P. 1
Filum Nematoda Atau Nemathelminthes

Filum Nematoda Atau Nemathelminthes

|Views: 897|Likes:
Published by VhavhaEl Elvhadhea

More info:

Published by: VhavhaEl Elvhadhea on Mar 21, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/05/2014

pdf

text

original

Filum Nematoda atau Nemathelminthes (Cacing gilig atau cacing tambang

)
.

Artikelbagus.com - Filum Nematoda atau Nemathelminthes (Cacing gilig atau cacing tambang). Bentuk tubuh giling seperti tali atau tambang; triploblastik, tidak bersegmen; simetris bilateral (Gambar 9.14); selom semu; dan permukaan tubuh dilapisi kutikula.Ukurannya bervariasi, umumnya mikroskopis, namun ada yang mencapai panjang 1 meter.Tubuh dengan ujung ekor lurus dan tumpul pada betina; runcing dan membengkok pada jantan (Gambar 9.14).Testis dan ovarium terpisah pada individu yang berbeda (gonokoris); betina berukuran lebih besar daripada jantan.Sistem pencernaan lengkap (mulut, faring, usus, dan memiliki anus).

Sistem saraf tangga tali (ganglion).Sistem transportasi menggunakan cairan tubuh.Tidak ada sistem respirasi, berlangsung difusi melalui seluruh permukaan tubuh.Reproduksi secara fertilisasi internal (gonokoris, seksual).Habitat di tanah, air atau hidup parasit pada manusia, hewan dan tumbuhan.Beberapa contoh Nemathelminthes parasit pada Gambar 9.14.dan tabel 9.3. berikut ini.

Tabel 9.3. Siklus hidup beberapa jenis cacing Nematoda Ascaris lumbricoides (cacing perut) Ancylostoma spdan Necator sp (cacing tambang) Enterobius/Oxyuris

Ascaris lumbricoides (cacing perut) Betina berukuran 20-40 cm, ujung ekornya lurus. Jantan berukuran1015 cm, ujung ekor bengkok. Hidup parasit pada manusia, terutama pada anak-anak. Siklus hidup: Telur berembrio tertelan melalui makanan atau minuman yang mengandung telur; telur menetas menjadi larva; larva meninggalkan usus masuk ke peredaran darah sehingga sampai ke jantung dan

Ancylostoma sp dan Necator sp (cacing tambang)

Enterobius/Oxyuris vermicularis (cacing kremi) Betina berukuran 8-13 mm, ekor panjang, runcing.Jantan berukuran 2-5 mm, Berukuran 1-1.5 dengan ekor cm, mulut dengan melingkar. alat kait (skoleks). Habitat di usus besar Betina bertelur 9000 manusia. butir per hari. Siklus hidup: Cacing betina bertelur Siklus hidup: Telur keluar disekitar anus pada bersama feses, malam hari sehingga menetas menjadi menimbulkan gatal. larva. Larva lalu Ketika digaruk, telur menginfeksi kulit melekat di jari, melalui telapak kaki tertelan dan masuk ke oleh si penderita peredaran darah. (autoinfeksi). Telur Cacing mengisap menetas di usus kecil darah dan menjadi larva, lalu mengeluarkan zat tumbuh dan antikoagulasi berkembang, dan sehingga penderita akhirnya kawin mengalami anemia. di usus

Wucheria bancrofti (cacing filaria) Bentuk tubuh seperti benang, warna putih kekuningan, panjang 2-70 cm. Betina vivipar menghasilkan mikrofilaria pra larva aktif. Siklus hidup: Larva mikrofilaria masuk melalui gigitan nyamuk menuju pembuluh limfa, tumbuh sampai dewasa. Dalam jumlah banyak dapat menyumbat pembuluh limfe sehingga cairan tidak dapat kembali ke pembuluh limfe. Terjadi genangan

paru. Selanjutnya cacing dewasa di dalam usus.

besar. Kemudian bertelur di sekitar anus. Berlangsung selama 24 minggu.

cairan dan menimbulkan pembengkakakan di kaki.

Banyak anggota Nematoda yang mikroskopis hidup sebagai parasit pada akar berbagai jenis tumbuhan sehingga sering dikenal sebagai cacing akar.Cacing dewasa bertelur di akar/tanah dan dalam jangka waktu yang cukup lama telur menetas menghasilkan larva.Selanjutnya larva menginfeksi akar dan masuk ke dalam akar dan makan jaringan di dalamnya.Akar bereaksi dengan membentuk “tumor” atau “parut” seperti bekas luka. Salah satu contohnya adalah Heterodera radicola yang dilaporkan hidup parasit pada 1000 arietas tanaman dan umumnya menginfestasi tanaman pertanian, buah-buahan, semak, pohon peneduh dan gulma.

Gambar 9.15 Cacing nemathelminthes yang hidup parasit pada akar tanaman.

Struktur Jaring an Tubuh Cacing Gi lig (Ne mat hel mint hes)
Oleh : Budiyanto | 12 Comments

Struktur Jaringan Tubuh Cacing Gilig (Nemathelminthes)- Nemathelminthes berasal dari kata nematos yang artinya benang dan helminthes yang berarti cacing. Cacing Nemathelminthes sering disebut juga cacing gilig karena cacing ini tidak terbagi menjadi segmen-segmen dan dengan bentuk tubuh yang silindris. Nama lain Nemathelminthes adalah Nematoda. Nematoda termasuk hewan pseudoselomata.Cacing yang tergolong dalam filum Nemathelminthes.Sebagian cacing gilig hidup bebas di air atau di tanah, dan sebagian parasit pada hewan atau manusia.Cacing ini berukuran kecil (mikroskopis) Ukuran nematoda berkisar dari yang berukuran kurang dari 1 mm hingga lebih dari 1 m, dan tubuh dilapisi kutikula.Cacing Nemathelminthes sudah mempunyai saluran pencernaan yang lengkap dan permanen.Cacing ini bernapas secara difusi melalui seluruh permukaan tubuh dan memiliki cairan mirip darah sebagai alat transportasi. Reproduksi cacing gilig secara seksual, ovipar, dan jenis kelamin terpisah (gonochoris).Cacing jantan berukuran lebih kecil daripada cacing betina.Hewan ini ditemukan di habitat air, tanah lembap, jaringan tumbuhan serta pada cairan dan jaringan hewan lainnya. Menurut Campbell (1998: 602), sekitar 80.000 spesies Nematoda telah diketahui. Nematoda yang ada, jumlahnya 10 kali lipat dari nematoda yang telah diketahui.Fertilisasi terjadi secara internal dan betina mampu menghasilkan telur sebanyak 100.000 butir atau lebih setiap harinya. Sekitar 50 spesies Nematoda hidup parasit pada manusia.Contoh spesies yang hidup parasit pada manusia adalah Ascaris lumbricoides (cacing perut), Wuchereria brancofti (cacing rambut), Ancylostoma duodenale (cacing tambang), Oxyuris vermicularis (cacing kremi), dan Trichinella spiralis.Semua spesies tersebut menyebabkan penyakit pada manusia. Di antara hewan multiseluler, mungkin hewan ini mempunyai jenis dan individu terbanyak setelah insekta.Cacing Nemathelminthes dapat ditemukan di mana saja. Mungkin, tidak ada kelompok lain yang dapat ditemukan pada semua habitat, seperti halnya cacing ini. Kebanyakan dari cacing Nemathelminthes hidup bebas di air dan di tanah.Cacing yang hidup di tanah kadang-kadang dapat merusak akar tumbuhan.Sebagian jenis lainnya hidup sebagai parasit, baik pada jaringan atau cairan tubuh manusia, hewan, dan tumbuhan.Pada tumbuhan, cacing Nemathelminthes dapat hidup pada akar, biji gandum, getah pohon yang luka. Pada hewan atau manusia, cacing ini dapat hidup di usus, darah, dan organ-organ lain. Telur cacing ini berukuran mikroskopik dan tahan terhadap lingkungan yang kurang baik.Nemathelminthes merupakan hewan triploblastik yang mempunyai selom semu.Oleh karena itu, digolongkan dalam hewan triploblastik pseudoselomata. Seperti disebutkan di atas, cacing Nemathelminthes sudah mempunyai pencernaan sempurna, artinya mempunyai mulut dan anus.Ukuran tubuh cacing Nemathelminthes pada umumnya kecil dan banyak yang mikroskopik.Tubuh bagian luar ditutupi oleh lapisan kutikula.Cacing ini tidak mempunyai sistem sirkulasi (pembuluh darah) dan sistem pernapasan.Cacing betina pada umumnya lebih besar daripada cacing jantan.Gonad biasanya berhubungan langsung dengan saluran alat kelamin.Untuk mengenal cacing ini, mungkin di sekolah ada awetan cacing Ascaris untuk diamati.Jika tidak ada kalian dapat mengamati Gambar 8.18. Coba jelaskan perbedaan cacing jantan dan cacing betina!

Gambar 8.18 Bagan Ascaris jantan dan betina Semua Nemathelminthes tidak melakukan perkembangbiakan aseksual.Jadi, perkembangbiakannya dilakukan secara seksual. Alat kelamin jantan dan betina terpisah (dioecius).Cacing betina umumnya berukuran lebih besar daripada cacing jantan.Betina dan jantan juga dapat dibedakan dari ekornya.Pada cacing jantan, bagian ekornya (posterior), di dekat lubang anus, terdapat tonjolan

yang disebutpenial setae yang digunakan untuk kopulasi, sedangkan pada betina tidak ada.Beberapa jenis Nemathelminthes yang hidup parasit pada saluran pencernaan manusia, di antaranya Ascaris, Ankylostoma/Necator, Trichiuris, dan Enterobius.

Contoh spesies dari phylum Nematoda, yaitu (a) Cacing kremi (Oxyuris vermicularis) dan (b) cacing rambut (Wuchereria brancofti). Selain itu, banyak pula yang hidup parasit pada saluran pencernaan kuda, kambing, biri-biri, babi, anjing, dan ayam.Cacing Trichinella larvanya membuat kista di otot babi, kuda, dan manusia.CacingWuchereria bancrofti hidup pada pembuluh darah yang dapat menyebabkan penyakit kaki gajah.Berikut ini contoh daur hidup cacing parasit Ascaris lumbricoides pada manusia. Ascaris lumbricoidesmerupakan cacing yang menyebabkan penyakit ascariasis.Stadium dewasanya ada pada usus halus manusia.Telur cacing yang telah membentuk embrio, mula-mula keluar bersama feses, kemudian termakan oleh inang (manusia) dan menetas di usus halus menjadi larva kecil.Larva kemudian menembus dinding usus masuk ke peredaran darah dan sampai ke paruparu. Dari paru-paru, larva sampai ke trakea lalu ke faring. Dari sini larva tersebut dapat tertelan kembali sampai ke usus halus dan menjadi dewasa di sana. Beberapa contoh cacing Nemathelminthes adalah sebagai berikut.

a. Ascaris lumbricoides
Cacing ini sering disebut cacing gelang atau cacing perut karena bersifat parasit di dalam usus halus manusia.Cacing dewasa dapat mencapai panjang 40 cm dengan permukaan tubuh yang licin dan dilindungi lapisan kutikula.Di dalam usus halus, cacing dewasa bertelur, kemudian telur yang mengandung embrio ini keluar bersama feses. Telur ini jika ikut termakan oleh manusia akan menetas di usus (infeksi pasif). Larva dapat menembus dinding usus dan masuk ke dalam peredaran darah menuju paru-paru. Larva kemudian menuju ke faring dan bila tertelan akan masuk ke usus halus. Di dalam usus halus cacing menghisap sari makanan dan mulai bertelur setelah dewasa.

b. Ancylostoma duodenale
Cacing ini dikenal sebagai cacing tambang yang persebarannya di daerah tropis Asia dan Afrika.Di daerah Amerika terdapat cacing yang serupa yang dikenal sebagai Necator americanus. Cacing tambang berukuran 1 – 1,5 cm dan bersifat parasit dalam usus manusia. Pada mulutnya terdapat kait berupa gigi dari kitin untuk melekat dan melukai dinding usus inangnya.Cacing ini mengisap darah inang sehingga dapat menyebabkan anemia.Penyakit yang disebabkan cacing tambang disebut ankilostomiasis.Cacing dewasa bertelur di dalam usus dan telur ini dapat keluar bersama feses.Di tempat yang lembab dan becek telur dapat menetas menjadi larva yang disebut rhabditiform.Larva kemudian berkembang menjadi filariform yang dapat menembus kulit kaki atau tangan dan masuk

ke dalam sistem peredaran darah menuju ke jantung, paru-paru, faring, tenggorok, dan masuk ke dalam usus (infeksi aktif).Cacing kemudian mengisap darah pada dinding usus.

c. Trichinella spiralis
Trichinella spiralis sering disebut cacing otot.Cacing ini bersifat parasit di usus manusia, babi, dan tikus yang dapat menyebabkan penyakit trikinosis.Larva dapat masuk bersama makanan ke dalam usus.Cacing dewasa bertelur di dalam usus dan menghasilkan larva.Larva dapat menembus usus mengikuti aliran darah dan bergerak menuju otot.

d. Enterobius vermicularis
Cacing ini disebut juga cacing kremi yang bersifat parasit di dalam usus manusia terutama pada anak-anak.Cacing betina bertelur pada malam hari dan mengeluarkan zat yang dapat menyebabkan rasa gatal di daerah anus.

e. Wuchereria bancrofti
Cacing ini bersifat parasit yang hidup pada pembuluh limfe atau getah bening manusia.Cacing dapat menyebabkan penyumbatan aliran limfe sehingga terjadi pembengkakan, misalnya pada kaki, akibatnya kaki menjadi besar seperti kaki gajah yang disebut elepantiasis atau filariasis.Penyebaran cacing ditularkan melalui gigitan nyamuk Culex.

Struktur dan Klasifikasi Nematoda Kelas nematoda terdiri dari bebrapa spesies tidak hanya bersifat parasitik terhadap manusia, namun juga terhadap binatang, tumbuhan baik yang diusahakan maupun liar. Nematoda merupakan organisme yang mempunyai struktur sederhana. Nematoda dewasa tersusun oleh ribuan sel-sel somatik, ratusan sel diantaranya membentuk sistem reproduksi. Tubuh nematoda berupa tabung yang disebut sebagai pseudocoelomate. Kutikula: Merupakan bagian dinding tubuh bagian luar yang berfungsi sebagai pelindung bagian di bawahnya. Ciri morfologi nematoda: 1. Tubuhnya tidak bersegmen. 2. Bentuknya silindris memanjang, kecuali pada beberapa genera yang berjenis kelamin betina. 3. Simetris bilateral. 4. Merupakan binatang yang mempunyai tiga lapisan (triploblastik) atau terdiri dari tiga lapis blastula (lapisan ini terbentuk dan berkembang di dalam telur). 5. Mempunyai rongga tubuh semu. 6. Tubuhnya transparan (dan tidak berwarna). 7. Memiliki sistem organ tubuh lengkap, yang berupa sistem pencernaan (memanjang dengan bentuk esofagus yang bervariasi) sistem ekskresi, sistem syaraf, sistem pengeluaran, dan sistem reproduksi. Tidak memiliki sistem peredaran darah. 8. Nematoda parasit tanaman biasanya mempunyai stilet. Dinding tubuh nematoda terdiri dari:

a. Kutikula luar b. lapisan antara c. hipodermis ------> mensekresikan kutikula baru d. bagian dalam otot membujur

Filum Nematoda

A. Filum Nematoda Kata Nematoda berasal dari bahasa Yunani, yaitu nematos yang berarti benang atau tambang. Cacing ini berukuran kecil (mm) sampai satu meter atau lebih, telur mikroskopis. 1[1] Di antara semua hewan yang paling tersebar luas, cacing gilig (nematoda) ditemukan pada sebagian besar habitat akuatik, di dalam tanah lembap, di dalam jaringan lembap tumbuhan, dan di dalam cairan tubuh dan jaringan hewan. Sekitar 90.000 spesies kelas ini telah diketahui, dan yang sebenarnya ada mungkin mencapai sepuluh kali jumlah tersebut. 2[2] Pada Nematoda telah ditemukan otot di sebelah luar selom dan bukan sel-sel epitel. Disini tidak ada silia sama sekali. Nematoda yang hidup mandiri mempunyai mulut yang majemuk dan beberapa alat perasa dan mata. Cacing yang hidup parasit, struktur tubuhnya lebih sederhana. Tubuhnya tertutup oleh kutikula, dan biasanya kedua ujung tubuhnya meruncing. 3[3] Nematoda memiliki pencernaan yang sempurna. Mereka tidak memiliki sistem sirkulasi, tetapi nutrient diangkut ke seluruh tubuh melalui cairan dalam pseudoselom. Otot nematode semuanya longitudinal, dan kontraksinya menghasilkan gerakan mendera. Reproduksi nematoda umumnya adalah secara seksual. Jenis kelamin umumnya terpisah pada sebagian besar spesies, dan betina umumnya berukuran lebih besar dibandingkan dengan jantan. Fertilisasi terjadi secara internal, dan seekor betina dapat meletakan 100.000 atau lebih telur yang dibuahi per hari. Zigot sebagian besar spesies adalah sel resisten yang mampu bertahan hidup pada lingkungan yang tidak bersahabat.

B. Karakteristik Nematoda 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Bilateral simetris, triploblastik, pseudoselomatik, tidak bersegmen. Tubuh ramping silindris, ditutupi oleh kutikula yang kuat Saluran pencernaan lengkap, bentuk lurus (tabunag) dimulai mulut sampai anus. Tubuh dilengkapi serabut otot longitudinal. Tidak mempunyai alat respirasi, sirkulasi, dan alat ekskresi sederhgana. Memiliki cincinsaraf yang mengelilingi esophagus, 6 saraf anteriror, 6 atau lebih saraf posterior. Jenis kelamin terpisah, jantan lebih kecil dari betina. Gonad bersambungan dengan saluran reproduksi, fertilisasi internal, telur kecil ditutupi oleh kitin. Perkembangan langsung, tidak ada reproduksi aseksual.4[4] C. Nematoda pada Manusia a. Ascaris lumbricoides (cacing perut) Klasifikasi Ascaris lumbricoides Phylum : Nemathelminthes Class : Nematoda Subclass : Secernemtea Ordo : Ascoridida Super famili : Ascoridciidea Genus : Ascaris Species : Ascaris lumbricoides5[5] Merupakan cacing yang hidup pada usus manusia, didnding tubuhnya tersusun dari kutikula, epidermis dan lapisan otot yang memanjang di mana terdapat saluran ekskresi lateral, tali-tali saraf dan ventral yang dihubungkan oleh cincin saraf anterior. Cacing betina lebih panjang dibandingkan dengan cacing jantan. Di bagian posterior cacing jantan terdapat kait yang digunakan untuk reproduksi seksual. PAnjang cacing betina mencapai 50 cm, rata-rata 27 cm. Panjang cacing jantan 15-32 cm. Warna tubuh dalam keadaan segar kuning, pink. www. kentsimmons.uwinnipeg.ca. Sistem pencernaan terdiri dari mulut, pharynk, usus yang panjang dan anus. Alat reproduksi jantan ialah testis yang menyerupai benang berbelit sedangkan pada yang betina sistim reproduksinya bebentuk Y, tiap-tiap cabang dari Y ini terdiri dari ovarium yang menyerupai benang berbelit dan

diteruskan ke oviduck dan uterus. Uterus dari 2 cabang bentuk Y itu bersatu menjadi satu saluran pendek yang disebut vagina yang terbuka ke bagian luar melalui lubang uang disebut vulva. Pembuahan terjadi dalam uterus dan telur keluar melalui vulva. Cacing dewasa betina dapat menyimpan 27 juta telur dan 200.000 butir telur dikeluarkan setiap hari. Telur dapat bertahan di lingkungan selama bertahun-tahun. Ascaris lumbricoides menyebabkan ascariasis (diperkirakan 716 juta oarnag terinfeksi, terutama di daerah trofis). Infeksi dapat terjadi melalui makanan dan minuman yang mengandung telur cacing. Telur ini akan menetas di usus, kemudian berkembang jadi larva menembus dinding usus, lalu masuk ke dalam paru-paru. Masuknya larva ke paru-paru manusia disebut terinfeksi sindroma loffer. Setelah dewasa, Ascaris lumbricoides akan mendiami usus manusia dan menyerap makan disana, disamping tumbuh dan berkembang biak. Pengobatan askariasis dapat digunakan obat-obat sepreti pirantel pamoat, mebendazol, albendazol, piperasin.Di Indonesia, prevalensi askariasis tinggi, terutama pada anak-anak. Penyakit ini dapat dicegah dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan yang baik. Pemakaian jamban keluarga dapat memutus rantai siklus hidup Ascaris lumbricoides ini.(Sumber wisbenbae). Akibat dari Ascaris lumbricoides pada Manusia:

nejm.org

medicalera.com

medicalera.com

(http://pakarbisnisonline.blogspot.com/2010/04/aneh-dalam-perut-bocah-ditemukan-3kg.html) Siklus Hidup Ascaris Lubricoides b. Ancylostoma duodenale (cacing tambang) Cacing Ancylostoma sp. Juga dikenal dengan cacing tambang. Cacing dewasa berukuran relatif kecil, berbentuk silinder, kaku, berwarna putih kelabu atau kemerahan tergantung banyaknya darah yang ada didalam saluran pencernaannya. Ujung anterior cacing melengkung kearah dorsal dan celah mulut mengarah ke antero dorsal. Capsul buccalisnya dalam dengan 1-3 pasang gigi pada tepinya dan lancet segitiga ” Trianguler ” atau gigi dorsal yang berada didalamnya. Ancylostoma duodenale merupakan cacing parasit, hidup pada usus manusia. Cacing ini menghisap darah dan cairan jaringan dan mengeluarkan zat antikoagulasi untuk mencegah darah membeku pada saat dihisap. Cacing jantan berukuran 8-10 mm, cacing betina berukuran 10-13mm. Cacing betina mengeluarkan telur sebanyak 10.000-30.000 butir setiap harinya. Cacing dewasa dapat hidup sampai 15 tahun cacing tambang menyebabkan anemia, diare berdarah, malnuterisi (protein). Disebabkan melalui kulit yang kontak dengan tanah yang terkontaminasi larva cacing. Telur cacing tambang keluar bersamaan denagn feses. Dalam waktu 1-1,5 hari, telur akan menetas menjadi larva, yang disebut larva rhabditiform. Tiga hari kemudaian larva berkembang menjadi larva filariform merupakan larva infektif yang dapat menembus kulit kaki dan masuk ke dalam pembuluh darah. Cacing tambang bergerak mengikuti aliran darah, menuju jantung, paru-paru, tenggorokan,

kemudian tertelan dan masuk ke dalam usus. Didalamn usus, larva menjadi cacing dewasa yang siap menghisap darah. Setiap ekor cacing A. Duodenale akan menyebabkan manusia kehilangan 0,08-0,34 cc per hari. (crocodilusdaratensis.wordpress.com) Siklus Hidup Ancylostoma Duodenale c. Enterbius vermicularis/Oxyuris vermicularis(cacing keremi) Klasifikasi Enterobius vermicucularis Phylum : Nemathelminthes Class : Nematoda Subclass : Secernemtea Ordo : Oxyurida Super famili : Oxyuroidea Genus : Enterobius Species : Enterobius vermicularis6[6] Cacing keremi hidup dalam usus besar manusia. Cacing ini bersifat cosmopolitan, banyak menginfeksi manusia terutama pada anak-anak. Dewasa pada apendiks, ketika bertelur akan menuju anus (malam hari) dan menyebabkan ras gatal.

http://www.stanford.edu/group/parasites/ParaSites2006/Enterobius/general%20information.htm http://forsah.net/medical/en/image/Pinworm-Enterobius-Vermicularis

Enterbius vermicularis
Ukran cacing betina 8-13 mm, cacing jantan 2-5 mm. Cacing betina mangandung kurang lebih 110.000 butir telur, setelah bertul mati. Penyabaran secara oral melalui makanan, dapat terjadi autoinfeksi atau oleh penderita sendiri. Telur dapat bertahan di lingkungan sampai berminggu-minggu. Cacing ini tidak berbahaya tetapi cukup mengganggu penderitanya. Selain menyebabkan gatal di anus, cacing keremi juga menyebabkan vaginitis dan uretrrtis. Cacing keremi dapat dilihat denagan mata telanjang pada anus penderita, terutama dalam waktu 1-2 jam setelah anak tertidur pada malam hari. Cacing kremi berwarna putih dan setipis rambut, mereka aktif bergerak. Telur maupun cacingnya bisa didapat denagn cara menempelkan selotip di lipatan kulit di sekitar anus, pada pagi ahri sebelum anak terbangun. Kemudian selotip tersebut ditempelkan pada kaca objek dan diperiksa dengan mikroskop.

(http://en.wikipedia.org/wiki/Enterobius) Siklus Hidup Cacing Keremi d. Wucheraria brancrofti Wucheraria brancrofti hidup di dalam saluran limfe inang. Ukuran cacing jantan 40 mm, cacing betina 82 mm. cacing ini menyebabkan elephantiasis (filariasis) atau sering disebut kaki gajah. Elephantiasis ditlarkan melalui gigitan nyamuk culex, anopheles, Aedes. Penyakit ini menginfeksi 120 juta orang di seluruh dunia. Menurut WHO urutan Negara yang terdapat penderiat mengalami penyakit kaki gajah adalah Asia selatan(India dan Bangladesh), afrika, Pasifik dan Amerika. Akhir-akhir ini banyak terjadi di Negara Thailand dan Indonesia (Asia Tenggara). Kaki gajah atau filariasi bukanlah penyakit mematikan, namun penyakit ini dapat menimbulakan cacat menetap berupa bembasaran kaki, lenagan dan alat kelamin baik permpuan maupun laki-laki. Elephantiasis dapat juga disebabkan oleh Brugia mlayi atau B. timori. Pada saat dalam bentuk larva dan mikrifilia (cacing kecil), cacing ini berada dalam darah, namun ketika beranjak dewasa merka akan bermigrasi ke pembuluh limfe dan seringkali berdiam diri di limfaondi (kelenjar getah bening). Kegiatan cacing dalam pembuluh limfe ini menyebabkan berbagai reaksi inflamantasi dan sumbatan pembuluh limfe, sumbatan inilah yang menyebabkan akumulasi cairan di tubuh bagian bawah dan skrotum (kantung pelir) sehingga daerah-daerah tersebut seringkali membengkak. 7[7] (harmayamd.blogspot.com) Siklus Hidup Wuchareria brancrofti (aneh22.blogspot.com) Penderita Kaki Gajah e. Trichuris terichiura ( cacing cambuk) Klasifikasi Trichuris trichiura Phylum : Nemathelminthes Clas : Nematoda Subclass : Adenophorea Ordo : Enoplida Super family : Ttichinelloidea Genus : Trichuris Species : Trichuris trichiura8[8]

Cacing Trichiuris trichiura panjangnya sekitar 30-35 mm. Cacing betina bertelur 1000-7000 telur/hari. Trichuris trichiura hidup di usus besar manusia bagian atas. Cacing ini menyebabkan penyakit yang disebut trikuariasis. Seseorang yang menderita trikuriasis akan mengalami diare, disentri, dan anemia. Sekitar 350 juta orang terinfeksi cacing cambuk. Penyebaran secara oral melalui makanan atau tangan yang terkontaminasi telur cacing. Infeksi terjadi jika manusia menelan makanan yang mengandung telur parasit yang telah mengeram di dalam tanah selama 2-3 minggu. Larva akan menetas di dalam usus halus lalu berpindah ke usus besar dan menancapkan kepalanya di dalam lapisan usus. Setiap larva akan tumbuh sepanjang 12,5 cm. Cacing betina dewasa menghasilkan sekitar 5000 telur/hari dan dibuang melalui tinja.9[9]
healthycaus.blogspot.com slamet1989.blogspot.com blogsehatnilna.wordpress.com

Cacing Cambuk (http://en.wikipedia.org/wiki/Trichuriasis) Siklus Hidup Cacing Cambuk f. Trichinella spiralis Klasifikasi Trichinella spiralis Phylum : Nemathelminthes Class : Nematoda Subclass : Adenophorea Ordo : Enoplida Super famil : Ttichinelloidea Genus : Trichinella Species : Trichinella spiralis10[10] Trichinella spiralis hidup pada usus kecil manusia. Ukuran cacing jantan 1,4-1,6 mm sedangkan cacing betina berukuran 2,8-3-2 mm. Cacing ini menyebabkan trichinosis atau trichinelosis. Penyakit ini banyak terdapat di daerah yang mengkonsumsi daging tidak masak yang mengandung kista Trichinella.

Trichinellosis diperoleh oleh menelan daging yang mengandung kista (larva kista). Setelah paparan asam lambung dan pepsin, larva dilepaskan dari kista dan menginvasi mukosa usus kecil di mana mereka berkembang menjadi cacing dewasa (Betina 2,2 mm, laki-laki 1,2 mm; umur panjang dalam usus kecil: 4 minggu). Setelah 1 minggu, larva betina rilis. yang bermigrasi ke otot lurik di mana mereka encyst. Encystment selesai dalam 4 sampai 5 minggu dan larva kista dapat bertahan hidup selama beberapa tahun Menelan kista larva melanggengkan siklus. Tikus dan binatang pengerat terutama bertanggung jawab untuk menjaga endemisitas infeksi ini. Karnivora / omnivora binatang, seperti babi atau beruang, pakan pada tikus yang terinfeksi atau daging dari hewan lain.. host hewan yang berbeda terlibat dalam siklus kehidupan dari spesies yang berbeda Trichinella. Manusia sengaja terinfeksi ketika makan tidak benar daging olahan dari hewan karnivora (atau makan makanan yang terkontaminasi dengan daging tersebut).11[11] (http://www.dpd.cdc.gov/dpdx/html/Trichinellosis.htm) Siklus Hidup Trichinella spiralis

g. Dracunculus medinesis (cacing Guinea) Dracunculus medinesis (cacing Guinea) dapat tumbuh mencapai 1 m. Cacing ini Dewasa pada manusia, dengan inang perantara Crustaceae. Larva Dracunculus medinesis berukuran 500 dan 700 micrometers, dapat hidup selama 6 hari pada air bersih dan 2-3 minggu pada air berlumpur. Manusia terinfeksi cacing ini jika meminum air yang mengandung Crustaceae yang etrinfeksi Dracunculus medinesis. Cacing tumbuh dan dewasa di dinding usus. Setelah 1 tahun cacing betina pindah ke permukaan kulit. Cacing guinea (Dracunculus medinensis) telah menyebabkan penderitaan pada manusia selama puluhan ribu tahun. Tugas terberat para pekerja kesehatan kini adalah mengubah perilaku masyarakat di tempat-tempat termiskin dan paling telantar di dunia untuk membasmi pertahanan terakhir penyakit ini hingga tuntas. Larva cacing guinea hidup di dalam tubuh kutu air. Ketika manusia meminum air yang mengandung kutu air, sistem pencernaan kita membinasakannya, namun tidak mematikan larva cacingnya yang terus berkembang menjadi dewasa. Cacing jantan akan mati setelah kawin di dalam tubuh manusia, sementara betinanya terus membesar dalam waktu singkat— pertumbuhannya kira-kira mencapai lebih dari dua sentimeter tiap pekan. Dalam waktu setahun cacing ini perlahan-lahan mengeluarkan diri dari tubuh manusia yang dihuninya dengan menjulurkan kepala terlebih dahulu di bagian bawah kaki atau lengan manusia yang menjadi korban. Proses ini menyebabkan nyeri luar biasa. Luka bekas lubang keluarnya cacing ini akan membesar sesentimeter demi sesentimeter dan begitu menyakitkan. Sering kali penderita terburu-buru mencari sumber air untuk merendam luka mereka.

Ketika cacing guinea yang masih berada di dalam tubuh manusia itu merasa dekat dengan air, ia akan melepaskan ribuan larva yang kemudian dimakan kutu air. Dan lingkaran ini terus berlanjut. Pada era 1900-an, cacing guinea ditemukan di sebagian besar wilayah Afrika dan Timur Tengah, Asia Tengah dan Selatan.12[12] (http://aneh22.blogspot.com/2009/08/mengenal-cacing-guinea.html) Cacing Guinea

(http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Drac_life_cycle.gif) Siklus Hidup Dracunculus medinesis

h. Strongyloides stercoralis Jenis cacing ini membahayakan bagi bayi karena dapat ditularkan melalui ASI. Strongyloides stercoralis hidup pada daerah beriklim tropis dan subtropics. Hanya cacing betina dari jenis ini yang hidup sebagai parasit di usus manusia, terutama di duodenum dan juojenum. Telur menetas di kelnjar usus, kemudia keluar bersama feses dalam bentuk larva rhabditiform. Larva ini akan berubah menjadi larva filariaform apanila sudah berada di tanah. Namun demikian, larva filariaforn bisa juga terbentuk di dalam usus sehingga terjadi injfeksi yang disebut autoinfeksi interna. Ada tiga tipe strongiloiddiasis yaitu tipe ringan, tipe sedang, dan tipe berat. Tipe ringan tidak memberikan gejal apa-apa. Pada tipe sedang, dapat menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan, umumnya gejala di usus. Jika sudah pada tipe atau infeksi berat, penderita mengalami gangguan hampiar di seluruh sistem tubuh sehingga dapat menyebabkan kematian. (pengobatan-penyakit.blogspot.com)

Strongyloides stercoralis
i. Onchocerca volvolus Cacing Onchorchea vorvolus jantan berukuran 2-3 cm 9panjang), sedangkan ukuran cacing jauh lebih besar yaitu 60 cm(panjang). Cacing ini dewasa di jaringan subkutan. Larva microfilariae berukuran 300x 8 mikrometer yang dihasilkan sekitar 1000-3000 dihasilakan per hari. Cacing dewasa dapat hidup selama 10-15 tahun. Cacing ini menyababkan onchocersiasis(river blindness) yang dapat menimbulkan kebutaan dan kerusakan kulit (lesi, depigmentasi). Penyakit ini disebarkan oleh black fly (Simulium damnosum). Daerah penyebaran cacing ini adalah Afrika. Diperkirakan 78 juta orang beresiko onchocercis dengan 300.000 orang mengalami kebutaan. (marhendraputra.co.cc)

Siklus Hidup Onchocerca volvolus

j.

Loa Loa Klasifikasi ilmiah Kerajaan : Animalia Filum : Nemathelmynthes Kelas : Nematoda Order : Spirurida Superfamili : Filarioidea Keluarga : Onchocercidae Genus : Loa Spesies : Loa loa Cacing ini hidup pada mata manusia. Tidak menimbulakan kebutaan tapi menyebabkan rasa sakit ketika cacing malintasi mata. Loa loa (Cacing mata). Loa loa filariasis (juga dikenal sebagai loaiasis, Calabar swelling, Fugitive swelling, Tropical swelling dan Afrika eyeworm) penyakit mata yang disebabkan oleh cacing nematoda, loa loa. Morfologi 1. 2. 3. 4. 5. Cacing dewasa hidup dalam jaringan sub kutan, betina berukuran 50-70 mm x 0,5 mm jantan 30-34 mm x 0,35-0,43 mm. Cacing Cacing betina mengeluarkan mikrofilaria yang beredar dalam darah pada siang hari (diurna). Pada malam hari mikrofilaria berada dalam pembuluh darah paru-paru. (crocodilusdaratensis.wordpress.com) Cacing Loa loa pada mata Gejala klinis

1. Menimbulkan gangguan di konjungtiva mata dan pangkal hidung dengan menimbulkan: 2. iritasi pada mata, 3. mata sendat, sakit, 4. pelupuk mata menjadi bengkak. 5. Pembengkakan jaringan yang tidak sakit 6. ensefalitis13[13]

D. Nematoda pada Hewan a) b) c) d) e) E. Kuda : Oxyuris equi(Usus besar), Habronema megaastoma (usus kecil) Sapi : Bunostomum triganocephalum(usus kecil) Babi : Ascaris suum (usus kecil) Ayam : Ascaridia gili (usus kecil) Anjing : Toxocara canis(usus kecil)14[14] Nematoda pada Tumbuhan Nematoda yang menyerang tanaman sudah banyak dilaporkan di Indonesia, diantaranya adalah nematode buncak akar (meloydogyne incognita, M. javanica, M. halpa; nematode pelubang akar (Rhodoplus similis) dan nematode luka akar (Pratylenchus brachiurus). Pratylenchus sp. Merupakan nematode endoparasit yang berpindah-pindah dan merusak akar. Nematoda luka akar (Pratylenchus sp.) adalah nemaroda yang dapat menyebabkan kerusakan berbagai tanaman penting seperti nanas, jeruk, kentang, tembakau, kapas, jagung, pisang, kopi, apel, ubijalar, the, alpukat, kacang, dan strawberry. Contoh nematode yang lain adalah Heterodera radicicola, yang hidup pada akar dan mengganggu penyerapan air. (agronomismkn1simpangempat.blogspot.com) Nematoda yang Merusak Tumbuhan F. Nematoda yang Hidup Bebas Nematoda yang hidup bebas bersifat karnifora, memakan fungi, alga, bakteri, atau materi yang telah membusuk, memegang peranan penting dalam proses pembusukan dan daur ulang nutrient. Contoh Nematoda yang hidup bebas adalah Caenorhabditis elegans (mudah ditemukan di laboratorium), dan menjadi organism riset model dalam biologi perrkembangan.

http://www.mun.ca/biology/scarr/4241_Devo_Germ_Celegans.html http://wmpeople.wm.edu/site/page/dcshak/researchoverview

Caenorhabditis elegans
G. Pencegahan Infeksi Nematoda

Untuk mencegah infeksi nematoda parasit berikut adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan : 1. 2. 3. 4. Mengobati penderita dan massa. Pendidikan kesehatan pribadi dan lingkungan. Menjaga kebersihan makanan atau memasak makanan dengan baik. Memakai alas kaki bila berjalan di tanah (untuk mencegah infeksi cacing tambang dan strongiloidiasis). Pembuatan MCK yang sehat dan teratur.15[15]

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->