P. 1
CERPEN TENTANG HEWAN

CERPEN TENTANG HEWAN

|Views: 309|Likes:
Published by Samuel Melanus

More info:

Published by: Samuel Melanus on Mar 21, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/04/2015

pdf

text

original

CERPEN TENTANG HEWAN

BILA KANCIL HIDUP DI TAHUN 2012
Pada suatu hari hiduplah kawanan binatang , dan mereka hidup di sebuah hutan yang akan di tebang dan akanKancil dan kawan-kawan-hidup di tahun 2012 dijadikan sebuah kawasan perumahan. Berita tentang penebangan hutan itu memang membuat semua hewan yang ada di hutan itu cemas dan was-was. Mereka semua berkumpul untuk membicarakan hal itu. Singa sang raja hutan pun berpikir terlalu berlebihan hinga tiga hari tidak tidur. Namun akhirnya raja hutan itu mendapat sebuah ide, maka di kumpulkannya lagi semua warga hutan itu. Dengan sombongnya singa itu berkata, “jika manusia datang aku akan menyerangnya dan tak akan membiarkan mereka keluar dari hutan ini hidup-hidup”. Semua hewan yang ada bersorak, mereka berpikir hutan akan aman karena ada sang raja yang melindunginya.

Namun kancil tidak berpikir demikian, kancil tahu bahwa manusia datang membawa banyak peralatan yang canggih dan berbahaya. Singa itu juga menenangkan hati rakyatnya yang tengah gundah dan ketakutan. Belum habis singa itu memberi tahu ide-idenya yang tak masuk akal, kancil segera pulang dan mencari teman-temannya.

Teman yang pertama kancil cari adalah buaya, dengan terengah-engah kancil menemui buaya yang terlihat sedang berendam di hulu sungai. Kancil langsung berteriak kepada buaya,”hai buaya, ikutlah dengan ku”. Buaya yang sedang bersantai itu langsung bergerak mendekati kancil dan bertanya, “ada apa kamu mencari aku?” Kancil itu menjawab,”kita harus menghentikan penebangan hutan ini.”

Mereka pun menggunakan strategi lama. Kancil langsung menjelaskan apa yang terjadi dan buaya terkejut mendengar itu. “bagaimana jika kita pergi ke kota dan mencari manusia yang cinta lingkungan?” Buaya dan Dogi setuju akan hal itu. Kancil dan buaya setuju. Dogi menjenggong sekeras mungkin. kamu kenapa?” kini dogi ikut bertanya. Buaya yang sudah berada di dalam rawa menyuruh kancil berdiri di atas punggungnya. Dan Dogi terkejut akan hal itu. Setelah itu buaya dengan gagahnya menghampiri para pemburu dan membuka mulutnya besar-besar seakan akan ingin memakan para pemburu itu.Buaya tertawa melihat perkataan kancil. dan hal itu menarik perhatian pemburu itu. Para pemburu itu lantas bangun dan berlari ketakutan. karena biasanya ada pemburu yang bisa membuat nyawa melayang. Para pemburu menghampiri dogi dan kancil segera berlari menuju pemburu itu dan menendang kedua pemburu itu. “aku tidak bisa berenang. mereka bertiga melihat dua orang pemburu mengendap-endap dan bersiap menembak seekor rusa yang sedan makan di padang rumptut. Kancil menghentikan langkahnya. Dan ternyata hal itu benar. Dan hingga kancil mendapat sebuah ide. Mereka langsung melanjutkan perjalannya. Segera buaya keluar dari danau dan pergi mencari sahabat lamanya. Dan mereka bisa menyebrangi rawa itu bersama-sama. Mereka segera keluar dari hutan dan mencari jalan yang aman. Saat mereka berkumpul terdengar kabar jika besok adalah hari yang ditunggu-tunggu karena pemukiman itu mulai di kerjakan. kancil terdiam dan tidak menjawab pertanyaan Buaya. Jadi Dogi sendiri di rumah. Kancil dan buaya bergantian menjelaskan apa yang akan terjadi. “hai kancil. Kebetulan Pak Tani sedang pergi ke kota untuk membeli pupuk. Segera Dogi mengambil senjata milik pemburu. Kancil kembali ke tepi rawa itu dengan wajah kecewa. Mereka berunding dan ketiga hewan itu terlihat sangat serius. . “ kawan-kawan. Para pemburu itu lantas jatuh tersungkur. kancil dan kawan kawan lantas tertawa terpingkal-pingkal. Kancil bergegas mengejar para pecinta lingkungan itu namun tak bisa. Kebetulan ada sekumpulan para pecinta lingkungan yang menanam ratusan pohon di dekat rawa itu. Anjing pak tani atau biasa mereka memanggilnya Dogi. Para pecinta alam itu lari berhamburan menjahui tepi rawa itu setelah melihat kancil dan kawan-kawan keluar dari rawa. Dan akhirnrya mereka sampai di ujung rawa yang berbatasan langsung dengan kota. Jalan pintas menuju kota hanya bisa di lewati dengan cara menyebrangi sebuah rawa.” Jawab kancil. “kenapa kamu kancil?” buaya bertanya. bagaimana jika kita kagetkan para pemburu itu? Ujar Dogi. pecinta lingkungan itu pergi menggunakan mobil.

Dan pera pertugas memberi peringatan kepada para penebang.Setelah mendengar hal itu kancil dan kawan-kawan langsung kembali mencari para pecinta lingkungan yang lain. malah wajah ketakutan dari warga. Dan di saat itu ada truk-truk besar yang mengangkut alat-alat untuk menebang hutan. Petugas itu juga ikut mengejar binatang-binatang yang bertingkah aneh itu. Dengan tertunduk lemas mereka kembali ke hutan. Di rumah sakit hewan. Dan ketika dia sampai di dalam hutan pesta kejutan dari warga hutan itu mengejutkan kancil. Para petugas mengantarkan kancil kehutan dan kancil mendapati tempat tinggalnya sepi dan sunyi. rakyatnya terus mendesak singa. Buaya dan dogi tak bisa berbuat apa-apa. Namun bukannya para pecinta lingkungan yang di dapat. Sementara itu. mereka berdua lantas ikut mengejar truk itu. Hutan itu menjadi tenang dan tentram kembali… . Para petugas berdatangan. Tubuh kancil langsung roboh dan mengeluarkan banyak darah. Petugas akhirnya mengerti maksud perginya binatang-binatang itu lari dari hutan. Dokterjuga menyatakan jika terlambat sedikit saja. Petugas yang ada segera membawa kancil ke rumah sakit hewan terdekat dan juga menangkap penebang yang melempar pisau itu. Seorang penebang melemparkan sebuah pisau dari atas truknya dan tepat mengenai kancil. Karena ada buaya yang berjalan di kota. Dogi lantas mengejar truk itu sambil mengongong. Namun buaya yang tak biasa dengan lingkungan yang ramai itu menjadi marah dan mulai menyerang para pertugas. Buaya lantas memberitahukan kepada warga hutan apa yang sebenarnya terjadi. para penebang itu segera pergi dari hutan dan menyimpan amarah kepada hewan itu. buaya dan dogi menangis. Pesta itu menjadi sunyi. yang terdengar hanya langkah kecilnya. kancil masih berupaya menenangkan buaya. Di saat semua warga hutan berpesta karena hutan tak jadi di tebang. dan semua yang ada berterima kasih kepada kancil atas jerih lelahnya. sehingga singa kabur dan pergi begitu saja. Kancil berhasil di selamatkan dan di perbolehkan kembali ke hutan. Saat buaya sudah tenang. Kancil mulai masuk kedalam hutan. Kancil di rawat dan mendapatkan beberapa jahitan. Para petugas itu heran melihat tingkah binatang-binatang yang sangat aneh. Dan hal itu membuat para penghuni hutan ketakutan dan meminta raja hutan melindungi hutan. kancil tak bisa di tolong. Dan kini mereka semua telah berada di hutan para penebang hutan itu segera memasang peralatan mereka. Namun raja hutan yang tak lain adalah singa itu tak bisa bicara apa-apa.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->