P. 1
ushul fiqh bagian 03 - agustianto

ushul fiqh bagian 03 - agustianto

5.0

|Views: 20,689|Likes:
Published by Edy Ramdan

More info:

Published by: Edy Ramdan on Mar 11, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/07/2014

pdf

text

original

3.4.1 Pengertian Mahkum ‘Alaih

Mahkum Alaih adalah yang dibebani hukum/subjek hukum.

Definisinya,”Seseorang yang perbuatannya dikenai khitab (titah) Allah SWT”, yang

disebut dengan mukallaf.

Mukallaf diartikan sebagai orang yang dibebani hukum. Sedangkan dalam ushul fiqh
mukallaf disebut juga mahkum ‘alaih (subjek hukum). Mukallaf adalah orang yang dianggap
mampu bertindak hukum, baik yang berhubungan dengan perintah Allah maupun larangan Nya.

3.4.2 Dasar Taklif (Pembebanan Hukum)

Adapun dasar pembebanan hukum adalah:

a. Dasar pembebaban hukum bagi seorang mukallaf adalah berakal dan pemahaman
b. Seseorang baru dibebani hukum apabila ia berakal dan dapat memahami secara baik taklif
(hukum-hukum syariah) yang ditujukan kepadanya.
Sabda Nabi.

ثﻼﺛ ﻦﻋ ﻢﻠﻘﻟا ﻊﻓر

:

ﻖﻴﻔﻳ ﻰﺘﺣ نﻮﻨﺠﻤﻟا ﻦﻋو ﻢﻠﺘﺤﻳ ﻰﺘﺣ ﻰﺒﺼﻟا ﻦﻋو ﻆﻘﻴﺘﺴﻳ ﻰﺘﺣ ﻢﺋﺎﻨﻟا ﻦﻋ

Artinya:

Diangkat pembebanan hukum dari tiga (jenis orang): 1. Orang yang tidur sampai ia
bangun. 2. Anak kecil sampai baligh. 3. Orang gila sampai ia sembuh (H.R.
Bukhari Tarmizi Nasai Ibnu Majah, dll)

10

agustianto.niriah.com

Sabda Nabi Muhammad Saw.

ﻚﺘﺳا ﺎﻣو نﺎﻴﺴﻨﻟاو ءﺎﻄﺨﻟا ﻦﻋ ﻲﺘﻣأ ﻊﻓر

Artinya:

“Ummatku tidak dibebani hukum apabila mereka terlup, tersalah dan dalam
keadaaan terpaksa (H. R. Ibnu Majah dan Thabrani)

Simpulan Anak kecil, orang gila, orang lupa, orang terpaksa, orang tidur dan orang bersalah,
tidak dikenai taklif (beban hukum),

3.4.3 Syarat-Syarat Taklif

Berikut ini adalah syarat-syarat taklif:
a. Orang tersebut telah mampu memahami khitab /titah Allah Swt yang terkandung dalam Al-
Quran dan Sunnah, baik secara langsung maupun melalui orang lain. Maka, anak kecil,
orang gila,orang lupa, terpaksa, tidur, tidak dikenakan taklif

Kemampuan untuk memahami taklif tsb bisa dicapai melalui akal, tetapi akal adalah suatu
yang abstrak dan sulit diukur yang selalu berbeda pada setiap orang. Untuk itu diperlukan
patokan dasar yang konkrit yang menentukan seseorang itu berakal atau belum. Indikasinya
ialah baligh. Penentu seseorang baligh adalah haidh bagi wanita dan keluar mani bagi pria
(al.via mimpi)

ﻢﻜﻠﺒﻗ ﻦﻣ ﻦﻳﺬﻟا نذﺄﺘﺳا ﺎﻤآ اﻮﻧذﺄﺘﺴﻴﻠﻓ ﻢﻠﺤﻟا ﻢﻜﻨﻣ لﺎﻔﻃاﻷا ﻎﻠﺑ اذاو

Artinya:

Apabila anakmu telah baligh (bermimpi hingga keluar mani)

b. Seseorang harus cakap bertindak hukum. Dalam istilah ushul fiqh disebut dengan ahliyah
(kecakapan), maka anak kecil dan orang gila dipandang belum cakap bertindak hukum.
Demikian juga orang pailit dan orang yang berada di bawah pengampuan (mahjur alaih),
dianggap tidak cakap bertindak hukum dalam masalah harta.

11

agustianto.niriah.com

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->