MA’RIFATULLAH

PENGANTAR KAJIAN MA’RIFATULLAH Katakanlah: "Siapakah Tuhan langit dan bumi?" Jawabnya: "Allah.“…” (Q. S. Ar Ra’d (13) : 16) RINGKASAN PENGANTAR KAJIAN MA'RIFATULLAH Pembahasan ini merupakan pembahasan yang wajib diketahui oleh setiap muslim, sebagaimana wajibnya seorang muslim untuk mengenal Tuhannya, Allah Swt. Pembahasan ini merupakan pengantar dari kajian Ilmu Tauhid (Ke-Esa-an Allah Swt.) dan berdampingan dengan pembahasan mengenai Ma’rifatul Insan (mengenal manusia). Diharapkan dengan menguasai kajian-kajian tersebut seorang hamba dapat lebih mengenal dirinya sebagai hamba dan bagaimana seharusnya bersikap sebagai hamba, dan juga lebih mengenal Tuhannya, Allah Swt., sehingga ia mengetahui bagaimana ia bersikap di hadapan Tuhannya serta beribadah sesuai dengan apa yang dikehendaki Nya menurut apa yang disukai Nya. Sebagai contoh dari harapan pembahasan ini adalah mengenal (salah satu) Sifat Allah Swt., bahwa Ia Swt. adalah Maha Besar dan sebaliknya bahwa manusia penuh dengan kelemahan. Setelah mengetahuinya diharapkan seorang hamba akan dapat merasakan Kebesaran Allah Swt. dan merasakan kelemahan dirinya sehingga tidak ada lagi padanya sifat sombong, merasa hebat, merasa besar, merasa paling benar dsb. Begitu pula dengan memahami bahwa Allah Swt. adalah Sang Pemberi Rezeki misalnya, maka diharapkan dapat menghilangkan pula sifat ketergantungan seorang hamba kepada hamba yang lainnya dari sisi ekonomi yang menyebabkannya dapat terjajah baik secara fisik, ideologi, pemikiran, sosial, politik atau yang lainnya. I. LINGKUP PEMBAHASAN Dalam materi (awal) Ma’rifatuLlah ini lingkup pembahasan dibatasi kepada pengertian Rabb, di mana Allah Swt. adalah Rabb seru sekalian alam. Adapun pengertian Rabb adalah Pencipta, Pemilik, Penguasa, Pengatur dan Pemberi Rezeki, di mana kita sebagai muslim mengetahui dan meyakini permasalahan ini adalah sebuah kewajiban yang tidak bisa ditawar lagi. Allah Swt. berfirman: “Katakanlah: "Siapakah Tuhan langit dan bumi?" Jawabnya: "Allah.“…” (Q. S. Ar Ra’d (13) : 16) “Allah menciptakan segala sesuatu…” (Az Zumar (39) : 62)

“Dan tidak ada suatu binatang melatapun di muka bumi melainkan Allah-lah yang memberinya rizkinya…” (Q. S. Hud (11) : 6) “Katakanlah: "Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di bumi?" Katakanlah: "Kepunyaan Allah". Dia telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang. Dia sungguh-sungguh akan menghimpun kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan terhadapnya. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman.” (Q. S. Al An’aam (6) : 12) Pengertian Allah Swt. sebagai Rabb seru sekalian alam ini pun diakui oleh orang-orang kafir jahiliyyah sebagaimana tertera dalam ayat: “Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab: ’Allah’,…” (Q. S. Az Zukhruf (43) : 87) Bahkan iblis, makhluk yang telah dilaknat Allah Swt. seperti yang tertera dalam AlQuran, juga mengakui hal ini sebagaimana tertera dalam ayat berikut: “…Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.” (Q. S. Al A’raaf (7) : 12) Dari sini terlihat bagaimana sangat mengherankan jika kita melihat dalam kenyataan, adanya orang yang tidak mengakui keberadaan Allah Swt. atau tidak mengakui Allah Swt. sebagai Pencipta (na'uudzubiLlah). Karena seperti terlihat jelas dalam ayat di atas, bahkan iblis pun mengakui bahwa Allah Swt. telah menciptakannya dari api. Dalam ayat tersebut pun terlihat bagaimana iblis juga mengakui bahwa kelebihan yang dimilikinya merupakan pemberian murni dari Allah Swt. (namun iblis menolak taat kepada Allah Swt. yang menyebabkannya menjadi terlaknat – na’uudzubiLlah). Lalu dimanakan derajat orang yang tidak mengakui eksistensi Allah Swt.? Sekali lagi: Na’uudzu biLlahi min dzaalik. II. KEKUATAN DALIL Eksistensi Allah Swt. sebagai Rabb seru sekalian alam ini dikuatkan oleh berbagai dalildalil dan bukti-bukti yang kuat yang telah disiapkan Allah Swt. untuk manusia dalam berbagai bentuk bagi orang-orang yang mau menggunakan akalnya dan menggunakan petunjuk yang telah diberikan kepadanya. a. Dalil Naqli (Al Quran dan As Sunnah) Begitu banyak dalil dalam Al Quran yagn menyatakan bahwa Allah Swt. adalah Pencipta, Pemelihara, Pengatur, Penguasa seluruh alam semesta seperti yang telah banyak disebutkan di atas. Dalam firman Nya yang lain, bahkan Allah Swt. memperkuat persaksiannya seperti terlihat dalam ayat: Katakanlah: "Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?" Katakanlah: "Allah. Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Dan Al Qur'an ini diwahyukan kepadaku supaya

Hal ini dapat dilihat dalam sebuah contoh kasus sederhana. Bagaimana Allah Swt. Al An’aam (6) : 19) b. bagi orang-orang yang berakal. (Q. Apakah sesungguhnya kamu mengakui bahwa ada tuhantuhan yang lain di samping Allah?" Katakanlah: "Aku tidak mengakui". S.” (Q. Ali ‘Imraan (3) : 190) Begitu banyak bukti Kebesaran Allah Swt. telah dengan sempurna menciptakan alam raya ini dengan sedemikian teraturnya. di mana beberapa makhluk tertentu (serangga. dalam salah satu karyanya menerangkan bagaimana fakta penciptaan yang ada sangat menunjukkan keberadaan Sang Pencipta. Seorang cendekiawan Turki terkemuka. dalam setiap penciptaan langit dan bumi terdapat tanda-tanda Kebesaran Allah Swt. Harun Yahya. dari salah satu jenis lalat) memiliki kemampuan untuk menyerupai makhluk lain yang dapat menakut-nakuti hewan pemangsa. atau bahkan lebih dekat lagi. berfirman: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi.dengannya aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai Al Qur'an (kepadanya). yaitu pada diri-diri kita. bagaimanakah ia mempersenjatai dirinya dan melengkapi dirinya dengan perangkatperangkat yang dapat membuatnya menyerupai hewan yang ditakuti pemangsa tadi (padahal perangkat tersebut tidak lain adalah anggota tubuhnya sendiri yang telah dimilikinya sejak ia ada di muka bumi ini)? Sungguh. Pertanyaannya adalah: Riset seperti apakah yang sudah dilakukan si serangga tersebut sehingga ia bisa mengetahui apa yang ditakuti lawannya dengan otaknya yang sedemikian kecilnya? Berapa lama dia melakukan riset tersebut padahal kebanyakan serangga hanya berumur beberapa minggu saja? Dari manakah ia mendapatkan data tentang hewan yang ditakuti pemangsanya tadi? Dan jika semua itu telah didapat. yang dengan mudah akan kita dapati di sekeliling kita. . S. Katakanlah: "Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah)". Dari contoh kasus kecil ini terlihat bagaimana seekor serangga kecil yang tidak memiliki jaringan otak yang memadai untuk berpikir dapat melakukan sebuah aksi yang menakjubkan dalam mengusir pemangsanya dengan menyerupai hewan lain yang ditakuti oleh si pemangsa. Dalil ‘Aqli (Rasio / akal) Allah Swt. sedemikian sempurnyanya yang semuanya tidak lain hanya menunjukkan Kebesaran Nya semata. Benarlah Allah Swt. Allah Swt. dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. dan Rasul Nya saw.

Hasil yang diharapkan dari kita mengenal Allah Swt. (Q. dia berkata: “Inilah Tuhanku. ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami). Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar. pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat”. Allah Swt. Allah Swt. adalah bertambahnya iman dan takwa kita kepada Nya. keinginan memiliki yang bukan miliknya atau bebas dari keterjajahan dari negara penghutang misalnya. sebagai Pemberi Rezeki contohnya. didapatnya dengan bebasnya diri hamba tersebut dari keterikatan dan ketundukan kepada selain Allah Swt. Hal ini digambarkan oleh NabiyuLlah Ibrahim as. Kemudian tatkala melihat bulan terbit dia berkata: “Inilah Tuhanku”. BUAH DARI MENGENAL ALLAH SWT. baik di dunia maupun di akhirat. Al An’aam (6) : 76 – 79) Selain itu.” (Q. yang semuanya tercermin dalam setiap betikan hati kita – baik dalam niat ataupun yang lainnya. S. anugerahkan . 1. ketika dalam ‘masa pencarian’nya seperti terlihat dalam ayat berikut: “Ketika malam telah menjadi gelap. adalah Pengatur segala sesuatu yang tidak akan terjadi sesuatu pun melainkan dengan Kehendak Nya semata. Mereka pun merasa aman karena mengetahui bahwa Allah Swt. ini yang lebih besar”. jauh sebelum manusia diturunkan ke muka bumi. Hal ini dapat dilihat dalam Al-Quran pada ayat: “Dan (ingatlah). maka tatkala matahari itu telah terbenam. telah mengambil persaksian dari setiap jiwa untuk mengakui Allah Swt. Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit. dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan”. dapat menjadikannya bebas dari sifat-sifat rendah seperti tamak. Al A’raaf (7) : 172) III. Tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: “Saya tidak suka kepada yang tenggelam”. Allah Swt. kami menjadi saksi". dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: “Inilah Tuhanku”. sebagai rabbnya. sementara mereka merasakan jaminan perlindungan Nya disebabkan keimanan mereka. Dalil Fithrah (Bukti Fitrah) Setiap fitrah manusia yang lurus akan mengakui keberadaan Rabbnya dan Rabb seru sekalian alam.c. S. Dengan mengenal Allah Swt. dia berkata: “Hai kaumku. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orangorang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)". Hal ini menyebabkan kita dapat meraih manfaat-manfaat besar lainnya yang Allah Swt. Tetapi setelah bulan itu terbenam dia berkata: “Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku. sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan. Al-Hurriyah (Kebebasan) dan al-Amn (Keamanan) Kebebasan bagi orang yang mengenal Allah Swt. berfirman: . Manfaat Di Dunia a. tutur kata kita dan tingkah laku serta amalan kita.

Ar Ra’d (13) : 28) c.. di mana hal ini tidak mungkin terjadi jika seorang hamba tidak mengenal Nya. R. mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. S.” (H. Janji Allah Swt. Muslim) 2. maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.” (Q. dia berkata bahwa RasuluLlah saw. serta beramal dengan ilmunya dengan beribadah kepada Nya sesuai yang dikehendaki Nya dan disukai Nya. ini termaktub dalam ayat: . baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman. Allah Swt. Al-Hayah ath-Thayyibah (Kehidupan yang Baik) Allah Swt. sehingga apabila dia telah tiba di akhirat. Allah Swt. Al-Baraakaat (Keberkahan) Allah Swt. Ingatlah. menjanjikan keberkahan ini bagi negeri-negeri yang penduduknya beriman dan bertakwa dalam firman Nya: “Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa. Al-Jannah (Surga) Selain manfaat di dunia. juga menjanjikan tempat kembali yang baik bagi orang-orang yang mengenal Nya sesuai yang dikehendaki Nya. Kebaikan itu diberikan kepadanya di dunia dan diberikan pula pahalanya di akhirat. S. Adapun orang kafir.” (Q. berfirman: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah.“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kelaliman (syirik). S. Al An’aam (6) : 82) b.” (Q. maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. Al A’raaf (7) : 96) d. S. hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram. An Nahl (16 : 97) Imam Ahmad meriwayatkan dari Anas bin Malik ra. Ath-Thuma’niinah (Ketenangan) Ketenangan ini merupakan anugerah Allah Swt. berfirman: “Barang siapa yang mengerjakan amal saleh. Manfaat Di Akhirat a. yang diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki Nya dari hamba-hamba Nya yang senantiasa berdzikir kepada Nya. maka tiada satu kebaikan pun yang membuahkan pahala. bersabda: “Allah tidak menzhalimi suatu kebaikan bagi seorang mukmin. tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu. maka diberi makan di dunia karena aneka kebaikannya.” (Q.

Dr. Hanya kepada Nya lah kita menyembah dan hanya kepada Nya pulalah kita memohon pertolongan.” (Q. S. bahwa Ma’rifatuLlah (mengenal Allah Swt. Daarul Haq Harun Yahya at www.harunyahya. Al Bayyinah (98) : 8) Demikianlah. mereka kekal di dalamnya. Dr. Yunus (10) : 25 – 26) b. menginginkan kita mengenal Nya. Bagi orang-orang yang berbuat baik.” (Q. MardhatiLlah (Keridhaan Allah Swt. ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Shalih bin Fauzan al-Fauzan. Irwan Prayitno.) Allah Swt. mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. S. Dr. Tiada daya dan kekuatan selain dari Nya Yang Maha Tinggi lagi Maha Perkasa. Syaikh Sa’id Hawwa RahimahuLlah WujuuduLlah. Yusuf al-Qaradhawy. Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang mengenal Nya sebagaimana Ia Swt. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. NSW) Untuk lebih lengkapnya silakan merujuk sumber-sumber berikut: Ma’rifatuLlaah. berfirman tentang janji keridhaan Nya ini dalam ayat: “Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya. dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam). Pustaka Tarbiatuna Al-Islam. Mereka itulah penghuni surga. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Risalah Gusti Kitab Tauhid.“Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga). (Dituliskan kembali dari struktur bagan kajian Ma’rifatuLlah karya para Ulama Dakwah oleh PIP PKS ANZ wil.com .) adalah sebuah ilmu yang wajib difahami oleh setiap muslim yang dengannya (dan mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari) dapat menghantarkan seorang hamba kepada kebahagiaan yang dijanjikan baik di dunia maupun di akhirat kelak.

2007 oleh abu mujahid 1. Aqidah Islam menolak fanatisme buta seperti yang terjadi dalam slogan jahiliyah “Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama. <!--[endif]-->Al Wudhuh wa al Basathah ( jelas dan ringan) tidak ada kerancuan di dalamnya seperti yang terjadi pada konsep Trinitas dsb.” QS. tidak ada penambahan dan perubahan dari siapapun. tidak cukup hanya dengan doktrin dan pemaksaan seperti yang ada pada konsep-konsep aqidah lainnya. Segelas susu yang dibikin seseorang tidak akan pernah mengetahui seperti apakah orang yang telah membuatnya menjadi segelas susu. 30:30 <!--[if !supportLists]-->3. 43:22 2. . <!--[endif]-->Al Wasthiyyah (moderat) tidak berlebihan dalam menetapkan keesaan maupun sifat Allah seperti yang terjadi pada pemikiran lain yang mengakibatkan penyerupaan Allah dengan makhluk-Nya. karena hal ini tidak mungkin terjangkau oleh kapasitas manusia yang terbatas. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Prinsip-prinsip aqidah yang baku. Firman Allah :”Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan lain selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah ?“ QS. Sebab bagaimana mungkin manusia yang terbatas ini mengenali sesuatu yang tidak terbatas?. <!--[endif]-->Sejalan dengan fitrah manusia. 42:21 <!--[if !supportLists]-->4. Aqidah Islam memiliki karakteristik berikut ini : <!--[if !supportLists]-->1. KARAKTERISTIK AQIDAH ISLAM Aqidah Islam adalah Aqidah Rabbaniy (berasal dari Allah ) yang bersih dari pengaruh penyimpangan dan subyektifitas manusia.. dan sesungguhnya kami orang-orang yang mendapat petunjuk dengan mengikuti jejak mereka” QS. Aqidah Islam selalu menegakkan : “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar” QS 2:111 <!--[if !supportLists]-->5.Ma’rifatullah Puncak Akidah Islam Ditulis pada Oktober 24. <!--[endif]-->Dibangun di atas bukti dan dalil. PENGERTIAN MA’RIFATULLAH Ma’rifatullah (mengenal Allah) bukanlah mengenali dzat Allah. Firman Allah : “Fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak akan pernah bertentangan antara aqidah salimah (lurus) dan fitrah manusia. tidak ada perubahan pada fitrah Allah.

mengenalkan rintangan dan gangguan yang ada dalam perjalanan mendekatkan diri kepada Allah. Ma’rifatullah tidak dimaknai dengan arti harfiah semata. Kemudian dengan bekal pengetahuan itu. <!--[endif]-->sabar/menerima pemberlakuan hukum/aturan Allah atas dirinya <!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->ikhlas dalam niatan dan tujuan hidup yakni hanya karena Allah. yang terlihat dalam ciptaan dan tersebar dalam kehidupan alam ini. <!--[endif]-->sikap shidq (benar) dalam ber -mu’amalah (bekerja) dengan Allah. logika dan subyektifitas siapapun. namun ma’riaftullah dimaknai dengan pengenalan terhadap jalan yang mengantarkan manusia dekat dengan Allah. . <!--[endif]-->pembersihan diri dari akhlak-akhlak tercela dan kotoran-kotoran jiwa yang membuatnya bertentangan dengan kehendak Allah SWT <!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->berda’wah/ mengajak orang lain mengikuti kebenaran agamanya <!--[if !supportLists]-->6. ia menunjukkan : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->CIRI-CIRI DALAM MA’RIFATULLAH Seseorang dianggap ma’rifatullah (mengenal Allah) jika ia telah mengenali <!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->asma’ (nama) Allah <!--[endif]-->sifat Allah dan <!--[if !supportLists]-->3.Menurut Ibn Al Qayyim : Ma’rifatullah yang dimaksudkan oleh ahlul ma’rifah (orang-orang yang mengenali Allah) adalah ilmu yang membuat seseorang melakukan apa yang menjadi kewajiban bagi dirinya dan konsekuensi pengenalannya”. <!--[if !supportLists]-->2. Ia hanya menyerukan ajaran agama seperti yang pernah diajarkan Rasulullah SAW. <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->af’al (perbuatan) Allah. <!--[endif]-->membersihkan da’wahnya itu dari pengaruh perasaan. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[if !supportLists]-->3.

mujahid. Hadits ini Nabi ucapkan sebagai jawaban dari pernyataan tiga orang yang ingin mendekatkan diri kepada Allah dengan keinginan dan perasaannya sendiri. dst. <!--[endif]-->URGENSI MA’RIFATULLAH <!--[if !supportLists]-->a. dermawan. pengajar. pelayan masyarkat. Ketiadaan ma’rifatullah membuat banyak orang hidup tanpa tujuan yang jelas. setelah Nabi adalah ulama amilun ( ulama yang mengamalkan ilmunya). dari riya menjadi ikhlash. <!--[endif]-->Ma’rifatullah adalah puncak kesadaran yang akan menentukan perjalanan hidup manusia selanjutnya. Ada sebagian ulama yang mengatakan : “Duduk di sisi orang yang mengenali Allah akan mengajak kita kepada enam hal dan berpaling dari enam hal. dari ghaflah (lalai) menjadi ingat. Dan tidak ada ruang dan waktu larangan Allah kecuali ia menjauhinya. tilawah. dari cinta dunia menjadi cinta akhirat. Karena ma’rifatullah akan menjelaskan tujuan hidup manusia yang sesungguhnya. dan jika diberi karunia ia bersyukur” (HR. bahkan menjalani hidupnya sebagaimana makhluk hidup lain (binatang ternak). kecuali dia ada di sana. Tidak ada ruang dan waktu ibadah kepada Allah. Seorang yang mengenali Allah akan merasakan kehidupan yang lapang. Firman Allah : “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya. QS. . hanyalah ulama” QS. dan tidak terdapat pada siapapun selain mukmin. dari sombong menjadi tawadhu’ (randah hati). Kita akan mendapatinya sebagai orang yang rajin shalat. 35:28 Orang yang mengenali Allah dengan benar adalah orang yang mampu mewarnai dirinya dengan segala macam bentuk ibadah. pada saat lain kita dapati ia senantiasa berdzikir.Figur teladan dalam ma’rifatullah ini adalah Rasulullah SAW. yaitu : dari ragu menjadi yakin. Ia hidup dalam rentangan panjang antara bersyukur dan bersabar.Muslim) Orang yang mengenali Allah akan selalu berusaha dan bekerja untuk mendapatkan ridha Allah. jika ditimpa musibah ia bersabar. Sabda Nabi : Amat mengherankan urusan seorang mukmin itu. HR Al Bukahriy dan Muslim. tidak untuk memuaskan nafsu dan keinginan syahwatnya. Sabda Nabi : “Sayalah orang yang paling mengenal Allah dan yang paling takut kepada-Nya”. <!--[endif]-->Ma’rifatullah adalah asas (landasan) perjalanan ruhiyyah (spiritual) manusia secara keseluruhan. Tingkatan berikutnya.47:12 <!--[if !supportLists]-->b. dari buruk hati menjadi nasehat” <!--[if !supportLists]-->4. Dialah orang yang paling utama dalam mengenali Allah SWT.

Abu Nu’aim <!--[if !supportLists]-->b.” QS.<!--[if !supportLists]-->c. dan bahkan akhir dari kehidupan ini menuju kepada kehidupan Barzahiyyah (alam kubur) dan kehidupan akherat. <!--[endif]-->Akal sehat Akal sehat yang merenungkan ciptaan Allah. <!--[endif]-->Dari Ma’rifatullah inilah manusia mengetahui perjalanan hidupnya. <!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->SARANA MA’RIFATULLAH Sarana yang mengantarkan seseorang pada ma’rifatullah adalah : <!--[if !supportLists]-->a. jin dan ruh. karena kamu tidak akan mampu” HR. <!--[endif]-->Asma dan Sifat Allah Mengenali asma (nama) dan sifat Allah disertai dengan perenungan makna dan pengaruhnya bagi kehidupan ini menjadi sarana untuk mengenali Allah.. Banyak sekali ayat-ayat Al Qur’an yang menjelaskan pengaruh perenungan makhluk (ciptaan) terhadap pengenalan al Khaliq (pencipta) seperti firman Allah : Katakanlah “ Perhatikanlah apa yang ada di bumi. Mereka inilah yang diakui sebagai orang yang paling mengenali Allah. QS 10:101. Karena para Nabi dan Rasul-lah orang-orang yang diakui sangat mengenal dan dekat dengan Allah. atau QS 3: 190-191 Sabda Nabi : “Berfikirlah tentang ciptaan Allah dan janganlah kamu berfikir tentang Allah. <!--[if !supportLists]-->e. Firman Allah : “Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan ) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. <!--[endif]-->Dari Ma’rifatullah inilah manusia terdorong untuk mengenali para nabi dan rasul. <!--[if !supportLists]-->d. untuk mempelajari cara terbaik mendekatkan diri kepada Allah. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman. <!--[endif]-->Dari Ma’rifatullah ini manusia akan mengenali kehidupan di luar alam materi. Cara inilah yang telah Allah gunakan untuk memperkenalkan diri kepada . 57:25 <!--[if !supportLists]-->c. <!--[endif]-->Para Rasul Para Rasul yang membawa kitab-kitab yang berisi penjelasan sejelas-jelasnya tentang ma’rifatullah dan konsekuensi-konsekuensinya. seperti Malaikat.

Firman Allah : “Katakanlah : Serulah Allah atau serulah Ar Rahman. 7:180 Inilah sarana efektif yang Allah ajarkan kepada umat manusia untuk mengenali Allah SWT (ma’rifatullah). yaitu : tauhid rububiyyah.makhluk-Nya. 17:110 Asma’ al husna inilah yang Allah perintahkan pada kita untuk menggunakannya dalam berdoa. Asma dan sifat Allah akan menggerakkan dan membuka hati manusia untuk menyaksikan dengan seksama pancaran cahaya Allah. Dengan asma dan sifat ini terbuka jendela bagi manusia untuk mengenali Allah lebih dekat lagi. . Kedua tauhid ini sering disebut dengan tauhid al ma’rifah wa al itsbat ( mengenal dan menetapkan) kemudian tauhid yang ketiga yaitu tauhid uluhiyyah yang merupakan tauhid thalab (perintah) yang harus dilakukan. Dengan nama yang mana saja kamu seru. Dan ma’rifatullah ini tidak akan realistis sebelum seseorang mampu menegakkan tiga tingkatan tauhid. Dia mempunyai al asma’ al husna (nama-nama yang terbaik) QS. Firman Allah : “ Hanya milik Allah asma al husna. maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma al husna itu…” QS. tauhid asma dan sifat.

pergantian siang dan malam adalah hal-hal yang di luar batas kemampuan manusia dan makhluk lainnya untuk mengendalikannya. penghayatan dan pengamalan. "Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin. Peristiwa kelahiran. silih bergantinya malam dan siang. kematian. setiap manusia tentunya harus mengakui bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini telah ada yang mengatur. Muhammad bin Abdul Wahhab dengan pensyarah Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin. bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia. mengenal Allah SWT. 14 Maret 2003 Penyebab Hamba Mencapai Ma'rifatullah Dalam khazanah keislaman terdapat istilah ma`rifatullah. Dalam Syarah Tsalasatul Ushul yang kitabnya ditulis oleh Syaikhul Islam. disebutkan bahwa mengenal Allah hanya dapat dilakukan melalui hati. dan apa yang telah Allah turunkan dari langit berupa air. ia harus berupaya memahami apa yang tersirat pada ayat-ayat Alquran dan sunnah Rasulullah SAW berkenaan dengan ma'rifatullah. Segala daya upaya yang dikerahkan oleh makhluk takkan kuasa mencegah kelahiran dan kematian serta pergantian siang dan malam. Berpedoman pada kitab Syarah Tsalasatul Ushul itu terdapat beberapa sebab yang memungkinkan seorang hamba mengenali Rabb-nya. Tidak ada satu makhlukpun yang dapat mencegah tumbuhnya benih pada rahim manusia. Selain itu. Ketika seorang hamba berusaha untuk mengenali Tuhannya. dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi. dan (juga) pada dirimu sendiri. yang secara harfiah memiliki pengertian. Pertama. maupun pembuahan pada tumbuhan. Kedua.Republika. niscaya ia akan mampu mengenali ." (QS al-Baqarah [2]: 164). Konsekuensinya adalah keharusan penerimaan terhadap setiap syariah yang ditetapkan oleh-Nya dengan sebenar-benar ketaatan dan kepatuhan sehingga seorang Muslim senantiasa menjadikan Alquran yang diwahyukan kepada Rasulullah SAW dan as-sunnah sebagai penentu segala hukum. ia memperhatikan seluruh fenomena alam semesta serta memikirkan hal ihwal yang berlaku pada setiap makhluk. ia berusaha memahami ayat-ayat syar`iyah berupa wahyu yang diamanahkan kepada para rasul alayhissalam. hewan. manusia hendaknya dapat menginsyafi bahwasanya terdapat kekuasaan yang menciptakan dan mengatur segala aktivitasnya. Jika manusia berpedoman dan mampu mengambil ilmu serta hikmah yang terkandung di dalam ayat-ayat tersebut melalui pemahaman. lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan. Dengan mengamati fenomena yang terjadi pada alam semesta ini. Maka apakah kamu tiada memperhatikan?" (QS adzDzaariyaat [51]: 20-21). Ayat-ayat syar'iyah yang dimaksud tentulah ayat-ayat yang ada dalam Alquran dan sunnah Nabi SAW yang mengandung seluruh pelajaran mengenai kehidupan manusia di alam dunia dan akhirat. sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. dengan memperhatikan proses-proses yang terjadi pada alam sekitar.

Mengenai hal tersebut. Jika kemaslahatan hidup tercapai maka terbukalah hijab antara manusia sebagai makhluk dan Allah SWT sebagai Sang Khaliq. Orang yang beriman hanya akan mengikuti apa-apa yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya serta menjauhi segala larangan-Nya. penghayatan dan pengamalanlah. abu rashif rn/mns/mqp. iman adalah meyakini dengan hati. mengucapkan dengan lisan lalu mengamalkannya dengan anggota badan. dan ulil amri di antara kamu. Rasulullah SAW telah bersabda. Ketika qolbu-nya telah bersih dari segala hama kotoran.'' (QS an-Nisaa' [4]: 59). sehingga dengan begitu qolbu menjadi bersih dari kotoran-kotoran dan hal tercela. ia seakan-akan melihat Rabb-nya itu dengan mata kepalanya sendiri. Kemudian jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu. Sebab dengan pemahaman. Dalam pengertian syar'i. maka kembalikanlah ia kepada Allah (Alquran) dan Rasul (as-Sunnah). maka dalam ibadahnya --baik yang bersifat mahdhah ataupun ghayr mahdhah-. "Hai orang-orang yang beriman. seseorang dapat merasakan kesempurnaan pelajaran yang terkandung dalam ayat-ayat tersebut bagi kemaslahatan hidup. diamalkan oleh orang yang beriman semata-mata hanya peribadatan yang diambil dari perintah dalam kitabullah Alquran dan sunnah Nabi SAW saja. sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla yang Maharahman dan Maharahim telah memberikan petunjuk yang banyak agar manusia bisa mengenali Rabb-nya. Yang diyakini. taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya. Ketiga." (HR Muslim) Jika manusia menyadari. Manusia akan menyadari dan membuktikan sendiri bahwa sesungguhnya ayat-ayat Alquran adalah wahyu yang diamanahkan kepada Rasulullah SAW yang sumbernya dari Allah Azza Wa Jalla dan tak mungkin kitab ini dikarang oleh manusia.Rabb-nya. mengingat betapa sempurna ajaran yang dikandung di dalamnya. Yang demikian itu lebih utama bagimu dan lebih baik akibatnya. . ma'rifah yang dikaruniakan langsung oleh Allah SWT ke dalam qolbu orang yang beriman. jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. maka sesungguhnya Dia melihatmu. diucapkan. Jika kamu tidak bisa melihat-Nya. "Hendaklah kamu beribadah kepada Allah seakan-akan kamu melihat-Nya.seorang yang beriman akan merasa selalu ditatap oleh Rabb-nya. Bahkan.

dan tauhid uluhiyah. Lantas. dengan pengenalan yang lebih dalam lagi. makrifah kepada alam nyata dan alam ghaib dan makrifah kepada alam akhirat. “Kenalilah dirimu niscaya engkau akan mengenali Tuhanmu. yaitu tauhid asma wa sifat. tauhid rububiah. Kehidupan paling tenang adalah kehidupan yang bersandar terus kecintaannya kepada Yang Maha Pengasih. Ini memberi arti kita menolak dan berusaha menghindarkan diri dari bahaya-bahaya disebabkan oleh syirik kepadaNya.Ma’rifatullah (Bagian 1) Posted By Tim dakwatuna. dan kita tahu bahwa Allah itu Tuhan kita. menjadi mantap apabila kita mempunyai dalil-dalil dan bukti yang jelas tentang kewujudan (eksistensi) Allah lantas melahirkan pengesaan dalam mentauhidkan Allah secara mutlak. yaitu Allah. Jangan sekali-kali kita merasa cukup dengan pemahaman dan pengenalan kita terhadap Allah. Dengan pemahaman ini kita akan termotivasi untuk melaksanakan sikap-sikap yang menjadi tuntutan utama dari setiap empat tauhid tersebut. Dengan demikian jelaslah bahwa usaha kita untuk lebih jauh memahami dan mengenal Allah adalah bagian terpenting di dalam hidup ini. Malik. Selain itu. bagaimana metoda yang harus kita tempuh untuk bisa mengenal Allah? Apa saja halangan yang senantiasa menghantui manusia dari mengenalNya? Benarkan kalimat yang mengatakan. Apa yang menjadi tuntutan kepada kita ialah kita menyadari pentingnya melandasi seluruh aktivitas hidup dengan kecintaan kepada Allah. dan jihad secara minhaji.com . tauhid mulkiyah. kita seharusnya memahami bahwa Allah sebagai sumber ilmu dan pengetahuan. Rabb yang kita pahami dari istilah Al-Qur’an adalah sebagai Pencipta. Oleh karena itu kita harus mampu membedakan di antara cinta kepada Allah dengan cinta kepada selainNya serta menjadikan cinta kepada Allah mengatasi segalagalanya. Makna seperti ini ada di dalam surat An-Naas (114): 1-3. Setelah makrifah kepada Allah. kita bisa terhindar dari pemahaman-pemahaman yang keliru tentang Allah dan kita terhindar dari sikap-sikap yang salah terhadap Allah. Pemelihara dan Penguasa.com On 21 Maret 2008 @ 06:15 In Aqidah Muslim | No Comments dakwatuna. Kita harus berusaha menempatkan kehidupan kita di bawah bayangan tauhid dengan cara kita memahami ruang perbahasan dalam tauhid dengan benar tanpa penyelewengan sesuai dengan manhaj salafush shalih. Keyakinan terhadap Allah swt. yang ditakuti. Tidakkah itu sudah cukup untuk kita? Tidak. Rasul. maknanya kita berbicara tentang Rabb. Pemilik.” Dari pengenalan diri sendiri. Kita juga harus memahami empat bentuk tauhidullah yang menjadi misi ajaran Islam di dalam Al-Qur’an maupun sunnah. Karena.Mungkin ada di kalangan kaum muslimin yang bertanya kenapa pada saat ini kita masih perlu berbicara tentang Allah padahal kita sudah sering mendengar dan menyebut namaNya. Pengabdian diri kita hanya semata-mata kepada Allah saja. dan juga sebagai sumber pengharapan. akan membawa kita kepada makrifah kepada Nabi dan Rasul. semakin memahami dan mengenaliNya kita merasa semakin dekat denganNya. Kata Ilah mengandung arti yang dicintai. Kita juga . Di dalam memahami dan mengenal Allah ini. Ilmu-ilmu yang Allah berikan itu menerusi dua jalan yang membentuk dua fungsi yaitu sebagai pedoman hidup dan juga sebagai sarana hidup. Ketika kita membicarakan makrifatullah. dan Ilah kita. Ini adalah karena pada hakikatnya makrifah kepada Allah adalah sebenar-benar makrifah dan merupakan asas segala kehidupan rohani. maka ia akan membawa kepada pengenalan (makrifah) yang menciptakan diri.

Apabila Al-Qur’an menggunakan sibghah amar (perintah). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah). Hampir-hampir mereka menyerang orang-orang yang membacakan ayat-ayat Kami di hadapan mereka. maka kita akan mengenali diri kita sendiri. di manakah kedudukan kita berbanding makhluk-makhluk yang lain? Apakah sama misi hidup kita dengan binatang-binatang yang ada di bumi ini? Apakah tanggung jawab kita dan ke manakah kesudahan hidup kita? Semua persoalan itu akan terjawab secara tepat setelah kita mengenali betul Allah sebagai Rabb dan Ilah. Bermula dengan mengenal Allah. Amat lemahlah yang . telah dibuat perumpamaan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu).sepatutnya menyadari kepentingan kedua bentuk ilmu Allah dalam pengabdian kepada Allah untuk mencapai tahap takwa yang lebih cemerlang. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka. Tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin. zhalim. Allah menyatakan bahwa tidak ada tuhan melainkan Dia. Siapakah kita. dan menyimpang. Namun terdapat berbagai halangan akan muncul di hadapan kita dalam mengenali Allah. laki-laki dan perempuan. Hai manusia. yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun. raguragu. Dan neraka itu adalah seburukburuknya tempat kembali. Kedua jenis ayat-ayat Allah ini terbuka bagi siapa saja yang ingin membaca dan menelitinya. Ayat-ayat Allah ada dalam bentuk ayat-ayat qauliyah dan kauniyah. Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan. Ayat ini mengarahkan kepada kita dengan kalimat “ketahuilah olehmu” bahwasanya tidak ada ilah selain Allah dan minta ampunlah untuk dosamu dan untuk mukminin dan mukminat. QS. Muhammad (47): 19 Maka ketahuilah. Dalil-dalil: QS. bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal. walaupun mereka bersatu menciptakannya. Dalam konteks ini. Kesemua sifat-sifat fujur itu akan menghasilkan kekufuran terhadap Allah swt. Ahammiyah Ma’rifatullah (Urgensi mempelajari Makrifatullah) Riwayat ada menyatakan bahwa perkara pertama yang mesti dilaksanakan dalam agama adalah mengenal Allah (awwaluddin ma’rifatullah). maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Tidak ada tuhan melainkan Dia Yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana. Ali Imran (3): 18 Allah menyatakan bahwa tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah). takabbur. yaitu neraka?” Allah telah mengancamkannya kepada orang-orang yang kafir. Al-Hajj (22): 72-73 Dan apabila dibacakan di hadapan mereka ayat-ayat Kami yang terang. QS. niscaya kamu melihat tanda-tanda keingkaran pada muka orang-orang yang kafir itu. mengetahui atau mengenali Allah (ma’rifatullah) adalah wajib. dan telah mengakui pula para malaikat dan orang-orang yang berilmu sedang Allah berdiri dengan keadilan. yang menegakkan keadilan. Halangan-halangan ini muncul dalam bentuk sifat-sifat pribadi kita yang bersumberdari syahwat –seperti nifaq. Yang Mencipta. maka menjadi wajib menyambut perintah tersebut. Katakanlah. dan dusta– dan sifat-sifat yang bersumber dari syubhat –seperti jahil. “Apakah akan aku kabarkan kepadamu yang lebih buruk daripada itu. tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu.

Rabb yang kita pahami dari istilah Al-Qur’an adalah sebagai Pencipta.” QS. Jika kita menguasai dan menghayati keseluruhan tema ini. Sesungguhnya Dia akan menghimpun kamu pada Hari Kiamat. “Apakah saksi yang paling besar?” Katakanlah. An-Nur (24): 35 “Allah memberi cahaya kepada seluruh langit dan bumi. dan Penguasa. Diwahyukan kepadaku Al-Qur’an ini untuk aku memberikan amaran kepada engkau dan sesiapa yang sampai kepadanya Al-Qur’an. Ar-Ra’du (13): 16 Katakanlah. Adakah engkau menyaksikan bahawa bersama Allah ada tuhan-tuhan yang lain?” Katakanlah. “Siapakah Rabb segala langit dan bumi?” Katakanlah.” QS. “Aku tidak menyaksikan demikian. Orang-orang yang merugikan diri mereka. Malik. “Apakah sama orang buta dengan orang yang melihat? Apakah sama gelap dan nur (cahaya)?” Bahkan adakah mereka mengadakan bagi Allah sekutu-sekutu yang menjadikan sebagaimana Allah menjadikan.” Katakanlah. “Allah lah saksi di antara aku dan kamu. Az-Zumar (39): 67 Mereka tidak mentaqdirkan Allah dengan ukuran yang sebenarnya sedangkan keseluruhan bumi berada di dalam genggamanNya pada Hari Kiamat dan langit-langit dilipatkan dengan kananNya. Ketika membicarakan ma’rifatullah. Tema Perbicaraan Makrifatullah – Allah Rabbul Alamin. dan juga sebagai sumber pengharapan. Sedangkan kata Ilah mengandungi arti yang dicintai. An-Naml (27): 59 Katakanlah. Pemilik.” QS. lalu serupa makhluk atas mereka? Katakanlah.” Didukung Dengan Dalil Yang Kuat . yang ditakuti. dan Ilah kita. bermakna kita telah mampu menghayati makna ketuhanan yang sebenarnya. Maha Suci Dia dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka sekutukan. maka mereka tidak beriman. Dalil-dalil: QS. Hal ini termaktub dalam surat An-Naas (114): 1-3. “Bagi Allah. Inilah tema yang dibahas dalam ma’rifatullah.menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah. “Allah. “Adakah kamu mengambil wali selain dariNya yang tiada manfaat kepada dirinya dan tidak pula dapat memberikan mudarat?” Katakanlah. “Segala puji-pujian itu adalah hanya untuk Allah dan salam sejahtera ke atas hamba-hambanya yang dipilih. Al-Baqarah (2): 255 “Allah. “Hanya Dia-lah Tuhan yang satu dan aku bersih dari apa yang kamu sekutukan. “Allah. Tidak ada tuhan melainkan Dia. Allah yang menciptakan tiap tiap sesuatu dan Dia Esa lagi Maha Kuasa. Al-An’am (6): 12 Katakanlah. Dia hidup dan berdiri menguasai seluruh isi bumi dan langit.” Katakanlah. Al-An’am (6): 19 Katakanlah.” QS. artinya kita sedang membicarakan tentang Rabb. “Bagi siapakah apa-apa yang di langit dan bumi?” Katakanlah.” Dia telah menetapkan ke atas diriNya akan memberikan rahmat. Pemelihara. yang tidak ada keraguan padanya. QS. Adakah Allah yang paling baik ataukah apa yang mereka sekutukan?” QS.

hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. Allah lebih dekat lagi kepada kita. Apabila kita dekat dengan Allah. “Allah.” Dapat Menghasilkan: peningkatan iman dan taqwa. ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman). tidakkah kamu mendengar. Barakah [QS. “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab. Al-An’am (6): 19] Katakanlah. Kemerdekaan [QS. “Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?” Katakanlah. Ketenangan [QS. dan kehidupan yang baik. Dari sini akan menghasilkan pribadi muslim yang merdeka. tetapi mereka mendustakan (ayatayat kami) itu. [QS. Pertanyaan-pertanyaan itu mendudukkan kita pada satu pandangan yang konkrit betapa semua fenomena alam adalah di bawah milik dan aturan Allah swt. pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Al-A’raf (7): 172] Dan (ingatlah). kami menjadi saksi. Dalil-dalil: Naqli [QS. Ingatlah. Oleh karena itu banyak fenomena alam yang dibahas oleh AlQur‘an dan diakhiri dengan kalimat pertanyaan: tidakkah kamu berpikir. maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. Setiap ayat Allah baik ayat qauliyah maupun kauniyah tetap akan menjadi bahan berpikir kepada kita dan penambah keimanan serta ketakwaan. Al-A’raf (7): 96] Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa.” Aqli. Dan Al-Qu’ran ini diwahyukan kepadaku supaya dengan dia aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai Al-Qur’an (kepadanya). tenang. “Sesungguhnya dia adalah Tuhan yang Maha Esa dan Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah). . “Aku tidak mengakui. Ali Imran (3): 190] Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. Al-Qiyamah (75): 14-15 Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri. Fitri. Makrifatullah yang sahih dan tepat itu mestilah bersandarkan dalil-dalil dan bukti-bukti kuat yang telah siap disediakan oleh Allah untuk manusia dalam berbagai bentuk agar manusia berpikir dan membuat penilaian.” Dia menjadi saksi antara aku dan kamu.QS. dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. mereka itulah yang mendapat keamanan.” Katakanlah. penuh keberkatan. Al-Ra’du (13): 28] (Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Apakah sesungguhnya kamu mengakui bahwa ada tuhan-tuhan lain di samping Allah?” Katakanlah. “Betul (Engkau Tuhan kami). hubungan kita dengan Allah menjadi lebih akrab. Al-An’am (6): 82] Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik). Meskipun dia mengemukakan alasanalasannya. dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan. “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap Ini (keesaan Tuhan). Tentunya tempat abadi baginya adalah surga yang telah dijanjikan oleh Allah kepada hamba-hamba yang telah diridhaiNya. [QS. Apabila kita betul-betul mengenal Allah mentadaburi dalil-dalil yang dalam.

QS.dakwatuna. Ayat Qauliyah Ayat-ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadanya.com URL to article: http://www. Jangan sekali-kali berpikir tentang Dzat Allah. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Maka. Mereka itulah penghuni surga. kejadian. Allah swt. Article printed from dakwatuna. Ayat-ayat ini menyentuh berbagai aspek.Kehidupan Yang Baik [QS. di dalam Al-Qur’an. Makhluk-makhluk yang menjadi tanda kebesaran dan keagungan Allah inilah yang disarankan di dalam banyak ayat Al-Qur’an agar menjadi bahan berpikir tentang kebesaran Allah. mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Jalan Menuju Pengenalan Terhadap Allah swt. Al-Nahl (16): 97] Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih.com/2008/marifatullah-bagian-1/ Ma’rifatullah (Bagian 2) Posted By Tim dakwatuna. Mardhotillah [QS. At-Tin (95): 1-5 Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun. termasuk tentang cara mengenal Allah.com On 22 Maret 2008 @ 13:46 In Aqidah Muslim | 1 Comment Ath-Thariqu Ila Ma’rifatullah. Yunus (10): 25-26] Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga).com: http://www. segala sesuatu yang tampak dan dapat dilihat dengan mata kepala kita. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka). dan demi bukit Sinai. Oleh karena alam ini hanya mampu dilaksanakan oleh Allah dengan segala . Bagi orang-orang yang berbuat baik. dan demi kota (Mekah) ini yang aman. baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman. pasti itu bukan tuhan. peristiwa dan sebagainya yang ada di dalam alam ini. Ayat Kauniyah Ayat kauniah adalah ayat atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah. mereka kekal di dalamnya. dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam). maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. tidak menampilkan wujud Dzatnya Yang Maha Hebat di hadapan makhlukmakhluknya secara langsung dan dapat dilihat seperti kita melihat sesama makhluk. Surga [QS. Ayat-ayat ini adalah dalam bentuk benda.dakwatuna. supaya berpikir tentang makhluk-makhluk Allah. yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya. Al-Bayinah (98): 8] Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungaisungai. ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Allah menganjurkan kepada manusia untuk mengikuti Nabi saw.

hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. dengan akal semata-mata tanpa panduan dari Pencipta akal. tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. “Perhatikanlah apa yaag ada di langit dan di bumi. Maha Suci Engkau. pencapai pemikiran manusia cukup terbatas. maka bertakwalah kepada Allah. sedang dia menyaksikannya. kehebatan dan keagungan Allah. Karena dengan sarana akal ini. Qaf (50): 37 Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai akal atau yang menggunakan pendengarannya. QS. Hati mula membenarkan dan akur kepada kebijaksanaan Tuhan. Nuh (41): 53 Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri. menjadi satu kesalahan besar apabila manusia tidak menggunakan akalnya untuk berpikir. Ali Imran (3): 191 Orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring. dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya. Al-Mulk (67): 10 Dan mereka berkata. QS. maka ia menjadi tanda kehebatan dan keagungan Penciptanya. Gabungan antara kemampuan akal dan panduan dari Penciptanya akan menghasilkan pengenalan yang tepat dan mantap terhadap Allah swt. Walau begitu.sistem dan peraturanNya yang unik. Katakanlah. manusia mampu berpikir dan memilih antara yang benar atau salah. Menghasilkan Iman. Apa lagi jika dicampurkan dengan unsur (anasir) hawa nafsu dan zhan (prasangka). Ath-Thalaaq (65): 10 Allah menyediakan bagi mereka azab yang keras. Boleh jadi ia berbetulan dengan firman Allah di An-Najm (53): 11 yang berbunyi. (yaitu) orang-orang yang beriman.” Tasdiq (membenarkan) Hasil dari berpikir dan meneliti secara terus menurut pedoman-pedoman yang sewajarnya. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman. Sesungguhnya Allah telah menurunkan peringatan kepadamu.” QS. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? Metode Islam Dengan Naqli dan Akal Islam menghargai nilai akal yang dimiliki manusia. QS. . dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata). Metode pengenalan kepada Allah yang dibawa oleh Islam ini cukup efektif secara berurutan sehingga akhirnya menghasilkan keimanan sejati kepada Allah azzawajalla. Yunus (10): 100-101 Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah. akan mencetuskan rasa kebenaran. “Tiadalah hatinya mendustakan (mengingkari) apa-apa yang dilihatnya). hai orangorang yang mempunyai akal.” QS. QS. “Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala. Maka. Maka peliharalah kami dari siksa neraka. “Ya Tuhan kami.

tuhan air yang berasingan dengan rupa-rupa yang berbeda seperti yang digambarkan oleh Hindu. Yunus (10): 36 Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Kadangkala Umar bin Khattab tersenyum sendiri mengenangkan kebodohannya menyembah patung yang dibuatnya sendiri dari gandum sewaktu jahiliyah. hingga datang kepada mereka saat (kematiannya) dengan tiba-tiba atau datang kepada mereka azab hari kiamat. dan seumpamanya. tetapi tidak berlandaskan kepada metoda yang sebenarnya. Bagaimanakah kita ingin mengenal Allah tetapi kaidah pengenalan yang kita gunakan tidak menurut neraca dan panduan yang telah ditetapkan oleh Allah. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka kerjakan. tuhan api. Al-Baqarah (2): 55 Dan (ingatlah). Budha. Al-Hajj (22): 55 Dan senantiasalah orang-orang kafir itu berada dalam keragu-raguan terhadap Al-Qur’an. yaitu mengikuti aqli dan naqli. kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang.Metode Selain Islam Pemikiran berkenaan theologi dan ketuhanan banyak juga dibawa oleh pemikir-pemikir dari penjuru dunia. Tidak ada yang dapat mengubah-ubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. sangka-sangkaan. akan membawa ke jalan kekufuran terhadap Allah swt. ketika kamu berkata. dan hawa nafsu. Kebanyakannya berlandaskan duga-dugaan. An-Nur (24): 50 Apakah (ketidakdatangan mereka itu karena) dalam hati mereka ada penyakit. Ada tuhan angin. Mungkin ada hasil yang didapati. QS. Ragu-Ragu Apabila jalan yang dilalui tidak jelas dan tidak tepat. mereka itulah orang-orang yang zalim. QS. Al-An’am (6): 115 Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Qur’an) sebagai kalimat yang benar dan adil. Berakibat Kufur Semua metoda pengenalan yang tidak berasaskan cara yang dianjurkan oleh Islam. tetapi bukan hasil yang sebenarnya. QS. Apabila terasa lapar. atau (karena) mereka ragu-ragu. Campur tangan dua unsur ini sangat tidak mungkin untuk mencapai natijah yang tepat dan shahih. Pastinya metoda itu tidak akan sampai kepada tujuan (natijah) yang sebenar karena bayang-bayang khayalan tetap menghantui pemikiran mereka. Dugaan dan Hawa Nafsu Dua unsur utama dalam metoda mengenal tuhan yang tidak berlandaskan disiplin yang sebenar adalah sangka-sangkaan dan juga hawa nafsu. sedang kamu menyaksikannya. maka hasil yang didapati juga sangat tidak meyakinkan. “Hai Musa. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. QS.” karena itu kamu disambar halilintar. ataukah (karena) takut kalau-kalau Allah dan rasul-Nya berlaku zalim kepada mereka? Sebenarnya. . dimakannya pujaan itu. QS.

Maka orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat.com URL to article: http://www. Adapun orang-orang yang beriman. Al-Baqarah (2): 26-27 Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. memutuskan apa yang diperintahkan oleh Allah menghubungkannya dan mereka melakukan bencana di atas muka bumi. Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang- . Fasiq Yaitu orang-orang yang melanggar janji Allah. tetapi mereka yang kafir mengatakan.dakwatuna. mereka Itulah orang-orang yang fasik.Article printed from dakwatuna. Al-Nahl (16): 22 Tuhan kamu adalah Tuhan yang Maha Esa. Ghaafir (40): 35 (Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. “Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan? ” Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah. mereka Itulah orang-orang yang rugi.com/2008/marifatullah-bagian-2/ Ma’rifatullah (Bagian 3) Oleh: Tim dakwatuna. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik. sedangkan mereka sendiri adalah orang-orang yang sombong.dakwatuna. QS. dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. hati mereka mengingkari (keesaaan Allah). QS. Al-Hasyr (59): 19 Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah.com: http://www. Sombong Adalah orang yang hatinya ingkar dan membantah terhadap ayat-ayat Allah dan mereka tidak beriman dengan Allah QS. maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka. lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk.com Mawani’ Ma’rifatullah Sifat yang berasal dari penyakit syahwat. QS. (yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh.

dan bagi mereka siksa yang pedih. Obatnya dengan mujahadah. Ghaafir (40): 56 Sesungguhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka tidak ada dalam dada mereka melainkan hanyalah (keinginan akan) kebesaran yang mereka sekali-kali tiada akan mencapainya. sifat-sifat itu harus diobati. sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka. maka mintalah perlindungan kepada Allah. “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Iblis menjawab. Al-Muthaffifin (83): 14 Sekali-kali tidak (demikian). QS. dan apabila rasul-rasul telah ditetapkan waktu (mereka). Dan tahukah kamu apakah hari Keputusan itu? Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.) “Sampai hari apakah ditangguhkan (mengazab orang-orang kafir itu)?” Sampai hari Keputusan. Al-A’raf (7): 12 Allah berfirman. Mursalaat (77): 9-19 Dan apabila langit Telah dibelah. QS. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang. Sesungguhnya Dia Maha mendengar lagi Maha Melihat. . kemudian ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa. Dusta QS. (Niscaya dikatakan kepada mereka. Al-Baqarah (2): 10 Dalam hati mereka ada penyakit. Demikianlah kami berbuat terhadap orang-orang yang berdosa. Banyak Dosa QS. dan apabila gunung-gunung Telah dihancurkan menjadi debu. Manakala kelompok kedua adalah sifat-sifat yang berasal dari penyakit syubhat yang ada pada personaliti seseorang. lalu ditambah Allah penyakitnya. Karena itu. As-Sajdah (32): 22 Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya. disebabkan mereka berdusta. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.” Zalim QS. Semua sifat-sifat yang disebutkan di atas tadi akan berakhir dengan kemurkaan dari Allah swt. QS. Bukankah kami telah membinasakan orang-orang yang dahulu? Lalu kami iringkan (azab kami terhadap) mereka dengan (mengazab) orang-orang yang datang kemudian. “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.orang yang beriman.

dan kami jadikan hati mereka keras membatu. . Al-Hajj (22): 55 Dan senantiasalah orang-orang kafir itu berada dalam keragu. bahkan mereka lebih sesat lagi. Al-Maidah (5): 13 (tetapi) Karena mereka melanggar janjinya. Ragu-Ragu. mereka itu sebagai binatang ternak. dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka Telah diperingatkan dengannya. dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat). QS. “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan). Menyimpang. kami kutuki mereka. mereka Itulah orang-orang yang lalai. mereka suka merobah perkataan (Allah) dari tempattempatnya[407]. Al-A’raf (7): 179 Dan Sesungguhnya kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia. Maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka. Az-Zumar (39): 65 Dan Sesungguhnya Telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. mereka mempunyai hati. dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). QS. niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.raguan terhadap Al Quran.Jahil. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. Lalai QS. hingga datang kepada mereka saat (kematiannya) dengan tiba-tiba atau datang kepada mereka azab hari kiamat. tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayatayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah). QS.

Allah akan mengaruniakan ketenangan dalam hidup. penuh hikmah. Apa pun yang kita miliki. orang yang ma'rifat itu susah senangnya tidak diukur dari ada tidaknya dunia. Sebab. tak heran bila kata-katanya bertenaga. selalu ada dalam bimbingan dan pertolongan Allah. Semua yang ada di alam ini mutlak ada dalam kekuasaan Allah. Setiap kali akan melakukan maksiat. Sebaliknya. gelar prestisius. Jadi percuma saja sekolah tinggi. luas pengetahuan. seorang ahli ibadah akan selalu optimis. Kelima. ringan. kekayaan. bila semua itu tidak menjadikan kita makin mengenal Allah. Ketujuh. Kekuatan tersebut lahir dari terjaganya keimanan. Ketiga. Optimis akan melahirkan harapan. tidak akan pernah ternikmati bila kita selalu resah gelisah. kualitas ma'rifat kita dapat diukur. dengan mengenal Allah kita akan merasa ditatap. berwibawa dan . Keempat. tidak tenang dalam hidup. Susah dan senangnya diukur dari dekat tidaknya ia dengan Allah. Salah satu ciri orang ma'rifat adalah selalu menjaga kualitas ibadahnya. Bila kita selalu cemas dan takut kehilangan dunia. Maka. didengar. maka pada poin ini kita akan dituntun untuk melewati jalan tersebut. Sikap optimis akan menggerakkan seseorang untuk berbuat. Pertama. Ketika melihat fenomena alam. Kita dikatakan sukses dalam belajar bila dengan belajar itu kita semakin mengenal Allah. Tenang itu mahal harganya.Buah Ma'rifatullah Seorang ahli ibadah akan optimis dalam hidupnya. seorang ahli ibadah memiliki kendali dalam hidupnya. memiliki kekuatan menghadapi cobaan hidup. seorang ahli ibadah akan memiliki kekuatan ruhiyah. Mengenal Allah adalah aset terbesar. Ia optimis karena Allah akan menolong dan mengarahkan kehidupannya. Kedua. Betapa tidak. dan diperhatikan selalu. Bila demikian. Tidak berarti kekuatan fisik. Inilah kenikmatan hidup sebenarnya. dekat dan taat kepada Allah. Terjaganya ibadah akan mendatangkan tujuh keuntungan hidup. dan sebagainya. Allah SWT akan memberi peringatan agar ia tidak terjerumus. tenang. kita harus mulai bertanya bagaimana agar setiap aktivitas bisa membuat kita semakin kenal. Ketenangan tidak bisa dibeli dan ia pun tidak bisa dicuri. Seorang ahli ibadah akan memiliki kemampuan untuk bertobat. Bila pada poin pertama Allah sudah menunjukkan jalan yang tepat. bagaikan rem pakem dalam kendaraan. hidup selalu berada di jalan yang benar (on the right track). terjerumus pada maksiat. Ciri orang yang ma'rifat adalah laa khaufun 'alaihim wa lahum yahzanuun. Ia optimis bahwa Allah akan menolong dan mengarahkan hidupnya. gelar atau jabatan bila kita tidak memiliki harapan. dan bahagia. hidup kita akan sengsara. Mengenal Allah akan membuahkan akhlak mulia. saat kita tidak mengenal Allah. idealnya kita bisa ingat kepada Allah. Karena itu. hidup pun jadi terarah. Keenam. itu tandanya kita belum ma'rifat. Ia tidak takut dan sedih dengan urusan duniawi. Puncak ilmu adalah mengenal Allah (ma'rifatullah).

39:39). Cara paling mudah untuk melaksanakannya adalah dengan datang lebih awal ke masjid untuk menunggu shalat. Ikhtiar menumbuhkan kecintaan terhadap shalat dan masjid adalah dengan berusaha shalat tepat waktu. Bukan hanya sampai pada Islam (tunduk) saja. adakah yang lebih mengetahui tentang suatu ciptaan. tidak ada keraguan di dalamnya (QS. berikhtiar didunia sebagai sarana untuk meraih akherat (QS. Allah sudah menurunkan bagi kita AlQuran sebagai petunjuk pedoman hidup kita dalam menjalani kehidupan. Dengan keyakinan kepada Allah dan harapan akan pertolongan Allah. di masjid dan dilakukan secara berjamaah. tidak ada yang bisa menolong kita selain Allah SWT. bukan robot canggih. bersabar (QS 2: 153). tawakkal. Untuk menjadi ahli ibadah kita bisa menumbuhkan ACM (Aku Cinta Masjid). karena Allah adalah Maha Bijaksana dan .39: 2-3) dan tidak berputus asa dari rahmat Allah. Mari kita renungkan. janji Allah ini pasti ditepati. di tengah kondisi yang semakin sulit. Diragukan keimanannya bila ia tidak akrab dengan masjid. Allah berjanji tidak akan menganiaya hamba-hambaNya. Cara menggapainya adalah dengan ibadah secara istikamah. Islam berarti tunduk terhadap aturan Allah. Kita lebih sibuk dengan alam pikir kita masing-masing yang kadang kala kalau tidak diarahkan malah jadi bumerang bagi langkah kita selanjutnya. Kadang terasa di luar logika. bukan makhluk ghoib yang diciptakan. Seorang Muslim dengan masjid bagikan ikan dengan air. berdoa (QS 2: 185). 2:2). QS. baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Kalaupun ada kesulitan. tetapi Allah adalah PENCIPTA kita. dibandingkan PENCIPTAnya? Melalui Al Qur’an Allah mengajak kita pada Islam sebagai satu-satunya agama yang diridloi (QS 3:19) di bumi ini. Keyakinan akan janji Allah akan memunculkan kekuatan yang luar biasa. kita harus selalu kita meningkatkan ma’rifatullah kita agar sampai pada derajad IMAN (yakin). maka harus kita upayakan semaksimal mungkin melaksanakannya.com/v1/index.setiap keputusan yang diambilnya selalu tepat. keindahan Islam dan aturan Islam itu sendiri. Allah bukanlah sekedar orang yang super genius. Kita diperintahkan bekerja. Saudaraku. Salah satu ikhtiar untuk menggapai pertolongan Allah dengan meningkatkan pengenalan kita kepada Allah. tetapi agar semangat kita tidak mudah loyo. maka itu akan selalu disikapi dengan positif sebagai latihan kesabaran sekaligus keyakinan bahwa pasti ada hikmah yang bisa diambil dibalik segala ujian yang Allah berikan pada kita. sehingga bisa selalu ikhlas dan ridlo terhadap segala ketentuanNya. dalam keadaan ringan maupun berat hati..php?option=com_content&task=view&id=64&Itemid=33 Thursday. siap menerima segala perintahmya dan menjauhi laranganNya. ikhlas (QS4:146. Tidak mungkin seorang Muslim tidak betah di masjid. Wallaahu a'lam Power Ma'rifatullah Dalam Kesuksesan Written by Indri Zulaikha http://mta-online. 28 December 2006 Sebagai seorang muslim sebenarnya kebanyakan dari kita kurang mengenal Allah. insyaAllah Allah akan memberi kemudahan karena dzat Allah itu seperti apa yang kita pikirkan.

alHujurat: 15).s. Sebagai contoh. kemudian mereka tidak ragu-ragu dan berjihad dengan harta dan jiwa mereka demi membela agama Allah. Bila kita sedang ditimpa was-was dari syetan dalam bentuk kemalasan. dan akhirnya kitalah yang menjadi pemenangnya. lemah. para sahabat. tidak menghargai proses dan menyukai hasil instant. hadapi. maka kapan kita akan benar-benar sungguh-sungguh memompa kemampuan kita untuk bisa memecahkan soal tersebut? Berpikirlah kita bisa melakukannya. . Mereka itulah orang-orang yang benar. jika kita selalu berpikir soal-soal yang kita pelajari kemungkinan tidak keluar di ujian. Tergantung kita mau tidak melalui jalan-jalan menuju kesuksesan yang memang butuh pengorbanan. gagal adalah pembelajaran menuju keberhasilan. untuk meraih kesuksesan memerlukan keyakinan terhadap kemampuan diri. justru banyak diantara mereka yang sukses. dan tabit tabiin sebagai tauladan dalam meraih keridloanNya dan meraih cintaNya nan indah. maupun organ lain untuk berfungsi maksimal. ada orang-orang pilihan yang meskipun oleh Allah diberi ujian dalam bentuk keerbatasan fisik (cacat fisik) tetapi karena mereka tidak menyerah dengan keadaan dan yakin bahwa mereka pasti punya kelebihan lain. kemudian jika kita menemui soal yang agak sulit kita malah berdoa semoga soal ini tidak keluar di ujian. Ingatlah. Dalam kehidupan inipun. Semangat Orang-orang Beriman Tidak Pernah Padam “Sesungguhnya orang-orang mukmin hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. maka cepat sadari bahaya tersebut. sebelum kita menjadi embrio kita telah bersaing dengan jutaan sperma. cari solusi. Ada yang sukses di dunia ada juga yang sukses dunia akherat kalau dilandasi dengan iman. Jadikan semangat kekasih kita Rasulullah SAW. kita pasti bisa. tetapi sayang kebanyakan manusia tidak mau menggali potensi yang ada pada dirinya. Sebagai contoh ketika kita belajar. Sejak awal sebenarnya manusia sudah diberi potensi yang bisa dikembangkan. Allah telah memberi solusi untuk kembali kepadanya dan memohon pertolonganNya. sehingga respon yang diberikan juga biasa-biasa saja bahkan cenderung melemah.” (Q. mudah terbakar emosi. harus PD alias percaya diri. otot. Jika keyakinan kepada Allah tidak dibangun. berpikir dangkal. Hal tersebut karena otak menginstruksikan tidak yakin terhadap kemampuan diri sendiri. bukan akhir perjuangan. Usaha yang tidak dilandasi keyakinan bisa sukses akan sangat rapuh dan tidak memacu syaraf.Maha Menepati janji. jadi masing-masing dari kita mempunyai kesempatan yang sama untuk sukses. maka kita akan mudah patah semangat jika hasil yang kita peroleh tidak sesuai dengan harapan kita. futur. maju terus! Jangan takut gagal. Ada masalah? Itu bagian dari proses.

maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. al-A‘raf: 200-1).” (Q.s. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. . maka berlindunglah kepada Allah.“Dan jika kamu ditimpa suatu godaan setan. mereka ingat kepada Allah. Sesungguhnya orangorang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari setan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful