QIRO`AT SAB`AH

Senin, 04 Juni 2012
Radio Rodja

Diposkan oleh Hamba Allah di 10.26 Tidak ada komentar: Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook

Selasa, 21 September 2010
Sejarah Qiro`ah Sab`ah
Qiro’at sab’ah atau qiro’at tujuh adalah macam cara membaca al-qur’an yang berbeda. disebut qiro’at tujuh karena ada tujuh imam qiro’at yang terkenal masyhur yang masing-masing memiliki langgam bacaan tersendiri. tiap imam qiro’at memiliki dua orang murid yang bertindak sebagai perawi. tiap perawi tersebut juga memiliki perbedaan dalam cara membaca qur’an. sehingga ada empat belas cara membaca al-qur’an yang masyhur. perbedaan cara membaca itu sama sekali bukan dibuat-buat, baik dibuat oleh imam qiro’at maupun oleh perawinya. cara membaca tersebut merupakan ajaran rasulullah dan memang seperti itulah alqur’an diturunkan. Dari umar bin khathab, ia berkata, “aku mendengar hisyam bin hakim membaca surat al-furqon di masa hidup rasulullah. aku perhatikan bacaannya. tiba-tiba ia membaca dengan banyak huruf yang belum pernah dibacakan rasulullah kepadaku, sehingga hampir saja aku melabraknya di saat ia shalat, tetapi aku urungkan. maka, aku menunggunya sampai salam. begitu selesai, aku tarik pakaiannya dan aku katakan kepadanya, ‘siapakah yang mengajarkan bacaan surat itu kepadamu?’ ia menjawab, ‘rasulullah yang membacakannya kepadaku. lalu aku katakan kepadanya, ‘kamu dusta! demi Allah, rasulullah telah membacakan juga kepadaku surat yang sama, tetapi tidak seperti bacaanmu. kemudian aku bawa dia menghadap rasulullah, dan aku ceritaan kepadanya bahwa aku telah mendengar orang ini membaca surat al-furqon dengan huruf-huruf (bacaan) yang tidak pernah engkau bacakan kepadaku, padahal engkau sendiri telah membacakan surat al-furqon kepadaku. maka rasulullah berkata, ‘lepaskanlah dia, hai umar.

bacalah surat tadi wahai hisyam!’ hisyam pun kemudian membacanya dengan bacaan seperti kudengar tadi. maka kata rasulullah, ‘begitulah surat itu diturunkan.’ ia berkata lagi, ‘bacalah, wahai umar!’ lalu aku membacanya dengan bacaan sebagaimana diajarkan rasulullah kepadaku. maka kata rasulullah, ‘begitulah surat itu diturunkan. Sesungguhnya Al-Qur’an itu diturunkan dengan tujuh huruf, maka bacalah dengan huruf yang mudah bagimu di antaranya.’” [HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, An-Nasa’i, At-Tirmidzi, Ahmad, dan Ibnu Jarir] Mengenai makna dari ‘tujuh huruf’ tersebut ada dua pendapat yang kuat. pertama adalah tujuh macam bahasa dari bahasa-bahasa arab mengenai satu makna: Quraisy, Hudzail, Saqif, Hawazin, Kinanah, Tamim, dan Yaman.

Diumpamakan kalau Dulu menggunakan ejaan yang lama bahasa Indonesia " Doeloe " dengan ejaan yang telah disempurnakan " dulu " lafadz berbeda dengan bunyi yang sama. maka Tulisan "Doeloe" di rubah menjadi "dulu" tulisannya berubah tapi bacaannya sama. Padahal Bahasa Indonesia Bahasa Pemersatu Bangsa.
hikmah diturunkannya al-qur’an dengan tujuh huruf antara lain: Memudahkan bacaan dan hafalan bagi bangsa ummi, Bukti kemukjizatan Al-Qur’an dari sisi kebahasaan orang arab, dan Kemukjizatan dalam aspek makna dan hukum (ketujuh huruf tersebut memberikan deskripsi hukum yang dikandung al-qur’an dengan lebih komprehensif dan universal).
At-Turmudzy Juga meriwayatkan dari Ubay bin Ka‟ab, ia mengatakan: “Rasulullah SAW berjumpa dengan Jibril di gundukan Marwah”. Ia (Ka‟ab) berkata: “Kemudian Rasul berkata kepada Jibril bahwa aku ini diutus untuk ummat yang ummy (tidak bisa menulis dan membaca). Diantaranya ada yang kakek-kakek tua, nenek-nenek bangka dan anak-anak”. Jibril menjawab: “Perintahkan, membaca Al-Qur‟an dengan tujuh huruf”. Imam Turmudzy mengatakan: “Hadits ini hasan lagi shahih”. Dalam suatu lafazh lain disebutkan: “Barangsiapa membacanya dengan satu huruf saja berarti telah membaca seperti ia (Nabi) membaca”. Dituturkan dalam lafazh Hudzaefah, kemudian aku berkata: “Wahai Jibril bahwa aku diutus untuk ummat yang ummiyah di dalamnya terdapat orang lelaki, perempuan, anak-anak, pelayan (babu) dan kakek tua yang tidak bisa membaca sama sekali”. Jibril balik berkata: “Bahwa Al -Qur‟an diturunkan dengan tujuh huruf”. Jumlah Qira’at Dan Aneka Ragam Pendapat Tentang Qira’at Qira‟at ada macam-macam jenisnya. pendapat tentang qira‟at itu sendiri juga sangatlah beragam dan semua pendapat tersebut sangatlah berbobot seperti yang tertera di bawah ini.Pengarang kitab AlItqan menyebutkan macam-macam qira‟at itu ada yang mutawatir, masyhur, Syadz, ahad, maudhu’ dan mudarraj[3]. Qadhi‟ Jalaluddin al-Bulqiny mengatakan: Qira‟at itu terbagi ke dalam: mutawatir, ahad dansyadz. Yang mutawatir adalah qira‟at tujuh yang masyhur. Yang ahad adalah qira’at tsalatsa (tiga) yang menjadi pelengkap qira’ah ‘asyrah (sepuluh), yang kesemuanya dipersamakan dengan qira‟at para sahabat. Adapun qira‟at yang syadz ialah qira‟at para tabi‟in seperti qira‟at A‟masy, Yahya ibnu Watsab, Ibnu Jubair dan lain-lain. Imam as-Suyuthy mengatakan bahwa kata-kata di atas perlu ditinjau kembali. Yang pantas untuk berbicara dalam bidang ini adalah tokoh qurra‟ pada masanya yang bernama Syaikh Abu al-Khair ibnu al-Jazary dimana beliau mengatakan dalam muqaddimah kitabnya An-Nasyr: “Semua qira‟at yang sesuai dengan bacaan Arab walau hanya satu segi saja dan sesuai dengan salah satu mushhaf

3. bila rusak salah satunya menyatakan itu cacat. Surah al-Lail. yang tidak ditolak dan haram menentangnya. antara mufrad. Contohnya. tasniah. dan dalam kedudukan yang lain lafad „ba‟idu‟ dengan „ba‟ada‟. 1. meski dari qira‟at sab‟ah datangnya. Pengertian ‘Tujuh Huruf’ Pendapat yang paling masyhur mengenai pentafsiran Sab‟atu Ahruf adalah pendapat Ar. Abdullah ibnu Katsir. Qira‟at ada yang mengartikan qira’at sab’ah. Ketiga sendi ini.Razi dikuatkan oleh Az-Zarkani dan didukung oleh jumhur ulama. ‫ت‬ ‫ى‬ ‫م‬ ‫ل‬ ‫ا‬ ‫ب‬ ‫ق‬ ‫ح‬ ‫ل‬ ‫ا‬ ‫ة‬ ‫س‬ ‫ك‬ ‫س‬ َ ‫جا‬ َ ‫و‬ ِ ْ َ ِ َ َ َ ْ‫ءت‬ َ . Contohnya. benar adanya itulah bacaan. Ashim. Ibnu Mahish. mirip dengan tulisan mushhaf Utsmany. 4. Qira’at sab’ah (tujuh) adalah qira‟at yang dinisbatkan kepada imam yang tujuh dan terkenal. Yahya al-Yazidy dan asy-Syambudzy. Perbedaan pada bentuk isim . ْ ‫ت بِا‬ ْ ‫سة ُ ا‬ ْ‫س‬ ‫حق‬ َ ‫ل‬ َ‫ك‬ َ ْ‫ءت‬ َ ‫جا‬ َ ‫و‬ ِ ‫ى‬ ْ‫م‬ َ (Surah Qaf: 19) dibaca dengan didahulukan „al-haq‟ dan diakhirkan „alَ‫ل‬ ْ ْ ُ ْ maut‟. Pengarang kitab Ath-Thayyibah dalam memberikan batas diterimanya qira‟at mengatakan: Setiap bacaan yang sesuai dengan nahwu. Apabila salah satu persyaratan yang tiga tersebut di atas tidak terpenuhi maka qira‟at itu dikatakan qira‟at yang syadz atau bathil. َّ َ‫خلَق‬ ْ ‫واأل‬ َ ‫ما‬ َ ‫الر‬ ‫وثَى‬ َ‫ك‬ َ ‫س‬ َ َ‫و‬ Ada qiraat yang membuang lafad „ma kholaqo‟(bergaris). Perbedaan dalam bentuk „irab. Ya‟qub dan Khalaf. Semuanya yang paling terkenal dan nilai kedudukannya tinggi ialah qira’at sab’ah. Hamzah. Perbedaan dalam menambah dan mengurangi. 2. Qiraat ini dianggap lemah. Contoh. 5. Contoh ayat 3. Perbedaan yang berkisar pada tujuh wajah. Abdullah bin Amir. ُ َ‫ريه‬ َ‫زاعُىن‬ َ ‫و‬ ْ ‫ع‬ َ ‫م‬ ِ ‫د‬ ِ‫ه‬ ِ َّ ‫وال‬ َ ‫م‬ َ (Al-Mukminun: ْ‫ه‬ ْ‫ه‬ ْ‫ه‬ ِ ِ‫ماوَات‬ َ ‫م أل‬ Lafad bergaris dibaca secara jamak ‫م‬ ْ‫ه‬ ْ‫ه‬ ِ ِ‫ماوَات‬ ِ ِ‫ماوت‬ َ ‫أل‬dan mufrad ‫م‬ َ ‫أل‬. qira’at sepuluh dan qira’at empat belas. Wajib bagi semua orang untuk menerimanya baik timbulnya dari imam yang tujuh maupun dari yang sepuluh atau lainnya yang bisa diterima. Inilah pendapat yang benar menurut para muhaqqiq dari kalangan salaf maupun khalaf. Perbedaan bentuk fi‟il madhi . lafad ‫كاتِب‬ ْ َ‫ذا تَبَاي‬ َّ ‫ضا‬ َ ُ ‫وال ي‬ َ ‫م‬ ْ ُ ‫عت‬ yang lain membaca dengan fathah. jamak muzakkar atau mu‟annath. Qiro`ah Sab`ah adalah Qiro`ah Utsmani. ‫زوَا‬ ْ‫ع‬ ْ َ‫د بَيْهَ أ‬ َ ‫(فَقَالُىا‬Saba‟ : 19) ِ ‫زبَّىَا بَا‬ ِ ‫سفَا‬ Sebahagian qiraat membaca lafad „rabbana‟ dengan rabbuna. yaitu: Nafi‟.Utsmany walaupun hanya sekedar mendekati serta sanadnya benar maka qira‟at tersebut adalah shahih (benar). bahkan itu termasuk dalam bagian huruf yang tujuh dimana Al-Qur‟an diturunkan. . Qira’at arba’ ‘asyar (empat belas) yaitu qira‟at yang sepuluh ditambah empat qira‟at: Hasan al Bashry. mudhari‟ atau amar. Qira’at ‘asyar (sepuluh) adalah qira‟at yang tujuh ditambah dengan qira‟at: Abi Ja‟far. baik datangnya dari aliran yang tujuh maupun dari tokoh yang lebih ternama lagi. Abu Amer ibnu „Ala‟ dan Ali al -Kisaiy. َ ِ‫(إ‬Al-Baqarah: 282) dibaca dengan disukunkan huruf „ra‟ sedangkan َ ‫ز‬ Contoh. Mendahulukan (taqdim) dan mengakhirkan (ta‟khir).

itulah murid Ibnu Iyasy atau Abu Bakar yang diridhai. 7. dan Qunbul wafat pada tahun 291 H. ia adalah seorang tabi‟in yang pernah hidup bersama shahabat Abdullah ibnu Jubair. menurut sebagian orang nama Abu Amr itu nama panggilannya.. sorang guru besar pada rawi. dan as-Susy wafat pada tahun 261 H. Disebut juga sebagai namanya dengan Yahya. Ibnu Katsir Nama lengkapnya adalah Abu Muhammad Abdullah Ibnu Katsir ad-Dary al-Makky. dalam qira‟atnya adalah Hisyam dan Ibnu Dzakwan. Abu Ayyub al-Anshari dan Anas ibnu Malik.6. izhar. 2. Ibnu Katsir panggilan kaumnya. Asy-Syathiby mengatakan: “Imam Maziny dipanggil orang-orang dengan nama Abu „Amr al-Bashry. Perbedaan ibdal (ganti huruf). belajar qira‟at dari Al-Mughirah ibnu Abi Syihab al-Mahzumy dari Utsman bin Affan dari Rasulullah SAW. tarqiq. Dia adalah seorang tabi‟in. Syu‟ba perawi utamanya lagi terkenal pula si Hafs yang terkenal dengan ketelitiannya. ia adalah seorang tabi‟in yang wafat pada sekitar tahun 127-128 H di Kufah. idgham dan sebagainya. Itulah tujuh Imam yang tak diragukan lagi. Disebut juga dengan Ibnu Bahdalah. . Hisyam adalah sebagai penerus Abdullah. ‘Ashim al-Kufy Nama lengkapnya adalah „Ashim ibnu Abi an-Nujud al-Asady. Kedua Perawinya adalah. di sanalah tempat yang megah buat Abdullah. Panggilannya adalah Abu Bakar. Pannggilannya adalah Abu Imran. Asy-Syathiby mengemukakan: “Makkah tempat tinggal Abdullah. Perbedaan lahjah Seperti dalam masalah imalah. kalimah „nunsyizuha‟ dalam ayat 259 Surah al-Baqarah dibaca dengan „nunsyiruha‟ („zai‟ diibdalkan dengan huruf „ra‟). ayahnya bernama „Ala. Muhammad yang disebut Qumbul namanya. Abu Syua‟ib atau as-Susy berguru padanya. 3. tafkhim. Dzakwan juga mengambil dari sanadnya. 1. Juga…. dia wafat di Makkah pada tahun 120 H. Syu‟bah wafat pada tahun 193 H dan Hafsah wafat pada tahun 180 H. Menurunkan ilmunya pada Yahya al-Yazidy. 4. Ahmad al-Bazy sebagai penerusnya. Abu Amr Nama lengkapnya adalah Abu „Amr Zabban ibnul „Ala‟ ibnu Ammar al-Bashry. Beliau Wafat di Damaskus pada tahun 118 H. Orang yang menjadi murid. ia adalah imam dalam hal qira‟at di Makkah. Contoh. Beliau wafat di Kufah pada tahun 154 H. Orang yang paling shaleh diantara mereka. Ibnu ‘Amir Nama lengkapnya adalah Abdullah al-Yahshshuby seorang qadhi di Damaskus pada masa pemerintahan Walid ibnu Abdul Malik. Namanya terkenal bagaikan sungai Evfrat. Keharuman mereka melebihi wangi-wangian dari cengkeh Abu Bakar atau Ashim ibnu Iyasy panggilannya. Kedua perawinya adalah ad-Dury wafat pada tahun 246 H. Dalam hal ini pengarang Asy-Syathiby mengatakan: “Damaskus tempat tinggal Ibnu „Amir. Kitab Syathiby dalam sya‟irnya mengatakan: “Di Kufah yang gemilang ada tiga orang. Perawinya dan penerusnya adalah al-Bazy wafat pada tahun 250 H. Perkataan „wadduha‟ dibaca dengan fathah dan ada yang membaca dengan imalah (teleng) dengan bunyi „wadduhe‟ (sebutan antara fathah dan kasrah).

seorang imam nahwu golongan Kufah. wafat di Hawan pada masa Khalifah Abu Ja‟far al-Manshur tahun 156 H. dan Warasy wafat pada tahun 197 H.Syanbuzi. Syatiby mengemukakan: “Hamzah sungguh Imam yang takwa.cybermq. Beliau wafat pada tahun 169 H. Meninggal 388 Hijrah. dipanggil dengan Ibnu „Imarh. Pustaka Setia.an. iraat Abil. Qiraat Hasan Al Bashri. 13. Al-Kisaiy Nama lengkapnya adalah Ali Ibnu Hamzah. Hal ini untuk membedakan Qiraat yang benar dan yang aneh/asing (Syazzah). tt.html . 9. Beliau wafat di Ranbawiyyah yaitu sebuah desa di Negeri Roy ketika ia dalam perjalanan ke Khurasan bersama ar-Rasyid pada tahun 189 H.[5] F. Dengan kemangkatan Nafi‟ berakhirlah kepemimpinan para qari di Madinah al -Munawwarah. Syarat-Syarat Qiraat yang Muktabar dan Jenisnya Untuk menangkal penyelewengan Qiraat yang sudah mulai muncul. sahabat mulia yang mengembangkannya. Qolun atau Isa dan Utsman alias Warasy.com/index. Dan Khallad wafat tahun 220 H. Qiraat Muhammad bin Abdurrahman yang dipanggil Ibnu Muhaishan. Qiraat itu sesuai dengan bahasa Arab meskipun menurut satu jalan.com/2007/07/ulumul-quran-part-1-disusun-oleh-shinri. Perawinya adalah Qalun wafat pada tahun 12 H.html http://www. dan ad-Dury wafat tahun 246 H. Syaikh Syathiby mengemukakan: “Nafi‟ seorang yang mulia lagi harum namanya. Meninggal 130 Hijrah. 6. adapun tambahannya adalah: 8.5. Qiraat Yazid bin Al. [4] Inilah Qiraat yang 7. dengan perantara Salim. Meninggal 250 Hijrah. yakni ditambah : 11. menurut sebagiam orang disebut dengan nama Kisaiy karena memakai kisa pada waktu ihram. 10. 7. Perawinya adalah Abul Harits wafat pada tahun 424 H. Meninggal 123 Hijrah. 12. Imam Nafi.php?pustaka/detail/3/1/pustaka-33.Faraj Muhammad bin Ahmad Asy. Disamping itu terdapat pula Qiraat 14. para ulama membuat persyaratan-persyaratan bagi qiraat yang dapat diterima. asalnya dari Isfahan. Referensi: Ahmad Syadali dkk.Qa’qa dikenali sebagai Abu Ja’far. Ulumul Qur. Khalaf dan Khallad perawinya.cybermq. memilih Madinah sebagai tempat tinggalnya.Q 14. Kedua perawinya adalah Khalaf wafat tahun 229 H. Qiraat Khalaf bin Hisyam. Qiraat Ya’kub bin IshaQ Hadhrami. Meninggal 229 Hijrah. http://www. Meninggal 202 Hijrah.html http://sabapersonalalbum.php?pustaka/detail/3/1/pustaka-30. Para ulama membuat tiga syarat.blogspot. Pertama. Nama lengkapnya adalah Abu Ruwaim Nafi‟ ibnu Abdurrahman ibnu Abi Na‟im al-Laitsy. sahih sanadnya. Ketiga. Qiraat Yahya bin Al Mubarak Al Yazid. Qiraat itu sesuai dengan salah satu mushaf-mushaf utsmani. 224 Abdul al Rahman bin Kamal Jalal al Din al Suyuti. Hamzah al-Kufy Nama lengkapnya adalah Hamzah Ibnu Habib Ibnu „Imarah az-Zayyat al-Fardhi ath-Thaimy seorang bekas hamba „Ikrimah ibnu Rabi‟ at-Taimy. Meninggal 110 Hijrah. sabar dan tekun dengan Al -Qur‟an.com/index. perantaraan Salim meriwayatkannya. al Itqan fi ulum al Qur‟an. Kedua. Dipanggil dengan nama Abul Hasan.

cybermq.[1] Ahmad Syadali dkk. [4] saved from url=(0067)http://www.cybermq.com/2007/07/ulumul-quran-part-1disusun-oleh-shinri.com/index.blogspot.html Diposkan oleh Hamba Allah di 22.an.html [5] saved from url=(0090)http://sabapersonalalbum. al Itqan fi ulum al Qur‟an. Ulumul Qur.php?pustaka/detail/3/1/pustaka-30.php?pustaka/detail/3/1/pustaka-33. 224 [2] saved from url=(0067)http://www. tt.html [3] Abdul al Rahman bin Kamal Jalal al Din al Suyuti. Pustaka Setia.03 2 komentar: Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Beranda Langganan: Entri (Atom) Murottal Tampilan slide Arsip Blog  ▼ 2012 (1) o ▼ Juni (1)  Radio Rodja ► 2010 (1)  .com/index.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Mengenai Saya Hamba Allah Kepedulian kita terhadap agama diperlukan seklai untuk tegaknnya Dienullah di muka Bumi .

Diberdayakan oleh Blogger.Lihat profil lengkapku Pengikut Template Watermark. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful