepala klien .1. Angkat garpu tala dan dengan cepat tempatkan di depan lubang telinga klien 1-2 cm dengan posisi garpu tala parallel terhadap lubang telinga luar klien. Anjurkan klien untuk memberi tahu pemeriksa jika ia tidak merasakan getaran lagi. 6. 2. 3. 5. 4. b. Pegang agrpu tala pada tangkainya dan pukulkan ke telapak atau buku jari tangan yang berlawanan. Instruksikan klien untuk member tahu apakah ia masih mendengarkan suara atau tidak. Catat hasil pemeriksaan dengan pendengaran tersebut 5 Pemeriksan hidung dan sinus Tujuan a) b) Mengetahui bentuk dan fungsi hidung Menentukan kesimetrisan struktur dan adanya inflamasi atau infeksi Persiapan Alat a) Spekulum hidung . 1.

lesi. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. sekret. setelah diadakan pemeriksaan hidung dan sinus evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal.b) c) d) Senter kecil Lampu penerang Sarung tangan (jika perlu) Prosedur Pelaksanaan • Inspeksi : hidung eksternal (bentuk. rongga. dan septum deviasi) Normal: tidak ada bengkak dan nyeri tekan. ukuran. maksilaris (bengkak. pendarahan). 6 Pemeriksaan mulut dan bibir Tujuan Mengetahui bentuk kelainan mulut Persiapan Alat a) b) c) d) Senter kecil Sudip lidah Sarung tangan bersih Kasa . sumbatan. tidak ada lesi. hidung internal (kemerahan. hidung ( lesi. tanda2 infeksi) Normal: simetris kika. warna. tidak ada sumbatan. warna sama dengan warna kulit lain. • Palpasi dan Perkusi frontalis dan. nyeri. kesimetrisan). perdarahan dan tanda-tanda infeksi.

• Normal: gigi lengkap. dan stomatitis. yang terdiri dari 16 buah di rahang atas dan 16 buah di rahang bawah. usia 9-11 bulan berjumlah 8 buah(4 dirahang atas dan 4 dirahang bawah). tidak ada perdarahan atau radang gusi. 7 Pemeriksaan leher Tujuan a) b) Menentukan struktur integritas leher Mengetahui bentuk leher serta organ yang berkaitan . Pada usia 6 bulan gigi berjumlah 2 buah (dirahang bawah). Gigi pertama tumbuh dinamakan gigi susu di ikuti tumbuhnya gigi lain yang disebut gigi sulung. dan keadaan langit2. posisi lidah. Pada anak-anak gigi sudah mulai tumbuh pada usia enam bulan. lembab. kesimetrisan. tekstur . usia 7-8 bulan berjumlah 7 buah(2 dirahang atas dan 4 dirahang bawah) . dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. langit2 utuh dan tidak ada tanda infeksi. Gigi lengkap pada orang dewasa berjumlah 36 buah. gigi tersebut mulai tanggal dan dig anti gigi tetap. lesi. warna pink. Normal: warna mukosa mulut dan bibir pink. lidah simetris. warna. Akhirnya pada usia enam tahun hingga empat belas tahun. usia 16-19 bulan berjumlah 16 buah (8 dirahang atas dan 8 dirahang bawah). perdarahan/ radang gusi.Prosedur Pelaksanaan • Inspeksi dan palpasi struktur luar : warna mukosa mulut dan bibir. usia 12-15 bulan gigi berjumlah 12 buah (6 dirahang atas dan 6 dirahang bawah). tidak ada tanda-tanda gigi berlobang atau kerusakan gigi. tidak ada lesi dan stomatitis • Inspeksi dan palpasi strukur dalam : gigi lengkap/penggunaan gigi palsu. dan pada usia 20-30 bulan berjumlah 20 buah (10 dirahang atas dan 10 dirahang bawah) setelah diadakan pemeriksaan mulut dan bibir evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal.

dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. • Inspeksi dan auskultasi arteri karotis: lokasi pulsasi Normal: arteri karotis terdengar. bentuk simetris. nyeri. gerakan/perlengketan pada kulit). • Auskultasi : bising pembuluh darah. konsistensi.gondok. 8 Pemeriksaan dada( dada dan punggung) Posisi klien: berdiri. kelenjer parotis (letak. Setelah diadakan pemeriksaan leher evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. pembesaran. Normal: warna sama dengan kulit lain. terlihat/ teraba) Normal: tidak teraba pembesaran kel.c) Memeriksa system limfatik Persiapan Alat Stetoskop Prosedur Pelaksanaan • Inspeksi leher: warna integritas.batas. tidak ada pembesaran kelenjer gondok.limfe. konsistensi. • Inspeksi dan palpasi kelenjer tiroid (nodus/difus. integritas kulit baik. tidak ada pembesaran kel. tidak ada nyeri. tidak ada nyeri. bentuk simetris. kelenjer limfe (letak. duduk dan berbaring Cara/prosedur: A) System pernafasan Tujuan : . nyeri. pembesaran).

eksrusi diafragma (konsistensi dan bandingkan satu sisi dengan satu sisi lain pada tinggi yang sama dengan pola berjenjang sisi ke sisi) Normal: resonan (“dug dug dug”). edema. tidak ikterik/sianosis. pergerakan dada. instruksikan pasien untuk mengucapkan angka “tujuh-tujuh” atau “enam-enam” sambil melakukan perabaan dengan kedua telapak tangan pada punggung pasien. bentuk dan postur normal.) Normal: integritas kulit baik. nyeri. tidak ada nyeri tekan/massa/tanda-tanda peradangan. kedalaman. keadaan kulit. ekspansi simetris. ekspansi. masa. irama pernafasan. sifat.a) dada b) c) Mengetahui bentuk. traktil premitus Persiapan alat a) b) c) Stetoskop Penggaris centimeter Pensil penada Prosedur pelaksanaan • Inspeksi : kesimetrisan. bentuk/postur dada. dan dinding Mengetahui frekuensi. tidak ada pembengkakan/penonjolan/edema • Palpasi: Simetris. pembengkakan/ penonjolan. • Perkusi: paru. irama. massa dan lesi. gerakan nafas (frekuensi. kesimetrisas. peradangan. (perawat berdiri dibelakang pasien. tractile fremitus. taktil vremitus cendrung sebelah kanan lebih teraba jelas. lesi. • Normal: simetris. tidak ada tanda-tanda distress pernapasan. jika bagian padat lebih daripada bagian udara=pekak (“bleg bleg bleg”). jika bagian udara lebih besar dari bagian . Mengetahui adanya nyeri tekan. dan upaya pernafasan/penggunaan otot-otot bantu pernafasan). warna kulit. warna kulit sama dengan warna kulit lain.

trachea. batas jantung=bunyi rensonan---hilang>>redup. (dengarkan dengan menggunakan stetoskop di lapang paru kika. • Auskultasi: suara nafas. bronchovesikuler. arteri karotis Palpasi: denyutan Normal untuk inspeksi dan palpasi: denyutan aorta teraba. paru. bronchus. brochial. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. di RIC 1 dan 2. . Setelah diadakan pemeriksaan dada evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. di atas manubrium dan di atas trachea) Normal: bunyi napas vesikuler. konjungtiva. tracheal. vena jugularis. B) System kardiovaskuler Tujuan a) b) c) d) Mengetahui ketifdak normalan denyut jantung Mengetahui ukuran dan bentuk jantug secara kasar Mengetahui bunyi jantung normal dan abnormal Mendeteksi gangguan kardiovaskuler Persiapan alat a) b) Stetoskop Senter kecil Prosedur pelaksanaan • • Inspeksi : Muka bibir.padat=hiperesonan (“deng deng deng”).

putting. pada RIC 4. dan dari atas ke bawah sampai bunyi redup) Normal: batas jantung: tidak lebih dari 4. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut.7. ukuran. dan batas jantung (lakukan dari arah samping ke tengah dada. (gunakan bagian diafragma dan bell dari stetoskop untuk mendengarkan bunyi jantung. dan penyebaran vena Inspeksi dan palpasi aksila: nyeri. aerola. . simetris.• Perkusi: ukuran. Setelah diadakan pemeriksaan system kardiovaskuler evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. konsistensi. • Normal: terdengar bunyi jantung I/S1 (lub) dan bunyi jantung II/S2 (dub).10 cm ke arah kiri dari garis mid sterna.dan 8. 9 Dada dan aksila Tujuan a) b) Mengetahui adanya masa atau ketidak teraturan dalam jaringan payudara Mendeteksi awal adanya kanker payudara Persiapan alat a) Sarung tangan sekali pakai (jika diperlukan) Prosedur pelaksanaan • • Inspeksi payudara: Integritas kulit Palpasi payudara: Bentuk. arteri karotis. • Setelah diadakan pemeriksaan dadadan aksila evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. bentuk. • Auskultasi: bunyi jantung. tidak ada bunyi jantung tambahan (S3 atau S4). perbesaran nodus limfe. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut.5.

10 Pemeriksaan Abdomen (Perut) Posisi klien: Berbaring Tujuan a) b) c) Mengetahui betuk dan gerakan-gerakan perut Mendengarkan suara peristaltic usus Meneliti tempat nyeri tekan. lesi. warna dengan warna kulit lain. kelainan umbilicus. ostomy. organ-organ dalam rongga perut benjolan dalam perut. • Auskultasi : suara peristaltik (bising usus) di semua kuadran (bagian diafragma dari stetoskop) dan suara pembuluh darah dan friction rub :aorta. pelebaran vena. distensi. dan gerakan dinding perut. illiaka (bagian bell). distensi. scar. a. pelebaran vena. Persiapan a) b) c) d) e) f) Posisi klien: Berbaring Stetoskop Penggaris kecil Pensil gambar Bntal kecil Pita pengukur Prosedur pelaksanaan • Inspeksi : kuadran dan simetris. tonjolan. Normal: simetris kika. kelainan umbilicus. a. . tonjolan.renalis. contour. tidak ikterik tidak terdapat ostomy. warna kulit.

perhatikan jika klien merasa nyeri dan bagaiman kualitas bunyinya. dan nyeri. Meteran Posisi klien: Berdiri. siku. tulang dan persendian 2. tangan) Tujuan : 1. lokasi. • Perkusi semua kuadran : mulai dari kuadran kanan atas bergerak searah jarum jam. karakteristik organ. • 11 Pemeriksaan ekstermitas atas (bahu. tidak ada massa dan penumpukan cairan Setelah diadakan pemeriksaan abdomen evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. Memperoleh data dasar tetang otot. kekuatan atau adanya gangguan pada bagianbagian tertentu. adanya asistes.dengan cara perawat menghangatkan tangan terlebih dahulu • • Normal: tidak teraba penonjolan tidak ada nyeri tekan. terdengar denyutan arteri renalis. duduk . Mengetahui adanya mobilitas.Normal: suara peristaltic terdengar setiap 5-20x/dtk. arteri iliaka dan aorta. bila hepar dan limfa membesar=redup dan apabila banyak cairan = hipertimpani Palpasi semua kuadran (hepar. ginjal kiri dan kanan): massa. Alat : 1. • • • • Perkusi hepar: Batas Perkusi Limfa: ukuran dan batas Perkusi ginjal: nyeri Normal: timpani. limfa. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. nyeri irregular.

brachialis dan a. integritas kulit. Palapasi: denyutan a. integritas kulit baik. kekuatan dan tonus otot. . 12 Pemeriksaan ekstermitas bawah (panggul. poplitea. Normal: reflek bisep dan trisep positif Setelah diadakan pemeriksaan ekstermitas atas evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal.• Inspeksi struktur muskuloskletal : simetris dan pergerakan. a. Normal: simetris kika. ROM. ROM aktif. dorsalis pedis: denyutan Normal: teraba jelas • Tes reflex :tendon patella dan archilles. • • Normal: teraba jelas Tes reflex :tendon trisep. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. integritas kulit baik. Integritas ROM. posisi dan letak. dan brachioradialis. lutut. kekuatan otot penuh • Palpasi : a. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. kekuatan dan tonus otot Normal: simetris kika. bisep. radialis . kekuatan otot penuh. ROM aktif. Normal: reflex patella dan archiles positif • Setelah diadakan pemeriksaan ekstermitas bawah evaluasi hasil yang di dapat dengan membandingkan dengan keadaan normal. pergelangan kaki dan telapak kaki) • Inspeksi struktur muskuloskletal : simetris dan pergerakan. a. femoralis.

Lampu yang dapat diatur pencahayaannya 2. Melihat dan mengetahui organ-organ yang termasuk dalam genetalia. 2. Menentukan adanya masa atau bentuk tidak teratur dari dinding rektal 3. luka atau iritasi. Alat : 1. Memeriksa kangker rectal dll Alat : 1. Zat pelumas 3. Mengetahui kemajuan proses persalinan pada ibu hamil atau persalinan. misalnya varises. Melakukan perawatan genetalia 4. Sarung tangan sekali pakai 2. infeksi. 3. Mengetahui intregritas spingter anal eksternal 4. rectum) Posisi Klien : Pria berdiri dan wanita litotomy Tujuan: 1. pengeluaran cairan atau darah. Mengetahui adanya abnormalitas pada genetalia. Sarung tangan Pemeriksaan rectum Tujuan : 1. Mengetahui kondisi anus dan rectum 2.13 Pemeriksaan genitalia (alat genital. tumor/ benjolan. edema. Penetangan untuk pemeriksaan Prosedur Pelaksanaan 1. anus. Wanita: .

massa dan pengeluaran Normal: integritas kulit baik. • Normal: tidak ada nyeri. edema. tidak terdapat edema / hemoroid/ polip/ tanda-tanda infeksi dan pendarahan. contour simetris. fistula ani pengeluaran dan perdarahan. semetris tidak ada edema dan tanda-tanda infeksi (pengeluaran pus /bau) • • • Inspeksi vagina dan servik : integritas kulit. massa. massa edema. pengeluaran. • • Pria: Inspeksi dan palpasi penis: Integritas kulit. pengeluaran Palpasi vagina. edema. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. konsistensi dan. pengeluaran dan perdarahan. turunan testes dan mobilitas. • Normal: tidak ada nyeri . integritas kulit baik. massa. • Setelah diadakan pemeriksaan dadadan genitalia wanita evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. fistula ani. integritas kulit. nyeri. • Setelah diadakan pemeriksaan di adakan pemeriksaan genitalia evaluasi hasil yang di dapat dengan membandikan dengan keadaan normal. dan dokumentasikan hasil pemeriksaan yang didapat tersebut. mukosa lembab. nyeri dan tonjolan • Pemeriksaan anus dan rectum : feses. Normal: bersih. ukuran dan bentuk. 2. tidak ada pengeluaran pus atau darah • Inspeksi dan palpassi skrotum: integritas kulit. massa Pemeriksaan anus dan rectum: feses.• • Inspeksi genitalia eksternal: mukosa kulit. tidak ada masa atau pembengkakan. tidak terdapat edema / hemoroid/ polip/ tanda-tanda infeksi dan pendarahan. nyeri. . hemoroid. haemoroid. uterus dan ovarium: letak ukuran. massa.

Keterampilan pengkajian fisik yang sama di gunakan untuk mengkaji kondisi dapat di gunakan sebagai tindakan evaluasi setelah asuhan diberikan. Sebagian besar institusi memiliki format khusus yang mempermudah pencatatan data pemeriksaan. Perawat membuat pengukuran yang akurat.7. Data (riwayat) Subjektif. Pengukuran tersebut menentukan tercapainya atau tidak hasil asuhan yang di harapkan. yaitu apa yang dilaporkan klien 2. 3. Temuan dari pengkajian fisik dimasukkan ke dalam rencana asuhan. Assessment (pengkajian) . dan objektif melalui pengkajian fisik.6. palpasi. inspeksi. Data di dokumentasikan berdasarkan format SOAPIE. Perawat tidak bergantung sepenuhnya pada intuisi ketika pengkajian fisik dapat digunakan untuk mengevaluasi keefektifan asuhan. untuk berjaga-jaga seandainya perlu memeriksa kembali informasi atau mendapatkan data tambahan. terdiri dari: 1. perkusi dan auskultasi oleh perawat. Perawat meninjau semua hasil sebelum membantu klien berpakaian. Format SOAPIE. Evaluasi Perawat bertanggung jawab untuk asuhan keperawatan yang mereka berikan dengan mengevaluasi hasil intervensi keperawatan. 2. Plan (Perencanaan). terperinci. Keterampilan pengkajian fisik meningkatkan evaluasi tindakan keperawatan melalui pemantauan hasil asuhan fisiologis dan perilaku. Data (fisik) Objektif. yang hamper sama dengan langkah-langkah proses keperawatan. yaitu diagnose keperawatan dan pernyataan tentang kemajuan atau kemunduran klien 4.2. Dokumentasi Perawat dapat memilih untuk mencatat hasil dari pengkajian fisik pada pemeriksaan atau pada akhir pemeriksaan. yaitu apa yang di observasi. yaitu rencana perawatan klien .

. Implementation (pelaksanaan). yaitu intervensi keperawatan dilakukan berdasarkan rencana 6. Evaluation (evaluasi). yaitu tinjauan hasil rencana yang sudah di implementasikan.5.

memastikan/membuktikan hasil anamnesa. 3.2. sewaktu-waktu sesuai kebutuhan klien. baik untuk untuk menegakkan diagnosa keperawatan . Pemeriksaan fisik menjadi sangat penting karena sangat bermanfaat. untuk memperoleh data yang sistematif dan komprehensif. Saran Agar pemeriksaan fisik dapat dilakukan dengan baik. memilih intervensi yang tepat untuk proses keperawatan. secara rutin pada klien yang sedang di rawat. Kesimpulan Pemeriksaan fisik dalah pemeriksaan tubuh klien secara keseluruhan atau hanya bagian tertentu yang dianggap perlu. maka perawat harus memahami ilmu pemeriksaan fisik dengan sempurna dan pemeriksaan fisik ini harus dilakukan secara berurutan. . menentukan masalah dan merencanakan tindakan keperawatan yang tepat bagi klien.1. sistematis. dan dilakukan dengan prosedur yang benar. Pemeriksaan fisik Mutlak dilakukan pada setiap klien. maupun untuk mengevaluasi hasil dari asuhan keperawatan. baik klien dalam keadaan sadar maupun tidak sadar. Jadi pemeriksaan fisik ini sangat penting dan harus di lakukan pada kondisi tersebut.BAB III PENUTUP 3. tertama pada klien yang baru masuk ke tempat pelayanan kesehatan untuk di rawat.

http://nursingbegin. Pemeriksaan Fisik. John W. 2008. EGC .DAFTAR PUSTAKA • Admit. Diagnosis Fisik. • Bates. 1998. Barbara. 1995. Pemeriksaan Fisik dan Riwayat Kesehatan. EGC • • Burnside. Jakarta.com/tag/pemeriksaanfisik/( online) diakses 17 September 2010. Buku Saku Pemeriksaan Fisik dan Riwayat Kesehatan Bates. Jakarta. Jakarta. EGC Bickley. Lynn S.

Pengertian Mekanika Tubuh adalah suatu usaha mengkoordinasikan sistem muskuloskeletal dan sistem syaraf dalam mempertahankan keseimbangan. Susiana. 2. Eni. Balance / Keseimbangan Keseimbangan tergantung pada interaksi antara pusat gravity.Navarra. Balance (Keseimbangan) 3. dan melakukan aktivitas sehari-hari ( Potter & Perry. The Care Of Wound A Guides For Nurses. Body Alignment (Postur Tubuh) Susunan geometrik bagian-bagian tubuh dalam hubungannya dengan bagian tubuh yang lain. Prinsip body mekanik 1. Body Mekanik meliputi 3 elemen dasar yaitu : 1.Pemeriksaan Fisik system Kardiovaskuler. 3. Pergerakan dasar yang digunakan dalam Body Mekanik . Keterampilan dan Prosedur Laboratorium. postur dan kesejajaran tubuh selama mengangkat. 2005).Balckwell Publishing. membungkuk. Weight (berat) D. • Kusyanti. B. Gravity 2. Carol. C. 2006. bergerak. line gravity dan base of support. Jakarta: EGC.• Candrawati.Diakases tanggal 18 September 2010 • Dealey. Koordinated body movement (Gerakan tubuh yang terkoordinir) Dimana body mekanik berinteraksi dalam fungsi muskuloskeletal dan sistem syaraf.2005. Body Mechanics / Mekanika Tubuh Mekanika Tubuh A.dkk.

Pengetahuan F. Gaya hidup 8. 3. Otot memiliki origo dan insersinya tulang. Squating / jongkok Squating mempertinggi atau meningkatkan keseimbangan tubuh. Kondisi kesehatan seseorang akan berpengaruh terhadap keseimbangan tubuh sehingga aktivitasnya menjadi terganggu. Ligamen Ligamen merupakan bagian yang menghubungkan tulang dengan tulang. lengan atas dan siku diletakkan pada permukaan tempat tidur. letak benda. Tulang Tulang merupakan organ yang mempunyai berbagai fungsi. 4. 3. Situasi dan kebiasaan 7. Nutrisi 4. Pivoting / berputar Pivoting adalah suatu tehnik dimana tubuh dibungkukkan dlm rangka menghindari terjadinya resiko keseleo tulang E. Pulling / menarik Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menarik benda. Pemenuhan kebutuhan tubuh akan nutrisi sangat penting karena mempengaruhi produksi energi yang digunakan untuk mobilisasi. lutut dan pergelangan kaki ditekuk dan lalu lakukan penarikan. Emosi 6. posisi kaki dan tubuh sewaktu menarik (seperti condong ke depan dari panggul). ketika seseorang mengangkat obyek yg terletak dibawah pusat grativitas tubuh. fungsi tempat sumsum tulang dalam membentuk sel darah. 5. Sistem syaraf . diantaranya ketinggian. Sistem tubuh yang berperan dalam kebutuhan aktivitas: 1. 2. Status kesehatan 2. sangat berhubungan dg ukuran base of support 2. fungsi mekanis untuk membentuk rangka dan tempat melekatnya berbagai otot. serta dihubungkan dengan tulang melalui tendon. Walking / berjalan Kestabilan berjalan. dan fungsi pelindung organ-organ dalam. sodorkan telapak tangan dan lengan atas dibawah pusat gravitasi pasien. Otot dan tendo Tubuh memiliki mempunyai kemampuan berkontraksi yang memungkinkan tubuh bergerak sesuai keinginan. fungsi sebagai tempat menyimpan mineral kususnya kalsium dan fosfor yang bisa dilepaskan setiap saat sesuai kebutuhan. Ligamen pada lutut merupakan penjaga stabilitas. 4. pinggul.3. Faktor-faktor yang mempengaruhi body mekanik : 1.1. yaitu suatu jaringan ikat yang melekat sangat kuat pada tempat insersinya tulang.

Sendi Sendi merupakan tempat dua atau lebih tulang bertemu.b. Jatuh 2. memberikan daftar penyebab cidera belakang yang paling sering terjadi pada perawat yang bekerja di rumah sakit yaitu : 1.Syaraf terdiri dari syaraf pusat (otak dan medula spinalis) dan syaraf tepi (percabangan dari syaraf pusat). Bagian somatis memiliki fungsi sensorik dan motorik. Membantu pasien duduk Pengertian:Suatu tindakan keperawatan yang dilakukan pada klien yang imobilisasi atau klien lemah untuk memberikan bantuan duduk ditempat tidur. 2. 4. Kerusakan pada syaraf pusat seperti kerusakan tulang belakang akan menyebabkan kelemahan umum. Mengatur berbagai posisi klien 1) Posisi fowler . sedangkan kerusakan saraf tepi menyebabkan terganggunya daerah yang diinervasi dan kerusakan pada saraf radial akan menyebabkan drop hand atau gangguan sensorik di daerah radial tangan. Konsekuensi body mekanik yang buruk 1. Cidera belakang Harber (1985). G.Tujuan:Mengurangi risiko cedera muskuloskeletal pada semua orang yang terlibat. Mengangkat pasien ke atas tempat tidur (48%) Membantu pasien turun dari tempat tidur (30%) Memindahkan bed (27%) Mengangkat pasien keatas brankat(22%) A. 5. 1. Macam-macam bodi mekanik Body alignment a. Membantu pasien berdiri Pengertian:Suatu tindakan keperawatan yang dilakukan pada klien yang imobilisasi atau klien lemah untuk memberikan bantuan berdiri.c. 3.

Posisi fowler adalah posisi setengah duduk atau duduk.90°. . posisi kaki fleksi dengan telapak kaki datar diatas tempat tidur. Melakukan aktivitas ttu. kedua lengan berada di samping sisi tubuh. Tujuan : tindakan menurunkan tekanan intrakranial pada pasien trauma kapitis. Tujuannya untuk mempertahankan kenyamanan dan memfasilitasi fungsi kenyamanan pasien. Mengatasi kesulitan pernafasan & KV pernafasan pasien. serta pada proses persalinan 3) Posisi Trendelenburg Adalah posisi pasien berbaring di TT dg bagian kepala lebih rendah daripada bagian kaki Tujuan : Melancarkan peredaran darah ke otak 4) Posisi antitrendelenberg Adalah posisi pasien berbaring di TT dengan kaki lebih tinggi dari kepala. Tujuannya untuk memeriksa daerah genetalia. pasang cateter. dimana bagian kepala tempat tidur lebih tinggi atau dinaikkan setinggi 15°. Fowler : 45 – 90o dan Semi fowler : 15 – 45o 2) Posisi dorsal recumbent Adalah dimana posisi kepala dan bahu pasien sedikit mengalami elevasi diatas bantal.

Tujuan posisi ini : Mengurangi lordosis & meningkatkan kelurusan punggung .5) Posisi pronasi/ tengkurap Adalah dimana posisi pasien berbaring diatas abdomen dengan kepala menoleh kesalah satu sisi. Posisi ini memiliki beberapa tujuan diantaranya : • • • Memberikan ekstensi penuh pada persendian pinggul dan lutut. Posisi pasien harus di tengah-tengah tempat tidur. Kedua lengan fleksi disamping kepala. datar dengan kepala dan bahu sedikit elevasi dengan menggunakan bantal. Mencegah terjadinya fleksi kontraktur dari pinggul dan sendi. Ini biasanya disebut berbaring telentang. Membantu drainase dari mulut. Baik untuk posisi tidur & istirahat. dengan membentuk fleksi pada pinggul dan lutut bagian atas dan meletakkannya lebih depan dari bagian tubuh yang lain dengan kepala menoleh kesamping. . Membantu menghilangkan tekanan pada sakrum 7) Posisi supine/ terlentang. 6) Posisi lateral (side lying) Yaitu seorang tidur diatas salah satu sisi tubuh. sekitar tiga inci di bawah kepala tempat tidur.

Memfasilitasi drainase dari mulut pada klien tidak sadar Mengurangi penekanan pada sakrum & trokanter mayor pada klien paralisis Memudahkan pemeriksaan perineal Untuk tindakan pemberian enema 9) Posisi Genu pectoral/knee chest position posisi pasien berbaring dengan kedua kaki ditekuk dan dada menempel pada bagian alas TT Tujuan : memeriksa daerah rectum & sigmoid 10) Posisi Litotomi . 8) Posisi Sim’s Adalah posisi dimana tubuh miring kekiri atau kekanan.Tujuan : Klien pasca operasi dengan anestesi spinal. Mengatasi masalah yg timbul akibat pemberian posisi pronasi yg tidak tepat. Tujuan posisi ini : • • • • • untuk memberikan kenyamanan dan memberikan obat per anus (supositoria).

Klien duduk di TT atau tepi TT dg meja yang menyilang diatas TT (90o) Tujuan : membantu mengatasi masalah kesulitan bernafas dg ekspansi dada maksimum. melatih dan meningkatkan mobilisasi. Memindahkan klien dari TT ke brankar/ TT dan sebaliknya dengan easy move Memindahkan klien dari TT ke brankard dan sebaliknya dengan Scoop Stretcher 3. Manfaat : Klien mampu berjalan dengan menggunakan alat bantu dan meningkatnya kemampuan mobilisasi klien. Mencegah terjadinya kontraktur sendi dan flaksid otot 4. 1.posisi pasien berbaring terlentang dengan mengangkat kedua kaki dan menariknya keatas bagian perut Tujuan : Merawat atau memeriksa genetalia pada proses persalinan. Memindahkan klien dari tempat tidur ke kursi Pengertian : Memindahkan klien yang tirah baring ke kursi 2). Mencapai kestabilan klien dalam berjalan. 1) 2) 3). membantu klien yg mengalami inhalasi 2. Ambulasi Memindahkan klien dari tempat tidur (TT) ke kursi/ kursi roda 1). Membantu klien berjalan Tujuan: Memulihkan kembali toleransi aktivitas. memasang alat kontrasepsi 11) Posisi Orthopneik posisi adaptasi dari fowler tinggi. Membantu klien dengan alat bantu jalan (Kruk) Tujuan : Membantu melatih kemampuan gerak klien. . Memindahkan klien dari tempat tidur (TT) ke kursi roda Pengertian : Memindahkan klien dari tempat tidur ke kursi roda 2. Memindahkan klien dari tempat tidur (TT) ke brankard (TT) dan sebaliknya Memindahkan klien dari TT ke brankard/ TT dan sebaliknya dengan cara diangkat.

duduk maupun berbaring. Perencanaan Keperawatan Nyeri akut b. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengkaji antara lain : Posisi berdiri Lakukan inspeksi melalui sudut pandang secara : Anterior.Lateral dan posterior.Asuhan Keperawatan pada klien dengan gangguan bodi mekanik Pengkajian Untuk melakukan pengkajian body mekanik dan alignment lakukan inspeksi terhadap pada pasien pada saat berdiri. apabila dijumpai kelainan pada pasien. punggung tegak. apabila posisi tidak sesuai dengan posisi berdiri yang benar maka dapat diidentifikasikan bahwa ada gangguan pada otot dan tulang pasien. Diagnosa Keperawatan 1. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan gangguan neurovasculer 3. kecuali pada orang tua mungkin 40 X per menit. Resiko cedera berhubungan dengan gangguan keseimbangan yang disertai kelemahan otot 4. Posisi duduk Pada saat keadaan ini normalnya kepala dan dada akan akan memiliki keadaan yang sama pada saat posisi berdiri yaitu kepala pasien harus tegak lurus dengan leher dan verterba kolumna telapak kaki lurus berpijak pada lantai. Pasien dalam posisi berdiri dengan kepala tegak dan mata lurus kedepan serta bahu dan pinggul harus lurus dan sejajar. Pasien yang dalam keadaan abnormal akan mengalami kelemahan otot atau pralis otot serta adanya sensasi (kerusakan saraf) Posisi berbaring Letakan pasien pada posisi lateral semua bantal dan penyokong posisi dipindahkan dari tempat tidur. terkoordinasi dan ritmik 4) Mudah untuk memulai dan mengakhiri berjalan 5) Jumlah langkah per menit (pace) 70-100 X per menit. 3) Langkah lembut. maka terdapat penurunan sensasi atau gangguan sirkulasi serta adanya kelemahan. Nyeri akut berhubungan dengan terputusnya kontinuitas jaringan tulang 2.d terputusnya kontinuitas jaringan tulang Definisi: perasaan sensori dan emosional yang tidak menyenangkan yang muncul akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau digambarkan dalam hal kerusakan sedemikian . kemudian tubuh ditopang dengan kasur yang cukup dan vertebra harus lurus dengan alas yang ada . pasien diminta berjalan sepanjang 10 langkah kemudian perawat memperhatikan hal-hal berikut ini : 1) Kepala tegak. pandangan lurus kedepan. Cara berjalan Dikaji untuk mengetahui mobilitas dan kemungkinan resiko cedera akibat dari terjatuh. 2) Tumit menyentuh tanah terlebih dahulu sebelum jari-jari kaki.

d gangguan neuromuskuler. 2) Klien dapat mendeskripsikan bagaimana mengontrol nyeri 3) Klien mengatakan kebutuhan istirahat dapat terpenuhi 4) Klien dapat menerapkan metode non farmakologik untuk mengontrol nyeri Intervensi: 1) Identifikasi nyeri yang dirasakan klien (P. jadual. 6) Atur posisi setiap 2 jam atau sesuai toleransi. 7) Jelaskan prosedur yang dapat meningkatkan nyeri dan mengurangi nyeri 8) Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian: analgetik sesuai indikasi Gangguan mobilitas fisik b. 7) Fasilitasi penggunaan alat Bantu.rupa. Q. 8) Jelaskan manfaat ROM aktif dan pasif 9) Kolaborasi dengan fisioterapi Pelaksanaan (cheklist terlampir) Bodi alignment • • • Membantu klien dengan masalah berdiri dan duduk Mengatur berbagai posisi klien Papan sandaran . 6) Ajarkan teknik non farmakologik (relaksasi. dll) untuk menurunkan nyeri. Intervensi: 1) Pastikan keterbatasan gerak sendi yang dialami. latih ROM pasif dan aktif 5) Anjurkan dan Bantu klien duduk di tempat tidur sesuai toleransi. 5) Berikan tindakan kenyamanan. 4) Pantau tanda-tanda vital. T) 2) Eksplor faktor-faktor penyebab nyeri 3) Kaji pengalaman klien masa lalu dalam mengatasi nyeri. 4) Klien bisa melakukan aktivitas. keteraturan. Tujuan: 1) Klien mengatakan nyeri yang dirasakan berkurang. S. fantasi. 3) pastikan klien bebas dari nyeri sebelum diberikan latihan. Definisi: keterbatasan pada pergerakan fisik tubuh atau satu atau lebih ekstrimitas secara mandiri dan terarah Tujuan: 1) Aktivitas fisik meningkat 2) ROM normal 3) Melaporkan perasaan peningkatan kekuatan dalam bergerak. awitan yang tiba-tiba atau lambat dari intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi berlangsung < 6 bulan. R. 4) Ajarkan ROM exercise aktif dan pasif. 2) Motivasi klien untuk mempertahankan pergerakan sendi.

b. c. menggunakan papan tempat tidur.Ambulasi • • • Memindahkan klien dari tempat tidur ke (TT) ke kursi/ kursi roda/ brankar dan sebaliknya Membantu klien berjalan Membantu klien dengan alat bantu jalan Evaluasi Evaluasi yang diharapkan dari hasil tindakan keperawatan untuk mengatasi gangguan postur tubuh adalah tidak terjadi perubahan atau kesalahan dalam postur tubuh dan pasien mampu melaksanakan aktifitas dengan mudah serta tidak merasakan kelemahan. Penatalaksanaan: operasi. Macam2 abnormal: a. atau imobilisasi berdasarkan penyebab dan tingkat keparahan. pemanasan. Kifolordosis Diskripsi: kombinasi dari kifosis dan lordosis. memakai jaket. spt kesejajaran tubuh keseimbangan dan penampilan. tidur tanpa bantal. topangan. Penatalaksanaan: latihan peregangan spinal. Penyebab: kondisi congenital. dimana otot sternokleidomastoideus berkontraksi. penyakit tulang atau ricket tuberkolosis spinal. penggabungan spinal (berdasarkan penyebab dan tingkat keparahan). Tortikolis Diskripsi: mencondongkan kepala ke sisi yang sakit. Kelainan postur yg didpat atau congenital mempengaruhi efisiensi system moskuloskeletal. Kifosis Diskripsi : peningkatan kelengkungan pada kurva spinal torakal. Penatalaksanaan: sama dengan metode yang digunakan untuk kifosis dan lordosis berdasarkan penyebab. Penyebab: kondisi congenital. . Penyebab : kondisi congenital.

Diskripsi: kurva anterior pada spinal lumbal yang melengkung berlebihan. kor pulmonal. Lordosis adalah kelainan pada tulang belakang dimana hyperekstensi dari tulang lumbal. Dysplasia Pnggung Kongenital Diskripsi: ketidakstabilan pinggul dengan keterbatasan abduksi pinggul. Penatalaksanaan: mempertahankan abduksi paha yang terus menerus sehingga kaput vemur menekan ke bagian tengah assetatbulum. Penyebab: kondisi congenital. g.wordpress. Penatalaksanaan: immobilisasi dan operasi (berdasarkan penyebab dan tingkat keparahan). penyakit tulang atau ricket. panjang kaki tidak sama Penatalaksanaan: immobilisasi dan operasi (berdasarkan penyebab dan tingkat keparahan). Penyebab: kondisi congenital. kehamilan. poliomyelitis. Penatalaksanaan: knee braces. http://beequinn. Kifoskoliosis Diskripsi: tidak normalnya kurva spinal anteroposteriol dan lateral. poliomyelitis. Knock-knee (genu varum) diskripsi: kurva kaki yang masuk ke dalam sehingga lutut rapat jika seseorang berjalan. pembedahan. paralisis spastic. e.com/nursing/kebutuhan-dasar-manusia-i-kdm-i/bodymechanics-mekanika-tubuh/ . f.d. kondisi temporer missal. dan kadang-kadang kontraktur adduksi (kaput vemur tidak bersambung dengan assetatbulum karena abnormal kedangkalan assetatbulum). operasi jika tidak dapat diperbaiki oleh pertumbuhan. beban abduksi. Penyebab: kondisi congenital. Penatalaksanaan: latihan peregangan spinal berdasarkan penyebab. Skoliosis Diskripsi: kurvatura spinal lateral. Penyebab: kondisi congenital (biasanya dengan kelahiran sungsang). h. gips. Penyebab: kondisi congenital. tinggi pinggul dan bahu tidak sama.

PENGERTIAN Oksigen (O2) adalah satu komponen gas dan unsur vital dalam proses metabolisme untuk mempertahankan kelangsungan hidup seluruh sel-sel tubuh. jumlahnya sekitar 500 ml. Oksigenasi adalah peristiwa menghirup udara dari luar yang mengandung Oksigen (O2) kedalam tubuh serta menghembuskan Karbondioksida (CO2) sebagai hasil sisa oksidasi. kardiovaskuler dan hematology. dinding abdomen dan pusat pernafasan di otak. otot-otot pernafasan. perfusi paru dan difusi. Ventilasi membutuhkan koordinasi otot paru dan thoraks yang elastis serta persyarafan yang utuh. isi abdomen. 1). Udara yang masuk dan keluar terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara antara intrapleura dengan tekanan atmosfer. Ventilasi Ventilasi adalah proses keluar masuknya udara dari dan paru-paru. 2. dimana pada inspirasi . Otot pernapasan inspirasi utama adalah diagfragma. SISTEM PERNAFASAN Sistem pernafasan terdiri dari organ pertukaran gas yaitu paru-paru dan sebuah pompa ventilasi yang terdiri atas dinding dada. yang keluarnya dari medulla spinalis pada vertebra servikal keempat. Ada 3 langkah dalam proses oksigenasi yaitu ventilasi. diagfragma. Pada keadaan istirahat frekuensi pernafasan 12-15 kali per menit. Penyampaian oksigen ke jaringan tubuh ditentukan oleh sistem respirasi (pernafasan).Diafragma dipersyarafi oleh saraf frenik.OKSIGENASI 1.

internal interkosa. Difusi adalah pergerakan molekul dari area dengan konsentrasi tinggi ke area konsentrasi rendah. Perfusi Paru Perfusi paru adalah gerakan darah melewati sirkulasi paru untuk dioksigenasi. Perbedaan tekanan pada area membran respirasi akan . Adekuatnya sistem saraf pusat dan pusat pernafasan 3. Sirkulasi paru merupakan 8-9% dari curah jantung. adanya sumbatan atau obstruksi jalan napas akan menghalangi masuk dan keluarnya udara dari dan ke paru-paru. dimana pada sirkulasi paru adalah darah deoksigenasi yang mengalir dalam arteri pulmonaris dari ventrikel kanan jantung. Kepatenan Ventilasi terganutung pada faktor : 1. Kebersihan jalan nafas. 2. Sirkulasi paru bersifat fleksibel dan dapat mengakodasi variasi volume darah yang besar sehingga digunakan jika sewaktu-waktu terjadi penurunan voleme atau tekanan darah sistemik. Difusi udara respirasi terjadi antara alveolus dengan membrane kapiler. Difusi Oksigen terus-menerus berdifusi dari udara dalam alveoli ke dalam aliran darah dan karbon dioksida (CO2) terus berdifusi dari darah ke dalam alveoli.Darah ini memperfusi paru bagian respirasi dan ikut serta dalam proses pertukaan oksigen dan karbondioksida di kapiler dan alveolus. 2). eksternal interkosa. Kemampuan otot-otot pernafasan seperti diafragma. Adekuatnya pengembangan dan pengempisan paru-paru 4. 3).tekanan intrapleural lebih negative (725 mmHg) daripada tekanan atmosfer (760 mmHG) sehingga udara masuk ke alveoli. otot abdominal.

2) Paru-paru kiri. dan lobus inferior. yaitu lobus superior. Lobus Pulmo Sinistra dan dekstra. Paru-paru dibagi menjadi 2 bagian. dan di sini membrane pelapisnya mulai berubah sifatnya. lobus media. yaitu : 1) Paru-paru kanan. yaitu lobus superior dan lobus inferior. 1997). Misalnya pada tekanan parsial (P) O2 di alveoli sekitar 100 mmHg sedangkan tekanan parsial pada kapiler pulmonal 60 mmHg sehingga oksigen akan berdifusi masuk ke dalam darah. terdiri dari 2 lobus. Anatomi paru Paru-paru merupakan sebuah organ yang sebagian terdiri dari gelembung-gelembung udara atau alveoli. terdiri dari 3 lobus. lapisan epitelium bersilia diganti dengan sel epitelium yang pipih. (Syaifuddin. .mempengaruhi proses difusi. Gambar 1. (Syaifuddin. 1997) Bronkhus terminalis masuk ke dalam saluran yang agak lain yang disebut Vestibula. Berbeda halnya dengan CO2 dengan PCO2 dalam kapiler 45 mmHg sedangkan pada alveoli 40 mmHg maka CO2 akan berdifusi keluar alveoli.

Dari Vestibula berjalan beberapa Infundibula dan di dalam dindingnya dijumpai kantong-kantong udara itu. Kantong udara atau Alveoli itu terdiri atas satu lapis tunggal sel epitelium pipih, dan di sinilah darah hamper langsung bersentuhan dengan udara hingga suatu jaringan pembuluh darah kapiler mengitari Alveoli dan pertukaran gas pun terjadi. (Evelyn C. P, 2002).

Gambar 2. Diagram dari akhiran sebuah Bronkhliolus didalam Alveoli. (Pearce. E. C, 2002)

3. SISTEM KARDIOVASKULER

a. Struktur dan letak jantung Jantung terbagi oleh sebuah septum (sekat) menjadi dua belah, yaitu kiri dan kanan. Setiap belahan kemudian dibagi menjadi dua ruang, pada bagian di atas disebut “atrium” dan bagian bawah disebut “ventrikel”. Pada masing-masing belahan terdapat satu atrium dan satu ventrikel. Atrium dan ventrikel dihubungkan oleh lubang yang terdapat katup, pada bagian sebelah kanan disebut katup (valvula) trikuspidalis dan pada bagian sebelah kiri disebut katub mitral atau katub bikuspidalis. (Pearce, 1999) Jantung terbungkus oleh membran yang disebut perikardium. Membran ini terdiri atas dua lapisan dalam dan luar. Lapisan dalam disebut perikardium viseralis (membran serus yang lekat sekali pada jantungnya) dan lapisan luar disebut perikardium parentalis (lapisan yang

membungkus jantung sebagai kantong longgar). Keduanya dipisahkan oleh cairan pelumas yaitu cairan serus yang berfungsi mengurangi gesekan pada gerakan memompa dari jantung itu sendiri. Jantung terdiri dari tiga lapisan, antara lain: epikardium (luar), miokardium (otot), endokardium (lapisan dalam/endotel).

Gambar 1. Struktur jantung dan perjalanan aliran darah melalui kamar jantung, sesuai petunjuk anak panah b. Fisiologi jantung
Jantung berfungsi sebagai pemompa darah dari pembuluh vena ke dalam sirkulasi pulpomal paru-paru vena, vena pulmonalis, atrium kiri, lewat katup mitral, ventrikel kiri, katup aorta, arteri, arteriola, kapiler, venula, vena, vena cava inferior, dan kembali ke atrium kanan yang disebut “sirkulasi sistematik”, sedangkan aliran darah dari atrium kanan masuk lewat katup trikuspidalis, sirkulasi paru-paru yang disebut “sirkulasi pulmonalis”.

Gangguan aliran dalam jantung mengakibatkan oksigenasi tidak adekuat, darah arteri dan vena tercampur yang mengakibatkan perfusi sel-sel berkurang. Gerakan jantung terdiri atas dua jenis, yaitu kontraksi (systole) dan relaksasi (diastole). Kontraksi kedua atrium terjadi serentak disebut systole atrial dan relaksasi atrium disebut diastole atrial, demikian pula untuk kontraksi ventrikel disebut systole ventrikel dan relaksasi ventrikel disebut diastole ventrikel. Kontraksi

ventrikel lamanya 0,3 detik dan relaksasi lamanya 0,5 detik. Kontraksi kedua atrium pendek sedangkan kontraksi ventrikel lebih lama dan kuat. Daya pompa jantung pada organ yang sedang istirahat berdebar sekitar 70 kali/menit dan memompa 70 ml setiap denyutan. Dengan demikian jumlah darah yang dipompa setiap menit sekitar 5 liter. Sewaktu banyak bergerak kecepatan denyut jantung dapat mencapai 150 kali/menit, sehingga daya pompa jantung adalah 20-25 liter/menit. (Evelya C. Pearce, 2002).

Gambar 2. Gambaran skematik aliran darah melalui system kardiovaskuler
4. HEMATOLOGI Oksigen membutuhkan transport dari paru-paru ke jaringan dan karbondioksida dari jaringan ke paru-paru. Sekitar 97% oksigen dalam darah dibawa eritrosit yang telah berikatan dengan hemoglobin (Hb) dan 3% oksigen larut dalam plasma. Setiap sel darah merah mengandung 280 juta molekul Hb dan setiap molekul dari keempat molekul besi dalam hemoglobin berikatan dengan satu molekul oksigen membentuk oksihemoglobin (HbO2). Reaksi pengikatan Hb dengan O2 dipengaruhi oleh suhu, Ph, konsentrasi 2,3 difosfogliserat dalam darah merah. Dengan demikian besarnya Hemoglobin (Hb) dan jumlah eritrosit akan

mempengaruhi transport gas.

Menurunnya kapasitas pengikatan O2 seperti anemia 2. kurang aktivitas. Menurunnya konsentrasi O2 yang diinspirasi seperti pada obstruksi saluran napas bagian atas 3. stress . penyakit kronik seperti TBC paru 2. musculus skeleton yang abnormal. Faktor Perkembangan 1. Meningkatnya metabolisme seperti adanya infeksi. Anak usia sekolah dan remaja . Bayi prematur : yang disebabkan kurangnya pembentukan surfaktan 2. resiko saluran pernafasan dan merokok 4. Kondisi yang mempengaruhi pergerakan dinding dada seperti pada kehamilan. ibu hamil. Bayi dan toodler : adanya resiko infeksi saluran pernafasan akut 3. Faktor Fisiologi 1. 5. luka dan lain-lain.5. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUTUHAN OKSIGEN 1. demam. Dewasa muda dan pertenggahan : diet yang tidak sehat. obersitas. Hipovolemia sehingga tekanan darah menurun mengakibatkan transpor O2 terganggu 4.

Suhu lingkungan 3.yang mengakibatkan penyakit jantung dan paru-paru 5. Kecemasan : menyebabkan metabolisme meningkat 4. Substance abuse (alkohol dan obat-obatan) : menyebabkan intake nutrisi (Fe) menurun mengakibatkan penurunan hemoglobin. 2. Faktor Prilaku 1. Tempat kerja (polusi) 2. Merokok : nikotin menyebabkan vasokonstriksi pembuluh darah perifer dan koroner 4. diet yang terlalu tinggi lemak menimbulkan arteriosklerosis. Faktor Lingkungan 1. alkohol menyebabkan depesi pusat pernafasan 5. Dewasa tua : adanya proses penuaan yang mengakibatkan kemungkinan arteriosklerosis. gizi yang buruk menjadi anemia sehingga daya ikat oksigen berkurang. ekspansi paru menurun 3. Nutrisi : misalnya pada obesitas mengakibatkan penurunan ekspansi paru. Exercise (olahraga berlebih) : Exercise akan meningkatkan kebutuhan oksigen 3. Ketinggian tempat dari permukaan laut . elastisitas menurun.

4. 6. Myocardial iskhemial infrark mengakibatkan kekurangan pasokan darah dari arteri koroner ke miokardium. PERUBAHAN FUNGSI JANTUNG Perubahan-perubahan fungsi jantung yang mempengaruhi kebutuhan oksigenasi adalah sebagai berikut : 1. 3.5. Hiperventilasi Merupakan upaya tubuh dalam meningkatkan jumlah O2 dalam paru-paru agar pernafasan lebih cepat dan dalam. regurgitasi darah yang mengakibatkan vetrikel bekerja lebih keras. Kerusakan fungsi katub seperti pada stenosis. Kecemasan . Gangguan Konduksi Gangguan konduksi (hantaran) seperti distritmia (takikardia/bradikardia) 2. obstruksi. Perubahan Cardiac Output (Curah Jantung) Menurunnya cardiac output seperti pada pasien dekom menimbulkan hipoksia Jaringan. PERUBAHAN FUNGSI PERNAFASAN 1. Hiperventilasi dapat disebabkan karena : a.

tinnitus. napas pendek. Keracunan obat-obatan d. Tanda-tanda dan gejala pada keadaan hipoventilasi adalah nyeri kepala. Infeksi / sepsis c. Hipoventilasi Hipoventilasi terjadi ketika ventilasi alveolar tidak adekuat untuk memenuhi penggunaan O2 tubuh atau untuk mengeluarkan CO2 dengan cukup. disorientasi. Hipoksia dapat disebabkan oleh : a. ketidakseimbangan elektrolit. penurunan kesadaran. Kertidakseimbangan asam basa seperti pada asidosis metabolik Tanda-tanda dan gejala hiperventilasi adalah takikardia. 3. menurunnya konsentrasi. nyeri dada (chest pain). disorientasi. Menurunya hemoglobin . kejang. 2. dan kardiak arrest. Hipoksia Tidak adekuatnya pemenuhan O2 seluler akibat dari defisiensi O2 yang diinspirasi atau meningkatnya penggunaan O2 pada tingkat seluler. kardiakdistritma.b. biasanya terjadi pada keadaan atelektasis (kolaps paru).

Volume 1 & 2. nadi meningkat. Berkurangnya konsentrasi O2 jika berada di puncak gunung c. Hidayat. Menurunnya perfusi jaringan seperti syok f. DAFTAR PUSTAKA Tarwoto. Jakarta : EGC. Edisi 3. Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. sianosis dan clubbing. Ketidakmampuan jaringan mengikat O2 seperti keracunan sianida d. menurunnya kemampuan konsentrasi. Kerusakan / gangguan ventilasi Tanda-tanda hipoksia antara lain : kelelehan. Potter. Menurunnya difusi O2 dari alveoli ke dalam darah seperti pada pneumonia e. Edisi 2.b. Aziz Alimul. 1997 KONSEP DASAR CAIRAN DAN ELEKTROLIT BAB I PENDAHULUAN A. kecemasan. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan. Jakarta : Salemba Mardika 2007 Perry. KONSEP DASAR CAIRAN DAN ELEKTROLIT Air merupakan salah satu dari dua pelarut terpenting dalam tubuh. Jakarta : Salemba Mardika tahun 2006. Dia memiliki keistimewaan karena memiliki konsentrasi molar yang tinggi yang . Wartonah. pernafasan cepat dan dalam. Fundamental of nursing Edisi 4.

tubuh mempertahankan keseimbangan. Jalur lemak merujuk pada air yang melintasi dua lapisan lemak dari membran sel dengan cara difusi. Dengan kemampuannya yang sangat besar untuk menyesuaikan diri. biasanya dengan proses-proses faal (fisiologis) yang terintegrasi yang mengakibatkan adanya lingkungan sel yang relatif konstan tapi dinamis. Semua . Pada sebagian membran fluktuasi air sangat tinggi dan tidak dapat diperhitungkan dengan difusi air yang melintasi barier lemak. Cairan tubuh menempati kompartemen intrasel & ektrasel. Darah 20% organ2 lainnya 10% Cairan Ektrasel. Kemampuan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan cairan ini dinamakan “homeostasis”. dalam dua lapisan lemak buatan. Kebutuhan cairan dan elektrolit adalah suatu proses dinamik karena metabolisme tubuh membutuhkan perubahan yang tetap dalam berespons terhadap stressor fisiologis dan lingkungan. Bahkan. Saluran air sekarang sudah ditemukan. Bahan yang larut dalam air tidak akan dengan mudah melewati membran lemak kecuali ada mekanisme transportasi khusus. Hal ini penting karena jalur ini tersedia dalam semua sel dalam tubuh. Dapat diharapkan bahwa air tidak akan dengan mudah melewati membran sel. Keseimbangan cairan adalah esensial bagi kesehatan. Tetapi kebalikannya.menyebabkannya dapat menyediakan ion hidrogen yang tidak ada habisnya dalam tubuh. air melintasi hampir semua membran dalam tubuh dengan mudah! Molekul air melintasi membran sel dengan 2 jalur yang dapat kita katakan sebagai jalur lemak dan jalur saluran air. Air dan lemak adalah dua pelarut utama dalam tubuh. air tidak dapat melintas dengan mudah dan hal ini konsisten dengan harapan kita. Membran sel lemak memisahkan cairan intraseluler dengan cairan ekstraseluler. Komposisi lemak dari berbagai membran sel bervariasi sehingga angka aliran cairan yang melintasi membran sel juga bervariasi. BAB II ISI Cairan & elektrolit sangat penting untuk mempertahankan homeostasis tubuh. kulit 20%. Distribusi cairan tubuh: otot 50%. Aliran air melalui saluran ini dapat terjadi sebagai hasil dari difusi atau filtrasi. Fakta ini mengarah pada satu hipotesis bahwa membran harus mengandung protein yang menyediakan saluran air yang melewati saluran tersebut air dapat lewat.

Cairan Intraselular (CIS) = 40% dari BB total Adalah cairan yang terkandung di dalam sel. sama dengan kira-kira 8 L pada orang dewasa. volume relatif dari (CES) menurun sampai kira-kira 1/3 dari volume total. b) Cairan intravaskular (CIV) : Cairan yang terkandung di dalam pembuluh darah. 2. volume (CIT) kira-kira sebesar 2 kali lebih besar pada bayi baru lahir dibanding orang dewasa. atau eritrosit) yang mentranspor oksigen dan bekerja sebagai bufer tubuh yang penting. Relatif terhadap ukuran tubuh. Cairan limfe termasuk dalam volume interstisial. Ini hampir sebanding dengan 15 L dalam rata-rata pria dewasa (70 kg). Cairan Ekstraselular (CES) = 20% dari BB total Adalah cairan diluar sel. sel darah putih (SDP. Pada orang normal dengan berat 70 kg. Pada bayi baru lahir. yaitu : cairan intraselular (CIS) dan cairan ekstra selular (CES). dan trombosit. hanya ½ dari cairan tubuh bayi adalah cairan intraselular. Volume relatif dari (CIV) sama pada orang dewasa dan anak-anak. 1997) 1. bergantung pada umur. Tapi nilai tersebut diatas dapat . sama kira-kira 25 L pada rata-rata pria dewasa (70 kg). Pada orang dewasaθ kira-kira 2/3 dari cairan tubuh adalah intraselular. Rata-rata volume darah orang dewasa kira-kira 5-6 L (8% dari BB). 3 L (60%) dari jumlah tersebut adalah PLASMA. KOMPARTEMEN CAIRAN Seluruh cairan tubuh didistribusikan diantara dua kompartemen utama. Total cairan tubuh (TBF) rata-ratanya sekitar 60% berat badan atau sekitar 42 L. atau leukosit). kira-kir ½ cairan tubuh terkandung didalam (CES).cairan yg terdapat di luar sel yg terdiri dari ion2 & berbagai bahan nutrisi yg dibutuhkan oleh sel u/ mempertahankan fungsi sel. Ukuran relatif dari (CES)menurun denganθ peningkatan usia. jenis kelamin dan derajat obesitas ( Guyton & Hall. Lebih jauh (CES) dibagi menjadi : a) Cairan interstisial (CIT) : Cairan disekitar sel. Sisanya 2-3 L (40%) terdiri dari sel darah merah (SDM. Sebaliknya. Cairan ekstrasel bergerak secara konstan pada seluruh tubuh & ditransport dgn cepat ke dlm sirkulasi melalui dinding kapiler A. persentase ini dapat berubah. Setelah 1 tahun.

sejumlah besar cairan dapat saja bergerak kedalam dan keluar ruang transelular setiap harinya. berat badan dan faktor-faktor lain. Sebagai contoh. bergantung pada jenis kelamin.bervariasi pada orang yang berbeda-beda. glokusa dan oksigen) ke jaringan  transpor produk sisa ke ginjal dan paru-paru  pengiriman antibodi dan SDP ke tempat infeksi  transpor hormon ke tempat aksinya  sirkulasi panas tubuh 3. Adapun fungsi dari darah adalah mencakup :  pengiriman nutrien (mis . Contoh (CTS) meliputi cairan serebrospinal. Pada waktu tertentu (CTS) mendekati jumlah 1 L. saluran gastro-intestinal (GI) secara normal mensekresi dan mereabsorbsi sampai 6-8 L per-hari. pleural. Cairan Transelular (CTS) Adalah cairan yang terkandung di dalam rongga khusus dari tubuh. Secara Skematis Jenis dan Jumlah Cairan Tubuh dapat digambarkan sebagai berikut : B. FUNGSI CAIRAN TUBUH . dan cairan intraokular serta sekresi lambung. Namun. perikardial. sinovial.

mol/L dalam larutan selalu sama. KOMPOSISI CAIRAN TUBUH Semua cairan tubuh adalah air larutan pelarut. substansi terlarut (zat terlarut) 1. SDM) C. yang diukur dalam miliekuivalen. Mmbentu dalam metabolisme sel 4. 2. sementara kation yang lainnya adalah (Ca+) dan (Mg+). Membantu memelihara suhu tubuh 6. Mengeluarkan buangan-buangan sel 3. Jumlah kation dan anion. Air adalah senyawa utama dari tubuh manusia. SDP. sedangkan kation intraselular utama adalah kalium (K+). Sarana untuk mengangkut zat-zat makanan ke sel-sel 2. Elektrolit berdisosiasi menjadi ion positif dan negatif dan diukur dengan kapasitasnya untuk saling berikatan satu sama lain (miliekuivalen/liter) atau dengan berat molekul dalam garam ( milimol/liter mEq/L ). Membantu pencernaan 7.  Kation : ion-ion yang mambentuk muatan positif dalam larutan. Solut (terlarut) Selain air. Rata-rata pria Dewasa hampir 60% dari berat badannya adalah air dan rata-rata wanita mengandung 55% air dari berat badannya. Sebagai pelarut untuk elektrolit dan non elektrolit 5. enzim. cairan tubuh mengandung dua jenis substansi terlarut (zat terlarut) elektrolit dan non-elektrolit.1. Mempemudah eliminasi 8. Sistem pompa terdapat di dinding sel tubuh yang memompa natrium ke luar dan kalium ke dalam . a) Elektrolit : Substansi yang berdiasosiasi (terpisah) di dalam larutan dan akan menghantarkan arus listrik. Kation ekstraselular utama adalah natrium (Na+). Mengangkut zat-zat seperti (hormon.

b) Non-elektrolit : Substansi seperti glokusa dan urea yang tidak berdisosiasi dalam larutan dan diukur berdasarkan berat (miligram per 100 ml-mg/dl). Non-elektrolit lainnya yang secara klinis penting mencakup kreatinin dan bilirubin. metabolisme yang diperlukan dan berat badan. Pemahaman perbedaan antara dua kompartemen ini penting dalam mengantisipasi gangguan seperti trauma jaringan atau ketidakseimbangan asam-basa. selain itu sesuai aturan. Karena kandungan elektrolit dari palsma dan cairan interstisial secara esensial sama. Anion ekstraselular utama adalah klorida ( Clˉ ). Namun demikian. secara bermakna mengubah nilai elektrolit palsma. Berikut akan disajikan dalam tabel perubahan pada air tubuh . Anion : ion-ion yang membentuk muatan negatif dalam larutan. Pada situasi ini. nilai elektrolit plasma tidak selalu menunjukkan komposisi elektrolit dari cairan intraselular. elektrolit dapat dilepaskan dari atau bergerak kedalam atau keluar sel. air tubuh menurun dengan peningkatan usia. nilai elektrolit plasma menunjukkan komposisi cairan ekstraselular. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUTUHAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kebutuhan cairan dan elektrolit diantaranya adalah : 1. yang terdiri atas cairan intraselular dan interstisial. Usia Variasi usia berkaitan dengan luas permukaan tubuh. sedangkan anion intraselular utama adalah ion fosfat (PO4ɜ-). D.

trauma jaringan. Stres Stres dapat menimbulkan peningkatan metabolisme sel. mekanisme ini dapat menimbulkan retensi sodium dan air. karena lebih banyak mengandung lemak tubuh 3. sehingga air tubuh menurun dengan peningkatan lemak 4. Proses ini dapat meningkatkan produksi ADH dan menurunkan produksi urine 5. Seseorang dapat kehilangan NaCl melalui keringat sebanyak 15-30 g/hari 7. 2. Temperatur lingkungan Panas yang berlebihan menyebabkan berkeringat. tubuh gangguan hormon akan mengganggu keseimbangan cairan 6. Jenis kelamin Wanita mempunyai air tubuh yang kurang secara proporsional. Diet . kelainan ginjal dan jantung.total sesuai usia. Sel-sel lemak Mengandung sedikit air. Sakit Keadaan pembedahan. konsentrasi darah dan glikolisis otot.

cairan dan elektrolit sehingga masuk melintasi di membrane kedua yang memisahkan ini dua kompartemen konsentrasi kompartemen seimbang. Osmosis adalah perpindahan cairan melintasi membrane semipermiabel dari area yang berkonsentrasi rendah ke area berkonsentrasi tinggi. Kecepatan difusi ini dipengaruhi oleh tiga hal. cairan melintasi membrane untuk mengencerkan cairan yang berkonsentrasi tinggi sampai diperoleh keseimbangan di kedua sisi membrane. terjadi ketidakseimbangan tekanan osmotic koloid (tekanan onkotik) sehingga cairan tertarik kedalam ruang intravaskuler. ATP berguna untuk mempertahankan konsentrasi ion kalium dan natrium dalam ruang ekstrasel dan intrasel memlalui suatu proses yang disebut pompa”natrium-kalium”. Pada proses ini. Akibatnya. yaitu: 1. temperature larutan. 3. Dangan kata lain. tubuh akan memecah cadangan energi. yakni ukuran molekul. Difusi adalah perpindahan larutan dari area berkonsentrasi tinggi menuju area berkonsentrasi rendahdengan melintasi membrane semipermeabel. Rasa haus biasanya muncul apabila osmolalitas plasma mencapai 295 mOsm/kg. proses ini akan menimbulkan pergerakan cairan dari interstisial ke intraselular. transport aktif adalah gerakan molekul dari konsentrasi yang satu ke konsentrasi yang lain tanpa memandang tinggkatannya. PENGATURAN KESEIMBANGAN CAIRAN Pengaturan keseimbangan cairan terjadi melalui mekanisme berikut: 1. . Proses ini membutuhkan energy dalam bentuk adenosine triphosphat (ATP). Transpor Aktif adalah pengangkutan yang digunakan oleh molekul untuk berpindah melintasi membrane sel melawan gradient konsentrasinya. Karena ukuran molekulnya besar protein tidak dapat bebas melintasi membrane plasma. konsentrasi larutan.Pada saat tubuh kekurangan nutrisi. Perbedaan osmotic ini di pengaruhi oleh distribusi protein tidak merata. Pada proses ini. Rasa Haus adalah keingina yang disadari terhadap kebutuhan akan cairan. PERGERKAN CAIRAN TUBUH Mekanisme pergerakan cairan tubuh berlangsung dalam tiga proses. 2. E. F.

Hormone Aldosteron. 2000). 2. Prostaglandin. Rangsangan pada kelenjar keringat ini disebabkan oleh aktifitas otot. Di ginjal. IWL melalui kulit berkisar antara 15-20 ml/24 jam atau 350-400 ml/hari. Oleh karena itu. nyeri. temperature lingkungan yang tinggi. . Retensi natrium mengakibatkan retensi air. hormone ini dibentuk di hipotalamus dan disimpan dalam neurohipofisis pada hipofisis posterior. prostaglandin berperan mengatur sirkulasi ginjal. kadar natrium serum. meningkatkan resorpsi natrium dan air sehingga memperbesar volume darah dan mengakibatkan retensi natrium. Stimuli utama untuk sekresi ADH adalah peningkatan osmolalitas dan penurunan cairan ekstrasel. hormone ini disekresi oleh kelenjar adrenal dan bekerja pada tubulus ginjal untuk meningkatkan absorbs natrium.hormon ini meningkatkan reabsorbsi air pada duktus pengumpul sehingga dapat menahan air dan mempertahankan volume cairan ekstrasel. Asupan cairan pada individu dewasa berkisar 1500-3500ml/hari. kontraksi uterus. 5. merupakan asam lemak alami yang terdapat dibanyak jaringan dan berperan dalam proses radang. dan motilitas gastrointestinal. perubahan kadar glukokortikoid mengakibatkan perubahan pada keseimbangan volume darah (Tambajong. Pengeluaran cairan ini dapat terjadi melalui beberapa organ yakni:  Kulit. Sedangkan haluaran cairannya adalah 3500ml/hari. Pengeluaran cairan melalui kulit diatur oleh kerja saraf simpatis yang merangsang aktivitas kelenjar keringat. ADH juga disebut sebagai vasopressin karena mempunyai efek vasokontriksi minor pada arteriol yang dapat meningkatkan tekanan darah.osmoreseptor yang terletak dipusat rasa haus hipotalamus sensitive terhadap perubahan osmolalitas pada cairan ekstrasel. Hormone ADH. Pengeluaran cairan ini dikenal dengan IWL (Insensibel Water Loss). 4. dan kondisi demam. pembedahan. Pelepasan aldosteron dirangsang oleh perubahan konsentrasi kalium. 3. Glukokortikoid. dan penggunaan beberapa jenis anestetik dan obat-obatan. Selain itu sekresi juga terjadi pada kondisi stress. pengontrolan tekanan darah. dan system rennin-angiotensin. resorpsi natrium. trauma.

 Ginjal. Ini terjadi bila jumlah cairan yang hilang lebih sedikit daripada jumlah elektrolit yang hilang. Volume cairan berlebih (fluid volume eccess [FVE]) adalah ketidakseimbangan yang ditandai dengankelebihan (retensi) cairan dan natrium di ruang ekstrasel. IWL untuk paru adalah 350-400ml/hari. dengan penambahan 10% dari IWL normal setiap kenaikan 1OC. 1. G. Dalam kondisi normal. ginjal mengekskresikan sekitar 1500ml/hari. 2. Ini terjadi jika jumlah cairan yang hilang lebih besar dari jumlah elektrolit yang hilang.  Pencernaan. Pada individu dewasa. Merupakan organ pengekskresi cairan utama pada tubuh. Gangguan keseimbangan cairan dapat berupa defisit volume cairan dan sebaliknya. meningkatnya jumlah cairan yang keluar melalui paru merupakan suatu bentuk respons terhadap perubahan kecepatan dan kedalaman napas karena pergerakan atau kondisi demam. Secara umum. Ini terjadi apabila cairan yang hilang sebanding dengan jumlah elektrolit yang hilang. b. c. Kondisi ini dikenal juga dengan istilah hipervolemia. Paru-paru. penghitungan IWL secara keseluruhan adalah 10-15ml/kgBB/24jam. GANGGUAN KESEIMBANGAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT Ketidakseimbangan cairan Hal ini terjadi apabila kompensasi tubuh tidak mampu mempertahankan homeostasis. Dehidrasi hipotonik. jumlah cairan yang hilang melalui system pencernaan setiap harinya berkisar antara 100-200 ml. Kondisi ini juga dikenal dengan hipovolemia. Dehidrasi isotonic. Overdehidrasi . Dehidrasi hipertonik. namun proporsi antara keduanya mendekati normal. Defisit volume cairan (fluid volume defisit [FVD]) adalah suatu kondisi ketidakseimbangan yang ditandai dengan defisiensi cairan dan elektrolit diruang ekstrasel. kondisi defisit volume cairan (dehidrasi) terbagi menjadi 3 yaitu: a.

e. c. d. yang menyebabkan terhambatnya transmisi impuls jantung yang menyebabkan serangan jantung. Hipokloremia adalah penurunan kadar ion klorida dalam serum. Hiponatremia adalah kekurangan kadar natrium di cairan ekstrasel yang menyebahkan perubahan tekanan osmotic. Hiperfosfatemia adalah peningkatan kadar fosfat dalam serum.umumnya disebabkan olehgangguan pada fungsi ginjal. Hipernatremia kelebihan kadar natrium di cairan ekstrasel yang menyebahkan perubahan tekanan osmotic ekstrasel b. Edema perifer atau edema pitting Asites Kelopak mata bengkak Bunyi nafas ronkhi basah diseluruh lapang paru Penambahan berat badan yang tidak lazim Ketidakseimbangan Elektrolit a. b.4 mEq/l. . Manifestasi kelebihan cairan ekstrasel adalah: a. e. d. Hipokalsemia adalah kekurangan kadar kalsium di cairan eksrasel yang menyebabkan pengeroposan tulang. c. Hipokalemia adalah kekurangan kadar kalium di cairan ekstrasel yang menyebabkan pindahnya kalium keluar sel.5 mEq/l. Hiperkalemia adalah kelebihan kadar kalium di cairan ekstrasel. hipermagnesemia terjadi bila kadar magnesium serum lebih dari 3. Hipomagnesemia terjadi apabila kadar magnesium serum kurang dari 1. Hipofosfatemia adalah penurunan kadar fosfat dalam serum. Hiperkalsemia adalah kelebihan kadar kalsium di cairan eksrasel yang menyebabkan penurunan eksitabilitas otot yang menimbulakan flaksidasis. f. Hiperkloremia adalah peningkatan kadar ion klorida dalam serum.

H.45 adalah penurunan kadar bikarbonat serum adalah peningkatan kadar bikarbonat serum Tubuh melindungi diri dari perubahan pH dengan: 1. misalnya:  Meningkatkan metabolisme (demam. bikarbonat menurun. BE (-) pCO2 à bukti tubuh menetralisir racun  Sebab: 1. hipoxia. KESEIMBANGAN ASAM BASA Gangguan keseimbangan air – elektrolit menyebabkan gangguan keseimbangan asam basa Sistem Buffer: zat yang dapat mencegah perubahan kadar ion hidrogen bebas dlm larutan.35 adalah pH darah > 7. 4. kejang. Mengencerkan produk asam Sistem buffer Regulasi pernapasan – mengatur kadar pCO2 plasma Reabsorbsi bikarbonat yang difiltrasi di ginjal. Produksi ion H+ berlebihan. dll)  Meningkatkan asam organik (dehidrasi. distress pernapasan. 3. hipoperfusi) . ekskresi H+ & NH4+ Gangguan Keseimbangan Asam Basa Asidosis Metabolik  pH menurun. 2. bila mendapat tambahan asam/ basa Ada beberapa Istilah dalam keseimbangan asam basa  Asidemia  Alkalemia  Asidosis  Alkalosis adalah pH darah < 7.

 Ketosis (DM, kelaparan) 2. 3. 4. Kehilangan bikarbonat berlebihan, misalnya: diare, drainase ileostomi Pemberian asam (HCl, asam amino) Kegagalan ginjal untuk mengeluarkan asam yg berlebihan

 Derajat beratnya asidosis metabolic ditentukan oleh turunnya base akses  Kompensasi: hiperventilasi... CO2 respiration)  Komplikasi: hipotensi, edema paru, hipoksia jaringan, depresi SSP, koma, kejang

keluar (napas cepat, dalam = kussmaul

Alkalosis Metabolik
 Konsentrasi H+ turun  Sebab: 1. 2. 3. 4. Muntah (HCl, K+ hilang) K+ hilang berlebihan (melalui urin, GIT) Penambahan HCO3 ke dalam CES (misalnya th/ iv) ↑ reabsorbsi HCO3. Misalnya: sindroma Cushing, Bartter, Hipoaldosteronisme primer  Kompensasi: hipoventilasi à hipoksemia  Lab: pH ↑, CO ↑, BE (+), pO2 ↓, HCO3 ↑

Asidosis Respiratorik
 Akibat dr hipoventilasi alveolar sehingga produksi CO2 > ekskresi CO2  Terjadi pada:

• • •

Penyakit paru berat: membran hialin, bronchopneumonia, edema paru Penyakit neuromuskuler: sindroma Guillian Barre, overdosis obat sedatif Obstruksi jalan napas: bronchospasme

 Kompensasi Ginjal à membentuk dan meningkatkan reabsorbsi bikarbonat  Gejala klinik: • • Hipoksia Vasodilatasi (karena CO2 ↑)

 Laboratorium: pH ↓ - pCO2 ↑ - HCO3 ↑ - BE (+)

Alkalosis Respiratorik
 Ekskresi CO2 melalui paru-paru berlebihan sehingga pCO2 ↓  Sebab: hiperventilasi (kerusakan otak, emosi); keracunan salisilat

 Lab: pH ↑ - pCO2 ↓ – bikarbonat ↓ - BE (-) Mekanisme kompensasi  Gangguan respiratorik – dikompensasi oleh ginjal  Gangguan metabolik – dikompensasi oleh mekanisme respirasi Tingkat kompensasi dibagi dalam:  Tidak dikompensasi (mekanisme kompensasi tidak bekerja)  Kompensasi partial (pH tidak sampai normal)  Kompensasi penuh (pH kembali normal)

 Kompensasi berlebihan  Perkiraan gangguan asam basa dpt diketahui dg memeriksa darah arteri (pemeriksaan ASTRUP = Analisa Gas Darah) Yang dinilai adalah: pH, pCO2, HCO3, BE Selain itu ada faktor penting lain: pO2, O2 saturation

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Keseimbangan kemampuannya yang cairan adalah besar esensial untuk bagi kesehatan. diri, Dengan tubuh

sangat

menyesuaikan

mempertahankan keseimbangan, biasanya dengan proses-proses faal (fisiologis) yang terintegrasi yang mengakibatkan adanya lingkungan sel yang relatif konstan

DAFTAR PUSTAKA Tambayong. Dan Chayatin. Patofisiologi untuk Keperawatan. I. Kemampuan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan cairan ini dinamakan “homeostasis”. W. J. masalah keseimbangan cairan dan elektrolit adalah hal yang sangat penting dan jangan menganggap masalah ini adalah masalah sepele. (ed.tapi dinamis. biasanya masalah keseimbangan cairan dan elektrolit kurang diperhatikan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC . Saran Bagi para pembaca. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC Tarwoto. Jakarta: Salemba Medika Mubarak. Fisiologi dan Anatomi Modern untuk Perawat. N. Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia. W. (2003). B. (2002). karena Jika seseorang sakit.2). (2007). Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC Gibson. Kebutuhan Dasar Manusia & Proses Keperawatan. (2000). J.

. :) PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI By: H.S.Kep. makanan merupakan kebutuhan pokok untuk hidup... Daily Calendar Just Say Hai para blogger???? salam sehat dariku.Arham Alam.Ns. Pendahuluan Semua sel tubuh membutuhkan makanan yang cukup..39 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Tidak ada komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom) Cari Blog Ini Memuat. dan beberapa zat makanan penting sekali untuk kesehatan.Diposkan oleh rama di 07. Pengertian . Bila makanan tidak mengandung zat gizi yang dibutuhkan sel tubuh kelancaran kerja fisiologis akan terganggu.

3. metabolisme dan ekskresi.436). . Digesti. 1985.Jika tubuh mengalami kekurangan beberapa zat penting maka akan terjadi ketidakmampuan untuk : • • • Tumbuh Risiko buruk bagi tubuh Memelihara fungsi & pergantian jaringan Fisiologi Nutrisi Makanan akan diproses tubuh melalui tahap-tahap : Ingesti. absorpsi. absorpsi. transportasi.• • • “ Nutrisi merupakan proses total yang terlibat dalam konsumsi dan penggunaan zat makanan yang meliputi cara pemakaian gizi oleh prosesproses dalam tubuh.419) “ Nutrisi adalah ilmu yang mempelajari zat makanan (nutrient) dan zat-zat lain yang ada dalam makanan serta kerjanya.3) Nutrisi sebagai Kebutuhan Dasar Manusia 1. Zat makanan / nutrien yang didapat dari pemasukan makanan --à materimateri yang dibutuhkan oleh tubuh. pemeliharaan serta fungsi normal dari sel tubuh. interaksinya dan keseimbangannya dalam hubungannya dengan kesehatan dan penyakit melalui proses ingesti. Nutrien akan digunakan untuk memproduksi energi berupa ATP ( Adenosin triphospat ) untuk seluruh aktifitas tubuh : • • • • Pergerakan otot Transmisi impuls saraf Tergantung pada energi yang Proses berfikir di produksi dari makanan yang Produksi panas dikonsumsi individu Nutrisi sebagai Kebutuhan Dasar Manusia • Nutrien dibutuhkan untuk membuat zat-zat penting seperti hormon dan enzim . pemakaian dan ekskresi dari makanan “ (Essential of nutrition therapy. “ Nutrition is term that include the bodily processed in the ingestion and metabolisme of food = Nutrisi meliputi semua proses tubuh yang melibatkan ingesti dan metabolisme makanan “(Fundamental of nursing concept. penggantian jaringan dan pemeliharaan kegiatan dalam tubuh secara keseluruhan “ (Dasar-dasar ilmu keperawatan. seperti pertumbuhan. 2.1979. Nutrien sangat penting untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan.

yaitu bergeraknya makanan dr mulut ke esophagus. yg diatur o/ SSP. serta refleks ini akan menahan proses respirasi. sehingga karbohidrat sampai pada usus halus sudah menjadi maltosa/disakarida lainnya (laktosa & sukrosa). gusi. Proses menelan → merupakan tahap terakhir dr peristiwa ingesti. usus halus.A. Proses kimiawi pada digesti : 1. usus besar. Disakarida akan dirubah menjadi monosakarida pada permukaan dinding usus halus dengan bantuan enzim laktase. Karbohidrat Amilum dipecah menjadi maltosa/somaltosa oleh enzim ptialin yang dihasilkan kelenjar ludah. Protein Terjadi perubahan secara kimiawi mulai dari lambung. maka akan terjadi refleks mengunyah yg volunter (disadari). & masuk lambung. pharing. lambung.Merupakan rangkaian kegiatan fisik dan kimia pada makanan yang dibawa kedalam tubuh. B. sakrose dan maltose 2. Ingesti Ad/ proses masuknya makanan kedalam tubuh yang terdiri dari : • • • Dimulai dari koordinasi otot-otot lengan dan tangan untuk membawa makanan ke mulut Proses mengunyah → proses pemecahan. Digesti .Terjadi penyederhanaan zat makanan sehingga dapat diabsorpsi oleh saluran intestinal. . palatum keras & lidah. Proses ini terjadi secara refleks sebagai akibat adanya penekanan pd bagian faring & mulai sejak makanan sudah dikunyah secara adekuat. yang dibantu oleh enzim amilase dari pancreas.Saluran yang berperan antara lain : mulut. dimana protein dirubah menjadi pepton oleh enzim pepsin → masuk ke duodenum dirubah menjadi peptida . Proses mengunyah melibatkan gigi & kontrol volunter otot-otot mulut → bila makanan berada pd gigi. esophagus. . penyederhanaan makanan dr ukuran besar menjadi ukuran lebih kecil.

Absorpsi • • • Adalah proses dimana nutrien yang telah berbentuk paling sederhana diserap oleh usus Nutrien diserap berupa : (glukosa karbohidrat). Proses ini meliputi semua perubahan kimia yg dialami zat makanan sejak diserap o/ usus hingga dikeluarkan o/ tubuh sebagai sampah 1. besi dan klorida → diusus halus bagian atas 2. asam lemak dan gliserol (lemak). asam amino (protein). asam amino. 3. tanpa kecuali vitamin. natrium. Lemak Dilambung hanya diemulsikan saja → dirubah menjadi asam lemak dan gliserol dengan bantuan enzim lipase pancreas.oleh enzim tripsin (dihasilkan pancreas) → berubah menjadi asam amino oleh enzim dipermukaan usus halus. dan zat lain → usus halus bagian tengah 3. Monosakarida. Vitamin yang larut dalam air. C. Karbohidrat • • • • Merupakan zat utama penunjang tubuh dlm penyediaan energi yg berbentuk glukosa Dalam sel glukosa dirubah → energi dengan perubahan proses oksidasi yang menghasilkan ATP. asam lemak/gliserol. natrium → colon D. kalori dan zat buangan (air dan CO2) Penyimpanan glukosa dalam bentuk glikogen → dihati dan otot Glikogen sewaktu – waktu dirubah menjadi glukosa kembali bila tubuh memerlukannya . hidrogen. vit B12 dan natrium → usus halus bagian bawah 4. mineral dan air. Air. Setelah diserap oleh usus nutrien akan dilanjutkan ke saluran darah dan getah bening → masuk ke hati melewati vena porta Tempat – tempat absorpsi nutrisi : 1. Kalsium. Metabolisme Merupakan bagian akhir dlm penggunaan makanan di tubuh. Garam empedu.

juga sebagai bahan dasar beberapa jenis hormon steroid. buah-buahan. Lemak tak jenuh Dapat dengan mudah bergabung dengan molekul lain/membentuk struktur lain → HDL (High Density Lipid) → mudah dimetabolisme oleh hati. . diperlukan untuk melengkapi cairan empedu untuk pencernaan lemak. umbi-umbian. Lemak • • • • • • • Merupakan sumber energi yang paling produktif → 1 gram lemak menghasilkan 9 kalori Merupakan kelengkapan makanan yang penting → sebagai wahana berbagai vitamin yang larut dalam lemak. sayuran.Kolesterol merupakan satu bentuk lemak jenuh. Lemak jenuh . dan dapat berjalan hingga 12 jam Bila glikogen dan glukosa habis → tubuh akan memecah protein dan lemak sebagai bahan energi Karbohidrat digunakan tubuh utk energi hampir 60 % dr kebutuhan energi keseluruhan Kebutuhan karbohidrat utk orang dewasa dgn aktivitas sedang 5.5 gr/kgBB/hari. susu. 2. lemak terus disimpan dalam tubuh sehingga dapat meningkatkan berat badan Kebutuhan lemak untuk orang dewasa dengan aktivitas sedang 1.5 gr/kgBB/hari 1 gram karbohidrat memberikan energi 4 kalori Proses masuknya glukosa ke intra sel sangat dibantu dengan peran insulin yang dihasilkan pancreas Makanan yang mengandung tinggi karbohidrat : padi-padian. Jenis lemak : a. roti.Tidak mudah bergabung dengan molekul lain → LDL (Low Density Lipid) → sukar dimetabolisme menjadi zat lain . b. dan pemegang andil penting yang membuat makanan terasa enak Lemak terkontribusi dalam kulit terutama pada kelenjar adiposa dan folikel rambut Kandungan lemak dlm subcutis sangat membantu tubuh dlm mengatur temperatur Lemak juga berfungsi untuk mencegah organ dlm injury Bila tidak digunakan untuk energi.• • • • • • • Glikogen akan mensuplai kebutuhan energi bila glukosa sudah tidak memungkinkan lagi.Makanan yang banyak mengandung lemak : daging .

Vitamin • • • • • • Merupakan bahan makanan pelengkap yang penting Vitamin tidak menghasilkan kalori dalam jumlah yang berarti tapi memegang peranan penting dalam berbagai proses yang diperlukan guna menjaga kesehatan Vitamin bersifat organik. dan tidak dapat dihasilkan oleh tubuh Vitamin larut dalam lemak : A. Vitamin larut dalam air : C dan B. D. kehamilan dan menyusui Kalium dapat membantu frekuensi dan kekuatan kontraksi otot jantung → bila kalium pada ekstra sel banyak → penurunan frekuensi dan dilatasi pembuluh darah jantung Kekurangan zat besi → dapat menyebabkan penurunan Hb Mineral Kebutuhan mineral tubuh : . E dan K. kelebihan vitamin ini akan dibuang melalui ginjal Vitamin C membantu absorpsi zat besi Vitamin Kebutuhan tubuh akan vitamin : • • • • • • • • Vitamin Vitamin Vitamin Vitamin Vitamin Vitamin Vitamin Vitamin A : 5000 iu B1 : 1.2 mg B2 : 1.3.5 mg B6 : 2 mg B12 : 3 mg C : 45 mg D : 400 iu K : 300 – 500 mcg 4. Mineral • • • • • Mineral mudah larut dalam air yang fungsi utamanya menjaga keseimbangan asam dan basa cairan tubuh Umumnya mineral terdapat cukup banyak dalam makanan → bila diet normal dan berimbang jarang kekurangan mineral Kalsium dibutuhkan untuk menumbuhkan dan mempertahankan sistem kerangka tubuh. bila kelebihan jumlah vitamin ini akan memungkinkan terjadinya keracunan karena sulit dibuang melalui ginjal. terutama pada anak – anak.

Kebutuhan makanan dan kalori berbeda antar individu. Ekskresi Ekskresi atau eliminasi merupakan pekerjaan tubuh untuk membuang zat sisa dari metabolisme yang tidak terpakai lagi untuk keperluan tubuh. walau tidak menghasilkan energi bagi tubuh.• • • • • • • Kalsium : 800 mg Iodium : 110 mg Besi : 10 mg Magnesium : 350 mg Posphor : 800 mg Kalium : 1959-5850 mg Natrium : 2300 – 6900 mg 5. tergantung pada : Berat badan dan tinggi badan Usia dan jenis kelamin Aktivitas fisik Iklim/cuaca Selama masa kehamilan dan menyusui E. Proses ini terjadi . Air • • • Merupakan bahan yang sangat diperlukan tubuh. Kandungan air dalam tubuh 60 – 70% dan merupakan bahan terpenting untuk proses sekresi dan ekskresi Fungsi paling nyata untuk air adalah untuk bertahan (Survival) 6. Angka metabolisme dasar bagi laki – laki dewasa adalah 1700 dan bagi wanita dewasa adalah 1400. Kalori • • • • Kalori ad/ panas yg dihasilkan tubuh dr hasil pembakaran zat gizi (nutrien) Satu kalori adalah jumlah panas yang diperlukan untuk meningkatkan suhu 1 kg air sebesar 1 derajat celcius Produksi panas oleh tubuh pada tingkat terendah kimia sel dan aktivitas tubuh disebut angka metabolisme dasar.

psikosis. drainage. diaporesis (pengeluaran keringat). kalori naik 7 %) Meningkatnya aktivitas otot Jenis kelamin (BMR laki – laki lebih tinggi dari wanita) Berat badan (secara kuantitatif. Faktor – faktor yang Meningkatkan Kebutuhan Nutrisi • • • • • • • • • • Periode pertumbuhan yang cepat (infant. toddler. hyperthyroid. jenis kelamin. antara lain : defekasi (zat sisa dari saluran cerna).dalam bermacam – macam bentuk. dll) Penyakit kronis yang mempengaruhi fisiologi nutrisi (diabet. dialisa ginjal. masalah pernafasan) Faktor – faktor yang Mempengaruhi Penurunan Kebutuhan Nutrisi • • • • • • • • • • Penurunan laju pertumbuhan Penurunan angka metabolisme dasar Hypotermia (penurunan metabolisme sel) Hypothyroid (penurunan BMR) Jenis kelamin (Wanita < pria) Gaya hidup yang cenderung pasif Immobilisasi/bedrest Kehilangan berat badan (karena penurunan aktivitas otot untuk bergerak) Pengaturan konsumsi makanan dan minuman Mekanisme yang menyebabkan orang makan dan minum. laktasi. dan ekspirasi (pengeluaran air dan CO2). Miksi (zat sisa dari saluran kemih). dll . peningkatan berat badan akan meningkatkan metabolisme) Terjadi infeksi (untuk pembentukan zat fagositer bakteri patogen) Stress (meningkatkan produksi hormon thyroid sehingga meningkatkan epinephrin yang mensupport metabolisme) Meningkatnya kehilangan nutrisi karena kehilangan cairan (hemorhagi. remaja dan hamil) Selama perbaikan jaringan karena proses luka/pembedahan Meningkatnya suhu tubuh (tiap kenaikan suhu 10 F. diare. penyakit ginjal/hati. kanker. luka bakar. jenis dan jumlah makanan dan minuman yang dibutuhkan secara pasti belum jelas Faktor – faktor yang berperan dalam pengaturan makanan : • • • Lapar Tdk menyenangkan Haus Kekenyangan → telah cukup banyak makan Pengaturan makan dipengaruhi oleh beberapa hal : • • Aktivitas Usia. menstruasi.

Mengidentifikasi adanya malnutrisi dan efeknya terhadap status kesehatan klien . atau kombinasinya dengan zat makanan lain. mineral atau protein. mengidentifikasi kebutuhan nutrisi dan menetapkan rencana tindakan bagi klien sesuai dengan kebutuhan Tujuan Pengkajian 1. rasa.• • • • Pengaturan konsumsi makanan → hypothalamus Pengaturan konsumsi makanan . Tambahan makanan → zat yang digunakan untuk menyempurnakan warna makanan. dan stabilitas makanan Type tambahan makanan yang banyak digunakan : Bahan pengawet Zat anti oksidasi Zat untuk adonan stabil Zat penebal Pewarna Pemanis pengembang PENGKAJIAN NUTRISI Pengkajian nutrisi merupakan bagian integral dari perawatan kesehatan untuk meningkatkan kesehatan klien dan menurunkan angka rawat inap. konsistensi. kurus dan gemuk Aspek budaya kegiatan makanan Sikap menyukai/tidak. Pengkajian nutrisi melibatkan pengumpulan informasi mengenai klien untuk mengetahui status nutrisi. kebiasaan makan → hasil dari proses belajar Faktor – faktor budaya yang berkaitan dengan kegiatan makan : • • • • • • Praktek keagamaan Vegetarian Budaya/kultur Kebangsaan Psikososial Sifat Tambahan dan pelengkap makanan • • • Pelengkap makanan → preparat yang mengandung vitamin.

tapi bila aktivitas menurun maka kebutuhan akan kalori juga menurun. Mis : Dewasa tua mempunyai kebutuhan nutrisi yang hampir sama dengan dewasa muda. Contoh lain anemia defisiensi besi sering terjadi pada remaja wanita daripada remaja pria. gangguan gastrointestinal. diabet. Kebutuhan Nutrisi dalam Asuhan Keperawatan BAB I . perawat harus mempertimbangkan kebutuhan klien secara menyeluruh dihubungkan dengan nutrisi. Saat mengkaji status nutrisi klien dan menentukan rencana keperawatan. Keluhan Utama Keluhan yang lazim terjadi antar lain :Kehilangan berat badan. kelemahan. penyakit cardio vaskuler dan kanker 3. Dokter . Komponen pengkajian dan pendekatan holistik antara lain : • • • • Kebudayaan dan pola konsumsi makanan Makanan yang lazim dikonsumsi Tingkat aktivitas fisik Standard hidup Pengkajian status nutrisi secara tim Tim pelaksanaan pengkajian nutrisi terdiri dari : Perawat . kelebihan berat badan. perubahan kulit dan gangguan pergerakan. Mengidentifikasi pola makan yang berlebihan dan hubungannya dengan kejadian obesitas. Mengidentifikasi parameter nutrisi untuk status kesehatan klien yang optimal dan kondisi yang fit. Ahli gizi Komponen pengkajian nutrisi Data Biografi Khususnya untuk usia dan jenis kelamin dapat membantu menemukan faktor resiko khusus.2. hypertensi.

termasuk keseluruhan proses dalam tubuh manusia untuk menerima makanan atau bahan-bahan dari lingkungan hidupnya dan menggunakan bahan-bahan tersebut untuk aktifitas penting dalam tubuh serta mengeluarkan sisanya. cinta. . aksi. Latar Belakang Kebutuhan dasar manusia merupakan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh manusia dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis maupun psikologis.PENDAHULUAN A. Kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan memberikan gambaran tentang apa yang harus dilakukan dan kesulitan – kesulitan yang akan dihadapi saat penulisan makalah. Tubuh butuh energi untuk aktifitas sehingga dibutuhkan intake nutrisi yang tepat dan mencakup. 2010 ). keamanan. harga diri. yaitu kebutuhan fisiologis (makan. danaktualisasi diri ( Potter dan Patricia. Tujuan adanya kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan adalah untuk memberikan gambaran kepada penulis tentang kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan dan cara penanganannya menurut konsep ilmu. zat-zat gizi dan zat-zat lain yang terkandung. minum). Kebutuhan dasar manusia menurut Abraham Maslow dalam Teori Hierarki Kebutuhan menyatakan bahwa setiap manusia memiliki lima kebutuhan dasar. Nutrisi juga dapat dikatakan sebagai ilmu tentang makanan. Nutrisi adalah zat-zat gizi atau zat-zat lain yang berhubungan dengan kesehatan dan penyakit. reaksi. yang tentunya bertujuan untuk mempertahankan kehidupan dan kesehatan. 1997 ). dan keseimbangan yang berhubungan dengan kesehatan dan penyakit ( Tarwoto dan Wartonah.

makalah ini akan membahas tentang kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan. Manfaat Penulisan Hasil pelaksanaan penulisan makalah ini akan memberi manfaat yang berarti bagi mahasiswa dan instansi.Dengan kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan. diantaranya adalah : 1. Tujuan Penulisan Berdasarkan permasalahan di atas. Oleh karena itu. Mengetahui Elemen-elemen Nutrisi atau Zat Gizi. Mengetahui Proses Pencernaan Makanan. Mengetahui Kebutuhan Nutrisi Berdasarkan Tahap Perkembangan. Mengetahui Absorpsi Gastrointestinal. 7. Berdasarkan ketertarikan penulis terhadap kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan. 2. maka tujuan penulisan ini adalah : 1. 6. seorang penulis mampu mengambil sikap dan keputusan yang tepat dalam mengatasi masalah penulisan makalah. Mengetahui Faktor yang Mempengaruhi Nutrisi Seseorang. maka lahirlah makalah yang berjudul “ Kebutuhan Nutrisi dalam Asuhan Keperawatan “. Mengetahui Laju Metabolisme Basal. B. 3. Bagi Mahasiswa . C. 5. Mengetahui Metabolisme. 4.

Bagi Instansi Dengan penulisan makalah ini. . 2. akan memberikan manfaat bagi instansi sebagai media informasi pembelajaran yang dapat membantu dalam proses belajar mengajar serta penambah wawasan informasi dalam materi pembelajaran KDDK.Penulisan makalah ini bermanfaat bagi mahasiswa dalam memberikan informasi kepada mahasiswa yang belum mengetahui tentang kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan.

BAB II ISI DAN TEORITIS A. Pencernaan secara mekanik Pencernaan makanan makanan secara mekanik lebih banyak terjadi dalam rongga mulut yaitu mekanik mengunyah. Makanan dikunyah rata-rata 20-25 kali. proses pencernaan dilakukan secara mekanik dan secara kimiawi. Proses Pencernaan Makanan Pencernaan makanan merupakan proses pemecahan makanan menjadi bagian yang lebih kecil. 1. Makanan yang sudah dikunyah selanjutnya masuk ke esofagus melalui proses menelan (deglutition). . tetapi tergantung dari jenis makanan.

Sedangkan sel eksorin pankreas adalah sel acinar dan epitel yang menghasilkan cairan pankreas seperti enzim-enzim pencernan. protein dan lemak. B. Kandung empedu Fungsi utama dari kandung empedu adalah menyimpan cairan?garam yang dihasilkan oleh hati sekitar 1 liter setiap hari. Proses pencernaan makanan tidak terlepas dari peran organ-organ asesoris sistem pencernaan. Pencernaan secara kimiawi Pencernaan makanan secara kimiawi di lambung dilakukan melalui pencampuran makan dengan asam lambung. Salah satu funsi dari hati ialah regulasi metabolik. mukus dan pepsin. Hati Hati memproduksi cairan empedu yang kemudian keluar melalui dua saluran yaitu duktus hapitikus kanan dan kiri. dan ion-ion. Absorpsi Gastrointestinal . b. c. Pankreas Pankreas merupakn kelenjar yang yang mempunyai dua fungsi yaitu fungsi endrokin dan eksorin. kemudian dihasilkan komponen karbohidrat. di antaranya: a.2. Sel-sel endrokin adalah pulau-pulau legerhans menghasilkan hormon insulin dan glukagon yang berperan dalam pengaturan kadar gula darah. air.

Tinggi badan dan berat badan. dan kegitan kelenjar-kelenjar tubuh. Metabolisme Nutrisi yang sudah disbsorpsi dan masuk dalm sistem sirkulasi selanjutnaya akan dimanfaatkan untuk energi tubuh melalui reaksi kimia yang disebut metabolisme. Setiap hari kira-kira 8-9 liter air dan 1 kg nutrisi melewati membrane dinding usus dari lumen usus masuk ke aliran darah ( Hinchliff. Jenis kelamin. Metbolisme adalah jumlah keseluruhan reaksi kimia dan fisik pengubah energi dalam tubuh yang menopang dan mempertahankan kehidupan (sloane. dan substansi organik seperti enzim. 2004) Untuk dapat terjadi metabolisme. dan nutrisi melewati membrane epithelium digestif dan masuk ke cairan interstisial dari saluran pencernaan. pernapasan. Usia. Besarnya kebutuhan energi basal ini dipengaruhi faktir-faktor berikut. peristaltik usus. Laju Metabolisme Basal Laju metabolisme basal (basal metabolisme rate) adalah energi yang digunakan tubuh pada saat istirahat. 3.Absorpsi merupakan pemindahan agen subtract seperti air. . vitamin. 1996 ). ion mineral. C. 1. 2. yaitu untuk keguatan fungsi tubuh seperti aktivitas jantung. elektrolit. sel membutuhka oksigen dan nutrisi termaksuk vitamin. D.

protein. mineral dan air.4. Asam amino dapat di ubah menjadi lemak dan di simpan dalam jaringan adiposa atau di katabolisasi menjadi energi melalui glikogenesis. lemak. pencernaan protein terjadi di lambung selanjutnya asam amino di edarkan oleh darah. 8. Karbohidrat akan terurai dalam bentuk glukosa yang kemudian dimanfaatkan tubuh dan kelebiahan glukosa akan disimpan dalm hati dan jaringan otot dalam bentuk glikogen. Temperatur lingkungan. 5. E. 7. Keadaan hamil. 1. 6. serta kerja fisik. untuk pergerekan. Karbohidrat Karbohidrat merupakan sumber energi utama tubuh. 2. vitamin. Zat gizi berfungsi sebagi penghasil energi bagi funsi organ. Lemak . Elemen-elemen nutrisi atau zat gizi Tubuh membutuhkan nutirsi untuk kelangsungan fungsi-fungsi tubuh. Protein Protein memberi energi 4 kkal/g. Kelainan endokrin. Elemen nutrisi atas karbohidrat. 3. Keadaan sakit. Keaadaan psikologis seperti stres dan ketegangan.

Asam lemak tak jenuh adalah asam lemak esensial padea tubuh manusia. 6. Hasil hidrolisis lemak perperan dalam emulsifikasi.fungsi air dalam tubuh adalah sebagai berikut : a. yaitu substansi yang menetralisisr radikal . termasuk dalam sistem.makanamn.dan sayuran.Lemak merupakan bentuk penhasilan energi tubuh yang utama. Asam lemak kemudian akan diabsorpsi di internasional kemudian ditransport ke hepar. b. lemak diemulsifikasi oleh garam empedu dan lesitin. Air Berasal dari minum. 4. Minaral Mineral sebagai katalis reaksi biokimia. Mineral merupakan bahan makanan anorganik yang berfungsi antara lain untuk menjaga keseimbang tubuh serta bahan penyusun tubuh beberapa mineral berfungsi untuk bermacam-macam kegiatan tubuh. Sebagai pelarut zat makanan untuk memudahkan proses pencernaan makanan. Diusus halus. 5. Mengaktifkan enzim-enzim yang terlibat dalam metabolisme dan mengatur keseimbangan antioksidan.asam lemak sebagi simpanan metabolik disimpan dalam bentuk triagliserol. Vitamin Tubuh tidak mensintesis vitamin dan bergantung pada asupan diet. Vitamin juga berfungsi sebagai bebas.lemak memberi energi 9 kkal/g lemak mulai dicerna dimulut dengan bantuan lipese lingual.

Bayi Mengalami tumbuh kembang pesat pada 1 tahun pertama. c. Anak perlu asupan protein. kalsium. fosfor. Toddler dan Preschool Usia ini. Mengatur suhu tubuh. Ibu Hamil dan Menyusui Lebih banyak membutuhkan kalori. vitamin A dan C. dan zat besi yang tinggi. 2. bayi hanya mengkomsumsi susu. zat besi dan ASI pada ibu hamil. Kebutuhan yang lebih banyak diperlukan pada ibu menyusui yaitu kalsium. Makanan tambahan di berikan pada usia 6 bulan. nafsu makan anak dan kecepatan pertumbuhan mulai menurun sehingga perlu intake nutrisi yang penting untuk tumbuh kembang anak. d. Sebagai alat angkut berbagai senyawa dan enzim. air dan kalori. 3. Chilid dan Adolescent . 4. F.cairan dalam tubuh. Biskuit di berikan pada yang sudah tumbuh giginya. Kebutuhan Nutrisi Berdasarkan Tahap Perkembangan 1. kalsium . protein. folat. Usia 6 bulan pertama.

D dan B. Peningkatan pertumbuhan organ reproduksi pada remaja. vitamin C.Pertumbuhannya meningkat pada usia ini. vitamin dan mineral yang tinggi. Status Sosioekonomi Pembelajaran makanan tergantung dari jumlah yang dimilki/ pendapatan.Status Kesehatan Individu dengan kesehatan yang kurang akan memerlukan nutrisi yang lebih karena dukungan nutrisi adalah bagian esensial penyembuhan setiap penanganan medis. Makanan dan diet tertentu harus diberkan bila sesuai. diet lemak. G. protein. Adult dan Order Aldult Penyembuhan dan metabolisme berhenti sehingga butuh kalori sedikit. 2. Gigi permanen sudah tumbuh dan sisitem percernaannya sudah matur. zat besi.masalah yang terjadi pada remaja adalah obesitas. 5. Kultur dan Agama Kubudayaan dan agama yang dianut individu sangat mempengaruhi pola dietnya. . serat. Menentukan makanan berdasar jumlah orang yang ada dirumah tersebut. Faktor Yang Mempengaruhi Nutrisi Seseorang 1. Khususnya pada wanita menopose. kalsium. bulimia anoreksia nervosa. Diet yang di ancurkan untuk dewasa tua adalah rendah kalori. Membutuhkan karbohidrat. 3.

Pilihan Pribadi Kesukaan datau ketidaksukaan pilihan individu terhadap makanan. 5. 7. Kesalahan Informasi Makanan Menganggap makanan tertentu bergizi rendah kerena keyakinan atau mitor terhadap kamanan. . Faktor Psikologis Ketika seseorang stress memiliki perilaku diet berbeda–beda. Perlu pertimbangan ketika individu tersebut akan melakukan diet terapeutik. Makan berdasarkan perpesi dan motivasi individu. Alkohol merusak sistem gastrointetianal dan obat mengurangi absorpsi zat gizi. Alkohol dan Obat Hiper alkohol dan obat menyebabkan defisiensi nutrisi.4. 6. Makanan mewah sebagai simbol status sosial.

F.2. Aplikasi kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan dengan kasus Ketidakseimbangan Nutrisi Ny. berat badan sekarang 45 kg turun 20% dari berat badan sebelum sakit.1gr/dl. O beragama islam dan berusia 38 tahun masuk RS karena tiba-tiba pingsan di rumah.BAB III KASUS PEMICU A. Hasil pemeriksaan lab di dapatkan Hb 10. Keluarga Ny. . wajah tampak pucat. nadi 80x/menit. S: 38C TD: 90/60mmhg. Saat ini Ny. kadar albumin 2. O terlihat sangat lemah. O mengatakan sejak tiga hari yang lalu klien mengeluh mual dan selalu muntah setiap makan.nafas: 16x/menit.

Umur : Ny.BAB IV PEMBAHASAN A. Pengkajian 1. : 38 tahun. Nama klien 2. . O.

S: 38C. . • • Ketidak mampuan menyerap nutrisi. Jenis kelamin 4. Kadar albumin: 2. Ketidak mampuan memasukan makanan.1 S: 38C TD: 90/60mmHg Ketidak seimbangan • Ketidakmampuan nutrisi. tampak pucat • • • • • Berat badan turun Hb: 10. berat badan turun. Data Subjektif : Perempuan. a Objektif : Klien terlihat lemah. :: Islam. Agama 6. Alamat 5.2. wajah tampak pucat. dan TD: 90/60mmHg.2 Kadar albumin: 2. Analisa Data Data Data Subjektif Data Objektif Problem Etiologi N o 1 Kl Klien • Klien terlihat mengatakan lemah mual dan • Wajah muntah.3.1. Hb: 10. mencerna makanan. B. : Klien mengatakan mual dan muntah.

Gangguan nutrisi 2. Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi yang dibutuhkan pasien b. Monitor kalori dan intake nutrisi . BB pasien dalam batas normal Monitor adanya penurunan BB Jadwalkan pengobatan dan tindakan tidak selama jam makan Monitor mual dan muntah Monitor kada albumin. f. Monitor jumlah nutrisi dan kandungan kalori Berikan informasi tentang kebutuhan nutrisi Kaji kemampuan pasien untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan 2.dan kadar Ht Monitor pucat .Nutrition Monitoring a.total protein . g.dan kekeringan jaringan konjungtiva. c. e. Ketidakmampuan menyerap nutrisi D. d. c. Nutrition Management a.kemerahan. d.Hb.C. Diagnosa Keperawatan Kemungkinan berhubungan dengan : 1. Intervensi 1. b.

11.Memberikan obat. Pasien terlihat tidak lemah.Memonitor kalori dan intake nutrisi.dan pucat 3. 3. total protein.Mengkolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi. 8.Memonitor kadar Albumin. 10.Memberikan informasi tentang kebutuhan nutrisi. 4. BB normal 4.Mengecek berat badan pasien. 9.Memonitor adanya penurunan berat badan. 6. F.Memonitor jumlah nutrisi dan kandungan kalori. Evaluasi S : Pasien mengatakan tidak mual dan tidak merasa muntah setap makan. 2. Pasien tidak mual dan muntah setiap makan . 5. Tekanan Darah. 2. 7. Implementasi 1. dan kadar Ht.Memonitor mual dan muntah. Hb.Mengkaji kemampuan pasien untuk mendapatkan nutrisi.Memonitor kekeringan jaringan konjungtiva. O: 1.E.

Berikan obat 2.Monitor kalori dan intake nutrisi BAB V PENUTUP A. Kesimpulan . RR A: 1. Berat badan dalam batas normal 3. Tekanan darah dalam batas normal 2.5. Kadar Albumin 6. Memjadwalkan pengobatan dan tindakan tidak selama jam makan 3. Kemampuan menyerap nutrisi adekuat P : 1.

dan kegitan kelenjar-kelenjar tubuh.protein. dan nutrisi melewati membrane epithelium digestif dan masuk ke cairan interstisial dari saluran pencernaan.Pencernaan makanan merupakan proses pemecahan makanan menjadi bagian yang lebih kecil. vitamin. Saran Mengingat pelaksanaan penulisan makalah ini baru berjalan sepekan sehingga hasil yang diperoleh belum maksimal. serta kerja fisik. mineral dan air. Absorpsi merupakan pemindahan agen subtract seperti air. disarankan kepada penulis untuk dapat melengkapi informasi tentang kebutuhan nutrisi dalam asuhan keperawatan. Setiap hari kira-kira 8-9 liter air dan 1 kg nutrisi melewati membrane dinding usus dari lumen usus masuk ke aliran darah ( Hinchliff. Nutrisi yang sudah disbsorpsi dan masuk dalm sistem sirkulasi selanjutnaya akan dimanfaatkan untuk energi tubuh melalui reaksi kimia yang disebut metabolisme. B. vitamin. untuk pergerekan. Laju metabolisme basal (basal metabolisme rate) adalah energi yang digunakan tubuh pada saat istirahat. Tubuh membutuhkan nutirsi untuk kelangsungan fungsi-fungsi tubuh. pernapasan. . Elemen nutrisi atas karbohidrat. proses pencernaan dilakukan secara mekanik dan secara kimiawi. peristaltik usus. lemak. 1996 ). elektrolit. Zat gizi berfungsi sebagi penghasil energi bagi funsi organ. yaitu untuk keguatan fungsi tubuh seperti aktivitas jantung. Oleh karena itu.

Anggriyana Tri Widianti. 2009. Buku Ajar Keperawatan Pediatrik. Dona L. 2011. . Yogyakarta: Nuha Medika. Tarwoto. Catatan Kuliah : Kebutuhan Dasar Manusia ( KDM ). Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan.. Jakarta: Salemba Medika. Wong. Jakarta: EGC.DAFTAR PUSTAKA Saryono. Aziz alimul H. Kebutuhan Dasar Manusia Aplikasi Konsep dan Proses Keperawatan jilid 2. Jakarta: Salemba Medika.. 2010. Wartonah. A. 2008.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful