BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Vaksin digunakan untuk membangkitkan imunitas dalam pencegahan penyakit maka dari itu imunitas banyak dilakukan pada balita untuk dapat mencegah penyakit berbahaya seperti polio, difteri, tetanus, hepatitis-B. Bukan hanya pada balita pada orang dewasa pun vaksin banyak diberikan untuk mencegah penyakit, Kami memilih judul cara kerja vaksin dalam tubuh karena kita ingin mengetahui bagaimana cara kerja vaksin ketika sudah dimasukkan kedalam tubuh sampai pada vaksin itu aktif bekerja dan ingin lebih mengetahui serta menambah ilmu pengetahuan mengenai apa itu vaksin, fungsinya, apa yang terdapat di dalam vaksin dan cara kerjanya. Pada makalah ini kami akan memaparkan cara kerja vaksin dalam tubuh manusia dari mulai pertama dimasukkan vaksin dalam tubuh sampai vaksin itu aktif bekerja,apa yang terdapat di dalam vaksin dan apa itu vaksin.

1.2 Tujuan Penulisan Makalah 1.Memenuhi tugas mata kuliah Biologi Sel 2.Mengetahui apa itu vaksin 3.Mengetahui apa yang terdapat dalam vaksin 4.Mengetahui cara kerja vaksin 5.Mengetahui jalur kerja vaksin di dalam tubuh manusia

1.3 Manfaat Penulisan Makalah Manfaat dari penyusunan karya ilmiah ini adalah menambah ilmu pengetahuan mengenai vaksin dan dapat mengetahui lebih detail tentang vaksin,cara kerja,dan jalur kerja vaksin.

1

ilmu imunologi pun lahir. Namun. Jerman. Pada 1796. Sevel dari Jerman sekitar tahun 1772. Dengan keberhasilan Jenner ini. Jensen dari Jerman tahun 1770. vaksin dari serbuk luka orang yeng terinfeksi cacar yang berhasil didokumentasikan berasal dari India dan China sekitar abad 17. a disease discovered in some of the western counties of England. dan Peter Plett. James lantas terkena cowpox.BAB II TEORI DASAR Sejarah vaksin tidak dapat dilepaskan dari nama seorang dokter Inggris yang lahir pada 17 Mei 1749. tahun 1796. jauh sebelum penemuan Edward Jenner. and known by the name of The Cow Pox". termasuk pada anak lelakinya yang berumur 11 bulan. Penemuan Jenner tersebut dikenal sebagai vaksinasi yang diambil dari bahasa latin sapi. Penyakit cacar. Rendall. penyakit mematikan yang mewabah saat itu. Seorang istri duta besar Inggris di Turki tahun 1716 hingga 1718 juga mengamati tradisi vaksinasi Turki yang disebut Ashi. Jenner. tahun 1774. Benjamin Jesty. yaitu vacca. Semua detail penelitiannya ia kumpulkan dalam sebuah buku dengan titel "An inquiry into the causes and effects of the variolae vaccinae. Selanjutnya. dengan pisau tajam justru mengambil materi rash yang diketahui sebagai penyakit cacar menular pada sapi tersebut (cowpox) dan memindahkannya ke lengan James Phipps. James tidak terkena cacar. namun segera sembuh. Jenner mengoleskan materi dari luka cacar smallpox. Sesuatu yang berasal dari cowpox telah melindungi James. yaitu Edward Jenner. Inggris. datang kepadanya seorang wanita pemerah susu bernama Sarah Nelmes yang mengeluhkan adanya rash di tangannya. Gloucestershire. ke luka yang ia buat di tangan James. Inggris tahun 1782. saat itu melanda seluruh dunia dan mengakibatkan kematian sekitar 20-30 persen orang yang terinfeksi. suatu hari dalam hidup ilmuwan yang berasal dari Berkeley. Jenner kembali melakukan percobaan sebanyak 23 kasus yang sama. juga setidaknya ada 6 orang yang mencoba melakukan imunisasi cacar yaitu seorang kebangsaan Inggris pada 1771. Beberapa tahun sebelum percobaan Jenner. vaksinasi sesungguhnya telah dikembangkan di Cina pada awal tahun 200 sebelum masehi. Sebagaimana dugaan Jenner. yaitu vaksinasi dengan mengoleskan lesi cacar sapi pada 2 . Inggris ini. seorang anak tukang kebunnya yang berusia 8 tahun. Misalnya. particularly Gloucestershire. Setelah percobaannya yang sukses tersebut.

Dilemahkan Beberapa vaksin mengandung mikroorganisme hidup. polio. penyakit yang sejak awal mencatat sejarah vaksinasi. beberapa penyakit besar yang melanda umat manusia dapat dikontrol atau dibatasi penyebarannya. Tuberculosis (BCG) tahun 1927. rubella. Lady Mary Wortley Montagu. sedangkan vaksin polio oral tahun 1962. menggambarkan proses vaksinasi ala Turki secara lengkap. vaksin telah digunakan untuk terapi berbagai penyakit. ditargetkan WHO tereradikasi tahun 2000. Mereka biasanya memprovokasi responses imunologikal lebih tahan lama dan jenis pilihan untuk orang dewasa yang sehat. rubella tahun 1970. Banyak dari ini adalah viri hidup yang telah dibudidayakan di bawah kondisi yang menonaktifkan sifat virulen. Difteri tahun 1923. Untuk cacar. istri duta besar tersebut. Rabies tahun 1885. Setelah perang dunia ke dua. Vaksin Polio suntik pertama diaplikasikan pada manusia tahun 1955. campak. pengembangan vaksin mengalami percepatan. atau yang menggunakan terkait erat tetapi kurang berbahaya organisme untuk menghasilkan respon imun yang luas. Louis Pasteur mengembangkan teknik vaksinasi pada abad 19 dan mengaplikasikan pengguanaannya untuk penyakit anthrax dan rabies. Dengan vaksin pula. ratusan tahun sejak momentum keberhasilan Edward Jenner. Selanjutnya campak tahun 1964. yaitu cacar pada tahun 1798. Contoh adalah vaksin terhadap flu. polio dan hepatitis A. kolera. Waktu berganti. WHO pun mencanangkan beberapa program vaksinasi dengan target eradikasi penyakit.dada ternak ke anak-anak mereka. Tetanus tahun 1927. Membunuh Vaksin yang mengandung membunuh mikroorganisme-ini sebelumnya virulen mikroorganisme yang dibunuh dengan bahan kimia atau panas. berasal dari selubung. dan hepatitis B tahun 1981. Lantas. Pertusis tahun 1926. ia menulis surat pada saudara dan teman-temannya di Inggris. Pes tahun 1897. Yellow Fever tahun 1935. dan gondok 3 . Ketika kembali ke Inggris. meminta ahli bedah kedutaan Charles Maitland. Penyakit lain. Contohnya penyakit virus demam kuning. wabah bubonik. WHO mencatat tahun beberapa jenis vaksin pertama yang digunakan pada manusia. untuk melakukan metode vaksinasi tersebut pada anak lelakinya. namun beberapa bakteri di alam. mumps tahun 1967. kasus terakhir terjadi di Somalia pada tahun 1977. namun eradikasi hampir dikatakan berhasil. Lady Montagu tak putus menyebarkan tradisi Turki tersebut dengan cara menyuntik koleganya. Meski target ini tidak sepenuhnya tercapai.

Eksperimental Sejumlah inovatif vaksin adalah juga dalam pengembangan dan digunakan:  Sel dendritik vaksin menggabungkan sel dendritik dengan antigen untuk menyajikan antigen untuk sel darah putih tubuh. 4 . dengan demikian merangsang reaksi kekebalan. Konjugat Konjugat-bakteri tertentu memiliki polisakarida mantel luar yang buruk imunogenik.dan tifus penyakit bakteri. tetapi mengandung ketegangan virulently diubah yang disebut "BCG" digunakan untuk menimbulkan imunogenisitas untuk vaksin. Subunit Subunit protein-alih-alih memperkenalkan inactivated atau berasal dari selubung mikroorganisme untuk sistem kekebalan tubuh (yang akan merupakan "seluruh-agen" vaksin). vaksin virus-seperti partikel (VLP) terhadap human papillomavirus (HPV) yang terdiri protein viral capsid besar. Crotalus atrox toxoid digunakan untuk vaksinasi anjing terhadap gigitan ular berbisa. Contohnya subunit vaksin terhadap virus Hepatitis B yang terdiri dari hanya protein permukaan virus (sebelumnya diambil dari serum darah pasien kronis terinfeksi. Live Mycobacterium tuberculosis vaksin yang dikembangkan oleh Calmette-Guérin tidak terbuat dari ketegangan menular. Tidak semua toxoids adalah untuk mikro-organisme. Pendekatan ini digunakan dalam vaksin tipe B '' Haemophilus influenzae''. Toxoid Toxoids-ini adalah senyawa beracun yang inactivated dalam kasus di mana ini (lebih dari mikro-organisme sendiri) menyebabkan penyakit. sistem kekebalan tubuh dapat menyebabkan untuk mengenali polisakarida seolah-olah protein antigen. Berbasis toxoid vaksin contohnya tetanus dan difteri. Dengan menghubungkan mantel luar ini ke protein (misalnya racun). sebagai contoh. fragmen itu dapat membuat respon imun. Vaksin ini telah menunjukkan beberapa hasil awal yang positif merawat tumor otak. tapi sekarang diproduksi oleh rekombinasi gen virus ke ragi). dan subunit hemaglutinin dan neuraminidase virus influenza.

Vaksin monovalen dirancang untuk mengimunisasi terhadap antigen tunggal atau satu mikroorganisme.  Vaksin peptida reseptor sel t yang dikembangkan untuk beberapa penyakit yang menggunakan model Valley Fever. stomatitis dan atopik. telah dikembangkan. Vector rekombinan-dengan menggabungkan Fisiologi satu mikro-organisme dan DNA yang lain.  Penargetan diidentifikasi bakteri protein yang terlibat dalam melengkapi inhibisi akan menetralisir mekanisme kunci virulensi bakteri. Peptida ini telah terbukti untuk memodulasi produksi sitokin dan meningkatkan sel mediated kekebalan. Beberapa sel sistem imun yang mengenali protein yang dinyatakan akan me-mount serangan terhadap protein dan sel-sel yang mengungkapkan mereka ini. memicu imunitas pengakuan) bakteri atau virus DNA menjadi sel-sel manusia atau hewan. dibuat dari agen menular DNA. mereka akan menyerang langsung oleh sistem imun. Dalam kasus tertentu vaksin monovalen mungkin lebih baik untuk berkembang pesat respon imun yang kuat. Salah satu keuntungan dari DNA vaksin adalah bahwa mereka sangat mudah untuk memproduksi dan menyimpan. atau terhadap dua atau lebih mikroorganisme. kekebalan dapat dibuat terhadap penyakit yang memiliki proses kompleks infeksi  DNA vaksinasi-dalam beberapa tahun terakhir jenis baru vaksin disebut ''DNA vaksinasi''. Bekerja dengan penyisipan (dan ekspresi. Karena sel-sel ini hidup untuk waktu yang sangat lama. 2006. Vaksin multivalent atau polyvalent dirancang untuk mengimunisasi terhadap dua atau lebih strain sama mikroorganisme. 5 . sintetis vaksin terdiri terutama atau sepenuhnya sintetis peptida. Sementara kebanyakan vaksin yang dibuat dengan menggunakan inactivated atau senyawa yang berasal dari selubung dari mikro-organisme. Valensi Vaksin mungkin '' monovalen '' (juga disebut '' univalent'') atau '' multivalent'' (juga disebut '' polyvalent''). Vaksinasi DNA masih percobaan. jika patogen yang biasanya mengungkapkan protein mengalami nanti. karbohidrat atau antigen.

Perhatikan Gambar 11. tubuh manusia akan memproduksi antibodi. Kelak jika patogen sesungguhnya menyerang. 3. dikenal dua macam kekebalan.BAB III APLIKASI VAKSIN YANG BEKERJA DI DALAM TUBUH MANUSIA PADA BIDANG FARMASI 3. Jika kekebalan itu diperoleh setelah orang mengalami sakit karena infeksi suatu kuman penyakit maka disebut kekebalan aktif alami.2 Antibodi Berdasarkan cara mendapatkan imun atau kekebalan. tubuh telah kebal karena berhasil memproduksi antibodi bagi patogen tersebut.4. tidak berbahaya lagi.1 VAKSIN DAN ANTIBODI 3. yaitu kekebalan aktif dan pasif. Sebagai contohnya adalah seseorang yang pernah sakit campak maka seumur hidupnya orang tersebut tidak akan sakit campak lagi.1 Vaksin Vaksin adalah patogen yang telah dilemahkan.1. 6 .1. sehingga jika menyerang manusia. 1) Kekebalan Antibodi Aktif Kekebalan aktif terjadi jika seseorang kebal terhadap suatu penyakit setelah diberikan vaksinasi dengan suatu bibit penyakit. Karena diberi vaksin.

Apakah Anda ingat bahwa pada saat masih kecil mendapatkan imunisasi polio? Sekarang ini di Indonesia sudah dilaksanakan imunisasi polio untuk anak-anak balita. Apa sebenarnya yang terkandung di dalam vaksin? Vaksin mengandung bibit penyakit yang telah mati atau dinonaktifkan. dan Poliomeilitis. Sel B ini juga mampu membentuk sel pengingat (memory cell). Sel T (T limfosit) membentuk sistem imunitas terhadap infeksi bakteri. Namun T limfosit tidak menghasilkan antibodi. Meningococcus. sel kanker. virus campak. Sebagai contoh jika terdapat antigen yang sama masuk kembali ke dalam tubuh maka sel pengingat ini akan segera meningkatkan antibodi dan membentuk sel plasma dalam waktu cepat. T limfosit secara langsung dapat menyerang sel penghasil antigen. seperti Streptococcus. virus. Antibodi ini kemudian melekat pada antigen dan melumpuhkannya. Sel T kadang ikut membantu produksi antibodi oleh sel B. 7 . serta timbulnya alergi. Hal ini dilakukan agar Indonesia terbebas dari virus polio. Sel ini berfungsi untuk membentuk kekebalan tubuh dalam jangka panjang. dimana pada bibit penyakit tersebut masih mempunyai antigen yang kemudian akan direspon oleh sistem imun dengan cara membentuk antibodi. Sel B berfungsi secara spesifik mengenali antigen asing serta berperan membentuk kekebalan terhadap infeksi bakteri. Sel plasma adalah sel B yang mampu menghasilkan antibodi dalam darah dan limfa. jamur. yaitu imunitas dengan cara membentuk antibodi yang berada di darah dan limfa. Sel T ini mengalami pematangan di glandula timus dan bekerja secara fagositosis. Sel limfosit (sel B dan sel T) ikut berperan dalam menghasilkan antibodi. Sel B (B limfosit) membentuk sistem imunitas humoral.

misanya ATS (Anti Tetanus Serum). Struktur Antibodi Setiap molekul antibodi terdiri dari dua rantai polipeptida yang identik. 8 . Sel ini mensekresi antibodi untuk membantu mengurangi antigen. Spesifikasi dan banyaknya macam dari sistem imun tergantung reseptor pada setiap sel B dan sel T yang memungkinkan limfosit mengidentifikasi dan merespon antigen. Empat rantai pada molekul antibodi dihubungkan satu sama lain dengan ikatan disulfida (-s-s-) membentuk molekul bentuk Y. Reseptor antigen pada sel B merupakan rangkaian membran molekul antibodi yang spesifik untuk antigen tertentu. Sistem imun dapat merespon berjuta-juta jenis dari mikroorganisme atau benda asing. Saat antigen berikatan dengan reseptor yang spesifik pada permukaan limfosit. 2) Kekebalan Antibodi Pasif Setiap antigen memiliki permukaan molekul yang unik dan dapat menstimulasi pembentukan berbagai tipe antibodi. Baik sel B maupun sel T dilengkapi dengan reseptor antigen di dalam plasma membrannya. Sehingga bayi tersebut memiliki sistem kekebalan terhadap penyakit seperti kekebalan yang dimiliki ibunya. Bayi dapat memperoleh kekebalan (antibodi) dari ibunya pada saat masih berada di dalam kandungan. Sistem kekebalan tubuh yang diperoleh bayi sebelum lahir belum bisa beroperasi secara penuh. Perhatikan Gambar 11. tetapi tubuh masih bergantung pada sistem kekebalan pada ibunya. Imunitas pasif hanya berlangsung beberapa hari atau beberapa minggu saja. Sel ini secara nyata melindungi tubuh dalam respon imun. a. Struktur yang identik menyebabkan rantai-rantai polipeptida membentuk bayangan kaca terhadap sesamanya. namun reseptor sel T mengenali antigennya secara spesifik. Reseptor antigen dari sel T berbeda dari antibodi.Sel T dan sel B berasal dari sel limfosit yang diproduksi dalam sumsum tulang. Kekebalan pasif setelah lahir yaitu jika bayi terhindar dari penyakit setelah dilakukan suntikan dengan serum yang mengandung antibodi. limfosit akan aktif untuk berdeferensiasi dan terbagi menaikkan populasi dari sel efektor. sel B diaktifkan oleh ikatan antigen yang akan meningkatkan sel efektor yang disebut dengan sel plasma. Dalam sistem humoral. terdiri dari rantai berat dan rantai ringan.5 Sel limfosit yang melanjutkan pematangan selnya di sumsum tulang akan menjadi sel B.

Berikut ini adalah cara pengikatan antigen oleh antibodi. Struktur antibodi dapat Anda amati pada Gambar 11. Dengan terjadinya netralisasi maka efek merugikan dari antigen atau toksik dari patogen dapat dikurangi. Cara Kerja Antibodi Cara kerja antibodi dalam mengikat antigen ada empat macam. 1) Netralisasi Antibodi menonaktifkan antigen dengan cara memblok bagian tertentu antigen. b.6 di bawah ini untuk memudahkan dalam membayangkan bentuk antibodi. Antibodi juga menetralisasi virus dengan cara mengikat bagian tertentu virus pada sel inang. Sementara cabang dari Y menentukan peran antibodi dalam respon imun. menunjukkan bahwa spesifikasi anti-gen-antibodi berada pada dua lengan dari Y. Prinsipnya adalah terjadi pengikatan antigen oleh antibodi. 2) Penggumpalan 9 .Dengan membandingkan deretan asam amino dari molekul-molekul antibodi yang berbeda. yang selanjutnya antigen yang telah diikat antibodi akan dimakan oleh sel makrofag.

Perhatikan Gambar 11. 3) Pengendapan Prinsip pengendapan hampir sama dengan penggumpalan. 10 . Pengikatan antigen-antigen tersebut membuatnya dapat diendapkan. 4) Aktifasi Komplemen Antibodi akan bekerja sama dengan protein komplemen untuk melakukan penyerangan terhadap sel asing. Pengaktifan protein komplemen akan menyebabkan terjadinya luka pada membran sel asing dan dapat terjadi lisis. Gumpalan atau kumpulan bakteri akan memudahkan sel fagositik (makrofag) untuk menangkap dan memakan bakteri secara cepat.7. Molekul antibodi memiliki sedikitnya dua tempat pengikatan antigen yang dapat bergabung dengan anti-gen-antigen yang berdekatan. tetapi pada pengendapan antigen yang dituju berupa antigen yang larut.Penggumpalan partikel-partikel antigen dapat dilakukan karena struktur antibodi yang memungkinkan untuk melakukan pengikatan lebih dari satu antigen. sehingga sel-sel makrofag mudah dalam menangkapnya.

protein tersusun dari molekul-molekul yang terikat satu sama lain. disebut memori imunologi. respon imun sekunder jauh lebih besar dan lebih cepat daripada respon primer. seperti pada hormon insulin.molekul-molekul protein tersusun dari asam amino . Dikenal respon primer dan respon sekunder dalam sistem imun yang berkaitan dengan memori imun. Glikogen dan amilum merupakan polimer glukosa. Berikut ini adalah gambaran respon primer dan sekunder. Vaksin adalah suatu gen berupa : -Peptida Peptida atau polipeptida bebas juga merupakan molekul aktif penyusun hormon yang memiliki aktifitas biologis dalam tubuh manusia. -Polinukleotida 11 . glukagon dan kortikotropin.8 menunjukkan bahwa setelah injeksi antigen A yang kedua. -Polisakarida Polisakarida merupakan polimer monosakarida. -Protein Protein berfungsi sebagai zat pembangun. Gambar 11.Sistem imun dapat mengenali antigen yang sebelumnya pernah dimasukkan ke dalam tubuh. mengandung banyak satuan monosakarida yang dihubungkan oleh ikatan glikosida. Hidrolisis lengkap dari polisakarida akan menghasilkan monosakarida. Dengan demikian respon sekunder sebenarnya lebih penting peranannya dalam sistem imun.

dan tumour necrosis factor alpha) juga telah diperlihatkan memproduksi respon imun setelah aplikasi topical. Agen seperti toksin kolera dan enterotoksin Escherichia coli tak tahan panas (heat labile enterotoxin of E. Imunisasi transcutaneous Penelitian pada hewan menunjukkan adanya produksi antibody sistemik maupu nmukosal setelah pemberian vaksin topikal. Tetapi bila penyakit yang disebabkan mikroorganisme yang masuk ke dalam tubuh. coli). interleukin 2. -Organisme utuh(virus/bakteri) Tetanus merupakan jenis vaksin toxoid yaitu senyawa toksik penyebab penyakit dari mikroorganisme yang diinaktivasi. Mutan non toksik (non-toxic mutants) atau subunit toksin kolera dan enterotoksin E. coli diperlukan pada setiap penggunaan di permukaan mukosa manusia. virus dan kuman penyakit mengancam tubuh setiap harinya.Polinukleotida adalah polimer dari nukleotida yang masing-masing dihubungkan oleh ikatan fosfodiester. untuk kombinasi dengan antigen vaksin seperti tetanus toksoid yang bertindak sebagai ajuvan akan memproduksi antibody protektif setelah pemberian pada kulit hewan.Berbagai ajuvan lain selain toksin kolera dan enterotoksin E. 3. maka tubuh kita akan 12 . interleukin 1 beta fragment.2 CARA KERJA VAKSIN Bakteri. coli (termasuk bacterial ADP-ribosylating exotoxins.

yang kemudian memproduksi antibodi yang didesain spesifik untuk melawan kuman. Vaksin merangsang sistem kekebalan tubuh. Tujuan dari sistem kekebalan tubuh adalah mencegah penyakit dengan menghancurkan serbuan dari luar atau membuatnya menjadi tidak berbahaya. Dengan vaksin (kekebalan yang disebabkan oleh vaksin).membentuk suatu sistem kekebalan. Antibodi ini disirkulasi ke cairan tubuh. sekali anda mendapat kekebalan terhadap penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme. membuat protein yang disebut antibodi untuik melawan mikroorganisme tersebut. Bila ada kuman yang sama masuk dalam tubuh di lain waktu.1 Kekebalan tubuh Tubuh kita bisa kebal terhadap bakteri. 13 . Baik itu kekebalan alami atau dari vaksinasi. Sel B memproduksi plasma sel.2. Sekali tubuh kita memproduksi antibodi tertentu. anda akan lebih terlindungi dari penyakit tersebut. 3. Kekebalan Alami Kekebalan alami berkembang setelah terekspos oleh organisme tertentu. maka perlu diketahui juga bagaimana tubuh kita mendapatkan kekebalan. antibodi itu akan mengenali dan akan menghancurkannya. Sistem kekebalan anda akan bekerja sebagai pertahanan terhadap penyakit yang sama dari virus atau bakteri tertentu. Paparan terhadap penyerbu ini akan merangsang pembentukan sel darah putih tertentu dalam tubuh yang disebut sel B. maka antibodi tersebut akan diproduksi bila diperlukan. virus dan kuman dengan dua cara:   Dengan mendapat penyakit (kekebalan alami). Untuk memahami bagaimana vaksin bekerja.

Hasil kekebalan yang disebabkan oleh vaksin didapat setelah menerima vaksin. kekebalan 14 . Vaksin kemudian merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi antibodi untuk melawan organisme tersebut (tengah). Jika tubuh bertemu dengan kuman yang belum pernah terekspos sebelumnya. menyerangnya sebelum penyakit berkembang. Kalau diberikan kepada orang sehat. antibodi dan sel T akan bekerja. kuman yang menyerbu akan menghadapi antibodi.Disamping kerja B sel. dan sistem kekebalan bekerja untuk memusnahkan penyerbu dan mencegahnya menginfeksi lagi. vaksin memicu respon kekebalan tubuh. Lain waktu saat organisme tersebut kembali menyerang tubuh. waktu berikutnya terekspos.Beberapa dosis vaksin mungkin diperlukan untuk jawaban kebal yang penuh. Vaksin memaksa tubuh berpikir bahwa sedang diserang oleh organisme spesifik. Beberapa orang gagal mendapatkan kekebalan penuh saat dosis pertama vaksin tetapi memberi hasil pada dosis lanjutan. antibodi dari sistem kekebalan akan menyerang dan akan menghentikan infeksi (kanan). Kekebalan karena Vaksin Selama vaksinasi. vaksin yang mengandung virus.Jika terekspos terhadap penyakit saat telah divaksin. Sel ini membantu produksi sel yang berjuang melawan infeksi lain. Kekebalan anda berkembang mengikuti vaksinasi mirip kekebalan yang diperoleh dari infeksi alami. Mereka dengan segera bereaksi terhadap organisme. Vaksin memicu kemampuan sistem kekebalan berjuang melawan infeksi dengan tanpa kontak langsung dengan kuman yang menghasilkan penyakit. bakteri atau organisme lain yang telah mati atau dilemahkan disuntikkan ke dalam tubuh (kiri). Satu kali terekspos oleh virus atau bakteri tertentu. Vaksin berisi kuman yang telah dimatikan atau dilemahkan atau derivatifnya. sel darah putih lain singgah macrophages menghadapi dan memusnahkan penyerbu asing.Sistem kekebalan bisa mengenali dan secara efektif bertempur melawan organisme yang berbeda. informasi mengenai kuman disampaikan ke sel darah putih yang disebut sel T pembantu. Sebagai tambahan.

seperti tetanus dan pertussis.2.  Vaksin dilemahkan. Vaksin terapi tergantung pada kemampuan vaksin DNA dalam merangsang respon imun humoral dan seluler (cell mediated) melalui inokulasi plasmid DNA yang mengandung sekuen untuk transcription dan translation. Selama mewabahnya suatu penyakit. menggunakan virus hidup yang telah dilemahkan. Untuk tiap tipe. Vaksin lain dibuat dengan cara menggunakan bakteri atau virus yang sudah di inaktifasi. biasanya orang yang telah divaksinasi biasanya sakitnya lebih tidak parah. Vaksin ini umumnya 15 . seringkali hanya perlu satu kali pemakaian diperlukan untuk kekebalan seumur hidup.2 Tipe-tipe vaksin Vaksin disiapkan dengan beberapa cara yang berbeda. tidak untuk seumur hidup. Vaksin tipe ini menghasilkan respon antibodi yang kuat. cacar dan cacar air (variscella). tujuannya adalah sama. sedangkan yang tidak divaksinasi lebih dalam bahaya besar. Benar bahwa vaksin tidak 100 persen melindungi. Vaksin polio dibuat dengan cara ini. atau kerusakan otak (radang otak) pada campak. yaitu merangsang sistem kekebalan tanpa menyebabkan penyakit. kerusakan hati pada hepatitis B.  Vaksin inaktifasi. Tetapi. Kekebalan buatan atau kekebalan alami: mana yang lebih baik? Penyakit yang dapat membunuh atau menyebabkan cacat permanen sebaliknya dapat dicegah dengan vaksin. Kekebalan dari perlindungan vaksin menawarkan perlindungan yang mirip dengan bila diperoleh dari infeksi alami. Pada saat yang bersamaan. sejumlah orang yang pernah divaksinasi memang akan ketularan penyakit. Karena respon kekebalan mungkin berkurang dengan berjalannya waktu. seperti kelumpuhan pada polio. Dan ada yang bilang bahwa kekebalan dari vaksin tidak efektif. kerusakan pendengaran pada radang selaput otak. seperti campak. 3. mungkin perlu dosis vaksin tambahan untuk memulihkan atau menambah kekebalan. menghasilkan peptide atau protein imunogenik secara in vivo. Beberapa vaksin.yang didapatkan dari beberapa vaksin. Kebanyakan vaksin yang disuntikkan saat masa kecil efektif bagi 85% hingga 95% dari penerima. Beberapa orang percaya bahwa banyak yang terjangkit saat mewabahnya suatu penyakit adalah sebenarnya yang dulunya divaksinasi. vaksin jarang menyebabkan individu dalam resiko keadaan komplikasi serius akibat infeksi.

Ada 12 vaksin yang direkomendasikan untuk anak berumur dibawah 2 tahun. Menurut Pusat untuk Kontrol Penyakit dan Pencegahan. campak dan polio sebanyak lebih dari 95 persen sejak awal abad ke-20. Saat ini. Vaksin toksoid. Beberapa tipe bakteria menyebabkan penyakit dengan memproduksi toksin yang menyerang pembuluh darah. seperti pada difteri dan tetanus. usaha imunisasi yang tersebar luas sudah merendahkan laju timbulnya beberapa penyakit gawat. termasuk diphtheria. tetanus. Vaksin hepatitis dan Haemophilus influenzae tipe b dibuat dengan cara ini. vaksin untuk hampir dua lusin penyakit berbeda diizinkan untuk penggunaan di Amerika. 16 .  Vaksin toksoid.lebih aman dari vaksin hidup karena organisme penyebab penyakit tidak dapat bermutasi kembali menyebabkan penyakit setelah organisme tersebut dimatikan. Vaksin aselular dan subunit dibuat dengan menggunakan bagian-bagian dari virus atau bakteri.  Vaksin aselular dan subunit.

bakteri atau organisme lain yang telah mati atau dilemahkan disuntikkan ke dalam tubuh. virus campak. 6. kekebalan tubuh dibagi menjadi 2 yaitu kekebalan tubuh alami dan kekebalan karena vaksin. Tetanus merupakan jenis vaksin toxoid yaitu senyawa toksik penyebab penyakit dari mikroorganisme yang diinaktivasi dan beberapa tipe bacteria menyebabkan penyakit dengan memproduks itoksin yang menyerang pembuluh darah. 5.BAB IV KESIMPULAN 1. Vaksin merangsang sistem kekebalan tubuh. Sel B (B limfosit) membentuk sistem imunitas humoral. antibodi dari sistem kekebalan akan menyerang dan akan menghentikan infeksi. 7. Vaksin mengandung bibit penyakit yang telah mati atau dinonaktifkan. polinukleotida. protein. vaksin yang mengandung virus. dimana pada bibit penyakit tersebut masih mempunyai antigen yang kemudian akan direspon oleh sistem imun dengan cara membentuk antibodi. polisakarida. Tipe vaksin dibagi menjadi 4 kelompok yaitu vaksin dilemahkan. Vaksin adalah suatu gen berupa peptide. 4. 3. Sel B dan sel T (sel limfosit) ikut berperan dalam menghasilkan antibodi. tujuannya adalah sama. 2.merangsang sistem kekebalan tanpa menyebabkan penyakit. Untuk tiap tipe. 17 . vaksin toxoid. organisme utuh (virus/bakteri). yaitu imunitas dengan cara membentuk antibodi yang berada di darah dan limfa. seperti Streptococcus. dan Poliomeilitis. Selama vaksinasi. Antibodi ini kemudian melekat pada antigen dan melumpuhkannya. Lain waktu saat organisme tersebut kembali menyerang tubuh. Vaksin tersebut disiapkan dengan beberapa cara yang berbeda. Vaksin kemudian merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi antibodi untuk melawan organisme tersebut. vaksin inaktifasi. Meningococcus. Sel B berfungsi secara spesifik mengenali antigen asing serta berperan membentuk kekebalan terhadap infeksi bakteri. aselular dan subunit.

net/health/Vaccine-History-%28Indonesian%29.com/rubrik/one_news. 4 : Key vaccine under development. Effectiveness of live. http://www. http://www. 18 . attenuated intranasal virus vaccine in healthy.php?id=145&CID= [online]. pp.html [online]. working adults : a randomized controlled trial.kalbe.aspx [online]. Mendelman PM.id/files/cdk/files/148_06Masapengembanganvaksin. http://www. Gorse GJ. Geneva:WHO. http://medicastore.com/2011/09/pembentukan-macam-struktur-cara-kerja.news-medical.sentra-edukasi. Ch.pdf/148_06Masapen gembanganvaksin. Mallon KP.html [online].DAFTAR PUSTAKA Nichol KL.com/med/artikel. Belshe RB et al.majalah-farmacia.wordpress. Jackson LA.co.1996.17 Desember 2011. JAMA 1999. http://myhealing.16 Desember 2011.17 Desember 2011. State of the World's Vaccines and Immunization. 282:137-144.asp?IDNews=951 [online].101-112 http://www.17 Desember 2011.com/2010/08/06/sejarah-penemuan-danpembuatan%C2%A0vaksin-2/ [online].16 Desember 2011.17 Desember 2011.