Bumi Dan Jagat Raya

Manusia sejak dahulu kala telah berusaha untuk memecahkan permasalahan besar tentang asal mula terjadinya bumi. Bagaimanakah asal mula terjadinya bumi? Teori-teori dan hipotesishipotesis dari banyak ilmuwan tentang asal mula terjadinya bumi telah memberikan gambaran bagaimana terjadinya bumi, dan seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi terjadi pula perubahan teori-teori tersebut. Dalam mempelajari teori-teori tentang pembentukan bumi tentu saja berhubungan dengan pengetahuan tentang galaksi, jagad raya, dan tata surya. Di pagi hari kita melihat terbitnya matahari di ufuk timur, kemudian tenggelam di ufuk barat pada sore harinya. Peristiwa ini disusul dengan munculnya bintang-bintang, bulan, dan bendabenda langit di angkasa raya yang sangat banyak dan tidak terhitung jumlahnya di malam hari. Ketika malam berakhir kita akan melihat lagi munculnya matahari di ufuk timur. Peristiwa ini terjadi secara terus-menerus.

1. Galaksi Apakah yang dimaksud jagad raya? Bagaimanakah bentuk galaksi? Konsep jagad raya membahas sebaran atau kedudukan benda-benda langit yang bertebaran secara bebas dalam suatu ruang (spaces) yang tak terhingga luasnya. Konsep jagad raya yang dimaksud di atas adalah benda-benda langit yang dinamakan manusia “galaksi-galaksi”. Di dalam galaksi tersebut terdapat berjuta-juta bintang yang bebas, tetapi teratur sesuai dengan aturan hukum alam masingmasing sehingga satu sama lain secara teoritis tidak mungkin terjadi benturan. Galaksi adalah kumpulan planet, bintang, gas, debu, nebula, dan benda-benda langit lainnya yang membentuk pulau-pulau di dalam ruang hampa jagad raya. Sesungguhnya benda-benda langit yang bertaburan di angkasa raya, masing-masing terikat pada suatu susunan tertentu. Kalau kita melihat langsung ke langit pada malam hari, terlihat di sana berjuta-juta bintang. Satu bintang di langit, jika kita cermati dengan menggunakan alat teropong, sebenarnya merupakan kumpulan dari berjuta-juta bintang. Jarak bumi kita yang sangat jauh

dan ion lain yang bergerak simpang siur dalam jagad raya. Teori ini telah berkembang sepanjang waktu sejalan dengan kecanggihan teknologi dan kemajuan ilmu pengetahuan manusia. Proses tersebut tidak berlangsung cepat. Galaksi bentuk tak beraturan. Jagad Raya Apakah yang disebut jagad raya? Bagaimanakah bentuk jagad raya? Teori-teori jagad raya telah banyak dikemukakan para ahli astronomi. dari berbentuk hampir menyerupai bola kaki sampai pada bentuk yang sangat lonjong seperti bola rugby. Beberapa bentuk galaksi di jagad raya. Untuk mengetahui secara baik teoritis maupun hipotesis (dugaan sementara). Sekitar 60% dari galaksi berbentuk spiral. Sejak zaman dahulu manusia telah menyelidiki bagaimana terjadinya bumi begitu banyak teori dikemukakan sehingga berkembanglah usaha untuk menyelidiki benda-benda langit. antara lain: Edwin Hubble. . Begitu jauhnya dan begitu banyaknya bintang-bintang yang menjadi satu kesatuan itu sehingga kelihatan rapat dan akan terlihat seperti kabut saja. bentuk spiral berpalang. Galaksi berbentuk tak beraturan. (3) galaksi-galaksi lainnya dapat terlihat berada di luar Galaksi Bimasakti. terdapat kabut spiral lain yang terkenal yaitu kabut Andromeda yang letaknya paling dekat dengan Bimasakti. (2) antara galaksi satu dengan yang lain mempunyai jarak jutaan tahun cahaya. antara lain. Pada galaksi ini terlihat adanya roda-roda Catherina di dalamnya. sebagai berikut. jika manusia melihat ke angkasa seolaholah batas pandang kita berbentuk setengah lingkaran dikatakan para ahli astronomi “Bola Langit”. yang mempunyai bentuk spiral. misalnya: bentuk spiral. Sekitar 18% galaksi di jagad raya berbentuk elips. yaitu Bimasakti. dan Harlow Shapley. Ahli astronomi yang banyak menjelaskan tentang galaksi. Bola langit adalah suatu ruang (space) yang tak terhingga luasnya dan seolah-olah berbentuk lingkaran (seperti bola). Galaksi ini berbentuk elips. para ahli sekaligus memanfaatkan kemajuan teknologi. c. sekitar 4% galaksi di jagad raya berbentuk tak beraturan. Selain itu. Sekitar 18% dari jumlah galaksi di jagad raya ini berupa spiral-spiral ataupun spiral-spiral yang terpotong. Galaksi kita. 2. Jagad raya adalah alam semesta yang sangat luas dan tidak terukur. Para ahli astronomi telah banyak mengungkap rahasia alam semesta. d. a.menyebabkan mereka tampak seperti satu bintang saja. tetapi terbentuk berjuta-juta tahun lamanya. Galaksi bentuk spiral berpalang. terdiri atas berjuta benda-benda angkasa. Nu Mayol. Ruang antara galaksi yang satu dengan yang lainnya berisi zat intergalaksi yang juga dapat disebut zat interstellair yang berisikan proton. atau tidak mempunyai bentuk tertentu. Galaksi bentuk elips. kemudian kabut gas tersebut tersusun menjadi gugusan bintang. elektron. matahari dalam suatu sistem tata surya. Galaksi bentuk spiral. dan bentuk tidak beraturan. dengan lengan-lengan berbentuk spiral yang keluar dari pusat yang terang. dan beribu-ribu kabut gas atau kelompok nebula. Pada galaksi ini terlihat dari bagian ujung suatu pusat keluar lengan-lengan spiral galaksi. b. Keberadaan galaksi dapat dilihat atau dideteksi dengan teleskop. bentuk elips. terletak di antara kabut gas tersebut. Galaksi mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: (1) sumber cahaya berasal dari galaksi itu sendiri dan bukan merupakan cahaya pantulan. (4) galaksi punya bentukan tertentu.

Besarnya energi dan tingginya suhu tersebut menimbulkan ledakan besar yang menghancurkan massa tunggal sehingga terpisah menjadi serpihan-serpihan sebagai awal jagad raya. kemudian dalam keadaan massa tunggal jagad raya menyimpan suhu dan energi sangat besar. Anggapan ini bermula dari konsep alam semesta bangsa Babylon. Kecepatan berputar 450 km/detik dalam waktu 225 juta tahun (kosmis) untuk sekali berputar lengkap. (2) Bimasakti berbentuk keping atau roda cakram. bulan. (6) Matahari dengan bintang-bintang lain sebagai sistem lokal dalam ruang matahari berada. c. (1) Inti Galaksi Bimasakti terletak di arah gugusan bintang sagitarius ± 35 juta tahun cahaya dari matahari. Teori ini dipelopori oleh Fred Hoyle. Keberadaan anggapan Geosentris juga didukung oleh beberapa ilmuan. yang berarti jagat rayamengembang menjadi lebih luas. Teori Keadaan Tetap Teori ini menjelaskan bahwa materi baru yang berupa hidrogen telah mengisi ruang kosong yang timbul dari pengembangan jagad raya. Berikut beberapa anggapan mengenai jagad raya. dan Shapley. seperti: Plato. Bintang memancarkan cahaya dan panas sendiri karena suhu yang tinggi. Galaksi Bimasakti dapat disimpulkan sebagai berikut. Salah satu pendukung teori ini adalah Stephen Hawking. dan porosnya sebagai inti sistem.000 tahun cahaya dari pusat sistem galaksi. Teori Ledakan Besar Teori ini menjelaskan bahwa dahulu kala galaksi-galaksi pernah saling berdekatan dan berasal dari massa tunggal. dan Pythagoras. Anggapan ini muncul sejak manusia primitif. a. Aristoteles. Beberapa teori tentang terjadinya jagad raya adalah sebagai berikut.000 tahun cahaya dan tebalnya 3. Benda angkasa lain yang berupa bintang-bintang juga bertaburan di langit. astronom yang pernah menyelidiki galaksi ini di antaranya Kapteyn Seeliger. Anggapan ini muncul kira-kira pada abad ke-6sebelum Masehi. Charlier. b. seorang ahli fisika teoritis. c. Salah satu contoh bintang adalah matahari. Anaximander. Anggapan Geosentris Anggapan ini menyatakan bahwa bumi merupakan pusat alam semesta dan pusat segala kekuatan. Socrates. Anggapan Heliosentris .000–10. benda langit lainnya bergerak mengelilingi bumi. b.Galaksi Bimasakti disebut juga Milky Way (Inggris) dan De Melkweg (Belanda). yang menjelaskan bahwa galaksi-galaksi bergerak saling menjauhi.000 tahun cahaya sampai mencapai 15. Anggapan Antroposentris Anggapan ini menyatakan bahwa manusia merupakan pusat segalanya. dan bintang melekat di langit serta hujan yang turun melalui jendela-jendela yang berada di langit. Teori Jagad Raya Mengembang Teori ini dikemukakan oleh Hubble. sedangkan matahari.000 tahun cahaya di tengahnya. Bangsa Ibrani pada masanya menganggap langit disangga oleh tiangtiang raksasa. a. Stephen Hawking mengatakan bahwa materi yang mengisi ruang dan berupa materi baru bersifat memencar sehingga keadaan jagad raya selalu mengalami perubahan. (3) Corak atau struktur spiral dengan massa lebih kurang 100 miliar massa matahari yang sebagian besar tidak terlihat dalam kabut gelap atau bintang yang hampir padam.000–35. (5) Matahari berada pada jarak 30. (4) Garis tengah susunan perbintangan 80. Di dalam teori ini dijelaskan pula bahwa jagad raya tetap keadaannya dan akan selalu tampak sama.

Forest Ray Moulton. para ahli telah banyak berfikir dan melakukan analisis terhadap gejala-gejala alam. Teori Kant – Laplace Sejak jaman sebelum Masehi. Keberadaan anggapan Heliosentris juga didukung oleh beberapa ilmuwan. Dalam teori ini dikemukakan bahwa di jagat raya terdapat gas yang kemudian berkumpul menjadi kabut (nebula). Anggapan ini muncul sejakberkembangnya penelitian yang didukung oleh peralatan yang lebih maju. Gaya tarik-menarik antar gas ini membentuk kumpulan kabut yang sangat besar dan berputar semakin cepat. Isaac Newton. Bagian yang terlempar inilah yang kemudian menjadi planet-planet dalam tata surya. Teori Planetesimal Pada awal abad ke-20.Anggapan ini menyatakan bahwa matahari merupakan pusat jagad raya. materi kabut bagian khatulistiwa terlempar memisah dan memadat (karena pendinginan). demikian pula sifat keingintahuan ilmuwan yang memunculkan gagasangagasan kritis. Dalam proses perputaran yang sangat cepat ini. 2. pada suatu saat didekati oleh sebuah bintang lain yang melintas dengan kecepatan tinggi di dekat matahari. Berikut ini beberapa teori mengenai pembentukan bumi yang umum dikenal. seorang ahli astronomi Amerika bersama rekannya T. Mulai abad ke 18 para ahli telah memikirkan proses terjadinya Bumi. seperti: Galileo.C Chamberlain. Pada waktu bintang melintas di dekat matahari dan jarak keduanya relatif . seorang ahli geologi. yang mengatakan matahari terdiri dari massa gas bermassa besar sekali. Salah satunya adalah teori kabut (nebula) yang dikemukakan oleh Immanuel Kant (1755) dan Piere de Laplace (1796)? Mereka terkenal dengan Teori Kabut KantLaplace. 1. mengemukakan teori Planetisimal Hypothesis. Nicolaus Copernicus. dan Johanes Kepler.

Menurut teori ini. 4.A Lyttleton. maka sebagian massa gas matahari ada yang tertarik ke luar akibat adanya gravitasi dari bintang yang melintas tersebut. Bintang besar yang menyebabkan penarikan pada bagian-bagian tubuh matahari tadi. melanjutkan perjalanan di jagat raya. sehingga lambat laun akan hilang pengaruhnya terhadap-planet yang berbentuk tadi. seperti Yupiter dan Saturnus. yang disebabkan oleh gaya tarik bintang tadi. 3. Planet-planet itu akan berputar mengelilingi matahari dan mengalami proses pendinginan. Beberapa planetisimal yang terbentuk akan saling tarik – menarik bergabung menjadi satu dan pada akhirnya membentuk planet. maka akan terbentuk semacam gunung-gunung gelombang raksasa pada tubuh matahari. maka sebaran pecahan ledakan bintang tersebut mengelilingi bintang yang tidak meledak. sedangkan pada planet-planet kecil seperti Bumi kita. Terjadinya pasang surut air laut yang kita kenal di Bumi. pendinginan berjalan relatif lebih cepat. Tetapi. yaitu planet-planet. Gunung-gunung tersebut akan mencapai tinggi yang luar biasa dan membentuk semacam lidah pijar yang besar sekali. galaksi berasal dari kombinasi bintang kembar.dekat. Sebagian dari massa gas yang tertarik ke luar ada yang pada lintasan bintang dan sebagian lagi ada yang berputar mengelilingi matahari karena gravitasi matahari. menjulur dari massa matahari dan merentang ke arah bintang besar itu. Karena bintang yang tidak meledak mempunyai gaya gravitasi yang masih kuat. jika sebuah bintang yang bermassa hampir sama besar dengan matahari mendekat. termasuk bumi. sedangkan pecahan bintang yang lain adalah planet-planet yang mengelilinginya. lalu berpisah menjadi benda-benda tersendiri. Teori Bintang Kembar Teori ini dikemukakan oleh seorang ahli Astronomi R. yakni bahwa sebuah bintang besar mendekati matahari dalam jarak pendek. Salah satu bintang meledak sehingga banyak material yang terlempar. Penyebabnya adalah kecilnya massa bulan dan jauhnya jarak bulan ke Bumi (60 kali radius orbit Bumi). Bintang yang tidak meledak itu adalah matahari. Dalam lidah yang panas ini terjadi perapatan gas-gas dan akhirnya kolom-kolom ini akan pecah. massa gas yang berputar mengelilingi matahari menjadi dingin dan terbentuklah cincin yang lama kelamaan menjadi padat dan di sebut planetisimal. sehingga menyebabkan terjadinya pasang surut pada tubuh matahari. saat matahari itu masih berada dalam keadaan gas. . Proses pendinginan ini berjalan dengan lambat pada planet-planet besar. Setelah bintang melintas berlalu. ukuranya sangat kecil. Teori Pasang Surut Gas (Tidal) Teori ini dikemukakan oleh James Jeans dan Harold Jeffreys pada tahun 1918.

nebula-nebula tersebut membeku dan membentuk suatu galaksi yang disebut dengan nama Galaksi Bima Sakti. termasuk planet bumi. sehingga lahirlah bulan-bulan (satelit-satelit) yang berputar mengelilingi planetplanet. Awalnya. kemudian membentuk sistem tata surya. Bumi terbagi menjadi lima lapisan. Dalam perkembangannya. bagian ringan yang terlempar ke luar tadi mengalami kondensasi sehingga membentuk gumpalan-gumpalan yang mendingin dan memadat. maka akan terjadi pasang surut pada tubuh-tubuh planet yang baru lahir itu. mantel luar. 2. Selama jangka waktu lebih kurang 4. Sementara itu. Ada tiga tahap dalam proses pembentukan bumi. yaitu: 1. Pada awalnya terdapat gumpalan kabut raksasa yang berputar pada porosnya. Beliau mengemukakan bahwa dahulu kala terjadi tumbukan antara matahari dengan sebuah komet yang menyebabkan sebagian massa matahari terpental ke luar. Putaran tersebut memungkinkan bagian-bagian kecil dan ringan terlempar ke luar dan bagian besar berkumpul di pusat. Pembentukan perlapisan struktur bumi yang diawali dengan terjadinya diferensiasi. mantel dalam. sedangkan yang berat jenisnya lebih ringan akan bergerak ke permukaan. yaitu inti dalam. Suatu saat. gumpalan-gumpalan itu membentuk planet-planet. Material besi yang berat jenisnya lebih besar akan tenggelam. Kemudian. seperti telah dibicarakan di atas. .6 milyar tahun. Peranan yang dipegang matahari dalam membentuk bulan-bulan ini pada prinsipnya sama dengan peranan bintang besar dalam membentuk planet-planet. bumi masih merupakan planet homogen dan belum mengalami perlapisan atau perbedaan unsur. membentuk cakram raksasa. gumpalan kabut raksasa itu meledak dengan dahsyat di luar angkasa yang kemudian membentuk galaksi dan nebula-nebula. proses terbentuknya bumi berawal dari puluhan milyar tahun yang lalu. Akibat kekuatan penarikan matahari. 3. planet bumi terus mengalami proses secara bertahap hingga terbentuk seperti sekarang ini. dan kerak bumi Masih banyak teori-teori yang lainnya yang dikemukakan oleh para ahli seperti: Teori Buffon dari ahli ilmu alam Perancis George Louis Leelere Comte de Buffon. Matahari akan menarik kolom-kolom materi dari planet-planet. planet-planet itu masih mengelilingi matahari pada orbit berbentuk elips. sehingga besar kemungkinan pada suatu ketika meraka akan mendekati matahari dalam jarak yang pendek. inti luar. Teori Big Bang Berdasarkan Theory Big Bang. Massa yang terpental ini menjadi planet.Sementara pendinginan berlangsung. 5.

Whipple. termasuk bumi. Awalnya. Teori Weizsaecker dimana pada tahun 1940. Secara umum yang paling populer sampai sekarang adalah Teori Big Bang dan banyak diikuti oleh para ilmuwan walaupun terkadang masih terdapat beberapa perbedaan. Pembentukan perlapisan struktur bumi yang diawali dengan terjadinya diferensiasi. sedangkan yang berat jenisnya lebih ringan akan bergerak ke permukaan. seorang ahli astronomi Jerman mengemukakan tata surya pada mulanya terdiri atas matahari yang dikelilingi oleh massa .Teori Weizsaecker dimana pada tahun 1940. Pusat piringan yang merupakan protomatahari menjadi sangat panas. Teroti Kuiper dikemukakan oleh Gerald P. mantel luar. yaitu hidrogen dan helium. inti luar. dan kerak bumi Masih banyak teori-teori yang lainnya yang dikemukakan oleh para ahli seperti: Teori Buffon dari ahli ilmu alam Perancis George Louis Leelere Comte de Buffon. Sebagian besar massa kabut gas ini terdiri atas unsur ringan.Von Weizsaecker.Von Weizsaecker. Gumpalan ini akan menarik unsur – unsur lain yang ada di angkasa tata surya dan selanjutnya berevolusi membentuk palnet – planet. 2. Gumpalan yang padat saling bertabrakan dan kemudian membentuk planet – planet. Beliau mengemukakan bahwa dahulu kala terjadi tumbukan antara matahari dengan sebuah komet yang menyebabkan sebagian massa matahari terpental ke luar. 3. sedangkan unsur yang lebih berat tertinggal dan menggumpal. yaitu: 1. yaitu inti dalam. mengemukakan pada mulanya tata surya terdiri dari gas dan kabut debu kosmis yang berotasi membentuk semacam piringan. seorang ahli astronomi Jerman mengemukakan tata surya pada mulanya terdiri atas matahari yang dikelilingi oleh massa kabut gas. beliau juga memasukkan unsur – unsur ringan. yaitu hidrogen dan helium. bumi masih merupakan planet homogen dan belum mengalami perlapisan atau perbedaan unsur. mantel dalam. Unsur ringan tersebut menguap dan malia menggumpal menjadi planet – planet. Bumi terbagi menjadi lima lapisan.Kuiper mengemukakan bahwa pada mulanya ada nebula besar berbentuk piringan cakram. Pusat piringan adalah protomatahari. . sedangkan kabutnya hilang menguap ke angkasa. Ada tiga tahap dalam proses pembentukan bumi. seperti telah dibicarakan di atas. C. sedangkan protoplanet menjadi dingin. Dalam perkembangannya. maka unsur ringan tersebut menguap ke angkasa tata surya. Debu dan gas yang berotasi menyebabkan terjadinya pemekatan massa dan akhirnya menggumpal menjadi padat. Dalam teorinya. Material besi yang berat jenisnya lebih besar akan tenggelam. planet bumi terus mengalami proses secara bertahap hingga terbentuk seperti sekarang ini. C. Karena panas matahari yang sangat tinggi. Massa yang terpental ini menjadi planet. Teori Whipple oleh seorang ahli astronom Amerika Fred L. sedangkan massa gas yang berputar mengelilingi promatahari adalah protoplanet.

mengemukakan pada mulanya tata surya terdiri dari gas dan kabut debu kosmis yang berotasi membentuk semacam piringan. Teori Whipple oleh seorang ahli astronom Amerika Fred L. Karena panas matahari yang sangat tinggi. Unsur ringan tersebut menguap dan malia menggumpal menjadi planet – planet.Whipple. Debu dan gas yang berotasi menyebabkan terjadinya pemekatan massa dan akhirnya menggumpal menjadi padat. sedangkan protoplanet menjadi dingin. Gumpalan yang padat saling bertabrakan dan kemudian membentuk planet – planet. sedangkan kabutnya hilang menguap ke angkasa. sedangkan unsur yang lebih berat tertinggal dan menggumpal. yaitu hidrogen dan helium. sedangkan massa gas yang berputar mengelilingi promatahari adalah protoplanet. Pusat piringan yang merupakan protomatahari menjadi sangat panas. Secara umum yang paling populer sampai sekarang adalah Teori Big Bang dan banyak diikuti oleh para ilmuwan walaupun terkadang masih terdapat beberapa perbedaan. termasuk bumi.kabut gas. yaitu hidrogen dan helium. . Sebagian besar massa kabut gas ini terdiri atas unsur ringan. beliau juga memasukkan unsur – unsur ringan. Teroti Kuiper dikemukakan oleh Gerald P. Gumpalan ini akan menarik unsur – unsur lain yang ada di angkasa tata surya dan selanjutnya berevolusi membentuk palnet – planet.Kuiper mengemukakan bahwa pada mulanya ada nebula besar berbentuk piringan cakram. Dalam teorinya. Pusat piringan adalah protomatahari. maka unsur ringan tersebut menguap ke angkasa tata surya.