P. 1
Skripsi

Skripsi

|Views: 183|Likes:
Published by faisalarif82
semiotik roland barthes film
semiotik roland barthes film

More info:

Published by: faisalarif82 on Mar 21, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/30/2014

pdf

text

original

Sections

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Masalah Komunikasi merupakan suatu cara yang dilakukan oleh setiap manusia

dalam berinteraksi satu sama lain. Dengan adanya komunikasi, seseorang menjadi berkembang dan terus belajar. Tindakan komunikasi dapat terjadi dalam berbagai kontek kehidupan manusia mulai dari kegiatan yang bersifat individual,di antara dua orang atau lebih, kelompok, keluarga, organisasi, dalam konteks publik secara lokal, nasional, regional dan global atau melalui media massa. Tindakan komunikasi dapat dilakukan secara verbal, non verbal, langsung dan tidak langsung. Salah satu basic needs manusia adalah self actualization yang dapat dilakukan dengan cara berkomunikasi. Dengan kata lain, komunikasi adalah kebutuhan dasar setiap manusia yang tidak dapat diabaikan. Media massa sebagai salah satu media komunikasi yang berfungsi untuk menyampaikan informasi dan menghibur tampaknya mulai berkembang. Tidak hanya sebagai sarana penyampaian informasi dan menghibur, akan tetapi terdapat nilai edukatif dan persuasif. Film sebagai salah satu atribut media massa menjadi sarana komunikasi yang paling efektif, karena film dalam penyampaian pesannya yang begitu kuat sehingga dapat mempengaruhi seseorang. Film banyak memberikan gambaran – gambaran hidup dan pelajaran penting bagi penontonnya. Film juga menjadi salah satu media komunikasi yang sangat jitu karena kualitas audio dan visual yang

2   

disuguhkan, film menjadi terpaan yang sangat ampuh bagi pola pikir kognitif masyarakat. Pada dasarnya film merupakan suatu bentuk komunikasi, dimana penyampaian pesan ditransfer dari unsur audio dan visual. Unsur–unsur tersebut menjadi daya pikat bagi penonton untuk menyaksikan sebuah film. Kedua unsur ini mengorganisasikan diri menjadi informasi yang bisa bersifat hiburan, komersial, sosial, dokumentasi maupun propaganda. Dalam perkembangannya film belakangan ini, film tidak lagi dimaknai sebagai karya seni (film as art) tetapi lebih sebagai praktik sosial serta komunikasi massa. Sebagai salah satu dari produk media, film seharusnya membentuk opini dan kebiasaan masyarakat yang positif karena salah satu fungsi film sebagai salah satu produk media massa adalah mendidik. Animasi secara sederhana bisa dikatakan sebuah ilustrasi atau gambar yang dicetak dalam frame demi frame. Tiap-tiap frame memiliki gambar yang berbeda (nyaris sama) satu sama lain sehingga jika diproyeksikan (bergerak secara cepat) terciptalah ilusi pergerakan gambar dimana jika kita lihat gambar tersebut akan bergerak secara berkesinambungan. Perkembangan teknik animasi dari masa ke masa demikian pesat. Sejak awal para pembuat animasi langsung menggambar pada frame filmnya hingga kini telah menggunakan teknologi digital. Dari animasi dua dimensi (2-D), lalu animasi stop-motion, kini berkembang menjadi animasi tiga dimensi digital (CGI). Batasan film animasi juga semakin “kabur” karena teknik animasi kini lazim digunakan sebagai efek visual untuk film-film non-animasi, seperti sering kita lihat pada film-film fiksi ilmiah serta fantasi.

   

3   

Animasi juga sering disebut sebagai atribut genre. Animasi bukanlah genre namun lebih tepatnya merupakan sebuah teknik. Film animasi memiliki jangkauan wilayah cerita serta genre yang luas, seperti drama, fiksi-ilmiah, perang, fantasi, horor, musikal, hingga epik sejarah. Walau bisa dinikmati oleh semua kalangan, film animasi juga identik sebagai film hiburan anak-anak. Berbicara mengenai film animasi tentu bukanlah suatu hal yang asing lagi, dapat dipastikan bahwa semua orang pernah menonton film yang satu ini, selama ini kita berpikiran bahwa film animasi merupakan suatu tontonan yang paling cocok untuk diberikan kepada anak-anak , namun apakah hal tersebut sepenuhnya benar. Pernahkah terpikir apa dampaknya bagi anak-anak ? tanpa kita sadari ternyata tidak semua film kartun berdampak baik bagi perkembangan anak-anak, dalam beberapa film animasi misalnya Tom & jerry, Naruto, Dragon Ball, dan Bernard Bear. Film tersebut menampilkan unsur kekerasan yang mana film animasi tersebut banyak digemari oleh anak–anak, apa jadinya jika anak menonton tayangan yang isinya mengandung unsur kekerasan. Adegan kekerasan akan dicontoh oleh anak-anak dan itu merupakan sebuah bencana dan tidak baik bagi perkembangan anak. Dengan fenomena tersebut maka perlu adanya film yang dapat memberikan contoh yang baik bagi anak. Film dengan tema perjuangan, persahabatan, dan memiliki pesan moral sangat diperlukan untuk memerangi film yang mengandung unsur kekerasan. Film animasi dengan tema persahabatan merupakan tema yang masih banyak dipakai untuk menghasilkan sebuah film animasi yang menarik dan berkualitas juga disukai oleh semua kalangan terutama anak-anak. Dalam

   

4   

beberapa tahun belakangan ini film animasi dengan tema persahabatan memang banyak hadir di bioskop tanah air. Di Indonesia sendiri film animasi sudah banyak dibuat oleh animator lokal, beberapa judul yang sudah tembus ke dalam bioskop tanah air yaitu film Meraih Mimpi (2009) 1 dan Petualangan Singa Pemberani (2012). 2 Berbicara tentang film animasi tentunya film animasi buatan Amerika masih menjadi pilihan utama bagi pecinta film. Kesuksesan film animasi Hollywood sebutan untuk film buatan Amerika sebagai produk budaya populer yang diminati tidak hanya di Amerika sendiri tetapi juga diseluruh dunia, film Animasi Hollywood merupakan hasil kolaborasi dari berbagai aspek. Dari sisi industri merupakan pusat industri perfilman terbesar dengan jaringan terbesar diseluruh dunia. Dari sisi produk, film-film merupakan hasil kolaborasi nyata antara sisi artistik dan hiburan. Film-film tersebut tidak hanya menghibur namun juga dapat dinikmati sebagai karya seni. Para pembuat film seakan-akan tahu apa yang diinginkan oleh penonton dalam karyanya itu, dengan tetap menjaga titik artistik dan kualitas dalam penggarapanya. Hal ini mungkin dapat menjawab pertanyaan tentang mengapa film-film Hollywood begitu disukai dan ditunggutunggu oleh penonton di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Pixar sebagai salah satu perusahaan studio animasi Amerika dan merupakan anak perusahaan dari The Walt Disney Company adalah studio animasi yang banyak membuat film dengan tema tentang persahabatan. Bertempat
                                                            
http://kacahati.wordpress.com/2009/08/16/film-animasi-pertama-indonesia-yang-gointernasional/ (diakses pada jumat 28 September 2012 jam 23.00) 2 http://www.analisadaily.com/film/detail/146/petualangan_singa_pemberani/ (diakses pada jumat 28 September 2012 jam 23.04) 
1

   

5   

di Emeryville, California, studio animasi ini telah mebuat film animasi yang sangat terkenal di seluruh dunia. Tabel 1.1 Daftar film produksi studio animasi Pixar No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. Judul Film Toy Story A Bug’s Life Toy Story 2 Monster, Inc Finding Nemo Cars Ratatouille WALL-E UP Toy Story 3 Cars 2 Tahun 1995 1998 1999 2001 2003 2006 2007 2008 2009 2010 2011

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Pixar_Animation_Studios

Film Toy Story 3 adalah film ketujuh yang berhasil mendapatkan keuntungan di atas satu miliar Dollar dan film animasi pertama yang mendapatkan rekor ini.. Film Toy Story 3 berhasil meraih pendapatan sebesar 1,063 miliar Dollar Amerika dari total pemutarannya di seluruh dunia, Toy Story 3 juga mendapatkan pendapatan yang jauh di atas film Pixar lainnya. Toy Story 3 memecahkan rekor Finding Nemo sebagai film Pixar tersukses di Amerika Utara dan di Dunia, dengan keuntungan bersih sebesar 405 juta Dollar Amerika di Amerika Utara dan 1,005 milliar Dollar Amerika di Dunia. Toy Story 3 juga

   

6   

mengalahkan rekor Shrek 2 sebagai film animasi dengan keuntungan tertinggi didunia sepanjang masa. 3 Tak jauh berbeda dari film sebelumnya, sekuel Toy Story ini masih bercerita tentang mainan masa kecil Andy. Yaitu, Woody, Buzz Lightyear, dan teman-temannya. Mainan dalam film ini diceritakan seolah-olah mereka hidup dan bernyawa, bukan sekadar seonggok benda mati yang tak punya rasa. Bahkan mereka juga bisa bersedih lantaran tak pernah disentuh lagi oleh pemiliknya. Persahabatan, rasa gembira, iri hati dan cinta pun melengkapi cerita kumpulan mainan dalam film Toy Story 3 ini. Film ini diawali dengan Andy yang berniat untuk menyimpan mainanmainan masa kecilnya di loteng, terkecuali Woody yang rencananya akan ia bawa. Sialnya, karena suatu kesalahpahaman, ibu Andy mengira bahwa kantong yang berisi Buzz dan kawan-kawan adalah kantong sampah. Ia pun bermaksud membuangnya untuk diangkut oleh truk pengangkut sampah. Melihat hal itu, tentu saja Woody tidak bisa tinggal diam. Tanpa pikir panjang, si koboi segera bergerak untuk menolong teman-temannya. Ternyata, bukan perkara yang sulit bagi Buzz dan yang lain untuk bisa lolos. Mereka berhasil meloloskan diri sebelum Woody datang untuk menyelamatkan mereka. Mereka yang menganggap bahwa Andy sudah tidak lagi peduli terhadap mereka lalu memutuskan untuk minggat ke tempat penitipan anak Sunnyside. Usaha Woody membujuk mereka untuk tetap tinggal pun gagal, sebagaimana Jessie yang beranggapan bahwa para mainan berhak untuk
                                                            
3

http://id.wikipedia.org/wiki/Toy_Story_3 (diakses pada rabu 30 Januari 2013 jam 20.00)

   

7   

menentukan nasibnya masing-masing. Dan menurutnya, disumbangkan bagi anakanak yang masih banyak bermain dengan mainan adalah pilihan yang paling tepat. Sesampainya di Sunnyside, mereka diperlihatkan dengan suasana yang tampaknya adalah surga bagi para mainan. Tempat yang menyenangkan dan masih dimainkan oleh anak-anak, hal-hal itu semakin membuat mereka yakin bahwa keputusan mereka untuk datang ke tempat tersebut tidaklah salah. Belum lagi, mereka juga disambut dengan ramah oleh Lots-o’-Huggin’ Bear, pemimpin dari para mainan yang tinggal di tempat tersebut. Woody yang tidak ingin temantemannya meninggalkan Andy begitu saja pun terus membujuk mereka untuk kembali. Akan tetapi, Jessie dan para mainan yang bersikeras tetap di tempat tersebut malah balik membujuk Woody untuk ikut bersama mereka. Woody yang setia kepada Andy jelas menolak dan mengajak Buzz pergi. Tetapi sahabatnya sendiri menganggap bahwa akan lebih baik baginya untuk bersama yang lain. Dengan berat hati, Woody lalu meninggalkan teman-teman yang telah ia kenal sejak lama. Persahabatan mereka pun teruji disini dan pada akhirnya mereka kembali bersama setelah melewati berbagai rintangan yang sangat berat. Nilai – nilai persahabatan yang ada dalam film Toy Story 3 seharusnya dijadikan contoh yang baik bagi masyarakat, khususnya untuk anak-anak yang dari kecil sudah harus diajarkan tentang nilai-nilai persahabatan yang murni tanpa mengharapkan imbalan apapun. Persahabatan pada zaman sekarang ini tidak lagi dimaknai dengan apa itu arti persahabatan yang sesungguhnya, persahabatan tidak lagi bersifat saling mendukung dan saling berbagi, dan bahkan ada yang berpura-

   

8   

pura bersahabat kemudian menjerumuskan sahabatnya ke dalam tindakan yang buruk, padahal persahabatan penting dalam menjalin suatu hubungan yang sangat berarti. persahabatan juga disalah artikan oleh sekelompok anak remaja seperti dengan melakukan tawuran antar pelajar karena hal sepele seperti saling ejek. Memang membela teman adalah sikap sahabat yang peduli, namun jika membela temannya dengan membalas pelaku dengan cara kekerasan apakah hal tersebut merupakan arti persahabatan yang sesungguhnya. Persahabatan merupakan sebuah hubungan antarpribadi yang memiliki kedekatan yang lebih dari sekedar teman biasa, sahabat merupakan seseorang yang selalu ada jika kita membutuhkan, mendukung kita baik disaat senang maupun susah, dan sahabat tidak akan menjerumuskan seseorang ke sesuatu yang buruk. Dilihat dari permasalahan dan latar belakang yang sudah di uraikan diatas, peneliti ingin mengatahui sejauh mana penjelasan nilai-nilai persahabatan yang terdapat dalam film Toy Story 3.Peneliti akan mencoba melakukan penalaran dan berupaya menemukan nilai-nilai persahabatan di dalam film Toy Story 3.

1.2

Rumusan Masalah Dari uraian latar belakang yang sudah di jelaskan, maka perumusan

masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana mitologi persahabatan dalam film Toy Story 3?

   

9   

1.3

Tujuan Penelitian Tujuan Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui mitologi persahabatan

dalam film Toy Story 3.

1.4 a.

Manfaat Penelitian Manfaat Akademis Penelitian yang membahas tentang semiotika pada film Toy Story 3

diharapkan dapat mengelaborasi konsep tentang persahabatan pada khalayak. Selain itu penelitian diharapkan menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya khususnya yang berkaitan dengan representasi atau penggambaran nilai persahabatan dalam film. b. Manfaat Praktis Penelitian diharapkan memberi masukan bagi sineas sehingga diharapkan dapat membuat film yang berkualitas dan bermanfaat bagi khalayak.

   

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Komunikasi Massa Komunikasi massa, seperti bentuk komunikasi lainnya seperti komunikasi

interpersonal, komunikasi kelompok, dan komunikasi organisasi memiliki sedikitnya enam unsur komunikasi, yakni komunikator, pesan, media, komunikan, efek dan umpan balik.

2.1.1

Pengertian Komunikasi Massa Komunikasi massa diadopsi dari istilah bahasa inggris, mass

communication, sebagai kependekan dari mass media communication. Artinya Komunikasi yang menggunakan media massa. Media massa yang dimaksud menurut Nurudin dalam bukunya yang berjudul Pengantar Komunikasi Massa, adalah media yang dihasilkan oleh teknologi modern bukan media massa tradisional seperti kentongan, angklung, gamelan, dan lain-lain. Jadi, di sini media massa menunjuk pada hasil produk teknologi modern sebagai saluran dalam komunikasi massa 4 . Secara sederhana komunikasi massa didefinisikan sebagai komunikasi melalui media massa yakni surat kabar, majalah, radio, televisi, dan film. Salah satu definisi yang paling sederhana tentang komunikasi massa dirumuskan oleh Bitener yang menyebutkan: “Mass communication is message communicated
                                                            
4

Nurudin. Pengantar Komunikasi Massa, RajaGrafindo Perkasa: Jakarta, 2009, Hal. 3-4

10 

11   

through a mass medium to a large number of people)” (Komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang) 5 Begitu banyak definisi komunikasi massa, tapi ada satu definisi yang dikemukakan Michael W. Gamble dan Teri Kwal Gamble (1986) yang akan memperjelas apa itu komunikasi massa. Menurut mereka sesuatu bisa didefinisikan sebagai komunikasi massa jika mencakup 6 : 1. Komunikator dalam komunikasi massa mengandalkan peralatan modern untuk menyebarkan atau memancarkan pesan secara cepat kepada khalayak yang luas dan tersebar. Pesan itu disebarkan melalui media modern pula, antara lain surat kabar, majalah, televisi, film atau gabungan diantara media tersebut. 2. Komunikator dalam komunikasi massa dalam menyebarkan pesanpesannya bermaksud mencoba berbagi pengertian dengan jutaan orang yang tidak saling kenal atau mengetahui satu sama lain. Anonimitas audience dalam komunikasi massa inilah yang membedakan pula dengan jenis komunikasi yang lain. Bahkan pengirim dan penerima pesan tidak saling mengenal satu sama lain 3. Pesan adalah publik. Artinya bahwa pesan ini bisa didapatkan dan diterima oleh banyak orang. Karena itu diartikan milik publik 4. Sebagai sumber, komunikator massa biasanya organisasi formal seperti jaringan, ikatan atau perkumpulan. Dengan kata lain, komunikatornya
                                                            
Morissan. Manajemen Media Penyiaran: Strategi Mengelola Radio & Televisi (Edisi Revisi), Prenada Media Group: Jakarta, 2009, Hal. 20-21  6 Op Cit. Nurudin. Hal. 8
5

   

12   

tidak berasal dari seseorang, tetapi lembaga. Lembaga inipun biasanya berorientasi pada keuntungan bukan organisasi sukarela atau nirlaba 5. Komunikasi massa dikontrol oleh gatekeeper (pentapis informasi). Artinya, pesan-pesan yang disebarkan atau dipancarkan dikontrol oleh sejumlah individu dalam lembaga tersebut sebelum disiarkan lewat media massa .Beberapa individu dalam komunikasi massa itu ikut berperan dalam membatasi, memperluas pesan yang disiarkan. 6. Umpan balik dalam komunikasi massa sifatnya tertunda (delayed).

Dengan demikian, media massa adalah alat-alat dalam komunikasi yang bisa menyebarkan pesan secara serempak, cepat kepada audience yang luas dan heterogen. Kelebihan media massa dibanding dengan jenis komunikasi lain adalah media massa bisa mengatasi hambatan ruang waktu. Bahkan media massa dapat menyebarkan pesan hampir seketika pada waktu yang tak terbatas. 7 Definisi lain pernah dikemukakan oleh Josep A. Devito yakni, “First, mass communication is communication addressed to masses, to an extremely large since. This does not mean that the audience includes all people or everyone who reads or everyone who watches television; rather it means an audience that is large and generally rather poorly defined. Second, mass communication is communication mediated by audio and/or visual transmitter. Mass communication is perhaps most easily and most logically defined by its form: television, radio, newspaper, magazine, films, books, and tapes “ Jika diterjemahkan secara bebas bisa berarti, “Pertama komunikasi massa adalah komunikasi yang ditujukan kepada massa, kepada khalayak yang luar biasa banyaknya. Ini tidak berarti bahwa khalayak meliputi seluruh penduduk atau
                                                            
7

Ibid, Hal. 8

   

13   

semua orang yang membaca atau semua orang yang menonton televise, agaknya ini tidak berarti pula bahwa khalayak itu besar dan pada umumnya agak sukar untuk didefinisikan. Kedua komunikasi massa adalah komunikasi yang disalurkan oleh pemancar – pemancar yang audio dan atau visual. Komunikasi massa barangkali akan lebih mudah dan lebih logis bila didefinisikan menurut bentuknya (televisi, radio, surat kabar, majalah, film, buku, dan pita). Sementara itu, menurut Jay Black dan Fredrick C. Whitney (1988) disebutkan, “Mass communication is a process whereby mass-produced message are transmitted to large, anonymous, and heterogeneous masses of recivers” (Komunikasi massa adalah sebuah proses dimana pesan-pesan yang

diproduksi secara massal/tidak sedikit itu disebarkan kepada massa penerima pesan yang luas, anonym, dan heterogen) 8 . Large di sini berarti lebih luas dari sekedar kumpulan orang yang berdekatan secara fisik, sedangkan anonymous berarti bahwa individu yang menerima pesan cenderung menjadi asing satu sama lain atau tidak saling mengenal satu sama lain, dan heterogeneous berarti bahwa pesan yang dikirim to whom it may concern (kepada yang berkepentingan) yakni kepada orang-orang dari berbagai maccam atribut, status pekerjaan, dan jabatan dengan karakteristik yang berbeda satu sama lain dan bukan penerima pesan yang homogen. Berdasarkan berbagai definisi komunikasi massa yang dikemukakan para ahli komunikasi, tampaknya tidak ada perbedaan yang mendasar, bahkan definisi-

                                                            
8

Ibid, Hal 8 

   

14   

definisi itu satu sama lain saling melengkapi. Hal ini telah memberikan gambaran yang jelas mengenai pengertian komunikasi massa. Rakhmat merangkum definisi-definisi komunikasi massa tersebut menjadi: “Komunikasi massa diartikan sebagai jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen, dan anonim melalui media cetak atau elektronik sehingga pesan yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat 9

2.1.2

Karakteristik Komunikasi Massa Karakteristik komunikasi massa menurut Ardianto dkk adalah sebagai

berikut 10 : 1. Komunikator Terlembagakan Komunikasi melibatkan lembaga, dan komunikatornya bergerak dalam organisasi yang kompleks 2. Pesan Bersifat Umum Komunikasi massa bersifat terbuka, artinya komunikasi massa itu ditujukan untuk semua orang dan tidak ditujukan untuk sekelompok orang tertentu. Oleh karenanya, pesan komunikasi massa bersifat umum. Pesan komunikasi massa yang dikemas dalam bentuk apapun harus memenuhi kriteria penting dan menarik, atau penting sekaligus menarik, bagi sebagian besar komunikan.

                                                            
9 10

Jalaluddin Rakhmat. Psikologi Komunikasi, PT Remaja Rosdakarya: Bandung, 2003, Hal. 189 Elvinaro Ardianto, dkk. Komunikasi Massa, Suatu Pengantar, Simbiosa Rekatama Media, Bandung.,2007, Hal. 103-148 

   

15   

3. Komunikasnnya Anonim dan Heterogen Komunikan pada komunikasi massa bersifat anonim dan heterogen. Karena dalam komunikasi massa, komunikator tidak mengenal komunikan (anonim), karena komunikasinya menggunakan media dan tidak tatap muka. Komunikan komunikasi massa adalah heterogen, karena terdiri dari berbagai lapisan masyarakat yang berbeda, dan dapat dikelompokkan berdasarkan faktor: usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, latar belakang budaya, agama dan tingkat ekonomi. 4. Media Massa Menimbulkan Keserempakan Effendy mengartikan bahwa media massa menimbulkan keserempakan artinya keserempakan kontak dengan sejumlah besar penduduk dalam jarak yang jauh dari komunikator, dan penduduk tersebut satu sama lainnya berada dalam keadaan terpisah. 5. Komunikasi Mengutamakan Isi Ketimbang Hubungan Dalam konteks komunikasi massa, komunikator tidak harus selalu kenal dengan komunikannya, dan sebaliknya. Yang penting, bagaimana seorang komunikator menyusun pesan secara sistematis, baik, sesuai dengan jenis medianya, agar komunikannya bisa memahami isi pesan tersebut. 6. Komunikasi Massa Bersifat Satu Arah Kelemahan komunikasi massa, yaitu bahwa komunikasi massa bersifat satu arah. Karena komunikasinya melalui media massa, maka komunikator dan komunikannya tidak dapat melakukan kontak langsung. Komunikator aktif menyampaikan pesan, komunikan pun aktif menerima pesan, namun

   

16   

diantara keduanya tidak dapat melakukan dialog sebagaimana halnya terjadi dalam komunikasi antarpribadi. 7. Stimulasi Alat Indra Terbatas Ciri komunikasi massa lainnya yang dapat dianggap salah satu kelemahannya, adalah stimulasi alat indra yang terbatas. Dalam komunikasi massa, stimulasi alat indra bergantung pada jenis media massa. Pada surat kabar dan majalah, pembaca hanya melihat. Pada radio siaran dan rekaman auditif, khalayak hanya mendengar, sedangkan pada media televisi dan film, kita menggunakan indra penglihatan dan pendengaran. 8. Umpan Balik Tertunda dan Tidak Langsung Dalam proses komunikasi massa, secara umum umpan balik bersifat tidak langsung (indirect) dan tertunda (delayed). Artinya, komunikator komunikasi massa tidak dapat dengan segera mengetahui bagaimana reaksi khalayak terhadap pesan yang disampaikannya. Tanggapan khalayak bisa diterima lewat telepon, e-mail, atau surat pembaca. Proses penyampaian feedback lewat telepon, e-mail, atau surat pembaca itu menggambarkan bahwa feedback komunikasi massa bersifat indirect. Sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk menggunakan telepon, menulis surat pembaca, mengirim e-mail itu menunjukkan bahwa feedback komunikasi massa bersifat tertunda (delayed).

   

17   

2.1.3

Fungsi komunikasi massa Dalam membicarakan fungsi-fungsi komunikasi massa, ada satu hal yang

perlu disepakati terlebih dahulu. Ketika kita membicarakan fungsi komunikasi massa yang harus ada dalam benak kita adalah kita juga sedang membicarakan fungsi media massa. Fungsi komunikasi massa menurut Jay Black dan Frederick C. Whitney (1988) antara lain 11 : to inform to entertain to persuade transmission of the culture. Sementara itu, fungsi komunikasi massa menurut John Vivian dalam bukunya The Media of Mass Communication (1991) disebutkan 12 ; providing information, providing entertainment helping to persuade contributing to social cohesion. Ada pula fungsi komunikasi massa yang pernah dikemukakan oleh Harold D. Lasswell yakni 13 , 11 12

surveillance of the environment correlation of the part of society in responding to the environment transmission of the social heritage from one generation to the next 14

                                                            
Nurudin. Pengantar Komunikasi Massa, RajaGrafindo Perkasa: Jakarta, 2009, Hal. 12 Ibid, Hal. 12 13 Ibid, Hal. 12

   

18   

Sama seperti pendapat Lasswell, Charles Robert Wright (1988) menambah fungsi entertainment (hiburan) dalam fungsi komunikasi massa. 15 Ada banyak pendapat yang dikemukakan untuk mengupas fungsi-fungsi komunikasi massa. Sama dengan definisi komunikasi massa, fungsi komunikasi massa juga mempunyai latar belakang dan tujuan yang berbeda satu sama lain. Meskipun satu pendapat dengan pendapat lain berbeda, tetapi titik tekan mereka kemungkinan sama.

2.2

Film Salah satu media massa yang dianggap efektif adalah film, karena mampu

menciptakan makna yang kuat dan merupakan fenomena sosial, psikologi, dan estetika yang kompleks melalui serangkaian cerita dan gambar yang diiringi katakata dan musik. “Film selalu merekam realitas yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat, dan kemudian memproyeksikannya ke atas layar lebar. Film lebih dulu menjadi media hiburan dibanding radio dan siaran dan televisi sehingga menjadikan Industri film sebagai industri bisnis yang diproduksi secara kreatif dan memenuhi imajinasi orang-orang yang bertujuan memperoleh estetika. 16 Tujuan khalayak menonton film terutama untuk hiburan, akan tetapi dalam film terkandung fungsi informatif, edukatif, maupun persuasif.

                                                                                                                                                                   
14 15

 Ibid, Hal. 12  Ibid, Hal. 12 16 Vera Nawiroh. Pengantar Komunikasi Massa, Renatama Pratama Media: Jakarta, 2008, Hal. 69

   

19   

2.2.1

Pengertian Film Dalam undang-undang No.08 tahun 1992 tentang perfilman yang disusun

oleh BP2N (Badan Penyehatan Perfilman Nasional), Film adalah karya cipta seni dan budaya yang merupakan media komunikasi massa. Audio visual yang dibuat berdasarkan asas sinematografi yang direkam pada pita dalam segala bentuk, jenis dan ukuran melalui proses elektronik atau proses lainnya, dengan atau tanpa suara, yang dapat dipertunjukan dan atau ditayangkan dengan sistem proyeksi mekanik, elektronik dan sistem lainnya. 17 Sedangkan dalam pengertian sempit film adalah penyajian gambar lewat layar lebar dan dalam pengertian luasnya bisa juga termasuk dalam siaran televisi. 18 Munculnya film sebagai media komunikasi massa yang ke dua, setelah surat kabar, di dunia pada awal era 1990-an telah menarik perhatian publik. Kelebihan film memang terletak pada gambar yang hidup dan bergerak seperti nyata, serta tidak terikat pada ruang dan waktu, atau dengan kata lain film dapat diputar dan dinikmati di mana dan kapan saja sesuai keinginan. Hal itulah yang membuat film menjadi media yang populer.19 Sebagai karya seni, film merupakan sarana pengungkapan daya cipta dari beberapa cabang seni sekaligus, dan produknya bisa diterima dan diminati layaknya karya seni.

                                                            
UU No.8 Tahun 1992, Perfilman, KPI.  Hafied Cangara. Pengantar ilmu Komunikasi, PT. Raja Grafindo Persada: Jakarta, 2010, Hal. 136 19 Alex sobur. Semiotika komunikasi, PT Remaja Rosdakarya: Bandung, 2003, Hal. 126
18 17

   

20   

2.2.2

Fungsi Film Seperti halnya televisi siaran, tujuan khalayak menonton film terutama

adalah ingin memperoleh hiburan. Akan tetapi dalam film dapat terkandung fungsi informatif maupun edukatif, bahkan persuasif. 20 Fungsi film adalah salah satu nilai yang dapat memuaskan kita sebagai manusia. Khususnya sebagai pemenuhan kebutuhan psikologi dan spiritual dalam kehidupannya. Kumpulan gambar yang artistik dan bercerita, sering menghibur melalui pesan-pesan yang disampaikan oleh sebuah film. Terdapat tiga fungsi pokok yang ada di dalam sebuah film, yaitu: 1. Hiburan Sebagai sarana untuk melepaskan penat, film merupakan salah satu media yang paling efektif. Dengan rangkaian cerita diiringi dengan musik dan kata-kata yang tepat, film mampu memainkan emosi seperti membuat penonton tertawa terpingkal-pingkal, meneteskan air mata, hingga menjerit ketakutan. 2. Pendidikan Film jelas mampu menyampaikan pesan yang mendidik dengan efektif kepada penonton. Cerita mengenai percintaan dua orang kekasih sesama jenis di era 1950’an dapat sekaligus memberikan pesan pendidikan moral mengenai resiko menjadi homosexual.

                                                            
 Elvinaro Ardianto, dkk. Komunikasi Massa, Suatu Pengantar, Simbiosa Rekatama Media, Bandung, 2007, Hal. 145 
20

   

21   

3. Penerangan Segala macam informasi dapat dengan mudah disampaikan kepada penonton dalam film. Melalui gambar cerita, penonton akan lebih cepat memahami informasi yang diberikan.

2.2.3

Jenis-Jenis Film Jenis film berdasarkan bahan pembuatannya dibedakan menjadi jenis film

8 mm, 16 mm, 35 mm, 70 mm. Jenis film 8 mm dan 16 mm banyak digunakan untuk memproduksi film-film pendidikan dan penerangan serta dokumentasi pada zamannya. Untuk kepentingan rumah tangga banyak menggunakan film 8 mm. Sedangkan film untuk diputar di gedung-gedung bioskop menggunakan film jenis 35 mm dan 70 mm 21 . Sedangkan film menurut proses produksinya terbagi menjadi bebrapa jenis antara lain : 1. Film Dokumenter Film dokumenter adalah termasuk jenis film nonfiksi yang menceritakan realita/kenyataan suatu peristiwa tertentu. Dokumenter juga menyajikan realita melalui berbagai cara untuk berbagai macam tujuan antara lain: penyebarluasan informasi, pendidikan, dan propaganda bagi orang atau kelompok tertentu. Dokumenter bukan menciptakan kejadian atau

                                                            
21

Anton Mabruri. Manajemen Produksi Program Acara Televisi Format Acara Drama, Mind 8 Publishing House: Depok, 2010, Hal. 3

   

22   

peristiwa, tetapi merekam peristiwa atau kejadian yang benar-benar terjadi dan bukan direkayasa. 22 2. Film Cerita Pendek Film pendek adalah film yang berdurasi pendek dengan cerita yang singkat, biasanya di bawah 60 menit. Film pendek ini lebih dikenal dengan film indie entah dari mana istilah ini muncul yang jelas bahwa kebanyakan jenis film ini banyak diproduksi dengan biaya sendiri (independent) dan dieksekusi dengan cara kolektif. 23 3. Film-Film Jenis Lain Film-film jenis lain antara lain: profil perusahaan, iklan telvisi, program televisi, video klip 24 Profil Perusahaan: Film ini diproduksi untuk kepentingan institusi tertentu berkaitan dengan kegiatan yang mereka lakukan Iklan Televisi: Film ini sering disebut dengan TVC (television commercial) dan PSA (public service announcement) diproduksi untuk kepentingan penyebaran informasi, baik tentang produk (iklan produk) maupun layanan masyarakat. Program Televisi: Jenis film ini diproduksi untuk konsumsi pemirsa televisi. Video Klip: Fungsi video klip adalah sarana bagi para produser musik untuk memasarakan produknya lewat media televisi.

                                                            
22 23

Ibid. Hal. 4 Ibid. Hal. 6 24 Ibid. Hal. 7-8 

   

23   

4. Film Kartun Film Kartun (cartoon film) dibuat untuk konsumsi anak-anak. Dapat dipastikan, kita semua mengenal tokoh Donal Bebek (Donal Duck), Putri Salju (Snow White), Miki Tikus (Mickey Mouse) yang diciptakan oleh seniman Amerika Serikat Walt Disney. Sebagian besar film kartun, sepanjang film itu diputar akan membuat kita tertawa karena kelucuan para tokohnya. Namun ada juga film kartun yang membuat iba penontonya karena penderitaan tokohnya. Sekalipun tujuan utamanya menghibur, film kartun bisa juga mengandung unsur pendidikan. Minimal akan terkam bahwa kalau ada tokoh jahat dan tokoh baik, maka pada akhirnay tokoh baiklah yang selalu menang. 25 Titik pembuatan film kartun adalah seni lukis. Dan setiap lukisan memerlukan ketelitian. Satu per satu dilukis dengan saksama untuk kemudian dipotret satu persatu pula. Sebuah film kartun tidaklah dilukis oleh satu orang, tetapi oleh pelukis-pelukis dalam jumlah banyak. 26

2.3

Persahabatan Banyak para ahli yang membahas masalah komunikasi antar pribadi

seperti dalam bukunya Joseph Devito. Proses selanjutnya setelah komunikasi

                                                            
Op Cit. Ardianto. Hal. 149 Onong Uchjana Effendy. Ilmu Teori dan Filsafat Komunikasi, PT. Citra Aditya Bakti: Bandung, 2003, Hal. 217
26 25

   

24   

antarpribadi adalah hubungan antarpribadi. Dua hal penting dalam hubungan antarpribadi adalah persahatan dan percintaan. 27 Persahabatan atau pertemanan adalah istilah yamg menggambarkan perilaku kerjasama dan saling mendukung antar dua orang atau lebih. Dalam pengertian ini, istilah-istilah persahabatan mengambarkan suatu hubungan yang melibatkan beberapa hal antara lain bahwa sahabat akan menyambut kehadiran sesamanya dan menunjukan kesetiaan satu sama lain. Mereka juga akan terlibat dalam perilaku saling menolong dan saling memberi. Sahabat adalah orang yang akan memperlihatkan perilaku yang terbuka apa adanya dan reflektif. Meskipun demikian bagi banyak orang persahabatan seringkali tidak lebih dari pada kepercayaan bahwa seseorang atau sesuatu tidak akan merugikan dan menyakiti mereka. Dalam persahabatan atau pertemanan terdapat tingkat keintiman yang berbeda, bagi banyak orang persahabatan merupakan hubungan yang lebih dekat, serta lebih mengenal satu sama lain daripada pertemanan.

2.3.1 Kebudayaan dan Persahabatan Koentjaraningrat menyatakan bahwa ada tiga wujud kebudayaan, yaitu sebagai berikut 28 a. Wujud kebudyaan sebagai kompleks ide-ide, gagasan, nilai-nilai, normanorma, peraturan, dan sebagainya. Para ahli menyebut wujudini sebagai sistem budaya, dalam bahasa Indonesia disebut dengan istilah adat, atau
                                                            
Joseph Devito. Human Communication The Basic Course, Pearson International: New York, 2008, Hal. 192  28  Koentjaraningrat. Pengantar Ilmu Antropologi, Aksara Baru: Jakarta, 2001, Hal. 181 
27

   

25   

adat-istiadat untuk bentuk jamaknya. Sifat dari wujud yaitu, berupa ide, tidak dapat diraba, difoto, dan masih berada di alam pikiran masyarakat pemilik kebudayaan itu. b. Wujud kebudayaan sebagai kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat. Wujud kebudayan ini sering disebut sebagai sistem sosial, yaitu mengenai tindakan berpola dari manusia itu sendiri, terdiri dari aktifitas-aktifitas manusia yang berinteraksi, berhubungan, serta bergaul satu dengan yang lain dari waktu ke waktu, selalu menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sebagai rangkaian aktifitas kelompok manusia dalam suatu masyarakat, sistem sosial, bersifat konkret, terjadi di sekeliling kita sehari-hari, bisa diobservasi, difoto, dan didokumentasi. c. Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia (kebudayaan fisik). Kebudayaan fisik berupa seluruh total dari hasil fisik dan aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat, maka sifatnya paling konkret, dan berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan difoto.

Hubungan persahabatan terbentuk dari hasil kebudayaan masyarakat, yaitu

wujud kebudayaan sebagai kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat. wujud kebudayan ini sering disebut sebagai sistem sosial
dimana persahabatan terbentuk dari adanya suatu hubungan dan hubungan

   

26   

persahabatan tersebut terbentuk di dalam kehidupan masyarakat dan menjadi pola hidup masyarakat. Hubungan pertemanan melibatkan orientasi pada saat itu, yang berpusat pada pertemuan yang terjadi di tempat. Dalam suatu persahabatan, individu yang terlibat mulai berhubungan dalam interaksi masa lalu dan masa depan, seperti halnya masa kini. Dua jenis hubungan berbeda juga dikarenakan spesifikasi berdasarkan norma yang memandu mereka. Ada norma-norma budaya yang menetapkan apa yang mendasari hubungan pertemanan (friendly relations). Persahabatan juga melibatkan suatu fokus atas orang, teman bereaksi satu sama lain sebagai satu keutuhan orang (persons), tidak hanya sebagai anggota kelompok sosial. Keanggotaan kelompok, termasuk kultur, mempengaruhi tahap awal hubungan dengan orang asing lebih dari langkah-langkah selanjutnya. Jika seorang individu membentuk persahabatan erat (close friendships) dengan orang asing, maka hal tersebut sama dengan persahabatan eratnya dengan orang-orang dari kelompok sendiri. 29

2.3.2

Pengertian Persahabatan Persahabatan adalah hubungan antar pribadi antara dua orang yang

produktif dan dicirikan dengan hal-hal yang positif. Persahabatan adalah hubungan antar pribadi, interaksi komunikasi harus terjadi diantara pelaku. 30 Dalam persahatan, terdapat proses dan tahapan-tahapan.

                                                            
William B dan Young Yun Kim Gudykunst. Communication With Strangers, An Approach to Interkultural Communication Second Edition, McGraw-Hill, Inc: New York, 1992, Hal. 303-304 30 Joseph Devito. Human Communication The Basic Course, Pearson International: New York, 2008, Hal. 192
29

   

27   

Hubungan persahabatan merupakan salah satu jenis dari komunikasi antarpribadi. Persahabatan diperoleh setelah melalui tahap perkenalan. Seorang sahabat merupakan orang yang mempunyai kedudukan tertentu dalam hubungan antarpribadi. Persahabatan yang baik ditandai dengan adanya kehangatan dan kasih sayang, kejujuran, adanya komitmen dan menjalani tersebut dengan alami. Dalam hubungan persahabatan, komitmen ditunjukkan dengan cara mengorbankan waktu dan energi mereka untuk menolong sahabat yang membutuhkan.

2.3.3

Fungsi Persahabatan Menurut Gottman dan Parker dalam Santrock menyatakan bahwa ada enam

fungsi persahabatan yaitu 31 : 1. Kebersamaan ( companionship ) Dengan adanya persahabatan ini, seseorang yang memiliki seorang teman yang akrab bagi individu yang lain yang bersedia melakukan aktivitas dan menghabiskan waktu bersama. 2. Stimulasi kompetensi ( stimulation ) Pada dasarnya dengan adanya persahabatan akan memberi rangsangan kepada seseorang untuk mengembangkan potensi dirinya kerena memperoleh kesempatan dalam situasi sosial. Artinya, melalui persahabatan, seseorang memperoleh informasi yang menarik, penting, dan memacu potensi, bakat ataupun minat agar berkembang dengan baik. 32
                                                            
John W. Santrock. Adolescence Perkembangan Remaja, Erlangga: Jakarta, 2003, Hal. 227  Agoes Dariyo. Psikologi Perkembangan Dewasa Muda, Ghalia Indonesia: Bogor, 2004, Hal. 130
32 31

   

28   

3. Dukungan Fisik Dengan adanya kehadiran fisik seseorang atau beberapa teman, akan menumbuhkan perasaan berarti (berharga) bagi seseorang yang sedang menghadapi suatu masalah. Kehadiran secara fisik menunjukkan kerelaan untuk meluangkan atau menyediakan waktu, tenaga ataupun pertolongan. 4. Dukungan Ego (ego support) Persahabatan menyediakan harapan atas dukungan, dorongan, dan umpan balik yang dapat membantu seseorang untuk mempertahankan kesan atas dirinya sebagai individu yang mampu, menarik, dan berharga. 5. Perbandingan Sosial Dengan adanya persahabatan, seseorang dapat membandingkan dirinya dengan teman-temannya dalam kehidupan sosial. Serta dengan adanya teman sebagai cermin dalam kehidupan sosialnya, remaja dapat belajar dan meningkatkan kemampuan dirinya. 6. Keakraban atau Perhatian Persahabatan memberikan hubungan yang hangat, dekat, dan saling percaya dengan individu yang lain, hubungan yang berkaitan dengan pengungkapan diri sendiri.

   

29   

2.3.4 Hubungan Persahabatan Dalam Komunikasi Persahabatan adalah salah satu bentuk hubungan interpersonal. Hubungan interpersonal berlangsung melalui beberapa tahap
33

. Tahap yang pertama adalah

kontak. Menurut beberapa periset, selama tahap ini seseorang memutuskan apakah ingin melanjutkan hubungan atau tidak. Tahap kedua adalah tahap keterlibatan atau tahap pengenalan lebih jauh. Pada tahap ini seseorang meningkatkan diri untuk lebih mengenal orang lain dan dirinya sendiri. Tahap selanjutnya adalah keakraban. Pada tahap ini orang akan meningkatkan diri lebih jauh pada orang lain dan mungkin akan terbina hubungan primer (primary relationship), seperti persahabatan atau hubungan romantis. Bochner & Kelly menyatakan ada lima kualitas umum yang menyertai komunikasi interpersonal dalam hubungan persahabatan, yaitu 34 : a. Keterbukaan (openness) Kualitas keterbukaan mengacu pada sedikitnya tiga aspek dari komunikasi interpersonal. Pertama komunikator dalam komunikasi interpersonal harus terbuka kepada orang yang diajak berinteraksi. Dalam hal ini yang bertindak sebagai komunikator dan orang yang diajak berinteraksi adalah para masyarakat yang terlibat dalam ikatan persahabatan itu sendiri. Aspek keterbukaan yang kedua mengacu pada kesediaan komunikator untuk bereaksi secara jujur terhadap stimulus yang datang. Aspek ketiga adalah menyangkut “kepemilikan” perasaan dan pikiran. Terbuka dalam pengertian ini adalah mengakui bahwa perasaan dan pikiran yang
                                                            
33

Joseph Devito. Human Communication The Basic Course, Pearson International: New York, 2008, Hal. 174-178 34 Ibid, Hal. 165-168 

   

30   

dilontarkan komunikator adalah memang miliknya dan ia bertanggung jawab atasnya. b. Empati (empathy) Empati adalah sebagai kemampuan seseorang untuk mengetahui apa yang sedang dialami orang lain pada suatu saat tertentu, dari sudut pandang dan melalui kacamata orang lain tersebut. Berempati adalah merasakan sesuatu seperti orang lain yang mengalaminya, berada di tempat yang sama dan merasakan perasaan yang sama dengan cara yang sama. Untuk dapat berempati kita harus memahami keinginan, pengalaman, dan kemampuan orang lain. Orang yang empatik mampu memahami motivasi dan pengalaman orang lain, perasaan dan sikap mereka, serta harapan dan keinginan mereka untuk masa mendatang. c. Dukungan (supportiveness) Komunikasi yang terbuka dan empati tidak dapat berlangsung dalam suasana yang tidak mendukung. Kita dapat memperlihatkan sikap mendukung dengan bersikap deskriptif, spontan dan profesional. Deskriptif berarti menyampaikan perasaan dan persepsi tanpa menilai. Bersikap spontan berarti bersikap jujur dan terbuka dalam berkomunikasi. Sedangkan profesionalis berarti bersikap tentatif dan berpikiran terbuka serta bersedia mendengar pandangan yang berlawanan dan bersedia mengubah posisi jika keadaan mengharuskan.

   

31   

d. Perasaan positif (positive-ness) Sedikitnya ada dua cara untuk mengkomunikasikan sikap positif dalam komunikasi interpersonal, yaitu menyatakan sikap positif dari diri sendiri dan kemudian membawanya dalam interaksi dengan orang lain sehingga tercipta suasana yang positif (menyenangkan) dalam berkomunikasi. e. Kesamaan (equality) Kesamaan adalah keseimbangan kedudukan antara pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi. Pihak-pihak yang berkomunikasi sama-sama bernilai dan berharga serta mempunyai sesuatu yang penting untuk disumbangkan.

2.4

Semiotik Secara epitemologis, istilah semiotik berasal dari kata Yunani semeion

yang berarti “tanda”. Tanda itu sendiri didefinisikan sebagai sesuatu yang atas dasar konvesi sosial yang terbangun sebelumnya, dapat dianggap mewakili sesuatu yang lain dan dalam batas-batas tertentu. 35 Secara terminologis, menurut Umberto Eeo, semiotik dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari sederetan luas objek-objek, peristiwa-peristiwa, seluruh kebudayaan sebagai tanda. 36 Secara singkat kita dapat menyatakan bahwa analisis semiotik merupakan cara atau metode untuk menganalisis dan memberiksn makna-makna terhadap lambang-lambang yang terdapat suatu paket lambang-lambang pesan atau teks.
                                                            
35

Alex Sobur. Analisis Teks Media: Suatu Pengantar untuk Analisis Wacana, Analisis Semiotik dan Analisis Framing, PT Remaja Rosdakarya: Bandung, 2001, Hal. 95 36 Ibid, Hal. 95-96

   

32   

Teks yang dimaksud dalam hubungan ini adalah segala bentuk serta sistem lambang baik yang terdapat pada media massa (seperti berbagai paket tayangan televisi, karikatur media cetak, film, sandiwara radio, dan berbagai bentuk iklan) maupun yang terdapat di luar media massa (seperti karya lukis, patung, candi, monumen, fashion show, dan menu masakan pada food festival. Urusan analisis semiotik adalah melacak makna-makna yang diangkat dengan teks berupa lambang-lambang. Dengan kata lain, pemaknaan terhadap lambang-lambang dalam tekslah yang menjadi pusat perhatian analisis semiotik. 37 Semiotika adalah suatu ilmu atau metode untuk mengkaji tanda. Tandatanda adalah perangkat yang kita pakai dalam upaya berusaha mencari jalan di dunia ini, di tengah-tengah manusia dan bersama–sama manusia. Menurut Roland Barthes semiologi pada dasarnya hendak mempelajari bagaimana kemanusiaan (humanity) memaknai hal-hal (things). Memaknai (to signifty) dalam hal ini tidak dapat dicampuradukan dengan mengkomunikasikan (to communicate). Memaknai berarti bahwa objek-objek itu hendak berkomunikasi, tetapi juga mengkonstitusi sistem terstruktur tanda 38 Dalam kaitannya dengan semiotik, Preminger memberi batasan yang jelas, semiotik adalah ilmu tentang tanda-tanda. Ilmu ini menganggap bahwa fenomena sosial atau masyarakat dan kebudayaan itu merupakan tanda-tanda. Semiotik itu mempelajari sistem-sistem, aturan-aturan konvensi-konvensi yang memungkinkan tanda-tanda tersebut mempunyai arti. 39
                                                            
Pawito. Penelitian Komunikasi Kualitatif, LKIS Pelangi Askara: Yogyakarta. 2007, Hal. 155-156 Alex Sobur. Semiotika Komunikasi, PT Remaja Rosdakarya: Bandung, 2009, Hal. 15 39 Alex Sobur. Analisis Teks Media: Suatu Pengantar untuk Analisis Wacana, Analisis Semiotik dan Analisis Framing, PT Remaja Rosdakarya: Bandung, 2001, Hal. 95-96
38 37

   

33   

Proses produksi dan pemanfaatan tanda oleh seseorang dalam interaksi dengan manusia lain dijelaskan Umberto Eco sebagai tahapan-tahapan berikut: 40 1. Tahap recognition, yaitu tahapan di mana seseorang mengidentifikasi atau mengganti objek suatu kejadian sebagai suatu ekspresi dari pernyataan atau keberadaan suatu lambang. 2. Tahap ostention, pada tahap ini seseorang menggunakan objek untuk mewakili suatu pernyataan. 3. Tahap replica, berupa tanda-tanda lainnya yang melambangkan sesuatu. 4. Tahap invention, yaitu menemukan cara baru untuk mengorganisasikan stimuli-stimuli menjadi sebuah lambang. Dalam proses yang dijelaskan Eco tersebut seseorang yang telah diterpa sebuah sistem tanda akan berupaya menginterpretasikan tanda hingga menemukan maknanya. Ketika seseorang berupaya mencari makna dari pengguna penanda dan petanda dalam sebuah system tanda (teks), diperlukan perangkat tertentu untuk membantunya berupa kode-kode. Sebagai seluruh cabang keilmuan Semiotika memperlihatkan pengaruh yang semakin kuat dan luas, signifikansi semiotika tidak saja sebagai metode kajian (decoding), akan tetapi juga sebagai metode penciptaan (encoding). Sebagai metode kajian, semiotika memperlihatkan kekuatannya di dalam berbagai bidang seperti antropologi, sosiologi, politik, kajian keagamaan, media studies, dan cultural studies. Sebagai metode penciptaan semiotika mempunyai pengaruh

                                                            
40

Umberto Eco. Theory of Semiotic, Indiana University Press: Bloomington, 1979, Hal. 4

   

34   

pula pada bidang-bidang desain produk, arsitektur, komunikasi visual, seni tari, seni rupa dan juga seni film. 41 Semiotika dan semiologi sesungguhnya mempunyai arti yang sama. Namun pemakaian salah satu istilah ini biasanya didasarkan pada pemikiran Pemakainya. Tokoh semiotika yang terkenal ada dua tokoh yakni, Ferdinand de Saussure (1857-1913) dan Charless Sander Pierce (1839-1914). Kedua tokoh tersebut mengembangkan ilmu semiotika secara terpisah dan tidak mengenal satu sama lain. Saussure di Eropa dan Pierce di Amerika Serikat. Latar belakang keilmuan Saussure adalah Lingustik, sedangkan Pierce filsafat. Saussure menyebut ilmu yang dikembangkannya semiologi, sedangkan Pierce

menyebutnya semiotika. 42 Semiologi menurut Saussure didasarkan pada anggapan bahwa selama perbuatan dan tingkah laku manusi membawa makna atau selama berfungsi sebagai tanda, di belakangnya harus ada system pembedaan dan konvensi yang memungkinkan makna itu. Dimana ada tanda, disana ada sistem. 43 Sedangkan Pierce menyebut ilmu yang dibangunnya semiotika. Bagi Peirce yang ahli filsafat dan logika, penalaran manusia senantiasa dilakukan lewat tanda. Artinya manusia hanya dapat bernalar lewat tanda. Dalam pikirannya, logika dan semiotika dapat diterapkan pada segala macam tanda. Dalam perkembangan selanjutnya, istilah semiotika lebih popular daripada semiologi. 44
                                                            
41 42

Sumbo Tinarbuko. Semiotika Komunikasi Visual, Jalasutra: Yogyakarta, 2009, Hal. ix Ibid, Hal. 11 43 Ibid, Hal. 12 44 Ibid, Hal. 12

   

35   

Mereka yang bergabung dengan Peirce menggunakan kata semiotika, dan mereka yang bergabung dengan Saussure menggunakaan kata semiologi.

2.4.1

Semiotik Ferdinand De Saussure Ferdinand De Saussure, seorang pendiri Linguistik modern mendefinisikan

semiotika di dalam Course in General Linguistics, sebagai ilmu yang mengkaji tentang peran tanda sebagai bagian dari kehidupan sosial. 45 Ferdinand De Saussure dilahirkan di Jenewa pada tahun 1857 dalam sebuah keluarga yang sangat terkenal di kota itu karena keberhasilan mereka dalam bidang ilmu. Selain sebagai seorang ahli linguistik, ia juga adalah seorang spesialis bahasa-bahasa indo-eropa dan Sansekerta yang menjadi sumber pembaruan intelektual dalam bidang ilmu sosial dan kemanusiaan. 46 Saussure menyumbangkan lima pandangannya yang kemudian menjadi peletak dasar dari strukturalisme Levi-Strauss, yaitu pandangan tentang : 1. signifier (penanda) dan signified (petanda) 2. form (bentuk) dan content (isi) 3. Langue (bahasa) dan parole (tuturan dan ujaran) 4. sinkronik dan diakronik 5. sintagmatik paradigmatik Signifier dan Signified. yang cukup penting dalam upaya menangkap hal pokok pada teori Saussure adalah prinsip yang mengatakan bahwa bahasa itu

                                                            
45 46

Ibid, Hal. 43 Ibid, Hal. 45 

   

36   

adalah suatu sistem tanda, dan setiap tanda itu tersusun dari dua bagian, yakni signifier dan signified (penanda dan petanda). 47 Menurut Saussure, bahasa itu merupakan suatu sistem tanda (sign). Suarasuara, baik itu suara binatang maupun manusia ataupun bunyi-bunyian hanya bisa dikatakan sebagai bahasa atau berfungsi sebagai bahasa apabila suara atau bunyi tersebut mengekspresikan, menyatakan, atau menyampaikan ide-ide, pengertianpengertian tertentu. untuk itu suara-suara tersebut harus merupakan bagian dari sebuah sistem konvensi, sistem kesepakatan dan merupakan bagian dari sistem tanda. 48 Tanda adalah suatu kesatuan dari suatu bentuk penanda (signifier) dengan sebuah ide atau petanda (signified). Dengan kata lain, penanda adalah “bunyi yang bermakna” atau “coretan yang bermakna”. Jadi penanda adalah aspek material dari bahasa: apa yang dikatakan atau didengar dan apa yang ditulis atau dibaca, Petanda adalah gambaran mental, pikiran, atau konsep. Jadi petanda adalah aspek mental dari bahasa. Yang mesti diperhatikan adalah bahwa dalam tanda bahasa yang konkret, kedua unsur tadi tidak bisa dilepaskan. Tanda bahasa selalu mempunyai dua segi: Penanda atau petanda, signifier atau signified; significant atau signifie. Suatu penanda tanpa petanda tidak berarti apa-apa dan karena itu tidak merupakan tanda. Sebaliknya, suatu petanda tidak mungkin disampaikan atau ditangkap lepas dari penanda; petanda atau yang ditandakan itu termasuk

                                                            
47 48

Ibid, Hal. 46 Ibid, Hal. 46

   

37   

tanda sendiri dan dengan demikian merupakan suatu faktor linguistis. Penanda dan petanda merupakan keatuan, seperti dua sisi dari sehelai kertas. 49

2.4.2

Semiotik Roland Barthes Roland Barthes yang dikenal sebagai salah seorang pemikir strukturalis

yang getol mempraktekkan model linguistik dan semiologi Saussure. Barthes lahir tahun 1915 dari keluarga kelas menengah Protestan di Cherbourg dan dibesarkan di Bayonne, kota kecil dekat pantai atlantik di sebelah barat daya Prancis. 50 Karena Barthes adalah tokoh semiotika yang meneruskan dan

mengembangkan pemikiran de Saussure maka metode pemaknaan tanda-tanda Barthes disebut semiologi Barthes. Istilah semiologi makin lama makin ditinggalkan. Ada kecenderungan orang-orang lebih memilih kata semiotika daripada semiologi, sehingga kata semiotika lebih populer daripada semiologi. Pemikiran Barthes tentang semiotika dipengaruhi Saussure. Kalau Saussure mengintrodusir istilah signifier dan signified berkenaan dengan lambang-lambang atau teks dalam suatu paket pesan maka Barthes menggunakan istilah denotasi dan konotasi untuk menunjuk tingkatan-tingkatan makna. Maka denotasi adalah makna tingkat pertama yang bersifat objektif (first order) yang dapat diberikan terhadap lambang-lambang, yakni dengan mengaitkan secara langsung antara lambang dengan realitas atau gejala yang ditunjuk. Kemudian makna konotasi adalah makna-makna yang dapat diberikan pada lambang-

                                                            
49 50

Ibid, Hal. 46  Parwito. Penelitian Komunikasi Kualitatif, LKiS: Yogyakarta, 2007, Hal. 163

   

38   

lambang dengan mengacu pada nilai-nilai budaya yang karenanaya berada pada tingkatan kedua (second order). 51 Yang menarik berkenaan dengan semiotika Rolan Barthes adalah digunakannya istilah mitos (myth), yakni rujukan bersifat kultural (bersumber dari budaya yang ada) yang digunakan untuk menjelaskan gejala atau realitas yang ditunjuk dengan lambang-lambang penjelasan mana yang notabene adalah makna konotatif dari lambang-lambang yang ada dengan mengacu sejarah (di samping budaya). Dengan kata lain, mitos berfungsi sebagai deformasi dari lambanglambang yang kemudian menghadirkan makna-makna tertentu dengan berpijak pada nilai-nilai sejarah dan budaya masyarakat. 52 Bagi Barthes, teks merupakan konstruksi lambang-lambang atau pesan yang pemaknaannya tidak cukup hanya dengan mengaitkan signifier dengan signified semata sebagaimana disarankan oleh Saussure, namun juga harus dilakukan dengan memerhatikan susunan (construction) dan isi (content) dari lambang. Karena hal ini maka pemaknaan terhadap lambang-lambang, bagi Barthes, selayaknya dilakukan dengan merekonstruksi lambang-lambang

bersangkuan. Dalam upaya rekonstruksi ini, deformasi rupanya tak terelakkan: banyak hal di luar (atau tepatnya di balik) lambang (atau mungkin bahasa) harus dicari untuk dapat memberikan makna-makna terhadap lambang-lambang, dan inilah yang disebut mitos. 53 Barthes menekankan bahwa semiologi hendaknya mempelajari bagaimana kemanusiaan (humanity) memaknai hal-hal dalam kehidupan sosial manusia.
                                                            
51 52

Ibid, Hal. 163 Ibid, Hal. 163  53 Ibid, Hal. 164

   

39   

Memaknai (to signify) dalam hal ini tidak dapat dicampuradukkan dengan mengkomunikasikan (to communicate). Memaknai berarti bahwa objek-objek tidak hanya membawa informasi, dalam hal mana objek-objek itu hendak berkomunikasi, tetapi juga mengkonstitusi sistem terstruktur dari tanda 54 . Barthes menciptakan sebuah peta tentang bagaimana tanda bekerja.

Gambar 2.1 Peta tanda Roland Barthes 1. Signifier (penanda) 2. Signified (petanda)

3. Denotative sign (tanda denotatif) 4. Connotative signifier (penanada konotatif) 5. Connotative signified (Petanda konotatif)

6. Connotative sign (tanda konotatif)
Sumber : Alex Sobur. Semiotika Komunikasi, PT Remaja Rosdakarya: Bandung, 2009, hal. 69

Dari peta Barthes terlihat bahwa tanda denotatif (3) terdiri atas penanda (1) dan petanda (2). Akan tetapi, pada saat bersamaan, tanda denotatif dalah juga penanda konotatif (4). Untuk menganalisis film dapat menggunakan model Roland Barthes, yaitu dilakukan dengan mengkaji pesan yang dikandungnya. Metode ini sebenarnya

                                                            
54

Alex Sobur. Semiotika Komunikasi, PT Remaja Rosdakarya: Bandung, 2009, Hal. 15 

   

40   

diterapkan dalam iklan namun dapat digunakan dalam film. Menganalisis iklan berdasarkan pesan yang dikandungnya yaitu: 1. Pesan linguistik (semua kata dan kalimat dalam iklan) 2. Pesan ikonik yang terkodekan (konotasi yang muncul dalam foto iklanyang hanyak berfungsi jika dikaitkan dengan sistem tanda yang lebih luas dalam masyarakat) 3. Pesan ikonik tak terkodekan (denotasi dalam foto iklan) 55 Dalam kerangka Barthes, konotasi identik dengan operasi ideologi, yang disebutnya sebagai mitos dan berfungsi untuk mengungkapkan dan memberikan pembenaran bagi nilai-nilai dominan yang berlaku dalam suatu periode tertentu. 56 Di dalam mitos juga terdapat pola tiga dimensi penanda, petanda dan tanda, namun sebagai suatu sistem yang unik, mitos dibangun oleh suatu rantai pemaknaan yang telah ada sebelumnya atau, dengan kata lain, mitos adalah juga suatu sistem pemaknaan tataran ke-dua. 57 Mitos menurut Barthes terletak pada tingkatan kedua penandaan. Setelah terbentuk sistem sign-signifier-signifid, tanda tersebut akan menjadi penanda baru. Jadi, ketika suatu tanda yang memiliki makna konotasi kemudian berkembang menjadi makna denotasi, maka makna denotasi tersebut akan menjadi mitos.

                                                            
55 56

Ibid, Hal. 118 Ibid, Hal. 71 57 Ibid, Hal. 71

   

41   

Gambar 2.2 Signifikansi dua tahap Roland Barthes

Sumber: John Fiske. Cultural and Communication Studies: Sebuah pengantar Paling Komperhensif, Jalasutra: Yogyakarta, 2004, hal. 122

Model barthes ini adalah model matematis yang sering disebut sebagai signifikansi dua tahap Barthes. Tahapan pertama adalah pemaknaan tanda yang berdasarkan atas realita dari tanda dan tahapan kedua adalah tahapan penandaan yang didasarkan atas kultur atau budaya yang ada di dalam masyarakat. Dari kedua tahapan penandaan ini kemudian muncullah istilah denotasi, konotasi, dan mitos. Keterangan lebih detail tentang signifikansi penandaan. Barthes adalah sebagai berikut 1. Deontasi Tatanan pertandaan pertama adalah landasan kerja Saussure. Tatanan ini menggambarkan relasi antara penanda dan petanda di dalam tanda, dan

   

42   

antara tanda dengan referennya dalam realitas eksternal. Barthes menyebut tatanan ini sebagai denotasi. 58 2. Konotasi Dalam istilah yang digunakan Barthes, konotasi dipakai untuk menjelaskan salah satu dari tiga cara kerja tanda dalam tatanan pertandaan kedua. Konotasi menggambarkan interaksi yang berlangsung tatkala tanda bertemu dengan perasaan atau emosi penggunanya dan nilai-nilai kulturalnya. Bagi Barthes, faktor penting dalam konotasi adalah penanda dalam tatanan pertama. Penanda tantan pertama merupakan tanda konotasi. 59 3. Mitos Cara kedua dari tiga cara Barthes mengenai cara bekerjanya tanda dalam tatanan kedua adalah melalui mitos. Bagi Barthes, mitos merupakan cara berpikir dari suatu kebudayaan atau tentang sesuatu, sesuatu. cara Bila untuk konotasi

mengkonseptualisasikan

memahami

merupakan pemaknaan tatanan kedua dari penanda, mitos merupakan tatanan kedua dari petanda. 60 Aspek lain dari mitos yang ditekankan Barthes adalah

dinamismenya. Mitos berubah dan beberapa diantaranya dapat berubah

                                                            
John Fiske. Cultural and Communication Studies: Sebuah pengantar Paling Komperhensif, Jalasutra: Yogyakarta, 2004, Hal. 118 59 Ibid, Hal. 118-119 60 Ibid, Hal. 119 
58

   

43   

dengan cepat guna memenuhi kebutuhan perubahan dan nilai-nilai cultural dimana mitos itu sendiri menjadi bagian dari kebudayaan tersebut. 61

Signifikasi tahap pertama merupakan hubungan antara signifier dan signified di dalam sebuah tanda terhadap realitas eksternal. Barthes menyebutnya sebagai denotasi yaitu makna paling nyata dari tanda. Konotasi adalah istilah yang digunakan Barthes untuk menunjukan signifikasi tahap ke dua. Hal ini menggambarkan interaksi yang terjadi ketika tanda bertemu dengan perasaan atau emosi dari pembaca serta nilai-nilai dari kebudayaannya. Konotasi mempunyai makna yang subjektif atau paling tidak intersubjektif. Pemilihan kata-kata kadang merupakan pilihan terhadap konotasi, misalnya kata “penyuapan” dengan “memberi uang pelicin”. Dengan kata lain, denotasi adalah apa yang digambarkan tanda terhadap sebuah objek, sedangkan konotasi adalah bagaimana

menggambarkannya. Pada signifikasi tahap ke dua yang berhubungan dengan isi, tanda bekerja melalui mitos (myth). Mitos adalah bagaimana kebudayaan menjelaskan atau memahami beberapa aspek tentang realitas atau gejala alam. Mitos merupakan produk kelas sosial yang sudah memiliki suatu dominasi. Mitos primitif misalnya, mengenai hidup dan mati, manusia dan dewa dan sebagainya. Sedangkan mitos masa kini misalnya mengenai feminitas, maskulinitas, ilmu pengetahuan, dan kesuksesan.

                                                            
61

Ibid, Hal. 125

   

44   

Di dalam mitos pula sebuah petanda dapat memiliki beberapa penanda. Petanda lebih miskin dari penanda, sehingga dalam praktiknya terjadilah pemunculan konsep secara berulang-ulang dalam bentuk-bentuk yang berbeda. Miotlogi mempelajari bentuk-bentuk tersebut karena pengulangan konsep terjadi dalam wujud pelbagai bentuk tersebut. 62 Barthes mengartikan mitos sebagai cara berpikir kebudayaan tentang sesuatu, sebuah cara mengkonseptualisasi atau memahami sesuatu hal. Barthes menyebut mitos sebagai rangkaian konsep yang saling berkaitan. Mitos adalah sistem komunikasi, sebab ia membawakan pesan. Maka itu, mitos bukanlah objek. Mitos bukan pula konsep ataupun suatu gagasan, melainkan suatu cara signifikansi, suatu bentuk. Lebih jauh lagi, mitos tidak ditentukan oleh objek ataupun materi (bahan) pesan yang disampaikan, melainkan oleh cara mitos disampaikan. Mitos tidak hanya berupa pesan yang disampaikan dalam bentuk verbal (kata-kata lisan ataupun tulisan), namun juga dalam berbagai bentuk lain atau campuran antara bentuk verbal dan nonverbal. Misalnya dalam bentuk film, lukisan, fotografi, iklan, dan komik. Semuanya dapat digunakan untuk menyampaikan pesan. 63 Jadi disini mitos menurut Barthes mempunyai makna yang berbeda dengan konsep mitos dalam artian umum. Yaitu mitos yang dimengerti sebagai percobaan manusia untuk mencari jawaban-jawaban dari pertanyaan-pertanyaan

                                                            
62 63

Alex Sobur. Semiotika Komunikasi, PT Remaja Rosdakarya: Bandung, 2009, Hal. 71  Ibid, Hal. 224 

   

45   

tentang alam semesta, termasuk dirinya sendiri seperti termaktub dalam mitologi yunani. 64

                                                            
64

Ibid, Hal. 222

   

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.1

Tipe Penelitian Pada penelitian ini penulis menggunakan tipe penelitian dekriptif, yakni

sifatnya hanya memaparkan situasi atau sebuah peristiwa. Penelitian ini tidak mencari atau menjelaskan hubungan, tidak menguji hipotesis atau membuat prediksi. 60 Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah dengan pendekatan kualitatif. Sekilas penelitian deskriptif mirip dengan pekerjaan seorang wartawan, yaitu mengamati dan kemudian menceritakannya dalam tulisan di media massa. Namun penelitian deskriptif merupakan pengamatan yang bersifat ilmiah yang dilakukan secara hati-hati dan cermat dan karenanya lebih akurat dan tepat dibandingkan dengan pengamatan biasa sebagaimana yang dilakukan wartawan. 61 Penelitian deskriptif ditujukan untuk: 62 1. Mengumpulkan informasi aktual secara rinci yang melukiskan gejala yang ada. 2. Mengidentifikasikan masalah atau memeriksa kondisi dan praktek-praktek yang berlaku. 3. Membuat perbandingan dan evaluasi.

                                                            
Jalaluddin Rakhmat. Metode Penelitain Komunikasi, PT Remaja Rosdakarya: Bandung, 2012, Hal. 24 61 Morissan, Metode Penelitian Survei, Kencana: Jakarta, 2012, Hal. 37 62 Op Cit, Rakhmat. Hal 25 
60

46 

47   

4. Menentukan apa yang dilakukan orang lain dalam menghadapi masalah yang sama dan belajar dari pengalaman mereka untuk menetapkan rencana dan keputusan pada waktu yang akan datang. Pendekatan kualitatif memusatkan perhatian pada prinsip-prinsip umum yang mendasari perwujudan sebuah makna dari gejala-gejala sosial di dalam masyarakat. Objek analisis dalam pendekatan kualitatif adalah makna dari gejalagejala sosial dan budaya dengan menggunakan kebudayaan dari masyarakat bersangkutan untuk memperoleh gambaran mengenai kategorisasi tertentu. 63 Sasaran kajian dari pendekatan kualitatif adalah pola-pola yang berlaku sebagai prinsip-prinsip umum yang hidup dalam masyarakat. Gejala-gejala tersebut dilihat dari satuan yang berdiri sendiri dalam kesatuan yang bulat dan menyeluruh. Sehingga pendekatan kualitatif sering disebut sebagai pendekatan holistic terhadap suatu gejala sosial. 64 Pendekatan kualitatif mencakup berbagai metodologi yang fokusnya menggunakan pendekatan interpretative dan naturalistic terhadap pokok kajian (subject of matter). Olhe karena itu, dalam penggunaan pendekatan kualitatif, peneliti berusaha melakukan studi gejala dalam keadaan alaminya dan berusaha membentuk pengertian terhadap fenomena sesuai dengan makna yang lazim 65 Menurut Budi Irwanto studi yang menggunakan pendekatan kualitatif menggunakan khazanah dari fenomena empiris, seperti studi kasus, pengalman pribadi, life history, wawancara, observasi sejarah, interaksi dan teks visual

                                                            
63 64

Burhan Bungin. Sosiologi Komunikasi, Kencana: Jakarta, 2006, Hal. 302 Ibid. Hal. 302 65 Ibid. Hal. 303

   

48   

maupun konten pesan yang menggambarkan rutinitas dan problematika serta makna kenidupan individu. 66 Menurut Crasswell, beberapa asumsi dalam pendekatan kualitatif yaitu: 67 1. Penelitian kualitatif lebih memerhatiakn proses daripada hasil 2. Penelitian kualitatif lebih memerhatikan interpretasi. 3. Penelitain kualitatif lebih merupaka alat utama dalam mengumpulkan data dan analisis serta penelitan kualitatif harus terjun ke lapangan, melakukan observasi partisipasi di lapangan 4. Penelitian kualitatif menggambarkan bahwa peneliti terlibat dalam proses penelitian, interpretasi data, dan pencapaian pemahaman melalui kata dan gambar. 5. Proses pelenitian kualitatif bersifat induktif di mana peneliti membuat konsep hipotesa dan teori berdasarkan data di lapangan yang diperoleh serta terus mengembangkannya di lapangan dalam proses “jatuh-bangun”. Dari uraian diatas, maka penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif ini bertujuan untuk memaparkan dan mendeskripsikan tanda-tanda serta makna yang dibawa oleh pembuat film Toy Story 3. Dilihat dari setiap sudut aspek tandatanda yang ada dalam film tersebut.

3.2

Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis

semiotik milik Roland Barthes. Semiotika adalah ilmu atau metode analisis untuk
                                                            
66 67

Ibid. Hal. 303  Ibid. Hal. 303 

   

49   

mengkaji tanda. Tanda-tanda adalah perangkat yang dipakai dalam usaha mencari jalan di dunia ini, di tengah-tengah manusia dan bersama-sama manusia. Semiotika atau istilah Barthes semiologi, pada dasarnya hendak mempelajari bagaimana kemanusiaan (humanity) memaknai hal-hal (things). Memaknai (to signify) dalam hal ini tidak dapat dicampur adukan dengan mengkomunikasikan (to communicate). Memaknai berarti bahwa objek-objek itu hendak berkomunikasi, tetapi juga mengkonstitusi sistem terstruktur dari tanda. Barthes menciptakan sebuah peta tentang bagaimana tanda bekerja. Film merupakan bidang kajian yang amat relevan bagi analisis semiotik. Film umumnya dibangun dengan banyak tanda. Tanda-tanda itu termasuk berbagai sistem tanda yang bekerja sama dengan baik dalam upaya mencapai efek yang diharapkan. Yang paling penting dalam film adalah gambar dan suara: kata yang diucapkan (ditambah dengan suara-suara lain yang serentak mengiringi gambar-gambar) dan musik film. Sistem semiotika yang lebih penting lagi dalam film adalah digunakannya tanda-tanda ikonis, yakin tanda-tanda yang

menggambarkan sesuatu. 68 Penelitian semiotik merupakan salah satu bentuk analisis teks media yang bersifat kualitatif. Dengan menggunakan analisis semiotik Barthes diharapkan dapat mengungkapkan makna di balik tanda dari kata, gambar, bahasa tubuh, maupun teks dalam film Toy Story 3

                                                            
68

Ibid, Hal. 128

   

50   

3.3

Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data adalah prosedur yang sistematis dan standar untuk

memperoleh data yang diperlukan. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mendapatkan data yang diperlukan adalah, a. Data Primer Data primer adalah data utama yang menjadi materi penelitian. Digital Video Disk (DVD) film Toy Story 3 yang telah beredar di Indonesia merupakan dokumentasi yang digunakan menjadi data utama pada penelitian ini. b. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang dijadikan pelengkap guna melancarkan proses penelitian. Buku, artikel, majalah, internet, dan bahan tertulis lainnya menjadi data sekunder yang digunakan pada penelitian ini.

3.4

Unit Analisis Unit analisis adalah setiap unit yang akan dianalisa, digambarkan atau

dijelaskan dengan pernyataan-pernyataan deskriptif. Yang menjadi unit analisis dalam penelitian ini adalah gambar, suara, dan teks dalam film Toy Story 3. Ruang lingkup penelitan tentang persahabatan yang akan diteliti memfokuskan pada setiap adengan yang mengandung nilai-nilai persahabatan yang dianalisis menggunakan analisis semiotik Roland Barthes.

   

51   

3.5

Fokus Penelitian Fokus penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini berupa teks audio

dan visual yang termasuk dalam unsur sinematik film yang meliputi: 1. Performance Pemain (visual) 2. Dialog (audio) Dibagi berdasarkan sequence yang terdapat dalam film Toy Story 3. Adapun unsur-unsur tersebut memiliki makna lain yang bisa berkembang dari sekedar makna denotasinya.

3.6

Teknik Analisis Data Data berupa tanda-tanda yang ada dalam penelitian ini diolah secara

kualitatif untuk kemudian dimaknai. Memaknai berarti bahwa setiap objek tidak hanya membawa informasi, dalam hal ini objek itu yang dikomunikasikan, tetapi juga mengkonstitusi sistem terstruktur dari tanda. Untuk menemukan makna dalam penelitian ini digunakan metode analisis dari Roland Barthes: 1. Pesan linguistik Merupakan semua kata dan kalimat pada frame 2. Pesan ikonik terkodekan Berupa konotasi yang muncul dalam frame berfungsi jika dikaitkan dengan sistem tanda yang lebih luas. 3. Pesan ikonik tak terkodekan Denotasi dalam frame film yang diteliti.

   

   

BAB IV HASIL PENELITIAN & PEMBAHASAN

4.1

Gambaran umum objek penelitian Toy Story 3 adalah sebuah film animasi produksi oleh Pixar Animation

Studio dan didistribusikan oleh Walt Disney Picture. Disutradarai oleh Lee Unkrich, film ini dirilis di seluruh dunia dari Juni sampai Oktober  2010 dalam bentuk Film 3D. Toy Story 3 juga film pertama yang dirilis dengan teknologi suara Dolby Surround 7.1 sound.

4.1.1

Identitas film Toy Story 3

1. Judul 2. Produser 3. Sutradara

: Toy Story 3 : Darla K. Anderson : Lee Unkrich

52 

53   

4. Penulis Naskah 5. Sinematografi 6. Penyunting Gambar 7. Pengarah Musik 8. Studio 9. Distribusi 10. Pengisi Suara

: John Lasseter, Andrew Stanton, Lee unkrich : Jeremy Lasky, Kim White : Ken Schretzmann : Randy Newman : Pixar Animation Studios : Walt Disney Pictures : Tom Hanks (Woody) Tim Allen (Buzz) John Morris (Andy) Emily Hahn (Bonnie) Joan Cusack (Jessie) Don Rickles (Mr. Potato Head) Estelle Harris (Mrs. Potato Head) Wallace Shawn (Rex) John Ratzenberger (Hamm Piggybank) Blake Clark (Slinky Dog) Jeff Pidgeon (Aliens from Pizza Planet) Ned Beatty (Lotso) Michael Keaton (Ken) Jodi Benson (Barbie) Timothy Dalton (Mr. Pricklepants) Kristen Schaal (Trixie) Jeff Garlin (Buttercup)

11. Tanggal Rilis

: 17 Juni 2010 (Indonesia) 18 Juni (Amerika, Kanada) 24 Juni 2010 (Eropa) 23 Juli 2010 (Australia)
 

 

54   

12. Durasi 13. Anggaran 14. Pendapatan

: 103 Menit : $ 200.000.0000 : $ 1.063.171.911

4.1.2

Sinopsis Film Toy Story 3 Cerita Toy Story 3 masih bercerita tentang mainan–mainan milik Andy

Davis (John Morris), bocah yang kini sudah memasuki usia 17 tahun dan dalam beberapa hari akan memulai masa kuliahnya.Sebagian dari mainan milik Andy masih berharap Andy akan bermain dengan mereka sebelum pindah ke universitas. Sebagian lagi pesimis melihat nasib beberapa teman mereka yang sudah tidak ada lagi. Para army men termasuk mereka yang pesimis Andy akan mempertahankan mereka dan memilih untuk terbang dengan parasut mereka ke suatu tempat entah dimana. Tibalah saat dimana Andy diminta ibunya untuk mengemas barang yang akan dibawa ke tempat barunya yaitu asrama, dan memilih barang mana yang akan dibuang. Disaat yang sama Molly, adik dari Andy pun diminta memilah mana mainan yang akan disumbangkan ke Sunnyside, sebuah tempat penitipan anak yang tidak jauh dari tempat tinggal mereka. Andy pun memasukkan mainan-mainan lamanya yaitu Jessie (Joan Cusack), Bullseye, Mr. & Mrs. Potato Head (Don Rickles & Estelle Harris), 3 alien dari Pizza Planet (Jeff Pidgeon), Slinky Dog (Blake Clark), Rex (Wallace Shawn), dan Hamm si piggy bank (John Ratzenberger) ke dalam sebuah kantong plastik hitam. Ketika di tangannya tertinggal Woody (Tom Hanks) dan Buzz (Tim Allen), 2 mainan yang paling disukainya, Andy sempat terdiam sejenak. Namun
   

55   

kemudian dia memutuskan untuk memasukkan Buzz ke dalam kantong plastik hitam, sedangkan Woody dimasukkan ke dalam kotak bertuliskan College. Ketika mainan-mainan yang berada di dalam kantong plastik berfikir bahwa mereka akan dibuang, Woody melihat bahwa sebenarnya Andy akan membawa mereka ke gudang di atap rumahnya untuk disimpan disana. Namun sayangnya ibu Andy yang melihat kantong plastik hitam itu mengira Andy akan membuangnya sehingga ibunya pun membawa kantong hitam berisi teman-teman Woody ke depan rumah untuk diangkut oleh truk sampah. Untungnya sebelum dibawa oleh truk sampah, mainan-mainan ini sempat kabur ke bagasi mobil ibunya Andy, yang akan membawa mainan Molly ke Sunnyside. Teman-teman Woody terlanjur kecewa dengan Andy, mengira bahwa Andy hanya ingin mempertahankan Woody dan membuang mereka. Sehingga dengan sukarela mereka bersedia ikut disumbangkan ke Sunnyside. Saat tiba di Sunnyside, teman-teman Woody makin yakin dengan keputusan mereka, karena di Sunnyside ada begitu banyak anak kecil yang senang bermain, dengan begitu mereka tidak sia-sia berada disana. Kedatangan Woody dan teman-temannya di Sunnyside, disambut dengan ramah oleh kelompok mainan yang sudah lebih dulu berada disana. Lotso (Ned Beatty), beruang yang berbau strawberry sebagai pemimpin dari mainan Sunnyside mengajak Woody dan yang lainnya berkeliling. Barbie (Jodi Benson) pun bertemu Ken (Michael Keaton) untuk pertama kalinya dan disanalah mereka saling jatuh cinta.

   

56   

Lotso pun menempatkan teman-teman Woody di ruang Caterpillar, beda dengan Lotso dan temannya yang berada di ruang Butterfly. Walaupun kehidupan di Sunnyside sepertinya menjanjikan bagi para mainan, Woody tetap berpendapat bahwa seharusnya ia dan teman-temannya kembali ke rumah Andy. Temantemannya tidak sependapat dan memilih tetap tinggal, sehingga akhirnya Woody pergi sendiri meninggalkan Sunnyside. Di tengah jalan, Woody ditemukan oleh Bonnie (Emily Hahn), salah satu anak yang bermain di Sunnyside dan akhirnya dibawa pulang ke rumahnya. Sedangkan teman-teman Woody yang berada ruang Caterpillar mulai merasa tersiksa. Anak-anak yang bermain dengan mereka ternyata adalah anak-anak yang berisik, nakal dan tidak memperlakukan mainan dengan baik. Buzz dan yang lainnya pun memutuskan untuk minta dipindahkan ke ruang Butterfly, dimana anak-anak yang bermain di ruang tersebut adalah anak – anak yang lebih besar dan bisa bermain dengan tenang. Saat itulah, tanpa sengaja Buzz memergoki rapat rahasia antara Lotso dan temannya, dimana sebenarnya semua mainan baru harus berada di ruang Caterpillar. Hanya mainan-mainan yang patuh dan disukai Lotso yang bisa masuk ke ruang Butterfly. Buzz yang tadinya diajak bergabung bersama Lotso menolak tawaran tersebut sehingga Lotso memutuskan untuk mengubah Buzz ke “demo mode”. Hal ini membuat Buzz melupakan teman-teman lamanya dan patuh pada perintah Lotso. Teman-temannya kemudian dipenjarakan di ruang Caterpillar, termasuk Barbie yang akhirnya mengetahui rencana jahat Ken.
   

57   

Di tempat lain, Woody yang dibawa ke rumah Bonnie, mengalami saatsaat menyenangkan karena Bonnie adalah gadis kecil yang penuh imajinasi ketika bermain. Ketika Bonnie tidur, mainannya membantu Woody mencari jalan untuk kembali ke rumah Andy. Syukurlah ternyata rumah Bonnie tidak jauh dari sana. Woody pun bercerita bahwa teman – temannya masih berada di Sunnyside. Saat itulah, salah satu mainan Bonnie yaitu Chuckles (Bud Luckey) bercerita bahwa, dulu, dia, Lotso, dan Big Baby (salah satu anak buah Lotso) adalah mainan kepunyaan Daisy. Diantara mereka bertiga, Lotso lah yang paling disayang oleh Daisy. Sayang, suatu hari ketika bermain di luar kota, Daisy dan keluarganya tidak sengaja meninggalkan Lotso, Chuckles dan Big Baby di tempat tersebut. Lotso dan kedua temannya pun berusaha kembali ke rumah Daisy. Tapi ketika mereka sampai disana, ternyata Daisy sudah memiliki boneka mirip Lotso yang lain. Lotso yang marah kemudian mengajak kedua temannya pergi dan akhirnya terdampar di Sunnyside dan menjadi diktator disana. Chuckles yang rusak dan dibuang kemudian ditemukan oleh Bonnie dan dibawa pulang untuk diperbaiki dan dijadikan mainannya. Mendengar cerita tersebut, Woody mengkhawatirkan nasib teman-temannya. Dia memutuskan untuk kembali ke Sunnyside untuk menolong mereka. Disinilah terjadi petualangan seru antara Woody dan teman-temannya untuk berusaha melarikan diri melalui tempat pembuangan sampah Sunnyside. Lotso yang licik menaruh berbagai jebakan di seluruh Sunnyside, dan inilah yang membuat Woody dan teman-temannya beberapa kali berada dalam bahaya.
   

58   

Woody dan teman-temannya berhasil keluar dari cengkeraman Lotso dan kembali ke rumah Andy. Sedangkan Lotso sendiri akhirnya ditemukan oleh seorang supir truk dan dijadikan hiasan didepan truknya. Ketika teman -teman Woody masuk ke dalam kardus yang akan ditaruh Andy di gudang rumahnya, Woody menuliskan surat yang kemudian dibaca oleh Andy. Isi surat ini ternyata meminta agar Andy mengantarkan kardus tersebut ke sebuah alamat, yang ternyata adalah rumah Bonnie. Ternyata Woody ingin agar Teman-temanya mendapatkan tempat baru yang lebih baik. Dan Woody memilih tetap bersama teman-temannya ini daripada ikut dengan Andy ke kampus. Bagaimanapun, Andy sudah beranjak dewasa, dan sudah saatnya Woody dan teman-teman menjadi mainan untuk anak lain. Andy ingin Bonnie berjanji untuk menjaga Woody dan mainan lainnya, karena mereka adalah hartanya yang sangat berharga. Sunnyside akhirnya menjadi tempat yang menyenangkan. Tidak ada lagi mainan baru yang disiksa. Semua mainan mendapat kesempatan untuk berada di ruang Caterpillar maupun Butterfly. Bahkan mainan army men milik Andy yang tadinya kabur pun akhirnya mendamparkan diri di Sunnyside, disambut oleh Ken dan mainan lainnya. Baik mainan di rumah Bonnie maupun yang di Sunnyside tetap bertukar kabar setelah itu, melalui surat yang disisipkan ke dalam tas Bonnie.  

   

59   

4.2

Hasil Penelitian Pada film Toy Story 3 ini, peneliti akan menganalisis sesuai dengan model

analisa semiotik Roland Barthes mengenai mitologi yang ada dalam adegan gambar yang terdapat dalam film Toy Story 3. Setelah itu, peneliti akan membagi pesan dalam film Toy Story 3 kedalam tiga kategori sesuai dengan metode analisis Roland Barthes, yaitu :

1. Pesan linguistik Yaitu memaparkan semua kata-kata dan kalimat yang terdapat dalam film Toy Story 3 baik secara lisan maupun tertulis.

2. Pesan ikonik terkodekan Yaitu memaparkan konotasi yang muncul dari visualisasi, yang berfungsi dengan mengaitkannya dengan sistem tanda di dalam masyarakat.

3. Pesan ikonik tak terkodekan Yaitu memaparkan denotasi dalam visualisasi Film Toy Story 3

4.2.1 Pesan Linguistik Pesan yang dikemas dengan menggunakan bahasa, atau bahasalah sebagai alat utamanya. Dalam komunikasi verbal, karena menggunakan lambang verbal, yaitu bahasa. Dalam film Toy Story 3 tersebut terdapat pesan linguistik yakin
   

60   

dialog, berikut ini adalah rangkuman dialog yang muncul dalam susunan teks film Toy Story 3. Hal yang diamati

Teks : We’ll always be there for him “Kita akan selalu di sana untuknya.” Penanda Pada adegan ini Woody sedang menenangkan Rex yang sedang khawatir akan berpisah dengan temantemannya. Karena Andy, pemiliknya, telah beranjak dewasa dan Rex takut Andy akan membuangnya. Woody mengucapkan “kita akan selalu disana untuknya” pada Rex untuk menghilangkan kekhawatiran Rex. Petanda Perkataan Rex “Kita akan selalu di sana untuknya.” memiliki arti meskipun Andy telah beranjak dewasa, mereka tidak akan dibuang dan tersimpan di loteng. Mereka akan selalu siap untuk dimainkan kembali dan menjadi sahabat Andy lagi kapan pun. Perkataan Woody merupakan tanda dukungan ego yang dilakukan oleh sahabat di mana ketika
   

61   

sahabatnya sedang merasa rapuh dan diliputi ketakutan, ia akan memberikan dukungan ego berupa dukungan, harapan, dan dorongan mental yang dapat membuat sahabatnya merasa lebih kuat dan tenang. Di dalam film dukungan ego dilakukan dengan cara yang baik dan cara pengucapan yang lembut. Namun di kehidupan nyata masa kini, dukungan ego tidak selalu dilakukan dengan cara tersebut. Dukungan ego terkadang dilakukan dengan kalimat-kalimat pedas dan keras dengan tujuan sahabatnya tidak bermental lemah dan berjiwa lebih kuat. Hal yang diamati

   

62   

Teks : Well, whatever happens at least we’ll all be together. “Ya, apapun yang terjadi setidaknya kita semua akan bersama-sama.” Penanda Dalam adegan tersebut Woody kembali berusaha meyakinkan Buzz bahwa mereka akan tetap selalu bersama melalui ucapan, “Ya, apapun yang terjadi setidaknya kita semua akan bersama-sama.” Padahal Woody sendiri juga merasa cemas dan belum yakin apakah mereka masih akan tetap bersama. Petanda Perkataan Woody pada Buzz memiliki arti bahwa apapun yang Andy lakukan pada mereka, dia, Buzz, dan temantemannya yang lain akan selalu bersama. Ucapan tersebut diucapkan Woody dalam perasaan yang sebenarnya juga cemas dan khawatir akan nasib mereka. Tidak seperti ketika berbicara pada Rex di mana ia sangat meyakinkan, Woody lebih dapat mengungkapkan perasaan khawatirnya tersebut karena Buzz merupakan salah satu sahabat terdekatnya. Dalam hubungan persahabatan jika seseorang memiliki masalah maka ia akan lebih dapat terbuka kepada sahabat terdekatnya karena dalam bentuk persahabatan akan selalu ada keterbukaan dan keakraban di

   

63   

mana seorang sahabat memberikan hubungan yang hangat, dekat, dan saling percaya sehingga sahabatnya dapat lebih mudah mengungkapkan diri. Di dalam film, Woody tetap berusaha meyakinkan Buzz bahwa semuanya akan baik-baik saja meskipun dia sendiri tidak yakin. Sementara di kehidupan nyata masa kini, kebanyakkan orang akan fokus meyakinkan dirinya sendiri terlebih dahulu sebelum memikirkan perasaan sahabatnya atau orang lain. Hal yang diamati

Teks : From now on, we stick together. “Mulai sekarang, kita tetap bersama-sama”

   

64   

Penanda Woody yang sempat berpisah dari teman-temanya akibat pertengkaran akhirnya kembali ke Sunnyside untuk menolong. Woody berjanji mulai saat ini kita akan selalu bersama melalui

Petanda Ucapan Andy kepada sahabatsahabatnya merupakan sebuah pernyataan komitmen bahwa apapun yang terjadi mereka akan tetap bersama. Dalam sebuah persahabatan,

ucapannya, “Mulai sekarang, kita tetap kebersamaan sangatlah penting untuk bersama-sama”. mempererat kedekatan fisik dan mental. Dengan adanya kebersamaan, seseorang akan bersedia melakukan semua aktivitas dan menghabiskan waktu bersama sahabatnya. Di dalam film, untuk mendapatkan rasa kebersamaan makan seseorang akan menghabiskan waktu bersama-sama. Namun di kehidupan nyata, seseorang tidak harus bertemu secara fisik untuk melakukan sesuatu bersama-sama dan mendapatkan rasa kebersamaan dengan sahabatnya. Kini seseorang dapat tetap merasakan rasa kebersamaan dengan sahabatnya meskipun tidak bertemu, seperti bermain

   

65   

game online bersama di rumah masingmasing atau menceritakan keluh kesahnya melalui chatting di internet. Hal yang diamati

Teks : We’re Andy’s toys, Woody. We’ll be there for him, together. “Kita mainan Andy, Woody. Kita akan berada di sana untuk dia.” bersama-sama.” Penanda Jessie memberikan semangat kepada Woody yang merasa tidak yakin bahwa mereka semua tidak akan bisa kembali ke rumah Andy. Jessie mengatakan “kita mainan Andy, kita akan berada disana untuk dia, bersama-sama.” Jessie yakin mereka semua bisa kembali lagi ke rumah Petanda Ucapan Jessie merupakan suatu bentuk dukungan ego di mana Jessie memberikan dukungan dan berusaha meyakinkan Woody yang sedang putus asa. Jessie mengatakan bahwa mereka akan berhasil sampai di rumah Andy dan segera bertemu lagi dengan Andy. Hal ini menandakan dukungan fisik di mana
   

66   

Andy meskipun mereka semua berada di tempat pembuangan sampah yang jaraknya jauh dari rumah Andy.

kehadiran fisik Woody dan temantemannya akan sangat berarti bagi persahabatan mereka dengan Andy. Kehadiran secara fisik menunjukkan kerelaan untuk meluangkan dan menyediakan waktu untuk sahabatnya. Di dalam film, untuk meyakinkan dan menenangkan sahabat, dibutuhkan pertemuan secara langsung. Namun di dunia nyata masa kini, untuk meyakinkan dan menangkan sahabat yang sedang galau tidak harus bertemu secara langsung. Hal tersebut dapat dilakukan melalui telepon, chatting, BBM, SMS, dan alat komunikasi lainnya.

             

   

67   

Hal yang diamati

Teks : Now, Woody, he’s been my pal for as long as I can remember. “Sekarang, Woody, dia sudah menjadi sahabatku selama aku bisa mengingat.” Penanda Andy merasa berat hati untuk memberikan mainannya kepada Bonnie, terutama Woody. Melalui ucapan Andy, “Sekarang, Woody, dia sudah menjadi sahabatku selama aku bisa mengingat.” menandakan bahwa Woody merupakan mainan pertama dan terlama yang sudah dianggap sebagai sahabatnya sejak masih kecil. Petanda Ucapan Andy merupakan bentuk cinta dan sayang kepada mainan yang telah dianggap sahabatnya sedari kecil. Untuk menjalin persahabatan dalam jangka waktu yang lama, Andy dan Woody pasti lah telah mengalami banyak hal bersama-sama dan memiliki rasa kebersamaan yang tinggi dan keakraban yang erat sehingga akan terasa sangat berat saat harus berpisah dengan sahabatnya. Di dalam film seorang

   

68   

sahabat akan merasa berat untuk berpisah karena itu menandakan mereka tidak akan bertemu dan bersama-sama lagi. Sedangkan di dunia nyata masa kini, seseorang tidak akan begitu berat berpisah dengan sahabatnya karena meskipun tinggal berjauhan, mereka masih bisa berkomunikasi dengan lancar via telepon dan internet.

4.2.2

Pesan Ikonik Terkodekan Makna Konotasi yang muncul dalam gambar (visual) yang terdapat dalam

sebuah film Toy Story 3 dengan melihat dari objek atau karakter yang ada di dalamnya. Konotasi yang muncul dalam frame berfungsi jika dikaitkan dengan sistem tanda yang lebih luas dengan mempertimbangkan kode sosial. Berikut adalah uraian penjelasan dari pesan ikonik terkodekan yang terdapat dalam film Toy Story 3.

   

69   

Objek

Medium Shot (MS) Music : You’ve got a friend in me Penanda Ukuran gambar medium shot dengan maksud hubungan personal dari objek yang ada dalam film Toy Story 3, dengan gerakan dan ekspresi wajah. Terlihat dari gambar yang ditampilkan adalah Andy yang sedang bermain gembira dengan Woody sahabatnya di taman, lagu dengan tema persahabatan menguatkan ekspresi wajah gembira Andy saat bermain bersama sahabatnya Woody, walaupun Woody merupakan Petanda Mainan adalah sesuatu yang sangat disukai oleh anak-anak. Mainan dalam bentuk manusia atau dalam bentuk mahluk hidup lainnya dianggap oleh anak-anak adalah sebagai teman atau sahabatnya walaupun sebenarnya mainan merupakan benda mati, namun anak-anak mempunyai imajinasinya sendiri dan anak-anak menganggap mainan itu benda yang dapat berinteraksi dengan pemiliknya, tak

   

70   

mainan Andy teteap terlihat asyik bermain layaknya bermain dengan teman sebayanya.

jarang banyak anak yang berineraksi dengan dengan mainannya, mungkin bagi sebagian orang beranggapan itu aneh, namun bagaimanapun itu anakanak mempunyai dunianya sendiri, anak-anak memiliki imajinasi yang tinggi. Dalam hubungan persahabatan ada fungsi persahabatan yaitu kebersamaan. Dalam film seseorang yang memiliki seorang teman yang akrab akan bersedia melakukan aktivitas dan menghabiskan waktu bersama sepanjang hari. Namun di dunia nyata masa kini, tidak semua sahabat dari segala tingkat kedewasaan dapat melakukan hal tersebut. Lama waktu yang dihabiskan bersama sahabat tidak harus lama atau pun sepanjang hari. Bisa saja hanya beberapa saat namun diisi dengan aktivitas bersama yang berkualitas antara sahabat. Hal ini biasanya terjadi karena situasi kesibukan dan
 

 

71   

kepentingan masing-masing. Objek

Long Shot (LS) Music : You’ve got a friend in me Penanda Terlihat dari gambar yang ditampilkan adalah Andy yang sedang menonton sambil makan pop corn bersama seluruh mainannya. Pengambilan gambar dengan Long Shot menunjukan suasana yang ada yaitu di dalam kamar tidur dimana terlihat Andy dan seluruh mainannya pun ikut menonton. Terlihat Andy serius menonton dengan dimatikannya lampu ruangan supaya Petanda Menonton biasanya selalu dilakukan bersama orang terdekat baik itu keluarga dan teman, menonton adalah kegiatan yang sangat menyenangkan dan hal-hal yang menyenangkan selalu dibagi bersama dengan sahabatnya, sahabat akan selalu membagi kesedihan dan kesenangan bersamasama. Dalam konsep persahabatan terdapat fungsi persahabatan yang

   

72   

terkesan seperti di Bioskop

berupa kebersamaan dan keakraban atau perhatian. Persahabatan
memberikan hubungan yang hangat, dekat, dan saling percaya dengan individu yang lain, sehingga dalam film pun digambarkan mereka selalu melakukan aktivitas dan meluangkan waktu bersama. Sedangkan di dunia nyata masa kini, melakukan aktivitas bersama sahabat tidak harus bertemu secara fisik seperti menonton film bersama. Bahkan kini menonton film lebih sering dilakukan oleh pasangan kekasih. Seseorang dapat meluangkan waktu bersama sahabatnya tanpa harus bertemu secara fisik, misalnya berkomunikasi melalui telepon, chatting internet.

               

73   

Objek k

M Medium Sho ot (MS) Petan nda Dari gamb bar dengan ukuran u med dium shot terseb but terlihat Barbie B seda ang menangis dan dikelili ingi oleh be eberapa ya. Para saha abat Barbie ikut sahabatny sedih dan mencoba un ntuk menen nangkan Barbie. Shot size dalam d gamb bar ini adala ah medium sh hot yang be erfungsi untuk menampilkan aktivita as suatu objek di antara objek lainnya dan d mengua atkan kedekatan n antara satu u objek deng gan objek lainn nya. Penand da Menangis M c cenderung d dilakukan ol leh wanita,mesk w kipun pria p pun juga melakukann m nya. Biasany ya seseoran ng menangis m k ketika sendir rian sehingg ga ia bebas b melua apkan kesed dihannya ta anpa takut t atau malu m dilihat orang lain. Namun N seri ing juga ora ang menangis di hadapan h par ra sahabatny ya karena merasa m saha abat tersebu ut dapat dipercaya d d mampu membuatny dan ya nyaman. n Se eseorang yan ng melihat sahabatnya s menangis a akan mencoba untuk u mene enangkan da an

   

74   

menghiburnya agar dia tidak lagi menangis. Perasaan ikut sedih atau bahkan menangis ketika sang sahabat menangis menandakan adanya rasa empati dan tenggang rasa antara mereka. Objek

Close Shot (CS) Penanda Pada gambar tersebut terlihat seorang anak wanita bernama Bonie sedang memeluk beberapa mainannya di atas tempat tidur. Wajah Bonnie sangat bahagia dan menyayangi mainannya, terlihat dari ekspresi wajahnya yang tersenyum, tatapan mata lembut, dan Petanda Memeluk merupakan tindakan untuk mengungkapkan kasih sayang, kerinduan, dan dukungan. Tindakan memeluk biasanya dilakukan pada orang terdekat atau orang yang dikasihi seperti keluarga, sahabat, dan kekasih. Orang dapat memberikan
   

75   

pelukanny ya. Shot size e yang digu unakan pada gamb bar ini adala ah medium shot yang meng ggambarkan n kedekatan n suatu objek deng gan objek la ainnya.

perasaan p ny yaman, didu ukung, dan dicintai d sehingga ia pun n akan lebih h merasa m tena ang dan lebi ih berseman ngat. Pelukan P Bo onnie pada b beberapa mainannya m menandaka an bahwa ia sangat s meny yayangi ma ainan tersebu ut seperti s saha abatnya send diri. Di kehidupan k n nyata, untuk k menunjuk kkan kasih k sayan ng kepada sa ahabat, seseorang s ti idak harus m memelukny ya. Dia D bisa me enunjukkan kasih sayan ng tersebut t den ngan tindak kan lain sepe erti mengacak-a m acak rambut t ketika bercanda. b

Objek k

M Medium Sho ot (MS)
   

76   

Penanda Pada gambar ini terlihatWoody sedang dikelilingi oleh para sahabatnya yang terlihat bahagia. Mereka mengangkat woody, memeluknya, dan bertepuk tangan di dalam sebuah ruangan. Shot size yang digunakan pada gambar ini adalah medium shot yang menunjukkan aktivitas suatu objek dan lingkungan sekitar.

Petanda Aktivitas mengangkat seseorang, memeluk, dan bertepuk tangan adalah ungkapan kebahagiaan dan dukungan yang biasa dilakukan oleh para pendukung atau sahabat. Aktivitas tersebut dapat membuat seseorang merasa nyaman dan disayangi oleh orang banyak sehingga ikut merasa bahagia. Kebersamaan antara orangorang tersebut pun akan lebih terasa. Objek

Long Shot (LS)

   

77   

Penanda Pengambilan gambar long shot

Petanda Menolong merupakan suatu kegiatan

ditujukan untuk memperlihatkan suasana membantu meringankan beban atau atau tempat. Pada gambar tersebut terlihat Woody dan Buzz sedang berusaha menolong Lotso yang tertimpa tas golf di tumpukkan sampah. Woody dan Buzz memegang stik golf yang digunakan untuk mengangkat tas golf agar Lotso bisa terbebas. Dari shot size yang digunakan, yaitu Long Shot, dapat digambarkan aktivitas suatu objek dan lingkungan sekitarnya. penderitaan orang lain. Menolong dapat dilakukan sendiri atau pun bersama orang lain dan dapat mempererat persahabatan dan kebersamaan dengan sesama. Tidak hanya dengan sahabat, tolong menolong dapat dilakukan dengan siapa saja, mulai dari orang yang belum dikenal sampai musuh sekalipun. Sedangkan di kehidupan nyata masa kini, seseorang sangat jarang sekali mau menolong orang lain yang tidak dikenalnya ataupun yang merupakan musuhnya.

   

78   

Objek

Medium Shot (MS) Penanda Pada gambar ini terlihat Buzz, Jessie, dan Bulls Eye sedang berpegangan tangan dan memejamkan mata bersamasama saat terancam akan termusnahkan dimakan api. Melalui medium shot yang berfungsi untuk menggambarkan aktivitas objek dan lingkungan sekitar, terlihat sedang berada di antara tumpukan sampah. Petanda Berpegangan tangan dan memejamkan mata bersama para sahabat dapat dilakukan dalam keadaan dan situasi apa saja. Bisa saat berdoa dan berharap bersama-sama atau bisa juga pasrah bersama menghadapi suatu masalah. Namun apapun situasi dan kondisinya, berpegangan tangan dan memejamkan mata bersama-sama merupakan suatu bentuk saling mendukung, rasa kebersamaan, serta rasa empati

   

79   

sehingga rela menghadapi semua masalah bersama.

4.2.3

Pesan Ikonik tak Terkodekan Pesan yang merujuk kepada makna denotasi yaitu pemahaman langsung

dari sebuah tanda berupa gambar yang ada pada film Toy Story 3 tanpa mempertimbangkan kode sosial yang lebih luas. Berikut merupakan uraian pesan ikonik yang tak terkodekan dari film Toy Story 3. Scene pertama menampilkan makna persahabatan melalui adegan kegiatan Andy bermain bersama mainan-mainannya dengan sangat gembira dan bersemangat. Andy sangat menyayangi dan selalu merawat mainannya dengan baik. Dalam scene ini ditampilkan dari kilas balik kisah Andy sewaktu kecil sedang bermain dan direkam oleh ibunya, banyak kegiatan Andy bermain dengan mainannya mulai dari bermain perang-perangan hingga mereka menonton bersama. Sutradara memberikan musik dengan tema persahabatan dalam setiap adegan Andy sedang asyik bermain dengan temannya, sehingga mengesankan bagi penonton bahwa mereka merupakan sahabat setia walaupun terlihat mainan merupakan benda mati, tapi tanpa disadari oleh Andy bahwa seluruh mainannya hidup, memiliki rasa sedih dan senang. Pada scene yang kedua, masalah sedang dihadapi oleh mainan-mainan Andy karena dalam film Toy Story 3 ini Andy sudah besar dan akan memulai aktifitas perkuliahan, Andy tidak lagi memainkan mainannya dan hal tersebut
   

80   

membuat Woody dan kawan-kawan mejadi sedih karena tidak lagi diperhatikan oleh Andy, Woody pun mengatur strategi agar mereka semua kembali lagi diperhatikan oleh Andy. Petualangan pun dimulai dan disinilah sutradara memperlihatkan sebuah hubungan persahabatan yang sedang diuji, hubungan persahabatan tidak selalu berjalan baik ada saatnya dimana hubungan tersebut diuji. Proses sebuah hubungan persahabatan yang sedang diuji adalah sebuah pemaknaan pesan dari sebuah dialog dan visualisasi berupa gerakan tubuh dan ekspresi wajah yang saling berhubungan sehingga membentuk konteks baru dalam penggambaran mengenai semiotika yang bukan hanya sekedar kata-kata melainkan dari sebuah pemikiran dari suatu tanda dan visualisasi gambar. Scene ketiga menunjukkan konflik antara Woody dengan sahabatsahabatnya dikarenakan perbedaan pendapat. Woody berpendapat bahwa mereka harus kembali ke rumah Andy karena Andy telah menyimpan mereka ke dalam loteng. Namun sahabat-sahabatnya, seperti Buzz dan Jessie, bersikeras tinggal di Sunny Side, sebuah tempat penitipan anak umum di mana mereka telah menemukan teman-teman baru yang senasib dengan mereka, yaitu dibuang oleh pemiliknya. Buzz, Jessie, dan lainnya merasa Sunny Side adalah tempat menyenangkan dan akhirnya menjadikannya sebagai rumah baru mereka. Dalam scene ini mulai terjadi konflik dalam hubungan persahabatan, terlihat dari perdebatan dan ego antara Woody dan sahabatnya. Pemaknaan pesan muncul dari gambar berupa dialog yang dipertegas dengan visualisasi gerakan tubuh dan ekspresi wajah memberikan pemaknaan tersendiri. Oleh karena itu pesan atau kode dalam gamabr memerlukan rangkaian dari gerakan tubuh dan ekspresi wajah
   

81   

agar mempertegas pemaknaan oleh penonton itu sesuai dengan maksud dan tujuan yang ingin disampaikan oleh pembuat film. Scene keempat menceritakan tentang Woody yang berusaha kembali ke tempat Andy sendirian. Sayangnya Woody tersasar dan terbawa ke rumah Bonnie, seorang bocah perempuan yang sangat manis dan suka bermain dengan mainan. Di rumah Bonnie, Woody bertemu dengan mainan milik Bonnie, mainan tersebut ternyata ramah terhadap Woody dan mereka mengatakan bahwa mereka mengenal asal usul Lotso. Woody akhirnya mengerti bahwa Sunny Side tidak seperti yang dibayangkan. Sunny Side ternyata adalah tempat yang menyeramkan bagi para mainan karena Lotso menempatkan mereka ke dalam ruangan di mana terdapat para anak yang kasar memperlakukan mainan. Para mainan pun tidak dapat kabur karena dijaga oleh Lotso dan komplotannya. Dalam scene ini terlihat adanya tahapan-tahapan pembentukan hubungan persahabantan antara Woody dengan mainan-mainan milik Bonnie, ditandai dengan adanya perkenalan dan kemudian dilanjutkan dengan tahapan keterbukaan. Scene kelima menggambarkan Woody yang berusaha menyelamatkan sahabat-sahabatnya di Sunny Side. Dalam scene ini sang sutradara membuat ketegangan dengan visualisasi Woody yang menemukan banyak rintangan sulit ditambah dengan efek backsound yang menegangkan. Setelah berhasi menemukan teman-temannya, Woody langsung bekerja sama mengatur strategi melarikan diri dari komplotan Lotso. Meskipun dihadang berbagai rintangan hingga hampir tertangkap kembali, Woody dan para sahabatnya akhirnya berhasil melarikan diri dari Sunny Side. Tindakan penyelamatan sahabatnya oleh Woody merupakan
   

82   

penggambaran pesan yang dihasilkan oleh gambar dan pesan yang dikodekan dengan visualisasi membuat pemaknaan dari penonton apa itu fungsi dari persahabatan. Scene keenam dalam objek penelitian menunjukkan bentuk ketegangan dengan gabungan visualisasi gambar ditambah dengan backsound yang mendukung. Adegan kejar-mengejar terjadi antara Lotso dengan Woody dan sahabatnya di tempat penghancuran sampah. Lotso yang dipenuhi dendam tidak rela Woody dan sahabatnya kabur begitu saja dan berusaha keras menangkap mereka. Dengan kecurangan dan tipu muslihat Lotso, Woody dan sahabatnya hampir saja musnah dengan mesin penghancur sampah. Untungnya ada sahabat Woody yang secara tak terduga menolong mereka. Ketika Woody dan para sahabatnya akan masuk ke tungku peleburan, Alien from Pizza Planet menyelamatkan mereka dengan menggunakan eskafator. Scene terakhir menceritakan Woody dan para sahabatnya akhirnya kembali ke rumah Andy. Dalam akhir film ini yang menjadi objek penelitian adalah sebuah bentuk persahabatan yang tidak ingin dipisahkan karena sebuah persahabatan selalu menginginkan kebersamaan. Woody menghadapi dilema akan perpisahan yang harus dihadapinya, karena teman-temannya akan diletakkan di loteng sedangkan Woody sendiri akan dibawa ke kampus baru Andy. Woody pun menemukan cara agar mereka tetap bisa bersama-sama yaitu dengan menuliskan pesan di atas kotak yang berisi teman-temannya bertuliskan pesan untuk Andy agar menyumbangkannya pada Bonnie karena Woody tahu Bonnie akan

   

83   

memperlakukan semua mainan dengan baik. Andy pun akhirnya pergi ke rumah Bonnie dan menyumbangkan seluruh mainannya. Peneliti mencoba menganalisis tanda-tanda untuk membedakan gambaran antara makna yang lama dengan makna baru persahabatan. Pada tabel di bawah ini akan dijelaskan mengenai perbedaan makna persahabatan berdasarkan objekobjek yang ada di dalam film. Objek Berpegangan tangan Makna Persahabatan Menggambarkan suatu kontak Makna Baru Berpegangan tangan pada saat

fisik yang dapat dilakukan dalam ini cenderung menggambarkan keadaan senang maupun sedih, seperti bermain bersama dan memberikan dukungan fisik untuk sahabat yang sedang menghadapi masalah. Berpegangan tangan terkonstruksi dari kegiatan sehari-hari anak-anak yang sedang bermain dan dalam film Toy Story 3 ini berpegangan tangan digambarkan dengan perilaku yang sama dengan di kehidupan nyata. sebuah hubungan yang lebih intim. Berpegangan tangan yang dilakukan oleh lain jenis menandakan adanya hubungan sepasang kekasih. Namun berpegangan tangan yang dilakukan sesama jenis akan menandakan hubungan homoseksual. Pemaknaan yang baru ini dialami oleh masyarakat pada sistem sosial kebudayaan dimana bentuk berpegangan tangan tercipta dari aktifitas-aktifitas manusia
 

 

84   

yang berinteraksi, berhubungan, serta bergaul satu dengan yang lain, dimana hal tersebut sebagai mitos yaitu pemaknaan dari kebudayaan atau norma sosial masyarakat yang dulu dianggap tidak pantas menjadi sesuatu hal yang biasa. Memeluk Menggambarkan sebuah bentuk keakraban dan perhatian fisik dari seorang sahabat. Memeluk dapat dilakukan dalam suka dan duka seperti ketika rindu dan menenangkan hati sahabat yang sedang kalut. Pada saat ini memeluk lebih sering dilakukan untuk menunjukkan kasih sayang pada kekasih. Sementara seseorang untuk menunjukkan rasa tenggang rasa pada sahabat kini lebih sering hanya merangkul sambil mengelus bahu dan kepala. Pemaknaan yang baru ini dialami oleh masyarakat pada sistem sosial kebudayaan dimana aktivitas memeluk dilakukan pada interaksi pergaulan, dimana hal tersebut merupakan mitos, yaitu
   

85   

pemaknaan dari kebudayaan atau norma sosial masyarakat yang dulu dianggap tidak pantas menjadi sesuatu hal yang biasa. Bertepuk Tangan Menggambarkan suatu bentuk dukungan, penghormatan, simpati, dan kebanggaan atas Pada saat ini tidak hanya dianggap sebagai sebuah apresiasi, terkadang tepuk

sahabat yang berhasil melakukan tangan juga sebagai bentuk dari sesuatu. Tepuk tangan terbentuk dari kegiatan sehari-hari masyarakat dan dalam film Toy Story 3 ini tepuk tangan digambarkan dengan perilaku yang sama dengan di kehidupan nyata. kesuksesaan seseorang yang berhasil mengerjai temannya. Pemaknaan yang baru ini dialami oleh masyarakat pada sistem sosial kebudayaan dimana aktivitas bertepuk tangan dilakukan untuk menunjukkan ekspresi perasaan manusia seperti bangga dan bahagia. Hal tersebut merupakan mitos yaitu pemaknaan dari kebudayaan atau norma sosial masyarakat yang dulu dianggap sebagai perasaan positif seperti bangga
   

86   

pada orang lain menjadi perasaan negatif seperti menyindir. Berbagi Menggambarkan kepedulian dan Kini berbagi juga dapat

rasa tenggang rasa antara sahabat didasarkan dengan alasan untuk yang membutuhkan. Bagi kebanyakan orang yang memiliki jiwa sosial tinggi, mereka lebih menyadari arti dari berbagi, bagaimana bisa mencapai suatu tujuan seperti mendapatkan simpatik, dihargai, dihormati, dan dianggap dermawan. Bisa juga berbagi dengan pamrih agar

bermanfaat untuk orang lain, dan mendapatkan sesuatu yang lebih bisa melakukan sesuatu untuk orang lain. Hidup mereka akan terasa lebih hidup dan sangat berarti ketika mereka dapat memberi arti untuk orang lain. besar. Pemaknaan yang baru ini dialami oleh masyarakat pada sistem sosial kebudayaan dimana bentuk berbagi tercipta dari salah satu hasil berinteraksi, berhubungan, serta bergaul satu dengan yang lain, dimana hal tersebut sebagai mitos yaitu pemaknaan dari kebudayaan atau norma sosial masyarakat yang dulu dianggap sebagai sifat tenggang rasa
   

87   

menjadi adanya unsur pamrih. Kerjasama Menggambarkan kepedulian dan kebersamaan dalam melakukan sesuatu bersama-sama untuk mencapai tujuan yang sama dengan sahabat. Kerjasama dilakukan untuk mencapai sesuatu tujuan yang baik bukan untuk sesuatu hal yang buruk, hal ini terbentuk dari sebuah Kini untuk dapat bekerjasama dengan orang lain tidak harus memiliki hubungan dekat seperti sahabat. Kerjasama dapat juga dilakukan dalam hal pekerjaan dengan asas profesionalitas atau tugas sekolah dengan dasar kepentingan mendapatkan nilai.

perilaku masyarakat yang senang Pemaknaan yang baru ini bekerja sama dan di dalam film perilaku kerjasama digambarkan dialami oleh masyarakat pada sistem sosial kebudayaan

untuk mencapai tujuan yang baik dimana bentuk kerjasama sesuai dengan apa yang terjadi dalam kehidupan nyata. tercipta dari adanya tujuan keberhasilan yang sama antara satu sama lain yang lebih mudah dicapai bila dilakukan bersama. Hal tersebut sebagai mitos yaitu pemaknaan dari kebudayaan atau norma sosial masyarakat yang dulu dianggap adanya keharusan sifat
   

88   

kedekatan untuk dapat bekerjasama dengan baik menjadi adanya keharusan motif tujuan bersama semata.

4.3

Pembahasan Dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti terhadap 3 kategori analisis

metode Roland Barthes yaitu Pesan linguistik, Pesan ikonik terkodekan, dan Pesan ikonik tak terkodekan maka dapat ditemukan tentang persahabatan. Penggambaran dari hubungan persahabatan dimunculkan dalam beberapa dialog dan visualisasi gambar dalam setiap scene yang memiliki keterkaitan dengan konsep persahabatan yang digunakan dalam penelitian ini. Penggambaran yang dimaksudkan hanyalah sebuah faktor pendukung yang dapat didalami makna dan pesan lebih lanjut melalui teori Roland Barthes mengenai tataran kedua semiotika. Semiotika atau dalam istilah Barthes semiologi, pada dasarnya hendak mempelajari bagaimana kemanusiaan (humanity) memaknai hal-hal (things), Memaknai (to signify) dalam hal ini tidak dapat digabungkan dengan mengkomunikasikan (to communicate). Memaknai berarti bahwa objek-objek tidak hanya membawa informasi, tetapi juga mengkonstitusi sistem terstruktur dari suatu tanda.

   

89   

Dalam kerangka Barthes, konotasi identik dengan operasi ideologi, yang disebutnya sebagai mitos dan berfungsi untuk mengungkapkan dan memberikan pembenaran bagi nilai-nilai dominan yang berlaku dalam suatu periode tertentu. Barthes mengartikan mitos sebagai cara berpikir kebudayaan tentang sesuatu, sebuah cara mengkonseptualisasi atau memahami sesuatu hal. Barthes menyebut mitos sebagai rangkaian konsep yang saling berkaitan. Mitos adalah sistem komunikasi, sebab ia membawakan pesan. Maka itu, mitos bukanlah objek. Mitos bukan pula konsep ataupun suatu gagasan, melainkan suatu cara signifikansi, suatu bentuk. Lebih jauh lagi, mitos tidak ditentukan oleh objek ataupun materi (bahan) pesan yang disampaikan, melainkan oleh cara mitos disampaikan. Mitos tidak hanya berupa pesan yang disampaikan dalam bentuk verbal (kata-kata lisan ataupun tulisan), namun juga dalam berbagai bentuk lain atau campuran antara bentuk verbal dan nonverbal. Film Toy Story 3 ini bercerita tentang mitologi persahabatan yang ditandai dalam bentuk verbal dan non verbal. Persahabatan terlihat dalam banyak adengan mulai dari adanya sebuah kebersamaan, permasalahan, konflik hingga pemecahan masalah. Dalam adegan awal ditunjukan dari adanya sebuah permasalahan dalam sebuah hubungan persahabatan, cerita bukan dimulai dari tahapan pembentukan hubungan persahabatan. Karena film Toy Story 3 ini merupakan kelanjutan dari film sebelumnya yaitu Toy Story dan Toy Story 3, maka proses terbentuknya hubungan persahabatan terhadap tokoh dalam film Toy Story 3 ini tidak diceritakan. Proses terbentuknya hubungan persahabatan dari tokoh utama yaitu Woody dan Buzz Lightyear sudah diceritakan dalam film Toy Story.
   

90   

Cerita dalam Toy Story 3 lebih menekankan kepada suatu konflik dalam persahabatan dimana dalam suatu hubungan salah satu hal tersulit adalah menjaga keutuhan hubungan persahabatan yang erat. Menciptakan suatu hubungan yang memiliki kedekatan lebih dari sekedar teman memang sulit namun yang lebih sulit lagi adalah menjaga hubungan tersebut. Sesuai dengan konteks komunikasi, bentuk hubungan persahabatan adalah suatu bentuk komunikasi antarpribadi. Komunikasi antarpribadi memiliki tahap-tahap yang menjadikan sebagai hubungan antarpribadi. Tahap-tahap hubungan antarpribadi dimulai dari adanya kontak atau menjalin sebuah komunikasi antarpribadi, kemudian berlanjut kedalam tahapan keterlibatan dan keakraban, disinilah tercipta hubungan antarpribadi. Apabila suatu hubungan antarpribadi tidak dapat dijaga maka akan terjadi kerusakan hubungan dan pada akhirnya yang terjadi adalah pemutusan hubungan. Komunikasi antarpribadi dan hubungan antarpribadi ibarat dua sisi mata uang, merupakan sebuah proses, sesuatu yang berjalan terus-menerus atau suatu fenomena yang terus berubah, melalui pengungkapan diri dan bukan sesuatu yang statis. Penulis menemukan perbedaan pemaknaan persahabatan dalam film Toy Story 3 dengan makna persahabatan yang terjadi di dalam masyarakat. Di antaranya adalah berpegangan tangan, berpelukan, bertepuk tangan, berbagi dan kerjasama yang dimaknai sebagai tindakan yang wajar dilakukan dalam hubungan persahabatan namun sudah tidak mutlak atau sering lagi dilakukan oleh orangorang yang bersahabat. Tindakan-tindakan seperti itu kini lebih sering dan wajar
   

91   

dilakukan dalam hubungan lain seperti berpacaran.

Perbedaan makna

persahabatan terjadi karena adanya perbedaan dari kultur budaya suatu masyarakat karena dalam film Toy Story 3 merupakan film buatan Amerika yang mengadaptasi budaya barat dimana kontak fisik seperti memeluk dan berpegangan tangan wajar dilakukan antar sahabat. Perbedaan pemaknaan persahabatan juga ada karena adanya perubahan dari gaya hidup masyarakat di zaman modern ini dimana kedekatan emosional seperti antara sahabat pun dapat terjadi tanpa harus bertemu secara fisik. Pada era globalisasi yang penuh dengan teknologi informasi dan komunikasi canggih ini, setiap orang mampu membangun kedekatan emosional tanpa harus bertemu secara fisik dengan berbagai media komunikasi seperti telepon genggam, chatting internet, dan social media. Selanjutnya yang menjadi temuan peneliti adalah fungsi dari persahabatan berupa kebersamaan yang merupakan sebuah isu di dalam film Toy Story 3. Hal ini terlihat dari adegan awal, tengah, hingga akhir. Mulai dari timbul masalah karena para mainan mengetahui meraka akan dipisahkan oleh pemiliknya padahal mereka ingin selalu bersama-sama dan tidak ingin dipisahkan, hingga adegan terakhir dimana tokoh utama yaitu Woody yang menentukan nasib dari hubungan persahabatan mereka semua. Dengan adanya sebuah kebersamaan, hubungan persahabatan akan semakin dekat dan hangat, dalam dihadapkan sebuah masalah, jika dihadapi dengan bersama-sama maka akan menemukan solusinya. Dapat disimpulkan bahwa konsep fungsi persahabatan dimana salah satu fungsinya yaitu berupa kebersamaaan dalam hubungan persahabatan maka akan
   

92   

memberi dukungan dalam menghadapi masalah. Fungsi persahabatan berupa kebersamaan memiliki keterkaitan dengan fungsi persahabatan yang lain. Dalam film Toy Story 3 ini fungsi persahabatan berupa kebersamaan berkaitan atau berkesinambungan dengan fungsi persahabatan yang lainnya yaitu dukungan fisik dan dukungan ego. Kebersamaan menciptakan dukungan ego dan dukungan fisik dari para sahabat, karena sebagai seorang sahabat kehadirannya secara fisik sangan mendukung atau men-support sahabatnya ketika dihadapkan dengan sebuah permasalahan. Sahabat akan mendukung dengan upaya apapun baik dalam bentuk fisik dan moral, rela berkorban dalam waktu, harta, dan tenaga.

   

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1

Kesimpulan Dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap film Toy Story 3 dengan

menggunakan analisis semiotik Roland Barthes yaitu sistem penandaan tingkat kedua. Peneliti akhirnya menemukan kesimpulan dan ideologi yang terkandung dalam film ini, dengan melihat berbagai proses pemaknaan tanda dengan menggunakan teori semiotik Roland Barthes. Hasil kesimpulan tersebut adalah : 1. Penelitian ini menghasilkan gambaran-gambaran mengenai konsep persahabatan yang sesuai dengan isi film. Melalui proses analisis semiotik, maka dihasilkan mitologi dari persahabatan yang sesuai dengan konsep untuk menganalisa, seperti adanya konsep fungsi persahabatan dan tahapan pembentukan persahabatan. 2. Dalam film Toy Story 3 ini, mitologi mengenai persahabatan tidak sepenuhnya sama dengan bentuk persahabatan yang ada dalam kehidupan masyarakat sehari-hari pada saat ini. Mitos persahabatan dikonstruksikan oleh pembuat film berdasarkan apa yang dialami oleh masyarakat pada sistem sosial kebudayaan dimana persahabatan tercipta dari aktifitasaktifitas manusia yang berinteraksi, berhubungan, serta bergaul satu dengan yang lain dari waktu ke waktu, selalu menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan dan sebagai rangkaian aktifitas kelompok manusia dalam suatu masyarakat.

93 

94   

3. Mitos dalam pemahaman semiotika Roland Barthes adalah pengkodean makna dan nilai – nilai sosial (yang sebetulnya arbiter (sewenang – wenang) atau konotatif) menjadi sebagai sesuatu yang dianggap alamiah. Barthes mencoba memanfaatkan makna-makna lapis kedua yang terbentuk ketika penanda dikaitkan dengan berbagai aspek psikologis,

seperti perasaan, emosi atau keyakinan. Artinya konotasi inilah yang akhirnya dapat menghasilkan makna lapis kedua dimana lebih bersifat ‘implisit’ atau ‘tersembunyi’ mitos bekerja dalam aspek verbal maupun visual dan dapat digunakan sebagai model untuk membongkar ‘pesan’ dari berbagai aspek kehidupan manusia. termasuk hubungan persahabatan tentunya, terutama yang berkaitan secara implisit dengan nilai – nilai ideologi, budaya, moral, dan spiritual. 4. Pengertian mitos disini tidaklah menunjuk pada mitologi dalam pengertian sehari-hari seperti hanlnya cerita-cerita tradisional atau dongeng melainkan sebuah cara pemaknaan terhadap apa itu hubungan

persahabatan. Dalam bahasa Roland Barthes, pada dasarnya semua hal dapat menjadi sebuah mitos, kemudian satu persatu mitos tersebut muncul silih berganti, mitos muncul hanya untuk sementara waktu dan akhirnya tenggelam dikarenakan adanya mitos lain. 5. Sekuel film Toy Story 3 merupakan film yang baik untuk ditonton oleh anak-anak hingga dewasa karena dapat menginspirasi penontonnya dengan adanya nilai moral yang patut untuk diteladani.

95   

5.2

Saran Setelah melakukan penelitian terhadap film Toy Story 3 peneliti berharap

agar penelitian ini dapat bermanfaat dan memberikan kontribusi yang nyata dalam dunia akademis dan juga praktik. Berikut adalah saran yang diberikan oleh peneliti : 1. Secara akademis, penelitian yang digunakan sehubungan dengan hal-hal yang berhubungan dengan semiotik penelitian mengenai persahabatan persahabatan lebih banyak lagi dibuat dan dikaji dalam penyusunan skripsi. Ini dikarenakan melalui skripsi ini, disampaikan bagaimana bentuk persahabatan yang menginspirasi dan patut dicontoh oleh semua orang. 2. Secara praktis, film-film dengan tema persahabatan lebih banyak dibuat oleh para sineas film terutama sineas Indonesia, karena film membawa pengaruh yang besar terhadap pandangan dan pola pikir penontonnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->