Metode ekspositori adalah metode pembelajaran yang digunakan dengan memberikan keterangan terlebih dahulu definisi, prinsip dan

konsep materi pelajaran serta memberikan contoh-contoh latihan pemecahan masalah dalam bentuk ceramah, demonstrasi, tanya jawab dan penugasan. Siswa mengikuti pola yang ditetapkan oleh guru secara cermat. Penggunaan metode ekspositori merupakan metode pembelajaran mengarah kepada tersampaikannya isi pelajaran kepada siswa secara langsung.

Metode ekspositori adalah metode pembelajaran yang digunakan dengan memberikan keterangan terlebih dahulu definisi, prinsip dan konsep materi pelajaran serta memberikan contoh-contoh latihan pemecahan masalah dalam bentuk ceramah, demonstrasi, tanya jawab dan penugasan. Siswa mengikuti pola yang ditetapkan oleh guru secara cermat. Penggunaan metode ekspositori merupakan metode pembelajaran mengarah kepada tersampaikannya isi pelajaran kepada siswa secara langsung. Penggunaan metode ini siswa tidak perlu mencari dan menemukan sendiri fakta-fakta, konsep dan prinsip karena telah disajikan secara jelas oleh guru. Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode ekspositori cenderung berpusat kepada guru. Guru aktif memberikan penjelasan atau informasi pembelajaran secara terperinci tentang materi pembelajaran. Metode ekspositori sering dianalogikan dengan metode ceramah, karena sifatnya sama-sama memberikan informasi. Pada umumnya guru lebih suka menggunakan metode ceramah dikombinasikan dengan metode tanya jawab. Metode ceramah banyak dipilih karena mudah dilaksanakan dengan persiapan yang sederhana, hemat waktu dan tenaga, dengan satu langkah langsung bisa menjangkau semua siswa dan dapat dilakukan cukup di dalam kelas. Popham & Baker (1992 : 79) menjelaskan bahwa setiap penyajian informasi secara lisan dapat disebut ceramah. Penyajian ceramah yang bersifat formal dan biasanya berlangsung selama 45 menit maupun yang informal yang hanya berlangsung selama 5 menit. Ceramah tidak dapat dikatakan baik atau buruk, tetapi penyampaian ceramah harus dinilai menurut tujuan penggunaannya. Menurut Hasibuan dan Moedjiono (2000 : 13) metode ceramah adalah cara penyampaian bahan pelajara dengan komunikasi lisan. Metode ceramah lebih efektif dan efisien untuk menyampaikan informasi dan pengertian. Margono (1989 : 30) mengemukakan bahwa metode ceramah adalah metode mengajar yang menggunakan penjelasan verbal. Komunikasi bersifat satu arah dan sering dilengkapi dengan alat bantu audio visual, demonstrasi, tanya jawab, diskusi singkat dan sebagainya. Lebih lanjut Hasibuan dan Moedjiono (2000 : 13) mengemukakan bahwa agar metode ceramah efektif perlu dipersiapkan langkah-langkah sebagai berikut: a) merumuskan tujuan instruksional khusus yang luas, b) mengidentifikasi dan memahami karakteristik siswa, c) menyusun bahan ceramah dengan menggunakan bahan pengait (advance organizer), d) menyampai-kan bahan dengan memberi keterangan singkat dengan menggunakan papan tulis, memberikan contoh-contoh yang kongkrit dan memberikan umpan balik (feed back), memberikan rangkuman setiap akhir pembahasan materi, e) merencanakan evaluasi secara terprogram. Metode retitasi adalah metode pembelajaran yang lebih dikenal dengan istilah pekerjaan rumah, meskipun sebutan ini tidak seluruhnya benar. Metode tanya jawab digunakan bersama dengan metode ceramah, untuk merangsang kegiatan berfikir siswa, dan untuk mengetahui keefektifan pengajarannya, sebagai mana diutarakan Popham & Baker (1992 : 89). Penerapan metode tanya jawab guru dapat mengatur bagianbagian penting yang perlu mendapat perhatian khusus.

Sedangkan peranan siswa adalah 1) . Skiner dalam Driscoll (1994 : 30) menjelaskan bahwa diskripsi hubungan antara stimulan dan respon tidaklah sesederhana yang diperkirakan. metode ini masih nampak lebih banyak. model bangunan. Saat kegiatan siswa mengerjakan latihan.P (1999 : 43) menamakan model konvensional ini dengan model pembelajaran yang berpusat pada guru (the Teacher Centered Opproach). menarik perhatian siswa dan melatih keterampilan siswa. kegiatan guru memeriksa pekerjaan siswa secara individual dan menjelaskan kembali secara individual. Seluruh sistem diarahkan kepada rangkaian kejadian yang rapi dalam lembaga pendidikan. atau memperhatikan saja. dan c) siswa mempertanggungjawabkan pada guru apa yang telah dipelajari (Sutomo. Menurut Sujadi (1983 : 3). metode penemuan dan metode peragaan. di dalam pembelajaran matematika penggunaan metode ceramah dan tanya jawab tersebut masih ditambah dengan pemberian contoh-contoh berupa gambargambar. seperti pada awal pembelajaran. dan seorang siswa diminta mengerjakan di papan tulis. Metode ekspositori adalah suatu cara menyampaikan gagasan atau ide dalam memberikan informasi dengan lisan atau tulisan. Resitasi atau tugas dapat pula dikerjakan di luar rumah ataupun di dalam laboratorium. Kegiatan guru berbicara pada metode ekspositori hanya dilakukan pada saat-saat tertentu saja. 4) pembimbing siswa dalam perolehan informasi yang benar. Peranan guru yang penting adalah 1) menyusun program pembelajaran. Ausebul dalam Pentatito Gunowibowo (1998:6.7) dalam pembelajaran menggunakan metode ekspositori. pusat kegiatan masih terletak pada guru. Dibanding metode ceramah. tanpa ada usaha untuk mencari dan menerapkan strategi belajar yang berbeda sesuai dengan tema dan kesulitan belajar setiap individu. dan 5) penilai prolehan informasi. memberikan contoh soal. Pentatito Gunawibowo (1998 : 6. seperti di awal pemebelajaran. Dominasi guru dalam metode ekspositori banyak dikurangi.7) menyebutkan bahwa metode ekspositori merupakan cara mengajar yang paling efektif dan efisien dalam menanamkan belajar bermakna. yaitu : a) guru memberi tugas. dan contoh rumus-rumus beserta penggunaannya. metode drill. menerangkan materi. Guru tidak terus bicara. Dalam model pembelajaran yang berpusat pada guru hampir seluruh kegiatan pembelajaran dikendalikan penuh oleh guru. Pendapat David P. metode tanya jawab. b) siswa melaksakan tugas. Mengerjakan soal latihan bersama dengan temannya. Selanjutnya Dimyati dan Mudjiono (1999:172) mengatakan metode ekspositori adalah memindahkan pengetahuan. untuk mempermudah penanaman konsep bangun datar dan ruang. Somantri (2001 : 45) membedakan metode ekspositori dan metode ceramah. keterampilan. kegiatan tersebut diikuti penjelasan secara klasikal. Menurut Herman Hudoyo(1998 : 133) metode ekspositori dapat meliputi gabungan metode ceramah. 3) pemberi fasilitas yang baik. 2003: 45). Untuk menciptakan terjadinyan interaksi. Apabila dipandang masih banyak pekerjaan siswa belum sempurna. Kegiatan siswa tidak hanya mendengarkan. tetapi mengerjakan soal-soal latihan. menjelaskan konsep-konsep dan prinsip baru. dan interaksi ini artinya mempengaruhi respon yang diberikan juga menghasilkan berbagai konsekwensi yang akan mempengaruhi tingkah laku siswa. Percival dan Elington dalam Yeni Indrastoeti S. melainkan stimulan yang diberikan berinteraksi satu dengan lainnya. pada saat memberikan contoh kasus di lapangan dan sebaginya. mungkin dalam kegiatan ini siswa saling bertanya. Tetapi jika dibanding dengan metode demonstrasi. 2) memberi informasi yang benar.Dalam proses pembelajaran dengan metode ceramah harus peka terhadap respon siswa. dan nilai-nilai kepada siswa. dalam metode ini dominasi guru sudah banyak berkurang. membuat catatan. Pasaribu mengemukanan bahwa metode resitasi mempunyai tiga fase. metode ceramah biasanya dikombinasikan dengan metode tanya jawab dan pemberian tugas. informasi diberikan pada saat-saat atau bagian-bagian yang diperlukan. Guru menjelaskan materi dengan bantuan gambar atau model.

Dalam proses belajar-mengajar diharapkan pula sejumlah factor sarana dan factor lingkungan guna menunjang tercapainya keluaran yang dikehendaki. dkk. guru sebagai ujung tombak pelaksana pendidikan di lapangan sangat menentukan keberhasilannya. 2 tahun 1989. yaitu Pancasila. tanya jawab dan pemberian tugas. papan. Hal ini berarti bahwa pembangunan tidak hanya mengejar kepuasan lahiriah saja seperti sandang. Untuk mecapai tujuan pendidikan nasional tersebut. Dalam hal ini guru dapat dikatakan sebagai pemegang peranan utama dalam proses pendidikan yang tercermin dalam proses belajar-mengajar di sekolah. maka sudah barang tentu akan sangat diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas. Adapun hasil belajar yang dievaluasi adalah luas dan jumlah pengetahuan. kesehatan jasmani dan rohani. baik dalam kehidupan seseorang. maka kita dapat mengetahui apa yang menjadi tujuan pendidikan di Indonesia dimana Pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya. dengan harapan dapat berubah menjadi keluaran (expected) input) yang berupa hasil belajar yang diharapkan. Dapat dijelaskan bahwa masukan (raw input) yang merupakan bahan dasar diberikan pengalaman belajar tertentu dalam proses belajar-mengajar. memiliki pengetahuan dan keterampilan. Maju mundurnya suatu bangsa banyak ditentukan oleh maju mundurnya pendidikan bangsa itu (Sudirman N.pencari informasi yang benar. dan kesehatan saja ataupun mengejar kepuasan batiniah seperti pendidikan. Tujuan pendidikan dan pengajaran di Indonesia berlandaskan pada falsafah hidup bangsa. 1992 : 3). yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur. Pendidikan sangat penting dalam kehidupan dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan. keterampilan. Sifatnya mutlak dalam kehidupan. Dalam hal ini pendidikan merupakan salah satu sarana untuk menciptakan sumber daya – sumber daya manusia yang berkualitas tersebut. Pada umumnya alat evaluasi hasil belajar yang digunakan adalah tes yang telah dibakukan atau tes buatan guru. Metode Penemuan (Discovery-Inquiry) . Bila kita kaji lebih jauh lagi apa yang diuraikan dalam Pasal 4 UUSPN No. Pemberian tugas diberikan guru berupa soal-soal (pekerjaan rumah) yang dikerjakan secara individual atau kelompok. bahwa metode ekspositori yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengobinasikan metode ceramah. rasa aman. Dari beberapa pendapat di atas. inquiri discovery PEMBELAJARAN INQUIRY DAN DISCOVERY Tujuan pembangunan nasional sebagaimana tercantum dalam GBHN adalah pembangunan manusia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya. pangan. melainkan antara pembangunan lahiriah dan batiniah tersebut haruslah berjalan seiring secara serasi. bebas mengeluarkan pendapat yang bertanggung jawab dan rasa keadilan saja. 3) menyelesaikan tugas dengan penilaian guru. 2) pemakai media dan sumber yang benar. Untuk mewujudkan tujuan pembangunan nasional seperti yang tercantum di atas. kepribadian yang mantap dan mandiri serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. keluarga. maupun bangsa dan Negara. Dalam proses belajar-mengajar melibatkan banyak factor. dan nilai yang dikuasai siswa.

motivator. Guided Discovery-Inquiry Lab. atau inquiry yang berarti mencari. 1992 ). sekalipun secara umum menunjuk kepada pengertian yang sama dengan inquKelebihan metode penemuan/discovery-inquiry : 1. Lesson . Memerlukan perubahan kebiasaan cara belajar siswa yang menerima informasi dari guru apa adanya. Strategi pengajaran menjadi berubah dari yang bersifat penyajian informasi oleh guru kepada siswa sebagai penerima informasi yang baik tetapi proses mentalnya berkadar rendah. Jenis-Jenis Metode Penemuan (Discovery-Inquiry) Moh. penuh aktivitas. Guru dituntut mengubah kebiasaan mengajar yang umumnya sebagai pemberi informasi menjadi fasilitator. yaitu :  Istilah-istilah discovery dan inquiry dapat diartikan dengan maksud yang sama dan digunakan saling bergantian atau keduanya sekaligus. apalagi kebiasaan yang telah bertahun-tahun dilakukan. Mengenai penggunaan istilah discovery dan inquiry para ahli terbagi ke dalam dua pendapat. ke arah membiasakan belajar mandiri dan berkelompok dengan mencari dan mengolah informasi sendiri. 2. 4. 3. Cara belajar siswa dalam metode ini menuntut bimbingan guru yang lebih baik. dan pembimbing siswa dalam belajar. Menurut Sund (Sudirman N. 1992) menguraikan tentang tujuh jenis inquiry-discovery yang dapat diikuti sebagai berikut : 1. Membantu siswa dalam menggunakan ingatan dan dalam rangka transfer kepada siutuasi-situasi proses belajar yang baru. menjadi pengajaran yang menekankan kepada proses pengolahan informasi di mana siswa yang aktif mencari dan mengolah sendiri informasi yang kadar proses mentalnya lebih tinggi atau lebih banyak. Siswa akan mengerti konsep-konsep dasar atau ide lebih baik. Metode ini memberikan kebebasan pada siswa dalam belajar. Kekurangan metode penemuan/discovery-inquiry : 1. Inipun bukan pekerjaan yang mudah karena umumnya guru merasa belum puas kalau tidak banyak menyajikan informasi (ceramah). Istilah asing yang sering digunakan untuk metode ini ialah discovery yang berarti penemuan. discovery adalah proses mental. Dalam kondisi siswa banyak (kelas besar) dan guru terbatas. Mengubah kebiasaan bukanlah sesuatu yang mudah. 3. Mendorong siswa untuk berfikur dan bekerja atas inisiatifnya sendiri. Amin (Sudirman N. tetapi tidak berarti menjamin bahwa siswa belajar dengan tekun. dan dalam proses itu individu mengasimilasi konsep dan prinsip-prinsip. dan terarah. Istilah discovery.Metode penemuan adalah cara penyajian pelajaran yang banyak melibatkan siswa dalam proses-proses mental dalam rangka penemuannya. agaknya metode ini sulit terlaksana dengan baik. 2.

penasihat teknis. Suatu ridlle biasanya berupa gambar di papan tulis. nara sumber. papan poster.Sebagian perencanaan dibuat oleh guru. Suatu undangan (invitation) memberikan suatu problema kepada siswa. merumuskan hipotesis. semua kegiatan sebagai berikut : merancang eksperimen. Gambar atau peragaan. 1. 1. Biasanya disediakan pula bahan atau alat-alat yang diperlukan. dan memberikan bantuan yang diperlukan untuk menjamin kelancaran proses belajar siswa. Pictorial Riddle Pendekatan dengan menggunakan pictorial riddle adalah salah satu teknik atau metode untuk mengembangkan motivasi dan minat siswa di dalam diskusi kelompok kecil maupun besar. Selain itu guru menyediakan kesempatan bimbingan atau petunjuk yang cukup luas kepada siswa. Synectics Lesson . Free Inquiry Kegiatan free inquiry dilakukan setelah siswa mempelajarai dan mengerti bagaimana memecahkan suatu problema dan telah memperoleh pengetahuan cukup tentang bidang studi tertentu serta telah melakukan modified discovery-inquiry. Inquiry Role Approach Inquiry Role Approach merupakan kegiatan proses belajar yang melibatkan siswa dalam tim-tim yang masingmasing terdiri tas empat anggota untuk memecahkan invitation into inquiry. Dalam metode ini siswa harus mengidentifikasi dan merumuskan macam problema yang akan dipelajari atau dipecahkan. Dalam hal ini siswa tidak merumuskan problema. atau diproyeksikan dari suatu trasparansi. Guru berperan sebagai pendorong. Invitation Into Inquiry Siswa dilibatkan dalam proses pemecahan problema sebagaimana cara-cara yang lazim diikuti scientist. menentukan sebab akibat. sementara petunjuk yang cukup luas tentang bagaimana menyusun dan mencatat diberikan oleh guru. Masing-masing anggota tim diberi tugas suatu peranan yang berbeda-beda sebagai berikut : koodinator tim. dan melalui pertanyaan masalah yang telah direncanakan dengan hati-hati mengundang siswa untuk melakukan beberapa kegiatan atau kalau mungkin. pencatat data dan evaluator proses 1. kemudian siswa diundang untuk memecahkannya melalui pengamatan. peragaan. 1. menetapkan kontrol. Pemecahan masalah dilakukan atas inisiatif dan caranya sendiri secara berkelompok atau perseorangan. Modified Discovery-Inquiry Guru hanya memberikan problema saja. atau situasi yang sesungguhnya dapat digunakan untuk meningkatkan cara berfikir kritis dan kreatif siswa. eksplorasi dan atau melalui prosedur penelitian untuk memperoleh jawabannya. kemudian guru mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan ridlle itu. menginterpretasi datadan membuat grafik 1. 1.

Hakekat Komponen pembelajaran yang efektif meliputi: Konstruktivisme. anak harus tahu makna belajar dan menggunakan pengetahuan serta ketrampilan yang diperolehnya untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya. mengkonstruksi pengetahuan. . Pentingnya lingkungan belajar. Rasional Dalam Contextual teaching and learning (CTL) diperlukan sebuah pendekatan yang lebih memberdayakan siswa dengan harapan siswa mampu mengkonstruksikan pengetahuan dalam benak mereka. sehingga siswa memiliki pengetahuan/ ketrampilan yang dinamis dan fleksibel untuk mengkonstruksi sendiri secara aktif pemahamannya. Strategi pemerolehan pengetahuan lebih diutamakan dibandingkan dengan seberapa banyak siswa mendapatkan dari atau mengingat pengetahuan. siswa bekerja dan belajar secara di panggung guru mengarahkan dari dekat. tugas guru mengatur strategi belajar dan membantu menghubungkan pengetahuan lama dengan pengetahuan baru. Dengan rasional tersebut pengetahuan selalu berubah sesuai dengan perkembangan jaman. Hal ini dapat dilaksankan karena metafora dapat membantu dalam melepaskan “ikatan struktur mental” yang melekat kuat dalam memandang suatu problema sehingga dapat menunjang timbulnya ide-ide kreatif. bukan menghafalkan fakta. CTL disebut pendekatan kontektual karena konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota masyarakat. konsep ini yang menuntut siswa untuk menyusun dan membangun makna atas pengalaman baru yang didasarkan pada pengetahuan tertentu. Transfer belajar. kemudian memberi makna pada pengetahuan itu. Siswa sebagai pembelajar.Pada dasarnya syntetics memusatkan pada keterlibatan siswa untyuk membuat berbagai macam bentuk metafora (kiasan) supaya dapat membuka intelegensinya dan mengembangkan kreativitasnya. Disamping itu siswa belajar melalui mengalami bukan menghafal. Pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit. hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak secara tiba-tiba. CTL Pengertian CTL Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan proses pembelajaran yang holistik dan bertujuan membantu siswa untuk memahami makna materi ajar dengan mengaitkannya terhadap konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi. sosial dan kultural). Pemikiran Tentang Belajar Proses belajar anak dalam belajar dari mengalami sendiri. mengingat pengetahuan bukan sebuah perangkat fakta dan konsep yang siap diterima akan tetapi sesuatu yang harus dikonstruksi oleh siswa. kemudian memfasilitasi kegiatan belajar.

dan hal yang belum diketahui agar dapat dilakukan suatu tindakan penyempurnaan. Pemodelan. catatan dan jurnal di buku siswa. Refleksi. kemajuan belajar dinilai tidak hanya hasil tetapi lebih pada prosesnya dengan berbagai cara. seangkan pertanyaan siswa merupakan wujud keingintahuan. Lakukan refleksi pada akhir pertemuan. investigasi. bekerja dengan kelas sederajat. tanya jawab. Penekanan penilaian otentik adalah pada. Inkuiri. kemudian disimpulkan. Tanya jawab dapat diterapkan antara siswa dengan siswa. Lakukan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua toipik. atau siswa dengan orang lain yang didatangkan ke kelas. menemukan sendiri dan engkonstruksi sendiri pengetahuan dan ketrampilan baru. beekrja dengan masyarakat. Komunitas belajar. kegiatan dan pengalaman yang bertujuan untuk mengidentifikasi hal yang sudah diketahui. prosedur penilaian yang menunjukkan kemampuan (pengetahuan. pembentukan kelompok kecil atau kelompok besar serta mendatangkan ahli ke kelas. kesan dan saran siswa mengenai pembelajaran pada hari itu. dalam konsep ini kegiatan tanya jawab yang dilakukan baik oleh guru maupun oleh siswa. . Guru memberi model tentang how to learn (cara belajar) dan guru bukan satu-satunya model dapat diambil dari siswa berprestasi atau melalui media cetak dan elektronik. dalam konsep ini kegiatan mendemontrasikan suatu kinerja agar siswa dapat mencontoh. guru dengan siswa.Tanya jawab. merupakan siklus proses dalam membangun pengetahuan/ konsep yang bermula dari melakukan observasi. Tujuan 1. Penilaian otentik. bertanya. Pertanyaan guru digunakan untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir secara kritis dan mengevaluasi cara berpikir siswa. bukan pada diperolehnya informasi di akhr periode. siswa dengan guru. Hadirkan model sebagai contoh dalam pembelajaran. Kembangkan sifat keingin tahuan siswa dengan cara bertanya. pengumpulan data. hipoteis. kemudian membangun teori atau konsep. ketrampilan sikap) siswa secara nyata. pertanyaan langsung tentang apa-apa yang diperolehnya hari itu. menilai pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh siswa. Adapun realisasinya adalah. Ciptakan masyarakat belajar (belajar dalam kelompokkelompok). adalah kelompok belajar atau komunitas yang berfungsi sebagai wadah komunikasi untuk berbagi pengalaman dan gagasan. belajr atau melakukan sesuatu sesuai dengan model yang diberikan. diskusi dan hasil karya. Prakteknya dapat berwujud dalam. Model pembelajaran CTL ini bertujuan untuk memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari sehingga siswa memiliki pengetahuan atu ketrampilan yang secara refleksi dapat diterapkan dari permasalahan kepermasalahan lainya. yaitu melihat kembali atau merespon suatu kejadian. Lakukan penilaian otentik yang betul-betul menunjukkan kemampuan siswa. analisis. bekerja dengan kelas di atasnya. pembelajaran seharusnya membantu siswa agar mampu mempelajari sesuatu. Siklus inkuiri meliputi. Penerapan CTL dalam pembelajaran Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri. observasi. analisis data.

Strategi Pembelajaran CTL Beberapa strategi pembelajaran yang perlu dikembangkan oleh guru secara konstektual antara lain: a. Model pembelajaran CTL ini bertujun agar pembelajaran lebih produktif dan bermakna 6. Mempertimbangkan kebhinekaan siswa Guru mengayomi individu dan menyakini bahwa perbedaan individual dan social seyogianya dibermaknakan menjadi mesin penggerak untuk belajar saling menghormati dan toleransi untuk mewujudkan ketrampilan interpersonal. d. c. Pembelajaran berbasis masalah Dengan memunculkan problem yang dihadapi bersama. Menggunakan konteks yang beragam Dalam CTL guru membermaknakan pusparagam konteks sehingga makna yang diperoleh siswa menjadi berkualitas. Memberdayakan siswa untuk belajar sendiri Pendidikan formal merupakan kawah candradimuka bagi siswa untuk menguasai cara belajar untuk belajar mandiri dikemudian hari. Model pembelajaran ini bertujuan agar dalam belajar itu tidak hanya sekedar menghafal tetapi perlu dengan adanya pemahaman 3. Tujuan pembelajaran model CTL ini bertujuan agar siswa secara indinidu dapat menemukan dan mentrasfer informasi-informasi komplek dan siswa dapat menjadikan informasi itu miliknya sendiri.2. Model pembelajaran model CTL ini bertujuan untuk mengajak anak pada suatu aktivitas yang mengkaitkan materi akademik dengan konteks jehidupan sehari-hari 7.siswa ditantang untuk berfikir kritis untuk memecahkan. 4. b. Model pembelajaran ini menekankan pada pengembangan minat pengalaman siswa. Model pembelajaran CTL ini bertujuan untuk melatih siswa agar dapat berfikir kritis dan terampil dalam memproses pengetahuan agar dapat menemukan dan menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain 5. .

Menggunakan penelitian autentik Penilaian autentik menunjukkan bahwa belajar telah berlangsung secara terpadu dan konstektual dan memberi kesempatan pada siswa untuk dapat maju terus sesuai dengan potensi yang dimilikinya. c. Berdasarkan Center for Occupational Research and Development (CORD) Penerapan strategi pembelajaran konstektual digambarkan sebagai berikut: a. Applying . Experiencing Belajar adalah kegiatan “mengalami “peserta didik diproses secara aktif dengan hal yang dipelajarinya dan berupaya melakukan eksplorasi terhadap hal yang dikaji. f.e. Relating Belajar dikatakan dengan konteks dengan pengalaman nyata. Belajar melalui kolaborasi Dalam setiap kolaborasi selalu ada siswa yang menonjol dibandingkan dengan koleganya dan sisiwa ini dapat dijadikan sebagai fasilitator dalam kelompoknya. b. g. Mengejar standar tinggi Setiap seyogyanya menentukan kompetensi kelulusan dari waktu kewaktu terus ditingkatkan dan setiap sekolah hendaknya melakukan Benchmarking dengan melukan study banding keberbagai sekolah dan luar negeri. konteks merupakan kerangka kerja yang dirancang guru untuk membantu peserta didik agar yang dipelajarinya bermakna.berusaha menemukan dan menciptakan hal yang baru dari apa yang dipelajarinya.

Baca Selengkapnya di : http://www. Siswa kritis guru kreatif. dan kelas yang bagaimanapun keadaannya. Johnson & Johnson. 4. dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya. laporan hasil pratikum. 2. 6.. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik. Secara garis besar. 1994). dan ada yang menggunakan ukuran kelompok yang berbeda-beda (Cohen. Pengertian Pembelajaran Kooperatif Cooperative Learning adalah suatu strategi belajar mengajar yang menekankan pada sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau membantu di antara sesama dalam struktur kerjasama yang teratur dalam kelompok. bidang studi apa saja. Laporan kepada orang tua bukan hanya rapor tetapi hasil karya siswa. Belajar dengan bergairah. 5. Saling menunjang. Pendekatan CTL dalam kelas cukup mudah. Sharing dengan teman.Bagaimana memberi penjelasan yang baik .web. 1994. 7.Bagaimana cara mengajukan pertanyaan dengan benar dan lain-lainnya. 1992). artikel. Karakteristik Pembelajaran CTL 1. 8. Kerjasama. Menyenangkan. 1992.web. 6.id Media Pendidikan Indonesia Cooperative learnig A. Sharan & Sharan. 3. Langkah-langkah CTL CTL dapat diterapkan dalam kurikulum apa saja. yang terdiri dari dua orang atau lebih. karangan siswa dan lainlain. Siswa aktif. 5. 1986. gambar. Dinding dan lorong-lorong penuh dengan hasil kerja siswa. peta-peta.id/2011/12/pengertianpembelajaran-kontekstual-ctl. B. 7. 11.. 10. 4. Pembelajaran terintegrasi. langkah-langkah yang harus ditempuh dalam CTL adalah sebagai berikut: 1. Sebelumnya siswa tersebut diberi penjelasan atau diberi pelatihan tentang bagaimana dapat bekerja sama yang baik dalam hal: .. Cooperative Belajar merupakan proses kolaboratif dan kooperatif melalui kegiatan kelompok.Belajar menekankan pada proses mendemonstrasikan pengetahuan yang dimiliki dengan dalam konteks dan pemanfaatanya. Kembangkan pemikiran bahwa siswa akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri. Lakukan penilaian yang sebenarnya (authentic assessment) dengan berbagai cara. Cooperative Learning mengacu pada metode pengajaran dimana siswa bekerja bersama dalam kelompok kecil saling membantu dalam belajar. tidak membosankan. Kagan. Khas Cooperative Learning yaitu siswa ditempatkan dalam kelompok-kelompok kooperatif dan tinggal bersama dalam satu kelompok untuk beberapa minggu atau beberapa bulan.Bagaimana menjadi pendengar yang baik . d. Karakteristik Pembelajaran Kooperatif Karakteristik pembelajaran kooperatif diantaranya: . Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya. Menggunakan berbagai sumber. 2. 9.m-edukasi. humor dan lain-lain. 3.m-edukasi. Ciptakan masyarakat belajar. Lakukan refleksi di akhir pertemuan. Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran. Kebanyakan melibatkan siswa dalam kelompok yang terdiri dari 4 (empat) siswa yang mempunyai kemampuan yang berbeda (Slavin.html Copyright www. komunikasi interpersonal atau hubunngan intersubjektif.

sedang. Siswa bekerja dalam kelompok kooperatif untuk menguasai materi akademis. budaya. 3) Guru memberi tugas untuk dikerjakan. d. mencari lebih banyak informasi. terdapat empat tahapan keterampilan kooperatif yang harus ada dalam. b. Student teams achievement division (STAD) Langkah-langkah: 1) Membentuk kelompok yang anggotanya ± 4 orang. b. Formating (perumusan) yaitu keterampilan yang dibutuhkan untuk pembentukan pemahaman yang lebih dalam terhadap bahan-bahan yang dipelajari. Fermenting (penyerapan) yaitu keterampilan yang dibutuhkan untuk merangsang pemahaman konsep sebelum pembelajaran. c. dan tinggi. Anggota-anggota dalam kelompok diatur terdiri dari siswa yang berkemampuan rendah. c. dan menekankan penguasaan serta pemahaman dari materi yang diberikan. model pembelajaran kooperatif yaitu: a. Functioniong (pengaturan) yaitu keterampilan yang dibutuhkan untuk mengatur aktivitas kelompok dalam menyelesaikan tugas dan membina hubungan kerja sama diantara anggota kelompok. dan mengkomunikasikan pemikiran untuk memperoleh kesimpulan. 4) Guru memberikan pertanyaan/kuis dan siswa menjawab pertanyaan/kuis dengan tidak saling membantu.a. Jika memungkinkan. Model Cooperative Learning Berikut ini model pembelajaran yang dapat mewakili model-model cooperative learning : a. 2) Guru menyajikan materi pelajaran. masing-masing anggota kelompok kooperatif berbeda suku. konflik kognitif. Forming (pembentukan) yaitu keterampilan yang dibutuhkan untuk membentuk kelompok dan membentuk sikap yang sesuai dengan norma. 5) Pembahasan kuis 6) Kesimpula . . dan jenis kelamin. Sistem penghargaan yang berorientasi kepada kelompok daripada individu. Selain itu. merangsang penggunaan tingkat berpikir yang lebih tinggi. anggota kelompok yang mengetahui jawabannya memberikan penjelasan kepada anggota kelompok. d.