BAB I PENDAHULUAN

A. Hubungan Farmakognosi Dengan Obat Perkataan Farmakognosi berasal dari dua kata Yunani yaitu Pharmakon yang berarti obat dan gnosis yang berarti ilmu atau pengetahuan. Jadi farmakognosi berarti pengetahuan tentang obat. Definisi yang mencakup seluruh ruang lingkup farmakognosi diberikan oleh Fluckiger, yaitu pengetahuan secara serentak berbagai macam cabang ilmu pengetahuan untuk memperoleh segala segi yang perlu diketahui tentang obat. Ada beberapa definisi tentang obat misalnya : 1 Obat : Yakni suatu bahan atau paduan bahan – bahan yang dimaksudkan . untuk digunakan dalam menetapkan diagnosa, mencegah, mengurangkan, menyembuhkan penyakit atau gejala penyakit, luka atau kelainan badaniah dan rohaniah pada manusia atau hewan, memperelok bagian badan manusia. 2 . Obat Jadi : Yakni obat dalam keadaan murni atau campuran dalam bentuk serbuk, cairan, salep, tablet, pil, suppositoria atau bentuk yang mempunyai nama teknis sesuai dengan Farmakope Indonesia atau buku- buku lain yang ditetapkan pemerintah . : Yakni obat jadi dengan nama dagang yang terdaftar atas nama si pembuat atau dikuasakannya dan dijual dalam bungkus asli dari pabrik yang memproduksinya. Yakni obat yang terdiri dari atau berisi suatu zat baik sebagai bagian yang berkhasiat maupun yang tidak berkhasiat, misalnya lapisan, pengisi, pelarut, bahan pembantu atau komponen lain yang belum dikenal, sehingga tidak diketahui khasiat atau kemurniannya. Adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan galenik atau campuran dari bahan- bahan tersebut, cara tradisional telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman.

3 . 4 .

Obat Paten

Obat Baru

:

5 .

Obat Tradisional :

B. Ruang Lingkup Farmakognosi Farmakognosi adalah sebagai bagian biofarmasi, biokimia dan kimia sintesa, sehingga ruang lingkupnya menjadi luas seperti yang diuraikan dalam definisi Fluckiger. Sedangkan di Indonesia saat ini untuk praktikum Farmakognosi hanya meliputi segi pengamatan makroskopis, mikroskopis dan organoleptis yang seharusnya juga mencakup identifikasi, isolasi dan pemurnian setiap zat yang terkandung dalam simplisia dan bila perlu penyelidikan dilanjutkan ke arah sintesa. Sebagai contoh : Chloramphenicol dapat dibuat secara sintesa total, yang sebelumnya hanya dapat diperoleh dari biakkan cendawan Streptomyces venezuela.
1

diawetkan dan disimpan. yang selanjutnya dapat dilanjutkan penelitian tentang identifikasi. maka hasilnya disebut ekstrak. Serbuk dari simplisia jika diekstraksi dengan menggunakan berbagai macam metode ekstraksi dengan pemilihan pelarut . uji pra klinik dan uji klinik untuk menentukan fitofarmaka atau fitomedisin . diadakan pengujian toksisitas. elusidasi struktur dan spektrofotometri. diolah. Jika dilakukan uji khasiat. maka akan diperoleh obat jadi. maka diperoleh bahan alam berkhasiat obat. Jika bahan alam yang berkhasiat obat ini dikoleksi. Proses ekstraksi dari serbuk sampai diperoleh isolat bahan obat dibicarakan dalam fitokimia dan analisis fitokimia. karakterisasi. bahan – bahan fitofarmaka inilah yang disebut obat. Simplisia yang diperoleh dapat berupa rajangan atau serbuk.Alam memberikan kepada kita bahan alam darat dan laut berupa tumbuhan. Apabila ekstrak yang diperoleh ini diisolasi dengan pemisahan berbagai kromatografi. Bahan obat jika diadakan uji toksisitas dan uji pra klinik akan didapatkan obat jadi. hewan dan mineral yang jika diadakan identifikasi dan menentukan sistimatikanya. Jika isolat ini dimurnikan. dikeringkan. kemudian ditentukan sifat – sifat fisika dan kimiawinya akan dihasilkan zat murni. Bila dilakukan uji klinik. disinilah keterkaitannya dengan farmakognosi. maka hasilnya disebut isolat. akan diperoleh bahan yang siap pakai atau simplisia. Mulai dari bahan obat sampat didapatnya obat jadi dapat diuraikan dalam skema berikut : Alam Morfologi Tumbuhan Sistematik Tumbuhan Identifikasi Sistematik Bahan Alam Berkhasiat Obat Farmakognosi Koleksi Pengeringan Pengolahan Pengawetan Penyimpanan Bahan siap pakai ( Simplisia ) Ekstraksi Metode Ekstraksi Pemilihan Pelarut Serbuk Bahan Alam : Tumbuhan Hewan Mineral Uji Khasiat Ekstrak 2 .

sehingga dengan cara tersebut Farmakognosi dianggap sebagai bagian 3 .Obat Tradisional Uji Toksisitas Uji Praklinik Uji Klinik Obat Tradisional Jamu Isolasi Pemisahan Kromatografi Fitokimia Isolat Fitofarmaka Fitomedisin Pemurnian Sifat Fisika Sifat Kimia Zat Murni Identifikasi Karakterisasi Elusidasi Struktur Spektrofotometri Bahan Obat Uji Toksisitas Uji Praklinik Obat Farmakologi Farmasi Klinik Obat Jadi Uji Klinik C. karena satu nama daerah seringkali berlaku untuk lebih dari satu macam tanaman sehingga dengan demikian nama daerah tidak selalu memberikan kepastian identitas. Atas dasar pentingnya identitas botani – zoologi maka nama –nama tanaman atau hewan dalam Farmakope selalu disebut nama latin dan tidak dengan nama daerah. yang tidak mempunyai kadar kina yang tinggi. Dengan demikian menetapkan identitas botani – zoologi secara tepat adalah langkah pertama yang harus ditempuh sebelum melakukan kegiatan-kegiatan lainnya dalam bidang farmakognosi. Hubungan Farmakognosi Dengan Botani . D. Hubungan Farmakognosi Dengan Ilmu – Ilmu Lain Sebelum kimia organik dikenal.Zoologi Simplisia harus mempunyai identitas botani – zoologi yang pasti. misalnya : menurut Farmakope Indonesia ditentukan bahwa untuk Kulit Kina harus diambil dari tanaman asal Cinchona succirubra. artinya harus diketahui dengan tepat nama latin tanaman atau hewan dari mana simplisia tersebut diperoleh. sedangkan jenis kina terdapat banyak sekali . simplisia merupakan bahan utama yang harus tersedia di tempat meramu atau meracik obat dan umumnya diramu atau diracik sendiri oleh tabib yang memeriksa sipenderita.

cara untuk mengetahui kemurnian simplisia. minyak jarak. Kemudian setelah kimia organik berkembang. cara. Tetapi hal ini bukan berarti simplisia tidak diperlukan lagi. tetapi meliputi pemanfaatan alam nabati. adas manis. anggur dan lain – lain. sehingga persediaan simplisia di apotik digantikan dengan sediaan – sediaan galenik yaitu. bunga kantil dan lainnya.pabrik farmasi. penggunaan tanaman obat sudah dilakukan orang. Dari contoh . Seorang apoteker Jerman dalam bukunya “Grundriss Der Pharmakognosie Des Planzenreisches” telah menggolongkan simplisia menurut segi morfologi. sedangkan farmakognosi modern mulai dirintis oleh Martiuss.lainnya. Pada tahun 1737 Linnaeus. menyebabkan makin terdesaknya kedudukan simplisia di apotik . maka terrdapat perbedaan cara pengucapan dari beberapa huruf dan rangkaian huruf. Secara sepintas Kinina antipirin dibuat secara sintetis tetapi dari sediaan tersebut hanya Antipirin saja yang dibuat sintetis sedangkan kinina hanya dapat diperoleh jika ada Kulit Kina. gentiana. hiosiamina. sedangkan untuk mendapatkan kulit kina yang akan ditebang atau dikuliti adalah dari jenis Cinchona yang dikehendaki. Tanpa adanya simplisia di apotik tidak akan terdapat sediaan-sediaan galenik. Dalam perkebunan ini farmakognosi erat hubungannya dengan ilmu-ilmu lain misalnya: Biokimia. Cara pembacaan huruf – huruf atau rangkaian – rangkaian huruf Latin yang dimaksud. Farmakognosi mulai berkembang pesat setelah pertengahan abad ke 19 dan masih terbatas pada uraian makroskopis dan mikroskopis. contohnya: Injeksi Kinin Antipirin. tetapi dengan ejaan yang disempurnakan pada bahasa Indonesia. identifikasi dan juga teknik-teknik kromatografi untuk tujuan analisa kualitatif dan kuantitatif. gom arab. ekstrak. dalam pembuatan zat-zat sintetis seperti Kortison. yang memuat simplisia antara lain kulit delima. ampul. hal ini dapat diketahui dari lempeng tanah liat yang tersimpan di Perpustakaan Ashurbanipal di Assiria. Sejarah Dan Perkembangan Farmakognosi Pada kurang lebih 2500 tahun sebelum masehi. madu. Ejaan Latin Meskipun alfabet Latin sama dengan alfabet yang dipergunakan dalam bahasa Indonesia. E.hewani dan mineral dalam berbagai aspeknya di bidang farmasi dan Kesehatan. opium. dapat kita lihat pada contoh – contoh berikut ini : 4 . Simplisia diapotik kemudian terdesak oleh perkembangan galenika. tingtur. F. hanya tempatnya tergeser ke pabrik . Juga orang Yunani kuno misalnya Hippocrates (1446 sebelum masehi). seorang ahli botani Swedia. menulis buku “Genera Plantarum” yang kemudian merupakan buku pedoman utama dari sistematik botani. zat kimia murni maupun sediaan bentuk lainnya. misalnya: serbuk.usaha isolasi. tablet. Untuk memperoleh jenis Cinchona yang dikehendaki tidak mungkin diambil dari jenis Cinchona yang tumbuh liar. Hidrokortison dan lain . ragi.apotik. seorang tabib telah mengenal kayu manis. Dan sampai dewasa ini perkembangannya sudah sampai ke usaha. kelembak. sehingga harus ada cara pengumpulan dan perkebunan yang baik dan terpelihara.contoh tersebut maka dapat diketahui bahwa ruang lingkup Farmakognosi tidak terbatas pada pengetahuan tentang simplisia yang tertera dalam Farmakope.dari Materia Medika.

o.+ ye Iecoris i +i Aurantii y Cajuputi l Vanilla m Gummi Ichtammolum n Ipecacuanhae eu Foeniculi Asafoetida n Belladonna Sennae f Orthosiphon p hippoglossi kw quercus r rhei rhizoma r myrrha sy shorea purshiana s Cassia t Mentha sie Liquiritiae 5 . i. y Citri Glycyrrhiza kk jika diikuti huruf a .. Cacao u atau huruf mati Cola Curcuma Fructus s jika diikuti huruf Cera e. i. Succus o. y kh jika diikuti huruf Cinchona hidup h jika diikuti huruf mati Strychni e Dioscoreae e +u Oleum Cetaceum f Paraffinum i.Huruf atau rangkaian huruf ae c Dibaca sebagai e Contoh Diucapkan sebagai ga-la-nge lo-be-li-e ka-ka-o ko-la kur-ku-ma Fruk -tus Se-ra Sit-tri Gli-si-ri-sa Suk-kus Kok-si-ne-la Sin-ko-na Strih-ni Di-es-ko-re O-le-um Se-ta-se-um Pa-ra-fi-num Iye-ko-ris Au-ran-ti-i Ka-yu-pu-ti Va-ni-la Gu-mi Ih-ta-mo-lum I-pe-ka-ku-ane Feu-ni-ku-li A-sa-feu-ti-da Be-la-do-na Se-ne Or-to-si-fon hi-po-glo-si kwer-kus re-i ri-zo-ma mi-ra syo-re pur-si-a-na ka-si-a men-ta li-kwi-ri-sie c cc cc ch ch eae eu ff ie ii j ll mm nh oe nn ph pp qu rh rr sh ss th tiae Galangae Lobeliae k jika diikuti huruf a. u ks jika diikuti huruf Coccinella e.

Tata Nama Latin Tanaman 1. misalnya nama latin dari padi adalah Oryza sativa. Contoh : Dryopteris filix – mas Strychnos nux . 6 . jadi Oryza adalah genusnya sedangkan sativa adalah petunjuk speciesnya.Nama ilmiah lengkap dari suatu tanaman terdiri dari nama latin diikuti dengan singkatan nama ahli botani yang memberikan nama latin tersebut. diikuti nama bagian tanaman yang digunakan. jika lebih dari 2 kata (3 kata). Tata Nama Simplisia Dalam ketentuan umum Farmakope Indonesia disebutkan bahwa nama simplisia nabati ditulis dengan menyebutkan nama genus atau species nama tanaman. Ketentuan ini tidak berlaku untuk simplisia nabati yang diperoleh dari beberapa macam tanaman dan untuk eksudat nabati. hal ini disebut homonim dan keadaan seperti ini terjadi sehingga ahli botani lain keliru menggunakan nama latin yang bersangkutan terhadap tanaman lain yang juga cocok dengan uraian morfologis tersebut.Huruf atau rangkaian huruf x Dibaca sebagai Contoh Diucapkan sebagai p iks ra-diks kor-teks bik-sa san-to-ri-za hi-dras-tis ma-i-dis pa-pa-ya x y y ks jika tertera pada Pix tengah / akhir kata radix cortex bixa s jika pada permulaan xanthorrhiza kata i jika didahului dan / hydrastis atau diikuti oleh huruf maydis mati y jika diapit oleh 2 huruf papaya hidup G. Beberapa contoh adalah sebagai berikut : Nama ahli botani Disingkat sbg Nama tanaman lengkap Linnaeus L Oryza sativa L De Candolle DC Strophanthus hispidus DC Miller Mill Foeniculum vulgare Mill Houttuyn Houtt Myristica fragrans Houtt 2 Nama latin tanaman tidak boleh lebih dari 2 perkataan. 2 dari 3 kata tersebut harus digabungkan dengan tanda (-) . 3 H. Nama Latin tanaman terdiri dari 2 kata. Huruf pertama dari genus ditulis dengan huruf besar dan huruf pertama dari petunjuk species ditulis dengan huruf kecil .vomica Hibiscus rosa . kata pertama disebut nama genus dan perkataan kedua disebut petunjuk species .kadang terjadi penggunaan 1 nama latin terhadap 2 tanaman yang berbeda.sinensis Kadang.

bagian tanaman eksudat tanaman. Genus + nama bagian tanaman 2. Simplisia hewani . : adalah simplisia yang berupa hewan utuh. Thymi Herba. 7 3. Data tentang tempat tumbuh asli kadang-kadang hanya mempunyai nilai sejarah dan tidak mempunyai arti ekonomis. Indonesia dan kepulauan Reunion. bagian hewan atau zatzat yang berguna yang dihasilkan oleh hewan dan belum berupa zat kimia murni. misalnya :  Tanaman kina yang asli terdapat dipegunungan Andez di Amerika selatan. sekarang sebagian besar diproduksi di kepulauan Nossi Be dan Komoro dekat Madagaskar. J. atau 2.  Untuk keperluan tertentu. Simplisia nabati Eksudat tanaman : adalah simplisia berupa tanaman utuh. kepulauan Maluku. Stramonii Herba Genus + petunjuk species + nama Curcuma aeruginosae Rhizoma. 1 Beberapa Definisi Simplisia : adalah bahan alamiah yang digunakan sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apapun juga. bagian tanaman : Capsici frutescentis Fructus Keterangan : Nama species terdiri dari genus + petunjuk spesies Contoh : Nama spesies : Cinchona succirubra Nama genus : Cinchona Petunjuk species : succirubra I. kecuali dinyatakan lain. Petunjuk species + tanaman : : Cinchonae Cortex.Contoh : 1. Digitalis Folium. atau zat-zat nabati lainnya yang dengan cara tertentu dipisahkan dari tanamannya dan belum berupa zat kimia murni . : adalah isi sel yang secara spontan keluar dari tanaman atau isi sel dengan cara tertentu dikeluarkan dari selnya. Serpylli Herba. melainkan di produksi di Tahiti. 3. sekarang kultur yang ekonomis bernilai hanya dilakukan di pulau Jawa  Minyak Kenanga yang semula dikuasai produknya oleh Filipina.  Buah Vanili asli dari Meksiko tidak lagi diproduksi di daerah asalnya. berupa bahan yang telah dikeringkan. cengkeh Zanzibar ternyata lebih disukai dari cengkeh daerah asalnya . Tempat Tumbuh Pengertian tumbuh adalah daerah yang banyak menghasilkan simplisia yang bersangkutan. Zingiberis Rhizoma nama bagian Belladonnae Herba. Ipecacuanhae Radix.

Atropin 5. adalah satu atau keseluruhan dari apa yang disebutkan dibawah ini : a. 6. Fragmen bagian atau bagian tanaman asal simplisia selain bagian tanaman yang disebutkan dalam paparan makroskopik atau bagian sedemikian yang nilai batasnya disebut monografi b. Tubuh manusia sendiri tidak dapat memproduksi vitamin. Sifat lainnya adalah sukar larut dalam air. seperti : Amilase. adalah suatu biokatalisator yaitu senyawa atau zat yang berfungsi mempercepat reaksi biokimia / metabolisme dalam tubuh organisme. zat yang dikeluarkan hewan. Bahan organik asing. adalah suatu zat yang dalam jumlah sedikit sekali diperlukan oleh tubuh manusia untuk membentuk metabolisme tubuh.4. Penisilinase dan lain. dimana pada suhu 00 C tidak akan aktif dan diatas 600 C akan mati. batu. Papaverin. Hormon : K. Sering mempunyai nama dengan akhiran ase. Penambangan simplisia tanpa pertimbangan atau pengelolaan yang baik demi kesetimbangan alam. Contohnya amigdalin. yang mempunyai efek fisiologis kuat/ keras terhadap manusia. Sedangkan pembudidayaan tanaman obat masih terbatas pada jenis-jenis tertentu. Budidaya Tanaman Obat Berdasarkan kenyataan hingga sekarang sumber simplisia nabati sebagian masih diperoleh dengan menebang atau memungut langsung dari tempat tumbuh alami. akan dapat mengakibatkan kelangkaan. adalah suatu basa organik yang mengandung unsur Nitrogen ( N) pada umumnya berasal dari tanaman .lain. Hewan atau hewan asing berikut fragmennya. tanah atau zat pengotor lainnya 7. oleh enzim emulsin akan terurai menjadi glukosa + benzaldehida + asam biru ( sianida). Glikosida : Adalah suatu zat yang oleh enzim tertentu akan terurai menjadi satu macam gula serta satu atau lebih zat bukan gula. Vitamin : 9. adalah suatu zat yang dikeluarkan oleh kelenjar endokrin yang mempengaruhi faal tubuh dan mempengaruhi besar bentuk tubuh. kotoran hewan. disingkat benda asing. Enzim : 8. dengan 8 . dengan suatu asam akan membentuk garam alkaloid yang lebih mudah larut dalam air. Simplisia mineral : ( pelikan) Alkaloida : adalah simplisia yang berupa mineral (pelikan) yang belum diolah atau diolah dengan cara sederhana dan belum berupa zat kimia murni. Contohnya Codein. Daya kerjanya dibatasi oleh suhu . Bahkan sering terjadi.

menimbun dan meratakan bahan organik yang penting bagi tanaman serta pertumbuhannya. meliputi cara bertanam. Hal ini umumnya karena kurang intensifnya penanaman. pemeliharaan dan panen. Pembudidayaan tanaman obat dapat pula merupakan usaha utama atau sambilan yang dapat menambah pendapatan keluarga. Dalam pengolahan tanah memerlukan waktu mengingat terjadinya proses fisik . 9 .pengenalan teknologi baru atau pengabaian lingkungan tumbuh. Sedangkan kesuburan kimiawi sangat erat hubungannya dengan kemampuan tanah menyediakan kebutuhan nutrisi tanaman. Kesuburan fisik sangat erat hubungannya dengan struktur tanah yang menggambarkan susunan butiran tanah. sehingga akan terbentuk lapisan tanah yang menjamin pertumbuhan akar. merupakan suatu tindakan pengadaan atau penyediaan simplisia secara kontinyu dan teratur yang sekaligus dapat merupakan suatu pelestarian nuftah. saluran drainase untuk mencegah terjadinya kelebihan air seperti dikehendaki oleh tanaman. Bahkan sering penentuan waktu panen lebih banyak berorientasi kepada harga pasar dari pada stadia tumbuh yang erat hubungannya dengan tingginya hasil dan kualitas. kimia dan biologis dalam tanah sehingga terbentuk suatu media yang baik bagi pertumbuhan tanaman. Kedua kesuburan tersebut saling berinteraksi dalam menentukan tingkat kesuburan bagi pertumbuhan tanaman. Pengelolaan tanah Sebagian besar tanaman obat diusahakan di tanah kering. b. Budidaya tanaman obat pada hakekatnya adalah suatu cara pengelolaan sehingga suatu tanaman obat dapat mendatangkan hasil tinggi dan bermutu baik. struktur gembur sehingga pertumbuhan umbi atau rimpang dapat berkembang dengan baik. Di samping itu. Bagi tanaman obat yang dipungut hasilnya dalam bentuk umbi (tuber) umumnya dikehendaki pengolahan-pengolahan tanah cukup dalam (25 – 40 cm). seperti Cengkeh (Eugenia caryophyllata). Beberapa hal yang patut diperhatikan dalam pengolahan tanah bagi tanaman obat antara lain : a. Keadaan ini bisa terjadi jika tanaman dapat tumbuh pada lingkungan yang sesuai . udara. Umumnya simplisia hasil budidaya pedesaan mutunya belum tinggi. iklim yang sesuai dengan teknologi tepat guna. antara lain pada kesuburan tanah sepadan. Menghindari tercampurnya bahan induk yang belum melapuk dalam daerah pekarangan tanaman. Pada kesuburan fisik dan kesuburan kimiawi. Tahap pembudidayaan tanaman dilakukan sebagai berikut : 1. Hal itu penting yaitu pada waktu membuat lubang tanah (sedalam 40x 60) bagi tanaman obat berbentuk pohon. antara lain proses oksidasi. Adanya tindakan pembudidayaan. Jika kedua macam kesuburan telah dipenuhi untuk jenis tanaman yang diusahakan. pengolahan tanah mencakup pula menghilangkan gulma yang merupakan saingan tanaman. dan air. maka dapat dikatakan tanah tersebut subur bagi tanaman tersebut.Untuk itu perlu adanya waktu yang cukup untuk memberi kesempatan terjadinya proses pelapukan. dapat menimbulkan dampak (akibat) yang merugikan bagi kelestarian suatu species.. Pada dasarnya pengolahan tanah bertujuan menyiapkan tempat atau media tumbuh yang serasi bagi pertumbuhan tanaman. Kola (Cola nitida). sehingga dapat menjamin aktivitas akar dalam mengambil zat-zat yang diperlukan tanaman. Dipekarangan pengembangan TOGA (tanaman obat keluarga) berarti pendayagunaan lahan untuk untuk memenuhi nilai estetika maupun untuk keperluan kesehatan.

misal dalam penanaman Sereh (Cymbopogon nardus ). 3. Disamping itu persemaian diperlukan apabila benih terlalu kecil sehingga sulit untuk mengatur tanaman sesuai dengan perkembangan teknologi tepat guna. Penggunaan alat penopang bagi tanaman obat yang berbatang merambat dengan sistem tanaman ganda. Populasi tanaman erat hubungannya dengan hasil. antara lain dipengaruhi oleh terjadinya persaingan antara tanaman dan kesuburan tanah. terutama bagi tanaman yang tidak toleran terhadap genangan air .agar erosi dapat diperkecil. Tanpa perlakuan tersebut akan mengakibatkan tingkat kematian yang tinggi. diusahakan bebas gulma pada awal pertumbuhan. Mentol (Mentha piperita). Umumnya persemaian diadakan terutama bagi tanaman yang pada waktu masih kecil memerlukan pemeliharaan intensif. Pengolahan tanah intensif. Pembuatan teras – teras apabila tanah terlalu miring. Penanaman ganda dapat dilakukan pada tanaman yang memerlukan naungan ataupun untuk pertumbuhannya dapat beradaptasi terhadap sinar matahari tidak langsung. d. e. Mengingat pada umumnya penanaman pada lahan kering tanpa irigasi dan cuaca cukup panas maka penanaman dilakukan pada awal musim hujan . d. Contohnya temulawak (Curcuma xanthorrhiza). Pemeliharaan tanaman 10 . yaitu untuk tanaman obat berhabitur perdu seperti Kumis kucing (Orthosiphon stamineus). e. tiang penopang dapat saja diganti dengan tanaman tegak lalu yang dapat juga menghasilkan. Penanaman Dalam penanaman dikenal dua cara utama yaitu penanaman bahan tanaman (benih atau stek ) secara langsung pada lahan dan disemaikan dahulu baru kemudian diadakan pemindahan tanaman ke lahan yang telah disediakan atau disiapkan. c. 2. menghemat pemeliharaan. misalnya Mentol (Mentha piperita). Penanaman secara tunggal (monokultur) terutama bagi tanaman yang tidak tahan cahaya matahari. misalnya Kemukus (Piper cubeba) . memperkecil resiko kegagalan panen. baru kemudian belahan rimpang dengan tunasnya ditanam di lahan. b. Penanaman dengan jarak atau baris teratur akan lebih baik dipandang dari segi fisiologi tanaman pemeliharaan dan estetika. rimpang ditunaskan lebih dahulu pada persemaian yang lembab dan agak gelap. Tanaman yang dapat saling bertoleransi terhadap persaingan karena dapat memenuhi beberapa tujuan antara lain : memperluas areal tanam (pada satu tempat dan waktu bersamaan ditanam lebih dari satu macam tanaman). sehingga pada saat musim tiba tanaman telah mengawali tumbuh lebih dahulu.c. Hal-hal yang perlu mendapat pertimbangan pada penanaman tanaman obat antara lain : a. Tujuan lain dari adanya persemaian agar dapat memanfaatkan (menghemat) waktu musim tanam tiba (umumnya pada awal musim hujan).Seperti Cabe ( Capsicum annuum ). Timi (Thymus vulgaris) Pembuatan guludan sering dilengkapi dengan saluran drainase yang baik.

dan jika yang diambil akarnya . Perlu dilakukan pemupukan. Pemangkasan bunga. Demikian pula faktor penghambat lingkungan fisik dan kimia . Beberapa tindakan pemeliharaan pada tanaman obat adalah : a. Untuk mengurangi evaporasi (penguapan) air tanah. panen dilakukan umumya pada saat bagian tanaman diatas tanah menua atau kuning yang biasanya terjadi pada musim kering. perlu adanya penyesuaian waktu tanamnya sehingga tidak mendapat sinar matahari berlebihan. sehingga kelembaban tanah dapat tetap sesuai . yang berarti mencegah perubahan fase vegetatif ke generatif yang banyak memerlukan energi. Penyiangan yang intensif guna menekan populasi gulma disamping dapat mengurangi kesempatan tumbuh tanaman usaha juga dapat mengganggu kebersihan hasil pada saat panen ( misal pada tanaman Mentha arvensis) c. Pada tanaman Dioscorea compositae kandungan glikosida diosgenin dapat bertambah dengan dilakukan pemangkasan bunga. misalnya penanaman Tempuyung (Sonchus arvensis) hendaknya dilakukan pada sore hari dan diberi naungan sementara. Daun dipungut sewaktu proses fotosintesa maksimal yaitu sebelum 11 . hendaknya diperkecil pengaruhnya. sehingga kandungan bahan berkhasiat sebagai sumber energi tidak berkurang. e. seperti kekurangan air. misalnya gulma. melainkan antranol. Pemungutan hasil ( panen) Penentuan saat panen suatu tanaman obat hendaknya selalu diingat akan kwantitas dan kwalitas simplisia. b. misalnya pemupukan nitrogen pada kandungan alkaloida pada tanaman tembakau ( Nicotiana tobacum) . hama penyakit harus ditekan sehingga batas tertentu. Demikian pula tindakan pemangkasan merupakan bentuk pemeliharaan lain. Beberapa penentuan (pedoman) saat panen : a. Penimbunan dan penggemburan dilakukan agar memperbaiki sifat tanah tempat tumbuh. dilakukan pemberian mulsa. 4. Pemangkasan pucuk batang akan menstimulir percabangan. Misalnya pada tanaman Kumiskucing ( Orthosiphon stamineus). Umur tanaman juga umumnya merupakan faktor penting dalam akumulasi bahan yang diinginkan. Misalnya pada tanaman Jahe ( Zingiber officinale) pemberian mulsa jerami dapat menaikkan hasil sebesar 35 % . tetapi selalu berubah dipengaruhi oleh perubahan lingkungan. Perbaikan saluran drainase untuk mencegah terjadinya genangan atau kelebihan air yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Misalnya temulawak (Curcuma xanthorrhiza) b. Bagi tanaman Empon-empon (familia Zingiberaceae). g. Bibit yang mudah layu. tingginya suhu. d. sehingga dapat menambah jumlah daun yang tumbuh serta kandungan alkaloida dalam akar bertambah. f. yang dirubah menjadi antrakinon pada musim panas. Pemupukan nitrogen dapat meningkatkan kandungan alkaloida dalam akar Pule pandak ( Rauwolfia serpentina). kesuburan tanah. Hal ini mengingat jumlah zat berkhasiat dalam tanaman tidak selalu konstan sepanjang tahun atau selama tanaman siklus hidupnya. h. Misalnya tanaman Kelembak ( Rheum officinale) tidak mengandung derivat antrakinon dalam musim dingin.Beberapa faktor penghambat produksi.

Dalam pengeringan faktor yang penting adalah suhu. Sedangkan wadah yang tidak bersentuhan langsung dengan artikel disebut wadah sekunder. mutu atau kemurniannya hingga tidak memenuhi persyaratan resmi. Suhu penyimpanan Dingin : adalah suhu tidak lebih dari 80C. serta mencegah terjadinya proses atau reaksi enzimatika yang dapat menurunkan mutu. f. Bunga dipetik selagi masih kuncup (sebelum berkembang) misal pada cengkeh (Eugenia caryophyllata). Misal tanaman Saga (Abrus praecatorius) . sehingga tidak meninggalkan sisa yang membahayakan kesehatan. Wadah dan sumbatnya tidak boleh mempengaruhi bahan yang disimpan didalamnya baik secara fisika maupun kimia. 2. kelembaban dan aliran udara ( ventilasi ). yang dapat mengakibatkan perubahan kekuatan. pengangkutan. untuk menjamin dalam penyimpanan. eter atau pemberian bahan atau penggunaan cara yang sesuai. 4. Untuk simplisia yang mengandung alkaloida. Umumnya pengeringan bagian tanaman yang mengandung minyak atsiri atau komponen lain yang termolabil.c. misal Solanum laciniatum sedangkan adas (Anethum graveolens) dipetik setelah masak benar. umumnya dikeringkan pada suhu kurang dari 70 0 C. Sehingga proses penguapan berlangsung dengan cepat. Wadah tertutup baik : harus melindungi isi terhadap masuknya bahan padat dan mencegah kehilangan bahan selama penanganan. pembentukan buah. hendaknya simplisia jangan tertumpuk terlalu tebal. CCl4. 3. Agar dalam pengeringan tidak terjadi proses pembusukan . hendaknya dilakukan pada suhu tidak terlalu tinggi dengan aliran udara berlengas rendah secara teratur. mencegah pertumbuhan jamur. Biji dipungut sebaiknya pada saat buah masak Kulit diambil sewaktu bertunas L. Buah dipetik menjelang masak. d. Sering suhu yang tidak terlalu tinggi dapat menyebabkan warna simplisia menjadi lebih menarik. Tujuan pengeringan adalah untuk mengurangi kadar air. Pengawetan Simplisia nabati atau simplisia hewani harus dihindarkan dari serangga atau cemaran atau mikroba dengan penambahan kloroform. Misalnya pada pengeringanTemulawak suhu awal pengeringan dengan panas buatan antara 50 0– 55 0 C. Wadah Wadah adalah tempat penyimpanan artikel dan dapat berhubungan langsung atau tidak langsung dengan artikel. Sumber suhu dapat berasal dari matahari atau dapat pula dari suhu buatan. e. Pengolahan Simplisia Pengeringan Hasil panen tanaman obat untuk dibuat simplisia umumnya perlu segera dikeringkan. Lemari pendingin mempunyai suhu antara 12 . penyimpanan dan distribusi. Wadah langsung (wadah primer) adalah wadah yang langsung berhubungan dengan artikel sepanjang waktu.

alkaloida. . kena pengaruh kelembaban. Suhu kamar terkendali adalah suhu yang di atur antara 150 dan 300. jarang dijumpai simplisia nabati tanpa terikut atau tercampur bagian lain . Panas berlebih : panas berlebih adalah suhu di atas 400. tidak harus memenuhi persyaratan tersebut. atau pengotoran lain yang berasal dari tanah maupun benda anorganik asing. yang biasanya tidak mempengaruhi simplisianya sendiri.persyaratan yang telah ditetapkan. Sebelum diserbukkan simplisia nabati harus dibebaskan dari pasir. serangga dan binatang lain maupun kotoran hewan . Simplisia dianggap bermutu rendah jika tidak memenuhi persyaratan . tetapi pada simplisia yang digunakan untuk suatu pembuatan atau isolasi minyak atsiri. Hangat : hangat adalah suhu antara 300 dan 400 . dan harus bebas dari cemaran mikro organisme . Suhu kamar : adalah suhu pada ruang kerja. Simplisia tidak boleh mengandung bahan asing atau sisa yang beracun atau membahayakan kesehatan. sedangkan penurunan mutu mungkin dilakukan secara tidak sengaja. Bahan asing termasuk bagian lain tanaman yang tidak dinyatakan dalam paparan monografi. Semua simplisia yang termasuk daftar obat keras kecuali yang termasuk daftar narkotika. mutu atau kemurniannya. panas atau penyulingan. 5. Tanda dan Penyimpanan Semua simplisia yang termasuk daftar narkotika. debu. Dalam perdagangan . tidak boleh mengandung lendir . Persyaratan yang membedakan strukrur mikroskopik serbuk yang berasal dari simplisia nabati atau simplisia hewani dapat tercakup dalam masing – masing monografi. sebagai petunjuk identitas. misalnya menjadi basah oleh air laut. Sejuk : adalah suhu antara 80C dan 150C. atau menunjukan adanya kerusakan. glikosida. sedangkan lemari pembeku mempunyai suhu antara -200C dan -100C. khususnya persyaratan kadarnya. Kecuali dinyatakan lain. atau zat aktif lain. tercampur minyak pelumas waktu diangkut dengan kapal dan lain sebagainya. 13 6. Benda asing Simplisia nabati dan simplisia hewani tidak boleh mengandung organisme patogen. disimpan terlalu lama. diberi tanda palang medali berwarna merah di atas putih dan harus disimpan dalam lemari terkunci. diberi tanda tengkorak dan harus disimpan dalam lemari terkunci. Simplisia tidak boleh menyimpang bau dan warna. M. Pemalsuan Dan Penurunan Mutu Simplisia Pemalsuan umumnya dilakukan secara sengaja. bahan yang harus di simpan pada suhu sejuk dapat disimpan pada lemari pendingin.20C– 80C. Mutu rendah ini dapat disebabkan oleh tanaman asal. maupun bagian asing. Kemurnian Simplisia Persyaratan simplisia nabati dan simplisia hewani diberlakukan pada simplisia yang diperdagangkan. keadaannya tidak lagi memenuhi syarat. cara panen dan pengeringan yang salah. Simplisia dianggap rusak jika oleh sebab tertentu. 7.

Contoh dalam skala besar Jika pada pengamatan bagian luar wadah. jika perlu dengan pengurangan tekanan udara. Pembuatan Serbuk Simplisia Bersihkan simplisia dari bahan organik asing dan pengotoran lain secara mekanik atau dengan cara lain yang cocok. jadi merupakan informasi yang diperlukan pada pengamatan terhadap simplisia nabati yang berupa bagian tanaman ( kulit. P. ditambah serbuk cabe agar tetap ada rasa pedasnya. atau ditambah bahan lain yang cocok. Pengambilan Contoh Dan Metode Analisis Simplisia Perlu dipastikan bahwa contoh suatu simplisia harus mewakili bets yang diuji.Simplisia dinyatakan bulukan jika kwalitasnya turun karena dirusak oleh bakteri. penandaan dan keterangan etiket menunjukkan bahwa bets dapat dianggap homogen . kemudian lakukan pengambilan contoh pada masing-masing sub-bets seperti pada bets yang homogen. N. rasa. bau.. Jika bets tidak dapat dianggap homogen. Q. Isi Simplisia Isi simplisia dibagi dalam dua kelompok. tetapi tetap dijual dengan nama minyak Zaitun. Pada pembuatan serbuk simplisia yang mempunyai persyaratan potensi dan kadar zat tertentu. untuk mengurangi penyimpangan yang disebabkan oleh kesalahan pengambilan contoh terhadap hasil analisis baik kwalitatif maupun kwantitatif. Simplisia yang mengandung zat berkhasiat yang tidak tahan panas. Tepung jahe yang ditambahi pati terigu agar bobotnya bertambah.Kecuali dinyatakan lain. hingga hasil pengolahan terakhir memenuhi persyaratan. ambil contoh secara terpisah dari berbagai wadah yang dipilih secara acak sesuai ketentuan dibawah ini. misalnya Laktosa. akar dan sebagainya ). seluruh simplisia harus dihaluskan sesuai derajat halus yang ditetapkan. Pemerian Adalah uraian tentang bentuk. boleh ditambahkan serbuk sejenis yang mempunyai potensi atau kadar lebih rendah atau lebih tinggi. Simplisia dinyatakan tercampur jika secara tidak sengaja terdapat bersama-sama bahanbahan atau bagian tanaman lain. ditambah serbuk temulawak agar warnanya tampak seperti keadaan semula. Misalnya minyak zaitun diganti minyak biji kapas. daun Sena tercampur dengan tangkai daun. misalnya kuncup Cengkeh tercampur dengan tangkai Cengkeh. Simplisia dianggap dipalsukan jika secara sengaja diganti. ayak. O. misalnya serbuk Digitalis dan serbuk Opium . warna simplisia. Jumlah wadah dalam bets (N) Jumlah wadah yang harus diambil contohnya (n) 1 sampai 10 semua 11 sampai 19 11    14 . bagi menjadi beberapa sub-bets yang sehomogen mungkin. Keterangan tentang isi kadang-kadang malah merupakan kunci dalam sediaan-sediaan galenik. haluskan . keringkan pada suhu yang cocok. yaitu isi utama dan isi tambahan. cendawan atau serangga. dikeringkan pada suhu serendah mungkin. Pati beras. Cara pengambilan contoh berikut merupakan cara paling sederhana yang dapat diterapkan untuk bahan nabati. diolah atau ditambahi bahan lain yang tidak semestinya. daun.

15 . Contoh dalam skala laboratorium Persiapkan contoh laboratorium dengan membagi contoh dalam skala besar menjadi empat bagian (Catatan:cara membagi empat adalah dengan menempatkan contoh . lakukan pengambilan contoh dengan menggunakan suatu alat pengambil contoh yang dapat menembus bahan dari bagian atas ke bagian bawah wadah. Ambil kedua bagian yang berlawanan dan campur secara hati-hati . rimpang. lakukan pengambilan contoh dengan tangan. Akar. campur dengan menguling. kemudian dibagi secara diagonal menjadi empat bagian sama . diratakan dalam bentuk tumpukan segi empat dan sama rata . biji dan buah Potongan bagian tanaman (bobot ratarata setiap potongan kurang dari 500 mg) 500 g 250 g 50 g Tebarkan contoh menjadi suatu lapisan tipis dan pisahkan bahan organik asing dengan tangan sesempurna mungkin. tidak kurang dari dua kali pengambilan yang dilakukan pada arah yang berlawanan. perkecil sedapat mungkin sehingga menjadi lebih halus. giling contoh sehingga melewati pengayak nomor 20. Timbang dan hitung prosentase bahan organik asing terhadap bobot contoh yang digunakan. tengah dan bawah dari setiap wadah. > 19 Contoh bahan harus diambil pada bagian atas. Pada bahan yang tidak digiling atau tidak diserbukkan. timbang sejumlah contoh dalam skala laboratorium seperti dibawah ini . dan jaga jangan sampai terjadi kenaikan tingkat fragmentasi atau mempengaruhi derajat kelembaban secara bermakna. usahakan agar bagian yang diambil mewakili (jika perlu dibagi empat).gulingkan pada kertas atau kain. Jika bahan berupa bagian dengan ukuran lebih dari 1 cm. Bahan Organik Asing Contoh untuk pengujian Kecuali dinyatakan lain dalam monografi . dan campur hasil ayakan . Ulangi proses ini secukupnya sampai diperoleh jumlah yang diperlukan Contoh untuk pengujian Kecuali dinyatakan lain pada monografi . karena kelembaban bagian permukaan mungkin berbeda dengan bagian dalam. Jika contoh bahan terdiri dari bagian – bagian berukuran 1 cm atau lebih kecil dan untuk semua bahan yang diserbukkan atau digiling. buat contoh pengujian sebagai berikut : Perkecil ukuran contoh dalam skala laboratorium dengan membagi empat. Jika bahan tidak digiling.N n = 10 +    10  Catatan: Bulatkan harga n ke angka yang lebih tinggi. sebarkan menjadi lapisan tipis dan ambil bagian untuk pengujian . Untuk bahan dalam wadah atau bungkus yang besar pengambilan contoh harus dilakukan pada kedalaman 10 cm. bunga . Persiapkan contoh dalam skala besar dengan menggabungkan dan mencampurkan setiap contoh yang telah diambil dari setiap wadah yang telah terbuka . jaga agar setiap bagian dapat mewakili. yang telah dicampur dengan baik. kulit batang dan herba Daun.

rasa pada lidah dan tangan. mencret atau murus 16 . 1. bobot jenis. 3. bau. pengamatan mikroskopik dengan sinar polarisasi dan lain sebagainya. 9. Menurunkan tekanan darah. Pemeriksaan secara kimia yang bersifat kwantitatif disebut penetapan kadar. sifat-sifat simplisia di bawah sinar ultra violet. kadang.retakan atau gambaran–gambaran dan susunan bahannya (berserat-serat. Pemeriksaan secara organoleptik harus dilakukan lebih dahulu sebelum dilakukan pemerikaan dengan cara lain. 5. terutama jamur pada kulit. 7. Penilaian Obat Ada 5 macam cara pemeriksaan untuk menilai simplisia 1. Menurunkan suhu badan Mencegah atau menghilangkan mual atau muntah Menghentikan buang air besar . Secara Kimia Yang bersifat kwalitatif disebut identifikasi dan pada umumnya berupa reaksi warna atau pengendapan. karena pada umumnya pemeriksaan baru dilanjutkan jika penilaian organoleptik memberikan hasil baik . 10.kadang pengamatan dengan pendengaran. Secara Hayati / Biologi Pada umumnya bersifat penetapan potensi zat berkhasiat. 2.R. Secara Organoleptik Adalah cara pemeriksaan dengan pancaindera dan meliputi pemeriksaan terhadap bentuk. Beberapa Istilah Yang Ada Hubungannya Dengan Kegunaan Simplisia Dan Nama Penyakit Amara Menambah nafsu makan / pahitan Anhidrotika Mengurangi keluarnya keringat Stomakika Memacu enzim – enzim pencernaan Analgetika Mengurangi rasa nyeri Antelmintika Membasmi cacing dari dalam tubuh manusia Anti fungi Membasmi jamur. 4. retakan. dalam hal ini diperhatikan bentuk. Secara Fisika Meliputi penetapan daya larut . 5. warna bagian luar dan bagian dalam. penyaringan dan mikrosublimasi. titik beku. ukuran. S. Sebelum reaksi-reaksi tersebut dilakukan terlebih dahulu diadakan isolasi terhadap zat yang dikehendaki . Anti hipertensi Anti piretika Anti emetika Anti diare misalnya panu . Pada simplisia bentuk serbuk. pemeriksaan secara mikroskopik dapat dilakukan secara serentak dengan cara organoleptik . 4. Secara Mikroskopik Umumnya meliputi pengamatan terhadap irisan melintang dan terhadap serbuk. 2. rotasi optik. kadar air. titik lebur. 3.dan lain sebagainya). 6. bergumpal. 8. misalnya isolasi dengan cara pelarutan.

53. 27. 21. 30. 12. 50. 35 36. 45. 19. 48. 49. 42. 52. 24. 32. 51. 26. purgativa Skorbut Vasodilatansia Nephrolithiasis Urolithiasis Parkinson Parkinsonisme Parasimpatolitika Pertusis Roboransia / tonikum Skabicida Sedativa Hipotiroidisme Menghilangkan rasa sakit / nyeri di kepala Menghilangkan rasa sakit pada encok / rematik Pereda / pelawan keadaan kejang pada tubuh (pereda kejang) Membasmi kuman ( desinfektika ) Penawar racun Pereda batuk Mengurangi batuk berdahak Untuk mengobati kencing manis Untuk mengobati wasir Mencegah perangsangan pada kulit dan selaput lendir Menciutkan selaput lendir atau pori / pengelat Untuk jantung Untuk penguat kerja jantung Membantu fungsi dari empedu Untuk mengobati nyeri haid Memperbanyak keluarnya keringat / peluruh keringat Merangsang pencernaan makanan Melancarkan keluarnya air seni / peluruh air seni Melebarkan pembuluh darah Pembersih darah Memperbanyak keluarnya haid / peluruh haid Menyebabkan muntah Kencing nanah Menguatkan atau menyuburkan rambut Menyegarkan nafas Menghentikan perdarahan Membasmi serangga Sembelit / susah buang air besar Mengeluarkan angin dari dalam tubuh manusia Memperlancar air susu ibu Menghentikan atau mengurangi air susu ibu Menghancurkan batu pada kandung kemih Melancarkan buang air besar / pencahar Sariawan. 38. 22. 18. 54. 46. gusi berdarah karena kekurangan vitamin C Memperlebar pembuluh darah Penyakit kencing batu Adanya batu dalam saluran air kemih Penyakit dengan ciri adanya tremor (gemetar). 34. 15.11. 43. 31. 16. 25. 14. 44. 41. 17. 40. 33. 28. 23. 39. laksativa. tangan serta kaki bergemetaran pada waktu diam Penyakit yang mirip parkinson Pelawan efek perangsang saraf parasimpatik Batuk rejan / batuk seratus hari Obat kuat Obat kudis Obat penenang Kekurangan aktivitas dari kelenjar gondok 17 . 29. Anti neuralgia Anti reumatika Anti spasmodika Anti septika Antidotum Antitusif Ekspetoransia Anti diabetika Anti hemoroida Anti iritansia Astringensia Cardiaka Cardiotonika Cholagoga Dismenorrhoe Diaforetika / Sudorifika Digestiva Diuretika Dilatator Depuratif Emenagoga Emetika Gonorrhoe Hair tonic Holitosis Hemostatika Insektisida Konstipasi Karminativa Laktagoga Laktifuga Litotriptika Laxantia. 37. 47. 55. 20. 13.

Waktu panen / cara memproleh . bulbus (umbi lapis). pulpa (daging buah).Keterangan lain yang dianggap perlu 18 .Penyimpanan . a. caulis (batang) dan folium (daun). f.Sediaan atau preparat yang terdapat di FI dan Form . 1. d. fructus (buah). Cortex (kulit bagian batang atau buah atau buah yang dapat dikelupas). d. tubera (umbi). c. Nas yang masih digunakan . flos (bunga). Beberapa simplisia yang monografinya diuraikan dalam MMI (MateriaMedika Indonesia ) Simplisia yang sediaan galeniknya diuraikan di FI Simplisia di dalam bab-bab tertentu masih disebutkan oleh FI baik sebagai contoh maupun keterangan lain. c. h.56. Di samping itu pada tanaman dapat ditemukan gema (kuncup). Uraian masing-masing simplisia meliputi : Nama dan sinonim / nama lain simplisia Tanaman asal simplisia Familia atau keluarga simplisia Isi / zat berkhasiat utama dan persyaratan kadar Penggunaannya Pemerian Bagian yang digunakan Keterangan mengenai : .Jenis – jenisnya . U. semen (biji). g. a. jamurnya adalah Trichofyton T. Uraian Tentang Simplisia Buku – buku yang digunakan : Simplisia yang monografinya diuraikan di FI Beberapa simplisia yang monografinya diuraikan di EFI dan dianggap masih relevan untuk diketahui siswa. e. Bagian . 2. kayu (lignum). rhizoma (akar tinggal). herba (bagian tanaman lunak di atas tanah).Bagian dari Tanaman Kormus ( tubuh tanaman ) umumnya dapat dibagi menjadi 3 bagian yaitu radix (akar). e. b. Trikhomoniasis Penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur yang hidup di atas kulit (dermatofyt). b.

19 .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.