P. 1
smp9bhsind BahasaIndonesia AtikahAnindyarini

smp9bhsind BahasaIndonesia AtikahAnindyarini

|Views: 26,280|Likes:
Published by manip saptamawati

More info:

Published by: manip saptamawati on Mar 11, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/22/2013

pdf

text

original

Alur adalah rangkaian peristiwa yang sambung-menyambung dalam
sebuah cerita berdasarkan logika sebab-akibat. Dalam sebuah cerita
terdapat berbagai peristiwa. Peristiwa-peristiwa dalam cerita itu tidak berdiri
sendiri, tetapi berkaitan antara peristiwa satu dengan peristiwa yang lainnya.
Rangkaian peristiwa itulah yang membentuk alur cerita. Misalnya, sebuah
cerita dimulai dari peristiwa A dan diakhiri dengan peristiwa E. A, B, C, D,
dan E itulah alur cerita.
Alur yang berurutan dari peristiwa A - E dinamakan plot maju atau alur
maju. Jadi, dinamakan plot maju atau alur maju kalau peristiwa-peristiwa dalam
cerita itu berurutan, baik berurutan waktu maupun berurutan kejadiannya.
Sebaliknya, dikatakan plot mundur (sorot balik) kalau peristiwa terakhir
didahulukan kemudian bergerak ke peristiwa-peristiwa sebelumnya. Jadi,
alur mundur itu peristiwanya dimulai dari peristiwa E diikuti peristiwa-
peristiwa D, C, B, dan A.
Ada pula plot campuran, yaitu bila susunan peristiwanya ada yang
maju dan ada yang mundur. Misalnya, peristiwa D didahulukan, lalu diikuti
peristiwa B, A, C, dan diakhiri peristiwa E.
Alur maju pada umumnya terdiri atas beberapa tahapan berikut ini.
a.Pendahuluan, merupakan paparan awal cerita. Pengarang mulai
memperkenalkan tempat kejadian, waktu, topik, dan tokoh-tokoh.
b.Penampilan masalah, pada tahap ini konflik dalam cerita mulai ditampilkan.
c.Puncak ketegangan, sering disebut klimaks. Pada tahap klimaks ini
konflik meningkat dan semakin ruwet.
d.Ketegangan menurun, pada tahap ini konflik menurun. Emosi yang
memuncak telah berkurang.
e.Penyelesaian, pada tahap ini penyelesaian dapat dipaparkan oleh
pengarang dapat juga menggantung. Artinya, pembaca diharapkan
mampu menafsirkan sendiri penyelesaian ceritanya.
Tahapan alur tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:

Pendahuluan

Penampilan masalah

Ketegangan menurun

Penyelesaian

Puncak ketegangan
(klimaks)

Kondisi Pertanian di Indonesia117

Dengarkan pembacaan sinopsis novel berikut dengan saksama!

Kemarau

Karya: A.A. Navis

Para petani semakin merasa berputus
asa karena musim kemarau panjang yang
sedang menimpa negeri ini. Sawah dan
ladang mereka sangat kering dan cuaca
panas sangat menyengat tubuh. Keadaan
itu membuat mereka tidak mau lagi
mengolah sawah atau mengairi sawah
mereka. Mereka hanya bermalas-malasan
dan bermain kartu.
Namun, ada seorang petani yang tidak
ikut bermalas-malasan. Ia adalah Sutan
Duano. Dalam keadaan kemarau panjang
ini, ia tetap mengairi sawahnya dengan
mengangkat air dari danau yang ada di
sekitar desa mereka sehingga padinya
tetap tumbuh. Ia tidak menghiraukan panas
matahari yang membakar tubuhnya. Ia
berharap agar para petani di desanya
mengikuti perbuatan yang ia lakukan. Ia
juga berusaha memberikan ceramah
kepada ibu-ibu yang ikut dalam pengajian
di surau desa mereka. Namun, tak satu pun
petani yang menghiraukan ceramahnya,
apalagi mengikuti langkah-langkah yang
dilakukannya. Tampaknya, keputusasaan
penduduk desa telah sampai pada
puncaknya.

Suatu hari ada seorang bocah kecil
bernama Acin yang membantunya mengairi
sawah sehingga keduanya saling bergantian
mengambil air di danau dan mengairi sawah
mereka. Penduduk desa yang melihat kerja
sama antara keduanya bukannya men-
contoh apa yang mereka lakukan, melainkan
mempergunjingkan dan menyebar fitnah,
bahwa Sutan Duano mencoba mencari
perhatian Gundam, ibu si bocah itu, yang
memang telah menjadi janda. Bahkan,
seorang janda yang menaruh hati kepada
Sutan Duano pun kemudian mempercayai
gunjingan itu. Gunjingan itu semakin me-
manaskan telinga Sutan Duano, tetapi ia
tidak menanggapinya dan tetap bersikap
tenang.

Suatu hari ia menerima telegram dari
Masri, anaknya yang sudah dua puluh tahun
disia-siakannya. Ia diminta untuk pergi ke
Surabaya. Dalam hatinya, ia ingin bertemu
dengan anak semata wayangnya itu, namun
ia tidak mau meninggalkan si bocah kecil
yang masih memerlukan bimbingannya.
Setelah mempertimbangkan masak-masak,
ia pun memutuskan untuk pergi ke
Surabaya. Sementara itu, para penduduk
desa merasa kehilangan atas kepergiannya.
Apalagi setelah mereka membuktikan
bahwa semua saran yang diberikan olehnya
memberikan hasil. Mereka menyesal telah
salah sangka terhadapnya.

Hari yang dinanti-nantikan pun tiba,
Sutan Duano pun berangkat ke Surabaya.
Namun, sesampainya di kota tersebut,
hatinya menjadi hancur ketika ia bertemu
dengan mertua anaknya. Ternyata mertua
anaknya adalah Iyah, mantan istrinya. Ia
marah kepada Iyah karena telah menikahkan
dua orang yang bersaudara. Karena marahnya
itu, Sutan Diano mengancam akan
memberitahukan kepada Masri dan Arni.
Namun, Iyah berusaha menghalanginya
dengan memukul kepala mantan suaminya
itu dengan sepotong kayu. Kalau saja Arni
tidak menghalanginya, kemungkinan besar
Sutan Duano tidak akan selamat.

Melihat mantan suaminya bersimbah
darah, Iyah merasa menyesal. Kemudian,
ia memberitahukan kepada Arni bahwa
Sutan Duano adalah mantan suaminya.
Betapa terkejutnya Arni mendengarnya. Ia
kemudian menceritakan hal itu kepada
suaminya, sehingga mereka sepakat untuk
berpisah. Tak lama kemudian, Iyah meninggal
dunia, sedangkan Sutan Duano pulang ke
kampung halamannya dan menikah dengan
Gundam.

(Sumber:115 Ikhtisar Roman Sastra
Indonesia
, 1999)

Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas IX

118

Tugas

Kerjakanlah tugas-tugas berikut dengan baik!

1.Analisislah tahapan alur novel yang kalian dengarkan tersebut!
Kerjakanlah dengan membuat format berikut!

2.Simpulkan jenis alur novel yang telah kalian dengarkan tersebut!

No.

Bukti

1.

2.
3.
4.
5.

Tahap Alur

Pendahuluan

Penampilan masalah
Puncak ketegangan
Ketegangan menurun
Penyelesaian

Contoh:
Para petani semakin putus asa karena
musim kemarau panjang. Akan tetapi,
mereka hanya bermalas-malasan dan
bermain kartu. Namun, ada seorang
petani yang tidak ikut bermalas-malasan.
Ia adalah Sutan Duano.
.............................................................
.............................................................
.............................................................
.............................................................

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->