P. 1
Pelayanan Kontrasepsi

Pelayanan Kontrasepsi

|Views: 292|Likes:
Published by SOPANDI
Pelayanan Kontrasepsi Sopandi
Pelayanan Kontrasepsi Sopandi

More info:

Published by: SOPANDI on Mar 20, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/03/2014

pdf

text

original

MAKALAH PELAYANAN KB

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas individu mata kuliah Asuhan Kebidanan V (Komunitas)

Disusun Oleh : DEDE ISAH MITA M. NIM : 011.201.1.655

AKADEMI KEBIDANAN BHAKTI NUGRAHA SUBANG
Jln. Ki Hajar Dewantara No.15 Subang  ( 0260 ) 7707775 2013

KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadiran Allah SWT yang telah memberikan Rahmat serta Hidayah-Nya kepada kita sehingga dapat menyelesaikan makalah ASKEB V dengan Materi Pelayanan Kontrasepsi. Makalah ini disusun untuk memenuhi mata kuliah Askeb V pada Akbid Bhakti Nugraha Subang atas terselesainya makalah ini tidak terlepas dari bantuan semua pihak yang tidak bisa disebut satu persatu. Saya menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan, keterbatasan pengetahuan penulis oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan dalam penyusunan makalah dimasa yang akan datang. Namun demikian penulis berharap, semoga apa yang sudah penulis persembahkan ini dapat bermanfaat khususnya pada penulis dan pembaca pada umumnya.

Subang,

Maret 2013

Penulis

i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................................................. DAFTAR ISI ............................................................................................. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ..................................................................... B. Tujuan .................................................................................. BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Keluarga Berencana (KB) ................................. B. Tujuan KB ........................................................................... C. Pengertian Kontrasepsi ........................................................ D. Fungsi Kontrasepsi .............................................................. E. Metode Kontrasepsi ............................................................. F. Macam-macam Kontrasepsi ................................................ BAB III PENUTUP A. Kesimpulan .......................................................................... B. Saran .................................................................................... DAFTAR PUSTAKA

i ii

1 2

3 3 4 4 4 5

43 43

ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang Keluarga Berencana (KB) adalah program nasional yang bertujuan meningkatkanderajat kesehatan, kesejahteraan ibu, anak dan keluarga khususnya, serta bangsa pada umumnya. Salah satunya dengan cara membatasi dan menjarangkan kehamilan (BKKBN). Masalah yang akan dihadapi oleh keluarga yang memiliki anak dalam jumlah banyak terutama disertai tidak diaturnya jarak kelahiran adalah peningkatan risiko terjadinyapendarahan ibu hamil pada trimester ketiga, angka kematian bayi meningkat, ibu tidak memiliki waktu yang cukup untuk merawat diri dan anaknya, serta terganggunya proses perkembangan fisik dan mental anak yang diakibatkan kurang gizi, berat badan lahir rendah(BBLR) dan lahir prematur (BKKBN). Proyeksi penduduk telah dirumuskan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) denganperkiraan penduduk Indonesia sekitar 273,65 juta jiwa pada tahun 2025. Laju pertumbuhanpenduduk Indonesia tahun 1971-1980 adalah 2,30%, tahun 1980-1990 adalah 1,97%, tahun1990-2000 sebanyak 1,49% dan tahun 2000-2005 adalah 1,3%. Hal ini menujukkan adanya penurunan laju pertumbuhan penduduk Indonesia (Badan Statistik Indonesia). Hingga saat ini sudah banyak program-program pembangunan kesehatan di Indonesia yang ditujukan pada penanggulangan masalah-masalah kesehatan ibu dan anak. Pada dasarnya program-program tersebut lebih menitik beratkan pada upayaupaya penurunan angka kematian bayi dan anak, angka kelahiran kasar dan angka kematian ibu (Badan Statistik Indonesia). Hal ini terbukti dari hasil-hasil survei yang menunjukkan penurunan angka kematian bayi dan anak, angka kelahiran kasar. Namun tidak demikian halnya dengan angka kematian ibu (MMR) yang selama dua dekade ini tidak menunjukkan penurunan yang berarti. SKRT 1994 menunjukkan hahwa MMR sebesar 400 – 450 per 100.000 persalinan (Badan Statistik Indonesia)

1

tabu. tidak terlepas dari faktorfaktor sosial budaya dan lingkungan di dalam masyarakat dimana mereka berada. termasuk pola makan ibu hamil dan anak yang disertai dengan kepercayaan akan pantangan. sedang atau setelah persalinan. hipertensi. hubungan sebab-akibat antara makanan dan kondisi sehat-sakit. 2 . Penyakit-penyakit tertentu seperti ISPA. Baik masalah kematian maupun kesakitan pada ibu dan anak sesungguhnya. seringkali membawa dampak baik positif maupun negatif terhadap kesehatan ibu dan anak.Selain angka kematian. Hal ini terlihat bahwa setiap daerah mempunyai pola makan tertentu. Pola makan. pacta dasarnya adalah merupakan salah satu selera manusia dimana peran kebudayaan cukup besar. masalah kesehatan ibu dan anak juga menyangkut angka kesakitan atau morbiditas. B. faktor-faktor kepercayaan dan pengetahuan budaya seperti konsepsi-konsepsi mengenai berbagai pantangan. misalnya. Demikian pula dengan peryakit-penyakit yang diderita oleh ibu hamil seperti anemia. Disadari atau tidak. TUJUAN Diharapkan Mahasiswa Akbid Bhakti Nugraha Subang memahami dan mengerti pelayanan kontrasepsi. baik dari segi keuntungan dan kerugian. dan anjuran terhadap beberapa makanan tertentu. kebiasaan dan ketidaktahuan. hepatitis dan lain-lain dapat membawa resiko kematian ketika akan. diare dan tetanus yang sering diderita oleh bayi dan anak acap kali berakhir dengan kematian.

peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarga. Tujuan KB berdasar RENSTRA 2005-2009 3 . KB (Family Planning. agar diperoleh suatu keluarga bahagia dan sejahtera yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. mendapatkan kelahiran yang memang diinginkan. 2003 : 87) Keluarga Berencana (KB) adalah suatu upaya manusia untuk mengatur secara sengaja kehamilan dalam keluarga secara tidak melawan hukum dan moral Pancasila untuk kesejahteraan keluarga. mengatur interval diantara kehamilan. Mengurangi angka kelahiran untuk menaikkan taraf hidup rakyat dan bangsa. Memenuhi permintaan masyarakat akan pelayanan KB yang berkualitas. Menurut WHO (Expert Committe. untuk mewujudakan keluarga kecil. (3) Kesimpulan dari tujuan program KB adalah: Memperbaiki kesehatan dan kesejahteraan ibu. Pengertian Keluarga Berencana (KB) Menurut Entjang (Ritonga. Planned Parenthood) adalah suatu usaha untuk menjarangkan atau merencanakan jumlah dan jarak kehamilan dengan memakai alat kontrasepsi. Tujuan KB Adapun tujuan dari pelaksanaan program KB antara lain : (1) Tujuan umum adalah membentuk keluarga kecil sesuai dengan kekuatan social ekonomi suatu keluarga dengan cara pengaturan kelahiran anak. 1970). Jadi. dan menentukan jumlah anak dalam keluarga. anak.id/2009). B. keluarga dan bangsa.BAB II PEMBAHASAN A. bayi. dan anak serta penanggulangan masalah kesehatan reproduksi. menghindari kelahiran yang tidak diinginkan. termasuk upayaupaya menurunkan angka kematian ibu. bahagia dan sejahtera. pendewasaan usia perkawinan. mengontrol waktu saat kehamilan dalam hubungan dengan umur suami istri. (2) Tujuan lain meliputi pengaturan kelahiran.(BKKBN.go. KB adalah tindakan yang membantu individu atau pasangan suami istri untuk mendapatkan objektifobketif tertentu.

Keluarga berencana adalah suatu usaha menjarangkan atau merencanakan jumlah dan jarak kehamilan dengan memakai kontrasepsi (Saifuddin. 2. (4) Keluarga sejahtera. (6) Keluarga yang terpenuhi hak-hak reproduksinya. Menghalangi pertemuan sel telur dengan sperma E. Kontrasepsi atau anti kontrasepsi (Conseption control) adalah mencegah terjadi konsepsi dengan menggunakan alat atau obat-obatan. Keluarga dengan anak ideal. Pengertian Kontrasepsi Kontrasepsi berasal dari kata kontra yang berarti mencegah atau melawan.meliputi: (1). Fungsi Kontrasepsi Bermacam-macam tetapi pada umumnya mempunyai fungsi sbb :    Mengusahakan agar tidak terjadi ovulasi Melumpuhkan sperma. (7) Penduduk Tumbuh Seimbang (PTS) C. (5) Keluarga berketahanan. Metoda operasi wanita (MOW/Tubektomi) Metoda Operasi Pria (MOP/Vasektomi) 4 . Metode Kontrasepsi Pada umumnya metoda kontrasepsi dapat dibagi menjadi : 1. Maksud dari kontrasepsi adalah menghindari atau mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan antara sel telur yang matang dengan sel sperma tersebut. 2006) D. (2) Keluarga sehat. Metoda effektip jangka panjang      AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) Susuk KB Kontrasepsi Mantap. (3) Keluarga berpendidikan. Metoda mantap. sedangkan konsepsi adalah pertemuan antara sel telur (sel wanita) yang matang dan sel sperma yang mengakibatkan kehamilan.

Metode lendir serviks Dikembangkan oleh Drs. Metode ini tidak menggunakan obat atau alat. Macam-macam Kontrasepsi 1. Dengan alat/obat       Kondom Diafragma Kream. sehingga dapat diterima oleh pasangan taat agama dan budaya yang berpantang dengan kontrasepsi modern. Efektivitasnya75-80%.3. Metode mukosa serviks atau metode ovulasi merupakan metode keluarga berencana alamiah (KBA) dengan cara mengenali masa subur dari siklus menstruasi dengan mengamati lendir serviks dan perubahan rasa pada vulva menjelang hari-hari ovulasi. Kontrasepsi Alamiah a. Evelyn Billings dan Fr Maurice Catarinich di Melbourne. Tanpa alat/ obat Sanggama terputus F. 5 . a. John. Metoda Efektip   Pil KB Suntikan KB 4. b. Faktor kegagalan biasanya terjadi karena ada sperma yang sudah keluar sebelumejakulasi. Metoda sederhana. Jelli dan cairan berbusa Tablet berbusa (vaginal tablet) Intravag (tisu KB) b. Australia dan kemudian menyebar ke seluruh dunia. Coitus Interruptus (senggama terputus) Ejakulasi dilakukan di luar vagina. orgasme berulang atau terlambat menarik penis keluar.

Dengan demikian akan memberikan informasi yang bisa diandalkan untuk mendapatkan atau menunda kehamilan. 2. Melihat langsung lendir pada waktu tertentu. Pada saat menjelang ovulasi. Ovulasi adalah pelepasan sel telur/ovum yang matang dari ovarium/indung telur. Air. 6 . Catatan ini akan menunjukkan pola kesuburan dan pola ketidaksuburan. Pengamatan lendir serviks dapat dilakukan dengan: 1. enzim. lendir pada masa subur berperan menjaga kelangsungan hidup sperma selama 3-5 hari. hasil pengamatan ini harus dicatat.Esensi Metode Mukosa Serviks Lendir/mukosa seviks adalah lendir yang dihasilkan oleh aktivitas biosintesis sel sekretori serviks dan mengandung tiga komponen penting yaitu:    Molekul lendir. Pola Subur adalah pola yang terus berubah. kecuali dibuahi sel sperma. Senyawa kimia dan biokimia (natrium klorida. Ovulasi hanya terjadi pada satu hari di setiap siklus dan sel telur akan hidup 12-24 jam. Pada malam harinya. sedangkan Pola Dasar Tidak Subur adalah pola yang sama sekali tidak berubah. lendir leher rahim akan mengalir dari vagina bila wanita sedang berdiri atau berjalan. dll). rantai protein. Dalam vagina. Oleh karena itu. terdapat sel intermediet yang mampu berperan terhadap adanya lendir pada masa subur/ovulasi. Kedua pola ini mengikuti hormon yang mengontrol kelangsungan hidup sperma dan konsepsi/pembuahan. Lendir/mukosa serviks ini tidak hanya dihasilkan oleh sel leher rahim tetapi juga oleh sel-sel vagina. Merasakan perubahan rasa pada vulva sepanjang hari.

atau melalui dubur dan ditempatkan pada lokasi serta waktu yang sama selama 5 menit. c. Termometer basal ini dapat digunakan secara oral. Wanita yang memiliki infeksisaluran reproduksi dapat mengaburkan tanda-tanda kesuburan. Tidak cocok untuk wanita yang tidak menyukai menyentuh alat kelaminnya. Pengukuran suhu basal dilakukan pada pagi hari segera setelah bangun tidur dan sebelum melakukan aktivitas lainnya. Suhu basal tubuh diukur dengan alat yang berupa termometer basal. Metode Suhu Basal Suhu tubuh basal adalah suhu terendah yang dicapai oleh tubuh selama istirahat atau dalam keadaan istirahat (tidur). 7 . Kelebihan :   Mudah digunakan. serta motivasi dan kerjasama dari pasangan dalam mengaplikasikannya. Kekurangan :     Tidak efektif bila digunakan sendiri. Angka kegagalan dari metode mukosa serviks sekitar 3-4 perempuan per 100 perempuan per tahun. Wanita yang menghasilkan sedikit lendir. sebaiknya dikombinasikan dengan metode kontrasepsi lain (misal metode simptothermal). Teori lain juga mengatakan. apabila petunjuk metode mukosa serviks atau ovulasi billings ini digunakan dengan benar maka keberhasilan dalam mencegah kehamilan 99 persen. pemahaman yang benar. per vagina.Efektifitas Keberhasilan metode ovulasi billingsini tergantung pada instruksi yang tepat. Tujuan pencatatan suhu basal untuk mengetahui kapan terjadinya masa subur/ovulasi. keakuratan dalam pengamatan dan pencatatan lendir serviks. Tidak memerlukan biaya.

Pada waktu ovulasi. Karena. bila sel telur/ovum berhasil dibuahi. Apabila grafik (hasil catatan suhu tubuh) tidak terjadi kenaikan suhu tubuh. kemungkinan tidak terjadi masa subur/ovulasi sehingga tidak terjadi kenaikan suhu tubuh. Akibatnya suhu tubuh tetap tinggi. jika terjadi kenaikan suhu tubuh dan terus berlangsung setelah masa subur/ovulasi kemungkinan terjadi kehamilan.Suhu normaltubuh sekitar 35. Pada saat itulah terjadi masa subur/ovulasi. Begitu sebaliknya. Hal ini terjadi karena produksi progesteron menurun. Kondisi kenaikan suhu tubuh ini akan terjadi sekitar 3-4 hari. suhu akan turun terlebih dahulu dan naik menjadi 37-38 derajat kemudian tidak akan kembali pada suhu 35 derajat Celcius.5-36 derajat Celcius. Hal ini terjadi dikarenakan tidak adanya korpus luteum yang memproduksi progesteron. Efektifitas Metode suhu basal tubuh akan efektif bila dilakukan dengan benar dan konsisten. maka korpus luteum akan terus memproduksi hormonprogesteron. Suhu tubuh basal dipantau dan dicatat selama beberapa 8 . kemudian akan turun kembali sekitar 2 derajat dan akhirnya kembali pada suhu tubuhnormal sebelum menstruasi.

Tingkat keefektian metode suhu tubuh basal sekitar 80 persen atau 20-30 kehamilan per 100 wanita per tahun. Suhu tubuh basal dapat dipengaruhi oleh penyakit. Tidak mendeteksi awal masa subur. Dapat digunakan sebagai kontrasepsi ataupun meningkatkan kesempatan untuk hamil.        Pengukuran suhu tubuh harus dilakukan pada waktu yang sama. gangguantidur.bulan berturut-turut dan dianggap akurat bila terdeteksi pada saat ovulasi. Metode suhu basal tubuh akan jauh lebih efektif apabila dikombinasikan dengan metode kontrasepsi lain seperti kondom. stres. alkohol. Memerlukan konseling dan KIE dari tenaga medis. Secara teoritis angka kegagalannya adalah 15 kehamilan per 100 wanita per tahun. merokok. Metode suhu basal tubuh yang mengendalikan adalah wanita itu sendiri 9 . Kekurangan :    Membutuhkan motivasi dari pasangan suami istri. Membantu wanita yang mengalami siklus haid tidak teratur mendeteksi masa subur/ovulasi. penggunaan narkoba maupun selimut elektrik. Kelebihan : Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pada pasangan suami istri tentang masa subur/ovulasi. spermisida ataupun metode kalender atau pantang berkala (calender method or periodic abstinence). Membantu menunjukkan perubahantubuh lain pada saat mengalami masa subur/ovulasi seperti perubahanlendir serviks. Membutuhkan masa pantang yang lama.

. Jika ingin hamil.  Mampu mencegah penularan penyakit infeksi menular seksual termasuk HIV/AIDS 3. Kontrasepsi Suntikan Kontrasepsi suntik adalah suatu cara mencegah terjadinya kehamilan dengan menyuntikkan secara berkala hormone estrogen dan 10 . vanila.2. pisang. berbentuk tabung yang tidak tembus cairan dimana salah satu ujungnya tetutup rapat serta dilengkapi kantung penampung air mani/ sperma. Kondom untuk pria. Kekurangan :       Mudah robek bila tergores kuku atau benda tajam lain Membutuhkan waktu untuk pemasangan Mengurangi sensasi seksual Orang yang alergi terhadap bahan karet Kondom kadarluwarsa mudah robek atau bocor Satu kali pakai Kelebihan :     Murah dan mudah diperolehnya Praktis penggunaannya Tidak ada efek hormonal Mencegah kehamilan. bergerigi. tidak perlu ada tenggang waktu untuk memulihkan masa kesuburan karena tidak mengandung hormon. Kontrasepsi Kondom Kondom adalah salah satu kontrasepsi yang terbuat dari karet/latek. Seiring dengan perkembangannya. dll) maupun tekstur (ulir. Saat ini sebenarnya sudah tersedia kondom baik untuk pria maupun untuk wanita. durian. dll). kondom pria memiliki berbagai macam variasi baik aroma (strawbery.

paru – paru . Kekurangan :        Perdarahan yang tidak menentu Terjadinya amenorhoe yang berkepanjangan Berat badan yang bertambah Sakit kepala Kembalinya kesuburan agak terlambat beberapa bulan Masih mungkin terjadi kehamilan karena mempunyai angka kegagalan 0. tekanan darahb tinggi .7% Pemberiannya harus diberikan oleh orang yang professional 11 . KB suntik di Indonesia semakin banyak dipakai karena kerjanya efektif . Noristerat yang mengandung 50 mg Noritendron enantot (Net. Kontrasepsi suntik progestin   Depoprovera yang mengandung Depo Medroxy progesterone Asetat (DMPA) 150 mg / 3 cc → untuk 3 bulan. pemakaian praktis . Menderita kanker payudara atau riwayat kanker payu dara .25 mg . R.En) 200mg / 1 cc → untuk 1 bulan. 1998: 277) Jenis atau macam kontrasepsi suntik a. b. valerat → 1 bulan sekali 2.progesterone ke dalam tubuh wanita . obesitas .000 KH) Perdarahan pervagina yang tidak diketahui sebabnya . kelainan pada hati. Kontrasepsi suntik kombinasi  Cyclofem yang mengandung 50 mg Noretendron Enantat ( Net – En ) dan 50 mg Estrandial . DMPA dan 5 mg Estradial Valerat (Manuaba . harganya relatif murah dan aman (Moctar. diabetes dll.1998 : 444) Kontraindikasi KB suntik      Hamil atau diperkirakan hamil (resiko cacat pada janin 7/100. Tumor atau keganasan Terdapat penyakit berat seperti jantung.

merupakan pil hormon yang hanya mengandung progesterone dalam dosis mini (kurang dari 0. Pengawasan medis ringan    Dapat diberikan pasca persalinan . dalam satu pil terdapat estrogen dan progesterone sintetik yang diminum 3 kali seminggu 2) Pil Sukensial.5 mg) yang harus diminum setiap hari termasuk saat haid. Kontrasepsi oral terdiri atas 5 macam yaitu : 1) Pil kombinasi. pil hormon yang mengandung estrogen yang ” Long acting ” pil ini terutama diberikan untuk wanita yang mempunyai biological half life panjang. 4. Memerlukan biaya yang cukup tinggi Kelebihan :    Pemberiannya sederhana setiap dan sampai 12 minggu Tingkat efektifitasnya tinggi Hubungan seks dengan suntikan KB bebas. pil ini dibuat sedemikian rupa sehingga mirip dengan urutan hormon yang dikeluarkan ovarium pada tiap siklus. Maka berdasarkan urutan hormon tersebut. estrogen hanya diberikan selama 14-16 hari pertama di ikuti oleh kombinasi progesterone dan estrogen selama 5-7 hari terakhir. 3) Pil mini. 12 . mengandung hormon estrogen dan progesterone yang digunakan untuk mencegah hamil. 4) Once a moth pil. pasca keguguran Angka keguguran < 1 % Tidak mengganggu pengeluaran laktasi dan tumbuh kembang bayi. Kontrasepsi Pil Kontrasepsi oral adalah kontrasepsi untuk wanita yang berbentuk tablet.

pil dapat segera diberikan tanpa perlu menunggu haid. Hari pertama sampai hari ke-7 siklus haid 3. Bila berhenti menggunakan kontrasepsi infeksi dan ingin menggantikan dengan pil.5) Morning after pil. Pasca keguguran (seberapa atau dalam waktu 7 hari) 7. terutama pada 3 bulan pertama  Spotting  Pusing  Nyeri payudara  BB naik  Amenorhea (jarang)  Depresi  Tidak mencegah IMS Kelebihan :  Resiko terhadap kesehatan sangat kecil  Tidak mengganggu hubungan sex  Siklus haid menjadi teratur. Setiap saat selagi haid untuk meyakinkan kalau perempuan tersebut tidak hamil 2. merupakan pil hormon yang mengandung estrogen dosisi tinggi yang hanya diberikan untuk keadaan darurat saja. Setelah 3 bulan dan tidak menyusui 6. Waktu Mulai Menggunakan 1. seperti kasus pemerkosaan dan kondom bocor. Setelah 6 bulan pemberian ASI eksklusif 5. Kekurangan :  Mahal dan membosankan karena harus menggunakan setiap hari  Mual. banyaknya darah haid berkurang  Dapat digunakan jangka panjang selama perempuan masih ingin menggunakannya untuk mencegah kehamilan 13 . Setelah melahirkan 4.

14 . Tepatnya dibawah kulit namun diatas lapisan daging (otot). sehingga jika dilihat dari luar akan terlihat menonjol dan dapat diraba. Dengan kata lain. yaitu sebesar 0. atau susuk KB. implant adalah metode yang paling efektif.2-1 kehamilan per 100 perempuan. metode ini 99% 99. di dalam alat kontrasepsi ini terkandung hormon progesterone. Hormon ini akan bekerja pada rahim dengan membuat lendir di daerah rahim menjadi kental sehingga mengurangi transportasi sperma untuk menuju tuba falopii (tempat terjadinya pembuahan). Bentuknya semacam tabungtabung kecil atau pembungkus plastik berongga dan ukurannya sebesar batang korek api. Pengertian Kontrasepsi Susuk Implant adalah metode kontrasepsi yang dipakai di lengan atas bagian dalam (biasanya lengan kiri). Ditanamkan diantara kulit dan daging. Kontrasepsi Susuk ( Implant ) a. Implant. Maksudnya. Keberadaan hormon ini juga dapat memberikan pengaruh pada proses pembentukan endometrium sehingga akan menyulitkan proses implantasi (proses tertanamnya sel telur yang terbuahi ke dalam dinding rahim). Diantara metode lainnya. Hormon progesterone inilah yang mempengaruhi rahim anda sehingga ada hubungannya dengan pengaturan kehamilan anda. merupakan metode kontrasepsi hormonal.8% efektif. Hormon yang terkandung dalam implant ini akan dilepaskan sedikit demi sedikit. Selain itu hormon ini juga dapat menekan terjadinya ovulasi atau pembentukan sel telur. Dapat digunakan sejak usia remaja hingga monopause  Mudah digunakan setiap saat  Kesuburan segera kembali setelah penggunaan pil dihentikan  Dapat digunakan kontrasepsi darurat 5.

2) Implanon Terdiri dari satu batang putih lentur yang berisi progestin generasi ketiga. yang dimasukkan kedalam inserter steril dan sekali pakai/disposable. Pelepasan hormon setiap harinya berkisar antara 50 – 85 mcg pada tahun pertama penggunaan.4 cm . Pada permulaannya kecepatan pelepasan hormonnya adalah 60 mcg per hari. yang perlahan-lahan turun menjadi 30 mcg per hari selama masa kerjanya. dan diameter 2 mm. 5) Capronor Terdiri dari 1 kapsul biodegradable. dengan panjang kira-kira 40 mm.4 mm. Saat ini norplant yang paling banyak dipakai.b. dengan diameter 2. 3) Jedena dan indoplant Terdiri dari 2 batang yang diisi dengan 75mg levonorgestrel dengan lama kerja 3 tahun. kemudian menurun sampai 30 – 35 mcg per hari untuk lima tahun berikunya. terdiri dari suatu inti EVA (Ethylene Vinyl Acetate) yang berisi 68 mg 3-keto-desogestrel dan lama kerjanya 3 tahun. Terdiri dari 6 batang silastik lembut berongga dengan panjang 3. yang diisi dengan 36 mg levonorgestrel dan lama kerjanya 5 tahun. 4) Uniplant Terdiri dari 1 batang putih silastic dengan panjang 4 cm. Jenis-jenis kontrasepsi implant Ada beberapa jenis implant : 1) Norplant Dipakai sejak tahun 1987. yang mengandung 38 mg nomegestrol asetat dengan kecepatan pelepasan sebesar 100 μg per hari dan lama kerja 1 tahun. Bahan pembawanya sama sekali tidak perlu dikeluarkan lagi misal pada 15 .Biodegradable implan melepaskan progestin dari bahan pembawa/pengangkut yang secara perlahan-lahan larut dalam jaringan tubuh.

tidak ada bukti mengenai fertilisasi yang dapat dideteksi pada pengguna implan. Cara Kerja implant Sama dengan pil kecuali susuk ditanamkan di dalam kulit. 16 . Kecepatan pelepasan levonorgestrel dari kaprolakton adalah 10 kali lebih cepat dibandingkan silastic. Tingkat penggunaan kontrasepsi implan dapat diperbaiki dengan menghilangkan kebutuhan terhadap pengangkatan secara bedah. Saat pemasangan yang tepat adalah pada saat haid atau 1-2 hari setelah menstruasi. Lama kerja 12 – 18 bulan. Efektifit : 99 %. yang membentuk sawar untuk penetrasi sperma. Perubahan ini dapat mencegah implantasi sekalipun terjadi fertilisasi.24 cm.norplant. meskipun demikian. sehingga menghambat pergerakan sperma. biasanya di lengan atas. 2) Mengganggu proses pembentukan endometrium sehingga sulit terjadi implantasi. Tetapi sekali bahan pembawa tersebut mulai larut.Kapsul ini mengandung levonorgestrel dan terdiri dari polimer E-kaprolakton. 1) Lendir serviks menjadi kental Kadar levonorgestrel yang konstan mempunyai efek nyata terhadap terhadap mucus serviks. 3) Mengurangi transportasi sperma Perubahan lendir serviks menjadi lebih kental dan sedikit. Mempunyai diameter 0. dan akhirnya menyebabkan atrofi. Implan mengandung progesterone yang akan terlepas secara perlahan dalam tubuh. Levonorgestrel menyebabkan supresi terhadap maturasi siklik endometrium yang diinduksi estradiol. terdiri dari dua ukuran dengan panjang 2. Mukus tersebut menebal dan jumlahnya menurun. ia tidak mungkin dikeluarkan lagi.5 cm mengandung 16 mg levonorgestrel. c. dan kapsul dengan panjang 4 cm yang mengandung 26 mg levonorgestrel.

Efektivitas 0. . Efektivitas penggunaan implant sangat mendekati efektivitas teoretis. Tidak ada efek pada jangka panjang kesuburan di masa depan. d.Kembalinya kesuburan setelah pengangkatan implan terjadi tanpa penundaan dan kehamilan berada dalam batas-batas normal. 17 . Angka kehamilan pada tahun pertama setelah pengangkatan sama dengan angka kehamilan pada wanita yang tidak menggunakan metode kontrasepsi dan berusaha untuk hamil. baik pada hipotalamus maupun hipofisis.2 – 1 kehamilan per 100 perempuan. Implan memungkinkan penentuan waktu kehamilan yang tepat karena kembalinya ovulasi setelah pengangkatan implan demikian cepat.Daya guna tinggi Kontrasepsi implan merupakan metode kontrasepsi berkesinambungan yang aman dan sangat efektif. . yang penting untuk ovulasi. Sebagian besar wanita memperoleh kembali siklus ovulatorik normalnya dalam bulan pertama setelah pengangkatan.4) Menekan ovulasi Levonorgestrel menyebabkan supresi terhadap lonjakan luteinizing hormone (LH).Pengembalian kesuburan yang cepat Kadar levonorgestrel yang bersirkulasi menjadi terlalu rendah untuk dapat diukur dalam 48 jam setelah pengangkatan implan. Keuntungan dan kerugian kontrasepsi implant  Keuntungan dari metode ini adalah : . Masa kerja paling pendek yaitu satu tahun pada jenis implan tertentu (contoh : uniplant) dan masa kerja paling panjang pada jenis norplant.Perlindungan jangka panjang (sampai 5 tahun) Kontrasepsi implan memberikan perlindungan jangka panjang.

. 18 . . implan dapat diisersikan segera Postpartum. Wanita dengan kontraindikasi hormon estrogen.Tidak mengganggu ASI Implan merupakan metode yang paling baik untuk wanita menyusui. .  Kerugian kontrasepsi implant Pada kebanyakan klien dapat menyebabkan perubahan pola haid berupa perdarahan bercak (spotting). Jika ibu yang baru menyusui tidak sempat nantinya (dalam tiga bulan). sangat tepat dalam penggunaan kontrasepsi implan.Dapat dicabut setiap saat . . serta amenorea. atau meningkatkan jumlah darah haid. hipermenorea. Kontrasepsi implan mengandung hormon progestin dosis rendah. dan bayi tumbuh secara normal. konsentrasi hemoglobin para pengguna implan meningkat karena terjadi penurunan dalam jumlah rata-rata darah haid yang hilang. .Klien hanya kembali ke klinik bila ada keluhan . Tidak ada efek terhadap kualitas dan kuantitas air susu ibu.. karena diinsersikan pada bagian subdermal di bagian dalam lengan atas.Mengurangi / memperbaiki anemia Meskipun terjadi peningkatan dalam jumlah spotting dan hari perdarahan di atas pola haid pra-pemasangan.Bebas dari pengaruh estrogen Tidak mengandung hormon estrogen.Tidak mengganggu kegiatan sanggama Kontrasepsi implan tidak mengganggu kegiatan sanggama.Mengurangi jumlah darah haid Terjadi penurunan dalam jumlah rata-rata darah haid yang hilang.Tidak memerlukan pemeriksaan dalam Implan diinsersikan pada bagian subdermal di bagian dalam lengan atas.

Penilaian perubahan berat badan pada pengguna implan dikacaukanoleh perubahan olahraga. Walaupun terjadi jauh lebih jarang setelah tahun kedua. b. merupakan keluhan kulit yang paling umum di antara pengguna implan. pemantauan lanjutan lima tahun pada 75 wanita yang menggunakan implan Norplant dapat menunjukkan tidak adanya peningkatan dalam indeks masa tubuh (juga tidak ada hubungan antara perdarahan yang tidak teratur dengan berat badan). Timbulnya keluhan-keluhan. c. kira-kira 20% wanita menghentikan penggunaan karena nyeri kepala. diet. Jerawat Jerawat. kira-kira 80% pengguna. dengan atau tanpa peningkatan produksi minyak. Perdarahan yang tidak teratur dan memanjang biasanya terjadi pada tahun pertama. masalah perdarahan dapat terjadi pada waktu kapan pun. Peningkatan berat badan Wanita yang meggunakan implan lebih sering mengeluhkan peningkatan berat badan dibandingkan penurunan berat badan. Yang jelas. serta spotting (bercak-bercak perdarahan). dan penuaan. Jerawat disebabkan oleh aktivitas androgenik 19 .Sejumlah perubahan pola haid akan terjadi pada tahun pertama penggunaan. durasi dan volume aliran darah. kadar rendah implan agaknya tidakmempunyai dampak klinis apapun. tetapi tidak sering. Perubahan tersebut meliputi perubahan pada interval antar perdarahan. seperti : a. Oligomenore dan amenore juga terjadi. kurang dari 10% setelah tahun pertama. Walaupun peningkatan nafsu makan dapat dihubungkan dengan aktivitas androgenik levonorgestrel. Nyeri kepala Sebagian besar efek samping yang dialami oleh pengguna adalah nyeri kepala.

nyeri yang sebenarnya dialami tidak separah yang dibayangkan. d. 20 . sex hormonne binding globulin). yang efek estrogen pada kadar SHBG-nya (suatu peningkatan) menghasilkan penurunan dalam androgen bebas yang tidak berikatan. Hal ini berbeda dengan kontrasepsi oral kombinasi yang mengandung levonorgestrel. menyebabkan peningkatan kadar steroid bebas (baik levonorgestrel maupun testosteron). Sebagaimana dengan pengalaman baru manapun. sebagian besar pasien mampu menyaksikan dengan santai proses pemasangan atau pengangkatan implannya. praktik higiene kulit yang baik dengan menggunakan sabun atau pembersih kulit. Penggunaan antibiotik lokal membantu sebagian besar pengguna untuk terus menggunakan implan. meninggalkan jaringan parut kecil yang biasanya sukar dilihat karena lokasi dan ukurannya. Membutuhkan tindak pembedahan minor untuk insersi dan pencabutan. atau reitromisin topikal). wanita akan menghadapinya dengan berbagai derajat keprihatinan serta kecemasan. dan pemberian antibiotik topikal (misalnya larutan atau gel klindamisin 1%.levonorgestrel yang menghasilkan suatu dampak langsung dan juga menyebabkan penurunan dalam kadar globulin pengikat hormon seks (SHBG. Wanita harus diberitahu bahwa insisi yang dibuat untuk prosedur tersebut kecil dan mudah sembuh. Tetapi umum untuk keluhan jerawat mencakup pengubahan makanan. Pada kenyataannya. Walaupun ketakutan akan rasa nyeri saat pemasangan implan merupakan sumber kecemasan utama banyak wanita. e. Perubahan perasaan (mood) atau kegelisahan (nervousness) Pemasangan dan pengangkatan implan menjadi pengalaman baru bagi sebagian besar wanita.

Obat-obat ini sifanya menginduksi enzim mikrosom hati.28 per 1000 wanita per tahun penggunaan. Wanita tidak dapat memulai atau menghentikan metode tersebut tanpa bantuan klinisi. Efektivitas menurun bila menggunakan obat-obat tuberculosis (rifampisin) atau obat epilepsy (fenitoin dan barbiturat). i. Pada kasus ini. penggunaan implan tidak dianjurkan karena cenderung menigkatkan risiko kehamilan akibat kadar levonorgestrel yang rendah di dalam darah. g. Implan tidak diketahui memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual seperti herpes. Angka kehamilan ektopik selama menggunakan kontrasepsi implan adalah 0. gonore atau clamydia. Klien tidak dapat menghentikan sendiri pemakaian kontrasepsi.Implan harus dipasang (diinsersikan) dan diangkat melalui prosedur pembedahan yang dilakukan oleh personel terlatih. Walaupun risiko terjadinya kehamilan ektopik selama menggunakan implan rendah. Tidak memberikan efek protektif terhadap infeksi menular seksual termasuk AIDS. Pengguna yang berisiko menderita penyakit menular seksual harus mempertimbangkan untuk menambahkan metode perintang (kondom) guna mencegah infeksi. Insiden pengangkatan yang mengalami komplikasi adalah kira-kira 5%. Dibutuhkan klinisi terlatih dalam melakukan pengangkatan implan. h. jika kehamilan memang terjadi. human papiloma virus. kehamilan ektopik harus dicurigai karena kira-kira 30% 21 . Insiden kehamilan ektopik sedikit lebih tinggi. HIV AIDS. suatu insiden yang dapat dikurangi paling baik dengan cara pelatihan yang baik dan pengalaman dalam melakukan pemasangan serta pencabutan implan. f.

Terjadinya kehamilan ektopik sedikit lebih tinggi (1. Efek samping metode implant 1) Efek samping paling utama dari implant adalah perubahan pola haid. perubahan mood atau kegelisahan.3 per 100.000 perempuan per tahun) 22 . Amenore. nyeri payudara. Berkurangnya panjang siklus haid d. e. peningkatan/ penurunan berat badan. volume darah yang hilang tetap tidak berubah. 2) Yang paling sering terjadi : a. meskipun jarang terjadi dibandingkan perdarahan lama atau perdarahan bercak. perdarahan ireguler akan berkurang dengan berjalannya waktu. Membutuhkan tindak pembedahan minor untuk insersi dan pencabutan Tidak memberikan efek protektif terhadap infeksi menular seksual. 3) Umumnya perubahan-perubahan haid tersebut tidak mempunyai efek yang membahayakan diri akseptor. Bertambahnya hari-hari perdarahan dalam 1 siklus haid b. pusing kepala. yang terjadi pada kira-kira 6 % akseptor terutama selama 3-6 bulan pertama dari pemakaian. Keterbatasan : Timbul beberapa keluhan nyeri kepala. 5) Perdarahan hebat jarang terjadi. Meskipun terjadi perdarahan lebih sering daripada biasanya. Perdarahan bercak (spotting) c. 4) Pada sebagian akseptor.kehamilan pada saat menggunakan implan merupakan kehamilan ektopik. termasuk HIV/AIDS Efektifitasnya menurun jika menggunakan obat-obat tuberkulosis atau obat epilepsi. perasaan mual.

Tempat pelayanan dan kunjungan ulang Rumah Sakit. Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) a. Klinik. pemakai harus memberi tahu ke klinik. pemakai harus segera kembali ke klinik. Pengertian AKDR Alat kontrasepsi dalam rahim merupakan alat yang berukuran kecil. Bidan Swasta. tergantung pada tipe atau sampai wanita tersebut ingin agar alat tersebut dilepas. Spiral 23 . Puskesmas. 6. Dokter. Dan kunjungan ulang Jika ada keluhan atau masalah. terbuat dari plastik elastis yang dimasukkan dalam rahim. IUD mencegah kehamilan dengan berbagai cara: 1) Membunuh maupun meng-imobilisasi sperma 2) Mencegah sperma membuahi telur 3) Mencegah telur yang terbuahi menempel di rahim Alat yang terbuat dari plastik yang dimasukkan ke dalam rahim danmencegah kehamilan dengan cara menganggu lingkungan rahim. hipertensi. IUD harus dimasukkan dan dilepaskan oleh dokter atau praktisi kesehatan lainnya. diabetes militus Stroke/ riwayat stroke f. Pelepasannya juga cepat dan biasanya hanya sedikit menimbulkan ketidaknyamanan.Kontra indikasi : Hamil/ diduga hamil Perdarahan traktus genetalia yang tidak diketahui penyebabnya Trombofebitis aktif atau penyakit trombo emboli Penyakit hati akut Tumor hati jinak atau ganas Karsinoma payudara/ tersangka karsinoma payudara Tumor/ neplasma ginekologik Penyakit jantung.Jika pindah rumah. yang menghalangi terjadinya pembuahan maupun implantasi. IUD atau AKDR ditempatkan selama 5 sampai 10 tahun. Pemasukan IUD hanya membutuhkan waktu beberapa menit.

Jenis-Jenis IUD di Indonesia : a. Menurut sifatnya ada AKDR inert (netral).jenis AKDR AKDR dibedakan jenisnya menurut sifat dan bentuknya. Untuk wanita setelah melahirkan. Progestasert IUD (melepaskan progesteron) hanya efektif untuk 1 tahun dan dapat digunakan untuk kontrasepsi darurat. Cu-T. IUD dengan progestin sebaiknya tidak dipakai sampai 6 bulan setelah melahirkan. IUD bentuk T yang baruIUD ini melepaskan lenovorgegestrel dengan konsentrasi yang rendah selama 24 . b.jenis copper T (melepaskan tembaga) mencegah kehamilan dengan cara menganggu pergerakan sperma untuk mencapai rongga rahim dan dapat dipakai selama 10 tahun. yaitu AKDR yang mengandung bahan aktif seperti tembaga (Cu). perak (Ag). Jenis. Progestasert (Alza T). Sheilds. terbuat dari bahan polyethelene di mana pada bagian vertikalnya diberi lilitan kawat tembaga halus. Menurut bentuknya. jenis AKDR dapat dibedakan sebagai AKDR berbentuk terbuka (berbentuk linier) dan AKDR tertutup (berbentuk cincin). yaitu AKDR yang tidak mengandung bahan aktif dan AKDR bidaktif. Multi Load. IUD dapat dipasang kapan saja selama periode menstruasi bila wanita tersebut tidak hamil. tetapi direkomendasikan untuk ditunda sampai involusikomplit setelah triwulan kedua abortus. Sedangkan contoh AKDR tertutup antara lain: Ota Ring. Cicin Grafenberg. dll. Antigen F.Lilitan kawat tembaga halus ini mempunyai efek antifertilisasi (anti pembuahan) yang cukup baik. Copper-T IUD berbentuk T. Contoh AKDR terbuka antara lain adalah Lipper Loop. dan progesteron. pemasangan IUD segera (10 menit setelah pengeluaran plasenta) dapat mencegah mudah copotnya IUD. IUD juga dapat dipasang segera setelah abortus spontan triwulan pertama. Marguiles Spiral. Untuk wanita menyusui. Soft T Coil. Ragab Ring. IUD juga dapat dipasang 4 minggu setelah melahirkan tanpa faktor risiko perforasi (robeknya rahim). Cu-7. Stainless Ring. Spring Coil.

benang putih) untuk tipe D.6 cm. dan mini. Lippes Loop IUD ini terbuat dari bahan polyethelene. dipasang benang pada ekornya. sebab terbuat dari bahan plastik.Kerugian metode ini adalah tambahan terjadinya efek samping hormonal dan amenorhea. Copper-7 IUD ini berbentuk angka 7 dengan maksud untuk memudahkan pemasangan.Untuk meudahkan kontrol. Panjangnya dari ujung atas ke bawah 3. small (kecil). Multi Load IUD ini terbuat dari dari plastik (polyethelene) dengan dua tangan kiridan kanan berbentuk sayap yang fleksibel.minimal lima tahun.5 mm 9 (benang hitam). Dari hasil penelitian menunjukkan efektivitas yang tinggi dalam mencegah kehamilan yang tidak direncanakan maupun perdarahan menstruasi.Lippes Loop terdiri dari 4 jenis yang berbeda menurut ukuran panjang bagian atasnya. bentuknya seperti spiral atau huruf S bersambung. yaitu standar. Keberadaannya dapat merangsang timbulnya reaksi tubuh terhadap benda 25 . fungsinya sama seperti halnya lilitan tembaga halus pada jenis Copper-T. tipe C berukuran 30 mm (benang kuning). dan 30 mm (tebal. Cara Kerja AKDR AKDR merupakan benda asing yang dimasukkan ke dalam rahim. Batangnya diberi gulungan kawat tembaga dengan luas permukaan 250 mm2 atau 375 mm2 untuk menambah efektivitas. Yang banyak dipergunakan dalam program KB masional adalah IUD jenis ini. Ada 3 ukuran multi load. Keuntungan lain dari pemakaian spiral jenis ini ialah bila terjadi perforasi jarang menyebabkan luka atau penyumbatan usus. d. c. tipe B 27. b. Jenis ini mempunyai ukuran diameter batang vertikal 32 mm dan ditambahkan gulungan kawat tembaga (Cu) yang mempunyai luas permukaan 200 mm2. Tipe A berukuran 25 mm (benang biru). Lippes Loop mempunyai angka kegagalan yang rendah. c.

misalnya tembaga Cu. Keuntungan dan Kekurangan Keuntungan IUD : . makrofag dan limfosit.170 kehamilan) .6 . walaupun AKDR membuat sperma sulit masuk ke dalam alat reproduksi perempuan dan mengurangi sperma untuk fertilisasi d. Cara kerja AKDR yaitu :    Menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke tuba falopii Mempengaruhi fertilisasi sebelum ovum mencapai kavum uteri AKDR bekerja terutama mencegah sperma dan ovum bertemu.8 kehamilan/100 perempuan dalam 1 tahun pertama (1 kegagalan dalam 125 .Dapat digunakan sampai manopouse . 0.Tidak ada interaksi dengan obat-obat . ion yang dilepaskan oleh logam tsb menyebabkan gerak spermatozoa terganggu dan mengurangi kemampuannya untuk melakukan konsepsi. Jika AKDR mengandung logam.Sangat efektif.Tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI .Membantu mencegah kehamilan ekktopik 26 .Tidak mempengaruhi hubungan seksual .asing berupa fagositosis oleh lekosit.Metode jangka panjang (10 tahun proteksi dari CuT-380A dan tidak perlu diganti) . Pemadatan endometrium akibat reaksi fagositosis menyebabkan blastokis rusak sehingga nidasi terhalangi.Dapat dipasang segera setelah melahirkan atau abortus (apabila tidak terjadi infeksi) .AKDR dapat efektif segera setelah pemasangan .0.Tidak ada efek samping hormonal dengan CuT-380A . oleh Selain itu AKDR juga menimbulkan terjadinya perubahan pengeluaran cairan dan prostaglandin yang dapat menghalangi kapasitasi spermatozoa.

Setelah melahirkan dan tidak menyusui . Petugas terlatih yang dapat melepas . haid lebih lama dan banyak.Tidakmencegah terjadinya kehamilan ektopik karena fungsi AKDR untuk mencegah kehamilan normal .Prosedur medis.Sedikit nyeri dan perdarahan (spotting) terjadi segera setelah pemasangan AKDR. saat haid lebih sakit .Tidak mencegah IMS termasuk HIV/AIDS . PRP dapat memicu infertilitas .Efek samping umum terjadi: Perubahan siklus haid.Tidak baik digunakan pada perempuan dengan IMS atau yang sering berganti pasangan .Usia reproduktif .Keadaan nulipara . Yang Boleh Menggunakan .Perempuan menyusui yang menginginkan menggunakan kontrasepsi .Setelah mengalami abortus dan tidak terlihat adanya infeksi 27 .2 hari .Komplikasi lain: merasa sakit dan kejang selama 3 sampai 5 hari setelah pemasangan. Biasanya menghilang dalam 1 .Kekurangan IUD .Menginginkan menggunakan kontrasepsi jangka panjang .Penyakit radang panggul terjadi sesudah perempuan dengan IMS memakai AKDR. termasuk pemeriksaan pelvik diperlukan dalam pemasangan AKDR . perdarahan antar mensturasi. perforasi dinding uterus (sangat jarang apabila pemasangan benar) .Perempuan harus memeriksa posisi benang AKDR dari waktu ke waktu. perdarahan berat pada waktu haid atau diantaranya yang memungkinkan penyebab anemia.Klien tidak dapat melepas AKDR oleh dirinya sendiri.Mungkin AKDR keluar dari uterus tanpa diketahui (sering terjadi apabila AKDR dipasang segera setelah melahirkan) .

servisitis) .Gemuk ataupun kurus Yang Tidak Diperkenankan Menggunakan .Perokok . perdarahan berat pada waktu haid atau diantaranya yang memungkinkan penyebab anemia. perforasi dinding uterus (sangat jarang apabila pemasangan benar).Diketahui menderita TBC pelvik .Ukuran rongga rahim kurang dari 5 cm e. Efek Samping dan komplikasi IUD  Efek samping umum terjadi: Perubahan siklus haid.Tiga bulan terakhir sedang mengalami atau sering menderita PRP atau abortus septik . perdarahan antar mensturasi.Penyakit trofoblas yang ganas .Kanker alat genital .Risiko rendah dari IMS .Perdarahan vagina yang tidak diketahui .Tidak menyukai mengingat-ingat minum pil setiap hari . Tidak mencegah IMS termasuk HIV/AIDS Tidak baik digunakan pada perempuan dengan IMS atau yang sering berganti pasangan 28 .Kelainan bawaan uterus yang abnormal atau tumor jinak rahim yangdapat mempengaruhi kavum uteri . saat haid lebih sakit  Komplikasi lain: merasa sakit dan kejang selama 3 sampai 5 hari setelah pemasangan.5 hari senggama .Sedang hamil .Tidak menghendaki kehamilan setelah 1 .Sedang menderita infeksi alat genital (vaginitis. haid lebih lama dan banyak..Tidak menghendaki metoda hormonal .

Petugas terlatih yang dapat melepas - Mungkin IUD keluar dari uterus tanpa diketahui (sering terjadi apabila IUD dipasang segera setelah melahirkan) - Tidak mencegah terjadinya kehamilan ektopik karena fungsi IUD mencegah kehamilan normal - Perempuan harus memeriksa posisi benang IUD dari waktu ke waktu. f.- Penyakit radang panggul terjadi sesudah perempuan dengan IMS memakai IUD. termasuk pemeriksaan pelvik diperlukan dalam pemasangan IUD - Sedikit nyeri dan perdarahan (spotting) terjadi segera setelah pemasangan IUD. PRP dapat memicu infertilitas - Prosedur medis. Waktu Pemasangan dan pemeriksaan  Pemasangan IUD sebaiknya dilakukan pada saat : 2 sampai 4 hari setelah melahirkan 40 hari setelah melahirkan Setelah terjadinya keguguran Hari ke 3 haid sampai hari ke 10 dihitung dari hari pertama haid Menggantikan metode KB lainnya  Waktu Pemakai Memeriksakan Diri 1 bulan pasca pemasangan 3 bulan kemudian Setiap 6 bulan berikutnya Bila terlambat haid 1 minggu Perdarahan banyak atau keluhan istimewa lainnya 29 . Biasanya menghilang dalam 1 – 2 hari - Klien tidak dapat melepas IUD oleh dirinya sendiri.

2004). Menurut Mochtar (1998) vasektomi (sterilisasi pria) adalah tindakan memotong dan menutup saluran mani (vasdeferens) yang menyalurkan sel mani (sperma) keluar dari pusat produksinya di testis. Metode Kontrasepsi Vasektomi (pria) a. Vasektomi artinya adalah pemotongan sebagian (0. Cairan semen diproduksi dalam vesika seminalis dan prostat sehingga tidak akan terganggu oleh vasektomi.5 cm – 1 cm) saluran benih sehingga terdapat jarak diantara ujung saluran benih bagian sisi testis dan saluran benih bagian sisi lainya yang masih tersisa dan pada masing-masing kedua ujung saluran yang tersisa tersebut dilakukan pengikatan sehingga saluran menjadi buntu/tersumbat.7. sederhana dan sangat efektif. sehingga aliran sperma dihambat tanpa mempengaruhi jumlah cairan semen. Vasektomi merupakan suatu metode kontrasepsi operatif minor pada pria yang sangat aman. 2003). b. Cara kerja / teknik vasektomi (MOP) Saluran vas deferens yang berfungsi mengangkut sperma dipotong dan diikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada efek buruk pada pria terhadap kegairahan seksual. Vasektomi adalah prosedur klinik untuk menghentikan kapasitas reproduksi pria dengan jalan melakukan oklusi vas deferens sehingga alur transportasi sperma terhambat dan proses fertilisasi (penyatuan dengan ovum) tidak terjadi (saifuddin. 30 . kemampuan ereksi atau ejakulasi setelah menjalani operasi (Hartanto. Pengertian Kontrasepsi vasektomi Vasektomi merupakan operasi kecil dan merupakan operasi yang lebih ringan dari pada sunat/khitanan pada pria. Bekas operasi hanya berupa satu luka di tengah atau luka kecil di kanan kiri kantong zakar (kantung buah pelir) atau scrotum.Jumlah sperma hanya 5% dari cairan ejakulasi. Vasektomi berguna untuk menghalangi transport spermatozoa (sel mani) di pipa-pipa sel mani pria (saluran mani pria).

4) Biaya murah dan terjangkau oleh masyarakat. hanya memerlukan waktu 5-10 menit. Keuntungan dan kerugian Vasektomi  Keuntungan vasektomi antara lain: 1) Efektif. 6) Biaya rendah. 4) Cepat.  Kerugian dari vasektomi Ada beberapa kerugian dari penggunaan kontrasepsi vasektomi. 3) Sederhana. 3) Hasil yang diperoleh (efektivitas) hampir 100%. 5) Bila pasangan suami istri ingin mendapatkan keturunan lagi. 31 . 5) Menyenangkan bagi akseptor karena memerlukan anestesi lokal saja. yaitu: 1) Diperlukan suatu tindakan operatif. kedua ujung vasdeferens disambung kembali (operasi rekanalisasi). keuntungan vasektomi ada beberapa anatara lain : 1) Teknik operasi kecil yang sederhana dapat dikerjakan kapan dan dimana saja 2) Komplikasi yang dijumpai sedikit dan ringan. 2004). 2) Aman. morbiditas rendah dan hampir tidak ada mortalitas. 7) Secara kultural.Ada dua teknik sterilisasi vasektomi yaitu : 1) Teknik vasektomi standar 2) Teknik Vasektomi Tanpa Pisau c. Menurut Mochtar (1998). sangat dianjurkan di negara-negara dimana wanita merasa malu untuk ditangani oleh dokter pria atau kurang tersedia dokter wanita dan paramedis wanita (Hanafi.

Efek samping / komplikasi vasektomi Ada beberapa efek samping yang mungkin terjadi pada pria setelah operasi antara lain: 1) Reaksi Alergi Anastesi Reaksi ini terjadi karena adanya reaksi hipersensitif/alergi karena masuknya larutan anastesi lokal ke dalam sirkulasi darah atau pemberian anastesi lokal yang melebihi dosis. Reaksi ini dapat terjadi pada saat dilakukan anastesi dan pada setiap tindakan operasi baik operasi besar atau kecil. 2004). 2) Perdarahan Biasanya terjadi perdarahan pada luka insisi di tempat operasi. Penanggulangan dan pengobatannya adalah dengan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) untuk menjelaskan sebab terjadinya. Oleh karena itu perlu diterangkan sebelum dilakukanoperasi dan klien harus mengerti semua resiko operasi tersebut. Penyebab terjadinya perdarahan tersebut karena terpotongnya pembuluh darah di daerah saluran mani dan atau daerah insisi. 3) Kontap-pria belum memberikan perlindungan total sampai semua spermatozoa. 4) Problem psikologis yang berhubungan dengan perilaku seksual mungkin bertambah parah setelah tindakan operatif yang menyangkut sistem reproduksi pria (Hanafi.2) Kadang-kadang menyebabkan komplikasi seperti perdarahan atau infeksi. dan perdarahan dalam skrotum. yang sudah ada didalam sistem reproduksi distal dari tempat oklusi vas deferens dikeluarkan. Penanggulangannya perdarahan dihentikan dengan penekanan pada pembuluh darah yang luka apabila terjadi pada saat operasi. Setelah itu klien diwajibkan untuk menandatangani informed consent. d. 32 .

Rasa nyeri dapat diatasi dengan pemberian analgetik. Kemungkinan besar disebabkan oleh gangguan psikologis (baik yangmeningkat libidonya ataupun yang impotensi). 6) Gangguan Psikis Meningkatnya gairah seksual (libido) dan menurunnya kemampuan ereksi (impotensi) merupakan keluhan yang sering dialami oleh pria setelah operasi. Penanggulangannya dilakukan dengan tindakan medis yaitu memberikan kompres hangat. Penyebabnya adalah keluarnya spermatozoa dari saluran dan masuk ke dalam jaringan sebagai akibat tidak sempurnanya ikatan vas deferens. namun biasanya akan sembuh sendiri. Penyebab infeksi ini karena tidak dipenuhinya standar sterilisasi peralatan. 4) Infeksi Gejala/keluhan apabila terjadi infeksi yaitu adanya tandatanda infeksi seperti panas. merah dan bernanah pada luka insisi pada kulit skrotum. standar pencegahan infeksi dan kurang sempurnanya teknik perawatan pasca operasi. Bila perlu dapat diberikan salep anti hematoma.3) Hematoma Hematoma ditandai dengan adanya bengkak kebiruan pada luka insisi kulit skrotum. nyeri. Apabila granuloma sperma kecil akan di absorpsi spontan secara sempurna. 5) Granuloma Sperma Granuloma sperma yaitu adanya benjolan kenyal yang kadang disertai rasa nyeri di dalam skrotum. 33 . bengkak. Bila granuloma besar rujuk ke RS untuk dilakukan eksisi sperma granuloma dan mengikat kembali vas deferens. karena secara biologis pada vasektomi produksi testoteron tidak terganggu sehingga libido (nafsu seksual) tetap ada. Hal ini disebabkan karena pecahnya pembuluh darah kapiler. beri penyangga skrotum.

Indikasi dan Kontra Indikasi vasektomi  Indikasi vasektomi . 40% tidak merasakan perubahan. namun perlu dilakukan psikoterapi.Buah zakar tidak turun (kriptokismus) .Membatasi kehamilan . . 2000).Hidrokel (penumpukan cairan pada kantong zakar) . Jika ditemukan keadaan yang merupakan kontraindikasi atau 34 .Mengakhiri kesuburan .Peradangan pada alat kelamin pria. 7% tidak memperhatikan dan hanya 3% yang menurun gairah seksualnya (DEPKES RI.  Kontraindikasi : .Peradangan kulit atau jamur pada kemaluan. e.Infeksi didaerah testis (buah zakar) dan penis .Penyakit kelainan pembuluh darah f.Buah zakar membesar karena tumor .Varikokel (varises pada pembuluh darah balik buah zakar) . . Pada penelitian di Jakarta terhadap 400 pria yang telah dilakukan vasektomi.Menunda kehamilan .Penanggulangan dari efek samping ini tidak perlu dilakukan tindakan medis. dilaporkan 50% gairah seksualnya bertambah.Kelainan mekanisme pembekuan darah.Hernia (turun bero) . Tata cara pelaksanaan vasektomi 1) Pra Operasi Dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui indikasi.Penyakit kencing manis. suami dari suatu pasangan usia subur yang telah memiliki jumlah anak cukup dan tidak ingin menambah anak.Setiap pria. . . kontraindikasi dll yang diperlukan untukkepentingan calon akseptor.

Istri (pasangan) hamil. Kontrasepsi Tubektomi a. 2001. Pengertian Tubektomi Kata tubektomi berasal dari tuba dan ektomi. Namun sekarang definisi ini sudah diperluas dengan pengertian sterilisasi tuba..vasektomitanpa pisau dan vas oklusi. Tubektomi adalah setiap tindakan (pemotongan dan pengikatan) pada kedua saluran telur wanita yang mengakibatkan orang tidak akan mendapatkan keturunan lagi (Mansjoer.A. p. Waktu yang terbaik untuk melakukan tubektomi pasca persalinan yaitu tidak lebih dari 48 jam sesudah melahirkan karena posisi tuba mudah dicapai oleh sub umbilicus dan rendahnya resiko infeksi. Tubektomi adalah tindakan oklusi atau pengambilan sebagian saluran telur wanita untuk mencegah proses fertilisasi. 8. Dikenal 3 macam tehnik vasektomi. 2) Tahap Operasi. Bila masa 48 jam pasca persalinan telah terlampaui maka pilihan untuk memillih tetap tubektomi. 3) Tahap pasca operasi.15 kali ejakulasi masihdijumpai spermatozoa. Tubektomi adalah metode kontrasepsi permanen di mana saluran tuba di blokir sehingga sel telur tidak bisa masuk ke dalam rahim. Setelah tubektomi fertilitas dari pasangan tersebut akan terhenti secara permanen. p. dilakukan setelah 6-8 minggu persalinan atau pada masa interval (Saifuddin. pelayanan kontrasepsimantap harus ditunda. yaitu vasektomi konvensional (dengan pisau).486). Vasektomi dianggap gagal bila : 1. Merupakan tindakan pada kedua saluran telur wanita yang mkengakibatkan orangyang bersangkutan tidak akan memiliki keturunan lagi.369). Pada analisa sperma setelah 3 bulan pasca vasektomi atau setelah 10 .kemungkinan menyebabkan adanya penyulit atau dampak samping lain. 2006. 2. tuba = saluran telur wanita ektomi = membuang / mengangkat. 35 .

(5) Cara Irving (6) Cara Uchida 36 . karena angka kegagalan yang tinggi. yaitu 0. oleh karena itu cara ini kurang disukai dengan alasan: (a) Tidak mungkin lagi dilakukan operasi pemulihan kesuburan bila kelak wanita yang bersangkutan hendak punya anak lagi (operasi mikro) (b) Kemungkinan terjadinya perdarahan disfungsional dikemudian hari lebih besar. p. 2004.310). Cara melakukan Tubektomi Cara melakukan sterilisasi pada saluran telur menurut Mochtar (1998.243). Namun dari segi lain. Angka kegagalan adalah 0-0. karena paling banyak dilakukan di antara semua teknik. (2) Cara Kroener Fimbria amat berperan dalam menangkap dan mentransfer sel telur.Prinsip Tubektomi : Oklusi (pengikatan. yaitu 1. p. Wiknjosastro (2007. b. pengangkatan) tuba fallopi sehingga spermatozoa dan ovum tidak dapat bertemu (Hartanto.4%. teknik ini kegagalannya amat kecil. (4) Cara Aldridge Angka kegagalan dengan cara ini kecil sekali.568-572) adalah sebagai berikut : 1) Dengan memotong saluran telur (tubektomi) (1) Cara Pomeroy Teknik sterilisasi menurut Pomeroy ini disukai. pemotongan. bila ibu ingin mendapatkan kesuburannya kembali.19%. karena adanya gangguan inervasi dan sirkulasi indung telur (ovarium).2%. p. (3) Cara Madlener Sekarang teknik ini tidak dipakai lagi. dan mungkin kelak fimbria yang sudah ditanamkan dapat dibuka kembali (reversible).

Indikasi dan kontraindikasi  Indikasi yang boleh menjalani tubektomi menurut Mochtar (1998. dan sebagainya.klorida. d) Indikasi sosial ekonomi. penyakit jantung. bahkan mungkin tidak pernah gagal. Umpamanya umur ibu 30 tahun dengan anak hidup 4. yaitu adanya gangguan fisik atau psikis yang akan menjadi lebih berat bila wanita ini hamil lagi. 2) Dengan membakar saluran telur dengan menggunakan aliran listrik 3) Dengan melipat saluran telur 4) Dengan menyumbat dan menutup saluran telur Menggunakan bahan kimiawi seperti perak nitrat. penyakit ginjal. seng. kanker payudara. dan sebagainya.Mengikuti rumus 120 : yaitu perkalian jumlah anak hidup dan umur ibu. yaitu indikasi yang berdasarkan beban sosial ekonomi yang sekarang ini terasa bertambah lama bertambah berat. seksio sesaria yang berulang. b) Indikasi medis obstetrik. kemudian dapat dilakukan sterilisasi atas persetujuan suami dan istri. Uchida dari Jepang. sering menderita psikosa nifas. penyakit retikulosis.Menurut penemunya. dan lain-lain. maka hasil perkalian adalah 120. (1) Gangguan fisik: tuberkulosis pulmonum.309) adalah sebagai berikut : a) Indikasi medis umum. cara ini memiliki angka kegagalan yang kecil sekali. dan sebagainya. histerektomi yang obstetrik. yaitu pada waktu melakukan operasi ginekologik dapat pula di pertimbangkan untuk melakukan sterilisasi. p. c) Indikasi medis ginekologik. c. yaitu toksemia gravidarum yang berulang. . (2) Gangguan psikis: Skizovrenia (psikosikis).Mengikuti rumus 100: 37 . .

Waktu pelaksanaan tubektomi Menurut Mochtar (1998. p. maka opersi akan lebih sulit.(a) Umur ibu 25 tahun ke atas. uterus dan alat-alat genetal lainnya telah mengecil dan menciut. anak hidup 3 orang (c) Umur ibu 35 tahun ke atas. e. p. mudah berdarah dan infeksi.162-163) adalah sebagai berikut : 38 .309) tubektomi dilakukan pada saat: a) Masa interval. Minilap didalam waktu 2 hari atau hingga 6 minggu atau 12 minggu. operasi dipersulit oleh adanya edema tuba. anak hidup 2 orang  Kontra Idikasi (tidak boleh menjalani tubektomi) Menurut Sujiyatini (2009.165) yang tidak bolehmenjalani tubektomi adalah sebagai berikut: a) Hamil atau dicurigai hamil b) Perdarahan vaginal yang belum terjelaskan c) Infeksi sistemik atau pelvik yang akut d) Tidak boleh menjalani proses pembedahan e) Kurang pasti mengenai keinginannya untuk fertilitas dimasa depan f) Belum memberikan persetujuan tertulis. Setelah lebih dari 48 jam. triwulan kedua dilakukan minilap saja. dan infeksi yang akan menyebabkan kegagalan sterilisasi. Bila di lakukan setelah hari ke 7-10 pasca persalinan. anak hidup 4 orang (b) Umur ibu 30 tahun ke atas. sebaiknya setelah selesai haid b) Hari ke-6 hingga ke-13 dari siklus menstruasi (fase proliferasi) c) Pasca persalinan dilakukan dalam 24 jam atau selambat-lambatnya 48 jam pasca persalinan. laparoskopi tidak tepat untuk klien pascapersalinan. p. d) Pascakeguguran triwulan pertama dilakukan minilap atau laparoskopi. d. Kelebihan dan keterbatasan  Keuntungan kontrasepsi tubektomi menurut Sujiyatini (2009.

artinya hanya diberikan ASI saja tanpa tambahan makanan dan minuman lainnya.50) keterbatasan kontrasepsi tubektomi adalah sebagai berikut: a) Harus dipertimbangkan sifat mantap metode kontrasepsi ini (tidak dapat dipulihkan kembali) b) Klien dapat menyesal dikemudian hari c) Risiko komplikasi kecil (meningkat apabila digunakan anestesi umum) d) Rasa sakit/ketidaknyamanan dalam jangka pendek setelah tindakan e) Dilakukan oleh dokter terlatih (dibutuhkan dokter spesialis ginekologi untuk proses laparoskopi) tidak melindungi diri dari infeksi menular seksual. apabila tidak dikombinasikan dengan metode kontrasepsi lain. dapat dilakukan dengan anestesi local f)  Tidak ada efek samping dalam jangka panjang g) Tidak ada perubahan dalam fungsi seksual. 39 . Metode Amenore laktasi (MAL) a. 9.5 kehamilan per 100 perempuan selama tahun pertama penggunaan) b) Tidak mempengaruhi proses menyusui (breastfeeding) c) Tidak bergantung pada faktor senggama d) Baik bagi klien apabila kehamilan akan menjadi risiko kesehatan yang serius e) Pembedahan sederhana. Metode AmenoreaLaktasi (MAL) atau Lactational Amenorrhea Method (LAM) dapat dikatakan sebagai metode keluarga berencana alamiah (KBA) atau natural family planning. Pengertian MAL Metode AmenoreaLaktasi (MAL) atau Lactational Amenorrhea Method (LAM) adalah metode kontrasepsi sementara yang mengandalkan pemberian Air SusuIbu (ASI) secara eksklusif. p. Menurut Sujiyatini (2009.a) Sangat efektif (0.

kondom. namun banyak wanita yang hamil lagi ketika menyusui. maka kadar prolaktin meningkat dan hormongonadotrophin melepaskan hormon penghambat (inhibitor). Efektifitas dari metode ini juga sangat tergantung pada frekuensi dan intensitas menyusui. AKBK) maupun IUD. Cara Kerja Cara kerja dari Metode AmenoreaLaktasi (MAL) adalah menunda atau menekan terjadinya ovulasi. 2) Belum mendapat haid. lebih efektif bila diberikan minimal 8 kali sehari. selain menggunakan Metode AmenoreaLaktasi juga harus menggunakan metode kontrasepsi lain seperti metode barier (diafragma. Oleh karena itu. Semakin sering menyusui. 3) Umur bayi kurang dari 6 bulan. Hormon penghambat akan mengurangi kadar estrogen. sehingga tidak terjadi ovulasi. d.  Manfaatkontrasepsi dari MAL antara lain: 40 . pil menyusui. apabila: 1) Menyusui secara penuh (full breast feeding).Meskipun penelitian telah membuktikan bahwa menyusui dapat menekan kesuburan. c. Metode AmenoreaLaktasi (MAL) dapat dipakai sebagai alat kontrasepsi. b. Manfaat Metode Amenorea Laktasi (MAL) memberikan manfaat kontrasepsi maupun non kontrasepsi. Efektifitas Efektifitas MAL sangat tinggi sekitar 98 persen apabila digunakan secara benar dan memenuhi persyaratan sebagai berikut: digunakan selama enam bulan pertama setelah melahirkan. belum mendapat haidpasca melahirkan dan menyusui secara eksklusif (tanpa memberikan makanan atau minuman tambahan). kontrasepsi hormonal (suntik. spermisida). Pada saat laktasi/menyusui. hormon yang berperan adalah prolaktin dan oksitosin.

4. Mengurangi perdarahan post partum/setelah melahirkan. 3. Memerlukan persiapan dimulai sejak kehamilan. Mengurangi resiko anemia. Dapat segera dimulai setelah melahirkan. Tidak melindungi dari penyakit menular seksual termasuk Hepatitis B ataupun HIV/AIDS. Membantu prosesinvolusiuteri (uterus kembali normal). Mendapatkan kekebalan pasif. 2. 2. susu formula atau alat minum yang dipakai.1. belum mendapat haid dan menyusui eksklusif. Meningkatkan hubungan psikologi antara ibu dan bayi. 2. Tidak bertentangan dengan budaya maupun agama.  Keterbatasan Metode AmenoreaLaktasi (MAL) mempunyai keterbatasan antara lain : 1. Tidak memerlukan pengawasanmedis. Mengurangi resiko penyakit menular. Mudah digunakan. 5. 3. alat maupun obat. 2. Untuk ibu 1. 6. Tidak perlu biaya. Tidak mengganggu senggama. Peningkatan gizi. Metode ini hanya efektif digunakan selama 6 bulan setelah melahirkan. Tidak menimbulkan efek samping sistemik. Efektifitas tinggi (98 persen) apabila digunakan selama enam bulan pertama setelah melahirkan. 4. 9. 41 .  Manfaat non kontrasepsi dari MAL antara lain : Untuk bayi 1. 3. 4. 3. 7. Terhindar dari keterpaparan terhadap kontaminasi air. belum mendapat haid dan menyusui secara eksklusif. 8. Tidak memerlukan prosedur khusus.

Wanita yang menggunakan obat-obatanjenis ergotamine.  Metode AmenoreaLaktasi (MAL) tidak dapat digunakan oleh: 1. obat radioaktif.  Metode AmenoreaLaktasi (MAL) dapat digunakan oleh wanita yang ingin menghindari kehamilan dan memenuhi kriteria sebagai berikut: 1. 3. Pemberian ASI tetap dilakukan baik ketika ibu dan atau bayi sedang sakit. Bayi yang mempunyai gangguanmetabolisme. 42 . 2. 2. cyclosporine. 7. anti metabolisme. Tidak menjadi pilihan bagi wanita yang tidak menyusui. Pemberian ASI tanpa botol atau dot. Wanita yang bekerja dan terpisah dari bayinya lebih dari 6 jam. Wanita yang belum mendapatkan haidpasca melahirkan. 6. 2. Wanita yang tidak menyusui secara eksklusif. bromocriptine. 5.4. harus menyusui dan memperhatikan hal-hal di bawah ini: 1. 5. 3. 4. Bayi sudah berumur lebih dari 6 bulan. Wanita yang menggunakan Metode AmenoreaLaktasi (MAL). 5. 3. Wanita yang harus menggunakan metode kontrasepsi tambahan. Wanita yang menggunakan obat yang mengubah suasana hati. Dilakukan segera setelah melahirkan. Frekuensi menyusui sering dan tanpa jadwal. lithium atau anti koagulan. Ibu pasca melahirkan dan bayinya berumur kurang dari 6 bulan. 8. Wanita yang menyusui secara eksklusif. 4. Wanitapasca melahirkan yang sudah mendapat haid. Kesulitan dalam mempertahankan pola menyusui secara eksklusif. Tidak mengkonsumsi suplemen.

Mengurangi angka kelahiran untuk menaikkan taraf hidup rakyat dan bangsa. mendapatkan kelahiran yang memang diinginkan. dan menentukan jumlah anak dalam keluarga Tujuan dari pelayanan KB yaitu memperbaiki kesehatan dan kesejahteraan ibu. sebaiknya calon akseptor diberi penjelasan tentang keuntungan dan kerugian masing-masing alat kontrasepsi.BAB III PENUTUP A. mengontrol waktu saat kehamilan dalam hubungan dengan umur suami istri. bayi. Sedangkan bagi calon akseptor metode KB diharapkan dapat memilih metode KB sesuai dengan keinginan dan kebutuhan calon akseptor tersebut sehingga manfaat metode KB sederhana tanpa alat dapat tercapai. mengatur interval diantara kehamilan. keluarga dan bangsa. Saran Setelah mengetahui dan memahami pelayanan kontrasepsi ini diharapkan kepada pembaca yakni bagi mahasiswi kebidanan mampu memberikan pelayanan KB yang baik dan benar. Jadi untuk memilih kontrasepsi yang tepat. menghindari kelahiran yang tidak diinginkan. termasuk upaya-upaya menurunkan angka kematian ibu. B. Memenuhi permintaan masyarakat akan pelayanan KB yang berkualitas. dan anak serta penanggulangan masalah kesehatan reproduksi. anak. 43 . Sehingga dapat memperkecil terjadi kehamilan serta mengurangi efek samping alat kontrasepsi tersebut. Kesimpulan Pelayanan kontrasepsi adalah tindakan yang membantu individu atau pasangan suami istri untuk mendapatkan objektif-obketif tertentu.

Disitasi dari http://www.bkkbn. Kontrasepsi dalam Ilmu Kandungan. Prawirohardjo S. last update : Februari 2013.DAFTAR PUSTAKA BKKBN.Jakarta. Jakarta: YBP Sarwono Prawirohardjo Prawirohardjo S. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. 900-24.datastatistikindonesia.go. Hanifa. Abdul Bari. : Badan Statistik Indonesia. Reeves.Edisi I.com/componetnt/option. dkk. Saifuddin.com/2012/10/asuhan-kebidanan-komunitastentang-kb.dkk. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka. Disitasi dari : http://www. Laju pertumbuhan Penduduk per Tahun menurut Provinsi. Mochtar. 2007. http://www. R. Ilmu Kebidanan. Salemba Medika. 535-65. Jakarta: YBP Sarwono Prawirohardjo.id/hqweb/pria/artik. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka.com/doc/99651047/kontrasepsi-makalah#download http://nolvian-midwifery.blogspot. Wiknjosastro. 1999. Alih bahasa Joko Setiyono.id. Charlene/ Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta : EGC.html . Keluarga Berencana.164/.scribd. 1998. Keluarga Berencana Dalam Ilmu Kebidanan. 2006. 1999.com_tabel/task/ite. Sinopsis Obstetri Fisiologi dan Patologi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->