BAB I MESIN BUBUT 1.1. PENDAHULUAN Dalam kenyataanya banyak perkakas yang dibuat menggunakan mesin bubut.

Biasanya bahan yang digunakan adalah bahan dalam bentuk silinder, sehingga memudahkan dalam proses pembubutan. Mesin bubut merupakan salah satu mesin perkakas yang tertua yang pernah dibuat manusia dan merupakan mesin yang paling handal dan paling umum digunakan. Disebabkan karena persentase dari meterial yang dikerjakan dalam proses permesinan adalah berbentuk silinder. Beberapa operasi penting yang dilakukan dengan mesin bubut adalah: facing, taper turning, paralel turning, thread cutting, knurling, boring, drilling dan reaming. Mesin bubut umumnya digunakan untuk mengerjakan bagian tersendiri, disesuaikan dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Mesin bubut juga digunakan ketika sejumlah kecil bagian yang mempunyai kesamaan bentuk diinginkan (in-shortproduction runs). Hal ini merupakan tulang punggung dari suatu bengkel permesinan, karena itu pengetahuan yang mendalam sangat dibutuhkan untuk semua ahli permesinan 1.2. TUJUAN PRAKTIKUM Tujuan dari praktikum ini adalah: 1. Mengidentifikasi dan mengetahui fungsi dari bagian-bagian utama mesin bubut. 2. Mengidentifikasi dan memahami teknik dasar pengoperasian mesin bubut. 3. Menguji mengetahui parameter-paremeter yang digunakan dalam proses pembubutan (kecepatan potong (v), pemakanan (f), kecepatan putaran (n), sehingga dapat mengaturya dalam meningkatkan optimasi proses pemotongan. 4. Memahami jenis-jenis pahat potong (tools), pengasahan pahat dan parameter parameternya serta dapat mengatur kedalaman potong (t) sesuai kebutuhan. 5. Dapat menghitung dan mengeset secara benar kecepatan potong benda kerja. 6. Dapat mengeset kecepatan makan untuk setiap operasi. 7. Dapat menentukan waktu yang dibutuhkan dalam memotong benda kerja. 8. Memahami proses terbentuknya gram (chips formation), ketebalan gram (underformed and deformed chips), rasio gram (chips ratio) dan bentuk gram.

|1

1.3. LANDASAN TEORI Mesin bubut merupakan salah satu mesin perkakas yang tertua yang pernah di buat manusia, dan merupakan mesin yang paling handal dan yang paling umum digunakan. Disebabkan karena persentase dari material yang digunakan dalam proses permesinan adalah berbentuk silinder, mesin bubut dasar telah dikembangkan menjadi mesin bubut turet, scew machines, mesin bubut dengan kontrol numerik dan turning center. Beberapa operasi penting yang dilakukan pada mesin bubut adalah: facing, taper turning, paralel turning, thereat cutting, drilling dan reaming. Mesin bubut umumnya digunakan untuk mengerjakan bagian tersendiri, disesuaikan dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Mesin bubut juga digunakan ketika sebagian kecil bagian yang mempunyai kesamaan bentuk yang diinginkan ( in short-produktion run). Hal ini merupakan tulang punggung dari suatu bengkel permesinan, karena itu pengetahuan pengetahuan yang mendalam sangat dibutuhkan untuk semua ahli permesinan. (Anonim 2006) Ukuran mesin bubut ditentukan oleh tinggi mesin bubut dari puncak bet mesin sampai senter kepala tetap dan panjangnya mesin bubut antara senter kepala tetap dan senter kepala lepas. Pembubutan adalah proses yang paling sering dilakukan dalam pemberian bentuk secara menyerpih. Sebab-sebab yang paling penting memegang peranan: 1. Banyak bagian konstruksi mesin (poros, sumbu, pasak, tabung, badan, roda, sekrup dan sebagainya) dan juga perkakas (alat meraut, bor, kikir, pembenaman sebagainya) menurut bentuk dasarnya merupakan benda putar (benda rotasi). Untuk membuat benda kerja ini sering digunakan cara pembubutan. 2. Perkakas bubut relatif sederhana dan karenanya juga murah. Proses pembubutan mengelupas serpih secara tak terpupus sehingga daya sayat yang baik dapat dicapai. Peranan kerja ini terlihat juga dari kenyataan bahwa untuk menguasai keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk itu dibutuhkan pekerjaan magang tersendiri (tukang bubut, tiga tahun waktu belajar). ( Alois, 1985)

|2

1.3.1. Jenis – Jenis Mesin Bubut Penggolongan dari mesin ini sangat sulit karena terdapat keaneka ragaman dalam ukuran, disain, metode penggerakan dan kegunaan. Pada umumnya sesuai dengan karakteristik disainnya yang menonjol, maka pengolongan dari mesin Bubut adalah: A. Pembubut Kecepatan 1. 2. 3. Pengerjaan kayu Pemusingan logam Pemolesan 1. Penggerak pull kerucut bertingkat 2. Penggerak roda gigi tangan 3. Penggerak kecepatan variabel C. Pembubut Bangku D. Pembubut Ruang Perkakas E. Pembubut Kegunaan Khusus F. Pembubut Turet 1. Horizontal 2. Vertikal 3. Otomatis G. Pembubut Otomatis H. Mesin Ulir Otomatis 1.3.2. Gerakan pada Mesin Bubut Gerakan pada mesin bubut saat melakukan proses pemotongan terdiri dari: 1. Gerak Potong (cutting) Gerakan ini bertujuan agar dapat terjadi proses pemotongan. Gerak potong merupakan gerak berputar dari benda kerja yang berasal dari spindel. 2. Gerak Makan (feeding) Gerakan yang bertujuan untuk menggeser sedikit demi sedikit letak proses pemotong agar pemotong dapat merata ke semua bagian benda kerja. Gerakan ini adalah gerak translasi pahat.

B. Pembubut Mesin

|3

Semua mesin bubut.Bagian Mesin Bubut Bagian – bagian mesin bubut tersebut adalah : 1. tanpa mempertimbangkan desain dan ukurannya. 2. 2. Sebuah mekanisme untuk memegang dan menggerakkan pahat potong (tools).3.1. sehingga membuang sebagian dari benda kerja.1 Bagian. Bagian-bagian Mesin Bubut Fungsi utama dari mesin bubut adalah untuk menyediakan segala sesuatunya untuk dapat memutar benda kerja melawan pahat potong.3. Mesin bubut dilengkapi dengan: 1.1 dibawah ini : Gambar 1. Bagian. Ekor Tetap Dapat di stel sepanjang bangku atau bet dari pembubut untuk menampung panjang stok yang berbeda dilengkapi dengan pusat yang dikeraskan. Sebuah pendukung untuk memegang benda kerja. Sebuah cara untuk memegang dan melepaskan benda kerja. yang dapat digerakkan masuk dan keluar oleh penyetel roda dan dengan ulir pengencang didasarnya yang digunakan untuk menyetel penyebarisan pusatnya dan untuk pembubutan tirus. |4 . Batang Hantaran Mentransmisikan daya dari kotak pengubah cepat untuk menggerakkan mekanisme apron untuk daya hantaran melintang dan memanjang. secara umum adalah sama. 3.Bagian Mesin Bubut ditunjukan pada gambar 1.

Selanjutnya juga maju otomatis dapat disalurkan dari spindel kerja. maka harus kaku dan dikontruksi dengan ketepatan tinggi. Dilengkapi juga dengan eretan lintang untuk pergerakan melintang atau surfacing dan eretan ini dipasang eretan atas yang bisa diputar dan dikunci pada setiap posisi untuk pembubutan ketirusan yang pendek. Kepala Tetap Dipasang secara tetap pada bed mesin. Unsur ini tidak hanya harus menyalurkan daya gerak motor. Supor (Saddle) Bagian ini merupakan bagian yang penting dari mesin bubut yang berfungsi sebagai pembawa perkakas pemotong dan bisa bergerak sepanjang landasan dengan tangan atau secara otomatis. sadel pahat dan apron karena mendukung dan memadu pahat pemotong. 4.3. Rakitan Kereta Luncur Mencakup perletakan majemuk. dibawah ini : Gambar 1. Eretan mesin bubut dapat dilihat pada gambar 1.2 Eretan Mesin Bubut |5 . Bagian-bagian dari rakitan kereta luncur adalah : a. melainkan juga harus memungkinkan perubahan angka putaran (daerah angka putaran) untuk spindel kerja (pemilihan kecepatan sayat yang ekonomis pada garis tengah benda kerja tertentu). Bagian ini bisa dikunci dimana saja sepanjang landasan. Kepala tetap berfungsi untuk menampung dan menyangga spindel kerja dan unsur penggeraknya. Mempunyai spindel bolong yang tirus atau berulir untuk memasang cak dan pelat pembawa.2.

Kepala Lepas Kepala lepas menyangga ujung bebas dari benda kerja dan digunakan juga untuk pengeboran dan peluasan dengan memegang benda kerja pada cakar atau plat penyetel.3. Transpotir juga menembus apron dan dikaitkan dengan perantaraan engkol yang dipasang di depan apron. sehingga tidak bergeser sewaktu dijalankan. |6 .b. Kepala Lepas Mesin Bubut 6. Apron Apron adalah bagian supor yang membawa roda tangan untuk membawa eretan. Pada permukaan apron dipasangkan berbagai roda dan tuas kendali. setelah itu dilakukan penyetelan halus untuk mendekatkan senter pada benda kerja dengan memutar roda pemutar. Kepala lepas meluncur pada landasan luncur dan pada kebanyakan mesin bubut bagian ini terbagi dua supaya bisa di stel kemudian. Pengaturan kasar kepala lepas dilakukan dengan meluncurkannya sepanjang landasan dan menguncinya dengan jalan memutar tuas. dibawah ini : Gambar 1. Kepala lepas mesin bubut dapat dilihat dari gambar 1. 5. Tuas Pengubah Kecepatan Tuas Pengubah kecepatan digunakan untuk menyetel kecepatan putaran spindle yang diinginkan. Badan coran ini dilubangi untuk memasukkana selongsong yang benar-benar senter dengan poros mesin atau spindle.Selongsong juga bisa dikunci setelah pengesetan.3. Ini digunakan untuk pembubutan tirus yang tidak satu senter.

7. Pemegang Pahat Digunakan untuk memegang pahat dalam proses pembubutan. (Amstead, 1979) 1.3.4. Proses Pembubutan (Pembentukan Gram) Sebagaimana pada pembentukan gram oleh perkakas tangan (manual), maka pembubutan juga pisau perkakas bubut yang berbentuk pasak (pahat bubut) membenam ke dalam benda kerja, mengalahkan gaya kait mengait antara partikel bahan dengan pertolongan tekanan sayat yang efektif dan menyingkirkannya dalam bentuk serpih (gram). Di sini benda kerja yang melaksanakan gerakan utama, gerakan maju dan gerakan yang lurus dilakukan oleh perkakas. Jenis pembubutan menurut arah gerakan maju : a. Pembubutan memanjang. Gerakan maju berlangsung sejajar dengan sumbu putaran. Dengan demikian bidang permukaan luar bidang kerja (bidang garapan lengkung) yang digarap. Gerakan penyetelan menempatkan perkakas pada posisi penyayatan tepat pada benda kerja setelah setiap penyayatan. Kedalaman tusukan ditentukan oleh penyetelan tegak lurus terhadap sumbu putaran. Pada pembubutan memanjang digarap bidang luar benda kerja bentuk silinder. Gerakan maju pahat buut berlangsug searah sumbu bubut. Pada panjang pembubutan umuran kecil, gerakan maju dilakukan dengan tangan, pada yang panjang secara otomatis oleh poros luncur. Cara penjepit benda-benda kerja bergantung pada bentuknya. b. Pembubutan melintang. Gerakan maju berlangsung tegak lurus dengan putaran. Dengan cara ini dihasilkan bidang rata tegak lurus terhadap sumbu putaran (bidang garapan datar). Dalam pada itu benda kerja memperoleh panjang yang tepat. Arah maju dapat dari luar perputaran atau sebaliknya. Penyetelan (kedalaman tusuk) berlangsung sejajar dengan sumbu perputaran setelah setiap penyayatan. c. Jika gerakan maju berlangsung menyudut/miring terhadap sumbu perputaran, maka dihasilkan kerja yang berbentuk kerucut. d. Pembubutan alur berlangsung hanya dengan gerakan maju tegak lurus terhadap sumbu putaran. e. Dengan gerakan maju sejajar dan tegak lurus terhadap sumbu perputaran pada saat yang sama dihasilkan benda bulat atau benda rotasi lainnya.

|7

f. Pengaluran dan pemenggalan. Pengaluran adalah pembubutan ulir. Pada tusukan kecil profil alur menyerupai bentuk penyayat. Alur lebar dihasilkan dengan memperluas sebuah alur sempit ke arah samping. Pengerjaan pengaluran dapat dilihat pada gambar 1.4. dibawah ini :

D A B C

Keterangan : Alur sudut Alur lebar Alur sempit Alur akhir ulir

Gambar. 1.4. Pengerjaan pengaluran. Pemenggalan adalah pemotongan sebuah benda keja berbentuk batang pada mesin bubut. Di sini digunakan sebuah pahat pengalur dengan penyayat yang sangat ramping. Penyayatan diawali dari luar pada bidang keliling dan berlangsung sampai ke tengah. Penyayat harus diasah agak miring terhadap bubut dengan ujungnya terletak pada bidang datar benda kerja yang telah selesai, supaya lebih licin. Pengerjaan pemenggalan dapat dilihat pada gambar 1.5. dibawah ini :

Gambar. 1.5. Pengerjaan Pemenggalan

g. Penggerakan dan pembubutan dalam pegeboran pada mesin bubut. Pada pengeboran dengan mesin bubut, benda kerja melakuan geeran utama memutar, sedangkan mata bor yang tinggal diam diperoleh gerakan maju. Untuk membor dari keadaan pejal digunakan mata bor spiral. Mata bor kecil mempunyai gagang |8

silinder dijepit di dalam kepala bor dan didesakkan ke dalam bumbung penjepit pada kepala bebas. Jika lubangnya yang berbentuk kerucut terlalu besar, maka harus disarungkan selubung mata bor. Mat bor harus benar-benar dalam keadaan sentris dan kencang. Mata bor yang mempunyai gagang yang berbentuk kerucut dan ditancapkan langsung atau dilengkapi dengan selubung mata bor benar-benar bersih, supaya mata bor tidak menggelincir di dalam bumbung penjepit dan mengoyak kerucut dalam. Mata bor besar dapat dihindarkan dari guncangan (kelonggaran) dengan pertolongan sebuah pembawa.

1.3.5. Bentuk – Bentuk Gram Yang di Hasilkan Proses Bubut :
Bentuk-Bentuk Gram yang dihasilkan pada proses bubut digolongkan menjadi 3 jenis yaitu : 1. Gram tidak kontinu atau putus-putus Menunjukkan suatu kondisi yaitu logam di depan pahat pemotong diretakan menjadi potongan-potongan agak kecil. Gram jenis ini didapatkan dalam memesin bahan rapuh pada umumnya, seperti besi cor dan perunggu. Sementara serpih ini ditimbulkan, tepi potong menghaluskan ketidak rataan dan didapatkan penyelesaian yang cukup baik. Umur pahat cukup panjang dan kerusakan biasanya terjadi sebagai akibat dari aksi penggerusan pada permukaan singgung pada pahat. Gram tidak kontinu dapat juga terbentuk pada beberapa bahan ulet kalau koefesien geseknya tinggi. Tetapi Gram ini pada bahan ulet menunjukan kondisi pemotong yang buruk. 2. Gram kontinu Menunjukan jenis yang ideal dari serpihan, dari umur pahat dan penyelesaiannya. Gram jenis ini timbul dalam pemotongan segala bahan ulet angka gesekan rendah. Dalam hal ini logam diubah bentuknya secara kontinu dan meluncur pada permukaan yang retak. Gram ini timbul pada kecepatan tinggi dan agak sering jika pemotongan dilakukan dengan pahat karbida. Karena kesederhanaannya, Gram ini dapat dianalisa dari sudut pandangan gaya yang tercakup. 3. Gram kontinu dengan tepi yang terbangun Menunjukan ciri Gram yang di mesin dari bahan ulet yang mempunyai angka gesekan agak tinggi. Setelah terjadi pemotongan, maka Gram mengalir di |9

Tepi yang tegak tetap agak konstan selama memotong dan pengaruhnya adalah agak mengubah sudut garuk.6. 1. Bentuk-bentuk gram ditujukan pada gambar 1. Kontinu dngan tepi yang terbangun.3. C. sejumlah kecil dari tepi yang agak memisah dan jatuh dengan serpihan atau menempel permukan yang dibubut. Secara berkala. dibawah ini : A B C A. Kontinu.7 Jenis Mata Pahat dan Bubut | 10 . Tidak kontinu.6 Jenis Mata Pahat Bubut Gambar 1. Gambar. kehalusan permukaannya tidak sebaik bila dengan serpihan kontinu. ukuran dari tepi yang terkurangi dengan menipiskan Gram ataupun menambah sudut garuk.tepi ini dan naik di sepanjang permukaan pahat. dengan meningkatnya kecepatan potong. B. meskipun pada beberapa bahan ulet tidak dapat dihilangkan sepenuhnya. Karena aksi ini maka. Bentuk-Bentuk Gram (Amstead. Tetapi. 1979) 1.6.

....(1..... 5=Pahat pucuk samping kanan... mm / min .... 3=Pahat kikis lurus kiri..... 10=Pahat bubut samping kiri......... Proses Pembubutan 2. 11=Pahat alur.......d .......... 13=Pahat penggal.... 17=18=Pahat kait......... 14=Pahat bubut bentuk.....................................1) dimana: n = putaran spindel (rpm) d = diameter rata-rata (mm) d= do + dm (mm) .3... 19=Pahat ulir dalam... 2=Pahat kikis luris kanan...........................3) dimana: f = gerak makan (mm/ langkah) | 11 .... 12=Pahat ulir pucuk......... Kecepatan potong (cutting speed) Kecepatan potong didefinisikan sebagai kecepatan pada sebuah titik di sekeliling benda kerja melewati pahat potong dalam satu menit.........16=Pahat sudut dalam. 6=7=Pahat poles pucuk... v= π..................Berbagai jenis pahat bubut: 1=Pahat kikis tekuk kanan...... 1......... 15=Pahat bubut dalam....(1......n 1000 m / min . 9=Pahat bubut samping kanan.....2) 2 do dm Gambar 1....8.........................7 Elemen Dasar Proses Pembubutan Elemen-elemen dasar proses pembubutan : 1......... 8=Pahat poles lebar.............. (1............4=Pahat kikis samping kanan..... Kecepatan makan v = f × n.............

.......................(1....... Rasio pemotongan (cutting qf ratiokhip compression ratio) r= to tc ......4) vf 4..... Selalu menghentikan mesin sebelum melakukan pengukuran................. 3.................3. | 12 . Waktu pemotongan (cutting time) Cutting time = PanjangPem otongan feed × putaran Tc = lc (min) ....... cincin..................... (cm 3 / m in) .... Sebelum memasang atau melepaskan kelengkapan mesin.... meskipun dia dilengkapi dengan berbagai macam alat keamanan.......... Jangan mencoba mengoperasikan mesin jika belum mengerti benar akan prosedur pengoperasian mesin..... 6.............6....(1. Kedalaman potong (depth of cut) a= do − dm ( mm) ......a..6........................7.......... Hal-hal yang perlu diperhatikan selama mengoperasikan mesin bubut: 1... Kecepatan penghasilan gram Z = f ...................... Selalu menggunakan sikat baja untuk membersihkan gram.....3.) dimana: t o = ketebalan gram sebelum terpotong (kedalaman potong) (mm) t c = ketebalan gram setelah terpotong (mm ) 1............. Jangan membuat goresan yang dalam pada benda kerja.. Jangan menggunakan pakaian yang kedodoran............ Hal ini akan membuat lendutan/momen pada benda kerja.v................... Faktor-faktor keamanan yang perlu diperhatikan Mesin dapat menjadi sangat berbahaya jika tidak dilakukan sesuai dengan prosedur.... 4........................ Berikut ini adalah beberapa regulasi keamanan yang perlu diperhatikan selama operasi mesin bubut.. yakinlah bahwa arus listrik sudah dimatikan.................................) 6.. jam tangan jika mengoperasikan mesin.. 2...(1........................... 5......5) 2 5...........(1.......

2. Melihat gambar/skema benda kerja yang akan dibuat.87 mm φ 40 mm 40 mm 50mm 30mm 20 mm Bentuk Produk 150 mm Gambar 1. Memotong benda kerja (besi pejal) dengan diameter 22mm sepanjang 150 min. 7.10 φ 20 mm Akhir Pembubutan Material benda kerja = Baja ST . 5. Bentuk Benda Kerja Cara-cara atau prosedur praktikum mesin perkakas (mesin bubut) yaitu: 1. Membubut muka (facing).5. 1.5.9.9 dibawah ini : φ 17 mm φ 14 mm φ 11. Memasukkan benda kerja pada pencekam. Membuat lubang untuk senter.37 Putaran spindel (n) Pendingin = 625 rpm = air Panjang Pembubutan = 150 mm.1. 6.4.1. 4. Menyediakan alat dan perlengkapan mesin bubut serta alat ukur. Membubut paralel dengan kedalaman potong dan panjang yang telah ditentukan. 3. Hasil Proses Pembubutan entuk produk akhir proses pembubutan dapat dilihat pada gambar 1. | 13 . HASIL DAN PEMBAHASAN 1. PELAKSANAAN /CARA PRAKTIKUM φ 22 mm 187 mm Gambar 1.

05 0.05 0.1 Hasil Pengamatan Langkah 1 2 3 4 5 6 7 8 do(mm) 22 21 20 18.05 0. v= Analisa Data Kecepatan Potong π.5 0.75 0.n 1000 Perhitungan elemen-elemen dasar (m / min) d= v= d o + d m 22 + 21 = = 21. Kecepatan makan (feeding) v f = f ×n .8 0.05 0.d . digunakan untuk perhitungan tahap ke 2 sampai ke 8 | 14 .25 mm/min Dengan cara yang sama.75 0.8 0.05 t0 0.5 17 15.065 0. Tc = Waktu pemotongan lt ( min ) vf 150 = = 4.5 17 15.8 0.8 0.87 n 625 625 625 625 625 625 625 625 f (mm/r) 0.75 0.8 0. digunakan untuk perhitungan tahap ke 2 sampai ke 8 c.5.07 Continue Continue Continue Continue Continue Continue Continue 1.8 min 31. digunakan untuk perhitungan tahap ke 2 sampai ke 8 b.5 ×625 1000 v = 4 2.5 14 12 11.Tabel 1.05 0. mm / min = 0.5 0.1 9m m in Dengan cara yang sama.2.05x 625 = 31.5mm 2 2 3.75 tc 0.55 Jenis Gram Continue 0.14 × 21.5 14 12 dm(mm) 21 20 18.05 0.55 0. a.75 0.25 Dengan cara yang sama.05 0.

93 0.5 17 15.059 m m /m in 3 ( ) ) Dengan cara yang sama.05 0.42 .75 Vf (mm/ min) 31.77 34.306 1.05 0.25 17.5 = = 0.94 25.5 14 12 dm (mm) 21 20 18.75 13 11.25 31.3.25 31. r= Rasio pemotongan (cutting ratio/chip compression ratio) to 0.065 0. Pembahasan | 15 .93 0.5. Kecepatan penghasilan gram Z = f ⋅ a ⋅ v cm 3 /m in ( = 0.9 0.92 31.25 14. digunakan untuk perhitungan tahap ke 2 sampai ke 8 Setelah dilakukan perhitungan untuk tahap 1 sampai tahap ke 5 diperoleh data-data sebagai berikut: Tabel 1.19 40.9 0.75 0.d.2 Hasil Analisa Data Langk ah 1 2 3 4 5 6 7 8 do (mm) 22 21 20 18.19 cm 3 /m in =1.25 V (m/min) 42.93 31.5 17 15.75 0.086 1.25 1.93 0.05 0.05 .83 31.5.05 0. 5 20.25 31.23 37.51 23.75 16.076 r 0.935 a (mm) 0.05 d (mm) 21.196 1.005 1.75 0.75 0.25 31.9 t c 0. digunakan untuk perhitungan tahap ke 2 sampai ke 8 e.059 1.5 0. digunakan untuk perhitungan tahap ke 2 sampai ke 8 f.5 19.89 28. a= Kedalaman potong (depth of cut) do − dm 2 22 − 21 = = 0.416 1.55 Dengan cara yang sama.5 14 12 11.25 0.0.5mm 2 Dengan cara yang sama.276 0.25 31.05 0.05 0.5 0.42 Z (cm3/min) 1.87 n 625 625 625 625 625 625 625 625 f (mm/r) 0.05 0.93 0.

Dalam proses pembubutan untuk bagian pertama (diameter 22 mm ke 20 mm) dilakukan dua kali proses pembubutan.hal ini juga akan berpengaruh pada hasil pembubutan ulirnya. Pada saat melakukan proses pemotongan terjadi gerakan-gerakan pada mesin seperti gerak potong (cutting mution) yang dilakukan oleh benda kerja yang diputar oleh spindle. Sehingga dari hal tersebut dapat dikatakan bahwa proses pembubutan pada kedalaman potong dan panjang pemotongan yang bernilai kecil akan membutuhkan waktu pembubutan yang relatif lebih kecil bila dibandingkan dengan yang lebih besar.05 mm. Dan untuk bagian kedua dan ketiga juga sama dilakukan dua kali proses pembubutan untuk satu bagiannya. dilakukan secara manual (menyeni). Dimana nilai f dan n dalam praktikum ini diambil nilai yang konstan untuk semua langkah proses pembubutan. bagian pertama dengan diameter 20 mm dan panjang 20 mm. hal ini dikarenakan adanya pertimbangan terhadap factor waktu dan kondisi pahat yang digunakan. yaitu yang pertama dari diameter 22 mm ke 21 mm baru selanjutnya ke diameter 20 mm. | 16 . Panjang silinder pejal tersebut adalah 150 mm dengan diameter 22 mm. gerak makan (f) = 0. bagian kedua dengan diameter 17 mm dan panjang 40 mm. Pembubutan dilakukan dengan kecepatan putaran spindle (n) = 625 rpm. karena pahat yang digunakan dalam proses pembubutan ini dalam kondisi kurang baik atau kurang tajam. dan gerak makan (feed motion) yang dilakukan oleh pahat yang bergerak secara lurus kontinyu terhadap benda kerja. hal ini dimaksudkan untuk mengetahui perbedaan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan proses pembubutan dengan kedalaman potong dan panjang pemotongan yang berbeda. tidak dilakukan dengan menggunakan mesin bubut. dan bagian ketiga dengan diameter 14 mm panjangnya 40 mm dan bagian keempat dengan diameter 12 mm dan panjang 50 mm. Dalam satu tahap dilakukan dua kali proses pembubutan disebabkan oleh pahat ynag tidak tajam lagi sehingga apabila dilakukan pembubutan dengan kedalaman potong yang besar maka akan merusak pahat dan hasil pembubutan juga tidak halus. maka akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Pada saat pemasangan pahat. Dalam pembuatan ulir. Dari panjang benda kerja yang 150 mm dibagi menjadi 5 bagian yaitu.Pada praktikum untuk pengujian mesin bubut digunakan material berupa silinder pejal dari bahan baja ST-37. Selain itu. Dimana apabila pembuatan ulir dilakukan dengan mesin bubut. serta bagian kelima yang merupakan bagian dari bagian keempat diambil panjang 30 mm untuk pembuatan ulir .

hal tersebut sesuai dengan teori yang ada yaitu nilai r harus lebih kecil atau sama dengan satu. Apabila pemasangan pahat terlalu jauh dari tumpuan. Rasio pemotongan (r) adalah perbandingan antara ketebalan gram sebelum terpotong (kedalaman potong) dengan ketebalan gram setelah terpotong. Gram yang dihasilkan pada praktikum kali ini adalah gram kontinu.1 KESIMPULAN | 17 . Kecepatan potong benda kerja (ν f ) dipengaruhi oleh diameter rata-rata f benda kerja (d) dan putaran poros spindle (n). begitu pula sebaliknya.6. dimana kecepatan potong (ν ) tersebut akan semakin besar apabila diameter rata-rata (d) benda kerja dan putaran poros spindle (n) diperbesar. 1. Pada praktikum kali ini rasio pemotongannya kurang dari satu. Penghasilan gram tergantung dari gerak makannya. karena bahan material yang digunakan adalah pada baja ST –37 yang memiliki keuletan yang tinggi. semakin besar gerak makan yang digunakan maka tebal gram yang dihasilkan besar. ujung pahat muda bergetar . KESIMPULAN DAN SARAN 1.posisi ujung pahat di setel setinggi garis sumbu benda kerja (senter) agar mata pahat tidak cepat rusak dan proses pemakanan sesuai dengan kedalaman potong yang diinginkan. Waktu yang diperlukan untuk melakukan pembubutan pada setiap langkah proses akan bertambah lama apabila panjang proses pembubutan tersebut diperbesar tetapi apabila kecepatan makannya diperbesar dengan panjang yang tetap maka waktu yang diperlukan akan semakin pendek. Selain itu akibat gerak makan dan kedalaman potong yang terlalu besar akan menyebabkan mata pahat cepat menjadi aus.6. Akan tetapi bila terjadi nilai r lebih besar atau sama dengan satu. Gram menjadi lebih tebal setelah terpotong karena terjadi pengembangan akibat proses pembubutan sehingga ketebalannya bertambah. sehingga kualitas hasil pemotongan tidak baik. Kecepatan makan benda kerja dipengaruhi oleh dua faktor yaitu gerak makan (f) dan putaran poros spindle (n) dimana kecepatan makan tersebut akan semakin besar apabila gerak makan (f) dan putaran poros spindle (n) diperbesar. maka hal tersebut bisa terjadi karena disebabkan karena ketebalan gram setelah proses pembubutan lebih besar dari pada kedalaman potongnya.

hendaknya segala sesuatu yang berkaitan dengan mesin bubut baik itu cara pengoprasian atau factor – factor keamanan harys diperhatiakan sebaik mungkin. Sebelum melakukan praktikum mesin bubut.Dan hasil praktikum di atas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. 2. kedalaman potong dan kondisi pemotongan. Pada prinsipnya proses pembubutan adalah mengurangi berat dan volume benda kerja.2 SARAN 1. 2. maka hal atau kesalahan tersebut disebabkan karena: Kesalahan praktikan pada saat pengukuran gram setelah proses pembubutan. 3. Kecepatan potong benda kerja akan semakin besar apabila diameter rata-rata benda kerja dan putaran poros spindle diperbesar. Nilai dari rasio pemotongan pada dasarnya lebih kecil dari 1 tetapi bila terjadi hal sebaliknya. Umur pahat tidak hanya dipengaruhi oleh geometri pahat saja melainkan ada beberapa hal yang sangat signifikan pengaruhnya seperti material benda kerja. 7. sehingga tidak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan pada saat melakukan praktikum. Kecepatan makan benda kerja akan semakin besar apabila gerak makan dan putaran poros spindle diperbesar.6. 1. 5. Gram yang dihasilkan pada proses pembubutan silinder pejal Baja ST-37 adalah gram kontinu karena material benda kerja baja ST – 37 adalah baja yang memiliki tingkat keuletan yang cukup tinggi. | 18 . dan proses pembubutan hanya dapat dilakukan pada benda kerja yang berbentuk silindris. Waktu yang diperlukan untuk proses pembubutan akan semakin lama apabila kedalaman potong dan panjang pemotongan yang digunakan lebih besar. metal pahat. apabila gerak makannya diperbesar dengan panjang pembubutan tetap waktu yang diperlukan akan semakin pendek. Pahat yang digunakan saat praktikum agar diperbaharui sehingga pada saat melakukan proses pembubutan hasil yang diperoleh maksimal. 6. 4.

roda gigi dan kepala baut. Mesin frais merupakan mesin pemotong yang dapat digunakan untuk berbagai macam operasi seperti pengoperaisan benda datar dan permukaan yang memiliki bentuk yang tidak beraturan. 6. drilling. LANDASAN TEORI Mesin frais adalah mesin tools yang digunakan secara akurat untuk menghasilkan satu atau lebih pengerjaan permukaan benda dengan menggunakan | 19 . benda kerja dikontakkan dengan pemotong yang bergerak maju mundur. PENDAHULUAN Mesin frais (milling machine) adalah mesin tools yang digunakan secara akurat untuk menghasilkan satu atau lebih pengerjaan permukaan benda dengan menggunakan satu atau lebih alat potong frais yang berputar yang memiliki satu atau lebih mata potong. pemakanan. Mengetahui teknik dasar pengoperasian mesin frais.BAB II MESIN FRAIS (MILLING MACHINE) 2. Benda kerja dipegang dengan aman pada meja benda kerja dari mesin atau dalam sebuah alat pemegang khusus yang dijepit/dipasang pada meja mesin. jenis dan jumlah gram yang dihasilkan. 5. reaming dan sloting. Kemampuannya untuk melakukan berbagai macam pekerjaan membuat mesin ini merupakan salah satu mesin yang sangat penting yang digunakan dalam bengkel kerja. 2. Mengetahui maksud dan kegunaan dari berbagai macam alat tambah yang digunakan dalam mesin frais. Mengetahui bagian utama dari mesin frais horizontal secara umum.1. 4. Mengetahui maksud dan kegunaan dari bagian-bagian operasional dari mesin frais. Mengetahui penyetelan dan penentuan variabel pemotongan seperti kecepatan potong. 2. kecepatan putaran. Selanjutnya.3. 2. TUJUAN PRAKTIKUM 1. 3.2. boring. Mengetahui jenis-jenis mesin frais yang banyak digunakan dalam industri dan penggunaannya. kedalaman potong.

kecuali untuk putaran. Selanjutnya benda kerja dikontakkan dengan pemotong yang bergerak maju mundur. roda gigi dan ceruk dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai pemotong. kempa gurdi. (Stefford. Frais ini melakukan produksi suku cadang duplikat yang pertama dengan pengendalikan secara mekanis arah dan gerakan potong dari perkakas mata potong jamak yang berputar. Pemotong sudut. Karena semua gerakan meja mempunyai penyetelan mikrometer. Operasi pada umumnya yang dilakukan oleh sekrap. 1986) Memfrais adalah mengerjakan logam dengan mesin yang mempergunakan pemotong berputar yang mempunyai sejumlah mata pemotong. boring. Pemotong frais memiliki satu deretan mata potong pada kelilingnya yang masing-masing berlaku sebagai pemotong tersendiri pada daur putaran. Benda kerja dipegang pada meja yang mengendalikan hantarannya terhadap pemotong. Mesin Frais ditemukan oleh Eli Whitney sekitar tahun 1818. Kemampuan untuk melakukan berbagai macam pekerjaan membuat mesin frais merupakan salah satu mesin yang sangat penting dalam bengkel kerja. roda gigi dan kepala baut. Dalam mesin pada umumnya terdapat tiga kemungkinan gerakan meja longitudinal. Mesin frais adalah yang paling mampu melakukan banyak tugas dari segala mesin perkakas. mesin pemotong roda gigi dan mesin pelumas lubang dapat dilakuan pada mesin frais. maka lubang dan pemotongan yang lain dapat diberi jarak secara tepat. Mesin ini membuat | 20 .satu atau lebih alat potong. Mesin frais merupakan mesin potong yang dapat digunakan untuk berbagai macam operasi seperti pengoperasian benda datar dan permukaan yang memiliki bentuk yang tidak beraturan. pemotng berbentuk bulat tidak mempunyai gerakan lain. menyilang dan vertikal. celah. pelumas lubang dan bor dapat dipegang dalam soket arbor dengan melepaskan pemotong dan orbor. Permukaan yang datar maupun berlekuk dapat dimesin dengan penyelesaian dan ketelitian istimewa. reaming. Pahat frais. tetapi pada beberapa meja juga dimiliki gerakan putar. Mesin frais melepaskan logam ketika benda kerja dihantarkan terhadap suatu pemotong berputar. Alat ini kenal sebagai pisau frais. Benda kerja dipegang dengan aman pada meja benda kerja dari mesin atau dalam sebuah alat pemegang khusus yang dijepit atau dipasang pada meja mesin.

setiap pemotong adalah datar pada | 21 . Pemotong frais samping. Pemotonganya efesien pada gerakannya dan dapat dipakai untuk waktu yang lama sampai perlu diasah kembali. Pemotong ini mirip dengan pemotong datar kecuali bahwa giginya di samping. Pemotong frais biasa. Pemotong tangkai. c. Pemotongan muka. Pemotong biasa adalah sebuah pemotong berbentuk piringan yang hanya memiliki gigi pada kelilingnya. Dalam kasus pada umumnya. Pemotong ini mempunyai lubang dipusatnya untuk pemasangan pada arbor. b. Pemotong ini mempunyai tangkai lurus atau tirus yang menjadi satu dengan badan pemotong. Kalau dua pemotong beroperasi bersama. Pemotong ini dibaut atau dipegang pada ujung arbor pendek dan biasnya dipakai untuk mengefrais permukaan rata. 2. Pemotng heliks lebar yang digunakan untuk pekerjaan meratakan yang lebih berat mungkin memilki takik pada giginya untuk mematahkan serpihan dan memudahkan pengeluarannya.H. benda kerja diselesaikan dalam satu lantaran dari meja. Giginya dapat lurus atau heliks kalau lebarnya lebih dari 15 mm. Pemotongan berat dapat diambil tanpa banyak merugikan pada penyelesaian atau ketepatannya. Ketika digunakan ini dipasang pada spindel.penyelesaian dan lubang yang lebih baik sampai batas ketelitian dengan jauh lebih mudah dari pada sekrap. 1981) 2. Pemotong arbor.3. Amstead. Keuntungan ini ditambah dengan ketersediaan dari pemotogan yang sangat beraneka ragam membuat mesin frais sangat penting dalam bengkel dan ruang perkakas. (B.1 Jenis dari Pemotong Frais Terdapat tiga desain umum dari pemotong : a. Pemotong dapat dikelompokkan terutama menurut bentuk umumnya atau jenis pekerjaan yang dapat dilakukannya yaitu : 1.

Galurnya dapar lurus maupun heliks. Gigi pada pemotong ini diberi suatu bentuk khusus termasuk didalamnya adalah pemotong cekung dan cembung. Karena mahalnya baja kecepatan tinggi. Pemotong gergaji belah logam. Pemotong frais ujung. Mereka dibuat menjadi pemotong sudut tunggal maupun sudut ganda. biasanya 5 mm atau kurang. 7. Pemotong frais bentuk. seperti yang terlihat pada gambar 20. galur pada pemotong frais dan pelebar lubang. membujursangkarkan ujung. pemotong roda gigi. Frais ujug digunakan untuk proyeksi permukaan. memotong celah dan dalam pekerjaan pencerukan. kecuali bahwa pembuatannya sangat tipis. Penggunaanya untuk memfrais celah T. pemotong galur. Semua pemotong bentuk sudut termasuk dalam kelompok ini. Pemotong sudut digunakan untuk memotong lidah roda.satu sisi dan memiliki gigi pada sisi yanglain.4. Pemotong celah T. Pemotong jenis ini menyerupai pemotong datar kecil atau frais samping yang memiliki poros integral lurus atau tirus untuk penggerakan. Pemotong sudul tunggal ini mempunyai sati permukaan kerucut. Pemotong ini mirip dengan pemotong frais datar atau samping. Pemotong datar dari jenis ini diberi pengaman dengan menggerinda sisinya untuk menghasilkan ruang bebas dari pemotongnya. tanggem. 6. sedangkan pemotong sudut ganda bergigi pada dua permukaan kerucut. Pemotong frais sudut. Bentuk yang khusus adalah pemotong dudukan pasak Woodruff. yang dibuat dalam ukuran standart untuk memotong dudukan bulat bagi pasak woodruff. | 22 . 5. pemotong pembulat sudut dan sebagainya. 4. Pemotong besar yang disebut frais cangkang mempunyai bagian pemotong terpisah yang dipegangkan pada arbor batang. 3. Pemotong ini mempunya poros integral untuk meggerakkan dan mempunyai gigi dikeliling dan diujungnya. maka kontruksi ini menghasikan banyak penghematan dalan biaya bahan. Pemotong frais samping mungkin bergigi lurus. misanya pembuatan cetakan. heliks atau sigsag.

Perbedaannya adalah bahwa meja kerjanya dilengkapi dengan gerakan keempat yang memungkinkan meja berputar secara horisontal yang dilengkapi dengan sebuah indeks atau kepala pembagi yang terletak diujung meja. Mesin frais datar dari jenis tiang dan lutut mempunya tiga gerakan. b. Sifat berputar pada mesin horizontal memungkinkan memotong spiral. nok dan beberapa roda gigi. Penampilannya mirip dengan mesin frais jenis datar. misalnya seperti yang terdapat pada penggurdi. Mesin Frais Datar Mesin frais mirip dengan mesin tangan. alur pasak pendek dan membuat celah. 2. kecuali bahwa kontruksinya lebih kuat dan dilengkapi dengan mekanisme hantaran daya untuk mengembalikan gerakan meja.8. Dengan meningkatnya ukuran pemotong adalah ekonomis untuk menyisipkan gigi yang terbuat dari bahan mahal ke dalam baja yang lebih murah. Jenis-Jenis Mesin Frais Jenis-Jenis mesin frais adalah : a. Pemotong gigi sisipan. Mesin ini memiliki arbor horisontal untuk memegang pemotongnya dan sebuah meja kerja yang biasanya dilengkapi dengan tiga gerakan. c. Gigi pada pemotong semacam ini dapat diganti kalau aus atau patah. pemotog frais. Mesin Frais Universal atau Horizontal Mesin horisontal adalah terutama sebuah mesin ruang perkakas yang dikontruksi untuk pekerjaaan sangat teliti. Mesin yang jenis landasan tetap hanya mempunyai landasan gerakan meja longitudinal. Mesin yang dioperasikan tangan terutama digunakan dalam pengerjaan produksi untuk operasi frais ringan dan sederhana. Memiliki konstruksi tiang dan lutut atau meja yang dipasangkan pada landasan tetap. longitudinal.3. tetapi mempunyai perlengkapan untuk penyetelan melintang dan vertikal ada spidalyang memegang arbor pemotong frais. Benda kerja dihantarkan pada pemotong berputar oleh gerakan tangan dari tuas atau oleh hantaran ulir tangan.2. | 23 . yang dioperasikan dengan tangan. misalnya memotong alur. melintang dan vertikal. Mesin Frais Tangan Jenis ini yang paling sederhana dari mesin frais.

dan dihantarkan terhap pemotong putar pada kecepatan yang sesuai. Benda kerja dibawah pada meja panjang yang hanya mempunyai gerakan longitudial. Pemotongnya adalah semua jenis frais ujung. pengeboran. Tetapi. Beberapa mesin frais vertikal dilengkapi dengan alat putar tambahan atau meja kerja putar untuk memungkinkan memfrais alur melingkar atau memfrais kontinyu suku cadang produksi yang kecil. kepala spindelnya dapat berputar yang memungkinkan peyetelan spindel dalam bidang vertikal pada setiap sudut dari vertikal samapi horisontal. Mesin frais vertikal ditunjukkan pada gambar 2. Mesin Frais Vertikal e. peluasan lubang.1. pemotongan tepi. Mesin ini mempunyai perjalanan spindel axial yang pendek untuk memudahkan pengfraisan bertingkat. Gerakan hantaran meja variabel dan pemotong putar adalah ciri utama yang membedakan ciri ini dari penyerut.d. dan pencerukkan. Gerakan lintang vertikal terdapat pada | 24 . dibawah ini : Gambar 2. Mesin Frais Vertikal Gerakan mejanya sama denga mesin datar. Mesin Frais Jenis Penyerut Mesin frais ini mendapatkan nama karena kemiripannya dengan penyerut. penjarakaan tempat dari lubang karena penyetelan mikrometer dari meja. Biasanya tidak ada gerakan yang diberikan kepada pemotong kecuali gerakan berputar biasanya.1. Penggunaan mesin mencangkup penggurdian.

2. Mesin ini dirancang untuk memfrais benda besar yang memerlukan pelepasan stok berat dan untuk duplikasi teliti dari bentuk keliling dan profil. Mesin ini mampu mengambil pemotongan frais berat pada tugas produksi jangka panjang dan sering kali dilengkapi dengan sebuah daur pemesinan yang dikendalikan secara otomatis.spindel pemotong. Penyetelan vertikal diberikan dalam kepala spindel dan suatu penyetelan lintang dibor dalam pena atau rambu spindel. dibawah ini : Gambar 2. dibawah ini : Gambar 2. Mesin frais jenis penyerut di tunjukkan pada gambar 2. Mesin frais lutut dan tiang ditunjukkan pada gambar 2.3.2 Mesin Frais Jenis Penyerut f.3 Mesin Frais Lutut dan Tiang | 25 . Mesin Frais Dari Jenis Bangku Tetap Ini adalah mesin produksi dari kontruksi yang kasar bangkunya adalah benda cor yang kaku dan berat serta penyangga sebuah meja yang hanya memiliki gerakan longitudinal.

7. Tindakan Keamanan Lebih banyak kecelakaan terjadi dalam menjalankan mesin frais dari pada mengoperasikan mesin yang lainnya. Pilihlah cara memegang benda kerja yang tepat dan pasanglah dalam posisinya. a. Jangan menjalankan mesin frais sebelum menerima intruksi selengkapnya. 5. 3. 1979) 2. b. Ini berarti bahwa pisau frais mulai menyayat pada bagian bawah benda kerja dan meletakkan penyayatan yang berat pada waktu benda kerja digerakan ke dalam pisau frais. Pilihlah kecepatan dan gerak makan yang tepat.5. 2. 2.3. Cara tersebut memungkinkan menyayat lebih berat karena kekuatan yang dikeluarkan lewat bagian-bagian mesin frais yang lebih laku. 2. karena itu diperlukan perhatian yang sangat besar. Tindakan dalam Mempergunakan Mesin Frais 1. Setel meja kerja dalam posisinya yang tepat. 4. Pilihlah poros frais atau lengkapan untuk memegang frais yang tepat. Setel kedalaman sayatan. Jangan meletakan tangan di atas meja kerja yang sedang bergerak. Pasanglah pisau frais dalam posisinya.3. | 26 . jangan sampai tergoda untuk menyentuh permukaan benda kerja. 2. Cara-Cara Memfrais Ada dua cara memotong dengan mesin-mesin frais horisontal. 1. 6. Pilihlah jenis dan ukuran pisau frais yang tepat.4.(Amstead. Jauhkan tangan dari semua pisau frais ynag sedang berputar.3. 3. Memfrais ke atas Dengan cara ini arah gerak jalan berlawanan dengan arah rotasi pisau frais. Memfrais ke bawah Dengan cara ini arah gerak jalan searah dengan arah rotasi pisau frais. Cara in ditetapkan pada jenis mesin frais yang lebih baru yang khususnya didesain untuk itu.3. Ini adalah satu-satunya cara memotong yang dilakukan pada mesin frais yan digerakan dngan tangan atau jenis mesin frais yang lebih tua.

kepala dibekalkan bersama dengan mesin frais horisontal tetapi dapat digunakan juga pada mesin lain. Jauhkan jari-jari saudara dari lubang bantalan bila memasng penompang pros frais arau supor. 2. Untuk pemotong kecepatan tinggi umumnya digunakan sudut garuk radial | 27 . Jangan sekali-kali membiarkan orang lain start atau menghentikan mesin frais. Dalam gambar ditunjukan sebuah kepala indeks dan kaki tetapnya yang dipasangkan pada meja kerja mesin. 2. berlawanan dengan perkakas bubut sekrap/sekrap. Adalah sangat berbahaya untuk mempergunakan gombal-gombalan. Perkakas Frais Perkakas frais mempunyai sejumlah besar penyayat berbentuk pasak. misalnya kalau memotong roda gigi heliks. pakailah selalu kacamata keamanan. pada sutu pemutaran fraios. 7. lepaskan pisau frais dan peganglah dengan kain. Terutama beban panas harus lebih kecil. gulung lengan baju. Karena itu pada kecepatan sayat tertentu. Bagian – Bagian Mesin Frais Bagian-bagian mesin frais adalah : 1. Bila pekerjaan telah usai dan mesin frais telah dihentikan. menyetel atau melakukan pengukuran pada benda kerja.4.3. beban penyayat masing-masing harus lebih kecil.7. Karena banyak benda kerja yag harus didukung diantara pusatnya. Dengan demikian dapat dicapai waktu tahan yang lebih lama 2. penyayat hanya sebentar melakukan penyayatan dan kemuadian mendingin kembali. Kepala Indeks Kepala indeks atau kepala bagi digunakan untuk memutar benda kerja melalui besar sudut tertentu. melalui sebuah pecahan dari putaran atau sementara meja dihantarkan.3. 9. Hentikan mesin frais sebelum mengatur pekerjaan. 6. Jangan sekali-kali mencoba mengulurkan sesuatu di atas pisau frais. maka kesemua unit tadi diperlukan. Periksalah pakaian yang longgar. Gigi Pemotong Frais Sebuah pemotong frais tertentu dengan nomenklatur dari berbagai sudut dan pemotng. kain hapus atau sikat di dekat pisau frais yang sedang berputar.6. 10. 5. 8.

positif sebesar 10 sampai 15 derajat. Jenis bahan yang harus dipotong. faktor berikut harus dipertimbangkan: a. Kekerasan Brinell dari suatu bahan adalah suatu pemandu untuk memesin dengan mudah. Biayanya.diperoleh kawat yang lebih awet sebagai hasil dari peningkatan sudut potong juga kemampuan gigi lebih baik untuk menahan beban kejut. Nilai ini adalah dua kali lipat dari pada untuk pemotong baja karbon dan seperempat dari yang dianjurkan untuk pemotong berujung karbida. 2.3. Bahan pemotong.8. Dalam memilih kecepatan potong yang baik. Pemotong frais yang dibuat untuk bahan yang lebih lunak.aksial positif untuk meningkatkan efisiensi pemotongan. misalnya aluminium dapat diberikan garukan yang lebih besar dengan kemampuan potong yang lebih baik. maka digunkan sudut garuk . Kecepatan Potong Kecepatan potong dari sebuah pemotong frais ditentukan oleh kecepatan keliling atau permukaan dari pemotong. Kecepatan potong umumnya diberikan dalam nilai untuk pemotongan baja kecepatan tinggi. Dengan lebarnya pemotong. Bahan lunak seperti magnesium dan aluminium dapat difrais dengan kecepatan yang lebih tinggi dari pada bahan yang lebih keras. biasanya digunakan sudut garuk negatif (baik radil maupun aksil). Istilah Dalam Memfrais Adapun istilah-istilah dalam memfrais adalah : 1. dengan gigi ditepinya biasnya diberikan garukan negatif sebesar 5 sampai 10 dengan klau harus memotong baja. Pengecualian untuk penggunaan sudut garuk negatif bagi pemotong karbida dilakukan kalau akan memfrais lunak bukan besi. hanya pemotong jenis gergaji dan frais datar sempit yang memiliki gigi dengn garukan aksial nol. Gerakan benda kerja melintasi pemotong tidak ditinjau dalam perhitungan ini. Pemotong jenis frais datar. | 28 . Paduan dan baja karbon menengah memerlukan sudut garuk negatif yang lebih besar daripada baja lunak. Harga ini memuaskan untuk bahan pada umumnya dan menggambarkan suatu kompromi antara kemmpuan geser atau potong dengan kekuatan. b. Untuk pemfrais kecepatan tinggi dengan pemotong berujung karbida.

Perkakas dan benda kerja harus dibanjiri dengan media pendingin seperti minyak larutan. bentuk dasar penyayat peraut adalah bentuk pasak. minyak tersulfurisasi atau minyak mineral lemak binatang. Karena campuran air mendatangkan bahaya api dalam memesin magnesium.c. e. Gigi peraut berada pada bidang mantel badan peraut (gigi keliling) | 29 . Perkecualiannya adalah baja cor. maka hanya minyak pemotong yang tidak tercampur dengan air yang boleh dipakai. Seperti juga halnya pada perkakas yang mengupas serpih. gabungan antara gerakan penyayatan dan gerakan maju Keistimewaan penyerpihan dengan meraut adalah serpih yang tidak terputus. d. Kecepatan potong tinggi menimbulkan panas banyak yang harus disebarkan untuk melindungi pemotong dan benda kerja. Umur pahat. Secara umum. dengan memperhatikan kedudukan sumbu peraut sebagai patokan. Gerakan utama atau penyayatan. Jenis penyelesaian yang diperlukan. dilakukan oleh perkakas 2. Gerakan maju. dilaksnakan oleh benda kerja yang memungkinkan kesenimbungan pengambilan serpih 3. Sumbu peraut sejajar dengan bidang penggarapan. Langkah Gerakan Peraut atau pemfrais adalah perkakas berpenyayat banyak yang mengambil serpih dari benda kerja dalam rentetan yang tidak terputus dengan melakukan gerakan penyayatan melingkar seraya memaju lurus. Penyelesaian yang paling baik diperoleh dengan hantaran sedikit dan kecepatan potong tinggi. kecepatan potong dari pemotongan penyelesaian harus sekitar 20 % lebih tinggi dari pada pemotongan kasar. Kecepatan potong rendah perlu digunakan agar pemotong awet. 2. Pemotong berat. Setiap penyayat pada peraut hanya sebentar saja melakukan hantaman dalam setiap putaran penuh. harus dilakukan secara lebih lambat dari pada pemotong ringan. yang menumpukkan panas dengan cepat. Pada perautan terjadi gerakan berikut adalah yang menghasilkan serpih : 1. Sampai hantaman berikutnya. Kerosin dan minyak larut air sering digunakan sebagai media pendingin untuk aluminium. dibedakan dua jenis kegiatan : 1. yang sering difrais kering karena aksi pelumasan dari grafit. Perautan giling. penyayat dapat menjadi dingin kembali. Penggunaaan media pendingin. Gerakan efektif.

.......... Waktu pemotongan Tc = lt ...............(3... poros peraut dibebani lenturan... min .........3...d ...... mm / gigi ............2.. 3...(3..............3) vf ( mm / min ) Dimana : lt = lv + l w + ln ( mm ) lw = panjang pemotongan lw = α( d −α) ........... Elemen Dasar Proses Frais Elemen Dasar Proses Milling adalah : 1....... Gerak makan per gigi fz = vf ( z.. Kecepatan potong v= π..........1) Dimana : n = putaran spindel ( rpm ) d = diameter luar pahat ( mm ) 2....n 1000 ..........................n ) ... untuk mengefrais datar/horizontal ( mm ) | 30 ... Selain gigi keliling terdapat pula gigi pada bidang muka (gigi muka).... 2........... Penentu besar gaya sayat U yang harus diaslurkan adalah kekuatan benda kerja yang akan digarap....... Gaya Peyerpihan Penyayat peraut membebankan gaya sayat (gaya keliling) kepala benda kerja yang mengadakan perlawanan........ Perautan muka......9................ Sumbu peraut berdiri tegak lurus dengan bidang garapan...(3. Pengertian gaya sayat spesifik adalah gayaa yang harus dibebankan kepala setiap mm2 penampang serpih (N/mm2).. penampang serpih bentuk serpih dan sudut serpih....... sistem pengencangan benda kerja dan meja mesin................... m / min ................2) Dimana : vf = kecepatan makan z = jumlah gigi 3..

.. Mengefrais benda kerja dengan kedalaman yang telah ditentukan.(3. 3.. Melepaskan benda kerja dari pencekam mesin frais.(3. Proses Frais Proses frais ditunjukkan pada gambar 2.5) 2.. untuk mengfrais tegak ( mm ) a = kedalaman potong (mm) 36 yang akan dipotong Jumlah pembagi ... Mencekam benda kerja pada pencekam mesin frais.... dibawah ini : Gambar2..3.lv ≥ 0 ln ≥ 0 ln = d/2 4... Kecepatan penghasilan gram Z = v f ...............w 1000 ..... 4...... untuk mengfrais tegak/vertikal ( mm ) .. PELAKSANAAN / CARA PRAKTIKUM Langkah-langkah pengerjaan pada mesin frais : 1. ini 6 sisi)....a... 2.. 5.4 Proses Frais 2... cm 3 / min .. Mengikir permukaan hasil frais yang kasar dan membuang gerigi yang tajam.4..4) 5.....10.. | 31 ...... untuk mengefrais datar ( mm ) ......4.. Indexing Number of index = . Menentukan besarnya putaran kepala pembagi mesin frais sesuai dengan jumlah sisi yang akan dibuat (dalam praktikum.............

2. Hasil Proses Frais 30mm 17mm Φ 10.275 0.1. Atas T.5 0. Bentuk Produk akhir Proses Frais Data hasil pengamatan Proses Frais : Bahan Benda Kerja Putaran (n) Panjang (lw) Gerak makan (fz) Lebar (w) Tabel 2. Depan Gambar 2.5 8 8 8 z : Baja ST-37 : 240 rpm : 30 mm : 0.5. 12 Φ 20 Potongan A-A T.5 min : 17 mm Putaran Finishing (n finish) : 352 rpm | 32 .1. Samping M.5.375 d (mm) 40 40 40 fz (mm/gigi) 0. HASIL DAN PEMBAHASAN 2.5 0.5.25 T. Hasil Pengamatan Langkah Lw (mm) 1 2 3 30 30 30 Ln (mm) 20 20 20 w (mm) 17 17 17 a (mm) 0.475 1.

2. kecepatan putaran finishing = 352 rpm 3.n m .5 mm/gigi 4.4 30 20 17 0. Kecepatan makan νƒ = fz .052 min 960 Tc = d. Analisa Data 1. langkah pengaturan (ln) = 20 mm π. z .240 = 960 mm/min c. Indexing Number of index (I) = 36 =6 6 | 33 . 8 . langkah pengawalan (lv) = Perhitungan elemen dasar Pengerjaan langkah I a.375 40 0.5.d.16 m min 1000 b.5 .5 8 2. Kecepatan potong v= v= 0 mm 5. Waktu pemotongan Tc = lt vf ( mm/min) (min) ln lt = d/2 = 40/2 = 20 mm = lv + lw + ln = 0 + 30 + 20 = 50 mm 50 = 0. min 1000 3.14. n = 0.24 0 = 30 . kecepatan putaran (n) = 240 rpm 2.40. gerak makan pergigi (fz) = 0.

5.036 6 6 6 6 7.052 0.a.5 0. Pada tahap pertama kecepatan penghasilan gramnya lebih besar dari pada tahap ketiga dan tahap | 34 .3.752 20.052 0. maka pahat yang digunakan adalah perkakas potong silinderis.752 cm min 1000 dengan cara yang sama didapat hasil pengujian 2 sampai 4 Tabel 2.8 6.375 0.052 0.12 8.275 0. Kecepatan penghasilan gram v f . Pahat frais dengan diameter luar 40 mm dipasang pada poros utama (spindel) dimana seperti halnya mesin bubut.2 dan 3.w Z= 1 0 0 0 ( cm / mm) 3 = 3 960 . sedangkan untuk proses finishing digunakan kecepatan poros sebesar 352 rpm.gerak makan pergigi (fz) dan diameter pahat (d) yang digunakan konstan. Metode pemakanan yang digunakan adalah face milling yaitu sumbu putaran pahat tegak lurus dengan permukaan benda kerja dimana benda kerja bergerak memanjang dan pahat berputar pada poros yang dipasang pada arbor.475 1.16 44.0.16 30.e. Pembahasan Pada praktikum kali ini menggunakan mesin frais. putaran poros utama dapat dipilih sesuai dengan tingkatan putaran yang tersedia pada mesin frais.475 . Karena hasil yang diinginkan berupa kotak bersisi enam dengan permukaan yang rata dari benda benda kerja Baja ST-37 yang berbentuk silinder.5 0. pada praktikum ini digunakan putaran poros sebesar 240 rpm untuk proses awal sampai proses ke tiga.375 40 40 40 40 8 8 8 8 0.2.5 0.16 30. Namun berbeda dengan kecepatan penghasilan gram (Z) terjadi perbedaan nilai antara tahap 1. Pada tahap pertama sampai tahap ketiga diperoleh kecepatan makan Vf yang sama. Hasil Analisa Data W (mm) a (mm) d (mm) z Fz (mm/ gigi) 17 17 17 17 0.976 2.5 30. Mesin frais yang digunakan adalah mesin frais vertikal.17 = 7. hal ini disebabkan karena harga dari kecepatan putaran (n).21 ν m/min νf (mm/mi n) 960 960 960 1408 Tc ( min ) I Z ( Cm3/min) 0.

Mesin Frais yang banyak digunakan dala dunia industri adalah Mesin Frais Horizontal dan Mesin Frais Vertikal. 2. 3. 4. dimana tebal gram dipengaruhi oleh gerak makan pergigi dan sudut posisi yang pada setiap saat berubah harganya karena perubahan posisi mata potong ( gigi pahat frais ).6.kedua mempunyai kecepatan penghasilan gram yang terbesar. Hal ini disebabkan karena semakin besar nilai dari kedalaman potong (a) maka semakin besar kecepatan penghasilan gram. kedalaman potong dan lebar pemotongan. Dimana pada Praktikum kali ini digunakan Mesin Frais vertikal karena hasil yang diinginkan berupa kotak bersisi enam dengan permukaan rata dari Benda kerja (Baja ST-37) yang silindris. proses frais tidak menghasilkan gram dengan tebal yang tetap melainkan berbentuk koma. | 35 . 2. 2. Kecepatan penghasilan gram dipengaruhi oleh gerak makan pergigi.6. Waktu yang diperlukan untuk proses pemotongan akan semakin lama apabila panjang pemotongan tersebut diperbesar.1 KESIMPULAN Dari uraian di atas maka dapat diambil suatu kesimpulan: 1.6 KESIMPULAN DAN SARAN 2. Mesin frais dapat digunakan untuk membuat benda kerja yang berbentuk datar maupun persegi.2 SARAN Sebelum melakukan praktikum mesin frais hendaknya segala sesuatu yang berhubungan dengan mesin frais dipelajari dan difahami dengan baik agar memudahkan dalam praktikum dan tidak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan yang bersifat merugikan baik terhadap mesin terlebih lagi kerugian pada diri praktikan. Berbeda dengan proses permesinan lain. jumlah gigi pahat. perputaran poros spindle.

| 36 . pemakanan dan kecepatan putaran mesin sekrap serta pemilihan tool (pahat) dan media pendingin dengan benar. 2. Pahat potong digerakkan maju dan mundur oleh sebuah ram yang mana bergerak dalam sebuah bidang datar dengan gerakan bergantian.2.1. meratakan permukaan. 4. segiempat. PENDAHULUAN Mesin sekrap adalah mesin dengan gerak utama yang berjalan maju mundur secara horizontal atau vertikal mesin ini sering juga disebut mesin ketam. bersudut atau pada bidang tegak. dan sebagainya dengan cara menggerakkan pahat maju mundur. membuat lubang (segitiga. Dapat mengetahui dan memahami teknik dasar pengoperasian mesin sekrap dengan benar. dan lain-lain). Pahat potong digerakkan maju dan mundur oleh sebuah ram yang mana bergerak dalam sebuah bidang datar dengan gerakan bergantian.BAB III MESIN SEKRAP (SHAPING MACHINE) 3. Permukaan datar ini dapat dimesin secara honizontal. LANDASAN TEORI Mesin sekrap dibuat untuk maksud menghilangkan material untuk menghasilkan permukaan datar. Pahat hanya menghasilkan gram pada gerakan maju. Dapat mengetahui jenis-jenis kontrol otomatis dan manual pada mesin sekrap. Dapat menganalisa kecepatan potong. TUJUAN PRAKTIKUM Tujuan praktikum sekrap ini adalah: 1. bersudut atau pada bidang tegak. Dapat menganalisa jenis-jenis pengerjaan yang akan dilaksanakan pada mesin sekrap. Mesin sekrap merupakan mesin perkakas yang digunakan untuk membuat alur (terutama alur V). Permukaan datar ini dapat dimesin secara horizontal.3. 3. 3. 3. Mesin sekrap dibuat untuk maksud menghilangkan material untuk menghasilkan permukaan datar. segi lima. Pahat hanya menghasilkan gram pada gerakan maju.

dibawah ini : Gambar 3. Biasa (pekerjaan produksi).1 Mesin Sekrap Horizontal b. Vertikal.1.3. b. Pembuat celah (slotter). Pemotongan tarik – horizontal. b. c. Mesin sekrap vertikal ditunjukkan pada gambar 3. Mesin sekrap horizontal ditunjukkan pada gambar 3. Universal (pekerjaan ruang perkakas). Pemotongan dorong-horizontal a. Penggolongan Mesin Sekrap Menurut design umumnya mesin sekrap (sekrap) dapat dikelompokkan sebagai berikut : a.1. : | 37 .2. a.3. Pembuat dudukan pasak (key seater).

Meja. Kegunaan khusus. Beberapa mesin sekrap yang lebih tua digerakkan dengan roda gigi atau ulir hantaran. Bagian–Bagian Mesin Sekrap : Bagian-bagian mesin sekrap adalah : (Alois. Alur-alur ini memungkinkan | 38 . (Amstead. dipasang melintang eretan vertikal depan mesin dan membawakan meja dan ragum mesin.2 Mesin Sekrap Vertikal d. 1985) 1. tetapi pada umumnya sekarang mesin sekrap digerakkan dengan lengan osilasi dan mekanisme engkol.2. dilengkapi dengan alur-alur pada permukaannya. Jenis mesin sekrap (sekrap) yang banyak digunakan adalah mesin sekrap jenis horizontal.Gambar 3. 1981) 3. 2. Dudukan. Dudukan dinaikkan dan diturunkan dengan tangan. Kalau panjang langkah diubah dan banyaknya langkah tiap menit tetap konstan . atau dengan penggunaan system hidrolis. 3. karena diperlukan untuk menentukan berapa bagian dari waktukah bekerjanya pahat pemotong. baik melalui roda gigi maupun sabuk. Alas. Perbandingan dari kecepatan potong terhadap kecepatan balik masuk ke dalam perhitungan. dapat merupakan tuangan yang bolong atau dibuat dari baja-pelat. Penggerakan ulak-alik dari pahat dapat diatur dalam beberapa cara. misalnya untuk memotong roda gigi. Daya dapat digunakan kepada mesin dengan motor tersendiri. Terdapat pintu-pintu masuk ke lemari alat-alat dan ke ruangan mekanisme penggerak. merupakan tuangan yang bolong yang dikerjakan dengan mesin.3. Kecepatan potong pada mesin sekrap horizontal didefinisikan sebagai kecepatan rata–rata dari pahat selama langkah potong dan terutama tergantung pada banyaknya langkah ram tiap menit dan panjang langkahnya. maka kecepatan potong rata–rata berubah.

Gerak berputar juga dimungkinkan untuk melakukan pengerjaan ke samping dan yang bersudut. Meja tidak boleh bergerak selama langkah memotong. 2. e. 4.benda-benda kerja yang besar. menembus meja bolong dan memberikan penopangan serta kekakuan selama mesin berjalan. tegak lurus terhadap meja. Pahat Pada Mesin Sekrap. Posisi daripada pal mengatur arah meja. yang membawa pemegang pahat dan memberikan gerak vertikal pada pahat. 3. Lengkapan ini berputar pada poros bawah. Nama “clapper” berasal dari suara yang terdengar pada waktu rumah pahat melakukan langkah balik. Lengan. memberikan tambahan kekuatan. Meja dioperasikan dengan tangan atau otomatis. Penopang Meja. Batang itu dihubungkan pada lengan buai dan bila roda penggerak berputar. 4. Dengan demikian melindungi mata pemotong pahat. lengan buai bergerak ke belakang dan ke depan. meja ini dapat digerakkan dengan tangan atau otomatis. Bila digerakkan dengan tenaga. Jarak yang ditempuh oleh lengan ditentukan oleh posisi lengan dalam alur. tetapi lebih besar dan lebih dalam penampangnya. meja dapat dipindahkan ke samping dengan tangan. Untuk penyetelan dan keausan disediakan slip baja yang disepuh keras. Mekanisme yang mengerakkan lengan terdiri atas engkol beralur yang dapat disetel dalam roda gigi besar. Rumah Pahat atau Rumah Klaper (Clapper Box). Kepala. Bila pal dilepaskan. Hal ini dicapai oleh pahat yang bergerak horizontal ke depan dengan benda kerja di bawahnya dan | 39 . Meja Lintang. Mesin sekrap menghasilkan permukaan-permukaan yang datar. yang tidak teratur bentuknya. Rumah ini memegang pahat dan didisain untuk mengangkatnya pada langkah yang tidak memotong. dipasang langsung pada meja. Pada engkol terdapat pembagian derajat untuk memudahkan penyetelan panjang langkah. Engkol dihubungkan pada lengan dengan perantaraan mata rantai yang bergerak bebas. Pahat yang digunakan untuk menyekrap pada dasarnya serupa dengan pahat mesin bubut. Adapun bagian-bagian engkol pada mesin sekrap adalah : 1. maka banyaknya gerak diatur oleh posisi batang penghubung pada roda penggerak. tuangan berat yang bergerak horizontal.

penyayatan halus menghasilkan pekerjaan akhir yang baik. | 40 . kecepatan potong dan kedalaman potong. 1985). 4. Mengatur jarak langkah pahat Langkah pahat harus diset mendekati 14 mm sampai 15 mm sebelum pahat memotong benda kerja (langkah awal) dan 5 mm sampai 6 mm setelah memotong benda kerja (langkah akhir). Kerja Pahat 3.4. 3. Kecepatan pahat lewat di atas benda kerja. Kerja pahat pada mesin sekrap di tunjukkan pada gambar 3.3. Pengesetan kecepatan makan. adalah : (Alois. Derajat penyelesaian akhir tergantung pada : 1. Kecepatan benda kerja lewat melintangi pahat.tegak lurus padanya. Benda kerja tetap diam pada waktu pahat menyayat (pada langkah tenaga) dan berpindah pada langkah balik pahat.3. dibawah ini : Pahat Arah penyayat Benda kerja Gambar 3.3. Penerapan cairan pendingin yang tepat. 2. hal ini tergantung pada jenis logam yang disekrap. Tindakan Sebelum Mempergunakan Mesin Sekrrap Tindakan-tindakan yang harus dilakukan sebelum mempergunakan mesin sekrap 1. Bentuk pahat 2. misalnya .

.. kecepatan makan dan kedalaman potong proses sekrap dapat dilihat pada tabel yang terpasang pada kaca almari disamping mesin sekrap.. m min .(4. Kecepatan makan 3..... mm ln = langkah pengakhiran . mm lt = panjang permesinan ..(4....Untuk mengatur besarnya kecepatan potong. Elemen dasar proses sekrap Elemen-elemen dasar proses sekrap adalah : Benda kerja : lw = panjang pemotongan pada benda kerja .1) : vf = f ....v 3... 3...3. min ... min ... mm langkah a = kedalaman potong ...6. cm 3 4... mm lv = langkah pengawalan ..(1 + Rs )} p ( 2..3) ...(4........1000 ) .a.2) : Tc = w vf .mm np = jumlah langkah per menit Rs = perbandingan kecepatan Rs = vm = kecepatan maju/kecepatan mundur  1 vr 1......... Kecepatan pemotongan {n . Kecepatan potong rata-rata: v = 2. mm min . Proses Sekrap Proses sekrap ditunjukkan pada gambar 3.....lt ...n p ....(4.5... mm lt = lv + lw + ln .........4... Keceptan penghasilangram : Z = f ...4) | 41 ...3. mm Mesin sekrap : f = gerak makan .. mm w = lebar pemotongan benda kerja ...

2.5 mm 18. 3.8 mm .8 mm. Untuk mendapatkan hasil penyekrapan yang maksimal. Hasil Proses Sekrap | 42 18.PAHAT Gambar 3. dengan 3 kali pengerjaan. Mensekrap benda kerja sepanjang 18.5 Benda Kerja Sebelum disekrap 3.4.4. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.5.5. Benda keja sebelum disekrap ditunjukan pada gambar 3. dilakukan pengikiran setiap selesai penyekrapan. Memasukkan benda kerja pada pencekam. Proses Sekrap 3.5 dibawah ini : Daerah yang di Skrap 20. PELAKSANAAN / CARA PRAKTIKUM Langkah-langkah pengerjan pada mesin sekrap: 1.1.8 mm Gambar 3.

1 Posisi gigi 3 3 4 waktu maju (s) 126 130 63 waktu mundur (s) 123 124 60 np (mm/ min 17.5 f (mm/lan gkah) 0.8mm w = 20.64 17.dibawah ini : 20. Langk ah 1 2 3 lw (mm) 18.8 mm Gambar 3.2 mm .88 3.2.5.2 a (mm) 0.8 mm Rs=Vm/Vr | 43 18.1 Hasil Pengamatan.2 0.5 mm 18.24 23.6 Hasil Produk Proses Sekrap Tabel 3.8 w (mm) 20.2 0.5 20.3 0.8 lt = 38.6.2 mm/langkah lv = 15 mm ln = 5 mm Langkah 1 :  Mencari nilai kecepatan rata-rata ( ν ) : Percobaan I : lt = lv + ln + lw (mm) lt = 15 + 5 + 18.5 mm f = 0. Diketahui : Analisa Data Bahan Benda Kerja = Baja ST-37 lw = 18.8 18.5 20.Hasil produk proses sekrap ditunjukkan pada gambar 3.2 0.8 18.

0.8 m in Tc =  Mencari nilai Z (kecepatan penghasil gram) Z = f .298 Vr (mm/s ) 0.315 =0.308/0.027 cm 3 min dengan cara yang sama didapat hasil pengujian precobaan ke 2 dan 3 Tabel 3.8 5.8 w (mm) 20.38 .2 Hasil Analisa Data Lang kah I II lw (mm) 18.45 tc (min) 5.lt .308 0.039 Vm (mm/ s) 0.1 7 .2 0.96 Rs np (step/ mm) 17.2 0.5 20.(1 + 0.64 .97 0.53 3.674 m min v= dengan cara yang sama didapat hasil pengujian percobaan 2 dan 3  Mencari nilai vf (kecepatan makan) v f v f v f =f .n p ( m m /m i n ) = 0.(1 + Rs )} ( 2.5 3 m m i n dengan cara yang sama didapat hasil pengujian percobaan 2 dan 3  Mencari nilai Tc (waktu pemotongan) w vf 20 .2 0.24 v (m/mi n) 0.674 0.315 0. 2.5 a (mm) 0.8 18.674 Z = 0.97 dengan cara yang sama didapat hasil pengujian percobaan 2 dan 3 {np.3 f (mm/ step) 0.5 Tc = 3.64 17.2.v Z = 0.97 )} v= ( 2000 ) v = 0.94 Z (cm3/ min) 0.Rs=0.1000 ) {17 .6 4 m = 3.2.027 0.312 | 44 .66 vf (mm/ min) 3.53 Tc = 5.a.8.0.

61 0.29 0. hal tersebut dimaksudkan untuk mengetahui secara jelas perbedaan kecepatan makan dari benda kerja dengan nilai np yang berbeda untuk tiap langkah proses.88 0.95 23. jadi kecepatan maju harus lebih kecil daripada kecepatan mundur. maka waktu permesinan yang dibutuhkan juga akan semakin kecil atau proses permesinan lebih cepat. Benda kerja mempunyai ukuran yaitu panjang benda kerja adalah 18. 1 dan 3 terjadi dengan berurutan kenaikan kecepatan makan. Untuk menghaluskan permukaan benda kerja kedalaman potong dan kecepatan potong harus diperkecil.5 0.8 20. Pada saat melakukan pemesinan yang harus diperhatikan adalah pengaturan panjang langkah awal yaitu 14 mm-1 5 mm dan panjang langkah akhir 5 mm-6 mm untuk menjaga agar mata pahat tidak cepat rusak. akan semakin lama pula yang dibutuhkan unutk sekali proses penyekrapan.III 18. Begitu pula sebaliknya bila kedalaman potong semakin kecil dengan posisi gigi penggerak berada pada posisi 4. Dimana apabila nilai np lebih besar maka kecepatan makannya juga akan besar atau dengan kata lain proses pemakanan akan lebih cepat. Pembahasan Pada praktikum mesin sekrap material yang digunakan adalah baja ST 37 yang berbentuk balok. nilai ini didapat dengan cara mengatur atau menset skala untuk gerak makan yang ada pada mesin skrap.018 0. Hal ini diperngaruhi oleh np yang terus semakin membesar. Pada kecepatan makan tahap 2.2 0.2 mm/langkah).64 3. Hal tersebut disebabkan karena semakin besar kedalaman potong dan semakin pelan gerakan maju mundur pahat potong. Nilai f tersebut di pilih konstan untuk semua langkah proses.3.5 mm.5. | 45 . Pada proses pemesinan terjadi proses pemakanan benda kerja yang dilakukan oleh pahat dengan benda kerja sebagai gerak makan (benda kerja bergerak dan pahat diam).77 3. Waktu penyekrapan yang paling lama adalah proses kedua yaitu proses sekrap dengan kedalaman potong 0.1 0. Pada praktikum ini digunakan nilai untuk gerak makan (f=0. Sedangkan Perbandingan kecepatan maju dengan kecepatan mundur pada pemesinan ini harus kurang dari satu karena pahat melakukan pemotongan pada saat maju saja sehingga timbul gesekan.904 4.3 mm dan posisi gigi penggerak pada posissi 3.8 mm dan lebar pemotongan adalah 20.

Waktu yang diperlukan untuk proses skrap akan semakin lama apabila lebar pemotongan diperbesar. Pada praktikum ini digunakan mesin sekrap horizontal karena akan digunakan untuk meratakan permukaan. 3. Dalam proses menyekrap benda kerja bergerak ke arah kiri dan kanan sedangkan pahat bergerak maju mundur. KESIMPULAN DAN SARAN 3. 8. | 46 . 4. langkah saat pemakan dan langkah sesudah pemakanan. Kecepatan penghasilan gram dipengaruhi oleh kecepatan potong. kedalaman pemakanan dan gerak makan per langkah. 3. 2. 5. maka tingkat kekasaran permukaan benda kerja yang dihasilkan semakin besar pula. Sebelum melakukan proses sekrap harus terlebih dahulu mengeset gerak makan dan kedalaman potong yang terdapat pada mesin sekrap. yaitu langkah sebelum pemakan. tetapi apabila kecepatan makannya diperbesar dengan lebar yang tetap maka waktu pemotongannya akan semakin pendek. 7.6. Waktu yang diperlukan tergantung dari kecepatan langkah dan besarnya langkah. 3.6. 6. Perbandingan kecepatan pada mesin harus kurang dari satu karena kecepatan mundur harus lebih besar dari kecepatan maju.6. Karena terjadi gesekan yang menimbulkan panas antara pahat dan benda kerja maka diperlukan pendingin yaitu air. semakin besar langkah maka semakin lama waktu yang diperlukan.1 KESIMPULAN Dari hasil pembahasan diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa: 1. Mesin sekrap adalah mesin dengan gerak utama yang berjalan maju mundur secara horizontal atau vertikal.2 SARAN Sebelum melakukan praktikum pada mesin skrap hendaknya segala yang berhubungan dengan mesin skrap baik cara pengoperasian ataupun faktor-faktor keamanan harus dipelajari dan dipahami terlebih dahulu sehingga akan memudahkan pada saat melakukan praktikum. Semakin besar kedalaman potong.

2. Dalam tangki pembangkit asetelin dijalankan proses pembuatan gas karbit dengan pertolongan air pada batu-batu karbit hingga diperoleh gas asetelin. Pada las asetelin menggunakan tangki asetelin yang merupakan tempat untuk membuat/pembangkit gas asetelin. 4. Dalam bab ini dibahas beberapa permasalahan yang berkaitan dengan las asetelin. | 47 . Dapat mengatur kecepatan gerak brander/torch. Dapat melakukan penyetelan peralatan las oxy-asetelin dengan mengatur besar tekanan oksigen dan tekanan pada asetelin sesuai kebutuhan.2.BAB IV LAS GAS ASETELIN 4. TUJUAN PRAKTIKUM Adapun tujuan praktikum ini adalah: 1. Dapat menyalakan brander / Torch dan mengatur penyalaan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat keamanan yang memadai. nyala netral dan nyala oxigen yang lebih. 3. lamanya pengelasan dan penambahan bahan logam pengisi sesuai kebutuhan. Dan yang paling memegang peranan penting pada proses pengelasan adalah sejauh mana kita dapat mengatur antara tekanan gas asetelin dengan oxigen untuk memperoleh nyala asetelin lebih. Sehingga kita dapat membedakan antara ketiga proses tersebut dan dapat membandingkan bagaimana hasilnya untuk memilih proses mana yang terbaik untuk digunakan pada proses pengelasan dengan menggunakan gas asetelin.1 PENDAHULUAN Las gas asitelin merupakan salah satu macam metode las yang sering digunakan.

Oleh karena itu. jenis las ini sangat baik untuk memotong logam. kerja lapangan dan reparasi. Umumnya las asetelin sangat baik unuk mengelas baja karbon. dibawah ini : | 48 . Pada umumnya semua jenis logam ferro dan non ferro dapat dilas dengan las jenis ini. LANDASAN TEORI Pengelasan dengan oksi-asetelin adalah proses pengelasan secara manual dengan pemanasan permukaan logam yang akan dilas atau disambung sampai mencair oleh nyala gas asetelin melalui pembakaran C2H2 oleh oksigen O2 dengan atau tanpa logam pengisi. Proses penyambungannya dapat dilakukan dengan tekanan (ditekan). Karena banyaknya bahan las yang teroksidasi (akibat pemakaian gas oksigen (O2) untuk pembakaran) maka mutu las karbit pada umumnya kurang baik (senyawa oksidasi merupakan senyawa yang tidak mempunyai kekuatan mekanis). Unit Las Asetelin dengan generator asetelin ditunjukkan pada gambar 4. Pembakaran gas C2H2 oleh oksigen (O2) dapat menghasilkan suhu yang sangat tinggi sehingga dapat mencairkan logam. misalnya fluks core dan fluks coated rod. Namun mutu las jenis ini dapat diperbaiki dengan cara menggunakan fluks sebagai pencegah oksidasi. Untuk memperoleh nyala pembakaran yang baik perlu pengaturan campuran gas yang dibakar. Pemotongan dengan las jenis ini tidak baik untuk baja paduan misalnya stainless steel yang sangat peka terhadap oksidasi. lebih tinggi daripada suhu titik lebur baja atau metal lainnya sehingga dalam waktu sekejap mampu mencairkan logam tersebut yang cukup tebal. Jika jumlah gas O2 ditambah maka akan dihasilkan suhu yang sangat tinggi. terutama yang berbentuk lembaranlembaran dan pipa-pipa berdinding tipis.1.3. Pemakaian las jenis ini misalnya untuk keperluan: pengelasan produksi.4. baik dengan fluks maupun tanpa fluks.

Regulator Keluarnya gas oksigen dapat diatur dengan alat yang disebut regulator. Dua buah manometer yang terdapat pada regulator berfungsi untuk : a. Tabung Oksigen Tabung oksigen adalah suatu silinder botol yang terbuat dari bahan baja yang berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan gas oksigen dengan tekanan kerja tertentu.1.3. Pada bagian atas ada dudukan untuk memasang regulator. Pada regulator terdapat dua buah alat pengukur tekanan yang disebut manometer. Gas yang terdapat dalam tabung baja ini tekanan yang cukup besar dan dalam satu tabung terdapat 40 liter atau 60 liter gas oksigen. Besarnya tekanan kerja dapat diatur oleh operator las dengan cara mengatur katup. Mengukur tekanan isi tabung gas (skala tekanan sampai 3 kg/cm2) b.1 Bagian-Bagian Unit Las Asetelin Bagian-bagian unit las asetelin : 1. 2. Mengukur tekanan kerja las (skala tekanan sampai 3 kg/cm2) | 49 . Tabung oksigen biasanya berwarna biru atau hitam mempunyai katup atau pembuka katup berupa roda tangan dan baut serta mur pengikutnya adalah ulir kanan. Unit Las Asetelin Dengan Generator Asetelin 4. Regulator adalah alat atau perlengkapan dari tabung gas yang berfungsi sebagai alat untuk mengatur besarnya tekanan kerja.Gambar 4.

dan mudah sekali terbakar.2. yaitu bahan agar asetelin dapat larut dengan baik dan aman dibawah pengaruh tekanan.2. | 50 . Masing-masing bagian mempunyai fungsi sendiri-sendiri. sebagai berikut. Di dalam tabung asetelin terdapat beberapa alat misalnya bahan berpori seperti kapas sutra tiruan atau asbes yang berfungsi sebagai penyerap aseton. Dengan bantuan bara atau nyala api semburan campuran gas dapat dinyalakan dan akan menghasilkan nyala api yang bersuhu tinggi. dibawah ini : Gambar 4. Brander Las Brander atau alat pembakar gas adalah alat yang berfungsi sebagai pencampur gas asetelin dengan gas oksigen dengan proporsi tertentu yang dapat diatur. Brander yang baik yaitu brander yang dapat mencampur asetelin dan oksigen dengan homogen. Campuran gas yang homogen ini akan keluar lewat mulut brander dengan tekanan tertentu (tergantung pengaturan).Bagian regulator di tunjukkan pada gambar 4. Tabung Asetelin Tabung asetelin adalah silinder atau botol yang terbuat dari bahan baja yang berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan gas asetelin dengan tekanan kerja tertentu. Bagan regulator 3. 4. Brander mempunyai beberapa bagian seperti terlihat pada gambar 4.3.

Slang Las Slang las dibedakan menjadi dua yaitu slang gas oksigen dan slang gas asetelin. Nipel 5. Slang gas asetelin berwarna merah. Slang yang digunakan harus kuat dan fleksibel. Misalnya mulut brander ukuran 220. Pemilihan ukuran mulut berdasarkan tebal tipisnya bahan yang akan dilas. menutup aliran dan mengatur jumlah aliran gas oksigen atau gas asetelin yang akan digunakan dalam pengelasan. Injektor 3. Ciri yang lain yaitu ulir mur baut pada slang gas oksigen berulir kanan dan pada slang gas asetelin berulir kiri. .Gambar 4. : Alat untuk membuka. propan. karena slang bekerja pada tekanan gas sampai 10 kg/cm2. Brander Bagian-Bagian Brander Mesin Las : 1. Tipe Nyala Las Oksi Asetelin Panas yang dibutuhkan berasal dari pembakaran gas asetelin. 4. Besarnya lubang mulut menentukan banyaknya campuran gas yang dapat keluar untuk tiap jamnya. Mulut brander dapat diganti-ganti ukurannya sesuai keperluan.2. Mulut Brander : mengatur debit aliran campuran gas asetelin dan gas oksigen. 2.3. 4. dan hydrogen. berarti gas yang dapat keluar melalui mulut adalah 220 liter tiap jam. Katup gas : Untuk memancarkan campuran gas asetelin dan oksigen ke mulut brander.3. sedangkan warna slang gas oksigen berwarna hijau atau biru. Sedangkan logam pengisi (filter metal) berupa kawat metal dimana jenis | 51 : berfungsi untuk mengatur kabel-kabel las atau sedang las baik las sedang gas oksigen maupun gas asetelin.

Tipe Nyala netral Nyala ini terjadi bila perbandingan antara oksigen dengan asetelin seimbang. Nyala ini terdiri dari kerucut dalam yang berwarna putih bersinar dan kerucut luar yang berwarna biru kekuningan. dibawah ini : Kerucut dalam Gambar 4.4. kualitas dari sambungan yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh tipe nyala gas asetelin yang diperoleh.kawatnya disesuaikan dengan bahan yang akan disambung.5. Tipe Nyala oksigen lebih Kerucut dalam | 52 . Tipe Nyala asetelin lebih (nyala karburasi) Bila jumlah asetelin yang digunakan melebihi dari jumlah yang dibutuhkan untuk mendapatkan netral. maka di antara kerucut dalam dan luar akan timbul kerucut baru yang berwarna kebiru-biruan. gas pembakar digunakan gas asetelin. Dalam praktikum ini. Kelebihan asetelin ini akan menyebabkan terjadinya karburasi pada logam cair.5 Tipe Nyala netral / normal 3.4 Tipe Nyala Karburasi Kerucut antara Kerucut luar 2. dibawah ini : Kerucut luar Gambar 4. Adapun tipe-tipe nyalanya sebagai berikut : 1. Tipe nyala karburasi dapat dilihat pada gambar 4. Selanjutnya. Tipe Nyala Netral dapat dilihat pada gambar 4.

Menggrinda ujung dari ketiga pasang plat dengan tipe yang berbeda ( bentuk V.6 Tipe Nyala oksidasi 4. dibawah ini : Gambar 4. nyala las akan menjadi lebih pendek dan kerucut dalam berwarna ungu.6. akan terjadi proses oksidasi pada logam cair.Apabila terjadi kelebihan gas oksigen. X. Untuk lebih jelasnya dapat dillhat pada gambar di bawah ini : Kampuh Plat Gambar 4. Kerucut luar dalam Memotong benda kerja sebanyak 8Kerucut potongan ( 4 pasang ).7 Sambungan kampuh V Kampuh Plat | 53 .T). 2. 4. I. 3. Tipe Nyala Oksigen Lebih dapat dilihat pada gambar 4. Melakukan pengelasan terhadap ketiga benda kerja tersebut Selanjutnya menggerinda permukaan benda kerja yang telah dilas sampai merata untuk proses selanjutnya. Bila pengelasan dilakukan dengan menggunakan nyala tipe ini.4 PELAKSANAAN / CARA PRAKTIKUM Langkah-langkah pengerjaan sebagai berikut : 1.

85 2.7 Waktu (s) V T X I 39 196 103 40 | 54 .9 Sambungan kampuh I Plat Kampuh Plat Gambar 4. Hasil Pengamatan Tabel 4.16 Tekanan dalam Tabung Oksigen (kg/cm3) 90 90 90 90 Tekanan Oksigen yang digunakan (kg/cm3) 2.10 Sambungan kampuh T 4.85 Tekanan dalam Tabung Acitelin (kg/cm3) 18 18 18 18 Tekanan Acitelin yang digunakan (kg/cm3) 8.85 2.16 0.1.5. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.5.Gambar 4.1.7 8.7 8.8 Sambungan kampuh X Plat Kampuh Gambar 4. Hasil Pengamatan Tipe Sambungan Diameter Logam pengisi (mm) 0.16 0.16 0.85 2.7 8.

6. Pada waktu pengelasan dengan las oksi-asetilen juga terbentuk terak pada kedua plat yang telah dilas. Sama dengan plat tipe T. Terak ini berfungsi untuk melindungi hasil lasan dari kontaminasi udara sekitar. Setelah itu waktu terlama kedua digunakan untuk mengelas tipe X. semakin biasa individu tersebut melakukan pengelasan maka semakin sedikit waktu yang diperlukan dan semakin bagus hasil pengelasannya. nyala oksidesing dan nyala karburising. hal ini disebabkan Karena untuk plat tipe V dan I terjadi pengelasan hanya pada satu sisi saja.6. Waktu yang diperlukan untuk melakukan pengelasan yang paling lama adalah tipe T yaitu 196 detik.2. Pengelesan asetelin dapat dilakukan dengan bentuk nyala yang berbeda yaitu nyala netral. 3. Untuk pasangan plat tipe V dilakukan dengan tipe nyala normal. bentuk I dan bentuk T) kemudian dilakukan pengelasan terhadap keempat pasang flat tersebut dengan tipe nyala yang sama. Pada Brander terdapat katup O2 dan katup asetelin sehingga dapat digunakan untuk mengatur tekanan O2 dan asetelin yang dibutuhkan. Nyala netral adalah yang paling | 55 . plat tipe X juga dilakukan dua tahap pengelasan yaitu pengelasan bagian atas dan bawah plat.4. Pengelasan asetelin yaitu proses pengelasan secara manual dimana permukaan logam yang disambung mengalami pemanasan sampai mencair.1 KESIMPULAN Pada pengelasan asetelin ini dapat diamabil suatu kesimpulan di antaranya: 1. Waktu pengelasan juga dipengaruhi oleh orang yang mengelas. bentuk X. KESIMPULAN DAN SARAN 4. 2. Pada plat tipe I dan V dibutuhkan waktu yang relatif singkat.5. pasangan plat tipe I. 4. pasangan plat tipe T. Pembahasan Pada praktikum ini las oksi-asetelin digunakan untuk menyambung 2 buah flat yang tebalnya 2 mm dengan panjang 10 cm sebanyak 8 potong ( 4 pasang ). Keempat pasang flat tersebut digerinda ujungnya dengan tipe yang berbeda-beda (bentuk V. hal ini dikarenakan pengelasan tipe T harus dilakukan pada 2 bagian (bagian samping kiri dan kanan) pada sisi plat. begitu pula untuk ketiga peasang plat yang lain yaitu pasangan plat tipe X.

Dalam las busur listrik. PENDAHULUAN Las busur listrik adalah las yang paling sering digunakan.000°F). sebuah busur listrik yang dihasilkan antara busur elektrode dengan benda kerja yang akan dilas. dimana perbandingan antara oksigen dengan asetelinnya seimbang. panas yang dibutuhkan berasal dari energi listrik. Penggunaan baik sebuah elektrode habis pakai (konsumeable) dan elektrode tak habis pakai (non konsumeable) (rot atau wire).800-an.2 SARAN Sebelum melakukan pengelasan terahadap benda kerja yang sebenarnya sebaiknya pengelasan dicoba dahulu terhadap benda yang bukan merupakan benda kerja agar apabila terjadi kesalahan pengaturan tipe nyala api atau kerusakan yang lainnya tidak akan merusak benda kerja BAB V LAS BUSUR LISTRIK 5. 4.1. Las busur listrik ini mencapai temperatur sampai 30. yang mana jauh lebih tinggi dengan yang dihasilkan pada penggelasan gas oxy-asetelin. yang ditemukan di pertengahan tahun 1. Proses pengelasan busur listrik ditunjukkan pada gambar 5. 4.1. dibawah ini : | 56 .6.ideal dan paling baik dari ketiga tipe nyala teresebut. Waktu pengelasan dipengaruhi oleh bentuk dari plat yang akan di las dan individual yang melakukan proses las.000°C (54. menggunakan sumber arus searah (DC) atau arus bolak balik (AC).

5. Dapat menentukan jenis elektrode. 5. Dapat membuat beberapa model produk LANDASAN TEORI Tujuan praktikum adalah : Dalam las busur listrik.000°C (yang mana jauh lebih tinggi dengan yang dihasilkan pada penggelasan gas oxy-asetelin.2. 1. mempersiapkan elektrode.Gambar 5. dan kecepatan pengelasan sesuai dengan kebutuhan.2. TUJUAN PRAKTIKUM Dapat mengatur mesin las listrik. 5. sebuah busur listrik yang dihasilkan antara busur elektrode dengan benda kerja yang akan dilas.3. yang ditemukan di pertengahan tahun 1800-an. benda kerja dan eralatan pembantu yang akan digunakan dalam pengelasan. Las busur listrik ini mencapai temperatur sampal 30. Proses Pengelasan Busur Listrik.1. Dapat mengerti dan memahami pemilihan jenis kampuh las. Ilustrasi skematik dari las busur listrik ditunjukkan pada gambar 5. panas yang dibutuhkan berasal dari energi listrik. menggunakan sumber arus searah (DC) atau arus bolak balik (AC). 2. Penggunaan baik sebuah elektrode habis pakai (konsumeable) dan elektrode tak habis pakai (non konsumeable) (rot atau wire). Dapat menentukan ayunan dan kecepatan electrode sesuai dengan kebutuhan yang mempengaruhinya didalam proses pengelasan. dibawah ini : | 57 . 4. 3.

Arus searah mengalir dari mesin las ke tang las dan terus ke benda kerja. Walaupun dalam pemakaiannya tidak merata. Arus Yang di Hasilkan Mesin Las Busur Listrik Tipe mesin las busur listrik menurut arus yang dihasilkan adalah arus searah (DC) dan arus bolak-balik (AC). Adapun fungsi dari fluks (dalam bentuk terak) adalah untuk melindungi busur dari kontaminasi udara luar (oksigen). Hal yang perlu diperhatikan adalah pemakaian peralatan keamanan terutama kaca untuk melindungi dari sinar yang dihasilkan busur listrilk. paling sederhana dan paling gampang berubah dari proses penyambungan logam yang ada. Arus searah (DC) Arus DC adalah arus yang dihasilkan oleh motor generator. Peralatan mesin listrik ini terdiri dari sebuah power supply.2. maka makin halus butiran logamnya. Proses pemindahan logam dari elektrode terjadi saat elektrode mencair dan membentuk butir-butir yang terbawa oleh aliran arus busur listrik yang terjadi. Disamping itu juga hasil las-lasan dipengaruhi oleh komposisi fluks yang digunakan. kabel listrik dan pemegang elektrode. sebab arus las mengalir terus menerus. Las tipe ini memiliki beberapa keuntungan yaitu relatif mudah dan dapat diubah-ubah. 5. ilustrasi skematik dari las busur listrik. | 58 . 1. Mesin las listrik dengan elektrode terbungkus (shielded metal arc welding) merupakan metode yang tertua. tetapi tidak menggangu jalannya pengelasan.Gambar 5. sehingga pengelasan dapat berjalan lancar dan baik. Makin besar arus listrik. Pola pemindahan elektrode dipengaruhi oleh besarya arus listrik.3. membutuhkan relatif sedikit variasi dalam diameter elektrode. menggunakan elektrode kawat logam yang terbungkus fluks. alat penyearah arus (rectifier set) atau mesin yang menggerakan generator.1.

dan disebut mesin tansformator las. mesin las busur listrik AC dapat dibagi dalam empat jenis yaitu : jenis inti bergerak. besi tuang dan logam non ferro. jenis reaktor jenuh dan jenis saklar . Elektroda Pada dasarnya bila ditinjau dari logam yang dilas kawat elektrode dibedakan menjadi lima group besar yaitu : baja lunak. Elektroda akan mencair pada waktu pengelasan. demikian pula ukuran diameternya. 5. Arus DC lebih baik dipakai pada pemakaian kawat las bergaris tengah kecil karena dapat memakai ampere yang rendah.3. Pada mesin ini dapat dikombinasikan sistem kutub langsung dan sitem kutub arus AC. karena kerugian tegangan lebih kecil daripada arus searah (DC). Bagian – Bagian Las Busur Listrik Bagian-bagian las busur listrik adalah : 1.balik (AC). pemakaian kabel berlipat dan melingkar dihindari karena dapat menimbulkan induksi sehingga tegangan pada mesin las menjadi tinggi. Berdasarkan sistem pengatur arus yang digunakan. Panjang kabel las jangan terlalu berlebihan. Arus bolak-balik (AC) Untuk keperluan ini dibuat mesin las dengan konstruksi transformator yang khusus. 2. berdasarkan selaputnya dibedakan menjadi : 1. Untuk mendapatkan kembali tegangan yang hilang dan busur las yang sesuai yang baik untuk pengelasan terpaksa tegangan pada mesin las dinaikkan sehingga mesin las mendapat beban lebih (over Load) sehingga mesin menjadi panas. Karena filler metal harus mempunyai kesamaan sifat dengan logam induk. Elektroda pada las listrik merupakan bagian yang sangat penting. jenis kumparan begerak. baja paduan. Semua jenis kawat las dapat digunakan.Kerugian tegangan (Voltage Drop) Kabel las sebaiknya dibuat sependek mungkin karena kabel yang panjang lebih kritis pada sistim arus searah (DC) daripada arus bolak. baja karbon tinggi. Kerugian tegangan (Voltage Drop) Dapat dipakai agak jauh. maka sekaligus ini berarti bahwa tiada elektroada yang dapat dipakai untuk semua jenis pengelasan.2. 2. Elektroda polos Elektroda berselaput tipis | 59 . Macam dan jenis elektroda banyak sekali.

karena daya yang digunakan untuk pengelasan besar. Arus yang besar harus dapat dialirkan lewat kabel tanpa banyak mengalami hambatan. Tang Massa Tang massa berfungsi untuk menghubungkan kabel massa ke benda kerja atau ke meja kerja. Elektroda berselaput tebal Tebal selaput elektroda antara 11% . Karena fungsi yang sangat penting ini maka pemegang elektroda harus mampu memegang dengan mantap dan terbuat dari bahan yang mampu mengalirkan arus dengan baik. sebaiknya diletakkan pada bagian yang tidak mengganggu pelaksanaan pengelasan. Tang massa sistim klem dilengkapi dengan pegas yang kuat untuk memberikan gaya penjepit yang kuat ke benda kerja atau meja kerja. Karena udara mengandung O2 dan N yang dapat mempengaruhi sifat mekanik dari logam yang di las. Sebenarnya fungsi untuk memegang ujung elektroda ini tidak saja memegang tetapi harus mampu mengalirkan arus dari kabel elektroda ke elektroda. Cara kerja untuk menempelkan tang massa pada benda kerja atau meja kerja ada 2 macam yaitu : dengan sistim penjepit atau klem dan sistim magnet. Kabel Las Kabel las digunakan untuk mengalirkan arus listrik dari sumber listrik ke mesin las atau dari mesin las ke elektroda dan massa. Untuk meminimalkan hambatan yang terjadi sepanjang penghantar perlu dipilih kabel yang sesuai dengan arus yang dialirkan semakin besar hambatan jenis suatu bahan maka semakin sulit bahan tersebut mengalirkan arus atau semakin besar hambatan yang terjadi. Oleh karena itu. sehingga arus yang mengalir dari kabel ke elektroda dapat berjalan sempurna. 3. Tang massa ditempelkan pada benda kerja. tang massa harus dijepitkan pada bagian yang bersih dan mampu mengantarkan arus listrik pada bagian benda kerja atau pada meja kerja. Pemegang Elektroda Pemegang elektroda berfungsi sebagai penjepit atau pemegang ujung elektroda yang tak berselaput.3. | 60 . 2. Tang massa juga berfungsi sebagai alat untuk mengalirkan arus listrik dari kabel massa ke benda kerja atau meja kerja.50% dari diameter elektroda. 4. busur listrik dan sebagian benda kerja terhadap udara luar. Selaput elektroda akan menghasilkan gas CO2 yang melindungi cairan las. Arus yang digunakan atau arus yang dialirkan melalui kabel cukup besar.

Palu Terak Palu terak digunakan untuk membersihkan terak yang terjadi akibat proses pengelasan dengan cara memukul atau menggores teraknya. dengan tangkai dari kayu yang dapat mengisolasi panas dari bagian yang disikat. Las elektroda terbungkus Las elektroda terbungkus menggunakan kawat elektroda logam yang dibungkus dengan fluks. Las tipe ini memiliki beberapa keuntungan yaitu relatif mudah dan dapat diubah-ubah. Karena panas dari busur ini maka logam induk dan ujung elektroda tersebut akan mencair dan kemudian akan mencair bersama. Bahan serabut sikat terbuat dari kawat baja yang tahan terhadap panas dan elastis.5. membutuhkan relatif sedikit variasi dalam diameter elektroda. 1. kabel listrik dan | 61 . paling sederhana dan paling gampang berubah dari proses penyanbungan logam yang ada. Pada waktu membersihkan terak digaunakan kaca mata yang terang untuk melindungi mata dari percikan bunga api dan terak. las busur dengan pelindung gas dan las busur dengan pelindung bukan gas. 6. 7. Peralatan mesin listrik ini terdiri dari sebuah fower supply. las busur rendam. 5. Mesin las listrik dengan elektroda terbungkus (Shielded metal arc welding (SMAW) merupakan metode yang tertua. Busur listrik terbentuk diantara logam induk dan ujung elektroda. Sikat Kawat Sikat kawat berfungsi untuk membersihkan benda kerja yang akan dilas dan sisa-sisa terak yang masih ada setelah dibersihkan dengan palu terak. Tang Panas Tang panas digunakan untuk memegang benda-benda panas yang memperoleh pemanasan dari pengelasan.3.3. Cara – Cara Pengelasan Cara pengelasan yang sering digunakan dalam praktek dan termasuk klasifikasi las busur listrik adalah : las elektroda terbungkus. Tang panas memiliki tangkai yang panjang karena sering kali tang panas juga digunakan untuk memegang benda kerja yang akan di las. Tangkai tang biasanya diisolasi dengan isolator panas misalnya plastik atau bahan lain yang dapat menahan panas.

Dalam hal semi otomatik. 2. dilakukan dilapangan yang berangin. 3. Dalam pengelasan ini menggunakan kawat las berisi fluks yang bersifat: dapat menghasilkan gas yang banyak dan dapat membentuk terak. 5.pemegang elektroda.Berikut ini adalah beberapa hal penting dalam las busur tanpa gas : 1. Karena itu peroses pengelasan menjadi lebih sederhana. gas karbon dioksida (CO2) atau campuran dari gas-gas tersebut. Las busur dengan pelindung gas Las busur gas adalah cara pengelasan dimana gas dihembuskan kedaerah las untuk melindungi busur dan logam yang mencair terhadap atmosfir. Las busur rendam Las busur rendam adalah suatu cara mengelas dimana logam cair dihitung dengan fluks yang diatur melalui suatu penampung fluks dan logam pengisi yang berupa kawat pejal diumpankan secara terus-menerus. Tidak menggunakan gas pelindung sehingga pengelasan dapat Effisiensi pengelasan lebih tinggi dari pada pengelasan dengan Dapat menggunakan sumber listrik AC. Gas yang digunakan sebagai pelindung adalah gas helium (He). Kwalitas pengelasan lebih rendah daripada pengelasan yang lain. kawat las digerakan secara otomatik sedang alat pembakar digerakkan dengan tangan. Sesuai dengan namanya pengelasan ini tidak menggunakan selubung gas apapun juga. Dalampengelasan ini busur listriknya terendam dalam fluks. busur terlindung. | 62 . 4. 4. gas Argon (Ar). sedangkan dalam hal otomatik penuh keduaduanya digerakan secara otomatik. mempunyai sifat deoksidator dan denitrator dan dapat memantapkan busur. Hal yang perlu diperhatikan adalah pemakaian peralatan keamanan terutama kaca. untuk melindungi mata dari terangnya sinar yang dihasilkan. 3. Hal-hal penting dalam pengelaan ini adalah : 1. Dihasilkan gas yang banyak sekali. 2. Karena seluruh cairan tertutup oleh fluks maka kwalitas daerah las sangat baik. Las busur dengan pelindung bukan gas Operasi pengelasan ini sama dengan operasi pada las busur gas.

maka arus pengelasan juga besar sehingga penetrasi cukup dalam dan effisiensi pengelasan tinggi.5 5. 5. Memotong bahan benda kerja sesuai ketentuan.) 2.3. Hasil proses pengelasan ditunjukkan pada gambar 5. Karena prosesnya secara otomatik.2. maka penggunaannya lebih terbatas Karena kampuh las dapat dibuat kecil maka bahan las dapat dibuat bila dibandingkan dengan las dengan tangan atau semi otomatik.5. dll.1. Menyambung bagian-bagian dengan las busur listrik. Menyiapkan alat yang akan digunakan seperti (alat potong. kikir. Karena prosesnya otomatik. Karena dapat digunakan kawat las yang besar. maka tidak diperlukan keterampilan juru las yang tinggi dan perubahan-perubahan teknik pengelasan yang dilakukan oleh juru las tidak banyak pengaruhnya terhadap kwalitas las. PELAKSANAAN / CARA PRAKTIKUM Langkah-langkah Pengerjaan 1. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Proses Pengelasan. 3. 5. hemat. 3. berikut ini : | 63 . Posisi pengelasan terbatas hanya pada posisi horisontal.4. 6. elektrode. 5. meteran. 4.

sehingga sesuai untuk pengelasan pelat-pelat yang amat tipis. Elektroda berada pada kutub positif sehingga nyala lasan bersifat besar dan dangkal.3. Pada arus DC busur yang lebih mantap daripada menggunakan arus AC. Besarnya arus yang mengalir pada proses pengelasan akan mempengaruhi kecepatan proses pengelasan. Pembahasan Dalam pengelasan ini digunakan elektroda yang dibungkus dengan fluks.1 Hasil Pengamatan No 1 2 Bentuk Ukuran (cm) 50 100 Tampak Atas Gambar 5. Semakin besar arus yang mengalir maka semakin cepat proses pengelasan tersebut. Bahan yang digunakan dapat digolongkan dalam bahan pemantapan busur.5.6 90 90 400 400 5 6 50 35 3 1 2.2.6 2. Adapun bahan-bahan fluks yang digunakan terdiri dari bahan-bahan tertentu.6 Arus Listrik Tegangan (A) (V) 90 90 400 400 3 4 85 70 1 6 2. Pada praktikum kali ini kita menggunakan arus DC dengan tegangan keluaran 400 volt dan kuat arus 90 ampere.6 90 90 400 400 5. bila digunakan arus yang besar maka akan terjadi butiran logam yang halus. Proses pemindahan logam elektroda terjadi pada saat elektroda mencair dan membentuk butir-butir yang terbawa oleh arus busur listrik yang terjadi. | 64 .Tampak Depan Tabel 5.6 1 2.6 2. Hasil Proses Pengelasan Jumlah Diameter Elektroda (mm) 9 2.

pembuat terak. pengatur penggunaan. Dalam elektroda terbungkus. Besar arus tergantung pada jenis elektroda yang dipakai. 4. 3. zat organik. penghasil gas. Hasil pengelasan dipengaruhi oleh kecepatan pengelasan. semakin besar hambatan maka arusnya semakin kecil. Arus dipengaruhi oleh besarnya hambatan pada kondisi tegangan konstan. maka untuk mendapatkan arus yang besar maka hambatan harus diperkecil atau sebaliknya. 6. 5. baja paduan. dan pemantapan busur dan penyebab kelancaran pemindahan butir-butir cairan logam. 5. karbon silikat. Permukaan yang bersih akan menghasilkan sambungan las yang jauh lebih kuat.6 KESIMPULAN Dari hasil pengelasan dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. dan serbuk besi. sumber terak atau gas yang dapat melindungi logam cair terhadap udara sekitarnya. Besar arus pada pengelasan mempengaruhi proses pengelasan. deoksidator.6 SARAN Sebelum melakukan praktikum proses pengelasan pada las busur listrik hendaknya segala sesuatu yang berkaitan dengan las busur listrik naik itu cara pengoperasian atau factor-faktor keamanan harus diperhatikan sebaik mungkin sehingga tidak terjadi hal-hal yang diinginkan saat praktikum. serta tebal bahan dasar. semakin besar arus yang dipakai maka proses pengelasan akan semakin cepat. Untuk memperoleh nyala busur las yang baik diperlukan pengaturan arus (ampere) yang tepat sesuai dengan type dan ukuran elektroda dan ketebalan benda kerja. | 65 . unsur paduan dan bahan pengikat yaitu oksida-oksida logam. 2. 5. posisi pengelasan. fluks bertindak sebagai: sumber-sumber unsur paduan. posisi pengelasan dan ketebalan benda kerja serta diemeter dan jenis elektroda.

PT.DAFTAR PUSTAKA Alois Schonmetz. Boentarto..1979. Bandung. Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin Universitas Mataram. Johann Rathpoller. Ostwald Philip F. Peter Sinnl. Bina Aksara. Erlangga.. | 66 . Begema M. 1987 Alat Perkakas Bengkel. Anelca Solo. 1997. Anonim. Bengkel Teknik Las ListrikCV.. Jakarta. H. 2004. Petunjuk Praktikum Proses Produksi. Amstead B. Mataram..Drs. Angkasa.1985. Teknologi Mekanik. Daryanto. Jakarta. Pengerjaan Logam dengan Mesin.. L.

Mataram John Stefford. Gatot Bintoto. Kanisius. Dasar-Dasar Pekerjaan Las.Drs.Daryanto. Petunjuk Proses Pengelasan. 1999. Jakarta | 67 . PT. Yogyakarta. Triadi A. Erlangga. 1987. Jakarta. 2001. Guy Mc Murdo dan Abdul Rahman.Teknologi Kerja Bangku. 1986.. Bina Aksara. Alatperkakas bengkel.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful