P. 1
smp9bhsind BahasaIndonesia AtikahAnindyarini

smp9bhsind BahasaIndonesia AtikahAnindyarini

|Views: 26,280|Likes:
Published by manip saptamawati

More info:

Published by: manip saptamawati on Mar 11, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/22/2013

pdf

text

original

Menulis cerpen harus banyak berkhayal karena cerpen memang karya
fiksi yang berbentuk prosa. Peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam cerpen
hanya direkayasa oleh pengarangnya. Demikian pula para pelaku yang
terlibat dalam peristiwa itu. Waktu, tempat, dan suasana terjadinya peristiwa
pun hanya direka-reka oleh pengarang. Oleh karena itu, cerpen (dan semua
cerita fiksi) disebut cerita rekaan.

Mencermati Ekonomi, Pasar, dan Uang

11

Cerita dalam cerpen mungkin saja terjadi sebab bahan baku cerpen
memang bisa berasal dari kisah yang benar-benar terjadi dalam
masyarakat. Boleh jadi, bahan baku cerpen benar-benar dialami sendiri
oleh pengarangnya. Kisah nyata yang benar-benar terjadi itu oleh
pengarangnya diolah, yaitu ditambah, dikurangi, digabungkan, diubah nama
pelakunya, diganti tempat terjadinya, dan lain-lain. Akan tetapi, semua bahan
baku yang semula benar-benar terjadi itu setelah diolah oleh pengarang
dalam bentuk cerpen, menjadi cerita fiksi, cerita khayal, atau cerita rekaan.

Jika akan menulis cerpen, yang pertama-tama kalian lakukan adalah
mencari dan menentukan tema. Tema cerita tersebar luas di sekeliling
kalian, bahkan juga di dalam diri kita. Apa yang pernah kalian alami, lihat,
dengar, rasakan, bayangkan, dan lain-lain dapat kalian pilih menjadi tema
cerpen. Tema yang kalian pilih tentu saja tema yang menarik, terutama
menarik bagi diri kalian dan kalian perkirakan juga menarik bagi orang lain.

Setelah tema kalian tentukan, tema itu harus kalian rinci lebih dahulu
karena tema masih berupa ide pokok. Bila tema langsung dikembangkan
menjadi sebuah cerpen, penulisan cerpen masih akan mengalami banyak
kesulitan. Oleh karena itu, tema harus dirinci, dijabarkan lebih lanjut, apa
saja yang akan diceritakan.

Setelah menjabarkan tema, kita perlu mempertegas peristiwa-peristiwa
apa yang akan terjadi dalam cerpen. Peristiwa-peristiwa itu kemudian kalian
susun demikian rupa sehingga membentuk plot cerita.

Plot atau alur cerita adalah rangkaian peristiwa yang sambung-
menyambung dalam sebuah cerita berdasarkan logika sebab akibat. Dalam
sebuah cerita terdapat berbagai peristiwa. Akan tetapi, peristiwa-peristiwa
dalam cerita itu tidak berdiri sendiri, tetapi berkaitan antara peristiwa satu
dengan peristiwa lainnya. Rangkaian peristiwa itulah yang membentuk plot
atau alur cerita.

Bacalah pengalaman Wayan berikut ini.

Sejak duduk di kelas VII SMP aku sudah rajin menabung. Rencananya
uang tabungan tersebut akan aku belikan playstation kesukaanku. Akan
tetapi, keinginan tersebut berubah setelah ibu meminjamnya untuk
memperluas usaha yang dimiliki keluargaku.

Pengalaman Wayan tersebut dapat diubah menjadi penggalan cerpen
berikut.

Celengan Ayam

Celengan ayam itu kutimang-timang.
Terasa berat di tanganku. Mungkin sudah
ada beratus-ratus uang logam dan
lembaran ribuan di sana. Mungkin juga

sudah cukup untuk membeli playstation
impianku. Tapi ... kembali terngiang ucapan
ibu tadi siang.

Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas IX

12

"Yan, bagaimana menurutmu kalau
celengan ayammu tidak usah kamu
gunakan untuk membeli playstation?" ucap
ibu lirih.

"Lalu mau digunakan untuk apa, Bu?"

"Ibu mempunyai rencana untuk
memperluas kios kita dengan barang-
barang kebutuhan rumah tangga lainnya.
Kamu mengerti maksud ibu bukan, Yan?"

"Iya, Bu."

Ah seandainya saja ayah masih ada.
Tentu ibu tidak perlu bersusah payah
membuka kios seperti itu. Seandainya
saja ... .

Dengan pelan-pelan kuelus celengan
ayam itu. Ada rasa sayang untuk merelakan
satu-satunya benda yang kumiliki itu.

Celengan yang kumiliki sejak kelas VII
SMP. Setiap hari aku mengisinya dengan

uang saku yang diberikan ayah. Sedikit
demi sedikit. Hingga akhirnya menjadi
seberat ini. Haruskah kubuka celengan itu
untuk kuberikan pada ibu?

Sekelebat wajah ibu membayang di
pikiranku. Aku kasihan padanya. Sejak
ayah meninggal. Ibu terlihat semakin
bertambah tua, mungkin karena beban berat
yang harus ditanggungya. Kubulatkan
niatku untuk merelakan celengan ayam itu.

Untuk terakhir kali kuelus celengan itu.
Selamat tinggal playstation. Perlahan
kuangkat celengan itu dan kubanting ke
lantai. Pyaar ... . Celengan itu pecah
berkeping-keping. Uang logam dan
lembaran uangkertas berserakan di lantai.
Kupungut satu per satu untuk kuhitung.

........................................

Tugas

Setelah kalian memahami cara menulis cerpen, kerjakanlah tugas-tugas

berikut dengan baik!

1.Ingatlah peristiwa yang pernah kalian alami berkaitan dengan kegiatan
ekonomi!
2.Kembangkan peristiwa tersebut menjadi sebuah cerpen sesuai dengan
cara menulis cerpen yang telah kalian pelajari!
3.Setelah selesai, kumpulkan hasil karya kalian pada pengurus majalah
dinding untuk dimuat di mading sekolah kalian!

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->