HDI

HDI adalah pengukuran perbandingan dari harapan hidup, melek

huruf, pendidikan dan standar hidup untuk semua negara seluruh dunia. HDI digunakan untuk mengklasifikasikan apakah sebuah negara adalah negara

maju, negara berkembang atau negara terbelakang dan juga untuk mengukur pengaruh dari kebijaksanaan ekonomi terhadap kualitas hidup. Untuk mengukur pencapaian rata-rata sebuah negara, HDI terbagi dalam 3 dimensi dasar pembangunan manusia:

hidup yang sehat dan panjang umur yang diukur dengan harapan hidup saat kelahiran

Pengetahuan yang diukur dengan angka tingkat baca tulis pada orang dewasa (bobotnya dua per tiga) dan kombinasi pendidikan dasar , menengah , atas gross enrollment ratio (bobot satu per tiga).

standard kehidupan yang layak diukur dengan logaritma natural dari produk domestik bruto per kapita dalam paritasi daya beli.

THAILAND  ANALISIS HDI
Jumlah penduduk Thailand adalah sekitar 64 juta jiwa. Pertumbuhan rataratanya 1,5% yang lebih rendah dari negara tetangganya seperti Indonesia (1,7%) dan Vietnam (2,3%). Untuk kematian bayi sebesar 26 jiwa dari 1.000 bayi yang lahir yang lebih rendah angkanya dari semua negara ASEAN kecuali Malaysia. Untuk angka harapan hidupnya sendiri secara keseluruhan adalah 73,1 tahun dengan rincian lakilaki 70,77 tahun dan perempuan 75,55 tahun. Artinya 1 orang di Thailand bisa mencapai umur 73,1 tahun. Sedangkan untuk tingkat melek hurufnya, Thailand sebesar 92,6%. Standard kehidupan yang layak diukur dengan logaritma natural dari produk domestik bruto per kapita dimana PDB Thailand untuk versi IMF sebesar $9,398, versi World Bank sebesar $8,703 dan versi CIA sebesar $9,500.

pada tahun 2010 terdapat 7 universitas Thailand yang menduduki posisi Top 200-Asian University ranking. terkenal sebagai negeri tujuan wisata.  KASUS DAN ANALISANYA Kuliah di Thailand? Kenapa Tidak! Thailand. Untuk angka harapan Indonesia berada di peringkat 108 yang mana lebih rendah angka harapan hidupnya dibandingkan negara Thailand yang berada di peringkat 82. Indonesia sebesar $4.  PERBANDINGAN HDI THAILAND DENGAN INDONESIA Dari analisa diatas.682. the land of smiles. hanya saja yang membedakan adalah ada dua universitas di Thailand yakni Mahidol . HDI Indonesia berada di peringkat ke 124 yang berjumlah 0.Jadi. kemudian memutuskan untuk menetap tidak kembali ke negara asal mereka. Untuk masing-masing komponennya. QS Top Universities. Dan lagi-lagi Indonesia dibawah negara Thailand. jumlahnya hampir sama dengan universitas di Indonesia. Menurut lembaga perankingan universitas dunia. kita dapat membandingkan HDI Indonesia dengan Thailand.26 tahun dan perempuan 73. Setiap tahun terhitung jutaan turis asing menghabiskan liburannya di negara ini. Thailand juga menawarkan diri sebagai pusat pendidikan tinggi di kawasan Asia Tenggara. Indonesia dapat mencapai angka 90. angka harapan hidup Indonesia adalah 70.4% penduduknya dapat membaca dan menulis. menawarkan keindahan panorama alam tropisnya. bahkan ada yang saking cintanya pada keindahan yang ditawarkan. berdasarkan data-data diatas HDI Thailand berada di tingkat medium human development sebesar 0. Di samping menawarkan potensi wisatanya.76 tahun dengan laki-laki 68.666 menurut versi IMF dan lebih rendah dibandingkan PDB per kapita Thailand. Sedangkan untuk angka melek hurufnya.38 tahun.617 dimana Thailand berada di peringkat 103 dan sama-sama berada di tingkat medium human development. selain Singapura dan Malaysia. Untuk PDB per kapitanya.

University dan Chulalongkorn University memiliki posisi yang jauh lebih baik dari pada universitas di Indonesia. dengan posisi tertinggi berada pada ranking 42. karena iklim dan kondisi masyarakat yang hampir sama. 2. yakni Universiti Malaya. Hal ini mengindikasikan bahwa pemerintah Thailand telah berhasil menjadikan pendidikan tinggi mereka bermanfaat bagi pembangunan sumber daya masyarakatnya. 4. Thailand ternyata memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index (HDI) yang lebih tinggi dari Indonesia. sehingga kualitas pendidikannya terjamin. Belajar di Thailand memiliki beberapa keuntungan. Malaysia hanya memiliki 6 universitas yang masuk di jajaran Top 200 Asia. Ilmu pengetahuan yang diajarkan sangat sesuai dengan keadaan negara berkembang seperti Indonesia. jauh dibandingkan dengan Indonesia yang baru mencapai 18%. bahkan angka partisipasi masyarakat mereka dalam pendidikan tinggi telah mencapai 48%. kesehatan maupun ilmu pertanian. . Thailand masih lebih baik. baik itu dalam ilmu sosial. Cultural shock tidak begitu dahsyat bagi mahasiswa Indonesia yang baru datang. sehingga dapat menyesuaikan diri dengan cepat. Riset yang kita lakukan di Thailand dapat diaplikasikan langsung di Indonesia. teknik. Hal ini berbeda dengan di negara maju yang gap pengetahuannya terasa sangat jauh. Kampus-kampus terkemuka di Thailand memiliki tenaga pengajar yang hampir 100% memegang gelar Doktor dari berbagai universitas terkemuka dunia. Sedangkan bila dibandingkan dengan universitas di Malaysia. Ini menunjukkan bahwa kualitas universitas di Thailand lebih baik dari pada di Malaysia menurut standar dari QS. yakni Mahidol University berada pada ranking 28. Padahal posisi tertinggi universitas Thailand. Keuntungan Belajar di Thailand Sebagai sesama negara berkembang. yakni: 1. 3.

Belajar di Thailand terasa sangat menyenangkan bagi saya.5. juga bisa jalan-jalan ke berbagai tempat tujuan wisata dengan biaya yang terjangkau. hanya saja yang membedakan adalah ada dua universitas di Thailand yakni Mahidol University dan Chulalongkorn University yang memiliki posisi jauh lebih baik dari pada universitas di Indonesia. hal ini dibuktikan dengan banyaknya program internasional yang ditawarkan. Selain itu Thailand telah membuka diri dengan dunia internasional. Untuk sektor pendidikannya. begitu juga berbagai macam tawaran beasiswa bagi mahasiswa asing. namun juga tempat studi bagi banyak mahasiswa asing. Kini. ANALISA Dari artikel diatas. begitu juga berbagai macam tawaran beasiswa bagi mahasiswa asing dan juga berbagai keuntungan yang telah disebutkan di artikel yang berdasarkan pengalaman orang yang berkuliah disitu. Universitas-universitas di Thailand telah membuka diri dengan dunia internasional. Thailand tidak hanya dikenal sebagai tempat wisata. Jika melihat kelebihan-kelebihan diatas. Dengan banyaknya sektor swasta memaksimalkan berbagai keindahan alam Thailand yang ada maka hal ini dapat meningkatkan PDB negara tersebut karena semakin banyak turis yang datang. hal ini dibuktikan dengan banyaknya program internasional yang ditawarkan. Menurut lembaga perankingan universitas dunia. kita bisa melihat bahwa Thailand ini tidak hanya memiliki potensi wisata yang dapat menarik turis untuk berlibur bahkan menetap disana tetapi Thailand juga memiliki potensi di bidang pendidikan yang patut dibanggakan. sudah tidak heran lagi kalau ternyata HDI Thailand menjadi lebih tinggi dalam angka partisipasi pendidikan dan Produk Domestik Bruto dibandingkan Indonesia yang keduanya termasuk negara berkembang . pemasukan negara juga ikut meningkat. Dukungan industri dan pemerintah terhadap penelitian terhitung besar di banding di Indonesia. QS Top Universities. Thailand banyak kedatangan orang asing yang ingin menimba ilmu di negara tersebut. sehingga dana untuk riset dapat diperoleh dengan mudah. pada tahun 2010 terdapat 7 universitas Thailand yang menduduki posisi Top 200-Asian University ranking yang jumlahnya hampir sama dengan universitas di Indonesia. sebab selain bisa memperoleh ilmu.

wisata dan perdagangan. Bank Sentral Thailand sendiri sebelumnya telah mengirim sinyal untuk mengoreksi target pertumbuhan ekonomi pada 2011. pada tahun 2011 Thailand mengalami kemunduran PDB dikarenakan bencana alam yaitu banjir yang menghantam sebagian besar daerahnya yang mana Thailand ini maju di sektor pertanian. "Jika ibu kota Bangkok sampai kebanjiran juga. seperti dilansir dari Reuters. banjir akan menggerus pertumbuhan PDB sekitar 150 miliar baht atau setara US$4. kedatangan turis menjadi menurun di tahun tersebut karena adanya banjir yang melanda negara tersebut dan disektor perdagangan. 18 Oktober 2011 | 06:03 wib ET BANGKOK.3 persen sampai 1.5 persen dari raihan tahunan produk domestik bruto (PDB). Saat ini. Ini akan diperparah lagi jika pusat negara Thailand. Hal ini mengindikasikan bahwa pemerintah Thailand telah berhasil menjadikan pendidikan tinggi mereka bermanfaat bagi pembangunan sumber daya masyarakatnya dan juga memaksimalkan potensi alam wisata negaranya untuk meningkatkan pendapatan negara. kabarbisnis.1 persen.9 miliar atau 1. kbc3 ANALISA Dari kasus ini.juga. Bangkok. Kadin Thailand revisi pertumbuhan PDB Selasa. Kepala Pusat Perkiraan Bisnis dan Ekonomi Kamar Dagang dan Industri Thailand. pariwisata. kerugian akan lebih besar. Hal itu karena banjir merusak kinerja sektor pertanian. . Disektor pariwisata. proyeksi pertumbuhan ekonomi Thailand pada 2011 sebesar 4. kita bisa melihat." kata Thanawat Polwichai. Kamar Dagang dan Industri Thailand memprediksi. KASUS 2 Banjir.com: Banjir benar-benar menghantam ekonomi Thailand. Disektor pertanian. mereka tidak dapat berdagang hasil pertanian mereka karena digerus oleh banjir. mereka tidak dapat mengekspor beras dan bahan pangan lainnya ke negara lain. dan perdagangan.

HDI Indonesia pada tahun 2011 ini mencapai angka 0.dilanda banjir juga. sarana dan prasarana pendidikan. Intinya. sebanyak 94% penduduknya sudah melek huruf atau dapat membaca dan menulis dengan laki-laki mencapai angka 96. (4) melakukan kontrol dan pengawasan yang ketat terhadap kualitas pembelajaran mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai ke jenjang pendidikan tinggi. (5) meningkatkan kerjasama di kawasan vietnam dan di tingkat internasional. dan (7) menggalakkan pembangunan fasilitas. antara lain. Vietnam memiliki penduduk 86 juta jiwa.57 tahun.359. VIETNAM  ANALISIS HDI Indeks Pertumbuhan Manusia negara Vietnam berada di tingkat medium human development yang mencapai angka 0. Upaya yang dilakukan oleh pemerintah Vietnam.617 dimana . Vietnam mencapai angka $3. Masing-masing orang di negara ini dapat mencapai angka 71. PDB ini berasal dari ekspor beras ke negara lain termasuk ke Indonesia karena Vietnam merupakan salah satu negara penghasil beras selain Thailand. Selain itu.  PERBANDINGAN HDI VIETNAM DENGAN INDONESIA Dari analisa diatas. (1) memberikan pendidikan gratis di tingkat Pendidikan dasar (SD) dan tingkat pendidikan menegah (SMP).593. (2) menjamin mutu dan kualitas pendidikan di setiap jenjangnya.78 tahun dan perempuan adalah 74. kita dapat melihat dan membandingkan HDI Indonesia dengan Vietnam. (3) mengembangkan system pendidikan di SMK. maka HDI mereka pun menurun. Ini dikarenakan program-program pemerintah yang ingin memajukan negara Vietnam dalam hal pendidikan atau baca tulis yang ditahun sebelumnya Vietnam berada dibawah Thailand dan sekarang sudah melebihi Thailand.58 tahun dengan rincian untuk laki-lakinya adalah 68. Dan untuk Produk Domestik Brutonya sendiri (PDB). jika PDB Thailand mengalami kemunduran karena adanya bencana banjir ini. (6) mengirimkan mahasiswa yang potensial untuk belajar ke luar negeri melalui program Kemitraan Negara-negara Berkembang (KNB).1% dan wanitanya 92%.

666 menurut versi IMF dan lebih tinggi dibandingkan PDB per kapita Vietnam.Vietnam hanya bisa mencapai angka 0. "Vietnam itu adalah satu dari sepuluh negara yang melakukan illegal fishing. bisa saja suatu saat nanti Vietnam dapat mengalahkan HDI negara kita jika negara kita tidak bebenah dalam hal PDB karena Vietnam kalah dari negara kita hanya dari soal PDB. Dan jika melihat peringkat. Kamis (15/9). Untuk masing-masing komponennya.593 dan keduanya masih sama-sama berada di tingkat medium human development.38 tahun. angka harapan hidup Indonesia adalah 70. Indonesia dapat mencapai angka 90." ujar Riza. HDI Indonesia lebih tinggi dikarenakan untuk PDB.  KASUS DAN ANALISIS KASUS 1 Kerja Sama Pangan dengan Vietnam Masalah Baru MEDIA INDONESIA Kamis. 15 September 2011 22:26 WIB JAKARTA--MICOM: Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) Riza Damanik menilai kerja sama pangan Indonesia dengan Vietnam merupakan masalah baru. Untuk angka harapan Indonesia berada di peringkat 108 yang mana lebih rendah angka harapan hidupnya dibandingkan negara Vietnam yang berada di peringkat 98. Untuk PDB per kapitanya.26 tahun dan perempuan 73. Indonesia sebesar $4.76 tahun dengan laki-laki 68. Dan lagi-lagi Indonesia dibawah negara Vietnam yang notabene HDInya lebih kecil.4% penduduknya dapat membaca dan menulis sedangkan Vietnam 94% penduduknya melek huruf. Menurut Riza. Peringkat keduanya hanya berbeda 4 peringkat dimana Indonesia berada di peringkat 124 dan Vietnam di 128. kita masih terbilang lumayan. Hal itu memperburuk kondisi pangan negara kita. pemerintah harus memperbaiki sektor pertanian dan perikanan . Untuk angka melek hurufnya. Jadi. ketika dihubungi.

Riza Damanik. kita terlalu ketergantungan impor pangan padahal Indonesia mempunyai alam yang subur untuk bisa menghasilkan pangan yang berkualitas tanpa harus mengimpor. Kompensasinya adalah Indonesia bebas mengimpor beras dari Vietnam. PDB kita bisa rendah dan otomatis HDI kita menjadi rendah. Dua sektor tersebut.Indonesia. memiliki masalah masing-masing yang harus segera diselesaikan pemerintah. "Jadi kita tidak ketergantungan impor pangan." tuturnya. Dengan begini. Dan persoalan tersebut tidak dapat selesai hanya dengan membuka keran impor. Beliau mengatakan ini merupakan masalah baru karena Vietnam merupakan salah satu negara yang melakukan illegal fishing. Kerja sama pangan antara Indonesia dan Vietnam adalah dengan membuka peluang bagi Vietnam menangkap ikan di perairan Indonesia. Dengan kita terus-terusan mengimpor. ini merupakan masalah baru. Menurut saya. PDB mereka meningkat dan setelah itu HDI Vietnam menjadi meningkat. . Vietnam bisa menyalip ekspor kita. persoalan sektor pertanian yang butuh penyelesaian segera adalah sektor lahan pertanian yang makin sempit akibat diperluasnya industrialisasi dan perkebunan. penduduk mereka sejahtera. Riza melanjutkan. (NG/OL-10) ANALISA Dalam kasus ini kita bisa melihat bahwa Indonesia melakukan kerjasama dengan Vietnam di bidang pangan dan menurut penuturan Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara). kata Riza. saat ini.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) Thomas Darmawan kepada detikFinance. Kinerja ekspor udang dan ikan Indonesia perlahan-lahan tersalip oleh negara-negara ASEAN lainnya seperti Thailand dan Vietnam. Pada tahun ini saja dua negara tersebut menargetkan nilai ekspor yang melampaui dari kinerja ekspor ikan dan udang Indonesia. US$ 4 miliar Vietnam. Thomas menambahkan. Senin (20/6/2011). Pada tahun ini kedua negara tersebut menargetkan ekspor udang dan ikan yang cukup fantastis misalnya Thailand menargetkan US$ 7 miliar dan Vietnam US$ 5 miliar. China saja pesan 1 juta ton." katanya. termasuk yang di Lampung menyebabkan suplai udang tak karuan. Padahal negara lain seperti Thailand tahun 2010 naik US$ 6. listrik.000 ton. tetapi Indonesia cuma US$ 2. BBM. supplier kita hanya bisa 1 kontainer saja. Dari sisi produksi produksi udang Vietnam sudah tembus 500. "Masalahnya harus koordinasi misalnya soal sektor perbankan. 20 Jun 2011 20:58 WIB MedanBisnis-Jakarta. Indonesia hanya 300." katanya. Selebihnya Indonesia masih harus impor dari luar negeri termasuk untuk industri olahan ikan.KASUS 2 Vietnam dan Thailand Salip Ekspor Udang dan Ikan RI Senin. kebutuhan pasar ikan dan udang dalam negeri sebanyak 80% dipenuhi dari dalam negeri. Perusahaan Cargil pesan ikan kakap. Masalah suplai dan kebutuhan pasar. "Ada masalah di negeri ini.5 miliar. bawal 100 kontainer per bulan.87 miliar. misalnya udang saat ini menjadi masalah besar .000 ton sementara. Kalau bicara potensi pasar luar biasa.

92% dibandingkan tahun 2010 yang sebanyak US$ 1. Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan nilai ekspor udang tahun 2011 bisa mencapai US$ 1. Indonesia terdiri dari banyak pulau yang dikelilingi oleh lautan yang luas dan hasil laut yang melimpah." katanya Khusus mengenai target ekspor udang. jangan sampai kehilangan pasar. .315 miliar. Tetapi kenyataannya sangat berbalik karena ternyata kita masih harus mengimpor udang dan ikan dan juga berbagai makanan olahan dari negara lain untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri. naik 27. ekspor mereka meningkat maka PDB pun meningkat serta Indeks Pembangunan Manusianya pun meningkat. Sedangkan Vietnam dan Thailand.028 miliar. Jika impor kita tinggi. "Sekarang impor masih dilarang. Produksi udang terus menurun namun permintaan tinggi sementara impor udang masih dilarang.di Tanah Air. (dtf) ANALISA Dari kasus ini. Lalu bagaimana kita bisa meningkatkan ekspor kita kalau ternyata kita saja masih kekurangan. Indonesia lagi-lagi bermasalah dalam hal ekspor dan impornya. Disini kita bisa melihat ekspornya merupakan ekspor udang dan ikan yang mulai disalip oleh negara Thailand dan Vietnam. bagaimana budidaya ditingkatkan. maka PDB kita menjadi menurun dan HDI kita pun mengalami kemunduran. Nah masalah inilah yang coba dimanfaatkan negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam yang ternyata bisa menghasilkan hasil laut yang lebih banyak dari Indonesia. Jika kita melihat alam Indonesia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful