P. 1
Sistem Jaringan Drainase Irigasi.pdf

Sistem Jaringan Drainase Irigasi.pdf

4.73

|Views: 23,743|Likes:
Published by galante gorky
Jaringan Drainase
Jaringan Drainase

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: galante gorky on Mar 11, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/10/2014

pdf

text

original

(1) Topografi: (a) Peta dasar 1: 25.000 atau 1: 50.000 dengan kontur 25 m, untuk
gambaran DAS, (b) Peta situasi sungai 1: 2.000, kontur 0.5 m -1.0 m, 1 km ke hulu dan
ke hilir sungai, 250 m ke kanan dan ke kiri tebing sungai. Untuk pemilihan lokasi
bendung dan kompleks bangunan, (c) Potongan memanjang dan melintang tiap 50 m,
skala 1:200, (d) Pengukuran detail situasi bendung 1: 200 atau 1:500, kontur 0.25 m
seluas 50 Ha (1000 x 500 m).

(2) Data Hidrologi: (a) Debit banjir, diperlukan untuk Perhitungan banjir rencana,
Perhitungan debit rendah andalan, Perhitungan neraca air. Debit banjir dihitung dgn
periode ulang ( th ) : 1000, 100, 50, 25, 5. Bangunan pengelak Q 100, Tanggul banjir Q
1000, Elevasi tanggul hilir Q 5-25, Saluran pengelak atau bangunan kofer dam Q 5-25,
Usahakan data aliran sungai (AWLR), tapi sering kali tidak ada. Data hujan dikonversi
ke debit.

Teknik Irigasi dan Drainase

6

Topik 6. Sistem Jaringan Irigasi dan Drainase-dkk

Debit andalan: Dihitung dengan keandalan 80%, artinya 80% terpenuhi dan 20% gagal.
Sehingga perhitungan Q5 yakni debit banjir dengan periode ulang 5 tahunan. Idealnya
data dari aliran sungai (AWLR), kalau tidak ada memakai curah hujan untuk mepredksi
debit.

Neraca Air: Dihitung untuk rencana alokasi air untuk berbagai keperluan, dihitung
dengan keandalan 80%. Hak atas air, penyadapan hulu dan hilir, keperluan air hilir
untuk lingkungan harus dipertimbangkan.

(3) Data Morfologi sungai
Bangunan melintang sungai akan mempunya 2 akibat: (a) Perubahan sungai ke arah
horisontal terhambat, (b) Air dan sedimen dibelokkan, sehingga konsentrasi sedimen
berubah. Data fisik yang diperlukan: (a) Kandungan dan ukuran sedimen, (b) Tipe dan
ukuran sedimen, (c) Distribusi ukuran butir, (d) Banyak sedimen, (e) Pembagian
sedimen secara vertikal dalam sungai, (f) Data historis degradasi dan agradasi sungai.

(4) Data Geologi Teknik
Peta Geologi : (a) Peta daerah skala 1 : 100.000 atau 1 : 50.000, (b) Peta semi detail 1 :
25.000 atau 1 : 5.000, (c) Peta detail 1 : 2.000 atau 1 : 100. Kalau perlu dilakukan
pemboran untuk mengetahui lapisan dan tipe batuan. Biasanya paling tidak lima titik
berupa salip. Kedalaman sampai batuan atau sekitar 15 ~ 20 m. Penyelidikan tambahan
adalah: (a) mencari bahan material: batu, kerikil, pasir; (b) dimana, kualitas, jumlahnya;
(c) Penyelidikan Mekanika Tanah perlu dilakukan untuk mengetahui sifat fisik tanah :
sudut geser, kohesi, kelulusan air, sifat konsolidasi tanah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->