P. 1
Tb Paru + Efusi Pleura

Tb Paru + Efusi Pleura

|Views: 92|Likes:
Published by Syamsul Arifin
laporan kasus
laporan kasus

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Syamsul Arifin on Mar 21, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/22/2013

pdf

text

original

LAPORAN KASUS

ILUSTRASI KASUS IDENTITAS PASIEN : Nama :Ny. S Umur : 29 Tahun Jenis kelamin : perempuan Pekerjaan : Ibu rumah tangga Masuk Rumah Sakit : 11desember 2012 ANAMNESIS (Autoanamnesis) : Keluhan Utama: Sesak sebelum masuk rumah sakit (SMRS) Riwayat Penyakit Sekarang : 3 bulan yang lalu SMRS pasien masih mengeluhkan batuk terus menerus, batuk berdahak tidak ada, dahak kental berwarna putih kekuningan tidak ada, batuk darah tidak ada,pasien mulai mengeluhkan sesak. Sesak tidak disertai nyeri dada, Pasien juga mengeluhkan nafsu makan menurun, badan terasa lemas.2 bulan SMRS batuk lebih sering, batuk pada malam hari, dahak kental berwarna kuning kehijauan, batuk disertai darah tidak ada, pasien mengeluhkansesak bertambah, sesak saat batuk, tidak dicetuskan karena cuaca, posisi atau aktifitas, sesak tidak disertai bunyi “ngik”, sesak pada malam hari tidak ada, dada terasa nyeri saat bernapas, nyeri tidak menjalar ke lengan atau bahu.Sesak berkurang saat pasien tidur miring kearah yang sakit. Demam tidak ada,sering berkeringat malam, nafsu makan menurun dan berat badan pasien menurun. Pasien hanya minum obat herbal yang dibeli sendiri, batuk berkurang. Riwayat Penyakit Dahulu : 2 tahun yang lalu pasien mengeluhkan hal yang sama seperti saat ini dan didiagnosa oleh dokter sebagai TB Paru, Batuk berdarah 2 tahun yang lalu, Asma (-) ,Hipertensi (-) Riwayat Penyakit Keluarga : Tidak ada anggota keluarga yang menderita gejala penyakit seperti di atas. Riwayat Pengobatan: OAT (+) selama 6 bulan, 1 tahun yang lalu Riwayat Kebiasaan : Riwayat merokok (-) PEMERIKSAAN FISIK Pemeriksaan Umum Tanggal 11 Desember 2012 Kesadaran : Composmentis Keadaan Umum : Tampak sakit sedang. Tekanan darah : 110/70mmHg. Nadi : 80x/menit. Nafas : 25x/menit.

S 29 tahun. pada spatium intercostalis V Perkusi : Batas jantung kanan Linea sternalis dextra. keluhan demam sering pada malam hari. fremitus pada lapangan paru kanan melemah.9 % Trombosit : 463. KEPALA & LEHER : Konjungtiva anemis (-). Keadaan gizi :Berat badan sebelumnya 68 KgBB => 54 Kg. dada terasa nyeri saat napas dalam. pasien sering tidur ke arah yang sakit.Batas jantung kiri 1 jari medial Linea midclavicularis sinistra. Hb : 10. Auskultasi : Bunyi jantung normal. THORAX : Paru Inspeksi : Bentuk dada simetri. nyeri tekan epigastrium (-). sklera ikterik (-).Pada pemeriksaan fisik didapatkan status gizi kurang. badan sering terasa lemah. jejas (-) Palpasi : Perut supel. EKSTREMITAS : Akral hangat. IMT = 20. Ronkhi (+/+). oedem (-). Demam disertai batuk berdahak.7 g/dl.Suhu : 38. Perkusi : Lapangan paru kanan redup. sianosis (-).Wheezing (-/-). reflex cahaya (+/+). Auskultasi : Bising usus (+) normal. pada spatium intercostalis V. sianosis (-). dipsnue (+).000/µl. Riwayat batuk berdarah dan mendapat OAT 1 tahun yang lalu. hepar dan lien tidak teraba. datang ke RSUD Bangil dengan keluhan utama sesak 1 minggu SMRS. pupil bulatisokor. JVP 5-2 cmHg. pembesaran KGB (-). perkusi lapangan paru kanan redup. RESUME : Ny. disertai menggigil. PEMERIKSAAN PENUNJANG : Laboratorium darah rutin tanggal 11 Desember 2012: Leukosit : 28. bising jantung (-) ABDOMEN : Inspeksi : Perut datar.000/ µl. Sesak saat batuk. TB = 166 cm. berat badan menurun. dahak kental warna kekuningan. Dari anamnesis ditemukan batuk terus menerus 3 bulan SMRS. frekuensi nafas 25x/menit.4°C. Auskultasi : Lapangan paru kanan egofoni (+). demam naik turun. auskultasi pada lapangan . Palpasi : Ictus kordis teraba 1 jari medial Linea midclavicularis sinistra. Perkusi : Timpani. gerakan dinding dada simetris Palpasi : Fremitus melemah pada lapangan paru kanan. Jantung : Inspeksi : Ictus kordis tidak terlihat. Ht : 30.3 Kg/m 2 (gizi kurang).Lapangan paru kiri sonor. Sering berkeringat pada malam hari.

 Tampak lesi opak homogeny dengan densitas sama dengan bayangan jantung  Batas atas efusi cekung (garis elisdamoiase). fremitus pada lapangan paru kanan melemah. auskultasi pada lapangan paru kanan egofoni.IVFD RL 20 tpm. gejala klinis pasien masih ada dan disertai sesak dan nyeri dada.  perselubungan homogen pada lapangan paru lobus inferior dextra dengan sudut kostofrenikus yang tumpul.Ambroxol 3x1.OAT I jika BTA sputum positif dan Hasil Rongten Thorax positif Rontgen Thorax PA tanggal 11 Desember 2012 : Rontgen Thorax PA pasien S Keterangan:  Tampak infiltrat pada lapangan paru bilateral. Saat ini. pasien ini dikategorikan TB paru kasus lama Yakni pasien yang telah berobat kurang dari 1 bulan dengan efusi pleura. Hal ini disebabkan adanya penumpukan cairan diparu. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. . Hal iniberdasarkan dari anamnesis.  tampak perselubungani homogen di apex paru lobus superior dextra.Gejala-gejala tersebut merupakan gambaran gejala klinis respiratorik dan gejala umum dari TB paru. frekuensi nafas25x/menit.000/µl. penurunan berat badan. Efusi pleura pada TB diperkirakan berhubungan dengan pecahnya fokus kaseosa subpleural diorgan paru ke cavum pleura. Dari anamnesis didapatkan 1 tahun SMRS.. pasien didiagnosa dokter sebagai TB Paru(gejala klinis : batuk.Ceftriaxon 1x2. Diagnosis kerja: TB paru kasus lama dengan efusi pleura Rencana Pemeriksaan : Pemeriksaan Sputum BTA Rongten Thorax Punksi cavum pleura Analisis cairan pleura Rencana Penatalaksanaan : Non Farmako : Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Farmaka : . dan sesak nafas) dan dianjurkan makan obat selama 6 bulan.Pada pemeriksaan fisik didapatkan status gizi kurang.paru kanan egofoni. demam. perkusi lapangan paru kanan redup. Daftar Masalah : Efusi pleura ec TB Paru ANALISA MASALAH Pada pasien ini ditegakkan diagnosis efusi pleura ec TB. Pasien hanya mengkonsumsi obat selama 1 bulan. Pada hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan leukosit Leukosit : 28.

Kesan: Efusi Pleura ec TB paru .

Patofisiologi konsep klinisprosesproses penyakit.Penyaki-Penyakit Pleura dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Efusi Pleura Keganasan. Jakarta: perhimpunan Dokter Paru Indonesia10.8.id[diakses 2 juli201 . 2011. J Respir Indo. Hadi.DAFTAR PUSTAKA Price. Aditama TY. Ed.http://www. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengobatanpada pasien tuberkulosis paru dengan resistensi obat tuberkulosis di wilayahJawa Tengah. http://www.et al. Pedoman diagnosis dan penatalaksanaan tuberkulosisdi Indonesia. Kisworo B.Malaysia. Jakarta5. Penilaian keberhasilan Directly Observed Therapy (DOTS) pada pengobatan TB paru di RSPersahabatan. Syafrizal. Edisi IV. Aditama TY. Dalam : Imunologi :Diagnosis dan prosedur laboratorium. 6. Soe Z.http://www. Wilson. Edisi 4. 2011. Jakarta : Fakultas KedokteranUniversitas Indonesia. Tirtana BT.6. 2005. 2002. Jakarta: Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI.[dialyses tanggal 19Juni2012]. Jakarta. Dan Lorraine M.kalbe. Shwe W. 2011. A study on tuberculosis pleural effusion.9. 2001 Reaksi hepersensitivitas tipe lambat. 2007. Abrahamiam FM. 2008. Sylvia A.com/ijcrimph/pdf. Halim. Moe S. Semarang7. Pedoman Nasional PenanggulanganTuberkulosis.com[dialysestanggal 19Juni 2012]. Kresno SB. Pleural Effusion. Yusuf A.emedicine. Dapartemen Kesehatan RI. 2004. Vol 2.co.iomcworld. Jilid II. Soepandi PZ. Jakarta: EGC2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->