P. 1
Kumpulan Rumus EValuasi

Kumpulan Rumus EValuasi

|Views: 406|Likes:
Published by suharmansyah

More info:

Published by: suharmansyah on Mar 20, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/01/2015

pdf

text

original

KUMPULAN RUMUS EVALUASI PROSES DAN HASIL PEMBELAJARAN MATEMATIKA 1.

RUMUS KORELASI PRODUCT MOMENT R XY = {N ∑ X 2 − (∑ X ) 2 }{N ∑ Y 2 − (∑ Y ) 2 } N ∑ XY − (∑ X )(∑ Y )

Keterangan: Rxy = koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y, dua variabel yang dikorelasikan Rumus korelasi product moment adalah rumus yang digunakan untuk mengetahui kesejajaran. Sebuah tes dikatakan memiliki validitas jika hasilnya sesuai dengan kriterium, dalam arti memiliki kesejajaran antara hasil tes dengan kriterium. 2. RUMUS KOEFISIEN BISERIAL

γ pbi =

M p − Mt St

p q

Keterangan: γ pbi = koefisien korelasi biserial Mp = rerata skor dari subjek yang menjawab betul bagi item yang dicari validitasnya. Mt = rerata skor total St = standar deviasi dari skor total p = proprsi siswa yang menjawab benar (p = banyaknya siswa yang benar ) jumlah seluruh siswa q = proporsi siswa yang menjawab salah (q =1 – p) Rumus di atas merupakan salah satu rumus yang digunakan untuk menhitung besarnya validitas item soal yang telah diteskan. Di samping mencari validitas soal perlu juga dicari validitas item. Jika seorang peneliti tatau seorang guru mengetahui bahwa validitas soal tes misalnya terlalu rendah atau renadah saja, amka selanjutnya ingin mengetahui butir-butir tes manakah yang menyebabkan soal scara keseluruhan tersebut jelek karena memiliki validitas renda. Untuk keperluan inilah dicari validitas butir soal yang menggunakan rumus koefisien Biserial.

5. Yang mereka lakukan adalah mengelompokkan hasil separo subjek peserta tes dan separo yang lain kemudian hasil kedua kelompok ini dikorelasikan.3. Syarat untuk dapat menggunakan metode belah dua adalah bahwa banyaknya item harus genap agar dapat dibelah. Banyak pemakai metode ini salah membelah hasil tes pada waktu menganalisis. Yang benar adalah membelah item atau butir soal. RUMUS FLANAGAN 2  S12 + S 2 r11 = 2 1 −  S t2      Keterangan: r11 = reliabilitas tes = varians belahan pertama (1) yang dalam hal ini varians skor item ganjil 2 S1 2 = varians belahan kedua (2) yaitu varians skor item genap S2 S t2 = varians total yaitu varians skor total Rumus diatas juga digunakan untuk mencari reliabilitas dengan metode belah dua. Tidak akan keliru kiranya bagi pemakai metode ini harus ingat bahwa banyaknya butir soal harus genap agar dapat dibelah. RUMUS SPEARMAN-BROWN r11 = 2r1 (1 + r1 21 2 21 2 ) Keterangan: r1/2 ½ = korelasi antar skor-skor setiap belahan tes r11 = koefisien reliabilitas yang sudah disesuaikan Rumus diatas digunakan untuk mengetahui reliabilitas seluruh tes dengan mtode yang digunakan yaitu metode belah dua atau split-half method. yaitu metode belah dua ganjil-genap. 4. RUMUS VARIANS S2 = ∑X 2 − (∑ X ) N 2 N . Syarat yang kedua item-item yang membentuk kedua soal tes harus homogen atau paling tidak setelah dibelah terdapat keseimbangan antara belahan pertama dengan belahan kedua.

selalu dituliskan dalambentuk kuadrat. 21 M (n − M )   n   r11 =  1 −  2  nS  n − 1  t   Keterangan: r11 = realiabilitas tes secara keseluruhan n = banyaknya item M = mean atau rerata skor . RUMUS STANDAR DEVIASI S= ∑X N 2 Keterangan: S = standar deviasi X = simpangan N = banyaknya subjek pengikut tes 7. Metode yang digunakan sama pula denan yang digunakan oleh Flanagan.Keterangan: S2 = varians. 8. karena standar deviasi kuadrat X = simpangan N = banyaknya subjek pengikut tes 6. RUMUS RULON 2 Sd r11 = 1 − 2 St Keterangan: 2 = varians beda Sd d = difference yaitu perbedaan antara skor belahan pertama (awal) dengan skor belahan kedua (akhir) Rumus diatas juga digunakan untuk mencari reliabilitas tes. RUMUS K-R.

Mencari jumlah kuadrat total 4. tetapi pekerjaannya lebih rumit. 9. Dan rumus ini cenderung memberikan hasil yang lebih tinggi. Mencari jumlah kuadrat responden 2.S t2 = varians total yaitu varians skor total Rumus ini juga digunakan untuk menhitung reliabilitas soal tes yang diteskan. RUMUS K-R. Memasukkan ke dalam rumus r11 . 20 rumus ini diperkenalkan oleh Kuder dan Richardson. RUMUS HOYT r11 = 1 − Vs Vr atau r11 = Vr − V s Vr ∑ pq = jumlah hasil perkalian antara p dan q Keterangan: r11 = reliabilitas seluruh soal Vr = varians responden Vs = varians sisa rumus diatas juga digunakan untuk mencari reliabilitas soal tes secara keseluruhan. Dan dilakukan dengan beberapa langkah yaitu: 1.p) n S = banyaknya item = standar deviasi dari tes (standar deviasi adalah akar varians) Rumus diatas banyak digunakan oleh orang untuk mencari reliabilitas tes. Mencari jumlah kuadrat item 3. 20 S 2 − ∑ pq   n    r11 =   2  S  n − 1    Keterangan: r11 = reliabilitas tes secara keseluruhan p = proporsi subjek yang menjawab item dengan benar q = proporsi subjek yang menjawab item dengan salah (q = 1 . 10. Mencari jumlah kuadrat sisa 5. Mencari varians responden dan varians sisa dengan tabel F 6. Bersama dengan rumus K-R.

Skor untuk masing-masing butis soal dicantumkan pada kolom item menurut paa adanya. RUMUS ALPHA σ i2   n  ∑   r11 =   ( n − 1)  1 − σ t    t  Keterangan: r11 = reliabilitas yang dicari ∑σ = jumlah varians skor tiap-tiap item σ t2 = varians total Rumus ini digunakan untuk keperluan mencari reliabilitas soal keseluruhan yang pelu juga dilakukan analisis butir soal seperti halnya soal bentuk objektif. . RUMUS MENCARI INDEKS KESUKARAN (P) P= B JS 2 i Keterangan: P = indeks kesukaran B = banyaknya siswa yang menjawab soal itu dengan betul JS = jumlah seluruh siswa peserta tes Rumus ini digunakan untuk mengetahui taraf kesukaran soal. 13.00 sampai dengan 1. indeks kesukaran ini menunjukkan taraf kesukaran soal. Besarnya indeks kesukaran antara 0. Bilangan yang menunjukkan sukar dan mudahnya sesuatu soal disebut indeks kesukaran. 12.11.0. RUMUS MENCARI INDEKS DISKRIMINASI (D) D= B A BB − JA JB Keterangan: D = Indeks dskriminasi JA = banyaknya peserta kelompok atas JB = banyaknya peserta kelompok bawah BA = banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab soal itu dengan benar BB = banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab soal itu dengan benar Rumus diatas digunakan untuk mengetahui daya pembeda soal. yaitu kemampuan seseuatu soal untuk membedakan antara siswa yang pandai (berkemampuan tinggi) dengan siswa yang bodoh (berkemampuan rendah).

Seperti halnya indeks kesukaran. Maksdnya. dengan cara menjumlah semua skor. indeks diskriminasi ini berkisar antara 0. 16. 4. atau5) Rumus diatas digunakan untuk menentukan angka untuk tes bentuk pilihan ganda dengan hukuman. Jadi dalam hal ini siswa dibandingkan dengan siswa lain yang mempunyai skor sama atau lebih kecil daripadanya. apabila banyaknya angka tidak dihitung dari banyaknya jawaban yang cocok dengan kunci jawaban. . RUMUS MENENTUKAN PR (PERCENTILE RANK) PR = N − SR × 100 N Keterangan: PR = Percentile Rank atau ranking persentase N = banyaknya subjek pengikut tes SR = Simple Rank atau ranking sederhana Rumus diatas digunakan untuk menentukan kedudukan seseorang dalam kelompok. yang menunjukkan banyaknya persentase yang berada di bawahnya. RUMUS MENCARI SKOR S = R− ( n − 1) (W ) Keterangan: S = Score W = Wrong n = banyaknya pilihan jawaban (yang pada umumnya di indonesia 3.Angka yang menunjukkan besarnya daya pembeda disebut indeks diskriminasi. kemudian dibagi dengan banyaknya siswa yang memiliki skor itu.00. 14. RUMUS MENCARI MEAN X = ∑X N Keterangan: X = Mean N = banyaknya subjek pengikut tes Mean digunakan untuk mencari nilai rata-rataskor semua pengikut tes.00 sampai 1. disingkat D. 15.

RUMUS TINGKAT PENCAPAIAN . RUMUS PENSKORAN DENGAN KOREKSI TERHADAP JAWABAN TEBAKAN 23. dengan Standar Deviasi. RUMUS MENCARI BANYAKNYA BUTIR YANG DIJAWAB BENAR 22. RUMUS PEMBOBOTAN SOAL BENTUK CAMPURAN 25. RUMUS T-SCORE 10( X − M ) T = 50 + T = 10 z + 50 Atau SD z= Keterangan: T = T-score z = z-score Rumus ini digunakan untuk mempermudah kita bekerja dengan angka-angka tidak bulat dan tanda-tanda plus minus dalam menentukan z-score 19. 18. RUMUS PERHITUNGAN SKOR BUTIR SOAL 24. RUMUS Z-SCORE S−M SD Keterangan: z = standard score S = score SD = standar deviasi M = mean Rumus ini digunakan untuk menunjukkan perbandingan perbedaan score seseorang dari Mean. RUMUS MENCARI INDEKS SENSITIVITAS 21.Standard Score ini lebih mempunyai arti dibandingkan dengan score itu sendiri karena telah dibandingkan dengan suatu standar yang sama.17. RUMUS MENCARI BESARNYA KESALAHAN PENGUKURAN ACAK 20.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->