METODE JENIS PEMANCANGAN TIANG PONDASI DAN ALAT PANCANG

JENIS TIANG PANCANG DAN ALAT PEMANCANG TIANG
Konstruksi Pondasi Tiang Pancang di kenal sudah sejak jaman lampau, hal ini dapat dilihat di Eropa pada jaman prasejarah di danau Dwellers dimana mereka membangun rumah dengan menggunakan tiang yang dipancang didasar danau yang mempunyai kondisi tanah yang jelek. Demikian juga orang orang Mesir jaman lampau membangun monumen terbuat dari tumbukan batu (Mats of Stone) yang bertumpu pada batu karang, dua belas ribuh tahun yang lalu kebiasaan bangsa Switzerland membangun rumah mereka diatas sungai. Perkembangan selanjutnya dari pondasi tiang pancang dengan adanya berita mengenai Tiang Pancang dan Pemancangannya (Piles and Pile Driving), yang diterbitkan oleh Wellington mengenai berita berita keteknikan (Engineering News) pada tahun 1893 dimana pada saat ini rumus rumus keteknikan mengenai tiang pancang mulai diperkenalkan. Sejak saat ini sampai sekarang perkembangan menyangkut teori teori baru yang didasarkan dari pengalaman pengalaman dilapangan mengenai pondasi tiang pancang telah banyak dipublikasikan dalam laporan laporan ilmiah, seminar dan lain lain khususnya dalam menganalisa kemampuan tiang pancang dalam memikul beban.  Penggunaan Pondasi Tiang Pancang
Pondasi tiang pancang biasanya digunakan pada bangunan bangunan Teknik Sipil seperti Gedung Bertingkat Tinggi (High Large Building), Menara menara (Towers), Jembatan (Bridge), Dermaga / Pelabuhan (Quaiwalls), Bangunan Lepas Pantai (Offshore Structures) dll. Pada umumnya tiang pancang dipancangkan tegak lurus ke dalam tanah, tetapi apabila diperlukan untuk dapat menahan gaya-gaya horizontal maka tiang pancang akan dipancangkan miring (batter pile). Menurut cara pemindahan beban tiang pancang dibagi menjadi 2, yakni :

1) Point Bearing Pile (End Bearing Pile) Tiang pancang dengan tahanan ujung : tiang ini meneruskan beban melalui tahanan ujung ke lapisan tanah keras. 2) Friction Pile Friction Pile pada tanah dengan butir-butir tanah kasar (coarce grained) dan sangat mudah meloloskan air (very permeable soil). Tiang ini meneruskan beban ke tanah geseran kulit (skin friction). Pada proses pemancangan tiang-tiang ini dalam satu group (kelompok) tiang yang mana satu sama lainnya saling berdekatan akan menyebabkan berkurangnya pori-pori tanah dan meng-compact-kan (memadatkan) tanah di antara tiang-tiang tersebut dan tanah di sekeliling kelompok tiang tersebut. Karena itu tiang-tiang yang termasuk kategori ini disebut “Compaction Pile“ Friction Pile pada tanah dengan butir-butir yang sangat halus (very fine grained) dan sukar meloloskan air. Tiang ini juga meneruskan beban ke tanah melalui kulit (skin friction), akan tetapi pada proses pemancangan kelompok tiang tidak menyebabkan tanah di antara tiang-tiang, ini menjadi”Compact“. Karena itu tiang-tiang yang termasuk kategori ini disebut “Floating Pile Foundation” .

ini tergantung dari mutu beton yang digunakan. Keuntungan pemakaian Precast Reinforced Concrete Pile  Precast Reinforced Concrete Pile ini dapat mempunyai tegangan tekan yang besar. terpaksa harus diadakan penyambungan. Menurut bahan yang di gubakan tiang pancang di bagi menjadi 4:  Tiang pancang kayu  Tiang pancang beton  Tiang pancang baja  Tiang pancang komposite  Pondasi Tiang Kayu Untuk jenis tanah yang biasa. Precast Reinforced Concrete Pile Precast Reinforced Concrete Pile adalah tiang pancang dari beton bertulang dicetak dan dicor dalam acuan beton (bekisting).Tiang pancang ini dapat memikul beban yang besar (lebih besar 50 ton untuk setiap tiang). kalimantan selatan. biasanya tiang pancang beton ini dicetak dan dicor di tempat pekerjaan. untuk tiap tiang. sering digunakan struktur fondasi tiang kayu konvensional yaitu dengan menggunakan pengunci (kancing). Karena berat sendiri adalah besar. yaitu baja dan beton. seperti di kalimantan barat. fondasi tiang kayu ini sama dengan bahan lain. Tetapi untuk daerah yang jenis tanahnya lembek. . Memang struktur ini sulit untuk diperkirakan kekuatan daya dukungnya. hal ini sulit dan memakan banyak waktu. tetapi dalam kenyataanya struktur ini sudah lama digunakan di daerah kalimantan barat. sebab kalau ternyata panjang daripada tiang ini kurang.Dalam perencanaan tiang pancang beton precast ini panjang daripada tiang harus dihitung dengan teliti. Karena tegangan tarik beton adalah kecil dan praktis dianggap sama dengan nol. serta tahan terhadap pengaruh air maupun bahan-bahan yang corrosive asal beton dekkingnya cukup tebal untuk melindungi tulangannya. kemudian setelah cukup kuat (keras) lalu diangkat dan dipancangkan.  Tiang pancang beton 1. hal ini tergantung dari dimensinya. maka tiang pancang beton ini haruslah diberi penulangan-penulangan yang cukup kuat untuk menahan momen lentur yang akan timbul pada waktu pengangkatan dan pemancangan.  Tiang pancang ini dapat diperhitungkan baik sekali sebagai “End Bearing Pile” maupun sebagai “Friction Pile“  3) Tiang pancang beton dapat tahan lama sekali. jadi tidak membawa kesulitan untuk transport. sumatera selatan. sedangkan berat sendiri dari beton adalah besar.

hal ini berarti memerlukan waktu yang lama untuk menuunggu sampai tiang pancang beton ini dapat dipergunakan. oleh karena itu Precast Reinforced Concrete Pile ini dibuat di tempat pekerjaan.  Bila panjang tiang pancang kurang. karena panjang dari tiang pancang ini tergantung daripada alat pancang (piledriving) yang tersedia maka untuk melakukan alat penyambungan adalah sukar dan memerlukan alat penyambung khusus. Bentuk Persegi (Segi Empat). Kerugian Pemakaian Precast Concrete Reinforced Concrete Pile  Karena berat sendirinya besar maka transportnya akan mahal. SQUARE PILE . 4) Karena tiang pancang beton ini tidak berpengaruh oleh tinggi muka air tanah seperti pada tiang pancang kayu. pelaksanaannya akan lebih sulit dan memerlukan waktu yang lama. maka di sini tidak memerlukan galian tanah yang banyak untuk Poernya. dimana ada bagian dari tiang yang berada di atas tanah (lihat gambar di bawah). Bagian A-B akan bekerja sebagai kolom akibat gaya vertikal dan bagian A-B juga bekerja sebagai balok ccantilever terhadap beban horizontal. Bentuk-bentuk Penampang 1.  Apabila dipancang di sungai atau di laut.  Tiang pancang beton ini baru dipancang setelah cukup keras (kuat).  Bila memerlukan pemotongan maka dalam.

Bentuk ini efektif untuk tiang dengan tahanan ujung (end bearing pile) pada lapisan tanah yang lembek. 4.2. 2. Bentuk Segi-Delapan. kemudian diisi dengan beton dan ditumbuk sambil pipa tersebut ditarik ke atas. yaitu : 1. Hal ini dimaksudkan untuk memperbesar tahanan ujung. masih ada juga bentuk lingkaran tetapi kita memerlukan cetakan khusus untuk membuatnya. Pada Cast In Place ini dapat dilakukan dengan 2 cara. oktogonal pile 3. . Selain bentuk di atas. Bentuk Patent Dari bentuk bentuk-bentuk patent ini diantarnya adalah : o o Chenoweth Pile Corrugated Pile Ada pula tiang pancang beton yang dibuat ujung bawahnya diperbesar. Cast In Place Type ini dicor seempat dengan jalan dibuatkan lubang terlebih dahulu dalam tanah dengan cara mengebor tanah pada pengeboran tanah pada waktu penyelidikan tanah. Dengan pipa baja yang dipancangkan ke dalam tanah.

Dengan pipa baja yang dipancangkan ke dalam tanah. Dengan penumbuk yang jatuh bebas (drop hammer) sumbat beton tersebut ditumbuk. 2.  Franki Pile Tiang Franki adalah salah satu dari tiang beton yang dicor setempat (Cast In Place Pile). sehingga lekatannya dengan tanah menjadi sangat kasar. 3. Sedangkan pipa baja tersebut tetap di dalam tanah. kemudian diisi dengan beton. Sedangkan permukaan tiang tidak lagi rata. Tiang Franki sudah selesai. Ujung tiang besi dari besi tuang (cast – iron) dimasukkan ke dalam tanah. Sumbunya bukan dari beton tetapi dari besi tuang (Cast – Iron) 2. kemudian pipa diletakkan di atasnya seperti pada gambar. pipa beton dan sumbatnya akan masuk ke dalam tanah. 4. Adapun prinsip pelaksanaannya sbb: 1. Setelah dicor pipa tetap di dalam tanah tidak ditarik keluar. Pipa dipancang ke dalam tanah. . Adapun prinsip pelaksanaannya sebagai berikut : Keterangan Gambar di atas 1.2.  Solid-Point Pipe Piles (Closed – end Piles) Type ini hampir sama dengan tipe Franki sedangkan bedanya adalah : 1. Pipa terus ditumbuk dan sudah mencapai lapisan tanah keras. Pipa baja dengan ujungnya disumbat dengan beton yang sudah mengering. disini sumbat beton melebar sehingga ujung bawah akan berbentuk seperti jamur (The Mushrom Base) sehingga tahanan ujung menjadi besar. 2. Akibat dari tumbukan tersebut. Setelah itu pipanya ditarik keluar ke atas sambil dilakukan pengecoran 5. Pada ujung atas pipa dipasang topi kemudian pipa dipancang.

Keuntungan Daripada tipe ini adalah :     Ringan dalam transport dan pengangkatan. 4. Adapun prinsip pelaksanaannya sbb : 1. (Adapu cara penyambungan pipa dengan type Solid Point Steel – Pipe Pile). Open – end Steel Pipe Piles Tiang ini adalah suatu tiang pancang dari pipa baja dengan ujung bawah terbuka. Tiang tipe ini dapat diperhitungkan sebagai end-bearing pile atau friction pile. Pipa telah bersih dari tanah yang berada dalam pipa. Mudah dalam pemancangan. Pipa baja dengan ujung terbuka dipancang ke dalam tanah. 3. . Bila pipa telah mencapai kedalaman yang direncanakan pemancangan dihentikan. Alat penyambung ini dimasukkan ke dalam pipa yang akan disambung kemudian pipa penyambung diletakkan di atasnya dan pemancangan dapat dilanjutkan/diteruskan. coring out dan sebagainya. 2. maka pemancangan dihentikan dan jika bagian pipa diatas tanah masih sisa panjang maka harus dipotong 4. Penyambungan dapat pula dilakukan dengan sambungan las. compressed. Hal ini dapat dilaksanakan dengan penyemprotan air (water jet). Kekuatan tekannya dapt besar. tekanan udara. Bila pipa kurang panjang dapat disambung. bila pipa kurang panjang maka dapat dilakukan penyambungan dengan “a cast – steel drive sleeve“. Setelah pipa dipancang sampai kedalaman tertentu.3. Kemudian di dalam pipa diisi dengan beton. Kemudian tanah yang berada di dalam pipa dikeluarkan.

Panjang tiang Raymond ini maximum 37.5.5 ft (± 11. Tiang Raymond ini makin ke ujung bawah diameternya makin kecil (biasanya setiap 2. maka pada waktu pemancangan dibari inti core dari pipa baja yang kuat.25 meter) . 4. 3. karena Shell tersebut tipis. Pipa diisi dengan beton. Selanjutnya kedalaman Shell tersebut dicor beton. sampai mencapai kedalaman tertentu.5 ft diameter kurang dari 1″)Karena itu untuk panjang tiang yang relatif pendek akan menghasilkan tahanan yang lebih besar dibandingkan dengan tiang prismatis diameternya konstant  Prinsip pelaksanaan tiang type ini adalah : 1.  Raymond Concrete Pile Tiang Raymond adalah salah satu dari tiang yang di cor di tempat dan pertama-tama digunakan sebagai tiang geseran. Kemudian inti core ditarik keluar. Shell bersama-sama dengan inti core dipancang ke dalam tanah. 2.

Kalau tanah di sekeliling Tiang kurang kuat (compact). Adapun prinsip pelaksanaan Simplex ini adalah sbb : 1.Simplex Concrete Pile Type tiang ini dapat dipancang melalui tanah yang lembek (kurang compact) maupun kedalaman tanah keras. Pipa telah ditarik ke atas dan tiang Simplex telah selesai. . Kalau tanah tidak cukup kuat dan compact maka dalam pipa dimasukkan Shell pipa yang tipis dengan diameter lebih kecil daripada diameter pipa luar. maka dalam pipa dimasukkan Shell pipa tipis sebelum beton kita cor ke dalam shell tersebut.  Base-Driven Caused Pile Type tiang ini adalah termasuk tipe tiang yang dicor setempat dengan pipa baja (cashing) yang tetap tinggal dalam tanah tidak ditarik ke atas.Diameter pipa berkisar antara 10 sampai dengan 28 inch (25 sampai dengan 70 cm) dengan total 3/8 inch (± 1 cm)Panjang tiang dapat ditambah dengan cara dilas. kemudian beton dicor dan pipa sebelah luar ditarik ke atas. Setelah cukup kemudian kedalaman pipa dicor beton sambil pipa ditarik ke atas. Tiang Simplex ini diperhitungkan sebagai end-bearing pile maupun friction pile. Pada ujung pipa (cashing) diberi sepatu dan sumbat beton yang dicor lebih dahulu seperti halnya Franki Pile. Pipa dipancang dengan ujung bawah diberi sepatu baja sampai mencapai kedalaman yang direncanakan. 2. 3. Chasing atau pipa baja terbuat dari plate yang dilas berbentuk pipa. Setelah pipa ditarik bidang keliling (kulit) beton langsung menekan tanah di sekitarnya karena itu tanah harus cukup kuat/teguh dan compact untuk mendapatkan beton yang cukup padat.

Kemudian pemancangan dilanjutkan lagi sampai mencapai kedalaman yang direncanakan. Pipa baja (casing) yang telah diberi sumbat dipasang pada leader alat pancang (the leader of the pile driving). Sebagai ganti daripada casing dipergunakan shell logam tipis yang dimasukkan ke dalam casing luar kemudian setelah beton dicor casing luar ditarik ke atas. Hammer (pelu) alat pancang dijatuhkan bebas (Drop Hammer) ke dalam pipa hingga menumbuk sumbat beton. Adapun pelaksanaan tiang pancang type ini secara singkat : . 3.  Dropped – in shell Concrete Pile Type ini adalah suatu type variasi daripada tiang pancang yang dicor setempat tanpa adanya casing permanent yang tetap tinggal di dalam tanah.Bila casing bagian luar ditarik maka akan terjadi rongga di sekeliling shell yang mana rongga ini akan diisi dengan kerikil. 5.5 meter).Type ini digunakan bila pembuatan tiang yang dicor casing setempat tanpa adanya casing sukar dilaksanakan misalnya seperti di tanah pasir. Kalau memerlukan penambahan panjang tiang hal ini dapat dilaksanakan dengan cara penyambungan las.prinsip pelaksanaan Base Driven Caused Pile: 1. Tiang tipe ini dapat diperhitungkan sebagai end-bearing pile maupun friction pile.Diameter casing bagian luar ini berkisar antara 12″ sampai 20″ (30-50 cm) dengan panjang 75 feet (22. 2. Setelah mencapai kedalaman yang direncanakan pemancangan dihentikan dan beton dicor ke dalam casing. dan pipa (casing) masuk ke dalam tanah. Dengan demikian kerikil ini akan memperbesar geseran antara tanah dengan tiang. 4.

Kejelekan Cast in Place 1. Setelah penuh core dimasukkan lagi ke dalam casing sedemikian sehingga bawah ujung core (sepatu) akan terletak pada permukaan beton yang telah dicor dalam shell. Kebanyakan dilindungi oleh hak patent 2.Casing luar dan core di dalamnya dipancang bersama-sama ke dalam tanah hingga mencapai lapisan tanah keras. Caore (Inti) pipa bagian dalam.  Setelah sampai lapisan tanah keras core ditarik ke atas dan shell dimasukkan dalam casing tersebut. kemudian lubang di sekeliling shell diisi dengan kerikil. yaitu pipa bagian luar 2.  Kemudian beton dicor ke dalam shell sampai penuh dan padat. Pelaksanaannya memerlukan hak khusus. . Kemudian casing ditarik ke atas (keluar) sedangkan shell dan beton tetap berada pada posisinya karena ditahan oleh core dan hammer alat pancang yang diletakkan di atas core.  Casing telah ditarik keluar. Casing Luar.Keterangan Gambar di atas : a) Perlengkapan tiang ini terdiri dari 1.  Diameter dasar core ukurannya sedemikian sehingga core ini dapat tepat masuk dalam casing. Shell ini terbuat dari logam yang tipisdan ringan dengan permukaan diberi alur spiral.

Beton dari tiang yang dikerjakan secara cast in place tidak dapat dikontrol. jadi tidak ada resiko rusak dalam transport 3. Diesel hammer  Alat ini merupakan alat yang paling sederhana. Pembuatan tiang ini tidak menghambat pekerjaan 2. Tiang ini tidak perlu diangkat. Kebaikan Cast in Palace 1. Beberapa tipe tersebut adalah: · Free drop hammer  Drop hammer merupakan palu berat yang di letakan pada ketinggian tertentu dan di lepaskan sehingga memukul ke bawah dengat kekuatan tertentu aga tiang pancang masuk ke dalam tanah. Vibrator pile driving . Panjang tiang dapat disesuaikan dengan keadaan lapangan.3.dalam pengoperasian energi alat di dapat dari berat ram yang menekan udara di dalam silinder.  Jenis alat pemancan tiang Jenis-Jenis Alat Pancang Fungsi dari alat pancang adalah untuk memberikan energi yang dibutuhkan untuk memasukkan tiang sampai kedalaman yang dikehendaki.Alat pancang didesain atas beberapa tipe dan ukuran atau kapasitas.

alat ini kuramg cocok untuk tanah kondisi keras. dan tiang beton prategng. Dalam hal ini perlu diperhatikan bahwa daya dukung tiang pancang dapat berkurang walaupun pemancangan menjadi lebih mudah. tanah pondasi dapat bergerak. ada beberapa masalah yang timbul. Kerusakan Tiang dan Ukuran Penahan Kerusakan Tersebut Pemilihan ukuran dan mutu tiang didasarkan pada kegunaannya dalam perencanaan. tergantung pada perubahan bentuk ujung tiang tersebut. di antaranya adalah hal-hal sebagai berikut: a. Jika tanah cukup keras dan tiang tersebut cukup panjang. sehingga selain tidak terjadi peralihan tempat (displacement) pada tanah pondasi atau bangunan di dekatnya tetapi juga takkan terjadi keganjilan-keganjilan pada tiang yang dipancangkan.Dalam hal ini kepada tiang ataupun ujung tiang dapat dibentuk sedemikian rupa sehingga mampu memperbesar ketahanan tiang tersebut. Sebagai contoh pernah terjadi tiang pancang yang dipancangkan pada suatu lereng (slope) justru menimbulkan kekosongan pada lereng tersebut. berturut-turut. dan sebagai hasilnya kadang-kadang terjadi bahwa bangunan-bangunan yang berada didekatnya akan bergerak dalam arah mendatar maupun dalam arah vertikal.  Beberapa Masalah Pemancangan Pada saat pelaksanaan pemancangan pondasi tiang pancang. tetapi setidak-tidaknya tiang tersebut harus dapat dipancangkan sampai ke pondasi. Gambar tersebut memperlihatkan bentuk ujung tiang pipa baja.Alat ini bekeja dengan metode bergetar menggetarkan tiang pancang sehingga masuk ke dalam tanah. Pergerakan Tanah Pondasi Karena pemancangan tiang. tiang tersebut harus dipancangkan dengan penumbuk (hammer) yang cukup kuat terhadap kerusakan akibat gaya tumbukan hammer tersebut. kita perlu mengumpulkan segala daya yang memungkunkan dalam pembangunannya. .dan cocok untuk tanah dalam kondisi lembab. tergantung pada kesempatan yang dimilikinya. karena sebagian tanah yang digantikan oleh tiang akan bergeser.Tanpa mengurangi penghargaan terhadap tiang pancang seperti yang telah dibahas diatas. b.

Untuk memancangkan tiang pada posisi yang tepat. derajat penetrasinya akan menurun secara tiba-tiba. 30. jenis dan ukuran tiang. Karena tebal lapisan pendukung berbeda-beda di setiap tempat. d. maka pemancangan yang diakibatkan oleh gaya tumbuk sampai kedalaman yang diisyaratkan atau direncanakan seperti di atas harus dihindari. Karena dewasa ini masalah-masalah lingkungan seperti suara bising atau getaran tidak boleh diabaikan.Untuk tiang beton prategang sulit sekali memancangkan tiang tersebut sampai sedalam lebih dari 2m pada lapisan berlempung yang mempunyai harga N yang lebih besar 10-15.Penghentian Pemancangan Tiang Dalamnya pemancangan pada saat pemancangan tiang dapat dihentikan menurut prinsip 2-3 kali panjang diameter tiang diukur dari batas lapisan tanah pendukung atau sekitar 2-3 meter.bila lapisan tanah pendukung tidak begitu tebal.Bila suatu tiang pancang yang ujungnya terbuka dipancangkan ke dalam tanah pondasi dan hampir-hampir tak mungkin bagi kita untuk mengetahui kapan ujung tiang mencapai lapisan pendukung. Pemilihan Peralatan Alat utama yang dipergunakan untuk memancang tiang-tiang pracetak adalah (hammer) dan (tower). pemancangan tiang dapat dihentikan pada kedalaman sekitar setengah dari tebal lapisan tanah pendukung tersebut. cepat dan dengan biaya yang rendah. .Untuk tiang pipa baja sulit sekali memancangkan tiang tersebut sampai kedalaman 2m pada lapisan berlempung yang mempunyai harga qu lebih besar dari 10 kg/cm2 (harga N sekitar 10-15). atau pada lapisan berpasir yang mempunyai harga N &gt. maka pekerjaan seperti ini perlu digabungkan dengan teknikteknik pembantu lainnya. penumbuk dan dereknya harus dipilih dengan teliti agar sesuai dengan keadaan di sekitarnya. tanah pondasi dan perancahnya. Begitu lapisan pendukung bagi tiang pipa baja tercapai. walaupun sebelumnya telah ditetapkan salah satu cara pemancangan c. biasanya harga N untuk lapisan pendukung akan lebih besar dari 30 untuk lapisan berpasir atau lebih dari 20 untuk lapisan berlempung. maka suatu batang melintang yang terdapat pada tiang tersebut akan mempermudah mencapai lapisan pendukung.Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan penumbuk adalah kemungkinan pemancangannya dan manfaatnya secara ekonomis. karena segera setelah ujung tiang menembus lapisan pendukung.

agar tiang tidaj rusak/patah. Sifat dari berbagai penumbuk (hammer) diperlihatkan dalam tabel. termasuk peralatan yang diperlukan seperti misalnya alat las. Service Crane yang sedang Mengangkat Tiang Pancang . · Siapkan dan tetapkan jenis struktur penyambung tiang pancang. Bila tiang sudah tidak dapat lagi dipancang masuk. maka pemancangan harus segera dihentikan. · Batas-batas toleransi yang diperkenankan tidak boleh dilampaui.  Prosedur Proses Pemancangan Pertama tim surveyor menentukan titik-titik dimana tiang pancang akan diletakkan. maka harus dihentika sementara untuk keperluan penyambungan tiang.  Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Agar pemancangan dapat kita laksanakan dengan hasil sesuai yang kita harapkan.Proses pengangkatan tiang pancang dari tempat tiang pancang untuk dipasangkan ke alat pancang menggunakan service crane. Service Crane.Peralatan dan Bahan yang harus disiapkan untuk pekerjaan tiang pancang antara lain Pile (tiang pancang). Jika sudah fix titik mana yang akan dipancang. tetapi bila pemancangan di laut. Bila pemancangan di darat dapat dipasang patokpatok pada titik pemancangan. nah sampai saat itu. Alat Pancang (dapat berupa diesel hammer atau Hydrolic Hammer). Sebaliknya bila tiang masih dapat masuk dengan mudah walaupun elevasi rencana telah tercapai. · Pemancangan harus dihentikan pada saat-saat yang tepat. penentuan ini harus sesuai dengan gambar konstruksi yang telah ditentukan oleh perencana. maka perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut: · Titik-titik pemancangan yang tepat. maka titik-titik pancang diarahkan dengan titik-titik tetap di darat dengan bantuan theodolite. Dengan Service crane tiang dipasangkan ke alat pemancang dimana biasa alat pemancang sudah berada tepat diarea titik pancang. pekerjaan tiang pancang sudah bisa dilakukan.tertentu. baik pergeseran horizontal maupun kemiringannya. · Nomor urut pemancangan dri titik-titik pancang. Hal ini perlu diperhatikan dalam memilih jenis penumbuk tersebut.

Beda keduanya adalah Diesel Hammer bersifat memukul sehingga pasti terdengan suara bising.. Pembacaan ini dilakukan pada alat pancang sewaktu memancang. jadi pengaruh suara dan getaran relatif kecil.. maka pemancangan sudah siap dihentikan. biasanya dalam tiap alat pancang sudah ada ukurannya. . sementara itu hydraulic hammer bersifat menekan.duengg. tanah keras itulah yang menyebabkan bacaan kalenderingnya kecil yaitu 1 cm atau kurang.. Alat pancang yang digunakan dapat berbeda . Proses Pemancangan Pemancangan dihentikan jika sampai mencapai tanah keras.Setelah Pile Terpasang dan posisi alat sudah berada pada titik pemancangan. getaran ini dapat mengakibatkan bangunan disekitar menjadi retak jika jarang antara bangunan dan daerah pemancangan terlalu dekat.dueng. Jika dari bacaan tinggi bacaan sudah bernilai 1 cm atau lebih kecil. Pembacaan 1 kalendering dilakukan dengan 10 pukulan. jika sudah pada posisi seperti itu maka segera dilakukan pembacaan kalendering. Itu artinya tiang sudah menencapai titik tanah keras. Bedanya yang lain adalah penggunaan Hydraulic hammer lebih mahal. dan terkadang meminbulkan getaran. indikasi jika pemancangan sudah mencapai tanah keras adalah palu dari hammer sudah mental tinggi. Jika diteruskan dikhawatirkan akan terjadi kerusakan pada tiang pancang itu sendiri seperti pada topi tiang pancang atau badan tiang pancang itu sendiri..beda jenisnya. maka pemancangan siap dilakukan. Seperti Diesel Hammer atau Hydraulic Hammer.. dueng.