MA’RIFATULLAH

PENGANTAR KAJIAN MA’RIFATULLAH Katakanlah: "Siapakah Tuhan langit dan bumi?" Jawabnya: "Allah.“…” (Q. S. Ar Ra’d (13) : 16) RINGKASAN PENGANTAR KAJIAN MA'RIFATULLAH Pembahasan ini merupakan pembahasan yang wajib diketahui oleh setiap muslim, sebagaimana wajibnya seorang muslim untuk mengenal Tuhannya, Allah Swt. Pembahasan ini merupakan pengantar dari kajian Ilmu Tauhid (Ke-Esa-an Allah Swt.) dan berdampingan dengan pembahasan mengenai Ma’rifatul Insan (mengenal manusia). Diharapkan dengan menguasai kajian-kajian tersebut seorang hamba dapat lebih mengenal dirinya sebagai hamba dan bagaimana seharusnya bersikap sebagai hamba, dan juga lebih mengenal Tuhannya, Allah Swt., sehingga ia mengetahui bagaimana ia bersikap di hadapan Tuhannya serta beribadah sesuai dengan apa yang dikehendaki Nya menurut apa yang disukai Nya. Sebagai contoh dari harapan pembahasan ini adalah mengenal (salah satu) Sifat Allah Swt., bahwa Ia Swt. adalah Maha Besar dan sebaliknya bahwa manusia penuh dengan kelemahan. Setelah mengetahuinya diharapkan seorang hamba akan dapat merasakan Kebesaran Allah Swt. dan merasakan kelemahan dirinya sehingga tidak ada lagi padanya sifat sombong, merasa hebat, merasa besar, merasa paling benar dsb. Begitu pula dengan memahami bahwa Allah Swt. adalah Sang Pemberi Rezeki misalnya, maka diharapkan dapat menghilangkan pula sifat ketergantungan seorang hamba kepada hamba yang lainnya dari sisi ekonomi yang menyebabkannya dapat terjajah baik secara fisik, ideologi, pemikiran, sosial, politik atau yang lainnya. I. LINGKUP PEMBAHASAN Dalam materi (awal) Ma’rifatuLlah ini lingkup pembahasan dibatasi kepada pengertian Rabb, di mana Allah Swt. adalah Rabb seru sekalian alam. Adapun pengertian Rabb adalah Pencipta, Pemilik, Penguasa, Pengatur dan Pemberi Rezeki, di mana kita sebagai muslim mengetahui dan meyakini permasalahan ini adalah sebuah kewajiban yang tidak bisa ditawar lagi. Allah Swt. berfirman: “Katakanlah: "Siapakah Tuhan langit dan bumi?" Jawabnya: "Allah.“…” (Q. S. Ar Ra’d (13) : 16) “Allah menciptakan segala sesuatu…” (Az Zumar (39) : 62)

“Dan tidak ada suatu binatang melatapun di muka bumi melainkan Allah-lah yang memberinya rizkinya…” (Q. S. Hud (11) : 6) “Katakanlah: "Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di bumi?" Katakanlah: "Kepunyaan Allah". Dia telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang. Dia sungguh-sungguh akan menghimpun kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan terhadapnya. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman.” (Q. S. Al An’aam (6) : 12) Pengertian Allah Swt. sebagai Rabb seru sekalian alam ini pun diakui oleh orang-orang kafir jahiliyyah sebagaimana tertera dalam ayat: “Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab: ’Allah’,…” (Q. S. Az Zukhruf (43) : 87) Bahkan iblis, makhluk yang telah dilaknat Allah Swt. seperti yang tertera dalam AlQuran, juga mengakui hal ini sebagaimana tertera dalam ayat berikut: “…Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.” (Q. S. Al A’raaf (7) : 12) Dari sini terlihat bagaimana sangat mengherankan jika kita melihat dalam kenyataan, adanya orang yang tidak mengakui keberadaan Allah Swt. atau tidak mengakui Allah Swt. sebagai Pencipta (na'uudzubiLlah). Karena seperti terlihat jelas dalam ayat di atas, bahkan iblis pun mengakui bahwa Allah Swt. telah menciptakannya dari api. Dalam ayat tersebut pun terlihat bagaimana iblis juga mengakui bahwa kelebihan yang dimilikinya merupakan pemberian murni dari Allah Swt. (namun iblis menolak taat kepada Allah Swt. yang menyebabkannya menjadi terlaknat – na’uudzubiLlah). Lalu dimanakan derajat orang yang tidak mengakui eksistensi Allah Swt.? Sekali lagi: Na’uudzu biLlahi min dzaalik. II. KEKUATAN DALIL Eksistensi Allah Swt. sebagai Rabb seru sekalian alam ini dikuatkan oleh berbagai dalildalil dan bukti-bukti yang kuat yang telah disiapkan Allah Swt. untuk manusia dalam berbagai bentuk bagi orang-orang yang mau menggunakan akalnya dan menggunakan petunjuk yang telah diberikan kepadanya. a. Dalil Naqli (Al Quran dan As Sunnah) Begitu banyak dalil dalam Al Quran yagn menyatakan bahwa Allah Swt. adalah Pencipta, Pemelihara, Pengatur, Penguasa seluruh alam semesta seperti yang telah banyak disebutkan di atas. Dalam firman Nya yang lain, bahkan Allah Swt. memperkuat persaksiannya seperti terlihat dalam ayat: Katakanlah: "Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?" Katakanlah: "Allah. Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Dan Al Qur'an ini diwahyukan kepadaku supaya

Harun Yahya. Bagaimana Allah Swt. Apakah sesungguhnya kamu mengakui bahwa ada tuhantuhan yang lain di samping Allah?" Katakanlah: "Aku tidak mengakui". atau bahkan lebih dekat lagi.” (Q. dari salah satu jenis lalat) memiliki kemampuan untuk menyerupai makhluk lain yang dapat menakut-nakuti hewan pemangsa. Allah Swt. dalam setiap penciptaan langit dan bumi terdapat tanda-tanda Kebesaran Allah Swt. bagi orang-orang yang berakal. dalam salah satu karyanya menerangkan bagaimana fakta penciptaan yang ada sangat menunjukkan keberadaan Sang Pencipta. (Q. Hal ini dapat dilihat dalam sebuah contoh kasus sederhana. yang dengan mudah akan kita dapati di sekeliling kita. Dari contoh kasus kecil ini terlihat bagaimana seekor serangga kecil yang tidak memiliki jaringan otak yang memadai untuk berpikir dapat melakukan sebuah aksi yang menakjubkan dalam mengusir pemangsanya dengan menyerupai hewan lain yang ditakuti oleh si pemangsa. S. Pertanyaannya adalah: Riset seperti apakah yang sudah dilakukan si serangga tersebut sehingga ia bisa mengetahui apa yang ditakuti lawannya dengan otaknya yang sedemikian kecilnya? Berapa lama dia melakukan riset tersebut padahal kebanyakan serangga hanya berumur beberapa minggu saja? Dari manakah ia mendapatkan data tentang hewan yang ditakuti pemangsanya tadi? Dan jika semua itu telah didapat. Benarlah Allah Swt. Katakanlah: "Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah)". bagaimanakah ia mempersenjatai dirinya dan melengkapi dirinya dengan perangkatperangkat yang dapat membuatnya menyerupai hewan yang ditakuti pemangsa tadi (padahal perangkat tersebut tidak lain adalah anggota tubuhnya sendiri yang telah dimilikinya sejak ia ada di muka bumi ini)? Sungguh. di mana beberapa makhluk tertentu (serangga. Dalil ‘Aqli (Rasio / akal) Allah Swt. sedemikian sempurnyanya yang semuanya tidak lain hanya menunjukkan Kebesaran Nya semata. yaitu pada diri-diri kita.dengannya aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai Al Qur'an (kepadanya). Seorang cendekiawan Turki terkemuka. dan Rasul Nya saw. S. Ali ‘Imraan (3) : 190) Begitu banyak bukti Kebesaran Allah Swt. . Al An’aam (6) : 19) b. berfirman: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. telah dengan sempurna menciptakan alam raya ini dengan sedemikian teraturnya. dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.

pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat”. Hal ini digambarkan oleh NabiyuLlah Ibrahim as.c. (Q. tutur kata kita dan tingkah laku serta amalan kita. sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan. dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: “Inilah Tuhanku”. adalah bertambahnya iman dan takwa kita kepada Nya. Hasil yang diharapkan dari kita mengenal Allah Swt. adalah Pengatur segala sesuatu yang tidak akan terjadi sesuatu pun melainkan dengan Kehendak Nya semata. jauh sebelum manusia diturunkan ke muka bumi. Hal ini menyebabkan kita dapat meraih manfaat-manfaat besar lainnya yang Allah Swt. dapat menjadikannya bebas dari sifat-sifat rendah seperti tamak. Tetapi setelah bulan itu terbenam dia berkata: “Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku. dia berkata: “Hai kaumku. 1. Allah Swt. telah mengambil persaksian dari setiap jiwa untuk mengakui Allah Swt. didapatnya dengan bebasnya diri hamba tersebut dari keterikatan dan ketundukan kepada selain Allah Swt. Kemudian tatkala melihat bulan terbit dia berkata: “Inilah Tuhanku”. ini yang lebih besar”.” (Q. sebagai rabbnya. dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan”. yang semuanya tercermin dalam setiap betikan hati kita – baik dalam niat ataupun yang lainnya. Al-Hurriyah (Kebebasan) dan al-Amn (Keamanan) Kebebasan bagi orang yang mengenal Allah Swt. Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit. ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami). Al An’aam (6) : 76 – 79) Selain itu. Mereka pun merasa aman karena mengetahui bahwa Allah Swt. keinginan memiliki yang bukan miliknya atau bebas dari keterjajahan dari negara penghutang misalnya. maka tatkala matahari itu telah terbenam. baik di dunia maupun di akhirat. sebagai Pemberi Rezeki contohnya. anugerahkan . dia berkata: “Inilah Tuhanku. Allah Swt. Hal ini dapat dilihat dalam Al-Quran pada ayat: “Dan (ingatlah). BUAH DARI MENGENAL ALLAH SWT. Dengan mengenal Allah Swt. Tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: “Saya tidak suka kepada yang tenggelam”. S. berfirman: . Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar. Manfaat Di Dunia a. S. Allah Swt. kami menjadi saksi". sementara mereka merasakan jaminan perlindungan Nya disebabkan keimanan mereka. ketika dalam ‘masa pencarian’nya seperti terlihat dalam ayat berikut: “Ketika malam telah menjadi gelap. Dalil Fithrah (Bukti Fitrah) Setiap fitrah manusia yang lurus akan mengakui keberadaan Rabbnya dan Rabb seru sekalian alam. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orangorang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)". Al A’raaf (7) : 172) III.

juga menjanjikan tempat kembali yang baik bagi orang-orang yang mengenal Nya sesuai yang dikehendaki Nya. Al An’aam (6) : 82) b. berfirman: “Barang siapa yang mengerjakan amal saleh. maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. Muslim) 2. maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kelaliman (syirik). Kebaikan itu diberikan kepadanya di dunia dan diberikan pula pahalanya di akhirat. S. menjanjikan keberkahan ini bagi negeri-negeri yang penduduknya beriman dan bertakwa dalam firman Nya: “Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa. mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. di mana hal ini tidak mungkin terjadi jika seorang hamba tidak mengenal Nya. ini termaktub dalam ayat: . S. Allah Swt. berfirman: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Al-Jannah (Surga) Selain manfaat di dunia. Al A’raaf (7) : 96) d. pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Al-Baraakaat (Keberkahan) Allah Swt. bersabda: “Allah tidak menzhalimi suatu kebaikan bagi seorang mukmin. S.” (Q. maka tiada satu kebaikan pun yang membuahkan pahala. Ath-Thuma’niinah (Ketenangan) Ketenangan ini merupakan anugerah Allah Swt. dia berkata bahwa RasuluLlah saw. An Nahl (16 : 97) Imam Ahmad meriwayatkan dari Anas bin Malik ra. Manfaat Di Akhirat a. Allah Swt. tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu. Ingatlah. yang diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki Nya dari hamba-hamba Nya yang senantiasa berdzikir kepada Nya. Janji Allah Swt. S. R. maka diberi makan di dunia karena aneka kebaikannya.” (Q. baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman. Ar Ra’d (13) : 28) c.” (Q. Adapun orang kafir.” (Q. sehingga apabila dia telah tiba di akhirat. hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram. Al-Hayah ath-Thayyibah (Kehidupan yang Baik) Allah Swt. serta beramal dengan ilmunya dengan beribadah kepada Nya sesuai yang dikehendaki Nya dan disukai Nya..” (H.

Bagi orang-orang yang berbuat baik. mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Hanya kepada Nya lah kita menyembah dan hanya kepada Nya pulalah kita memohon pertolongan.“Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga). Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Risalah Gusti Kitab Tauhid. MardhatiLlah (Keridhaan Allah Swt. Dr. S.) Allah Swt. dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam). Tiada daya dan kekuatan selain dari Nya Yang Maha Tinggi lagi Maha Perkasa. Dr. (Dituliskan kembali dari struktur bagan kajian Ma’rifatuLlah karya para Ulama Dakwah oleh PIP PKS ANZ wil. Pustaka Tarbiatuna Al-Islam. ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Irwan Prayitno. Yunus (10) : 25 – 26) b.” (Q.com . Yusuf al-Qaradhawy. Shalih bin Fauzan al-Fauzan. Dr. Syaikh Sa’id Hawwa RahimahuLlah WujuuduLlah.) adalah sebuah ilmu yang wajib difahami oleh setiap muslim yang dengannya (dan mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari) dapat menghantarkan seorang hamba kepada kebahagiaan yang dijanjikan baik di dunia maupun di akhirat kelak. bahwa Ma’rifatuLlah (mengenal Allah Swt. mereka kekal di dalamnya. Al Bayyinah (98) : 8) Demikianlah. menginginkan kita mengenal Nya. Mereka itulah penghuni surga. NSW) Untuk lebih lengkapnya silakan merujuk sumber-sumber berikut: Ma’rifatuLlaah. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.” (Q. Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang mengenal Nya sebagaimana Ia Swt. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Daarul Haq Harun Yahya at www. berfirman tentang janji keridhaan Nya ini dalam ayat: “Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.harunyahya. S.

tidak ada penambahan dan perubahan dari siapapun. 42:21 <!--[if !supportLists]-->4. Firman Allah :”Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan lain selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah ?“ QS. tidak cukup hanya dengan doktrin dan pemaksaan seperti yang ada pada konsep-konsep aqidah lainnya. 43:22 2. Sebab bagaimana mungkin manusia yang terbatas ini mengenali sesuatu yang tidak terbatas?. 30:30 <!--[if !supportLists]-->3. KARAKTERISTIK AQIDAH ISLAM Aqidah Islam adalah Aqidah Rabbaniy (berasal dari Allah ) yang bersih dari pengaruh penyimpangan dan subyektifitas manusia.Ma’rifatullah Puncak Akidah Islam Ditulis pada Oktober 24. PENGERTIAN MA’RIFATULLAH Ma’rifatullah (mengenal Allah) bukanlah mengenali dzat Allah. <!--[if !supportLists]-->2. Firman Allah : “Fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. <!--[endif]-->Dibangun di atas bukti dan dalil. <!--[endif]-->Al Wasthiyyah (moderat) tidak berlebihan dalam menetapkan keesaan maupun sifat Allah seperti yang terjadi pada pemikiran lain yang mengakibatkan penyerupaan Allah dengan makhluk-Nya.. karena hal ini tidak mungkin terjangkau oleh kapasitas manusia yang terbatas. Aqidah Islam selalu menegakkan : “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar” QS 2:111 <!--[if !supportLists]-->5. Aqidah Islam menolak fanatisme buta seperti yang terjadi dalam slogan jahiliyah “Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama. 2007 oleh abu mujahid 1. Aqidah Islam memiliki karakteristik berikut ini : <!--[if !supportLists]-->1. dan sesungguhnya kami orang-orang yang mendapat petunjuk dengan mengikuti jejak mereka” QS. Segelas susu yang dibikin seseorang tidak akan pernah mengetahui seperti apakah orang yang telah membuatnya menjadi segelas susu. tidak akan pernah bertentangan antara aqidah salimah (lurus) dan fitrah manusia. tidak ada perubahan pada fitrah Allah. . <!--[endif]-->Prinsip-prinsip aqidah yang baku. <!--[endif]-->Sejalan dengan fitrah manusia.” QS. <!--[endif]-->Al Wudhuh wa al Basathah ( jelas dan ringan) tidak ada kerancuan di dalamnya seperti yang terjadi pada konsep Trinitas dsb.

<!--[endif]-->asma’ (nama) Allah <!--[endif]-->sifat Allah dan <!--[if !supportLists]-->3. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->af’al (perbuatan) Allah.Menurut Ibn Al Qayyim : Ma’rifatullah yang dimaksudkan oleh ahlul ma’rifah (orang-orang yang mengenali Allah) adalah ilmu yang membuat seseorang melakukan apa yang menjadi kewajiban bagi dirinya dan konsekuensi pengenalannya”. <!--[endif]-->berda’wah/ mengajak orang lain mengikuti kebenaran agamanya <!--[if !supportLists]-->6. <!--[endif]-->membersihkan da’wahnya itu dari pengaruh perasaan. mengenalkan rintangan dan gangguan yang ada dalam perjalanan mendekatkan diri kepada Allah. <!--[if !supportLists]-->2. <!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->pembersihan diri dari akhlak-akhlak tercela dan kotoran-kotoran jiwa yang membuatnya bertentangan dengan kehendak Allah SWT <!--[if !supportLists]-->4. yang terlihat dalam ciptaan dan tersebar dalam kehidupan alam ini. <!--[endif]-->sikap shidq (benar) dalam ber -mu’amalah (bekerja) dengan Allah. Kemudian dengan bekal pengetahuan itu. ia menunjukkan : <!--[if !supportLists]-->1. <!--[if !supportLists]-->3. . <!--[endif]-->ikhlas dalam niatan dan tujuan hidup yakni hanya karena Allah. <!--[endif]-->sabar/menerima pemberlakuan hukum/aturan Allah atas dirinya <!--[if !supportLists]-->5. namun ma’riaftullah dimaknai dengan pengenalan terhadap jalan yang mengantarkan manusia dekat dengan Allah. <!--[endif]-->CIRI-CIRI DALAM MA’RIFATULLAH Seseorang dianggap ma’rifatullah (mengenal Allah) jika ia telah mengenali <!--[if !supportLists]-->1. logika dan subyektifitas siapapun. Ia hanya menyerukan ajaran agama seperti yang pernah diajarkan Rasulullah SAW. Ma’rifatullah tidak dimaknai dengan arti harfiah semata.

tidak untuk memuaskan nafsu dan keinginan syahwatnya. dst. Dialah orang yang paling utama dalam mengenali Allah SWT. dan jika diberi karunia ia bersyukur” (HR. jika ditimpa musibah ia bersabar. Tingkatan berikutnya. QS. Ia hidup dalam rentangan panjang antara bersyukur dan bersabar. Hadits ini Nabi ucapkan sebagai jawaban dari pernyataan tiga orang yang ingin mendekatkan diri kepada Allah dengan keinginan dan perasaannya sendiri.Muslim) Orang yang mengenali Allah akan selalu berusaha dan bekerja untuk mendapatkan ridha Allah. Firman Allah : “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya. kecuali dia ada di sana. <!--[endif]-->Ma’rifatullah adalah puncak kesadaran yang akan menentukan perjalanan hidup manusia selanjutnya. mujahid. yaitu : dari ragu menjadi yakin. setelah Nabi adalah ulama amilun ( ulama yang mengamalkan ilmunya). dermawan. Ada sebagian ulama yang mengatakan : “Duduk di sisi orang yang mengenali Allah akan mengajak kita kepada enam hal dan berpaling dari enam hal. . Seorang yang mengenali Allah akan merasakan kehidupan yang lapang.47:12 <!--[if !supportLists]-->b.Figur teladan dalam ma’rifatullah ini adalah Rasulullah SAW. Sabda Nabi : “Sayalah orang yang paling mengenal Allah dan yang paling takut kepada-Nya”. pada saat lain kita dapati ia senantiasa berdzikir. HR Al Bukahriy dan Muslim. dan tidak terdapat pada siapapun selain mukmin. dari cinta dunia menjadi cinta akhirat. dari riya menjadi ikhlash. bahkan menjalani hidupnya sebagaimana makhluk hidup lain (binatang ternak). Karena ma’rifatullah akan menjelaskan tujuan hidup manusia yang sesungguhnya. dari buruk hati menjadi nasehat” <!--[if !supportLists]-->4. Ketiadaan ma’rifatullah membuat banyak orang hidup tanpa tujuan yang jelas. dari ghaflah (lalai) menjadi ingat. 35:28 Orang yang mengenali Allah dengan benar adalah orang yang mampu mewarnai dirinya dengan segala macam bentuk ibadah. Sabda Nabi : Amat mengherankan urusan seorang mukmin itu. Tidak ada ruang dan waktu ibadah kepada Allah. <!--[endif]-->Ma’rifatullah adalah asas (landasan) perjalanan ruhiyyah (spiritual) manusia secara keseluruhan. Dan tidak ada ruang dan waktu larangan Allah kecuali ia menjauhinya. pelayan masyarkat. <!--[endif]-->URGENSI MA’RIFATULLAH <!--[if !supportLists]-->a. pengajar. Kita akan mendapatinya sebagai orang yang rajin shalat. hanyalah ulama” QS. dari sombong menjadi tawadhu’ (randah hati). tilawah.

Karena para Nabi dan Rasul-lah orang-orang yang diakui sangat mengenal dan dekat dengan Allah. 57:25 <!--[if !supportLists]-->c. <!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->Asma dan Sifat Allah Mengenali asma (nama) dan sifat Allah disertai dengan perenungan makna dan pengaruhnya bagi kehidupan ini menjadi sarana untuk mengenali Allah. Abu Nu’aim <!--[if !supportLists]-->b.” QS. <!--[endif]-->SARANA MA’RIFATULLAH Sarana yang mengantarkan seseorang pada ma’rifatullah adalah : <!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Dari Ma’rifatullah inilah manusia terdorong untuk mengenali para nabi dan rasul. Cara inilah yang telah Allah gunakan untuk memperkenalkan diri kepada . Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman.. <!--[if !supportLists]-->d. <!--[endif]-->Dari Ma’rifatullah ini manusia akan mengenali kehidupan di luar alam materi. seperti Malaikat. <!--[if !supportLists]-->e. dan bahkan akhir dari kehidupan ini menuju kepada kehidupan Barzahiyyah (alam kubur) dan kehidupan akherat. jin dan ruh. <!--[endif]-->Dari Ma’rifatullah inilah manusia mengetahui perjalanan hidupnya. atau QS 3: 190-191 Sabda Nabi : “Berfikirlah tentang ciptaan Allah dan janganlah kamu berfikir tentang Allah. <!--[endif]-->Para Rasul Para Rasul yang membawa kitab-kitab yang berisi penjelasan sejelas-jelasnya tentang ma’rifatullah dan konsekuensi-konsekuensinya. Banyak sekali ayat-ayat Al Qur’an yang menjelaskan pengaruh perenungan makhluk (ciptaan) terhadap pengenalan al Khaliq (pencipta) seperti firman Allah : Katakanlah “ Perhatikanlah apa yang ada di bumi. QS 10:101. <!--[endif]-->Akal sehat Akal sehat yang merenungkan ciptaan Allah.<!--[if !supportLists]-->c. Firman Allah : “Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan ) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. karena kamu tidak akan mampu” HR. Mereka inilah yang diakui sebagai orang yang paling mengenali Allah. untuk mempelajari cara terbaik mendekatkan diri kepada Allah.

Dan ma’rifatullah ini tidak akan realistis sebelum seseorang mampu menegakkan tiga tingkatan tauhid. Kedua tauhid ini sering disebut dengan tauhid al ma’rifah wa al itsbat ( mengenal dan menetapkan) kemudian tauhid yang ketiga yaitu tauhid uluhiyyah yang merupakan tauhid thalab (perintah) yang harus dilakukan. Dengan asma dan sifat ini terbuka jendela bagi manusia untuk mengenali Allah lebih dekat lagi. Dengan nama yang mana saja kamu seru. tauhid asma dan sifat.makhluk-Nya. Firman Allah : “ Hanya milik Allah asma al husna. Asma dan sifat Allah akan menggerakkan dan membuka hati manusia untuk menyaksikan dengan seksama pancaran cahaya Allah. . 7:180 Inilah sarana efektif yang Allah ajarkan kepada umat manusia untuk mengenali Allah SWT (ma’rifatullah). Dia mempunyai al asma’ al husna (nama-nama yang terbaik) QS. 17:110 Asma’ al husna inilah yang Allah perintahkan pada kita untuk menggunakannya dalam berdoa. Firman Allah : “Katakanlah : Serulah Allah atau serulah Ar Rahman. maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma al husna itu…” QS. yaitu : tauhid rububiyyah.

Muhammad bin Abdul Wahhab dengan pensyarah Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin. bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia. Selain itu. dan (juga) pada dirimu sendiri. Pertama. lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan. Jika manusia berpedoman dan mampu mengambil ilmu serta hikmah yang terkandung di dalam ayat-ayat tersebut melalui pemahaman. sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. "Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin. Berpedoman pada kitab Syarah Tsalasatul Ushul itu terdapat beberapa sebab yang memungkinkan seorang hamba mengenali Rabb-nya. Ketika seorang hamba berusaha untuk mengenali Tuhannya. Konsekuensinya adalah keharusan penerimaan terhadap setiap syariah yang ditetapkan oleh-Nya dengan sebenar-benar ketaatan dan kepatuhan sehingga seorang Muslim senantiasa menjadikan Alquran yang diwahyukan kepada Rasulullah SAW dan as-sunnah sebagai penentu segala hukum. setiap manusia tentunya harus mengakui bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini telah ada yang mengatur. pergantian siang dan malam adalah hal-hal yang di luar batas kemampuan manusia dan makhluk lainnya untuk mengendalikannya. mengenal Allah SWT. dan apa yang telah Allah turunkan dari langit berupa air. kematian. ia berusaha memahami ayat-ayat syar`iyah berupa wahyu yang diamanahkan kepada para rasul alayhissalam. Ayat-ayat syar'iyah yang dimaksud tentulah ayat-ayat yang ada dalam Alquran dan sunnah Nabi SAW yang mengandung seluruh pelajaran mengenai kehidupan manusia di alam dunia dan akhirat. "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. maupun pembuahan pada tumbuhan. silih bergantinya malam dan siang. niscaya ia akan mampu mengenali . Tidak ada satu makhlukpun yang dapat mencegah tumbuhnya benih pada rahim manusia. Kedua. penghayatan dan pengamalan. disebutkan bahwa mengenal Allah hanya dapat dilakukan melalui hati. 14 Maret 2003 Penyebab Hamba Mencapai Ma'rifatullah Dalam khazanah keislaman terdapat istilah ma`rifatullah. Segala daya upaya yang dikerahkan oleh makhluk takkan kuasa mencegah kelahiran dan kematian serta pergantian siang dan malam. ia memperhatikan seluruh fenomena alam semesta serta memikirkan hal ihwal yang berlaku pada setiap makhluk. dengan memperhatikan proses-proses yang terjadi pada alam sekitar. yang secara harfiah memiliki pengertian. ia harus berupaya memahami apa yang tersirat pada ayat-ayat Alquran dan sunnah Rasulullah SAW berkenaan dengan ma'rifatullah. hewan. manusia hendaknya dapat menginsyafi bahwasanya terdapat kekuasaan yang menciptakan dan mengatur segala aktivitasnya. dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi." (QS al-Baqarah [2]: 164). Dalam Syarah Tsalasatul Ushul yang kitabnya ditulis oleh Syaikhul Islam.Republika. Peristiwa kelahiran. Maka apakah kamu tiada memperhatikan?" (QS adzDzaariyaat [51]: 20-21). Dengan mengamati fenomena yang terjadi pada alam semesta ini.

Kemudian jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu. sehingga dengan begitu qolbu menjadi bersih dari kotoran-kotoran dan hal tercela.Rabb-nya. jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Bahkan. taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya. ma'rifah yang dikaruniakan langsung oleh Allah SWT ke dalam qolbu orang yang beriman." (HR Muslim) Jika manusia menyadari.seorang yang beriman akan merasa selalu ditatap oleh Rabb-nya. maka kembalikanlah ia kepada Allah (Alquran) dan Rasul (as-Sunnah). Yang diyakini. Sebab dengan pemahaman. Jika kamu tidak bisa melihat-Nya. mengingat betapa sempurna ajaran yang dikandung di dalamnya. sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla yang Maharahman dan Maharahim telah memberikan petunjuk yang banyak agar manusia bisa mengenali Rabb-nya. diucapkan. Dalam pengertian syar'i. diamalkan oleh orang yang beriman semata-mata hanya peribadatan yang diambil dari perintah dalam kitabullah Alquran dan sunnah Nabi SAW saja. penghayatan dan pengamalanlah. Rasulullah SAW telah bersabda. Ketiga. mengucapkan dengan lisan lalu mengamalkannya dengan anggota badan. Yang demikian itu lebih utama bagimu dan lebih baik akibatnya. maka sesungguhnya Dia melihatmu. maka dalam ibadahnya --baik yang bersifat mahdhah ataupun ghayr mahdhah-. Orang yang beriman hanya akan mengikuti apa-apa yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya serta menjauhi segala larangan-Nya. "Hai orang-orang yang beriman. abu rashif rn/mns/mqp.'' (QS an-Nisaa' [4]: 59). Ketika qolbu-nya telah bersih dari segala hama kotoran. . iman adalah meyakini dengan hati. Manusia akan menyadari dan membuktikan sendiri bahwa sesungguhnya ayat-ayat Alquran adalah wahyu yang diamanahkan kepada Rasulullah SAW yang sumbernya dari Allah Azza Wa Jalla dan tak mungkin kitab ini dikarang oleh manusia. "Hendaklah kamu beribadah kepada Allah seakan-akan kamu melihat-Nya. dan ulil amri di antara kamu. Jika kemaslahatan hidup tercapai maka terbukalah hijab antara manusia sebagai makhluk dan Allah SWT sebagai Sang Khaliq. seseorang dapat merasakan kesempurnaan pelajaran yang terkandung dalam ayat-ayat tersebut bagi kemaslahatan hidup. Mengenai hal tersebut. ia seakan-akan melihat Rabb-nya itu dengan mata kepalanya sendiri.

Dengan demikian jelaslah bahwa usaha kita untuk lebih jauh memahami dan mengenal Allah adalah bagian terpenting di dalam hidup ini. Kita juga . Rasul. Kehidupan paling tenang adalah kehidupan yang bersandar terus kecintaannya kepada Yang Maha Pengasih. Pengabdian diri kita hanya semata-mata kepada Allah saja. Tidakkah itu sudah cukup untuk kita? Tidak.com . makrifah kepada alam nyata dan alam ghaib dan makrifah kepada alam akhirat. kita seharusnya memahami bahwa Allah sebagai sumber ilmu dan pengetahuan. Ilmu-ilmu yang Allah berikan itu menerusi dua jalan yang membentuk dua fungsi yaitu sebagai pedoman hidup dan juga sebagai sarana hidup. Kata Ilah mengandung arti yang dicintai. dan juga sebagai sumber pengharapan. Keyakinan terhadap Allah swt. Ini adalah karena pada hakikatnya makrifah kepada Allah adalah sebenar-benar makrifah dan merupakan asas segala kehidupan rohani.com On 21 Maret 2008 @ 06:15 In Aqidah Muslim | No Comments dakwatuna. bagaimana metoda yang harus kita tempuh untuk bisa mengenal Allah? Apa saja halangan yang senantiasa menghantui manusia dari mengenalNya? Benarkan kalimat yang mengatakan. dan kita tahu bahwa Allah itu Tuhan kita. Apa yang menjadi tuntutan kepada kita ialah kita menyadari pentingnya melandasi seluruh aktivitas hidup dengan kecintaan kepada Allah. Dengan pemahaman ini kita akan termotivasi untuk melaksanakan sikap-sikap yang menjadi tuntutan utama dari setiap empat tauhid tersebut. Karena. Ketika kita membicarakan makrifatullah. Jangan sekali-kali kita merasa cukup dengan pemahaman dan pengenalan kita terhadap Allah. maknanya kita berbicara tentang Rabb. “Kenalilah dirimu niscaya engkau akan mengenali Tuhanmu.” Dari pengenalan diri sendiri. dan jihad secara minhaji. dan tauhid uluhiyah. dan Ilah kita. kita bisa terhindar dari pemahaman-pemahaman yang keliru tentang Allah dan kita terhindar dari sikap-sikap yang salah terhadap Allah. Pemelihara dan Penguasa. yaitu Allah. Rabb yang kita pahami dari istilah Al-Qur’an adalah sebagai Pencipta. tauhid rububiah. yang ditakuti. maka ia akan membawa kepada pengenalan (makrifah) yang menciptakan diri. Oleh karena itu kita harus mampu membedakan di antara cinta kepada Allah dengan cinta kepada selainNya serta menjadikan cinta kepada Allah mengatasi segalagalanya. Makna seperti ini ada di dalam surat An-Naas (114): 1-3. semakin memahami dan mengenaliNya kita merasa semakin dekat denganNya. Ini memberi arti kita menolak dan berusaha menghindarkan diri dari bahaya-bahaya disebabkan oleh syirik kepadaNya. tauhid mulkiyah. Kita harus berusaha menempatkan kehidupan kita di bawah bayangan tauhid dengan cara kita memahami ruang perbahasan dalam tauhid dengan benar tanpa penyelewengan sesuai dengan manhaj salafush shalih. yaitu tauhid asma wa sifat. Malik. Setelah makrifah kepada Allah. Pemilik. dengan pengenalan yang lebih dalam lagi. akan membawa kita kepada makrifah kepada Nabi dan Rasul. Kita juga harus memahami empat bentuk tauhidullah yang menjadi misi ajaran Islam di dalam Al-Qur’an maupun sunnah.Ma’rifatullah (Bagian 1) Posted By Tim dakwatuna. Lantas. menjadi mantap apabila kita mempunyai dalil-dalil dan bukti yang jelas tentang kewujudan (eksistensi) Allah lantas melahirkan pengesaan dalam mentauhidkan Allah secara mutlak.Mungkin ada di kalangan kaum muslimin yang bertanya kenapa pada saat ini kita masih perlu berbicara tentang Allah padahal kita sudah sering mendengar dan menyebut namaNya. Selain itu. Di dalam memahami dan mengenal Allah ini.

maka menjadi wajib menyambut perintah tersebut. laki-laki dan perempuan. Yang Mencipta. mengetahui atau mengenali Allah (ma’rifatullah) adalah wajib. raguragu. Amat lemahlah yang . tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Hampir-hampir mereka menyerang orang-orang yang membacakan ayat-ayat Kami di hadapan mereka. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.sepatutnya menyadari kepentingan kedua bentuk ilmu Allah dalam pengabdian kepada Allah untuk mencapai tahap takwa yang lebih cemerlang. walaupun mereka bersatu menciptakannya. Allah menyatakan bahwa tidak ada tuhan melainkan Dia. Halangan-halangan ini muncul dalam bentuk sifat-sifat pribadi kita yang bersumberdari syahwat –seperti nifaq. Ali Imran (3): 18 Allah menyatakan bahwa tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah). Tidak ada tuhan melainkan Dia Yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana. Ahammiyah Ma’rifatullah (Urgensi mempelajari Makrifatullah) Riwayat ada menyatakan bahwa perkara pertama yang mesti dilaksanakan dalam agama adalah mengenal Allah (awwaluddin ma’rifatullah). Dalam konteks ini. dan dusta– dan sifat-sifat yang bersumber dari syubhat –seperti jahil. yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. “Apakah akan aku kabarkan kepadamu yang lebih buruk daripada itu. Namun terdapat berbagai halangan akan muncul di hadapan kita dalam mengenali Allah. Ayat ini mengarahkan kepada kita dengan kalimat “ketahuilah olehmu” bahwasanya tidak ada ilah selain Allah dan minta ampunlah untuk dosamu dan untuk mukminin dan mukminat. Al-Hajj (22): 72-73 Dan apabila dibacakan di hadapan mereka ayat-ayat Kami yang terang. yaitu neraka?” Allah telah mengancamkannya kepada orang-orang yang kafir. Dalil-dalil: QS. Apabila Al-Qur’an menggunakan sibghah amar (perintah). Kesemua sifat-sifat fujur itu akan menghasilkan kekufuran terhadap Allah swt. Ayat-ayat Allah ada dalam bentuk ayat-ayat qauliyah dan kauniyah. Bermula dengan mengenal Allah. QS. Hai manusia. Katakanlah. dan menyimpang. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun. Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan. Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah). Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). takabbur. zhalim. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka. maka kita akan mengenali diri kita sendiri. di manakah kedudukan kita berbanding makhluk-makhluk yang lain? Apakah sama misi hidup kita dengan binatang-binatang yang ada di bumi ini? Apakah tanggung jawab kita dan ke manakah kesudahan hidup kita? Semua persoalan itu akan terjawab secara tepat setelah kita mengenali betul Allah sebagai Rabb dan Ilah. niscaya kamu melihat tanda-tanda keingkaran pada muka orang-orang yang kafir itu. telah dibuat perumpamaan. Muhammad (47): 19 Maka ketahuilah. Tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin. bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan. dan telah mengakui pula para malaikat dan orang-orang yang berilmu sedang Allah berdiri dengan keadilan. QS. maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. yang menegakkan keadilan. Dan neraka itu adalah seburukburuknya tempat kembali. Kedua jenis ayat-ayat Allah ini terbuka bagi siapa saja yang ingin membaca dan menelitinya. Siapakah kita.

Rabb yang kita pahami dari istilah Al-Qur’an adalah sebagai Pencipta. Allah yang menciptakan tiap tiap sesuatu dan Dia Esa lagi Maha Kuasa. Hal ini termaktub dalam surat An-Naas (114): 1-3. “Allah. “Apakah saksi yang paling besar?” Katakanlah. “Allah lah saksi di antara aku dan kamu. dan juga sebagai sumber pengharapan. An-Naml (27): 59 Katakanlah. Ketika membicarakan ma’rifatullah. Sedangkan kata Ilah mengandungi arti yang dicintai. Tidak ada tuhan melainkan Dia. QS. “Segala puji-pujian itu adalah hanya untuk Allah dan salam sejahtera ke atas hamba-hambanya yang dipilih. maka mereka tidak beriman. “Bagi Allah.menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah. “Allah. “Adakah kamu mengambil wali selain dariNya yang tiada manfaat kepada dirinya dan tidak pula dapat memberikan mudarat?” Katakanlah. Al-An’am (6): 12 Katakanlah. Al-Baqarah (2): 255 “Allah.” Katakanlah. “Siapakah Rabb segala langit dan bumi?” Katakanlah.” QS. “Bagi siapakah apa-apa yang di langit dan bumi?” Katakanlah.” QS. “Apakah sama orang buta dengan orang yang melihat? Apakah sama gelap dan nur (cahaya)?” Bahkan adakah mereka mengadakan bagi Allah sekutu-sekutu yang menjadikan sebagaimana Allah menjadikan. bermakna kita telah mampu menghayati makna ketuhanan yang sebenarnya. Pemelihara. “Hanya Dia-lah Tuhan yang satu dan aku bersih dari apa yang kamu sekutukan.” QS. “Aku tidak menyaksikan demikian. Al-An’am (6): 19 Katakanlah. Inilah tema yang dibahas dalam ma’rifatullah. Adakah engkau menyaksikan bahawa bersama Allah ada tuhan-tuhan yang lain?” Katakanlah. yang ditakuti.” QS. Orang-orang yang merugikan diri mereka. Dia hidup dan berdiri menguasai seluruh isi bumi dan langit. Tema Perbicaraan Makrifatullah – Allah Rabbul Alamin. artinya kita sedang membicarakan tentang Rabb. Maha Suci Dia dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka sekutukan. Malik. Sesungguhnya Dia akan menghimpun kamu pada Hari Kiamat. An-Nur (24): 35 “Allah memberi cahaya kepada seluruh langit dan bumi.” Dia telah menetapkan ke atas diriNya akan memberikan rahmat. Jika kita menguasai dan menghayati keseluruhan tema ini.” Didukung Dengan Dalil Yang Kuat . Ar-Ra’du (13): 16 Katakanlah. dan Ilah kita. Diwahyukan kepadaku Al-Qur’an ini untuk aku memberikan amaran kepada engkau dan sesiapa yang sampai kepadanya Al-Qur’an. Az-Zumar (39): 67 Mereka tidak mentaqdirkan Allah dengan ukuran yang sebenarnya sedangkan keseluruhan bumi berada di dalam genggamanNya pada Hari Kiamat dan langit-langit dilipatkan dengan kananNya. Pemilik.” Katakanlah. Dalil-dalil: QS. Adakah Allah yang paling baik ataukah apa yang mereka sekutukan?” QS. yang tidak ada keraguan padanya. lalu serupa makhluk atas mereka? Katakanlah. dan Penguasa.

mereka itulah yang mendapat keamanan. [QS. Meskipun dia mengemukakan alasanalasannya. “Betul (Engkau Tuhan kami). Al-An’am (6): 19] Katakanlah. Ingatlah. “Allah. Ketenangan [QS. Dari sini akan menghasilkan pribadi muslim yang merdeka. Apabila kita dekat dengan Allah. tenang. hubungan kita dengan Allah menjadi lebih akrab. Makrifatullah yang sahih dan tepat itu mestilah bersandarkan dalil-dalil dan bukti-bukti kuat yang telah siap disediakan oleh Allah untuk manusia dalam berbagai bentuk agar manusia berpikir dan membuat penilaian.” Katakanlah. Al-A’raf (7): 172] Dan (ingatlah). kami menjadi saksi. “Sesungguhnya dia adalah Tuhan yang Maha Esa dan Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah). Dan Al-Qu’ran ini diwahyukan kepadaku supaya dengan dia aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai Al-Qur’an (kepadanya). Apakah sesungguhnya kamu mengakui bahwa ada tuhan-tuhan lain di samping Allah?” Katakanlah. Ali Imran (3): 190] Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi. pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Barakah [QS.” Dapat Menghasilkan: peningkatan iman dan taqwa. hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. Kemerdekaan [QS. Al-Qiyamah (75): 14-15 Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri. ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman).” Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Pertanyaan-pertanyaan itu mendudukkan kita pada satu pandangan yang konkrit betapa semua fenomena alam adalah di bawah milik dan aturan Allah swt. Al-A’raf (7): 96] Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa. Tentunya tempat abadi baginya adalah surga yang telah dijanjikan oleh Allah kepada hamba-hamba yang telah diridhaiNya. dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. Setiap ayat Allah baik ayat qauliyah maupun kauniyah tetap akan menjadi bahan berpikir kepada kita dan penambah keimanan serta ketakwaan. tetapi mereka mendustakan (ayatayat kami) itu. “Aku tidak mengakui.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan. “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab. “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap Ini (keesaan Tuhan). Fitri. tidakkah kamu mendengar. Al-An’am (6): 82] Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik). Allah lebih dekat lagi kepada kita. Apabila kita betul-betul mengenal Allah mentadaburi dalil-dalil yang dalam. Dalil-dalil: Naqli [QS.QS. Oleh karena itu banyak fenomena alam yang dibahas oleh AlQur‘an dan diakhiri dengan kalimat pertanyaan: tidakkah kamu berpikir. dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. “Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?” Katakanlah. dan kehidupan yang baik. maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. Al-Ra’du (13): 28] (Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. [QS.” Aqli. penuh keberkatan. .

Jangan sekali-kali berpikir tentang Dzat Allah. ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya.Kehidupan Yang Baik [QS. Article printed from dakwatuna. Allah menganjurkan kepada manusia untuk mengikuti Nabi saw. Bagi orang-orang yang berbuat baik. segala sesuatu yang tampak dan dapat dilihat dengan mata kepala kita. mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.com URL to article: http://www. Maka. Ayat Kauniyah Ayat kauniah adalah ayat atau tanda yang wujud di sekeliling yang diciptakan oleh Allah. supaya berpikir tentang makhluk-makhluk Allah. kejadian. pasti itu bukan tuhan.com: http://www. mereka kekal di dalamnya. Oleh karena alam ini hanya mampu dilaksanakan oleh Allah dengan segala . tidak menampilkan wujud Dzatnya Yang Maha Hebat di hadapan makhlukmakhluknya secara langsung dan dapat dilihat seperti kita melihat sesama makhluk. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadanya. Al-Bayinah (98): 8] Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungaisungai. Yunus (10): 25-26] Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga).dakwatuna. dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam). maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. Surga [QS. QS. termasuk tentang cara mengenal Allah. Ayat-ayat ini menyentuh berbagai aspek. dan demi bukit Sinai. Mereka itulah penghuni surga. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka). At-Tin (95): 1-5 Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun. Makhluk-makhluk yang menjadi tanda kebesaran dan keagungan Allah inilah yang disarankan di dalam banyak ayat Al-Qur’an agar menjadi bahan berpikir tentang kebesaran Allah. sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.com On 22 Maret 2008 @ 13:46 In Aqidah Muslim | 1 Comment Ath-Thariqu Ila Ma’rifatullah. yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya. Mardhotillah [QS. baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman.com/2008/marifatullah-bagian-1/ Ma’rifatullah (Bagian 2) Posted By Tim dakwatuna. Al-Nahl (16): 97] Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih. Ayat Qauliyah Ayat-ayat qauliyah adalah ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah swt. Jalan Menuju Pengenalan Terhadap Allah swt. peristiwa dan sebagainya yang ada di dalam alam ini. Allah swt.dakwatuna. di dalam Al-Qur’an. dan demi kota (Mekah) ini yang aman. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Ayat-ayat ini adalah dalam bentuk benda.

hai orangorang yang mempunyai akal.” Tasdiq (membenarkan) Hasil dari berpikir dan meneliti secara terus menurut pedoman-pedoman yang sewajarnya. Sesungguhnya Allah telah menurunkan peringatan kepadamu. dengan akal semata-mata tanpa panduan dari Pencipta akal.sistem dan peraturanNya yang unik. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman. Metode pengenalan kepada Allah yang dibawa oleh Islam ini cukup efektif secara berurutan sehingga akhirnya menghasilkan keimanan sejati kepada Allah azzawajalla. . Nuh (41): 53 Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri. Menghasilkan Iman. akan mencetuskan rasa kebenaran. Apa lagi jika dicampurkan dengan unsur (anasir) hawa nafsu dan zhan (prasangka).” QS. dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya. Maka peliharalah kami dari siksa neraka. dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata). “Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala. Maka. maka ia menjadi tanda kehebatan dan keagungan Penciptanya. Ali Imran (3): 191 Orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring. “Ya Tuhan kami. QS. kehebatan dan keagungan Allah. hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. manusia mampu berpikir dan memilih antara yang benar atau salah. Gabungan antara kemampuan akal dan panduan dari Penciptanya akan menghasilkan pengenalan yang tepat dan mantap terhadap Allah swt. Walau begitu. menjadi satu kesalahan besar apabila manusia tidak menggunakan akalnya untuk berpikir. Yunus (10): 100-101 Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah. Karena dengan sarana akal ini. (yaitu) orang-orang yang beriman. sedang dia menyaksikannya.” QS. Al-Mulk (67): 10 Dan mereka berkata. “Perhatikanlah apa yaag ada di langit dan di bumi. Boleh jadi ia berbetulan dengan firman Allah di An-Najm (53): 11 yang berbunyi. tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. pencapai pemikiran manusia cukup terbatas. Qaf (50): 37 Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai akal atau yang menggunakan pendengarannya. QS. “Tiadalah hatinya mendustakan (mengingkari) apa-apa yang dilihatnya). Maha Suci Engkau. Ath-Thalaaq (65): 10 Allah menyediakan bagi mereka azab yang keras. QS. maka bertakwalah kepada Allah. Katakanlah. QS. Hati mula membenarkan dan akur kepada kebijaksanaan Tuhan. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? Metode Islam Dengan Naqli dan Akal Islam menghargai nilai akal yang dimiliki manusia.

Budha. hingga datang kepada mereka saat (kematiannya) dengan tiba-tiba atau datang kepada mereka azab hari kiamat. . QS. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka kerjakan. dan seumpamanya. QS. dan hawa nafsu. maka hasil yang didapati juga sangat tidak meyakinkan. Mungkin ada hasil yang didapati. dimakannya pujaan itu. sangka-sangkaan. akan membawa ke jalan kekufuran terhadap Allah swt. “Hai Musa. tuhan api. Berakibat Kufur Semua metoda pengenalan yang tidak berasaskan cara yang dianjurkan oleh Islam. ataukah (karena) takut kalau-kalau Allah dan rasul-Nya berlaku zalim kepada mereka? Sebenarnya. Yunus (10): 36 Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Ragu-Ragu Apabila jalan yang dilalui tidak jelas dan tidak tepat. An-Nur (24): 50 Apakah (ketidakdatangan mereka itu karena) dalam hati mereka ada penyakit. Al-Baqarah (2): 55 Dan (ingatlah). Al-An’am (6): 115 Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Qur’an) sebagai kalimat yang benar dan adil. Dugaan dan Hawa Nafsu Dua unsur utama dalam metoda mengenal tuhan yang tidak berlandaskan disiplin yang sebenar adalah sangka-sangkaan dan juga hawa nafsu. Kebanyakannya berlandaskan duga-dugaan. Bagaimanakah kita ingin mengenal Allah tetapi kaidah pengenalan yang kita gunakan tidak menurut neraca dan panduan yang telah ditetapkan oleh Allah. QS. Pastinya metoda itu tidak akan sampai kepada tujuan (natijah) yang sebenar karena bayang-bayang khayalan tetap menghantui pemikiran mereka. tuhan air yang berasingan dengan rupa-rupa yang berbeda seperti yang digambarkan oleh Hindu. atau (karena) mereka ragu-ragu. Al-Hajj (22): 55 Dan senantiasalah orang-orang kafir itu berada dalam keragu-raguan terhadap Al-Qur’an. ketika kamu berkata. Kadangkala Umar bin Khattab tersenyum sendiri mengenangkan kebodohannya menyembah patung yang dibuatnya sendiri dari gandum sewaktu jahiliyah. QS. sedang kamu menyaksikannya.Metode Selain Islam Pemikiran berkenaan theologi dan ketuhanan banyak juga dibawa oleh pemikir-pemikir dari penjuru dunia. yaitu mengikuti aqli dan naqli. tetapi tidak berlandaskan kepada metoda yang sebenarnya. Apabila terasa lapar. QS. Tidak ada yang dapat mengubah-ubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. tetapi bukan hasil yang sebenarnya. Ada tuhan angin.” karena itu kamu disambar halilintar. mereka itulah orang-orang yang zalim. Campur tangan dua unsur ini sangat tidak mungkin untuk mencapai natijah yang tepat dan shahih.

mereka Itulah orang-orang yang fasik. sedangkan mereka sendiri adalah orang-orang yang sombong. QS.com URL to article: http://www. hati mereka mengingkari (keesaaan Allah). QS. mereka Itulah orang-orang yang rugi.com: http://www. Maka orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat.dakwatuna. maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka. tetapi mereka yang kafir mengatakan. “Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan? ” Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah. memutuskan apa yang diperintahkan oleh Allah menghubungkannya dan mereka melakukan bencana di atas muka bumi.com Mawani’ Ma’rifatullah Sifat yang berasal dari penyakit syahwat. lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Sombong Adalah orang yang hatinya ingkar dan membantah terhadap ayat-ayat Allah dan mereka tidak beriman dengan Allah QS. Al-Hasyr (59): 19 Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah. Ghaafir (40): 35 (Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik. dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. QS. Al-Nahl (16): 22 Tuhan kamu adalah Tuhan yang Maha Esa. (yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh.dakwatuna. Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang- . Fasiq Yaitu orang-orang yang melanggar janji Allah. Al-Baqarah (2): 26-27 Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu.Article printed from dakwatuna. Adapun orang-orang yang beriman. dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi.com/2008/marifatullah-bagian-2/ Ma’rifatullah (Bagian 3) Oleh: Tim dakwatuna.

Semua sifat-sifat yang disebutkan di atas tadi akan berakhir dengan kemurkaan dari Allah swt. sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka. Demikianlah kami berbuat terhadap orang-orang yang berdosa.) “Sampai hari apakah ditangguhkan (mengazab orang-orang kafir itu)?” Sampai hari Keputusan. As-Sajdah (32): 22 Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya. “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah. . Ghaafir (40): 56 Sesungguhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka tidak ada dalam dada mereka melainkan hanyalah (keinginan akan) kebesaran yang mereka sekali-kali tiada akan mencapainya. Al-A’raf (7): 12 Allah berfirman. dan apabila gunung-gunung Telah dihancurkan menjadi debu.orang yang beriman. (Niscaya dikatakan kepada mereka. dan bagi mereka siksa yang pedih. Al-Baqarah (2): 10 Dalam hati mereka ada penyakit. dan apabila rasul-rasul telah ditetapkan waktu (mereka). kemudian ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa. Al-Muthaffifin (83): 14 Sekali-kali tidak (demikian). disebabkan mereka berdusta. QS. Bukankah kami telah membinasakan orang-orang yang dahulu? Lalu kami iringkan (azab kami terhadap) mereka dengan (mengazab) orang-orang yang datang kemudian. Karena itu. Sesungguhnya Dia Maha mendengar lagi Maha Melihat. Dusta QS. “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Iblis menjawab. QS. Banyak Dosa QS. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. Obatnya dengan mujahadah. QS.” Zalim QS. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang. Dan tahukah kamu apakah hari Keputusan itu? Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. sifat-sifat itu harus diobati. Mursalaat (77): 9-19 Dan apabila langit Telah dibelah. maka mintalah perlindungan kepada Allah. Manakala kelompok kedua adalah sifat-sifat yang berasal dari penyakit syubhat yang ada pada personaliti seseorang. lalu ditambah Allah penyakitnya.

dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat).Jahil. Menyimpang. dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. Lalai QS. Az-Zumar (39): 65 Dan Sesungguhnya Telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. bahkan mereka lebih sesat lagi. QS. . dan kami jadikan hati mereka keras membatu. hingga datang kepada mereka saat (kematiannya) dengan tiba-tiba atau datang kepada mereka azab hari kiamat. Al-A’raf (7): 179 Dan Sesungguhnya kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia. Maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka. QS. tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayatayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah). kami kutuki mereka. Al-Maidah (5): 13 (tetapi) Karena mereka melanggar janjinya. QS.raguan terhadap Al Quran. “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan). dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka Telah diperingatkan dengannya. Al-Hajj (22): 55 Dan senantiasalah orang-orang kafir itu berada dalam keragu. mereka suka merobah perkataan (Allah) dari tempattempatnya[407]. Ragu-Ragu. mereka itu sebagai binatang ternak. mereka Itulah orang-orang yang lalai. mereka mempunyai hati.

kualitas ma'rifat kita dapat diukur. Bila demikian. Allah SWT akan memberi peringatan agar ia tidak terjerumus. Kelima. terjerumus pada maksiat. Allah akan mengaruniakan ketenangan dalam hidup. Sebaliknya. hidup selalu berada di jalan yang benar (on the right track). kekayaan. hidup pun jadi terarah. berwibawa dan . Terjaganya ibadah akan mendatangkan tujuh keuntungan hidup. Mengenal Allah akan membuahkan akhlak mulia. Ketenangan tidak bisa dibeli dan ia pun tidak bisa dicuri. maka pada poin ini kita akan dituntun untuk melewati jalan tersebut. Keenam. seorang ahli ibadah akan selalu optimis. Maka. Kedua. didengar. tenang. Karena itu. Tidak berarti kekuatan fisik. penuh hikmah. gelar atau jabatan bila kita tidak memiliki harapan. Ketika melihat fenomena alam. Ia tidak takut dan sedih dengan urusan duniawi. Seorang ahli ibadah akan memiliki kemampuan untuk bertobat.Buah Ma'rifatullah Seorang ahli ibadah akan optimis dalam hidupnya. memiliki kekuatan menghadapi cobaan hidup. saat kita tidak mengenal Allah. Pertama. seorang ahli ibadah memiliki kendali dalam hidupnya. Ketujuh. Ciri orang yang ma'rifat adalah laa khaufun 'alaihim wa lahum yahzanuun. seorang ahli ibadah akan memiliki kekuatan ruhiyah. Bila kita selalu cemas dan takut kehilangan dunia. Salah satu ciri orang ma'rifat adalah selalu menjaga kualitas ibadahnya. idealnya kita bisa ingat kepada Allah. Tenang itu mahal harganya. Keempat. Kekuatan tersebut lahir dari terjaganya keimanan. selalu ada dalam bimbingan dan pertolongan Allah. hidup kita akan sengsara. bagaikan rem pakem dalam kendaraan. Susah dan senangnya diukur dari dekat tidaknya ia dengan Allah. dan sebagainya. Inilah kenikmatan hidup sebenarnya. Kita dikatakan sukses dalam belajar bila dengan belajar itu kita semakin mengenal Allah. dan bahagia. dengan mengenal Allah kita akan merasa ditatap. Ia optimis karena Allah akan menolong dan mengarahkan kehidupannya. Apa pun yang kita miliki. Ketiga. Bila pada poin pertama Allah sudah menunjukkan jalan yang tepat. Sikap optimis akan menggerakkan seseorang untuk berbuat. ringan. luas pengetahuan. Ia optimis bahwa Allah akan menolong dan mengarahkan hidupnya. Optimis akan melahirkan harapan. Sebab. itu tandanya kita belum ma'rifat. tidak tenang dalam hidup. Semua yang ada di alam ini mutlak ada dalam kekuasaan Allah. dekat dan taat kepada Allah. orang yang ma'rifat itu susah senangnya tidak diukur dari ada tidaknya dunia. Puncak ilmu adalah mengenal Allah (ma'rifatullah). Mengenal Allah adalah aset terbesar. Jadi percuma saja sekolah tinggi. Setiap kali akan melakukan maksiat. kita harus mulai bertanya bagaimana agar setiap aktivitas bisa membuat kita semakin kenal. bila semua itu tidak menjadikan kita makin mengenal Allah. tak heran bila kata-katanya bertenaga. Betapa tidak. tidak akan pernah ternikmati bila kita selalu resah gelisah. dan diperhatikan selalu. gelar prestisius.

Ikhtiar menumbuhkan kecintaan terhadap shalat dan masjid adalah dengan berusaha shalat tepat waktu. berikhtiar didunia sebagai sarana untuk meraih akherat (QS. adakah yang lebih mengetahui tentang suatu ciptaan. tawakkal. Bukan hanya sampai pada Islam (tunduk) saja. Kita lebih sibuk dengan alam pikir kita masing-masing yang kadang kala kalau tidak diarahkan malah jadi bumerang bagi langkah kita selanjutnya. bersabar (QS 2: 153). Cara menggapainya adalah dengan ibadah secara istikamah. Kadang terasa di luar logika. Cara paling mudah untuk melaksanakannya adalah dengan datang lebih awal ke masjid untuk menunggu shalat. Keyakinan akan janji Allah akan memunculkan kekuatan yang luar biasa. Allah berjanji tidak akan menganiaya hamba-hambaNya. maka itu akan selalu disikapi dengan positif sebagai latihan kesabaran sekaligus keyakinan bahwa pasti ada hikmah yang bisa diambil dibalik segala ujian yang Allah berikan pada kita. siap menerima segala perintahmya dan menjauhi laranganNya. Mari kita renungkan. Seorang Muslim dengan masjid bagikan ikan dengan air.setiap keputusan yang diambilnya selalu tepat. dalam keadaan ringan maupun berat hati. 28 December 2006 Sebagai seorang muslim sebenarnya kebanyakan dari kita kurang mengenal Allah. tidak ada yang bisa menolong kita selain Allah SWT.com/v1/index. Allah bukanlah sekedar orang yang super genius. QS. keindahan Islam dan aturan Islam itu sendiri. Allah sudah menurunkan bagi kita AlQuran sebagai petunjuk pedoman hidup kita dalam menjalani kehidupan.. maka harus kita upayakan semaksimal mungkin melaksanakannya. dibandingkan PENCIPTAnya? Melalui Al Qur’an Allah mengajak kita pada Islam sebagai satu-satunya agama yang diridloi (QS 3:19) di bumi ini. Islam berarti tunduk terhadap aturan Allah. baik dalam keadaan lapang maupun sempit. tidak ada keraguan di dalamnya (QS.php?option=com_content&task=view&id=64&Itemid=33 Thursday. Saudaraku. tetapi agar semangat kita tidak mudah loyo. Diragukan keimanannya bila ia tidak akrab dengan masjid. Wallaahu a'lam Power Ma'rifatullah Dalam Kesuksesan Written by Indri Zulaikha http://mta-online. Tidak mungkin seorang Muslim tidak betah di masjid. Kita diperintahkan bekerja. karena Allah adalah Maha Bijaksana dan . insyaAllah Allah akan memberi kemudahan karena dzat Allah itu seperti apa yang kita pikirkan.39: 2-3) dan tidak berputus asa dari rahmat Allah. Kalaupun ada kesulitan. janji Allah ini pasti ditepati. bukan makhluk ghoib yang diciptakan. sehingga bisa selalu ikhlas dan ridlo terhadap segala ketentuanNya. di masjid dan dilakukan secara berjamaah. di tengah kondisi yang semakin sulit. Dengan keyakinan kepada Allah dan harapan akan pertolongan Allah. 2:2). Salah satu ikhtiar untuk menggapai pertolongan Allah dengan meningkatkan pengenalan kita kepada Allah. Untuk menjadi ahli ibadah kita bisa menumbuhkan ACM (Aku Cinta Masjid). kita harus selalu kita meningkatkan ma’rifatullah kita agar sampai pada derajad IMAN (yakin). bukan robot canggih. 39:39). ikhlas (QS4:146. berdoa (QS 2: 185). tetapi Allah adalah PENCIPTA kita.

Bila kita sedang ditimpa was-was dari syetan dalam bentuk kemalasan. tidak menghargai proses dan menyukai hasil instant. Ada yang sukses di dunia ada juga yang sukses dunia akherat kalau dilandasi dengan iman. Jika keyakinan kepada Allah tidak dibangun. Ada masalah? Itu bagian dari proses. maupun organ lain untuk berfungsi maksimal. sehingga respon yang diberikan juga biasa-biasa saja bahkan cenderung melemah. lemah. Sebagai contoh. dan akhirnya kitalah yang menjadi pemenangnya.s. maka cepat sadari bahaya tersebut. para sahabat. Usaha yang tidak dilandasi keyakinan bisa sukses akan sangat rapuh dan tidak memacu syaraf. kemudian mereka tidak ragu-ragu dan berjihad dengan harta dan jiwa mereka demi membela agama Allah. justru banyak diantara mereka yang sukses.” (Q. maka kita akan mudah patah semangat jika hasil yang kita peroleh tidak sesuai dengan harapan kita. Ingatlah. cari solusi. Sebagai contoh ketika kita belajar. alHujurat: 15). untuk meraih kesuksesan memerlukan keyakinan terhadap kemampuan diri. otot. kemudian jika kita menemui soal yang agak sulit kita malah berdoa semoga soal ini tidak keluar di ujian. Jadikan semangat kekasih kita Rasulullah SAW. tetapi sayang kebanyakan manusia tidak mau menggali potensi yang ada pada dirinya. Allah telah memberi solusi untuk kembali kepadanya dan memohon pertolonganNya. jika kita selalu berpikir soal-soal yang kita pelajari kemungkinan tidak keluar di ujian. sebelum kita menjadi embrio kita telah bersaing dengan jutaan sperma. . hadapi. Dalam kehidupan inipun. Sejak awal sebenarnya manusia sudah diberi potensi yang bisa dikembangkan. Tergantung kita mau tidak melalui jalan-jalan menuju kesuksesan yang memang butuh pengorbanan. kita pasti bisa.Maha Menepati janji. mudah terbakar emosi. Mereka itulah orang-orang yang benar. maju terus! Jangan takut gagal. dan tabit tabiin sebagai tauladan dalam meraih keridloanNya dan meraih cintaNya nan indah. maka kapan kita akan benar-benar sungguh-sungguh memompa kemampuan kita untuk bisa memecahkan soal tersebut? Berpikirlah kita bisa melakukannya. harus PD alias percaya diri. gagal adalah pembelajaran menuju keberhasilan. jadi masing-masing dari kita mempunyai kesempatan yang sama untuk sukses. bukan akhir perjuangan. berpikir dangkal. futur. Semangat Orang-orang Beriman Tidak Pernah Padam “Sesungguhnya orang-orang mukmin hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. ada orang-orang pilihan yang meskipun oleh Allah diberi ujian dalam bentuk keerbatasan fisik (cacat fisik) tetapi karena mereka tidak menyerah dengan keadaan dan yakin bahwa mereka pasti punya kelebihan lain. Hal tersebut karena otak menginstruksikan tidak yakin terhadap kemampuan diri sendiri.

Sesungguhnya orangorang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari setan. mereka ingat kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.s. al-A‘raf: 200-1).“Dan jika kamu ditimpa suatu godaan setan. maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.” (Q. . maka berlindunglah kepada Allah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful