DASAR-DASAR DIAGNOSA

Definisi : Menentukan penyakit /kelainan dengan melakukan pemeriksaan dan melihat gejala-gejalanya.

MACAM-MACAM DIAGNOSA
1. TENTATIVE DIAGNOSA : diagnosa permulaan /sementara yang sifatnya kira-kira dimana semua data-data diagnostik belum terpenuhi. 2. DEFINITIVE DIAGNOSA : diagnosa akhir dimana semua datadata diagnostik telah terpenuhi. 3. DIFERENTIAL DIAGNOSA (DD) : membedakan kelainankelainan atau keadaan yang terdapat pada dua penyakit yang berbeda atau lebih dimana penyakit tersebut mempunyai gejala-gejala atau tanda-tanda yang hampir sama

4. DIAGNOSTIK TES : Tes yang dilakukan untuk membantu kita dalam menentukan diagnosa seperti: sondage tes,bakteri tes,laboratorium tes dsbnya. 5. PROGNOSE : Meramalkan tentang kelanjutan /kondisi dari suatu penyakit apakah menjadi lebih baik atau bertambah buruk. 6. KONSULTASI : Meminta pendapat dari dokter lain yang lebih ahli untuk diagnosa yang telah ada. Apabila kita menemukan adanya kelainan mulut yang spesifik atau kondisi-kondisi lain yang bersifat umum yang tidak dapat ditangani sendiri,misalnya pada penderita dengan kelainan sistemik sebaiknya kita konsultasikan ke dokter yang lebih ahli ( spesialis)

BEBERAPA HAL YANG MERUPAKAN DASAR DARI SUATU DIAGNOSA • PEMERIKSAAN SUBYEKTIF Pada pemeriksaan ini kita melakukan ANAMNESA -- tanya jawab antara pemeriksa (drg) dengan penderita. PEMERIKSA -mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada penderita, kemudian penderita akan menjawab atau menceritakan mengenai riwayat penyakitnya (baik penyakit umum atau gigi) yang pernah/ sedang dideritanya. GEJALA-GEJALA SUBYEKTIF Dari hasil anamnesa ini kita akan mendapatkan gejala-gejala subjektif -- gejala-gejala yang dirasakan dari penyakit tersebut oleh penderita -- pusing, pembengkakan, mual, gusi berdarah, sakit, dan sebagainya.

• PEMERIKSAAN OBYEKTIF Pemeriksaan yang kita lakukan terhadap penderita. Pemeriksaan dengan alat -- sesuai dengan yang diperlukan. Mis: untuk memeriksa karies --- sonde -- mengetahui dalamnya karies, gigi vital/non vital. Tensimeter u/ mengukur tensi . GEJALA-GEJALA OBYEKTIF Gejala-gejala atau tanda-tanda yang ditemukan oleh pemeriksa (drg), misalnya lubang pada gigi, perubahan warna pada mukosa mulut, lesi pada mukosa mulut, pembengkakan pada gusi . • PEMERIKSAAN DENGAN ALAT Untuk melakukan pemeriksaan obyektif diperlukan alat yang berguna dalam membantu menentukan diagnosa. Mis: sonde, rontgen foto, tensimeter & sebagainya - diagnostik tes.

Pengetahuan dasar yang cukup. Biopsi: pengangkatan sedikit jaringan yg hidup melalui pembedahan untuk pemeriksaan mikroskopis.• PEMERIKSAAN LAIN YANG DIPERLUKAN Pada kasus-kasus tertentu selain pemeriksaan diatas diperlukan pula pemeriksaan lainnya ( pemeriksaan penunjang): 1. Diagnosa & perawatan yang tepat suatu penyakit didasarkan atas: 1. baik dari ilmu kedokteran ataupun kedokteran gigi. 2. Pemeriksaan laboratorium: Pemeriksaan darah. 2. Dapat membedakan kelainan/gejala yang ada berdasarkan hasil dari pemeriksaan tersebut dengan penyakit lainnya(DD). Misalnya pada kasus-kasus yang mencurigakan (tumor). urine. kolesterol yang diperlukan misalnya pada penderita dengan kelainan sistemik. .

4.3. Karies pada keadaan ini tidak/ belum tampak secara klinis sampai penderita mulai terasa ngilu bila makan/minum dingin atau dengan pemeriksaan sonde / rontgen foto. Dental karies dimulai bila kalsifikasi kristal awal dari enamel hilang atau pada keadaan yang lebih dini lagi asam yang melarutkan kristal tersebut terbentuk di dalam plak. b. Mulai dari pemeriksaan awal kita sudah harus dapat menemukan tanda-tanda dini dari penyakit tersebut sebelum semua jaringan mengalami kerusakanperubahan. . Beberapa penyakit dapat terjadi secara tersembunyi sehingga kita tidak menemukan adanya proses kerusakan yang patologis sampai tanda-tanda klinis yang lebih lanjut tampak Misalnya : a.

maka langkah selanjutnya ialah menentukan RENCANA PERAWATAN. Setelah kita menentukan diagnosa dari suatu penyakit.Dalam penyakit yang komplek etiologi dan simptomatologinya diperlukan pemeriksaan lainnya (laboratorium dan sebagainya) . Pada kanker. Untuk itu diperlukan : .Diagnosa yang tepat dari penyakit . d.Menghilangkan sebab dari suatu penyakit .c.Pemeriksaan pasien & mengumpulkan data (datanya sistematis) . kita baru dapat mengetahui bila timbul suatu lesi/ benjolan secara klinis atau secara mikroskopis terlihat perubahanperubahan yang nyata setelah suatu biopsi.Mengurangi atau menyembuhkan simptomnya & menghilangkan hasil dari produknya. RENCANA PERAWATAN DIDASARKAN PADA : .

PROSES DARI SUATU DIAGNOSA Diagnosa adalah suatu proses dimana kita mengindentifikasikan suatu keadaan yang tidak normal dengan mengumpulkan informasiinformasi dari : 1. . Riwayat penyakit 2. Pemeriksaan Rontgen foto (bila diperlukan) 4.Medikal : pemberian obat-obatan baik secara peroral / suntikan. .• PERAWATAN DAPAT DILAKUKAN SECARA : . .Surgikal : dengan operasi.kombinasi : medikal dan surgikal. .Jika diperlukan dapat dilakukan perawatan lanjutan dalam jangka waktu yang panjang/ tertentu sampai penderita betul-betul dinyatakan sembuh. Pemeriksaan laboratorium (bila diperlukan) Dari diagnosa yang tepat kita mengharapkan terapi yang tepat pula. Pemeriksaan klinis 3.

dikelilingi daerah yang berwarna kemerahan. DIAGNOSA : Stomatitis aftosa rekuren tipe mayor multipel. bagian tengah b’warna kekuningan. .sangat sakit dan sering kambuh saat akan haid.• LESION : HISTORY + CLINICAL EXAMINATION + X RAY EXAMINATION + (LABORATORIUM STUDIES) + CEREBRATION = DIAGNOSA  HISTORY : pasien mengeluh sariawan pada bibir & langitlangit mulut .Diameter nya lebih besar dari 1 cm.  KLINIS: ulkus dalam.

pulpa open. sondase + . sakit cekot-cekot mengganggu tidur dan sebelumnya tidak pernah sakit.  OBYEKTIF: karies mencapai pulpa. SUBYEKTIF + PEM. baru tadi malam. OBYEKTIF + PEM. RO” FOTO + ANALISA = DIAGNOSA  HISTORI: pasien datang dengan keluhan gigi sakit pada gigi M1 bawah.• DENTAL CARIES : PEM.

kelenjar. palatum) Tetapi dalam menentukan setiap diagnosa tidaklah harus selalu demikian dimana pada setiap penderita yang datang harus dilakukan cara-cara yang sama tanpa memperhatikan keluhan/keadaan penderita pada waktu datang berobat. Pemeriksaan dan evaluasi penderita Pemeriksaan pada penderita tidak terbatas pada keadaan yang mengenai perawatan gigi & mulut saja. tapi harus diperhatikan juga keadaan umumnya seperti misalnya : kondisi rahang. mukosa. .DIAGNOSA DAN RENCANA PERAWATAN MELIPUTI: 1. seluruh jaringan lunak mulut (lidah.

• Dari anamnesa ini dapat mengetahui riwayat penyakit umum /gigi baik yg diderita saat ini / yg pernah diderita sebelumnya. .sehingga dpt dgn segera memberikan perawatan untuk mengurangi/mengobati rasa sakitnya. RIWAYAT PENYAKIT • Pemeriksaan mengenai riwayat penyakit dilakukan dgn cara ANAMNESA ialah tanya jawab antara pemeriksa dengan penderita.2. • Misalnya pada penderita datang dgn keadaan sakit yg akut sebaiknya pemeriksaan dilakukan terbatas pada diagnosa yg sakitnya saja. • Setiap keluhan diperhatikan & dicatat dgn baik dikartu status. • Anamnesa sebaiknya dilakukan selengkap mungkin untuk memudahkan kita dalam membantu/menentukan diagnosa yang tepat dan rencana perawatan selanjutnya.

2. 5. 4. Terutama penyakit umum yg ada hubungannya dgn kelainan-kelainan dalam mulut yg diperlukan u/ mendiagnosa dan rencana perawatan selanjutnya.ANAMNESA terdiri dari : • ANAMNESA MENGENAI RIWAYAT PENYAKIT UMUM Riwayat dari penyakit umum yang pernah / sedang diderita penting diketahui. misalnya penyakit darah. 3. • ANAMNESA MENGENAI DATA-DATA BIOGRAFIK PENDERITA 1. infeksi dsbnya. Nama Umur Penderita Jenis Kelamin Pekerjaan Tempat dan Tanggal Lahir . sistemik.

palatum dan sebagainya . Ingin menambal gigi • Hanya ingin memeriksa/ mengontrol gigi saja • Penderita datang dengan keluhan pada gusi. Ingin meratakan gigi . Tidak semua penderita datang ke dokter gigi atau klinik gigi.• ANAMNESA MENGENAI RIWAYAT PENYAKIT GIGI DAN MULUT Keluhan mengenai penyakit gigi & mulut ini --KELUHAN UTAMA. tetapi penderita datang mungkin dengan maksud lain misalnya : • Ingin membuat gigi tiruan. mukosa mulut. datang dengan keluhan sakit pada giginya. lidah. • Ingin membersihkan karang gigi • Ingin mencabut gigi.

PEMERIKSAAN FISIK • Walaupun tugas utama seorang dokter gigi adalah melakukan pemeriksaan gigi & kelainan pada jaringan lunak mulut. Apabila terdapat kelainan yang mencurigakan sebaiknya kita segera konsultasi ke dokter umum atau spesialis. •Yang perlu diperhatikan oleh dokter gigi adalah keadaan yang diakibatkan oleh 3 (tiga) faktor yaitu : . lesu dan sebagainya. 3.Faktor environment .Faktor embryonic . apakah kurus.Faktor genetik .  Faktor fisik perlu diperhatikan krn adanya gangguan fisik / mental dpt mempengaruhi u/ menentukan diagnosa & perawatannya. pucat. tapi hrs diperhatikan bagaimana keadaan fisik penderita pada waktu datang.

Palpasi (perabaan) 4.Inspeksi (melihat dengan mata) .• Pemeriksaan fisik dimulai dengan memperhatikan keadaan yang tampak dari luar dengan cara : . PEMERIKSAAN LABORATORIUM • U/ mendiagnosa & rencana perawatan pada penyakit umum yg disertai dgn kelainan-kelainan yg ada hubungannya dgn penyakit gigi dan mulut sangat diperlukan pemeriksaan laboratorium. Kadar kolesterol 5. • Pemeriksaan lab. Kadar glukosa . Kadar HB 3. yg diperlukan terutama pemeriksaan darah & urine yang meliputi: 1. Jumlah sel darah untuk eritrosit dan leukosit 2. Waktu perdarahan dan waktu pembekuan darah 4.

2-5.1) Jumlah sel darah merah atau blood cell count (RBC) Laki-laki : 4.Waktu perdarahan memanjang : 10-90 menit .4 juta/mm3 Fungsi leukosit : Melindungi organ tubuh & Fagositosis 2) Pemeriksaan Kadar HB Pada keadaan normal : .2 juta/mm3 Wanita : 4.Laki-laki : 14-16 mg/100 cc darah 3) Waktu perdarahan & waktu pembekuan darah Keadaan ini penting diketahui bila ada riwayat perdarahan pada pencabutan gigi sebelumnya atau jika akan dilakukan suatu tindakan operasi besar.Waktu perdarahan normal : 2-4 menit (< 5 menit) .6-6.Wanita : 12-14 mg/100 cc darah . .

Penyakit kuning . Leukemia d.o Waktu perdarahan yang memanjang terdapat pada penderita penyakit darah seperti : • Purpura hemorhagie • Akut leukemia • Penyakit hati yang destruktif oleh karena jumlah fibrinogen sangat rendah dalam darah • Defisiensi vitamin K o Waktu pembekuan darah yang normal : 2-6 menit. Waktu pembekuan darah memanjang terdapat pada penyakit : a. Hemophili b. Anemia c.

4) Kadar kolesterol Kolesterol normal dalam darah : 150-250 mg/ 100 ml Kadar kolesterol meningkat pada penyakit : • Diabetes yang tidak terkontrol • Penyakit kuning/kronik hepatitis • Kelainan cardiovascular • Hypothyroidism • Atherosclerosis Kadar kolesterol menurun pada penyakit : • Infeksi akut • Akut hepatitis • Anemia • Malnutrisi .

Pemeriksaan jaringan lunak mulut . PEMERIKSAAN KHUSUS PENYAKIT GIGI DAN MULUT Untuk mendiagnosa penyakit gigi dan mulut diperlukan : 1) PEMERIKSAAN SUBYEKTIF (ANAMNESA) 2) PEMERIKSAAN OBYEKTIF (pemeriksaan secara klinis)  Pemeriksaan Extra Oral (diluar mulut)  Pemeriksaan Intra Oral (di dalam mulut) terdiri dari : .Glukosa dalam urine normal : hasilnya negatif. Jumlah kadar glukosa dalam darah bertambah terdapat pada penyakit : • Diabetes mellitus 5.Pemeriksaan gigi geligi .5) Kadar glukosa Kadar glukosa dlm darah normal rata2 : 60-100 mg/100 ml darah. Pemeriksaan dilakukan melalui urine .

1) PEMERIKSAAN OBYEKTIF pemeriksaan yang dilakukan dokter gigi pada penderita A. . • Kelenjar submandibularis kiri dan kanan Pemeriksaan Extra Oral dilakukan dengan cara a. Gunanya: a) lokasi kelainan b) Warna c) Jumlah.TMJ • Kepala . d) Bentuk. Inspeksi visual.Kelenjar leher/cervical • Pinggir rahang . PEMERIKSAAN EXTRA ORAL Yang perlu diperhatikan pada pemeriksaan ini antara lain : • Bentuk muka .Kel.Parotis.Kelenjar tiroid • Pipi .

dari pembengkakan.Contoh: • Kelainan pada muka: Asimetris muka yg disebabkan oleh akut dental abses.Keadaan permukaan jaringan halus/kasar . Lokasi. ada pembesaran dari kelenjar tiroid • Penderita dgn kelainan facial paralysis (sukar menutup mata) b.Konsistensi dari suatu jaringan . Pemeriksaan palpasi/perabaan Guna dari pemeriksaan ini adalah untuk mengetahui : .Adanya rasa sakit/tidak .Suhu jaringan . warna. Mis. • Pembengkakan unilateral/ bilateral • Kelainan pada leher.Adanya fluktuasi/tidak .

kelenjar tiroid.Pembengkakan karena abses gigi .Untuk pemeriksaan kelenjar limfe.apakah lunak/keras.U/ mengetahui permukaan jaringan suatu keradangan / kelainan apakah licin/kasar . sakit/tidak dan sebagainya . kelenjar cervical Kelainan-kelainan extra oral antara lain adalah : a) Kelainan pada muka : .U/ mengetahui adanya kripitasi yg biasanya terdapat pada suatu fraktur .U/ mengetahui apakah pinggiran rahang teraba/tidak . . kelenjar submandibula kiri & kanan.Tumor pada mandibula/maxilla .Dislokasi dari mandibula .U/ memeriksa kelenjar ludah mis..Facial paralysis dan sebagainya .

Ini terjadi pada PERIMANDIBULAR ABSES .Lesi pada bibir mungkin karena trauma . mis.Fordyce Spot’s suatu pigmentasi yang ditandai dgn bintik2 yg berwarna putih kekuning-kuningan & permukaannya rata.Cleft lip (sumbing.Luka oleh karena trauma c) Kelainan pada bibir : .Tumor . pembengkakan dimana pinggiran rahang tidak teraba. herelip) . defisiensi vitamin B komplek disudut mulut . hemangioma d) Kelainan pada rahang.b) Kelainan pada pipi : . cheiloschisis.Pembengkakan karena abses gigi .Cheilosis. tidak sakit -Tumor pada bibir :papiloma.

keradangan kronis dgn akut exacerbasi: pada palpasi terasa keras dan sakit Keadaan ini biasanya terdapat pada : • Pulpitis akut • Abses gigi • Periodontitis • Periceronitis oleh karena impacted dari gigi M3 RB .keadaan normal: kel. lalu dgn ujung jari kita palpasi daerah dibawah mandibula lbh kurang di bawah gigi P2 sampai M3.keradangan kronis : palpasi terasa keras & tidak sakit .keradangan akut : palpasi terasa lunak & sakit . Cara pemeriksaan: penderita menundukkan kepalanya. ini tdk teraba krn letaknya dalam . . Keradangan pada kelenjar SUBMANDIBULARIS kiri dan kanan.e) Kelainan pada leher a.

.b. Pemeriksaan kelenjar leher (cervical gland) Keradangan pada kelenjar ini disebut LYMPHADENITIS. dsb. sering terdapat dipenderita monocytic. hodgkin’s disease.Tiroid Kelenjar ini terletak di tengah leher. Pemeriksaan kel. fraktur rahang. c. F) Pemeriksaan temporo mandibula joint (TMJ) Untuk mengetahui kelainan pada sendi rahang. Trismus dapat disebabkan oleh abses gigi. pembesaran kelenjar ini disebut GOITER. G) Adanya Trismus atau tidak Normal: penderita dapat membuka mulut setinggi 3 jari.

Jaringan lunak mulut b. Dengan mata dapat diketahui: . Jaringan keras yaitu palatum dan gigi geligi c. . PEMERIKSAAN INTRA ORAL Pemeriksaan di dalam mulut meliputi pemeriksaan : a. Jaringan lunak mulut Pemeriksaan ini dilakukan dengan: a) Pemeriksaan secara visual:menggunakan 2 buah kaca mulut.Bentuk dari suatu lesi .Lokasi .Ukuran lesi.B.Ada/tidaknya perubahan warna pada mukosa mulut.Jumlah . Keadaan oral hygiene a. .

Ada fluktuasi/ tidak .Lidah .b) Dengan cara palpasi yaitu dgn jari tangan u/ mengetahui: .Jaringan periodontal .Permukaan jaringan halus/ kasar • Jaringan lunak mulut yang diperiksa antara lain : .Oropharrynx .Dasar mulut .Sakit/tidak .Konsistensi jaringan .Palatum .Bibir dan labial mukosa .Bukal mukosa dan mukobucalfold .Gingiva .

antara lain : a) STOMATITIS : keradangan dari mukosa mulut Penyebabnya karena faktor lokal: obat-obatan.White line = linea alba . faktor sistemik penderita diabetes. AFTE.Fistula .Fordyce’s spot .Cheek biting dan sebagainya .• Kelainan-kelainan yang terdapat pada jaringan lunak mulut. b) Kelainan pada bibir dan labial mukosa bibir : MUCOCELE c) Pada labial mukosa : FORDYCE’S SPOT. Pada bukal mukosa & mukobukafold . merokok.

fistula: jalan keluarnya abses. .Median palatinal cyst .ludwig’s angina: kumpulan absen didasar mulut.Torus palatinus: penonjolan tulang palatum.Ranula : kelainan dari kelenjar ludah sublingualis . terdapat pada garis tengah palatum durum /dapat juga pola 1 sisi bagian belakang dari palatum durum.d) Palatum Terdiri dari palatum durum & palatum molle Kelainan yg terlihat misalnya: . e) Kelainan pada dasar mulut Penderita kita suruh untuk mengangkat lidahnya. menonjol /nodular. Bentuknya datar. dibawah lidah .Palatinal abses . .Cleft palate (merupakan kelainancongenital) .

Gingiva diperiksa: bentuk. adanya gangguan pembekuan darah . konsistensi. warna. mis:  Tertusuk  Cara sikat gigi yang salah  Faktor sistemik : diabetes mellitus  Faktor lokal : kalkulus.Adanya pigmentasi . Gingiva normal warnanya merah muda.Perdarahan gingiva disebabkan o/ krn iritasi mekanis.konsistensinya padat dan kenyal. interdental papilnya tajam. .keradangan pada gingiva: GINGIVITIS .GINGIVA RESESSION: turunnya gingiva sehingga akar gigi terbuka. . interdental papilnya.Adanya pembesaran gingiva : hyperplasia & hypertropi gingiva .f) Kelainan pada gingiva .

gangguan pulpa. Keradangan pada jaringan ini: PERIODONTITIS. penyangga gigi yg terdiri dari gingiva. periodontal membran. h) Kelainan pada lidah antara lain : Fissured tongue Macroglossia/microglossia Black Hairy Tongue Indentation Marking Coated Tongue & Pigmentasi i) Kelainan pada orofaring : U/ mengetahui kelainan pd orofaring digunakan tongue blade/ kaca mulut u/ menekan bagian dorsum dari lidah & penderita disuruh mengucapkan kata “AHH”. Penyebabnya dpt lanjutan dari: pulpitis. . dan sebagainya. kalkulus.g) Jaringan periodontal: jar. Keradangan pada tonsil: TONSILLITIS & pada faring: PHARYNGITIS. trauma. tulang alveolar dan semen.

yg patologis yg tdk dpt dilihat dgn mata scr langsung. kista. dlm membantu menegakkan diagnosa kelainan yg tdk dpt dilihat scr klinis & u/ membedakan keadaan jaringan yg normal dgn jar. PEMERIKSAAN RONTGEN FOTO (RADIOLOGIS) • Guna pemeriksaan rontgen foto. Jaringan keras yaitu palatum durum dan gigi geligi c. kalkulus. Keadaan oral hygiene Oleh hyigiene buruk bila: Di dalam mulut banyak sisa akar. plak. . 6. gigi yg berlubang. matria alba yg dpt menyebabkan mulut menjadi bau. abses dan sebagainya. stains. Mis.: granuloma.b.

BENTUK LESI JARINGAN LUNAK MULUT (TERMINOLOGI) • KELAINAN-KELAINAN DALAM MULUT DAPAT BERUPA : 1.hitam dsbnya.coklat. 2. tdk lebih menonjol /cekung. Umumnya lesi berukuran kurang dari 1cm. . tdk lbh tinggi / lebih rendah dari permukaan kulit serta ukurannya bermacam-macam. Umumnya lesi lebih besar dari 1 cm. Warnanya dapat putih. PATCH (BERCAK) Suatu daerah berbatas jelas yg lebih besar dari macula & berbeda dgn epidermis sekitarnya baik warna/bentuknya. MAKULA Daerah pada kulit / mukosa yg berwarna lain dgn jaringan sekitar & berbatas jelas.

dapat akut / kronis) . terbentuk dari infiltrate radang. Kondisi ini terjadi akibat akumulasi cairan pada batas epidermis. ABSES Kumpulan nanah setempat dlm suatu rongga yg terbentuk akibat kerusakan jaringan / suatu kantong berisi nanah yg terdpt didalam jaringan. 4.3. berbatas jelas didlm epidermis. – Contoh: Apikal abses (reaksi radang supuratif yg mencakup jar. disekitar bagian apical gigi. 5. diameternya kurang dari 1 cm. Cairan vesikel umumnya mengandung cairan limfe. – Dinding epitel dari vesikel tipis & dpt pecah  terjadi ulser. VESIKEL – Lesi berbentuk gelembung berisi cairan. sel & jaringan yg hancur membentuk nanah. serum atau darah. BULLA Vesikel yg besar dgn diameter lebih besar dari 1 cm.

PUSTULA Gelembung yg berisi eksudat purulen. KISTA Massa /rongga yg berdinding epitel. kista / abses kepermukaan epidermis. 7. 8. dermis / subkutan. kuning. SINUS . Diameter lebih kecil dari 1 cm. . . Diameternya mulai dari beberapa mm . tampak putih kekuningkuningan.Gigi yg abses seringkali menghasilkan saluran sinus dmn scr klinis terlihat sbg parulis (ujung akhir dari sinus). berisi cairan bening. berisi cairan dlm jar.Saluran abnormal/fistula yg menghubungkan ruangan yg supuratif. putih susu & secara klinis dpt berwarna merah muda sampai kebiruan.beberapa cm. Terjadinya pustule dapat didahului oleh vesikel atau papula.6. berbatas jelas akibat proses infeksi.

menunjukkan disintegrasi dan nekrosis jaringan secara bertahap.Dapat sbg akibat vesikel yg pecah / trauma. sedikit cekung. Sembuh dpt disertai/tanpa disertai jar. ULSER (ULKUS) . .9. . lunak dmn epitel diatas lapisan sel basal terkelupas / kerusakan kulit sampai stratum spinosum.Kerusakan pada kulit / jar.Kerusakan jar.Ulser meluas dibawah lapisan basal epitel kedalam dermis. parut Ulser menimbulkan rasa sakit. . . EROSI . mukosa yg terbuka.Kulit: merah. keluar cairan serous (bersifat basah).Sembuh tanpa meninggalkan jaringan parut 10. .

FISURA .Jika organisme patogen menginfeksi suatu fisur menimbulkan rasa sakit. . .11.Jar. Walaupun superficial tapi plak dpt meluas kedalam dermis. (Tanda permanent yg tertinggal setelah luka sembuh) 13.indikasi adanya perpecahan dlm penyatuan epidermis dgn dermis. putih / seperti jaringan sekitarnya.Suatu celah garis normal / abnormal dlm epidermis yg dpt terjadi pada bibir dan jaringan perioral. SCAR/ SIKATRIKS . ulserasi dan peradangan 12. menonjol. berbatas jelas dgn diameter lebih kecil dari 1 cm. Warnanya dpt merah akibat peradangan. . PAPULA Lesi superficial padat.pucat. ikat yg menggantikan epidermis & dermis yg sdh hilang.

NODULA – Massa jaringan padat yg tebal. PLAK Lesi superficial yg padat menonjol dgn diameter lebih besar dari 1 cm. – Nodula dpt meluas kedalam dermis. – ika diameternya lebih kecil dari 1 cm disebut: NODULUS . dgn palpasi dpt dideteksi adanya nodula. Diameter lebih dari 1 cm. – jaringan epidermis diatas nodula dpt digerakkan dgn mudah. dpt menonjol terletak di kutan /subkutan. 15.14. walaupun superficial tapi plak dpt meluas kedalam dermis.

16.menonjol. HIPERPLASIA Pembesaran dari jaringan akibat bertambahnya jumlah sel. membulat dan tebal diatas permukaan kulit ok pertumbuhan sel maupun jaringan tubuh. – Istilah tumor sering dipakai untuk menggambarkan massa jaringan yang jinak. . 17. – Warna tumor bisa berbeda-beda dan terletak dimana saja di dalam mulut. Tumor yang menetap dapat berubah mengalami ulserasi atau bertangkai (umbilicated). – Diameter lebih besar dari 1 cm. TUMOR – Massa jaringan yang padat .

APLASIA: Tidak adanya perkembangan dari organ / jaringan / produk sellular dari suatu organ / jaringan. 22. HIPERTROFI: Pembesaran dari jar. 20. Krn membesarnya ukuran sel 21.18. 19. – Kemerahan disebabkan adanya pelebaran dari pembuluh darah kapiler yg reversible. ERITEMA – Kemerahan dari kulit / membrane mukosa krn hyperemia. keradangan atau denudation. ATROFI: Mengecilnya jaringan akibat mengecilnya ukuran sel. KRUSTA: Lapisan luar yang terdiri dari eksudat/ sekresi tubuh yang mongering .

Bi – Alergi : Obat-obatan. Etiologi : – Trauma : mekanis.STOMATITIS Keradangan pada mukosa mulut. Protein – Intoksikasi logam : Logam Pb. Eritema multiforme. paling banyak oleh krn penyakit kulit (Pemfigus. B. syogren sindroma – Konstitusional : Akibat penyakit sistemik. kimiawi – Mikroorganisme : bakteri. fisik. jamur – Defisiensi nutrisi : vitamin C. makanan. virus. tumbuh-tumbuhan – Gangguan endokrin : stomatitis deskuamtif. Lichen planus) . epulis gravidarum.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful