Dalam UU. No.

2 thn 1985, tujuan♣Tujuan pendidikan di Indonesia pendidikan yaitu mncerdaskn khidupn bangsa dan mngembangkan manusia yg seutuhnya yaitu yg beriman dan bertakwa kpd Tuhan Yang maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kpribadian yg mantap dan mandiri serta rasa Menurut SK Menteri♣tanggung jawab kemasyarakatn dan bangsa. Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan No. 104/Bhg.O tgl 1 Maret 1946, rumusan tujuan pendidikan adalah untuk menanamkan jiwa patriotisme. Menurut TAP MPR No. II/MPR/1993 yaitu meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap TuhanYang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, cerdas, kreatif, terampil, disiplin, beretos kerja profesional serta menurut UU Sisdiknas pasal 3 Thn♣sehat jasmani dan rohani. 2003. pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada TuhanYang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

MAKALAH PENDIDIKAN INDONESIA
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Memasuki abad ke- 21 dunia pendidikan di Indonesia menjadi heboh. Kehebohan tersebut bukan disebabkan oleh kehebatan mutu pendidikan nasional tetapi lebih banyak disebabkan karena kesadaran akan bahaya keterbelakangan pendidikan di Indonesia. Perasan ini disebabkan karena beberapa hal yang mendasar. Salah satunya adalah memasuki abad ke- 21 gelombang globalisasi dirasakan kuat dan terbuka. Kemajaun teknologi dan perubahan yang terjadi memberikan kesadaran baru bahwa Indonesia tidak lagi berdiri sendiri. Indonesia berada di tengah-tengah dunia yang baru, dunia terbuka sehingga orang bebas membandingkan kehidupan dengan negara lain. Yang kita rasakan sekarang adalah adanya ketertinggalan didalam mutu pendidikan. Baik pendidikan formal maupun informal. Dan hasil itu diperoleh setelah kita membandingkannya dengan negara lain. Pendidikan memang telah menjadi penopang dalam meningkatkan sumber daya manusia Indonesia untuk pembangunan bangsa. Oleh karena itu, kita seharusnya dapat meningkatkan sumber daya manusia Indonesia yang tidak kalah bersaing dengan sumber daya manusia di negara-negara lain. B. Rumusan Masalah 1. Apa saja yang menjadi penyebab rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia? 2. Bagaimana solusi yang dapat diberikan dari permasalahan-permasalahan pendidikan di Indonesia? C. Tujuan Penulisan 1. Mendeskripsikan hal-hal yang menjadi penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia. 2. Mendeskripsikan solusi yang dapat diberikan dari permasalahan-permasalahan pendidikan di Indonesia.

Kategori medium berada di atas 0. dan Laos (109).934. Amerika Serikat dan Eropa. Rekor prestasi belajar siswa yang terbaik di negara-negara OECD dan di dunia dalam membaca. Nilai itu menempatkan Indonesia di posisi ke-69 dari 127 negara di dunia. dan sains dicapai para siswa Finlandia dalam tes PISA. dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) yang diluncurkan di New York. Kategori ini untuk menunjukkan kualitas pendidikan di jenjang pendidikan dasar yang siklusnya dipatok sedikitnya lima tahun. matematika. Total nilai EDI itu diperoleh dari rangkuman perolehan empat kategori penilaian. Brunai Darussalam masuk kelompok pencapaian tinggi bersama Jepang.Meskipun demikian posisi Indonesia saat ini masih jauh lebih baik dari Filipina (85). EDI dikatakan tinggi jika mencapai 0. India (107). yang mencapai posisi nomor satu Asia. seluruh dunia gempar.80. Angka bertahan siswa hingga kelas V sekolah dasar (SD).95-1. Angka partisipasi menurut kesetaraan jender. Finlandia Terbaik Dunia Sistem pendidikan Finlandia adalah yang terbaik di dunia.Berdasarkan data dalam Education For All (EFA) Global Monitoring Report 2011: The Hidden Crisis. Adapun Malaysia berada di peringkat ke-65 atau masih dalam kategori kelompok pencapaian medium seperti halnya Indonesia. . Kamboja (102). Armed Conflict and Education yang dikeluarkan Organisasi Pendidikan. Senin (1/3/2011). indeks pembangunan pendidikan atau education development index (EDI) berdasarkan data tahun 2008 adalah 0. Penurunan EDI Indonesia yang cukup tinggi tahun ini terjadi terutama pada kategori penilaian angka bertahan siswa hingga kelas V SD. Angka melek huruf pada usia 15 tahun ke atas. yaitu: • • • • Angka partisipasi pendidikan dasar.80. sedangkan kategori rendah di bawah 0. Di Tingkat Asia Saat ini Indonesia masih tertinggal dari Brunei Darussalam yang berada di peringkat ke-34. Ilmu Pengetahuan.

bebas memilih metode dan buku teks. Pendidikan di sekolah berlangsung rileks dan masuk kelas siswa harus melepas sepatu. Alasannya. Belajar aktif diterapkan guru yang semuanya tamatan S2 dan dipilih dari the best ten lulusan universitas. Frekuensi tes benar-benar dikurangi. budaya. penduduknya homogen. dan Korea Selatan 3. Pendidikan di Indonesia di penuhi dengan test evaluasi seperti ulangan harian. Indonesia baru merdeka 66 tahun. Kegemaran membaca aktif didorong. Prancis. PAUD adalah tahap belajar pertama dan paling kritis dalam belajar sepanjang hayat. ulangan blok. Yang paling malu AS karena unit cost anggaran pendidikannya jauh melebihi Finlandia tapi siswanya mencapai ranking 17 dan 24 dalam tes PISA. Guru diberi kebebasan melaksanakan kurikulum pemerintah. dan latar belakang sosial. Soal siswa di Shanghai China juara masih diragukan karena belum menggambarkan keadaan mutu seluruh pendidikan China. sedangkan siswa Shanghai China ranking 1. Dari negeri agraris yang tak terkenal kini Finlandia maju di bidang teknologi. dan negaranya sudah eksis sekian ratus tahun. Norwegia. Stasiun TV menyiarkan program berbahasa asing dengan teks terjemahan dalam bahasa Finish sehingga anak-anak bahkan membaca waktu nonton TV. ulangan umum / kenaikan kelas. Sebesar 25% kenaikan pendapatan nasional Finlandia disumbangkan oleh meningkatnya mutu pendidikan. Finlandia menganut kebijakan mengurangi tes jadi sesedikit mungkin. hanya berkaus kaki. Orang merasa lebih terhormat jadi guru daripada jadi dokter atau insinyur.Untuk tiap bayi yang lahir kepada keluarganya diberi maternity package yang berisi 3 buku bacaan untuk ibu. Finlandia 2. Produk HP Nokia misalnya merajai pasar HP dunia. dan negara-negara lain dibandingkan dengan negaranya. Itulah keajaiban pendidikan Finlandia. Sebaliknya. ulangan mid-semester. Inggris. dan bayi itu sendiri. Jepang. Secara umum kebijakan-kebijakan pendidikan China dan Korea Selatan (dan Singapura) juga konsisten dan hasilnya terlihat sekarang. Pendapat senada dikemukakan oleh tokoh-tokoh dan pemerhati pendidikan Amerika Serikat. agama. Kalau Finlandia sebagai negara kecil bisa juara mengapa negara kecil yang sudah established seperti Islandia. keunggulan mutu pendidikan Finlandia itu tidak mengherankan karena negeri ini amat kecil dengan jumlah penduduk sekitar 5 juta jiwa. Kebijakan-kebijakan pendidikan Indonesia cenderung tentatif. suka coba-coba. Finlandia University Membanding Sistem Indonesia dengan Finlandia Ada yang berpendapat. Sekolah swasta mendapatkan dana sama besar dengan dana untuk sekolah negeri. dan ujian nasional. amat majemuk terdiri dari beragam suku. Ujian nasional hanyalah Matriculation Examination untuk masuk PT. Lalu bagaimana dengan kebijakan pendidikan Indonesia jika dibandingkan dengan Finlandia? 1. Tak . ayah. penduduk Indonesia lebih dari 220 juta jiwa. dan sering berganti. New Zealand tak bisa? Akhirnya semua mengakui bahwa sistem pendidikan Finlandia yang terbaik di dunia karena kebijakan-kebijakan pendidikan konsisten selama lebih dari 40 tahun walau partai yang memerintah berganti. Sebesar 90% pertumbuhan otak terjadi pada usia balita dan 85% brain paths berkembang sebelum anak masuk SD (7 tahun). Finlandia menerbitkan lebih banyak buku anak-anak daripada negeri mana pun di dunia.

di Finlandia PR masih bisa ditolerir tapi maksimum hanya menyita waktu setengah jam waktu anak belajar di rumah. Finlandia menganut kebijakan automatic promotion. 6. 4. 5. Indonesia masih menerima calon guru yang lulus dengan nilai pas-pasan. sedangkan di Finlandia the best ten lulusan universitas yang diterima menjadi guru. Sebaliknya. naik kelas otomatis. sekolah berstandar internasional. Sebaliknya. siswa-siswa Finlandia ke sekolah hanya sebanyak 190 hari dalam satu tahun. 10. 3. Sebaliknya. Bahkan lebih didominasi metode belajar mengajar satu arah seperti ceramah yang membosankan. 8. kelas anak lamban berbahasa Indonesia dan kelas bilingual (bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar) dan membuat pengkastaan sekolah (sekolah berstandar nasional. 7. Kita .2.Di Finlandia terbanyak guru menciptakan suasana belajar yang menyenangkan melalui implementasi belajar aktif dan para siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil. Indonesi masih sibuk memaksa guru membuat silabus dan RPP mengikuti model dari Pusat dan memaksa guru memakai buku pelajaran BSE (Buku Sekolah Elektronik). membuka kesempatan kerja lebih luas bagi lulusan. Jumlah hari Sekolah di Indonesia terlalu lama yaitu 220 hari dalam setahun (termasuk negara yang menerapkan jumlah hari belajar efektif dalam setahun yang tertinggi di dunia). 9. KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) menyebabkan siswa yang gagal tes harus mengikuti tes remidial dan masih ada tinggal kelas. Sekolah swasta mendapatkan besaran dana yang sama dengan sekolah negeri. Guru siap membantu siswa yang tertinggal sehingga semua naik kelas. Sebaliknya di Finlandia. Alasan kebijakan ini adalah memenangkan persaingan ekonomi di Eropa. Di Indonesia dikembangkan pengkatasan kelas yaitu klasifikasi kualitas kelas dalam kelas reguler dan kelas anak pintar. ada ujian nasional sampai siswa yang menyelesaikan pendidikan SMA mengikuti matriculation examination untuk masuk PT. di Finlandia para guru bebas memilih bentuk atau model persiapan mengajar dan memilih metode serta buku pelajaran sesuai dengan pertimbangannya. Jarang sekali guru di Indonesia yang menciptakan suasana proses belajar-mengajar itu menyenangkan (learning is fun) melalui penerapan belajar aktif. mengembangkan wawasan menghargai keanekaragaman kultural. Finlandia pelajaran bahasa Inggris mulai diajarkan dari kelas III SD. Pemberian tugas Pekerjaan Rumah (PR) di sekolah Indonesia dianggap penting untuk mendisiplikan siswa rajin belajar. Motivasi intrinsik siswa adalah kata kunci keberhasilan dalam belajar. Jumlah hari liburnya 30 hari lebih banyak daripada di Indonesia. di Finlandia semua guru tamatan S2. sekolah nasional plus. tidak ada pengkotakan siswa dan pengkastaan sekolah. sekolah negeri yang dianakemaskan dan sekolah swasta yang dianaktirikan). Kualifikasi guru SD Indonesia masih mengejar setara dengan S1.

2. karena bagi mereka. 6. mereka malah berpandangan semakin banyak hari libur anak makin pintar. Bahkan terkadang para guru mesih memberikan tugas sekolah selama masa liburan sehingga sekolah merupakan suatu hal yang tidak menyenangkan. Baik miskin maupun kaya semua siswa memiliki kesempatan yang sama untuk belajar serta meraih cita-citanya karena semua ditanggung oleh negara 11. Setiap anak diwajibkan mempelajari bahasa Inggris serta wajib membaca satu buku setiap minggu. dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima. Pemerintah tidak segan-segan mengeluarkan dana demi peningkatan mutu pendidikan itu sendiri. 7. 4. 12. 3. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai. meskipun perbedaan mutu antarsekolah amat sangat kecil.masih menganut pandangan bahwa semakin sering ke sekolah anak makin pintar. Hal-hal yang mendukung kemajuan pendidikan di Finlandia sebagai berikut ini: 1. Sistem pendidikannya yang gratis sejak TK hingga tingkat universitas. Guru disiapkan bukan saja untuk menjadi seorang profesor atau pengajar. 14. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolahsekolah pendidikan. 5. meski gaji mereka tidaklah fantastis. Kualitas Guru Finlandia Di Finlandia hanya ada guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Malah terhadap siswa yang lemah. 9. setiap guru menerima gaji rata-rata 3400 euro per bulan setara 42 juta rupiah. Setiap guru wajib membuat evaluasi mengenai perkembangan belajar dari setiap siswa. guru mendampingi proses belajar setiap siswa. 10. melainkan disiapkan juga khususnya untuk menjadi seorang ahli pendidikan. sekolah menyiapkan guru bantu untuk mendampingi siswa tersebut serta kepada mereka diberikan les privat. serta dari tingkat nasional. Mengenai para prospek karier dan kesejahteraan. untuk menjadi guru pada sekolah dasar atau TK saja. Orang tua bebas memilih sekolah untuk anaknya. Semua fasilitas belajar-mengajar dibayar serta disiapkan oleh negara. Ada perhatian yang khusus terhadap siswa-siswa pada tahap sekolah dasar. Wajib belajar diterapkan kepada setiap anak sejak umur 7 tahun hingga 14 tahun. Makan-minum di sekolah serta transportasi anak menuju ke sekolah semuanya ditangani oleh pemerintah. guru itu harus memiliki tingkat pendidikan universitas. Negara membayar biaya kurang lebih 200 ribu Euro per siswa untuk dapat menyelesaikan studinya hingga tingkat universitas. 8. Makanya. Selama masa pendidikan berlangsung. provinsi. menyelesaikan atau mengatasi masalah belajar bagi anak umur sekitar 7 tahun adalah jauh lebih mudah daripada siswa yang telah berumur 14 tahun. Persaingannya lebih ketat daripada masuk ke fakultas hukum atau kedokteran! . Biaya pendidkan datang dari pajak daerah. 13. khususnya mendampingi para siswa yang agak lamban atau lemah dalam hal belajar.

k. Inilah yang membuat Finlandia berhasil menyandang gelar Negara dengan pendidikan paling berkualitas di dunia. Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar dan prilaku siswa . mencari informasi secara independent. Bagaimana dengan siswa yang kurang cepat tanggap ? Mereka akan mendapatkan bimbingan yang lebih intensif.Jika kebanyakan negara percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan. bahkan sejakPra-TK!!! Ini membantu siswa belajar bertanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri. kata Sundstrom.a sekolah Cuma pingin dapet nilai akademik yang bagus dan memuaskan. Finlandia justru beranggapan sebaliknya. Terlalu banyak testing membuat kita cenderung mengajarkan kepada siswa untuk semata lolos dari ujian. Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri. pokoknya yang penting nilai kita bagus… ahdudududu… *_* Pada usia 18 th siswa mengambil ujian untuk mengetahui kualifikasi mereka di perguruan tinggi dan dua pertiga lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi. Semua siswa di bimbing menjadi pribadi yang mandiri. Berdasarkan penemuan PISA. Bener juga kan? Kita belajar a. kepala sekolah di SD Poikkilaakso. sekolah-sekolah di Finlandia sangat kecil perbedaan antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk dan merupakan yang terbaik menurut OECD. Finlandia. ungkap seorang guru di Finlandia. Faktor pemahaman dan penerapan menjadi elemen yang diremehkan. testing itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa. Karena dengan adanya banyak pen-dekte-an membuat para siswa akan merasa tertekan dan suasana belajar menjadi tidak menyenangkan. Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki.

. Menurut mereka. Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar. Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. kemudian datang tepat waktu. maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya. Hmmm… sangat tercermin kalau guru di sana tidak menuntut anak didiknya untuk mengerjakan dengan hasil yang harus benar. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar.membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai. para guru Finlandia menghargai setiap usaha dari siswanya. masuk kelas. dan tidak dengan siswa lainnya. tentu semua itu karena adanya kemauan & usaha yang keras serta kesolid-an dari berbagai pihak. Tidak ada kemustahilan di dunia ini. negara yang tak diunggulkan bisa menjadi yang terbaik di dunia. Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Negara kita tercinta Indonesia Raya ini bisa mencontoh sistem pendidikan dari Finlandia. Ternyata. berikutnya. bawa buku. yang penting mereka berusaha. Adanya ranking hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya. umpamanya: Pertama. dlsb. jika kita mengatakan “Kamu salah” pada siswa. Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing.

. Indonesia menempati peringkat 10 dari 14 negara. Proses pendidikan yang baik adalah dengan memberikan kesempatan pada anak untuk kreatif. Jadi. minat dan bakat yang dimiliki siswanya. kulitasnya berada pada level 14 dari 14 negara berkembang. Kualitas pendidikan Indonesia sangat memprihatinkan. Ini salahnya.BAB I PENDAHULUAN A. Selain kurang kreatifnya para pendidik dalam membimbing siswa. Sedangkan untuk kualitas para guru. mereka tidak pernah menggali masalah dan potensi para siswa. pendidikan tidak mampu menghasilkan lulusan yang kreatif. Lebih parah lagi. Latar Belakang Masalah Pendidikan Indonesia semakin hari kualitasnya makin rendah. Kurikulum hanya didasarkan pada pengetahuan pemerintah tanpa memperhatikan kebutuhan masyarakat. terhadap kualitas pendidikan di Negara-negara berkembang di Asia Pacific. Berdasarkan Survey United Nations Educational. para lulusan hanya pintar cari kerja dan tidak pernah bisa menciptakan lapangan kerja sendiri. Kelemahan para pendidik kita. Itu harus dilakukan sebab pada dasarnya gaya berfikir anak tidak bisa diarahkan. Salah satu faktor rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia adalah karena lemahnya para guru dalam menggali potensi anak. Scientific and Cultural Organization (UNESCO). padahal lapangan pekerjaan yang tersedia terbatas. kurikulum yang sentralistik membuat potret pendidikan semakin buram. Pendidikan seharusnya memperhatikan kebutuhan anak bukan malah memaksakan sesuatu yang membuat anak kurang nyaman dalam menuntut ilmu. Para pendidik seringkali memaksakan kehendaknya tanpa pernah memperhatikan kebutuhan. kurikulum dibuat di Jakarta dan tidak memperhatikan kondisi di masyarakat bawah.

kualitas para guru Indonesia menempati peringkat terakhir dari 14 negara berkembang di Asia Pacifik. Indonesia berada pada peringkat 39 dari 42 negara berkembang di dunia. 2. Posisi tersebut menempatkan negeri agraris ini dibawah Vietnam yang negaranya baru merdeka beberapa tahun lalu.Berdasarkan analisa dari badan pendidikan dunia (UNESCO). Kualitas pendidikan di Indonesia. Manfaat Dari penulisan ini diharapkan mendatangkan manfaat berupa penambahan pengetahuan serta wawasan penulis kepada pembaca tentang keadaan pendidikan sekarang ini sehingga kita dapat mencari solusinya secara bersama agar pendidikan di . kualitas guru kita ada diperingkat 14 dari 14 negara berkembang. Sedangkan untuk kemampuan membaca. B. Tujuan dan Manfaat Penulisan 1. Ini juga kesalahan negara yang tidak serius untuk meningkatkan kualitas pendidikan. C. Pembatasan Masalah Dari uraian di atas dilihat begitu kompleksnya permasalahan dalam pendidikan yang ada di Indonesia. dan Solusi Pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu Penulis membatasi beberapa masalah dalam penulisan makalah dengan “Masalah-masalah mendasar pendidikan di Indonesia. maka tujuan penulisan adalah untuk mengetahui masalah-masalah apa saja yang terjadi pada pendidikan di Indoensia yang dillihat dari kualitas pendidikannya semakin hari semakin menurun. Lemahnya input quality. Dari sinilah penulis mencoba untuk membahas lebih dalam mengenai pendidikan di Indonesia dan segala dinamikanya. Tujuan Sesuai dengan pembatasan masalah di atas.

BAB II LANDASAN TEORI Sebelum kita membahas mengenai permasalahan-permasalahan pendidikan di Indonesia. 1977:14) Dari etimologi dan analisis pengertian pendidikan di atas.masa yang akan dapat meningkat baik dari segi kualitas maupun kuantitas yang diberikan. kehidupan. tidak berhenti. karakter). Di dalam proses pendidikan ini. dalam Taman Siswa tidak boleh dipisahkan bagian-bagian itu agar supaya kita memajukan kesempurnaan hidup. dalam interaksi dengan alam dan lingkungan masyarakatnya. proses perbuatan. yaitu memelihara dan memberi latihan (ajaran. Ki Hajar Dewantara. selaras dengan dunianya (Ki Hajar Dewantara. keluhuran martabat manusia dipegang erat karena manusia (yang terlibat . peletak dasar yang kuat pendidkan nasional yang progresif untuk generasi sekarang dan generasi yang akan datang merumuskan pengertian pendidikan sebagai berikut : Pendidikan umumnya berarti daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin. pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. sebagai Tokoh Pendidikan Nasional Indonesia. cara mendidik. sebaiknya kita melihat definisi dari pendidikan itu sendiri terlebih dahulu. pendidikan berasal dari kata dasar didik (mendidik). pikiran (intelektual dan tubuh anak). secara singkat pendidikan dapat dirumuskan sebagai tuntunan pertumbuhan manusia sejak lahir hingga tercapai kedewasaan jasmani dan rohani. kehidupan dan penghidupan anak-anak yang kita didik. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pendidikan merupakan proses yang terus menerus. Sedangkan pendidikan mempunyai pengertian yaitu proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan.

Jika memperhatikan bahwa manusia itu sebagai subyek dan pendidikan meletakkan hakikat manusia pada hal yang terpenting. Katakanlah dengan bahasa yang sederhana demikian. Melalui pendidikan manusia menyadari hakikat dan martabatnya di dalam relasinya yang tak terpisahkan dengan alam lingkungannya dan sesamanya. Itu berarti. yang bertanggung jawab. Maksudnya adalah. pendidikan sebenarnya mengarahkan manusia menjadi insan yang sadar diri dan sadar lingkungan. Dunia pendidikan yang “sakit” ini disebabkan karena pendidikan yang seharusnya membuat manusia menjadi . manusia sebagai subyek pendidikan harus bebas untuk “ada” sebagai dirinya yaitu manusia yang berpribadi. Tetapi perubahanperubahan yang terjadi setelah proses pendidikan itu tentu saja tidak sesempit itu. maka perlu diperhatikan juga masalah otonomi pribadi. BAB III PEMABAHASAN A. maka dituntut suatu tanggung jawab agar tercapai suatu hasil pendidikan yang baik. Hasil dari pendidikan tersebut yang jelas adalah adanya perubahan pada subyek-subyek pendidikan itu sendiri. Dari kesadarannya itu mampu memperbarui diri dan lingkungannya tanpa kehilangan kepribadian dan tidak tercerabut dari akar tradisinya. Masalah Mendasar Pendidikan di Indonesia Bagi orang-orang yang berkompeten terhadap bidang pendidikan akan menyadari bahwa dunia pendidikan kita sampai saat ini masih mengalami “sakit”. Karena perubahan-perubahan itu menyangkut aspek perkembangan jasmani dan rohani juga.dalam pendidikan ini) adalah subyek dari pendidikan. ada perubahan dari tidak bisa menjadi bisa. dari tidak mengerti menjadi mengerti. Karena merupakan subyek di dalam pendidikan.

kurang seimbang antara belajar yang berpikir (kognitif) dan perilaku belajar yang merasa (afektif). Dan “siap pakai” di sini berarti menghasilkan tenaga-tenaga yang dibutuhkan dalam pengembangan dan persaingan bidang industri dan teknologi. semangat dan sebagainya. menyukai. Apalagi dengan istilah yang sekarang sering digembar-gemborkan sebagai “pendidikan yang menciptakan manusia siap pakai. dengan kata lain tidak seimbang. Padahal belajar tidak hanya berfikir. Sistem pendidikan ini sangat tidak membebaskan karena para peserta didik (murid) dianggap manusia-manusia yang tidak tahu apa-apa. Masalah kedua adalah sistem pendidikan yang top-down (dari atas ke bawah) atau kalau menggunakan istilah Paulo Freire (seorang tokoh pendidik dari Amerika Latin) adalah pendidikan gaya bank. Hal yang sering disinyalir ialah pendidikan seringkali dipraktekkan sebagai sederetan instruksi dari guru kepada murid. Sebab ketika orang sedang belajar. seperti mengamati. menghasilkan “manusia robot”. Memperhatikan secara kritis hal tersebut. akan nampak bahwa dalam hal ini manusia dipandang sama seperti bahan atau komponen pendukung industri. Kenyataan ini nampaknya justru disambut dengan antusias oleh banyak lembaga pendidikan. Jadi unsur integrasi cenderung semakin hilang. Kepribadian manusia cenderung direduksi oleh sistem pendidikan yang ada. yang terjadi adalah disintegrasi. Seringkali pendidikan tidak memanusiakan manusia. Kami katakan demikian karena pendidikan yang diberikan ternyata berat sebelah. Pendidikan ternyata mengorbankan keutuhan. maka orang yang sedang belajar tersebut melakukan berbagai macam kegiatan. tetapi dalam kenyataannya seringkali tidak begitu. lembaga pendidikan diharapkan mampu menjadi lembaga produksi sebagai penghasil bahan atau komponen dengan kualitas tertentu yang dituntut pasar. Itu berarti.manusia. khususnya di Indonesia. Masalah pertama adalah bahwa pendidikan. Guru sebagai pemberi . meragukan. membandingkan.

Guru sebagai pengisi dan murid sebagai yang diisi. pengetahuan tersebut tinggal diambil saja.mengarahkan kepada murid-murid untuk menghafal secara mekanis apa isi pelajaran yang diceritakan. Mampukah kita menjadikan lembaga pendidikan sebagai sarana interaksi kultural untuk membentuk manusia yang sadar akan tradisi dan kebudayaan serta keberadaan masyarakatnya sekaligus juga mampu menerima dan menghargai keberadaan tradisi. Model pendidikan ini tidak membebaskan karena sangat menindas para murid. budaya bahkan politik internasional. Melainkan justru hendak mengajak kita semua untuk melihat kenyataan ini sebagai sebuah tantangan bagi dunia pendidikan kita. Bukankah kita telah sama-sama melihat bagaimana kaum muda zaman ini begitu gandrung dengan hal-hal yang berbau Barat? Oleh karena itu strategi pendidikan di Indonesia harus terlebur dalam “strategi kebudayaan Asia”. budaya . Otak murid dipandang sebagai safe deposit box. Bukan bermaksud anti-Barat kalau hal ini penulis kemukakan. Jadi hubungannya adalah guru sebagai subyek dan murid sebagai obyek. dari model pendidikan yang demikian maka manusia yang dihasilkan pendidikan ini hanya siap untuk memenuhi kebutuhan zaman dan bukannya bersikap kritis terhadap zamannya. Manusia sebagai objek (yang adalah wujud dari dehumanisasi) merupakan fenomena yang justru bertolak belakang dengan visi humanisasi. sosial. Freire mengatakan bahwa dalam pendidikan gaya bank pengetahuan merupakan sebuah anugerah yang dihibahkan oleh mereka yang menganggap dirinya berpengetahuan kepada mereka yang dianggap tidak mempunyai pengetahuan apa-apa. menyebabkan manusia tercerabut dari akar-akar budayanya (seperti di dunia Timur/Asia). Yang ketiga. Murid hanya menampung apa saja yang disampaikan guru. sebab Asia kini telah berkembang sebagai salah satu kawasan penentu yang strategis dalam bidang ekonomi. dimana pengetahuan dari guru ditransfer kedalam otak murid dan bila sewaktu-waktu diperlukan.

dan situasi masyarakat lain? Dalam hal ini. Dinas Pendidikan daerah. Kualitas Pendidikan di Indonesia Ada dua faktor yang mempengaruhi kualitas pendidikan. Faktor-faktor tersebut yaitu : 1. khususnya di Indonesia yaitu : .Dalam hal ini. adalah masyarakat pada umumnya. . meliputi jajaran dunia pendidikan baik itu Departemen Pendidikan Nasional. Rendahnya Kualitas Sarana Fisik Untuk sarana fisik misalnya.Dimana. Banyak faktor-faktor yang menyebabkan kualitas pendidikan di Indonesia semakin terpuruk. dan juga sekolah yang berada di garis depan. Bahkan masih banyak sekolah yang tidak memiliki gedung sendiri. B. pemakaian teknologi informasi tidak memadai dan sebagainya.masyarakat merupakan ikon pendidikan dan merupakan tujuan dari adanya pendidikan yaitu sebagai objek dari pendidikan.interfensi dari pihak-pihak yang terkait sangatlah dibutuhkan agar pendidikan senantiasa selalu terjaga dengan baik. Rendahnya Kualitas Guru . tidak memiliki laboratorium dan sebagainya. makna pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara menjadi sangat relevan untuk direnungkan. kepemilikan dan penggunaan media belajar rendah. tidak memiliki perpustakaan.Faktor internal. buku perpustakaan tidak lengkap. 2. Sementara laboratorium tidak standar. banyak sekali sekolah dan perguruan tinggi kita yang gedungnya rusak.Faktor eksternal.

menilai hasil pembelajaran. baik di SD. ada SD yang jumlah gurunya hanya tiga hingga empat orang. melakukan pembimbingan. dan SMU/SMK 1:12. melakukan pelatihan. SLTP 1:16. angkaangkanya cukup bagus yakni di SD 1:22. Hal itu dapat dibuktikan dengan masih banyaknya guru yang belum sarjana. SLTP dan SMU/SMK. Dalam banyak kasus. baik menyangkut pendidikan minimal maupun kesesuaian bidang studi dengan pelajaran yang harus diberikan kepada anak didik. serta banyak guru yang mengajar tidak sesuai dengan disiplin ilmu yang mereka miliki. Bila diukur dari persyaratan akademis. ternyata banyak guru yang tidak memenuhi kualitas mengajar (under quality). Keadaan seperti ini menimpa lebih dari separoh guru di Indonesia. para guru di Indonesia kurang bisa memerankan fungsinya dengan optimal. karena pemerintah masih kurang memperhatikan mereka. Kendati secara kuantitas jumlah guru di Indonesia cukup memadai. Meskipun demikian. namun secara kualitas mutu guru di negara ini. Secara kuantitatif. Artinya lebih dari 50 persen . sebenarnya jumlah guru di Indonesia relatif tidak terlalu buruk. sehingga mereka harus mengajar kelas secara paralel dan simultan.Keadaan guru di Indonesia juga amat memprihatinkan. Secara umum. Apabila dilihat ratio guru dengan siswa. namun mengajar di SMU/SMK. melaksanakan pembelajaran. dan di sisi lain ada daerah atau sekolah yang kekurangan guru. melakukan penelitian dan melakukan pengabdian masyarakat. khususnya dalam upaya meningkatkan profesionalismenya. Kebanyakan guru belum memiliki profesionalisme yang memadai untuk menjalankan tugasnya sebagaimana disebut dalam pasal 39 UU No 20/2003 yaitu merencanakan pembelajaran. pada umumnya masih rendah. dalam hal distribusi guru ternyata banyak mengandung kelemahan yakni pada satu sisi ada daerah atau sekolah yang kelebihan jumlah guru.

pedagang pulsa ponsel. pedagang buku/LKS. Kualitas guru dan pengajar yang rendah juga dipengaruhi oleh masih rendahnya tingkat kesejahteraan guru. tunjangan yang melekat pada gaji.guru SD. tenaga pengajar memberikan andil sangat besar pada kualitas pendidikan yang menjadi tanggung jawabnya. Walaupun guru dan pengajar bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan pendidikan tetapi. Rendahnya Kesejahteraan Guru Rendahnya kesejahteraan guru mempunyai peran dalam membuat rendahnya kualitas pendidikan Indonesia. Pasal 10 UU itu sudah memberikan jaminan kelayakan hidup. “Sangat kurang tepat bila sekolah hanya mengembangkan kecerdasan anak didik. SLTP dan SMU/SMK di Indonesia sebenarnya tidak memenuhi kelayakan mengajar. Dengan kondisi dan situasi seperti itu. Dengan pendapatan yang rendah. antara lain meliputi gaji pokok. memberi les pada sore hari. pedagang mie rebus. namun mengabaikan penanaman budi pekerti kepada para siswanya. barangkali kesejahteraan guru dan dosen (PNS) agak lumayan. dan/atau tunjangan khusus serta penghasilan lain yang berkaitan . diharapkan pendidikan yang berlangsung di sekolah harus secara seimbang dapat mencerdaskan kehidupan anak dan harus menanamkan budi pekerti kepada anak didik. 3. Ada yang mengajar lagi di sekolah lain. pengajaran merupakan titik sentral pendidikan dan kualifikasi. sebagai cermin kualitas. terang saja banyak guru terpaksa melakukan pekerjaan sampingan. Dengan adanya UU Guru dan Dosen. tunjangan profesi. Di dalam pasal itu disebutkan guru dan dosen akan mendapat penghasilan yang pantas dan memadai. menjadi tukang ojek. dan sebagainya.

kesenjangan kesejahteraan guru swasta dan negeri menjadi masalah lain yang muncul. Apabila dibanding dengan negara-negara tetangga saja. 15 September 2004 lalu United Nations for Development Programme (UNDP) juga telah mengumumkan hasil studi tentang kualitas manusia secara serentak di seluruh dunia melalui laporannya yang berjudul Human Development Report 2004. dan kesejahteraan guru) pencapaian prestasi siswa pun menjadi tidak memuaskan. Mereka yang diangkat pemkot/pemkab bagi daerah khusus juga berhak atas rumah dinas. Menurut Trends in Mathematic and Science Study (TIMSS) 2003 (2004).dengan tugasnya. Diberitakan Pikiran Rakyat 9 Januari 2006. Dalam hal ini prestasi siswa kita jauh di bawah siswa Malaysia dan Singapura sebagai negara tetangga yang terdekat. . sebanyak 70 persen dari 403 PTS di Jawa Barat dan Banten tidak sanggup untuk menyesuaikan kesejahteraan dosen sesuai dengan amanat UU Guru dan Dosen. Rendahnya Prestasi Siswa Dengan keadaan yang demikian itu (rendahnya sarana fisik. Tapi. Sebagai misal pencapaian prestasi fisika dan matematika siswa Indonesia di dunia internasional sangat rendah. masalah kesejahteraan masih sulit mencapai taraf ideal. posisi Indonesia berada jauh di bawahnya. Di lingkungan pendidikan swasta. Di dalam laporan tahunan ini Indonesia hanya menduduki posisi ke-111 dari 177 negara. 4. siswa Indonesia hanya berada di ranking ke-35 dari 44 negara dalam hal prestasi matematika dan di ranking ke-37 dari 44 negara dalam hal prestasi sains. Dalam hal prestasi. kualitas guru.

dan 51. 1999) memperlihatkan bahwa. menurut Laporan Bank Dunia (Greaney. Pencapaian APM ini termasuk kategori tinggi. 74.4 juta siswa). Selain itu. Dalam dunia pendidikan tinggi menurut majalah Asia Week dari 77 universitas yang disurvai di asia pasifik ternyata 4 universitas terbaik di Indonesia hanya mampu menempati peringkat ke-61. ke-34 untuk Matematika. Kurangnya Pemerataan Kesempatan Pendidikan Kesempatan memperoleh pendidikan masih terbatas pada tingkat Sekolah Dasar.4% (28.6 (Filipina). Angka Partisipasi Murni Pendidikan di SLTP masih rendah yaitu 54. Hal ini mungkin karena mereka sangat terbiasa menghafal dan mengerjakan soal pilihan ganda.3 juta siswa). Kegagalan pembinaan dalam usia dini nantinya tentu akan . 65. Data Balitbang Departemen Pendidikan Nasional dan Direktorat Jenderal Binbaga Departemen Agama tahun 2000 menunjukan Angka Partisipasi Murni (APM) untuk anak usia SD pada tahun 1999 mencapai 94. Anak-anak Indonesia ternyata hanya mampu menguasai 30% dari materi bacaan dan ternyata mereka sulit sekali menjawab soal-soal berbentuk uraian yang memerlukan penalaran. diantara 38 negara peserta.5 (Hongkong). studi IEA (Internasional Association for the Evaluation of Educational Achievement) di Asia Timur menunjukan bahwa keterampilan membaca siswa kelas IV SD berada pada peringkat terendah.7 (Indonesia). 1999 (IEA. 8% (9. Sementara itu layanan pendidikan usia dini masih sangat terbatas.Dalam skala internasional. ke-68. ke-73 dan ke-75. hasil studi The Third International Mathematic and Science Study-RepeatTIMSS-R.1 (Thailand). Rata-rata skor tes membaca untuk siswa SD: 75. 5. prestasi siswa SLTP kelas 2 Indonesia berada pada urutan ke-32 untuk IPA.1992). 52.0 (Singapura).

6%. setiap tahunnya sekitar 3 juta anak putus sekolah dan tidak memiliki keterampilan hidup sehingga menimbulkan masalah ketenagakerjaan tersendiri. Rendahnya Relevansi Pendidikan dengan Kebutuhan Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya lulusan yang menganggur. Mahalnya biaya pendidikan dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Perguruan Tinggi (PT) membuat masyarakat miskin tidak memiliki pilihan lain kecuali tidak bersekolah. 7. Menurut data Balitbang Depdiknas 1999. Diploma/S0 sebesar 27. .4%.21%. dan 15.menghambat pengembangan sumber daya manusia secara keseluruhan. Orang miskin tidak boleh sekolah. sedangkan pada periode yang sama pertumbuhan kesempatan kerja cukup tinggi untuk masing-masing tingkat pendidikan yaitu 13.47%.07%. Adanya ketidakserasian antara hasil pendidikan dan kebutuhan dunia kerja ini disebabkan kurikulum yang materinya kurang funsional terhadap keterampilan yang dibutuhkan ketika peserta didik memasuki dunia kerja. Kalimat ini sering muncul untuk menjustifikasi mahalnya biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk mengenyam bangku pendidikan. Data BAPPENAS (1996) yang dikumpulkan sejak tahun 1990 menunjukan angka pengangguran terbuka yang dihadapi oleh lulusan SMU sebesar 25. 6. 14. Mahalnya Biaya Pendidikan Pendidikan bermutu itu mahal. Oleh karena itu diperlukan kebijakan dan strategi pemerataan pendidikan yang tepat untuk mengatasi masalah ketidakmerataan tersebut.5% dan PT sebesar 36.

pada tingkat implementasinya. Akibatnya. MBS di Indonesia pada realitanya lebih dimaknai sebagai upaya untuk melakukan mobilisasi dana. Makin mahalnya biaya pendidikan sekarang ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang menerapkan MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). karena yang dipilih menjadi pengurus dan anggota Komite Sekolah adalah orang-orang dekat dengan Kepala Sekolah. dan MBS pun hanya menjadi legitimasi dari pelepasan tanggung jawab negara terhadap permasalahan pendidikan rakyatnya. Hasilnya. Berubahnya status pendidikan dari milik publik ke bentuk Badan Hukum jelas memiliki konsekuensi ekonomis dan politis amat besar.000. Bahkan ada yang memungut di atas Rp 1 juta. Komite Sekolah/Dewan Pendidikan yang merupakan organ MBS selalu disyaratkan adanya unsur pengusaha. .000. Kondisi ini akan lebih buruk dengan adanya RUU tentang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP). pengusaha memiliki akses atas modal yang lebih luas. Masuk SLTP/SLTA bisa mencapai Rp 1 juta sampai Rp 5 juta. setelah Komite Sekolah terbentuk. “sesuai keputusan Komite Sekolah”. Dengan perubahan status itu Pemerintah secara mudah dapat melemparkan tanggung jawabnya atas pendidikan warganya kepada pemilik badan hukum yang sosoknya tidak jelas. Munculnya BHMN dan MBS adalah beberapa contoh kebijakan pendidikan yang kontroversial. sampai Rp 1.000.Untuk masuk TK dan SDN saja saat ini dibutuhkan biaya Rp 500. ia tidak transparan. segala pungutan uang selalu berkedok. Perguruan Tinggi Negeri pun berubah menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN). Asumsinya. Komite Sekolah hanya menjadi legitimator kebijakan Kepala Sekolah. Namun. BHMN sendiri berdampak pada melambungnya biaya pendidikan di beberapa Perguruan Tinggi favorit. Karena itu.

sektor yang menyerap pendanaan besar seperti pendidikan menjadi korban.kau. Utang luar negeri Indonesia sebesar 35-40 persen dari APBN setiap tahunnya merupakan faktor pendorong privatisasi pendidikan. penyelenggara dan/atau satuan pendidikan formal yang didirikan oleh Pemerintah atau masyarakat berbentuk badan hukum pendidikan. misalnya. akses rakyat yang kurang . Penguatan pada privatisasi pendidikan itu. 10/5/2005). Bandingkan dengan dana untuk membayar hutang yang menguras 25% belanja dalam APBN (www. Akibatnya. RUU Badan Hukum Pendidikan. Dana pendidikan terpotong hingga tinggal 8 persen (Kompas. Dari APBN 2005 hanya 5. Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pendidikan Dasar dan Menengah.Privatisasi atau semakin melemahnya peran negara dalam sektor pelayanan publik tak lepas dari tekanan utang dan kebijakan untuk memastikan pembayaran utang. Dalam pasal itu disebutkan. Seperti halnya perusahaan. seperti Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional.82% yang dialokasikan untuk pendidikan. terlihat dalam Pasal 53 (1) UU No 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).id). dan RPP tentang Wajib Belajar. Akibatnya. Sekolah tentu saja akan mematok biaya setinggi-tingginya untuk meningkatkan dan mempertahankan mutu. Koordinator LSM Education Network for Justice (ENJ).or. Dengan begitu. Rencana Pemerintah memprivatisasi pendidikan dilegitimasi melalui sejumlah peraturan. sekolah dibebaskan mencari modal untuk diinvestasikan dalam operasional pendidikan. nantinya sekolah memiliki otonomi untuk menentukan sendiri biaya penyelenggaraan pendidikan. 10/5/2005) menilai bahwa dengan privatisasi pendidikan berarti Pemerintah telah melegitimasi komersialisasi pendidikan dengan menyerahkan tanggung jawab penyelenggaraan pendidikan ke pasar. Yanti Mukhtar (Republika.

Jika alasannya bahwa pendidikan bermutu itu harus mahal. antara yang kaya dan miskin. Belanda. Bahkan beberapa negara ada yang menggratiskan biaya pendidikan. Prancis. dan di beberapa negara berkembang lainnya. Akan tetapi. privatisasi pendidikan merupakan agenda Kapitalisme global yang telah dirancang sejak lama oleh negara-negara donor lewat Bank Dunia. Tetapi persoalannya siapa yang seharusnya membayarnya? Pemerintahlah sebenarnya yang berkewajiban untuk menjamin setiap warganya memperoleh pendidikan dan menjamin akses masyarakat bawah untuk mendapatkan pendidikan bermutu. Solusi Pendidikan di Indonesia . Padahal keterbatasan dana tidak dapat dijadikan alasan bagi Pemerintah untuk cuci tangan. beberapa PTN yang sekarang berubah status menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) itu menjadi momok. C. tidak harus murah atau gratis. Semua satuan pendidikan kelak akan menjadi badan hukum pendidikan (BHP) yang wajib mencari sumber dananya sendiri.mampu untuk menikmati pendidikan berkualitas akan terbatasi dan masyarakat semakin terkotak-kotak berdasarkan status sosial. Pendidikan berkualitas memang tidak mungkin murah. Melalui Rancangan Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP). dari SD hingga perguruan tinggi. banyak perguruan tinggi yang bermutu namun biaya pendidikannya rendah. Hal ini berlaku untuk seluruh sekolah negeri. Hal senada dituturkan pengamat ekonomi Revrisond Bawsir. Pemerintah berencana memprivatisasi pendidikan. maka argumen ini hanya berlaku di Indonesia. Bagi masyarakat tertentu. atau tepatnya. Di Jerman. kenyataannya Pemerintah justru ingin berkilah dari tanggung jawab. Menurut dia.

BAB IV . Solusi ini misalnya untuk menyelesaikan masalah kualitas guru dan prestasi siswa. juga diberi solusi dengan membiayai guru melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. yang berprinsip antara lain meminimalkan peran dan tanggung jawab negara dalam urusan publik. misalnya. dan sebagainya. seperti rendahnya kualitas sarana fisik. meningkatkan alat-alat peraga dan sarana-sarana pendidikan. rendahnya kualitas guru. berkepribadian pancasila dan bermartabat. dan memberikan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas guru. Rendahnya prestasi siswa. Sistem pendidikan di Indonesia sekarang ini. sehingga dapat menciptakan generasi-generasi baru yang berSDM tinggi. Seperti diketahui sistem pendidikan sangat berkaitan dengan sistem ekonomi yang diterapkan. di samping diberi solusi peningkatan kesejahteraan. termasuk pendanaan pendidikan.Untuk mengatasi masalah-masalah. Rendahnya kualitas guru.Solusi sistemik. secara garis besar ada dua solusi yaitu: .Solusi teknis. diberi solusi dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas materi pelajaran. . yakni solusi dengan mengubah sistem-sistem sosial yang berkaitan dengan sistem pendidikan. Solusi untuk masalah-masalah teknis dikembalikan kepada upaya-upaya praktis untuk meningkatkan kualitas sistem pendidikan. misalnya. diterapkan dalam konteks sistem ekonomi kapitalisme (mazhab neoliberalisme). dan lain-lain seperti yang telah dijelaskan diatas. yakni solusi yang menyangkut hal-hal teknis yang berkait langsung dengan pendidikan. Maka dengan adanya solusi-solusi tersebut diharapkan pendidikan di Indonesia dapat bangkit dari keterpurukannya.

Factor-faktor yang bersifat teknis diantaranya adalah rendahnya kualitas guru. sehingga manusia yang dihasilkan dari sistem ini adalah manusia yang hanya siap untuk memenuhi kebutuhan zaman dan bukannya bersikap kritis terhadap zamannya. Simpulan Banyak sekali factor yang menjadikan rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia. kurangnya pemerataan kesempatan pendidikan.PENUTUP A. rendahnya sarana fisik. rendahnya prestasi siswa. Namun sebenarnya yang menjadi masalah mendasar dari pendidikan di Indonesia adalah sistem pendidikan di Indonesia itu sendiri yang menjadikan siswa sebagai objek. mahalnya biaya pendidikan. rendahnya kesejahteraan guru. Maka disinilah dibutuhkan kerja sama antara pemerintah dan mesyarakat untuk mengatasi segala permasalahan pendidikan di Indonesia. rendahnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful