ASAM BASA

Air
• Air: media semua reaksi kimia biomolekul organik & anorganik polar dlm sel hidup • Air melarutkan & mengubah struktur biomolekul (asam nukleat, protein & karbohidrat) membentuk ikatan hidrogen dengan gugus fungsional polarnya • Biomolekul non-polar (spt lipid) mengubah struktur air • Mekanisme homeostasis  mempertahankan lingkungan intrasel tetap konstan (pH, volume cairan & elektrolit/ mineral)

• Air  pelarut biologis ideal * bentuk molekul: tetrahedron * molekul membentuk dipol (muatan listrik/ elektron tersebar sama) * membentuk ikatan hidrogen  ikatan paling lemah  berpotensi menguraikan molekul lain • Air terdissosiasi membentuk proton/ ion hidrogen (H+) & ion hidroksil (OH-)

• Jumlah cairan tubuh dipengaruhi oleh: umur, aktivitas, & tekanan hidrostatik • Keseimbangan cairan: Input cairan  output cairan • Jalur pembuangan air saling berhubungan c/ udara panas: keringat >, urin < udara dingin: keringat <, urin > • Air oksidasi: 0,6 gr air/gr KH; 1,07 gr air/gr lemak; 0,41 gr air/gr protein

& protein . KOH): larutan asam/basa yang terdissosiasi secara lengkap • Asam/ basa lemah : larutan asam/ basa yang terdissosiasi sebagian • Sebagian besar zat biokimia asam lemah  sistem dapar/buffer/ penyangga: mencegah perubahan pH jika terjadi produksi atau konsumsi proton • Sistem dapar fisiologis: bikarbonat. H2SO4/ NaOH.log [H+]  pada air murni pH=7 +  pH rendah = [H ] tinggi. orthofosfat. + pH tinggi = [H ] rendah • Asam  donor proton.pH • pH = . basa  akseptor proton • Asam/ basa kuat (HCl.

45 • Mekanisme di dlm tubuh harus mampu mempertahankan pH darah dalam rentang normal  mekanisme kompensasi .35-7.Keseimbangan asam-basa tubuh • Asam/ basa dalam tubuh  sifat asam/ basa yg sesungguhnya dlm arti kimia • Asam  pH<7 atau basa  pH>7. tetapi asam = pH < pH darah normal atau basa = pH > pH darah normal • pH darah normal 7.

Alat kompensasi tubuh • Sistem dapar darah • Sistem respirasi • Sistem ekskresi mll ginjal .

 nilai rasio Garam: Asam= 20:1 kadar H+.4) diperlukan perbandingan kadar garam bikarbonat: kadar asam karbonat = 20:1 .4 = 6.1 + log --------------------.HCO3- Untuk mempertahankan pH darah tetap normal (7.HCO37.untuk pH darah 7.Sistem dapar darah Darah mengandung sistem dapar : asam karbonat/garam bikarbonat Persamaan Henderson Hasselbach: kadar B+.4 kadar H+.HCO3kadar B+.HCO3pH = pKa + log --------------------.

asam karbonat. Transportasi O2 dari alveoli ke jaringan 3.Sistem Pernapasan • Melibatkan: 1. pemasukan O2 & pelepasan CO2 di alveoli 2. ikatan karbamino dg protein darah termasuk Hb (20%) 4. gas larut dlm plasma (sedikit) 2. garam bikarbonat (70%) . Transportasi CO2 dari jaringan ke alveoli • Ditentukan oleh proses difusi udara  tekanan parsial gas dlm udara pernapasan (pO2 & pCO2) • Transportasi O2 dlm darah berbentuk: 1. larut dlm plasma (sedikit) 3. gas larut dlm plasma (sedikit) 2. O2 terikat hemoglobin (HbO2) • Transportasi CO2 dlm darah berbentuk: 1.

00. RQ lemak 0.Respiratory Exchange (Respiratory Quotient) • Perbandingan antara banyaknya CO2 yang dihasilkan dg banyaknya O2 yang digunakan untuk pembakaran nutrien (KH. artinya untuk menghasilkan 100 molekul CO2 diperlukan 100 molekul O2 dalam metabolisme karbohidrat. protein) CO2 yg dihasilkan • RQ = -----------------------O2 yg digunakan • RQ karbohidrat =1. lemak. .82.7 dan RQ protein 0.

yg mengimbangi gerakan ion HCO3. .Chloride shift • Gerakan ion Cl.dari atau ke plasma darah/ sel darah merah pd proses transportasi. • Chloride shift di kapiler jaringan berlawanan dg arah chloride shift di kapiler alveoli.

3  Asidosis respiratorik • Ggn ekskresi CO2  CO2 hilang >>  kandungan BHCO3>HHCO3  pH>7.5  Alkalosis respiratorik .Peranan Sistem Pernapasan dlm Keseimbangan Asam-Basa • Peranan: mengatur kandungan H2CO3 darah dengan mengatur ventilasi (ekskresi-retensi CO2) • Ggn ekskresi CO2  retensi CO2  kandungan HHCO3>BHCO3  pH<7.

Sistem Ekskresi Ginjal Mengatur kandungan garam bikarbonat dlm darah dgn cara: 1. Mobilisasi ion H+ di tubulus proksimal dg reabsorbsi Na+ 2. Membentuk amonia (NH4+) di tubulus distal menggantikan Na+ yg terpakai untuk no.2  Usaha penghematan Na+  mengikat bikarbonat . Sekresi ion H+ di tubulus distal ditukar dg Na+ 3.

Garam bikarbonat (BHCO3) Asam karbonat (HHCO3) • [BHCO3] < [HHCO3]  asidosis metabolik • [BHCO3] > [HHCO3]  alkalosis metabolik .

pembentuk garam appatite pd tulang & gigi 3.O. Se. Fe. Cr 3. Silikon. Pb  Kebanyakan dlm bentuk garam sukar larut. Ni. Trace elements: Co. Cl 2. Silikon.Elektrolit ~ Mineral • 4% penyusun tubuh adalah mineral • Peranannya dlm tubuh: 1. komponen hormon 4.H. kec. Mo. Bersifat racun untuk manusia & binatang: Ag. Zn. blm tentu oleh manusia: Arsen. I. . Dibutuhkan binatang.P.S. Elemen utama: C. Hg.N. Mn. Cad. kofaktor/aktivator enzim 2. komponen senyawa biologis aktif • Kelompok mineral tubuh 1. Vanadium 4. Mg.K. Cu. Timah. Na & K  diekskresi mll tinja. Na.

dll • Ekskresi mll empedu (Cr. Fe-transferin. Mn-globulin. Zn). urin (Co. Cu. Cr. Na-K . & lepasan sel mukosa (Fe. Zn).Mineral • Transport & penyimpanan perlu protein carrier  Co-transcobalamin. Zn) • Fungsi saling berkaitan: Ca-P. Cualbumin. Mn. Mo.

Kreatin P.Lunak • Fungsi Ca2+: penggumpalan darah. aktivitas bbrp enzim • Fungsi P: transport energi (ATP. jika P > 3 absorpsi Ca terhambat  kekurangan Ca  Rachitis • Absorpsi Ca & P dipengaruhi vitamin D • Kadar Ca dlm darah diatur oleh hormon paratiroid . kontraksi otot. penghantar rangsang. & jar. ADP.Kalsium & Fosfor • membentuk garam Kalsium fosfat dlm tulang & gigi (80-90%). fosfoenolpiruvat • Absorpsi Ca di lumen intestin dipengaruhi oleh P Ca:P = 1:1-1:3.

mekanisme pompa Na-K • Metabolisme Na-K oleh hormon aldosteron .Natrium & Kalium • Penting dalam keseimbangan cairan & elektrolit serta asam-basa • Fungsi: 1. mempertahankan keseimbangan air 2. mempertahankan tekanan osmosis 3. mempertahankan keseimbangan asam-basa 4.

hormon insulin .koenzim ASH .reduktor glutathion . Biotin.vit. as.Klor & Belerang • Peran Cl dlm “chloride shift”  transport CO2 dlm darah • Belerang (S) mrpkn komponen dari .asam amino esensial metionin .folat • Rasio sulfar anorganik:protein dlm urin normal = 5:1  indeks metabolisme protein dlm tubuh .antikoagulan (heparin) .

Magnesium • Mg2+ terdapat di semua jaringan tubuh (di intrasel > ekstrasel) • Semua reaksi yg menggunakan ATP melibatkan Mg2+ • Peranan: . lipid.kontraksi otot • 70% Mh bergabung dg Ca & P dlm tulang & gigi membentuk garam appatite • Organ yg sensitif dg defisiensi Mg: jantung. ekskresi di ginjal 35-45% asupan Mg makanan . asam nukleat. ginjal & neuromuskular • Absorpsi di intestin.sintesis protein. nukleotida. & karbohirat .

sistem sitokrom. dlm makanan: ion ferri (Fe3+) terikat seny. • Peranan: respirasi seluler (unsur Hb. enzim katalase-peroksidase) • Besi aktif: Fe2+ & Fe3+ .organik • Mukosa intestin mengandung apoferritin  mengatur jumlah besi makanan yang diserap (dlm bentul ferro/ Fe2+) • Kelebihan besi dikekskresi mll tinja  hitam kelam-mengkilat  Mucosal block system .Besi • Tubuh mengandung 3-4 gram.

apoferitin jenuh dg Fe Fe2+ tdk bisa masuk ke sel mukosa  ekskresi mll tinja)  Jika Fe dibutuhkan. feritin melepas ion Fe3+  Fe2+ . (bila Fe blm dibutuhkan tubuh.Mucosal Block System Besi makanan/Fe3+  reduksi oleh HCl lambung dll 2+ mjd Fe  Diserap di mukosa intestin  Di sel mukosa diubah mjd Fe3+ untuk disimpan  Fe3+ diikat oleh apoferritin  ferritin 3+.

Besi Fe2+ diserap intestin masuk ke sirkulasi  Fe2+ Fe3+  Fe3+ diikat oleh protein  transferin  Ditransport ke jaringan • Anemia nutrisi (mikrositer hipokromik) dg Hb rendah krn infeksi cacing tambang & perdarahan masif • Kelebihan besi krn transfusi  hemosiderosis • Pil KB  meningkatkan pembuangan besi .

jantung & ginjal : kandungan Cu tinggi • Saliva & getah lambung mengandung senyawa BM rendah membentuk senyawa kompleks mudah larut dg Cu2+  Cu2+ mudah diserap di mukosa intestin • Dlm sel mukosa intestin. sisanya diikat oleh seruloplasmin (alfa-2-globulin) • Cu berhubungan dg senyawa biologis aktif lain spt MAO (monoamin oksidase). SSP. superoksida dismutase. tirosinase. otot.Tembaga • Tubuh manusia mengandung 100-150 mg Cu • Hati. Cu2+ dibebaskan kemudian diikat oleh metalotionnein • Di dalam darah 5% Cu diikat oleh albumin. sitokrom oksidase .

disimpan di kel. Tiroid dlm bentuk berikatan dg globulin (tiroglobulin) • Ekskresi yodium mll urin. sedikit dlm air liur & air susu • Defisiensi yodium  hipertrofi kel tiroid/gondok. myxedema & cretinisme (jika terjadi sejak intrauterin) .Yodium • Merupakan komponen hormon tiroksin (T3 & T4) • Pengambilan I oleh kel. Tiroid dipengaruhi hormon TSH (tirotropik. Thyroid Stimulating Hormone) • Sebelum disekresi ke dalam sirkulasi.

Klasifikasi pH • pH 7.0 adalah netral • pH diatas 7.0 adalah asam .0 adalah basa (alkali) • pH dibawah 7.pH • Derajat keasaman merupakan suatu sifat kimia yang penting dari darah dan cairan tubuh lainnya. Satuan derajat keasaman adalah pH.

45.• Suatu asam kuat memiliki pH yang sangat rendah (hampir 1. . sedangkan suatu basa kuat memiliki pH yang sangat tinggi (diatas 14. karena perubahan pH yang sangat kecil pun dapat memberikan efek yang serius terhadap beberapa organ. Darah memiliki pH antara 7. Keseimbangan asam-basa darah dikendalikan secara seksama.0).35-7.0).

yang biasanya berlangsung selama beberapa hari.Tubuh menggunakan 3 mekanisme untuk mengendalikan keseimbangan asam-basa darah 1. Kelebihan asam akan dibuang oleh ginjal. Ginjal memiliki kemampuan untuk mengubah jumlah asam atau basa yang dibuang. sebagian besar dalam bentuk amonia. .

2. Jika lebih banyak asam yang masuk ke dalam aliran darah. Jika lebih banyak basa yang masuk ke dalam aliran darah. Suatu penyangga pH bekerja secara kimiawi untuk meminimalkan perubahan pH suatu larutan. Tubuh menggunakan penyangga pH (buffer) dalam darah sebagai pelindung terhadap perubahan yang terjadi secara tiba-tiba dalam pH darah. . Bikarbonat (suatu komponen basa) berada dalam kesetimbangan dengan karbondioksida (suatu komponen asam). maka akan dihasilkan lebih banyak karbondioksida dan lebih sedikit bikarbonat. maka akan dihasilkan lebih banyak bikarbonat dan lebih sedikit karbondioksida. Penyangga pH yang paling penting dalam darah adalah bikarbonat.

Darah membawa karbondioksida ke paru-paru. . Karbondioksida adalah hasil tambahan penting dari metabolisme oksigen dan terus menerus yang dihasilkan oleh sel.3. Di paru-paru karbondioksida tersebut dikeluarkan (dihembuskan). Pembuangan karbondioksida. Pusat pernafasan di otak mengatur jumlah karbondioksida yang dihembuskan dengan mengendalikan kecepatan dan kedalaman pernafasan.

kadar karbondioksida darah meningkat dan darah menjadi lebih asam. Dengan mengatur kecepatan dan kedalaman pernafasan. Jika pernafasan menurun. maka pusat pernafasan dan paru-paru mampu mengatur pH darah menit demi menit. .• Jika pernafasan meningkat. kadar karbon dioksida darah menurun dan darah menjadi lebih basa.

45.• Nilai pH dapat dilihat dari darah arterial dengan rentang normal 7.35-7.45 pO2 80-100 mmHg pCO2 35-45 mmHg [HCO3-] 21-25 mmol/L Base excess -2 s/d +2 .35-7. Harga normal hasil pemeriksaan laboratorium analisis gas darah adalah sbb: pH 7.

pCO2 . Konsentrasi ion bikarbonat [HCO3-] 3.• Faktor-faktor yang berpengaruh dalam keseimbangan asam basa adalah : 1. Konsentrasi ion hidrogen [H+] 2.

disebut suatu keadaan respiratorik .Bila HCO3.Bila konsentrasi H+ meningkat. maka pH turun : disebut asidosis .Bila pCO2 berubah secara signifikan dalam kondisi tersebut.Bila konsentrasi H+ turun.berubah secara signifikan dalam kondisi tersebut. disebut suatu keadaan metabolik . maka pH naik : alkalosis .Berikut perbandingan peranan masing-masing faktor dalam diagnosis gangguan asam basa : .

Asidosis respiratorik 3. Asidosis metabolik 2. Alkalosis respiratorik . Alkalosis metabolik 4.• Dari konsep tersebut. yaitu : 1. didapatkan empat kondisi.

.Asidosis adalah suatu keadaan dimana darah terlalu banyak mengandung asam (atau terlalu sedikit mengandung basa) dan sering menyebabkan menurunnya pH darah. Alkalosis adalah suatu keadaan dimana darah terlalu banyak mengandung basa (atau terlalu sedikit mengandung asam) dan kadang menyebabkan meningkatnya pH darah.

. • Asidosis respiratorik atau alkalosis respiratorik terutama disebabkan oleh penyakit paru-paru atau kelainan pernafasan.• Asidosis metabolik dan alkalosis metabolik disebabkan oleh ketidakseimbangan dalam pembentukan dan pembuangan asam atau basa oleh ginjal.

Asidosis Metabolik Definisi Asidosis metabolik adalah keasaman darah yang berlebihan. Bila peningkatan keasaman melampaui sistem penyangga pH. pernafasan menjadi lebih dalam dan lebih cepat sebagai usaha tubuh untuk menurunkan kelebihan asam dalam darah dengan cara menurunkan jumlah karbon dioksida. Seiring dengan menurunnya pH darah. . yang ditandai dengan rendahnya kadar bikarbonat dalam darah. darah akan benar-benar menjadi asam.

.• Pada akhirnya. Tetapi kedua mekanisme tersebut bisa terlampaui jika tubuh terus menerus menghasilkan terlalu banyak asam. ginjal juga berusaha mengkompensasi keadaan tersebut dengan cara mengeluarkan lebih banyak asam dalam air kemih. sehingga terjadi asidosis berat dan berakhir dengan keadaan koma.

Sebagian besar bahan yang menyebabkan asidosis bila dimakan dianggap beracun. Contohnya adalah metanol (alkohol kayu) dan zat anti beku (etilen glikol). Overdosis aspirin pun dapat menyebabkan asidosis metabolik. Jumlah asam dalam tubuh dapat meningkat jika mengkonsumsi suatu asam atau suatu bahan yang diubah menjadi asam.Penyebab asidosis metabolik dapat dikelompokkan kedalam 3 kelompok utama: 1. .

Jika diabetes tidak terkendali dengan baik. salah satu diantaranya adalah diabetes melitus tipe I. . Tubuh dapat menghasilkan asam yang lebih banyak melalui metabolisme. Tubuh dapat menghasilkan asam yang berlebihan sebagai suatu akibat dari beberapa penyakit.2. Asam yang berlebihan juga ditemukan pada syok stadium lanjut. dimana asam laktat dibentuk dari metabolisme gula. tubuh akan memecah lemak dan menghasilkan asam yang disebut keton.

yang bisa terjadi pada penderita gagal ginjal atau penderita kelainan yang mempengaruhi kemampuan ginjal untuk membuang asam. Asidosis metabolik bisa terjadi jika ginjal tidak mampu untuk membuang asam dalam jumlah yang semestinya.3. Bahkan jumlah asam yang normalpun bisa menyebabkan asidosis jika ginjal tidak berfungsi secara normal. . Kelainan fungsi ginjal ini dikenal sebagai asidosis tubulus renalis.

. paraldehid.Penyebab utama dari asidosis metabolik: • Gagal ginjal • Asidosis tubulus renalis (kelainan bentuk ginjal) • Ketoasidosis diabetikum • Asidosis laktat (bertambahnya asam laktat) • Bahan beracun seperti etilen glikol. metanol. ileostomi atau kolostomi. asetazolamid atau amonium klorida • Kehilangan basa (misalnya bikarbonat) melalui saluran pencernaan karena diare. overdosis salisilat.

rasa mengantuk. Bila asidosis semakin memburuk. namun biasanya penderita merasakan mual. koma dan kematian. muntah dan kelelahan. tekanan darah dapat turun. . semakin mual dan mengalami kebingungan. Pernafasan menjadi lebih dalam atau sedikit lebih cepat. Sejalan dengan memburuknya asidosis.Gejala asidosis metabolik Asidosis metabolik ringan bisa tidak menimbulkan gejala. penderita mulai merasakan kelelahan yang luar biasa. menyebabkan syok. namun kebanyakan penderita tidak memperhatikan hal ini.

bila pH tinggi berarti [H+] turun. Gambaran klinis .Alkalosis Respiratorik Alkalosis respratorik terjadi bila ada hiperventilasi.Kepala terasa ringan .Parestesi sekitar mulut serta kesemutan . Hiperventilasi menyebabkan kadar CO2 tubuh turun sehingga terjadi kompensasi tubuh untuk menurunkan pH dengan meretensi H+ oleh ginjal agar absorpsi HCO3.berkurang. Ingat.Pasien sering menguap .Napas lebih cepat dan dalam .

ensefalitis. Contoh kasus .HCO3.pH 7.pO2 65 mEq/L (turun) .pCO2 25 mEq/L (turun) .Penyebab akut dapat berupa stimulasi saraf sentral pada tumor serebri. dan intoksikasi.6 (naik) . . • Penyebab kronis dapat berupa penyakit paru kronis.24 mEq/L (normal) .base excess + 4 (naik) Diagnosisnya adalah alkalosis respiratorik dengan hipoksia.

TERIMA KASIH .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful