P. 1
ushul fiqh bagian 03 - agustianto

ushul fiqh bagian 03 - agustianto

5.0

|Views: 20,702|Likes:
Published by Edy Ramdan

More info:

Published by: Edy Ramdan on Mar 11, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/07/2014

pdf

text

original

a. Menurut Imam Al-Syatibi, istihsan merupakan hasil induksi dari berbagai ayat dan hadits
yang secara keseluruhan menunjukkan secara pasti bahwa kaidah ini didukung oleh
syara’.Dari sekumpulan dalil-dalil itulah dirumuskan kaedah istihsan.
b. Contoh : kebolehan mudharabah, menjama’ shalat pada saat musafir, kebolehan
berbuka bagi orang musafir, Semua istihsan ini didasarkan pada nash syara’.
c. Imam al-Sarakhsi (dari mazhab Hanafi) menjelaskan bahwa banyak persoalan hukum
yang ketentuannya diserahkan kepada ijtihad kita untuk menetapkannya. Di sini kita
menggunakan istihsan.
d. Misalnya masalah menetapkan ukuran mut’ah dari suami yang menceraikan istrinya
sebelum dicampuri. Seperti firman Allah (QS.2:236).

ﻦهﻮﻌﺘﻣ و

!

ﻰﻠﻋو ﻩرﺪﻗ ﻊﺳﻮﻤﻟا ﻰﻠﻋ

ﻩرﺪﻗ ﺮﺘﻘﻤﻟا

e. Artinya : Berikanlah suatu mut’ah kepada mereka. Orang-orang yang mampu menurut
kemampuannya dan orang-orang yang tak mampu juga menurut kemampuannya.
f. Menentukan ukuran mut’ah dalam ayat tersebut adalah termasuk berbuat yang lebih
baik.Hal itu disebut istihsan dan tidak ada ulama yang menolak hal itu.
g. Contoh lain : kecakapan bertindak hukum dalam kegiatan bisnis menurut ketentuan fiqh
adalah baligh dan berakal. Tetapi para ulama menentukan umurnya secara fix, yaitu, pria
19 tahun dan wanita 16 tahun. Demikian pula usia perkawinan pria dan wanita,
sebagaimana yang terdapat dalam UU Nomor 1/1974.

72

agustianto.niriah.com

h. Menentukan perusahaan yang termasuk dalam Jakarta Islamic Index, antara lain
perusahaan tersebut tidak memiliki hutang lebih dari 45 %. Semua ini adalah pekerjaan
ijtihad.

i. Menentukan ketentuan-ketentuan pada wadiah yad dhamanah dalam giro wadiah di
bank syariah.
j. Menurut ketentuan umum dalam fiqh klasik tidak ada ketentuan-ketentuan tersebut.
k. Seperti menentukan saldo minimun dana yang dititipkan,dan penarikannya dengan cek
dan bilyet giro, tidak seperti tabungan biasa.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->