P. 1
smp9bhsind BahasaIndonesia AtikahAnindyarini

smp9bhsind BahasaIndonesia AtikahAnindyarini

|Views: 26,280|Likes:
Published by manip saptamawati

More info:

Published by: manip saptamawati on Mar 11, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/22/2013

pdf

text

original

Berdasarkan etimologi (asal-usul bentuk kata), kata drama berasal dari
bahasa Yunani dramai yang berarti berbuat, berlaku, bertindak, atau bereaksi.
Drama berarti perbuatan, tindakan, atau aksi yang dipertontonkan di atas
pentas. Melalui drama, penonton seolah-olah melihat kejadian dalam

Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas IX

154

masyarakat. Drama merupakan potret kehidupan, suka duka, pahit manis,
dan hitam putih kehidupan manusia. Dalam Materi kali ini kalian belajar
membahas pementasan drama.
Dalam membahas pementasan drama ini, kalian akan menyoroti dari
segi unsur-unsur lakon drama. Lakon drama merupakan istilah yang
digunakan untuk judul drama. Kenapa disebut lakon? Karena naskah drama
memerlukan pementasan untuk mengetahui keindahan yang ada dalam
naskah drama. Unsur-unsur yang ada dalam lakon drama terdiri atas tema,
amanat, plot, karakter (perwatakan), dialog, latar, bahasa, dan interpretasi.

1.Tema

Tema adalah pikiran pokok yang mendasari lakon drama. Pikiran pokok
ini dikembangkan sedemikian rupa sehingga menjadi cerita yang menarik.

2.Amanat

Amanat adalah pesan moral yang ingin disampaikan penulis kepada
pembaca naskah/penonton drama. Pesan itu tentu saja tidak disampaikan
secara langsung, tetapi lewat tokoh drama.

3.Plot/Alur

Lakon drama yang baik selalu mengandung konflik, sebab roh drama
adalah konflik. Drama memang selalu menggambarkan konflik atau
pertentangan. Pertentangan yang terjadi adalah antara pemain dan pemain,
pemain dan lingkungan, pemain dan kemauannya, atau antara pemain dan
nasibnya.

4.Karakter

Karakter atau perwatakan adalah keseluruhan ciri-ciri jiwa seorang tokoh
dalam lakon drama. Karakter ini diciptakan penulis lakon untuk diwujudkan
oleh pemain (aktor yang memerankan tokoh itu). Seorang tokoh bisa saja
berwatak sabar, ramah, dan suka menolong. Sebaliknya, bisa saja berwatak
pemberani, suka marah, dan keji.

5.Dialog

Jalan cerita lakon drama diwujudkan melalui dialog dan gerak yang
dilakukan para pemain. Dialog-dialog yang dilakukan harus mendukung
karakter tokoh yang diperankan dan dapat menunjukkan alur lakon drama.

6.Latar

Latar adalah tempat, waktu, dan suasana terjadinya suatu adegan.
Karena semua adegan dilaksanakan di panggung, maka panggung harus
bisa menggambarkan latar yang dikehendaki.

7.Bahasa

Naskah drama diwujudkan dari bahan dasar bahasa. Bahasa sebagai
bahan dasar diolah untuk menghasilkan lakon drama yang diwujudkan
dalam dialog.

Minat Remaja terhadap Olahraga dan Pariwisata155

8.Interpretasi

Penulis lakon drama selalu memanfaatkan masyarakat sebagai sumber
gagasan dalam menulis cerita. Karena itu, apa yang ditampilkan di panggung
harus bisa dipertanggungjawabkan terutama secara nalar. Dengan kata
lain, lakon drama yang dipentaskan itu harus terasa wajar. Bahkan harus
diupayakan sedapat-dapatnya menyerupai kehidupan yang sebenarnya
dalam masyarakat.

Tugas

Kerjakanlah tugas-tugas berikut dengan baik!

1.Setelah kalian belajar mementaskan naskah drama yang telah kalian
tulis, diskusikanlah penampilan kalian tersebut!
2.Buatlah format berikut untuk mempermudah diskusi kalian!

3.Gunakanlah hasil diskusi tersebut untuk memperbaiki penampilan kalian
selanjutnya!

No.

Pembahasan

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Tema yang diangkat.
Amanat yang ingin disampaikan.
Keruntutan alur cerita.
Ketepatan penggambaran watak.
Kelancaran berdialog.
Ketepatan penyajian latar.
Kesantunan bahasa.
Ketepatan interpretasi drama
dengan kehidupan masyarakat.

Aspek yang Dibahas

.................................................

.................................................

.................................................

.................................................

.................................................

.................................................

.................................................

.................................................

.................................................

C.Mengidentifikasi Kebiasaan, Adat, dan Etika
dalam Novel Angkatan 20 – 30-an

Novel-novel di Indonesia sudah terbit sejak tahun 20 – 30-an, tepatnya
tahun 1920, yaitu diawali dengan munculnya novel "Azab dan Sengsara"
karya Merari Siregar. Setelah kurun waktu tersebut, novel-novel pasti
memiliki ciri dan nilai-nilai sejarah yang terkandung dalam karya sastra.
Perlu kalian ketahui, sastra Indonesia memiliki periode sastra, yakni:
1.Periode 1920 - 1933 (Angkatan Balai Pustaka)
2.Periode 1933 - 1942 (Angkatan Pujangga Baru)
3.Periode 1942 - 1953 (Angkatan '45)
4.Periode 1957 - 1961
5.Periode 1961 - 1975
6.Periode 1975 - 1980-an (cerita rekaan mutakhir)

Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas IX

156

Pada Materi ini kalian akan mempelajari tentang kebiasaan, adat, dan
etika dalam novel Angkatan 20 – 30-an. Seperti yang telah kalian ketahui
bahwa setiap periode sastra ditulis berdasarkan latar belakang tradisi yang
terdapat pada masa itu. Berikut ini ciri-ciri kebiasaan, adat, dan etika dalam
novel Angkatan 20 – 30-an.
1.Problem yang dibahas adalah problem adat, misalnya perkawinan,
perceraian, perebutan warisan, dan sebagainya.
2.Pertentangan antara kaum tua (mewakili adat lama) dengan kaum muda
yang terpelajar (mewakili adat kaum muda).
3.Tema pendidikan sangat menonjol, bahkan pengarang cenderung
menggurui pembaca.
4.Cerita berlatar belakang kedaerahan (didominasi oleh daerah Sumatra).
5.Tema cerita bersifat romantik.

Bacalah kutipan novel "Sengsara Membawa Nikmat" berikut!

...........................
Setelah jenang masuk ke tengah
medan, maka segala pemain pun datanglah
bersalam dengan hormatnya, akan
mengenalkan diri masing-masing. Kemudian
segala pemain berdiri berkeliling, membuat
sebuah bundaran di medan itu. Jenang yang
berdiri di tengah medan, lalu melihat
berkeliling, memperhatikan pemain yang
berdiri di medan itu.
"Engku Muda Kacak!" kata jenang
sekonyong-konyong," permainan akan kita
mulai."

Perkataan jenang yang demikian itu
sudah cukup untuk menjadi sindiran kepada
pemain, agar supaya segera memperbaiki
kesalahannya. Kacak kemalu-maluan, tetapi
apa hendak dikatakan, karena di medan itu
jenang lebih berkuasa daripada dia. Dengan
muka merah dan menggigit bibir karena malu
dapat teguran jenang, Kacak melihat ke kiri
ke kanan, ke muka dan ke belakang, lalu
memperbaiki tegaknya. Segala pemain yang
lain insaf pula akan arti sindiran itu, lalu
mereka memperhatikan betul tidaknya
tempat ia berdiri. Syukurlah hanya Kacak
seorang yang tidak sempurna tegaknya di
medan itu.

Sesudahnya jenang memperbahasa-
kan tamu, yaitu memberikan raga supaya

Sengsara Membawa Nikmat

Oleh: Tulis Sutan Sati

disepakkan lebih dulu, permainan pun
dimulailah. Jenang menyepak raga, lalu
berkata, "Bagian Engku Muda Kacak!"
Maka Kacak pun bersiap menanti raga.
Dengan tangkas raga itu disepaknya tinggi
ke atas, lalu berkata, "Bagianmu, Midun!"
Midun bersiap serta memandang ke
arah suara itu datang. Nyata kepadanya,
bahwa yang berseru itu Kacak. Dengan
tidak menanti anak raga, lalu Midun
mempertubi-tubikan sepaknya sampai
sepuluh kali. Sudah itu disepakkannya pula
ke arah Kacak, lalu berkata, "Sambutlah
kembali, Engku Muda!"
Kacak melihat hal Midun dengan
kepandaiannya itu tidak bersenang hati. Ia
berkata dalam hatinya, "Berapa kepandaian-
mu, saya lebih lagi dari engkau."
Ketika raga tinggi melambung, ia
memandang ke atas serta menganjur
langkah ke belakang. Maksudnya akan
mencari alamat, dan hendak melompat
sambil menyepak raga, tetapi celaka! Ketika
ia akan menyepak; kakinya yang sebelah
kiri tergelincir, lalu Kacak ... bab, jatuh
terenyak. Segala yang main, baik pun si
penonton semuanya tersenyum sambil
membuang muka.
.....................
(Sumber:Sengsara Membawa Nikmat,
2004)

Minat Remaja terhadap Olahraga dan Pariwisata157

Tugas

Setelah kalian membaca kutipan novel "Sengsara Membawa Nikmat"
di atas, kerjakanlah tugas-tugas berikut ini di buku tugas kalian!

1.Identifikasikan hal-hal dalam novel tersebut yang terkait dengan:
a.kebiasaan para tokoh yang tercermin dalam novel tersebut,
b.adat istiadat yang tersirat dari cerita novel tersebut,
c.etika yang berlaku dalam masyarakat yang diceritakan dalam novel
tersebut,
d.cara para tokoh novel tersebut menggunakan perasaannya, dan
e.pola pikir para tokoh dalam novel tersebut.
2.Menurut kalian, adakah keterkaitan antara isi novel di atas dengan
kehidupan masa kini? Jika ada, jelaskanlah keterkaitan tersebut!
3.Identifikasikanlah nilai-nilai historis yang ada di dalam novel tersebut!
4.Carilah novel tahun 20 – 30-an yang lain, lalu identifikasikanlah hal-hal
seperti pada tugas nomor 1 dan 2 di atas!

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->