KIMIA KUANTUM

4.1. KELEMAHAN TEORI BOHR Ternyata Teori Bohr hanya memuaskan bila digunakan pada atom hidrogen. Kelemahan-kelemahan Teori Bohr, yaitu : 1.Tidak dapat menerangkan adanya intensitas elektron 2. Tidak dapat menerangkan spektrum unsur selain hidrogen

41.1. Sifat gelombang elektron
-Louis de Broglie (1892 - ) menemukan kesamaan antara sifat-sifat elektron dengan sifat-sifat foton. -Jadi menurut de Broglie, elektron bergerak dengan sifat sebagai gelombang. -Panjang gelombang elektron dinamakan panjang gelombang de Broglie. Persamaan untuk menyatakan panjang gelombang elektron adalah :
l=h mv

h= tetapan Planck m= massa elektron v= kecepatan elektron

AZAS KETIDAKPASTIAN Karena sifat elektron yang mendua (sebagai partikel dan sebagai gelombang) maka Werner Heisenberg (1901 . MEKANIKA KUANTUM. MEKANIKA GELOMBANG DAN KIMIA KUANTUM Untuk mengatasi kegagalan Teori Bohr dalam menerangkan gerakan elektron dalam atom.1961) yang mengajukan teori yang serupa yang disebut Mekanika Gelombang.4. maka Werner Heisenberg pada tahun 1925 mengajukan teori Mekanika Kuantum.3. Pernyataan ini dikenal sebagai Azas Ketidakpastian Heisenberg.53 Angström (0. bersamaan dengan Erwin Schrödinger (1887 . .53 x 10-8 cm) dari inti atom. 4. Kebolehjadian terbesar untuk menemukan elektron pada atom hidrogen pada tingkat dasar adalah pada jarak 0. Pendekatan Mekanika Kuantum untuk senyawa-senyawa kimia dikenal sebagai Kimia Kuantum.) pada tahun 1927 menyatakan bahwa : “tidak mungkin menetapkan dengan pasti posisi dan kecepatan partikel secara serempak”.2.

Gambar 4. maka kebolehjadian untuk menemukan elekron juga besar. . Mekanika gelombang dapat menerangkan banyak fakta yang tidak dapat diterangkan.3. misalnya tentang keempat bilangan kuantum.4. Awan muatan di sekitar inti atom   Bila rapatan awan besar. AWAN ELEKTRON Cara lain untuk menunjukkan kebolehjadian itu adalah dengan menganggap bahwa elektron membentuk awan di sekitar inti atom.  4.

1. misalnya : klorin-bromin-iodin dan litium-natrium-kalium. Beberapa tahun kemu-dian dia mengamati pula adanya tritunggal (“triad”) unsur-unsur yang lain. -logam dibagi lagi menjadi logam mulia.SUSUNAN BERKALA (SISTEM PERIODIK) UNSUR2 5. -Triad Döbereiner Johann Wolfgang Döbereiner (1780 . timbal. Pasanganpasangan tiga unsur ini oleh Döbereiner disebut Triad. -Setelah adanya Teori Atom Dalton. PENGGOLONGAN MENURUT SIFAT-SIFAT UNSUR -Mula-mula unsur-unsur itu digolongkan menjadi logam dan bukan logam. diadakan usaha-usaha untuk menghubungkan antara sifat-sifat unsur dengan berat atomnya. besi.1849) Pada tahun 1817 menunjukkan bahwa berat atom stronsium adalah sama de-ngan berat atom rata-rata kalsium dan barium yang ketiganya itu mempunyai sifat-sifat yang serupa. . timah dan raksa. 5. Penggolongan menurut berat atom unsur -William Prout (1815) mengemukakan bahwa : berat atom suatu unsur merupakan kelipatan berat atom hidrogen. misalnya emas dan perak dan logam tak mulia misalnya tembaga.2.2.

Newlands . unsur yang ke 9 sama dengan unsur yang kedua dst. maka oleh Newman disebutnya sebagai Hukum Oktaf unsur-unsur .Dia mengamati bahwa pada tiap tujuh unsur.R.2. unsur yang ke 8 mempunyai sifat yang serupa dengan unsur yang pertama.5. .2.Karena hal ini menyerupai tangga nada musik. Penggolongan menurut sifatsifat kimia unsur  Hukum Oktaf Newlands  John A.

menunjukkan keberkalaan yang jelas dalam sifat-sifatnya.3. SUSUNAN BERKALA 5.Unsur-unsur bila disusun menurut berat atomnya.5.Julius Lothar Meyer (1830-1895) Pada th 1868 telah membuat kurva berat atom unsur-unsur terhadap volume atom (nisbah berat atom terhadap berat jenisnya) 5.Berat atom suatu unsur suatu saat mungkin dapat diganti bila unsur lain yang serupa diketahui.1. 4. 2. 5. Mendeleyev sampai pada kesimpulan yang disebutnya Hukum Berkala (Periodic Law) sebagai berikut : 1.2.3.Berat atom suatu unsur menentukan karakter unsur tersebut 3.3. Susunan Berkala menurut sifat-sifat kimia -Dimitri Ivanovitch Mendeleyev (1834 .1907) pada tahun yang sama (1868) juga telah menyusun daftar unsur-unsur menurut berat atomnya.Dapat diperkirakan akan ditemukannya unsur-unsur yang belum dikenal misalnya unsur yang serupa dengan Al dan Si yang berat atomnya antara 65 dan 75. Susunan Berkala menurut sifat-sifat fisika .Sifat-sifat kimia suatu unsur dapat diramalkan dari berat atomnya. dengan penekanan pada sifat-sifat kimianya. .

Karena ternyata bahwa sifat-sifat atom suatu unsur berhubungan dengan konfigurasi elektronnya. Sifat-sifat unsur-unsur merupakan fungsi dari nomor atomnya 2. Sifat-sifat unsur-unsur bergantung kepada konfigurasi elektronnya secara keseluruhan.  Dari kenyatan-kenyataan di atas.   5. energi ionisasi dan lain-lain. maka jelaslah ada hubungan antara sifat-sifat unsur dengan konfigurasi elektron unsur tersebut. titik leleh dan kemudahan peruraian garamgaramnya) dengan sifat-sifat atomnya.3. maka disusunlah Hukum Berkala Moderen sebagai berikut : 1. Susunan Berkala menurut Bangun Atom Susunan Berkala Panjang Julius Thomsen (1895) dan Werner (1905) kemudian berusaha menghubungkan sifat-sifat kimia dan fisika unsur-unsur (misalnya daya hantar listrik. misalnya jejari atom.3. .

unsur-unsur disusun menurut nomor atomnya dalam periode berupa baris mendatar. L. yaitu : Golongan I dan IIA : blok s Golongan IIIA s/d VIIIA : blok p Golongan IIIB s/d VIIIB serta IB dan IIB : blok d Golongan IA s/d VIIIA disebut unsur-unsur utama.Dalam Susunan Berkala Panjang. P dan Q. Nomor atom unsur sama dengan jumlah proton dalam inti atom tersebut dan menyatakan pula jumlah elektron yang mengelilingi inti. Susunan Berkala Panjang terdiri atas : a. N. Terdapat juga kolom-kolom vertikal yang disebut golongan yang berisi unsur-unsur yang sama konfigurasi elektron kulit terluarnya. M. . IIB dan IIIB s/d VIIIB disebut unsurunsur transisi. 7 periode. Golongan-golongan. b. O. yang diberi nomor 1 s/d 7 yang sesuai dengan banyaknya kulit elektron K. sedangkan golongan unsur-unsur IB.

   5. SIFAT-SIFAT BERKALA Jika unsur-unsur disusun menurut nomor atomnya. yaitu elektron valensi. juga terdapat suatu penurunan atau kenaikan yang teratur dari sifat-sifat fisika dan sifat-sifat kimia unsur-unsur dalam satu periode dan pada periode berikutnya terulang lagi perubahan2 yang sama. Jumlah muatan inti dan muatan elektron. yt. 36. maka ternyata ada sifat-sifat tertentu yang berulang. Jumlah elektron kulit terluar. 54 dan 86. Di samping terulangnya sifat-sifat khusus yang terdapat pada unsur-unsur tertentu. misalnya sifat-sifat gas mulia terdapat pada unsur-unsur dengan nomor atom 2. Jarak elektron dalam berbagai kulit 4. Jumlah kulit elektron 3.        . Terulangnya sifat-sifat itu dinamakan sifat berkala unsurunsur. 10. Sifat-sifat suatu unsur terutama ditentukan oleh : 1. 18.4. Jarak antara elektron dengan inti 5. nomor atom 2.

   5. Jejari atom adalah jarak dari pusat inti sampai lintasan elektron paling luar.1. Beberapa sifat berkala yang penting Jejari atom. Jejari ini dapat ditentukan dengan cara difraksi sinar-X dengan cara mengukur jarak antara inti-inti dalam senyawa kovalen. sinar-X d d = 2r jejari atom atom natrium .4. Jarak ini sama dengan jumlah jejari atomnya.

Ada beberapa macam jejari atom. Jejari atom logam Jejari yang menggambarkan ruangan yang ditempati oleh suatu atom logam dalam kisi logam. jejari van der Waals jejari kovalen . yaitu : Jejari ion Jejari yang menggambarkan ruang yang ditempati oleh satu ion dalam kisi kristal. Jejari van der Waals Jejari yang menggambarkan ruang yang ditempati oleh suatu atom dalam suatu senyawa terhadap atom lain yang tidak terikat secara kimiawi. tetapi mengalami gaya tarik van der Waals. Jejari kovalen Jejari yang menggambarkan ruang yang ditempati oleh suatu atom dalam suatu senyawa kovalen yang searah dengan ikatan kovalen.

 1. Hasil-hasil pengukuran jejari atom terhadap unsur dalam susunan berkala adalah : Hal ini disebabkan oleh bertambahnya muatan ini atom sedangkan kulit elektron tidak bertambah.Dalam satu golongan dari atas ke bawah jejari atom bertambah besar. sehingga elektron kulit terluar secara keseluruhan mengalami gaya tarik yang makin meningkat. . dari kiri ke kanan.Jejari atom gas mulia lebih besar daripada unsur-unsur sebelumnya dalam periode yang sama kulit elektron bertambah. jejari atom makin kecil. karena makin ke bawah 3. 2.Dalam satu periode.

jadi elektron makin sukar dilepas. Dari hasil pengukuran potensial ionisasi. didapat kesimpulan sebagai berikut : 1. Satuan potensial ionisasi Potensial ionisasi diberi satuan elektron-Volt (eV).POTENSIAL IONISASI Adalah energi yang dibutuhkan oleh suatu atom dalam bentuk gas untuk melepaskan elektron yang tidak terikat erat. sebab muatan inti bertambah. Potensial ionisasi unsur-unsur dalam satu golongan dari atas ke bawah makin kecil. sedangkan kulit elektron tetap.60206 x 10-12 erg = 1.60206 x 10-19 Joule .Potensial ionisasi unsur-unsur dalam satu periode dari kiri ke kanan bertambah besar. sebab dengan bertambahnya kulit elektron. 1 eV = 1. 2. sehingga gaya tarik inti terhadap elektron bertambah besar. yaitu energi yang diperoleh elektron yang dipercepat oleh perbedaan potesial sebesar 1 Volt. maka gaya tarik inti terhadap elektron makin lemah. jadi elektron makin mudah dilepas.

2. Dalam satu golongan atas ke bawah makin kecil.   KEELEKTRONEGATIFAN Adalah kemampuan suatu atom untuk menarik elektron dalam suatu molekul yang mempunyai ikatan kovalen.   .AFINITAS ELEKTRON Adalah energi yang dilepaskan bila suatu atom bentuk gas menerima elektron tambahan sehingga menjadi anion. Harga skala keelektronegatifan unsur-unsur dalam satu periode dari kiri ke kanan makin besar. 1.

5.Fr) Unsur-unsur golongan logam alkali mempunyai sifatsifat sebagai berikut : 1. 3. natrium kuning. Memberikan warna nyala yang spesifik. Golongan IA. Semuanya merupakan pereduksi (reduktor) yang kuat. logam-logam alkali. 4.Cs. kalium ungu. rubidium merah dan sesium biru. 6. Semuanya lunak dan dapat dipotong2 dengan pisau. Semuanya memberikan spektrum yang spesifik pula. Bentuk ion positifnya lebih stabil daripada bentuk atomnya. Sangat reaktif. 2. Rb. Mempunyai panas jenis yang rendah. Semuanya merupakan penghantar listrik dan panas yang baik. yaitu litium merah.(Li.Na. .K.GOLONGAN-GOLONGAN UNSUR A. makin ke bawah makin reaktif.

I At) Unsur-unsur golongan VIIA disebut unsur-unsur halogen. halat. Makin ke bawah. +5 dan +7. yang masing-masing X bermuatan +1.Cl. XO. Sifat-sifat kimia dan fisika halogen banyak persamaannya. F2. Unsur-unsur halogen dapat juga membentuk ion positif. Unsur halogen merupakan oksidator yang kuat.B. XO3.dan perhalat. antara lain adalah pembentukan molekul diatomik. artinya pembentuk garam. unsur-unsur halogen makin sukar untuk be-reaksi dengan hidrogen.Br. Cl2. Harga potensial ionisasi yang tinggi menunjukkan bahwa unsur-unsur halogen lebih mudah membentuk ion negatif. Br2 dan I2. bromin berupa cairan merah coklat dan iodin berupa padatan hitam. Keelektronegatifan unsur halogen juga tinggi.       . fluorin berupa gas yang berwarna kekuningan. kecuali fluorin. karena dengan logam dapat bereaksi langsung membentuk garam.. misalnya dalam senyawa hipohalit. klorin berupa gas kuning hijau. unsur2 halogen (F. XO4-. Pada temperatur kamar.  Golongan VIIA.

golongan gas mulia.Rn)   Disebut juga golongan argonon. Konfigurasi ini sangat stabil. Hal ini me-nunjukkan kestabilan khas dari oktet elektron (atau pasangan elektron untuk 1s).Ar.Kr.Ne. Golongan VIIIA. oleh karena itu mempunyai harga potensial ionisasi yang sangat tinggi. yaitu gas mulia yang paling banyak terdapat di alam. kecuali helium). Harga potensial ionisasi unsur-unsur ini adalah yang tertinggi untuk periode yang bersangkutan dalam susunan berkala.Xe. . (He. Atom-atom unsur-unsur golongan VIIIA ini mempunyai konfigurasi elektron dengan orbital s dan p yang terisi penuh (8 elektron.C. dari nama Argon.

Jejari atom yang hampir sama 4. . Dinamakan unsur transisi. Semuanya mempunyai sifat logam 2. Kemiripan unsur-unsur ini lebih nampak dalam satu periode daripada dalam golongan. kecuali emas yang berwarna kuning dan tembaga yang berwarna merah. Titik leleh dan titik didih tinggi 3.D. Energi potensial ionisasi hanya sedikit bertambah dengan bertambahnya nomor atom.  Secara umum. karena unsur-unsur ini merupakan peralihan antara unsur-unsur logam dengan unsur-unsur bukan logam. Unsur-unsur transisi   Pada tiap-tiap periode panjang antara golongan IIA dan IIIA terdapat unsur-unsur yang dinamakan unsur-unsur transisi.  Unsur-unsur transisi ini penampakan luarnya seperti besi atau timah. terutama pada golongan VIIIB. sifat-sifat unsur-unsur transisi adalah : 1.