P. 1
bahan Kematangan karir

bahan Kematangan karir

|Views: 402|Likes:
Published by Dinda Dewi Mercyani

More info:

Published by: Dinda Dewi Mercyani on Mar 20, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/18/2014

pdf

text

original

Kematangan karir sebagai kesesuaian antara perilaku karir individu dengan perilaku karir yang diharapkan pada usia

tertentu disetiap tahap. menurut Super (Sharf, 1992:155) menyatakan bahwa kematangan karir sebagai “…the readiness to make appropriate career decisions”…rediness to make (a) good choice (s) atau kesiapan individu untuk membuat keputusan karir yang tepat. nah, ini neh Kematangan karir remaja dapat diukur dan dimilikinya indikator-indikator kematangan karir sebagai berikut:

1.

Aspek Perencanaan karir

Di dalam aspek ini terdapat indikator-indikator sebagai berikut:

2.

        

Mempelajari informasi karir Membicarakan karir dengan orang dewasa Mengikuti kursus untuk menambah pengetahuan tentang keputusan karir Berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler Mengikuti pelatihan yang berkaitan dengan pekerjaan yang diinginkan Mengetahuai persyaratan pendidikan untuk pekerjaan yang diinginkan Dapat merencanakan apa yang harus dilakukan setelah tamat sekolah Mengetahui cara dan kesempatan dalam memasuki dunia kerja yang diinginkan Mampu untuk mengatur waktu luang secara efektif

Aspek eksplorasi karir

Eksplorasi karir didefinisikan sebagai keinginan individu untuk mengekplorasi atau melakukan pencarian informasi terhadap sumber-sumber dalam informasi karir. Dalam aspek ini terdapat indikator-indikator sebagai berikut:  Berusaha untuk menggali dan mencari informasi karir dari berbagai sumber

 

Memiliki pengetahuan tentang potensi diri seperti minat, bakat, intelegensi dll Memliki cukup banyak tentang informasi karir

3.

Pengetahuan tentang membuat keputusan karir

Dalam aspek ini tedapat beberapa indicator sebagai berikut:

   

Mengetahui cara membuat keputusan karir Mengetahui langkah membuat keputusan karir, terutama penyusunan rencana karir Mempelajari cara orang lain dalam membuat keputusan karir Menggunakan pengetahuan dan pemikiran dalam membuat keputusan karir

4.

Pengetahuan tentang dunia kerja

Menurut Super (Sharf, 1993:158) konsep ini memiliki 2 komponen dasar yaitu:

dan mengetahui alasan orang lain ketika berganti pekerjaan  Konsep yang berkaitan dengan pengetahuan tentang tugas pekerjaan dalam satu vokasional dan perilaku dalam bekerja 5.! . Aspek pengetahuan tentang kelompok pekerjaan yang lebih disukai Dalam aspek ini terdapat indikator sebagai berikut: 6.     Memahami tugas dari pekerjaan yang diinginkan Mengetahui sarana yang dibutuhkan dari pekerjaan yang diinginkan Mengetahui persyaratan fisik dan psikologis dari pekerjaan tersebut Mengetahui minat dan alasan yang tepat dalam memilih pekerjaan Aspek realisme keputusan karir Memiliki pemahaman yang baik tentang kekuatan dan kelemahan diri berhubungan dengan pilihan karir Mampu melihat faktor yang akan mendukung atau menghambat karir Mampu memilih salah satu alternatif pekerjaan dari berbagai ragam pekerjaan Dan dapat mengembangkan kebiasaan belajar dan bekerja secara efektif Realisme keputusan karir yaitu perbandingan antara kemampuan individu dengan pilihan pekerjaan secara realitis. Dalam aspek ini terdiri dari beberapa indikator yaitu: 7.   Selamat SUKSES…. mengetahui cara orang lain mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaannya. Orienatsi karir yaitu sebagai skor total dari:  Sikap terhadap karir terdiri dari perencanaan dan eksplorasi karir.     Orientasi karir Keterampilan membuat keputusan karir terdiri dari kemampuan dalam menggunakan pengetahuan dan pemikiran dalam membuat keputusan karir Informasi dunia kerja terdiri dari memiliki informasi tentang pekerjaan dan informasi tentang orang lain dalam dunia kerjanya. Berhubungan dengan tugas perkembangan ketika individu harus mengetahui minat dan kemampuan dirinya.

Pandangan Super oleh banyak pakar Psikologi Vokasional dinilai sebagai teori yang paling komprehensif dan mendapat banyak dukungan dari hasil penelitian. selaras dengan tahap perkembangan karier tertentu. Pandangan Super mengandung beberapa implikasi bagi pendidikan karier dan konseling karier yang sangat relevan. 1.Kematangan Karier Berkaitan dengan tugas-tugas perkembangan karier. lebih-lebih selama masa remaja dan masa dewasa muda. Berkenaan dalam rangka meneliti dan menilai kematangan vokasional telah dikembangkan alat tes yang dikenal dengan nama Career Development Inventory . Beraneka indikasi ini dapat dijabarkan lebih lanjut pada rnasing-masing tahap perkembangan vokasional. serta kesadaran akan segala faktor internal dan eksternal yang harus dipertimbangkan dalam membuat pilihan jabatan atau memantapkan diri dalam suatu jabatan.    1.      1. dan Vocational Maturity Test.1 Perbandingan Kematangan Karier Menurut Super dan Crites Super (1951.     1.1974) 1.1971) Degree of career development 1. Tabel 2. Career Maturity Test . vocational maturity) yang menunjuk pada keberhasilan seseorang menyelasaikan semua tugas perkembangan vokasional yang khas bagi tahap perkembangan tertentu. Attitudes Orientation Preference Commitment 1. Dillard (1985 : 32) mengatakan bahwa kematangan karier merupakan sikap individu dalam pembuatan keputusan karier ditampakan oleh tingkat konsistensi pilihan karier dalam suatu periode tertentu.   2.    1.      1. yang membawa orang muda ke pemahaman diri dan pengolahan informasi tentang dunia kerja . Competencies Problem solving Planning Goal selection Self-appraisal Occupational information 4. Konsepsi Super tentang gambaran diri dan kematangan vokasional menjadi pegangan bagi seorang tenaga kependidikan bila merancang program pendidikan karier dan bimbingan karier . Realism Interests Skills Personality Social Class 3. Indikasi relevan bagi kematangan vokasional adalah misalnya kemampuan untuk membuat rencana.    2. Career Eksploration Consultation Resources Participation 3. Career Plafulness Distant future Intermediate future Present Crites(1965. Decition making Principles Practice . Consistency  Field  Time  Level  Family  Indepence 1. Super mengembangkan konsep kematangan vokasional (career maturity. kerelaan untuk memikul tanggung jawab. Information Educational Income requirements Duties Supply and demand Condition Career advancement 4.

Pada akhirnya. maka konsep diri vokasional yang lebih baik pun akan terbentuk. Vol 6(3). berbagai kemungkinan.      5. “Career Maturity : a Priority for Secondary Education” . 1. namun konsep tersebut merupakan tenaga penggerak yang membentuk pola karier yang akan diikuti oleh individu sepanjang hidupnya. Periode peralihan dari preferensi vokasional tentatif menuju preferensi vokasional yang spesifik. dan pengambilan keputusan karier yang tepat berdasarkan pemahaman diri dan pemahaman mengenai karier yang dipilih. Pendekatan multidisipliner pada pengembangan karier yang dipergunakan oleh Super tercermin dalam minatnya terhadap psikologi diferensial atau teori trait dan faktor sebagai media pengembangan instrument testing dan norma-norma asesmen yang menyertainya. 2 Tahapan Perkembangan Vokasional dari Super Tugas Usia Perkembangan Vokasional Kristalisasi 14-18 Karakteristik Umum Periode proses kognitif untuk memformulasikan sebuah tujuan vokasional umum melalui kesadaran akan sumber-sumber yang tersedia. Dia berpendapat bahwa psikologi diferensial sangat penting dalam upaya untuk memperkaya data tentang perbedaan okupasional yang terkait dengan kepribadian. No 16. dan minat.) Berdasarkan pernyataan yang dikemukakan oleh para ahli tersebut. Periode menamatkan pendidikan/pelatihan untuk pekerjaan yang disukai dan memasuki dunia kerja. nilai. perbedaan dan persamaan antara diri sendiri dan orang lain akan terasimilasi. pp 749-772. Teori self-concept merupakan bagian yang sangat penting dari pendekatan Super terhadap perilaku vokasional. individu mengimplementasikan konsep dirinya ke dalam karier yang akan menjadi alat ekspresi dirinya yang paling efisien. dan pengalaman pada umumnya. meliputi pembuatan perencanaan. Journal of Research in Eduvational Psycology). Alveres Manuel. aptitude. Bila pengalaman yang terkait dengan dunia kerja sudah menjadi lebih luas. pengumpulan informasi mengenai pekerjaan. mengidentifikasi orang dewasa yang bekerja. minat. Tabel 2. dan perencanaan untuk okupasi yang lebih disukai. (2008). observasi kehidupan bekerja. Spesifikasi Implementasi 18-21 21-24 . lingkungan umum. Jadi. Penelitian menunjukkan bahwa vocational self-concept berkembang melalui pertumbuhan fisik dan mental. Meskipun vocational self-concept hanya merupakan bagian dari konsep diri secara keseluruhan. maka dapat disimpulkan bahwa kematangan karier merupakan keberhasilan individu untuk menjalankan tugas perkembangan karier sesuai dengan tahap perkembangan yang sedang dijalani. Reality orientation Self-knowledge Realism Consistensy Crystalization Work experience Involvement (Gonzales.

managerial. Journal of Research in Eduvational Psycology).3 Pola Karier untuk Laki-laki (dari Super) Klasifikasi Pola Pola karier stabil Klasifikasi Karier Profesional. (Gonzales. Memasuki dunia kerja sesudah mengikuti pelatihan Pola karier kerja stabil . Alveres Manuel. pekerja Beberapa pekerjaan administrasi dan pekerja domestik dengan masa percobaan yang dapat mengarah pada pekerjaan yang stabil temporer. sekedar untuk mengisi waktu luang sebelum menikah. No 16. Periode pembinaan kemapanan karier dengan meraih kemajuan. pekerja administrasi Pola karier tak stabil Pekerja semi-terampil.) Tabel 2. Pola karier jamak Pekerja domestik dan pekerja semi-terampil Karier tidak tetap yang ditandai dengan pekerjaan yang selalu berubah-ubah. diikuti dengan pekerjaan dengan masa percobaan lainnya. “Career Maturity : a Priority for Secondary Education” . Journal of Research in Eduvational Psycology). (2008).4 Pola Karier untuk Perempuan (dari Super) Klasifikasi Pola Karier Pola karier ibu rumah tangga yang stabil Pola karier konvensional Karakteristik Umum Menikah sebelum mendapatkan pengalaman kerja yang signifikan Memasuki dunia kerja setelah pelatihan di SMA atau perguruan tinggi. pekerja terampil. Pola karier konvensional Managerial.Stabilisasi 24-35 Periode mengkonfirmasi karier yang disukai dengan pengalaman kerja yang sesungguhnya dan penggunaan bakat untuk menunjukkan bahwa pilihan karier sudah tepat. No 16. Selanjutnya menjadi ibu rumah tangga penuh waktu.) Tabel 2. Vol 6(3). Masa kerja percobaan diikuti dengan masuk ke dalam pola yang stabil. pp 749-772. “Career Maturity : a Priority for Secondary Education” . pekerja terampil Karakteristik Masuk ke dalam karier secara dini dengan sedikit atau tanpa masa percobaan. Vol 6(3). Konsolidasi 35+ (Gonzales. status dan senioritas. (2008). pp 749-772. Alveres Manuel.

dan kemudian siklus ini berulang lagi. Akan tetapi. lalu menikah dan memulai karier kedua dalam bidang kerumahtanggaan. Alveres Manuel. dan kemampuannya dalam perencanaan. di mana polanya adalah: bekerja. No 16. dan mungkin kembali ke dalam karier tergantung pada situasi di rumah. “Career Maturity : a Priority for Secondary Education” . gambaran tentang sikap dan kompetensi yang diharapkan dicapai dalam setiap tahap itu memungkinkan kita menentukan tujuan instruksional dan konseling yang dirancang untuk membantu perkembangan kematangan karier. perilaku vokasional di kelas 9 memiliki validitas prediktif untuk masa depannya. komponen kematangan karier terdiri atas : perencanaan karier. terdapat komponen realisme yang belum diuji. Pola karier terinterupsi Pola karier tak stabil Pola karier “multiple-trial” (Gonzales. informasi dunia kerja. selalu berubah-ubah pekerjaan. perencanaan. pengetahuan tentang kelompok pekerjaan yang diharapkan. Pola karier “double-track” Memasuki karier sesudah pelatihan. eksplorasi karier. Memasuki dunia kerja lalu menikah dan melepaskan karier untuk menjadi ibu rumah tangga penuh waktu.dan memandang pekerjaannya sebagai karier seumur hidup.) Super berpendapat bahwa penyelesaian tugas-tugas yang sesuai pada masing-masing tahapan merupakan indikasi kematangan vokasional (vocational maturity). individu yang berhasil menyelesaikan tugas-tugas perkembangan pada setiap tahapan cenderung mencapai tingkat kematangan yang lebih besar pada masa kehidupan selanjutnya. individu yang dipandang memiliki kematangan vokasional di kelas 9 (berdasarkan pengetahuannya tentang okupasi. Selain itu. Kematangan vokasional itu tampaknya lebih terkait dengan inteligensi daripada usia. Fase-fase perkembangan kematangan karier merupakan titik di mana kita dapat mengidentifikasi dan mengases sikap dan kompetensi yang terkait dengan pertumbuhan karier yang efektif. menerima tanggung jawab. pengambilan keputusan karier. dan kesadaran akan berbagai aspek pekerjaan yang disukai) tidak beraturan dan tidak stabil selama periode SMA. dan (2) Konsep diri terbentuk pada saat masing-masing fase kehidupan mendesakkan pengaruhnya pada perilaku manusia. pengetahuannya tentang okupasi. 1951) yang mengikuti perkembangan sejumlah peserta didik kelas 9 menunjukkan bahwa berbagai ciri kematangan vokasional (seperti merencanakan. menjadi ibu rumah tangga. Menurut Super. dan minat) secara signifikan lebih berhasil ketika mereka mencapai awal masa dewasa. Tidak pernah mapan dalam satu karier. PHK. Hal ini mengisyaratkan bahwa terdapat hubungan antara kematangan karier dengan pencapaian remaja dalam self-awareness. Hasil penelitian longitudinal (Super. (2008). Vol 6(3). pp 749-772. Khas terjadi pada masyarakat sosioekonomi lemah. Journal of Research in Eduvational Psycology). Super (1984) mengklarifikasi pandanganya tentang teori konsep diri bahwa pada esensinya konsep diri merupakan kecocokan antara pandangan individu terhadap atributnya sendiri dengan atribut yang . Jadi. Dengan kata lain. Aspek-aspek perkembangan dari teori Super memberikan penjelasan tentang berbagai faktor yang mempengaruhi proses pemilihan karier. Lebih jauh. Konsep kematangan karier yang dikembangkan oleh Super itu mempunyai implikasi yang besar bagi program pendidikan karier dan konseling karier. Dua prinsip dasar berikut ini dipergunakan dalam teori perkembangan pada umumnya: (1) Perkembangan karier merupakan proses seumur hidup yang terjadi pada periode-periode perkembangan tertentu.

Super membagi teori konsep diri ke dalam dua komponen: (1) personal atau psikologis. Hubungan antara konsep diri dengan perkembangan karier merupakan salah satu kontribusi utama teori Super. yang berfokus pada asesmen pribadi yang dilakukan oleh individu terhadap situasi sosioekonominya dan struktur sosial di mana dia bekerja dan tinggal saat ini. yang berfokus pada cara individu memilih dan beradaptasi pada pilihannya. dan (2) sosial.dibutuhkan oleh sebuah okupasi. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->