P. 1
ushul fiqh bagian 03 - agustianto

ushul fiqh bagian 03 - agustianto

5.0

|Views: 20,688|Likes:
Published by Edy Ramdan

More info:

Published by: Edy Ramdan on Mar 11, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/07/2014

pdf

text

original

Para ulama telah sepakat bahwa seorang mujtahid dan seorang hakim harus memelihara
urf shahih yang ada di masyarakat dan menetapkannya sebagai hukum. Para ulama juga
menyepakati bahwa urf fasid harus dijauhkan dari pengambilan dan penetapan hukum.

a. Pandangan Imam Malik mendasarkan sebagian besar hukumnya pada amal ahli

Madinah

b. Imam Syafii memiliki dua pendapat (qaul qadim dan qaul jadid). Qaul Qadim
pendapatnya ketika di Bagdad, sedangkan qaul Jadid ketika di Mesir. Hal ini karena
perbedaan úruf.
c. Hanafiyah juga banyak menerapkan úrf dalam menetapkan hukum Islam, seperti bay’
wafa. (Jual Beli Wafa’)

81

agustianto.niriah.com

E. Banyak Qaidah Fiqh tentang keharusan urf dalam menetapkan hukum, anatara lain:

Adat itu bisa menjadi hukum syara’

عﺮﺸﻟ ﺎﺑ ﺖﺑﺎﺜﻟﺎآ فﺮﻌﻟﺎﺑ ﺖﺑﺎﺜﻟا Sesuatu yang berlaku berdasarkan adat kebiasaan,

sama dengan sesuatu yang berlaku berdasarkan syara’ (selama tidak bertentangan dengan
Syariat)

Sesuatu yang ditetapkan oleh kebiasaan (adat), sama seperti sesuatu yang ditetapkan

oleh hukum (lihat pasal 1499 Al-Majallah al-Ahkam).

Sesuatu yang sudah dikenal baik dan
menjadi tradisi para pedagang, maka ia dianggap sebagai kewajiban yang disepakati di
antara mereka. Seperti Uang Panjar dalam Jual-Beli.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->