APLIKASI FUNGSI DALAM EKONOMI

Pembahasan mengenai matematika ekonomi tidak dapat dipisahkan dari matematika, yang terutama berintikan pada persoalan fungsi. Dalam persoalan fungsi, perlu diketahui tentang konstanta dan variabel, sert pengertian mengenai fungsi itu sendiri. Di samping itu, perlu pula diketahui bentuk-bentuk fungsi terutama fungsi aljabar yang mencangkup fungsi-fungsi linear, kuadrat, dan pecah, serta fungsi eksponensial dan logaritma.

A.

Pengertian Konstanta, Variabel dan Fungsi

Dalam pembahasan fungsi, sebenarnya dibahas pula konstanta dan variabel yang terdapat dalam fungsi tersebut.

1.

Konstanta

Konstanta adalah suatu bilngan yang tetap tidak berubah-ubah. Notasi atau tanda dari konstanta dinyatakan dengan a, b,c, dan seterusnya. Jika terdapat fungsi: Y = a x + b atau y = a x2 + b + c

Maka a, b, c inilah yang disebut konstanta. Contoh: Y = 2x + 5

1

ton. rupiah. hari. dan z ini saling mempengaruhi. Variabel Sebenarnya suatu fungsi berintikan variabel. y. konstanta a = 2 dan b = 5 tidak dipengaruhi oleh perubahan x dan y. Sementara itu. Pada dasarnya variabel dibedakan menjadi dua. variabel kuantitatif adalah sesuatu yang sifatnya tidak tetap. Apabila terdapat fungsi : Y= 3x + 7 atau Z = 2x + 3xy – 5 Maka. Sementara itu. jam. tetapi berubah-ubah (atau variabel) yang tidak dapat diukur. z. x. kepuasan. 2 . dan seterusnya. pasangan. tetapi berubah-ubah (atau variabel) yang dapat diukur. Notasi atau tanda dari variabel ini biasanya dinyatakan dengan x. Yang dimaksud dengan variabel adalah suatu besaran yang sifatnya tidak tetap. dan lainya. Variabel kualitatif adalah sesuatu yang sifatnya tidak tetap. unit. kesenangan. dan z inilah yang disebut variabel. banyaknya bahan makanan ternak tersebut adalah variabel kuantitatif dalam kilogram. seperti dalam kilogram. seperti cita rasa. dan sebagainya. 2. Misalnya jumlah hasil ternak sapi yang dijual suatu perusahaan peternakan adalah variabel kuantitatif dalam ekor. tetapi berubah-ubah dan saling mempengaruhi. y. Variabel x.Maka. yaitu variabel kualitatif dan variabel kuantitatif. y.

kapal. seperti ukuran satuan volume. satuan panjang. Sebaliknya. satuan uang. variabel diskrit adalah variabel kuantitatif yang hanya dapat diukur dengan bilangan-bilangan bulat dan tidak mungkin dengan bilangan-bilangan pecahan. Demikian pula dengan orang. Sementara itu. y) x. sepatu (dalam pasang). 3. kotak. Masing-masing dari dua buah variabel atau lebih tersebut saling mempengaruhi. y. Variabel yang terdapat dalam suatu fungsi dapat dibedakan atas variabel bebas (independent variables) dan variabel yang dipengaruhi/tidak bebas (dependent variables). Variabel bebas (independent variables) adalah variabel yang besarannya dapat ditentukan sembarangan. misalnya 1. seperti ternak sapi atau kambing. satuan berat. dan sebagainya. Fungsi Yang dimaksud dengan fungsi adalah hubungan antara dua buah variabel atau lebih. dan sebagainya. variabel yang dipengaruhi/tidak bebas (dependent variables) 3 . 5. 0. Variabel kuntitatif kontinu adalah variabel yang dapat diukur sampai dengan bilangan yang sekecil-kecilnya atau pecahan. satuan waktu. 8 dan seterusnya.Variabel kuantitaif dapat dibedakan pula menjadi dua macam yaitu variabel yang kontinu dan variabel yang deskrit. dan z yang disebut variabel. Contoh: Y = f (x) atau z = f (x.

dalam pembahasan mengenai suatu fungsi. Nilai fungsi adalah besaran atau nilai dari y atau fungsi tersebut (nilai dari variabel yang dipengaruhi/tidak bebas). Berdasarkan contoh di atas. Y = f(x) adalah y = 3x + 4. Contoh: Bila y = 3x + 4 Dalam hal ini x merupakan variabel bebas dan y merupakan variabel yang dipengaruhi/tidak bebas. maka y = 10 Demikian seterusnya. Untuk mengetahui besaran/nilai y. Dengan demikian.adalah variabel yang besarnya dapat ditentukan setelah nilai variabel bebasnya ditentukan terlebih dulu. bilax = 3 Y = f(x) = f (3) = 3 (3) + 4 = 13. jika x = 2 Y = f(x) = f(2) = 3 (2) + 4 = 10 4 . terlebih dahulu ditentukan besaran/nilai x. maka y = 4 Dan bila x = 2. terdapat istilah yang disebut “nilai fungsi”. dapat diperoleh besaran/nilai y dari nilai x sembarang yaitu: Bila x = -4. maka y = 8 Jika x = 0.

analisis penawaran. Dalam hukum permintaan kita melihat bahwa besar kecilnya jumlah barang yang diminta sangat tergantung pada tingkat harga barang tersebut. jumlah yang diminta akan bertanbah. Besarnya pertambahan atau penurunan dari jumlah yang diminta dari suatu barang tertentu sebagai akibat pengaruh turunnya atau naiknya harga barang.1. dan subsidi terhadap keseimbangan pasar B. Hal ini dapat dilihat pada Gambar 1. demikian pula apabila harga naik dari p0 ke p2. 5 . Maka. Hal itu sangat tergantung pada elastisitas permintaan barang. Dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa bila harga suatu barang turun dari p0 ke p1. jika harga dari barang itu turun. jumlah yang diminta akan bertambah dari x0 ke x1. jumlah sudut barang pun naik. jumlah yang diminta akan berkurang yaitu dari x0 ke x2.Terdapat beberapa kegunaan fungsi dalam analisis ekonomi. Fungsi Dan Kurva Permintaan (Demand) Seperti kita ketahui bahwa permintaan adalah berbagai jumlah barang yang diminta pada berbagai tingkat harga. jika harga barang naik. Penerapan aplikasi fungsi dalam ekonomiyang paling pokok adalah dalam amalisis permintaan. titk keseimbangan pasar dan pengaruh perpajakan. jumlah yang diminta akan berkurang. Sebaliknya. Apabila keadaan lainnya tetap (cateris paribus) dengan tingkat pendapatan yang tetap.

Apabila pola hubungan tersebut di gambarkan. Hubungan kedua variabel itu dinyatakan sebagai x adalah fungsi p atau x = f (p) dimana x adalah variabel kuantitas/jumlah dan p adalah variabel harga. seperti dapat dilihat pada gambar diatas. Fungsi permintaan merupakan hubungan antara variabel yang menentukan/mempengaruhi jumlah yang diminta.1 Dari uraian di atas terlihat bahwa terdapat suatu pola hubungan variabel kuantitas atau jumlah yang diminta dari suatu barang dengan variabel harga barang tersebut. Hal itu berupa harga (disebut independent variabel) dengan variabel jumlah yang diminta (disebut dependent variabel). 6 . Hubungan antara variabel kuantitas dan variabel harga tersebut dapat dinyatakan dalam suatu formula yang disebut fungsi permintaan.Harga (p) P2 P0 P1 X2 X0 X1 Kuantitas (x) Gambar 1. akan terlihat suatu grafik yang sering disebut kurva permintaan.

yaitu fungsi nonlinear.x4…) dimana x1 adalah variabel kuantitas/jumlah barang yang diminta dan x2 adalah variabel harga barang tersebut x3 adalah kuantitas/jumlah barang substitusi yang dimiinta. Akan tetapi. dan fungsi eksponensial. variabel yang menentukan (independent variabel) tidak selamanya satu yaitu harga barang tersebut. dapat lebih dari satu. jumlah yang diminta akan berkurang. Dengan demikian. Sebaliknya. Dalam kurva permintaan. antara lain fungsi kuadrat. Selain itu. Pola hubungan variabel jumlah yang diminta dengan variabel harga dapat berbentuk garis lurus yaitu fungsi linear.x3. x4 adalah harga barang substitusi tersebut. Hal ini sesuai dengan ketentuan dalam hukum permintaan bahwa bila harga turun jumlah harga barang yang diminta akan bertambah. dengan anggapan keadaan lainnya tetap (cateris paribus). 7 . a. Fungsi dan Kurva Permintaan Garis Lurus (Linear) Kurva permintaan pada umumnya bergerak dari kiri atas ke kanan bawah seperti contoh pada gambar diatas. Hubungan variabel-variabel tersebut dinyatakan sebagai x1 = f (x2. nilai variabel harga dan kuantitas/jumlah yang berlaku selalu diambil nilai-nilai yang positif. dapat juga berbentuk garis tidak lurus. Permasalahan ini merupakan permasalahan lanjutan dari matematika ekonomi yang dikenal dengan ekonometri. yaitu disamping harga barang.Dalam fungsi permintaan. jika harga naik. dan demikian seterusnya. ada juga harga dan jumlah barang-barang substitusi. variabel kuantitas/jumlah dan variabel harga tidak mungkin terjadi untuk nilai-nilai yang negative. fungsi pecah.

2 8 . Kurva permintaan barang adalah seperti terlihat pada Gambar 1.2. 5 Harga (p) D. atau sebaliknya. p adalah variabel harga.Disamping kedua hal di atas. Dalam hal ini sama dengan yang dinyatakan dalam bentuk umum fungsi: x = ap + b dimana x adalah variabel kuantitas. kurva permintaan mempunyai ketentuan bahwa pada suatu tingkat harga (p) hanya terkandung satu nilai kuantitas/jumlah (x). tingkat pertambahan kuantitas/jumlah diakibatkan oleh turunnya harga. sedangkan a dan b adalah konstanta. Pada suatu kurva permintaan garis lurus (linear). Sebagai contoh. fungsi permintaan suatu barang adalah x = -3p + 15 di mana x merupakan variabel kuantitas barang dan p merupakan variabel harga barang tersebut. x = -3p + 15 Kuantitas (x) 15 Gambar 1.

Bentuk ini yang berlaku umum dalam ekonomi. maka p = 5: dan jika p = 0. dapatlah diketahui bahwa x = 0. grafik fungsi permintaan atau kurva permintaan barang tersebut dapat dilihat pada gambar 1. x merupakan variabel yang menentukan/bebas (independent variabel) sedangkan p merupakan variabel yang dicari/tidak bebas (dependent variabel). fungsi permintaan suatu barang adalah p p -1/2 + 5. maka x = 10. 9 . Sebagai contoh. berdasarkan fungsi permintaan ini.Perlu dicatat dalam gambar ini bahwa skala kuantitas (x) dan harga (p) tidak perlu selalu sama besar. variabel harga 0 x 5 dalam contoh tadi terlihat bahwa : x = f (p) di mana x merupakan variabel yang dicari/tidak bebas (dependent variabel) dan p merupakan variabel yang menentukan/bebas (independent variabel). Dalam bentuk yang lain yaitu p = f (x). variabel kuantitas 0 x 10 b. Batas-batas yang berlaku untuk kurva permintaan adalah untuk: a.3.

tidak perlu harus sama dengan skala pada sumbu harga yaitu p. p = -1/2 + 5 Kuantitas (x) 10 Gambar 1.5 Harga (p) D. hal ini disebabkan unit harga tidak sama dengan unit kuantitas/jumlah. perlu diperhatikan bahwa skala pada sumbu kuantitas/jumlah yaitu x.3 Dalam gambar 1. 10 .3 terlihat bahwa batas-batas yang berlaku untuk kurva permintaan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful