P. 1
ppt tegangan sisa.pptx

ppt tegangan sisa.pptx

|Views: 91|Likes:
Published by Ujang Daud Septian

More info:

Published by: Ujang Daud Septian on Mar 20, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/23/2013

pdf

text

original

Mekanika Perpatahan dan Analisa Kegagalan

Tegangan Sisa (Residual Stresses)
Kelompok 3

• • • • • • • Ahmad Rizal M Desiani Hendri Jeremia Hakim Susi M Tosy Ramandha Ujang daud Septian .

• Tegangan sisa ialah tegangan dari dalam atau yang terkunci dari dalam pada suatau bagian atau rakitannya. Sistem tegangan dalam hal ini terbebas dari gaya dalam atau perubahan panas. .

pembentukan logam atau pekerjaan lain yang dilakukan dengan mesin . penempaan.• Tegangan sisa sebagai akibat dari tegangan thermal seperti pada pengelasan dan perlakukan panas • Tegangan sisa yang disebabkan karena transformasi fasa(seperti baja karbon) • Tegangan sisa karena deformasi plastisyang tidak merata yang disebabkan gaya-gaya mekanis seperti pada pengerjaan dingin selama pengerolan.

• Tegangan sisa sangat tinggi biasanya terjadi di daerah las dan daerah HAZ • Teganga sisa maksimum biasanya sampai tegangan luluh (yield stress) • Pada bahan yang mengalami transformasi fasa minsalkan baja karbon rendah. tegangan sisa mungkin berfariasi pada permukaan dan bagian dalam dari logam induk .

.

. berkurangnya ketahanan lelah. • Siklus thermal ini menyebabkan terjadinya tegangan dan regangan yang selanjutnya mengakibatkan adanya tegangan sisa (residual stress)dan distorsi (distorsion). menurunnya kekuatan las dan ketahanan korosi. logam las dan logam induk mengalami siklus thermal berupa pemanas dan pendinginan.• Selama pengelasan. • Tegangan sisa bisa menyebabkan penggentasan.

kelelahan.• Tegangan sisa yang disebabkan oleh proses pengelasn dapat mempengaruhi sifat-sifat mekanis struktur las seperti patah getas. • Pengaruh tegangan sisa pada struktur las bias diabaikan jika tegangan yang bekerja pada struktur tersebut melebihi tegangan luluhnya • Pengaruh tegangan sisa menurun setelah pembenan berulang. dan retak karena kombinasi tegangan dan korosi • Pengaruh tegangan sisa menurun jika tegangan yang bekerja pada bahan meningkat. .

• 1. Metode sinar X Prinsip kerja pengkuran sinar X berdasarkan sifat tegangan sisa yang dapat mempengaruhi struktur kristal. Regangan ini berasal dari pembebasan tegangan sisa. dan 900 dan kemudian dibuat lobang ditengahnya. • 2. Jika sinar x mengenai bahan maka sebagian dari sinar tersebut mengalami difraksi dan membentuk pola-pola lingkaran yang bias dilihat pada film . Metode pemotongan (Sectioning technique) Tegangan sisa diukur dengan menggunakan strain gauge yang bekerja berdasarkan perubahan tahanan listrik. Metode pengeboran (hole drilling technique) Strain gauge disusun dengan posisi sudut 0o. 45o. • 3. Adanya regangan saat pengeboran akan terukur oleh strain gauge.

maka pengelasan dilakukan berulang-ulang.1.lebar alur dibuat sesempit mungkin untuk mencegah terjadinya masukan panas yang tinggi. Dengan demikian lebar daerah yang terkena panas tidak meluas sehingga mengurangi tegangan sisa • Las lapis banyak • Jika plat yang dilas cukup tebal. • Urutan pengelasan • Tegangan sisa bias dikurangi dengan memperhatikan urutan pengelasan yang tepat . Pengurangan tegangan sisa sebelum dan selama pengelasan • Ketelitian ukuran • Ukuran bagian yang akan dilas teliti sehingga tidak memerlukan pengerjaan lagi pada proses fabriksi yang berarti mengurangi tegangan sisa • Alur (groove) • Jika sambungan tumpul (butt joint).

Pengurangan tegangan sisa setelah pengelasan • Pembebasan tegangan sisa setelah pengelasan biasanya mengunakan cara annealing . proses annealing juga memperbaiki struktur micro dan menghindari terjadinya distorsi dan retak.5 TM (suhu cair logam). . • Disamping mengurangi tegangan sisa. • Proses annealing dilakukan dengan cara memanaskan bahan pada suhu recristalisasi yaitu 0.2.

.• Perlakuan panas adalah suatu proses pemanasan dan pendinginan logam dalam keadaan padat dengan tujuan untuk mengubah sifat-sifat mekanik dan struktur mikro dari logam tersebut. • Pada perlakuan panas akan terjadi distorsi atau perubahan dimensi yang seharusnya tidak boleh terjadi terutama untuk komponen-komponen permesinan yang mempunyai presisi atau toleransi yang tinggi seperti dies dan roda gigi.

maka tegangan dalam dapat dihilangkan. • Mempertahankan suhu untuk waktu tertentu sehingga suhu merata. oli dan pendinginan di dalam dapur listrik. besar butir dapat diperbesar ataupun diperkecil dan ketangguhan dapat ditingkatkan. air. .• Melalui perlakuan panas yang tepat. • Pendinginan dengan media pendingin seperti udara. • Secara umum perlakuan panas meliputi: • Pemanasan sampai suhu dan kecepatan tertentu.

• garis ordinat menunjukkan temperatur sedangkan • garis absis menunjukkan waktu. pembentukan mendekati seratus persen . Untuk mencapai martensit. Seiring dengan turunnya suhu. Melalui diagram TTT ini. Diagram TTT Untuk Baja Hypoeutectoid Pada diagram TTT di samping. kecepatan turunnya suhu dapat relatif dipercepat dengan menggunakkan media pendingin air. kita dapat mengetahui : • kapan transformasi austenit dimulai serta • waktu yang dibutuhkan untuk membentuk austenit sempurna.Gambar 2.

• Proses pengerasan merupakan proses perlakuan panas yang diterapkan untuk menghasilkan benda kerja yang keras. oli dan sebagainya agar kekerasan yang diinginkan dapat dicapai. perlu diperhatikan bahwa benda kerja yang akan dikeraskan harus bebas dari scale (terak). Perlakuan panas ini dilakukan dengan memanaskan baja sampai ke temperatur austenisasinya kemudian menahannya pada temperatur tersebut untuk jangka waktu tertentu dan didinginkan dengan laju • pendinginan yang sangat tinggi atau diquench. Pada proses pengerasan. .

• Tegangan akibat transformasi fasa (transformation stresses) pada waktu pendinginan.• Tegangan sisa akibat machining (proses permesinan) atau pengerjaan dingin logam sebelum perlakuan panas. . • Tegangan termal (thermal stresses) akibat perbedaan laju pemanasan/pendinginan antara permukaan dan bagian dalam dari baja.

• Untuk pengerjaan dingin logam diperlukan tekanan yang lebih besar daripada pengerjaan panas. • Logam mengalami deformasi tetap bila tegangan melebihi batas elastis. • Karena tidak mungkin terjadi rekristaliasai selama pengerjan dingin. . tidak terjadi pemulihan dari butir yang mengalami distorsi atau perpecahan.

• Tegangan sisa ialah tegangan dari dalam atau yang terkunci dari dalam pada suatau bagian atau rakitannya. kelelahan. dan retak karena kombinasi tegangan dan korosi • Tegangan sisa dapat dihilangkan dengan strees relief aneling. Hingga menimbulkan tegangan sisa yang terjadi di bagian tersebut dan terjadi pemusatan konsentrasi. • Runtuhnya Jembatan HISAKI (Hirosima – Nagasaki) di perkirakan karena akibat adanya bekas peremajaan jembatan yang meliputi perbaikan kecil seperti pengelasan bagian yang keropos di tengah bagian dek jembatan. • Tegangan sisa disebabkan oleh proses pengelasn dapat mempengaruhi sifat-sifat mekanis struktur las seperti patah getas. . Sistem tegangan dalam hal ini terbebas dari gaya dalam atau perubahan panas.

wb . Wr.Wassalmualaikum.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->